UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 41 TAHUN 2008 (41/2008) TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN

ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 23 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diajukan oleh Presiden setiap tahun untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah; b. bahwa APBN sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; c. bahwa APBN Tahun Anggaran 2009 disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dalam rangka mendukung terwujudnya perekonomian nasional berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional; d. bahwa penyusunan APBN Tahun Anggaran 2009 berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah tahun 2009 dan memperhatikan aspirasi masyarakat, dalam rangka mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat; e. bahwa sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI/2008, Pemerintah harus menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional; f. bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2009 antara Dewan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah telah memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan DPD Nomor 33/DPD/2008 tanggal 2 Juli 2008; g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, e, dan f, perlu membentuk Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009; Mengingat :

1. 2. 3.

4. 5.

6.

7. 8. 9. 10. 11. 12.

13.

Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (2) dan ayat (4), Pasal 23 ayat (1) dan (2), Pasal 31 ayat (4), dan Pasal 33 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3313); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3988); Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4236); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4357); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

14.

15.

16. 17.

18. 19. 20.

21.

22.

23. 24.

25.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4746); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4852); Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4884); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133,

7. yang tidak perlu dibayar kembali.Pendapatan negara dan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan. cukai.Cost recovery adalah pengembalian atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan (recoverable cost) oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan menggunakan hasil produksi minyak bumi dan gas bumi (migas) sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. serta pendapatan badan layanan umum (BLU).Penerimaan perpajakan adalah semua penerimaan negara yang terdiri dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. dialokasikan untuk mendanai kegiatan tertentu.Pajak dalam negeri adalah semua penerimaan negara yang berasal dari pajak penghasilan. 5. 3. 9. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893). bersifat tidak wajib dan tidak mengikat. serta penerimaan hibah dari dalam negeri dan luar negeri. pajak bumi dan bangunan. Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini.Pajak perdagangan internasional adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea ke luar.Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan oleh pihak swasta dalam negeri dan pemerintah daerah serta sumbangan oleh pihak swasta dan pemerintah luar negeri. penerimaan negara bukan pajak.Penerimaan negara bukan pajak adalah semua penerimaan yang diterima negara dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam.Belanja negara adalah semua pengeluaran negara yang digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. penerimaan negara bukan pajak lainnya. 4. 2. 8. pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah. 6. serta tidak secara terus menerus. bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara (BUMN).Belanja pemerintah pusat menurut organisasi adalah belanja pemerintah . dan pajak lainnya. yang dimaksud dengan : 1.

anggota Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia. baik yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan. subsidi. pensiunan. belanja barang. sehingga harga jualnya dapat dijangkau oleh masyarakat. jaringan. menjual. yang memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa. sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. belanja hibah. Pemerintah Negara lain.Pembayaran bunga utang adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membayar kewajiban atas penggunaan pokok utang (principal outstanding).Belanja pegawai adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai kompensasi dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah pusat.Subsidi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi. fungsi ekonomi.pusat yang dialokasikan kepada kementerian negara/lembaga. fungsi pendidikan. gedung dan bangunan. fungsi pariwisata dan budaya. fungsi perumahan dan fasilitas umum.Subsidi energi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada bahan bakar minyak dan tenaga listrik. atau mengimpor barang dan jasa. 11. kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. 14. mengekspor. fungsi ketertiban dan keamanan. dan pejabat negara.Belanja barang adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa. atau lembaga/organisasi internasional yang tidak perlu dibayar kembali. dan belanja lain-lain. Badan Usaha Milik Daerah. 17. fungsi lingkungan hidup.Belanja modal adalah belanja pemerintah pusat yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal dalam bentuk tanah. fungsi pertahanan. 18. termasuk untuk biaya terkait dengan pengelolaan utang. sehingga harga jualnya terjangkau masyarakat yang membutuhkan. serta dalam bentuk fisik lainnya. 12. . 13. belanja modal. baik yang bertugas di dalam negeri maupun di luar negeri. peralatan dan mesin. bantuan sosial. yang dihitung berdasarkan ketentuan dan persyaratan untuk utang outstanding dan tambahan utang baru. baik utang dalam negeri maupun luar negeri. barang.Belanja pemerintah pusat menurut fungsi adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk menjalankan fungsi pelayanan umum. dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat serta belanja perjalanan. fungsi agama. sesuai dengan program-program Rencana Kerja Pemerintah yang akan dijalankan. dan fungsi perlindungan sosial. 10. 15. pembayaran bunga utang.Belanja hibah adalah belanja pemerintah pusat dalam bentuk uang. fungsi kesehatan.Belanja pemerintah pusat menurut jenis adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai belanja pegawai. 16. atau jasa dari Pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara.

sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. serta tidak secara terus menerus.Dana alokasi umum. yang terdiri atas dana bagi hasil. 26. 24.Dana bagi hasil. dana alokasi umum. 21. 20. 23. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.Belanja lain-lain adalah semua pengeluaran atau belanja pemerintah pusat yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis belanja sebagaimana dimaksud pada angka 12 (dua belas) sampai dengan angka 19 (sembilan belas). 19.Dana otonomi khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah. guna melindungi dari terjadinya berbagai risiko sosial. dan dana cadangan umum. 25.Transfer ke daerah adalah pengeluaran negara dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal berupa dana perimbangan. sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. 22.bersifat tidak wajib dan tidak mengikat.Dana alokasi khusus. .Bantuan sosial adalah semua pengeluaran negara dalam bentuk transfer uang/barang yang diberikan kepada masyarakat melalui kementerian negara/lembaga. dan dana alokasi khusus.Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. serta hibah ke daerah. dana otonomi khusus dan penyesuaian. selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

selanjutnya disingkat SBSN. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. selanjutnya disingkat SUN adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang dalam matauang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya.Restrukturisasi BUMN adalah upaya yang dilakukan dalam rangka penyehatan BUMN. adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. 37.Dana Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah pusat dan membantu mendukung percepatan pembangunan di daerah. dan dana bergulir.Hibah ke daerah adalah dana yang bersumber dari APBN dalam bentuk rupiah. 29. dan dialokasikan untuk mendanai kegiatan tertentu.Pembiayaan dalam negeri adalah semua penerimaan pembiayaan yang berasal dari perbankan dan nonperbankan dalam negeri yang terdiri dari hasil privatisasi. bersifat tidak wajib dan tidak mengikat. selanjutnya disingkat SILPA.Pembiayaan luar negeri neto adalah semua pembiayaan yang berasal dari . 34. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. baik dalam matauang rupiah maupun valuta asing.Sisa lebih pembiayaan anggaran. sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN. 36. serta tidak secara terus menerus. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. selanjutnya disingkat SBN meliputi surat utang negara dan surat berharga syariah negara. atau dapat disebut sukuk negara. 28.Privatisasi adalah penjualan saham persero. hasil pengelolaan aset. 30. 31.Surat berharga negara. yang tidak perlu dibayar kembali. yang merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan guna memperbaiki kinerja dan meningkatkan nilai perusahaan. 35. kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. dan pengeluaran pembiayaan yang terdiri dari dana investasi pemerintah.Surat berharga syariah negara. surat berharga negara. adalah selisih lebih realisasi pembiayaan atas realisasi defisit anggaran yang terjadi. 33. baik sebagian maupun seluruhnya. serta memperluas kepemilikan saham oleh masyarakat. serta pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) yang diterushibahkan ke daerah.Pembiayaan defisit anggaran adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN.Surat utang negara. 32.Dana Investasi Pemerintah adalah dukungan Pemerintah dalam bentuk kompensasi finansial dan/atau kompensasi dalam bentuk lain yang diberikan oleh Pemerintah kepada Badan Usaha. 38. memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat.27.

000.Penerimaan negara bukan pajak.000.Penerimaan perpajakan.000.Persentase anggaran pendidikan adalah perbandingan alokasi anggaran pendidikan terhadap total anggaran belanja negara. (2)Penerimaan perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp725.328. (4)Penerimaan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp938. (3)Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp258. .800. ayat (3).522.00 (sembilan ratus delapan puluh lima triliun tujuh ratus dua puluh lima miliar tiga ratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah).725. (5)Jumlah anggaran pendapatan negara dan hibah Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Pinjaman program adalah pinjaman yang diterima dalam bentuk tunai (cash financing) yang pencairannya mensyaratkan dipenuhinya kondisi tertentu yang disepakati kedua belah pihak seperti matriks kebijakan (policy matrix) atau dilaksanakannya kegiatan tertentu.Anggaran pendidikan adalah alokasi anggaran pada fungsi pendidikan yang dianggarkan melalui kementerian negara/ lembaga dan alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah. termasuk gaji pendidik.Penerimaan hibah. 42. 41.00 (sembilan ratus tiga puluh delapan miliar delapan ratus juta rupiah). dan ayat (4) direncanakan sebesar Rp985.penarikan pinjaman luar negeri yang terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek.Pinjaman proyek adalah pinjaman luar negeri yang digunakan untuk membiayai kegiatan tertentu yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 dan berdasarkan Undang-Undang ini.522.943. dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri. b. untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.970.000.558.842.000.00 (tujuh ratus dua puluh lima triliun delapan ratus empat puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah). 43.00 (dua ratus lima puluh delapan triliun sembilan ratus empat puluh tiga miliar lima ratus lima puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah). dan c. namun tidak termasuk anggaran pendidikan kedinasan. 40.Tahun anggaran 2009 adalah masa 1 (satu) tahun terhitung mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember 2009.000. 39. Pasal 2 (1)Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Tahun Anggaran 2009 diperoleh dari sumber-sumber: a.

Pajak dalam negeri.000.000.000.346.000.000. yang terdiri dari : a.000.000. c. f. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.753.600. termasuk PPh ditanggung Pemerintah atas: (i) komoditi panas bumi sebesar Rp800. dan (iii) terminasi dini hak eksklusif PT Telkom (Pasal 25/29 badan) sebesar Rp250.300.000. d.000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.000.000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.00 (enam ratus sembilan puluh tujuh triliun tiga ratus empat puluh enam miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah). dan (ii) BBM bersubsidi (PT Pertamina/Persero) sebesar Rp10.000.000. dan b.000.000.200. b.Pajak perdagangan internasional.00 (empat puluh sembilan triliun empat ratus sembilan puluh empat miliar tujuh ratus juta rupiah).494.000.000.00 (tiga ratus lima puluh tujuh triliun empat ratus miliar empat ratus tujuh puluh juta rupiah).000.00 (delapan ratus miliar rupiah).000.000.Pajak lainnya sebesar Rp4.Pasal 3 (1)Penerimaan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) terdiri dari : a.00 (sepuluh triliun rupiah). (3)Penerimaan pajak perdagangan internasional sebagaimana dimaksud pada .000.000. termasuk BPHTB ditanggung pemerintah atas kekurangan DTP BPHTB PT Pertamina (Persero) tahun 2007 sebesar Rp500.Pajak Penghasilan sebesar Rp357.00 (dua ratus lima puluh miliar rupiah).00 (dua puluh delapan triliun sembilan ratus enam belas miliar tiga ratus juta rupiah).000.000.000.00 (dua ratus empat puluh sembilan triliun lima ratus delapan miliar tujuh ratus juta rupiah).Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar Rp249.000.970.470.000.400.508.000.916.700.000.00 (sepuluh triliun rupiah). termasuk pajak ditanggung Pemerintah (DTP) atas: (i) sektor-sektor tertentu dalam rangka penanggulangan dampak perlambatan ekonomi global dan pemulihan sektor riil (counter cyclical) sebesar Rp10.00 (satu triliun dua ratus miliar rupiah).00 (lima ratus miliar rupiah).000.000. (ii) bunga atas surat berharga negara yang diterbitkan di pasar internasional sebesar Rp1.000.Cukai sebesar Rp49. e.Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar Rp7.Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp28.000.00 (empat triliun dua ratus tujuh puluh tiga miliar dua ratus juta rupiah).000.700.00 (tujuh triliun tujuh ratus lima puluh tiga miliar enam ratus juta rupiah).200. (2)Penerimaan pajak dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp697.273.

000.000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.000.000.335.750. dan apabila terdapat temuan ketidakwajaran.Pendapatan BLU. (2)Penerimaan sumber daya alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp173.Bea masuk sebesar Rp19.000.477. serta swap Conoco dan Chevron.000. dan d. termasuk bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) ditanggung pemerintah untuk sektor-sektor tertentu sebesar Rp2. Pasal 4 (1)Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) terdiri dari : a.00 (dua triliun lima ratus miliar rupiah). maka BPK wajib melaporkan estimasi besaran kerugian negara yang timbul.000.521.00 (seratus enam puluh dua triliun seratus dua puluh tiga miliar tujuh puluh juta rupiah).496.00 (seratus tujuh puluh tiga triliun empat ratus sembilan puluh enam miliar lima ratus dua puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah). termasuk kerugian daerah dalam kerangka bagi hasil. naik dari besaran tahun 2008 sebesar US$10. terdiri dari : a. dan disampaikan dalam Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I Tahun .160.000.00 (sepuluh miliar empat ratus tujuh puluh tiga juta dolar Amerika Serikat).400.Bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara.00 (sebelas miliar lima puluh juta tujuh ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat). b.Penerimaan negara bukan pajak lainnya.ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp28.500.000.Penerimaan sumber daya alam.Bea ke luar sebesar Rp9.000.000.000.000.000.00 (sembilan triliun tiga ratus tiga puluh lima miliar enam ratus juta rupiah).496.Penerimaan sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi (SDA Migas) sebesar Rp162. b.123.000. dengan ketentuan: (i)Penerimaan SDA Migas tersebut memperhitungkan cost recovery sebesar US$11.070.000.00 (sembilan belas triliun seratus enam puluh miliar empat ratus juta rupiah).473.00 (dua puluh delapan triliun empat ratus sembilan puluh enam miliar rupiah).050. (4)Rincian penerimaan perpajakan Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini. (ii)Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditugaskan untuk melakukan audit atas kewajaran unsur biaya dalam cost recovery sejak tahun 1997. yang terdiri dari: a. yang disebabkan oleh kenaikan lifting gas on stream Exxon dan Tangguh.600. c.

000.000. 5.000.000. 4.Standar atau norma universal yang diberlakukan terhadap kewajaran unsur biaya dalam perhitungan beban pajak dan cost recovery. sehingga acuan cost recovery dalam Exhibit Contract perlu ditinjau kembali.373.00 (tiga puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh empat miliar rupiah). (iv)Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) ditugaskan untuk memperkuat pengawasan dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor migas.Penerimaan sumber daya alam nonminyak bumi dan gas bumi (SDA Nonmigas) sebesar Rp11.000.Standar tersebut tidak hanya berpedoman pada Exhibit Contract. (4)Penerimaan negara bukan pajak lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp49. dalam hal ini terhadap sebagian aset yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Gelora Bung Karno dan sebagian atau seluruh aset yang dikelola Badan Layanan Umum Kompleks Kemayoran akan ditetapkan sebagai Penyertaan Modal Negara dalam suatu Badan Usaha Milik Negara.000. 3.794. (3)Bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp30.797.00 (lima triliun empat ratus empat puluh dua miliar dua ratus tiga puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu rupiah). .248. (5)Pendapatan BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp5. 2.477.235. b. (iii)Pemerintah ditugaskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang cost recovery.801.442.Pemberlakuan Peraturan Pemerintah tersebut dilakukan efektif mulai 1 Januari 2009. yang antara lain memuat : 1.210.00 (sebelas triliun tiga ratus tujuh puluh tiga miliar empat ratus lima puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).Anggaran 2009 untuk dapat ditindaklanjuti. (6)Penunjukan Gelora Bung Karno dan Kompleks Kemayoran sebagai Badan Layanan Umum dalam rangka optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dapat ditinjau kembali sesuai peraturan perundang-undangan.00 (empat puluh sembilan triliun dua ratus sepuluh miliar delapan ratus satu juta dua ratus empat puluh delapan ribu rupiah).Cost recovery senantiasa harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.451.Unsur biaya yang dapat dikategorikan dan diperhitungkan sebagai unsur cost recovery. namun juga disesuaikan dengan standar pembebanan yang berlaku umum sebagaimana dimaksud pada butir (2).

kegiatan dan jenis belanja dibahas bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah.346.Belanja pemerintah pusat menurut fungsi.992. (4)Jumlah anggaran belanja negara Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) direncanakan sebesar Rp1. Pasal 5 (1)Anggaran Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 terdiri dari : a.000.122.(7)Rincian penerimaan negara bukan pajak Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).067. program.376.000.122. (3)Belanja pemerintah pusat menurut fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp716.122.346.Anggaran belanja pemerintah pusat. ayat (4). dan ayat (5) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.376. (2)Belanja pemerintah pusat menurut organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp716.690. Pasal 6 (1)Anggaran belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dikelompokkan atas : a.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).122.037.346. (3)Anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp320.000. ayat (3).Anggaran transfer ke daerah.Belanja pemerintah pusat menurut organisasi.000.000.346. (4)Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp716. b. (6)Rincian anggaran belanja pemerintah pusat Tahun Anggaran 2009 menurut .000.376.122. dan b.Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja.376.00 (tiga ratus dua puluh triliun enam ratus sembilan puluh miliar sembilan ratus sembilan puluh dua juta rupiah).00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). (2)Anggaran belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp716.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).338. dan c. fungsi. (5)Rincian lebih lanjut dari anggaran belanja pemerintah pusat menurut unit organisasi/bagian anggaran.000.

Penyediaan Domestic Market Obligation (DMO) batubara yang berasal dari kebutuhan ketersediaan inkind batubara.600 VA.Penerapan tarif dasar listrik (TDL) sesuai harga keekonomian secara otomatis untuk pelanggan dengan daya 6. Pasal 8 Pengendalian anggaran subsidi listrik dalam tahun anggaran 2009 dilakukan melalui : a.600 VA (volt ampere) ke atas. (2)Dalam rangka untuk mengurangi beban subsidi pangan terutama pupuk pada masa yang akan datang. dan menurut jenis belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4).organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2). Pasal 10 (1)Dalam rangka kesinambungan pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk . pemerintah menjamin harga gas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan produsen pupuk dalam negeri dengan harga domestik.Penyediaan kebutuhan pasokan gas untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) dan KKKS berkoordinasi dengan BP MIGAS. (3)Pemerintah Daerah diberi kewenangan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi melalui mekanisme rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Pasal 9 (1)Pemerintah menjamin kecukupan pasokan gas yang dibutuhkan perusahaan produsen pupuk dalam negeri dalam rangka menjaga ketahanan pangan. c. menurut fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3). Pasal 7 Pengendalian anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam tahun anggaran 2009 ditempuh dengan kebijakan penetapan besaran subsidi BBM sesuai dengan Undang-Undang APBN dengan toleransi alokasi maksimum dari realokasi cadangan risiko fiskal. e. d. b.Perluasan penerapan kebijakan tarif insentif dan disinsentif untuk pelanggan dengan daya di bawah 6. diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden yang menjadi lampiran yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini yang ditetapkan paling lambat tanggal 30 Nopember 2008.Penerapan diversifikasi tarif regional seperti Batam dan Tarakan pada daerah-daerah lain.

(2)Pengajuan usulan luncuran program/kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri Keuangan dalam bentuk konsep DIPA Luncuran (DIPA-L) paling lambat pada tanggal 16 Januari 2010. program pengembangan infrastruktur perdesaan (PPIP). Pasal 12 (1)Kegiatan-kegiatan dalam rangka pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam tahun 2008 namun belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir Desember 2008 dapat dilanjutkan penyelesaiannya ke tahun 2009. maka bantuan langsung masyarakat (BLM) dalam program/kegiatan nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) yang terdiri dari program pengembangan kecamatan (PPK). (3)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada . (4)Pemerintah dapat melakukan kontrak dan pembiayaan tahun jamak terbatas sampai dengan tahun 2010 untuk mengatasi keperluan mendesak dan belum terprogram. dan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan khusus (P2DTK) dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2009. (4)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). (3)Penyelesaian kegiatan-kegiatan tersebut yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa publik mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku. yang pada tahap awal sumber dananya antara lain berasal dari bantuan sosial penanggulangan bencana. maka program/kegiatan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2009 yang dilakukan dalam tahun 2008 namun belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir Desember 2008 dapat dilanjutkan penyelesaiannya ke tahun 2009. Pasal 11 (1)Dalam rangka menjaga kesinambungan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2009. sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersumber dari bagian anggaran 069 (belanja lain-lain) dalam tahun 2009. program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP). (3)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan DIPA-L sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). dapat diluncurkan sampai dengan akhir April 2010 sebagai anggaran belanja tambahan Tahun Anggaran 2010. ditetapkan oleh Pemerintah. ditetapkan oleh Pemerintah. (2)Pendanaan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersumber dari pagu kementerian negara/lembaga masing-masing dalam tahun anggaran 2009. (2)Pendanaan untuk program/kegiatan.mempercepat penanggulangan kemiskinan.

(2)Kekurangan pembayaran pembelian tanah di luar peta area terdampak pada tiga desa (desa Besuki. Kedung Cangkring. Pasal 13 (1)Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Sidoarjo.pergeseran anggaran belanja: (i)antarunit organisasi dalam satu bagian anggaran. dan/atau (iii)antarjenis belanja dalam satu kegiatan. tunjangan hidup. Kedung Cangkring. Pasal 15 (1)Perubahan rincian lebih lanjut dari anggaran belanja pemerintah pusat berupa : a. dan c. Jatirejo. biaya evakuasi dan relokasi pada sembilan rukun tetangga di tiga desa (Siring Barat. (3)Perubahan rincian belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang masih dalam satu provinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka tugas pembantuan. (2)Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di atas pagu APBN untuk perguruan tinggi non-Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan BLU ditetapkan oleh Pemerintah. dan Mindi). ditetapkan oleh Pemerintah.ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh Pemerintah. serta untuk bantuan kontrak rumah. dan Penjarakan) dilakukan setelah pembayaran pembelian tanah di dalam peta area terdampak selesai dilakukan.perubahan anggaran belanja yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). bantuan kontrak rumah. dan Penjarakan). b. atau dalam satu provinsi untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dekonsentrasi. tunjangan hidup dan biaya evakuasi di luar peta terdampak pada tiga desa (desa Besuki. Pasal 14 Pemerintah diberi kewenangan untuk melakukan pengeluaran dalam rangka memenuhi setiap kewajiban yang timbul sehubungan dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht). maka alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dapat digunakan untuk melunasi kekurangan pembayaran pembelian tanah.perubahan pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) sebagai akibat dari luncuran dan percepatan penarikan PHLN. . (ii)antarkegiatan dalam satu program sepanjang pergeseran tersebut merupakan hasil optimalisasi.

000.738. .Hibah ke daerah.578.00 (dua puluh tiga triliun tujuh ratus tiga puluh delapan miliar lima ratus tujuh puluh delapan juta dua ratus ribu rupiah).000.800.819.Dana alokasi umum.000. (2)Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp296. dan c.952. (5)Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Dana bagi hasil. (2). (4)Dana alokasi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp24.800.00 (delapan puluh lima triliun tujuh ratus delapan belas miliar tujuh ratus dua puluh lima juta rupiah). (2)Dana bagi hasil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp85. Pasal 17 (1)Dana perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a terdiri dari : a.000.00 (seratus delapan puluh enam triliun empat ratus empat belas miliar seratus juta rupiah). (4)Hibah ke daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c nihil.000.Dana otonomi khusus dan penyesuaian.000.Dana perimbangan. Pasal 16 (1)Anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b terdiri dari : a. dan c. (3).00 (dua ratus sembilan puluh enam triliun sembilan ratus lima puluh dua miliar empat ratus tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah).(4)Perubahan rincian belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan antarprovinsi/ kabupaten/kota untuk kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh unit organisasi di tingkat pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah. (5)Perhitungan dan pembagian lebih lanjut dana perimbangan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.414.00 (dua puluh empat triliun delapan ratus sembilan belas miliar lima ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah). b.000. b.413.588.725.Dana alokasi khusus. dan (4) dilaporkan Pemerintah kepada DPR dalam APBN Perubahan dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.100.200. (3)Dana alokasi umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp186.718. (3)Dana otonomi khusus dan penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp23.

000.000. dan ayat (4) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.00 (empat belas triliun delapan ratus delapan puluh dua miliar empat belas juta dua ratus ribu rupiah). sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (5).342. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4).600. (3)Rincian Pembiayaan Defisit Anggaran Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini. Pasal 19 (1)Jumlah Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp985.200.000. b. Pasal 18 (1)Dana otonomi khusus dan penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b terdiri dari : a.00 (sembilan triliun empat ratus empat puluh delapan miliar dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah).564.00 (delapan triliun delapan ratus lima puluh enam miliar lima ratus enam puluh empat juta rupiah).Pembiayaan dalam negeri sebesar Rp60.000.522.000.448. (2)Dana otonomi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp8.(6)Rincian dana perimbangan Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).009.250.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). (2)Pembiayaan Defisit Anggaran Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari sumber-sumber : a.067. lebih kecil dari jumlah Anggaran Belanja Negara sebesar Rp1.000. sehingga dalam Tahun Anggaran 2009 terdapat Defisit Anggaran sebesar Rp51.Dana otonomi khusus.000.882.000. Pasal 20 .000.338.856.00 (sembilan ratus delapan puluh lima triliun tujuh ratus dua puluh lima miliar tiga ratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah). (3)Dana penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp14.400. dan b. ayat (3).Pembiayaan luar negeri neto sebesar negatif Rp9.037.122.725.00 (lima puluh satu triliun tiga ratus empat puluh dua miliar sembilan juta enam ratus ribu rupiah).790.00 (enam puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh miliar dua ratus lima puluh juta rupiah).328. yang akan dibiayai dari Pembiayaan Defisit Anggaran.Dana penyesuaian.240.014.

khususnya imbal hasil Surat Berharga Negara.037. Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan langkah-langkah : .krisis sistemik dalam sistem keuangan dan perbankan nasional yang membutuhkan tambahan dana penjaminan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).763. b.531.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : a.Realisasi belanja negara. Pemerintah menyusun Laporan tentang Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Semester Pertama Tahun Anggaran 2009 mengenai : a.(1)Pada pertengahan Tahun Anggaran 2009.000. dan c. dan/atau c. Pasal 23 (1)Dalam keadaan darurat.Realisasi pembiayaan defisit anggaran.338.0% (dua puluh koma nol persen).Realisasi pendapatan negara dan hibah. (3)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat paling lambat pada akhir bulan Juli 2009.penurunan pertumbuhan ekonomi di bawah asumsi dan deviasi asumsi ekonomi makro lainnya yang menyebabkan turunnya pendapatan negara. yang merupakan perbandingan alokasi anggaran pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terhadap total anggaran belanja negara sebesar Rp1. Pasal 21 (1)Anggaran Pendidikan adalah sebesar Rp207.kenaikan biaya utang. (2)Persentase anggaran pendidikan adalah sebesar 20. untuk dibahas bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah.1% (nol koma satu persen).00 (dua ratus tujuh triliun empat ratus tiga belas miliar lima ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah). dan/atau meningkatnya belanja negara secara signifikan.000.413. secara signifikan. b. Pasal 22 Anggaran belanja bunga utang yang merupakan bagian dari Belanja Pemerintah Pusat telah memperhitungkan hasil restrukturisasi tingkat bunga surat utang (SU) 002 dan SU-004 yang mengacu pada besaran tingkat bunga special rate Bank Indonesia (SRBI) 01 sebesar 0.067. (2)Dalam laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah menyertakan prognosa untuk 6 (enam) bulan berikutnya.122.

1.pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2009; 2.pergeseran anggaran belanja antarprogram, antarkegiatan, dan/atau antarjenis belanja dalam satu kementerian negara/lembaga dan/atau antar kementerian negara/lembaga; 3.penghematan belanja negara dalam rangka peningkatan efisiensi, dengan tetap menjaga sasaran program/kegiatan prioritas yang tetap harus tercapai; 4.penarikan pinjaman siaga dari kreditor bilateral maupun multilateral; 5.penerbitan Surat Berharga Negara melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN tahun yang bersangkutan. (2)Pemerintah menyampaikan langkah-langkah kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Laporan Semester I Pelaksanaan APBN dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 24 (1)Dalam hal realisasi penerimaan negara tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran negara pada saat tertentu, kekurangannya dapat ditalangi dari dana saldo anggaran lebih (SAL). (2)Pemerintah dapat menerbitkan Surat Berharga Negara untuk membiayai kebutuhan pengelolaan kas bagi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), apabila dana tunai pengelolaan kas tidak cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan awal tahun anggaran berikutnya. (3)Pemerintah dapat melakukan pembelian kembali SBN untuk kepentingan stabilisasi pasar, dengan tetap memperhatikan jumlah kebutuhan penerbitan SBN neto untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang ditetapkan. Pasal 25 (1)Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah dalam rangka penyusunan perkiraan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, apabila terjadi : a.Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009; b.Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal; c.Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antarunit organisasi, antarprogram, dan/atau antarjenis belanja; d.Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun-tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan

anggaran Tahun Anggaran 2009. (2)Saldo anggaran lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d tidak termasuk saldo anggaran lebih yang merupakan saldo kas di Badan Layanan Umum (BLU), yang penggunaannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku dan dilaporkan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. (3)Pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 berdasarkan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat sebelum Tahun Anggaran 2009 berakhir. Pasal 26 (1)Setelah Tahun Anggaran 2009 berakhir, Pemerintah menyusun pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 berupa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (2)Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. (3)Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan informasi pendapatan dan belanja secara akrual. (4)Neraca sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyajikan aset dan kewajiban berdasarkan basis akrual. (5)Penerapan pendapatan dan belanja secara akrual dalam laporan keuangan tahun 2009 dilaksanakan secara bertahap pada badan layanan umum. (6)Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. (7)Pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, setelah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan, paling lambat 6 (enam) bulan setelah Tahun Anggaran 2009 berakhir untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 27 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2009. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta

pada tanggal 10 Nopember 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 10 Nopember 2008 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ANDI MATTALATTA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2008 NOMOR 171

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 I.UMUM Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2009 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009, serta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2009 sebagaimana telah dibahas dan disepakati bersama, baik dalam Pembicaraan Pendahuluan maupun Pembicaraan Tingkat I Pembahasan RAPBN Tahun Anggaran 2009 antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 12 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, APBN Tahun Anggaran 2009 juga mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik, yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir, serta berbagai langkah kebijakan yang diperkirakan akan ditempuh dalam tahun 2009. Dengan memperhatikan perkembangan faktor eksternal dan stabilitas ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tahun 2009

Melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat yang diperkirakan masih cukup tinggi. Pemerintah menghadapi berbagai masalah dan tantangan. (b) mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. Di lain pihak. maka laju inflasi diperkirakan dapat ditekan pada tingkat 6. Meskipun perlambatan perekonomian global akan menyebabkan menurunnya kinerja ekspor nasional. sedangkan tingkat lifting minyak mentah diperkirakan sekitar 960 (sembilan ratus enam puluh) ribu barel per hari. Dalam tahun 2009. antara lain: (i) masih relatif tingginya jumlah penduduk miskin. sasaran program kerja pemerintah dalam tahun 2009 diharapkan dapat memberikan kemajuan penting dalam pelaksanaan tiga agenda pembangunan sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009.400. dan perkembangan suku bunga perbankan. moneter. dan iklim investasi yang semakin kondusif diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para investor dalam negeri dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia. impor Indonesia akan lebih difokuskan pada barang modal sehingga dapat memicu perkembangan industri pengolahan dalam negeri. dan (c) mewujudkan Indonesia yang sejahtera. pemerintah akan berupaya agar realisasi pertumbuhan ekonomi sesuai dengan asumsi tersebut.5% (tujuh koma lima persen).0 (delapan puluh koma nol dolar Amerika Serikat) per barel. Untuk itu. Sejalan dengan itu. nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada pada kisaran Rp9. yaitu: (a) mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai sasaran pembangunan di tahun 2009. tema pembangunan tahun 2009 adalah "Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan.diperkirakan mencapai sekitar 6. Melalui kebijakan fiskal. dengan mempertimbangkan pertumbuhan permintaan minyak dunia yang sedikit melambat seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Sementara itu. maka rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di pasar internasional dalam tahun 2009 diperkirakan akan berada pada kisaran US$80. dan terjaminnya pasokan dan lancarnya arus distribusi kebutuhan bahan pokok. rata-rata suku bunga SBI 3 (tiga) bulan diperkirakan akan mencapai 7. serta ketatnya spare capacity di negara-negara produsen minyak karena investasi di sektor perminyakan yang relatif lambat.0% (enam koma nol persen). Stabilitas nilai tukar rupiah ini mempunyai peranan penting terhadap pencapaian sasaran inflasi tahun 2009. dan sektor riil yang terkoordinasi. (ii) terbatasnya akses dan .2% (enam koma dua persen). dengan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah.00 (sembilan ribu empat ratus rupiah) per satu dolar Amerika Serikat. Sementara itu." Dalam upaya mewujudkan tema pembangunan tersebut. terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Program Keluarga Harapan (PKH). di samping tetap menjaga stabilitas nasional. Di samping itu. (iii) relatif rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. (iii) pelaksanaan pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup dan kebijakan lain yang dianggap perlu agar subsidi lebih tepat sasaran. menciptakan dan memperluas lapangan kerja. dan (iv) masih lemahnya daya tarik investasi dan daya saing sektor riil. Dengan demikian. terutama bandara dan pelabuhan. dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara dan daya beli masyarakat. serta pertahanan dan keamanan dalam negeri. (ii) peningkatan pembangunan infrastruktur. reformasi birokrasi. (iv) perhitungan pendapatan dalam negeri neto sebagai basis penetapan pagu DAU nasional memperhitungkan antara lain beban subsidi BBM. dan Jamkesmas. dan subsidi benih. Pemerintah perlu melakukan perbaikan quality of spending dan penajaman prioritas terhadap belanjanya. subsidi listrik. dan (v) pelaksanaan amandemen Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).dana dalam sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. subsidi pupuk. infrastruktur dan energi. untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Ketiga. peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan. pemantapan demokrasi. (iii) . maka prioritas alokasi anggaran belanja pemerintah pusat dalam tahun 2009 akan difokuskan pada:(i) kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebutuhan dasar operasional di setiap kementerian negara/lembaga. kelancaran kegiatan penyelenggaraan operasional pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ii) melanjutkan program pengentasan kemiskinan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). kebijakan alokasi anggaran belanja pemerintah pusat tahun 2009 diarahkan terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan. peningkatan upaya anti korupsi. percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. telah ditetapkan prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 sebagai berikut: Pertama. Kedua. Prioritas pembangunan nasional tersebut dijabarkan dalam pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2009 sebagai berikut: (i) pelaksanaan amandemen Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPR. Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk menghadapi masalah dan tantangan tersebut guna mewujudkan tema pembangunan dalam tahun 2009. Sejalan dengan arah kebijakan tersebut.

Pemerintah dan DPR harus telah memenuhi kewajiban konstitusionalnya untuk menyediakan anggaran sekurang-kurangnya 20. Selain itu. termasuk di dalamnya penganggaran. Pemerintah dan DPR memprioritaskan pengalokasian anggaran pendidikan 20. infrastruktur dan energi alternatif. serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. negara memprioritaskan APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. agar Mahkamah Konstitusi tidak menyatakan bahwa keseluruhan APBN yang tercantum dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat yang disebabkan oleh adanya bagian dari UU APBN. Menurut putusan Mahkamah Konstitusi. dengan mengalokasikan sekurang-kurangnya 20.0% (dua puluh koma nol persen) tersebut di samping untuk memenuhi amanat Pasal 31 Ayat (4) UUD 1945. selambat-lambatnya dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009. Di samping itu. Hal tersebut harus diwujudkan dengan sungguh-sungguh. Selanjutnya. yaitu mengenai anggaran pendidikan.0% (dua puluh koma nol persen) untuk pendidikan. dan mendapat pendidikan yang layak. (v) melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah pasca bencana alam. yang bertentangan dengan UUD 1945. keseimbangan pembangunan. perlu tetap harus dijaga agar dapat mencapai prioritas-prioritas perbaikan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan pelaksanaan tugas kenegaraan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).meningkatkan alokasi program kementerian negara/lembaga untuk peningkatan produksi pangan. APBN juga diarahkan untuk melaksanakan amanat konstitusi dalam rangka memenuhi hak warga negara atas: (i) pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. juga dalam rangka memenuhi Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 13 Agustus 2008 Nomor 13/PUU-VI/2008. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. serta (vi) mengamankan pelaksanaan Pemilu 2009. Dalam kaitannya dengan penanganan bencana alam. Selanjutnya. melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2005 yang dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang . Pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20.0% (dua puluh koma nol persen) dari APBN dan APBD untuk pendidikan nasional. dan (iii) jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia bermartabat. (ii) hidup sejahtera lahir dan batin. sesuai dengan amanat UUD 1945. bertempat tinggal. (iv) pengurangan subsidi BBM melalui efisiensi di PT Pertamina dan PT PLN.0% (dua puluh koma nol persen) dari APBN Tahun Anggaran 2009 agar UU APBN Tahun Anggaran 2009 yang memuat anggaran pendidikan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dan sejalan dengan amanat UUD 1945.

serta (iv) pengalihan dokumen. biaya operasional BRR NAD-Nias akan dialokasikan pada bagian anggaran 069 (anggaran pembiayaan dan perhitungan). pada tahun 2009. yaitu: (i) pengelolaan pendanaan pasca BRR NAD-Nias. aset-aset BRR NAD-Nias.(Perpu) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. (ii) setelah berakhirnya masa tugas BRR. segala kekayaannya menjadi kekayaan milik negara yang selanjutnya dapat diserahkan kepada pemerintah daerah. dalam rangka melaksanakan proses administrasi penuntasan tugas. tahun 2008 merupakan tahun terakhir dari pelaksanaan proyek-proyek fisik oleh BRR NAD-Nias. mulai tahun 2008 sudah mulai dilakukan persiapan penuntasan masa tugas BRR NAD-Nias. Selain tugas melaksanakan kegiatan pemulihan. pelaksanaan lanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias akan diserahkan kewenangannya kepada kementerian negara/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah. Dalam kerangka tersebut. sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. (iii) pengalihan personel (SDM). dan (ii) mengkoordinasikan proyek-proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibiayai oleh lembaga/negara donor atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing. Dengan demikian. tetapi langsung dialokasikan kepada masing-masing K/L yang bersangkutan. yaitu: (i) mengelola proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran (didanai oleh APBN). (iii) setelah berakhirnya masa tugas BRR. BRR NAD-Nias masih dapat beroperasi hingga April 2009. kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. telah dibentuk BRR NAD-Nias dalam rangka melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2004. Sementara itu. pembiayaan program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak lagi dialokasikan pada bagian anggaran 094 (BRR NAD-Nias). terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan. jenis-jenis pengalihan aset. Dengan demikian. (ii) pengalihan peralatan dan perangkat (aset) melalui identifikasi terhadap: tahap pengalihan aset. dan (iv) pengakhiran masa tugas BRR beserta akibat hukumnya ditetapkan dengan Perpres. Sementara itu. Perpu Nomor 2 Tahun 2005. dan aset-aset lembaga/negara donor/NGO. Pasal 26 menyebutkan bahwa: (i) masa tugas BRR akan berakhir setelah 4 (empat) tahun. Kementerian negara/lembaga yang akan melanjutkan kegiatan . Berkaitan dengan berakhirnya masa tugas BRR NAD-Nias. BRR NAD-Nias juga mengemban 2 (dua) tugas pokok. Oleh karena itu.

Dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah. Departemen Agama.rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias antara lain Departemen Dalam Negeri. (iii) mengurangi kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik di daerah. Perubahan UU perpajakan akan berdampak pada penerimaan negara dan perekonomian. penerapan kebijakan transfer ke daerah dalam tahun 2009 ditujukan untuk: (i) terus melaksanakan desentralisasi fiskal untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah secara konsisten. dan Bappenas. yaitu adanya perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya yang telah selesai pada tahun 2007 dan 2008. dan penugasan urusan pemerintahan kepada daerah secara nyata dan bertanggungjawab. serta berbagai UU sektoral. dan (iv) mengalihkan secara bertahap sebagian anggaran kementerian negara/lembaga yang digunakan untuk mendanai kegiatan yang sudah menjadi urusan daerah ke DAK. dengan memperhatikan potensi. Beberapa faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan negara dalam APBN Tahun Anggaran 2009. kebijakan yang dilakukan dalam bidang tarif. pembagian. Badan Pertanahan Nasional. Departemen Pekerjaan Umum. dan pemanfaatan sumber daya nasional secara proporsional. (ii) mengurangi kesenjangan fiskal antara pemerintah pusat dengan daerah dan antar-daerah. adil dan transparan. Dalam jangka pendek. baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya. yaitu: kondisi ekonomi makro. pelimpahan. Departemen Perhubungan. subyek dan obyek pengenaan. demokratis. perubahan UU perpajakan yang terdiri dari perubahan UU Ketentuan Umum Perpajakan dan UU Pajak Penghasilan diperkirakan akan memberikan dampak pada penurunan penerimaan perpajakan (tax potential loss). UU Cukai. untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah tersebut. UU Kepabeanan. Sejalan dengan hal tersebut. dan kebutuhan daerah melalui reformulasi kebijakan dana perimbangan dan kebijakan lain terkait dengan transfer ke daerah. serta perbaikan dan efektivitas administrasi pemungutan. Terdapat beberapa hal yang cukup signifikan pengaruhnya pada perhitungan target pendapatan tahun 2009. diperlukan sumber-sumber pendapatan negara dan pembiayaan anggaran. Langkah-langkah kebijakan perpajakan yang diambil dalam tahun 2009 antara lain: (i) menyediakan fasilitas fiskal dan nonfiskal bagi penanaman modal dengan memperluas cakupan sektor dan wilayah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 tentang Fasilitas . juga diikuti dengan pengaturan. maka penyerahan. Selanjutnya. Undang-undang dimaksud antara lain: paket UU Perpajakan. baik penerimaan perpajakan maupun PNBP. kondisi.

Di samping itu. (iv) melanjutkan harmonisasi tarif bea masuk impor. bagian laba BUMN. Sasaran tersebut dilakukan dengan melanjutkan reformasi administrasi dan penyempurnaan kebijakan PNBP melalui: (i) peninjauan dan penyempurnaan peraturan PNBP pada kementerian negara/lembaga. dan verifikasi laporan PNBP pada kementerian negara/lembaga dan SDA nonmigas. (ii) memperluas kantor pelayanan pajak yang berbasis sistem administrasi modern di Jawa dan Bali. kebijakan di bidang PNBP dalam tahun 2009 akan tetap ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan yang berasal dari pemanfaatan sumber daya alam (SDA). dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemandirian dalam pembiayaan anggaran.Pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah Tertentu. (vii) peningkatan koordinasi terkait dengan pencapaian target produksi/lifting minyak mentah dan volume gas bumi. Selanjutnya. (v) peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan PNBP pada kementerian negara/lembaga. dengan lebih . (ii) monitoring. untuk meningkatkan kinerja BUMN antara lain akan dilakukan pengalokasian anggaran yang bersumber dari laba BUMN untuk pengembangan sektor-sektor strategis dan penguatan sektor manufaktur (barang modal) dalam rangka memperbaiki peran BUMN dalam perekonomian nasional. khususnya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah yang terkena musibah bencana serta re-evaluasi peraturan-peraturan tentang tata cara pengadaan/pengelolaan hibah sehingga seluruh pengelolaan hibah memiliki arah yang lebih jelas. serta pendapatan badan layanan umum (BLU). Sebagian besar defisit tersebut akan dibiayai dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman luar negeri. kebijakan umum pembiayaan anggaran antara lain dititikberatkan pada penetapan sasaran surplus/defisit anggaran berdasarkan proyeksi penerimaan negara maupun rencana alokasi belanja negara. (iv) pemantauan. dan tercatat dalam perhitungan APBN. PNBP lainnya. penelaahan. Untuk menutupi defisit tersebut. (iii) menyempurnakan manajemen risiko kepabeanan. dan (v) mengimplementasikan ASEAN Single Window. Di lain pihak. evaluasi. optimalisasi penerimaan hibah akan dilakukan antara lain melalui monitoring pencairan atas komitmen para donor dalam rangka hibah. (iii) penyusunan rencana dan pagu penggunaan PNBP yang lebih realistis pada kementerian negara/lembaga. dalam APBN Tahun Anggaran 2009 diperkirakan masih terdapat defisit anggaran. dan (viii) perbaikan terhadap kebijakan cost recovery pada Kontrak Production Sharing (KPS). Berdasarkan proyeksi dan berbagai langkah kebijakan di atas. (vi) percepatan penyelesaian kewajiban Pertamina/KKKS kepada Pemerintah terkait dengan kegiatan migas. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan pengelolaan PNBP pada kementerian negara/lembaga. Sementara itu.

penerbitan SBN akan dilakukan secara berhati-hati dan menjaga pada risiko sekecil mungkin. strategi pembiayaan anggaran harus dilakukan secara hati-hati agar sumber-sumber pembiayaan anggaran tersebut dapat digunakan seoptimal mungkin guna menghindari terjadinya beban fiskal di masa mendatang yang berpotensi mengganggu kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Pemerintah bertekad untuk tidak mengurangi belanja prioritas. sehingga dapat dijadikan cadangan terhadap rumahtangga dan sektor yang terkena dampaknya. strategi pembiayaan anggaran harus diimplementasikan secara terkoordinasi agar dapat tercapai pengelolaan fiskal secara prudent. bahkan akan menambah.PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Langkah-langkah penanggulangan berupa pembiayaan siaga yang berasal dari pemberi pinjaman lembaga keuangan multilateral dan bilateral.memprioritaskan pendanaan yang tersedia. jika diperlukan. kenaikan biaya penerbitan SBN dan masalah sistemik di sektor keuangan. dan pengelolaan utang yang sehat serta pengelolaan kas yang efisien. Terkait hal tersebut. murah dan berisiko rendah yang bersumber dari dalam negeri. Dalam kondisi pasar keuangan yang tidak stabil akibat ketatnya likuiditas global. II. dipandang perlu dipersiapkan langkah-langkah di bidang kebijakan fiskal. Dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009 telah dipersiapkan payung hukum apabila terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan deviasi asumsi makro secara signifikan. kebijakan moneter yang kredibel. Pasal 2 Cukup jelas. dan dialokasikan . Pasal 3 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Penerimaan pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah yang ditanggung pemerintah (DTP) sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b tersebut tidak diperhitungkan dalam besaran penerimaan dalam negeri neto. Dalam keadaan tersebut. untuk mengurangi tekanan terhadap kebutuhan pembiayaan anggaran tahun 2009. Untuk mengantisipasi kondisi pasar keuangan yang memburuk yang dapat berdampak pada perekonomian nasional. Selain itu.

160. industri terpilih.794.000.000. pangan.470.842.000.000.510.000.00 411121 Pendapatan PPh Pasal 21 46. dan transportasi publik.000.00 (tujuh ratus dua puluh lima triliun delapan ratus empat puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) 411 Pendapatan pajak dalam negeri 697. dan dialokasikan sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.000.000.526.000.346.000.978.00 411125 Pendapatan PPh Pasal 25/29 orang pribadi 3.00 411111 Pendapatan PPh minyak bumi 24.000.00 411112 Pendapatan PPh gas alam 32.935.470.000.000.938. dan sektor-sektor publik.000. industri terpilih. panas bumi.00 41112 Pendapatan PPh nonmigas 296.00 41111 Pendapatan PPh migas 56.560.970.110. listrik.000.000.500.370.556.000.000.00 411126 Pendapatan PPh Pasal 25/29 badan 136.000.000. pelayaran.000.000.910.510.400.000.000.00 411123 Pendapatan PPh Pasal 22 impor 25.755.723.830.970. penerbangan.00 411124 Pendapatan PPh Pasal 23 24.000.000. Ayat (3) Penerimaan bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) yang ditanggung pemerintah (DTP) sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut tidak diperhitungkan dalam besaran penerimaan dalam negeri neto.00 . energi.000.00 4111 Pendapatan pajak penghasilan (PPh) 357.00 411127 Pendapatan PPh Pasal 26 22.360.000.sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.00 411122 Pendapatan PPh Pasal 22 6.000.196.640. Yang dimaksud dengan sektor-sektor tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf b antara lain adalah sektor migas. Ayat (4) Penerimaan perpajakan sebesar Rp725. Yang dimaksud dengan sektor-sektor tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf a antara lain adalah sektor migas.

000.738.00 411512 Pendapatan Cukai Ethyl Alkohol 479. Ayat (5) Cukup jelas.000.00 4116 Pendapatan pajak lainnya 4.000.160.700.335.000.600.300.00 41151 Pendapatan Cukai 49.600.000.00 4113 Pendapatan pajak bumi dan bangunan 28.00 411511 Pendapatan Cukai Hasil Tembakau 48.000.000.494.916.247.000.508.412 411128 Pendapatan PPh final 30.000.000.000.000.000.753.00 411513 Pendapatan Cukai Minuman Mengandung Ethyl Alkohol 775.000.522.000. Ayat (4) Cukup jelas.494.600.00 (dua ratus lima puluh delapan triliun sembilan ratus empat puluh tiga miliar lima ratus lima puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah) terdiri dari : .00 Pendapatan pajak perdagangan internasional 28.700.00 4115 Pendapatan Cukai 49.000.000.000.273.00 411131 Pendapatan PPh fiskal luar negeri 3.000.000.00 4122 Pendapatan bea ke luar 9.000. Ayat (2) Cukup jelas.943.000. Ayat (3) Cukup jelas.000.00 41113 Pendapatan PPh fiskal 3.00 4114 Pendapatan BPHTB 7.00 4112 Pendapatan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah 249. Ayat (7) Penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp258.490.100.000.000.000.000.240.000.000.400.000.200.738.00 Pasal 4 Ayat (1) Cukup jelas.700.000.000.490.496.000.558.700.00 4121 Pendapatan bea masuk 19. Ayat (6) Cukup jelas.

577.00 421511 Pendapatan perikanan 150.00 4215 Pendapatan perikanan 150.000.00 4221 Pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN 30.00 42142 Pendapatan provisi sumber daya hutan 1. pemetaan dan hasil cetakan lainnya 41.000.000.00 423111 Pendapatan penjualan hasil pertanian.000.000. survey.00 423112 Pendapatan penjualan hasil peternakan dan perikanan 11.000.093.521.000.000.00 Pendapatan bagian laba BUMN 30.000.000.432.133.677.000.00 4211 Pendapatan minyak bumi 123.330.000.000.794.000.235.000.000. kehutanan.740.483. dan perkebunan 3.00 42141 Pendapatan dana reboisasi 1.00 421312 Pendapatan royalti 8.000.000.00 423116 Pendapatan penjualan informasi.000.600.00 423117 Pendapatan penjualan dokumen-dokumen 422 423 .000.000.401.000.00 421311 Pendapatan iuran tetap 84.496.000.029.794.277.758.801.00 42143 Pendapatan IIUPH (IHPH) 15.000.639.451.000.00 4231 Pendapatan penjualan dan sewa 14.505.000.00 423114 Pendapatan penjualan hasil sitaan/rampasan dan harta peninggalan 15.000.477.000.211.625.00 42311 Pendapatan penjualan hasil produksi/sitaan 6.477.000.093.(dalam rupiah) 421 Penerimaan sumber daya alam 173.000.000.188.00 4212 Pendapatan gas bumi 39.168.740.00 423115 Pendapatan penjualan obat-obatan dan hasil farmasi lainnya 219. penerbitan.00 421211 Pendapatan gas bumi 39.248.938.000.000.000.00 4213 Pendapatan pertambangan umum 8.00 421111 Pendapatan minyak bumi 123.210.500.000.834.00 423113 Pendapatan penjualan hasil tambang 6.794.723.527.000.000.029.249.00 4214 Pendapatan kehutanan 2.330.056.500.000.018.866.520. film.000.994.00 Pendapatan PNBP lainnya 49.000.400.600.412.

SIM.393.268.374.997.944.00 42321 Pendapatan jasa I 11.814.000.490. bangunan.557.00 423149 Pendapatan sewa bendabenda tak bergerak lainnya 5.381.000.00 423121 Pendapatan penjualan rumah.502.00 423213 Pendapatan surat keterangan.00 42313 Pendapatan penjualan dari kegiatan hulu migas 7.000. pengawasan/ .533.241.332.000.00 423119 Pendapatan penjualan lainnya 78.000.061.649.00 423132 Pendapatan minyak mentah (DMO) 7.270.000.00 423142 Pendapatan sewa gedung.000.000.000.429.00 423122 Pendapatan penjualan kendaraan bermotor 1.000.217.000.000. paspor.659.00 423123 Pendapatan penjualan sewa beli 30.891. STNK.000.193.226.000.991. bangunan.000.00 423212 Pendapatan tempat hiburan/taman/museum dan pungutan usaha pariwisata alam (PUPA) 14.612.00 42312 Pendapatan penjualan aset 33.000.00 4232 Pendapatan jasa 16.000.037.160.000.355.054.147.pelelangan 220.00 423214 Pendapatan hak dan perijinan 5.00 423129 Pendapatan penjualan aset lainnya yang berlebih/rusak/ dihapuskan 1.490.00 42314 Pendapatan sewa 102.274.000.00 423143 Pendapatan sewa bendabenda bergerak 6.260. dan BPKB 2.285.964.511.00 423141 Pendapatan sewa rumah dinas/rumah negeri 20.000. dan gudang 70.000.000.949.390. gedung.00 423211 Pendapatan rumah sakit dan instansi kesehatan lainnya 38.365.991.00 423215 Pendapatan sensor/ karantina. dan tanah 41.944. visa.097.000.

00 42322 Pendapatan jasa II 1. pekerjaan.660.249.00 423231 Pendapatan dari pemberian surat perjalanan Republik Indonesia 285.000.000.pemeriksaan 58.199.00 423226 Pendapatan uang pewarganegaraan 3.00 423222 Pendapatan jasa penyelenggaraan telekomunikasi 1.00 423221 Pendapatan jasa lembaga keuangan (jasa giro) 42.000.000.000.555.000.00 423217 Pendapatan jasa Kantor Urusan Agama 73.000.00 423239 Pendapatan rutin lainnya dari luar negeri 9.00 423229 Pendapatan registrasi dokter dan dokter gigi 2. pendapatan BPN.000.630.947.000.00 423227 Pendapatan bea lelang 38.500.000.00 423241 Pendapatan layanan jasa perbankan 8.903.00 423216 Pendapatan jasa tenaga.000. kepelabuhan. dan kenavigasian 317.906.00 42323 Pendapatan jasa luar negeri 380.000.000.00 423218 Pendapatan jasa bandar udara.052.218.807.00 423228 Pendapatan biaya pengurusan piutang dan lelang negara 61.903.000.00 423225 Pendapatan biaya penagihan pajak negara dengan surat paksa 3.983.00 42324 Pendapatan layanan jasa perbankan 8. teknologi. informasi.190.000.932.391.000.261. pendapatan DJBC 2.432.000.00 423232 Pendapatan dari jasa pengurusan dokumen konsuler 85.000.081. pelatihan.307.000.157.122.00 42325 Pendapatan atas pengelolaan .662.458.007.458.075.274.263.225.500.000.932.659.000.489.065.

00 423419 Pendapatan kejaksaan dan peradilan lainnya 1.00 423415 Pendapatan ongkos perkara 10.330.000.000.00 42329 Pendapatan jasa lainnya 20.000.00 423412 Pendapatan pengesahan surat di bawah tangan 290.494.000.000.385.862.000.394.000.00 42341 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 33.794.000.450.00 423513 Pendapatan uang ujian untuk menjalankan praktik 111.311.000.508.00 423413 Pendapatan uang meja (leges) dan upah pada panitera badan pengadilan (peradilan) 721.935.000.00 4233 Pendapatan bunga 1.163.063.844.00 423512 Pendapatan uang ujian masuk. kenaikan tingkat.000.298.298.000.385.000.000.122.000.000.450.rekening tunggal Perbendaharaan (treasury single account) dan/atau atas penempatan uang negara 3.917.560.662.830.000.00 423414 Pendapatan hasil denda/tilang dan sebagainya 18.00 .00 423511 Pendapatan uang pendidikan 3.000.00 423291 Pendapatan jasa lainnya 20.000.642.000.00 423519 Pendapatan pendidikan lainnya 1.000.000.943.937.844.000.330.000.785.073.809.000.000.555.633.633.00 423313 Pendapatan bunga dari piutang dan penerusan pinjaman 1.122. dan akhir pendidikan 174.00 4234 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 33.505.000.508.00 4235 Pendapatan pendidikan 5.00 423411 Pendapatan legalisasi tanda tangan 1.00 42331 Pendapatan bunga 1.00 423319 Pendapatan bunga lainnya 350.000.000.450.000.00 42351 Pendapatan pendidikan 5.809.224.

00 42361 Pendapatan gratifikasi dan uang sitaan hasil korupsi 38.996.600.4236 Pendapatan gratifikasi dan uang sitaan hasil korupsi 38.00 423752 Pendapatan denda keterlambatan .000.000.700.000.000.104.494.00 423713 Iuran badan usaha di bidang pasar modal dan lembaga keuangan 40.422.00 423611 Pendapatan uang sitaan hasil korupsi yang telah ditetapkan pengadilan 6.700.00 4237 Pendapatan iuran dan denda 687.00 423712 Pendapatan iuran badan usaha dari kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa 73.00 423721 Pendapatan dana pengamanan hutan 199.000.267.00 423711 Pendapatan iuran badan usaha dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian BBM 355.000.879.000.00 42375 Pendapatan denda 4.000.939.000.00 42373 Pendapatan dari perlindungan hutan dan konservasi alam 14.000.000.00 423735 Pungutan masuk obyek wisata alam 7.000.000.000.563.00 423614 Pendapatan uang pengganti tindak pidana korupsi yang ditetapkan di pengadilan 29.000.000.000.00 42371 Pendapatan iuran badan usaha 469.00 423731 Pendapatan iuran menangkap/mengambil/ mengangkut satwa liar/ mengambil/mengangkut tumbuhan alam hidup atau mati 7.000.000.588.900.336.336.00 423612 Pendapatan gratifikasi yang ditetapkan KPK menjadi milik negara 2.000.494.000.961.000.000.00 42372 Pendapatan dana pengamanan hutan 199.000.000.000.000.000.830.000.484.

000.000.950.238.527.000.071.00 423753 Pendapatan denda administrasi BPHTB 29.00 423991 Penerimaan kembali persekot/uang muka gaji 16.454.043.000.00 423999 Pendapatan anggaran lain-lain 6.851.167.000.00 Pendapatan badan layanan umum 5.000.334.00 423922 Pendapatan pelunasan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara (masuk TP/TGR) bendahara 1.00 423911 Penerimaan kembali belanja pegawai pusat TAYL 4.000.797.00 42399 Pendapatan lain-lain 22.000.000.000.007.00 423914 Penerimaan kembali belanja lain pinjaman luar negeri TAYL 1.531.00 424113 Pendapatan jasa .00 42411 Pendapatan penyediaan barang dan jasa kepada masyarakat 5.285.982.00 423919 Penerimaan kembali belanja lainnya TAYL 2.000.831.871.500.893.010.00 4241 Pendapatan jasa layanan umum 5.000.000.000.442.00 424112 Pendapatan jasa pelayanan pendidikan 124.654.000.750.617.000.832.00 423912 Penerimaan kembali belanja pensiun TAYL 76.375.392.000.00 42391 Pendapatan dari penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu 9.00 424111 Pendapatan jasa pelayanan rumah sakit 3.000.00 423913 Penerimaan kembali belanja lainnya rupiah murni TAYL 9.591.528.473.000.424 penyelesaian pekerjaan pemerintah 4.154.347.509.482.420.575.235.251.086.00 42392 Pendapatan pelunasan piutang 1.000.235.00 4239 Pendapatan lain-lain 10.000.975.821.00 423921 Pendapatan pelunasan piutang nonbendahara 9.923.

000.000.00 Pendapatan hasil kerja sama BLU 21.911.309.437.000.105.367.00 424116 Pendapatan jasa telekomunikasi 842.4243 pelayanan tenaga. informasi.307.000.266.00 Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas.625.131.412. Pasal 7 Realokasi cadangan risiko fiskal adalah realokasi dana cadangan risiko perubahan parameter harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) setahun dan lifting minyak sebesar Rp6.266.00 424115 Pendapatan jasa bandar udara.287.527. kepelabuhan.00 424134 Pendapatan program dana bergulir sektoral 3.00 424312 Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha 21.00 424119 Pendapatan jasa penyediaan barang dan jasa lainnya 27.541.445. dan kenavigasian 933.621.00 424135 Pendapatan program dana bergulir syariah 305.00 42413 Pengelolaan dana khusus untuk masyarakat 185.618.106.000.000.618.000. pelatihan dan teknologi 34.000.108.00 424117 Pendapatan jasa pelayanan pemasaran 21.00 42431 Pendapatan hasil kerja sama BLU 21.477.000.437.000.618. .000.000.000.000.000.266.000.00 424136 Pendapatan investasi 121.00 424133 Pendapatan program modal ventura 5.392.800.000.00 424139 Pendapatan pengelolaan dana khusus lainnya 54. pekerjaan.00 (enam triliun rupiah).000.653.

Pasal 11 Cukup jelas.Pasal 8 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan perubahan pagu Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) adalah peningkatan pagu PHLN sebagai akibat adanya luncuran pinjaman proyek dan hibah luar negeri yang bersifat multi years dan/atau percepatan penarikan pinjaman yang sudah disetujui dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan pinjaman luar negeri termasuk hibah luar negeri yang diterima setelah APBN ditetapkan. Tidak termasuk dalam luncuran tersebut adalah PHLN yang belum disetujui dalam APBN Tahun Anggaran . Pasal 12 Cukup jelas. Peningkatan penerimaan tersebut selanjutnya dapat digunakan oleh kementerian negara/lembaga penghasil sesuai dengan ketentuan ijin penggunaan yang berlaku. Pasal 14 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan perubahan anggaran belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah kelebihan realisasi penerimaan dari target yang direncanakan dalam APBN. Pasal 13 Cukup jelas. Hasil lebih atau sisa dana tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan sasaran ataupun untuk kegiatan lainnya dalam program yang sama. Pasal 9 Cukup jelas. Pasal 10 Cukup jelas. Pasal 15 Ayat (1) Yang dimaksud dengan hasil optimalisasi adalah hasil lebih atau sisa dana yang diperoleh setelah pelaksanaan dan/atau penandatanganan kontrak dari suatu kegiatan yang target sasarannya telah dicapai.

413. Pasal 17 Ayat (1) Cukup jelas.754.387.089. Ayat (2) Cukup jelas.Pajak penghasilan Pasal 21 9. terdiri dari: (dalam rupiah) 1.022.2009 dan pinjaman yang bersumber dari pinjaman komersial dan fasilitas kredit ekspor. Sedangkan yang dimaksud dengan dilaporkan pelaksanaannya dalam laporan keuangan pemerintah pusat adalah melaporkan perubahan rincian/pergeseran anggaran belanja pemerintah pusat yang dilakukan sepanjang tahun 2009 setelah APBN Perubahan 2009 kepada DPR.718.000.800. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas.00 .00 i.204.725.000.00 (dua ratus sembilan puluh enam triliun sembilan ratus lima puluh dua miliar empat ratus tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah).00 a.00 . Dana Bagi Hasil (DBH) 85. Ayat (5) Yang dimaksud dengan dilaporkan pelaksanaannya dalam APBN Perubahan adalah melaporkan perubahan rincian/pergeseran anggaran belanja pemerintah pusat yang dilakukan sebelum APBN Perubahan 2009 kepada DPR.000. DBH Pajak 45. Ayat (3) Cukup jelas. DBH Pajak Penghasilan 10. yang bukan merupakan kelanjutan dari multiyears project.404. Pasal 16 Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas.000.000. Ayat (2) Cukup jelas.000. Ayat (5) Cukup jelas. Ayat (6) Dana perimbangan sebesar Rp296.000.952.000.000.

00 (satu triliun seratus delapan belas miliar empat ratus delapan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah).000. Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat diutamakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan.000.000.000.000.760.600.000.00 .600.00 (dua triliun enam ratus sembilan miliar tujuh ratus sembilan puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah).000.00 .369.00 v.00 (delapan triliun delapan ratus lima puluh enam miliar lima ratus enam puluh empat juta rupiah) terdiri dari: 1.00 .Iuran Hak Pengusahaan Hutan 12.00 Dana Alokasi Khusus (DAK) 24.Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat sebesar Rp1.215.000.2.321.182. DBH SDA Perikanan 120.000.000.000.761.802.546.500. DBH SDA Gas Bumi 12.728.253.Iuran Tetap 67.00 ii.505.00 Pasal 18 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Dana otonomi khusus sebesar Rp8.000.282.000.000.564. DBH Pajak Bumi dan Bangunan 27. DBH Sumber Daya Alam 39.000.00 iv.118.000.856.00 .000.964.00 b.000.797. 3.400.151. sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang .00 iii. .00 i.000.300.000.Pajak penghasilan Pasal 25/29 orang pribadi 702. DBH SDA Minyak Bumi 19.000.819.000.152.000.000.446.00 ii.000.000.000.000. b.00 iv.207.000.978. DBH Cukai 964.000.800.Dana Reboisasi 494.Royalti 6.588.000.Provisi Sumber Daya Hutan 999.000.00 iii. DBH SDA Pertambangan Umum 6.911.484. DBH Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 7. DBH SDA Kehutanan 1.00 Dana Alokasi Umum (DAU) 186.000.00 (tiga triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar dua ratus delapan puluh dua juta rupiah) yang disepakati untuk dibagi masing-masing dengan proporsi 70 persen untuk Papua dan 30 persen untuk Papua Barat dengan rincian sebagai berikut: a.240.00 .000.000.000.798.Alokasi dana otonomi khusus Papua dan Papua Barat sebesar Rp3.000.609.100.000.Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua sebesar Rp2.414.000.000.

000. 3. Dana Tambahan Infrastruktur tersebut diperuntukkan bagi Provinsi Papua sebesar Rp800.000. Dana Otonomi Khusus Aceh diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.000. dilaksanakan.282. serta pendanaan pendidikan. pengentasan kemiskinan.Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.400. Dana Otonomi Khusus Propinsi Papua tersebut dibagikan kepada Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat.00 (tiga triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar dua ratus delapan puluh dua juta rupiah).000. 2.728. dan kesehatan.000. pemberdayaan ekonomi rakyat.00 (satu triliun empat ratus miliar rupiah). Dana otonomi khusus NAD direncanakan.Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka otonomi khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp1. Perencanaan sebagian besar dari penggunaan dana otonomi khusus tersebut direncanakan bersama oleh Pemerintah Provinsi NAD dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota dalam Pemerintah Provinsi NAD serta merupakan lampiran dari APBA. dengan rincian untuk tahun pertama sampai dengan tahun kelima belas besarnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. serta dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Provinsi NAD dan merupakan bagian yang utuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). yang jumlahnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional dan berlaku selama 20 tahun sejak tahun 2002.000.000.00 (enam ratus miliar rupiah). berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tahun 2008. sosial.000. dan untuk tahun keenambelas sampai tahun keduapuluh besarnya setara dengan 1 (satu) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. terutama ditujukan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.000.000.000. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku.00 (delapan ratus miliar rupiah) dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp600. sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pencairan dana tambahan infrastruktur bagi Provinsi Papua Barat .Alokasi dana otonomi khusus Aceh sebesar Rp3.

790.000. 3.100.000.600. Ayat (2) Cukup jelas.000.000.Dana tambahan DAU sebesar Rp7.000.000.014.200.000.000.00 (lima puluh satu triliun tiga ratus empat puluh dua miliar sembilan juta enam ratus ribu rupiah) terdiri dari: 1.747. yang diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri Keuangan.009. Terdapat kekurangan dana tambahan otonomi khusus infrastruktur Provinsi Papua tahun anggaran 2008 sebesar Rp670.Pembiayaan Dalam Negeri sebesar Rp60. Ayat (3) Pembiayaan defisit anggaran sebesar Rp51.Kurang bayar DAK tahun 2007 sebesar Rp295.00 (tujuh triliun empat ratus sembilan puluh miliar rupiah).000.882.00 (dua ratus sembilan puluh lima miliar dua ratus enam puluh tujuh juta seratus ribu rupiah). Ayat (3) Dana penyesuaian sebesar Rp14.000.250.Dana tambahan DAU untuk guru pegawai negeri sipil daerah sebesar Rp7.tahun anggaran 2009 sebesar Rp600.00 (sembilan puluh enam miliar tujuh ratus empat puluh tujuh juta seratus ribu rupiah).000.000.000.490.00 (enam ratus miliar rupiah) tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan penyerapan dana tambahan infrastruktur bagi Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2008.000.000. Pasal 19 Ayat (1) Cukup jelas.00 (enam ratus tujuh puluh miliar rupiah) yang dapat diusulkan untuk dialokasikan dalam APBN-P tahun 2009. 2.00 (tujuh triliun rupiah) yang dialokasikan kepada daerah tertentu sebagai penguatan desentralisasi fiskal dan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.Kurang bayar dana prasarana infrastruktur lainnya tahun 2007 sebesar Rp96.100.000.000.342.000. 4.000.267.00 (enam puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) .00 (empat belas triliun delapan ratus delapan puluh dua miliar empat belas juta dua ratus ribu rupiah) terdiri dari: 1.

945.000.911.a. akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang di pasar.000. b.00 iv.161.00 ii.000. Surat berharga negara (SBN) neto merupakan selisih antara penerbitan dengan pembayaran pokok dan pembelian kembali. Penerbitan SBN tidak hanya dalam mata uang rupiah di pasar domestik. Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.00 iii. sampai dengan target neto pembiayaan SBN tercapai. tetapi juga mencakup penerbitan SBN dalam valuta asing di pasar internasional.696.000.000.00 ii.455.966.00 Hasil pengelolaan aset sebesar Rp2.000.000.966. pembayaran pokok. baik SBN konvensional maupun SBSN (Sukuk).000.719. Rekening pembangunan hutan 1.361. Pemerintah memberikan jaminan penuh atas kewajiban pembayaran pinjaman PT PLN (Persero) kepada kreditur perbankan.690.000.106.599.000.000. Hasil pengelolaan aset 2.549.000.629. Privatisasi 500.000.565.00 i.000.622.250.000. Surat berharga negara (neto) 54.034.565.000.000.000.00 iv. dan pembelian kembali SBN.088.400.000.565.00 (dua triliun lima ratus enam puluh lima miliar rupiah) terdiri dari: (i) penjualan aset Rp3.400. Jaminan pemerintah dimaksud diberikan atas risiko/kemungkinan PT PLN (Persero) tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran terhadap kreditur (payment default).000 MW (sepuluh ribu megawatt) berbahan bakar batubara oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).000.00 iii. Pelunasan piutang negara (PT Pertamina) 9. Jaminan tersebut akan diperhitungkan sebagai piutang pemerintah kepada PT PLN (Persero) apabila terealisir.00 (satu triliun rupiah). Rekening dana investasi 3. Sisa Anggaran Lebih (SAL) 2008 2.00 (tiga triliun lima ratus enam puluh lima miliar rupiah) dan (ii) restrukturisasi BUMN negatif Rp1.966. Komposisi jumlah dan jenis instrumen SBN yang akan diterbitkan.000. Perbankan dalam negeri 16.000. Pengelolaan dan pencairan dana penjaminan atas pinjaman PT PLN (Persero) tersebut di atas diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dengan memperhatikan peraturan .136.000.00 i.161. Dana Investasi Pemerintah dan restrukturisasi BUMN -13.00 Non-perbankan dalam negeri 44.000.000.

966.400.945.00 (sembilan triliun seratus tiga puluh enam miliar tiga ratus enam puluh satu juta sembilan ratus empat puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah).00 Pinjaman program 26.00 Pembiayaan luar negeri mencakup pembiayaan utang luar negeri selain dari surat berharga negara internasional.000.198.000.000.000.00 b.000.000.440.986.000.455.957.000.136.000. .622.549. (iv) dana kontinjensi untuk PT PLN sebesar negatif Rp 1.609.00 (satu triliun rupiah).000.00 (lima ratus miliar rupiah).perundang-undangan yang berlaku.00 (tiga belas triliun enam ratus dua puluh dua miliar sembilan ratus sebelas juta empat ratus ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah) dialokasikan untuk: (i) investasi pemerintah sebesar negatif Rp500.000.000.966.600.720. Dana investasi pemerintah dan restrukturisasi BUMN sebesar negatif Rp13.00 (satu triliun rupiah).160.000.957. (iii) pendirian lembaga penjaminan infrastruktur (guarantee fund) sebesar negatif Rp 1. dan (v) dana bergulir sebesar negatif Rp 1.600.00 (sembilan triliun empat ratus empat puluh delapan miliar dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) Penarikan pinjaman luar negeri bruto 52.000.000.000. (ii) penyertaan modal negara untuk PT Pertamina sebesar negatif Rp 9.Pembiayaan Luar Negeri neto sebesar negatif Rp9.000. Pengeluaran dana bergulir yang bersumber dari rupiah murni dialokasikan sebagai pengeluaran pembiayaan dalam APBN.00 Pinjaman proyek 25. Dalam rangka restrukturisasi utang PT Garuda dengan Export Credit Agency (ECA).448.240.911.000. 2. Pemerintah melakukan penjaminan terhadap PT Garuda dalam bentuk jaminan Standby Letter of Credit kepada bank-bank BUMN.400.000.00 (satu triliun sembilan ratus delapan puluh enam miliar lima ratus empat puluh sembilan juta empat ratus lima puluh lima ribu rupiah).361. Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri -61. a.000.

Departemen PU 42.950.763.00 i.00 iii. Kementerian Negara/ Lembaga lainnya 3.106.00 k.300.000.00 b.000.218. Departemen Kesehatan 1.000.500.000.000.951.413. Departemen Kehutanan 14.00 ii.045.000. Departemen Perindustrian 100.476. Departemen Pertanian 75. Departemen Perhubungan 800.00 d.000.700.223.388.00 g.00 (dua ratus tujuh triliun empat ratus tiga belas miliar lima ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah).000.730.000.550.00 i.000.000. Departemen Kelautan dan Perikanan 250.815.068.00 f.000. Badan Meteorologi .000.000. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 67. Departemen ESDM 23.00 j. Departemen Pendidikan Nasional 61.853.000. Departemen Agama 23.000.000.000.000.00 e. terdiri dari: (dalam rupiah) 1.000.00 m.100.000. Pasal 21 Ayat (1) Anggaran pendidikan sebesar Rp 207.00 a.Pasal 20 Cukup jelas.531.000.900.000.000. Perpustakaan Nasional 259.000.525. Badan Pertanahan Nasional 24.00 c.00 l. Departemen Keuangan 64.00 h.000.158.000.000.000.377.000.000. Anggaran Pendidikan Melalui Belanja Pemerintah Pusat 89.228.275.

597.000. Dana Tambahan DAU 7.000.00 ii.00 v. dan adanya perkiraan tambahan .000.237.00 iv.Prognosa pertumbuhan ekonomi paling rendah 1% (satu persen) di bawah asumsi.490.000.Posisi nominal dana pihak ketiga di perbankan nasional menurun secara drastis.705.00 iii.657.837. Keadaan darurat tersebut menyebabkan prognosa penurunan pendapatan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan dan PNBP.000.862.678.00 i.941.900.000.tidak adanya yield penawaran yang dimenangkan dalam benchmark pemerintah dalam 2 (dua) kali lelang berturut-turut.000.334.terjadi kecenderungan peningkatan yield sekurang-kurangnya sebesar 300 basis points (bps) dalam 1 (satu) bulan.060.00 n.000.00 Bagian Anggaran 69 1. Badan Tenaga Nuklir Nasional 7.Kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara yang menyebabkan tambahan biaya penerbitan SBN secara signifikan tercermin dalam: a.00 Ayat (2) Cukup jelas. dan/atau b.000. Prognosa tersebut dihitung berdasarkan realisasi indikator ekonomi makro tahun 2008.400.000.000.000. DAU Pendidikan 97. Anggaran Pendidikan Melalui Transfer ke daerah 117.1% (nol koma satu persen). DAK Pendidikan 9.000.000.00 Pasal 22 Restrukturisasi tingkat bunga SU-002 dan SU-004 dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa beban bunga SU-002 dan SU-004 pada tahun 2009 dan selanjutnya didasarkan pada tingkat bunga hasil restrukturisasi yaitu sebesar 0.iv. 3. Pasal 23 Ayat (1) Keadaan darurat tersebut terjadi apabila: 1.000. dan Geofisika 16.000.000.982. Dana Otonomi Khusus Pendidikan 2.000. DBH Pendidikan 817. sedangkan prognosa indikator ekonomi makro lainnya mengalami deviasi paling rendah sebesar 10% (sepuluh persen) dari asumsinya. 2.000. 2.

beban kewajiban negara yang berasal dari pembayaran pokok dan bunga utang. . Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (2) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. dan Catatan atas Laporan Keuangan. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. Yang dimaksud dengan persetujuan DPR adalah keputusan yang tertuang di dalam kesimpulan Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR-RI dengan Pemerintah yang dilakukan dalam waktu satu kali dua puluh empat jam sejak diterimanya usulan Pemerintah. Pasal 25 Cukup jelas. Pemerintah dapat melakukan penempatan langsung atau private placement Surat Berharga Negara pada Bank Indonesia. Untuk menutup kekurangan kas jangka pendek pada awal tahun anggaran. subsidi BBM dan listrik. Ayat (3) Informasi tentang pendapatan dan belanja secara akrual dimaksudkan sebagai tahap menuju pada penerapan anggaran yang dilengkapi dengan informasi hak dan kewajiban yang diakui sebagai penambah atau pengurang nilai kekayaan bersih. Pasal 26 Ayat (1) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. serta belanja lainnya. Neraca. Ayat (2) Penerbitan Surat Berharga Negara dapat dilakukan dengan metode lelang maupun tanpa lelang (penempatan langsung atau private placement). Laporan Arus Kas. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup jelas.

1 -1 . Ayat (6) Yang dimaksud dengan Standar Akuntansi Pemerintahan adalah Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Ayat (7) Laporan keuangan yang diajukan dalam rancangan undang-undang sebagaimana yang dimaksud pada ayat ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diperiksa oleh BPK dan telah memuat koreksi/penyesuaian (audited financial statements) sebagaimana diuraikan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Pasal 27 Cukup jelas TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4920 LAMPIRAN I UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2009 BUKU I DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB 1PENDAHULUAN 1 I.Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Penerapan pendapatan dan belanja secara akrual pada Tahun Anggaran 2009 diterapkan pada satuan kerja berstatus Badan Layanan Umum yang secara sistem telah mampu melaksanakannya.

BAB 2TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2009 I.2 A. Kondisi Umum I.2 A.1. Pencapaian Tahun 2007 dan Perkiraan Tahun 2008 I.2 -1 A.1.1. Agenda Aman dan Damai I.2 -1 A.1.2. Agenda Adil dan Demokratis I.2 -3 A.l.3. Agenda Kesejahteraan Rakyat I.2 A.2. Masalah dan Tantangan Pokok Tahun 2009 I.2 B. Tema Pembangunan Tahun 2009 dan Pengacusutamaan Pembangunan I.2 C. Prioritas Pembangunan Tahun 2009 I.2 -31 I. Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan I.2 II. Percepatan Pertumbuhan Yang Berkualitas Dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Yang Didukung Oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi I.2 -46 III. Peningkatan Upaya Anti Korupsi, Reformasi Birokrasi, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam Negeri I.2 BAB 3KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN A. Kondisi Ekonomi Tahun 2007 dan Perkiraan Tahun 2008 B. Lingkungan Eksternal dan Internal Tahun 2009 C. Tantangan Pokok D. Arah Kebijakan Ekonomi Makro E. Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2009

-1 -1

-5 -14 -29 -31

-66

I.3 -1 I.3 -1 I.3 -9 I.3 -10 I.3 -11 I.3 -12

BAB 4KAIDAH PELAKSANAAN I.4 -1 LAMPIRAN : MATRIKS PRIORITAS, FOKUS, DAN KEGIATAN PRIORITAS RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUTN 2009 II. -1 BAB 1 PENDAHULUAN Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan pelaksanaan

dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam hal ini, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004, penyusunan RKP mengacu kepada RPJMN. RKP Tahun 2009 merupakan pelaksanaan tahun kelima (tahun terakhir) dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan merupakan kelanjutan RKP Tahun 2008. Di dalam RPJMN Tahun 2004-2009 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 7 tanggal 19 Januari 2004 sebagai penjabaran Visi dan Misi Presiden terpilih dalam Pemilu Presiden pada tahun 2004, ditetapkan 3 Agenda Pembangunan, yaitu: 1.Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai; 2.Menciptakan Indonesia yang Adil dan Demokratis; dan 3.Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Ketiga Agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Keberhasilan pelaksanaan satu agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda lainnya, yang dalam pelaksanaan tahunan dirinci ke dalam RKP. Dengan mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, serta masalah dan tantangan yang akan dihadapi pada pelaksanaan tahun RKP, ditetapkan Tema Pembangunan Nasional yang menunjukkan titik berat pelaksanaan Agenda Pembangunan. Dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. yang terbatas, selanjutnya ditetapkan prioritas pembangunan nasional tahunan yang dijabarbn ke dalam fokus, program dan kegiatan pokok pembangunan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan. Prioritas pembangunan nasional tahunan disusun berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.Memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian sasaran-sasaran pembangunan sesuai tema pembangunan; 2.Memiliki sasaran-sasaran dan indikator kinerja yang terukur sehingga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat; 3.Mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan; 4.Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk melaksanakannya; 5.Realistis untuk dilaksanakan dan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun. Sebagai dokumen perencanaan pembangunan nasional, RKP memuat prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi makro serta program-program kementerian/lembaga, lintas kementerian/lembaga, dan lintas wilayah dalam bentuk: (i) kerangka regulasi, serta (ii) kerangka investasi pemerintah dan layanan umum. Dengan demikian RKP merupakan pedoman bagi penysunan Anggaran

Pendapatan dan belanja Negara (APBN), di mana kebijakan APBN ditetapkan secara bersama-sama oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut, RKP mempunyai fungsi pokok sebagai berikut: 1.Menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan, karena memuat seluruh kebijakan publik; 2.Menjadi pedoman dalam penyusunan APBN, karena memuat arah kebijakan pembangunan nasional satu tahun; dan 3.Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah. Lebih lanjut, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, RKP juga menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan RKP Daerah (RKPD). Sebagaimana RKP sebelumnya, dokumen RKP Tahun 2009 dilengkapi dengan Buku II yang berisi uraian tentang Program dan Kegiatan beserta indikasi pagu untuk masing-masing program. RKP Tahun 2009 ini belum sepenuhnya menampung kegiatan dalam RKA-KL mengingat masih dalam proses penyusunan. Namun, RKP Tahun 2009 ini telah disesuaikan dengan hasil pembahasan dalam Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR RI dengan Pemerintah dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 dan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN TA 2009. BAB 2 TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2009 A. KONDISI UMUM

A.1.PENCAPAIAN TAHUN 2007 DAN PERKIRAAN TAHUN 2008 Pelaksanaan pembangunan tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008 yang merupakan tahun ketiga dan tahun keempat RPJM Tahun 2004 - 2009 memberikan kemajuan penting dalam pelaksanaan ketiga agenda pembangunan yang terdiri dari: Mewujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai; Menciptakan Indonesia Yang Adil dan Demokratis; serta Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Kemajuan penting tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. A.1.1. AGENDA AMAN DAN DAMAI Pelaksanaan Agenda Aman dan Damai telah mencapai kemajuan dengan terwujudnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang

dan akuntabel. Malaysia. dan aspek kultural (manajemen sumber daya. Lembaga kepolisian harus memiliki profesionalisme dalam mengintegrasikan aspek struktural (institusi. pengelolaan ketertiban masyarakat. Dalam rangka menjawab tantangan global dan semua bentuk gangguan keamanan yang tidak lagi mengenal batas negara (borderless crime). antara lain. penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. konflik horizontal. Timor Leste. Arab Saudi. Selanjutnya. kesenjangan kesejahteraan ekonomi. ATA. maka kerja sama internasional merupakan jawaban bagi seluruh penegak hukum di dunia untuk bangkit memerangi kejahatan yang bersifat transnasional. penyelundupan. penegakan hukum. dan Australia. konflik vertikal. baik secara kuantitas maupun kualitas telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sementara itu. pencucian uang. manajemen operasional. keamanan. perkembangan organisasi kejahatan internasional yang didukung oleh kemajuan teknoiogi komunikasi dan informasi serta teknologi persenjataan. maka telah ditempatkan perwira penghubung (LO/SLO) di berbagai negara. dan Amerika Serikat (ICITAP. agama dan golongan merupakan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban terutama kontlik berdimensi kekerasan di beberapa daerah. doktrin. organisasi. Oleh karena itu diperlukan lembaga kepolisian yang efektif. ketidakadilan. Filipina. Salah satu sebab utama belum optimalnya penanganan kriminalitas. DEA). Globalisasi dan diberlakukannya pasar bebas akan meningkatkan mobilitas penduduk baik inter maupun antar negara. Efektivitas intelijen dan pengamanan rahasia negara merupakan faktor penentu dalam pencegahan.semakin kondusif. susunan dan kedudukan). kompetensi. perdagangan perempuan dan anak. dan provokasi yang mengeksploitasi perbedaan etnis. dan sistem pengamanan . Faktor kompleksitas kepentingan sosial politik. Penanganan berbagai tindak kriminal seperti kejahatan konvensional maupun transnasional. pengungkapan dan penanganan tindak kejahatan transnasional. bahkan ancaman keselamatan. dan iptek). efisien. Jepang (JICA) . fungsi. kewenangan. serta berbagai bentuk kriminalitas yang !ainnya. kemampuan. Thailand. Kerja sama internasional teknis profesional penanggulangan kejahatan telah dilakukan dengan Jerman (GSG). Upaya tersebut akan terus dilakukan secara konsisten dan seyogyanya didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat agar kondisi aman dan tertib dapat semakin diwujudkan. dan lalulintas nuklir dan sebagainya menjadikan kejahatan transnasional menjadi sulit tertangani. dalam rangka memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. serta kelambatan antisipasi penanganan kejahatan transnasional adalah lemahnya profesionalisme lembaga kepolisian. menyebabkan kejahatan transnasional seperti narkoba. aspek instrumental (filosofi.

sedangkan peningkatan kualitas personil diupayakan melalui pendidikan dan latihan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan Polri dalam mencegah dan menindak kejahatan terorisme dan narkoba. serta Strategic Defence Review sebagai acuan dalam rangka pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan pertahanan negara. mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. kebijakan umum dan kebijakan penyelenggaraan pertahanan. dihadapkan dengan keterbatasan anggaran. tidak saja akan menempatkan NKRI semakin disegani dan dihormati dalam pergaulan internasional. Sejalan dengan tugas fungsi dan peran pertahanan negara tidak semata-mata hanya ditujukan kepada ancaman dari luar. Peningkatan jumlah personil diupayakan melalui rekruitmen dengan sasaran 1 : 600 yang diperkirakan akan tercapai pada tahun 2009. serta pemantapan reformasi TNI yang dihadapkan dengan supremasi sipil. tetapi juga berfungsi untuk mengatasi ancaman dalam negeri. Dalam rangka meningkatkan kesiapan alutsista TNI. Untuk mengurangi ketergantungan sumber pengadaan alutsista kepada satu atau dua negara saja. antara lain melalui repowering. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dari setiap ancaman dan gangguan. pemeliharan. Kemampuan pertahanan yang kuat dan solid. Upaya peningkatan profesionalisme personel ditempuh melalui penataan organisasi. Reformasi TNI telah berhasil menempatkan TNI secara tepat sesuai dengan peran dan tugas pokok yang diembannya. dan dalam menangani dampak bencana. Peningkatan kemampuan Polri juga ditempuh melalui percepatan penambahan jumlah personil dan kualitas personil. Dengan potensi ancaman yang tidak ringan serta kondisi sosial. bangsa. dan pengadaan alutsista secara terbatas. Di samping itu. Di sisi lain. secara geopolitik dan geostrategi. seperti pemberontakan bersenjata. retrofitting. yaitu dalam rangka menegakkan kedaulatan negara. dan negara Indonesia memerlukan kemampuan pertahanan negara yang kuat untuk menjamin tetap tegaknya kedaulatan NKRI. polisi harus berperan sebagai pembina dan penyelia dalam rangka mendukung terbentuknya mekanisme community policing. peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan. dan budaya yang beragam. tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di dalam menangani bencana di dalam negeri. Indonesia terletak pada posisi yang strategis dari menentukan dalam tata pergaulan dunia dan kawasan. seperti bencana alam yang telah terjadi di beberapa wilayah. agar masyarakat mampu membina sistem keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Dalam rangka penyiapan cetak baru pertahanan telah disusun Rencana Strategi Pertahanan 2005-2009. maka pembangunan kemampuan pertahanan negara secara umum ditujukan tidak untuk memperbesar kekuatan yang sudah ada tetapi hanya untuk mempertahankan kemampuan dan kekuatan yang sudah dimiliki. telah . ekonomi.di masyarakat). di setiap Polda telah terbentuk Den-88.

upaya pemberantasan korupsi tetap dilanjutkan melalui langkah pencegahan dan penindakan hukum. Salah satu sebabnya adalah cepatnya pemberian izin yang diberikan oleh Presiden kepada lembaga penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada setiap penyelenggara negara yang berdasarkan informasi dari masyarakat maupun dari hasil investigasi telah melakukan tindak pidana korupsi. AGENDA ADIL DAN DEMOKRATIS Dalam rangka pemberantasan korupsi. telah dilakukan upaya memperkuat pemberdayaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. dunia usaha maupun masyarakat. Pada awal tahun 2008. Untuk pencegahan korupsi. Melalui UU No 7/2006. Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Conference of the State Parties (CoSP) II UNCAC di Bali dengan memprioritaskan pada upaya pengembalian aset korupsi baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. penindakan terhadap pejabat negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi baik di tingkat pusat maupun daerah dilakukan tanpa mengalami hambatan yang berarti. Untuk langkah pencegahan.1. Adanya keterbatasan dukungan anggaran menjadi faktor pertimbangan dalam penyusunan rencana kebutuhan dalam pembangunan pertahanan sehingga pemenuhan kebutuhan pertahanan belum dapat mencapai pembentukan kekuatan pokok minimum (minimum essential force) TNI. selama tahun 2007 langkah-langkah untuk menciptakan iklim takut korupsi semakin memperlihatkan perkembangan yang positif baik di lingkungan penyelenggara negara. akan dilakukan kegiatan sosialisasi RAN PK dan penyusunan RAD PK .2. Pada tahun 2007. A. Namun demikian. sebagai salah satu bentuk komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi. Indonesia meratifikasi Konvensi Anti Korupsi Tahun 2003 (UNCAC 2003). keterbatasan yang ada tidak menjadikan kendala dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Pada tahun 2008. melalui antara lain penyesuaian peraturan perundang-undangan nasional yang sejalan dengan Konvensi Anti Korupsi 2003. Sedangkan untuk langkah penindakan baik yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung beserta jajarannya maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah memperlihatkan peningkatan yang semakin signifikan. Sepanjang tahun 2007. Langkah-langkah pencegahan dan penindakan dilakukan secara bersamaan agar benar-benar memperlihatkan efek jera di semua lini kehidupan masyarakat.ditempuh langkah-langkah ke arah diversifikasi dalam pengadaan alutsista yang bekerja sama dengan beberapa negara. sosialisasi RAN PK dan penyusunan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAN PK) telah dilakukan pada dua provinsi. yang antara lain menginstruksikan dibuatnya Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PK).

beberapa instansi pemerintah di pusat telah melakukan inisiatif reformasi birokrasi seperti Depkeu. ditandai antara lain: penerapan pelayanan satu pintu di berbagai daerah. makin meningkatnya kapasitas kelembagaan dan kompetensi auditor eksternal yang ditandai dengan dibukanya perwakilan BPK di provinsi sesuai mandat UU No 15/2006 tentang BPK dan rekruitmen tenaga auditor. Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan oleh Kejaksaan dan KPK. Inisiatif reformasi birokrasi telah dilaksanakan di lingkungan instansi pemerintah sebagai upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan. 65 Tahun 2005. Di bidang penataan kelembagaan. Fokus penindakan korupsi akan ditujukan pada kasus-kasus korupsi yang menarik perhatian masyarakat luas. RUU Administrasi Pemerintahan. Kemajuan di bidang pelayanan publik. dan lainnya. telah diterbitkannya Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Permendagri No.di 4 (empat) provinsi. Sedangkan di bidang sumber daya manusia (SDM) aparatur. terdapat kemajuan antara lain: upaya penyempurnaan regulasi di bidang SDM aparatur. dan telah diselenggarakan berbagai diklat manajemen SPM. 6 Tahun 2007 sebagai peraturan pelaksanaan dari PP No. dunia usaha dan masyarakat luas. penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik (e-services) termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa (e-procurement). serta pengangkatan tenaga honorer sebagai PNS dan pengadaan PNS secara nasional. RUU Kementerian Negara. Pada tahun 2008. RUU Etika Penyelenggara Negara. yang akan diperkuat dengan dibentuknya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan undang-undang tersendiri. Selain itu juga akan secara intensif dilakukan sosialisasi terhadap Konvensi Anti Korupsi 2003 dan strategi nasionalnya yang akan melibatkan semua aparat pemerintah pusat dan daerah. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. juga telah berhasil dicapai berbagai kemajuan yang cukup berarti. ketatalaksanaan dan pengawasan aparatur negara. antara lain: diterbitkannya PP No. beberapa pencapaian penting yang diharapkan . berbagai kemajuan telah dicapai pada tahun 2007. dan perbaikan tingkat kesejahteraan aparatur negara meskipun masih terbatas. RUU Tata Hubungan Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah. dan dilakukannya penguatan kapasitas kelembagaan dan SDM/aparat pengawas internal pemerintah. MA dan BPK. seperti RUU Pelayanan Publik. yang antara lain ditandai dengan: tersusunnya berbagai naskah RUU sebagai landasaan pelaksanaan reformasi birokrasi. Beberapa naskah RUU tersebut telah dibahas dengan DPR dan diharapkan pada tahun 2008 terdapat perkembangan yang berarti. peningkatan kompetensi aparatur negara melalui penyelenggaraan assesment center dan berbagai diklat baik struktural maupun fungsional.

diharapkan tersusun pedoman sistem manajemen kinerja instansi pemerintah. Untuk pembangunan SDM aparatur.terwujud diantaranya: dilanjutkannya penyusunan dan pembahasan dengan DPR berbagai RUU yang terkait dengan pelaksanaan reformasi birokrasi. dan DPRD. diundangkannya UU Pelayanan Publik. dan mendorong peningkatan kinerja PNS. PNS yang lebih akuntabel sebagai pengganti sistem DP3. perpajakan dan kepabeanan. yang didukung dengan meningkatnya kompetensi tenaga pengawas dan pemeriksa/auditor. tersusunnya SPM sektoral bidang kesehatan. Perkembangan yang dicapai pada tahun 2007. dilakukannya penyempurnaan Sistem Koneksi (interphase) Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi antar instansi yang terkait. Pencapaian penting lainnya yang diharapkan dapat diwujudkan pada tahun 2008 adalah diselesaikannya Rencana Induk Reformasi Birokrasi. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Diharapkan pula terwujud peningkatan kapasitas kelembagaan di bidang pengawasan dan pemeriksaan. sebagai respon atas penerapan anggaran berbasis kinerja dan tuntutan atas peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. sisa 2 (dua) paket UU bidang politik yang belum dapat diselesaikan pembahasannya akan segera dibahas dan diundangkan. pendidikan dan infrastruktur yang disesuaikan dengan PP No 65 Tahun 2005. dan tersusun sistem penilaian kinerja. 2 tahun 2008 Tentang Partai Politik dan UU No. sebagai landasan proses penguatan lembaga-lembaga demokrasi khususnya pelaksanaan Pemilu 2009. Hasil penting lainnya dalam pembangunan lembaga demokrasi pada tahun 2007 adalah terpilih dan terbentuknya keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru. ditingkatkannya kapasitas aparat pemerintah daerah dalam penerapan SPM. pemerintah mengambil langkah-langkah untuk melakukan upaya penataan kelembagaan atas lembaga non struktural (quasi birokrasi) agar berfungsi secara lebih efektif dan efisien. Dengan akan diselesaikannya semua pembahasan dan ditetapkan semua UU . Pada tahun 2008. layak. tersusunnya standar pelayanan perkotaan (SPP). adalah ditetapkannya UU No. Di samping itu. pengadaan barang dan jasa pemerintah/publik. pertanahan. investasi/penanaman modal. pada awal 2008 telah ditetapkan UU No. Kemajuan pelembagaan demokrasi yang juga perlu mendapat perharian pada tahun 2007 adalah keikutsertaan calon independen dalam pilkada melalui keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan judicial review terhadap Pasal 59 Ayat 3 UU No. Secara bertahap. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. 10 tahun 2008 Tentang Pemilihan Anggota DPR. meningkatnya pelayanan publik di bidang kependudukan. DPD. di bidang kelembagaan dan ketatalaksanaan. tahun 2008 diharapkan tersusun penyempurnaan sistem remunerasi PNS yang adil. dan ditingkatkannya penerapan e-government untuk mendukung kualitas pelayanan publik. Pedoman Umum Reformasi Birokrasi beserta juklak dan juknisnya.

b. maka pada tahun 2008 semua peraturan pelaksanaan/petunjuk teknis penyelenggaraan Pemilu 2009 sudah dapat diselesaikan penyusunannya.1. AGENDA KESEJAHTERAAN RAKYAT Stabilitas ekonomi makro merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat. penguatan lembaga keuangan. Secara kelembagaan. Hal-hal pokok terkait dengan kebijakan fiskal adalah sebagai berikut: a. penyediaan sarana dan prasarana pendukung Pemilu 2009. Defisit APBN diupayakan pada batas-batas aman keuangan negara melalui peningkatan pendapatan negara serta peningkatan efisiensi pengeluaran negara. Pendapatan Negara dan hibah tahun 2007 lebih tinggi 11.4 triliun dari target APBN-P tahun 2007.1 persen atau naik Rp 14.0 persen PDB). veriftkasi peserta pemilu dan validasi calon anggota legislatif. moneter.2 triliun (20. dan penyediaan logistik Pemilu 2009. lebih tinggi dibandingkan realisasi APBN tahun 2006 yang mencapai 0.3 triliun (6. A. c.0 triliun (5. Realisasi tersebut lebih tinggi sebesar 2. pada tahun 2008 diharapkan ada peningkatan yang cukup signifikan dalam hal kapasitas dan kompetensi aparatur pemerintah dan KPU/KPUD sebagai lembaga penyelenggara pemilu di pusat dan daerah.Realisasi pengeluaran negara sampai dengan 31 Desember 2007 mcncapai sebesar Rp 757. Stabilitas tersebut diwujudkan melalui sinergi antara kebijakan fiskal. Jika dibandingkan dengan APBN tahun 2006.9 triliun dari target APBN-P tahun 2007.5 triliun. Disamping itu juga diharapkan sudah dapat dilakukan penyempurnaan dan perbaikan data pemilih.8 triliun (13.5 persen atau meningkat sebesar Rp 90. dan hibah sebesar Rp 1.3.7 persen PDB).1 triliun.bidang politik. Jika dibandingkan dengan APBN tahun 2006.5 triliun (18. dan sektor riil.7 persen PDB). realisasi pengeluaran negara pada tahun 2007 lebih tinggi 13. yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 504. Realisasi tersebut lebih tinggi 0.3 persen PDB. Pencapaian penerimaan negara dan bibah tersebut terutama bersumber dan penerimaan perpajakan sebesar Rp 491.Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan akhir tahun 2007 diperkirakan mencapai sebesar Rp 708.0 persen PDB).3 persen PDB) dan belanja ke daerah sebesar Rp 253. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 215. kebijakan diupayakan untuk menjaga ketahanan fiskal yang berkesinambungan serta memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.7 triliun.Defisit APBN tahun 2007 mencapai 1.6 persen atau meningkat Rp 4.7 persen PDB).9 persen . Hal lain yang sangat penting untuk dicapai pada tahun 2008 adalah peningkatan kapasitas dan kesiapan partai politik dan organisasi-organisasi masyarakat sipil dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan politik masyarakat pemilih.0 triliun (13. Di sisi kebijakan fiskal.1 persen atau naik Rp70.

Terjadinya krisis subprime mortgage pasar keuangan Amerika Serikat di bulan Juli 2007 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar uang Indonesia. 9.5 persen (y-o-y) pada Maret 2008.. Secara keseluruhan.Defisit anggaran dalam APBN-P tahun 2008 diperkirakan mencapai 2. 9.4 persen (y-o-y) dan terus tumbuh mencapai 29. terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok komoditi makanan dan makanan jadi.140 per USD atau menguat 0. Penyaluran kredit UMKM sampai dengan akhir tahun 2007 tumbuh sebesar 22. Suku bunga acuan tetap dipertahankan sampai bulan April 2008.PDB.367. pertumbuhan kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui bank umum juga terus meningkat.5 persen pada bulan Januari 2007 menjadi 8. rata-rata nilai tukar rupiah harian pada tahun 2007 mencapai Rp 9.59 persen (y-o-y).96 persen. Meskipun meningkat. stabilitas moneter tetap dijaga sepanjang tahun 2007. laju inflasi diupayakan tetap terkendali. mulai ditingkatkan bulan Mei 2008 menjadi 8.0 persen pada bulan Desember 2007 dan tetap dipertahankan hingga bulan April 2008.per USD kembali menguat menjadi Rp 9. Pencapaian sasaran di bidang moneter dan keuangan antara lain: a.000 .246 dengan trend tetap terjaga pada rentang Rp. laju inflasi meningkat. d. Suku bunga acuan (BI rate) diturunkan secara bertahap dari 9. peran sektor keuangan dalam menjalankan fungsinya sebagai intermediasi keuangan juga semakin membaik.pada tahun 2007 laju inflasi mencapai 6.Dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.3 persen PDB. relatif sama dengan tahun 2006 (6. .107. d. defisit APBN tersebut masih berada pada batas-batas aman keuangan negara.Sejalan dengan menguatnya kinerja pasar modal. rata-rata harian nilai tukar sebesar Rp. Memasuki tahun 2008. b. c.9. dengan tingginya harga komoditi pertanian di pasar dunia. Hal ini tercermin dari meningkatnya kredit yang disalurkan perbankan sebesar 26. lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2007 yang mencapai 1.60 persen). pada bulan April 2008.Nilai tukar yang melemah pada bulan Agustus 2007 menjadi Rp 9. laju inflasi setahun (y-o-y) mencapai 8. Dari sisi kebijakan moneter.. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati.Stabilnya nilai tukar rupiah dan laju inflasi yang terkendali mendorong penurunan suku bunga perbankan secara bertahap. e.0 persen PDB.7 persen PDB. Tekanan inflasi yang meningkat sejak bulan Desember 2007 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati guna membantu penurunan ekspektasi inflasi. namun lebih rendah dari yang ditargetkan dalam APBN-P tahun 2007 sebesar 1.300 per USD.3 persen dibandingkan tahun 2006.4 persen (y-o-y). Dalam empat bulan pertama tahun 2008.per USD pada bulan Oktober 2007.25 persen.

4 persen. Dalam tahun 2008. Sementara itu.4 persen. perekonomian Indonesia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan harga komoditi dunia lainnya.0 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3.5 persen (y-o-y).3 persen (y-o-y) didorong oleh ekspor barang dan jasa serta pembentukan modal tetap bruto yang meningkat 15.3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar 5.0 persen dan 13. ekonomi tumbuh 6. sejalan dengan perekonomian yang terus meningkat. Lapangan kerja yang tercipta antara Februari 2007 . gas dan air bersih.5 .9 persen. Dalam triwulan I/2008.5 persen dan 2. dampak dari krisis subprime mortgage di AS.8 persen menjadi 6. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong oleh investasi berupa pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 9. Dari sisi produksi. pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor industri pengolahan terutama nonmigas yang tumbuh sebesar 5. pada tahun 2007 perekonomian tumbuh sebesar 6. dan 8. serta bangunan yang masing-masing tumbuh sebesar 14. Dengan memperhitungkan resiko gejolak eksternal yang cukup besar.3 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 5.5 persen. Adapun sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 3. Pada kurun waktu yang sama angkatan kerja meningkat dari 108. kopdisi ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan yang baik. Sejak paruh kedua tahun 2007.Upaya-upaya yang ditempuh tersebut telah mampu mendukung perekonomian untuk dapat kembali tumbuh cukup tinggi.2 persen dan 8.0 persen.0 persen. 10. Dalam hal ketenagakerjaan.0 persen. ekonomi diperkirakan tumbuh 6. Momentum pertumbuhan terus berlanjut pada triwulan I/2008. Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dalam keseluruhan tahun 2008 diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya serta tekanan inflasi yang besar berpotensi lebih memperlambat pertumbuhan ekonomi. termasuk APBN 2008 dengan perubahan yang dilakukan pada awal-awal tahun 2008.2 persen dan sektor tersier terutama pengangkutan dan komunikasi. serta melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. konsumsi masyarakat tumbuh sebesar 5. Dari sisi permintaan. listrik.Februari 2008 meningkat sangat tinggi yaitu hampir 4.4 persen.6 persen. Besarnya resiko dari gejolak eksternal tersebut menuntut langkah-langkah jangka pendek yang harus ditempuh serta penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam rangka mengamankan pembangunan.5 juta lapangan pekerjaan baru. sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dalam awal-awal tahun 2008 disesuaikan dari 6.1 juta menjadi 111.

58 persennya atau sekitar 1.77 persen dibanding tahun 2006.7 ribu ha atau 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini pada gilirannya dapat menurunkan tingkat pengangguran terbuka.4 juta orang berada di perdesaan.05 juta ton GKG yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi selama 10 tahun terakhir atau meningkat 4. Pada tahun 2007 PDB pertanian (diluar perikanan dan kehutanan) meningkat 4.02 persen.7 juta dari mereka atau 27. lebih tinggi dari target yang direncanakan sebesar 2. yaitu dari 9.4 juta orang atau 30. termasuk revitalisasi pertanian. Penganggur usia muda masih merupakan proporsi terbesar dri keseluruhan penganggur terbuka. Jumlah penganggur usia 20-24 tahun mencapai sekitar 3. Keadaan ini cukup memprihatinkan karena usia mereka masih usia sekolah. Penurunan tersebut terjadi karena berkurangnya luas panen sekitar 121. Demikian juga untuk produksi jagung meningkat 14.03 kuintal per hektar atau 0.10 persen hanyalah lulusan SD ke bawah.3 juta orang.86 persen. Demikian pula PDB perikanan pada tahun 2007 kontribusinya naik menjadi sebesar 2. Dari jumlah penganggur usia 20-24 tahun tersebut. meskipun produktivitas mengalami kenaikan 0. Pengangguran terbuka masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan sekolah menengah pertama ke bawah. Secara sektoral.75 persen pada Februari 2007 menjadi 8.2 juta orang atau 22.4 ribu ton. .42 persen.62 persen.7 persen.juta atau meningkat sekitar 3. perikanan dan kehutanan mencapai sebesar 3.23 persen. bahkan 2. telah mulai dikembangkan dan dikonsolidasikan agar tenaga kerja yang dicakup semakin banyak dan merata. Sebaliknya pada tahun tersebut produksi kedelai mengalami penurunan sebesar 20.44 persen dibanding tahun sebelumnya dari 11. kehutanan dan perdesaan.71 persen. perikanan. penduduk usia 15-19 tahun yang menganggur mencapai 2. Pertumbuhan sektor pertanian menunjukkan kecenderungan yang meningkat.29 juta ton.14 persen. Pada Agustus 2007. pada Agustus 2007 proporsi penganggur dengan pendidikan sekolah menengah pertama ke bawah mencapai sekitar 5.61 juta ton menjadi 13. Penciptaan lapangan kerja bagi penduduk berlatar pendidikan relatif rendah.32 persen terhadap PDB Nasional atau naik sebesar 7. 42.76 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi sekitar 592.6 persen dibandingkan tahun 2006.46 persen orang pada Februan 2008.44 persen dan peternakan sekitar 2. pada tahun 2007 pertumbuhan sektor pertanian. Berbagai program perluasan kesempatan kerja yang dibiayai oleh APBN. pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sub sektor tanaman bahan makanan sekitar 5. Target ini terlampaui karena adanya peningkatan produksi pertanian hingga melebihi sasaran yang telah dicanangkan antara lain produksi padi/beras yang mencapai sebesar 57. perkebunan sekitar 2. miskin dan tidak terampil telah diupayakan oleh Pemerintah.0 juta orang atau 49.5 persen.

Sebaliknya pertumbuhan sub sektor kehutanan mengalami penurunan karena masih banyaknya illegal logging yang mengakibatkan kerusakan hutan, sehingga berakibat pada menurunnya produksi kayu dari hutan alam yang belum dapat digantikan dengan produksi hasil hutan tanaman industri dan non kayu lainnya. Hal tersebut telah menyebabkan banyaknya industri hasil hutan yang tutup. Dalam rangka pelaksanaan revitalisasi, kegiatan di bidang perikanan difokuskan pada peningkatan produksi dan pengembangan tiga komoditas penting, yaitu udang, ikan tuna, dan rumput laut, dengan tetap melakukan upaya peningkatan mutu dan kegiatan optimalisasi pengelolaan perikanan sejak dari penangkapan ikan (on farm) hingga pemasaran. Untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap, pemerintah telah melakukan rehabilitasi, pembangunan, peningkatan fasilitas pendukung berupa Pelabuhan Perikanan Samudra, Pelabuhan Perikanan Nusantara, Pelabuhan Perikanan Pantai, dan beberapa Pangkalan Pendaratan Ikan. Selain itu, dilaksanakan juga rehabilitasi dan pengembangan Pelabuhan Pendaratan Ikan di 33 provinsi. Pada sub sektor kehutanan, upaya revitalisasi masih terus dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu antara lain melalui kegiatan-kegiatan: (i) Pengembangan pemanfaatan hutan alam dengan meningkatkan manajemen Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHK); (ii) Penertiban peredaran hasil hutan dalam rangka mengoptimalkan PNBP dan Dana Reboisasi (DR); (iii) Pembangunan kesatuan pengelolaan hutan (KPH); (iv) Pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR); (v) Pengelolaan Hutan Produksi yang tidak dibebani hak/ijin pemanfaatan; dan (vi) Restrukturisasi industri primer kehutanan. Di bidang infrastruktur, upaya peningkatan pelayanan infrastruktur sesuai standar pelayanan minimum pada tahun 2008 telah diwujudkan melalui pembangunan saluran air baku dengan kapasitas terpasang 1,00 m3 / detik, rehabilitasi sarana/ prasarana pengendali banjir di 62 lokasi pembangunan, pemeliharaan prasarana pengaman pantai sepanjang 20 km, prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan seluas 688 ha, kondisi jalan nasional telah mencapai 81 persen mantap dari panjang jalan nasional dengan peningkatan pelayanan prasarana jalan menjadi 45 km per jam; pembangunan jalan di pulau-pulau terpencil dan pulau terluar sepanjang 100 km; pembangunan jalan di kawasan perbatasan sepanjang 110 km., pemberian subsidi operasi perintis angkutan jalan pada 153 lintas, pengadaan bus perintis sebanyak 340 unit, pelayanan pelayaran perintis untuk 62 trayek, subsidi operasi lintas penyeberangan perintis pada 80 lintasan, pelayanan penerbangan perintis untuk 90 rote, penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk pelayanan angkutan penumpang KA kelas ekonomi sebanyak 70 KA dan angkutan laut kelas ekonomi pada 22 trayek, rehabilitasi dan pembangunan jalan poros desa melalui (DAK) sepanjang 88.205 km dan pengadaan sarana angkutan perdesaan; pengembangan

energi perdesaan, peningkatan aksesibilitas energi perdesaan, tersosialisasikannya pemanfaatan Biofuel di sektor industri dan bangunan, pengembangan pulau kecil terluar melalui pemanfaatan energi terbarukan non listrik, pengembangan desa wisata energi, terlaksananya Program integrated micro hydro development and application program (IMIDAP), pembangunan listrik di perdesaan yaitu: PLTS 50 Wp sebanyak 59,000 unit, PLT bayu 80 kW sebanyak 14 Unit; PLTMH sebanyak 1,270 kW, Gardu Distribusi sebanyak 930 Buah/ 44,950 kVA, JTM sebanyak 1,803 kms, JTR sebanyak 1,453 kms; penyediaan PSO pos untuk 2.350 kantor pos cabang luar kota; pembangunan rumah susun sederhana sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya sebanyak 15.448 unit/30 kawasan, pengembangan Desa-desa Pusat Pertumbuhan di 146 kawasan di 32 provinsi, penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sebanyak 28.000 unit, pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di 1800 desa, Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) di 100 lokasi, peningkatan pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional di 35 kab/kota. Dalam rangka peningkatan daya saing sektor riil, pada program pembangunan bidang infrastruktur telah dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 210,73 ribu ha dan rawa seluas 207,67 ribu hektar; pembangunan 7 waduk dan 35 embung, pembangunan sarana/prasarana pengendali banjir sepanjang 145 km, pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 71,1 km, tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian, rehabilitasi jalan nasional sepanjang 4.000 km, pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa sepanjang 70 km, pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan strategis sepanjang 150 km, rehabilitasi/peningkatan jalan provinsi/kabupaten/kota sepanjang 418.346 km melalui DAK, peningkatan/pembangunan jalan dan jembatan Lintas sepanjang 4.410 km, pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan strategis sepanjang 150 km pengadaan sarana KA Kelas Ekonomi, Kereta Rel Listrik, dan Kereta Rel Diesel/Kereta Rel Diesel Electric/Kereta Diesel Kelas 3 sebanyak 45 unit, rehabilitasi Dermaga Penyeberangan pada 36 Dermaga, pembangunan dermaga Sungai, Danau dan Penyeberangan pada 129 Dermaga, pengadaan kapal perintis dan bus air sejumlah 84 Buah, rehabilitasi landasan dan fasilitasnya 450.000 m2; pengembangan Energi Alternatif dan Teknologi Energi Baru Terbarukan, pengembangan wilayah distribusi gas bumi untuk rumah tangga, industri kecil, dan transportasi (gas kota) , pemberian insentif penyediaan energi alternatif, Land Mark penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (Koordinasi Pengembangan dan Pemanfaatan Biofuel), pengembangan teknologi pembangkit listrik lampu hemat energi; pembangunan fasilitas ketenagalistrikan yang dilakukan BUMN PT. PLN baik untuk pembangunan pembangkit listrik yang baru ataupun rehabilitasi dan repowering pembangkit listrik berbahan bakar batubara, gas dan energi terbarukan hidro dan panas bumi, serta untuk pembangunan

jaringan penyaluran transmisi dan distribusinya, pengembangan regulasi dan pengawasan dalam rangka meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta meningkatkan pembinaan industri penunjang ketenagalistrikan dalam negeri melalui pembinaan usaha serta pengembangan standarisasi dan sertifikasi; pembahasan RUU Pos pengganti UU No. 6 Tahun 1984 tentang Pos, penyusunan RUU Telekomunikasi pengganti UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, pengembangan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dalam rangka pengamanan dan pengawasan jaringart internet di Indonesia, pembangunan prototipe produk telekomunikasi radio Broadband Wireless Access, penyediaan infrastruktur TIK melalui program Community Access Point (CAP) dan warung masyarakat informasi, penyediaan sarana dan prasarana air limbah sistem terpusat di 26 kawasan/kota, pembangunan sarana dan prasarana air minum pada 69 kawasan strategis, dan pengembangan sistem drainase di 11 kabupaten/kota. Seiring dengan kebijakan Pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur melalui kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, hingga tahun 2006 telah dilaksanakan persiapan perlaksanaan Public-Private Partnership (PPP) untuk Penyediaan Air Baku Industri; persiapan pelaksanaan pembangunan jalan tol dan Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara; pemberian hak khusus pembangunan jaringan pipa gas dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah; penerbitan peraturan tentang penetapan tarif berbasis biaya melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Awal dan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar melalui Jaringan Tetap dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar Jaringan Bergerak Selular; dan penetapan anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Indonesia. Terkait fenomena global mengenai perubahan iklim, kebijakan pemerintah mengenai peningkatan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dan sekaligus dalam rangka pengurangan risiko bencana telah diselesaikan, antara lain: pembangunan prasarana pengendali banjir seluas 500 ha dan panjang 954 km; pemeliharaan prasarana pengendali banjir sepanjang 1,387 km; pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 70 km; pemeliharaan prasarana pengaman pantai sepanjang 20 km; kegiatan tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian; upaya penanganan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) secara terpadu dengan penanganan daerah hulu dan hilir sungai. Sementara itu, setelah empat tahun pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Kepulauan Nias, serta hampir tiga tahun pelaksanaan tugas dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara (BRR NAD-Nias), lembaga tersebut akan segera mengakhiri masa tugasnya pada bulan April 2009 yang akan datang. Dengan

dijadwalkan dapat diselesaikan pada bulan Juni 2008. pemenuhan pelayanan dasar. dan penyelesaian masalah pertanahan dan penataan ruang wilayah.74 triliun. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan melalui proses legalisasi peraturan daerah. dan untuk pemulihan perekonomian masyarakat dan daerah telah dialokasikan sebesar Rp 430. dan pengarusutamaan gender. masih banyak tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2009 dalam pembangunan daerah pasca rehabilitasi dan rekonstruksi. serta Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan di Provinsi Sumatera Utara. serta pemulihan kapasitas kelembagaan pemerintah dan masyarakat. Namun demikian. Selain di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias. pemulihan fasilitas pendukung kehidupan sosial kemasyarakatan seperti pendidikan dan kesehatan. pasca kejadian gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu. Pada tahun 2007. pemulihan perekonomian masyarakat. pada tahun 2008 pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur. air bersih dan sanitasi. (3) masih . serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah. pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah pasca bencana gempa bumi 27 Mei 2006. diantaranya: (1) penataan ruang permukiman dan pengembangan lahan skala besar yang memenuhi tata lingkungan yang baik dengan pendekatan pengurangan risiko bencana. penyelesaian perumahan dan permukiman bagi korban bencana.berakhirnya tugas dari BRR NAD-Nias tersebut. Sesuai dengan Keputusan Presiden No. menunjukkan bahwa pemulihan perumahan korban bencana telah diselesaikan melalui pendanaan sebesar Rp 5. meningkatkan koordinasi antar pelaku pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. dengan memperkuat landasan perekonomian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga dilakukan selama hampir dua tahun terakhir ini di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah. sarana dan prasarana wilayah.4 miliar. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. prasarana lingkungan permukiman. peningkatan kesejahteraan sosial. 9 tahun 2006. peningkatkan SDM. pencapaian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias yang telah dilaksanakan oleh BRR NAD-Nias mencakup beberapa kegiatan pokok yaitu: penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan. pengelolaan lingkungan hidup. maka pada tahun 2009 penyelesaian dan keberlanjutan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias akan dilanjutkan oleh kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. terutama bagi kelompok rentan.2 triliun. Pelaksanaan pemulihan pasca bencana melalui pendanaan APBN sejak tahun 2006 hingga 2008. memperkuat kapasitas kelembagaan. (2) masih diperlukan perhatian untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat. sementara untuk pemulihan prasarana publik telah dialokasikan sebesar Rp 1.

diperlukan upaya yang lebih keras. peran perempuan. penanggulangan kemiskinan. telah ditetapkan program dan fokus kegiatan pengurangan risiko bencana melalui pendayagunaan rencana tata ruang wilayah sebagai salah satu instrumen utama untuk mengurangi resiko bencana dan peningkatan kualitas informasi. Jumlah kasus kematian ternak unggas akibat flu burung sangat tinggi dan tersebar di seluruh provinsi. Sampai akhir Februari 2008 kasus flu burung pada manusia mencapai 129 kasus dan 105 diantaranya meninggal. Namun demikian untuk mencapai target sebesar 20% pada tahun 2009. Sementara jumlah kasus flu burung pada manusia juga cenderung terus meningkat. dan meningkatkan pelayanan kesehatan dasar. Rencana Strategis Nasional (Renstranas) Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza 2006-2008 menjadi acuan kebijakan pelaksanaan upaya pengendalian flu burung dan saat ini . memperbaiki pola asuh. data maupun peta wilayah rawan bencana yang memadai bagi analisa pola pemanfaatan ruang sekaligus menguatkan kelembagaan di tingkat daerah dalam pengendalian pemanfaatan rencana tata ruang wilayah. Di bidang kesehatan.000 kelahiran hidup. Demikian pula dengan status gizi anak balita mengalami perbaikan yang ditandai dengan menurunnya persentase balita yang mengalami kekurangan gizi dari 34. Upaya penurunan AKI juga perlu didukung dengan perbaikan keadaan gizi ibu hamil.9 persen (Susenas 2007). Dengan kondisi ini.02% pada tahun 2005 (Susenas 2007). perlu upaya yang lebih intensif dengan meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. status kesehatan masyarakat terus menunjukkan perbaikan. hal ini antara lain dapat dinilai melalui perbaikan berbagai indikator kesehatan seperti penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 334 (SDKI 1997) menjadi 307 per 100. pendidikan ibu.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003). serta (4) dukungan bagi perumusan kebijakan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam pengurangan risiko bencana. termasuk upaya dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi pandemi. serta peningkatan sarana prasarana transportasi. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang saat ini baru mencapai 71. pencegahan dan pengendalian flu burung memerlukan upaya menyeluruh dan terintegrasi dari segi tata laksana kesehatan hewan dan kesehatan manusia.diperlukannya dukungan yang difokuskan bagi pengembangan usaha kecil dan menengah serta pemulihan infrastruktur perekonomian lokal.4% pada tahun 1999 menjadi 28. Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2008. Flu burung telah menjadi isu global dan nasional karena memiliki dampak besar pada kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa manusia. Namun demikian untuk mencapai sasaran penurunan AKI pada tahun 2009 menjadi 226 per 100.

4 juta orang (2005) menjadi 76. Sehubungan dengan pembangunan keluarga kecil berkualitas. penyernaan ruang isolasi perawatan di 100 rumah sakit rujukan. penguatan laboratorium pengujian. serta melakukan kaji tindak. tahun 2008 menjadi 228 juta jiwa. perlindungan bagi petugas yang berisiko tinggi. peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dasar terutama di daerah tertinggal. pengendalian kuantitas penduduk merupakan salah satu aspek penting untuk menjamin tercapainya penduduk tumbuh seimbang dan pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang. Untuk itu pada tahun 2009 Askeskin perlu terus dilanjutkan dengan jaminan kesehatan pada masyarakat (jamkesmas) untuk meningkatkan akses penduduk miskin dan kurang mampu di kelas III RS dan peiayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas dan jaringannya. Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 205 juta jiwa. Penurunan persentase penduduk muda mengurangi besarnya biaya untuk pemenuhan kebutuhannya sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk membiayai pembangunan bidang lainnya.9 persen (tahun 2006) diperkirakan turun menjadi 47.5 persen pada tahun 2017. dan hingga satu dekade ke depan diperkirakan bertambah sekitar 3 juta jiwa per tahun. Penurunan angka kelahiran dan kematian bayi yang terjadi selama ini telah merubah struktur umur penduduk yaitu persentase penduduk usia produktif terus meningkat sementara persentase penduduk usia non-produktif. terpencil. surveilans epidemiologi. khususnya penduduk muda (0-14 tahun) semakin menurun. Selain itu. Cakupan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan kurang mampu melalui program jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (JPK-MM)/Askeskin terus meningkat yaitu dari 36. Keadaan ini di satu sisi mengindikasikan telah terjadi penurunan persentase penduduk sebagai beban pembangunan (dependenry ratio) sementara di sisi lain juga merupakan keuntungan ekonomi (Bonus Demografi/BD). dan daerah bencana perlu ditingkatkan.4 juta orang (2007). daerah perbatasan. penyediaan obat Oseltamivir. Rasio beban ketergantungan yang sebesar 48. antara lain melalui kegiatan Keluarga . Pada waktu rasio beban ketergantungan mencapai angka terendah ini terbukalah jendela kesempatan (the window of opportunity) untuk Indonesia. Diperkirakan. Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat meskipun laju pertumbuhannya terus menurun. Upaya pencegahan dan penanggulangan di bidang kesehatan manusia yang telah dilaksanakan mencakup penatalaksanaan kasus di rumah sakit.2 persen (tahun 2008) dan terus menurun hingga mencapai titik terendah 44.Renstranas tersebut sedang dalam proses perumusan kembali. Namun demikian kesempatan yang menguntungkan pembangunan itu tidak akan pernah tercapai bahkan akan merugikan bila laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan dan kualitas penduduk tidak ditingkatkan secara terus menerus dan konsisten. BD akan terentang hingga sekitar tahun 2020.

(2) uji coba Sistem Informasi-Penata Usahaan Hasil Hutan (SI-PUHH) dan penatausahaan Provisl Sumber Daya Hutan/Dana Reboisasi (PSDH/DR) berbasis Teknologi Informasi (TI) di 3 Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP). APK pada jenjang pendidikan tinggi (PT) yang mencakup pula perguruan tinggi agama (PTA). upaya penertiban peredaran hasil hutan telah mencapai hasil antara lain: (1) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kayu meningkat sebesar 8 persen dari tahun 2006. antara lain: penyelesaian blueprint peningkatan kapasitas nasional bidang minyak dan gas bumi (migas) sebagai upaya peningkatan kapasitas nasional dalam industri migas.51 persen.Berencana (KB). (3) implementasi penatausahaan SI-PUHH dan PSDH/DR berbasis TI (on-line) di 11 BP2HP. Rasio murid per ruang kelas sebesar 26 untuk SD/MI dan 40 untuk SMP/MTs. penawaran 30 wilayah kerja migas. dan kelompok umur 16-18 tahun sebesar 53. Adapun angka partisipasi sekolah (APS) atau persentase penduduk yang mengikuti pendidikan formal untuk kelompok umur 7-12 tahun tercatat sebesar 97. Selanjutnya. perumusan kebijakan dan regulasi usaha penunjang migas beserta keberpihakannya.9 persen. PPATK di 10 provinsi rawan illegal logging. Pada saat yang sama. angka partisipasi murni (APM) pada jenjang SD/MI dan yang sederajat mencapai 94. dan Universitas Terbuka (UT) adalah sebesar 17.90 persen. BIN. Sementara itu.52 persen dan 60.25 persen. kelompok umur 13-15 tahun sebesar 84. Kejaksaan. Dalam hal perbaikan pengelolaan sumber daya hutan berbagai upaya untuk telah banyak dilakukan oleh pemerintah. rasio murid per guru adalah 21 untuk SD/MI dan 13 untuk SMP/MTs. Perkembangan yang cukup menggembirakan terjadi dalam peningkatan kuantitas fasilitas layanan pendidikan. TNI AL. Kesungguhan Pemerintah tersebut tercermin oleh hasil yang cukup menggembirakan seperti yang terlihat dari peningkatan angka partisipasi pendidikan pada semua jenjang. Sementara itu. (4) dilakukannya monev illegal logging dan monev hasil lelang basil hutan ilegal. Pemerintah secara terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada pembangunan pendidikan.1 persen. Pada tahun 2007. baik secara . Pada tahun 2007 pelaksanaan kegiatan yang dilakukan telah menghasilkan berbagai pencapaian. selama tahun 2007 telah dilakukan beberapa kegiatan. dan (2) penguatan kapasitas kelembagaan Pengamanan Hutan (Pamhut) dan pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di 10 lokasi. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pada jenjang SMP/MTs dan yang sederajat serta SMA/SMK/MA/SMALB/Paket C masing-masing mencapai 92.4 persen. pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral. Dalam pengamanan kawasan hutan telah dilaksanakan antara lain: (1) operasi pengamanan fungsional dan operasi khusus melalui kerja sama dengan POLRI. Sementara itu. dan (5) pengembangan sertifikasi dan pengujian hasil hutan.

terutama Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pemantauan kualitas air. program Debt for Nature Swap dengan Pemerintah Jerman. program energi efisiensi di industri kecil dan menengah. A. penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang terus akan dilakukan untuk memperluas cakupannya. pengendalian pencemaran air serta perlindungan sumber daya air. hasil pelaksanaan agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat terus menunjukkan kemajuan. telah disalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Daerah. Kegiatan-kegiatan ini terutama berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keniagaan migas termasuk niaga umum BBM.31 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 50.53 juta. penandatanganan 26 kontrak kerja sama (KKS) dengan komitmen investasi untuk 3 tahun mendatang sebesar US$ 640. Sementara itu. MASALAH DAN TANTANGAN POKOK TAHUN 2009 Dengan berbagai kemajuan yang dicapai pada tahun 2007 dan perkiraan pada tahun 2008. program pembangunan bersih yang dikoordinasi oleh Komnas Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB). telah dilaksanakan kegiatan Adipura. tahun 2005 terlaksana 28 kegiatan usaha. program kali bersih. pada tahun 2007. Hingga tahun 2007.penawaran langsung ataupun penawaran melalui tender (regular dan direct offer). program langit biru. hasil pelaksanaan agenda pembangunan aman dan damai serta agenda pembangunan adil dan demokratis telah mengarah kepada keadaan yang diinginkan. masih banyak permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia juga telah melaksanakan kegiatan di bidang perlindungan lapisan ozon melalui penghapusan pemakaian bahan perusak ozon (BPO) di berbagai mesin pendingin (chiller) dan memasyarakatkan penggunaan metered dosed inhaler (MDl). Sejak berlakunya UU No. Untuk meningkatkan kapasitas daerah di bidang lingkungan hidup. program menuju Indonesia hijau. Sementara itu. Hal-hal tersebut di atas terus dilanjutkan pada tahun 2008 termasuk membangun fasilitas dan infrastruktur lingkungan. pembangunan bidang lingkungan hidup tetap dilaksanakan dengan menitikberatkan pada pengendalian penggunaan sumber dara alam secara berkelanjutan serta pengendalian praktek perusakan/penurunan kualitas lingkungan. Masalah dan tantangan utama yang . pembinaan tim penilai AMDAL. dari 3 (tiga) agenda pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMN 2004-2009. tahun 2006 terlaksana 32 kegiatan usaha dan tahun 2007 terlaksana 35 kegiatan usaha. program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER). kegiatan pengusahaan migas terus meningkat secara berturut-turut. hasil olahan dan lain sebagainya. serta kebijakan nasional mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim. LPG. Namun demikian. 22 tahun 2001 tentang Migas.2.

upaya pembangunan yang dilakukan masih belum merata dan belum mencapai seluruh masyarakat. Dukungan usaha masyarakat yang terbatas menimbulkan . Persentase penduduk miskin pada Triwulan I Tahun 2008 sebesar 15. jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan masih besar dan penurunannya berjalan lambat. Dukungan yang dibutuhkan terkait dengan jaminan lokasi usaha. MEMBANGUN DAN MENYEMPURNAKAN SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL KHUSUSNYA BAGI MASYARAKAT MISKIN. jwnlah penduduk yang rentan untuk jatuh miskin karena guncangan ekonomi maupun karena bencana alam masih cukup besar. Ketiga. Akses masyarakat terutama masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar.5 juta jiwa orang cacat. Masalah pokok yang dihadapi dalam menurunkan jumlah penduduk miskin antara lain adalah sebagai berikut: Pertama. Kedua. Selain itu. akses terhadap sumberdaya.5 persen dari jumlah penduduk miskin tinggal di perdesaan. meliputi pendidikan.4 persen dan desa miskin/tertinggal mencapai lebih dari 46 persen.8 juta anak telantar. Terkait dengan upaya penurunan jumlah penduduk miskin. Selain itu. Padahal sebesar 63. Kesemuanya ini merupakan masalah dan tantangan yang harus ditangani agar efektifitas penurunan jumlah penduduk miskin dapat ditingkatkan. Tingkat pendapatan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan dukungan bagi perkembangan usaha mereka. prasarana dan sarana fisik perekonomian yang memadai. MENYEMPURNAKAN DAN MEMPERLUAS CAKUPAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi secara bertahap terus meningkat. 2. khususnya bagi yang berada di perdesaan dan luar Jawa.5 juta penduduk lanjut usia. 64 ribu gelandangan dan pengemis. pelaksanaan program pembangunan masih bersifat parsial dan belum terfokus. yang pada akhirnya akan mempengaruhi daya beli masyarakat miskin. kondisi kemiskinan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga-harga kebutuhan pokok dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Maluku dan Papua juga lebih tinggi dibanding di Pulau Jawa. dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola usaha. 2. 145 ribu anak jalanan dan 1. MEMPERKUAT USAHA MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH. kemandirian masyarakat dalam proses pembangunan berbasis masyarakat masih sangat terbatas. Saat ini terdapat 3.8 juta jiwa korban bencana alam. kesehatan. Oleh sebab itu tantangan yang harus dihadapi adalah menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. perumahan serta air bersih dan sanitasi dasar masih terbatas. serta 66 ribu tuna susila yang membutuhkan bantuan dan jaminan sosial.dihadapi pada tahun 2009 diantaranya adalah sebagai berikut. upaya pembangunan dan penyempurnaan sistem perlindungan sosial masih merupakan masalah dan tantangan tersendiri yang harus dipecahkan. dan persentase kemiskinan di luar Pulau Jawa terutama Nusa Tenggara.

Rp 500 juta). Keterbatasan dukungan akses terhadap sumberdaya. . merupakan masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Kondisi tersebut mendorong dikeluarkannya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu percepatan penyaluran kredit/pembiayaan yang berasal dari sumber dana perbankan dengan dukungan penjaminan untuk kredit usaha mikro. dan 121 kabupaten/kota yang APK-nya sekitar 75-90 persen. kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi (Inpres 06/2007). KUR diberikan kepada UMKM dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang bersifat individu. Efektivitas penyaluran KUR dan pendampingannya merupakan tantangan yang harus ditangani secara tepat untuk mendukung upaya perkuatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat. Besarnya kredit/pembiayaan kepada UMKM dan koperasi menjangkau kebutuhan kelompok masyarakat berpendapatan rendah (kredit/pembiayaan di bawah Rp 5 juta) dan kebutuhan kelompok masyarakat yang usahanya terus berkembang (kredit/pembiayaan Rp 5 juta . MENINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDlKAN. Di samping itu. Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang masih membutuhkan upaya keras untuk mencapai target RPJMN 2004-2009. Upaya keras ini perlu dilakukan terutama untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat yang baru mencapai 92. serta arah kebijakan pembangunan kewilayahan yang masih berorientasi pada "inward looking" sehingga menghambat berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini terutama dirasakan oleh masyarakat miskin. antarkota dan desa. kemitraan dan/atau klaster yang layak untuk dibiayai namun belum menjadi nasabah bank. Kelompok masyarakat berpendapatan rendah tersebut pada umumnya tidak memiliki jaminan yang cukup untuk mengakses kredit/pembiayaan perbankan. Program KUR juga dilengkapi dengan pendampingan mulai dari penyiapan proposal kredit sampai dengan penggunaan kredit (pengelolaan keuangan). kelompok. hampir miskin dan tidak mampu yang memiliki kegiatan usaha produktif yang tersebar di berbagai lapangan usaha dan lokasi. akses terhadap pelayanan sosial. pemerataan. Permasalahan utama yang dihadapi bidang pendidikan adalah masih diperlukannya peningkatan akses. kewirausahaan dan kapasitas pengelolaan usaha yang rendah. ekonomi dan politik yang terbatas. Selain tantangan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar. khususnya pembiayaan. Salah satu unsur pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat adalah pendidikan. dan kualitas pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar. Kesenjangan antar daerah tersebut terlihat dari masih adanya 75 kabupaten/kota yang variasi pencapaian APK SMP/MTs/Sederajat kurang dari 75 persen.permasalahan berupa tingkat pendapatan yang rendah. serta antarpenduduk kaya dan miskin. masih ditemui adanya kesenjangan pencapaian APK yang cukup tinggi antar daerah.52 persen pada tahun 2007. meskipun mereka memiliki usaha yang layak secara ekonomi untuk dibiayai.

yang ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian anak balita. penderita TB. Secara persentase angka tersebut memang tidak terlalu besar. Selain pendidikan. Dalam hal ini peran pendidikan nonformal menjadi sangat diperlukan dan harus dapat dimanfaatkan. penyakit menular masih cukup tinggi antara lain ditunjukkan dengan masih tingginya jumlah penderita malaria. terpencil dan perbatasan. kesehatan juga merupakan unsur penting yang menjadi indikator dan sekaligus merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. bayi. serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran yang belum mencukupi. jumlah dan distribusi tenaga kesehatan masih terbatas khususnya di daerah tertinggal. maka upaya yang dilakukan harus lebih besar. terpencil. serta berbagai masalah gizi lain seperti anemia gizi besi. Permasalahan dan tantangan lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah memperkecil kesenjangan antara sasaran dan pencapaian angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 2. kesehatan ibu dan anak masih perlu ditingkatkan. Meskipun pembangunan kesehatan telah dilakukan secara terus menerus.permasalahan dan tantangan lain yang dihadapi di bidang pendidikan adalah besarnya jumlah lulusan SMP/MTs yang karena alasan ekonomi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. dan jumlah kumulatif kasus HIV dan AIDS yang dilaporkan. kejadian demam berdarah dan kejadian luar biasa diare. kasus penyakit flu burung pada manusia. Hal ini disebabkan karena lembaga pendidikan dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi tuntutan masyarakat akibat ketersediaan pendidik berkualitas belum memadai. perbatasan. Pertama. dan kesejahteraannya yang masih terbatas. Ketiga. namun masih terdapat permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dalam bidang kesehatan. misalnya dengan alasan ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Beberapa permasalahan dan tantangan tersebut antara lain adalah sebagai berikut. . dan daerah bencana masih perlu ditingkatkan. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan juga merupakan masalah dan tantangan yang harus diselesaikan. Kedua. sehingga mereka lebih memilih bekeja dibandingkan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah.2 persen. gangguan akibat kurang yodium. akses terhadap pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan penduduk daerah tertinggal. dan balita. MENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN. masalah gizi utama masih memerlukan penanganan intensif seperti kurang energi protein pada ibu hamil. kurang vitamin A dan kurang zat gizi mikro lainnya. namun mengingat proporsi buta aksara terjadi pada penduduk usia 45 tahun ke atas yang umumnya memiliki minat belajar yang rendah. Keempat. persebarannya belum merata. Kelima. Keenam.

makanan dan keamanan pangan masih perlu ditingkatkan. dibandingkan dengan kelompok terkaya sebanyak 2. perbatasan. Sementara di bidang energi dan ketenagalistrikan. dan SDM kesehatan. obat. MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK. pedalaman. psikotropika.0 lebih tinggi daripada kelompok terkaya yang besarnya 2. dan Bali).I. (2) kurangnya keselamatan dan keamanan pelayanan transportasi sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan standar internasional.7 orang.2. berdasarkan distribusi kelompok pengeluaran keluarga. perlu disusun peraturan perundang-undangan untuk mendukung pelayanan kesehatan seperti peraturan perundang-undangan tentang Rumah Sakit. Meskipun upaya peningkatan pelayanan infrastruktur perdesaan telah dilakukan. Di bidang sumber daya air masalah pokok yang dihadapi antara lain adalah belum optimalnya fungsi sarana dan prasarana sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku perdesaan serta pengendalian daya rusak air.ketersediaan obat dan pemanfaatan obat generik serta pengawasan terhadap obat. (3) kurangnya aksesibilitas masyarakat terhadap infrastruktur transportasi terutama di daerah perdesaan. Pola serupa juga ditunjukkan oleh rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup pada perempuan yang pernah menikah yaitu pada kelompok termiskin sebanyak 3. TFR pada kelompok termiskin sekitar 3.1 (DKI Jakarta. (1) rendahnya akses terhadap pelayanan transportasi khususnya untuk masyarakat miskin dan masyarakat yang tinggal di daerah perdesaan. Sulawesi Selatan. Jawa Timur. Ketujuh. masalah pokok yang .3 orang. Hasil Supas 2005 menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan Total Fertility Rate (TFR) di beberapa daerah baik di daerah yang TFR-nya masih di atas rata-rata nasional (Nusa Tenggara Timur. Di bidang transportasi masalah pokok dan tantangan yang dihadapi antara lain. D. Kesejahteraan masyarakat dan kegiatan perekonomian hanya akan dapat ditingkatkan apabila tersedia pelayanan infrastruktur yang memadai. MENINGKATKAN PELAYANAN INFRASTRUKTUR DI DESA SESUAI STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM). Adapun tantangannya adalah ketersediaan air dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat untuk seluruh wilayah Indonesia. dan pulau-pulau kecil melalui pelayanan angkutan yang murah dan terjangkau untuk masyarakat miskin dan masyatakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pedalaman. Kalimantan Selatan. dan Gorontalo) maupun di beberapa daerah yang TFR-nya sudah berada pada tingkat replacement level yaitu TFR kurang dari 2. dan pulau-pulau kecil. Sulawesi Tengah. pedalaman. perbatasan. Yogyakarta. namun masih diperlukan berbagai upaya lanjutan dalam rangka meningkatkan pelayanan infrastruktur perdesaan sesuai dengan standar pelayanan minimum. Disamping itu.

ekonomis dan sosial budaya. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T). jaringan air limbah. Untuk itu tantangannya adalah mengembangkan sumber energi dan kelistrikan yang disesuaikan dengan kondisi demografis dan geografis dengan layak secara finansial. kualitas. MEMPERKUAT LEMBAGA MASYARAKAT DAN PEMANFAATAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH DESA. Di bidang pos dan telematika. menurunnya wilayah jangkauan penyiaran. Keterbatsan akses masyarakat terhadap lahan lebih lanjut menyebabkan keterbatasan akses terhadap sumber permodalan. Kedua.dihadapi. masalah pokok dan tantangan yang dihadapi adalah rendahnya jumlah akses. rendahnya kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah serta harga rumah yang terus meningkat karena meningkatnya harga lahan serta masih adanya ekonomi biaya tinggi (high cost economy) dalam perijinan pembangunan perumahan. Disamping itu masih maraknya sengketa dan konflik pertanahan turut menghambat akses masyarakat perdesaan pada lahan. dan jangkauan layanan pos dan telematika di perdesaan. Terkait dengan telekomunikasi tantangan utamanya adalah perluasan layanan telekomunikasi dan jangkauan penyiaran serta pos hingga ke seluruh pelosok tanah air. . Permasalahan pokok yang dihadapi dalam upaya penguatan lembaga masyarakat dan pemanfaatan kelembagaan pemerintah daerah antara lain sebagai berikut. pemilikan. MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI YANG STABIL. masih lemahnya pelaksanaan prinsip-prinsip good governance oleh pemerintah desa khususnya dalam menciptakan inisiatif-inisiatif pengembangan perekonomian desa dan pelayanan masyarakat. pada kenyataannya masih terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam penguasaan. adalah rendahnya tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana energi dan belum memadainya fasilitas sistem ketenagalistrikan. dan jaringan drainage. merupakan tantangan yang dihadapi dalam perumahan. Selain itu. terutama masyarakat perdesaan. masih lemahnya kelembagaan ekonomi dan organisasi perdesaan yang berbasis masyarakat untuk menggerakan sistem perekonomian dan memperkuat modal sosial. Di bidang perumahan dan permukiman masalah dan tantangan yang dihadapi adalah peningkatan kebutuhan perumahan dan prasarana-sarana permukiman seperti jaringan air minum. Pertama. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini memang tidak mudah karena kondisi demografis dan geografis yang bervariasi dengan persebaran penduduk tidak merata dan potensi energi yang sangat bervariasi. MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT PERDESAAN PADA LAHAN. BERDAYA TAHAN. persampahan. Masalah dan tantangan lain yang dihadapi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap lahan.

agar tidak bertumpu pada empat pasar ekspor tradisional (Jepang. termasuk didukung oleh UKM yang memiliki produktifitas yang tinggi dengan lebih membuka aksesnya terhadap sumberdaya yang produktif. Pertumbuhan ekonomi harus didukung oleh kemajuan sektor-sektor utamanya seperti industri dan pertanian. (v) perlu dilengkapinya peraturan pelaksanaan UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal sehingga memberi kejelasan arahan bagi pelaku usaha. berbagai permasalahan dan tantangan pokok masih harus dihadapi. sehingga ekspor nonmigas . namun kondisi tersebut masih perlu ditingkatkan. (iv) perlunya penyediaan berbagai skema insentif fiskal dan non fiskal guna meningkatkan daya saing usaha nasional. SERTA PARIWISATA. (ix) ditingkatkannya kualitas promosi di dalam dan luar negeri. Dengan mengatasi tantangan ini. tantangan adalah meningkatkan diversifikasi pasar ekspor nonmigas. Untuk menjaga pertumbuhan ekspor secara berkelanjutan. dan Uni Eropa) yang pangsanya sekarang masih sebesar sekitar 50 persen. perkembangan perekonomian semakin baik. Walaupun perkembangan investasi menunjukkan kecenderungan yang meningkat namun upaya peningkatan investasi masih menghadapi permasalahan dan tantangan yang an tara lain: (i) perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik dalam pengurusan perijinan. meskipun kinerja ekspor nonmigas Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. dan (x) masih perlunya pengembangan potensi investasi di daerah. (iii) perlunya peningkatan ketersediaan energi. (viii) masih perlunya peningkatan koordinasi program peningkatan iklim investasi antar pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah. Perkembangan ekonomi juga harus didukung peningkatan daya saing sektor riil yang didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Singapura. investasi dan ekspor harus dapat ditingkatkan. perekonomian yang berkualitas. tingkat ketergantungan ekspor nonmigas terhadap pasar tradisional akan berkurang. (ii) perlunya peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur. MENINGKATKAN DAYA TARIK INVESTASI. (vi) masih diperlukannya optimalisasi penyederhanaan administrasi perpajakan dan kepabeanan. Sejalan dengan perbaikan tersebut. Dari sisi ekspor.DAN BERKUALITAS. dan perekonomian yang stabil dan tahan menghadapi berbagai gejolak dan tekanan. Upaya untuk mendorong kemajuan perekonomian juga harus mempertimbangkan ketersediaan pangan. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan ketersediaan kebutuhan dasar dan pengembangan perdesaaan perlu didukung oleh perekonomian yang lebih maju yang diantaranya ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat secara berkelanjutan. Amerika Serikat. EKSPOR NONMIGAS. (vii) perlu ditingkatkannya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi harus dapat diarahkan pada pertumbuhan yang berkualitas yang dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah penduduk miskin. Dalam beberapa tahun terakhir.

Namun demikian sektor industri masih menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang cukup berat. Sektor industri diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian. keterkaitan antara sektor industri hulu dan sektor industri hilir dengan sektor ekonomi lainnya yang relatif masih lemah. dan belum seluruh pemerintah provinsi. ekspor .Indonesia akan lebih tangguh terhadap perubahan kondisi perekonomian global dan gejolak permintaan di keempat pasar ekspor tersebut. berbagai masalah dan tantangan yang masih harus dihadapi adalah: (i) belum optimalnya kesiapan destinasi pariwisata yang disebabkan terutama oleh pembangunan pariwisata terutama antara kawasan Barat dan Timur yang belum merata dan kurangnya kenyamanan dalam berwisata karena antara lain sarana dan prasarana menuju destinasi pariwisata belum sepenuhnya memadai. agar pertumbuhan utama ekspor nonmigas Indonesia tidak hanya ditopang oleh ekspor komoditas primer yang relatif bernilai tambah lebih rendah dan harganya cenderung lebih berfluktuasi. serta masih terbatasnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur yang mendukung kelancaran arus barang ekspor. (ii) belum optimalnya pemasaran pariwisata yang disebabkan terutama oleh pemanfaatan media massa dalam dan luar negeri baik elektronik maupun cetak serta teknologi informasi sebagai sarana promosi belum maksimal. dan kabupaten mendukung promosi daerahnya sebagai destinasi wisata dan masih adanya berbagai peraturan daerah yang menghambat pengembangan pariwisata. Dari sisi pariwisata. integrasi. masih perlu disempurnakannya proses penyederhanaan prosedur ekspor agar dapat mengurangi ekonomi biaya tinggi dan mempercepat waktu penyelesaian dokumen ekspor-impor. koordinasi. struktur industri hanya didominasi beberapa cabang yang tahapan proses industri dan penciptaan nilai tambahnya pendek. masih besarnya hambatan non tarif di pasar ekspor baik tradisional maupun non tradisional. Permasalahan yang dihadapi sektor industri dan sekaligus merupakan tantangan yang harus diatasi antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap impor baik berupa bahan baku. serta rendahnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. dan sinkronisasi intralembaga dan interlembaga maupun pusat dan daerah dalam pengembangan destinasi dan promosi pariwisata belum maksimal. barang setengah jadi dan komponen. kota. Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi tersebut diharapkan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pariwisata terutama dalam upaya peningkatan kontribusi devisa terhadap perolehan devisa dapat diatasi. bahan penolong. untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Masalah dan tantangan pokok lainnya adalah masih perlunya upaya untuk meningkatkan diversifikasi produk ekspor. MENINGKATKAN MENDORONG KEMAJUAN SEKTOR INDUSTRI. (iii) belum mapannya kemitraan antar pelaku pariwisata yang disebabkan terutama oleh kerja sama pelaku ekonomi-sosial-budaya dengan pelaku pariwisata dan masyarakat belum berlangsung secara optimal.

1 juta. Di sisi lain. Padahal UKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar.produk industri didominasi oleh hanya beberapa cabang industri. Keadaan ini menjadi penghambat . lebih dari 60% kegiatan sektor industri berada di Jawa. 240. antarindustri. pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang banyak menyerap tenaga kerja informal. tenaga kerja formal diharapkan memiliki produktivitas tinggi serta memiliki kualifikasi dan kompetensi seuai dengan permintaan pasar kerja.3 juta. MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DAN AKSES UKM KEPADA SUMBERDAYA PRODUKTIF. namun produktivitas UKM per tenaga kerja hanya sebesar Rp. Masih rendahnya tingkat produktivitas UKM ini selain disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kompetensi kewirausahaan sumber daya manusia. Tantangan ini diikuti dengan pentingnya pemberdayaan UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja informal. MEMPERLUAS KESEMPATAN KERJA. antarsektor dan antar daerah. produksi. Permasalahan dan tantangan pokok yang dihadapi oleh UKM saat ini adalah produktivitas UKM yang meningkat sangat lambat sehingga menyebabkan terjadinya kesenjangan yang masih lebar antar pelaku UKM dengan pelaku usaha besar.5 juta lapangan kerja baru. sangat kecil dibandingkan dengan produktivitas usaha besar yang mencapai sebesar Rp. meskipun UKM memberikan kontribusi yang cukup besar dalam PDB. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi dapat dilaksanakan antara lain dengan pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan melalui pemagangan di tempat kerja. Tantangan ketiga adalah meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal yang mencakup 70 persen dari seluruh pekerja untuk memperkecil kesenjangan tingkat kesejahteraan antara pekerja informal dengan pekerja formal. 12. daya serap tenaga kerja yang mulai meningkat masih diserap oleh lapangan kerja informal. Sebagai gambaran pada tahun 2006. Meskipun jumlah lapangan kerja yang tercipta antara Februari 2007-Februari 2008 sangat tinggi yaitu sekitar 4. dan keterbatasan kepada akses sumber permodalan. teknologi dan pemasaran. dan masih lemahnya peranan kelompok industri kecil dan menengah sebagai industri pendukung.4 juta atau 8. serta peningkatan kualitas pelayanan TKI yang akan bekerja di luar negeri. namun secara absolut jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2008 masih tinggi yaitu mencapai 9. Tantangan kedua adalah mendorong perpindahan pekerja dari pekerjaan yang memiliki produktivitas rendah ke pekerjaan yang memiliki produktivitas tinggi. Tantangan ini berkaitan dengan upaya memberikan kemudahan yang memungkinkan pekerja untuk pindah antar perusahaan. Kondisi di atas menunjukkan bahwa tantangan pertama yang dihadapi adalah menciptakan kesempatan kerja terutama lapangan kerja formal-seluas-luasnya.46 persen dari angkatan kerja. Di samping itu kondisi permesinan di beberapa kelompok industri perlu diperbaharui agar tetap kompetitif di pasar internasional. Tantangan ini tidak mudah karena beberapa tahun terakhir. juga disebabkan karena masih besarnya biaya transaksi dalam kegiatan usaha.

meningkatkan impor apabila diperlukan dan menyempurnakan sistem distribusi bahan pokok. Selain itu. tetapi peningkatan akses pangan di tingkat rumah tangga masih perlu terus . yang cukup memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. kebijakan tarif ekspor dan impor. baik yang didukung oleh sistem transportasi darat. TDL. Tersedianya basis data tentang pusat-pusat produksi. maka upaya untuk mendorong swasembada pangan pokok yang sangat rentan terhadap lonjakan harga dan ketersediaan dalam negeri perlu terus ditingkatkan. bahkan pada beberapa tahun terakhir rata-rata pertumbuhan produksinya masih lebih rendah dari pertumbuhan penduduk. cukup sulit diperoleh dan harganya meningkat tajam. Perkembangan harga bahan pokok yang cepat ini memerlukan pemantauan intensif dan evaluasi seksama. ketahanan pangan masyarakat masih belum didukung dengan meningkatnya akses rumah tangga terhadap pangan. Permasalahan dan tantangannya adalah meningkatkan penyediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan produksi. pertanian dan suku bunga. Di samping itu. persaingan dalam memperoleh berbagai sumberdaya produktif juga semakin meningkat yang diiringi dengan pesatnya mobilitas sumberdaya tersebut serta upaya untuk menumbuhkan wirausaha yang berbasis pengetahuan dan teknologi. stok beserta matarantai distribusinya dan sistem pemantauan yang baik dapat menjaga kelancaran pasokan dan meredam terjadinya lonjakan harga bahan pokok secara berarti serta dapat menghindari terjadinya penimbunan dan penyelewengan distribusi yang mengurangi ketersediaannya. Meskipun akhir-akhir ini produksi pangan sudah meningkat secara signifikan. PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL. kebijakan subsidi khususnya BBM. beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat di beberapa daerah.kemajuan UKM dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing produk. termasuk terhadap sistem distribusi dan stok bahan pokok Pemerintah dan dunia usaha yang tersebar di berbagai daerah serta belum terdata dan terpantau dengan baik. PENGAMANAN PASOKAN BAHAN POKOK. Untuk itu. relatifnya tingginya harga bahan pokok di berbagai daerah yang sulit dijangkau dapat diatasi dengan mempercepat pembangunan dan meningkatkan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun. tetapi permasalahan pangan khususnya masalah distribusi pangan di beberapa lokasi yang terisolir masih saja terjadi. laut maupun udara. Sementara itu. upaya stabilisasi harga bahan pokok memerlukan koordinasi kebijakan ekonomi makro seperti sasaran inflasi. Dalam tahun 2007 dan awal tahun 2008. meningkatkan kreativitas dan inovasi menjadi tantangan yang perlu untuk diatasi dalam mempercepat pertumbuhan UKM. Selanjutnya. Ketahanan Pangan dalam negeri dinilai masih rentan karena pertumbuhan produksi pangan khususnya beras masih belum stabil. Akses pangan bagi rumah tangga relatif meningkat yang diindikasikan dengan semakin menurunnya kasus rawan pangan di tingkat rumah tangga.

Selanjutnya. serta peningkatan biaya pengadaan sarana dan prasarana perikanan baru. perbaikan sistem distribusi dan tataniaga pangan. PERIKANAN DAN KEHUTANAN. dan pulau-pulau kecil akibat pengaruh limbah yang berasal dari daratan dan eksploitasi manusia yang berlebih juga belum dapat secara optimal ditangani. Dengan permasalahan pokok tersebut. Masih rendahnya penguasaan teknologi pengolahan produk pertanian berakibat pada rendahnya nilai tambah produk pertanian. meskipun produksi komoditas pertanian dan perikanan tetap meningkat namun belum memberikan nilai tambah yang memadai untuk masyarakat petani dan nelayan karena kurang berkembangnya industri pertanian. Erat kaitannya dengan ketahanan pangan. serta (3) kerusakan sumber daya pesisir terutama terumbu karang. pendampingan teknologi. Akibatnya. penguatan kemampuan produksi pangan dalam negeri. estuaria. dan kehutanan masih didominasi oleh komoditas bahan baku industri. baik di pusat maupun di tingkat daerah. padang lamun. Dari sisi kehutanan. Penurunan kuantitas dan kualitas ini sebagai akibat dari: (1) kegiatan ilegal fishing yang dilakukan oleh kapal asing dan kapal yang tidak memiliki ijin penangkapan. yang ditunjukkan oleh tingkat utilisasi industri hasil pertanian yang masih sangat rendah. (2) praktek penangkapan dan budidaya ikan yang tidak menggunakan kaidah keberlanjutan masih sering terjadi. pemanfaatan industri hasil pertanian juga relatif belum optimal.dilakukan agar kasus rawan pangan di tingkat rumah tangga semakin jarang terjadi. Permasalahan lain yang dihadapi adalah sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran perikanan terutama yang berada di daerah masih belum memadai. perikanan. peningkatan produksi perikanan masih mengalami beberapa kendala yang disebabkan oleh belum kondusifnya iklim usaha perikanan yang terkait dengan permodalan dan investasi. perikanan dan kehutanan dalam negeri yang menyebabkan ekspor komoditas pertanian. dan lemahnya pengawasan. di sisi lain terjadi pula penurunan kuantitas dan kualitas perikanan tangkap. upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk pembangunan pertanian. Semenrara itu. perikanan. dan kehutanan masih perlu ditingkatkan. Selain penguasaan teknologi. hutan bakau. dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tinggi yang berakibat pada frekwensi operasi nelayan melaut. serta belum memadainya kegiatan penyuluhan. serta perbaikan diversifikasi pola konsumsi pangan masyarakat merupakan tantangan utama yang dihadapi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. kelembagaan. pengembangan sistem insentif yang mampu mempertahankan lahan-lahan produktif dalam memproduksi bahan pangan. peningkatan biaya input pembudidaya ikan/udang. MENINGKATKAN KUALITAS PERTUMBUHAN PERTANIAN. kebutuhan akan produk hasil hutan terutama kayu .

meningkatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran serta meningkatkan kelembagaan. keanekaragaman hayati.700 ribu ha/pertahun. Oleh karena itu pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan harus dapat dikembangkan diantaranya melalui peningkatan partisipasi masyarakat di dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu pengembangan jasa lingkungan dan wisata alam serta pengembangan taman nasional model. hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan. MENINGKATAN KAPASITAS MITIGAS DAN ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM GLOBAL. (ii) memperbaiki pengintegrasikan tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan . sehingga terdapat kesenjangan yang cukup besar antara kapasitas industri yang ada dengan kemampuan penyediaan bahan baku.08 juta ha/tahun sementara itu upaya rehabilitasinya sangat kecil yaitu sekitar 500 . Tantangan yang dihadapi untuk mengatasi masalah ini diantaranya adalah: (i) melengkapi dan lebih mengakuratkan pendataan dan permodelan iklim regional untuk Indonesia untuk memudahkan para perencana pembangunan dan pelaksana pembangunan mengantisipasi dampak terjadinya perubahan iklim. Beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang cukup parah di hampir sebagian besar wilayah. mengendalikan pembalakan liar dengan penegakan hukum terhadap pelaku dan peningkatan kemampuan polisi hutan. Erat kaitannya dengan ketahanan pangan. Oleh karena itu sumber-sumber alternative bahan baku kayu bulat untuk industri harus dapat dikembangkan diantaranya melalui pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI). perubahan musim tanam. ketimpangan tersebut menyebabkan semakin cepatnya kerusakan hutan dan lahan yang ada. perubahan iklim global menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan kekeringan. penyerap karbon. peningkatan suhu dan pasang air laut yang ekstrem yang menyebabkan ketidakpastian nelayan untuk melaut. dan penyedia air bersih belum dimanfaatkan secara maksimal. sumber daya air dan energi. sedangkan manfaat hutan lainya seperti hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan dengan fungsi sebagai penyedia udara bersih. hutan Tanaman Rakyat (HTR). Saat ini laju degradasi hutan telah mencapai 1.dari tahun ke tahun semakin meningkat akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi oleh kemampuan menghasilkan sumber bahan baku yang dibutuhkan. tantangan yang dihadapi adalah mengupayakan rehabilitasi hutan dan lahan secara terus menerus dengan memaksimalkan sumber daya dan dana yang ada. Untuk itu. Saat ini perspektif optimalisasi nilai manfaat hutan masih cenderung kepada pemanfaatan hasil hutan kayu yang merupakan sebagian kecil dari nilai manfaat hutan. Degradasi hutan yang terus menerus terjadi yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan pembalakan liar berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan secara umum.

Permasalahan pokok yang dihadapi pada peningkatan daya saing sektor riil antara lain sebagai berikut. panas bumi dan batubara serta energi baru terbarukan yang masih rendah. serta (6) meningkatkan investasi migas. sumber daya manusia (SDM) dan budaya keselamatan. Di bidang sumber daya air permasalahan dan tantangan pokoknya adalah mengoptimalkan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan industri serta pengendalian daya rusak air. krisis listrik belum dapat teratasi. sehingga pengembangan energi alternatif (gas bumi. Sektor rill merupakan motor penggerak dalam perekonomian. meskipun tidak mudah. kemampuan dan daya saing sektor rill perlu senantiasa ditingkatkan. (2) menciptakan kondisi agar keselamatan dan keamanan pelayanan transportasi dapat memenuhi standar keselamatan dan keamanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan standar internasional. batubara dan terbarukan) terhambat karena besarnya subsidi BBM. Dari sisi ketenagalistrikan.iklim temasuk pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah. (4) meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi yang masih rendah. Di bidang transportasi masalah dan tantangan pokok yang dihadapi adalah: (1) meningkatkan jaminan keselamatan dan keamanan transportasi yang antara lain disebabkan oleh lemahnya regulasi dan kelembagaan. dan pengembangan energi termasuk infrastruktur energi. Oleh sebab itu. serta meningkatan kinerja jaringan irigasi guna memenuhi kebutuhan air usaha tani terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Krisis ini terutama terjadi karena selain masih belum ada sistem ketenagalistrikan nasional untuk menopang peningkatan pembangunan ekonomi secara memadai. serta manajemen transportasi. panas bumi. (3) menciptakan kondisi yang mendorong dunia swasta mau berinvestasi dalam penyelenggaraan melalui restrukturisasi perundang-undangan dan peraturan di bidang transportasi serta perbaikan iklim investasi sehingga tidak ada lagi monopoli dalam pelayanan transportasi. jaringan transmisi dan distribusi yang masih rendah. kelaikan prasarana dan sarana. batubara. (5) Reguiasi yang masih dalam transisi (pembatalan UU Ketenagalistrikan dan penyempurnaan UU Migas). (3) Harga energi konvensional/BBM yang belum mencerminkan keekonomiannya. Terkait dengan bidang energi masalah dan tantangan yang dihadapi adalah. serta (iv) meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam menangani perubahan iklim pengurangan risiko bencana dengan memanfaatkan struktur institusi yang telah ada. juga karena . DUKUNGAN PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIlL. (2) meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan. (1) meningkatkan pemanfaatan energi primer non-BBM untuk kepentingan domestik seperri gas bumi. (iii) meningkatkan dan menseragamkan kepedulian dan pemahaman masyarakat dan aparat pemerintah yang masih rendah dan tidak seragam sehingga pembangunan sejalan dengan tujuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pengurangan risiko bencana.

perdagangan. kawasan pariwisata. masih belum mengalami perkembangan yang berarti. tingkat pemanfaatan infrastruktur dan layanan pos dan telematika ini disebabkan oleh terbatasnya infrastruktur pos dan telematika yang memadai. MENINDAK DAN MENCEGAH TINDAK PIDANA KORUPSI. dalam tahun 2009 masih harus dihadapi berbagai permasalahan dan tantangan pokok yang terkait dengan hal-hal yang tidak secara langsung terkait dengan kesejahteraan rakyat. rendahnya e-literasi. permasalahan dan tantangan yang dihadapi adalah meningkatkan tingkat pemanfaatan infrastruktur dan layanan pos dan telematika yang masih rendah dalam menciptakan peluang ekonomi. yaitu dari hanya sebagai alat komunikasi (konsumtif) menjadi pencipta peluang usaha (produktif). serta menggeser pola penggunaan layanan pos dan telematika. mengingat terbatasnya ketersediaan produksi dalam negeri serta infrastruktur transportasinya. serta tingkat konsumsi BBM yang masih cukup tinggi. keterbatasan ketersediaan pelayanan publik. Selanjutnya. serta masih perlunya penyempurnaan iklim demokrasi. Di samping berbagai permasalahan dan tantangan pokok yang secara langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat.kurang efisiennya sistem dan pengelolaannya. (2) sulitnya melakukan pembebasan lahan dan upaya mencapai titik temu kompensasi lahan yang terkena dampak pembangunan fasilitas ketenagalistrikan juga menjadi tantangan yang setiap tahun terus berlanjut. Permasalahan dan tantangan yang yang dihadapi dalam rangka pemberantasan korupsi khususnya dalam upaya penindakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi adalah mengoptimalkan penanganan kasus . Hal ini tidak mudah karena upaya ini akan dihadapkan pada tantangan tersediri yaitu: (1) sulitnya mencari ketersediaan energi primer yang dibutuhkan seperti batubara dan gas. terbatasnya pengembangan aplikasi dan konten Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lokal. dan kurangnya dukungan dari industri dalam negeri. Oleh sebab itu tantangannya adalah mempercepat pembangunan pembangkit listrik non BBM serta mengembangkan jaringan penyalurannya secara tepat waktu. tingginya ketergantungan kepada teknologi proprietary. Dari sisi pos dan telekomunikasi. Permasalahan dan tantangan pokok tersebut diantaranya adalah masih perlunya berbagai upaya untuk menekan tindak pidana korupsi. di sisi perumahan dan permukiman masalah dan tantangan yang dihadapi adalah masih kurangnya dukungan prasarana-sarana dasar permukiman yang menunjang sektor industri. dan pusat pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan dalam mendukung peningkatan daya saing dalam sektor riil. serta (3) keterbatasan dalam pendanaan karena kepercayaan perbankan internasional dalam menyalurkan pendanaannya dalam investasi pembangkit listrik swasta di Indonesia.

Namun demikian pelaksanaan RAN PK pada ringkat kementrian/lembaga maupun RAD PK pada beberapa daerah belum dilaksanakan secara efektif. dalam kaitannya . Selain itu. Peraturan perundang-undangan untuk mendorong pemberantasan korupsi di Indnonesia masih sangat terbatas dan perlu disempurnakan. LSM dan Perguruan Tinggi. baik itu yang berada di KPK maupun Kejaksaan. Masing-masing kementrian/lembaga diharapkan dapat segera menyusun Rencana Aksi Instansi (RAI) PK dan level pemerintah daerah dapat segera ditetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) PK. Keadaan inilah yang antara lain menyebabkan adanya kesan tebang pilih dalam hal penanganan kasus korupsi yang ada pada saat ini. Keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya tergantung dalam hal penanganan kasus korupsi oleh aparat penegak hukum saja akan tetapi juga perlu adanya dukungan dari masyarakat luas dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi. Meskipun Indonesia telah meratifikasi UNCAC (United Nation Convention Against Corruption) melalui Undang-undang No. Dalam upaya untuk mempercepat pemberantasan korupsi. menyebabkan penanganannyapun memerlukan kerja keras dari aparat penegak hukum. perlu ada upaya untuk meningkatkan pelaksanaan RAN PK baik pada level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. terutama untuk beberapa isu yang menjadi perhatian dalam penyusunan RAN PK dan RAD PK seperti perijinan di bidang investasi. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi yang kemudian diimplementasikan dalam Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PK) 2004-2009 sebagai Living Document yang disusun oleh 92 instansi Pemerintah. Oleh sebab itu. untuk menghindari adanya kesan diskriminasi dalam hal penanganan kasus korupsi maka perlu dilakukan upaya penentuan prioritas kasus yang ditangani dengan lebih akuntabel. MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI. penyelenggaraan pelayanan system administrasi manunggal satu atap (samsat).korupsi. serta pajak. pengadaan barang dan jasa. Oleh sebab itu budaya permisif dari masyarakat terhadap perilaku korupsi harus dapat dihilangkan agar fungsi pengawasan dari masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dapat terlaksana dengan baik. Oleh sebab itu. MENYEMPURNAKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN UNTUK MENDORONG UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI. Oleh karena keterbatasan sumber daya yang tersedia. namun langkah-langkah tindak lanjut dan ratifikasi tersebut belum dilakukan secara optimal. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kesan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. 7 Tahun 2006. Pemberantasan korupsi harus mengikutsertakan semua lapisan masyarakat yang ada. Banyaknya praktek korupsi yang terjadi hampir pada semua bidang. pertanahan. maka penanganan kasus korupsi dilakukan dengan melalui penentuan prioritas khususnya kasus-kasus korupsi yang menarik perhatian masyarakat. telah dikeluarkan Inpres No.

79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian SPM. perpajakan dan kepabeanan dan pengadaan barang dan jasa publik/pemerintah. dalam pelaksanaan reformasi birokrasi masih dihadapi berbagai permasalahan yang sekaligus menjadi tantangan yang harus dapat diatasi untuk memantapkan peran institusi pemerintah. (3) belum dikembangkannya secara maksimal sistem pelayanan informasi dan perizinan penanaman modal terpadu satu pintu secara on line di daerah (provinsi dan kabupaten/kota). (7) belum meratanya penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik pada instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah. (6) masih rendahnya kapasitas pemerintah daerah kabupaten/kota dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik untuk pelayanan penduduk perkotaan akibat pesatnya pertambahan penduduk yang harus dilayani. serta memberikan dukungan pada peningkatan pelayanan dasar dan pelayanan publik. sebagai penjabaran PP No 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan SPM dan Permendagri No. Beberapa permasalahan yang dihadapi di bidang pelayanan publik. diantaranya: (1) belum selesainya proses pembahasan RUU Pelayanan Publik yang merupakan landasan hukum dan kebijakan pelayanan publik secara lebih komprehensif. (2) masih belum optimalnya pelayanan publik di bidang investasi. dan (8) belum terintegrasinya sistem koneksi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem informasi Kementerian/Lembaga karena masih terbatasnya dukungan . Oleh sebab itu upaya untuk menyempurnakan peraturan perundang-undangan harus dapat dilakukan. MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK. Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi diperlukan langkah-langkah yang secara bertahap semakin memantapkan peran institusi birokrasi pemerintah agar mampu berkontribusi dalam mendorong keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional khususnya turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bidang lainnya. Belum adanya peraturan pelaksanaan yang mengatur mengenai mekanisme yang transparan dalam pengembalian aset negara yang dikorupsi serta lembaga yang menanganinya juga menghambat pengembalian aset negara yang dikorupsi. 6 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal. Namun demikian. beberapa peraturan pelaksanaan dalam undang-undang nasional belum lengkap sehingga menyebabkan masih adanya hambatan keterlibatan masyarakat dalam proses pemberantasan korupsi.dengan perlindungan saksi dan korban dan keterbukaan informasi publik. (5) masih belum memadainya kompetensi aparat pemerintah di daerah dalam penerapan SPM. serta Permendagri No. maka pemerintah harus melakukan penyesuaian hukum nasional dengan prinsip-prinsip UNCAC. (4) belum efektif dan efisiennya pelayanan publik kepada masyarakat karena belum adanya Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang sudah disahkan. Sebagai upaya tindak lanjut keanggotaan Indonesia dalam UNCAC tersebut.

baik diklat struktural maupun fungsional. Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan ujung tombak dalam menyediakan pelayanan pada masyarakat yang perlu ditingkatkan kinerja dan kesejahteraannya. (2) kenaikan remunerasi bagi PNS termasuk anggota TNI dan POLRI selama ini masih terbatas pada penambahan penghasilan. maka tantangan bagi pemerintah adalah menentukan langkah-langkah kebijakan yang efektif dan terfokus. (6) melakukan optimalisasi dan perluasan penggunaan teknologi informasi dalam pemberian pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. serta mengembangkan sistem pelayanan informasi dan perizinan penanaman modal terpadu satu pintu secara on-line di daerah. kurikulum dan . Dalam upaya peningkatan kinerja dan kesejahteraan aparatur negara khususnya PNS. (3) menyusun dan menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) untuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dalam rangka memantapkan pelaksanaan pendelegasian kewenangan urusan pemerintahan kepada pemerintah daerah. pengadaan barang dan jasa. diantaranya adalah: (1) disahkannya UU Pelayanan Publik dan dilanjutkan dengan sosialisasi secara luas kepada masyarakat dan penyusunan peraturan pelaksanaannnya. Dengan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas. MENINGKATAN KINERJA DAN KESEJAHTERAAN PNS. tantangan yang dihadapi pada tahun 2009 adalah (i) menyempurnakan sistem diklat. layak dan berbasis kinerja. (2) menyempurnakan dan mengembangkan manajemen pelayanan publik khususnya di bidang investasi. permasalahan yang dihadapi antara lain : (1) sistem pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi PNS. termasuk membangun Unit Pelayanan Investasi Terpadu di daerah dan mengimplementasikan National Single Window (NSW). (5) meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik melalui penyusunan standar pelayanan perkotaan (SPP). khususnya dari sisi kurikulum dan strategi pembelajarannya. Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan profesionalisme PNS dan peningkatan kinerja birokrasi pemerintah.dana dari pemerintah promosi dan kabupaten/kota dalam penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan masih perlu ditingkatkannya keakuratan atau validitas data kependudukan nasional. perpajakan dan kepabeanan. dan (7) mengintegrasikan sistem koneksi nomor induk kependudukan antar instansi terkait sebagai basis data pelayanan publik khususnya pelayanan administrasi kependudukan. (4) meningkatkan kapasitas aparat pemerintahan daerah dalam penerapan standar pelayanan minimal (SPM). Oleh sebab itu. belum mempertimbangkan penyempurnaan struktur penggajian secara adil. tantangan pokok yang dihadapi. transportasi. dalam rangka peningkatan kinerja dan kesejahteraan PNS. (3) UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian perlu disempurnakan sejalan dengan perkembangan kebijakan di bidang penyelenggaraan negara dan tuntutan penataan sumber daya manusia aparatur secara lebih terpadu.

(4) perlunya diupayakannya sinergistas pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan di lingkungan instansi pemerintah. Pemantapan demokrasi pada tahun 2009 diperkirakan masih menghadapi sejumlah permasalahan . antara lain: (1) pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah. Dalam hal ini secara terperinci tantangan yang dihadapi diantaranya adalah sebagai berikut : (1) menerapkan manajemen berbasis kinerja pada lingkungan instansi pemerintah guna meningkatkan akuntabilitas kinerja organisasi. dan masyarakat guna menjamin kualitas dan kinerja penyelenggaraan kepemerintahan. kedudukan dan fungsi. sehingga menimbulkan penilaian publik bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi masih bersifat parsial. sebagai pedoman bagi peningkatan kinerja dan profesionalisme birokrasi pemerintah. dan (3) mengembangkan sistem pengawasan nasional untuk mensinergikan pengawasan internal. Di sisi kelembagaan. eksternal. KETATALAKSANAAN DAN PENGAWASAN APARATUR NEGARA. ketatalaksanaan dan pengawasan aparatur negara adalah memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah pusat dan daerah. tantangan dalam penataan kelembagaan. layak dan berbasis kinerja. dan (2) mengurangi tumpang tindih fungsi lembaga quasi birokrasi/lembaga non struktural menuju terwujudnya efektifitas dan efisiensi kinerja birokrasi.pengembangan strategi pembelajaran untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja dan profesionalisme PNS. (ii) mengembangkan sistem remunerasi pegawai negeri sipil termasuk juga bagi TNI dan POLRI. sehingga berpotensi pada in-efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. kinerja program dan individu pegawai. yang mencerminkan sistem reward and punishment yang adil. ketatalaksanaan. dan pengawasan aparatur negara masih perlu dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pembangunan di berbagai bidang secara efektif dan efisien. terbatas dan belum fokus. Oleh sebab itu. (2) masih perlu ditingkatkannya pemahaman aparat pemerintah tentang pelaksanaan sistem manajemen kinerja instansi pemerintah. MENINGKATKAN PENATAAN KELEMBAGAAN. MEMPERKUAT LEMBAGA PENYELENGGARAAN PEMILU DAN MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT DALAM PEMILU 2009. agar lebih efektif dan mendukung fungsi-fungsi pemerintahan dan pembangunan. Secara lebih rinci. belum didasarkan atas road map atau grand design yang sifatnya komprehensif. dan (iii) melakukan penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kepegawaian khususnya UU No 43/1999. dengan berpedoman pada rencana induk (grand design) reformasi birokrasi dan pedoman-pedoman terkait lainnya. (3) kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan instansi pemerintah masih ditandai tumpang tindih kewenangan. beberapa permasalahan yang masih dihadapi di bidang ini. sejalan dengan adanya kewajiban setiap instansi pemerintah harus memiliki key performance indicator (KPI)/Indikator Kinerja Utama (IKU).

transparansi dan akuntabilitas kelembagaan penyelenggara pemilu perlu diingkatkan agar mampu bekerja secara lebih profesional. MEMANTAPKAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. Pada Pemilu 2009 partisipasi politik diharapkan makin aktif berdasarkan kesadaran politik warga yang lebih tinggi. Keadaan yang tidak memadai pun terjadi pada alat utama Polri. Di lain pihak tantangan KPU untuk memenuhi jadwal pelaksanaan pemilu dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pemilu juga tidak kecil. Di samping itu. Permasalahan dalam mendukung efektifitas pemilu terkait dengan keterbatasan waktu mempersiapkan berbagai proses tahapan akhir penyelenggaraan Pemilu 2009. Oleh karena itulah kapasitas. saat ini dihadapkan pada masalah mendasar. Kekurangan jumlah dan ketidaksiapan alutsista TNI dan Alut Polri ini selain berakibat pada melemahnya efek penggentar (deterent effect) yang merupakan pendukung upaya diplomasi. . bahkan belum mampu memenuhi kekuatan dan gelar minimum essential forces. MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMILU 2009. Oleh karena itu. tantangan bagi pemerintah adalah meningkatkan efektifitas koordinasi antar lembaga untuk memastikan keseluruhan persiapan dukungan Pemilu 2009 dapat dilaksanakan tepat waktu. TNI sebagai kekuatan utama kemampuan pertahanan dan Polri sebagai komponen dasar keamanan dan ketertiban masyarakat. Tindak kejahatan transnasional di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah-wilayah perbatasan masih cukup tinggi seperti narkoba. ilegal logging. juga berakibat pada kapabilitas TNI dan Polri dalam melaksanakan kegiatan tanggap darurat akibat bencana alam. belum tuntasnya penanganan pelaku dan jaringan terorisme yang beroperasi di Indonesia serta belum meredanya aksi-aksi terorisme skala regional maupun global berpeluang meningkatkan aksi-aksi terorisme di dalam negeri terutama dalam menghadapi Pemilu 2009. Di satu pihak masyarakat sangat mengharapkan terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil sehingga dapat mencerminkan secara jernih aspirasi politik rakyat. mengingat waktu yang tersisa menjelang pelaksanaan pemilu cukup terbatas. bersih dan efisien. Tantangan lain adalah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung ketersediaan dan distribusi logistik pemilu tepat waktu dan tepat lokasi. tidak berdasarkan mobilisasi kelompok masyarakat. yaitu jumlah peralatan pertahanan terutama alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan alat utama (alut) Polri yang tidak mencukupi dengan kondisi mayoritas peralatan yang usang secara umur dan teknologi. penyeludupan manusia atau senjata. serta dukungan sarana dan prasarana bagi penyelenggaraan pemilu.dan tantangan. Kemampuan pertahanan nasional belum dapat memberikan efek detterence/penangkal. ilegal fishing. Kondisi tersebut diperburuk oleh kesiapan alutsista yang secara rata-rata hanya mencapai 45 persen dari yang dimiliki.

Pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan harus mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam arti luas. sosial. Dengan demikian tantangan yang dihadapi untuk memecahkan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas adalah: mewujudkan kapasitas alutsista pertahanan dan keamanan skala minimum essential force guna mampu menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan termasuk dalam hal memberikan dukungan pencegahan dan penanggulangan terorisme. yaitu: . tema pembangunan pada tahun 2009 adalah: "PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN" Di dalam melaksanakan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah ini. mencegah tindak kejahatan lintas negara khususnya di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah-wilayah perbatasan yang relatif masih cukup tinggi termasuk mencegah terjadinya demand dan supply narkoba. Prinsip pembangunan berkelanjutan mencakup tiga tiang utama pembangunan yaitu ekonomi. Para jajaran pengelola kegiatan pembangunan dituntut peka terhadap aspirasi masyarakat. aparatur negara. dalam lingkungan yang saling menunjang dan terkait. meningkatkan upaya penangkapan pelaku utama dan jaringan terorisme di Indonesia. jujur dan demokratis adalah tercapainya stabilitas umum keamanaan dalam negeri dan terpenuhinya upaya-upaya khusus dalam mengamankan seluruh rangkaian proses pemilu dari masa persiapan. Dengan demikian akan tumbuh rasa memiliki yang pada gilirannya mendorong masyarakat berpartisipasi aktif.Pengarusutamaan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu tahun 2009. serta tantangan yang dihadapi tahun 2008. Lingkungan hidup yang .Pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan. Namun hal ini dapat menjadi hal yang kontraproduktif terhadap stabilitas keamanan dalam negeri dan jalannya proses Pemilu tahun 2009. TEMA PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009 DAN PENGARUSUTAMAAN Berdasarkan kemajuan yang dicapai dalam tahun 2007 dan perkiraan 2008. tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan pembangunan generasi berikutnya. proses pemungutan dan perhitungan suara.Saat ini pemahaman politik masyarakat sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan masa Pemilu tahun 2004. kampanye. Pembangunan Berkelanjutan adalah proses pembangunan yang bermanfaat tidak hanya untuk generasi sekarang. dan mengupayakan pengamanan rangkaian proses pemilu 2009. B. tantangan mewujudkan Pemilu tahun 2009 yang berkualitas. . terdapat 6 (enam) prinsip-prinsip pengarusutamaan menjadi landasan operasional bagi seluruh. apabila kurang disertai oleh kedewasaan sikap politik masyarakat.

Pengarusutamaan tata pengelolaan yang baik (good governance). kesempatan. Pada dasarnya hak asasi manusia tidak membedakan perempuan dan laki-laki. makin banyaknya keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. dan terbentuknya birokrasi pemerintahan yang professional dan berkinerja tinggi. Penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan akan menyelesaikan berbagai masalah secara efisien dan efektif serta mendorong percepatan keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. serta eksploitasi sumber daya alam yang melebihi daya dukung lingkungan akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang. Pelaksanaan kegiatan pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia secara merata. Perempuan dan laki-laki menjadi mitra sejajar. serta memperoleh manfaat dari pembangunan yang adil dan setara. Terbangunnya tata kepemerintahan yang baik tercermin dari berkurangnya tingkat korupsi. Pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlanjut mutlak harus mempertimbangkan upaya pelestarian sumber daya alam dan daya dukung lingkungannya. Oleh karena masih signifikannya perbedaan pembangunan antara daerah yang sudah relatif maju dengan daerah lainnya yang relatif masih tertinggal. Ketiga unsur tersebut harus bersinergi untuk membangun tata kepemerintahan yang baik di lembaga-lembaga penyelenggara negara (good public governance). Strategi pengarusutamaan gender.lestari merupakan modal dasir pembangunan untuk mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup yang tinggi bagi masyarakat. . dan kontrol. legislatif dan yudikatif. termasuk upaya yang mendukung terhadap antisipasi mitigasi dan adaptasi terhadap perobahan iklim dan pengurangan risiko bencana perlu diintegrasikan kedalam kegiatan prioritas pembangunan nasional terutama pada sektor-sektor pembangunan yang langsung terkait. Tata kepemerintahan yang baik melibatkan tiga pilar yaitu penyelenggara negara termasuk pemerintah. Untuk itu pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan pada kegiatan-kegiatan pembangunan. Tata kepemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan negara mencakup lembaga eksekutif.Pengarusutamaan gender.Pengarusutamaan pengurangan kesenjangan antarwilayah dan percepatan pembangunan daerah tertinggal. dunia usaha. Pelaksanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan tidak memperhitungkan dampak terhadap lingkungan. . . dan masyarakat. Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi perlu terus dilanjutkan secara konsisten. dunia usaha (good corporate governance) dan berbagai kegiatan masyarakat. ditujukan untuk mengurangi kesenjangan gender di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. maka diperlukan pemihakan dalam berbagai aspek pembangunan oleh seluruh sektor terkait secara terpadu untuk percepatan pembangunan daerah-daerah tertinggal . dan memiliki akses.

I. Mengingat kegiatan pembangunan lebih banyak dilakukan di tingkat daerah.PENINGKATAN UPAYA ANTI KORUPSI. Program padat karya produktif dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran. jumlah.Pengarusutamaan desentralisasi dan otonomi daerah. dan secara teknis dan administrasi kegiatan ini harus dapat dipertanggungjawabkan.termasuk kawasan perbatasan. yang sekaligus dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.PERCEPATAN PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS DENGAN MEMPERKUAT DAYA TAHAN EKONOMI YANG DI DUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN. jenis kegiatan. . fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut. Melalui program ini mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan penghasilan (income generating). dan lokasi yang dipilih. DAN ENERGI. C. 3. maka peran Pemerintah Daerah perlu terus semakin ditingkatkan.PENINGKATAN PELAYANAN DASAR DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN. fasilitas sanitasi. Lapangan pekerjaan produktif dalam skema ini adalah pekerjaan manual di bidang pembangunan prasarana seperti jalan. INFRASTRUKTUR. guna lebih mendekatkan pelayanan dan hasil-hasil pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. kemajuan yang dicapai dalam tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008. SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI.Pengarusutamaan padat karya. jembatan. fasilitas air bersih. 2. Mekanisme sistem penyaluran dan dari pengelolaannya akan dilakukan secara transparan. setengah penganggur. Prioritas pembangunan tahun 2009 ini ditempuh dengan sasaran. REFORMASI BIROKRASI. maka prioritas pembangunan nasional pada tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. serta berbagai masalah dan tantangan pokok yang harus dipecahkan dan dihadapi pada tahun 2009. Sejalan dengan itu. Sasaran pemanfaatan program ini adalah penduduk miskin yang untuk sementara waktu sedang menganggur atau setengah menganggur. serta penentuan upah dalam pekerjaan yang dirancang di bawah upah minimum yang berlaku di daerah tersebut. . PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. dan masalah kemiskinan sementara (transient poverty).PENINGKATAN PELAYANAN DASAR DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN . maka kegiatan pembangunan akan lebih berdayaguna dan berhasilguna melalui pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah termasuk pendesentralisasian pelayanan-pelayanan kementerian/lembaga yang sebenarnya sudah dapat dan layak dikelola oleh daerah. PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2009 Berdasarkan sasaran yang harus dicapai dalam RPJM Tahun 2004 -2009. Penetapan kelompok sasaran. dan lain-lain.

00 persen. PNPM Mandiri: (i) mencakup seluruh kecamatan baik di perdesaan maupun di perkotaan.Meningkatnya perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. 2. meningkatnya angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun menjadi 99. 5.Meningkatnya pemberdayaan ekonomi.Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menjadi 87 persen. dan meningkatnya APS penduduk usia 13-15 tahun menjadi 96.Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang diukur dengan meningkatnya APK jenjang SMA/SMK/MA/Paket C setara SMA menjadi 69.Terselenggaranya penguatan kelembagaan ekonomi. sosial dan budaya pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir. antara daerah maju dan daerah tertinggal.Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan dasar yang diukur dengan meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) jenjang SD termasuk SDLB/MI/Paket A setara SD menjadi 115.Meningkatnya pengembangan agroindustri perdesaan.00 persen.64 persen.00 persen. 3.Meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antarkelompok masyarakat termasuk antara perkotaan dan perdesaan.34 persen. 3. 3.SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan pada tahun 2009 adalah sebagai berikut: Kemiskinan 1. 2. serta antara penduduk laki-laki dan perempuan.Terlaksananya program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.09 persen.76 persen dan 95. dan meningkatnya APK jenjang pendidikan tinggi menjadi 18.Menurunnya angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas menjadi 5.Tersedianya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ekonomi Usaha Rakyat 1. serta meningkatnya kesejahteraan pendidik.Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal (K4) menjadi 90 persen. (ii) meningkatnya harmonisasi program PNPM Penguatan ke dalam PNPM Mandiri. 2. meningkatnya APK jenjang SMP/MTs/Paket B setara SMP menjadi 98. 4.Meningkatnya proporsi pendidik yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan standar kompetensi yang disyaratkan. antara penduduk kaya dan penduduk miskin.Meningkatnya kesejahteraan masyarakat. 2. khususnya masyarakat miskin. Pendidikan 1. dan .57 persen. Kesehatan 1.Tersedianya subsidi beras bagi masyarakat miskin (Raskin). sehingga diharapkan angka kemiskinan dapat diturunkan menjadi 12-14 persen. bersamaan dengan makin berkembangnya budaya baca. 5. 4.

meningkatnya persentase rumah sakit yang terakreditasi menjadi 75 persen.Meningkatnya persentase penderita demam berdarah (DBD) yang ditemukan dan ditangani menjadi 100 persen. 9. 11.Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe menjadi 90 persen. 8.2 persen. 17.Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita.Meningkatnya persentase rumah sakit yang memiliki pelayanan gawat darurat yang memenuhi standar mutu menjadi 90 persen. 5. persentase rumah sakit yang melaksanakan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK) menjadi 75 persen.Menurunnya Total Fertility Rate (TFR) menjadi sekitar 2.cakupan kunjungan neonatus (KN) menjadi 87 persen dan cakupan kunjungan bayi menjadi 87 persen.Tersedianya jumlah tenaga kesehatan dan kader kesehatan di 26. 7.1 juta peserta. 16.Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dalam rangka cara pembuatan obat yang baik (CPOB) menjadi 45 persen.16 per wanita. 3. 10.Meningkatnya angka penemuan Acute Flaccid Paralysis menjadi ≥ 2 per 100 ribu anak usia kurang dari 15 tahun.Meningkatnya persentase penderita flu burung yang ditemukan dan ditangani menjadi 100 persen.Meningkatnya persentase penderita malaria yang ditemukan dan diobati menjadi 100 persen. 13.Terlaksananya pengujian sampel obat dan makanan sebanyak 97 ribu sampel.Menurunnya Case Fatality Rate diare saat KLB mencakup < 1.Meningkatnya Case Detection Rate TB mencakup > 70 persen. 6. .Meningkatnya persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) menjadi 98 persen.Meningkatnya jumlah peserta KB Aktif (PA) menjadi sekitar 30.Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III Rumah Sakit dan pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di puskesmas dan jaringannya menjadi 100 persen. 19. 20.740 orang dan 300 orang senior residen yang didayagunakan.Merungkatnya persentase balita yang mendapatkan Vitamin A mencapai 80 persen.000 desa siaga. 18.Meningkatnya persentase bayi yang mendapat ASI Eksklusif menjadi 80 persen. 4. 15. Keluarga Berencana 1. 14.Tersedianyan dokter spesialis yang dididik sebanyak 1. 2. 12.Meningkatnya persentase orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ditemukan dan mendapat pertolongan Anti Retroviral Treatment (ART) menjadi 100 persen.

5 juta.9 juta peserta.3 juta keluarga Sumber Daya Air 1. angin.Meningkatnya aksesibilitas pelayanan transportasi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat melalui pembangunan prasarana dan penyediaan sarana angkutan transportasi di wilayah perkotaan.Optimalnya fungsi tampungan. Terbangunnya tampungan untuk air baku 3.Meningkatnya jumlah keluarga pra-sejahtera dan KS I anggota Usaha Penigkatatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang aktif berusaha menjadi sekitar 1. pedalaman dan kawasan perbatasan. Energi 1.Meningkatnya jumlah keluarga lansia yang aktif mengikuti kegiatan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi 1. pemberian subsidi operasi keperintisan dan penyediaan kompensasi untuk public service obligation (PSO). dan 12.6 persen dari peserta KB aktif. . daerah terpencil.0 juta.Meningkatnya peserta KB Pria menjadi sekitar 3.Meningkatnya jumlah keluarga remaja yang aktif mengikuti kegiatan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) menjadi 1.Menurunnya unmet-need menjadi sekitar 6. 8.Terbangunnya dan optimalnya prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan 5. 9. 6. perdesaan. surya.Terlayaninya peserta KB Baru (PB) sekitar 6.9 juta.Meningkatnya usia kawin pertama perempuan menjadi sekitar 21 tahun.4 persen dari seluruh Pasangan Usia Subur (PUS). 5. 10.3. dan bahan bakar nabati) beserta kelembagaannya untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. serta pulau-pulau kecil dan pulau terluar dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dan mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional. 7. 11.Optimalnya fungsi sarana/prasarana pengendali banjir dan prasarana pengaman pantai Transportasi 1.Meningkatnya keluarga balita yang aktif melakukan pembinaan tumbuh kembang anak melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) menjadi 2.1 juta.Terlayaninya peserta KB baru dari keluarga miskin Keluarga Pra Sejahtera/KPS dan Keluarga Sejahtera I/KS 1) sekitar 2. prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku 4.Pemenuhan kebutuhan energi terutama di perdesaan dan pulau-pulau terpencil untuk masa datang dalam jumlah yang memadai dan berkesinambungan. termasuk penyediaan angkutan massal. 4. melalui peningkatan pemanfaatan sumber energi setempat yang terbarukan (mikro hidro.Terbangunnya pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku 2.0 juta peserta.Terbinanya peserta KB aktif miskin (KPS dan KSI) sekitar 12.

skala regional dan sistem terpusat. 4.Meningkatnya rasio elektrifikasi menjadi sebesar 65 persen dan rasio elektrifikasi perdesaan menjadi sebesar 94 persen 2. Perumahan dan Permukiman 1. fasilitasi dan stimulasi pembangunan baru.: .Berkembangnya partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai wilayah dalam pengembangan ketenagalistrikan di daerah khususnya untuk pengembangan listrik perdesaan. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) yang berkeadilan dan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah.Meningkatnya cakupan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan (air limbah. serta 3. penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah susun sederhana (RSH) dan rumah susun. Pos dan Telematika 1. 2. dan desa eks-transmigrasi.Meningkatnya kapasitas aparatur Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam pembangunan kawasan perdesaan.Meningkatkan penyediaan hunian sewa/milik yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembangunan rumah susun sederhana sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya.Tersedianya layanan pos di 93% kantor pos cabang luar kota. 2. serta peningkatan kualitas lingkungan perumahan. Pertanahan 1. 3. siaran televisi di 19 provinsi wilayah blank spot dan perbatasan. 2. fasilitasi pembangunan dan perbaikan perumahan swadaya. dan penyediaan prasarana-sarana dasar di permukiman kumuh.Tertatanya struktur penguasaan tanah yang adil dan mendukung perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penataan penguasaan. persampahan dan drainage) melalui pembangunan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat.Meningkatnya pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk menunjang kawasan ekonomi dan pariwisata melalui pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan pada kawasan strategis. pemilikan.Meningkatnya kemampuan swadaya masyarakat dalam mengelola sistem ketenagalistrikan didaerahnya. desa nelayan.Terfasilitasinya penguatan kelembagaan dan pemantauan unit pengaduan masyarakat. layanan telekomunikasi di 100% wilayah USO. Kelembagaan Masyarakat dan Pemerintah Desa 1.Ketenagalistrikan 1.Meningkatnya kepastian hukum hak atas tanah masyarakat melalui percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah terutama untuk membuka akses masyarakat miskin terhadap pemilikan sertifikat. desa tradisional.Meningkatnya penggunaan produksi listrik di wilayah perdesaan yang menggunakan energi terbarukan setempat. perbaikan rumah.

000 jiwa dan Bahan Bangunan Rumah (BRR) 12. j)Beasiswa untuk siswa miskin SMA dengan target 387. 3. . pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi usaha rakyat.200 siswa.Meningkatnya pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat desa. FOKUS. b)Penyempurnaan Pelaksanaan Bantuan Tunai Bagi Rumah Tangga Sangat Miskin yang Memenuhi Persyaratan dengan target 750. yang didukung dengan peningkatan pelayanan dan infrastruktur dasar. 4. n)Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin di Perguran Tinggi Agama dengan target 65 ribu orang.3.000 siswa.000 RTSM di 13 provinsi.25 juta jiwa.320 korban napza. dan 5.500 lanjut usia terlantar. h)Beasiswa untuk Siswa Miskin MI dengan target 640.000 KK di 33 provinsi.000 siswa.231 mahasiswa.4 juta penduduk miskin. i)Beasiswa untuk Siswa Miskin MTs dengan target 540.060 tuna sosial. Serta Bantuan Belajar dan Daerah Konflik dan Bencana dengan target 249. 10 provinsi & 50 kab/kota. 1)Beasiswa untuk Siswa Miskin MA dengan target 320.Meningkatnya kelembagaan pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan.000 anak.086 penyandang cacat di 33 Provinsi. Arah kebijakan untuk mencapai sasaran di atas ditempuh melalui berbagai program pembangunan dengan fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut: Fokus 1. c)Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar Bagi Anak. e)Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan/ Anak (P2TP2A) dengan target terlaksananya fasilitasi pembentukan P2TP2A di 40 kab/kota.800 siswa. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran tersebut ditempuh arah kebijakan yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu: perlindungan sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat . o)Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin di kelas III Rumah sakit dengan target 76. ARAH KEBIJAKAN. 14.796.miskin. k)Beasiswa untuk siswa miskin SMK dengan target 512. Lanjut Usia dan Penyandang Cacat dengan target layanan terhadap 50.922 siswa. t)Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SMP dengan target 998.078 siswa. d)Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anak (PUA) dengan target PUG di 18 K/L.Pembangunan dan Penyempurnaan Sistem Perlindungan Sosial Khususnya Bagi Masyarakat Miskin a)Penyempurnaan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Sosial dengan target bantuan kepada korban bencana alam 5. 11. korban bencana sosial 350. g)Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD dengan target 1. m)Penyediaan Beasiswa Untuk Mahasiswa Miskin dan Peningkatan Prestasi Akademik.000 siswa.

Pengembangan SRI 50 paket. irigasi tanah dangkal 400 unit. Reklamasi lahan 4.500 ha. cetak sawah 25.000 ha. f)Penanganan Rehab dan Rekonstruksi Rumah Pasca Gempa Bumi di Provinsi DIY & Jateng dengan target terlaksananya Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Provinsi Yogyakarta dan Jateng. jalan produksi 300 km. g)Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian dengan target JITUT 70. DRIP IRRIGATION) 6 paket. JIDES 40.p)Pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya dengan target seluruh penduduk yang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya. pengembangan HMT 3. serta ayoman melalui perluasan akses dan peningkatan kualitas pelayanan KB.200 desa.000 bdg. JUT 470 km.886 kecamatan (BLM & T/A). e)Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Perkotaan dengan target 285 kelurahan di 32 kab/kota. Balai Subak 20 unit. . Konservasi DAS 15. TAM 20. b)Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PNPM Perkotaan) dengan target pemberdayaan di 1. sebanyak 20 kg per RTM selama 12 bulan. MOP/MOW) dan 9. peral bun 4.072 kecamatan. dan Rumah Tangga Hampir Miskin di 33 provinsi.000 ha.000 ha. padang pengembalaan 500 ha.000 ha.589. irr bertekanan 135 unit. pendampingan cetak sawah 25 kab. pil.000 ha.500 ha. PISP. peral horti 3.500 ha.000 ha.500 ha.700 PA Miskin (suntik. kondom). Irigasi air permukaan 205 unit.Penyempurnaan dan Perluasan Cakupan Program Pembangunan Berbasis Masyarakat a)Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan PNPM Perdesaan dengan Kecamatan Grant (PNPM Perdesaan) dengan target pemberdayaan di 2. t)Penyediaan Bantuan Langsung Tunai dengan target rumah tangga sasaran yang mencakup Rumah Tangga Sangat Miskin. IUD. embung 200 unit. PHLN (WISMP. POST TSUNAMI. PLTB di lahan rawa 500 ha. PNPM) dengan target pemberdayaan di 237 kecamatan. pengembangan dampak SRI 50 unit. IDB. NTB-WRMP. Konservasi lahan 500 ha.1 juta masyarakat miskin.000 ha. Rumah Tangga Miskin. irr tanah dalam 50 unit. fasilitasi sertifikasi lahan petani 25. q)Pembiayaan jaminan kesehatan dengan target 100 persen klaim pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terverifikasi. Optimalisasi lahan 21. Fokus 2. pembukaan lahan kering 2. pompa hydram 8 unit.900 PB Miskin (Implant. r)Jaminan Pelayanan KB Berkualitas Bagi Rakyat Miskin dengan target tersedianya Alokon dan pelayanan Kontap gratis bagi 916. d)Peningkatan Infrastruktur Pedesaan Skala Komunitas (PPIP /RIS-PNPM) dengan target pemberdayaan di 3. s)Penyediaan Subsidi Beras untuk Masyarakat Miskin (Raskin) dengan target penyediaan beras untuk 19. c)Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (RISE. Sumur resapan 450 unit.

800 Koperasi/LKM. dan pemberdayaan sosial melalui bantuan modal usaha KUBE. Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil a) Penjaminan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).000 desa. j)Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus dengan target pemberdayaan masyarakat di 32 kabupaten tertinggal.234 KK fakir miskin. k)Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (P2IPDT) dengan target penyediaan prasarana perdesaan di 800 desa tertinggal di 148 kabupaten.h)Penguatan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Melalui LM3 dengan target tersalurkannya bantuan permodalan kepada 200 lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat (LM3).000 Koperasi/LKM. terselenggaranya pengembangan hortikultura melalui LM3 dan bantuan sosial pada 32 kawasan dan sentra produksi hortikultura potensial lainnya di 33 provinsi.700 UMI. 2 paket pelatihan @ 16 orang/kab (2. i)Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) dengan target fasilitasi dan pengembangan PUAP di 10. e)Pelatihan Fasilitator Budaya/Motivasi Usaha dan Teknis Manajeman Usaha Mikro Melalui Koperasi dengan target 1. m)Pemberdayaan keluarga. g)Fasilitasi Pengembangan Pemasaran Usaha Mikro Melalui Koperasi dengan target 4. i)Pemberdayaan Ekonomi.850 unit PLTS di 952 desa tertinggal. 29. l)Percepatan Pembangunan Sosial Ekonomi Daerah Tertinggal (P2SEDT) dengan target 14.300 UMI.565 keluarga muda mandiri di 33 provinsi.448 peserta). c)Penyediaan Dana Bergulir Untuk kegiatan Produktif Skala Usaha Mikro Dengan Pola Bagi Hasil/Syariah dan Konvensional Termasuk Perempuan Pengusaha dengan target 75. bantuan sosial ke 1.150 KK komunitas adat terpencil. d)Bimbingan Teknis/Pendampingan dan Pelatihan Pengelola LKM/KSP dengan target 2. LM3 kambing/domba 53 klp dan SDM 250 klp. 148 kabupaten.300 keluarga rentan sosial ekonomi. 3.000 UMi/3. dan fasilitasi 150 LM3 pengolahan dan pemasaran hasil. f)Pembinaan Sentra-Sentra Produksi UMKM di Daerah Terisolir dan Tertinggal/Perbatasan dengan target 60 sentra/1. Fokus 3. h)Penyediaan Dana Melalui Koperasi Untuk Pengadaan Sarana Produksi Bersama Anggota dengan target 125 koperasi.044 desa tertinggal di 186 kecamatan. Sosial dan Budaya Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir dengan target Pemberdayaan ekonomi masyarakat .800 kader penggerak pembangunan. fakir miskin melalui keterampilan usaha dan pemberdayaan KAT dengan target 101.000 koperasi. 12. 6. b)Penyediaan Skim Penjaminan Kredit UMKM termasuk untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target tersedianya pendampingan kepada 3.480 kelompok masyarakat.500 UKM oleh 500 BDS. 1. pengembangan LM3 Peternakan 340 klp.

Pengolahan pakan temak di 15 Kab. pengolahan hasil horti di 50 kab. i)Pembangunan SD-SMP satu atap dengan target 750 unit. m)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh dengan target 2 paket. k)Pembangunan RKB SMP dengan target 8.751 siswa.822 siswa.465. c)Penyediaan Bas Jenjang Pendidikan Dasar (MI/MTs) dengan target 6. pengolahan hasil ternak di 15 kab. UPJA Penetas Unggas dan Pengolah Pakan 25 klp.700. pembukaan ULIB Baru 300 unit. penyediaan sarana perikanan tangkap di 33 provinsi dan meningkatnya akses permodalan di 5 lokasi. n)Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah Tertinggal (P2KPDT) dengan target berkembangnya kawasan produksi pada 120 kabupaten (termasuk kabupaten NAD-Nias ex. berkembangnya usaha perikanan budidaya di 200 kab/kota. e)Penyediaan Buku Pelajaran SMP dengan target 6. l)Bantuan Pembangunan MI melalui MEDP (ADB) dengan target 205 MI. f)Penyediaan Buku Pelajaran jenjang Pendidikan Dasar (Bos Buku) MI dan MTs dengan target 6.751 siswa. h)Rehabilitasi ruang kelas MI dan MTs dengan target 1. peningkatan pelayanan investasi hortikultura melalui PATIH (Fasilitasi Investasi) terpadu di 32 kawasan daerah sentra produksi potensial lainnya pada 33 provinsi.100 ruang. o)Percepatan Pembangunan Pusat Pertumbuhan Daerah Tertinggal (P4DT) dengan target berkembangnya pusat pertumbuhan berbasis lokal pada 44 kabupaten melalui 816 kelompok masyarakat di 204 desa tertinggal.142. .000 ruang. l)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Tertinggal dengan target 2 paket. serta pemberdayaan perempuan pesisir /lembaga adat. j)Pembangunan USB SMP dengan target 350 unit.130. b)Melanjutkan Penyediaan BOS SMP untuk 9.417 siswa.955 siswa. BRR) melalui 1.Pemantapan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang Berkualitas Khususnya Bagi Daerah yang Kinerja Pendidikannya Masih Tertinggal a)Melanjutkan Penyediaan BOS SD unruk 27.pesisir di 100 kab/kota.142. Industri pengolahan berbasis tepung lokal 29 kab. d)Penyediaan Buku Pelajaran SD dengan target 19. g)Rehabilitasi Sarana dan Prasarana SMP dengan target 5. Fokus 4. j)Pengembangan Agroindustri Terpadu dengan target peningkatan daya saing komoditas hortikultura melalui pembenahan SCM di 62 kab/kota di 22 provinsi.292 siswa.657.900 unit. Integrasi Tanaman-ternak sapi/kerbau 22 klp. Pengolahan hasil bun di 40 kab.440 kelompok masyarakat di 360 desa tertinggal. p)Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Agropolitan dengan target terlaksananya pengembangan di 55 kawasan agropolitan (lanjutan). k)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Perbatasan dengan: target 1 paket.

h)Bantuan Pembangunan MA me1alui MEDP (ADB) dengan target 549 unit. l)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMK dengan target 50 PKT.548 sekolah.727.500 sekolah. r)Penyelenggaraan Paket A setara SD dengan target 90. Rekayasa Sosial.900 sekolah. k)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMA dengan target 50 paket. e)Pembangunan USB SMK dengan target 225 lokasi. j)Pembangunan Perpustakaan.Peningkatan Mutu Dan Relevansi Pendidikan Menengah.000 paket.854 Siswa.m)Bantuan Pembangunan MTs melalui MEDP (ADB) dengan target 237 MTs.000 orang. Jurnal Internasional.000 orang.000 sekolah. c)Rehabilitasi ruang ke1as MA dengan target 850 unit. u)Penyelenggaraan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) SD dengan target 5. Teknologi Tepat Guna. s)Penyelenggaraan Paket B setara SMP dengan target 410.618.500 ruang. p)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMP dengan target 3. r)Pelaksanaan penelitian di Perguruan Tinggi (yang menghasilkan Patent. y)Penyusunan/Pengembangan kurikulum/Bahan ajar/model pembelajaran dengan target 461 Kab/Kota. Dan Non Formal a) Rehabilitasi Ruang Kelas SMA dengan target 970 paket.786.396 sekolah. i)Pembangunan Perpustakaan. w)Akreditasi Sekolah Jenjang SD dengan target 32. o)Pembangunan Laboratorium IPA dan Perpustakaan SMP dengan target 3. f) Pembangunan RKB SMA dengan target 1.559 siswa.693 siswa. q)Pengembangan bidang keilmuan (Rumah Sakit Pendidikan) PTN dengan target 13 PT. t)Penyelenggaraan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus dengan target 84.200 paket. Foktus 5. x)Akreditasi Sekolah Jenjang SMP dengan target 8.139 siswa.700 PKT. Laboratorium dan Workshop SMK dengan target 225 PKT. q)Pembangunan Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar SD dengan target 6.059. g)Pembangunan RKB SMK dengan target 5. Laboratorium dan Workshop SMA dengan target 499 PKT. b)Rehabilitasi Ruang Kelas SMK dengan target 1. o)Akreditasi Sekolah jenjang pendidikan Menengah dengan target 5.000 ruang. n)Penyediaan Peralatan Lab SMP dengan target 3. Tinggi. v)Penyelenggaraan UN SMP dengan target 3.773 siswa. n)Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK [siswa] dengan target 2. m)Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMA (Sekolah) dengan target 1. Kebijakan . p)Penyelenggaraan UN Jenjang Pendidikan Menengah dengan target 3. d)Pembangunan USB SMA dengan target 50 paket.750 ruang.

000 dosen dan baru 1. y)Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pembangunan Lembaga PAUD dan Penyediaan Bahan Ajar dan Alat Permainan Edukasi dengan target 9.0000 dosen. 50. e)Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S1 dengan target 2. h)Pengembangan Kemitraan Antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Dengan Sekolah Untuk Mendukung Wajib Belajar 9 Tahun dengan target 11.000 orang. Fokus 6.000 orang. Metodologi.500 dosen.000 orang. j)Percepatan Sertifikasi Guru Madrasah dengan target 90.000 eksemplar bahan bacaan. k)Percepatan Sertifikasi Dosen (PTA) dengan target 2. x)Penyelenggaraan Kursus dan Magang dengan target 200.389 dosen dengan rincian lanjutan 11. l)Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Non PNS (Jenjang Pendidikan Dasar) dengan target 341. b)Percepatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik (menengah) dengan target 10.389 dosen dan baru 6. f)Peningkatan kualifikasi akademik dosen PT (LN) dengan target 2.000 dosen. g)Peningkatan Mutu dan Profesionalisme guru dengan target 11.900 orang. s)Pengadaan Peralatan Laboratorium PT dengan target 164 paket. c)Peningkatan kualifikasi akademik dosen PT (DN) dengan target 17.Publik. z)Perluasan akses dan mutu TK (subsidi TK-SD satu atap) dengan target 596 TK. v)Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Fungsional dengan target 900. w)Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan (paket C) dengan target 35. Karya Seni dan Buku Ajar) dengan target 445 Judul.500 orang dengan rincian lanjutan 1.000 ORG.000 m2. t)Pembangunan gedung dan lab baru PT dengan target 175.000 lembaga. bb)Bantuan Fasilitasi Perpustakaan Keliling kepada Perpustakaan Umum Kab/Kota dengan target terlaksananya fasilitasi 60 unit perpustakaan keliling di 60 kabupaten/kota. Merdeka Selatan tahap I. u)Pendirian dan Peningkatan Kapasitas Politeknik dengan target 41 politeknik.000 ORG.Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Pendidik a)Percepatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik (dikedas) dengan target 270. i)Percepatan Sertifikasi Akademik Bagi Guru dalam jabatan melalui sistem portfolio dengan target 200. m)Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Non PNS (Jenjang Pendidikan . d)Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S2 dengan target 2. aa)Penyediaan Fasilitas.267 KK.143 orang. Pengadaan 1 perangkat e-library untuk 32 provinsi.000 orang.000 orang.790 orang. Koleksi dan Layanan Perpustakaan dengan target terlaksananya pembangunan gedung layanan perpustakaan terbuka Jl.465 guru.

bayi dan anak balita dengan target penanganan gizi kurang dan gizi buruk (500 ribu anak 6-24 bulan).101 orang. dan 200 bidan komunitas. d)Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (penanggulangan Penyakit Menular) dengan target 100% penderita DBD.445 orang. Malaria.Menengah) dengan target 196. terlaksananya pelayanan penanggulangan flu burung di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI). pencegahan GAKY diukur dengan keluarga yang mengkonsumsi garam beryodium yang cukup (80%).740 orang dokter spesialis dan dan 340 mitra dokter spesialis.114 Puskesmas dan jaringannya. r)Tunjangan profesi dosen dengan target 12. f)Pengembangan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat) desa siaga dengan target terlatihnya 52.831 orang. pemberian Fe (90%).349 orang. q)Tunjangan Profesi Guru (Madrasah) NonPNS dengan target 46. c)Pembiayaan Jaminan Kesehatan dengan target 100% klaim pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terverifikasi.Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Anak. 100% HIV/AIDS yang ditemukan dan mendapat pengobatan. 330 RS Rujukan PONEK.Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan a)Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Dasar termasuk biaya operasional dengan target tersedianya biaya operasional di 8.348 orang. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 87%. serta terlaksananya pelayanan kesehatan haji. . d)Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana dengan target tersedianya 4 RS World Class. kunjungan neonatus (KN) 87%. Kekurangan Gizi dan Pemberantasan Penyakit Menular. 75 RS rujukan Unit Gawat Darurat (UGD). Fokus 8. b)Pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dengan target terlaksananya pendidikan 1. p)Tunjangan profesi guru menengah dengan target 63. 33 RS Rujukan Unit Tranfusi Darah UID). dan cakupan kunjungan bayi 87%. n)Tunjangan Fungsional Guru Non PNS RA/MI/MTs/MA dengan target 501. a)Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak (KIA) dengan target cakupan pelayanan antenatal (K4) 90%.500 dosen. b)Penanggulangan Krisis dengan target tertanggulanginya masalah kesehatan di daerah bencana.000 kader di desa siaga. o)Tunjangan profesi guru dengan target 307. Fokus 7. e)Penanggulangan penyakit flu burung dan kesiapsiagaan pandemi influenza dengan target 100% penderita flu burung yang ditemukan tertangani. pemberian vitamin A (80%). 80% angka kesembuhan TB dan 95% UCI desa. dan 20 RS Lapangan di daerah terpencil dan perbatasan. c)Penanganan Masalah Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada ibu hamil dan menyusui.

terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya. serta ditempatkannya 300 residen senior. b)Pengujian laboratorium Sampel obat. 1 juta keluarga menjadi anggota BKL aktif. c)Peningkatan Akses Informasi dan Pelayanan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga dengan target (1) 2. obat program. e)Pendataan Keluarga dan Individu Dalam Keluarga dengan target (1) seluruh desa/kelurahan menggunakan hasil pendataan keluarga sebagai basis/dasar untuk pembinaan pengelolaan operasional program KB lini lapangan. provinsi dan kabupaten/kota. obat flu burung. f)Intensifikasi Advokasi dan KIE Program KB Nasional dengan target (1) .500 orang. b)Pembentukan. terselenggaranya pendidikan 44 ribu calon tenaga kesehatan. Makanan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) dengan target 97 ribu sampel.580 peserta. 47 ribu kader kesehatan.5 juta keluarga menjadi anggota BKB aktif. c)Peningkatan Sarana dan Prasarana termasuk peningkatan kapasitas SDM dengan target tersedianya 35 paket peralatan laboratorium. dan terciptanya sistem jaminan ketersediaan alat kontrasepsi (JKK) dan pembiayaan program KB terutama bagi rakyat miskin. Pengembangan. dan Penyediaan Tenaga Kesehatan a)Penyediaan dan pengolahan obat dan vaksin dengan target penyediaan obat generik esensial (buffer stock). 11 sarana fisik gedung.871 penggerak KB di desa. dan (2) terlaksananya sosialisasi dan KIE KRR di 450 Kab/kota dan 33 prov. pengembangan center of exellent di 6 provinsi.728 bidan di desa siaga. tugas belajar 2. Pengelolaan dan Pelayanan KB Pemerintah dengan target (1) 4. Produk Komplemen. Fokus 10. dan 1.850 kecamatan memiliki PIK-KRR yang aktif dan berkualitas. Pemantapan Revitalisasi Program KB a)Peningkatan Jejaring Pelayanan KB Pemerintah dan Swasta/Non Pemerintah dengan target 70.1 juta keluarga menjadi anggota BKR aktif. obat haji. dan (2) terselenggaranya Advokasi dan KIE Program KBN melalui forum kerjasama LSM dan swasta di Pusat.3 juta KPS dan KS I anggota UPPKS aktif berusaha. dan (2) terselenggaranya sistem informasi dan monitoring manajemen Program KB Nasional di pusat. d)Penguatan Jejaring Operasional Lini Lapangan Yang Berbasis Masyarakat dengan target (1) terselenggaranya pembinaan operasional lini lapangan bagi sekitar 25. serta RS kab/kota terutama di daerah terpencil dan bencana dengan target tersedia dan terlatihnya 12 ribu bidan. obat Tradisional.Peningkatan Pemanfaatan obat. dan vaksin. terlatihnya 29. terselenggaranya 12 jenis diklat. 1. Pengawasan obat dan Makanan. d)Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan. Prov dan Kab/Kota. dan terlatihnya 7.000 tempat pelayanan KB memberikan promosi dan konseling.Fokus 9. obat bencana.

14 m3/det. h)Rehabilitasi Sarana/Prasarana Pengendali Banjir dengan target terlaksananya rehabilitasi sarana/prasarana pengendali banjir di 49 lokasi. Fokus 11. d)Rehabilitasi Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terlaksananya rehabilitasi prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku sebanyak 4 buah. i)Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengendalian Banjir dengan target terpeliharanya prasarana pengendali banjir di alur sungai sepanjang 240 km. b)Pembangunan Tampungan Untuk Air Baku dengan target terlaksananya pembangunan tampungan untuk air baku sebanyak 35 buah. dan (2) terselengaranya pendidikan jangka panjang/pendek bagi 580 orang. provinsi dan kabupaten/kota. Bidang Energi a)Pengembangan dan Pemanfaatan Energi dengan target terkoordinirnya pengembangan energi perdesaan.Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) A.800 desa/kelurahan. terlaksananya peningkatan .871 PLKB/PKB serta pengelola KB agar memenuhi standar kompetensi. g)Pembangunan/Peningkatan Prasarana Air Tanah Untuk Air Minum Daerah Terpencil/Perbatasan dengan target terlaksananya pembangunan prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan di 12 lokasi. g)Peningkatan Kompetensi Petugas dan Pengelola Program KB dengan target (1) terlaksananya pelatihan dasar umum/LDU. c)Rehabilitasi Tampungan Untuk Air Baku dengan target terlaksananya rehabilitasi tampungan untuk air baku sebanyak 20 buah. f)Operasi dan Pemeliharaan Tampungan Untuk Air Baku dengan target terpeliharanya tampungan untuk air baku di 34 lokasi. h)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana dengan target pengembangan sistem informasi program KB berbasis IT di Pusat dan 33 Propinsi. e)Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terpeliharanya prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku di 5 titik.Toga/Toma tingkat desa berpartisipasi dalam kegiatan advokasi di 17. B. dan pengembangan sarana dan prasarana termasuk melanjutkan sarana dan prasarana di wilayah pemekaran. refreshing dan pelatihan teknis bagi 25. dan (2) terselenggaranya KIE program KB dan KS melalui media massa dan media luar ruang di pusat. Bidang Sumber Daya Air a)Pembangunan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terlaksananya pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku dengan debit layanan 4.

669 desa.aksesibilitas energi perdesaan kerjasama Indonesia. terlaksananya pendampingan kegiatan PWS (kerjasama dengan ADB) dan kegiatan pengembangan biogas untuk rumah tangga (kerjasama dengan Belanda).100 buah/53. 74. Belanda dan GTZ). Desa Tradisional.Transmigrasi sebanyak 10. e)Pembangunan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan target terlaksananya Pembangunan . Gardu Distribusi sebanyak 1. Bidang Permukiman dan Perumahan a)Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Baru dan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh.150 KMS. Desa Nelayan. b)Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar di Permukiman Kumuh. dan Desa Eks-Transmigrasi dengan target tersedianya Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar di Permukiman Kumuh. Desa Tradisional.750 KMS. C.350 kantor pos cabang luar kota sebagai pelaksanaan program PSO pos.000 unit c)Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Perbatasan dan Bencana dengan target terlaksananya Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Perbatasan dan Bencana sebanyak 1000 unit. dan Desa Eks. dan Desa Eks-Transmigrasi sebanyak 10. Desa Tradisional. Desa Nelayan. dan infrastruktur pemancar televisi di daerah blank spot dan perbatasan di 19 provinsi (pelaksanaan PHLN Improvement of TV Transmitting Station Phrase-I). terlaksananya program IMIDAP. dan Desa Eks-Transmigrasi dengan target tersedianya Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Baru dan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh. d)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di 1.806 KW.471 desa dan internet di 500 desa. 15 unit PLT bayu berkekuatan 80 KW. jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 2. terwujudnya peralatan kegiatan produktif desa mandiri energi berbasis BBN dan non BBN.000 unit. jasa akses telekomunikasi di 38. Bidang Ketenagalistrikan a)Listrik Perdesaan dengan target rasio desa berlistrik 94% yang dicapai melalui pembangunan listrik perdesaan. Desa Nelayan. 2 unit PLT mikro hidro (PLTMH) dengan kekuatan 1. dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2. Desa Nelayan. Bidang Pos dan Telematika a)Penyediaan Infrastruktur Pos dan Telematika di Daerah Non Ekonomis dengan target jasa layanan pos di 2. D. tersosialisasinya pemanfaatan biofuel di sektor transportasi terwujudnya pengembangan energi terbarukan non listrik di pulau kecil terluar.565 unit pembangkit listrik tenaga (PLT) surya berkekuatan 5O WP.100 KVA. E. Desa Tradisional.

Maluku. d)Bantuan Penanggulangan Bencana Alam dan Kerusuhan dengan target terlaksananya 4 kegiatan (pelatihan.2 km sebanyak 1 paket jasa konstruksi. G. Sulbar.2 km terdiri atas 5 paket pekerjaan yaitu: 4 pekerjaan paket jasa konstroksi dan 1 paket jasa konsultasi supervisi/manajemen konstruksi serta pembangunan/pemasangan pipa air bersih sepanjang kurang lebih 7. Bidang Transportasi a)Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan dengan target terlaksananya Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan di 146 km. Malut.sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah di 41 kawasan. Sulteng. i)Subsidi Angkutan Udara Perintis dan Angkutan BBM Penerbangan Perintis dengan target tersebar di 15 provinsi: NAD. g) Pemberian subsidi PT. j)Peningkatan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas (PPIP /RIS-PNPM) dengan target 3. dan Pengembangan dengan target terlaksananya 1 kegiatan swakelola pemantauan dan penanganan dampak deformasi geologi. c)Penyelenggaraan. d)Subsidi Operasi Perintis Angkutan Jalan dengan target tesedianya Subsidi Operasi Perintis Angkutan Jalan di 153 lintas di 21 provinsi. Papua. F. g)Penyediaan Salafia dan Prasarana Permukiman di Pulau Kecil/Terpencil dengan target tersedianya sarana dan prasarana permukiman di pulau kecil/terpencil di 32 kawasan. h)Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis dengan target tersedianya Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis di 70 lintasan. Sumbar. Pelni Rp 850 M. NTT. c)Pengadaan Bus Perintis dengan target terlaksananya Pengadaan Bus Perintis sebanyak 70 unit. e)Pemberian Subsidi PSO PT KAI untuk pelayanan angkutan KA kelas ekonomi. Sumut. bantuan sosial. antar provinsi 8 lintasan untuk 36 buah. f)Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya dengan target tersedianya fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya sebanyak 10. f)Subsidi Pelayaran Perintis dengan target tersedianya Pelayanan Pelayaran Perintis di 62 trayek. Penelitian. Kaltim. Kalteng. Penanggulangan Lumpur Sidoarjo a)Pembangunan Jalan Nasional dengan target terlaksananya relokasi jalan arteri tara Porong sepanjang kurang lebih 7. Sulut. studi masalah . dan Papua Barat. Sulsel. b)Pembangunan Jalan di Pulau-Pulau Terpencil dan Pulau Terluar dengan target terlaksananya Pembangunan Jalan di Pulau-Pulau Terpencil dan Pulau Terluar sepanjang 52km. Sultra. b)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pengendali Banjir dengan target Terlaksananya 4 paket pekerjaan yaitu 3 paket jasa konstruksi dan 1 paket jasa konsultan.750 unit.200 desa.

(4) terlaksananya lanjutan Pembangunan Pelabuhan Calang di Aceh Jaya. jembatan 140 m. TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan pasar. c)Fasilitasi Pembangunan Wilayah Tertinggal dengan target: (1) rehabilitasi dan rekonstruksi Kecamatan di NAD-Nias melalui pembangunan 5. jalan dan parkir. gedung serba guna. meningkatnya akses pelayanan sosial dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah di 17 Kabupaten di Prov. dan pustu. dan proses verifikasi pembayaran tanah di 3 desa: Kedung-Cangkring.000 bidang.000 bidang di Kep. b)Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut dengan target: (1) terlaksananya lanjutan Pembangunan dermaga dan Trestel Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar. dan (2) melalui IDB-Simeulue Reconstruction Project untuk perbaikan 15 unit sekolah. pengadaan peralatan dan mebel air untuk sekolah. g)Peningkatan kehidupan masyarakat dan pengembangan wilayah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Pasca Bencana dengan target Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Kabupaten/Propinsi dan Infrastruktur lainnya. Reformasi Agraria a)Pengaturan Penguasaan. perbaikan jalan 37 km.NAD dan 2 Kab di Nias. dan Kelembagaan di 6 wilayah.sosial. rumah sakit. (3) terlaksananya lanjutan Pembangunan dermaga dan Trestel di Kuala Langsa di Langsa. Puskesmas Pembantu (pustu) 20 unit. dan (2) terlaksananya sertifikasi RALAS 10. sehingga terbangunnya infrastruktur ekonomi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. EDFF-Aceh. Transisi Pembangunan Ekonomi. packing room. rumah operator). (2) terlaksananya lanjutan Pembangunan pelabuhan Lhokseumawe di Lhokseumawe. Pemilikan. serta perbaikan infrastruktur lainnya (cold storage. Neraca PGT 100 Kab/Kota.8 km di NAD dan Nias. 25 Kab/Kota. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah. Nias-Provinsi Sumut). serta Rehabilitasi Fasilitas Terminal untuk Pelabuhan Udara Sultan Iskandar Muda. e)Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah tertinggal (P2KPDT) dengan target melanjutkan Proyek SPADA. 200 unit sekolah dan infrastruktur publik. Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias a)Pembangunan Jalan baru dan Peningkatan Jalan Strategis dengan target 119. Sosial Kemasyarakatan. dan LED Nias. Pejarakan.000 unit rumah. serta Pengembangan Sistem Drainase di 4 kab/kota di NAD. Inventarisasi P4T 1 juta . f)Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Melanjutkan dengan target terlaksananya Reconstruction of Aceh Land Administration System Project (RALAS) dengan rincian: (1) terlaksananya sertifikasi RALAS 140. Fokus 12. ruang generator. H. termasuk di dalamnya Redistribusi dan Konsolidasi Tanah dengan target 310. dan Besuki). d)Pembangunan Gedung Pendidikan Tinggi Agama melalui IDB dengan target terselesaikannya rehabilitasi rekonstruksi IAIN Ar-Raniry.000 bidang di Provinsi NAD.

penanganan perkara dan non-perkara 600 kasus. II.000 Orang).320 Orang).226 bidang. Penataan Sarpras (680 Orang).980 Orang).710 Bidang (FRONA dan LMPDP sebanyak 1. Inventarisasi tanah bekas hak/kritis 120 SP. 500.000 kasus.000 Ha. c)Peningkatan Kapasitas Aparat Pemda dan Masyarakat dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan dengan target terlaksananya pilot project pembangunan kawasan perdesaan berbasis masyarakat di 3 desa. . Pertanian 8. DAN ENERGI SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Percepatan Pertumbuhan yang Berkualitas dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian. Bintek Administrasi (1. dan Energi pada tahun 2009 adalah sebagai berikut.PERCEPATAN PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS DENGAN MEMPERKUAT DAYA TAHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN. operasi sidik 100 kasus.600 perkara.Penguatan Lembaga Masyarakat dan Pemanfaatan Kelembagaan Pemerintah Desa a)Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan dengan target Bimtek (12 angkatan).Meningkatnya ekspor non-migas sekitar 13.000 bidang dan RALAS 150.1 persen.065 bidang. fasilitasi pengembangan lembaga. c)Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah dengan target 1.5 persen. b)Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan dengan target pengangkatan sekdes menjadi PNS (22. Yogyakarta.065.000 bidang). Orientasi (7 angkatan). Penyediaan Air Minum dan Sanimas/Pamsimas (15 Provinsi). Fokus 13.bidang. INFRASTRUKTUR. Bimtek Keuangan (600 Orang). Infrastruktur. dan Lampung. pelatihan pengelolaan sampah RT berbasis masyarakat di 15 kabupaten. modul pelatihan Sumber Daya Pesisir Beb basis Masyarakat di 33 provinsi. aparatur dan kader dalam pembangunan perdesaan berbasis masyarakat. Pelatihan Masyarakat kerjasama dengan Balai Pemberdayaan Masyarakat Malang. Pilot Project PDT (17 Desa). mencakup operasi tuntas 900 kasus.Meningkatnya investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 12.228. fasilitasi penyusunan Perda tentang pembangunan kawasan perdesaan berbasis masyarakat. 3. 24 kab. Nelayan 2. Transmigrasi 3. d)Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan dengan target 2. POKMASDAR TIBNAH 408 kelompok. 2. Kegiatan PISEW/RISE di 9 provinsi.072 Titik.419 bidang. pengkajian 1. Fasilitasi sosialisasi peraturan (1. 1. b)Pengendalian dan Pemberdayaan Kepemilikan Tanah dengan target penertiban tanah terlantar 128 SF.

6. Pemberdayaan Kantor Investasi Luar Negeri (KILN) di 7 negara . g)Modernisasi Administrasi Kepabeanan dan Cukai dengan target . Manado.4 persen. information kit dalam 5 bahasa (Inggris. publikasi melalui inflight magazine penerbangan nasional. Mandarin. Arab. peningkatan pelayanan dan pemberian fasilitas penanaman modal dengan target Terwujudnya peningkatan pelaksanaan pelayanan penanaman modal dan operasional kelembagaan 3 UPIT (Unit Pelayanan Investasi Terpadu) di Pekanbaru.Tumbuhnya pertanian. Jepang.Marketing Investasi Indonesia (MII) di 5 negara. peternakan dan hasilnya sebesar 4. d)Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Investasi (KEKI) dengan target Penyusunan 4 Peraturan Pemerintah dan sosialisasi UU KEK di 12 provinsi dan 4 negara. seminar 8 kali di dalam negeri. promosi investasi nasional Indonesia melalui media cetak internasional. 4. c)Strategi kebijakan percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan target terlaksananya koordinasi perumusan kebijakan yang antara lain dalam bentuk PP Penetapan Wilayah KEK. Bab 19.Menurunya tingkat pengangguran terbuka menjadi 7-8 persen dari angkatan kerja ARAH KEBIJAKAN. dan Indonesia). PP Kelembagaan dalam pelaksanaan KEK. dan perikanan sebesar 5 persen.9 persen. Bab 17. perkebunan sebesar 4. Bab 18. koran nasional (bilingual). dan penyediaan sarana dan prasarana 3 UPIT. 5. Bab 22. Bab 31 dan Bab 32 Buku II dengan fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut EKONOMI-dengan fokus pertumbuhan Fokus 1.0 persen. f)Peningkatan promosi investasi terintegrasi di luar negeri dengan target Marketing Intelligence (MI) di 12 negara . DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan tersebut ditempuh arah kebijakan sebagaimana dalam Bab 16. e)Peningkatan promosi investasi di dalam negeri dengan target Indonesia Investment Expo sebanyak 15 kali.Meningkatnya jumlah perolehan devisa dari sektor pariwisata menjadi sekitar USD 8 miliar dan meningkatnya wisatawan nusantara menjadi sekitar 226 juta perjalanan. FOKUS.7 persen yang terdiri dari pertumbuhan tanaman bahan pangan sebesar 4. dan Kendal. Meningkatkan Daya Tarik Investasi a)Penyederhanaan prosedur. b)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana Investasi dengan target terbangunnya satu sistem pelayanan informasi & perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE) secara bertahap di 33 Prov & 50 Kabupaten/Kota dan 16 Instansi Terkait. PP Fasilitas insentif pengembangan KEK.9 persen.Tumbuhnya industri pengolahan non-migas sebesar 6. perikanan. talk show 3 kali di dalam negeri. dan kehutanan sebesar 3.3.

terbentuknya 2 kantor KPU dan penerapan National Single Window (NSW). Incentives. h)Fasilitasi Pengembangan Destinasi pariwisata unggulan berbasis alam. Perdagangan dan Investasi dengan target penyelenggaraan 1 IPO yang ada dan pendirian 1 IPO baru. peningkatan kinerja kepabeanan dan cukai. sejarah. 3 konsep per UU. 2 lap monitoring. pemeriksaan penyidikan dan pengenaan sanksi atas pelanggaran hukum. dan terlaksananya pilot project NSW di 3 (tiga) pelabuhan utama. dan terdaftarnya 1000 merek/produk. budaya. f)Koordinasi Pelaksanaan Tim National Single Window (NSW) dengan target 5 lap hasil peninjauan lapangan di negara maju. 5 lap raker. h)Pemantapan Koordinasi Penegakan Hukum di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan target tersusunnya 24 laporan hasil pengawasan/pemeriksaan/penyidikan dan pengenaan sanksi atas pelanggaran hukum di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. dan multilateral. Conferences and Exhibitions . terbentuknya 7 lokasi/daerah yang dapat melayani peningkatan pengemasan produk pangan UKM. 3 kegiatan Indonesian week dan misi dagang di 7 negara potensial. pembangunan dermaga. 5 rekomendasi rapat. serta berdirinya 6 ITPC baru. Dalam Rangka Indonesian Design Power dengan target Meningkatnya kualitas 150 produk.Peningkatan Ekspor Bernilai Tambah Tinggi dan Diversifikasi Pasar a)Penyelenggaraan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) dengan target meningkatnya kapasitas kelembagaan 14 ITPC dalam rangka penetrasi pasar ekspor tradisional dan non tradisional. c)Penyelenggaraan dan Pengembangan Pusat Promosi Terpadu (Indonesian Promotion Office/IPO) Bidang Pariwisata. dan olahraga dengan target terselenggaranya 90 kegiatan dukungan pengembangan kepariwisataan di 15 destinasi unggulan pariwisata. d)Peningkatan Kualitas dan Design Produk Ekspor. Fokus 2. e)Pembentukan dan Pengembangan Nasional Single Window (NSW) dan Asean Single Window (ASW) dengan target pengembangan sistem perijinan ekspor dan impor secara elektronik dalam rangka pelaksanaan National Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) untuk mendukung pasar tunggal ASEAN (77 perijinan online). serta tersusunnya 38 pedoman/manual/peraturan yang melandasi pengawasan. i)Peningkatan Kegiatan Meeting. g)Peningkatan Partisipasi Aktif dalam Perundingan di Berbagai Fora Internasional dengan target partisipasi aktif dalam 175 sidang internasional (termasuk penyelenggaraan sidang) baik yang bersifat bilateral regional. termasuk pengaturan terhadap lembaga pembiayaan seperti Indonesia Infrastructure Fund. b)Pengembangan promosi dagang dengan target partisipasi pada 33 pameran dagang internasional di dalam dan luar negeri.

KTG 1. ubi jalar di 100 kab. Bantuan benih kepada penangkar hortikultura di 23 propinsi.000 pelaku kepariwisataan di 15 destinasi pariwisata unggulan. Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian dan Pengembangan Kawasan dengan target (1) Terlaksananya pengawalan peningkatan produksi & produktivitas komoditas serealia dan kabi di 33 provinsi. Kedua. terselenggaranya kegiatan operasional dalam rangka pengembangan perbenihan (operasi BBPPM.760 Ha. k)Pendukungan pengembangan kebijakan pemasaran dan promosi pariwisata daerah dengan target terselenggaranya 48 kegiatan dukungan promosi pariwisata dalam rangka partisipasi event di 33 provinsi. Fokus 3. b)Bantuan Benih/Bibit Sarana Produksi Pertanian dan Perbaikan Mekanisme Subsidi Pupuk dengan target: Pertama. perbanyakan benih hortikultura dan operasionalisasi BBh di 32 provinsi. (3) jagung hibrida 1. (2) Pengembangan kacang tanah.200 ha. (2) berkembangnya 32 komoditas hortikultura di 29 provinsi.000 ton. (3) Pengembangan tanaman pangan unggulan lokal (shorgum. 90 kab /kota.125 ton (75. Ketiga. (2) Padi hibrida 750 ton (50 ribu ha).000 ton (1 juta ha). Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional a)Peningkatan Produksi. j)Pengembangan sarana dan prasarana promosi pariwisata dengan target terselenggaranya 100 kegiatan promosi melalui media cetak dan elektronik yang digunakan dalam pemasaran pariwisata Indonesia. 90 kab/kota. rekrutmen dan operasional Tenaga Kontrak Pendamping (TKP) dan Petugas Lapang . Produksi dan distribusi 3 juta ds semen beku. Pengadaan 1829 ekor pejantan dan fasilitasi 2 Balai inseminasi buatan.000 Ha. pembinaan & pengembangan perbenihan di pusat dan 33 provinsi.BTPH. (1) Peningkatan produksi. tal. l)Pengembangan kebijakan SDM kebudayaan dan pariwisata nasional dengan target terselenggaranya diklat peningkatan kompetensi untuk 1. pembinaan 1000 penangkar (5. terselenggaranya operasional kelembagaan perbenihan.000 ha). 60 BBI. kacang hijau. produktivitas dan mutu produk hortikultura melalui penerapan GAP di 33 provinsi. terselenggaranya pembayaran BOP Pengawsan benih (522 orang). (3) terselenggaranya manajeman pengembangan hortikultura di 33 provinsi.000 ha). Perluasan Areal Tebu 500 ha. Keempat. pembangunan Kebun Bibit Tebu 1. Bongkar Ratoon Tebu 3. ubi kayu. serta POPT inseminator. m)Pendukungan pengembangan kapasitas pengelolaan kebudayaan dan kepariwisataan dengan target terselenggaranya diklat aparatur pemerintah daerah untuk 990 peserta bidang kebudayaan dan kepariwisataan di 33 provinsi. operasional lab kultur jaringan di 20 provinsi dan penguatan kelembagaan BPSB TPH di 30 provinsi ditambah dengan BPMB TPH cimanggis. 29 BPSBTPH. tersalurkannya bantuan benih untuk SL-PTT: (1) padi non hibrida 25. gandum.(MICE) dengan target terselenggaranya 15 kegiatan fasilitasi penyelenggaraan MICE di dalam negeri dan di luar negeri. (5) koordinasi dan pengawalan di 32 provinsi. (4) kedelai 4.

pasar 300 petugas dan sistem informasi harga/pasar di 110 kab. c)Peningkatan Penanganan Pasca Panen dan Pemasarana Komoditas Pertanian dengan target revitalisasi penggilingan padi kecil 1. dan pupuk organik sebanyak 900 ribu ton t)Penyediaan Dana Subsidi Benih dengan target padi non hibrida 95. i)Diversifikasi Pangan dengan target terlaksananya gerakan pangan beragam. (4) penanggulangan OPT dan dampak fenomena iklim (brigade proteksi) di 33 provinsi. Revitalisasi Silo 18 unit. Penyakit Hewan. j)Penyediaan cadangan beras pemerintah dengan target 500 ribu ton. jagung komposit 2. (3) Operasionalisasi 29 BPTPH provinsi dengan lingkup ketia meliputi 429 kab. (7) insentif 3. 201 SD/MI.000 ton serta Cadangan benih nasional sebanyak 48. h)Pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Penanganan Rawan Pangan dengan target meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah ketersediaan. (6) pengawasan pestisida di 33 provinsi. distribusi dan rawan pangan.300 ton kedelai. (2) Operasional BPMPT. menyusui dan balita di 32 provinsi pada 201 Kab/Kota. Operasionalisasi Silo Jagung 56 unit.000 ton.000 ton. pengembangan sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) pada 1103 desa mandiri pangan di 240 kab serta pemberdayaan lumbung pangan/tunda jual di 33 provinsi. . bergizi seimbang bersumber pangan lokal melalui peningkatan peran 412 UMKM pangan/usaha makanan tradisional. NPK sebanyak 1. Peningkatan partisipasi mahasiswa/Perguruan Tinggi dalam percepatan diversifikasi pangan.300 THK-POPT. k)Pengembangan Pembibitan Sapi dengan target pengadaan 2. Petugas informasi. m)Penanganan dan Pengendalian Virus Flu Burung Pada Hewan dan Restrukturisasi Perunggasan dengan target vaksinasi AL 50 jt ds. SP-36 sebanyak 700 ribu ton. Cold Room 24 lokasi. ibu hamil. Gudang pengering padi 139 kab. Karantina Dan Peningkatan Keamanan Pangan dengan target (1) Operasional BBPOPT-Jatisari. pengembangan PIDRA di 14 kabupaten (3 provinsi).800 ton jagung hibirda dan 12. dan Kampanye melalui berbagai media (cetak dan elekttonik).231 ekor Brahman eks-impor dan fasilitasi 8 UPT Pembibitan.5 juta ton. d)Penyediaan Dana Subsidi Bunga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi e)Penyediaan Dana Subsisi Pupuk dengan target produksi Urea sebanyak 4 juta ton. ZA sebanyak 600 ribu ton. (5) pembinaan pengembangan perlindungan tanaman di pusat dan 33 provinsi. Operasionalisasi Pasar Tani 34 lokasi. penguatan kelembagaan pangan di pedesaan.Pembantu TKP (PL-PTKP) 224 orang.000 ton padi non hibrida.051 POPT/PHP. l)Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Rehab pasar hewan 15 kab. Revitalisasi STA dan Kemitraan 50 unit. pengadaan pangan dan infrastruktur pangan.000 ton dan kedelai 2. (8) kontrak 1.500 unit. jagung hibrida 3. Revitalisasi LDM 10 unit. Lantai Jemur 138 Kab. g)Penyediaan Dana Alokasi Khusus Untuk Mendukung Peningkatan Ketahanan Pangan dengan target sarana dan prasarana perbenihan tanaman Pangan. 6.

nilam.000 ha. n)Pembangunan/Peningkatan Jaringan Irigasi dengan target seluas 68.935 TCD.000 ha. kopi 15 provinsi. Penguatan Kelembagaan. t)Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dengan target terpeliharanya jaringan irigasi seluas 2. Kopi dan Tembakau seluas 10. p)Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (WISMP) dengan target terlaksananya kegiatan di 15 Propinsi. Peremajaan Kelapa Rakyat 8. s)Rehabilitasi Jaringan Rawa dengan target seluas 170. areal tanam 275. panili) seluas 2. cuaca dan lingkungan pertanian. Pengembangan Kako Non Revit.000 ha. Kebun IP3. Sepeda Motor 181 Unit. 4 paket pengelolaan plasma nutfah.000 ha. karet 14 provinsi. Lada 800 ha. stabilisasi harga bahan pokok. Pengembangan Komoditi Potensial (Kina. Aren. Karet.000 ha.000 ha.000 ha.100.500 ha. Rekrutmen dan Operasionalisasi TKP dan PLPTKP Kapas 164 Orang. akar wangi. Perikanan dan Kehutanan a)Peremajaan Tanaman Perkebunan Rakyat dan Pengembangan Perkebunan Komersial (Bahan Baku Energi) dengan target (1) Pengembangan Kapas Rakyat 25. lada 800 ha. ha. dan sagu) seluas 177 Ha. meningkatnya overall recovery di atas 85%.Biosecuriti 600 rr ltr Depopulasi. b)Penelitian dan Diseminasi Inovasi Pertanian (PRIMATANI dan Sekolah Lapang PTT) dengan target: Pertama. produksi hablur 2. 4 kandidat padi. 25 Kabupaten/Kota.Peningkatan Kualitas Pertumbuhan Pertanian. Pengembangan komoditi spesifik (gambit.900 ha. q)Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PISP) dengan target terlaksananya kegiatan di 6 Propinsi. cengkeh 700 ha dan pala 400 ha. Pinang. v)Koordinasi. o)Rehabilitasi Jaringan Irigasi dengan target seluas 239. 12 formulasi kebijakan resposif pengembang tanaman pangan. 100 Kabupaten/Kota. jambu mete 7 provinsi dan kelapa 8 provinsi. Kakao dan Kelapa sawit) seluas 529.300.000 ha. Fokus 4. mendorong terbangunnya 8 PG baru. Pengembangan sumber benih kakao 15 provinsi. cadangan pangan dan penanganan pangan strategis dengan target 6 rumusan kebijakan stabilisasi harga bahan pokok cadangan pangan dan penanganan pangan strategis. Rehab Bangunan UPP 27 unit. Pengawalan Revitalisasi Perkebunan (Karet. (2) Meningkatnya kapasitas 183.000 ton. r)Pembangunan/Peningkatan Jaringan Rawa dengan target seluas 22. 8 paket data potensi SBL. Kompensasi 200rb ekor dan Penataan unggas di pemukiman di 40 lokasi. pengembangan teh 300 ha.000 ha. Pembangunan kebun induk jarak pagar 409 ha dan Pengutuhan Tanaman jarak Pagar seluas 2. wijen. 12 varietas baru ton pangan.200 ha. u)Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Rawa dengan target terpeliharanya jaringan rawa seluas 535. Rekruitmen dan Operasionalisasi TKP dan PLPTKP Revit (724 orang). .000 ha. monitoring & evaluasi. Jambu Mete. 6 komponen teknologi pengolahan tanah dan pemupukan. 5 komponen teknologi informasi iklim.000 ha. lada 6 provinsi. jarak kepyar. Kelapa rakyat 30.

Keempat. dan penerapan teknologi mutakhir kelapa sawit. buah tropika. Kedua. sebanyak 8 unit. tebu di 24 prop. kakao. 5 galur teroak unggul. petani/calon petani di bidang pertanian dan kewirausahaan agribisnis. Kedua. 74 inovasi sistem produksi ton rempah-obat. SL-PTT jagung hibrida 5. (2) bantuan alat bengkel 250 paket. (e) Pelatihan UPJA dan bengkel alsin 20 unit. c)Penyediaan Subsidi Bunga Penyediaan Energi Nabati Dan Revitalisasi Perkebunan dengan target tersedianya subsidi bunga untuk pembangunan. karet. terselenggaranya magang pada 125 kelompok SL-PHT Perkebunan. transgenik. SL-PTT padi hibrida 5. 18 BPTP penguatan kelembagaan. terdidik dan terlatihnya 10. kakao dan karet). f)Peningkatan Sistem Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Pertanian serta Pengembangan Kelompok Tani dengan target (1) Biaya operasional 31.000 petugas. metode diseminasi dan isu jalinan lokasi pengembangan perdesaan SUID di 209 lokasi/desa primatani berbasis tanaman pangan dan peternakan. kentang. pemuliaan.000 unit replikasi PRIMATANI berbasis horti dan perkebunan. RPU 30 kabupaten. Ketiga. kopi. 7 paket informasi antisipasi letupan penyakit zoonosis dan keamanan pangan. kelapa.000 kelompok.000 kelompok. 74 inovasi sistem produksi letupan penyakit zoonis dan keamanan pangan. 1 paket rumusan kebiajakan biotek pertanian. 5 paket teknologi pasca panen.379 orang penyuluh PNS dan 26. (d) Pelatihan penagkar benih 25 unit. pengujian Mutu Alsintan. 33 paket teknologi spesifik lokasi. d)Mekanisasi Pertanian Pra dan Pasca Panen Penyediaan dengan target tersalurkannya bantuan (1) pembelian traktor (R-2) 2. 13 paket rumusan kebijakan pengembangan agribisnis dan ekonomi pedesaan. rehabilitasi dan peremajaan kebun (komoditas kelapa sawit. buah tropika dan tanaman hias. Fasilitasi pembangunan/renovasi BPP dan kegiatan penyuluhan melalui Farmer Empowerent Through Agricultural Technology and Information (FEATI) di .600 unit. pembangunan RPUSK. (c) SL-Iklim 100 unit. 13 rekayasa alat mekamsasi pertaman. 16 provinsi. 5 paket teknologi pasca panen. (3) terselenggaranya koordinasi & pengawalan di 32 provinsi. tan serat. biofarmaka. ton mas. terselenggaranya alat dan mesin pertanian bagi pengembangan hortikultura di 16 kawasan hortikultura di 16 kawasan hortikultura potensial. pengelolaan plasma nutfah sayuran.000 penyuluh kontrak. 24 paket teknologi sistem produksi. SL-PTT kedelai 10. terselenggaranya: (a) SL-PTT -Padi 40 ribu kel. 24 paket teknologi sistem produksi sayuran. 13 rekayasa alat mektan.tomat. e)Magang Sekolah Lapang dan Pelatihan Pendidikan Pertanian dan Kewirausahaan Agribisnis dengan target: Pertama. terselenggaranya sekolah lapang (SL) penerapan GAP/SOP dan pengendalian hama terpadu (PHT) Pada 33 provinsi. kelembagaan pasca panen 45 kab. kina. 30 kabupaten/kota. the. (b) SLPHT 500 unit. kapas. 3 paket teknologi pakan ekonomis. sidik jari DNA 45 ton pangan. terbentuknya AIP dan SUID di 222 desa & 5. rehab RPH.000 kelompok.

000 Poktan dan 3. penanggulangan penggunaan bahan kimia berbahaya di 21 lokasi. m)Pengelolaan sumber daya perikanan secara bertanggung-jawab dan berkelanjutan dengan target terkelolanya sumberdaya ikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan di 10 lokasi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). terbentuknya otorita kompeten tingkat provinsi di 6 lokasi. pengolahan. nila. ikan mas. kakap. pengawasan.71 kabupaten/18 provinsi.500 persil lahan nelayan. pemasaran hasil perikanan.200 Gapoktan. rumput laut. j)Penyelenggaraan revitalisasi perikanan dengan target penerapan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik di 350 kab/kota. introduksi benih unggul. dan gurame di 33 Provinsi. o)Penguatan dan pengembangan pemasaran da1am negeri dan ekspor hasil perikanan dengan target terfasilitasinya kerjasama antar lembaga . peningkatan mutu. Pembinaan 100. serta sertifikasi 1. g)Pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan dengan target terbinanya dan berkembangnya sistem usaha perikanan di 33 provinsi. i)Pengembangan dan penyelengggaraan karantina perikanan dan sistem pengelolaan kesehatan ikan dengan target terselenggaranya sistem pengelolaan kesehatan ikan di 33 provinsi dan berkembangnya 43 UPT Karantina Perikanan. serta beroperasinya syahbandar di 41 lokasi. peningkatan tenaga pendamping teknologi. k)Penyediaan subsidi pupuk dan benih ikan dengan target tersalurkannya subsidi (pengganti selisih harga) benih udang. meningkatnya kompetensi dan kapasitas 39 Laboratorium Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) dan tersusunnya 20 SNI.. Sekolah Lapang 50 paket. verifikasi unit pengolahan ikan di 33 provinsi. h)Peningkatan mutu dan pengembangan pengolahan hasil perikanan dengan target pengembangan sistem rantai dingin di 33 provinsi. dan 25 pengkalan pendaratan ikan (PPI). l)Penyediaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan dengan target meningkatnya sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap dan budidaya. n)Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana perikanan serta input produksi lainnya dengan target pengembangan/ rehabilitasi dan bantuan operasionalisasi 21 UPT Pelabuhan Perikanan.000 ha. 53 balai benih ikan dan balai benih udang. (2) Pemberdayaan Kel. penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu (PPMT) di 33 provinsi.. serta pemberdayaan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. berkembangnya sarpras pengolahan dan pemasaran di 6 pelabuhan perikanan. Tani 50 paket. pengembangan seaweed center di Lombok. 10 klaster industri perikanan. pelayanan usaha penangkapan di 21 UPT pelabuhan perikanan. pengembangan sentra pengolahan hasil perikanan di 10 lokasi. lele. PIP 50 paket. patin. 6 lokasi buffer stock rumput laut. intensifikasi usaha budidaya perikanan 871.

berkembangnya sarpras pemasaran di 25 lokasi. HTI. dan HTR seluas 3. Pembangunan. q)Pengembangan rekayasa teknologi terapan perikanan dengan target dihasilkannya 8 paket teknologi terapan penangkapan ikan. pengembangan 5 UPT.000 orang penyuluh. sentra madu 12 unit) serta sentra HHBK unggulan seluas 250 ha. r)Pengembangan Sistem Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dengan target terselenggaranya 180 hari operasi terpadu. sentra rotan seluas 250 ha. y)Pengembangan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dengan target terbentuknya sentra HHBK (bambu seluas 2. serta perkuatan sistem penyuluhan perikanan dan pengembangan 3.000 ha.605 ha di 12 provinsi. dan meningkatnya budidaya dan penangkaran TSL.000 ha. IUPHHK-HT. 50 unit HPH me1aksanakan sistem silvikultur intensif.pemasaran. tersedianya sarana dan prasarana pengawasan. dan terselenggaranya pengembangan HTI dan HTR melalui skema BLU. HTR dan IUPHHBK. terse1enggaranya sosialisasi gemar makan ikan di 33 provinsi.000 ha di 25 provinsi. operasional 23 kapal pengawas. operasional 10 unit perahu penyuluh dan 1 unit kapal latih. sutera alam seluas 160 ha. aa)Perencanaan. terselenggaranya pentaatan & penegakan hukum.2 juta ha pada kawasan yang belum dibebani hak/ijin dalam bentuk IUPHHK-HA. meningkatnya produk tumbuhan dan satwa liar (TSL) dan jasa lingkungan 2% dari tahun 2008. t)Pengelolaan Hutan Produksi yang tidak Dibebani Hak/Ijin Pemanfaatan dengan target Terbentuknya HPH. x)Restrukturisasi Industri Primer Kehutanan dengan target peningkatan produksi industri pengolahan dan pemasaran hasil hutan sebesar 5%. terbentuknya 88 POKMASWAS. s)Pengembangan Pengelolaan Pemanfaatan Hutan Alam dengan target 30 Unit IUPHHK bersertifikat PHPL mandatory. dan terselenggaranya pembinaan eksportir.3 juta ha.. w)Perencanaan dan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan dengan target terfasilitasinya perijinan seluas 400. dan Kelembagaan Hutan Rakyat dengan .. p)Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dan Peningkatan Sistem Penyuiuhan dengan target berkembangnya SDM kelautan dan perikanan melalui 12 Sekolah/Akademi/Sekolah Tinggi dan 6 Ba1ai pelatihan. sentra gaharu 800 ha. 12 teknologi terapan budidaya perikanan dan 26 teknologi produk bernilai tambah tinggi. dan HTR seluas 300. z)Pengembangan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam dengan target meningkatnya pengembangan hutan kota. u)Pengembangan Hutan Tanaman dan Hutan Tanaman Rakyat dengan target pembangunan HTI seluas 300. diversifikasi produk olahan. terselenggaranya promosi dan diplomasi pemasaran di 3 kawasan pasar ekspor. v)Pengembangan Hutan Tanaman Industri dan Hutan Tanaman Rakyat dengan target pengembangan HTI se1uas 1.

mangrove. j)Pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan target: (a) terlaksananya pencegahan dan pengendalian kebakaran di 10 provinsi rawan 314 daops. estuari dan teluk dengan target terkelolanya dan terehabilitasinya terumbukarang di 15 kab /kota dan 8 provo serta 16 Kab /kota. Sulawesi. Ketiga. c)Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dengan target Terlaksananya kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di 7 wilayah pesisir (pantai Barat Sumatera. tersalurkannya bantuan untuk pembuatan pupuk organik di 300 kelompok tani.3 juta ha di lahan kritis . Bali. Berkembangnya usaha pengolahan kompos dan biogas di 100 kab. dan (b) menurunnya hot spot 0-10% dari tahun 2006. e)Pengembangan pengelolaan konservasi laut dan perairan dengan target berkembangnya pengelolaan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) di 26 lokasi dan 2 UPT konservasi. (3) terselenggaranya koordinasi dan pengawalan dalam pengembangan pupuk organik di 33 provinsi. biofisik. terlaksananya pengembangan 3 TN dalam rangka DNS. longsor. i)Perencanaan dan Pembinaan Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial dengan target terbangunnya sumber benih seluas 1. Batamas sapi potong/perah 200 klp dan Denplot 30 klp. dan NTT). DAS prioritas tahun sebelumnya. pembinaan mutu 33 provinsi. OKPO. penanganan daerah rawan longsor di 15 kab/kota pada 5 provinsi. Maluku. Kakao ternak 4 paket dan Kopi ternak 3 paket. (2) 150 unit rumah kompos. k)Pengamanan Hutan dengan target operasi pengamanan hutan di 10 . NTB. Organik dan Pertanian Berkelanjutan dengan target: (1) Berkembangnya hortikultura organik di 6 provinsi. pengembangan Integrasi Kelapa Sawit Ternak 12 Paket. b)Pengembangan Pertanian. Pantai Utara Jawa. Terlaksananya monitoring dan evaluasi daerah rawan bencana (banjir. Kompos. sosek). Fokus 5. f)Pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang. padang lamun. (2) Diterbitkannya sertiftkasi 30 produk pertanian. g)Pengelolaan Taman Nasional Model dengan target terwujudnya kelembagaan pengelolaan kolaboratif di 21 taman nasional model. Kedua. d)Peningkatan Pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional dengan target terlaksananya peningkatan pengelolaan TPA/sanitary landfill/sistem regional di 86 kabupaten/kota. h)Rehabilitasi Lahan Kritis dan Prioritas dengan target perencanaan Gerhan seluas 1. dan Biogas dengan target: Pertama.Peningkatan Kapasitas Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Global a)Integrasi Tanaman-Ternak. Operasionalisasi OKKPD.target terselesaikannya pengembangan model rehabilitasi DAS.500 ha di 12 provinsi. serta terselenggaranya rehabilitasi lahan gambut di Provinsi Kalimantan Tengah. terselenggaranya RHL sebagai pengendali banjir di Jabodetabekjur.

q)Pengembangan Penelitian Meteorologi. serta terlaksananya penghapusan 30 metrik ton BPO di sektor chiller dan metered dose inbealer (MDI). recycle). serta reduksi timbunan sampah melalui pelaksanaan 3R (reduce. r)Meteorological Early Warning System (MEWS) dengan target terbangunnya sistem peralatan MEWS yang meliputi 2 unit radar cuaca dan ground satelite receiver di 3 takagi. termasuk pengawasan dan sistem insentif melalui Program Menuju Indonesia Hijau (MIH). m)Pengendalian Kerusakan Lingkungan dengan target meningkatnya kapasitas dalam meningkatkan upaya pengendalian dampak perubahan iklim di pusat dan daerah. 3 paket. pemantauan Udara Ambien Kontinyu (AQMS) di 10 kota dan Passive Sampler di 30 kota. reuse. pengendalian pencemaran air. kualitas udara. AWS 33 lokasi dan automatic rain gauge di 11 lokasi serta 1 set sistem komunikasi dan integrasi. pengendalian pencemaran emisi kendaraan bermotor di 16 kota. penyelesaian kasus hukum kejahatan kehutanan 50 % dari kasus yang ditangani Dephut. serta terlaksananya validasi AWS 7 sensor dalam rangka uji model numerik cuaca skala nasional dan provinsi. Meteorologi dan Geofisika dengan target terbangunnya sistem data dan informasi meteorologi. n)Penyedian Dana Alokasi Khusus untuk Mendukung Pengendalian Pencemaran Lingkungan dengan target tersedianya sarana dan prasarana kelembagaan dan sistem informasi pemantauan. di 6 kota besar. klimatologi. 3 paket. l)Pengendalian Pencemaran Lingkungan dengan target menurunnya beban pencemaran lingkungan dari berbagai sumber pencemaran terkait perubahan iklim. terciptanya hubungan dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dalam proses penataan ruang. Klimatologi dan Geofisika dengan target tersusunnya laporan deteksi dan skenario perubahan iklim serta dampaknya di 33 provinsi dan model prakiraan trayektori polutan udara. dan geofisika. serta pengendalian kerusakan lingkungan daerah berbagai kegiatan. terutama meningkatnya status ketaatan 650 industri terhadap pengendalian pencemaran lingkungan. p)Pengembangan Sistem Data dan Informasi Klimatologi. o)Pengembangan Sistem Observasi dan Telekomunikasi dengan target terbangunnya sistem observasi dan telekomunikasi serta instrumentasi dan kalibrasi. s)Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Koordinasi Penataan Ruang Dalam Rangka Mendukung Upaya Pengendalian Penataan Ruang dengan'target tersedianya tenaga yang memiliki pemahaman dan pengetahuan untuk mengelola penataan ruang di Provinsi dan kab/kota. t)Penguatan Koordinasi Dalam Rangka Mendukung Upaya Pengendalian Penataan Ruang di Pusat dan Daerah dengan target meningkatkan koordinasi penataan ruang dan pemantapan kelembagaan BKTRN dan . dan perlindungan sumber daya air di 434 kab/kota.provinsi. pengendalian pencemaran lingkungan.

fasilitasi dan penyediaan peta batas dan wilayah pemerintahan daerah serta kajian penyelesaian konflik batas antar daerah. RTR Kab/Kota dengan target terselenggaranya operasionalisasi RTRWN. w)Pemetaan Dasar Rupabumi dan Tata Ruang dengan target tersedianya peta dasar rupabumi 1 :50 K Papua dan Pantai Barat Sumatera. Konsultan Service II Networking. f)Revitalisasi Sentra-sentra IKM dan Fasilitasi Layanan UPT dengan target 20 sentra IKM dan operasi layanan di 40 UPT g)Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati dengan target 20 unit pabrik pengolahan. dokumen submisi klaim LKI diluar 200 nm. e)Pengembangan IKM Unggulan Daerah dengan target pembinaan IKM dengan metoda OVOP di 33 propinsi. z)Pengembangan Sistem Manajemen Penanganan Bencana dengan target 7 paket. Data Akuisisi dan Produksi. PMO. kajian dan pemetaan geopolitik perbatasan nasional. v)Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang dengan target terselenggaranya pembinaan manajemen penyelenggaraan penataan ruang dalam rangka mendukung turbinlakwas penataan ruang. demarkasi dan pemetaan darat dengan PNG. c)Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan target tersedianya data Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi 300 produk serta 1 kali Pameran Produksi Indonesia Tingkat Nasional. networking. Kajian dan pemetaan batas maritime Indonesia dengan 10 negara tetangga. h)Pengembangan Standardisasi Industri dengan target penyusunan 152 . IGTE dan kerjasama ASEAN. RTRWP. Kegiatan Konsultan service I. RDTL. x)Pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) dengan target dukungan kegiatan JBIC Loan. regional dan global.Revitalisasi Industri Manufaktur a)Peningkatan Iklim Usaha Industri dengan target fasilitasi pemerintah terhadap 30 klaster industri dan pengembangan kompetensi inti industri daerah di 70 kabupaten/kota. RTRWN. d)Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri dengan target 8 kawasan dan 4 paket penyiapan pengembangan kawasan. data utilisasi. dan Malaysia serta pemeliharaan tanda batas negara dan pemetaan etnik perbatasan. y)Pemetaan Batas Wilayah dengan target terselenggaranya kajian dan pemetaan Batas Internasional. b)Restrukturisasi Permesinan Industri Restrukturisasi dengan target restrukturisasi teknologi process dan teknologi energi bagi 90 perusahaan termasuk revitalisasi industri gula. RTR Pulau. aa)Penanggulangan Pasca Bencana dan Kerusuhan Sosial dengan target 2 paket. u)Operasionalisasi RTR Pulau. RTRWP. Fokus 6. Survei. 80 kabupaten/kota. RTR kab/kota serta terselenggaranya forum lintas pelaku penataan ruang.BKPRD.

b)Percepatan Pengakuan/Rekognisi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja dengan target terlaksananya sertifikasi melalui uji kompetensi bagi 50. 5 laporan koordinasi kebijakan pemberdayaan UMKM. i)Pembinaan dan Pemanfaatan Teknologi Industri dengan target pengembangan 10 produk substitusi pangan. dan Peningkatan Mutu dengan target perapan SNI di 100 perusahaan.Rancangan SNI. d)Koordinasi Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi dengan target tersusunnya paket rekomendasi kebijakan mengenai pengembangan UMKM berbasis teknologi didaerah-daerah. e)Penyelenggaraan Padat Karya Produktif dengan target di 45 kabupaten/kota .000 KUKM. i)Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan dengan target berkembangnya wilayah perbatasan melalui 56 kelompok masyarakat di 25 kabupaten. g)Pengembangan Jaringan Antar LKM/KSP dengan target 25 jaringan. e)Pengembangan Inovasi UMKM berbasis Teknologi dengan target 3 paket kegiatan UMKM inovatif. c)Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi dengan target 59 koperasi. j)Pengembangan Teknologi Baru dan Aplikasi ke Industri dengan target 4 teknologi baru.000 tenaga kerja.000 orang tenaga kerja terdidik. b)Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Penyusunan Kebijakan Pemberdayaan UMKM dengan target 2 rekomendasi kebijakan. d)Pemberian Dorongan dan Penyempurnaan Pelaksanaan Negosiasi Bipartit dengan target terwujudnya proses negosiasi upah. k)Penerapan Standardisasi. h)Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah dengan target 47. kondisi kerja dan syarat kerja.500 bidang tanah UKM.Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja a)Peningkatan Fungsi dan Revitalisasi BLK Menjadi Lembaga Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan target terwujudnya 11 BLK (UPTP) percontohan dan fasilitasi pelatihan berbasis kompetensi di 33 BLK (UPTD). c)Penyelenggaraan Pelatihan Pemagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri (penyelenggaraan Pelatihan Pemagangan Penganggur) Usia Muda Terdidik dengan target terselenggaranya pemagangan bagi 10. Fokus 7. f)Pengembangan Pemasaran Produk dan Jaringan Usaha KUKM dengan target 5. Akreditasi. Fokus 8.Meningkatkan Produktivitas dan Akses UKM Kepada Sumberdaya Produktif a)Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan Perundang-undangan yang Berkaitan dengan Koperasi dan UMKM dengan target 5 paket.

d)Peningkatan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa dengan target operasionalisasi pengawasan barang beredar dan jasa untuk 3 kelompok komoditi.dengan fokus stabilisasi Fokus 9. . h)Fasilitasi Pendukung Pasar Kerja. Pengembangan SDM PPBJ dan PPNS PK sejumlah 300 orang. b)Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan Perundang di Sektor Keuangan dengan target tersedianya 8 RUU dan 38 peraturan yang menjamin kepastian hukum. Peningkatan Informasi.000 TKI yang bekerja di luar negeri di 20 provinsi. serta harmonisasi peraturan dengan standar internasional termasuk Arsitektur Keuangan Indonesia (ASKI) serta pengembangan Sistem Peringatan Dini Sektor Keuangan. i)Peningkatan Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri dengan target terfasilitasinya 500. EKONOMI . dan partisipasi dalam pembangunan pasar turi. c)Pembangunan dan pengembangan sarana distribusi dengan target pembangunan satu paket sistem informasi pasokan dan permintaan serta harga bahan pokok nasional.di Pulau Jawa. kelembagaan yang efisien dan pruden. Melalui Peningkatan Kelembagaan. g)Konsolidasi Program-Program Perluasan Kesempatan Kerja dengan target terlaksananya sinergi program APBN untuk memperluas kesempatan kerja di 33 provinsi. perlindungan terhadap nasabah/investor/pelaku pasar. 6 rumusan kebijakan pengelolaan energi termasuk energi alternatif. Penyelenggaraan Bursa Kerja dengan target tersedianya infonnasi pasar kerja di 146 kabupaten/kota. f)Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan target berkurangnya angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di sektor industri. Pengembangan pasar Percontohan yang bersih dan nyaman sebanyak 10 unit.Stabilitas Harga dan Pengamanan Pasokan Bahan Pokok a)Koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pengelolaan energi termasuk energi alternatif dengan target 6 laporan kegiatan. Fokus 10. j)Penguatan Kelembagaan Badan Penyelenggara Tenaga Kerja Indonesia dengan target terselenggaranya proses rekrutmen calon TKI di 15 provinsi. b)Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (LUEP) dengan target pemberdayaan Gapoktan di daerah sentra produksi pangan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan (gabah 38 ribu ton dan jagung 20 ribu ton).Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter a)Penyusunan & Evaluasi Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro dengan target tersusunnya 14 laporan evaluasi pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro.

i)Rehabilitasi Sarana Prasarana Pengamanan Pantai dengan target sepanjang 4. B. penyusunan regulasi dan kebijakan pendukung dengan target terbangunnya jaringan transmisi dan distribusi gas bumii Jakarta. b)Rehabilitasi Waduk. Embung. INFRASTRUKTUR DAN ENERGI Fokus 12. h)Pembangunan Sarana / Prasarana Pengendalian Lahar Gunung Berapi dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengendali lahar gunung berapi sebanyak 12 unit. Bidang Energi a)Pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas. dan (3) tersedianya Sistem Informasi Pajak. Fokus 11. e)Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendali Banjir dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengendali banjir sepanjang alur sungai 237. . Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terlaksananya rehabilitasi 5 waduk. Embung.)Pembangunan Waduk.5 km. 20 embung.c)Peningkatan koordinasi stabilisasi ekonomi makro dan keuangan baik di pusat maupun di daerah dengan target 16 laporan koordinasi. b)Pemantapan Modernisasi Administrasi Perpajakan dengan sasaran (1) tersedianya Perangkat Teknologi Informasi Perpajakan.45 km.Dukungan Infrastruktur Bagi Peningkatan Daya Saing Sektor Riil A. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan 6 waduk dan 17 embung. embung. Pengamanan APBN a)Pengelolaan Risiko Fiskal dengan target tersedianya laporan tentang pengelolaan resiko fiskal.37 km. (2) terbentuknya 4 DPC (Data Processing Center). c)Operasi dan Pemeliharaan Waduk. monitoring. j)Pemeliharaan Prasarana Pengamanan Pantai dengan target terpeliharanya prasarana pengamanan pantai sepanjang 1. Embung.25 km. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terpeliharanya 23 waduk. d)Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP) dengan target terlaksananya peningkatan pengelolaan sumber daya air wilayah sungai di 15 UPT dan 54 UPTD. Bidang Sumber Daya Air a. g)Penanggulangan Bencana/Tanggap Darurat dengan target terlaksananya kegiatan tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian. f)Pembangunan Sarana/Prasarana Pengaman Pantai dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 47. situ dan bangunan penampung air lainnya. dan evaluasi kebijakan stabilisasi ekonomi dan keuangan. situ dan bangunan penampung air lainnya.

terselenggaranya bimtek dan evaluasi terhadap program pembangunan ketenagalistrikan. . pembangunan fasilitas ketenagalistrikan yang menggunakan dana pinjaman luar negeri yg diteruspinjamkan kepada PT. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik wilayah PT PLN Batam TA 2009. monitoring dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan PIUKU sementara. Terfasilitasinya pelaksanaan pertemuan ACE governing Cauncil. Jawa bali dan sumatra. Penyusunan pedoman mekanisme perizinan usaha distribusi TL. Terwjudnya Fasilitasi pertemuan regional pada forum APEC. Terfasilitasinya pertemuan SOME-AMEM ke 27. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik sistem kalimantan. kajian pemanfaatan bersama jaringan tenaga listrik (power wheeling) dalam usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. d)Pengaturan dan Pengawasan Usaha Ketenagalistrikan dengan target monitoring kesiapan dan kecukupan bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Pembangkit Listrik dan memfasilitasi Pembangunan atau Pengembangan Fasilitas Ketenagalistrikan Yang Dilakukan Badan Usaha. b)Penyiapan Informasi dan Bimbingan Teknis Ketenagalistrikan dengan target Terlaksananya rekonsiliasi informasi. pembinaan dan pengawasan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. monitoring penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik oleh pemegang IUKU. Terwujudnya fasilitasi pertemuan bilateral antara Indonesia dg Belanda. terkoordinasinya pelaksanaan perizinan dengan Pemda. Tersusunnya program kerjasama pengelola pembangkit listrik non komersial. C. tersosialisasi perencanaan program pembangunan ketenagalistrikan Lisdes. Bidang Ketenagalistrikan a)Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan dengan target terwujudnya penyiapan bahan perizinan usaha penyediaan tenaga listrik. ASEM dan EAS. PLN. c)Penyelenggaraan Kerjasama Ketenagalistrikan dengan target terselenggaranya pertemuan internasional APEC EWG. ACD. serta pembangunan listrik swasta (IPP). ASEAN SSN. monitoring dan review pelaksanaan aturan jaringan tenaga listrik sit. Ikitring dan Pemda. Distribusi. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik Wilayah PT Cikarang Listrindo TA. peningkatan efisiensi pengusahaan dan pelayanan tenaga listrik TA. Pemda dan Masyarakat dengan target fasilitasi percepatan pembangunan pembangkit listrik 10. analisa. e)Pembangunan Transmisi.2009. Terlaksananya review terhadap implementasi program kerjasama energi dan ketenagalistrikan.b)Pembinaan / Koordinasi / Pelaksanan Monitoring.000MW. Indonesia-Belanda. Jepang (JICA) dan Korea (KOICA). tersedianya analisa dan evaluasi beban harian Jawa-Bali. Terwujudnya fasilitasi kegiatan energi dan ketenagalistrikan pada sub sector network dan working group ASEAN.2009. penyusunan pedoman pola kerjasama pengawasan pemegang IUKU. Evaluasi dan Pelaporan dengan target fasilitasi percepatan pengembangan Bahan Bakar Nabati. dengan Perda dan Instansi Terkait. dan evaluasi data ketenagalistrikan.

h)Penyusunan Regulasi Perlindungan Konsumen Listrik dengan target fasilitasi pengaduan konsumen listrik/masyarakat TA 2009. terlaksananya pengukuran dan perhitungan losses teknis jaringan TL. tersusunnya pedoman kualifikasi standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terwujudnya kalibrasi alat ukur listrik dalam rangka SKB Peneraan. terwujudnya penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. tersebarnya informasi keselamatan ketenagalistrikan. 150 kV sepanjang 1450 km. dan melanjutkan pembangunan beberapa pembangkit PLTU. g)Induk Pembangkit dan Jaringan dengan target melanjutkan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi meliputi 275 kV sepanjang 150 km. Jawa Bali dan Nusa Tenggara.000 MW. tersusunnya pedoman pengawasan SLO. terselenggaranya forum konsensus rancangan SNI bidang ketenagalistrikan. terupdatenya RUKN. i)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Standardisasi Ketenagalistrikan dengan target tersusunnya rumusan rancangan SNI bidang ketenagalistrikan. terlaksananya sertifikasi baik operasi (SLO) . terwujudnya forum konsensus standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terlaksananya Pembinaan dan Pengembangan Program Ketenagalistrikan. 175 kV sepanjang 150 km. . pembinaan dan pengawasan tingkat mutu pelayanan penyedia tenaga listrik kepada masyarakat TA 2009 kepada masyarakat TA 2009. terkooordinirnya pelaksanaan pembangunan Power Transmission Improvement.000 MW guna menunjang iklim daya saing perekonomian nasional). gardu induk 18 lokasi. terwujudnya kerjasama internasional standardisasi ketenagalistrikan. terevaluasinya pembangunan TL jangka menengah/panjang. terpantaunya pelaksanaan pendanaan pembanguna TL. Kalimantan dan Sulawesi (peningkatan ini ditujukan untuk mempercepat dan memenuhi penyelesaian pembangunan jaringan transmisi 10. tersusunnya pola kebutuhan dan prioritas pembangunan JTM/JTR. terlaksananya pengawasan sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Sumbagsel. j)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan dengan target terlaksananya inspeksi ketenagalistrikan. tersusunnya harga satuan biaya khusus (HSBK) satker lisdes. tersusunnya investasi penyediaan TL. termonitornya penanganan daerah krisis TL. terfasilitasinya tim keandalan sistem TL. termonitornya pengembangan jaringan tenaga listrik (TL) terkait program 10.f)Penyiapan Program Ketenagalistrikan dengan target termonitornya pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkitan. Aceh. di w11ayah distribusi Sumatera. k)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan dengan target tersusunnya rumusan standar kompetensi sektor ketenagalistrikan.

(2) Rancangan awal revisi UU Telekomunikasi. terlaksananya Konvensi Hasil Penyusunan Pedoman Sertifikasi dan Regristrasi Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik. penyusunan mekanisme penetapan tarif dan database potensi daerah dalam rangka penerapan tarif listrik regional. (5) RUU Cyber Crime. b)Peningkatan Standarisasi dan Sertifikasi Pelayanan. Kelembagaan Industri Pos dan Telematika dengan target (1) RUU Pos. penyusunan pola dan mekanisme penetapan harga jual tenaga listrik dan sewa jaringan tenaga listrik antar negara. (4) Peraturan pelaksana UU Informasi dan Transaksi Elektronik. n)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Harga dan Subsidi Listrik dengan target penyusunan pedoman mekanisme verifikasi susut jaringan dan BPP dalam proses perhitungan subsidi listrik. tersusunnya pedoman tentang kriteria dan tata cara penilaian Barang dan Jasa Produksi Dalam Negeri (PDN) pada PLTA. . D. (3) Hasil penataan stasiun penyiaran berjaringan dan pemantauan perijinan penyiaran. Keahlian SDM.l)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Usaha Penunjang Ketenagalistrikan dengan target terciptanya Lembaga dan Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik dalam negeri yang mampu mendukung kemandirian nasiona1 dalam pembangunan sektor ketenagalistrikan. koordinasi pelaksanaan penyidikan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. pemantauan dan verifikasi usulan harga beli tenaga listrik dari IPP. tersusunnya pedoman pemeriksaan dan pengujian pemanfaatan jaringan Tenaga Listrik untuk kepentingan Telematika. monitoring dan eva1uasi penyelesaian tunggakan rekening listrik yang disediakan PKUK. Regulasi.Bidang Pos Dan Telematika a)Penyusunan/Pembaharuan Kebijakan. tersedianya data dan daftar Badan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan di Indonesia yang dapat diakses masyarakat. dan (6) RUU Ratifikasi Convention on Cyber Crime. data center. penyusunan pedoman penetapan harga jual listnk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan energi terbarukan yang dijual kepada PKUK. c)Peningkatan Literasi Masyarakat terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (e-Literary) dengan target (1) perangkat TIK tahap 2 (komputer dan jaringan. instalasi) di Kota Jogja. internet. tersusunnya Pedoman Sertifikasi dan Regristrasi Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (BUJPTL). monitoring dan penghitungan BPP dan TDL-PLN. fasilitasi penyelesaian perselisihan dalam usaha penyediaan tenaga listrik. m)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Hubungan Komersial Ketenagalistrikan dengan target peningkatan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha dalam Bisnis Tenaga Listrik. PLTG. Perangkat dan Sistem Pos dan Telematika dengan target (1) prototipe produk telekomunikasi radio Broadband Wireless Access dan (2) regulasi tentang Tingkat Kandungan Lokal Produk Telekomunikasi Dalam Negeri. penelaahan aturan pelaksanaan hubungan komersial di bidang UPTL.

Kulon Progo dan Gunung Kidul. d)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) di 105 lokasi. dan pengintegrasian). Sleman. (6) Dukungan ID SRITII dalam rangka pengamanan infrastruktur komunikasi data Pemilu 2009. h)Penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun dengan target tersedianya penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sebanyak 16. (2) konsep rencana roll out sistem e-learning. (2) penyelenggara Broadband Wireless Access. g)Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Beserta Prasarana dan Sarana dasarnya dengan target terlaksananya Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Beserta Prasarana dan Sarana Dasarnya Sebanyak 80 Twin Blok.275 unit. (2) Model Community Access Point (CAP) versi 2. instalasi. (3) sarana laboratorium simulasi pengaman dan pengawasan jaringan internet. i)Perbaikan Lingkungan Permukiman dengan target terlaksananya Perbaikan . dan (7) Pemancar televisi dan radio. d)Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan target (1) kebijakan migrasi. perangkat lunak. (3) gedung beserta perangkat keras TIK (penyediaan. e)Peningkatan Jangkauan.0 kemitraan. c)Pengembangan Sistem Drainase dengan target terlaksananya Pengembangan Sistem Drainase di 33 kab/kota. E.Bantul. dan sistem untuk ICT Training Center di UIN. (3) warung masyarakat informasi di 50 lokasi. (5) jadwal migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital. f)Fasilitasi dan Stimulasi Pengembangan Kawasan dengan target Pengembangan Kawasan di 4 Kota dan 2 Kawasan. (4) gedung ICT Training Center di Jababeka. (4) sistem dan prosedur pelaksanaan Certification of Authority. (5) aplikasi sistem early warning. e)Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan bagi Kawasan RSH dengan target terlaksananya Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan bagi Kawasan RSH di 125 kawasan. Bidang Permukiman dan Perumahan a)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat di 30 kawasan dan 4 kota. b)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pada Kawasan Strategis dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pada Kawasan Strategis di 168 kawasan dan 40 kab/kota. Kapasitas dan Kualitas Infrastruktur dan Layanan Pos dan Telematika dengan target: (1) hasil pemantauan pembangunan Jaringan Palapa Ring. aplikasi dan infrastruktur open source.

dan (15) Pengadaan Sarana ASDP yang terdiri dari kapal perintis lanjutan 12 unit. paku marka 15. Sulawesi. Kalimantan. (10) Indonesia Ship Reporting System untuk Selat Sunda dan Lombok. Kelas V 59 unit.736 unit RSH/Rusunami. NTT. j)Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan target terlaksananya pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya sebanyak 70 Twin Blok.Lingkungan Permukiman di 218 kawasan. k)Penyediaan Kredit Program-KPRSH dan Rusunami dengan target tersedianya kredit program-KPRSH dan Rusunami sebanyak 240. f)Pembangunan Terminal dengan target dibangunnya terminal di 9 lokasi. (11) Indonesian Coast Guard Patrol Boats Retrofit Project dengan target memperbaiki kondisi Kapal Patroli Kelas II. Papua dan Papua Barat). Maluku. Maluku Utara. (8) pembangunan fasilitas sistem telekomunikasi pelayaran tahap 4 yang tersebar di seluruh Indonesia. bus air 30 unit. Bidang Transportasi a)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana dengan target pembangunan dan Pengadaan yang terdiri dari: (1) Pembangunan Rating School Sorong. (2) Pembangunan Maritime Education and Training Improvement (METI). Jawa. d)Rehabilitasi Fasilitas Bangunan Operasional dengan target Rehabilitasi Fasilitas Bangunan (73. g)Pembangunan Jembatan Timbang dengan target 6 paket. guardrail 106.360 M. (6) Pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia. h)Rehabilitasi Peralatan Operasional Jembatan Timbang dengan target rehabilitasi Peralatan Operasional Jembatan Timbang (1 Paket peralatan operasional jembatan timbang dan prasarana fasilitas LLAJ dan alat . (9) pengadaan kapal navigasi (ATN Vessel) sebanyak 7 unit. F.500 M. Prasarana BRT 8 Lokasi.477 buah.500 M.500 buah. Delineator 36. b)Pembangunan Gedung dengan target Pembangunan Gedung Simulator Pesawat Komersial (Tersedianya Prasarana Latih Diklat Penerbang 1 Paket). Kelas III 7 unit. (4) Pembangunan Rating School Ambon. serta lanjutan Pembangunan Kapal Patroli Kelas I sebanyak 1 unit. e)Pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan LLAJ di 32 Provinsi dengan target Marka jalan sepanjang 2. sped boat 12 unit. (14) Pembangunan VTS Selat Malaka Tahap I. warning Light 50 unit. 30 paket alat. Rambu Lalulintas 29. Traffic Light 110 Unit. (13) Pengadaan kapal patroli Kelas II sebanyak 2 unit. RPPJ 1200 Bh.923. (7) Pengembangan Kampus BP2IP Surabaya. c)Pengadaan Peralatan Laboratorium dengan target Upgrading laboratorium STPI Curug (Tersedianya Lab. Diklat STPI Curug 10 Paket). (5) pembangunan & pemasangan Simulator Pesawat Komersial sebagai Sarana Latih Diklat Penerbang. (3) Pembangunan Rating School NAD. (12) Lanjutan Pembangunan kapal penumpang 2000 GT 5 unit. Cermin Tikungan 108 Bh.000 M2 tersebar di : Sumatera. Kelas IV 33 unit.

Pelsu : 100 unit. (4) Pembangunan Jalur Ganda Kroya-Kutoarjo (76 Km). t)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelabuhan dengan target Pembangunan Fasilitas Pelabuhan yang terdiri dari: Pembangunan fasilitas pelabuhan baru di 9 lokasi: Belawan (Sumut). serta terlaksannya Public Ship Finance Program. Semarang-Solo. Palembang.Sibusuk. Batu dan Palaihari (Kalsel). Pinang. Tg. 2 unit kapal 350 DWT. (2) Port Security System Improvement Plan di 9 Pelabuhan (Belawan. o)Pengembangan Perkeretaapian dengan target pembangunan dan Modifikasi yang terdiri dari: (1) Modifikasi Stasiun Cirebon (1 Paket). Manada dan Bitung . i)Pengadaan Sarana KA Kelas Ekonomi. (5) Pengadaan Rel dan Wesel UIC-54 -52 Km.Kalaban-Pd. (3) Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya (24 Km).PKB). (5) Lanjutan Pembangunan Doubel-double Track Manggarai-Cikarang (18 Km). l)Pembangunan Jalan Kereta Api dengan target pembangunan dan Pengadaan yang terdiri dan: (1) Pembangunan Perkeretaapian di NAD (1 Paket) . Tg.5 Km (1 Paket). dan KRD/Krde/Kd3 dengan target 97 unit. pengadaan peralatan SAR 18 unit. KRL. Ma. pengembangan dan pengadaan peralatan keselamatan yang terdiri dari: (1) Improvement and Development of Indonesia Aids to Navigation (Meningkatkan keandalan SBNP). Bitung. m)Peningkatan dan Rehabilitasi Sistem Sinyal dan Telekomunikasi dengan target peningkatan Sintelis Gawa dan Sumatera)-(18 Paket). Telukbayur-Sawahlunto.Enim-Prabumulih-Tarahan. 2 unit kapal 500 DWf. Pontianak. k)Peningkatan Jembatan Ka dengan target 53 buah. Tlk Bayur. Sumatera bagian utara. Ramtun : 30 Unit (Seluruh Indonesia 25 Disnav). p)Rehabilitasi Jalan Ka dengan target lintas Cikampek-Padalarang. Benoa. Tj. Dumai. (6) Pembangunan Jalur KA antara Gununggangsir-Sidoarjo -18. selatan. Lubukalung-Naras. (2) Pembangunan Jalan KA Lintas Tanjung Priok-Pasoso (JICT-KOJA) 2. Lintas Jawa-400 Km. Ramsu : 123 unit. r)Pembangunan Kapal dengan target pembangunan dan Pengembangan industri Kapal yang terdiri dan: (1) Pembangunan Kapal Perintis (Lanjutan : 2 unit Kapal 900 DWT. (2) Pembangunan Jalur Ganda Tegal-Pekalongan (17 Km). Kariangau (Kaltim). Depare (papua). (2) Pembangunan MRT Jakarta. Makassar). q)Pembangunan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dengan target pengadaan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) -Mensu: 42 Unit.' s)Pengadaan Peralatan Penunjang Keselamatan Transportasi Laut dengan target peningkatan. Bandung-Banjar-Kroya. 2 unit karat 750 DWT. (2) Lanjutan Pembangunan Kapal GT 2000 (5 unit). n)Pembangunan Double Track dan Double-Double Track dengan target pembangunan Jalur Ganda yang terdiri dari: (1) Pembangunan Jalur Ganda Serpong-Maja-Rangkasbitung (32 Km). j)Peningkatan Jalan dan Prasarana Kereta Api dengan target peningkatan jalan KA di Lintas.1 Km. (3) Pengadaan Track Machinery (1 Paket).

(2) Pembangunan Bandar Udara Hasanuddin-Makasar Sulawesi Selatan. Tarakan (Kaltim). terpencil dan rawan bencana (11) lokasi di : Rembele. Malarko (Kepri). Papua dan Papua Barat. lbukota Kabupaten dan Daerah Pemekaran (Tersebar di seluruh propinsi. Enggano. Tlk. u)Pengerukan Alur Pelayaran dan Kolam Pelabuhan Penyebrangan dengan target pengerukan alur pelayaran dan Kolam Pelabuhan (Lokasi : Kanpel Kalbut. Lab. Anggrek (Gorontalo). dan (3) Pembangunan/peningkatan Bandara di Ibukota Propinsi. Panajam Pasir (Kaltim). x)Pengerukan Alur dan Kolam pelabuhan Penyeberangan dengan target 7 lokasi. Kalimantan.(Sulut). v)Pembangunan Dermaga Sungai. Papua dan Papua Barat. aa)Pengembangan/Peningkatan Bandara dengan target (1) Pengembangan Bandar Udara Dobo. Sulawesi. Adpel Palembang. dan Manokwari (papua). NTT. Maloy (Kaltim). Kanpel Seba. Adpel Sampit. Manokwari. Kalimantan. z)Pembangunan Bandara Baru dengan target pembangunan Bandar Udara yang terdiri dari: (1) Pembangunan Bandar Udara Kualanamu sebagai pengganti Bandar Udara Polonia-Medan (1 paket di Kualanamu-Sumatera Utara). Adpel Lhok Seumawe. Namniwel. Sungai Nyamuk (Kaltim). Adpel Jambi. Jawa. Adpel Kuala Langsa. Kanpel Manggar. dan Teluk Batang (Kalbar). danau 9 lokasi. cc)Rehabilitasi Fasilitas Terminal dengan target 3. Maluku. Saumlaki Baru. Ibukota Kabupaten dan Daerah Pemekaran). y)Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Penerbangan dengan target 17 paket tersebar di Sumatera. Sulawesi. Sam Ratulangi-Manado. Nunukan. Adpel Samarinda. Nusa Tenggara. Kalimantan. Melongguane. Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut di 16 Lokasi A. dd)Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan Penerbangan dan Penunjang Operasional dengan target rehabilitasi Peralatan Keselamatan Penerbangan dan Penunjang Operasional (8 paket tersebar di : . Belang-belang (Sulbar). Kanpel Paloh/Sekura. Sibolga. Amuk (Bali). NTT. sungai 12 lokasi. Maluku. Garongkong (Sulsel). Danau dan Penyeberangan dengan target (1) dermaga lanjutan 65 dermaga. Maluku. Bau-Bau (Sultra) . Maluku Utara. Sulawesi Utara. Tg. Bojanegara (Banten) . Seram Bagian Timur. Rembang (Jateng). Jawa. 8 dermaga sungai lanjutan dan 1 dermaga danau. Papua dan Papua Barat. Jawa. dan Haliwen). Silangit. (2) Pembangunan/peningkatan Bandara di daerah perbatasan. 5 dermaga penyeberangan. Muara Bungo dan Waghete baru. Dumatubun-Langgur. bb)Rehabilitasi Fasilitas Landasan dengan target 425. NTB. Kanpel Leok). Buton (Riau). Tapang (Sumbar).000 M2 tersebar di : Sumatera. Yani (Malut). Maluku Utara. Naha. Arar (papua Barat). Ende. w)Rehabilitasi Dermaga Penyeberangan dengan target dermaga penyeberangan 21 lokasi. Rote.000 M2 tersebar di : Sumatera. Maluku Utara. Sulawesi.

Dan Mineral a)Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dengan target Pelaksanaan . b)Pembebasan Lahan.Sumatera. Kalimantan.000 unit. (4) Pengembangan Pelabuhan Manokwari (3 Lokasi Manokwari.720 m. rr)Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa dengan target 63. Fokus 13. ss)Pembangunan Jalan Akses dengan target 11. Maluku Utara. Jawa.163 km. Sulawesi.5 km. ee)Pengadaan Sarana dan Prasarana Penunjang Pencarian dan Penyelamatan dengan target tersedianya kelengkapan penunjang kegiatan SAR 1 Paket. Batubara. hh)Pengadaan dan Pemasangan SBNP dan Rambu Sungai Transportasi Penyeberangan dengan target tersedianya SBNP 34 buah rambu suar dan 2000 buah rambu. c)Penyusunan Penyempurnaan Pengkajian Peraturan Perundangan dengan target 1 paket kerangka kebijakan dan pedoman operasional pengadaan tanah. uu)Pengusahaan Jalan Tol dengan target dibangunnya jalan tol Solo-Kertasono sepanjang 12 km. NTT. oo)Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Lintas dengan target 2.9 km. Bitung. ii)Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan dengan target bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan. jj)Rehabilitasi Jalan Nasional dengan target 1.469 km dan 3. nn)Pembangunan Fly-over dengan target 4.685 m.2 m. gg)Pengadaan dan Pemasangan Konverter Kit dengan target 2.9 km.Peningkatan Investasi Dan Produksi Migas.701 m.834. (2) Pengembangan Pelabuhan Bojonegara (1 Paket) .8 km dan 2.8 km. ll)Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional dengan target 8. Manado). tt)Pembangunan Jalan Baru dan Peningkatan Jalan Strategis dengan target 60. qq)Pembangunan Jembatan Suramadu dengan target 1 paket. pp)Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Non Lintas dengan target 335. mm)Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional dengan target 34. (3) Pengembangan Pelabuhan Belawan (Medan) (1 Paket).Peningkatan Investasi Infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dan Swasta a)Koordinasi Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur dengan target 3 rumusan kebijakan. kk)Pemeliharaan Jalan Nasional dengan target 32. ff)Pengembangan Pelabuhan Strategis Pengembangan Pelabuhan yang terdiri dari: (1) Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok (1 paket supervisi dan konstruksi).880. 8 laporan koordinasi kebijakan percepatan penyediaan infrastruktur. Fokus 14. Papua dan Papua Barat).884 m.

Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) dan Keputusan Presiden Pasca Tambang. tersusunnya baseline faktor emisi sistem ketenagalistrikan Kalimantan. terselenggaranya Bintek energi terbarukan dan konservasi energi.harmonisasi wilayah kerja pertambangan minerbapabum. terevaluasinya program pembinaan implementasi pembangkit listrik. Fokus 15. terupdatenya database energi terbarukan dan konservasi energi. tersusunnya pedoman persyaratan uji kinerja pada pemanfaatan TL untuk rumah tangga dalam rangka labelisasi tanda hemat energi.500 km.Percepatan Diversifikasi Energi. b)Pengkoordinasian/Penyelenggaraan Konservasi Energi dengan target terselenggaranya audit energi di sektor industri dan bangunan. terpantaunya pengawasan kegiatan energi baru terbarukan untuk daerah terpencil. d)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Pemanfaatan Energi dengan target termonitornya implementasi kebijakan energi nasional. c)Penyiapan Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dengan target terlaksananya pengembangan dearing house energi terbarukan dan konservasi energi. penetapan WKP panas bumi. Maluku. perumusan regulasi panas bumi dan pemantauan sub sektor minerbapabum. pendamping kegiatan konservasi energi (kerjasama dengan Jepang dan Denmark). perijinan usaha. terlaksananya forum konsensus standar kompetensi auditor energi. terbitnya buletin energi hijau. terselenggaranya kerjasama dalam rangka sosialisasi pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. kriteria wilayah usaha pengelolaan panas bumi di Lampung. tersosialisasikannya pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. Efisiensi Distribusi dan Pemanfaatan BBM a)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Usaha Energi Baru Terbarukan dengan target terselenggaranya studi kelayakan PLTMH untuk interkoneksi dengan jaringan PLN. Reklamasi. b)Pengelolaan. tersusunnya informasi teknologi energi baru terbarukan. dan Papua untuk CDM. Penyiapan dan Penilaian Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dengan target penawaran 20 wilayah kerja baru migas. seismic laut Flores sepanjang 1. c)Peningkatan pemanfaatan Pertambangan dengan target Perumusan Pedoman Perizinan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan IUP Produksi Minerba. tersusunnya standar kompetensi untuk audit energi. interpretasi potensi migas di laut Sulawesi. penyiapan wilayah usaha pertambangan perumusan draft rancangan Kepres tentang perizinan serta penyiapan dan evaluasi usaha pertambangan. Maluku Utara. termonitornya implementasi hasil audit energi. tersusunnya kebijakan . synopsis geologi WK. advokasi hukum. terevaluasinya pelaksanaan penghematan energi. Sulawesi. pengembangan statistik minerbapabum. evaluasi usaha pembangkit listrik energi baru terbarukan skala kecil dan menengah.

SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI.Meningkatnya kinerja lembaga peradilan dan lembaga penegakan hukum termasuk lembaga pemberantasan korupsi. DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. peningkatan aksesibilitas energy perdesaan. diterapkannya standar pelayanan minimal (SPM). b. III. yang antara lain ditandai dengan: a.Ditingkatkannya kualitas pelayanan publik. adanya dukungan kompetensi sumber daya manusia aparatur dibidang pelayanan dan penegak hukum.Dilakukannya upaya peningkatan kinerja instansi pemerintah. pengawasan produksi penjualan. c.Makin meningkatnya kinerja birokrasi untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional di berbagai bidang. cepat. 2. c.Dilakukannya perbaikan kesejahteraan aparatur negara yang adil.Menurunnya tindak pidana korupsi yang tercermin dari: a.Meningkatnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang pada dasarnya dapat menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik.Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. REFORMASI BIROKRASI. penetapan harga gas bumi. dan diterapkannya teknologi informasi dan komunikasi (e-gov dan e-services). g)Pelayanan dan Pemantauan Usaha Gas Bumi dengan target penawaran 10 wilayah kerja CBM. tersusunnya program pemanfaatan energi. layak dan berbasis kinerja. murah dan manusiawi. terselenggaranya pengarusutamaan gender di sektor energi. e)Pembinaan Koordinasi dan Konsultasi Pengawasan dengan target pelaksanaan evaluasi hasil pengawasan produksi. pembinaan perijinan pengusahaan minerbapabum. yang mencakup antara lain: terselenggaranya pelayanan publik yang tidak diskriminatif. pengusahaan CBM di daerah Sumatera. pengembangan pulau kecil terluar melalui pemanfaatan energi terbarukan non listrik. d. . SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Peningkatan Upaya Anti Korupsi.Tumbuhnya ik1im takut korupsi. serta inventarisasi barang modal dan sarana dan prasarana. tersosialisasinya pemanfaatan biofuel di sektor industry dan bangunan. f)Pengembangan dan Pemanfaatan Energi dengan target terkoordinirnya pengembangan energy perdesaan. perubahan kepemilikan saham. tersusunnya kajian penurunan emisi sektor energi nasional. Reformasi Birokrasi serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam Negeri pada tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. b. kinerja unit kerja dan kinerja individu/pegawai.PENINGKATAN UPAYA ANTI KORUPSI.energi. PERTAHANAN.

Bab 5. c. dan (3) Penyelidikan dan penyidikan terhadap subyek dan kasus tindak pidanan korupsi. 4. Pengumpulan bahan keterangan 1 paket. dan Bab 14 Buku II dengan Fokus dan Kegiatan prioritas sebagai berikut : Fokus 1. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan tersebut ditempuh arah kebijakan sebagaimana dalam Bab 3. c)Penanganan Perkara dengan target penanganan terhadap 250. 3. serta penyelundupan sumber daya negara.Terlaksananya Pemilu 2009 secara demokratis. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu tahun 2009.000 perkara. adil. b. proses pemungutan dan perhitungan suara.Ditingkatkannya efektifitas pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan untuk mendukung kinerja instansi pemerintah dan pembangunan. FOKUS. d.d. jujur.Penindakan dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi a)Penanganan/Penyelidikan Kasus Intelejen dengan target 1. 5 Tahun 2004 di sebanyak 660 instansi (pusat dan daerah). yang tercermin dari : a.Makin menguatnya kemampuan pertahanan dan mantapnya keamanan dalam negeri.852 penanganan/penyelidikan kasus intelijen termasuk perkara korupsi. 40 perkara penuntutan.967 perkara korupsi.Menurunnya secara signifikan tindak kejahatan lintas negara di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah perbatasan khususnya illegal fishing. e. termasuk di dalamnya penanganan perkara korupsi baik yang ditangani oleh pengadilan umum maupun pengadilan Tipikor. (2) penanganan terhadap 1. kampanye. Bab 9.Dilaksanakannya penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan yang menunjang fungsi-fungsi kepemerintahan. supervisi dan koordinasi penanganan TPK 40 kasus di 50 K/L. Bab 10. Bab 6.Tercapainya kapasitas alutsista pertahanan dan keamanan skala essential force dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pertahanan dan keamanan. ARAH KEBIJAKAN. dan (2) terlaksananya sosialisasi RAN-PK oleh K/L dan penyusunan RAD-PK oleh . 50 perkara penyidikan. dan aman. Bab 8.Terselenggaranya pengamanan proses pemilu dari masa persiapan.Terputusnya jaringan demand dan supply penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia baik yang melibatkan jaringan dalam negeri maupun jaringan internasional. illegal logging. d)Pelaksanaan Inpres No.Tertangkapnya pelaku utama aksi-aksi terorisme dan terbongkarnya jaringan utama terorisme di Indonesia secara tuntas. b)Penindakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi dengan target (1) penyelidikan 55 kasus. e. 35 perkara eksekusi keputusan inkracht. dan. 15 orang perlindungan saksi. 5 Tahun 2004 (Percepatan Pemberantasan Korupsi) dengan target: (1) tersusunnya laporan pelaksanaan Inpres No. Bab 13.

Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi a)Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana dengan target terlaksananya sosialisasi UU perlindungan saksi dan korban dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberantasan korupsi dengan sasaran 45. kerjasama perkotaan bertetangga di 3 kota metropolitan. b)Peningkatan/Pengkajian Kapasitas Kelembagaan dengan target tersusunnya 4 dokumen SPM dan Penerapan 2 SPM di 33 provinsi. Penyusunan 18 Naskah RPP (termasuk peraturan pelaksanaan UU perlindungan sanksi dan korban serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. c)Penyuluhan Hukum dan Koordinasi RANHAM dengan target penyelenggaraan penyuluhan hukum pada 33 Kanwil Dephukham. d)Pasilitasi Pengelolaan Kawasan Perkotaan dengan target terlaksananya fasilitasi standar pelayanan perkotaan di 11 provinsi. kerjasama kota kembar (sister city). c)Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam penerapan standar pelayanan minimal (SPM) di daerah dengan target meningkatnya kapasitas 1. dan Peraturan pelaksanaan UU Penyitaan Aset. 99 Cabang Kejaksaan Negeri. revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi). . 361 Kejaksaan Negeri. penelitian hukum 7 kegiatan. penyusunan naskah akademik 10 RUU. serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberantasan korupsi.Pemda. b)Penyuluhan Hukum dengan target terlaksananya penyuluhan hukum terutama yang terkait dengan Sosialisasi UU Perlindungan Saksi dan Korban. dan 1 Kejaksaan Agung.000 orang. Kejaksaan di 31 Kejaksaan Tinggi. dan Dirjen HAM. Fokus 3. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik a)Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan target (1) tersusunnya RPP untuk UU Pelayanan Publik dan sosialisasi UU Pelayanan Publik dan (2) meningkatnya kualitas pelayanan terpadu Samsat.380 aparat pemerintah daerah di 10 propinsi masing-masing 5 kab/kota dalam penerapan SPM di daerah. untuk pelayanan kepada masyarakat di daerah. pengkajian hukum 15 kegiatan. BPHN. Fasum) bermasalah di 10 provinsi. Fokus 4. penyusunan UU pengadilan tindak pidana korupsi. Penyusunan 15 Naskah RUU.Penyempurnaan Peraturan Perundang-undangan untuk Mendorong Upaya Pemberantasan Korupsi a)Penyusunan Naskah Perundang-undangan dengan target Pembahasan RUU 10 buah. evaluasi PSU (Fasus. Fokus 2. dan (3) meningkatnya koordinasi pelaksanaan strategi nasional pemberantasan korupsi yang sejalan dengan KAK' 2003. Rakor di 3 wilayah evaluasi 10 kawasan kumuh perkotaan di 10 provinsi.

Menpan.Penataan Kelembagaan. Sragen dan Balikpapan) dengan 3 instansi (pemda. evaluasi atas pelaksanaan Rencana Induk Reformasi Birokrasi. (3) tersusunnya Strategi Pembelajaran yang baru.Peningkatan Kinerja dan Kesejahteraan PNS a)Pengembangan Sistem Pendayagunaan SDM Aparatur Negara dengan target (1) tersusunnya Sistem Diklat Aparatur yang baru. b)Penyempurnaan sistem manajemen pengelolaan SDM Aparatur sesuai Sistem Karir dan Remunerasi dengan target tersusunnya RPP Sistem Remunerasi PNS berbasis kinerja dan merit. dan (2) tersosialisasikannya Pedoman Implementasi Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Instansi Pemerintah. h)Pilot Project Penerapan Identitas Tunggal untuk Pelayanan Publik dengan target terlaksananya ujicoba penerapan identitas tunggal untuk pelayanan publik di 3 lokasi (Jembrana. (2) tersusunnya Kurikulum Diklat Aparatur yang baru. c)Evaluasi Organisasi dan Tata Kerja Unit Departemen/ LPND/Lembaga Non Struktural dengan target tersususnnya RPP tentang Pedoman Penyusunan Kelembagaan Non-struktural (quasi birokrasi) dan basil evaluasi kelembagaan birokrasi (struktural). d)Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan dengan target terlaksananya uji materi dan pembahasan RUU Sistem Pengawasan Nasional dan RUU Akuntabilitas Kinerja Penyelenggara . b)Pengembangan Sistem dan Evaluasi Kinerja dengan target (1) tersusunnya rancangan kebijakan Penerapan Sistem Manajemen Kinerja untuk Instansi Pemerintah. c)Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-undangan dengan target terlaksananya uji materi dan pembahasan RUU Kepegawaian Negara dengan legislatif. (4) tersosialisasikannya sistem diklat aparatur yang baru.e)Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan target tersusunnya. f)Penyempurnaan Sistem Koneksi (interphase) Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi antar instansi yang terkait dengan target penataan sistem koneksi NIK dengan sistem informasi departemen/lembaga melalui pembangunan dan pengembangan data warehouse berbasis NIK Nasional. BKN). Ketatalaksanaan dan Pengawasan Aparatur Negara a) Pelaksanaan Rencana Induk Reformasi Birokrasi. Fokus 5. (2) peraturan tentang pelaksanaan e-government di instansi pemerintah. (Survey/Studi kelayakan/Penyusunan Master Plan/DED/SID) dengan target terlaksananya sosialisasi/asistensi/ monitoring. Fokus 6. g)Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu dengan target terimplementasinya SAK di 457 kab/kota. (1) model implementasi e-local government.

KPPS. 1. 6. 77. PPS. b)Penyediaan dan distribusi logistik pemilu dengan target tersedianya logistik pemilu tepat waktu dan tepat lokasi. bimbingan teknis. d)Fasilitasi lembaga kemasyarakatan untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat di daerah-daerah dengan target terlaksananya pendidikan politik mengenai kepemiluan oleh 500 ormas di kab/kota (khususnya untuk Pemilu Presiden). (2) terlaksananya seleksi.Negara dengan legislatif. serta bimbingan dan supervisi teknis kepada panitia ad hoc pelaksana pemilu.286 PPS. dan 1 Kadin di luar negeri.780 KPPSLN).Peningkatan Efektivitas Pelaksanaan Pemilu 2009 a)Fasilitasi Persiapan Pelaksanaan Pemilu 2009 dengan target terlaksananya koordinasi setiap tahapan dan jadwal kegiatan Pemilu 2009 (desk Pemilu). pendidikan pemilih di dalam dan luar negeri. c)Fasilitasi Pelaksanaan Budaya Politik Demokratis dengan target terlaksananya pendidikan pemilih bagi masyarakat di 5 lokasi di daerah.636 KPPS. (2) kesiapan peralatan Polri mencapai 70 persen dari kondisi yang ada saat ini. 611. 470 KPU kab/kota.575 PPK.Pemantapan Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri a)Peningkatan kemampuan alutsista TNI dan Alut Polri dengan target (1) kesiapan alutsista integratif TNI menjadi 40 persen dari jumlah saat ini. 120 PPLN.Penguatan Lembaga Penyelenggaraan Pemilu dan Peningkatan Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pemilu 2009 a)Penguatan Organisasi Penyelenggara Pemilu dan Pilkada dengan target (1) terakreditasinya dan terlaksananya bimbingan teknis bagi pemantau pemilu. dan (2) terlaksananya fasilitasi voters information dan fasilitasi pelaksanaan kampanye di 119 kantor perwakilan RI di luar negeri. Fokus 9. kesiapan alutsista TNI AU menjadi 43 persen dari jumlah yang ada saat ini. (KPU. Fokus 7. dan KPPSLN untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu Presiden/WK Presiden putaran 1 dan putaran 2. c)Penguatan sarana dan prasarana pendukung Pelnilu 2009 dengan target tersedianya sarana dan prasarana gedung kantor KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota. PPLN. kesiapan alutsista TNI AL menjadi 41 persen dari jumlah yang ada saat ini. 119 Kantor Perwakilan Luar Negeri. kesiapan alutsista TNI AD menjadi 38 persen dari jumlah saat ini. b)Peningkatan Pendidikan Politik Masyarakat (penyiapan Modul dan Memulai Voters Education and Information) dengan target (1) terlaksananya sosialisasi informasi pemilu. . dan supervisi untuk PPK. serta tersedianya bahan tercetak dan instrumen bagi lembaga pemantau pemilu dari dalam negeri dan luar negeri. Kegiatan dilakukan di 33 provinsi dan 470 KPU kab/kota. 33 KPU provinsi. Fokus 8.

pembentukan UPT di 6 provinsi. operasionalisasi 21 kapal pengawas. (2) terselenggaranya operasi bersama keamanan laut dan penegakan hukum di wilayah laut Indonesia dengan target meningkatnya intensifikasi operasi bersama keamanan laut. (3) berkembangnya sistem pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan melalui penyelenggaraan operasi terpadu selama 180 hari. penangkapan dan pemrosesan tokoh-tokoh kunci operasional terorisme melalui peningkatan jumlah penangkapan dan proses hukum tokoh-tokoh kunci terorisme. e)Penanggulangan dan pencegahan gangguan keamanan laut dengan target (1) berkembangnya prasarana dan sarana termasuk early warning system dengan pengadaan kapal markas. dan tepat waktu (real time). d)Pengamanan batas negara pada sekitar pulau-pulau kecil terluar dan wilayah-wilayah perbatasan dengan target (1) meningkatnya kualitas dan kuantitas pas-pas pertahanan dalam rangka pencegahan terjadinya pelanggaran wilayah dan kedaulatan. f)Penanggulangan dan pencegahan tindakan terorisme. dan (4) meningkatnya kualitas dan kuantitas pas-pas keamanan dalam rangka pencegahan tindak kejahatan transnasional. (3) meningkatnya kerjasama bilateral dan regional dalam hal penanggulangan dan pencegahan aksi-aksi terorisme melalui . dengan target (1) meningkatnya kelembagaan Badan Koordinasi Penanganan Terorisme melalui peningkatan koordinasi penanganan tindak kejahatan terorisme. pengadaan early warning system. tepat tempat. (4) penguatan sinkronisasi dan sinergi instansi-instansi pemangku Maritime Surveilance System dengan target tercapainya efektivitas dan efisiensi Maritime Surveilance System diantara instansi-instansi terkait guna mendukung kemampuan dukungan informasi dan data secara lebih akurat. pembentukan 132 kelompok masyarakat pengawas. (2) meningkatnya upaya pencarian.b)Pengembangan industri pertahanan nasional dengan target (1) ditetapkannya sejumlah : peraturan perundangan yang mengatur mekanisme pengembangan industri pertahanan. (3) meningkatnya kerjasama bilateral pengamanan di wilayah-wilayah perbatasan. serta (2) pemanfaatan fasilitas pemeliharaan dan penyerapan secara signifikan produk industri pertahanan nasional dengan target meningkatnya jumlah dan jenis alutsista TNI dan alut Polri produk industri pertahanan nasional untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan. c)Pengembangan profesionalitas prajurit TNI dan anggota Polri dengan target terpeliharanya kekuatan dan kemampuan prajurit TNI dan anggota Polri. terbangunnya stasiun koordinasi keamanan laut. (2) meningkatnya operasional penjagaan dan pengawasan aktivitas aging di pulau-pulau terluar dan wilayah-wilayah perbatasan melalui penjagaan dan pengawasan aktivitas asing di pulau-pulau terluar dan wilayah-wilayah perbatasan. penyelenggaraan pentaatan dan penegakan hukum di 5 unit kerja peradilan perikanan dan pengembangan 5 UPT pengawas.

i)Pengamanan Pemilu 2009 dengan target (1) mantapnya kesiapan Polri dalam mengamankan proses pemilu dari masa persiapan. g)Penguatan institusi intelijen dan kontra intelijen. dengan target (1) meningkatnya kerjasama dalam negeri dan luar negeri di bidang narkoba melalui peningkatan koordinasi dan kerjasama serta sinergi antara BNN dan BNP/BNK/BNKot maupun lintas negara dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.peningkatan penanganan terorisme yang bersifat lintas negara serta menurunnya potensi aksi terorisme lintas negara. sasaran-sasaran pokok tahun 2009. terbangun sistem informasi intelejen pertahanan. (2) mantapnya kesiapan TNI dalam memberikan dukungan pengamanan dalam menciptakan suasana yang kondusif. percepatan pembangunan jaringan komunikasi sandi nasional. dan terorisme. separatisme. ketertiban. dan menanggulangi kriminalitas. konflik. kriminalitas. . separatisme. proses pemungutan dan perhitungan suara. dengan target (1) meningkatnya sarana dan prasarana intelijen pusat dan daerah melalui peningkatan kemampuan lembaga dan SDM intelijen pusat dan daerah. serta kebutuhan pembiayaan pembangunan yang diperlukan. ketertiban. serta (3) terselenggaranya operasi intelijen untuk mendeteksi dan mengeliminasi ancaman tantangan hambatan dan gangguan (ATHG) di dalam dan luar negeri. Sasaran tahun 2009 tersebut dicapai melalui berbagai kegiatan dan kebijakan pembangunan sesuai dengan prioritas yang digariskan. (3) terselenggaranya pembangunan jaringan komunikasi sandi negara melalui pembangunan dan pengembangan SDM persandian. h)Peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (4) terselenggaranya kampanye nasional dan sosialisasi anti narkoba serta tersosialisasinya pencegahan penyalahgunaan narkoba di seluruh Indonesia. serta teredamnya potensi gangguan keamanan. dan terorisme. mencegah dan menanggulangi konflik. perkiraan tahun 2008. meningkatnya kemampuan intelijen TNI. (2) meningkatnya kualitas penegakan hukum di bidang narkoba melalui peningkatan jumlah penyelesaian perkara kejahatan di bidang narkoba. meningkatnya kemampuan intelijen Polri. (3) meningkatnya pelayanan terapi dan rehabilitasi kepada penyalahguna (korban) narkoba. kampanye. BAB III KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 memberi gambaran kondisi ekonomi makro tahun 2007. (2) operasi dan koordinasi dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu.

Dalam tahun 2007.6 persen) atau berkurang 2. ekonomi tumbuh 6.0 juta orang (9. Pada triwulan 1/2008. Dengan memperhitungkan resiko gejolak ekstemal yang cukup besar.5 persen) didorong oleh investasi yang meningkat.0 persen dan 13.3 persen (y-o-y) didorong oleh ekspor barang dan jasa serta pembentukan modal tetap bruto yang meningkat 15.A. Dalam keseluruhan tahun 2007.3 persen) menjadi 10. penerimaan ekspor nonmigas meningkat 24.5 persen. lebih tinggi dari tahun 2006 (5. momentum pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2007 dan triwulan 1/2008 tetap terjaga.5 persen).5 juta orang sehingga pengangguran terbuka menurun dari 10.4 persen.3 persen.9 juta orang (10. Ketiga. dampak dari krisis subprime mortgage di AS. kemampuan ekspor barang dan jasa yang terjaga. Besarnya resiko dari gejolak eksternal tersebut menuntut langkah-langkah jangka pendek yang harus ditempuh serta penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam rangka mengamankan pembangunan.KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2007 DAN PERKIRAAN TAHUN 2008 Kondisi ekonomi makro tahun 2007 dan perkiraannya tahun 2008 dapat diringkas sebagai berikut. sejak paruh kedua tahun 2007. serta melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Pertama.3 persen dibandingkan . Keempat. Dalam tahun 2008. Dalam bulan Februari 2008. Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dalam keseluruhan tahun 2008 diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya serta tekanan inflasi yang besar berpotensi lebih memperlambat pertumbuhan ekonomi.3 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 5.4 juta orang (8. pengangguran terbuka menurun menjadi 9. stabilitas ekonomi tetap terjaga dari tekanan eksternal yang meningkat.0 persen. Kedua. serta daya beli masyarakat yang semakin baik. penerimaan ekspor nonmigas meningkat 15.5 persen (y-o-y). Dalam keseluruhan tahun 2007. sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dalam awal-awal tahun 2008 disesuaikan dari 6. Momentum pertumbuhan terns berlanjut pada triwulan 1/2008.1 juta orang (16. Pada bulan Maret 2007. ekonomi diperkirakan tumbuh 6. Kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penduduk miskin ditingkatkan pada tahun 2008. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto meningkat dua digit serta konsumsi masyarakat tumbuh lebih dari 5 persen.1 persen).8 persen menjadi 6. kualitas pertumbuhan ekonomi membaik. rata-rata nilai tukar rupiah mencapai Rp 9.8 persen (y-o-y). ekonomi tumbuh 6. Momentum pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga pada triwulan 1/2008 menurunkan lebih lanjut pengangguran terbuka.1 juta dibandingkan Maret 2006. Dalam triwulan 1/2008.140 per dolar AS atau menguat 0. Sejak triwulan 111/2007. termasuk APBN 2008 dengan perubahan yang dilakukan pada awal-awal tahun 2008. perekonomian Indonesia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan harga komoditi dunia lainnya. Dalam Agustus 2006-Agustus 2007 tercipta lapangan kerja baru bagi 4. jumlah penduduk miskin menurun menjadi 37.

suku bunga Fed Funds diturunkan secara bertahap dari 5.2 persen. Ekonomi Asia tetap sebagai penggerak ekonomi dunia dengan tumbuh sekitar 9.9 persen. laju inflasi terjaga sebesar 6. Ketiga resiko eksternal tersebut memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2008. sedikit lebih rendah dari tahun 2006 (5.6 persen. krisis subprime mortgage di AS yang berpengaruh terhadap stabilitas keuangan dunia. Dalam rangka mengurangi meluasnya dampak krisis subprime mortgage tersebut. stabilitas keuangan dunia mengalami gejolak dipicu oleh krisis subprime mortgage AS. harga komoditi dunia yang meningkat memberi tekanan yang cukup besar terhadap inflasi di dalam negeri. ekonomi dunia tumbuh 4. serta cadangan devisa meningkat menjadi USD 56. Dalam kaitan itu. laju inflasi setahun (y-o-y) mencapai 9. Indeks saham Dow Jones yang sebelumnya mencapai lebih dari 14.25 persen pada bulan .6 persen. Penurunan indeks saham tersebut selanjutnya berpengaruh terhadap indeks saham di berbagai negara. kebijakan ekonomi AS diarahkan pada dua langkah pokok yaitu mengamankan sektor keuangan termasuk perbankan dengan penurunan suku bunga serta memberi stimulus fiskal dalam rangka mendorong ekonomi. Untuk mencegah ekonomi AS dari kemungkinan resesi pada tahun 2008. Rendahnya kualitas kredit perumahan di AS telah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi AS.0 persen. serta melambatnya ekonomi AS. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati. EKONOMI DUNIA Dalam keseluruhan tahun 2007. Dalam keseluruhan tahun 2007. ekonomi AS tumbuh 2. lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya yang tumbuh 3. relatif sama dengan tahun 2006. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. bantuan likuiditas sekitar USD 30 miliar diberikan untuk menyelamatkan Bear Sterns dari kerugian yang dialami.tahun sebelumnya. ekonomi AS tumbuh 2.2 persen pada triwulan 1/2008. Pada triwulan 1/2008.5 persen per tahun. atau bertambah USD 14. ekonomi dunia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan komoditi dunia lainnya.9 miliar. Runtuhnya pasar sub-prime mortgage di Amerika Serikat pada pertengahan Juli 2007 telah menimbulkan gejolak yang luas terhadap pasar modal global. investasi residensial di AS terus tumbuh negatif hingga menurun menjadi 21.000 sempat merosot menjadi di bawah 12. bank sentral AS dan beberapa bank sentral di negara maju menempuh langkah pengamanan baik melalui bantuan likuiditas dan penurunan suku bunga. Dalam semester II/2007. Dalam bulan Juli 2007.6 persen. Pada bulan April 2008.3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. laju inflasi keseluruhan tahun 2008 diupayakan tetap terkendali. Terakhir.0 persen). Sejak triwulan II/2006.5 persen (yo-y) dengan kecenderungan peningkatan konsumsi rumah tangga yang melambat serta penurunan investasi residensial yang makin pesat. sedangkan negara-negara maju hanya tumbuh 2.000 dalam bulan Januari dan Maret 2008 dalam penutupan hariannya.

140.7 per barel dan dalam paruh pertama bulan Mei 2008 mencapai USD 122.1 persen (The Economist. kebijakan moneter pada banyak negara mulai beralih ke arah yang ketat dengan menaikkan suku bunga. dan memberi tekanan spekulasi yang besar terhadap peningkatan harga komoditi dunia. Dalam bulan Juli 2007 hingga akhir tahun 2007. stabilitas ekonomi dapat dijaga. Langkah-langkah untuk mengamankan sektor keuangan dan pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati dengan penurunan suku bunga Fed Funds yang terus berlanjut. lebih lambat dari tahun 2007 (4. rata-rata harian nilai tukar rupiah relatif stabil pada rentang Rp 9.200 per USD dan dalam keseluruhan tahun 2007..8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 (y-o-y) [IMF. Tekanan eksternal berupa tingginya harga komoditi dunia dan meluasnya dampak krisis subprime mortgage di AS berpengaruh pada stabilitas ekonomi di dalam negeri. Mei 2008). Kenaikan harga komoditi yang tinggi ini telah memberi tekanan inflasi global yang tinggi bagi semua negara. Pertumbuhan ekonomi dunia yang tinggi sejak tahun 2004 meningkatkan permintaan terhadap komoditi dunia termasuk energi.5 persen (IMF. Nilai tukar rupiah kembali stabil pada rentang Rp 9. harga minyak mentah WTI diperkirakan sekitar USD 110 per barel (EIA.per dolar AS. Dalam rangka mengendalikan tekanan inflasi ini. Rata-rata harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) hingga empat bulan pertama tahun 2008 mencapai USD 101.00 persen pada akhir bulan April 2008 dan stimulus fiskal sebesar USD 162 miliar diberikan untuk menopang konsumsi masyarakat. Poll of the Forecaster memperkirakan ekonomi AS dalam keseluruhan tahun 2008 tumbuh 1. Dalam bulan Mei 2007 terjadi penguatan nilai tukar rupiah terutama didorong oleh arus modal jangka pendek dalam bentuk investasi portfolio.000-Rp 9. Dalam tahun 2008 ekonomi dunia diperkirakan hanya tumbuh 3. PERBANKAN. MONETER. Mei 2008]. Dengan kebijakan moneter yang berhati-hati. mampu menjaga kembali stabilitas nilai tukar rupiah. Mei 2008). program stabilisasi harga kebutuhan pokok. World Economic Oudook.3 persen dibandingkan tahun 2006. Krisis subprime mortgage dan melemahnya nilai tukar dolar AS mengakibatkan likuiditas global yang berlebih beralih pada pasar komoditi.000-Rp 9.200 per dolar AS. Ketiga gejolak eksternal tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2008. serta pengamanan sektor keuangan di dalam negeri. Harga minyak mentah dunia dan komoditi dunia lainnya secara bertahap meningkat. atau menguat 0. . terutama minyak mentah.Agustus 2007 hingga menjadi 2. April 2008).9 persen) dengan ekonomi AS yang hanya tumbuh 0. rata-rata harian nilai tukar rupiah mencapai Rp 9.0 per barel.7 persen. Sampai dengan lima bulan pertama tahun 2007. DAN PASAR MODAL. Dalam keseluruhan tahun 2008. nilai tukar rupiah berfluktuasi oleh pengaruh rambatan krisis subprime mortgage di AS. Indeks harga komoditi dunia pada bulan April 2008 meningkat 46. primary commodity price.

300 per USD.0 persen.75 persen pada akhir tahun 2006 menjadi 8.7 persen pada bulan Desembcr 2006. Pada bulan Desember 2007. relatif sama dengan tahun 2006. Suku bunga acuan yang tetap dipertahankan 8. 15.2 persen dan 7. Meningkatnya harga komoditi dunia sejak pertengahan tahun 2007 mendorong kembali laju inflasi. laju inflasi dalam keseluruhan tahun 2008 diupayakan tetap terkendali. Menurunnya suku bunga dan membaiknya ekspektasi terhadap perekonomian mendorong penyaluran kredit perbankan.0 persen dan 9. laju inflasi tahun 2007 dapat dijaga sebesar 6. suku bunga kredit modal kerja. 13. Penurunan suku bunga kredit berjalan lebih lambat. Meningkatnya tekanan inflasi sejak bulan Desember 2007 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati guna memandu penurunan ekspektasi inflasi. Pada bulan Desember 2007. 79.1 persen. Meningkatnya harga komoditi dunia pada empat bulan pertama tahun 2008 memberi tekanan bagi inflasi di dalam negeri.8 persen (y-o-y). dan 77. 67. 9. dan 22.00 persen pada bulan Desember 2007.4 persen. kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing menurun menjadi 13. penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 995.4 persen dari 9.8 persen (y-o-y) pada bulan Juni 2007. minyak kelapa sawit. 73. kedelai. Dalam bulan April 2008.0 .00 persen sampai bulan April 2008 mulai ditingkatkan pada bulan Mei 2008 menjadi 8. harga gandum dan gandum.0 persen dan laju inflasi setahun (y-o-y) meningkat menjadi 9. sedangkan harga beras meningkat tinggi. Suku bunga deposito dan kredit mcngikuti suku bunga acuan. dan 17. dan beras di pasar dunia meningkat berturut-turut sebesar 80. harga gandum.1 triliun. termasuk minyak mentah dunia. 102.1 persen (IMF commodity price). Secara bertahap suku bunga acuan (B1 rate) diturunkan sebesar 175 bps dari 9. suku bunga deposito 1 dan 3 bulan menurun menjadi 7.246 dengan trend tetap terjaga pada rentang Rp 9. harga keempat komoditi tersebut meningkat berturut-turut 120. Dalam tahun 2007. Dalam bulan April 2008.1 persen. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil hingga semester 1/2007 berperan dalam menjaga laju inflasi. Sampai pertengahan tahun 2007 laju inflasi terkendali dan dapat ditekan menjadi 5. indeks harga komoditi pangan dunia meningkat sebesar 27.9 persen.25 persen. Dalam tekanan resiko eksternal yang meningkat sejak semester II/2007. dan minyak kelapa sawit melunak.0 persen. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan laju inflasi yang terkendali dalam tahun 2007 memberi ruang bagi penurunan suku bunga di dalam negeri. Dalam bulan April 2008.6 persen.2 persen (y-o-y). Pada bulan Desember 2007. kedelai. Dalam tahun 2007.2 persen.1 persen dari 15.0 persen. Dalam keseluruhan tahun 2008. laju inflasi tahun kalender (y-t-d) mencapai 4. Kenaikan ini terus berlanjut hingga empat bulan pertama tahun 2008. diperkirakan tetap tinggi. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati. bertambah Rp 208. rata-rata harian nilai tukar rupiah sebesar Rp.2 persen.0 persen.Dalam empat bulan pertama tahun 2008.9 persen.6 persen pada bulan Desember 2006.000-Rp 9. harga komoditi dunia. dan 16.

atau berkurang Rp 7.6 miliar). 28.5 triliun dan bulan Desember 2006. investasi langsung asing (neto) mencapai surplus sebesar USD 1. terhadap ekonomi dalam negeri telah mendorong kinerja bursa saham.7 persen). Dengan defisit jasa-jasa (termasuk income dan current transfer) yang meningkat menjadi USD 22. loan-to-deposit ratio (I.7 miliar. didorong oleh investasi langsung asing yang masuk sebesar USD 6. Arus masuk investasi portfolio yang meningkat hingga semester 1/2007 .DR) pada bulan Februari 2008 mencapai 67.348.4 persen dan 15. modal kerja.O persen. IHSG di BEI mencapai 2. lebih rendah dan tahun 2006 (USD 2.304. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEl) menembus angka 2. NERACA PEMBAYARAN. Gejolak bursa saham global berpengaruh terhadap Bursa Efek Indonesia. Dalam bulan Maret 2008. perkembangan pasar modal global yang dinamis.4 persen.5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 (y-o-y). Indeks Harga Saham Gabungan di BEI pada akhir tahun 2007 mencapai 2.9 miliar. Meningkatnya penyaluran kredit perbankan diiringi oleh menurunnya non-peifonning loan. Pada bulan Desember 2007. dan konsumsi dengan peningkatan berturut-turut 23. NPL menurun menjadi Rp 40.9 persen. Stabilitas ekonomi yang terjaga.1 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.8 atau meningkat 52. gejolak bursa saham global masih berlanjut dan berdampak pada pasar modal di dalam negeri.9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada akhir bulan April 2008. Perkembangan ini terus berlanjut hingga triwulan 1/2008.5 atau turun 16. Dalam pada itu.5 persen.5 persen dan 14. Membaiknya kegiatan ekonomi dan pendapatan masyarakat meningkatkan kebutuhan impor.2 miliar).0 persen dibandingkan tahun 2006. Pada tahun 2007. Kenaikan kredit relatif berimbang antara kredit invetasi. relatif sama dengan tahun 2006 (USD 10. posisi kredit perbankan mencapai Rp 1. Selanjutnya dalam bulan Maret 2008. Secara keseluruhan fungsi intermediasi perbankan berjalan lebih baik didukung oleh kepercayaan masyarakat terhadap perbankan yang kuat.4 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2006.3 triliun (3.000 pada bulan Mei 2007 dan terus meningkat hingga mencapai 2. dan ekspektasi yang baik. Dalam tahun 2007.0 triliun.3 persen. Langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi menguatkan kembali kepercayaan terhadap pasar modal.1 persen dibandingkan akhir Desember 2007. atau naik 14.2. total penerimaan ekspor mencapai USD 118.4 miliar. triliun atau meningkat 29.2 miliar. dan 24. Peningkatan ini didorong oleh impor migas dan nonmigas yang masing-masing naik sebesar 16.7 miliar.029. Tingginya pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2007 dan meningkatnya harga komoditi dunia ikut berperan dalam mendorong penerimaan ekspor nasional.7 pada akhir bulan Juli 2007. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspor migas dan nonmigas yang meningkat masing-masing sebesar 8.6 persen.triliun atau meningkat 26. Dengan perkembangan ini. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2007 mencapai sekitar USD 10.0 miliar. NPL menurun menjadi Rp 38.745. impor meningkat menjadi USD 84. atau naik 15.

0 miliar. serta dampak lanjutan subprime mortgage. Sedangkan investasi lainnya mengalami defisit USD 7.0 bulan impor.kemudian melambat oleh rambatan gejolak subprime mortgage sejak bulan Agustus 2007 yang berimbas pada pelepasan surat utang negara (SUN) dan surat berharga Bank Indonesia (SBI) pada semester II/2007. Adapun kebijakan belanja ke daerah diarahkan untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dan membiayai kegiatan-kegiatan khusus yang . Dengan perkiraan tersebut. memenuhi pembayaran utang baik dalam maupun luar negeri.2 triliun atau naik 13.9 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2007 didorong oleh impor nonmigas dan migas yang masing-masing meningkat sebesar 16.5 persen dibandingkan tahun 2006. kenaikan harga komoditi.8 bulan impor. Dengan perkembangan ini neraca modal dan finansial dalam keseluruhan tahun 2007 mengalami surplus USD 3. Neraca modal dan finansial pada tahun 2008 diperkirakan terjaga dengan meningkatnya investasi jangka panjang.4 miliar.9 miliar atau 19. Investasi langsung aging (neto) diperkirakan mencapai surplus USD 2. Secara keseluruhan tahun 2007. dan obligasi internasional. Investasi portfolio pada tahun 2008 diperkirakan mengalami surplus USD 4.1 miliar. mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan infrastruktur dasar.1 miliar.5 miliar dengan meningkatnya iklim investasi di dalam negeri. surplus neraca ttansaksi berjalan pada keseluruhan tahun 2008 diperkirakan mencapai USD 11. neraca modal dan finansial pada tahun 2008 diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 0.0 persen.8 persen.6 miliar. Adapun arus modal lainnya pada tahun 2007 mengalami defisit sebesar USD 5. terjaganya investasi jangka pendek.3 miliar dengan cadangan devisa mencapai USD 56. KEUANGAN NEGARA. kebijakan fiskal diarahkan untuk memberi dorongan pada perekonomian dengan tetap menjaga terkendalinya defisit anggaran.6 miliar dengan upaya mengurangi penerbitan SUN. kondisi neraca pembayaran diperkirakan tetap terjaga dari perlambatan pertumbuhan dunia. lebih tinggi dari tahun 2007. melindungi hajat hidup masyarakat dalam bentuk subsidi yang lebih terarah. Belanja negara yang terdiri dari belanja pcmerintah pusat dan belanja ke daerah meningkat menjadi Rp 757.2 miliar. Total nilai ekspor pada tahun 2008 diperkirakan mencapai USD 139. Pada tahun 2008. cadangan devisa diperkirakan mencapai USD 68. Kebijakan belanja pemerintah pusat diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk belanja pegawai dan barang.8 miliar.9 miliar atau cukup untuk membiayai kebutuhan 5.5 miliar atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 6. Dalam keseluruhan tahun 2008. serta menurunnya defisit investasi lainnya. Dengan defisit jasa-jasa yang meningkat menjadi USD 25. naik 17. investasi porto folio neto mencapai USD 7.0 miliar dengan investasi porto folio yang masuk sebesar USD 10.0 persen 33. didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat sebesar 12. Pengeluaran impor diperkirakan mencapai USD 101.5 persen dan ekspor migas meningkat sebesar 38.9 miliar didorong oleh investasi lainnya di luar negeri sebesar USD 5. SBT. Dalam tahun 2007.9 persen.

penurunan lifting minyak bumi menjadi 927 ribu barel per hari atau lebih rendah 107 ribu barel per hari dibandingkan target APBN 2008 (1. (iii) paket kebijakan stabilisasi harga (PKSH) untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dan pangan dunia. Pada tahun 2007. Penerimaan negara diarahkan terutama untuk menggali sumber penerimaan dalam negeri baik penerimaan pajak maupun penerimaan bukan pajak.0 triliun atau 20. Pemerintah diberi keleluasaan untuk mengambil langkah-langkah pengamanan APBN lebih lanjut. penerimaan pajak meningkat menjadi Rp 491.3 persen terutama didorong oleh rendahnya lifting minyak bumi dibandingkan target APBN-P. Dengan perkembangan ini.3 persen PDB. (v) penyewaan dana cadangan sebesar Rp 8. kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk memberi stimulus kepada perekonomian dengan menjaga ketahanan fiskal.merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Berbagai upaya untuk menjaga ketahanan dan kesinambungan fiskal dalam rangka pengamanan APBN Tahun 2008 dilakukan antara lain: (1) optimalisasi pendapatan negara yang bersumber dari sektor perpajakan. (3) penghematan dan penajaman prioritas belanja K/L. Sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang APBN Tahun 2008.9 persen. PNBP. (ii) sejalan dengan perubahan asumsi dasar tersebut mendorong perubahan besaran APBN. melemahnya mulai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. APBN Tahun 2008 mendapat tekanan yang sangat berat baik internal maupun eksternal. defisit anggaran pada tahun 2007 dapat dijaga sebesar Rp 48. menuntut dilakukannya perubahan APBN Tahun 2008 dan telah ditetapkan dalam bulan April 2008. (8) pengurangan beban pajak dan bea masuk atas komoditas pangan strategis. Perubahan tersebut diantaranya: (i) perubahan asumsi dasar untuk memberikan sinyal yang tepat kepada publik. mendorong untuk dilakukannya perubahan dalam APBN tahun 2008. Beratnya tekanan eksternal dan internal tersebut diatas.8 triliun atau naik 20. (6) pemanfaatan dana kelebihan (windfall) di daerah penghasil migas melalui instrumen utang. Adapun penerimaan bukan pajak turun sebesar 5. Pada tahun 2008.034 ribu barel perhari).0 persen PDB. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global sebagai akibat dari krisis sektor perumahan di Amerika Serikat. serta (9) penambahan subsidi pangan.8 triliun atau 1. (iv) dilakukannya pemotongan terhadap anggaran belanja Kementerian/Lembaga sebesar rata-rata 10 persen. naiknya harga minyak mentah di pasar dunia dan harga komoditas pangan dunia. (7) penerbitan obligasi/SBN dan optimalisasi pinjaman program.2 persen terutama didorong oleh pajak dalam negeri yang meningkat 18. maupun dividen BUMN. (5) peningkatan efisiensi di Pertamina dan PLN. pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp 895. (4) perbaikan parameter produksi dan subsidi BBM dan listrik. lebih tinggi Rp . (2) penggunaan dana cadangan APBN (contingency policy measure). Apabila dana cadangan tcrsebut tidak mencukupi. Sesuai dengan APBN-P Tahun 2008.3 triliun untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga ke USD 100 per barel dan volume konsumsi BBM bersubsidi.

8 triliun. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong . gambaran penerimaan negara dan hibah pada tahun 2008 diperkirakan menjadi Rp 937.1 persen PDB. Dan sisi produksi.9 persen. serta melindungi masyarakat miskin.2 persen dan 8.1 triliun (21. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan penerimaan bukan pajak sebesar Rp 35.4 triliun atau 5. Sementara itu. Sementara itu.7 persen PDB menjadi 2. Dengan demikian. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong oleh investasi berupa pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 9.4 persen PDB. Pada tahun 2007 perekonomian tumbuh sebesar 6.2 persen PDB.9 persen PDB) atau meningkat sebesar Rp 30.020. Stabilitas ekonomi yang membaik dan gejolak tahun 2005 serta langkah-langkah yang ditempuh untuk mendorong kegiatan ekonomi mampu memulihkan kembali momentum pertumbuhan ekonomi.4 persen dari alokasi belanja subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2008 yang sebesar Rp 97. Pemerintah telah menyusun rencana pengamanan pelaksanaan APBN-P 2008 untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya (5. Dari sisi permintaan. defisit APBN pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 1. meningkat Rp 136. belanja negara diperkirakan sebesar Rp 1.9 triliun atau 2.5 triliun atau 22. Sementara itu.1 persen PDB) atau meningkat sebesar Rp 42.0 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3. Sejak semester II/2007.5 persen).2 persen PDB.2 triliun. harga minyak mentah di pasaran internasional terus mengalami kenaikan dan mencapai tingkat lebih dan USD 120 per barel pada paroh pertama bulan Mei 2008. belanja negara diperkirakan mencapai Rp 989. Perkembangan penerimaan dan belanja negara diatas.1 persen PDB.1 persen PDB.113.5 triliun atau 139. Peningkatan anggaran belanja yang cukup signifikan tersebut terutama disebabkan oleh beban belanja subsidi yang mencapai Rp 234.7 triliun atau 19. Tingginya harga minyak mentah dunia tersebut dan adanya perbedaan harga BBM dalam negeri dengan luar negen yang semakin tinggi berpotensi memicu kenaikan konsumsi BBM bersubsidi.0 persen. konsultasi masyarakat tumbuh sebesar 5. lebih tinggi Rp 134. PERTUMBUHAN EKONOMI.6 triliun.6 triliun dibandingkan dengan sasaran yang ditetapkan dalam APBN 2008 sebesar Rp 781. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penerimaan negara bukan pajak khususnya penerimaan minyak bumi dan gas alam serta peningkatan dividen BUMN. Dengan kecenderungan harga minyak mentah yang tinggi tersebut. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto tumbuh dua digit dibandingkan semester II/2006. Selanjutnya stok utang pemerintah diperkirakan sebesar 32-34 persen PDB.8 persen PDB.8 triliun dibandingkan dengan anggaran belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2008 sebesar Rp 854.4 persen PDB atau meningkat dan 1. Dengan berbagai langkah tersebut. Keadaan ini akan meningkatkan beban subsidi energi yang selanjutnya berdampak terhadap kenaikan defisit anggaran.4 triliun atau 17.8 triliun (20. mendorong peningkatan defisit anggaran dalam APBN-P Tahun 2008 sebesar 0. Setelah diundangkannya Undang-undang APBN Perubahan tahun 2008.

2 persen dan sektor tersier terutama pengangkutan dan telekomunikasi.6 persen. Kegiatan ekonomi yang didukung oleh langkah-langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat diperkirakan meningkatkan konsumsi masyarakat dan pemerintah masing-masing sebesar 4. Tekanan ekternal yang berat berupa harga komoditi termasuk minyak mentah yang meningkat tinggi. pertumbuhan ekonomi triwulan 1/2008 terutama didorong oleh pembentukan modal tetap bruto serta ekspor barang dan jasa yang meningkat 13.3 persen dan 15. Kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penduduk miskin yang masih berjumlah 37. momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan pertumbuhan sebesar 6. investasi serta ekspor barang dan jasa tetap didorong sebagai penggerak perekonomian dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 11.4 persen.7 persen.5 persen.0 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 5.0 juta orang (9. dan restoran. perdagangan. gas. listrik. . dan 8. Dalam triwulan 1/2008. pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor pertanian dan sektor tersier yang tumbuh 6. gas dan air bersih. hotel. 10.oleh sektor industri pengolahan terutama nonmigas yang tumbuh sebesar 5.5 persen (y-o-y).0 persen dan 9. Dan sisi permintaan. pengangkutan dan telekomunikasi. 13.6 persen serta sektor pertambangan dan penggalian tumbuh negatif 2. pertumbuhan ekonomi akan digerakan oleh industri pengolahan nonmigas yang diperkirakan tumbuh 5. dan air bersih. real estat.0 persen.2 persen. dan perlambatan ekonomi AS menuntut perubahan sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dan 6.0 persen.9 persen.8 persen menjadi 6. 6. serta 5. sektor pertanian yang meningkat 3.9 juta orang (10.1 persen). Sementara itu impor barang dan jasa diperkirakan meningkat 13.5 juta orang sehingga pengangguran terbuka menurun dari 10.5 persen. Dalam bulan Agustus 2006 hingga Agustus 2007 telah tercipta lapangan kerja bagi 4. 7. masih berlanjutnya pengaruh lanjutan dari subprime mortgage.9 persen. Adapun sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 3. dan jasa perusahaan.7 persen.4 juta orang (8.4 persen. keuangan. 7. Dari sisi pengeluaran.4 persen dan 10. serta sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 2.2 juta jiwa (Maret 2007) ditingkatkan pada tahun 2008.3 persen (y-o-y).0 persen.5 persen).4 persen yang kemudian disesuaikan lagi rnenjadi 6. serta jasa-jasa diperkirakan tumbuh berturut-turut sebesar 7. Momentum pertumbuhan ekonomi yang terjaga pada tahun 2007 telah menciptakan lapangan kerja yang cukup besar dan sekaligus menurunkan pengangguran terbuka.7 persen dan 4. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN.3 persen) menjadi 10.4 persen. Sedangkan sektor tersier yang meliputi listrik. Dalam bulan Februari 2008.0 persen (y-o-y).5 persen seiring dengan perbaikan ik1im investasi dan meningkatnya ekspor.3 persen (y-o-y). konstruksi.0 persen.5 persen dan 2. Dan sisi produksi. serta konsttuksi yang masing-masing tumbuh sebesar 14.5 persen. pengangguran terbuka menurun menjadi 9. Adapun sektor industri pengolahan terutama nonmigas tumbuh 4. Dari sisi produksi.

harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan menurun menjadi sekitar USD 103 per barel (Energy Information Administration. Dalam tahun 2009. lebih tinggi dari peningkatan tahun 2008 (5. World Economic Outlook. TANTANGAN POKOK Dengan kemajuan yang dicapai pada tahun 2007 dan masalah yang . IMF. perekonomian AS diperkirakan mulai meningkat secara bertahap. Dengan perekonomian Asia yang diperkirakan tetap tumbuh tinggi. Pertama.6 persen.5 persen). The Economist.B. serta stabilitas keuangan global yang membaik akan mengurangi tekanan terhadap harga komoditi dunia pada tahun 2009. April 2008). Adapun lingkungan internal yang diperkirakan berpengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia tahun 2009 adalah sebagai berikut. sedangkan Poll of Forecasters. ekspor nonmigas. Kedua. Departemen Energi AS. EIA. respon produksi komoditi dunia lainnya terhadap peningkatan harga yang tinggi. relatif sama dengan tahun 2008 (0. April 2008 memperkirakan ekonomi AS pada tahun 2009 tumbuh 0. Mei 2008). C. Kedua. harga komoditi dunia termasuk minyak mentah diperkirakan akan melunak. Langkah-langkah yang ditempuh oleh negara-negara maju diperkirakan mampu memulihkan kembali sektor keuangan global yang pada gilirannya akan meningkatkan stabilitas moneter internasional yang lebih baik dan menggerakkan kembali bursa saham global. India. Pertama. dan negara Asia lainnya didorong oleh perekonomiannya yang tumbuh pesat.1 persen). perekonomian dunia pada tahun 2009 diperkirakan tumbuh sedikit lebih tinggi yang pada gilirannya akan meningkatkan perdagangan dunia. Volume perdagangan dunia pada tahun 2009 diperkirakan meningkat 5. langkah-langkah perbaikan investasi dan percepatan sektor riil yang terus dilanjutkan akan memberi dorongan lebih kuat bagi meningkatnya investasi.4 persen (World Economic Outlook. Resiko harga minyak yang lebih ringgi tetap ada apabila terjadi gangguan dalam produksi minyak mentah dunia dan memburuknya kondisi geo-politik di Timur Tengah dengan permintaan yang tetap tinggi dari China. ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3.8 persen dengan ekonomi Asia yang tumbuh 8. Pada tahun 2009.8 persen. gejolak keuangan global diperkirakan mereda.7 persen. stabilitas keamanan dan politik yang dijaga akan memberi ekspektasi yang positif bagi berlangsungnya kegiatan ekonomi yang lebih baik.4 persen). Peningkatan produksi baik OPEC maupun non-OPEC. sedikit lebih tinggi dari perkiraan tahun 2008 (1. Ketiga. dan kegiatan sektor riil. Mei 2008 memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2009 sebesar 1. LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL TAHUN 2009 Kondisi ekonomi tahun 2009 akan dipengaruhi oleh lingkungan eksternal yang diperkirakan lebih baik dari tahun 2008.

2. Selanjutnya tingginya inflasi di dalam negeri pada tahun 2008 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati untuk mengendalikan ekspektasi inflasi agar menurun pada tingkat yang memadai. revitalisasi pertanian dan menggerakkan UKM.2 juta orang miskin (16.MENJAGA STABILITAS EKONOMI.MENDORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI. kebijakan ekonomi makro tahun 2009 diarahkan untuk PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN. jumlahnya masih relatif besar.6 persen). serta tingginya likuiditas ekonomi dunia dapat menimbulkan potensi yang mengakibatkan gejolak ekternal yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi di dalam negeri. industri pengolahan nonmigas.2 persen. ARAH KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO Sesuai dengan tema pembangunan tahun 2009.9 persen. Lambatnya pemulihan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. D. ekspor. Dorongan akan diberikan pada peningkatan investasi. . sedangkan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan sekitar 37.5 persen).5 persen. Pada tahun 2007. industri pengolahan nonmigas hanya tumbuh sebesar 5. serta daya saing ekspor.5 persen) namun masih lebih rendah dari tahun 2004 dan 2005 yang tumbuh sebesar 14. jumlah pengangguran terbuka serta penduduk yang hidup di bawah yang kemiskinan mengalami penurunan. Dalam tahun 2007 investasi berupa pembentukan modal tetap bruto tumbuh sebesar 9.2 persen. 3. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi.7 persen dan 10. Beberapa kendala di dalam negeri yang menghambat peningkatan investasi dan ekspor serta lemahnya sektor industri pengolahan akan ditangani secara sungguh-sungguh. lebih tinggi dari tahun 2006 (2. dan pengeluaran pemerintah serta mendorong peningkatan sektor industri pengolahan. Dalam tahun 2007. lebih rendah dari tahun 2004 yang meningkat 7. Pengangguran terbuka pada bulan Februari 2008 sebanyak 9. peningkatan nilai ekspor nonmigas lebih banyak didorong oleh kenaikan harga dunia dibandingkan dengan volume ekspor. Percepatan pertumbuhan ekonomi akan didorong untuk menurunkan tingkat pengangguran yang mulai menurun dan mengurangi jumlah penduduk miskin yang masih besar dengan mendorong kualitas pertumbuhannya.MEMPERCEPAT PENGURANGAN PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN. tantangan pokok yang dihadapi pada tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. Meskipun pada tahun 2007 dan awal tahun 2008.4 juta orang (8. gangguan produksi pada komoditi energi dan pangan. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas diupayakan dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. infrastruktur dan energi serta dengan terjaganya stabilitas ekonomi.diperkirakan masih dihadapi pada tahun 2008.

serta meningkatkan diversifikasi pasar ekspor. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pengamanan pasokan bahan makanan. Disamping itu. antara lain dengan pengembangan kawasan industri khusus. produktivitas pertanian secara luas. administrasi perpajakan dan kepabeanan. mendorong pelaksanaan negosiasi bipatrit. Upaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin juga akan didorong oleh berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang pro-rakyat miskin. perlindungan dana masyarakat. Pembangunan pertanian dan pembangunan perdesaan didorong melalui peningkatan produksi pangan. E. dan ketahanan fiskal. Perhatian juga diberikan pada upaya untuk meningkatkan investasi dalam kegiatan eksploitasi dan eksplorasi pertambangan. Perhatian juga diberikan pada penempatan. serta peningkatan koordinasi dengan otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan. mengurangi hambatan prosedur perijinan. meningkatkan kepastian hukum termasuk terhadap peraturan-peraturan daerah yang menghambat. Stabilitas ekonomi juga akan didukung dengan ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan. serta pengembangan kota kecil dan menengah pendukung ekonomi perdesaan. serta penyusulan standar kompetensi. memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. restrukturisasi permesinan. Kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan terus didorong. Daya saing industrl manufaktur ditingkatkan. fasilitasi industri hilir komoditi primer. Perbaikan iklim ketenagakerjaan akan ditingkatkan dengan menyempurnakan peraturan ketenagakerjaan. dan penerimaan devisa dari pariwisata dan TKI. diversifikasi ekonomi pedesaan. SASARAN EKONOMI MAKRO TAHUN 2009 . dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. perlindungan. serta penggunaan produksi dalam negeri: Investasi juga akan didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktivitas.Peningkatan investasi dan ekspor didorong dengan meningkatkan daya tarik investasi baik di dalam maupun di luar negeri. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik. pembahasan agraria nasional. Pasokan bahan makanan diupayakan dengan meningkatkan produksi bahan pokok dengan penyempurnaan sistem distribusi sehingga kebutuhan pokok rakyat dapat tersedia. sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. kebutuhan pokok utamanya beras yang berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat miskin akan dijamin ketersediaannya dengan akses dan harga yang terjangkau. Pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi. mendorong komoditi nonmigas yang bernilai tambah tinggi. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar.

perdagangan. terutama industri dan pertanian.14 persen pada tahun 2009.7 persen dengan peningkatan yang lebih baik terutama.0 .6. 2.9 persen.6 triliun dengan peran serta masyarakat dan pemerintah masing-masing sebesar Rp 1.Dengan arah kebijakan ekonomi makro di atas serta dengan memperhatikan lingkungan eksternal dan internal. Pengangguran terbuka diperkirakan turun menjadi 7. dan air bersih.8 persen.410. Pertumbuhan PDB baik pada sisi pengeluaran maupun produksi dapat dilihat pada Tabel III. impor barang dan jasa diperkirakan tumbuh 13.4 persen dan laju inflasi sebesar 5. konstruksi. Dalam tahun 2009. Untuk membiayai pertumbuhan ekonomi sebesar 6.3 persen dengan industri pengolahan nonmigas tumbuh 6.5 persen.4 persen. .3 persen" sedangkan pengeluaran pemerintah diperkirakan tumbuh sebesar 5. Sektor pertanian diperkirakan tumbuh 3. Kebutuhan investasi 2009 dapat dilihat pada Tabel III. dibutuhkan investasi sebesar Rp 1. gas.8.5 persen. untuk produksi tanaman bahan makanan. dan restoran. Adapun industri pengolahan didorong tumbuh 1.2. perekonomian diperkirakan tumbuh sebesar 6. hotel. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN INVESTASI Pertumbuhan ekonomi didorong dengan meningkatkan investasi.7 triliun.0 .4 persen pada tahun 2009. real estat.4 persen. 7. Sedangkan sektor tersier yang meliputi listrik. 14. moneter. serta jasa-jasa diperkirakan tumbuh berturut-turut sebesar 7.6 persen. dan sektor riil. ditingkatkan untuk mendorong peranan masyarakat dalam pembangunan ekonomi. keuangan. moneter.9 triliun dan Rp 177.0 . 7. STABILITAS EKONOMI Stabilitas ekonomi dalam tahun 2009 tetap dijaga.1 persen dan 11. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto serta ekspor barang dan jasa didorong agar tumbuh masing-masing sebesar 12.0 persen antara lain oleh perbaikan iklim investasi dan meningkatnya ekspor nonmigas. 1. sasaran ekonomi makro tahun 2009 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 6. Dengan meningkatnya investasi. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan stabilitas ekonomi yang terjaga tersebut. serta 5. dengan terjaganya stabilitas ekonomi. Dengan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6. Dalam keseluruhan tahun 2009.6. dan jasa perusahaan.0 persen. pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin akan menurun. dan keuangan negara.0 persen. menjaga ekspor nonmigas serta memberi stimulus fiskal dalam batas kemampuan keuangan negara untuk menggerakkan semua sektor produksi.4 persen.1 persen.0 persen dari angkatan kerja dan jumlah penduduk miskin diperkirakan turun menjadi 12 . Koordinasi antara kebijakan fiskal.232.6. tercermin dari kondisi neraca pembayaran. pengangkutan dan telekomunikasi. daya beli masyarakat membaik dengan konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh 5.1. 8.4 persen.8 .

b. KEUANGAN NEGARA Kebijakan fiskal tahun 2009 diarahkan untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian dengan tetap menjaga langkah-langkah konsolidasi fiskal yang telah dilakukan selama ini. penerimaan negara dan hibah diperkirakan mencapai 19.4 miliar. ketersediaan cadangan devisa yang meningkat. terutama didukung oleh penerimaan perpajakan sebesar 13. Sementara itu impor nonmigas diperkirakan tetap tumbuh tinggi sebesar 17.19. stabilitas nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga. Gambaran neraca pembayaran tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel III. sedangkan investasi lainnya (neto) defisit sebesar USD 7. MONETER Stabilitas neraca pembayaran yang terjaga.8 persen PDB. laju inflasi pada tahun 2009 diperkirakan sebesar 6.5 bulan impor. belanja negara diperkirakan sebesar 21.5 persen.5 persen sedangkan impor migas menurun sebesar 1. Dengan nilai tukar rupiah yang stabil serta pasokan kebutuhan pokok masyarakat yang terjaga.2 miliar.6 miliar.7 . Dengan menurunnya laju inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah. keselarasan program-program pembangunan di daerah dengan program prioritas nasional .9 miliar didorong oleh meningkatnya investasi langsung asing (neto) sebesar USD 2.4 miliar atau cukup untuk memenuhi 6. serta efektivitas kebijakan moneter yang semakin baik akan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.9 miliar.1 persen PDB dan penerimaan bukan pajak sebesar 5.8 persen PDB. Dalam tahun 2009.3 persen.3.1 persen.5. Dengan besarnya dorongan fiskal ke daerah. neraca modal dan finansial diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 0. c. surplus neraca pembayaran pada tahun 2009 diperkirakan mencapai USD 11. suku bunga di dalam negeri diperkirakan menurun dan pada gilirannya akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.21.8 persen PDB.9 miliar dan cadangan devisa diperkirakan meningkat menjadi USD 80. NERACA PEMBAYARAN Penerimaan ekspor tahun 2009 diperkirakan meningkat sebesar 9. Seiring dengan mulai membaiknya kondisi pasar uang dunia. Sementara itu.5 . sedangkan ekspor migas diperkirakan turun 3. Dengan defisit sektor jasa-jasa yang masih tetap tinggi. portfolio sebesar USD 6.a.0 . surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2009 diperkirakan menurun menjadi USD 10.7 . terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 13. Secara keseluruhan.14. Dalam tahun 2009.4 persen antara lain karena harga minyak dunia yang menurun dan program pengalihan ekspor gas untuk kebutuhan domestik.0 persen.

Dengan perkiraan penerimaan dan pengeluaran tersebut. baik untuk konsumen maupun produsen tertentu. serta berbagai kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan pengangguran.Subsidi Listrik. seperti . khususnya yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Pada tahun 2007 realisasi rasio subsidi terhadap belanja negara mencapai 19.2.Subsidi BBM. atau 4. dengan harga terjangkau. pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dengan proporsi yang cukup besar dalam keseluruhan belanja negara. sedangkan tingkat pengangguran terbuka diperkirakan turun menjadi 6. jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka menurun. kesehatan dan pendidikan. Sementara itu. pada APBN-P tahun 2008 rasio subsidi terhadap belanja negara diperkirakan sebesar 23.8 persen. Defisit APBN tahun 2009 diupayakan sekitar 1. anak-anak terlantar. ditutup oleh pembiayaan dalam negeri dan pembiayaan luar negeri. 4.34.perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pencapaian sasaran nasional. serta subsidi untuk menjaga agar produsen mampu berproduksi.5 . Dengan demikian pemerintah perlu menyediakan bantuan yang dibutuhkan antara lain transfer tunai. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.0 persen PDB pada tahun 2009. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. yaitu: a. ketahanan fiskal tetap terjaga. Subsidi tersebut terbagi atas berbagai jenis. dalam bentuk penyediaan listrik murah. b. c.5 . Pada tahun 2009 jumlah penduduk miskin diperkirakan turun menjadi 12 .0 persen PDB. dalam bentuk penyediaan pupuk murah untuk petani. barang dan jasa seperti jaminan tersedianya kebutuhan pangan.14 persen.Subsidi Bunga Kredit Program.0 persen dari PDB.2 persen dari PDB.Subsidi Pupuk. subsidi yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dalam mencukupi kebutuhan dasarnya. dalam bentuk penyediaan BBM dengan harga lebih murah. stabilitas ekonomi yang terjaga. 3. KEBIJAKAN SUBSIDI Sesuai amanat pasal 33 dan 34 Undang-undang Dasar 1945.0 .Subsidi Pangan. dalam bentuk penyediaan dana untuk penerapan harga pembelian gabah dan beras oleh pemerintah (HPP) dan penyediaan beras murah untuk masyarakat miskin (Raskin).5 persen dari angkatan kerja. mengembangkan sistem jaringan sosial. pemerintah wajib menjamin kehidupan fakir-miskin. Dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut.7 persen atau 5. Ketahanan fiskal yang terjaga juga tercermin dari stok utang pemerintah yang menurun menjadi 32. d. e. dalam bentuk penyediaan bunga di bawah bunga pasar untuk menunjang pencapaian program tertentu.7. baik untuk konsumen maupun produsen tertentu.

pengusulnan subsidi baru dimungkinkan dengan memperhatikan bahwa pemberian subsidi merupakan pilihan kebijakan terbaik yang perlu dilakukan. pemberian subsidi dalam tahun 2009 diberikan untuk menghasilkan produk dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya terbatas. seperti subsidi untuk Kereta Api Kelas Ekonomi. 6. Kriteria Subsidi. Kredit Kepemilikan Rumah Sangat Sederhana (KKRSS) dan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan. serta g.Subsidi Benih. Kriteria pengusulan subsidi dalam tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Dalam hal ini pemberian subsidi tidak dapat diberikan selamanya dan oleh sebab itu pengajuannya harus disertai dengan target waktu subsidi tersebut berakhir. Sementara itu.Kredit Ketahanan Pangan (KKP). dalam rangka memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak. Secara umum. memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.Produk yang diberi subsidi merupakan kebutuhan dasar dan menyangkut hajat hidup orang banyak atau dalam rangka mendorong kemampuan produsen nasional dalam memproduksi komoditi tertentu. jagung hibrida. Mengingat bahwa belanja negara dalam bentuk pemberian subsidi cukup besar.Memiliki jangka waktu yang jelas. dan/atau masyarakat di wilayah terpencil atau terisolir agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar.Komoditi yang disubsidi agar dapat ikut menciptakan kestabilan harga.Adanya pembenahan struktural yang menyertai pelaksanaan subsidi . kedelai. 4.Adanya kelompok sasaran penerima subsidi yang jelas. 8. Kredit Kepemilikan Rumah Sederhana (KKRS). 5.Adanya mekanisme (delivery) yang jelas hingga komoditi tersebut dapat dipastikan sampai pada masyarakat yang layak menerima. 7.Subsidi BUMN PSO. subsidi yang sudah berjalan masih diperlukan atau belum berakhir jangka waktu pemberiannya akan terus dilanjutkan. pengusulan dan pemberian subsidi harus diatur lebih sistematis. Arah Kebijakan Subsidi Tahun 2009. yang menjadi konsumen akhir dari komoditi yang disubsidi. Kredit Koperasi Primer untuk Angota (KKPA). dalam bentuk penyediaan pelayanan oleh BUMN tertentu kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar. Kredit Koperasi. 3. subsidi untuk PELNI dan sejenisnya. serta dengan mempertimbangkan keterbatasan dana pemerintah. f. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian.Pengusulan subsidi harus disertai dengan alasan dan dasar perhitungan yang jelas mengenai besarnya subsidi yang diajukan. 2. dalam bentuk penyediaan benih unggul untuk padi. dalam rangka meningkatkan efektifitas pengeluaran negara. Kelompok sasaran tersebut diutamakan masyarakat golongan berpendapatan rendah.Pengajuan subsidi dalam harus kemampuan pembiayaan negara. namun pemberian subsidi tersebut akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran. jagung komposit dan ikan budidaya dengan harga di bawah harga pasar. subsidi Pas.

dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. (iv) pengalihan anggaran kementerian/lembaga yang digunakan untuk mendanai kegiatan yang sudah menjadi urusan daerah ke DAK. *Mendukung kesinambungan fiskal nasional dalam kerangka kebijakan ekonomi makro. dan/atau dalam kegiatan kementerian/Lembaga. (iii) mengurangi kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik di daerah. Pengajuan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengajuan kegiatan kementerian/lembaga yang bersangkutan. dan *Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya nasional. dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang . dengan tujuan: *Meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardaerah. *Meningkatkan kemampuan daerah dalam menggali potensi ekonomi daerah. Mekanisme Pengajuan/Pemberian Subsidi. Dengan demikian. DANA PERIMBANGAN Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. atau yang ketersediaannya menjadi tanggung jawab kementerian/lembaga yang bersangkutan. (i) terus melaksanakan desentralisasi fiskal untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah secara konsisten. (ii) mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah pusat dengan daerah dan antar daerah. kegiatan atau pengajuan subsidi secara lebih terperinci diuraikan pada kegiatan prioritas. kebijakan pengalokasian transfer ke daerah dalam tahun 2009 tetap diarahkan untuk mendukung program/kegiatan prioritas nasional dan menjaga konsistensi dan keberlanjutan pelaksanaan desentralisasi fiskal guna menunjang penyelenggaraan otonomi yang luas. Subsidi diajukan oleh Kementerian/Lembaga yang terkait dengan komoditi dalam bentuk barang dan jasa. Sehubungan dengan itu. *Mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah serta antardaerah. nyata dan bertanggung jawab.tersebut agar penyalahgunaan subsidi semaksimal mungkin dapat dihindarkan. 5. PENDANAAN MELALUI TRANSFER KE DAERAH Pendanaan pembangunan melalui transfer ke daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendanaan pembangunan secara nasional dengan arah kebijakan Transfer ke daerah tahun 2009. *Mendukung kegiatan prioritas pembangunan nasional yang juga merupakan urusan daerah *Meningkatkan sinkronisasi antara rencana pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah.

Disamping itu juga melaksanakan sosialissi penggunaan DBH migas 0. dan dana alokasi khusus (DAK). antara lain melalui peningkatan koordinasi dan akurasi data sesuai dengan peraturan yang berlaku. hal-hal sebagai berikut menjadi perhatian dalam pengalokasian DAU Tahun 2009 : a. Dana perimbangan yang terdiri dari dana bagi hasil (DBH). dana alokasi umum (DAU). Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan di atas.Penyedia dan jenis data yang digunakan dalam perhitungan DAU diperoleh dari lembaga statistik pemerintah dan/atau lembaga pemerintah yang berwenang menerbitkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. merupakan pendanaan pelaksanaan desentralisasi yang alokasinya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena masing-masing jenis dana perimbangan tersebut saling mengisi dan melengkapi dalam mendukung kebijakan desentralisasi fiskal guna memperbaiki kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah (Vertical Fiscal Imbalance) serta antar daerah (Horizontal Fiscal Imbalance). antara lain dari daerah dan Departemen Keuangan untuk Belanja PNSD. Langkah-langkah untuk penyempurnaan proses penghitungan.5 persen sebagai tambahan anggaran pendidikan dasar. (iv) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). penetapan alokasi dan ketepatan waktu penyaluran DBH akan tetap dilanjutkan.dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. c. Sebagai acuan utama dalam penetapan kebijakan DAU Tahun 2009 adalah UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan daerah dan PP No. (iii) Indeks Kemahalan Konstruksi.Variabel Kebutuhan Fiskal Daerah yaitu: (i) jumlah penduduk. CF suatu daerah merupakan selisih kebutuhan fiskal (Kbf) dengan Kapasitas fiskal (Kpf) sedangkan AD dihitung berdasarkan jumlah gaji PNSD. . dan Dana Bagi Hasil SDA. (ii) luas wilayah. dalam rangka mempercepat penyelesaian dokumen transfer yang diperlukan untuk penyaluran DBH ke daerah dan meningkatkan akuntabilitas/tanggung gugat dan efektivitas penggunaannya. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Umum. Variabel Kapasitas Fiskal Daerah merupakan sumber pendanaan daerah yang berasal dari PAD. Dana Bagi Hasil Pajak. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Bagi Hasil.Pengalokasian DAU kepada masing-masing daerah menggunakan formula DAU dihitung atas dasar Celah Fiskal (CF) dan Alokasi Dasar (AD). Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. b.

dan PAD. serta peningkatan akurasi data yang ditujukan untuk menghindari terjadinya ketidaksesuaian antara alokasi DAK yang merupakan prioritas nasional dengan kebutuhan daerah.Dalam hal realisasi harga minyak bumi melebihi 130% dari asumsi dasar minyak bumi dalam APBN tahun berjalan. melalui kegiatan khusus di bidang sarana dan prasarana perdagangan. dan daerah pariwisata. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. arah kebijakan DAK tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Khusus. dalam rangka mendorong pencapaian standar pelayanan minimal kepada masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana fisik pelayanan dasar masyarakat. Dalam proses perhitungan alokasi DAK kepada masing-masing daerah akan disempurnakan antara lain melalui peningkatan transparansi dan penyempurnaan metode penghitungan. Selain itu. daerah perbatasan dengan negara lain. alokasi juga dapat diberikan kepada seluruh daerah yang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku diprioritaskan untuk mendapatkan alokasi DAK. kelebihan DBH-nya dibagikan kepada daerah sebagai DAU Tambahan. d. e. 2. Pada tahun 2009. DAK dimaksudkan untuk membantu daerah tertentu dalam mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional.Proporsi pembagian DAU adalah sebesar 10% untuk semua Provinsi dan sebesar 90% untuk semua Kabupaten/Kota dari besaran DAU nasional. daerah perbatasan dengan negara lain. IKK. daerah pasca bencana. daerah tertinggal/terpencil. BPS untuk data Jumlah Penduduk.Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana jalan. Penetapan kebijakan DAK Tahun 2009 mengacu pada UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan daerah dan PP No. serta daerah yang termasuk kategori daerah ketahanan pangan. Secara umum. serta sarana dan . menggunakan formula DAU atas dasar Celah Fiskal. dalam pengalokasian diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang kemampuan keuangan daerahnya relatif rendah. terutama untuk memperlancar arus barang antarwilayah yang dapat meningkatkan ketersediaan bahan pokok di daerah perdesaan. daerah tertinggal/terpencil.Menunjang penguatan sistem distribusi nasional. daerah pulau-pulau kecil terluar. Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. irigasi. Depdagri dan Bakosurtanal untuk data luas wilayah darat dan laut. air minum dan penyehatan lingkungan di kabupaten daerah tertingga1 yang terdiri dari: daerah pesisir dan kepulauan. IPM dan PDRB per kapita. dan daerah rawan bencana. sedangkan untuk data DBH Pajak dan DBH SDA dari Departemen Keuangan.

kualitas pe1ayanan terutama keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dalam satu kesatuan sistem yang terpadu melalui kegiatan khusus di bidang infrastruktur jalan. termasuk sekolah-sekolah setara SD berbasis keagamaan lainnya. baik negeri maupun swasta. 7. 3. serta pembangunan perdesaan. infrastruktur. 8. daerah terpencil. angkutan barang dan kebutuhan pokok. serta 2 bidang atau program baru yang sebagian atau seluruh dananya berasal dari pengalihan anggaran kementerian/lembaga ke DAK. kesehatan.Menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. daerah perbatasan.prasarana perdesaan. bidang atau program yang didanai oleh DAK tahun 2009 meliputi: a. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). melalui kegiatan khusus di bidang pertanian.Meningkatkan keterpaduan dan sinkronisasi kegiatan yang didanai dari DAK dengan kegiatan yang didanai dari anggaran kementerian/lembaga serta kegiatan yang didanai dari APBD. sarana dan prasarana dasar melalui kegiatan khusus di bidang pendidikan. serta pembangunan perdesaan. perdagangan. 9. 4. tertinggal. dan mengurangi resiko bencana melalui kegiatan khusus di bidang lingkungan hidup. yaitu dalam rangka penyelesaian RPJMN 2004-2009.Menyediakan serta meningkatkan cakupan. dan daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Penggunaan DAK Tahun 2009 diarahkan pada kegiatan-kegiatan di 11 bidang atau program DAK tahun 2008.Mendukung penyediaan prasarana pemerintahan di daerah pemekaran dan daerah yang terkena dampak pemekaran pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi melalui kegiatan khusus di bidang prasarana pemerintahan. dengan arah kebijakan untuk menunjang pelaksanaan program Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar 9 tahun yang bermutu. keluarga berencana. kehandalan pelayanan prasarana dan sarana dasar. melalui peningkatan koordinasi pengelolaan DAK di pusat dan daerah. b. 5. 6. mencegah kerusakan lingkungan hidup.Kesehatan.Pendidikan. yang diperuntukkan bagi SD/SDLB. perikanan dan kelautan. MI/Salafiyah Ula. infrastruktur. meningkatkan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin serta masyarakat di daerah terpencil. sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta sarana dan prasarana perdesaan daerah tertinggal. perbatasan dan .Melanjutkan pengalihan secara bertahap anggaran kementenan/lembaga yang digunakan untuk melaksanakan urusan daerah ke DAK. perluasan kesempatan kerja. dan kehutanan. yang diprioritaskan pada daerah tertinggal.Mendorong peningkatan produktivitas. daerah rawan bencana.Meningkatkan akses penduduk miskin terhadap pelayanan dasar. Dengan demikian.

h. serta meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga. melalui peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan. Informasi. dan drainase) untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.Prasarana pemerinta. barang dan jasa.Infrastruktur irigasi. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan air minum dan meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan penyehatan lingkungan (air limbah. dan Edukasi (KJE)/advokasi Program KB. peningkatan mutu. dan rumah sakit provinsi/kabupaten/kota untuk pelayanan kesehatan rujukan. khususnya untuk pengadaan. i.kepulauan. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pertanian di tingkat usaha tani dalam rangka meningkatkan produksi guna mendukung ketahanan pangan nasional. dan . sarana dan prasarana pelayanan Komunikasi. c.han daerah. sarana dan prasarana pelayanan di klinik KB. peningkatan. d. pemasaran. dan sarana pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dalam rangka menurunkan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. dan diprioritaskan untuk daerah yang terkena dampak pemekaran tahun 2007-2008. g.Infrastruktur jalan dan jembatan.Keluarga Berencana (KB). dengan arah kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana sistem irigasi termasuk jaringan reklamasi rawa dan jaringan irigasi desa yang menjadi urusan kabupaten/kota dan provinsi khususnya di daerah lumbung pangan nasional dan daerah tertinggal dalam rangka mendukung program peningkatan ketahanan pangan.Pertanian. serta digunakan untuk pembangunan/ perluasan/rehabilitasi total gedung kantor/bupati/walikota. serta penyediaan sarana/ prasarana penunjang pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. e. dengan arah kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana jalan provinsi.Kelautan dan perikanan. yang diarahkan untuk meningkatkan kinelja daerah dalam menyelenggarakan pembangunan dan pelayanan publik di daerah pemekaran. dan pariwisata sehingga dapat memperlancar pertumbuhan ekonomi regional. pengolahan. kabupaten. dan kota dalam rangka memperlancar distribusi penumpang. serta hasil produksi yang diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian. persampahan.Infrastruktur air minum dan penyehatan lingkungan. dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya termasuk poskesdes. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan tenaga lini lapangan Program KB. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana produksi. f. industri. dan pengawasan serta penyediaan sarana dan prasarana pemberdayaan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

j. daerah dengan kemampuan keuangan tertentu tidak diwajibkan menganggarkan dana pendamping. dengan tetap memperhatikan kriteria perhitungan alokasi DAK.pembangunan/perluasan/rehabilitasi total gedung kantor DPRD. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan prasarana dan sarana dasar untuk memperlancar arus angkutan penumpang. 10. hutan kota. dengan arah kebijakan untuk menunjang penguatan sistem distribusi nasional melalui pembangunan sarana dan prasarana perdagangan yang terutama berupa pasar tradisional di daerah perbatasan. m. serta daerah pasca bencana. serta perlindungan sumberdaya air di luar kawasan hutan.Perdagangan. dengan arah kebijakan untUk meningkatkan kinerja daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di bidang lingkungan hidup melalui peningkatan penyediaan sarana dan prasarana kelembagaan dan sistem informasi pemantauan kualitas air. *Kriteria Khusus. dan produk pertanian lainnya dari daerah pusat-pusat produksi di perdesaan ke daerah pemasaran. Taman Hutan Raya (TAHURA).Lingkungan hidup. meningkatkan fungsi hutan mangrove dan hutan pantai. dengan arab kebijakan untuk meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).Kehutanan. pengendalian pencemaran air. l. daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. k. dan karakteristik daerah. yaitu: a. daerah tertinggal/terpencil.Pembangunan perdesaan daerah tertinggal.Alokasi DAK ke daerah ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut: *Kriteria Umum.Daerah penerima DAK wajib menyediakan dana pendamping sekurang-kurangnya 10 persen dari besaran alokasi DAK yang diterimanya. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja pegawai negeri sipil daerah. bahan pokok. Kriteria khusus dirumuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus. serta pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan termasuk operasional kegiatan penyuluhan kehutanan. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. diprioritaskan mendapat alokasi DAK *Seluruh daerah tertinggal diprioritaskan mendapat alokasi DAK . Kemampuan keuangan daerah tersebut dihitung berdasarkan indeks fiskal netto (IFN) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.Peraturan perundangan: *Daerah-daerah yang menurut ketentuan peraturan perundangan diberi status otonomi khusus. pemantapan fungsi hutan lindung. 11.

Karakteristik daerah : daerah pesisir dan Kepulauan. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. Kota. Dana Otonomi Khusus NAD diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tahun 2008. daerah rawan bencana. dan Provinsi di Provinsi Papua dan Papua Barat. dengan 2 (dua) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional dan berlaku selama 20 tahun sejak tahun 2002. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus. Kriteria teknis dirumuskan berdasarkan indeks teknis yang ditetapkan oleh menteri/ kepala lembaga teknis terkait. dialokasikan Dana Otonomi Khusus. serta daerah yang termasuk Kategori daerah ketahanan pangan. Dana Tambahan Infrastruktur Provinsi Papua dan Papua Barat diberikan dalam rangka otonomi khusus yang diutamakan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur. c. *Kriteria Teknis. pengentasan kemiskinan. serta dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. serta pendanaan pendidikan. dan daerah pariwisata. Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator yang dapat menggambarkan kondisi sarana dan prasarana. daerah tertinggal/terpencil. sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. daerah perbatasan dengan negara lain. dengan rincian untuk tahun pertama sampai dengan tahun kelima belas besarnya setara dengan 2 (dua) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. dan untuk tahun keenam belas sampai tahun keduapuluh besarnya setara dengan 1 (satu) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. dan insentif bagi daerah yang mengalokasikan dana daerah diluar DAK untuk membiayai kegiatan serupa sesuai bidang DAK. Sebagai wujud pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat diutamakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan.Kriteria khusus dirumuskan melalui indeks kewilayahan oleh Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri/Pimpinan Lembaga terkait. yang jumlahnya setara. kinerja pelaksanaan kegiatan DAK di daerah. Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat tersebut diperuntukkan bagi Kabupaten. pemberdayaan ekonomi rakyat. dan kesehatan. dengan dasar pembagian menggunakan basis perhitungan jumlah kampung secara proporsional.b. sosial. sesuai dengan Pasal 34 ayat (3) huruf f Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas .

5 6.6 9.5 6.0 4.5 7. Hotel.8 8.3 2) Konsumsi Pemerintah 4.4 13.9 2) Air Bersih Konstruksi 7.3 6.4 7.l.5 6.7 2.6 9.0 -6.5 2) .4 3. Real 7.5 8.7 5.7 2) Perkebunan.3 8.2 11.4 2) Investasi 14.9 2.7 5.6 8.3 2) Industri Bukan Migas 7.8 10.7 6. Kehutanan.0 2) Perdagangan.6 7.5 9.0 7.5 5.6 2) dan Restoran Pengangkutan dan 13.7 8. Tabel III.5 3.5 16.2 5.7 5.0 7.7 3. GAMBARAN EKONOMI MAKRO ----------------------------------------------------------------Realisasi Sasaran -------------------------------------------------2005 2006 2007 2008 2009 ----------------------------------------------------------------PERTUMBUHAN EKONOMI (%) 5.8 14.1 2) Telekomunikasi Keuangan.0 5.9 2.0 4.9 13.7 10.6 4.4 7.4 8.2 8.4 4.5 8. 5.4 1) 2004 PERTUMBUHAN PDB PENGELUARAN (%) Konsumsi Masyarakat 5.6 3.0 6.0 2) Jasa Impor Barang dan26.9 5.0 13.0 2.4 14.3 6.0 10.7 5.5 11.0 6. Peternakan. 2.0 2) Listrik.2 1.0 3.3 5.9 4.7 17.5 3. Gas dan 5.4 2) Jasa PERTUMBUHANPDB PRODUKSI (%) Pertanian.3 5.9 2) Penggalian Industri Pengolahan 6.4 12.2 5.5 3.Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.6 4.7 14.9 7.3 6.4 8.8 2.1 2) Ekspor Barang dan 13. dan Perikanan Pertambangan dan -4.0 5.4 12.5 5.

Estat, dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa

5,4

5,2

6,2

6,6

5,7

5,8 2)

LAJU INFLASI (%) 6,4 17,1 6,6 6,6 11,2 5,8-6,5 1) KEUANGAN NEGARA Defisit APBN/PDB (%) 1,3 0,5 0,9 1,3 3) 1,8 1,5 - 2,0 Penerimaan Pajak/ 12,2 12,5 12,3 12,4 3) 13,2 13,7 - 14,1 PDB (%) Stok Utang 56,6 47,2 39,0 33,7 3) 33,5 32,0 - 34,0 Pemerintah/PDB (%) ----------------------------------------------------------------1)Berdasarkan Hasil Pembahasan RKP Tahun 2009 dan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN TA 2009, 16019 Juni 2008 2)Angka Pertumbuhan PDB menurut Pengeluaran dan Produksi merupakan rincian dari sasaran Pertumbuhan sebesar 6,4% 3)Berdasarkan perkiraan Realisasi Terakhir (Versi ke-4) Tabel III.2 KEBUTUHAN INVESTASI (Rp triliun) ----------------------------------------------------------------Realisasi Proyeksi -------------------------------------------------2005 2006 2007 2008 2009 *) -----------------------------------------------------------------

2004

Kebutuhan 515,4 657,6 805,5 983,8 1.191,5 1.410,6 Investasi (Rp triliun) Pemerintah 76,4 90,2 108,2 125,4 146,0 177,7 (% PDB) 3,3 3,3 3,2 3,2 3,1 3,3 Masyarakat 438,9 567,4 697,2 858,5 1.045,5 1.232,9 (% PDB) 19,1 20,5 20,9 21,7 22,4 23,4 ----------------------------------------------------------------*)Dihitung berdasarkan sasaran pertumbuhan sebesar 6,4% Tabel III.3. PERKIRAAN NERACA PEMBAYARAN (USD miliar) ----------------------------------------------------------------Realisasi --------------------------------------------------

Proyeksi

2004 2005 2006 2007 2008 2009 ----------------------------------------------------------------Neraca Transaksi 1,6 0,3 10,6 10,4 11,4 10,9 Berjalan Ekspor 70,8 87,0 103,5 118,0 139,1 152,1 Migas 16,3 20,2 22,9 24,9 34,3 33,1 Nonmigas 54,5 66,8 80,6 93,1 104,8 118,9 Impor -50,6 -69,5 -73,9 -84,9 -101,9 -115,0 Migas -11,2 -16,0 -16,2 -18,8 -25,2 -24,9 Nonmigas -39,5 -53,4 -57,7 -66,1 -76,7 -90,1 Jasa-jasa -18,6 -17,3 -19,0 -22,7 -25,8 -26,2 Pembayaran Bunga -2,8 -2,7 -2,6 -2,2 -2,1 -2,4 Pinjaman Neraca Modal dan 1,9 0,3 1,9 3,3 0,2 0,9 Finansial Neraca Modal 0,0 0,3 0,4 0,5 0,2 0,0 Neraca Finansial 1,9 0,0 1,5 2,7 0,0 0,9 Investasi -1,5 5,3 2,2 1,7 2,5 2,4 Langsung Arus Masuk 1,9 8,3 4,9 6,2 6,3 6,5 Arus Keluar -3,4 -3,1 -2,7 -4,5 -3,8 -4,1 Portfolio 4,4 4,2 4,1 7,0 4,6 6,2 Aset Swasta 0,4 -1,1 -1,9 -3,0 -3,2 -2,3 Liabilities 4,1 5,3 6,1 10,0 7,8 8,5 Pemerintah 2,3 4,8 4,5 5,3 4,8 5,1 dan BI Swasta 1,8 0,4 1,6 4,7 3,0 3,4 Lainnya -1,0 -9,4 -4,8 -5,9 -7,1 -7,6 Aset Swasta 1,0 -8,6 -2,6 -5,6 -6,9 -6,8 Liabilities -2,0 -0,8 -2,2 -0,3 -0,2 -0,8 Pemerintah -2,7 -0,8 -2,5 -2,4 -1,0 -1,3 dan BI Swasta 0,7 0,0 0,3 2,1 0,8 0,5 Total 3,4 0,6 12,5 13,7 11,6 11,9 Selisih Perhitungan -3,1 -0,2 2,0 -1,1 0,0 0,0 Neraca Keseluruhan 0,3 0,4 14,5 12,5 11,6 11,9 Cadangan Devisa 36,3 34,7 42,6 56,9 68,5 80,4 Dalam bulan impor 6,1 4,3 4,5 5,8 6,0 6,5 Memorandum Item Exceptional Financing IMF Neto -1,0 -1,1 -7,6 0,0 0,0 0,0 Penjadwalan Hutang 0,0 2,7 0,0 0,0 0,0 0,0 Pertumbuhan Ekspor 11,5 22,5 20,7 15,6 12,5 13,5 Nonmigas (%)

Pertumbuhan Impor Nonmigas (%)

24,4

36,0

8,0 14,5

16,0

17,5

---------------------------------------------------------------LAMPIRAN BAB 3 PEMUTAKHIRAN GAMBARAN EKONOMI MAKRO 2009 Sejalan dengan perubahan ekonomi nasional dan gejolak ekonomi global, maka gambaran ekonomi makro yang diuraikan dalam Perpres No 28 Tahun 2008 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan Pembicaraan Pendahuluan antara Pemerintah dan DPR-RI, disepakati hal-hal sebagai berikut. Sasaran laju pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 6,0 persen hingga 6,4 persen. Tingkat inflasi diperkirakan sekitar 5,8 persen hingga 6,5 persen. Nilai tukar rupiah diperkirakan pada kisaran Rp 9.000 hingga Rp 9.200 per dolar Amerika Serikat. Suku bunga diperkirakan berkisar antara 7,5 persen hingga 8,5 persen. Harga minyak mentah (ICP) diperkirakan berkisar antara US$ 95 hingga US$ 120 per barel. Rasio defisit anggaran APBN adalah sekitar 1,5-2,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 yang merupakan lampiran dari UU APBN Tahun 2009 ini, sasaran ekonomi makro yang dicantumkan adalah sasaran ekonomi makro yang merupakan kesepakatan Pembicaraan Pendahuluan tersebut di atas. Pembicaraan pendahuluan dilanjutkan dengan penyusunan RAPBN 2009. Pada saat penyusunan RAPBN 2009, perekonomian diwarnai berbagai gejolak eksternal yang penuh ketidakpastian dan sulit diprediksi. Ketidakpastian ini berawal dari krisis subprime mortgage, dan pada saat yang bersamaan harga-harga komoditi dunia mulai dari minyak bumi, minyak sawit, gandum, dan kedelai mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Dengan gejolak eksternal yang diperkirakan berimbas kepada ekonomi domestik tersebut, pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2009 diperkirakan sebesar 6,2 persen, inflasi diperkirakan sebesar 6,5 persen, dan suku bunga diperkirakan akan mencapai 8,5 persen. Dengan perkiraan akan terjadi pelemahan US$ dan pengelolaan cadangan devisa yang baik, maka nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat dan mencapai Rp 9.100,0/US$. Selanjutnya, sehubungan dengan ketidakpastian politik internasional, terutama yang berkaitan dengan ketegangan di kawasan Timur Tengah, telah menyebabkan relatif tingginya harga minyak mentah internasional sehingga asumsi rata-rata minyak mentah indonesia (ICP) diperkirakan akan meningkat menjadi $130. Dengan besaran ekonomi makro sedemikian dan dalam rangka terus memberikan stimulus fiskal bagi pembangunan, maka defisit APBN dinaikkan menjadi 1,9

Suku Bunga SBI-3 bulan dalam tahun 2009 diperkirakan pada kisaran 8.0 per barel dengan melihat perkembangan harga minyak terkini serta prospek harga future. Perkiraan tingkat inflasi tersebut didukung oleh kecenderungan penurunan harga minyak dan komoditi. Perkiraan tersebut disebabkan karena pilihan kebijakan moneter dan suku bunga untuk mencapai inflasi rendah dan upaya mendorong sektor riil.400. Nilai tukar rupiah dalam tahun 2009 disepakati sebesar Rp 9. Nilai tukar rupiah dalam tahun 2009 disepakati sebesar Rp 9. pertumbuhan ekonomi 2009 akan didukung dari bidang pertaman.150. Dalam kesepakatan Pembicaraan Tingkat I. Harga minyak mentah dalam tahun 2009 disepakati sebesar US$ 95. masih ada potensi risiko akibat kenaikan inflasi yang disebabkan oleh imported inflation dari nilai tukar. Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan pertumbuhan investasi yang terus meningkat. Dari sisi produksi.3 persen. Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2009 sebesar 6. Defisit APBN turun menjadi 1.5 persen. sejalan dengan menurunnya ekspektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil. Inflasi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. serta bidang jasa lainnya seperti transportasi dan telekomunikasi. serta konsumsi rumah tangga dan ekspor barang dan jasa yang masih kuat.0 per barel mengikuti kecenderungan harga minyak yang menurun.2 persen. Harga minyak dalam tahun 2009 disepakati sebesar US$ 80. Dengan demikian. Perkiraan tingkat inflasi tersebut didukung oleh kebijakan administered price yang minimal. defisit APBN menjadi 1 persen.5 persen menurun dari 8. Perubahan Kerangka Ekonomi Makro 2009 .persen terhadap PDB. manufaktur. maka Pemerintah dan DPR kembali merevisi angka ekonomi makro pada tanggal 13-15 Oktober 2008 dengan kesepakatan sebagai berikut.0 persen. sejalan dengan krisis keuangan Amerika yang semakin menjalar keseluruh dunia. pertambangan. sejalan dengan menurunnya ekspektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut telah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia serta mempertahankan prioritas program pembangunan yang telah direncanakan di RKP tahun 2009. Dalam perkembangannya.7 persen terhadap PDB.0 persen. termasuk indonesia. Pada akhirnya.0/US$ setelah mempertimbangkan koreksi nilai tukar yang tejadi akibat kelangkaan likuiditas ekonomi dunia.2 persen. disepakati hal-hal sebagai berikut. dan terjaganya pasokan dan arus distribusi barang.0/US$. Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Inflasi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Namun demikian. Besaran ekonomi makro ini selanjutnya dibicarakan dalam pembahsan RUU tentang APBN Tahun 2009 beserta Nota Keuangan. Suku Bunga SBI-3 bulan dalam tahun 2009 diperkirakan pada kisaran 7. sampai saat-saat terakhir pembahasan suasana ketidakpastian dalam perekonomian terus berlanjut.

2 1.7 9.200 (Rp US$) Suku Bunga 7.2 6.5 .150 8.0 1.5 SBI (%) Harga Minyak 95 .0 APBN/PDB(%) Nilai Tukar .9.5 130 6.400 7. dalam satu instansi dan antar instansi. efektivitas.5 .4 Ekonomi (%) Inflasl (%) 6 5.9 9.6. dan kabupaten/kota. Kementerian.2 1. transparansi.2.0 95 6. dengan tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada masing-masing lembaga serta pembagian urusan antara pemerintah pusat.100 8.-------------------------------------------------------------------------PEMBICARAAN RAPBN PEMBICARAAN TK I UU APBN PENDAHULUAN 2009 RUU APBN & TAHUN 2008 KERANGKA RKPPENYUSUNAN NOTA KEUANGAN EKONOMI 2009 RAPBN 2009 2009 MAKRO 16-19 Agustus 3-19 Oktober Juni 2008 2008 September 2008 2008 -------------------------------------------------------------------------Penumbuhan 6. sesuai dengan peraturan .4 6.120 ICP (US$/br) 6.000 . dan Pemerintah Daerah wajib menerapkan prinsip-prinsip efisiensi.5-2.5 Defisit 1. baik di antara-kegiatan dalam satu program maupun kegiatan antar program.6.5 1.8. Pelaksanaan kegiatan.0 .0 6.0 9.9.3 6. provinsi. mensyaratkan keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan. akuntabilitas dan partisipasi. baik dalam kerangka regulasi maupun dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum.5 80 ------------------------------------------------------------------------- BAB 4 KAIDAH PELAKSANAAN Dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009. Lembaga Pemerintah Non-Departemen.8 .

maka masing-masing instansi pemerintah (kementerian/lembaga). serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program RKP Tahun 2009 dengan sebaik-baiknya. dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2009. dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan.Pemerintah wajib menyampaikan rancangan APBN Tahun Anggaran 2009 dari masing-masing lembaga negara. departemen. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah pusat. sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan program dalam rangka koordinasi perencanaan. seperti Musrenbang Daerah Kabupaten/Kota. Untuk mengupayakan keterpaduan. periu menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) menjadi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/lembaga (RKA-KL) sebagai berikut: a. dan lembaga pemerintah non-departemen. dan Musrenbang Nasional (Musrenbangnas). atau Peraturan Menteri/Kepala Lembaga. dan Lembaga Pemerintah Non-Departemen dalam menyusun kebijakan publik. dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintah pusat. Sehubungan dengan itu. Lembaga Pemerintah Non-Departemen. telah dilaksanakan proses musyawarah antar pelaku pembangunan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang.perundang-undangan yang berlaku. Kementerian.Uraian sebagaimana yang dimaksud butir (b) di atas perlu menguraikan kewenangan pengguna anggaran yang bersangkutan. Musrenbang Provinsi.RKP Tahun 2009 menjadi acuan dan pedoman bagi Lembaga Negara. Rapat Koordinasi Pusat (Rakorpus). yang dilaksanakan melalui asas .Lembaga Negara. Kementerian.Uraian rencana penggunaan APBN Tahun Anggaran 2009. Dalam rangka mewujudkan keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan yang telah diprogramkan. setelah menerima pagu sementara Tahun 2009. Pemerintah Daerah. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional yang berupa kerangka regulasi sesuai dengan kewenangannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). RKP Tahun 2009 merupakan acuan bagi Kementerian. c. Peraturan Presiden (perpres). Lembaga Pemerintah Non-Departemen. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional yang berupa kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya. d. tugas dekonsentrasi. 2. atau sudah menjadi kewenangan daerah.Uraian penggunaan APBN Tahun Anggaran 2009. tugas pembantuan. b. baik yang berupa kerangka regulasi maupun kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum. ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan RKP 2009 sebagai berikut: 1.

perlu juga menguraikan kewenangan pengguna anggaran yang bersangkutan. dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintah daerah. Untuk mengupayakan keterpaduan. 5. baik berupa kerangka regulasi maupun kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum dalam Aggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2009. Berkaitan dengan pendanaan pembangunan. c.Pemerintah daerah wajib menyampaikan rancangan APBD Tahun Anggaran 2009 dari masing-masing instansi daerah. yang berupa kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya. Masyarakat luas juga dapat berperanserta dalam pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan kegiatan dalam program-program pembangunan.Uraian penggunaan APBD Tahun Anggaran 2009. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional/daerah. RKP Tahun 2009 menjadi acuan dan pedoman dalam menyusun kebijakan publik. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional/daerah yang berupa kerangka regulasi sesuai dengan kewenangannya dalam bentuk Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Gubernur/Bupati/Wali Kota.Uraian rencana penggunaan APBD Tahun Anggaran 2009. atau tugas pembantuan yang diterima pemerintah kabupaten/kota dari pemerintah pusat.Masyarakat luas dapat berperanserta seluas-luasnya dalam perancangan dan perumusan kebijakan yang nantinya dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. 4.Bagi Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota). 3. ataupun yang dilaksanakan melalui tugas pembantuan. tugas dekonsentrasi yang diterima pemerintah provinsi dari pemerintah pusat. masing-masing instansi daerah perlu menyempurnakan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) Tahun 2009 sebagai berikut: a. masyarakat luas dan dunia usaha dapat berperanserta dalam pelaksanaan program-program pembangunan berdasarkan rancangan peran serta masyarakat dalam kegiatan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.dekonsentrasi. dengan mendapatkan masukan dari seluruh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan setiap program dalam rangka koordinasi perencanaan.Pemerintah Pusat. d. . di bawah koordinasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).Uraian sebagaimana yang dimaksud butir (b) diatas. merumuskan matriks rencana tindak pada setiap bidang pembangunan (matriks rencana tindak menjadi lampiran dari setiap bidang pembangunan) menjadi dokumen RKP Tahun 2009. b. yang dilaksanakan langsung sebagai kewenangan daerah.

setiap instansi pemerintah wajib melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang meliputi evaluasi terhadap pencapaian sasaran kegiatan yang ditetapkan. . setiap Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Departemen dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan. 7. kesesuaiannya dengan rencana alokasi anggaran yang ditetapkan dalam APBN/APBD. serta kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan APBN/APBD dan peraturan-peraturan lainnya. melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program. dan melaporkan hasil-hasil pemantauan secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Pada akhir tahun anggaran 2009.6.