NILAI KEGUNAAN ILMU: Nuklir dan Pilihan Moral Revolusi Genetika

A.

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Ilmu dan moral, tanggung jawab sosial, serta revolusi genetika adalah hal yang saling berhubungan. Terdapat beberapa pertanyaan yang menggelitik, pertama benarkah makin cerdas, maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia dengan penalaran tinggi lalu makin berbudi atau sebaliknya makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Melalui makalah ini akan diuraikan mengenai ilmu dan moral, netralitas seorang ilmuwan terhadap hasil penemuannya, khususnya dalam kasus atom (nuklir) dan uraian tentang revolusi genetika.

2. Rumusan Masalah Pada makalah ini terdapat empat rumusan masalah yaitu : 1. Apa yang dimaksud nilai kegunaan ilmu? 2. Bagaimana hubungan antara ilmu dan moral ? 3. Bagaimana nuklir sebagai produk sains ditinjau dari pilihan moral ? 4. Bagaimana pengaruh revolusi genetika terhadap tanggung jawab moral dan sosial ilmuwan.

1|Ni lai Keg un aan Ilmu

B.

PEMBAHASAN

1. Aksiologi Ilmu Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia, karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara cepat dan mudah. Dan merupakan kenyataan yang tak dapat dimungkiri bahwa peradaban manusia sangat berhutang pada ilmu. Ilmu telah banyak mengubah wajah dunia seperti hal memberantas penyakit, kelaparan, kemiskinan, dan berbagai wajah kehidupan yang sulit lainnya. Dengan kemajuan ilmu juga manusia bisa merasakan kemudahan lainnya seperti transportasi, pemukiman, pendidikan, komunikasi, dan lain sebagainya. Singkatnya ilmu merupakan sarana untuk membantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Kemudian timbul pertanyaan, apakah ilmu selalu merupakan berkah dan penyelamat manusia? Dan memang sudah terbukti, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, manusia dapat menciptakan berbagai bentuk teknologi. Misalnya, pembuatan bom yang pada awalnya untuk memudahkan kerja manusia, namun kemudian dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif yang menimbulkan malapetaka bagi umat manusia itu sendiri. Di sinilah ilmu harus diletakkan proporsional dan memihak pada nilai- nilai kebaikan dan kemanusian. Sebab, jika ilmu tidak berpihak pada nilai-nilai, maka yang terjadi adalah bencana dan malapetaka. Setiap ilmu pengetahuan akan menghasilkan teknologi yang kemudian akan diterapkan pada masyarakat. Proses ilmu pengetahuan menjadi sebuah teknologi yang benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat tentu tidak terlepas dari si ilmuwannya. Seorang ilmuwan akan dihadapkan pada kepentingan-kepentingan pribadi ataukah kepentingan masyarakat akan membawa pada persoalan etika keilmuan serta masalah

2|Ni lai Keg un aan Ilmu

kajian tentang nilai-nilai khususnya etika. 234 2 Wihadi Admojo. Berikut ini dijelaskan beberapa definisi aksiologi. nilai yang menjadi acuan seorang ilmuan. yaitu ekspresi keindahan. Estetic expression. Jakarta 1990 hlm. 152 4 Bakhtiar Amsal. 4 aksiologi terbagi tiga bagian : 1. hlm. Kamus Bahasa Indonesia. aksiologi adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia. 3 aksiologi adalah nilai-nilai sebagai tolak ukur kebenaran. yaitu kehidupan social politik. Pustaka Sinar Harapan. etika dan moral sebagai dasar normatif penelitian dan penggalian. Menurut Bramel. 1 Jujun S. et. dan tanggung jawab moral. aksiologi berasal dari kata axios artinya nilai dan logos artinya teori atau ilmu. Jakarta 2007 hlm. Menurut Suriasumantri aksiologi adalah teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang di peroleh. Pernyataan di sekitar batas wewenang penjelajahan sains.al. Jakarta 2009 hlm. Filsafat Ilmu. Rajawali Pers. 19 3 Surajiyo. yaitu tindakan moral. serta penerapan ilmu. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. yang akan melahirkan filsafat social politik. Menurut bahasa Yunani. tanggung jawab akademis. Bumi Aksara. Suriasumantri. dan tanggung jawab sosial ilmuan telah menempatkan aksiologi ilmu pada posisi yang sangat penting. Bidang ini melahirkan disiplin khusus yaitu etika. bidang ini melahirkan keindahan. Karena itu. Untuk itulah tanggung jawab seorang ilmuwan haruslah “dipupuk” dan berada pada tempat yang tepat. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. 2. Socio-political life.bebas nilai. Balai Pustaka. kaitan ilmu dengan moral. dalam Amsal.2 Menurut Wibisono. dalam Surajiyo. salah satu aspek pembahasan integrasi keilmuan ialah aksiologi ilmu. 163 3|Ni lai Keg un aan Ilmu . Jadi aksiologi adalah teori tentang nilai. Moral Conduct. 3. 1 Menurut Kamus Bahasa Indonesia. Jakata 1996.

kebenaran dan kesucian. memberi nilai atau dinilai. Merupakan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat berhutang kepada ilmu dan teknologi.Teori tentang nilai yang dalam filsafat mengacu pada masalah etika dan estetika. 2. 3. Dalam pengertian yang lebih sempit seperti baik. sain dan teknologi dikembangkan untuk memudahkan hidup manusia agar lebih mudah dan nyaman. atau yang lainnaya. Ia sering dipakai untuk merujuk kepada sesuatu yang bernilai.Dalam Encyclopedia of Philosophy. tingkah laku. Contohnya ketika kita berkata sebuah nilai atau nilainilai. Nilai sebagai kata benda konkret. hlm. menarik dan bagus. Nilai digunakan sebagai kata benda abstrak. 164 4|Ni lai Keg un aan Ilmu . Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai.cit. terlihat dengan jelas bahwa permasalahan utama adalah mengenai nilai. 2. Peradaban manusia 1 Op. seperti nilainya atau nilai dia. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas mencakup sebagai tambahan segala bentuk kewajiban. Dari definisi aksiologi di atas. dalam Amsal 1 dengan value and valuation : dijelaskan aksiologi disamakan 1. Nilai juga dipakai sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai. Nilai Kegunaan Ilmu Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika dimana makna etika memiliki dua arti yaitu merupakan suatu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia dan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan perbuatan.

di samping lain ilmu sering dikaitkan dengan faktor kemanusiaan. Sejak dalam tahap. pengangkutan. untuk apa sebenarnya ilmu itu harus digunakan? Dimana batasnya? Kearah mana ilmu akan berkembang? Dihadapkan dengan masalah moral dalam menghadapi ekses ilmu dan tekhnologi yang bersifat merusak ini para ilmuan terbagi ke dalam golongan pendapat yaitu golongan pertama yang menginginkan bahwa ilmu harus bersifat netral terhadap nilainilai baik itu secara ontologis maupun aksiologis. namun sebaliknya manusialah yang akhirnya yang harus menyesuaikan diri dengan teknologi. Menghadapi kenyataan ini ilmu yang pada hakikatnya mempelajari alam sebagai mana adanya mulai mempertanyakan hal yang bersifat seharusnya.nilai hanyalah terbatas pada metavisis keilmuan sedangkan dalam penggunaanya ilmu berlandaskan pada moral. Berkat sains dan teknologi pemenuhan kebutuhan manusia bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Perkembangan ini baik dibidang kesehatan. dimana bukan lagi tekhnologi yang berkembang seiring dengan perkembangan dan kebutuhan manusia. Golongan kedua mendasarkan pendapatnya pada beberapa hal yakni:  Ilmu secara faktual telah dipergunakan secara destruktif oleh manusia yang telah dibuktikan dengan adanya dua perang dunia yang mempergunakan teknologi-teknologi keilmuan. pendidikan dan komunikasi telah mempermudah kehidupan manusia.berkembang sejalan dengan perkembangan sain dan teknologi karena itu kita tidak bisa dipungkiri peradaban manusia berhutang budi pada sains dan teknologi. 5|Ni lai Keg un aan Ilmu .tahap pertama ilmu sudah dikaitkan dengan tujuan perang. Sebaliknya golongan kedua bahwa netralisasi terhadap nilai. pemukiman.

Moral berkaitan dengan metafisika keilmuan maka masalah moral berkaitan dengan cara penggunaan pengetahuan ilmiah. Hubungan Ilmu dan Moral Ilmu merupakan hasil karya perseorangan yang dikomunikasikan dan dikaji secara terbuka oleh masyarakat.  Ilmu dapat mengubah manusia dan kemanusiaan yang paling hakiki seperti pada kasus revolusi genetika dan tehnik perubahan sosial. maka mempermudah manusia dalam menyelesaikan pekerjaan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. op. Dengan diciptakannya peralatan teknologi dibidang kesehatan. hal. terbebas dari hal-hal negatif yang membawa malapetaka dan kesengsaraan? 1 2 Jujun. transportasi. Moral merupakan tekad manusia untuk menemukan kebenaran. diperlukan keberanian moral. 2 Pada kenyataan sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa peradaban manusia sangat tergantung kepada ilmu dan teknologi. 234-235 6|Ni lai Keg un aan Ilmu . 3. hlm. Ilmu telah berkembang pesat dan makin eksetoris sehingga ilmuwan telah mengetahui apa yang mungkin terjadi apabila adanya penyalahgunaan.cit. Namun dalam kenyataan apakah ilmu selalu merupakan berkah. Ibid. pendidikan dan komunikasi. sebab untuk menemukan kebenaran dan terlebih-lebih lagi untuk mempertahankan kebenaran.1 Jikalau hasil penemuan perseorangan tersebut memenuhi syarat-syarat keilmuan maka ia akan diterima sebagai bagian dari kumpulan ilmu pengetahuan dan dapat digunakan dalam masyarakat. 237. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan maka pemenuhan kebutuhan hidup manusia dapat dilakukan secara lebih cepat dan lebih mudah.

Sejak dalam tahap pertumbuhannya ilmu sudah dikaitkan dengan tujuan perang. atau dengan perkataan lain ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya. Pengadilan inkuisisi Galileo ini selama kurang lebih dua setengah abad mempengaruhi proses perkembangan berfikir di Eropa. Jadi bukan saja menimbulkan gejala dehumanisasi namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri. Sejak saat pertumbuhannya ilmu sudah terkait dengan masalah-masalah moral namun dalam perspektif. 7|Ni lai Keg un aan Ilmu . Dari hal tersebut timbullah konflik yang bersumber pada penafsiran metafisik ini yang berkulminasi pada pengadilan inkuisisi Galileo pada tahun 1633. Ilmu bukan saja digunakan untuk mengusai alam melainkan juga untuk memerangi sesama manusia dan mengusai mereka. ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya. namun bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri. pada dasarnya mencerminkan pertarungan antara ilmu yang terbebas dari nilai-nilai diluar bidang keilmuan dan ajaran-ajaran di luar bidang keilmuan yang ingin menjadikan nilai-nilainya sebagai penafsiran metafisik keilmuan. Teknologi tidak lagi berfungsi sebagai sarana yang memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia melainkan dia berada untuk tujuan eksistensinya sendiri. maka timbullah interaksi antara ilmu dan moral (yang bersumber pada ajaran agama). Dewasa ini ilmu bahkan sudah berada di ambang kemajuan yang mempengaruhi reproduksi dan penciptaan manusia itu sendiri. Ketika Copernicus (1473-1543) mengajukan teorinya tentang kesemestaan alam dan menemukan bahwa “bumi yang mengelilingi matahari” dan bukan sebaliknya seperti yang dinyatakan oleh ajaran agama. namun juga menciptakan tujuan hidup itu sendiri. atau dengan perkataan lain.

Dalam perkembangan selanjutnya ilmu dan teknologi tidak selamanya berjalan sesuai dengan yang diharapkan yaitu dalam rangka mensejahterakan kehidupan manusia. 8|Ni lai Keg un aan Ilmu . dan (3) Ilmu telah berkembang sedemikian rupa di mana terdapat kemungkinan bahwa ilmu dapat mengubah manusia dan kemanusiaan yang paling hakiki seperti pada kasus revolusi genetika dan teknik perubahan sosial (social engineering).Dalam kurun ini para ilmuwan berjuang untuk menegakkan ilmu yang berdasarkan penafsiran alam sebagaimana adanya dengan semboyan: Ilmu yang Bebas Nilai! Setelah pertarungan kurang lebih dua ratus lima puluh tahun maka para ilmuwan mendapatkan kemenangan. Masalah teknologi telah mengakibatkan proses dehumanisasi. (2) Ilmu telah berkembang dengan pesat dan makin esoterik sehingga kaum ilmuwan lebih mengatahui tentang ekses-ekses yang mungkin terjadi bila terjadi penyalagunaan. Golongan kedua mendasarkan pendapatnya pada beberapa hal yakni: (1) Ilmu secara faktual telah dipergunakan secara destruktif oleh manusia yang dibuktikan dengan adanya dua perang dunia yang mempergunakan teknologi-teknologi keilmuan. Setelah saat itu ilmu memperoleh otonomi dalam melakukan penelitiannya dalam rangka mempelajari alam sebagaimana adanya. Dari perkembangan ilmu dan teknologi dihadapkan dengan moral. para ilmuwan terbagi ke dalam dua golongan pendapat. Berdasarkan ketiga hal ini maka golongan kedua berpendapat bahwa ilmu secara moral harus ditujukan untuk kebaikan manusia tanpa merendahkan martabat atau mengubah hakikat kemanusiaan. Golongan pertama ingin melanjutkan tradisi kenetralan ilmu secara total seperti pada era Galileo sedangkan golongan kedua mencoba menyesuaikan kenetralan ilmu secara pragmatis berdasarkan perkembangan ilmu dan masyarakat.

tanpa pamrih. murni. bahkan seringkali menciptakan traumatik terhadap lingkungan. Jakarta. 146-148 9|Ni lai Keg un aan Ilmu . keterangan ilmu bersifat relatif. Artinya. Oleh karena itu. ilmu akan netral bila bebas nilai secara moral dan sosial. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Mukti Ali. Nuklir dan Pilihan Moral Ilmu atau yang dikenal pula dengan pengetahuan bersumber dari otak. Kebenaran yang didapat dengan keterangan ilmu hanya benar atas syarat yang diumpamakan dalam suatu keterangan. Kelanggengannya dapat diganti dengan penemuan yang baru. maka apllied-science atau ilmu terapan atau teknologi di dunia modern tidak dapat dijadikan sebagai indikator ilmu dalam kategori netral atau tidak netral. asli. itulah yang membawa kemajuan ilmu. Ilmu memberi keterangan bagaimana kedudukan suatu masalah dalam hubungan sebab akibat. bukan berdasarkan pada kepentingan ilmu. 1988 hal.2 1 2 A. Yogyakarta 1972. 14-15. 1 Kemudian di mana letak kenetralan ilmu? Untuk melacak kenetralan ilmu. Tiaptiap pendapat yang dikemukakan diuji kebenarannya. Yayasan Nida. Orang yang berilmu akan menerima setiap kebenaran yang didapat dalam penyelidikan ilmu dengan kritis. Iman dan Ilmu Pengetahuan. tanpa motif atau guna. Kemudian ilmu berkembang sebagai sesuatu yang tidak netral. Depdikbud.4. Pranjoto Suijoatmodjo. Kenetralan ilmu terletak pada pengetahuan yang carteis. Ilmu mempelajari hubungan kausal di antara sejenis masalah. dalam perkembangan ilmu tidak sedikit yang semestinya netral dan bertujuan baik karena dipraktikkan oleh ilrnuwan yang disebabkan banyak faktor seperti sosial-politik sehingga eksperimen dan penelitian yang dilakukan berkembang sesuai dengan kepentingannya. Namun demikian. hal.

Tehnologi yang seharusnya menerapkan konsep. apakah Albert Einstein harus bertanggung jawab atas bom-bom yang sebenarnya merupakan perwujudan secara praktis dari pandangan teori murninya mengenai “interconvertablitas” dari zat dan energi? Pada tanggal 02 Agustus 1939. Franklin D. ilmu bukan saja digunakan untuk menguasai alam melainkan juga untuk memerangi sesama manusia dan menguasai mereka. Apakah yang mendorong Einstein berkewajiban memberikan saran pada presiden AS tersebut untuk membuat bom atom? Apakah karena alasan dia anti Hitler? Enstein adalah penemu rumus E = MC2 yang menjadi dasar bagi pembuatan bom atom. 10 | N i l a i K e g u n a a n I l m u .konsep sains untuk membantu memecahkan masalah manusia baik perangkat keras maupun yang lunak cenderung menimbulkan gejala anti kemanusiaan 1 Jujun. bahkan menjadi sesuatu yang traumatik. siapa yang mesti bertanggung jawab? Ilmu atau ilmuwan? Misalnya dalam kasus nuklir sebagai pengembangan atom. Albert Einstein menulis surat kepada presiden Amerika Serikat.Dalam konteks kenetralan ilmu yang kemudian menjadi tidak netral. Einstein dalam suratnya yang dikirimkan kepada presiden Rooselvelt secara eksplisit juga mengemukakan kekhawatiran mengenai kemungkinan pembuatan bom atom oleh Nazi. yang dibuktikan dengan adanya dua perang dunia yang mempergunakan teknologi. op.cit. Roosevelt yang memberikan rekomendasi mengenai serangkaian kegiatan yang mengarah pada pembuatan bom atom.teknologi keilmuan. apakah Einstein akan bersedia menulis surat tersebut?1 Secara faktual ilmu digunakan secara destruktif oleh manusia. Dan apabila sekiranya waktu itu Jerman tidak memperlihatkan tanda-tanda untuk membuat bom atom. Disamping berbagai senjata modern juga dikembangkan berbagai tehnik penyiksaan. hlm.

dan dari sinilah kemudian sering menimbulkan permasalahan eksistensi ilmu ketika eksperimentasi ternyata seringkali menimbulkan fatal error sehingga tuntutan etika sangat dibutuhkan sebagai acuan moral bagi 11 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . dan rintangan-rintangan lainnya yang bersifat sosial. baik” dan “buruk”. Mereka tegak dan bersuara sekiranya kemanusiaan memerlukan mereka. Seorang ilmuwan secara moral tidak akan membiarkan hasil penemuannya dipergunakan untuk menindas bangsa lain meskipun yang mempergunakan itu adalah bangsanya sendiri. Permasalahan netralitas seorang ilmuwan bisa diselesaikan dengan memahami hubungan antara etika atau moral dengan ilmu itu sendiri. Etika sebagai kelompok filsafat merupakan sikap kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral.(dehumanisme). terutama akibat perkembangan sain dan teknologi. Suara mereka bersifat universal mengatasi golongan. Sejarah telah mencatat bahwa para ilmuwan bangkit dan bersikap terhadap politik pemerintahnya yang menurut anggapan mereka melanggar asas-asas kemanusiaan. Sains bukan lagi sarana yang membantu manusia mencapai tujuan melainkan menciptakan tujuan hidup itu sendiri. Etika sangat berkaitan dengan pelbagai masalah-masalah nilai (values) karena pokok kajian etika terletak pada ragam masalah nilai “susila” dan “tidak susila”. Ternyata bahwa dalam soal-soal yang menyangkut kemanusiaan para ilmuwan tidak pernah bersifat netral. ras. bahkan kemungkinan mengubah hakikat kemanusiaan itu sendiri. Etika dalam konteks ilmu adalah nilai (value). Dalam perkembangan ilmu sering digunakan metode trial and error. agama. sistem kekuasaan.

apabila thalidomide digunakan oleh ibu mengandung memasuki bulan kedua dan terbukti dapat 1 2 Noeng Muhadjir. keputusan. Yogyakarta 1998. hal. 148 12 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . dan sebagainya. Temuan Rekayasa Teknologik. tanggungjawab terhadap kebenaran. suatu temuan obat tidur yang telah diadakan uji klinis pada binatang. 2 Dari empat klaster tersebut akan melahirkan integritas profesionalitas. Demikian juga penemuan ilmu tentang kloning. ilmu tidak mengalami kendali etika ketika hanya merambah eksperimen pada hewan. tanggungjawab ilmuwan. dan kebijakan moral. yaitu berupa (1) temuan basic research. (2) rekayasa teknologi. pedoman perilaku. 148-150 Ibid. (3) dampak sosial pengembangan teknologi. ilmu tentang pengembangan DNA dan kloning kelas akan tidak mempunyai nilai etika. Ada empat klaster domain etika yang sangat dibutuhkan dalam eksperimen dan pengembangan ilmu. hak masyarakat. thalidomide. jika masuk domain manusia. Posisi ilmu tidak mengalami masalah etik. Dalam per-kembangan selanjutnya. Rake Sarasin. hak azasi manusia.pengembangan ilmu. semisal rekayasa domba masa depan agar dapat memberi protein hewani pada manusia yang semakin bertambah dengan cepat juga belum bermasalah. Namun demikian. tetapi tidak untuk manusia. Filsafal llmu. maka hal ini tidak menemukan masalah. serta (4) rekayasa sosial. dan pada saat dikembangkan pada wilayah kehidupan alam seperti DNA pohon jati unggul dipergunakan untuk memperluas dan meningkatkan reboisasi. eksistensi etika dapat diwjudkan dalam visi. hal.1 Dalam konteks ini. Temuan basic research. misi. Ketika ditemukan tentang DNA unggul dan DNA cacat. beberapa contoh yang berkaitan dengan basic research adalah penemuan DNA sebagai konstitusi genetik makhluk hidup.

ada dua dampak sosial yang kemungkinan dihadapi dalam pengembangan teknologi. Demikian juga dengan ilmu kloning. dan lain sebagainya. salah satu dari rekayasa sosial adalah pemupukan kepercayaan terhadap pemikiran yang monolitik. 13 | N i l a i K e g u n a a n I l m u .mengakibatkan bentuk janin bayi menjadi tidak normal. Misalnya DNA sebagai konstitusi genetik makhluk hidup maka dapat memberi dampak pada martabat manusia. Dampak Sosial Pengembangan Teknologi. justru akan menghancurkan martabat manusia. mau tidak mau etika harus terlibat. maka uji klinis pun mesti diperketat. namun mem-bicarakan aksiologik keilmuan. Rekayasa Sosial. khususnya nilai-nilai perkawinan yang dapat melahirkan keturunan yang diakui oleh agama. jika hanya dengan maksud untuk meningkatkan kualitas manusia. Bom atom nuklir yang menjadi ancaman seluruh manusia merupakan akibat penemuan energi partikel alpha radioaktif yang dipergunakan secara destruktif yang semestinya untuk keperluan medis dan alternatif energi listrik. Sebagai contoh ketika terjadi di Nagasaki dan Hirosima Jepang yang luluh lantak akibat dibom atom oleh Amerika Serikat pada Akhir Perang Dunia II tahun 1945. sistem kapitalisme dan sosialisme. Dari empat klaster berikut contoh-contoh yang dikemukakan menunjukkan bahwa etika dalam pendekatan filsafat ilmu belum muncul kalau hanya pada wilayah epistemologik. sistem kasta yang mentabukan perkawinan antarkasta. individual atau sosial secara keseluruhan. seperti sistem monarkhi demi pelanggengan kekuasaan.

Purwokerto 2008.Etika akan membawa pada perkembangan ilmu untuk menciptakan suatu peradaban yang baik. Misi ilmu tidak sejalan dengan yang dikatakan Bacon bahwa “knowledge is power”. Oleh karena hubungan manusia dan alam tidak bersifat instrinsik kosmologis. Apa yang terjadi? Banyak sekali terjadi kerusakan lingkungan hidup yang pada gilirannya akan mengancam kelangsungan hidup manusia juga. Pengetahuan pada dasarnya ditujukan untuk kemaslahatan kemanusiaan. Penyembuhan penyakit kanker harus didahului dengan penemuan dasar di bidang biologi molekuler. Masalahnya adalah sekiranya seorang ilmuwan menemukan sesuatu yang menurut dia berbahaya bagi kemanusiaan maka apakah yang harus dia lakukan? Apakah dia menyernbunyikan penemuan tersebut sebab dia merasa bahwa penemuan itu lebih banyak menimbulkan kejahatan dibandingkan dengan kebaikan? Ataukah dia akan bersifat netral dan menyerahkannya kepada moral kemanusiaan untuk menentukan penggunaannya? Kenetralan seorang ilmuwan dalam hal ini disebabkan anggapannya bahwa ilmu pengetahuan merupakan rangkaian penemuan yang mengarah kepada penemuan selanjutnya. Ilmu. Penemuan 1 Ahmad Dahlan. hlm. 71-90 14 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . kekuasaan yang dapat dipakai untuk kemaslahatan kemanusiaan. yang kurang bijaksana adalah jika manusia menguasai alam dan memperlakukannya tanpa memperhitungkan norma-norma etis dalam hubungannya dengan alam.1 Pengetahuan merupakan kekuasaan. Siapa yang ingin menguasai alam semesta maka harus menguasai ilmu. atau sebaliknya dapat pula disalahgunakan. Akan tetapi.31 pengetahuan sebagai kekuatan. Jurnal Ibda`. bukan menciptakan malapetaka dan kehancuran. Kemajuan ilmu pengetahuan tidak melalui loncatan-loncatan yang tidak berketentuan melainkan melalui proses kumulatif secara teratur. Etika dan Agama. tetapi juga etisepistemologis.

cit. 1 5. namun seperti kotak Pandora yang terbuka kecemerlangan itu membawa malapetaka. Ilmu dalam persfektif sejarah kemanusiaan mempunyai puncak kecemerlangan masing.laser memungkinkan penggunaannya sebagai terapi medis daiam berbagai penyakit. op. Dalam aspek-aspek lainnya seperti apa yang ditelaah oleh ilmu pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu dipergunakan mau tidak mau seorang ilmuwan terikat secara moral dalam artian mempunyai preferensi dan memilih pihak. hlm. Dalam penemuan ini maka ilmu pengetahuan itu bersifat netral.masing. Dalam menentukan masalah apa yang akan ditelaahnya maka seorang ilmuwan secara sadar atau tidak sudah menentukan pilihan moral. dan kutukan apa yang akan dibawa oleh revolusi genetika. 15 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . Perang Dunia I yang menghadirkan bom biologis dan Perang Dunia II memunculkan bom atom merupakan dampak negatif penyalagunaan ilmu dan teknologi. Demikian selanjutnya di mana usaha menyembunyikan kebenaran dalam proses kegiatan ilmiah merupakan kerugian bagi kemajuan ilmu pengetahuan seterusnya. 1 Jujun. Revolusi Genetika Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan dalam bidang kimi dan fisika membawa menfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Perang Dunia I menghadiahkan bom kuman yang menjadi kutukan ilmu kimia dan Perang Dunia II muncul bom atom produk fisika. Dalam aspek inilah ilmu pengetahuan diyakini terbebas dari nilai-nilai yang mengikat. Namun disamping menfaat positif muncul pula penyalagunaan kemajuan ilmu kimia dan fisika sehingga menimbulkan malapetaka.

yaitu sikap yang sudah dimiliki seorang ilmuan? Jawabannya yaitu tinggal dikembalikan lagi kepada hakikat manusia itu sendiri.Revolusi genetika merupakan babakan baru dalam sejarah keilmuan manusia sebab sebelum ini ilmu tidak pernah menyentuh manusia sebagai objek penelaahan itu sendiri. tujuan hidup ini berkaitan erat dengan hakikat kemanusiaan itu sendiri. upaya kita diarahkan dalam mengembangkan pengetahuan yang memungkinkan kita dapat mengetahui segenap proses yang berkaitan dengan jantung. karena sudah kita ketahui bahwa ilmu itu berfungsi sebagai pengetahuan yang membantu dalam mencapai tujuan hidupnya. Dengan penelitian genetika ini menjadi sangat lain kita tidak lagi menelaah organorgan manusia melainkan manusia itu sendiri yang menjadi objek penelitian yang menghasilkan bukan lagi tekhnologi yang memberikan kemudahan melainkan teknologi yang mengubah manusia itu sendiri. 16 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . dan di atas pengetahuan itu dikembangkan teknologi yang berupa alat yang memberi kemudahan bagi kita untuk menghadapi gangguan-gangguan jantung. Atau dengan perkataan lain. Penemuan dan riset genetika akan digunakan dengan itikad yang baik untuk keluhuran manusia. tentu sudah banyak sekali. maka hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan penyakit jantung. dan tidak membidik secara langsung manusia sebagai obyek penelaahan. namun penelaahanpenelaahan ini dimaksudkan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi. dan bagaimana sekiranaya riset tersebut jatuh pada tangan yang tidak 1 Ibid. bersifat otonom dan terlepas dari kajian dan pengaruh ilmiah. Hal ini bukan berarti bahwa sebelumnya tidak pernah ada penelaahan ilmiah yang berkaitan dengan jasad manusia. hlm. jika kita mengadakan penelaahan mengenai jantung manusia. apakah perubahan itu akan dibenarkan dengan moral. 1 Artinya.

Misalnya. Relasi dengan Dunia. Dengan tingkat IQ setinggi itu pastilah dia memiliki kecerdasan yang luar biasa sekali. bagaimana dengan berbagai informasi penting yang didapat dari penelaahan ini dimanfaatkan? Bayangan kekhawatiran selalu menyertai penelitian seperti ini bahwa manusia akan tergoda untuk memanipulasi gen-gennya sendiri. misalnya untuk memudahkan pengobatan. Tetapi pertanyaannya adalah. yang dilakukan itu sendiri menjadi objek penelaahan. dan akhirnya berusaha menciptakan keturunan yang serba super.tujuan seperti itu? Dari pertanyaan itu kita melihat dari sudut ini makin meyakinkan kita bahwa akan lebih banyak keburukannya dibandingkan dengan kebaikannya sekiranya hakikat kemanusiaan itu sendiri mulai dijamah. Itu 1 Antonius Atoshoki. Dalam hal ini ilmu tentu tidak bisa memberikan jawaban sebelum hal itu bisa dibuktikan melalui pengalaman nyata sesudahnya. Pertanyaannya adalah. ilmu bisa memberikan jaminan bahwa dia akan bahagia. Gramedia. melainkan teknologi untuk mengubah manusia itu sendiri. sehingga mampu mengetahui dan melakukan hal-hal yang selama ini tidak mampu dilakukan oleh manusia lain. Dalam penelitian genetika. yang menghasilkan bukan lagi teknologi yang akan memberikan kemudahan. kita mampu menciptakan manusia yang IQ-nya 160 ke atas. kita dapat mengaitkannya dengan masalah kebahagiaan dan kedamaian. dengan kemampuan rekayasa genetika.bertanggung jawab dan mempergunakan penemuan ilmiah ini untuk kepentingannya sendiriyang bersifat destruktif? Apa yang akan diberikan bahwa pengetahuan ini tidak akan dipergunakan untuk tujuan. PT. Dalam rekayasa genetika. kita tidak lagi melaah organ-organ manusia dalam upaya menciptakan teknologi yang bermaksud memberikan kemudahan bagi kita. apakah dengan tingkat IQ setinggi itu. 1 Melanjutkan kajian dari pembahasan revolusi genetika ini. Jakarta 2005 hlm. dkk. dan yang lainnya. 171 17 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . yang merupakan hal yang mendasar bagi kemanusiaan.

yakni sejauh mana manusia boleh diperlakukan sebagai kelinci percobaan? Sampai seberapa banyak dan seberapa jauh percobaan harus dilakukan untuk memperoleh hasil yang dinginkan. 18 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . Dan kalaupun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian itu dimaksudkan demi kebaikan bagi manusia.berarti ilmu harus melakukan percobaan dulu. disamping tanggung jawab dan moral ilmuan. dan tanggung jawab sosial ilmuwan telah menempatkan aksiologi ilmu pada posisi yang sangat penting karena itu salah satu aspek pembahasan mendasar dalam integrasi keilmuan adalah aksiologi yang sebelumnya telah dibahas. seperti jantung dan ginjal barangkali hal itu tidak menjadi masalah terutama jika kajian itu bermuara pada penciptaan teknologi yang dapat merawat atau membantu fungsi. nilai yang menjadi acuan seorang ilmuan.fungsi organ tubuh manusia. lalu baru kemudian mengamati hasilhasilnya. yang jadi pertanyaan sekarang sejauh mana penjelajahan sains dan teknologi? Berkaitan dengan pertanyaan di atas dimana kaitan ilmu dengan moral. Jika sains melakukan telaahan terhadap organ tubuh manusia. Tapi jika sains mencoba mengkaji hakikat manusia dan cenderung mengubah proses penciptaan manusia seperti kasus dalam kloning hal inilah yang menimbulkan pertanyaan disekitar batas dan wewenag penjelajahan sains. namun bagaimana sekerinya penemuan itu jatuh ke tangan pihakpihak yang tidak bertanggungjawab lalu menyalahgunakannya. Hal ini tentu sudah memasuki wilayah moral. dalam arti ilmu dapat memberikan pembuktian yang meyakinkan? Ini hanya salah satu hal saja dari sekian banyak masalah moral yang terkait dengan penggunaan manusia sebagai kelinci percobaan. Rekayasa yang cenderung menimbulkan gejala anti kemanusiaan (dehumanisme) dan mengubah hakikat kemanusiaan menimbulkan pertanyaan disekitar batas dan wewenag penjelajahan sains.

Menghadapi nuklir yang sudah merupakan kenyataan maka moral hanya mampu memberikan penilaian yang bersifat aksiologis. Secara moral kita lakukan evaluasi etis terhadap suatu obyek yang tercakup dalam obyek formal (ontologis) ilmu. tanggung jawab sosial ilmuwan dan revolusi genetika dapat kami tarik kesimpulan bahwa : 1. Ilmu pengetahuan diyakini terbebas dari nilai-nilai yang mengikat. Dalam aspekaspek lainnya seperti apa yang ditelaah oleh ilmu pengetahuan dan bagaimana pengetahuan itu dipergunakan mau tidak mau seorang ilmuwan terikat secara moral dalam artian mempunyai preferensi dan memilih pihak. para ilmuwan senantiasa memandang bahwa ilmu dikembangkan sebagai objek yang terikat oleh nilai-nilai moral. 19 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . 3. Menghadapa revolusi genetika yang baru di ambang pintu. 2. kita belum terlambat menerapkan pilihan ontologis. Dalam pengembang ilmu. bagaimana sebaiknya kita mempergunakan tenaga nuklir untuk keluhuran martabat manusia. aspek penerapan ontologis ilmu pengetahuan harus dikedepankan sehingga tidak merendahkan martabat manusia yang merupakan pengembang ilmu pengetahuan. Revolusi genetika merupakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak bebas nilai. PENUTUP Dari penyajian makalah tentang ilmu dan moral.Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan di atas menyatakan sikap menolak terhadap dijadikannya manusia sebagai obyek penelitian genetika. sehingga dalam pengembangan ilmu tersebut tidak merendahkan martabat manusia. C.

Mukti.al. Kamus Bahasa Indonesia. dkk. Yogyakarta : Yayasan Nida. Jakarta: Balai Pustaka. Filsafal llmu. 2009 Atoshoki. 1990 20 | N i l a i K e g u n a a n I l m u . Antonius. Filsafat Ilmu Pengetahuan. Noeng. 2008 Muhadjir. Jujun S. Yogyakarta : Rake Sarasin. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Filsafat Ilmu. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta : PT. 1988 Surajiyo.DAFTAR PUSTAKA Admojo. A. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. 1998 Ali. Etika dan Agama. et. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Ilmu. Bakhtiar. Jakarta : Depdikbud. 1972 Amsal. Purwokerto : Jurnal Ibda`. 2005 Dahlan. Pranjoto. Jakarta: Rajawali Pers. Relasi dengan Dunia. Gramedia.Wihadi. 1998 Suijoatmodjo. 2007 Suriasumantri. Ahmad. Iman dan Ilmu Pengetahuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful