PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI

A. Pengertian, Fungsi dan Peran serta Perkembangan Pers di Indonesia 1. Pengertian Kemerdekaan Pers, Pers, Perusahaan Pers, Wartawan, Organisasi Pers, Pers Nasional dan Pers Asing a. Kemerdekaan pers Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, hal ini sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”, dan pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi: “Setiap orang berhak atas kebebaran berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selanjutnya pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Undang - undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ditetapkan.

1

dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan. memperoleh. media elekrronik. suara. dan segala jenis saluran yang tersedia c. Pers nasional dan pers asing Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. Pengertian pers Ketentuan umum pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan: “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. mengolah. Sedangkan organisasi pers adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. e. dan kantor berita. d. media elektronik. gambar. menyimpan.b. serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak. memiliki. Wartawan dan organisasi pers Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. suara dan gambar. serta perusahaan media Iainnya yang secara khusus rnenyelenggarakan. menyiarkan atau menyalurkan informasi. Perusahaan pers Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak. Sedangkan pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing 2 .

Peran Pers Pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut. bersama-sama komponen lainnya misalnya LSM. koreksi.2. pendidikan. sekaligus sebagai sarana pengaduan masyarakat tentang penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan program pembangunan. Oleh karena itu melalui pemberitaan pers diharapkan adanya kontrol sosial terhadap penyelenggara negara. b. hiburan dan kontrol sosial. Di samping itu pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. akurat dan benar. 2) Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. serta menghormati kebhinekaan. 5) Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. 4) Melakukan pengawasan. kritik. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. 3) Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat. mendorong terwujudnya supremasi hukum. 3 . dan Hak Asasi Manusia. Pers memegang peran penting yaitu menanamkan pengertian kepada rakyat. Fungsi dan Peran Pers a. 1) Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Fungsi pers Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi.

dan orang-orang Eropa umumnya. Tujuan penerbitan surat kabar pada masa itu yaitu untuk sarana pendidikan terutama kepada orang Belanda sendiri. Perkembangan Pers di Indonesia a. Masa Penjajahan Belanda Sejak pertengahan abad ke-1 8. dan untuk orang-orang Indonesia sebagai latihan memperoleh pekerjaan. dengan nama Bataviasche Nouvellesjd. DAFTAR NAMA SURAT KABAR EDISI BAHASA INDONESIA MASA PENJAJAHAN BELANDA 4 . terutama di dalam perusahaan penerbitan itu sendiri.3. Belanda sudah memperkenalkan penerbitan surat kabar di Indonesia. Surat kabar yang pertama kali terbit di Indonesia yaitu pada bulan Agustus 1744.

d. dan memantapkan pengalaman dan keterampilan di bidang jurnalistik dan penerbitan pers untuk kepentingan hari depan. terutama di negeri Belanda dan Eropa. Di kantor Domei. Perjuangan fisik. Masa penjajahan Jepang Sikap pemerintah Jepang lebih keras lagi. ada tiga tugas utama yang tidak boleh dilupakan. selanjutnya Lubis menyiarkan teks 5 . dan karangan harus melalui sensor di bawah petugas Jepang dan kantor berita Jepang yang disebut Domei. berita-berita. di bawah pimpinan Adam Malik. agar tidak diketahui oleh bala tentara Jepang. dibandingkan Belanda Hal itu dilakukan baik kepada para pejuang maupun kepada dunia pers. untuk diteruskan kepada Pangulu Lubis. Domei. Semua surat kabar. Pengaruhnya pejuangan melalui pers sangat besar. diganti dengan perjuangan melalui organisasi yang bersifat modern. Namun. bahkan bersifat internasional. menggalang semangat perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan.b. Banyak pejuang yang bergerak secara ilegal termasuk dunia pers. menyumbang bagi pengembangan bahasa persatuan Indonesia. yaitu. Salman teks proklamasi setelah dibacakan lalu diserahkan kepada Asa Bafagih seorang wartawan mudaAntara. c. Masa kemerdekaan Berita proklamasi Republik Indonesia pertama kali disiarkan oleh para wartawan Indonesia melalui kantor berita jepang. Di samping itu perjuangan melawan Belanda dilakukan juga melalui pers. Masa pergerakan nasional Pada masa pergerakan nasional bangsa Indonesia mengalami kemajuan.

Pada umumnya koran-koran Cina tersebut mencerminkan sikap hati-hati untuk menghindar bentrokan dengan Belanda dan gerakan-gerakan separatis dengan pemerintah republik. sebab pada tanggal 17 Agustus 1950 6 . dan Suryodipury. Berita tentang proklamasi juga disiarkan melalui radio-radio yang waktu itu masih dikuasai tentara Jepang. Masa Pemerintahan RIS Perjanjian KMB mengubah bentuk negara kesatuan men jadi RIS. Misalnya yan terjadi di Sumatra. seperti Poh An Tui di Medan. bahkan tentara Inggris menghancurkan alat-alat cetaknya. dan Obor Rakjat yang terbit di Palembang. A. serta Oetoesan Soematra. Tokoh-tokoh pergerakan yang bekerja di stasiun-stasiun radio. sehingga ketika itu mendapat tindakan kekerasan dan tentara Sekutu. Tindakan serupa dilakukan terhadap Soeloeh Merdekd dan Mimbar Oemoem yang terbit di Medan. Di Medan muncul kembali harian-harian seperti Sin Po dan KengPo. Sakti Alamsjah. YusufRonodipuro. menunjukkan warna pro-Belanda.proklamasi tanpa sepengetahuan petugas senior Jepang. Sejak Proklamasi. juga kembali menerbitkan koran-korannya. Namun umurnya hanya delapan bulan saja. Merdeka. dan di Surabaya ada Java Post. pengusaha-pengusaha pers golongan Cina. Kadarusman. Inggris memberedel harian Sinar Deli dan Pewarta Deli yang terbit di Medan. antara lain. e. Wartawan maupun koran-koran tetap setia kepada negara proklamasi. I Maladi. Di Semarang terbit Sin Mm. cara Belanda menindas pers republik pada saat-saat mereka melancarkan agresi militernya yaitu dengan menahan para wartawannya. Tetapi kelompok kelompok Cina tertentu.

tidak mendukung peran dingin antara dua blok asing serta tidak menjadi alat perang kedua blok tersebut. maupun ketenangan situasi politik. 4) memperkuat keyakinan rakyat Indonesia terhadap prinsip-prinsip dasar. memuat sambutan Presiden Soekarno yang berjudul “Bersatulah Kembali”. 10 Tahun 1960 dan dilengkapi Surat Presiden Nomor. Berdasarkan Peraturan Peperti No. program. 5) menyokong setiap langkah untuk menciptakan ketertiban umum.kembali lagi menjadi Negara Kesatuan RI. Mingguan Pesat terbitan Yogyakarta.gambar. 7 . umpamanva mencegah tulisan-tulisan. 6) meningkatkan kesadaran terhadap kepribadian Indonesia. orientasi. 3) membela politik luar negeri bebas dan aktif serta mendukung pelaksanaannya. f. sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum izin terbit dikeluarkan. yang isinya untuk membangkitkan jiwa persatuan . keamanan. gambar. Masa demokrasi terpimpin Dunia pers dibentuk menjadi pers manipol untuk menuju pers sosialis melalui Peraturan Peperti No. antara lain : 1) mendukung dan membela Manipol dan program pemerintah. edisi 16 Agustus 1950. dan lukisan-lukisan yang bersifat sensasi dan bertentangan dengan perasaan susila. danr kepemimpinan revolusi. 2) menjadi alat penyebarluasan Manipol dengan tujuan menghapus imperialisme dan kolonhlisme. 3569/HKII 960 Tanggal 12 Oktober 1960. federalisme. 10/1960. dan separatisme. liberalisme.

Masa Orde Baru Pembersihan terhadap dunia pers dilakukan terhadap surat-surar kabar dan pemecatan wartawan yang terlibat G-30-S/PKI.7) memberikan kritik-kritik yang konstrt1ktif terhadap keadaan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dengan selalu berpedoman pada Manipoli g. 2) Kebebasan pers Indonesia adalah kebebasan untuk menyatakan serta menegakkan kebenaran dan keadilan. dan bukan kebebasan dalam pengertian liberaIisme DEKLARASI WARTAWAN INDONESIA Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa a) Kami wartawan Indonesia adalah warga negara kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945. b) Kami wartawan Indonesia adalah pendukung. pengawa1 serta pembela ideologi negara dan Undang-Undang Dasar 1945 yang bertanggungjawab dan konsekuen. berwatak ksatria. kepentingan rakyat dan negara. 1) Kebebasan pers berhubungan erat dengan keharusan adanya pertanggungjawaban kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. moral dan tata rertib. kepentingan rakyat dan keselamatan negara. c) Kami wartawan Indonesia memegang teguh kepribadian Indonesia. kelangsungan dan penyelesaian revolusi hingga terwujudnya tiga kerangka tujuan revolusi. e) Kami wartawan Indonesia. serta kepnibadian bangsa. Di Jakarta jumlah wartawan yang dipecat mencapai 165 orang dan di kota lainnya mencapai 208 orang. berjiwa patriot dalam membela kebenaran dan keadilan dengan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pasir Putih 14 Oktober 1966 Konferensi Kerja PWI se-Indonesia 8 . di dalam melaksanakan tugas dan fungsi senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta memelihara kesatuan dan persatuan wartawan Indonesia sebagai profesi. Isi dan Tap MPRS Nomor XXXIII MPRI 1966 sebagai berikut. d) Kami wartawan Indonesia mengutamakan persanlan din kesatuan bangsa.

kewajiban. serta bebas dan campur tangan dan paksaan dan manapun. 2) Dalam kehidupan bermasyarakat. 40 Tahun 1999 pada tanggal 23 September 1999. perdamaian abadi.h. Masa reformasi Pada era reformasi tersebut. berbangsa dan bernegara yang demokratis. penyebar informasi. dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan azas. 1) Kemerdekaan pers merupakan kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untu menciptakan kehidupan bermasyarakat. sehingga harus mendapat jaminan perlindungan hukum. 9 . 4) Pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia. fungsi. 3) Pers nasional sebagaI wahana komunikasi massa. kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki. dan keadilan sosial. Latar belakang dan pertimbangan dikeluarkannya Undang-undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers adalah.berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional. berbangsa dan bernegara Yang demokratis. hal ini ditandai dengan ditetapkannya Undang-undang RI No. hak. kehidupan pers mendapatkan angin segar. dan peranannya dengan sebaik-baiknya.

c. e. dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab sesuai Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia 1. Hal ini diatur pula dalam pasal 9. d. b. Ancaman pidana bagi yang menghambat tugas pers Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat I atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 10 . Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers mengatur tentang pers yang bebas dan bertanggung jawab. keadilan. dan supremasi hukum. satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsp-prinsip demokrasi. a. Pasal-pasal yang mengatur tentang kebebasan pers antara lain. Hak pendirian perusahaan pers Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. Perlindungan hukum Sesuai pasal 8 dalam undang-undang tentang pers. KWRI dan AJI. Kemerdekaan pers Pasal 2 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 menyebutkan: “Kemerdekaan pers adalah salah. Kebebasan memilih organisasi wartawan Wartawan bebas memilih organisasi wartawan Hal ini sesuai pasal 7 Undangundang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. antara lain PWI.B. Adapun organisasi wartawan tersebut.

00 (lima ratus juta rupiah) f. memutarbalikkan fakta.. tulisan. memajukan kesejahteraan umum. dan sensasi berlebihan. sadis. 2. Pertanggungjawaban pets Pertanggungjawaban pers yaitu pertanggungjawaban konstitusional sebagaimana tercantum pada alinea kedua kalimat kedua Pembukaan kode etik jurnalistik Wartawan Indonesia yang menyebutkan “ .000.Ayat (2) dan Ayat (3).. . Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia Kode etik jurnalistik disebutkan dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 7 ayat (2) : yang berbunyi “Wartawan memiliki dan mentaati kode etik jurnalistik. bersifat fitnah. atau gambar yang menyesatkan. serta memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan.norma profesi kewartawanan. Pertanggungjawaban pers lebih lanjut ditegaskan dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 berbunyi : Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita. Pasal 3 berbunyi : Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. mematuhi norma . tulisan. mencerdaskan kehidupan bangsa. Beberapa contoh kode etik jurnalistik sebagai berikut: 11 .000. cabul. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. dipidana dengan pidana penjara palipg lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.seluruh wartawan menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab. perdamaian abadi.

kepercavaan. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan lingkungannya. taat kepada UUD negara. dan sensasi berlebihan. cabul. mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara. bersifat fitnah.a. tulisan. atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak. Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggungjawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya berita. menjunjung perasaan agama. serta terpercaya dalam mengemban profesinya. persatuan dan kesatuan bangsa. bersifat ksatria. tulisan. Pasal 5 12 . berjiwa Pancasila. atau gambar yang menyesatkan. Pasal 2 . Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (PWI) Pasal 1 Wartawan Indonesia beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa. memutarbalikkan fakta. Pasal 3 Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita. atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh UU. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. tulisan. sadis.

Penyebutan nama dan identitas pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. atau tulisan. 13 . mengutamakan kecermatan dan kecepatan. serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. tulisan. Pasal 6 Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita. Pasal 7 Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum dan atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah. dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita. kecuali menyangkut kepentingan umum. Pasal 8 Wartawan Indonesia memberitakan kejahatan susila dengan tidak menyebut nama dan identitas korban. dilarang.Wartawan Indonesia menyajikan data secara berimbang dan adil. atau gambar yang merugikan nama baik atau perasaan susila seseorang. dan penyajian yang berimbang. Pasal 9 Wartawan Indonesia menulis judul yang mencerminkan isi berita. Pasal 10 Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan berita. Pasal 11 Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber dan atau objek berita. prinsip adil. gambar. jujur.

atau gambar tanpa menyebut sumbernya. tulisan. bukan opini. segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan. Pasal l6 Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing. Pasal 15 Wartawan Indonesia menghadapi ketentuan embargo. Pasal 17 Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penaraan sanksi pelanggaran KEJ ini adalah sepenuhnya hak organisasi dan PWI dan dilaksanakan oleh Dewan 14 . Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan. Pasal 14 Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita. kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data. bahan latar belakang. dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita. serta atas kesepakatan dengan sumber berita tidak m’enyiarkan keterangan off the record. Pasal 13 Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat. tidak mengutip berita.Pasal 12 Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memerhatikan kredibilitas dan kompetensi sumber berita.

Kehormatan PWI. 3) Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 1) Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. 7) Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberi informasi latar belakang. 2) Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebehasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. bangsa. 4) Jurnalis melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernnya 5) Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. ras. dan pelaku tindak pidana di bawah umur. foto dan dokumen. cacar/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. politik. dan embargo. 8) Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat. off the record. b. diskriminasi. 15 . 9) Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial identitas korban kejahatan seksual. prasangka. Tidak satu pihak pusat di luar PWI yang dapat mengambil tindakan terhadap Wartawan Indonesia dan atau medianya berdasarkan pasal-pasal dalam KEJ ini. sikap merendahkan. 10) Jurnalis menghindari kebencian. 6) Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita. cacar/sakit jasmani. dalam masalah suku.

C. Reformasi yang bergulir di tahun 1998 menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia untuk memasuki suatu kehidupan yang lebih baik yaitu era pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat. Evaluasi Kebebasan Pers Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia memberikan sambutan pada Kongres Komite Wartawan Reformasi Indonesia yang dilaksanakan di Monumen Pers Surakarta 23 Agustus 2006. Seiring dengan itu. bangsa Indonesia mulai menata sistem penyelenggaraan negara dan memantapkan jalannya pelaksanaan demokrasi yang ditopang dengan kebebasan pers melalui Undangundang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 16 . Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa semangat perubahan yang terjadi nampaknya lebih bersifat emosional daripada pertimbangan-pertimbangan rasionalitas. 2. Evaluasi Kebebasan Pers dan Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 1. Di sana sini masih banyak ditemui hambatan dan rantangan yang menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap untuk melakukan perubahan dan ke arah mana perubahan ini akan dibawa. dan bernegara. berbangsa. Dalam perjalanannya perubahan itu ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab harapan. Isi sambutan tersebut merupakan evaluasi tentang kebebasan pers dan dampak kebebasan media massa.

tape recorder. dan memecah keutuhan bangsa dan negara. selain juga dapat berdampak negatif membawa ke dunia kemaksiatan. menimbulkan keguncangan dalam masyarakat. dan tidak bertanggung jawab akan menimbulkan fitnah. mempunyai dampak positif membawa kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. Dampak penyalahgunaan kebebasan media massa. 17 . c. b. sangat kuat hal ini karena cepatnya alur informasi yang sampai ada masyarakat. sensasional. Untuk itu. handphone. maka dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. radio. kritik yang tidak sesuai fakta. faksimile. menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan negara. televisi. Pengaruh media massa kepada masyarakat. antara lain: a. Jika tidak segera ditanggulangi. kekerasan. misalnya narkotika.Era globalisasi dengan kemajuan alat komunikasi. adensi moral. terutama kemajuan di bidang media elektronika misalnya internet. hendaknya media massa pandai-pandai menggunakan kebebasan yang telah dimiliki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful