P. 1
MAKALAH KIMIA LARUTAN

MAKALAH KIMIA LARUTAN

|Views: 6,405|Likes:
Published by Yulystine Tanawi

More info:

Published by: Yulystine Tanawi on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2014

pdf

text

original

1

LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN
NONELEKTORIT



DITU1UKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATA PELA1ARAN KIMIA DI SMAN 2 BENGKULU
















Disusun oleh:
Dwi Yulystine Tanawi
X Akselerasi




DINAS PENDIDIKAN NASIONAL ( DIKNAS )
SMAN 2 KOTA BENGKULU
TAHUN 2009/2010





HALAMAN PENGESAHAN


LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN
NONELEKTROLIT



DITU1UKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS
MATA PELA1ARAN KIMIA




Disahkan . di Bengkulu tanggal 5 Desember 2009





Mengetahui :



Kepala Sekolah SMAN 2 Guru Pembimbing
Kota Bengkulu





Drs. Yandiono Sri Meinarti
NIP. NIP.













KATA PENGANTAR


Puii dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang
beriudul Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-
pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian makalah ini. Salah
satunya kepada Bu Sri Meinarti selaku guru pembimbing yang senantiasa
sabar dan setia membimbing penulis sehingga makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik. Selain itu penulis iuga mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada kepala sekolah SMAN Kota Bengkulu Bpk. Drs. Yandiono.
Adapun tuiuan penulisan makalah ini adalah untuk melaksanakan tugas
mata pelaiaran kimia. Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan di dalam
penyusunannya. Penulis senantiasa menerima kritik dan saran dari pembaca
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini bermanIaat bagi
semua yang membacanya. Terima kasih sebesar-besarnya disampaikan oleh
penulis atas bantuan dan partisipasinya.



Bengkulu, 5 Desember



Penulis






DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ....................1
HALAMAN PENGESAHAN ..................
KATA PENGANTAR ..............................
DAFTAR ISI .......................

BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang ..........................5
1.Rumusan Masalah ...............5
1.Ruang Lingkup Masalah ...........6
1.Tuiuan Penulisan ..........................6
1..1 Tuiuan Umum .....................6
1.. Tuiuan Khusus ..............6
1.5ManIaat Penulisan .....................6

BAB II TIN1AUAN PUSTAKA
.1 Larutan ......................7
.1.1 Komponen Larutan...................8
. Konduktor dan Isolator..........8
. Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektolit...1
..1 Larutan Elektrolit Kuat dan Lemah....11
.. Mekanisme dan Daya Hantar Larutan...1
.. Teori Ion Svante Arrhenius........15
.. Elektrolit Senyawa Ion & Kovalen Polar..16

BAB III PENUTUP
Kesimpulan ...................1
Saran .............................1
Kritik ......... ..........1

DAFTAR PUSTAKA







5

BAB I
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

Tanpa kita sadari, selama ini kehidupan kita sangat berkaitan dengan
berbagai zat kimia yang dapat kita temui dalam berbagai macam bentuk, salah
satunya dalam bentuk larutan yang akan dibahas lebih iauh dalam makalah ini.
Misalnya garam dapur (NaCl). Selain untuk memperkaya rasa masakan,
ternyata garam dapur (NaCl) yang kita kenal selama ini mempunyai banyak
kegunaan lain. Ternyata garam dapur (NaCl) dalam bentuk larutan iika
disambungkan dengan power supplv dapat menghantarkan arus listrik dan
membuat lampu menyala.
Demikian iuga halnya dengan larutan-larutan lainnya, misalnya air
suling, larutan gula, asam asetat, amoniak, asam sulIat, asam klorida, natrium
klorida, dan natrium hidroksida. Di antara larutan-larutan tersebut dibagi
meniadi dua kelompok secara garis besar, yaitu larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit. Larutan elektrolit dibagi lagi meniadi dua kelompok, yaitu
larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Untuk lebih lengkapnya
akan dibahas lebih iauh dalam tiniauan pustaka.

1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah
sebagai berikut:
O Apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit?
O Bagaimanakah cara menentukan apakah suatu larutan tergolong
elektrolit atau nonelektrolit?
O Apa saia contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit?



6

1.3 RUANG LINGKUP MASALAH
Dalam hal ini penulis ingin meniawab rumusan masalah secara global
(mendunia).

1.4 TU1UAN PENULISAN

1.4.1 TU1UAN UMUM
Untuk mempelaiari segala hal mengenai larutan elektrolit dan
nonelektrolit serta mengetahui apa saia contoh-contohnya.

1.4.2 TU1UAN KHUSUS
1. Menambah wawasan dalam larutan elektrolit dan nonelektrolit.
. Mengetahui cara menentukan apakah suatu larutan termasuk larutan
elektrolit atau nonelektrolit.
. Dapat mengetahui contoh-contoh larutan elektrolit dan nonelektrolit
dalam kehidupan sehari-hari.

1.5 MANFAAT PENULISAN
Makalah ini dibuat agar pembaca dapat bertambah wawasannya
mengenai pelaiaran kimia, terutama mengenai pelaiaran kimia kelas 1B SMA
(Sekolah Menengah Atas) yang beriudul Larutan Elekrolit dan Nonelektrolit.
Dengan dibuatnya makalah ini, penulis berharap agar pembaca dapat
mengetahui apa itu larutan elektrolit dan nonelektrolit serta perbedaan di
antara keduanya. Bagaimana cara menentukan suatu larutan itu termasuk
golongan larutan elektrolit atau nonelektrolit dan menielaskan contoh-contoh
dari larutan elektrolit dan nonelektrolit tersebut dalam kehidupan sehari-hari.






7

BAB II
TIN1AUAN PUSTAKA


2.1 LARUTAN

Di pelaiaran kimia SMP kita telah mempelaiari tentang campuran zat.
Campuran zat adalah materi yang terdiri dari dua atau lebih zat dengan
perbandingan tidak menentu (sembarang). Campuran dapat dibedakan meniadi
dua ienis, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Larutan
merupakan campuran zat homogen yang terdiri dari pelarut dan zat terlarut di
mana komposisi pelarutnya lebih banyak dibandingkan zat yang terlarut,
contohnya gula yang berIungsi sebagai zat terlarut dan air yang berIungsi
sebagai pelarut. Campuran heterogen contohnya pasir dan air yang tidak larut
satu sama lain sehingga tidak dapat disebut larutan.
Hewan dan tumbuhan menyerap sari-sari makanan dalam bentuk larutan.
Begitu iuga dengan tubuh kita yang menyerap mineral, vitamin, dan sari-sari
makanan dalam bentuk larutan. Jadi, larutan mempunyai peranan besar dalam
kehidupan sehari-hari.


,2-,r 1.1 L,rut,3

8

2.1.1 KOMPONEN LARUTAN

Larutan memiliki dua komponen pokok, yaitu pelarut dan zat terlarut.
Larutan dapat berIase gas, cair, maupun padat yang disebut larutan gas, larutan
cair, dan larutan padat. Larutan gas, contohnya udara yang merupakan
campuran dari berbagai ienis gas terutama oksigen dan nitrogen. Larutan
padat, contohnya emas karat merupakan campuran homogen dari emas,
perak, dan tembaga. Akan tetapi, penggunaan istilah larutan umumnya lebih
dituiukan untuk larutan dalam Iase cair. Untuk setiap larutan yang tidak
menyebutkan pelarut yang digunakan, berarti pelarutnya adalah air.
Contohnya:
Larutan NaOH
Zat pelarut : NaOH
Pelarut : air
Larutan naItalena dalam benzena
Zat pelarut : naItalena
Pelarut : benzena

2.2 KONDUKTOR DAN ISOLATOR

Berdasarkan kemampuannya untuk menghantarkan listrik, bahan-bahan
di alam ini dibagi meniadi dua golongan, yaitu konduktor dan isolator.
Konduktor merupakan bahan-bahan yang dapat mengalirkan arus listrik
melalui bahan tersebut dengan mudah. Contohnya yaitu tembaga, besi, baia,
granit, batang karbon (graIit), dan umumnya bahan logam merupakan
konduktor yang baik. Sedangkan isolator (nonkonduktor/dielektrik) adalah
merupakan bahan-bahan yang tidak dapat mengalirkan arus listrik melalui
bahan tersebut. Contohnya yaitu kaca, kayu, karet, intan, plastik, kertas, dan
udara.
Kita dapat menguii kemampuan suatu bahan dengan melakukan
percobaan melalui rangkaian listrik (electric circuit) yang menghubungkan
sebuah lampu piiar kecil pada sebuah baterai dengan menggunakan bahan
tersebut. Lampu piiar itulah yang berIungsi sebagai petuniuk ada-tidaknya


arus listrik dalam rangkain tersebut. Lampu piiar tersebut iuga dapat
disubstitusikan dengan bahan lain, misalnya ammeter. Ketika teriadi hubungan
yang baik dan bahan yang digunakan merupakan konduktor, maka arus listrik
akan mengalir melalui rangkaian tersebut dan lampu akan menyala. Namun,
apabila tidak teriadi hubungan yang baik dan bahan yang digunakan
merupakan isolator, maka arus listik tidak akan dapat mengalir dan lampu
tidak akan menyala.
Selain konduktor dan isolator, ada bahan yang disebut semikonduktor.
Bahan ini disebut semikonduktor karena pada keadaan tertentu bahan tersebut
dapat menghantarkan listrik, namun terkadang bahan ini tidak dapat
menghantarkan listrik. Semikonduktor dapat berupa zat padat maupun zat cair.
Pada suhu kamar, semikonduktor dapat menghantarkan listrik lebih cepat
dibandingkan isolator, namun lebih lambat dari konduktor. Dapat disimpulkan
bahwa semikonduktor posisinya berada di tengah-tengah konduktor dan
isolator. Contoh-contoh bahan semikonduktor yaitu silikon, germanium,
selenium, gallium arsenida, seng selenida, dan timbal telurida.

,2-,r 1.2 Besi (ko3/uktor) ,2-,r 1.3 Kert,s (isol,tor)





1

2.3 LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT

Pada permulaan abad ke-1, para ilmuan tertarik dengan dampak arus
listrik yang dialirkan melalui berbagai ienis larutan. Pada saat itu pula
diketahui ada larutan yang dapat menghantarkan listrik dan ada iuga larutan
yang tidak dapat menghantarkan listrik. Ada tidaknya aliran listrik dapat
dituniukkan oleh perubahan yang teriadi pada electrode yang dicelupkan ke
dalam larutan.
Michael Faraday adalah orang pertama yang berhasil menemukan bahwa
larutan dapat menghantarkan arus listrik. Dia menempatkan dua elektrode
yang terhubung dengan sumber arus listrik ke dalam larutan yang mengandung
pelarut air dan zat-zat terlarut. Saat arus listrik dialirkan ke dalam larutan, dia
melihat bahwa zat-zat terlarut tersebut, yang kemudian lebih dikenal dengan
nama elektrolit, dapat menghantarkan arus listrik.
Singkatnya, dia menyimpulkan bahwa larutan elektrolit adalah larutan
yang dapat menghantarkan arus listrik dan zat-zat yang terlarut dalam larutan
tersebut dinamakan zat elektrolit. Sedangkan larutan nonelektrolit adalah
larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang terkandung
dalam larutan nonelektrolit dinamakan zat nonelektrolit. Michael Faraday
merupakan orang pertama yang memberikan istilah elektrode dan elektrolit.
Elektrode adalah unsur padat yang dihubungkan langsung dengan sumber arus
listrik.

,2-,r 1.4 Mich,el F,r,/,v

11

2.3.1 LARUTAN ELEKTROLIT KUAT DAN LEMAH

Berdasarkan kekuatan nyala lampu dan banyaknya gelembung gas yang
teriadi, larutan elektrolit dibedakan atas dua golongan, yaitu larutan elektrolit
kuat dan larutan elektrolit lemah. Larutan elektrolit kuat mempunyai daya
hantar yang relatiI baik dan konsentrasinya relatiI kecil. Sedangkan larutan
elektrolit lemah mempunyai daya hantar yang buruk dan konsentrasinya relatiI
besar. Dan larutan elektrolit kuat sebagian besar/seluruh molekul terurai
meniadi ion, sedangkan dalam elektrolit lemah, hanya sebagian kecil saia
molekul yang meniadi ion.
Larutan elektrolit kuat menghasilkan nyala lampu yang terang dan
gelembung yang iumlahnya banyak, sedangkan larutan elektrolit lemah akan
menghasilkan nyala lampu yang redup dan gelembung yang iumlahnya
sedikit. Sebenarnya larutan elektrolit lemah dapat menghantarkan listrik,
hanya saia daya hantarnya yang tidak sekuat daya hantar larutan elektrolit
kuat. Berikut tabel yang akan memperielas perbedaan elektrolit kuat, lemah,
dan nonelektrolit:

Jenis elektrolit Nyala lampu Gelembung
Elektrolit kuat Kuat Banyak
Elektrolit lemah Sedang Sedikit
Nonelektrolit Tidak ada Tidak ada


,2-,r 1.5 Elektrolit ku,t
1


,2-,r 1.6 Elektrolit le2,h


,2-,r 1.7 No3elektrolit

2.3.2 MEKANISME DAN DAYA HANTAR LARUTAN

Cara keria:
1.Susunlah alat penguii elektrolit sehingga berIungsi dengan baik.
.Masukkan 5 mL air suling ke dalam gelas kimia
.Uii daya hantarnya dan catat apabila lampu piiar menyala dan timbul
gelembung pada elektrode.
.Bersihkan elektrode dengan air dan keringkan
5.Dengan cara yang sama, uiilah daya hantar larutan lain, seperti:
O Air suling
O Larutan gula
O Asam asetat
O Amoniak
1

O Asam sulIat
O Asam klorida
O Natrium klorida
O Natrium hidroksida

Hasil pengamatan:
Larutan Lampu piiar Gelembung
Air suling Tidak menyala Tidak ada
Larutan gula Tidak menyala Tidak ada
Asam asetat Tidak menyala Ada (sedikit)
Amoniak Tidak menyala Ada (sedikit)
Asam sulIat Menyala Ada (banyak)
Asam klorida Menyala Ada (banyak)
Natrium klorida Menyala Ada (banyak)
Natrium hidroksida Menyala Ada (banyak)

Golongan Larutan
Elektrolit kuat Larutan asam sulIat, larutan asam klorida, larutan natrium
klorida, dan larutan natrium hidroksida.
Elektrolit lemah Larutan asam cuka dan larutan amoniak.
Nonelektronit larutan air suling dan larutan gula.

Mekanisme hantaran listrik melalui larutan bersumber dari baterai yang
memberikan muatan berbeda pada kedua elektrode. Katode (kutub negatiI)
bermuatan negatiI, sedangkan anode (kutub postiI) bermuatan positiI. Spesi
(ion/atom/molekul) akan mengambil elektron dari katode, dan spesi yang
lainnya akan melepas elektron ke anode. Selaniutnya elektron akan dialirkan
ke katode melalui baterai.
Seperti pada larutan asam klorida (HCl) yang terurai meniadi ion H
¹
dan
ion Cl
-
. Reaksi ionisasi yang teriadi sebagai berikut:
HCl (,6) ÷ H
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6)
1

Ion-ion H
¹
akan menuiu katode dan mengambil elektron serta berubah
meniadi gas hidrogen.
H
¹
(,6) ¹ e
-
÷ H

()
Sementara itu, ion-ion Cl
-
bergerak menuiu anode dan melepas elektron
serta berubah meniadi gas klorin.
Cl
-
(,6) ÷ Cl

() ¹ e
-
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hantaran listrik melalui HCl
teriadi karena ion-ion H
¹
mengambil elektron katode, sedangkan arus listrik
dalam larutan merupakan aliran muatan (aliran ion). Arus listrik menguraikan
HCl meniadi H

dan Cl

. Reaksi penguraian ini disebut elektrolisis, berikut
contoh reaksi elektrolisis:
H
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6) ÷ H

() ¹ Cl

()
Reaksi ionisasi pada senyawa ion disebut iuga reaksi disosiasi karena
tersusun atas ion positiI (kation) dan ion negatiI (anion). Senyawa ion akan
terurai meniadi ion-ion ketika dilarutkan dalam air dan ion-ion tersebut akan
bergerak bebas. Sedangkan reaksi ionisasi pada senyawa kovalen polar teriadi
karena adanya perpindahan proton/ion hidrogen dari molekul HCl ke molekul
air sehingga menghasilkan ion hidronium dan ion klorida. Jika HCl dilarutkan
dalam air, akan teriadi reaksi kimia dan terurai meniadi ion-ion walaupun HCl
merupakan molekul netral.

,2-,r 2.1 R,3k,i,3 ,l,t pe3uii elektrolit
15

2.3.3 TEORI ION SVANTE ARRHENIUS

Pada tahun 1887, seorang ahli kimia dari Swedia yang bernama Svante
August Arrhenius (185-17) mengemukakan sebuah teori yang dapat
menielaskan iawaban dari pertanyaan mengapa larutan elektrolit dapat
menghantarkan listrik, sedangkan larutan nonelektrolit tidak dapat
menghantarkan listrik? Menurutnya, larutan elektrolit dapat menghantarkan
listrik karena di dalamnya terdapat ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion
inilah yang kemudian dapat menghantarkan listrik. Teori Arrhenius tersebut
menyatakan bahwa di dalam larutan elektrolit, senyawa-senyawa kimia (zat
elektrolit) diuraikan meniadi ion-ion. Berikut beberapa contoh reaksi zat-zat
dalam air yang terurai meniadi ion-ion:
NaCl (s) ÷ Na
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6)
HCl () ÷ H
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6)
NaOH (s) ÷ Na
¹
(,6) ¹ OH
-
(,6)
H

SO

(l) ÷ H
¹
(,6) ¹ SO
-

(,6)
MgCl

(s) ÷ Mg
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6)
CH

COOH (l) ÷ H
¹
(,6) ¹ CH

COO
-
(,6)
Zat elektrolit apabila dimasukkan ke dalam air akan terurai meniadi ion-
ion dan ion-ion tersebut akan terhidrasi (terikat pada molekul-molekul air)
sehingga ion-ion tersebut dapat bergerak bebas.
Berikut contoh-contoh zat-zat nonelektrolit dalam larutan yang tidak
terurai meniadi ion-ion, namun tetap dalam bentuk larutan:
C
1
H

O
11
(s) ÷ C
1
H

O
11
(,6)
CO(NH

)

(s) ÷ CO(NH

)

(,6)
C

H
5
OH (l) ÷ C

H
5
OH (,6)
Zat nonelektrolit iika dilarutkan ke dalam air tidak akan diuraikan
meniadi ion-ion, namun tetap berbentuk molekul-molekul yang tidak
bermuatan. Hal ini menyebabkan larutan nonelektrolit tidak dapat
menghantarkan listrik.

16


,2-,r 2.2 Sv,3te Arrhe3ius

2.3.4 ELEKTROLIT SENYAWA ION DAN KOVALEN POLAR

Elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar yang di
dalam larutan terurai ion-ionnya.
1. Senyawa Ion
Senyawa ion adalah senyawa yang terdiri dari ion-ion. Senyawa ion
umumnya berupa padatan kristal, di mana ion-ionnya terikat satu sama
lain dengan kuat dan rapat. Oleh karena itu, padatan senyawa ion tidak
menghantarkan listrik. Namun, iika senyawa ion dilarutkan, senyawa
ini dapat terurai meniadi ion-ionnya dan bergerak bebas, sehingga
larutan senyawa ion dapat menghantarkan listrik. Sebagai contoh
misalnya larutan CuCl

diuii dalam rangkaian alat penguii elektrolit,
maka akan tampak gelembung-gelembung gas berwarna kekuning-
kuningan keluar dari larutan pada elektrode positiI dan tampak pula
pada lapisan logam tembaga yang menyelimuti elektrode negatiI.
Reaksi yang teriadi dapat dinyatakan sebagai berikut:
CuCl

(,6) ÷ Cu (s) ¹ Cl

()
Senyawa ion dalam larutan dapat menghantarkan listrik karena ion-
ionnya dapat bergerak bebas. Senyawa CuCl

iika dilarutkan ke dalam
air akan terurai meniadi ion-ionnya.
CuCl

(,6) ÷ Cu
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6)
17

Aliran elektron dari sumber arus listrik masuk ke dalam larutan melalui
salah satu elektrode sehingga elektrode itu bermuatan negatiI. Menurut
hukum Coulomb, muatan berbeda saling tarik-menarik. Oleh karena
Cu
¹
bermuatan positiI, ion itu akan tertarik menuiu elektrode yang
bermuatan listrik negatiI dan menyerap elektron, sehingga terbentuk
lapisan tembaga pada elektrode tersebut.
Cu
¹
(,6) ¹ e
-
÷ Cu (s)
Sementara itu pada elektron lain, ion Cl
-
melepaskan elektron dan
keluar dari larutan dalam bentuk gas Cl

melalui elektrode tersebut.
Cl
-
(,6) ÷ Cl

() ¹ e
-

Berdasarkan hal itu, dapat disimpulkan bahwa dalam alat penguii
elektrolit, ion-ion positiI akan bergerak ke elektrode negatiI, sedangkan
ion-ion negatiI akan bergerak ke elektrode positiI. Dengan demikian,
teriadi aliran listrik yang akan mengalir terus-menerus sehingga
menyebabkan semua ion meniadi netral. Umunya senyawa ion berupa
padatan kristal, namun ternyata padatan kristal senyawa ion tersebut
tidak dapat menghantarkan listrik. Hal ini teriadi karena ion-ion dalam
padatan kristal tidak dapat bergerak bebas. Meskipun demikian, iika
padatan kristal senyawa ion dilelehkan, senyawa ion tersebut dapat
menghantarkan listrik. Oleh karena itu, lelehan senyawa ion atau
senyawa ion cair, bila dialiri arus listrik, ion-ionnya dapat bergerak
bebas menuiu elektrode-elektrodenya. Lelehan senyawa ion inilah
yang meniadi penghantar arus listrik yang baik. Jadi, semua senyawa
ion merupakan senyawa elektrolit.
,2-,r 2.3 R,3k,i,3 listrik se3v,w, io3
18

. Senyawa Kovalen Polar
Senyawa kovalen adalah senyawa yang atom-atomnya berkaitan satu
sama lain. Dalam Bab Ikatan Kimia di kelas X semester 1 telah
diielaskan bahwa pada senyawa kovalen, perbedaan keelektronegatiIan
dua atom yang membentuk molekul dwiatom menimbulkan molekul
polar atau senyawa kovalen polar dan molekul non polar atau senyawa
kovalen nonpolar. Yang bersiIat polar merupakan partikel netral,
contohnya hidrogen klorida cair (HCl(l)), asam asetat (CH

COOH(l)),
dan ammonia cair (NH

(l)). Yang bersiIat nonpolar, contohnya CH

.
Karena molekul air bersiIat polar, maka air dikenal sebagai pelarut
polar. Zat dengan molekul polar apabila dilarutkan ke dalam air dapat
mengalami ionisasi, sehingga larutannya dapat menghantarkan listrik.
Hal itu disebabkan karena antar molekul polar ada suatu haya tarik-
menarik yang dapat memutuskan ikatan-ikatan dalam molekul.
Contohnya:
HCl(l) ¹ H

O(l) ÷ H

O
¹
(,6) ¹ Cl
-
(,6)
CH

COOH (l) ¹ H

O (l) ÷ H

O
¹
(,6) ¹ CH

COO
-
(aq)
NH

(l) ¹ H

O (l) ÷ NH
¹

(,6) ¹ OH
-
(,6)
Oleh karena itu, larutan senyawa-senyawa kovalen polar merupakan
larutan elektrolit. Sedangkan, larutan senyawa-senyawa kovalen
nonpolar bukan merupakan larutan nonelektrolit.

Bentuk elektrolit Padatan Lelehan Larutan
Senyawa ion
nonkonduktor konduktor konduktor
Senyawa kovalen
nonkonduktor nonkonduktor konduktor






1

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Larutan merupakan campuran zat homogen yang terdiri dari pelarut
dan zat terlarut di mana komposisi pelarutnya lebih banyak
dibandingkan zat yang terlarut.
Berdasarkan kemampuannya untuk menghantarkan listrik, bahan-bahan
di alam ini dibagi meniadi dua golongan, yaitu konduktor (bahan-
bahan yang dapat mengalirkan arus listrik) dan isolator (bahan-bahan
yang tidak dapat mengalirkan arus listrik).
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus
listrik, sedangkan larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik.
Senyawa ion adalah senyawa yang terdiri dari ion-ion dan senyawa
kovalen adalah senyawa yang atom-atomnya berkaitan satu sama lain.

SARAN

KRITIK

DAFTAR PUSTAKA
Purba, Michael. 7. Ki2i, u3tuk SMA kel,s X Se2ester 2. Jakarta :
Erlangga.
Retnowati, Priscilla. 8. Seri-u pe3, Ki2i, u3tuk SMA/MA kel,s X.
Semarang : Erlangga.
Sunardi, 7. Ki2i, -ili3u,l u3tuk SMA/MA kel,s X Se2ester 1 /,3 2.
Bandung : Yrama Widya.


You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->