P. 1
textbook

textbook

|Views: 1,640|Likes:
Published by akuaewes

More info:

Published by: akuaewes on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2013

pdf

text

original

Suatu silinder, dimana:

r1= jari-jari dalam

r0=jari-jari luar

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (4 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM

BAB II

L=panjang

Ti-To=beda suhu

Laju perpindahan panas dapat ditentukan dari Hukum Fourier dengan penyesuaian rumus luas

menjadi:

Konsep tahanan termal dapat juga digunakan untuk dinding lapis rangkap seperti gambar di atas:

Contoh 4.2-1 (Geankoplis, 1987). Panjang tabung untuk koil pendingin

Tabung silinder berdinding tipis dari karet dengan ID 5 mm dan OD 20 mm digunakan sebagai

koil pendingin. Air pendingin dalam tabung mengalir pada suhu 274,9 K. Sebanyak 14,65 W

panas harus dipindahkan dengan pendinginan ini. Hitung panjang tabung yang diperlukan, jika

suhu permukaan luar tabung 297,1 K.

Penyelesaian:

Dari App. A-3 Geankoplis, 1987:

Khardbutter= 0,151 W/m.K

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (5 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM

BAB II

r1 = 5/100 = 0,005 m; r2 = 20/1000 = 0,02 m

Ambil L= 1 m.

Tanda negatif menunjukkan bahwa arah aliran panas adalah dari r2, dinding luar ke r1, dinding

dalam.

Panjang tabung yang diperlukan:

Contoh 4.3-1 (Geankoplis, 1987). Aliran panas melalui dinding isolasi ruang pendingin

Ruang pendingin dilapisi dengan 12,7 mm kayu pine; 101,6 mm cork board dan lapisan terluar

76,2 mm concrete.

Temperatur permukaan luar 255,4 K (ruang pendingin) dan permukaan luar concrete 297,1 K.

Nilai: kpine = 0,151 W/m.K

kcorkboard = 0,0433 W/m.K

kconcrete = 0,762 W/m.K

Hitung panas yang hilang (dalam W) untuk 1 m2

, dan temperatur antara pine dan cork board.

Penyelesaian:

T1 = 255,4 K; T4= 297,1 K;

kA= 0,151 ; xA= 0,0127 m

kB= 0,0433 ; xB= 0,1016 m

kC= 0,762 ; xC= 0,0762 m

Tahanan masing-masing material:

Dengan cara yang sama:

Untuk menghitung temperatur T2, antara pine dan cork board:

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (6 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM

BAB II

Contoh 4.3-2 (Geankoplis, 1987). Panas yang hilang dari isolasi pipa.

Pipa stainless stell berdinding tipis (A) mempunyai k= 21,63 W/m.K dengan ID=0,0254 m dan

OD = 0,0508 m. Pipa dilapisi asbestos (B) sebagai isolasi setebal 0,0254 m dengan k=0,2433 W/

m.K.

Temperatur permukaan dalam pipa 811 K dan permukaan luar isolasi 310,8 K. Untuk pipa 0,305

m panjang, hitung:

a. Panas yang hilang

b. Temperatur antara pipa dengan isolasi

Penyelesaian:

T1= 811 K; T2 = T antara; T3=310,8 K

Luas permukaan pada L=0,305 m:

Tahanan masing-masing:

Laju perpindahan panas:

Untuk menghitung temperatur T2:

Hanya terjadi penurunan T yang kecil melintasi pipa, karena nilai k yang tinggi.

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/02%20Perpindahan%20panas%20konduksi.html (7 of 7)5/8/2007 3:24:06 PM

BAB III

BAB III

PERPINDAHAN PANAS KONVEKSI

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (1 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

Perpindahan panas antara suatu permukaan padat dan suatu fluida berlangsung secara konveksi.

Konveksi panas dapat dihitung dengan persamaan pendinginan Newton:

…(3.1)

Persamaan (3.1) mendefinisikan tahanan panas terhadap konveksi. Koefisien pindah panas

permukaan h, bukanlah suatu sifat zat, akan tetapi menyatakan besarnya laju pindah panas di

daerah dekat pada permukaan itu.

Fluks Kalor:

Adalah laju perpindahan panas persatuan luas (q/A). Fluks kalor boleh didasarkan atas luas

permukaan luar atau dalam pipa.

Suhu arus rata-rata:

Adalah suhu yang dicapai apabila keseluruhan fluida yang mengalir melalui penampang itu

dikeluarkan lalu dicampur secara adiabatik.

Koefisien perpindahan kalor menyeluruh:

Jika terjadi konduksi dan konveksi secara berturutan, maka berbagai tahanan panas yang

tersangkut dapat dijumlahkan untuk memperoleh koefisien pindah panas keseluruhan U.

Persamaan perpindahan panas menjadi:

BAB III

Th= suhu fluida panas

Tc=suhu fluida dingin

Th – Tc = gaya dorong atau beda suhu lokal menyeluruh

A = luas permukaan dalam/luar pipa

U = koefisien pindah panas keseluruhan berdasarkan A = faktor proporsionalitas antara q/A

dan •T

Jika A = Ao, luas permukaan luar tabung, maka U = Uo, koefisien yang didasarkan atas luas

permukaan luar.

Koefisien perpindahan panas individual, h:

Merupakan koefisien perpindahan panas untuk masing-masing fluida.

T = suhu rata-rata lokal

Tw= suhu dinding yang dalam kontak dengan fluida

Nilai h bila diterapkan:

§ Untuk sisi panas (bagian dalam tabung)

Th=suhu fluida panas

Twh=suhu dinding panas

§ Untuk sisi dingin (bagian luar tabung)

Tc=suhu fluida dingin

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (2 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

Twc=suhu dinding dingin

Koefisien pindah panas permukaan dapat diperkirakan dari fungsi-fungsi empiris, yang tersusun

dari bilangan-bilangan tanpa dimensi, dengan bentuk umum:

Nu = K Rep

Prq

Grr

(L/d)s

dimana

K = bilangan tetap.

Nu = angka Nusselt, rasio antara diameter tabung terhadap tebal ekivalen lapisan laminar

h =koefisien konveksi

k =konduktivitas panas

D =diameter tabung

X =tebal lapisan film (lapisan batas laminar)

Korelasi untuk menentukan nilai h dipengaruhi oleh:

§ Sifat fisika fluida

§ Jenis dan kecepatan aliran

§ Perbedaan temperatur

§ Geometri sistem

Beberapa nilai h dapat dilihat pada Tabel 4.1-2 Geankoplis, 1987.

Perpindahan panas konveksi dapat dikelompokkan kepada dua bahagian:

1. Konveksi bebas/alamiah

§ Contohnya adalah pemanasan aliran udara yang melalui radiator, pemanasan air

dalam ketel.

§ Fluida panas yang menerima panas akan naik ke atas, kekosongan tempat massa

fluida yang telah naik diisi oleh massa fluida yang bersuhu rendah.

§ Aliran fluida terjadi akibat perbedaan densitas, dan perbedaan densitas akibat

file:///D|/E-Learning/Perpindahan%20Panas/Textbook/03%20perpindahan%20panas%20konveksi.html (3 of 24)5/8/2007 3:24:08 PM

BAB III

adanya gradien suhu di dalam massa fluida itu.

2. Konveksi paksa

§ Jika aliran fluida digerakkan oleh piranti mekanik seperti pompa dan pengaduk.

§ Aliran/perpindahan panas tidak bergantung pada gradien densitas.

§ Contohnya aliran kalor melalui pipa panas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->