P. 1
Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

|Views: 746|Likes:
Published by Dessy Wulandari

More info:

Published by: Dessy Wulandari on Mar 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan mempunyai tanggung jawab besar untuk menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Pembangunan selalu berkaitan erat dengan perkembangan jaman serta selalu memunculkan persoalan baru yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya namun harus tetap disikapi dengan bijak dan elegan. Bangsa ini sudah hampir terlambat untuk berubah terutama untuk merubah mutu pendidikan yang kian hari kian terpuruk. Setiap lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar karena proses dan hasil pendidikan yang telah dicapainya. Berbicara mengenai mutu, maka mutu pendidikan akan dipersalahkan bila tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mutu pendidikan merupakan hal tentang dua sisi yang sangat penting yaitu proses dan hasil. Mutu dalam proses pendidikan melibatkan berbagai input seperti; bahan ajar (kognitif, afektif, atau psikomotorik), metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru), sarana dan prasarana lembaga pendidikan, dukungan administrasi, berbagai sumber daya dan upaya penciptaan suasana yang fair dan nyaman untuk belajar. Mutu dalam konteks “hasil pendidikan” mengacu pada prestasi yang dicapai oleh lembaga pendidikan pada setiap kurun waktu tertentu. Segera muncul pertanyaan, mengapa kualitas pendidikan di Indonesia rendah? Pertanyaan itu sebenarnya juga telah menjadi pertanyaan umum dan klasik di tengah masyarakat. Jawabannya pun juga telah diketahui, yakni yang paling utama karena kualitas guru umumnya rendah Upaya peningkatan mutu pendidikan menjadi agenda penting pemerintah (Kemdiknas) beberapa tahun terakhir menyusul hasil penilaian internasional, seperti PISA 2003 (Programme for International Student Assessment) dan TIMSS 2003 (Trends in International Mathematics and Sciences Study), yang menempatkan Indonesia pada posisi buntut dalam hal mutu pendidikan. Lebih dari itu, laporan terkini dari UNDP tentang Indeks Pembangunan Manusia tahun 2006 juga masih menempatkan Indonesia pada ranking ke-108 dari 177 negara, jauh di bawah negara-negara tetangga, seperti Singapura (25), Brunei Darussalam (34), dan Malaysia (61). Berbagai terobosan dan kebijakan penting telah diambil oleh kemdiknas dalam rangka meningkatkan akses pendidikan yang merata dan bermutu sejalan dengan komitmen yang digariskan oleh UNESCO melalui

BAB II PEMBAHASAN . tetapi lebih banyak mendukung kepentingan kekuasaan. Ujian Nasional (UN) yang belum lama ini kembali digelar oleh kemdiknas dan kebijakan perubahan kurikulum (dari kurikulum 1994 ke KBK. makna kualitas pendidikan telah dimonopoli sedemikian rupa oleh kepentingan pemerintah dan bahkan kepentingan global. Apa strategi yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan? 2. Hasil UN setidaknya bisa menjadi alat legitimasi pemerintah untuk mengklaim peningkatan mutu pendidikan yang pada gilirannya bisa menjadi nilai tawar tersendiri bagi pemerintah di mata dunia internasional. Parameter kebermutuan pendidikan tidak lagi didasarkan pada kebermaknaan individu dalam berperan di dalam kehidupan masyarakat. Bagaimana konsep kebermaknaan individu dalam mengukur kebermutuan pendidikan? 4. Mengapa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah? C. dari KBK ke KTSP) adalah bagian penting dari terobosan penting itu. Di sinilah. kebijakan UN sesungguhnya telah mengaburkan hakikat pendidikan bermutu. Lebih dari itu. kebijakan UN tidak lagi berpihak pada kepentingan siswa. Permasalahan Dari latar belakang masalah di atas dapat kita temukan permasalahan sebagai berikut : 1. Upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia? 5. melainkan melulu didasarkan pada sejauhmana peserta didik mampu mensiasati sederetan soal dalam UN. Pembatasan Masalah Dari permasalahan yang ada.program Education for All (EFA). Sejauhmana kebijakan-kebijakan tersebut mampu meningkatkan mutu pendidikan? Alih-alih menjadi strategi peningkatan mutu pendidikan. B. maka kami hanya membatasi pembahasan masalah pada Upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Apakah pelaksanaan Ujian Nasional dapat dijadikan patokan mutu pendidikan di Indonesia? 3.

Dr.go. pengorganisasian dan pengelolaan yang taat azas pendidikan.go. Teorisasi dan Praktek Pendidikan. Kegiatan pendidikan musykil karena kegiatan pendidikan merupakan kegiatan interaksi antara dua generasi yaitu generasi tua dan generasi muda. Pendidikan Kegiatan pendidikan merupakan kegiatan sehari-hari yang kompleks dan musykil.id/kbbi). kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. dedikasi tinggi tim pendidik berkesinambungan. perbuatan meningkatkan (usaha. cara. Dari sisi generasi tua. Peningkatan Memiliki kata dasar tingkat ditambah dengan imbuhan pe-an. kegiatan pendidikan merupakan peluang belajar dalam arti belajar unsur kebudayaan terpilih sebagai bekal untuk mandiri yang bertanggung jawab agar dapat hidup dalam masyarakat Indonesia modern. Analisis Keilmuan. ketertiban sosial. Pusat Bahasa Depdiknas. . kegiatan dsb). dana benar. memecahkan persoalan. Pusat Bahasa Depdiknas. hal 6).id/kbbi) 4. Mutu Mutu adalah (ukuran) baik buruk suatu benda. Dari sisi generasi muda atau sang terdidik. http://pusatbahasa. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. mencari jalan keluar dsb. 2. Mohammad Dimyati dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar IKIP Malang 1996.id/kbbi) 3. kesenian. sehingga berubah menjadi peningkatan yang berupa kata benda dengan arti proses. kadar. http://pusatbahasa. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. tenaga profesional. (Pidato Landasan Pendidikan. kewarganegaraan. Prof. Kegiatan tersebut kompleks karena kegiatan pendidikan terjalin dengan kegiatan lain seperti kegiatan ekonomi.go.A. Upaya Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Definisi 1.diknas. kecerdasan dsb). kegiatan pendidikan merupakan pewarisan unsur-unsur kebudayaan Indonesia yang terpilih dan oleh karenanya menuntut waktu yang lama. Dengan demikian maka upaya adalah usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencari solusi dari permasalah yang sedang maupun akan dihadapi. kualitas.diknas. Pusat Bahasa Depdiknas.diknas. (Kamus Besar Bahasa Indonesia. upaya adalah ikhtiar atau untuk mencapai suatu maksud. http://pusatbahasa. taraf atau derajat (kepandaian.

c. bangsa dan negara. Nilai-nilai budaya tersebut mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya. masyarakat. Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja Pendidikan sebagai penyiapan tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. b. aspek yang menjadi tekanan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. dan keterampilan kerja pada calon luaran. Tujuan dan proses Pendidikan Adapun tujuan dan proses pendidikan menurut Hartono (2008) adalah sebagai berikut: . dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi Sebagai proses pembentukan pribadi. Definisi Pendidikan Menurut UU Sisdiknas No. pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Diantara batasan tersebut yaitu : a. pengendalian diri. akhlak mulia. konsep dasar yang digunakan. pengetahuan.Menurut Hartoto (2008) terkait dengan batasan pendidikan yaitu Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam. Ini menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia. 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. atau karena falsafah yang melandasinya. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya Sebagai proses transformasi budaya. kecerdasan. d. kepribadian.

Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. pantas. dan indah untuk kehidupan. Sertifikasi Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru. pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro dan mikro. 5. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi. Upaya peningkatan mutu ini menjadi penting dalam rangka menjawab berbagai tantangan terutama globalisasi. Proses pendidikan Proses pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh pendidik yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaannya. Maka persaingan antarbangsa pun berlangsung sengit dan intensif sehingga menuntut lembaga pendidikan untuk mampu melahirkan output pendidikan yang berkualitas. Upaya-upaya yang sedang dilakukan pada saat ini adalah dengan melalui : 1. benar. memiliki keahlian dan kompetensi profesional yang siap menghadapi kompetisi global. Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesional guru. Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Upaya meningkatan mutu pendidikan merupakan tantangan terbesar yang harus segera dilakukan oleh pemerintah (kemendiknas). Sertifikat pendidik adalah sebuah . B. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergerakan tenaga ahli (ekspatriat) yang sangat masif.a. luhur. b. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal. Tujuan pendidikan Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik.

dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007. Adapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut : 1. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten yang dapat merusak citra profesi guru 2. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Seseorang yang akan menjadi akuntan harus mengikuti pendidikan profesi akuntan terlebih dahulu. sehingga proses pembuktian profesionalitas perlu dilakukan. a. Begitu pula untuk profesi lainnya termasuk profesi guru. Meningkatkan martabat guru 4. Dalam Undang-undang Guru dan Dosen disebut sertifikat pendidik. akuntan. Pasal lainnya adalah Pasal 11. Pendidik yang dimaksud di sini adalah guru dan dosen. Meningkatkan profesionalitas guru b. Proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru disebut sertifikasi guru dan untuk dosen disebut sertifikasi dosen. pengacara. Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Melindungi masyarakat dari praktik-praktif pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional 3. sertifikat pendidik. . Tujuan Sertifikasi adalah untuk : 1. Pasal yang menyatakannya adalah Pasal 8: guru wajib memiliki kualifikasi akademik. ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. 2. Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan 3. sehat jasmani dan rohani.sertifikat yang ditandatangani oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi sebagai bukti formal pengakuan profesionalitas guru yang diberikan kepada guru sebagai tenaga profesional. Meningkatkan kesejahteraan guru c. Mengapa sertifikasi guru dilakukan Guru merupakan sebuah profesi seperti profesi lain: dokter. Apa dasar pelaksanaan sertifikasi? Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005. kompetensi. d.

e. yaitu meningkatnya kualitas guru. Kesadaran dan pemahaman ini akan melahirkan aktivitas yang benar. sertifikasi guru akan terus dilaksanakan sampai UndangUndang tidak mengamanatkan pelaksanaan sertifikasi guru. Berdasarkan hal tersebut. tujuan utama bukan untuk mendapatkan tunjangan profesi. Alasan kebijakan akreditasi sekolah di Indonesia adalah bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. transparan. berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk mencapai kualitas. Apa sertifikasi guru menjamin peningkatan kualitas guru? Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan. maka belajar kembali ini bertujuan untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan dan ketrampilan. maka sertifikasi akan membawa dampak positif. maka setiap . sebagai bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan dilakukan secara obyektif. Kalau seorang guru kembali masuk kampus untuk meningkatkan kualifikasinya. f. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu. melainkan untuk dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam standar kompetensi guru. bukan tujuan itu sendiri. Akreditasi Akreditasi sekolah kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang. Dengan menyadari hal ini maka guru tidak akan mencari jalan lain guna memperoleh sertifikat profesi kecuali mempersiapkan diri dengan belajar yang benar untuk menghadapi sertifikasi. untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. adil. Apakah program sertifikasi guru ini akan berlanjut terus? Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14/2005. dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan. Demikian pula kalau guru mengikuti sertifikasi.. 2. Tunjangan profesi adalah konsekuensi logis yang menyertai adanya kemampuan yang dimaksud. termasuk cara yang tidak benar melainkan konsekuensi dari telah belajar dan telah mendapatkan tambahan ilmu dan ketrampilan baru. Ijazah S-1 bukan tujuan yang harus dicapai dengan segala cara. Perlu ada kesadaran dan pemahaman dari semua fihak bahwa sertifikasi adalah sarana untuk menuju kualitas. sehingga mendapatkan ijazah S-1.

dan dana. 3. Memberikan pengakuan peringkat kelayakan. b. moral. dan kerjasama yang saling menguntungkan. tujuan. Memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait. Membantu Sekolah/Madrasah dalam menentukan dan mempermudah kepindahan peserta didik dari satu sekolah ke sekolah lain. nasional bahkan regional dan internasional. investasi dana swasta dan donatur atau bentuk bantuan lainnya. Dapat dijadikan sebagai motivator agar Sekolah/Madrasah terus meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap. Dapat dijadikan sebagai acuan dalam upaya peningkatan mutu Sekolah/Madrasah dan rencana pengembangan Sekolah/Madrasah. masy. Tujuan Akreditasi Sekolah Akreditasi sekolah bertujuan untuk : 1. dan program Sekolah/Madrasah. misi. 4. Bahan informasi bagi Sekolah/Madrasah sebagai masyarakat belajar untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah. Peraturana Pemerintah No. 2. Fungsi Akreditasi Sekolah Fungsi akreditasi sekolah adalah: . terencana. 19 Tahun 2005 Pasal 86 & 87 dan Surat Keputusan Mendiknas No. c. Dapat dijadikan umpan balik dalam usaha pemberdayaan dan pengembangan kinerja warga Sekolah/Madrasah dalam rangka menerapkan visi. 2. Membantu mengidentifikasi Sekolah/Madrasah dan program dalam rangka pemberian bantuan pemerintah. Memberikan informasi tentang kelayakan Sekolah/Madrasah atau program yang dilaksanakannya berdasarkan Standar Nasional Pendidikan. dan kompetitif baik di tingkat kabupaten/kota. 87/U/2002. strategi. provinsi. Manfaat Akreditasi Sekolah 1. 5. 3. d. 20 Tahun 2003 Pasal 60. 6. tenaga.satuan/program pendidikan harus memenuhi atau melampaui standar yang dilakukan melalui kegiatan akreditasi terhadap kelayakan setiap satuan/program pendidikan a. Dasar Hukum Akreditasi Sekolah Dasar hukum akreditasi sekolah utama adalah : Undang Undang No. pertukaran guru. maupun sektor swasta dalam hal profesionalisme. sasaran.

1. 2. dan tidak memandang status Sekolah/Madrasah baik negeri ataupun swasta. dalam pelaksanaan akreditasi Sekolah/Madrasah. akreditasi Sekolah/Madrasah pada hakikatnya merupakan kegiatan penilaian tentang kelayakan penyelenggaraan pendidikan yang ditunjukkan oleh suatu Sekolah/Madrasah. dalam melaksanakan akreditasi. Prinsip-Prinsip Akreditasi Prinsip-prinsip akreditasi yaitu : 1. Transparan. Dengan demikian hasil yang diperoleh dapat menggambarkan secara utuh kondisi kelayakan Sekolah/Madrasah tersebut. data dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan akreditasi S/M seperti kriteria. meliputi berbagai aspek dan menyeluruh. komprehensif. untuk pengetahuan. keyakinan. memandirikan. untuk kepentingan pengembangan. 2. Komprehensif. yakni agar sekolah dapat melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan berdasarkan masukan dari hasil akreditasi Prinsip-Prinsip Akreditasi Sekolah e. 3. sosial budaya. . mekanisme kerja. dan 8. Dalam pelaksanaan penilaian ini berbagai aspek yang terkait dengan kelayakan itu diperiksa dengan jelas dan benar untuk memperoleh informasi tentang kebera-daannya. akreditasi dilakukan untuk setiap sekolah sesuai dengan kesiapan sekolah. semua Sekolah/Madrasah harus diperlakukan sama dengan tidak membedakan S/M atas dasar kultur. Objektif. jadwal serta sistem penilaian akreditasi dan lainnya harus disampaikan secara terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukannya. keharusan (mandatori). mengacu kepada baku kualitas yang dikembangkan berdasarkan indikatorindikator amalan baik sekolah. pelaksanaan akreditasi S/M harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi penilaian maupun keputusannya sesuai aturan dan prosedur yang telah ditetapkan 6. 4. yakni dalam rangka mengetahui bagaimana kelayakan & kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait. Akuntabel. dan 3. fokus penilaian tidak hanya terbatas pada aspek-aspek tertentu saja tetapi juga meliputi berbagai komponen pendidikan yang bersifat menyeluruh. Sekolah/Madrasah harus dilayani sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja secara adil dan/atau tidak diskriminatif. 7. Agar hasil penilaian itu dapat menggambarkan kondisi yang sebenarnya untuk dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan maka dalam prosesnya digunakan indikator-indikator terkait dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan. 5. untuk akuntabilitas. Adil. yakni agar sekolah dapat mempertanggungjawabkan apakah layanan yang diberikan memenuhi harapan atau keinginan masyarakat. sekolah dapat berupaya meningkatkan mutu dengan bercermin pada evaluasi diri.

Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA). dan 3. Permendiknas No. Karakteristik Sistem Akreditasi Sekolah Sistem akreditasi memiliki karakteristik : 1. 22/2006] 2. 24/2008 tentang Tenaga Administrasi. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs). 13/2007 tentang Kepala Sekolah. Standar Isi. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Pendidikan Anak Usia Dini) h. [Permendiknas No. Standar Penilaian Pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Luar Biasa (SLTPLB). 48/2008] 8. 23/2006] 4. 4. Cakupan Akreditasi Sekolah Akreditasi sekolah dilaksanakan mencakup 1. 6. Standar Pengelolaan. 5. Apa persyaratan mengikuti Akreditasi Sekolah? Sekolah/Madrasah dapat mengikuti kegiatan akreditasi. [Peraturan Pemerintah. Permendiknas No. Standar Sarana dan Prasarana [Permendiknas 24/2007] 6. [Permendiknas No. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Standar Proses. 16/2007 tentang Guru. 3. Komponen Penilaian Akreditasi Sekolah Akreditasi sekolah mencakup delapan komponen dalam Standar Nasional Pendidikan. 41/2007] 3. [Permendiknas No. Lembaga Pendidikan Nonformal dan Informal (Lembaga Kursus. [Permendiknas 20/2007] i. keseimbangan antara penilaian internal dan eksternal. [Permendiknas No. apabila memenuhi persyaratan berikut: .f. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). yaitu : 1. 2. [Permendiknas 19/2007] 7. Standar Pembiayaan. 7. keseimbangan antara penetapan formal peringkat sekolah dan umpan balik perbaikan g. 5. 2. dan Sekolah Menengah Luar Biasa (SMLB). Taman Kanak-kanak (TK)/Raudhatul Atfal (RA). keseimbangan fokus antara kelayakan dan kinerja sekolah. Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terdiri dari Taman Kanak-kanak Luar Biasa (TKLB).

dan SLB. dan melaksanakan akreditasi S/M. k. BAN PT dan BAN PNF. Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). 3. dan 8. merumuskan kebijakan operasional. 4. 2. Melaksanakan sosialisasi kebijakan.1. Mengumumkan hasil akreditasi Sekolah /Madrasah secara nasional. dan perangkat akreditasi Sekolah /Madrasah. 6. Melaksanakan ketatausahaan BAN-S/M. Siapa yang melaksanakan Akreditasi Sekolah Untuk melaksanakan akreditasi sekolah/ madrasah Pemerintah membentuk Badan Akreditasi NasionalSekolah /Madrasah (BAN S/M). Apa Tugas Badan Akreditasi Propinsi-Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) Badan Akreditasi Propinsi-Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) bertugas: . dan 6. SMA/MA. SMP/MTs. Memiliki Surat Keputusan Pendirian/ Operasional Sekolah/Madrasah. Memberikan rekomendasi tindak lanjut hasil akreditasi. Badan Akreditasi Propinsi-Sekolah/Madrasah (BAP-S/M). Unit Pelaksana Akreditasi (UPA)-Kabupaten/Kota. 5. 7. kriteria. Merumuskan kebijakan dan menetapkan akreditasi Sekolah /Madrasah 2. 3. 2. Melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan akreditasi Sekolah /Madrasah. Memiliki pendidik dan tenaga kependidikan. SD/MI. j. melakukan sosialisasi kebijakan. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan. j. Telah menamatkan peserta didik. l. membantu BAP-S/M melaksanakan akreditasi. SMK/MAK. Bagaimana Tingkat dan Kewenangan Badan Akreditasi Nasional-Sekolah /Madrasah (BAN S/M) Tingkat dan kewenangan Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut: 1. Merumuskan kriteria dan perangkat akreditasi S/M untuk diusulkan kepada Menteri. Apa fungsi Badan Akreditasi Nasional-Sekolah /Madrasah (BAN S/M) Badan Akreditasi Nasional-Sekolah /Madrasah (BAN S/M) berfungsi: 1. 3. Melaksanakan kurikulum yang berlaku. melaksanakan akreditasi untuk TK/RA. Melaporkan hasil akreditasi Sekolah /Madrasah kepada Menteri. 5. Memiliki peserta didik pada semua tingkatan kelas. 4.

4. Menyampaikan laporan pelaksanaan program dan pelaksanaan akreditasi serta rekomendasi tindak lanjut kepada BAN-S/M dengan tembusan kepada Gubernur. Apa Tugas Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota Tugas Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota adalah: 1. Bagaimana mekanisme Akreditasi Sekolah . Merencanakan program akreditasi Sekolah/Madrasah yang menjadi sasaran akreditasi. 4. Melaksanakan kesekretariatan BAP-S/M. 3.1. 7. dan masyarakat pendidikan pada umumnya. 7. 8. 10. 2. Melaksanakan tugas lain yang ditetapkan oleh BAP-S/M. Mengadakan pelatihan asesor sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh BAN-S/M. 6. dan LPMP. Kanwil Depag. Mengumumkan hasil akreditasi kepada masyarakat. 12. 8. Menyampaikan laporan hasil akreditasi dan rekomendasi tindak lanjut kepada Pemerintah Kab/Kota yang bersangkutan dan satuan pendidikan dalam rangka penjaminan mutu sesuai lingkup kewenangan masingmasing. Melakukan sosialisasi kebijakan dan pencitraan BAN-S/M dan BAP-S/M kepada Pemprov. Menyampaikan laporan hasil akreditasi dan rekomendasi tindak lanjut kepada Dinas Pendidikan Provinsi. Membantu administrasi keuangan BAP-S/M. Mengkoordinasikan sasaran penugasan asesor. Melaksanakan tugas lain sesuai kebijakan BAN-S/M k. 2. Menyiapkan perangkat akreditasi dan adm. 9. dan 10. Menyusun data Sekolah /Madrasah yang telah dan akan diakreditasi di tingkat kab/kota 5. Kanwil Depag. 5. 11. Melaporkan pelaksanaan kegiatan. Mengusulkan jumlah asesor yang dibutuhkan untuk kab/kota yang bersangkutan. Membuat tugas pokok dan fungsi sesuai dengan kerangka tugas pokok BAP-S/M. Mengelola sistem basis data akreditasi. 6. 3. Sebagai penghubung antara BAN-S/M dengan Dinas Pendidikan dan Kandepag. bagi asesor. Kandepag. Sekolah/Madrasah. Mengusulkan jumlah Sekolah /Madrasah yang akan diakreditasi kepada BAP-S/M. baik melalui pengumuman maupun media massa. Melakukan monitoring dan evaluasi secara terjadwal terhadap kegiatan akreditasi. 9. Menetapkan hasil peringkat akreditasi melalui Rapat Pleno Anggota BAP-S/M. l. dan 13. Mengkoordinasikan jadwal pemberangkatan asesor.

Kandepag. dan Kandepag mengusulkan daftar nama dan alamat Sekolah/Madrasah yang akan diakreditasi mengacu pada alokasi yang telah ditetapkan pada butir a. 4. dengan tembusan ke Dinas Pendidikan Kab/Kota dan Kandepag. Pengajuan akreditasi oleh Sekolah/Madrasah harus dilengkapi dengan surat pernyataan Kepala Sekolah/Madrasah tentang Keabsahan Data dalam Instrumen Akreditasi dan Instrumen Pendukung. 9. 3. Kanwil Depag. Pengiriman Perangkat Akreditasi ke Sekolah/Madrasah BAP-S/M mengirimkan Perangkat Akreditasi ke Sekolah/Madrasah yang akan diakreditasi. Namun apabila hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan tidak layak. Sekolah/Madrasah mengirimkan Instrumen Akreditasi dan Instrumen Pendukung dan mengajukan permohonan untuk diakreditasi kepada BAN-S/M melalui UPA-S/M Kab/Kota. Apabila pemeriksaan hasil evaluasi diri dinyatakan layak untuk divisitasi. 5. 6. Pengusulan Daftar Sekolah/Madrasah Disdik Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sekolah/Madrasah harus melakukan evaluasi diri terlebih dahulu. Evaluasi diri ini dilakukan melalui pengisian Instrumen Akreditasi dan Instrumen Pendukung yang telah dikirimkan oleh BAN-S/M. UPA. Penentuan Kelayakan Visitasi BAN-S/M menentukan kelayakan visitasi berdasarkan hasil evaluasi diri. Pengumuman Secara Terbuka kepada Sekolah/Madrasah BAN-S/M mengumumkan secara terbuka kepada Sekolah/Madrasah pada provinsinya masing-masing untuk menyampaikan usul akreditasi melalui Disdik Kabupaten/Kota. Penyusunan Rencana Jumlah dan Alokasi Sekolah/Madrasah BAN-S/M menyusun perencanaan jumlah dan alokasi Sekolah/Madrasah yang akan diakreditasi dengan koordinasi Disdik Provinsi dan Kanwil Depag untuk tiap provinsi pada setiap tahunnya dan jabaran alokasi untuk setiap kabupaten/kota 2. Pelaksanaan Visitasi . 8. Pengiriman Instrumen Akreditasi dan Instrumen Pendukung. atau langsung ke BAN-S/M bagi Kab/Kota yang tidak memiliki UPA-S/M. maka BAN-S/M membuat surat kepada Sekolah/Madrasah yang berisi tentang penjelasan agar Sekolah/Madrasah yang bersangkutan melakukan perbaikan. maka BAN-S/M menugaskan asesor untuk melaksanakan visitasi ke Sekolah/Madrasah. 7. dan media lainnya.Mekanisme Akreditasi Sekolah meliputi tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Pengisian Instrumen Akreditasi dan Instrumen Pendukung Sebelum mengajukan permohonan akreditasi. Penugasan Tim Asesor BAN-S/M menetapkan dan menugaskan tim asesor untuk melaksanakan visitasi ke Sekolah/Madrasah.

verifikasi.Laporan hasil akreditasi Sekolah/Madrasah juga dapat diakses oleh berbagai pihak yang terkait dan berkepentingan dengan peningkatan mutu pendidikan.Depdiknas. Dinas Pendidikan Provinsi. Dinas Pendidikan Kab/Kota. Standarisasi Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setelah itu tim asesor melaporkan hasil visitasi tersebut kepada BAP-S/M. Dinas Pendidikan Provinsi. dan validasi data evaluasi diri Sekolah/Madrasah sesuai dengan kondisi yang ada. Seluruh hasil akreditasi secara nasional diumumkan melalui website BAN-S/M dengan alamat situs di www. 3. Hasil rapat pleno BAN-S/M tentang penetapan hasil akreditasi dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan BAN-S/M 12. Kanwil Depag. sebagai berikut: .id . Rapat pleno penetapan hasil akhir akreditasi harus dihadiri oleh sekurang-kurangnya lebih dari 50% jumlah anggota BAN-S/M. Keputusan penetapan hasil akreditasi ditetapkan melalui musyawarah untuk mufakat. 10.BAN-S/M melaporkan kegiatan akreditasi Sekolah/Madrasah kepada Mendiknas. Kandepag. . Pelaporan Hasil Akreditasi Hasil akreditasi Sekolah/Madrasah tersebut akan dilaporkan ke berbagai pihak sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Verifikasi Hasil Visitasi Asesor BAN-S/M melakukan verifikasi terhadap hasil visitasi asesor terutama untuk butir-butir esensial. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. dan penyelenggara melakukan pembinaan terhadap Sekolah/Madrasah berdasarkan hasil akreditasi sesuai dengan kewenangannya.Asesor melaksanakan visitasi dengan jalan melakukan klarifikasi.or.BAP-S/M melaporkan kegiatan akreditasi Sekolah/Madrasah kepada Gubernur dengan tembusan kepada BAN-S/M. Depag. Standar Nasional Pendidikan terdiri dari : . Kanwil Depag. Penerbitan Sertifikat Berdasarkan hasil akreditasi yang ditetapkan melalui rapat pleno. BAN-S/M sesuai dengan kewenangannya akan menerbitkan sertifikat akreditasi S/M sesuai dengan format dan blanko yang dikeluarkan oleh BANS/M. dan LPMP. 11. 13. . Kandepag.ban-sm. Penetapan Hasil Akreditasi Sekolah/Madrasah BAN-S/M menetapkan hasil akreditasi Sekolah/Madrasah melalui rapat pleno.

Daftar Standar Nasional Pendidikan yang telah menjadi Permendiknas : 1. dan Program Paket C 2. Standar Isi : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 22 tahun 2006 Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 2 Nomor 24 tahun 2006 Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah 3 Nomor 14 Tahun 2007 Standar Isi Program Paket A. b. Program Paket B. pelaksanaan. • Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan global. nasional. Fungsi dan Tujuan Standar : • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu • Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. terarah. Standar Kompetensi Lulusan : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 2 Nomor 24 tahun 2006 Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah .• Standar Kompetensi Lulusan • Standar Isi • Standar Proses • Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan • Standar Sarana dan Prasarana • Standar Pengelolaan • Standar Pembiayaan Pendidikan • Standar Penilaian Pendidikan a.

dan SMA/MA 2 Nomor 33 Tahun 2008 Standar Sarana dan Prasarana untuk SDLB. Paket B dan Paket C 13 Nomor 45 Tahun 2009 standar Teknisi Sumber Belajar Pada Kursus dan Pelatihan 4. Standar Sarana Prasaran : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 24 Tahun 2007 Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI. SMPLB. Standar Biaya : NO Nomor Permen Tentang . dan Paket C 8. dan SMALB 3 Nomor 40 Tahun 2008 Standar Sarana dan Prasarana untuk SMK/MAK 7. Paket B.3. 5. Standar Penilaian : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 20 Tahun 2007 Standar Penilaian Pendidikan 6. Standar Proses : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 41 Tahun 2007 Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 2 Nomor 1 Tahun 2008 Standar Proses Pendidikan Khusus 3 Nomor 3 Tahun 2008 Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A. dan Paket C 11 Nomor 42 Tahun 2009 Standar Pengelola Kursus 12 Nomor 44 Tahun 2009 Standar Pengelola Pendidikan pada Program Paket A. Standar Pengelolaan : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 19 Tahun 2007 Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 12 Tahun 2007 Standar pengawas Sekolah/Madrasah 2 Nomor 13 tahun 2007 Standar Kepala Sekolah/Madrasah 3 Nomor 16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru 4 Nomor 24 Tahun 2008 Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah 5 Nomor 25 Tahun 2008 Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah 6 Nomor 26 Tahun 2008 Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah 7 Nomor 27 Tahun 2008 Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor 8 Nomor 40 Tahun 2009 Standar Penguji Pada Kursus dan Pelatihan 9 Nomor 41 Tahun 2009 Standar Pembimbing Pada Kursus & Pelatihan 10 Nomor 43 Tahun 2009 Standar Tenaga Administrasi Program paket A . SMP/MTs. Paket B.

Langkah berikutnya oleh BSNP adalah sarana sekolah. Pejabat pendidikan tinggal mengumpulkan para staf ahlinya dan kemudian mengadakan rapat. Di dalam konsep ini. termasuk pendidikan dan sertifikasinya. kompetensi lulusan. akan ada standar ideal dimana setiap sekolah mengupayakan mencapainya. pengelolaan. Maka guru di seluruh lembaga pendidikan diasumsikan akan memiliki kemampuan yang kurang lebih sama sehingga dapat mencapai tujuan pemerintah. Standar Pendidikan Anak Usia Dini : NO Nomor Permen Tentang 1 Nomor 58 Tahun 2009 Standar Pendidikan Anak Usia Dini BAB III KESIMPULAN A. pembiayaan dan penilaian.” bahkan dalam istilah standar sekalipun. jumlah ruang kelas. BSNP menyusun sebuah panduan tenaga pendidikan. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). semua instrumen yang terlibat dalam pendidikan. Mereka bisa berbicara mengenai sesuatu yang ingin dicapai. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). tenaga kependidikan. ruang perpustakaan sampai ruang guru. Aturan standar itu meliputi isi. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Menurut anggota BSNP. dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) 9. Untuk mencapai itu. Kesimpulan Pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sedang mengembangkan pendidikan ke arah standarisasi serta sertifikasi. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB). haruslah bekerja secara profesional. setiap pejabat amat mahir. Di negeri ini yang namanya aturan dan berbicara soal “ideal-ideal. BSNP juga menyusun rambu-rambu dalam hal jumlah murid dalam satu kelas.1 Nomor 69 Tahun 2009 Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). sarana dan prasarana. Jadi baik di kota maupun di desa. maka pemerintah mengeluarkan sejumlah aturanaturan ideal. misalnya. Karena apa? Karena memang pencapaian dari penyusunan sebuah standar amatlah mudah. . Tenaga pendidikan yang dikatakan sebagai memenuhi syarat memiliki aturan khusus. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Semuanya indikator tersebut dijadikan sebagai panduan dalam menyusun standar tadi. hal ini dilakukan supaya sekolah tidak dijadikan sebagai ruang yang dipaksakan. proses. Dalam kerangka itulah.

Persoalan apakah yang direncanakan atau distandarkan akan dilakukan atau tidak. Logika material jelas lebih banyak bermain di dalam pikiran para pejabat Departemen Pendidikan Nasional. Lagipula. Mereka tidak punya waktu dan tidak punya tenaga untuk berbagi antara mengajar sebagai usaha memenuhi kebutuhannya dengan mengantisipasi diri mengejar tuntutan profesional. (***) B. Para guru kemudian menggunakannya sebagai sarana untuk menambah income dan kemudian melakukan kecurangan dengan membeli soal atau memecahkan soal ujian ketika ujian sedang berlangsung. Kalau jaminan kesejahteraan guru dan kualitas fisik sekolah diperbaiki. Ambil contoh mengenai sertifikasi guru. Dengan adanya pro kontra tentang kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebenarnya menjadi indikator bahwa masyarakat saat ini cenderung lebih dinamis karena lebih terbuka menerima perbedaan. Isi undang-undang seharusnya tidak dipilah dan dipilih demi kepentingan popularitas pemerintah semata. mereka lebih banyak bermain mengenai logika bahwa jika nilai UN “ditarik” ke atas. Bagaimana BSNP bisa menyusun sebuah langka standarisasi sementara dengan jelas kita tahu bahwa regulasi mengenai pendidikan masih banyak bolongnya. Sekarang ini ada setengah ruang kelas mengalami kerusakan parah. Bukankah Menteri Pendidikan Nasional tidak mungkin mengawasi setiap ruang ujian? Kembali dalam soal standar tadi. Sayangnya. maka nilai tersebut akan mendorong prestasi. misal tulisan. Walaupun terkadang Undang – Undang. Mereka yang kontra atau tidak setuju biasanya diwujudkan dalam beberapa bentuk. Saran Upaya peningkatan mutu pendidikan yang sedang dilakukan pemerintah melalui sertifikasi. Dalam kasus Ujian Nasional. Sebab pendidikan kita tidak memiliki kaitan dengan dunia pragmatis. Pemerintah kita harapkan jangan terlalu banyak sekali bermain aturan dan cara-cara yang akhirnya sia-sia. Pemerintah sebaiknya melakukan pembenahan terhadap hal itu sebagai cermin keseriusan. Karena usulan itulah maka banyak guru kemudian melakukan aksi sederhana berupa membeli gelar dan sertifikat mengajar misalnya. barulah pemerintah bebas menetapkan apa saja. dan bahkan melakukan jalur hokum ke pengadilan. alangkah lebih baiknya jika pemerintah berupaya menambah dana untuk pendidikan sesuai amanah undang-undang daripada menyusun standar pendidikan yang merupakan amanah undang-undang pula. Tunggu dulu. demontrasi. Selain itu . logika tersebut dipermainkan di tingkat “lapangan”. pemerintah kelihatannya tidak mau terlalu memikirkannya. peraturan dan kebijakan pemerintah tentang pendidikan menimbulkan pro dan kontra. akreditasi dan standarisasi harus disambut dengan baik oleh semua kalangan yang terkait dengan pendidikan.Tetapi bagaimana dengan hasilnya.

Allahu’ alam bishawab.juga hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya pendidikan banyak mengalami problematika yang harus di cari jawabannya secara proposional sehingga tidak akan menimbulkan masalah – masalah baru. .go.diknas. 2007 Undang-Undang No. Manajemen Sekolah.id/kbbi http://akhmadsudrajat. Membenahi Pendidikan Nasional. MBS dan Kompetensi Guru. 2000 http://abdullahfaqih. KBK.com/2009/07/22/sekilas-tentang-visitasi-dalam-kegiatan-akreditasisekolah/ . 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Toharudin. 2005 Dirjen Diknas. 1991 HAR Tilaar.multiply.com/journal/item/5 http://pusatbahasa. Sistem Pendidikan Nasional yang Konduktif bagi Pembangunan Masyarakat Industri Modern Berdasarkan Pancasila.wordpress. DAFTAR PUSTAKA HAR Tilaar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->