REPLIKASI DNA

Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur matakuliah Biomolekuler

Oleh: Kelompok 1 Achmad Taufiq N.A. (0710923008) Dhesy Galuh R. Laily Rizky A. Masfuvah Fanzuri Saidatul Maghfiroh Suci Prawijana S. Ulida Neilul M. Wahyudin Yoga Rizky Nata Agung Suprapto P. (0810920002) (0810920004) (0810920006) (0810920014) (0810920016) (0810920018) (0810920019) (0810920020) (0810920022)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

Replikasi DNA dapat terjadi dengan adanya sintesis rantai nukleotida baru dari rantai nukleotida lama melalui proses menggunakan komplementasi pasangan basa untuk menghasilkan suatu molekul DNA baru yang sama dengan molekul DNA lama. yaitu kedua untai tunggal DNA bertindak sebagai cetakan untuk pembuatan untai-untai DNA baru. membetulkan setiap kesalahan replikasi. Molekul protein yang menstabilkan untaian DNA yang sudah terbuka. dan memperbaiki DNA yang rusak. 6. dan ligase (Necel. Enzim DNA polimerase. 2010): 1. yaitu suatu enzim yang berfungsi untuk menyambung fragmen- fragmen DNA . seluruh untai tunggal cetakan dipertahankan dan untai yang baru dibuat dari nukleotida-nukleotida (Necel. Enzim DNA ligase. 2. Adanya fungsi tersebut menjadikan rangkaian nukleotida DNA sangat stabil dan mutasi jarang terjadi (Desy. 2010). 2009). dTTP. dan dGTP. 3. yaitu enzim helikase dan enzim girase. Deoksi ribonukleotida terdiri atas tiga komponen yaitu basa purin atau pirimidin. Enzim pembuka ikatan untaian induk. yaitu molekul DNA atau RNA yang akan direplikasi. 5. 2009). Replikasi DNA bersifat semikonservatif. Molekul deoksiribonukleotida. DNA cetakan. dCTP. 2.REPLIKASI DNA 1. yaitu mengoreksi DNA yang baru terbentuk. proses yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh enzim helikase. yaitu protein SSB (single strand binding protein). dkk. 4. yaitu enzim utama yang mengkatalisis proses polimerisasi nukleotida menjadi untaian DNA. Enzim DNA polimerase memiliki fungsi lain. Enzim primase. Pengertian Replikasi Replikasi merupakan peristiwa sintesis DNA (autokatalisis) karena DNA mampu mensisntesis diri sendiri. Komponen Penting dalam Replikasi Replikasi bahan genetik ditentukan oleh beberapa komponen utama yaitu (Amir. gula 5-karbon (deoksiribosa) dan gugus fosfat. enzim polimerase. yaitu dATP. yaitu enzim yang mengkatalisis sintesis primer untuk memulai replikasi DNA. 7.

Model Replikasi Gambar 1. Model konservatif. Model dispersif. yaitu beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan untuk sintesis rantai DNA baru. fragmen-fragmen polinukleotida yang terbentuk akan menjadi cetakan bagi fragmen nukleotida baru sehingga fragmen lama dan baru akan dijumpai berselang-seling di dalam tangga berpilin yang baru (Susanto. yaitu (Desy. 2008). Tiga kemungkinan terjadinya replikasi DNA (Pray. 2010). pada replikasi dispersif kedua untai polinukleotida mengalami fragmentasi di sejumlah tempat. Pada replikasi konservatif seluruh tangga berpilin DNA awal tetap dipertahankan dan akan mengarahkan pembentukan tangga berpilin baru.3. Kemudian. Sementara itu. Model semikonservatif. berfungsi sebagai cetakan untuk dua rantai DNA baru. Replikasi ini menghasilkan dua molekul DNA lama dan DNA baru yang saling berselang-seling pada setiap untai(Desy. Namun. hasil akhirnya diperoleh rantai DNA lama dan baru yang tersebar pada rantai DNA lama dan baru. yaitu dua rantai DNA lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama. . 2008) Ada 3 cara terjadinya replikasi DNA dalam sel eukariot. 2. Replikasi ini mempertahankan molekul dari DNA lama dan membuat molekul DNA baru (Desy. 2010): 1. Akhirnya dihasilkan dua rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama dan satu rantai baru hasil sintesis (Desy. masing-masing untai ini tetap dipertahankan dan akan bertindak sebagai cetakan (template) bagi pembentukan untai polinukleotida baru. 2010). Oleh karena itu. Pada replikasi semikonservatif tangga berpilin mengalami pembukaan terlebih dahulu sehingga kedua untai polinukleotida akan saling terpisah. yaitu dua rantai DNA lama tetap tidak berubah. 3. 2010).

larutan menjadi lebih pekat daripada di bagian atas. sebagai ganti atom N yang biasa yaitu. Bila suatu larutan CsCl disentrifugasi untuk waktu yang lama pada kecepatan tinggi. Spesimen DNA yang dilarutkan di dalam CsCl akan mencapai posisi keseimbangan pada tabung dimana densitasnya akan setara dengan larutan CsCl.Hipotesa Watson –Crick mengusulkan bahwa tiap untaian sulur ganda DNA digunakan sebagai suatu cetakan bagi replikasi DNA keturunan atau anak yang bersifat komplementer. Dengan demikian. Media segar menunjukkan sel – sel ini tumbuh dalam media 14 N sehingga mencapai sebanyak dua kalinya. dua dupleks keturunan molekul – molekul DNA yang sama dengan DNA induk akan terbentuk. Karena (15N) DNA sedikit lebih pekat daripada (14N) DNA. termasuk bom pada DNA-nya menjadi sangat diperkaya oleh 15N. (15N) DNA akan mencapai posisi keseimbangan yang lebih rendah pada gradient CsCl daripada (14N) DNA (Lehninger. Hipotesis ini telah dibuktikan dalam percobaan yang cermat dilakukan oleh Matthew Meselson dan Franklin Stahl pada tahun 1957.coli yang tumbuh pada media 15N. 2005). isotop yang banyak dijumpai 14 N. Dengan cara ini. khusus pada 15N. . et. DNA yang diisolasi dari sel menunjukkan densitas kira – kira 1% lebih berat daripada (14N) DNA normalnya. DNA hanya membentuk suatu pita tunggal pada gradient CsCl pada pertengahan densitas antara DNA “ringan” normal yang mengandung 14N dan DNA “berat” dari pertumbuhan sel – sel. Oleh karena gaya sedimentasi. ke dalam media segar dengan NH4Cl yang mengandung isotop 14N normal. isotop nitrogen “berat”. Meselson dan Stahl memindahkan sel – sel E. sekuruh komponen nitrogen sel yang tumbuh pada medium ini. Sesium klorida digunakan karena larutan molekul ini menunjukkan berat jenis yang mendekati DNA. konsentrasi CsCl pada dasar tabung lebih tinggi dan karena itu. dimana seluruh untaian DNA menjadi “berat”. 2005). larutan tersebut mencapai suatu keseimbangan dengan CsCl membentuk gradient densitas yang berkesinambungan. masing – masing mengandung satu untaian utuh dari DNA induk.al. et. Meskipun ini hanya merupakan perbedaan kecil. Mereka membutuhkan sel – sel E.. campura DNA (15N) berat dan (14N) ringan Di dalam larutan sesium klorida pekat dapat dipisahkan dengan sentrifugasi..al.coli selama beberapa generasi pada medium dengan ammonium klorida (NH4Cl) digunakan sebagai sumber nitrogen satu – satunya yang mengandung 15N. DNA kemudian diisolasi dari sel – sel dan densitasnya dianalisa dengan prosedur pengendapan yang telah disebutkan di atas. yang secara skematis dapat dilihat pada gambar 2 (Lehninger. Hal ini merupakan hasil yang tepat diharapkan bila ulur pada DNA dari sel – sel keturunan mengandung satu untaian 14N baru dan satu untaian 15N lama dari DNA induk.

2005).al. Heliks mulai membuka uliran (Ma. karena hanya satu untaian induk dipertahankan pada tiap DNA keturunan.al. satu menunjukkan densitas yang setara dengan DNA ringan yang normal dan lainnya menunjukkan densitas DNA baru yang terlihat setelah sel pertama jumlahnya mejadi dua kali. Pada titik ini. dimana ikatan hidrogen antara basa-basa terputus dan pasangan basanya terpisah. Tahapan Replikasi Proses replikasi dalam molekul DNA dimulai pada suatu titik yang disebut dengan Origin of Replication (Ori). Pengamatan mereka dengan jelas meniadakan replikasi konservatif. DNA yang diisolasi memperlihatkan dua pita. DNA akan membentuk seperti gelembung kecil. dimana satu dupleks DNA keturunan mempunyai dua untaian baru.Gambar 2. . Hal ini juga meniadakan suatu mekanisme dispersif dimana tiap untaian keturunan DNA mengandung potongan pendek dari kedua induk da DNA baru yang bergabung bersama secara acak (Lehninger. 2010) Bila sel – sel dibiarkan meningkat lagi dua kali jumlah pada media 14 N.. Meselson dan Stahl dengan demikian tiba pada kesimpulan bahwa tiap dupleks DNA keturunan pada dua generasi sel – sel mengandung satu untaian induk dan satu untaian yang baru dibuat. 1998). Jenis replikasi ini disebut semikonservatif. tepat dengan pernyataan hipotesis WatsonCrick. 4.. Hasil eksperimen Meselson dan Stahl untuk menentukan replikasi DNA yang terjadi di alam (Pray. et. et.

Tahap pemutusan ikatan hydrogen pada basa – basa nitrogen 2. Titik awal dimana terjadinya splitting disebut sebagai origin of replication. Tahapan elongasi berbeda untuk cetakan 5’-3’ dan 3’-5’. Hal tersebut dikarenakan ikatan antara adenin dan timin yang hanya merupakan ikatan rangkap dua. Nukleotida RNA adalah primer (starter) untuk ikatan nukleotida DNA. yaitu: a. Tahapan pertama (inisiasi) dalam proses replikasi DNA terjadi adalah pemutusan ikatan hidrogen antara basa-basa nitrogen dari dua untai yang antiparalel. Struktur yang dihasilkan disebut dengan Replication Fork. Primase RNA dapat menarik nukleotida RNA yang berikatan dengan nukleotida DNA dari untai 3’-5’ dikarenakan ikatan hidrogen antar basanya. Gambar 3. Helikase adalah enzim yang berfungsi untuk membuka untai ganda DNA. Cetakan 5’-3’ . Gambar 4. Tahap pembentukan RNA primer 3. sedangkan pada ikatan antara sitosin dan guanin adalah ikatan rangkap tiga.Tahapan replikasi DNA pada sel eukariot adalah sebagai berikut (Anonymous1. 2011): 1. Salah satu hal penting dalam tahapan replikasi DNA adalah pengikatan primase RNA pada titik awal rantai induk 3’-5’. Pemutusan ikatan tersebut terjadi pada rantai yang kaya akan ikatan A-T.

Cetakan 5’-3’ disebut sebagai leading strand karena DNA polimerase α dapat membaca cetakan dan secara kontinu menambah nukleotida(komplemen dari cetakan nukleotida. b. Jarak didekatkan dengan adanya pengaruh DNA polymerase (menambahkan nukleotida komplementer pada jarak tersebut) dan DNA ligase (menambahkan fosfat pada gap antara fosfat dan gula). Jarak antara dua RNA primer disebut sebagai fragmen Okazaki. sebagai contoh adenin berlawanan dengan timin). Replikasi dari cetakan ini rumit dan DNA barunya disebut lagging strand. Fragmen Okazaki RNA primer penting untuk DNA polimerase α berikatan dengan nukleotida pada bagian ujung 3’. . Cetakan 3’-5’ Cetakan 3’-5’ tidak dapat dibaca dengan DNA polimerase α.eksonuklease membaca fragmen dan memindahkan RNA Primer. 4. Gambar 5. DNA polimerase α membaca cetakan. Untai baru dielongasi dengan mengikat lebih banyak DNA nukleotida. Tahap pembentukan leading strand dan lagging strand Gambar 6. Pada lagging strand RNA primase menambah lebih banyak RNA primer. Pada lagging strand DNA Polimerase I .

. Tahapan ini terjadi ketika DNA polymerase mencapai titik akhir untai. Enzim seperti nuklease akan memindahkan nukleotida yang salah dan DNA polimerase akan mengisi kekosongan (gap) tersebut. Sehingga. 2009). Pada untaian ini. searah dengan arah pergerakan garpu replikasi (Necel. DNA hasil replikasi Pembentukan leading strand Pada replikasi DNA. 6. Langkah terakhir dari tahapan replikasi DNA adalah terminasi. untaian pengawal (leading strand) ialah untaian DNA yang disintesis dengan arah 5'→3' secara berkesinambungan. bagian dari telomere dipindahkan pada tiap siklus replikasi DNA. ujung dari untai induk dimana primer terakhir tidak direplikasi. ketika RNA primer dipindahkan tidak mungkin bagi DNA polymerase untuk mengisi kekosongan tersebut (karena tidak ada primer). Gambar 8. Sebagai hasilnya. Ujung dari DNA linear terdiri dari DNA noncoding yang berulang – ulang dan disebut telomere. Replikasi DNA tidak sempurna sebelum terjadi mekanisme perbaikan terhadap kesalahan- kesalahan yang mungkin terjadi selama replikasi.Gambar 7. Kita dapat dengan mudah memahami bahwa pada akhir tahapan lagging strand. DNA polimerase mampu membentuk DNA menggunakan ujung 3'-OH bebas dari sebuah primer RNA dan sintesis DNA berlangsung secara berkesinambungan. Tahap pembacaan fragmen oleh DNA polimerase I-eksonuklease 5.

5. 2009). 2011). Pada untaian ini. Garpu replikasi Garpu replikasi atau cabang replikasi (replication fork) ialah struktur yang terbentuk ketika DNA bereplikasi. rantai DNA baru (DNA "anak") disintesis dari arah 5'→3'. Namun demikian. Garpu replikasi ini dibentuk akibat enzim helikase yang memutus ikatan-ikatan hidrogen yang menyatukan kedua untaian DNA. replikasi harus berlangsung pada kedua arah berlawanan tersebut (Necel. DNA ligase lalu menyambungkan fragmen-fragmen Okazaki tersebut sehingga sintesis lagging strand menjadi lengkap (Necel. molekul DNA lebih besar daripada di prokariot dan tidak melingkar. sementara untaian lainnya berorientasi 5'→3'. dan helikase bergerak membuka untaian rangkap DNA dengan arah 5'→3'. Pada eukariot. Oleh karena itu. salah satu untaian DNA induk pada garpu replikasi berorientasi 3'→5'.Pembentukan lagging strand Lagging strand ialah untaian DNA yang terletak pada sisi yang berseberangan dengan leading strand pada garpu replikasi. sedangkan DNA polimerase bergerak pada DNA "induk" dengan arah 3'→5'. membuat terbukanya untaian ganda tersebut menjadi dua cabang yang masing-masing terdiri dari sebuah untaian tunggal DNA. DNA polimerase membentuk untaian DNA baru dengan memperpanjang oligonukleotida (RNA) yang dibentuk oleh enzim primase dan disebut primer (Necel. Fragmen primer RNA tersebut lalu disingkirkan (misalnya dengan RNase H dan DNA Polimerase I) dan deoksiribonukleotida baru ditambahkan untuk mengisi celah yang tadinya ditempati oleh RNA. Replikasi DNA pada Sel Eukariot Pada eukariot. Dengan kata lain. Masingmasing cabang tersebut menjadi "cetakan" untuk pembentukan dua untaian DNA baru berdasarkan urutan nukleotida komplementernya. Pada eukariot replikasi DNA hanya terjadi pada fase S di dalam interfase. DNA polimerase membentuk untaian DNA baru dengan menambahkan nukleotida dalam hal ini. Untaian ini disintesis dalam segmen-segmen yang disebut fragmen Okazaki. DNA polimerase dengan demikian dapat menggunakan gugus OH 3' bebas pada primer RNA tersebut untuk mensintesis DNA dengan arah 5'→3'. 2009). deoksiribonukleotida ke ujung 3'-hidroksil bebas nukleotida rantai DNA yang sedang tumbuh. 2009). proses replikasi DNA adalah sama dengan replikasi dari bakteri atau DNA prokariotik dengan beberapa modifikasi kecil. Untuk memasuki fase S diperlukan regulasi oleh sistem protein kompleks yang disebut siklin dan . primase membentuk primer RNA. juga banyak tempat untuk memulai replikasi (Anonymous2.

Sederetan sekuens tandem yang terdiri dari 20 hingga 50 replikon mengalami inisiasi secara bersamaan pada waktu tertentu selama fase S. Berhubung dengan kompleksitas struktur kromatin. maka beberapa replikasi fork menghasilkan banyak gelembung sepanjang DNA. Telomerase mengandung RNA yang berfungsi sebagai template untuk sintesis untai TxGy dari telomer. DNA harus dilepaskan dari nukleosom pada fork replikasi sehingga gerakan fork replikasi akan diperlambat menjadi sekitar 50 pb tiap detik. Dengan kecepatan seperti ini diperlukan waktu sekitar 30 hari untuk menyalin molekul DNA kromosom pada kebanyakan mamalia. DNA eukariot mempunyai beberapa tempat “Origin Of Replication”. Polimerase DNA α mempunyai aktivitas polimerase 5' 3 ' dan sintesis primer pada lagging strand kemudian diperpanjang dengan multisubunit DNA polymerase. ε polimerase DNA menghilangkan fragmen utama dari Okazaki pada Lagging strand. Polimerase DNA α dan β adalah enzim-enzim replikasi DNA dalam sel eukariotik. struktur di ujung kromosom eukariotik linear. Beberapa CDKs akan melakukan fosforilasi dan mengaktifkan protein-protein yang diperlukan untuk inisiasi pada masingmasing ORI. DNA sentromir dan telomir bereplikasi paling lambat. 2008). yang akan diaktivasi oleh sinyal pertumbuhan yang mencapai permukaan sel. Polimerase DNA δ mengoreksi aktivitas eksonuklease 3’5’ dan melaksanakan keduanya dan sintesis lagging strand dalam suatu kompleks bakteri dimer DNA polimerase III. Proses replikasi DNA eukariot sama dengan replikasi DNA prokariotik kecuali untuk aspek-aspek dibawah ini (Anonymous3. Sebelum melakukan penyalinan. 3. Komponen protein dari telomerase bertindak sebagai reverse transkripsi selular untuk . 2008).kinase tergantung siklin atau cyclin-dependent protein kinases (CDKs). Polimerase DNA γ bertanggung jawab untuk replikasi DNA mt. sedangkan deretan yang agak lambat adalah heterokromatin (Susanto. terdiri dari banyak salinan tandem urutan oligonukleotida pendek dengan TxGy dalam satu untai dan CyAx di untai komplementer. Deretan yang mengalami inisiasi paling awal adalah eukromatin. 2. fork replikasi pada eukariot bergerak hanya dengan kecepatan 50 pb tiap detik. di mana x dan y biasanya dalam rentang 1 sampai 4. Pola semacam ini mencerminkan aksesibilitas struktur kromatin yang berbeda-beda terhadap faktor inisiasi. satu atau beberapa DNA helikase dan SSB yang disebut dengan protein replikasi A atau replication protein A (RP-A) diperlukan untuk memisahkan kedua untai DNA (Susanto. Telomere. 2011): 1. Seperti halnya pada prokariot. Replikasi fork dibentuk pada urutan mereplikasi secara otonom (ARS) yang mengandung 11 bp dikenal dengan origin replication element (ORE).

Maka. dan terminasi. setiap garpu mereplikasikan sekitar 50 kb DNA per menit. Enzim yang bertanggung jawab untuk sintesis rantai DNA baru pada garpu replikasi yakni enzim DNA polimerase. Dari penelitian genetika telah diketahui bahwa inisiasi replikasi terjadi pada sisi tertentu yang disebut sisi inisiasi atau origin of the chromosome (ori C). Terminasi yakni penggabungan garpu-garpu yang saling mendekati. 2010). Replikasi kromosom bakteri sepanjang 5. Beberapa kromosom bakteri berbentuk linier. Proses seperti ini yang terjadi dalam bakteri E. dimulai dengan sebuah primer RNA. elongasi. Setelah perpanjangan untai TxGy oleh telomerase. pelengkap untai CyAx disintesis oleh DNA polimerase selular. Replikasi DNA pada Sel Prokariot Suatu kromosom mengandung satu molekul DNA yang biasanya sangat besar. Elongasi menggambarkan perkembangan garpu-garpu ini mengelilingi kromosom.coli adalah yang paling dipahami. yang bisa berlangsung selama beberapa jam). replikasi suatu replikon bisa dibagi ke dalam tiga tahap yakni inisiasi. Ini adalah tahap yang bagus untuk meneliti beberapa enzim penting dan protein lain yang terlibat dalam replikasi. 6. elongasi. 2010). Replikasi kromosom bakteri bisa dibagi ke dalam tiga tahap: inisiasi. Inisiasi yakni pembentukan garpu-garpu replikasi pada molekul awal. dan bermanfaat sebagai prototipe untuk sistem lain. serentak dengan sintesis DNA atau pertumbuhan rantai. 2010). kultur bakteri yang tumbuh dalam medium kaya akan memiliki waktu pembentukan yang pendek dan harus menjalankan replikasi kromosom lebih cepat daripada yang ditumbuhkan dalam medium miskin dimana pembentukannya mungkin tiga sampai empat kali lebih lama (Ngili. Beberapa enzim dan protein terlibat didalamnya (Ngili. Selain itu dalam banyak hal. Terdapat tiga macam DNA polimerase dalam E. yakni .sintesis RNA dan DNA. menghasilkan dua kromosom sempurna yang dapat berpisah satu sama lain (Ngili. Maka. DNA berbentuk tertutup atau struktur lingkar. misalnya beberapa kromosom bakteri tersusun oleh sebanyak 4 x 106 pasang basa. Enzim ini memakai untai DNA tunggal yang terbuka gulungannya sebagai templat. Seperti diketahui. Urutan nukleotida dalam daerah ini mengikat pada berbagai protein untuk menginisiasi kedua garpu (Ngili. pertumbuhan rantai DNA berlangsung pada garpy replikasi. (Dalam sel eukariot. 2010). Hanya sedikit diketahui mengenai kromosom bakteri linier (Ngili. replikasi DNA terbatas pada bagian siklus pembelahan sel mitosis yang disebut fase S.coli.000 kb memakan waktu sekitar 40 menit dan terjadi dalam seluruh siklus pembelahan bakteri. dan terminasi. 2010). Selama fase elongasi. Laju replikasi DNA dikoordinasikan dengan laju pembelahan sel.

coli. Sintesis protein DnaA ini sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri sehingga inisiasi replikasi juga sejalan dengan laju pertumbuhan bakteri. 2010). yang sebagian bergabung dengan kompleks fungsional terpisah seperti holoenzim DNA polimerase III. dan III. sangat berkaitan dengan siklus pertumbuhannya. Pada laju pertumbuhan sel yang sangat tinggi.coli mengkode untuk berbagai protein yang berkaitan dengan pertumbuhan rantai DNA pada garpu replikasi. misalnya. B dan C (Ngili. Contoh untuk gen seperti ini misalnya dnaA. yang masing-masing panjangnya 9 pb. Kedua enzim ini mempunyai peran penting dalam keseluruhan proses replikasi DNA.DNA polimerase I. 2010). Peranan polimerase II belum diketahui dengan jelas (Ngili. Sebagai contoh. dan DNA polimerase III adalah yang paling sedikit. Untai DNA tunggal hasil pemisahan oleh helikase selanjutnya diselubungi oleh protein pengikat untai tunggal atau single-stranded binding protein (SSB) untuk melindungi DNA untai tunggal dari kerusakan fisik dan mencegah renaturasi. sel-sel hasil pembelahan akan menerima kromosom yang sebagian telah bereplikasi (Ngili.II. Superkoiling negatif akan menyebabkan pembukaan tiga sekuens repetitif sepanjang 13 pb yang kaya dengan AT sehingga memungkinkan terjadinya pengikatan protein DnaB. Akibatnya. yang merupakan enzim helikase. Enzim DNA primase kemudian akan menempel pada DNA dan menyintesis RNA primer yang pendek untuk memulai atau menginisiasi sintesis pada untai pengarah. gen dnaG mengode untuk primase (protein Dna G). Inisiasi replikasi juga menggunakan beberapa protein. DNA polimerase I adalah yang paling melimpah. Agar replikasi dapat terus berjalan . 2010). Daerah ori akan mengelilingi kompleks DnaA-ATP tersebut. Protein DnaA membentuk struktur kompleks yang terdiri atas 30 hingga 40 buah molekul. Namun sebagian mengkode protein dengan melibatkan inisiasi siklus replikasi pada ori C. yaitu enzim yang akan menggunakan energi ATP hasil hidrolisis untuk bergerak di sepanjang kedua untai DNA dan memisahkannya (Ngili. Fase elongasi dari replikasi DNA dalam bakteri tampak melibatkan banyak enzim dan protein. dan mutasi pada gennya sangat membantu dalam mengidentifikasi protein-protein ini (Ngili. khususnya bakteri. Banyak mutasi yang telah diidentifikasi pada E. berisi empat buah tempat pengikatan protein inisiator DnaA. Proses ini memerlukan kondisi superkoiling negatif DNA (pilinan kedua untai DNA berbalik arah sehingga terbuka). 2010). 2010). sebelum putaran replikasi yang pertama berakhir. Daerah ori pada E. Mutasi yang mempengaruhi replikasi disebut mutasi DNA. Replikasi DNA kromosom prokariot. yang masing-masing akan terikat pada molekul ATP. DNA kromosom prokariot dapat mengalami reinisiasi replikasi pada dua ori yang baru terbentuk.

Masing-masing lingkaran hasil replikasi kemudian disegregasikan ke dalam kedua sel hasil pembelahan (Ngili. terdapat subunit b yang menempelkan polimerase pada DNA (Ngili.000 hingga 2. dan eksonuklease penyuntingan 3’ – 5’. separuh akan bekerja pada untai pengarah dan separuh lainnya bekerja pada untai tertinggal. dimer holoenzim DNA polimerase III dan primosom diyakini membentuk kompleks berukuran besar yang disebut dengan replisom. yang mempunyai fungsi polimerase sesungguhnya. sintesis pada kedua untai akan berjalan dengan kecepatan yang sama. dan subunit e. 2010). Terminator tersebut antara lain berupa produk gen tus. Secara in vivo. Seperti telah dijelaskan di atas. Selain itu. . 2010). replikasi DNA terjadi baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal. diperlukan enzim helikase selain DnaB. suatu inhibitor bagi helikase DnaB. Kompleks multisubunit ini merupakan dimer. fragmen-fragmen Okazaki akan dipersatukan oleh enzim DNA ligase.Masing-masing bagian dimer pada kedua untai tersebut terdiri atas subunit a. Enzim DNA girase ini merupakan target serangan antibiotik sehingga pemberian antibiotik dapat mencegah berlanjutnya replikasi DNA bakteri (Ngili. 2010). kedua lingkaran hasil replikasi masih menyatu. Begitu primer pada untai tertinggal dielongasi oleh DNA polimerase III. yang mempunyai fungsi penyuntingan berupa eksonuklease 3’–5’. Pemisahan dilakukan oleh enzim topoisomerase IV. Ketika replikasi selesai. Akhirnya.menjauhi ori.000 basa. eksonuklease 5’ – 3’. Superkoiling negatif yang terjadi secara alami ternyata tidak cukup untuk mengimbanginya sehingga diperlukan enzim lain. 2010). Hal ini karena pembukaan heliks akan diikuti oleh pembentukan putaran baru berupa superkoiling positif. sedangkan polimerase akan mengisi celah yang ditimbulkan. Eksonuklease 5’-3’ membuang primer. Primosom terdiri atas helikase DNA B dan DNA primase (Ngili. Di sekitar daerah ini terdapat sejumlah terminator yang akan menghentikan gerakan garpu replikasi. mereka akan segera dibuang dan celah yang ditimbulkan oleh hilangnya primer tersebut diisi oleh DNA polimerase I. Dengan adanya replisom sintesis DNA akan berlangsung dengan kecepatan 900 pb tiap detik (Ngili. Primer baik pada untai pengarah maupun pada untai tertinggal akan mengalami elongasi dengan bantuan holoenzim DNA polimerase III. Pada untai tertinggal suatu kompleks yang disebut primosom akan menyintesis sejumlah RNA primer dengan interval 1. yaitu topoisomerase tipe II yang disebut dengan DNA girase. yang mempunyai aktivitas polimerase 5’– 3’. Kedua garpu replikasi akan bertemu kira-kira pada posisi 180°C dari ori. Dengan demikian. 2010).

7. dkk. dan sintesis DNA anak selesai PROKARIOT Replikasi DNA terjadi di protoplasma Replikasi terjadi pada semua fase dalam siklus sel Terdapat 3 macam DNA polimerisasi yang terlibat dalam proses replikasi Titik awal replikasi (ori) lebih sedikit dibanding eukariot Pergerakan garpu replikasi pada replikasi prokariot bergerak lebih cepat dibanding pada eukariot Replikasi terjadi kedua arah.. Perbedaan Replikasi DNA pada Sel Eukariot dan Prokariot Tabel 1. Selanjutnya gelembung replikasi akan bertemu. 2010) EUKARIOT Replikasi DNA terjadi di nukleus Replikasi DNA terjadi pada fase S (fase sintesis) dalam fase interfase pada siklus sel Terdapat 5 macam DNA polimerisasi yang terlibat dalam proses replikasi Terdapat banyak titik awal replikasi (ori) Pergerakan garpu replikasi pada replikasi eukariot bergerak lebih lambat Selanjutnya gelembung replikasi akan bertemu. Perbedaan Replikasi DNA pada Sel Eukariot dan Prokariot (Amir. dan sintesis DNA anak selesai .

New York Necel. L. DNA dan RNA. 2011. BIOKIMIA DASAR... and Cox. diakses pada tanggal 2 Maret 2011 diakses . 2008. http://substansigenetika. LEHNINGER’S PRINCIPLES OF BIOCHEMISTRY. A. DNA REPLICATION IN PROKARYOTES AND EUKARYOTES.. F. Ltd. diakses pada tanggal 2 Maret 2011 Lehninger. diakses pada tanggal 2 Maret 2011 Anonymous2.molecular-plantbiotechnology. SEMI-CONSERVATIVE DNA REPLICATION: Meselson and Stahl.. M. Darmawati.php.scribd.tutorvista. Penerbit Rekayasa Sains. A. Y. 2009. Malik.M.. Fikri R. http://www.com/2009/01/replikasi-dnahtml. 2010. 2009.com/biology/dna-replication-in-prokaryotes-and-eukaryotes. STEPS OF DNA REPLICATION. D. http://www. www.A. M.L. http://meckzozp.. http://www. REPLIKASI DNA.. 2011.info/DNA-r.DAFTAR PUSTAKA Amir. diakses pada tanggal 2 Maret 2011 Ngili.blogspot. 2010.L.scribd. WH Freeman. 2010. 2011. REPLIKASI DNA.nature. http://www. diakses pada tanggal 2 Maret 2011 Anonymous1. SUBSTANSI GENETIKA. http://www.. diakses pada tanggal 4 Maret 2011 Saraswati. M. tanggal 2 Maret 2011 Junaidi. W. D. Nelson. REPLICATION DNA EUKARYOT..eplication-and-repair/eukaryotic-DNA-replication. Bandung Pray. diakses tanggal 2 Maret 2011 Anonymous3. 2005.dnareplication.com/scitable/blog/green-science.info/ stepsofdnareplication.com/doc/23427509/DNA dan RNA ..com/doc/32301253/Replikasi-Dna.net/wp/tag/2replikasi-dna.

H..wordpress.Susanto. http://biomol.com/bahan-ajar/replikasi/. diakses tanggal 2 Maret 2011 . A. 2008. BAB IV REPLIKASI DNA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful