P. 1
Bab II

Bab II

|Views: 1,123|Likes:
Published by Berwinda Windiarsih

More info:

Published by: Berwinda Windiarsih on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2012

pdf

text

original

BAB II KEWAJIBAN SEORANG GURU

A. SYARAT MENJADI GURU Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah karena seorang guru dianggap lebih tahu dari segalanya, dan serba bisa. Guru yang baik adalah guru yang rendah hati dan cakap, tetapi sebagai pelayannya kita belum sempurna masih banyak kekurangan yang kita miliki, tetapi Allah mau memakai kita untuk pekerjaanNya. Adapun syarat menjadi seorang guru agama kristen menurut Dr. Mary Go Setiawani antara lain.1 1. Seorang yang lahir baru/diselamatkan. Pendidikan Agama Kristen bukan hanya

sekedar menyampaikan materi pelajaran saja, namun juga mementingkan pembinaan hidup, apalagi mempengarui hidup orang lain, sebab itu pengalaman lahir baru/di selamatkan adalah syarat utama bagi seorang guru pendidikan agama kristen.(1Tim 3-1-7).2 2. Seorang kristen yang bertumbuh. seorang kristen yang suam-suam kuku dan tidak mempunyai kerinduaan untuk maju dalam hidup rohaninya, tak mungkin memiliki gairah untuk memperhatikan kehidupan rohani orang lain. Bila guru sendiri tak mempunyai kerinduan dan kurang terlatih dalam hal-hal rohani, ia tentu dapat melatih dan membina muridnya, sebab itu hanyalah orang Kristen yang memiliki kerinduan untuk bertumbuh dalam Kristus layak menjadi guru agama kristen (Efesus 4:13-15). 3. Seorang kristen yang setia pada Gereja. Tugas seorang guru agama kristen bukan hanya sekedar membawa orang datang kekelas untuk mengikuti pelajaran atau sekedar datang kegereja, tetapi lebih dari itu, ia harus dapat membawa orang datang kepada Allah, menjadi salah satu anggota keluarga Allah. Ia harus

1 2

. Dr. Go Mary Setiawani. Pembaharuan Mengajar. Yayasan Kalam Hidup.Bandung,2000.p.7-9. . LAI. Lembaga Alkitab Indonesia. Jakarta. 2001.

4. Misalnya. mengikuti ibadah di gereja dan kebaktian-kebaktiaan lain.(1). Seorang guru yang mengetahui obyek yang tepat dengan dirinya. bertaggung jawab kepada Allah. maka seharusnya ia dapat setia dan ia dapat tetap tegas sehigga dalam kesulitan apapun.d. barulah cocok mengajar di kelas pemuda. Seorang yang baik dalam kesaksian hidupnya seorang guru dituntut untuk menjadi teladan bagi muridnya. jika menjadi guru pendidikan bukan dari panggilan Allah maka seorang guru tidak akan bertahan lama ia akan pindah profesi lain dan meniggalkan tugas dan taggung jawabnya sebagai guru pendidikan agama kristen. dalam Iman. seorang yang dapat sabar mendengar suara tangisan dan jeritan anak-anak.hal 12. baik dalam tutur kata. 3 tidak merasa tertarik untuk membaca Alkitab. bila guru sendiri tidak suka beribadah. barulah mampu mengajar di kelas remaja. Seseorang yang memahami bahasa pelayanan pendidikan adalah pangilan Allah bila guru memahami bahwa pelayanan pendidikan di sekolah adalah panggilan yang khusus dari Allah. Sabar dan setia sampai pada ahirnya. Seorang guru pendidikan agama kristen harus lebih dahulu menemukan tingkatan usia mana yang di sukai dan menarik untuk diajar.a. juga tidak memiliki .juga seorang aggota gereja yang setia. barulah cakap mengajar kelas pratama/madya. . Seorang guru yang suka pada obyek yang dididiknya Tidak semua orang suka mendekati anak-anak atau remaja. Dengan demikian barulah ia dapat menerjunkan diri dengan sepenuh hati untuk mendidik. 5.anak yang lincah. seorang yang dapat menyatu dengan remaja. s. maupun kasih. dan tidak semua orang mendekati pemuda. perbuatan. seorang yang dapat mengadakan aktivitas diskusi dengan pemuda. dan yakin bahwa dirinya sedang melayani Allah. barulah dapat mengajar dengan efektif. yang sanggup memimpin murid untuk menjadi satu bagian dalam gereja. seorang yang dapat bergaul dengan gembira bersama anak . barulah sanggup mengajar di kelas dewasa. demikian juga seorang yang dapat membagi beban dan kerisauan bersama orang dewasa. barulah sanggup mengajar di kelas indria. iman.3 6.

Karena guru agama kristen akan menjadi sorotan bagi teman – teman rekan sekerja/bapak ibu guru yang lainnya bahkan juga bagi peserta didik itu sendiri. bahwa dengan bersandar pada Roh Kudus kita dapat melayani Allah dan menjadi seorang guru yang berhasil.13. karena pendidikan agama bukan hanya merupakan penyampaian pengetahuan. Adapun perubahan dan pertumbuhan hidup tidak dicapai dengan kemampuan dan kecakapan manusia. Tidak hanya guru agama kristen saja. s. Seorang yang telah menerima latihan dasar sebagai guru Seorang guru yang berhasil haruslah mengisi diri dengan pengetahuan Alakitab.4 Menjadi guru agama kristen dalam lembaga pendidikan adalah suatu tantangan. namun juga merupakan pembinaan dan penentuan pola hidup. seorang guru perlu mengetahui. 4 . misalnya Rasul Paulus sebelum bertobat dimana ia suka menganiaya pengikut Kristus tetapi setelah ia bertobat banyak sekali perubahan yang dia lakukan. 8. hal. tetapi ada juga seorang guru hanya mamiliki kesaksian hidup/latar belakang yang tidak baik tetapi setelah diubahkan olen Roh Kudus kehidupannya menjadi berkat bagi semua orang. juga memahami administrasi sekolah.(1) . Memahami ciri-ciri khas dari tingkah laku maupun perkembambangan jiwa muridnya.d.a. 7. ia dengan berani memberitakan Injil dan banyak orang yang percaya kepada Tuhan.kesaksian hidup yang baik. Sebab itu perlu mengikuti latihan-latihan tertentu. menguasai teori mengajar yang dasar. Seorang yang melayani dengan bersandar pada kuasa Roh Kudus Pendidikan agama berbeda dengan pendidikan umum. maka bagaimana mugkin dapat memberi pengaruh yang baik kepada muridnya. bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan itulah sebabnya kekuatan melainkan dengan kuasa Roh Tuhan barulah hal itu terjadi. Jadi seorang guru agama kristen setidaknya memiliki syarat – syarat yang telah disebutkan diatas. atau mengikuti seminar-seminar dan sosialisasi pendidikan barulah dapat mengajar dengan efektif.

Moeftie Wiriadihardja. Maksudnya guru banyak sedikit harus mempunyai ilmu jiwa yang berhubungan dengan soal-soal agama. harus ada seorang yang kuat untuk mengantar orang lain kepada Yesus Kristus. Jakarta. batinnya harus di jamah dan di terangi oleh Roh Kudus. Dr. atau pelayan – pelayan gereja seharusnya memiliki syarat tersebut.p. Seorang guru harus mempunyai pribadi yang jujur dan tinggi mutunya dari syarat-syarat di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Moeftie Wiriadirhardja. Dr. Balai Pustaka. E. Homrighausen dan Dr I. Ia sendiri harus rajin dalam mengambil bagian dalam kebaktian dan pekerjaan gereja umumnya. S. Enklaar dijelaskan sebagai berikut. Mengingat pendidikan agama itu adalah tugas gereja juga. kerelaan untuk di lupakan sendiri. bahkan mengembirakan hati orang lain.G. sebagai sebutir benih yang rela mati supaya dapat melahirkan hidup baru berlipat-lipat ganda “. BPK Gunung Mulia. mencantumkan unsur karakteristik. ia harus mengenal Alkitab dengan baik untuk dididik dan dilatih sebelum ia mengajar orang lain. 1987. Seorang guru harus mempunyai hati yang lemah lembut.9397.H.H. dan jangan hanya menaruh minat pada tujuan sendiri. I. Jakarta. Seorang guru harus menunjukkan sungguh-sungguh kepada gerejanya. H.guru sekolah minggu.G. Sedangkan Dr E. Seorang guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang isi iman kristen. Seorang guru harus mempunyai kasih kepada sesamanya manusia.181182. yang diaggap penting dimiliki seorang guru. Enklaar. enam unsur pertama merupakan hasil penelitian sedangkan unsur watak 5 . Pendidikan Agama Kristen. S. seorang guru harus mengetahui bagaimana iman bertumbuh dalam batin manusia dan bagaimana iman itu berkembang dalam seluruh hidup orang percaya itu.H. “pengetahuan yang hidup mengenai pokok yang di ajarkannya. asal hasil pelajarannya tetap tertanam dalam hidup anak didiknya dan semangat dalam pengorbanan diri. Homrighausen.H.1987. Perlu sekali ia mengenal Tuhan Yesus.5 H. kecakapan untuk menimbulkan minat. 6 . dosen maupun pendeta. Dimensi Kepemimpinan Dalam Manajemen.6 Sifat perangai dan watak seorang guru berikut ini telah dikenal oleh para penulis. .p.

a. Rasa kesungguhan (Serious-mindedhess) seorang guru yang berhasil mencerminkan tanda tanda kepribadian yang memiliki rasa kesungguhan mengenai pekerjaannya organisasi dan masa depannya.d.fakta sebagai landasan penarikan kesimpulan secara realitis mengenai sesuatu permasalahan. teman sejawat.15. Teguh pendirian (Firmness) makin dalam menilai situasi dan kondisi keseluruhan. baik dari bawahan. jujur dan adil dalam segala urusan dia sangat bijaksana dan diplomatis dalam segala tindakan.hal. adapun seorang guru di maksud. tajam dalam memiliki dan membedakan fakta . 3. 5. serta tidak bersifat “plinplan”. 2. Keuletan (Stability) seorang guru yang sukses digambarkan sebagai memiliki keuletan dan kestabilan emosi.7 6.2.(6) . 1. mencakup unsur sebagai berikut. Tenang (Tranguility) menunjukkan adanya sifat yang tidak menonjolkan keangkuhan.1. Kecakapan menganalisa (Analitical ability) mampu menganalisa permasalahan yang komplek serta mampu menarik kesimpulan yang sehat dari padanya. 4. Dia memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri dan menguasai terhadap dirinya sendiri sekalipun tidak dalam segala hal. Toleransi (Tolerance) seorang guru yang berhasil. Kesepakatan (Acceptance) memperoleh kesempatan (diterima) dan kepercayaan dari orang lain. dan tidak mudah berbelok dan mengingkari kesimpulan yang dianggapnya layak dan rasional. tidak pasif dan selalu tanggap kepada ketidak tertiban. 2. 2. tidak menutup diri dalam berbagai idea terbuka bagi semua pandangan atau gagasan dengan asumsi bahwa setiap usulan atau gagasan bertanggung jawab dan dapat menjelaskan atau mempertahankan sifat kepraktisan dari gagasan yang dimajukan. atasan maupun dari masyarakat luas. 7 . s.lainnya dikutip dari berbagai kepustakaan manajemen. Keterbukaan (Frankness) bersifat terus terang.

137-138. Pdt. M.Jakarta. Memberikan penerangan kepada siswa mengenai hal-hal yang diperlukan dalam proses belajar. Homrighausen. Pdt. . Pendidikan Agama Kristen Anak-anak Modul 1-9. mempunyai pengetahuan yang cukup tentang isi iman kristen.d. aktif dan enerjik. serta perlu mengetahui bagaimana iman bertumbuh dalam hati manusia karena itu guru sedikit banyak harus mempelajari ilmu jiwa yang berhubungan dengan soal-soal agama.Organisasi yang efektif (Organization effectiveness) selalu bertindak menurut jalur komando. Jakarta. Memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar 8 9 . Drs. 11. 9. memberi pelayanan kepada masyarakat secara baik. Terarah (Direktion) cakap mengarahkan para pekerja dan pekerjaannya.9 Drs. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. mempunyai hasrat sejati untuk menyampaikan Injil kepada sesamanya manusia. Pengapdian terhadap masyarakat (Public service mindedness) tidak melupakan tujuan berpemerintahan atau tujuan pokok berorganisasi .hal yang harus diselesaikan . Tanggap dan terampil (Accuteness) cepat mengerti dan cepat menangkap intruksi dan penjelasan . Slameto juga menyebutkan beberapa syarat untuk menjadi guru diantaranya adalah sebagai berikut :10 “Guru harus mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individu maupun kelompok.15. 10.1996. Cakap dan luwes (capacity and flexibility) memiliki daya kemampuan dan berkembang. Napitupulu MRE.100. 8. jujur dan setia pada gereja”.8 Pdt. Chr. Departemen Agama Direktorat Jenderal Bimbingan masyarakat (kristen) Protestan. Adapun pendapatnya adalah sebagai berikut . PT Asli Mahasatya. Napitulu MRE dan kawan-kawan juga menjelaskan syarat menjadi guru yang hampir sama dengan apa yang di jelaskan oleh Dr. Marpaung MS. waspada dan siap siaga menghadapi hal . hal.a.p. Chr. Dorongan dan inisiatif (Drive andinitiatife) memiliki daya memulai serta dorongan untuk menyelesaikan sesuatu.2003. 10 .(7) . “Seorang guru harus mempunyai pengalaman rohani di dalam Tuhan. 12.7. s. Slameto.p. Dr.

syarat untuk menjadi guru yang telah dijabarkan Dra. Karena banyak juga pendeta atau guru sekolah minggu yang juga terlibat dalam dunia pendidikan.d. studinya mapun pengalamannya. Pendidikan Karakter Solusi yang teapat untuk membangun bangsa.PAK. Khususnya dalam pendidikan agama kristen. Relmasira sedikit menambah syarat menjadi guru yaitu : “Seorang guru harus belajar untuk mengerti dan menyukai remaja. S.hal.17. menebar benih kebajikan tanpa pamrih. Jakarta. melainkan guru sekolah minggu. atau dosen juga masuk didalamnya. Dra. mendidik dengan mencelupkan diri.p.Ratna Megawati. pendeta. Pendidikan Agama Kristen Remaja. BPK Gunung Mulia.152-170. Membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah- masalah pribadi yang dihadapinya dan menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukan”. Dari syarat .13 Dari apa yang telah dijelaskan diatas mengenai syarat – syarat seorang sangat membantu bagi para guru untuk menemukan jati diri mereka dalam profesinya seorang guru.a. Bandung. tetapi juga bisa diperoleh di gereja.60. Tri Astuti E. 1990. 13 .Ny. guru sebagai pembangun citra diri positif anak.p. Pendidikan Agama Kristen tidak hanya bisa disampaikan di sekolah saja pada waktu ada jam agama saja.12 Ratna Megawati juga menambahkan beberapa syarat untuk menjadi guru yang berhasil dalam mengajar diantaranya.Ny. Luis Ubra. sebagai model atu tokoh idola. Karena pada dasarnya pendidikan agama di 11 12 . Jadi dari syarat – syarat tersebut tidak hanya untuk guru pendidikan agama kristen saja. kesanggupan untuk mengenal atau mengidentifikasi remaja dengan berbagai perkembangan dan perubahan – perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja awal adalah langkah awal untuk bisa memahami atau mengerti jiwa remaja”. Star energy. S. Relmasira.2004. Tri Astuti E. Karena seorang guru sekarang ini dituntut untuk menjadi guru yang profesianal baik dalam kepribadiannya maupun cakap dalam mengajar.(10) . Tetapi menjadi guru harus melalui proses baik.11 Menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah semudah orang membayangkan. memiliki inspirasi dalam mengajar. .sesuai dengan kemampuan pribadinya.

1. setia. dan bertanggung jawab. Mengajar (Teaching). seorang guru agama kristen. sabar. s. Mary Go Setiawani adalah sebagai berikut . guru harus dapat mewujudkan suatu perubahan dalam diri murid. karena suatu panggilan dari Allah. sehingga dalam pelaksanaanya. Adapun tujuh tugas/kewajiban yang di tuntut dari seorang guru menurut Dr.(1). berarti telah terjadi ketidak beresan/kesalahan dalam proses mengajar.a. B. sikap maupun tingkah laku. Dengan memperhatikan syarat – syarat tersebut maka akan menunjang keberhasilan program –program pendidikan di usia remaja . TUGAS SEORANG GURU Guru Pendidikan Agama adalah suatu jabatan rohani yang kudus.d. Sebab itu ia harus menyelesaikan tugas yang di percayakan Allah dengan setia.18. misalnya perubahan dalam pengetahuan.hal.sekolah dan di gereja saling berhubungan dan berkaitan satu dengan yang lain dengan tujuan untuk membawa anak/siswa kepada Kristus. tekun. Memiliki pendidikan agama kristen 3. guru akan melakukan tugasnya dengan jujur. Karena itu di perjelas dalam Alkitab yang berbunyi “untuk kesaksian itulah aku telah di tetapkan sebagai pemberita dan rasul yang ku 14 . . 1. 14 Bila tidak terjadi proses perubahan. Memiliki kepribadian hidup yang baik 2. Yang disebut “mengajar” adalah suatu proses belajar mengajar (Teaching Learning Process). Memiliki pergaulan yang baik Jadi melihat syarat – syarat tersebut peranan seorang guru dalam pendidikan dan tidaklah mudah untuk menjadi seorang guru apalagi. Maka dari itulah hal yang terpenting untukmenjadi guru pendidikan agama kristen dari beberapa pendapat dapat di simpulkan sebagai berikut . Di dalam proses belajar dan mengajar.

membesarkan. I Tesalonika 1:5-6. 3. aku tidak berdusta dan sebagai pengajar orang – orang bukan Yahudi. emosi. 2. juga bersedia membawa domba yang berada di luar untuk masuk ke kandangnya. Filipi 3:17. Hal itu merupakan suatu perbedaan yang nyata. Paulus berkata “Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu – ribu pendidik dalam Kristus. dan rohani. tapi juga harus memiliki hati seorang bapa. s. 15 .a.(14) . ia harus mengenal setiap dombanya. Menggembalakan (Shepherding) Yehezkiel 34: 2-6.15 4. namun sedikit di antara mereka yang dapat memeluk. seperti yang layaknya dilakukan oleh seorang bapa terhadap anak kandungnya.d. termasuk kebutuhan intelektual. II Tesalonika 3:7. Seoang guru bukan hanya dapat menggurui. dan memperhatikan murid didiknya dalam Injil. Seorang gembala yang baik harus mempunyai hati yang rela berkorban. meskipun menghadapi kesulitan juga tidak akan meninggalkan dan membiarkan domba – dombanya.katakan ini benar. dalam iman dan kebenaran”. Nabi Yehezkiel menegur gembala – gembala pada zaman itu yang tidak menunaikan kewajiban mereka. gembala yang baik itu. Memberikan Teladan (Modeling) I Korintus 11: 1. Banyak kali seorang guru dapat mendidik dan menegur orang. I Timotius 4:11-13. kamu tidak mempunyai banyak bapa.hal. Kebapaan (Fathering) I Korintus 4:15. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang ku beritakan kepadamu”. Guru agama harus meneladani Yesus dalam menggembalakan domba – domba kecil dengan sepenuh hati. ia pun wajib untuk menyediakan dan mencukupi segala kebutuhan dombanya.18. I Timotius 2:7. Yohanes 10: 11-18. bila di banding dengan Tuhan Yesus.

hal. Oleh karena itu.a. Selaku seorang guru. dalam tingkah lakumu. dalam perkataanmu.Paulus selaku guru. agar Roh Kudus dapat bekerja dalam hati murid dengan leluasa. Paulus menasehati Timotius. Mengajar bukan hanya mengisi murid dengan kebenaran. Mendoakan (Praying) II Tesalonika 1:11-12. s. supaya jiwa mereka di selamatkan. Meraih Kesempatan (Cathing) II Timotius 4:2. sebab itu mereka membutuhkan pertolongan Allah. “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. tetapi yang lebih penting adalah memberitakan Injil. dalam kasihmu. apalagi soal pembinan hidup bukanlah yang dapat dicapai hanya oleh kemampuan dan hikmat manusia saja. Paulus mengajar orang untuk percaya Kristus. Jadilah teladan bagi orang – orang percaya. 7. sering kali dengan berani menuntut orang kristen untuk meneladaninya sebagaimana ia telah meneladani Kristus. Kejiwaan lain dari seorang guru adalah mendoakan muridnya.20. 16 . demikian juga sasaran yang terutama dari seorang guru agama adalah mengajar muridnya untuk menerima Injil. Karena setiap murid mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda.(15) . 5.16 itulah sebabnya guru harus mengajar melalui kuasa doa. 6. dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”. demikian juga sekolah dan masyarakat yang menjadi tempat pergaulan mereka mempunyai segi –segi keruwetan yang berlainan. seorang guru perlu selalu memperhatikan diri sendiri apakah ia sudah menjadi teladan yang baik bagi muridnya. mendoakan mereka satu bersatu dengan menyebut nama dan sesuai kebutuhan mereka masing – masing. Menginjili (Evangelizing) I Timotius 2:7. Seorang guru akan mempunyai pengaruh yang amat besar terhadap muridnya karena murid mudah sekali meniru tutur kata dan tingkah laku gurunya.d.

masih banyak lagi tugas dan tanggung jawab seorang guru diantaranya seperti yang di kemukakan oleh Dr.d. Ismael Arianto. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. melukis. mendengarkan ceramah.(18). deklamasi dan lain – lain. c) Mengadakan lomba kesenian seperti sandiwara. berpatisipasi dalam berbagai kegiatan dan lain – lain. siap sedialah baik atau tidak baik waktunya. nyatakanlah apa yang salah.Satu kejiwaan lagi yang harus di penuhi oleh guru adalah meraih kesempatan. sebagaimana perkataan Paulus yang berbunyi “Beritakanlah firman.a.MM. mungkin juga melalui doa syafaat.(16) . Dr.21.lain. akan memberikan pengaruh yang berharga bagi muridnya. lomba menulis. tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran”. Dr. Oleh sebab itu. e) Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan siswa yang dapat menciptakan rasa aman. Setiap manusia hidup dalam kekekalan. s. dan lain.22. s.hal.d. .2002. MM.a.18 a) Mengarahkan kegiatan yang bersifat pembiasaan terhadap peserta didik untuk siswa menerapkan nilai.p.17 Tidak hanya itu saja. Bila guru agama sanggup memanfaatkannya. Jakarta. Pd. guru agama harus dapat meraih setiap kesempatan yang ada. Pedoman Penciptaan Suasa Sekolah yang Konduksif Dalam Rangka Pembudidayaan Budi Pekerti Luhur Bagi Warga Sekolah buku ii. BS.Pd. M.Pd. mengucapkan salam. mengimpun bantuan untuk menolong orang lain yang sangat memerlukan. Basuki BS. norma – norma yang ada seperti saling bertegur sapa. dan kesempatan yang hanya sekejap dalam kekekalan itu telah di paparkan Allah di hadapan guru. mungkin hanya sepatah kata atau satu sikap.25-26.M.19 17 18 . Basuki.hal. 19 . tertib dan menyenangkan di lingkungan sekolah. berdoa.M. Dan kawan –kawan yang menjelaskan sebagai berikut . d) Memantau dan mengawasi sikap dan perilaku siswa dalam kegiatan pergaulan sehari – hari di sekolah. b) Membimbing sikap disiplin dalam berbagai kegiatan sekolah yang mengandung nilai budi pekerti seperti ibadah agama.

Supaya pengajaran itu mereka sungguh – sungguh menjadi murid – murid Yesus. Kristus dalam seluruh pribadinya. Ia bertanggung jawab atas hidup rohani mereka. mengingatkan kepada para guru betapa berat tugas dan tanggung jawab sebagai guru. G. maupun latar belakang hidupnya. 2. Mengajar bukanlah hal yang mudah dalam dunia pendidikan diperlukan ketekunan dan kesabaran. Selain itu guru juga dituntut untuk bisa menjadi teladan bagi peserta didiknya 20 hendaknya ia mencerminkan roh . 1.s. E. Guru seorang penginjil. 4. Tugas seorang guru dalam pendidikan agama sangat penting.a.d. Tidak hanya sekedar mengajar dengan menyampaikan materi yang ada saja. Seperti yang di kemukakan oleh Dr. Dialah yang menguraikan dan menerangan kepercayaan kristen.15. karena ia harus menyampaikan harta – harta dari masa lampau kepada para pemuda yang akan menempuh masa depan. yang rajin dan setia. 3. Sebab itu hendaknya ia menjadi teladan yang menarik orang kepada Kristus. Homrighausen dan kawan – kawan sebagai berikut .hal. Guru Menjadi Penafsir Iman Kristen.20 Seorang guru tidak boleh merasa puas sebelum anak didiknya menjadi orang kristen yang sejati. yang bertanggung jawab atas penyerahan diri setiap muridnya kepada Yesus Kristus. ia wajib membina dan memajukan hidup rohani anak didiknya dan mengenal setiap anak baik nama. Guru harus menjadi seorang gembala bagi murid – muridnya. karena dialah salah seorang pemimpin yang sangat penting dalam hubungan Pendidikan Agama Kristen. . Guru harus menjadi seorang pedoman dan pemimpin.(5). dan tanggung jawabnya berat.Dengan mengingat keterangan – keterangan tadi. Ia tidak boleh menuntun muridnya masuk kedalam kepercayaan kristen dengan paksaan. Dialah yang bekerjasama dengan pendeta dalam tugas pengajaran agama sebagai pekerja yang dipilih dan dilatih untuk tugas yang indah itu. melainkan ia harus membimbing mereka dengan halus dan lemah lembut kepada juru selamat dunia. tetapi lebih dari itu harus bisa membawa siswa kepada pertobatan yang sejati atau perubahan hidup yang lebih baik.

Guru itu juga menjadi seorang pelayan dalam gereja Kristus yang harus di junjung tinggi.sehingga apa yang diajarkannya bukan menjadi batu sandungan melainkan menjadi berkat bagi guru itu sendiri maupun bagi siswa yang dididiknya. melainkan persiapan itu penting.hal. LANGKAH DASAR PERSIAPAN GURU Seorang guru agama yang ideal dituntut untuk terus memupuk diri dengan berbagai pengalaman dalam kaitannya dengan pendidikan dengan tujuan untuk menambah wawasan dalam dunia pendidikan. 22. Dalam tanganya ia memegang kebenaran Illahi. maka tidak menutup kemungkinan keberhasilan dalam dunia pendidikan atau pelayanan akan terwujud.21 a) Berdoa. Karena itu di wajibkan bagi para pendidik mengajar dengan tujuan materi yang akan di sampaikan sudah tersusun dan di sampaikan dengan perencanaan. Sebagai seorang guru yang di anggap lebih pintar atau lebih pandai dari muridnya. Oleh karena itu jangan sekali – kali kita menganggap pekerjaan guru agama itu rendah atau gampang. Tidak hanya mata pelajarannya saja yang harus di kuasai tetapi juga mata pelajaran yang lain.d. Jika semboyan ini diterapkan bagi para guru agama kristen mapun pendeta/guru injil atau guru sekolah minggu. C. 21 . Guru itu di panggil untuk membagikan harta abadi. bukan berarti ia sebelum mengajar tidak harus terlebih dahulu belajar. pada hakekatnya pekerjaan itu tak kurang pentingnya dari pada tugas pendeta. Karena itu ada pepatah yang menyatakan “ ubahlah dulu diri kamu sebelum engkau mengubah orang lain “. Adapun persiapan yang harus di miliki seorang guru agama kristen menurut Dr. s.Mary Go Setiawati sebagai berikut . .a. Dan dalam pekerjaanya ia menghadapi jiwa manusia yang besar nilainya di hadapan Allah.

Dengan tema yang jelas peserta didik akan lebih mudah mengingat apa yang dipelajari. tetapi tujuan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan murid. e) Tema harus jelas dan mudah dicerna. belajar untuk memperoleh pengetahuan. h) Memilih aktivitas belajar yang sesuai dengan murid. Pada dasarnya setiap buku materi pembelajaran sudah ada indikatornya. . guru harus belajar untuk menetapkan tujun belajarnya sendiri. sesuai dengan materi yang akan dipelajari/disampaiakan.Sebelum mempersiapkan bahan pelajaran. Usahakanlah memakai metode mengajar yang bervariasi. perlu juga dipikirkan tentang metode mengajar yang akan dipakai dalam setiap pembagian. belajar memperdalam pengertian. b) Menetapkan materi apa yang akan disampaikan sesuai dengan kelas yang di hadapi. Ketika menetapkan kembali tujuan belajar yang sesuai dengan murid. Sehingga memudahkan guru di dalam menyampaikan materi pembelajaran. f) Mensistematiskan bahan pelajaran dengan teratur. seorang guru harus terlebih dahulu memohan Roh Kudus untuk membuka dan menyucikan hatinya. Setelah ada pembagian yang jelas. guru harus menyusun isi pelajaran yang telah di pelajari secara sistematis berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan. supaya suasana segar selalu dinikmati dalam proses penyampaian pelajaran. bahan – bahan yang telah di kumpulkan harus di susun secara sistematis. agar ia dapat membuka hatinya dengan rela dan menerima kebenaran Allah tanpa mengalami rintangan. belajar dalam sikap dan tingkah laku atau belajar keterampilan. Sebab itu. g) Menetapkan metode mengajar yang sesuai. Ketika mempersiapkan pelajaran. Maksudnya belajar adalah untuk mempelajari dari yang tidak tahu menjadi tahu dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dan juga mengubah sikap hidup peserta didik dalam bertingkah laku dan berbifik mereka. c) Harus mencakup hasil belajar yang dasar.

hal. tidak ada materi pelajaran yang tidak di sampaikan dalam mengajar. Selain itu dijelaskan pula dalam modul KTSP mengenai persiapan seorang guru sebelum mengajar sebagai berikut: Seorang guru harus menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan tujuan materi yang akan disampaikan sudah tersistematis sehingga memudahkan guru dalam menyampaikan pelajaran dan juga peserta didik mudah untuk menerimanya. Sebab itu aktivitas belajar haruslah sesuai dengan tema. untuk memberikan kesempatan bagi murid bereaksi terhadap kebenaran. berdoa mohon pimpinan kepada Tuhan.p. Selain itu setiap materi yang di rencanakan akan tersampaikan dalam pengajaran.d.4. karena kurikulum ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan undang – undang yang berlaku suatu contoh kurikulum yang diberlakukan sekarang adalah KTST ( Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan ) yang dibuat oleh BNSP ( Badan Standar Nasional Pendidikan ) undang –undang no 24 tahun 2006.22 Dalam lembaga pendidikan baik mata pelajaran umum maupun pendidikan agama kristen tugas guru adalah sebagai pelaku atau pelaksana kurikulu. . belajar dulu sebelum mengajar karena itu akan lebih baik dan 22 23 . agar dapat mencapai tujuan pelajaran yang telah di tetapkan semula.24 . maka seorang guru dalam mengajar tidak akan mengalami kesulitan atau kebinggungan mengenai materi apa yang akan di sampaikan hari itu. Sesuai dengan dengan waktu yang yang ditetapkan dalam pembelajaran. Dengan melakukan hal – hal diatas. Jakarta.Proses mengajar harus meliputi aktivitas belajar. karena itu seyogyanya seorang guru. Modul KUrikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Departemen pendidikan Nasional. maka proses belajar mengajarpun akan lebih mudah dan tersusun rapi. i) Membuat rancangan rencana pengajaran. Bila guru membiasakan diri untuk membuat rancangan rencana pangajaran. s.23 Apabila setiap guru memperhatikan hal tersebut diatas maka.2006.a.

NILAI PENDIDIKAN BAGI GENERASI PENERUS Bagi seorang guru yang terpenting sebelum mengajar harus mempunyai tujuan mau di jadikan seperti apakah peserta didik mereka?. bahkan sampai bertahun – tahun sehingga mereka sudah mengusai pelajaran itu dan tidak perlu belajar lagi.a. s.d. karena mereka beranggapan mereka sudah mengajar mata pelajaran itu sudah lama. persiapan sebelum mengajar merupakan hal yang sangat penting.perasaan tenang menghadapi peserta didik. Mengingat mereka adalah generasi penerus bagi bangsa dan negara dan juga gereja. Karena itulah penanaman sikap disiplin baik di rumah maupun di sekolah harus diterapkan bila perlu mengenakan saknsi kepada mereka yang tidak mau taat pada peraturan.hal. Relmasira dan Luis Ubra.p.33 . Dra. Ny. maupun yang baru. Ny. rasa puaspun akan kita rasakan apabila kita Tetapi adakalanya seorang guru tidak mengadakan persiapan terlebih dahulu. Pendidikan Agama Kristen. S.PAK. Dibawah ini akan kita pelajari mengenai nilai pendidikan bagi generasi penerus. D. remaja cenderung anti terhadap otoritas sehingga apa yang mereka mau harus terlaksana.PAK24 juga memberikan solusi mengenai pendidikan pada remaja usia 12 – 15 tahun ini yaitu menanamkan pengertian manfaat disiplin bagi kehidupan remaja.251. Relmasira dan Lius Ubra.25 Pada masa ini. Justru dengan persiapan terlebih dahulu sangat besar manfaatnya baik bagi guru sendiri maupun bagi murid. Tri Astuti E. S. Dan materi apakah yang akan disampaikan kepada mereka?. tentang hak dan kewajiban para remaja dalam kehidupan mereka sehari – hari. Hal seperti harus menjadi pertimbangan dasar bagi seorang guru karena mendidik bukanlah hal yang mudah. 24 25 . mempersiapkan diri sebelum mengajar. Tri Astuti E. . Dra. Sebagai guru pendidikan agama kristen baik yang sudah lama.

s. menanamkan moral kepada generasi muda adalah usaha yang strategis.Ratna Megawati juga berpendapat mengenai pendidikan bagi remaja yaitu adanya pembentukan karakter sejak dini. Dengan adanya penanaman sikap – sikap tersebut diharapkan peserta didik memiliki jiwa yang sehat dan rohani yang kuat. Ada sebuah pepatah yang dikemukakan oleh Thomas Lickano: “Walaupun jumlah anak – anak hanya 25% dari total jumlah penduduk. akan membentuk pribadi yang bermasalah dimasa dewasanya kelak. Lembaga Alkitab Indonesia. apabila engkau sedang dalam perjalanan. Yang berbunyi “ Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman Mu. dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.28 26 27 . apabila engkau bangun. P.a. yang bertumbuh didalam Tuhan Yesus Kristus.26 Jika pada masa ini mereka sudah terbiasa bersikap disiplin maka tidak menutup kemungkinan pembentukan karakter dan moral mereka juga akan terbentuk pada saat bersamaan. Dan juga dalam Ulangan 6: 4 – 9. Raising Good Children: From Birth Through the Teenage Years.d. 2005. Lickano. 28 . (18). New York: Bantam Books. Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Jakarta. karena pada usia 12 – 15 tahun merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Terutama dalam ayat yang ke 7 “ Haruslah engkau mengajarkannya berulang kepada anak –anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu. Selain itu. tetapi menentukan 100% masa depan”. LAI.11. . Oleh karena itulah penanaman moral melalui pendidikan karakter sedini mungkin kepada anak – anak adalah kunci utama untuk membangun bangsa. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambing didahimu.27 Di dalam Alkitab juga dijelaskan bahwa dari usia 12 – 15 seharusnya mereka sudah dibekali dengan kebenaran Firman Tuhan karena itulah dalam Mazmur 119: 9 .23.1994. T. . Banyak pakar mengatakan sejak usia dini.

remaja/pemuda. secara otomatis kebenaran Firman Tuhan yang pernah mereka dengarkan akan tertanam dalam kehidupan mereka. Anak adalah titipan dari Allah. Dalam Kitab Amsal Salomo berpesan kepada setiap orang tua yang berbunyi “Didiklah orang – orang muda menurut jalan yang patut baginya.Bila pendidikan terhadap generasi penerus diutamakan. maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu”. maka banyak generasi penerus yang muncul yang memiliki dedikasi dan loyalitas didalam kehidupanya. karena itu didiklah mereka sesuai dengan jalan Tuhan”. “Anak – anak adalah harapan bagi masa yang akan datang. dan guru.keluaraga kristen. gereja dapat mendirikan dasar yang baik bagi hakekat kerohanian jemaat.2. setiap keluarga yang memiliki anak berarti diberi kepercayaan dari Allah untuk mendidik mereka sesuai dengan kehendak Tuhan. Amsal 22:6. akan menguatkan mereka dan memperdalam pemahaman mereka dalam mengenal Tuhan sebagai Tuhan dan Juru selamat secara pribadi. maka gereja pasti akan kekurangan generasi penerus. Dan di sekolah guru pendidikan agama kristen. selain itu dapat mempengaruhi pertumbuhan baik secara kualitas maupun kuantitasnya. . gereja. Apabila seorang remaja dari dini mereka dididik sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Mereka tidak mudah terhanyut. Selain itu moralitas harus menjadi sorotan bagi orang tua. Jika hal itu dilakukan dan disadari setiap orang percaya/keluarga . dan pemuda adalah secercah sinar bagi hari esok Bila gereja melalaikan pelayanan pendidikan bagi anak – anak.

BAB III KEJIWAAN MURID .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->