PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI

A. Pengertian, Fungsi dan Peran serta Perkembangan Pers di Indonesia 1. Pengertian Kemerdekaan Pers, Pers, Perusahaan Pers, Wartawan, Organisasi Pers, Pers Nasional dan Pers Asing a. Kemerdekaan pers Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, hal ini sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”, dan pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi: “Setiap orang berhak atas kebebaran berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selanjutnya pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Undang - undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ditetapkan.

1

mengolah. Perusahaan pers Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak. e. media elekrronik. dan kantor berita. Sedangkan pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing 2 . memperoleh. Wartawan dan organisasi pers Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. suara dan gambar.b. serta perusahaan media Iainnya yang secara khusus rnenyelenggarakan. suara. gambar. media elektronik. menyimpan. Pengertian pers Ketentuan umum pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan: “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. memiliki. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan. Pers nasional dan pers asing Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. dan segala jenis saluran yang tersedia c. Sedangkan organisasi pers adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak. menyiarkan atau menyalurkan informasi. d.

akurat dan benar. pendidikan. 3 . Fungsi dan Peran Pers a.2. 3) Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat. Di samping itu pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. mendorong terwujudnya supremasi hukum. hiburan dan kontrol sosial. b. kritik. Peran Pers Pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut. dan Hak Asasi Manusia. serta menghormati kebhinekaan. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. 5) Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. koreksi. sekaligus sebagai sarana pengaduan masyarakat tentang penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan program pembangunan. 2) Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. Oleh karena itu melalui pemberitaan pers diharapkan adanya kontrol sosial terhadap penyelenggara negara. bersama-sama komponen lainnya misalnya LSM. Fungsi pers Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi. 1) Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Pers memegang peran penting yaitu menanamkan pengertian kepada rakyat. 4) Melakukan pengawasan.

3. Surat kabar yang pertama kali terbit di Indonesia yaitu pada bulan Agustus 1744. dan orang-orang Eropa umumnya. DAFTAR NAMA SURAT KABAR EDISI BAHASA INDONESIA MASA PENJAJAHAN BELANDA 4 . terutama di dalam perusahaan penerbitan itu sendiri. dan untuk orang-orang Indonesia sebagai latihan memperoleh pekerjaan. Belanda sudah memperkenalkan penerbitan surat kabar di Indonesia. Tujuan penerbitan surat kabar pada masa itu yaitu untuk sarana pendidikan terutama kepada orang Belanda sendiri. Masa Penjajahan Belanda Sejak pertengahan abad ke-1 8. Perkembangan Pers di Indonesia a. dengan nama Bataviasche Nouvellesjd.

d. Namun. Semua surat kabar. berita-berita. dan karangan harus melalui sensor di bawah petugas Jepang dan kantor berita Jepang yang disebut Domei. untuk diteruskan kepada Pangulu Lubis. terutama di negeri Belanda dan Eropa. c. Domei. yaitu. dibandingkan Belanda Hal itu dilakukan baik kepada para pejuang maupun kepada dunia pers. ada tiga tugas utama yang tidak boleh dilupakan. Perjuangan fisik. selanjutnya Lubis menyiarkan teks 5 . Banyak pejuang yang bergerak secara ilegal termasuk dunia pers. Masa pergerakan nasional Pada masa pergerakan nasional bangsa Indonesia mengalami kemajuan. Masa penjajahan Jepang Sikap pemerintah Jepang lebih keras lagi. Di samping itu perjuangan melawan Belanda dilakukan juga melalui pers. di bawah pimpinan Adam Malik. Di kantor Domei. dan memantapkan pengalaman dan keterampilan di bidang jurnalistik dan penerbitan pers untuk kepentingan hari depan. Pengaruhnya pejuangan melalui pers sangat besar. menggalang semangat perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan. bahkan bersifat internasional.b. menyumbang bagi pengembangan bahasa persatuan Indonesia. diganti dengan perjuangan melalui organisasi yang bersifat modern. agar tidak diketahui oleh bala tentara Jepang. Salman teks proklamasi setelah dibacakan lalu diserahkan kepada Asa Bafagih seorang wartawan mudaAntara. Masa kemerdekaan Berita proklamasi Republik Indonesia pertama kali disiarkan oleh para wartawan Indonesia melalui kantor berita jepang.

Tokoh-tokoh pergerakan yang bekerja di stasiun-stasiun radio. Tindakan serupa dilakukan terhadap Soeloeh Merdekd dan Mimbar Oemoem yang terbit di Medan. Masa Pemerintahan RIS Perjanjian KMB mengubah bentuk negara kesatuan men jadi RIS. I Maladi. menunjukkan warna pro-Belanda. Di Semarang terbit Sin Mm. Misalnya yan terjadi di Sumatra. pengusaha-pengusaha pers golongan Cina. antara lain. dan Obor Rakjat yang terbit di Palembang. dan Suryodipury. juga kembali menerbitkan koran-korannya. Pada umumnya koran-koran Cina tersebut mencerminkan sikap hati-hati untuk menghindar bentrokan dengan Belanda dan gerakan-gerakan separatis dengan pemerintah republik. Sakti Alamsjah. YusufRonodipuro. A. sebab pada tanggal 17 Agustus 1950 6 .proklamasi tanpa sepengetahuan petugas senior Jepang. Inggris memberedel harian Sinar Deli dan Pewarta Deli yang terbit di Medan. seperti Poh An Tui di Medan. dan di Surabaya ada Java Post. sehingga ketika itu mendapat tindakan kekerasan dan tentara Sekutu. bahkan tentara Inggris menghancurkan alat-alat cetaknya. e. Di Medan muncul kembali harian-harian seperti Sin Po dan KengPo. serta Oetoesan Soematra. Sejak Proklamasi. cara Belanda menindas pers republik pada saat-saat mereka melancarkan agresi militernya yaitu dengan menahan para wartawannya. Berita tentang proklamasi juga disiarkan melalui radio-radio yang waktu itu masih dikuasai tentara Jepang. Namun umurnya hanya delapan bulan saja. Wartawan maupun koran-koran tetap setia kepada negara proklamasi. Tetapi kelompok kelompok Cina tertentu. Merdeka. Kadarusman.

Berdasarkan Peraturan Peperti No. keamanan. gambar. dan lukisan-lukisan yang bersifat sensasi dan bertentangan dengan perasaan susila. danr kepemimpinan revolusi. 10/1960. tidak mendukung peran dingin antara dua blok asing serta tidak menjadi alat perang kedua blok tersebut. sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum izin terbit dikeluarkan. federalisme. f. dan separatisme. antara lain : 1) mendukung dan membela Manipol dan program pemerintah.gambar. maupun ketenangan situasi politik. program. memuat sambutan Presiden Soekarno yang berjudul “Bersatulah Kembali”. 2) menjadi alat penyebarluasan Manipol dengan tujuan menghapus imperialisme dan kolonhlisme. edisi 16 Agustus 1950. 3569/HKII 960 Tanggal 12 Oktober 1960.kembali lagi menjadi Negara Kesatuan RI. umpamanva mencegah tulisan-tulisan. 3) membela politik luar negeri bebas dan aktif serta mendukung pelaksanaannya. 4) memperkuat keyakinan rakyat Indonesia terhadap prinsip-prinsip dasar. yang isinya untuk membangkitkan jiwa persatuan . 10 Tahun 1960 dan dilengkapi Surat Presiden Nomor. 6) meningkatkan kesadaran terhadap kepribadian Indonesia. Mingguan Pesat terbitan Yogyakarta. liberalisme. 7 . 5) menyokong setiap langkah untuk menciptakan ketertiban umum. orientasi. Masa demokrasi terpimpin Dunia pers dibentuk menjadi pers manipol untuk menuju pers sosialis melalui Peraturan Peperti No.

kepentingan rakyat dan negara. Isi dan Tap MPRS Nomor XXXIII MPRI 1966 sebagai berikut. 1) Kebebasan pers berhubungan erat dengan keharusan adanya pertanggungjawaban kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. Masa Orde Baru Pembersihan terhadap dunia pers dilakukan terhadap surat-surar kabar dan pemecatan wartawan yang terlibat G-30-S/PKI. b) Kami wartawan Indonesia adalah pendukung.7) memberikan kritik-kritik yang konstrt1ktif terhadap keadaan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dengan selalu berpedoman pada Manipoli g. d) Kami wartawan Indonesia mengutamakan persanlan din kesatuan bangsa. 2) Kebebasan pers Indonesia adalah kebebasan untuk menyatakan serta menegakkan kebenaran dan keadilan. Pasir Putih 14 Oktober 1966 Konferensi Kerja PWI se-Indonesia 8 . kepentingan rakyat dan keselamatan negara. c) Kami wartawan Indonesia memegang teguh kepribadian Indonesia. pengawa1 serta pembela ideologi negara dan Undang-Undang Dasar 1945 yang bertanggungjawab dan konsekuen. kelangsungan dan penyelesaian revolusi hingga terwujudnya tiga kerangka tujuan revolusi. berjiwa patriot dalam membela kebenaran dan keadilan dengan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. e) Kami wartawan Indonesia. serta kepnibadian bangsa. moral dan tata rertib. di dalam melaksanakan tugas dan fungsi senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta memelihara kesatuan dan persatuan wartawan Indonesia sebagai profesi. berwatak ksatria. dan bukan kebebasan dalam pengertian liberaIisme DEKLARASI WARTAWAN INDONESIA Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa a) Kami wartawan Indonesia adalah warga negara kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945. Di Jakarta jumlah wartawan yang dipecat mencapai 165 orang dan di kota lainnya mencapai 208 orang.

serta bebas dan campur tangan dan paksaan dan manapun. 3) Pers nasional sebagaI wahana komunikasi massa. 2) Dalam kehidupan bermasyarakat. kewajiban. perdamaian abadi. Masa reformasi Pada era reformasi tersebut. 9 . berbangsa dan bernegara yang demokratis.h. kehidupan pers mendapatkan angin segar. Latar belakang dan pertimbangan dikeluarkannya Undang-undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers adalah. dan keadilan sosial. 40 Tahun 1999 pada tanggal 23 September 1999. berbangsa dan bernegara Yang demokratis. fungsi. hal ini ditandai dengan ditetapkannya Undang-undang RI No. sehingga harus mendapat jaminan perlindungan hukum. penyebar informasi. dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan azas. 4) Pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia. kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki. dan peranannya dengan sebaik-baiknya. 1) Kemerdekaan pers merupakan kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untu menciptakan kehidupan bermasyarakat.berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional. hak.

antara lain PWI. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers mengatur tentang pers yang bebas dan bertanggung jawab. Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab sesuai Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia 1. Kebebasan memilih organisasi wartawan Wartawan bebas memilih organisasi wartawan Hal ini sesuai pasal 7 Undangundang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. keadilan. dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Hal ini diatur pula dalam pasal 9. d. e.B. Ancaman pidana bagi yang menghambat tugas pers Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat I atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 10 . c. a. Hak pendirian perusahaan pers Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. b. satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsp-prinsip demokrasi. Kemerdekaan pers Pasal 2 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 menyebutkan: “Kemerdekaan pers adalah salah. Perlindungan hukum Sesuai pasal 8 dalam undang-undang tentang pers. Pasal-pasal yang mengatur tentang kebebasan pers antara lain. dan supremasi hukum. KWRI dan AJI. Adapun organisasi wartawan tersebut.

tulisan. Pasal 3 berbunyi : Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. mencerdaskan kehidupan bangsa. Pertanggungjawaban pers lebih lanjut ditegaskan dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 berbunyi : Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita. sadis. Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia Kode etik jurnalistik disebutkan dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 7 ayat (2) : yang berbunyi “Wartawan memiliki dan mentaati kode etik jurnalistik. memajukan kesejahteraan umum. Beberapa contoh kode etik jurnalistik sebagai berikut: 11 . Pertanggungjawaban pets Pertanggungjawaban pers yaitu pertanggungjawaban konstitusional sebagaimana tercantum pada alinea kedua kalimat kedua Pembukaan kode etik jurnalistik Wartawan Indonesia yang menyebutkan “ . tulisan. cabul. perdamaian abadi.. serta memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. . atau gambar yang menyesatkan. dan sensasi berlebihan. dipidana dengan pidana penjara palipg lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500. bersifat fitnah.000.Ayat (2) dan Ayat (3). atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara.000..norma profesi kewartawanan.seluruh wartawan menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab. memutarbalikkan fakta.00 (lima ratus juta rupiah) f. 2. mematuhi norma .

sadis. atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak. kepercavaan. Pasal 2 . tulisan. serta terpercaya dalam mengemban profesinya. menjunjung perasaan agama. persatuan dan kesatuan bangsa. atau gambar yang menyesatkan. Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggungjawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya berita. atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh UU. tulisan. taat kepada UUD negara. Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita. bersifat fitnah. Pasal 3 Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. dan sensasi berlebihan. memutarbalikkan fakta. mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara.a. berjiwa Pancasila. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. cabul. Pasal 5 12 . tulisan. bersifat ksatria. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan lingkungannya. Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (PWI) Pasal 1 Wartawan Indonesia beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa.

serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. 13 . dilarang. jujur. Pasal 10 Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan berita. prinsip adil. gambar. Pasal 8 Wartawan Indonesia memberitakan kejahatan susila dengan tidak menyebut nama dan identitas korban. Pasal 7 Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum dan atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah. Penyebutan nama dan identitas pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita. atau gambar yang merugikan nama baik atau perasaan susila seseorang. kecuali menyangkut kepentingan umum. Pasal 9 Wartawan Indonesia menulis judul yang mencerminkan isi berita. Pasal 11 Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber dan atau objek berita. atau tulisan. dan penyajian yang berimbang. mengutamakan kecermatan dan kecepatan. Pasal 6 Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita. tulisan.Wartawan Indonesia menyajikan data secara berimbang dan adil.

tulisan. kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data. serta atas kesepakatan dengan sumber berita tidak m’enyiarkan keterangan off the record. Pasal 14 Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita. Pasal 13 Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat. bukan opini. Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan. bahan latar belakang. dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita. segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan. Pasal 17 Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penaraan sanksi pelanggaran KEJ ini adalah sepenuhnya hak organisasi dan PWI dan dilaksanakan oleh Dewan 14 . tidak mengutip berita. Pasal l6 Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing. Pasal 15 Wartawan Indonesia menghadapi ketentuan embargo. atau gambar tanpa menyebut sumbernya.Pasal 12 Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memerhatikan kredibilitas dan kompetensi sumber berita.

Kehormatan PWI. bangsa. foto dan dokumen. sikap merendahkan. diskriminasi. Tidak satu pihak pusat di luar PWI yang dapat mengambil tindakan terhadap Wartawan Indonesia dan atau medianya berdasarkan pasal-pasal dalam KEJ ini. 9) Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial identitas korban kejahatan seksual. 2) Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebehasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. off the record. ras. 8) Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat. b. 10) Jurnalis menghindari kebencian. Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 1) Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. 3) Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. prasangka. dalam masalah suku. politik. dan embargo. cacar/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. dan pelaku tindak pidana di bawah umur. 4) Jurnalis melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernnya 5) Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. 6) Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita. 15 . cacar/sakit jasmani. 7) Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberi informasi latar belakang.

dan bernegara. Reformasi yang bergulir di tahun 1998 menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia untuk memasuki suatu kehidupan yang lebih baik yaitu era pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat. Di sana sini masih banyak ditemui hambatan dan rantangan yang menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap untuk melakukan perubahan dan ke arah mana perubahan ini akan dibawa. Evaluasi Kebebasan Pers dan Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 1. Isi sambutan tersebut merupakan evaluasi tentang kebebasan pers dan dampak kebebasan media massa. 2. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa semangat perubahan yang terjadi nampaknya lebih bersifat emosional daripada pertimbangan-pertimbangan rasionalitas. Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 16 . Seiring dengan itu. berbangsa.C. bangsa Indonesia mulai menata sistem penyelenggaraan negara dan memantapkan jalannya pelaksanaan demokrasi yang ditopang dengan kebebasan pers melalui Undangundang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Evaluasi Kebebasan Pers Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia memberikan sambutan pada Kongres Komite Wartawan Reformasi Indonesia yang dilaksanakan di Monumen Pers Surakarta 23 Agustus 2006. Dalam perjalanannya perubahan itu ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab harapan.

c. Jika tidak segera ditanggulangi. mempunyai dampak positif membawa kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. menimbulkan keguncangan dalam masyarakat. adensi moral. dan tidak bertanggung jawab akan menimbulkan fitnah. tape recorder. misalnya narkotika. Dampak penyalahgunaan kebebasan media massa. antara lain: a.Era globalisasi dengan kemajuan alat komunikasi. kritik yang tidak sesuai fakta. dan memecah keutuhan bangsa dan negara. sangat kuat hal ini karena cepatnya alur informasi yang sampai ada masyarakat. televisi. kekerasan. menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan negara. Untuk itu. sensasional. selain juga dapat berdampak negatif membawa ke dunia kemaksiatan. maka dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. hendaknya media massa pandai-pandai menggunakan kebebasan yang telah dimiliki. b. 17 . terutama kemajuan di bidang media elektronika misalnya internet. faksimile. Pengaruh media massa kepada masyarakat. handphone. radio.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful