KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN

Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN PENDIDIKAN TINGGI Program Pendidikan Tinggi Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses Pendidikan Tinggi Bermutu, Berdaya Saing Internasional, Berkesetaraan Jender dan Relevan Dengan Kebutuhan Bangsa dan Negara Unit Eselon II/Satker : Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Kegiatan : Indikator Kinerja Kegiatan : ................................. ....... Satuan Ukur dan Jenis Keluaran : Gelar Cipta Karya Inovatif Dosen dan Karyawan (Output) Volume/Satuan : 40 orang A. Latar Belakang 1. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan : : : :

y

y

Visi & Misi STSI Bandung  Visi : STSI Bandung menjadi Pusat Kajian Seni Pertunjukan yang merujuk pada benang merah tradisi dan momen-momen kreatif yang hidup dan menghidupi lingkungannya.  Misi : Pengembangan jaringan komunikasi dan interaksi seni pertunjukan  Tujuan : Menghasilkan sistem jaringan informasi dan dokumentasi seni guna pengembang wacana seni di kalangan akademik dan masyarakat RENSTRA tahun 2010-2014 :

2. Gambaran Umum

Seni pertunjukkan merupakan ajang ungkapan ekpresi bagi seniman, adalah bagian dari sebuah pembacaan realitas yang harus kita suguhkan dengan nilai kritisi dengan kacamata seniman itu sendiri. Salah satu jenis ungkapan dialogisasi ekpresi seniman yang membutuhkan suatu keahlian dalam menginterpretasikan isi dari sebuah pembacaan realita adalah membuat sebuah karya inovatif yang betul-betul hasil perenungan. Keahlian yang dimiliki seorang seniman yang patut kita hargai adalah bagaimana bisa membaca realita itu sendiri. Maka untuk itu kami sebagai unit yang berada dalam satu lembaga perguruan tinggi seni, memiliki kewaiban untuk merangsang beberapa seniman hadir dalam sebuah panggung kebebasan ekspresi dengan bekal yang memiliki inovasi dalam karya ciptanya. Adalah sebuah kegiatan yang memiliki muatan penggalian dari sebuah tradisi hingga kontemporer yang mengarah pada cipta karya inovatif. Inovasi sendiri adalah bagian terpenting dari sebuah penggalian karya-karya baru, yang nantinya menjadi sebuah standar kekaryaan baru juga. Disinilah letak STSI sebagai lembaga kesenian yang menjadi sebuah taruhan bagi perkembangan kesenian dimasa yang akan datang.
B. Penerima Manfaat

Maksud dan tujuan penyelenggaraan Gelar Cipta Karya Inovatif adalah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat dan menghargai keberadaan seniman dalam menggali seni seni baru dengan estetika baru yang memiliki kekuatan ekpresivitas dan totalitas yang baru. Ajang sebuah ekplorasi yang memberikan kontribusi bagi perkembangan kesenian yang baru. Output : Mengetahui lebih dengan jelas perekembangan kesenian Meningkatkan apresiasi masyarakat

Drs. Berkesetaraan Jender dan Relevan Dengan Kebutuhan Bangsa dan Negara Unit Eselon II/Satker : Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Kegiatan : Indikator Kinerja Kegiatan : Satuan Ukur dan Jenis Keluaran: Pembuatan Pedoman Pengunaan Gedung/Katalog (Output) Volume/Satuan : .. Dasar Hukum Tugas Fungsi/Kebijakan . M. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan Waktu kegiatan pada bulan April 2011 ertempat di kampus STSI Bandung yang diikuti oleh empat puluh (40) orang peserta.Sn NIP. (PK II ) Bandung.Outcome : Meningkatkan produktifitas karya seni Meningkatkan kemampuan seniman (1) Meningkatkan dan pengayaan kemampuan (2) Meningkatkan penghargaan terhadap karya seni C.. Waktu Pencapaian Keluaran Waktu kegiatan pada bulan April 2012 bertempat di kampus STSI Bandung E. 135.Dasar Hukum (Contoh) : : : : : .(Seratus tiga puluh lima juta rupiah ) Mengetahui Penanggung Jawab/Pengarah. Metode Pelaksanaan 2.Sn. 11 Januari 2012 Pimpinan Unit Kerja.000. Dedi Setiadi NIP. Lap.225... S. Biaya Yang Diperlukan Pembiayaan ( RAB terlampir ) Rancangan Anggaran Biaya sejumlah Rp./Dok. A. D.. Berdaya Saing Internasional... . 131 876 984 KAK/TOR PER KELUARAN KEGIATAN Kementerian Negara/Lembaga Unit Eselon I Program Hasil KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DITJEN PENDIDIKAN TINGGI Program Pendidikan Tinggi Tercapainya Keluasan dan Kemerataan Akses Pendidikan Tinggi Bermutu. Latar Belakang 1... Yayat Hadiyat K. Strategi Pencapaian Keluaran 1.. dll./Judul/Sistem/Layanan/Pegawai/Dosen/Mhs.

.............. 4...... ........................... sebagai mitra bagi lembaga-lembaga kebudayaan baik luar maupun dalam negeri.............................. dst...........Kebijakan (Contoh) : ..........................000...................Sn NIP...............30/1990 c.................... Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi b... D... 45... C....... 11 Januari 2012 Pimpinan Unit Kerja.................... Penerima Manfaat (Termasuk personel yang terlibat dalam kegiatan ini.......... Lihat File Contoh TOR..... Waktu Pencapaian Keluaran Waktu kegiatan pada bulan April 2012 bertempat di kampus STSI Bandung E...................... Strategi Pencapaian Keluaran 1................. .................................... 3............ .. Metode Pelaksanaan .. Menghasilkan pedoman bersama sebagai acuan dasar pengelolaan dan penggunaan gedung-gedung tersebut di STSI Bandung. b........ Mengoptimalkan fungsi pelayanan dalam kebutuhan pendidikan dan kreativitas baik secara internal mupun eksternal..... Gambaran Umum (Menjelaskan kegiatan-kegiatan yang mendukung output diatas yang ada di unit kerja masing-masing..... M............... 131 876 984 ..... Mengetahui Penanggung Jawab/Pengarah.... Mitra eksternal kampus.... 2...........(Empat Puluh Lima Juta Rupiah ) Bandung.... Yayat Hadiyat K.............. dan kantung-kantung kesenian serta komunitas-komunitas kesenian yang ada di Indonesia. Statuta Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung .......... Dedi Setiadi NIP...000. 2..........a......................... B...................................... Untuk mengembangkan dan meningkatkan pendidikan dan juga kreativitas civitas akademika..............Sn.. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 1998 tentang Perubahan atas PP No.......... . Jika ada beberapa kegiatan akan tetapi memliki Output yang sama harus dibuat dalam satu TOR) .............................. (PK II ) Drs..... S..... Tahapan dan Waktu Pelaksanaan . Mitra internal kampus....... a..... Biaya Yang Diperlukan Pembiayaan ( RAB terlampir ) Rancangan Anggaran Biaya sejumlah Rp. baik dari dalam/luar) 1..... sebagai mitra semua jurusan yang ada di kampus STSI Bandung................................ Mampu melayani kegiatan pendidikan dan kreativitas yang telah disepakati bersama sesuai aturan lembaga.................. .......................... sehingga mampu melibatkan diri sebagai mitra internal kampus dan mitra eksternal kampus.. dst................ 2.............. atau dengan UPT lainnya yang berkaitan dengan pelayanan gedung gedung kesenian yang ada di STSI Bandung.............

Dengan begitu barulah muncul pencitraan ruang yang memuliakan sebuah gedung pendidikan kesenian dan kreativitas. apresiasi. atau dengan UPT lainnya yang berkaitan dengan pelayanan gedung gedung kesenian yang ada di STSI Bandung. sebagaian besar memiliki otoritas yang mandiri sekaligus memiliki fungsi yang multiguna. OLAH SENI PATANJALA DAN GK. II. DASAR PEMIKIRAN Berdasarkan anggapan yang beredar bahwa selama ini pelayanan fasilitas termasuk gedung yang dipergunakan sebagai pelayanan yang bersifat komersial semata. DEWI ASRI. yang diharapkan akan menghasilkan insan seni yang berkualitas baik secara keilmuan maupun keterampilan. Pada dasarnya keberadaan Gedung-Gedung Kesenian yang ada di Indonesia. sehingga mampu melibatkan diri sebagai mitra internal kampus dan mitra eksternal kampus. dan kontemporer yang dihasilkan baik oleh para seniman akademis maupun non akademis. . Namun tidak demikian halnya dengan gedung kesenian yang berada di STSI Bandung. Gd. TUJUAN 5. GK. Untuk mengembangkan dan meningkatkan pendidikan dan juga kreativitas civitas akademika. Mitra eksternal kampus. apresiasi seni guna meningkatkan dan mengembangkan pendidikan khususnya dalam hidup berkesenian bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika pada umumnya Selain itu gedung kesenian juga difungsikan sebagai ajang apresiasi bukan saja bagi civitas akademika namun bagi pihak luar yang bekerja sama demi kepentingan bersama untuk saling mempromosikan dalam kelangsungan kehidupan berkesenian yang sifatnya menyeluruh seperti dialogis. SUNAN AMBU. Mitra internal kampus.PEDOMAN PENGELOLAAN DAN PENGGUNAAN FASILITAS GEDUNG UPT. pengembangan. sebagai mitra semua jurusan yang ada di kampus STSI Bandung. a. b. GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS (GPKK) (GK. Gedung kesenian di ST lebih SI difungsikan untuk kepentingan proses belajar mengajar dan pendidikan berkesenian. modern. Berdasarkan pemahaman di atas maka Tim Regulasi bermaksud untuk mengantisipasi dan mengupayakan perbaikan dalam pengelolaan dan pelayanan secara lebih kondusif dengan mengembalikan fungsi gedung dan pelayanan yang sebenarnya. kajian. sebagai mitra bagi lembaga-lembaga kebudayaan baik luar maupun dalam negeri. maka sudah sepantasnya bila perlu peninjauan kembali akan penggunaan dan pengelolaan serta fungsi dari gedung tersebut. MUNDING LAYA) STSI BANDUNG I. dan kantung-kantung kesenian serta komunitas-komunitas kesenian yang ada di Indonesia. pendokumentasian pendidikan dan kreativitas karya-karya seni tradisional. yaitu sebagai fasilitas pendidikan yang membantu para mahasiswa dalam proses pembelajara pengembangan kreativitas maupun n.

Mengoptimalkan fungsi pelayanan dalam kebutuhan pendidikan dan kreativitas baik secara internal mupun eksternal. 4. Sebagai ruang proses aplikasi dan implementasi program pendidikan kreativitas civitas academika. Program Pelayanan bagi para pengguna gedung. RUMUSAN FUNGSI DAN TUGAS UPT. disesuai dengan kebutuhan. V.6.  Membangun jaringan (networking) baik secara internal dalam lingkup kelembagaan STSI Bandung. GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS STSI BANDUNG. Melaksanakan program yang sudah disepakati antara STSI dengan lembaga internal dan eksternal (lembaga-lembaga kebudayaan asing dan sebagainya). 1. Seni Pertunjukan Tradisional.  Menyelenggarakan pergelaran karya seni terpilih. TUGAS POKOK PENGELOLAAN UPT. dan managemen pertunjukan. Mampu melayani kegiatan pendidikan dan kreativitas yang telah disepakati bersama sesuai aturan lembaga. Menjadi mitra kerja dalam pelaksanaan program yang sudah disepakati. Sebagai mitra kreatif dan mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kapasitas lembaga. 6.  Exhibition and performance. bekerja sama dengan studio masing-masing jurusan. 5. e. d. Memberikan dan meyakinkan para pengguna dalam melayani pelaksanaa kegiatan n yang sudah terprogram. untuk menghindari macetnya pelayanan. Segala bentuk pelayanan yang diberikan akan mengacu pada pedoman standar pelayanan prima. b. Melayani para pengguna gedung dengan kinerja yang mampu melaksankan tugasnya dengan baik. Membantu secara teknis dalam setiap kegiatan baik pengguna yang berasal dari internal maupun eksternal. Sebagai fasilitator dalam hal kerjasama dengan berbagai pihak. a. GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN dan KREATIVITAS (GPKK) STSI BANDUNG. maupun secara eksternal guna tercapainya pengembangan program seni pertunjukan. Program mandiri  Kerja kreatif Kesenian (Workshop. KATEGORI PELAYANAN YANG DILAKUKAN OLEH UPT. Secara Umum: 1. 1. Memelihara perlengkapan teknis secara terprogram. Loka karya. Program Sinergi  Menyangkut pelayanan dan pelaksanaan program jurusan di antaranya : Ujian Tugas Akhir. eksperemental yang menghasilkan produk karya unggulan dan managemen pengelolaan seni pertunjukan). Ujian Tengah Semester. Membantu kelancaran proses pembelajaran yang berhubungan dengan dunia Pendidikan Kesenian dan Kreativitas. 8. Workshop.  Kajian dan seminar seni pertunjukan. c. semiloka. dan kajian serta kreativitas karya-karya unggulan. Sebagai pelaksana dan pelayanan program 2. Praktikum. Menghasilkan pedoman bersama sebagai acuan dasar pengelolaan dan penggunaan gedung-gedung tersebut di STSI Bandung. Ujian Akhir Semester. 7. . c. Seminar. IV. III. Membuat rancangan program agenda tahunan a. b. 3. GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN dan KREATIVITAS (GPKK) STSI BANDUNG. 2.

modern. apresiasi ulang untuk menumbuhkan nilai nilai penciptaan karya seni unggulan. Secara Khusus: 1. Kerja sama dengan kantung-kantung kesenian. dosen. dan masyarakat umum yang memiliki intensitas dan kontinuitas dalam penciptaan karya-karya tradisional. Yang mampu memelihara dan mengembangkan idiomatik pertunjukan. konservasi dan revitalisasi bentuk pengekspresian seni tradisional. dan  . dan kontemporer yang harus dikaji. Sumber penciptaan seni pertunjukan tradisional memelihara dan mempertahank an idiomatik ungkap tradisional. KATEGORI PENGGUNA FASILITAS GEDUN G PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS STSI BANDUNG  Seniman perorangan atau kelompok/sanggar sanggar seni yang konsisten dalam memelihara dan mengembangkan kerja produktivitas kreatifnya dalam nilai-nilai tradisi. Seni Pertunjukan Modern Adalah bentuk yang menawarkan karya-karya seni pertunjukan yang mencerminkan kembali aturan konvensi yang baku pada konsep dan bentuk pengungkapan ekspresinya. 2. dan kontemporer. Membuka ruang aktivitas penciptaan karya tradisional. Seni pertunjukan Modern ini berkembang baik ide. modern. dan kontemporer. modern. Mahasiswa. VI. modern dan kontemporer. Sumber penciptaan tidak terbatas . gagasan dan bentuk pengekspresiannya.    VII.  Perkuliahan/ kuliah umum/ studium general  Loka karya  Workshop 2. Internal  Ujian Resital  Ujian Akhir Semester  Ujian Tengah Semester  Apresiasi Seni  Pergelaran Kreativitas : jurusan. Kerja sama dengan komunitas/ kelompok kesenian. bisa kesenian tradisional maupun kesenian modern.Pementasan karya tradisional adalah bentuk karya-karya seni pertunjukan yang menawarkan rekontruksi. serta mengembangkan idiomatik kerakyatan yang bisa kontekstual dengan pemberlakuan pencitraannya. Adalah karya seni yang menawarkan bentuk cara pengekspresian baru. baik yang tergambar dari konsep maupun dalam karya.  Wisuda  Dies Natalis  Inagurasi  Seminar Ilmiah  Pameran. baik yang tergambar dalam konsep maupun yang terwujud dalam karya. Eksternal    Kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait baik langsung maupun tidak langsung baik dalam maupun luar negeri. 3. dosen. kelompok yang memproduksi karya karya seni pertunjukan tradisional. kerakyatan. Seni Pertunjukan Kontemporer. modern. TUJUAN LAYANAN PENGGUNAAN GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS STSI BANDUNG  Membantu para seniman. Proses pembelajaran Memberikan peluang untuk terus produktif dalam hal penciptaan karya-karya tradisional. mahasiswa atau karyawan.

4. Kegiatan-kegiatan yang sifatnya kebutuhan perkuliahan secara umum dan khusus. untuk sebuah kepentingan perkuliahan dalam hal ini. 2. yang dikordinasikan dengan BAAKPSI dan harus disepakati bersama. dan Patanjala. makna dan symbol-simbol seni pertunjukan yang bisa membaca perubahan jaman. kontemporer. mampu membuka dialogisasi penumbuhan dan pengembangan idiomatic nilai-nilai. B. 8. berupa jadwal dengan surat permohonan hak guna dan pakai gedung. 6. tugas akhir.    IX. modern. Dewi Asri. 3. dan kontemporer lain yang tumbuh di masyarakat pada umumnya yang memiliki nilai-nilai spirit tradisional. Mundinglaya. VIII. serta sivitas academika yang akan menggunakan gedung GPKK bisa menghubungi Kepala GPKK yang selanjutnya akan segera dikordinasikan dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan oleh penanggung jawab gedung yang bersangkutan. PETUNJUK PELAYANAN TEKNIS PENGGUNA GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS (GPKK) STSI BANDUNG. A. Dalam penggunaan gedung-gedung yang di kelola oleh GPKK. terlebih dahulu harus memberikan informasi ke Kepala GPKK. Untuk pelaksanaan program Jurusan harus terlebih dahulu dikordinasikan kepada Kepala GPKK. mahasiswa. konservasi dan revitalisasi citra. 5. baik itu ujian teori maupun praktek penjadwalan tidak dilakuka pada hari libur atau diluar jam kerja. Bagi jurusan. EKSTERNAL . Setiap jurusan diharuskan untuk memberikan kalender akad emik yang disepakati bersama melalui BAAKPSI. Pengguna atau pemakai terlebih dahulu harus memberikan surat permohonan hak Guna dan pakai berupa surat izin dan proposal kegiatan yang ditujukan ke Kepala GPKK. Semua jurusan harus memberitahukan sebelumnya dengan segera apabila jadwal kegiatan perkuliahan. Penjadwalan ujian perkuliahan baik akhir semester dan tengah semester. ujian akhir dan ujian semester ada perubahan waktu. yang terlebih dahulu dikordinasikan oleh jurusan. modern dan kontemporer namun tidak mengandung unsur pornoaksi maupun pornografi. Ujian akhir semester dan Ujian tengah semester harus melalui permohonan penggunaan surat dari BAAKPSI sebagai penyelenggaraan ujian. Untuk menggunakan gedung Sunan Ambu. Lembaga-lembaga Kebudayaan baik dalam maupun luar negeri. 7. Musik : tradisional. JENIS SENI PERTUNJUKAN YANG DILAYANI OLEH GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS STSI BANDUNG   Tari : tradisional. yang memiliki kepentingan untuk menumbuhkan. yang selanjutnya dikordinasikan pada setiap penanggung jawab gedung-gedung tersebut. modern maupun kontemporer (kecuali aliran musik under ground yaitu : pertunjukan jenis musik Hard Rock aliran Heavy Metal) Teater Seni rupa Seni-seni pertunjukan tradisional. unit kerja dosen. INTERNAL 1. modern maupun kontemporer. hingga tidak terjadi penumpukan ataupun benturan kegiatan dalam pelayanan dan penggunaan GPKK.

 Ujian Akhir dan Tengah Semester bagi semua jurusan.  Apresiasi  Pergelaran Kreativitas Dosen/Mahasiswa/Karyawan dan Umum. GPKK dan penanggung jawab gedung. FUNGSI DAN KEGUNAAN FASILITAS GEDUNG DI LINGKUNGAN UPT.  Apresiasi Seni  Pergelaran Kreativitas Dosen/Mahasiswa/ Karyawan dan Umum  Wisuda  Dies Natalis  Inagurasi  Seminar Ilmiah  Pameran  Perkuliahan Praktekum  Workshop  Ruangan serba guna hanya diperuntukan untuk ruang pamer/ruang makan/ tempa tunggu VIP khusus pejabat yang datang 2. berfungsi sebagai :  Ujian Resital untuk semua jurusan. GEDUNG DEWI ASRI Gedung ini terdiri dari ruangan pertunjukan arena yang berada di lantai II dan ruangan pameran yang berada di lantai I. X.  Ujian Akhir dan Tengah Semester bagi semua jurusan. mahasiswa. .  Pergelaran Kreativitas Dosen/Mahasiswa/Karyawan dan Umum. karyawan maupun umum  Inagurasi  Ujian akhir semester/ujian tengah semester.  Perkuliahan Praktekum  Proses produksi/ latihan  Ruang eksperementasi (trial and error). GEDUNG PENDIDIKAN KESENIAN DAN KREATIVITAS 1.  Semenar Ilmiah. 4.  Pameran  Perkuliahan praktekum  Workshop  Khusus lantai I dipergunakan untuk Proses produksi / Latihan 3. perlu terlebih dahulu menghubungi UPT Kerjasama/Humas STSI Bandung yang selanjutnya di kordinasikan pada Kepala UPT. Ruang ini hanya diperbolehkan untuk kegiatan:  Ujian Resital untuk semua jurusan. GEDUNG SUNAN AMBU Gedung ini terdiri dari ruang pertunjukan proscenium (Auditorium) dan Serba Guna. GEDUNG MUNDINGLAYA Gedung ini memiliki fungsi sebagai berikut :  Apresiasi.Bagi lembaga-lembaga kebudayaan baik dalam maupun luar negeri. GEDUNG OLAH SENI PATANJALA Gedung ini memiliki fungsi sebagai berikut :  Perkuliahan Praktek  Olah raga internal  Proses produksi/latihan  Pameran  Seminar  Workshop  Halal Bihalal (acara internal kelembagaan)  Opspek Mahasiswa baru  Pergelaran kreativitas dosen. kelompok -kelompok kesenian/ komunitas kesenian /perorangan untuk mempergunakan Gedung dan fasilitas GPKK.

Penggunaan ruangan diluar jam kerja adalah hingga jam 22. Surat Jawaban berfungsi sebagai tanda masuk pemakaian gedung dan harus diperlihatkan kepada staf pelaksana gedung yang akan membantu pelaksanaan aca ra. Untuk penggunaan ruang diluar jam kerja pengelola. agar tercatat dan terjadwal secara baik. . pengguna harus memiliki surat izin penggunan ruangan. 8. B.16. 7. 2.XI. paling lambat 3 minggu sebelum acara diselenggarakan. 1.00 ± 12. Pihak pengelola berhak menolak apabila penggu tidak menyertakan Surat Permohonan na Peminjaman Gedung. 5. baik bagi yang dapat mengunakan fasilitas gedung maupun yang ditolak.GPKK STSI Bandung. Bagi Pihak Ekternal yang akan menggunakan Gedung dan Fasilitasnya memiliki prosedur yang sama namun berbentuk perjanjian yang akan tercantum dalam Nota Kesepahaman (MOU dan MOA) berlandaskan hukum yang berlaku dan ditandatangani oleh Pihak Pengguna (Eksternal) dengan Pihak Pengelola UPT. fasilitas gedung/ruang dalam 1 (satu) hari hanya dapat dipergunakan oleh 2 shift/pengguna dan 1 shift/pengguna hanya dapat menggunakan fasilitas ruang tersebut selama 4 jam. Prosedur dan Tata Tertib Penggunaan Gedung untuk Proses Latihan Produksi. PROSEDUR DAN TATA TERTIB PENGGUNAAN FASILITAS GEDUNG A. GPKK. Pihak Pengelola berhak menolak apabila tujuan dari penggunaan gedung tidak dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku. Untuk Proses Latihan Produksi. GPKK dan akan didampingi oleh pengelola. GPKK atau Pihak UPT. Kerjasama STSI Bandung. Apabila Permohonan disetujui oleh pihak pengelola maka pihak pengguna diharuskan melampirkan susunan acara dan waktu loading peralatan. setting dan pagelaran. Waktu penggunaan ruangan untuk Proses Latihan Produksi adalah jam 08.00 WIB.00 . pengguna dih aruskan membawa surat izin penggunaan ruangan dari UPT. 8. Pengguna wajib menyertakan Surat Permohonan Peminjaman Gedung.00 WIB 4. Pihak Pengguna berhak untuk memakai gedung sesuai dengan jadwal atau agenda acara yang telah disepakati bersama antara Pihak Pengguna dengan Pihak Pengelola yaitu UPT. sesuai 5. 3. Untuk Proses Latihan Produksi. 7. 6. Apabila penggunaan ruangan melebihi waktu yang telah ditentukan (22. Prosedur Permohonan Peminjaman Gedung 1. 6. 2. Pihak Pengguna diwajibkan menjaga kebersihan dan keutuhan gedung serta fasilitasnya. 3.00 dan 13. 4. Segala kerusakan dan kehilangan yang ditimbulkan menjadi tanggung jawab pengguna dan wajib mengganti apabila peralatan yang rusak/hilang adalah milik UPT.00 WIB) maka pengguna wajib meminta ijin kepada pengelola gedung/ruangan dan ijin akan dik eluarkan (dengan surat resmi) dan akan dimonitor oleh petugas keamanan atau satpam STSI Bandung. Pihak Pengelola akan menjawab secara resmi dan tertulis setiap Surat Permohonan yang masuk.

Setting ataupun Pagelaran maka Pihak Pengguna diwajibkan mengganti fasilitas/peralatan yang rusak/hilang tersebut. Tidak diperkenankan mengotori. 4. Tata Tertib Penggunaan Gedung & Fasilitasnya 1. Gladi Bersih. 6. 5.C. Penyejuk Ruangan (AC) akan difungsikan 2 jam sebelum acara pertunjukan dimulai. pihak 3. maupun menempel benda benda pada dinding bagian luar maupun dalam gedung. Pihak Pengguna berkewajiban menjaga keutuhan gedung dan fasilitas yang ada selama Proses Latihan Produksi. Gladi Kotor. Gladi Bersih maupun pada saat Loading Peralatan. Loading Peralatan. Setting Panggung atau pada saat Pagelaran berlangsung. Tidak diperkenankan merokok didalam gedung. Gladi Bersih maupun pada saat Loading Peralatan. Gladi Kotor. 8. Pihak Pengguna diwajibkan menjaga kebersihan dan kenyamanan gedung serta lingkungan disekitar gedung sebelum. 7. Pihak Pengguna diharuskan memiliki surat ijin resmi menggunakan fasilitas gedung dari pihak Pengelola. Gladi Kotor. Apabila ada kerusakan atau kehilangan pada fasilitas/peralatan gedung selama Proses Latihan Produksi. Pihak Pengelola akan menyediakan fasilitas/peralatan sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam formulir peminjaman alat dan fasilitas gedung. Setting ataupun Pagelaran. Pihak Pengelola berhak menolak permohonan peminjaman fasilitas gedung apabila tujuan dari penggunaan fasilitas tidak sesuai dengan ketentuan dan kebijakan yang berlaku. 4. 7. D. Tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman kedalam Gedung baik pada saat Proses Latihan Produksi. Tidak meninggalkan sampah didalam/dilingkungan gedung baik bekas kemasan makanan dan minuman. 5. Gladi Bersih maupun pada saat Loading Peralatan. Prosedur Permohonan Peminjaman Fasilitas Gedung 1. Pihak Pengguna diharuskan mengisi FORMULIR PEMINJAMAN FASILITAS GEDUNG yang disediakan oleh Pihak Pengelola dengan melampirkan daftar peralatan/fasilitas yang dibutuhkan dan daftar peralatan atau fasilitas yang dibawa dari luar Gedung (fasilitas milik pribadi atau sewa) 2. Pihak Pengguna tidak diperkenankan menggunakan fasilitas gedung tanpa seijin Pengelola. Pihak Pengelola berhak tidak menanggapi dan tidak meminjamkan fasilitas/peralatan gedung diluar daftar yang tertulis di dalam formulir peminjaman alat dan fasilitas. . mencabut. Setting ataupun Pagelaran 2. bungkus/puntung rokok maupun sisa sisa bahan loading dan setting panggung. daftar peminjaman fasilitas/peralatan oleh Pihak Pengguna paling lambat diterima Pihak Pengelola 3 hari sebelum H-1. Apabila ada fasilitas/peralatan gedung yang tidak dapat dipenuhi oleh pihak Pengelola maka Pihak Pengguna dapat membawa/menyewa fasilitas/peralatan dari Pihak Luar dengan terlebih dahulu mengkonfirmasikan kepada Pihak Pengelola. 6. Gladi Kotor. sesudah maupun selama Proses Latihan Produksi. 3.

Pihak Pengguna tidak diperkenankan merubah baik ukuran maupun bentuk.8. peraturan dan tata tertib yang berlaku maka pihak Pengelola berhak memberikan sanksi : 1. Pihak Pengguna diwajibkan mengikuti seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku. merubah dan membahayakan kondisi g edung serta fasilitas yang ada. Dua (2) jam sebelum pertunjukan berlangsung kondisi Gedung harus dalam keadaan siap digunakan. 10. Apabila pihak pengguna baik internal maupun eksternal tidak mematuhi prosedur. E. 5.00 WIB H-1 jam 10.00 WIB dan 13. Apabila Loading Peralatan dan Setting Area melebihi waktu yang telah ditentukan maka Pihak Pengguna wajib mengkonfirmasikan hal tersebut serta mendapat ijin dari Pihak Pengelola. Selama Proses Latihan Produksi. 8. 6. Saat Pihak Pengguna meninggalkan gedung maka kondisi gedung harus dalam keadaan bersih kembali.00 ± 22. Tata Tertib Loading. . Setelah pertunjukan berakhir Pihak Pengguna diharuskan membereskan setting dan peralatan yang digunakan dibawah pengawasan Pihak Pengelola. Proses Loading dan Setting dilakukan oleh Pihak Pengguna dibawah pengawasan Pihak Pengelola. Pihak Pengelola tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang barang milik pribadi maupun barang barang yang dibawa/disewa sendiri oleh Pihak Pengguna. baik untuk Pihak Pengguna Internal maupun Eksternal. Pelaksanaan Loading Peralatan dan Setting Area hanya dapat dilakukan dengan seijin Pihak Pengelola. baik untuk peralatan/fasilitas yang digunakan maupun kebersihan serta kenyamanan gedung. Pihak Pengguna harus melaporkan pengembalian peralatan/fasiitas yang telah l digunakan kepada Pihak Pengelola untuk dilakukan pendataan ulang. Loading Peralatan dan Setting Area disesuaikan dengan waktu yang telah ditentukan oleh Pihak Pengelola. S an ksi . pencahayaan hanya menggunakan penerangan ruangan.00 WIB 3. 10. Pihak Pengelola berhak untuk menolak Loading Peralatan dan Setting Area apabila hal tersebut akan merusak. Pihak Pengguna diwajibkan mengikuti seluruh aturan dan tata tertib yang berlaku. kecuali pada saat setting tata cahaya panggung dan pertunjukan.00 ± 12. 9. Lisan (teguran) 2. 9. 4. Ajang Gelar yang disetujui oleh pihak pimpinan STSI Bandung. 7. F . merusak atau mengganti fasilitas gedung yang ada.00 ± 22. Gladi Kotor maupun pada saat Loading Peralat n dan a Setting. (dengan surat resmi) 2. Hukum yang berlaku baik Pidana maupun Perdata. Tertulis (surat resmi) yang berdasarkan kebijakan pengelola UPT. Setting Area dan Pertunjukan 1. 11. baik itu Pihak Pengguna Internal maupun Eksternal. 3. yaitu : H-2 jam 14.

S TRUK TUR OR G ANI S AS I UP T. AJ ANG GE L AR Kepala Sekretaris Kabid PERGELARAN DAN AKADEMIK Kabid DOKUMENTASI SENI Administrasi Teknisi K oor di na si I nst r uk si Teknisi Pemeliharaan Kebersihan .