P. 1
RESUME PERKULIAHAN PEMERINTAHAN DAERAH 2010

RESUME PERKULIAHAN PEMERINTAHAN DAERAH 2010

|Views: 10,771|Likes:
Published by Ali Beroetoe

More info:

Published by: Ali Beroetoe on Mar 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • PEMERINTAHAN DAERAH
  • ESENSI DASAR OTONOMI DAERAH
  • MASALAH BANGSA (NASIONAL, REGIONAL DAN LOKAL)
  • POTRET INDONESIAKU
  • TIPE DESENTRALISASI
  • Kesimpulan :
  • Materi Perkuliahan:
  • FUNGSI BIROKRASI
  • PRINSIP PEMBIDANGAN KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT &
  • PEMERINTAH DAERAH
  • 17 Februari 2010 Rabu
  • ESENSI OTONOMI DAN PEMBANGUNAN DAERAH
  • Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
  • Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
  • PERKEMBANGAN OTONOMI
  • C. UU No. 6/1959
  • F. UU No. 18/1965
  • G. UU No. 5/1974
  • H. UU No. 22/1999
  • I. UU No. 5/2001
  • J. UU No. 32/2004
  • ESENSI UU TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH PENGGANTI UU 22/1999
  • ASAS UMUM PENYELENGGARAAN NEGARA
  • KEPEGAWAIAN DAERAH
  • PEMBENTUKAN WILAYAH
  • Rabu, 24 Februari 2010
  • KOORDINASI
  • PENDEKATAN SISTEM
  • HAKEKAT KOORDINASI
  • MANFAAT KOORDINASI
  • JENIS KOORDINASI
  • CIRI ± CIRI KOORDINASI
  • Rabu, 3 Maret 2010
  • A. PARADIGMA BARU BERPEMERINTAHAN
  • Beberapa pendapat ahli tentang kegagalan pemerintah :
  • B. KONSEP GOOD GOVERNANCE
  • CIRI-CIRI TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK
  • A. KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE (UNDP)
  • B. IMPLEMENTASI PARADIGMA GOOD GOVERNANCE DALAM
  • OTONOMI DAERAH
  • Kesimpulan ;
  • Rabu, 31 Maret 2010
  • PERUBAHAN SIKAP DALAM BIROKRASI DALAM PEMBANGUNAN
  • Rabu, 7 April 2010
  • KONDISI VITAL KUNCI KEBERHASILAN PELAKSANAAN
  • DESENTRALISASI
  • Sabtu, 17 April 2010
  • UNSUR-UNSUR TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK
  • Rabu, 21 April 2010
  • PERBANDINGAN UU 22/1999 DAN 32/2004
  • KOMUNIKASI YANG KOMUNIKATIF
  • KUNCI KEBERHASILAN SDM PROFESIONAL
  • Tuntutan Abad 21 Atas Organisasi
  • PERBANDINGAN LINGKUP ORIENTASI PEMERINTAHAN/ OTONOMI
  • DAERAH

PEMERINTAHAN DAERAH

Disusun untuk memenuhi tugas akhir semester
Mata Kuliah Pemerintahan Daerah
Dosen : Drs. Irmand Bambang Kusuma, SH, M.Sc, MM













Oleh :

MUKTI ALI BERUTU
NPM : 09.1.0.15.0.031



SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
BANDUNG
2010
ESENSI DASAR OTONOMI DAERAH

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian otonomi luas
kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwuiudnya keseiahteraan masyarakat
melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu
melalui otonomi luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan
memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan
serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Berdasarkan Undang - Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan
Daerah, disebutkan bahwa Pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan
pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas
pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara
Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945.
Dalam pelaksanaan otonomi daerah ada beberapa esensi dasar yang perlu
diketahui agar setiap daerah otonom memiliki persepsi yang sama dalam penyelenggaraan
pemerintahan di daerah. Esensi dasar tersebut adalah :
1. Filosofi vang digunakan tetap "KEAAEKARACAMAA DALAM KESA1UAA"
Otonomi daerah dapat dimaknai bahwa daerah otonom diberikan keleluasaan yang
besar untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerah dan masyarakat sesuai
kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Akan tetapi, meskipun diberikan
keleluasaan pemerintah daerah masih tetap meniadi bagian dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Artinya bahwa pemerintah daerah tidaklah dapat lepas dari NKRI
dan masih memiliki hubungan hierarki dengan Pemerintah Pusat. Namun Pemerintah
Pusat mengakui adanya keanekaragaman pada setiap pemerintah daerah.
2. !aradigma politik vang digunakan tetap dalam rangka demokratisasi, pemerataan
dan keadilan. Pada konsep ini dimaknai bahwa secara politis otonomi daerah
dilaksanakan bukan untuk membentuk raia-raia kecil di daerah. Dengan adanya
otonomi daerah diharapkan agar pemerintah dapat melaksanakan proses demokrasi
yang nyata di daerah. Selain itu, tuiuan penyelenggaran pemerintahan daerah harus
tetap mengacu pada tuiuan pembangunan secara nasional yang berdasarkan UUD 1945
yaitu menciptakan masyarakat adil dan makmur dengan prinsip pemerataan dan
keadilan.
3. !enambahan paradigma ekonomi dengan menekankan pada dava saing daerah
dalam menghadapi persaingan global melalui pemberdavaan masvarakat. Paradigma
ini didasarkan pada semakin meningkatnya persaingan global. Hal ini menyebabkan
berkembangnya era perdagangan bebas. Dengan adanya otonomi daerah, pemerintah
daerah diharapkan dapat menggali setiap potensi yang ada di daerah melalui
pendekatan pemberdayaan masyarakat.
4. !emberian kewenangan kepada daerah terutama kab/kota bersifat pengakuan dan
bukan pengaturan
D!RD berkedudukan sejajar dan mitra Kepala Daerah; Hubungan antara pemerintah
daerah dan DPRD merupakan hubungan keria yang kedudukannya setara dan bersiIat
kemitraan. Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara lembaga pemerintahan
daerah itu memiliki kedudukan yang sama dan seiaiar, artinya tidak saling membawahi.
Hal ini tercermin dalam membuat kebiiakan daerah berupa Peraturan Daerah.
Hubungan kemitraan bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah
sama-sama mitra sekeria dalam membuat kebiiakan daerah untuk melaksanakan
otonomi daerah sesuai dengan Iungsi masing-masing sehingga antar kedua lembaga itu
membangun suatu hubungan keria yang siIatnya saling mendukung bukan merupakan
lawan ataupun pesaing satu sama lain dalam melaksanakan Iungsi masing-masing.
6. rganisasi !emerintahan mengarah "ramping struktur kava fungsi";
Empat hak dasar dalam otonomi daerah:
a. Memilih pemimpinnya sendiri secara bebas dan langsung Hal ini merupakan
bentuk implementasi dari desentralisasi politik.
b. Memiliki dan mengelola kekayaan sendiri secara bebas
c. Membuat peraturan daerah secara bebas Kebebasan Pemerintah Daerah dalam
membuat Perda harus dimaknai bahwa Pemerintah daerah merupakan bagian dari
NKRI. Dengan demikian diharapkan kebebasan dalam membuat Perda tetap
berpegang pada aturan yang berlaku di Indonesia.
d. Pengaturan tertentu dalam pengangkatan, penempatan, pemindahan, penggaiian dan
pemberhentian pegawai daerah. Dalam hal kepegawaian, Kepala Daerah
merupakan Pembina Kepegawaian Daerah. Dengan demikian, Kepala daerah
memiliki kewenangan penuh untuk mengelola pegawai yang ada di daerahnya.
Akan tetapi dalam hal pengelolaan kepegawaian tersebut Kepala Daerah tetap
mengacu pada peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
8. Simplifikasi penggunaan asas penvelenggaraan pemerintahan daerah dalam bentuk
penguatan asas desentralisasi dan pengurangan asas dekonsentrasi di wilavah
kab/kota.


MASALAH BANGSA (NASIONAL. REGIONAL DAN LOKAL)

Perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dari
sentralistik ke arah desentralistik pada era otonomi daerah bukanlah sebuah kebetulan dan
aiang coba-coba. Ada beberapa hal mendasar yang disebabkan oleh permasalahan yang
dihadapi Bangsa Indonesia sehingga perlunya diadakan perubahan paradigma tersebut.
Permasalahan bangsa yang meniadi dasar dalam perubahan tersebut adalah :
1. Geiala dan Iakta disintegrasi bangsa serta teriadinya konIlik sosial yang cenderung
laten ketingkat lokal
2. Lemah dan mandegnya penegakan hukum dan HAM
3. Multi krisis dan lambatnya recovery/pemulihan dibidang ekonomi serta aspek
kehidupan lainnya
4. Masih rendahnya keseiahteraan rakyat serta meningkatnya penyakit sosial dan
lemahnya ketahanan budaya nasional/daerah
5. Kurang berkembangnya potensi pembangunan daerah dan masyarakat.

POTRET INDONESIAKU
W Berpenduduk 'empat besar dunia¨ setelah Cina, India, USA dan negara demokratis
terbesar 'ketiga¨ setelah USA dan India
W Masyarakat multi kultural dengan multi karakter dan memiliki lebih dari 300
kelompok etnis
W 'Mega GeograIis¨ dengan luas dataran ~1,9 iuta M
2
meliputi 17.506 pulau besar kecil
(11.013 pulau belum punya nama), negara terluas ke 8 setelah Australia, Kanada,
Brazil, USA, Cina, India, dan Nigeria.



DESEA1RALIZA1IA
IS THE TRANSFER OF AUTHORITY AND RESPONSIBILITY FOR PUBLIC FUNCTION
FROM CENTRAL GOJERNMENT TO SUBORDINATE OR QUASI INDEPENDENT
ORGANIZATION OR THE PRIJATE SECTOR.

TIPE DESENTRALISASI
A. DESENTRALISASI POLITIK
Semangat demokrasi yang berkembang di masyarakat dapat tersalur secara positiI,
masyarakat luas dapat berpartisipasi aktiI dalam proses perumusan, pembuatan,
implementasi dan evaluasi kebiiakan publik serta memanIaatkan hasilnya (bukan
hanya berpartisipasi pada tataran implementasinya) dan melalui desentralisasi politik
dibentuk badan-badan perwakilan yang dipilih rakyat yang bertugas menialankan
Iungsi perwakilan, pembuatan kebiiakan serta Iungsi pengawasan politik terhadap
badan penyelenggara pemerintahan.
B. DESENTRALISASI ADMINISTRASI
Bertuiuan agar penyelenggaraan pemerintahan dapat lebih eIektiI dan eIisien, dipilah
dan dipilih aktivitas-aktivitas pemerintahan yang dapat ditransIer kepada peiabat-
peiabat lain diluar peiabat pemerintahan.
Kesimpulan :
Pada perkuliahan ini membahas tentang esensi dan pengertian dari Pemerintahan Daerah.
Disini lebih banyak menielaskan pengertian yang berhubungan dengan pemerintahan
daerah, seperti pengertian otonomi daerah, Pemerintah Daerah, Pemerintahan Daerah,
Desentralisasi, Dekosentrasi, tugas pembantuan. Yang dimaksud pemerintah daerah adalah
kepala daerah dan perangkat daerah, sedangkan pemerintahan daerah adalah penyelenggara
pemerintah daerah dan DPRD.
Esensi Dasar Otonomi Daerah adalah keaneka ragaman dalam kesatuan dimana daerah
kabupaten/ kota diberikan wewenang bersiIat pengakuan diikuti dengan hak dan kewaiiban
daerah yang bertuiuan untuk kedaulatan rakyat, pemberdayaan masyarakat serta
pemerataan dan keadilan. Pengembangan otonomi daerah bersimpliIikasi penguatan asas
desentralisasi dan pengurangan asas dekosentrasi .
Perlunya pemahaman terhadap pengertian dan apa yang meniadi tuiuan dasar berdampak
pada Iokusnya kita terhadap materi, teriadinya persamaan persepsi dan pegangan dalam
pembahasan materi berikutnya. Hal ini sangat meniadi penting karena perbedaan persepsi
terhadap pengertian maka mengakibatkan kerancuan dalam pembelaiaran. Seperti
perbedaan pemerintahan daerah dan pemerintah daerah seperti yang di ielaskan diatas,
hanya perbedaan akhiran 'an¨ teriadi perubahan pengertian yang sangat mendasar.

I. Rabu. 10 februari 2010
Pada pertemuan kedua perkuliahan membahas tentang Birokrasi, mulai dari kepengurusan,
pembinaan, Iungsi sampai kepada aturan aturan yang berlaku bagi birokrat, dilaniutkan
dengan materi baru yaitu tentang Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Daerah serta
sebab-sebab berhentinya Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah. yang kesemuanya
dapat dilihat pada UU No. 32 Th 2004 pada pasal 27 ayat (2), pasal 29 ayat (1,2,3,4), pasal
56, pasal 57 (1,2).

Materi Perkuliahan:
C. DESENTRALISASI FISCAL
Merupakan komponen inti dari desentralisasi, untuk menialankan kewenangan yang
telah ditransIer diperlukan sumber-sumber pembiayaan sendiri (selI Iinancing) dengan
mengadakan pungutan pembiayaan bersama (co-Iinancing) perluasan sumber-sumber
lokal melalui paiak/retribusi, transIer antar pemerintah serta piniaman atau bantuan.
D. DESENTRALISASI EKONOMI/PASAR
Dilakukan dalam bentuk privatisasi atau deregulasi dengan mengalihkan
tanggungiawab berbagai Iungsi dari sektor publik ke sektor privat.
FUNGSI BIROKRASI
1. INSTRUMENTAL
Meniabarkan perundang udangan dan kebiiakan publik dalam kegiatan rutin untuk
meningkatkan produksi iasa, pelayanan, komoditi atau mewuiudkan situasi tertentu

2. POLITIK
Memberikan/menyiapkan input berupa saran, inIormasi, visi, Misi dan langkah
proIesionalisme untuk mempengaruhi sosok kebiiaksanaan
3. KATALIS PUBLIK INTEREST
Mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan publik dan mengintegrasikan atau
menginkorporasikan didalam kebiiaksanaan dan keputusan pemerintah
4. ENTREPRENEURIAL
Memberi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan inovatiI dan non rutin. MengaktiIkan
sumber-sumber potensial yang IDLE serta menciptakan resources mix yang optimal
dalam upaya pencapaian tuiuan berbangsa dan bernegara secara propIesional.
PRINSIP PEMBIDANGAN KEWENANGAN PEMERINTAH PUSAT &
PEMERINTAH DAERAH
KEWENANGAN PENGATURAN
Mencakup kewenangan untuk membuat aturan, pedoman, norma maupun standar.
Pemerintah pusat membuat pengaturan hal-hal berskala nasional dan internasional.
Pemerintah propinsi memiliki kewenangan pengaturan yang bersiIat regional sedangkan
pemerintah kab/kota memiliki kewenangan pengaturan yang bersiIat lokal.

KEWENANGAN PENGURUSAN
Mencakup pemberian pelayanan secara operasional kepada masyarakat yang dapat
diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah propinsi atau pemerintah kab/kota
KEWENANGAN PEMBINAAN
Mencakup upaya pemberdayaan institusi pemerintah, non pemerintah maupun masyarakat
agar meniadi semakin mandiri
KEWENANGAN PENGAWASAN
Mencakup tindakan untuk menegakkan aturan norma serta standar yang telah disepakati

PEMILIHAN KEPALA DAERAH
a. Kepala dan Wakil Kepala Daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang
dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia
iuiur dan adil
b. Pasangan calon diaiukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang
memiliki 15° dari kursi DPRD
c. Pilkada diselenggarakan oleh KPUD yang bertanggungiawab kepada DPRD
d. Sesuai dengan prinsip 'mereka yang dipilih bertanggungiawab kepada yang memilih¨
maka KDh tidak bertanggungiawab kepada DPRD melainkan kepada konstituennya
e. KDh dan Wakil KDh mempunyai kewaiiban sesuai pasal 27 UU 32 tahun 2004
I. KDh menyampaikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada
pemerintah dan memberikan laporan keterangan pertanggungiawaban kepada DPRD
serta menginIormasikan laporan penyelenggaraan pemerintah daerah kepada
masyarakat (pasal 27 (2) UU 32/2004).


PEMBERHENTIAN KDH & WAKIL KDH
KDH dan/wakil KDH berhenti karena
a. Meninggal dunia
b. Permintaan sendiri, atau
c. Diberhentikan.
(psl 29 (1))
KDH dan/wakil KDH diberhentikan karena:
a. Berakhir masa iabatannya dan telah dilantik peiabat yang baru
b. Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelaniutan atau berhalangan tetap secara
berturut-turut selama 6 bulan
c. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai KDH dan/atau wakil KDH
d. Dinyatakan melanggar sumpah/ianii iabatan KDH dan/atau Wakil KDH
e. Tidak melaksanakan kewaiiban KDH dan/atau Wakil KDH
I. Melanggar larangan bagi KDH dan atau/Wakil KDH .
(psl 29 (2)).

Pemberhentian KDH dan/atau Wakil KDH karena:
a. Meninggal dunia
b. Permintaan sendiri
c. Berakhir masa iabatannya dan telah dilantik peiabat yang baru
d. Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelaniutan atau berhalangan tetap secara
berturut-turut selama 6 (enam) bulan.
Diberitahukan oleh pimpinan DPRD untuk diputuskan dalam Rapat Paripurna dan
diusulkan oleh pimpinan DPRD.
(psl 29 (3))
Pemberhentian KDH dan/atau Wakil KDH karena:
1. Tidak lagi memenuhi syarat sebagai KDH dan/atau Wakil KDH
2. Dinyatakan melanggar sumpah/ianii iabatan KDH dan/atau Wakil KDH
3. Tidak melaksanakan kewaiiban KDH dan/atau Wakil KDH
4. Melanggar larangan KDH dan/atau Wakil KDH.

Dilakukan dengan cara:
1. Meminta keputusan MA atas pendapat DPRD tentang atau komulatiI dari empat hal
diatas (waktunya paling lambat 30 hari dan keputusannya bersiIat Iinal)
2. Setelah ada keputusan MA yang menyatakan KDH dan/atau Wakil KDH terbukti
melanggar sumpah/ianii dan/atau tidak melaksanakan kewaiibannya, DPRD
mengusulkan pemberhentian kepada Presiden (keputusan diambil paling lambat 30
hari seiak diusulkan)
(pasal 29 (4))
3. KDH dan/atau wakil KDH diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui
usulan DPRD apabila: dinyatakan melakukan tindak pidana keiahatan yang diancam
dengan peniara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan keputusan
pengadilan.
(psl 30 (1))
4. KDH dan/atau Wakil KDH diberhentikan oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD
apabila:
Terbukti melakukan tindak pidana keiahatan yang diancam dengan peniara paling
singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan keputusan pengadilan yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap
(psl 30 (2))
KDh dan/atau Wakil KDh diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan
DPRD karena didakwa:
1. Melakukan tindak pidana korupsi
2. Tindak pidana terorisme
3. Makar
4. Dan/atau tindak piana terhadap keamanan negara.
(pasal 31 (1))
KDh dan/atau Wakil KDh diberhentikan oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD karena
:
Terbukti melakukan makar dan/atau perbuatan lain yang dapat memecah belah NKRI yang
dinyatakan dengan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap .
(pasal 31 (2)).


17 Februari 2010 Rabu
Pada pertemuan ketiga ini perkuliahan membahas tentang Esensi Otonomi dan
Pembangunan Daerah dengan materi sebagai berikut :
ESENSI OTONOMI DAN PEMBANGUNAN DAERAH
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Dapat memahami
Makna
Konsep
Prinsip
Permasalahan dan
Kebiiakan.
Otonomi dan pembangunan daerah dalam sistem administrasi negara kesatuan Republik
Indonesia.
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Dapat memahami :
a. Tuiuan, prinsip pelaksanaan dan pokok-pokok kebiiaksanaan otonomi pembangunan
daerah
b. Permasalahan otonomi dan pembangunan daerah dalam tugas instansinya
c. Keterkaitan otonomi daerah dengan pembangunan nasional
d. Keterkaitan antara otonomi daerah dengan pembangunan daerah.
PERKEMBANGAN OTONOMI
A. Sebelum tahun 1945
Desentralisasi Wet 1903, hanya berlaku di Jawa dan Madura.
Swapraia Kekuasaan raia-raia pribumi yang diakui dan tunduk pada kekuasaan
kolonial.
B. Setelah tahun 1945
Undang-undang ini masih meneruskan sistem Pemerintah Kolonial Belanda
Desentralisasi dan demokrasi dengan penekanan pada prinsip dekonsentrasi.
C UU No 6/1959
a. Sebagai tindak laniut dekrit Presiden
b. Pemda ÷ KDh ¹ DPRD
c. KDh melaksanakan dwi Iungsi
d. KDh iuga sebagai ketua DPRD
e. KDh bertanggungiawab kepada DPRD tapi tidak dapat dipecat DPRD
I. Penekanan pada asas dekonsentrasi.
F UU No 18/1965
a. Dilatarbelakangi semangat naskom
b. KDh tetap berperan dwiIungsi
c. KDh tidak lagi sebagai ketua DPRD
d. Ada tiga daerah otonom (I,II,III)
e. SiIat otonomi nyata adan seluas-luasnya.
G UU No 5/1974
a. Asas : Desentralisai, dekonsentrasi dan tugas pembantuan
b. Dua tingkat daerah otonom dengan titik berat otonomi di Dati II
c. KDh dipilih DPRD diusulkan ke pusat ditetapkan Presiden/Mendagri tanpa
terpengaruh perolehan suara
d. Pemda ÷ KDh ¹ DPRD
e. Sistem kepegawaian menganut sistem karir yang bersiIat nasional
I. Keuangan Pemda meliputi : PAD (UU 5/1974), Paiak Daerah (11/Drt/1957),
Retribusi Daerah (UU 12/Drt/1957).
H UU No 22/1999
a. Elemen-elemen pembentuk Pemda
b. Urusan yang otonom
c. Kelembagaan
d. Personal
e. Sumber Keuangan
I. Unsur Perkawinan
g. Manaiemen Pelayanan Umum
h. Dalam menialankan tupoksinya, harus: Ekonomis, EIektiI, Tuiuan terukur,
Standar ielas, EIisiensi dan Akuntansi.
I UU No 5/2001
a. Tentang otonomi khusus bagi propinsi Papua
b. Alasan utama dikeluarkan UU ini adalah untuk mempercepat pembangunan
Propinsi Papua sehingga seiaiar dengan propinsi yang lain
c. Dewan Perwakilan Rakyat Papua adalah DPRD Propinsi Papua
d. Maielis Rakyat Papua adalah representasi kultural orang asli Papua
e. Gubernur dan Wakil Gubernur harus orang asli Papua
I. Propinsi Papua adalah Propinsi Irian Jaya yang diberi Otonomi Khusus.
UU No 32/2004
a. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan menurut
asas otonomi dan tugas pembantuan oleh Pemda dan DPRD
b. Tuiuan : Meningkatkan keseiahteraan masyarakat, Pelayanan umum dan
daya saing daerah
c. Pemda adalah Kepala Daerah dan Perangkat Daerah.
Kewenangan pemerintah daerah propinsi pada dasarnya sama dengan
kewenangan pemerintah kab/kota, dengan catatan untuk urusan:
a. Pendidikan, termasuk alokasi SDM potensial
b. Masalah sosial, naker, koperasi dan UKM pertanahan serta penanaman modal
termasuk lintas kab/kota
c. Termasuk pelayanan dasar yang belum ditangani kab/kota.
Sebelumnya ini kewenangan propinsi hanya diatur dengan peraturan pemerintah (PP
25/2000).
ESENSI UU TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH PENGGANTI UU 22/1999
1. FilosoIi yang digunakan tetap 'KEANEKARAGAMAN DALAM KESATUAN¨
2. Paradigma politik yang digunakan tetap dalam rangka demokratisasi, pemerataan dan
keadilan
3. Penambahan paradigma ekonomi dengan menekankan pada daya saing daerah dalam
menghadapi persaingan global melalui pemberdayaan masyarakat
4. Penambahan paradigma administrasi dengan menekankan pada perlunya eIektivitas
dan eIisiensi
5. Memberi tekanan pada pelayanan masyarakat sebagai Iokus untuk mencapai hasil
akhir berupa keseiahteraan masyarakat.

ASAS UMUM PENYELENGGARAAN NEGARA
1. Asas kepastian hukum
2. Asas tertib penyelenggaraan negara
3. Asas kepentingan umum
4. Asas keterbukaan
5. Asas proporsionalitas
6. Asas akuntabilitas
7. Asas eIisiensi
8. Asas eIektiIitas.
(pasal 20 (1) UU No.n 32/2004)
PRINSIP OTONOMI YANG DIGUNAKAN
Otonomi yang seluas-luasnya, nyata dan bertanggung iawab dengan
memperhatikan keseimbangan hubungan antar
pemerintahan~DESENTRALISASI BERKESEIMBANGAN
Daerah Otonom menialankan otonomi seluas-luasnya menurut asas otonomi dan
tugas pembantuan, untuk :
1. Mempercepat terwuiudnya keseiahteraan masyarakat
2. Melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat
3. Peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip: Demokrasi,
Pemerataan, Keadilan.
PERGESERAN PENDULUM DESENTRALISASI ANTARA UU 5/1974. UU
22/1999 DAN UU 32/2004

S ÷ Sentralisasi D ÷ Desentralisasi

Penyelenggaraan Otonomi Daerah Berorientasi pada :
1. Peningkatan keseiahteraan masyarakat dengan memperhatikan kepentingan dan
aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat
2. Mampu meniamin keserasian hubungan antara daerah dengan daerah lainnya
3. Mampu meniamin hubungan yang serasi antara daerah dengan pemerintah
4 Untuk meniaga keutuhan wilayah negara dan tetap tegaknya NKRI.
Terdapat urusan yang mutlak meniadi kewenangan Pemerintah Pusat serta adanya
bagian urusan pemerintah yang bersiIat concurrent artinya urusan pemerintahan
yang penanganan bagian atau bidang tertentu dapat dilaksanakan bersama antara
Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Dengan demikian setiap urusan yang bersiIat
concurrent akan ada bagian urusan yang meniadi kewenangan Pemerintah, ada
bagian urusan yang diserahkan kepada kab/kota.

Kesimpulan :
Dalam perkembangannya otonomi daerah yang iuga sering iuga disebut dengan
desentralisasi, memiliki tipe desentralisasi yakni :
a. Desentralisasi Politik : melalui desentralisasi politik dibentuk badan-badan
perwakilan yang dipilih oleh rakyat yang bertugas menialankan Iungsi-Iungsi
perwakilan, pembuatan kebiiakan serta Iungsi pengawasan terhadap badan
penyelenggaraan pemerintahaan.
b. Desentralisasi Administrasi : bertuiuan agar penyelenggaraan pemerintahan dapat
lebih eIektiI dan eIisien. Pemerintahaan merupakan organisasi yang bergerak di
sektor pblik dimana banyak teriadinya proses administrasi (baik penata usahaan
atau Fungsi-Iungsi manaiemen), Dengan otonomi daerah teriadinya pembagian
tugas sehingga dapat melayani masyakat lebih cepat, mudah dan murah.
c. Desentralisasi Iiscal : untuk menialankan kewenangan yang telah di transIer
diperlukan sumber2 pembiayaan yang memadai.
d. Desentralisasi ekonomi / Pasar : dilakukan dalam bentuk Privatisasi atau
deregulasi dengan mengalihkan tanggung iawab berbagai Iungsi dari sektor
publik ke sektor privat.
Perkembangan Otonomi dimulai semeniak sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Sampai dengan sekarang indonesia telah memiliki 8 (delapan)
Undang-undang yang mengatur secara menyeluruh tentang pemerintahan daerah yakni
:
1. Desentralisasi Wet Tahun 1903
2. UU No.1 / tahun 1945 Sentralistis
3. UU No. 22 / tahun 1948
4. UU No. 1 / tahun 1957 Desentralisasi tapi masih condong ke
dekonsentrasi
5. UU No. 18 / tahun 1965
6. UU No.5 / tahun 1974 Sentralistis
7. UU No.22 / tahun 1999 Desentralisasi, tetapi tidak adanya ieniang
hirarki di pemerintahan atasan.
8. UU No.32/tahun 2004 Desentralisasi berkesinambungan
Materi perkuliahan hari ini berkenaan dengan Pasal 20 ayat (3), pasal 10 dan
pasal 150 UU No. 32/2004.



Sabtu. 20 Februari 2010
Pada pertemuan yang ke empat ini perkuliahan membahas tentang Pembagian
Urusan Pemerintahan dan Tata Keria Prosedur Sistem dengan materi sebagai
berikut :
PEMENCARAN URUSAN PEMERINTAHAN






ANATOMI URUSAN PEMERINTAH

PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN
Urusan Pemerintahan yang meniadi urusan Pemerintah (Pusat) yaitu :
a. Politik luar negeri
b. Pertahanan
c. Keamanan
d. Yustisi
e. Moneter dan Fiskal nasional
I. Agama.
Menggunakan Prinsip
General Competence Principle
Penyelenggaraan urusan pemerintahan terdiri atas urusan waiib dan urusan pilihan.
Urusan waiib yang meniadi kewenangan pemerintah daerah meliputi :
1. Perencanaan dan pengendalian pembangunan
2. Perencanaan, pemanIaatan, dan pengawasan tata ruang
3. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat
4. Penyediaan Sarana dan Prasarana Umum
5. Penanganan bidang kesehatan.
6. Penyelenggaraan pendidikan ~untuk propinsi ditambah dengan alokasi sumber
daya manusia potensial
7. Penanggulangan masalah sosial ~ untuk propinsi ditambah yang bersiIat lintas
kabupaten/kota
8. Pelayanan bidang ketenagakeriaan ~ untuk propinsi yang bersiIat lintas
kabupaten/kota
9. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah ~ untuk propinsi
ditambah yang bersiIat lintas kabupaten/kota.
10. Pengendalian Lingkungan Hidup
11. Pelayanan pertahanan ~ untuk propinsi yang bersiIat lintas kabupaten/kota
12. Pelayanan kependudukan, dan catatan sipil
13. Pelayanan administrasi umum pemerintahan
14. Pelayanan administrasi penanaman modal ~ untuk propinsi yang belum dapat
diselenggarakan oleh kab/kota
15. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya ~ untuk propinsi yang belum dapat
diselenggarakan oleh kab/kota
16. Urusan waiib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
Pembagian Urusan Pemerintahan didasarkan pada kriteria :
a. Eksternalitas
b. Akuntabilitas
c. EIisiensi.
Dengan memperhatikan keserasian hubungan antar susunan pemerintahan :
a. Hubungan kewenangan pemerintahan dalam menialankan urusan bersiIat terkait,
tergantung, sinergis sebagai suatu sistem pemerintahan
b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang bersiIat waiib berpedoman pada
Standar Pelayanan Minimal
c. Urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah disertai dengan sumber
pendanaan, pengalihan sarana dan prasarana, didesentralisasikan
Pasal 14 (13) Diatur dengan PP ~ harus terbuka dan melibatkan stakeholder karena
akan meniadi sumber konIlik antar satuan pemerintahan.
TATA KERA PROSEDUR SISTEM

T : Cara pelaksanaan keria yang seeIisien mungkin atas suatu tugas yang
diperoleh dengan mengingat segi tuiuan, peralatan, Iasilitas, tenaga keria,
waktu, ruang dan biaya.
P : Rangkaian daripada tata keria yang berhubungan sehingga menuniukkan
adanya suatu urutan, tahap demi tahap sebagai ialan yang harus ditempuh
dalam rangka penyelesaian suatu bidang pekeriaan.
S : Rangkaian daripada T dan P keria yang membentuk suatu kebulatan atau pola
tertentu dalam rangka melaksanakan Iungsi tertentu.

1. ADMINISTRASI : Keseluruhan proses keriasama antara dua orang manusia atau
lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tuiuan yang telah
ditentukan sebelumnya
2. MANAGEMENT : Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu
hasil dalam rangka pencapaian tuiuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
3. KEPEMIMPINAN : motor atau daya penggerak daripada semua sumber-sumber
dan alat-alat yang tersedia bagi suatu organisasi.
5. HUMAN RELATION : Keseluruhan rangkaian hubungan baik yang bersiIat
Iormal maupun non-Iormal antara atasan dengan bawahan, atasan dengan atasan,
bawahan dengan bawahan yang harus dibina dan dipelihara sehingga tercipta
teamwork dan suasana keria yang intim/ harmonis dalam upaya pencapaian
tuiuan.
6. ORGANISASI : Setiap bentuk persekutuan dua orang atau lebih yang
bekeriasama serta secara Iormal terikat dalam upaya pencapaian sesuatu tuiuan
yang telah ditentukan.
KEPEGAWAIAN DAERAH
a. Pemerintah melaksanakan pembinaan manaiemen pegawai negeri daerah dalam
satu kesatuan penyelenggaraan manaiemen Pegawai Negeri Sipil secara nasional
b. Pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dari/dalam iabatan eselon II pada
pemerintah daerah propinsi ditetapkan oleh Gubernur
c. Pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian dari/dalam iabatan eselon II pada
pemerintah daerah Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Bupati/Walikota setelah
berkonsultasi kepada Gubernur
d. Perpindahan pegawai negeri sipil antar Kabupaten/Kota dalam satu propinsi
ditetapkan oleh Gubernur.
e. Perpindahan pegawai negeri sipil antar kabupaten/kota antar propinsi ditetapkan
oleh Menteri Dalam Negeri
I. Perpindahan pegawai negeri sipil propinsi/ kabupaten/kota ke departemen atau
sebaliknya, ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri
g. Sekretaris daerah propinsi diangkat dan diberhentikan presiden atas usul
gubernur
h. Sekretaris daerah kab/kota diangkat dan diberhentikan oleh gubernur atas usul
bupati/walikota
PEMBENTUKAN WILAYAH


SYARAT ADMINISTRASI
1. Propinsi : Persetuiuan DPR kab/kota dan Bupati/Walikota yang
meniadi cakupan wilayahnya, persetuiuan gubernur
dan DPRD propinsi induk.
2. Kabupaten/Kota : Persetuiuan DPRD kab/Kota dan bupati/walikota yang
bersangkutan, persetuiuan DPRD propinsi dan
Gubernur, rekomendasi Mendagri.
Syarat fisik kewilayahan dalam pembentukan daerah :
1. Propinsi minimal 5 kabupaten/kota
2. Kabupaten minimal 5 kecamatan
3. Kota minimal 4 kecamatan
4. Batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan untuk bisa dimekarkan
5. Propinsi 10 tahun
6. Kabupaten/Kota 7 tahun
7. Kecamatan 5 tahun.

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan oleh pemerintah
yang meliputi :
1. Koordinasi pemerintahan antar susunan pemerintahan
2. Pemberian pedoman dan standar pelaksanaan urusan pemerintahan
3. Pemberian bimbingan, supervisi, dan konsultasi pelaksanaan urusan
pemerintahan
4. Pendidikan dan Pelatihan
5. Perencanaan, penelitian, pengembangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
urusan pemerintahan.

Kesimpulan :
Esensi dari dasar otonomi daerah adalah keanekaragaman dalam kesatuan dimana
daerah kabupaten/ kota diberikan wewenang bersiIat pengakuan diikuti dengan hak dan
kewaiiban daerah yang bertuiuan untuk kedaulatan rakyat, pemberdayaan masyarakat
serta pemerataan dan keadilan. Pengembangan otonomi daerah bersimpliIikasi
penguatan asas desentralisasi dan pengurang asas dekosentrasi. Maksudnya adalah
walaupun daerah mempunyai kewenangan dalam menialankan rumahtangganya tetapi
masih dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. Otonomi daerah iuga
bertuiuan untuk penyelengaraan pemerintahan yang eIektiI dan eIisien, dimana
organisasi pemerintahan mengarah ' Ramping struktur kaya Fungsi¨ sesuai dengan
kebutuhan dan kemampuan daerah bersangkutan. Dengan otonomi daerah DPRD
berkedudukan seiaiar dan Mitra kepala daerah.

Rabu. 24 Februari 2010
Pada pertemuan ke lima ini perkuliahan beraniak pada pembahasan Koordinasi, dengan
saiian materi sebagai berikut :
KOORDINASI
Pengaturan hubungan keriasama dari beberapa instansi/peiabat yang mempunyai tugas
dan wewenang yang saling berhubungan dengan tuiuan untuk menghindarkan
kesimpangsiuran dan duplikasi
* Dari aspek manaiemen ~ merupakan upaya untuk menserasikan langkah-langkah
dan kegiatan antar berbagai Iungsi manaiemen guna pencapaian tuiuan yang telah
ditetapkan
* EIisiensi koordinasi dalam pemerintahan dan pembangunan :
Pencapaian daya dan hasil guna sebesar-sebesarnya dalam tertib pemerintahan,
pertumbuhan dan pemerataan hasil pembangunan serta didukung stabilitas nasional
yang dinamis dan perspektiI.
PENDEKATAN SISTEM
a. Pendekatan antar disiplin yang berperan masing-masing sebagai subsistem
b. Pendekatan multi Iungsi
c. Pendekatan lintas sektoral.
HAKEKAT KOORDINASI
1. Akibat logis dari prinsip pembagian habis tugas
2. Timbul dari dianutnya prinsip Iungsionalisasi
3. Sebagai akibat dari rentang kendali yang mewaiibkan pimpinan untuk membina,
membimbing, mengarahkan dan mengendalikan berbagai kegiatan
4. Diperlukan mutlak dalam organisasi yang benar dan kompleks ~ sinkronisasi
5. Menuniang bentuk organisasi dengan prinsip ialur lini dan staI
6. Sangat terkait dengan kelancaran komunikasi keria
7. Ukuran perwuiudan keriasama pro-aktiI karena saling ketergantungan satu sama
lain.
MANFAAT KOORDINASI
a. Adanya keselarasan antara rencana dengan tuiuan yang akan dicapai
b. Ada prosedur dan metoda keria
c. Dimungkinkan terselenggaranya komunikasi timbal balik
d. Ada kesadaran untuk kebersamaan.
ENIS KOORDINASI
O 'ertikal
O Horizontal
O Diagonal
CIRI - CIRI KOORDINASI
1. Tanggungiawab kelancaran koordinasi terletak pada pimpinan
2. Koordinasi sebagai upaya keriasama berproses secara terus menerus
3. Berlaku sebagai pengaturan upaya kelompok secara teratur
4. Sebagai konsep kesatuan tindakan/inti daripada koordinasi
5. Sasaran adalah pencapaian tuiuan bersama.



Kesimpulan :
Dalam pelaksanaan tugas dalam sebuah organisasi terkadang teriadi tumpah tindih
tugas yang mengakibatkan pemborosan dan pekeriaan meniadi tidak eIektiI, maka
untuk mencegah hal tersebut perlu dilakukan koordinasi diantara bagian-bagian dalam
organisasi. Koordinasi bisa dilakukan secara vertical yaitu instruksi dari atasan kepada
bawahan, horizontal yaitu koordinasi antar bagian yang selevel, ataupun secara
diagonal yaitu atasan dari satu bidang berkoordinasi dengan seorang bawahan dari
bidang yang berbeda.
Rabu. 3 Maret 2010
Dilaniutkan pada pertemuan ke enam yang membahas tentang Paradigma Baru
Berpemerintahan dengan materi sebagai berikut :
A PARADIGMA BARU BERPEMERINTAHAN
1. Hubungan antara Pemerintah dengan masyarakat bersiIat sangat dinamis,
bergerak seperti pendulum antara kutub sangat berkuasa ke kutub yang
sangat lemah
2. Fungsi utama pemerintah adalah melayani masyarakat
3. Dalam perialanan waktu, pemerintah meniadi sangat berkuasa dan
'menelan¨ masyarakat (studi kasus sebelum abad 19: pemerintah
kolonialisme/monarkhi absolut)
4. Munculnya paham demokrasi (pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat)
pada awal abad 20, masyarakat menuntut hak untuk lebih banyak
memegang peran dalam pembuatan kebiiakan publik, walaupun banyak
menemui hambatan
5. Hambatan-hambatan pelaksanaan proses demokrasi : pimpinan politik dan
pemerintah yang dipilih rakyat seringkali menyalahgunakan kepercayaan,
sehingga menimbulkan ketidakpercayaan (distrust). Menurut Fukuyama,
untuk membangun bangsa diperlukan kondisi 'high trust¨.
Beberapa pendapat ahli tentang kegagalan pemerintah :
1. Peter F. Drucker (1968) dalam 'The Age OI Discontinuity¨ Kemungkinan
bangkrutnya birokrasi
2. Barzelay (1982) dalam 'Breaking Trough Bureaucracy¨ Masyarakat bosan
dan muak pada birokrasi yang rakus dan keria lamban

3. Osbome dan Gaebler (1992) dalam 'Reinventing Government¨
Kegagalan utama pemerintah saat ini adalah karena kelemahan
manaiemennya, buka pada apa yang dikeriakan pemerintah melainkan
bagaimana caranya pemerintah mengeriakannya
4. Osbome dan Plastrik (1996) dalam 'Banishing Bureucracy¨ agar
birokrasi lebih eIektiI, perlu dipangkas agar ramping, 'the least government
is the best government¨
5. E. S Savas (1987) Perlunya privatisasi, ramping struktur kaya Iungsi,
pemilahan dan pemilihan Iungsi publik
6. Mc Leod (1998) mengemukakan pendapatnya bahwa krisis
multidimensional di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh adanya salah
urus (mismanagement) pada semua sektor, baik swasta dan terutama
pemerintahan.
7. Diperlukan pembaruan manaiemen pemerintahan pada semua tahapan,
mulai dari tahapan perencanaan, tahapan implementasi sampai tahapan
evaluasi
8. Paradigma good governance pada dasarnya adalah upaya membangun
IilosoIi, strategi serta teknik mengelola urusan-urusan publik secara lebih
transparan dengan melibatkan para pihak-pihak yang terlibat (stakeholder
and shareholder)
9. Diantara komponen bangsa, setelah teriadinya reIormasi, ternyata birokrasi
merupakan sektor yang paling lamban berubahnya.

B KONSEP GOOD GOVERNANCE
Menurut World Bank, Governance diartikan sebagai 'The way state power is
used in managing economic and social resources Ior development society¨.
Dengan demikian, governance adalah cara bagaimana kekuasaan negara
digunakan untuk mengelola sumber-sumber daya ekonomi dan sosial guna
pembangunan masyarakat.
UNDP mengartikan governance sebagai 'the exercise oI political, economic and
administrative authority to manage a nation`s aIIair at all levels¨, kata governance
diartikan sebagai penggunaan/pelaksanaan yakni penggunaan kewenangan
politik, ekonomi dan administratiI untuk mengelola masalah-masalah nasional
pada semua tingkatan.
Governance memiliki tiga domain:
1. Negara/Pemerintah : sebagai pembuat kebiiakan, pengendali dan
pengawas
2. Swasta/Dunia usaha : sebagai penggerak aktivitas bidang
ekonomi
3. Masyarakat : Sebagai subiek dan obiek dari sektor
pemerintah dan swasta.
Tiga Domain Sektor
1. Sektor Pemerintah
2. Sektor Masyarakat
3. Sektor Swasta.

Posisi Tiga Domain (pemerintah. swasta dan masyarakat) dalam konsep Good
Governance bersifat Heterarkhis :



Governance didukung oleh TIGA elemen
1. Politik
Proses pembuatan keputusan untuk Iormulasi kebiiakan publik, yang
dilakukan oleh birokrasi dan bersama dengan politisi
2. Ekonomi
Proses pembuatan keputusan untuk memIasilitasi aktivitas ekonomi didalam
negeri dan interaksi diantara penyelenggara ekonomi
3. Administrasi
Implementasi proses kebiiakan yang telah diputuskan oleh institusi politik.

Kesimpulan :
Pentingnya sebuah teori dalam pelaksanaan pembangunan sangatlah penting, walaupun
kebanyakan teori amat sulit diterapkan dalam praktek khususnya dalam pemerintahan
tapi teori sendiri merupakan hasil pengamatan, penelitian, dan analisis seorang pakar
yang kemudian di kemukakan dengan pendapat. Adapun beberapa pengertian teori
yakni :

a. Suatu hasil penelitian yang sudah teruii atau terbukti kebenarannya dan
bersiIat universal sehingga diiadikan acuan baku dan menerangkan suatau
keiadian peristiwa
b. Berlaku sebagai asas dan hukum-hukum umum yang meniadi dasar suatu
ilmu pengetahuan
c. Merupakan suatu cara/sistem/metode yang berlaku sebagai aturan/pegangan
baku untuk melakukan sesuatu proses pencapaian tuiuan secara eIisien dan
eIektiI.
Mengapa teori dalam penyelenggaraan sangat penting, karena penyelenggaraan
pemerintahan tanpa teori akibatnya penyalahgunaan wewenang. Penyalahgunaan
yang terus menerus kedepan dianggap bukan kesalahan, dan bila terus berlaniut
pada gilirannya meniadi penyalahgunaan kekuasaan.
Terori-teori yang berhubungan tentang pemerintahan daerah sangatlah banyak,
membahas mulai pengertian, landasan IilosoIis, pelaksanaan otda, maupun
masalah masalahnya. Dalam penerapan teori ini diperlukan penyesuaian antara
teori yang akan di gunakan dengan kondisi real suatu daerah. Karena kesalahan
pengggunaan teori dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dapat
mengakibatkan keluarnya kebiiakan/ keputusan publik yang tidak sesuai dengan
rencana awal arah pembangunan.

Rabu. 10 Maret 2010
Pada pertemuan ini perkuliahan membahas tentang Good Governance dengan saiian
materi sebagai berikut :

THE ELEMEN DALAM GOOD GOVERNANCE







Perbandingan Istilah Government dengan Governance
NO
UNSUR
PERBANDINGAN
GO'ERNMENT GO'ERNANCE
1. Pengertian
Dapat berarti
Badan/Lembaga /Fungsi yang
diialankan oleh suatu organ
tertinggi dalam suatu Negara
Dapat berarti cara menggunakan
atau pelaksanaan
2. SiIat Hubungan
Hirarkis, dalam arti yang
memerintah berada diatas,
sedangkan warga negara yang
diperintah ada dibawah
Hiterarkhis dalam arti ada
kesetaraan kedudukan dan hanya
berbeda dalam Iungsi
3.
Komponen yang
terlibat
Sebagai subiek hanya ada
satu yaitu institusi pemerintah
Ada tiga komponen yang
terlibat:
1. Sektor publik
2. Sektor swasta
3. Sektor masyarakat
4.
Pemegang Peran
Dominan
Sektor Pemerintah
Semua memegang peran sesuai
dengan Iungsinya masing-
masing
5.
EIek yang
diharapkan
Kepatuhan warga negara Partisipasi warga negara
6.
Hasil akhir yang
diharapkan
Pencapaian tuiuan negara
melalui kepatuhan warga
negara
Pencapaian tuiuan negara dan
tuiuan masyarakat melalui
partisipasi sebagai warga negara
maupun sebagai warga
masyarakat
CIRI-CIRI TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK
1. Mengikut sertakan semua
2. Transparan dan bertanggung iawab
3. EIektiI dan adil
4. Meniamin adanya supremasi hukum
5. Meniamin bahwa prioritas-prioritas politik, sosial dan ekonomi didasarkan pada
konsensus masyarakat
6. Memperhatikan kepentingan/mereka yang paling miskin dan lemah dalam proses
pengambilan keputusan menyangkut alokasi sumber daya pembangunan.
A KARAKTERISTIK GOOD GOVERNANCE (UNDP)
1. Partisipasi (Partisipation)
Syarat utama warga dalam berpartisipasi :
a. Rasa kesukarelaan dalam berpartisipasi
b. Keterlibatan secara emosional
c. Memperoleh manIaat, secara langsung dan tidak langsung dari
keterlibatannya.

2. Penegakan hukum (Rule oI Law)
Membangun sistem hukum yang sehat, baik perangkat lunaknya (soItware),
perangkat keras (hardware) maupun sumber daya manusianya
(humanware)
3. Transparansi (Transparancy)
Keterbukaan mencakup semua aspek aktivitas yang menyangkut
kepentingan publik, mulai dari proses pengambilan keputusan, penggunaan
dana publik sampai pada tahapan evaluasi
4. Daya Tanggap (Responsiveness)
Sektor publik selama ini dianggap tertutup, arogan dan berorientasi pada
kekuasaan. Untuk mengetahui kepuasan masyarakat sebagai konsumen,
perlu dilakukan survey secara periodik. (Lihat Kep. Menpan No.
25/M.Pan/2004 tentang indeks kepuasan konsumen (IKM))
5. Orientasi pada konsensus (Consensus Orientation)
Aktivitas politik berisi dua hal pokok yaitu konIlik dan konsensus. Dalam
pengambilan keputusan lebih menitikberatkan konsensus. Musyawarah
merupakan proses, sedangkan muIakat merupakan hasil.
6. Keadilan/Kesetaraan (equity)
Setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh
keseiahteraan, walaupun kemampuan individu berlainan namun sektor
publik harus berperan optimal agar keseiahteraan dan keadilan seiring
seialan.
7. KeeIektiIan dan eIisiensi (EIIectiveness dan EIIiciency)
Perlunya kompetisi untuk menciptakan keeIektiIan dan eIisiensi pada sektor
publik.
8. Akuntabilitas (Accountability)
Pertanggungiawaban setiap aktivitas menyeluruh kepada publik/masyarakat
luas, disamping kepada atasan, Akuntabilitas meliputi:
a. Akuntabilitas organisasional/administratiI
b. Akuntabilitas legal
c. Akuntabilitas politik
d. Akuntabilitas proIesional
e. Akuntabilitas moral
9. 'isi strategis (strategic 'ision).
Perlunya visi iangka pendek (short term vision) dan visi iangka paniang
(Long Term 'ision)
B IMPLEMENTASI PARADIGMA GOOD GOVERNANCE DALAM
OTONOMI DAERAH
1. Meskipun tidak secara resmi diumumkan penggunaan paradigma good
governance, namun secara implisit paradigma tersebut, nampak dalam
berbagai peraturan perundang-undangan baru yang terbaik pada era
reIormasi. Termasuk berbagai peraturan yang mengatur tentang otonomi
daerah. Hal ini tidak terlepas dari tekanan negara dan lembaga donor yang
memberikan piniaman maupun hibah kepada Indonesia.
2. Dalam hal partisipasi, telah dicoba dibuka pintu yang lebih lebar untuk
melibatkan masyarakat dalam proses perumusan, implementasi serta
evaluasi kebiiakan publik melalui berbagai peraturan perundang-undangan,
meskipun seringkali teriadi penolakan dari tubuh birokrasi.
3. Penegakan hukum iuga mulai lebih digiatkan antara lain dengan
memperkuat posisi mahkamah agung serta meletakkan iaiaran pengadilan
dibawahnya bukan lagi dibawah Presiden. Demikian pula dengan
terbentuknya KPK, Tipikor dan meningkatnya peran serta masyarakat serta
peran berbagai media lainnya.
4. Sudah mulai banyak peiabat publik baik Gubernur, Bupati/Walikota
maupun anggota DPRD/DPR yang diperiksa dan diiatuhi hukuman dengan
dakwaan terlibat KKN. Dalam Undang-Undang 32 tahun 2004 iuga dimuat
ketentuan kemungkinan pemberhentian Kepala Daerah dan /atau Wakil
Kepala daerah yang lebih tegas.
5. Telah dikembangkan transparansi dibidang keuangan daerah, antara lain
melalui keharusan diaudit oleh BPK dan menyampaikan laporan
penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada publik. Contoh best practice
di Kabupaten Sleman yang seiak tahun 2004 telah membuat neraca yang
diaudit oleh akuntan publik independen dan dimuat di harian kompas.
6. Telah mulai dikembangkan mekanisme untuk mengetahui pandangan
masyarakat terhadap kineria pemberian pelayanan publik oleh pemerintah
daerah seperti mulai dirintis oleh Pemerintah Kota Palangkaraya.
7. Pengembangan konsensus sebenarnya bukan hal yang baru, karena sudah
merupakan budaya nasional Indonesia sebagaimana tercermin pada sila ke-4
dari Pancasila. Tetapi budaya konsensus tersebut iustru mulai ditinggalkan
dan digantikan dengan model pemungutan suara untuk setiap pengambilan
keputusan yang mengakibatkan muncul antagonitas kubu pro dan kontra.
8. Pengembangan kesetaraan dalam bidang politik sudah mulai diialankan,
tetapi kesetaraan di bidang ekkonomi masih tersendat-sendat karena
birokrasi tampaknya masih lebih banyak berpihak pada kelompok ekonomi
kuat (issue neo liberalism) dibandingkan pada kelompok ekonomi lemah.
Hal tersebut nampak dari pembuatan kebiiakan publik maupun dalam
alokasi anggaran publik.
9. Undang undang No. 32 tahun 2004 telah menempatkan eIektivitas dan
eIisiensi sebagai nilai yang diutamakan, tetapi dalam prakteknya masih
menghadapi berbagai kendala/kesulitan untuk dilaksanakan. Birokrasi tidak
atau belum siap untuk menialankan prinsip tersebut sehingga diperlukan
kepemimpinan visioner untuk melakukan percepatan perubahan seperti
mulai dirintis di Kabupaten Jembrana, Sragen dan Tanah Datar.
10. Prinsip akuntabilitas secara berharap sudah mulai diterapkan dalam
implementasi otonomi daerah di berbagai kabupaten/kota, meskipun tingkat
kemaiuannya relatiI masih terbatas. KILLGAARD mengingatkan bahwa :
Corruption IS Discretion PLUS Monopoly MINUS Accountability. Dengan
demikian apabila tanpa akuntabilitas terutama dalam penggunaan dana
publik, niscaya akan teriadi korupsi beriamaah.
11. Keharusan menyiapkan visi strateiik bagi setiap instansi pemerintah sudah
diatur dengan Inpres No. 7 tahun 1999 tentang AKIP. Begitu pula dengan
kewaiiban calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk
memaparkan visi, misi dan programnya dihadapan sidang DPRD telah
diatur didalam Pasal 66 ayat (3) huruI I UU No. 32 tahun 2004. meskipun
demikian masih banyak teriadi visi daerah, visi pemerintah daerah serta visi
perangkat daerah yang disusun secara tidak benar serta tidak dilaksanakan
secara konsisten dan berlaniut.
12. Dengan keluarnya UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional, setidaknya memberi acuan mengenai perlunya
penyusunan pembangunan nasional secara hierarkhis dan berkelaniutan
guna mencapai tuiuan nasional serta tuiuan daerah secara bersama-sama
eIektiI.

Kesimpulan ;
Good Governance akan terlaksana dengan baik iika ada keriasama yang baik antara
stakeholder (eksekutiI, legislative dan masyarakat) dalam pembangunan.

Rabu. 31 Maret 2010
Dalam pertemuan ini perkuliahan membahas tentang Birokrasi dengan materi
sebagai berikut :
PERUBAHAN SIKAP DALAM BIROKRASI DALAM PEMBANGUNAN
1. Birokrasi harus mampu membangun dan menggerakkan partisipasi
masyarakat
2. Birokrasi harus mampu bertindak adil dalam arti tidak cenderung memihak
kepada pihak yang kuat tetapi harus lebih melindungi mempertahankan
masyarakat yang lemah tidak berdaya
3. Peran birokrasi harus bergeser dari 'MENGENDALIKAN¨ meniadi
'MENGARAHKAN¨ dan dari memberi meniadi memberdayakan
4. Mengembangkan keterbukaan dan kebertanggungiawaban (transparansi dan
akuntabilitas)
5. Birokrasi harus meniadi pelopor perubahan dan pembaharuan yang
dilakukan secara terarah dan sistematis dengan dukungan political willyan
kuat serta dilaksanakan konsisten.
FUNGSI BIROKRASI
1. INSTRUMENTAL : Meniabarkan perundang undangan dan
kebiiakan publik dalam kegiatan rutin untuk
meningkatkan produksi iasa, pelayanan, komoditi
atau mewuiudkan situasi tertentu
2. POLITIK : Memberi/menyiapkan input berupa saran,
inIormasi, visi misi dan langkah proIesionalisme
untuk mempengaruhi sosok kebiiaksanaan
3. KATALIS PUBLIC INTEREST : Mengartikulasikan aspirasi dan
kepentingan publik dan
mengintegrasikan atau
menginkorporasikan didalam
kebiiaksanaan dan keputusan
pemerintah.
4. ENTERPRENEURIAL : Memberi inspirasi bagi kegiatan-
kegiatan inovatiI dan non rutin
mengaktiIkan sumber-sumber potensial
yang IDLE serta menciptakan resources
mix yang optimal dalam upaya
pencapaian tuiuan berbangsa dan
bernegara secara proIesional.


Rabu. 7 April 2010
KONDISI VITAL KUNCI KEBERHASILAN PELAKSANAAN
DESENTRALISASI
1. Kerangka keria desentralisasi harus memperlihatkan kaitan antara
pembiayaan lokal dan kewenangan Iiscal dengan Iungsi dan tanggungiawab
pemberian pelayanan oleh pemerintah daerah
2. Masyarakat setempat harus diberi inIormasi mengenai kemungkinan biaya
pelayanan dan penyampaian serta sumber-sumbernya dengan harapan
keputusan yang diambil pemerintah daerah meniadi bermakna
3. Masyarakat memerlukan mekanisme untuk menyampaikan pandangannya
yang dapat mengikat politikus, sebagai upaya mendorong masyarakat untuk
berpartisipasi
4. Harus ada sistem akuntabilitas yang berbasis pada publik dan reIormasi
yang transparan yang memungkinkan masyarakat memonitor eIektivitas
kineria pemerintah daerah yang mendorong politikus dan aparatur daerah
meniadi responsiI


5. Instrumen desentralisasi seperti kerangka keria institusional yang sah,
struktur tanggungiawab pemberian pelayanan dan sistem Iiscal antar
pemerintah harus didesain untuk mendorong sasaran-sasaran politikus.

Sabtu. 17 April 2010
UNSUR-UNSUR TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK
a Partisipasi
Semua pria dan wanita mempunyai suara dalam pengambilan keutusan baik
secara langsung maupun melalui lembaga-lembaga perwakilan yang sah
yang mewakili kepentingan mereka. Partisipasi menyeluruh tersebut
dibangun berdasarkan kebebasan berserikat berkumpul dan mengungkapkan
pendapat serta kapasitas untuk berpartisipasi secara konstruktiI.
b Supremasi hukum
Kerangka hukum yang adil dan diberlakukan tanpa pandang bulu terutama
hukum-hukum yang menyangkut hak asasi manusia.
c Transparansi
Transparansi dibangun atas dasar arus inIormasi yang bebas seluruh proses
pemerintahan lembaga-lembaga dan inIormasi perlu dapat akses oleh pihak-
pihak yang berkepentingan dan inIormasi yang tersedia harus memadai dan
dapat dimengerti dan dipantau.
d Cepat tanggap
Lembaga-lembaga dan seluruh proses pemerintahan harus berusaha
melayani semua pihak yang berkepentingan.
e Membangun konsensus
Tata pemerintahan yang baik meniembatani kepentingan-kepentingan yang
berada demi terbangunnya suatu konsensus menyeluruh dalam hal apa yang
terbaik bagi kelompok-kelompok masyarakat, dan bila mungkin, konsensus
dalam hal kebiiakan-kebiiakan dan prosedur-prosedur.
f Kesetaraan
Semua pria dan wanita mempunyai kesempatan memperbaiki atau
mempertahankan keseiahteraan mereka.
g Efektif dan efisien
Proses pemerintahan dan lembaga-lembaga membuahkan hasil sesuai
kebutuhan warga masyarakat dan dengan menggunakan sumber-sumber
daya yang ada dan seoptimal mungkin.
h Bertanggungjawab
Pada pengambil keputusan di pemerintah, sektor swasta dan organisasi-
organisasi masyarakat bertanggungiawab baik kepada masyarakat maupun
kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan. Bentuk
pertanggungiawaban tersebut berbeda satu dengan lainnya tegantung dari
ienis organisasi yang bersangkutan dan dari apakah bagi organisasi itu
keputusan tersebut bersiIat kedalam atau keluar.
i Visi strategik
Para pemimpin dan masyarakat memiliki perspektiI yang luas dan iauh ke
depan atas tata pemerintahan yang baik dan membangun manusia serta
kepekaan akan apa saia yang dibutuhkan untuk mewuiudkan perkembangan
tersebut. Selain itu mereka iuga harus memiliki pemahaman atas
kompleksitas keseiahteraan budaya dan sosial yang meniadi dasar bagi
perspektiI tesebut.

Rabu. 21 April 2010
Pada pertemuan ke dua belas ini perkuliahan membahas tentang Perbandingan UU
No. 22/1999 dan 32/2004,

PERBANDINGAN UU 22/1999 DAN 32/2004
NO
DIMENSI
PERBANDINGAN
UU NO. 22/1999 UU N0. 32/2004
1. Dasar FilosoIi Keaneka ragaman dalam
kesatuan
Keaneka ragaman dalam
kesatuan
2. Pembagian Satuan
Pemerintahan
Pendekatan besaran dan isi
otonomi (size and content)
ada daerah besar dan daerah
kecil yang masing-masing
mandiri, ada daerah dengan
isi otonomi terbatas dan ada
yang otonominya luas.
Pendekatan besaran dan isi
otonomi (size and content
approach) dengan
menekankan pada pembagian
urusan yang
berkeseimbangan
berdasarkan asas
eksternalitas, akuntabilitas,
eIisiensi
3. Fungsi Utama
Pemerintah Daerah
Pemberi Pelayanan
Masyarakat
Pemberi Pelayanan
Masyarakat
4. Penggunaan azas
Penyelenggaraan
Pemerintah Daerah
W Desentralisasi Terbatas
pada Daerah Propinsi,
dan luas pada Daerah
Kab/Kota
W Dekonsentrasi terbatas
pada Kab/Kota dan luas
pada propinsi
W Tugas pembantuan yang
berimbang pada semua
tingkatan pemerintahan.
W Desentralisasi diatur
berkeseimbangan antar
daerah propinsi,
Kab/Kota
W Dekonsentrasi terbatas
pada Kab/Kota dan luas
pada Propinsi
W Tugas pembantuan yang
berimbang pada semua
tingkatan pemerintahan.
5. Pola Otonomi A Simetris A Simetris
6. Model Organisasi
Pemerintahan
Daerah
Local Democratic Model Perpaduan Local Democratic
Model dengan structural
eIIiciency model
7. Unsur Pemerintah
Daerah
Kepala Daerah dan
Perangkat Daerah
Kepala Daerah dan
Perangkat Daerah
8. Mekanisme
TransIer
Kewenangan
Pengaturan dilakukan
dengan pengakuan
kewenangan, isi
kewenangan, pemerintah
pusat dan propinsi sebagai
daerah otonom terbatas,
sedangkan isi kewenangan
daerah Kab/Kota luas
(General Competence
principle)
Tidak menggunakan
pendekatan kewenangan
melainkan pendekatan
urusan, yang didalamnya
terkandung adanya aktivitas,
hak dan wewenang,
kewaiiban dan
tanggungiawab (General
Competence principle)
9. Unsur pemerintah
daerah yang
memegang peranan
dominan
Badan LegislatiI Daerah
(Legislative Heavy)
Menggunakan prinsip check
and balances antara pemda
dengan DPRD
10. Pola Pemberian
Dana/Anggaran
Uang mengikuti Iungsi
(Money Follow Function)
Uang mengikuti Iungsi
(Money Follow Function)
11. Sistem
Kepegawaian
Sistem Terpisah (Separated
System)
Mixed System, dengan
memadukan antara
integrated system dengan
separated system
12. Sistem
pertanggungiawaba
n pemerintahan
Pertanggungiawaban
pemerintahan kesamping
Pertanggungan iawab kepada
konstituen, ke pemerintah
pusat dengan laporan ke
DPRD dengan keterangan
pertanggungiawaban, kepada
rakyat berupa inIormasi
13. Sistem pengelolaan
antar azas
pemerintahan
Pengolahan masing-masing
azas secara terpisah
Pengolahan masing-masing
azas secara terpisah
14. Kedudukan
Kecamatan
Sebagai Satuan Keria
Perangkat Daerah
Sebagai Satuan Keria
Perangkat Daerah
15. Kedudukan Camat Sebagai Perangkat Daerah Sebagai Perangkat Daerah
16. Kedudukan Desa RelatiI mandiri berarti tidak
mandiri sepenuhnya
RelatiI mandiri berarti tidak
mandiri sepenuhnya
17. Pertanggungan
Jawab Kepala Desa
Kepada Rakyat melalui
BPD
Tidak diatur secara khusus
dalam UU tetapi diatur
dalam peraturan daerah
dengan berpedoman kepada
peraturan pemerintah

KOMUNIKASI YANG KOMUNIKATIF
Kiat dalam memberikan umpan balik
a. Berikan secara spesiIik, iangan terlalu umum sehingga tidak/sulit
terpahami
b. Berikan penielasan dengan cukup dasar pertimbangan atau alasan mengapa
saudara membuat umpan balik demikian


c. Pusatkan pada perilaku yang dapat diubah, yang berada dalam kendali
orang yang bersangkutan. Hindari umpan balik yang menyinggung pribadi
dan bersiIat melecehkan yang bersangkutan
d. Berikan uraian tentang kenyataan berdasarkan data obyektiI dan bukan
penilaian
e. Ungkapkan pendapat (opini) sebagai opini, bukan Iakta yang menyudutkan
I. Berikan umpan balik yang konstruktiI, bukan yang destruktiI
g. Hindari ungkapan-ungkapan yang menyerang dan dapat menimbulkan
reaksi yang emosional.
h. Berikan puiian yang iuiur dan tulus serta apa adanya tanpa menimbulkan
reaksi yang emosional
i. Berikan kritik tanpa merendahkan dan mempermalukan yang bersangkutan
i. Berikan inIormasi secara ielas, benar, lengkap dan cukup untuk
menghindari kesalahpahaman.

Kiat dalam menerima umpan balik
a. Dengarkan semua tanggapan dengan sabar dan cermat serta tuniukkan
kesan bahwa saudara sangat memperhatikannya
b. Upayakan hati dan pikiran tetap dingin iangan membangun tembok
(menutup diri total/cuek) ataupun seakan menantang
c. Perhatikan hal-hal penting yang meniadi isu utama dari tanggapan yang
masuk
d. Ungkapkan kembali dengan kata-kata sendiri, untuk men¨cek¨ apakah
saudara dapat dapat menangkap umpan balik dengan benar dan baik
e. Pastikan apakah penangkapan dan persepsi saudara sudah benar menurut
pihak pemberi umpan balik
I. Bila perlu minta contoh dan penielasan seperlunya secara konkrit
g. Jangan berlebihan dalam memberi reaksi terhadap umpan balik yang
saudara terima, lebih baik saudara tetap tenang sambil mencari makna
optimal dari umpan balik tersebut
h. Kaii manIaat secara potensial dari umpan balik tersebut bagi kepentingan
saudara dan lingkungan yang lebih luas
i. Terima setiap umpan balik yang bersiIat kritik sebagai pertolongan yang
tulus.

MMUAIA1IA IS 1HE !RESS F !ASSIAC IAFRMA1IA AAD
UADERS1AADIAC FRM AE !ERSA 1 AA1HER
KOMUNIKASI ADALAH PROSES PENYAMPAIAN KETERANGAN DAN
PENGERTIAN DARI SESEORANG KEPADA ORANG LAIN

P R O F E S I O N A L
a. Memiliki wawasan iauh kedepan (knowledge)
b. Memiliki keahlian dibidang tertentu (speciIik) skill/mahir (know how)
c. Memiliki daya saing tinggi
d. Memiliki moral tinggi yang dicerminkan dalam perilaku keseharian
(attitude)
e. Memiliki kesetiaan kepada etika proIesi (integrity)
I. Memiliki siIat kreatiI dan inovatiI.
KUNCI KEBERHASILAN SDM PROFESIONAL
a. Meningkatkan disipliln diri (waktu, perilaku, kineria)
b. Mentaati peraturan
c. Mentaati ianii (trust dan integritas)
d. Mengembangkan semangat keterbukaan (pembaharuan, reIormasi dan
transIormasi)
e. Melancarkan komunikasi (sosialisasi program, meredam konIlik,
menampung/menyalurkan aspirasi, membangun kemitraan/kebersamaan.
Tuntutan Abad 21 Atas Organisasi
a. Harus meniadi organisasi pembelaiaran (harus dimulai dari perorangan
yang ditingkatkan belaiar meniadi pembelaiaran)
b. Harus mampu menyelenggarakan 'AD HOC MANAGEMENT¨ (bagian
dari manaiemen dan harus dilibatkan didalamnya)
c. Harus gesit bermitra (sederaiat dalam bekeriasama), beraliansi
(kepentingan-kepEntingan tertentu tidak usah bergabung/bersama untuk
kepentingan tertentu), serta berkolaborasi (bekeriasama dalam waktu yang
singkat, tanpa ada kesepakatan yang bersiIat Iormal)
d. Harus langsing tanpa beban yang tidak perlu (ramping struktural kaya
Iungsi)
e. Harus lebih banyak pada SDM
I. Harus semakin kreatiI dan inovatiI (lebih bermakna dalam menemukan ide-
ide baru)
g. Harus semakin serius membina sistem dan budaya melayani pelayanan
prima, gugus kendali mutu, contoh (setiap akhir tahun diadakan evaluasi).


PERBANDINGAN LINGKUP ORIENTASI PEMERINTAHAN/ OTONOMI
DAERAH
1. Azas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang digunakan :
a. Dekonsentrasi
Pasal 1 butir 8 UU No. 32/2004
Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh
Pemerintah kepada Gubernur sebagai wakil pemerintah dan/atau
kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.

b. Desentralisasi
Pasal 1 butir 7 UU No. 32/2004
Desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh
Pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus
urusan pemerintahan dalam sistem Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

c. Tugas Pembantuan/Medewebind.
Pasal 1 butir 9 UU No. 32/2004
Tugas pembantuan adalah penugasan dari Pemerintah kepada daerah
dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada kabupaten/kota
dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten kota kepada desa
untuk melaksanakan tugas tertentu.

2. Aiaran rumah tangga yang digunakan :
a. Art Riil (luas, nyata dan bertanggungiawab)
b. Art Formal
c. Art Materiil.
3. Pola pembagian kewenangan yang digunakan:
a. UU pembentukan/PP penyerahan urusan/ kewenangan
Pasal 10 ayat (1) UU No. 32/2004
Pemerintahan daerah menyelenggarakan urusan pemerintahan yang
meniadi kewenangannya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh
Undang-Undang ini ditentukan meniadi urusan Pemerintah.

b. Kewenangan Pemerintah Pusat LimitatiI
Pasal 10 ayat (3) UU No. 32/2004
Urusan pemerintahan yang meniadi urusan Pemerintah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. politik luar negeri
b. pertahanan
c. keamanan
d. yustisi
e. moneter dan Iiskal nasional dan
I. agama.

c. Kewenangan Pemerintah Propinsi LimitatiI
Pasal 13 ayat (1) UU No. 32/2004
Urusan waiib yang meniadi kewenangan pemerintahan daerah
provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi:
a. perencanaan dan pengendalian pembangunan
b. perencanaan, pemanIaatan, dan pengawasan tata ruang
c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
d. penyediaan sarana dan prasarana umum
e. penanganan bidang kesehatan
I. penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia
potensial
g. penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota
h. pelayanan bidang ketenagakeriaan lintas kabupaten/kota
i. Iasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah
termasuk lintas kabupaten/kota
i. pengendalian lingkungan hidup
k. pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota
l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil
m. pelayanan administrasi umum pemerintahan
n. pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas
kabupaten/kota
o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat
dilaksanakan oleh kabupaten/kota dan
p. urusan waiib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan.

d. Kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota (Pengakuan).
Pasal 14 ayat (1) UU No. 32/2004
Urusan waiib yang meniadi kewenangan pemerintahan daerah untuk
kabupaten/kota merupakan urusan yang berskala kabupaten/kota
meliputi:
a. perencanaan dan pengendalian pembangunan
b. perencanaan, pemanIaatan, dan pengawasan tata ruang
c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman
masyarakat
d. penyediaan sarana dan prasarana umum
e. penanganan bidang kesehatan
I. penyelenggaraan pendidikan
g. penanggulangan masalah sosial
h. pelayanan bidang ketenagakeriaan
i. Iasilitasi pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah
i. pengendalian lingkungan hidup
k. pelayanan pertanahan
l. pelayanan kependudukan, dan catatan sipil
m. pelayanan administrasi umum pemerintahan
n. pelayanan administrasi penanaman modal
o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya dan
p. urusan waiib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan
perundang-undangan.

4. Pola pertanggungiawaban penyelenggaraan pemerintahan daerah:
a. Hierarkis keatas
b. Hierarkis kesamping/DPRD
Pasal 184 ayat (1) UU No. 32/2004
Kepala daerah menyampaikan rancangan Perda tentang
pertanggungiawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD berupa
laporan keuangan yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa
Keuangan paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun anggaran
berakhir.
c. Akuntabilitas hukum, politik, administrasi dan tehnis.
5. Pola pembagian sumber-sumber keuangan:
a. Desentralisasi politik dan administrasi diimbangi desentralisasi
Iiscal
b. Prinsip 'Iunction Iollow money¨ 'money Iollow Iunction¨.
6. Pola susunan organisasi dan tata keria
a. Seragam Keanekaragaman sesuai kebutuhan dan potensi
b. Ramping struktur kaya Iungsi
c. Fungsi wadah dan proses sistem keriasama mencapai tuiuan.

7. Pola hubungan keria antar satuan pemerintahan
a. Hierarkis Heterarkis
Pasal 195 UU No.32/2004
(1) Dalam rangka meningkatkan keseiahteraan rakyat, daerah
dapat mengadakan keria sama dengan daerah lain yang
didasarkan pada pertimbangan eIisiensi dan eIektiIitas
pelayanan publik, sinergi dan saling menguntungkan.
(2) Keria sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
diwuiudkan dalam bentuk badan keria sama antar daerah yang
diatur dengan keputusan bersama
(3) Dalam penyediaan pelayanan pubik, daerah dapat bekeria
sama dengan pihak ketiga.
(4) Keria sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3)
yang membebani masyarakat dan daerah harus mendapatkan
persetuiuan DPRD.

b. Hierarki kepentingan masayarakat yang lebih besar.


Pasal 196 UU No. 32/2004
(1) Pelaksanaan urusan pemerintahan yang mengakibatkan dampak
lintas daerah dikelola bersama oleh daerah terkait.
(2) Untuk menciptakan eIisiensi, daerah waiib mengelola pelayanan
publik secara bersama dengan daerah sekitarrnya untuk
kepentingan masyarakat.
(3) Untuk pengelolaan keria sama sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan ayat (2), daerah membentuk badan keria sama.
(4) Apabila daerah tidak melaksanakan keria sama sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), pengelolaan pelayanan
publik tersebut dapat dilaksanakan oleh Pemerintah.

8. Jumlah ieniang pemerintahan:
a. Hanya satu ieniang
b. Datom ukuran besar dan datom ukuran lebih kecil.


$$$# %  #  $08:, /03,3 ,2,3,9 &3/,3
&3/,3 ,8,7 0,7, #05:- 3/4308, %,:3  5020739, /,07, -0703,3 :39: 203,9:7 /,3 203:7:8 803/7 :7:8,3 5020739,,3 203:7:9 ,8,8 494342 /,3 9:,8 502-,39:,3  !02-07,3 494342 :,8 05,/, /,07, /,7,,3 :39: 202507.05,9 907::/3, 080,907,,3 2,8,7,,9 20,:5033,9,350,,3,3 502-07/,,,3/,3507,38079,2,8,7,,9 8,2539: 20,: 494342 :,8  /,07, /,7,5,3 2,25: 2033,9,3 /,, 8,3 /03,3 202507,9,3 57385 /0247,8  50207,9,,3  0,/,3  08920,,3 /,3 0:8:8,3 8079, 549038 /,3 0,30,7,,2,3 /,07, /,,2 88902 0,7, 08,9:,3 #05:- 3/4308,  07/,8,7,3 &3/,3 
&3/,3 4247  %,:3   9039,3 !020739,,3 ,07,  /80-:9,3 -,, !020739,,3 /,07, ,/,, 503003,7,,3 :7:8,3 5020739,,3 40 5020739, /,07, /,3 !# 203:7:9 ,8,8 494342 /,3 9:,8 502-,39:,3 /03,3 57385 494342 80:,8 
:,83, /,,2 88902 /,3 57385 0,7, 08,9:,3#05:-3/4308,80-,,2,3,/2,8://,,2&3/,3
:3/,3,8,70,7, #05:-3/4308,%,:3  ,,2 50,8,3,,3 494342 /,07, ,/, -0-07,5, 08038 /,8,7 ,3 507: /09,:,,7809,5/,07,4943422025078058,38,2,/,,2503003,7,,3 5020739,,3//,07, 8038/,8,790780-:9,/,,   4841 ,3 /:3,,3 909,5 #  $%&  94342 /,07, /,5,9 /2,3, -,, /,07, 494342 /-07,3 00:,8,,3 ,3 -08,7 :39: 203,9:7 /,3 203:7:8 050393,3 /,07, /,3 2,8,7,,9 808:, 0-:9:,3 /,3 02,25:,3 2,83
2,83  ,3 909,5  2085:3 /-07,3 00:,8,,3 5020739, /,07, 2,8 909,5 203,/ -,,3 /,7 0,7, 08,9:,3 #05:-3/4308, 793,-,,5020739,/,07,9/,,/,5,905,8/,7# /,3 2,8 202 :-:3,3 07,7 /03,3!020739, !:8,9  ,2:3!020739, !:8,9203,:,/,3,0,30,7,,2,35,/,809,55020739,/,07,    !,7,/2, 549 ,3 /:3,,3 909,5 /,,2 7,3, /0247,98,8  50207,9,,3 /,3 0,/,3  !,/, 43805 3 /2,3, -,, 80.,7, 5498 494342 /,07, /,8,3,,3 -:,3 :39: 202-039: 7,,
7,, 0. / /,07,  03,3 ,/,3, 494342 /,07, /,7,5,3 ,,7 5020739, /,5,9 20,8,3,,3 574808 /0247,8 ,3 3,9, / /,07,  $0,3 9:  9::,3 503003,7,3 5020739,,3 /,07, ,7:8 909,5203,.:5,/,9::,3502-,3:3,380.,7,3,843,,3-07/,8,7,3&&

,9: 203.59,,3 2,8,7,,9 ,/ /,3 2,2:7 /03,3 57385 50207,9,,3 /,3 0,/,3    !03,2-,,3 5,7,/2, 04342 /03,3 2030,3,3 5,/, /,, 8,3 /,07, /,,2203,/,55078,3,34-,20,:502-07/,,,32,8,7,,9 !,7,/2, 3 //,8,7,3 5,/, 802,3 2033,93, 5078,3,3 4-,  , 3 2030-,-,3 -0702-,33, 07, 507/,,3,3 -0-,8  03,3 ,/,3, 494342 /,07,  5020739, /,07, /,7,5,3 /,5,9 203, 809,5 549038 ,3 ,/, / /,07, 20,: 503/0,9,3502-07/,,,32,8,7,,9    !02-07,3 003,3,3 05,/, /,07, 907:9,2, ,-

49, -0781,9 503,:,3 /,3 -:,3503,9:7,3   !#-070/:/:,380,,7/,3297,05,,,07,:-:3,3,39,7,5020739, /,07, /,3 !# 207:5,,3 :-:3,3 07, ,3 0/:/:,33, 809,7,/,3 -0781,9 0297,,3  0/:/:,3 ,3 809,7, -072,3, -,, /,39,7, 02-,, 5020739,,3 /,07,9:2020/:/:,3,38,2,/,380,,7 ,793,9/,8,3202-,,  , 3 907.0723 /,,2 202-:,9 0-,,3 /,07, -07:5, !07,9:7,3 ,07,  :-:3,3 0297,,3 -072,3, -,, ,39,7, !020739, ,07, /,3 !# ,/,, 8,2,
8,2, 297, 8007, /,,2 202-:,9 0-,,3 /,07, :39: 20,8,3,,3 494342/,07,808:,/03,31:382,83
2,83803,,39,70/:,02-,,9: 202-,3:38:,9: :-:3,3 07, ,3 81,93, 8,3 203/::3 -:,3 207:5,,3 ,,3,9,:5:3508,38,9:8,2,,3/,,220,8,3,,31:382,83
2,83    7,38,8!020739,,3203,7, 7,253897:9:7,,1:38   

25,9,/,8,7/,,2494342/,07, ,  02 5022533, 803/7 80.,7, -0-,8 /,3 ,38:3 , 3 207:5,,3 -039:2502039,8/,7/080397,8,8549  -  02/,320304,0,,,3803/780.,7,-0-,8 .  02-:,9 507,9:7,3 /,07, 80.,7, -0-,8 0-0-,8,3 !020739, ,07, /,,2 202-:,9 !07/, ,7:8 /2,3, -,, !020739, /,07, 207:5,,3 -,,3 /,7 #  03,3 /02,3 /,7,5,3 0-0-,8,3 /,,2 202-:,9 !07/, 909,5 -0750,35,/,,9:7,3,3-07,:/3/4308,  /  !03,9:7,39079039:/,,2503,3,9,3 503025,9,3 5023/,,3 503,,3/,3 502-07039,3 50,, /,07,  ,,2 , 050,,,3  05,, ,07, 207:5,,3 !02-3, 050,,,3 ,07,  03,3 /02,3  05,, /,07, 202 003,3,3 503: :39: 20304, 50,, ,3 ,/, / /,07,3, 

 .3/909.5.3.3.-.8503003./.8...9:7..340!020739.8 /04380397..507.2-039: 503:..8 /080397. 909.8./.3/.8 / .3 050.!:8.3 503:7..8.8 /..9    $251..07.3 ..3 .7.3 90780-:9 05. .35020739.:5.3 909.07.8503:3.3.5 /.2 .8.5 203.9. 50304....

3 5020739.3 /80-.32.7/.5..390780-:9.3 ./2.. . 8079.. 803.895.8.7.    $$ $  #     !07:-. /83907.7.4-.890..3/.3-.3 /.4-.07.3 507:-.3..  /.94..07.-:.5030.. 507:3.2507:-.3 . /.3 .9.3 . 3/4308. 90780-:9  !072..3 40 5072.3::2/. 203/.8 -.-.   0.03/07:3 .3 5. /.0-09:..3 /./2.3/03.7. /.5 ./..3 ..   02.2-.38.07.. 431 848./080397.4./.. /./3.38.8././/. ..7 80397.3203.3 5.07. -0-07.8.38.49.7.2 503003.903093. .3 1. 907.80-:./..8.3   :9 788 /.7 ./..93. 70.494342/..

850 0/:5.3. /.93.502:. 080. 2033.3.3-:/..3 02.3 7.3.3.3....907.9 8079.3 /-/.. 503.8 703/.33.843.9 848.09. .   .3 04342 8079.

98 907-08.3-0702-. 3.3.18 /03.  3/.9 2:9 :9:7.7./.8.   $%#%  .07.3/..  7. 907:.307. 3.32.3 :9.7 09.7.7. 205:9  5:.  &$ /. 8090.3 202 0- /.7   042540938 W 0.33. /03. 3/..9.&$/.7. /0247. W .70./.3:. :897.7 /:3.7.  . &$ 3.8/.: -0:2 5:3.047.  8090.3 2:9 .3:3.2.907 /./.   5:.9   ! %#% $& W 07503/:/: 025. /..8.549038502-.:-08.7.9 -08.07.  30.33/.8 0  8090.   :7.3 30.

8 .3 /.39:.9..7503003.8./.90- 01091/.9 /0247.7.9 /.-.7.7985...3 5020739.3 /5 7.3  502-:.. 507:.9:.3 .3 .8.3 0.7!020739.3. 54891  2.9 9078.7./. -075. 2030.9 50..5.3 503079..7. .-.35020739.9 :..7.8 5020739.3 549 907./.3 503079.3/.:.07. /.2.3.8.3  0825:.3 -079:.3/./..8 .3 ./.9.:7 80...3 2502039..9./.-.3503003..07.3../. 80/.5.8 5.3 .89039.9.2 574808 507:2:8.3 -..07.91 /.3  2502039.07.8. 05..3 .07./.8:/5020739.3..3 /..38107 05.2 08.3.3 /2.7 94342 ./.3 1:38 507.301803 /5.5 -.9.3 .-:5. 0./..3 507.07.9 /97. 5020739..3/:.8 9:...35020739.3 8079.07..8 0480397../.3 0-.3 5:- 8079.8 0-. 1:38 503.9 -075.  !020739./.  !020739.8.903.  /..9.3!#  8038 .8 /..3    $%#$$$%#$ 079::.  805079 503079..9.8 /.3 494342 /.7.3.7985.8 .30.07.3507.3 3 202-.95020739.3 .07.3/2.9/.7.  83 0- -. -:.3 20.3  502-:.83.3 /03.9. .: /080397.07.3 -07:-:3.3.31../.8.3 !. .8 203.9...8 549 /-039: -.8502-.3 / 2.9.3 08038 /. 202.5.3 /.5.07. 50.3 ./.$%%#$# &% #%#$! $% #!&&%  #  %#  '#% %  $& #% #%  #%!#'%$% #   %!$%#$$   $%#$$! % $02.9 .  080397.3 /5 .750..83..3../.07. 7.3 /.8.503003.. /.3 -0702-.5020739.

8 /080397.2 502-0.3/:9/03.703.9503.././.3 /.8  !07:3. 5./ 9::.-.7 -07/. -078251..38.8.3 2.5.3503:7.25.3 /.3  !0302-. 9.3.907-07:93./.8.3-0781.5 503079.8/0480397. 50207.3 0. 907./.3 07.2 502-.32.07.3 2.5 503079. 5078.3  $05079 # "&$ !% . 203.3.907  907./3..7.3.3..35078058 907.3 /.507-0/.8 503:./50393.8.2. 502.5  2.9.3 203.3 -079::.3 7.3 /.9..3 ..8/./-07.30..3 907.07.2.9.9  502-07/.3../.8.7. .9 8079.3 5078058 /.3.49..3 /..:.3 . .8. 14:83.3 494342 /..3 /.:..3 50.:.9.3003./..-.3 :39: 0/.8. .9203.3.

3 5020739.9203/./..-:  10-7:.8.3 !02-07039.3 !02. /.7: .8  .3 /. 80-.--070393.3 907.70503:7:8.3.507-0/..3 /.89039..3202-. 8079./507:-.3747.3 .3.9:7.07.25.38./.30/:.3 1:388.8...-747.3 05.07.507-0/...507:.: -.9  /.3503079.8 2:.3 .3:9.3 / 0. /.- 80-.3.3  502-3.907 -.3 /.7     #. 805079 .7   !.507902:.9: 9039..3../.9:7.3.. 05.07.7. .07.3 /03.3 5020739.05./..3 -07.9.3 2.3  .

/..38:2-07 8:2-07 4./.5./.3 /03..3..9.3 5:3:9.05.38107/507:. .&&4 % 5..8.3803/7 80113.3 -078..3 ..3 90....8.     .9/..3 4254303 39 /..7 /080397.8.3 003.:.3   $%#$$$ 07:5.3.8..5.9     5.3  507:.07.8  :39: 203.8.38:2-07 8:2-07502-.. ./97..30802:...3..95.3.4 13.907!07:.3. /.  5.3 203.2.3 502-.20.8.:5.9  5.

3    $%#$$  .:-.39.2.53.9.38107.8079.39:.75020739.7097-:8 97.3.

389:..3 0-.2 -039: 57.9  &$# #$   $%#&% 03..3 507:3/.:20::/.7..8 /03.3..3 /.3 424/9.8 .9.3 203.!$# .3  :/.2 0..3 9.9.1:38/..:.9.37:93 :39: 2033.3.--07-.8.-.9.35:- /. 50..89079039:    ! % 02-07.3.7809475:-08094757.3 /.98.: /070:.3:3..3574/:8..

: 203347547.8  8 /.3 050393.7.20-.203..3 2033907.79:.9.3..3.3/.8. 57410843.8.5.   %#!#&# .7:84840-.8 /.3  31472.8  .35020739.3.3 .3 .3 .3   %$!&%#$% 03.857.8.305:9:8. 8.3 5:- /.8.3//..8.3 35:9 -07:5.820:39:202503.

3.843.3 7084:7.91 /. /..3 0...3  50/42.3 ....9 503. 80/.3 . .3  8079./.-.5.7.3 34..7.3 -0781.9:7.9:7. 203.:5:3 89. -078.3/.3 :39: 202-:..59.3 39073.574510843. 2.91.3 4592. 5:8.2:5. 0.3 503.:5 003.7  !020739.843.3-0730.3  3472.3 8:2-07 8:2-07 549038.3 5020739.503.9.9 202-:.02-07 3857.9..3.9 7043.3 343 7:93  03..9 . /.08 2 .80.  !020739.38.3-07-.3.39::. 574538 202 003. .  !#$! !  !#% !&$%  !#%# !%&# 03.9:7.8 -. 3.

7.-.5.. 4507.7.9.3.7../.94.9 .:5 502-07. 05.574538.5:8..3503..9 /8003.3.3.3405020739.   !&#&$ 03. 2..9:7.8.:5020739.3-0781.3 80.3 50.3 /.202003.49.9 5020739..843.

33899:85020739.9 .89.9 ....8.:5:5.3/7 !$ 03.49.....390.:5:32.3:39:2030.2.33472..:593/./805. 3435020739.32./802.502-07/.7203.7. ! 03.9:7.3/.3.8079..7..

7.3 /.7././03.98 -07/. /..38:3  :2:2  -0-..3 . !!# .-05. .3 /.3 202/.3/5-079.8.9: 5.3 5..-05. /0247.3 .305. /5 /. /.25./.3.3.-:3.3 ..3 5020739.3 80.7.7:78!# .0.3 05.. !# 8079.43899:033./ -  !.340!&.547.9/..: .07.07.7.3.-05. ::7/.3 503003. 5020739.3 .07..3:3./.8..8.  &&..3:3.43 /.547..!#20.!# /  $08:..7.:3  1   203.8.8.3 40 5.  05. 05. 2.8 .79.3-079./8003./. 05.3.3 5020739.3 .43 ..8...3 5079..3 0907./.-079.8. /. 20331472.3.8./.3:3.2 8.:./.8.8  7.9.  !. 05.357385 2070.-...2025:3. 0  /../..7.547. 549 .3 503003.3.9 5.&&9.3..79.3 202-07.8.5. 549 .-.3 .3808:.3202  2.3:3.3 ..

3.     !#%  /.

-07039.703. ..

3   58   /.9.  033. -  !07239..  -07039.3803/7 ./:3.3..: .

72.703.: -07..390.9.3 909.3 .3950. /.3 .5.  07.7./. -079:7:9 9:7:980.8./-07039.8.20203:8.7: -  %/.3 9:.-:.9 20.3-.-./.3. .9.5 80.3.7.2../...9.3..-.7.  %/....980-. -070.3.8 80.33.3:9.

9.:.78:25.9.3..320. /  3...

3/..9.3.-.3.

20.-.3.8.9.:.3/.30. 0  %/...3.

7.3.7./.:.3-..:.9.3.3.9. 1  0.

.3/.3.  58    !02-07039.

.3:9.:./.3-.3 40 5253. /.7..3/.7: /  %/.9 !.2./:3..3405253.3!#  58   !02-07039.8.3  -079.9.3803/7 .5 80.3 909.5.9 20. /..2 -:.3 /. -  !07239..5.3 !# :39: /5:9:8.8.3.703.9.  033.. ..7.. -079:7:9 9:7:980.72.3 /:8:.3.3.:.9.33.: -07./..-.2 #. -070.-.3950.75:73.3 .8 80.9.3 9:.  07. 03.390.

/.7..3..703.:..9.980-.   %/.20203:8..

9.3.320...:..78:25.9.   3.

3..9.-.3/.3.

.   %/.3.3.20.:.-.8.30.3/.9..

   0..7.:.9.3.3.7.3.3/.

9 .3 203.5.91 /..9.8 .9.9 !# 9039. /.3  /.9.9.3.305:9:8.9 .3. 05:9:8.   0239.7.9:3.7/.2-.3/03. .8 503/./.:...: 42:.-0781.9.:.    $090.7 025.   .913.3.3.5.33.3  . 05:9:8.3  .

3.7 8:25.: ..9.  907-:9 20..

.3.3 /.

: 9/.9.8.  !# . 20..3 0..3.-.33.

780. !708/03 05:9:8.3 .203:8:.3.      /.3 05.3 502-07039.2-./.2- 5.8.3   5./:8:.9   .3 /.

/..3 /.9.7.8.3 05:9:8.9  2.:3 ..3.3 93/.3 83.3.: 0- -07/.  /-07039. 5/.:.35.3 .-.3 20. 20. 0. 40 !708/03 9.: .9.3 503.9... /3.7. 5.7.3 !# .2 /03.9.5.: :8:.  9.3.3 503.3   58      /.3 802039.

9.. %07-:9 20./.9.:.35.9  2.: .7.-.9. 5/.3::2909.2 /03.3 503.3 503. 0. 202507400:. 5.3.3 90.3 83.  /-07039.3 40!708/039.5  58     /.3 /. 20.3.: 0- -07/..8.3 05:9:8.5.3 .7.3.3 .: :8:..:3 .3 93/.3 !# .  9.9.

 20.:.3 802039.   0.393/.35.7..3.. 40 !708/03 9.  /-07039.//.9.90747820   .703.: .47:58   %3/.: :8:..7   .3.3 !#.3.5/.5/.

907.3..9.   /.50.3.  5.330.8.7.3./.5.:93/.2.

20.3.32.340!708/039..703..  %07-:920.9.3!#.:./-07039.35.7/.::8:.:.

3 8038 !02-. 3 507:.9202.202507400:.     0-7:.35:9:8.9.3./.9.3:3.5  5.-07:9 $$ %  !&# %::.3!02-0.3.-0.3.3/03.-: !.3::2909.3 /3.2 94342 /./03...390. 507902:..92020.3 202-.3/.07.32.3 .7..9.:507-:.7  #.#.5.3503.3.5..8.3&2:2 %!&  .8 9039.../.3 09.9..90780-.

39./.:3 080397.843./03.9:.3 #05:- 3/4308.9.3 7. 0:.8/03..8 30.3 /.8    &&4 ../03. 08.3502-.3 544 544 0-.:3 &3/. .3:8:8 %!  .332.57385/04380397.3 494342 502-.3:3.3/. 7.. /.3494342/.2 ..07.3.3 :3/.9..5.  43805  !7385  !072.3.    $090.8389..3:3..388902!020739.:/.29:.3 9:3/: 5.3.7. 080397.07.3/.820307:8.9202.07.3.  %::./23897.3 443.  0907.: /.57.8/.443. .07.3494342/.-07...3/.8.3.8.  %::.3 /.3 /.494342/.383.35030..8.2 88902 .809  .9.7.3502-.3:3.  $.0.  !# %     $0-0:29.3502-.3:3./....3:3.3  94342 /..3!02-0.8./.07. /  0907.8./.3/.8./:7.3.8.3 502-.8. 0:.3.7..3  57385 50.07..3 /.33.35. -  !072.3  0-.3/0247.. 57-:2 .

93/.09:.!# 0  -079.3:3..9/50. !# ./. .35.3/1:38 /  :.5.!#9.  20.8/04380397..-05.9!# 1  !030.8...3../..80-..3:9/079!708/03 -  !02/./.8    &&4 .3.8.  $0-.59/.

7-0.93.3802.9.  .842 -  909.  9/.!# /  /.9.80-.07.5-07507./.09:. .3/1:38 ...494342     .3..

94943423./.83.    &&4 .9..8 :.380:.0  $1.

 .9 /909.8.8080397.3!708/03.39:.5.07.9 . /04380397.93.399-07.9494342/.39:.494342/03.  8.   /5 !# /:8:.9/.3 0 5:8.3 -  :.8502-.8/.

.38:. 1  0:. /  !02/.35. 205:9  ! && .3.7.3 !02/.7 9.3-0781.3203..03/.843.93.3:988902.7:50740. !# 0  $8902050. 907503.77.

 . .07.  !..

79.

  #097-:8.07. &&.

79.

    &&4 .

..3 9:5483.3&2:2   .0203!0.3494342 .3.70.3 907::7  $9.  002-.2 203.3. 0  $:2-070:.3.3.38    &&4 .  0203 00203502-039:!02/.3:39.3 1   &38:7!07...3 /  !07843.8 18038/.3   .3/.3.7:8 43428  1091  %::..  . -  &7:8. .3.

3:3..3574538.3#.5:./.!#!74538!./.9!.5:. 1  !74538!.7:847.  %039.8!.5:../.5:.8!./. 0  :-073:7/.803.574538!.9!.3.08#.3.!745387.:-073:7.8.3 !74538!.3 :9.5:..5:..47.3.. -  .7. :39: 202507...9 502-.5:.3. /0:.3.7/03.3 .80.3494342:8:8-.2..05.3!07.  0.705708039....8:9:7.3 && 3. /  ...  .5:.3/-07 94342:8:8    &&4 .

3..3.8.07.35020739./..3!07.3203:7:9 .39:.9  !0.39:.3.8..9.3:7:8./...3/..07.3 /..3 :2:2 /./.8494342/...07.3!# -  %::.7.  .07..3 2. .9.3 080.  !02/./.8502-..7.  .907.503003.8.  !020739.3  033.05...340!02/.

-.3 003.2.35020739./. /. 003.3  5020739. 8.8. /03.73.3.3. 574538 5. /..07.

3 24/. -  .07  4507. 503.  3.8.3 & 5079..3 9072. 848.8 /.3 .3. 9072.49..3.8:39.8.3 8079.8:.  !03//.8$549038.9.3..-.2. /03.3:39::7:8.9.4.

3. ..  %072.7.49.3-0:2/9.3.-.8.8:50.3.3/.

 3 003. /.9:7 /03.3.3.3 5020739.3 574538 .3 507.9:7. !! .   $0-0:23.49.

  $$&&%%!#%#!%&&.

3/.7.07.80907-:./.3018038   02-07 90.8 8..5 #$%&  !.9.3.3.7-07:5.3 5.20.3./2..080..3.3 2.8 8.3 5.9   !03.35./0247.3/:3.98.8 /. .8010919.9   $$&&!##                    8.:39.8018038 8./.8.8. 50.8..5./..     4841.7.9./.3.3 5..89079-503003.805.7./.907.3 8.3   !03.34-. 8.8050393..7.. /./2..55078.3 2030.9 80-./.3909.8 50207.7..3/:3.35..3::2 8.89.3 0.8 .3:2:2 8./2.7.3/..8. 0109.   &&4 3..8.2-.04342 /03.27../23897..2-.:502-07/.7.7.9.... 14:8 :39: 203.8.8 /03.330.-9.3 2030..5/. 507:3.8574547843.3.3909. .2 203.549.32.8  5.32.

- /03.. /.3 80:.83.3.8 :.3 .39.3 :-:3.   !#$! %  & 94342 .3 -079.3 0802-.3:3 ..3 202507.9.7 5020739.3$%#$$#$ .9.  3.

8502-./.8.3.3 50.83.9.9907::/3..907.:5033.3 9:.9   0..07..8 :.3  !#$# !&& $%#$$ %# && .7.07.3 0.8.8.080.3 :39:   02507..3 /.38079. .7. 8.349434280:...3 502-07/.3 /..3. /03.9   !033. 203:7:9.39:.3/.9.8  !0207.8494342 /... 94342 203.32.3 57385 0247.9.3507.2.3 202507.05.9.

  && .

&&.

/03. .9 /.3 .3 809.7.3/807.857.07.9      .3.7.305.3 -./ 003.3 !020739.43.-.793.3.3 503.5.:77039 .  03..3 5020739.   !033./.3 .07.3.7. .3 202507.3-0781. &39:203.3 .3.3 -078.590..7.3 /.3.3 2.   $$0397.33.8  !03003.3 .8.:77039 ./03.7.9:7:8../..23:-:3.#  080397.3909.3 ..0747039. -..3 -0781.9 . -.85.0:9:.7.3 :7:8.230807.07./.8.7.25:203.8  %07/.39.8.3 9079039: /..98079./..3807.3 :7:8....3 .3 /02.3 .3/.3.3 050393.9.2..43.3 2:9.  . 203..39.3./.3:7:8.39:2-:/./.5 :7:8.9.8.!:8.3!020739./.8. .. .25:203.8.8.07.: -/./.907.07.. !020739.39.3 !020739.3:-:3.5..30.3.3./ 003. -.3 203... :7:8./.35020739.3.22.3 5020739.3.9.3 080.3 94342.9 .9 /03.8.

  0825:.3 .49.

3 1:38 1:38 507./.3 /5 40 7.3..8 18.3.3 907./3./23897.3 90. 494342 /. 503.3 0-.3 /080397.7..8 !49  20.8 -. 502-.2 50702-.8.8 549 /-039: -.8803.3.  :39: 203. 907.920..  /  080397.: :38 1:38 2. 1:38 503.: /080397.5.3 01803  !020739.  080397..3  -  080397.9.38:2-07502-. .8./.8./....3.8/23897.3 9:.3 003.3...35020739..8 203./..3 8079.33..7.07.3 .38./..9.32:7.3202.3 :.8.  .8 04342 .3 -..9 2:/.3.3 -079:..32./3.3 503003.  080397..8..5.9 .. / 97...7503003. 907..8.3/..05.3 507.8 .8.3 494342 /.8 202950/080397. :8.8-079::.3 47.9 0- 01091 /.3. 8073 :..38107 /507:.3..9./.3 -0707.0203  03.3 .. -.8..8. / 80947 5- /2.5 -.3  502-:.8.3.3 .3 207:5.3 .07. /80-:9 /03./. 574808 .90-.35020739.

 80203.3 0..3 80.3:3 . /03..  $. 90... 202  /0.3/.3 :3/.25. 80-0:2 0207/0.5.9  !0702-.7..9.3 #05:- 3/4308.3 3/4308.3.2 -039: !7.7.3 203.9:.3203.9:780.8.7 80947 5:-08094757.8 . 08. !.:3    &&4 .3 94342 /2:..35020739.:.8 /03. 1:38 /.3  &3/...7  /..3.3 9.- -07-.98.7.809%.07.3    080397.8.3 /.: /070:.2030:7:9039..

:3$0397.898   &&4 .9.

:3   && 4   .9.

 9.5 2.8 .8 9.43/43 0 /04380397.8   &&4 .8.:3                   080397.

:3   &&4 .9.

898   && 4  .:3$0397.9.

3.5 9/.9.3 7.3.8.:3            080397. 9. . 03.3    &&4 ./.8  909.8.7/5020739..

2-:3...8-07083.3 /03.:3 080397.907 507:.7 3 -0703.3 5.8.3 .8.   /. &&4 .   .9   5.3 .9.3 !.8..8.

     .

7   !.3 /./.3 !02-. 07.3 2. !7480/:7 $8902 /03.3 .9..-9:  0-7:.9 3 507:. $.. -07:9 !#&#&$!#%       % &#&$!#% . 507902:.3 %..8 9039.3 0  025.3 202-.3 !020739.907 80-..3 &7:8..

.0!73.3/.3203./003.3. !&#&$!#% &7:8.9..07.3 :39: 574538 /9.50 !03003.7.3   !0703.8.9   !030/.2.350303/.39..- /.3203.3090397.3 503//..3  &7:8.9.-..3 :7:8.3 5.3502-.7.2-.  03:3.35020739.&2:2   !03.  /  0  1  !49:.32.2.4.7.  -  ..3!7./.9 .3. !:8..9..2.3$.309079-.3-/.3    !03003..3.7.3 /.3   !03003.38..205:9   !0703.3.73007 !079.3./:7:8.3!020739.3!020739.3 .3 .3:8.3!7385 0307.3.3.7:.3503.3:3.31.3 :898 430907/.843.8 :7:8.3:2:2/.3.8 8:2-07 /.549038...3.8.3 907/7 . .3 :7:8.9:       .2....7.3 5020739.3.3.8..3.7.3 502. /03.3080.4250903.3 0.9.. ./.

2-.  :39: 574538 /9.3 2.903. 848. .3 -0781.-:5.3:..9 39.  !03.8 .3.8.

9 39.903.8 .49..3  :39: 574538 .   !0.-:5.3.07...3 -0781.3 0903.3 -/.

939.3. :39: 574538 /9.8..903.-:5.  /.8  :8. 0.8 50302-.49.2-.3-0781..89.3 20303.3 4507.   .

33:3..            !0303/..3-0781.3.49.-:5.35079.3.8.903.939.3/:5 !0.3:39:574538..

3 !0.7. !0.2.385 !0.3...  :39: 574538 .8:2:25020739.30503/:/:.-./23897.9.5.8 503...49.3 /...3 -0:2 /.3.3.340.3 .9./23897.9 /8003.3.3.3 24/.3.

  :39: 574538 .33.7 ..7.5..-.8.7.3 50.340.   !03003.3..3 -0:2 /.3 /.9 /8003.49.

8.9907.3507:3/.357.. /.3/.3 ./8:2-07431.3.35020739.3 503.3:7:8.9.-. ..8 18038  03.78.- -0750/42. //080397.9  907..-9.../.3 .3.04/07 .38.3 89.8:.7:8 907-:.3  %%#!# $&#$$%  .2 203.3/..49.9.9:7 /03.  89073. .3 :3/.9 .703./.3//.39.3:-:3.3 05.3.78:8:3..3203..3/. $9.9:.30807.3  !02-.3 8:2-07 503/.3.8.  :-:3.7!0.3003.3 !!  .3 20-. ..39.8 :39.9. /8079.8..9:7.3.35.3.3 /807.3.  &7:8.3 5020739.39:3 8307880-.3 -0781.332.8.8.3.3 !.3 -  !03003.   &7:8.3 :7:8.3 5020739../.    .3.3202507....7.35020739.3 .8.  -  .3&7:8.7.3 5.3-0781.340507..7. /.35020739..2.9.07.3.9:889025020739.33./.7907.3!020739. /03..7..

 9.39.9.3 .9 80 9::.3 8001803 2:33 .%/.320.3!07...8/..3/.9:0-:.8.8:2-07 8:2-07 /.9..3..3 0.5 80-.3.9: 7:.38. .25.9.7.27.3 -..3 :-:3.3.3 ..8.8. .-.38:. /9039:.9. 803../:.27..390780/.2.:5:3343 1472.:54.3 /.380-0:23.75.9: .. 07.3 :39: 20250740 808:. .3.47.3 07..3 /03.9..%  .9.7.:/.9: :7:9.3//.  .843.3-..9:47.9.9.2.9::./.3.3 7..3  -.3 .3..3.9.35007.3.8  903. 8:.3-.3.8.8    & #%   080:7:...7:8 /9025: /.9.9.503.87.3.  !  #..8 ..8 8:.5.50307.3    !! 24947.27.347. /..89.390.357480807..39::. 203:3:.3:8.3/.9..7...8:.3.3/03.3 /50. 907.3..3 2033..802:. 50..3 .3 /50740 /03./.8.39.9.3 ./.3 ...9.3/03.3  507.31:389079039:     $%#$080:7:.5 /02 9..3 -0781..3 -.89079039::39:203.3.3  $  #.25:.3.3  1.   %  02.75.3  9.: 0907.3 . .9:-/..5.32.75. ./.3202-039:8:./.20.7:8 /-3.8.9.: 0-.9.7.7.503008.9 . 9079039:/.9: 9:.3 -07:-:3.3. 07.:0.8.3 803..9 1472.59..

3.3 392. 07.3 8:. .90.8.247 /.

3 -007.....9:08..5.3 . 8079..9.7. 3007 /. .5..9.3 /:.390.07...32.3/.2.3.3502-07039. 503.3 502-3.8.3 2.9:.3 9::.843..3. 503.7.007$580.72438 /. 907.3503003. 80. 1472.: 0- . 20.8..  !020739.3 .9: 9::.3 5023/.7. -  !03.5 -039: 50780:9:...3..7..3    #$$  $09..3.2 :5.0203!0. /.3/./9039:.9 /.3 808:.2 :5..3.3  !# . 47.0203 50.2 8.

2.5.3502-07039.3..  !03.-.574538/909.340:-073:7 .9.07./.9./.3/.7./. 5020739.3080435..3 5023/.3/.

-:5. ..903./.3080435./.07.2.9. /.-. 5020739.

49.5. /909.9.3 40 :5.

903.49.39.7 .:-073:7 /  !0753/.3 50.. 8090. -07438:9.. 3007 85 ..-:5.805./.

.49.340:-073:7  0  !0753/. /.5.. 300785.2 8.39..3 50.903.7 .-:5.9: 574538 /909.

2007 1  !0753/.49.3 50.7 574538 /909.5.39. 3007 85 574538.....3 4003907.

 .-:5.903.

07.3..8 :8: :-073:7   $0709.9.: 80-.-.3 /-07039. .790203 .78 /.3. 0 /05.34003907. /909.9.3 5708/03 .07.49.5.2007   $0709.9 /.78 /. 574538 /.

9 /.3 /-07039. /.9.8 :8: -:5.49.3 40 :-073:7 .9.3.

49. !%& ..

-.  $#%$%#$   !74538  !07809::.3!#.

/.49.3:5.9.

3!#5745383/:    ./ .3.  507809::....3 .49.-:5.:5..3 203.903.3 :-073:7 /.

3 !# .49.-.  !07809::.

9.49. /.3 -:5.

3/..2502-039:.7  $..3/.803/.7. .3:9.9180.903...07.-:5.3 !# 574538 /.3  507809::..                !!$ !74538232.3 :-073:7 704203/.3 -078.49.

9.903232..3 .232.3 49.49..7.3:39:-8.503003.:3 .8232. ..7.9.-:5.0.2.0.3 !74538 9./20.9.-:5.35020739.2..903.:8.

.9.2.:3  .49.9.:3 0.39.

.2 08.3/..8 50.350/42.3.3/.07.8.2.7.8 50.:.8.35020739.07.8  /...3 !02-07.9:.07.3..3!0..85020739.3  502..3 !0703.3.3 /.3   0825:./.3 -2-3..8.3...3  50302-.3.39..8.3 :7:8.7 /. .8..8 503003.7 494342 /. .750.35020739.3 /.30.3 40 5020739..9. 0.78:8:3.3 0.35020739. /.3 5020739.39.3/.3     !03//.3 5020739.389..!02-3.:...3.-:5.3 !02-07..3.3  8:507.3  50309.3 /2...7.3 .903.9.3 :7:8.3.3205:9       447/3.3 8038 /.3 /. /.3:7:8.3 438:9.

:.3 7.3 .3 503:7./.3 494342 /.3:-:3.90780-.37:2.3 /...3 /.3447/3.3 0..3 0-:9:. 30./.8:/3.7.3-0781.3  !0302-.-07:9  #$ !03.3 :39: 503003.8.3/:9/03..8 /.3 #05:- 3/4308.8 503:. :.-: 0-7:.07..3.3 01803  /2.9 8079.  #./-07..3. 003. -079::.3 8..8 /080397.05.8  ./. 08.307.7.2./..3003.3 02.25:.:5:3 /.253 897:9:7 . 2025:3.3./.9503.9.9  502-07/..3 /..3 01091 /. !# -070/:/:../.3 -079::.07.9:7.. 50207.32.302.07.3 .07.7-0-07.3 5020739.-.3.7   !.3 /.07.8 /0480397.07.3 . :38  808:.8..5 2.7/.9.5. /03..380.3.397.7.38.3  03.49.909. .9.38.3.3 /.8.8 /03.8./.9.3.3:9.502-.507902:.389. 47.8. .07.  94342 /. -078.9:. -078251.7.5. ..8.   #.:.3.3 0.3 203....3 :39: 0/.2 07..3 494342 /..3 2.3.8 /.3507:.3-07.8 5020739.2 203.

8 /.3 .39::.3 .39.32025:3.0203  207:5.3 /03...3 8.9.7.3 003. /909.7 .3 :39: 2033/.9:.0203 :3.3 .3  18038447/3. :39: 203807...5..38:7..3. 503.8/.3 .3/.3. .25020739.3 9::.8  .3/:5.5.3 0825.850 2.9.3502-.3.8.390. 1:38 2.3 -07:-:3.3. /.3 :5.50.7-07-.-.3 0.3.3:3.3/..

30.9:7 $0-.3.  202-2-3 203.57480/:7/.807. &:7.-.3.07.43.3:39: 202-3./..339.247.3:3..-9.9.948/.39:3..3 447/3.3:3.-0757480880..5253. .3  5079:2-:.342:3.:80-.7 80-08.3         507:.35253.9.880-.-89:.890709.342508837438.32:9.2 9079- 5020739.3  % .350785091  !%$$% .703.7.9/..-0.703.  /  #$ /.9.  -  . /.0425480.7/853.7.3:39:0-078.907.892-.3 50207.7. 574 ..2..389.7.9:8.3..83 2.7..3447/3..28/.320.3.9:.77039.9.3 /..3-039:47.0.3-03.8./.2..3 8079.3..4380508.3  #$ $ O O O             '079.8.080.7/... #$ # # %.3 /.3 0907.907:820307:8 07.7. /.9:7.3/.8 03:3.42:3.39::.07.5..5.3.393/..843. .7..3.3.8 502-.8380-.32.8.7./.:73/.3:93.73. .39078003.7.3.2.9907.357385..3 507::/.8/03..9. 2:33.91.320303/.32094/.:5.3 .757385502-. 47439.38. 80-08.3-07507. /.503..3-07-.3..-.303/.8 :3.-.!03.  #$ %       -.8. //::3 89./03.08..8 %2-:/.3.  !03/0..39.8:-88902 -  . /.880947..7/.8.  !03/0.8.8 $0-..573851:3843.3/3.5.8 3.3.38.3:5.9/03...39.3 .32:91:38 !03/0..3 07..1 $.3/.38.2.

8 $.7.3-078.39::.39/..3.2.8./../..75.447/3.503.5.  .

3 9:..39.3447/3. . /..3 203.9 89:/ .3.. :9:- 8.3 /.7.28  -0707.3 . 0 :9:- .. /.3.3 .9 .38.:5:3 80.8.20.3 5.3 -.3 907.8. 203.9.32.3.-.39.../.9: -/.3 .0  .90780-:9507:/.8.2 ..9: ..8-8.9 /3.9:  5020739./.820.  #.3 /.39..7 -/.8 447/3.2 80-:. 805079 503/::2 ..9:3897:8/./.7.3 203.3 8.9 -07:. 01091  2. :39: 203./ 9:25.3:9.7.3.3 5007./.38..3. 93/ 9:.3 2.8 907..902.8..3. 507902:.5020739.7.8... 443.3 202-.2 50.3 /.9 8. 0825:.:.7.8.2 47.3 -.8 ./ 9/..7.9..3./ 8..8 .8./  5020739..3 8047.3 !.7 8.3 800.8..8 /..7.2.8 9039.7.709   .-: .     :38:9.305.3  47439./2.3 502-4748.8/. -...90780-. 47. ./..3 0 03.7: 075020739.8 /03.7.-.7.3 -07447/3.3 ..-.7 -.9.2 507.3-07-0/..0..-07:9   !##&#!#%   :-:3.9: 447/3. . !020739. /03..39.32.3/03.3  2.8:8 80-0:2 ..43.9 -0781.3 2030.380.079..:.9.9 -07:.3/.

7  40 /.  :39:202-.9.:8/..3 .3 -.7..507.:3.2-. .3 /..7..2-.2 %00 18.9 8073.5.3 /897:89  03:7:9 ::.3 5020739.8.3 574808 /0247.2 502-:.3 50.2-.37..343/8 97:89  0-07./507:.3 507.9...243. 203.   /...   !0907 7:. 20302:.3 0507. 2032-:. .3  .9. 2020.7...2.32:.3 /.  . :39: 0- -.:3.:.8   .9 203:39:9 ..3.3 549 /.8 5020739.9  5.8  5253.70.2-.30.3 0-.2 70.8.3:3-.2 /0247.../   2.307.3%74: :70.. 5...3  803.38./.3   .-747. .8.9 -48.9.503/..5...3 :39: 7.9.3 /..35020739.07  /.3.-84:9    :3.7.37:93../.-747.4393:9 02:33..9039.:5:3 -.3 09/.5..3.8.-.3 5:-  .3 /5 7..

3.7.3.2.9  &! 203.      . /../.3 0.4...31:385:-   .32.3.3./3.3 2502039.3.79. 8. .897   /.3.5.0-07   /.073. 1:38  502..7.907.8   !. 90007.3..7 9..09  03.3.3. 04/   20302:. 802:.3.0732039 890-0894.7:.0 5..3/.:../..3  4...08 .3 907-.. 903 20304.3-07:-.3 80-./..7.9..3 502-.5. 89. :3..8 207:5.253 897:9:7 .7.79./.3 5. 5020739.3 80-.380947...9 89.-.701472.0.73...0 ..3 /07. 04342 /. .3. 5.77.02039  5.02033.2 .3..3 2./23897.3 503/.90 5407 8 :80/ 3 2.20307. 9.3502. :7:8 282.0 /.. :5.3    507:.3 :9./.08 147 /0.79.9 3 .3 5020739.073./. 788 2:9/203843.704/07    . 502-.2.4342.3 /03.3/8.   8-420 /.80-01091 507:/5...8   !07:3.-747. 0. 8..9.93.3 !. . 202-.3 2./2. 503:3.0.3 .8. 0- 97..3 5.7.0393 4.0452039 84..0732039  0.3..8..8. /.7 -747.3  2:.35.. %0 . /:3..04/07 ./.3/ .3 -.. .. /.2-.3 848. 9.90 8079.340..3:3../..9.  -:.8  7..3 :39: 20304.080-.0732039      $ $.7.. . 80947  -.3/ 84.2. 7084:7.89.33.3.5020739.8. 802:.80-..3.3  4.      $!  '# 03:7:9 47/ .11.7.2 #03.073. 20..383 :70:.0203 5020739.39. 5.3 5:- 80.3-08.3.5..3 50703..894.253  900.3 :7:8.9.4342.0 /.3:3 14841  897. 5.34.0.7/80-.5./3/4308.703..  8-420 /.2.385. :7:8.8041549.25.7. 57..3 30.3 0.3 20-.8 9073.3. -.. 0:. 5020739.3  9.7.3 /02.4254303-.3.3.:9479942. 8:2-07 8:2-07 /.3. . ..8. 8090.5.98. 44/ 4.3. 002.9.3 907:9.073.5.38.7..073...8 8..943 8..7. -.

8. 2..3.843.9. 3.802:.91 :39: 20304..3 .3 549  04342 /.50...3 503:3. 5.3 .93./.3 003. 2.3.3  .8./23897.8.

073.02029.3    0.4./42.7.3.

!020739. /.89. 502-:.3  50303/.  80-.8   $.3 503..9 0-...

 . 8.0-0781.24380544/ 4.0//::340%00203    !49 !74808 502-:.9.8.78  $0947!020739.9.7 80947 5020739.90907.35498   4342 .  %.:8.7.3 /.:..:3..89.073.2..9 /.89.9 $0947$.3$0947        !488%.3   4.3 05:9:8.  50307..3-078..7./03.8 0-...3 4-0 /.32.8/.8./.340-747. 04342   .3.7.9.42.42.3 :39: 1472:.8.8 -/.073.3 5020739.9  $0-.89.3 5:-  ..  80-. 8:-0 /.3. $0947.38./.

3 -0781.38:.9 8:9 /907.3 5.3 -.3502-.9.3 .5:3 -0-07.2 3007/...3 / 02:.:5:3 0-.3 20307.2.04342     /23897.9047/.80-:.3 /03.3 !03933.250. /.: 0.9: 2:50309.3 9.390.7.90 :8:83.9 :3./..: 80-.3 .8./5:9:8.9: .9..38.7 .8 /.3.2 5020739.  07:5.7 8:..3 8:.:.3 8:/.59047 803/7 207:5.2 57.8 2502039.7.7.3 203.503003.3 ./ /.3 503/..3.: 907-:9 0-03..89.9:.3 .9.7.078.8/.3:39:2021.8.8 503.3403899:8549  0825:.3  ...  $:. -  07.39047. 907: .3 ::2 ::2 :2:2 .33907./.3 02:/.5.8 50309.50393 .: /.804342//.8.. 503079.85748080-...8.3.3:3.3  50309.3.5.9  /.9.2..3 ..350789.88 8047.305:9:8.9.5.3 9047 .3  /. . /.. /.33.3/.3..9.:.39. 803. !74808502-:.9.3.

88902.

3-07.2094/0.3...9:7.:80-.

9 203.39.8 2:.3 /..-.3 01091  03.9: /.3 5020739..8.33..3 50308:..3.:3.3 9047 3 /507:.  .3 08.:3.73.3 ..3 9047 /.07.2 50307.9 50393  .... 8.3 49/.3 503:3.3 .3 0:.3.50.3 -.9:574808503.3  .3.7. 9047 /.01803/..39::.3 /..3..3 5020739.203. 0-..2 503003.3  %0747 9047 .:3.:.  2.3 / :3.7..7...::39: 20.3 5020739.  202-.8..5. /. 8:.35.5. 503003..3  /.-.3 -./.3 /03..3  9039..3 003.3.:5:3 2.3 /.5... -.7.9047.907:8 -07.3 43/870.5 -:..703.8.503./503.93.07.3/.3.3808:..07..3. 2.3 8..3 148418  50.8.3 907:8 20307:80/05.3 !03.7..3 -07:-:3..9.3:9 5.  .5. 08.7.703.3 .30:..3.. 9047.9...2 503003.39.380.. 503079.8.

 808:.-:  .3 5:- .3:3.39/.502-..3 703.3   #./03.. 05:9:8...709   .3.7.

-07:9  %   '#       !07-./.389.3.90780-.!.3.0   &$&# !#  '#%  '# .3 3 507:.9-07.3.8 9039.3 2.4.34.3 202-.3 8.0732039/03.073.3 .073.3/3.. 507902:.5.79   !03079..3 44/ 4.0 /03./...

..02-.

28:.7././.3.5./..78 /.30.3 2020739.79.9-07..21:38 .2./.9.9.8.30/:/:.:50.8  80/.. 0809..3408:.9:0.3.3.-07. -07-0/.:38. .3..7.7.3 /.7.79.3 /50739.7.3..3 90793/.3..9:47. 7.203:3.3   $1.9:-:3..79.3/..3 907./.3 ...2.78/./-..

8:-0.7985.: 5.3. !03.. $0947!020739..3.5.330.7.330.9:.7.8./.7. 2.7.30.83     !020.7.3808:.3.5.3 /./ 03.3507.385.23./.8 57479.9 $02:.8:5702.3 !03.5..9.31:383. 438038:82.8 549  848.7.2020.9 # #%%!#%           03:98079.7.7.3.32. !.7.880-... 30..8.920..7985.7.7.3 /.3 423.7.3..7..7.:05. 9::.8.8.3!07.7.3 907-..39::.3   10. %7.7. /03.3:3./.9 $0-.2.3 04342 //.9:.30. 8.8.9   $09475:-   $09478.3802:. 2..89.3-079.8::2 03. 907-.7...4254303.3 .3 05.3050393..7.7.30.5.7.9:.3 5.9.   $09472.8.9   02507.- 1091/.3 4254303..:5:380-.3.39::../.3/..9:3899:85020739./. 57479.8.23 -. 20.83 2. /.

943  $.8 ..3203.3:9../.3    #%#$%    '# &!    !..024843.08:.2574808 503.2-075.380./..2.2-.3283/.2070.7.2-075.8 !.4.305:9:8. .70.3:3.  -  #.7985..9:9.7.7985.9.302..3/..7985.7985.502-.8 0907-.88:2-07/.35.8..7.

 :2.507.7574808503.: 05:.3 8:7.2-.70  2.3.3.305:9:8. 8419.9:3.:.9.9 07.9 80-.3 203.3:388902::2..385.38:3 /.3.7.31. 2.3:9 050393.70    %7.3:8.33.  02-.:...3.7. 0:. 3 /.8 .8.3.8./../.70  507.5:-8.8.3 503:3.380.35:-  2:..     !030./..0 80...8 .3 203.5 9079:9:5  .7. .25..850 .3::2 #:041.9.9 -. .%.30.5 #085438.03088  $0947 5:- 80.3 /.  0907-:.74...3 9/.8   .9 05  035. .9. 438:203  507: /..38 %7.5.7/..3..3..3.3 4  .  0250740 2.:5:3 8:2-07 /.5.3 2.7 0907-.3 /. 5074/  .2.7.:5 802:.9.38:3 /.9  80.3.385.3  &39: 20309.8 5.7.3 -0747039.

 !.3.

3 0- 2039-07..3.8 549 -078 /:.2 503.3 438038:8  :8. 544 .33/0805:./.2-.943  9. 9039.85. .3 05:9:8.3574808 80/..3438:203     7039. 207:5.8..3.9: 431 /.8    0.9.32:1./.9.7.9207:5.438038:8 438038:8 7039...3.3 438038:8  .

3/.2.3 0. 30.425098:39:203.907..4:39./.3 .3:3.3    001091.7.82030:7:05.7 080.:5:3 02.9. .9..7./: -07.3 3/.80947 5:-    :39..25:. :39: 20250740 080.3809.03.5.0809.03088/.3 06:9  $09.3018038 110.7:8 -07507.9.8 ./.9.5 .3 8.3001091.3/.2:3 80947 5:- .  !07:3.-9.3 /.3  .3 4592.311.-9  !079. 202 08025.7.59./.-.30180385.....3..3 3.3 8073 80..907.5:-.

9.-9.9 :.7../..847.25305.8205:9 .8.2.  :39.8.38.-9.3 :39.843.  -  ..8 /8.

. :39.91 :39.-9.-9.8549 ./23897.80.

3 2. 2:.9:7. 2009.8 ..32. 80.! %547/.8  %072.907.7. /.3 :3/.7.507.7.    $:/.2:3 80.3 :3/.7.33. '8897.908 897.3 .3507:3/.843  /.7985./.-./  0     :39.7. 507.7. :-073:7  :5.330./../.79:-:-747. 0.7.3 5:. .-9.073.3 02-.3 .90705..7. 44/ 4.7 :39: 20-. 701472.3 507:3/. 39/.3..25. /03.07.8247. .. 2589 5.4-. 0- /.8 8079.3. 07.35:- 20.3 494342 /.8    !030.9:7.3 ::2 :.    . /-:.9 5488 2./5034.3 202-07.9. /.90..:.80-.3 0- 0-.3 5./2. -:.3 /03.. 539: .20/. 507.353.7: .-9.8: -07-..9 /.3 .. 5.. .. 507.8 .507.857410843.. 5..9.3/.3 202507:.8  90.2...3 907-039:3.3 /-. 50.9:7 9039.3.32033.8.3 907-..9.3  2502039.790.3.. 2:.2.8..3/4308.3.3 43%072'843    !%$ !#  %  #     '#  085:3 9/.3-07-.:-07-.. 503/0 8479 9072 .2.3 503./.0  3.3.3 .93..'843  !07:3. 5. /-.3 .39. 90780-:9  3.3 -.2 -07-.38079..3. !708/03  02.3 503:3. .9 5:- -.9:7.05./2.3  2085:38073.2 574808 507:2:8.8/..3. 7082 /:2:2. :39. /4347 .3 203. -.98079.2 .7..:5:3-.:3 8079.3.

49.349. 2.:5:3..!#.

. .3 ..39.9 .3/5078.!#.3/03.2&3/.3 02:33.3 05.3 &3/.3 502-07039./2:.:3 :.9 09039:./.9:::2..07. /.3907-..3 /.3/.

3...385.9 307.-:5../.3 80.. 9.:/940. 05.3 5020739.30-90.9/.3 20.35:-3/0503/03/.3 /.3 0:./.3/2:. 05.  .3 /.:/9 40 ! /.3 /..:39.903 $02.39.7:8.7. .9..3 .38 /-/.07.8  .3 .25.3.7.3 503003.7..8    %0.: .0 / . 202-:. /02-..3 97. .07.9.:3   90.3425.: 0..3 203.3 /.7.547. 5:- 4394 -089 57.07.

2 -/.3.3 549 8:/.7.:.5 503.    !0302-.8050792:.843../.89..3.9 88:0 304 -07. %09.5 0809.9. 2:.8 907803/.3. /. 2:.5-07-.07235.3 04342 2.0425404342 :.80-.3.3 .3/4308.3 /03./.3 /:9.5 /.39.3 -. 2.3 /.  %0..2 57.903.. 438038:890780-:9 :897: 2:. 207:5. 04254 04342 02.4.3.9.:5:3 /.9 .3/3.3 0-.9 907. :39:809..  .../.8.3. .38:..39./739840!020739.703.73.8.8:-:574/. 3.-. 90780-:9 3.0  /..34397. .9 803/.8.3.35:-    &3/.3. /93. /02-.3.82  /-.3820 :39: 20309.703....3-:/.8.9.3 018038 80-. /.3 /.3 24/0 502:3:9.3 5.3 0109.03/.3  909.7.907.2 .07. 203025.49.7.7.5 -:/.. -747..3 :3/.3 /..5. 2.80--. /.3.3  909.3 2.2-.3.9. 502-07. -:..25..3 4   9.3 05:9:8.-075.3 5:- 2.2.3 50.3 0809.7:  .:3   90.3 5:- 40 5020739.7./.3.7!..2./.8 203.    !0302-.: 5.3 20. 8:/.3 438038:8 80-03..7 502-:...5 307.3 / -/.8 /.3203.7.32:3.25.439.!.3.3/.3.

$7.7.-9.-:5.3%.: -0:2 8.03/.8494342/.5 8:/.3 57385 90780-:9 803.3.7.9..9...3 .9..-:5..3 805079 2:. /907.89/.90302-7.84307 :39: 20.8 80.903.08:9.:.:39.3.05..2 2502039.3 507.8.3. 2:.5 :39: 203. /507:.3 507:-.5.3 0502253./7398/.7    !7385 .07..3 747. .3:39:/.3. -07./-07-..3 /.

5. .3 35708 4   9.38 5020739.3 /02.35.7 8079..23.907..2!.5. . .3 ..3 /8:8:3 80.33.-.:3    2085:3 /02.8 897.07.2 503:3.3..:3  9039...3 !  09: 5:.3 .4:39. /.7.-9. 9.8.2.8 907:9.3:9  .-.:.3-07.32. 9/. /03. ...9:7 /03..07.3.3.7.07..3 -./47:58-07.3907.3 /.3 5747. 9/. . /.70943!&$43454&$.91 2.3.8  # 2033..-9 03...85020739. 70.90 -.9 /. :39: 202.8.5.07.07.9:7 //.3 203.3 ..8 507.3 !# 90. /.5 389. 8:/.:39.43 05./. 5:- 38.3 .9  :7:11 && 4  9.9.7.49.8  28 /.5. -03.7:8.. /.  477:5943$8. 2085:393.3 80.8 907-.2.9.9 02. ..3 0.8079. /./.. 809.4388903/.3 8/.3 ./. 05.8/. /.8-.    0..

073.3   #...3 2.:.385.7.7:8 203..89079039:   ! %  02-07.   !07. 5./ 504547 507:-.843.-9.8.3907.3:3..8.7   203.3:3..7:8 -070807 /.03/07:3202.8 /03...8 .9.78 /.3 :.7.3 97.2502-.709   .  50.3 $8902 !0703.07../03.25:-0793/.3 20307.3 . 80.3 3.3 /::3.-07/.9.:3   9039.8.8    747.3 549...98 /03.. 507:3.843.3:3 /.5 .:20::/. 9::.3-.3 5:- /.9   747. && 4   9.../.3 5.  03.7:82.8.3.8 . 907.  809/.3 88902.3  424/9 .3 :.9/.3 -070.2 507902:./.2.2.7..3 44/4.38/./ # /. /.3 502-..3.3 /.907 80-. 202-07 .3/.8 2..30907-:.3-..3:3.3 507:3/.98079.3 .3 2...9 909.3.//.3 502-.2 0.8..73..39.04/07 080:91 08.3 /.-.8 .7:8 2.7:.3 /.3 0-.-.3 !02-.8. 89. 503:8:3. 8.3 :3/. 05.843.3 202-..07.3.3..0/..-07:9 !#&$!# #$!&   747...9. .8.7..30-079.5. -078.2..3 3.3.:39..3 7:93 :39: 2033.3 -747.3 20303..3 80..3/.3 574/:8 ./.:.7985.302.34388903  &$# #$   $%#&%  03.9 /..3 3 507:..7.799/.3   0302-./202-07/.0.7.-: .9.. 80. 01091   0825:.2.3 .3.7.7202-07203.3 :3. 9::. 203.9.7.7.3 /.389:..25: 202-.3:9.8...3 0:.3 747.8 9039.3. 8079.3. 07.7:8 0- 203/:3 2025079.7. .3:3.32.

820 :39:202503..5.8.8  .3 .8 28 /.3.3 35:9 -07:5.3 . 57410843.3. 8.3  31472.7:84840-.203.7.

3003.9. :5.3 . 88902 .: //.7. 5:- /.7.7985.3 203/4743 549:8 /.07././70854381   .8.3 202:33.34.7.9 20243947 0109.8.91 -.38.203/47432.9:7 /..8 20303.07.857.8   .80.3 503..59. .3 8:2-07 8:2-07 549038.3 4592..9.3 2.   . 50.3 20.3 /.  %$!&%#$% 03..25.3820 :39: 203.9 809025.3 .3 5020739.3.8 34.57410843.3 -.5.3 . 5020739.3 5..3 050393.3 /.3 2033907.9.7.3..33.3 0-.. 203..8 ..3:3.7..3/.08 2 .9:39: -075.3 . /.8. /.3.3/.7:8 .3   %#!#&#  02-07 0. ..3/. 203.9.3 97. 02:33.9.385..88 5.7. /03.:39.25.7.3.8./.8.2 /./.9.07.7:8 202507.-9.:5.8 ..8./.7:8 /-07 31472.   .8 307.31:38/.350.3 -0730..3 3857./03.. 07.  .8 5:- /.    #. .79:.9549:8 80-.318. /.3 /.3 8079.37084:7.3..2-5020739.9 20207:. /080397.7.3 8079. 8:2-07 8:2-073.203..07.39.3 05:9:8.9 .7..3 701472.9203.8.7.3 .3 343 7:93 203.3.- 502-07.3 0. 9::.39.3.8 .5. 502-.3 .-: 57    $ '% & #$ !$ $%#$$   07.8.5.3 -07-..8..2 -07-.5./-072..3 203347547..3405020739./.91.3.3 05:9:8...3 503.

3 .3 .3 0-.3-07050393.8 805079 07.: 02-.32070./...3:33.7. 02-..8 2030:7: 90780-:9 /-. .7.7985..8/.38 %7.3 $02:.880.3 .89.3 050393.38:3 2.3 202507-.385.907.8.3.99.7.8.3..3-07807.3 /-07./..5.7985.. .. ::2 ::2.7.8 $02:.3:39:203/47438.3  0  02-.: 2025079.3.3 88902 18.3 907-..  !..3:9.35..9.7:831472./.808405..3 50.:.  !..04254 042542.7.  ..9-07:25:/.3:8. ::2 . ./ /.3.3 -07.3080.7:8202.3:3.. 07. 507.:  /  05. 050393.3 8.3..3-07050393.3 8.3/. .3 /.7 5020739.3-.3 2070.8.880:7:574808 5020739.8507:/..3/. 2025:3..385.57.7.2.9 /.8.3802:.9. 20302-.3 /.7.39.3..9.3:3-07/.7. 57.7.. 02-.2025:3.30-0-. 02-.- 502-07.82.5 02-.5.43897:91  -  $:5702.7..331472./.9.8.9:438038:82030:7:/.:5:3 20.-. 3899:843.3203:3.2.2../02907-.30:9:8.8::2 07.  %7.5.8.3-.3/.2503.5.8.301803 .3 8.3203.9.  3897:203 /080397.3549:8   $.39.-9: 57   &$&# &$&#%%!#% .39..9.302-.8.3 .3 . 5.9/203079/.3:3438038:8 %. 08025..7:8//08.5020739.3 503/.8:.. /..98079.7.    1091/..5.390780/.7985.331472. 5. 80.3 050393.2:33 438038:8 /.3 -.3-0-.8..8.  897:9:7 9. 20. /.././.3 .3 80:7: 574808 5020739.7:8 -07:8.8:39:-075.357480/:7 57480/:7  1  0809...5.3 -::907:9.. .38/-.39.5.3:3.0-.3/5.39.8:.2-..3 20..

3 .30/:. . 02-. 02-.3 202-.3 90780-:9  $0.38. 0-:9:.!74808 5020739. /. :.-0.-: 57   !.3 -.9 /.9: /03.:5:3 05...2.507902:...7..9.3 203:3.3.7 038 47.39:3 /./.8 9: 05:9:8. 05.7 .907.7:8 202 502.5.38..9 -079.3 .3 . /.3:3 2.3 / 5020739. 2. 503.9 2. 02-.3/-:9:.38. -.5.7.3 -078.- -./../.9..2- 05:9:8.8.3  039: 5079.3&& 4 .502253 /.3:3.90/.3 203.7    '8897.3:39:20::/..2:33    079.3 /..3 /.3 /03.3:3.- !.3:3.33.3.83507:.. 202-:.8 47.8.8 2.3 -:/.8./ /.7.8 425089.3 90780-:9 -07-0/.9.-.3 8:2-07 8:2-07 /. 8.38.  80947 8..9.3!07-.3 ./.: 0 /05.. 050.8 080.7. .8 .3 9: 2070.3 /.7 -.3 :.9 20250785091 ...390780-:9-0781.:0:...3/3.7.3 ..8 808:.89039. 90.3 -07050393.. 8079.3:9.8.3 .3202-.8.2./.3.3.3804592..3:8.3 47..7.. 47.. 2.3 2.90 !.3 848..8 /. /..350702-. 507850919080-:9   #../.8.3 .8 9.89.3 02-.. . 5020739..

3./.

    !#&&.

.

8.    $ !# .74841 && .

 && .

2 0.3 7.9:.    0.2.3 /..9:. 08.3 /.3 08.. 7..2.2 .30..30.

.-.3 089073.3 /.3/ .7.3  8 !020739.:39../.07.7.3 .8 %07-.3/ .07.439039 . -070802-..:./.3 .3.7.3  8 !03/0..3.  !02-. .3.83 2030.9.3 !020739.35.8 /..3 -08.8 .3 8 494342 907-.8.8.3 0.9. /. !02-07 .8  . .07. /03. .3 .9 !0.3 :7:8..8.8.   !03:3.8./..3 /.3 /.8.3 !02-07 .9 !0.7/.3.9.9:.3 /./.83 2.8 W 080397.3 2.8  018038   :38 &9.07.3 2.3 494342 80 .8  -07/.502-.3 -08.5574..07.3.3 ..8 W 080397.7.3/7  .9.8 -070802-.439039  494342 80 ..34943423.-9.7. -08..2.3 !03/0.3 $.9. /.  /03.

 .9:7 . .7.39.7 !03003.3 :. !74538  /./. 5.07. ./..8 5.49. /.07.3 !020739.-..07.

3 5.8 5.3  907-.9.8 502-.9. 802:. .574538 W %:.3 .39:.49..35020739. 93.9. W 04380397.8 5.8 574538  W 04380397.!74538 907-././.3 -072-./.8 5./.-.

3 :.-.49.8 5. . /./.

24/0     !4..024.3   $20978 !075.3 !07.07.9:7. 4/0 /03.07.39:.3.8  $20978 4. 802:.3 897:..4/0 !020739.   &38:7 !020739.38.07.03.3 ..9. /.35020739. 94342 4/0 7.7. 011. 05.34.3 .9.07. !07.49. .3. 93.07. /.3 :.024. ./:.7.9. .3 05.8 W %:.8 502-./.9. ....07.9.3 5. /.3 -072-.

 /..:.3 503.38107 003.3  .3 003.3. 08.3.3  /.3 :7:8.  .3 //.3.07.3 503/0. 0307.50    &38:7  5020739./.3 8 003. /.3  /.23.9./.9.9:7.:.3 003.8  80/.3 08.9 /.9.00.3 .07.3 574538 80-.. 503/0.-. 494342 907-. .3 !03.3.3/:3 . /.9.07.3 8 5020739.3.3 203:3. . 573.3 003.3820 %7.  0..9.07. 907.3 /03.3.3.3  003.8  .91 ..3 0307.3 20.9. %/. 5:8.3.3 /.

7.3   !4.3 &. 502/..0573.3.3/ -.39.3!# 2020.8 0.-.0 4250903. .3.3:3. :.0.50  03:3.3 9..49.3 507. /03.3 203:9 1:38 ..08 .3 /423.3 57385 .- 4250903.3 203:9 1:38 &.3. !02-07.

.3.3 .-.3 3907.880.3:3.90/ 88902 /03.-05.90758.3 .943    $8902 050.31472. 43899:03  0 5020739.3:3.3:3. !034.547..3..83 . 5:8..3 2.83 2..3 .880..3 805..-.. $05. 202.7 5020739.9 /03.3 5020739.7.3 ..3 0907..3:3.7.90/88902   $8902 5079.90/ $8902  0/ $8902  /03.3 43044:3.39..39..7.3 0 !# /03.253 !079.83 2./:.3 !079.3  05..7..../. .8 !034.943  43044:3. 35020739.7./.3 2.. 7..-.3 5079.3.9-07:5.7.90758.8   $8902 50304.83 .308.3 $8902 %0758.

 #0. :8:8 /.3.   0/:/:.2 507.9/.79 9/..9:7 /. ! #.3 907.3. .9. !07..3/7 -07.3.!07..799/..3 /.7./. 507..9:.08.07.07.!07.3 .3/7-07.   !079..  07.3:25.308.3 05.. $.: %/. 9/..2. /.2202-07..3-.07. 05. 2. $0-.2 && 909.9:7 80.3.3 80.9.3. #0.2.3/780503:3.3 -0750/42.9.  0/:/:.. 85081  .9:7./.9:7.   0/:/:.07.5 /.3 $0-...3 07.35020739. /03..3:3.9 20.9:.07.-05. $0-. $.3.   &$ &% .91 2.3/780503:3.7.3 0. 2.9.9 $0-.3 07.91 2.9.: :2:2 803.. !07.

8.8.  !:8.9.3-078.3 2033:357-.9.3 07.3 ./02.3203:/:9.3 203. .::5/..7.9.9200.3 /..5.3 5.8..8.3 -07/.5.3 0  1    &3.7 :25./.3./.9.3 03.3/0897:91 3/.3024843.3 :7.5.35030.3 -07.9 2032-:.3 ..8:9 9075.202-:.  .3 -078.3:9.3. /..:.3 :3.3 /.343897:91 -:. 8. 4-091 /.3   . 47.3 503.3 /  07.3 3/.3.3.3:25.3503/.3:9./ /.7 :3..3/03.453 -:..0.3 -.3 9039.3 20307.9 /:-.3-.:/.3 /.31.5.5.3 -:.9.  .: .750792-.7..9 453 80-. 507.2 -  07.9:25.3 /.2 03/.8.5..3-0781.3 70.3.3-.5.

3-078.35.3 202-.072.8.3.7.3 .5 /.3 909. ..3:3 902-4 203:9:5/7949.7  03.8.3 802:.3   .     07.5.  07..3-. 9.8 80.20703/.3 ::7 /..3/.9202507. 2032-:.3.3.3..3024843.35...8  -03.  03.3-.3 8. 0.2203072.:/.:25.. 9:3:.3 70./.5.-.3799.708.3 .3 /03.5.3 07.3:9.9.5 /33 .32025072. 9.3 57.7.9 8079.3 5:.9/. .3 9::8 8079. -  &5.3 08. .3 31472.3 ..3.2.3 .:.::5 :39: 2033/.7 /.9 /.7.33.8..

 /03.7.5 :25.3. 90780-:9 -.  -  02..7.3 -070-.:/.3.  !07.3 340/0  020. 803/7  :39: 203 .507:239.8: /  &3.5.3 .2. -03.7. 5079443..3 .7:25..7 2..5.1 8./. 909.4379 .3-.8   %072.39./. 8:/../.3.7..80. 9072.3.:/.31.:/.5.4394/. .35030.7 9.3 -. 4592.3203.3-. 1    .5.3 203.3 ..3 9::8    &%  $ % !# $$  !$$  #%   &#$%#  !#$ %  %#  &$  !# $$ !!%#  !#%#$$ #! #  !# $  .380507:3.90780-:9   ..7/.. 549038.9/.3 . 50393 .30-:.5 :25.3 -.3 -.3 /. 8.. .:/.9..5.5.2- 203.8 907.9. 0  !. . 050393.3.:5:380.9.33:3.5.3 2. 503. 8. 809.3/-/.8.7 203:7:9 5. /.9203.3-03.7.3 8.3 -0781.7.3-./.:0 .3 .9 79 80-.9.7..2 202-07 70.39079039: 850.3./ 8: :9. .3-.3 8.7 :25.:0/05.3 8.  0- -.:/.5 903.3 /.0  .3 5078058 8.3.3 ./03.9 80.89. 2.8..5:25. /.3 02-.502-07:25.

7 344   .2.

3 /.3 802.9.3.339079.8 5747.8.  /  02/.9 0907-:..3.0723.9.09.999:/0  0  1  020809.9507.574108 39079  0281.970.3 42:3.393 02 247.8 848.91  &#$$!# $  ..91/.7:.3 97:89/.3 .  -  .8.2 507.3 97.8  0  0.3/853/7 ..25:3.8  0302-..: 307..3  701472.334.381472.3 /.7.9:7.3 502-.7....3.2 431  203.305.9: 507.3 039.2  2070/. 93 .  /  033..: 080.8 /.  039./..

203.3:30297.3.3.8 202-..857.:7.

7.7:8 /2:.0-078.72.7203.7:8 089 -07297.3    %  -..8 . 80/07.3.  -07.7:8 2.9 /.8 502-0..3 ...3  -  ..23./9.3 /./502-0.7:8/-.3-0.  .2.3..3 .7 50747.3 05393.-:3.7.  .8 7.3.7.8.38 050393.9.9.2 -007. /.3-.7:8 203..3  %:39:9.25: 203003.3/93. -07...0203/.38.3//../ 47.38. :8.  .2.3 9079039: 9/.

3/0 /0-..2:9: .79.370.3.3 50.7:8 .3 -:/.9: .334.220302:..5. 20. -0-.8.2.4394 809.:.8    !#&! #%$!#%..3 807:8 202-3.2 .35..7:8802..3 .9.:3/.3 83.35.91/.3-0781.0805..3.3 572.30.7:8 802. 1:38  0  1  .3. 88902 /. ::803/.-47./.  /  .91472./..9 9.3 9079039:  8079..383 9.8 -007.. 507: 7. . -074. :39: 050393. /.5.253 897:9:7./.2./.7:    .-078.7:80--.91 0--072..$ ..3.3 9/.

7..8503003..3/...3/:3.07.3 . %   #   .35020739.

8.-:97&&4 .  04380397.8 !..

 05. :-073:7 80-../.3 003..3.  04380397..3 5020739.3 40 !020739.8 . . 5020739.. 5025./. /.

-:97&&4 .: 05.8.9.8.8 !././.38.9079039:   -  080397.079..389..

.3.3 203:7:8 :7:8.   ./.39:.8 .9:7 /.3 #05:- 3/4308..7.8. /.3 5020739.3 5020739..  %:.3 /.2 88902 0.8!02-.07.3 40 !020739. 50307. 05.3 003...9:./.  080397. 494342 :39: 203. 08.

8.-:97&&4 .0/00-3/  !.

503:../.7!020739.3.3././.07.8502-. /.8.39:.3/.  %:.05.

./.: /08.9.-:5. /. .7 5020739.38 05.903. 574.

3. /.49.

 /08.502-... 05.9.3.9.89079039:     .3.7.903 49.8 3.    79# :.907  !4.3 .3.3/:3./.3.37:2./.  -  .3. /..: /08.3-079.9.  &&502-039:.3/:3. :39:20....3003.. 8079.8.3 .-:5. 79..7 5020739.3:3.39:. . 79472.

3.3:7:8.!!50307..

.8.003.9  &&4 .3. .3 !.

929.3 5020739..3!020739.07.9  &&4 .  !020739.!:8.3203.   -  003...3 &3/.. :7:8.:.33./ 003.3.7./:7:8.3 203.8. ..3 :7:8.3.3 5020739.3 .3 40 &3/.3!020739.91 !.3 .33/9039:.  0. 203003.3 /.

  .

3.3203...3!020739..8..91 !.!7453829.35020739.3.9  &&4 ..80-././:7:8.&7:8.2.. /2.3.9  205:9        .8:/5.3!020739.  003.

3 203.31..3205:9 .574./ 003..3 1  503003. 549038.9.3080.357..3:3.3 502.7..3 2.9 /  5030/.38.848.3.-:5..8.3 503//.39..   503.3 .7:.8.3.8 8:2-07 /.7..350303/.3 /./.39..3503.32..903.3.  50703.3:.3. 574.3/.3:7:8..3 -  50703..3 /.3 /.3-/.3 .  503003.38.3502-.8.8.7.. 2.3:8.3.4.3/.3 .:2:2 0  503.  &7:8.9...28.9.3.- .7.7.3 5020739.38207:5..07...3.3.8.

903.49.   50.-:5..3-/.30903...8.3.339.07.

3 20303.89.3 4507.8 50302-.8.49.3.-:5. 0.8:39.  /.903.. 9072.   1.8  :8.

903.318.3.3 ..2..33:3.3.8:39..3 1 .   50303/.-:5.8.49.3 .3.39072. 549:.35079.2.3.3 / :898 0 2430907/. 0.843.3/:5 09079-.3 090397.73007 - 5079.3./...3 :2:2 /.    50.2.

8: 39.8 .30503/:/:.3..3 3  50..3.-:5./23897.   50.3 /.3.385 2  50.2.49..8:2:25020739.3.3 .3 24/. 9072.903./23897.3..8 503.3..9.9.

7.9 /.8..-:5.3.3 /.3 -0:2 /.8.903.49.340..5. .3.7 .33. 4  503003.3 50..

/.3 .49.

3 .903.9.5  :7:8.33. .3 /..- .3.3 40 507.-:5.3!020739.9:7.3 :3/.3.3.2.3 507:3/.3   /  003.

.9  &&4 .8.49..:.3  !. !03.

3/.-:5..07.:39: .903.  &7:8./003.35020739.3.-.3.3203.

 207:5.49.903..3 :7:8. .3 .3 -078..-:5.

3503..7..- .3 503..8.5079.3/..3.9..8.3503//.350.31.9.3.  50703.7808.3 :7:8. 50.38.253.3.-.3..0.7.2..3:3..3 502.3503003.3 :2:2 /.8. 503003.8 :8.9:7.35079.7.3 /.3 /.848.3..320303.33:3./23897.33.3..3.7./.39.3080.357.07.8503.  -  07.850302-.9.  -  .3. 50303/.30503/:/:./.3.2.3:3..7.3 /..3.780.3 503003.2.3.3 507:3/.8...8.3 50703.3-/.3 :3/.350303/.35020739./23897.3.3-/.3../.9.3 1.8 07....3.9.7.3 2  50..3. ..3/..385 09079-.3 3  4  5  50.3:.:2:2 503.33.9..3 .7. 205:9 .3/.9 /  0  1              5030/.3..3     !4.3.7.3 503003.3.9..3 50.3 40 507.8:2:25020739..3.. .30903.3/:5 50..07..7:.32.34507.3 090397.49.3.3502-..3.89.324/.3 2.

.!# !..8.9  &&4 .

3 0:.9039.37.07.203. 40 . /5078.25.3 .-.3 5079.3 90.3 ! 05.3 50../.547.  05.3.3./.../.3.8. ..3..3!07/. . !# -07:5.3:3.3 !02078.

3 .203.2-.3 ./23897.943    !4....502-.0:.:3 .3549038 #.5..0-:9:.3 /080397.1:38 :38.. .3 8090.2.    :39.39.7.8 18.8/.-9..3/.8:8:3.3 .9.3.3 5..  07.30.3. -  !7385 1:3.8.8.8.38.780907./.&&4 .3    !4.3 .   $07..2  -:.39.8 /2-.8/.9:.78 !.9  03.07.38:2-07 8:2-070:.39038  !4.35748088890207.  -  ./.3.  080397. 9.9::.307.7  .8.3808:.7.8 549 /.35020739.3 -07.347.8::2 549 .253897:9:7.:-:3.78.2.20./23897.9431442430  24301441:3.

2.07.3 7.    .39.5.38..3 50. .2../03.8./.2.9 203.3 5.7:8 203/./2../. 8..8.35:- 8307/.8..9.80-.3 018038 /.3 080. 8.3.3 507809::.9 -007.307./....305:9:8.7/. /.8:/ 5.07.2.2.2-039:-.3    07..3 202-0-.7. /03.2. .9 /::/.3 //.   . 2033./..3203:39:3.5.. /..9  /.3.7.&&4 .3.5.3 5:-  /.8.09. 50792-.9:7/03..9   .2.5.3/.3 /..9  /.3 /.07.9   /.3 07. 80-..2..3 010919.3 2..907.8:/5. 8.3-078.3 /.9.9 /.2 7.8. .07.    07.8 50./.2 5030/.3!#   -    !. /2..07.3 .3.3.35.3.3.

7  ..3 :7:8.3 ..2.32.07.-..3 5020739.907.40/.8.8.3 203.9.9.8/.30--08.9  07.7.   !0.7050393.07.25.-078..3.3 /. 39./04.

7/.8.8..-20304.2.3.2.3.9  /./.50.3.8.3. /2.30-0.9:03.307./.3 ..3 5:- 80. 20..8:/ 5.3/.3 .7.9  /.32.8.07.2.3 .3.9   /... &39:203..3018038 /. 80-.3 07.3-08.3.    5.307... -078.340!020739.35020739.07.. 809..7.59.  ..3 /. :39: 050393.202-039:-.9/.5.942::7./2.03./..2.773..     :2.9   50304.8.3 5:-90780-:9/.8.3. /..  -     . 9/.3..3 50. 8....2.9   &39:50304.07.-.. /03.80-.942::7.07.2.8:/5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->