MANAJEMEN LALU LINTAS

(TRAFFIC MANAGEMENT)
(TS-7142)

Semester III

Oleh:

I Wayan Suweda
Lecturer in transport studies

LABORATORIUM TRANSPORTASI PASCA SARJANA JURUSAN TEKNIK SIPIL

UNIVERSITAS UDAYANA

MANAJEMEN LALU LINTAS
(TS-7142)
Tujuan Instruksional Umum Kuliah (Standar Kompetensi)
Memberikan pemahaman dalam aplikasi konsep dasar, metoda dan teknik manajemen lalu lintas perkotaan

Tujuan Instruksional Khusus (Kompetensi Dasar)
• • • Memahami permasalahan transportasi yang berkaitan dengan demand (Lalu lintas) dan supply (Prasarana) serta perangkat lunaknya. Mampu menganalisis pemilihan teknik manajemen lalu lintas berdasarkan parameter karakteristik lalu lintas dan pemahaman teknik manajemen lalu lintas. Mampu melakukan analisis dan evaluasi dari penerapan teknik manajemen lalu lintas.

Deskripsi Materi:
1. Permasalahan Transportasi: Faktor-faktor Penyebab dan Dampak 2. Manajemen lalu lintas: definisi, tujuan, dan kegiatan. 3. Trafic Calming: teknik dan desain untuk mengurangi pengaruh negative lalu lintas - Speed Control and Speed Limits - Influencing Drivers’ Behaviour, etc. 4. Manajemen kebutuhan pergerakan perjalanan (Travel Demand Management) - Congestion Charging and Road Tolling - Demand Management through Fuel Prices - Regulating the Use of Vehicles - Restraint on Vehicle-Ownership, etc. 5. Manajemen angkutan barang (Management of Goods Vehicles) 6. Manajemen parkir: Fasilitas dan Kontrol 7. Manajemen angkutan umum 8. Mid Test Semester 9. Analisis Kapasitas Jalan dan Persimpangan 10. Manajemen lalu lintas kawasan lokal 11. Manajemen ruas dan jaringan jalan 12. Fungsi Hierarkhi dari jaringan jalan dan Manajemen lalu lintas jalan arteri 13. Manajemen persimpangan - Tundaan serta karakteristik operasi persimpangan tanpa LLL - Analisis kapasitas dan waktu pada persimpangan dengan LLL 14. Koordinasi Lampu Lalu Lintas 15. Analisis persimpangan dengan menggunakan komputer software (SIDRA) 16. Evaluasi Strategi dan Test Akhir Semester (dijadwalkan tersendiri) 2

PERMASALAHAN MANAJEMEN LALU LINTAS sbg bagian PERMASALAHAN TRANSPORTASI
Permasalahan umumnya diidentifikasi dari persepsi seseorang mengenai apa yang terjadi, baik yang berkaitan dengan tundaan (delay), kemacetan (congestion), kecelakaan/keselamatan (safety), biaya (generalised cost), polusi (polution) maupun kenyamanan perjalanan yang dievaluasi secara subjektif dan bersifat pribadi. Kriteria dasar permasalahan, dapat dievaluasi terhadap unjuk kerja (performance) sistem transportasi yang ada saat ini (eksisting) maupun prediksi dimasa yang akan datang. Kriteria-kriteria dasar permasalahan tersebut, antara lain: 1. Total waktu perjalanan, yang diperoleh dari mobilitas (kecepatan pada jaringan jalan yang ditentukan oleh kecepatan ruas jalan dan tundaan dipersimpangan), aksesibilitas yang ditentukan oleh lokasi jaringan jalan yang mempengaruhi rute yang akan dipakai dalam perjalanan. 2. Keselamatan, resiko kecelakaan yang diukur berdasarkan tingkat kecelakaan. 3. Biaya, berhubungan langsung dengan efisiensi dan keselamatan operasi. 4. Kenyamanan, sangat dibutuhkan orang dengan kompensasi membayar lebih untuk mendapatkannya. 5. Lingkungan, melakukan evaluasi terhadap dampak lingkungan dari operasi yang dilakukan. 6. Konservasi energi, penghematan terhadap penggunaan energi dengan dilakukannya manajemen lalu lintas.

SKALA WAKTU PERMASALAHAN DAN SOLUSI PERMASALAHAN
Dalam manajemen lalu lintas, berdasarkan skala waktu dengan skala implementasi yang berbeda pula, maka skala waktu dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Seketika/mendesak. Perbaikan/solusi yang dapat dilakukan adalah perbaikan kontrol terhadap fasilitas yang ada, seperti pada persimpangan, parkir dll. 2. Jangka pendek. Dalam hal ini dapat dilakukan perubahan arus dengan manajemen lalu lintas dan sarana penunjang lainnya. 3. Jangka menengah. Dengan melakukan peningkatan kapasitas jaringan jalan, perubahan arah arus lalu lintas, pelebaran jalan dan konstruksi jalan baru. 4. Jangka panjang. Melalui perubahan arus lalu lintas berdasarkan pertumbuhan lalu lintas dengan mengontrol pengembangan wilayah.

CONTOH-CONTOH PERMASALAHAN UMUM

3

Bandung. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar.Permasalahan Transportasi: Kemacetan Kemacetan di Jakarta. 4 . Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan Ada perbaikan jalan. Surabaya. terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat sirene tsunami Dan lain-lain. Penyebab kemacetan Kemacetan dapat terjadi karena beberapa alasan: • • • • • • • Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan Terjadi kecelakaan lalu-lintas sehingga terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas. Bagian jalan tertentu yang longsor. suatu keadaan yang terjadi sehari-hari Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta.

Portugal. radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi. Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi. karena kecepatan perjalanan yang rendah Pemborosan energi. karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek. dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal. pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya Pemecahan permasalahan kemacetan secara umum Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehentip yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 5 . Dampak negatif kemacetan Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan: • • • • • • Kerugian waktu. Keausan kendaraan lebih tinggi.Kemacetan yang disebabkan kecelakaan lalu-lintas. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans. Meningkatkan stress pengguna jalan. Algarve. karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih besar.

MRT di Singapura 4. 6 . bea masuk kepada angkutan umum. Pengembangan kereta api kota. 3. 5. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta. Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti: 1. 3. menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan. 2. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum 2. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu.Peningkatan kapasitas. Batam ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor. Keberpihakan kepada angkutan umum. 4. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta dikenal sebagai Busway. Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan mengoptimalkan kepada angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain: Jalur Bus Transjakarta (Busway) 1. persimpangan tidak sebidang/flyover. biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan. Subway di Amerika. yang dikenal sebagai metro di Perancis. Mengembangkan inteligent transport sistem. Memperlebar jalan.

2.2 juta manusia setiap tahun menurut WHO. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Permasalahan Transportasi: Kecelakaan lalu-lintas Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Truk beton ini terbalik di depan halam sebuah rumah karena kecepatan terlalu tinggi 7 . pajak kendaraan bermotor. Stokholm. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu. ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura. pajak bahan bakar. Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrim sebagai berikut: 1. London. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). bea masuk yang tinggi. 3. seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol.Pembatasan kendaraan pribadi. ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya. pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan. Kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa sekitar 1.

Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi. Faktor kendaraan Faktor kendaraan yang paling sering terjadi adalah ban pecah. Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan. pertama adalah faktor manusia.Tabrakan kecil seperti ini adalah jenis kecelakaan lalu-lintas paling umum Faktor yang menyebabkan kecelakaan Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadikanya kecelakaan. perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan. ketidaktahuan terhadap arti aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula pura-pura tidak tahu. kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraan patah. Disamping itu masih ada faktor lingkungan. Faktor manusia Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap kecelakaan. Hampir semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas. peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya. 8 . Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan. rem tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. antara manusia dengan kendaraan misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar. kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor jalan. disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara reguler.

geometrik jalan.Faktor jalan Faktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan. pagar pengaman didaerah pegunungan. ada tidaknya median jalan. Melindungi dan memperbaiki keadaan kondisi lingkungan dimana arus lalu lintas tersebut berada. untuk: Mendapatkan tingkat efisiensi dari pergerakan lalu lintas secara menyeluruh dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi. pemasangan rambu lalu lintas. Meningkatkan tingkat keselamatan. perlu mengenali permasalahan yang terjadi dengan mengumpulkan informasi geometrik jalan. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang. Perbaikan geometrik dapat berupa pelebaran jalan. memberikan perioritas bagi angkutan umum seperti Busway dan berbagai langkah lainnya Manajemen lalu lintas adalah perencanaan. membangun jalur rangkak pada tanjakan yang tinggi. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan terutama bagi pemakai sepeda motor. marka jalan atau melakukan pembatasan gerakan lalu lintas tertentu. pembangunan fasilitas pengaman jalan. Faktor lingkungan Hari hujan juga mempengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh. pengawasan. kecepatan lalu lintas. keamanan. ketertiban dan kelancaran pengguna yang dapat diterima oleh semua pihak. jarak pandang juga terpengaruh karena penghapus kaca tidak bisa bekerja secara sempurna atau lebatnya hujan mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. terutama didaerah pegunungan REKAYASA DAN MANAJEMEN LALU LINTAS Rekayasa lalu lintas adalah salah satu cabang dari teknik sipil yang menggunakan pendekatan rekayasa untuk mengalirkan lalu lintas orang dan barang secara aman dan effisien dengan merencanakan. hambatan/tundaan lalu lintas. pembangunan pulau-pulau lalu lintas. pengaturan. dan pengendalian lalu lintas dengan melakukan optimasi penggunaan prasarana yang ada. Seluruh data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis untuk kemudian direncanakan usulan perbaikaan geometric. perubahan radius tikungan. membangun dan mengoperasikan geometrik jalan serta dilengkapi fasilitas perlengkapan dan fasilitas pendukung jalan. Didalam memecahkan permasalahan lalu lintas. besarnya arus (volume) lalu lintas. jarak pandang dan kondisi permukaan jalan. Tujuan Manajemen lalu lintas. data kecelakaan lalu lintas. 9 . jalan menjadi lebih licin. mengurangi tanjakan.

adalah: Mengatur dan menyederhanakan lalu lintas dengan melakukan pemisahan terhadap tipe. or their location or timing (Mengubah tipe/jenis aktifitas atau lokasi aktifitas atau waktu kegiatan) 10 . pergerakan dan lingkungan) Dissatisfaction with conditions (Ketidakpuasan thd kondisi) Change in traffic management with or without new construction (Mengubah manajemen lalu lintas dengan atau tanpa pembangunan baru) Change in activities. Sasaran Manajemen lalu lintas. kecepatan dan pemakai jalan yang berbeda untuk meminimumkan gangguan terhadap lalu lintas. movement and environment (Kondisi akses keluar-masuk guna lahan. Mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas dengan meningkatkan kapasitas atau mengurangi volume lalu lintas pada suatu jalan. Melakukan optimasi ruas jalan dengan menentukan fungsi dari jalan dan kontrol terhadap aktifitas yang tidak cocok.Mempromosikan penggunaan energi secara efisien ataupun penggunaan energi lain yang dampak negatifnya lebih kecil dari pada energi yang ada. Keterkaitan Manajemen lalu lintas. manajemen jalan dan pemanfaatannya Road System (Sistem Jalan Raya) Demand for Movement (Permintaan Perjalanan) Pattern of Traffic (Pola Lalu lintas) Conditions of Access.

aspek sosial dan ekonomi. Penyusunan rencana dan program pelaksanaan. c. Maksud inventarisasi antara lain untuk mengetahui tingkat pelayanan pada setiap ruas jalan dan persimpangan. Perumusan dan penetapan pemecahan permasalahan lalu lintas. pemberian prioritas bagi jenis kendaraan atau pemakai jalan tertentu. usulan pengadaan dan pemasangan serta pemeliharaan rambu rambu lalu lintas. Kegiatan pengaturan lalu lintas. dan/atau jaringan jalan. 2. penetapan tingkat pelayanan yang diinginkan. Maksud rencana dan program perwujudan dalam ketentuan ini antara lain meliputi: penentuan tingkat pelayanan yang diinginkan pada setiap ruas jalan dan persimpangan. alat pemberi isyarat lalu lintas. marka jalan. Penetapan tingkat pelayanan ruas jalan yang diinginkan. dan alat pengendali dan pengaman pemakai jalan. dan karakteristik jalan. aspek lingkungan. usulan aturanaturan lalu lintas yang akan ditetapkan pada setiap ruas jalan dan persimpangan. Inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan serta permasalahan lalu lintas pada ruasruas jalan. b. Dalam menentukan tingkat pelayanan yang diinginkan dilakukan antara lain dengan memperhatikan: rencana umum jaringan transportasi jalan. usaha peningkatan kapasitas jalan ruas. d. 3. karakteristik lalu lintas. Maksud tingkat pelayanan dalam ketentuan ini adalah merupakan kemampuan ruas jalan dan persimpangan untuk menampung lalu lintas dengan tetap memperhatikan faktor kecepatan dan keselamatan. larangan dan/atau perintah bagi pemakai jalan. penyusunan rencana dan program pelaksanaan perwujudannya. penetapan pemecahan permasalahan lalu lintas. termasuk dalam pengertian penetapan kebijaksanaan lalu lintas dalam ketentuan ini antara lain: penataan sirkulasi lalu lintas. antara lain: a. kapasitas. persimpangan. inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan. usulan kegiatan atau tindakan baik untuk keperluan penyusunan usulan maupun penyuluhan kepada masyarakat Contoh kegiatan perencanaan yang sering dilakukan. kelas jalan. persimpangan. peranan. meliputi Kegiatan penetapan kebijaksanaan lalu lintas pada jaringan atau ruas-ruas jalan tertentu.Kegiatan-kegiatan manajemen lalu lintas Kegiatan perencanaan lalu lintas. dan jaringan jalan. larangan penggunaan jalan. meliputi 1. 11 . 4. penentuan kecepatan maksimum dan/atau minimum.

Contoh kegiatan pengawasan yang sering. 12 . Pengaturan kecepatan lalu lintas kendaraan. Pemantauan dan penilaian terhadap kebijaksanaan lalu lintas. Pengaturan sirkulasi lalu lintas pada suatu kawasan Kegiatan pengawasan lalu lintas. Pengaturan pembatasan masuk kendaraan sebagian dan atau seluruh kendaraan. Kegiatan pemantauan dan penilaian dimaksudkan untuk mengetahui efektifitas dari kebijaksanaan-kebijaksanaaan tersebut untuk mendukung pencapaian tingkat pelayanan yang telah ditentukan. c. Pengaturan jaringan lintas atau rute angkutan barang. analisis pelanggaran dan usulan tindakan perbaikan. Pengaturan persimpangan tak sebidang. antara lain: Penerapan manajemen lalu lintas pada ruas jalan meliputi : a. analisis tingkat pelayanan. tindakan korektif terhadap pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. jumlah pelanggaran dan tindakan-tindakan koreksi yang telah dilakukan atas pelanggaran tersebut. Pengaturan larangan berhenti dan atau parkir pada tempat-tempat tertentu. Pengaturan lalu lintas satu arah dan atau dua arah. e. Tindakan korektif dimaksudkan untuk menjamin tercapainya sasaran tingkat pelayanan yang telah ditentukan. 2. c. b. Pengaturan rute atau trayek angkutan penumpang umum. Pembatasan muatan sumbu terberat bagi ruas-ruas jalan tertentu. d. Pengaturan persimpangan sebidang tanpa alat pemberi isyarat lalu lintas. Termasuk dalam kegiatan pemantauan antara lain meliputi inventarisasi mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan lalu lintas yang berlaku pada ruas jalan. Termasuk dalam kegiatan penilaian antara lain meliputi penentuan kriteria penilaian. meliputi 1. c. pemantauan dan penilaian terhadap pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. Termasuk dalam tindakan korektif adalah peninjauan ulang terhadap kebijaksanaan apabila di dalam pelaksanaannya menimbulkan masalah yang tidak diinginkan. b.Contoh kegiatan pengaturan yang sering dilaksanakan. Pengaturan persimpangan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas. b. antara lain: a. Penerapan manajemen lalu lintas pada persimpangan meliputi : a. Penerapan manajemen lalu lintas pada jaringan jalan meliputi : a.

Pemberian arahan dan petunjuk dalam ketentuan ini berupa penetapan atau pemberian pedoman dan tata cara untuk keperluan pelaksanaan manajemen lalu lintas. Kelima. Perda tersebut 13 . antara lain: a. Kedua. adalah kebijaksanaan dan cara untuk mencapai tujuan dan sasaran rencana dengan melihat penggunaan sumber – sumbernya dan pemilihan alternatif – alternatifnya yang terbaik. Sejalan konsep diatas pemerintah Kota Sukabumi mengangkat masalah pokok dalam pembangunan daerah terletak pada potensi wilayah yang ada di Kota Sukabumi yang dituangkan dalam program pembangunan daerah (propeda) tahun 2001 – 2005 yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah No 18 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Daerah (Propeda) Kota Sukabumi tahun 2001 – 2005. penterjemahan dalam program – program atau kegiatan – kegiatan usaha yang konkrit. terencana. dalam hal ini sumber – sumber daya ekonomi dan sumber – sumber daya lainnya. meliputi 1. terpadu dan konsisten agar secara bertahap berbagai kendala dapat teratasi. Pemberian bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban dalam pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. b. tata cara menaikan dan menurunkan penumpang. tata cara membongkar dan memuat barang. APLIKASI KOTA SUKABUMI PEROLEH PIALA WAHANA TATA NUGRAHA Dalam membangun sebuah kota yang dapat membangkitkan pertumbuhan dari berbagai sektor diperlukan suatu konsep yang terpadu yang dituangkan dalam suatu program yang didesain agar dapat merekayasa perkembangan pembangunan secara cermat.b. ada lima faktor penting yang dikemukakan oleh Tjokroamidjoyo (1979:14-15) antara lain : Pertama. Tindakan korektif terhadap pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. Kegiatan pengendalian lalu lintas. adalah permasalahan – permasalahan pembangunan suatu negara/masyarakat yang dikaitkan dengan sumber – sumber pembangunan yang dapat diusahakan. Ketiga. dan tata cara parkir kendaraan. Keempat. Pemberian arahan dan petunjuk dalam pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. 2. seperti mengenai tata cara berlalu lintas. dengan maksud agar diperoleh keseragaman dalam pelaksanaannya serta dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya untuk menjamin tercapainya tingkat pelayanan yang telah ditetapkan. Contoh pengendalian yang sering dilakukan. adalah jangka waktu pencapaian tujuan. pemberian arahan dan petunjuk dalam pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. pemberian bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban masyarakat dalam pelaksanaan kebijaksanaan lalu lintas. adalah tujuan serta sasaran rencana yang ingin dicapai.

(1978) mendefinisikan sebagai those policies developmed by government bodies and officials. menghitung kapasitas jalan sekitar dengan tujuan untuk melihat tingkat pelayanan dari ruas jalan tersebut. 1991). melarang pembatasan akses masuk kejalan di sekitar kawasan pembangunan guna mempertahankan kelas dan tingkat pelayanan jalan-jalan tersebut.merupakan produk hukum atau kebijakan publik (public policy). Salah satu contoh yang dapat dilakukan adalah dengan pelarangan parkir bagi kendaraan di ruas jalan tertentu yang dapat mengurangi kapasitas dari jalan tersebut. pengaturan terhadap simpang yang sekarang terkena dampak maupun yang akan terkena dampak dari pembangunan kawasan. Dua hal yang sangat penting dalam menangani masalah lalu lintas. Langkah yang dapat diambil adalah dengan melarang parkir kendaraan pada daerah sekitar pintu keluar masuk kawasan tersebut. yang menurut Dye. 1987 adalah Whatever Government choose to do or not to do. 14 . (b) Manajemen Permintaan (Management of Demand). pendidikan dan kesehatan. Manajemen lalu lintas adalah kegiatan yang mengatur lalu lintas dan bagaimana arus lalu lintas tersebut dikendalikan dengan menggunakan teknik rekayasa lalu lintas untuk optimasi efisiensi dan keselamatan penggunaan prasarana yang ada (Pusdiklat Perhubungan Darat. yang pertama adalah Manajemen Lalu Lintas dan Rekayasa Lalu Lintas. Dari konsep – konsep diatas maka jelas bahwa properda merupakan kebijakan pemerintah Kota Sukabumi yang mengikat seluruh komponen pemerintah baik eksekutif maupun legislatif serta masyarakat dalam upaya mencapai tujuan pembangunan Kota Sukabumi. adalah berupa pengaturan sirkulasi pengaturan sirkulasi arus lalu lintas eksternal dan internal dari kawasan pembangunan tersebut. (1988) menyebutkan bahwa kebijakan publik terdiri dari serangkaian keputusan yang dibuat oleh pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dan petunjuk – petunjuk yang diperlukan terutama dalam bentuk peraturan – peraturan dan dekrit – dekrit pemerintah. Cermin kota sangat ditentukan bagaimana tingkat kinerja jalan. sedangkan Santoso. (e) Manajemen kapasitas ruas jalan. berkaitan dengan pemberian prioritas bagi lalu lintas yang dapat meningkatkan efisiensi dan/atau keselamatan. umumnya bersifat regulasi terhadap permintaan perjalanan. kemudian anderson. atau suatu upaya pendekatan dari sisi penawaran. (f) Manajemen kapasitas simpang. (c) Manajement Prioritas (Management of Priority). Di dalam properda Kota Sukabumi tahun 2001 – 2005 telah ditetapkan visi dan misi Kota Sukabumi sebagai pusat pelayanan jasa terpadu di bidang perdagangan. (d) Manajemen arus lalu lintas. berkaitan dengan pengolahan untuk meningkatkan kapasitas prasarana. yaitu meliputi pengaturan arus keluar masuk kawasan yang dibangun. Manajemen lalu lintas terdiri dari sasaran strategi dasar manajemen lalu lintas meliputi : (a) Manajemen Kapasitas (Management of Capacity). berkaitan dengan tindakan pengaturan dan pengendalian terhadap permintaan lalu lintas. memberikan pelayanan terhadap sistem pergerakan orang dan barang. salah satu sektor yang penting adalah bidang lalu lintas.Untuk mewujudkan visi Kota harus didukung oleh sektor – sektor lain. karena faktor ini sangat signifikan terhadap sistem pergerakan orang dan barang.

kanalisasi. penertiban dan pengawasan lalu lintas secara terpadu. pemasangan rambu dan marka. Dalam dua tahun terakhir Kota Sukabumi telah melakukan perencanaan dan pelaksanaan yang dituangkan dalam APBD baik dibidang kebinamargaan maupun bidang lalu lintas seperti pembuatan median jalan di depan Yogya Dept Store. kemudian pada APBD TA 2003 dan perubahan akan dilakukan upaya Rekayasa Lalu Lintas seperti Normalisasi Alinyemen simpang Jl Tipar Gede – Jl Otista.457 perjalanan setiap hari.Dapat berupa prioritas terhadap arus yang lebih besar. berupa penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki yang akan masuk maupun keluar dari kawasan tersebut yang diletakkan pada jalur pintu keluar masuk dari kawasan sampai dengan pusat kawasan yang dibangun. (h) Manajemen parkir. penambahan kapasitas jalan Jl jend A Yani. menekankan program prioritas Walikota adalah masalah kebersihan dan lalu lintas karena kedua permasalahan tersebut menjadi indikator terhadap profil Kota. pelaksanaan yang terprogram diatas. solusi terbaiknya adalah mempercepat Jalan Lingkar Sukabumi terwujud. berupa penyediaan fasilitas ruang parkir dan pola perparkiran yang akan digunakan bagi para pengunjung serta kebijaksanaan tentang tarif parkir pada kawasan tersebut. alat pemberi isyarat lalu lintas. Semua upaya – upaya yang dilakukan merupakan hasil kajian bersama antara Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Polres Sukabumi. bundaran dan persimpangan tak sebidang. finansial yang teranggarkan dalam APBD selama 2(dua) tahun terakhir telah dimiliki secara administratif maupun kondisi empirik di lapangan dinilai oleh Wahana Tata Nugraha Tingkat Propinsi dinyatakan sebagai peringkat pertama dalam rangka menangangi permasalahan lalu lintas dan mendapat Piala Wahana tata Nugraha Tingkat Nasional Walikota Sukabumi sudah menggariskan bahwa pada saat briefing pertama beliau menjadi Walikota. Upaya yang telah dilakukan oleh Kota Sukabumi dalam menangani transportasi baik perencanaan. Jl Pelabuhan II – Jl Pasundan. sehingga titik persoalan adalah bagaimana manajemen trayek disempurnakan. kelembagaan yang menangani. 15 . Peningkatan disiplin perilaku operator terhadap aturan yang telah ditetapkan. Jl Pelda Suryanta – Jl Otista. Tentunya kita bersama dalam upaya menangani lalu lintas yang paling utama adalah masalah Mobil Penumpang Umum dimana data penelitian menunjukkan 73% masyarakat Kota Sukabumi menggunakan moda angkutan Mobil Penumpang Umum. dll. melalui sistem jaringan transportasi. dan ketegasan petugas dalam menindak pelanggaran. Dinas Cipta Karya yang dituangkan dalam sebuah studi telaahan staf sebagai bahan kebijakan pemerintah Kota Sukabumi dalam menangani permasalahan pada simpul – simpul kemacetan. Dinas Pol PP dan Kesbang. (g) Manajemen pejalan kaki. penyempurnaan simpang Jl RA Kosasih. pelebaran jalan sekaligus perubahan arus dari satu arah menjadi dua arah. Indikator pelayanan lalu lintas adalah tingkat aksesibilitas dalam melakukan perjalanan yaitu ukuran kenyamanan atau kemudahan suatu lokasi dicapai. Bappeda. Hal kedua adalah tingginya tingkat perjalanan eksternal–eksternal atau yang melintasi Kota Sukabumi melalui pusat Kota sebesar rata–rata 192.

TRAFIC CALMING Polisi tidur Polisi tidur dari aspal Polisi tidur dari karet Polisi tidur adalah gundukan aspal atau gundukan semen yang dipasang melintang di jalan. 16 . Ada yang ditambah dengan garis-garis putih. ada pula yang polos tanpa garis-garis putih.

Echols dan Hassan Shadily mencantumkannya dalam Kamus Indonesia-Inggris Edisi Ketiga (1989) dan memadankannya dengan traffic bump. A. Ed Schmidgall-Tellings pun mencatat polisi tidur dalam Kamus Lengkap Indonesia-Inggris (2005) dan menginggriskannya menjadi speed trap. Polisi tidur sudah dicatat Abdul Chaer dalam Kamus Idiom Bahasa Indonesia (1984) dan diberi makna "rintangan (berupa permukaan jalan yang ditinggikan) untuk menghambat kecepatan kendaraan". John M. traffic bump. Polisi tidur di Indonesia 17 . Teeuw memperkenalkan polisi tidur kepada masyarakat Belanda dalam Kamus IndonesiaBelanda (2002) sebagai verkeersdrempel.Etimologi Tidak jelas siapa pencipta ungkapan polisi tidur dan sejak kapan ungkapan itu digunakan dalam bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Pertama (1988) dan Edisi Kedua (1991).A. Polisi tidur mulai diakui dalam KBBI Edisi Ketiga (2001) dan diberi makna 'bagian permukaan jalan yang ditinggikan secara melintang untuk menghambat laju kendaraan'. Stevens dan A. Alan M. polisi tidur belum terdaftar. ungkapan polisi tidur pasti sudah ada sebelum tahun 1984. Jadi. Pogadaev yang diterbitkan oleh penerbit "Russky Yazik" di Moskow pada tahun 2008 kata itu dimasukkan untuk pertama kali dengan terjemahan Rusia seperti "спящий полицейский" (spyashy politseisky). Dalam Kamus Indonesia-Rusia dan Kamus Rusia-Indonesia (ISBN 978-5-9576-0376-4)oleh V.

ada tidaknya pemisah/median jalan. Faktor yang mempengaruhi kapasitas jalan Faktor yang mempengaruhi kapasitas jalan adalah lebar jalur atau lajur. Hubungan Arus dengan Kecepatan dan Kepadatan • • • Hubungan kecepatan dan kepadatan adalah linier yang berarti bahwa semakin tinggi kecepatan lalu lintas dibutuhkan ruang bebas yang lebih besar antar kendaraan yang mengakibatkan jumlah kendaraan perkilometer menjadi lebih kecil. di mana sudut kemiringan adalah 15% dan tinggi maksimum tidak lebih dari 150 mm. dinyatakan dalam jumlah kendaraan yang melewati potongan jalan tertentu dalam satu jam (kend/jam) atau satuan mobil penumpang (smp)/jam. setelah itu semakin padat maka arus akan semakin kecil. hambatan bahu/kerb jalan. didaerah perkotaan atau luar kota. Hubungan antara arus dengan kepadatan juga parabolik semakin tinggi kepadatan arus akan semakin tinggi sampai suatu titik dimana kapasitas terjadi. Hubungan kecepatan dan arus adalah parabolik yang menunjukkan bahwa semakin besar arus kecepatan akan turun sampai suatu titik yang menjadi puncak parabola tercapai kapasitas setelah itu kecepatan akan semakin rendah lagi dan arus juga akan semakin mengecil. Rumus di wilayah perkotaan ditunjukkan berikut ini: 18 .Ketentuan yang berlaku di Indonesia untuk polisi tidur Di Indonesia. gradient jalan. ukuran kota. Kapasitas jalan Kapasitas jalan adalah kemampuan ruas jalan untuk menampung volume lalu lintas ideal dalam satuan waktu tertentu. ketentuan yang mengatur tentang disain polisi tidur diatur oleh Keputusan Menteri Perhubungan No 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan.

biasanya digunakan angka 2300 smp/jam FCW = Faktor penyesuaian lebar jalan FCSP = Faktor penyesuaian pemisahan arah (hanya utk jalan tak terbagi) FCSF = Faktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan/kereb FCCS = Faktor penyesuaian ukuran kota Tingkat pelayanan Tingkat pelayanan berdasarkan KM 14 Tahun 2006 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Di Jalan diklasifikasikan atas: Tingkat pelayanan A dengan kondisi: 1. 2. pengemudi masih punya cukup kebebasan untuk memilih kecepatannya dan lajur jalan yang digunakan. 3. Tingkat pelayanan B dengan kondisi: 1. kepadatan lalu lintas sangat rendah dengan kecepatan yang dapat dikendalikan oleh pengemudi berdasarkan batasan kecepatan maksimum/minimum dan kondisi fisik jalan. Tingkat pelayanan C 19 . 3. arus bebas dengan volume lalu lintas rendah dan kecepatan tinggi. 2. arus stabil dengan volume lalu lintas sedang dan kecepatan mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. kepadatan lalu lintas rendah hambatan internal lalu lintas belum mempengaruhi kecepatan. pengemudi dapat mempertahankan kecepatan yang diinginkannya tanpa atau dengan sedikit tundaan.C = CO x FCW x FCSP x FCSF x FCCS Dimana: C = Kapasitas (smp/jam) CO = Kapasitas dasar (smp/jam).

arus lebih rendah daripada tingkat pelayanan D dengan volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dan kecepatan sangat rendah. 2. Tingkat pelayanan E dengan kondisi: 1. pengemudi mulai merasakan kemacetan-kemacetan durasi pendek. kecepatan maupun volume turun sampai 0 20 . arus mendekati tidak stabil dengan volume lalu lintas tinggi dan kecepatan masih ditolerir namun sangat terpengaruh oleh perubahan kondisi arus. Tingkat pelayanan F dengan kondisi: 1. 3. dalam keadaan antrian. arus stabil tetapi kecepatan dan pergerakan kendaraan dikendalikan oleh volume lalu lintas yang lebih tinggi. kepadatan lalu lintas sedang namun fluktuasi volume lalu lintas dan hambatan temporer dapat menyebabkan penurunan kecepatan yang besar. kepadatan lalu lintas sedang karena hambatan internal lalu lintas meningkat.dengan kondisi: 1. 3. kepadatan lalu lintas tinggi karena hambatan internal lalu lintas tinggi. 2. pengemudi memiliki kebebasan yang sangat terbatas dalam menjalankan kendaraan. kenyamanan rendah. 2. kepadatan lalu lintas sangat tinggi dan volume rendah serta terjadi kemacetan untuk durasi yang cukup lama. Tingkat pelayanan D dengan kondisi: 1. 3. 3. pindah lajur atau mendahului. 2. pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan. tetapi kondisi ini masih dapat ditolerir untuk waktu yang singkat. arus tertahan dan terjadi antrian kendaraan yang panjang.

Konflik di Persimpangan Konflik dipersimpangan 21 . disini arus lalu lintas mengalami konflik.Persimpangan Suatu persimpangan utama di Philipina Persimpangan adalah simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu . Untuk mengendalkan konflik ini ditetapkan aturan lalu lintas untuk menetapkan siapa yang mempunyai hak terlebih dahulu untuk menggunakan pesimpangan.

3. untuk lebih mempertegas digunakan rambu 'stop' dimana 22 . Bergabung atau disebut juga merging. Bentuk Pengendalian Persimpangan Pendekatan dalam pengendalian persimpangan Bentuk pengendalian tergantung kepada besarnya arus lalu lintas.Dipersimpangan konflik yang terjadi dikelompokkan atas: 1. untuk menegaskan hal tersebut digunakan rambu lalu lintas 'beri kesempatan' berupa segitiga terbalik yang ditempatkan dijalan minor. 4. 2. terjadi pada bundaran lalu lintas. dimana kendaraan yang datang dari kiri mendapat perioritas lebih dulu. Persimpangan seperti ini banyak ditemukan di jalan lingkungan kawasan pemukiman. Berpotongan atau disebut juga crossing. semakin besar arus semakin besar konflik yang terjadi semakin kompleks pengendaliannya atau dijalan bebas hambatan memerlukan penanganan khusus. Persimpangan Perioritas Bila suatu persimpangan arus dijalan utama (mayor) bersimpangan dengan dengan jalan kecil (minor) maka kendaraan yang berada di jalan utama mendapat hak terlebih dahulu. Persimpangan Sederhana Bila arus masih rendah dan kecepatan lalu lintas rendah dapat diterapkan. dimana dua arus berpisah Bersilangan atau disebut juga weaving. dimana dua arus bergabung. dimana dua arus berpotongan langsung. Berpisah atau disebut juga sebagai diverging. dimana dua arus saling bersilangan.

Isyarat lampu yang digunakan ditetapkan berdasarkan ketentuan internasional Vienna Convention on Road Signs and Signals tahun 1968 . Persimpangan ini mempunyai kapasitas kurang lebih sama dengan lalu lintas. Aturan yang berlaku pada bundaran lalu lintas adalah kendaraan yang berada di bundaran mendapat perioritas terlebih dahulu. kendaraan bersiap untuk berjalan Lampu hijau. sedang isyarat lampu hijau berarti berjalan.pengemudi dijalan minor wajib berhenti dan masih dilengkapi marka jalan sebagai pelengkap rambu Beri Kesempatan dan Rambu Stop. kendaraan berhenti kecuali terlalu dekat dengan garis henti atau kalau berhenti dapat mengakibatkan celaka kendaraan masih bisa berjalan. Urutan lampu menyala seperti ditunjukkan dalam gambar adalah: 1. atau dua jalan dengan tingkatan yang sama bertemu maka digunakan lampu lalu lintas. kendaraan berhenti Lampu merah dan kuning menyala. 3. Persimpangan Tidak Sebidang 23 . 4. Lampu merah menyala. dimana isyarat lampu merah berarti berhenti. 2. isyarat lampu kuning berarti bersiap untuk berhenti atau jalan. Bundaran Lalu Lintas Digunakan bila lahan mencukupi untuk membangun bundaran ditengah persimpangan. kendaran berjalan Lampu kuning. Lampu Lalu Lintas Urutan isyarat lampu lalu lintas Bila arus sudah semakin tinggi.

Jembatan Semanggi Digunakan untuk mengendalikan persimpangan dengan arus yang tinggi atau pada jalan bebas hambatan atau jalan tol. Salah satu persimpangan tidak sebidang pertama di Indonesia adalah Jembatan Semanggi di Jakarta Bentuk persimpangan tidak sebidang dapat berbentuk: • • • Jembatan layang yang disebut juga Flyover Terowongan yang disebut juga Underpass Interchange merupakan persilangan yang bisa berpindah dari ruas yang satu ke ruas yang lain. Ruas jalan 24 . salah satu bentuk yang populer adalah jembatan semanggi atau dengan bentuk diamont.

Rute adalah kumpulan ruas jalan yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain secara menerus. ruas jalan yang melintang pulau diberikan nomor genap dengan urutan mulai dari kiri ke kanan (Barat ke Timur). Sebagai contoh ruas jalan tol adalah bagian atau penggal dari jalan tol tertentu yang pengusahaannya dapat dilakukan oleh badan usaha tertentu. ruas jalan yang sejajar/paralel dengan Pulau Jawa diberikan nomor ganjil dengan urutan ruas jalan utama dan selanjutnya menyesuaikan mulai dari atas ke bawah (Utara ke Selatan). Penomoran rute jalan Nomor rute untuk ruas jalan Nasional dan/atau arteri primer menggunakan angka. Pemberian nomor rute mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. Kode Ruas Jalan Kode ruas jalan yang selanjutnya disebut nomor rute adalah kode dalam bentuk angka yang digunakan sebagai identitas dari suatu ruas jalan. 25 . 2.Ruas Jalan adalah bagian atau penggal jalan diantara dua simpul/persimpangan sebidang atau tidak sebidang baik yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas ataupun tidak.

Penetapan tarif didasarkan pada golongan kendaraan.Purwakarta . Untuk menikmatinya.Padalarang ) o Jalan Tol Padaleunyi ( Padalarang . Daftar jalan tol di Indonesia Antarkota Pulau Sumatra • • Jalan Tol Belmera Jalan Tol Medan-Binjai Pulau Jawa • • Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jalan Tol Purbaleunyi ( Purwakarta . Di Indonesia.Cileunyi ) Jalan Tol Jagorawi ( Jakarta . meskipun hal ini sebenarnya salah. tidak semua jalan bebas hambatan memerlukan bayaran. para pengguna jalan tol harus membayar sesuai tarif yang berlaku. Jalan bebas hambatan seperti ini dinamakan freeway atau expressway (free berarti "gratis". jalan tol sering dianggap sinonim untuk jalan bebas hambatan.Bogor . Di dunia secara keseluruhan. dibedakan dari jalan-jalan bebas hambatan yang memerlukan bayaran yang dinamakan tollway atau tollroad (kata toll berarti "biaya")).Bandung .Jalan tol Jalan tol (di Indonesia disebut juga sebagai jalan bebas hambatan) adalah suatu jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain.Ciawi ) Jalan Tol Palimanan-Kanci (sekitar Cirebon) Jalan Tol Jakarta-Merak o Jalan Tol Jakarta-Tangerang o Jalan Tol Tangerang-Merak Jalan Tol Jakarta-Serpong Jalan Tol Surabaya-Gempol • • • • • Dalam kota • • JORR (Jakarta Outer Ring Road) Jalan Tol Arteri Semarang 26 .Cileunyi ) o Jalan Tol Cipularang ( Cikampek .

Massachusetts). Allend Lund Co. Tennese).• • Jalan Tol Dalam Kota Jalan Tol Prof. Kedua. paket.000 dolar perbulan lebih banyak daripada menggunakan layanan Frame Relay publik dari Perusahaan MCI Communication. Dr. Karena percakapan telepon dan fax di lingkup jaringan kantor-kantor cabang yang dimilikinya pada intinya bebas biaya. suatu hal yang agak mengejutkan namun memang nyata. Dari segi teknis. California). sebuah frame dapat mencapai 1000 byte panjangnya. jaringan Frame Relay publik mentransportasikan frame-frame dalam pola yang pertama datang yang pertama pula yang dilayani.500 dolar perbulan untuk rekening telepon (suara). Panjang yang bersifat variabel ini akan menghasilkan 27 . Allend Lund kemudian memutuskan utuk memasang piranti-piranti akses Frame Relay yang dapat menangani suara secara maraton yang disebut FRAD (FRADs = Frame Relay access Devices) dari Micom Communications Corp. Ketika perusahaan tersebut meneliti kemungkinan alternatif mengenai jaringan publiknya. sebuah firma broker (brokerage house). namun kini ia sudah mulai dimanfaatkan juga untuk menangani komunikasi suara (telepon). Frame Relay dari MCI tidak dapat dipakai untuk mendukung lalu lintas suara. yakni Allen Lund Co. Jaringan Frame Relay yang dimilikinya kini berbasis pada pengarah-pengarah (router) 6520MP dari Motorola Information System Group (Mansfield. (Simi Valey. mereka menemukan bahwa sirkit sewa menghabiskan biaya sekitar 5. penyakelar-penyakelar Frame Relay tidak dapat menset prioritas-prioritas dari lalu lintas yang tipenya berbeda. California). Awalnya dimulai oleh perusahaan transportasi muatan barang segar (dry and refrigerated). mempunyai 13 kantor cabang di Amerika Serikat dan Kanada. Morgan Keegan sebelumnya telah mengoperasikan jaringan-jaringan yang terpisah untuk lalu lintas data dan suara. Firma ini kemudian memutuskan untuk menyalurkan data dan suara secara bersama-sama dalam sebuah jaringan Frame Relay untuk alasan-alasan manajemen dan biaya. Allend Lund kini bisa menghemat 1. Sedyatmo (Tol Bandara Frame Relay untuk Menangani Komunikasi Suara Maksud semula. sementara semua lalu lintas ATM dibawa melalui sel-sel yang panjangnya tetap (53 byte). perusahaan ini telah lama menggunakan layanan jaringan publik konvensional untuk hubungan dengan dan antar kantor cabangnya. yang mampu melakukan tugasnya dengan biaya yang lebih murah. Sebelumnya ia menggunakan sirkit-sirkit sewa untuk berhubungan dengan para mitra bisnisnya (trader). Frame Relay sebenarnya memiliki dua kendala untuk menangani lalu lintas suara. Tidak seperti penyakelar-penyakelar yang menyesuaikan diri dengan standar ATM (mode transfer asinkron). Pertama.paket Frame Relay panjangnya bervariasi. Bergantung kepada aplikasinya. Namun sayangnya. Frame Relay memang digunakan untuk menangani komunikasi data. (La Canada.Perintis Frame Relay suara lainnya di Amerika adalah Morgan Keegan (Memphis.

karena ia tidak menggunakan banyak lebarpita (kurang dalam kebanyakan kasus) dan sangat efisien secara keseluruhan. FRAD-FRAD memproses frame-frame yang mengandung lalu lintas yang peka terhadap tundaan (suara. Beberapa FRAD juga memungkinkan para perancang jaringan menciptakan parameter-parameter troughput minimum untuk setiap aplikasi guna menjamin bahwa lalu lintas prioritas rendah tidak sepenuhnya terkunci dari jaringannya ketika lalu lintas prioritas tingginya demikian banyak. FRAD-FRAD yang mempunyai kemampuan menangani suara tersebut juga menggunakan kompresi untuk meminimumkan lebarpita yang dibutuhkan dalam membawa lalu lintas suara. suara dapat dikompresi atau didekompresi dengan sedikit degradasi layanan. sementara FRAD dapat menekan panggilan-panggilan suara turun sampai 4kbps. Antarkerja Frame Relay dengan ATM Layanan saling dukung atau antarkerja (interworking) antara Frame Relay dan ATM sedang menjadi topik hangat di Amerika Serikat. akan membuatnya lebih hemat biaya daripada memasang penindas-penindas gema eksternal. Cara yang paling jitu untuk mengeliminasinya adalah dengan menggunakan sebuah peredam gema yang menciptakan suatu model matematis dari suatu pola percakapan dan mengurangkannya dari jalur transmisi. FRAD-FRAD mengiris dan memotong-motong frame-frame yang mempunyai panjang variabel menjadi paket-paket kecil dengan ukuran yang seragam untuk menghasilkan berubahan tundaan yang tidak mencolok. yang merupakan masalah besar bagi lalu lintas yang peka terhadap tundaan seperti halnya pada suara. FRAD yang dipakai memanfaatkan teknik yang disebut prioritisasi maupun fragmentasi frame.Kecuali kedua teknik pokok ini. Demodulasi merupakan suatu alternatif yang baik. Sebagai contoh. kondisi ini akan menyebabkan percakapan tersebut berhenti. Persyaratan untuk mengirim fax melalui Frame Relay agak berbeda daripada suara. Dengan fragmentasi frame. fax dan mainframe SNA IBM) sebelum mereka mengirim lalu lintas yang tidak dipengaruhi oleh tundaan jaringan. Percakapan konvensional yang dibawa melalui jaringan tersakelar publik mengkonsumsi 64 kbps dari lebarpita. Layanan antarkerja ini menawarkan keuntungan yang jelas baik bagi para penyedia layanan maupun para pelanggan mereka.tundaan yang variabel. Kemampuan untuk mengirimkan fax melalui Frame Relay juga merupakan suatu pilihan yang menarik bagi banyak perusahaan yang menghadapi tanggungan rekening yang besar bagi rangkaian-rangkaian yang digunakan untuk pengiriman fax di antara kantor-kantor cabang yang berjauhan dengan kantor pusatnya. Para penyedia layanan 28 . ketika mentransmisikan suara yang dipantulkan kembali ke titik tersebut dari tempat ia dipancarkan. Beberapa algoritma kompresi suara yang juga mencakup kemampuan untuk menindas gema. di mana permintaan akan layanan Frame Relay masih terus tumbuh mencapai angka lipat tiga. fax hanya dapat dikompresi pada tingkat sebegitu jauh sebelum mesin fax penerima sudah mulai mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan dalam transmisi. Masalah lain yang dapat muncul ketika menempatkan suara melalui Frame Relay adalah gema (echo). Betapapun. Untuk mengatasi kedua kendala tersebut. Jika waktu tundaan antara percakapan dan gema lebih dari 45 milidetik. Dengan prioritisasi.

perusahaan ini kemudian menambah lebih banyak kantor cabang ke jaringan mereka. Antarkerja jaringan memungkinkan dua lokasi Frame Relay untuk berkomunikasi melalui tulangpunggung ATM kecepatan tinggi. Frame Relay kecepatan rendah (dan hemat biaya) ke kantor-kantor cabang. dan menterjemahkan alamat-alamat. industri atau perusahaan besar) menghindari penggantian sirkit sewa mereka dengan Frame Relay. bertanggung jawab terhadap sejumlah aktifitas. sementara koneksi. dengan banyak tempat atau lokasi yang jauh-jauh yang kemudian mengumpan ke sebuah sentral. para pelanggan dapat bermigrasi dari Frame Relay ke ATM pada basis lokasi ke lokasi. sesungguhnya ada dua tipe antarkerja yang berbeda. Dalam kasus-kasus tertentu. yang umumnya dilakukan dalam sebuah penyaklar (switch). para pelanggan kelompok korporasi (kelompok jaringan bisnis dalam suatu firma. Jika perusahaan. Hal ini disebabkan kecepatan yang relatif masih dipandang rendah pada Frame Relay. perusahaan-perusahaan besar tidak membutuhkan koneksi ATM kecepatan tinggi (tentunya dengan biaya yang tinggi pula) yang menyebar ke kantorkantor cabang mereka. Antarkerja layanan memungkinkan situs Frame Relay berkomunikasi dengan situs ATM. plafon lebar pita Frame Relay T1 memberikan suatu masalah yang besar bagi sisi sentralnya. membatasi paket-paket dan sel. Antarkerja jaringan (network interworking) dan antarkerja layanan (service interworking). Para pengguna Frame Relay umumnya membangun jaringan mereka dalam konfigurasi Star. memformat informasi.koneksi pada sisi sentral menggunakan akses T1 (1. IWF juga menangani manajemen lalu lintas komunikasi dengan mengubah parameter-parameter kemacetan (kongesti) dan parameter penentu pemenuhan persyaratan pembuangan (discard eligibility). 29 . Ada perbedaan yang sederhana di antara keduanya. dengan akses ATM kecepatan tinggi ke lokasi kantor pusat.komunikasi yang dapat menghubungkan situs jaringan Frame Relay dengan situs jaringan ATM secara transparan tentunya memiliki kans penjualan yang lebih mudah untuk kedua tipe layanan tersebut. Antarkerja Jaringan dan Antarkerja Layanan Walaupun istilah antarkerja secara generik digunakan untuk menggambarkan bekerja bersama saling dukung antara Frame Relay dan ATM. termasuk pemetaan berbagai parameter. Pendekatan evolusioner ini juga memberikan kepada para penggunanya suatu kesempatan untuk menekan biaya investasi yang lebih besar dalam teknologi Frame Relay. Ada beberapa pilihan teknis untuk antarkerja koneksi Frame Relay dengan koneksi ATM.544Mbps). fakta menunjukkan bahwa. Di sinilah layanan antarkerja memberikan solusi terbaik dari kedua masalah tersebut. Kedua tipe antarkerja ini dapat dilihat pada Gambar 3a dan 3b. Di lain pihak. yakni umumnya 56kbps untuk hubungan ke tempat-tempat yang jauh. IWF ini. yang penanganannya berbeda antara Frame Relay dan ATM. Dengan antarkerja layanan. yang tentunya lebih hemat biaya daripada menghadapi perpindahan teknologi.sel. Kedua tipe antarkerja tersebut membutuhkan sebuah IWF (interworking function) untuk menterjemahkan dan mengubah protokol-protokol (dari Frame Relay ke ATM dan sebaliknya). Pendekatan campuran ini tentunya banyak menarik minat perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan layanan Frame Relay.

seperti pilihan-pilihan untuk pemetaan DE/CLP. enkapsulasi protokol dan operasinya serta pemeliharaan monitoring. Jaringan Frame Relay dipakai sebagai pertimbangan untuk menekanbiaya.Bagi penyedia layanan. dan sebagainya). Sebaliknya. yang tentu saja hal ini akan mengimbas ke para pelanggannya. token ring IP. dan enkapsulasi protokol. dan meneruskannya tanpa diubah. secara luas akan bergantung pada jaringan-jaringan pelanggan. Dengan antarkerja jaringan. Dengan antarkerja layanan. Perbedaan antara keduanya terletak pada caranya informasi protokol pada lapisan yang lebih atas ditangani dalam proses konversi protokol. dan piranti di lokasi lainnya menggunakan RFC 1483 (the IETF standard for multiprotocol encapsulation using ATM adaptation layers). Antarkerja layanan menuntut fungsi-fungsi translasi yang begitu mirip dengan antarkerja jaringan. Mode transparan antarkerja layanan melucuti header Frame Relay. pemultiplekan hubungan (connection multiplexing). antarkerja jaringan memberikan kemampuan untuk menjumlahkan sekelompok lalu lintas komunikasi Frame Relay kecepatan rendah ke dalam sebuah jaringan kecepatan tinggi. mode transparan dapat diterapkan sebagai suatu metode enkapsulasi yang umum digunakan pada lokasi-lokasi pelanggan. konversi antara Frame Relay dan ATM ditangani secara transparan bagi pelanggan oleh jaringan penyedia layanan. Penutup Betapapun kini terjadi perkembangan yang luar biasa pada layanan jasa telekomunikasi. Dengan antarkerja layanan. Pemformatan frame untuk antarkerja layanan sama dengan pada antarkerja jaringan. Demikian pula fungsi-fungsi inti lainnya yang mempunyai peran untuk pelaksanaan antarkerja layanan termasuk manajemen lalu lintas. Mode translasi memetakan penjembatanan lapisan-lapisan yang atas dan protokol-protokol pengarahnya di antara Frame Relay dan ATM. mengenkapsulasi keseluruhan payload (beban informasi) yang dibawa ke dalam sel-sel ATM. 30 .Ada dua mode dari enkapsulasi protokol untuk antarkerja layanan: mode transparan dan mode translasi. penentu pemenuhan persyaratan pembuangan (DE. cell loss priority).discard eligibility) dan pemetaan prioritas sel hilang (CLP. dilakukan pemetaan PVC (permanent virtual circuit) Frame Relay tunggal ke VPI/VCI (virtual path/virtual circuit identifier) ATM tunggal yang didukungnya. Antarkerja jaringan menuntut beberapa masalah yang harus diselesaikan oleh IWF. Pertama-tama IWF memeriksa header payload yang masuk untuk menentukan protokol-protokol lapisan-lapisan atasnya (Ethernet. pemetaan indikasi kemacetan (congestion indication mapping). manajemen lalu lintas komunikasi (traffic management). Di antaranya adalah fungsi-fungsi pemformatan frame (frame formatting). Keputusan pada mode enkapsulasi yang mana dari kedua metode tersebut. Misalnya Jika piranti di tempat pelanggan pada satu lokasi menggunakan RFC 1490 (the Internet engineering Task Force standard for multiprotocol interconnection over Frame Relay). misalnya pada kasus Frame Relay ini dan kemampuannya untuk berantarkerja dengan ATM. kemudian mengganti header-nya dengan header payload keluar yang cocok dalam format khusus bagi Frame Relay atau ATM. maka mode tranlasilah yang harus digunakan. manajemen PVC.

namun pada umumnya mereka tidak akan memperhatikan peralatan macam apa yang disediakan oleh penyedia layanan yang akan digunakan untuk memberikan tampilan layanan yang dibutuhkan. June 1996. 2. para calon pelanggan tentu ingin mengetahui apa yang dapat dikerjakan oleh antarkerja. Telepon internet lebih unggul dalam hal cakupan karena lalu lintas suara Frame Relay sekarang ini terbatas penggunaannya pada komunikasi dalam lingkup perusahaan dan kantor-kantor cabangnya. April 1996. Beth Gage & Christine Heckart. 5. 6. sementara jaringan internet telah menyebar begitu luas ke seluruh dunia. Sumber Bahan 1. Drs. The Interworkout Network and Service differences tele. 1992. 7. second quarter 1987. Listen Up! Frame Relay Gets Heard tele. telepon Frame Relay sekarang ini memang sedang bersaing dengan telepon (via) internet. December 1995. mengajar di Jurusan Elektro FPTK IKIP Yogyakarta 31 . November 1995.com. efisien dan hemat biaya. Netrix Corporation). (Adopted from Buyer's Guide to Frame Relay Networking 1991.com. Beth Gage. perkembangan lebih jauh ditentukan oleh kemampuan para penyedia layanan untuk mendefinisikan dan merumuskan masalah-masalah dalam hal komunikasi bisnis para calon pelanggannya. 1989. Sunomo adalah Pemerhati masalah Teknik Telekomunikasi. serta menyediakan solusi bagi masalahmasalah tersebut sehingga urusan bisnis menjadi lancar dengan adanya dukungan telekomunikasi yang begitu canggih.Untuk antarkerja Frame Relay dengan ATM. ATM Meets Frame Relay tele. Best of Both Worlds Communications International. How Frame Relay Works: Basic Data Flow Telecommunications Development Asia-Pasific. Komunikasi dan Jaringan Kerja (terj. 8. 3. Dalam hal layanan suara. Packet Radio Global Communications. April 1996 4. The Voice of Relay Speaks Up Communications International. Andy.Perkembangannya lebih jauh di masyarakat ditentukan faktor ekonomi dan informasi yang jelas serta transparan oleh penyedia layanan bagi para calon pelanggannya. November 1996. Beeferman. Phil Croucher. PT Elex Media Komputindo Jkt). Pada prinsipnya adalah. Rajiv Kapoor.com. Steven J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful