P. 1
03 Makalah Mr. Amin Filsafat Pendidikan

03 Makalah Mr. Amin Filsafat Pendidikan

|Views: 15,885|Likes:
Published by rusdi

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: rusdi on Mar 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

a)Sekolah mesti melakukan pembelajaran politis, melatih siswa untuk menjadi
warga negara yang baik.
b)Sekolah harus memperhatikan pada pengkondisian sosial membantu siswa untuk
mencapai pemenuhan nilai-nilai budaya konvensional.
c)Penekanan harus diletakkan pada keterampilan-keterampilan dasar, pengetahuan
praktis dan pelatihan watak.
d)Mata pelajaran apa saja yang akan diajarkan harus diarahkan sepenuhnya.
e)Penekanan mesti diletakkan pada yang akademik melebihi yang praktis dan yang

intelek.

f)Sekolah harus menekankan pelatihan yang dasar dalam hal keterempilan-
keterampilan belajar yang fundamental (the three R’s). sebuah tinjauan sepintas
mengenai ilmu-ilmu alam yang mendasar, pendidikan fisik (termasuk pelajaran

41

tentang kesehatan), serta pendekatan yang relatif bersifat akademis kepada ilmu-
ilmu pengetahuan sosial yang lebih konvensional (sejarah bangsa/negara,
lembaga politik negara, sejarah dunia, dan sebagainya).

Metode-metode Pengajaran dan Penilaian Hasil Belajar

1)Harus ada penyesuaian praktis antara tatacara-tatacara di ruang kelas yang
tradisional dengan yang progresif, sang guru mesti menggunakan metode
apapun yang paling efektif dalam meningkatkan kegiatan belajar, namun ia
harus lebih cenderung ke arah menyesuaikan tatacara-tatacara taradisional
dengan cara-cara baru seperti misalnya peragaan, studi lapangan, penelitian di
laboratorium, dan sejenisnya. Ketimbang condong ke arah yang menjauhi
praktik-praktik pengajaran yang mapan (umpamanya sistem ‘sekolah bebas’,
pengajaran tanpa diarahkan ataupun pengajaran indivdiual).
2)Pendisiplinan jasmani dan mental (lewat baris-berbaris, berhitung di luar
kepala, menghapal, dan sebagainya) adalah cara terbaik untuk memapankan
kebiasaan yang tepat di tingkat-tingkat pendidikan yang lebih rendah; namun
harus dikembangkan ke arah pendekatan-pendekatan yang lebih terbuka dan
lebih intelektual (misalnya ceramah dan diskusi terarah) di tahap-tahap
pendidikan lanjut; hapalan dan belajar secara otomatis adalah perlu.
3)Yang terbaik adalah belajar dengan ditentukan dan diarahkan oleh guru. Namun
para siswa mesti diijinkan berperans serta dalam aspek-aspek yang kurang
penting dalam perencanaan pendidikan.
4)Sang guru harus dipandang sebagai seorang pakar ‘penyuntik’ pengetahuan
serta keterampilan-keterampilan khusus.
5)Tes-tes untuk mengukur keterampilan serta informasi yang dikuasai siswa lebih
baik ketimbang tes-tes yang diberikan untuk menguji kemampuan analitis atau
spekulatif abstrak.
6)Persaingan antarpersonal untuk mengejar peringkat antara siswa-siswai adalah
perlu sekaligus dikehendaki demi memupuk keunggulan.
7)Penekanan diletakkan kepada yang kognitif dengan penekanan kedua pada yang
efektif serta yang bersifat antarpribadi.

42

8)Penekanan mesti diletakkan pada pelestarian prinsip-prinsip dan praktik-praktik
pendidikan yang konvensional.
9)Bimbingan dan penyuluhan personal serta terapi kejiwaan harus dibatasi hanya
untuk siswa-siswi yang mengalami problem emosional yang berat, yang
mempengaruhi kemampuan mereka untuk belajar dalam situasi persekolahan
yang normal

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->