P. 1
PERANAN PERS DALAM MaSYARAKAT DEMOKRASI

PERANAN PERS DALAM MaSYARAKAT DEMOKRASI

|Views: 1,452|Likes:
Published by Yulia Rizki Damanik

More info:

Published by: Yulia Rizki Damanik on Mar 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2013

pdf

text

original

PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI

A. Pengertian, Fungsi dan Peran serta Perkembangan Pers di Indonesia 1. Pengertian Kemerdekaan Pers, Pers, Perusahaan Pers, Wartawan, Organisasi Pers, Pers Nasional dan Pers Asing a. Kemerdekaan pers Kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, hal ini sesuai dengan pasal 28 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,

mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”, dan pasal 28 E ayat (3) yang berbunyi: “Setiap orang berhak atas kebebaran berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.” Selanjutnya pasal 28F berbunyi “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi, dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Berdasarkan pertimbangan di atas, maka Undang - undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers ditetapkan.

1

serta perusahaan media Iainnya yang secara khusus rnenyelenggarakan. gambar. media elekrronik. Sedangkan pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing 2 . menyimpan. Pengertian pers Ketentuan umum pasal 1 dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyebutkan: “Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari. suara dan gambar. suara. serta data grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak. memperoleh. Wartawan dan organisasi pers Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. d. menyiarkan atau menyalurkan informasi. e.b. dan kantor berita. memiliki. dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan. Perusahaan pers Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak. Sedangkan organisasi pers adalah organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers. Pers nasional dan pers asing Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia. dan segala jenis saluran yang tersedia c. media elektronik. mengolah.

akurat dan benar. mendorong terwujudnya supremasi hukum. 5) Memperjuangkan keadilan dan kebenaran. hiburan dan kontrol sosial. koreksi. 3) Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat. b. 3 . Di samping itu pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. 1) Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui. Fungsi pers Pers nasional mempunyai fungsi sebagai media informasi. dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. pendidikan. serta menghormati kebhinekaan. Oleh karena itu melalui pemberitaan pers diharapkan adanya kontrol sosial terhadap penyelenggara negara. Fungsi dan Peran Pers a. sekaligus sebagai sarana pengaduan masyarakat tentang penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan program pembangunan.2. kritik. 4) Melakukan pengawasan. Peran Pers Pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut. dan Hak Asasi Manusia. bersama-sama komponen lainnya misalnya LSM. Pers memegang peran penting yaitu menanamkan pengertian kepada rakyat. 2) Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi.

Surat kabar yang pertama kali terbit di Indonesia yaitu pada bulan Agustus 1744. Masa Penjajahan Belanda Sejak pertengahan abad ke-1 8. DAFTAR NAMA SURAT KABAR EDISI BAHASA INDONESIA MASA PENJAJAHAN BELANDA 4 . dengan nama Bataviasche Nouvellesjd. Belanda sudah memperkenalkan penerbitan surat kabar di Indonesia. Perkembangan Pers di Indonesia a.3. dan orang-orang Eropa umumnya. dan untuk orang-orang Indonesia sebagai latihan memperoleh pekerjaan. terutama di dalam perusahaan penerbitan itu sendiri. Tujuan penerbitan surat kabar pada masa itu yaitu untuk sarana pendidikan terutama kepada orang Belanda sendiri.

berita-berita. selanjutnya Lubis menyiarkan teks 5 . Namun. dibandingkan Belanda Hal itu dilakukan baik kepada para pejuang maupun kepada dunia pers. Pengaruhnya pejuangan melalui pers sangat besar. Di kantor Domei. Masa kemerdekaan Berita proklamasi Republik Indonesia pertama kali disiarkan oleh para wartawan Indonesia melalui kantor berita jepang. d. Perjuangan fisik. c. Masa pergerakan nasional Pada masa pergerakan nasional bangsa Indonesia mengalami kemajuan. yaitu. Di samping itu perjuangan melawan Belanda dilakukan juga melalui pers. agar tidak diketahui oleh bala tentara Jepang. bahkan bersifat internasional. menyumbang bagi pengembangan bahasa persatuan Indonesia. Salman teks proklamasi setelah dibacakan lalu diserahkan kepada Asa Bafagih seorang wartawan mudaAntara. Domei. Banyak pejuang yang bergerak secara ilegal termasuk dunia pers. dan karangan harus melalui sensor di bawah petugas Jepang dan kantor berita Jepang yang disebut Domei. untuk diteruskan kepada Pangulu Lubis. diganti dengan perjuangan melalui organisasi yang bersifat modern. di bawah pimpinan Adam Malik.b. ada tiga tugas utama yang tidak boleh dilupakan. menggalang semangat perjuangan kebangsaan dan kemerdekaan. Semua surat kabar. terutama di negeri Belanda dan Eropa. Masa penjajahan Jepang Sikap pemerintah Jepang lebih keras lagi. dan memantapkan pengalaman dan keterampilan di bidang jurnalistik dan penerbitan pers untuk kepentingan hari depan.

Namun umurnya hanya delapan bulan saja. e. dan Suryodipury. Pada umumnya koran-koran Cina tersebut mencerminkan sikap hati-hati untuk menghindar bentrokan dengan Belanda dan gerakan-gerakan separatis dengan pemerintah republik. Di Semarang terbit Sin Mm. sehingga ketika itu mendapat tindakan kekerasan dan tentara Sekutu. A. Inggris memberedel harian Sinar Deli dan Pewarta Deli yang terbit di Medan.proklamasi tanpa sepengetahuan petugas senior Jepang. I Maladi. antara lain. Berita tentang proklamasi juga disiarkan melalui radio-radio yang waktu itu masih dikuasai tentara Jepang. Wartawan maupun koran-koran tetap setia kepada negara proklamasi. YusufRonodipuro. Masa Pemerintahan RIS Perjanjian KMB mengubah bentuk negara kesatuan men jadi RIS. Di Medan muncul kembali harian-harian seperti Sin Po dan KengPo. serta Oetoesan Soematra. juga kembali menerbitkan koran-korannya. Tetapi kelompok kelompok Cina tertentu. sebab pada tanggal 17 Agustus 1950 6 . Kadarusman. bahkan tentara Inggris menghancurkan alat-alat cetaknya. Misalnya yan terjadi di Sumatra. seperti Poh An Tui di Medan. dan Obor Rakjat yang terbit di Palembang. dan di Surabaya ada Java Post. Tindakan serupa dilakukan terhadap Soeloeh Merdekd dan Mimbar Oemoem yang terbit di Medan. Tokoh-tokoh pergerakan yang bekerja di stasiun-stasiun radio. menunjukkan warna pro-Belanda. Sakti Alamsjah. pengusaha-pengusaha pers golongan Cina. Sejak Proklamasi. cara Belanda menindas pers republik pada saat-saat mereka melancarkan agresi militernya yaitu dengan menahan para wartawannya. Merdeka.

keamanan. yang isinya untuk membangkitkan jiwa persatuan . program. 6) meningkatkan kesadaran terhadap kepribadian Indonesia. Mingguan Pesat terbitan Yogyakarta. Masa demokrasi terpimpin Dunia pers dibentuk menjadi pers manipol untuk menuju pers sosialis melalui Peraturan Peperti No. orientasi. 3569/HKII 960 Tanggal 12 Oktober 1960. 10/1960. dan lukisan-lukisan yang bersifat sensasi dan bertentangan dengan perasaan susila. tidak mendukung peran dingin antara dua blok asing serta tidak menjadi alat perang kedua blok tersebut. memuat sambutan Presiden Soekarno yang berjudul “Bersatulah Kembali”. 10 Tahun 1960 dan dilengkapi Surat Presiden Nomor. umpamanva mencegah tulisan-tulisan. danr kepemimpinan revolusi. 2) menjadi alat penyebarluasan Manipol dengan tujuan menghapus imperialisme dan kolonhlisme. 5) menyokong setiap langkah untuk menciptakan ketertiban umum.kembali lagi menjadi Negara Kesatuan RI. dan separatisme. 7 . sejumlah persyaratan harus dipenuhi sebelum izin terbit dikeluarkan. 3) membela politik luar negeri bebas dan aktif serta mendukung pelaksanaannya. federalisme. antara lain : 1) mendukung dan membela Manipol dan program pemerintah. maupun ketenangan situasi politik. 4) memperkuat keyakinan rakyat Indonesia terhadap prinsip-prinsip dasar. edisi 16 Agustus 1950. f.gambar. liberalisme. gambar. Berdasarkan Peraturan Peperti No.

di dalam melaksanakan tugas dan fungsi senantiasa menjunjung tinggi kode etik jurnalistik serta memelihara kesatuan dan persatuan wartawan Indonesia sebagai profesi. e) Kami wartawan Indonesia. c) Kami wartawan Indonesia memegang teguh kepribadian Indonesia. 2) Kebebasan pers Indonesia adalah kebebasan untuk menyatakan serta menegakkan kebenaran dan keadilan. kelangsungan dan penyelesaian revolusi hingga terwujudnya tiga kerangka tujuan revolusi. berjiwa patriot dalam membela kebenaran dan keadilan dengan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. d) Kami wartawan Indonesia mengutamakan persanlan din kesatuan bangsa. kepentingan rakyat dan negara. b) Kami wartawan Indonesia adalah pendukung. Pasir Putih 14 Oktober 1966 Konferensi Kerja PWI se-Indonesia 8 . Masa Orde Baru Pembersihan terhadap dunia pers dilakukan terhadap surat-surar kabar dan pemecatan wartawan yang terlibat G-30-S/PKI. berwatak ksatria. Di Jakarta jumlah wartawan yang dipecat mencapai 165 orang dan di kota lainnya mencapai 208 orang. 1) Kebebasan pers berhubungan erat dengan keharusan adanya pertanggungjawaban kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. dan bukan kebebasan dalam pengertian liberaIisme DEKLARASI WARTAWAN INDONESIA Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa a) Kami wartawan Indonesia adalah warga negara kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945. moral dan tata rertib. kepentingan rakyat dan keselamatan negara. Isi dan Tap MPRS Nomor XXXIII MPRI 1966 sebagai berikut.7) memberikan kritik-kritik yang konstrt1ktif terhadap keadaan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dengan selalu berpedoman pada Manipoli g. serta kepnibadian bangsa. pengawa1 serta pembela ideologi negara dan Undang-Undang Dasar 1945 yang bertanggungjawab dan konsekuen.

serta bebas dan campur tangan dan paksaan dan manapun. 40 Tahun 1999 pada tanggal 23 September 1999. fungsi. sehingga harus mendapat jaminan perlindungan hukum. Masa reformasi Pada era reformasi tersebut. kewajiban. 1) Kemerdekaan pers merupakan kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untu menciptakan kehidupan bermasyarakat. 9 . hal ini ditandai dengan ditetapkannya Undang-undang RI No. penyebar informasi.berdasarkan kemerdekaan pers yang profesional. 2) Dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa dan bernegara yang demokratis. dan pembentuk opini harus dapat melaksanakan azas. hak. dan peranannya dengan sebaik-baiknya. dan keadilan sosial. Latar belakang dan pertimbangan dikeluarkannya Undang-undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 1999 tentang pers adalah. kehidupan pers mendapatkan angin segar. 4) Pers nasional berperan ikut menjaga ketertiban dunia. berbangsa dan bernegara Yang demokratis.h. kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia yang sangat hakiki. perdamaian abadi. 3) Pers nasional sebagaI wahana komunikasi massa.

Perlindungan hukum Sesuai pasal 8 dalam undang-undang tentang pers. e. Kemerdekaan pers Pasal 2 Undang-undang nomor 40 tahun 1999 menyebutkan: “Kemerdekaan pers adalah salah. Hak pendirian perusahaan pers Setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers. keadilan. c. KWRI dan AJI. b.B. Adapun organisasi wartawan tersebut. dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsp-prinsip demokrasi. a. Pasal-pasal yang mengatur tentang kebebasan pers antara lain. Pers yang Bebas dan Bertanggungjawab sesuai Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia 1. Ancaman pidana bagi yang menghambat tugas pers Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat I atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 10 . dan supremasi hukum. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers mengatur tentang pers yang bebas dan bertanggung jawab. antara lain PWI. Hal ini diatur pula dalam pasal 9. d. Kebebasan memilih organisasi wartawan Wartawan bebas memilih organisasi wartawan Hal ini sesuai pasal 7 Undangundang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

mencerdaskan kehidupan bangsa. dipidana dengan pidana penjara palipg lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.seluruh wartawan menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab.00 (lima ratus juta rupiah) f. serta memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. Pertanggungjawaban pets Pertanggungjawaban pers yaitu pertanggungjawaban konstitusional sebagaimana tercantum pada alinea kedua kalimat kedua Pembukaan kode etik jurnalistik Wartawan Indonesia yang menyebutkan “ . memajukan kesejahteraan umum.norma profesi kewartawanan. mematuhi norma . atau gambar yang menyesatkan. dan keadilan sosial berdasarkan Pancasila. sadis.Ayat (2) dan Ayat (3). tulisan. cabul.000. dan sensasi berlebihan. memutarbalikkan fakta. Pasal 3 berbunyi : Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. bersifat fitnah. tulisan. Kode Etik Jurnalistik dalam Masyarakat Demokrasi di Indonesia Kode etik jurnalistik disebutkan dalam Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 7 ayat (2) : yang berbunyi “Wartawan memiliki dan mentaati kode etik jurnalistik.. Beberapa contoh kode etik jurnalistik sebagai berikut: 11 . perdamaian abadi. Pertanggungjawaban pers lebih lanjut ditegaskan dalam Kode Etik Jurnalistik Pasal 2 berbunyi : Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya menyiarkan berita.. .000. 2. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara.

atau gambar yang dapat menguntungkan atau merugikan seseorang atau sesuatu pihak. cabul. persatuan dan kesatuan bangsa. bersifat fitnah.a. atau gambar yang menyesatkan. sadis. memutarbalikkan fakta. bersifat ksatria. tulisan. berjiwa Pancasila. mengabdi kepada kepentingan bangsa dan negara. taat kepada UUD negara. atau keyakinan suatu golongan yang dilindungi oleh UU. tulisan. Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia (PWI) Pasal 1 Wartawan Indonesia beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa. Pasal 2 . serta terpercaya dalam mengemban profesinya. kepercavaan. Pasal 4 Wartawan Indonesia tidak menerima imbalan untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan berita. atau gambar yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan negara. Pasal 3 Wartawan Indonesia tidak menyiarkan berita. menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan lingkungannya. Pasal 5 12 . menjunjung perasaan agama. tulisan. Wartawan Indonesia dengan penuh rasa tanggungjawab dan bijaksana mempertimbangkan patut tidaknya berita. dan sensasi berlebihan.

prinsip adil. dan penyajian yang berimbang. 13 . Pasal 9 Wartawan Indonesia menulis judul yang mencerminkan isi berita. Penyebutan nama dan identitas pelaku kejahatan yang masih di bawah umur. atau tulisan. Pasal 6 Wartawan Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi kehidupan pribadi dengan tidak menyiarkan berita. tulisan. mengutamakan kecermatan dan kecepatan. dan selalu menyatakan identitasnya kepada sumber berita. Pasal 8 Wartawan Indonesia memberitakan kejahatan susila dengan tidak menyebut nama dan identitas korban. gambar. Pasal 11 Wartawan Indonesia dengan kesadaran sendiri secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat dan memberi kesempatan hak jawab secara proporsional kepada sumber dan atau objek berita.Wartawan Indonesia menyajikan data secara berimbang dan adil. jujur. serta tidak mencampuradukkan fakta dan opini sendiri. kecuali menyangkut kepentingan umum. Pasal 7 Wartawan Indonesia dalam memberitakan peristiwa yang diduga menyangkut pelanggaran hukum dan atau proses peradilan harus menghormati asas praduga tak bersalah. dilarang. atau gambar yang merugikan nama baik atau perasaan susila seseorang. Pasal 10 Wartawan Indonesia menempuh cara yang sopan dan terhormat untuk memperoleh bahan berita.

dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita. bukan opini.Pasal 12 Wartawan Indonesia meneliti kebenaran bahan berita dan memerhatikan kredibilitas dan kompetensi sumber berita. Pasal 17 Wartawan Indonesia mengakui bahwa pengawasan dan penaraan sanksi pelanggaran KEJ ini adalah sepenuhnya hak organisasi dan PWI dan dilaksanakan oleh Dewan 14 . bahan latar belakang. Pasal 13 Wartawan Indonesia tidak melakukan tindakan plagiat. Pasal 14 Wartawan Indonesia harus menyebut sumber berita. Apabila nama dan identitas sumber berita tidak disebutkan. Pasal 15 Wartawan Indonesia menghadapi ketentuan embargo. tidak mengutip berita. tulisan. segala tanggung jawab ada pada wartawan yang bersangkutan. Pasal l6 Wartawan Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa penataan Kode Etik Jurnalistik ini terutama berada pada hati nurani masing-masing. atau gambar tanpa menyebut sumbernya. kecuali atas permintaan yang bersangkutan untuk tidak disebut nama dan identitasnya sepanjang menyangkut fakta dan data. serta atas kesepakatan dengan sumber berita tidak m’enyiarkan keterangan off the record.

diskriminasi. 15 . ras. cacar/sakit jasmani. politik. cacar/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. 9) Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial identitas korban kejahatan seksual. dan embargo. dan pelaku tindak pidana di bawah umur. Kode Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 1) Jurnalis menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. 2) Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip kebehasan dan keberimbangan dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. sikap merendahkan. Tidak satu pihak pusat di luar PWI yang dapat mengambil tindakan terhadap Wartawan Indonesia dan atau medianya berdasarkan pasal-pasal dalam KEJ ini. bangsa. 10) Jurnalis menghindari kebencian.Kehormatan PWI. prasangka. 4) Jurnalis melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernnya 5) Jurnalis tidak menyembunyikan informasi penting yang perlu diketahui masyarakat. b. dalam masalah suku. 8) Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya tidak akurat. 6) Jurnalis menggunakan cara-cara yang etis untuk memperoleh berita. 7) Jurnalis menghormati hak narasumber untuk memberi informasi latar belakang. foto dan dokumen. off the record. 3) Jurnalis memberi tempat bagi pihak yang kurang memiliki daya kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya.

Reformasi yang bergulir di tahun 1998 menjadi harapan seluruh bangsa Indonesia untuk memasuki suatu kehidupan yang lebih baik yaitu era pembaharuan dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Evaluasi Kebebasan Pers dan Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 1. Dalam perjalanannya perubahan itu ternyata belum sepenuhnya mampu menjawab harapan. 2.C. Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa semangat perubahan yang terjadi nampaknya lebih bersifat emosional daripada pertimbangan-pertimbangan rasionalitas. Isi sambutan tersebut merupakan evaluasi tentang kebebasan pers dan dampak kebebasan media massa. bangsa Indonesia mulai menata sistem penyelenggaraan negara dan memantapkan jalannya pelaksanaan demokrasi yang ditopang dengan kebebasan pers melalui Undangundang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa 16 . Di sana sini masih banyak ditemui hambatan dan rantangan yang menunjukkan bahwa bangsa kita belum sepenuhnya siap untuk melakukan perubahan dan ke arah mana perubahan ini akan dibawa. Evaluasi Kebebasan Pers Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia memberikan sambutan pada Kongres Komite Wartawan Reformasi Indonesia yang dilaksanakan di Monumen Pers Surakarta 23 Agustus 2006. dan bernegara. Seiring dengan itu.

handphone. sensasional. menimbulkan keguncangan dalam masyarakat. Dampak penyalahgunaan kebebasan media massa. hendaknya media massa pandai-pandai menggunakan kebebasan yang telah dimiliki. misalnya narkotika. terutama kemajuan di bidang media elektronika misalnya internet. sangat kuat hal ini karena cepatnya alur informasi yang sampai ada masyarakat. Pengaruh media massa kepada masyarakat. maka dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. 17 . Untuk itu.Era globalisasi dengan kemajuan alat komunikasi. c. faksimile. radio. mempunyai dampak positif membawa kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. Jika tidak segera ditanggulangi. selain juga dapat berdampak negatif membawa ke dunia kemaksiatan. menimbulkan bahaya bagi keselamatan bangsa dan negara. b. kritik yang tidak sesuai fakta. tape recorder. dan memecah keutuhan bangsa dan negara. dan tidak bertanggung jawab akan menimbulkan fitnah. kekerasan. televisi. antara lain: a. adensi moral.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->