P. 1
23 Makanan yang Diharamkan

23 Makanan yang Diharamkan

|Views: 122|Likes:
Published by Muhammad Rezki Hr

More info:

Published by: Muhammad Rezki Hr on Mar 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2011

pdf

text

original

Makanan yang Diharamkan dalam Al Qur’an

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Pada saat ini dan beberapa posting mendatang, kami akan mengangkat pembahasan yang mudah-mudahan bermanfaat yaitu seputar makanan yang haram di dalam al Qur'an. Kenapa di sini yang dibahas adalah makanan yang haram bukan yang halal? Karena para ulama membuat kaedah: "Al ashlu fil asy-yaa' al hillu wa laa yahrumu illa maa harromahullahu wa rosuluhu" (Hukum asal segala sesuatu adalah halal dan sesuatu tidak diharamkan kecuali jika Allah dan Rasul-Nya mengharamkannya). Inilah kaedah yang berlaku untuk masalah makanan. Lalu mengapa kita mengutarakan masalah makanan yang haram ini di tengah-tengah pembaca sekalian? Karena memang pembahasan ini teramat penting terutama dalam masalah dikabulkan atau tidaknya do'a. Jika seseorang mengkonsumsi yang haram, akibatnya adalah doanya sulit terkabul. Sebagaimana hal ini dapat kita lihat dalam hadits Abu Hurairah berikut ini,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkanNya kepada para Rasul. Firman-Nya: 'Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Dan Allah juga berfirman: 'Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.'" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do'anya?." (HR. Muslim no. 1015)

Selanjutnya kita akan melihat apa saja makanan atau hewan yang diharamkan dalam Al Qur’an Al Karim. Baru setelah itu kita akan membahas hewan-hewan yang lainnya yang diharamkan dalam beberapa hadits. Allahumma yassir wa a’in. Tinjauan Ayat Di antara ayat yang menyebutkan makanan atau hewan yang diharamkan adalah firman Allah Ta’ala,

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3) Dari ayat di atas, kita dapat merinci makanan yang diharamkan adalah sebagai berikut. Pertama: Bangkai (Al Maitah) Bangkai (al maitah) adalah setiap hewan yang matinya tidak wajar, tanpa lewat penyembelihan yang syar’i. Contohnya adalah:  Al munkhoniqoh: hewan yang mati dalam keadaan tercekik.  Al mawquudzah: hewan yang mati karena dipukul dengan tongkat atau selainnya.  Al mutaroddiyah: hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.  An nathiihah: hewan yang mati karena ditanduk.  Hewan yang diterkam binatang buas. Jika hewan-hewan di atas ini masih didapati dalam keadaan bernyawa, lalu disembelih dengan cara yang syar’i, maka hewan tersebut menjadi halal karena Allah Ta’ala berfirman,

“kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” Yang termasuk bangkai adalah segala sesuatu yang terpotong dari hewan yang masih hidup. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apa yang dipotong dari binatang dalam keadaan hidup, maka sesuatu tersebut adalah bangkai.” (HR. Abu Daud no. 2858, At Tirmidzi no. 1480, Ibnu Majah no. 3216, Ahmad 5/218. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 5652) Namun ada dua bangkai yang dikecualikan keharamannya, artinya bangkai tersebut halal yaitu bangkai ikan dan bangkai belalang. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

maka itu dimaafkan.atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. atau darah yang mengalir atau daging babi . Al Hasan. Darul Aqidah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. tidak boleh bagi seorang muslim untuk memakan hasil sembelihan orang musyrik. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. ‘Ikrimah. 3218.” (QS.karena sesungguhnya semua itu kotor .” (QS. Yang dimaksud dengan makanan dalam ayat di sini adalah hasil sembelihan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). tahun 1422 H. Allah Ta’ala juga berfirman. Al An’am: 121) Oleh karena itu. Shidiq Hasan Khon. Ketiga: Daging babi Selain pengharamannya dalam surat Al Maidah ayat 3 di atas. Ibnu Majah no. Landasan dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala. dan Muqotil bin Hayyan. Sedangkan untuk hasil sembelihan ahli kitab (yaitu Yahudi dan Nashrani) itu dibolehkan untuk dimakan selama tidak diketahui jika ia menyebut nama selain Allah. Makhul. As Sudi. . . “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Al Maidah: 5). “Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. Allah Ta’ala juga berfirman. Muassasah Qurthubah. Ibnu Katsir. 5/77. Al An’am: 145) Shidiq Hasan Khon rahimahullah mengatakan.. “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu. “Yang diharamkan dari babi adalah seluruh bagian babi. 2 Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim. ‘Atho’. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.“Kami dihalalkan dua bangkai dan darah.” (HR. Mujahid.”1 Keempat: Hewan yang disembelih atas nama selain Allah Dalil pengharamannya selain surat Al Maidah ayat 3 di atas. Abu Umamah. cetakan pertama. 2/273.” (QS. Ibrohim An Nakhoi. Sedangkan di sini disebutkan dagingnya saja karena biasanya yang dimakan adalah dagingnya. kecuali kalau makanan itu bangkai. majusi atau orang yang murtad (non ahli kitab). Sa’id bin Jubair..2 Bagaimana dengan hewan yang diimpor dari negara non muslim? 1 Ar Roudhotun Nadhiyah Syarh Ad Durorul Bahiyah. Adapun darah yang jumlahnya sedikit semacam darah yang masih menempel di urat daging sembelihan dan sulit dibersihkan. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Kedua: Darah yang mengalir Pengharaman hal ini berdasarkan Surat Al Maidah ayat 3 di atas.

112. maka kita hukumi halal sampai ada indikasi yang menunjukkan bahwa hasil sembelihan tersebut haram untuk dimakan mungkin. Selama itu datang darinya. dan orang yang sudah mati seperti ditujukan pada Said Al Badawi. maka hewan tersebut jadi terlarang untuk dimakan.” Penerapan kaedah ini: 1. maka itu halal untuk dimakan. Karena ikan itu dihalalkan meskipun mati tanpa melalui penyembelihan yang syar’i. Dar Ibnul Jauzi. dan [2] Tidak diketahui mereka mereka menyembelih dengan penyembelihan yang tidak syar’i. Kaedah yang mesti diperhatikan dalam masalah hewan sesembelihan: “Segala hewan sesembelihan yang berasal dari orang yang sah untuk menyembelih (muslim dan ahli kitab). 3. Begitu pula jika daging sembelihan tersebut berasal dari orang Nashrani atau Yahudi (Ahlu Kitab). orang yang tidak pernah shalat sama sekali dihukumi kafir sehingga sembelihannya haram untuk dimakan. sapi. 3 Kami gabungkan point ini dari pembahasan Syaikh Abu Malik hafizhohullah dalam Shahih Fiqh Sunnah. Jika yang diimpor adalah hewan daratan yang halal untuk dimakan (semacam unta. Selama itu berasal dari mereka. Jika yang diimpor adalah hewan laut semacam ikan. kita hukumi halal sampai ada indikasi yang menunjukkan bahwa sembelihan tersebut adalah hasil penyembelihan yang tidak syar’i. maka hukum asalnya adalah selamat sampai ada dalil yang menunjukkan bahwa hewan tersebut terlarang untuk dikonsumsi.karena cara menyembelihnya jelas-jelas tidak syar’i atau orang yang menyembelih tidak shalat. Hal ini diharamkan sebagaimana disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 3 di atas.Kami dapat merinci hal ini sebagai berikut: 1. 3 Kelima: Hewan yang disembelih untuk selain Allah Seperti disembelih untuk berhala. Al Maktabah At Taufiqiyah dan penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah dalam Manzhumah Ushulul Fiqh wa Qowa’idihi. 2. karena seorang muslim adalah orang yang berhak untuk menyembelih hewan tadi. Jika ada daging sembelihan yang berasal dari orang yang mengaku muslim. Menurut pendapat terkuat. terserah yang menjaring ikan tersebut muslim atau non muslim. Alasannya. . mungkin karena ia jelas-jelas menyebut nama selain Allah ketika menyembelihnya. hal. apakah orang yang menyembelih tadi melaksanakan shalat atau tidak. qubur. Jika yang diimpor adalah hewan yang berasal dari negeri ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). maka kita tidak perlu mencari tahu apakah hewan ini disembelih dengan cara yang syar’i atau tidak. 2. kambing dan burung) dan berasal dari negeri selain Ahli Kitab (seperti Majusi dan penyembah berhala). maka boleh dimakan asalkan memenuhi dua syarat: [1] Tidak diketahui jika mereka menyebut nama selain Allah ketika menyembelih (seperti menyebut salib atau nama Isa bin Maryam). 2/339-340.

atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah.Masih Ada yang Meragukan Haramnya Anjing! Segala puji bagi Allah. Dalil mereka adalah ayat berikut ini. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata. Kedua. Setelah kami mengkaji beberapa makanan atau hewan yang diharamkan dalam Al Qur’an Al Karim dalam posting sebelumnya. “Apakah makanan atau hewan yang diharamkan hanya sebatas yang disebutkan dalam Al Qur’an?” Jawabannya. Petunjuk Nabimu Tidak Boleh Diabaikan Jika ada yang menanyakan. Jadi ada empat saja yang terlarang. kecuali kalau makanan itu bangkai. maka asalnya anjing itu halal. Lebih lanjut mari kita simak pembahasan berikut ini. Sebagian kaum muslimin ada yang memahaminya seperti itu. hukum asal setiap makanan itu halal karena ayat ini jelas menyatakan. begitu pula wajib bagi kita mengikuti petunjuk Rasul. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. darah yang mengalir. Berdasarkan ayat ini ada dua kesimpulan dari mereka. kami akan memaparkan bahwa hadits nabi seharusnya jadi pegangan dan jangan hanya memperhatikan Al Qur’an Al Karim saja. Jadi apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam larang tetap kita jauhi. Karena hadits Nabawi itu berfungsi sebagai penjelas dan pelengkap Al Qur’an. Rabb semesta alam. Baiklah. “Wajib bagi kita untuk mengikuti Al Qur’an. Sehingga akibatnya mereka nyatakan bahwa anjing itu halal karena tidak diharamkan dalam Al Qur’an. Intinya. Dalam ayat ini tidak disebutkan anjing. Dalam Al Qur’an sendiri terdapat perintah untuk . apakah pemahaman semacam ini dibenarkan? Itu yang insya Allah akan kita bahas.karena sesungguhnya semua itu kotor . daging babi. Mengikuti salah satu dari keduanya (Al Qur’an dan hadits Rasul). berarti mengikuti yang lainnya. tidak hanya terbatas dalam Al Qur’an saja. yang dikecualikan dari pernyataan halal sebelumnya artinya menjadi haram adalah empat macam yaitu bangkai. maka hukum yang ditetapkan dalam hadits pun harus diambil. Al An’am: 145). atau darah yang mengalir atau daging babi .” (QS. Dalam posting kali ini kami akan menjelaskan bahwa makanan yang diharamkan bukan sebatas yang disebutkan dalam Al Qur’an saja. dan binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Pertama. “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. keluarga dan para sahabatnya. Karena kita pun diperintahkan untuk mentaati perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya”. “Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. Karena Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bertugas untuk menyampaikan isi Al Qur’an.

Allah memerintahkan untuk menaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perlu juga dipahami bahwa Al Qur’an dan petunjuk Rasul sama sekali tidak saling bertentangan sebagaimana halnya isi Al Qur’an tidak saling bertentangan antara ayat satu dan ayat lainnya.menaati Rasul.” (QS. Ayat keempat. “Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). Hal ini menunjukkan bahwa perintah beliau pun harus tetap diikuti. maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Al Ahzab: 36). 4 Majmu’ Al Fatawa. apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. Ayat ini menunjukkan dengan jelas kita harus menaati Rasul. Ayat kelima. “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin. Ayat ketiga. Ayat kedua. An Nisa’: 59). Darul Wafa’. Ayat ini menunjukkan agar mengembalikan perselisihan kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. “Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. Ayat ini menunjukkan orang mukmin tidak lagi punya pilihan jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menetapkan hukumnya. jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. tahun 1426 H.”4 Kita dapat melihat bahwa dalam beberapa ayat. Ali Imron: 32). An Nisa’: 59). 19/84. maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya). .” (QS. cetakan ketiga. Hadits pertama.”(QS. An Nur: 63). “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Ayat pertama. Ayat ini menunjukkan bahwa siapa saja yang menyelisihi perintah Rasul akan mendapat ancaman. jika kamu berpaling. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (QS. Ayat ini menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk mengembalikan perselisihan kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sini menunjukkan benarnya dan menunjukkan konsekuensi dari keimanan. Berbagai hadits pun menunjukkan untuk menaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur'an dari perkara haram maka haramkanlah. Sungguh inilah bukti nubuwah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. maka mereka pun tidak mengharamkannya." (HR. jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah. Perhatikan baik-baik kalimat yang kami garis bawahi dalam hadits ketiga ini. Ketahuilah! Tidak dihalalkan bagi kalian daging keledai jinak. Seakan-akan apa yang dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan benar-benar terjadi saat ini. Abu Daud no. sesungguhnya aku diberi Al -Qur'an dan yang semisal bersamanya (As Sunnah). 42. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Abu Daud no.“Maka. hendaklah kalian berpegang dengan sunahku.” (HR. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Hadits kedua. jika tidak memberikan tempat hendaklah memberikan perlakukan sesuai dengan sikap jamuan mereka. Sehingga tidak boleh dikatakan. “Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian. “Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk menataati Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diperintahakan untuk mengikuti petunjuk beliau secara mutlak dan dalam perintah tersebut tidak dikaitkan dengan syarat apa pun. 4604. Sehingga karena anjing tidak disebut dalam Al Qur’an kalau itu haram. Dan barangsiapa singgah pada suatu kaum hendaklah mereka menyediakan tempat. Ibnu Majah no. dan apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan. 4607. berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. “Ketahuilah. Bukhari no. At Tirmidzi no. dari Abu Hurairah) Hadits ketiga. Oleh karena itu mengikuti beliau sama halnya dengan mengikuti Al Qur’an. sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk. Ternyata saat ini sebagian umat Islam hanya mau mengambil apa yang telah disebutkan dalam Al Qur’an saja. 2676. Ahmad 4/126. daging binatang buas yang bertaring dan barang temuan milik orang kafir mu'ahid (kafir dalam janji perlindungan penguasa Islam. Lalu ada seorang laki-laki yang dalam keadaan kekenyangan duduk di atas kursinya berkata. hanyasanya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka. 7288 dan Muslim no. "Hendaklah kalian berpegang teguh dengan Al-Qur'an! Apa yang kalian dapatkan dalam Al-Qur'an dari perkara halal maka halalkanlah. kita mau mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . 1337. dan barang temuan milik muslim lebih utama) kecuali pemiliknya tidak membutuhkannya.

Kedua: Anjing termasuk hewan fasik yang boleh dibunuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Bukhari no. “Yang dimaksud dengan memiliki taring adalah –menurut ulama Syafi’iyah-. Pertama: Hadits yang menerangkan larangan memakan binatang yang bertaring dan taringnya digunakan untuk memangsa binatangnya. beliau berkata. Sungguh perkataan semacam ini adalah perkataan orang yang menyimpang. 1932) Dari Ibnu ‘Abbas. beliau berkata. dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram. Bukti Haramnya Anjing Dalam Hadits Nabawi Berikut kami bawakan beberapa bukti tentang haramnya anjing dalam berbagai hadits Nabawi. hal.”6 Dari definisi ini. “Setiap binatang buas yang bertaring. 126. Yahya bin Syarf An Nawawi. Muslim no. cetakan kedua. Al Minhaj Syarh Shahih Muslim.asalkan bersesuaian dengan Al Qur’an. maka memakannya adalah haram. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring. anjing berarti termasuk dari hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi.” (HR. 5530 dan Muslim no.”5 Ringkasnya dari pembahasan dan dalil-dalil yang kami kemukakan: Walaupun tidak ada larangan atau perintah dalam Al Qur’an. 5 6 Jaami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlih (2/190-191). 1933) Dari Abi Tsa’labah. 1392.” (HR. . maka seruan beliau tetap harus dipatuhi. dinukil dari Ma’alim Ushul Fiqh. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi. taring tersebut digunakan untuk berburu (memangsa). 1934) An Nawawi rahimahullah mengatakan dalam Syarh Muslim. Dari Abu Hurairah. 13/83. Muslim no. namun jika Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan atau melarang.” (HR.

”7 Sedangkan yang dimaksud dengan “kalb aqur” sebenarnya bukan maksudnya untuk anjing semata.” (HR. Jabir lantas menjawab.Dari ‘Aisyah. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang dari upah jual beli anjing dan kucing. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari sini jelaslah pula haramnya jual beli anjing karena anjing itu haram untuk dimakan.” Dari Ibnu ‘Abbas. Ada pula ulama yang menerangkan bahwa hewan-hewan ini disebut fasik karena mereka keluar dari hewan-hewan yang diharamkan untuk dibunuh di tanah haram dan ketika ihram. Namun sebenarnya kalb aqur yang dimaksudkan adalah setiap hewan yang pemangsa (penerkam) seperti binatang buas. Imam Ahmad dan selainnya.” (HR. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram.” (HR. yaitu tikus. burung rajawali. “Jika Allah melarang memakan sesuatu. Abu Daud no. Lantas hewan-hewan ini disebut fasik karena keluarnya mereka hanya untuk mengganggu dan membuat kerusakan di jalan yang biasa dilalui hewan-hewan tunggangan. ia berkata bahwa ia mengatakan pada Jabir bin ‘Abdillah mengenai upah jual beli anjing dan kucing. burung gagak dan kalb aqur (anjing galak). 8/114-115. Allah pun melarang upah hasil penjualannya. upah pelacur dan upah tukang ramal. 1569) Perlu ingat pula kaedah. 7 8 Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. “Sungguh jika Allah mengharamkan suatu kaum untuk mengkonsumsi sesuatu. Ibnu ‘Uyainah. Muslim no. Imam Asy Syafi’i. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Bukhari no. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari upah jual beli anjing. maka pasti upah hasil jual belinya haram. Bukhari no. kalajengking. 3314 dan Muslim no. “Makna fasik dalam bahasa Arab adalah al khuruj (keluar). Sufyan Ats Tsauri. beliau berkata. .8 Ketiga: Upah jual beli anjing adalah upah yang haram. Dari Abu Mas’ud Al Anshori. dan lainnya. 2237) Dari Abu Az Zubair. serigala. 8/114. sehingga anjing haram untuk dimakan. singa. 1198) An Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan.” (HR. Seseorang disebut fasik apabila ia keluar dari perintah dan ketaatan pada Allah Ta’ala. inilah yang dikatakan oleh mayoritas ulama. Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Inilah yang dikatakan oleh Zaid bin Aslam. 3488 dan Ahmad 1/247.macan.

Namun hewan-hewan yang mengalami pengecualian sehingga dihukumi haram tetap perlu kita tambahkan dengan melihat dalil lainnya dari Al Quran dan As Sunnah yang menunjukkan masih ada hewan lain yang diharamkan. “Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku.karena sesungguhnya semua itu kotor . dan an nathihah (hewan yang mati karena ditanduk). al mawquudzah (hewan yang mati karena dipukul dengan tongkat).” Kesimpulan mereka bahwa yang diharamkan hanyalah yang disebutkan dalam ayat ini saja. beliau memberikan penjelasan yang berisi sanggahan yang sangat bagus terhadap pendapat semacam tadi: “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengabarkan pada mereka bahwa tiadalah ia peroleh dalam wahyu sesuatu yang diharamkan kecuali yang disebutkan dalam ayat ini. Pendapat ini juga sama saja meniadakan hewan-hewan yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai hewan yang haram untuk dimakan. Begitu juga disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai haramnya keledai piaraan. dan ‘Aisyah. Peniadaan yang dilakukan oleh mereka-mereka tadi tanpa adanya sebab dan tanpa ada indikator yang menunjukkan diharuskannya peniadaan tersebut. Imam Malik pun berpendapat demikian. Maka ayat ini menunjukkan bahwa yang diharamkan sebatas yang disebutkan dalam ayat ini seandainya ayat ini adalah Makiyah. Namun setelah surat ini. Ibnu ‘Umar. Juga disebutkan dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai haramnya setiap binatang buasa yang bertaring dan setiap burung yang memiliki cakar (untuk menerkam mangsa). yang beliau menyebutkan hal tersebut setelah turunnya surat Al An’am ayat 145. Secara global (yang dimaksud surat Al An’am ayat 145). Ketika menafsirkan surat Al An’am ayat 145 dalam Fathul Qodir. Pengecualian dalam ayat tersebut mesti melihat dari dalil lain dalam Al Quran dan Hadits Nabawi. Asy Syaukani. keumuman yang ada berlaku jika kita lihat dari hewan yang dimakan sebagaimana yang dimaksudkan dalam konteks ayat dan terdapat nantinya istitsna’ (pengecualian).”9 Ringkasnya. atau darah yang mengalir atau daging babi . anjing dan lainnya. Mawqi’ At Tafasir. Namun ini adalah pendapat yang sangat-sangat lemah. . 9 Fathul Qodir. Berikut kami bawakan sanggahan dari ulama besar yang hidup 200 tahun silam. 2/490. Karena ini sama saja mengabaikan pelarangan hewan lainnya setelah turunnya surat Al An’am ayat 145.Keliru Dalam Memahami Surat Al An’am Ayat 145 Sebagian orang salah dalam memahami surat Al An’am ayat 145 berikut. Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah (terkenal dengan Imam Asy Syaukani). Seperti yang disebutkan terlarang adalah al munkhoniqoh (hewan yang mati dalam keadaan tercekik). sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya.atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. mereka menyatakan bahwa tidak ada hewan yang haram kecuali yang disebutkan dalam surat Al An’am ayat 145. pendapat yang menyatakan bahwa yang diharamkan hanyalah yang disebutkan dalam surat Al An’am ayat 145 adalah pendapat yang lemah dilihat dari beberapa sisi: 1. Tetapi kenyataannya diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas. al mutaroddiyah (hewan yang mati karena lompat dari tempat yang tinggi). kecuali kalau makanan itu bangkai. turunlah surat Al Maidah (ayat 3) di Madinah dan ditambahkan lagi hal-hal lain yang diharamkan selain yang disebutkan dalam ayat ini.

. Dalam surat Al Maidah ayat 3 masih disebutkan adanya hewan tambahan yang diharamkan. Kalau ini dikatakan sebagai pendapat Ibnu ‘Abbas. dan binatang buas yang bertaring.rumaysho. 29 Rabi’ul Akhir 1431 H (13/04/2010) Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel www. Ibnul Jauzi. 4. maka perlu ditinjau ulang karena Ibnu ‘Abbas meriwayatkan hadits mengenai terlarangnya binatang buas yang bertaring.” (HR. 1934) 5. anjing. Muslim no.com 10 Lihat Zaadul Masiir. Diselesaikan di Pangukan-Sleman. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring. Sebagian ulama katakan bahwa surat Al An’am ayat 145 telah dinaskh (dihapus) dengan surat Al Maidah ayat 3. Mawqi’ At Tafasir. Ibnu ‘Abbas mengatakan. Hanya Allah yang beri taufik.2. 3.10 Semoga pembahasan ini bisa meluruskan kekeliruan yang selama ini ada. Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga disebutkan adanya hewan lain yang diharamkan yang tidak disebutkan dalam Al Quran semacam keledai piaraan. 2/427. dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.

" (HR. Ketika mereka hendak berangkat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya pun memakannya. mereka melihat ada seeokor keledai liar. "Daging keledai telah banyak di konsumsi. 5528 dan Muslim no. karena daging itu najis. kepada rombongan ini: "Ambillah jalan menyusuri tepi pantai hingga kita bertemu". sebagaimana terdapat riwayat yang shahih mengenai hal ini. Maka mereka mengambil jalan di tepian pantai. Beliau berkata. “Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil berkata.Makanan Yang Diharamkan Dalam Hadits Nabawi Pertama: Keledai piaraan (jinak) Mayoritas ulama berpendapat bahwa keledai jinak itu haram untuk dimakan. Bukhari no. " Selang beberapa saat orang tersebut datang lagi sambil berkata. sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya melarang kalian mengkonsumsi daging keledai jinak. mereka menumpahkan periuk yang di gunakan untuk memasak daging tersebut. "Keledai telah binasa." Setelah beberapa saat orang tersebut datang lagi seraya berkata. Maka Abu . Lalu sebagian rombongan ada yang berpisah. 1940) Sedangkan keledai liar itu halal untuk dimakan dan hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan) ulama." Maka beliau memerintahkan seseorang untuk menyeru di tengah-tengah manusia. semua anggota rambongan itu berihram kecuali Abu Qatadah. Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Anas bin Malik. "Daging keledai telah banyak di konsumsi. Abu Qotadah menceritakan: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersama mereka (para sahabat) berangkat untuk menunaikan haji." Oleh karena itu. di antaranya adalah Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu. Ketika mereka sedang berjalan.

kami sedang berihram sedangkan Abu Qatadah tidak. 1933) Dari Abi Tsa’labah. Bukhari no. macann tutul. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Setiap binatang buas yang bertaring. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring. .” (HR.” (HR. terserah apakah hewan tersebut liar (seperti singa. Bukhari no. beliau berkata. Sebagian dari mereka ada yang berkata: "Apakah kita boleh memakan daging hewan buruan padahal kita sedang berihram?". Lalu kami bawa sisa dagingnya itu kemari". serigala.” (HR. 1932) Dari Ibnu ‘Abbas.dan macan kumbang) atau piaraan (seperti anjing dan kucing rumahan) haram untuk dimakan.Qatadah menghampiri keledai itu lalu menyembelihnya yang sebagian dagingnya dibawa ke hadapan kami. Muslim no. beliau berkata. Ketika mereka berjumpa dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 4219 dan Muslim no. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang makan daging keledai jinak dan membolehkan memakan daging kuda. maka memakannya adalah haram. 1196) Bolehkah mengkonsumsi daging kuda? Boleh mengkonsumsi kuda sebagaimana pendapat mayoritas ulama. 1941) Kedua: Binatang buas yang bertaring Setiap hewan yang bertaring dan digunakan untuk menyerang mangsanya. lalu kami berhenti dan memakan dari daging tersebut kemudian diantara kami ada yang berkata: "Apakah kita boleh memakan daging hewan buruan padahal kita sedang berihram?". Hal ini terlarang berdasarkan hadits Abu Hurairah. “Ketika perang Khaibar. Dalilnya adalah hadits Jabir bin ‘Abdillah. Bukhari no." (HR. Lalu kami melihat ada keledaikeledai liar kemudian Abu Qatadah menangkapnya lalu menyembelihnya kemudian sebagian dagingnya dibawa kepada kami. Mereka menjawab: "Tidak ada". Maka Beliau bersabda: "Makanlah sisa daging yang ada itu". 5530 dan Muslim no. Maka kami bawa sisa daging tersebut. mereka berkata: "Wahai Rasulullah. 1824 dan Muslim no. Beliau bertanya: "Apakah ada seseorang diantara kalian yang sedang berihram menyuruh Abu Qatadah untuk memburunya atau memberi isyarat kepadanya?". Maka mereka berhenti lalu memakan daging keledai tersebut. beliau berkata.

Yahya bin Syarf An Nawawi. kelinci tidaklah termasuk hewan yang diharamkan karena kelinci tidak memiliki taring yang digunakan untuk menyerang mangsanya. 1/189. “Setiap hewan yang hidup di air boleh dimakan kecuali katak dan buaya. cetakan kedua. Bukhari no. Lantas beliau menerimanya.”13 Bolehkah makan daging kelinci? Jawabannya.”12 Imam Ahmad mengatakan. 13/83. Muslim no. 1934) An Nawawi rahimahullah mengatakan. Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri. orang-orang berusaha menangkapnya hingga mereka keletihan. 1953) 11 Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. 5535 dan Muslim no." (HR.” (HR. “Kami pernah disibukkan untuk menangkap kelinci di lembah Marru Azh-Zhohran.“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring. 9/619. “Termasuk hewan yang dikecualikan dari kehalalan untuk dimakan adalah buaya karena ia memiliki taring untuk menyerang mangsanya. Fathul Bari. Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi. dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram. 1392. Beirut. Ibnu Hajar Al Asqolani. Maka dia menyembelihnya kemudian dikirim daging paha depannya atau paha belakangnya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. 1379 13 Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi. Darul Ma’rifah. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah 12 .”11 Bolehkah makan daging buaya? Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari mengatakan. “Yang dimaksud dengan memiliki taring–menurut ulama Syafi’iyahadalah taring tersebut digunakan untuk berburu (memangsa). Kemudian aku bisa menangkapnya lalu aku bawa menghadap Abu Tholhah. Hal ini dikuatkan pula oleh riwayat dari Anas.

3785 dan At Tirmidzi no.Ketiga: Setiap burung yang bercakar Setiap burung yang bercakar dan cakarnya ini digunakan untuk menyerang mangsanya (seperti burung elang). Ada riwayat dari para salaf. 10/198. Dasar pelarangan hal ini adalah hadits Ibnu ‘Umar. “Ibnu ‘Umar mengkarantina (memberi makan yang bersih-bersih) pada ayam jalalah selama tiga hari.”14 Artinya di sini. kambing atau ikan) yang mengkonsumsi yang najis –atau mayoritas konsumsinya najis-. cetakan kedua. Para ulama katakan bahwa daging atau susu dari hewan jalalah tidak boleh dikonsumsi. “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring. maka haram untuk dimakan.”( HR. burung pipit. tahun 1415 H . Oleh karena itu. 1934) Penulis Aunul Ma’bud mengatakan. Dalilnya adalah hadits Ibnu ‘Abbas. beliau berkata. ayam jago. Ada riwayat Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu ‘Umar. Muhammad Syamsul Haq Al ‘Azhim Abadi Abu Ath Thoyib. “Yang dimaksud dengan mikhlab (cakar) adalah cakar yang digunakan untuk memotong dan merobek seperti pada burung nasar dan burung elang. sapi. Keempat: Hewan jalalah Hewan jalalah adalah hewan (seperti unta. syarat diharamkan burung yang bercakar adalah apabila cakarnya digunakan untuk menerkam atau menyerang mangsanya. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Hewan al jalalah bisa dikonsumsi lagi apabila bau-bau najisnya hilang setelah diberi konsumsi makanan yang bersih. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah. dan burung merpati tidak termasuk yang diharamkan. Muslim no.” (HR. Yang berpendapat seperti ini adalah Imam Ahmad (dalam salah satu pendapatnya) dan Ibnu Hazm.” Dikeluarkan pula oleh All Baihaqi dengan sanad yang bermasalah dari ‘Abdullah bin ‘Amr secara marfu’ (dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang menyatakan bahwa hewan al jalalah tidaklah dikonsumsi sampai 14 Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. Abu Daud no. 1824. inilah pendapat yang shahih. di antara mereka memberikan rentan waktu hewan al jalalah tadi diberi makan yang bersih-bersih sehingga bisa halal dimakan kembali. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari mengkonsumsi hewan jalalah dan susu yang dihasilkan darinya. dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram.

burung rajawali. 17 Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. anjing (yang suka menggigit). singa. Imam Ahmad dan selainnya. –Demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari15Hewan jalalah ini juga bisa terdapat pada ikan seperti lele yang biasa diberi pakan berupa kotoran tinja. burung gagak dan kalb aqur (anjing galak). Bukhari no. Hewan-hewan tersebut adalah tikus. Inilah yang dikatakan oleh Zaid bin Aslam. . al hadaya (mirip burung gagak). 1198) An Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan.17 Hewan yang digolongkan hewan fasik dan juga diperintahkan untuk dibunuh adalah cecak atau tokek. Wallahu a’lam. dan tokek. Ibnu ‘Uyainah. kalajengking. inilah yang dikatakan oleh mayoritas ulama. 8/114-115. serigala. yaitu tikus. sudah seharusnya ikan semacam itu tidak dikonsumsi kecuali jika ikan tersebut kembali diberi pakan yang bersih-bersih. Hal ini berdasarkan hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh. beliau mengatakan. Jika diketahui demikian. 15 Fathul Bari. “Ada lima jenis hewan fasiq (berbahaya) yang boleh dibunuh ketika sedang ihram. burung gagak. Imam Asy Syafi’i. Kelima: Setiap hewan yang diperintahkan oleh syari’at untuk dibunuh Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh.”16 Sedangkan yang dimaksud dengan “kalb aqur” sebenarnya bukan maksudnya untuk anjing semata. 16 . Dari ‘Aisyah. 9/648 Al Minhaj Syarh Shahih Muslim. Seseorang disebut fasik apabila ia keluar dari perintah dan ketaatan pada Allah Ta’ala. Namun sebenarnya kalb aqur yang dimaksudkan adalah setiap hewan yang pemangsa (penerkam) seperti binatang buas. Ada pula ulama yang menerangkan bahwa hewan-hewan ini disebut fasik karena mereka keluar dari hewan-hewan yang diharamkan untuk dibunuh di tanah haram dan ketika ihram. dan lainnya. “Makna fasik dalam bahasa Arab adalah al khuruj (keluar). maka ia haram untuk dimakan. kalajengking. Sufyan Ats Tsauri.macan. ular.” (HR. 3314 dan Muslim no. 8/114.hewan tersebut diberi makan yang bersih selama 40 hari. Lantas hewan-hewan ini disebut fasik karena keluarnya mereka hanya untuk mengganggu dan membuat kerusakan di jalan yang biasa dilalui hewan-hewan tunggangan.

2240) Keenam: Setiap hewan yang dilarang oleh syari’at untuk dibunuh Hewan yang dilarang untuk dibunuh. Al Khottobi mengatakan. Beliau bersabda. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk membunuh katak. maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua. lebah. beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik” (HR.” (HR.” (HR.” (HR. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cecak. Dan barang siapa memukulnya lagi.“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek. ia berkata. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari ‘Abdurrahman bin ‘Utsman. lebah. 2238). Muslim no. Abu Daud no. An Nawawi membawakan hadits ini dalam Shahih Muslim dengan judul Bab “Dianjurkannya membunuh cecak. Hewanhewan tersebut adalah semut. ia berkata. Lalu bagaimana mungkin seperti ini dikatakan boleh dimakan. Dari Ibnu Abbas. apakah boleh dijadikan obat. “Ada seorang tabib menanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai katak. “Dahulu cecak ikut membantu meniup api (untuk membakar) Ibrahim 'alaihis salam.” (HR. Abu Daud no. maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Ibnu Majah no.” Dari Ummu Syarik –radhiyallahu ‘anha-. “Hadits ini menunjukkan bahwa katak itu haram dikonsumsi dan ia tidak termasuk hewan air yang dibolehkan . Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). “Barang siapa yang membunuh cecak sekali pukul. ia berkata. burung Hudhud dan burung Shurad. maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. burung hudhud. 3224 dan Ahmad 1/332. 5267. “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk membunuh empat binatang: semut. burung shurod (kepalanya besar. dan barang siapa memukulnya lagi. perutnya putih. 3359) Dari Abu Hurairah. dan katak. punggungnya hijau dan katanya biasa memangsa burung pipit). 5269 dan Ahmad 3/453. maka ia dilarang untuk dikonsumsi karena jika dilarang untuk dibunuh berarti dilarang untuk disembelih. ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Muslim no. Bukhari no.

Pertama. “Segala hewan yang dilarang untuk dibunuh disebabkan karena dua alasan. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah 20 Idem.”20 18 Aunul Ma’bud. 19 . 10/252 Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi.”18 Imam Ahmad mengatakan. 1/189. boleh jadi pula karena alasan daging hewan tersebut haram untuk dimakan seperti pada burung Shurod. Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri. pen) sebagaimana manusia. Kedua.untuk dikonsumsi. burung Hudhud dan semacamnya. karena hewan tersebut adalah terhormat (seperti semut dan lebah.”19 Penulis Aunul Ma’bud mengatakan. “Setiap hewan yang hidup di air boleh dimakan kecuali katak dan buaya.

“Kaum muslimin yang paling besar dosanya adalah yang bertanya tentang sesuatu. kita akan masuk ke pembahasan inti.” (QS. Setelah kita memahami kaedah di atas baik-baik. Sesuatu tidaklah diharamkan kecuali jika diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. cetakan tahun 1425 H. Kaedah Mengenai Masalah Makanan Sebelum kita masuk inti pembahasan. sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. padahal sebelumnya tidak diharamkan. 432. . Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad. hal. “Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku.Apakah Hewan Air Halal? Segala puji bagi Allah. keluarga dan sahabatnya. alangkah baiknya kita mengingat suatu kaedah tentang makanan atau hewan: “Hukum asal segala sesuatu adalah halal. Dahulu di website ini. Pada kesempatan kali ini kami akan mengangkat pembahasan mengenai hewan air. Darul ‘Aqidah.” (HR. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. apakah seluruh hewan di air itu halal? Semoga sajian singkat ini bisa bermanfaat. Rabb semesta alam. 21 Lihat Ad Daroril Al Mudhiyah. Dalil dari kaedah di atas adalah firman Allah Ta’ala. Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani. 2358) Dalil di atas menunjukkan bahwa asal segala sesuatu itu halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. Al An’am: 145) Dari Sa’ad bin Abi Waqqash. Bukhari no.” Inilah kaedah yang disampaikan oleh Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani rahimahullah ketika mengawali pembahasan beliau dalam kitab “Al Ath’imah” (masalah makanan)21. kami pernah mengangkat pembahasan mengenai makanan atau hewan yang diharamkan. Dalil Tentang Hewan Air Allah Ta’ala berfirman. 7289 dan Muslim no. lantas sesuatu tersebut diharamkan karena pertanyaannya.

” (HR. 22 ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud. asalnya seluruh hewan yang hanya hidup di air adalah halal. Ulama-ulama tersebut mengatakan bahwa bangkai dari hewan air adalah halal. Yang terdapat perselisihan di antara mereka adalah hewan air yang memiliki bentuk yang sama dengan hewan darat seperti manusia. "Air laut itu suci dan bangkainya pun halal. “Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma. “Seluruh hewan air yaitu yang tidak hidup kecuali di air adalah halal. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hewan air selain ikan itu haram.” (HR.“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut. 69. 83. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah. babi dan ular.”22 Pendapat yang lebih tepat dalam hal ini. Muhammad Syamsul Haq Al ‘Azhim Abadi Abuth Thoyib. Al Maidah: 96) Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.” (QS. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang.” Penulis ‘Aunul Ma’bud mengatakan. anjing. At Tirmidzi no. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad. An Nasai no. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Apakah Semua Hewan Air Itu Halal? Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan. ia mengatakan. Abu Daud no. “Wahai Rasulullah. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa. . 59. “Seseorang pernah menanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Tidak ada perselisihan para ulama bahwa ikan adalah sesuatu yang dihalalkan. Apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menjawab. Inilah pendapat Imam Malik. 1/107. 3314. 1415 H. maka kami akan kehausan. Jika kami berwudhu dengannya. kami pernah naik kapal dan hanya membawa sedikit air. Ibnu Majah no.

Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya "asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya”. kura-kura karena dianggap khobits (jelek/ kotor) dan diduga dapat memberikan bahaya dengan racunnya. 11/39. “Dalil ini menunjukkan bahwa katak itu diharamkan untuk dimakan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih) Al Khottobi rahimahullah mengatakan. Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah memberi penjelasan sebagai berikut. maka hukumnya adalah halal berdasarkan kesepakatan para ulama.25 Hewan yang hidup di dua alam (air dan daratan) ada dua macam: Pertama: Hewan yang terdapat larangan khusus untuk memakannya seperti katak. Wallahu a’lam. Syaikh Abu Malik. Imam Asy Syafi’i dan Imam Ahmad (berbeda dengan Imam Abu Hanifah dan pengikutnya). ini menurut Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. 25 Kami sarikan dari Fathul Baari.23 Jika hewan air mati tanpa sebab yang jelas. Hewan yang Hidup di Dua Alam Yang kami ketahui tidak ada dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Darul Fikr Shahih Fiqh Sunnah. 5269 dan Ahmad 3/453. Katak termasuk hewan yang tidak masuk dalam hewan air yang dihalalkan. “Ada seorang tabib menanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai katak.”26 23 Al Mughni. misalnya: karena ditangkap (dipancing). Yang kuat adalah pendapat mayoritas ulama yaitu Imam Malik. 2/336-337. kepiting. maka dalam hukumnya ada perselisihan. namun ia dihalalkan dengan syarat disembelih terlebih dahulu seperti bebek (itik) dan burung air. Al Maktabah At Taufiqiyah. Begitu pula yang terlarang adalah ular. mereka menyatakan bahwa hukumnya tetap halal. Begitu pula yang dilarang adalah buaya karena buaya adalah hewan buas yang memiliki gigi taring untuk menyerang mangsanya. Abu Daud no.” (HR. disembelih atau dimasukkan dalam kolam lalu mati. 24 . ‘Abdullah bin Ahmad Al Maqdisi. 9/619. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk membunuh katak.Hewan Air Tiba-Tiba Mati Diketemukan Mengapung Di Atas Air Jika hewan air mati dengan sebab yang jelas. Yang terlarang karena ia termasuk hewan buas yang bertaring adalah ikan paus yang hidup di air laut. kalajengking. hanya tiba-tiba diketemukan mengapung di atas air.24 Dalilnya adalah keumuman dalil yang disebutkan di atas. Kedua: Hewan yang tidak ada dalil akan haramnya. –Demikian penjelasan dari Ibnu Hajar dalam Al FathAdapun dalil terlarangnya memakan katak adalah hadits. apakah boleh dijadikan obat.

1/189.Imam Ahmad mengatakan. “Setiap hewan yang hidup di air boleh dimakan kecuali katak dan buaya. Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel www.com Diselesaikan di wisma MTI.” Akhir Kata Hukum asal hewan air adalah halal. 10/ 252.rumaysho. Abul ‘Alaa Al Mubarakfuri. “Jika seseorang ingin berobat dengan katak tentu saja ia perlu membunuhnya. Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah . Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi. 21/05/2010 26 27 ‘Aunul Ma’bud. Jika diharamkan untuk membunuh. boleh jadi karena ia najis atau boleh jadi karena ia adalah hewan yang kotor. Katak itu terlarang. Di antara hewan air yang dilarang adalah katak dan buaya. 8 Jumadits Tsani 1431 H. maka tentu saja dilarang pula untuk berobat dengannya.”27 Bolehkah Berobat dengan Katak? Penulis ‘Aunul Ma’bud mengatakan. Semoga bermanfaat. kecuali ada dalil yang mengaharamkannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->