PRAKTIKUM 1 PENENTUAN AMBANG RANGSANGAN (UJI THRESHOLD) Tujuan Praktikum : Menentukan ambang stimulus terutama ambang mutlak pengenalan

rasa manis dan rasa asin. Dasar Teori : Ambang rangsangan atau threshold merupakan batas kapasitas sensoris. Dalam analisis sensoris dikenal 4 jenis ambang stimulus yaitu : 1. Ambang mutlak (detection threshold) yaitu stimilus terendah yang mampu menghasilkan kesan tertentu. Dalam hal rasa atau bau adalah konsentrasi terendah dimana kesan tersebut mulai dapat dirasakan atau dideteksi. Dalam metode frekuensi ambang mutlak biasanya ditentukan ketika 50% dari populasi sudah dapat merasakan stimulus yang diberikan (misalnya rasa manis dari stimulus larutan sukrosa yang diberikan).
2. Ambang pengenalan (recognition threshold) yaitu level dari suatu stimulus spesifik

yang dapat dikenali dan diidentifikasi. Konsentrasi ambang pengenalan biasanya lebih tinggi dari konsentrasi ambang mutlak. Pada saat panelis melakukan pengujian beberapa seri konsentrasi dari larutan sukrosa yang dimulai dari konsentrasi 0% sukrosa atau air. Maka pada titik tertentu terjadi transisi rasa dari “rasa air” yang tawar atau tidak memiliki rasa menjadi rasa tertentu yang masih samar-samar. Seiring dengan peningkatan konsentrasi sukrosa, selanjutnya terjadi transisi kedua dari rasa yang samar-samar menjadi rasa manis yang lemah tetapi dapat dikenali dengan jelas (mild sweet). 3. Ambang beda (different threshold) yaitu besarnya perbedaan stimulus yang diperlukan untuk menghasilkan perbedaan kesan. Dalam penentuan ambang beda biasanya menggunakan satu stimulus standar yang dibandingkan dengan beberapa variabel stimulus. Istilah JND (just noticeable different) digunakan ketika ambang beda ditentukan dari perubahan variabel stimulus sedikit di atas dan di bawah standar sampai ditemui terdeteksinya perbedaan. 4. Ambang batas (terminal threshold) yaitu besarnya stimulus terendah yang mulai menghasilkan kesan yang maksimum sehingga jika konsentrasi dinaikkan lagi maka tidak terjadi lagi peningkatan intensitas kesan. Dengan kata lain indra manusia sudah mencapai tingkat jenuh pada konsentrasi di atas ambang batas.

Penentuan ambang sangat diperlukan terutama untuk ingredien pangan yang berpengaruh terhadap rasa dan aroma sehingga pada saat formulasi tidak digunakan dalam jumlah yang berlebihan. Bahan dan Alat : Bahan : a. Sukrosa b. NaCl c. Air sebagai pelarut d. Bahan penetral indra pencicip (potongan kecil roti tawar) Alat : a. Timbangan analitik b. Gelas ukur c. Sendok d. Gelas-gelas kecil e. Label f. Spidol Cara Kerja : 1. Buatlah delapan seri konsentrasi untuk masing-masing senyawa seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Seri konsentrasi untuk pengujian ambang stimulus Bahan Sukrosa NaCl Konsentrasi (%) 0 0,5 0 0,1 1 0,2 1,5 0,3 2 0,4 2,5 0,5 3 0,6 3,5 0,7

2. Berilah kode tiga digit angka acak (bisa dengan menggunakan bantuan tabel bilangan acak). 3. Tuangkan sekitar 20 mL masing-masing larutan pada gelas-gelas kecil untuk penyajian yang telah diberi kode tiga digit angka acak yang telah ditetapkan.
4. Siapkan sendok penyajian 1 buah (kapasitas 5 mL) untuk setiap gelas penyajian untuk

membantu panelis dalam penyicipan sampel. 5. Penyicipan sampel dilakukan secara acak. Dalam penyajian sampel perhatikan kaidah pengacakan untuk menghilangkan efek psikologis yang tidak diinginkan. Kaidah

Lakukan pencicipan sampel sebanyak 5 mL menggunakan sendok yang tersedia. Pencicipan dilakukan secara berurutan dari kiri ke kanan. Cara Pengolahan Data Pengolahan data menggunakan Metode Frekuensi a. Tabel 2. b. jika terdeteksi beri tanda +. dan tanda – dirubah menjadi nilai 0. dan jika tidak terdeteksi (masih seperti air tawar) beri tanda – pada kuisioner yang tersedia.pengacakan meliputi pengkodean dan urutan penyajian sampel. Istirahatkan indra pencicip anda selama 30 detik sebelum melakukan pengujian pada sampel berikutnya. Rasakan apakah terdeteksi salah satu rasa dasar (manis atau asin). 6. Cara penilaian sampel uji adalah sebagai berikut : a. Lakukan transformasi data sehingga nilai + dirubah menjadi nilai 1. .5 398 3 398 3 398 2 Konsentrasi (%) 1 1. d.5 662 8 662 8 662 7 24 5 53 7 39 8 95 4 82 9 48 1 11 3 66 2 Gambar 1. Cara penyajian sampel 7. e. c. Masukkan sampel ke dalam mulut dan diamkan di dalam mulut selama 3 detik sebelum ditelan.5 2 954 537 829 4 2 5 954 537 829 1 4 5 954 537 829 3 5 4 2. Contoh diberikan pada Tabel 2.5 113 7 113 6 113 8 3 481 6 481 7 481 6 3. Penyajian sampel menggunakan kode dan urutan pada bilik 1 dapat digambarkan sebagai berikut : Kode Urutan Kode Urutan Kode Urutan 0 245 1 245 2 245 1 0. Penyajian sampel pada uji ambang rangsanga Bilik Bilik 1 Bilik 2 Bilik 3 Dst.

Hitung nilai frekuensi pada masing-masing konsentrasi.1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 100% 0. Contoh matriks respon dan perhitungan nilai frekuensi Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Jumlah Frekuensi 0. Contoh dapat dilihat pada Tabel 3.02 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 5 26% 0.06 0.04 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 63% Konsentrasi (%) 0. Frekuensi merupakan persentase jumlah orang menyatakan nilai + F 0.5% = ∑Pb / ∑Pt Dimana : F 0.5% Pt = frekuensi pada konsentrasi 0. Tabel 3.5% Pb = jumlah panelis yang menyatakan nilai + = jumlah panelis total c.08 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 18 95% 95% 0. Lakukan pembuatan grafik konsentrasi (sumbu X) terhadap frekuensi (sumbu Y) d.14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 100% Grafik penentuan dalam Ambang Mutlak dan Ambang Pengenalan 120 F .b. Tentukan nilai konsentrasi pada saat frekuensi 50% (Ambang Mutlak / Absolute Threshold) dan frekuensi 75% (Ambang Pengenalan / Different Threshold).

02 1 0.r e 100 95 80 95 100 100 k u e 40 n s i 0 0. Lakukan pencicipan sampel sebanyak 5 mL menggunakan sendok yang tersedia.08 4 0.06 3 0. Pencicipan dilakukan secara berurutan dari kiri ke kanan.04 2 0.14 6 20 26 60 63 Konsentrasi Kuisioner untuk Pengujian Ambang Rangsangan Contoh kuisioner untuk pengujian ambang rangsangan dapat dilihat pada contoh di bawah ini: Tanggal Nama Sampel Instruksi : : : : 1. Masukkan sampel ke dalam mulut dan diamkan di dalam mulut selama 3 detik sebelum ditelan. . 3. 2.1 5 0.

4. 5. Metode ini digunakan pada pekerjaan pengawasan mutu untuk mendeteksi apakah ada perbedaan antar lot produksi yang berbeda. jika terdeteksi beri tanda + dan jika tidak terdeteksi beri tanda – pada kuisioner yang tersedia. Uji segitiga juga digunakan untuk seleksi panelis. Kode sampel 829 113 245 Respon 954 537 481 662 448 PRAKTIKUM II UJI SEGITIGA (TRIANGLE TEST) Tujuan Praktikum : Menentukan perbedaan karakteristik sensori diantara dua sampel Dasar Teori : Uji segitiga digunakan untuk menunjukkan apakah ada perbedaan karakteristik sensori diantara dua sampel. Istirahatkan indra pencicip selama minimal 30 detik sebelum melakukan pengujian pada sampel berikutnya. tutupi semua perbedaan yang bukan . Dalam uji segitiga panelis diminta untuk mencari sampel yang berbeda dari keseluruhan karakteristik sensori. Selain itu dapat juga digunakan untuk mengetahui apakah perbedaan substitusi ingredient atau perubahan lain dalam proses produksi menghasilkan perbedaan karakteristik sensori produk yang dapat dideteksi. Rasakan apakah terdeteksi salah satu rasa dasar (manis atau asin). Oleh karena itu dalam penyajian.

Tingkat probabilitas uji segitiga adalah 1/3. BBA. Tissue c.merupakan tujuan uji. 2. Sampel disajikan membentuk pola segitiga. Panelis diminta menilai dan mengidentifikasi satu sampel yang berbeda diantara ketiga sampel yang disajikan. Dengan kata lain uji segitiga terbatas pada produk-produk yang homogen. Piring kecil b. b. Bahan dan Alat : Bahan : a. BAA. Analisis Data . demikian juga indikasi karakteristik yang bertanggung jawab terhadap timbulnya perbedaan tersebut. Analisis hasil uji segitiga dilakukan dengan membandingkan jumlah jawaban yang benar dengan tabel binomial. Sendok Cara kerja : a. Saus tomat b. Hasil penilaian panelis ditulis pada formulir isian yang disediakan. Air putih Alat : a. 3. c. Dengan uji ini besar dan arah perbedaan antar sampel tidak tergambarkan. Setiap panelis akan menerima sampel dengan kode dan urutan penyajian yang berbeda. Setiap sampel diberi kode yang terdiri dari 3 angka. Kode diberikan secara acak. Cara Penyajian 1. 2. BAB. ABA. AAB. Panelis menerima tiga sampel berkode yang terdiri dari dua sampel sama dan satu sampel berbeda. Ada enam kemungkinan penyajian sampel dalam uji segitiga yaitu ABB. Cara Pengolahan Data 1. 5. Cara Penilaian 1. 4.

Panelis yang memberi jawaban benar diberi nilai 1 dan panelis yang memberi jawaban salah diberi nilai 0. Berdasarkan hasil penelitian panelis yang dituliskan pada formulir isian maka dibuat tabulasi data.05% dan baris Penilaian 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 10 jumlah panelis 20 orang diperoleh jumlah minimal panelis yang menjawab . b. b. Tabel binomial untuk uji segitiga dapat dilihat pada lampiran. Tabel1. Penggunaan tabel peluang binomial a. Data hasil uji segitiga dari 20 orang panelis Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 ∑ Benar 2. Hasil penilaian kemudian dianalisis dengan peluang binomial atau tabel statistik. c. Pada tabel terlihat bahwa pada pertemuan kolom taraf nyata 0. seperti terlihat pada Tabel 1.a.

... Karena jumlah panelis yang menjawab benar pada pengujian < jumlah minimal panelis yang menjawab benar pada tabel maka disimpulkan produk P tidak berbeda nyata dengan produk F pada taraf signifikansi 5%... Bahan dan Alat : .........benar adalah 11 orang...... Pengujian dengan metode ini relatif mudah karena adanya sampel baku (reference)... Pencicipan hanya diperbolehkan satu kali saja dan tidak diperkenankan mengulang pencicipan....................... Kuisioner Uji Segitiga Contoh kuisioner uji segitiga dapat dilihat di bawah ini : UJI SEGITIGA Nama Produk Instruksi : : : Dihadapan Anda terdapat 3 sampel dimana terdapat dua sampel yang sama dan satu sampel berbeda. Dalam uji ini...... Identifikasi sampel mana yang berbeda dengan memberi tanda √ pada kolom di bawah ini : Kode sampel Sampel berbeda Komentar 426 659 149 : .............. d. Biasanya uji duo trio digunakan untuk melihat perlakuan baru terhadap mutu produk ataupun menilai keseragaman mutu bahan...... PRAKTIKUM III UJI DUO TRIO Tujuan Praktikum : Mendeteksi adanya perbedaan antara dua sampel Dasar Teori : Uji duo trio digunakan untuk mendeteksi adanya perbedaan yang kecil antara dua sampel....... c. Jadi 11 orang adalah jumlah minimum banyaknya panelis yang harus menjawab dengan benar agar diperoleh hasil kedua produk berbeda nyata.. kemungkinan panelis untuk memberikan jawaban yang benar adalah 50%. Cicipi sampel secara berurut dari kiri ke kanan................................. Uji ini lebih mudah dibandingkan dengan uji segitiga dan seringkali dilakukan ketika uji segitiga tidak memungkinkan untuk diterapkan misalnya karena flavor terlalu kuat..............

c. . 5. Sampel disajikan memanjang seperti terlihat pada Gambar 1. Air putih Alat : a. Panelis diminta untuk menunjukkan sampel yang sama dengan R. Dalam uji duo trio. Setiap panelis akan menerima kode dan urutan penyajian sampel yang berbeda. 3. Alat tulis Cara Kerja : a.Bahan : a. Sari buah b. Uji ini mirip dengan uji segitiga. Hasil penilaian panelis ditulis pada formulir isian yang disediakan. kode angka diberikan secara acak. Salah satu sampel berkode merupakan sampel yang identik dengan sampel R. Cara Penyiapan Sampel 1. 2. Nampan f. Cara Pengolahan Data 1. Cara Penilaian 1. Tissue c. Kertas label e. dimana satu sampel diberi tanda R (reference) dan dua sampel lainnya diberi kode. 3. tiga sampel disajikan kepada panelis. kecuali adanya sampel reference. Setiap sampel diberi kode yang terdiri dari 3 angka. Panelis yang memberikan jawaban benar (dapat memilih dengan benar sampel yang sama dengan R) diberi nilai 1 pada tabel hasil dan yang memberikan jawaban salah diberi nilai 0 (nol). R 73 6 86 5 b. 2. Sendok d. 4. Gelas kecil b.

Tabel binomial untuk uji duo trio disajikan pada lampiran...05 dan baris jumlah panelis 20 orang..... Kuisioner Uji Duo Trio Contoh formulir Uji Duo Trio dapat dilihat pada contoh di bawah ini : UJI DUO TRIO Nama Produk Tanggal : : : Dihadapan Anda terdapat sampel yang bertanda R dan 2 sampel berkode.... e............. d... • Karena jumlah panelis yang menjawab benar pada pengujian < jumlah minimal panelis yang menjawab benar pada tabel........ Penggunaan Tabel Peluang Binomial Contoh : • Jumlah panelis uji duo trio adalah 20 dan panelis yang memberi jawaban benar adalah 11 orang.. maka dapat disimpulkan bahwa produk A tidak berbeda nyata dengan produk B pada taraf signifikansi 0............ .. Sampel sama : R Komentar Sampel 736 Sampel 865 : . Jadi 15 orang adalah minimum banyaknya panelis yang harus menjawab dengan benar agar diperoleh hasil kedua produk berbeda nyata....... Tentukan dari kedua sampel berkode.....05%................ yang mana yang SAMA dengan sampel acuan............................. Hasil pengujian dianalisa dengan menghitung jumlah panelis yang memberikan jawaban benar kemudian dibandingkan dengan tabel binomial uji duo trio..2.......... Sampel yang paling kiri (R) merupakan sampel acuan.. Jika dilihat dari Tabel Binomial pada pertemuan taraf nyata 0..... Beri tanda √ pada sampel yang sama dengan R. diperoleh jumlah minimal panelis yang menjawab benar adalah 15 orang......

PRAKTIKUM IV UJI 2 DARI 5 (TWO OUT OF FIVE TEST) Tujuan Praktikum : Untuk mengidentifikasi perbedaan sensori diantara dua sampel Dasar Teori : Uji dua dari lima merupakan salah satu jenis uji dalam kelompok uji pembedaan secara keseluruhan (overall different test) dari dua sampel yang berbeda (A dan B). Metode uji ini secara statistik sangat efisien karena peluang untuk menjawab benar dua dari lima sampel adalah 1/10. dua diantara kelima sampel tersebut merupakan sampel dari set sampel yang sama sedangkan tiga yang lain merupakan set sampel yang lain. Panelis menerima lima sampel berkode. Panelis diminta untuk mengidentifikasi (visual atau perabaan) kedua sampel yang berasal dari set sampel yang sama tersebut. jauh lebih sensitif dibandingkan uji segitiga yang memiliki .

kombinasi penyajian pada 10 bilik penyajian secara acak dari 20 kemungkinan kombinasi penyajian seperti di atas. 4.peluang 1/3. Alat-alat tulis lainnya Cara Kerja : a. Akan tetapi metode uji ini sangat dipengaruhi oleh kejenuhan sensori dan kemampuan memori panelis. pilihlah secara acak kombinasi penyajian menggunakan 3 sampel A untuk separuh panelis dan untuk separuhnya lagi gunakan penyajian yang menggunakan 3 sampel B. Sampel minyak merk A 2. Bahan dan Alat : Bahan : 1. auditory (kerenyahan) dan sifat taktil (perabaan) dan disarankan untuk pengujian flavor dan bau. Label 3. Jumlah kombinasi sampel dalam uji dua dari lima adalah 20 yaitu : AAABB AABAB ABAAB BAAAB AABBA ABABA BAABA ABBAA BABAA BBAAA BBBAA BBABA BABBA ABBBA BBAAB BABAB ABBAB BAABB ABABB AABBB Jika tidak menggunakan 20 panelis. Oleh karena itu metode uji ini lebih cocok diterapkan untuk pengujian sensori secara visual. Tempatkan 15-20 mL sampel minyak pada gelas kecil polos. . Analisis hasil dari uji dua dari lima dilakukan dengan menghitung jumlah jawaban yang benar dan membandingkan dengan tabel binomial. Lima dari bilik penyajian menggunakan kombinasi dengan 3A dan lima lainnya menggunakan 5B. Gelas kecil polos 2. Sampel minyak merk B Alat : 1. Berikan kode pada wadah menggunakan tiga digit angka acak. 2. Sajikan kelima sampel secara sekaligus pada bilik pengujian. 3. Cara Penyiapan dan Cara Penyajian 1.

Cara Pengolahan Data 1. Kode 681 775 351 937 573 X Komentar . jangan dihitung jika ada panelis yang tidak memberikan jawaban. Berikan tanda X pada kode pasangan sampel tersebut. Jawaban tidak ada perbedaan tidak diperbolehkan.05. 2. tidak dimasukkan) dan tingkat signifikansi α. Hitunglah jumlah panelis yang memberikan jawaban yang benar. 3. Identifikasi dua sampel yang berasal dari satu set sama tersebut. Gunakan tabel binomial. Kuisioner Uji Dua dari Lima Produk : Di bawah ini diberikan contoh kuisioner uji dua dari lima. Data yang dihasilkan dari tabel tersebut merupakan jumlah minimal panelis yang memberikan jawaban benar untuk dapat menyatakan kedua sampel A dan B berbeda. 2. jika sulit dibedakan berikan jawaban dengan menebak. UJI DUA DARI LIMA Nama : c. Gunakan kode yang berbeda untuk sampel dengan bilik pengujian yang berbeda. Tanggal : Kriteria Instruksi : : 1. Dua dari sampel adalah dari satu set sama da tiga yang lainnya berasal dari set sampel yang lain. 245 (B) 537 (A) 398 (A) 954 (B) 829 (A) Gambar 1. Evaluasi penampakan kelima sampel di hadapan Anda seperti urutan pada daftar di bawah. data yang diperlukan untuk melihat tabel adalah jumlah panelis total (panelis yang tidak memberikan jawaban. gunakan nilai α = 0.5. 3. Cara Penyajian Sampel b.

Seperti halnya pengujian pembedaan keseluruhan parameter sensori lainnya. uji pembedaan sederhana efektif digunakan saat : . Metode ini terutama digunakan ketika pengujian tidak bisa dilakukan dengan penyajian 3 sampel atau lebih.PRAKTIKUM V UJI PEMBEDAAN SEDERHANA (SIMPLE DIFFERENT TEST) Tujuan Praktikum : Untuk menentukan perbedaan sensori antara dua produk Dasar Teori : Uji pembedaan sederhana digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan sensori antara dua produk. Misalnya saat membandingkan sampel yang memiliki flavor yang kuat atau memiliki karakteristik sensori yang kompleks dan membingungkan panelis apabila disajikan lebih dari 2 sampel.

Panelis diminta untuk menilai atau menentukan apakah kedua sampel yang disajikan sama atau berbeda untuk keseluruhan mutu sensorisnya. Sampel disajikan berpasangan seperti terlihat pada Gambar 1. dan BA. . Setiap sampel diberi kode yang terdiri dari 3 angka dan kode diberikan secara acak. Panelis menerima dua sampel yang sama atau dua sampel yang berbeda. AB. 861 721 112 787 862 513 Panelis 3 Panelis 1 Panelis 2 b. 2. proses. Air minum Alat : 1. 2. Tissue Cara Kerja a. Sendok 3. Kecap manis 2.1. Bahan dan Alat : Bahan : 1. Setiap panelis akan menerima kode dan urutan penyajian sampel yang berbeda. Cara Penyiapan Sampel 1. 4. 3. Hasil penilaian panelis ditulis pada formulir isian yang disediakan. pengemasan dan penyimpanan. Membedakan adanya perbedaan karakteristik sensori karena perubahan ingredient. Ada 4 kemungkinan penyajian dalam uji pembedaan sederhana yaitu : AA. 5. BB. Cara Penilaian 1. Piring kecil 2. Salah satu karakter sensori tidak dapat diidentifikasi. 2. Sampel disajikan secara berpasangan.

.......... Contoh hasil tabulasi data disajikan pada Tabel 1.................................................................... Beri penilaian Anda dengan tanda √ pada kolom di bawah ini : Kedua sampel sama Kedua sampel berbeda Komentar : ................................... apakah terdapat perbedaan keseluruhan mutu sensori diantara 2 sampel........... Cara Pengolahan Data  Analisis Data Berdasarkan hasil penilaian panelis yang dituliskan pada formulir isian......... Pencicipan hanya diperbolehkan dan tidak diperkenankan mengulang pencicipan. Tabel 1............................................... Cicipi sampel secara berurutan dari kiri ke kanan................. ............. Kuisioner Uji Pembedaan Sederhana Contoh kuisioner untuk uji pembedaan sederhana dapat dilihat di bawah ini : UJI PEMBEDAAN SEDERHANA Nama Produk : : Tanggal : Instruksi : Dihadapan Anda terdapat 2 sampel kecap.......c....... d.................. Hasil penilaian ini kemudian dianalisis menggunakan metode Chi-Square. Tabulasi data uji pembedaan sederhana Penilaian panelis Sama Berbeda Total Sampel yang disajikan Pasangan Sama Pasangan Beda (AA atau BB) 17 13 30 (AB atau BA) 9 21 30 Total 26 34 60  Perhitungan Chi-Square ........... maka dibuat tabulasi data............... Identifikasi................

05 V = derajat bebas = jumlah sampel – 1 = 2 – 1 = 1 Hasil pembacaan tabel : nilai x 2 av = 3. nilai x 2 dihitung dan dibandingkan dengan nilai tabel x 2 pada taraf signifikansi. Jika nilai x 2 hitung > nilai x 2 pada tabel maka hipotesis H0 dan sebaliknya.34) > nilai tabel (3.E) 2 E Dimana : O = nilai pengamatan (observed value) E = nilai harapan(expected value) Seperti halnya sebaran binomial maka juga terdapat sebaran chi-square yang dapat digunakan untuk menghitung peluang hasil tertentu jika H0 benar adanya.Nilai statistik x 2 (chi-square) digunakan untuk menguji hipotesis yang berkaitan dengan frekuensi kejadian.34 Pembacaan Tabel Chi-Square (upper-α Probability Points of x 2 distribution) A = probabilitas. . misalnya dipilih 0. Chi-Square test dapat digunakan untuk 2 kategori (seperti halnya uji binomial) maupun lebih dari 2 kategori. Tabel Chi-Square disajikan pada lampiran. E sama = 26 x 30 = 13 60 E beda = 34 x 30 = 17 60 x 2 (17 − 13) 2 + ( 9 − 13) 2 + (13 − 17 ) 2 + ( 21 − 17 ) 2 = 13 13 17 17 = 4. Kesimpulan Ada perbedaan yang signifikan diantara kedua sampel (A dan B) yang diuji pada taraf signifikansi 0.84) maka hipotesis H0 : A = B ditolak. Rumus umum untuk menghitung nilai x 2 (chi-square) adalah sebagai berikut : x2 = ∑ (O . Dalam prakteknya.05%.84 Interpretasi Hasil Nilai x 2 hitung (4.

Atribut sensori yang dinilai dapat merupakan atribut kesukaan (ranking hedonik). Bahan dan Alat : Bahan : biskuit kreker dari merek yang berbeda . Ui ranking merupakan uji yang cepat dan bisa dilakukan sekaligus pada beberapa contoh.PRAKTIKUM VI UJI RANGKING SEDERHANA Tujuan Praktikum : Untuk membandingkan/mengurutkan atribut sensori beberapa sampel Dasar teori : Uji rangking digunakan untuk membandingkan atribut sensori dari beberapa sampel. Panelis akan menerima atau lebih contoh berkode dan diminta untuk mengurutkan intensitas atribut produk tertentu (misalnya kemanisan) dari yang paling tinggi hingga yang terendah (meranking).

..Alat : 1..... Panelis diminta untuk melakukan pengujian kerenyahan dengan melakukan pengunyahan di dalam rongga mulut......... Tempatkan 2 potongan kreker pada wadah penyajian yang memiliki kode tiga digit angka acak. 2............ Nama Produk Tanggal Instruksi : : : : Urutkan contoh-contoh di bawah ini berdasarkan tingkat kerenyahan dai yang paling renyah (tulis angka 1 di bawah kolom Ranking) hingga yang paling kurang renyah (tulis angka 4 di bawah kolom Ranking). Potong-potong sampel kreker seragam dan hilangkan identitas yang melekat pada produk.................... 3.. Dari keempat sampel satu sama lain harus dibandingkan untuk memperoleh urutan intensitas kerenyahan........ Gelas kecil untuk penyajian 2...... Gunting 3................. b... Alat-alat tulis Cara Kerja a.. Kode Sampel Ranking Komentar : ...... ......... Ujilah masing-masing contoh dan berkumurkumurlah sebelum melakukan pengujian.... 4................ Kuisioner Uji Ranking Di bawah UJI RANKING ini adalah contoh lembar pertanyaan Uji Ranking.. Label 5........ Cara Penyiapan dan Penyajian 1. Sendok 4......

Lakukan analisis data secara statistik. Sampel A Sampel B Sampel c Sampel D PENUNTUN PRAKTIKUM EVALUASI SENSORIS OLEH : . Panelis 1 2 3 4 Dst Jumlah b.Analisis Data a. Buatlah tabulasi data respon urutan kerenyahan yang diberikan oleh panelis.

P Ni Nyoman Puspawati. TP. S. S. Si JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN 2009 . M. TP. M.Ni Luh Ari Yusasrini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful