Prinsip-prinsip pemerintahan yang baik (Good Governance) dan hubungannya dengan keterbukaan informasi publik dalam Undang

-Undang RI Nomor 14 Tahun 2008.

UNDP merekomendasikan beberapa karakteristik governance, yaitu : Legitimasi politik, Sebenarnya legitimasi pemerintah saat ini sangatlah kuat. Dengan dipilih langsung oleh rakyat pada pemilu 2004, posisi pemerintah Indonesia sekarang tidak sama seperti pemerintah pada masa-masa sebelumnya yang dipilih oleh para anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Legitimasi yang kuat juga didapat dari komposisi anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang diketuai oleh partai yang berasal dari pemerintah yang berkuasa yaitu partai Golkar serta merekalah yang menjadi mayoritas anggota DPR. Namun yang menjadi persoalan adalah sejauhmana legitimasi yang ada tersebut membuat pemerintahan berjalan efektif dan langsung mendapat persetujuan dari rakyat ?? Dalam konteks menyediakan cara untuk memberikan atau tidak memberikan persetujuan tersebut dalam sistem pemerintahan di Indonesia dapat melalui parlemen. dan rakyat juga dibuka pintu penyaluran aspirasi yang seluas-luasnya baik melalui kelompok kepentingan atau kelompok penekan. Dukungan politik bukanlah terjadi secara statis, tetapi berlangsung secara dinamis. Jadi, dengan perkataan lain, Untuk bisa memiliki pemerintahan yang absah tetapi begitu terjadi masalah-masalah yang bersifat pelanggaran, maka bukan tidak mungkin akan dapat menyaksikan proses delegitimasi yang berlangsung amat cepat. Intinya adalah dalam proses demokratisasi berada dalam

maka mestinya pimpinan-pimpinannya betul-betul pimpinan yang bisa menegakkan aturan dan prosedur. merupakan faktor-faktor yang terkadang di luar kemampuan pemerintahan untuk dapat menanganinya dengan lebih baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa legitimasi dalam arti mengoperasikan jalannya pemerintahan dengan persetujuan dari rakyat dan menyediakan cara untuk memberikan atau tidak memberikan persetujuan tersebut sebenarnya sudah ada tinggal dijalankan secara optimal. Sementara itu banyak faktor yang dapat merusak dukungan politik terkadang berada di luar jangkauan pemerintahan yang bersangkutan. Ditambah lagi dengan peraturan dan prosedur yang seringkali tidak jelas dan berubah-ubah. Kondisi ini memunculkan pandangan bahwa kondisi birokrasi pemerintahan identik dengan segala inefisiensi dan inefektivitas.tingkat yang paling awal amat mudah untuk berubah atau terhenti karena faktor-faktor politik. pemerintahan yang absah mempunyai kekuasaan yang jauh lebih terbatas dibandingkan dengan pemerintahan yang absah di negara-negara demokrasi lainnya yang telah berlangsung selama berabad-abad. Sebagaimana yang kerap muncul dalam media. Potensi disintegrasi. karena ada unsur hirarki yang kuat pada organisasi yang mengambil bentuk birokrasi. instansi pemerintah begitu banyak disorot karena kasus-kasus in-efektivitas dan in-efisiensi yang terjadi di dalamnya. Dalam proses itu. hingga tataran pejabat yang seharusnya menegakkan amanat rakyat adalah sebagian kecil gambaran tersebut.Maka pemerintah belum . Kompetensi Penyebab masih banyaknya permasalahan pada birokrasi pemerintahan barangkali dikarenakan kurangnya kompetensi yang dimiliki anggota instansi pemerintah. Berita penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pegawai instansi pemerintah. mulai dari kalangan pegawai pelaksana yang sekadar mengurus administrasi Kartu Penduduk. peranan tentara yang disorot. Selain itu.

dan program-program pendidikan walau dengan konsekuensi mengurangi subsidi untuk rakyat dan dialihkan kepada program tersebut. maka akibatnya pada ekonomi makro dan mikro bisa amat memprihatinkan. dan bilamana hal ini berlangsung. Arus aliran dana dari pemerintahan ini akan berlangsung dengan lambat.. Dengan demikian. diimplementasikan dengan baik. . yang dapat menghindari penghamburan dan pemborosan. Kaitannya dengan kompetensi. Menyangkut administrasi pemerintahan bernegara. dengan dihapusnya beberapa departemen dan juga berlakunya UU Otonomi daerah yang belum disertai oleh peraturan pemerintahan pelaksanaan UU itu. Kesimpulannya adalah bahwa pemerintah masih membutuhkan kapabilitas manajemen publik yang tinggi. maka kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan diambil pun akan sulit untuk diperkirakan tingkat keberhasilannya pada level implementasi. Namun setidaknya dengan penguasaan konsep yang jelas mengenai good governance merupakan langkah awal untuk dapat mengevaluasi apa yang tengah kita lakukan dan apa yang akan kita lakukan berikutnya.dapat menunjukkan kapasitasnya untuk membuat kebijakan yang efektif dalam setiap proses pembuatan keputusannya. Harapan terwujudnya good governance di Indonesia adalah cita-cita yang mungkin masih membutuhkan waktu panjang untuk bisa kita rasakan. Kita akan melihat berbagai masalah yang menyangkut fungsi alokasi. ternyata menghasilkan kondisi transisi yang cukup mencemaskan bilamana tidak diatasi oleh langkah-langkah berencana. administrasi pemerintahan serta proses pembuatan kebijakan. terfokus. sehingga dapat mencapai pelayanan publik yang efisien. kesehatan. Walaupun Pemerintah sudah menunjukkan perhatiannya pada biaya pembangunan sosial seperti: antikemiskinan. distribusi dan stabilitas anggaran yang betul-betul tidak diketahui pengelolaannya bakal terbawa ke arah mana. Hal ini semua akan menimbulkan berbagai macam persoalan bilamana pemerintah melaksanakan APBN dan APBD dalam waktu dekat ini.

. dan model operasi institusi keuangan. Aparatur pemerintah harus mampu mempertanggung-jawabkan pelaksanaan kewenangan yang diberikan di bidang tugas dan fungsinya. 2. tetapi juga politisi dan pejabat pemerintahnya. rencana awal pembelian dan penjualan mata uang nasional atau asing. dan kegiatan yang dilaksanakan keuangan (financial). Akuntabilitas birokratis. dan sebagainya tergantung bidang kebijaksanaan atau kegiatannya) dalam berbagai kebijaksanaan dan tindakan aparatur pemerintah. saham dan aset vital milik negara. yaitu kelembagaan. program dan kegiatannya yang dilaksanakan atau dikeluarkannya termasuk pula yang terkait erat dengan pendayagunaan ketiga komponen dalam birokrasi pemerintahan. Aparatur pemerintah harus dapat mempertanggung . Dengan demikian. program. tidak ada satu kebijaksanaan.Kebebasan berasosiasi dan berpartisipasi. Prinsip akuntabilitas mensyaratkan adanya perhitungan cost and benefit analysis (tidak terbatas dari segi ekonomi. suku bunga. rencana awal perubahan nilai tukar.Kerjasama dengan institusi masyarakat sipil. informasi publik yang apa bila di buka . Dari sisi akuntabilitas. dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional. Selain itu. dan karakteristik seperti ini tidak hanya terlihat di kalangan masyarakat dari semua lapisan. Bab V Pasal 17 e. pemerintahan sebagian besar hanya merencanakan rencana jangka pendek yang bersifat reaktif terhadap ratusan masalah individual tanpa adanya suatu kebijakan umum atau system. Persoalannya adalah bahwa sekarang pun. 1. masyarakat Indonesia hanya berorientasi mengejar uang untuk memperkaya diri sendiri dan tidak pernah berpikir panjang untuk negaranya. akuntabiltas juga berkaitan erat dengan pertanggungjawaban terhadap efektivitas kegiatan dalam pencapaian sasaran atau target kebijaksanaan atau program. ketatalaksanaan. dan sumber daya manusianya.jawabkan kebijaksanaan. tetapi juga sosial.

dan sebagainya. 5. Pengelolaan keuangan merupakan salah satu sarana untuk mendukung tujuan dan rencana yang ingin dicapai. . asuransi. olahragawan. seniman.3. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan adanya insan yang cerdas otaknya. dzikir dan ikhtiar. Dengan pendidikan mampu melahirkan manusia pendidik dalam tiga hal yakni olah pikir. Pengelolaan keuangan yang trasparan dan akuntabel menjadi cita-cita dan keinginanan semua orang. rencana awal investasi asing. pemerintahan. terutama oleh para pendidik yang memiliki tanggung jawab moral tinggi dalam mempersiapkan generasi mendatang yang kaffah atau utuh. 6. pengusaha. insan yang profesional. 4. serta komitmen yang tinggi terhadap nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme. dan tata kelola komisi informasi dilaksanakan oleh sekretariat komisi. perubahan pajak. Pengelolaan keuangan dan managemen perkantoran merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. rencana awal perubahan suku bunga bank. lembut hatinya dan terampil tangannya. Dukungan administratif keuangan. agamawan. proses dan hasil pengawasan perbankan. rencana awal penjualan atau pembelian tanah atau properti. hal-hal yang berkaitan dengan proses pencetakan uang. tarif. Dengan kata lain. Pengolahan ketiga potensi tersebut menjadi penting dilakukan. Pasal 29 1. dan akuntabel serta mampu mengolah pikir. atau lembaga keuangan lainnya: dan/atau 7. pinjaman pemerintahan. perbankkan. olah hati dan olah raga. atau pendapatan negara/daerah lainnya. baik dari kalangan pendidik. transparan. sedangkan managemen administrasi merupakan bagian yang dapat melengkapi tentang pertanggung jawaban keuangan.

Manajemen sektor publik yang efisien. Sedangkan pada sektor swasta penekanan utamanya pada pencarian keuntungan atau laba dan tentunya kelangsungan hidup organisasi melalui strategi dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kurang banyak menggantungkan diri pada kliennya untuk mendapatkan bantuan keuangan. 4. 2. hanya pada organisasi sektor publik tidak menekankan tujuan organisasi pada pencarian laba tetapi lebih pada pelayanan. transparansi . juga memiliki kepribadian yang handal yakni memilki sifat dan karakter kejujuran. melakukan. Manajemen stratejik tidak hanya digunakan pada sektor swasta tetapi juga sudah diterapkan pada sektor publik. 5.Pelaksana lembaga yang mengelola keuangan dan managemen kelembagaan seyogyanya dilakukan oleh orang yang telah mengalami. amanah. 7. pemanfaatan. penekanan organisasi sektor publik dapat diklasifikasikan ke dalam 7 hal yaitu: 1. 3. Untuk membuktikan perlunya manajemen sektor publik dalam organisasi sektor publik banyak penelitian yang mengupas pentingnya manajemen stratejik pada sektor publik. membuat pelaporan. akuntable. dan mengevaluasi dampak penggunaan anggaran melalui Rencana Keuangan Anggaran Tahunan. Banyak menghadapi kendala yang besar pada tujuan dan strategi. Dominasi profesional. penyusunan. bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan dan lebih utamanya lagi pertanggungjawaban terhadap Tuhannya Yang Maha mengawasi. Pengaruh politik biasanya memainkan peranan yang sangat penting. Tidak bermotif mencari keuntungan. 6. . Adanya pertimbangan khusus dalam pembebanan pajak. Seorang ahli bernama Koteen menambahkan satu hal lagi yaitu ess responsiveness bureaucracy dimana menurutnya birokrasi dalam organisasi sektor publik sangat lamban dan berbelit – belit. Ada kecenderungan berorientasi semata – mata pada pelayanan. Penerapan manajemen stratejik pada kedua jenis institusi tersebut tidaklah jauh berbeda.

di dengar. dan cara sederhana. Sedangkan World Bank mengungkapkan sejumlah karakteristik good governance adalah : Masyarakat sispil yang kuat dan partisipatoris. Bab II Pasal 2 1. program. 3. dan tanda-tanda yang mengandung nilai. 2. Setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik. fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat. gagasan. Informasi publik yang du kecualikan bersifat ketat dan terbatas. disimpan.Kebebasan informasi dan ekspresi. dikirim. dan kegiatan aparatur pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah. Bab I Pasal 1 1. pernyataan. atau data dan informasi lainnya yang tidak dilarang menurut peraturan perundang-undangan yang disepakati bersama. Dan Sistem yudisial yang adil dan dapat dipercaya. dikelola. Informasi adalah keterangan. dan di baca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non elektronik. Terbuka Masyarakat dan sesama aparatur pemerintah dapat mengetahui dan memperoleh data dan informasi dengan mudah tentang kebijaksanaan. dan pesan. 2. biaya ringan. Informasi publik adalah informasi yang dihasilkan. baik data. Setiap informasi publik harus dapat diperoleh setiap pemohon informasi publik dengan cepat dan tepat waktu. dan/diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara dan atau penyelenggara dan penyelenggraan badan publik lainnya yang sesuai dengan undang-undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. Keterbukaan dan . makna.

pada bab II Pasal 3 yaitu : a. Menjamin hak werga negara untu mengetahui rencana pembuatan kebijakan pub lik. maka keputusan atau kebijaksanaan tersebut akan menimbulkan masalah baru seperti masalah lingkungan. Masyarakat Transparansi Indonesia menyebutkan sejumlah indikator seperti : transparansi. anggaran (pemborosan). misalnya data PNS oleh BAKN. c. data realisasi panen padi oleh Departemen Pertanian. dan proses pengambilan keputusan publik. b. Pembuatan kebijakan yang dapat diprediksi. Data dan informasi yang berkaitan dengan tugas/fungsi aparatur pemerintah (instansi) yang bersangkutan harus disediakan secara benar. dan penderitaan transmigran yang ditempatkan di sana. program kebijakan publik. kewajaran dan kesetaraan. data guru oleh Depdiknas. dan sebagainya. pelaksanaan. Meningkatkan pengelolaan dan pelayana informasi dilingkungan badan publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualiitas. dan pengawasan dengan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan publik yang terkait dengan dirinya. serta alasan pengambilan suatu keputusan publik. Birokrasi yang profesional dan aturan hukum. Sebab keputusan atau kebijakan publik (public policy) yang diambil pimpinan yang tidak didasarkan pada data dan informasi yang sebenarnya. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolahan badan publik yang baik. d. serta Kesinambungan. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak. e. Eksekutif yang bertanggung jawab.transparan juga dalam arti masyarakat atau sesama aparatur dapat mengetahui atau dilibatkan dalam perumusan atau perencanaan. Bab II bagian kedua pasal 3 : . Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik. akuntabilitas. Perlunya dihindari adanya data dan informasi yang bersifat “menyenangkan” tetapi menutupi yang sebenarnya.

masing-masing adalah instrumen yang diperlukan untuk mencapai prinsip yang lainnya. dan konsekuensi (consequences). akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan. dan ketiganya adalah instrumen yang diperlukan untuk mencapai manajemen yang berkualitas. dan apa yang telah dicapai dengan menggunakan sumber daya tersebut. efektif dan efisien. prinsip akuntabilitas menuntut dua hal yaitu kemampuan menjawab (answerability). transfaransi dan partisipatif tidaklah dapat berjalan sendirisendiri. Prinsip lainnya adalah transfaransi. kemana sumber daya telah dipergunakan. mewujudkan penyelanggaran negara yang baik. memungkinkan adanya kebijakan terbuka bagi pengawasan. Penerapan prinsip akuntabilitas di lingkungan dapat diwujudkan melalui penerapan akuntabilitas keuangan (financial accountability). Prinsip yang ketiga adalah partisipatif. Dalam memelihara agar prinsip akuntabilitas ini tetap terjaga. . Komponen pertama (istilah yang bermula dari responsibilitas) adalah berhubungan dengan tuntutan bagi para SDM yang berada dalam sebuah organisasi untuk menjawab secara periodik setiap pertanyaanpertanyaan yang berhubungan dengan bagaimana mereka menggunakan wewenang mereka. serta hasil-hasil yang dicapai. Transparansi bermakna tersedianya informasi yang cukup. Prinsip akuntabilitas. prinsip ini dibutuhkan dalam memperkuat pelaksanaan nilai-nilai demokerasi di lingkungan serta meningkatkan kualitas dan efektivitas layanan publik. Melalui prinsip transfaransi. terdapat hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi. akuntabilitas administrative (administrative accountability) dan akuntabilitas kebijakan public (policy decision accountability).d. Sedangkan yang dimaksud dengan informasi adalah informasi mengenai setiap aspek kebijakan yang dapat dijangkau oleh publik. implikasi prinsip ini menjamin akses atau kebebasan yakni informasi tentang kebijakan. yaitu transparan. proses pembuatan dan pelaksanaannya. maka dapat diperoleh dengan usaha imperative untuk membuat semua unsur kelembagaan mampu bertanggung jawab dan responsif kepada entitas darimana mereka memperoleh kewenangan.

. Tentu saja ukuran-ukuran atau targettarget kinerja itu harus ditata sedemikian rupa dalam suatu sistematika atau metode tertentu sesuai dengan proses. Tujuan pengelolaan anggaran yang berbasis pada kinerja ini diantaranya adalah dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. maka pengelolaan keuangan layaknya dilakukan dengan berbasis pada kinerja. Agar efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dapat terwujud. maka tercapailah tujuan organisasi. meningkatkan keterkaitan antara kebijakan. perencanaan. sehingga ketika target unit/individu/fungsi tercapai. Dengan ketersediaan informasi seperti ini masyarakat dapat ikut sekaligus mengawasi sehingga kebijakan yang muncul bisa memberikan hasil optimal bagi semua pihak serta mencegah terjadinya kecurangan dan manipulasi yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan. masalah. Sistem manajemen berbasis kinerja merupakan sistem manajemen yang mengandalkan pengendalian organisasi pada pengukuran (angka) kinerja.. dan proses pembentukannya. mengoptimalkan penggunaan sumberdaya dan program prioritas. Dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja diperlukan indikator kinerja. fungsi.akurat dan tepat waktu tentang kebijakan publik. bahkan individu dalam organisasi diberikan target-target kinerja terukur sebagai pedoman kemana organisasi itu harus diarahkan. Penyusunan anggaran berbasis kinerja dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran tersebut. Tingkat keluaran kegiatan yang direncanakan dan biaya satuan keluaran menjadi dasar bagi alokasi anggaran. dan setiap orang mendapatkan penghargaan sesuai dengan prestasi kerjanya. Setiap unit. penganggaran dan pelaksanaan. serta mengembangkan pengelolaan dan pengukuran kinerja secara professional. dan tujuan (goal) organisasi itu. standar biaya.

kolusi dan nepotisme. Hak atas informasi menjadai sangat penting karena mekin terbuka penyelenggraan negara untuk di awasi oleh publik. dan terwujufnya pemerintahan yang baik (good governance). Lingkup badan publik meliputi lembaga eksekutif. dan yudikatif. dalam proses pengambilan keputusan publik. Partisipasi atau pelibatan masyarakat tidak banyak berarti . penyelenggraan negara tersebut makin dapat di pertanggungjawabkan. Hak setiap orang untuk memperoleh informasi juga relevan untuk meningkatkan kualitas pelibatan masyarakat tanpa jaminan keterbukaan informasi publik. Setiap badan publik mempunyai kewajiban untuk membuka akses atas informasi publik yang berkaitan dengan badan publik tersebut untuk masyarakat luas. Hal itu dapat memperwujudkan pemerintahan yang terbuka yang merupakan upaya strategis mencegah praktik korupsi.KESIMPULAN Salah satu elemen penting dalm mewujudkan penyelenggaraan negara yang terbuka adalah hak publik untuk memperoleh informasi sesuai dengan peraturan perundan-undangan. dengan membuka akses publik terhadap informasi diharapkan pemerintah termotifasi untuk bertanggung jawab dan berorientasi paa pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya. legislatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful