P. 1
LAPORAN METABOLISME 1

LAPORAN METABOLISME 1

|Views: 1,574|Likes:
Published by Eka Nurnafih

More info:

Published by: Eka Nurnafih on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

text

original

Laporan praktikum ke -1 MK.

Metabolisme Zat Gizi

Tanggal mulai : 22 Februari 2011 Tanggal selesai : 22 Februari 2011

GLIKOLISIS
Oleh Kelompok 3A: Ilyatun Niswah Teguh Jati P. Yulita Farisa H. Fajar Na¶imah Ratia Yulizawati Nurayu Annisa I14090008 I14090019 I14090027 I14090044 I14090074 I14090093

Asisten Praktikum: Angga Hardiansyah Desi Erfi

Koordinator Mata Kuliah

DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

Glikolisis anaerobik yang terjadi pada sa at fermentasi ragi menghasilkan etanol dan CO2. untuk mengetahui sejauh mana kefektivan proses glikolisis. Banyak senyawa lain selain glukosa yang dapat memasuki jalur pada tahap intermediet. mempelajari atau mengamati pengaruh inhibitor seperti fluorida dan arsenat terhadap proses glikolisis. Kemudian. dua molekul ADP difosforilasi oleh fosforilasi tingkat substrat untuk menghasilkan dua molekul ATP (Ngili 2010). Jalur ini mengandung intermediet -intermediet yang terlibat dalam reaksi metabolism alternatif. kada r glukosa. praktikum kali ini akan dilakukan pengamatan glikolisis anaerob pada fermentasi ragi. dilakukan pengukuran kadar CO2. Glikolisis anaerobik terjadi pada mikroorganisme yang mampu hidup tanpa oksigen. . Ada dua jalur glikolisis anaerobik yang memungkinkan untuk pembentukan asam piruvat dari glukosa. Setiap molekul glukosa yang dikonsumsi. Jalur ini merupakan jalur metabolism primitif karena bekerja pada sel yang paling sederhana sekalpun dan tidak memerlukan oksi gen. tinggi ka dar etanol. Fungsi utama jalur glikolisis meliputi pengubahan glukosa menjadi piruvat yang bisa dioksidasi dalam siklus asam sitrat. dan kadar etanol yang tersisa atau dihasilkan dari proses glikolisis pada fermentasi ragi. Selain itu. yaitu glikolisis yang menghasilkan asam laktat seperti yang terjadi dalam tubuh manusia dan glikolisis anaerobic yang menghasilkan etanol seperti yang terjadi pada fermentasi ragi yang salahsatu fungsinya adalah untuk menghasilkan minuman beralkohol (Bender 2008). Dalam beberapa sel.PENDAHULUAN Latar Belakang Glikolisis merupakan suatu proses yang menyebabkan terjadinya konversi satu molekul glukosa menjadi dua molekul piruvat. Tujuan Praktikum glikolisis bertujuan untuk mempelajari proses glikolisis yang terjadi pada sel ragi dengan mengukur kadar glukosa yang tersisa. Oleh karena itu. dan tinggi kolom CO2 yang dihasilkan. jalur ini dimodifikasi un tuk memungkinkan sintesis glukosa.

(Irawan 2007) Glukosa. (Irawan 2007) Glikolisis adalah serangkaian reaksi biokimia di mana glukosa dioksidasi menjadi molekul asam piruvat. Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme yang paling universal yang kita kenal.TINJAUAN PUSTAKA Glikolisis Tahap awal metabolisme konversi glukosa menjadi energi di dalam tubuh akan berlangsung secara anaerobik melalui proses yang dinamakan Glikolisis (Glycolysis). Selain akan menghasilkan produk akhir berupa molekul piruvat. Hal ini disebabkan karena semua jenis karbohidrat baik monosakarida. Etanol. Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. Melalui proses glikolisis ini 4 buah molekul ATP & 2 buah molekul NADH (6 ATP) akan dihasilkan serta pada awal tahapan prosesnya akan mengkonsumsi 2 buah molekul ATP sehingga total 8 buah ATP akan dapat terbentuk. Proses ini berjalan melalui beberapa tahapan reaksi yang disertai dengan terbentuknya beberapa senyawa antara seperti Glukosa 6-fosfat dan Fruktosa 6-fosfat. 1 molekul glukosa yang memiliki 6 atom karbo n pada rantainya (C 6H12O6) akan terpecah menjadi produk akhir berupa 2 molekul piruvat (pyruvate) yang memiliki 3 atom karbon (C3H3O3). Inti dari keseluruhan proses Glikolisis adalah untuk mengkonversi glukosa menjadi produk akhir berupa piruvat. (Albert 2002) Pada proses Glikolisis. disakarida maupun polisakarida yang dikonsumsi oleh manusia akan terkonversi menjadi glukosa di dalam hati. Molekul ATP yang terbentuk ini kemudian akan diekstrak oleh sel -sel tubuh sebagai komponen dasar sumber energi. Proses ini berlangsung dengan mengunakan bantuan 10 jenis enzim yang berfungsi sebagai katalis di dalam sitoplasma ( cytoplasm) yang terdapat pada sel eukaryotik ( eukaryotic cells ). dan terjadi (dengan berbagai variasi) di banyak jenis sel dalam hampir seluruh bentuk organisme. Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP dan NADH. . proses glikolisis ini juga akan menghasilkan molekul ATP serta molekul NADH (1 NADH3 ATP). dan CO2 Karbohidrat glukosa merupakan karbohidrat terpenting dalam kaitannya dengan penyediaan energi di dalam tubuh.

1983). glukosa tidak hanya dapat tersimpan dalam bentuk glikogen di dalam otot & hati namun juga dapat tersimpan pada plasma darah dalam bentuk glukosa darah ( blood glucose ). Karbon dioksida adalah hasil akhir dari organisme yang mendapatkan energi dari penguraian gula. gliserol dan hampir dapat larut dalam semua jenis pelarut organic lainnya (Martin. et al. Dalam konsumsi keseharian. dan beberapa bakteri. Pada hewan tingkat tinggi. kloroform. Etanol yang memiliki nama lain alkohol.Glukosa ini kemudian akan berperan sebagai salah satu molekul utama bagi pembentukan energi di dalam tubuh (Irawan 2007) . kebanyakan jamur. glukosa akan menyediakan hampir 50 ²75% dari total kebutuhan energi tubuh (Irawan 2007). Etanol dapat larut dalam air.. glukosa kemudia n akan digunakan untuk mensintesis molekul ATP ( adenosine triphosphate ) yang merupakan molukel molekul dasar penghasil energi di dalam tubuh. mudah menguap serta mudah terbakar dengan api biru tanpa asap. Hal ini meliputi semua tumbuhan. . aethanolum dan etil alcohol merupakan cairan yang bening. proses metabolisme glukosa akan berlangsung melalui 2 mekanisme utama yaitu melalui proses anaerobik dan proses aerobik. tidak berwarna. eter. Di dalam tubuh selain akan berperan sebagai bahan bakar bagi proses metabolisme. karbon dioksida mengalir di darah dari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan (Santoro 2006) . kebanyakan khamir lebih cenderung memfermentasi substrat karbohidrat untuk m enghasilkan etanol bersama sedikit produk akhir lainnya. Di dalam tubuh manusia glukosa yang telah diserap oleh usus halus kemudian akan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Di dalam tubuh. Proses metabolisme secara anaerobic akan berlangsung di dalam sitoplasma ( cytoplasm) sedangkan proses metabolisme anaerobik akan berjalan dengan mengunakan enzim sebagai katalis di dalam mitochondria dengan kehadiran Oksigen (O ) (Irawan 2007). hewan. glukosa juga akan berperan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak. dan asam amino dengan oksigen sebagai bagian dari metabolisme dalam proses yang dikenal sebagai respirasi sel. mudah mengalir. Jika tumbuh dalam keadaan anerobik. lemak. Melalui proses oksidasi yang terjadi di dalam sel-sel tubuh. Untuk dapat menghasilkan energi.

disiapkan sembilan tabung peragian yang bersih dan kering. larutan glukosa 2%. Pengamatan proses glikolisis dilihat dari tinggi kolom CO2. dan ada yang terjadi di dalam sel ragi. dan tiga tabung ketiga ditambah kan ragi oncom. dan larutan asam sulfat 2/3 N. Proses glikolisis pada sel ragi merupakan proses glikolisis yang menguraikan glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida. Setelah itu. Terakhir. suspensi ragi dituangkan ke dalam tiga tabung . tiga tabung kedua diberikan ragi roti. Adapun alat dan bahan yang digunakan antar a lain tabung peragian.HASIL DAN PEMBAHASAN Glikolisis adalah serangkaian reaksi biokimia di mana glukosa dioksidasi menjadi molekul asam piruvat. akuades. larutan natrium tungstat 10%. Glikolisis anaerobic dapat berupa glikolisis asam laktat yang terjadi di dalam tubuh manusia. Tabung pertama dituangkan ragi sebanyak 14 ml. tape. Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang sempurna. tabung kedua diberikan ragi yang telah dididihkan sebanyak 14 ml. Pra ktikum kali ini disiapkan sembilan sampel dengan diberikan tiga perlakuan untuk masing-masing jenis ragi. kemudian pada tiga tabung pertama ditambahkan ragi tape. dan kadar glukosa hasil dan sisa proses glikolisis. dan tabung ketiga diberi ragi sebanyak 13. dilakukan percobaan pengukuran kolom CO2 masing masing jenis ragi dengan menyiapkan tiga sampel yang diberi tiga perlakuan. Kedua. . Dilakukan pengamatan terhadap sel ragi yang berasal dari roti. Hal ini dilakukan pada tiga jenis ragi yang berbeda -beda dan tiap jenis ragi diberikan perlakuan yang sama. Praktikum kali ini dilakukan pengamata n proses glikolisis yang terjadi di dalam sel ragi. kemudian ditambahkan air sebanyak 56 ml dan kemudian diaduk hingga homogen. dilakukan praktikum dengan melakukan pengukuran kadar glukosa pada sampel. dan oncom. Pertama-tama. Praktikum pengukuran tinggi kolom CO2 dilakukan dengan prosedur berupa pertama. dilakukan pengukuran kadar etanol pada s ampel yang menggunakan alat dan bahan antara lain larutan dikromat asam dan larutan Na2CO3 20%. kadar etanol. Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme yang paling universal yang kita kenal.5 ml. suspensi ragi. dan larutan florida sebagai inhibitor. dan terjadi (dengan berbagai variasi) di banyak jenis sel dalam hampir seluruh bentuk organisme. Pembuatan larutan ragi dilakukan dengan menimbang ragi sebanyak 4 gram. Alat dan bahan yang digunakan adalah bahan yang diuji.

dilakukan pengukuran kadar etanol dengan cara menyiapkan 3 buah piring Conway untuk tiap jenis ragi. didia mkan selama 10 menit agar protein dapat mengendap secara sempurna dan pemisahan dengan kertas saring berlangsung dengan baik. ditambahkan larutan fluoride sebanyak 2 ml pada tabung ketiga. Fluorida berlaku sebagai inhibitor yang dapat mengurangi laju glikolisis. Kemudian. Dicampurkan dengan cara menggoyang labu secara terus menerus. Kemudian. Larutan ini berfungsi untuk menangkap etanol .Kemudian. dicampurkan dan didiamkan 3 menit untuk melarutkan Cu2O. Larutan ini berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi pengendapan protein oleh Na -tungstat. Setelah didapatkan suspense ragi. dilakukan pengukuran kadar glukosa hasil glikolisis. disajikan pada tabel berikut. lalu diletakkan dalam penangas mendidih selama tepat 8 menit. Ditambahkan 1 ml bahan yang akan diuji sambil menggoyangkan labu. dimasukkan 1 ml larutan Na-tungstat 10%. Penambahan Na-tungstat ini bertujuan untuk mengendapkan protein yang terlarut dalam air . Kemudian. TIap tabung dibaca serapannya dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm. Pertama. Bagian tengah piring diisi dengan dikromat asam sebanyak 3 ml. ditambahk an larutan glukosa 2% sebanyak 2 ml pada semua tabung peragian. Hasil pengamatan yang dilakukan. ditambahkan 1 ml H2SO4 2/3 N sambil terus menggoyang labu. filtrat yang telah didapat dari hasil penyaringan diambil sebanyak 2 ml. Kemudian. Selanjutnya . Selanjutnya. ditambahkan pereaksi tembaga alkalis masing -masing 2 ml ke dalam semua tabung dengan tujuan agar terbentuk warna biru ketika ditambahkan fosfomolibdat. Setelah itu. dicampur dengan menggoyang labu. Tujuan dilakukannya pemanasan adalah menambah laju reaksi oleh te mbaga alkalis. Tabel 2. didinginkan selama 3 menit. ditambahkan asam fosfomolibdat masing -masing 2 ml. Setelah itu. diencerkan dengan akuades hingga 25 ml. dilakukan pembuatan filtrate bebas protein dengan cara Folin Wu. Setelah itu. dihitung kadar glukosanya dengan rumus seperti yang terdapat dalam lampiran sehingga didapatkan nilai kadar glukosa seperti yang tercantum dalam tabel berikut. Disiapkan labu Erlenmeyer 125 ml sebanyak 9 buah dan ditambahkan akuades 7 ml pada masing -masing labu. Nilai kadar Glukos a Berbagai jenis Ragi Terakhir. Selanjutnya.

Tabel 3. Larutan dikromat diambil dan diencerkan sampai 25 ml di dalam tabung. Di bagian kanan piring diteteskan 0.5 ml larutan yang akan diperiksa. Piring ditutup dan dikeram pada oven bersuhu 90 0 C selama 20 . Nilai Kadar Etanol Hasil Glikolisis Berbagai Jenis Ragi . Dibaca absorbansinya dan diukur kadar etanol dalam bahan dengan rumus seperti dalam lampiran.menit.hasil glikolisis. dimasukkan 3 ml dikromat asam dan diencerkan dengan air hingga 25 ml. dan di sebelah kiri ditambahkan 1 ml Na2CO3 20%. Hasilnya diperoleh kadar etanol dari berbagai jenis ragi dan perlaku an seperti yang disajikan dalam tabel berikut. Sebagai blanko.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->