P. 1
Bola voli

Bola voli

Views: 1,229|Likes:
Published by bram_lody21

More info:

Published by: bram_lody21 on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2014

pdf

text

original

Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan.

Masing-masing grup memilikienam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Sejarah Permainan Bola Voli

Permainan bola voli pertama kali muncul Pada tahun 1895 oleh William C. Morgan, seorang direktur YMCA di Holyke, Massachusetts, menemukan sebuah permainan bernama mintonette dalam usahanya memenuhi keinginan para pengusaha lokal yang menganggap permainan bola basket terlalu menghabiskan tenaga dan kurang menyenangkan. Permainan ini cepat menarik perhatian karena hanya membutuhkan sedikit ketrampilan dasar, mudah dikuasai dalam jangka waktu latihan yang singkat, dan dapat dilakukan oleh pemain dengan berbagai tingkat kebugaran. Permainan aslinya dahulu menggunakan bola yang terbuat dari karet bagian dalam bola basket. Peraturan awalnya membebaskan berapa pun jumlah pemain dalam satu tim. Pada tahun 1896 nama permainan ini diubah oleh Alfred T. Halstead, yang setelah menyaksikan permainan ini, menganggap bahwa bola voli lebih sesuai menjadi nama permainan ini mengingat ciri permainan ini yang dimainkan dengan melambungkan bola sebelum bola tersebut menyentuh tanah (volleying). Penghitungan Aturan permainan dari bola voli angka adalah:

1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita

maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai 2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah berukuran 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2.43 meter dan untuk net putri 2.24 meter. Garis batas penyerangan untuk pemain belakang, jarak 3 meter dari garis tengah ( sejajar dengan net ). Untuk ukuran garis tepi lapangan adalah 5 cm. TEKNIK DASAR BOLA VOLI

Teknik dalam permainan bola voli ada 2 macam, yaitu :

1. a.

Teknik Tanpa Bola. Sikap Siap. Berdiri dengan kaki yang satu didepan kaki yang lain, kedua kaki terbuka selebar bahu, kedua lutut ditekuk sampai membentuk sudut 135º, kedua tangan ditekuk sedikit diletakkan rileks didepan tubuh, badan dicondongkan kedepan sampai tumit terangkat. b. c. d. e. f. g. Pengambilan posisi yang tepat & benar. Langkah kaki gerak kedepan, kebelakang, kesamping kiri & kesamping kanan. Langkah kaki untuk awalan Smash dan awalan Block. Bergulir kesamping & bergulir kebelakang. Gerak meluncur. Gerak tipuan

2. a.

Teknik Dengan Bola Service untuk menyajikan bola pertama.

1.

Underhand Service

Pemain berdiri menghadap net , kaki kiri didepan kaki kanan, lengan kiri dijulurkan kedepan dan memegang bola (ini untuk pemain tangan kanan, bagi pemain tangan kiri sebaliknya). Bola dilempar rendah keatas , berat badan bertumpu pada kaki sebelah belakang, lengan yang bebas digerakkan kebelakang dan diayunkan kedepan dan memukul bola. Sementara berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan. Bola dipukul dengan telapak tangan terbuka, pergelangan tangan kaku dan kuat. Gerakan terakhir adalah memindahkan kaki yang dibelakang kedepan.

Jenis² Underhand Service a. b. c. d. Back Spin Underhand Serve : Bola berputar kebelakang. Top Spin (Cutting) Underhand Serve: Bola berputar keatas. Inside Spin Underhand Serve : Bola berputar kedalam. Outside Spin Underhand Serve : Bola berputar keluar.

2.

Overhead Service

Pemain berdiri dengan kaki kiri berada lebih kedepan dan kedua lutut agak ditekuk Tangan kiri dan kanan bersama² memegang bola, tangan kiri menyangga bola sedangkan yang kanan memegang bagian atas bola. Bola dilambungkan dengan tangan kiri keatas sampai ketinggian ± 1m diatas kepala didepan bahu, dan telapak tangan kanan segera ditarik kebelakang atas

kepala dengan telapak menghadap kedepan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah belakang. Setelah tangan berada dibelakang atas kepala dan bola berada sejangkauan tangan pemukul, maka bola segera dipukul dengan telapak tangan, lengan harus tetap lurus dan seluruh tubuh ikut bergerak. Bola dipukul dan diarahkan dengan gerakan pergelangan tangan, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan. Gerakan lengan terus dilanjutkan sampai melewati paha yang lainnya.

Jenis² Overhead Service a. b. c. d. Top Spin Overhead Serve : Bola berputar keatas. Inside Spin Overhead Serve : Bola berputar kedalam. Outside Spin Overhead Serve : Bola berputar keluar. Drive Overhead Serve : Bola berputar keatas.

3. a.

Floating Service Frontal Floating Service : Bola mengapung kekiri & kekanan. Bola dipegang setinggi kepala, lengan hampir lurus. Lengan yang memukul ada dalam posisi lurus atau tertekuk sedikit, ditarik kebelakang sebelum melempar bola. Bola dilempar rendah, bagian atas tubuh tidak bergerak, pergelangan tangan harus tetap kaku. Bagian tengah bola dipukul dengan bagian bawah telapak tangan atau dengan tangan digenggam. Bola dipukul disebelah depan tubuh pemain dan tidak ada gerakan lanjutan

b.

Side Floating Service : Bola mengapung kearah vertical. Pemain berdiri dengan kedua kaki menghadap sisi lapangan. Bola dipegang dengan lengan menjulur kira² setinggi kepala. Lengan pemukul diayun kebelakang agak kesisi. Berat badan ditempatkan dikaki belakang, dengan kedua lutut ditekuk sedikit.

Lengan diangkat dengan gerakan melingkar, bola dilempar rendah. Lengan dijulurkan dan bagian tengah badan bola dipukul dengan tangan tergenggam, sewaktu bola itu melambung tinggi didepan tubuh pemain. Bagian tubuh berputar sedemikian rupa sampai menghadap net, berat badan dipindahkan kekaki sebelah depan. Kontak dengan bola singkat sekali, lengan dan tangan yang digunakan memukul berhenti sebentar sesudah mengadakan kontak dengan bola, kemudian gerakan diteruskan sedemikian rupa sehingga lengan terayun kebawah melewati kaki yang satunya.

4.

Jump Service Jump Serve merupakan salah satu senjata ampuh untuk mengacaukan serangan kombinasi lawan, sebuah team memerlukan minimal 2 s/d 3 orang jump server yang dapat mengacaukan irama permainan lawan.

Keuntungan menggunakan jump serve adalah : o o o o Dapat menjatuhkan mental lawan Mempersulit lawan untuk membangun serangan Memudahkan blocker untuk melakukan bendungan Memudahkan kerja defender

Teknik Jump Serve : o o o o Awalan ±4 langkah, hal ini untuk mendapatkan power yang cukup. Lompat pada langkah ke 4 diluar garis belakang dan jatuh didalam lapangan. Lemparan tidak dari belakang tetapi dari samping badan agar dapat terlihat dan mudah mengontrol putaran bola kedepan. Ayunan tangan sama seperti melakukan Spike Bola Tinggi (Open Spike).

o o

Step ketiga baru bola dilempar keatas, setelah melakukan step sekali lagi, server meloncat dan memukul bola. Gerakan harus harmonis dan berkesinambungan dan konsisten seperti gerakan spike, tidak terpatah².

Cara Melatih o Untuk control spike, latihan diberikan mulai 3m atau di garis serang, bola dilempar sendiri dan spike. Setelah menguasai pada jarak 3 m, kemudian mundur dan lakukan pada jarak 4m, lalu 5 m dan seterusnya. Hal ini dapat melatih akurasi pukulan. Latihan dapat digabung dengan receive, agar terbiasa dengan penerimaan jump serve. Pemain harus tahu bahwa jarak pukulan lurus dengan pukulan menyilang berbeda jaraknya ± 2m, sehingga gerakan lengan dan pergelangan tangan pada saat memukulpun harus berbeda. Kontak pukulan pada bola dari jarak 3m berbeda dengan kontak pada bola pada garis belakang, semakin kebelakang kontak makin dibawah bola. Pemukul tangan kanan sebaiknya melempar bola dengan tangan kanan. Latih pemain secara berpasangan untuk melempar bola tanpa awalan dan tanpa lompatan dari garis belakang dan jatuhnya bola harus pada posisi yang sama didalam lapangan. Konsentrasi dalam jump serve sangat diperlukan, berikan latihan dengan target 10 bola untuk setiap posisi dan lakukan 3 kali dalam 1 minggu.

o o

o

o o

o

b.

Pass Bawah berguna untuk passing dan umpan.

o o o o

Pemain melakukan sikap siap. Kedua tangan rapat dan dijulurkan lurus kedepan, kedua lengan membuat sudut 45º dengan badan. Sikap tubuh semakin merendah dengan menurunkan sudut lutut dari 135º menjadi 45º. Tungkai mulai dijulurkan keatas agak kedepan, bola mengenai lengan bawah yang terjulur lurus. Tungkai dijulurkan sampai berjingkat dan tangan tidak boleh melewati bahu. Kembali kepada sikap siap.

o

Jenis² Pass Bawah 1. 2. 3. 4. 5. Pass Bawah dua Tangan Pass Bawah Satu Tangan Pass Bawah Bergulir Kesamping Pass Bawah Setengah Bergulir Kebelakang Pass Bawah Meluncur Kedepan

c.

Pass atas berguna untuk passing dan umpan

Pada dasarnya pass atas adalah bola tangkap diatas, sentuhkan kekening dan lontarkan kembali keatas, tetapi karena proses gerakan tersebut dilakukan dengan sangat cepat, maka bola terlihat seperti dipantulkan. o o o o Pemain melakukan sikap siap. Badan dijulurkan keatas dengan meluruskan tungkai, bersamaan dengan menjulurkan kedua tangan keatas, sikap jari seperti hendak merangkum bola. Tungkai ditekuk kembali sampai lutut membuat sudut 135º, posisi lengan ditekuk didepan muka diatas kening dan bola disentuh oleh ujung jari² tangan. Tungkai dijulurkan kembali sampai berjingkat dan bola dilambungkan kedepan atas dengan jari dan bantuan lengan yang digerakkan sampai lurus keatas. Kembali kepada sikap siap.

o

Jenis² Pass Atas 1. 2. 3. 4. Pass Atas Normal Pass Atas Setengah Bergulir Kebelakang Pass Atas Bergulir Kesamping Pass Atas Meloncat

d.

Umpan untuk menyajikan bola pada Smasher.

1.

Umpan Kedepan Pengumpan menempatkan posisi badan dibawah dan agak dibelakang arah gerak bola, kedua telapak tangan dan jari² membentuk bulatan ½ lingkaran telah siap didepan atas muka dahi.

Jenis² Umpan.

a.

Umpan Normal/Open. Bola segera diumpan keatas dengan kekuatan dorongan lengan, jari dan pergelangan tangan serta ayunan kaki. Usahakan bola parabol keatas net dengan ketinggian lebih dari 2m dari tepi atas net. Bola berada diantara smasher dan pengumpan sejajar net dengan jarak dari net ± 20cm – 50cm.

b.

Umpan Semi. Perkenaan bola tepat diatas dahi segaris dengan sumbu badan, dimana umpan dilakukan dengan gerak keatas depan, ketinggian bola diatas tepi net antara diatas 1m s/d 2m. Penentuan kualitas parabol dan jalannya bola tergantung kekuatan jari, pergelangan tangan dan lengan. Timing pemberian umpan semi dilakukan bila smasher telah kelihatan bergerak maju awalan dengan jarak ± 1m dari pengumpan.

c.

Umpan Straight/Kamboja. Parabol bola antara 0.5m s/d 1.5m dari tepi atas net. Dorongan bola lebih dominan dibandingkan dengan gerak keatas untuk parabol bola, Bola diatas net meluncur agak cepat dengan jarak 20cm – 50cm dari net, dimana akhir parabol bola terletak diatas garis samping lapangan. Begitu bola datang segera dipantulkan kedepan atas dengan cepat, setelah

pengumpan melihat smasher telah berawalan merapat dengan net diluar garis samping lapngan. Timing pemberian umpan harus tepat, yaitu saat bola telah didepan atas dahi dan smasher telah siap mengambil awalan.

d.

Umpan Quick. Teknik umpan ini memerlukan ketinggian bola 50cm s/d 1m dari tepi atas net. Timing pemberian bola saat smasher telah melayang keatas didepan pengumpan siap untuk memukul bola, biasanya pasing bola datang, tunggu sebentar sampai smasher meloncat untuk menunggu bola diatas net. Gerakan utama dalam umpan pendek ini adalah kekuatan jari dan pergelangan pengumpan, perkenaan tangan terhadap bola sama dengan pelaksanaan umpan semi. Arah umpan parabol vertical disebut quick A, sedangkan parabol straight disebut quick B.

2.

Umpan Kebelakang Pengumpan menempatkan posisi badan dibawah bola, badan agak dicondongkan kebelakang sedikit. Gerak jari & pergelangan tangan lebih aktif, terutama ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah, lengan segaris dengan kecondongan badan bagian atas saat pelaksanaan umpan. Pandangan kebelakang sedikit untuk melihat jalannya bola kearah belakang. Jenis umpan kebelakang sama dengan umpan kedepan.

e.

Smash untuk serangan guna mematikan lawan. Proses melakukan smash dapat dibagi menjadi : Awalan, Tolakan, Meloncat, Memukul Bola dan Mendarat

o

Awalan

Berdiri dengan salah satu kaki dibelakang sesuai dengan kebiasaan individu (tergantung smasher normal atau smasher kidal). Langkahkan kaki satu langkah kedepan (pemain yang baik, dapat mengambil ancang² sebanyak 2 sampai 4 langkah), kedua lengan mulai bergerak kebelakang, berat badan berangsur² merendah untuk membantu tolakan.

o

Tolakan Langkahkan kaki selanjutnya, hingga kedua telapak kaki hampir sejajar dan salah satu kaki agak kedepan sedikit untuk mengerem gerak kedepan dan sebagai persiapan meloncat kearah vertical. Ayunkan kedua lengan kebelakang atas sebatas kemampuan, kaki ditekuk sehingga lutut membuat sudut ±110º, badan siap untuk meloncat dengan berat badan lebih banyak bertumpu pada kaki yang didepan.

o

Meloncat Mulailah meloncat dengan tumit & jari kaki menghentak lantai dan mengayunkan kedua lengan kedepan atas saat kedua kaki mendorong naik keatas. Telapak kaki, pergelangan tangan, pinggul dan batang tubuh digerakkan serasi merupakan rangkaian gerak yang sempurna. Gerakan eksplosif dan loncatan vertikal.

o

Memukul Bola Jarak bola didepan atas sejangkauan lengan pemukul, segera lecutkan lengan kebelakang kepala dan dengan cepat lecutkan kedepan sejangkauan lengan terpanjang dan tertinggi terhadap bola. Pukul bola secepat dan setinggi mungkin, perkenaan bola dengan telapak tangan tepat diatas tengah bola bagian atas. Pergelangan tangan aktif menghentak kedepan dengan telapak tangan & jari menutup bola. Setelah perkenaan bola lengan pemukul membuat gerakan lanjutan kearah garis tengah badan dengan diikuti gerak tubuh membungkuk. Gerak lecutan lengan, telapak tangan, badan, tangan yang tidak memukul dan kaki harus harmonis dan eksplosif untuk menjaga keseimbangan saat berada diudara. Pukulan yang benar akan menghasilkan bola keras & cepat turun kelantai.

o

Mendarat

Mendarat dengan kedua kaki mengeper. Lutut lentur saat mendarat untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, mendarat dengan jari² kaki (telapak kaki bagian depan) dan sikap badan condong kedepan. Usahakan tempat mendarat kedua kaki hampir sama dengan tempat saat meloncat.

Jenis² Smash.

1.

Open Pemukul melakukan gerak awalan setelah bola lepas dari tangan pengumpan, bola dipukul dipuncak loncatan dan jangkauan lengan yang tertinggi.

2.

Semi Setelah bola lepas dipasing kearah pengumpan, pemukul harus mulai bergerak perlahan kedepan dengan langkah tetap menuju kearah pengumpan. Begitu pengumpan menyajikan bola dengan ketinggian 1m ditepi atas net maka secepatnya pemukul meloncat keatas dan memukul bola. Disini kecepatan gerak harus lebih cepat dari pada smash dengan bola Open

3.

Quick Begitu melihat bola pasing ke pengumpan, maka pemukul melakukan awalan secepat mungkin, dengan langkah yang panjang. Timing meloncat sebelum bola diumpan dengan jarak satu jangkauan lengan pemukul dengan bola yang akan diumpan. Pemukul melayang dengan tangan siap memukul, pengumpan menyajikan bola tepat didepan tangan pemukul. Lakukan pukulan dengan secepat²nya, gerakan pergelangan tangan yang cepat sangat baik hasilnya. Loncatan smasher vertikal, jagalah keseimbangan badan pada saat melayang.

4.

Straight Smasher sebelum melakukan gerakan awalan, terlebih dahulu bergerak kearah luar lapangan mendekati tiang net, smasher melakukan awalan bergerak arah paralel dengan jaring. Begitu bola sampai dibatas tepi jaring dengan ketinggian optimal bola, segeralah melompat dan langsung memukul

secepatnya. Proses menjalankan teknik ini lebih cepat dibandingkan smash dengan bola semi.

5.

Drive Smash ini biasanya digunakan oleh pemain untuk bola jauh dari net, saat meloncat smasher agak dekat dibawah bola, berbeda dengan saat meloncat pada smash normal. Bola yang akan di smash terletak diatas kanan bahu lengan pemukul. Gerak lecutan tangan dari depan atas badan diputarkan kearah yang berlawanan dengan arah jarum jam, telapak tangan membentuk cekungan seperti sendok. Cambukan keras, perkenaan bola dibagian belakang kearah bagian muka dengan telapak tangan, aktifkan gerakan pergelangan tangan . Gerakan cambukan harus dibantu oleh otot² perut, samping dan bahu. Akibat cambukan kurve jalan bola akan panjang dan putaran bola menjauhi net, bola bergerak dengan cepat dan tajam.

6.

Dummy Pemain melakukan gerakan sama dengan pada waktu hendak melakukan smash, tetapi pada waktu kontak dengan bola, bola tidak dipukul melainkan disentuh saja dengan jari tangan. Lengan pemukul tetap bergerak dan dengan gerakan jari pemukul mengarahkan bola ketempat yang tidak terjaga ditempat lawan. Bola dapat dilambungkan pendek atau panjang tergantung pada situasi.

7.

Bola 3 meter Smash ini adalah serangan yang dilakukan dari belakang garis serang, pemukul yang berfungsi sebagai pemain belakang pada saat tolakan tidak boleh menginjak atau melewati garis serang, tetapi pada saat mendarat boleh saja jatuh didalam garis serang.

8.

Kijang Biasanya umpan bola back, pemukul melakukan langkah panjang dan naik dengan tolakan loncatan menggunakan satu kaki, pemukul tangan kanan menolak dengan kaki kiri.

9.

Double Step Smash dengan menggunakan gerak tipu, disini pemukul melakukan dua kali gerakan untuk melakukan tolakan meloncat. Tolakan pertama hanya berupa tipuan untuk mengecoh block, baru pada tolakan kedua pemukul meloncat dan melakukan serangan.

10. Step L Smash ini hampir sama dengan smash normal, tetapi gerakan awalan berbeda. Pemukul melangkah kedepan, kemudian melakukan langkah kesamping sebelum tolakan, baru kemudian melompat naik untuk melakukan serangan.

f.

Block bermanfaat untuk pertahanan di net. Untuk melakukan block yang baik, pemain harus dapat memperkirakan jatuhnya bola, atau dapat meramalkan kemana kira² lawan akan memukul bola. Proses melakukan bendungan dapat dibagi menjadi : Awalan, Melompat, Kontak dengan Bola & Mendarat.

Pemain berdiri dengan kedua kaki sejajar dan kaki ditekuk sedikit, kedua tangan didepan dada, telapak kedua tangan menghadap net dan jari² dikembangkan lebar². Sebagai awalan lutut ditekuk lebih dalam, posisi badan sedikit condong kedepan kemudian diteruskan dengan tolakan keatas dengan kedua kaki secara eksplosif serta mengayunkan kedua lengan lurus keatas secara bersamaan dan jari membuka agar kedua tangan merupakan suatu bidang yang luas. Pada saat melayang diudara dan ketika bola dipukul oleh lawan, segeralah tangan dihadapkan kearah datangnya bola dan berusaha menguasai bola itu. Pada saat perkenaan tangan dengan bola, pergelangan tangan digerakkan secara aktif agar

tangan dapat menekan bola dari arah atas depan kebawah secara tepat. Jari² kedua tangan pada saat perkenaan ditegangkan agar tangan dan jari cukup kuat untuk menerima tekanan bola yang keras. Saat perkenaan yang baik adalah saat sebelum bola dipukul, tangan blocker sudah benar² dapat mengurung bola tersebut. Setelah kontak dengan bola pemain mendarat kembali dengan tumpuan kedua kaki dan lentur.

Jenis² Block

1.

Block Bola Open Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi tangan berada didepan dada. Blocker melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 100º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

2.

Block Bola Semi Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan dinaikkan berada diatas depan kepala. Blocker tetap melompat setelah spiker lawan melakukan lompatan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut sehingga membentuk sudut ± 110º, kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

3.

Block Bola Quick Blocker bergerak mendekati lawan yang akan melakukan spike, posisi kedua tangan diluruskan. Blocker melompat bersamaan dengan spiker lawan, sebelum melompat posisi badan direndahkan dengan menekuk lutut tidak terlalu dalam (sudut lutut ± 135º), kemudian blocker melompat setinggi mungkin dengan arah lompatan vertical.

Yang perlu mendapat perhatian dari seorang blocker adalah :

o o

Perhatikan gaya pasing receiver lawan, kemana bola itu diarahkan Perhatikan terus jalannya bola dan perhatikan pula gaya pengumpan lawan terutama mata dan gerakaannya, jangan bergerak sebelum bola lepas dari tangan pengumpan.. Lihat body language spiker lawan, kearah mana spiker itu bergerak. Posisi tangan atau jari waktu bergerak tidak boleh berada dibawah pinggang, agar gerak tangan cepat mencapai titik block. Side step (Block 2 step) dilakukan untuk block jarak dekat, sedangkan Cross step (Block 3 step) digunakan untuk block jarak yang cukup jauh. Blocker harus dilatih dengan melompat beberapa kali disatu tempat, agar mempunyai reaksi yang baik, bergerak secara cepat dan pandai membaca gerak.

o o o •

TEKNIK DASAR BOLA VOLI Teknik dalam permainan bola voli ada 2 macam, yaitu : 1.Teknik Tanpa Bola. a.Sikap Siap. Berdiri dengan kaki yang satu didepan kaki yang lain, kedua kaki terbukaselebar bahu, kedua lutut ditekuk sampai membentuk sudut 135º, keduatangan ditekuk sedikit diletakkan rileks didepan tubuh,badan dicondongkankedepan sampai tumit terangkat. b.Pengambilan posisi yang tepat & benar. c.Langkah kaki gerak kedepan, kebelakang, kesamping kiri & kesamping kanan. d.Langkah kaki untuk awalan Smash dan awalan Block. e.Bergulir kesamping & bergulir kebelakang. f.Gerak meluncur. g.Gerak tipuan
A. MEMPELAJARI & MENGANALISA TEKNIK LAWAN 1. ATTACK/SERANGAN

Kebiasaan dari Spiker Lawan, siapa yang harus diperhatikan (Safe attackernya) • • • Pola dari serangan lawan. Perhatikan ‘faint ball’, apakah attacker lawan mempergunakan faint ball atau tidak. Apakah regu lawan mempergunakan ‘Strong Spike, Weak Spike atauRebound Spike’.

2. SERVICE

Jenis dari Service lawan • • Apakah lawan bisa mengendalikan service Kemampuan untuk mengetahui corak service dari pemain cadangan lawan.

3. RECEIVE

Bagaimana formasi dari receive attack regu lawan • • • • • • • Perhatikan daerah yang kosong Menentukan pemain mana yang lemah dari lawan Bagaimana formasi dari service regu lawan (small) Service mana yang paling effektif terhadap lawan (lancip) Tempat yang lemah dari formasi service receive (tumpul) Bagaimana pergerakan dari tosser lawan Kemampuan pergerakan dari pada pemain lawan

4. BENDUNGAN/BLOCKING

Berapa Block yang bisa dilakukan oleh lawan • • • Perhatikan formasi yang terlemah/terkuat/tinggi/rendah dari blocking yang dilakukan oleh lawan Catatan terperinci untuk melihat kekuatan pemain lawan dalam melakukan blocking Jenis blocking lawan, apakah menekan atau mendorong. Bila blocking lawan menekan, cover regu kita harus dekat, tetapi bila mendorong, cover regu kita harus jauh

5. C O V E R

Formasi cover dari regu lawan, dekat, jauh atau sama sekali tidak ada cover • Pergerakkan tosser, jauh atau dekat dari block dan amati kelemahan gerak dari tosser tersebut, karena biasanya tosser merupakan cover utama karena kemudahan geraknya

6. KEMAMPUAN TOSSER

Perhatikan kestabilan dari tosser lawan • • Amati kemampuan dari tosser, apakah bisa memberikan variasi toss atau tidak Perhatikan pula tinggi atau rendah bola yang di toss

B. MEMPELAJARI & MENGANALISA KONDISI LAWAN 1. KEMAMPUAN & KONDISI FISIK LAWAN

Perhatikan tinggi badan dari tosser lawan • • • • Daya lompat dan kecepatan lompat dari setiap pemain lawan Stamina pihak lawan Kondisi perorangan maupun beregu Apakah kondisi fisik mereka melebihi pemain regu kita

2. KEMAMPUAN MENTAL LAWAN

Bagaimana Start suatu pertandingan : baik atau tidak • • • • Amati sebab² regu lawan mendapat point Apakah Safe Attacker lawan mempunyai mental yang kuat Dalam keadaan bagaimana coach lawan minta time out Taktik apa yang dipergunakan itu, kebiasaan² dari taktik pihak lawan, bagaimana cara pergantiannya

TAKTIK & KONDISI REGU KITA 1. ASPEK TEKNIK

Pematangan dari pada Formasi Menyerang maupun Bertahan • • Pematangan Teknik² tertentu Melenyapkan kelemahan² regu dan mempersiapkan pemain untuk menjalankan fungsi sebenarnya

2. ASPEK FISIK

• • • • •

Menyembuhkan/melenyapkan keadaan lelah dari pemain, sehingga selalu berada dalam kondisi top performance Membuat regu dalam kondisi yang baik ketika menghadapi pertandingan Menghindarkan pemain dari cedera Memberikan variasi latihan yang tidak membosankan Berikan istirahat aktif saat 3 hari sebelum bertanding

3. ASPEK MENTAL

Memupuk kepercayaan pada diri sendiri, untuk setiap pemain • • • • Memberikan dorongan sehingga akan menyadarkan pada kemampuan dari masing² pemain Mengurangi ketegangan sebelum pertandingan dan membangkitkan semangat regu Memberi nasehat bagi pemain yang gugup Relaksasi , rekreasi

4. MELAKUKAN TIME OUT

Bila kehilangan 3 angka berturut² • • • • • • • Bila regu kita dalam keadaan kacau/bingung Serangan kombinasi regu kita, dimana safe attacker tidak pada tempatnya Apabila terjadi perubahan pada taktik lawan Bila ingin menggunakan salah satu taktik guna memenangkan game yang sedang berlangsung Bila ingin melakukan pukulan secara psychologis terhadap kubu lawan Bila ingin menginstruksikan cara untuk menghadapi lawan Bila pemain kita dalam kondisi lemah dan tidak mempunyai rasa percaya diri serta dalam kondisi tertekan

5. MEMPERGUNAKAN TIME OUT YANG BAIK

Perlihatkan wajah yang tenang pada saat time out, boleh melakukan tindakan yang keras, humor atau nasehat² yang bermanfaat untuk semua pemain • • • • Menenangkan pemain yang terlihat panik Menginstruksikan Counter Attack Menginstruksikan segi² teknik dalam permainan Usahakan untuk meningkatkan konsentrasi permainan beregu

6. PERGANTIAN PEMAIN

Mengistirahatkan pemain inti yang bermain dibawah kemampuannya, serta memberikan teguran pada pemain inti tersebut • Penggantian pemain dengan pemain yang mempunyai teknik khusus, mis. Pemain dengan pukulan Strong Spike ditukar dengan pemain yang mempunyai keahlian Faint Ball, atau sebaliknya tergantung dari tipe regu lawan Memberikan pengalaman kepada pemain cadangan Untuk mendapatkan angka dari service, lakukan penggantian server dengan pemain cadangan yang mempunyai kemampuan service yang baik

• •

7. MEMPERGUNAKAN WAKTU ANTAR SET

Berikan petunjuk tentang kelemahan pada game yang lalu serta diskusikan dengan pemain, selama istirahat antar set • • Merubah formasi atau pola permainan apabila diperlukan Membangun semangat apabila : o Game sebelumnya kalah : lebih hati², jangan pesimis o Game sebelumnya menang : lebih konsentrasi, jangan anggap remeh

8. PERTEMUAN SESUDAH PERTANDINGAN

Memberikan petunjuk baik individu maupun tim • • Walaupun menang atau kalah diskusi harus tetap dilakukan Tanyakan berapa banyak kemampuan yang telah dikeluarkannya dalam pertandingan yang telah berlalu, bila dalam latihan kemampuan atlit harus dikeluarkan 100%, maka dalam pertandingan seorang pemain mengeluarkan kemampuan 70% – 80% sudah baik, tetapi bila dibawah 70% pemain tersebut harus diberi teguran

MEMPERGUNAKAN WAKTU 3 – 5 MENIT SEBELUM PERTANDINGAN

Telitilah keadaan lapangan dan pantulan net • • • • • Perhatikan batas² dari lapangan serta ketinggian net Bangkitkan rasa percaya diri kepada pemain terutama safe attackernya Pemain² inti harus lebih diutamakan dalam penguasaan spike Berikan kesempatan untuk service kepada pemain, agar pemain lebih tenang Membangun semangat regu dengan melakukan latihan receive dan toss exercise

Mengulangi tiap item dari teknik yang akan dipergunakan dengan jalan menanyakannya kepada para pemain inti

2. TEKNIK PERMAINAN BOLA VOLI Teknik adalah suatu proses melahirkan dan pembuktian dalam praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli. Dalam mempertinggi prestasi bola voli, teknik ini erat hubungannya dengan kemampuan gerak, kondisi fisik, taktik dan mental. Teknik dasar bola voli harus harus betul-betul dikuasai terlebih dahulu guna dapat mengembangkan mutu prestasi permainan bola voli. Penguasaan teknk dasar permainan bola voli merupakan salah satu unsure yang ikut menentukan menang atau kalahnya suatu regu di dalam suatu pertandingan di samping unsure-unsur kondisi fisik, taktik dan mental. Adapun teknik-teknik dasar permainan bola voli menurut sistematikanya adalah sebagai berikut : a. teknik dasar pasing atas b. teknik pasing bawah c. set-up/umpan d. smash : 1. normal smash 2. semi smash 3. push smash

e. servis : 1. servis tangan bawah 2. servis tangan atas f. block/bendungan : 1. block tunggal 2. block berkawan

Genesa vollyball club

TAKTIK BERMAIN BOLA VOLLEY A. MEMPELAJARI & MENGANALISA TEKNIK LAWAN 1.

ATTACK/SERANGAN Kebiasaan dari Spiker Lawan, siapa yang harus diperhatikan (Safe attackernya)

• Pola dari serangan lawan. • Perhatikan ‘faint ball’, apakah attacker lawan mempergunakan faint

ball atau tidak. • Apakah regu lawan mempergunakan ‘Strong Spike, Weak Spike atau Rebound

Spike’. 2. SERVICE Jenis dari Service lawan • Apakah lawan bisa mengendalikan service •

Kemampuan untuk mengetahui corak service dari pemain cadangan lawan. 3. RECEIVE Bagaimana

formasi dari receive attack regu lawan • Perhatikan daerah yang kosong • Menentukan pemain

mana yang lemah dari lawan • Bagaimana formasi dari service regu lawan (small) • Service mana

yang paling effektif terhadap lawan (lancip) • Tempat yang lemah dari formasi service receive

(tumpul) • Bagaimana pergerakan dari tosser lawan • Kemampuan pergerakan dari pada pemain

lawan

4. BENDUNGAN/BLOCKING Berapa Block yang bisa dilakukan oleh lawan • Perhatikan formasi yang

terlemah/terkuat/tinggi/rendah dari blocking yang dilakukan oleh lawan • Catatan terperinci untuk

melihat kekuatan pemain lawan dalam melakukan blocking • Jenis blocking lawan, apakah menekan

atau mendorong. Bila blocking lawan menekan, cover regu kita harus dekat, tetapi bila mendorong,

cover regu kita harus jauh

5. C O V E R Formasi cover dari regu lawan, dekat, jauh atau sama sekali tidak ada cover •

Pergerakkan tosser, jauh atau dekat dari block dan amati kelemahan gerak dari tosser tersebut,

karena biasanya tosser merupakan cover utama karena kemudahan geraknya

6. KEMAMPUAN TOSSER Perhatikan kestabilan dari tosser lawan • Amati kemampuan dari tosser,

apakah bisa memberikan variasi toss atau tidak • Perhatikan pula tinggi atau rendah bola yang di

toss

MEMPELAJARI & MENGANALISA KONDISI LAWAN 1. KEMAMPUAN & KONDISI FISIK LAWAN Perhatikan

tinggi badan dari tosser lawan • Daya lompat dan kecepatan lompat dari setiap pemain lawan •

Stamina pihak lawan • Kondisi perorangan maupun beregu • Apakah kondisi fisik mereka melebihi

pemain regu kita 2. KEMAMPUAN MENTAL LAWAN Bagaimana Start suatu pertandingan : baik atau

tidak • Amati sebab² regu lawan mendapat point • Apakah Safe Attacker lawan mempunyai mental

yang kuat • Dalam keadaan bagaimana coach lawan minta time out • Taktik apa yang dipergunakan

itu, kebiasaan² dari taktik pihak lawan, bagaimana cara pergantiannya TAKTIK & KONDISI REGU KITA

1. ASPEK TEKNIK Pematangan dari pada Formasi Menyerang maupun Bertahan • Pematangan

Teknik² tertentu • Melenyapkan kelemahan² regu dan mempersiapkan pemain untuk menjalankan

fungsi sebenarnya

ASPEK FISIK • Menyembuhkan/melenyapkan keadaan lelah dari pemain, sehingga selalu berada

dalam kondisi top performance • Membuat regu dalam kondisi yang baik ketika menghadapi

pertandingan • Menghindarkan pemain dari cedera • Memberikan variasi latihan yang tidak

membosankan • Berikan istirahat aktif saat 3 hari sebelum bertanding 3. ASPEK MENTAL Memupuk

kepercayaan pada diri sendiri, untuk setiap pemain • Memberikan dorongan sehingga akan

menyadarkan pada kemampuan dari masing² pemain • Mengurangi ketegangan sebelum

pertandingan dan membangkitkan semangat regu • Memberi nasehat bagi pemain yang gugup •

Relaksasi , rekreasi 4. MELAKUKAN TIME OUT Bila kehilangan 3 angka berturut² • Bila regu kita

dalam keadaan kacau/bingung • Serangan kombinasi regu kita, dimana safe attacker tidak pada

tempatnya • Apabila terjadi perubahan pada taktik lawan • Bila ingin menggunakan salah satu

taktik guna memenangkan game yang sedang berlangsung • Bila ingin melakukan pukulan secara

psychologis terhadap kubu lawan • Bila ingin menginstruksikan cara untuk menghadapi lawan

ASPEK FISIK • Menyembuhkan/melenyapkan keadaan lelah dari pemain, sehingga selalu berada

dalam kondisi top performance • Membuat regu dalam kondisi yang baik ketika menghadapi

pertandingan • Menghindarkan pemain dari cedera • Memberikan variasi latihan yang tidak

membosankan • Berikan istirahat aktif saat 3 hari sebelum bertanding 3. ASPEK MENTAL Memupuk

kepercayaan pada diri sendiri, untuk setiap pemain • Memberikan dorongan sehingga akan

menyadarkan pada kemampuan dari masing² pemain • Mengurangi ketegangan sebelum

pertandingan dan membangkitkan semangat regu • Memberi nasehat bagi pemain yang gugup •

Relaksasi , rekreasi 4. MELAKUKAN TIME OUT Bila kehilangan 3 angka berturut² • Bila regu kita

dalam keadaan kacau/bingung • Serangan kombinasi regu kita, dimana safe attacker tidak pada

tempatnya • Apabila terjadi perubahan pada taktik lawan • Bila ingin menggunakan salah satu

taktik guna memenangkan game yang sedang berlangsung • Bila ingin melakukan pukulan secara

psychologis terhadap kubu lawan • Bila ingin menginstruksikan cara untuk menghadapi lawan

Strategi
Strategi adalah salah satu faktor terpenting yang memiliki pengaruh besar dalam setiap aktivitas kehidupan. Begitu juga pada olahraga permainan bola voli, strategi menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Setiap kali akan melakukan sebuah pertandingan, setiap tim pasti sudah terlebih dahulu mempersiapkan strategi mereka masing-masing. Bahkan, strategi juga selalu digunakan dalam setiap pertandingan latihan. Strategi merupakan rancangan langkahlangkah yang sudah diprogram atau direncanakan, yang akan dilakukan ketika mengikuti sebuah pertandingan.

SPESIALISASI

PEMAIN

Pada setiap tim bola voli, ada 5 posisi yang wajib diisi oleh pemain. Sesuai dengan posisi tersebut, maka setiap pemain memiliki peran yang harus dijalankan masing-masing. Meskipun pada dasarnya setiap pemain harus mampu memainkan peran pada setiap posisi, namun masing-masing pemain memiliki spesifikasi tersendiri. Ke-5 posisi yang terdapat pada permainan bola voli tersebut adalah setter, left side hitter atau outside hitter, middle hitter atau middle blocker, right side hitter, dan libero. • Setter

Setter adalah pemain yang dispesialisasikan untuk mengatur bentuk penyerangan. Bola kedua setelah pass akan di set oleh setter, kemudian ia akan menempatkan bola di udara agar dapat di spike oleh attacker. Dengan demikian, setter dan attacker harus mampu menciptakan kerjasama dengan baik. Setter harus memiliki kualitas yang bagus dalam menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan di spike. Selain itu, setter haruslah seorang pemain yang lincah dan mampu bergerak dengan cepat di area permainan.

Libero

Jika kita memperhatikan sebuah pertandingan bola voli, maka pada setiap tim kita akan melihat seorang pemain yang menggunakan seragam yang berbeda dengan semua pemain di timnya. Pemain dengan seragam yang berbeda itulah yang disebut dengan libero. Dalam bahasa Italia, libero mempunyai arti “bebas”. Sesuai dengan nama tersebut, maka libero adalah pemain yang dapat secara bebas mengambil alih peran pemain yang lain. Namun, dalam sebuah

pertandingan, libero tidak boleh memiliki dua posisi atau berganti posisi. Seorang pemain yang telah diposisikan sebagai libero, tidak boleh berganti posisi menjadi spiker atau yang lain dalam sebuah pertandingan. Meskipun ia dapat mengambil alih peran pemain-pemain yang lain, namun posisinya adalah tetap sebagai seorang libero sampai pertandingan berakhir.

Pada dasarnya, libero bertugas untuk menerima serangan-serangan (spikes) yang dilakukan oleh attacker tim lawan. Berdasarkan fungsi utama tersebut, maka seorang libero tidak harus memiliki postur tubuh yang tinggi seperti pemain yang lain. Hal ini karena seorang libero tidak bermain di area yang dekat dengan net. Yang paling ditekankan bagi seorang libero adalah kualitas pass yang baik, memiliki kecepatan gerak yang tinggi, dan tentu saja harus memiliki stamina yang baik.

Blocker tengah (Middle Bolcker) atau spiker tengah (Middle Hitter)

Middle blocker adalah pemain yang pada dasarnya bertugas menahan serangan attacker dari tim lawan. Namun, Middle blocker ini juga dapat bertugas sebagai seorang spiker. Biasanya, Middle blocker ini melakukan spike berupa quick hit. • Spiker luar (Outside hitter)

Outside hitter adalah seorang attacker yang melakukan spike dari sisi kiri lapangan. Disebut “Outside hitter”, karena ketika hendak melakukan spike, pemain ini biasanya selalu mengambil awalan dari luar garis samping lapangan.

Spiker Kanan (Right Side Hitter)

Right spike hitter adalah lawan dari Outside hitter. Pemain ini menempati posisi yang berlawanan dengan Outside hitter, yaitu di sebelah kanan. Spike-pun dilakukan dari sebelah kanan. Biasanya, Right side hitter adalah salah seorang pemain yang paling banyak melakukan spike dalam sebuah pertandingan bola voli dibandingkan dengan pemain-pemain yang lain. FORMASI

4-2, 6-2, dan 5-1 adalah tiga macam formasi standar yang dikenal dalam permainan bola voli. Untuk pertandingan pada kelas pemula, biasanya menggunakan formasi yang pertama, yaitu formasi 4-2. Sedangkan pada permainan kelas tinggi, biasanya menggunakan formasi 5-1.

Angka-angka tersebut mengarah pada jumlah pemain yang akan berperan sebagai spiker dan setter. • Formasi 4-2

Yang dimaksud dengan formasi 4-2 adalah, pada tim tersebut terdapat empat orang pemain yang akan berperan sebagai spiker, dan 2 orang lainnya akan berperan sebagai setter. Pada formasi ini, setter biasanya akan melakukan set dari posisi tengah depan lapangan. Meskipun demikian, kadang setter juga melakukan set dari posisi depan sebelah kanan lapangan. Dengan menggunakan formasi ini, maka sebuah tim akan selalu memiliki dua orang spiker pada bagian depan. • Formasi 6-2

Pada formasi 6-2 ini, ke-6 pemain dapat berperan sebagai spiker. Dan pada saat yang sama, dua dari enam pemain tersebut juga dapat berperan sebagai setter. Intinya, formasi 6-2 ini sama dengan formasi 4-2, yaitu akan sama-sama memiliki 4 orang pemain yang berperan sebagai spiker dan 2 orang pemain sebagai setter. Perbedaannya, yang berperan sebagai setter pada formasi 6-2 ini adalah pemain yang berada pada barisan belakang. Pemain belakang akan masuk ke depan untuk menjadi setter. • Formasi 5-1

Pada formasi 5-1, hanya ada satu orang pemain yang akan bertindak sebagai setter. Ketika setter berada di posisi depan (baris depan), makan tim tersebut akan memiliki 2 orang pemain yang akan berperan sebagai spiker. Sedangkan ketika setter berada di barisan belakang,maka tim tersebut akan memiliki 3 orang pemain yang akan berperan sebagai spiker.

TAKTIK BERMAIN BOLA VOLLEY
A. MEMPELAJARI & MENGANALISA TEKNIK LAWAN

1. ATTACK/SERANGAN Kebiasaan dari Spiker Lawan, siapa yang harus diperhatikan (Safe attackernya) • • • Pola dari serangan lawan. Perhatikan ‘faint ball’, apakah attacker lawan mempergunakan faint ball atau tidak. Apakah regu lawan mempergunakan ‘Strong Spike, Weak Spike atau Rebound Spike’.

2. SERVICE Jenis dari Service lawan • • Apakah lawan bisa mengendalikan service Kemampuan untuk mengetahui corak service dari pemain cadangan lawan.

3. RECEIVE Bagaimana formasi dari receive attack regu lawan • • • • • • • Perhatikan daerah yang kosong Menentukan pemain mana yang lemah dari lawan Bagaimana formasi dari service regu lawan (small) Service mana yang paling effektif terhadap lawan (lancip) Tempat yang lemah dari formasi service receive (tumpul) Bagaimana pergerakan dari tosser lawan Kemampuan pergerakan dari pada pemain lawan

4. BENDUNGAN/BLOCKING Berapa Block yang bisa dilakukan oleh lawan • Perhatikan formasi yang terlemah/terkuat/tinggi/rendah dari blocking yang dilakukan oleh lawan • • Catatan terperinci untuk melihat kekuatan pemain lawan dalam melakukan blocking Jenis blocking lawan, apakah menekan atau mendorong. Bila blocking lawan menekan, cover regu kita harus dekat, tetapi bila mendorong, cover regu kita harus jauh

5. C O V E R Formasi cover dari regu lawan, dekat, jauh atau sama sekali tidak ada cover

Pergerakkan tosser, jauh atau dekat dari block dan amati kelemahan gerak dari tosser tersebut, karena biasanya tosser merupakan cover utama karena kemudahan geraknya

6. KEMAMPUAN TOSSER Perhatikan kestabilan dari tosser lawan • • Amati kemampuan dari tosser, apakah bisa memberikan variasi toss atau tidak Perhatikan pula tinggi atau rendah bola yang di toss

B.MEMPELAJARI & MENGANALISA KONDISI LAWAN

1. KEMAMPUAN & KONDISI FISIK LAWAN Perhatikan tinggi badan dari tosser lawan • • • • Daya lompat dan kecepatan lompat dari setiap pemain lawan Stamina pihak lawan Kondisi perorangan maupun beregu Apakah kondisi fisik mereka melebihi pemain regu kita

2. KEMAMPUAN MENTAL LAWAN Bagaimana Start suatu pertandingan : baik atau tidak • • • • Amati sebab² regu lawan mendapat point Apakah Safe Attacker lawan mempunyai mental yang kuat Dalam keadaan bagaimana coach lawan minta time out Taktik apa yang dipergunakan itu, kebiasaan² dari taktik pihak lawan, bagaimana cara pergantiannya

TAKTIK & KONDISI REGU KITA

1. ASPEK TEKNIK Pematangan dari pada Formasi Menyerang maupun Bertahan • • Pematangan Teknik² tertentu Melenyapkan kelemahan² regu dan mempersiapkan pemain untuk menjalankan fungsi sebenarnya

2. ASPEK FISIK • Menyembuhkan/melenyapkan keadaan lelah dari pemain, sehingga selalu berada dalam kondisi top performance • • • • Membuat regu dalam kondisi yang baik ketika menghadapi pertandingan Menghindarkan pemain dari cedera Memberikan variasi latihan yang tidak membosankan Berikan istirahat aktif saat 3 hari sebelum bertanding

3. ASPEK MENTAL Memupuk kepercayaan pada diri sendiri, untuk setiap pemain • Memberikan dorongan sehingga akan menyadarkan pada kemampuan dari masing² pemain • • • Mengurangi ketegangan sebelum pertandingan dan membangkitkan semangat regu Memberi nasehat bagi pemain yang gugup Relaksasi , rekreasi

4. MELAKUKAN TIME OUT Bila kehilangan 3 angka berturut²

• • • •

Bila regu kita dalam keadaan kacau/bingung Serangan kombinasi regu kita, dimana safe attacker tidak pada tempatnya Apabila terjadi perubahan pada taktik lawan Bila ingin menggunakan salah satu taktik guna memenangkan game yang sedang berlangsung

• • •

Bila ingin melakukan pukulan secara psychologis terhadap kubu lawan Bila ingin menginstruksikan cara untuk menghadapi lawan Bila pemain kita dalam kondisi lemah dan tidak mempunyai rasa percaya diri serta dalam kondisi tertekan

5. MEMPERGUNAKAN TIME OUT YANG BAIK Perlihatkan wajah yang tenang pada saat time out, boleh melakukan tindakan yang keras, humor atau nasehat² yang bermanfaat untuk semua pemain • • • • Menenangkan pemain yang terlihat panik Menginstruksikan Counter Attack Menginstruksikan segi² teknik dalam permainan Usahakan untuk meningkatkan konsentrasi permainan beregu

6. PERGANTIAN PEMAIN Mengistirahatkan pemain inti yang bermain dibawah kemampuannya, serta memberikan teguran pada pemain inti tersebut • Penggantian pemain dengan pemain yang mempunyai teknik khusus, mis. Pemain dengan pukulan Strong Spike ditukar dengan pemain yang mempunyai keahlian Faint Ball, atau sebaliknya tergantung dari tipe regu lawan • • Memberikan pengalaman kepada pemain cadangan Untuk mendapatkan angka dari service, lakukan penggantian server dengan pemain cadangan yang mempunyai kemampuan service yang baik

7. MEMPERGUNAKAN WAKTU ANTAR SET Berikan petunjuk tentang kelemahan pada game yang lalu serta diskusikan dengan pemain, selama istirahat antar set • • Merubah formasi atau pola permainan apabila diperlukan Membangun semangat apabila : Game sebelumnya kalah : lebih hati², jangan pesimis Game sebelumnya menang : lebih konsentrasi, jangan anggap remeh

8. PERTEMUAN SESUDAH PERTANDINGAN Memberikan petunjuk baik individu maupun tim • • Walaupun menang atau kalah diskusi harus tetap dilakukan Tanyakan berapa banyak kemampuan yang telah dikeluarkannya dalam pertandingan yang telah berlalu, bila dalam latihan kemampuan atlit harus dikeluarkan 100%, maka dalam pertandingan seorang pemain mengeluarkan kemampuan 70% - 80% sudah baik, tetapi bila dibawah 70% pemain tersebut harus diberi teguran

MEMPERGUNAKAN WAKTU 3-5 MENIT SEBELUM PERTANDINGAN Telitilah keadaan lapangan dan pantulan net • • • • • • Perhatikan batas² dari lapangan serta ketinggian net Bangkitkan rasa percaya diri kepada pemain terutama safe attackernya Pemain² inti harus lebih diutamakan dalam penguasaan spike Berikan kesempatan untuk service kepada pemain, agar pemain lebih tenang Membangun semangat regu dengan melakukan latihan receive dan toss exercise Mengulangi tiap item dari teknik yang akan dipergunakan dengan jalan menanyakannya kepada para pemain inti

Peraturan Dalam Permainan Bola Voli
Posted by berthae in kuliah. Tags: bola voli, Peraturan, permainan trackback

June 3, 2010

Peraturan Bola Voli 1. Lapangan Lapangan berbentuk empat persegi panjang, dengan ukuran : Panjang lapangan : 18 m, Lebar lapangan : 9 m, Garis serang : 3 m dari net, Tebal garis : 5 cm 2. Net Net dibentangkan melintang membagi lapangan menjadi 2 sama luas. Panjang net : 9,5 Lebar net : 1 m Tinggi net putra : 2,43 m Tinggi net puti : 2,24 m Kotak kotak net : 10 cm 3. Rod / Antena Rod / antena terbuat dari bahan fiberglass. Ukuran panjang : 180 cm Diameter : 1 cm Warna

: selang –seling (merah –putih atau hitam –putih) setiap 10 cm Antena dipasang tepat pada pita batas samping kanan dan samping kiri lapangan, 100 cm menempel pada net dan yang menonjol di atas net sepanjang 80 cm. 4. Bola Bola pada permainan bola voli berbentuk bulat. Lapisan luar : kulit yang lentur Lapisan dalam : karet / sejenisnya Jumlah lajur : 12 –18 lajur Ukuran berat : 250 –280 gram Keliling : 65 –67 cm Tekanan udara : 0,40 –0,45 kg / cm2 1. Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan

akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masing group terdiri dari 4 (empat) tim, jika waktu tidak memungkinan, akan diadakan sistem gugur. 2. Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4

pemain cadangan. 3. 4. Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi. Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim

sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain. 5. 6. Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang. Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan

dianggap kalah. 7. Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di

pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan. 8. Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka

pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan. 9. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau

lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas head-to-head kedua tim yang bersangkutan. Kesalahan meliputi:

Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.♣ Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola volley harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.♣ Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.♣ Pada sat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.♣ Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.♣ Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.♣ Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola♣ Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.♣ 10. Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakir. Dan

apabila dilakukan babak penentuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13. 11. 12. Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit. Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan

international. 13. 14. 15. 16. Daerah servis selebar 9 m di belakang garis akhir dengan panjang tak terbatas. Jika terjadi skor 2 –2, set penentuan (set kelima) game sampai nilai 15. Bola servis menyentuh net tetapi masuk ke daerah lawan dianggap sah. Selama set 1 –4 terdapat 2 kali technical time out(time out yang diberikan wasit pada

kedudukan 8 dan 16) setiap set, sedangkan time out yang diminta oleh regu hanya sekali dalam tiap set lamanya 30 detik. 17. Pada set penentuan (set kelima) tidak ada technical time out, tetapi ada time out yang

dapat diminta regu sebanyak 2 kali, lamanya 30 detik. E. Sikap Sportif dan Jujur Sikap sportif dan jujur dalam permainan bola voli adalah : a. b. c. d. Setiap pemain harus mengetahui peraturan bola voli resmi dan bersedia menaatinya. Pemain harus dapat menerima setiap keputusan wasit dengan sportif tanpa perdebatan. Para pemain harus bisa menahan diri untuk tidak mempengaruhi keputusan wasit. Pemain harus dapat menunjukkan rasa hormat, ramah, semangat, dan jujur, baik kepada

wasit, pemain kawan maupun lawan, serta kepada penonton. F. Kesalahan dan Sanksinya Dalam permainan bola voli juga terdapat kesalahan yang akan dikenakan sanksi. Tingkat

sanksi yang diberikan sesuai dengan kesalahan yang dibuat. 1. Salah Sikap Sikap tidak sopan seorang pemain terhadap lawan, petugas, regunya sendiri, ataupun penonton dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu : a. Sikap kasar Perbuatan melawn atau tidak sopan, mengucapkan kata –kata kotor. b. Sikap menyerang Memfitnah, menghina, atau memukul c. Menyerang Serangan fisik atau tindakan untuk menyerang. 2. Tingkat Sanksi

Berdasarkan tingkat kesalahannya, sanksi dibedakan menjadi : a. Peringatan Untuk kesalahan sikap kasar yang pertama, diberi peringatan kepada yang bersangkutan secara lisan atau dengan isyarat tangan. b. Hukuman (penalti) Salah sikap yang kedua dalam pertandingan yang sama oleh pemain yang sama atau pemain yang lain dihukum dengan kehilangan satu rally. Regu lawan mendapat angka dan berhak melakukan servis. c. Dikeluarkan Terhadap kesalahan sikap kasar yang ketiga, dalam pertandingan yang sama oleh pemain yang sama dikenakan sanksi dikeluarkan. d. Diskualifikasi Terhadap kesalahan penyerangan fisik yang pertama dikenakan sanksi diskualifikasi.

Teknik Dasar Permainan Bola Voli
Jumat, 29 Oktober 2010 Diposkan oleh erwin di 10/29/2010 10:50:00 AM

Kreasijaskes. Dewasa ini perkembangan olahraga khususnya bola voli sangat pesat baik di daerah maupun di tingkat nasional, hal ini dapat kita lihat dengan even-even nasional terbesar di Indonesai, seperti digelarnya PROLIGA (Liga Bola Voli Indonesia ). Bahkan prestasi bola voli di Asia cukup membanggakan hal ini dapat dibuktikan dengan menjuarai nomor bola voli putra di Sea Games yang bersaing ketat dengan Thailand. Maka dari itu tulisan ini membantu bagi pemula tentang bagaimana belajar bermain vola voli yang benar sesuai prosedur kepelatihan dan pembinaannya. Dalam tulisan ini dipaparkan beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemula untuk dapat bermain bola voli : 1. Teknik Dasar Passing 2. Teknik Dasar Service 3. Teknik Dasar Smash 4. Teknik Dasar Blocking Dari keempat teknik dasar tersebut merupakan modal dasar yang harus dipelajari dan dilatih bagi pemain pemula jika ingin berprestasi. Banyak atlet pemula yang mengabaikan teknik ini

dan keinginannya hanya berlatih smash saja, padahal dari teknik yang ada tersebut semuanya saling berkaitan dari teknik yang paling sederhana yaitu teknik dasar passing sampai ke yang paling sulit yaitu blocking. Maka dari itu diharapkan bagi guru olahraga, pembina, pelatih bola voli supaya memahami dan melakukan latihan bagi atlet yang dibinanya dengan prosedur yang benar. A. Teknik Dasar Passing terdiri dari 2 bagian : a. Passing Bawah b. Passing Atas Tehnik dasar passing guna membangun sebuah serangan dalam permainan bola voli, dan sangat diperlukan saat tim menghadapi lawan yang kuat, karenanya diperlukan passing untuk membangun defensive yang kuat untuk tim. B. Teknik Dasar Servis terdiri dari 2 bagian : a. Serve Bawah b. Serve Atas (Top Spin, Back Spin, Float Serve, Jump Serve) Teknik dasar serve fungsinya untuk melakukan serangan awal dalam bola voli, serve yang bagus sangat baik untuk memperoleh angka atau point saat bertanding, contohnya jump serve. C. Teknik Dasar Smash terdiri dari 3 bagian : a. Quick/short Smash b. Long/open Smash c. Semi Smash Teknik Dasar Smash dilatihkan pada atlet pemula dan terdapat 4 tahap gerakan yang harus dilakukan dalam berlatih smash : a. Run-up atau lari menghampiri b. Take-off atau melompat c. Hit atau memukul d. Landing atau mendarat D. Teknik Dasar Blocking terdiri dari 3 bagian : a. Block Tunggal b. Block Ganda (2 orang pemain) c. Block Ganda (3 orang pemain) Teknik Dasar Blocking terdapat 4 tahap gerakan yang harus dilakukan dalam berlatih block : a. Run-up atau bergerak menghampiri bola b. Take-off atau melompat c. Kontak dengan bola d. Landing atau mendarat Selain teknik dasar di atas, diperlukan faktor-faktor yang menunjang prestasi maksimal : a. Latihan mental b. Latihan secara rutin c. Latihan keras d. Latihan kekompakan tim Demikian tips bermain bola voli bagi pemain pemula, semoga bermanfaat bagi pembaca semuanya. Bravo voli Indonesia.

TEKNIK PERMAINAN BOLA VOLI
by akadsolo

Service Service ada beberapa macam:

1 Service atas. Adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas. 2 Service bawah. Adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. tangan yang memukulbola beriap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah. 3 Service mengapung. Adalah service atas dengan awalan dan cara memukulyang hampir sama. awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi ( tidak terlalu tinggi dari kepala ). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek. yang perlu diperhatikan dalam service • Sikap badan dan pandangan • Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan. • Saat kapan harus memukul Bola. Service dilakukan untuk mengawali suatu pertandingan voli Passing • Passing Bawah ( Pukulan/penganmbilan tangan kebawah ) Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk. tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan. Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola. • Passing Keatas ( Pukulan/penganmbilan tangan keatas ) Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk. Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola. Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga. Penyentuhan pada semua jari2 dan gerakannya meluruskan kedua tangan Smash (spike) Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada diatas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Membendung (Bloking) Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah: a.Jongkok, bersiap untuk melompat. b.Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas. c.Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian memblok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->