CARA MENGATASI RESIKO Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan, untuk mengurangi resiko.

Sebelum memulai usaha, sebaiknya Anda melakukan riset mengenai hambatanhambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan usaha. Dengan begitu Anda dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan bisnis yang dimungkinkan semakin meningkat. Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang Anda miliki, jangan sampai Anda memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skill dan minat, setidaknya Anda memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang muncul di tengah perjalanan Anda. Hindari peluang usaha yang tidak Anda kuasai, ini dilakukan agar Anda tidak kesulitan dalam mengatasi segala resikonya. Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis Anda. Hal tersebut bisa membantu Anda untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa membuat usaha Anda berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan. Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan resiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang beresiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas. Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreatifitas. Dengan keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas untuk mengembangkan usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang muncul bisa Anda atasi dengan baik. Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah resiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya trend pasar. Sebaiknya Anda menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena resikonya cukup besar. Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan produk Anda. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka akan memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam memasarkan produk.

Dari informasi diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa semua resiko bisnis bisa diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreatifitas Anda. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan Anda dalam menjalankan usaha. Agar segala resiko yang muncul ditengah perjalanan, tidak sampai merugikan bisnis Anda. Sekian informasi dari kami, semoga informasi ini bisa memotivasi Anda agar tidak takut lagi dengan resiko menjalankan usaha.

kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realistis. dan menjauhi situasi risiko yang tinggi karena ingin berhasil. “seorang wirausaha yang berani menanggung risiko adalah orang yang selalu ingin jadi pemenang dan memenangkan dengan cara yang baik” (Yuyun Wirasasmita. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak ada tantangan. maka semakin besar keyakinan orang tersebut akan kesanggupan mempengaruhi hasil dan keputusan. semakin besar keyakinan seseorang pada kemampuan sendiri. Keberanian untuk menanggung risiko yang menjadi nilai kewirausahaan adalah pengambilan risiko yang penuh dengan perhitungan dan realistis. Hasil-hasil itu harus nyata/jelas dan objektif. pengambil risiko ditemukan pada orang-orang yang inovatif dan kreatif yang merupakan bagian terpenting dari perilaku kewirausahaan. dan semakin besar pula kesediaan seseorang untuk mencoba apa yang menurut orang lain sebagai risiko. mengatakan bahwa wirausaha adalah seseorang yang menanggung risiko. Ia berani mengambil risiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Kemauan dan kemampuan untuk mengambil risiko merupakan salah satu nilai utama dalam kewirausahaan. Wirausaha dalam mengambil tindakan hendaknya tidak didasari oleh spekulasi. Oleh sebab itu. sangat ditentukan oleh kemampuan wirausaha untuk mengambil risiko antara lain : 1. 2003 : 14-15).PENGAMBILAN RESIKO Berani Menghadapi Risiko Richard Cantillon. wirausaha kurang menyukai risiko yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Keberanian menghadapi risiko yang didukung komitmen yang kuat. kesediaan untuk rugi 3. Kepuasan yang besar diperoleh apabila berhasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya secara realistis. dalam Suryana. . Pilihan terhadap risiko ini sangat tergantung pada : 1. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya (Suryana. Menurut Angelita S. 3. Bajaro. artinya risiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Wirausaha yang tidak mau mengambil risiko akan sukar memulai atau berinisiatif. Oleh sebab itu. orang pertama yang menggunakan istilah entrepreneur di awal abad ke-18.daya tarik setiap alternatif 2. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. wirausaha selalu berani mengambil risiko yang moderat. Wirausaha adalah orang yang lebih menyukai usaha-usaha yang lebih menantang untuk lebih mencapai kesuksesan atau kegagalan daripada usaha yang kurang menantang. kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal Untuk bisa memilih. 2003 : 21). kesediaan untuk menggunakan kemampuan dalam mencari peluang dan kemungkinan memperoleh keuntungan. keyakinan pada diri sendiri 2. Artinya. Oleh karena itu. melainkan perhitungan yang matang. Pengambilan risiko berkaitan dengan berkaitan dengan kepercayaan diri sendiri.

yang berarti jika suku bunga meningkat. Risiko sistematis merupakan risiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan. maupun perubahan politik. kerusuhan. Risiko finansial Risiko ini berkaitan dengan keputusan perusahaan untuk menggunakan hutang dalam pembiayaan modalnya. Semakin besar hutang yang digunakan. Risiko nilai tukar mata uang (valas) Risiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestik dengan nilai mata uang negara lainnya. maka harga saham akan turun. maka harga saham akan meningkat. Selain risiko di atas tersebut. Perubahan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. karena sangat berkaitan dengan kondisi perpolitikan suatu negara. 5. Bagi perusahaan yang beroperasi di luar negeri. maka semakin besar pula risiko investasi tersebut. 6. maka semakin likuid sekuritas tersebut. Risiko negara Risiko ini juga disebut sebagai risiko politik. Sedangkan risiko merupakan kemungkinan perbedaan antara return yang akan diterima dengan return yang diharapkan. 7. Perubahan suku bunga akan mempengaruhi harga saham secara terbalik. yaitu risiko sistematis dan risiko unsistematis. dalam manajemen investasi dikenal pembagian risiko dalam dua jenis. 3. maka stabilitas ekonomi dan politik negara bersangkutan akan sangat perlu diperhatikan guna menghindari risiko negara yang terlalu tinggi. Semakin cepat suatu sekuritas diperdagangkan. Demikian pula sebaliknya. Return merupakan salah satu faktor yang memotivasi investor berinvestasi dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Risiko suku bunga Perubahan suku bunga bisa mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. Maka dari itu. Semakin besar kemungkinan perbedaannya. Dan demikian pula sebaliknya. Risiko likuiditas Risiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu sekuritas yang diterbitkan perusahaan bisa diperdagangkan di pasar sekunder.MACAM-MACAM RESIKO Dalam berinvestasi. maka semakin besar pula risiko yang akan ditanggung. Risiko pasar Yang dimaksud risiko pasar adalah fluktuasi pasar yang secara keseluruhan mempengaruhi variabilitas return suatu investasi. . investor memiliki tujuan untuk memaksimalkan returnnya tanpa melupakan faktor risiko investor yang harus dihadapinya. seperti munculnya resesi ekonomi. Risiko bisnis Risiko bisnis merupakan risiko yang terdapat dalam menjalankan bisnis suatu jenis industri. Misalnya perusahaan pakaian jadi yang bergerak di bidang industri tekstil. 8. akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik industri tekstil itu sendiri. Risiko ini juga dikenal dengan nama currency risk atau exchange rate risk. Terdapat beberapa sumber risiko yang bisa mempengaruhi besarnya risiko suatu investasi. 2. risiko ini juga bisa disebut sebagai risiko daya beli. Risiko inflasi Inflasi yang meningkat akan mengurangi kekuatan daya beli rupiah yang telah diinvestasikan. 4. diantaranya adalah : 1. Sedangkan risiko unsistematis merupakan risiko yang tidak berkaitan dengan perubahan pasar secara keseluruhan. apabila suku bunga menurun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful