Pengajaran Konsep Gaya Melalui Pendekatan Interactive Conseptual Instruction Syamsuri Hasan dan Ida Hamidah1 Abstrak : Pemahaman

mahasiswatentang konsep gaya menjadi sorotan utama dalam penelitian ini, sebab konsep gaya merupakan salah satu konsep yang mendasari teknologi, diantaranya konsep-konsep gaya dalam mekanika (fisika). Konsep-konsep gaya ini penting dipahami oleh mahasiswa karena aplikasinya yang luas dalam bidang teknologi, misalnya gaya dorong (thrust), gaya angkat (lift) dan hambat (drag) pada pesawat terbang, gaya sentrifugal pada gerak poros engkol motor (mesin mobil), gaya gesek pada putaran mesin bubut, dan masih banyak lagi aplikasi gaya yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah mengalami proses pembelajaran konsep-konsep gaya dengan pendekatan Interactive Conceptual Instruction (ICI). Penelitian berdasarkan metode diskriptif, di mana data yang diperoleh melalui pre-test dan post-test dengan pokok bahasan Dinamika Partikel (Konsep-konsep Gaya). Mahasiswa yang dijadikan sampel penelitian adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2003/2004 kelas B sebanya 31 orang. Data yang diperoleh diolah ke dalam bentuk prosentase yang selanjutnya di olah kembali dalam bentuk gain rata-rata ternormalisasi (g) untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian dapat mengungkapkan, bahwa: Pengajaran Konsepkonsep Gaya melalui pendekatan Interactive Conceptual Instruction (ICI) telah dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep gaya. Keunggulan pendekatan Interactive Conceptual Instruction (ICI) direkomendasikan untuk digunakan oleh dosen-dosen mata kuliah yang menitikberatkan pada pengajaran konsep dalam prose pembelajaran. Kata Kunci : konsep gaya, interactive conseptual instruction Pendahuluan Banyak cara yang dilakukan manusia untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Segala akal dan pikiran dicurahkan untuk menciptakan alat yang dapat mempermudah pencapaian tujuan hidupnya. Buah akal dan pikiran tersebut melahirkan sesuatu yang disebut dengan teknologi. Tidak dapat dipungkiri, bahwa dunia teknologi berkembang dengan sangat pesat. Agar dapat menguasai

1

Drs. Syamsuri Hasan, M.Pd. dan Dra. Ida Hamidah, M.Si. adalah dosen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK - UPI

1

gaya angkat (lift). Teknologi tingi hanya dapat diciptakan oleh manusia yang berkualitas. Mutu lulusan ini dapat dikontrol oleh prestasi belajar yang dicapai oleh setiap mahasiswa. diantaranya konsep-konsep gaya dalam mekanika (Fisika). misalnya gaya dorong (thrust). dan masih banyak lagi aplikasi gaya yang lainnya. 2001:23). Konsep-konsep gaya ini penting dipahami oleh mahasiswa karena aplikasinya yang luas dalam bidang teknologi.teknologi. Peningkatan terhadap penguasaan konsep suatu materi pelajaran dapat dilakukan melalui berbagai macam pendekatan pengajaran. tidak semua pendekatan pengajaran tersebut cocok untuk mengajarkan suatu konsep. Namun kenyataannya. tingkat penguasaan konsep dasar gaya yang dicapai mahasiswa cukup rendah (Hamidah. pendekatan dengan metode ceramah tidaklah cukup. gaya gesek pada putaran mesin bubut. Diperlukan suatu eksperimen di laboratorium untuk membentuk pemahaman tentang viskositas dengan baik dalam otak mahasiswa. yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan formal. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan formal memegang peranan penting dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas. gaya sentripetal pada gerak poros engkol mobil. Sebagai contoh : agar mahasiswa dapat memahami konsep viskositas dengan baik. dan gaya hambat (drag) pada pesawat terbang. Namun demikian. Metode eksperimen dalam hal ini 2 . Lulusan akan mempunyai daya adaptabilitas yang baik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi jika mempunyai tingkat penguasaan yang baik terhadap konsep-konsep yang mendasari teknologi. setiap manusia dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup tentang teknologi itu sendiri.

Diketahui bahwa sebenarnya mahasiswa itu belajar secara individual bukan kelompok. Pusat perhatian pada pembelajaran klasikal adalah keberhasilan kelas secara keseluruhan. sehingga perlu perhitungan biaya dan pengorganisasian pelaksanaan serta dukungan pendekatan pengajaran yang tepat. biasanya dosen menyampaikan materi perkuliahan dengan sistem pembelajaran tradisional atau metode ceramah dan tanya jawab. Mahasiswa perlu menyampaikan kesulitan-kesulitan yang dialaminya saat dia belajar atau menyampaikan penemuan-penemuan barunya ketika dia mempelajari sesuatu. Keterbatasan dana pendidikan yang dialami Perguruan Tinggi di Indonesia pada umumnya. dalam penelitian ini diusulkan untuk melakukan pengajaran konsep gaya dengan pendekatan Interactive Conceptual Instruction (ICI). Pembelajaran seperti itu.dianggap paling tepat untuk mengajarkan konsep-konsep yang berhubungan dengan gejala-gejala alam. bukan mahasiswa sebagai individu. Semua kebutuhan mahasiswa tersebut sulit untuk dipenuhi dosen sebab waktu untuk tatap muka di dalam kelas antara dosen dan mahasiswa cukup sempit. ICI dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep gaya yang didasarkan pada anggapan bahwa perkembangan pemahaman gaya memerlukan proses interaktif antara dosen dan mahasiswa dalam pernyamaan ide melalui proses berpikir dan diskusi (Antti Savinainen. sulit untuk mengharapkan mahasiswa memiliki pemahaman konsep yang tinggi. 2002:53). Penggunaan pendekatan ICI dalam penelitian ini didasarkan pada pertimbangan: 3 . Mengatasi masalah di atas. Perlu diperhatikan bahwa metode eksperimen memerlukan dana yang cukup besar. Mahasiswa belajar menurut kebutuhan dan kemampuannya masing-masing.

memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat membangun pengetahuannya secara aktif sehingga pemahaman konsep yang diperolehnya dapat melekat erat dalam ingatannya. memungkinkan mahasiswa memperoleh pemahaman tentang suatu konsep berasal dari diskusinya dengan teman satu kelompok. Mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dengan lebih baik dengan tidak adanya rumusan matematis 2. Gagasan tentang suatu konsep dengan sedikit atau tidak ada samasekali rumusan matematis. tetapi mereka harus memberi tambahan catatan. Latihan semacam ini berfungsi sebagai alat diagnosa untuk mengetahui tingkat kemajuan pemahaman mahasiswa. pengajaran konsep gaya dengan pendekatan ICI akan menjamin tercapainya peningkatan pembelajaran yang dicapai oleh mahasiswa. Proses seperti itu. Keunggulan pendekatan ICI yang diuraikan di atas. Kemudian mahasiswa membuat kesimpulan dari konsep yang mereka pelajari dan sudah ditandai atau sudah dibuat catatan khusus. Mahasiswa tidak diperbolehkan membawa catatan yang memuat definisi secara langsung. 4 . 3. pemahaman konsep didasarkan atas latihan tanyajawab tentang konsep tertentu. Setelah itu. mereka dapat membandingkan konsep yang mereka temukan dengan konsep yang dijelaskan oleh dosen. Hal ini disebabkan. Hal ini berbeda dengan pembelajaran tradisional.1. Materi yang disampaikan atas dasar hasil penelitian. Pendekatan ICI. di mana definisi suatu konsep dinyatakan dengan rumusan matematis. menandai dan menggaris bawahi kalimat-kalimat dalam textbook yang digunakan.

Berdasarkan uraian di atas. Pemahaman mahasiswa terhadap konsep gaya dapat ditingkatkan dengan metode pembelajaran yang tepat. apakah pemahaman mahasiswa pada konsep gaya dapat mencapai hasil yang lebih baik?” Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Adapun pertanyaan penelitiannya adalah sebagai berikut: 1. Peneliti dalam penelitian ini mencoba untuk menerapkan pendekatan ICI pada pengajaran konsep gaya dengan alasan bahwa pendekatan ICI 5 . Mahasiswa diharapkan dengan memahami konsep gaya. memiliki daya adaptabilitas yang baik terhadap perkembangan iptek. diajukan beberapa pertanyaan penelitian agar masalah dapat dibatasi dan sekaligus memperjelas arah penelitian. Bagaimanakah gambaran nilai post-test mahasiswa pada pemahaman konsepkonsep gaya? 3. maka dianggap perlu dilakukan suatu eksperimen untuk membuktikan dan menemukan metode pembelajaran yang baik dalam mengajarkan konsep gaya pada mahasiswa. Bagaimanakah gambaran peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah melakukan proses pembelajaran konsep-konsep gaya dengan pendekatan Interactive Conceptual Instruction? Gaya adalah salah satu konsep dasar fisika yang banyak diaplikasikan dalam bidang teknologi. Dengan demikian dapat dibuat suatu rumusan masalah sebagai berikut: “Jika pendekatan Interactive Conceptual Instruction dilaksanakan sesuai dengan pedoman. maka untuk mempelancar pelaksanaan penelitian ini. Bagaimanakah gambaran nilai pre-test mahasiswa pada pemahaman konsepkonsep gaya? 2.

ICI terdiri dari 4 komponen yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Mengetahui gambaran nilai pre-test mahasiswa pada pemahaman konsepkonsep gaya. yang didasarkan pada anggapan bahwa perkembangan pemahaman konsp gaya memerlukan proses interaktif antara dosen dan mahasiswa dalam penyamaan ide melalui proses berpikir dan diskusi (Savinainen. 3. Peran aktif mahasiswa.mahasiswa diharuskan untuk berperan aktif dalam pembentukan konsep gaya. Tujuan dari penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Mengetahui gambaran nilai post-test mahasiswa pada pemahaman konsepkonsep gaya. yaitu: 1. pemahaman konsep gaya tersebut akan dapat melekat erat dalam ingatan mahasiswa sehingga dapat diaplikasikan dalam ranah kognitif yang lain. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran dengan mengadaptasikan pendekatan pembelajaran Interactive Conceptual Instruction pada mata-mata kuliah yang lain menitikberatkan pengajaran konsep. 2002:53). dimana ide-ide baru 6 . Mengetahui gambaran peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah melakukan proses pembelajaran konsep-konsep gaya dengan pendekatan Interactive Conceptual Instruction (ICI). Conceptual focus atau memusatkan perhatian pada pemahaman konsep. Conceptual focus. 2. Pendekatan Pengajaran Interactive Conceptual Instruction (ICI) ICI dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang konsep gaya. A. berprinsip pada „concept first’.

dikembangkan pada tingkat konseptual dengan sedikit atau tidak ada samasekali rumusan matematis. bahwa setelah melalui diskusi kelompok. Penting untuk diperhatikan. 2001:977). 3. yang menuntun dosen untuk mengenalkan konsep-konsep fisika yang berhubungan dengan demonstrasi tersebut. 2. 4. Latihan semacam ini berfungsi sebagai alat diagnosa untuk mengetahui tingkatan pemahaman yang telah dicapai mahasiswa. dimana prestasi belajar yang dicapai siswa adalah yang terbaik (Crouch and Mazur. Latihan semacam ini juga berfungsi untuk mengatasi kesulitankesulitan yang mungkin masih dimiliki mahasiswa dan untuk menginformasikan topik pengajaran lebih jelas. Pemahaman yang dicapai mahasiswa didasarkan atas latihan tanyajawab dalam konsep tertentu. pengajaran seringkali dimulai dengan demonstrasi/peragaan tentang suatu gejala yang merupakan titik pusat perhatian untuk pengamatan dan diskusi. mahasiswa harus membandingkan antara konsep yang diperolehnya dengan konsep yang dijelaskan oleh dosen. Interaction classroom atau interaksi di dalam kelas didasarkan pada anggapan bahwa mahasiswa memiliki keyakinan tentang konsep yang diperolehnya melalui diskusi dengan teman satu kelompok. Research-based materials. Materi yang disampaikan berdasarkan hasil penelitian. Use of text. Inti dari penggunaan textbook adalah 7 . Mahasiswa tidak diperbolehkan membawa catatan yang memuat tentang definisi konsep secara langsung. Hal ini hampir serupa dengan pengajaran oleh tutor sebaya. Pendekatan ICI. Classroom interaction.

Konsep-konsep merupakan batu-batu utama pembangun (building blocks) berpikir. Mahasiswa diharuskan untuk membuat/ menambahkan catatan pada suatu kalimat. Berhubungan dengan konsep-konsep fisika pada mahasiswa. menggarisbawahi kalimat-kalimat yang penting. Fisika yang dipelajari di lembaga pendidikan formal adalah pengetahuan tentang fisika sebagai ilmu yang merupakan produk para ahli yang lazimnya dikenal dengan matakuliah Fisika. Belajar Konsep Fisika merupakan suatu disiplin ilmu yang berusaha menjelaskan dan menguraikan berbagai gejala alam dengan gambaran menurut pikiran manusia. Materi matakuliah Fisika terdiri dari fakta-fakta. konsep-konsep dan prinsip-prinsip. dan 8 . Belajar konsep merupakan hasil utama pendidikan.bahwa pemahaman yang diperoleh mahasiswa berasal dari interaksinya dengan buku dan berasal dari pemahaman suatu text. B. Mahasiswa tanpa dilandasi dengan pembentukan konsep. maka tidak dapat diharapkan tersusunnya materi mata kuliah yang dapat difahaminya. Seorang mahasiswa untuk memecahkan masalah. kemudian membuat kesimpulan dari definisi suatu konsep yang mereka pelajari. Konsepkonsep merupakan dasar bagi proses-proses mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip-prinsip dan generalisasi-generalisasi. maka yang paling penting diperhatikan adalah bagaimana mahasiswa membentuk konsep dalam pikirannya. bukan berasal dari proses menyalin definisi dari suatu buku. Pada dasarnya fisika merupakan deskripsi kuantitatif tentang alam. harus mengetahui aturan-aturan yang relevan.

Konsep panas sangat berbeda dari konsep relativitas dalam beberapa dimensi. 1996:79). tinggi. yaitu: 1. Atribut. dan sambungan-sambungan yang mengarah ke bawah yang mengangkat permukaan itu dari lantai. hipotesis dan pengujian (testing). konsep disjunktif dan konsep relasional. Flavell (1970) menyatakan. Contoh: konsep meja harus mempunyai permukaan yang datar. Konsep konjunktif adalah konsep dimana terdapat dua atau lebih sifat-sifat sehingga dapat memenuhi syarat- 9 . Pembentukan konsep merupakan proses induktif. Struktur menyangkut cara tergabungnya atau terkaitnya atributatribut itu. paling sedikit dalam bentuk primitif yang melibatkan proses-proses psikologi seperti analisis diskriminatif. Bila anak dihadapkan pada stimulus-stimulus lingkungan ia mengabstraksi sifat-sifat tertentu atau atribut-atribut tertentu yang sama dari berbagai stimulus-stimulus. atau dapat juga atribut-atribut itu berupa fungsional. Ada tiga macam struktur yang dikenal. diferensiasi. Struktur. abstraksi. 2. dan generalisasi. pembentukan (generation). Atribut-atribut dapat berupa fisik. bahwa konsep-konsep dapat berbeda dalam tujuh dimensi. termasuk juga atribut-atribut yang tidak relevan.aturan-aturan ini didasarkan pada konsep-konsep yang diperolehnya (Dahar. Contohcontoh konsep harus mempunyai atribut-atribut yang relevan. atau bentuk. Pembentukan konsep merupakan suatu bentuk belajar penemuan (discovery learning). seperti warna. yaitu Konsep konjunktif. Setiap Konsep mempunyai sejumlah atribut yang berbeda. Macam-macam konsep yang kita pelajari tidak terbatas.

7. Konsep-konsep dapat dilihat dan konkret. konsep kucing ditujukan pada seekor hewan tertentu yaitu kucing keluarga. konsep-konsep dapat berbeda dalam posisi subordinat atau superordinatnya. Ini ditujukan pada jumlah contoh-contoh yang terlibat dalam konsep itu. 6. Gaya Gaya dalam kehidupan sehari-hari didefinisikan sebagai tarikan atau dorongan. 4. Ketepatan suatu konsep menyangkut apakah ada sekumpulan aturan-aturan untuk membedakan contoh-contoh dari noncontoh-noncontoh suatu konsep. Bila anak itu telah mengenal beberapa kucing lainnya. Generalitas atau Keumuman. 10 . Keinklusifan. Bila diklasifikasikan. C. Bagi seorang anak kecil. bahwa konsep itu penting. Konsep relasional menyatakan hubungan tertentu antara atribut-atribut konsep. Konsep disjunktif adalah konsep-konsep dimana satu dari dua atau lebih sifat-sifat harus ada. Kita dapat mendefinisikan gaya dalam bentuk percepatan yang ditimbulkan gaya tersebut pada benda standar. Kekuatan. konsep kucing menjadi lebih luas. 3. 5. Ketepatan. Tarikan atau dorongan yang bekerja pada sebuah benda dapat menyebabkan benda tersebut bergerak dipercepat. Konsep wortel adalah subordinat terhadap konsep sayuran. termasuk lebih banyak contoh-contoh. Keabstrakan. Kekuatan suatu konsep ditentukan oleh sejauh mana orang setuju.syarat sebagai contoh konsep. atau konsep-konsep itu terdiri dari konsep-konsep lain.

dimana g menyatakan percepatan gravitasi bumi. maka gaya sebesar F harus dikerjakan pada benda itu dan besar dari gaya F  berbanding lurus dengan besar a (Halliday. Mb = massa bumi = 5. Jika dua atau lebih gaya bekerja pada sebuah benda. gaya pegas. gaya tegang tali. Percepatan adalah besaran vektor. gaya internal. oleh karena itu gaya juga harus merupakan besaran vektor. dengan rumus: g G Mb R2 di mana: G adalah konstanta gravitasi universal = 6. gaya gravitasi.kg2. dan lain-lain. besarnya dinyatakan oleh:    F = m. g . jika benda dengan massa 1 kg memiliki percepatan    a . yaitu benda yang memiliki massa sebesar satu kilogram (kg). Gaya yang dikenal dalam ilmu Fisika banyak macamnya.misalnya kilogram standar. Namun dalam kaitannya dengan penelitian ini.al. gaya-gaya yang dibahas adalah gaya yang diaplikasikan pada hukum Newton tentang gerak (mekanika Newton) pada pkok bahasan Dinamika Partikel.67 x 10-11 N/m2. misalnya: gaya gesek. Semua gaya ini mempunyai efek yang sama pada benda. maka gaya total yang bekerja pada benda itu adalah jumlah vektor dari semua gaya.89 x 1024 kg 11 . gaya aksi-reaksi. et. yaitu percepatan. 2001:74). Secara umum. yang besarnya bervariasi menurut ketinggian benda dari pusat bumi. Gaya gravitasi atau gaya berat adalah gaya yang dialami oleh sebuah benda akibat tarikan bumi. yaitu: 1. Gaya Gravitasi (gaya berat/W). yaitu besaran yang memiliki besar dan arah..

378 x 106 m). yaitu: 1. 2. (Rbumi = 6. Gaya tegang tali adalah gaya yang bekerja pada benda akibat tarikan/tegangan tali. Besar gaya gesek dinyatakan oleh: f = . Hukum-Hukum Newton Tentang Gerak Hukum Newton yang membahas tentang gerak benda ada tiga. Gaya Normal (N). kecuali jika pada benda itu bekerja gaya yang resultannya tidak sama dengan nol. Gaya ini muncul sebagai akibat perubahan elastik benda-benda yang bersinggungan.N.” (Giancoli. dimana adalah koefisien gesekan dan N adalah gaya normal. Gaya Gesek (f).R = jarak antara benda dengan pusat bumi. maka T1 = T2 T1 T2 m1 m2 D. 3. Gaya gesek adalah gaya yang menghambat gerak benda. Gaya gesek terbagi menjadi dua. Gaya Tegang Tali (T). 1998:79) 12 . yaitu gesekan statis (benda belum bergerak) dan gesekan kinetis (benda sedang bergerak). Hukum I Newton: “Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak dengan keepatan tetap. Gaya ini bekerja menjauhi benda yang ditinjau. T1 = gaya tegang tali pada m1 T2 = gaya tegang tali pada m2 Jika talinya dianggap tidak bermassa/tidak elastis. Arah gaya normal selalu tegak lurus pada bidang antarmuka kedua benda yang bersinggungan. Penyebab terjadinya gaya gesek adalah kurang ratanya permukaan benda yang bergeseran dan adanya gaya tarik menarik (adhesi) antara permukaan benda yang begerseran. 4. Gaya normal atau gaya pembeban selalu timbul jika dua buah benda bersinggungan.

Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI angkatan tahun 2002/2003. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang pembelajaran mahasiswa pada pokok bahasan Dinamika Partikel. 1998:81). FPTK. Universitas Pendidikan Indonesia. mulai dari bulan Agustus 2003 – Desember 2003. Hukum II Newton: “Percepatan yang timbul pada sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja pada benda itu dan berbanding terbalik dengan massa benda itu.2. Hukum III Newton: “Bila sebuah benda mengerjakan gaya pada benda kedua (disebuat aksi). 1998:81) 3.” (Giancoli. Data diambil 13 . Sedangkan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan dosen mata kuliah Fisika Teknik (MSN 301) tahun pembelajaran 2003/2004. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. variabel dalam penelitian ini adalah pendekatan ICI dalam pengajaran konsep gaya sebagai variabel bebas (X) dan prestasi belajar mahasiswa sebagai variabel terikat (Y). Arah dari percepatan adalah sama dengan arah dari gaya total yang bekerja pada benda. yaitu metode yang digunakan untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar mahasiswa yang mempelajari gaya dengan metode Interactive Conceptual Instruction. Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan pendidikan Teknik Mesin. Sampel penelitian yaitu mahasiswa S1 JPTM angkatan 2003 kelas B. maka benda kedua akan mengerjakan gaya yang sama besar dan berlawanan arah (disebut reaksi) dengan gaya aksi. (Giancoli. Sesuai dengan judul penelitian.

Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini arahkan untuk memenuhi tujuan analisis dan untuk mengklasifikasikan data penelitian.7 <g> 0. jika 0. al.3 (Richard R. Mengklasifikasikan <g> ke dalam kategori berikut ini: “g-tinggi”. jika <g> 0. Teknik yang dilakukan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1. 2. 1998:65) 14 . FCI adalah tes berbentuk pilihan ganda yang dirancang untuk memonitor/mengikuti perkembangan pemahaman mahasiswa tentang konsep gaya dan hubungannya dengan dinamika (Hestenes.dengan cara memberikan pre-test dan post-test model Force Concept Inventory (FCI).7 “g-rendah”. jika <g> “g-sedang”.3 0.1992:141). Memeriksa hasil pre-test dan post-test serta memberikan nilai dalam bentuk prosestase (jumlah mahasiswa yang menjawab benar/jumlah keseluruhan mahasiswa x 100 %). Mendefinisikan gain (perolehan nilai) rata-rata ternormalisasi <g>.et. untuk mengkategorikan hasil penelitian dengan rumus: g % G % G max (% Sf % Si ) Si ) (100% % keterangan : <G> = gain rata-rata <G>max= gain rata-rata maksimum yang mungkin dicapai <Sf> <Si> = nilai rata-rata post-test = nilai rata-rata pre-test 3. Hake.

85 % (kategori sedang). Sedangkan post-test dilaksanakan setelah pengajaran konsep gaya dengan pendekatan ICI dilakukan. pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep gaya dapat ditingkatkan. Kenaikan angka ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan ICI.Pembahasan Memperoleh informasi tentang pemahaman mahasiswa pada konsep gaya melalui pendekatan pembelajaran ICI. dengan pemberitahuan terlebih dahulu. 15 . telah diberikan pre-test dan post-test kepada mahasiswa.2 % (kategori rendah) sedangkan nilai ratarata mahasiswa pada post-test menunjukkan angka 64. Hasil yang diperoleh ditunjukkan pada diagram berikut ini: nilai pre-test & post-test (%) 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1 2 3 4 konsep-konsep gaya pretest posttest Gambar 4.1 dapat dihitung bahwa nilai rata-rata mahasiswa pada pre-test menunjukkan angka 43. Pre-test dilakukan sebelum pengajaran konsep gaya.1 Nilai mahaiswa pada pemahaman konsep gaya Berdasarkan gambar 4.

Gambar 4. 16 . Klasifikasi peningkatan pemahaman mahasiswa pada konsep gaya dapat dianalisa melalui gain rata-rata ternormalisasi. 4.2.1 memperlihatkan bahwa dengan menggunakan pendekatan pengajaran ICI. 12). Keterangan: 1: konsep gaya tegang tali 2: konsep gaya gesekan 3: konsep gaya normal 4: konsep gaya gravitasi Berdasarkan gambar 4. Gain rata-rata ternormalisasi pada konsep gaya tegang tali dan gaya gesekan termasuk ke dalam kategori sedang.8 <g> 0. dengan menggunakan rumus seperti yang dijelaskan dalam bab III (hal. dapat dinyatakan bahwa: (a).2 <g> untuk pemahaman mahasiswa pada konsep gaya.2 0 1 2 3 4 konsep-konsep gaya Gb. Hasil yang diperoleh ditunjukkan pada diagram berikut ini: 1 0.6 0. pemahaman mahasiswa pada semua konsep gaya mengalami peningkatan.4 0.

<g> gravitasi = 0. <g> normal = 0. Sedangkan peningkatan pemahaman mahasiswa tentang konsep gaya gravitasi (point (c)). kita dapat melihat bahwa pemahaman mahasiswa tentang konsep-konsep gaya dengan menggunakan pendekatan ICI. Gain rata-rata ternormalisasi pada konsep gaya normal termasuk ke dalam kategori tinggi.80 (c). Hal ini juga menyebabkan bahwa konsep gaya gravitasi yang dipahami oleh mahasiswa adalah salah (mis konsepsi). dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut ini: 17 .05 Bedasarkan point (a) dan (b) di atas.<g> tegang tali = 0.42 <g> gesekan = 0. baik dengan dosen maupun dengan mahasiswa yang lain. yaitu dalam kategori sedang dan tinggi. Dengan kata lain. pendekatan ICI dalam pembelajaran konsep gaya gravitasi tidak dilaksanakan secara utuh. Hal ini terjadi karena pada proses pembelajaran konsep gaya gravitasi. Gain rata-rata ternormalisasi pada konsep gaya gravitasi termasuk ke dalam kategori rendah.63 (b). mahasiswa tidak sempat mendiskusikan pemahaman yang diperolehnya melalui text book di dalam kelas. berada pada kategori rendah. Kesimpulan Hasil penelitian yang telah dilakukan dan dari hasil pengolahan data. mengalami peningkatan yang cukup berarti.

1. Rekomendasi 1. 5. Peningkatan pemahaman mahasiswa pada konsep gaya normal berada pada kategori tinggi. Peningkatan pemahaman mahasiswa pada konsep gaya gravitasi berada pada kategori rendah. Dosen mata kuliah lain dapat menggunakan pendekatan pengajaran Interactive Conceptual Instruction untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada konsep-konsep matakuliah yang bersangkutan. 3. Nilai rata-rata pemahaman konsep gaya yang diperoleh mahasiswa pada pretest berada kategori rendah. 2. Pengajaran konsep gaya melalui pendekatan Interactive Conceptual Instruction telah dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa. 18 . Peningkatan pemahaman mahasiswa pada konsep gaya tegang tali dan gaya gesekan berada pada kategori sedang. 4. 6. Nilai rata-rata pemahaman konsep gaya yang diperoleh mahasiswa pada post-test berada kategori sedang. 2. Pendekatan Interactive Conceptual Instruction harus dilaksanakan sesuai dengan pedoman agar hasil yang diperoleh mencapai nilai maksimum.

1970. 66.. Physics. G. Halliday. D. M. Phys. Hestenes. R. Teach. E. and Walker J.. Principles with Applications. Physics Education 37 (1). Van Nostrand Giancoli. Am..H. Phys. undamentals of Physics. Hamidah. 2002. Peer Instruction: Ten Years of Experience and Results. Force Concept Inventory. J. p. 53 .158 Savinainen. The Developmental Psychology of Jean Piaget. Princeton: N. Phys.141 .J.. P. Jakarta: Penerbit Erlangga.. and Mazur. sixth edition. 2001. Using the Force Concept Inventory to Monitor Student Learning and to Plan Teaching. p. Teori-teori Belajar. 2001.W.. 970-977. 1992. R. Hake. p.H. J. 69. 1998... 64-74. D. And Scott.C. J. C. New York: John Wiley and Sons Inc. D. Interactive-engagement versus traditional methods: A sixthousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses.57 19 .. London: Prentice Hall International (UK) Limited. Resnick. Tingkat Penguasaan Konsep Dasar Mekanika Mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FPTK-UPI Angkatan 2001/2002. 30.. 1998. Dahar.. R. Am. A. Tidak diterbitkan.DAFTAR PUSTAKA Crouch. 1996. p.R. and Swackhamer. 2001. I. Flavell. Wells..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful