BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dunia yang berkembang terus dengan jumlah penduduk yang semakin kehidupan banyak menimbulkan manusia berbagai macam permasalahan dalam sehari-hari. Termasuk dalam hal ini adalah masalah kebutuhan

bagaimana cara manusia untuk dapat mencukupi berbagai masalah perekonomian. Perkembangan ekonomi sangat terkait dengan

hidupnya sehari-hari. Masalah ini dapat dikategorikan sebagai masalahkebijakan suatu

pemerintahan, maka dalam prakteknya pada setiap masa pemerintahan sistem ekonomi ini memiliki wajah yang beragam. Adanya keragaman ini, kiranya dapat menjadi pelajaran berharga bagi setiap orde pemerintahan dalam perumusan suatu kebijakan yang sedapat mungkin bisa merujuk pada cita-cita mulia dari sistem ekonomi itu sendiri. Dalam Islam dikenal dua macam kebijakan ekonomi yaitu, kebijakan ekonomi fiskal dan kebijakan ekonomi moneter. Dalam sejarah kebijakan ekonomi Islam banyak cendekiawan yang menyumbangkan pemikiran mengenai cara-cara mengatasi permasalahan ekonomi. Salah satunya yang paling terkenal adalah Ibnu Khaldun dengan teorinya konsep perpajakan. Alasan suatu negara menerapkan konsep kebijakan ekonomi Islam adalah untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya ekonomi yang ada dan mengatasi masalah ekonomi antara lain semakin meningkatnya angka pengangguran, menurunnya daya beli masyarakat, menurunnya nilai investasi, dan sebagainya. Selain itu dalam melaksanakan kebijakan ekonomi sangat diperlukan peran serta pemerintah supaya tidak terjadi penyelewengan anggaran sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

1

Apakah tujuan dibuatnya kebijakan ekonomi? 5. 5. Untuk mengetahui kebijakan moneter dalam perekonomian Islam. 2.3 Tujuan Pembahasan 1. Bagaimana konsep dasar perekonomian Islam? 2. Untuk mengetahui konsep dasar perekonomian Islam. 3. Bagaimana keselarasan sistem ekonomi Indonesia dengan konsep dasar ekonomi Islam? 1.1. Bagaimana kebijakan moneter dalam perekonomian Islam? 4. Untuk mengetahui kebijakan fiskal dalam perekonomian Islam.2 Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui tujuan dibuatnya kebijakan ekonomi. Untuk mengetahui keselarasan sistem ekonomi Indonesia dengan konsep dasar ekonomi Islam. 2 . 4. Bagaimana kebijakan fiskal dalam perekonomian Islam? 3.

legitimasi kepemilikan itu tergantung pada moral. seperti yang berlaku terhadap pemilikan lahan.1 Konsep Dasar Perekonomian Islam Konsep dasar ekonomi Islam berangkat dari pemahaman secara utuh dan mendalam terhadap filsafat ekonomi Islam. Kepemilikan terletak pada memiliki kemanfaatannya dan bukan menguasainya secara mutlak atas sumber-sumber ekonomi karena kepemilikan harta secara absolut hanya ada pada Allah semata. Pemilikan terbatas pada sepanjang umurnya selama hidup di dunia dan bila ia mati. Barang siapa menghidupkan sebidang tanah mati.‫ﲔﻨﺳ ﺙﻼﺛ ﺪﻌﺑ ﺮ ﺠﺘﶈ ﺲﻴﻟﻭ‬ “Garaplah tanah karena Allah dan Rasul. Nilai-nilai dasar sistem ekonomi Islam merupakan implikasi dari asas filsafat ekonomi tauhid. Karena implikasi dari asas filsafat ini dapat dijadikan sebagai kerangka konstruksi sosial dan tingkah laku sistem.ﺪﻌﺑ ﻦﻣ ﻢﻜﻟ ﰒ . setelah dilakukan kewajiban-kewajiban yang berkenaan dengan si mayit (pemilik harta). Hadis Nabi saw: ‫ﻪﻟ ﻰﻬﻓ ﺔﺘﻴﻣ ﺎﺿﺭﺃ ﺎﻴﺣﺃ ﻦﻤﻓ . Sehingga seorang Muslim yang tidak memproduksi manfaat dari sumber-sumber yang diamanatkan Allah padanya akan kehilangan hak atas sumber-sumber tersebut. yaitu tentang organisasi kepemilikan.BAB II KAJIAN TEORI 2. Dan tidak berhak memilikinya orang yang sekedar memagarinya dengan tembok setelah tiga tahun”. 3 . maka harta peninggalannya harus didistribusikan kepada ahli warisnya menurut ketentuan Islam. Kekhasan konsep Islam mengenai kepemilikan ini terletak pada kenyataan bahwa dalam Islam. pembatasan tingkah laku individual dan norma pelaku ekonomi. Adapun nilai-nilai dasar daripada sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut: Pertama.ﻝﻮﺳﺮﻠﻟ ﻭ ﷲ ﺽﺭﻷﺍ‬ ‫ﻯﺩﺎﻋ‬ . maka tanah itu menjadi miliknya. kemudian itu akan menjadi hakmu. Nilai dasar kepemilikan.

Ahmad dan Abu Daud) = Tiga macam barang ini juga dapat dikiaskan kepada barang tambang dan minyak bumi serta kebutuhan-kebutuhan pokok manusia pada waktu dan kondisi tertentu. api.‫ﲔﻘﺘﳌﺍ ﻰﻠﻋ ﺎﻘﺣ ﻑﻭﺮﻌﳌﺎﺑ‬ . apabila seseorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut.” (HR. Kedua. serta udara dan ruang angkasa. laut dan isinya.) Tidak diperbolehkan kepemilikan secara perseorangan terhadap sumbersumber yang menyangkut kepentingan umum dan sumber-sumber alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak. 4 . Hadis Nabi saw: ‫ﲔﺑﺮﻗﻷﺍﻭ ﻦﻳﺪﻟﺍﻮﻠﻟﺔﻴ ﺻﻮﻟﺍ ﺍﲑ ﻙﻙﺮﺧ‬ ‫ﺗ ﻥﺇ ﺕ ﻮﳌﺍ ﻢﻛﺪﺣﺃ ﺮﻀﺣ ﺍﺫﺇ ﻢﻜﻴﻠﻋ ﺐﺘﻛ‬ . Sumber-sumber ini menjadi milik umum atau negara. hutan. 2:180. tetapi juga berkaitan dengan keseimbangan antara kepentingan kebebasan perseorangan dengan kepentingan umum. Dalam kategori milik umum ini termasuk sumber-sumber air minum. Konsep kesederhanaan ini tidak hanya berupa timbangan kebajikan hasil dari usahanya yang diarahkan untuk dunia dan akhirat saja. (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”(al-Qur’an. misalnya kesederhanaan (moderation). serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.Seperti dalam firman Allah: “Diwajibkan atas kamu. Merupakan nilai dasar yang pengaruhnya terlihat pada berbagai aspek tingkah laku ekonomi muslim.‫ﺭﺎﻨﻟﺍ ﻭ ﺀﻼﻜﻟﺍ ﻭ ﺀﺎﳌﺍ : ﺙﻼﻙ ﺛ ﰱ ﺀﺎﻛﺮﺷ ﻥﻮﻤﻠﺴﳌﺍ‬ ‫ﻙ‬ “Semua orang Islam berserikat dalam tiga hal: dalam hal air. Keseimbangan. hemat (parsimony) dan menjauhi sifat pemborosan (extravagance). jika ia meninggalkan harta yang banyak untuk berwasiat kepada ibu bapaknya dan karib kerabat secara ma’ruf. rumput.

Apabila suatu waktu keseimbangan ini terganggu dan terjadi ketimpangan–ketimpangan sosial ekonomi dalam kehidupan masyarakat. banyak penulis kontemporer menegaskan bahwa keseluruhan infrastruktur hukum di dalam Islam di dasarkan pada keadilan sosial. sempitnya lapangan pekerjaan dan lain-lain. sedekah. maka haruslah ada tindakan-tindakan untuk mengembalikan ke keseimbangan semula. kestabilan dan keamanan pun terganggu. Berbagai ujian di dunia ini.Seperti yang difirmankan Allah berikut: ‫ﻭ ﺔﻨﺴﺣ ﺎﻴﻧﺪﻟﺍ ﰱ ﺎﻨﺗﺀﺍ ﺎﻨﺑﺭ ﻝﻮﻘﻳ ﻦﻣ ﻢﻬﻨﻣﻭ‬ ‫ﺍ ﺭﺎﻨﻟﺍ ﺏﺍﺬﻋ ﺎﻨﻗﻭ ﺔﻨﺴﺣﺓﺮﺧﻷ‬ “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami. Keadilan Sosial. seperti kelaparan. Ketiga. berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka” Konsep nilai kesederhanaan berlaku dalam tingkah laku ekonomi terutama dalam menjauhi sifat konsumtif. Al-Qur’an merujuk pada konsep keadilan yang merupakan istilah ketiga di antara istilah-istilah yang paling sering digunakan setelah “Allah” dan “Ilmu Pengetahuan”. hibah dan waris. Dalam kenyataannya. kemiskinan. Dalam keadaan demikian Islam telah menggariskan suatu aturan untuk mengadakan distribusi kekayaan dengan mengambil dari yang kaya dan menyalurkan kepada yang miskin dengan pembagian zakat. Boleh jadi keadilan dianggap sebagai konsep yang lebih luas dimana keadilan sosial memperoleh kedudukan utama. mengakibatkan keseimbangan terganggu. 5 . Menjauhi pemborosan berlaku tidak hanya untuk pembelanjaan yang diharamkan tetapi juga pembelanjaan dan sedekah yang berlebihan. Kemungkinan tindakan lain misalnya nasionalisasi industri atau kegiatan ekonomi lain yang dapat mengimplikasikan nilai dasar keseimbangan.

“Laffer. dan kemudian dikembangkan oleh para ulama. Pemerintah adalah pasar terbesar. Jika pasar pemerintah mengalami penurunan.2 Kebijakan Fiskal dalam Islam Kebijakan fiskal telah sejak lama dikenal dalam teori ekonomi Islam. Demikianlah nilai-nilai dasar dari sistem ekonomi dalam perspektif Islam yaitu kebebasan terbatas terhadap kepemilikan harta dan sumber-sumber kekayaan. yaitu sejak zaman rassullulah dan khulafaur rasyidin. Kedilan berkaitan dengan dan berintikan kebenaran (al-haq). yaitu kebijaksanaan melalui zakat. persamaan di hadapan hukum. nilai keseimbangan dan nilai keadilan yang merupakan kebulatan nilai yang tidak bisa dipisahkan. infaq dan sedekah. bahkan dalam agregat yang lebih besar. berterus terang bahwa Ia mengambil ide ibnu khaldun. ibu dari semua pasar. dijaminnya persamaan di dalam pendidikan yang merupakan tanggungjawab negara. kemudian melahirkan nilai-nilai instrumen yang terealisasi dalam pelarangan riba. 2. dilaksanakannya pajak kekayaan untuk penyediaan kebutuhan dasar bagi mereka yang tidak beruntung dalam rangka mengurangi kesenjangan ekonomi. sedekah dan infaq. 6 . Pada zaman ibnu khaldun (1404) Mengajukan obat untuk resesi berupa mengecilkan pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah.Konsep keadilan sosial. Keadilan berarti pula kebijaksanaan dalam mengalokasikan sejumlah hasil tertentu dari kegiatan ekonomi bagi mereka yang tidak mampu memasuki pasar atau tidak sanggup membelinya menurut kekuatan pasar. a. sebagaimana yang sering dibahas oleh pemikirpemikir kontemporer itu bersifat multidimensional. yang menemukan teori Laffer’s Curve. Dalam hal besarnya pendapatan dan penerimaannya. Pangkal tolak nilai dasar ini. diperintahkannya zakat. wajar bila pasar yang lain pun ikut akan menurun. penasehat ekonomi Presiden Ronald reagen.

Dalam keadaan stagnasi. dan lain-lain kepentingan untuk dakwah pendidikan dan kebudayaan iptek hankam kesejahteraan social belanja pegawai Pada sisi pengeluaran terdiri dari Penerimaan zakat dan kums dihitung secara proporsional. hal ini akan menciptakan built in stability. misalnya permintaan agregat. Sistem zakat perniagaan tidak akan mempengaruhi harga dan jumlah penawaran zakat dihitung dari hasil usaha. kums (Pajak 1/5). Pada zaman Rasulullah saw Pada zaman rasul sisi penerimaan APBN terdiri atas: karaj (sejenis pajak tanah). jizya (sejenis pajak atas badan orang nonmuslim). yaitu dalam prosentase dan bukan ditentukan nilai nominalnya. Secara ekonomi makro.b. Abu Yusuf sangat menentang adanya pajak atas tanah pertanian dan dan menyarankan diganti dengan zakat pertanian yang dikaitkan dengan jumlah panennya. Dalam istilah finansialnya disebut tax 7 . kaffarah/denda. ia akan mendorong kea rah stabilitas pendapatan dan total produksi. dan irigasi. Dalam bukunya Abu juga membuat rincian bagaimana membiayai pembangunan jembatan. Pada zaman Abu Yusuf (798) Abu Yusuf adalah ekonom pertama yang menulis secara khusus tentang kebijakan ekonomi dalam kitabnya al-kharaj yang menjelaskan mengenai tanggung jawab pemerintah untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. zakat. Ia akan menstabilkan harga dan menekan inflasi ketika permintaan agregat lebih besar daripada penawaran agregat. bendungan. c.

Di zaman Umar dan Utsman APBN juga mengalami surplus. yaitu pengeluaran hanya dapat dilakukan bila ada penerimaan. Dia melakukan penggalian kanal dari fustat (kairo) ke suez untuk memudahkan transportasi dagang antara Semenanjun Arab dan Mesir. PPN dihitung atas harga barang sehingga harga bertambah mahal dan jumlah yang ditawarkan lebih sedikit atau dalam istilah ekonominya up-ward shift on supply curve. 2. Pernah sekali mengalami defisit. pembangunan infrastruktur mendapat perhatian besar. Inflasi terjadi di zaman Rasulullah dan Khulafau Rasyidin akibat turunnya pasokan barang ketika musim paceklik atau ketika perang. penerimaan baitul mall mencapai 160juta dirham. di zaman al-Hajaj hanya mencapai 18juta. Pernah sekali mengalami defisit. Dengan tidak ada defisit berarti tidak ada uang baru yang dicetak dan ini berarti tidak akan terjadi inflasi yang disebabkan ekspansi moneter. Juga pembangunan dua kota bisnis yaitu Kufah dan Basrah. namun segera dilunasi setelah perang. dan di zaman Umar bin Abdil Aziz naik menjadi 30 dan 40 juta dirham pada tahun pertama dan kedua masa pemerintahannya. Ia akan mendorong tercapainya skala produksi yang lebih besar dan tercapainya efisiensi biaya produksi. Ini berbeda dengan system pajak pertambahan nilai (PPN) yang terpopuler sekarang. yaitu pengeluaran hanya dapat dilakukan bila ada penerimaan. Di zaman Umar ibnul-khathhab. yaitu sebelum perang hunain. Umar ibnul Khatab memerintahkan Amr ibn Ash.on quasi rent. Untuk zakat ternak. gubernur Mesir. Pada sisi pengeluaran. Makin banyak ternak yang dimiliki makin kecil rate zakat yang dibayar. Islam menerapkan sistem yang progresif untuk memberikan intensif meningkatkan produksi. untuk membelanjakan sepertiga APBN untuk hal ini. Administrsi yang baik terbukti menimbulkan kepercayaan bagi rakyat pembayar dan sebaliknya.3 Kebijakan Moneter dalam Islam 8 . APBN jarang sekali mengalami defisit.

yang baru popular tahun 1980-an. ada beberapa larangan yang diberlakukan yaitu sebagai berikut: • • • Permintaan yang tidak rill. • Segala bentuk riba (al-baqarah: 278). sedangkan antara romawi dan Persia disebut jalur dagang utara-selatan. misalnya Umar Ibnul-Khatab menggunakan instrument ini untuk mempercepat distribusi barang-barang yang baru diimpor dari mesir ke madinah. bahkan menjadi alat bayar resmi yaitu Dinar dan Dirham. Valuta asing dari Persia dan romawi dikednal oleh seluruh lapisan masyarakat Arab. yaitu mencegat penjual dari kampong di luar kota untuk mendapat keuntungan dari ketidaktahuan harga. Transaksi maya ini merupakan salah satu pintunya riba. namun transaksi future tanpa ada barangnya dilarang. Transaksi talaqqi rukban. Untuk menjaga kestabailan nilai uang. perekonomian jazirah Arabia pada saat itu adalah ekonomi dagang. Transaksi tidak tunai diterima luas di kalangan pedagang. Sistem devisa bebasw diterapkan yaitu tidak ada halangan sedikitpun untuk mengimpor dinar maupun dirham. • Transaksi kali bi kali. yaitu bukan transaksi tidak tunai. Karena minyak bumi belum ditemukan dan sumber daya alam lain terbatas. 9 . Distorsi harga ini merupakan cikal bakal spekulasi. Cek dan Promissory notes lazim digunakan. tapi tentunya bebas dari unsur bunga.Pada jaman Rasulullah. Instrumen faktoring (anjak piutang). bukan ekonomi yang bersumber dari sumber daya alam seperti minyak bumi atau sumber daya alam lainnya. Penimbunan mata uang (at-Taubah:34-35) sebagaimana dilarangnya penimbunan barang. Inilah indahnya Islam: transaksi tunai diperbolehkan. telah dikenal dengan nama al-hiwalah. Perfmintaan uang adalah hanya untuk keperluan transaksi dan berjaga-jaga. Lalu-lintas perdagangan antara romawi dan India yang melalaui arab dikenal sebagai jalur dagang selatan sedangkan antara romawi dan Persia disebut jalur dagang utara.

Kedua. Yang dilakukan adalah mempercepat perputaran uang dan pembangunan infrastruktur sektor riil. Diantara beberapa tujuan tersebut adalah adanya upaya untuk memaksimalkan tingkat sumber-sumber daya ekonomi yang ada yang merupakan tujuan utama dari pembangunan. informasi. Keuntungan utama dari kerja sama bisnis adalah pelaku dan penyandang dana bersama-sama mendapat pengalaman. baik itu yang berupa sumber daya alam ataupun sumber daya manusia dapat wajib digunakan untuk kepentingan pembangunan. Pembangunan dilaksanakan oleh pemerintah. pemerintah yang ada diwajibkan untuk mempergunakan berbagai sumber daya yang ada dan diperolehnya untuk mempercerdas masyarakatnya. metode supervise. Jadi dapat disimpulkan kebijakan moneter Rasulullah saw selalu terkait dengan sektor riil perekonomian. manajemen.Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dr Monzer Kahf menyatakan beberapa tujuan kebijakan ekonomi yang cukup penting yang perlu diperhatikan. Islam tidak menggunakan instrumen bunga atau ekspansi moneter melalui pencetakan uang baru atau defisit anggaran. dan pengetgahuan akan risiko suatu bisnis. yaitu pemerintah dituntut untuk menjamin standar hidup yang minimum bagi para warga negaranya. Yang dimaksud dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada adalah seluruh sumber daya yang ada di dalam suatu negara. dikarenakan ada tiga tujuan utama yang harus dicapai. Hasilnya adalah pertumbuhan sekaligus stabilitas. Telaah Analitik Terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam“. dan kerjasama bisnis berbentuk syirkah atau mudharabah. 2. Akumulasi dari informasi ini akan menurunkan tingkat risiko investasi. Faktor pendorong percepatan perputaran uang adalah kelebihan likuiditas tidak boleh ditimbun dan tidak boleh dipinjamkan dengan bunga. sedangkan faktor penariknya adalah dianjurkan qard (pinjaman kebajikan). sedekah. dan yang terakhir adalah pemerintah wajib membangun negara dan masyarakat yang kuat agar negaranya mampu bersaing 10 .4 Tujuan Kebijakan Ekonomi Dalam bukunya “Ekonomi Islam. sekaligus stabilitas.

Di pihak lain ada juga bangsa yang menganggap ilmu ekonomi itu bebas nilai. maka tentunya ada tempat bagi suatu bangsa yang ideologi resminya tidak mengakui adanya Tuhan. berpijak pada unsur keagamaan (religiusitas). diperlukan berbagai alat. Pancasila sebagai ideologi negara pun telah mencantumkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertamanya. agar masyarakat yang hidup di dalam negara tersebut tidak hidup dalam kesenjangan ekonomi yang sedemikian besar.di dalam dunia internasional. Dalam rangka mewujudkan kebijakan ekonomi seperti itulah. Dalam pada itu. Memang ada yang mengemukakan bahwa ilmu ekonomi dengan teoriteorinya yang bersifat universal. dan alat itu diantaranya adalah kebijakan fiskal.5 Keselarasan Sistem Ekonomi Indonesia dengan Konsep Dasar Ekonomi Islam Dari penjelasan terdahulu tentang sistem (politik) ekonomi Indonesia dapat diketahui bahwa sistem ekonomi yang dapat dijadikan landasan. tujuan daripada pembangunan adalah untuk meminimisasi kesenjangan yang ada di dalam suatu negara. 2. Di Indonesia. yang berintikan pada beberapa hal yang utama. termasuk nilai-nilai adat asli bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku bangsa. Agama menurut kepercayaan bangsa ini bersifat pribadi sehingga tidak perlu mengaitkannya kepada sistem ekonomi. nilai-nilai yang dikembangkan berasal dari berbagai agama. Selain itu. pemikiran tersebut di atas tidak dapat diterapkan di negara ini. karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. juga tidak sesuai dengan semangat ideologi Pancasila. Bagi bangsa Indonesia. sehingga sistem ekonomi yang dikembangkan lepas dari penghidupan pribadi anggota-anggota wargabangsa tersebut. selain bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa. untuk mengembangkan sistem ekonomi yang dianggap cocok untuk bangsanya. yang eksistensi dan hak hidup beberapa agama besar diakui (Pasal 29 UUD 1945). nampaknya paling besar 11 . yaitu pajak dan konsep keuangan publik.alat kebijakan ekonomi. Sedangkan Pasal 29 UUD 1945 dengan tegas pula menyatakan bahwa Negara berdasar atas asas Ketuhanan Yang Maha Esa.

Namun dalam perkembangan ekonomi yang mengglobal dengan persaingan terbuka.pengaruhnya dalam mempengaruhi aturan main nilai-nilainya. terkadang memaksa mereka untuk menerapkan praktekpraktek bisnis yang non Islami. sistem ekonomi Indonesia menekankan pada moral Pancasila yang menjunjung tinggi asas keadilan ekonomi dan keadilan sosial seperti halnya sistem ekonomi Islam. dalam proses meningkatkan modal melalui pasar modal. Tujuan sistem ekonomi Pancasila maupun sistem ekonomi Islam adalah keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia yang diwujudkan melalui dasar-dasar kemanusiaan dengan cara-cara yang rasionalistik dan demokratis. Sistem ekonomi Islam yang dijiwai oleh konsep-konsep ajaran tauhid. memang dapat diamati bisa berjalan di sebagian masyarakat yang mayoritas beragama Islam. 12 . Misalnya perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas yang memisahkan kepemilikan dan pengelolaan. Demikian pula ketika melihat kembali kepada adanya larangan terhadap kepemilikan sumber-sumber umum. termasuk di dalamnya nilai-nilai ekonominya. yang mengenai hajat hidup orang banyak dimiliki oleh orang-seorang (Pasal 33 UUD 1945). Merujuk pada sila pertama. Hal ini tentu sejalan dengan apa yang digariskan dalam sistem ekonomi Islam yang tidak menghendaki adanya monopoli satu orang terhadap sumber-sumber yang menyangkut hajat hidup orang banyak. sering terpaksa menerima asas-asas sistem ekonomi kapitalis yang tidak Islami. Ketuhanan Yang Maha Esa. Karena sumber-sumber umum ini hanya boleh dikuasai oleh pemerintah.

Kebijakan yang dilakukan oleh Reagan ini diberlakukan dengan adanya beberapa alasan yang utama. beberapa saat setelah dirinya dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. Studi Kasus pada Kebijakan Perpajakan Reagan Pada tahun 1981. maka pemerintah harus memiliki berbagai macam program yang sangat banyak untuk menyalurkan dana yang didapat dari pungutan pajak tersebut. akan tetapi di banyak negara juga terlihat peranan pemerintah yang meningkat dalam perekonomian.BAB III STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN 1. Ronald W Reagan mengumumkan keputusan pemerintahannya untuk memberlakukan pemotongan pajak yang baru. Selain itu. Dan hal itu tidak hanya terjadi pada Amerika Serikat saja. Apa yang dilakukan oleh pemerintahan Reagan pada dasarnya merupakan aplikasi dari konsep kebijakan fiskal dalam bidang perpajakan yang dihasilkan dari pemikiran Ibnu Khaldun. Salah satu cirinya adalah dengan semakin meningkatnya peranan pemerintah negara adi daya tersebut dalam kegiatan ekonomi sejak periode 1960-an. pemerintahan Reagan menyadari bahwa dengan adanya pajak yang sangat tinggi. Dengan sendirinya laju pertumbuhan ekonomi akan mengalami peningkatan dan laju inflasi juga dapat ditekan dengan lebih cepat. Tidak hanya pemerintahan Reagan yang melakukan hal itu. sehingga pada akhirnya akan banyak tercipta berbagai program yang tidak efektif untuk dijalankan. akan tetapi beberapa pemerintahan Amerika Serikat sejak periode tahun 1960-an juga mulai melakukan hal itu. Hal ini justru akan membuat anggaran pemerintah menjadi besar. sebagai usaha untuk mengatasi depresi dan resesi di Amerika Serikat selama masa 4 tahun terakhir. Menguatnya peranan pemerintah dalam kegiatan 13 . yaitu adanya pemikiran dari para ekonom Amerika Serikat yang menganut paham Keynesian bahwa dengan adanya kebijakan pemotongan pajak maka akan dapat meningkatkan lapangan kerja yang ada dan dengan begitu mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Amerika Serikat.

dan dengan begitu roda perputaran ekonomi masyarakat Amerika Serikat juga akan semakin meningkat. Secara ekonomis dengan begitu daya beli masyarakat Amerika Serikat juga akan meningkat. Dalam masa pemerintahan Reagan pendapat dan kritik akan hal ini mencapai puncaknya. 2.Penguasa dibebankan dengan adanya tanggung jawab untuk mewujudkan 14 .Penguasa tidak dapat memperoleh kekuatan kecuali yang datang dari masyarakat. . masyarakat pembayar pajak di Amerika Serikat tidak lagi dibebani dengan pajak yang terlalu besar. . Pembahasan Rangkaian pemikiran Ibnu Khaldun dikenal dengan nama 8 kebijaksanaan yang terdiri dari: Kekuatan penguasa tidak dapat diwujudkan kecuali dengan adanya implementasi syariah.Syariah tidak dapat dilaksanakan kecuali oleh para penguasa. . Dengan begitu.Keadilan merupakan standar yang akan dievaluasi oleh Allah pada umatNya. .Masyarakat tidak dapat ditopang kecuali oleh kekayaan. . .ekonomi terjadi seiring dengan banyaknya pendapat yang menyatakan bahwa berbagai dana yang ada di dalam anggaran pemerintah diperuntukkan untuk berbagai kegiatan yang tidak efektif. . Dampaknya secara ekonomis adalah tingkat kesejahteraan dari masyarakat menjadi meningkat seiring dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Reagan tersebut. Diketahui bahwa pada masa tersebut banyak penggunaan anggaran yang tidak memadai yang didapatkan oleh pemerintah melalui pajak.Pembangunan tidak dapat dicapai melalui keadilan. sedangkan secara bersamaan pula beban pajak yang diterima oleh masyarakat Amerika Serikat terlalu tinggi. Karena banyaknya program pemerintah yang tidak efektif yang dananya justru berasal dari para pembayar pajak.Kekayaan tidak dapat diperoleh kecuali dari pembangunan. maka pemerintahan Reagan hanya meneruskan berbagai program pemerintah yang efektif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dengan adanya anggaran yang cukup untuk dipergunakan oleh negara. Dikatakan oleh Ibnu Khaldun bahwa bila pemerintah semakin besar nilai belanjanya. maka negara dapat melakukan berbagai hal yang sangat dibutuhkan oleh rakyatnya. maka dampaknya akan semakin baik bagi perekonomian negara tersebut. dengan intinya adalah konsep perpajakan. atau semakin banyak menggunakan anggaran yang dimilikinya untuk kepentingan pembangunan. Ibnu Khaldun juga menyatakan bahwa lembaga perpajakan merupakan lembaga yang sangat penting bagi negara. termasuk untuk menjamin stabilitas hukum. Dengan kebijakan fiskal yang ada dan dapat dilakukan oleh pemerintah. agar perkembangan ekonomi di dalam suatu Negara tidak menjadi tidak terkendali. Menurut Ibnu Khaldun perlu adanya peran batasan tertentu untuk menciptakan kestabilan pemerintah dalam dalam perekonomian. Keynes pada dasarnya percaya dengan peranan yang ada dan perlu dilakukan oleh pemerintah di dalam perekonomian. karena penekanan yang ada pada Keynesian 15 . dan juga pajak pemberian suara (jizyah). yaitu pajak derma.keadilan. Karena itulah baginya pajak harus dikelola agar dapat memberikan hasil positif yang maksimal. Dan peran ini dapat diwujudkan melalui instrument kebijakan fiskal. maka dengan begitu pemerintah dapat juga mengatur jalannya perekonomian. Meskipun begitu. tidak semua pemikiran yang ada dalam konsep ekonomi ” Keynesian ” yang sesuai dengan yang ada dalam konsep Ibnu Khaldun tentang pentingnya peranan pemerintah dalam kebijakan ekonomi yang pada akhirnya akan bermuara pada kebijakan fiskal. sedekah. dan negara membebankan pajak yang hanya ditentukan dalam syariat Islam. Seperti Ibnu Khaldun. ekonomi dan politik yang ada di negara tersebut. Konsep perpajakan yang disampaikan oleh Ibnu Khaldun merupakan konsep dimana negara mengikuti sunnah agama Islam. Ibnu Khaldun mengakui bahwa pajak pada dasarnya merupakan sumber utama dari pemasukan negara di dalam era modern sekarang ini. pajak tanah (kharaj).

tidak bisa disangkal bahwa kebijakan fiskal yang berintikan pada konsep keuangan publik dan juga perpajakan sangat ditekankan dalam konsep ekonomi Islam. Ronald W Reagan memberlakukan pemotongan pajak baru untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang sedang terjadi. sehingga negara tidak mengalami ancaman menurunnya jumlah investasi ataupun menurunnya kegiatan produksi di dalam negara tersebut yang akan berdampak pula dengan meningkatnya laju pengangguran. Meskipun begitu. 16 .adalah peranan pemerintah. dan mendapatkan perhatian yang sangat penting. Ini merupakan sumbangan Islam dalam kegiatan perekonomian. tanpa ada sama sekali peranan nilai-nilai etika dan moral yang justru seringkali disampaikan oleh Ibnu Khaldun dalam karyanya tersebut. Yang terpenting adalah bagaimana agar kebijakan pajak tersebut tidak terlalu membebani masyarakat tetapi menguntungkan negara yang pada akhirnya menguntungkan masyarakat juga. Pemerintah harus selalu menjaga agar kebijakan perpajakan yang ada berlaku secara proporsional. Bahkan penasehat ekonomi Presiden AS (1981-1989) Ronald W Reagan. Tujuan utama dari pemotongan pajak tersebut adalah untuk menekan angka pengangguran. Dalam menetapkan dan mengontrol kebijakan pajak. Professor Laffer yang terkenal dengan konsep Laffer Curve-nya mengakui bahwa banyak kebijakan fiskal pada masa pemerintahan Reagan yang didasari dari pemikiran Ibnu Khaldun. peran pemerintah sangat diperlukan agar tidak terjadi penyelewengan dana. Dalam studi kasus di atas. dan khususnya juga peranan Ibnu Khaldun dalam merumuskan konsep ini secara jelas dan cukup terperinci dengan tata bahasa yang sangat tinggi dalam karyanya Muqaddimah.

Ibnu Khaldun dan Pengaruhnya dalam Kebijakan Fiskal. diakses 15 September 2009). 2002. Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontempore. pdf. Kebijakan Ekonomi Indonesia Ditinjau Dari Konsep Dasar Ekonomi Islam. 2005. Yulia. diakses 15 September 2009).Yogyakarta: Dana Bhakti Prima Yasa. ———. (http://islamicvillage. pdf.net/stit/library/modul/ Makalah. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. 17 . Karim.DAFTAR PUSTAKA Heykal. 1997. Mohamad.net/stit/library/modul/makalah. Jakarta: Gema Insani. Adiwarman A. (Online). “Penerapan Ajaran Ekonomi Islam di Indonesia” dalam Shari’ah Economics Days. Abdul. Mannan. 2005. (http://islamicvillage. (Online). 2001. Hafizah. M. Jakarta: Forum Studi Islam Senat Mahasiswa FE-UI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful