P. 1
gizi

gizi

|Views: 591|Likes:
Published by HafizArman

More info:

Published by: HafizArman on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

TUGAS GIZI PENILAIAN STATUS GIZI

OLEH: HAFIZ ARMAN Z. NIM. P27820310010

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SUTOPO SURABAYA TAHUN AJARAN 2010/2011

Unsur penjamu meliputi : a. d. Kebiasaan seseorang. dan kurang keterampilan dari masyarakat. Lingkungan fisik b. sosial. Keadaan imunologis g. dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu denngan yang lainnya. ¡ ¦   ¡ ¡ . Faktor genetis b. keadaan fisiologis f. Masalah gizi. pemecahannya tidakselalu berupa peningkatan produksi dan pengadaan pangan. Munculnya permasalahan gizi dapat dilihat dari ketidakseimbangan antara penjamu. b. meskipun sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan. unsur sumber penyakit meliputi : a. kelompok etnik e. masalah gizi. Pada kasus tertentu. Pada krisi moneter seperti saat ini. f. Akar permasalahannya adalah krisis moneter yang berkepanjangan. yaitu kemampuan r umah tangga memperoleh makanan untuk semua anggotanya. Faktor gizi Kimia dari luar Kimia dari dalam Faali/ fisiologi genetis Psikis tenaga/ kekuatan fisik Biologis/ parasit unsur lingkungan meliputi tiga faktor yaitu a. perang. agens dan lingkungan.BAB 1 ¥ ¤ £¢ KON DA A TIMB LN A MA ALAH GIZI Masalah gizi pada hakikat adalah masalah kesehatan masyarakat. seperti dalam keadaan krisis ( bencana kekeringan. c. e. Lingkungan sosial ekonomi dan budaya. jenis kelamin d. krisis ekonomi ) masalah gizi muncul akibat masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. khususnya gizi kuarang muncul karena masalah pokok yaitu kemiskinan. Lingkungan biologis c. kurang pendidikan. kekacauan. g. umur c.

. Proses itu berlanjut sehingga menyebabkan orang sakit. Proses riwayat alamiah terjadinya penyakit yang diterapkan pada masalah gizi (gizi kurang) melalui berbagai tahap yaitu diawali dengan terjadinya interakasi antara penjamu. Dari kondisi ini akhirnya ada empat kemungkinan yaitu mati. cacat dan sembuh apabila ditanggulangi secara intensif. 3. apabila ini berlangsung lama. model jaring jaring sebab aikibat dan model roda. Apabila ketidak cukupan zat gizi ini berlangsung lama maka persediaan/ cadangan jaringan akan digunakan untuk memenuhi ketidak cukupan itu. 4. perubahan salah satu faktor akan merubah keseimbangan antara ketiga unsur tersebut. sumber penyakit dan lingkungan. Ketidakseimbangan antara ketiga faktor ini misalnya terjadinya ketidakcukupan zat gizi dalam tubuh maka simpanan zat gizi akan berkurang dal lama kelamaan simpanan menjadi habis. sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat . dan lingkungan. terjadi perubahan anatomi yang dapat dilihat dari munculnya tanda yang klasik. dan akhirnya memasuki ambang klinis. yaitu ditandai dengan penurunan berat badan. suatu penyakit disebabkan oleh hubungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. konsep timbulnya penyakit dapat dibagi dalam tiga model yaitu model segitiga epidimiologi. 5. Model segitiga epidimiologi yaitu kualitas antara penjamu. Menurut model ini. Ketidak cukupan zat gizi. suatu penyakit tidak tergantung pada satu sebab yang berdiri send melainkan iri. Terjadi perubahan fungsi yang ditandai dengan tanda yang khas. sumber penyakit. Tingkat kesakitannya dimulai dari sakit ringan dampai sakit tingkat berat. Patogenesis penyakit gizi kurang melalui 5 tahapan yaitu : 1. 2. Apabila keadaan ini dibiarkan maka akan terjadi perubahan faali dan metabolisme. sakit kronis. maka akanterjadi kemerosotan jaringan.Secara umum. terjadi perubahan biokimia yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Menurut model jaring jaring sebab akibat. Menurut model roda.

Istilah tersebut yaitu gizi : gizi. malnutrisi. Contohnya : Gondok endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh. Pengertian istilah tersebut sangat berkaitan satu dengan yang lainnya. Malnutrition ( Gizi salah. pertumbuhan dan fungsi normal dari organ organ. Ada empat bentuk malnutrisi : 1. dan KEP. absorpsi. Gizi ( Nutrition ) Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti. . atau keadaaan fisiologik akibat dari tersediaanya zat gizi dalam seluler tubuh. Status Gizi ( Nutrition Status) Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. metabolisme dan pengeluaran zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan.BAB 2 METODE PENILAIAN STATUS GIZI Ada beberapa istilah yang perlu diketahui sebelum mempelajari lebih lanjut tentang status gizi. penyimpanan. Keadaan Gizi Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat zat gizi tersebut. Malnutrisi ) Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relatif maupun absolut satu atau lebih zaat gizi. serta menghasilkan energi. Under Nutrition : kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentu. status gizi. transportasi.

. Penilaian secara langsung meliputi : antropometri. 3. Imbalance : karena disproporsi zat gizi misalnya : kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL ( Low Density Lipoprotein ). unit sampel yang diukur. Pada dasarnya penilaian status gizi dapat dibagi dua yaitu secara langsung dantidak langsung. yodium. Penilaian secara tidak langsuung meliputi : survei konsumsi makanan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode penilaian status gizi adalah tujuan. Specific Defisiency : kekurangan zat gizi tertentuu. statistik vital. Over Nutrition : kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu. Fe. tingkat reliabilitasi dan akurasi yang dibutuhkan. ketenagaan. jenis informasi yang dibutuhkan. Dalam pemilihan metode penilaian status gizi harus memperhatikan secara keseluruhan dan mencermati keunggulan dan kelemahan metode tersebut. Kurang Enegi Protein ( KEP ) Kurang Energi Protein ( KEP ) adalah seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oelh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari hari dan atau gangguan penyakit tertentu.2. dan faktor ekologi. Penilaian status gizi tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan. HDL ( High Density Lipoprotein ). dll. tersedianya fasilitas dan peralatan. biokimia. tetapi selalu berkaitan antara faktor yang satu dengan yang lainnya. klinis dan biofisik. misalnya kekurangan vitamin A. dan VLDL ( Very Low Density Lipoprotein ). 4. Hal hal tersebut di atas tidak berdiri sendiri. dan dana. waktu.

pengukuran antropometri. Berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan. lingkaran kepala. Kombinasi dari parameter disebut indeks antropometri. tinggi badan. dapat mendeteksi keadaan gizi masa lalu.BAB 3 ANTROPOMETRI GIZI Pengertian pertumbuhan dan perkembangan mencakup dua peristiwa yang statusnya berbeda. jenis kelamin. obstertik dan ras. metodenya tepat dan akurat. endokrin. tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan. tinggi badan menurut umur (TB/U). relatif tidak membutuhkan tenaga ahli. dan sumber kesalahan biasanya berhubungan dengan latihan petugas. mempunyai keunggulan dan kelemahan. toksi/ zat kimia. Indeks BB/TB mempunyai keunggulan dapat membedakan proporsi tubuh ( gemuk dan kurus ) dan kelemahannya . lingkaran lengan atas. dapat mengevaluasi status gizi periode tertentu dan dapat digunakan untuk screening. ukuran panjang ( meter). stress dan afoksia. tetapi pada dasarnya dapat dibagi 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Penggunaan dan pemilihan indeks tersebut sangat tergantung dari tujuan pengukuran. Jenis-jenis indeks antropometri adalah berat badan menurut umur (BB/U). Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah dan fungsi tingkat sel organ maupun individu yang bisa di ukur dengan ukuran berat (gram). metode ini memmpunyai kelemahan-kelemahan. Sedangkan faktor eksternal antara lain : gizi ibu pada saat hamil. Jenis pertumbuhan dapat dibagi 2 yaitu pertumbuhan yang sifatnya linier dan pertumbuhan massa jaringan. alatnya murah dan mudah didapat. radiasi. lingkaran lengan atas menurut tinggi badan (LLA/TB) dan lingkaran lengan atas menurut umur (LLA/U). dll. Perkembangan adalaha bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagagi proses pematangan. kesalahan alat dan kesulitan pengukuran. Penggunaan dan pemilihan parameter tersebut sangat tergantung dari tujuan pengukuran status gizi. infeksi. berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). berat badan. Ukuran linier adalah ukuran yang berhubungan dengan panjang seperti tinggi badan atau panjang badan. antara lain : metode ini tidak sensitifitas. Dalam penilaian status gizi. diperlukan berbagai jenis parameter. Indeks antropometri tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan. lingkaran dada dan jaringan lunak. Keunggulan metode antropometri adalah prosedurnya sederhana. Faktor internal mencakup faktor bawaan. kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempengaruhi presisi dan akurasi. Antopometri sebagai salah satu cara untuk menilai status gizi. mekanis. Ukuran massa tubuh jaringan adalah berhubungan dengan massa tubuh seperti berat badan. Disamping mempunyai keunggulan. apakah mengukur status gizi sekarang atau mengukur status gizi yang dihubungkan dengan massa lampau. Parameter tersebut antara lain : umur.

1991. membuat aturan pelaksanaan pengukuran. karena badan dapat berfluktuasi dan sensitif terhadap perubahan. Beberapa klasifikasi umum digunakan adalah klasifikasi Gomez. Penggunaan antropometri sebagai alt ukur status gizi semakin luas digunakan dalam program-program gizi antara lain : a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Kualitas sumber daya manusia Penilaian status gizi Pemantauan pertumbuhan anak Survei nasional vitamin A Survei Susenas Pemantauan status gizi Pengukuran TBABS Kegiatan penampisan Kegiatan di klinik Swa Uji Resiko KEK . merekomendasikan penggunaan baku Harvard dan hasil semi loka antropometri. Indeks BB/U mempunyai keunggulan antara lain baik untuk mengukur status gizi akut/kronis. dan kesalahan oleh tenaga yang mengukur. pelatihan petugas. menginginkan penggunaan baku rujukan yang seragam. Klasifikasi status gizi sangat ditentukan oleh cut of point. Sekarang baku rujuk WHO-NHCS sudah digunakan secara luas. perlu dilakukan standar prosedur pengumpulan data untuk mendaptkan presisi dan akurasi yang dapat diandalkan. untuk menentukan status gizi diperlukan ambang batas atau cut of point. status gizi dapat diklasifikasikan menjadi lebih. klasifikasi Bengoa. Setelah mendapat indeks antropometri. Untuk mengatasi kesalahan kesalahan tersebut dapat dilakukan berbagai usaha yaitu : memilih alat ukur yang sesuai dengan yang diukur. pengukuran silang antar observer dan pengawas (uji petik). Berdasarkan baku Harvard. Kelemahannya adalah umur sulit ditafsirkan secara tepat. terutama di daerah terpencil dimana pencatatan kelahiran tidak dilaksanakan dengan baik. Baku rujukan dikenal ada dua jenis yaitu baku internasional yaitu Harvard dan WHO-NCHS. Untuk menginterprestasikan hasil pengukuran diperlukan baku rujukan. gizi kurang dan gizi buruk. klasifikasi wellcome trust. dan arahnya adalah penggunaan WHO-NHCS. gizi baik. 1975. kesalahan alat. Untuk mendapatkan data yang baik. klasifikasi waterlow. Presisi adalah kemampuan untuk mengukur subyek yang sama secara berulang-ulang dengan kesalahan yang minimum. klasifikasi jeliffe. persentil dan standart deviasi unit. Sedangkan akurasi adalah kemampuan untuk mendapatkan hasil yang sedekat mungkin denganpenyelia (supervisor). Penentuan cut of point dapat disajakan menjadi 3 cara yaitu : persen terhadap median. Dewasa ini di Indonesia banyak digunakan persen terhadap median. Kesalahan-kesalahan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan pengukuran. peneraan alat ukur secara berkala. klasifikasi menurut Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI dan klasifikasi cara WHO. Hasil lokakarya Antropometri.membutuhkan 2 macam alat ukur dan pengukuran relatif lebih lama.

Daftar Konversi Mentah Masak (DKMM). Sedangkan untuk interprestasi data dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG)yang berlaku untuk penduduk indonesia. food account. food record. sehingga sangat diperlukan pengujian presisi dan akurasi atau validitas dari metode yang dipilih. pendidikan gizi dan sebagainya. Metode yang digunakan untuk pengukuran konsumsi. penimbangan makanan. .k) KMS ibu hamil l) Pemantauan status gizi orang dewasa BAB 4 SURVEI KONSUMSI MAKANAN Pengukuran konsumsi makanan adalah suatu cara penentuan status gizi secara tidak langsung yang dapat dipakai sebagai bukti awal akan terjadinya kekurangan gizi pada seseorang atau masyarakat. yaitu hasil Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998. Pengolahan dan analisis data hasil pengumpulan data konsumsi makanan memerlukan sejumlah antara lain : Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Daftar Konversi Penyerapan Minyak (DKPM). Hasil pengukuran konsumsi makanan dapat dipakai untuk berbagai macam tujuan antara lain : menentukan tingkat kecukupan konsumsi gizi masyarakat. Pemilihan metode yang akan digunakan dalam suatu penelitian adalah ditentukan oleh pertimbangan dari tujuan penelitian. ketersediaan dana dan tenaga. dan Daftar Ukuran Rumah Tangga (DURT). Masing-masing metode tersebut mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. tingkat pendidikan responden dan pertimbangan logistik pengumpu data serta presisi dan lan akurasi dari metode terpilih. pencatatan makanan. sebagai dasar perencanaan program gizi. jumlah responden yang akan diteliti. dan metode inventaris. ada yang bersifat kualitatif seperti dietary history dan frekuensi makanan serta bersifat kuantitatif seperti recall 24 jam. Daftar Kandungan Gizi Makanan Jajanan (DKGJ).

Perubahan perubahan tersebut dapat dilihat pada kulit atau jaringan epitel yaitu jaringan yang membungkus permukaan tubuh seperti rambut. dan survei konsumsi makanan. ma pada pemeriksaan ka biokimia.metabolik tubuh akibat kurangnya konsumsi zat gizi tertentu dalam waktu lama serta cadangan zat gizi dalam tubuh. 2. Adanya keunggualan dan kelemahan pada pemeriksaan biokimia. Mudah dalam pengambilan spesimen Stabil selama proses transportasi Tidak terlalu mahal Tidak memerlukan teknik laboratorium yang rumit Hasil tidak dipengaruhi oleh masukan makanan yang baru dikonsumsi Mudah diinterprestasikan Mempunyai nilai lebih diluar pemeriksaan biokimia. Tanda-tanda klinis malnutrition (gizi kurang) tidak spesifik. perubahan . tetapi penyebabnya berbeda. maka pada pemeriksaan biokimia dimasyarakat harus memperlihatikan hal-hal sebagai berikut : 1. 5. . yaitu konsumsi makanan atau bukan. mulut. Oleh karena itu pemeriksaan klinis ini harus dipadukan dengan pemeriksaan lain. Riwayat medis perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah malnutrisi disebabkan oleh faktor primer. Pemeriksaan biokimia dapat memberikan gambaran tentang kadar zat gizi dalam darah. 4. dan kelenjar tiroid. mata. 3. riwayat medis dan pemeriksaan fisik. urine dan organ lain. gizi. yaitu semua perubahan yang ada kaitannya dengan kekurangan gizi.BAB 5 PEMERIKSAAN KLINIS Pemeriksaan klinis secara umum meliputi dua hal yaitu. seperti antropometri. 6. muka. Hasil pemeriksaan biokimia dapat memberikan indikasi perubahan status gizi seseorang pada tahap awal atau dini. 7. hal itu karena ada beberapa penyakit yang mempunyai gejala yang sama. laboratorium. Pemeriksaan fisik kita lakukan terhadap perubahan fisik. sehingga kesimpulan dalam penilaian status gizi dapat lebih tepat dan lebih baik. lidah. BAB 6 PENILAIAN STATUS GIZI SECARA BIOKIMIA Pemeriksaan Biokimia merupakan penilaian status gizi secara langsung.

Penilaian dapat dilihat dengan kemampuan fungsi jaringan dan perubahan struktur. Penilaian dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pemeriksaan radiologi. BAB 8 PENGUKURAN FAKTOR EKOLOGI Malnutrisi timbul akibat interaksi dari berbagai faktor lingkungan. dapat terjadi akibat dari kehilangan cairan. memerlukan tenaga yang profesional dan digunakan dalam keadaan tertentu saja. Pemeriksaan radiologi dengan cara melihat tanda-tanda fisik seperti riketsia. Hubungan infeksi dan malnutrisi merupakan hubungan sinergis. beri-beri. dan parasit yang terdapat dalam tubuh. dll. karena kasus-kasus gizi kurang subklinis semakin banyak dan gizi kurang yang fungsional dan anatomis semakin berkurang. Pemeriksaan funsi fisik yaitu mengukur perubahan fungsi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Kejadian ini terjadi sebagai hasil saling mempengaruhi dari berbagai faktor. antara lain faktor fisik. pemeriksaan fungsi fisik dan pemeriksaan sitologi. yaitu keadaan infeksi. serta pelayanan kesehatan dan pendidikan. osteomalasia. Mekanisme terjadinya infeksi dan malnutrisi dapat bermacam macam. baik secara sendiri-sendir maupun bersamaan seperti penurunan asupan zat gizi dan akibat kurangnya nafsu makan pada saat sakit. sulit dilakukan dan tidak obyektif.Penilaian status gizi dengan cara biokimia akan semakin diperlukan dengan semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Disamping itu. Biasanya dilakukan tes adaptasi diruang gelap untuk melihat apakah orang tersebut mempunyai kelainan fungsi pengelihatan (night blindness). pengaruh budaya. Cara ini mempunyai beberapa kelemahan antar lain : tidak spesifik untuk mengukur kekurangan vitamin A karena ada faktor lain yang ikut mempengaruhinya. sosial ekonomi. kebutuhan zat gizi meningkat. Jeliffe (1996) menyatakan bahwa ada enam faktor ekologi yang perlu dipertimbangkan sebagai penyebab malnutrisi. produksi pangan. biologis dan budaya. Pemeriksaan sitologi biasanya untuk melihat KEP berat dengan melihat noda pada epitel dari mukosa oral. . konsumsi makanan. yang artinya infeksi dapat mempengaruhi terjadinyya malnutrisi dan sebaliknya malnutrisi akan mempengaruhi seseorang mudah terkena penyakit infeksi. BAB 7 PENILAIAN STATUS GIZI DENGAN METODE BIOFISIK (BIOPH SICAL METHODS) § Penilaian status gizi dengan cara biofisik termasuk penilaian status gizi secara langsung. Penilaian status gizi dengan cara ini termasuk mahal.

pelayanan kesehatan. Penyakit infeksi dapat memperburuk keadaan gizi. statistik pelayanan kesehatan. Data tentang penyakit infeksi juga sangat penting untuk dianalisis untuk mendiagnosa keadaan gizi di masyarakat. Jellife(1989) memberikan gambaran tentang beberapa informasi yang dijadikan pegangan untuk menganalisis keadaan gizi disuatu wilayah tertentu.BAB 9 STATISTIK VITAL Salah satu cara untuk mengetahui gambaran keadaan gizi di suatu wilayah adalah dengan cara menganalisis statistik kesehatan. Penggunaan statistik vital dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari indikator tidak langsung pengukuran status gizi masyarakat. Ada beberap kelemahan statistik vital untuk menggambarkkan keadaan gizi di suatu masyarakat. angka kesakitan akibatpenyebab tertentu. Kaitan penyakit infeksi dengan keadaan gizi kurang merupakan hubungan timbal balik dan sebab penyakit. dan gizi yang jelek dapat mempermudah seseorang terkena penyakit infeksi. Angka kematian berdasarkan umur meliputi umur 2-5 bulan. dan penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi. Angka penyebab penyakit dan kematian pada umur 1-4 tahun merupakan informasi yang sangat penting untuk menggambarkan keadaan gizi disuatu masyarakat. Begitu pula dengan kondisi yang ada dirumah sakit. angka kematian. . Ada dua tempat yang penting yaitu puskesmas dan rumah sakit. Beberapa statistik vital yang berhubungan dengan keadaan kesehatan dan gizi antara lain angka kesakitan. yaitu angka kematian pada kelompok umur tertentu. kesulitan dalam pengumpulan data. Meningkatnya kasus keadaan gizi yang berkunjung ke puskesmas merupakan indikasi tentang insiden keadaan kekuran gizi disuatu gan wilayah. dan penyakit infeksi yang berhubungan dengan gizi. dan umur 1324 bulan. dan kemampuan untuk melakukan interprestasi secara tepat karena ada dua faktor lain yang turut mempengaruhi keadaan gizi. umur 1-4 tahun. Kelemahan-kelemahan tersebut antar lain data tidak akurat. Data statistik layanan kesehatan dapat dilihat dari tempat layanan kesehatan itu berada.

4 % : 5. dan kandungan nitrogen. Tiap-tiap metode mempunyai keunggulan dan kelemahan. Rekomendasi komposisi tubuh menurut J. lemak 17%.4 % : 16. komposisi tubuh manusia untuk laki-laki dewasa adalah air 60%. Komposisi tubuh yang penting yaang berhubungan dengan antropometri dan pennentuan penyakit adalah kandungan kalium tubuh. Brochek et. dan James WDT.BAB 10 ANALISIS KOMPOSISI TUBUH Tubuh manusia terdiri dari dua bagian penting dengan yaitu adiposa dan jaringan bebas lemak. baik adiposa maupun jaringan bebas lemak.al adalah : y y y y y Air Protein Mineral Lemak Massa bebas lemak : 62. bioelektrik impedance dan isotope dilution.Berbagai teknik untuk mengukur komposisi tubuh antara lain dengan densitometri. dll 6%.7 % . kandungan air. Menurut Gilbert B. protein 17%. Secara konseptual.F (1994) komposisi tubuhadalah jumlah seluruh bagian bebas lemak tubuh.3 % : 84. Menurut Gorrow JS. jaringan bebas lemak adalah jaringan yang aktif dalam proses metabolisme dibandingkan dengan adiposa.9 % : 15.

dan tanda -tanda fungsional untuk berbagai tingkat gizi. Ada 4 indeks prognostik gizi yang dilihat yaitu : serum albumin. Disamping itu pula dikembangkan indeks prognostik rumah sakit. Berbagai variabel gizi untuk melengkapi pengukuran suatu gizi seperti pengukuran antropometri.. Untuk memonitor perubahan status gizi selama pemberian gizi dirumah sakit. serum transferin. konsumsi makanan. Indeks prognostik gizi memberikan indikasi risiko pasien terhadap kesakitan dan kematian setelah operasi. Menentukan tanda-tanda klinis yang berhubungan dengan malnutrisi 3. laboratorium dan diet. Tujuan pengukuran status gizi di rumah sakit adalah : 1. lipatan kulit triceps dan penundaan hipersensitive kulit.BAB 11 PENILAIAN STATUS GIZI DI RUM AH SAKIT Iptek gizi dirumah sakit berkembang sangat pesat. Ada konsep yang menggunakan satu (single) parameter dan ada yang menggunakan gabungan parameter. Berbagai metode penentuan status gizi di rumah sakit pada umumnya adalah antropometri. Menentukan secara akurat status gizi pasien 2. biokimia. . Indeks prognostik gizi dipergunakan untuk mengidentifikasi indeks gizi yang berhubungan dengan malnutrisi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->