BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Di dalam era modern ini, suatu negara tidak bisa lepas dari negara lain. Suatu negara harus menjalin hubungan dengan negara lain baik itu di bidang ekonomi, politik atau budaya agar tetap hidup dan tidak dikucilkan oleh negara lain. Keadaan tersebut sering dikatakan sebagai era globalisasi. Era globalisasi sendiri ditandai dengan adanya keterbukaan, keterkaitan atau ketergantungan dan persaingan yang semakin ketat, khususnya bidang ekonomi (Hamdy Hady, 2001 :11) Global mempunyai makna universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang

memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Sedangkan perekonomian global merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara- negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.

Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produkproduk global ke dalam pasar domestik. Dengan kata lain, globalisasi bisa dikatakan sebagai adanya suatu era baru di dalam perdagangan internasional. Dengan adanya perdagangna internasional, maka akan berpengaruh terhadap komponen- komponen dalam neraca pembayaran. Neraca perbayaran merupakan suatu neraca yang menunjukkan berbagai jenis transaksi (mutasi) keuangan yang dilakukan diantara satu negera dengan negara lain dalam satu tahun tertentu (Sadono Sukirno, 2002 : 370). Dua neraca penting dalam neraca pembayaran adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan. Neraca perdagangan menunjukkan perimbangan antara ekspor dan impor. Sedangkan neraca keseluruhan menunjukkan perimbangan antara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri. Defisit dalam neraca pembayaran berarti antara pembayaran ke luar negeri lebih besar dari pada penerimaan dalam negeri. Salah satu faktor penentu ini adalah ekspor lebih besar dari impor. Pengaliran modal ke luar negeri merupakan faktor lain yang menimbulkan defisit neraca tersebut. Neraca Pembayaran Indonesia dapat dilihat seperti tabel 1.1 berikut :

Tabel 1.1 Neraca Pembayaran Ringkasan (Balance of Payment : Summary) (Juta USD/ million of USD)
2008 Items Neraca Berjalan Barang Bersih Q.2 -1.013 5,443 Q.3 -967 5,771 Q.4 -637 4,166 Q.1 2.508 8,884 Q.2 -2480 8,365 Q.3 2.157 8,488 Q.4 3.502 11,395 35,899 2009

Eksport fob 37,345 38,081 Importfob Jasa- jasa bersih Pendapatan bersih

29,765 24,179 28,139 31,272

31,902 32,309 25,603 17,295 19,765 22,784 24,504 -3,387 -3,312 -3,227 -2,743 -3,310 -3,309 -4,506 -4,425 -4,756 1,311 -2,881 1,305 -2,742 1,109 -3,776 1,201 -4,072 1,248 -4,501 1,303

Transaksi berjalan 1,366 bersih

Sumber : Statistik Ekonomi dan K Indonesia, BI 2010 Penyusunan neraca pembayaran Indonesia didasarkan pada Balance of Payments Manual yang diterbitan oleh IMF. Neraca pembayaran Indonesia memuat statistik mengenai transaksi ekonomi yang dilakukan penduduk Indonesia dengan bukan penduduk dalam suatu periode tertentu. Transaksi ekonomi adalah pertukaran nilai ekonomi dari satu unit ekonomi kepada unit ekonomi lainnya yang meliputi pertukaran barang dan jasa dengan financial items, barter, pertukaran antar financial items dan pemberian atau penerimaan barang dan jasa atau financial items tanpa imbalan. Sedangkan transaksi ekspor dan impor barang dalam neraca perdagangan didasarkan atas dokumen kepabeanan dari Ditjen Bea dan Cukai (BI : Statistik Keuangan dan Ekonomi Indonesia, 2009: 87). Defisit neraca pembayaran akan berakibat sistemik terhadap

perekonomian dalam suatu negara. Defisit sebagai akibat impor lebih kecil dari ekspor maka bisa berakibat pada menurunnya kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen membeli barang bukan buatan dalam negeri, melainkan barang impor. Harga valuta asing yang naik akan menyebabkan harga barang impor mahal. Hal ini akan berdampak pada kegiatan ekonomi dalam negeri akan terhambat karena kegairahan pengusaha untuk

menanamkan modal ke dalam negeri akan menurun. Dengan demikian, sama halnya dengan masalah pengangguran dan inflasi, masalah difisit dalam neraca pembayaran juga memiliki efek yang buruk bagi perekonomian baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Oleh karena itu setiap negara harus menghindari adanya defisit dalam neraca pembayaran. (Sadono Sukirno, 2002 : 17-18). Salah satu faktor yang sudah dijelaskan di atas adalah defisit dalam neraca pembayaran. Hal ini berarti antara impor lebih besar dari pada ekspor. Komponen dari neraca pardagangan adalah ekspor dan impor. Pencatatan dalam neraca ini bisa defisit atau surplus. Defisit berarti impor lebih besar dari ekspor. Surplus berarti impor lebih kecil dari ekspor. Sedangkan jika antara impor dan ekspor sama, keadaan ini dinamakan balance trade (Dumairy, 1996: 91) Neraca perdagangan internasional akan terus mengalami perubahan yang dikarenakan faktor- faktor : Selera konsumen terhadap produksi dlam negeri Harga barang Dalam negeri dan luar negeri

-

Kurs menentukan dan mata uang domestic yang dibutuhkan untuk membeli mata uang asing

-

Pendapatan konsumen baik di dalam negeri ataupun di luar negeri Ongkos angkutan barang antar negara Kebijakan pemerintah mengenai perdagangan internasional.

Dengan variabel- variabel tersebut dari waktu ke waktu, maka akan berubah pula jumlah perdagangan internasional. (Mankiw, 2003:210). Tabel 1.2 Jenis Impor Menurut Penggunaannya di Indonesia Tahun 1994 – 2008 Juta US$ Tahun Barang Konsumsi Bahan Baku Bahan modal 1994 2806 30470 9653 1995 2166 30230 9284 1996 1918 19612 5807 1997 2469 18475 3060 1998 2685 26073 4777 1999 2251 23880 4831 2000 2651 24228 4411 2001 2792 25652 3946 2002 2980 26770 4509 2003 3299 26904 5906 2004 3659 28960 7118 2005 3405 27006 7854 2006 3711 27560 6004 2007 4097 28772 6533 2008 4340 29065 7008 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia beberapa edisi, data diolah Dari tabel di atas, Impor Indonesia didominasi oleh impor untuk konsumsi, bahan baku dan bahan modal. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, maka tingkat konsumsi Indonesia sangat besar pula sehingga akan meningkatkan impor Indonesia karena sebagian besar industri dalam

negeri tidak mampu mencukupi daya tawar konsumsi. Di lain sisi, impor yang besar juga terjadi dari bahan baku yang nantinya digunakan untuk memproduksi barang untuk konsumsi dalam negeri dan sebagian lagi diproduksi untuk diekspor. Dari tabel di 2.3 di bawah ini dapat kita lihat bahwa permintaan impor Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat hampir dari semua kawasan perdagangan. Pada beberapa tahun terakhir, perkembangan impor Indonesia menurut negara asal di kawasan ASEAN memiliki volume yang tertinggi dibandingkan dengan negara- negara di kawasan lain. Hal ini disebabkan karena pada beberapa tahun terakhir, negara- negara ASEAN mulai menerapkan CAFTA (China Asia Free Trade Area) yang mengakibatkan meningkatnya volume impor dari wilayah ASEAN. Benua Eropa

mendominasi di urutan kedua. Sedangkan kawasan Amerika memiliki volume impor ke Indonesia terbesar ketiga. Meski demikian, salah satu negara di benua Amerika khususnya Amerika Utara yang memiliki volume impor menurut negara asal dengan perkembangan yang tinggi adalah Amerika Serikat. Tabel di bawah ini menjelaskan perkembangan import Indonesia menurut negara asal pada tahun 2004-2008.

3 338.5 5 910.4 551.9 148.0 1 111.6 2 983.6 544.8 2 340.6 2 986.9 667.7 1.1 5 826.1 295.9 17.9 3 196.9 2 869.0 27.2 4 782.8 6 334.2 73.2 1 056.7 2.5 666.4 1.1 2 241.7 1 982.6 10.1 439.4 303.0 15 247.8 228.2 846.6 1 374.5 286.4 15 128.8 17.4 1 40.3 5 842.1 134.7 1 197.2 326.4 1.5 1 606.7 2.5 6 906.2 1 255. BPS Surakarta 2009 .9 107.5 26.9 6 411.9 214.1 372.5 755.2 4 287.7 3 068.4 949.5 6 526.6 148.6 80.7 329.8 2005 17 039.9 2 875.0 515.5 1 29 197.6 2 494.8 5 252.5 2 494.9 698.3 19.8 380.6 4 101.4 101.4 210.4 206.7 3 225.8 251.6 10 560.3 Sumber : Indonesia Dalam Angka.2 2008 40 967.0 504.7 1 689.6 992.0 703.1 1 606. AFRIKA C.3 773.0 2 314.7 8 557.6 6 688.8 2007 23 792.7 126.2 2 148.9 30.2 0.3 316.8 74.7 9 898.2 6 920.3 1 864.6 6 082.0 81.9 3 447.9 305.2 74 473.0 4 623.2 1 743.7 553.6 1 031.1 263.3 182.2 474.6 4 787.1 9 839.5 1 194.3 21 789.2008 (Nilai CIF : juta US$) Negara Asal A.1 1 111.0 473.6 3 193.5 706.0 2 416.0 2006 18 970.9 74.9 1 456.6 2 567.1 1 871.9 0.7 3 244.9 4 056.9 170.5 57 700.5 10 034.6 1 681.1 1 189. ASEAN Thailand Singapura Filipina Malaysia Myanmar Kamboja Brunai Darusalam Laos Vietnam Asia Lainnya/ Rest of Asia Jepang Cina Korea Selatan Lainnya B.4 2 771.1 706.1 17 734.9 223.3 1 942.3 369.0 1 0676 602.1 7 777.7 2 214.6 1 780.9 1 579.3 333.0 9 470.9 5 515.3 29.2 717.2 1 194.7 53.5 61 065. EROPA Inggris Belanda Perancis Jerman Austria Belgia Denmark Swedia finlandia Irlandia Italia Spanyol Uni Eropa Lainnya Eropa Lainnya Jumlah/ Total 2004 11 494.5 284.9 994.9 9 283.0 359.2 102.0 7 880.0 73. AUSTRALIA Australia Selandia Baru Oseania lainnya D.0 1 484.8 359.9 25.8 46 524.8 6 636.0 101.Tabel 1.0 7 679.9 9 901.1 3 878. AMERIKA Amerika Kanada Meksiko Lainnya E.2 3 004.3 Volume Impor Menurut Negara Asal Utama Tahun2004.9 3 997.5 14.8 1 031.6 0.8 281.0 415.7 6 081.3 499.4 999.5 80.1 551.0 620.9 654.1 568.8 264.0 503.2 6 023.6 1 484.5 0.8 645.7 322.2 3 806.7 29.5 8 922.2 0.0 1 443.9 646.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang memiliki perekonomian kuat di dunia. Dari tabel di atas. Misalnya antara tahun 2007. Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu negara pengimpor Indonesia. Krisis keuangan ini menyebabkan beberapa perusahaan keuangan multi nasional hancur yang kemudian berdampak ke pasar dunia. Krisis yang dialami Amerika Serikat bermula dari bangkrutnya perusahaan keuangan di Amerika yang kemudian berimbas ke berbagai belahan dunia. . menggambarkan bahwa perekonomian Amerika Serikat sangat kuat. akan tetapi perkembangan impor dari Ameika Serikat tergolong tinnggi. Dari adanya krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2008 yang lalu. baik dari segi perekonomian atau dari segi pertahanannya.Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa permintaan impor Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat hampir dari semua kawasan perdagangan. meskipun impor dari Amerika Serikat bukan yang terbesar. Hampir semua negara di dunia takut dengan Amerika Serikat. Tidak salah jika menamai Amerika Serikat dengan negara adidaya. Kuatnya perekonomian Amerika Serikat dapat kita lihat dari adanya krisis financial global pada tahun 2008. Salah satu negara di benua Amerika yang memiliki daya tawar untuk mengimpor barang dan jasa ke Indonesia adalah Amerika Serikat (USA). Krisis ini di mulai timbul sekitar tahun 2007 yaitu dengan adanya peristiwa gagal bayar kredit perumahan di Amerika Serikat ( sub prime mortgage ).2008 yang meningkat 3093 juta US$.

mata uang tunggal Amerika Serikat. (Jeffery Edmund Curry. Setengah dari perdagangan internasional dilakukan dengan menggunkan dollar AS.2009” B. US$ merupakan salah satu mata uang yang digunakan dalam ekonomi internasional.Selain itu. 45. Dari beberapa aspek tersebut. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas.6 % obligasi internasional didominasi oleh dollar AS. dapat diambil beberapa rumusan masalah yang bersangkutan dengan permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat: 1. Sedangkan Amerika Serikat sendiri mendapatkan keuntungan yang berupa seignorage atau keuntungan yang didapat karena menerbitkan uang dan dari seignorage tersebut PDB Amerika Serikat bertambah sebesar 0. maka secara tidak langsung baik buruknya perekonomian Amerika Serikat akan berpengaruh terhadap perekonomian dunia. maka ingin diteliti mengenai keadaan tersebut dengan judul “FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 1985.7% dari cadangan non emas dunia disimpan menggunakan dollar AS. Lebih dari setengah valuta asing melibatkan dollar AS serta 62. Bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap dolar USD terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? . Hampir 50% simpanan di bank dunia menggunakan dollar AS.5%. 99:89) Berdasarkan latar belakang dan kondisi di atas.

Tujuan Penelitian Dengan adanya rumusan masalah yang sudah dipaparkan di atas. . Untuk mengetahui pengaruh cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. maka tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh PDB terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Bagaimana pengaruh cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? C. 3.2. Bagaimana pengaruh PDB riil terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? 3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh kurs rupiah terhadap US$ terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Bagaimana pengaruh tingkat inflasi terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat? 4. 2. 4.

Dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya mengenai ekonomi internasional dan pengaruhnya terhadap perekonomian secara makro dan mikro. .pihak terkait diantaranya : 1. Bagi peneliti dapat berguna untuk menambah pengetahuan dalam bidang perdagangan internasional. diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak.faktor yang mempengaruhi impor Indonesia khususnya dari Amerika Serikat. Manfaat Penelitian Dengan melaksanakan penelitian ini. 3. Sebagai bahan referensi bagi peneliti selanjutnya mengenai masalah faktor. 2.D.

pinjaman. Hubungan Ekonomi Internasional Hubungan ekonomi internasional adalah hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain yang dapat mempengaruhi alokasi sumber daya baik antara dua negara tersebut maupun antar beberapa negara. Hubungan ekonomi internasional dapat berupa perdagangan. investasi. mengemukakan bahwa hubungan ekonomi internasional itu mempunyai cirri. pemerintah maupun organisasi internasional. kebudayaan dan politik yang berbeda. sehingga memerlukan peralatan analisis yang sediit berbeda dan menganggap ekonomi internasional sebagai bagian yang berbeda dari ilmu ekonomi (Salvatore. Mobilitas faktor seperti tenaga kerja dan modal relative lebih sukar Sistem keuangan.cirri yang khusus dibanding dengan hubungan interregional. . perbankan. Hubungan ekonomi internasional berbeda dengan hubungan antar regional (yaitu hubungan diantara berbagai wilayah negara yang sama). bantuan serta kerjasama internasional. Pengertian dan Teori Internasional 1. b. Hubungan khusus tersebut yaitu : a.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. 1992 :6) Nopirin dalam Ekonomi Internasional. bahasa. 1995. Para pelaku yang mengadakan hubungan ekonomi internasional meliputi swasta.

terutama . Faktor produksi yang dimiliki berbeda sehingga menimbulkan perbedaan harga barang yang diberikan. Ukuran kasar terhadap hubungan ekonomi di antara berbagai negara atau dikatakan sebagai tingkat saling ketergantungan diberikan oleh resiko antara ekspor dan impor mereka akan barang atau jasa terhadap produk domestic bruto atau Gross Domestic Product (GDP). Sebaliknya. jasa dan ide) tersebut muncul karena adanya permintaan atau demand akan kebutuhan dan keinginan (needs and wants) manusia yang tidak terbatas (rising demand) dan penawaran (supply) dari sumber daya (resource) yang sifatnya terbatas (Hamdy Hady. 2001:1) Sebagai konsekuensi dari ciri atau karakteristik globalisasi ekonomi dunia maka ekonomi internasional tidak atau bukan lagi merupakan bagian kecil dari ekonomi nasional suatu negara. justru ekonomi nasional suatu negara merupakan bagian kecil dari ekonomi internasional. Dalam hal ini yang diartikan dengan produk adalah barang dan jasa serta ide yang dibutuhkan dan dihasilkan atau diolah oleh manusia.c. Masalah kelangkaan dan pilihan atas produk (barang. Sedangkan masalah pokok yang dihadapi dalam ekonomi internasional juga sama dengan ilmu ekonomi. yaitu kelangkaan (scarcity) dan produk dan masalah pilihan (choice) produk. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya krisis moneter yang dialami oleh beberapa negara di Asia Tenggara.

serta efisiensi dalam proses produksi. sewa tanah. biaya produksi terdiri dari upah. Arti Perdagangan Internasional Perdagangan internasional dapat didefinisikan sebagai kegiatankegiatan perniagaan dari suatu negara asal (country of origin) yang melintasi perbatasan menuju suatu negara tujuan (country of destination) yang dilakukan perusahaan multinasional untuk melakukan perpindahan barang dan jasa. 1995 :2). 2. 1995:392). Perdagangan merupakan suatu usaha . teknologi dan perpindahan merek dagang. Perbedaan inilah yang menjadi pangkal dari timbulnya perdagangan internasional (Nopirin. perdagangan internasional juga timbul karena adanaya perbedaan jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh suatu negara untuk memproduksi barang kebutuhan pokok. modal. Perdagangan internasional timbul karena adanya beberapa faktor. biaya bahan mentah. diantaranya adalah negara tersebut tidak bisa memproduksi semua barang kebutuhanan yang dibutuhkan oleh negara tersebut sendiri. Teori Perdagangan Internasional Perdagangan internasional sangatlah penting bagi pertumbuhan ekonomi mengingat kemampuannya memperluas kemungkinan konsumsi suatu negara (Samuelsen. Untuk menghasilkan suatu barang produksi negara satu belum tentu sama ongkos biayanya dengan negara lain. tenaga kerja. modal.yang dialami Indonesia sejak Juli 1997 sebagai dampak dari globalisasi ekonomi dunia. 3.

Adakala produksi dari suatu negara belum dapat dikonsumsi seluruhnya di dalam negeri. Perdagangan internasional ekspor dan impor adalah kegiatan yang dijalankan eksportir maupun produsen eksportir dalam transaksi jual beli suatu komoditi dengan negara asing. maka memungkinkan terjadinya perdagangan antar negara yang satu dengan negara lain. yang menghubungkan produsen komoditas tertentu kepada konsumennya. atau karena suatu negara mempunyai kombinasi faktor. Oleh karena hal tersebut. melakukan pembayaran dengan valuta asing. setiap negara dapat mengkonsumsi lebih banyak barang maupun jasa daripada memproduksi segala sesuatu sendiri.faktor produksi lebih baik dari negara lainnya. tingkat harga. penduduk. oleh karena hal itu semenjak . Karena setiap negara berbeda dengan negara lainnya ditinjau dari sudut sumber alam. iklim. letak geografis. keahlian. hal tersebut dapat terjadi karena ada barangbarang kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup suatu negara yang hanya dapat diproduksi di daerah dan iklim tertentu. Kemudian penjual dan pembeli yang lazim disebut sebagai eksportir dan importer. 200:1). Dengan melakukan spesialisasi di bidang tertentu yang tingkat produktivitasnya tinggi. (Amir. MS. tenaga kerja.jasa perantara. sehingga negara itu dapat menghasilkan barang yang lebih dapat bersaing. keadaan struktur ekonomi dan sosialnya. Perdagangan luar negeri merupakan kegiatan pertukaran barang dan jasa yang dulakukan antara penduduk suatu negara dengan negara lain.

abad yang lalu telah mendorong orang untuk memperdagangkan hasil produksi itu ke negara lainnya di luar batas negaranya (Amir. f. b. . Teknologi yang tidak sama e. Jumlah faktor produksi dari setiap negara. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya perdagangan luar negeri kita bagi perekonomian negara pada umumnya. 200:1) Perdagangan luar negeri ini dilakukan karena dianggap sangat menguntungkan dan dipandang dapat memberikan manfaat terntentu. Hamdy Hady dalam Ekonomi Internasional. Tidak terdapat hambatan perdagangan (trade barrier) dalam bentuk biaya transport. Taste and income distribution dianggap sebagai sesuatu yang given dan tidak berubah. dalam arti uang tidak berpengaruh atas harga relative. c. Faktor produksi dari tiap negara tidak dapat berpindah (international immobility of factors). baik dalam bidang ekspor maupun impor. informasi dan komunikasi. menyebutkan bahwa perdagangan internasional akan senantiasa menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: a. MS. d. Neurtrality of Money. Adanya full employment faktor produksi dan tidak terjadi exess supplies atau shortage of commodities. g.berabad.

terutama emas dan perak dari luar negeri. dan teori modern.Sedangkan teori internasional dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu teori praklasik merkantilisme. Teori Praklasik Merkantilisme Merkantilisme adalah suatu aliran atau filsafat yang tumbuh dan berkembang dengna pesat pada abad XVI sampai XVII di Eropa Barat. Sedangkan teori faktor proporsi yang diperkenalkan oleh Hocker dan Ohlin desebut sebagai teori modern yang didalamnya terdapat faktorfaktor proporsi. Pada waktu itu logam mulia igunakan sebagai alat pembayaran (uang) sehingga negara atau raja memiliki logam mulia yang banyak akan kaya atau makmur. permintaan dan penawaran/ teori parsial (Nopirin 1995:7).masing teori tersebut adalah sebagai berikut : a. Teori klasik yang dikenal dengan teori keunggulan absolute oleh Adam Smith (1766) dan teori biaya relative oleh David Ricardo (1817). teori klasik. . Adapun penjelasan dari masing.ide pokok dari ajaran ini adalah : Suatu negara atau raja akan kaya atau makmur dan kuat bila ekspor lebih besar dari impor (X>M). Surplus yang diperoleh dari selisih ekspor dan impor atau ekspor neto tersebut diselesaikan dengan pemasukkan logam mulia (LM). semakin besar ekspor neto maka akin banyak logam mulia yang dimiliki atau diperoleh dari luar negeri. Dengan demikian. Adapun ide.

Afrika dan Asia dari abad XVI sampai XVII. kecuali logam mulia.bea anti dumping dan shurcharge. perturan kesehatan atau karantina dan lain.- LM yang banyak tersebut digunakan untuk membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri dan penyeberan agama. Kebijakan tersebut di atas pada saat ini masih dijalankan oleh banyak negara dalam bentuk neo. 2001 : 25) Dalam hal ini kebijakan yang lebih banyak digunakan adalah dalam bentuk non tariff brairer (NTB) seperti larangan.besarnya.merkantilisme yaitu kebijakan proteksi untuk melindungi dan mendorong ekonomi industri nasional dengan menggunakan tariff atai tariff Barrier (TB) dan kebijakan nontariff Brairer (NTB). harga patokan custom value. Teori Klasik 1) Teori Keunggulan Absolute Absolute Advantage . Biasanya Tariff Brairerr dilaksanakan dengan menggunakan countervailing duty. ketentuan teknis.lain. Untuk melaksanakan kebijakan tersebut merkantilisme melaksanan kebijakan perdagangan (trade policy) sebagai berikut : 1) Mendorong ekspor sebesar. system kuota. (Hamdy Hady. 2) Melarang atau membatasi impor dengan ketat kecuali logam mulia. - Penggunaan kekuatan armada perang untuk memperluas perdagangan luar negeri ini diikuti dengan kolonialisasi di Amerika Latin. b.

serta mengimpor barang jika negara tersebut mmiliki ketidak unggulan mutlak (Absolute disanvantage) (Hamdy Hady.Adam Smith berpendapat bahwa setiap negara akan memperoleh manfaat perdagangan internasional (gain from trade) karena melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang jika negara tersebut memiliki keunggulan mutlak (absolute advantage). sumber daya dunia dapat didayagunakan secara efisien dan dapat memaksimalkan kesejahteraan dunia. yaitu suatu kebijakan yang menyarankan untuk meminimalkan campur tangan pemerintahan dalam perekonomian suatu negara. 2001 : 31) Adam Smith percaya bahwa seluruh negara dapat memperoleh keuntungan dari perdagangan dan dengan tegas menyarankan untuk menjalankan kebijakan yang dinamakan laissez-faire. Melalui perdagangan. 2001 : 33 .1 Data Hipotesis Teori Keunggulan Mutlak Produk Per satuan Tenga kerja/ hari Indonesia Cina Teh 12 kg 4 kg Sutra 3m 8m DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri) 4 kg = 1 m 1 kg = ¼ m ½ kg = 1 m 1 kg = 2 m Sumber : Hamdy Hady. Secara matematis. teori absolute advantage dari ini dapat diilustrasikan dengan data hipotesis sebagai berikut : Tabel 2.

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki keunggulan absolute dalam produksi teh (12 kg). sedangkan Cina memiliki keunggulan absolute dalam produksi sutra (8m). d) Biaya transport diabaikan. Jika Indonesia dan Cina melakukan perdagangan luar negeri (ekspor dan impor) maka berdasarkan DTDN (Dasar Tukar Dalam Negeri) antara produsen teh dan sutra kedua negara itu akan menjadi seperti berikut. .Teori keunggulan mutlak ini didasarkan kepada beberapa asumsi pokok antara lain sebagai berikut : a) Faktor yang digunakan hanya tenaga kerja b) Kualitas barang yang diproduksi kedua negara sama c) Pertukaran dilakukan secara barter tanpa uang. Di Indonesia : 1 kg teh dinilai sama dengan ¼ m sutra 1m sutra dinilai sama dengan 4 kg teh Di Cina 1 kg teh dinilai sama dengan 2m sutra 1m sutra dinilai sama dengan ½ kg teh Dari DTDN di atas dapat dilihat sebagai berikut : Harga 1kg teh di Indonesia lebih murah (hanya ¼ sutra) dibanding Zdengan di Cina yang lebih mahal (yaitu 2 m sutra).

¼ m = 1 1/3 meter sutra. b) Cina memiliki keunggulan mutlak pada produksi sutra. sedangkan di . Sedangkan manfaat dari adanya spesialisasi produk adalah sebagai berikut : a) Dengan spesialisasi dan mengekspor 1 kg teh ke Cina. b) Sebailknya dengan melakukan spesialisasi dan mengespor 1 m sutra ke Indonesia Cina akan mendapat 4 kg teh. Dengan demikian melalui spesialisasi Indonesia produksi akan dan perdagangan internasional mendapat keuntungan (gain from trade) sebesar 2m. maka dapat disimpulkan sebagai berikut a) Indonesia memilki keunggulan absolute pada produksi teh sehingga akan melakukan spesialisasi produksi dan ekspor teh ke Cina. Sebaliknya Indonesia akan mengimpor stra dari Cina. sedangka di dalam negeri hanya dinilai atau dapat ditukar dengan ¼ m sutra.- Sebaliknya harga 1m sutra di Cina lebih murah (hanya ½ kg teh) dibandingkan dengan di Indonesia yang lebih mahal (yaitu 4 kg teh) Berdasarkan perbandingan DTDN pada kedua negara di atas. Sebaliknua Cina akan melakukan impor teh dari Indonesia. Indonesia akan mendapatkan 2 m sutra. sehingga akan melakukan spesialisasi dan ekspor sutra ke Indonesia.

mendapatkan keuntungan (gain from trade) sebesar 4 kg – ½ kg = 3 ½ kg teh. Hal inilah yang menjadi kelemahan dari teori ini. Analisa manfaat perdagangan internasional (gain from trade) ini juga dapat dilihat dari terjadinya peningkatan produksi dunia untuk teh dan sutra setelah keua negara melakukan spesialisasi (24 kg the dan 16 m sutra) dibandingkan dengan sebelum melaukan spesialisasi (16 kg teh dan 11m sutra). Maka dari itu. David Ricardo dengan teori keunggulan David . Akan tetapi teori absolute advantage dari Adam Smith ini memiliki kelemahan. Dengan demikian jika hanya satu negara yang memiliki keunggulan mutlak. Perdagangan internasional terjadi dan menguntungkan kedua negara bila masingmasing negara memiliki keunggulan mutlak yang berbeda. 2) Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage) oleh Richardo Teori keunggulan mutlak yang dikemukakan oleh Adam Smith tenyata memiliki kelemahan karena negara yang melakukan perdagangan internasional tersebut harus memiliki keunggulan absolut. Dengan demikian melalui spesialisasi Cina akan produksi dan perdagangan internasional.dalam negeri hanya dinilai atau dapat ditukar dengan ½ kg teh. maka tidak akan terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan.

Berdasarkan contoh hipotesa di bawah ini maka dapat dijelaskan meskipun suatu negara tidak memiliki keunggulan absolute dibanding dengan negara lain. Tabel 2. suatu teori cost comparative advantage manfaat (labor dari negara akan memperoleh perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang di mana negara tersebut berpdoruksi relativ lebih efisien serta mengimpor barang di mana negara tersebut berproduksi relative kurang atau tidak efisien. 2001: 38 .2 Data perhitungan cost comparative (labour efficiency) Perhitungan cost comparative advantage (labor efficiency) Perbandingan cost Indonesia/ Cina Cina/ Indonesia 1 kg gula 3/6 HK 6/3 HK 1m kain 4/5 HK Sumber : Hamdy Hady. perdagangan internasional akan bisa dilakukan yang menguntungkan kedua negara melalui spesialisasi jika negara. Menurut rfficiency).komparatif menyempurnakan teori yang sebelumnya dikemukakan oleh Adam Smith tersebut. Teori David Ricardo didasarkan pada nilai tenaga kerja atau theory of labor value yang menyatakan bahwa nilai atau harga suatu produk ditentukan oleh jumlah waktu atau jam kerja yang diperlukan untuk memproduksinya.negara tersebut memiliki cost comparative atau labour efficiency.

Sedangkan manfaat yang didapat dari adanya perdagangan internasional (gain from trade) berdasarkan matrik di atas. Seballiknya tenaga kerja Cina ternyata lebih efisien di bandingkan dengan tenaga kerja Indonesia dalam produksi 1 meter kain (5/4 hari kerja) daripada produksi 1 kg gula (6/3 atau 2/1 hari kerja). Hal ini akan mendorong Indonesia malakukan spesialisasi produksi dan ekspor gula.3 Data hipotesis Gain from trade Teori Comparative Advantage dari David Ricardo Perbandingan Produksi / TK / HK negara Indonesia Gula 1/3 kg Kain ¼m 4 kg Cina 1/6 kg 1/5 m 5 kg 5/6 kg = 1 Sumber : Hamdy Hady. dapat disusun perbandingan kemampuan produksi setiap tenaga kerja per hari kerja pada masing. Hal ini mendorong Cina melakukan spesialisasi produksi dan ekspor kain. 2001: 38 4/3 kg = 1 m 1 kg = 6/5 m Dasar Tukar Dalam Negeri (DTDN) 1 kg = ¾ m .Berdasarkan perbandingan cost comparative advantage atau labor efficiency di atas. dapat dilihat bahwa tenaga kerja Indonesia lebih efisien di bandingkan tenaga kerja Cina dalam produksi 1 kg gula (3/6 atau ½ hari kerja) daripada produksi 1 meter kain (4/5 hari kerja).masing negara sebagai berikut : Tabel 2.

sedangkan berdasarkan DTDN hanya memperoleh ¾ m kain.3 tersebut dapat dilihat sebagai berikut : a) Bila Indonesia melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor 1 kg gula ke Cina. sedangkan berdasarkan DTDN hanya memperoleh 5/6 kg gula. Jadi dengan spesialsisasi akan memperoleh kauntungan sebesar (6/5 m.¾ m ) = 9/20 m. maka aka diperoleh 4/3 kg gula. Teori ini membedakan opportunity cost suatu produk antara satu negara dengan negara lain dapat terjadi karena adanya perbedaan jumlah atau proporsi . c) Keuntungan dari kedua negara jika melakukan perdagangan internasional ini merupakan gain from trade atau manfaat perdagangan internasional karena adanya perbedaaan labor efficiency 3) Teori Modern Salah satu teori modern ini dekemukakan oleh H-O (HeckscherOhlin) seringkali disebut pula sebagai teori kepemilikan faktor (factor endowment theory) atau teoeri proporsi faktor (factor proportion theory). Cina akan memperoleh keuntungan sebesar (4/3 kg -5/6 kg) = 9/18 kg. maka akan memperoleh 6/5 m kain. b) Sebaliknya bila Cina melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor 1 m kain ke Indonesia. Jika dengan spesialsisasi produksi dan ekspor kain.Berdasarkan tabel 2.

Teori H-O didasarkan pada serangkaian asumsi sederhana guna memudahkan dan melancarkan pembahasan.faktor produksi yang dimiliki (endowment factors) masing. negara. 2001 : 39) Dalam analsisisnya. teori H-O menggunakan dua kurva. Yang kedua adalah kurva isoquant yaitu kurva yang menggambarkan total kuantitas produk yang sama. Perbedaan opportunity cost tersebut dapat menyebabkan adanya perdaganan internasional.negara yang memiliki faktor produksi lebih banyak atau murah dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barangnya. Sebaliknya masing.masing negara. (Hamdy Hady. Jadi dengan biaya (cost) tertentu akan diperoleh sejumlah produk yang maksimal. atau dengan kata lain biaya/cost minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu. 1997 : 158). Hanya saja sebagian dari asumsinya terlalu sederhana atau bahkan sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. . Dalam teori ekonomi mikro kurva isocost akan menyinggung kurva isoquant pada suatu titik optimal. Pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang menggambarkan total biaya produksi yang sama. (Salvatore.masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara tersebut memiliki faktor produksi yang relative langka atau mahal dalam produksinya.

i) Tidak ada biaya transportasi.Asumsi tersebut adalah : a) Dunia ini hanya terdiri dari dua negara. f) Persamaan selera di kedua negara g) Adanya kompetitif sempurna di pasar komoditi maupun di pasar faktor produksi. d) Skala hasil yang konstan e) Spesialisasi produksi yang terjadi di masing.masing negara setelah perdagangan internasional berlangsung tidak lengkap atau tuntas.masing negara terkerahkan secara penuh (full employment). b) Kedua negara itu memiliki dan menggunakan tingkat teknonogi produksi yang sama c) Salah satu dari kedua komoditi tersebut bersifat padat modal. dan halini berlaku di kedua negara. dua komoditi dan dua faktor produksi. h) Pentingnya mobilitas internal. . tarif maupun berbagai bentuk hambatan lainnya yang mengganggu berlangsungnya pardagangna internasional secara bebas. namun menyisihkan kemungkinan terjadinya mobilitas atau perpindahan faktor produksi antar negara. j) Seluruh sumber daya produksi yang ada di masing. sedangkan yang lain bersifat padat tenaga kerja.

harga komoditi l ain. Perbedaan dalam harga-harga faktor dan harga. dan citarasa individu.harga komoditi (X dan Y) di antara kedua negara sebelum berlangsungnya perdagangan. (Doominick Salvatore 1994 :17) . sementara pendapatan nominal individu citarasa dan harga komoditi lain diangap konstat (asumsi ceteris paribus) kita peroleh skedul permintaan individu untuk komoditi itu. Teori penyamaan harga faktor produksi (sebagai implikasi yang wajar dari teori H-O) menganggap bahwa perdagangan internasional akan menghapuskan atau mengurangi perbedaan harga absolute maupun harga relative produksi sebelum perdagangan setiap negara.Teori H-O telah melangkah lebih jauh dengan menemukan pernyataan secara tegas bahwa perbedaan dalam kelimpahan faktor harga. Atas dasar harga komoditi yang tertentu tadi. Selisih harga absolute atas berbagai komoditi di antara kedua negara itulah yang merupakan penyebab langsung terjadinya perdagangnan. Teori Permintaan Jumlah suatu komoditi yang bersedia dibeli individu selama periode waktu tertentu merupakan fungsi dari atau tergantung pada herga komoditi itu.harga komoditi secara relatif itu selanjutnya diterjemahkan sebagai perbedaan dalam harga faktor produksi secara absolute (bilangan nilainya) dan harga komoditi di antara kedua negara tadi. 4. pendapatan nominal individu.

Sedangkan yang dimaksud dengan elastisitas penawaran adalah uktudan kuantitas sebagai akibat perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan (Sukirno. Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang. 1994:76) : a. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu pengukuran terhadap kuantitatif yang menunjukkan sampai di mana besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. secara teori maupun dalam praktek sehari. Perndapatan rumah tangga atau pendapatan rata. 2004 :10) . Jumlah penduduk g.faktor tersebut yang mempengaruhi permintaan seseorang akan barang atau jasa yang diminta adalah (Sukirno. Harga barang itu sendiri b. Corak disrtibusi pendapatan masyarakat e. Yang dimaksud dengan elastisitas permintaan adalah besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan permintaan. Harga barang lain yang mempunyai kaitan dengan barang tersebut c. Dalam analisis ekonomi. Cita rasa masyarakat f.hari adalah sangat berguna untuk mengetahui sampai sejauh mana responsifnya permintaan terhadap perubahan harga.Sedangkan permintaan seseorang atau masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara faktor.rata masyarakat d.

penawaran menunjukkan seberapa banyak produsen suatu barang mau dan mampu menawarkan per periode pada berbagai kemungkinan tingkat harga. . d. c. Harga barang itu sendiri. Penawaran adalah hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Harga barang-barang lain. Tingkat teknologi yang digunakan. Secara lebih spesifik. 1994: 22). Ongkos produksi. 1994 :20). hal lain diasumsikan konstan. yaitu biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah. diantaranya adalah: a. Penawaran pasar atau penawaran agregat suatu komoditi memberikan jumlah alternative dari penawaran komoditi dalam periode waktu tertentu pada berbagai altermatif oleh semua produsen dan pasar. Sampai di mana para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. pada jumlah produsen dalam pasar (Dominick Slavatore. Penawaran pasar komoditi itu tergantung pada semua faktor yang menentukan penawaran produsen secara individu dan seterusnya. Teori Penawaran Penawaran adalah jumlah komoditi yang bersedia ditawarkan oleh produsen tunggal selama periode waktu tertentu adalah fungsi dari atau tergantung pada harga komoditi itu dan biaya produksi untuk produsen tersebut (Dominick Salvatore. b.5.

barang bebas bergerak dengan tidak dikenai biaya pabean. Jadi untuk barang. Bentuk. . jika ditinjau dari aspek asal komoditi.bentuk hambatan atau retriksi dalam melakukan perdagangan internasionla adalah sebagai berikut : (Nopirin.barang yang ke luar dari costum area suatu negara dikenakan pajak. arah serta bentuk dari perdagangan internasional. Custom area adalah daerah di mana barang. 1995:51) a. tariff digolongkan menjadi : 1) Bea Ekspor (Eksport Duties) Bea ekspor adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju ke negara lain. Tarif Tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadpa barangbarang yang melewati batas suatu negara. Batas Custom area biasanya sama dengan batas wilayah suatu negeara. Kebijakan Perdagangan Internasional Kebijakan perdagangan internasional adalah tindakan atau kebijakan pemerintah yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi komposisi.barnag yagn melalui suatu wilayah suatu negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah negara lain.6. 2) Bea Transito (Transit Dutie) Bea transito adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang.

1995:65-66) : a) Absolute atau unilateral kuota. b. Jenis kuota impor adalah (Nopirin .3) Bea Impor (Import Duties) Bea impor adalah bea atau pajak yang dikenakan kepada suatu barang. Adapun penjelasan lebih lanjut tentang kuota ekspor adalah sebagai berikut : 1) Kuota impor Kuota (jumlah atau pembatasan kuantitas) adalah merupakan bentuk hambatan pperdagangan internasional non tariff yang paling penting. Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah impor dan ekspor . adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan dengan negara lain.barang yang masuk ke dalam custom area dengan ketentuan sebagai tujuan akhir. Kuota bisa berupa pembatasan kuantitas pasokan. . Sedangkan kuota impor yang didefinisikan oleh Npirin adalah pembatasan jumlah volume terhadap barang yang masuk ke dalam negeri. Non tarif Kuota adalah pembatasan secara langsung terhadap jumlah fisik terhadap brang yang masuk (kuota impor) dan keluar (kuota ekspor). Kuota semacam ini sering menimbulkan balasan dari negara lain.

Unutk sejumlah tertentu barang yang diijinkan masuk (impor) dengan tariff tertentu. Pembatasan barang yang diimpor menyebabkan berkurangnya barang impor tersebut di pasar dalam negeri. adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan berdasarkan perjanjian antara 2 negara atau lebih. yakni membatasi penggunaan bahan mentah yagn diimpor dalam proporsi tertentu dalam produksi barang akhir. 1995:68) : a) Untuk mencegah barang. sedangkan permintaan relative tetap. tambahan impor asih diijinkan tetapi dikenakan tariff yagn lebih tinggi. 2) Kuota ekspor Seperti halnya impor. d) Mixing kuota. Sehingga menimbulkan adanya monopoli profit (keuntungan karena monopoli).barang yang penting jatuh atau berada di tangan musuh . c) Tariff kuota. Keadaan ini akan mengakibatkan harga impor di pasar dalam negeri lebih tinggi daripada di pasar dunia. adalah gabungan antara tariff dan kuota. Pembahasan jumlah ekspor ini bertujuan antara lain (Nopirin. maka ekspor dapat dibatasi jumlahnya.b) Negotiated atau bilateral kuota. Pembatasan ini untuk mendorong berkembangnnya industri di dalam negeri.

Kuota ekspor biasanya dikenakan terhadap bahan mentah yang merupakan barang perdagangan penting dan di bawah suatu pengawasan badan inernasional. Beberapa catatan berkenaan dengan subsudi antara lain bila pemrintah bertujuan untuk menaikkan produksi dalam negeri atau menurunkan impor. maka dengan subsidi lebih baik daripada dengan tarif.b) Untuk menjamin tersedianya barang dalam negeri dalam proporsi yang cukup c) Untuk mengadaan pengawasan produksi serta pengendalian harga mencapai stabilitas harga. Konsumen dapat menikmati harga yang lebih rendah serta tidak kehilangan surplus konsumen. Biasanya dalam proses penyusunan anggaran belanja cenderung untuk mempertahankan tarif bukannya . 3) Subsidi Subsidi adalah bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada produsen guna meningkatkan hasil produksi dalam negeri. Sedangkan tarif sangat jarang untuk ditinjau kembali dan dapat menaikkan penerimaan pemerintah. Subsidi secara periodik harus dianggarkan dalam anggaran belanja. sehingga dapat meningkatkan ekspor dalam negeri atau mengurangi impor dalam negeri. oleh karena itu manfaatnya harus ditinjau setiap tahun sejalan dengan perkembangan atau perubahan keadaan sosial ekonomi.

1 berikut ini : . karena menimbulkan aliran modal ke luar negeri. 7. Dengan alasan kurangya peninjauan kembali manfaat serta usaha untuk selalu mempertahankannya. ada dua variabel yang ditambahkan yaitu ekspor dan impor barang dan jasa. Ekspor bersih merupakan salah satu komponen permintaan agregat. sehingga fungsi dari pendapatan nasi onal menjadi Y = C +I +G + (X-M). maka para ekonom cenderung menyukai subsidi daipada tarif. Karena ekspor berasal dari produksi dalam negeri dijual/ dipakai oleh penduduk luar negeri. 1995 : 239) Ekspor bersih (X-M) adalah jembatan yang menghubungkan antara pendapatan nasional dengan transaksi internasional. (Nopirin. Sedangkan impor merupakan kebocoran dari pendapatan. maka makin tinggi impornya. maka impor seperti halnya tabungan (secara positif) pada perndapatan. maka ekspor merupakan injeksi ke dalam aliran pendapatan seperti halnya investasi. Dengan anggapan bahwa harga dan tingkat bunga tetap.untuk menghapus kebijakan tarif. Model Ekonomi Terbuka Di dalam perekonomian terbuka. Hal ini dapat ditunjukkan seperti gambar 2. Makin besar pendapatan nasional.

maka ΔM/ΔY konstan. S atau M. Secara grafis MPM ditunjukkan dengan sudut arah dari fungsi impor. maka : MPC +MPS +MPM = 1. Karena setiap tambahan pendapatan juga digunakan untuk menambah C. Impor tidak selalu dipengaruhi ole pendapatan. APM adalah proporsi pendapatan yang digunakan utuk membeli barang impor = M/Y.Gambar 2. Dalam konsumsi terbuka pendapatan digunakan untuk konsumsi barang dalam negeri (c). impor (M) atau ditabung (S). maka impor cenderung naik dan kurva impor . sedangkan MPM adalah proporsi dari kenaikan (penurunan) pendapatan yang digunakan untuk menambah (mengurangi) impor = ΔM/ΔY. Pergeseran faktor ini akan menggeser fungsi impor. Ada faktor.1 Fungsi Impor Sumber : Nopirin (1997:241) Dua konsep penting yang berhubungan dengan fungsi impor adalah average propensity to impor (APM) dan marginal propensityto impor (MPM). konsekuensinya : APC + APS + APM = 1 .faktor lain yang mempengaruhi impor. Karena funfsi impor erupakan garis lurus. Seperti misalnya inflasi terjadi di dalam negeri sehingga daya saing menurun.

Impor Impor dapat diartikan sebagai pembelian barang dan jasadari luar negeri ke dalam negeri dengan perjanjian kerjasama antara 2 negara atau lebih. Impor juga bisa dikatakan sebagai perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabeanan Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku (Hutabarat. B. Pengertian Variabel. 1996 : 403). Sedangkan dalam keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor 850/MPP/ Kep/10/1999 pada ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia.negara eksporrter dan negara importer masing. ekspor tergantung dari pendapatan luar negeri. Dengan harga dianggap tetap. Antara negara. Hal tersebut terjadi akibat semakin besarnya . Nilai Tukar atau kurs Kompleksitas sistem pembayaran dalam perdagangan internasional semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang berkembang akhir-akhir ini. dapat dijelaskan pengaruh antara variabel independent terhadap variabel denendent tersebut sebagai berikut: 1. 2. bukan pendapatan nasionalnegara tersebut. Selain itu ekspor suatu negara adalah impor negara lain.masing memiliki undang.undang dan peraturan bea cukai yang berbeda antara satu dengan negara lain. 1997: 241).Veriabel Pendukung Berdasarkan teori.bergeser ke atas. ( Nopirin.teori yang ada.

Sejak saat itu kurs valuta asing dibiarkan berfluktuasi sesuai dengan fluktuasi variabel-variabel yang mempengaruhinya. Pendekatan moneter mempunyai dua anggapan pokok . Konsep penentuan kurs diawali dengan konsep Purchasing Power Parity (PPP). ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran uang. yaitu berlakunya teori paritas daya beli . Pendekatan moneter menekankan bahwa kurs valuta asing sebagai harga relatif dari dua jenis mata uang. kemudian berkembang konsep dengan pendekatan neraca pembayaran ( balance of payment theory ).volume dan keanekaragaman barang dan jasa yang akan diperdagangkan di negara lain. Oleh karena itu upaya untuk meraih manfaat dari globalisasi ekonomi harus didahului upaya untuk menentukan kurs valuta asing pada tingkat yang menguntungkan. Posisi penting kurs valuta asing dalam perdagangan internasional mengakibatkan berbagai konsep yang berkaitan dengan kurs valuta asing mengalami perkembangan dalam upaya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing. Penentuan kurs valuta asing menjadi pertimbangan penting bagi negara yang terlibat dalam perdagangan internasional karena kurs valuta asing berpengaruh besar terhadap biaya dan manfaat dalam perdagangan internasional atau ekspor dan impor. Perkembangan konsep penentuan kurs valuta asing selanjutnya adalah pendekatan moneter (monetary approach) . Konsep-konsep yang berkaitan dengan penentuan kurs valuta asing mulai mendapat perhatian besar dari ahli ekonomi terutama sejak kelahiran kurs mengambang pada tahun 1973.

Apresiasi adalah suatu peningkatan nilai tukar mata uang yang dihitung oleh jumlah mata uang yang dihitung oleh asing yang dibelinya.dan adanya teori permintaan uang yang stabil dari sejumlah variabel ekonomi agregate. Maret : 2002) Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang domestik (Salvatore.0125) tapi dalam perhitungan yang biasa digunakan nilai tukar yen terhadap rupiah menggunakan 100 yen dalam satuan rupiah. (Sri Isnowati dalam jurnal bisnis dan ekonomi. Perubahan nilai tukar dibedakan menjadi apresiasi dan depresiasi. Jika nilai tukar yen terhadapa rupiah adalah 1 yen = Rp 80 berarti kurs rupiah terhadap yen adalah Rp 1 = 1/80 yen (0. Hal tersebut berarti model pendekatan moneter terhadap kurs valuta asingdapat ditentukan dengan mengembangkan model permintaan uang dan model paritas daya beli. 2003:221-222) membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil.1997:49). Sedangkan nilai tukar riil (real exchange raet) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain. Nilai tukar dapat dinyatakan dalam dua cara. Sedangkan (Mankiw. Sedangkan depresiasi adalah suatu penurunan nilai mata uang asing yang dihitung oleh jumlah mata uang asing yang dapat dibelinya. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara ke negara lain.. Jika nilai tukar .

Demikian pula ketika suatu mata uang mengalami depresiasi dikatakan bahwa mata uang tersebut melemah (Mankiw.harga di luar negeri (Indonesia) Sifat kurs valuta asing sangat tergantung dari sifat pasar. Jika nilai tukar berubah sedemikian rupa sehingga 1 yen hanya bisa membeli lebih sedikit mata uang mengalami apresiasi. Menurut Menkiw nilai tukar riil tergantung pada nilai tukar nominal dan harga. perubahan ini disebut apresiasi yen. dikatakan bahwa mata uang itu menguat karena dapat membeli labih banyak uang asing. Apabila transaksi jual beli valuta asing dapat dilakukan secara bebas di pasar.harga barang dari kedua negara yang diukur dalam mata uang lokal. 2003: 220-221). maka kurs valas akan berubah. Sehingga kita dapat mengiktisarkan perhitungan nilai tukar dengan rumus : Nilai tukar riil (e x p )/ p* Di mana : (mankiw 2003:22-223) e = Nilai tukar nominal (yen terhadap rupiah) p = indek harga untuk harga.ubah sesuai dengan perubahan permintaan dan penawaran. maka kurs ini hanya akan .harga di dalam negeri (Cina) p* = indek harga untuk harga.berubah sehingga 1 yen dapat membeli lebih banyak mata uang . Apabila pemerintah menjalankan kebijakan stabilitas kurs. tetapi tidak mempengaruhi transaksi swasta.

tingkat bunga dan harga akan mempengaruhi penawaran dan permintaan kurs valas.ubah di dalam batas yang kecil. Faktorfaktor yang berasal baik dalam atau luar negeri termasuk pendapatan impor periode lalu. perubahan kurs terganutng pada beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan. Kurs valas akan cenderung naik (harga mata uang sendiri turun). Semua kegiatan ekonomi dan pemerintah (fiscal dan moneter) yang mempengaruhi pendapatan. meskipun batas. .berubah. kenaikan pendapatan dan harga ini akan menyebabkan impor naik dan berarti akan meningkatkan permintaan valuta asing. Akibatnya kurs valuta asing akan naik (terdepresiasi mata uang sendiri). Di samping faktr ekonomi yang dapat menpengarui perubahan kurs valas aka naik. Faktor valuta asing merupakan debit dalam neraca pembayaran internasional. Sistem kurs yang berubah. Kurs valas akan turun (harga mata uang sendiri naik).macam kurs sendiri dibedakan menjadi (Nopirin. hadga dan tingkat bunga juga akan berpengaruh terhadap valuta asing. Kebijakan permerintah (kenaikan pengeluaran misalnya) akan menaikkan pendapatan dan harga.ubah Dalam pasar bebas. Inflasi akan menyebabkan kurs valas naik. Macam. Faktor psikologi juga dapat mempengaruhi pergeseran permintaan dan penawaran.batas ini dapat di ubah dari waktu ke waktu.1997: 147) a. kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderung menarik modal masuk dalam negeri.

yaitu digunakan untuk tujuan. c. ada tiga sistem yang digunakan dalam kebijakan nilai tukar rupiah sejak tahun 1971 hingga sekarang. Alokasi biasanya digunakan dengan lisensi impor Di Indonesia .tujuan sesuai dengan program pemerintah. Untuk itu pemerintah perlu mengalokasikan di dalam penggunannya. Antara tahun 1971 hingga 1978 dianut sistem tukar tetap ( fixed exchange rate) dimana nilai rupiah secara langsung dikaitkan dengan dollar Amerika Serikat ( USD). Sistem Kurs Stabil System kurs bebas sering menimbulkan adanya tindakan spekulasi sebagai akibat dari ketridaktentuan di dalam kurs baluta asing karena itu banyak negara yang kemudian menjalankan politik untuk menstabilan kurs. terutama dalam hal negara tersebut menghadapi keterbatasan cadangan valuta asing dibanding dengan permintannya. Sejak 15 November 1978 sistem nilai tukar diubah menjadi mengambang terkendali ( managed floating exchange rate) dimana nilai rupiah tidak lagi . Pengawasan devisa (Exchange Control) Dalam system ini pemerintah memonopoli seluruh system transaksi valuta asing tujuannya adalah untuk mencegah adanya aliran modal keluar dan melindungi pengaruh depresiasi dari negara lain.b. Pada dasarnya kurs yang stabil bisa timbul kaena pemerintah menyediakan dana untuk stabilisasi kurs (stabilization funds) dan suatu negara menggunakan system standar emas.

selektif . Dengan mengamati segala dampak dari sistem free floating serta dikaitkan dengan kondisi/struktur perekonomian Indonesia selama ini nampaknya purely free floating sulit untuk dilakukan. Kemudian terjadi perubahan mendasar dalam kebijakan mengambang terkendali terjadi pada tanggal 14 Agustus 1997. Jumlah suatu mata uang asing yang diminta untuk membayar impor mempunyai hubungan yang berbalikan dengan tingkat kurs. . Namun demikian cukup sulit menjawab apakah nilai tukar rupiah sepenuhnya dilepas ke pasar ( free floating) atau masih akan dilakukan intervensi oleh Bank Indonesia. namun terhadap sekeranjang valuta partner dagang utama. Maksud dari sistem nilai tukar tersebut adalah bahwa meskipun diarahkan ke sistem nilai tukar mengambang namun tetap menitikberatkan unsur pengendalian. Harga/ kurs keseimbangan adalah kurs di mana jumlah yang diminta sama dengan yang ditawarkan.semata-mata dikaitkan dengan USD. Kurva penawaran valuta asing dapat diperoleh dengan menunjukkan masingmasing barang ekspor. Kemungkinannya adalah Bank Indonesia akan tetap mempertahankan managed floating dengan melakukan intervensi secara berkala. jumlah yang ditawarkan dalam negeri serta jumlah yang diminta dan ditawarkan di dalam negeri serta kelebihan penawaran. dimana jika sebelumnya Bank Indonesia menggunakan band sebagai guidance atas pergerakan nilai tukar maka sejak saat itu tidak ada lagi band sebagai acuan nilai tukar. dan pada timing yang tepat.

Produk Domestik Bruto Produk Domestik Bruto (gross domestic product/ GDP) adalah nilai dari semua barang dan jasa yang di produksi di suatu negara selama kurun waktu tertentu (Mankiw. 2003:7). Sehingga PDB hanya menghitung total . Kenaikan tingkat bunga dalam negeri cenderugn menarik modal masuk dari luar negeri (Nopirin. 2003: 223). PDB merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional. Apresiasi akan menyebabkan dampak yang sebaliknya. maka ekspor akan menjadi murah dan impor menjari mahal. 1997 : 147-148) Nilai tukar riil sangat penting dalam perdagangan internasional karena nilai tukar riil adalah penentuan utama dari beberapa banyak suatu negara mengekspor dan mengimpor (Mankiw. impor menjadi murah (Krugman dan Obsfeld. akan menyebabkan impor naik dan ekspor turun yang akan menyebabkan kurs valuta asing naik.Makin tinggi tingkat pertumbuhan pendapatan (relative terhadap negara lain) makin besar kemungkinan untuk impor yang berarti makin besar pula permintaan akan valuta asing. Mata uang suatu negara depresiasi. PDB berbeda dengan PNB karena memasukkan variabel produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. 3. 92 : 44). harga produk negara itu bagi pihak lain menjadi mahal. Kurs valuta asing cenderung naik (harga mata uang sendiri turun) demikian juga inflasi. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya pertahun).

PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. Deflaktor GDP merupakan salah satu ukuran pokok yang dipakai para ekonom untuk memantau tingkat harga rata. 1996: 38) a. PDB merupakan output produksi dalam suatu perekonomian dengan tidak memperhitungkan faktor produksi dan hanya menghitung total produksi dalam perekonomian saja . Biasanya gambaran yang dikemukakan oleh kedua ukuran statistic tersebut kurang lebih sama. Pendekatan produksi.harga mengalami kenaikan. Unit.pendapatan dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam atau luar negeri. Menurut Mankiw (2003:39) untuk menghitung keseluruhan tingkat harga kita dapat menggunakan deflaktor GDP dan indek harga konsumne (consumer price/CPI). gas .unit tersebut dikelompokkan menjadi sebelas sektor atau lapangan usaha yaitu (1) pertanian. PDB sendiri dapat dihitung atau diukur dengan menggunakan 3 pendekatan yaitu : (Dumairy.rata dalam suatu perekonomian. Para ekonom dan pembuat kebijakan senantiasa memantau deflaktor GDP dan indeks harga konsumen untuk mengukur seberapa cepat harga. GDP deflaktor adalah ukuran tingkat harga yang dihitung sebagai rasio GDP nominal terhadap GDP riil di kali dengan 100. Namun ada perbedaan penting yang menyebabkan angka kedua ukuran ini seringkali berbeda. (2) pertambangan dan penggalian. (3) industri pengolahan. (4) listrik.

PDB ini menggambarkan nilai tambah barang atau jasa dengan menggunakan harga pasar yang berlaku pada periode tersebut. (7) pengangkutan dan komunikasi. (11) jasa. Atau pendekatan ini dapt dirumuskan : PDB = C + I + G + (X-M) Ada dua macam perhitungan dalam menganalisa besaran PDB yaitu : a. Pendekatan pendapatan. PDB atas harga berlaku (PDB nominal) PDB atas dasar harga berlaku merujuk pada nilai PDB tanpa memperhitungkan pengaruh harga. (10) pemerintahan. (5) bangunan.dna air minum. pengeluaran investasi. pengeluaran pemerintah. PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor. Pendekatan pendapatan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : PDB = sewa + upah + bunga modal + laba c. b. (9) sewa rumah. (6) perdagangan. PDB adalah jumlah seluruh kopmponen permintaan akhir yang meliputi pengeluaran konsumsi rumah tangga dan swasta. dan ekspor neto.faktor produksi yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. . (8) bank dan lembaga keuangan lainnya. Berdasarkan perkembangannya.jasa. baik ditinjau dari sisi produksi (industrialisasi). pengeluaran pemerintah serta perdagangan internasional. pengeluaran konsumsi rumah tangga. PDB harga berlaku ini proses transformasi structural. Pendekatan pengeluaran.

PDB senantiasa lebih besar dari PNB.b. Metode deflasi. yaitu dengan cara menilai produksi masing.masing tahun dengan menggunakan harga tahun tertentu yang dijadikan tahun dasar. Sedangkan metode untuk mengubah PDB harga berlaku menjadi PDB harga konstan dapat menggunakan 3 perhitungan yaitu : (Dumairy 1996 : 39) a. Besarnya impor yang dilakukan suatu negara dengan negara lain ditentukan oleh sampai di mana kesanggupan barang. 1983. yaitu dengan cara memperbarui nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi atau tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya. Tahun dasar digunakan peretama kali tahun1960 kemudian diubah menjadai 1973. Dalam negara berkembang. b. Metode ekstrapolasi. yaitu dengan membagi PDB harga berlaku dengan indeks harga relative yang sesuai (indeks harga x 1/100). PDB ini menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga berlaku pada tahun dasar. PDB harga constant PDB ini mengoreksi PDB harga berlaku dengan memasukkan pengaruh harga.barang domestic mampu bersaing dengan barang. c. Apabila barang . Hal ini dikarenakan nilai produk orang asing di Indonesia lebih besar dri nilai produk orang Indonesia di luar negeri. Metode Revaluasi.barang dari luar negeri. 1993 dan yang sekarang yang digunakan adalah tahun dasar 2000.

2 Hubungan antara impor dan pendapatan nasional Sumber : Sadono Sukirno. bahwa besarnya impor lebih dipengaruhi oleh besarnya pendapatan nasional daripada oleh kemampuan barang. upah.466). 2002: 384 PDB dengan perhitungan pendekatan pendapatan.dari luar negeri memiliki harga yang lebih rendah. . maka akan terdapat kecenderungan suatu negara tersebut untuk mengimpor. yaitu dengan menjumlahkan balas jasa yang diterima oleh faktor. Ini berarti.barang luar negeri untuk bersaing dalam dengan produksi dalam negeri. bunga. mutu yang lebih baik daripada barang dalam negeri. Gambar 2. dan modal) menegaskan bahwa variabel PDB adalah variabel yang mempengaruhi permintaan impor. Akan tetapi kecenderungan itu masih tergantung kesanggupan penduduk negara tersebut untuk membayar impor.faktor produksi (sewa. Parameter ketergantungan impor terhadap pendapatan adalah kecenderungan marginal mengimpor (Marginal propensity to import) yang merupakan nisbah perubahan nilai impor terhadap pendapatan nasional riil (dengan harga constant) yang menyebabkan perubahan terhadap impor (Lindert dan Kindenberger 1995: 465.

1996: 107). Tahun 1998 cadangan devisa Indonesia mencapai 23. tetapi juga memerosotkan kredibilitas mata uangnya. Apabila telah demikian keadaannya. sering terjadi pemerintah negara yang bersangkutan akhirnya terpaksa melakukan devaluasi (Dumairy.4. akan tetapi akibat krisis . Kurs mata uangnya di pasar valuta asing akan mengalami depresiasi. Bukan saja negara tersebut akan kesulitan mengimpor barang-barang yang dibutuhkannya dari luar negeri. maka dapat terjadi rush terhadap valuta asing di dalam negeri.90 triliun rupiah. Apabila posisi cadangan devisa itu terus menipis dan semakin menipis. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. Tipisnya persediaan valuta asing suatu negara dapat menimbulkan kesulitan ekonomi bagi negara yang bersangkutan. Makin menipisnya cadangan devisa juga merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat kerentanan ekonomi Indonesia yaitu makin memperburuk kondisi perekonomian nasional. Cadangan Devisa Cadangan Devisa (Foreign Reserve Currencies ) yaitu stok emas dan mata uang asing yang dimiliki yang sewaktu-waku digunakan untuk transaksi atau pembayaran internasiona. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan. Cadangan devisa juga bisa diarrtikan sebagai sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Central yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Tambunan.masing memiliki cakupan yang berbeda. lembaga terutama lembaga keuangan nasional. cadangan devisa digolongkan menjadi dua yaitu Official exchange rate dan Countri foreign exchange rate yang masing.2000:152-153).13 tahun 1968.ekonomi jumlah tersebut merosot. Dari kedua sumber itu yang paling diandalkan adalah pendapatan dari kegiatan ekspor. Krugman & Maurice Obstfeld 1992 :44) 5.Undang No. Posisi cadangan devisa suatu negara biasanya dinyatakan aman jika mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu setidaknya 3 bulan. Yang pertama adalah official exchange rate merupakan cadangan devisa yang dimiliki oleh suatu negara yang dikelola oleh BI sesuai tugas Undang.01 milyar dollar AS (Tulus T. Dalam perkembangannya. hingga bulan September 1999 berkisar 16. perorangan. Jika devisa yang dimiliki tidak cukup untuk kebutuhan 3 bulan impor. 1997 : 107).beda. Cadangan devisa berasal dari 2 sumber yaitu ekspor bersih atau neraca modal. Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga terus menerus dalam tingkat harga suatu perekonomian akibat kenaikan permintaan agregat atau penurunan .H. maka dikatakan rawan (Dumairy. Sedangkan country foreign exchange rate adalah cadangan devisa yang dimiliki oleh badan. Selain itu devisa juga digunakan untuk membayar hutang (Paul R. Besar kecilnya cadangan devisa tergantung pada neraca pembayaran.

Inflasi tarikan permintaan Inflasi tarikan permintaan terjadi karena sector perusahaan tidak mampu dengan cepat malayani permintaan masyarakat yang wujud dalam pasaran. 2002 : 303) a. misalnya. kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang. Masalah kekurangan barang akan berlaku dan ini akan mendorong kepada kenaikan harga-harga. atau yang terjadi sekali saja (dan tidak memiliki pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi.hari besar.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Sedangkan menurut Sadono Sukirno ( 2002 : 360) inflasi adalah kecenderungan dari harga. menjelang hari. Keniakan harga semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau penyakit ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan untuk mengulanginya. 200: 133). Syarat adanya kecenderungan menaik yang terus menerus juga diingat.permintaan agregat (Mc Eachern. musiman. .harga karena.barang lain. Kenaikan harga. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat. Berdasarkan fktor yang menimbulkannya. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi. inflasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : (Sadono Sukirno.

mengurangi ekspor dan mengurangi impor. (Pery Wijaya. 2002 : 16) . Inflasi akan terus bertambah cepat apabila tidak diatasi. Selai itu prospek pembangunan jangka panjang merupakan bagian penting dari kegiatan ekonpmi suatu negara.harga tersebut akan menyebabkan penduduk negara itu akan mengimpor dari negara lain. Inflasi Desakan Biaya Inflasi desakan biaya adalah inflasi karena masalah kenaikan harga.harga barang yang diimpor. Di lain pihak ekspor negara itu akan bertambah mahal dan ini akan mengurangi permintaan dan selanjutnya akan menurunkan valuta asing (Sadono Sukirno. Pertambahan biaya produksi akan mendorog perusahaanperusahaan menikkan harga walaupun mereka akan menanggung resiko akan menghadapi pengurangan dalam permintaan barangbarang yang diproduksinya.harga dalam perekonomian karena adanya kenaikan biaya produksi.b. Inflasi juga dapat terjadi sebagai akibat dari kenaikan harga. mengurangi ekspor dan menaikkan impor. 2002:363). 2004:34). Inflasi yang bertambah serius akan mengurangi investasi yang produktif. Berlakunya keadaan inflasi di suatu negara dapat menurunkan nilai mata uang. Inflasi yang tinggi juga dapat mengakibatkan menurunnya investasi yang produktif. Di lain pihak kenaikan harga. Kecenderungan ini akan memperlambat pertumbuhan perekonomian (Sadono Sukirno.

dalam jangka pendek. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan cadangan devisa terhadap permintaan impor jangka pendek dan jangka panjang. Kurs rupiah memiliki pengaruh yang negative terhadap permintaan impor Indonesia. . Sedangkan cadangan devisa memiliki pengeruh yang positif terhadap permintaan impor dalam jangka pendek dan jangka panjang. rasio indek harga konsumen terhadap impor Indonesia dari Jepang dengan model regresi OLS linear berganda. nilai kurs rupiah. Hasil yang didapat dari penelitian tersebut adalah ada pengaruh positif antara PDB. penanaman modal asing (PMA). 2002 : 308) C. terhadap permintaan impor Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang. 2. Alat analisis yagn digunakan adalah OLS.Inflasi juga menyebabkan harga barang impor menjadi lebih murah daripada barang yang dihasilkan dalam negeri. Penelitian Sigit Yuniyanto (2003) yang menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB).PAM Double log. Selain itu PMA dan PMDN juga memiliki pengaruh yang positif terhadap permintaan impor Indonesia. PDB riil. Penelitian Handayani (2003) yang meneliti pengaruh kurs yen. Hasil Penelitian Terdahulu 1. Maka pada umumnya inflasi akan menyebabkan impor berkembang lebih cepat dibandingkan dengan ekspor (sadono Sukirno.

Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran digunakan untuk menunjukkan arah penyusunan penelitian dan mempermudah dalam menganalisa masalah yang dihadapi. nilai tukar rupiah terhadap dolar dan cadangan devisa berpengaruh dignifikant terhadap impor non migas Indonesia dari Jepang. Sedangkan PDB riil berpengaruh positif dan signifikan dalam taraf signifikan 5% terhadap permintaan impor Indonesia dari Jepang. Penelitian Cessilia Dupi Sarawati tahun 2007 yaitu mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi impor non migas Indonesia dari Jepang.4 Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa PDB tidak signifikan.Hasil estimasi tersebut menunjukkan bahwa nilai kurs yen berpengaruh terhadap permintaan impor dari Jepang.1. 4. Dari rasio indeks harga berpengaruh negative dan signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Jepang.2003. 3. Penelitian Dani Rustyaningsih tahun 2003 yaitu mengenai Analisa FaktorFaktor yang mempengeruhi permintaan impor barang konsumsi di Indonesia tahun 1990. sedangkan impor periode sebelumnya dan kurs berpengaruh signifikan terhadap impor barang konsumsi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan metode ECM dengan menggunakan uji MWD dan OLS dengan hasil dari penelitian ini bahwa faktor PDB riil. D. .

3. Maka secara sistematis kerangka pemikiran dapat digambrkan sebagai berikut : Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran . PDB harga konstan merupakan hasil produksi yang didapat dari semua faktor produksi baik dari faktor dalam negeri atau dari faktor luar negeri dalam satu tahun. Dalam memenuhi pencapaian tujuan dari perdagangan internasional. dan cadangan devisa.harga secara terus menerus.maka diperlukan suatu kerangka pemikiran yang akan memberikan gambaran tahap-tahap penelitian untuk mencapai suatu kesimpulan. Inflasi menyebabkan naiknya harga impor menjadi lebih murah dibandingkan dengan harga barang domestik. Inflasi merupakan kenaikkan harga. Sedangkan cadangan devisa suatu negara dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor suatu negara dalam jangka waktu minimal 3 bulan. US$ merupakan salah satu mata uang yang digunakan dalam perdagangan internasional. harus memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi perdagangan diantaranya yaitu kurs. inflasi. PDB sebagian besar dialokasikan untuk belanja barang modal dan bahan baku industri yang sebagian besar digunakan untuk belanja barang impor. PDB. Kurs biasanya diukur dengan perbandingan terhadap mata uang asing.

Diduga nilai kurs US$ terhadap Rupiah berpengaruh signifikant terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Diduga bahwa PDB Indonesia berpengaruh signifikan terhadap permintaan barang. Hipotesa Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap pertanyaan yang diajukan. 2.E. 4.barang impor yang berasal dari Amerika Serikat. Diduga besarnya cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat. Dari permasalahan di atas dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut : 1. . 3. Diduga tingkat inflasi berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat..

B. Jenis Dan Sumber Data 1. Variabel Penelitian 1. tingkat inflasi dan cadangan devisa. mengenai jumlah impor Indonesia dari Amerika. maka perlu diadakan penyempitan ruang lingkup penelitian. C. kurs Rupiah Terhadap USD. .BAB III Metode Penelitian A. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta dan data. 2. Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data time series dari tahun 1985 sampai 2009. Dalam penelitian ini ruang lingkup penelitian adalah permintaan barangbarang impor yang berasal dari Amerika Serikat. PDB riil. Ruang Lingkup Untuk membatasi meluasnya ruang lingkup yang dijadikan objek penalitian.data pendukung dari buku ataupun yang berasal dari internet. Impor sebagai variabel dependent Impor adalah pengiriman barang dagangan dari luar negeri ke pelabuhan di suatu wilayah Republik Indonesia kecuali wilayah bebas . Sumber Data Sumber data berasal dari Bank Indonesia.

Parameter ketergantungan impor terhadap pendapatan adalah kecenderungan manajerial marginal mengimpor (Marginal propensity to import) yang .. PDB harga Konstant Produk Domestik Bruto (gross domestic product/ GDP) adalah nilai dari semua barang dan jasa yang di produksi di suatu negara selama kurun waktu tertentu (Mankiw.negara eksportir dan negara importer masing. Nilai Tukar atau Kurs Nilai tukar atau kurs didefinisikan sebagai harga mata uang domestik (Salvatore.masing memiliki undang. 2. b.yang dianggap luar negeri. Antara negara. 2003:7). 2003:221-222) membedakan nilai tukar menjadi dua yaitu nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. Nilai tukar nominal (nominal exchange rate) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan mata uang dari suatu negara ke negara lai.undang dan peraturan bea cukai yang berbeda antara satu dengan negara lain. Dalam keputusan menteri perindustrian dan perdagangan nomor 850/MPP/ Kep/10/1999 pada ketentuan umum disebutkan yang dimaksud dengan impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean Indonesia. yang bersifat komersial maupunyang bukan komersial.1994:49). Sedangkan (Mankiw. Sedangkan nilai tukar riil (real exchange raet) adalah nilai di mana seseorang dapat memperdagangkan barang dan jasa dari suatu negara dengan barang dan jasa dari negara lain. Variabel Independent meliputi : a.

d. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. misalnya. Cadangan Devisa Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Sentral yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan (Dumairy.barang lain. kecuali bila kenaikan tersebut meluas kepada (atau mengakibatkan kenaikan) sebagian besar dari harga barang. atau yang terjadi sekali saja (dan tidak memiliki pengaruh lanjutan) tidak disebut inflasi.merupakan nisbah perubahan nilai impor terhadap pendapatan nasional riil (dengan harga constant) yang menyebabkan perubahan terhadap import. c. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi. Inflasi Inflasi adalah kecenderungan dari harga.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus.hari besar. Syarat adanya kecenderungan menaik yang terus menerus juga diingat. musiman.harga karena. menjelang hari. 1997 : 67). Kenaikan harga. Keniakan harga semacam ini tidak dianggap sebagai masalah atau penyakit ekonomi dan tidak memerlukan kebijaksanaan untuk mengulanginya. .

yaitu suatu model yang menyatakan suatu hubungan antara variabel independen dan variabel dependen dalam persamaan matematik (Insukindro. inflasi berpengaruh dan cadangan devisa terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel tersebut. Metode Analisa Data Teknis analisis dasar dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda . Bentuk dari analisis regresi linear berganda dalam persamaan ini ditulis dengan rumus : Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + ei Dimana : Y = Permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat β0 = Konstanta X1 = Kurs Rupiah terhadap USD X2 = PDB harga konstant X3 = Inflasi X4 = Cadangan Devisa ei = Varibel Pengganggu Metode yang digunakan untuk mengestimasi parameter-parameter dalam fungsi regresi linier berganda di atas adalah metode kuadrat terkecil . Dalam penelitian ekonomi terdapat dua model analisis yaitu model linier berganda. 2003 : 42) Analisis ini berfungsi untuk mengetahui apakah faktor-faktor kurs rupiah terhadap USD.D. Pengolahan data dengen menggunakan Eviews 4. PDB harga konstant.0.

Mekanisme perhitungan OLS secara sederhana dapat dimengerti. 4. artinya semua parameter dalam fungsi regresi adalah linier 2.(Ordinary Least Square) atau biasa disebut juga dengan Clasic Least Square (CLS). 3. OLS dapat digunakan dalam range hubungan ekonomi yang luas dengan tingkat ketepatan yang memuaskan. Parameter-parameternya mempunyai varian yang minimum Beberapa alasan yang mendasari mengapa digunakan OLS adalah (Siti Aisyah. 5. Parametr-parameternya adalah tidak bias.mata dalam besaran yang bisa diamati. Prosedur perhitungan dari OLS sangat sederhana dibandingkan dengan metode ekometrika yang lainnya serta kebutuhan data tidak berlebihan. .ciri penaksiran OLS adalah : 1. 2007: 47) : 1. 2. Estimasi parameter yang diperloeh dengan menggunakan OLS mempunyai beberapa cirri optimal. Bila asumsi-asumsi linier klasik dipenuhi. hasil yang diperoleh dengan OLS adalah BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) atau lebih jelasnya adalah (Gujarati. artinya semakin besar sampel yang diambil maka penaksir parameter semakin mendekati nilai parameter yang sebenarnya. 2003: 47): 1. yaitu besaran sampel. Linier. Penaksiran dinyatakan semata. 3. OLS merupakan komponen vital bagi banyak teknik ekonometrika. Sedangkan cirri.

Uji signifikansi åe X i i = 0.sifat sebagai berikut : a. Nilai residual ei tidak berkorelasi dengan X1. Uji t (Uji secara individu) Parameter yang diperoleh dalam estimasi OLS.2. Sekali estimasi kuadrat terkecil diperoleh dari data yang dimiliki. . Nilai rata. Garis regresi tadi melalui rata. Adapun uji statistik sebagai berikut a. Nilai residual ei tidak berkorelasi dengan nilai estimasi Yi .b1 X ˆ b.X) = 0 c. Garis regresi yang diperoleh mempunyai sifat. e.rata Y yang diestimasi Y = Y adalah sama dengan nilai rata- rata Y yang sebenarnya karena Y = Y . yaitu 1. Uji Statistik Uji statistik berguna untuk menguji hipotesis yang diujikan dalam penelitian yaitu dapat diterima atau ditolak berdasarkan dari analisis.rata residual. di mana dalam kenyataannya dilai å(X i . ei = 0 d. Nilai rata.Y . masih perlu dipertanyakan apakah bersifat signifikan atau tidak.rata sampel Y dan X yang dibuktikan oleh y = b0 . 3. Penaksiran merupakan penaksiran titik yaitu dengan sampel tertentu tiap penaksiran akan memberikan satu nilai (titik) tunggal parameter populasi yang relevan. maka garis regresi sampel dapat dengan mudah diperoleh.

Cara lain untuk menguji signifikan tidaknya koefisien regresi adalah dengan melihat probabilitasnya. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain: H0 : β1= 0 H0 : β1 ≠ 0 T hitung = Di mana : T hitung = b se(b2 ) b se(b2 ) β1= koefisien regresi SE = Standart error koefisien regresi Dengan kriteria pengujian : 1) Jika t hitung > t table maka Ho ditolak dan Ha diterima.dimaksudkan untuk mengverifikasi kebenaran atau kesalahan hipotesis nol yang dibuat (Gujarati. yang berarti variabel independent tersebut secara nyata mempengeruhi variabel dependent. jika nilai probabilitasnya: . yang berarti variabel independent tidak secara nyata mempengaruhi variabel dependen. 2003 : 129) Pengujian yang dilakukan untuk menguji signifikansi masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen (uji sendirisendiri semua koefisien regresi). 2) Jika t hitung < t table maka Ho diterima dan Ha ditolak.

(a) < 0. tenaga kerja. pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pengusaha mebel. maka Ha ditolak. (b) < 0. k = jumlah variabel bebas. .10 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 10%.(k-1)) di mana a = derajat signifikansi (5%). Ho diterima. (c) 0. tenaga kerja. 2) Ha : β1 ¹ β2 ¹ β3 ¹ β4 ¹ 0 à ada pengaruh yang signifikan antara besarnya modal. Dengan krieteria pengujian: F hitung < F tabel.05 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 5%. pengalaman usaha dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan pengusaha mebel. 3) Tingkat Signifikan F tabel = F (a. n = jumlah sampel (observasi). Langkah-langkah yang dilakukan dengan ketentuan antara lain: 1) Ho : β1 = β2 = β3 = β4 = 0 à tidak ada pengaruh yang signifikan antara besarnya modal.15 maka koefisien regresi itu signifikan pada tingkat 15%. Uji F (Uji secara bersama-sama) Digunakan untuk menguji signifikansi variabel independen secara bersama-sama. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa semua koefisien regresi secara bersama-sama tidak signifikan pada tingkat a=5%. (n-k). b.

Langkah. Uji Asumsi Klasik a.langkah untuk menetapkan metode ini adalah : . dengan bantuan program Eviews 4. c. dan R2 akan selalu positif. Jika dalam model terdapat multikolinearitas maka model tersebut memiliki kesalahan standar yang besar sehingga koefisien tidak dapat ditaksir dengan ketepatan tinggi . Jika nilai R2 sebesar 1 berarti hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen bersifat sempurna. Salah satu cara untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas adalah dengan menggunakan pendekatan korelasi parsial. Ha diterima. Uji Multikolinearitas Ada hubungan antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dalam model regresi. maka Ho itolak.F hitung > F tabel.0. Pengujian koefisien determinasi ( R2 ) Pengujian ini digunakan untuk mengetahui berapa % variasi variabel dependen dapat dijelaskan oleh variasi variabel independent. 2. jika nilainya sebesar 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat koefisien R2 dengan kriteria pengujian 0 ≤ R2 ≤ 1 dimana nilai R2 antara 0 dan 1 . Hal ini dapat dikatakan bahwa koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada tingkat a.

Salah satu cara untuk mendeteksi masalah heteroskedastisitas adalah dengan uji White.langkah dalam pengujian White adalah : 1) Lakukan estimasi model awal QUICK ESTIMATE EQUATION EQUATION SPECIFICATION Y C X1 X2 X3 X4 OK 2) Dari tampilan equation . Dalam program E-Views.1) Lakukan estimasi regresi awal. Langkah. ada dua versi uji White yaitu White Hetereoscedasticity (no cross term) dan White Heterroscedacity. Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas terjadi jika gangguan muncul dalam fungsi regresi yang mempunyai varian yang tidak sama sehingga penaksir OLS tidak efisien baik dalam sempel kecil maupun besar ( tapi masih tetap tidak bias dan konsisten). b. 2) Lakukan regresi antar veriabel bebas. maka dalam model empirik tidak terdapat adanya multikolinearitas dan sebaliknya. 3) Pedoman yang digunakan jika nilai R2 lebih tinggi dari R2 pada regresi antar variabel bebas. R2 yang dihasilkan adalah R2a (R2 regresi asal). Hasil estimasi regresi parsial dengan besaran R2.

Jika nilai OBS*R2 < X2 maka tidak signifikant secara statistik. Ho adalah dua ujungnya tidak ada serial autokorelasi baik positif maupun negatif.å ei ei2-1 ù d = 2ê ú 2 ê å e1 ú ë û Gambar 3. Salah satu cara untuk menguji autokorelasi adalah dengan percobaan d (Durbin-Watson). Berarti hipotesa yang menyatakan bahwa model empirik tidak terdapat masalah heteroskedastisitas tidak ditolak.dl = menolak Ho = menolak Ho . Uji Autokolerasi Adalah adanya korelasi antara variabel gangguan sehingga penaksir tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun dalam sampel besar. 1 Durbin-Watson Test Hipotesis. é1 . maka : d < dl d > .VIEW RESIRUAL TEST WHITE HETEROSCEDACITY 3) Bandingkan nilai OBS*R2 dengan X2 tebel dengan df dan α = 5%. c.

Breusch dan L. . jika nilai probabilitas residual lebih besar dari 5 % maka dapat dinyatakan bahwa model ini lolos dari masalah autokorelasi. bandingkan nilai probabilitas (pada kotak dialog isi jumlah lag residual) residualnya dengan 5%. dengan langkah pengujian melalui Eviews 4.G Godfrey tahun 1978 mengembangkan pengujian autokorelasi lebih umum. VIEW RESIDUAL TEST SERIAL CORRELATION LM TEST 2 OK Kemudian akan muncul hasilnya.0 : dari equation.d< d < 4 – du dl ≤ d ≤ du atau 4 – du ≤ d ≤4 – dl = menerima Ho = pengujian tidak menyakinkan.

Gambaran Umum 1. Gejolak ekonomi tersebut membuat perekonomian Indonesia menjadi tidak stabil. gejolak ekonomi kembali muncul pada tahun 1997-1998 dengan adanya krisis moneter. Sejak saat itu. (Hal Hill. Pertumbuhan yang lambat ini terus berlangsung hingga tahun 1984..BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Perekonomian Indonesia Perekonomian Indonesia secara mengejutkan berhasil pulih degnan cepat dari kekacauan yang terjadi pada paruh pertama decade 1960-an.05 % pada tahun . Inflasi naik sangat tajam dari 11. dan tetap dipertahankan hingga 1982 ketika melemahnya harga minyak dunia yang menyebabkan perekonomian turun drastis. pertumbuhan ekonomi menjadi sangat cepat paling sedikit 5% per tahun. Di akhir tahun 1980-an pertumbuhan Indonesia kembali membaik dan tumbuh di kisaran angka 6-7%. 1994 :17) Sewaktu Indonesia merilis jalan untuk terus berkembang. sejalan dengan datangnya investasi minyak bumi dan gas dalam jumlah yang besar. yaitu mencapai pertumbuhan 2 digit untuk pertama kalinya pada tahun 1968. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997 telah membawa perekonomian Indonesia pada kondisi yang sangat sulit karena beberapa indicator ekonomi mengalami gejolak yang tajam.

05 4650 316666.63 % pada akhir tahun 1998 atau naik 602.5 8.4 9419 2514670.47 2383 286483.48 7.1 Inflasi.64 2308 262599.650.11 6.09 Sumber : Statistik Indonesia berbagai edisi. tahun 2000 sekitar .1 9830 2217828.15 9. sejak tahun 1999 perekonomian Indonesia mengalami peningkatan tiap tahun.4 Milyar Rupiah menjadi 343409.79 12.83 1655 39008.03 77.77 2110 208187.07 8.52 1.1997 menjadi 77.91 9.1 8465 720224.95 5. BPS Surakarta Setelah mengalami kontraksi yang besar pada tahun 1998. Tabel 4.63 8025 567819.31 1131 38674.53 1901 174215.24 2220 242802.47 1729 44930.6 9020 2259434.53 %.01 7100 542728.36 10.93 6. 025. Sedangkan pendapatan nasional yang didasarkan dengan PDB riil Indonesia juga mengalami penurunan dari 343409.79%.00 menjadi Rp 8.03 8940 694534.35 9595 601568.56 5.55 10400 625972.48 5.992 184888.97 1795 50617. Kurs Rupiah Terhadap US$ dan PDB Riil Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Inflasi (% per Kurs Rupiah PDB Riil (Milyar tahun) Terhadap US$ Rupiah) 4.6 17.8 9400 4923616.80 4.4. Belum lagi ilai tukar rupiah terhadap US$ yang melemah dari Rp 4.67 11.5482 9.02 9.33 2.86 11. Pada tahun 1999 ekonomi bertumbuh sekitar 0.90 1650 43352.4 10950 4352490.04 6.16 2.4 9290 2027219.00 di akhir tahun 1998.94 2062 196510.64 8.63 9.

sehingga ketika pada tiga bulan terakhir tahun 2008 pertumbuhan ekonomi mulai melambat. gejolak ekonomi kembali menghampiri Indonesia pada tahun 2008. Sepanjang tahun 2008. Setelah terjadinya krisis ekonomi Indonesia tahun 1998. dan 2002 sebesar 3.4. sektor keuangan di Indonesia belum terkena dampak yang berarti. masyarakat masih bisa menikmati bunga rendah. Selama tahun 2008. karena tidak ada perbankan Indonesia yang secara langsung terkena dampak dari krisis subprime mortgages di Amerika Serikat yang telah merugikan banyak lembaga keuangan raksasa di dunia. ketika BI menurunkan BI rate . walaupun pertumbuhan masih di bawah target yang diinginkan yaitu sebesar 4%. tahun 2001 3.2% Pada awalnya krisis finansial global mulai merebak. terutama sampai triwulan ke III.92%. maka secara keseluruan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 masih mencapai 6. Peningkatan pertumbuhan ini memberikan harapan bagi bangsa Indonesia untuk segera keluar dari krisis ekonomi.1 %. Keadaan ini lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang diperkirakan hanya tumbuh 2. Hal ini memperlihatkan pemulihan perekonomian telah berjalan ke arah yang lebih baik.4%. ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan yang baik.66%. Perekonomian global mengalami krisis financial yang disebabkan oleh krisis yang dialami Amerika Serikat yang secara tidak langsung juga berdampak kepada perekonomian Indonesia.

Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan negeri pengembangan kapasitas produksi dalam memerlukan impor barang-barang modal yang belum dapat diproduksi di . Selama tahun 2008 ekonomi Indonesia relatif baik apabila melihat berbagai indikator ekonomi. inflasi bisa ditekan menjadi 11. ketika harga berbagai komoditas ekspor menurun menyusul anjloknya harga minyak dunia. Sedangkan pada tahun 2009 sendiri. pertumbuhan ekonomi masih posotif dan tingkat inflasi sebesar 2. dan sektor konsumsi mulai melambat pertumbuhannya. Baru setelah harga minyak bumi terus melesat BI rate naik. Akibatnya Indonesia yang semula mengandalkan ekspor sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi mulai memasuki masa sulit. sepatu dan elektronik.8 % atau terendah selama 10 tahun terkhir. Memasuki tahun 2009. Hal ini dikarenakan deflasi dalam dua bulan terakhir di kuartal akhir 2008. Pertumbuhan ekonomi mengalami titik balik. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 mecapai 6. ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan yang berat. Ketakutan masyarakat dunia akan terjadinya resesi telah menyebabkan menurunya permintaan terhadap berbagai produk tersebut sehingga harga terus menurun.sampai 8%. Berbagai industri manufaktur terutama yang berorientasi ekspor seperti tekstil. Perkembangan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Impor pembangunan. 2.4 %. mulai mengurangi kegiatannya termasuk mengurangi tenaga kerja karena permintaan pasar ekspor yang menurun.1%.

Akibatnya urutan contributor terbesar menjadi berubah di tahun 2003 yaitu Jepang. Impor Indonesia sejak 1988 berasal dari 55 negara di seluruh dunia.98% di tahun 2003. Jerman. nilai impor total yaitu impor barang dan jasa menunjukkan pola yang logaritmis. Korea Selatan. (Eko Atmaji dalam jurnal Analisa Impor Indonesia.17% di tahun 1998 menjadi 44. Korea Selatan. 2004). setelah krisis peningkatan impor total cenderung melemah. Di samping itu pembangunan proyek-proyek prasarana yang di perlukan untuk mendukung kapasitas produksi dalam negeri yang semakin berkembang juga memerlukan impor. Amerika Serikat. Singapura. Perubahan paling radikal adalah kontribusi Cina yang berubah drastis sejak 1998 yaitu dari 7. Australia. Namun demikian. Impor Indonesia yang selalu meningkat memiliki pola yang berbeda antara sebelum krisis ekonomi 1998 dengan setelah krisis ekonomi. kontribusi mereka tidaklah stabil.91 di tahun 2003. Impor yang khususnya . Cina. Taiwan. dan Taiwan. barang konsumsi. Secara ratarata ada delapan negara asal impor yang memilliki kontribusi (rata-rata) impor yang paling besar yaitu Jepang. Perubahan lainnya adalah kontribusi negara Singapura dari 20. dan bahan baku/penolong.dalam negeri perlu diimpor. Sebelum krisis.19% menjadi 28. Singapura. Namun. Jerman. Cina. Impor berdasarkan golongan barang terdiri dari barang modal. Telah terjadi perubahan struktur yang cukup signifikan sejak lima tahun terakhir. Australia. Amerika Serikat.

5 1 194.2 2007 5 910.5 666.5%).2 1 194. dan bahan baku akan mendorong peningkatan ekspor non migas Indonesia.4 551.5 2 494.6 1 484.1 1 111.7 29.bahan modal.0 2008 9 901.0 7 880. Perkembangan impor mencerminkan struktur produksi dalam negeri yang berkembang pesat. Beberapa produk ekspor masih memiliki kandungan impor yang cukup tinggi.III-2008 yang masih tinggi (44.7 3 225.1 3 878. Kenaikan impor tertinggi terutama berasal dari Cina (73. Amerika Serikat memiliki daya tawar impor yang bagus terhadap pangsa pasar di Indonesia. Bahkan impor dari Amerika Serikat rata- .6 992.6 2 494. Sedangkan untuk Impor yang berasal dari Benua Amerika.1 2006 4 782.9 698. menggeser Jepang dengan pangsa 13%. barang konsumsi.9 4 056. BPS Surakarta Dari tabel di atas terlihat bahwa Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki daya impor ke Indonesia terbesar di kawasan Amerika.1 1 871.0 1 111.2 Total Perkembangan Impor Indonesia Dari Kawasan Amerika Tahun Total Impor dari Amerika Amerika Serikat Kanada Meksiko Lainnya 2004 3 806.0 1 484.6%) sehingga menempatkan Cina sebagai negara asal impor utama di Indonesia (pangsa 16. Perkembangan impor dari Amerika Serikat dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan.6 Sumber : Statistik Indonesia.8 2005 4 623.2 1 056.6%) terkait dengan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih cukup tinggi dan meningkatnya permintaan impor bahan baku untuk kebutuhan ekspor. Tabel 4. Pertumbuhan impor pada Tw.6 4 787.

385 -0.513 -1.9 2006 4056.3 2001 3207.206 4.8 2004 3225.9 1998 3517.737 Perkembangan impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985 sampai 2009 rata.783 5.333 11.7 1989 2217.822 3.776 7.255 -5.9 1996 5059.811 -19.9 1992 3822.24 -6.8 1997 5440.828 -5.93 -5.9 1986 1482.rata mencapai 80% dari total jumlah impor dari Indonesia yang berasal dari kawasan Amerika.306 6.9 1990 2520.5 2007 4787. Naik dan turun tidak menunjukkan angka yang significant kecuali pada tahun 1998 yang turun sebesar -19.rata relative stabil.1 2009 7306.549 5.673 3.5 1994 3587. Tabel 4.4 2005 3878.2 2008 7880.679 3.9 2003 2694.24 % dari tahun 1997.4 1993 3254.8 1995 4755.3 Perkembangan Impor Indonesia Dari Amerika Serikat Tahun 19852009 CIF (juta US$) Import Pertumbuhan 1985 1720.4 Sumber : Statistik Indonesia berbagai edisi.4 1987 1415.5 2002 2639.535 1.039 3.1 1991 3396.68 3.676 0.1 1988 1735. Hal ini karena pada tahun 1998 perekonomian .022 8. BPS Surakarta Tahun -2.307 30.768 4.3 1999 2839 2000 3390.

Pada tahun 1999 perkembangan impor Indonesia dari Amerika Serikat juga masih turun dari tahun sebelumnya yaitu sebesar -6.4 Nilai Impor Kapas dari Beberapa Negara Asal Utama (Juta US$) Negara Asal Amerika Serikat Cina Afrika Lainnya Total 2007 121 66 51 194 432 2008 129 65 54 207 455 dan kontruksi. Peningkatan impor peralatan telekomunikasi ini sejalan dengan kenaikan kebutuhan investasi dalam rangka pengembangan jaringan telekomunikasi. impor dari Amerika Serikat sedikit menurun sebesar -5. Tabel 4. pesawat telekomunikasi perlengkapannya.barang impor dari Amerika Serikat.barang subsitusi yang berasal dari Cina. pesatnya . diantaranya adalah program pembangunan 1000 tower (BTS).Indoneseia sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat besar.2miliar.0% mencapai US$2.go.bi.id Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa Amerika Serikat merupakan negera pengimpor kapas terbesar ke Indonesia dan disusul oleh Cina. Selain itu. Sedangkan pada tahun 2009. Impor alat-alat telekomunikasi (SITC 764) pada triwulan III 2008 tumbuh sebesar 97. Untuk barang.73 yang dikarenakan semakin pesatnya barang.78%. instalasi pembangkit listrik dan Sumber : Laporan Neraca Perdagangan Indonesia dalam www. Indonesia mendatangkan lima jenis barang utama yaitu serat kapas.

. Sebagian besar peralatan ini diimpor dari Cina. Hal ini membuat meningkatnya derajat ketidakpastian pada aktivitas bisnis dan ekonomi di Indonesia. Peralatan telekomunikasi yang diimpor antara lain berupa peralatan transmisi. Banyak faktor baik yang bersifat non ekonomi maupun ekonomi. 3. kabel komunikasi dan peralatan telekomunikasi lainnya. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US$ Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika setelah diterapkannya kebijakan sistem nilai tukar mengambang bebas di Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1998 telah membawa dampak dalam perkembangan perekonomian nasional baik dalam sektor moneter maupun sektor riil. Singapura dan Hongkong. Keadaan tersebut berbeda dengan keberadaan faktor ekonomi. peralatan lainnya untuk Digital Line System. bahkan mengukur seberapa besar pengaruh non ekonomi tersebut akan sangat sulit dilakukan. yang dituduh menjadi penyebab dari bergejolaknya nilai tukar tersebut. Untuk membuktikan. peralatan penerima. sambungan telepon & peralatan terkait. Faktor non ekonomi lebih sering dianggap sebagai penyebab gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar.perkembangan industri telekomunikasi turut menyumbang tingginya permintaan alat-alat tersebut. dan Amerika Serikat. Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika menjadi sangat besar pada awal penerapan sistem tersebut.

48 Sumber : Statistik Indonesia Berbagai Edisi. Akan tetapi pada tahun 1997.02 26 7.5 Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap US$ Tahun 1985 sampai 2009 (Rupiah) Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Kurs 1131 1655 1650 1729 1795 1901 1. jumlah uang beredar. tingkat suku bunga.14 48.67 5.56 3.66 -0.56 3.49 -8.98 4.992 2062 2110 2220 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 9290 9830 9020 9419 10950 9400 Pertumbuhan 31. perkembangan kurs rupiah terhadap US$ relative stabil dari tahun 1985 sampai tahun 1996.yang antara lain seperti inflasi. dan posisi neraca pembayaran internasional.33 -5.3 4. Data Diolah Dari tebel di atas.95 3.27 4. nilai tukar rupiah terhadap US$ megalami kenaikan atau terdepresiasi .98 -16.885 5. pendapatan nasional.23 13.05 -13. yang umumnya relatif dapat lebih terukur.57 4.39 2.74 -16.81 3. Tabel 4.75 42.61 8.

.000.dalam bulan April hingga pertengahan Mei.00. Nilai tukar yang stabil sangat diperlukan untuk tercapainya suatu keadaan yang kondusif bagi peningkatan kegiatan usaha. Nilai tukar mata uang suatu negara mengalami apresiasi ketika nilai uangnya meningkat relatif terhadap nilai mata uang negara lain.dikarenakan perekonomian Indonesia pada masa itu mengalami krisis ekonomi.dan selanjutnya menurun menjadi sekitar Rp8000. Perkembangan kurs suatu negara tidak terlepas Nilai tukar yang stabil diperlukan untuk terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kegiatan dunia usaha.00 sampai Rp 10.500. nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berkisar antara Rp 8. Nilai tukar yang sering disebut kurs.. mempunyai peran penting dalam rangka tercapainya stabilitas moneter dan dalam mendukung kegiatan ekonomi. nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berfluktuasi.500. Perkembangan kurs suatu negara tidak terlepas dari kebijakan yang diambil pemerintah dan juga kondisi ekonomi baik dalam negeri maupun luar negeri.. Selama triwulan pertama. Setelah tahun 1998. Nilai tukar suatu negara menunjukkan harga uang negara tersebut terhadap mata negara lain.sejak minggu ketiga bulan Mei. . Nilai tukar rupiah cenderung di atas Rp10. Kecenderungan meningkatnya nilai tukar rupiah sejak bulan Mei 1998 terkait dengan kondisi sosial politik yang bergejolak. Selama lima bulan pertama tahun 1998. nilai tukar rupiah ratarata mencapai sekitar Rp9200.

Sedangkan PDB riil (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Konstan) mengoreksi angka PDB nominal dengan memasukkan pengaruh dari harga. PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sedangkan salah satu cara untuk mengubah PDB harga berlaku ke PDB harga konstan adalah dengan teori deflasi yaitu membagi antara PDB harga berlaku tahun tertentu dibagi indeks harga lalu dikali dengan 100. pada kenyataannya pendapatan nasional Indonesia masih cukup stabil bahkan pertumbuhannya masih tinggi.4. PDB tertinggi masih dihasilkan oleh sektor industri pengolahan yaitu sebesar . PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. PDB Nominal (atau disebut PDB Atas Dasar Harga Berlaku) merujuk kepada nilai PDB tanpa memperhatikan pengaruh harga. Pada tahun 2008. Perkembangan PDB Riil Indonesia PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). Hal ini karena tingkat konsumsi masyarakat juga sangat besar sehingga mendorong PDB untuk terus naik. Sebaliknya. meskipun ekonomi dunia dilanda krisis financial global.

54 8.6 Sumber : BPS.78 3.77 5. Data Diolah Dari tebel di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi dilihat dari besarnya PDB riil dari tahun ke tahun relative menunjukkan angka yang memuaskan.bps.07 39008.go. Hanya pertumbuhan yang mengalami negative hanya .64 43352.53 44.48 720224.1 42.48 2514670.33 542728.61 14.03 567819.59 1.51 11.6 Perkembangan PDB Riil Indonesia Tahun 1985 Sampai 2009 (Milyar Rupiah) Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Total PDB 38674.57 64.34 9.87% dari total PDB tahun 2008. Tabel 4.id).215.2 70.5 262599.6 2217828.9 5.80 196510.62 9.9 9.93 286483.84 10.2 -4.2 11.86 316666.63 242802.15 184.86 10 3.91 601568.36 694534.56 44930.16 4923616.3 7.888.91 5.82% dari total PDB (www. gas.11 2027219.5482 174.09 Pertumbuhan 0.02 208187.27. Sedangkan PDB terendah dihasilkan oleh sektor listrik.87 3.67 4352490.5 8.95 50617.04 2259434. dan air bersih yaitu hanya sebesar 0.79 625972.

perekonomian Indonesa sedang megnalami masa transisi setelah dilanda krisis ekonomi yang dahsyat. Perkembangan Tingkat Inflasi Dalam ekonomi. maka tingkat inflasi mulai turun dan pertumbuhan inflasi dapat dikendalikan. Kenaikan biaya produksi akan menyebabkan produksi turun dan penawaran total (aggregate supply) berkurang yang pada akhirnya akan menyebabkan kenaikan harga.harga secara terus menerus. Kenaikan biaya produksi dapat berasal dari kenaikan bahan baku industri. . Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998 karena pada masa itu perekonomian Indonesia sedang mengalami goncangan ekonomi dengan adanya krisis ekonomi. Tingkat inflasi diukur dengan perubahan dalam indeks harga konsumen. perjuangan serikat buruh yang berhasil menuntut kenaikan upah dan lain-lain. Seiring dengan membaiknya kinerja ekonomi nasional. Kenaikan biaya produksi pada gilirannya akan menaikkan harga dan turunnya produksi.pada tahun 1999. Di Indonesia inflasi yang timbul dikarena kenaikan biaya produksi. Inflasi tahun 1998 mencapai 77. Akan tetapi pada tahun 2000 pendapatan nasional kembali membaik dengan tumbuh sebesar 9. 5. inflasi adalah meningkatnya harga. Hal ini terjadi karena pada tahun1999. Inflasi di Indonesia sendiri juga mengalami fluktuasi.78%.63 %.

18 0.08 -307.19% dari 77.47 5.97 9.31 62.1 6.1 6.4 2. Pada tahun 1999 pertumbuhan inflasi bahkan mencapai – 3762. Tingkat inflasi pada tahun.4 11. Data Diolah Inflasi Perumbuhan (%) 4.31 8.7 8.57 -159. .94 9.35 -0.37 37.63% ke 2.66 20.11 -92.4 17.09 10.4% ke 17.35 12.53 9. Hanya pada tahun 2005 inflasi kembali naik dari 6.14 Dari tabel 4.78 -62.43 -5.8 51.44 85.05 77.94 -33.71 49.19 78.90 5. tingkat inflasi perlahan mulai menurun.53 41.12 -96.03 5.24 8.55 10.tahun selajtnya relative stabil.63 2.52 4.5 25.6 7.7 Perkembangan Inflasi Indonesia Tahun 1985 Sampai 2009 Tahun 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Sumber : BPS.81 35.01 %.76 -3762.51 -25.73 -6.64 6.47 11.01 9.Tabel 4.6 di atas dapat kita lihat bahwa setelah adanya krisis ekonomi tahun 1998.2% pada tahun 2005.83 8.77 9.

14% dari tahun sebelumnya.7 cadangan devisa Indonesia pada tahun 1985 sampai 2009 rata. Dana ini untuk membiayai impor dan kewajiban lain pada pihak asing seperti hutang luar negeri. Inflasi pada tahun 2009 sebesar 2.8% atau turun -307. Inflasi ini dikarenakan adanya krisis finansial global yang berdampak kepada perekonomian Indonesia yang menyebabkan permintaan dunia menurun. 6. Selain itu faktor lainnya karena pemerintah tidak membuat kebijakan yang menyebabkan pricing shock seperti menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) atau Bahan Bakar Minyak (BBM) sepanjang tahun 2009. Pada tahun 2009.rata mengalami surplus.barang secara umum. Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia Cadangan devisa adalah sejumlah valuta asing yang dicadangkan dan dikuasai oleh Bank Central yang di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia sebagai otoritas moneter. Hanya pada beberapa tahun tertentu mengalami pertumbuhan yang negative seperti tahun 1997. Dari tabel 4. inflasi kembali turun dan bahkan inflasi pada tahun 2009 ini merupakan inflasi terendah selama 10 tahun terakhir.Kenaikan inflasi ini dikarenakan naiknya harga minyak mentah dunia yang berdampak ke naiknya harga barang. Posisi cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam jangka waktu minimal 3 bulan. Ini mengakibatkan terjadi penurunan harga komoditas di pasaran internasional. .

73 0.23 15.00 1989 6561. pertumbuhan devisa mengalami penurunan sebesar -18.07 7.07 -4.23 12.59 18.33 2007 56920.2 1986 5302.18 -10.80 2002 32037.48 2005 34723. Defisit cadangan devisa ini disebabkan hutang swasta Indonesia yang jatuh tempo sampai dengan akhir 1997 mencapai rekor tertinggi sebesar 34.73 -18.11 5.76 Pada tahun 1997.00 2009 69562.01 38..58 -5.30 1991 9867.25 18.46 25.juta US$.86 12.11% dari tahun 1996 yaitu dari 25296 juta US$ ke 21418 juta US$.31 -8.71 2004 36320.90 1993 18823 1994 17416 1995 18787 1996 25296 1997 21418 1998 23762 1999 27054 2000 29394 2001 28015.Tabal 4. Jumlah ini tidak sebanding dengan cadangan devisa .55 11.58 24.96 -4.22 25.92 12.13 2008 51639.16 7.3 1988 6196.29 25.2 1987 6512.90 1990 8661.00 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan BI.11 9.69 2006 42586. data diolah -10.70 1992 11610.8 Cadangan Devisa Indonesia Tahun 1985 sampai 2009 (Juta US$) Tahun Cadangan Devisa Pertumbuhan (%) 1985 5846.04 2003 36295.

sebagai konsumen. cadangan devisa kembali menunjukkan pertumbuhan yang negative karena pada tahun ini terjadi krisis financial global yang melanda perekonomian internasional. Hal yang sama mengakibatkan menguat IDR terhadap mata uang lainnya. Pada tahun 2005 harga minyak mentah dunia naik secara drastic. Hal ini menyebabkan pengurangan cadangan devisa. 7. Perkembangan Perekonomian Amerika Serkat Ekonomi Amerika Serikat adalah suatu sisitem pasar yang dinamis. meskipun sebagian besar sumber . Pada tahun 2005 dan 2008 pertumbuhan devisa Indonesia kembali negative. produsen.BI pada tahun 1997 dan jumlah devisa yang dihemat karena ditundanya proyek2 besar (AS$ 4 milyar untuk tahun 1997). Sedangkan pada tahun 2008. investor dan pemberi suara dalam pemilihan umum. Selain itu intervensi Bank Indonesia pada pasar valuta asing mengakibatkan nilai IDR yang relatif stabil terhadap US$. Setelah itu pertumbuhan cadangan devisa mengalami pertumbuhan yang positif. dengan kata lain. terus menerus berkembang dari berbagai pilihan dan kepuasan oleh jutaan warganya yang yang memainkan peran ganda. Ini memaksa pemerintah mengeluarkan tambahan dana untuk mengimpor minyak mentah dengan masih pemberian subsidi ke masyarakat. Berdasarkan pengalaman pada tahun 2005 dan 2008 hal tersebut mengakibatkan turunnya cadangan devisa dan pelemahan IDR yang drastis terhadap US$. Amerika Serikat umumnya digambarkan sebagai suatu ekonomi campuran. ada kalanya tumpang tindih.

(Dinas Penerangan Amerika Serikat.tahun. Permasalahan yang menonjol adalah .daya produktif adalah milik swasta dan pemerintah memainkan penting di pasar. akan tetapi tetap dengan berbagai persoalan. Jepang. Dengan kurang dari 5% penduduk dunia. 1996 : 10) Perkawinan antara ekonomi amerika serikat dan system perdagangan bebas merupakan suatu sukses besar. produktivitas dan standar hidup Amerika Serikat masih yang tertinggi di kalangan negara industry maju dunia meskipun negara. Akan tetapi pada akhirnya campur tangan pemerintah diperlukan untuk membuat peluang ekonomi di amerika Serikat ini menjadi adil dan terbuka bagi rakyat. Meskipun ekonomi Amerika Serikat sudah mengembangkan selama bertahun. menghindari penyelewenan yang kasar. Amerika Serikat telah mencapai sukses yang sangat besar selama hampir 250 tahun. pada awal tahun 1990-an menghasilkan sekitar 25% produk dunia. membendung inflasi dan mendorong pertumbuhan. Ekonomi Amerika Serikat 2 kali lipat ekonomi terbesar beriktnya. Menurut ukuran konvensional. Suatu ekonomi yang berdasarkan usaha bebas umumnya bercirikan kepemilikan swasta. Satu diantaranya adalah perdebatan terus menerus mengenai peran pemerintah dalam ekonomi pasar. bebarapa masalah tertentu tetap hadir sejak berdirinya negara ini.negara lain memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan dengan Amerika Serikat. dengan relative ketiadaan intervensi dari pemerintah.

Amerika Serikat merupakan negara dengan system kapitalis yang diciptakan oleh Karl Mark dengan teori pemusatan penguasaan atas bagian terpenting dari ekonomi oleh sekelompok pemilik modal. Sedangkan Amerika Serikat beranggapan bahwa kapitalisme berarti free enterprise (usaha bebas). dan pemerintah membuat keputusan setiap hari. 1996 : 13) a. umumnya melalui sistem harga.juta orang.hari pertama negara ini terbentuk. bukan sekelompok pemilik modal saja. Amerika Serikat memiliki jumlah penduduk yang besar.unsur ekonomi Amerika Serikat adalah : (Kedutaan Besar Amerika Serikat. Jumlah tenaga kerja. Sumber daya alam Amerika Serikat.bagaimana peran pemerintah dalam mengatur perekonomian. System ini berbeda dengan system social yang sangat berganting pada perencanaan pemerintah dan pemiikan masyarakat atas alat. Dalam system ekonomi di Amerika Serikat. ketika Amerika Serikat terutama mengupayakan pembangunan .alat produksi. Sedangkan unsur. konsumen. b. Amerika Serikat memiliki sumber mineral dan tanah pertanian subur dengan iklim sedang. Arah perdagangan luar negeri dan kebijakan global Amerika Serikat telah berubah secara drastis sejak hari. Sistem ekonomi amerika serikat pada dasarnya adalah kepemilikan pribadi. suatu ekonomi yang memberikan manfaat kepada berjuta. produsen. dengan demikian kebutuhan akan tenaga kerja dapat diatasi.

Guncangan harga minyak pada 1970-an. resesi ekonomi memburuk dan terjadi krisis di tahun 2008.ekonominya sendiri. Amerika serikat menguasai banyak pasar ekspor di dunia setelah perang dunia II karena memiliki mesein industri yang tidak tersentuh oleh kerusakan pada periode tersebut. Bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan raksasa di AS hampir hancur.. kesenjangan antara daya saing ekspor Amerika Serikat dengan negara lain menyempit. Akan tetapi selama 1979-an dan 1980an. harga saham merosot tajam. Tahun 2007 yang dipicu jatuhnya harga obligasi kredit perumahan atau subprime mortgate. Dengan jumlah penduduk sekitar 300 juta jiwa. ekspor negara lain lebih besar dari Amerika Serikat. tidak perduli terhadap apa yang terjadi di luar dari negara mereka. Amerika Serikat memasuki siklus resesi. Di penghujung 2007.2008 akibat gagalnya kredit macet (sub prime morgages). produksi AS ditaksir sekitar 28 persen GDP dunia. sektor kredit dan perumahan jatuh. Krisis di Amerika Serikat ini merupakan krisis terberat sejak depresi besar (great depression) tahun 1929. dan naik turunnya nilai tukar US$ mengganggu neraca perdagangan Amerika Serikat serta mengurangi dukungan negeri terhadap liberalisasi perdagangan pada tahu 1980-an. Perekonomian Amerika Serikat saat ini sedang mengalami masa transisi setelah dilanda krisis financial global tahun 2007. . . resesi dunia.

Amerika sebagai pusat dari informasi dan kemajuan teknologi dihampir semua bidang dan juga sebagai an engine of growth di Asia Pasifik menjadi pendorong bagi siapapun. Akan tetapi peran Amerika Serikat yang menonjol tidak mengurangi makna dari hubungan Indonesia. Hal ini karena Amerika Serikat menjadi negara anggota terbesar di dalam mendukung dan mendanai program IMF. Meskipun Indonesia tergolong negara sedang berkembang. Saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.Amerika Serikat di bidang lainnya. termasuk Indonesia untuk menjaga kemitraan dengan Amerika Serikat. Selain itu Indonesia .8. Indonesia merupakan negara kepulauan yang amat kaya dengan sumbersumber daya alam yang tidak semua negara memiliki. maka tidak bisa lepas dari peran menonjol Amerika Serikat dalam Dana Moneter internasional (IMF). Hubungan Indonesia Dengan Amerika Serikat Ketika menyebut hubungan Indonesia Amerika Serikat. Peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dengan Amerika Serikat tetap menjadi prioritas utama yang selalu diupayakan Indonesia dalam hubungannya dengan pihak luar negeri. Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di bidang perdagangan internasional dan investasi menjadi hal yang mendasar dan terpenting sebagai salah satu upaya membina hubungan erat dengaan Amerika Serikat. peran IMF dibutuhkan dalam menopang perekonomian Indonesia yang hancur.

Meskipun tak sebesar Jepang dan China. mesin bangunan dan kontruksi. pesawat telekomunikasi dan bagiannya. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang diharapakan dapat menambah devisa negara dengan cara meningkatkan ekspor ke Amerika Serikat. Hal ini yang mampu membawa nama Indonesia ke dunia internasional sebagai salah satu daya teriknya. Komoditi utama ekspor utama Indonesia yang ditujukan ke Amerika Serikat antara lain kayu olahan dan hasil ikutannya. pulp dan sisa. Jika dilihat dari kemampuan impor dan ekspor.1998. Untuk barang. neraca perdagangan Indonesia dengan 4 mitra dagang utama . instalasi pembangkit listrik dan perlengkapannya. Pada waktu Indonesia mengalami krisis ekonomi 1997. di mana Kalimantan Timur merupakan pintu gerbang terbesar di dalam suplai ekspornya dan diikuti Kalimantan Selatan.juga terkendal dengan Sumber Daya Manusia yang murah dan jumlah penduduk yang besar.sisa kertas. Hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat salah satunya adalah hubungan di bidang perdagangan. dapat dilihat bahwa Amerika Serikat sebagai negara maju lebih siap di dalam pengadaan barangbarang berteknologi tinggi dibandingkan dengan Indonesia. akan tetapi Amerika Serikat merupakan salah satu negara yang mempunyai hubungan perdagangan yang relative tinggi dengan Indonesia baik di bidang ekspor ataupun impor.barang impor dari Amerika Serikat Indonesia mendatangkan serat kapas.

513.0 1140.9 Nilai Surplus Perdagangan Indonesia Dengan Empat Negara Utama Selama 1997. Data tersebut diperoleh dari Statistik . Analisis Data dan Pembahasan 1. Tabel 4.6 3175.menunjukkan nilai surplus.7 9137.2 jua US$ menjadi 3513. Meskipun surplus itu sebagai hasil dari mnurunnya volume atau kemampuan impor Indonesia karena melonjaknya nilai US$ yang harus dibayarkan oleh importer Indonesia dan juga karena adanya dorongan serta kemampuan ekspor yang semakin kuat karena keuntungan besar dari perolehan devisa dolar yang menguat.7 2057.2 12552.3 Perubahan (%) 13. kedudukan AS masih meningkat dari urutan ketiga sebesar 107. Padahal pada tahun 1998. data yang digunakan adalah time series yang menggunakan data skunder. Neraca perdagangan dengan Amerika Serikat selama tahun 1998 bernilai 3.8 105.8 Tahun 1998 4823.1998 (Juta US$) Negara Jepang Singapura Korea Selatan Amerika Serikat Total Sumber : www.82 27. perekonomian sedang mengalami gejolak yang sangat berat bagi Indonesia.7 juta US$ tahun 1998.21 Diantara keempat mitra dagan utama Indonesia.bps.0 3513.38 -8.go.96% 54. B.5 1040. Diskripsi Data Dalam penelitian ini.7 juta US$. Akan tetapi kerja sama di bidang perdagangan dengan Amerika justru mengalami peningkatan.id 1997 4232.4 1707.

serta Indonesia Dalam Angka.0. c. Adapun variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. d. Analisis data yang akan dikeluarkan merupakan hasil analisis secara statistic dan ekonomi.Ekonomi dan Keuangan Indonesia.harga untuk menaik secara umum dan terus menerus. Seluruh data yang digunakan akan diolah dan dianalisis menggunakan program E-Views 4. . Dalam penelitian ini nilai impor yang digunakan adalah keseluruhan nilai impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 19892009 dengan satuan juta US$. Dalam penelitian ini konsep pendapatan nasional yang digunakan adalah Produk Domestik Bruto (PDB) / Growth Domestic Product (GDP) yang dinyatakan dalam harga constant pertahun dalam milyar rupiah. b. Nilai tukar adalah perbandingan nilai antara mata uang domestic terhadap mata uang asing. Tingkat Inflasi adalah kecenderungan dari harga. Data analisis dalam bentuk data tahunan periode 1985 sampai 2009. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah nilai kurs rupiah terhadap US$ dalam ribu Rupiah pada akhir periode. Pendapatan Nasional adalah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Laporan Keuangan Bank Indonesia. Dalam penelitian ini inflasi dinyatakan dalam % pertahun. Impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke wilayah pabeanan Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.

86 6.9 1996 5059.4 56920.8 1997 5440.7 1989 2217.4 1987 1415.9 208187.67 7.5 2007 4787.03 11.1 36295.9 2006 4056.7 196510.47 6196 50617.2 39008.8 9.2 2008 7880. Cadangan devisa adalah aset finansial yang berada di bawah control otoritas moneter da tersedia untuk keperluan neraca pembayaran yang dinyatakan dalam juta US$. Kurs Rupiah Terhadap US$.02 4. PDB riil. Sedangkan variabel independen meliputi kurs nilai tukar rupiah terhadap US$. Inflasi.3 1999 2839 2000 3390.48 10.4 36320.9 1990 2520.992 2062 2110 2220 2308 2383 4650 8025 7100 9595 10400 8940 8465 9290 9830 9020 9419 10950 9400 PDB Inflasi Cadangan Harga (% Devisa Konstant pertahun) (Juta US$) (Milyar Rupiah) 38674.90 6512.11 5.1 1988 1735.69 2259434.64 18787 286483. Variabel dependent dalam variabel ini adalah impor Indonesia dari Amerika Serikat.04 720224. Cadangan Devisa Tahun Impor Indonesia dari AS (juta US$) 1985 1720.5 2002 2639.53 8661.48 6.91 2.93 8.9 2003 2694.47 25296 316666.33 77.95 5.07 4.54 5.05 21418 567819.4 1993 3254.13 4352490.9 1986 1482.83 5302.3 44930.03 32037.55 28015. berbagai edisi .8 69562 Sumber : Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia BI dan Statistik Indonesia BPS.9 174215.63 23762 542728.77 18823 242802.e.24 17416 262599.04 17.6 42586.10 Impor Indonesia Dari Amerika Serikat.8 694534.94 11610.63 9.4 Kurs Rupiah Terhadap US$ (Rupiah) 1131 1655 1650 1729 1795 1901 1. tingkat inflasi dan cadangan devisa Tabel 4.9 1992 3822.1 2009 7306.2 43352.56 8.5 1994 3587.52 9867.9 1998 3517.4 2005 3878.97 6561.31 5846.33 2514670.36 12.1 34723.71 2027219.79 9.6 6.1 1991 3396.3 184888.64 8.15 9.16 11.01 27054 601568.8 1995 4755.5 9.8 2004 3225.3 2001 3207.09 2.48 2217828.4 51639 4923616.35 29394 625972. PDB Harga Constant.

0. Metode yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil/ Ordinary Least Square (OLS) atau biasa disebut dengan Clasic Least Square (CLS) dan pengolahan data menggunakan E-Views 4. maka dalam penelitian ini regresi yang digunakan adalah regresi semi log.Model time series memiliki asumsi bahwa apa yang terjadi di masa depan merupakan fungsi yang terjadi di masa lalu. Dengan kata lain model time series mencoba melihat apa yang terjadi pada suatu kurun waktu tertentu dan menggunakan data time series masa lalu untuk memprediksi. Model OLS Untuk mengetahui pengaruh variabel independen yang berupa kurs rupiah terhadap US$. karena variabel inflasi sudah dalam bentuk persen. Sehingga persamaan regresinya adalah : LIMPORit = b 0 + b1 LKURSit + b 2 LPDBit + b 3 INFLASIit + b 4 LCADDEVit + ei . Setelah melakukan uji MWD. 2. tingkat inflasi. PDB riil dan cadangan devisa apakah berpengaruh terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat. Hasil dan Analisa Data a. maka digunakan regresi linear berganda.

Uji Statistik Setelah melakukan estimasi model menggunakan metode OLS. maka di lakukan uji statistik dan uji ekonometrika sebagai berikut: b.196168 Prob.051096 1.0536 0.119882 0.D.302253 17. Error 0.228064 1.0400 8.0008 0.0042867 Inflasi + 0.040267 4.853489 0.269021 1. maka selanjutnya akan dilakukan analisa statistic yang meliputi : 1) Uji t Uji t adalah uji secara individual semua koefisien regresi yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen.003448 0.004286 0. Hasil . dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion F-statistic Prob(F-statistic) Sumber : Hasil Pengolahan data menggunakan E.75891 0.551694 – 0.11 Hasil Regresi Linear Double Log Dependent Variable: LIMPOR Method: Least Squares Date: 10/05/10 Time: 21:37 Sample: 1985 2009 Included observations: 25 Variable C LKURS LPDB INFLASI LCADDEV R-squared Adjusted R-squared S.780306 0.666773 Std. maka diperoleh persamaan regresi linear sebagai berikut : Logimpor = 4.333043 -3.444178 0.551694 -0.E.2283 0.141615 0.0000 0.736367 0.503919 logCaddev +ei Setelah diperoleh nilai dari persamaan regresi tersebut.000002 Mean dependent var S.934276 2. 0.242890 2.557151 logKurs + 0.11 di atas.0 Berdasarkan tabel 4.229454 t-Statistic 5.093657 0. of regression Sum squared resid Log likelihood Durbin-Watson stat Coefficient 4.503919 0.557151 0.245889 logPDB + 0.Hasil estimasi dari persamaan dalam penelitian ini adalah : Tabel 4.058478 0.245889 0.Views 4.

pengujian terhadap koefisien regresi masing-masing variabel bebas dengan = 5 % akan diperoleh sebagai berikut: a) Jika |thitung| < |ttabel| pada tingkat signifikasi 5% maka Ho diterima dan Ha ditolak.12 terlihat bahwa dari keempat variabel independen tersebut hanya dua variabel yang berpengaruh secara individu terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat. Sehingga H0 ditolak .12 Ringkasan Hasil Analisis Koefisien Regresi (t-hitung) T hitung Probabilitas Lkurs -3.0008 LPDB 2.0 Variabel Kesimpulan Signifikan Tidak signifikan Tidak signifikan signifikan Dari hasil analisis regresi linier berganda pada tabel 4.0400 Sumber : Hasil Olah Data dengan E-Views 4. artinya variable independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. maka akan diperoleh uji t dengan α = 5% sebagai berikut : Berikut ini adalah hasil pengujian parameter individual dengan tingkat signifikasi ( = 0.0400. Kedua variabel tersebut adalah variabel kurs dan cadangan devisa yang memiliki nilai probabilitas masing-masing sebesar 0.242890 0.0536 LInflasi 1. Dari pengujian yang telah dilakukan.0008 dan 0.934276 0. artinya variable independen tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. b) Jika |thitung| > |ttabel| pada tingkat signifikasi 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima.2283 LCadangan devisa 2.051096 0.196168 0.05): Tabel 4.

maka variasi dari variabel dependen tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen. Hal ini dapat dikatakan bahwa koefisien regresi secara bersama-sama signifikan pada tingkat a = 5%. Dari pengujian yang telah dilakukan menghasilkan nilai sebesar 0.12 di atas dapat dilihat nilai probabilitas untuk F statistik adalah 0. sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. 3) Koefisien Determinasi (R2) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui berapa persen perubahan variasi variabel independen dapat menjelaskan perubahan variabel dependennya. Sebaliknya jika nilai mendekati angka 0. Ha diterima. Hal ini . mendekati angka 1.780306.05 yaitu sebesar 0. Berdasarkan hasil analisis regresi pada tabel 4.2283. Sehingga H0 diterima dan Ha ditolak 2) Uji F Uji F adalah uji untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamasama. Sehingga Ho ditolak.000002. Nilai Apabila berkisar antara 0 sampai 1. ini menunjukan bahwa variasi variabel dependen secara bersama-sama dapat dijelaskan oleh variasi variabel independen.dan Ha diterima. Sedangkan variabel independen PDB dan inflasi masing-masing mempunyai nilai probabilitas kurang dari 0.0536 dan 0.

780306 0.599899 Tanda < < < < R2 (awal) 0.780306 0. PDB riil. Uji Ekonometrika (Uji Asumsi Klasik) 1) Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah suatu keadaan dimana terdapat hubungan linier sempurna atau pasti diantara variabel-variabel bebas dalam suatu regresi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linier yang pas diantara variabel yang menjelaskan dalam model regresi ini dapat dilakukan beberapa pengujian. Gejala multikolinier adalah pada saat R2 sangat tinggi. Sedangkan sisanya sebesar 21. dengan menempatkan masing-masing variabel .597260 0. Uji multikolinearitas dilakukan dengan pendekatan Kautsoyiannis yang dikembangkan oleh Kautsoyiannis (1977). namun tidak ada satupun dari koefisin regresi yang signifikan secara statistik melalui uji t.13 Uji Multikolinearitas Variabel dependen Log kurs Log PDB Inflasi Log Caddev R2 0.0 Dari data diatas terlihat bahwa R2 pada regresi antara variabel bebas.780306 Kessimpulan Tidak ada multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Tidak ada Multikolinearitas Tidak ada multikolinearitas Sumber : Hasil olah data dengan E-Views 4. inflasi dan cadangan devisa.menunjukan bahwa sebesar 78.97% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.03% variasi variabel dependen dalam hal ini impor dari Amerika Serikat dapat dijelaskan oleh variabel independen yang terdiri dari kurs.780306 0. Tabel 4.003930 0. 6.289379 0.

Kriteria pengujian adalah dengan membandingkan nilai Obs*R squared < x2 tabel.bebas sebagai variabel dependen.761989 6. data diolah Dari tabel tersebut terlihat bahwa Obs*R squared dengan nilai 8.547774 Sumber : E-views. yaitu kurs. sehingga tidak ada multikolinearitas. inflasi da cadangan devisa diperoleh nilai R2 lebih kecil dari R2a (regresi awal). maka tidak signifikan. Tabel 4. berarti bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.14 Uji Heteroskedastisitas White Heteroskedasticity Test: F-statistic Obs*R-squared 0. PDB. berarti dalam model penelitian ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. sehingga penaksir OLS tidak efisien baik dalam sampel kecil maupun besar (tapi masih tidak bias dan konsisten).897101 Probability Probability 0.640012 0.897101< x2 tabel 15. 1995). 3) Uji Autokorelasi Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi diantara anggota-anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu (seperti pada data time series) atau yang tersusun dalam rangkaian ruang (Gujarati. Pengujian terhadap ada tidaknya heteroskedastisitas dalam model empirik di lakukan dengan uji LM ARC. Adanya korelasi antara . 2) Uji Heteroskedasitas Heteroskedastisitas muncul dalam fungsi regresi dengan varian yang tidak sama.507.

Disamping itu juga dapat kita lihat dari probabilitasnya. Dilihat dari probabilitasnya juga lebih besar dari 0. Pengujian dilakukan dengan metode Breusch-Godfrey Test.405944 0. maka tidak signifikan.338606 (tidak signifikan) berarti model terhindar dari masalah autokorelasi.0008 dan koefisien sebesar -0. Ini berarti setiap kurs naik sebesar 1 rupiah.variabel gangguan sehingga penaksir tidak lagi efisien baik dalam sampel kecil maupun sampel besar. Intepretasi Ekonomi a. berarti dalam model penelitian ini tidak terjadi masalah autokorelasi. 3.507. Tabel 4.915700 < 15.915700 Probability Probability 0. berarti bahwa tidak terjadi masalah autokorelasi.05 yaitu sebesar 0.722392 0. dengan kriteria pengujian sebagai berikut: jika BG(n-p)*R2 < x2 tabel. Pengaruh Kurs Terhadap Impor Dari Amerika Serikat Kurs berpengaruh signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat sigifikasi 5% dengan probabilitas 0. jika probabilitas > model terhindar dari masalah autokorelasi. data diolah Dari hasil autokorelasi diketahui bahwa (n-p)ObsR squared (R2) dengan nilai 0. maka Sumber : E-views.338606 .0557151. maka impor Indonesia dari Amerika . 15 Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: F-statistic Obs*R-squared 0.

Intinya depresiasi menyebabkan ekspor naik dan impor akan turun dan sebaliknya. Dari sisi eksportir.Serikat akan turun sebesar 0. Hal ini karena impor Indonesia dari Amerika Serikat merupakan impor bahan penyangga konsumsi (buffer stock) dan sebagian besar merupakan impor barang konsumsi rumah tangga.0536 dan koefisien sebesar 0. Pengaruh PDB terhadap impor PDB riil memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 0. naiknya nilai kurs (nilai mata sendiri turun relatif terhadap valuta asing) akan meningkatkan produksi akibat keuntungan yang semakin meningkat karena rupiah yang diperoleh lebih besar sehingga mendorong peningkatan ekspor. Hal ini sesuai hipotesa bahwa kurs dan impor memiliki hubungan yang berbalikan (Nopirin. Sehingga impor barang konsumsi akan tetap dilakukan meskipun PDB yang mencerminkan pendapatan nasional mangalami kenaikkan atau penurunan. 1997 :147) Semakin tinggi nilai kurs (nilai mata uang sendiri turun relatif terhadap valuta asing) maka menyebabkan harga produk ekspor menjadi semakin murah di mata buyer luar negeri (importir). Hal ini sesuai penelitian dari Dani Rustyaningrum tahun 2004 yang menyatakan bahwa variabel PDB tidak berpengaruh secara sigifikan ..245889. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa PDB riil berpengaruh secara positif terhadap permintaan impor. b.05594.

yaitu dengan probabilitas sebesar 0,3592. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dani Rustyaningrum tersebut, PDB tidak berpengaruh signifikan karena pada uji asumsi klasik, terjadi masalah

heteroskedastisitas. Selain itu penelitian dari Sigit Yunianto (2003) juga menunjukkan bahwa variabel PDB juga tidak berpengaruh signifikan terhadap impor dalam jangka panjang. Dalam penelitian tersebut, ditemukan besarnya probabilitas untuk variabel PDB adalah sebesar 0,092 yang berarti tidak signifikan pada tingkat α = 5%. c. Pengaruh inflasi terhadap impor Inflasi memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat dengan probabilitas 0,2283 pada tingkat signifikasi 5%. Temuan empirik yang menunjukkan

bahwa inflasi dalam negeri tidak berpengaruh terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat karena impor dari Amerika Serikat sebagian masih memiliki kadungan ekspor yang berasal dari Indonesia sendiri. Selain itu, impor dari Amerika Serikat sebagian besar adalah bahan penyangga konsumsi dan faktor produksi yang industry dalam negeri tidak mampu menyediakan barang- barang tersebut. Sehingga pada saat inflasi tinggi permintaan impor dari Amerika Serikat masih cukup tinggi.

d. Pengaruh cadangan devisa terhadap impor Cadangan devisa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 0.0400 dengan koefisien sebesar 0.503919. ini berarti setiap kenaikan cadangan devisa 1 juta US$, maka permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat akan meningkat sebesar 0,530535. Hal ini berarti sesuai dengan hipotesa yang menyatakan bahwa cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap impor.

BAB V PENUTUP

Dari hasil pengujian secara empiris pada penelitian ini yaitu pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, sebagai penutup akan disajikan kesimpulan dan memberikan beberapa saran sebagai berikut : A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan pada bab- bab sebelumnya mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985- 2009, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Variabel independen kurs mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat dengan probabilitas 0,0008 pada tingkat signifikansi 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kurs berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat periode 1985 sampai 2009. 2. Variabel independen PDB riil menunjukkan probabilitas yang tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen yaitu sebesar 0.0536. Ini menunjukkan bahwa variabel PDB riil tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009. 3. Variabel independen inflasi mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tingkat

dapat dikemukakan saran. Seharusnya pemerintah dapat menjadikan ini sebagai modal berharga .rata merupakan barang. Salah satu impor yang terbesar dari Amerika Serikat adalah kapas. Dengan penduduk yang besar dan juga keterbatasan industry dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. B. maka impor di Indonesia menjadi sesuatu yang sangat penting.04000 Hal ini menunjukkan bahwa variabel cadangan devisa berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009.signifikansi 5 persen yaitu sebesar 0. 4. Impor Indonesia dari Amerika Serikat rata.2283. Pemerintah seharusnya bisa mengatasi hal ini karena Indonesia adalah negara dengan luas lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Hal ini menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan impor Indonesia dari Amerika Serikat pada tahun 1985 sampai 2009. Saran Berdasarkan penelitian di atas. Variabel independen cadangan devisa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perintaan impor Indonrsia dari Amerika Serikat pada tingkat signifikansi 5% sebesar 0.rata terus meningkat meskipun peningkatan tidak terlalu besar.saran sebegai berikut : 1. mesin industry.barang penyangga konsumsi. Impor Indonesia dari Amerika Serikat dari tahun 1985 sampai 2009 rata. Impor Indonesia dari Amerika Serikat dipengaruhi oleh impor periode selanjutnya.

cadangan devisa berpengaruh posotif dan nyata terhadap impor Indonesia Indonesia pada umumnya dan impor . Variabel kurs atau nilai tukar yang berpengaruh signifikan pada tingkat signifikansi 5 persen. Indonesia menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada periode 1997 hingga sekarang yang artinya pemerintah tidak mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing.2009.untuk menghasilkan kapas sehingga mengurangi impor kapas ini dari Amerika Serikat. Untuk itu pemerintah harus mencapai keseimbangan internal dan eksternal dengan cara mengkombinasikan antara kebijakan moneter dan kebijakan fiscal. Oleh karena itu pemerintah harus mengambil kebijakan fiscal kombinasi atau exchange rate (Nopirin. Cadangan devisa diperlukan dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.. Dalam penelitian ini berarti kurs berpengaruh secara nyata terhadap impor Indonesia dari Amerika Serikat tahun 1985. 2. 3. Jadi meskipun kurs kita adalah mengambang bebas. Cadangan devisa dikatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor dalam negeri setidaknya dalam jangka 3 bulan Dalam Penelitian ini. akan tetapi pemerintah harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sehingga dapat memperlancar perdagangan internasional khususnya. 1997:197). Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi keseimbangan eksternal.

2009. Untuk itu. Jepang dan Korea. pemerintah harus tetap menjaga kestabilan cadangan devisa diantaranya melalui peningkatan nilai Bilateral Swap Arrangement (BSA) dalam kerangka kerjasama ASEAN dan Cina. . Akan tetapi perlu digaris bawahi bahwa untuk meningkatkan cadangan devisa tidak perlu kembali berhutang sepeti yang telah dilakukan pemerintah di akhir periode 2009 yang lalu yaitu dengan pinjaman dari IMF sebesar US$ 2.dari Amerika Serikat tahun 1985.7 miliar karena bagaimanapun hutang dibayar. Lebih baik pemerintah lebih focus untuk meningkatkan komoditas.komoditas utama untuk meningkatkanekspor yang nantinya akan berdampak ke neraca pembayaran dan akhirnya akan meningkatkan cadangan devisa.

Teknik Perdagangan Luar Negeri.1 – 2005. 2009. 2004. 1994. 2003. Ekonomi Internasional.Memahami Ekonomi Internasional. 2003. Jurnal : Fe. Perekonomian Indonesia. Transaksi Ekspor Impor. 1997. 2001. BPS Kota Surakarta. Cessilia Dupi Saraswati.UII. Statistik Indonesia. Jakarta : United States Information Service. Handayani. berbagai edisi. Garis Besar Ekonomi Amerika Serikat. Damodar Gujarati. Ekonometrika Dasar. Korespondensi Memasuki Pasar Impor. Jakarta : Erlangga. Ekonomi Indonesia.1. . 2002. Insukindro. Jefferey. Ekonomi Makro. Faktor.Faktor Yang Mempengaruhi Impor Non Migas Indonesia Dari Jepang Periode 1995. Nota Keuangan Bank Indonesia. Jakarta : PT Rajagrafindo Indonesia.4. Jakarta : PPM _____________. Ekonometrika Dasar. McEachern. Skripsi : FE UNS. FE UNS : Skripsi. 2003.DAFTAR PUSTAKA Amir M. 1997. Jakarta : Erlangga. Jakarta : Erlangga. BI : Indonesia. Hutabarat. 2003. Teori Makro Ekonomi. 2007. Eko Atmaji. Hall Hill. Jakarta : PPM. S. Analisa Faktor. Skripsi : FE UNS. BI. Faktor. R. Hamdy Hady. Analisa Impor Indonesia. 2000. Dani Rustyaningsih. Dumairy.Faktor Yang Mempengaruhi Impor Indonesia Dari Jepang. BPS : Indonesia. Edmund Curry. N. Yogyakarta : BPFE UGM.Jakarta : Salemba Empat.Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Impor Barang Konsumsi di Indonesia Tahun 1990. 1996. Menkiw. Gregory. 2004.2003.4. 2004. Dinas Penerangna Amerika Serikat. Jakarta : Erlangga. Jakarta : PPM.Jakarta : Ghalia Indonesia.

Perekonomian Indonesia. Surakarta: Fakulata Ekonomi UNS. Situs resmi Badan Pusat Statistik www. 2007. Tulus Tambunan. Dominick.go. 1994. Yogyakarta : BPFE. Ekonomi Internasional. Analisa Pengaruh Produk Domestik Bruto. Skripsi : FE UNS.id www. 2002. Penanaman Modal Asing (PMA). Jurnal Ekonomi Bisnis : STIE Sitkubang Semarang. Samuelsen. Statistik Keuaangan dan Ekonomi Indonesia berbagai edisi. Paul A dan Nordhaus D William. Jakarta : Bank Indonesia. 1995. Sadono Sukirno. 2003. Ekonomi Internasional. 1995. 2002.2 . Jakarta : Pusat Pelatihan dan Studi Kebanksentralan BI. Pengantar Teori Makro Ekonomi. Jakarta : Penerbit Aksara Baru. Situs resmi Bank Indonesia www. BI (Bank Sentral Republik Indonesia).kadin-indonesia. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika: Pendekatan Moneter 1987. Salvatore.bps. Jakarta : Erlangga.id. Paul dan Maurice Obstfeld. Sri Isnowati. 2004. Teori Mikro Ekonomi. Siti Aisyah Tri Rahayu. www. Ekonomi Internasional kebijakan dan Teori.go.or. Pery Wijaya.kompas. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Cadangan Devisa Terhadap Permintaan Impor Indonesia Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Laporan Keuangan BI berbagai edisi. Jakarta : Erlangga.id. 2001. R. Jakarta : Ghalia Indonesia. Jakarta : PAU FE UI dan Harapan Collins Publisher.1.bi. Krugman.1999. Modul Laboratorium Ekonometrika. Sigit Yunianto.com . Jakarta :Indonesia. Klinderberger.Nopirin. Makro Ekonomi. Nilai Kurs Rupiah. Jakarta : Pt Graha Grafindo. Charles P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful