P. 1
abortus

abortus

|Views: 294|Likes:

More info:

Published by: Mayang Setyo Magnawiyah on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2013

pdf

text

original

abortus adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika

janin belum dapat hidup di luar kandungan).1 Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara : 1. Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun) 2. Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja), 3. Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi). Penyebab Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh), dan penyakit dari ibu. Penyebab abortus pada umumnya terbagi atas faktor janin dan faktor ibu. Faktor Janin Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnya kelainan pada perkembangan janin [seperti kelainan kromosom (genetik)], gangguan pada ari-ari, maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulan pertama berkisar sebesar 60%. Faktor ibu Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya) maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya. Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan. Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya abortus adalah : 1. Usia ibu yang lanjut 2. Riwayat kehamilan sebelumnya yang kurang baik 3. Riwayat infertilitas (tidak memiliki anak) 4. Adanya kelainan atau penyakit yang menyertai kehamilan 5. Infeksi (cacar, toxoplasma, dll) 6. Paparan dengan berbagai macam zat kimia (rokok, obat-obatab, alkohol, radiasi) 7. Trauma pada perut atau panggul pada 3 bulan pertama kehamilan 8. Kelainan kromosom (genetik) Tanda dan Gejala 1. Nyeri perut bagian bawah 2. Keram pada rahim 3. Nyeri pada punggung 4. Perdarahan dari kemaluan 5. Pembukaan leher rahim 6. Pengeluaran janin dari dalam rahim

Proses abortus sendiri terbagi atas :
Abortus imminens Abortus imminens adalah terjadinya perdarahan dari rahim sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu, dimana janin masih berada di dalam rahim dan tanpa disertai pembukaan dari leher rahim. Apabila janin masih hidup maka kehamilan dapat dipertahankan, akan tetapi apabila janin mengalami kematian, maka dapat terjadi abortus spontan. Penentuan kehidupan janin dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) untuk melihat gerakan dan denyut jantung janin. Denyut jantung janin dapat juga didengarkan melalui alat Doppler atau Laennec apabila janin sudah mencapai usia 12 16 minggu. Tatalaksana yang dilakukan meliputi istirahat baring. Abortus insipiens Abortus insipiens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari rahim pada kehamilan sebelum 20 minggu, dengan adanya pembukaan leher rahim, namun janin masih berada di dalam rahim. Pada tahapan ini terjadi perdarahan dari rahim dengan kontraksi yang semakin lama semakin kuat dan semakin sering, diikuti dengan pembukaan leher rahim. Tatalaksana yang dilakukan adalah pengeluaran sisa hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) dengan infus oksitosin, dan / atau dengan kuretase.

D. Hasil pemeriksaan tes kehamilan masih positif Tanda dan gejala pada abortus Insipien : 1. Infeksi yang terjadi pada umumnya endometritis. dan sebagian jaringan keluar. Abortus berulang Abortus berulang adalah abortus yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih pada 3 bulan pertama kehamilan. TANDA DAN GEJALA Tanda dan gejala pada abortus Imminen : 1. Biasanya didahului dengan tanda dan gejala abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau menghilang setelah pengobatan. Misalnya pada wanita dengan kelainan jantung. Hasil periksa dalam terdapat perdarahan dari kanalis servikalis. tandatanda kehamilan tidak ada. Alasan mengapa janin yang meninggal tidak keluar masih belum jelas. Abortus berulang sekunder adalah abortus yang terjadi pada wanita yang sebelumnya sudah pernah memiliki anak lahir hidup. Infeksi dapat terjadi akibat tindakan abortus yang tidak sesuai dengan prosedur (misalnya oleh dukun). Perdarahan sedikit 3. Tatalaksana yang dilakukan adalah peningkatan keadaan umum ibu. sampai terjadi keadaan anemis 2. d. Tes kehamilan menjadi negatif. dan denyut jantung janin tidak dapat terdeteksi. Dapat juga dilakukan atas pertimbangan kelainan janin yang berat. Kuretase Abortus inkompletus Pada abortus inkompletus. Dapat terjadi degenerasi ganas (kario karsinoma) Tanda dan gejala abortus Kompletus : 1.Gambar 1. Terdapat keterlambatan dating bulan 2. Perdarahan memanjang. Terjadi infeksi ditandai dengan suhu tinggi 4. Abortus terapeutik Abortus yang dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu atas pertimbangan kesehatan wanita. produk konsepsi (janin) sebagian sudah keluar akan tetapi masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim. b. Perdarahan lebih banyak 2. c. Pada pemariksaan dijumpai perdarahan lebih banyak. kanalis servikalis terbuka dan jaringan atau hasil konsepsi dapat diraba Tanda dan gejala abortus Inkomplit : 1. Abortus kompletus Abortus kompletus ditandai dengan pengeluaran lengkap seluruh hasil konsepsi yang diikuti dengan sedikit perdarahan. Abortus septik Abortus spontan dapat diikuti dengan komplikasi infeksi. Perdarahan mendadak banyak menimbulkan keadaan gawat 3. terjadi pembukaan. Penanganan yang dilaksanakan adalah mengawasi kondisi ibu agar tetap stabil dan pengeluaran seluruh jaringan hasil konsepsi yang masih tertinggal di dalam rahim. a. dan kanalis servikalis masih tertutup. dapat dirasakan kontraksi otot rahim 5. disertai sakit perut atau mules 3. yang bisa berkembang menjadi parametritis dan peritonitis. Pada pemeriksaan dijumpai besarnya rahim sama dengan umur kehamilan dan terjadi kontraksi otot rahim 4. Perut mules atau sakit lebih hebat 3. Missed abortion Pada kasus missed abortion. dan nyeri. Uterus telah mengecil 2. Abortus berulang primer terjadi pada wanita yang belum pernah memiliki anak yang hidup sebelumnya. Gejala yang terjadi adalah keram pada rahim disertai perdarahan rahim dalam jumlah banyak. Canalis servikalis telah tertutup . dimana apabila kehamilan itu dilanjutkan akan membahayakan dirinya. Terdapat perdarahan. kematian janin terjadi tanpa adanya pengeluaran dari hasil konsepsi.

Abortus Imminens 1) Istirahat baring agar aliran darah ke uterus bertambah dan rangsang mekanik berkurang. sisa konsepsi harus dikeluarkan dari uterus. 6) Bersihkan vulva minimal dua kali sehari dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan coklat. Missed Abortion 1) Bila kadar fibrinogen normal. berikan infus oksitosin 10 IU dalam dekstrose 5% 500 ml dimulai 8 tetes per menit dan naikkan sesuai kontraksi uterus sampai terjadi abortus komplit. 2) Berikan antibiotic untuk mencegah infeksi. 2) Pada kehamilan kurang dari 12 minggu. Kemudian hasil konsepsi diambil dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam. tetapi biasanya placenta masih tertinggi. c. c). Rahim tidak membesar. Bila tidak berhasil. vitamin dan mineral. 3) Tes kehamilan dapat dilakukan.2 mg intramuscular. 4) Berikan obat penenang. 3) Pada kehamilan kurang dari 12 minggu. 3) Bila perdarahan banyak. lakukan transfusi darah. malahan mengecil karena absorbsi air ketuban dan maserasi janin 2. penicillin dan metronidazol. Pemeriksaan USG untuk menentukan apakah janin masih hidup. 4) Bila janin sudah keluar. e. Suntikan ergometrin 0.5 mg intramuscular. lakukan pengeluaran placenta secara manual. tunggu terjadinya abortus spontan tanpa pertolongan selama 36 jam dengan diberikan morfin.000 IU intramuscular tiap 12 jam ditambah kloramfenikol 1 gr peroral selanjutnya 500 mg tiap 6 jam. biasanya fenobarbital 3 x 30 mg. keluarkan hasil konsepsi dengan menyuntik larutan-larutan garam 20% dalam kavum uteri melalui dinding perut. Abortus Insipiens 1) Bila perdarahan tidak banyak. Obat pilihan pertama : penicillin prokain 800. 5) Bila fundus uteri sampai 2 jari bawah pusat.Tanda dan gejala Missed Abortion : 1. . segera keluarkan jaringan konsepsi dengan cunam ovum lalu dengan kuret tajam. 3) Bila janin sudah keluar. Obat pilihan kedua : ampisilin 1 gr peroral selanjutnya 500 mg tiap 4 jam ditambah metronidazol 500 mg tiap 6 jam. 2) Bila kadar fibrinogen rendah berikan fibrinogen kering atau segar sesaat sebelum atau ketika mengeluarkan konsepsi. 3) Anjurkan pasien diet tinggi protein. b). Obat pilihan lainnya: ampicilin dan kloramfenikol. b.000 mg. mungkin janin sudah mati. 4) Dalam 24 jam sampai 48 jam setelah perlindungan antibiotik atau lebih cepat lagi bila terjadi perdarahan. penanganan abortus sebagai berikut : a. lakukan pengeluaran placenta secara manual. penisilin dan gentamisin. Berikan sulfas ferosus 600 1. yang biasanya disertai perdarahan. tetapi placenta masih tertinggal. f. Abortus Septik Abortus septik harus dirujuk ke rumah sakit 1) Penanggulangan infeksi a). 4) Pada kehamilan lebih dari 12 minggu. berikan infus cairan NaCl fisiologis atau ringer laktat dan selekas mungkin ditranfusi darah. 2) Setelah syok diatasi. Buah dada mengecil kembali Penanganan Menurut Manjoer (2001). 3) Pada kehamilan lebih dari 12 minggu. disusul dengan kerokan memakai kuret tajam. 2) Tingkatkan asupan cairan. tangani dengan pengosongan uterus memakai kuret vakum atau cunam abortus. 5) Diet tinggi protein dan tambahan vitamin C. Abortus Inkomplit 1) Bila disertai syok karena perdarahan. ampisilin dan gentamisin. lakukan kerokan dengan kuret tajam lalu suntikan ergometrin 0. berikan infus oksitosin 10 IU dalam dekstrose 5% sebanyak 500 ml mulai 20 tetes per mendapat diberikan sampai 100 IU dalam 8 jam. 2) Periksa denyut nadi dan suhu badan dua kali sehari bila pasien tidak panas dan tiap empat jam bila pasien panas. ulang infus oksitosin setelah pasien istirahat satu hari. berikan sulfas ferosus atau transfusi darah. Abortus Komplit 1) Bila pasien anemia. lakukan pembukaan serviks dengan gagang laminaria selama 12 jam lalu dilakukan dilatasi serviks dengan dilatator Heger. Bila hasil negatif. d. 4) Berikan antibiotik untuk mencegah infeksi.

2. Pengertian Menurut Sarwono (1999). tanpa mempersoalkan penyebabnya (Sulaiman. sehingga menimbulkan syok. Perdarahan 1) Dapat terjadi sedikit dalam waktu panjang. termasuk kromosom seks.Patofisiologi Menurut Manuaba (1998). patofisiologi terjadinya keguguran dimulai dari terlepasnya sebagian atau seluruh jaringan placenta. tetapi terdapat beberapa faktor sebagai berikut : Faktor pertumbuhan hasil konsepsi Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menimbulkan kematian janin dan cacat bawaan yang menyebabkan hasil konsepsi dikeluarkan Gangguan pertumbuhan hasil konsepsi dapat terjadi karena : Faktor kromosom Gangguan terjadi sejak semula pertemuan kromosom. keguguran memberikan gejala umum sakit perut karena kontraksi rahim terjadi perdarahan dan disertai pengeluaran seluruh atau sebagian hasil konsepsi. Faktor lingkungan endometrium a. keguguran tidak lengkap. abortus adalah pengakhiran kehamilan dengan cara apapun sebelum janin cukup berkembang untuk dapat hidup di luar kandungan. pengeluaran tersebut dapat terjadi spontan seluruhnya atau sebagian masih tertinggal. 2) Dapat terjadi mendadak banyak. b. Degenerasi ganas Abortus dapat menjadi kario karsinoma sekitar 15% sampai 20%. abortus merupakan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan dengan berat janin kurang 500 gram atau kurang dari 20 minggu. Syok Syok pada abortus dapat terjadi karena perdarahan di daerah infeksi berat. sehingga rahim berusaha untuk mengeluarkan dengan kontraksi. pada kehamilan 14 minggu ke atas umumnya yang dikeluarkan setelah ketuban pecah ialah janin. e. Komplikasi a. parforasi uterus pada kerokan dapat terjadi terutama pada uterus. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu hasil konsepsi itu biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi korialis belum menembus desidua secara mendalam. oleh karena itu. terjadi pembesaran perlunakan rahim (Trias Acosta Sison) terdapat metatase ke vagina atau lainnya. perdarahan dapat diatasi dengan pengosongan uterus dari sisa-sisa hasil konsepsi dan jika perlu pemberian tranfusi darah. d. Pada kehamilan antara 8 sampai 14 minggu villi korialis menembus desidua lebih dalam sehingga umumnya placenta tidak dilepaskan sempurna yang dapat menyebabkan banyak perdarahan. c. Bagian yang terlepas dianggap benda asing. jika terjadi peristiwa ini penderita perlu diamati jika ada tanda bahaya perlu segera dilakukan laparatomi atau perlu histerektomi. Gejala kario karsinoma adalah terdapat perdarahan lama. 2) Penderita kesakitan. Abortus 1. 4) Dapat terjadi perdarahan dalam perut dan infeksi dalam abdomen. Penyulit saat melakukan kuretage Dapat terjadi perforasi dengan gejala : 1) Kuretage terasa tembus. . Etiologi Menurut Manuaba (1998). yang menyebabkan perdarahan sehingga janin kekurangan nutrisi dan O2. penyebab abortus sebagian besar tidak diketahui secara pasti. 2005). perdarahan tidak banyak jika placenta segera terlepas dengan lengkap (Sarwono. abortus adalah keluarnya hasil konsepsi sebelum mampu hidup diluar kandungan dengan berat badan kurang dari 1000 gram atau diluar kehamilan kurang dari 20 minggu. Adapun pendapat Cuningham dkk (1995). Bentuk perdarahan bervariasi bisa sedikit-sedikit dan berlangsung lama atau sekaligus dalam jumlah yang besar dapat disertai gumpalan. 3) Penderita syok. Abortus adalah berakhirnya kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar. 1) 2) Infeksi Pada penanganan yang tidak legeartis. 1999). disusul beberapa waktu kemudian placenta. Sedangkan menurut Manuaba (1998). kematian dapat terjadi jika pertolongan tidak diberikan tepat pada waktunya. 1) 2) . yang menyebabkan berbagai penyulit.

b). dan perdarahan. Kelainan yang terdapat dalam rahim Rahim merupakan tempat tumbuh kembangnya janin dijumpai keadaan abnormal dalam bentuk mioma uteri. b. Untuk seorang ibu. e. kehamilan yang terlalu dekat meningkatkan kejadian anemia karena status gizi ibu yang belum pulih.500 gram). Gangguan pembuluh darah placenta. jarak yang terlalu dekat (kurang dari dua tahun) berhubungan dengan meningkatnya resiko kejadian keguguran. endometrium tidak siap menerima hasil konsepsi. Penyakit ibu Penyakit ibu dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan melalui placenta yaitu : Penyakit infeksi seperti pneumonia. ketuban pecah dini. seorang ibu bisa mengalami infeksi. penyakit hati. melalui gangguan nutrisi dan peredaran O2 menuju sirkulasi retroplasenter. sifilis. http://www. Penyakit menahun ibu seperti hipertensi. sperma atau keduanya) (Krisnadi. selain itu.a). Pada ibu-ibu yang telah sering mengalami keguguran yang terlalu dekat. Hipertensi menyebabkan gangguan peredaran darah placenta sehingga menimbulkan keguguran. sehingga plasenta tidak dapat berfungsi. tifus abdominalis. b). penyakit ginjal. uterus septus. retrofleksia uteri. Endometrium yang belum siap untuk menerima implantasi hasil konsepsi.yonokomputer. malaria.html amanya Kehamilan Berat Anak Istilah < 20 minggu < 500 gram Abortus 20 28 minggu 500 100 gram Partus Immaturus 28 37 minggu 1000 gram 2500 gram Partus praematurus 37 42 minggu 2500 gram 4500 gram Partus a terme (matures) > 42 minggu > 4500 gram Partus serotinus . Anemia ibu. kemungkinan tersering adalah karena kelainan bibit janin (kelainan kromosom dari telur. 3) a). 1) 2) 3) d. 2005). bekas operasi pada serviks (amputasi serviks) robekan serviks post partum. Faktor jarak kehamilan Jarak antara persalinan terakhir dengan kehamilan berikutnya (pregnancy spacing) sebaiknya antara dua sampai lima tahun. Pengaruh Luar Infeksi endometrium. Hasil konsepsi terpengaruh oleh obat dan radiasi menyebabkan pertumbuhan hasil konsepsi terganggu. serviks inkompeten. penyakit diabetes melitus. Kelainan Pada Plasenta Infeksi pada placenta dengan berbagai sebab. diantaranya pada diabetes melitus. Gizi ibu kurang karena anemia atau terlalu pendek jarak kehamilan.com/2011/03/hubungan-jarak-kehamilan-ibu-dengan. kematian janin dan kematian bayi. 1) 2) 3) c. bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->