P. 1
Paper Akuntansi Internasional Dan PSAK Ditandai

Paper Akuntansi Internasional Dan PSAK Ditandai

4.5

|Views: 2,250|Likes:
Published by Nita Safitri

More info:

Published by: Nita Safitri on Mar 07, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2013

pdf

text

original

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Akuntansi Internasional Dan Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan
Akuntansi Internasional Pendahuluan Akuntansi internasional memiliki posisi yang penting di dalam bidang akuntansi secara umum, sebagai upaya untuk menanggapi tuntutan globalisasi ekonomi, meningkatnya jumlah perusahaan multinasional, dan para pengguna informasi bertaraf internasional. Selama belum ada keseragaman, bidang akuntansi internasional merupakan subjek peningkatan yang mendalam baik secara empiris maupun teoretis untuk menyelidiki banyaknya isu-isu akuntansi internasional yang berhubungan dengan keuangan maupun manajerial. Penyelidikan tersebut sama halnya dengan penyelidikan terhadap isu penyusunan standar baik di negara berkembang maupun negara maju. Definisi Akuntansi Internasional Dalam literatur tentang arti akuntansi internasional, terdapat kebingungan yang nyata tentang definisi karena diambil dari berbagai definisi dari cakupan yang berbeda. Weirich et al. menyajikan klarifikasi yang tepat dengan identifikasi tiga komponen pokok: Akuntansi Dunia atau Akuntansi Bersifat Umum (Universal or World Accounting) Akuntansi Komparatif atau Akuntansi Internasional (Comparative or International Accounting) Akuntansi Untuk Perusahaan Induk dan Perusahaan Anak di Negara Lain (Parent-Foreign Subsidiary Accounting or Accounting For Subsidiaries), Berikut penjelasan definisi dari masing-masing komponen pokok ; Akuntansi Dunia atau Akuntansi Bersifat Umum (Universal or World Accounting) Konsep ini bermaksud akuntansi yang cakupannya bersifat umum atau mencakup dunia. Secara umum konsep in merupakan kumpulan dari prinsip-prinsip akuntansi yang bersifat internasional. Definisi oleh Weirich et al ,. Dapat diuraikan sebagai berikut : Dalam kerangka berpikir konsep ini, akuntansi internasional berhubungan dengan sistem universal yang dapat diadopsi oleh setiap negara. Seperti prinsip-prinsip yang dikembangkan di Amerika Serikat -kumpulan prinsip akuntansi berterima umum (GAAP)- yang cakupannya di seluruh dunia dapat digunakan. Praktik praktik dan prinsip-prinsip tersebut dapat dikembangkan atau disesuaikan agar dapat diterapkan di setiap negara. Konsep ini akan menjadi tujuan akhir dari sebuah sistem yang bersifat internasional.

1|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Tujuan tersebut tidak diharapkan untuk dapat dicapai dalam waktu dekat, bahkan sebagian orang menganggap tujuan ini sangat idealis bahkan sebagian orang lainnya menganggapnya utopis. Akuntansi Komparatif atau Akuntansi Internasional (Comparative or International Accounting) Konsep ini mengarahkan akuntansi internasional dalam meneliti dan memahami perbedaan bertaraf nasional di antara tiap-tiap negara. Konsep ini meliputi: Kesadaran terhadap keragaman internasional dalam praktik akuntansi dan pelaporan perusahaan, Pemahaman terhadap prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dalam setiap negara, Kamampuan untuk menaksir akibat perbedaan praktik akuntansi dalam pelaporan keuangan. Ada kesepakatan umum dalam literatur akuntansi bahwa isilah “akuntansi internasional” merujuk pada perbandingan prinsip-prinsip akuntansi. Definisinya dapat diuraikan sebagai berikut: Konsep pokok yang mencakup suatu pendekatan deskriptif dan informatif. Didalam konsep ini, akuntansi internasional memasukkan beragam prinsip, metode, dan standar akuntansi di tiap negara. Konsep ini memasukkan kumpulan prinsip akuntansi diterima umum yang ditetapkan di setiap negara, dan dengan demiokitan mensyaratkan agar akuntan sadar akan adanya berbagai prinsip akuntansi saat mempelajari akuntansi internasional. Tidak ada sekumpulan prinsip yang secara umum atau tepat dapat ditetapkan sebagai akuntansi internasional. Kumpulan seluruh prinsip, metode, dan standar dari berbagai negara dapat dipertimbangkan sebagai sistem akuntansi internasional. Hasil yang beragam ini merupakan akibat adanya perbedaan pengaruh geografis, sosial, ekonomi, politik dan hukum. Akuntansi Untuk Perusahaan Induk dan Perusahaan Anak di Negara Lain (ParentGoreign Subsidiary Accounting or Accounting For Subsidiaries), Sampai sekarang, konsep ini adalah konsep yang paling tua dan paling mendekati cakupan yang diharapkan. Konsep ini mengurangi peran akuntansi internasional dalam proses konsolidasi akun-akun perusahaan induk dengan perusahaan anaknya. Konsep ini mengubah nilai mata uang perusahaan anak di negara lain menjadi mata uang perusahaan induk. Definisinya dapat diuraikan sebagai berikut:

2|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Konsep ini merujuk pada praktik-praktik akuntansi perusahaan induk dengan perusahaan anaknya di negara lain. Referensi atas negara atau domisili tertentu diperlukan dalam konsep ini untuk memperoleh pelaporan keuangan internal yagn efektif. Akuntan memberikan perhatian terutama pada pengubahan dan penyesuaian atas pelaporan keuangan perusahaan anak. Masalah perbedaan akuntansi dan prinsipprinsip akuntansi yang digunakan, tergantung pada prinsip akuntansi negara mana yang akan diikuti sebagai referensi tujuan pengubahan dan penyesuaian Datangnya paradigma akuntansi internasional yang baru memperluas rerangka berpikir dengan memasukkan motivasi akuntansi internasional baru. Hasilnya, daftar konsep dan teori akuntansi internasional yang lengkap disajikan oleh Amenkhianan dengan menambahkan: Teori Universal Atau Dunia (Universal or World Theory) Konsep umum yang dikembangkan oleh para pragmatis yang percaya bahwa solusi untuk masalah-masalah akuntansi internasional ada di keseragaman yang luas dalam akuntansi. Teori Multinasional (Multinational Theory) Konsep yang menyarankan bahwa akuntansi internasional meliputi berbagai prinsip, standar, dan praktik yang ada di tiap negara Teori Perbandingan (Comparative Theory) Konsep yang menyarankan suatu pengklasifikasian analitis terhadap sistem akuntansi nasional, seperti yang telah dilakukan disiplin ilmu lainnya, seperti ekonomi, politik, dan ilmu hukum. Teori Transaksi Internasional (International Transaction Theory) Konsep internasional yang disusun di seputar informasi akuntansi yang diperlukan dalam perdagangan maupun keputusan investasi internasional. Teori Translasi (Translation Theory) Konsep yang digunakan untuk mengelompokkan akuntansi bagi perusahaan induk dan perusahaan anak di negara lain. Masing-masing teori tersebut menyajikan sejumlah landasan pengembangan rerangka berpikir konseptual untuk akuntansi internasional. Jika dibuat argumen tentang teori yang lebih disukai, maka tiga pendekatan pertama-universal, multinasional, komparatifmemiliki pengikut lebih banyak daripada dua pendekatan lainnya. Perdebatan yang menyukai keseragaman mengarah pada teori universal, yang menyukai standardisasi mengarah pada teori multinasional, dan yang menyukai analisis perbedaan sistem akuntansi nasional, mengarah pada teori perbandingan.

3|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Masalah-masalah Akuntansi Internasional Sebagian besar isu-isu akuntansi dapat dengan mudah dikualifikasikan sebagai isu akuntansi internasional. Hal ini menjelaskan mengapa terkadang akuntansi internasional diarahkan menjadi suatu subarea dari akuntansi. Secara efektif, bidang ini dapat dibagi ke dalam beberapa sub bidang sebagai berikut: Akuntansi sektor privat Analisis perbandingan Akuntansi, pelaporan dan praktik pemeriksaan nasional (prinsip-prinsip, prosedur, standar, dan pengungkapan) Teori akuntansi nasional (termasuk dimensi historis) Kebijakan pada tingkat internasional (standardisasi) Akuntansi untuk kegiatan multinasional: Akuntansi keuangan (translasi, konsolidasi, pelaporan segmen, akuntansi inflasi, pengungkapan, dan pemeriksaan) Akuntansi manajerial (pengukuran risiko dan pengungkapan, analisis investasi asing, sistem informasi, harga pertukaran, evaluasi pengendalian dan kinerja, pemeriksaan operasional, dimensi keperilakuan) Perpajakan Akuntansi sektor publik Analisis komparatif sistem-sistem nasional (pengukuran GNP, nerasa pembayaran, neraca peerdagangan, statistik ketenagakerjaan, dan sebagainya) Akuntansi untuk lembaga-lembaga pemerintahan dan organisasi publik nirlaba (overlap dengan akuntansi sektor publik, sebab industri-industri tertentu dinasionalisasikan di sejumlah negara). Sebagian besar bidang di atas, terutama sektor publik, merupakan subjek penelitian empiris dan teoritis. Masalah utama akuntansi internasional adalah di bidang Kebijakan Akuntansi Internasional Komparatif. Praktik-praktik pelaporan kauangan bervariasi di antara negaranegara. Perbedaan terpenting ada di bidang-bidang sebagai berikut: Dasar penyajian: terdapat motode penialaian asset yang berbeda di setiap negara. Metode yang banyak digunakan di AS adalah pemakaian historical cost atau lower cost or market value, dengan opsi yang melibatkan periode lima tahun penyesuaian inflasi atas data keuangan tertentu seperti supplemental footnote disclosure untuk perusahaan besar.

4|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Praktik-praktik laporan konsolidasi: pokok perbedaan ada pada keinginan untuk memasukkan kondisi keuangan dan hasil aktivitas dari seluruh anak perusahaan yang tersebar di seluruh dunia dalam laporan konsolidasiannya. Metode yang mendominasi di AS adalah memasukkan kepemilikan anak mayoritas, dan memisahkan kepemilikan perusahaan anak minoritas. Sehingga keleluasaan kebijakan dimungkinkan saat pengendalian diantisipasi secara sementara, atau pengungkapan yang terpisah dianggap lebih informatif. Konsolidasi bisnis: metode yang umum digunakan adalah: Metode pembelian dimana aset bersih perusahaan yang dibeli direvaluasi dari nilai buku mereka ke nilai wajar (fair value), dan selisih nilai wajar dengan jumlah yang dihitung dicatat sebagi goodwill. Metode penyatuan kepentingan (pooling interest method) yang melihat dua unit independen digabungkan. Kepemilikan Minoritas: dua metode alternatif digunakan akuntansi untuk hasil hasil kegiatan investasi yang kurang dari 50%: Metode ekuitas: melihat saham investor dari earning investee dimasukkan ke dalam earning investor. Akun investasi investor bertambah dengan adanya saham dari earning investee,dan berkurang dengan adanya deviden investee yang diberikan untuk investor. Metode cost: melihat earning investor tidak dipengaruhi earning investee. dan investor melaporkan setiap dividen sebagai income. Penilaian aktiva tetap: metode yang digunakan meliputi, historical cost atau metode revaluasi historical cost ke fair value. Metode yagn mendominasi di AS adalah historical cost yang didepresiasi dengan garis lurus. Tapi untuk tujuan tertentu dapat digunakan depresiasi yang dipercepat. Pajak tangguhan (deferred tax) diakui sebagai akibat income dari pemakaian teknik depresiasi tersebut. Goodwill: metode yang digunakan meliputi Kapitalisasi kemudian amortisasi Pembebanan (expencing) Metode yang pertama dominan di AS. Penilaian sediaan (inventory costing): meliputi FIFO, LIFO, dan Average. Di AS termasuk LOCOM. Kebijakan cadangan kontijensi (contigency reserve policy): cadangan ini merujuk pada penetapan akrual terhadap suatu akun sebagai solusi terbaik atas kondisi ketidakpastian yang muncul dari kondisi bisnis yang tidak semestinya Pajak penghasilan tangguhan (deferred income taxes): ketika pengaruh ekonomi suatu transaksi kadnag-kadang diperlalkukan secara berbeda untuk tujuan pajak dan tujuan pembukuan. Dapat dihitung dengan cara:
5|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

The deferral method, pembukuan sementara/perbedaan tingkat pajak dihitung pada tingkat pajak yang berpengaruh saat transaksi dicatat untuk tujuan pembukuan, dan ditambahkan sebagai hasil operasi sesungguhnya yang dilakukan organisasi; The liability method, ketika perbedaaan dihitung pada tingkat pajak yang diantisipasi sebagai akibat saat pajak diharapkan untuk dibayarkan. Akibatnya, identifikasi transaksi yang menyebabkan adanya penundaan pajak penghasilan dipecahkan baik dengan cara : Metode alokasi komprehensif: semua perbedaan dimasukkan dalam perhitungan pajak yang berbeda Metode alokasi persial : perbedaan tertentu yang merupakan alternatif pengganti tanpa alasan, dibuang. Metodi ini disyaratkan di AS. Pengungkapan pensiun (pension disclosure): praktiknya bervariasi secara luas. AS mengakui overfunded/underfunded pension liability dalam neraca. AS juga mengakui nilai penyajian aktuaria dari suatu proyeksi manfaat yang berhubungan dengan pertumbuhan aset untuk euntungan. Biaya tahunan didasarkan pada present value dari kepemilikan aliran profit. Biaya penelitian dan pengembangan (research and development cost): prektiknya bervariasi antara : Kapitalisasi kemudian amortisasi Pembebanan (expencing) Translasi aliran mata uang asing (foreign currency translation) metodenya meliputi: The current – noncurrent method, current assets dan liabilities diubah ke tingkat nilai tukar saat ini, dan non-current assets serta liabilities diubah ke tingkat nilai tukar saat ini dan monetary assets serta liabilities diubah ke tingkat pertukaran historis; The monetary – nonmonetary method, monetary assets dan liabilities diubah ke tingkat nilai tukar saat ini dan nnonmonetary assets serta liabilities diubah ke tingkat pertukaran historis Teh current rate method, semua aset dan liabilities diubah ke tingkat pertukaran saat ini The temporal method, ketika akun yang berisi tingkat pertukaran yang telah lalu diubah ke tingkat nilai historis, saat akun yang berisi aliran pembelian atau harga pertukaran penjualan atau harga pertukaran masa depan, diubah ke tingkat nilai tukar saat ini.

6|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Di AS, proses translasi dapat dibagi ke dalam dua kategori. Pertama ketika dolar AS secara fungsional merupakan nilai tukar saat ini. Pada kasus ini temporal method diperlukan, dan gains serta losses translasi dilaporkan dalam laporan laba/rugi sebagai suatu item non operasi. Kedua adalah ketika nilai tukar saat ini. Pada kasus ini current method digunakan dan gains serta losses dilaporkan pada neraca pada bagian ekuias pemegang saham, sebagai penyesuaian translasi. Sewa beli jangka penjang (long term lease): metode yang digunakan yaitu Kapitalisasi kemudian amortisasi Pembebanan (expencing) AS cenderung menggunakan kapitalisasi pada kriteria berikut: Kepemilikan dipindah pada akhir periode sewa beli Sewa beli mengandung pilihan tawaran pembelian Pengertian sewa beli aling tidak 75% dari estimasi ekonomis selama pemakaian properti Nilai sekarang dari pembayaran sewa beli di masa depan adalah 90 % atau lebih tinggi dai nilai wajar properti. Penentu Perbedaan Nasional dalam Akuntansi Internasional Perbedaan dalam akuntansi internasional yang merupakan akibat dari perbedaan lingkungan bisnis di tiap negara merupakan masalah yang memerlukan perbaikan. Mueller mengidentifikasikan empat elemen penyebab variasi perekonomian nasional pada masingmasing negara: State of economis development : kemajuan pembangunan State of business complexity : pemahaman terhadap teknologi dan industri yang menciptakan perbedaan kebutuhan dan perbedaan output pada masing-masing bisnis. State of political persuasion : sistem politik (misal : pengendalian terpusat atau berorientasi pasar) Reliance on some particular system of law : perundang undangan. (misal: protective legislation atau undang-undang tentang unfair trade dan antitrust) Perbedaan dalam lingkungan bisnis ini menyebabkan perbedan dalam praktik-praktik akuntansi multinasional dan pengelompokan prinsip-prinsip akuntansi. Mueller mengungkap empat elemen perbedaan untuk mengidentifikasi sepuluh lingkungan bisnis yang berbeda yaitu: Amerika Serikat/Kanada/Belanda : industri cepat, nilai mata uang stabil Negara-negara persemakmuran: Undang-undang, prosedur dan kewajiban sosai terikat pada negara induk. Jerman/Jepang : banyak pengaruh amerika. politik, sosial, dan nilai mata uang relatif stabil.

7|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Benua Eropa (kecuali Jerman, Belanda, dan negara-negara Skandinavia): swasta yang lemah didukung pemerintah, potilitik tidak stabil, sumber daya ekonomi terbatas Skandinavia: pemerintah cenderung ke pembuatan undang-undang sosial. Undang-undang perusahaan mengatur bisnis. Populasi stabil Israel/Meksiko : pertumbuhan ekonomi cepat, didukung pemerintah. Amerika Selatan : perkembangan ekonomi rendah, pertumbuhan populasi cepat Negara-negara berkembang dan sekitar Asia Timur. Konsep dan etika mengadopsi barat. Afrika (kecuali Afrika Selatan). Pada tahap awal cara hidup yang independen. Negara-negara komunis : pengendalian menyeluruh oleh pemerintah Literatur akuntansi komparatif memasukkan berbagai usaha pengelompokan pola-pola akuntansi di dunia akuntansi ke dalam perbedaan historis “zona pengaruh akuntansi”. Terdapat beragam “zona pengaruh akuntansi” disebabkan tujuan, standar, kebijakan dan teknik akuntansi yang beragam, merupakan hasil faktor lingkungan yang beragam pula di masing-masing negara. Kondisi-kondisi lingkungan yang mempengaruhi penentuan standar akuntansi meliputi: Relativisme budaya Relativisme linguistik Relativisme politik dan sipil Relativisme ekonomi dan demografi Relativisme hukum dan pajak Harmonisasi Standar Akuntansi Hakikat Harmonisasi Standar Akuntansi Selama ini harmonisasi secara keliru telah dikaitkan dengan standardisasi yang lengkap. Perbedaannya terletak pada pengaruh. Wilson menyajikan perbedaan ini: Istilah harmonisasi – bila dibandingkan dengan standardisasi- mengimplikasikan suatu rekonsiliasi atas perbedaan sudut pandang. Harmonisasi lebih cenderung bersifat praktik dan merupakan pendekatan konsiliatori (berbaikan kembali) daripada sekadar proses standardisasi, terutama saat standardisasi berarti bahwa prosedur di suatu negara seharusnya diadopsi oleh seluruh negara lainnya. Harmoni menjadi suatu bentuk komunikasi informasi yanglebih baik dalam hal interpretasi dan pemahaman secara internasional. Definisi harmonisasi ini lebih realistis dan lebih mungkin untuk diterima berbagai negara. Pada tahap awal, harmonisasi terdiri dari pengakuan terhadap sifat-sifat nasional dan berpaya untuk menyatukannya dengan tujuan negara lainnya. Kedua adalah memperbaiki atau mengurangi sejumlah hambatan sebagai usaha untuk mencapai suatu tingkat yang dapat diterima dalam harmonisasi. Keunggulan Harmonisasi :
8|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Sebagai kodifikasi standar akuntansi dan pengauditan untuk negara-negara yang belum memiliki. Internasionalisasi pertumbuhan ekonomi dunia Memenuhi kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan modal dari luar perusahaan Keterbatasan Harmonisasi Karena tren saat ini mengindikasikan pikiran pesimistik bahwa hanya ada sedikit kesempatan untuk dapat mencapai harmonisasi sehingga menghasilkan argumenargumen berupa keterbatasan harmonisasi sebagai berikut : Beragamnya sistem pemungutan pajak Perbedaan sistem politik dan ekonomi Sejumlah hambatan dalam harmonisasi dibuat oleh akuntan sendiri. Salah satu contohnya adalah pada draft of the eight directive yang menyatakan bahwa partners, members, maupun persons yang bertanggung jawab dalam proses manajemen, pengadministrasian, kepemimpinan, dan pengawasan sejumlah perusahaan atau asosiasi profesi yang secara personal tidak memenuhi kualifikasi EEC tidak akan memiliki pengaruh akan ketentuan audit yang dilaksanakan di bawah perlindungan sejumlah persetujuan perusahaan atau asosiasi profesi. Pelaku-pelaku yang terlibat dalam harmonisasi Apapun strategi penyusunan standar yang dipilih oleh negara berkembang, mereka tidak dapat menghindari kenyataan bahwa tetap ada suatu petunjuk harmonisasi internasional yang berlaku. Mereka dapat belajar darinya maupun menjadi legitimate pertner, tergantung strategi yang mereka pilih. Accountants International Study Group (AISG) Dibentuk sebagai kelompok tiga negara yaitu Amerika Serikat, Inggris dan Kanada dengan bentuk refensi sebagai berikut: Untuk mengadakan penelitian komparatif seperti praktik dan pemikiran akuntansi di negara-negara yang bergabung, untuk membuat laporan antar waktu, yang tujuannya adalah mendapat persetujuan dari institusi pendukung, dan hasilnya akan disampaikan pada anggota institusi tersebut. Sebelum dibubarkan, AISG mengeluarkan 20 Penelitian dimana sebagian besarnya bersifat komparatif dan tidak mengikat instansi pendukung. International Federation of Accounting Comitee (IFAC) IFAC dibentuk dengan didahului beberapa organisasi yaitu International Congress of Account (ICA) pada tahun 1904 dengan tujuan umum meningkatkan ineraksi dan pertukaran ide para akuntan dari negara yang berbeda.

9|TEORI AKUNTANSI

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

ICA membentuk International Coordination Commitee For The Accounting Profession (ICCAP) pada tahun 1972 dengan tujuan melakukan penelitian khusus tentang etika pendidikan dan pelatihan profesi akuntansi serta struktur regional organisasi akuntansi ICCAP dibubarkan dan direkonstruksi pada tahun 1976 menjadi International Federation of Accounting Commitee (IFAC) dengan tujuan yang digambarkan dalam 12 poin program. Sejak 1984 keanggoataan IFAC mencapai 85 badan profesi akuntansi dan 63 negara. Badan pengatur ini terdiri dari suatu kumpulan yang beranggotakan satu perwakilan dari masing-masing anggota IFAC, serta suatu dewan yang beranggotakan limabelas perwakilan dari limabelas negara. Agenda IFAC disusun oleh tujuh standing committee berikut: pendidikan, etika, praktik pengauditan internasional, kongres internasional, akuntansi manajemen, perencanaan, dan organisasi regional. IAPC dan IFAC merupakan komite yang paling aktif dan paling penting. International Accounting Standards Committee (IASC) IASC dibentuk pada tahun 1973 dengan tujuan: a. Untuk merumuskan dan mempublikasikan kepada pihak-pihak berkepentingan tentang standar akuntansi yang diamati dalam penyajian laporan keuangan, dan untuk mempromosikan secara luas hasil observasi yang mereka lakukan. b. Untuk bertugas secara umum bagi peningkatan dan harmonisasi peraturan, standar akuntansi dan prosedur yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan. Penyusunan standar akuntansi ini, bertujuan secara luas untuk harmonisasi dan peningkatan prinsip-prinsip akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan untuk kepentingan publik. IASC memiliki struktur operasi yang terdiri dari : Dewan IASC, badan penasihat, dan berbagai steering committee. Prosedur pengungkapan dan komentar yang diberikan adalah sebagai berikut:
a. Setelah diskusi, dewan IASC menyeleksi topik yang dirasa memerlukan standar

akuntansi secara internasional dan kemudian memberikan penugasan kepada Steering Committee. Seluruh anggota badan IASC diundang untuk memberikan pertimbangan.
b. Steering committee, dengan arahan Sekretariat IASC, mempertimbangkan isu-isu

yang masuk dan menyajikan suRatu masukan berupa sketsa suatu subjek kepada Dewan.
c. Steering committee menerima komentar-komentar Dewan dan menyajikan draft

persiapan tentang standar yang ditawarkan.

10 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

d. Dewan meninjau kembali, draft diedarkan kepada seluruh anggota badan untuk memperoleh komentar.
e. Steering committee menyiapkan draft revisi yang sudah disetujui setidaknya 2/3

anggota badan, dipublikasikan sebagai Exposure Draft. f. Pada tiap tahap mempertimbangkan draft, anggota badan dapat merujuk pada petunjuk komite-komite penelitian akuntansi dalam organisasi mereka sendiri.
g. Pada akhir periode exposure (biasanya 6 bulan), komentar-komentar diajukan ke

IASC dan dipertimbangkan oleh Streering Committee sebagai penanggungjawab proyek.
h. Steering Committee mengajukan draft yang telah direvisi kepada Dewan untuk

persetujuan menjadi Standar Akuntansi International. i. Pengeluaran standar setidaknya harus mendapat persetujuan ¾ anggota Dewan. Setelah draft standar yang disetujui, dikirimkan kepada seluruh anggota badan untuk proses penerjemahan dan publikasi. Hingga tahun 1990 telah dihasilkan standar berupa IAS 1 s.d IAS 26. Pada pelaksanaannya, terdapat ketidakpatuhan terhadap standar internasional, Sir Henry Benson (pendiri IASC) menjelaskan ini terkait dengan alasan: a. Beberapa negara berpandangan bahwa mereka tidak memerlukan kepatuhan secara lokal sampai yakin bahwa standar telah diterima secara internasional. b. Beberapa yang lain berpendapat bahwa undang-undang setempat merupakan penghalang pengenalan standar internasional. c. Beberapa badan akuntansi tidak memiliki kekuatan menekan anggotanya sehingga tidak dapat memaksakan kepatuhan terhadap standar nasional ataupun internasional. d. Beberapa negara belum dapat menghilangkan perlawanan dari komunitas bisnis setempat. Selain halangan-halangan di atas terdapat bukti nyata bahwa upaya harmonisasi tidak dilakukan dengan merata oleh seluruh anggota IASC, Douglas menjelaskan sebagai berikut:
a. Sejumlah badan akuntansi telah mengumumkan kepada anggotanya bahwa standar

akuntansi internasional telah disetujui untuk memperoleh status yang sama dengan standar lokal. Tiap standar akuntansi internasional disertai penjelasan hubungan dengan standar akuntansi lokal yang menguraikan subyek yang sama.
11 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

b. Badan akuntansi lainnya telah mengeluarkan pernyataan yang memberikan dukungan

bagi konsep standar internasional dan secara kuat menganjurkan anggotanya untuk menerima standar tersebut. Beberapa dari badan ini mengajukan perluasan pada bagian yang berbeda antara standar akuntansi internasional dan lokal dengan melakukan peninjauan kembali untuk mengurangi perbedaan tersebut.
c. Namun, tetap ada sejumlah negara yang tidak secara formal membuat pernyataan

tentang status standar akuntansi internasional kepada anggota profesi akuntansi. Bukti peningkatan kepatuhan dan dukungan nasional terhadap pengumuman IASC mengenai standar akuntansi internasional yaitu:
a. Surat yang ditulis pada Nopember 1980 oleh anggota badan di Kanada kepada 300

perusahaan terbesar yang dikutip dari Toronto Stock Exchange: “Melengkapi laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum di Kanada dan menyesuaikan dengan seluruh materi yang terkait pada standar akuntansi internasional.”
b. International

Finance Corporation (IFC), sebuah institusi investasi yang kenaggotaannya dari pemerintah dengan tujuan pembangunan ekonomi melalui dorongan pertumbuhan produksi perusahaan privat. Publikasi IFC yaitu Financial Reporting Requirements (Manufacturing and Commercial Enterprise) yang menyatakan bahwa “…dalam memutuskan referensi kebijakan akuntansi yang dibuat, kapan saja seharusnya bersifat applicable dan practicable, dengan standar akuntansi internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC).”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) PBB menjadi tertarik dengan akuntansi dan merasa perlu untuk meningkatkan pelaporan perusahaan saat Group of Eminent Persons ditunjuk untuk meneliti perusahaan multinasional yang mendukung perumusan system standarisasi akuntansi dan pelaporan yang komparabel secara internasional. Pada tahun 1976 dibentuklah suatu kelompok ahli dalam standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan atas rekomendasi PBB, dengan tujuan: a. Untuk meninjau kembali praktik yang ada pada pelaporan perusahaan transnasional dan syarat-syarat pelaporan di negara-negara yang berbeda. b. Untuk mengidentifikasi kesenjangan informasi yang ada dalam laporan perusahaan dan menguji kemungkinan berbagai pelaporan untuk meningkatkan pelaporan. c. Untuk merekomendasikan suatu daftar elemen minimum, beserta definisinya yang seharusnya dapat dimasukkan dalam pelaporan perusahaan internasional dan
12 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

afiliasinya, mengubahnya ke akun yang direkomendasikan oleh berbagai kelompok yang sesuai dengan pokok masalah. Kelompok ini mengeluarkan sebuah pelaporan yang meliputi 34 halaman tentang daftar elemen yang direkomendasikan untuk diungkap oleh perusahaan secara keseluruhan, yang meliputi data konsolidasi dan data dari anggota perusahaan secara individual, termasuk perusahaan induk. Kemudian dibentuklah sebuah Intergovermental Working Group of Experts on International Standards of Accounting and Reporting dengan tujuan untuk memberikan kontribusi pada harmonisasi standar akuntansi. Kelompok ini bukan sebagai badan penyusunan standar, namun meninjau serta mendiskusikan kembali standar akuntansi dan pelaporan. Di antara para anggota kelompok mempertimbangkan apakah PBB harus mengumumkan standar akuntansi, dan memunculkan banyak reaksi. Salah satunya, pada tanggal 20 Mei 1986, perwakilan tetap Amerika Serikat di PBB menginformasikan kepada PBB bahwa pemerintah AS telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Intergovernmental Working Group dengan alasan:
a. Pekerjaan yang dilakukan oleh Working Group hanya memberi sedikit manfaat bagi

pemerintah AS dan komunitas bisnis. b. Diskusi tentang praktek dan standar akuntansi serta pelaporan telah dilakukan dengan memadai oleh organisasi profesi internasional seperti IASC.
c. Harmonisasi standar untuk kemungkinan pengembangannya akan paling tepat kalau

dilaksanakan oleh kelompok-kelompok yang terbatas seperti Organization Economic Cooperation and Development (OECD). Organization Economic Cooperation and Development (OECD) OECD merupakan sebuah organisasi beranggotakan 24 negara industrialis non komunis di Eropa, Asia, Amerika Utara dan Australia. Sebuah deklarasi tentang investasi internasional dan perusahaan multinasional dikeluarkan tahun 1976 berjudul “Guidelines for Mutinational Enterprises”, suatu bagian dari sub judul “Disclosure of Information”. Perusahaan sebaiknya melakukan publikasi paling tidak secara tahunan. Laporan keuangan dan ketepatan informasi lain yang berhubungan dengan perbandingan perusahaan secara keseluruhan, terutama berkaitan dengan:
a. Struktur perusahaan yang menunjukkan nama dan lokasi perusahaan induk, afiliasi

utama, persentase kepemilikan dan sifat afiliasi (afiliasi langsung atau afiliasi tidak langsung), termasuk kepemilikan saham.

13 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

b. Area geografis dimana aktivitas dilaksanakan dan aktivitas utama yang dilakukan

oleh perusahaan induk maupun afiliasi utamanya.
c. Hasil operasi dan penjualan oleh area geografis dan penjualan dari bisnis utama

perusahaan secara keseluruhan.
d. Investasi modal baru yang signifikan oleh area geografis, dan sejauh dapat

dilaksanakan, oleh bisnis utama perusahaan secara keseluruhan.
e. Sebuah pernyataan tentang sumber daya dan pemakaian dana oleh perusahaan secara

keseluruhan.
f. Rata-rata jumlah pekerja di setiap area geografis. g. Pengeluaran penelitian dan pengembangan untuk perusahaan secara keseluruhan.

h. Kebijakan yang mengikuti penetapan harga antar kelompok
i. Kebijakan akuntansi, termasuk dalam konsolidasinya, yang diamati dalam

penggabungan informasi yang dipublikasikan. Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) MEE juga merupakan organisasi yang aktif dalam mencapai harmonisasi prinsip-prinsip akuntansi regional melalui serangkaian petunjuk, termuat dalam Treaty of Rome, yang tidak mengikat seperti layaknya peraturan. Pada kenyataannya, MEE merupakan badan supranasional yang memiliki otoritas penting dalam laporan dan pengungkapan keuangan. Pengaruhnya sangat mudah menyebar (pervasif) sehingga petunjuknya dianggap memiliki pengaruh yang penting pada operasi komunitas multinasional yang tidak berbasis MEE. Secara khusus, petunjuk-petunjuk yang relevan dengan akuntansi internasional adalah : a. Petunjuk Keempat Secara formal diadopsi pada tahun 1978, yang mengatur tentang laporan keuangan tahunan perusahaan publik dan privat, selain bank dan perusahaan asuransi. Tujuan petunjuk ini secara ringkas sebagai berikut: 1) Mengkoordinasikan hukum nasional tentang perlindungan para anggota dan pihak ketiga yang berkaitan dengan publikasi, penyajian dan kandungan akun tahunan serta pelaporan tentang keterbatasan-ketidakmampuan perusahaan, dan prinsipprinsip akuntansi yang digunakan untuk menyajikannya. 2) Menetapkan persyaratan hukum minimum dalam MEE tentang pengungkapan informasi keuangan kepada publik oleh perusahaan yang saling bersaing satu sama lain.
14 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

3) Menetapkan prinsip bahwa sebaiknya akun tahunan menyajikan secara benar dan wajar aktiva dan kewajiban perusahaan yang saling bersaing satu sama lain. 4) Menyajikan kemungkinan informasi yang paling lengkap tentang keterbatasan perusahaan kepada para pemegang saham dan pihak ketiga (dengan sejumlah bantuan untuk negara-negara yang lebih kecil). Aspek utama yang relevan dengan akuntansi internasional adalah 1) Artikel 1 dan 2 tentang tipe perusahaan yang termasuk dalam petunjuk dan persyaratan pelaporan secara umum, 2) Artikel 3-27 tentang format laporan tahunan, Artikel 28-39 tentang ketentuan penilaian,
3) Artikel 40-50 tentang persyaratan publikasi,

4) Artikel 51-52 tentang prosedural, perubahan status hukum nasional yang diperlukan bagi kepatuhan.

b. Petunjuk Kelima Usulan petunjuk kelima direvisi tahun 1984 yang mengatur tentang struktur, manajemen, dan audit eksternal terhadap keterbatasan-kemampuan perusahaan. Dalam draft revisi, mengajukan suatu persyaratan bagi perusahaan di MEE dengan jumlah karyawan lebih dari 1.000 pekerja (atau bagian kelompok perusahaan di MEE dengan pekerja lebih dari 1.000 pekerja) untuk mengizinkan para pekerja berpartisipasi dalam pembuatan keputusan perusahaan. Selanjutnya proposal tersebut memberikan aturan khusus tentang pertemuan tahunan para pemegang saham, laporan keuangan tahunan yang diadopsi, penunjukkan, kompensasi, dan penugasan auditor.

c. Petunjuk Ketujuh Petunjuk ketujuh dikeluarkan bulan Juni 1983, mengatur tentang laporan keuangan konsolidasi dan menawarkan sejumlah petunjuk untuk pelaporan keuangan yang lebih standar. Perusahaan-perusahaan yang ada di negara MEE maupun perusahaan bukan dari negara MEE namun memiliki perusahaan anak di negara-negara MEE disyaratkan untuk membuat laporan keuangan konsolidasi di negaranya.
15 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Pada pertengahan 1990-an sebanyak 12 anggota MEE telah lebih/kurang menerapkan petunjuk keempat dan ketujuh. Pelaku-pelaku Lainnya Berbagai kelompok nasional, regional, maupun internasional muncul secara aktif dalam proses yang sama, yaitu harmonisasi standar akuntansi internasional, diantaranya: a. ASEAN Federation of Accountants (AFA), b. African Accounting Council (AAC), c. Union European des Expert Comptables Economiques et Financiers (UEC), d. Asociation Interamericana de Contabilidad (AIC), e. Confederation of Asian and Pacific Accountants (CAPA), f. Nordic Federation of Accountants (NFA), g. Association of Accountancy Bodies in West Africa (ABWA), h. American Accounting Association (AAA), i. Canadian Association of Academic Accountants (CAAA), j. European Accounting Association (EAA), k. Japan Accounting Association (JAA), l. Association of University Instructors in Accounting (AUIA), m. Financial Analysts Federation (FAF), n. Financial Executives Institutes (FEI), o. Arab Society of Certified Accountants (ASCA). Dengan bertambahnya pelaku yang terlibat dalam proses harmonisasi diharapkan mereka dapat bekerja sama dengan baik dalam upaya menguji sejumlah pengaruh yang ada dalam bidang akuntansi internasional. Strategi Penyusunan Standar untuk Negara-Negara Berkembang Negara-negara berkembang diwarnai dengan system akuntansi yang relative tidak memadai dan tidak reliable dan umumnya memiliki institusi penyusunan standar yang baru serta belum teruji. Meskipun ada keterbatasan, pengembangan system dan prosedur dasar akuntansi serta penyusunan standar telah mengalami percepatan, sebagai buktinya adalah meningkatnya jumlah organisasi profesi, buku-buku penyusunan standar, dan asosiasi
16 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

akademisi akuntansi, yang sejalan dengan meningkatnya keanggotaan kelompok-kelompok ini dalam badan penyusunan standar internasional. Proses penyusunan standar di negara berkembang tidak mengikuti strategi yang khas dan memadai dengan kondisi negara tersebut. Empat strategi yang teridentifikasi : 1. Pendekatan evolusioner Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan yang mengasingkan diri dari negara lain dalam penyusunan standar yang menyebabkan negara berkembang dapat mengembangkan sendiri standarnya tanpa ada intervensi maupun pengaruh dari pihak luar. Negara-negara tertentu mendefinisikan sendiri tujuan akuntansinya, kemudian memerlukan dan memenuhi kebutuhannya dengan mengembangkan sendiri teknik, konsep, institusi, profesi dan pendidikan dalam keterisolasian. Negara-negara tertentu merasa keunikannya cukup memadai untuk menjustifikasi pendekatan yang drastik dalam penyusunan standar. Proses ini lebih condong kepada pengalaman lokal daripada pengalaman internasional. Asumsinya, partner dari negara lain akan mengadaptasi ke dalam aturannya dan mungkin harus menerapkannya apabila mereka ingin meneruskan perdagangan dengan negara ini atau pun melanjutkan aktivitasnya di negara ini. Kelemahan : menimbulkan biaya tambahan bagi partner asing apabila memutuskan untuk beroperasi secara penuh di negara tersebut. Akibatnya, ketiadaan teknologi akuntansi lokal yang memadai mungkin menghalangi tidak hanya perusahaan lokal namun juga perusahaan asing yang beroperasi di negara tersebut.

2. Pengembangan melalui Transfer Teknologi (Pendekatan Transfer Teknologi) Pendekatan ini merupakan hasil dari operasi aktivitas perusahaan-perusahaan akuntansi internasional, multinasional, dan akademisi yang berpraktik di negara berkembang atau juga berbagai ketentuan internasional dan perjanjian kerja sama yang dilakukan untuk pertukaran informasi dan teknologi. Contoh, Adolf Enthoven menguraikan keuntungan Amerika Serikat dalam memberikan petunjuk akuntansi bagi negara berkembang : “Akuntansi dan para akuntan Amerika Serikat telah memberikan pengaruh positif pada system, prosedur, dan pelatihan akuntansi di sejumlah pembangunan ekonomi. Sebagai contoh afiliasi AS dengan MNE telah mengembangkan system manajemen keuangan yang kuat. Perusahaanperusahaan AS lainnya telah melakukan kerja sama dengan perusahaan asing atau
17 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

membentuk organisasi tersendiri di negara-negara tersebut untuk memproduksi dan menjual barang serta jasanya.Metode akuntansi keuangan dan manajemen yang baik telah menyertai investasi ini.” Dikarenakan sebagian besar negara berkembang tidak memberikan perhatian formal terhadap penyusunan dan penerapan strategi yang memberikan fasilitas untuk transfer teknologi, atau pengembangan suatu profesi akuntansi yang murni dikembangkan sendiri, Belverd Needless, Jr. mengajukan suatu rerangka konseptual bagaimana suatu negara mungkin merumuskan strategi untuk transfer teknologi akuntansi secara internasional sebagai bagian perencanaan ekonomi secara menyeluruh. Perencanaan ekonomi itu sendiri berisi sub perencanaan tentang strategi transfer teknologi akuntansi sebagai berikut : 1) tujuan transfer teknologi akuntansi, 2) strategi, 3) saluran transfer, dan 4) level teknologi akuntansi. Tiga bentuk teknologi, individu, organisasi, dan profesi independen, didefinisikan sebagai berikut: T1 Tingkat pengetahuan akuntansi teknis yang dimiliki secara individu. T2 Tingkat kepuasan teknik akuntansi yang digunakan pemerintah dan organisasi bisnis. T3 Tingkat kemajuan yang dimiliki suatu profesi akuntansi independen.

Permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan transfer teknologi akuntansi adalah adanya biaya yang terkait dengan : 1) transfer teknologi yang salah atau tidak applicable, 2) kurangnya infrastruktur yang memadai untuk penerapan teknologi secara benar, 3) meningkatnya ketergantungan pada para ahli dari luar, 4) kurangnya insentif bagi pengembangan standar setempat, dan 5) hilangnya kebanggaan yang besar oleh sejumlah kelompok budaya.

3. Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional Pendekatan ini dilaksanakan dengan cara mengadopsi apa saja yang diumumkan oleh IASC. Alasan pendekatan ini adalah : a. Mengurangi biaya persiapan dan produksi untuk standar akuntansi, b. Bergabung dengan proses harmonisasi internasional, c. Mempermudah pertumbuhan investasi asing yang diperlukan
18 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

d. Memungkinkan profesinya untuk menyaingi standar perilaku dan manajemen profesi yang telah tersusun baik, serta e. Melegitimasi statusnya sebagai anggota penuh dari komunitas internasional. Pada kenyataannya, beberapa negara memberikan kepercayaan yang lebih besar terhadap IASC dan standar-standar lainnya daripada terhadap negara-negara maju yang memiliki pengaruh dominan dalam penyajian sejumlah standar. Standar akuntansi internasional sebenarnya tidak sepenuhnya relevan dengan kondisi di negara berkembang, karena ada beberapa transaksi yang hanya kecil kesempatannya untuk terjadi di negara berkembang. Apabila terjadi itupun sudah disesuaikan dan spesifik dengan keadaan di negara tersebut. Situasi tertentu yang terjadi di negara berkembang memerlukan penyusunan standar yang spesifik dan bersifat lokal. Amenkhienan menyatakan bahwa akuntansi di setiap negara dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan dan tujuan di negara tersebut. Variabel-variabel situasional akan menentukan pola pengembangan. George Scott menyebutnya sebagai fresh start, karena menggunakan standar internasional yang sudah permanen sebagai dasar untuk melangkah ke standar yang sesuai dengan kondisi pembangunan ekonomi di negara berkembang. Scott menggambarkan sebagai berikut : Alternatif utamanya adalah untuk mempengaruhi dengan cara yang relative sesuai dengan tradisi akuntansi di negara berkembang dan berupaya untuk mengembangkan akuntansi dengan suatu awal yang baru sebagai standar pendidikan akuntansi, praktik-praktik dan professionalisme yang terkandung dalam akuntansi untuk mengevaluasi perekonomian. 4. Pengembangan standar akuntansi yang berdasarkan analisis prinsip-prinsip dan praktikpraktik di negara berkembang yang bertentangan dengan dasar investasi (Strategi yang menyesuaikan dengan situasi) Pada dasarnya, hal ini merupakan suatu pertimbangan terhadap faktor-faktor diagnosis yang menentukan pengembangan akuntansi di negara berkembang. Suatu standar yang sesuai dengan kendala karena faktor- faktor ini dapat dianggap relevan dan bermanfaat bagi negara berkembang. Sehingga dapat dikatakan, berdasarkan relativisme budaya, bahasa, dan hukum serta perpajakan, konsep akuntansi dan system pelaporan serta pengungkapan di suatu negara tergantung pada berbagai aspek di negara tersebut. Keragaman Kebijakan dalam Akuntansi Internasional Keragaman kebijakan tersebut dapat diteliti dengan merujuk pada : 1. Relativisme kognitif
19 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Intisari relativisme ini adalah pemakaian proses kognitif yang diasumsikan menjadi petunjuk proses pembuatan kebijakan/keputusan. Kebijakan dan keputusan yang dibuat berkaitan dengan fenomena akuntansi dan/atau audit merupakan produk sejumlah kegiatan kognitif yang memasukkan observasi informasi pada fenomena dan pembentukan skema untuk menyajikan fenomena yang tersimpan dalam memori, dan kemudian diambil kembali saat diperlukan untuk membuat kebijakan dan keputusan.

Hal ini seperti halnya dalam audit, skema-skema yang dikembangkan para auditor melalui pengalaman dan pengetahuan masa lalu terhadap keadaan klien mungkin dapat mempengaruhi anggapan auditor dalam mengevaluasi asersi dan kebutuhan untuk mengakumulasi serta menginterprestasikan bukti tentang asersi-asersi tersebut.

2. Relativisme budaya Intisari relativisme ini adalah penyajian proses budaya yang diasumsikan sebagai petunjuk proses pembuatan kebijakan/keputusan. Budaya melalui komponen, elemen, dan dimensinya mengarahkan struktur organisasi yang diadopsi, perilaku mikroorganisasional, lingkungan akuntansi, dan penerapan kognitif dari individu yang berhadapan dengan fenomena akuntansi dan/atau audit. Masing-masing budaya menciptakan model keduniawian yang tidak perlu dipertanyakan kebenarannya (taken for granted) dan tersebar secara luas pada anggota masyarakat serta bersifat penting dalam memahami lingkungan dan perilakunya. Apa yang mungkin dihasilkan adalah bahwa masyarakat akan menyesuaikan dengan perilaku sosial tertentu karena hal ini secara langsung akan menimbulkan kepuasan, dimana secara budaya didefinisikan sebagai kebutuhan, dan oleh Spiro disebut “Instrinsic cultural motivation” atau karena ini merealisasikan norma atau nilai budaya yang dianut dengan kuat, oleh Spiro disebut “Internalized cultural motivation”. Model-model budaya ini menyajikan skema yang diharapkan dapat menyajikan kinerja sejumlah tugas kognitif yang secara alami muncul seperti pengkategorisasian, pemberian alasan, pengingatan, pemecahan masalah, dan pembuatan keputusan.

3. Relativisme bahasa Intisari relativisme ini adalah penyajian proses linguistik yang diasumsikan menjadi petunjuk proses pembuatan kebijakan/keputusan. Akuntansi sebagai bahasa mempengaruhi proses pembuatan kebijakan/keputusan dalam akuntansi sebagai hasil
20 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

teori dan temuan yang mendasari hipotesis Sapir-Whorf tentang relativitas linguistik, dugaan sosiolinguistik, dan hipotesis bilingualisasi atau hipotesis diglossia. Dasar hipotesis relativitas linguistik adalah bahwa karakteristik bahasa akuntansi, karakteristik leksikal atau gramatikal, memiliki suatu pengaruh yang jelas terlihat pada proses kognitif yang dihasilkan oleh proses pembuatan kebijakan/keputusan akuntansi. Tingkat kelancaran dan penguasaan bahasa akuntansi berperan sebagai faktor penentu dalam pengorganisasian pemahaman sehari-hari terhadap akuntansi dan audit serta pengungkapan kembali informasi untuk proses pembuatan kebijakan/keputusan. Dasar dugaan sosiolinguistik adalah bahwa perbedaan urutan linguistik yang ada dalam akuntansi merupakan hasil perbedaan hubungan peran sosial yang didukung oleh individu yang menghadapi fenomena akuntansi dan/atau audit. Pada dasarnya, sifat peran sosial yang dikuasai oleh seorang individu berperan sebagai faktor penentu dalam pengorganisasian pemahaman sehari-hari dalam akuntansi dan/atau audit serta dalam pengungkapan kembali informasi untuk proses pembuatan kebijakan/keputusan. Pengetahuan akuntansi dan audit diorganisasikan sebagai suatu aturan komunikasi yang terperinci atau tertutup, tergantung pada peran sosialnya, yang menceritakan pada individu bagaimana bereaksi untuk menginterprestasikan suatu fenomena akuntansi dan/atau audit. Para pengungkap perbedaan bahasa atau dialek merasakan adanya perbedaan pandangan dalam pemakaian bahasa akuntansi daripada pemakaian suatu bahasa yang tunggal. Kemampuan untuk mengkonversikan lebih dari satu aturan komunikasi ini menimbulkan perbedaan tingkat kreativitas, fisibilitas kognitif, pembentukan konsep, intelegensi verbal, dan kemampuan psikolinguistik saat menghadapi fenomena akuntansi/audit. Pengetahuan akuntansi dan audit diorganisasikan dalam standarisasi multilinguistik dan kejadian familiar berikutnya yang menceritakan pada seseorang individu bagaimana bereaksi terhadap fenomena akuntansi dan/atau audit tertentu dalam setiap bahasa.

4. Relativisme budaya organisasional Efisiensi budaya organisasi memerlukan penyebaran kerangka berpikir, bahasa dan referensi yang membentuk pemakaian skema secara individu saat berhadapan dengan fenomena akuntansi/audit. Dalam mendukung sejumlah relativisme ke arah mana budaya organisasi akan ditentukan oleh seorang individu dalam proses pembuatan kebijakan/keputusan, akan disajikan skema tentang solusi yang baik dan buruk, yang akan meningkatkan kemampuan dalam menentukan cara bagaimana beroperasi dalam budaya organisasi. Budaya organisasi memberikan pengelompokan, pemrosesan rutin,

21 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

dan skema yang akan membantu menyelesaikan masalah bagi individu yang menghadapi fenomena akuntansi dan/atau audit.

5. Relativisme kontraktual Intisari model relativisme ini adalah bahwa kontrak akan mendefinisikan perilaku dan tindakan yang diizinkan dan akan menentukan secara maksimal proses pembuatan kebijakan/keputusan dalam akuntansi. Hasil yang penting dari model ini adalah asumsi dan implikasi yang inheren dalam empat model teori keagenan (agency theory) yaitu stewardship/accountability model, transaction cost economies model, principal agent model, dan positivist agency model. Kebijakan dalam Akuntansi Internasional Proses pembuatan kebijakan/keputusan dalam akuntansi dan audit ditentukan oleh proses kognitif yang secara unik dibentuk oleh budaya nasional seorang individu dan diwarnai oleh fenomena akuntansi dan/atau audit (relativisme budaya), urutan daftar bahasa yang digunakan individu (relativisme linguistik), budaya organisasi dari suatu entitas yang menjadi tempat seorang individu mendedikasikan loyalitasnya (relativisme budaya organisasi), dan oleh perjanjian serta persyaratan kontrak yang membatasi individu dalam sekumpulan norma dan kesetiaan pada perusahaan (relativisme kontraktual). Saat proses kognitif dipandang sebagai faktor penting dalam menjelaskan proses kebijakan/keputusan akuntansi, pengaruh budaya, bahasa, budaya organisasi, dan perjanjian diasumsikan terjadi dalam sejumlah kasus dan tidak terjadi di kasus-kasus lain. Teori berdasarkan nilai penting faktor-faktor tersebut secara urutan digambarkan sebagai berikut:

Relativisme Kognitif Relativisme Budaya Relativisme Bahasa Relativisme Kontraktual Relativisme Budaya Organisasi Kebijakan/Keputusan Dalam Akuntansi

22 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Conclusions Bidang akuntansi internasional penuh diwarnai oleh masalah praktik dan teoritis yang memerlukan penyelidikan dan pemeriksaan. Seseorang mungkin berasumsi memiliki dimensi internasional yang memerlukan perlakuan dan penyelidikan khusus. Permintaan informasi ekonomi global membuat penting dan perlu untuk menentukan isu-isu di seputar penyusunan, penyajian, penyebaran dan pemakaian informasi akuntansi secara internasional. Upaya teoritis yang keras diperlukan untuk menangkap kerumitan dan kompleksitas situasi yang dihadapi oleh para akuntan secara internasional. Situasi khusus dari bidang akuntansi internasional ini merupakan topik penelitian dan penyelidikan yang penting dalam akuntansi.

A. Perkembangan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
B. 1. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Badan penyusun standar di tingkat internasional kita mengenal The International Accounting Standard Board (IASB). Sedangkan di Indonesia badan penyusun standar akuntansi keuangan yaitu Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia. DSAK bertugas untuk menyusun standar akuntansi keuangan yang diterapkan untuk sektor swasta (private sector). Cikal bakal badan penyusun standar akuntansi adalah Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur dari GAAP dan GAAS yang dibentuk oleh IAI pada tahun 1973. Pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang bertugas menyusun dan mengembangkan standar akuntansi keuangan. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus diperbarui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK). Kemudian, pada Kongres VIII IAI tanggal 23-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah kembali menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dengan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK dan ISAK.

23 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Selain itu, juga telah dibentuk Komite Akuntansi Syariah (KAS) dan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK). Komite Akuntansi Syariah (KAS) dibentuk tanggal 18 Oktober 2005 untuk menopang kelancaran kegiatan penyusunan PSAK yang terkait dengan perlakuan akuntansi transaksi syariah yang dilakukan oleh DSAK. Sedangkan DKSAK yang anggotanya terdiri atas profesi akuntan dan luar profesi akuntan, yang mewakili para pengguna, merupakan mitra DSAK dalam merumuskan arah dan pengembangan SAK di Indonesia. B. 2. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Terdapat tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia. Pertama, menjelang diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973. Pada masa itu merupakan pertama kalinya IAI melakukan kodifikasi prinsip dan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia dalam suatu buku ”Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI).” Kedua terjadi pada tahun 1984. Pada masa itu, komite PAI melakukan revisi secara mendasar PAI 1973 dan kemudian mengkondifikasikannya dalam buku ”Prinsip Akuntansi Indonesia 1984” dengan tujuan untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan perkembangan dunia usaha. Berikutnya pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan melakukan kodifikasi dalam buku ”Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994.” Sejak tahun 1994, IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dalam pengembangan standarnya. Dalam perkembangannya, standar akuntansi keuangan terus direvisi secara berkesinambungan, baik berupa berupa penyempurnaan maupun penambahan standar baru sejak tahun 1994. Proses revisi telah dilakukan beberapa kali, yaitu pada : 1. SAK per tanggal 1 Oktober 1995, 2. SAK per tanggal 1 Juni 1996, 3. SAK per tanggal 1 Juni 1999, Hasil pengembangan oleh Komite SAK mulai Juni 1996 - September 1998 ada tiga hal. a. Menerbitkan tiga PSAK revisi atas empat PSAK yang ada, yaitu : - PSAK No. 1 (revisi 1998) tentang Penyajian Laporan Keuangan merevisi PSAK No. 1 tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi dan PSAK No. 9 tentang Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek; - PSAK No. 26 (revisi 1997) tentang Biaya Pinjaman merevisi PSAK No. 26 tentang Akuntansi Bunga untuk Periode Konstruksi; - PSAk No. 27 (revisi 1998) tentang Akuntansi Pengkoperasian merivisi PSAK No. 27 tentang Akuntansi Koperasi. b. Menerbitkan 19 PSAK baru yaitu PSAK No. 37 tentang Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol, PSAK No. 38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali, PSAK No. 39
24 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

tentang Akuntansi Kerja Sama Operasi, PSAK No. 40 tentang Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan/Perusahaan Asosiasi, PSAK No. 41 tentang Akuntansi Waran, PSAK No. 42 tentang Akuntansi Perusahaan Efek, PSAK No. 43 tentang Akuntansi Anjak Piutang, PSAK No. 44 tentang Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate, PSAK No. 45 tentang Pelaporan Organisasi Nirlaba, PSAK No.46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan, PSAK No.47 tentang Akuntansi Tanah, PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aktiva, PSAK No. 49 tentang Akuntansi Reksadana, PSAK No. 50 tentang Akuntansi Investasi Efek Tertentu, PSAK No. 51 tentang Akuntansi Kuasi Reorganisasi, PSAK No. 52 tentang Akuntansi Mata Uang Pelaporan, PSAK No. 53 tentang Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham, PSAK No. 54 tentang Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah, dan PSAK No. 55 tentang Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai. c. Menerbitkan dua Interpretasi PSAK yaitu : - ISAK No. 3 tentang Interpretasi atas Perlakuan Akuntansi atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan; dan -ISAK No. 4 tentang Interpretasi atas paragraf 32 PSAK No. 10 tentang Alternatif Perlakuan Yang Diizinkan atas Selisih Kurs. 4. SAK per tanggal 1 April 2002, Hasil pengembangan standar akuntansi keuangan yang dilakukan DSAK ada dua hal. a. Menerbitkan empat PSAK revisi, yaitu: - PSAK No. 55 (revisi 1999) tentang Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai merevisi PSAK No. 55 tentang Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai; - PSAK No. 31 (revisi 2000) tentang Akuntansi Perbankan merevisi PSAK No. 31 (revisi 1994) tentang Akuntansi Perbankan; - PSAK No. 5 (revisi 2000) tentang Pelaporan Segmen merevisi PSAK No. 5 tentang Pelaporan Informasi Keuangan Menurut Segmen; dan - PSAK No. 19 (revisi 2000) tentang Aktiva Tidak Berwujud merivisi:  PSAK No. 19 tentang Aktiva Tidak Berwujud;  PSAK No. 6 tentang Akuntansi dan Pelaporan bagi Perusahaan dalam tahap pengembangan, pada paragraf yang mengatur pengakuan biaya pada perusahaan dalam tahap pengembangan (perintisan usaha);  PSAK No. 17 tentang Akuntansi Penyusutan, pada bagian yang mengatur amortisasi (penyusutan) Aktiva Tidak Berwujud; dan  PSAK No. 20 tentang Biaya Riset dan Pengembangan. b. Menerbitkan tiga PSAK baru, yaitu: - PSAK No. 56 tentang Laba per Saham; - PSAK No. 57 tentang Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontinjensi, dan Aktiva Kontinjensi merevisi PSAK No. 8 tentang Kontinjensi dan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca, pada bagian yang mengatur mengenai kontinjensi; dan
25 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

-

PSAK No. 58 tentang Operasi dalam Penghentian.

5. SAK per tanggal 1 Oktober 2004, Hasil pengembangan PSAK oleh DSAK mulai April 2002 sampai dengan Oktober 2004 terdiri dari empat hal. a. Menerbitkan satu Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK) Bank Syariah yang merupakan pelengkap dari KDPPLK yang umum sebagai landasan konseptual untuk pelaporan keuangan bank syariah; b. Menerbitkan satu PSAK baru yaitu PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah; c. Menerbitkan lima PSAK revisi yang terdiri dari: - PSAK No. 58 tentang Operasi dalam penghentian (revisi 2003) merevisi PSAK No. 58 tentang Operasi dalam penghentian (2000); - PSAK No. 8 tentang Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (revisi 2003) merevisi PSAK No. 8 tentang Kontinjensi Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (1994) bagian yang mengatur mengenai peristiwa setelah tanggal neraca; - PSAK No. 51 tentang Akuntansi Kuasi-Reorganisasi (revisi 2003) merevisi PSAK No. 51 tentang Akuntansi Kuasi-Reorganisasi (1998); - PSAK No. 24 tentang Imbalan Kerja (revisi 2004) merevisi PSAK No. 24 tentang Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun (1994); dan - PSAK No. 38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (revisi 2004) merevisi PSAK No. 38 tentang Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali (1997). d. Menerbitkan tiga interpretasi standar akuntansi keuangan (ISAK) baru yaitu : - ISAK No. 5 : Interpretasi atas paragraf 14 PSAK No. 50 tentang Pelaporan Perubahan Nilai wajar Investasi Efek dalam kelompok Tersedia Untuk Dijual; - ISAK No. 6 : Interpretasi atas paragraf 12 dan 16 PSAK No. 55 (revisi 1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalamMata Uang Asing; - ISAK No. 7 : Interpretasi atas pragraf 5 dan 19 PSAK No. 4 tentang Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus. 6. SAK per tanggal 1 September 2007. Buku ”Standar Akuntansi Keuangan per 1 September 2007” ini di dalamnya secara garis besar terdapat 2 KDPPLK, 62 PSAK, dan 7 ISAK dengan perubahan dibandingkan revisi sebelumnya yaitu ; a. Merevisi lima standar akuntansi keuangan : - PSAK No. 13 tentang Properti Investasi - PSAK No. 16 tentang Aset Tetap - PSAK No. 30 tentang Sewa - PSAK No. 50 tentang Instrumen Keuangan : Penyajian dan Pengungkapan - PSAK No. 55 tentang Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran b. Menerbitkan enam standar akuntansi keuangan baru, yaitu :
26 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

- PSAK No. 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah - PSAK No. 102 tentang Akuntansi Murabahah - PSAK No. 103 tentang Akuntansi Salam - PSAK No. 104 tentang Akuntansi Istishna’ - PSAK No. 105 tentang Akuntansi Mudharabah - PSAK No. 106 tentang Akuntansi Musyarakah c. Menerbitkan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK) Syariah menggantikan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah. 7. SAK tahun 2010 dengan perubahan yaitu 10 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), 5 Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), dan 4 Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK). a. Revisi sepuluh PSAK: - PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan - PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas - PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri - PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi - PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama - PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entoitas Asosiasi - PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan - PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset - PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi - PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan b. Lima ISAK : - ISAK 7 (revisi 2009): Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus - ISAK 9: Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa - ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan - ISAK 11: Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik - ISAK 12: Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer c. Empat PPSAK : - PPSAK 2: Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43: Akuntansi Anjak Piutang - PPSAK 3: Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Restrukturisasi Utang Piutang bermasalah - PPSAK 4: Pencabutan PSAK 31 (revisi 2000): Akuntansi Perbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: Akuntansi Reksa Dana - PPSAK 5: Pencabutan ISAK 06: Interpretasi atas Paragraf 12 dan 16 PSAK No. 55 (1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat pada Kontrak dalam Mata Uang Asing 8. PSAK dan ISAK yang disahkan pada tanggal 19 Pebruari 2010 adalah : - PSAK 7 (revisi 2010): Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
27 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

- PSAK 23 (revisi 2010): Pendapatan - PSAK 19 (revisi 2010): Aset Takberwujud - ISAK 14: Aset TakBerwujud – Biaya Situs Web 9. PSAK yang disahkan pada tanggal 3 Maret 2010 adalah PSAK 22 (revisi 2010): Kombinasi Bisnis 10. PSAK dan ISAK yang disahkan pada tanggal 23 Maret 2010 adalah : - PSAK 10 (revisi 2010): Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing - ISAK 13: Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri B. 3. Perkembangan Konvergensi PSAK ke IFRS Adapun latar belakang mengapa perlunya segera dilakukan konvergensi SAK dan IFRS sebelum tahun 2012 adalah merupakan kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota forum G20. Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC tgl 15 November 2008 : 1. Memperkuat transparansi dan akuntabilitas 2. Memperkuat regulasi 3. Pasar keuangan yang berintegeritas 4. Memperkuat kembali kerjasama internasional 5. Memperbaharui institusi financial internasional Pada pertemuan G20 berikutnya di London, 2 April 2009 menghasilkan 29 kesepakatan, dimana kesepakatan no.13 dan 16 adalah tentang “Strengthening Financial Supervision and Regulation”. Pada butir 15 dikatakan: “ to call on the accounting standard setters to work urgently……and achieve a single set of high-quality global accounting standards.” Indonesia melalui Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sedang melakukan proses konvergensi IFRS dengan target penyelesaian tahun 2012. Sasaran Konvergensi IFRS tahun 2012, yaitu merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IFRS versi 1 Januari 2009 yang berlaku efektif tahun 2011/2012, Konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan secara bertahap. Adapun manfaat yang diperoleh dari konvergensi IFRS adalah memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunaan SAK yang dikenal secara internasional, meningkatkan arus investasi global melalui transparansi, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global, menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. Berikut roadmap yang dilakukan DSAK menuju konvergensi IFRS 2012: 1. Tahap adopsi (2008-2010); Adopsi seluruh IFRS ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku. 2. Tahap persiapan akhir (2011); Penyelesaian persiapan infrastruktur yang diperlukan, penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS. 3. Tahap implementasi (2012); Penerapan PSAK berbasis IFRS secara bertahap, Evaluasi dampak penerapan PSAK secara komprehensif.

28 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

Berikut adalah perkembangan Standar Akuntansi Keuangan dari 1 September 2007 sampai dengan per 1 Januari 2011. SAK update ini akan diperbaharui sesuai perkembangan SAK di Indonesia sebagai dampak program konvergensi IFRS yang sedang dilaksanakan DSAK IAI. PSAK per Januari 2011 yang Telah Disahkan PSAK 1 ( revisi 2009) Penyajian Laporan Keuangan Tanggal efektif 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11

PSAK 5 (Revisi 2009) Segmen Operasi PSAK 12 (Revisi 2009) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama PSAK 15 (Revisi 2009) Investasi pada Entitas Asosiasi Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset PSAK 57 (Revisi 2009) Kontinjensi PSAK 25 (Revisi 2009) PSAK 58 (Revisi 2009) ISAK 9 ISAK 10 ISAK 11 ISAK 12 PPSAK 2 PPSAK 3 PSAK 2 (revisi 2009) PSAK 4 (revisi 2009) ISAK 7 PPSAK 4

Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan 01-Jan-11 Operasi yang Dihentikan Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, 01-Jan-11 Restorasi, dan Liabilitas Serupa Program Loyalitas Pelanggan Distrubusi Aset Nonkas kepada Pemilik Pengendalian Bersama Entitas : Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer Pencabutan PSAK 41: Akuntansi Waran dan PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-10

Pencabutan PSAK 54: Akuntansi Rekstrukturisasi 01-Jan-10 Utang Piutang Bermasalah Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11

Pencabutan PSAK 31:Akuntansi Perbankan, PSAK 42: Akuntansi Perusahaan Efek, dan PSAK 49: 01-Jan-10 Akuntansi Perusahaan Reksa Dana

29 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

PSAK per Januari 2011 yang Telah Disahkan

Tanggal efektif

PPSAK 5

PSAK 10 (revisi 2010) ISAK 13 PSAK 48 (revisi 2009) PSAK 22(revisi 2010) PSAK 23 (revisi 2010) PSAK 7(revisi 2010) ISAK 14 PSAK 3 (revisi 2010)

Pencabutan ISAK 06 : Interpretasi atas paragraf 12 dan 16 PSAK 55 (1999) tentang Instrumen 01-Jan-10 Derivatif Melekat pada Kontrak Dalam Mata Uang Asing. 01-Jan-12 Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing Penerapan dini diijinkan Lindung Nilai Investasi Neto Kegiatan Usaha Luar 01-Jan-12 Negeri. Penurunan Nilai Aset Kombinasi Bisnis Pendapatan Pengungkapan Pihak-pihak berelasi Aset Takberwujud-Biaya Situs Web 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-12 01-Jan-11 01-Jan-11 01-Jan-12 01-Jan-12

PSAK 19 (Revisi 2010) Aset Takberwujud

Laporan Keuangan Interim Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat PSAK 18 (revisi 2010) Purnakarya PSAK 24 (revisi 2010): Imbalan Kerja ISAK 15 ISAK 17 PSAK 60

PSAK 24-Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan 01-Jan-12 Pendanaan Minimum dan Interaksinya Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai Instrumen Keuangan:Pengungkapan 01-Jan-11 01-Jan-12 01-Jan-12 01-Jan-11 01-Jan-12 01-Jan-12

PSAK 50 (Revisi 2010) Insurumen Keuangan: Penyajian PSAK 8 (Revisi 2010) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan ED PSAK 34 (Revisi Akuntansi Kontrak Konstruksi 2010) PSAK 46 (Revisi 2010) Akuntansi Pajak Penghasilan ISAK 20 PSAK 61 ISAK 18

Pajak penghasilan - Perubahan Dalam Status Pajak 01-Jan-12 Entitas atau Para Pemegang Saham Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan 01-Jan-12 Bantuan Pemerintah Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik 01-Jan-12 dengan Aktivitas Operasi

30 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

PSAK per Januari 2011 yang Telah Disahkan PPSAK 8 Pencabutan PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian

Tanggal efektif 01-Jan-12 01-Jan-12

PSAK 53 (Revisi 2010) Pembayaran Berbasis Saham

Eksposure Draft PSAK per Januari 2011 Menunggu Masukan Publik Tanggal Efektif Pencabutan PSAK 21: Akuntansi Ekuitas, ISAK 1: Interpretasi atas Paragraf 23 PSAK No. 21 tentang Penentuan Harga Pasar Dividen Saham; ISAK 2Sejak Interpretasi atas Penyajian Piutang pada Pemesanpengesahan Saham dan ISAK 3 Interpretasi tentang PerlakuanPPSAK ini. Akuntansi atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan. Pencabutan PSAK 44: Akuntansi Aktivitas 01-Jan-12 Pengembangan Real Estat Perjanjian Konsesi Jasa 01-Jan-12 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 01-Jan-12 Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi01-Jan-12 Hiperinflasi Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba Perjanjian Konstruksi Real Estat 01-Jan-12 01-Jan-12

PPSAK 6

PPSAK 7 ED ISAK 16 ED PSAK 63 ED ISAK 19 ED PSAK 45 (Revisi 2010) ED ISAK 21

Eksposure Draft PSAK per 1 Januari 2011 yang akan Public Hearing ED PSAK 28 (Revisi Akuntansi Asuransi Kerugian 2010) ED PSAK 36 (Revisi Akuntansi Asuransi Jiwa 2010) ED PSAK 56 (Revisi Laba per Saham 2010) ED PSAK 62 (Revisi Kontrak Asuransi 2010) ED PPSAK 9 Pencabutan PSAK 47: Akuntansi Tanah ED PPSAK 10 Pencabutan reorganisasi PSAK 51: Akuntansi kuasi

Tanggal Efektif 01-Jan-12 01-Jan-12 01-Jan-12 01-Jan-12 01-Jan-12 01-Jan-12

31 | T E O R I A K U N T A N S I

Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK

32 | T E O R I A K U N T A N S I

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->