RUANG ATAS Ayat Alkitab yang didramakan: ----------------------------Matius 26:26-35 Markus 14:17-31 Lukas 22:4-22, 31-34 Yohanes 13:2-28 Pemain: ------Yesus, Yakobus, Yohanes, Petrus

, Andreas, Yudas, Bartolomeus, Yakobus anak Alfeus, Thomas, Filipus, Matius, Tadeus, Simon. Peralatan yang diperlukan: -------------------------Meja (bisa juga altar) di atasnya diletakkan cangkir dan mangkuk yang berisi makanan (anggur, irisan apel, irisan anggur, buahbuahan, irisan daging kering, buah yang dikeringkan, kacang, roti yang disediakan untuk dipecah-pecah oleh Yesus) dan minuman (jus apel, anggur, satu cawan untuk Yesus menuang anggur). Peralatan makan pada waktu itu umumnya terbuat dari logam, kayu, tembikar, kaca yang masih kasar, garpu dan sendok tidak biasa digunakan; cawan khusus untuk diedarkan Yesus; bangku yang tidak ada sandarannya atau bangku biasa; kostum; kantong uang untuk Yudas; ember dan handuk; bangku untuk Petrus pada saat drama di mulai. Dekorasi: --------Aturlah dekorasinya sebelum kebaktian di mulai. Jika perjamuan kudus dilakukan sebagai bagian dari drama ini, peralatan untuk perjamuan kudus bisa menjadi bagian dari alat-alat yang diatur di atas meja. Beberapa murid bisa berdiri di belakang murid lainnya atau duduk di sekeliling meja. Skenario: --------(Yesus, Petrus, dan Yohanes masuk memimpin murid-murid lainnya) Petrus : Inikah tempat yang Engkau maksudkan itu Rabi? Ruangan ini nyaman sekali. Yohanes : (Memandangi meja yang sudah diatur) Dan semua yang kita perlukan sudah tersedia. Yesus : Petrus dan Yohanes, kalian sudah mengerjakannya dengan baik. Ini ruangan yang Aku perlukan. Yudas : (Maju ke depan murid-murid) Duduklah di sini, Guru. (Menunjuk sebuah kursi untuk Yesus, yang duduk tetapi kemudian berdiri lagi ketika Yudas juga menunjukkan kepada murid-murid lainnya, kecuali Petrus, di mana mereka harus duduk. Petrus lalu duduk di bangku di depan meja). Yesus : (Berlutut di depan Petrus dengan ember dan handuk) Lepaskan kasutmu, Petrus. Petrus : (Mengulurkan tangannya seolah-olah ingin menghentikan Yesus) Guru, Kau tidak seharusnya membasuh kakiku. Engkau

bukan pelayan. Yesus : Sekarang kamu memang tidak memahami apa yang Aku lakukan, tetapi Aku berjanji bahwa kamu akan memahaminya nanti. Petrus : (Dengan marah) Tidak, Engkau bukan pelayanku. Tidak seharusnya Engkau membasuh kakiku. Yesus : (Juga marah) Kalau begitu, kamu juga bukan lagi murid-Ku! Petrus : (Mulanya tertegun, kemudian membuka tangannya dengan penuh keyakinan) Kalau begitu basuhlah juga tangan dan kepalaku. Yesus : (Melihat ke murid-murid yang lain) Kalian semua bersih, kecuali satu orang. (Para murid saling berbisik-bisik ketika Yesus membasuh kaki Petrus). Yudas : (Bangkit berdiri dan berkata kepada mereka semua; para murid sepertinya tidak mendengarkannya) Lihatlah apa yang Dia lakukan! Ketika kita memasuki Yerusalem empat hari yang lalu, orang-orang mengelu-elukan Dia sebagai raja. Mereka tahu bahwa Dia adalah Mesias kita! Sesuatu harus segera terjadi; seseorang harus melakukan sesuatu untuk meyakinkan Yesus bahwa inilah saatnya untuk mendirikan kerajaan-Nya. Dan Dia ada di sini, sedang membasuh kaki Petrus. (duduk) Yesus : (Bangkit dan berbicara kepada murid-muridnya) Aku ingin kalian mengetahui meski Aku adalah Tuhan dan Guru, Aku juga adalah seorang pelayan. Dan kalian juga harus saling membasuh kaki seorang dan yang lainnya. (Duduk di kursi yang telah dipilih oleh Yudas). Yudas : Guru, Yohanes dan Petrus telah melayanimu dengan baik. Kita gratis menggunakan ruangan ini, meskipun kita bisa membayar sewanya. Akhir-akhir ini persembahan (mengguncangkan kantong uang) sudah banyak. Kita akan dapat menolong banyak orang miskin. Aku sangat senang melayani-Mu, Guru, dan berharap bisa melanjutkan pelayanan-Mu ketika Engkau menjadi raja di Israel. (Yesus memandang dia dengan penuh pemahaman dan kekecewaan. Petrus kemudian berbicara). Petrus : Yesus tidak pernah mengatakan kepada kita bahwa Dia berencana untuk memerintah Israel. Yudas : Tetapi sebelum Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, Yesus dengan jelas mengatakan bahwa Dia datang tidak untuk membawa damai tetapi untuk membawa pedang yang akan memisahkan anak dari ayah dan anak perempuan dari ibunya (Matius 10:34-35). Tomas : (Sedih) Tetapi Dia tidak berbicara tentang perang dalam arti sebenarnya. Yang Dia maksud adalah bahwa kita akan dipecah-belah oleh pemikiran-pemikiran kita. Kita semua memiliki anggota keluarga yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias kita. Bukankah seperti itu maksud-Mu Guru?

Petrus : Rabi. engkau akan menyangkali Aku tiga kali. Setiap murid mengambil seiris kecil roti dan memakannya meskipun . dan kemudian mengangkatnya) Maksud Guru. siapakah yang akan mengkhianati Engkau? Siapa itu di antara kami? Yesus : Aku akan mencelupkan roti ini dan memberikannya kepadanya. Yesus : Apakah kamu benar-benar tahu apa yang kamu ucapkan itu Petrus? Sebelum ayam berkokok menjelang esok pagi. Yohanes : Guru. yang diberikan kepadamu. Mungkin dia pergi untuk membagikan uang itu kepada orang miskin. Thadeus : Lalu mengapa dia meninggalkan kantong uang ini? Yesus : (Memegang roti sedangkan para murid diam dan mendengarkan dia) Terpujilah Allah. memandang roti itu beberapa saat. Filipus : Matius. tanyakan kepada-Nya siapa yang akan mengkhianati Dia? (Hanya Yohanes dan Yudas yang mendengar hal ini). dan meninggalkan panggung). sebelum malam ini berakhir. Terimalah dan makanlah. Para murid kemudian memutuskan untuk makan. (Murid lainnya mengangguk dan bergumam setuju sementara Yudas menggeleng-gelengkan kepalanya dan memandangi Yesus). Filipus. (Yesus memecah-mecah roti dan membagikannya kepada para murid di sebelah kanan dan kiri-Nya. (Yudas membuang roti dan kantong uang itu. kan? Yesus : Kamu telah mengatakannya. Petrus : (Sangat sedih. salah satu dari kalian akan mengkhianati Aku. manakah yang benar? Apa yang akan Engkau lakukan? Yesus : (Menghela napas dan memandang murid-murid-Nya) Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kerajaan-Ku bukanlah kerajaan yang ada di dunia. di mana pun kerajaan-Mu berada. membagikan makanan dan saling bercakap-cakap). Petrus : (Meminta perhatian Yohanes) Yohanes. (Melihat para murid) Kalian semua harus tahu. Inilah tubuh-Ku. (Memasukkan roti ke dalam mangkuk dan memberikannya kepada Yudas). aku tidak akan melakukan itu! Aku akan dipenjara untuk-Mu! Aku akan mati untuk-Mu! Yesus : (Tersenyum sedih ketika pelan-pelan Petrus duduk) Petrus. Aku akan berdoa supaya kamu memiliki kekuatan. Simon : Dia membicarakan uang. Yudas : (Mengambil roti itu. bangkit berdiri) Tuhan. Mungkin masih ada sesuatu yang diperlukan untuk Paskah. akan pergi kemana Yudas? Mengapa dia pergi sekarang saat makan malam belum selesai? Matius : Aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.Andreas : Guru. Lakukanlah ini untuk mengenang Aku. bukan aku. (Setiap orang terpaku sesaat. aku akan melayani-Mu dengan setia.

` Jemaat : Kita datang kepada Bapa melalui Dia. kebenaran dan hidup. Ketika kamu makan dan meminumnya. atau semua murid kecuali Yohanes bisa keluar). Jemaat : Ia mengirimkan Roh Kudus bagi kita. Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu di Rumah Bapaku. Minumlah ini kamu semua. Inilah darah-Ku." (Yesus keluar. USA. are the Christ Penulis : Carol Hillebrenner Penerbit : Augsburg Fortress. Sekarang (Dia berdiri) Aku harus pergi untuk berdoa. Yesus : Ya. Pilipus : Guru. kamu yang memakan roti ini akan hidup kekal (Yohanes 6:58). Yohanes : Marilah kita bangkit dan memberitakan Kristus. Yohanes : Yesus berjanji bahwa Dia akan datang lagi. Minneapolis. apa maksud semua ini?" Yesus : "Aku telah memberikan tubuh dan darah-Ku. Percayalah kepada Allah dan percayalah kepada-Ku.O.mereka sepertinya bertanya-tanya dan berbisik-bisik satu dengan lainnya)." (Yesus memberikan cawan itu dan setiap murid meminum dari cawan itu). Yohanes : Yesus berjanji memberi kita Penolong. apakah ini yang Kau maksudkan ketika Engkau berkata kepada orang banyak di Kapernaum bahwa Engkau adalah roti hidup? (Yohanes 6:35). Jemaat : Dia berjanji akan datang bagi kita dan membawa kita kepada Bapa-Nya. Kasihilah sesamamu seperti Aku telah mengasihi kamu. Yesus berjanji bahwa ada banyak tempat di rumah Bapanya. kamu hidup di dalam Aku dan Aku hidup di dalam engkau. Para murid sekarang bisa melayani Perjamuan Kudus kepada para jemaat. yang selalu tinggal dengan kita selamanya. (t/Ratri) Sumber diterjemahkan dari: Judul Buku : Chancel Drama for Lent and Easter: Y. 1990 Halaman : 34 . Jangan kuatir dan sedih tentang apa yang akan terjadi. Thomas : "Rabi. Sekarang Aku memberimu perintah yang baru. Jemaat : Dia pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita. Yohanes : Yesus mengatakan.38 [*Red: Naskah drama di atas hanya merupakan ide dan draft awal saja. Bisa disederhanakan atau menggunakan sistem dubbing (ada orang di belakang layar yang berbicara) untuk setiap percakapan yang ada. (Menuang minuman ke dalam cawan dan mengangkatnya sedangkan para murid diam melihat) Terpujilah Tuhan. Yang penting adalah ekspresi dan bahasa tubuh harus jelas. `Akulah jalan. yang tercurah untuk kamu semua.U. jika diinginkan.] .

tentu saja. Pak. Apakah tidak ada seseorang yang pernah memberitahukannya?" Pemuda: ------"Permisi! Bolehkah saya meminta sebuah salib... Ngemis kok di sembarang tempat. salib. yang paling besar ini. Saya sedang terburu-buru. saya tidak mempunyai cukup waktu untuk urusan seperti ini. Tentu saja yang kecil yang paling laris. Barangkali di antara Saudara ada yang berminat? Ayo. saya telah menawarkan salib. Si Kaya NASKAH Panggung dalam keadaan kosong. besar sekali. huh!" [Sambil beranjak pergi. tidak usah bayar alias gratis! Nah. itu ada seseorang sedang menuju ke mari. sampai sekarang belum ada peminatnya. lain kali saja. Ayo. Dan anehnya.. silakan datang dan pilih sendiri. sedang. Selamat pagi.MEMILIH SALIB PEMAIN 1. setelah menempuh perjalanan yang jauh. Manajer 5. Siapa yang mau. Terdengar suara hiruk-pikuk seperti di jalan ramai. Ia tidak tahu. dan kecil. coba saya tawarkan dia. dari ukuran yang besar sampai yang kecil dengan berbagai alasan. Maukah Bapak mampir sejenak untuk memilih sebuah salib?" Pria: ----"Maaf. tentu saja boleh!" [Kepada Penonton] "Ini baru kejutan! Belum ditawari. saya tidak tahu mengapa begitu. bolehkah saya numpang beristirahat sejenak di sini? Saya berasal dari negeri yang jauh. betapa pentingnya salib bagi hidupnya. Seseorang: ---------"Aaaah . silakan Dik. lelah sekali rasanya.. Seseorang (Penjual Salib) 2." Pemuda: . besar. Pria 3. sepanjang perjalanan. Banyak orang telah mengambilnya. lho . sudah meminta!" "Ayo. Seorang lelaki setengah baya muncul dari kanan panggung sambil membawa sebuah tas perjalanan dan beberapa buah salib dengan berbagai ukuran. tanpa dekor apa pun. Saudara-saudara.] Seseorang: ---------"Sungguh kasihan. pilih mana yang kau suka! Gratis. Pak?" Seseorang: ---------"Oh. salib. Pemuda 4.

" [Menarik napas panjang.. boleh! Silakan kau ambil yang itu saja!" Pemuda: ------"Terima kasih!" [Berlalu sambil membawa salibnya. ingin selalu menonjol. boleh. kayunya kasar dan tampak buruk lagi! Ah. Lagipula.. tapi .. mengapa tidak kaupilih yang paling besar saja?" Pemuda: ------"Waaah . kok pagi-pagi sudah mengeluh panjang pendek.] "Di mana-mana anak muda selalu sama. berdasi. ada apa ini?" Seseorang: ---------"Oh. kukira yang ini cocok untukku!" Seseorang: ---------"Mengapa begitu?" Pemuda: ------"Pertama-tama... sudahlah. Sangaaat ." Manajer: -------[Masuk dari kiri panggung.------"Gratis?" [Seseorang menganggukkan kepalanya. sangat membanggakan rasanya. boleh .] "Ah. Lagipula. saya sedang latihan ilmu pernapasan! Apakah Saudara juga berminat dengan salib-salib ini?" Manajer: -------- . Boleh kan?" Seseorang: ---------"Oh. lalu mengambil salib terbesar kedua.. kalau diberi tanggung jawab yang lebih besar. maka kupilih yang cukup besar.. tidak. takut.. aku pilih yang ini saja. Kalau yang itu terlalu berat untukku. Pemuda memilih-milih salib. di mana-mana orang dapat melihat salib yang kubawa... seorang eksekutif muda] "Lho. Yah. tentu saja karena gratis.. semangat tinggi. membawa tas kantor..] Seseorang: ---------"Haaaahh . aku masih muda. Kedua. Haaaaahhh .. tidak. masih mampu memikul salib yang besar. aku pilih yang ini saja!" Seseorang: ---------"Tunggu dulu! Kalau begitu.

yang cantik penampilannya. Saya memang sedang mencari-cari salib yang cocok untuk saya. bukan itu maksud saya!" Seseorang: ---------"Lalu. Mudah terlihat pada saat . bukan. sebuah salib yang sedang besarnya dan cantik penampilannya. yang bisa dua-duanya yah cuma ini!" [Menunjuk salib yang sedang.!" Seseorang: ---------"Huss! Seperti iklan saja!" Manajer: -------"Oh iya. bagaimana maksud Saudara yang sebenarnya? Coba katakan!" Manajer: -------"Bukan maksud saya untuk memilih sebuah salib besar yang dapat melambangkan kehebatan saya! Bukan.. sebaliknya. bagaimana?" Manajer: -------"Justru. bukan!" Seseorang: ---------"Lantas.. Yang mudah diajak menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi saya." Seseorang: ---------"Yang sedang besarnya." Seseorang: ---------"Maksud Saudara?" Manajer: -------"Begini! Sebagai seseorang yang sedang memperoleh karir yang baik."Salib? Wah. sama sekali. saya ambil salib yang ini saja! Cantik penampilannya." Seseorang: ---------[Menunjuk pada salib yang paling besar.] "Kalau begitu. banyak.] "Ini yang gue cari . lupa! Oke. salib yang besar itu pasti cocok untuk menjadi simbol kehebatan Saudara! Bukankah begitu?" Manajer: -------"Oh. Saya menginginkan sebuah salib yang fleksibel. banyak. Jadi. saya membutuhkan sebuah salib yang cocok yang dapat mewakili keberadaan saya. kebetulan sekali. besarnya pun sedang.] Manajer: -------[Mengambil dengan antusias.

.] Manager: -------"Oke. Salib ini diberikan dengan cuma-cuma..] Seseorang: ---------[Menggumam sendiri. ini dia . masuk langsung menghampiri Seseorang..... tidak perlu! Bapak tidak perlu membayar sepeser pun..diperlukan.] Si Kaya: -------"Tolong carikan sebuah yang pas untuk saya..] "O. sesuai dengan jabatan dan kedudukan saya.." Seseorang: ---------"Betul. silakan.. hei. Hei.. bukankah Tuhan mengatakan bahwa kita harus cerdik seperti ular. Pak untuk salibnya ini... per .. hei . dan segala atribut yang menunjukkan kekayaannya.. [Membuka-buka kitab yang dibawanya. cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. na ... [Membuka tas dan memasukkan salib... u .. cerdik sep .." Seseorang: ---------[Seperti tersentak dari lamunan. begitu .] "Cerdik ... betul!" [Dengan sikap hormat. Permisi. Pak ." [Sambil terus mengangguk-anggukkan kepala..] Seseorang: ---------"Tidak....] "Saya dengar Saudara mempunyai koleksi berbagai macam salib.. Berapa pun akan saya bayar. terima kasih. mudah pula disembunyikan bilamana membahayakan karir saya.] Ah.. ya ." [Mengangguk-anggukkan kepala] "Pintar sekali Saudara ini!" Manajer: -------"Yaah . ti .. asal saja Bapak mau memilikinya!" .!" Si Kaya: -------[Berdasi. silakan. ya itulah yang kulakukan!" Seseorang: ---------"Oooh . memakai setelan jas.. cerdik seperti ular.." [Mengeluarkan seikat uang kertas." [Manajer berlalu. ya . lar. ya ...! Merpatinya ma ..... se .] Seseorang: ---------"Oooh .

hanya bikin repot saja. Sekali lagi terima kasih. Nanti uangnya akan saya berikan kepada mereka yang membutuhkannya.Si Kaya: -------"Kalau begitu. maaf saya tidak punya lebih banyak waktu lagi.. Pak!" Si Kaya: -------"Tidak apa-apa. beberapa kali. lalu ke arah salib. terima kasih. yang ini ." Seseorang: ---------"O..] Ah. aku kira yang ini paling cocok untukku.ya? Begitukah?" Si Kaya: -------"Ya.!" Ah. yang ini saja!" [Mengambil salib yang paling kecil dengan gembira. Ayo.] Seseorang: ---------"Sekecil itu?" Si Kaya: -------"Yah.. Bapak seorang yang sangat dermawan. salib yang besar kan cocoknya untuk mereka yang masih muda dan punya banyak waktu.. salib yang bapak suka.] Sangat cocok untuk Bapak!" Si Kaya: -------"Apa?! [Terkejut. Pak. Untuk seorang businessman seperti aku yang selalu sibuk. ambil saja uang itu untukmu. tidak. [Mengambil salib paling besar. [Memandang sejenak ke Si Kaya. Sampai jumpa. [Keluar. Terserah mau kamu apakan!" Seseorang: ---------"Terima kasih.] Seseorang: . mana salibnya?" Seseorang: ---------"Saya kira .. Enak yang seperti ini (Memperlihatkan salib yang kecil) "Cilik yo . saya harus segera berangkat ke luar negeri.] Sebesar dan seburuk itu? Tidak." Si Kaya: -------[Melihat-lihat dan menimbang-nimbang salib yang ada.] "Nah. Kalau bagiku. jangan paksa aku untuk memikul salib sebesar dan seburuk itu! Aku tidak akan sanggup!" Seseorang: ---------"Silakan bapak pilih sendiri. tidak akan cukup waktuku jika harus memilih salib yang besar-besar. kecil dan praktis..

Juru rekam suara dan efek suara .Kumpulan orang banyak (bisa orang biasa atau prajurit) . tiga wanita menunduk sedih. . Terima kasih.Bayangan/siluet: tiga salib.Orang 1 dan 2 . Atau.Yohanes . .Maria .Peralatan untuk drama atau pantomim: pakaian zaman dahulu.John Henry Jowett - Kematian Yesus Pemain: . Selesai!" . Seperti yang saya katakan pada awal saya baru tiba tadi.Efek suara dan suara.---------"Benarkan Saudara-saudara.Yesus . sama seperti jangkar pada perahu atau sepasang sayap pada burung. terus memikulnya kian kemari. Permisi! Sampai jumpa! Seseorang berjalan keluar diiringi musik yang meriah.Samuel Rutherford .Yusuf dari Arimatea . tiga orang berjubah berdiri tegak.Pelayanan tanpa pengorbanan tidak akan menghasilkan apa-apa. Haruskah saya terus memikulnya sendirian? Atau begini saja. barangkali di antara saudara-saudara ada yang ingin memikulnya? Maaf.Salib Kristus adalah sebuah beban.Maria Magdalena . .Penjahat 1 dan 2 . tiga tubuh/mayat yang bisa dilepaskan. mahkota duri. telah memperbolehkan saya beristirahat sejenak di sini.Pembuat bayangan . barangkali saja suatu hari nanti ada yang berminat. Yusuf memegang kain kafan.Pilatus .Prajurit 1 dan 2 .Maria (istri Kleopas) . . dua prajurit Roma. . Ternyata di sini pun tidak ada yang berminat dengan salib yang besar dan buruk itu.Narator . mahkota .Charles Haddon Spurgeon .Perlengkapan pertunjukan wayang (OHP dan layar atau kain yang dibentangkan dan disorot oleh lampu).Tape jika efek suara harus direkam terlebih dahulu. tulisan untuk salib Yesus. saya harus berangkat lagi. Lalu ke mana lagi saya harus menawarkannya? Saya sudah lelah. gunung Golgota.Narator Peralatan untuk drama bayangan: . salib ini saya titipkan saja di sini. .Pengatur peralatan drama dan dekorasi . Disusul suara hiruk-pikuk seperti di jalan raya. .Tidak ada penerima mahkota di sorga yang bukan seorang pemikul salib di dunia.

Mereka berharap Dia melakukan sesuatu. Mengingat sejarah kekalahan mereka dari bangsa-bangsa lain. Aku tidak bertanggung jawab atas kematian orang ini. Yesus dihadapkan pada takdir yang sudah diketahui-Nya ketika Ia berdoa di Taman Getsemani. tiga salib (satu dengan paku besar. orang-orang menyebut-Nya Raja. jubah panjang. Mesias yang dijanjikan kepada Bangsa yang Terpilih sejak awal sejarah mereka." [Para prajurit masuk menyeret Yesus dan mencambuki Dia. Namun. dan handuk. Dia harus mati di kayu salib." [Pilatus masuk dengan membawa ember.] Narator: "Untuk menyenangkan dan menenangkan orang banyak. dua dengan tali untuk mengikat tangan). dll. dia mengambil tempat air. Ketika Pontius Pilatus. Di sana mereka melepas pakaian-Nya dan mencambuki-Nya.] Narator: .] "Aku tidak mendapati kejahatan-Nya [mencuci tangan]. tulisan untuk salib. dan jubah dalam untuk Yesus. jubah ungu. dan tombak. Panggung harus diatur terlebih dahulu dengan salib yang sudah ditegakkan atau dipasang. dadu. ember dan spons.] Pilatus: [Menuangkan air ke dalam ember. cambuk dan tongkat. secara bersama-sama mereka memilih Barabas yang mereka anggap sebagai pejuang kebebasan. Ini adalah tanggung jawab kalian!" Orang banyak: "Salibkan Dia!" [Pilatus keluar diikuti oleh orang banyak. kain kafan (kain yang panjang). Kebanyakan orang Yahudi percaya bahwa Allah akan memberikan Mesias untuk mendirikan kerajaan yang lebih besar dari kerajaan Raja Daud atau Raja Salomo. ember. palu. tetapi tidak memahami bahwa Yesus dari Nazaret adalah Kristus. suatu cara mati yang sangat hina sehingga undang-undang melarang hukuman tersebut dilakukan terhadap warga negara Romawi. mengakui Dia sebagai Kristus yang telah lama dijanjikan..duri. Ketika Yesus memasuki Yerusalem lima hari sebelumnya. sebuah ember. Narator: "Para pengikut-Nya tahu. Setiap hari ribuan dari mereka berkumpul di Bait Allah untuk mendengarkan Dia. ketika Pilatus menawarkan pilihan untuk membebaskan Yesus atau Barabas. mereka pun mempercayai hal tersebut. teko air. dan sebuah handuk. kepala pemerintahan Romawi yang ditunjuk untuk mengatur orang-orang Israel. Pilatus menyerahkan Yesus kepada prajurit-prajuritnya untuk disiksa. Para prajurit itu membawa Yesus ke halaman istana gubernur. Tidak mudah untuk menerima Mesias yang akan menyelamatkan mereka dari penjajahan dosa dan kematian sementara penjajahan Romawi terus-menerus menyengsarakan mereka. diikuti oleh orang banyak. melihat bahwa dia tidak dapat meyakinkan orang banyak supaya menyelamatkan Yesus dan bukan Barabas yang kejam.

] Narator: "Di kaki salib Yesus ada Maria ibu Yesus. selamatkan diri-Mu sendiri. dan Yunani. Para prajurit membaca tulisan di salib Yesus.] Narator: "Di sana mereka melepas pakaian-Nya dan menyalibkan Dia.] Narator: "Ketika mereka telah puas menyiksa-Nya.] Narator: "Di atas kepala Yesus mereka letakkan sebuah tulisan `Inilah Yesus Raja Orang Yahudi`. Aku berani bertaruh." Prajurit 1: "Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Kamu adalah Raja orang Yahudi!" Prajurit 2: "Ya. Yohanes." [Para prajurit melepas jubah ungu Yesus dan jubah luar-Nya dan membaringkan Dia di sebuah palang dan memaku tangannya dengan palu. mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Maria istri Kleopas. Ini dapat menjadi tongkat lambang kekuasaan-Nya. berikan tongkat ini kepada-Nya. Pilatus menuliskannya dalam bahasa Latin. Para prajurit meletakkan tulisan di atas-Nya. turunlah dari salib itu jika Kamu memang pembuat mukjizat!" Yesus: "Bapa. dan Maria Magdalena.] Prajurit 1: [Dengan mengejek. Inilah pendapatku tentang seorang pengkhianat." [Para prajurit mengenakan jubah dan mahkota pada Yesus." [Para prajurit menyalibkan penjahat 1." [Isak tangis terus berlanjut. Yesus mengerang. ampunilah mereka." Prajurit 2: [Tertawa] "Menunduklah kepada-Nya! Dia adalah seorang raja atau begitulah Dia mengakui diri-Nya.] . sakitkah ini ketika Kamu menjadi raja?" [Mencambuk Yesus.] "Ini." [Meludah. Terimalah. dan Yohanes. Kamu tidak akan dapat membunuh kami! Coba. ketiga Maria." [Para prajurit membawa Yesus dan masuk lagi dari arah yang berbeda diikuti oleh orang banyak. mereka membawa Dia ke Bukit Tengkorak yang disebut Golgota. Ibrani. Raja orang Yahudi.] Prajurit 3: "Jika kamu sangat berkuasa."Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya dan di kepala-Nya mereka kenakan mahkota duri. para pengikut-Nya sedih dan meratap. ketika penjahat 1 berbicara mereka menyalibkan penjahat 2.

] Narator: "Mereka yang lewat di tempat itu menggelengkan kepala dan mengolokolok Yesus.Narator: "Bersama dengan Dia." Yesus: [Kepada Maria.. mereka juga menyalibkan dua penjahat..] "Ibu. Di sampingnya berdirilah salah satu murid-Nya.] Orang 1: "Kata-Mu. satu di sebelah kiri-Nya dan satu di sebelah kanan-Nya." Yesus: "Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." [Para prajurit mengundi dan bertaruh dengan suara pelan." [Berhenti sebentar dan memandang dalam-dalam murid-Nya. Kita adalah penjahat .." Penjahat 1: "Kata-Mu Kamu adalah Mesias! Selamatkanlah diri-Mu sendiri dan kami!" Penjahat 2: "Apakah engkau tidak takut pada Tuhan? Dia sekarat seperti kita. ingatlah aku ketika Engkau sampai di Kerajaan-Mu. Tetapi Dia tidak melakukan kejahatan apa pun." Narator: "Yesus melihat ibu-Nya di kaki salib-Nya." Orang 2: .. Engkau akan merubuhkan Bait Allah dan akan membangunnya kembali dalam tiga hari." Orang 2: "Selamatkanlah diri-Mu sendiri jika Engkau adalah Anak Allah! Turunlah dari salib itu!" Yesus: "Allah-Ku. pelan dan menahan sakit." Yesus: "Aku haus." Orang 1: "Dia memanggil Elia." [Isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang." [Orang 1 dan 2 masuk. mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Yohanes: "Ia memuji Allah dengan ucapan seperti yang tertulis dalam Kitab Suci.] Narator: "Para prajurit membagi jubah-Nya dan mengundi untuk mendapatkan jubah itu.] "Dia sekarang adalah ibumu. inilah Anakmu ... Allah-Ku. Yesus.

ketika mereka sampai pada Yesus. Mereka menutup pintu masuknya dengan sebuah batu besar ketika Maria Magdalena dan Maria ibu Yusuf melihatnya. Maria Magdalena: Petrus! Yohanes! Cepat kemari! Petrus : Ada apa? Maria Magdalena: Dia hilang. para prajurit mematahkan kaki salah satu penjahat supaya dia mati dan kemudian kaki penjahat yang lainnya. dia dan Yohanes memindahkan Yesus dari panggung diikuti oleh Maria." [Suara isak tangis berangsur-angsur menghilang dan lampu dimatikan. salah satu prajurit menikamkan tombak ke lambung-Nya. dia membawa mayat itu dan menguburkannya di sebuah kubur yang masih baru yang digali dari bukit karang. Yusuf. .] Dia Hidup • View • Track Submitted by Abemoms on Fri. orang kaya dari Arimatea. Kita lihat saja apakah Elia akan datang untuk menyelamatkan Dia. 02/20/2009 ."Tunggu dulu! Janganlah kita menyembuhkan kesakitan-Nya dengan anggur yang murah. Dengan para pengikut Yesus lainnya. menghadap Pilatus dan meminta izin untuk menguburkan mayat Yesus. mereka melihat Dia sudah mati dan mereka tidak mematahkan kaki-Nya. [Berhenti sejenak] Sudah selesai." [Orang 1 dan 2 keluar. ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. para prajurit memindahkan para penjahat.] Narator: "Namun.] Narator: "Dia mengambil mayat Yesus dan membungkus-Nya dengan kain lenan yang baru." [Yusuf masuk dengan membawa kain. bisa juga suara erangan dan suara itu diulang tiga kali. isak tangis terdengar lebih keras dan berangsur-angsur menghilang.01:49 • Drama • Paskah Dalam drama pendek ini. Namun.] Narator: "Karena hari itu sudah hampir petang dan hari itu adalah persiapan salah satu hari Sabat terkudus dalam kalender orang Yahudi. Yesus tidak ada. Anda memerlukan dua orang yang mengenakan pakaian pada zaman Alkitab dan dua wanita." Yesus: "Bapa." [Suara kayu yang dipukulkan pada kayu.

Aku melihat Yesus. Maria : Aku juga berpikiran begitu. Petrus : Tunggu. Mereka sangat cantik. Yohanes : Aku percaya Dia hidup. aku kembali ke kubur itu. Maria Magdalena: Saat kamu pergi. Maria : Tetapi Yohanes. Petrus : Aku tidak pernah bermimpi hal ini bisa terjadi.Yohanes : Tenang. ayo masuk. Petrus : Tenang dan katakan apa yang terjadi. Aku akan ambilkan minum. Aku tahu kamu sedih. tubuh Yesus pun juga tidak ada. Maria : Tolong dengarkan aku. Aku mengatakan yang aku lihat. Kami mengikuti Yusuf saat dia membawa tubuh Yesus dari kayu salib. Yohanes : Tenanglah. aku pernah meminta supaya kedua anakku dijadikan tangan kanan-Nya dan sekarang lihat apa yang terjadi pada-Nya. Kami pergi ke kubur pagi ini untuk meminyaki tubuh Yesus. Beberapa saat kemudian Petrus. Yohanes : Kamu yakin kuburan itu kosong? Maria Magdalena: Kami bukan wanita bodoh. tidak hanya batunya yang tidak ada. Masuklah dan duduk. Kamu melihat dia mati. . Aku memandang Yesus sebagai raja baru kita. Aku ikut denganmu. Yesus sudah tidak ada. Aku pikir Yesus akan menyelamatkan kita dari orang-orang Roma. Ingat. Maria Magdalena: Tidak. Kita tahu Dia meninggal. Yohanes. Aku tidak percaya ini semua telah terjadi. Petrus : Maria. Kami khawatir tidak bisa menggulingkan batu di depan kubur itu. (Semuanya keluar. bagaimana dia bisa hidup. Petrus : Dan kamu yakin kamu pergi ke tempat yang benar. Aku melihat Yusuf menempatkan dia di taman kuburan. Yohanes : Aku harus melihatnya. Aku tidak mengerti ini. Maria : Tentu kami yakin. tetapi saat aku melihat ke dalam. Maria Magdalena: (Berteriak) Aku melihat Dia. Yohanes : Aku tahu itu. Yohanes.) Petrus : Aku tidak tahu apa yang harus aku percayai. Dia meninggal dengan cara yang sangat hina. aku melihat dua malaikat. Maria Magdalena: Tetapi saat kami sampai di sana. dan Maria masuk. Dia hidup. kamu tidak mengerti. kita melihat dia meninggal.

Petrus : Aku tahu engkau sangat dekat dengan Yesus. Maria : Tukang kebun itu mengenalmu? Maria Magdalena: Tidak. pakaian. tak ada yang memanggilku seperti Yesus memanggilku. Kamu benar-benar mengasihi Yesus. tetapi Mesias tidak akan mati.Yohanes : Dan di mana kamu melihat Yesus? Maria Magdalena: Saat aku menoleh ke belakang. pemain muncul dari sebelah meja. tidak seharusnya kita menyerah. aku pikir pasti ada cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan Dia. Aku kira dia seorang tukang kebun. (t/Ratri) JALAN KE EMAUS Ayat: Lukas 24:13-33 Pemain: Kleopas. Petrus : Jadi. Teman : Tetapi Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit parah dan cacat. tiga kursi. minuman. Aku tahu pastinya begitu. mangkuk berisi buah-buahan.) Teman : Kleopas. Kita berdua percaya bahwa Yesus adalah Mesias. yang masih bisa dilihat saat dilewati. ceret untuk jus/sirup anggur. Kleopas: Semuanya sudah terjadi. Sejak saat itu kita makan . atau ada sesuatu yang harus kita lakukan sekarang. Aku tahu dia adalah Yesus. tukang kebun itu memindahkan Yesus ke kuburan lain. Dia adalah Yesus. Dia membangkitkan Lazarus dari kematian. dia bukan tukang kebun. Maria Magdalena: Dia memanggil namaku. Aku melihat Dia. Aku ingin memeluk Dia dan tidak akan melepaskannya. dan Yesus Alat-alat yang dibutuhkan: Meja kecil dengan cangkir. Panggung: Meja diletakkan di salah satu sisi yang panjang. namun Dia malah mengutusku untuk mengatakan hal ini kepada kamu. Yesus telah hidup. Dia hidup. Para nabi mengatakan bahwa Dia akan selalu hidup. roti. jubah putih dengan kerudung untuk Yesus. Tetapi Yesus sudah meninggal. Maria Magdalena: Dia menyebut namaku. teman seperjalanan. Maksudku karena Yesus telah melakukan sesuatu kepadamu. Kita tidak seharusnya pulang ke Emaus. Kita melihat dia berjalan keluar dari kuburnya empat hari kemudian. (Kleopas masuk bersama temannya dan berjalan pelan-pelan. Lalu aku minta dia katakan di mana dia meletakkan Yesus. aku melihat seorang pria. Kita melihat dia dimasukkan ke dalam kuburnya. Kita ada di sana saat Lazarus mati. piring.

Teman : Kami sangat berharap bahwa Dia adalah benar-benar Kristus. Kleopas: Dan bersamamu juga.. Tetapi Dia mati tiga hari yang lalu. tetapi aku tidak memahaminya dan saat ini pun aku juga tidak mengerti. Teman : Andreas berbicara tentang kebangkitan pada hari ketiga.) Kleopas: Beberapa wanita dari kelompok pengikut Yesus pagi-pagi sekali pergi ke kubur Yesus untuk mempersiapkan mayat Yesus sebelum dikubur. bila aku ingin menyembunyikan mayat Yesus dan mereka pasti ingin menyalahkan kita karena kita adalah pengikut Yesus. Namanya Yesus dari Nazaret. Yesus : Aku dengar kalian berbicara tentang orang-orang Roma. Yesus : Apa yang telah terjadi? Teman : Mereka menyalibkan Tuhan kita. Para imam kepala menyerahkan Dia kepada orang-orang Roma supaya disalib seperti seorang penjahat. Kleopas: Bisa jadi itu adalah tipuan orang-orang Romawi. Teman : (Berhenti dan melangkah pelan) Betul. Teman : Yohanes dan Simon Petrus juga melihat kubur itu kosong. lalu mengapa Dia tidak menyelamatkan diri-Nya sendiri? Kleopas: Aku sering mendengar Yesus berbicara tentang kematian. Ingat. Orang Asing. Aku tidak akan melewati mereka. Yesus : (Masuk) Damai besertamu. Yesus memunyai kuasa atas hidup dan mati. Yohana dan Maria mengatakan bahwa mereka melihat seorang malaikat pagi ini di kubur Yesus. Mereka tidak menemukan mayat Yesus dan saat kembali mereka mengatakan bahwa mereka melihat malaikat yang mengatakan bahwa Dia telah bangkit dari kematian. . Apakah sedang terjadi sesuatu di Yerusalem? Kleopas: Kamu pasti satu-satunya orang di Yerusalem yang tidak tahu peristiwa yang paling mengerikan yang telah terjadi beberapa hari terakhir ini. Orang asing. Tetapi jangan lupa bahwa Petrus dan Yohanes juga melihat bahwa kubur itu kosong. Yesus mengusir setan-setan itu. Kleopas: Maria Magdalena pernah dirasuki setan..malam bersama dengan dia. Dan Maria Magdalena mengaku bahwa dia berbicara dengan Yesus. kami tidak mengenalmu atau tahu apa pendapatmu tentang orang yang kami . Kleopas: (Dengan nada ingin tahu) Maaf. Itu bukanlah tipuan. yang bagi orang lain dipercayai sebagai Mesias. yang datang untuk membebaskan kami dari penjajahan Roma. Mereka mungkin juga ingin menghukum kita sebagai penjahat. (Ketiga tokoh ini berjalan pelan menuju meja.

Teman : (Meletakkan tangannya ke lengan Yesus) Tinggallah bersama kami malam ini. Orang-orang Zelot mengaku sedang mencoba mengalahkan Roma. itu betul. Sobat. seperti Yesus. Jalanan tidak aman bila hari gelap. Kleopas: Kamu mengetahui Alkitab kami. Kleopas: Ya.) Kleopas: Tetapi bagaimana kami bisa mengatakan kepada semua orang tentang Kristus yang mati? Alkitab kami mengatakan bahwa Dia akan hidup selamanya. kalian tidak benar-benar percaya kepada para nabi. Hari sudah hampir malam dan sudah mulai gelap. Allah menjanjikan kepada mereka seorang keturunan yang akan mengalahkan iblis. Itulah pesan yang harus disampaikan ke seluruh dunia. Abraham dan Sarah dijanjikan bahwa dari keturunan merekalah Mesias akan lahir. Itu semua adalah bagian dari rencana Allah. Teman : (Berhenti di samping meja dan menggelengkan kepala) Saya sangat sedih dan bingung. seorang manusia yang selalu diliputi dengan kesedihan. Kleopas: (Memersilakan Yesus duduk) Kamu pasti lapar. Sekarang kamu telah mendapatkan Domba Allah. tetapi pada malam hari mereka sering salah tangkap orang karena mereka sering mengira orang yang sedang dalam perjalanan itu sebagai orang yang bekerja untuk orang-orang Roma. Kleopas duduk agak jauh dari Yesus. seperti yang dikatakan Maria Magdalena. . dosa-dosamu diampuni. Selama berabad-abad kamu telah mengorbankan domba yang tidak bercacat supaya darahnya membersihkan kamu dari dosa. tinggallah bersama kami. Yesus : Betapa bodohnya kalian. Yesaya menubuatkan seorang anak yang dilahirkan dari seorang wanita muda akan dianggap hina dan ditolak oleh semua orang. tetapi saya tidak tahu apa itu atau di mana harus memulainya. Yesus : Pasti Kristusmu akan mengatakan kepadamu bahwa sekarang bukanlah saatnya untuk menyerah. Seolah-olah kami harus melakukan sesuatu. tetapi Yesus mati! Yesus : Dia harus mengalami penderitaan yang paling dalam. Mari kita makan bersama-sama. Tidakkah mereka mengatakan kepada kalian bahwa Mesias akan menderita sebelum dia dimuliakan? Kleopas: Menderita. tetapi mereka tidak mengaku melihat malaikat atau Yesus sendiri. (Teman dan Kleopas duduk. Melalui darah-Nya. yaitu kematian.Kleopas: Ya. Teman : (Menuangkan minum untuk Yesus dan Kleopas) Bagaimana bila Maria Magdalena benar? Bagaimana bila Yesus telah bangkit dari kematian? Bukankah itu berati Dia punya kuasa atas kuburan? Aku pikir itu sama halnya dengan hidup selamanya. Saat pertama kali Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa.

Lampu yang terang di dalam kubur. Maria Magdalena. Tombak dan perapian untuk para prajurit (jika ada). Skenario: [Prajurit 1 dan 2 masuk. Ayo kita katakan kepada yang lainnya bahwa Yesus telah hidup. 2.] Prajurit : Apa yang kita kerjakan di sini? Masa kita harus menjaga kuburan orang mati? Siapa 1 juga Dia ini sebenarnya? . 4. Yohanes. Dekorasi: Kubur dengan perapian di depannya. dan api itu masih membakar. prajurit 2 berjalan mondar-mandir. Tiga jambangan atau kotak tempat rempah-rempah untuk orang mati. "Kubur yang Kosong" paling efektif jika dimainkan pada awal kebaktian segera setelah pujian. dapat berupa sebuah tenda (dome) yang ditutup dengan kain abu-abu. Prajurit 1 duduk di dekat perapian. Malaikat. (t/Ratri) Kubur yang Kosong Pemain: Prajurit Roma 1. Prajurit Roma 2. (mengangkat roti dan pelan-pelan memecah-mecahkannya) Pujilah Tuhan! (memberikan satu roti kepada Teman dan Kleopas). Maria. Kita harus melakukan apa yang Dia katakan. atau dapat juga lorong buntu yang ditempatkan di panggung).) Kleopas: (Melihat ke sekeliling) Ke mana Dia pergi? Teman : Aku tak tahu. Pakaian. 8. Efek suara batu digeser. Peralatan: 1. Jubah putih dengan kerudung untuk Yesus. Kubur (dapat dibuat dari kayu dan ditutup dengan kain supaya terlihat seperti batu. Akan lebih baik jika adegan didukung dengan pencahayaan yang redup. Terimalah dan makanlah. Pelbet yang ditutup dengan kain putih. tidakkah kamu merasa seolah-olah ada api yang membakarmu? Kleopas: (Berdiri) Ya. 9. 7. Petrus.Yesus : Kamu telah mendengarkan dengan baik perkataan Yesus. Yohana. Pintu yang dibuat seperti pintu batu. Yesus. Saat kita berjalan dengan Dia tadi dan Dia menjelaskan Alkitab kepada kita. Yesus keluar saat mereka tidak melihat. 3. Tetapi aku mulai mengerti. Teman : Yesus! Engkau hidup! Kleopas: (Berdiri) Guru! (Kleopas menolong temannya berdiri dan memeluk dia. 6. 5.

Ada legenda yang dipercayai bangsa ini bahwa Raja dari segala raja akan dilahirkan di sebuah kota kecil yang bernama Betlehem. Prajurit 2 . Sekarang. prajurit Roma! Sepertinya tidak. Dan . Aku dengar Dia mengatakan kepada murid-murid-Nya 2 bahwa Dia akan mati dan akan bangkit lagi pada hari yang ketiga. Kita harus meminyaki tubuh Guru kita dengan baik. Dia sekarang sudah mati. Maria : Mereka tidak punya alasan untuk menghadang kita. 2 tuli. Ada tulisan di salib-Nya. Maria. Yohana. Banyak orang yang percaya bahwa orang dari Nazaret ini adalah Kristus yang dijanjikan itu. Dia sekarang adalah Raja yang sudah mati dan kuburan-Nya ini adalah kerajaan1 Nya. Prajurit : Hmm. Prajurit : Tak seorang pun akan keluar dari kubur batu itu..Prajurit : Dia seorang tukang kayu dari Nazaret.. aku melihat Dia mati. Kuburan menjadi sunyi dan perlahan cahaya diatur lebih terang. Ada juga gempa bumi. Aku yakin prajurit yang disuruh menjaga kubur itu akan menghadang kita di sini. tidak seperti biasanya . 1 Prajurit : Bagaimana jika para pengikut-Nya mencoba untuk mencuri mayat-Nya dan kemudian 2 mengatakan bahwa Dia telah menepati janji-Nya? Prajurit : Kita ini prajurit. tapi banyak orang yang percaya bahwa Dia lebih 2 dari itu. dan lumpuh. Apa yang bisa Dia lakukan? 1 Prajurit : [berhenti berjalan dan berbicara menghadap jemaat] Dia menyembuhkan orang buta. kan? 1 Prajurit : [berjalan lagi] Aku tidak tahu. Prajurit : O. Kamu yang menjaga batu itu kalau memang kamu begitu khawatir tentangnya. Kita punya tombak. dan Maria Magdalena masuk membawa rempah-rempah untuk mengurapi orang mati. di dekat daerah ini. Bagaimana kamu tahu semua itu? Prajurit : [mengangkat bahu dan berpura-pura tidak tertarik sambil menjelaskan dengan berjalan 2 mondar-mandir lagi] Kepercayaan orang-orang di sini menarik juga. Prajurit : Kamu tidak percaya itu semua. [menyandarkan kepalanya ke lutut lalu tidur] [Terdengar suara batu digeser ketika muncul cahaya yang terang dari dalam kubur dan malaikat menggeser batu penutup kubur itu tanpa terlihat. Mereka akan memanggil Raja ini Kristus.. Lebih mudah melihat jalan setapak ini. Dia mengusir roh jahat dan membangkitkan orang mati. Apakah menurutmu kita bisa membujuk para prajurit itu untuk menggeser batu itu untuk kita? Maria : Ah. Tulisan itu bunyinya Raja orang Yahudi. Kita harus Magdalena meminta tolong pada orang lain. 1 aku mau tidur dulu sebentar.] Yohana : Aku senang matahari sudah terbit. Kita bisa mengatasi masalah seperti itu.. ya? Kalau memang Dia raja.] : [membangunkan Prajurit 1] Batu itu bergeser! [berjalan mendekati kubur] Mayat itu hilang! Ada Prajurit 1 : di mana mayat itu? Prajurit 2 : Aku tidak tahu! Aku tidak melihat apa-apa! Prajurit 1 : Lebih baik kita laporkan saja kejadian ini! Ayo! [Para prajurit lari keluar dan meninggalkan tombak mereka..

: [nampak terkejut dan menjatuhkan kotak rempahrempah] Lihat! Batu itu sudah bergeser! [Ketiga wanita itu bergegas menuju kubur itu dan melihat ke dalamnya.Yesus . Pergilah dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit! [Maria dan Yohana segera keluar. Pergilah dan katakan kepada saudara-saudara-Ku bahwa Aku akan kembali kepada Bapa-Ku. : Siapa yang engkau cari? : [melihat Dia untuk yang pertama kalinya] Apakah Engkau penunggu taman? Apakah Engkau yang mengambil Tuhanku itu? Tuan. Dia tidak ada di sini. Yohanes. apakah Engkau tidak mengenali Aku? : [berlutut dan berniat memegang Dia] Rabuni! Malaikat Yohana Yesus Maria Magdalena Yesus : Janganlah engkau memegang Aku.] : [berlutut di luar kubur] Dia tidak ada di tempat kami meletakkan Dia.] Yohanes Di Taman Getsemani Karakter yang diperankan: . [Maria Magdalena segera keluar. Yesus diikuti oleh Malaikat keluar melalui arah yang berlawanan lebih perlahan-lahan. Maria. Maria Magdalena tetap tinggal di situ sambil menangis.Narator . Perlengkapan: . Dia telah mengalahkan maut! [Mereka bertiga berdiri dan berkata satu kepada yang lain dan kepada jemaat: "Kristus telah bangkit! Tuhan Yesus Kristus telah bangkit hari ini!" Keluar melalui tiga arah yang berbeda jika memungkinkan. Yesus masuk. Petrus : [masuk ke dalam kubur dan menyentuh kain kafan] Dia sudah bangkit! Sekarang aku tahu. Aku tahu kalian mencari Yesus yang disalibkan itu.] : [muncul] Jangan takut. Kuasa-Nya lebih besar dari para raja yang ada.] Yesus Maria Magdalena Yesus Maria Magdalena : Ibu.Dua orang sebagai Tikus. kemudian Petrus dan Maria Magdalena masuk. Dia sudah bangkit dari kematian seperti yang dikatakan-Nya kepada kalian. : Maria. sebab Aku belum pergi kepada Bapa. mengapa engkau menangis? : Mereka sudah mengambil Tuhanku dan aku tidak tahu ke mana mereka membawa-Nya. katakanlah di mana Dia sekarang dan aku akan pergi mencari-Nya.

dan kami membutuhkan kalian untuk membuat suasana di taman ini hidup. anak-anak dan dua ekor tikus menolong kami dalam pertunjukan drama ini." Tikus (1): "Dia berbicara kepada kita?" . Teruslah bersuara sampai saya menepukkan tangan. Mari kita praktikkan dulu. [Biarkan kelompok itu mempraktikkannya sambil narator beralih ke kelompok 4. Lebih hangat dan lebih nyaman saat kita berada di ruang atas rumah itu. Satu jari untuk pohon Zaitun. itu mereka datang!" Narator : "Selamat datang! Permainan kali ini membawa kita ke sebuah taman. dan empat jari untuk pohon anggur. tiga jari untuk untuk bunga. Bersuaralah seperti air yang sedang mengalir dan gerakkan tangan kalian seperti aliran sungai yang melewati bebatuan. peragaan ini adalah peragaan yang harus dilakukan oleh kelompok 1.Taman Getsemani. aku akan mengangkat jariku saat aku membutuhkan peragaan dan suara kalian. adakah di antara kalian yang mengingat pertunjukan drama yang lalu dimana kita bersama-sama Yesus ada di ruang paling atas sebuah rumah? Hari ini kita akan pergi ke sebuah tempat yang sunyi -. [Selagi kelompok 2 mempratikkan gerakan mereka. dua jari untuk sungai yang sedang mengalir. dan yang lainnya sampai semua kelompok memperagakan bagiannya masing-masing. mari kita coba peragaan kalian..Nya di ruang atas itu.. bunga-bunga. selain aroma dalam taman. Biarkan beberapa saat sampai narator menepukkan tangannya pertanda mereka harus menghentikan peragaannya. Seperti minggu lalu kami akan minta kalian. `Bong! Bong! Bong!` Lalu rentangkan tangan dan kaki kalian pada saat kalian.] Yesus : "Hatiku begitu sedih. kamu ingin bilang kita seharusnya tidak berada di sini? Lho bukannya ini idemu mengikuti Yesus sampai ke taman ini?" Tikus (1): "Iya memang." [Dua pemeran tikus naik ke sudut panggung dan berdiri di depan mikrophone] Tikus (1): "Aku kok tidak senang ya berada di taman. Narator lalu berjalan ke kelompok 2. dua jari untuk sungai yang mengalir. sebagai tanda selesai..kira bagaimana keadaan dan suara pohon Zaitun saat angin menggoyangkan mereka? [Peragakan dengan menggoyang. Perlahan Narator mengangkat satu jarinya sebagai tanda untuk pohon Zaitun." [Lonceng berbunyi tiga kali sebagai tanda dimulainya drama. Dia terlihat sedih dan penuh rasa takut. ada juga suarasuara. Setiap orang pergi ke taman.] Kelompok 4 akan menjadi sekelompok pohon anggur.] Setiap taman membutuhkan bunga. Saya mau kalian membentuk 4 kelompok.] Kelompok 2 akan menjadi sungai yang mengalir. Coba kalian bilang. Sebagai contoh (tunjuk kelompok 1). pasti kalian sering menggunakan hidung untuk menghirup berbagai aroma dalam taman tersebut." Tikus (2): "Ohhh .] Masuklah Yesus ke taman ini. Tapi kali ini. beralihlah ke kelompok 3.Lonceng untuk memberi tanda dimulai dan berakhirnya drama. Tinggal dan berjaga-jagalah bersama dengan-Ku. Kira. sedang bertumbuh. mereka adalah sekelompok pohon Zaitun. sekarang selama permainan berlangsung. Katakan `oooo` sembari secara perlahan gerakkan tanganmu ke atas seperti daun yang sedang merambat." Tikus (2): "Ssssttt! Diam . [Peragakan semua gerakan dengan petunjuk-petunjuk Anda sebanyak satu kali untuk setiap kelompok. Beberapa bunga sedang bertumbuh. Nah.. Teks Drama: Narator : "Halo. Sekarang kita siap untuk memulai cerita ini. Tapi aku kan hanya ingin tahu tentang rencana rahasia yang Yesus bicarakan dengan para murid. Dia tidak akan melihat keindahan taman ini dan menghirup aroma wangi dari bunga-bungaan dan pohon di dalamnya karena Dia datang ke sini untuk berdoa.goyangkan badan Anda dan keluarkan suara yang mirip seperti suara dedaunan yang tertiup angin.

Yang Dia dapatkan saat ini hanyalah kesukaran demi kesukaran saja." Tikus (1): "Harapanku Dia mengetahui rencana itu. Biarkan adegan tikus tidur ini beberapa detik.Narator . melipat tangan. 01/13/2009 .] Home Perjamuan Terakhir Bersama Yesus • View • Track Submitted by paskah." [Lonceng berbunyi tiga kali tanda pertunjukkan drama telah selesai. [Para tikus memperagakan adegan tidur sambil berpura-pura mendengkur.) Narator : "Yesus tetap memiliki sebuah rencana -. Soalnya tadi kekenyangan makan." [Yesus menundukkan kepala.] Tikus (1): "Dia terlihat begitu sedih. tetapi mereka menguap dan tertidur kembali.] Tidak dapatkah kalian tetap terjaga dan berdoa bersamaku untuk beberapa saat saja? Waktuku akan segera tiba. mereka pasti datang untuk menyakiti Dia!" Tikus (2): "Ya .jauh dari situasi yang menegang ini." Tikus (2): "Kira-kira apa ya yang Dia doakan?" Tikus (1): "Aku juga tidak tahu apa yang Dia doakan sampai-sampai Dia terlihat begitu sedih dan tersiksa. tetapi untuk saya dan kalian. tetapi lebih baik kita ikuti saja apa yang Dia minta walaupun aku yakin kita pasti lelah." [Para tikus mencoba untuk tetap terjaga.] Yesus : [Berbicara dengan suara keras..] "Bangunlah! Bangun! Anak Manusia akan segera diserahkan ke tangan orang berdosa!" Tikus (1): "Lihat! Ada kerumunan orang datang dari sana! Wah.Tikus (2): "Aku juga tidak tahu. mereka pasti datang untuk menangkap-Nya!" Tikus (1): "Ayo cepat kita sembunyi di balik batu ini.Yesus .03:24 • Drama • Paskah Karakter yang diperankan: ." Tikus (1): [Menguap] Sekarang saja aku sudah ngantuk. dan kembali berdoa.] Yesus : [Berbicara dengan suara cukup keras ke arah penonton." [Tutuplah dengan sebuah pujian yang sudah dipersiapkan sebelumnya kemudian ajak anak-anak untuk berdoa.] "Kalian tidur? [Tiba-tiba para tikus terbangun kaget dan Yesus berbicara lagi tapi kali ini lebih lembut.sabda." Tikus (2): "Aku kira kemarin Dia berkata bahwa ada sebuah rencana. Biarkan suara dengkuran tikus-tikus ini selama beberapa detik. Sebuah jalan keluar yang bukan untuk Dia saja..org on Tue.

] Memang benar bahwa akan ada satu orang dari antara kalian yang akan mengkhianati dan menyerahkan aku kepada orang-orang yang mengharapkan kematianku [ibu jari narator menunjuk ke bawah]." Tikus 2: "Jangan kuatir! Pasti akan ada banyak makanan untuk semua orang.] Tikus 1: "Aku harap mereka menyisakan sedikit makanan untuk kita pada saat mereka selesai makan malam ini. Balok kayu untuk menimbulkan suara langkah-langkah kaki/sepatu.. Yesus berkumpul bersama murid-Nya di dalam ruangan ini beberapa tahun lalu untuk merayakan Paskah dan untuk bercerita kepada murid-murid-Nya mengenai sebuah rencana rahasia yang sudah dipersiapkan-Nya. Jika Yesus berbicara kepadamu...." Tikus 1: "Jadi ini semua tentang waktu. Kami memerlukan kalian untuk menolong kami dalam drama ini.. Saat ini kita sedang berada di ruangan teratas sebuah rumah yang secara khusus dipersiapkan untuk sebuah perjamuan makan yang disebut Perjamuan Terakhir.] Heeiii . Sekarang mari kita makan. kami akan meminta kalian menjawab dengan dua cara.] Bagus! Ketika kalian mendengar suara lonceng.!! Aku mendengar langkah-langkah kaki! [Bunyikan balok kayu yang sudah Anda siapkan sehingga menyerupai bunyi langkah-langkah kaki.] Tikus 2: "Dan 12 murid-Nya. Teks Drama: Narator: "Di lantai atas sebuah rumah kita akan melihat Yesus. Meja kecil yang rendah dengan gelas anggur dan roti di atasnya." Tikus 2: "Yang pasti ada lebih dari 12 murid di ruangan ini sekarang. malam ini kita berkumpul bersama untuk terakhir kalinya. [Anak-anak dan narator mencoba peragaan tersebut satu kali. tetapi jangan kuatir. "Ohhhh. dan dua ekor tikus yang berada di sudut ruangan." Tikus 1: "Hmmmm ..] Yesus: "Hai para murid. buatlah suara seperti ini. Sang Guru sudah datang!" [Pemeran Yesus memasuki ruangan. Ketika ibu jariku menunjuk ke atas (peragakan). dan ketika ibu jari saya menunjuk ke bawah (peragakan).] Narator: "Selamat datang Anak-anak.Dua orang sebagai tikus Murid-murid (yang diperankan secara spontan oleh anak-anak yang hadir menonton pertunjukan drama ini) Perlengkapan: Lonceng untuk memberi tanda dimulai dan berakhirnya drama. Kita telah melewati waktu-waktu yang menyenangkan [ibu jari Narator menunjuk ke atas]. dan kita juga sudah pernah melewati saat-saat yang menyedihkan [ibu jari Narator menunjuk ke bawah.." Tikus 1: "Ssssttt. untuk membedakan kabar baik dan kabar buruk.." [Bunyikan lonceng sebanyak tiga kali. [Ibu jari Narator menunjuk ke atas." [Sambil menunjuk anak-anak yang hadir dalam pertunjukan drama tersebut..] Mulai malam ini kita sepertinya akan memasuki saat-saat yang tidak menyenangkan [ibu jari narator menunjuk ke bawah. itulah tanda permainan kita akan dimulai. para murid." Tikus 2: "Ssstttt!! Yesus mengatakan sesuatu!" . Malam ini saya memanggilmu para murid karena itulah bagian yang akan kalian mainkan dalam cerita ini. Tuhan sudah punya sebuah rencana. termasuk untuk kita para tikus." [Para tikus masuk dan menempatkan diri di depan mikropon yang diletakkan di sudut panggung. saya meminta kalian saling "toss" (saling menepukkan tangan dengan teman)." Mari kita coba.] Tetapi jangan takut! Tuhan punya sebuah rencana.

" Narator: "Setelah mereka selesai makan.." [Tutuplah dengan sebuah pujian yang sudah dipersiapkan sebelumnya kemudian ajak anak-anak untuk berdoa. [Yesus meninggalkan ruangan. Aku menunggu-nunggu apakah rencana itu?" [Lonceng berbunyi tiga kali menandakan akhir dari permainan drama... untuk kedatangan kalian di ruang atas ini.] . ada sebuah rencana.Yesus : "Saat kalian makan roti ini dan minum dari cawan ini. Ruangan itu penuh dengan keharuan.. Kita bertemu lagi lain waktu .] Narator: "Terima kasih anak-anak. ingatlah aku bersama-sama dengan kalian. Yesus sudah pergi lho! Kenapa kamu tidak makan?" Tikus 2: "Aku tidak jadi lapar nih..] Tikus 1: "Heeiii ." Tikus 1: "Ya ... Orang sebaik Yesus mengucapkan selamat tinggal. Yesus dan para murid meninggalkan ruangan tersebut dan pergi ke sebuah taman yang sunyi untuk berdoa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful