PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI

A. Pengertian, Fungsi dan Peran serta Perkembangan Pers di Indonesia 1. Pengertian Kemerdekaan Pers, Pers, Perusahaan Pers, Wartawan, Organisasi Pers, Pers Nasional dan Pers Asing a. Kemerdekaan pers Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, hal ini sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”, dan pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi: “Setiap orang berhak atas kebebaran berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selanjutnya pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Undang - undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ditetapkan.

1

memiliki. Sedangkan organisasi pers adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. Wartawan dan organisasi pers Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. d. menyimpan. Sedangkan pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing 2 . suara dan gambar. serta perusahaan media Iainnya yang secara khusus rnenyelenggarakan. serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak. mengolah. gambar. Pengertian pers Ketentuan umum pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan: “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. suara. media elekrronik. e. dan kantor berita. memperoleh. Pers nasional dan pers asing Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan. media elektronik. dan segala jenis saluran yang tersedia c. menyiarkan atau menyalurkan informasi. Perusahaan pers Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak.b.

3 . 5) Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. 4) Melakukan pengawasan. Fungsi dan Peran Pers a. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. dan Hak Asasi Manusia. 1) Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Di samping itu pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. pendidikan. 2) Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi. hiburan dan kontrol sosial. b. Oleh karena itu melalui pemberitaan pers diharapkan adanya kontrol sosial terhadap penyelenggara negara. bersama-sama komponen lainnya misalnya LSM. akurat dan benar. Fungsi pers Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi. koreksi. sekaligus sebagai sarana pengaduan masyarakat tentang penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan program pembangunan. serta menghormati kebhinekaan. Pers memegang peran penting yaitu menanamkan pengertian kepada rakyat. 3) Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat. mendorong terwujudnya supremasi hukum.2. Peran Pers Pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut. kritik.

Surat kabar yang pertama kali terbit di Indonesia yaitu pada bulan Agustus 1744. Tujuan penerbitan surat kabar pada masa itu yaitu untuk sarana pendidikan terutama kepada orang Belanda sendiri. dan orang-orang Eropa umumnya. terutama di dalam perusahaan penerbitan itu sendiri. dengan nama Bataviasche Nouvellesjd.3. Belanda sudah memperkenalkan penerbitan surat kabar di Indonesia. Perkembangan Pers di Indonesia a. dan untuk orang-orang Indonesia sebagai latihan memperoleh pekerjaan. Masa Penjajahan Belanda Sejak pertengahan abad ke-1 8. DAFTAR NAMA SURAT KABAR EDISI BAHASA INDONESIA MASA PENJAJAHAN BELANDA 4 .

d.b. bahkan bersifat internasional. berita-berita. dibandingkan Belanda Hal itu dilakukan baik kepada para pejuang maupun kepada dunia pers. Di samping itu perjuangan melawan Belanda dilakukan juga melalui pers. terutama di negeri Belanda dan Eropa. dan karangan harus melalui sensor di bawah petugas Jepang dan kantor berita Jepang yang disebut Domei. untuk diteruskan kepada Pangulu Lubis. Semua surat kabar. Pengaruhnya pejuangan melalui pers sangat besar. ada tiga tugas utama yang tidak boleh dilupakan. Namun. c. menggalang semangat perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan. Banyak pejuang yang bergerak secara ilegal termasuk dunia pers. menyumbang bagi pengembangan bahasa persatuan Indonesia. yaitu. Masa penjajahan Jepang Sikap pemerintah Jepang lebih keras lagi. di bawah pimpinan Adam Malik. Di kantor Domei. Salman teks proklamasi setelah dibacakan lalu diserahkan kepada Asa Bafagih seorang wartawan mudaAntara. Perjuangan fisik. dan memantapkan pengalaman dan keterampilan di bidang jurnalistik dan penerbitan pers untuk kepentingan hari depan. diganti dengan perjuangan melalui organisasi yang bersifat modern. Domei. Masa kemerdekaan Berita proklamasi Republik Indonesia pertama kali disiarkan oleh para wartawan Indonesia melalui kantor berita jepang. selanjutnya Lubis menyiarkan teks 5 . agar tidak diketahui oleh bala tentara Jepang. Masa pergerakan nasional Pada masa pergerakan nasional bangsa Indonesia mengalami kemajuan.

Sakti Alamsjah. pengusaha-pengusaha pers golongan Cina. Inggris memberedel harian Sinar Deli dan Pewarta Deli yang terbit di Medan. bahkan tentara Inggris menghancurkan alat-alat cetaknya. dan di Surabaya ada Java Post. Di Medan muncul kembali harian-harian seperti Sin Po dan KengPo. serta Oetoesan Soematra. Sejak Proklamasi. sebab pada tanggal 17 Agustus 1950 6 . dan Obor Rakjat yang terbit di Palembang. Wartawan maupun koran-koran tetap setia kepada negara proklamasi. cara Belanda menindas pers republik pada saat-saat mereka melancarkan agresi militernya yaitu dengan menahan para wartawannya. Misalnya yan terjadi di Sumatra. Tindakan serupa dilakukan terhadap Soeloeh Merdekd dan Mimbar Oemoem yang terbit di Medan. Berita tentang proklamasi juga disiarkan melalui radio-radio yang waktu itu masih dikuasai tentara Jepang. Namun umurnya hanya delapan bulan saja.proklamasi tanpa sepengetahuan petugas senior Jepang. e. Kadarusman. sehingga ketika itu mendapat tindakan kekerasan dan tentara Sekutu. A. Pada umumnya koran-koran Cina tersebut mencerminkan sikap hati-hati untuk menghindar bentrokan dengan Belanda dan gerakan-gerakan separatis dengan pemerintah republik. YusufRonodipuro. Tetapi kelompok kelompok Cina tertentu. Merdeka. Tokoh-tokoh pergerakan yang bekerja di stasiun-stasiun radio. antara lain. dan Suryodipury. seperti Poh An Tui di Medan. juga kembali menerbitkan koran-korannya. I Maladi. Di Semarang terbit Sin Mm. Masa Pemerintahan RIS Perjanjian KMB mengubah bentuk negara kesatuan men jadi RIS. menunjukkan warna pro-Belanda.

gambar. umpamanva mencegah tulisan-tulisan. liberalisme. maupun ketenangan situasi politik. tidak mendukung peran dingin antara dua blok asing serta tidak menjadi alat perang kedua blok tersebut. orientasi. 5) menyokong setiap langkah untuk menciptakan ketertiban umum. 3569/HKII 960 Tanggal 12 Oktober 1960. 7 . sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum izin terbit dikeluarkan. edisi 16 Agustus 1950. 2) menjadi alat penyebarluasan Manipol dengan tujuan menghapus imperialisme dan kolonhlisme.kembali lagi menjadi Negara Kesatuan RI. Berdasarkan Peraturan Peperti No. Mingguan Pesat terbitan Yogyakarta. gambar. federalisme. yang isinya untuk membangkitkan jiwa persatuan . Masa demokrasi terpimpin Dunia pers dibentuk menjadi pers manipol untuk menuju pers sosialis melalui Peraturan Peperti No. 10 Tahun 1960 dan dilengkapi Surat Presiden Nomor. f. 10/1960. memuat sambutan Presiden Soekarno yang berjudul “Bersatulah Kembali”. 3) membela politik luar negeri bebas dan aktif serta mendukung pelaksanaannya. keamanan. 6) meningkatkan kesadaran terhadap kepribadian Indonesia. program. dan separatisme. antara lain : 1) mendukung dan membela Manipol dan program pemerintah. dan lukisan-lukisan yang bersifat sensasi dan bertentangan dengan perasaan susila. 4) memperkuat keyakinan rakyat Indonesia terhadap prinsip-prinsip dasar. danr kepemimpinan revolusi.

kelangsungan dan penyelesaian revolusi hingga terwujudnya tiga kerangka tujuan revolusi. 2) Kebebasan pers Indonesia adalah kebebasan untuk menyatakan serta menegakkan kebenaran dan keadilan. kepentingan rakyat dan negara. Di Jakarta jumlah wartawan yang dipecat mencapai 165 orang dan di kota lainnya mencapai 208 orang. b) Kami wartawan Indonesia adalah pendukung. Pasir Putih 14 Oktober 1966 Konferensi Kerja PWI se-Indonesia 8 . pengawa1 serta pembela ideologi negara dan Undang-Undang Dasar 1945 yang bertanggungjawab dan konsekuen. dan bukan kebebasan dalam pengertian liberaIisme DEKLARASI WARTAWAN INDONESIA Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa a) Kami wartawan Indonesia adalah warga negara kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945. serta kepnibadian bangsa. kepentingan rakyat dan keselamatan negara. berwatak ksatria. 1) Kebebasan pers berhubungan erat dengan keharusan adanya pertanggungjawaban kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. c) Kami wartawan Indonesia memegang teguh kepribadian Indonesia. Isi dan Tap MPRS Nomor XXXIII MPRI 1966 sebagai berikut. moral dan tata rertib. d) Kami wartawan Indonesia mengutamakan persanlan din kesatuan bangsa.7) memberikan kritik-kritik yang konstrt1ktif terhadap keadaan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dengan selalu berpedoman pada Manipoli g. e) Kami wartawan Indonesia. Masa Orde Baru Pembersihan terhadap dunia pers dilakukan terhadap surat-surar kabar dan pemecatan wartawan yang terlibat G-30-S/PKI. di dalam melaksanakan tugas dan fungsi senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta memelihara kesatuan dan persatuan wartawan Indonesia sebagai profesi. berjiwa patriot dalam membela kebenaran dan keadilan dengan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan azas. 4) Pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia. 2) Dalam kehidupan bermasyarakat. dan peranannya dengan sebaik-baiknya.berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional.h. kehidupan pers mendapatkan angin segar. dan keadilan sosial. fungsi. penyebar informasi. perdamaian abadi. 40 Tahun 1999 pada tanggal 23 September 1999. kewajiban. kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki. hak. Latar belakang dan pertimbangan dikeluarkannya Undang-undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers adalah. sehingga harus mendapat jaminan perlindungan hukum. berbangsa dan bernegara yang demokratis. Masa reformasi Pada era reformasi tersebut. serta bebas dan campur tangan dan paksaan dan manapun. 9 . berbangsa dan bernegara Yang demokratis. 1) Kemerdekaan pers merupakan kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untu menciptakan kehidupan bermasyarakat. 3) Pers nasional sebagaI wahana komunikasi massa. hal ini ditandai dengan ditetapkannya Undang-undang RI No.

Kebebasan memilih organisasi wartawan Wartawan bebas memilih organisasi wartawan Hal ini sesuai pasal 7 Undangundang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers. c. Kemerdekaan pers Pasal 2 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 menyebutkan: “Kemerdekaan pers adalah salah. b. d. dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. keadilan. satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsp-prinsip demokrasi. Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab sesuai Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia 1. Hak pendirian perusahaan pers Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. Perlindungan hukum Sesuai pasal 8 dalam undang-undang tentang pers. a. dan supremasi hukum. KWRI dan AJI. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers mengatur tentang pers yang bebas dan bertanggung jawab. Adapun organisasi wartawan tersebut. Pasal-pasal yang mengatur tentang kebebasan pers antara lain. Ancaman pidana bagi yang menghambat tugas pers Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat I atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 10 . Hal ini diatur pula dalam pasal 9. antara lain PWI. e.B.

. mencerdaskan kehidupan bangsa.00 (lima ratus juta rupiah) f.seluruh wartawan menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab. Pasal 3 berbunyi : Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. mematuhi norma .000. dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila.Ayat (2) dan Ayat (3). atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. . dipidana dengan pidana penjara palipg lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500. Pertanggungjawaban pers lebih lanjut ditegaskan dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 berbunyi : Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita. tulisan. Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia Kode etik jurnalistik disebutkan dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 7 ayat (2) : yang berbunyi “Wartawan memiliki dan mentaati kode etik jurnalistik.norma profesi kewartawanan. memutarbalikkan fakta. tulisan.. serta memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Beberapa contoh kode etik jurnalistik sebagai berikut: 11 . sadis. memajukan kesejahteraan umum. perdamaian abadi. bersifat fitnah. atau gambar yang menyesatkan.000. dan sensasi berlebihan. Pertanggungjawaban pets Pertanggungjawaban pers yaitu pertanggungjawaban konstitusional sebagaimana tercantum pada alinea kedua kalimat kedua Pembukaan kode etik jurnalistik Wartawan Indonesia yang menyebutkan “ . cabul. 2.

atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak. memutarbalikkan fakta. Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita. Pasal 5 12 . cabul. Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (PWI) Pasal 1 Wartawan Indonesia beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa. berjiwa Pancasila. menjunjung perasaan agama. sadis. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. taat kepada UUD negara. atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh UU. tulisan. tulisan. Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggungjawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya berita. atau gambar yang menyesatkan. Pasal 2 . dan sensasi berlebihan. kepercavaan. Pasal 3 Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara. serta terpercaya dalam mengemban profesinya. bersifat fitnah. tulisan. persatuan dan kesatuan bangsa. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan lingkungannya.a. bersifat ksatria.

gambar. Pasal 10 Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan berita. serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. dilarang. atau tulisan.Wartawan Indonesia menyajikan data secara berimbang dan adil. dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita. Pasal 7 Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum dan atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah. Pasal 11 Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber dan atau objek berita. Pasal 8 Wartawan Indonesia memberitakan kejahatan susila dengan tidak menyebut nama dan identitas korban. Pasal 6 Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita. jujur. 13 . mengutamakan kecermatan dan kecepatan. atau gambar yang merugikan nama baik atau perasaan susila seseorang. Penyebutan nama dan identitas pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. prinsip adil. Pasal 9 Wartawan Indonesia menulis judul yang mencerminkan isi berita. dan penyajian yang berimbang. kecuali menyangkut kepentingan umum. tulisan.

Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan. Pasal 13 Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat.Pasal 12 Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memerhatikan kredibilitas dan kompetensi sumber berita. bukan opini. dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita. tidak mengutip berita. segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan. bahan latar belakang. Pasal 14 Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita. Pasal l6 Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing. tulisan. Pasal 17 Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penaraan sanksi pelanggaran KEJ ini adalah sepenuhnya hak organisasi dan PWI dan dilaksanakan oleh Dewan 14 . serta atas kesepakatan dengan sumber berita tidak m’enyiarkan keterangan off the record. kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data. atau gambar tanpa menyebut sumbernya. Pasal 15 Wartawan Indonesia menghadapi ketentuan embargo.

9) Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial identitas korban kejahatan seksual. Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 1) Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. off the record. 3) Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.Kehormatan PWI. cacar/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. 8) Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat. foto dan dokumen. Tidak satu pihak pusat di luar PWI yang dapat mengambil tindakan terhadap Wartawan Indonesia dan atau medianya berdasarkan pasal-pasal dalam KEJ ini. 4) Jurnalis melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernnya 5) Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. 6) Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita. dan embargo. diskriminasi. cacar/sakit jasmani. b. 15 . bangsa. 7) Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberi informasi latar belakang. dan pelaku tindak pidana di bawah umur. 2) Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebehasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. 10) Jurnalis menghindari kebencian. dalam masalah suku. prasangka. ras. politik. sikap merendahkan.

berbangsa. bangsa Indonesia mulai menata sistem penyelenggaraan negara dan memantapkan jalannya pelaksanaan demokrasi yang ditopang dengan kebebasan pers melalui Undangundang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. dan bernegara. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa semangat perubahan yang terjadi nampaknya lebih bersifat emosional daripada pertimbangan-pertimbangan rasionalitas. Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 16 . Isi sambutan tersebut merupakan evaluasi tentang kebebasan pers dan dampak kebebasan media massa. 2. Evaluasi Kebebasan Pers dan Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 1.C. Reformasi yang bergulir di tahun 1998 menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia untuk memasuki suatu kehidupan yang lebih baik yaitu era pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat. Seiring dengan itu. Di sana sini masih banyak ditemui hambatan dan rantangan yang menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap untuk melakukan perubahan dan ke arah mana perubahan ini akan dibawa. Evaluasi Kebebasan Pers Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia memberikan sambutan pada Kongres Komite Wartawan Reformasi Indonesia yang dilaksanakan di Monumen Pers Surakarta 23 Agustus 2006. Dalam perjalanannya perubahan itu ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab harapan.

dan memecah keutuhan bangsa dan negara. antara lain: a. menimbulkan keguncangan dalam masyarakat. Pengaruh media massa kepada masyarakat. maka dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. selain juga dapat berdampak negatif membawa ke dunia kemaksiatan. mempunyai dampak positif membawa kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. faksimile. c. televisi. menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan negara. sensasional. Jika tidak segera ditanggulangi. misalnya narkotika. b.Era globalisasi dengan kemajuan alat komunikasi. handphone. kritik yang tidak sesuai fakta. tape recorder. adensi moral. Untuk itu. kekerasan. dan tidak bertanggung jawab akan menimbulkan fitnah. 17 . Dampak penyalahgunaan kebebasan media massa. sangat kuat hal ini karena cepatnya alur informasi yang sampai ada masyarakat. radio. hendaknya media massa pandai-pandai menggunakan kebebasan yang telah dimiliki. terutama kemajuan di bidang media elektronika misalnya internet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful