P. 1
PENGARUH JENIS ASAM DAN pH PADA PEMURNIAN RESIDU GLISEROL DARI HASIL SAMPING PRODUKSI BIODIESEL (The Effect of Kinds of Acid and pH in Glycerol Residues Purrification From Biodiesel Production )

PENGARUH JENIS ASAM DAN pH PADA PEMURNIAN RESIDU GLISEROL DARI HASIL SAMPING PRODUKSI BIODIESEL (The Effect of Kinds of Acid and pH in Glycerol Residues Purrification From Biodiesel Production )

|Views: 6,623|Likes:
Published by Ulfa Rahmi
USU Medan
USU Medan

More info:

Published by: Ulfa Rahmi on Mar 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2014

pdf

text

original

Kromatografi merupakan metode pemisahan yang dalam pelaksanaannya akan

lebih sederhana dibandingkan dengan metode pemisahan klasik seperti destilasi,

kristalisasi, pengendapan ekstraksi dan lain-lain. Dasar kromatografi adalah cara

pemisahan berdasarkan partisi cuplikan antara fasa bergerak dan fasa diam. Dengan

demikian, kromatografi adalah suatu proses migrasi diferensial dalam mana komponen-

komponen cuplikan ditahan secara selektif dalam fasa diam. Kromatografi juga memiliki

kelebihan dalam penggunaannya yaitu waktu yang singkat dan terutama mempunyai

kepekaan yang tinggi.

Kromatografi gas merupakan salah satu alat yang dipergunakan baik untuk analisa

kualitatif maupun analisan kuantitatif. Analisa kualitatif berarti penentuan sifat-sifat dari

suatu komponen atau campuran dari komponen dengan cara membandingkan waktu

retensinya. Sedangkan analisa kuantitatif berarti penentuan jumlah dari suatu komponen

dalam suatu campuran dengan cara perhitungan luas puncak

Dasar kerja kromatografi gas adalah sebagai berikut:

Cuplikan diinjeksikan ke dalam injector. Aliran gas dari gas pengangkut akan

membawa cuplikan yang telah teruapkan masuk ke dalam kolom. Kolom akan

memisahkan komponen-komponen dari cuplikan. Kemudian komponen-komponen

dideteksi oleh detektor, dan sinyal dalam bentuk puncak-puncak akan dihasilkan oleh

pencatat.

Bagian-bagian dari kromatografi gas adalah sebagai berikut:

1.

Gas Pengangkut

Gas pengangkut ditampatkan dalam silinder yang bertekanan tinggi. Gas

pengangkut yang digunakan harus inert, murni, sesuai untuk detector dan harus

dapat mengurangi difusi gas. Gas- gas yang sering dipakai adalah helium, nitrogen

dan hidrogen.

32

2.

Tempat Injeksi

Cuplikan dimasukkan ke dalam kolom dengan cara menginjeksikan melalui

tempat injeksi dengan bantuan jarum injeksi yang sering disebut syringe. Suhu

dalam tempat injeksi selalu dipanaskan dan biasanya pengaturan suhu injeksi

sekitar 50o

C lebih tinggi dari titik didih campuran dari cuplikan yang mempunyai

titik didih yang paling tinggi.

3.

Kolom

Kolom merupakan tempat dimana proses kromatografi dasar berlangsung. Kolom

memiliki panjang 1 m sampai 3 m dengan diameter antara 0,3 mm hingga 5 mm.

Di dalam kolom terdapat padatan pendukung yang berfungsi untuk mengikat fasa

diam. Di dalam kromatografi gas fasa diam berupa cairan. Pada fasa cairan inilah

pemisahan komponen-komponen dari cuplikan terjadi. Suhu dalam kolom juga

diatur yaitu di atas titik lebur dari fasa cair tetapi di bawah suhu maksimum yang

diperbolehkan dari fasa cair.

4.

Detektor

Komponen-komponen yang terpisahkan di dalam kolom kemudian dirubah

menjadi sinyal-sinyal listrik. Kuat lemahnya sinyal bergantung pada laju aliran

massa sampel dan bukan pada konsentrasi sampel gas penunjang. Detektor harus

terletak dekat kolom baik untuk menghindarkan kondensasi cairan maupun

dekomposisi sampel sebelum mencapai detektor. (Sastrohamidjojo, 1984)

33

BAB 3

ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR PENELITIAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->