MAKALAH

TEORI ORGANISASI DAN MOTIVASI

Oleh : XXXXXXXXXXXXXXXX

NPM. 000000000

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi
Dosen Pengampu:

Prof. DR. H.M. DAMRAH KHAIR, MA

PROGRAM PASCA SARJANA (PPs) INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) RADEN INTAN LAMPUNG

2

2010

3

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mencapai tujuan itu manusia harus melakukan aktivitas-aktivitas tertentu. Oleh karena manusia secara kodrat terbatas kemampuannya maka untuk mencapai tujuannya, manusia memerlukan bantuan dari manusia lainnya. Untuk itu manusia harus bekerja dalam mencapai tujuannya atau berorganisasi. Dalam organisasi diperlukan manajemen yaitu sushi untuk mengatur, mengkoordinasikan semua tugas yang dilakukan oleh orang-orang dan mengarahkannya kepada tujuan yang hendak dicapai. Supaya unsur-unsur manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkan, maka manajemen harus ada yang mengatur yaitu seorang pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui intruksi dan persuasi. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas dapat penulis rumuskan masalah yaitu: 1. Apa pengertian Organisasi dan Motivasi? 2. Bagaimanakah teori Organisasi dan Motivasi? 3. Apa saja macam-macam motivasi?

C. Sistematika Pembahasan

Adapun sistematika yang penulis sajikan dalam makalah ini adalah: Bab I berisi pendahuluan yang memuat latar belakang masalah, rumusan masalah dan sistematika pembahasan. Bab II berisikan uraian tentang pengertian organisasi dan motivasi, teori-teori organisasi dan motivasi, macam-macam motivasi. Sedangkan

1 .5 Husaini Usman. Organisasi berasal dari bahasa latin Organum yang bearti alat. 1982).2 Selanjutnya dapat kita lihat beberapa pendapat tentang organisasi yang salah satunya diungkapkan Stephen P. 2006). h. bagian. Manajemen Teori. praktek dan riset pendidikan.3 Sedangkan Waren B. with a relatively identifiable boundary that function or relatively continous basis to achieve a common goal or set of goal”. anggota badan. h. Research And Practice. 2003). 4 4 Kreitner dan Kinicki. Educational Administration. Organisasi a. Robbins yang mendefinisikan organisasi sebagai “…A consciously coordinated social entity. 128 2 Ibid 3 Robbins dan Judge. Cet. Ke12.1 Menurut Griffin organisasi merupakan sekelompok orang yang bekerjasama untuk mancapai tujuan organisasi. h. 6 5 Wayne K Hoy dan CecilG. (NewYork: Random House. Perilaku Organisasi. BAB II URAIAN A. specialization andstructure”4 Begitu juga pendapat dari Chester I. (Jakarta: Bumi Aksara. A relatively permanent social entities characterized by goal oriented behavior. Pengertian Organisasi Membahas tentang teori organisasi tentu saja kita tidak bisa lepas dari pengertian organisasi itu sendiri. (Jakarta: Salemba Empat. Dan daftar pustaka yang digunakan. 14. Miskel. Buku 1: Perilaku Organisasi. Teory. (Jakarta: Salemba Empat. Brown dan Dennis J. Sedangka menurut Bernard organisasi ialah suatu sistem aktivitas yang dikoordinasikan secara sadar oleh dua orang atau lebih. Bernard dari kutipanEtzioni dimana organisasi diartikan sebagai “Cooperation of two or more persons. 2005). h. Organisasi dan Motivasi 1. Moberg mendefinisikan organisasi sebagai “…. Buku 1 & 2.4 dalam Bab III berisikan kesimpulan dari pembahasan. a system of conciously coordinated personell activities or forces”.

departementalisasi. Setidaknya ada empat bagian untuk membangun desain organisasi.J. yaitu kerjasama. 1) Teori-teori Organisasi Teori Organisasi Klasik 6 W. Manajer hendaknya memandang desain organisasi sebagai pemecahan masalah dan mengikuti tujuan organisasi dengan gaya situasional atau kontingensi. Dalam pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting. b. desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. Poerwadarminta menjelasakan bahwa organisasi itu merupakan susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) yang merupakan kesatuan yang teratur.S. yaitu struktur yang ada didesain untuk menyesuaikan keadaan organisasi atau sub unitnya yang unik. Kedua. dua orang atau lebih da tujuan yang hendak dicapai. Poerwadarminta. sehingga terkadang sebuah organisasi bisa dalam kondisi sakit (when an organization gets sick).5 Sedangkan WJS. Sehingga organisasi di atas pada dasarnya apabila dilihat dari bentuknya. perubahan dalam struktur termasuk mencoba dan kemungkinan berbuat salah dalam rangka mensyusun desain organisasi. Kamus Umum Bahasa Indonesia . yaitu pembagian kerja. pola kehidupan (aspek fisiologis) dan system budaya (aspek kultur) yang berlaku dan ditaati oleh anggotanya. pertama perubahan strategi dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu.6 Jadi. Dengan demikian dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan proses kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. kerjasama dan tujuan bersama. Jadi dalam setiap orgaisasi mengandung tiga unsur. hirarki dan koordinasi. Sehingga organisasi dianggap sebagai suatu output (luaran) memiliki sebuah struktur (aspek anatomic). organisasi merupakan sebuah masukan (input) dan luaran (output) serta bisa juga dilihat sebagai living organism yang memiliki tubuh dan kepribadian. paling tidak definisi organisasi terdiri dari: orang orang/sekumpulan orang.

yang digunakan sebagi pikiran pokok dalam mengatur sebuah organisasi. Demi efisiensi pekerjaan semua hal yang dapat dikerjakan oleh bawahan yang sudah menjadi rutinitas diharapkan dapat langsung dikerjakan tanpa harus menunggu perintah dari atasan. Penerapan prinsip ini dalam organisasi atasan tidak perlu lagi . c. Di dalam teori klasik memiliki beberapa prinsip-prinsip dan konsep. antara lain: a. Bahwa dalam suatu organisasi harus ada wewenang dan tanggung jawab yang dijalankan oleh pimpinan tertinggi dan hingga sampai pada tingkat bawah atau personal yang bertugas sebagai pelaksana. Dalam menyikapi dua hal yang berbeda ini kita sebaiknya dapat membagi pekerjaan menjadi lebih spesifik lagi dan di dalamnya terdapat seorang kordinator yang bertanggung jawab atas segala sesuatu hal yang terjadi di dalamnya. b. Prinsip Kesatuan Komando. Ini menekankan bahwa sebaiknya dalam suatu organisasi hanya ada satu atasan saja yang memberikan komando kepada bawahan supaya ada kesatuan komando dan koordinasi yang seragam sehingga tidak membuat bawahan menjadi bingung. Hal ini akan dapat mengurangi kesalahpahaman yang terjadi dalam organisasi tersebut yang diakibatkan oleh tumpang tindihnya perintah dari atasan. Prinsip Pengecualian (Exception). Peranan pimpinan sangat diperlukan guna mengatur sistem kerja organisasi agar pekerjaan dapat terarah dan terorganisir.6 Teori organisasi secara sistematis baru dikembangkan pada tahun 1850 di sini timbul sesuatu pemikiran yang mempersoalkan bagaimana mengatur hubungan antara susunan organisasi itu dan mengatur cara bekerjanya sehingga dalam suatu organisasi dapat bekerja seefisien dan semaksimal mungkin. Di dalam organisasi pasti ada sebuah tujuan yang bersifat kolektif atau pekerjaan kolektif yang disetiap bagaian di atur atau di intregasikan dari pekerjaan perseorangan. Prinsip Hieraki (Scalar Principele).

Dari prinsip ini bisa dipahami bahwa dengan banyaknya bawahan yang mendatangi atasan maka pekerjaan atasan akan lebih tersita apalagi jika isi laporan dan perintah itu sama. f. Walaupun prinsip ini sudah dihilangkan oleh para penentang teori klasik karena tidak ada dasar angka teoritis namun prinsip ini memiliki kelebihan untuk memberikan batasan kepada atasan dalam mengawasi bawahan agar tidak terjadi hal semena-mena yang dilakukan atasan. kekuatan fisik. terbatasnya waktu . Hal ini akan dapat semakin memaksimalkan hasil dan prestasi pekerjaan yang dicapai. Prinsip Jangkauan Pengawasan Yang kecil. Demi efisiensi waktu dan pekerjaan sebaiknya bawahan yang melapor dan menerima perintah dari atasan jumlahnya sedikit. Prinsip Pemakaian “Pusat Keuntungan” Yang dimaksud adalah jika tiap bagian dari instansi masing-masing memiliki fasilitas-fasilitas untuk bersaing dengan bagian lain maka akan memotivasi tiap bagian untuk menjadi yang terbaik sehingga dapat meningkatkan kualitas kerja. Dikatakan bahwa dalam suatu pengawasan yang dilakukan atasan hendaknya ada batasan. maka diperlukan melaksanakan pembagian kerja yang sistematis menurut keahlian tap-tiap pribadi. g. d. Untuk mencapai efisiensi kerja dalam fungsi-fungsi dalam organisasi.7 mencampuri urusan pekerjaan bawahan sehingga akan menghasilkan efisiensi kerja. kesanggupan apakah seorang atasan akan dapat secara terus menerus dapat mengontrol pikiran atau cara kerja seorang bawahan. Setiap kepala divisi atau kordinator di beri wewenang/tanggung jawab . e. Hal ini dimungkinkan bahwa kemampuan seseorang sangatlah terbatas antara lain. Prinsip Spesialisasi. Peranan seorang kordinatorlah yang sangat di butuhkan di sini karena kordinator mempunyai dan di berikan wewenang yang lebih besar. Akan lebih baik jika ada pembagian kerja siapa saja yang herus melapor dan menerima perintah dan kemudian orang-orang itu menjelaskan pada yang lain. Prinsip Jangkauan Terbatas.

Sedangkan vertikal disini akan terjadi pembagian pekerjaan yang lebih kecil dari organisasi dan kemudian disatukan untuk menjadi suatu kesatuan yang utuh. yaitu: Pertama. seperti termasuk menganalisa pekerjaan. Konsep klasikal itu sendiri juga mengalami perluasan susunan struktur pembagian kerja. Atau biasa disebut dengan Departementa-lization pembagian pekerjaan. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat melakukan efisiensi pekerjaan dalam arti menghilangkan gerakan-gerakan atau pekerjaan yang sebenarnya tidak perlu. spesialisasi hendaknya berdasar pada sasaran tugas yaitu para pekerja yang mengerjakan sub-tujuan yang sama . Diantaranya adalah bentuk horizontal dan vertikal. Para penulis teori organisasi aliran klasik pada umumnya mengkhususkan dalam empat prinsip dasar. Aspek ini banyak menerangkan teori-teori khusus yang dikenal dengan nama time and motion study atau penelitian tentang gerak dan waktu yang tujuanya tidak lain adalah untuk menemukan cara yang sebaiknya untuk melakukan pekerjaan itu. plan lay– out. (work – flow analysis). Dengan ini banyak melahirkan teknik dan praktekpraktek dalam organisasi.8 yang penuh atas kinerjanya sehingga secara psykologi mereka akan terdorong untuk menghasilkan hasil yang maksimal dan mereka dituntut untuk berani mengambil keputusan serta mempertanggung jawabkanya. Malihat disini organisasi telah di jadikan suatu obyek atau alat untuk memecahkan dan merencanakan suatu persoalan kita dituntut agar dapat bagaimana cara menganalisa. scheduling. analisa tentang kelancaran pekerjaan. di dalam setiap organisasi terdapat tingkatan–tingkatan pekerja bukan hanya tingkatan menurut pekerjaan. Ada juga orang yang menghususkan pada masalah yang lain yaitu menganalisa masalah bagaimana mendefinisikan pekerjaan yang baru dilakukan kemudian membaginya dalam berbagai kelompok dan bagaimana cara mengkoordinasikan diantara setiap bagaian tersebut sehingga berada di bawah satu koordinasi. Horizontal. kemudian mengatur cara-cara pekerjaan setiap pekerjaan yang harus dilaksanakan.

pekerjan yang dilakukan di daerah geografis yang sama sebaiknya dikumpulkan menjadi satu. Keempat. Kedua.9 dikumpulkan pada bagian yang sama. pekerjaan yang mengharuskan adanya proses tertentu hendaknya dikelompokkan jadi satu. Ketiga. norma dan hubungan informal yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan sosial para anggota organisasi. 1962). h. otoritas pendelegasian otoritas dan tanggung jawab. c. Organisasi tidak bekerja dengan mulus dan bukan merupakan mesin yang bekerja secara sempurna. Struktur dipahami oleh teori organisasi neo-klasik sebagai tempat mengeliminir friksi dan konflik fungsi-fungsi yang berbeda atau WG. (Washington: The American University Press. Scott. namun diciptakan juga pola hubungan status. namun menekankan hubungan informal dan motivasimotivasi non ekonomis yang beroperasi di dalam organisasi. in Organization and Management Theory and Practice. Proses skalar dan fungsional dipahami oleh teori organisasi neo-klasik sebagai derajat intensitas pendelegasian. Analisis utama teori neo-klasik adalah berusaha memodifikasi pilar-pilar dari doktrin klasik dan tentang organisasi informal. Dalam hal ini Scott menguraikan modifikasi teori organisasi neo-klasik terhadap pilar-pilar dalam dokrin teori organisasi klasik7 sebagai berikut: a. untuk menangani kelompok klien tertentu harus ditempatkan pada satu bagian yang sama. Pembagian pekerjaan (division of labor) dipahami sebagai subyek dari hubungan manusia. bukan didasarkan isolasi terhadap para pekerja akan tetapi ia lebih merupakan spesialisasi pekerjaan. Human Relations in Management. 2) Teori Organisasi Neo-Klasik Teori organisasi neo-klasik diklaim oleh penganut teori ini sebagai pengenalan studi perilaku yang diintegrasikan ke dalam teori organisasi. Biasanya beroperasi di bawah asumsi tertutup. Manajemen dapat merancang hubungan dan peraturan yang formal dan sebagainya. spesialisasi menurut klien. 142 7 . Studi perilaku yang paling menginspirasi teori tersebut adalah studi Howthorne oleh Elthon Mayo (1880-1949). b.

d) Keberlangsungan hidup organisasi informal membutuhkan stabilitas hubungan diantara orang-orang yang berada didalamnya. 143 .10 harmonisasi bagi bagian staf dan lini dalam mencapai tujuan organisasi melalui partisipasi. d. dan komunikasi yang lebih baik. dengan demikian organisasi informal selalu sulit untuk berubah (resists to change). kepentingan. h. 8 Ibid. b) Bentuk-bentuk keterhubungan antar manusia pada organisasi informal memerlukan analisis yang berbeda dari hubungan manusia yang diplot atau dirancang pada organisasi formal. tipe-tipe manusia dan fungsi supervisi. dan isu-isu khusus (special issues). junior boards. Scott kemudian melihat beberapa asumsi karakteristik organisasi informal yang penting dan apabila dipahami maka ia akan bermanfaat bagi penerapan manajemen8 antara lain: a) Organisasi informal merupakan agen kontrol sosial. manajemen yang bottom-up. Rentang kendali (span of control) menurut teori ini haruslah memperhatikan keperbedaan individual termasuk didalamnya kemampuan manajerial. Kontribusi yang lain atau berikutnya yang juga masih bersifat revisi terhadap teori klasik dari teori ini adalah analisis tentang organisasi informal. pekerjaan. dan tidak selalu berasal dari sistem formal. pengakuan akan kebebasan seseorang. dan penciptaan komunikasi yang efektif. Metodenya biasa disebut sebagai analisa sosiometrik. c) Organisasi informal memiliki sistem status dan komunikasi yang khusus. dan pada organisasi formal biasanya aturan-aturan mengenai kontrol sosial tersebut tidak lengkap atau tidak diatur. Determinan penting yang memunculkan organisasi informal menurut Scott adalah lokasi.. Organisasi informal muncul dari respons terhadap kebutuhan sosial sebagai kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.

mengusulkan agar peran utama manajer adalah memperlancar komunikasi dan mendorong para bawahan berusaha lebih keras. keistimewaan apa yang melekat padanya. dan bagaimana pemimpin informal tersebut dapat menolong para manajer mencapai tujuan-tujuan dalam organisasi formal. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: a) Chester I. Barnard memunculkan ide-ide kooperatif yang ideal dalam karyanya guna merespons situasi yang penuh bahaya tersebut. dalam bentuk kehadiran beberapa orang wakil dari kelompok lain tersebut. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap kelompok yang lebih inklusif (terbuka) ditentukan oleh kebutuhan koordinasi.11 e) Kepemimpinan pada organisasi informal merupakan salah satu aspek penting bagi organisasi informal yang selalu menjadi determinan penting pula dalam pembahasan teori organisasi neo-klasik. Barnard (1886-1961) Barnard dijuluki sebagai godfather bisnis kontemporer. Barnard mencatat bahwa pada setiap kelompok dalam suatu organisasi yang kompleks terdapat suatu posisi yang juga termasuk dalam kelompok lain. . berdasarkan tempat dari kesalingtergantungan atau kemungkinan. ‘suhu’ bagi yang membutuhkan nasehat penanaman budaya organisasi yang kuat dalam organisasi. Diskusi terhadap aspek kepemimpinan pada organisasi informal dipumpun pada bagaimana berlangsungnya kepemimpinan informal. memperkenalkan peran dari organisasi informal ke dalam teori organisasi. Selain sebagai salah satu orang pertama yang memperlakukan organisasi sebagai suatu sistem. Barnard juga menantang pandangan klasik yang mengatakan bahwa wewenang harus didefinisikan sesuai dengan tanggapan dari bawahan. Tokoh teori organisasi neo klasik dalam pemahaman yang umum menyatakan tokoh teori neo klasik merevisi atau mengoreksi teori organisasi klasik yang kurang memberikan perhatian kepada kebutuhan anggota organisasi dan interaksi yang terjadi antar anggota organisasi.

yang menyesuaikan diri atau mengakomodir kepentingan pemodal. eksekutif harus memahaminya sebagai sebuah tugas yang mulia dan bermakna. a) Keamanan organisasi dalam lingkungan. Selznick mengarahkan studi organisasi pada masa mendatang lebih berfokus pada keputusan penting yang menyebabkan terjadi perubahan . tujuan umum organisasi menurut Barnard adalah sebagai sebuah tujuan moral. Pernyataannya menolak pandangan kebutuhan sistem sebagai tempat pemeliharaan integritas dan keberlangsungan sistem akan terjadi hanya dalam diri sistem itu sendiri. yang ditujukan bagi manajer masa datang agar lebih memahami organisasi sebagai sistem kerjasama (cooperative) organis. antara lain adalah. Ia adalah penemu teori institusional Selznick mengemukakan bahwa segala sesuatu yang penting mengenai organisasi adalah perbincangan tentang perangkatperangkat organisasi terhadap bagian yang menghidupkan dirinya. New Jersey. tahun 1919.12 Selanjutnya. b) Philip Selznick (1919-) Philip Selznick lahir di Newark. karyanya menjelaskan kegagalan akademis terhadap penjelasan teori organisasi. Akhirnya adaptasi struktur organisasi di dasari oleh tindakan individu dan tekanan lingkungan. Pada konteks intelektual. Ia mendefinisikannya sebagai derived imperative. manajer dan pekerja. Ia juga berusaha menunjukkan pandangan yang lebih masuk akal. b) Stabilitas hubungan informal dalam organisasi. c) Kesamaan pandangan tentang makna dan aturan organisasi. Organisasi melakukan tawar-menawar dengan lingkungan dalam hal mencapai tujuan penting atau kemungkinan-kemungkinan masa mendatang. Selznick menyatakan bahwa individu-individu menciptakan komitmen lainnya terhadap organisasi agar dapat tercapai pengambilan keputusan rasional. Untuk menanamkan tujuan moral tersebut terhadap anggota organisasi.

Mayo (1880-1949) Elthon B. Secara formal. Temuan Selznick menunjukkan bahwa para agen bekerja dengan disiplin karena adanya proses pendelegasian wewenang yang mengindikasikan adanya proses adopsi dari organisasi lainnya. c) Elthon B. adalah terhadap pengorganisasian Leninist di Soviet. Kesimpulannya menunjukkan bahwa ternyata lembaga tersebut menciptakan proses kooptasi terhadap organisasi lain dalam merespons hal ini. Secara informal kooptasi merupakan proses penyesuaian yang memungkinkan pusat kekuasaan menjadi spesifik dan jelas berada dimana. Ia menemukan bahwa ternyata institusionalisasi adalah proses dimana organisasi mengembangkan karakter struktur secara khusus. Mereka bertindak sesuai pernyataan struktur organisasi.13 struktur. Pemahaman yang terkenal dengan efek Hawthorne ini mengemukakan bahwa perlakuan khusus. Mayo member kesimpulan bahwa masalah motivasi dan respons emosi yang diakibatkan oleh situasi kerja lebih penting dari pengaturan logis dan rasional dalam menentukan keluaran. serta struktur secara signifikan merupakan pernyataan anggotanya. pertama. bahkan yang . baik secara formal maupun informal. pembagian tanggung jawab organisasi dimaksudkan untuk memperoleh legitimasi. Analisis Selznick terhadap struktur fungsional adalah bagaimana struktur secara fungsional dapat menjawab kebutuhan dasar (basic need) dan bagaimana keseluruhan sistem dapat bertahan. Kedua. Penilitian Selznick difokuskan pada dua hal. Pandangan Selznick terhadap proses kooptasi atau penyertaan dipahami olehnya sebagai proses penyesuaian sebuah organisasi. Dari hal ini dapatlah disimpulkan bahwa organisasi selalu melakukan proses adopsi terhadap bentuk organisasi lainnya. Selznick menyatakan bahwa konsekwensi dari dibangunnya sebuah organisasi adalah bagaimana organisasi membentuk aturan dan mejalankannya dalam struktur secara fungsional. adalah terhadap Lembaga Otorita Lembah Tennesse.

Tradisi lama tersebut tak mungkin dibangkitkan kembali. Pengatur dan yang diatur dapat menjadi sebuah kesatuan yang integratif melalui perilaku yang memiliki ujung pangkal (circular) 9 Ibid. Karena itu solusinya adalah dengan membangun masyarakat yang adaptif. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar dan harus mendapat tempat dalam teori politik modern. karena faktor manusia yang mempengaruhinya.14 buruk pun dapat membawa dampak positif terhadap para pekerja. d) Marry Parker Follet (1868-1933) Marry Parker Follet lahir tahun 1868 di Massachusetts (sumber lain menyebutkan Boston). serta dipimpin oleh orang-orang yang terlatih dalam ketrampilan dan pemahaman sosial dan mampu mengatasi masalah manusia maupun masalah tehnis. bukan oleh faham individualisme. yang mudah menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan.9 Menurut Mayo perlakuan yang manusiawi dan menunjukkan penghargaan memberi manfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang. Ia harus berhenti untuk sementara waktu dalam masa-masa studinya karena kejadian yang menimpa keluarganya. Bagi Follet. Dengan demikian. Selain itu.. demokrasi dibangun atas keyakinan sosial. menurut Follet teori politik misalnya harus berbasis pada hak-hak individual. Sumbangan pemikiran Follet lewat filosofi bisnisnya menyatakan bahwa tindakan yang didasarkan oleh akal sehat (commonsense) yang cerdas dari eksekutif bisnis memberitahukan kepada mereka bahwa mencapai keteraturan secara membabi-buta bukanlah bisnis yang baik. 169 . Argumentasinya didasarkan atas pemahamannya tentang revolusi industri yang telah menghancurkan masyarakat tradisional yang memungkinkan manusia saling berhubungan dalam kehidupan rutin dan akrab. h. ia menegaskan bahwa hubungan sosial dalam kelompok kerja adalah faktor terpenting yang mempengaruhi kepuasan para pekerja atas pekerjaannya. Marry muda adalah pribadi yang mengasumsikan diri sebagai orang yang bertanggung jawab ketika bapaknya meninggal dan ibunya sakit-sakitan.

Subyek dari aturan yang mengarahkan kita dalam pertanyaan menyeluruh adalah otoritas dan kesepakatan bersama sehingga orang tidak bekerja dibawah tekanan. sikap yang sadar mencatat bahwa situasi dibangun oleh kita. dalam bentuk aturan-aturan yang fleksibel dan diakui sebagai bagian yang saling berhubungan terhadap sistem. Simon adalah ilmuan politik dan sosial berkebangsaan Amerika. Follet mengusulkan adanya depersonalisasi kembali keadaan manusia dan menciptakan aturan untuk mempersatukan semua hal yang menyangkut studi terhadap situasi tersebut. Pandangan Simon sangat berpengaruh terhadap pendekatan-pendekatan yang dikembangkan dalam teori administrasi. e) Herbert A. mengenal semua keadaan. . Pandangannya terhadap teori administrasi menyatakan bahwa setiap prinsip selalu eksis dan dapat diterima. Simon mencatat bahwa kebanyakan dari prinsip klasik tidak lebih dari pada pepatah saja dan banyak diantaranya saling bertentangan. Dari pandangan ini selanjutnya dilakukan pendekatan yang lebih komprehensif pada teori administrasi baik gambaran situasi administrasi. Simon.15 karena kemungkinan munculnya persoalan industrial disebabkan oleh tata krama yang tidak benar. Ia menyatakan bahwa teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan terlalu disederhanakan bagi suatu kajian mengenai kondisi yang di bawahnya dapat diterapkan prinsip yang saling bersaing. dalam rangka menemukan aturan dari situasi tersebut dan menaatinya. Rumusan filosofi bisnis tersebut dapat dilihat pada kata Follet sendiri yang menyatakan bahwa pelayanan bukan merupakan substitusi terhadap motif mencari profit tetapi merupakan bagian yang terintegrasi dalam motif yang lebih luas yaitu profesionalisme. Keteraturan sebagai bagian yang berkembang dari sikap yang bertanggung jawab. Herbert A. diagnosis dan penentuan kriteria utama yang menentukan pengembangan teori administrasi. tetapi akan menimbulkan kontradiksi antara satu prinsip dengan yang lain.

sistem manusia tentu saja mengandung memecahkan persoalan pada organisasi yang kompleks. Teori organisasi modern. yaitu orang yang mengejar kepentingan pribadi tetapi mereka tidak mengetahui apa yang mereka perbuat. sementara orang berposisi rendah membuat keputusan dengan komponen yang ada saja. Perspektif sosial atau studi perilaku digunakan kembali dalam kerangka organisasi sebagai sistem terbuka. Dia mengkritik pandangan Fayol yang datar dan Taylor dengan asumsi economic man-nya. Ia mengajukan konsep asumsi administrative man. Sebaliknya. penerapan struktur yang salah akan mengancam kelangsungan hidup organisasi. mereka menyadari hanya memiliki sedikit alternatif dalam membuat keputusan. Akan tetapi pendekatan mutakhir untuk memahami organisasi kemudian dikembangkan dalam paradigma teori organisasi modern yang mengembangkan studi perilaku sebagai determinan penting dalam memahami organisasi. Pada tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an para teoritikus melihat organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan. dan teori yang berorientasi pada sistem dan dikembangkan atas dasar penilitian . konsep.16 Simon menjelaskan proses dalam organisasi terjadi lewat tujuan yang spesifik dan terjadi secara formal. 3) Teori Organisasi Modern banyak variabel yang harus dipertimbangkan dalam Bagi penganut teori organisasi modern. terdiri atas berbagai pandangan. dan berharap akan mendapatkan penyelesaian yang optimal. tehnologi dan ketakpastian lingkungan sebagai variabel-variabel kontingensi akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Partisipan dalam posisi yang tinggi memutuskan dengan komponen bernilai tinggi. Mereka berkonsentrasi pada sasaran. dengan cara menyederhanakan keputusan dan dukungan partisipan dalam keputusan yang diambil oleh partisipan. Simon membedakan antara keputusan-keputusan yang dibuat seseorang yang memasuki atau keluar dari organisasi dan keputusan yang mereka buat sebagai partisipan organisasi.

Pada pandangan sosio-tehnikal kedua sistem tersebut butuh dukungan secara optimal ketika keduanya disatukan. Mereka mencoba menciptakan bentuk organisasi yang melayani komunitas manusia dan kepentingan efisiensi tehnis (worker and technology). Mereka selalu mengeksplorasi bagaimana organisasi mencoba bertahan dalam lingkungan sosial dan ekonomi melalui pengembangan semi-otonomi yang fleksibel merupakan jawaban terhadap keadaan yang terbaik buat para pekerja. Woodward berfokus pada tehnologi produksi struktur organisasi dan tingkatan tehnologi. Secara keseluruhan mereka mengasumsikan organisasi terdiri atas hubungan antara sistem non manusia . secara meyakinkan menunjukkan bahwa tidak ada cara terbaik untuk mengorganisasi suatu bisnis dan bahwa bentuk organisasi berdasarkan prinsip klasik.W. Bamforth Mereka berdua mengeksplor cara untuk meningkatkan produktifitas dan moral organisasi lewat aksi penilitian. Sistem kontrak dan otonomi kelompok pada sebuah sistem tertutup akan selalu berubah secara spontan ketika organisasi diperhadapkan pada hubungan antara keluarga dan pekerjaan yang menunjukkan adanya ikatan seseorang terhadap yang lain. pengaturan internal dan otonomi bagi kelompok kerja.17 empiris. Tidak seperti pendekatan manajerial yang bersifat top-down. yang menekankan kesatuan perintah.A. mereka menekankan partisipasi bottom-up yang berperilaku bijak. dan sistem manusia. harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Trist dan K. Hubungan kerja selalu dikuatkan oleh ikatan kekeluargaan. Adapun yang menjadi tokoh-tokoh dari teori organisasi modern tersebut antara lain: a) E. Trist dan Bamforth berusaha menjelaskan beberapa konsekwensi yang terjadi pada metode pengorganisasian perusahaan batu bara tersebut. Para ahli teori modern memandang organisasi sebagai sebuah sistem yang adaptif. agar dapat bertahan. b) Joan Woodward Woodward merupakan orang pertama yang memperhatikan determinan tehnologi dan struktur.

Para anggota butuh legitimasi yang memadai untuk beroperasi dalam batasan organisasional. tak terkedali dan kondisi yang berubah. Oleh karenanya. Organisasi yang mengembangkan struktur yang sesuai dengan tehnologi adalah yang paling berhasil dibandingkan dengan yang tidak mengembangkannya sesuai dengan tehnologi. Studi mereka yang orisinil. . Organisasi membutuhkan loyalitas dan penyesuaian dari satu anggota terhadap lainnya. menyelidiki tentang dua bentuk organisasi: bentuk mekanis dan organis. Perusahaan yang menyimpang dari struktur ideal mereka adalah yang kurang berhasil. Woodward menyatakan bahwa keefektifan adalah fungsi dari suatu kesesuaian tehnologi-struktur yang tepat. Karyanya mewakili transisi awal para pakar teori organisasi dari perspektif prinsip kepada teori kontingensi tentang organisasi. struktur dan keefektifan. terhadap para manajer dan terhadap organisasi itu sendiri dalam hubungan pembuatan kebijakan dan metode-metode.M Stalker Burns dan Stalker melakukan penyelidikan terhadap hubungan antara organisasi dengan lingkungannya. Sementara bentuk organis diperuntukkan bagi organisasi yang menghadapi situasi yang pada mulanya stabil kemudian berubah menjadi tidak stabil. c) T. Perusahaan yang menerapkan bentuk organis akan membentuk kembali dirinya dalam menghadapi persoalan baru dan menciptakan sistem kontingensi (jadi mereka adalah penggagas awal teori kontingensi). Dengan demikian penilitian dari Woodward menjadi pertanda awal dari berakhirnya pandangan bahwa ada prinsip universal tentang manajemen dan organisasi. Burns dan G. komunikasi bersifat vertikal. Perusahaan yang kurang lebih mendekati struktur yang khas bagi tehnologi adalah yang paling efektif.18 hirarki dan kejelasan struktur dalam kenyataannya jarang dipraktekkan oleh perusahaan yang sukses. Penyelidikan Woodward memperlihatkan adanya hubungan antara tehnologi. Bentuk mekanis biasanya melakukan pengendalian dari atas ke bawah dalam sebuah hirarki.

Semua organisasi memiliki motivasi yang tinggi untuk memperoleh stabilitas keamanan. Thompson dilahirkan di Indianapolis. Blau dan Richard W. Scott (1918-…) Peter M. kemudian menjalankannya. e) James D. Op. Blau lahir di Vienna. Dalam buku yang dikarangnya tersebut secara teoritis melakukan generalisasi untuk menolong dan menjelaskan struktur dan dinamika organisasi dengan melakukan studi komparatif lewat pembandingan terhadap organisasi-organisasi yang mentranformasikan konsep-konsepnya.. orientasi yang jelas dan selalu tanggap secara efisien dan efektif dalam lingkungan yang penuh dengan ketidakpastian. Analisis sosiologis dilakukan oleh mereka berdua dalam rangka melihat berbagai persoalan utama yang terjadi dalam hidup organisasi. Austria. Scott melakukan studi terhadap evolusi dalam organisasi pelayanan kesehatan di San Fransisco Bay Area sejak Perang Dunia II hingga kini. h. tetapi tidak cocok bagi perusahaan yang menghadapi keadaan perubahan setiap saat. 121-122 . Blau dan Scott dianggap memiliki kontribusi dalam teori organisasi khususnya teori modern karena karya mereka dalam bentuk buku dengan judul Formal Organizations. sebuah organisasi yang cair didesain sebagai adaptasi dengan fasilitas yang fleksibel dan meredefinisikan kembali pekerjaan. yang dipublikasikan tahun 1962. karena kalau 10 Burns dan Stalker. Menurutnya organisasi membentuk inti (core) tehnologinya karena pengaruh lingkungan.19 Katimbang struktur yang kaku dan terspesialisasi menurut pekerjaan. mapan dan pasar yang baik. bahwa organisasi mau tidak mau harus melakukan beberapa hal mendasar sebagai sebuah keharusan.cit.10 d) Peter M. Thompson mengemukakan. Burns dan Stalker mendemontrasikan bahwa prinsip manajemen klasik berjalan dengan baik dalam perusahan yang memiliki tehnologi tinggi. tahun 1918. Thompson (1920-1973) James D. Sedangkan Richard W.

Konsep rasionalitas yang dibebankan pada organisasi menentukan ruang lingkup dalam hal mana tindakan organisatoris harus dilaksanakan. c. Motivasi Pengertian Motivasi Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Ia berargumentasi bahwa permintaan terhadap pengambilan keputusan dan komunikasi sebagai akibat dari tekhnologi meningkat dari mediating (rendah) ke longlingked (medium) lalu ke intensive (tinggi). terarah. Longlingked harus didampingi oleh perencanaan dan penjadwalan.11 11 http://id. Kontribusi Thompson lebih terletak pada upayanya untuk menunjukkan bahwa tekhnologi menentukan pemilihan strategi untuk mengurangi ketidakpastian dan bahwa pengaturan struktur yang spesifik dapat mengurangi ketidakpastian. Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama. Intensive technology membutuhkan mutual adjusment. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul. dan mempertahankan perilaku. Thompson memperlihatkan bahwa saling ketergantungan yang diciptakan oleh tehnologi penting disaat menentukan struktur sebuah organisasi. diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi. maka tindakannya pun hendaknya masuk akal atau rasional. serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/organisasi. Menurut Kartini Kartono motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.wikipedia.org/wiki/Motivasi . 1. Koordinasi dalam memediasikan tehnologi yang paling efektif adalah melalui peraturan dan prosedur.20 tidak maka tujuan organisasi tidak akan tercapai karena organisasi diharapkan menghasilkan sesuatu. berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu.

h. Op. keinginan (wish). kompetensi dan kekuasaan.cit. dapat menjadi catur daya atau empat dorongan kekuatan yang dapat mengarahkan individu mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan. keinginan. dikombinasikan denga motivasi. karsa dan rasa melekat pada diri seseorang. 2) hubungan karyawan dengan faktor-faktor eksternal dan internal yang menyebabkan mereka melakukan kegiatan. dorongan (desire) atau impuls. Apabila cipta. (Jakarta: CV Rajawali. sehingga motivasi merupakan konstruksi jiwa. tetapi bisa ditafsirkan melalui tingkah laku individuyang bertingah laku. h. h. dan rasa (emosi) yang merupaka tridaya (tiga daya) dalam diri manusia..73 14 Bedjo Sujanto. Interaksi dan Motivasi Belajar. Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. 223 Sardiman AM. sedangkan motif adalah kebutuhan (need). Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. 1986. 2007). Kedudukan motivasi sejajar dengan isi jiwa sebagai cipta (kognisi). Newstron & Davis memberikan pula pola motivasi dengan asumsi bahwa setiap orang cenderung mengembangkan pola motivasi tertentu sebagai hasil dari lingkungan budaya tempat manusia hidup. Keempat pola tersebut dijelakan dengan gambar sebagai berikut: 12 13 Husaini Usman.21 Motivasi adalah keinginan untuk berbuat sesuatu. Empat pola motivasi yang sangat penting adalah prestasi. afiliasi.” Jawabnya terpusat pada 1) kebutuhan.93 . “apa penyebab perilaku terjadi dan berhenti. karsa (konasi).13 Sedangkan motivasi merupakan proses yang tidk dapat diamati. motif yang sudah aktif disebut motivasi. dorongan yang memacu untuk melakukan kegiatan.12 Motif diartikan sebagai daya penggerak yang mendorong seseorang melakukan aktifitas-aktifitas tertentu untuk mancapai tujuan. Pola ini sebagai sikap yang mempengaruhi cara-cara orang memandang pekerjaan dan menjalani kehidupan mereka.14 2. (Jakarta: Sagung Seto. Teori-teori Motivasi Teori isi memusatkan perhatiannya pada pertanyaan.

Setelah kebutuhan penghormatan terpenuhi. dorongan untuk mancapai keunggulan kerja. menikah dan mempunyai anak. 4) Kebutuhan akan penghargaan/prestise (esteem needs). ingin bekerja yag manantang. tidak mau kalah dengan hasil kerja orang lain Dorongan untuk mempengaruhi orang lain dan situasi a) Teori Kebutuhan AH Maslow Tokoh terkemuka yang telah banyak memberikan sumbangan terhadap rumusan motivasi adalah Abraham H Maslow. berusaha keras untuk berinovasi. ingin mencapai taraf hidup yang serba sempurna atau derajat yang setinggi-tigginya. maka muncul kebutuhan baru lagi yaitu kebutuhan akan aktualisasi diri atau realisasi atau pemenuhan kepuasan atau prestise. untuk maju untuk berkembang. 227-231 . (New York: Harper & raw. h. Contoh kebutuhan ini adalah memiliki sesuatu bukan hanya karena fungsi tetapi juga karena gengsi. Setelah kebutuhan keselamatan dan rasa aman terpenuhi maka timbul pula kebutuhan baru. Untuk memenuhi kebutuhan ini biasanya manusia berdo’a dan berusaha agar ditinggikan derajatnya. yang menyusun hirarki kebutuhan dan berhasil memformulasikan sebuah teori yang menjelaskan tentang perilaku manusa ke dalam lima jenis kebutuhan. maka muncul kebutuhan baru lagi. 1970). menuju pada kesempurnaan Dorongan untuk berhungan dengan orang lain secara efektif atas dasar sosial.22 Pola Motivasi Prestasi Afiliasi Kompetensi Kekuasaan Keterangan Dorongan untuk mengatasi tatangan. bekerja sama. Op. Sebelum manusia menginginkan kebutuhan di atasnya. mengoptimalkan potensi dirinya secara kreatif dan inovatif. h. menjadi anggota organisai. 16 1) 15 16 Abraham Maslow. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang paling rendah dari manusia. kebutuhan ini harus dipebuhi terlebih dahulu agar dapat hidup secara normal.cit. yaitu kebutuhan akan penghargaan dan penghormatan. yaitu kebutuhan hidup berkelompok. 5) Kebutuhan aktualisasi diri (self actualization needs)15. bercinta.55-56 Bedjo Sujanto. bergaul. Motivation and Personality. Setelah kebutuhan berkelompok terpenuhi. 2) Kebutuhan akan rasa aman (safety or security needs). ketrampilan memecahkan masalah. Setelah kebutuhan fisiologikal terpenuhi. yaitu: Kebutuhan fisiologis (physiological needs). doronga untuk mendapatkan sahabat sebanyak-banyaknya Dorongan untk mencapai hasil kerja dengan kualitas tinggi. maka muncul kebutuhan baru yang diinginkan manusia yaitu kebutuhan akan keselamatan dan rasa aman. 3) Kebutuhan sosial (social needs). untuk mendapatkan yang terbaik. melakukan pekerjaan yang kreatif.

(b) Afiliasi. Teori ini mengandung kelemahan antara lain: 1. Kebutuhan tersebut antara lain: (a) Pencapaian hasil kerja.23 Hirarki kebutuhan maslow didasari dua asumsi. kebutuhan merupakan hirarki dilihat dari pentingnya. (j) Pengertian. melainkan karena meningkatnya karier dan posisi seseorang.18 Uday parek. (f) Kata hati. b) Teori Murray Murray berasumsi bahwa manusia mempunyai sejumlah kebutuhan yang memotivasinya untuk berbuat. 1984). 17 . Perilaku Organisasi. (c) Agresi. (i) Kekuatan dan. (e) Pamer. (Jakarta: PT. (h) Memerintah (berkuasa). Sukar membuktikan kalau kebutuhan manusia mengikuti satu hirarki 2. 4. Migas Surya dan Grafindo. yaitu pertama. Op Cit. h. Teori Maslow telah memberikan sumbangan berharga dalam memperhatiga dalam memperhatikan kebutuhan-kan kebutuhan-kebutuhan tingkat rendah para pekerja yang sebelumnya diabaikan oleh organisasi. Kebutuhan-kebutuhan itu luwes sifatnya sehingga sulit menetapkan suatu ukuran untuk memuaskan segala pihak. Dilain pihak teori ini juga mempunyai kelemahan atau kekurangan. tetapi teori ini sangat berguna untuk menjelaskan mekanisme motivasi seseorang di dalam suatu organisasi. h.111 18 Husaini Usman. tertama pada tingkat kebutuhan yang lebih tinggi 3. Terdapat kebutuhan yang berbeda-beda pada setiap individu. kebutuhan seseorang tergantung dari apa yang telah ia punyai. (g) Memelihara hubungan baik. Dan kedua. Pedoman ke arah pemahaman proses komunikasi dan moivasi kerja. Timbulnya tingkat kebutuhan yang lebih tinggi bukan semata-mata disebabkan terpenuhi kebutuhan yang lebih rendah. Uday Parek menjelaskan tidak ada dalam organisasi manapun kebutuhan yang lebih tinggi muncul menunggu terpebuhinya kebutuhan yang lebih rendah. (d) Otonomi. 17 Walupun teori ini memiliki kelemahan.

24 Kebutuhan yang dikemukakan oleh Murray tersebut bersifat kategorisasi saja. Hubungan interpersonal 4. Mereka melakukan penelitian dengan bertanya pada subyek tentang waktu ia merasa paling puas terhadap pekerjaannya. Prestasi 2. Faktor kesehatan (ekstrinsik) merupakan faktor lingkungan yang menyebabkan ketidakpuasan. Kemudian mencari sebab-sebab mereka merasa puas. Relatedness. Kebijakan perusahaan Teori dua faktor hezrberg ini mendapat kritikan. Pekerjaan itu sendiri 4. Dapatkah orang menyadari bahwa mereka dahulu merasa tidak puas? Faktrofaktor yang berada di bawah sadar tidak diidentifikasikan dalam analisis Herzberg. Pertumbuhan dan perkembangan Faktor Kesehatan (ekstrinsik) 1. c) Toeri Alderfer Menurut teori Alderfer manusia memiliki kebutuhan yang disingkat ERG (Existence. Manusia menurut Aldefer pada hakikatnya ingin dihargai dan diakui keberadaannya (eksistensi). Supervisi 2. Penelitian menyimpulkan terdapat dua faktor yaitu faktor pemuas dan faktor kesehatan seperti pada tabel berikut: Faktor motivasi (intrinsik) 1. d) Teori Dua faktor dari Herzberg Teori ini dikembangkan oleh Frederick Herberg bersama-sama dengan Bernard Mausner dan Barbara Snyderman. Selanjutnya Korman mengkritik bahwa dengan peristiwa yang baru . Tanggungjawab 5. Disamping itu. Kondis kerja 3. yaitu metodologinya mengharuskan orang melihat pada dirinya sendiri pada masa lampau. Sebenarnya kebutuhan manusia ini sangat banyak. manusia sebagai makhluk sosial ingin berhubungan atau bergaul dengan manusia lainnya (relasi). Peghargaan 3. ingin diundang dan dilibatkan. Manusia juga ingin selalu meningkat taraf hidupnya menuju kesempurnaan (ingin selalu berkembang). Growth). komplesks dan tidak terbatas. Bayaran dan keamanan 5.

19 Ibid. manusia mempunyai urutan kesenangan (preference) diantara sejumlah hasil yang ia harapkan. kurang senang diawasi dan kreatif 3. Rajin belajar dan bekerja 2. manusia biasanya meletakkan nilai pada sesuatu yang diharapkan dari karyanya. Mau bekerja kalau diperintah. Mampu mengendalikan dirinya sendiri mencapai tujuan organisasinya (mandiri) f) Teori ekspektasi dari Lewin dan Vroom Teori ekspektasi (harapan) dikembangkan Lewin dan diterapkan oleh Vroom. Disamping itu. Teori ini mempunyai asumsi bahwa. seperti ditunjukkan pada tabel berikut . Tidak mempunyai kemampuan untuk mandiri Manusia Tipe Y 1. Senang menghindar dari tanggungjawab 4. Berambisi 5. h. Bertanggungjawab 4. diancam dan dipaksa 3. suatu usaha untuk menjelaskan motivasi yang terdapat pada seseorag selain harus mempertimbangkan hasil yang dicapai. e) Teori X dan Y dari McGregor Teori X dan Y dari Mc Gregor dikembangkan atas dasar karakteristik manusia merupakan anggota organisasi dalam hubunganya dengan penampilan organisasi secara keseluruhan dan penampilan individu dalam melaksanakan tugas-tugasnya.19 Manusia Tipe X 1.25 terjadi menyebabkan orang tidak mampu mengingat kembali kondisi kerja yang paling baru dan dalam metodologinya terdapat unsur perasaan. 233 . teori ini kurang memperhatikan pengujian terhadap implikasi motivasi dan penampilan dari teorinya. Pertama. Malas belajar dan bekerja 2. ia juga mempertimbangkan keyakinan orang tersebut bahwa yang dikerjakan memberikan sumbangan terhadap tercapainya tujuan yang diharapkan. Oleh sebab itu. Kedua. Teori ini berasumsi bahwa kedua konsep X dan Y adalah berbeda. Tidak berambisi dan cukup menjadi anak buah saja 5. Bekerja atas dasar kesadaran sendiri.

yaitu intensitas motif seseorang untuk melakkan sesuatu adalah fungsi nilai atau kegunaan dari hasil yang mungkin dapat dicapai dengan pesepsi kegunaan suatu tindakan dalam upaya mencapai hasil tersebut. Ciri orang yang mempunyai achievment tinggi adalah kesediannya untuk memikul tanggungjawab sebagai konsekuensi usahanya untuk mencapai tujuan. Menurut teori ini seseorang yang mempunyai needs of achievment tinggi selalu mempunyai pola pikir tertentu ketika ia merencanakan untuk melaksanakan sesuatu.26 Berdasarkan asumsi di atas vroom mengembangkan suatu teori motivasi. Teori ini berusaha menjelaskan achievment-oriented behaviour yang didefinisikan sebagai perilaku yang diserahkan terhadap tercapainya standart of exellent. Motivasi berkuasa adalah dorongan untuk mempengaruhi orang lain agar tunduk kepada kehendaknya. Seandainya pekerjaan itu menantang maka ia memikirkan kekuatan. Tiga kebutuhan dari Mc Clelland adalah kebutuhan akan prestasi (need of achievment) disingkat n Ach. Motivasi berpretasi adalah dorongan dari dalam diri untuk mengatasi segala tantangan dan hambatan dalam upaya mencapai tujuan. Ia berpendapat banyak kebutuhan yang diperoleh dari kebudayaan. kebutuhan akan afiliasi (need of affiliation) disingkat n Aff dan kebutuhan akan kekuasaan (need of power) disingkat n Pow. Motivasi afiliasi adalah dorongan untuk berhubungan dengan orang lain atau dorongan untuk mendapatkan sahabat sebanyak-banyaknya. bersedia mencari . yaitu mempertimbangkan pekerjaan yang akan dilakukan itu cukup menantang atau tidak. peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi dalam mencapai tujuan tersebut dan menentukan strategi yang akan dilakukan. berani mengambil resiko yang sudah diperhitungkan. g) Teori Mc Clelland Mc Clelland mengetengahkan teori motivasi yang berhubungan erat dengan teori belajar.

sesuatu yang tiada duanya). (5) Merasa dikejar-kejar waktu. pandai mengatur waktunya. dan ingin kepuasan diri yang telah dikerjakannya. . (6) Bekerja keras dan bangga atas hasil yang telah dicapai. dimensi eksternal dan dimensi individual. yaitu dimensi internal. yang dapat dikerjakan sekarang jangan ditunda hari esok. Perilaku yang berhubungan dengan tiga motif sosial dari Mc Clelland manurut yang dikembangkan oleh Tim Achievment Motivation Training (AMT) Massachuset memiliki indikator sebagai berikut: (1) Bertanggung jawab atas segala perbuatannya. dari yang terendah sampai yang tertinggi. Dimensi eksternal berarti pengupahan dilakukan dengan memperhatikan nilai pasar tenaga kerja di luar organisasi yang mampu bersaing dengan dimensi individual bearti kewajaran dan keadilan yang dirasakan setiap individu dengan individu lainnya. banyak gagasan. h) Teori Keadilan Teori keadilan menyatakan bahwa faktor keadilan/kewajaran yang mempengaruhi sistem pengupahan mencakup tiga dimensi. Kekuatan dari tindakan anda sendiri bukan dari orang lain. (4) Berusaha melakukan sesuatu secara kreatif dan inovatif (sesuatu yang baru. dan mampu mewujudkan gagasanya dengan baik. tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalannya. kurang menyenangi sistem yang membatasi geraknya kearah yang lebih positif. mengaitkan diri pada karier atau hidup masa depannya. Ingin bebas berkarya. selalu bersedia mendengarkan pendapat orang lain sebagai masukan dalam memperbaiki dirinya. (3) Berani mengambil resiko dengan pebuh perhitungan (menantang dan terwujud). (2) Berusaha mencari umpan balik atas segala perbuatannya. Dimensi internal berarti setiap jabatan atau posisi dan pekerjaan individu dihargai oleh organisasi atau perusahaan dengan perbandingan yang rasional.27 informasi guna mengukur kemajuannya.

Disamping itumanusia dapat menolak uang karena tugas yang dibebankan kepadanya melampaui kemampuannya. 247 Mulia Nasution. Pengantar Manajemen.28 i) Teori White Menurut teori ini seperti yang dikutip Handoko menyatakan motif uang bukanlah jaminan untuk meningkatkan kinerja manusia karena kebutuhan manusia akan uang adakalanya mengalami titik kejenuhan sehingga uang tidak lagi memotivasi manusia. (Bandung: Pionir Jaya. motivasi dari luar adalah pembangkit. penguat. Manajemen Modern.22 Dari beberapa pendapat diatas maka. menyalurkan atau memelihara perilaku manusia. yaitu motivasi untuk berbuat sesuatu atau dorongan untuk melakukan sesuatu yang muncul secara kodrati pada diri manusia.20 Sejalan dengan pendapat Irianto. dan penggerak seseorang yang diarahkan untuk mencapai tujuan.21 Dipertegas oleh Mulia Nasution. 2. jelas motivasi merupakan faktor yang berarti dalam mendorong seseorang untuk menggerakkan segala potensi yang ada. yaitu motivasi yang masuk pada diri seseorang baik usaha yang disengaja maupun secara kebetulan. Motivasi Buatan. motivasi eksternal adalah setiap pengaruh dengan maksud menimbulkan. 2000). h. Macam-Macam Motivasi Menurut E. Irianto. Azas-Azas Dan Metode-Metode Motivasi.11 h. 2004). h. (Jakarta: IBII STIE. 20 E Kusumah dan Facrudin. 3. Motivasi Asli.m1997). (Bandung: UPI. menciptakan keinginan yang tinggi serta meningkatkan semangat sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Kusmana dan Fachrudin motivasi dibedakan atas dua golongan yaitu : 1. 44 21 22 .

(2) Motivasi Buatan. Setidaknya ada empat bagian untuk membangun desain organisasi. Terdapat beberapa teori organisasi yaitu: Teori Organisasi Klasik. departementalisasi. yaitu pembagian kerja. Macam-macam motivasi ada 2 yaitu: (1) Motivasi Asli. Sedangkan Motivasi adalah kompleksitas dari kekuatan yang dimiliki seseorang. yaitu kerjasama. teori White. . teori ekspektasi. 2. Teori Aldelfer. Organisasi merupakan proses kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. dua orang atau lebih da tujuan yang hendak dicapai. yaitu motivasi untuk berbuat sesuatu atau dorongan untuk melakukan sesuatu yang muncul secara kodrati pada diri manusia.29 BAB III KESIMPULAN Dari uraian di atas maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1. pertama perubahan strategi dan lingkungan berlangsung dengan berlalunya waktu. keinginan dan kebutuhan yang harus dipenuhi. dan kesemuanya dapat diarahkan untuk memberikan kekuatan untuk berbuat dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. yaitu motivasi yang masuk pada diri seseorang baik usaha yang disengaja maupun secara kebetulan. Sedangkan teori motivasi meliputi: Teori Kebutuhan Maslow. 3. Kedua. teori Mc Clelland. teori keadilan. Jadi dalam setiap orgaisasi mengandung tiga unsur. Dalam pengembangan desain organisasi ada dua hal yang penting. teori Murray. hirarki dan koordinasi. desain organisasi merupakan proses yang berkelanjutan. teori X dan Y. perubahan dalam struktur termasuk mencoba dan kemungkinan berbuat salah dalam rangka mensyusun desain organisasi. Neo- Klasik dan Teori Organisasi Modern.

1984. Pedoman ke arah pemahaman proses komunikasi dan moivasi kerja. Research And Practice. 1962. Jakarta: Sagung Seto.30 DAFTAR PUSTAKA Abraham Maslow. Educational Administration. New York: Harper & raw. 2007. 2000. Buku 1: Perilaku Organisasi. Bedjo Sujanto. Miskel. Jakarta: IBII STIE. 2003. Motivation and Personality. Jakarta: PT. 1970. 2004. Kreitner dan Kinicki. W. Poerwadarminta.S. Mulia Nasution. Irianto. Cet. Sardiman AM. Interaksi dan Motivasi Belajar. NewYork: Random House. Teory. 1986. in Organization and Management Theory and Practice. Manajemen Modern. Ke-12. Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. 1982. Jakarta: Salemba Empat. Buku 1 & 2.org/wiki/Motivasi Husaini Usman. Manajemen Teori. Azas-Azas Dan Metode-Metode Motivasi. E Kusumah dan Facrudin.J. Perilaku Organisasi. Perilaku Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara. Migas Surya dan Grafindo. Washington: The American University Press. praktek dan riset pendidikan. Scott. 2006. Bandung: Pionir Jaya.wikipedia. WG. Human Relations in Management. Uday parek. 1997. Kamus Umum Bahasa Indonesia Wayne K Hoy dan Cecil G. Robbins dan Judge. http://id. Jakarta: CV Rajawali. 2005. Bandung: UPI. Pengantar Manajemen. . Jakarta: Salemba Empat.