BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Di dalam era modern ini, suatu negara tidak bisa lepas dari negara lain. Suatu negara harus menjalin hubungan dengan negara lain baik itu di bidang ekonomi, politik atau budaya agar tetap hidup dan tidak dikucilkan oleh negara lain. Keadaan tersebut sering dikatakan sebagai era globalisasi. Era globalisasi sendiri ditandai dengan adanya keterbukaan, keterkaitan atau ketergantungan dan persaingan yang semakin ketat, khususnya bidang ekonomi (Hamdy Hady, 2001 :11) Global mempunyai makna universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang

memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Sedangkan perekonomian global merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara- negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produkproduk global ke dalam pasar domestik. Dengan kata lain, globalisasi bisa dikatakan sebagai adanya suatu era baru di dalam perdagangan internasional. Dengan adanya perdagangna internasional, maka akan berpengaruh terhadap komponen- komponen dalam neraca pembayaran. Neraca perbayaran merupakan suatu neraca yang menunjukkan berbagai jenis transaksi (mutasi) keuangan yang dilakukan diantara satu negera dengan negara lain dalam satu tahun tertentu (Sadono Sukirno, 2002 : 370). Dua neraca penting dalam neraca pembayaran adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan. Neraca perdagangan menunjukkan perimbangan antara ekspor dan impor. Sedangkan neraca keseluruhan menunjukkan perimbangan antara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri. Defisit dalam neraca pembayaran berarti antara pembayaran ke luar negeri lebih besar dari pada penerimaan dalam negeri. Salah satu faktor penentu ini adalah ekspor lebih besar dari impor. Pengaliran modal ke luar negeri merupakan faktor lain yang menimbulkan defisit neraca tersebut. Neraca Pembayaran Indonesia dapat dilihat seperti tabel 1.1 berikut :

Tabel 1.1 Neraca Pembayaran Ringkasan (Balance of Payment : Summary) (Juta USD/ million of USD)
2008 Items Neraca Berjalan Barang Bersih Q.2 -1.013 5,443 Q.3 -967 5,771 Q.4 -637 4,166 Q.1 2.508 8,884 Q.2 -2480 8,365 Q.3 2.157 8,488 Q.4 3.502 11,395 35,899 2009

Eksport fob 37,345 38,081 Importfob Jasa- jasa bersih Pendapatan bersih

29,765 24,179 28,139 31,272

31,902 32,309 25,603 17,295 19,765 22,784 24,504 -3,387 -3,312 -3,227 -2,743 -3,310 -3,309 -4,506 -4,425 -4,756 1,311 -2,881 1,305 -2,742 1,109 -3,776 1,201 -4,072 1,248 -4,501 1,303

Transaksi berjalan 1,366 bersih

Sumber : Statistik Ekonomi dan K Indonesia, BI 2010 Penyusunan neraca pembayaran Indonesia didasarkan pada Balance of Payments Manual yang diterbitan oleh IMF. Neraca pembayaran Indonesia memuat statistik mengenai transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk Indonesia dengan bukan penduduk dalam suatu periode tertentu. Transaksi ekonomi adalah pertukaran nilai ekonomi dari satu unit ekonomi kepada unit ekonomi lainnya yang meliputi pertukaran barang dan jasa dengan financial items, barter, pertukaran antar financial items dan pemberian atau penerimaan barang dan jasa atau financial items tanpa imbalan. Sedangkan transaksi ekspor dan impor barang dalam neraca perdagangan didasarkan atas dokumen kepabeanan dari Ditjen Bea dan Cukai (BI : Statistik Keuangan dan Ekonomi Indonesia, 2009: 87). Defisit neraca pembayaran akan berakibat sistemik terhadap

perekonomian dalam suatu negara. Defisit sebagai akibat impor lebih kecil dari ekspor maka bisa berakibat pada menurunnya kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen membeli barang bukan buatan dalam negeri, melainkan barang impor. Harga valuta asing yang naik akan menyebabkan harga barang impor mahal. Hal ini akan berdampak pada kegiatan ekonomi dalam negeri akan terhambat karena kegairahan pengusaha untuk

menanamkan modal ke dalam negeri akan menurun. Dengan demikian, sama halnya dengan masalah pengangguran dan inflasi, masalah difisit dalam neraca pembayaran juga memiliki efek yang buruk bagi perekonomian baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Oleh karena itu setiap negara harus menghindari adanya defisit dalam neraca pembayaran. (Sadono Sukirno, 2002 : 17-18). Salah satu faktor yang sudah dijelaskan di atas adalah defisit dalam neraca pembayaran. Hal ini berarti antara impor lebih besar dari pada ekspor. Komponen dari neraca pardagangan adalah ekspor dan impor. Pencatatan dalam neraca ini bisa defisit atau surplus. Defisit berarti impor lebih besar dari ekspor. Surplus berarti impor lebih kecil dari ekspor. Sedangkan jika antara impor dan ekspor sama, keadaan ini dinamakan balance trade (Dumairy, 1996: 91) Neraca perdagangan internasional akan terus mengalami perubahan yang dikarenakan faktor- faktor : Selera konsumen terhadap produksi dlam negeri Harga barang Dalam negeri dan luar negeri

-

Kurs menentukan dan mata uang domestic yang dibutuhkan untuk membeli mata uang asing

-

Pendapatan konsumen baik di dalam negeri ataupun di luar negeri Ongkos angkutan barang antar negara Kebijakan pemerintah mengenai perdagangan internasional.

Dengan variabel- variabel tersebut dari waktu ke waktu, maka akan berubah pula jumlah perdagangan internasional. (Mankiw, 2003:210). Tabel 1.2 Jenis Impor Menurut Penggunaannya di Indonesia Tahun 1994 – 2008 Juta US$ Tahun Barang Konsumsi Bahan Baku Bahan modal 1994 2806 30470 9653 1995 2166 30230 9284 1996 1918 19612 5807 1997 2469 18475 3060 1998 2685 26073 4777 1999 2251 23880 4831 2000 2651 24228 4411 2001 2792 25652 3946 2002 2980 26770 4509 2003 3299 26904 5906 2004 3659 28960 7118 2005 3405 27006 7854 2006 3711 27560 6004 2007 4097 28772 6533 2008 4340 29065 7008 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia beberapa edisi, data diolah Dari tabel di atas, Impor Indonesia didominasi oleh impor untuk konsumsi, bahan baku dan bahan modal. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, maka tingkat konsumsi Indonesia sangat besar pula sehingga akan meningkatkan impor Indonesia karena sebagian besar industri dalam

negeri tidak mampu mencukupi daya tawar konsumsi. Di lain sisi, impor yang besar juga terjadi dari bahan baku yang nantinya digunakan untuk memproduksi barang untuk konsumsi dalam negeri dan sebagian lagi diproduksi untuk diekspor. Dari tabel di 2.3 di bawah ini dapat kita lihat bahwa permintaan impor Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat hampir dari semua kawasan perdagangan. Pada beberapa tahun terakhir, perkembangan impor Indonesia menurut negara asal di kawasan ASEAN memiliki volume yang tertinggi dibandingkan dengan negara- negara di kawasan lain. Hal ini disebabkan karena pada beberapa tahun terakhir, negara- negara ASEAN mulai menerapkan CAFTA (China Asia Free Trade Area) yang mengakibatkan meningkatnya volume impor dari wilayah ASEAN. Benua Eropa

mendominasi di urutan kedua. Sedangkan kawasan Amerika memiliki volume impor ke Indonesia terbesar ketiga. Meski demikian, salah satu negara di benua Amerika khususnya Amerika Utara yang memiliki volume impor menurut negara asal dengan perkembangan yang tinggi adalah Amerika Serikat. Tabel di bawah ini menjelaskan perkembangan import Indonesia menurut negara asal pada tahun 2004-2008.

5 1 194.3 316.4 210.6 6 688.4 303.5 1 606.9 667.9 1 456.7 8 557.5 284.8 46 524.3 19.6 3 193.8 359.0 504.9 3 447.3 1 942.4 551.2 3 806.6 1 484.9 9 901.9 170.2 326.0 27.6 2 986.9 148.5 706.3 369.5 755.6 1 780.0 81.9 3 196.0 415.5 14.9 17.8 1 031.2 1 194.6 992.6 2 983.9 74.2 6 920.0 515.3 Sumber : Indonesia Dalam Angka.9 2 869.2 3 004.Tabel 1.2 2 148.6 80.5 57 700.7 1.5 8 922.4 2 771.2 6 023.3 21 789.8 2 340.7 3 225.3 499.5 6 526.8 645.0 473.6 4 787.0 703. AUSTRALIA Australia Selandia Baru Oseania lainnya D.4 1.1 263.6 0.9 5 515.2 474.2 4 287.1 2 241.7 126.4 1.1 17 734.5 2 494.0 620.9 654.1 134.7 553.5 6 906.5 0.0 1 443.2 74 473.9 4 056.2 1 255.8 251.6 1 681.0 4 623.1 295.0 15 247.9 3 997.2 0.1 439.7 1 689.3 182.6 1 031.9 9 283.5 10 034.0 1 484.7 2.4 206.2 102.8 228.0 9 470.9 6 411.2 0.3 29.6 4 101.7 53.7 29.3 773.6 6 082.5 61 065.6 2 567.3 5 842.2 4 782.0 359.2 2008 40 967.7 2.0 1 0676 602.9 1 579.1 568.6 10 560.7 3 068.9 223.9 305.1 3 878.0 2006 18 970.1 1 606.5 80.4 999.5 666.9 698.1 5 826.4 949.8 281.8 6 334.3 338.7 6 081.9 30.8 2005 17 039.7 3 244.3 1 864. BPS Surakarta 2009 .1 706.1 7 777.9 107.9 2 875.5 26.0 1 111.4 101. AFRIKA C.1 9 839.8 6 636.2 717.6 1 374.5 1 29 197.5 5 910.6 2 494.6 544.3 Volume Impor Menurut Negara Asal Utama Tahun2004.8 5 252.2 73.4 15 128.7 2 214.5 286.0 7 880.6 10.8 264.3 333.2 1 056. EROPA Inggris Belanda Perancis Jerman Austria Belgia Denmark Swedia finlandia Irlandia Italia Spanyol Uni Eropa Lainnya Eropa Lainnya Jumlah/ Total 2004 11 494.9 25.1 551.0 503.9 214. AMERIKA Amerika Kanada Meksiko Lainnya E.2 846.8 17.9 646.9 994.8 2007 23 792.0 7 679.9 0. ASEAN Thailand Singapura Filipina Malaysia Myanmar Kamboja Brunai Darusalam Laos Vietnam Asia Lainnya/ Rest of Asia Jepang Cina Korea Selatan Lainnya B.8 74.4 1 40.2 1 743.8 380.0 2 314.1 372.7 1 197.7 322.7 1 982.2008 (Nilai CIF : juta US$) Negara Asal A.1 1 871.0 101.7 9 898.1 1 111.1 1 189.0 73.0 2 416.7 329.6 148.

baik dari segi perekonomian atau dari segi pertahanannya. Krisis keuangan ini menyebabkan beberapa perusahaan keuangan multi nasional hancur yang kemudian berdampak ke pasar dunia. Dari adanya krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 yang lalu. Salah satu negara di benua Amerika yang memiliki daya tawar untuk mengimpor barang dan jasa ke Indonesia adalah Amerika Serikat (USA). Krisis yang dialami Amerika Serikat bermula dari bangkrutnya perusahaan keuangan di Amerika yang kemudian berimbas ke berbagai belahan dunia. meskipun impor dari Amerika Serikat bukan yang terbesar. Krisis ini di mulai timbul sekitar tahun 2007 yaitu dengan adanya peristiwa gagal bayar kredit perumahan di Amerika Serikat ( sub prime mortgage ). Hampir semua negara di dunia takut dengan Amerika Serikat. Tidak salah jika menamai Amerika Serikat dengan negara adidaya. Misalnya antara tahun 2007. menggambarkan bahwa perekonomian Amerika Serikat sangat kuat.Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa permintaan impor Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat hampir dari semua kawasan perdagangan. Kuatnya perekonomian Amerika Serikat dapat kita lihat dari adanya krisis financial global pada tahun 2008. . Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu negara pengimpor Indonesia.2008 yang meningkat 3093 juta US$. akan tetapi perkembangan impor dari Ameika Serikat tergolong tinnggi. Dari tabel di atas. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang memiliki perekonomian kuat di dunia.

2009” B.7% dari cadangan non emas dunia disimpan menggunakan dollar AS. (Jeffery Edmund Curry.5%.Selain itu. 99:89) Berdasarkan latar belakang dan kondisi di atas.6 % obligasi internasional didominasi oleh dollar AS. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas. Sedangkan Amerika Serikat sendiri mendapatkan keuntungan yang berupa seignorage atau keuntungan yang didapat karena menerbitkan uang dan dari seignorage tersebut PDB Amerika Serikat bertambah sebesar 0. maka secara tidak langsung baik buruknya perekonomian Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia. 45. Bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap dolar USD terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? . Setengah dari perdagangan internasional dilakukan dengan menggunkan dollar AS. Hampir 50% simpanan di bank dunia menggunakan dollar AS. Lebih dari setengah valuta asing melibatkan dollar AS serta 62. dapat diambil beberapa rumusan masalah yang bersangkutan dengan permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat: 1. Dari beberapa aspek tersebut. mata uang tunggal Amerika Serikat. maka ingin diteliti mengenai keadaan tersebut dengan judul “FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 1985. US$ merupakan salah satu mata uang yang digunakan dalam ekonomi internasional.

2. Untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat.2. 4. Untuk mengetahui pengaruh cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Bagaimana pengaruh tingkat inflasi terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? 4. Tujuan Penelitian Dengan adanya rumusan masalah yang sudah dipaparkan di atas. . 3. Bagaimana pengaruh PDB riil terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? 3. Bagaimana pengaruh cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? C. maka tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap US$ terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Untuk mengetahui pengaruh PDB terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat.

D. Bagi peneliti dapat berguna untuk menambah pengetahuan dalam bidang perdagangan internasional. 3.faktor yang mempengaruhi impor Indonesia khususnya dari Amerika Serikat.pihak terkait diantaranya : 1. 2. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya mengenai masalah faktor. Manfaat Penelitian Dengan melaksanakan penelitian ini. diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak. Dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai ekonomi internasional dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara makro dan mikro. .

1995. bantuan serta kerjasama internasional. Hubungan khusus tersebut yaitu : a. b. perbankan. Pengertian dan Teori Internasional 1. kebudayaan dan politik yang berbeda. Para pelaku yang mengadakan hubungan ekonomi internasional meliputi swasta. Hubungan Ekonomi Internasional Hubungan ekonomi internasional adalah hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain yang dapat mempengaruhi alokasi sumber daya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara. mengemukakan bahwa hubungan ekonomi internasional itu mempunyai cirri. pinjaman. 1992 :6) Nopirin dalam Ekonomi Internasional. bahasa. Hubungan ekonomi internasional dapat berupa perdagangan. Mobilitas faktor seperti tenaga kerja dan modal relative lebih sukar Sistem keuangan. investasi. .BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hubungan ekonomi internasional berbeda dengan hubungan antar regional (yaitu hubungan diantara berbagai wilayah negara yang sama). pemerintah maupun organisasi internasional. sehingga memerlukan peralatan analisis yang sediit berbeda dan menganggap ekonomi internasional sebagai bagian yang berbeda dari ilmu ekonomi (Salvatore.cirri yang khusus dibanding dengan hubungan interregional.

yaitu kelangkaan (scarcity) dan produk dan masalah pilihan (choice) produk. 2001:1) Sebagai konsekuensi dari ciri atau karakteristik globalisasi ekonomi dunia maka ekonomi internasional tidak atau bukan lagi merupakan bagian kecil dari ekonomi nasional suatu negara. jasa dan ide) tersebut muncul karena adanya permintaan atau demand akan kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia yang tidak terbatas (rising demand) dan penawaran (supply) dari sumber daya (resource) yang sifatnya terbatas (Hamdy Hady. Ukuran kasar terhadap hubungan ekonomi di antara berbagai negara atau dikatakan sebagai tingkat saling ketergantungan diberikan oleh resiko antara ekspor dan impor mereka akan barang atau jasa terhadap produk domestic bruto atau Gross Domestic Product (GDP). Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya krisis moneter yang dialami oleh beberapa negara di Asia Tenggara. terutama . justru ekonomi nasional suatu negara merupakan bagian kecil dari ekonomi internasional. Masalah kelangkaan dan pilihan atas produk (barang.c. Faktor produksi yang dimiliki berbeda sehingga menimbulkan perbedaan harga barang yang diberikan. Dalam hal ini yang diartikan dengan produk adalah barang dan jasa serta ide yang dibutuhkan dan dihasilkan atau diolah oleh manusia. Sedangkan masalah pokok yang dihadapi dalam ekonomi internasional juga sama dengan ilmu ekonomi. Sebaliknya.

Arti Perdagangan Internasional Perdagangan internasional dapat didefinisikan sebagai kegiatankegiatan perniagaan dari suatu negara asal (country of origin) yang melintasi perbatasan menuju suatu negara tujuan (country of destination) yang dilakukan perusahaan multinasional untuk melakukan perpindahan barang dan jasa. 1995:392). 2. biaya produksi terdiri dari upah. teknologi dan perpindahan merek dagang. serta efisiensi dalam proses produksi. Perbedaan inilah yang menjadi pangkal dari timbulnya perdagangan internasional (Nopirin. biaya bahan mentah. sewa tanah. Perdagangan merupakan suatu usaha . modal. 1995 :2). Untuk menghasilkan suatu barang produksi negara satu belum tentu sama ongkos biayanya dengan negara lain. 3. Perdagangan internasional timbul karena adanya beberapa faktor. diantaranya adalah negara tersebut tidak bisa memproduksi semua barang kebutuhanan yang dibutuhkan oleh negara tersebut sendiri. modal. perdagangan internasional juga timbul karena adanaya perbedaan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh suatu negara untuk memproduksi barang kebutuhan pokok.yang dialami Indonesia sejak Juli 1997 sebagai dampak dari globalisasi ekonomi dunia. tenaga kerja. Teori Perdagangan Internasional Perdagangan internasional sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi mengingat kemampuannya memperluas kemungkinan konsumsi suatu negara (Samuelsen.

melakukan pembayaran dengan valuta asing.faktor produksi lebih baik dari negara lainnya. Adakala produksi dari suatu negara belum dapat dikonsumsi seluruhnya di dalam negeri. Kemudian penjual dan pembeli yang lazim disebut sebagai eksportir dan importer. yang menghubungkan produsen komoditas tertentu kepada konsumennya. penduduk. oleh karena hal itu semenjak . atau karena suatu negara mempunyai kombinasi faktor. Perdagangan internasional ekspor dan impor adalah kegiatan yang dijalankan eksportir maupun produsen eksportir dalam transaksi jual beli suatu komoditi dengan negara asing. tingkat harga. Oleh karena hal tersebut. keahlian. iklim. keadaan struktur ekonomi dan sosialnya. tenaga kerja. Karena setiap negara berbeda dengan negara lainnya ditinjau dari sudut sumber alam. 200:1). hal tersebut dapat terjadi karena ada barangbarang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup suatu negara yang hanya dapat diproduksi di daerah dan iklim tertentu.jasa perantara. Dengan melakukan spesialisasi di bidang tertentu yang tingkat produktivitasnya tinggi. letak geografis. sehingga negara itu dapat menghasilkan barang yang lebih dapat bersaing. maka memungkinkan terjadinya perdagangan antar negara yang satu dengan negara lain. Perdagangan luar negeri merupakan kegiatan pertukaran barang dan jasa yang dulakukan antara penduduk suatu negara dengan negara lain. setiap negara dapat mengkonsumsi lebih banyak barang maupun jasa daripada memproduksi segala sesuatu sendiri. MS. (Amir.

Adanya full employment faktor produksi dan tidak terjadi exess supplies atau shortage of commodities. c. informasi dan komunikasi. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya perdagangan luar negeri kita bagi perekonomian negara pada umumnya. dalam arti uang tidak berpengaruh atas harga relative. Taste and income distribution dianggap sebagai sesuatu yang given dan tidak berubah. g. Hamdy Hady dalam Ekonomi Internasional. b. menyebutkan bahwa perdagangan internasional akan senantiasa menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: a. MS.abad yang lalu telah mendorong orang untuk memperdagangkan hasil produksi itu ke negara lainnya di luar batas negaranya (Amir. Faktor produksi dari tiap negara tidak dapat berpindah (international immobility of factors). 200:1) Perdagangan luar negeri ini dilakukan karena dianggap sangat menguntungkan dan dipandang dapat memberikan manfaat terntentu. Neurtrality of Money. d. f. Teknologi yang tidak sama e.berabad. baik dalam bidang ekspor maupun impor. Jumlah faktor produksi dari setiap negara. . Tidak terdapat hambatan perdagangan (trade barrier) dalam bentuk biaya transport.

terutama emas dan perak dari luar negeri. teori klasik. Surplus yang diperoleh dari selisih ekspor dan impor atau ekspor neto tersebut diselesaikan dengan pemasukkan logam mulia (LM). Dengan demikian. Adapun ide.ide pokok dari ajaran ini adalah : Suatu negara atau raja akan kaya atau makmur dan kuat bila ekspor lebih besar dari impor (X>M). Pada waktu itu logam mulia igunakan sebagai alat pembayaran (uang) sehingga negara atau raja memiliki logam mulia yang banyak akan kaya atau makmur.Sedangkan teori internasional dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu teori praklasik merkantilisme. semakin besar ekspor neto maka akin banyak logam mulia yang dimiliki atau diperoleh dari luar negeri. dan teori modern. Teori Praklasik Merkantilisme Merkantilisme adalah suatu aliran atau filsafat yang tumbuh dan berkembang dengna pesat pada abad XVI sampai XVII di Eropa Barat. permintaan dan penawaran/ teori parsial (Nopirin 1995:7).masing teori tersebut adalah sebagai berikut : a. Adapun penjelasan dari masing. Teori klasik yang dikenal dengan teori keunggulan absolute oleh Adam Smith (1766) dan teori biaya relative oleh David Ricardo (1817). Sedangkan teori faktor proporsi yang diperkenalkan oleh Hocker dan Ohlin desebut sebagai teori modern yang didalamnya terdapat faktorfaktor proporsi. .

lain. harga patokan custom value. Biasanya Tariff Brairerr dilaksanakan dengan menggunakan countervailing duty.bea anti dumping dan shurcharge.- LM yang banyak tersebut digunakan untuk membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyeberan agama. Teori Klasik 1) Teori Keunggulan Absolute Absolute Advantage . ketentuan teknis. Kebijakan tersebut di atas pada saat ini masih dijalankan oleh banyak negara dalam bentuk neo. Afrika dan Asia dari abad XVI sampai XVII. - Penggunaan kekuatan armada perang untuk memperluas perdagangan luar negeri ini diikuti dengan kolonialisasi di Amerika Latin. Untuk melaksanakan kebijakan tersebut merkantilisme melaksanan kebijakan perdagangan (trade policy) sebagai berikut : 1) Mendorong ekspor sebesar.besarnya. system kuota. 2001 : 25) Dalam hal ini kebijakan yang lebih banyak digunakan adalah dalam bentuk non tariff brairer (NTB) seperti larangan. b. kecuali logam mulia. perturan kesehatan atau karantina dan lain.merkantilisme yaitu kebijakan proteksi untuk melindungi dan mendorong ekonomi industri nasional dengan menggunakan tariff atai tariff Barrier (TB) dan kebijakan nontariff Brairer (NTB). 2) Melarang atau membatasi impor dengan ketat kecuali logam mulia. (Hamdy Hady.

2001 : 33 . 2001 : 31) Adam Smith percaya bahwa seluruh negara dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan dan dengan tegas menyarankan untuk menjalankan kebijakan yang dinamakan laissez-faire.Adam Smith berpendapat bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional (gain from trade) karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolute advantage). Secara matematis.1 Data Hipotesis Teori Keunggulan Mutlak Produk Per satuan Tenga kerja/ hari Indonesia Cina Teh 12 kg 4 kg Sutra 3m 8m DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri) 4 kg = 1 m 1 kg = ¼ m ½ kg = 1 m 1 kg = 2 m Sumber : Hamdy Hady. teori absolute advantage dari ini dapat diilustrasikan dengan data hipotesis sebagai berikut : Tabel 2. serta mengimpor barang jika negara tersebut mmiliki ketidak unggulan mutlak (Absolute disanvantage) (Hamdy Hady. sumber daya dunia dapat didayagunakan secara efisien dan dapat memaksimalkan kesejahteraan dunia. yaitu suatu kebijakan yang menyarankan untuk meminimalkan campur tangan pemerintahan dalam perekonomian suatu negara. Melalui perdagangan.

sedangkan Cina memiliki keunggulan absolute dalam produksi sutra (8m). . Jika Indonesia dan Cina melakukan perdagangan luar negeri (ekspor dan impor) maka berdasarkan DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri) antara produsen teh dan sutra kedua negara itu akan menjadi seperti berikut.Teori keunggulan mutlak ini didasarkan kepada beberapa asumsi pokok antara lain sebagai berikut : a) Faktor yang digunakan hanya tenaga kerja b) Kualitas barang yang diproduksi kedua negara sama c) Pertukaran dilakukan secara barter tanpa uang. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keunggulan absolute dalam produksi teh (12 kg). Di Indonesia : 1 kg teh dinilai sama dengan ¼ m sutra 1m sutra dinilai sama dengan 4 kg teh Di Cina 1 kg teh dinilai sama dengan 2m sutra 1m sutra dinilai sama dengan ½ kg teh Dari DTDN di atas dapat dilihat sebagai berikut : Harga 1kg teh di Indonesia lebih murah (hanya ¼ sutra) dibanding Zdengan di Cina yang lebih mahal (yaitu 2 m sutra). d) Biaya transport diabaikan.

sedangkan di . Sebaliknua Cina akan melakukan impor teh dari Indonesia. sehingga akan melakukan spesialisasi dan ekspor sutra ke Indonesia. b) Cina memiliki keunggulan mutlak pada produksi sutra. Sebaliknya Indonesia akan mengimpor stra dari Cina. Dengan demikian melalui spesialisasi Indonesia produksi akan dan perdagangan internasional mendapat keuntungan (gain from trade) sebesar 2m. Sedangkan manfaat dari adanya spesialisasi produk adalah sebagai berikut : a) Dengan spesialisasi dan mengekspor 1 kg teh ke Cina. Indonesia akan mendapatkan 2 m sutra. sedangka di dalam negeri hanya dinilai atau dapat ditukar dengan ¼ m sutra. maka dapat disimpulkan sebagai berikut a) Indonesia memilki keunggulan absolute pada produksi teh sehingga akan melakukan spesialisasi produksi dan ekspor teh ke Cina. b) Sebailknya dengan melakukan spesialisasi dan mengespor 1 m sutra ke Indonesia Cina akan mendapat 4 kg teh.- Sebaliknya harga 1m sutra di Cina lebih murah (hanya ½ kg teh) dibandingkan dengan di Indonesia yang lebih mahal (yaitu 4 kg teh) Berdasarkan perbandingan DTDN pada kedua negara di atas.¼ m = 1 1/3 meter sutra.

Akan tetapi teori absolute advantage dari Adam Smith ini memiliki kelemahan.dalam negeri hanya dinilai atau dapat ditukar dengan ½ kg teh. Dengan demikian melalui spesialisasi Cina akan produksi dan perdagangan internasional. Analisa manfaat perdagangan internasional (gain from trade) ini juga dapat dilihat dari terjadinya peningkatan produksi dunia untuk teh dan sutra setelah keua negara melakukan spesialisasi (24 kg the dan 16 m sutra) dibandingkan dengan sebelum melaukan spesialisasi (16 kg teh dan 11m sutra). maka tidak akan terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan. David Ricardo dengan teori keunggulan David . Perdagangan internasional terjadi dan menguntungkan kedua negara bila masingmasing negara memiliki keunggulan mutlak yang berbeda. Hal inilah yang menjadi kelemahan dari teori ini. 2) Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh Richardo Teori keunggulan mutlak yang dikemukakan oleh Adam Smith tenyata memiliki kelemahan karena negara yang melakukan perdagangan internasional tersebut harus memiliki keunggulan absolut. Dengan demikian jika hanya satu negara yang memiliki keunggulan mutlak. Maka dari itu. mendapatkan keuntungan (gain from trade) sebesar 4 kg – ½ kg = 3 ½ kg teh.

perdagangan internasional akan bisa dilakukan yang menguntungkan kedua negara melalui spesialisasi jika negara. suatu teori cost comparative advantage manfaat (labor dari negara akan memperoleh perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang di mana negara tersebut berpdoruksi relativ lebih efisien serta mengimpor barang di mana negara tersebut berproduksi relative kurang atau tidak efisien.komparatif menyempurnakan teori yang sebelumnya dikemukakan oleh Adam Smith tersebut. 2001: 38 . Berdasarkan contoh hipotesa di bawah ini maka dapat dijelaskan meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan absolute dibanding dengan negara lain. Menurut rfficiency). Teori David Ricardo didasarkan pada nilai tenaga kerja atau theory of labor value yang menyatakan bahwa nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksinya.2 Data perhitungan cost comparative (labour efficiency) Perhitungan cost comparative advantage (labor efficiency) Perbandingan cost Indonesia/ Cina Cina/ Indonesia 1 kg gula 3/6 HK 6/3 HK 1m kain 4/5 HK Sumber : Hamdy Hady.negara tersebut memiliki cost comparative atau labour efficiency. Tabel 2.

2001: 38 4/3 kg = 1 m 1 kg = 6/5 m Dasar Tukar Dalam Negeri (DTDN) 1 kg = ¾ m . Hal ini akan mendorong Indonesia malakukan spesialisasi produksi dan ekspor gula. dapat dilihat bahwa tenaga kerja Indonesia lebih efisien di bandingkan tenaga kerja Cina dalam produksi 1 kg gula (3/6 atau ½ hari kerja) daripada produksi 1 meter kain (4/5 hari kerja). Sedangkan manfaat yang didapat dari adanya perdagangan internasional (gain from trade) berdasarkan matrik di atas.masing negara sebagai berikut : Tabel 2. Seballiknya tenaga kerja Cina ternyata lebih efisien di bandingkan dengan tenaga kerja Indonesia dalam produksi 1 meter kain (5/4 hari kerja) daripada produksi 1 kg gula (6/3 atau 2/1 hari kerja).Berdasarkan perbandingan cost comparative advantage atau labor efficiency di atas.3 Data hipotesis Gain from trade Teori Comparative Advantage dari David Ricardo Perbandingan Produksi / TK / HK negara Indonesia Gula 1/3 kg Kain ¼m 4 kg Cina 1/6 kg 1/5 m 5 kg 5/6 kg = 1 Sumber : Hamdy Hady. dapat disusun perbandingan kemampuan produksi setiap tenaga kerja per hari kerja pada masing. Hal ini mendorong Cina melakukan spesialisasi produksi dan ekspor kain.

Jika dengan spesialsisasi produksi dan ekspor kain. maka aka diperoleh 4/3 kg gula. b) Sebaliknya bila Cina melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor 1 m kain ke Indonesia.¾ m ) = 9/20 m.Berdasarkan tabel 2. Jadi dengan spesialsisasi akan memperoleh kauntungan sebesar (6/5 m.3 tersebut dapat dilihat sebagai berikut : a) Bila Indonesia melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor 1 kg gula ke Cina. c) Keuntungan dari kedua negara jika melakukan perdagangan internasional ini merupakan gain from trade atau manfaat perdagangan internasional karena adanya perbedaaan labor efficiency 3) Teori Modern Salah satu teori modern ini dekemukakan oleh H-O (HeckscherOhlin) seringkali disebut pula sebagai teori kepemilikan faktor (factor endowment theory) atau teoeri proporsi faktor (factor proportion theory). sedangkan berdasarkan DTDN hanya memperoleh 5/6 kg gula. Teori ini membedakan opportunity cost suatu produk antara satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi . Cina akan memperoleh keuntungan sebesar (4/3 kg -5/6 kg) = 9/18 kg. sedangkan berdasarkan DTDN hanya memperoleh ¾ m kain. maka akan memperoleh 6/5 m kain.

negara yang memiliki faktor produksi lebih banyak atau murah dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barangnya. . Sebaliknya masing. Yang kedua adalah kurva isoquant yaitu kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang sama. Pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama. teori H-O menggunakan dua kurva.masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara tersebut memiliki faktor produksi yang relative langka atau mahal dalam produksinya. atau dengan kata lain biaya/cost minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu. 2001 : 39) Dalam analsisisnya. Perbedaan opportunity cost tersebut dapat menyebabkan adanya perdaganan internasional. Dalam teori ekonomi mikro kurva isocost akan menyinggung kurva isoquant pada suatu titik optimal. (Salvatore. Jadi dengan biaya (cost) tertentu akan diperoleh sejumlah produk yang maksimal. (Hamdy Hady.faktor produksi yang dimiliki (endowment factors) masing. negara.masing negara. 1997 : 158). Teori H-O didasarkan pada serangkaian asumsi sederhana guna memudahkan dan melancarkan pembahasan. Hanya saja sebagian dari asumsinya terlalu sederhana atau bahkan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

f) Persamaan selera di kedua negara g) Adanya kompetitif sempurna di pasar komoditi maupun di pasar faktor produksi. d) Skala hasil yang konstan e) Spesialisasi produksi yang terjadi di masing. dan halini berlaku di kedua negara. dua komoditi dan dua faktor produksi. i) Tidak ada biaya transportasi. b) Kedua negara itu memiliki dan menggunakan tingkat teknonogi produksi yang sama c) Salah satu dari kedua komoditi tersebut bersifat padat modal. sedangkan yang lain bersifat padat tenaga kerja. namun menyisihkan kemungkinan terjadinya mobilitas atau perpindahan faktor produksi antar negara. . j) Seluruh sumber daya produksi yang ada di masing. h) Pentingnya mobilitas internal. tarif maupun berbagai bentuk hambatan lainnya yang mengganggu berlangsungnya pardagangna internasional secara bebas.masing negara setelah perdagangan internasional berlangsung tidak lengkap atau tuntas.masing negara terkerahkan secara penuh (full employment).Asumsi tersebut adalah : a) Dunia ini hanya terdiri dari dua negara.

4.Teori H-O telah melangkah lebih jauh dengan menemukan pernyataan secara tegas bahwa perbedaan dalam kelimpahan faktor harga.harga komoditi (X dan Y) di antara kedua negara sebelum berlangsungnya perdagangan. pendapatan nominal individu. harga komoditi l ain. Teori Permintaan Jumlah suatu komoditi yang bersedia dibeli individu selama periode waktu tertentu merupakan fungsi dari atau tergantung pada herga komoditi itu.harga komoditi secara relatif itu selanjutnya diterjemahkan sebagai perbedaan dalam harga faktor produksi secara absolute (bilangan nilainya) dan harga komoditi di antara kedua negara tadi. Atas dasar harga komoditi yang tertentu tadi. Selisih harga absolute atas berbagai komoditi di antara kedua negara itulah yang merupakan penyebab langsung terjadinya perdagangnan. sementara pendapatan nominal individu citarasa dan harga komoditi lain diangap konstat (asumsi ceteris paribus) kita peroleh skedul permintaan individu untuk komoditi itu. Teori penyamaan harga faktor produksi (sebagai implikasi yang wajar dari teori H-O) menganggap bahwa perdagangan internasional akan menghapuskan atau mengurangi perbedaan harga absolute maupun harga relative produksi sebelum perdagangan setiap negara. dan citarasa individu. Perbedaan dalam harga-harga faktor dan harga. (Doominick Salvatore 1994 :17) .

Perndapatan rumah tangga atau pendapatan rata.hari adalah sangat berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana responsifnya permintaan terhadap perubahan harga.faktor tersebut yang mempengaruhi permintaan seseorang akan barang atau jasa yang diminta adalah (Sukirno. Sedangkan yang dimaksud dengan elastisitas penawaran adalah uktudan kuantitas sebagai akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan (Sukirno. Dalam analisis ekonomi. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu pengukuran terhadap kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. Corak disrtibusi pendapatan masyarakat e. Harga barang itu sendiri b. 1994:76) : a. 2004 :10) . Jumlah penduduk g. Harga barang lain yang mempunyai kaitan dengan barang tersebut c. Diantara faktor. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang. Cita rasa masyarakat f.Sedangkan permintaan seseorang atau masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor.rata masyarakat d. secara teori maupun dalam praktek sehari. Yang dimaksud dengan elastisitas permintaan adalah besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan.

Teori Penawaran Penawaran adalah jumlah komoditi yang bersedia ditawarkan oleh produsen tunggal selama periode waktu tertentu adalah fungsi dari atau tergantung pada harga komoditi itu dan biaya produksi untuk produsen tersebut (Dominick Salvatore. Harga barang itu sendiri. b. c. Penawaran pasar atau penawaran agregat suatu komoditi memberikan jumlah alternative dari penawaran komoditi dalam periode waktu tertentu pada berbagai altermatif oleh semua produsen dan pasar. Penawaran adalah hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. penawaran menunjukkan seberapa banyak produsen suatu barang mau dan mampu menawarkan per periode pada berbagai kemungkinan tingkat harga. 1994: 22). Secara lebih spesifik. Sampai di mana para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. . d. Tingkat teknologi yang digunakan.5. hal lain diasumsikan konstan. Harga barang-barang lain. pada jumlah produsen dalam pasar (Dominick Slavatore. Ongkos produksi. Penawaran pasar komoditi itu tergantung pada semua faktor yang menentukan penawaran produsen secara individu dan seterusnya. yaitu biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah. diantaranya adalah: a. 1994 :20).

2) Bea Transito (Transit Dutie) Bea transito adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang. Custom area adalah daerah di mana barang. 1995:51) a.barang bebas bergerak dengan tidak dikenai biaya pabean. Bentuk. arah serta bentuk dari perdagangan internasional. jika ditinjau dari aspek asal komoditi. Tarif Tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadpa barangbarang yang melewati batas suatu negara.6. Jadi untuk barang.bentuk hambatan atau retriksi dalam melakukan perdagangan internasionla adalah sebagai berikut : (Nopirin. Kebijakan Perdagangan Internasional Kebijakan perdagangan internasional adalah tindakan atau kebijakan pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi komposisi.barnag yagn melalui suatu wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah negara lain. . Batas Custom area biasanya sama dengan batas wilayah suatu negeara.barang yang ke luar dari costum area suatu negara dikenakan pajak. tariff digolongkan menjadi : 1) Bea Ekspor (Eksport Duties) Bea ekspor adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju ke negara lain.

Jenis kuota impor adalah (Nopirin . . Sedangkan kuota impor yang didefinisikan oleh Npirin adalah pembatasan jumlah volume terhadap barang yang masuk ke dalam negeri. Non tarif Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah fisik terhadap brang yang masuk (kuota impor) dan keluar (kuota ekspor). Adapun penjelasan lebih lanjut tentang kuota ekspor adalah sebagai berikut : 1) Kuota impor Kuota (jumlah atau pembatasan kuantitas) adalah merupakan bentuk hambatan pperdagangan internasional non tariff yang paling penting. b. adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan dengan negara lain.3) Bea Impor (Import Duties) Bea impor adalah bea atau pajak yang dikenakan kepada suatu barang. Kuota bisa berupa pembatasan kuantitas pasokan. Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah impor dan ekspor . 1995:65-66) : a) Absolute atau unilateral kuota. Kuota semacam ini sering menimbulkan balasan dari negara lain.barang yang masuk ke dalam custom area dengan ketentuan sebagai tujuan akhir.

adalah gabungan antara tariff dan kuota. adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan berdasarkan perjanjian antara 2 negara atau lebih. d) Mixing kuota. 1995:68) : a) Untuk mencegah barang. Keadaan ini akan mengakibatkan harga impor di pasar dalam negeri lebih tinggi daripada di pasar dunia.b) Negotiated atau bilateral kuota. sedangkan permintaan relative tetap. Unutk sejumlah tertentu barang yang diijinkan masuk (impor) dengan tariff tertentu. maka ekspor dapat dibatasi jumlahnya. 2) Kuota ekspor Seperti halnya impor. Sehingga menimbulkan adanya monopoli profit (keuntungan karena monopoli). tambahan impor asih diijinkan tetapi dikenakan tariff yagn lebih tinggi. Pembatasan ini untuk mendorong berkembangnnya industri di dalam negeri. Pembahasan jumlah ekspor ini bertujuan antara lain (Nopirin. Pembatasan barang yang diimpor menyebabkan berkurangnya barang impor tersebut di pasar dalam negeri. yakni membatasi penggunaan bahan mentah yagn diimpor dalam proporsi tertentu dalam produksi barang akhir. c) Tariff kuota.barang yang penting jatuh atau berada di tangan musuh .

b) Untuk menjamin tersedianya barang dalam negeri dalam proporsi yang cukup c) Untuk mengadaan pengawasan produksi serta pengendalian harga mencapai stabilitas harga. Subsidi secara periodik harus dianggarkan dalam anggaran belanja. Sedangkan tarif sangat jarang untuk ditinjau kembali dan dapat menaikkan penerimaan pemerintah. oleh karena itu manfaatnya harus ditinjau setiap tahun sejalan dengan perkembangan atau perubahan keadaan sosial ekonomi. sehingga dapat meningkatkan ekspor dalam negeri atau mengurangi impor dalam negeri. maka dengan subsidi lebih baik daripada dengan tarif. Beberapa catatan berkenaan dengan subsudi antara lain bila pemrintah bertujuan untuk menaikkan produksi dalam negeri atau menurunkan impor. 3) Subsidi Subsidi adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada produsen guna meningkatkan hasil produksi dalam negeri. Biasanya dalam proses penyusunan anggaran belanja cenderung untuk mempertahankan tarif bukannya . Konsumen dapat menikmati harga yang lebih rendah serta tidak kehilangan surplus konsumen. Kuota ekspor biasanya dikenakan terhadap bahan mentah yang merupakan barang perdagangan penting dan di bawah suatu pengawasan badan inernasional.

maka impor seperti halnya tabungan (secara positif) pada perndapatan. karena menimbulkan aliran modal ke luar negeri. Sedangkan impor merupakan kebocoran dari pendapatan. Dengan alasan kurangya peninjauan kembali manfaat serta usaha untuk selalu mempertahankannya. ada dua variabel yang ditambahkan yaitu ekspor dan impor barang dan jasa. maka para ekonom cenderung menyukai subsidi daipada tarif. Model Ekonomi Terbuka Di dalam perekonomian terbuka. Hal ini dapat ditunjukkan seperti gambar 2. Dengan anggapan bahwa harga dan tingkat bunga tetap. maka makin tinggi impornya.1 berikut ini : . sehingga fungsi dari pendapatan nasi onal menjadi Y = C +I +G + (X-M). 1995 : 239) Ekspor bersih (X-M) adalah jembatan yang menghubungkan antara pendapatan nasional dengan transaksi internasional. Makin besar pendapatan nasional. Karena ekspor berasal dari produksi dalam negeri dijual/ dipakai oleh penduduk luar negeri. Ekspor bersih merupakan salah satu komponen permintaan agregat. maka ekspor merupakan injeksi ke dalam aliran pendapatan seperti halnya investasi.untuk menghapus kebijakan tarif. (Nopirin. 7.

Secara grafis MPM ditunjukkan dengan sudut arah dari fungsi impor. maka : MPC +MPS +MPM = 1. Pergeseran faktor ini akan menggeser fungsi impor. konsekuensinya : APC + APS + APM = 1 . Seperti misalnya inflasi terjadi di dalam negeri sehingga daya saing menurun.1 Fungsi Impor Sumber : Nopirin (1997:241) Dua konsep penting yang berhubungan dengan fungsi impor adalah average propensity to impor (APM) dan marginal propensityto impor (MPM). maka impor cenderung naik dan kurva impor . Impor tidak selalu dipengaruhi ole pendapatan. maka ΔM/ΔY konstan. S atau M. Dalam konsumsi terbuka pendapatan digunakan untuk konsumsi barang dalam negeri (c). sedangkan MPM adalah proporsi dari kenaikan (penurunan) pendapatan yang digunakan untuk menambah (mengurangi) impor = ΔM/ΔY. Karena funfsi impor erupakan garis lurus. Ada faktor.faktor lain yang mempengaruhi impor. impor (M) atau ditabung (S).Gambar 2. Karena setiap tambahan pendapatan juga digunakan untuk menambah C. APM adalah proporsi pendapatan yang digunakan utuk membeli barang impor = M/Y.

negara eksporrter dan negara importer masing.masing memiliki undang. Dengan harga dianggap tetap. 1996 : 403). Selain itu ekspor suatu negara adalah impor negara lain. Nilai Tukar atau kurs Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini. ( Nopirin.Veriabel Pendukung Berdasarkan teori. Antara negara. Hal tersebut terjadi akibat semakin besarnya . Sedangkan dalam keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor 850/MPP/ Kep/10/1999 pada ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia.undang dan peraturan bea cukai yang berbeda antara satu dengan negara lain. B. dapat dijelaskan pengaruh antara variabel independent terhadap variabel denendent tersebut sebagai berikut: 1. 1997: 241). bukan pendapatan nasionalnegara tersebut. 2. Impor juga bisa dikatakan sebagai perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabeanan Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Hutabarat. ekspor tergantung dari pendapatan luar negeri. Impor Impor dapat diartikan sebagai pembelian barang dan jasadari luar negeri ke dalam negeri dengan perjanjian kerjasama antara 2 negara atau lebih. Pengertian Variabel.bergeser ke atas.teori yang ada.

Oleh karena itu upaya untuk meraih manfaat dari globalisasi ekonomi harus didahului upaya untuk menentukan kurs valuta asing pada tingkat yang menguntungkan. Pendekatan moneter menekankan bahwa kurs valuta asing sebagai harga relatif dari dua jenis mata uang. Perkembangan konsep penentuan kurs valuta asing selanjutnya adalah pendekatan moneter (monetary approach) . Penentuan kurs valuta asing menjadi pertimbangan penting bagi negara yang terlibat dalam perdagangan internasional karena kurs valuta asing berpengaruh besar terhadap biaya dan manfaat dalam perdagangan internasional atau ekspor dan impor. yaitu berlakunya teori paritas daya beli . ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran uang. Posisi penting kurs valuta asing dalam perdagangan internasional mengakibatkan berbagai konsep yang berkaitan dengan kurs valuta asing mengalami perkembangan dalam upaya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing. Konsep-konsep yang berkaitan dengan penentuan kurs valuta asing mulai mendapat perhatian besar dari ahli ekonomi terutama sejak kelahiran kurs mengambang pada tahun 1973. kemudian berkembang konsep dengan pendekatan neraca pembayaran ( balance of payment theory ). Sejak saat itu kurs valuta asing dibiarkan berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi variabel-variabel yang mempengaruhinya.volume dan keanekaragaman barang dan jasa yang akan diperdagangkan di negara lain. Pendekatan moneter mempunyai dua anggapan pokok . Konsep penentuan kurs diawali dengan konsep Purchasing Power Parity (PPP).

0125) tapi dalam perhitungan yang biasa digunakan nilai tukar yen terhadap rupiah menggunakan 100 yen dalam satuan rupiah.. Sedangkan depresiasi adalah suatu penurunan nilai mata uang asing yang dihitung oleh jumlah mata uang asing yang dapat dibelinya. Maret : 2002) Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang domestik (Salvatore. Nilai tukar dapat dinyatakan dalam dua cara.dan adanya teori permintaan uang yang stabil dari sejumlah variabel ekonomi agregate. 2003:221-222) membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. Apresiasi adalah suatu peningkatan nilai tukar mata uang yang dihitung oleh jumlah mata uang yang dihitung oleh asing yang dibelinya. Perubahan nilai tukar dibedakan menjadi apresiasi dan depresiasi.1997:49). Hal tersebut berarti model pendekatan moneter terhadap kurs valuta asingdapat ditentukan dengan mengembangkan model permintaan uang dan model paritas daya beli. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara ke negara lain. (Sri Isnowati dalam jurnal bisnis dan ekonomi. Jika nilai tukar . Sedangkan nilai tukar riil (real exchange raet) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain. Jika nilai tukar yen terhadapa rupiah adalah 1 yen = Rp 80 berarti kurs rupiah terhadap yen adalah Rp 1 = 1/80 yen (0. Sedangkan (Mankiw.

Jika nilai tukar berubah sedemikian rupa sehingga 1 yen hanya bisa membeli lebih sedikit mata uang mengalami apresiasi. dikatakan bahwa mata uang itu menguat karena dapat membeli labih banyak uang asing. Sehingga kita dapat mengiktisarkan perhitungan nilai tukar dengan rumus : Nilai tukar riil (e x p )/ p* Di mana : (mankiw 2003:22-223) e = Nilai tukar nominal (yen terhadap rupiah) p = indek harga untuk harga.ubah sesuai dengan perubahan permintaan dan penawaran. Apabila transaksi jual beli valuta asing dapat dilakukan secara bebas di pasar. maka kurs ini hanya akan .harga di dalam negeri (Cina) p* = indek harga untuk harga.harga barang dari kedua negara yang diukur dalam mata uang lokal.harga di luar negeri (Indonesia) Sifat kurs valuta asing sangat tergantung dari sifat pasar. perubahan ini disebut apresiasi yen. Menurut Menkiw nilai tukar riil tergantung pada nilai tukar nominal dan harga. 2003: 220-221).berubah sehingga 1 yen dapat membeli lebih banyak mata uang . Demikian pula ketika suatu mata uang mengalami depresiasi dikatakan bahwa mata uang tersebut melemah (Mankiw. tetapi tidak mempengaruhi transaksi swasta. Apabila pemerintah menjalankan kebijakan stabilitas kurs. maka kurs valas akan berubah.

Faktorfaktor yang berasal baik dalam atau luar negeri termasuk pendapatan impor periode lalu. Kurs valas akan turun (harga mata uang sendiri naik). hadga dan tingkat bunga juga akan berpengaruh terhadap valuta asing. Macam. Faktor psikologi juga dapat mempengaruhi pergeseran permintaan dan penawaran.1997: 147) a. perubahan kurs terganutng pada beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan. . Sistem kurs yang berubah. Akibatnya kurs valuta asing akan naik (terdepresiasi mata uang sendiri). Kurs valas akan cenderung naik (harga mata uang sendiri turun).batas ini dapat di ubah dari waktu ke waktu.ubah di dalam batas yang kecil.macam kurs sendiri dibedakan menjadi (Nopirin. kenaikan pendapatan dan harga ini akan menyebabkan impor naik dan berarti akan meningkatkan permintaan valuta asing.ubah Dalam pasar bebas. Semua kegiatan ekonomi dan pemerintah (fiscal dan moneter) yang mempengaruhi pendapatan. Kebijakan permerintah (kenaikan pengeluaran misalnya) akan menaikkan pendapatan dan harga. Di samping faktr ekonomi yang dapat menpengarui perubahan kurs valas aka naik. meskipun batas. Faktor valuta asing merupakan debit dalam neraca pembayaran internasional. tingkat bunga dan harga akan mempengaruhi penawaran dan permintaan kurs valas. kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderung menarik modal masuk dalam negeri. Inflasi akan menyebabkan kurs valas naik.berubah.

tujuan sesuai dengan program pemerintah.b. Antara tahun 1971 hingga 1978 dianut sistem tukar tetap ( fixed exchange rate) dimana nilai rupiah secara langsung dikaitkan dengan dollar Amerika Serikat ( USD). ada tiga sistem yang digunakan dalam kebijakan nilai tukar rupiah sejak tahun 1971 hingga sekarang. c. yaitu digunakan untuk tujuan. Alokasi biasanya digunakan dengan lisensi impor Di Indonesia . Pengawasan devisa (Exchange Control) Dalam system ini pemerintah memonopoli seluruh system transaksi valuta asing tujuannya adalah untuk mencegah adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresiasi dari negara lain. Sejak 15 November 1978 sistem nilai tukar diubah menjadi mengambang terkendali ( managed floating exchange rate) dimana nilai rupiah tidak lagi . Pada dasarnya kurs yang stabil bisa timbul kaena pemerintah menyediakan dana untuk stabilisasi kurs (stabilization funds) dan suatu negara menggunakan system standar emas. terutama dalam hal negara tersebut menghadapi keterbatasan cadangan valuta asing dibanding dengan permintannya. Sistem Kurs Stabil System kurs bebas sering menimbulkan adanya tindakan spekulasi sebagai akibat dari ketridaktentuan di dalam kurs baluta asing karena itu banyak negara yang kemudian menjalankan politik untuk menstabilan kurs. Untuk itu pemerintah perlu mengalokasikan di dalam penggunannya.

Harga/ kurs keseimbangan adalah kurs di mana jumlah yang diminta sama dengan yang ditawarkan. Maksud dari sistem nilai tukar tersebut adalah bahwa meskipun diarahkan ke sistem nilai tukar mengambang namun tetap menitikberatkan unsur pengendalian. Jumlah suatu mata uang asing yang diminta untuk membayar impor mempunyai hubungan yang berbalikan dengan tingkat kurs. Kemungkinannya adalah Bank Indonesia akan tetap mempertahankan managed floating dengan melakukan intervensi secara berkala. selektif . Dengan mengamati segala dampak dari sistem free floating serta dikaitkan dengan kondisi/struktur perekonomian Indonesia selama ini nampaknya purely free floating sulit untuk dilakukan. Namun demikian cukup sulit menjawab apakah nilai tukar rupiah sepenuhnya dilepas ke pasar ( free floating) atau masih akan dilakukan intervensi oleh Bank Indonesia. dan pada timing yang tepat. Kurva penawaran valuta asing dapat diperoleh dengan menunjukkan masingmasing barang ekspor. dimana jika sebelumnya Bank Indonesia menggunakan band sebagai guidance atas pergerakan nilai tukar maka sejak saat itu tidak ada lagi band sebagai acuan nilai tukar. namun terhadap sekeranjang valuta partner dagang utama.semata-mata dikaitkan dengan USD. . jumlah yang ditawarkan dalam negeri serta jumlah yang diminta dan ditawarkan di dalam negeri serta kelebihan penawaran. Kemudian terjadi perubahan mendasar dalam kebijakan mengambang terkendali terjadi pada tanggal 14 Agustus 1997.

PDB berbeda dengan PNB karena memasukkan variabel produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Apresiasi akan menyebabkan dampak yang sebaliknya. impor menjadi murah (Krugman dan Obsfeld.Makin tinggi tingkat pertumbuhan pendapatan (relative terhadap negara lain) makin besar kemungkinan untuk impor yang berarti makin besar pula permintaan akan valuta asing. 1997 : 147-148) Nilai tukar riil sangat penting dalam perdagangan internasional karena nilai tukar riil adalah penentuan utama dari beberapa banyak suatu negara mengekspor dan mengimpor (Mankiw. Kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderugn menarik modal masuk dari luar negeri (Nopirin. 2003: 223). harga produk negara itu bagi pihak lain menjadi mahal. PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. Produk Domestik Bruto Produk Domestik Bruto (gross domestic product/ GDP) adalah nilai dari semua barang dan jasa yang di produksi di suatu negara selama kurun waktu tertentu (Mankiw. Mata uang suatu negara depresiasi. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya pertahun). 3. akan menyebabkan impor naik dan ekspor turun yang akan menyebabkan kurs valuta asing naik. 2003:7). maka ekspor akan menjadi murah dan impor menjari mahal. Sehingga PDB hanya menghitung total . Kurs valuta asing cenderung naik (harga mata uang sendiri turun) demikian juga inflasi. 92 : 44).

PDB merupakan output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam perekonomian saja . (3) industri pengolahan. PDB sendiri dapat dihitung atau diukur dengan menggunakan 3 pendekatan yaitu : (Dumairy.harga mengalami kenaikan.pendapatan dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam atau luar negeri.rata dalam suatu perekonomian. (2) pertambangan dan penggalian. (4) listrik. Namun ada perbedaan penting yang menyebabkan angka kedua ukuran ini seringkali berbeda. PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. gas . Pendekatan produksi.unit tersebut dikelompokkan menjadi sebelas sektor atau lapangan usaha yaitu (1) pertanian. Unit. GDP deflaktor adalah ukuran tingkat harga yang dihitung sebagai rasio GDP nominal terhadap GDP riil di kali dengan 100. Biasanya gambaran yang dikemukakan oleh kedua ukuran statistic tersebut kurang lebih sama. Para ekonom dan pembuat kebijakan senantiasa memantau deflaktor GDP dan indeks harga konsumen untuk mengukur seberapa cepat harga. 1996: 38) a. Menurut Mankiw (2003:39) untuk menghitung keseluruhan tingkat harga kita dapat menggunakan deflaktor GDP dan indek harga konsumne (consumer price/CPI). Deflaktor GDP merupakan salah satu ukuran pokok yang dipakai para ekonom untuk memantau tingkat harga rata.

jasa. (9) sewa rumah. PDB adalah jumlah seluruh kopmponen permintaan akhir yang meliputi pengeluaran konsumsi rumah tangga dan swasta. Atau pendekatan ini dapt dirumuskan : PDB = C + I + G + (X-M) Ada dua macam perhitungan dalam menganalisa besaran PDB yaitu : a. (8) bank dan lembaga keuangan lainnya. PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor. (10) pemerintahan. (11) jasa. (7) pengangkutan dan komunikasi. pengeluaran pemerintah serta perdagangan internasional.faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. pengeluaran investasi. PDB ini menggambarkan nilai tambah barang atau jasa dengan menggunakan harga pasar yang berlaku pada periode tersebut. PDB atas harga berlaku (PDB nominal) PDB atas dasar harga berlaku merujuk pada nilai PDB tanpa memperhitungkan pengaruh harga. Berdasarkan perkembangannya. b. baik ditinjau dari sisi produksi (industrialisasi). Pendekatan pengeluaran. dan ekspor neto.dna air minum. (5) bangunan. pengeluaran konsumsi rumah tangga. . Pendekatan pendapatan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : PDB = sewa + upah + bunga modal + laba c. pengeluaran pemerintah. (6) perdagangan. PDB harga berlaku ini proses transformasi structural. Pendekatan pendapatan.

Metode deflasi. yaitu dengan cara memperbarui nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi atau tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya. yaitu dengan cara menilai produksi masing. PDB senantiasa lebih besar dari PNB.barang dari luar negeri.barang domestic mampu bersaing dengan barang.masing tahun dengan menggunakan harga tahun tertentu yang dijadikan tahun dasar. Sedangkan metode untuk mengubah PDB harga berlaku menjadi PDB harga konstan dapat menggunakan 3 perhitungan yaitu : (Dumairy 1996 : 39) a. c. Tahun dasar digunakan peretama kali tahun1960 kemudian diubah menjadai 1973. Metode ekstrapolasi. 1993 dan yang sekarang yang digunakan adalah tahun dasar 2000. Dalam negara berkembang. yaitu dengan membagi PDB harga berlaku dengan indeks harga relative yang sesuai (indeks harga x 1/100). Besarnya impor yang dilakukan suatu negara dengan negara lain ditentukan oleh sampai di mana kesanggupan barang. Metode Revaluasi.b. PDB harga constant PDB ini mengoreksi PDB harga berlaku dengan memasukkan pengaruh harga. Hal ini dikarenakan nilai produk orang asing di Indonesia lebih besar dri nilai produk orang Indonesia di luar negeri. PDB ini menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga berlaku pada tahun dasar. b. Apabila barang . 1983.

bahwa besarnya impor lebih dipengaruhi oleh besarnya pendapatan nasional daripada oleh kemampuan barang. maka akan terdapat kecenderungan suatu negara tersebut untuk mengimpor. Ini berarti.faktor produksi (sewa. Parameter ketergantungan impor terhadap pendapatan adalah kecenderungan marginal mengimpor (Marginal propensity to import) yang merupakan nisbah perubahan nilai impor terhadap pendapatan nasional riil (dengan harga constant) yang menyebabkan perubahan terhadap impor (Lindert dan Kindenberger 1995: 465.2 Hubungan antara impor dan pendapatan nasional Sumber : Sadono Sukirno. bunga. Akan tetapi kecenderungan itu masih tergantung kesanggupan penduduk negara tersebut untuk membayar impor.dari luar negeri memiliki harga yang lebih rendah. mutu yang lebih baik daripada barang dalam negeri. upah.466). dan modal) menegaskan bahwa variabel PDB adalah variabel yang mempengaruhi permintaan impor. yaitu dengan menjumlahkan balas jasa yang diterima oleh faktor. .barang luar negeri untuk bersaing dalam dengan produksi dalam negeri. Gambar 2. 2002: 384 PDB dengan perhitungan pendekatan pendapatan.

sering terjadi pemerintah negara yang bersangkutan akhirnya terpaksa melakukan devaluasi (Dumairy. Tahun 1998 cadangan devisa Indonesia mencapai 23. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan.4. Apabila telah demikian keadaannya. Makin menipisnya cadangan devisa juga merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat kerentanan ekonomi Indonesia yaitu makin memperburuk kondisi perekonomian nasional. Apabila posisi cadangan devisa itu terus menipis dan semakin menipis. akan tetapi akibat krisis . Tipisnya persediaan valuta asing suatu negara dapat menimbulkan kesulitan ekonomi bagi negara yang bersangkutan. Kurs mata uangnya di pasar valuta asing akan mengalami depresiasi. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. Bukan saja negara tersebut akan kesulitan mengimpor barang-barang yang dibutuhkannya dari luar negeri. Cadangan Devisa Cadangan Devisa (Foreign Reserve Currencies ) yaitu stok emas dan mata uang asing yang dimiliki yang sewaktu-waku digunakan untuk transaksi atau pembayaran internasiona. 1996: 107). tetapi juga memerosotkan kredibilitas mata uangnya. Cadangan devisa juga bisa diarrtikan sebagai sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Central yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.90 triliun rupiah. maka dapat terjadi rush terhadap valuta asing di dalam negeri.

01 milyar dollar AS (Tulus T. Sedangkan country foreign exchange rate adalah cadangan devisa yang dimiliki oleh badan. cadangan devisa digolongkan menjadi dua yaitu Official exchange rate dan Countri foreign exchange rate yang masing. hingga bulan September 1999 berkisar 16.2000:152-153). Cadangan devisa berasal dari 2 sumber yaitu ekspor bersih atau neraca modal. 1997 : 107). Selain itu devisa juga digunakan untuk membayar hutang (Paul R. Posisi cadangan devisa suatu negara biasanya dinyatakan aman jika mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu setidaknya 3 bulan. maka dikatakan rawan (Dumairy.ekonomi jumlah tersebut merosot. Jika devisa yang dimiliki tidak cukup untuk kebutuhan 3 bulan impor. perorangan.H. lembaga terutama lembaga keuangan nasional. Yang pertama adalah official exchange rate merupakan cadangan devisa yang dimiliki oleh suatu negara yang dikelola oleh BI sesuai tugas Undang. Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga terus menerus dalam tingkat harga suatu perekonomian akibat kenaikan permintaan agregat atau penurunan . Dari kedua sumber itu yang paling diandalkan adalah pendapatan dari kegiatan ekspor.13 tahun 1968.masing memiliki cakupan yang berbeda. Krugman & Maurice Obstfeld 1992 :44) 5.Undang No. Besar kecilnya cadangan devisa tergantung pada neraca pembayaran. Dalam perkembangannya. Tambunan.beda.

misalnya. 200: 133). Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat. 2002 : 303) a. musiman.barang lain. Keniakan harga semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau penyakit ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan untuk mengulanginya.harga karena. Sedangkan menurut Sadono Sukirno ( 2002 : 360) inflasi adalah kecenderungan dari harga. menjelang hari. inflasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : (Sadono Sukirno. Syarat adanya kecenderungan menaik yang terus menerus juga diingat.permintaan agregat (Mc Eachern.hari besar. atau yang terjadi sekali saja (dan tidak memiliki pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi. kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang. Masalah kekurangan barang akan berlaku dan ini akan mendorong kepada kenaikan harga-harga. . Berdasarkan fktor yang menimbulkannya.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga. Inflasi tarikan permintaan Inflasi tarikan permintaan terjadi karena sector perusahaan tidak mampu dengan cepat malayani permintaan masyarakat yang wujud dalam pasaran. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi.

Inflasi juga dapat terjadi sebagai akibat dari kenaikan harga. mengurangi ekspor dan menaikkan impor. 2002 : 16) . Di lain pihak kenaikan harga.harga barang yang diimpor. Pertambahan biaya produksi akan mendorog perusahaanperusahaan menikkan harga walaupun mereka akan menanggung resiko akan menghadapi pengurangan dalam permintaan barangbarang yang diproduksinya. mengurangi ekspor dan mengurangi impor. Selai itu prospek pembangunan jangka panjang merupakan bagian penting dari kegiatan ekonpmi suatu negara.harga dalam perekonomian karena adanya kenaikan biaya produksi. Di lain pihak ekspor negara itu akan bertambah mahal dan ini akan mengurangi permintaan dan selanjutnya akan menurunkan valuta asing (Sadono Sukirno. Berlakunya keadaan inflasi di suatu negara dapat menurunkan nilai mata uang. Kecenderungan ini akan memperlambat pertumbuhan perekonomian (Sadono Sukirno.harga tersebut akan menyebabkan penduduk negara itu akan mengimpor dari negara lain. Inflasi yang bertambah serius akan mengurangi investasi yang produktif. (Pery Wijaya. 2002:363).b. Inflasi Desakan Biaya Inflasi desakan biaya adalah inflasi karena masalah kenaikan harga. Inflasi yang tinggi juga dapat mengakibatkan menurunnya investasi yang produktif. Inflasi akan terus bertambah cepat apabila tidak diatasi. 2004:34).

2. Hasil Penelitian Terdahulu 1. Alat analisis yagn digunakan adalah OLS. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan cadangan devisa terhadap permintaan impor jangka pendek dan jangka panjang. penanaman modal asing (PMA). 2002 : 308) C.Inflasi juga menyebabkan harga barang impor menjadi lebih murah daripada barang yang dihasilkan dalam negeri. Penelitian Sigit Yuniyanto (2003) yang menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB).PAM Double log. nilai kurs rupiah. Sedangkan cadangan devisa memiliki pengeruh yang positif terhadap permintaan impor dalam jangka pendek dan jangka panjang. terhadap permintaan impor Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. dalam jangka pendek. Penelitian Handayani (2003) yang meneliti pengaruh kurs yen. Kurs rupiah memiliki pengaruh yang negative terhadap permintaan impor Indonesia. Maka pada umumnya inflasi akan menyebabkan impor berkembang lebih cepat dibandingkan dengan ekspor (sadono Sukirno. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut adalah ada pengaruh positif antara PDB. rasio indek harga konsumen terhadap impor Indonesia dari Jepang dengan model regresi OLS linear berganda. PDB riil. Selain itu PMA dan PMDN juga memiliki pengaruh yang positif terhadap permintaan impor Indonesia. .

1. .4 Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa PDB tidak signifikan. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan metode ECM dengan menggunakan uji MWD dan OLS dengan hasil dari penelitian ini bahwa faktor PDB riil. Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran digunakan untuk menunjukkan arah penyusunan penelitian dan mempermudah dalam menganalisa masalah yang dihadapi. Penelitian Cessilia Dupi Sarawati tahun 2007 yaitu mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi impor non migas Indonesia dari Jepang. Penelitian Dani Rustyaningsih tahun 2003 yaitu mengenai Analisa FaktorFaktor yang mempengeruhi permintaan impor barang konsumsi di Indonesia tahun 1990. nilai tukar rupiah terhadap dolar dan cadangan devisa berpengaruh dignifikant terhadap impor non migas Indonesia dari Jepang. 4. D.2003. sedangkan impor periode sebelumnya dan kurs berpengaruh signifikan terhadap impor barang konsumsi di Indonesia. Dari rasio indeks harga berpengaruh negative dan signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Jepang. Sedangkan PDB riil berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikan 5% terhadap permintaan impor Indonesia dari Jepang.Hasil estimasi tersebut menunjukkan bahwa nilai kurs yen berpengaruh terhadap permintaan impor dari Jepang. 3.

harga secara terus menerus. harus memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi perdagangan diantaranya yaitu kurs. Inflasi menyebabkan naiknya harga impor menjadi lebih murah dibandingkan dengan harga barang domestik. US$ merupakan salah satu mata uang yang digunakan dalam perdagangan internasional. dan cadangan devisa. PDB sebagian besar dialokasikan untuk belanja barang modal dan bahan baku industri yang sebagian besar digunakan untuk belanja barang impor. Kurs biasanya diukur dengan perbandingan terhadap mata uang asing. PDB. Skema Kerangka Pemikiran . PDB harga konstan merupakan hasil produksi yang didapat dari semua faktor produksi baik dari faktor dalam negeri atau dari faktor luar negeri dalam satu tahun. Maka secara sistematis kerangka pemikiran dapat digambrkan sebagai berikut : Gambar 2.maka diperlukan suatu kerangka pemikiran yang akan memberikan gambaran tahap-tahap penelitian untuk mencapai suatu kesimpulan.3. Sedangkan cadangan devisa suatu negara dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor suatu negara dalam jangka waktu minimal 3 bulan. Dalam memenuhi pencapaian tujuan dari perdagangan internasional. Inflasi merupakan kenaikkan harga. inflasi.

Dari permasalahan di atas dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut : 1. Diduga nilai kurs US$ terhadap Rupiah berpengaruh signifikant terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. . Diduga bahwa PDB Indonesia berpengaruh signifikan terhadap permintaan barang. 4.barang impor yang berasal dari Amerika Serikat. Diduga besarnya cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Hipotesa Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan. 2..E. Diduga tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. 3.

Dalam penelitian ini ruang lingkup penelitian adalah permintaan barangbarang impor yang berasal dari Amerika Serikat. Jenis Dan Sumber Data 1.BAB III Metode Penelitian A. tingkat inflasi dan cadangan devisa.data pendukung dari buku ataupun yang berasal dari internet. B. Sumber Data Sumber data berasal dari Bank Indonesia. Variabel Penelitian 1. . Ruang Lingkup Untuk membatasi meluasnya ruang lingkup yang dijadikan objek penalitian. kurs Rupiah Terhadap USD. maka perlu diadakan penyempitan ruang lingkup penelitian. mengenai jumlah impor Indonesia dari Amerika. 2. C. PDB riil. Impor sebagai variabel dependent Impor adalah pengiriman barang dagangan dari luar negeri ke pelabuhan di suatu wilayah Republik Indonesia kecuali wilayah bebas . Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta dan data. Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data time series dari tahun 1985 sampai 2009.

Dalam keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor 850/MPP/ Kep/10/1999 pada ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia. Nilai Tukar atau Kurs Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang domestik (Salvatore.negara eksportir dan negara importer masing. 2003:7). b. Antara negara. Parameter ketergantungan impor terhadap pendapatan adalah kecenderungan manajerial marginal mengimpor (Marginal propensity to import) yang . Sedangkan nilai tukar riil (real exchange raet) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain..1994:49).undang dan peraturan bea cukai yang berbeda antara satu dengan negara lain. yang bersifat komersial maupunyang bukan komersial. 2.yang dianggap luar negeri. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara ke negara lai. Sedangkan (Mankiw. Variabel Independent meliputi : a. 2003:221-222) membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil.masing memiliki undang. PDB harga Konstant Produk Domestik Bruto (gross domestic product/ GDP) adalah nilai dari semua barang dan jasa yang di produksi di suatu negara selama kurun waktu tertentu (Mankiw.

Cadangan Devisa Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Sentral yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. musiman. Keniakan harga semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau penyakit ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan untuk mengulanginya. atau yang terjadi sekali saja (dan tidak memiliki pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi. Kenaikan harga. misalnya. kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang. 1997 : 67). Syarat adanya kecenderungan menaik yang terus menerus juga diingat.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus.hari besar.barang lain.harga karena. . Inflasi Inflasi adalah kecenderungan dari harga. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan (Dumairy. c.merupakan nisbah perubahan nilai impor terhadap pendapatan nasional riil (dengan harga constant) yang menyebabkan perubahan terhadap import. menjelang hari. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi. d.

Pengolahan data dengen menggunakan Eviews 4. PDB harga konstant.0. Bentuk dari analisis regresi linear berganda dalam persamaan ini ditulis dengan rumus : Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + ei Dimana : Y = Permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat β0 = Konstanta X1 = Kurs Rupiah terhadap USD X2 = PDB harga konstant X3 = Inflasi X4 = Cadangan Devisa ei = Varibel Pengganggu Metode yang digunakan untuk mengestimasi parameter-parameter dalam fungsi regresi linier berganda di atas adalah metode kuadrat terkecil . 2003 : 42) Analisis ini berfungsi untuk mengetahui apakah faktor-faktor kurs rupiah terhadap USD. Dalam penelitian ekonomi terdapat dua model analisis yaitu model linier berganda. Metode Analisa Data Teknis analisis dasar dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda . yaitu suatu model yang menyatakan suatu hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dalam persamaan matematik (Insukindro. inflasi berpengaruh dan cadangan devisa terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel tersebut.D.

2003: 47): 1.mata dalam besaran yang bisa diamati. 3. Sedangkan cirri. Mekanisme perhitungan OLS secara sederhana dapat dimengerti. 5. 2. . 4. Prosedur perhitungan dari OLS sangat sederhana dibandingkan dengan metode ekometrika yang lainnya serta kebutuhan data tidak berlebihan. OLS merupakan komponen vital bagi banyak teknik ekonometrika.(Ordinary Least Square) atau biasa disebut juga dengan Clasic Least Square (CLS). Estimasi parameter yang diperloeh dengan menggunakan OLS mempunyai beberapa cirri optimal. Penaksiran dinyatakan semata. 3. Parametr-parameternya adalah tidak bias. yaitu besaran sampel. artinya semakin besar sampel yang diambil maka penaksir parameter semakin mendekati nilai parameter yang sebenarnya. Parameter-parameternya mempunyai varian yang minimum Beberapa alasan yang mendasari mengapa digunakan OLS adalah (Siti Aisyah. 2007: 47) : 1. artinya semua parameter dalam fungsi regresi adalah linier 2. Linier. hasil yang diperoleh dengan OLS adalah BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) atau lebih jelasnya adalah (Gujarati.ciri penaksiran OLS adalah : 1. Bila asumsi-asumsi linier klasik dipenuhi. OLS dapat digunakan dalam range hubungan ekonomi yang luas dengan tingkat ketepatan yang memuaskan.

Nilai residual ei tidak berkorelasi dengan nilai estimasi Yi . Garis regresi yang diperoleh mempunyai sifat.sifat sebagai berikut : a. .rata sampel Y dan X yang dibuktikan oleh y = b0 .rata residual. masih perlu dipertanyakan apakah bersifat signifikan atau tidak. 3. Garis regresi tadi melalui rata. Uji Statistik Uji statistik berguna untuk menguji hipotesis yang diujikan dalam penelitian yaitu dapat diterima atau ditolak berdasarkan dari analisis. Nilai residual ei tidak berkorelasi dengan X1.2. maka garis regresi sampel dapat dengan mudah diperoleh. Uji signifikansi åe X i i = 0.b1 X ˆ b.Y .rata Y yang diestimasi Y = Y adalah sama dengan nilai rata- rata Y yang sebenarnya karena Y = Y . yaitu 1. Uji t (Uji secara individu) Parameter yang diperoleh dalam estimasi OLS. Adapun uji statistik sebagai berikut a. Nilai rata.X) = 0 c. Penaksiran merupakan penaksiran titik yaitu dengan sampel tertentu tiap penaksiran akan memberikan satu nilai (titik) tunggal parameter populasi yang relevan. Sekali estimasi kuadrat terkecil diperoleh dari data yang dimiliki. di mana dalam kenyataannya dilai å(X i . ei = 0 d. Nilai rata. e.

2) Jika t hitung < t table maka Ho diterima dan Ha ditolak. Cara lain untuk menguji signifikan tidaknya koefisien regresi adalah dengan melihat probabilitasnya. yang berarti variabel independent tersebut secara nyata mempengeruhi variabel dependent. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: H0 : β1= 0 H0 : β1 ≠ 0 T hitung = Di mana : T hitung = b se(b2 ) b se(b2 ) β1= koefisien regresi SE = Standart error koefisien regresi Dengan kriteria pengujian : 1) Jika t hitung > t table maka Ho ditolak dan Ha diterima. yang berarti variabel independent tidak secara nyata mempengaruhi variabel dependen. jika nilai probabilitasnya: . 2003 : 129) Pengujian yang dilakukan untuk menguji signifikansi masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen (uji sendirisendiri semua koefisien regresi).dimaksudkan untuk mengverifikasi kebenaran atau kesalahan hipotesis nol yang dibuat (Gujarati.

(b) < 0. n = jumlah sampel (observasi). Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semua koefisien regresi secara bersama-sama tidak signifikan pada tingkat a=5%. 2) Ha : β1 ¹ β2 ¹ β3 ¹ β4 ¹ 0 à ada pengaruh yang signifikan antara besarnya modal. b. pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pengusaha mebel.15 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 15%. k = jumlah variabel bebas. 3) Tingkat Signifikan F tabel = F (a. Uji F (Uji secara bersama-sama) Digunakan untuk menguji signifikansi variabel independen secara bersama-sama. (n-k).05 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 5%. Dengan krieteria pengujian: F hitung < F tabel. (c) 0. maka Ha ditolak. Langkah-langkah yang dilakukan dengan ketentuan antara lain: 1) Ho : β1 = β2 = β3 = β4 = 0 à tidak ada pengaruh yang signifikan antara besarnya modal.(k-1)) di mana a = derajat signifikansi (5%). tenaga kerja. tenaga kerja.10 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 10%. Ho diterima. pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pengusaha mebel.(a) < 0. .

Ha diterima. c. Langkah. jika nilainya sebesar 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas adalah dengan menggunakan pendekatan korelasi parsial.F hitung > F tabel.0. Hal ini dapat dikatakan bahwa koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada tingkat a. 2. Pengujian koefisien determinasi ( R2 ) Pengujian ini digunakan untuk mengetahui berapa % variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi variabel independent. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat koefisien R2 dengan kriteria pengujian 0 ≤ R2 ≤ 1 dimana nilai R2 antara 0 dan 1 . Jika nilai R2 sebesar 1 berarti hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen bersifat sempurna. dan R2 akan selalu positif. Uji Asumsi Klasik a. Jika dalam model terdapat multikolinearitas maka model tersebut memiliki kesalahan standar yang besar sehingga koefisien tidak dapat ditaksir dengan ketepatan tinggi . maka Ho itolak.langkah untuk menetapkan metode ini adalah : . Uji Multikolinearitas Ada hubungan antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dalam model regresi. dengan bantuan program Eviews 4.

Dalam program E-Views. b. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas terjadi jika gangguan muncul dalam fungsi regresi yang mempunyai varian yang tidak sama sehingga penaksir OLS tidak efisien baik dalam sempel kecil maupun besar ( tapi masih tetap tidak bias dan konsisten). 3) Pedoman yang digunakan jika nilai R2 lebih tinggi dari R2 pada regresi antar variabel bebas.langkah dalam pengujian White adalah : 1) Lakukan estimasi model awal QUICK ESTIMATE EQUATION EQUATION SPECIFICATION Y C X1 X2 X3 X4 OK 2) Dari tampilan equation . R2 yang dihasilkan adalah R2a (R2 regresi asal). Hasil estimasi regresi parsial dengan besaran R2. ada dua versi uji White yaitu White Hetereoscedasticity (no cross term) dan White Heterroscedacity. Langkah. 2) Lakukan regresi antar veriabel bebas. Salah satu cara untuk mendeteksi masalah heteroskedastisitas adalah dengan uji White. maka dalam model empirik tidak terdapat adanya multikolinearitas dan sebaliknya.1) Lakukan estimasi regresi awal.

1 Durbin-Watson Test Hipotesis. Ho adalah dua ujungnya tidak ada serial autokorelasi baik positif maupun negatif. é1 . Jika nilai OBS*R2 < X2 maka tidak signifikant secara statistik.VIEW RESIRUAL TEST WHITE HETEROSCEDACITY 3) Bandingkan nilai OBS*R2 dengan X2 tebel dengan df dan α = 5%. Salah satu cara untuk menguji autokorelasi adalah dengan percobaan d (Durbin-Watson). maka : d < dl d > .å ei ei2-1 ù d = 2ê ú 2 ê å e1 ú ë û Gambar 3. Uji Autokolerasi Adalah adanya korelasi antara variabel gangguan sehingga penaksir tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun dalam sampel besar. Berarti hipotesa yang menyatakan bahwa model empirik tidak terdapat masalah heteroskedastisitas tidak ditolak.dl = menolak Ho = menolak Ho . c.

G Godfrey tahun 1978 mengembangkan pengujian autokorelasi lebih umum. VIEW RESIDUAL TEST SERIAL CORRELATION LM TEST 2 OK Kemudian akan muncul hasilnya. dengan langkah pengujian melalui Eviews 4.d< d < 4 – du dl ≤ d ≤ du atau 4 – du ≤ d ≤4 – dl = menerima Ho = pengujian tidak menyakinkan. . Breusch dan L.0 : dari equation. jika nilai probabilitas residual lebih besar dari 5 % maka dapat dinyatakan bahwa model ini lolos dari masalah autokorelasi. bandingkan nilai probabilitas (pada kotak dialog isi jumlah lag residual) residualnya dengan 5%.

. Gejolak ekonomi tersebut membuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil. Di akhir tahun 1980-an pertumbuhan Indonesia kembali membaik dan tumbuh di kisaran angka 6-7%. pertumbuhan ekonomi menjadi sangat cepat paling sedikit 5% per tahun. Pertumbuhan yang lambat ini terus berlangsung hingga tahun 1984. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 telah membawa perekonomian Indonesia pada kondisi yang sangat sulit karena beberapa indicator ekonomi mengalami gejolak yang tajam. yaitu mencapai pertumbuhan 2 digit untuk pertama kalinya pada tahun 1968. 1994 :17) Sewaktu Indonesia merilis jalan untuk terus berkembang. (Hal Hill. Inflasi naik sangat tajam dari 11. Sejak saat itu. sejalan dengan datangnya investasi minyak bumi dan gas dalam jumlah yang besar. Gambaran Umum 1. gejolak ekonomi kembali muncul pada tahun 1997-1998 dengan adanya krisis moneter. Perekonomian Indonesia Perekonomian Indonesia secara mengejutkan berhasil pulih degnan cepat dari kekacauan yang terjadi pada paruh pertama decade 1960-an. dan tetap dipertahankan hingga 1982 ketika melemahnya harga minyak dunia yang menyebabkan perekonomian turun drastis.BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A.05 % pada tahun .

79 12.16 2.48 5.4 9419 2514670. tahun 2000 sekitar .94 2062 196510.5 8.93 6. Tabel 4. BPS Surakarta Setelah mengalami kontraksi yang besar pada tahun 1998.95 5.83 1655 39008.5482 9.03 77.86 11.4 10950 4352490.48 7. Kurs Rupiah Terhadap US$ dan PDB Riil Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Inflasi (% per Kurs Rupiah PDB Riil (Milyar tahun) Terhadap US$ Rupiah) 4.63 % pada akhir tahun 1998 atau naik 602.04 6.35 9595 601568.8 9400 4923616. Belum lagi ilai tukar rupiah terhadap US$ yang melemah dari Rp 4. sejak tahun 1999 perekonomian Indonesia mengalami peningkatan tiap tahun.992 184888.67 11.24 2220 242802.97 1795 50617.63 8025 567819.6 17. Sedangkan pendapatan nasional yang didasarkan dengan PDB riil Indonesia juga mengalami penurunan dari 343409.01 7100 542728.11 6. Pada tahun 1999 ekonomi bertumbuh sekitar 0.09 Sumber : Statistik Indonesia berbagai edisi.4 Milyar Rupiah menjadi 343409.1997 menjadi 77.31 1131 38674.80 4.00 menjadi Rp 8.91 9.64 2308 262599.1 9830 2217828.05 4650 316666.1 8465 720224.1 Inflasi.00 di akhir tahun 1998.15 9.02 9.33 2.650.55 10400 625972.4.90 1650 43352.07 8.6 9020 2259434.47 2383 286483.63 9.03 8940 694534.53 1901 174215.56 5.53 %.36 10. 025.79%.64 8.47 1729 44930.4 9290 2027219.77 2110 208187.52 1.

Selama tahun 2008. terutama sampai triwulan ke III. masyarakat masih bisa menikmati bunga rendah. ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang baik. Sepanjang tahun 2008.4%.1 %. karena tidak ada perbankan Indonesia yang secara langsung terkena dampak dari krisis subprime mortgages di Amerika Serikat yang telah merugikan banyak lembaga keuangan raksasa di dunia. Keadaan ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang diperkirakan hanya tumbuh 2. ketika BI menurunkan BI rate . tahun 2001 3.66%.2% Pada awalnya krisis finansial global mulai merebak. sektor keuangan di Indonesia belum terkena dampak yang berarti. maka secara keseluruan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 masih mencapai 6. Hal ini memperlihatkan pemulihan perekonomian telah berjalan ke arah yang lebih baik. sehingga ketika pada tiga bulan terakhir tahun 2008 pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Peningkatan pertumbuhan ini memberikan harapan bagi bangsa Indonesia untuk segera keluar dari krisis ekonomi. Perekonomian global mengalami krisis financial yang disebabkan oleh krisis yang dialami Amerika Serikat yang secara tidak langsung juga berdampak kepada perekonomian Indonesia. dan 2002 sebesar 3. Setelah terjadinya krisis ekonomi Indonesia tahun 1998.4. walaupun pertumbuhan masih di bawah target yang diinginkan yaitu sebesar 4%. gejolak ekonomi kembali menghampiri Indonesia pada tahun 2008.92%.

Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan negeri pengembangan kapasitas produksi dalam memerlukan impor barang-barang modal yang belum dapat diproduksi di . inflasi bisa ditekan menjadi 11. Sedangkan pada tahun 2009 sendiri. mulai mengurangi kegiatannya termasuk mengurangi tenaga kerja karena permintaan pasar ekspor yang menurun.4 %. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 mecapai 6. ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan yang berat. Hal ini dikarenakan deflasi dalam dua bulan terakhir di kuartal akhir 2008. Perkembangan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Impor pembangunan.sampai 8%.1%. ketika harga berbagai komoditas ekspor menurun menyusul anjloknya harga minyak dunia. dan sektor konsumsi mulai melambat pertumbuhannya. Memasuki tahun 2009. Baru setelah harga minyak bumi terus melesat BI rate naik. Akibatnya Indonesia yang semula mengandalkan ekspor sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi mulai memasuki masa sulit. pertumbuhan ekonomi masih posotif dan tingkat inflasi sebesar 2. sepatu dan elektronik. Ketakutan masyarakat dunia akan terjadinya resesi telah menyebabkan menurunya permintaan terhadap berbagai produk tersebut sehingga harga terus menurun. 2.8 % atau terendah selama 10 tahun terkhir. Pertumbuhan ekonomi mengalami titik balik. Berbagai industri manufaktur terutama yang berorientasi ekspor seperti tekstil. Selama tahun 2008 ekonomi Indonesia relatif baik apabila melihat berbagai indikator ekonomi.

(Eko Atmaji dalam jurnal Analisa Impor Indonesia. nilai impor total yaitu impor barang dan jasa menunjukkan pola yang logaritmis. Secara ratarata ada delapan negara asal impor yang memilliki kontribusi (rata-rata) impor yang paling besar yaitu Jepang. Impor Indonesia yang selalu meningkat memiliki pola yang berbeda antara sebelum krisis ekonomi 1998 dengan setelah krisis ekonomi. Amerika Serikat.19% menjadi 28. dan bahan baku/penolong. setelah krisis peningkatan impor total cenderung melemah. kontribusi mereka tidaklah stabil. Singapura. Impor berdasarkan golongan barang terdiri dari barang modal. Telah terjadi perubahan struktur yang cukup signifikan sejak lima tahun terakhir.98% di tahun 2003. Perubahan lainnya adalah kontribusi negara Singapura dari 20. Korea Selatan. Perubahan paling radikal adalah kontribusi Cina yang berubah drastis sejak 1998 yaitu dari 7. Namun. dan Taiwan. Australia. Singapura.17% di tahun 1998 menjadi 44. Jerman. Amerika Serikat.91 di tahun 2003. Sebelum krisis. Korea Selatan. barang konsumsi. 2004). Cina. Namun demikian.dalam negeri perlu diimpor. Akibatnya urutan contributor terbesar menjadi berubah di tahun 2003 yaitu Jepang. Taiwan. Australia. Impor Indonesia sejak 1988 berasal dari 55 negara di seluruh dunia. Impor yang khususnya . Jerman. Cina. Di samping itu pembangunan proyek-proyek prasarana yang di perlukan untuk mendukung kapasitas produksi dalam negeri yang semakin berkembang juga memerlukan impor.

6%) terkait dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup tinggi dan meningkatnya permintaan impor bahan baku untuk kebutuhan ekspor.5 2 494. Tabel 4.1 1 871. Perkembangan impor dari Amerika Serikat dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Amerika Serikat memiliki daya tawar impor yang bagus terhadap pangsa pasar di Indonesia.6%) sehingga menempatkan Cina sebagai negara asal impor utama di Indonesia (pangsa 16.2 2007 5 910. Pertumbuhan impor pada Tw.0 1 484.2 1 194.bahan modal.0 2008 9 901.8 2005 4 623.1 1 111. BPS Surakarta Dari tabel di atas terlihat bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki daya impor ke Indonesia terbesar di kawasan Amerika.0 7 880.6 Sumber : Statistik Indonesia. barang konsumsi.0 1 111.6 4 787. Kenaikan impor tertinggi terutama berasal dari Cina (73.1 3 878.2 Total Perkembangan Impor Indonesia Dari Kawasan Amerika Tahun Total Impor dari Amerika Amerika Serikat Kanada Meksiko Lainnya 2004 3 806.9 4 056.1 2006 4 782.5 666. Sedangkan untuk Impor yang berasal dari Benua Amerika. Bahkan impor dari Amerika Serikat rata- .4 551.9 698.7 3 225.6 2 494.5%).6 1 484.6 992. dan bahan baku akan mendorong peningkatan ekspor non migas Indonesia.2 1 056.7 29.III-2008 yang masih tinggi (44. Beberapa produk ekspor masih memiliki kandungan impor yang cukup tinggi. menggeser Jepang dengan pangsa 13%.5 1 194. Perkembangan impor mencerminkan struktur produksi dalam negeri yang berkembang pesat.

776 7. Naik dan turun tidak menunjukkan angka yang significant kecuali pada tahun 1998 yang turun sebesar -19.8 2004 3225.5 1994 3587.24 % dari tahun 1997.1 1991 3396.4 Sumber : Statistik Indonesia berbagai edisi.9 2003 2694.513 -1.93 -5.1 2009 7306.535 1.333 11.9 2006 4056.68 3.737 Perkembangan impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985 sampai 2009 rata.7 1989 2217.2 2008 7880.822 3.9 1990 2520.676 0.4 1993 3254.5 2002 2639.255 -5.768 4.039 3.24 -6. Hal ini karena pada tahun 1998 perekonomian .8 1995 4755.rata relative stabil.9 1986 1482.783 5.4 2005 3878.1 1988 1735.206 4.5 2007 4787. Tabel 4.306 6.8 1997 5440.9 1992 3822.673 3.3 1999 2839 2000 3390.385 -0.4 1987 1415.307 30.549 5.9 1996 5059.022 8. BPS Surakarta Tahun -2.679 3.3 2001 3207.9 1998 3517.rata mencapai 80% dari total jumlah impor dari Indonesia yang berasal dari kawasan Amerika.3 Perkembangan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 19852009 CIF (juta US$) Import Pertumbuhan 1985 1720.811 -19.828 -5.

barang subsitusi yang berasal dari Cina. diantaranya adalah program pembangunan 1000 tower (BTS).2miliar.go. pesatnya . Indonesia mendatangkan lima jenis barang utama yaitu serat kapas.id Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Amerika Serikat merupakan negera pengimpor kapas terbesar ke Indonesia dan disusul oleh Cina. impor dari Amerika Serikat sedikit menurun sebesar -5.Indoneseia sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat besar. Tabel 4. Impor alat-alat telekomunikasi (SITC 764) pada triwulan III 2008 tumbuh sebesar 97.73 yang dikarenakan semakin pesatnya barang. Untuk barang.bi. pesawat telekomunikasi perlengkapannya.78%. Peningkatan impor peralatan telekomunikasi ini sejalan dengan kenaikan kebutuhan investasi dalam rangka pengembangan jaringan telekomunikasi. Selain itu.0% mencapai US$2.barang impor dari Amerika Serikat.4 Nilai Impor Kapas dari Beberapa Negara Asal Utama (Juta US$) Negara Asal Amerika Serikat Cina Afrika Lainnya Total 2007 121 66 51 194 432 2008 129 65 54 207 455 dan kontruksi. Sedangkan pada tahun 2009. Pada tahun 1999 perkembangan impor Indonesia dari Amerika Serikat juga masih turun dari tahun sebelumnya yaitu sebesar -6. instalasi pembangkit listrik dan Sumber : Laporan Neraca Perdagangan Indonesia dalam www.

peralatan lainnya untuk Digital Line System. 3. dan Amerika Serikat. Singapura dan Hongkong. . Hal ini membuat meningkatnya derajat ketidakpastian pada aktivitas bisnis dan ekonomi di Indonesia. Banyak faktor baik yang bersifat non ekonomi maupun ekonomi.perkembangan industri telekomunikasi turut menyumbang tingginya permintaan alat-alat tersebut. Keadaan tersebut berbeda dengan keberadaan faktor ekonomi. peralatan penerima. Faktor non ekonomi lebih sering dianggap sebagai penyebab gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar. Untuk membuktikan. yang dituduh menjadi penyebab dari bergejolaknya nilai tukar tersebut. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US$ Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika setelah diterapkannya kebijakan sistem nilai tukar mengambang bebas di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1998 telah membawa dampak dalam perkembangan perekonomian nasional baik dalam sektor moneter maupun sektor riil. bahkan mengukur seberapa besar pengaruh non ekonomi tersebut akan sangat sulit dilakukan. Sebagian besar peralatan ini diimpor dari Cina. Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menjadi sangat besar pada awal penerapan sistem tersebut. Peralatan telekomunikasi yang diimpor antara lain berupa peralatan transmisi. kabel komunikasi dan peralatan telekomunikasi lainnya. sambungan telepon & peralatan terkait.

33 -5. pendapatan nasional.75 42.885 5.992 2062 2110 2220 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 9290 9830 9020 9419 10950 9400 Pertumbuhan 31.5 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US$ Tahun 1985 sampai 2009 (Rupiah) Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Kurs 1131 1655 1650 1729 1795 1901 1. Akan tetapi pada tahun 1997.95 3. Data Diolah Dari tebel di atas.61 8.49 -8.57 4.98 -16.67 5.56 3.39 2. nilai tukar rupiah terhadap US$ megalami kenaikan atau terdepresiasi .27 4. jumlah uang beredar. Tabel 4.81 3.02 26 7.3 4.05 -13. perkembangan kurs rupiah terhadap US$ relative stabil dari tahun 1985 sampai tahun 1996.yang antara lain seperti inflasi. yang umumnya relatif dapat lebih terukur.98 4. dan posisi neraca pembayaran internasional.56 3.14 48.74 -16.23 13.48 Sumber : Statistik Indonesia Berbagai Edisi.66 -0. tingkat suku bunga.

dan selanjutnya menurun menjadi sekitar Rp8000. Perkembangan kurs suatu negara tidak terlepas Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha.dikarenakan perekonomian Indonesia pada masa itu mengalami krisis ekonomi. nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berfluktuasi. mempunyai peran penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Nilai tukar yang stabil sangat diperlukan untuk tercapainya suatu keadaan yang kondusif bagi peningkatan kegiatan usaha. Nilai tukar rupiah cenderung di atas Rp10..00.dalam bulan April hingga pertengahan Mei. Nilai tukar yang sering disebut kurs. Setelah tahun 1998.000.sejak minggu ketiga bulan Mei.00 sampai Rp 10. . Perkembangan kurs suatu negara tidak terlepas dari kebijakan yang diambil pemerintah dan juga kondisi ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri. nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berkisar antara Rp 8. Selama lima bulan pertama tahun 1998. nilai tukar rupiah ratarata mencapai sekitar Rp9200.500. Nilai tukar mata uang suatu negara mengalami apresiasi ketika nilai uangnya meningkat relatif terhadap nilai mata uang negara lain. Kecenderungan meningkatnya nilai tukar rupiah sejak bulan Mei 1998 terkait dengan kondisi sosial politik yang bergejolak.. Nilai tukar suatu negara menunjukkan harga uang negara tersebut terhadap mata negara lain. Selama triwulan pertama..500.

Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga. PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan. Pada tahun 2008. Perkembangan PDB Riil Indonesia PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). meskipun ekonomi dunia dilanda krisis financial global. Sebaliknya. Sedangkan salah satu cara untuk mengubah PDB harga berlaku ke PDB harga konstan adalah dengan teori deflasi yaitu membagi antara PDB harga berlaku tahun tertentu dibagi indeks harga lalu dikali dengan 100. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. PDB tertinggi masih dihasilkan oleh sektor industri pengolahan yaitu sebesar . PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. pada kenyataannya pendapatan nasional Indonesia masih cukup stabil bahkan pertumbuhannya masih tinggi. Hal ini karena tingkat konsumsi masyarakat juga sangat besar sehingga mendorong PDB untuk terus naik.4.

Sedangkan PDB terendah dihasilkan oleh sektor listrik.59 1.54 8.bps.48 720224.79 625972.15 184.57 64.9 5.id).36 694534.95 50617.64 43352.04 2259434.2 11.63 242802.91 5.77 5.27. gas.5 8.84 10.2 70.6 Sumber : BPS.11 2027219.02 208187.61 14.888.6 Perkembangan PDB Riil Indonesia Tahun 1985 Sampai 2009 (Milyar Rupiah) Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Total PDB 38674.78 3.82% dari total PDB (www.80 196510. Tabel 4.86 316666.3 7.03 567819.16 4923616.6 2217828.07 39008.87 3.5482 174.48 2514670.9 9. Hanya pertumbuhan yang mengalami negative hanya .215.1 42. dan air bersih yaitu hanya sebesar 0.93 286483.62 9.56 44930.53 44.go.2 -4.86 10 3.5 262599. Data Diolah Dari tebel di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi dilihat dari besarnya PDB riil dari tahun ke tahun relative menunjukkan angka yang memuaskan.09 Pertumbuhan 0.51 11.33 542728.34 9.87% dari total PDB tahun 2008.67 4352490.91 601568.

. perekonomian Indonesa sedang megnalami masa transisi setelah dilanda krisis ekonomi yang dahsyat. Perkembangan Tingkat Inflasi Dalam ekonomi. Inflasi di Indonesia sendiri juga mengalami fluktuasi. Tingkat inflasi diukur dengan perubahan dalam indeks harga konsumen. Hal ini terjadi karena pada tahun1999. Kenaikan biaya produksi dapat berasal dari kenaikan bahan baku industri. Seiring dengan membaiknya kinerja ekonomi nasional. Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998 karena pada masa itu perekonomian Indonesia sedang mengalami goncangan ekonomi dengan adanya krisis ekonomi.pada tahun 1999. perjuangan serikat buruh yang berhasil menuntut kenaikan upah dan lain-lain. Inflasi tahun 1998 mencapai 77. 5. Akan tetapi pada tahun 2000 pendapatan nasional kembali membaik dengan tumbuh sebesar 9.harga secara terus menerus. Di Indonesia inflasi yang timbul dikarena kenaikan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi akan menyebabkan produksi turun dan penawaran total (aggregate supply) berkurang yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga.78%. maka tingkat inflasi mulai turun dan pertumbuhan inflasi dapat dikendalikan. inflasi adalah meningkatnya harga. Kenaikan biaya produksi pada gilirannya akan menaikkan harga dan turunnya produksi.63 %.

37 37.44 85.19% dari 77.77 9.83 8.64 6.4 2.01 9.7 Perkembangan Inflasi Indonesia Tahun 1985 Sampai 2009 Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber : BPS.55 10.14 Dari tabel 4. .8 51.2% pada tahun 2005.tahun selajtnya relative stabil.6 7.35 -0.18 0.4 17.35 12.12 -96.94 -33.19 78.78 -62.57 -159.76 -3762.03 5.63 2.71 49.1 6.90 5.7 8.09 10.11 -92. Hanya pada tahun 2005 inflasi kembali naik dari 6.31 62.52 4.6 di atas dapat kita lihat bahwa setelah adanya krisis ekonomi tahun 1998.05 77.47 5. tingkat inflasi perlahan mulai menurun.66 20. Pada tahun 1999 pertumbuhan inflasi bahkan mencapai – 3762.53 9.51 -25.1 6.97 9.63% ke 2. Data Diolah Inflasi Perumbuhan (%) 4.Tabel 4.73 -6.43 -5.01 %.08 -307.53 41. Tingkat inflasi pada tahun.4% ke 17.31 8.81 35.94 9.24 8.47 11.4 11.5 25.

Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan.barang secara umum. Inflasi ini dikarenakan adanya krisis finansial global yang berdampak kepada perekonomian Indonesia yang menyebabkan permintaan dunia menurun. Inflasi pada tahun 2009 sebesar 2.8% atau turun -307. inflasi kembali turun dan bahkan inflasi pada tahun 2009 ini merupakan inflasi terendah selama 10 tahun terakhir. Selain itu faktor lainnya karena pemerintah tidak membuat kebijakan yang menyebabkan pricing shock seperti menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang tahun 2009. Pada tahun 2009. .rata mengalami surplus. Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Central yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.7 cadangan devisa Indonesia pada tahun 1985 sampai 2009 rata.Kenaikan inflasi ini dikarenakan naiknya harga minyak mentah dunia yang berdampak ke naiknya harga barang. 6.14% dari tahun sebelumnya. Ini mengakibatkan terjadi penurunan harga komoditas di pasaran internasional. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. Hanya pada beberapa tahun tertentu mengalami pertumbuhan yang negative seperti tahun 1997. Dari tabel 4.

70 1992 11610.11% dari tahun 1996 yaitu dari 25296 juta US$ ke 21418 juta US$.07 -4.30 1991 9867.71 2004 36320.04 2003 36295.00 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan BI.69 2006 42586.23 12.13 2008 51639.46 25.8 Cadangan Devisa Indonesia Tahun 1985 sampai 2009 (Juta US$) Tahun Cadangan Devisa Pertumbuhan (%) 1985 5846.16 7.29 25.07 7.58 -5.59 18.58 24.80 2002 32037.90 1993 18823 1994 17416 1995 18787 1996 25296 1997 21418 1998 23762 1999 27054 2000 29394 2001 28015.2 1987 6512.2 1986 5302.55 11.90 1990 8661.33 2007 56920..3 1988 6196.96 -4. Jumlah ini tidak sebanding dengan cadangan devisa .00 2009 69562.01 38.23 15.73 -18.11 5.73 0.92 12.18 -10.48 2005 34723.22 25.31 -8.11 9.25 18. Defisit cadangan devisa ini disebabkan hutang swasta Indonesia yang jatuh tempo sampai dengan akhir 1997 mencapai rekor tertinggi sebesar 34. data diolah -10.00 1989 6561.Tabal 4.86 12. pertumbuhan devisa mengalami penurunan sebesar -18.juta US$.76 Pada tahun 1997.

Selain itu intervensi Bank Indonesia pada pasar valuta asing mengakibatkan nilai IDR yang relatif stabil terhadap US$. meskipun sebagian besar sumber . Setelah itu pertumbuhan cadangan devisa mengalami pertumbuhan yang positif. Ini memaksa pemerintah mengeluarkan tambahan dana untuk mengimpor minyak mentah dengan masih pemberian subsidi ke masyarakat. Amerika Serikat umumnya digambarkan sebagai suatu ekonomi campuran. 7. produsen. cadangan devisa kembali menunjukkan pertumbuhan yang negative karena pada tahun ini terjadi krisis financial global yang melanda perekonomian internasional. Perkembangan Perekonomian Amerika Serkat Ekonomi Amerika Serikat adalah suatu sisitem pasar yang dinamis. Pada tahun 2005 dan 2008 pertumbuhan devisa Indonesia kembali negative. investor dan pemberi suara dalam pemilihan umum. ada kalanya tumpang tindih.BI pada tahun 1997 dan jumlah devisa yang dihemat karena ditundanya proyek2 besar (AS$ 4 milyar untuk tahun 1997). Sedangkan pada tahun 2008. Hal yang sama mengakibatkan menguat IDR terhadap mata uang lainnya. Hal ini menyebabkan pengurangan cadangan devisa. Pada tahun 2005 harga minyak mentah dunia naik secara drastic. dengan kata lain. terus menerus berkembang dari berbagai pilihan dan kepuasan oleh jutaan warganya yang yang memainkan peran ganda. sebagai konsumen. Berdasarkan pengalaman pada tahun 2005 dan 2008 hal tersebut mengakibatkan turunnya cadangan devisa dan pelemahan IDR yang drastis terhadap US$.

menghindari penyelewenan yang kasar. Akan tetapi pada akhirnya campur tangan pemerintah diperlukan untuk membuat peluang ekonomi di amerika Serikat ini menjadi adil dan terbuka bagi rakyat. Amerika Serikat telah mencapai sukses yang sangat besar selama hampir 250 tahun. Menurut ukuran konvensional. Meskipun ekonomi Amerika Serikat sudah mengembangkan selama bertahun. Satu diantaranya adalah perdebatan terus menerus mengenai peran pemerintah dalam ekonomi pasar. 1996 : 10) Perkawinan antara ekonomi amerika serikat dan system perdagangan bebas merupakan suatu sukses besar. bebarapa masalah tertentu tetap hadir sejak berdirinya negara ini. Dengan kurang dari 5% penduduk dunia. Ekonomi Amerika Serikat 2 kali lipat ekonomi terbesar beriktnya. produktivitas dan standar hidup Amerika Serikat masih yang tertinggi di kalangan negara industry maju dunia meskipun negara. dengan relative ketiadaan intervensi dari pemerintah.negara lain memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan Amerika Serikat. akan tetapi tetap dengan berbagai persoalan. Permasalahan yang menonjol adalah . pada awal tahun 1990-an menghasilkan sekitar 25% produk dunia. Suatu ekonomi yang berdasarkan usaha bebas umumnya bercirikan kepemilikan swasta. Jepang. membendung inflasi dan mendorong pertumbuhan.daya produktif adalah milik swasta dan pemerintah memainkan penting di pasar.tahun. (Dinas Penerangan Amerika Serikat.

1996 : 13) a.juta orang. suatu ekonomi yang memberikan manfaat kepada berjuta. Jumlah tenaga kerja. konsumen. produsen. Sedangkan Amerika Serikat beranggapan bahwa kapitalisme berarti free enterprise (usaha bebas). System ini berbeda dengan system social yang sangat berganting pada perencanaan pemerintah dan pemiikan masyarakat atas alat. dengan demikian kebutuhan akan tenaga kerja dapat diatasi.bagaimana peran pemerintah dalam mengatur perekonomian. Sistem ekonomi amerika serikat pada dasarnya adalah kepemilikan pribadi. dan pemerintah membuat keputusan setiap hari.unsur ekonomi Amerika Serikat adalah : (Kedutaan Besar Amerika Serikat. Dalam system ekonomi di Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan negara dengan system kapitalis yang diciptakan oleh Karl Mark dengan teori pemusatan penguasaan atas bagian terpenting dari ekonomi oleh sekelompok pemilik modal. Arah perdagangan luar negeri dan kebijakan global Amerika Serikat telah berubah secara drastis sejak hari. umumnya melalui sistem harga. Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk yang besar. bukan sekelompok pemilik modal saja. Amerika Serikat memiliki sumber mineral dan tanah pertanian subur dengan iklim sedang. Sedangkan unsur. Sumber daya alam Amerika Serikat.hari pertama negara ini terbentuk.alat produksi. b. ketika Amerika Serikat terutama mengupayakan pembangunan .

Bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan raksasa di AS hampir hancur. Dengan jumlah penduduk sekitar 300 juta jiwa. dan naik turunnya nilai tukar US$ mengganggu neraca perdagangan Amerika Serikat serta mengurangi dukungan negeri terhadap liberalisasi perdagangan pada tahu 1980-an. sektor kredit dan perumahan jatuh. Di penghujung 2007.ekonominya sendiri. Akan tetapi selama 1979-an dan 1980an. Amerika serikat menguasai banyak pasar ekspor di dunia setelah perang dunia II karena memiliki mesein industri yang tidak tersentuh oleh kerusakan pada periode tersebut. . tidak perduli terhadap apa yang terjadi di luar dari negara mereka. harga saham merosot tajam. ekspor negara lain lebih besar dari Amerika Serikat.2008 akibat gagalnya kredit macet (sub prime morgages).. Amerika Serikat memasuki siklus resesi. resesi dunia. Perekonomian Amerika Serikat saat ini sedang mengalami masa transisi setelah dilanda krisis financial global tahun 2007. Krisis di Amerika Serikat ini merupakan krisis terberat sejak depresi besar (great depression) tahun 1929. Guncangan harga minyak pada 1970-an. produksi AS ditaksir sekitar 28 persen GDP dunia. . Tahun 2007 yang dipicu jatuhnya harga obligasi kredit perumahan atau subprime mortgate. kesenjangan antara daya saing ekspor Amerika Serikat dengan negara lain menyempit. resesi ekonomi memburuk dan terjadi krisis di tahun 2008.

Amerika Serikat di bidang lainnya. Meskipun Indonesia tergolong negara sedang berkembang. maka tidak bisa lepas dari peran menonjol Amerika Serikat dalam Dana Moneter internasional (IMF). peran IMF dibutuhkan dalam menopang perekonomian Indonesia yang hancur. termasuk Indonesia untuk menjaga kemitraan dengan Amerika Serikat. Selain itu Indonesia . Peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat tetap menjadi prioritas utama yang selalu diupayakan Indonesia dalam hubungannya dengan pihak luar negeri. Akan tetapi peran Amerika Serikat yang menonjol tidak mengurangi makna dari hubungan Indonesia. Indonesia merupakan negara kepulauan yang amat kaya dengan sumbersumber daya alam yang tidak semua negara memiliki. Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di bidang perdagangan internasional dan investasi menjadi hal yang mendasar dan terpenting sebagai salah satu upaya membina hubungan erat dengaan Amerika Serikat. Hal ini karena Amerika Serikat menjadi negara anggota terbesar di dalam mendukung dan mendanai program IMF. Saat Indonesia mengalami krisis ekonomi. Amerika sebagai pusat dari informasi dan kemajuan teknologi dihampir semua bidang dan juga sebagai an engine of growth di Asia Pasifik menjadi pendorong bagi siapapun.8. Hubungan Indonesia Dengan Amerika Serikat Ketika menyebut hubungan Indonesia Amerika Serikat.

pesawat telekomunikasi dan bagiannya. neraca perdagangan Indonesia dengan 4 mitra dagang utama . Amerika Serikat adalah salah satu negara yang diharapakan dapat menambah devisa negara dengan cara meningkatkan ekspor ke Amerika Serikat. Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat salah satunya adalah hubungan di bidang perdagangan. pulp dan sisa. Pada waktu Indonesia mengalami krisis ekonomi 1997.sisa kertas.1998. dapat dilihat bahwa Amerika Serikat sebagai negara maju lebih siap di dalam pengadaan barangbarang berteknologi tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Untuk barang. akan tetapi Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang mempunyai hubungan perdagangan yang relative tinggi dengan Indonesia baik di bidang ekspor ataupun impor. Meskipun tak sebesar Jepang dan China. mesin bangunan dan kontruksi.barang impor dari Amerika Serikat Indonesia mendatangkan serat kapas. instalasi pembangkit listrik dan perlengkapannya. Komoditi utama ekspor utama Indonesia yang ditujukan ke Amerika Serikat antara lain kayu olahan dan hasil ikutannya. Jika dilihat dari kemampuan impor dan ekspor. Hal ini yang mampu membawa nama Indonesia ke dunia internasional sebagai salah satu daya teriknya. di mana Kalimantan Timur merupakan pintu gerbang terbesar di dalam suplai ekspornya dan diikuti Kalimantan Selatan.juga terkendal dengan Sumber Daya Manusia yang murah dan jumlah penduduk yang besar.

5 1040.3 Perubahan (%) 13. Akan tetapi kerja sama di bidang perdagangan dengan Amerika justru mengalami peningkatan.8 105.8 Tahun 1998 4823.0 3513. Diskripsi Data Dalam penelitian ini.7 2057. Data tersebut diperoleh dari Statistik .96% 54.2 12552.bps. kedudukan AS masih meningkat dari urutan ketiga sebesar 107.513. Neraca perdagangan dengan Amerika Serikat selama tahun 1998 bernilai 3.go.id 1997 4232.menunjukkan nilai surplus.1998 (Juta US$) Negara Jepang Singapura Korea Selatan Amerika Serikat Total Sumber : www.7 juta US$.9 Nilai Surplus Perdagangan Indonesia Dengan Empat Negara Utama Selama 1997.82 27.7 9137.38 -8. Padahal pada tahun 1998. Analisis Data dan Pembahasan 1.4 1707. Meskipun surplus itu sebagai hasil dari mnurunnya volume atau kemampuan impor Indonesia karena melonjaknya nilai US$ yang harus dibayarkan oleh importer Indonesia dan juga karena adanya dorongan serta kemampuan ekspor yang semakin kuat karena keuntungan besar dari perolehan devisa dolar yang menguat.0 1140. perekonomian sedang mengalami gejolak yang sangat berat bagi Indonesia. B.21 Diantara keempat mitra dagan utama Indonesia. Tabel 4.6 3175. data yang digunakan adalah time series yang menggunakan data skunder.2 jua US$ menjadi 3513.7 juta US$ tahun 1998.

serta Indonesia Dalam Angka. Nilai tukar adalah perbandingan nilai antara mata uang domestic terhadap mata uang asing. Data analisis dalam bentuk data tahunan periode 1985 sampai 2009. Analisis data yang akan dikeluarkan merupakan hasil analisis secara statistic dan ekonomi. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah nilai kurs rupiah terhadap US$ dalam ribu Rupiah pada akhir periode. . Impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabeanan Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. b. Dalam penelitian ini konsep pendapatan nasional yang digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB) / Growth Domestic Product (GDP) yang dinyatakan dalam harga constant pertahun dalam milyar rupiah. Seluruh data yang digunakan akan diolah dan dianalisis menggunakan program E-Views 4. Dalam penelitian ini inflasi dinyatakan dalam % pertahun. c.0. Dalam penelitian ini nilai impor yang digunakan adalah keseluruhan nilai impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 19892009 dengan satuan juta US$. Adapun variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a.Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Tingkat Inflasi adalah kecenderungan dari harga. Laporan Keuangan Bank Indonesia. d.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Pendapatan Nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

35 29394 625972.56 8.9 2003 2694.48 2217828.71 2027219.67 7.4 51639 4923616. PDB Harga Constant.9 2006 4056.5 1994 3587.54 5.1 34723.33 77.4 2005 3878.10 Impor Indonesia Dari Amerika Serikat.07 4.79 9.9 1992 3822.63 9.9 1996 5059.3 184888.3 44930.1 1991 3396.7 196510.15 9.83 5302.63 23762 542728.53 8661.55 28015. Cadangan devisa adalah aset finansial yang berada di bawah control otoritas moneter da tersedia untuk keperluan neraca pembayaran yang dinyatakan dalam juta US$.93 8.16 11.5 9. Cadangan Devisa Tahun Impor Indonesia dari AS (juta US$) 1985 1720.91 2. berbagai edisi . tingkat inflasi dan cadangan devisa Tabel 4.03 32037.6 42586.64 8.47 6196 50617.9 1986 1482.4 36320.31 5846.8 9. PDB riil. Kurs Rupiah Terhadap US$.7 1989 2217.2 39008.6 6.8 694534.33 2514670.4 Kurs Rupiah Terhadap US$ (Rupiah) 1131 1655 1650 1729 1795 1901 1.04 17. Variabel dependent dalam variabel ini adalah impor Indonesia dari Amerika Serikat.8 1997 5440.8 2004 3225.48 6.9 208187.3 2001 3207.1 1988 1735.69 2259434.90 6512.13 4352490.4 56920.03 11.5 2007 4787.52 9867.02 4. Sedangkan variabel independen meliputi kurs nilai tukar rupiah terhadap US$.5 2002 2639.05 21418 567819.01 27054 601568.4 1993 3254.48 10.94 11610.9 1990 2520.47 25296 316666.e.2 2008 7880.11 5. Inflasi.8 69562 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia BI dan Statistik Indonesia BPS.1 36295.992 2062 2110 2220 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 9290 9830 9020 9419 10950 9400 PDB Inflasi Cadangan Harga (% Devisa Konstant pertahun) (Juta US$) (Milyar Rupiah) 38674.97 6561.04 720224.3 1999 2839 2000 3390.64 18787 286483.1 2009 7306.86 6.95 5.8 1995 4755.9 1998 3517.4 1987 1415.77 18823 242802.24 17416 262599.2 43352.9 174215.36 12.09 2.

Metode yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil/ Ordinary Least Square (OLS) atau biasa disebut dengan Clasic Least Square (CLS) dan pengolahan data menggunakan E-Views 4. Dengan kata lain model time series mencoba melihat apa yang terjadi pada suatu kurun waktu tertentu dan menggunakan data time series masa lalu untuk memprediksi. Model OLS Untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang berupa kurs rupiah terhadap US$. maka dalam penelitian ini regresi yang digunakan adalah regresi semi log. tingkat inflasi. Sehingga persamaan regresinya adalah : LIMPORit = b 0 + b1 LKURSit + b 2 LPDBit + b 3 INFLASIit + b 4 LCADDEVit + ei .Model time series memiliki asumsi bahwa apa yang terjadi di masa depan merupakan fungsi yang terjadi di masa lalu.0. Hasil dan Analisa Data a. 2. Setelah melakukan uji MWD. PDB riil dan cadangan devisa apakah berpengaruh terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat. maka digunakan regresi linear berganda. karena variabel inflasi sudah dalam bentuk persen.

444178 0. dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic) Sumber : Hasil Pengolahan data menggunakan E.242890 2. maka di lakukan uji statistik dan uji ekonometrika sebagai berikut: b.Views 4.0042867 Inflasi + 0. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient 4.503919 logCaddev +ei Setelah diperoleh nilai dari persamaan regresi tersebut.11 Hasil Regresi Linear Double Log Dependent Variable: LIMPOR Method: Least Squares Date: 10/05/10 Time: 21:37 Sample: 1985 2009 Included observations: 25 Variable C LKURS LPDB INFLASI LCADDEV R-squared Adjusted R-squared S.228064 1.503919 0.Hasil estimasi dari persamaan dalam penelitian ini adalah : Tabel 4.780306 0.333043 -3.736367 0.557151 logKurs + 0.551694 – 0.004286 0.245889 logPDB + 0.0 Berdasarkan tabel 4. 0.058478 0.093657 0.0008 0.000002 Mean dependent var S.269021 1.75891 0.229454 t-Statistic 5.051096 1. Hasil .141615 0.003448 0.0536 0.11 di atas. Uji Statistik Setelah melakukan estimasi model menggunakan metode OLS.666773 Std.D.119882 0.2283 0.557151 0.0400 8.853489 0. maka diperoleh persamaan regresi linear sebagai berikut : Logimpor = 4. Error 0.E.245889 0.0000 0.196168 Prob.551694 -0.302253 17. maka selanjutnya akan dilakukan analisa statistic yang meliputi : 1) Uji t Uji t adalah uji secara individual semua koefisien regresi yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen.934276 2.040267 4.

0400 Sumber : Hasil Olah Data dengan E-Views 4.934276 0.0536 LInflasi 1. Kedua variabel tersebut adalah variabel kurs dan cadangan devisa yang memiliki nilai probabilitas masing-masing sebesar 0. Dari pengujian yang telah dilakukan. artinya variable independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.051096 0.0400.0 Variabel Kesimpulan Signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan signifikan Dari hasil analisis regresi linier berganda pada tabel 4. maka akan diperoleh uji t dengan α = 5% sebagai berikut : Berikut ini adalah hasil pengujian parameter individual dengan tingkat signifikasi ( = 0.0008 LPDB 2.242890 0.0008 dan 0. artinya variable independen tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.12 Ringkasan Hasil Analisis Koefisien Regresi (t-hitung) T hitung Probabilitas Lkurs -3.2283 LCadangan devisa 2. b) Jika |thitung| > |ttabel| pada tingkat signifikasi 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima.12 terlihat bahwa dari keempat variabel independen tersebut hanya dua variabel yang berpengaruh secara individu terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat.pengujian terhadap koefisien regresi masing-masing variabel bebas dengan = 5 % akan diperoleh sebagai berikut: a) Jika |thitung| < |ttabel| pada tingkat signifikasi 5% maka Ho diterima dan Ha ditolak.196168 0. Sehingga H0 ditolak .05): Tabel 4.

Nilai Apabila berkisar antara 0 sampai 1.05 yaitu sebesar 0.780306. ini menunjukan bahwa variasi variabel dependen secara bersama-sama dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen.000002. sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. Sedangkan variabel independen PDB dan inflasi masing-masing mempunyai nilai probabilitas kurang dari 0. maka variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen. 3) Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui berapa persen perubahan variasi variabel independen dapat menjelaskan perubahan variabel dependennya.12 di atas dapat dilihat nilai probabilitas untuk F statistik adalah 0. Ha diterima. Sebaliknya jika nilai mendekati angka 0. Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel 4. Dari pengujian yang telah dilakukan menghasilkan nilai sebesar 0.0536 dan 0. Sehingga Ho ditolak. mendekati angka 1. Hal ini .2283. Hal ini dapat dikatakan bahwa koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada tingkat a = 5%.dan Ha diterima. Sehingga H0 diterima dan Ha ditolak 2) Uji F Uji F adalah uji untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamasama.

780306 Kessimpulan Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada Multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Sumber : Hasil olah data dengan E-Views 4.003930 0.97% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. namun tidak ada satupun dari koefisin regresi yang signifikan secara statistik melalui uji t.13 Uji Multikolinearitas Variabel dependen Log kurs Log PDB Inflasi Log Caddev R2 0.menunjukan bahwa sebesar 78. Tabel 4. Sedangkan sisanya sebesar 21.780306 0. Gejala multikolinier adalah pada saat R2 sangat tinggi.03% variasi variabel dependen dalam hal ini impor dari Amerika Serikat dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari kurs.289379 0.599899 Tanda < < < < R2 (awal) 0.597260 0.780306 0. inflasi dan cadangan devisa.0 Dari data diatas terlihat bahwa R2 pada regresi antara variabel bebas. dengan menempatkan masing-masing variabel .780306 0. PDB riil. Uji Ekonometrika (Uji Asumsi Klasik) 1) Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah suatu keadaan dimana terdapat hubungan linier sempurna atau pasti diantara variabel-variabel bebas dalam suatu regresi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linier yang pas diantara variabel yang menjelaskan dalam model regresi ini dapat dilakukan beberapa pengujian. Uji multikolinearitas dilakukan dengan pendekatan Kautsoyiannis yang dikembangkan oleh Kautsoyiannis (1977). 6.

PDB.897101< x2 tabel 15. sehingga penaksir OLS tidak efisien baik dalam sampel kecil maupun besar (tapi masih tidak bias dan konsisten). yaitu kurs. berarti dalam model penelitian ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Adanya korelasi antara . 1995). 3) Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi diantara anggota-anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu (seperti pada data time series) atau yang tersusun dalam rangkaian ruang (Gujarati.761989 6. maka tidak signifikan. inflasi da cadangan devisa diperoleh nilai R2 lebih kecil dari R2a (regresi awal).507.640012 0. Kriteria pengujian adalah dengan membandingkan nilai Obs*R squared < x2 tabel. Tabel 4. 2) Uji Heteroskedasitas Heteroskedastisitas muncul dalam fungsi regresi dengan varian yang tidak sama. Pengujian terhadap ada tidaknya heteroskedastisitas dalam model empirik di lakukan dengan uji LM ARC.897101 Probability Probability 0.14 Uji Heteroskedastisitas White Heteroskedasticity Test: F-statistic Obs*R-squared 0.547774 Sumber : E-views.bebas sebagai variabel dependen. data diolah Dari tabel tersebut terlihat bahwa Obs*R squared dengan nilai 8. berarti bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. sehingga tidak ada multikolinearitas.

dengan kriteria pengujian sebagai berikut: jika BG(n-p)*R2 < x2 tabel.05 yaitu sebesar 0.915700 < 15.variabel gangguan sehingga penaksir tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun sampel besar. jika probabilitas > model terhindar dari masalah autokorelasi.0557151.405944 0. Pengaruh Kurs Terhadap Impor Dari Amerika Serikat Kurs berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat sigifikasi 5% dengan probabilitas 0. Tabel 4. data diolah Dari hasil autokorelasi diketahui bahwa (n-p)ObsR squared (R2) dengan nilai 0. Ini berarti setiap kurs naik sebesar 1 rupiah. maka Sumber : E-views.338606 (tidak signifikan) berarti model terhindar dari masalah autokorelasi. maka tidak signifikan.507. Disamping itu juga dapat kita lihat dari probabilitasnya. berarti dalam model penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi. Intepretasi Ekonomi a. maka impor Indonesia dari Amerika .338606 .915700 Probability Probability 0. berarti bahwa tidak terjadi masalah autokorelasi. 3. Pengujian dilakukan dengan metode Breusch-Godfrey Test.0008 dan koefisien sebesar -0. Dilihat dari probabilitasnya juga lebih besar dari 0.722392 0. 15 Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic Obs*R-squared 0.

05594. Hal ini sesuai penelitian dari Dani Rustyaningrum tahun 2004 yang menyatakan bahwa variabel PDB tidak berpengaruh secara sigifikan . b. Sehingga impor barang konsumsi akan tetap dilakukan meskipun PDB yang mencerminkan pendapatan nasional mangalami kenaikkan atau penurunan. Hal ini sesuai hipotesa bahwa kurs dan impor memiliki hubungan yang berbalikan (Nopirin. 1997 :147) Semakin tinggi nilai kurs (nilai mata uang sendiri turun relatif terhadap valuta asing) maka menyebabkan harga produk ekspor menjadi semakin murah di mata buyer luar negeri (importir).Serikat akan turun sebesar 0. naiknya nilai kurs (nilai mata sendiri turun relatif terhadap valuta asing) akan meningkatkan produksi akibat keuntungan yang semakin meningkat karena rupiah yang diperoleh lebih besar sehingga mendorong peningkatan ekspor. Pengaruh PDB terhadap impor PDB riil memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 0.. Intinya depresiasi menyebabkan ekspor naik dan impor akan turun dan sebaliknya. Hal ini karena impor Indonesia dari Amerika Serikat merupakan impor bahan penyangga konsumsi (buffer stock) dan sebagian besar merupakan impor barang konsumsi rumah tangga. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa PDB riil berpengaruh secara positif terhadap permintaan impor.0536 dan koefisien sebesar 0. Dari sisi eksportir.245889.

yaitu dengan probabilitas sebesar 0,3592. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dani Rustyaningrum tersebut, PDB tidak berpengaruh signifikan karena pada uji asumsi klasik, terjadi masalah

heteroskedastisitas. Selain itu penelitian dari Sigit Yunianto (2003) juga menunjukkan bahwa variabel PDB juga tidak berpengaruh signifikan terhadap impor dalam jangka panjang. Dalam penelitian tersebut, ditemukan besarnya probabilitas untuk variabel PDB adalah sebesar 0,092 yang berarti tidak signifikan pada tingkat α = 5%. c. Pengaruh inflasi terhadap impor Inflasi memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat dengan probabilitas 0,2283 pada tingkat signifikasi 5%. Temuan empirik yang menunjukkan

bahwa inflasi dalam negeri tidak berpengaruh terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat karena impor dari Amerika Serikat sebagian masih memiliki kadungan ekspor yang berasal dari Indonesia sendiri. Selain itu, impor dari Amerika Serikat sebagian besar adalah bahan penyangga konsumsi dan faktor produksi yang industry dalam negeri tidak mampu menyediakan barang- barang tersebut. Sehingga pada saat inflasi tinggi permintaan impor dari Amerika Serikat masih cukup tinggi.

d. Pengaruh cadangan devisa terhadap impor Cadangan devisa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 0.0400 dengan koefisien sebesar 0.503919. ini berarti setiap kenaikan cadangan devisa 1 juta US$, maka permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat akan meningkat sebesar 0,530535. Hal ini berarti sesuai dengan hipotesa yang menyatakan bahwa cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap impor.

BAB V PENUTUP

Dari hasil pengujian secara empiris pada penelitian ini yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sebagai penutup akan disajikan kesimpulan dan memberikan beberapa saran sebagai berikut : A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab- bab sebelumnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985- 2009, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Variabel independen kurs mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat dengan probabilitas 0,0008 pada tingkat signifikansi 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kurs berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat periode 1985 sampai 2009. 2. Variabel independen PDB riil menunjukkan probabilitas yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen yaitu sebesar 0.0536. Ini menunjukkan bahwa variabel PDB riil tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009. 3. Variabel independen inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat

mesin industry. dapat dikemukakan saran.2283. 4. Impor Indonesia dari Amerika Serikat dipengaruhi oleh impor periode selanjutnya. Seharusnya pemerintah dapat menjadikan ini sebagai modal berharga . Impor Indonesia dari Amerika Serikat rata.rata merupakan barang. B.signifikansi 5 persen yaitu sebesar 0.saran sebegai berikut : 1. Dengan penduduk yang besar dan juga keterbatasan industry dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.rata terus meningkat meskipun peningkatan tidak terlalu besar.barang penyangga konsumsi. Pemerintah seharusnya bisa mengatasi hal ini karena Indonesia adalah negara dengan luas lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Saran Berdasarkan penelitian di atas. Salah satu impor yang terbesar dari Amerika Serikat adalah kapas. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009. maka impor di Indonesia menjadi sesuatu yang sangat penting. Impor Indonesia dari Amerika Serikat dari tahun 1985 sampai 2009 rata. Variabel independen cadangan devisa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perintaan impor Indonrsia dari Amerika Serikat pada tingkat signifikansi 5% sebesar 0.04000 Hal ini menunjukkan bahwa variabel cadangan devisa berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009.

untuk menghasilkan kapas sehingga mengurangi impor kapas ini dari Amerika Serikat. Untuk itu pemerintah harus mencapai keseimbangan internal dan eksternal dengan cara mengkombinasikan antara kebijakan moneter dan kebijakan fiscal. 3. Variabel kurs atau nilai tukar yang berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen. 2. Dalam penelitian ini berarti kurs berpengaruh secara nyata terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985. cadangan devisa berpengaruh posotif dan nyata terhadap impor Indonesia Indonesia pada umumnya dan impor . Jadi meskipun kurs kita adalah mengambang bebas. Oleh karena itu pemerintah harus mengambil kebijakan fiscal kombinasi atau exchange rate (Nopirin. Cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam negeri setidaknya dalam jangka 3 bulan Dalam Penelitian ini. akan tetapi pemerintah harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sehingga dapat memperlancar perdagangan internasional khususnya.2009.. Indonesia menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada periode 1997 hingga sekarang yang artinya pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing. Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan eksternal. 1997:197). Cadangan devisa diperlukan dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.

7 miliar karena bagaimanapun hutang dibayar. Akan tetapi perlu digaris bawahi bahwa untuk meningkatkan cadangan devisa tidak perlu kembali berhutang sepeti yang telah dilakukan pemerintah di akhir periode 2009 yang lalu yaitu dengan pinjaman dari IMF sebesar US$ 2. Jepang dan Korea. pemerintah harus tetap menjaga kestabilan cadangan devisa diantaranya melalui peningkatan nilai Bilateral Swap Arrangement (BSA) dalam kerangka kerjasama ASEAN dan Cina. Untuk itu.dari Amerika Serikat tahun 1985.komoditas utama untuk meningkatkanekspor yang nantinya akan berdampak ke neraca pembayaran dan akhirnya akan meningkatkan cadangan devisa. Lebih baik pemerintah lebih focus untuk meningkatkan komoditas. .2009.

4. Ekonomi Internasional.Jakarta : Ghalia Indonesia.1.Faktor Yang Mempengaruhi Impor Indonesia Dari Jepang. Teknik Perdagangan Luar Negeri. Skripsi : FE UNS. 2007. Jakarta : Erlangga. Cessilia Dupi Saraswati. Faktor. 2002. Insukindro.Faktor Yang Mempengaruhi Impor Non Migas Indonesia Dari Jepang Periode 1995. Dani Rustyaningsih. Korespondensi Memasuki Pasar Impor. 2003. BI. Ekonometrika Dasar. Jefferey. Jakarta : PPM. R. Hutabarat. 1996. Ekonometrika Dasar. Hall Hill. FE UNS : Skripsi. Jakarta : PPM.Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Barang Konsumsi di Indonesia Tahun 1990. Gregory. Jakarta : PPM _____________. 2003. Dinas Penerangna Amerika Serikat.Jakarta : Salemba Empat.2003. 1997. S. Skripsi : FE UNS. McEachern. 2003.Memahami Ekonomi Internasional. Ekonomi Makro. Eko Atmaji. Dumairy. BPS Kota Surakarta. Edmund Curry.DAFTAR PUSTAKA Amir M. Jakarta : PT Rajagrafindo Indonesia. 2001. berbagai edisi. Ekonomi Indonesia. Jakarta : Erlangga. . 1997. Nota Keuangan Bank Indonesia. Faktor. Perekonomian Indonesia. N. Garis Besar Ekonomi Amerika Serikat.UII. Damodar Gujarati. Statistik Indonesia.4.1 – 2005. Menkiw. Analisa Impor Indonesia. 2004. 2003. 2000. Jakarta : Erlangga. Handayani. Teori Makro Ekonomi. Jurnal : Fe. Yogyakarta : BPFE UGM. Hamdy Hady. Jakarta : United States Information Service. BI : Indonesia. 2004. Analisa Faktor. 2009. Transaksi Ekspor Impor. Jakarta : Erlangga. 1994. BPS : Indonesia. 2004.

2007. 2001. Penanaman Modal Asing (PMA). Sigit Yunianto.kadin-indonesia. Analisa Pengaruh Produk Domestik Bruto.id www.com . Nilai Kurs Rupiah. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Penerbit Aksara Baru.bps. Laporan Keuangan BI berbagai edisi. Dominick. 2002. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika: Pendekatan Moneter 1987. Ekonomi Internasional kebijakan dan Teori. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Cadangan Devisa Terhadap Permintaan Impor Indonesia Jangka Pendek dan Jangka Panjang.Nopirin. Skripsi : FE UNS. Makro Ekonomi. Pengantar Teori Makro Ekonomi. 2004. Situs resmi Badan Pusat Statistik www. Salvatore. Samuelsen. Teori Mikro Ekonomi. Jakarta : Pt Graha Grafindo. Charles P. Jakarta : Ghalia Indonesia.id. Yogyakarta : BPFE.or. BI (Bank Sentral Republik Indonesia). R. Jakarta : Bank Indonesia. 2002.1. Statistik Keuaangan dan Ekonomi Indonesia berbagai edisi.kompas. Modul Laboratorium Ekonometrika. Krugman. Tulus Tambunan. Sri Isnowati. Situs resmi Bank Indonesia www.bi. Paul A dan Nordhaus D William. Perekonomian Indonesia. Surakarta: Fakulata Ekonomi UNS. Jakarta : PAU FE UI dan Harapan Collins Publisher. Paul dan Maurice Obstfeld. Jakarta : Erlangga. Siti Aisyah Tri Rahayu. Pery Wijaya. Jakarta :Indonesia.id. Jurnal Ekonomi Bisnis : STIE Sitkubang Semarang.2 . 1994. Sadono Sukirno. Ekonomi Internasional. 1995. 1995.1999. www. Ekonomi Internasional. Klinderberger. Jakarta : Pusat Pelatihan dan Studi Kebanksentralan BI.go. 2003.go.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful