P. 1
Kaidah Pemakaian Bahasa Indonesia Baku

Kaidah Pemakaian Bahasa Indonesia Baku

|Views: 11,165|Likes:
Published by hendra_s_back
tanks for all
tanks for all

More info:

Published by: hendra_s_back on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

kalimat baku harus gramatikal, yaitu kalimat baku harus memenuhi kaidah yang

ada. kalimat baku bahasa indonesia harus memenuhi kaidah yang berlaku di dalam bahasa

indonesia. kaidah-kaidah tersebut menurut susilo (1990: 4) harus memenuhi tata kalimat

(sintaksis), tata frase (frasiologi), tata morfem (morfologi, dan tata fonem (fonemik,

fonologi).

kalimat bahasa indonesia secara gramatika paling tidak harus terdiri atas subjek

dan predikat. kedua unsur tersebut harus dipenuhi. sebuah kalimat mungkin tanpa objek

atau keterangan, tetapi unsur subjek dan predikat tidak dapat ditinggalkan. unsur subjek

dan predikat merupakan dua unsur yang mempunyai sifat saling ketergantungan. unsur

subjek tidak akan bermakna tanpa predikat, demikian juga unsur predikat. kalimat george

w. bush kehilangan akal untuk menemukan keberadaan usamah terdiri atas unsur subjek

george bush, unsur predikat kehilangan akal, dan unsur keterangan untuk menemukan

keberadaan usamah. apabila unsur keterangan dalam kalimat tersebut dihilangkan,

32

kalimat tersebut masih berterima. namun apabila salah satu unsur subjek atau predikat

dihilangkan, akan kehilangan makna.

moeliono (1988: 260) menyatakan bahwa kalimat tunggal yang terdiri atas dua

konstituen, dilihat dari aspek sintaktisnya selalu berupa subjek dan predikat. kalimat di

tempat itu sering dilanda banjir secara gramatika tidaklah baku. unsur subjek dalam

kalimat tersebut tidak jelas. kalimat itu terdiri atas dua konstituen, yaitu di tempat itu dan

sering dilanda banjir. konstituen-konstituen itu masing-masing di tempat itu menduduki

jabatan keterangan , sering dilanda predikat, dan banjir sebagai objek. unsur predikat dan

objek merupakan satu frasa, karena kedua unsur itu mempunyai hubungan yang sangat

erat. kalimat di tempat itu sering dilanda banjir bukanlah kalimat baku, karena unsur

subjeknya tidak ada. pemakaian kata depan yang tidak terkontrol sering mengaburkan

fungsi jabatan frase dalam suatu kalimat. pemakaian kata depan ³di´ pada kalimat itu

justru mengaburkan fungsi subjek. karena subyek diawali dengan kata depan ³di´, maka

fungsi subyek pada kalimat tersebut berubah menjadi keterangan tempat.

di dalam sebuah kalimat, unsur subjek dan predikat bersifat tunggal. unsur

keterangan di dalam sebuah kalimat dapat terdiri atas dua atau lebih, tetapi unsur subjek

dan predikat harus tunggal. menurut susilo (1990: 5) kalimat yang mempunyai subyek

ganda menjadikan suatu kalimat menjadi tidak baku.

kalimat tanah ini akan dibangun kampus unesa secara gramatika tidak dapat

dikatakan baku. unsur subjek dalam kalimat tersebut tidak jelas, karena kalimat itu dapat

di ubah susunannya menjadi kampus unesa akan dibangun tempat ini. apabila ada

pertanyaan ³apa yang akan dibangun?´ jawabannya dapat tempat ini atau kampus unesa.

dengan demikian kalimat tersebut memiliki subjek ganda. timbulnya subjek ganda pada

kalimat ini akibat ketidakcermatan pemakaian kata depan. apabila frase tempat ini diawali

dengan kata depan di, frase di tempat ini akan berfungsi sebagai keterangan tempat. oleh

karena itu kalimat itu akan menjadi baku jika menjadi kampus unesa akan dibangun di

tempat ini.

ciri gramatikal kalimat bahasa indonesia baku yang lain subjek tidak diawali

kata depan (susilo, 1990: 6). pemakaian kata depan yang mengawali subjek justru akan

mengubah fungsi subjek itu sendiri. kalimat dalam rapat itu membicarakan kenaikan spp

merupakan kalimat bahasa indonesia yang tidak baku. unsur subyek tidak jelas dalam

33

kalimat itu. frase membicarakan memenuhi ciri sebagai predikat, tetapi frase dalam rapat

itu tidak dapat dikatakan sebagai subjek. dalam rapat itu lebih tepat berfungsi sebagai

keterangan. pemakaian kata depan dalam justru mengaburkan fungsi subjek. kalimat itu

menjadi baku apabila dihilangkan kata dalam. rapat itu membicarakan kenaikan spp.

unsur subjek diduduki oleh frase rapat itu.

di dalam sebuah kalimat unsur subjek dan predikat bersifat tunggal. subjek atau

predikat yang ganda membuat sebuah kalimat tidak baku. menurut moeliono (1988: 260-

261) subjek mudah dikenali karena tidak mengkin berupa kata ganti tanya. kalimat siapa

pulang? bukanlah kalimat baku. kata pulang tidak dapat menduduki fungsi subjek.

demikian juga siapa sebagai kata ganti tanya tidak mungkin menduduki jabatan subjek.

kalimat siapa pulang? merupakan kalimat yang berpredikat ganda. untuk menjadikan

kalimat itu baku, maka salah satu predikat harus dikembalikan fungsinya sebagai subjek.

kalimat itu menjadi baku apabila menjadi siapa yang pulang?. kalimat ini dapat diubah

susunannya menjadi yang pulang siapa? frase yang pulang sebagai subjek, dan siapa

sebagai predikat.

menurut cook (1971) dan elson (1969) (dalam tarigan, 1993: 8) kalimat adalah

satuan bahasa yang secara relaif dapat berdiri sendiri, mempunyai pola akhir dan yang

terdiri dari klausa. pendapat cook dan elson ini mengandung tiga syarat untuk sebuah

kalimat. pertama sebuah kalimat harus dapat berdiri sendiri. karena kalimat harus dapat

berdiri sendiri, kalimat itu harus bermakna tanpa dihubungkan dengan kalimat yang lain.

sebagai contoh dua kalimat berikut ini. pencuri itu tewas dibakar massa. sehingga

identitasnya sulit dikenali. kalimat pertama dapat kita pahami maknanya meskipun tanpa

kehadiran kalimat kedua. tetapi kalimat kedua sehingga identitasnya sulit dikenali tidak

dapat kita pahami secara sempurna makna kalimat tersebut, tanpa kehadiran kalimat

pertama. kalimat kedua bukanlah kalimat baku karena tidak dapat berdiri sendiri . di

samping itu kalimat kedua juga bukan klausa, karena klausa paling tidak harus terdiri atas

subjek dan predikat.

ciri kalimat baku bahasa indonesia yang lain adalah ciri permutasi. menurut

susilo (1990: 8) kalimat baku tidak mengalami kejanggalan setelah mengalami

perpindahan letak frase (permutasi). kalimat bahasa indonesia terdiri atas urutan frase,

bukan urutan kata. frase-frase di dalam sebuah kalimat dapat kita ubah susunannya tanpa

34

terjadi perubahan makna, dan mengalami kejanggalan. apabila sebuah kalimat mengalami

kejanggalan setelah mengalami perubahan letak frase menunjukkan bahwa kalimat

tersebut bukan kalimat baku. sebagai contoh kalimat, tempat ini akan dibangun kampus

unesa bila dipermutasikan sebagai berikut.

permutasi kalimat tidak baku:

tempat ini akan dibangun kampus unesa.

tempat ini kampus unesa akan dibangun.

akan dibangun kampus unesa tempat ini.

akan dibangun tempat ini kampus unesa.

kampus unesa tempat ini akan dibangun.

kampus unesa akan dibangun tempat ini.

kejanggalan kalimat-kalimat hasil permutasi di atas akan semakin jelas jika

dibandingkan dengan hasil permutasi kalimat yang baku berikut ini.

permutasi kalimat baku:

di tempat ini akan dibangun kampus unesa.

di tempat ini kampus unesa akan dibangun.

akan dibangun kampus unesa di tempat ini.

akan dibangun di tempat ini kampus unesa.

di tempat ini akan dibangun kampus unesa.

di tempat ini kampus unesa akan dibangun.

kalimat baku bahasa indonesia dapat ditandai dari ciri-ciri sintaksisnya. menurut

sumowijoto (1980b: 12) ciri-ciri sintaksis kalimat baku bahasa indonesia dapat ditandai

dari ciri inversi, ciri fungsi, dan ciri rekonstruksi (permutasi). ciri inversi adalah

perubahan pola subjek-predikat menjadi predikat-subjek. ciri fungsi merupakan peran

tiap-tiap kata dalam suatu kalimat. apabila sebuah kata dapat dihilangkan tanpa mengubah

makna suatu kalimat, merupakan indikasi bahwa suatu kata tidak memunyai fungsi. ciri

rekonstruksi (permutasi) adalah ketidakjanggalan suatu kalimat bila dipermutasikan atas

frase-frasenya.

35

hubungan predikat verbal transitif dengan objek penderita dalam kalimat baku

perlu mendapatkan perhatian. predikat verbal transitif mempunyai hubungan yang erat

dengan objek. kalimat baku menurut susilo (1990: 8) hubungan predikat transitif dengan

obyek penderita tidak boleh ³terganggu´ oleh kata depan.antara predikat verbal transitif

dengan objek merupakan satu kesatuan yang membentuk frasa. oleh karena itu antara

predikat verbal transitif dengan objek penderita tidak dapat disisipi oleh kata depan.

penyisipan kata depan akan mengacaukan fungsi objek. kalimat narkoba membahayakan

bagi masyarakat berpredikat verbal transirif. karena berpredikat vercal transirif, kalimat

tersebut perlu dilengkapi dengan objek. yang menjadi pertanyaan yang manakah objek

dalam kalimat tersebut? hubungan antara predikat dan objek sangat erat, tidak bisa

dipisahkan. kalau frasa bagi masyarakat dianggap sebagai objek, hal itu tidak mungkin,

karena frase itu dapat dipisahkan dengan predikat. apabila dipermutasikan menjadi bagi

masyarakat narkoba membahayakan. dari kemampuan unrtuk permutasi tersebut frase

bagi masyarakat lebih tepat menduduki fungsi sebagai keterangan. namun karena kalimat

tersebut kalimat verbal transirif, objek mutlak diperlukan. ketidakbakuan kalimat narkoba

membahayakan bagi masyarakat sebenarnya terletak pada kesalahan menempatkan kata

depan antara predikat verbal transitif dengan objek pebnderita. apa bila kata depan ³bagi´

dihilangkan, kalimat ini menjadi baku.

pemakaian bentuk pasif aspek, agens, dan verba perlu mendapat perhatian dalam

kalimat. aspek merupakan kategori gramatikal verba yang menunjukkan lama dan jenis

perbuatan seperti (kridalaksana, 1982: 16). agens adalah pelaku, nomina yang

menampilkan perbuatan atau memulai suatu kejadian. pemakaian bentuk pasif ³aspek +

agens + verba´ harus dipakai secara taat asas (susilo, 1990: 9).

hubungan antara ³aspek, agens, dan verba´ bentuk pasif di dalam bahasa

indonesia bersifat baku. urutan antara aspek, agens, dan verba tidak dapat diubah-ubah.

perubahan urutan aspek, agens, dan verba apabila diubah menimbulkan kalimat yang tidak

baku. kalimat masalah itu kami sudah laporkan kepada pimpinan merupakan contoh

pemakaian bentuk pasif ³aspek+agens+verba´ yang tidak konsisten, karena susunannya

diubah menjadi ³agens+aspek+verba´. untuk menjadikannya kalimat baku susunannya

harus dikembalikan menjadi ³aspek+agens+verba´, sehingga menjadi masalah itu sudah

kami laporkan kepada pimpinan.

36

ketidakbakuan kalimat bahasa indonesia juga dapat diakibatkan oleh pemakaian

morfem terikat yang tidak tepat. kata dirubah dan merubah merupakan contoh pemakaian

morfem terikat yang tidak tepat. kata rubah di dalam bahasa indonesia berarti anjing yang

bermoncong panjang. bentuk kata dirubah dan merubah merupakan bentuk kata kerja.

kata dirubah dan merubah merupakan merupakan bentuk yang tidak baku. seharusnya

kata itu diubah´ dan ³mengubah´ karena berasal dari kata dasar ³ubah´.

pemakaian morfem yang tidak tepat akan tampak lebih jelas apabila berada

dalam konteks kalimat. penutup surat atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

menampakkan gejala pemakaian morfem terikat yang tidak tepat. morfem ±nya pada kata

perhatiannya bermakna sebagai kata ganti orang ketiga. padahal di dalam surat kita

berkomunikasi dengan orang kedua. seharusnya ucapan terima kasih tersebut ditujukan

kepada orang kedua sebagai orang yang dituju dalam kalimat tersebut.

ketidak bakuan dalam pemakaian awalan me- seperti terjadi pada pemakaian

bentuk kait-mengkait, mengetrapkan, menyintai, menyontoh, menyubit (badudu, 1981: 53-

54). konsonan ³k´ di dalam bahasa indonesia apabila didahului awaalan me- maka

konsonan µk´ akan luluh, kemudian muncul bentuk ³meng-³. jadi bentuk yang benar

adalah kait-mengait, bukan kait-mengkait. kata mengetrapkan sebenarnya berasal dari kata

terap. kata itu apabila mendapat imbuhan me-kan, seharusnya menjadi menerapkan,

bukan mengetrapkan. kata menyintai, menyontoh, menyubit berasal dari kata dasar cinta,

contoh, dan cubit. konsonan ³c´ jika didahului awalan me-, bentuk me- akan berubah

menjadi men- sedang ³c´ tidak luluh. oleh karena itu bentuk yang benar adalam

mencintai, mencontoh, dan mencubit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->