UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 41 TAHUN 2008 (41/2008) TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN

ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 23 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diajukan oleh Presiden setiap tahun untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah; b. bahwa APBN sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; c. bahwa APBN Tahun Anggaran 2009 disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dalam rangka mendukung terwujudnya perekonomian nasional berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional; d. bahwa penyusunan APBN Tahun Anggaran 2009 berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah tahun 2009 dan memperhatikan aspirasi masyarakat, dalam rangka mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat; e. bahwa sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI/2008, Pemerintah harus menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional; f. bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2009 antara Dewan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah telah memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan DPD Nomor 33/DPD/2008 tanggal 2 Juli 2008; g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, e, dan f, perlu membentuk Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009; Mengingat :

1. 2. 3.

4. 5.

6.

7. 8. 9. 10. 11. 12.

13.

Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (2) dan ayat (4), Pasal 23 ayat (1) dan (2), Pasal 31 ayat (4), dan Pasal 33 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3313); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3988); Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4236); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4357); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

14.

15.

16. 17.

18. 19. 20.

21.

22.

23. 24.

25.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4746); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4852); Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4884); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133,

9. 2. serta pendapatan badan layanan umum (BLU).Penerimaan perpajakan adalah semua penerimaan negara yang terdiri dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. yang tidak perlu dibayar kembali. pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah. dan pajak lainnya. yang dimaksud dengan : 1. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009. pajak bumi dan bangunan.Pendapatan negara dan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan. penerimaan negara bukan pajak. 4. dialokasikan untuk mendanai kegiatan tertentu. serta tidak secara terus menerus. 8.Cost recovery adalah pengembalian atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan (recoverable cost) oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan menggunakan hasil produksi minyak bumi dan gas bumi (migas) sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku.Pajak dalam negeri adalah semua penerimaan negara yang berasal dari pajak penghasilan.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893). bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara (BUMN). serta penerimaan hibah dari dalam negeri dan luar negeri. penerimaan negara bukan pajak lainnya. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. 7.Penerimaan negara bukan pajak adalah semua penerimaan yang diterima negara dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam.Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan oleh pihak swasta dalam negeri dan pemerintah daerah serta sumbangan oleh pihak swasta dan pemerintah luar negeri. bersifat tidak wajib dan tidak mengikat.Belanja pemerintah pusat menurut organisasi adalah belanja pemerintah .Pajak perdagangan internasional adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea ke luar. 6. 5. Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini.Belanja negara adalah semua pengeluaran negara yang digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. cukai. 3.

bantuan sosial. sesuai dengan program-program Rencana Kerja Pemerintah yang akan dijalankan. sehingga harga jualnya dapat dijangkau oleh masyarakat.Belanja pemerintah pusat menurut jenis adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai belanja pegawai. yang memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa.pusat yang dialokasikan kepada kementerian negara/lembaga.Subsidi energi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada bahan bakar minyak dan tenaga listrik. anggota Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia. sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. 18.Belanja pegawai adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai kompensasi dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah pusat.Belanja modal adalah belanja pemerintah pusat yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal dalam bentuk tanah. dan fungsi perlindungan sosial. atau jasa dari Pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara. fungsi pendidikan.Belanja barang adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa. 12. atau mengimpor barang dan jasa. fungsi ekonomi. yang dihitung berdasarkan ketentuan dan persyaratan untuk utang outstanding dan tambahan utang baru. pembayaran bunga utang. 11. barang. subsidi. menjual.Belanja pemerintah pusat menurut fungsi adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk menjalankan fungsi pelayanan umum. 17. belanja modal. 10. 15. 13. termasuk untuk biaya terkait dengan pengelolaan utang. Pemerintah Negara lain. fungsi perumahan dan fasilitas umum. dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat serta belanja perjalanan. 16. baik yang bertugas di dalam negeri maupun di luar negeri.Pembayaran bunga utang adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membayar kewajiban atas penggunaan pokok utang (principal outstanding). jaringan. Badan Usaha Milik Daerah.Subsidi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi. fungsi lingkungan hidup. fungsi ketertiban dan keamanan. belanja barang. fungsi pertahanan. . fungsi agama. mengekspor. sehingga harga jualnya terjangkau masyarakat yang membutuhkan. atau lembaga/organisasi internasional yang tidak perlu dibayar kembali. fungsi pariwisata dan budaya.Belanja hibah adalah belanja pemerintah pusat dalam bentuk uang. baik utang dalam negeri maupun luar negeri. serta dalam bentuk fisik lainnya. kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. dan belanja lain-lain. pensiunan. dan pejabat negara. 14. baik yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan. fungsi kesehatan. gedung dan bangunan. belanja hibah. peralatan dan mesin.

26. 20. 19. 23.Dana alokasi khusus.Transfer ke daerah adalah pengeluaran negara dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal berupa dana perimbangan. selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. dan dana cadangan umum. .Belanja lain-lain adalah semua pengeluaran atau belanja pemerintah pusat yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis belanja sebagaimana dimaksud pada angka 12 (dua belas) sampai dengan angka 19 (sembilan belas).bersifat tidak wajib dan tidak mengikat.Dana bagi hasil. guna melindungi dari terjadinya berbagai risiko sosial. selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.Dana alokasi umum. serta tidak secara terus menerus. serta hibah ke daerah. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.Dana otonomi khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah.Bantuan sosial adalah semua pengeluaran negara dalam bentuk transfer uang/barang yang diberikan kepada masyarakat melalui kementerian negara/lembaga. dana alokasi umum. 24. sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. dan dana alokasi khusus. 22.Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. 25. yang terdiri atas dana bagi hasil. 21. dana otonomi khusus dan penyesuaian.

35. memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat. dan dana bergulir. 34. 33.Privatisasi adalah penjualan saham persero. 38.Dana Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah pusat dan membantu mendukung percepatan pembangunan di daerah.27. selanjutnya disingkat SILPA. yang tidak perlu dibayar kembali. hasil pengelolaan aset. bersifat tidak wajib dan tidak mengikat. selanjutnya disingkat SBN meliputi surat utang negara dan surat berharga syariah negara. atau dapat disebut sukuk negara.Surat berharga syariah negara. serta tidak secara terus menerus. 29. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. baik sebagian maupun seluruhnya. adalah selisih lebih realisasi pembiayaan atas realisasi defisit anggaran yang terjadi. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. dan dialokasikan untuk mendanai kegiatan tertentu. dan pengeluaran pembiayaan yang terdiri dari dana investasi pemerintah.Restrukturisasi BUMN adalah upaya yang dilakukan dalam rangka penyehatan BUMN. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. 32. kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. selanjutnya disingkat SBSN. sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN.Dana Investasi Pemerintah adalah dukungan Pemerintah dalam bentuk kompensasi finansial dan/atau kompensasi dalam bentuk lain yang diberikan oleh Pemerintah kepada Badan Usaha. 37. baik dalam matauang rupiah maupun valuta asing.Pembiayaan luar negeri neto adalah semua pembiayaan yang berasal dari .Hibah ke daerah adalah dana yang bersumber dari APBN dalam bentuk rupiah. 31.Pembiayaan dalam negeri adalah semua penerimaan pembiayaan yang berasal dari perbankan dan nonperbankan dalam negeri yang terdiri dari hasil privatisasi. serta pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) yang diterushibahkan ke daerah. 28. selanjutnya disingkat SUN adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang dalam matauang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. serta memperluas kepemilikan saham oleh masyarakat.Surat utang negara. 30.Surat berharga negara. 36.Pembiayaan defisit anggaran adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN.Sisa lebih pembiayaan anggaran. surat berharga negara. yang merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan guna memperbaiki kinerja dan meningkatkan nilai perusahaan.

dan ayat (4) direncanakan sebesar Rp985. .Pinjaman proyek adalah pinjaman luar negeri yang digunakan untuk membiayai kegiatan tertentu yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 dan berdasarkan Undang-Undang ini.522.Persentase anggaran pendidikan adalah perbandingan alokasi anggaran pendidikan terhadap total anggaran belanja negara.Penerimaan negara bukan pajak.800.Penerimaan hibah. (5)Jumlah anggaran pendapatan negara dan hibah Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (3)Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp258.Tahun anggaran 2009 adalah masa 1 (satu) tahun terhitung mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember 2009. 43.558.000.725.000.00 (sembilan ratus delapan puluh lima triliun tujuh ratus dua puluh lima miliar tiga ratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah). termasuk gaji pendidik.943. (4)Penerimaan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp938. untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah. ayat (3).Penerimaan perpajakan.00 (dua ratus lima puluh delapan triliun sembilan ratus empat puluh tiga miliar lima ratus lima puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah).Anggaran pendidikan adalah alokasi anggaran pada fungsi pendidikan yang dianggarkan melalui kementerian negara/ lembaga dan alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah. (2)Penerimaan perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp725. 39. b. 40.000.Pinjaman program adalah pinjaman yang diterima dalam bentuk tunai (cash financing) yang pencairannya mensyaratkan dipenuhinya kondisi tertentu yang disepakati kedua belah pihak seperti matriks kebijakan (policy matrix) atau dilaksanakannya kegiatan tertentu.970.00 (sembilan ratus tiga puluh delapan miliar delapan ratus juta rupiah).00 (tujuh ratus dua puluh lima triliun delapan ratus empat puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah).522. 41.842. Pasal 2 (1)Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Tahun Anggaran 2009 diperoleh dari sumber-sumber: a.328. dan c.000.000. 42. dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri.000.penarikan pinjaman luar negeri yang terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek. namun tidak termasuk anggaran pendidikan kedinasan.

000.000.000.000. e. d. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. (2)Penerimaan pajak dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp697. termasuk PPh ditanggung Pemerintah atas: (i) komoditi panas bumi sebesar Rp800.00 (empat triliun dua ratus tujuh puluh tiga miliar dua ratus juta rupiah).000.00 (sepuluh triliun rupiah).916. yang terdiri dari : a. b.200.000.000.000.000.Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp28.300.Pajak dalam negeri.Pajak perdagangan internasional.000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.000.000.000.000.Pajak lainnya sebesar Rp4. (ii) bunga atas surat berharga negara yang diterbitkan di pasar internasional sebesar Rp1.970.000.000.Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar Rp7.000.00 (dua ratus lima puluh miliar rupiah).00 (enam ratus sembilan puluh tujuh triliun tiga ratus empat puluh enam miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah).000.00 (dua ratus empat puluh sembilan triliun lima ratus delapan miliar tujuh ratus juta rupiah).Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar Rp249.346.000.000.000.700.470.00 (empat puluh sembilan triliun empat ratus sembilan puluh empat miliar tujuh ratus juta rupiah).Cukai sebesar Rp49.00 (dua puluh delapan triliun sembilan ratus enam belas miliar tiga ratus juta rupiah).000. termasuk BPHTB ditanggung pemerintah atas kekurangan DTP BPHTB PT Pertamina (Persero) tahun 2007 sebesar Rp500.273.00 (sepuluh triliun rupiah).000.000.508.000.000.000. f.00 (lima ratus miliar rupiah).400. dan b.000.00 (delapan ratus miliar rupiah).000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. dan (iii) terminasi dini hak eksklusif PT Telkom (Pasal 25/29 badan) sebesar Rp250.00 (tujuh triliun tujuh ratus lima puluh tiga miliar enam ratus juta rupiah).494.200.000.00 (tiga ratus lima puluh tujuh triliun empat ratus miliar empat ratus tujuh puluh juta rupiah).000.600. termasuk pajak ditanggung Pemerintah (DTP) atas: (i) sektor-sektor tertentu dalam rangka penanggulangan dampak perlambatan ekonomi global dan pemulihan sektor riil (counter cyclical) sebesar Rp10.Pajak Penghasilan sebesar Rp357.000. dan (ii) BBM bersubsidi (PT Pertamina/Persero) sebesar Rp10.000.000.753. c.700.Pasal 3 (1)Penerimaan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) terdiri dari : a.00 (satu triliun dua ratus miliar rupiah). (3)Penerimaan pajak perdagangan internasional sebagaimana dimaksud pada .

Pendapatan BLU.000.000.000.521. terdiri dari : a.000.000.Penerimaan sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi (SDA Migas) sebesar Rp162. c. (4)Rincian penerimaan perpajakan Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.00 (sembilan belas triliun seratus enam puluh miliar empat ratus juta rupiah).400.000.050.Bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara.Penerimaan sumber daya alam. (2)Penerimaan sumber daya alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp173. dan disampaikan dalam Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I Tahun .00 (seratus enam puluh dua triliun seratus dua puluh tiga miliar tujuh puluh juta rupiah).500.000. Pasal 4 (1)Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) terdiri dari : a. b.000.00 (sembilan triliun tiga ratus tiga puluh lima miliar enam ratus juta rupiah).000. dengan ketentuan: (i)Penerimaan SDA Migas tersebut memperhitungkan cost recovery sebesar US$11.473. naik dari besaran tahun 2008 sebesar US$10. dan d. b.000.000.477.ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp28.000.000.750.000. termasuk bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) ditanggung pemerintah untuk sektor-sektor tertentu sebesar Rp2.00 (dua triliun lima ratus miliar rupiah). serta swap Conoco dan Chevron.Bea ke luar sebesar Rp9.335.00 (sepuluh miliar empat ratus tujuh puluh tiga juta dolar Amerika Serikat). dan apabila terdapat temuan ketidakwajaran.000. yang terdiri dari: a.070.123. (ii)Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditugaskan untuk melakukan audit atas kewajaran unsur biaya dalam cost recovery sejak tahun 1997.600. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.Bea masuk sebesar Rp19. yang disebabkan oleh kenaikan lifting gas on stream Exxon dan Tangguh.496.000.00 (dua puluh delapan triliun empat ratus sembilan puluh enam miliar rupiah).Penerimaan negara bukan pajak lainnya. termasuk kerugian daerah dalam kerangka bagi hasil.00 (seratus tujuh puluh tiga triliun empat ratus sembilan puluh enam miliar lima ratus dua puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).00 (sebelas miliar lima puluh juta tujuh ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).496.160. maka BPK wajib melaporkan estimasi besaran kerugian negara yang timbul.

(6)Penunjukan Gelora Bung Karno dan Kompleks Kemayoran sebagai Badan Layanan Umum dalam rangka optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dapat ditinjau kembali sesuai peraturan perundang-undangan.000. 4.000.Standar atau norma universal yang diberlakukan terhadap kewajaran unsur biaya dalam perhitungan beban pajak dan cost recovery.Anggaran 2009 untuk dapat ditindaklanjuti. 2. (4)Penerimaan negara bukan pajak lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp49.451.442.797.000. 3. sehingga acuan cost recovery dalam Exhibit Contract perlu ditinjau kembali. . (iii)Pemerintah ditugaskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang cost recovery. (5)Pendapatan BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp5.Standar tersebut tidak hanya berpedoman pada Exhibit Contract. b.00 (tiga puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh empat miliar rupiah).477.Penerimaan sumber daya alam nonminyak bumi dan gas bumi (SDA Nonmigas) sebesar Rp11.000.248. yang antara lain memuat : 1. dalam hal ini terhadap sebagian aset yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Gelora Bung Karno dan sebagian atau seluruh aset yang dikelola Badan Layanan Umum Kompleks Kemayoran akan ditetapkan sebagai Penyertaan Modal Negara dalam suatu Badan Usaha Milik Negara.00 (empat puluh sembilan triliun dua ratus sepuluh miliar delapan ratus satu juta dua ratus empat puluh delapan ribu rupiah).210.801.00 (sebelas triliun tiga ratus tujuh puluh tiga miliar empat ratus lima puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).000.Pemberlakuan Peraturan Pemerintah tersebut dilakukan efektif mulai 1 Januari 2009.Cost recovery senantiasa harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. (iv)Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) ditugaskan untuk memperkuat pengawasan dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor migas.794. namun juga disesuaikan dengan standar pembebanan yang berlaku umum sebagaimana dimaksud pada butir (2). (3)Bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp30. 5.Unsur biaya yang dapat dikategorikan dan diperhitungkan sebagai unsur cost recovery.235.00 (lima triliun empat ratus empat puluh dua miliar dua ratus tiga puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu rupiah).000.373.

376.122. (2)Belanja pemerintah pusat menurut organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp716. (4)Jumlah anggaran belanja negara Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) direncanakan sebesar Rp1.(7)Rincian penerimaan negara bukan pajak Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Anggaran belanja pemerintah pusat.376.Belanja pemerintah pusat menurut fungsi. kegiatan dan jenis belanja dibahas bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).037.000.Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).Belanja pemerintah pusat menurut organisasi. Pasal 5 (1)Anggaran Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 terdiri dari : a.346. dan ayat (5) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.122.000. program.000.000.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). (6)Rincian anggaran belanja pemerintah pusat Tahun Anggaran 2009 menurut .122. (3)Anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp320.690. (3)Belanja pemerintah pusat menurut fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp716.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).338.122. (4)Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp716. Pasal 6 (1)Anggaran belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dikelompokkan atas : a.000.992. fungsi. ayat (4).122.000. dan b. dan c. b.376.346.Anggaran transfer ke daerah.346.376.00 (tiga ratus dua puluh triliun enam ratus sembilan puluh miliar sembilan ratus sembilan puluh dua juta rupiah).067. (5)Rincian lebih lanjut dari anggaran belanja pemerintah pusat menurut unit organisasi/bagian anggaran.000.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). (2)Anggaran belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp716.346. ayat (3).

Perluasan penerapan kebijakan tarif insentif dan disinsentif untuk pelanggan dengan daya di bawah 6.Penyediaan kebutuhan pasokan gas untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) dan KKKS berkoordinasi dengan BP MIGAS. e. b.Penyediaan Domestic Market Obligation (DMO) batubara yang berasal dari kebutuhan ketersediaan inkind batubara. (2)Dalam rangka untuk mengurangi beban subsidi pangan terutama pupuk pada masa yang akan datang. (3)Pemerintah Daerah diberi kewenangan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi melalui mekanisme rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden yang menjadi lampiran yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini yang ditetapkan paling lambat tanggal 30 Nopember 2008. dan menurut jenis belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4).Penerapan diversifikasi tarif regional seperti Batam dan Tarakan pada daerah-daerah lain. Pasal 10 (1)Dalam rangka kesinambungan pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk . pemerintah menjamin harga gas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan produsen pupuk dalam negeri dengan harga domestik. c. Pasal 8 Pengendalian anggaran subsidi listrik dalam tahun anggaran 2009 dilakukan melalui : a.organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2). menurut fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3).Penerapan tarif dasar listrik (TDL) sesuai harga keekonomian secara otomatis untuk pelanggan dengan daya 6. d.600 VA.600 VA (volt ampere) ke atas. Pasal 9 (1)Pemerintah menjamin kecukupan pasokan gas yang dibutuhkan perusahaan produsen pupuk dalam negeri dalam rangka menjaga ketahanan pangan. Pasal 7 Pengendalian anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam tahun anggaran 2009 ditempuh dengan kebijakan penetapan besaran subsidi BBM sesuai dengan Undang-Undang APBN dengan toleransi alokasi maksimum dari realokasi cadangan risiko fiskal.

(2)Pengajuan usulan luncuran program/kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri Keuangan dalam bentuk konsep DIPA Luncuran (DIPA-L) paling lambat pada tanggal 16 Januari 2010. (4)Pemerintah dapat melakukan kontrak dan pembiayaan tahun jamak terbatas sampai dengan tahun 2010 untuk mengatasi keperluan mendesak dan belum terprogram. (2)Pendanaan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersumber dari pagu kementerian negara/lembaga masing-masing dalam tahun anggaran 2009. dan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan khusus (P2DTK) dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2009. Pasal 11 (1)Dalam rangka menjaga kesinambungan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2009. yang pada tahap awal sumber dananya antara lain berasal dari bantuan sosial penanggulangan bencana. maka program/kegiatan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2009 yang dilakukan dalam tahun 2008 namun belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir Desember 2008 dapat dilanjutkan penyelesaiannya ke tahun 2009. dapat diluncurkan sampai dengan akhir April 2010 sebagai anggaran belanja tambahan Tahun Anggaran 2010. (2)Pendanaan untuk program/kegiatan. Pasal 12 (1)Kegiatan-kegiatan dalam rangka pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam tahun 2008 namun belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir Desember 2008 dapat dilanjutkan penyelesaiannya ke tahun 2009. (4)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersumber dari bagian anggaran 069 (belanja lain-lain) dalam tahun 2009.mempercepat penanggulangan kemiskinan. ditetapkan oleh Pemerintah. ditetapkan oleh Pemerintah. (3)Penyelesaian kegiatan-kegiatan tersebut yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa publik mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku. maka bantuan langsung masyarakat (BLM) dalam program/kegiatan nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) yang terdiri dari program pengembangan kecamatan (PPK). (3)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada . (3)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan DIPA-L sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). program pengembangan infrastruktur perdesaan (PPIP). program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP).

Pasal 14 Pemerintah diberi kewenangan untuk melakukan pengeluaran dalam rangka memenuhi setiap kewajiban yang timbul sehubungan dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht). dan Penjarakan) dilakukan setelah pembayaran pembelian tanah di dalam peta area terdampak selesai dilakukan. Pasal 13 (1)Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Sidoarjo.ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh Pemerintah.pergeseran anggaran belanja: (i)antarunit organisasi dalam satu bagian anggaran. biaya evakuasi dan relokasi pada sembilan rukun tetangga di tiga desa (Siring Barat. (2)Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di atas pagu APBN untuk perguruan tinggi non-Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan BLU ditetapkan oleh Pemerintah. dan/atau (iii)antarjenis belanja dalam satu kegiatan. . tunjangan hidup. atau dalam satu provinsi untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dekonsentrasi. tunjangan hidup dan biaya evakuasi di luar peta terdampak pada tiga desa (desa Besuki. b. Kedung Cangkring. ditetapkan oleh Pemerintah. Jatirejo.perubahan pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) sebagai akibat dari luncuran dan percepatan penarikan PHLN. dan Penjarakan).perubahan anggaran belanja yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). bantuan kontrak rumah. dan c. (3)Perubahan rincian belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang masih dalam satu provinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka tugas pembantuan. Pasal 15 (1)Perubahan rincian lebih lanjut dari anggaran belanja pemerintah pusat berupa : a. dan Mindi). Kedung Cangkring. serta untuk bantuan kontrak rumah. (2)Kekurangan pembayaran pembelian tanah di luar peta area terdampak pada tiga desa (desa Besuki. (ii)antarkegiatan dalam satu program sepanjang pergeseran tersebut merupakan hasil optimalisasi. maka alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dapat digunakan untuk melunasi kekurangan pembayaran pembelian tanah.

100.Dana alokasi khusus.800. (2)Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp296.00 (seratus delapan puluh enam triliun empat ratus empat belas miliar seratus juta rupiah).00 (dua ratus sembilan puluh enam triliun sembilan ratus lima puluh dua miliar empat ratus tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah).Dana otonomi khusus dan penyesuaian.000.952. (2). (4)Dana alokasi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp24. b.Dana perimbangan. dan c.00 (dua puluh tiga triliun tujuh ratus tiga puluh delapan miliar lima ratus tujuh puluh delapan juta dua ratus ribu rupiah).(4)Perubahan rincian belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan antarprovinsi/ kabupaten/kota untuk kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh unit organisasi di tingkat pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah.Hibah ke daerah. (3)Dana alokasi umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp186.Dana alokasi umum. . (3).414. dan (4) dilaporkan Pemerintah kepada DPR dalam APBN Perubahan dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.Dana bagi hasil.578.738.718.413. dan c.819. (5)Perhitungan dan pembagian lebih lanjut dana perimbangan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.00 (dua puluh empat triliun delapan ratus sembilan belas miliar lima ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah).000.000. (2)Dana bagi hasil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp85. (5)Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).000. (4)Hibah ke daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c nihil.000.588.00 (delapan puluh lima triliun tujuh ratus delapan belas miliar tujuh ratus dua puluh lima juta rupiah).725. (3)Dana otonomi khusus dan penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp23. b.800.000. Pasal 17 (1)Dana perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a terdiri dari : a.000.200. Pasal 16 (1)Anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b terdiri dari : a.

sehingga dalam Tahun Anggaran 2009 terdapat Defisit Anggaran sebesar Rp51.000.00 (sembilan triliun empat ratus empat puluh delapan miliar dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah).725.790.037. Pasal 19 (1)Jumlah Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp985.000.Pembiayaan luar negeri neto sebesar negatif Rp9.00 (enam puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh miliar dua ratus lima puluh juta rupiah). ayat (3). Pasal 18 (1)Dana otonomi khusus dan penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b terdiri dari : a.250.00 (delapan triliun delapan ratus lima puluh enam miliar lima ratus enam puluh empat juta rupiah). sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4).328. Pasal 20 .448.009.00 (sembilan ratus delapan puluh lima triliun tujuh ratus dua puluh lima miliar tiga ratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah). b.882.067.522.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).000.856. (3)Rincian Pembiayaan Defisit Anggaran Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini. (2)Dana otonomi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp8. dan ayat (4) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (5).200.000.600.400. lebih kecil dari jumlah Anggaran Belanja Negara sebesar Rp1.000.Dana penyesuaian.564.122.014.000.00 (lima puluh satu triliun tiga ratus empat puluh dua miliar sembilan juta enam ratus ribu rupiah). yang akan dibiayai dari Pembiayaan Defisit Anggaran.342.240.Pembiayaan dalam negeri sebesar Rp60. (3)Dana penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp14. dan b.000.338. (2)Pembiayaan Defisit Anggaran Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari sumber-sumber : a.Dana otonomi khusus.(6)Rincian dana perimbangan Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).00 (empat belas triliun delapan ratus delapan puluh dua miliar empat belas juta dua ratus ribu rupiah).000.000.

untuk dibahas bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah. Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan langkah-langkah : . b. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : a.Realisasi pendapatan negara dan hibah.penurunan pertumbuhan ekonomi di bawah asumsi dan deviasi asumsi ekonomi makro lainnya yang menyebabkan turunnya pendapatan negara. khususnya imbal hasil Surat Berharga Negara. Pemerintah menyusun Laporan tentang Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Semester Pertama Tahun Anggaran 2009 mengenai : a.Realisasi belanja negara.067. dan/atau c. (2)Persentase anggaran pendidikan adalah sebesar 20. (3)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat paling lambat pada akhir bulan Juli 2009. (2)Dalam laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah menyertakan prognosa untuk 6 (enam) bulan berikutnya.krisis sistemik dalam sistem keuangan dan perbankan nasional yang membutuhkan tambahan dana penjaminan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).338.(1)Pada pertengahan Tahun Anggaran 2009.000. Pasal 23 (1)Dalam keadaan darurat.000. yang merupakan perbandingan alokasi anggaran pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terhadap total anggaran belanja negara sebesar Rp1. dan/atau meningkatnya belanja negara secara signifikan. b.Realisasi pembiayaan defisit anggaran. secara signifikan.00 (dua ratus tujuh triliun empat ratus tiga belas miliar lima ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah).413.1% (nol koma satu persen). Pasal 21 (1)Anggaran Pendidikan adalah sebesar Rp207.kenaikan biaya utang. dan c. Pasal 22 Anggaran belanja bunga utang yang merupakan bagian dari Belanja Pemerintah Pusat telah memperhitungkan hasil restrukturisasi tingkat bunga surat utang (SU) 002 dan SU-004 yang mengacu pada besaran tingkat bunga special rate Bank Indonesia (SRBI) 01 sebesar 0.531.763.037.122.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).0% (dua puluh koma nol persen).

1.pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2009; 2.pergeseran anggaran belanja antarprogram, antarkegiatan, dan/atau antarjenis belanja dalam satu kementerian negara/lembaga dan/atau antar kementerian negara/lembaga; 3.penghematan belanja negara dalam rangka peningkatan efisiensi, dengan tetap menjaga sasaran program/kegiatan prioritas yang tetap harus tercapai; 4.penarikan pinjaman siaga dari kreditor bilateral maupun multilateral; 5.penerbitan Surat Berharga Negara melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN tahun yang bersangkutan. (2)Pemerintah menyampaikan langkah-langkah kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Laporan Semester I Pelaksanaan APBN dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 24 (1)Dalam hal realisasi penerimaan negara tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran negara pada saat tertentu, kekurangannya dapat ditalangi dari dana saldo anggaran lebih (SAL). (2)Pemerintah dapat menerbitkan Surat Berharga Negara untuk membiayai kebutuhan pengelolaan kas bagi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), apabila dana tunai pengelolaan kas tidak cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan awal tahun anggaran berikutnya. (3)Pemerintah dapat melakukan pembelian kembali SBN untuk kepentingan stabilisasi pasar, dengan tetap memperhatikan jumlah kebutuhan penerbitan SBN neto untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang ditetapkan. Pasal 25 (1)Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah dalam rangka penyusunan perkiraan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, apabila terjadi : a.Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009; b.Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal; c.Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antarunit organisasi, antarprogram, dan/atau antarjenis belanja; d.Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun-tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan

anggaran Tahun Anggaran 2009. (2)Saldo anggaran lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d tidak termasuk saldo anggaran lebih yang merupakan saldo kas di Badan Layanan Umum (BLU), yang penggunaannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku dan dilaporkan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. (3)Pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 berdasarkan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat sebelum Tahun Anggaran 2009 berakhir. Pasal 26 (1)Setelah Tahun Anggaran 2009 berakhir, Pemerintah menyusun pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 berupa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (2)Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. (3)Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan informasi pendapatan dan belanja secara akrual. (4)Neraca sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyajikan aset dan kewajiban berdasarkan basis akrual. (5)Penerapan pendapatan dan belanja secara akrual dalam laporan keuangan tahun 2009 dilaksanakan secara bertahap pada badan layanan umum. (6)Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. (7)Pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, setelah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan, paling lambat 6 (enam) bulan setelah Tahun Anggaran 2009 berakhir untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 27 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2009. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta

pada tanggal 10 Nopember 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 10 Nopember 2008 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ANDI MATTALATTA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2008 NOMOR 171

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 I.UMUM Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2009 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009, serta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2009 sebagaimana telah dibahas dan disepakati bersama, baik dalam Pembicaraan Pendahuluan maupun Pembicaraan Tingkat I Pembahasan RAPBN Tahun Anggaran 2009 antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 12 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, APBN Tahun Anggaran 2009 juga mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik, yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir, serta berbagai langkah kebijakan yang diperkirakan akan ditempuh dalam tahun 2009. Dengan memperhatikan perkembangan faktor eksternal dan stabilitas ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tahun 2009

antara lain: (i) masih relatif tingginya jumlah penduduk miskin. Melalui kebijakan fiskal.5% (tujuh koma lima persen). Pemerintah menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai sasaran pembangunan di tahun 2009. Di lain pihak. terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. (b) mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. dan iklim investasi yang semakin kondusif diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para investor dalam negeri dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.diperkirakan mencapai sekitar 6. Meskipun perlambatan perekonomian global akan menyebabkan menurunnya kinerja ekspor nasional. sasaran program kerja pemerintah dalam tahun 2009 diharapkan dapat memberikan kemajuan penting dalam pelaksanaan tiga agenda pembangunan sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009. impor Indonesia akan lebih difokuskan pada barang modal sehingga dapat memicu perkembangan industri pengolahan dalam negeri.0 (delapan puluh koma nol dolar Amerika Serikat) per barel. maka rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di pasar internasional dalam tahun 2009 diperkirakan akan berada pada kisaran US$80. dan (c) mewujudkan Indonesia yang sejahtera.0% (enam koma nol persen).00 (sembilan ribu empat ratus rupiah) per satu dolar Amerika Serikat. sedangkan tingkat lifting minyak mentah diperkirakan sekitar 960 (sembilan ratus enam puluh) ribu barel per hari. Stabilitas nilai tukar rupiah ini mempunyai peranan penting terhadap pencapaian sasaran inflasi tahun 2009. Dalam tahun 2009.400." Dalam upaya mewujudkan tema pembangunan tersebut. Untuk itu. Sementara itu. rata-rata suku bunga SBI 3 (tiga) bulan diperkirakan akan mencapai 7. serta ketatnya spare capacity di negara-negara produsen minyak karena investasi di sektor perminyakan yang relatif lambat. yaitu: (a) mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. dan sektor riil yang terkoordinasi. tema pembangunan tahun 2009 adalah "Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan. dan perkembangan suku bunga perbankan. dengan mempertimbangkan pertumbuhan permintaan minyak dunia yang sedikit melambat seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. (ii) terbatasnya akses dan . Melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat yang diperkirakan masih cukup tinggi. Sementara itu. dengan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah.2% (enam koma dua persen). moneter. dan terjaminnya pasokan dan lancarnya arus distribusi kebutuhan bahan pokok. Sejalan dengan itu. maka laju inflasi diperkirakan dapat ditekan pada tingkat 6. nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada pada kisaran Rp9. pemerintah akan berupaya agar realisasi pertumbuhan ekonomi sesuai dengan asumsi tersebut.

Kedua. menciptakan dan memperluas lapangan kerja. kelancaran kegiatan penyelenggaraan operasional pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara dan daya beli masyarakat. kebijakan alokasi anggaran belanja pemerintah pusat tahun 2009 diarahkan terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan. (iii) pelaksanaan pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup dan kebijakan lain yang dianggap perlu agar subsidi lebih tepat sasaran. peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan. maka prioritas alokasi anggaran belanja pemerintah pusat dalam tahun 2009 akan difokuskan pada:(i) kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebutuhan dasar operasional di setiap kementerian negara/lembaga. serta pertahanan dan keamanan dalam negeri. infrastruktur dan energi. terutama bandara dan pelabuhan. (ii) peningkatan pembangunan infrastruktur. (iii) relatif rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. peningkatan upaya anti korupsi. serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi kemiskinan. telah ditetapkan prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 sebagai berikut: Pertama. Ketiga. (iii) . Dengan demikian. pemantapan demokrasi. dan subsidi benih.dana dalam sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. subsidi listrik. untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Prioritas pembangunan nasional tersebut dijabarkan dalam pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2009 sebagai berikut: (i) pelaksanaan amandemen Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPR. Di samping itu. (iv) perhitungan pendapatan dalam negeri neto sebagai basis penetapan pagu DAU nasional memperhitungkan antara lain beban subsidi BBM. reformasi birokrasi. di samping tetap menjaga stabilitas nasional. Program Keluarga Harapan (PKH). dan Jamkesmas. Pemerintah perlu melakukan perbaikan quality of spending dan penajaman prioritas terhadap belanjanya. Bantuan Operasional Sekolah (BOS). (ii) melanjutkan program pengentasan kemiskinan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). dan (iv) masih lemahnya daya tarik investasi dan daya saing sektor riil. Untuk menghadapi masalah dan tantangan tersebut guna mewujudkan tema pembangunan dalam tahun 2009. Sejalan dengan arah kebijakan tersebut. percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. subsidi pupuk. dan (v) pelaksanaan amandemen Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

0% (dua puluh koma nol persen) untuk pendidikan. bertempat tinggal. Pemerintah dan DPR memprioritaskan pengalokasian anggaran pendidikan 20. Selanjutnya.0% (dua puluh koma nol persen) tersebut di samping untuk memenuhi amanat Pasal 31 Ayat (4) UUD 1945. termasuk di dalamnya penganggaran. infrastruktur dan energi alternatif. Di samping itu. Pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20. Menurut putusan Mahkamah Konstitusi. Selanjutnya. selambat-lambatnya dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009. Pemerintah dan DPR harus telah memenuhi kewajiban konstitusionalnya untuk menyediakan anggaran sekurang-kurangnya 20. dan (iii) jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia bermartabat. agar Mahkamah Konstitusi tidak menyatakan bahwa keseluruhan APBN yang tercantum dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat yang disebabkan oleh adanya bagian dari UU APBN. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.meningkatkan alokasi program kementerian negara/lembaga untuk peningkatan produksi pangan. keseimbangan pembangunan. (iv) pengurangan subsidi BBM melalui efisiensi di PT Pertamina dan PT PLN. serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. juga dalam rangka memenuhi Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 13 Agustus 2008 Nomor 13/PUU-VI/2008. sesuai dengan amanat UUD 1945. (v) melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah pasca bencana alam.0% (dua puluh koma nol persen) dari APBN Tahun Anggaran 2009 agar UU APBN Tahun Anggaran 2009 yang memuat anggaran pendidikan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dan sejalan dengan amanat UUD 1945. Selain itu. negara memprioritaskan APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. perlu tetap harus dijaga agar dapat mencapai prioritas-prioritas perbaikan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan pelaksanaan tugas kenegaraan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). dengan mengalokasikan sekurang-kurangnya 20. (ii) hidup sejahtera lahir dan batin. Dalam kaitannya dengan penanganan bencana alam. Hal tersebut harus diwujudkan dengan sungguh-sungguh. melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2005 yang dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang . yaitu mengenai anggaran pendidikan. yang bertentangan dengan UUD 1945.0% (dua puluh koma nol persen) dari APBN dan APBD untuk pendidikan nasional. dan mendapat pendidikan yang layak. APBN juga diarahkan untuk melaksanakan amanat konstitusi dalam rangka memenuhi hak warga negara atas: (i) pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. serta (vi) mengamankan pelaksanaan Pemilu 2009.

terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan. dan aset-aset lembaga/negara donor/NGO. mulai tahun 2008 sudah mulai dilakukan persiapan penuntasan masa tugas BRR NAD-Nias. BRR NAD-Nias juga mengemban 2 (dua) tugas pokok. Berkaitan dengan berakhirnya masa tugas BRR NAD-Nias. telah dibentuk BRR NAD-Nias dalam rangka melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2004. Oleh karena itu. dalam rangka melaksanakan proses administrasi penuntasan tugas. pelaksanaan lanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias akan diserahkan kewenangannya kepada kementerian negara/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah. Dengan demikian. serta (iv) pengalihan dokumen. Perpu Nomor 2 Tahun 2005. dan (ii) mengkoordinasikan proyek-proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibiayai oleh lembaga/negara donor atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing. (ii) setelah berakhirnya masa tugas BRR. pembiayaan program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak lagi dialokasikan pada bagian anggaran 094 (BRR NAD-Nias). Dalam kerangka tersebut. (iii) setelah berakhirnya masa tugas BRR. Selain tugas melaksanakan kegiatan pemulihan. Sementara itu. dan (iv) pengakhiran masa tugas BRR beserta akibat hukumnya ditetapkan dengan Perpres. biaya operasional BRR NAD-Nias akan dialokasikan pada bagian anggaran 069 (anggaran pembiayaan dan perhitungan). tetapi langsung dialokasikan kepada masing-masing K/L yang bersangkutan. tahun 2008 merupakan tahun terakhir dari pelaksanaan proyek-proyek fisik oleh BRR NAD-Nias. (iii) pengalihan personel (SDM). sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. segala kekayaannya menjadi kekayaan milik negara yang selanjutnya dapat diserahkan kepada pemerintah daerah. yaitu: (i) pengelolaan pendanaan pasca BRR NAD-Nias.(Perpu) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. pada tahun 2009. yaitu: (i) mengelola proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran (didanai oleh APBN). kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kementerian negara/lembaga yang akan melanjutkan kegiatan . BRR NAD-Nias masih dapat beroperasi hingga April 2009. (ii) pengalihan peralatan dan perangkat (aset) melalui identifikasi terhadap: tahap pengalihan aset. aset-aset BRR NAD-Nias. jenis-jenis pengalihan aset. Sementara itu. Pasal 26 menyebutkan bahwa: (i) masa tugas BRR akan berakhir setelah 4 (empat) tahun. Dengan demikian.

Sejalan dengan hal tersebut. juga diikuti dengan pengaturan. kondisi. Langkah-langkah kebijakan perpajakan yang diambil dalam tahun 2009 antara lain: (i) menyediakan fasilitas fiskal dan nonfiskal bagi penanaman modal dengan memperluas cakupan sektor dan wilayah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 tentang Fasilitas . dengan memperhatikan potensi. baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. serta perbaikan dan efektivitas administrasi pemungutan. Selanjutnya. UU Cukai. pelimpahan. diperlukan sumber-sumber pendapatan negara dan pembiayaan anggaran. yaitu: kondisi ekonomi makro. Undang-undang dimaksud antara lain: paket UU Perpajakan. realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya. demokratis. dan Bappenas. Perubahan UU perpajakan akan berdampak pada penerimaan negara dan perekonomian. Beberapa faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan negara dalam APBN Tahun Anggaran 2009. Departemen Agama. adil dan transparan. serta berbagai UU sektoral. pembagian. subyek dan obyek pengenaan. Terdapat beberapa hal yang cukup signifikan pengaruhnya pada perhitungan target pendapatan tahun 2009. kebijakan yang dilakukan dalam bidang tarif. perubahan UU perpajakan yang terdiri dari perubahan UU Ketentuan Umum Perpajakan dan UU Pajak Penghasilan diperkirakan akan memberikan dampak pada penurunan penerimaan perpajakan (tax potential loss). penerapan kebijakan transfer ke daerah dalam tahun 2009 ditujukan untuk: (i) terus melaksanakan desentralisasi fiskal untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah secara konsisten. yaitu adanya perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya yang telah selesai pada tahun 2007 dan 2008. Dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah. Badan Pertanahan Nasional. dan (iv) mengalihkan secara bertahap sebagian anggaran kementerian negara/lembaga yang digunakan untuk mendanai kegiatan yang sudah menjadi urusan daerah ke DAK. baik penerimaan perpajakan maupun PNBP. Dalam jangka pendek. (iii) mengurangi kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik di daerah. dan kebutuhan daerah melalui reformulasi kebijakan dana perimbangan dan kebijakan lain terkait dengan transfer ke daerah. dan penugasan urusan pemerintahan kepada daerah secara nyata dan bertanggungjawab. untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah tersebut. (ii) mengurangi kesenjangan fiskal antara pemerintah pusat dengan daerah dan antar-daerah.rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias antara lain Departemen Dalam Negeri. maka penyerahan. Departemen Pekerjaan Umum. UU Kepabeanan. Departemen Perhubungan. dan pemanfaatan sumber daya nasional secara proporsional.

Sementara itu. dan tercatat dalam perhitungan APBN. (iv) pemantauan. (iv) melanjutkan harmonisasi tarif bea masuk impor. evaluasi. dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemandirian dalam pembiayaan anggaran. dengan lebih . (ii) memperluas kantor pelayanan pajak yang berbasis sistem administrasi modern di Jawa dan Bali. khususnya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah yang terkena musibah bencana serta re-evaluasi peraturan-peraturan tentang tata cara pengadaan/pengelolaan hibah sehingga seluruh pengelolaan hibah memiliki arah yang lebih jelas. (iii) penyusunan rencana dan pagu penggunaan PNBP yang lebih realistis pada kementerian negara/lembaga.Pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah Tertentu. Berdasarkan proyeksi dan berbagai langkah kebijakan di atas. optimalisasi penerimaan hibah akan dilakukan antara lain melalui monitoring pencairan atas komitmen para donor dalam rangka hibah. penelaahan. Sebagian besar defisit tersebut akan dibiayai dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman luar negeri. Di lain pihak. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan pengelolaan PNBP pada kementerian negara/lembaga. PNBP lainnya. kebijakan di bidang PNBP dalam tahun 2009 akan tetap ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan yang berasal dari pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Selanjutnya. dan (v) mengimplementasikan ASEAN Single Window. dalam APBN Tahun Anggaran 2009 diperkirakan masih terdapat defisit anggaran. dan verifikasi laporan PNBP pada kementerian negara/lembaga dan SDA nonmigas. dan (viii) perbaikan terhadap kebijakan cost recovery pada Kontrak Production Sharing (KPS). Sasaran tersebut dilakukan dengan melanjutkan reformasi administrasi dan penyempurnaan kebijakan PNBP melalui: (i) peninjauan dan penyempurnaan peraturan PNBP pada kementerian negara/lembaga. (iii) menyempurnakan manajemen risiko kepabeanan. kebijakan umum pembiayaan anggaran antara lain dititikberatkan pada penetapan sasaran surplus/defisit anggaran berdasarkan proyeksi penerimaan negara maupun rencana alokasi belanja negara. Di samping itu. serta pendapatan badan layanan umum (BLU). (v) peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan PNBP pada kementerian negara/lembaga. bagian laba BUMN. untuk meningkatkan kinerja BUMN antara lain akan dilakukan pengalokasian anggaran yang bersumber dari laba BUMN untuk pengembangan sektor-sektor strategis dan penguatan sektor manufaktur (barang modal) dalam rangka memperbaiki peran BUMN dalam perekonomian nasional. Untuk menutupi defisit tersebut. (vi) percepatan penyelesaian kewajiban Pertamina/KKKS kepada Pemerintah terkait dengan kegiatan migas. (vii) peningkatan koordinasi terkait dengan pencapaian target produksi/lifting minyak mentah dan volume gas bumi. (ii) monitoring.

Dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009 telah dipersiapkan payung hukum apabila terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan deviasi asumsi makro secara signifikan. Terkait hal tersebut. dan pengelolaan utang yang sehat serta pengelolaan kas yang efisien. Pasal 3 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Penerimaan pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah yang ditanggung pemerintah (DTP) sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b tersebut tidak diperhitungkan dalam besaran penerimaan dalam negeri neto. Langkah-langkah penanggulangan berupa pembiayaan siaga yang berasal dari pemberi pinjaman lembaga keuangan multilateral dan bilateral. sehingga dapat dijadikan cadangan terhadap rumahtangga dan sektor yang terkena dampaknya.PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. kenaikan biaya penerbitan SBN dan masalah sistemik di sektor keuangan.memprioritaskan pendanaan yang tersedia. strategi pembiayaan anggaran harus dilakukan secara hati-hati agar sumber-sumber pembiayaan anggaran tersebut dapat digunakan seoptimal mungkin guna menghindari terjadinya beban fiskal di masa mendatang yang berpotensi mengganggu kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Selain itu. dipandang perlu dipersiapkan langkah-langkah di bidang kebijakan fiskal. bahkan akan menambah. Dalam keadaan tersebut. strategi pembiayaan anggaran harus diimplementasikan secara terkoordinasi agar dapat tercapai pengelolaan fiskal secara prudent. penerbitan SBN akan dilakukan secara berhati-hati dan menjaga pada risiko sekecil mungkin. Dalam kondisi pasar keuangan yang tidak stabil akibat ketatnya likuiditas global. murah dan berisiko rendah yang bersumber dari dalam negeri. Pemerintah bertekad untuk tidak mengurangi belanja prioritas. jika diperlukan. Untuk mengantisipasi kondisi pasar keuangan yang memburuk yang dapat berdampak pada perekonomian nasional. untuk mengurangi tekanan terhadap kebutuhan pembiayaan anggaran tahun 2009. II. dan dialokasikan . kebijakan moneter yang kredibel. Pasal 2 Cukup jelas.

00 41112 Pendapatan PPh nonmigas 296.sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.000.000. Yang dimaksud dengan sektor-sektor tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf b antara lain adalah sektor migas.000.346.842.830. listrik.000.00 411122 Pendapatan PPh Pasal 22 6.000.000.000. dan sektor-sektor publik.00 4111 Pendapatan pajak penghasilan (PPh) 357.556.160.000.00 411127 Pendapatan PPh Pasal 26 22.938.00 (tujuh ratus dua puluh lima triliun delapan ratus empat puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) 411 Pendapatan pajak dalam negeri 697. dan dialokasikan sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.510.00 .978.00 411125 Pendapatan PPh Pasal 25/29 orang pribadi 3.000. penerbangan.00 411126 Pendapatan PPh Pasal 25/29 badan 136.000.00 411112 Pendapatan PPh gas alam 32. dan transportasi publik.110.00 411124 Pendapatan PPh Pasal 23 24. pelayaran. Ayat (4) Penerimaan perpajakan sebesar Rp725.000.000.000. industri terpilih.196.000.000.000. Yang dimaksud dengan sektor-sektor tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf a antara lain adalah sektor migas.00 41111 Pendapatan PPh migas 56. industri terpilih.000.000.00 411123 Pendapatan PPh Pasal 22 impor 25.935.470.500.000.000.00 411111 Pendapatan PPh minyak bumi 24.000.970. Ayat (3) Penerimaan bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) yang ditanggung pemerintah (DTP) sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut tidak diperhitungkan dalam besaran penerimaan dalam negeri neto.794.400.560.526.640.970.000.000.510.723. energi.00 411121 Pendapatan PPh Pasal 21 46. panas bumi.000.000.000.755.360.370.000.470.000.910. pangan.000.

600.247.00 Pasal 4 Ayat (1) Cukup jelas.00 4112 Pendapatan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah 249. Ayat (2) Cukup jelas.000.000.000.00 4121 Pendapatan bea masuk 19.943.558.000.000.000.000.400.700.490.00 4113 Pendapatan pajak bumi dan bangunan 28.700.00 411513 Pendapatan Cukai Minuman Mengandung Ethyl Alkohol 775.00 Pendapatan pajak perdagangan internasional 28.000.000.300.000.494.000.600.000.000.00 41113 Pendapatan PPh fiskal 3.000.160.00 4122 Pendapatan bea ke luar 9.00 4116 Pendapatan pajak lainnya 4.000.240.000.412 411128 Pendapatan PPh final 30.000.000.200.700. Ayat (6) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas.00 41151 Pendapatan Cukai 49.738.00 (dua ratus lima puluh delapan triliun sembilan ratus empat puluh tiga miliar lima ratus lima puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah) terdiri dari : . Ayat (4) Cukup jelas.738.335.000.000.496.000.494.00 4115 Pendapatan Cukai 49.508.916.000.00 411512 Pendapatan Cukai Ethyl Alkohol 479.000.000.00 411511 Pendapatan Cukai Hasil Tembakau 48.600.000.000.522.000. Ayat (7) Penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp258.000.00 411131 Pendapatan PPh fiskal luar negeri 3.000.000. Ayat (3) Cukup jelas.100.00 4114 Pendapatan BPHTB 7.700.000.000.273.490.000.753.

029.00 4212 Pendapatan gas bumi 39. pemetaan dan hasil cetakan lainnya 41.000.000.000.000.412.794.248.00 421511 Pendapatan perikanan 150.432.834.018.794.000.938.093.483.000.00 421211 Pendapatan gas bumi 39. dan perkebunan 3.000.000.00 Pendapatan bagian laba BUMN 30. kehutanan.000.000.210.758.277.330.000.000.000.000.000.477.00 4211 Pendapatan minyak bumi 123.00 423114 Pendapatan penjualan hasil sitaan/rampasan dan harta peninggalan 15.000.00 423115 Pendapatan penjualan obat-obatan dan hasil farmasi lainnya 219.00 4214 Pendapatan kehutanan 2.496.740.625.000.451.249.527.(dalam rupiah) 421 Penerimaan sumber daya alam 173.000.056.801.639.00 Pendapatan PNBP lainnya 49.723.000.521.740.235.600.00 4215 Pendapatan perikanan 150.00 42141 Pendapatan dana reboisasi 1.00 421311 Pendapatan iuran tetap 84.093.00 421111 Pendapatan minyak bumi 123.000.000.000.000.600.000.577. penerbitan.00 42143 Pendapatan IIUPH (IHPH) 15.000.00 423116 Pendapatan penjualan informasi.500.00 4221 Pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN 30.000.00 4231 Pendapatan penjualan dan sewa 14.211.188.00 421312 Pendapatan royalti 8.000. film.168.000.00 42311 Pendapatan penjualan hasil produksi/sitaan 6.000.00 42142 Pendapatan provisi sumber daya hutan 1.000.00 423113 Pendapatan penjualan hasil tambang 6.866.520.794.994.000.330.00 4213 Pendapatan pertambangan umum 8.000.500.505.477.677.029.000.133.00 423111 Pendapatan penjualan hasil pertanian.00 423112 Pendapatan penjualan hasil peternakan dan perikanan 11.000.000.000.000.000.000. survey.00 423117 Pendapatan penjualan dokumen-dokumen 422 423 .400.401.000.

000.00 423141 Pendapatan sewa rumah dinas/rumah negeri 20.991.000.659.061.000.355.000.964.226.241.pelelangan 220.270.147.814.429.000.557.000. gedung.000.332.365.000. paspor.097.000.00 423123 Pendapatan penjualan sewa beli 30.490.193.00 42321 Pendapatan jasa I 11.00 423129 Pendapatan penjualan aset lainnya yang berlebih/rusak/ dihapuskan 1.00 42312 Pendapatan penjualan aset 33.000.000.997.00 423213 Pendapatan surat keterangan.944.000.000.00 423143 Pendapatan sewa bendabenda bergerak 6.00 423212 Pendapatan tempat hiburan/taman/museum dan pungutan usaha pariwisata alam (PUPA) 14.054.260.00 423122 Pendapatan penjualan kendaraan bermotor 1. dan tanah 41.000. bangunan.285. visa.00 423211 Pendapatan rumah sakit dan instansi kesehatan lainnya 38. pengawasan/ .612.217.381.00 4232 Pendapatan jasa 16.000.374.00 423142 Pendapatan sewa gedung. dan BPKB 2.000. dan gudang 70.393.00 423119 Pendapatan penjualan lainnya 78.268.649.991.00 423121 Pendapatan penjualan rumah.533.502.037. bangunan.00 42313 Pendapatan penjualan dari kegiatan hulu migas 7.00 423214 Pendapatan hak dan perijinan 5.00 423149 Pendapatan sewa bendabenda tak bergerak lainnya 5.00 423132 Pendapatan minyak mentah (DMO) 7.000.511.00 42314 Pendapatan sewa 102.000.160.000. SIM.891.000.000.000.944. STNK.00 423215 Pendapatan sensor/ karantina.949.274.390.490.000.

662.007.000.00 423239 Pendapatan rutin lainnya dari luar negeri 9.00 423232 Pendapatan dari jasa pengurusan dokumen konsuler 85.000.458.00 423241 Pendapatan layanan jasa perbankan 8.075.903.000.000.00 423221 Pendapatan jasa lembaga keuangan (jasa giro) 42.00 423216 Pendapatan jasa tenaga.947.00 423227 Pendapatan bea lelang 38.489.000.630.218.261.000.263.660.500.122. pekerjaan.555.932.199. informasi.983.000.065. teknologi.00 423229 Pendapatan registrasi dokter dan dokter gigi 2.903.pemeriksaan 58.00 42323 Pendapatan jasa luar negeri 380.000.391.052.157.225.000.000.00 423225 Pendapatan biaya penagihan pajak negara dengan surat paksa 3.000.00 423217 Pendapatan jasa Kantor Urusan Agama 73. dan kenavigasian 317. pelatihan.500. pendapatan BPN.249.000.000.00 42324 Pendapatan layanan jasa perbankan 8.807.000.190.932.307.00 423222 Pendapatan jasa penyelenggaraan telekomunikasi 1. kepelabuhan.000.00 423228 Pendapatan biaya pengurusan piutang dan lelang negara 61.000.659.081.274.00 42325 Pendapatan atas pengelolaan .000. pendapatan DJBC 2.00 423218 Pendapatan jasa bandar udara.000.000.458.906.432.00 423231 Pendapatan dari pemberian surat perjalanan Republik Indonesia 285.000.00 42322 Pendapatan jasa II 1.00 423226 Pendapatan uang pewarganegaraan 3.000.

000.000.00 423512 Pendapatan uang ujian masuk.000.000.00 4234 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 33.000.000.809.063.450.00 423419 Pendapatan kejaksaan dan peradilan lainnya 1.00 423519 Pendapatan pendidikan lainnya 1.937.508.794.000.844.450. dan akhir pendidikan 174.642.000.00 42331 Pendapatan bunga 1.00 4235 Pendapatan pendidikan 5.00 4233 Pendapatan bunga 1.000.000.224.00 423319 Pendapatan bunga lainnya 350.000.505.000.000.00 423414 Pendapatan hasil denda/tilang dan sebagainya 18.122.073.862.000.809.450.00 423411 Pendapatan legalisasi tanda tangan 1.rekening tunggal Perbendaharaan (treasury single account) dan/atau atas penempatan uang negara 3.00 423413 Pendapatan uang meja (leges) dan upah pada panitera badan pengadilan (peradilan) 721.00 42341 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 33.000.330.633.830.000.785.00 42351 Pendapatan pendidikan 5.385.844.000.122.000.00 .00 423313 Pendapatan bunga dari piutang dan penerusan pinjaman 1.555.311.000.298.000.385.917.662.943.935.633.000.560.000.508.000.00 423291 Pendapatan jasa lainnya 20.330.00 42329 Pendapatan jasa lainnya 20.000.000.394.494.00 423511 Pendapatan uang pendidikan 3.00 423513 Pendapatan uang ujian untuk menjalankan praktik 111.000.163. kenaikan tingkat.00 423415 Pendapatan ongkos perkara 10.00 423412 Pendapatan pengesahan surat di bawah tangan 290.000.298.000.000.000.

961.000.00 423721 Pendapatan dana pengamanan hutan 199.700.000.267.000.00 4237 Pendapatan iuran dan denda 687.00 423611 Pendapatan uang sitaan hasil korupsi yang telah ditetapkan pengadilan 6.000.000.000.00 423731 Pendapatan iuran menangkap/mengambil/ mengangkut satwa liar/ mengambil/mengangkut tumbuhan alam hidup atau mati 7.996.00 42373 Pendapatan dari perlindungan hutan dan konservasi alam 14.563.879.000.494.000.00 423752 Pendapatan denda keterlambatan .494.336.000.00 423711 Pendapatan iuran badan usaha dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian BBM 355.00 423614 Pendapatan uang pengganti tindak pidana korupsi yang ditetapkan di pengadilan 29.000.000.104.00 42371 Pendapatan iuran badan usaha 469.00 423612 Pendapatan gratifikasi yang ditetapkan KPK menjadi milik negara 2.00 423713 Iuran badan usaha di bidang pasar modal dan lembaga keuangan 40.588.000.900.000.00 42372 Pendapatan dana pengamanan hutan 199.000.422.830.000.00 42375 Pendapatan denda 4.000.700.000.939.00 42361 Pendapatan gratifikasi dan uang sitaan hasil korupsi 38.000.600.00 423712 Pendapatan iuran badan usaha dari kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa 73.336.000.000.000.000.000.4236 Pendapatan gratifikasi dan uang sitaan hasil korupsi 38.000.000.484.000.000.000.000.00 423735 Pungutan masuk obyek wisata alam 7.

750.831.923.000.000.893.000.482.00 424112 Pendapatan jasa pelayanan pendidikan 124.454.000.442.000.154.285.509.617.851.00 423919 Penerimaan kembali belanja lainnya TAYL 2.000.00 423912 Penerimaan kembali belanja pensiun TAYL 76.00 42411 Pendapatan penyediaan barang dan jasa kepada masyarakat 5.000.982.00 424113 Pendapatan jasa .00 42399 Pendapatan lain-lain 22.832.375.473.334.00 423922 Pendapatan pelunasan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara (masuk TP/TGR) bendahara 1.975.00 4241 Pendapatan jasa layanan umum 5.043.00 423921 Pendapatan pelunasan piutang nonbendahara 9.000.000.000.528.000.086.00 423913 Penerimaan kembali belanja lainnya rupiah murni TAYL 9.010.000.071.00 423753 Pendapatan denda administrasi BPHTB 29.00 4239 Pendapatan lain-lain 10.235.00 42391 Pendapatan dari penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu 9.00 423911 Penerimaan kembali belanja pegawai pusat TAYL 4.00 424111 Pendapatan jasa pelayanan rumah sakit 3.000.000.347.235.167.500.000.821.531.00 423914 Penerimaan kembali belanja lain pinjaman luar negeri TAYL 1.575.392.000.00 423999 Pendapatan anggaran lain-lain 6.000.00 423991 Penerimaan kembali persekot/uang muka gaji 16.797.251.000.950.000.00 42392 Pendapatan pelunasan piutang 1.424 penyelesaian pekerjaan pemerintah 4.007.238.871.000.654.000.527.420.00 Pendapatan badan layanan umum 5.591.

pelatihan dan teknologi 34.000.618.00 424135 Pendapatan program dana bergulir syariah 305.00 Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas. kepelabuhan.000.108.367.00 42431 Pendapatan hasil kerja sama BLU 21. .000.625.00 424116 Pendapatan jasa telekomunikasi 842.00 424134 Pendapatan program dana bergulir sektoral 3. dan kenavigasian 933.307.00 424139 Pendapatan pengelolaan dana khusus lainnya 54.000.266. informasi.105.541.000. pekerjaan.00 42413 Pengelolaan dana khusus untuk masyarakat 185.106.621.287.437.000.000.618.00 424133 Pendapatan program modal ventura 5.00 424136 Pendapatan investasi 121.392.618.911.445.00 424117 Pendapatan jasa pelayanan pemasaran 21.4243 pelayanan tenaga.00 424119 Pendapatan jasa penyediaan barang dan jasa lainnya 27.653.000.000.527.309.000.266.000.00 424115 Pendapatan jasa bandar udara.000.800.131.266.000.000.437.000.000.00 Pendapatan hasil kerja sama BLU 21.000.477.00 424312 Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha 21. Pasal 7 Realokasi cadangan risiko fiskal adalah realokasi dana cadangan risiko perubahan parameter harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) setahun dan lifting minyak sebesar Rp6.412.00 (enam triliun rupiah).000.

Pasal 9 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan perubahan anggaran belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah kelebihan realisasi penerimaan dari target yang direncanakan dalam APBN. Yang dimaksud dengan perubahan pagu Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) adalah peningkatan pagu PHLN sebagai akibat adanya luncuran pinjaman proyek dan hibah luar negeri yang bersifat multi years dan/atau percepatan penarikan pinjaman yang sudah disetujui dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan pinjaman luar negeri termasuk hibah luar negeri yang diterima setelah APBN ditetapkan.Pasal 8 Cukup jelas. Pasal 15 Ayat (1) Yang dimaksud dengan hasil optimalisasi adalah hasil lebih atau sisa dana yang diperoleh setelah pelaksanaan dan/atau penandatanganan kontrak dari suatu kegiatan yang target sasarannya telah dicapai. Pasal 14 Cukup jelas. Pasal 11 Cukup jelas. Pasal 12 Cukup jelas. Tidak termasuk dalam luncuran tersebut adalah PHLN yang belum disetujui dalam APBN Tahun Anggaran . Peningkatan penerimaan tersebut selanjutnya dapat digunakan oleh kementerian negara/lembaga penghasil sesuai dengan ketentuan ijin penggunaan yang berlaku. Pasal 10 Cukup jelas. Hasil lebih atau sisa dana tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan sasaran ataupun untuk kegiatan lainnya dalam program yang sama. Pasal 13 Cukup jelas.

204. Ayat (5) Cukup jelas.800. Ayat (6) Dana perimbangan sebesar Rp296. Dana Bagi Hasil (DBH) 85.022.00 .089. Pasal 17 Ayat (1) Cukup jelas. terdiri dari: (dalam rupiah) 1.000.000.404.718.00 . Pasal 16 Cukup jelas. DBH Pajak Penghasilan 10. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas.00 i.000.000.000. Ayat (3) Cukup jelas.Pajak penghasilan Pasal 21 9.725.000.2009 dan pinjaman yang bersumber dari pinjaman komersial dan fasilitas kredit ekspor.000. DBH Pajak 45.952.00 a.387. Ayat (2) Cukup jelas.413. Ayat (5) Yang dimaksud dengan dilaporkan pelaksanaannya dalam APBN Perubahan adalah melaporkan perubahan rincian/pergeseran anggaran belanja pemerintah pusat yang dilakukan sebelum APBN Perubahan 2009 kepada DPR. yang bukan merupakan kelanjutan dari multiyears project.000.754.00 (dua ratus sembilan puluh enam triliun sembilan ratus lima puluh dua miliar empat ratus tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah). Sedangkan yang dimaksud dengan dilaporkan pelaksanaannya dalam laporan keuangan pemerintah pusat adalah melaporkan perubahan rincian/pergeseran anggaran belanja pemerintah pusat yang dilakukan sepanjang tahun 2009 setelah APBN Perubahan 2009 kepada DPR. Ayat (4) Cukup jelas.000. Ayat (2) Cukup jelas.

sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang .000.000.Iuran Hak Pengusahaan Hutan 12.Dana Reboisasi 494. DBH SDA Gas Bumi 12.414.761.000. DBH SDA Minyak Bumi 19.00 i.000.Alokasi dana otonomi khusus Papua dan Papua Barat sebesar Rp3.000.100.00 b.000.609.00 Pasal 18 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Dana otonomi khusus sebesar Rp8. DBH Sumber Daya Alam 39.500.856.819. 3.253.588. Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat diutamakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan.00 iii. b.000. . DBH Pajak Bumi dan Bangunan 27.000.00 v.000.00 iv.000.000.215.000.00 Dana Alokasi Umum (DAU) 186.152.369.600.Iuran Tetap 67.00 .797.00 (tiga triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar dua ratus delapan puluh dua juta rupiah) yang disepakati untuk dibagi masing-masing dengan proporsi 70 persen untuk Papua dan 30 persen untuk Papua Barat dengan rincian sebagai berikut: a.000. DBH Cukai 964.798.400. DBH SDA Kehutanan 1.000.282.151.00 iv.600.00 .000.000.00 .Royalti 6.760.00 iii.240.446.000.00 ii.000.000. DBH SDA Perikanan 120.564.000.000.000.00 .505.000.00 .00 (dua triliun enam ratus sembilan miliar tujuh ratus sembilan puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah).000.000.000.000.546.800.964.000.000.000. DBH SDA Pertambangan Umum 6.00 (satu triliun seratus delapan belas miliar empat ratus delapan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah).000.000.000.Pajak penghasilan Pasal 25/29 orang pribadi 702.321.300.484.Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat sebesar Rp1.182.Provisi Sumber Daya Hutan 999.000.118.00 ii.802.00 Dana Alokasi Khusus (DAK) 24.000.000.207.000.911.00 (delapan triliun delapan ratus lima puluh enam miliar lima ratus enam puluh empat juta rupiah) terdiri dari: 1.000.000.000.728.978.2.Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua sebesar Rp2. DBH Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 7.

Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Dana Otonomi Khusus Aceh diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.00 (satu triliun empat ratus miliar rupiah). serta pendanaan pendidikan.Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka otonomi khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp1.000.Alokasi dana otonomi khusus Aceh sebesar Rp3.000.000. dilaksanakan. pengentasan kemiskinan.00 (enam ratus miliar rupiah). 2. dan kesehatan.000.000. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. sosial. Perencanaan sebagian besar dari penggunaan dana otonomi khusus tersebut direncanakan bersama oleh Pemerintah Provinsi NAD dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota dalam Pemerintah Provinsi NAD serta merupakan lampiran dari APBA. Dana Otonomi Khusus Propinsi Papua tersebut dibagikan kepada Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat. terutama ditujukan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.400. berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tahun 2008.000.000.00 (tiga triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar dua ratus delapan puluh dua juta rupiah).000. Dana Tambahan Infrastruktur tersebut diperuntukkan bagi Provinsi Papua sebesar Rp800. sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. 3.000. Dana otonomi khusus NAD direncanakan.000. Pencairan dana tambahan infrastruktur bagi Provinsi Papua Barat . dengan rincian untuk tahun pertama sampai dengan tahun kelima belas besarnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional.728. yang jumlahnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional dan berlaku selama 20 tahun sejak tahun 2002.000.00 (delapan ratus miliar rupiah) dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp600. pemberdayaan ekonomi rakyat.282. dan untuk tahun keenambelas sampai tahun keduapuluh besarnya setara dengan 1 (satu) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. serta dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Provinsi NAD dan merupakan bagian yang utuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Kurang bayar dana prasarana infrastruktur lainnya tahun 2007 sebesar Rp96.267.000.tahun anggaran 2009 sebesar Rp600.00 (enam ratus tujuh puluh miliar rupiah) yang dapat diusulkan untuk dialokasikan dalam APBN-P tahun 2009.747. 2.200. 4.000.Pembiayaan Dalam Negeri sebesar Rp60.000.000.000. Ayat (3) Dana penyesuaian sebesar Rp14.000.882.000.000.490. Ayat (3) Pembiayaan defisit anggaran sebesar Rp51.100.Dana tambahan DAU sebesar Rp7.100.000.009.000. Terdapat kekurangan dana tambahan otonomi khusus infrastruktur Provinsi Papua tahun anggaran 2008 sebesar Rp670.00 (enam ratus miliar rupiah) tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan penyerapan dana tambahan infrastruktur bagi Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2008.Dana tambahan DAU untuk guru pegawai negeri sipil daerah sebesar Rp7.000.000.00 (enam puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) .790.00 (tujuh triliun rupiah) yang dialokasikan kepada daerah tertentu sebagai penguatan desentralisasi fiskal dan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.00 (dua ratus sembilan puluh lima miliar dua ratus enam puluh tujuh juta seratus ribu rupiah).000.00 (tujuh triliun empat ratus sembilan puluh miliar rupiah).00 (sembilan puluh enam miliar tujuh ratus empat puluh tujuh juta seratus ribu rupiah).000.014.000.000.000.000. yang diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri Keuangan.600.250.000. Ayat (2) Cukup jelas.00 (empat belas triliun delapan ratus delapan puluh dua miliar empat belas juta dua ratus ribu rupiah) terdiri dari: 1.Kurang bayar DAK tahun 2007 sebesar Rp295. Pasal 19 Ayat (1) Cukup jelas. 3.00 (lima puluh satu triliun tiga ratus empat puluh dua miliar sembilan juta enam ratus ribu rupiah) terdiri dari: 1.342.

000. Sisa Anggaran Lebih (SAL) 2008 2.000. Perbankan dalam negeri 16.945. Pelunasan piutang negara (PT Pertamina) 9. Surat berharga negara (SBN) neto merupakan selisih antara penerbitan dengan pembayaran pokok dan pembelian kembali.000. b.565.00 (dua triliun lima ratus enam puluh lima miliar rupiah) terdiri dari: (i) penjualan aset Rp3.400. Rekening pembangunan hutan 1.696.629. Pengelolaan dan pencairan dana penjaminan atas pinjaman PT PLN (Persero) tersebut di atas diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dengan memperhatikan peraturan .00 ii.361.000.690.00 iv.000.000.565.00 (tiga triliun lima ratus enam puluh lima miliar rupiah) dan (ii) restrukturisasi BUMN negatif Rp1. Komposisi jumlah dan jenis instrumen SBN yang akan diterbitkan.000.455.000.966.00 i.000.000.000.00 iii.622. Surat berharga negara (neto) 54.000.250.000.000.136. Jaminan pemerintah dimaksud diberikan atas risiko/kemungkinan PT PLN (Persero) tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran terhadap kreditur (payment default). Pemerintah memberikan jaminan penuh atas kewajiban pembayaran pinjaman PT PLN (Persero) kepada kreditur perbankan. Jaminan tersebut akan diperhitungkan sebagai piutang pemerintah kepada PT PLN (Persero) apabila terealisir.000.966. baik SBN konvensional maupun SBSN (Sukuk).000.000.106.599.a.000 MW (sepuluh ribu megawatt) berbahan bakar batubara oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN). akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang di pasar.000. Dana Investasi Pemerintah dan restrukturisasi BUMN -13.088.565.000. Privatisasi 500.400. tetapi juga mencakup penerbitan SBN dalam valuta asing di pasar internasional.00 iii.000. Hasil pengelolaan aset 2.00 iv.00 (satu triliun rupiah).549.000.000. Rekening dana investasi 3.161.00 ii. Penerbitan SBN tidak hanya dalam mata uang rupiah di pasar domestik.000.034.00 Non-perbankan dalam negeri 44.000. pembayaran pokok.161. dan pembelian kembali SBN.00 Hasil pengelolaan aset sebesar Rp2. Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000.00 i.719. sampai dengan target neto pembiayaan SBN tercapai.966.911.

622.00 (satu triliun rupiah).966.00 (sembilan triliun seratus tiga puluh enam miliar tiga ratus enam puluh satu juta sembilan ratus empat puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah).549.966. a.240.609.911.00 Pinjaman proyek 25.000.00 Pembiayaan luar negeri mencakup pembiayaan utang luar negeri selain dari surat berharga negara internasional.448.440.000. Pengeluaran dana bergulir yang bersumber dari rupiah murni dialokasikan sebagai pengeluaran pembiayaan dalam APBN.00 (sembilan triliun empat ratus empat puluh delapan miliar dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) Penarikan pinjaman luar negeri bruto 52.986.00 (lima ratus miliar rupiah). (iii) pendirian lembaga penjaminan infrastruktur (guarantee fund) sebesar negatif Rp 1.000.00 b.136. (iv) dana kontinjensi untuk PT PLN sebesar negatif Rp 1.455.957.000.000. Pemerintah melakukan penjaminan terhadap PT Garuda dalam bentuk jaminan Standby Letter of Credit kepada bank-bank BUMN.945.600.957. Dana investasi pemerintah dan restrukturisasi BUMN sebesar negatif Rp13. Dalam rangka restrukturisasi utang PT Garuda dengan Export Credit Agency (ECA).000.000.00 (satu triliun rupiah).000.000.000.00 Pinjaman program 26.400.000.000.720. . Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri -61.600.000.160.000.000.400.Pembiayaan Luar Negeri neto sebesar negatif Rp9.000. (ii) penyertaan modal negara untuk PT Pertamina sebesar negatif Rp 9.000.perundang-undangan yang berlaku.000.00 (satu triliun sembilan ratus delapan puluh enam miliar lima ratus empat puluh sembilan juta empat ratus lima puluh lima ribu rupiah).361.00 (tiga belas triliun enam ratus dua puluh dua miliar sembilan ratus sebelas juta empat ratus ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah) dialokasikan untuk: (i) investasi pemerintah sebesar negatif Rp500.198. 2.000. dan (v) dana bergulir sebesar negatif Rp 1.000.

Perpustakaan Nasional 259.000.00 ii.951. Departemen Agama 23.000.000.700.000.300.000.000.218.106.223.531.000.000.377.00 f.000.550. Pasal 21 Ayat (1) Anggaran pendidikan sebesar Rp 207.525.000. Departemen PU 42. Badan Pertanahan Nasional 24.000.00 b. Departemen Kelautan dan Perikanan 250.228.00 (dua ratus tujuh triliun empat ratus tiga belas miliar lima ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah).000. Departemen Kehutanan 14. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 67.815.00 d.388. Departemen Pendidikan Nasional 61. Badan Meteorologi .900.000.100.00 j.00 i.000.476. terdiri dari: (dalam rupiah) 1.000.000.000.00 c.000.000.00 a.158.045.000.000.000.763.00 m.00 g.853.00 h.000.00 k.500.Pasal 20 Cukup jelas.413.275.000.068. Departemen Keuangan 64. Kementerian Negara/ Lembaga lainnya 3.000. Departemen Perindustrian 100.000. Departemen ESDM 23.000. Departemen Pertanian 75.000.950.00 iii. Departemen Perhubungan 800.000. Departemen Kesehatan 1.000.730. Anggaran Pendidikan Melalui Belanja Pemerintah Pusat 89.00 i.00 l.00 e.000.

657.Kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara yang menyebabkan tambahan biaya penerbitan SBN secara signifikan tercermin dalam: a. Anggaran Pendidikan Melalui Transfer ke daerah 117.000.400.000.862. DBH Pendidikan 817.1% (nol koma satu persen).iv.237.982. sedangkan prognosa indikator ekonomi makro lainnya mengalami deviasi paling rendah sebesar 10% (sepuluh persen) dari asumsinya.000. 2. Dana Tambahan DAU 7.000.tidak adanya yield penawaran yang dimenangkan dalam benchmark pemerintah dalam 2 (dua) kali lelang berturut-turut. Keadaan darurat tersebut menyebabkan prognosa penurunan pendapatan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan dan PNBP.000.terjadi kecenderungan peningkatan yield sekurang-kurangnya sebesar 300 basis points (bps) dalam 1 (satu) bulan.Prognosa pertumbuhan ekonomi paling rendah 1% (satu persen) di bawah asumsi.490. dan adanya perkiraan tambahan . DAK Pendidikan 9.000.678.705. Dana Otonomi Khusus Pendidikan 2.900.334.00 iv.00 v.000.00 Pasal 22 Restrukturisasi tingkat bunga SU-002 dan SU-004 dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa beban bunga SU-002 dan SU-004 pada tahun 2009 dan selanjutnya didasarkan pada tingkat bunga hasil restrukturisasi yaitu sebesar 0.00 Ayat (2) Cukup jelas.060.00 ii.000.00 Bagian Anggaran 69 1.000. DAU Pendidikan 97.000.00 iii. 2. 3.837.000.597.000.000. Pasal 23 Ayat (1) Keadaan darurat tersebut terjadi apabila: 1.Posisi nominal dana pihak ketiga di perbankan nasional menurun secara drastis.00 i.00 n. Prognosa tersebut dihitung berdasarkan realisasi indikator ekonomi makro tahun 2008.941.000. dan/atau b. dan Geofisika 16.000.000.000. Badan Tenaga Nuklir Nasional 7.000.000.

Neraca.beban kewajiban negara yang berasal dari pembayaran pokok dan bunga utang. dan Catatan atas Laporan Keuangan. serta belanja lainnya. Pasal 25 Cukup jelas. Ayat (2) Penerbitan Surat Berharga Negara dapat dilakukan dengan metode lelang maupun tanpa lelang (penempatan langsung atau private placement). Pasal 26 Ayat (1) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup jelas. Pemerintah dapat melakukan penempatan langsung atau private placement Surat Berharga Negara pada Bank Indonesia. Ayat (2) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. Untuk menutup kekurangan kas jangka pendek pada awal tahun anggaran. Yang dimaksud dengan persetujuan DPR adalah keputusan yang tertuang di dalam kesimpulan Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR-RI dengan Pemerintah yang dilakukan dalam waktu satu kali dua puluh empat jam sejak diterimanya usulan Pemerintah. Ayat (3) Informasi tentang pendapatan dan belanja secara akrual dimaksudkan sebagai tahap menuju pada penerapan anggaran yang dilengkapi dengan informasi hak dan kewajiban yang diakui sebagai penambah atau pengurang nilai kekayaan bersih. subsidi BBM dan listrik. Ayat (3) Cukup jelas. . Laporan Arus Kas.

1 -1 . Ayat (6) Yang dimaksud dengan Standar Akuntansi Pemerintahan adalah Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Ayat (7) Laporan keuangan yang diajukan dalam rancangan undang-undang sebagaimana yang dimaksud pada ayat ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diperiksa oleh BPK dan telah memuat koreksi/penyesuaian (audited financial statements) sebagaimana diuraikan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Pasal 27 Cukup jelas TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4920 LAMPIRAN I UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2009 BUKU I DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB 1PENDAHULUAN 1 I.Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Penerapan pendapatan dan belanja secara akrual pada Tahun Anggaran 2009 diterapkan pada satuan kerja berstatus Badan Layanan Umum yang secara sistem telah mampu melaksanakannya.

BAB 2TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2009 I.2 A. Kondisi Umum I.2 A.1. Pencapaian Tahun 2007 dan Perkiraan Tahun 2008 I.2 -1 A.1.1. Agenda Aman dan Damai I.2 -1 A.1.2. Agenda Adil dan Demokratis I.2 -3 A.l.3. Agenda Kesejahteraan Rakyat I.2 A.2. Masalah dan Tantangan Pokok Tahun 2009 I.2 B. Tema Pembangunan Tahun 2009 dan Pengacusutamaan Pembangunan I.2 C. Prioritas Pembangunan Tahun 2009 I.2 -31 I. Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan I.2 II. Percepatan Pertumbuhan Yang Berkualitas Dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Yang Didukung Oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi I.2 -46 III. Peningkatan Upaya Anti Korupsi, Reformasi Birokrasi, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam Negeri I.2 BAB 3KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN A. Kondisi Ekonomi Tahun 2007 dan Perkiraan Tahun 2008 B. Lingkungan Eksternal dan Internal Tahun 2009 C. Tantangan Pokok D. Arah Kebijakan Ekonomi Makro E. Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2009

-1 -1

-5 -14 -29 -31

-66

I.3 -1 I.3 -1 I.3 -9 I.3 -10 I.3 -11 I.3 -12

BAB 4KAIDAH PELAKSANAAN I.4 -1 LAMPIRAN : MATRIKS PRIORITAS, FOKUS, DAN KEGIATAN PRIORITAS RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUTN 2009 II. -1 BAB 1 PENDAHULUAN Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan pelaksanaan

dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam hal ini, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004, penyusunan RKP mengacu kepada RPJMN. RKP Tahun 2009 merupakan pelaksanaan tahun kelima (tahun terakhir) dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan merupakan kelanjutan RKP Tahun 2008. Di dalam RPJMN Tahun 2004-2009 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 7 tanggal 19 Januari 2004 sebagai penjabaran Visi dan Misi Presiden terpilih dalam Pemilu Presiden pada tahun 2004, ditetapkan 3 Agenda Pembangunan, yaitu: 1.Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai; 2.Menciptakan Indonesia yang Adil dan Demokratis; dan 3.Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Ketiga Agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Keberhasilan pelaksanaan satu agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda lainnya, yang dalam pelaksanaan tahunan dirinci ke dalam RKP. Dengan mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, serta masalah dan tantangan yang akan dihadapi pada pelaksanaan tahun RKP, ditetapkan Tema Pembangunan Nasional yang menunjukkan titik berat pelaksanaan Agenda Pembangunan. Dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. yang terbatas, selanjutnya ditetapkan prioritas pembangunan nasional tahunan yang dijabarbn ke dalam fokus, program dan kegiatan pokok pembangunan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan. Prioritas pembangunan nasional tahunan disusun berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.Memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian sasaran-sasaran pembangunan sesuai tema pembangunan; 2.Memiliki sasaran-sasaran dan indikator kinerja yang terukur sehingga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat; 3.Mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan; 4.Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk melaksanakannya; 5.Realistis untuk dilaksanakan dan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun. Sebagai dokumen perencanaan pembangunan nasional, RKP memuat prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi makro serta program-program kementerian/lembaga, lintas kementerian/lembaga, dan lintas wilayah dalam bentuk: (i) kerangka regulasi, serta (ii) kerangka investasi pemerintah dan layanan umum. Dengan demikian RKP merupakan pedoman bagi penysunan Anggaran

Pendapatan dan belanja Negara (APBN), di mana kebijakan APBN ditetapkan secara bersama-sama oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut, RKP mempunyai fungsi pokok sebagai berikut: 1.Menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan, karena memuat seluruh kebijakan publik; 2.Menjadi pedoman dalam penyusunan APBN, karena memuat arah kebijakan pembangunan nasional satu tahun; dan 3.Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah. Lebih lanjut, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, RKP juga menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan RKP Daerah (RKPD). Sebagaimana RKP sebelumnya, dokumen RKP Tahun 2009 dilengkapi dengan Buku II yang berisi uraian tentang Program dan Kegiatan beserta indikasi pagu untuk masing-masing program. RKP Tahun 2009 ini belum sepenuhnya menampung kegiatan dalam RKA-KL mengingat masih dalam proses penyusunan. Namun, RKP Tahun 2009 ini telah disesuaikan dengan hasil pembahasan dalam Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR RI dengan Pemerintah dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 dan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN TA 2009. BAB 2 TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2009 A. KONDISI UMUM

A.1.PENCAPAIAN TAHUN 2007 DAN PERKIRAAN TAHUN 2008 Pelaksanaan pembangunan tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008 yang merupakan tahun ketiga dan tahun keempat RPJM Tahun 2004 - 2009 memberikan kemajuan penting dalam pelaksanaan ketiga agenda pembangunan yang terdiri dari: Mewujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai; Menciptakan Indonesia Yang Adil dan Demokratis; serta Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Kemajuan penting tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. A.1.1. AGENDA AMAN DAN DAMAI Pelaksanaan Agenda Aman dan Damai telah mencapai kemajuan dengan terwujudnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang

Faktor kompleksitas kepentingan sosial politik. aspek instrumental (filosofi. Upaya tersebut akan terus dilakukan secara konsisten dan seyogyanya didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat agar kondisi aman dan tertib dapat semakin diwujudkan. pengelolaan ketertiban masyarakat. manajemen operasional. kewenangan. Globalisasi dan diberlakukannya pasar bebas akan meningkatkan mobilitas penduduk baik inter maupun antar negara. Thailand. dan lalulintas nuklir dan sebagainya menjadikan kejahatan transnasional menjadi sulit tertangani. menyebabkan kejahatan transnasional seperti narkoba. Jepang (JICA) . dan Australia. Efektivitas intelijen dan pengamanan rahasia negara merupakan faktor penentu dalam pencegahan. Filipina. keamanan. kemampuan. Sementara itu. dan sistem pengamanan . perkembangan organisasi kejahatan internasional yang didukung oleh kemajuan teknoiogi komunikasi dan informasi serta teknologi persenjataan. susunan dan kedudukan). serta kelambatan antisipasi penanganan kejahatan transnasional adalah lemahnya profesionalisme lembaga kepolisian. DEA).semakin kondusif. ketidakadilan. maka kerja sama internasional merupakan jawaban bagi seluruh penegak hukum di dunia untuk bangkit memerangi kejahatan yang bersifat transnasional. dan aspek kultural (manajemen sumber daya. pencucian uang. Kerja sama internasional teknis profesional penanggulangan kejahatan telah dilakukan dengan Jerman (GSG). fungsi. antara lain. agama dan golongan merupakan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban terutama kontlik berdimensi kekerasan di beberapa daerah. konflik horizontal. Dalam rangka menjawab tantangan global dan semua bentuk gangguan keamanan yang tidak lagi mengenal batas negara (borderless crime). dan provokasi yang mengeksploitasi perbedaan etnis. Selanjutnya. perdagangan perempuan dan anak. serta berbagai bentuk kriminalitas yang !ainnya. Salah satu sebab utama belum optimalnya penanganan kriminalitas. baik secara kuantitas maupun kualitas telah menunjukkan hasil yang signifikan. dalam rangka memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. penegakan hukum. organisasi. Arab Saudi. doktrin. efisien. dan iptek). konflik vertikal. dan akuntabel. pengungkapan dan penanganan tindak kejahatan transnasional. Timor Leste. Lembaga kepolisian harus memiliki profesionalisme dalam mengintegrasikan aspek struktural (institusi. maka telah ditempatkan perwira penghubung (LO/SLO) di berbagai negara. Oleh karena itu diperlukan lembaga kepolisian yang efektif. dan Amerika Serikat (ICITAP. kompetensi. penyelundupan. Penanganan berbagai tindak kriminal seperti kejahatan konvensional maupun transnasional. ATA. bahkan ancaman keselamatan. Malaysia. penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. kesenjangan kesejahteraan ekonomi.

Sejalan dengan tugas fungsi dan peran pertahanan negara tidak semata-mata hanya ditujukan kepada ancaman dari luar. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dari setiap ancaman dan gangguan. dan negara Indonesia memerlukan kemampuan pertahanan negara yang kuat untuk menjamin tetap tegaknya kedaulatan NKRI. Peningkatan kemampuan Polri juga ditempuh melalui percepatan penambahan jumlah personil dan kualitas personil. tetapi juga berfungsi untuk mengatasi ancaman dalam negeri. Dengan potensi ancaman yang tidak ringan serta kondisi sosial. telah . Reformasi TNI telah berhasil menempatkan TNI secara tepat sesuai dengan peran dan tugas pokok yang diembannya. dan dalam menangani dampak bencana. di setiap Polda telah terbentuk Den-88. dihadapkan dengan keterbatasan anggaran. mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan. seperti pemberontakan bersenjata. serta Strategic Defence Review sebagai acuan dalam rangka pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan pertahanan negara. antara lain melalui repowering. retrofitting. Dalam rangka meningkatkan kesiapan alutsista TNI. Kemampuan pertahanan yang kuat dan solid. Di samping itu. dan budaya yang beragam. polisi harus berperan sebagai pembina dan penyelia dalam rangka mendukung terbentuknya mekanisme community policing. yaitu dalam rangka menegakkan kedaulatan negara. Di sisi lain. secara geopolitik dan geostrategi. dan pengadaan alutsista secara terbatas. Dalam rangka penyiapan cetak baru pertahanan telah disusun Rencana Strategi Pertahanan 2005-2009. Untuk mengurangi ketergantungan sumber pengadaan alutsista kepada satu atau dua negara saja. maka pembangunan kemampuan pertahanan negara secara umum ditujukan tidak untuk memperbesar kekuatan yang sudah ada tetapi hanya untuk mempertahankan kemampuan dan kekuatan yang sudah dimiliki. seperti bencana alam yang telah terjadi di beberapa wilayah. Indonesia terletak pada posisi yang strategis dari menentukan dalam tata pergaulan dunia dan kawasan.di masyarakat). agar masyarakat mampu membina sistem keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Dalam rangka meningkatkan kemampuan Polri dalam mencegah dan menindak kejahatan terorisme dan narkoba. kebijakan umum dan kebijakan penyelenggaraan pertahanan. Peningkatan jumlah personil diupayakan melalui rekruitmen dengan sasaran 1 : 600 yang diperkirakan akan tercapai pada tahun 2009. tidak saja akan menempatkan NKRI semakin disegani dan dihormati dalam pergaulan internasional. bangsa. tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di dalam menangani bencana di dalam negeri. serta pemantapan reformasi TNI yang dihadapkan dengan supremasi sipil. Upaya peningkatan profesionalisme personel ditempuh melalui penataan organisasi. ekonomi. sedangkan peningkatan kualitas personil diupayakan melalui pendidikan dan latihan. pemeliharan.

Namun demikian.1. upaya pemberantasan korupsi tetap dilanjutkan melalui langkah pencegahan dan penindakan hukum. penindakan terhadap pejabat negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi baik di tingkat pusat maupun daerah dilakukan tanpa mengalami hambatan yang berarti. sosialisasi RAN PK dan penyusunan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAN PK) telah dilakukan pada dua provinsi. Salah satu sebabnya adalah cepatnya pemberian izin yang diberikan oleh Presiden kepada lembaga penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada setiap penyelenggara negara yang berdasarkan informasi dari masyarakat maupun dari hasil investigasi telah melakukan tindak pidana korupsi. akan dilakukan kegiatan sosialisasi RAN PK dan penyusunan RAD PK . Untuk pencegahan korupsi. Pada awal tahun 2008.2. Pada tahun 2008. Untuk langkah pencegahan. telah dilakukan upaya memperkuat pemberdayaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Langkah-langkah pencegahan dan penindakan dilakukan secara bersamaan agar benar-benar memperlihatkan efek jera di semua lini kehidupan masyarakat. Indonesia meratifikasi Konvensi Anti Korupsi Tahun 2003 (UNCAC 2003). melalui antara lain penyesuaian peraturan perundang-undangan nasional yang sejalan dengan Konvensi Anti Korupsi 2003. Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Conference of the State Parties (CoSP) II UNCAC di Bali dengan memprioritaskan pada upaya pengembalian aset korupsi baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. Sepanjang tahun 2007. dunia usaha maupun masyarakat. AGENDA ADIL DAN DEMOKRATIS Dalam rangka pemberantasan korupsi. sebagai salah satu bentuk komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi. Melalui UU No 7/2006.ditempuh langkah-langkah ke arah diversifikasi dalam pengadaan alutsista yang bekerja sama dengan beberapa negara. Adanya keterbatasan dukungan anggaran menjadi faktor pertimbangan dalam penyusunan rencana kebutuhan dalam pembangunan pertahanan sehingga pemenuhan kebutuhan pertahanan belum dapat mencapai pembentukan kekuatan pokok minimum (minimum essential force) TNI. yang antara lain menginstruksikan dibuatnya Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PK). A. selama tahun 2007 langkah-langkah untuk menciptakan iklim takut korupsi semakin memperlihatkan perkembangan yang positif baik di lingkungan penyelenggara negara. Sedangkan untuk langkah penindakan baik yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung beserta jajarannya maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah memperlihatkan peningkatan yang semakin signifikan. keterbatasan yang ada tidak menjadikan kendala dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Pada tahun 2007.

Fokus penindakan korupsi akan ditujukan pada kasus-kasus korupsi yang menarik perhatian masyarakat luas.di 4 (empat) provinsi. ditandai antara lain: penerapan pelayanan satu pintu di berbagai daerah. RUU Administrasi Pemerintahan. RUU Tata Hubungan Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah. telah diterbitkannya Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Permendagri No. beberapa instansi pemerintah di pusat telah melakukan inisiatif reformasi birokrasi seperti Depkeu. dan telah diselenggarakan berbagai diklat manajemen SPM. Di bidang penataan kelembagaan. Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. Selain itu juga akan secara intensif dilakukan sosialisasi terhadap Konvensi Anti Korupsi 2003 dan strategi nasionalnya yang akan melibatkan semua aparat pemerintah pusat dan daerah. ketatalaksanaan dan pengawasan aparatur negara. peningkatan kompetensi aparatur negara melalui penyelenggaraan assesment center dan berbagai diklat baik struktural maupun fungsional. makin meningkatnya kapasitas kelembagaan dan kompetensi auditor eksternal yang ditandai dengan dibukanya perwakilan BPK di provinsi sesuai mandat UU No 15/2006 tentang BPK dan rekruitmen tenaga auditor. MA dan BPK. Upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan oleh Kejaksaan dan KPK. serta pengangkatan tenaga honorer sebagai PNS dan pengadaan PNS secara nasional. RUU Kementerian Negara. dunia usaha dan masyarakat luas. beberapa pencapaian penting yang diharapkan . dan dilakukannya penguatan kapasitas kelembagaan dan SDM/aparat pengawas internal pemerintah. dan lainnya. Kemajuan di bidang pelayanan publik. terdapat kemajuan antara lain: upaya penyempurnaan regulasi di bidang SDM aparatur. 65 Tahun 2005. antara lain: diterbitkannya PP No. Beberapa naskah RUU tersebut telah dibahas dengan DPR dan diharapkan pada tahun 2008 terdapat perkembangan yang berarti. dan perbaikan tingkat kesejahteraan aparatur negara meskipun masih terbatas. seperti RUU Pelayanan Publik. 6 Tahun 2007 sebagai peraturan pelaksanaan dari PP No. Pada tahun 2008. berbagai kemajuan telah dicapai pada tahun 2007. Sedangkan di bidang sumber daya manusia (SDM) aparatur. yang antara lain ditandai dengan: tersusunnya berbagai naskah RUU sebagai landasaan pelaksanaan reformasi birokrasi. yang akan diperkuat dengan dibentuknya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan undang-undang tersendiri. juga telah berhasil dicapai berbagai kemajuan yang cukup berarti. penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik (e-services) termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa (e-procurement). RUU Etika Penyelenggara Negara. Inisiatif reformasi birokrasi telah dilaksanakan di lingkungan instansi pemerintah sebagai upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

pertanahan. DPD. tersusunnya SPM sektoral bidang kesehatan. dan mendorong peningkatan kinerja PNS. Untuk pembangunan SDM aparatur. 10 tahun 2008 Tentang Pemilihan Anggota DPR.terwujud diantaranya: dilanjutkannya penyusunan dan pembahasan dengan DPR berbagai RUU yang terkait dengan pelaksanaan reformasi birokrasi. Kemajuan pelembagaan demokrasi yang juga perlu mendapat perharian pada tahun 2007 adalah keikutsertaan calon independen dalam pilkada melalui keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan judicial review terhadap Pasal 59 Ayat 3 UU No. Secara bertahap. tersusunnya standar pelayanan perkotaan (SPP). sisa 2 (dua) paket UU bidang politik yang belum dapat diselesaikan pembahasannya akan segera dibahas dan diundangkan. dan DPRD. Pedoman Umum Reformasi Birokrasi beserta juklak dan juknisnya. sebagai landasan proses penguatan lembaga-lembaga demokrasi khususnya pelaksanaan Pemilu 2009. yang didukung dengan meningkatnya kompetensi tenaga pengawas dan pemeriksa/auditor. Hasil penting lainnya dalam pembangunan lembaga demokrasi pada tahun 2007 adalah terpilih dan terbentuknya keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru. pendidikan dan infrastruktur yang disesuaikan dengan PP No 65 Tahun 2005. meningkatnya pelayanan publik di bidang kependudukan. Dengan akan diselesaikannya semua pembahasan dan ditetapkan semua UU . pemerintah mengambil langkah-langkah untuk melakukan upaya penataan kelembagaan atas lembaga non struktural (quasi birokrasi) agar berfungsi secara lebih efektif dan efisien. investasi/penanaman modal. Pada tahun 2008. dan tersusun sistem penilaian kinerja. ditingkatkannya kapasitas aparat pemerintah daerah dalam penerapan SPM. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. pengadaan barang dan jasa pemerintah/publik. Perkembangan yang dicapai pada tahun 2007. perpajakan dan kepabeanan. pada awal 2008 telah ditetapkan UU No. diundangkannya UU Pelayanan Publik. adalah ditetapkannya UU No. 2 tahun 2008 Tentang Partai Politik dan UU No. layak. PNS yang lebih akuntabel sebagai pengganti sistem DP3. Diharapkan pula terwujud peningkatan kapasitas kelembagaan di bidang pengawasan dan pemeriksaan. dilakukannya penyempurnaan Sistem Koneksi (interphase) Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi antar instansi yang terkait. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. dan ditingkatkannya penerapan e-government untuk mendukung kualitas pelayanan publik. Di samping itu. Pencapaian penting lainnya yang diharapkan dapat diwujudkan pada tahun 2008 adalah diselesaikannya Rencana Induk Reformasi Birokrasi. diharapkan tersusun pedoman sistem manajemen kinerja instansi pemerintah. di bidang kelembagaan dan ketatalaksanaan. sebagai respon atas penerapan anggaran berbasis kinerja dan tuntutan atas peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. tahun 2008 diharapkan tersusun penyempurnaan sistem remunerasi PNS yang adil.

Jika dibandingkan dengan APBN tahun 2006. Stabilitas tersebut diwujudkan melalui sinergi antara kebijakan fiskal.7 persen PDB).7 persen PDB). moneter. realisasi pengeluaran negara pada tahun 2007 lebih tinggi 13. Di sisi kebijakan fiskal. dan penyediaan logistik Pemilu 2009. penyediaan sarana dan prasarana pendukung Pemilu 2009. Defisit APBN diupayakan pada batas-batas aman keuangan negara melalui peningkatan pendapatan negara serta peningkatan efisiensi pengeluaran negara. Pendapatan Negara dan hibah tahun 2007 lebih tinggi 11. Pencapaian penerimaan negara dan bibah tersebut terutama bersumber dan penerimaan perpajakan sebesar Rp 491.5 triliun. lebih tinggi dibandingkan realisasi APBN tahun 2006 yang mencapai 0.8 triliun (13.9 persen .1 triliun.5 triliun (18.Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan akhir tahun 2007 diperkirakan mencapai sebesar Rp 708.9 triliun dari target APBN-P tahun 2007.3 persen PDB. c.0 persen PDB).3 persen PDB) dan belanja ke daerah sebesar Rp 253.Realisasi pengeluaran negara sampai dengan 31 Desember 2007 mcncapai sebesar Rp 757.Defisit APBN tahun 2007 mencapai 1.7 persen PDB). Realisasi tersebut lebih tinggi 0.0 persen PDB).0 triliun (13. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 215.6 persen atau meningkat Rp 4. veriftkasi peserta pemilu dan validasi calon anggota legislatif. Disamping itu juga diharapkan sudah dapat dilakukan penyempurnaan dan perbaikan data pemilih.1. Hal-hal pokok terkait dengan kebijakan fiskal adalah sebagai berikut: a. dan sektor riil. kebijakan diupayakan untuk menjaga ketahanan fiskal yang berkesinambungan serta memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.1 persen atau naik Rp 14. AGENDA KESEJAHTERAAN RAKYAT Stabilitas ekonomi makro merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat. Realisasi tersebut lebih tinggi sebesar 2. yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 504.3. maka pada tahun 2008 semua peraturan pelaksanaan/petunjuk teknis penyelenggaraan Pemilu 2009 sudah dapat diselesaikan penyusunannya.7 triliun.0 triliun (5.2 triliun (20.5 persen atau meningkat sebesar Rp 90. Secara kelembagaan. A. penguatan lembaga keuangan.1 persen atau naik Rp70. Hal lain yang sangat penting untuk dicapai pada tahun 2008 adalah peningkatan kapasitas dan kesiapan partai politik dan organisasi-organisasi masyarakat sipil dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan politik masyarakat pemilih. dan hibah sebesar Rp 1. b.bidang politik.4 triliun dari target APBN-P tahun 2007.3 triliun (6. Jika dibandingkan dengan APBN tahun 2006. pada tahun 2008 diharapkan ada peningkatan yang cukup signifikan dalam hal kapasitas dan kompetensi aparatur pemerintah dan KPU/KPUD sebagai lembaga penyelenggara pemilu di pusat dan daerah.

Hal ini tercermin dari meningkatnya kredit yang disalurkan perbankan sebesar 26. defisit APBN tersebut masih berada pada batas-batas aman keuangan negara. peran sektor keuangan dalam menjalankan fungsinya sebagai intermediasi keuangan juga semakin membaik. d.. pertumbuhan kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui bank umum juga terus meningkat.Dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.140 per USD atau menguat 0. Memasuki tahun 2008. Meskipun meningkat. rata-rata nilai tukar rupiah harian pada tahun 2007 mencapai Rp 9. Penyaluran kredit UMKM sampai dengan akhir tahun 2007 tumbuh sebesar 22. rata-rata harian nilai tukar sebesar Rp. c.per USD pada bulan Oktober 2007. d. laju inflasi diupayakan tetap terkendali.PDB.246 dengan trend tetap terjaga pada rentang Rp. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati.9. namun lebih rendah dari yang ditargetkan dalam APBN-P tahun 2007 sebesar 1.107.59 persen (y-o-y).25 persen.3 persen PDB.5 persen (y-o-y) pada Maret 2008. pada bulan April 2008..per USD kembali menguat menjadi Rp 9. e. Pencapaian sasaran di bidang moneter dan keuangan antara lain: a. 9.60 persen). stabilitas moneter tetap dijaga sepanjang tahun 2007. Dari sisi kebijakan moneter.4 persen (y-o-y).5 persen pada bulan Januari 2007 menjadi 8. relatif sama dengan tahun 2006 (6.Defisit anggaran dalam APBN-P tahun 2008 diperkirakan mencapai 2.96 persen. laju inflasi setahun (y-o-y) mencapai 8. laju inflasi meningkat. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. 9.3 persen dibandingkan tahun 2006. mulai ditingkatkan bulan Mei 2008 menjadi 8. Tekanan inflasi yang meningkat sejak bulan Desember 2007 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati guna membantu penurunan ekspektasi inflasi.000 .pada tahun 2007 laju inflasi mencapai 6.Sejalan dengan menguatnya kinerja pasar modal. Suku bunga acuan (BI rate) diturunkan secara bertahap dari 9. Suku bunga acuan tetap dipertahankan sampai bulan April 2008. dengan tingginya harga komoditi pertanian di pasar dunia. Terjadinya krisis subprime mortgage pasar keuangan Amerika Serikat di bulan Juli 2007 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar uang Indonesia.7 persen PDB.0 persen pada bulan Desember 2007 dan tetap dipertahankan hingga bulan April 2008.300 per USD. lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2007 yang mencapai 1.367.Stabilnya nilai tukar rupiah dan laju inflasi yang terkendali mendorong penurunan suku bunga perbankan secara bertahap. Secara keseluruhan. . b.Nilai tukar yang melemah pada bulan Agustus 2007 menjadi Rp 9.0 persen PDB.4 persen (y-o-y) dan terus tumbuh mencapai 29. terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok komoditi makanan dan makanan jadi.

2 persen dan sektor tersier terutama pengangkutan dan komunikasi.5 persen (y-o-y). dampak dari krisis subprime mortgage di AS. gas dan air bersih.1 juta menjadi 111. ekonomi diperkirakan tumbuh 6. Dari sisi permintaan. sejalan dengan perekonomian yang terus meningkat. Dalam tahun 2008. sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dalam awal-awal tahun 2008 disesuaikan dari 6. 10.0 persen.Upaya-upaya yang ditempuh tersebut telah mampu mendukung perekonomian untuk dapat kembali tumbuh cukup tinggi.0 persen. ekonomi tumbuh 6. konsumsi masyarakat tumbuh sebesar 5.6 persen.2 persen dan 8.4 persen. serta bangunan yang masing-masing tumbuh sebesar 14. dan 8. serta melambatnya pertumbuhan ekonomi AS.3 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 5. Pada kurun waktu yang sama angkatan kerja meningkat dari 108.9 persen. Sementara itu. Dalam triwulan I/2008.4 persen. kopdisi ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan yang baik. Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dalam keseluruhan tahun 2008 diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya serta tekanan inflasi yang besar berpotensi lebih memperlambat pertumbuhan ekonomi. Adapun sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 3. termasuk APBN 2008 dengan perubahan yang dilakukan pada awal-awal tahun 2008.0 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3. Dalam hal ketenagakerjaan.5 persen dan 2. Besarnya resiko dari gejolak eksternal tersebut menuntut langkah-langkah jangka pendek yang harus ditempuh serta penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam rangka mengamankan pembangunan.4 persen. Dengan memperhitungkan resiko gejolak eksternal yang cukup besar. Sejak paruh kedua tahun 2007. perekonomian Indonesia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan harga komoditi dunia lainnya.3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar 5. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong oleh investasi berupa pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 9. Dari sisi produksi. pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor industri pengolahan terutama nonmigas yang tumbuh sebesar 5.0 persen dan 13.5 . Lapangan kerja yang tercipta antara Februari 2007 .Februari 2008 meningkat sangat tinggi yaitu hampir 4.8 persen menjadi 6.3 persen (y-o-y) didorong oleh ekspor barang dan jasa serta pembentukan modal tetap bruto yang meningkat 15.0 persen. pada tahun 2007 perekonomian tumbuh sebesar 6.5 juta lapangan pekerjaan baru. listrik. Momentum pertumbuhan terus berlanjut pada triwulan I/2008.5 persen.

penduduk usia 15-19 tahun yang menganggur mencapai 2. kehutanan dan perdesaan.75 persen pada Februari 2007 menjadi 8. perikanan. 42.29 juta ton. Demikian juga untuk produksi jagung meningkat 14. Penciptaan lapangan kerja bagi penduduk berlatar pendidikan relatif rendah. telah mulai dikembangkan dan dikonsolidasikan agar tenaga kerja yang dicakup semakin banyak dan merata.44 persen dibanding tahun sebelumnya dari 11.05 juta ton GKG yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi selama 10 tahun terakhir atau meningkat 4. Secara sektoral. lebih tinggi dari target yang direncanakan sebesar 2.10 persen hanyalah lulusan SD ke bawah.46 persen orang pada Februan 2008. Hal ini pada gilirannya dapat menurunkan tingkat pengangguran terbuka. perkebunan sekitar 2. Demikian pula PDB perikanan pada tahun 2007 kontribusinya naik menjadi sebesar 2. pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sub sektor tanaman bahan makanan sekitar 5.61 juta ton menjadi 13.71 persen.5 persen. bahkan 2.4 juta orang berada di perdesaan.32 persen terhadap PDB Nasional atau naik sebesar 7. Pada Agustus 2007.14 persen. .02 persen.03 kuintal per hektar atau 0.42 persen. Keadaan ini cukup memprihatinkan karena usia mereka masih usia sekolah.4 juta orang atau 30. Penganggur usia muda masih merupakan proporsi terbesar dri keseluruhan penganggur terbuka.7 ribu ha atau 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah penganggur usia 20-24 tahun tersebut. Target ini terlampaui karena adanya peningkatan produksi pertanian hingga melebihi sasaran yang telah dicanangkan antara lain produksi padi/beras yang mencapai sebesar 57. termasuk revitalisasi pertanian. Pada tahun 2007 PDB pertanian (diluar perikanan dan kehutanan) meningkat 4.23 persen.0 juta orang atau 49. Berbagai program perluasan kesempatan kerja yang dibiayai oleh APBN.juta atau meningkat sekitar 3.7 persen.86 persen. meskipun produktivitas mengalami kenaikan 0.6 persen dibandingkan tahun 2006. perikanan dan kehutanan mencapai sebesar 3. yaitu dari 9.77 persen dibanding tahun 2006. Pengangguran terbuka masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan sekolah menengah pertama ke bawah.44 persen dan peternakan sekitar 2. Jumlah penganggur usia 20-24 tahun mencapai sekitar 3. Penurunan tersebut terjadi karena berkurangnya luas panen sekitar 121.2 juta orang atau 22.76 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi sekitar 592.3 juta orang.7 juta dari mereka atau 27. Sebaliknya pada tahun tersebut produksi kedelai mengalami penurunan sebesar 20.62 persen. pada tahun 2007 pertumbuhan sektor pertanian. Pertumbuhan sektor pertanian menunjukkan kecenderungan yang meningkat. miskin dan tidak terampil telah diupayakan oleh Pemerintah. pada Agustus 2007 proporsi penganggur dengan pendidikan sekolah menengah pertama ke bawah mencapai sekitar 5.4 ribu ton.58 persennya atau sekitar 1.

Sebaliknya pertumbuhan sub sektor kehutanan mengalami penurunan karena masih banyaknya illegal logging yang mengakibatkan kerusakan hutan, sehingga berakibat pada menurunnya produksi kayu dari hutan alam yang belum dapat digantikan dengan produksi hasil hutan tanaman industri dan non kayu lainnya. Hal tersebut telah menyebabkan banyaknya industri hasil hutan yang tutup. Dalam rangka pelaksanaan revitalisasi, kegiatan di bidang perikanan difokuskan pada peningkatan produksi dan pengembangan tiga komoditas penting, yaitu udang, ikan tuna, dan rumput laut, dengan tetap melakukan upaya peningkatan mutu dan kegiatan optimalisasi pengelolaan perikanan sejak dari penangkapan ikan (on farm) hingga pemasaran. Untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap, pemerintah telah melakukan rehabilitasi, pembangunan, peningkatan fasilitas pendukung berupa Pelabuhan Perikanan Samudra, Pelabuhan Perikanan Nusantara, Pelabuhan Perikanan Pantai, dan beberapa Pangkalan Pendaratan Ikan. Selain itu, dilaksanakan juga rehabilitasi dan pengembangan Pelabuhan Pendaratan Ikan di 33 provinsi. Pada sub sektor kehutanan, upaya revitalisasi masih terus dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu antara lain melalui kegiatan-kegiatan: (i) Pengembangan pemanfaatan hutan alam dengan meningkatkan manajemen Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHK); (ii) Penertiban peredaran hasil hutan dalam rangka mengoptimalkan PNBP dan Dana Reboisasi (DR); (iii) Pembangunan kesatuan pengelolaan hutan (KPH); (iv) Pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR); (v) Pengelolaan Hutan Produksi yang tidak dibebani hak/ijin pemanfaatan; dan (vi) Restrukturisasi industri primer kehutanan. Di bidang infrastruktur, upaya peningkatan pelayanan infrastruktur sesuai standar pelayanan minimum pada tahun 2008 telah diwujudkan melalui pembangunan saluran air baku dengan kapasitas terpasang 1,00 m3 / detik, rehabilitasi sarana/ prasarana pengendali banjir di 62 lokasi pembangunan, pemeliharaan prasarana pengaman pantai sepanjang 20 km, prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan seluas 688 ha, kondisi jalan nasional telah mencapai 81 persen mantap dari panjang jalan nasional dengan peningkatan pelayanan prasarana jalan menjadi 45 km per jam; pembangunan jalan di pulau-pulau terpencil dan pulau terluar sepanjang 100 km; pembangunan jalan di kawasan perbatasan sepanjang 110 km., pemberian subsidi operasi perintis angkutan jalan pada 153 lintas, pengadaan bus perintis sebanyak 340 unit, pelayanan pelayaran perintis untuk 62 trayek, subsidi operasi lintas penyeberangan perintis pada 80 lintasan, pelayanan penerbangan perintis untuk 90 rote, penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk pelayanan angkutan penumpang KA kelas ekonomi sebanyak 70 KA dan angkutan laut kelas ekonomi pada 22 trayek, rehabilitasi dan pembangunan jalan poros desa melalui (DAK) sepanjang 88.205 km dan pengadaan sarana angkutan perdesaan; pengembangan

energi perdesaan, peningkatan aksesibilitas energi perdesaan, tersosialisasikannya pemanfaatan Biofuel di sektor industri dan bangunan, pengembangan pulau kecil terluar melalui pemanfaatan energi terbarukan non listrik, pengembangan desa wisata energi, terlaksananya Program integrated micro hydro development and application program (IMIDAP), pembangunan listrik di perdesaan yaitu: PLTS 50 Wp sebanyak 59,000 unit, PLT bayu 80 kW sebanyak 14 Unit; PLTMH sebanyak 1,270 kW, Gardu Distribusi sebanyak 930 Buah/ 44,950 kVA, JTM sebanyak 1,803 kms, JTR sebanyak 1,453 kms; penyediaan PSO pos untuk 2.350 kantor pos cabang luar kota; pembangunan rumah susun sederhana sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya sebanyak 15.448 unit/30 kawasan, pengembangan Desa-desa Pusat Pertumbuhan di 146 kawasan di 32 provinsi, penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sebanyak 28.000 unit, pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di 1800 desa, Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) di 100 lokasi, peningkatan pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional di 35 kab/kota. Dalam rangka peningkatan daya saing sektor riil, pada program pembangunan bidang infrastruktur telah dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 210,73 ribu ha dan rawa seluas 207,67 ribu hektar; pembangunan 7 waduk dan 35 embung, pembangunan sarana/prasarana pengendali banjir sepanjang 145 km, pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 71,1 km, tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian, rehabilitasi jalan nasional sepanjang 4.000 km, pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa sepanjang 70 km, pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan strategis sepanjang 150 km, rehabilitasi/peningkatan jalan provinsi/kabupaten/kota sepanjang 418.346 km melalui DAK, peningkatan/pembangunan jalan dan jembatan Lintas sepanjang 4.410 km, pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan strategis sepanjang 150 km pengadaan sarana KA Kelas Ekonomi, Kereta Rel Listrik, dan Kereta Rel Diesel/Kereta Rel Diesel Electric/Kereta Diesel Kelas 3 sebanyak 45 unit, rehabilitasi Dermaga Penyeberangan pada 36 Dermaga, pembangunan dermaga Sungai, Danau dan Penyeberangan pada 129 Dermaga, pengadaan kapal perintis dan bus air sejumlah 84 Buah, rehabilitasi landasan dan fasilitasnya 450.000 m2; pengembangan Energi Alternatif dan Teknologi Energi Baru Terbarukan, pengembangan wilayah distribusi gas bumi untuk rumah tangga, industri kecil, dan transportasi (gas kota) , pemberian insentif penyediaan energi alternatif, Land Mark penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (Koordinasi Pengembangan dan Pemanfaatan Biofuel), pengembangan teknologi pembangkit listrik lampu hemat energi; pembangunan fasilitas ketenagalistrikan yang dilakukan BUMN PT. PLN baik untuk pembangunan pembangkit listrik yang baru ataupun rehabilitasi dan repowering pembangkit listrik berbahan bakar batubara, gas dan energi terbarukan hidro dan panas bumi, serta untuk pembangunan

jaringan penyaluran transmisi dan distribusinya, pengembangan regulasi dan pengawasan dalam rangka meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta meningkatkan pembinaan industri penunjang ketenagalistrikan dalam negeri melalui pembinaan usaha serta pengembangan standarisasi dan sertifikasi; pembahasan RUU Pos pengganti UU No. 6 Tahun 1984 tentang Pos, penyusunan RUU Telekomunikasi pengganti UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, pengembangan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dalam rangka pengamanan dan pengawasan jaringart internet di Indonesia, pembangunan prototipe produk telekomunikasi radio Broadband Wireless Access, penyediaan infrastruktur TIK melalui program Community Access Point (CAP) dan warung masyarakat informasi, penyediaan sarana dan prasarana air limbah sistem terpusat di 26 kawasan/kota, pembangunan sarana dan prasarana air minum pada 69 kawasan strategis, dan pengembangan sistem drainase di 11 kabupaten/kota. Seiring dengan kebijakan Pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur melalui kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, hingga tahun 2006 telah dilaksanakan persiapan perlaksanaan Public-Private Partnership (PPP) untuk Penyediaan Air Baku Industri; persiapan pelaksanaan pembangunan jalan tol dan Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara; pemberian hak khusus pembangunan jaringan pipa gas dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah; penerbitan peraturan tentang penetapan tarif berbasis biaya melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Awal dan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar melalui Jaringan Tetap dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar Jaringan Bergerak Selular; dan penetapan anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Indonesia. Terkait fenomena global mengenai perubahan iklim, kebijakan pemerintah mengenai peningkatan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dan sekaligus dalam rangka pengurangan risiko bencana telah diselesaikan, antara lain: pembangunan prasarana pengendali banjir seluas 500 ha dan panjang 954 km; pemeliharaan prasarana pengendali banjir sepanjang 1,387 km; pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 70 km; pemeliharaan prasarana pengaman pantai sepanjang 20 km; kegiatan tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian; upaya penanganan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) secara terpadu dengan penanganan daerah hulu dan hilir sungai. Sementara itu, setelah empat tahun pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Kepulauan Nias, serta hampir tiga tahun pelaksanaan tugas dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara (BRR NAD-Nias), lembaga tersebut akan segera mengakhiri masa tugasnya pada bulan April 2009 yang akan datang. Dengan

pemulihan fasilitas pendukung kehidupan sosial kemasyarakatan seperti pendidikan dan kesehatan. (2) masih diperlukan perhatian untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat. dengan memperkuat landasan perekonomian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. sementara untuk pemulihan prasarana publik telah dialokasikan sebesar Rp 1. dan pengarusutamaan gender.berakhirnya tugas dari BRR NAD-Nias tersebut. serta pemulihan kapasitas kelembagaan pemerintah dan masyarakat. pada tahun 2008 pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur. masih banyak tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2009 dalam pembangunan daerah pasca rehabilitasi dan rekonstruksi. pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah pasca bencana gempa bumi 27 Mei 2006. Pelaksanaan pemulihan pasca bencana melalui pendanaan APBN sejak tahun 2006 hingga 2008. serta Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan di Provinsi Sumatera Utara. penyelesaian perumahan dan permukiman bagi korban bencana. pengelolaan lingkungan hidup. meningkatkan koordinasi antar pelaku pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.4 miliar. sarana dan prasarana wilayah. pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga dilakukan selama hampir dua tahun terakhir ini di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah. Selain di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias. Namun demikian. pasca kejadian gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu. peningkatan kesejahteraan sosial. pemenuhan pelayanan dasar. diantaranya: (1) penataan ruang permukiman dan pengembangan lahan skala besar yang memenuhi tata lingkungan yang baik dengan pendekatan pengurangan risiko bencana. serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah. dijadwalkan dapat diselesaikan pada bulan Juni 2008. prasarana lingkungan permukiman. (3) masih . Pada tahun 2007. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.74 triliun. air bersih dan sanitasi. dan penyelesaian masalah pertanahan dan penataan ruang wilayah. memperkuat kapasitas kelembagaan. maka pada tahun 2009 penyelesaian dan keberlanjutan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias akan dilanjutkan oleh kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.2 triliun. Sesuai dengan Keputusan Presiden No. pencapaian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias yang telah dilaksanakan oleh BRR NAD-Nias mencakup beberapa kegiatan pokok yaitu: penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan. peningkatkan SDM. 9 tahun 2006. pemulihan perekonomian masyarakat. menunjukkan bahwa pemulihan perumahan korban bencana telah diselesaikan melalui pendanaan sebesar Rp 5. dan untuk pemulihan perekonomian masyarakat dan daerah telah dialokasikan sebesar Rp 430. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan melalui proses legalisasi peraturan daerah. terutama bagi kelompok rentan.

Sementara jumlah kasus flu burung pada manusia juga cenderung terus meningkat. serta (4) dukungan bagi perumusan kebijakan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam pengurangan risiko bencana.9 persen (Susenas 2007). Demikian pula dengan status gizi anak balita mengalami perbaikan yang ditandai dengan menurunnya persentase balita yang mengalami kekurangan gizi dari 34.diperlukannya dukungan yang difokuskan bagi pengembangan usaha kecil dan menengah serta pemulihan infrastruktur perekonomian lokal. perlu upaya yang lebih intensif dengan meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. telah ditetapkan program dan fokus kegiatan pengurangan risiko bencana melalui pendayagunaan rencana tata ruang wilayah sebagai salah satu instrumen utama untuk mengurangi resiko bencana dan peningkatan kualitas informasi. penanggulangan kemiskinan. memperbaiki pola asuh.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003).4% pada tahun 1999 menjadi 28. status kesehatan masyarakat terus menunjukkan perbaikan. dan meningkatkan pelayanan kesehatan dasar. pendidikan ibu. Flu burung telah menjadi isu global dan nasional karena memiliki dampak besar pada kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa manusia. serta peningkatan sarana prasarana transportasi. data maupun peta wilayah rawan bencana yang memadai bagi analisa pola pemanfaatan ruang sekaligus menguatkan kelembagaan di tingkat daerah dalam pengendalian pemanfaatan rencana tata ruang wilayah. Sampai akhir Februari 2008 kasus flu burung pada manusia mencapai 129 kasus dan 105 diantaranya meninggal. Rencana Strategis Nasional (Renstranas) Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza 2006-2008 menjadi acuan kebijakan pelaksanaan upaya pengendalian flu burung dan saat ini . Jumlah kasus kematian ternak unggas akibat flu burung sangat tinggi dan tersebar di seluruh provinsi.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang saat ini baru mencapai 71. Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2008. Di bidang kesehatan. Upaya penurunan AKI juga perlu didukung dengan perbaikan keadaan gizi ibu hamil. Namun demikian untuk mencapai target sebesar 20% pada tahun 2009. peran perempuan. diperlukan upaya yang lebih keras. pencegahan dan pengendalian flu burung memerlukan upaya menyeluruh dan terintegrasi dari segi tata laksana kesehatan hewan dan kesehatan manusia. hal ini antara lain dapat dinilai melalui perbaikan berbagai indikator kesehatan seperti penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 334 (SDKI 1997) menjadi 307 per 100. Dengan kondisi ini. Namun demikian untuk mencapai sasaran penurunan AKI pada tahun 2009 menjadi 226 per 100.02% pada tahun 2005 (Susenas 2007). termasuk upaya dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi pandemi.

daerah perbatasan. Selain itu. dan hingga satu dekade ke depan diperkirakan bertambah sekitar 3 juta jiwa per tahun. Untuk itu pada tahun 2009 Askeskin perlu terus dilanjutkan dengan jaminan kesehatan pada masyarakat (jamkesmas) untuk meningkatkan akses penduduk miskin dan kurang mampu di kelas III RS dan peiayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas dan jaringannya. antara lain melalui kegiatan Keluarga . dan daerah bencana perlu ditingkatkan. Keadaan ini di satu sisi mengindikasikan telah terjadi penurunan persentase penduduk sebagai beban pembangunan (dependenry ratio) sementara di sisi lain juga merupakan keuntungan ekonomi (Bonus Demografi/BD). perlindungan bagi petugas yang berisiko tinggi. Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat meskipun laju pertumbuhannya terus menurun. Upaya pencegahan dan penanggulangan di bidang kesehatan manusia yang telah dilaksanakan mencakup penatalaksanaan kasus di rumah sakit. surveilans epidemiologi.Renstranas tersebut sedang dalam proses perumusan kembali. Penurunan persentase penduduk muda mengurangi besarnya biaya untuk pemenuhan kebutuhannya sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk membiayai pembangunan bidang lainnya. BD akan terentang hingga sekitar tahun 2020. Pada waktu rasio beban ketergantungan mencapai angka terendah ini terbukalah jendela kesempatan (the window of opportunity) untuk Indonesia. Diperkirakan. tahun 2008 menjadi 228 juta jiwa. Rasio beban ketergantungan yang sebesar 48.5 persen pada tahun 2017. peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.2 persen (tahun 2008) dan terus menurun hingga mencapai titik terendah 44. Cakupan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan kurang mampu melalui program jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (JPK-MM)/Askeskin terus meningkat yaitu dari 36. Penurunan angka kelahiran dan kematian bayi yang terjadi selama ini telah merubah struktur umur penduduk yaitu persentase penduduk usia produktif terus meningkat sementara persentase penduduk usia non-produktif. Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 205 juta jiwa. penyernaan ruang isolasi perawatan di 100 rumah sakit rujukan. penguatan laboratorium pengujian. penyediaan obat Oseltamivir. terpencil. serta melakukan kaji tindak. Sehubungan dengan pembangunan keluarga kecil berkualitas. Namun demikian kesempatan yang menguntungkan pembangunan itu tidak akan pernah tercapai bahkan akan merugikan bila laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan dan kualitas penduduk tidak ditingkatkan secara terus menerus dan konsisten. pengendalian kuantitas penduduk merupakan salah satu aspek penting untuk menjamin tercapainya penduduk tumbuh seimbang dan pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang. penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dasar terutama di daerah tertinggal.4 juta orang (2005) menjadi 76.4 juta orang (2007).9 persen (tahun 2006) diperkirakan turun menjadi 47. khususnya penduduk muda (0-14 tahun) semakin menurun.

dan Universitas Terbuka (UT) adalah sebesar 17.9 persen. kelompok umur 13-15 tahun sebesar 84. (4) dilakukannya monev illegal logging dan monev hasil lelang basil hutan ilegal.25 persen. Adapun angka partisipasi sekolah (APS) atau persentase penduduk yang mengikuti pendidikan formal untuk kelompok umur 7-12 tahun tercatat sebesar 97.1 persen. upaya penertiban peredaran hasil hutan telah mencapai hasil antara lain: (1) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kayu meningkat sebesar 8 persen dari tahun 2006. angka partisipasi murni (APM) pada jenjang SD/MI dan yang sederajat mencapai 94. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pada jenjang SMP/MTs dan yang sederajat serta SMA/SMK/MA/SMALB/Paket C masing-masing mencapai 92. Pada saat yang sama. (2) uji coba Sistem Informasi-Penata Usahaan Hasil Hutan (SI-PUHH) dan penatausahaan Provisl Sumber Daya Hutan/Dana Reboisasi (PSDH/DR) berbasis Teknologi Informasi (TI) di 3 Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP). penawaran 30 wilayah kerja migas. PPATK di 10 provinsi rawan illegal logging. selama tahun 2007 telah dilakukan beberapa kegiatan. dan (2) penguatan kapasitas kelembagaan Pengamanan Hutan (Pamhut) dan pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di 10 lokasi. Kejaksaan. Kesungguhan Pemerintah tersebut tercermin oleh hasil yang cukup menggembirakan seperti yang terlihat dari peningkatan angka partisipasi pendidikan pada semua jenjang. BIN. baik secara . Pada tahun 2007. Sementara itu. APK pada jenjang pendidikan tinggi (PT) yang mencakup pula perguruan tinggi agama (PTA). pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral. TNI AL. dan kelompok umur 16-18 tahun sebesar 53. Perkembangan yang cukup menggembirakan terjadi dalam peningkatan kuantitas fasilitas layanan pendidikan. dan (5) pengembangan sertifikasi dan pengujian hasil hutan.4 persen. antara lain: penyelesaian blueprint peningkatan kapasitas nasional bidang minyak dan gas bumi (migas) sebagai upaya peningkatan kapasitas nasional dalam industri migas.51 persen. Pemerintah secara terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada pembangunan pendidikan.90 persen. Pada tahun 2007 pelaksanaan kegiatan yang dilakukan telah menghasilkan berbagai pencapaian. Dalam pengamanan kawasan hutan telah dilaksanakan antara lain: (1) operasi pengamanan fungsional dan operasi khusus melalui kerja sama dengan POLRI. (3) implementasi penatausahaan SI-PUHH dan PSDH/DR berbasis TI (on-line) di 11 BP2HP. rasio murid per guru adalah 21 untuk SD/MI dan 13 untuk SMP/MTs.Berencana (KB). Rasio murid per ruang kelas sebesar 26 untuk SD/MI dan 40 untuk SMP/MTs. Sementara itu. Sementara itu. Selanjutnya. Dalam hal perbaikan pengelolaan sumber daya hutan berbagai upaya untuk telah banyak dilakukan oleh pemerintah. perumusan kebijakan dan regulasi usaha penunjang migas beserta keberpihakannya.52 persen dan 60.

pembangunan bidang lingkungan hidup tetap dilaksanakan dengan menitikberatkan pada pengendalian penggunaan sumber dara alam secara berkelanjutan serta pengendalian praktek perusakan/penurunan kualitas lingkungan. penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang terus akan dilakukan untuk memperluas cakupannya. pengendalian pencemaran air serta perlindungan sumber daya air. Masalah dan tantangan utama yang . program pembangunan bersih yang dikoordinasi oleh Komnas Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB). 22 tahun 2001 tentang Migas. kegiatan pengusahaan migas terus meningkat secara berturut-turut. Sementara itu. Sementara itu. pada tahun 2007. Hal-hal tersebut di atas terus dilanjutkan pada tahun 2008 termasuk membangun fasilitas dan infrastruktur lingkungan. MASALAH DAN TANTANGAN POKOK TAHUN 2009 Dengan berbagai kemajuan yang dicapai pada tahun 2007 dan perkiraan pada tahun 2008. hasil olahan dan lain sebagainya. tahun 2005 terlaksana 28 kegiatan usaha. penandatanganan 26 kontrak kerja sama (KKS) dengan komitmen investasi untuk 3 tahun mendatang sebesar US$ 640.31 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 50.53 juta. program Debt for Nature Swap dengan Pemerintah Jerman. pembinaan tim penilai AMDAL. Kegiatan-kegiatan ini terutama berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keniagaan migas termasuk niaga umum BBM. serta kebijakan nasional mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim. dari 3 (tiga) agenda pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMN 2004-2009.penawaran langsung ataupun penawaran melalui tender (regular dan direct offer). masih banyak permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. program kali bersih. Hingga tahun 2007. Namun demikian. tahun 2006 terlaksana 32 kegiatan usaha dan tahun 2007 terlaksana 35 kegiatan usaha. program langit biru. program menuju Indonesia hijau. hasil pelaksanaan agenda pembangunan aman dan damai serta agenda pembangunan adil dan demokratis telah mengarah kepada keadaan yang diinginkan. LPG. hasil pelaksanaan agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat terus menunjukkan kemajuan. telah disalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Daerah. A. Sejak berlakunya UU No. program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER). telah dilaksanakan kegiatan Adipura. program energi efisiensi di industri kecil dan menengah. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia juga telah melaksanakan kegiatan di bidang perlindungan lapisan ozon melalui penghapusan pemakaian bahan perusak ozon (BPO) di berbagai mesin pendingin (chiller) dan memasyarakatkan penggunaan metered dosed inhaler (MDl). terutama Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pemantauan kualitas air.2. Untuk meningkatkan kapasitas daerah di bidang lingkungan hidup.

upaya pembangunan yang dilakukan masih belum merata dan belum mencapai seluruh masyarakat. 64 ribu gelandangan dan pengemis. MEMBANGUN DAN MENYEMPURNAKAN SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL KHUSUSNYA BAGI MASYARAKAT MISKIN. Oleh sebab itu tantangan yang harus dihadapi adalah menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi secara bertahap terus meningkat.5 juta jiwa orang cacat. 2. Saat ini terdapat 3. jwnlah penduduk yang rentan untuk jatuh miskin karena guncangan ekonomi maupun karena bencana alam masih cukup besar. 2. Terkait dengan upaya penurunan jumlah penduduk miskin. kondisi kemiskinan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga-harga kebutuhan pokok dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 145 ribu anak jalanan dan 1. Maluku dan Papua juga lebih tinggi dibanding di Pulau Jawa. perumahan serta air bersih dan sanitasi dasar masih terbatas. khususnya bagi yang berada di perdesaan dan luar Jawa. Selain itu. kesehatan. prasarana dan sarana fisik perekonomian yang memadai. Dukungan usaha masyarakat yang terbatas menimbulkan . pelaksanaan program pembangunan masih bersifat parsial dan belum terfokus. MEMPERKUAT USAHA MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH. kemandirian masyarakat dalam proses pembangunan berbasis masyarakat masih sangat terbatas. Kedua. Ketiga.8 juta jiwa korban bencana alam. yang pada akhirnya akan mempengaruhi daya beli masyarakat miskin. MENYEMPURNAKAN DAN MEMPERLUAS CAKUPAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT.5 persen dari jumlah penduduk miskin tinggal di perdesaan. Persentase penduduk miskin pada Triwulan I Tahun 2008 sebesar 15.8 juta anak telantar. Selain itu. Masalah pokok yang dihadapi dalam menurunkan jumlah penduduk miskin antara lain adalah sebagai berikut: Pertama. jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan masih besar dan penurunannya berjalan lambat. akses terhadap sumberdaya. meliputi pendidikan.4 persen dan desa miskin/tertinggal mencapai lebih dari 46 persen. dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola usaha. serta 66 ribu tuna susila yang membutuhkan bantuan dan jaminan sosial.5 juta penduduk lanjut usia. Tingkat pendapatan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan dukungan bagi perkembangan usaha mereka. dan persentase kemiskinan di luar Pulau Jawa terutama Nusa Tenggara. Padahal sebesar 63. upaya pembangunan dan penyempurnaan sistem perlindungan sosial masih merupakan masalah dan tantangan tersendiri yang harus dipecahkan.dihadapi pada tahun 2009 diantaranya adalah sebagai berikut. Dukungan yang dibutuhkan terkait dengan jaminan lokasi usaha. Kesemuanya ini merupakan masalah dan tantangan yang harus ditangani agar efektifitas penurunan jumlah penduduk miskin dapat ditingkatkan. Akses masyarakat terutama masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar.

Salah satu unsur pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat adalah pendidikan. khususnya pembiayaan.52 persen pada tahun 2007. masih ditemui adanya kesenjangan pencapaian APK yang cukup tinggi antar daerah. Kondisi tersebut mendorong dikeluarkannya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu percepatan penyaluran kredit/pembiayaan yang berasal dari sumber dana perbankan dengan dukungan penjaminan untuk kredit usaha mikro. kemitraan dan/atau klaster yang layak untuk dibiayai namun belum menjadi nasabah bank. Kesenjangan antar daerah tersebut terlihat dari masih adanya 75 kabupaten/kota yang variasi pencapaian APK SMP/MTs/Sederajat kurang dari 75 persen. Kelompok masyarakat berpendapatan rendah tersebut pada umumnya tidak memiliki jaminan yang cukup untuk mengakses kredit/pembiayaan perbankan. merupakan masalah yang paling mendesak untuk ditangani. serta arah kebijakan pembangunan kewilayahan yang masih berorientasi pada "inward looking" sehingga menghambat berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Program KUR juga dilengkapi dengan pendampingan mulai dari penyiapan proposal kredit sampai dengan penggunaan kredit (pengelolaan keuangan). meskipun mereka memiliki usaha yang layak secara ekonomi untuk dibiayai. . Hal ini terutama dirasakan oleh masyarakat miskin. dan 121 kabupaten/kota yang APK-nya sekitar 75-90 persen. serta antarpenduduk kaya dan miskin. pemerataan. antarkota dan desa.permasalahan berupa tingkat pendapatan yang rendah. MENINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDlKAN. Besarnya kredit/pembiayaan kepada UMKM dan koperasi menjangkau kebutuhan kelompok masyarakat berpendapatan rendah (kredit/pembiayaan di bawah Rp 5 juta) dan kebutuhan kelompok masyarakat yang usahanya terus berkembang (kredit/pembiayaan Rp 5 juta . hampir miskin dan tidak mampu yang memiliki kegiatan usaha produktif yang tersebar di berbagai lapangan usaha dan lokasi. ekonomi dan politik yang terbatas. Di samping itu. akses terhadap pelayanan sosial. kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi (Inpres 06/2007). kewirausahaan dan kapasitas pengelolaan usaha yang rendah. KUR diberikan kepada UMKM dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang bersifat individu. Efektivitas penyaluran KUR dan pendampingannya merupakan tantangan yang harus ditangani secara tepat untuk mendukung upaya perkuatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi bidang pendidikan adalah masih diperlukannya peningkatan akses. Upaya keras ini perlu dilakukan terutama untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat yang baru mencapai 92. dan kualitas pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar.Rp 500 juta). Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang masih membutuhkan upaya keras untuk mencapai target RPJMN 2004-2009. Selain tantangan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar. Keterbatasan dukungan akses terhadap sumberdaya. kelompok.

maka upaya yang dilakukan harus lebih besar. kejadian demam berdarah dan kejadian luar biasa diare. dan kesejahteraannya yang masih terbatas. serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran yang belum mencukupi. Dalam hal ini peran pendidikan nonformal menjadi sangat diperlukan dan harus dapat dimanfaatkan. Meskipun pembangunan kesehatan telah dilakukan secara terus menerus. Keempat. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan juga merupakan masalah dan tantangan yang harus diselesaikan. dan daerah bencana masih perlu ditingkatkan. Hal ini disebabkan karena lembaga pendidikan dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi tuntutan masyarakat akibat ketersediaan pendidik berkualitas belum memadai. Beberapa permasalahan dan tantangan tersebut antara lain adalah sebagai berikut. kurang vitamin A dan kurang zat gizi mikro lainnya. kesehatan juga merupakan unsur penting yang menjadi indikator dan sekaligus merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. penderita TB. kesehatan ibu dan anak masih perlu ditingkatkan. penyakit menular masih cukup tinggi antara lain ditunjukkan dengan masih tingginya jumlah penderita malaria. Kedua. MENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN. perbatasan. akses terhadap pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan penduduk daerah tertinggal. terpencil. namun mengingat proporsi buta aksara terjadi pada penduduk usia 45 tahun ke atas yang umumnya memiliki minat belajar yang rendah. yang ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian anak balita. dan jumlah kumulatif kasus HIV dan AIDS yang dilaporkan. Keenam. bayi. Kelima.permasalahan dan tantangan lain yang dihadapi di bidang pendidikan adalah besarnya jumlah lulusan SMP/MTs yang karena alasan ekonomi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Ketiga. Permasalahan dan tantangan lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah memperkecil kesenjangan antara sasaran dan pencapaian angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 2. sehingga mereka lebih memilih bekeja dibandingkan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah. namun masih terdapat permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dalam bidang kesehatan. persebarannya belum merata. terpencil dan perbatasan.2 persen. gangguan akibat kurang yodium. kasus penyakit flu burung pada manusia. Selain pendidikan. dan balita. . serta berbagai masalah gizi lain seperti anemia gizi besi. misalnya dengan alasan ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarga. jumlah dan distribusi tenaga kesehatan masih terbatas khususnya di daerah tertinggal. Pertama. Secara persentase angka tersebut memang tidak terlalu besar. masalah gizi utama masih memerlukan penanganan intensif seperti kurang energi protein pada ibu hamil.

Kesejahteraan masyarakat dan kegiatan perekonomian hanya akan dapat ditingkatkan apabila tersedia pelayanan infrastruktur yang memadai. Sementara di bidang energi dan ketenagalistrikan.ketersediaan obat dan pemanfaatan obat generik serta pengawasan terhadap obat.2. pedalaman. Hasil Supas 2005 menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan Total Fertility Rate (TFR) di beberapa daerah baik di daerah yang TFR-nya masih di atas rata-rata nasional (Nusa Tenggara Timur. dan SDM kesehatan. (1) rendahnya akses terhadap pelayanan transportasi khususnya untuk masyarakat miskin dan masyarakat yang tinggal di daerah perdesaan. psikotropika. Ketujuh. dibandingkan dengan kelompok terkaya sebanyak 2. perlu disusun peraturan perundang-undangan untuk mendukung pelayanan kesehatan seperti peraturan perundang-undangan tentang Rumah Sakit. dan Bali). dan pulau-pulau kecil.I. Yogyakarta. obat. perbatasan. MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. Sulawesi Tengah. pedalaman. D. Di bidang transportasi masalah pokok dan tantangan yang dihadapi antara lain. Meskipun upaya peningkatan pelayanan infrastruktur perdesaan telah dilakukan. perbatasan. TFR pada kelompok termiskin sekitar 3. Pola serupa juga ditunjukkan oleh rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup pada perempuan yang pernah menikah yaitu pada kelompok termiskin sebanyak 3. namun masih diperlukan berbagai upaya lanjutan dalam rangka meningkatkan pelayanan infrastruktur perdesaan sesuai dengan standar pelayanan minimum.7 orang. berdasarkan distribusi kelompok pengeluaran keluarga. Adapun tantangannya adalah ketersediaan air dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat untuk seluruh wilayah Indonesia. (2) kurangnya keselamatan dan keamanan pelayanan transportasi sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan standar internasional. dan pulau-pulau kecil melalui pelayanan angkutan yang murah dan terjangkau untuk masyarakat miskin dan masyatakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pedalaman. dan Gorontalo) maupun di beberapa daerah yang TFR-nya sudah berada pada tingkat replacement level yaitu TFR kurang dari 2. Di bidang sumber daya air masalah pokok yang dihadapi antara lain adalah belum optimalnya fungsi sarana dan prasarana sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku perdesaan serta pengendalian daya rusak air. MENINGKATKAN PELAYANAN INFRASTRUKTUR DI DESA SESUAI STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM). Jawa Timur.0 lebih tinggi daripada kelompok terkaya yang besarnya 2.3 orang. masalah pokok yang .1 (DKI Jakarta. Disamping itu. makanan dan keamanan pangan masih perlu ditingkatkan. (3) kurangnya aksesibilitas masyarakat terhadap infrastruktur transportasi terutama di daerah perdesaan.

Di bidang perumahan dan permukiman masalah dan tantangan yang dihadapi adalah peningkatan kebutuhan perumahan dan prasarana-sarana permukiman seperti jaringan air minum. MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI YANG STABIL. MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT PERDESAAN PADA LAHAN. merupakan tantangan yang dihadapi dalam perumahan. . BERDAYA TAHAN. Kedua. pemilikan. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T). terutama masyarakat perdesaan. Di bidang pos dan telematika. jaringan air limbah. ekonomis dan sosial budaya. persampahan. Keterbatsan akses masyarakat terhadap lahan lebih lanjut menyebabkan keterbatasan akses terhadap sumber permodalan. masih lemahnya pelaksanaan prinsip-prinsip good governance oleh pemerintah desa khususnya dalam menciptakan inisiatif-inisiatif pengembangan perekonomian desa dan pelayanan masyarakat. pada kenyataannya masih terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam penguasaan. Terkait dengan telekomunikasi tantangan utamanya adalah perluasan layanan telekomunikasi dan jangkauan penyiaran serta pos hingga ke seluruh pelosok tanah air. masalah pokok dan tantangan yang dihadapi adalah rendahnya jumlah akses. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini memang tidak mudah karena kondisi demografis dan geografis yang bervariasi dengan persebaran penduduk tidak merata dan potensi energi yang sangat bervariasi. dan jangkauan layanan pos dan telematika di perdesaan. dan jaringan drainage. Disamping itu masih maraknya sengketa dan konflik pertanahan turut menghambat akses masyarakat perdesaan pada lahan. adalah rendahnya tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana energi dan belum memadainya fasilitas sistem ketenagalistrikan. rendahnya kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah serta harga rumah yang terus meningkat karena meningkatnya harga lahan serta masih adanya ekonomi biaya tinggi (high cost economy) dalam perijinan pembangunan perumahan. kualitas. masih lemahnya kelembagaan ekonomi dan organisasi perdesaan yang berbasis masyarakat untuk menggerakan sistem perekonomian dan memperkuat modal sosial. Permasalahan pokok yang dihadapi dalam upaya penguatan lembaga masyarakat dan pemanfaatan kelembagaan pemerintah daerah antara lain sebagai berikut. Pertama. Untuk itu tantangannya adalah mengembangkan sumber energi dan kelistrikan yang disesuaikan dengan kondisi demografis dan geografis dengan layak secara finansial. MEMPERKUAT LEMBAGA MASYARAKAT DAN PEMANFAATAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH DESA. Masalah dan tantangan lain yang dihadapi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap lahan. menurunnya wilayah jangkauan penyiaran. Selain itu.dihadapi.

namun kondisi tersebut masih perlu ditingkatkan. berbagai permasalahan dan tantangan pokok masih harus dihadapi. Dari sisi ekspor. (ix) ditingkatkannya kualitas promosi di dalam dan luar negeri. meskipun kinerja ekspor nonmigas Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. (iii) perlunya peningkatan ketersediaan energi. (vii) perlu ditingkatkannya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Walaupun perkembangan investasi menunjukkan kecenderungan yang meningkat namun upaya peningkatan investasi masih menghadapi permasalahan dan tantangan yang an tara lain: (i) perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik dalam pengurusan perijinan. tantangan adalah meningkatkan diversifikasi pasar ekspor nonmigas. (ii) perlunya peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan ketersediaan kebutuhan dasar dan pengembangan perdesaaan perlu didukung oleh perekonomian yang lebih maju yang diantaranya ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat secara berkelanjutan. dan Uni Eropa) yang pangsanya sekarang masih sebesar sekitar 50 persen. perkembangan perekonomian semakin baik. Dengan mengatasi tantangan ini. dan perekonomian yang stabil dan tahan menghadapi berbagai gejolak dan tekanan. Pertumbuhan ekonomi harus dapat diarahkan pada pertumbuhan yang berkualitas yang dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah penduduk miskin. Upaya untuk mendorong kemajuan perekonomian juga harus mempertimbangkan ketersediaan pangan. MENINGKATKAN DAYA TARIK INVESTASI. termasuk didukung oleh UKM yang memiliki produktifitas yang tinggi dengan lebih membuka aksesnya terhadap sumberdaya yang produktif. Dalam beberapa tahun terakhir. sehingga ekspor nonmigas .DAN BERKUALITAS. (vi) masih diperlukannya optimalisasi penyederhanaan administrasi perpajakan dan kepabeanan. investasi dan ekspor harus dapat ditingkatkan. Amerika Serikat. Pertumbuhan ekonomi harus didukung oleh kemajuan sektor-sektor utamanya seperti industri dan pertanian. 25/2007 tentang Penanaman Modal sehingga memberi kejelasan arahan bagi pelaku usaha. EKSPOR NONMIGAS. Singapura. (viii) masih perlunya peningkatan koordinasi program peningkatan iklim investasi antar pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah. agar tidak bertumpu pada empat pasar ekspor tradisional (Jepang. Sejalan dengan perbaikan tersebut. perekonomian yang berkualitas. SERTA PARIWISATA. (v) perlu dilengkapinya peraturan pelaksanaan UU No. Perkembangan ekonomi juga harus didukung peningkatan daya saing sektor riil yang didukung oleh ketersediaan infrastruktur. dan (x) masih perlunya pengembangan potensi investasi di daerah. (iv) perlunya penyediaan berbagai skema insentif fiskal dan non fiskal guna meningkatkan daya saing usaha nasional. Untuk menjaga pertumbuhan ekspor secara berkelanjutan. tingkat ketergantungan ekspor nonmigas terhadap pasar tradisional akan berkurang.

(ii) belum optimalnya pemasaran pariwisata yang disebabkan terutama oleh pemanfaatan media massa dalam dan luar negeri baik elektronik maupun cetak serta teknologi informasi sebagai sarana promosi belum maksimal. keterkaitan antara sektor industri hulu dan sektor industri hilir dengan sektor ekonomi lainnya yang relatif masih lemah. Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi tersebut diharapkan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pariwisata terutama dalam upaya peningkatan kontribusi devisa terhadap perolehan devisa dapat diatasi. MENINGKATKAN MENDORONG KEMAJUAN SEKTOR INDUSTRI. (iii) belum mapannya kemitraan antar pelaku pariwisata yang disebabkan terutama oleh kerja sama pelaku ekonomi-sosial-budaya dengan pelaku pariwisata dan masyarakat belum berlangsung secara optimal. serta rendahnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. integrasi. dan belum seluruh pemerintah provinsi. Masalah dan tantangan pokok lainnya adalah masih perlunya upaya untuk meningkatkan diversifikasi produk ekspor. ekspor . masih perlu disempurnakannya proses penyederhanaan prosedur ekspor agar dapat mengurangi ekonomi biaya tinggi dan mempercepat waktu penyelesaian dokumen ekspor-impor. dan kabupaten mendukung promosi daerahnya sebagai destinasi wisata dan masih adanya berbagai peraturan daerah yang menghambat pengembangan pariwisata.Indonesia akan lebih tangguh terhadap perubahan kondisi perekonomian global dan gejolak permintaan di keempat pasar ekspor tersebut. agar pertumbuhan utama ekspor nonmigas Indonesia tidak hanya ditopang oleh ekspor komoditas primer yang relatif bernilai tambah lebih rendah dan harganya cenderung lebih berfluktuasi. Dari sisi pariwisata. Namun demikian sektor industri masih menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang cukup berat. untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Permasalahan yang dihadapi sektor industri dan sekaligus merupakan tantangan yang harus diatasi antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap impor baik berupa bahan baku. struktur industri hanya didominasi beberapa cabang yang tahapan proses industri dan penciptaan nilai tambahnya pendek. berbagai masalah dan tantangan yang masih harus dihadapi adalah: (i) belum optimalnya kesiapan destinasi pariwisata yang disebabkan terutama oleh pembangunan pariwisata terutama antara kawasan Barat dan Timur yang belum merata dan kurangnya kenyamanan dalam berwisata karena antara lain sarana dan prasarana menuju destinasi pariwisata belum sepenuhnya memadai. kota. dan sinkronisasi intralembaga dan interlembaga maupun pusat dan daerah dalam pengembangan destinasi dan promosi pariwisata belum maksimal. Sektor industri diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian. barang setengah jadi dan komponen. koordinasi. serta masih terbatasnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur yang mendukung kelancaran arus barang ekspor. masih besarnya hambatan non tarif di pasar ekspor baik tradisional maupun non tradisional. bahan penolong.

lebih dari 60% kegiatan sektor industri berada di Jawa. meskipun UKM memberikan kontribusi yang cukup besar dalam PDB. 12. juga disebabkan karena masih besarnya biaya transaksi dalam kegiatan usaha.produk industri didominasi oleh hanya beberapa cabang industri. Masih rendahnya tingkat produktivitas UKM ini selain disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kompetensi kewirausahaan sumber daya manusia. Di samping itu kondisi permesinan di beberapa kelompok industri perlu diperbaharui agar tetap kompetitif di pasar internasional. produksi. antarindustri. namun secara absolut jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2008 masih tinggi yaitu mencapai 9. Sebagai gambaran pada tahun 2006. Permasalahan dan tantangan pokok yang dihadapi oleh UKM saat ini adalah produktivitas UKM yang meningkat sangat lambat sehingga menyebabkan terjadinya kesenjangan yang masih lebar antar pelaku UKM dengan pelaku usaha besar. 240. daya serap tenaga kerja yang mulai meningkat masih diserap oleh lapangan kerja informal. Kondisi di atas menunjukkan bahwa tantangan pertama yang dihadapi adalah menciptakan kesempatan kerja terutama lapangan kerja formal-seluas-luasnya. Padahal UKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar. Tantangan ketiga adalah meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal yang mencakup 70 persen dari seluruh pekerja untuk memperkecil kesenjangan tingkat kesejahteraan antara pekerja informal dengan pekerja formal. Tantangan ini diikuti dengan pentingnya pemberdayaan UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja informal. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi dapat dilaksanakan antara lain dengan pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan melalui pemagangan di tempat kerja. MEMPERLUAS KESEMPATAN KERJA. namun produktivitas UKM per tenaga kerja hanya sebesar Rp.46 persen dari angkatan kerja.1 juta. Tantangan kedua adalah mendorong perpindahan pekerja dari pekerjaan yang memiliki produktivitas rendah ke pekerjaan yang memiliki produktivitas tinggi. teknologi dan pemasaran. tenaga kerja formal diharapkan memiliki produktivitas tinggi serta memiliki kualifikasi dan kompetensi seuai dengan permintaan pasar kerja. dan masih lemahnya peranan kelompok industri kecil dan menengah sebagai industri pendukung. Keadaan ini menjadi penghambat . pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang banyak menyerap tenaga kerja informal.3 juta. serta peningkatan kualitas pelayanan TKI yang akan bekerja di luar negeri.5 juta lapangan kerja baru. sangat kecil dibandingkan dengan produktivitas usaha besar yang mencapai sebesar Rp. MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DAN AKSES UKM KEPADA SUMBERDAYA PRODUKTIF.4 juta atau 8. antarsektor dan antar daerah. Di sisi lain. Meskipun jumlah lapangan kerja yang tercipta antara Februari 2007-Februari 2008 sangat tinggi yaitu sekitar 4. Tantangan ini berkaitan dengan upaya memberikan kemudahan yang memungkinkan pekerja untuk pindah antar perusahaan. dan keterbatasan kepada akses sumber permodalan. Tantangan ini tidak mudah karena beberapa tahun terakhir.

stok beserta matarantai distribusinya dan sistem pemantauan yang baik dapat menjaga kelancaran pasokan dan meredam terjadinya lonjakan harga bahan pokok secara berarti serta dapat menghindari terjadinya penimbunan dan penyelewengan distribusi yang mengurangi ketersediaannya. tetapi peningkatan akses pangan di tingkat rumah tangga masih perlu terus . meningkatkan kreativitas dan inovasi menjadi tantangan yang perlu untuk diatasi dalam mempercepat pertumbuhan UKM. termasuk terhadap sistem distribusi dan stok bahan pokok Pemerintah dan dunia usaha yang tersebar di berbagai daerah serta belum terdata dan terpantau dengan baik. laut maupun udara. TDL. Meskipun akhir-akhir ini produksi pangan sudah meningkat secara signifikan. baik yang didukung oleh sistem transportasi darat. pertanian dan suku bunga. Ketahanan Pangan dalam negeri dinilai masih rentan karena pertumbuhan produksi pangan khususnya beras masih belum stabil. PENGAMANAN PASOKAN BAHAN POKOK. Permasalahan dan tantangannya adalah meningkatkan penyediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan produksi. maka upaya untuk mendorong swasembada pangan pokok yang sangat rentan terhadap lonjakan harga dan ketersediaan dalam negeri perlu terus ditingkatkan. persaingan dalam memperoleh berbagai sumberdaya produktif juga semakin meningkat yang diiringi dengan pesatnya mobilitas sumberdaya tersebut serta upaya untuk menumbuhkan wirausaha yang berbasis pengetahuan dan teknologi. Akses pangan bagi rumah tangga relatif meningkat yang diindikasikan dengan semakin menurunnya kasus rawan pangan di tingkat rumah tangga. Untuk itu. tetapi permasalahan pangan khususnya masalah distribusi pangan di beberapa lokasi yang terisolir masih saja terjadi. beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat di beberapa daerah. Perkembangan harga bahan pokok yang cepat ini memerlukan pemantauan intensif dan evaluasi seksama. bahkan pada beberapa tahun terakhir rata-rata pertumbuhan produksinya masih lebih rendah dari pertumbuhan penduduk. Selain itu. yang cukup memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.kemajuan UKM dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing produk. Tersedianya basis data tentang pusat-pusat produksi. relatifnya tingginya harga bahan pokok di berbagai daerah yang sulit dijangkau dapat diatasi dengan mempercepat pembangunan dan meningkatkan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun. kebijakan subsidi khususnya BBM. Selanjutnya. Sementara itu. cukup sulit diperoleh dan harganya meningkat tajam. kebijakan tarif ekspor dan impor. ketahanan pangan masyarakat masih belum didukung dengan meningkatnya akses rumah tangga terhadap pangan. PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL. Di samping itu. meningkatkan impor apabila diperlukan dan menyempurnakan sistem distribusi bahan pokok. Dalam tahun 2007 dan awal tahun 2008. upaya stabilisasi harga bahan pokok memerlukan koordinasi kebijakan ekonomi makro seperti sasaran inflasi.

hutan bakau. perikanan. meskipun produksi komoditas pertanian dan perikanan tetap meningkat namun belum memberikan nilai tambah yang memadai untuk masyarakat petani dan nelayan karena kurang berkembangnya industri pertanian. dan kehutanan masih perlu ditingkatkan. serta (3) kerusakan sumber daya pesisir terutama terumbu karang. dan lemahnya pengawasan. Dengan permasalahan pokok tersebut. kebutuhan akan produk hasil hutan terutama kayu . dan kehutanan masih didominasi oleh komoditas bahan baku industri. (2) praktek penangkapan dan budidaya ikan yang tidak menggunakan kaidah keberlanjutan masih sering terjadi. Penurunan kuantitas dan kualitas ini sebagai akibat dari: (1) kegiatan ilegal fishing yang dilakukan oleh kapal asing dan kapal yang tidak memiliki ijin penangkapan. perikanan dan kehutanan dalam negeri yang menyebabkan ekspor komoditas pertanian. upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk pembangunan pertanian. di sisi lain terjadi pula penurunan kuantitas dan kualitas perikanan tangkap. dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tinggi yang berakibat pada frekwensi operasi nelayan melaut. penguatan kemampuan produksi pangan dalam negeri. serta perbaikan diversifikasi pola konsumsi pangan masyarakat merupakan tantangan utama yang dihadapi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. baik di pusat maupun di tingkat daerah. Akibatnya.dilakukan agar kasus rawan pangan di tingkat rumah tangga semakin jarang terjadi. Permasalahan lain yang dihadapi adalah sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran perikanan terutama yang berada di daerah masih belum memadai. Erat kaitannya dengan ketahanan pangan. pemanfaatan industri hasil pertanian juga relatif belum optimal. perbaikan sistem distribusi dan tataniaga pangan. Selain penguasaan teknologi. serta peningkatan biaya pengadaan sarana dan prasarana perikanan baru. Dari sisi kehutanan. peningkatan biaya input pembudidaya ikan/udang. Semenrara itu. kelembagaan. pengembangan sistem insentif yang mampu mempertahankan lahan-lahan produktif dalam memproduksi bahan pangan. Selanjutnya. MENINGKATKAN KUALITAS PERTUMBUHAN PERTANIAN. Masih rendahnya penguasaan teknologi pengolahan produk pertanian berakibat pada rendahnya nilai tambah produk pertanian. perikanan. padang lamun. estuaria. serta belum memadainya kegiatan penyuluhan. peningkatan produksi perikanan masih mengalami beberapa kendala yang disebabkan oleh belum kondusifnya iklim usaha perikanan yang terkait dengan permodalan dan investasi. pendampingan teknologi. PERIKANAN DAN KEHUTANAN. dan pulau-pulau kecil akibat pengaruh limbah yang berasal dari daratan dan eksploitasi manusia yang berlebih juga belum dapat secara optimal ditangani. yang ditunjukkan oleh tingkat utilisasi industri hasil pertanian yang masih sangat rendah.

mengendalikan pembalakan liar dengan penegakan hukum terhadap pelaku dan peningkatan kemampuan polisi hutan. Erat kaitannya dengan ketahanan pangan. peningkatan suhu dan pasang air laut yang ekstrem yang menyebabkan ketidakpastian nelayan untuk melaut. Saat ini perspektif optimalisasi nilai manfaat hutan masih cenderung kepada pemanfaatan hasil hutan kayu yang merupakan sebagian kecil dari nilai manfaat hutan. hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan. perubahan iklim global menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan kekeringan. sedangkan manfaat hutan lainya seperti hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan dengan fungsi sebagai penyedia udara bersih. Tantangan yang dihadapi untuk mengatasi masalah ini diantaranya adalah: (i) melengkapi dan lebih mengakuratkan pendataan dan permodelan iklim regional untuk Indonesia untuk memudahkan para perencana pembangunan dan pelaksana pembangunan mengantisipasi dampak terjadinya perubahan iklim.08 juta ha/tahun sementara itu upaya rehabilitasinya sangat kecil yaitu sekitar 500 . Oleh karena itu sumber-sumber alternative bahan baku kayu bulat untuk industri harus dapat dikembangkan diantaranya melalui pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI). perubahan musim tanam. Saat ini laju degradasi hutan telah mencapai 1. (ii) memperbaiki pengintegrasikan tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan . keanekaragaman hayati.dari tahun ke tahun semakin meningkat akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi oleh kemampuan menghasilkan sumber bahan baku yang dibutuhkan.700 ribu ha/pertahun. sumber daya air dan energi. penyerap karbon. ketimpangan tersebut menyebabkan semakin cepatnya kerusakan hutan dan lahan yang ada. Beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang cukup parah di hampir sebagian besar wilayah. hutan Tanaman Rakyat (HTR). sehingga terdapat kesenjangan yang cukup besar antara kapasitas industri yang ada dengan kemampuan penyediaan bahan baku. meningkatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran serta meningkatkan kelembagaan. Untuk itu. dan penyedia air bersih belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan harus dapat dikembangkan diantaranya melalui peningkatan partisipasi masyarakat di dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu pengembangan jasa lingkungan dan wisata alam serta pengembangan taman nasional model. MENINGKATAN KAPASITAS MITIGAS DAN ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM GLOBAL. Degradasi hutan yang terus menerus terjadi yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan pembalakan liar berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan secara umum. tantangan yang dihadapi adalah mengupayakan rehabilitasi hutan dan lahan secara terus menerus dengan memaksimalkan sumber daya dan dana yang ada.

(3) Harga energi konvensional/BBM yang belum mencerminkan keekonomiannya. serta manajemen transportasi. juga karena . (3) menciptakan kondisi yang mendorong dunia swasta mau berinvestasi dalam penyelenggaraan melalui restrukturisasi perundang-undangan dan peraturan di bidang transportasi serta perbaikan iklim investasi sehingga tidak ada lagi monopoli dalam pelayanan transportasi.iklim temasuk pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah. batubara dan terbarukan) terhambat karena besarnya subsidi BBM. kemampuan dan daya saing sektor rill perlu senantiasa ditingkatkan. krisis listrik belum dapat teratasi. (1) meningkatkan pemanfaatan energi primer non-BBM untuk kepentingan domestik seperri gas bumi. Dari sisi ketenagalistrikan. Di bidang sumber daya air permasalahan dan tantangan pokoknya adalah mengoptimalkan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan industri serta pengendalian daya rusak air. batubara. serta (6) meningkatkan investasi migas. panas bumi dan batubara serta energi baru terbarukan yang masih rendah. jaringan transmisi dan distribusi yang masih rendah. serta (iv) meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam menangani perubahan iklim pengurangan risiko bencana dengan memanfaatkan struktur institusi yang telah ada. serta meningkatan kinerja jaringan irigasi guna memenuhi kebutuhan air usaha tani terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan. Oleh sebab itu. (2) meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan. kelaikan prasarana dan sarana. sehingga pengembangan energi alternatif (gas bumi. meskipun tidak mudah. (4) meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi yang masih rendah. panas bumi. DUKUNGAN PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIlL. dan pengembangan energi termasuk infrastruktur energi. Krisis ini terutama terjadi karena selain masih belum ada sistem ketenagalistrikan nasional untuk menopang peningkatan pembangunan ekonomi secara memadai. (5) Reguiasi yang masih dalam transisi (pembatalan UU Ketenagalistrikan dan penyempurnaan UU Migas). (iii) meningkatkan dan menseragamkan kepedulian dan pemahaman masyarakat dan aparat pemerintah yang masih rendah dan tidak seragam sehingga pembangunan sejalan dengan tujuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pengurangan risiko bencana. (2) menciptakan kondisi agar keselamatan dan keamanan pelayanan transportasi dapat memenuhi standar keselamatan dan keamanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan standar internasional. Permasalahan pokok yang dihadapi pada peningkatan daya saing sektor riil antara lain sebagai berikut. Di bidang transportasi masalah dan tantangan pokok yang dihadapi adalah: (1) meningkatkan jaminan keselamatan dan keamanan transportasi yang antara lain disebabkan oleh lemahnya regulasi dan kelembagaan. Sektor rill merupakan motor penggerak dalam perekonomian. sumber daya manusia (SDM) dan budaya keselamatan. Terkait dengan bidang energi masalah dan tantangan yang dihadapi adalah.

serta tingkat konsumsi BBM yang masih cukup tinggi. di sisi perumahan dan permukiman masalah dan tantangan yang dihadapi adalah masih kurangnya dukungan prasarana-sarana dasar permukiman yang menunjang sektor industri. Dari sisi pos dan telekomunikasi. terbatasnya pengembangan aplikasi dan konten Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lokal. Hal ini tidak mudah karena upaya ini akan dihadapkan pada tantangan tersediri yaitu: (1) sulitnya mencari ketersediaan energi primer yang dibutuhkan seperti batubara dan gas. serta menggeser pola penggunaan layanan pos dan telematika. tingkat pemanfaatan infrastruktur dan layanan pos dan telematika ini disebabkan oleh terbatasnya infrastruktur pos dan telematika yang memadai. (2) sulitnya melakukan pembebasan lahan dan upaya mencapai titik temu kompensasi lahan yang terkena dampak pembangunan fasilitas ketenagalistrikan juga menjadi tantangan yang setiap tahun terus berlanjut. yaitu dari hanya sebagai alat komunikasi (konsumtif) menjadi pencipta peluang usaha (produktif). Selanjutnya. mengingat terbatasnya ketersediaan produksi dalam negeri serta infrastruktur transportasinya. masih belum mengalami perkembangan yang berarti. MENINDAK DAN MENCEGAH TINDAK PIDANA KORUPSI. serta masih perlunya penyempurnaan iklim demokrasi. dan pusat pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan dalam mendukung peningkatan daya saing dalam sektor riil. dan kurangnya dukungan dari industri dalam negeri. Permasalahan dan tantangan yang yang dihadapi dalam rangka pemberantasan korupsi khususnya dalam upaya penindakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi adalah mengoptimalkan penanganan kasus . kawasan pariwisata. tingginya ketergantungan kepada teknologi proprietary. serta (3) keterbatasan dalam pendanaan karena kepercayaan perbankan internasional dalam menyalurkan pendanaannya dalam investasi pembangkit listrik swasta di Indonesia. Di samping berbagai permasalahan dan tantangan pokok yang secara langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu tantangannya adalah mempercepat pembangunan pembangkit listrik non BBM serta mengembangkan jaringan penyalurannya secara tepat waktu. Permasalahan dan tantangan pokok tersebut diantaranya adalah masih perlunya berbagai upaya untuk menekan tindak pidana korupsi. dalam tahun 2009 masih harus dihadapi berbagai permasalahan dan tantangan pokok yang terkait dengan hal-hal yang tidak secara langsung terkait dengan kesejahteraan rakyat. rendahnya e-literasi.kurang efisiennya sistem dan pengelolaannya. keterbatasan ketersediaan pelayanan publik. permasalahan dan tantangan yang dihadapi adalah meningkatkan tingkat pemanfaatan infrastruktur dan layanan pos dan telematika yang masih rendah dalam menciptakan peluang ekonomi. perdagangan.

korupsi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kesan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. baik itu yang berada di KPK maupun Kejaksaan. pengadaan barang dan jasa. serta pajak. Masing-masing kementrian/lembaga diharapkan dapat segera menyusun Rencana Aksi Instansi (RAI) PK dan level pemerintah daerah dapat segera ditetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) PK. perlu ada upaya untuk meningkatkan pelaksanaan RAN PK baik pada level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Meskipun Indonesia telah meratifikasi UNCAC (United Nation Convention Against Corruption) melalui Undang-undang No. LSM dan Perguruan Tinggi. dalam kaitannya . Peraturan perundang-undangan untuk mendorong pemberantasan korupsi di Indnonesia masih sangat terbatas dan perlu disempurnakan. 7 Tahun 2006. Oleh karena keterbatasan sumber daya yang tersedia. Oleh sebab itu budaya permisif dari masyarakat terhadap perilaku korupsi harus dapat dihilangkan agar fungsi pengawasan dari masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dapat terlaksana dengan baik. Keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya tergantung dalam hal penanganan kasus korupsi oleh aparat penegak hukum saja akan tetapi juga perlu adanya dukungan dari masyarakat luas dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi. MENYEMPURNAKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN UNTUK MENDORONG UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI. menyebabkan penanganannyapun memerlukan kerja keras dari aparat penegak hukum. telah dikeluarkan Inpres No. maka penanganan kasus korupsi dilakukan dengan melalui penentuan prioritas khususnya kasus-kasus korupsi yang menarik perhatian masyarakat. untuk menghindari adanya kesan diskriminasi dalam hal penanganan kasus korupsi maka perlu dilakukan upaya penentuan prioritas kasus yang ditangani dengan lebih akuntabel. Banyaknya praktek korupsi yang terjadi hampir pada semua bidang. terutama untuk beberapa isu yang menjadi perhatian dalam penyusunan RAN PK dan RAD PK seperti perijinan di bidang investasi. Keadaan inilah yang antara lain menyebabkan adanya kesan tebang pilih dalam hal penanganan kasus korupsi yang ada pada saat ini. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi yang kemudian diimplementasikan dalam Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PK) 2004-2009 sebagai Living Document yang disusun oleh 92 instansi Pemerintah. Oleh sebab itu. Namun demikian pelaksanaan RAN PK pada ringkat kementrian/lembaga maupun RAD PK pada beberapa daerah belum dilaksanakan secara efektif. namun langkah-langkah tindak lanjut dan ratifikasi tersebut belum dilakukan secara optimal. Oleh sebab itu. Pemberantasan korupsi harus mengikutsertakan semua lapisan masyarakat yang ada. Selain itu. penyelenggaraan pelayanan system administrasi manunggal satu atap (samsat). pertanahan. Dalam upaya untuk mempercepat pemberantasan korupsi. MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI.

dengan perlindungan saksi dan korban dan keterbukaan informasi publik. (5) masih belum memadainya kompetensi aparat pemerintah di daerah dalam penerapan SPM. dalam pelaksanaan reformasi birokrasi masih dihadapi berbagai permasalahan yang sekaligus menjadi tantangan yang harus dapat diatasi untuk memantapkan peran institusi pemerintah. (2) masih belum optimalnya pelayanan publik di bidang investasi. Namun demikian. perpajakan dan kepabeanan dan pengadaan barang dan jasa publik/pemerintah. Oleh sebab itu upaya untuk menyempurnakan peraturan perundang-undangan harus dapat dilakukan. serta memberikan dukungan pada peningkatan pelayanan dasar dan pelayanan publik. beberapa peraturan pelaksanaan dalam undang-undang nasional belum lengkap sehingga menyebabkan masih adanya hambatan keterlibatan masyarakat dalam proses pemberantasan korupsi. Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi diperlukan langkah-langkah yang secara bertahap semakin memantapkan peran institusi birokrasi pemerintah agar mampu berkontribusi dalam mendorong keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional khususnya turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bidang lainnya. maka pemerintah harus melakukan penyesuaian hukum nasional dengan prinsip-prinsip UNCAC. Beberapa permasalahan yang dihadapi di bidang pelayanan publik. MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK. (3) belum dikembangkannya secara maksimal sistem pelayanan informasi dan perizinan penanaman modal terpadu satu pintu secara on line di daerah (provinsi dan kabupaten/kota). Sebagai upaya tindak lanjut keanggotaan Indonesia dalam UNCAC tersebut. 6 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal. sebagai penjabaran PP No 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan SPM dan Permendagri No. (4) belum efektif dan efisiennya pelayanan publik kepada masyarakat karena belum adanya Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang sudah disahkan. 79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian SPM. Belum adanya peraturan pelaksanaan yang mengatur mengenai mekanisme yang transparan dalam pengembalian aset negara yang dikorupsi serta lembaga yang menanganinya juga menghambat pengembalian aset negara yang dikorupsi. serta Permendagri No. diantaranya: (1) belum selesainya proses pembahasan RUU Pelayanan Publik yang merupakan landasan hukum dan kebijakan pelayanan publik secara lebih komprehensif. (6) masih rendahnya kapasitas pemerintah daerah kabupaten/kota dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik untuk pelayanan penduduk perkotaan akibat pesatnya pertambahan penduduk yang harus dilayani. (7) belum meratanya penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik pada instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah. dan (8) belum terintegrasinya sistem koneksi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem informasi Kementerian/Lembaga karena masih terbatasnya dukungan .

Dengan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas. MENINGKATAN KINERJA DAN KESEJAHTERAAN PNS. Oleh sebab itu. perpajakan dan kepabeanan. tantangan pokok yang dihadapi. tantangan yang dihadapi pada tahun 2009 adalah (i) menyempurnakan sistem diklat. diantaranya adalah: (1) disahkannya UU Pelayanan Publik dan dilanjutkan dengan sosialisasi secara luas kepada masyarakat dan penyusunan peraturan pelaksanaannnya. maka tantangan bagi pemerintah adalah menentukan langkah-langkah kebijakan yang efektif dan terfokus. (4) meningkatkan kapasitas aparat pemerintahan daerah dalam penerapan standar pelayanan minimal (SPM). Dalam upaya peningkatan kinerja dan kesejahteraan aparatur negara khususnya PNS. layak dan berbasis kinerja. khususnya dari sisi kurikulum dan strategi pembelajarannya. dalam rangka peningkatan kinerja dan kesejahteraan PNS. Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. dan (7) mengintegrasikan sistem koneksi nomor induk kependudukan antar instansi terkait sebagai basis data pelayanan publik khususnya pelayanan administrasi kependudukan. (2) kenaikan remunerasi bagi PNS termasuk anggota TNI dan POLRI selama ini masih terbatas pada penambahan penghasilan. pengadaan barang dan jasa. (5) meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik melalui penyusunan standar pelayanan perkotaan (SPP). transportasi. termasuk membangun Unit Pelayanan Investasi Terpadu di daerah dan mengimplementasikan National Single Window (NSW). serta mengembangkan sistem pelayanan informasi dan perizinan penanaman modal terpadu satu pintu secara on-line di daerah. kurikulum dan . (3) menyusun dan menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) untuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dalam rangka memantapkan pelaksanaan pendelegasian kewenangan urusan pemerintahan kepada pemerintah daerah. Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan ujung tombak dalam menyediakan pelayanan pada masyarakat yang perlu ditingkatkan kinerja dan kesejahteraannya. belum mempertimbangkan penyempurnaan struktur penggajian secara adil.dana dari pemerintah promosi dan kabupaten/kota dalam penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan masih perlu ditingkatkannya keakuratan atau validitas data kependudukan nasional. (2) menyempurnakan dan mengembangkan manajemen pelayanan publik khususnya di bidang investasi. baik diklat struktural maupun fungsional. permasalahan yang dihadapi antara lain : (1) sistem pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi PNS. (6) melakukan optimalisasi dan perluasan penggunaan teknologi informasi dalam pemberian pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. (3) UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian perlu disempurnakan sejalan dengan perkembangan kebijakan di bidang penyelenggaraan negara dan tuntutan penataan sumber daya manusia aparatur secara lebih terpadu. dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan profesionalisme PNS dan peningkatan kinerja birokrasi pemerintah.

sejalan dengan adanya kewajiban setiap instansi pemerintah harus memiliki key performance indicator (KPI)/Indikator Kinerja Utama (IKU). sehingga menimbulkan penilaian publik bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi masih bersifat parsial. tantangan dalam penataan kelembagaan. dan (2) mengurangi tumpang tindih fungsi lembaga quasi birokrasi/lembaga non struktural menuju terwujudnya efektifitas dan efisiensi kinerja birokrasi. Dalam hal ini secara terperinci tantangan yang dihadapi diantaranya adalah sebagai berikut : (1) menerapkan manajemen berbasis kinerja pada lingkungan instansi pemerintah guna meningkatkan akuntabilitas kinerja organisasi. dan (iii) melakukan penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kepegawaian khususnya UU No 43/1999. kedudukan dan fungsi. dan (3) mengembangkan sistem pengawasan nasional untuk mensinergikan pengawasan internal. eksternal. sehingga berpotensi pada in-efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. yang mencerminkan sistem reward and punishment yang adil. ketatalaksanaan dan pengawasan aparatur negara adalah memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah pusat dan daerah. Oleh sebab itu. dan masyarakat guna menjamin kualitas dan kinerja penyelenggaraan kepemerintahan. MENINGKATKAN PENATAAN KELEMBAGAAN. dengan berpedoman pada rencana induk (grand design) reformasi birokrasi dan pedoman-pedoman terkait lainnya. sebagai pedoman bagi peningkatan kinerja dan profesionalisme birokrasi pemerintah. antara lain: (1) pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah. kinerja program dan individu pegawai. agar lebih efektif dan mendukung fungsi-fungsi pemerintahan dan pembangunan.pengembangan strategi pembelajaran untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja dan profesionalisme PNS. (2) masih perlu ditingkatkannya pemahaman aparat pemerintah tentang pelaksanaan sistem manajemen kinerja instansi pemerintah. Pemantapan demokrasi pada tahun 2009 diperkirakan masih menghadapi sejumlah permasalahan . beberapa permasalahan yang masih dihadapi di bidang ini. (ii) mengembangkan sistem remunerasi pegawai negeri sipil termasuk juga bagi TNI dan POLRI. dan pengawasan aparatur negara masih perlu dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pembangunan di berbagai bidang secara efektif dan efisien. ketatalaksanaan. (3) kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan instansi pemerintah masih ditandai tumpang tindih kewenangan. layak dan berbasis kinerja. Secara lebih rinci. MEMPERKUAT LEMBAGA PENYELENGGARAAN PEMILU DAN MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT DALAM PEMILU 2009. Di sisi kelembagaan. (4) perlunya diupayakannya sinergistas pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan di lingkungan instansi pemerintah. terbatas dan belum fokus. KETATALAKSANAAN DAN PENGAWASAN APARATUR NEGARA. belum didasarkan atas road map atau grand design yang sifatnya komprehensif.

Tindak kejahatan transnasional di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah-wilayah perbatasan masih cukup tinggi seperti narkoba. penyeludupan manusia atau senjata. Pada Pemilu 2009 partisipasi politik diharapkan makin aktif berdasarkan kesadaran politik warga yang lebih tinggi. transparansi dan akuntabilitas kelembagaan penyelenggara pemilu perlu diingkatkan agar mampu bekerja secara lebih profesional. Oleh karena itulah kapasitas. ilegal fishing. juga berakibat pada kapabilitas TNI dan Polri dalam melaksanakan kegiatan tanggap darurat akibat bencana alam. Kemampuan pertahanan nasional belum dapat memberikan efek detterence/penangkal. mengingat waktu yang tersisa menjelang pelaksanaan pemilu cukup terbatas. ilegal logging. bahkan belum mampu memenuhi kekuatan dan gelar minimum essential forces. saat ini dihadapkan pada masalah mendasar. belum tuntasnya penanganan pelaku dan jaringan terorisme yang beroperasi di Indonesia serta belum meredanya aksi-aksi terorisme skala regional maupun global berpeluang meningkatkan aksi-aksi terorisme di dalam negeri terutama dalam menghadapi Pemilu 2009. Di lain pihak tantangan KPU untuk memenuhi jadwal pelaksanaan pemilu dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pemilu juga tidak kecil. Di satu pihak masyarakat sangat mengharapkan terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil sehingga dapat mencerminkan secara jernih aspirasi politik rakyat. Tantangan lain adalah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung ketersediaan dan distribusi logistik pemilu tepat waktu dan tepat lokasi. MEMANTAPKAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. . MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMILU 2009. TNI sebagai kekuatan utama kemampuan pertahanan dan Polri sebagai komponen dasar keamanan dan ketertiban masyarakat. serta dukungan sarana dan prasarana bagi penyelenggaraan pemilu. Di samping itu. Kekurangan jumlah dan ketidaksiapan alutsista TNI dan Alut Polri ini selain berakibat pada melemahnya efek penggentar (deterent effect) yang merupakan pendukung upaya diplomasi. Permasalahan dalam mendukung efektifitas pemilu terkait dengan keterbatasan waktu mempersiapkan berbagai proses tahapan akhir penyelenggaraan Pemilu 2009. Oleh karena itu. tidak berdasarkan mobilisasi kelompok masyarakat.dan tantangan. yaitu jumlah peralatan pertahanan terutama alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan alat utama (alut) Polri yang tidak mencukupi dengan kondisi mayoritas peralatan yang usang secara umur dan teknologi. bersih dan efisien. Keadaan yang tidak memadai pun terjadi pada alat utama Polri. Kondisi tersebut diperburuk oleh kesiapan alutsista yang secara rata-rata hanya mencapai 45 persen dari yang dimiliki. tantangan bagi pemerintah adalah meningkatkan efektifitas koordinasi antar lembaga untuk memastikan keseluruhan persiapan dukungan Pemilu 2009 dapat dilaksanakan tepat waktu.

aparatur negara. kampanye. meningkatkan upaya penangkapan pelaku utama dan jaringan terorisme di Indonesia.Pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan. sosial. . tantangan mewujudkan Pemilu tahun 2009 yang berkualitas. Namun hal ini dapat menjadi hal yang kontraproduktif terhadap stabilitas keamanan dalam negeri dan jalannya proses Pemilu tahun 2009. dan mengupayakan pengamanan rangkaian proses pemilu 2009.Pengarusutamaan partisipasi masyarakat. proses pemungutan dan perhitungan suara. Pembangunan Berkelanjutan adalah proses pembangunan yang bermanfaat tidak hanya untuk generasi sekarang. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu tahun 2009. tema pembangunan pada tahun 2009 adalah: "PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN" Di dalam melaksanakan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah ini. Pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan harus mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam arti luas. B. Lingkungan hidup yang . tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan pembangunan generasi berikutnya. TEMA PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009 DAN PENGARUSUTAMAAN Berdasarkan kemajuan yang dicapai dalam tahun 2007 dan perkiraan 2008. yaitu: . dalam lingkungan yang saling menunjang dan terkait. serta tantangan yang dihadapi tahun 2008. jujur dan demokratis adalah tercapainya stabilitas umum keamanaan dalam negeri dan terpenuhinya upaya-upaya khusus dalam mengamankan seluruh rangkaian proses pemilu dari masa persiapan. Para jajaran pengelola kegiatan pembangunan dituntut peka terhadap aspirasi masyarakat. Dengan demikian akan tumbuh rasa memiliki yang pada gilirannya mendorong masyarakat berpartisipasi aktif. Prinsip pembangunan berkelanjutan mencakup tiga tiang utama pembangunan yaitu ekonomi. Oleh karena itu. mencegah tindak kejahatan lintas negara khususnya di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah-wilayah perbatasan yang relatif masih cukup tinggi termasuk mencegah terjadinya demand dan supply narkoba. Dengan demikian tantangan yang dihadapi untuk memecahkan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas adalah: mewujudkan kapasitas alutsista pertahanan dan keamanan skala minimum essential force guna mampu menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan termasuk dalam hal memberikan dukungan pencegahan dan penanggulangan terorisme. terdapat 6 (enam) prinsip-prinsip pengarusutamaan menjadi landasan operasional bagi seluruh.Saat ini pemahaman politik masyarakat sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan masa Pemilu tahun 2004. apabila kurang disertai oleh kedewasaan sikap politik masyarakat.

serta eksploitasi sumber daya alam yang melebihi daya dukung lingkungan akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang.lestari merupakan modal dasir pembangunan untuk mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup yang tinggi bagi masyarakat. Pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlanjut mutlak harus mempertimbangkan upaya pelestarian sumber daya alam dan daya dukung lingkungannya. Pelaksanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan tidak memperhitungkan dampak terhadap lingkungan. Tata kepemerintahan yang baik melibatkan tiga pilar yaitu penyelenggara negara termasuk pemerintah. Ketiga unsur tersebut harus bersinergi untuk membangun tata kepemerintahan yang baik di lembaga-lembaga penyelenggara negara (good public governance). dan terbentuknya birokrasi pemerintahan yang professional dan berkinerja tinggi. Penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan akan menyelesaikan berbagai masalah secara efisien dan efektif serta mendorong percepatan keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. dan kontrol. . serta memperoleh manfaat dari pembangunan yang adil dan setara. kesempatan. maka diperlukan pemihakan dalam berbagai aspek pembangunan oleh seluruh sektor terkait secara terpadu untuk percepatan pembangunan daerah-daerah tertinggal . Terbangunnya tata kepemerintahan yang baik tercermin dari berkurangnya tingkat korupsi. Pelaksanaan kegiatan pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia secara merata. .Pengarusutamaan gender. Tata kepemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan negara mencakup lembaga eksekutif. . dan memiliki akses. Pada dasarnya hak asasi manusia tidak membedakan perempuan dan laki-laki. dan masyarakat.Pengarusutamaan tata pengelolaan yang baik (good governance). dunia usaha. termasuk upaya yang mendukung terhadap antisipasi mitigasi dan adaptasi terhadap perobahan iklim dan pengurangan risiko bencana perlu diintegrasikan kedalam kegiatan prioritas pembangunan nasional terutama pada sektor-sektor pembangunan yang langsung terkait. Oleh karena masih signifikannya perbedaan pembangunan antara daerah yang sudah relatif maju dengan daerah lainnya yang relatif masih tertinggal. Perempuan dan laki-laki menjadi mitra sejajar. Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi perlu terus dilanjutkan secara konsisten. ditujukan untuk mengurangi kesenjangan gender di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. legislatif dan yudikatif. dunia usaha (good corporate governance) dan berbagai kegiatan masyarakat. Untuk itu pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan pada kegiatan-kegiatan pembangunan. makin banyaknya keberhasilan pembangunan di berbagai bidang.Pengarusutamaan pengurangan kesenjangan antarwilayah dan percepatan pembangunan daerah tertinggal. Strategi pengarusutamaan gender.

fasilitas air bersih. . I.PERCEPATAN PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS DENGAN MEMPERKUAT DAYA TAHAN EKONOMI YANG DI DUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN. maka prioritas pembangunan nasional pada tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. Program padat karya produktif dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran. PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2009 Berdasarkan sasaran yang harus dicapai dalam RPJM Tahun 2004 -2009. serta berbagai masalah dan tantangan pokok yang harus dipecahkan dan dihadapi pada tahun 2009. Melalui program ini mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan penghasilan (income generating). dan secara teknis dan administrasi kegiatan ini harus dapat dipertanggungjawabkan.PENINGKATAN UPAYA ANTI KORUPSI. fasilitas sanitasi. . kemajuan yang dicapai dalam tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008. maka kegiatan pembangunan akan lebih berdayaguna dan berhasilguna melalui pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah termasuk pendesentralisasian pelayanan-pelayanan kementerian/lembaga yang sebenarnya sudah dapat dan layak dikelola oleh daerah. PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM NEGERI.Pengarusutamaan desentralisasi dan otonomi daerah.PENINGKATAN PELAYANAN DASAR DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN. fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut. C. maka peran Pemerintah Daerah perlu terus semakin ditingkatkan. dan lokasi yang dipilih. jumlah. SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI. Sejalan dengan itu. Penetapan kelompok sasaran.Pengarusutamaan padat karya. dan masalah kemiskinan sementara (transient poverty). Prioritas pembangunan tahun 2009 ini ditempuh dengan sasaran. Sasaran pemanfaatan program ini adalah penduduk miskin yang untuk sementara waktu sedang menganggur atau setengah menganggur. INFRASTRUKTUR. Mengingat kegiatan pembangunan lebih banyak dilakukan di tingkat daerah. Lapangan pekerjaan produktif dalam skema ini adalah pekerjaan manual di bidang pembangunan prasarana seperti jalan. 2. guna lebih mendekatkan pelayanan dan hasil-hasil pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. yang sekaligus dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. jembatan. jenis kegiatan.PENINGKATAN PELAYANAN DASAR DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN .termasuk kawasan perbatasan. dan lain-lain. setengah penganggur. REFORMASI BIROKRASI. Mekanisme sistem penyaluran dan dari pengelolaannya akan dilakukan secara transparan. DAN ENERGI. serta penentuan upah dalam pekerjaan yang dirancang di bawah upah minimum yang berlaku di daerah tersebut. 3.

5. 5.Meningkatnya perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. meningkatnya APK jenjang SMP/MTs/Paket B setara SMP menjadi 98. PNPM Mandiri: (i) mencakup seluruh kecamatan baik di perdesaan maupun di perkotaan. dan meningkatnya APS penduduk usia 13-15 tahun menjadi 96.34 persen.00 persen.Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal (K4) menjadi 90 persen.Meningkatnya kesejahteraan masyarakat.Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan dasar yang diukur dengan meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) jenjang SD termasuk SDLB/MI/Paket A setara SD menjadi 115.00 persen. khususnya masyarakat miskin. sosial dan budaya pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir. 3. dan . 4.76 persen dan 95.Menurunnya angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas menjadi 5. 3. antara penduduk kaya dan penduduk miskin.Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang diukur dengan meningkatnya APK jenjang SMA/SMK/MA/Paket C setara SMA menjadi 69. 2.Meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antarkelompok masyarakat termasuk antara perkotaan dan perdesaan. 2. bersamaan dengan makin berkembangnya budaya baca. dan meningkatnya APK jenjang pendidikan tinggi menjadi 18.57 persen.Tersedianya subsidi beras bagi masyarakat miskin (Raskin).Meningkatnya pemberdayaan ekonomi. 3.Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menjadi 87 persen. Kesehatan 1. Pendidikan 1.64 persen. (ii) meningkatnya harmonisasi program PNPM Penguatan ke dalam PNPM Mandiri.Terlaksananya program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. antara daerah maju dan daerah tertinggal.Terselenggaranya penguatan kelembagaan ekonomi.Meningkatnya proporsi pendidik yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan standar kompetensi yang disyaratkan.Tersedianya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ekonomi Usaha Rakyat 1. 2. meningkatnya angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun menjadi 99. 2. serta meningkatnya kesejahteraan pendidik.09 persen.00 persen. serta antara penduduk laki-laki dan perempuan. 4. sehingga diharapkan angka kemiskinan dapat diturunkan menjadi 12-14 persen.SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan pada tahun 2009 adalah sebagai berikut: Kemiskinan 1.Meningkatnya pengembangan agroindustri perdesaan.

Merungkatnya persentase balita yang mendapatkan Vitamin A mencapai 80 persen. 15. 14.Menurunnya Case Fatality Rate diare saat KLB mencakup < 1. 8.cakupan kunjungan neonatus (KN) menjadi 87 persen dan cakupan kunjungan bayi menjadi 87 persen.Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe menjadi 90 persen.Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dalam rangka cara pembuatan obat yang baik (CPOB) menjadi 45 persen.Meningkatnya persentase penderita flu burung yang ditemukan dan ditangani menjadi 100 persen. persentase rumah sakit yang melaksanakan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK) menjadi 75 persen.Meningkatnya persentase bayi yang mendapat ASI Eksklusif menjadi 80 persen.Menurunnya Total Fertility Rate (TFR) menjadi sekitar 2. 4. 18. .Tersedianya jumlah tenaga kesehatan dan kader kesehatan di 26. 9.Meningkatnya jumlah peserta KB Aktif (PA) menjadi sekitar 30. 19. 7. meningkatnya persentase rumah sakit yang terakreditasi menjadi 75 persen. 17. 20.Meningkatnya Case Detection Rate TB mencakup > 70 persen.740 orang dan 300 orang senior residen yang didayagunakan.000 desa siaga.1 juta peserta.Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita.Tersedianyan dokter spesialis yang dididik sebanyak 1. 5.Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III Rumah Sakit dan pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di puskesmas dan jaringannya menjadi 100 persen.2 persen.Meningkatnya persentase penderita demam berdarah (DBD) yang ditemukan dan ditangani menjadi 100 persen.Terlaksananya pengujian sampel obat dan makanan sebanyak 97 ribu sampel.16 per wanita.Meningkatnya angka penemuan Acute Flaccid Paralysis menjadi ≥ 2 per 100 ribu anak usia kurang dari 15 tahun. Keluarga Berencana 1. 11. 10. 13. 16. 2. 3.Meningkatnya persentase orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ditemukan dan mendapat pertolongan Anti Retroviral Treatment (ART) menjadi 100 persen. 12. 6.Meningkatnya persentase penderita malaria yang ditemukan dan diobati menjadi 100 persen.Meningkatnya persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) menjadi 98 persen.Meningkatnya persentase rumah sakit yang memiliki pelayanan gawat darurat yang memenuhi standar mutu menjadi 90 persen.

Meningkatnya usia kawin pertama perempuan menjadi sekitar 21 tahun. surya.6 persen dari peserta KB aktif.Terbangunnya pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku 2. dan 12. 7.Menurunnya unmet-need menjadi sekitar 6. 8.9 juta peserta. 6. angin.0 juta peserta.Meningkatnya peserta KB Pria menjadi sekitar 3. Energi 1.5 juta.3 juta keluarga Sumber Daya Air 1. daerah terpencil.Terlayaninya peserta KB Baru (PB) sekitar 6. melalui peningkatan pemanfaatan sumber energi setempat yang terbarukan (mikro hidro. pemberian subsidi operasi keperintisan dan penyediaan kompensasi untuk public service obligation (PSO).0 juta.Meningkatnya keluarga balita yang aktif melakukan pembinaan tumbuh kembang anak melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) menjadi 2. termasuk penyediaan angkutan massal. 11.Pemenuhan kebutuhan energi terutama di perdesaan dan pulau-pulau terpencil untuk masa datang dalam jumlah yang memadai dan berkesinambungan.Meningkatnya jumlah keluarga remaja yang aktif mengikuti kegiatan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) menjadi 1. Terbangunnya tampungan untuk air baku 3. pedalaman dan kawasan perbatasan.Optimalnya fungsi sarana/prasarana pengendali banjir dan prasarana pengaman pantai Transportasi 1.Meningkatnya jumlah keluarga lansia yang aktif mengikuti kegiatan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi 1.Terlayaninya peserta KB baru dari keluarga miskin Keluarga Pra Sejahtera/KPS dan Keluarga Sejahtera I/KS 1) sekitar 2.3.Optimalnya fungsi tampungan. 10. 9. dan bahan bakar nabati) beserta kelembagaannya untuk menjamin keberlanjutan pembangunan.4 persen dari seluruh Pasangan Usia Subur (PUS). 4. 5.Terbangunnya dan optimalnya prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan 5. prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku 4. .9 juta.1 juta. perdesaan.Terbinanya peserta KB aktif miskin (KPS dan KSI) sekitar 12. serta pulau-pulau kecil dan pulau terluar dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dan mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional.Meningkatnya jumlah keluarga pra-sejahtera dan KS I anggota Usaha Penigkatatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang aktif berusaha menjadi sekitar 1.Meningkatnya aksesibilitas pelayanan transportasi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat melalui pembangunan prasarana dan penyediaan sarana angkutan transportasi di wilayah perkotaan.

fasilitasi dan stimulasi pembangunan baru.Tertatanya struktur penguasaan tanah yang adil dan mendukung perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penataan penguasaan. layanan telekomunikasi di 100% wilayah USO. siaran televisi di 19 provinsi wilayah blank spot dan perbatasan. 3.Meningkatnya pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk menunjang kawasan ekonomi dan pariwisata melalui pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan pada kawasan strategis. fasilitasi pembangunan dan perbaikan perumahan swadaya.Ketenagalistrikan 1. Perumahan dan Permukiman 1. skala regional dan sistem terpusat. 4.Meningkatkan penyediaan hunian sewa/milik yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembangunan rumah susun sederhana sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya.Meningkatnya kapasitas aparatur Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam pembangunan kawasan perdesaan. Pos dan Telematika 1. perbaikan rumah. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) yang berkeadilan dan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah.Meningkatnya cakupan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan (air limbah.Meningkatnya kepastian hukum hak atas tanah masyarakat melalui percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah terutama untuk membuka akses masyarakat miskin terhadap pemilikan sertifikat. desa tradisional. serta peningkatan kualitas lingkungan perumahan.Berkembangnya partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai wilayah dalam pengembangan ketenagalistrikan di daerah khususnya untuk pengembangan listrik perdesaan. pemilikan. 2.Meningkatnya rasio elektrifikasi menjadi sebesar 65 persen dan rasio elektrifikasi perdesaan menjadi sebesar 94 persen 2. Pertanahan 1. dan desa eks-transmigrasi.Meningkatnya kemampuan swadaya masyarakat dalam mengelola sistem ketenagalistrikan didaerahnya.: . penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah susun sederhana (RSH) dan rumah susun. 2.Meningkatnya penggunaan produksi listrik di wilayah perdesaan yang menggunakan energi terbarukan setempat. desa nelayan.Terfasilitasinya penguatan kelembagaan dan pemantauan unit pengaduan masyarakat.Tersedianya layanan pos di 93% kantor pos cabang luar kota. serta 3. dan penyediaan prasarana-sarana dasar di permukiman kumuh. 2. persampahan dan drainage) melalui pembangunan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat. Kelembagaan Masyarakat dan Pemerintah Desa 1.

miskin.25 juta jiwa. 10 provinsi & 50 kab/kota. k)Beasiswa untuk siswa miskin SMK dengan target 512.000 RTSM di 13 provinsi. b)Penyempurnaan Pelaksanaan Bantuan Tunai Bagi Rumah Tangga Sangat Miskin yang Memenuhi Persyaratan dengan target 750. e)Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan/ Anak (P2TP2A) dengan target terlaksananya fasilitasi pembentukan P2TP2A di 40 kab/kota.231 mahasiswa. 1)Beasiswa untuk Siswa Miskin MA dengan target 320. korban bencana sosial 350.320 korban napza. Lanjut Usia dan Penyandang Cacat dengan target layanan terhadap 50.922 siswa. yang didukung dengan peningkatan pelayanan dan infrastruktur dasar.000 KK di 33 provinsi. . t)Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SMP dengan target 998.4 juta penduduk miskin. o)Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin di kelas III Rumah sakit dengan target 76. c)Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar Bagi Anak.800 siswa. i)Beasiswa untuk Siswa Miskin MTs dengan target 540.Pembangunan dan Penyempurnaan Sistem Perlindungan Sosial Khususnya Bagi Masyarakat Miskin a)Penyempurnaan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Sosial dengan target bantuan kepada korban bencana alam 5. dan 5. FOKUS.3.000 siswa. n)Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin di Perguran Tinggi Agama dengan target 65 ribu orang.200 siswa.796.000 anak. h)Beasiswa untuk Siswa Miskin MI dengan target 640.Meningkatnya pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat desa. pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi usaha rakyat.000 jiwa dan Bahan Bangunan Rumah (BRR) 12. 4.060 tuna sosial. ARAH KEBIJAKAN.000 siswa. 3. g)Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD dengan target 1.000 siswa.078 siswa. d)Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anak (PUA) dengan target PUG di 18 K/L. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran tersebut ditempuh arah kebijakan yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu: perlindungan sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat . 11.086 penyandang cacat di 33 Provinsi. 14. m)Penyediaan Beasiswa Untuk Mahasiswa Miskin dan Peningkatan Prestasi Akademik.Meningkatnya kelembagaan pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan. Arah kebijakan untuk mencapai sasaran di atas ditempuh melalui berbagai program pembangunan dengan fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut: Fokus 1. Serta Bantuan Belajar dan Daerah Konflik dan Bencana dengan target 249.500 lanjut usia terlantar. j)Beasiswa untuk siswa miskin SMA dengan target 387.

072 kecamatan.000 ha. f)Penanganan Rehab dan Rekonstruksi Rumah Pasca Gempa Bumi di Provinsi DIY & Jateng dengan target terlaksananya Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Provinsi Yogyakarta dan Jateng. Balai Subak 20 unit. Pengembangan SRI 50 paket. IDB. q)Pembiayaan jaminan kesehatan dengan target 100 persen klaim pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terverifikasi. Fokus 2. serta ayoman melalui perluasan akses dan peningkatan kualitas pelayanan KB.000 ha. peral bun 4. irigasi tanah dangkal 400 unit. PNPM) dengan target pemberdayaan di 237 kecamatan. PLTB di lahan rawa 500 ha.000 bdg. JUT 470 km. Sumur resapan 450 unit. Konservasi lahan 500 ha. t)Penyediaan Bantuan Langsung Tunai dengan target rumah tangga sasaran yang mencakup Rumah Tangga Sangat Miskin. PISP.000 ha.500 ha. c)Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (RISE. pengembangan HMT 3. r)Jaminan Pelayanan KB Berkualitas Bagi Rakyat Miskin dengan target tersedianya Alokon dan pelayanan Kontap gratis bagi 916. jalan produksi 300 km. . dan Rumah Tangga Hampir Miskin di 33 provinsi. pendampingan cetak sawah 25 kab. d)Peningkatan Infrastruktur Pedesaan Skala Komunitas (PPIP /RIS-PNPM) dengan target pemberdayaan di 3. PHLN (WISMP. pengembangan dampak SRI 50 unit. e)Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Perkotaan dengan target 285 kelurahan di 32 kab/kota.p)Pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya dengan target seluruh penduduk yang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya.000 ha. pembukaan lahan kering 2. TAM 20. padang pengembalaan 500 ha. sebanyak 20 kg per RTM selama 12 bulan. embung 200 unit. DRIP IRRIGATION) 6 paket. MOP/MOW) dan 9. Konservasi DAS 15. irr tanah dalam 50 unit. g)Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian dengan target JITUT 70. kondom).200 desa.886 kecamatan (BLM & T/A).589.500 ha. POST TSUNAMI. pompa hydram 8 unit. pil. b)Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PNPM Perkotaan) dengan target pemberdayaan di 1.900 PB Miskin (Implant.000 ha. Irigasi air permukaan 205 unit. fasilitasi sertifikasi lahan petani 25. s)Penyediaan Subsidi Beras untuk Masyarakat Miskin (Raskin) dengan target penyediaan beras untuk 19.700 PA Miskin (suntik. Rumah Tangga Miskin. irr bertekanan 135 unit.1 juta masyarakat miskin. JIDES 40.500 ha. peral horti 3. NTB-WRMP.500 ha. IUD. cetak sawah 25.000 ha.000 ha.Penyempurnaan dan Perluasan Cakupan Program Pembangunan Berbasis Masyarakat a)Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan PNPM Perdesaan dengan Kecamatan Grant (PNPM Perdesaan) dengan target pemberdayaan di 2. Reklamasi lahan 4. Optimalisasi lahan 21.

000 Koperasi/LKM. pengembangan LM3 Peternakan 340 klp. e)Pelatihan Fasilitator Budaya/Motivasi Usaha dan Teknis Manajeman Usaha Mikro Melalui Koperasi dengan target 1. fakir miskin melalui keterampilan usaha dan pemberdayaan KAT dengan target 101. LM3 kambing/domba 53 klp dan SDM 250 klp. j)Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus dengan target pemberdayaan masyarakat di 32 kabupaten tertinggal.000 desa. Fokus 3.480 kelompok masyarakat.700 UMI.000 koperasi.150 KK komunitas adat terpencil.000 UMi/3. f)Pembinaan Sentra-Sentra Produksi UMKM di Daerah Terisolir dan Tertinggal/Perbatasan dengan target 60 sentra/1.234 KK fakir miskin.850 unit PLTS di 952 desa tertinggal. 12.565 keluarga muda mandiri di 33 provinsi. l)Percepatan Pembangunan Sosial Ekonomi Daerah Tertinggal (P2SEDT) dengan target 14. k)Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (P2IPDT) dengan target penyediaan prasarana perdesaan di 800 desa tertinggal di 148 kabupaten. 29. m)Pemberdayaan keluarga. dan fasilitasi 150 LM3 pengolahan dan pemasaran hasil. g)Fasilitasi Pengembangan Pemasaran Usaha Mikro Melalui Koperasi dengan target 4.300 UMI. b)Penyediaan Skim Penjaminan Kredit UMKM termasuk untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target tersedianya pendampingan kepada 3. 148 kabupaten.500 UKM oleh 500 BDS.800 kader penggerak pembangunan.300 keluarga rentan sosial ekonomi.448 peserta). 6. Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil a) Penjaminan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). i)Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) dengan target fasilitasi dan pengembangan PUAP di 10.044 desa tertinggal di 186 kecamatan. h)Penyediaan Dana Melalui Koperasi Untuk Pengadaan Sarana Produksi Bersama Anggota dengan target 125 koperasi. dan pemberdayaan sosial melalui bantuan modal usaha KUBE. d)Bimbingan Teknis/Pendampingan dan Pelatihan Pengelola LKM/KSP dengan target 2. bantuan sosial ke 1.800 Koperasi/LKM. 3. 1. 2 paket pelatihan @ 16 orang/kab (2. terselenggaranya pengembangan hortikultura melalui LM3 dan bantuan sosial pada 32 kawasan dan sentra produksi hortikultura potensial lainnya di 33 provinsi. i)Pemberdayaan Ekonomi.h)Penguatan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Melalui LM3 dengan target tersalurkannya bantuan permodalan kepada 200 lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat (LM3). c)Penyediaan Dana Bergulir Untuk kegiatan Produktif Skala Usaha Mikro Dengan Pola Bagi Hasil/Syariah dan Konvensional Termasuk Perempuan Pengusaha dengan target 75. Sosial dan Budaya Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir dengan target Pemberdayaan ekonomi masyarakat .

k)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Perbatasan dengan: target 1 paket.pesisir di 100 kab/kota. n)Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah Tertinggal (P2KPDT) dengan target berkembangnya kawasan produksi pada 120 kabupaten (termasuk kabupaten NAD-Nias ex.751 siswa. i)Pembangunan SD-SMP satu atap dengan target 750 unit.700. e)Penyediaan Buku Pelajaran SMP dengan target 6. UPJA Penetas Unggas dan Pengolah Pakan 25 klp.Pemantapan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang Berkualitas Khususnya Bagi Daerah yang Kinerja Pendidikannya Masih Tertinggal a)Melanjutkan Penyediaan BOS SD unruk 27.751 siswa. g)Rehabilitasi Sarana dan Prasarana SMP dengan target 5. Integrasi Tanaman-ternak sapi/kerbau 22 klp. pengolahan hasil ternak di 15 kab.000 ruang. . Industri pengolahan berbasis tepung lokal 29 kab.822 siswa.440 kelompok masyarakat di 360 desa tertinggal. j)Pembangunan USB SMP dengan target 350 unit. pengolahan hasil horti di 50 kab. m)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh dengan target 2 paket. j)Pengembangan Agroindustri Terpadu dengan target peningkatan daya saing komoditas hortikultura melalui pembenahan SCM di 62 kab/kota di 22 provinsi. penyediaan sarana perikanan tangkap di 33 provinsi dan meningkatnya akses permodalan di 5 lokasi. o)Percepatan Pembangunan Pusat Pertumbuhan Daerah Tertinggal (P4DT) dengan target berkembangnya pusat pertumbuhan berbasis lokal pada 44 kabupaten melalui 816 kelompok masyarakat di 204 desa tertinggal.900 unit. BRR) melalui 1. f)Penyediaan Buku Pelajaran jenjang Pendidikan Dasar (Bos Buku) MI dan MTs dengan target 6.955 siswa. serta pemberdayaan perempuan pesisir /lembaga adat.292 siswa. l)Bantuan Pembangunan MI melalui MEDP (ADB) dengan target 205 MI. peningkatan pelayanan investasi hortikultura melalui PATIH (Fasilitasi Investasi) terpadu di 32 kawasan daerah sentra produksi potensial lainnya pada 33 provinsi. Fokus 4.657.130. pembukaan ULIB Baru 300 unit. p)Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Agropolitan dengan target terlaksananya pengembangan di 55 kawasan agropolitan (lanjutan). d)Penyediaan Buku Pelajaran SD dengan target 19. k)Pembangunan RKB SMP dengan target 8. Pengolahan hasil bun di 40 kab.417 siswa. c)Penyediaan Bas Jenjang Pendidikan Dasar (MI/MTs) dengan target 6. l)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Tertinggal dengan target 2 paket. berkembangnya usaha perikanan budidaya di 200 kab/kota. b)Melanjutkan Penyediaan BOS SMP untuk 9. h)Rehabilitasi ruang kelas MI dan MTs dengan target 1.142. Pengolahan pakan temak di 15 Kab.142.100 ruang.465.

p)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMP dengan target 3. o)Pembangunan Laboratorium IPA dan Perpustakaan SMP dengan target 3. q)Pembangunan Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar SD dengan target 6. n)Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK [siswa] dengan target 2. v)Penyelenggaraan UN SMP dengan target 3. f) Pembangunan RKB SMA dengan target 1.727.500 ruang. Teknologi Tepat Guna. c)Rehabilitasi ruang ke1as MA dengan target 850 unit.900 sekolah.854 Siswa. w)Akreditasi Sekolah Jenjang SD dengan target 32.773 siswa. x)Akreditasi Sekolah Jenjang SMP dengan target 8.000 ruang. q)Pengembangan bidang keilmuan (Rumah Sakit Pendidikan) PTN dengan target 13 PT.559 siswa. o)Akreditasi Sekolah jenjang pendidikan Menengah dengan target 5. r)Pelaksanaan penelitian di Perguruan Tinggi (yang menghasilkan Patent.139 siswa. k)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMA dengan target 50 paket. g)Pembangunan RKB SMK dengan target 5.000 paket. Rekayasa Sosial. b)Rehabilitasi Ruang Kelas SMK dengan target 1. Foktus 5.700 PKT.500 sekolah. j)Pembangunan Perpustakaan. Kebijakan . Laboratorium dan Workshop SMK dengan target 225 PKT. Dan Non Formal a) Rehabilitasi Ruang Kelas SMA dengan target 970 paket.618.000 sekolah.693 siswa.Peningkatan Mutu Dan Relevansi Pendidikan Menengah. u)Penyelenggaraan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) SD dengan target 5. Tinggi. r)Penyelenggaraan Paket A setara SD dengan target 90. Jurnal Internasional.000 orang.m)Bantuan Pembangunan MTs melalui MEDP (ADB) dengan target 237 MTs.548 sekolah. d)Pembangunan USB SMA dengan target 50 paket.200 paket. i)Pembangunan Perpustakaan. h)Bantuan Pembangunan MA me1alui MEDP (ADB) dengan target 549 unit. m)Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMA (Sekolah) dengan target 1.000 orang. p)Penyelenggaraan UN Jenjang Pendidikan Menengah dengan target 3. l)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMK dengan target 50 PKT. Laboratorium dan Workshop SMA dengan target 499 PKT.059. s)Penyelenggaraan Paket B setara SMP dengan target 410. t)Penyelenggaraan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus dengan target 84. n)Penyediaan Peralatan Lab SMP dengan target 3.396 sekolah.750 ruang.786. y)Penyusunan/Pengembangan kurikulum/Bahan ajar/model pembelajaran dengan target 461 Kab/Kota. e)Pembangunan USB SMK dengan target 225 lokasi.

000 ORG.000 orang.500 orang dengan rincian lanjutan 1.Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Pendidik a)Percepatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik (dikedas) dengan target 270. k)Percepatan Sertifikasi Dosen (PTA) dengan target 2. d)Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S2 dengan target 2.000 dosen dan baru 1.0000 dosen. i)Percepatan Sertifikasi Akademik Bagi Guru dalam jabatan melalui sistem portfolio dengan target 200. bb)Bantuan Fasilitasi Perpustakaan Keliling kepada Perpustakaan Umum Kab/Kota dengan target terlaksananya fasilitasi 60 unit perpustakaan keliling di 60 kabupaten/kota. Merdeka Selatan tahap I.000 lembaga.143 orang.000 orang.000 orang. z)Perluasan akses dan mutu TK (subsidi TK-SD satu atap) dengan target 596 TK. 50. u)Pendirian dan Peningkatan Kapasitas Politeknik dengan target 41 politeknik. h)Pengembangan Kemitraan Antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Dengan Sekolah Untuk Mendukung Wajib Belajar 9 Tahun dengan target 11.000 eksemplar bahan bacaan. aa)Penyediaan Fasilitas. j)Percepatan Sertifikasi Guru Madrasah dengan target 90.000 m2. x)Penyelenggaraan Kursus dan Magang dengan target 200. s)Pengadaan Peralatan Laboratorium PT dengan target 164 paket. w)Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan (paket C) dengan target 35. t)Pembangunan gedung dan lab baru PT dengan target 175. e)Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S1 dengan target 2. Pengadaan 1 perangkat e-library untuk 32 provinsi. v)Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Fungsional dengan target 900.500 dosen. Metodologi. y)Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pembangunan Lembaga PAUD dan Penyediaan Bahan Ajar dan Alat Permainan Edukasi dengan target 9. l)Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Non PNS (Jenjang Pendidikan Dasar) dengan target 341.000 orang. Koleksi dan Layanan Perpustakaan dengan target terlaksananya pembangunan gedung layanan perpustakaan terbuka Jl. g)Peningkatan Mutu dan Profesionalisme guru dengan target 11. Karya Seni dan Buku Ajar) dengan target 445 Judul.267 KK.000 dosen. f)Peningkatan kualifikasi akademik dosen PT (LN) dengan target 2. Fokus 6. b)Percepatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik (menengah) dengan target 10.000 orang. c)Peningkatan kualifikasi akademik dosen PT (DN) dengan target 17.389 dosen dan baru 6. m)Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Non PNS (Jenjang Pendidikan .Publik.790 orang.000 ORG.900 orang.465 guru.389 dosen dengan rincian lanjutan 11.

Menengah) dengan target 196. Fokus 8. a)Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak (KIA) dengan target cakupan pelayanan antenatal (K4) 90%.000 kader di desa siaga.445 orang. Fokus 7.101 orang. Malaria. dan 200 bidan komunitas. 33 RS Rujukan Unit Tranfusi Darah UID). terlaksananya pelayanan penanggulangan flu burung di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI). Kekurangan Gizi dan Pemberantasan Penyakit Menular. bayi dan anak balita dengan target penanganan gizi kurang dan gizi buruk (500 ribu anak 6-24 bulan). b)Penanggulangan Krisis dengan target tertanggulanginya masalah kesehatan di daerah bencana. pemberian vitamin A (80%). 75 RS rujukan Unit Gawat Darurat (UGD). n)Tunjangan Fungsional Guru Non PNS RA/MI/MTs/MA dengan target 501.349 orang. pemberian Fe (90%). c)Penanganan Masalah Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada ibu hamil dan menyusui. f)Pengembangan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat) desa siaga dengan target terlatihnya 52. b)Pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dengan target terlaksananya pendidikan 1. serta terlaksananya pelayanan kesehatan haji. kunjungan neonatus (KN) 87%.Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Anak. 330 RS Rujukan PONEK.348 orang. dan 20 RS Lapangan di daerah terpencil dan perbatasan. pencegahan GAKY diukur dengan keluarga yang mengkonsumsi garam beryodium yang cukup (80%). e)Penanggulangan penyakit flu burung dan kesiapsiagaan pandemi influenza dengan target 100% penderita flu burung yang ditemukan tertangani. q)Tunjangan Profesi Guru (Madrasah) NonPNS dengan target 46.831 orang. . d)Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (penanggulangan Penyakit Menular) dengan target 100% penderita DBD. p)Tunjangan profesi guru menengah dengan target 63. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 87%. d)Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana dengan target tersedianya 4 RS World Class. o)Tunjangan profesi guru dengan target 307. dan cakupan kunjungan bayi 87%.Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan a)Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Dasar termasuk biaya operasional dengan target tersedianya biaya operasional di 8.500 dosen.740 orang dokter spesialis dan dan 340 mitra dokter spesialis. 100% HIV/AIDS yang ditemukan dan mendapat pengobatan.114 Puskesmas dan jaringannya. c)Pembiayaan Jaminan Kesehatan dengan target 100% klaim pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terverifikasi. 80% angka kesembuhan TB dan 95% UCI desa. r)Tunjangan profesi dosen dengan target 12.

provinsi dan kabupaten/kota. Produk Komplemen.Peningkatan Pemanfaatan obat. Fokus 10.500 orang. pengembangan center of exellent di 6 provinsi. terselenggaranya pendidikan 44 ribu calon tenaga kesehatan. f)Intensifikasi Advokasi dan KIE Program KB Nasional dengan target (1) .000 tempat pelayanan KB memberikan promosi dan konseling. dan terlatihnya 7. terlatihnya 29. Pengelolaan dan Pelayanan KB Pemerintah dengan target (1) 4. terselenggaranya 12 jenis diklat. dan 1. 1. obat haji. dan (2) terselenggaranya Advokasi dan KIE Program KBN melalui forum kerjasama LSM dan swasta di Pusat.5 juta keluarga menjadi anggota BKB aktif. b)Pembentukan. dan (2) terselenggaranya sistem informasi dan monitoring manajemen Program KB Nasional di pusat. terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya. Prov dan Kab/Kota. Pengembangan. d)Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan. 47 ribu kader kesehatan. Makanan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) dengan target 97 ribu sampel. obat bencana. obat Tradisional. obat flu burung. e)Pendataan Keluarga dan Individu Dalam Keluarga dengan target (1) seluruh desa/kelurahan menggunakan hasil pendataan keluarga sebagai basis/dasar untuk pembinaan pengelolaan operasional program KB lini lapangan. c)Peningkatan Sarana dan Prasarana termasuk peningkatan kapasitas SDM dengan target tersedianya 35 paket peralatan laboratorium.1 juta keluarga menjadi anggota BKR aktif.850 kecamatan memiliki PIK-KRR yang aktif dan berkualitas.728 bidan di desa siaga. obat program.3 juta KPS dan KS I anggota UPPKS aktif berusaha. dan terciptanya sistem jaminan ketersediaan alat kontrasepsi (JKK) dan pembiayaan program KB terutama bagi rakyat miskin. 1 juta keluarga menjadi anggota BKL aktif. serta ditempatkannya 300 residen senior. Pemantapan Revitalisasi Program KB a)Peningkatan Jejaring Pelayanan KB Pemerintah dan Swasta/Non Pemerintah dengan target 70. dan Penyediaan Tenaga Kesehatan a)Penyediaan dan pengolahan obat dan vaksin dengan target penyediaan obat generik esensial (buffer stock). c)Peningkatan Akses Informasi dan Pelayanan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga dengan target (1) 2. b)Pengujian laboratorium Sampel obat. serta RS kab/kota terutama di daerah terpencil dan bencana dengan target tersedia dan terlatihnya 12 ribu bidan. Pengawasan obat dan Makanan. 11 sarana fisik gedung. d)Penguatan Jejaring Operasional Lini Lapangan Yang Berbasis Masyarakat dengan target (1) terselenggaranya pembinaan operasional lini lapangan bagi sekitar 25.871 penggerak KB di desa. dan vaksin.580 peserta. tugas belajar 2. dan (2) terlaksananya sosialisasi dan KIE KRR di 450 Kab/kota dan 33 prov.Fokus 9.

d)Rehabilitasi Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terlaksananya rehabilitasi prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku sebanyak 4 buah. Bidang Sumber Daya Air a)Pembangunan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terlaksananya pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku dengan debit layanan 4. dan (2) terselenggaranya KIE program KB dan KS melalui media massa dan media luar ruang di pusat.14 m3/det. e)Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terpeliharanya prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku di 5 titik. terlaksananya peningkatan . h)Rehabilitasi Sarana/Prasarana Pengendali Banjir dengan target terlaksananya rehabilitasi sarana/prasarana pengendali banjir di 49 lokasi. B.Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) A. dan pengembangan sarana dan prasarana termasuk melanjutkan sarana dan prasarana di wilayah pemekaran. g)Pembangunan/Peningkatan Prasarana Air Tanah Untuk Air Minum Daerah Terpencil/Perbatasan dengan target terlaksananya pembangunan prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan di 12 lokasi. f)Operasi dan Pemeliharaan Tampungan Untuk Air Baku dengan target terpeliharanya tampungan untuk air baku di 34 lokasi.Toga/Toma tingkat desa berpartisipasi dalam kegiatan advokasi di 17. provinsi dan kabupaten/kota.871 PLKB/PKB serta pengelola KB agar memenuhi standar kompetensi. b)Pembangunan Tampungan Untuk Air Baku dengan target terlaksananya pembangunan tampungan untuk air baku sebanyak 35 buah. h)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana dengan target pengembangan sistem informasi program KB berbasis IT di Pusat dan 33 Propinsi. i)Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengendalian Banjir dengan target terpeliharanya prasarana pengendali banjir di alur sungai sepanjang 240 km.800 desa/kelurahan. c)Rehabilitasi Tampungan Untuk Air Baku dengan target terlaksananya rehabilitasi tampungan untuk air baku sebanyak 20 buah. g)Peningkatan Kompetensi Petugas dan Pengelola Program KB dengan target (1) terlaksananya pelatihan dasar umum/LDU. Bidang Energi a)Pengembangan dan Pemanfaatan Energi dengan target terkoordinirnya pengembangan energi perdesaan. Fokus 11. refreshing dan pelatihan teknis bagi 25. dan (2) terselengaranya pendidikan jangka panjang/pendek bagi 580 orang.

E. Bidang Ketenagalistrikan a)Listrik Perdesaan dengan target rasio desa berlistrik 94% yang dicapai melalui pembangunan listrik perdesaan. Desa Tradisional. Gardu Distribusi sebanyak 1.000 unit. jasa akses telekomunikasi di 38.Transmigrasi sebanyak 10. dan infrastruktur pemancar televisi di daerah blank spot dan perbatasan di 19 provinsi (pelaksanaan PHLN Improvement of TV Transmitting Station Phrase-I). e)Pembangunan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan target terlaksananya Pembangunan .000 unit c)Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Perbatasan dan Bencana dengan target terlaksananya Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Perbatasan dan Bencana sebanyak 1000 unit. 2 unit PLT mikro hidro (PLTMH) dengan kekuatan 1.100 KVA. dan Desa Eks.806 KW. terlaksananya program IMIDAP. Desa Nelayan. C. terwujudnya peralatan kegiatan produktif desa mandiri energi berbasis BBN dan non BBN. dan Desa Eks-Transmigrasi dengan target tersedianya Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar di Permukiman Kumuh. dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2. Belanda dan GTZ). Desa Tradisional. 74. jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 2.350 kantor pos cabang luar kota sebagai pelaksanaan program PSO pos.750 KMS. D. b)Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar di Permukiman Kumuh. Desa Nelayan. Desa Tradisional.669 desa. terlaksananya pendampingan kegiatan PWS (kerjasama dengan ADB) dan kegiatan pengembangan biogas untuk rumah tangga (kerjasama dengan Belanda). dan Desa Eks-Transmigrasi sebanyak 10.150 KMS. d)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di 1. Bidang Permukiman dan Perumahan a)Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Baru dan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh. Bidang Pos dan Telematika a)Penyediaan Infrastruktur Pos dan Telematika di Daerah Non Ekonomis dengan target jasa layanan pos di 2. 15 unit PLT bayu berkekuatan 80 KW. Desa Nelayan.565 unit pembangkit listrik tenaga (PLT) surya berkekuatan 5O WP. Desa Nelayan.aksesibilitas energi perdesaan kerjasama Indonesia. Desa Tradisional. tersosialisasinya pemanfaatan biofuel di sektor transportasi terwujudnya pengembangan energi terbarukan non listrik di pulau kecil terluar.471 desa dan internet di 500 desa.100 buah/53. dan Desa Eks-Transmigrasi dengan target tersedianya Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Baru dan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh.

c)Penyelenggaraan.750 unit. Kalteng. Sumbar.2 km terdiri atas 5 paket pekerjaan yaitu: 4 pekerjaan paket jasa konstroksi dan 1 paket jasa konsultasi supervisi/manajemen konstruksi serta pembangunan/pemasangan pipa air bersih sepanjang kurang lebih 7. Maluku. e)Pemberian Subsidi PSO PT KAI untuk pelayanan angkutan KA kelas ekonomi.sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah di 41 kawasan. d)Subsidi Operasi Perintis Angkutan Jalan dengan target tesedianya Subsidi Operasi Perintis Angkutan Jalan di 153 lintas di 21 provinsi. studi masalah .200 desa. Sulbar. bantuan sosial. f)Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya dengan target tersedianya fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya sebanyak 10. dan Pengembangan dengan target terlaksananya 1 kegiatan swakelola pemantauan dan penanganan dampak deformasi geologi. Pelni Rp 850 M. Penanggulangan Lumpur Sidoarjo a)Pembangunan Jalan Nasional dengan target terlaksananya relokasi jalan arteri tara Porong sepanjang kurang lebih 7. antar provinsi 8 lintasan untuk 36 buah. Sulut. dan Papua Barat. b)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pengendali Banjir dengan target Terlaksananya 4 paket pekerjaan yaitu 3 paket jasa konstruksi dan 1 paket jasa konsultan.2 km sebanyak 1 paket jasa konstruksi. f)Subsidi Pelayaran Perintis dengan target tersedianya Pelayanan Pelayaran Perintis di 62 trayek. Papua. d)Bantuan Penanggulangan Bencana Alam dan Kerusuhan dengan target terlaksananya 4 kegiatan (pelatihan. Sulsel. Sultra. Sulteng. c)Pengadaan Bus Perintis dengan target terlaksananya Pengadaan Bus Perintis sebanyak 70 unit. G. Sumut. Malut. F. Kaltim. i)Subsidi Angkutan Udara Perintis dan Angkutan BBM Penerbangan Perintis dengan target tersebar di 15 provinsi: NAD. g)Penyediaan Salafia dan Prasarana Permukiman di Pulau Kecil/Terpencil dengan target tersedianya sarana dan prasarana permukiman di pulau kecil/terpencil di 32 kawasan. Penelitian. b)Pembangunan Jalan di Pulau-Pulau Terpencil dan Pulau Terluar dengan target terlaksananya Pembangunan Jalan di Pulau-Pulau Terpencil dan Pulau Terluar sepanjang 52km. g) Pemberian subsidi PT. Bidang Transportasi a)Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan dengan target terlaksananya Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan di 146 km. NTT. h)Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis dengan target tersedianya Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis di 70 lintasan. j)Peningkatan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas (PPIP /RIS-PNPM) dengan target 3.

EDFF-Aceh.8 km di NAD dan Nias. (3) terlaksananya lanjutan Pembangunan dermaga dan Trestel di Kuala Langsa di Langsa. dan pustu. termasuk di dalamnya Redistribusi dan Konsolidasi Tanah dengan target 310. d)Pembangunan Gedung Pendidikan Tinggi Agama melalui IDB dengan target terselesaikannya rehabilitasi rekonstruksi IAIN Ar-Raniry. ruang generator. sehingga terbangunnya infrastruktur ekonomi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Sosial Kemasyarakatan. Puskesmas Pembantu (pustu) 20 unit. dan (2) melalui IDB-Simeulue Reconstruction Project untuk perbaikan 15 unit sekolah. gedung serba guna. Reformasi Agraria a)Pengaturan Penguasaan. 200 unit sekolah dan infrastruktur publik.000 bidang di Provinsi NAD. dan Besuki). TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan pasar. pengadaan peralatan dan mebel air untuk sekolah. dan (2) terlaksananya sertifikasi RALAS 10. g)Peningkatan kehidupan masyarakat dan pengembangan wilayah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Pasca Bencana dengan target Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Kabupaten/Propinsi dan Infrastruktur lainnya. Nias-Provinsi Sumut). serta perbaikan infrastruktur lainnya (cold storage. serta Rehabilitasi Fasilitas Terminal untuk Pelabuhan Udara Sultan Iskandar Muda. Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias a)Pembangunan Jalan baru dan Peningkatan Jalan Strategis dengan target 119. Inventarisasi P4T 1 juta . rumah operator). e)Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah tertinggal (P2KPDT) dengan target melanjutkan Proyek SPADA. 25 Kab/Kota. c)Fasilitasi Pembangunan Wilayah Tertinggal dengan target: (1) rehabilitasi dan rekonstruksi Kecamatan di NAD-Nias melalui pembangunan 5. (4) terlaksananya lanjutan Pembangunan Pelabuhan Calang di Aceh Jaya. b)Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut dengan target: (1) terlaksananya lanjutan Pembangunan dermaga dan Trestel Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar. rumah sakit.sosial. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah. Transisi Pembangunan Ekonomi. f)Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Melanjutkan dengan target terlaksananya Reconstruction of Aceh Land Administration System Project (RALAS) dengan rincian: (1) terlaksananya sertifikasi RALAS 140. perbaikan jalan 37 km.000 bidang di Kep. serta Pengembangan Sistem Drainase di 4 kab/kota di NAD. meningkatnya akses pelayanan sosial dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah di 17 Kabupaten di Prov. Pejarakan. dan Kelembagaan di 6 wilayah. dan proses verifikasi pembayaran tanah di 3 desa: Kedung-Cangkring. Fokus 12.000 unit rumah.000 bidang. H. jalan dan parkir. Neraca PGT 100 Kab/Kota. Pemilikan. jembatan 140 m. dan LED Nias.NAD dan 2 Kab di Nias. packing room. (2) terlaksananya lanjutan Pembangunan pelabuhan Lhokseumawe di Lhokseumawe.

Orientasi (7 angkatan). Yogyakarta. Penataan Sarpras (680 Orang). operasi sidik 100 kasus. dan Energi pada tahun 2009 adalah sebagai berikut. 3. Pertanian 8.PERCEPATAN PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS DENGAN MEMPERKUAT DAYA TAHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN. DAN ENERGI SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Percepatan Pertumbuhan yang Berkualitas dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian.Meningkatnya investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 12. Transmigrasi 3.Meningkatnya ekspor non-migas sekitar 13. 500.000 Ha. Bimtek Keuangan (600 Orang). II.320 Orang). pengkajian 1.710 Bidang (FRONA dan LMPDP sebanyak 1. Infrastruktur. penanganan perkara dan non-perkara 600 kasus.000 bidang dan RALAS 150. Penyediaan Air Minum dan Sanimas/Pamsimas (15 Provinsi). fasilitasi penyusunan Perda tentang pembangunan kawasan perdesaan berbasis masyarakat. Fasilitasi sosialisasi peraturan (1. Fokus 13. fasilitasi pengembangan lembaga. c)Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah dengan target 1. 2. c)Peningkatan Kapasitas Aparat Pemda dan Masyarakat dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan dengan target terlaksananya pilot project pembangunan kawasan perdesaan berbasis masyarakat di 3 desa.bidang. Pilot Project PDT (17 Desa). b)Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan dengan target pengangkatan sekdes menjadi PNS (22.228.Penguatan Lembaga Masyarakat dan Pemanfaatan Kelembagaan Pemerintah Desa a)Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan dengan target Bimtek (12 angkatan). aparatur dan kader dalam pembangunan perdesaan berbasis masyarakat. pelatihan pengelolaan sampah RT berbasis masyarakat di 15 kabupaten. INFRASTRUKTUR.065.000 kasus.072 Titik.226 bidang.5 persen.600 perkara. Nelayan 2. 24 kab.1 persen. Inventarisasi tanah bekas hak/kritis 120 SP.000 Orang). dan Lampung. d)Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan dengan target 2. POKMASDAR TIBNAH 408 kelompok. modul pelatihan Sumber Daya Pesisir Beb basis Masyarakat di 33 provinsi.065 bidang. Bintek Administrasi (1. . b)Pengendalian dan Pemberdayaan Kepemilikan Tanah dengan target penertiban tanah terlantar 128 SF. Pelatihan Masyarakat kerjasama dengan Balai Pemberdayaan Masyarakat Malang.980 Orang).419 bidang. 1. mencakup operasi tuntas 900 kasus. Kegiatan PISEW/RISE di 9 provinsi.000 bidang).

e)Peningkatan promosi investasi di dalam negeri dengan target Indonesia Investment Expo sebanyak 15 kali.Tumbuhnya pertanian. Pemberdayaan Kantor Investasi Luar Negeri (KILN) di 7 negara . publikasi melalui inflight magazine penerbangan nasional. PP Kelembagaan dalam pelaksanaan KEK.9 persen. seminar 8 kali di dalam negeri. Mandarin.9 persen. koran nasional (bilingual).0 persen.Meningkatnya jumlah perolehan devisa dari sektor pariwisata menjadi sekitar USD 8 miliar dan meningkatnya wisatawan nusantara menjadi sekitar 226 juta perjalanan. dan Indonesia). Meningkatkan Daya Tarik Investasi a)Penyederhanaan prosedur. Bab 17. Manado. peternakan dan hasilnya sebesar 4. 4. talk show 3 kali di dalam negeri.Menurunya tingkat pengangguran terbuka menjadi 7-8 persen dari angkatan kerja ARAH KEBIJAKAN. dan kehutanan sebesar 3.4 persen. Jepang. information kit dalam 5 bahasa (Inggris. Arab. 5. Bab 31 dan Bab 32 Buku II dengan fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut EKONOMI-dengan fokus pertumbuhan Fokus 1. d)Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Investasi (KEKI) dengan target Penyusunan 4 Peraturan Pemerintah dan sosialisasi UU KEK di 12 provinsi dan 4 negara. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan tersebut ditempuh arah kebijakan sebagaimana dalam Bab 16. PP Fasilitas insentif pengembangan KEK. c)Strategi kebijakan percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan target terlaksananya koordinasi perumusan kebijakan yang antara lain dalam bentuk PP Penetapan Wilayah KEK. 6. Bab 22.3. Bab 19. dan Kendal.7 persen yang terdiri dari pertumbuhan tanaman bahan pangan sebesar 4.Marketing Investasi Indonesia (MII) di 5 negara. peningkatan pelayanan dan pemberian fasilitas penanaman modal dengan target Terwujudnya peningkatan pelaksanaan pelayanan penanaman modal dan operasional kelembagaan 3 UPIT (Unit Pelayanan Investasi Terpadu) di Pekanbaru. g)Modernisasi Administrasi Kepabeanan dan Cukai dengan target . f)Peningkatan promosi investasi terintegrasi di luar negeri dengan target Marketing Intelligence (MI) di 12 negara . b)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana Investasi dengan target terbangunnya satu sistem pelayanan informasi & perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE) secara bertahap di 33 Prov & 50 Kabupaten/Kota dan 16 Instansi Terkait. promosi investasi nasional Indonesia melalui media cetak internasional. FOKUS. Bab 18. dan penyediaan sarana dan prasarana 3 UPIT. perkebunan sebesar 4. dan perikanan sebesar 5 persen.Tumbuhnya industri pengolahan non-migas sebesar 6. perikanan.

c)Penyelenggaraan dan Pengembangan Pusat Promosi Terpadu (Indonesian Promotion Office/IPO) Bidang Pariwisata. serta berdirinya 6 ITPC baru. Conferences and Exhibitions .Peningkatan Ekspor Bernilai Tambah Tinggi dan Diversifikasi Pasar a)Penyelenggaraan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) dengan target meningkatnya kapasitas kelembagaan 14 ITPC dalam rangka penetrasi pasar ekspor tradisional dan non tradisional. budaya. peningkatan kinerja kepabeanan dan cukai. Dalam Rangka Indonesian Design Power dengan target Meningkatnya kualitas 150 produk. e)Pembentukan dan Pengembangan Nasional Single Window (NSW) dan Asean Single Window (ASW) dengan target pengembangan sistem perijinan ekspor dan impor secara elektronik dalam rangka pelaksanaan National Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) untuk mendukung pasar tunggal ASEAN (77 perijinan online). sejarah. dan olahraga dengan target terselenggaranya 90 kegiatan dukungan pengembangan kepariwisataan di 15 destinasi unggulan pariwisata. terbentuknya 7 lokasi/daerah yang dapat melayani peningkatan pengemasan produk pangan UKM. Fokus 2. b)Pengembangan promosi dagang dengan target partisipasi pada 33 pameran dagang internasional di dalam dan luar negeri. dan terlaksananya pilot project NSW di 3 (tiga) pelabuhan utama. 3 konsep per UU. Incentives. 5 rekomendasi rapat. g)Peningkatan Partisipasi Aktif dalam Perundingan di Berbagai Fora Internasional dengan target partisipasi aktif dalam 175 sidang internasional (termasuk penyelenggaraan sidang) baik yang bersifat bilateral regional. pemeriksaan penyidikan dan pengenaan sanksi atas pelanggaran hukum. f)Koordinasi Pelaksanaan Tim National Single Window (NSW) dengan target 5 lap hasil peninjauan lapangan di negara maju. dan multilateral. serta tersusunnya 38 pedoman/manual/peraturan yang melandasi pengawasan. 5 lap raker. d)Peningkatan Kualitas dan Design Produk Ekspor.terbentuknya 2 kantor KPU dan penerapan National Single Window (NSW). pembangunan dermaga. h)Pemantapan Koordinasi Penegakan Hukum di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan target tersusunnya 24 laporan hasil pengawasan/pemeriksaan/penyidikan dan pengenaan sanksi atas pelanggaran hukum di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. 3 kegiatan Indonesian week dan misi dagang di 7 negara potensial. i)Peningkatan Kegiatan Meeting. 2 lap monitoring. dan terdaftarnya 1000 merek/produk. h)Fasilitasi Pengembangan Destinasi pariwisata unggulan berbasis alam. Perdagangan dan Investasi dengan target penyelenggaraan 1 IPO yang ada dan pendirian 1 IPO baru. termasuk pengaturan terhadap lembaga pembiayaan seperti Indonesia Infrastructure Fund.

90 kab /kota. (3) terselenggaranya manajeman pengembangan hortikultura di 33 provinsi.200 ha. Perluasan Areal Tebu 500 ha. Fokus 3. terselenggaranya operasional kelembagaan perbenihan. kacang hijau. Ketiga. produktivitas dan mutu produk hortikultura melalui penerapan GAP di 33 provinsi. Kedua.000 pelaku kepariwisataan di 15 destinasi pariwisata unggulan.000 ton. pembangunan Kebun Bibit Tebu 1. ubi kayu. Pengadaan 1829 ekor pejantan dan fasilitasi 2 Balai inseminasi buatan.000 ha). (1) Peningkatan produksi. Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional a)Peningkatan Produksi. (2) Pengembangan kacang tanah. tersalurkannya bantuan benih untuk SL-PTT: (1) padi non hibrida 25.000 Ha. l)Pengembangan kebijakan SDM kebudayaan dan pariwisata nasional dengan target terselenggaranya diklat peningkatan kompetensi untuk 1. ubi jalar di 100 kab. operasional lab kultur jaringan di 20 provinsi dan penguatan kelembagaan BPSB TPH di 30 provinsi ditambah dengan BPMB TPH cimanggis. j)Pengembangan sarana dan prasarana promosi pariwisata dengan target terselenggaranya 100 kegiatan promosi melalui media cetak dan elektronik yang digunakan dalam pemasaran pariwisata Indonesia. 90 kab/kota. Bantuan benih kepada penangkar hortikultura di 23 propinsi. Bongkar Ratoon Tebu 3.125 ton (75. (3) Pengembangan tanaman pangan unggulan lokal (shorgum. tal. (5) koordinasi dan pengawalan di 32 provinsi. Keempat.000 ha). (4) kedelai 4. Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian dan Pengembangan Kawasan dengan target (1) Terlaksananya pengawalan peningkatan produksi & produktivitas komoditas serealia dan kabi di 33 provinsi. (2) berkembangnya 32 komoditas hortikultura di 29 provinsi. pembinaan & pengembangan perbenihan di pusat dan 33 provinsi. Produksi dan distribusi 3 juta ds semen beku. pembinaan 1000 penangkar (5. KTG 1. (3) jagung hibrida 1. k)Pendukungan pengembangan kebijakan pemasaran dan promosi pariwisata daerah dengan target terselenggaranya 48 kegiatan dukungan promosi pariwisata dalam rangka partisipasi event di 33 provinsi. (2) Padi hibrida 750 ton (50 ribu ha).(MICE) dengan target terselenggaranya 15 kegiatan fasilitasi penyelenggaraan MICE di dalam negeri dan di luar negeri. 60 BBI.000 ton (1 juta ha). gandum. perbanyakan benih hortikultura dan operasionalisasi BBh di 32 provinsi. m)Pendukungan pengembangan kapasitas pengelolaan kebudayaan dan kepariwisataan dengan target terselenggaranya diklat aparatur pemerintah daerah untuk 990 peserta bidang kebudayaan dan kepariwisataan di 33 provinsi. terselenggaranya kegiatan operasional dalam rangka pengembangan perbenihan (operasi BBPPM. 29 BPSBTPH.BTPH. b)Bantuan Benih/Bibit Sarana Produksi Pertanian dan Perbaikan Mekanisme Subsidi Pupuk dengan target: Pertama. serta POPT inseminator. rekrutmen dan operasional Tenaga Kontrak Pendamping (TKP) dan Petugas Lapang .760 Ha. terselenggaranya pembayaran BOP Pengawsan benih (522 orang).

pengembangan sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) pada 1103 desa mandiri pangan di 240 kab serta pemberdayaan lumbung pangan/tunda jual di 33 provinsi. Petugas informasi. jagung komposit 2. Revitalisasi LDM 10 unit. menyusui dan balita di 32 provinsi pada 201 Kab/Kota. d)Penyediaan Dana Subsidi Bunga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi e)Penyediaan Dana Subsisi Pupuk dengan target produksi Urea sebanyak 4 juta ton. 6.300 ton kedelai.500 unit. Operasionalisasi Pasar Tani 34 lokasi. jagung hibrida 3. Karantina Dan Peningkatan Keamanan Pangan dengan target (1) Operasional BBPOPT-Jatisari. Gudang pengering padi 139 kab. Cold Room 24 lokasi. 201 SD/MI. penguatan kelembagaan pangan di pedesaan. (5) pembinaan pengembangan perlindungan tanaman di pusat dan 33 provinsi. Revitalisasi Silo 18 unit.231 ekor Brahman eks-impor dan fasilitasi 8 UPT Pembibitan. Penyakit Hewan. dan Kampanye melalui berbagai media (cetak dan elekttonik). Rehab pasar hewan 15 kab. Peningkatan partisipasi mahasiswa/Perguruan Tinggi dalam percepatan diversifikasi pangan. m)Penanganan dan Pengendalian Virus Flu Burung Pada Hewan dan Restrukturisasi Perunggasan dengan target vaksinasi AL 50 jt ds.000 ton dan kedelai 2.000 ton. NPK sebanyak 1.000 ton.000 ton padi non hibrida.300 THK-POPT.Pembantu TKP (PL-PTKP) 224 orang. Lantai Jemur 138 Kab. pasar 300 petugas dan sistem informasi harga/pasar di 110 kab. SP-36 sebanyak 700 ribu ton. l)Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). c)Peningkatan Penanganan Pasca Panen dan Pemasarana Komoditas Pertanian dengan target revitalisasi penggilingan padi kecil 1. (2) Operasional BPMPT. distribusi dan rawan pangan.000 ton serta Cadangan benih nasional sebanyak 48. pengadaan pangan dan infrastruktur pangan. . i)Diversifikasi Pangan dengan target terlaksananya gerakan pangan beragam. ibu hamil. Revitalisasi STA dan Kemitraan 50 unit. ZA sebanyak 600 ribu ton. (7) insentif 3. (4) penanggulangan OPT dan dampak fenomena iklim (brigade proteksi) di 33 provinsi. j)Penyediaan cadangan beras pemerintah dengan target 500 ribu ton. bergizi seimbang bersumber pangan lokal melalui peningkatan peran 412 UMKM pangan/usaha makanan tradisional. (6) pengawasan pestisida di 33 provinsi. dan pupuk organik sebanyak 900 ribu ton t)Penyediaan Dana Subsidi Benih dengan target padi non hibrida 95.051 POPT/PHP.800 ton jagung hibirda dan 12. g)Penyediaan Dana Alokasi Khusus Untuk Mendukung Peningkatan Ketahanan Pangan dengan target sarana dan prasarana perbenihan tanaman Pangan. k)Pengembangan Pembibitan Sapi dengan target pengadaan 2. (8) kontrak 1.5 juta ton. (3) Operasionalisasi 29 BPTPH provinsi dengan lingkup ketia meliputi 429 kab. pengembangan PIDRA di 14 kabupaten (3 provinsi). Operasionalisasi Silo Jagung 56 unit. h)Pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Penanganan Rawan Pangan dengan target meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah ketersediaan.

000 ha. 25 Kabupaten/Kota. p)Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (WISMP) dengan target terlaksananya kegiatan di 15 Propinsi. r)Pembangunan/Peningkatan Jaringan Rawa dengan target seluas 22. pengembangan teh 300 ha. Kelapa rakyat 30.300.000 ha. 4 paket pengelolaan plasma nutfah. panili) seluas 2. monitoring & evaluasi. Rehab Bangunan UPP 27 unit. Pengembangan Komoditi Potensial (Kina. b)Penelitian dan Diseminasi Inovasi Pertanian (PRIMATANI dan Sekolah Lapang PTT) dengan target: Pertama. Pengembangan sumber benih kakao 15 provinsi. u)Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Rawa dengan target terpeliharanya jaringan rawa seluas 535.000 ha. Karet. Kakao dan Kelapa sawit) seluas 529. ha. 12 formulasi kebijakan resposif pengembang tanaman pangan. akar wangi. stabilisasi harga bahan pokok.000 ha. Pembangunan kebun induk jarak pagar 409 ha dan Pengutuhan Tanaman jarak Pagar seluas 2. Peremajaan Kelapa Rakyat 8. meningkatnya overall recovery di atas 85%. Pengawalan Revitalisasi Perkebunan (Karet.200 ha.000 ha. 6 komponen teknologi pengolahan tanah dan pemupukan.Biosecuriti 600 rr ltr Depopulasi. Lada 800 ha. Kopi dan Tembakau seluas 10.935 TCD. Sepeda Motor 181 Unit. Perikanan dan Kehutanan a)Peremajaan Tanaman Perkebunan Rakyat dan Pengembangan Perkebunan Komersial (Bahan Baku Energi) dengan target (1) Pengembangan Kapas Rakyat 25.Peningkatan Kualitas Pertumbuhan Pertanian. Penguatan Kelembagaan. Pengembangan Kako Non Revit. .000 ha.000 ha. t)Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dengan target terpeliharanya jaringan irigasi seluas 2.100. 100 Kabupaten/Kota. Pengembangan komoditi spesifik (gambit. cadangan pangan dan penanganan pangan strategis dengan target 6 rumusan kebijakan stabilisasi harga bahan pokok cadangan pangan dan penanganan pangan strategis.000 ha. nilam.000 ha. kopi 15 provinsi. karet 14 provinsi.000 ton. 5 komponen teknologi informasi iklim. Rekrutmen dan Operasionalisasi TKP dan PLPTKP Kapas 164 Orang. n)Pembangunan/Peningkatan Jaringan Irigasi dengan target seluas 68.500 ha. lada 800 ha. jarak kepyar. Rekruitmen dan Operasionalisasi TKP dan PLPTKP Revit (724 orang). v)Koordinasi. s)Rehabilitasi Jaringan Rawa dengan target seluas 170. lada 6 provinsi.000 ha. jambu mete 7 provinsi dan kelapa 8 provinsi. 4 kandidat padi. Fokus 4. (2) Meningkatnya kapasitas 183. mendorong terbangunnya 8 PG baru. cuaca dan lingkungan pertanian. o)Rehabilitasi Jaringan Irigasi dengan target seluas 239. Pinang. wijen. dan sagu) seluas 177 Ha. Kompensasi 200rb ekor dan Penataan unggas di pemukiman di 40 lokasi. Kebun IP3. q)Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PISP) dengan target terlaksananya kegiatan di 6 Propinsi. areal tanam 275.000 ha. 8 paket data potensi SBL. 12 varietas baru ton pangan. cengkeh 700 ha dan pala 400 ha. Aren. produksi hablur 2.900 ha. Jambu Mete.

sidik jari DNA 45 ton pangan. RPU 30 kabupaten. 74 inovasi sistem produksi ton rempah-obat. rehabilitasi dan peremajaan kebun (komoditas kelapa sawit. (c) SL-Iklim 100 unit. kapas. rehab RPH.tomat. biofarmaka. d)Mekanisasi Pertanian Pra dan Pasca Panen Penyediaan dengan target tersalurkannya bantuan (1) pembelian traktor (R-2) 2.000 petugas. 7 paket informasi antisipasi letupan penyakit zoonosis dan keamanan pangan. SL-PTT jagung hibrida 5. (b) SLPHT 500 unit.000 unit replikasi PRIMATANI berbasis horti dan perkebunan. (3) terselenggaranya koordinasi & pengawalan di 32 provinsi. metode diseminasi dan isu jalinan lokasi pengembangan perdesaan SUID di 209 lokasi/desa primatani berbasis tanaman pangan dan peternakan. tebu di 24 prop. transgenik. SL-PTT kedelai 10. kina. SL-PTT padi hibrida 5.000 penyuluh kontrak. Fasilitasi pembangunan/renovasi BPP dan kegiatan penyuluhan melalui Farmer Empowerent Through Agricultural Technology and Information (FEATI) di . Kedua. tan serat. pengelolaan plasma nutfah sayuran. kakao dan karet). pembangunan RPUSK. buah tropika dan tanaman hias. kelapa. terselenggaranya sekolah lapang (SL) penerapan GAP/SOP dan pengendalian hama terpadu (PHT) Pada 33 provinsi. pemuliaan. Ketiga. terbentuknya AIP dan SUID di 222 desa & 5. kentang. terselenggaranya magang pada 125 kelompok SL-PHT Perkebunan.600 unit.000 kelompok. sebanyak 8 unit. (d) Pelatihan penagkar benih 25 unit. pengujian Mutu Alsintan. 33 paket teknologi spesifik lokasi. 5 paket teknologi pasca panen. 74 inovasi sistem produksi letupan penyakit zoonis dan keamanan pangan. (e) Pelatihan UPJA dan bengkel alsin 20 unit. 5 galur teroak unggul. terselenggaranya: (a) SL-PTT -Padi 40 ribu kel. ton mas. kakao. kelembagaan pasca panen 45 kab. 1 paket rumusan kebiajakan biotek pertanian. f)Peningkatan Sistem Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Pertanian serta Pengembangan Kelompok Tani dengan target (1) Biaya operasional 31. petani/calon petani di bidang pertanian dan kewirausahaan agribisnis.000 kelompok. dan penerapan teknologi mutakhir kelapa sawit. the. Keempat. c)Penyediaan Subsidi Bunga Penyediaan Energi Nabati Dan Revitalisasi Perkebunan dengan target tersedianya subsidi bunga untuk pembangunan. karet. 18 BPTP penguatan kelembagaan. terselenggaranya alat dan mesin pertanian bagi pengembangan hortikultura di 16 kawasan hortikultura di 16 kawasan hortikultura potensial. Kedua. 13 paket rumusan kebijakan pengembangan agribisnis dan ekonomi pedesaan. 13 rekayasa alat mekamsasi pertaman. 13 rekayasa alat mektan. 16 provinsi. 5 paket teknologi pasca panen. 30 kabupaten/kota.379 orang penyuluh PNS dan 26. (2) bantuan alat bengkel 250 paket. terdidik dan terlatihnya 10. 24 paket teknologi sistem produksi. 3 paket teknologi pakan ekonomis. buah tropika. 24 paket teknologi sistem produksi sayuran.000 kelompok. kopi. e)Magang Sekolah Lapang dan Pelatihan Pendidikan Pertanian dan Kewirausahaan Agribisnis dengan target: Pertama.

m)Pengelolaan sumber daya perikanan secara bertanggung-jawab dan berkelanjutan dengan target terkelolanya sumberdaya ikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan di 10 lokasi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). introduksi benih unggul. serta sertifikasi 1. pengembangan sentra pengolahan hasil perikanan di 10 lokasi. i)Pengembangan dan penyelengggaraan karantina perikanan dan sistem pengelolaan kesehatan ikan dengan target terselenggaranya sistem pengelolaan kesehatan ikan di 33 provinsi dan berkembangnya 43 UPT Karantina Perikanan. kakap. pelayanan usaha penangkapan di 21 UPT pelabuhan perikanan. peningkatan tenaga pendamping teknologi. serta pemberdayaan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. PIP 50 paket.500 persil lahan nelayan. 10 klaster industri perikanan. Sekolah Lapang 50 paket. ikan mas.. patin. nila.000 ha. (2) Pemberdayaan Kel. meningkatnya kompetensi dan kapasitas 39 Laboratorium Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) dan tersusunnya 20 SNI. lele. penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu (PPMT) di 33 provinsi. berkembangnya sarpras pengolahan dan pemasaran di 6 pelabuhan perikanan. h)Peningkatan mutu dan pengembangan pengolahan hasil perikanan dengan target pengembangan sistem rantai dingin di 33 provinsi. pengembangan seaweed center di Lombok. l)Penyediaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan dengan target meningkatnya sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap dan budidaya. intensifikasi usaha budidaya perikanan 871. Tani 50 paket. serta beroperasinya syahbandar di 41 lokasi. g)Pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan dengan target terbinanya dan berkembangnya sistem usaha perikanan di 33 provinsi. n)Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana perikanan serta input produksi lainnya dengan target pengembangan/ rehabilitasi dan bantuan operasionalisasi 21 UPT Pelabuhan Perikanan. 53 balai benih ikan dan balai benih udang. rumput laut.. pemasaran hasil perikanan.200 Gapoktan. dan gurame di 33 Provinsi.71 kabupaten/18 provinsi. verifikasi unit pengolahan ikan di 33 provinsi. pengawasan. k)Penyediaan subsidi pupuk dan benih ikan dengan target tersalurkannya subsidi (pengganti selisih harga) benih udang. terbentuknya otorita kompeten tingkat provinsi di 6 lokasi. 6 lokasi buffer stock rumput laut. penanggulangan penggunaan bahan kimia berbahaya di 21 lokasi. dan 25 pengkalan pendaratan ikan (PPI). j)Penyelenggaraan revitalisasi perikanan dengan target penerapan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik di 350 kab/kota. peningkatan mutu.000 Poktan dan 3. Pembinaan 100. o)Penguatan dan pengembangan pemasaran da1am negeri dan ekspor hasil perikanan dengan target terfasilitasinya kerjasama antar lembaga . pengolahan.

t)Pengelolaan Hutan Produksi yang tidak Dibebani Hak/Ijin Pemanfaatan dengan target Terbentuknya HPH.000 ha. dan terselenggaranya pembinaan eksportir. operasional 23 kapal pengawas.000 ha. HTR dan IUPHHBK. dan HTR seluas 3. p)Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dan Peningkatan Sistem Penyuiuhan dengan target berkembangnya SDM kelautan dan perikanan melalui 12 Sekolah/Akademi/Sekolah Tinggi dan 6 Ba1ai pelatihan. aa)Perencanaan. meningkatnya produk tumbuhan dan satwa liar (TSL) dan jasa lingkungan 2% dari tahun 2008. dan terselenggaranya pengembangan HTI dan HTR melalui skema BLU. terbentuknya 88 POKMASWAS. r)Pengembangan Sistem Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dengan target terselenggaranya 180 hari operasi terpadu. sentra rotan seluas 250 ha. sentra madu 12 unit) serta sentra HHBK unggulan seluas 250 ha.3 juta ha. w)Perencanaan dan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan dengan target terfasilitasinya perijinan seluas 400. terse1enggaranya sosialisasi gemar makan ikan di 33 provinsi.. dan meningkatnya budidaya dan penangkaran TSL. dan Kelembagaan Hutan Rakyat dengan . x)Restrukturisasi Industri Primer Kehutanan dengan target peningkatan produksi industri pengolahan dan pemasaran hasil hutan sebesar 5%. 12 teknologi terapan budidaya perikanan dan 26 teknologi produk bernilai tambah tinggi. serta perkuatan sistem penyuluhan perikanan dan pengembangan 3. sentra gaharu 800 ha. HTI.605 ha di 12 provinsi. s)Pengembangan Pengelolaan Pemanfaatan Hutan Alam dengan target 30 Unit IUPHHK bersertifikat PHPL mandatory. z)Pengembangan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam dengan target meningkatnya pengembangan hutan kota. q)Pengembangan rekayasa teknologi terapan perikanan dengan target dihasilkannya 8 paket teknologi terapan penangkapan ikan.pemasaran. Pembangunan. dan HTR seluas 300.2 juta ha pada kawasan yang belum dibebani hak/ijin dalam bentuk IUPHHK-HA. terselenggaranya pentaatan & penegakan hukum. y)Pengembangan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dengan target terbentuknya sentra HHBK (bambu seluas 2.000 ha di 25 provinsi. operasional 10 unit perahu penyuluh dan 1 unit kapal latih. pengembangan 5 UPT.000 orang penyuluh. u)Pengembangan Hutan Tanaman dan Hutan Tanaman Rakyat dengan target pembangunan HTI seluas 300. 50 unit HPH me1aksanakan sistem silvikultur intensif. tersedianya sarana dan prasarana pengawasan. terselenggaranya promosi dan diplomasi pemasaran di 3 kawasan pasar ekspor. IUPHHK-HT.. berkembangnya sarpras pemasaran di 25 lokasi. sutera alam seluas 160 ha. v)Pengembangan Hutan Tanaman Industri dan Hutan Tanaman Rakyat dengan target pengembangan HTI se1uas 1. diversifikasi produk olahan.

(2) Diterbitkannya sertiftkasi 30 produk pertanian. b)Pengembangan Pertanian. Terlaksananya monitoring dan evaluasi daerah rawan bencana (banjir. Kompos. h)Rehabilitasi Lahan Kritis dan Prioritas dengan target perencanaan Gerhan seluas 1. NTB. pembinaan mutu 33 provinsi. Batamas sapi potong/perah 200 klp dan Denplot 30 klp. f)Pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang.Peningkatan Kapasitas Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Global a)Integrasi Tanaman-Ternak. Maluku. mangrove. OKPO. dan (b) menurunnya hot spot 0-10% dari tahun 2006.3 juta ha di lahan kritis . Kedua. c)Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dengan target Terlaksananya kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di 7 wilayah pesisir (pantai Barat Sumatera. longsor. dan NTT). (2) 150 unit rumah kompos. Kakao ternak 4 paket dan Kopi ternak 3 paket. Fokus 5. Berkembangnya usaha pengolahan kompos dan biogas di 100 kab. tersalurkannya bantuan untuk pembuatan pupuk organik di 300 kelompok tani. DAS prioritas tahun sebelumnya. estuari dan teluk dengan target terkelolanya dan terehabilitasinya terumbukarang di 15 kab /kota dan 8 provo serta 16 Kab /kota. biofisik. i)Perencanaan dan Pembinaan Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial dengan target terbangunnya sumber benih seluas 1. Operasionalisasi OKKPD. penanganan daerah rawan longsor di 15 kab/kota pada 5 provinsi. d)Peningkatan Pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional dengan target terlaksananya peningkatan pengelolaan TPA/sanitary landfill/sistem regional di 86 kabupaten/kota. k)Pengamanan Hutan dengan target operasi pengamanan hutan di 10 . pengembangan Integrasi Kelapa Sawit Ternak 12 Paket. sosek). e)Pengembangan pengelolaan konservasi laut dan perairan dengan target berkembangnya pengelolaan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) di 26 lokasi dan 2 UPT konservasi. terlaksananya pengembangan 3 TN dalam rangka DNS. Organik dan Pertanian Berkelanjutan dengan target: (1) Berkembangnya hortikultura organik di 6 provinsi. padang lamun.target terselesaikannya pengembangan model rehabilitasi DAS. dan Biogas dengan target: Pertama. j)Pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan target: (a) terlaksananya pencegahan dan pengendalian kebakaran di 10 provinsi rawan 314 daops. (3) terselenggaranya koordinasi dan pengawalan dalam pengembangan pupuk organik di 33 provinsi. g)Pengelolaan Taman Nasional Model dengan target terwujudnya kelembagaan pengelolaan kolaboratif di 21 taman nasional model. Ketiga. Pantai Utara Jawa. Sulawesi. Bali. terselenggaranya RHL sebagai pengendali banjir di Jabodetabekjur.500 ha di 12 provinsi. serta terselenggaranya rehabilitasi lahan gambut di Provinsi Kalimantan Tengah.

klimatologi. pemantauan Udara Ambien Kontinyu (AQMS) di 10 kota dan Passive Sampler di 30 kota. r)Meteorological Early Warning System (MEWS) dengan target terbangunnya sistem peralatan MEWS yang meliputi 2 unit radar cuaca dan ground satelite receiver di 3 takagi. pengendalian pencemaran lingkungan. l)Pengendalian Pencemaran Lingkungan dengan target menurunnya beban pencemaran lingkungan dari berbagai sumber pencemaran terkait perubahan iklim. penyelesaian kasus hukum kejahatan kehutanan 50 % dari kasus yang ditangani Dephut. o)Pengembangan Sistem Observasi dan Telekomunikasi dengan target terbangunnya sistem observasi dan telekomunikasi serta instrumentasi dan kalibrasi. kualitas udara. n)Penyedian Dana Alokasi Khusus untuk Mendukung Pengendalian Pencemaran Lingkungan dengan target tersedianya sarana dan prasarana kelembagaan dan sistem informasi pemantauan. terutama meningkatnya status ketaatan 650 industri terhadap pengendalian pencemaran lingkungan. Klimatologi dan Geofisika dengan target tersusunnya laporan deteksi dan skenario perubahan iklim serta dampaknya di 33 provinsi dan model prakiraan trayektori polutan udara. terciptanya hubungan dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dalam proses penataan ruang. t)Penguatan Koordinasi Dalam Rangka Mendukung Upaya Pengendalian Penataan Ruang di Pusat dan Daerah dengan target meningkatkan koordinasi penataan ruang dan pemantapan kelembagaan BKTRN dan . pengendalian pencemaran air. dan geofisika. s)Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Koordinasi Penataan Ruang Dalam Rangka Mendukung Upaya Pengendalian Penataan Ruang dengan'target tersedianya tenaga yang memiliki pemahaman dan pengetahuan untuk mengelola penataan ruang di Provinsi dan kab/kota. di 6 kota besar. Meteorologi dan Geofisika dengan target terbangunnya sistem data dan informasi meteorologi. m)Pengendalian Kerusakan Lingkungan dengan target meningkatnya kapasitas dalam meningkatkan upaya pengendalian dampak perubahan iklim di pusat dan daerah. p)Pengembangan Sistem Data dan Informasi Klimatologi. reuse. pengendalian pencemaran emisi kendaraan bermotor di 16 kota. 3 paket. 3 paket. serta pengendalian kerusakan lingkungan daerah berbagai kegiatan.provinsi. dan perlindungan sumber daya air di 434 kab/kota. q)Pengembangan Penelitian Meteorologi. AWS 33 lokasi dan automatic rain gauge di 11 lokasi serta 1 set sistem komunikasi dan integrasi. termasuk pengawasan dan sistem insentif melalui Program Menuju Indonesia Hijau (MIH). serta terlaksananya validasi AWS 7 sensor dalam rangka uji model numerik cuaca skala nasional dan provinsi. serta reduksi timbunan sampah melalui pelaksanaan 3R (reduce. recycle). serta terlaksananya penghapusan 30 metrik ton BPO di sektor chiller dan metered dose inbealer (MDI).

Kegiatan Konsultan service I. z)Pengembangan Sistem Manajemen Penanganan Bencana dengan target 7 paket. b)Restrukturisasi Permesinan Industri Restrukturisasi dengan target restrukturisasi teknologi process dan teknologi energi bagi 90 perusahaan termasuk revitalisasi industri gula. RDTL. v)Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang dengan target terselenggaranya pembinaan manajemen penyelenggaraan penataan ruang dalam rangka mendukung turbinlakwas penataan ruang. y)Pemetaan Batas Wilayah dengan target terselenggaranya kajian dan pemetaan Batas Internasional. dokumen submisi klaim LKI diluar 200 nm. RTRWP. RTR Pulau. 80 kabupaten/kota. Survei. x)Pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) dengan target dukungan kegiatan JBIC Loan. aa)Penanggulangan Pasca Bencana dan Kerusuhan Sosial dengan target 2 paket. d)Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri dengan target 8 kawasan dan 4 paket penyiapan pengembangan kawasan. Fokus 6. IGTE dan kerjasama ASEAN. Data Akuisisi dan Produksi. Konsultan Service II Networking. h)Pengembangan Standardisasi Industri dengan target penyusunan 152 . networking. fasilitasi dan penyediaan peta batas dan wilayah pemerintahan daerah serta kajian penyelesaian konflik batas antar daerah. PMO.Revitalisasi Industri Manufaktur a)Peningkatan Iklim Usaha Industri dengan target fasilitasi pemerintah terhadap 30 klaster industri dan pengembangan kompetensi inti industri daerah di 70 kabupaten/kota. f)Revitalisasi Sentra-sentra IKM dan Fasilitasi Layanan UPT dengan target 20 sentra IKM dan operasi layanan di 40 UPT g)Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati dengan target 20 unit pabrik pengolahan. kajian dan pemetaan geopolitik perbatasan nasional. regional dan global. dan Malaysia serta pemeliharaan tanda batas negara dan pemetaan etnik perbatasan. c)Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan target tersedianya data Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi 300 produk serta 1 kali Pameran Produksi Indonesia Tingkat Nasional.BKPRD. data utilisasi. demarkasi dan pemetaan darat dengan PNG. RTR Kab/Kota dengan target terselenggaranya operasionalisasi RTRWN. RTR kab/kota serta terselenggaranya forum lintas pelaku penataan ruang. w)Pemetaan Dasar Rupabumi dan Tata Ruang dengan target tersedianya peta dasar rupabumi 1 :50 K Papua dan Pantai Barat Sumatera. RTRWN. e)Pengembangan IKM Unggulan Daerah dengan target pembinaan IKM dengan metoda OVOP di 33 propinsi. Kajian dan pemetaan batas maritime Indonesia dengan 10 negara tetangga. RTRWP. u)Operasionalisasi RTR Pulau.

e)Penyelenggaraan Padat Karya Produktif dengan target di 45 kabupaten/kota . d)Koordinasi Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi dengan target tersusunnya paket rekomendasi kebijakan mengenai pengembangan UMKM berbasis teknologi didaerah-daerah.000 tenaga kerja. dan Peningkatan Mutu dengan target perapan SNI di 100 perusahaan. b)Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Penyusunan Kebijakan Pemberdayaan UMKM dengan target 2 rekomendasi kebijakan.Rancangan SNI. c)Penyelenggaraan Pelatihan Pemagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri (penyelenggaraan Pelatihan Pemagangan Penganggur) Usia Muda Terdidik dengan target terselenggaranya pemagangan bagi 10.Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja a)Peningkatan Fungsi dan Revitalisasi BLK Menjadi Lembaga Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan target terwujudnya 11 BLK (UPTP) percontohan dan fasilitasi pelatihan berbasis kompetensi di 33 BLK (UPTD).000 KUKM. b)Percepatan Pengakuan/Rekognisi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja dengan target terlaksananya sertifikasi melalui uji kompetensi bagi 50.Meningkatkan Produktivitas dan Akses UKM Kepada Sumberdaya Produktif a)Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan Perundang-undangan yang Berkaitan dengan Koperasi dan UMKM dengan target 5 paket. h)Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah dengan target 47. c)Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi dengan target 59 koperasi. f)Pengembangan Pemasaran Produk dan Jaringan Usaha KUKM dengan target 5. Akreditasi. kondisi kerja dan syarat kerja.000 orang tenaga kerja terdidik. k)Penerapan Standardisasi. Fokus 8. i)Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan dengan target berkembangnya wilayah perbatasan melalui 56 kelompok masyarakat di 25 kabupaten. d)Pemberian Dorongan dan Penyempurnaan Pelaksanaan Negosiasi Bipartit dengan target terwujudnya proses negosiasi upah. e)Pengembangan Inovasi UMKM berbasis Teknologi dengan target 3 paket kegiatan UMKM inovatif. j)Pengembangan Teknologi Baru dan Aplikasi ke Industri dengan target 4 teknologi baru. i)Pembinaan dan Pemanfaatan Teknologi Industri dengan target pengembangan 10 produk substitusi pangan. g)Pengembangan Jaringan Antar LKM/KSP dengan target 25 jaringan. 5 laporan koordinasi kebijakan pemberdayaan UMKM. Fokus 7.500 bidang tanah UKM.

. h)Fasilitasi Pendukung Pasar Kerja. i)Peningkatan Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri dengan target terfasilitasinya 500.Stabilitas Harga dan Pengamanan Pasokan Bahan Pokok a)Koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pengelolaan energi termasuk energi alternatif dengan target 6 laporan kegiatan. 6 rumusan kebijakan pengelolaan energi termasuk energi alternatif. Pengembangan pasar Percontohan yang bersih dan nyaman sebanyak 10 unit.Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter a)Penyusunan & Evaluasi Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro dengan target tersusunnya 14 laporan evaluasi pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro.000 TKI yang bekerja di luar negeri di 20 provinsi.di Pulau Jawa. Pengembangan SDM PPBJ dan PPNS PK sejumlah 300 orang.dengan fokus stabilisasi Fokus 9. perlindungan terhadap nasabah/investor/pelaku pasar. g)Konsolidasi Program-Program Perluasan Kesempatan Kerja dengan target terlaksananya sinergi program APBN untuk memperluas kesempatan kerja di 33 provinsi. EKONOMI . f)Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan target berkurangnya angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di sektor industri. b)Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (LUEP) dengan target pemberdayaan Gapoktan di daerah sentra produksi pangan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan (gabah 38 ribu ton dan jagung 20 ribu ton). Penyelenggaraan Bursa Kerja dengan target tersedianya infonnasi pasar kerja di 146 kabupaten/kota. Fokus 10. b)Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan Perundang di Sektor Keuangan dengan target tersedianya 8 RUU dan 38 peraturan yang menjamin kepastian hukum. dan partisipasi dalam pembangunan pasar turi. kelembagaan yang efisien dan pruden. d)Peningkatan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa dengan target operasionalisasi pengawasan barang beredar dan jasa untuk 3 kelompok komoditi. j)Penguatan Kelembagaan Badan Penyelenggara Tenaga Kerja Indonesia dengan target terselenggaranya proses rekrutmen calon TKI di 15 provinsi. Peningkatan Informasi. Melalui Peningkatan Kelembagaan. c)Pembangunan dan pengembangan sarana distribusi dengan target pembangunan satu paket sistem informasi pasokan dan permintaan serta harga bahan pokok nasional. serta harmonisasi peraturan dengan standar internasional termasuk Arsitektur Keuangan Indonesia (ASKI) serta pengembangan Sistem Peringatan Dini Sektor Keuangan.

d)Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP) dengan target terlaksananya peningkatan pengelolaan sumber daya air wilayah sungai di 15 UPT dan 54 UPTD. Bidang Energi a)Pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas. b)Pemantapan Modernisasi Administrasi Perpajakan dengan sasaran (1) tersedianya Perangkat Teknologi Informasi Perpajakan. h)Pembangunan Sarana / Prasarana Pengendalian Lahar Gunung Berapi dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengendali lahar gunung berapi sebanyak 12 unit. Bidang Sumber Daya Air a. penyusunan regulasi dan kebijakan pendukung dengan target terbangunnya jaringan transmisi dan distribusi gas bumii Jakarta. e)Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendali Banjir dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengendali banjir sepanjang alur sungai 237. (2) terbentuknya 4 DPC (Data Processing Center).)Pembangunan Waduk. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terlaksananya rehabilitasi 5 waduk. f)Pembangunan Sarana/Prasarana Pengaman Pantai dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 47. 20 embung.37 km. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terpeliharanya 23 waduk. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan 6 waduk dan 17 embung. situ dan bangunan penampung air lainnya.45 km. B. c)Operasi dan Pemeliharaan Waduk. g)Penanggulangan Bencana/Tanggap Darurat dengan target terlaksananya kegiatan tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian.5 km. monitoring.Dukungan Infrastruktur Bagi Peningkatan Daya Saing Sektor Riil A. situ dan bangunan penampung air lainnya.25 km.c)Peningkatan koordinasi stabilisasi ekonomi makro dan keuangan baik di pusat maupun di daerah dengan target 16 laporan koordinasi. Embung. embung. INFRASTRUKTUR DAN ENERGI Fokus 12. Fokus 11. Pengamanan APBN a)Pengelolaan Risiko Fiskal dengan target tersedianya laporan tentang pengelolaan resiko fiskal. Embung. Embung. b)Rehabilitasi Waduk. . dan (3) tersedianya Sistem Informasi Pajak. dan evaluasi kebijakan stabilisasi ekonomi dan keuangan. j)Pemeliharaan Prasarana Pengamanan Pantai dengan target terpeliharanya prasarana pengamanan pantai sepanjang 1. i)Rehabilitasi Sarana Prasarana Pengamanan Pantai dengan target sepanjang 4.

Pembangkit Listrik dan memfasilitasi Pembangunan atau Pengembangan Fasilitas Ketenagalistrikan Yang Dilakukan Badan Usaha. Terwujudnya fasilitasi kegiatan energi dan ketenagalistrikan pada sub sector network dan working group ASEAN. kajian pemanfaatan bersama jaringan tenaga listrik (power wheeling) dalam usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. monitoring dan review pelaksanaan aturan jaringan tenaga listrik sit. ASEAN SSN.2009. Tersusunnya program kerjasama pengelola pembangkit listrik non komersial. monitoring dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan PIUKU sementara. Terfasilitasinya pelaksanaan pertemuan ACE governing Cauncil. Terlaksananya review terhadap implementasi program kerjasama energi dan ketenagalistrikan. Terwujudnya fasilitasi pertemuan bilateral antara Indonesia dg Belanda.b)Pembinaan / Koordinasi / Pelaksanan Monitoring. terkoordinasinya pelaksanaan perizinan dengan Pemda. dan evaluasi data ketenagalistrikan. Ikitring dan Pemda. tersosialisasi perencanaan program pembangunan ketenagalistrikan Lisdes. Bidang Ketenagalistrikan a)Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan dengan target terwujudnya penyiapan bahan perizinan usaha penyediaan tenaga listrik. ACD.2009. Penyusunan pedoman mekanisme perizinan usaha distribusi TL. . serta pembangunan listrik swasta (IPP). tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik sistem kalimantan. ASEM dan EAS. d)Pengaturan dan Pengawasan Usaha Ketenagalistrikan dengan target monitoring kesiapan dan kecukupan bahan bakar pembangkit tenaga listrik. dengan Perda dan Instansi Terkait. Distribusi. c)Penyelenggaraan Kerjasama Ketenagalistrikan dengan target terselenggaranya pertemuan internasional APEC EWG. terselenggaranya bimtek dan evaluasi terhadap program pembangunan ketenagalistrikan.000MW. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik Wilayah PT Cikarang Listrindo TA. e)Pembangunan Transmisi. b)Penyiapan Informasi dan Bimbingan Teknis Ketenagalistrikan dengan target Terlaksananya rekonsiliasi informasi. tersedianya analisa dan evaluasi beban harian Jawa-Bali. peningkatan efisiensi pengusahaan dan pelayanan tenaga listrik TA. PLN. Terfasilitasinya pertemuan SOME-AMEM ke 27. pembangunan fasilitas ketenagalistrikan yang menggunakan dana pinjaman luar negeri yg diteruspinjamkan kepada PT. Jawa bali dan sumatra. pembinaan dan pengawasan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. monitoring penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik oleh pemegang IUKU. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik wilayah PT PLN Batam TA 2009. Terwjudnya Fasilitasi pertemuan regional pada forum APEC. Pemda dan Masyarakat dengan target fasilitasi percepatan pembangunan pembangkit listrik 10. Jepang (JICA) dan Korea (KOICA). Indonesia-Belanda. C. Evaluasi dan Pelaporan dengan target fasilitasi percepatan pengembangan Bahan Bakar Nabati. penyusunan pedoman pola kerjasama pengawasan pemegang IUKU. analisa.

terfasilitasinya tim keandalan sistem TL. 175 kV sepanjang 150 km.f)Penyiapan Program Ketenagalistrikan dengan target termonitornya pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkitan. terwujudnya forum konsensus standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terwujudnya penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terwujudnya kerjasama internasional standardisasi ketenagalistrikan. termonitornya pengembangan jaringan tenaga listrik (TL) terkait program 10. Jawa Bali dan Nusa Tenggara. di w11ayah distribusi Sumatera. terupdatenya RUKN. terevaluasinya pembangunan TL jangka menengah/panjang. terlaksananya sertifikasi baik operasi (SLO) . tersusunnya pedoman pengawasan SLO. pembinaan dan pengawasan tingkat mutu pelayanan penyedia tenaga listrik kepada masyarakat TA 2009 kepada masyarakat TA 2009.000 MW. terselenggaranya forum konsensus rancangan SNI bidang ketenagalistrikan. k)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan dengan target tersusunnya rumusan standar kompetensi sektor ketenagalistrikan. . dan melanjutkan pembangunan beberapa pembangkit PLTU. tersusunnya pedoman kualifikasi standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. tersusunnya investasi penyediaan TL. tersebarnya informasi keselamatan ketenagalistrikan. tersusunnya pola kebutuhan dan prioritas pembangunan JTM/JTR. terkooordinirnya pelaksanaan pembangunan Power Transmission Improvement. g)Induk Pembangkit dan Jaringan dengan target melanjutkan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi meliputi 275 kV sepanjang 150 km. Sumbagsel.000 MW guna menunjang iklim daya saing perekonomian nasional). i)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Standardisasi Ketenagalistrikan dengan target tersusunnya rumusan rancangan SNI bidang ketenagalistrikan. terpantaunya pelaksanaan pendanaan pembanguna TL. terwujudnya kalibrasi alat ukur listrik dalam rangka SKB Peneraan. terlaksananya Pembinaan dan Pengembangan Program Ketenagalistrikan. j)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan dengan target terlaksananya inspeksi ketenagalistrikan. Aceh. terlaksananya pengukuran dan perhitungan losses teknis jaringan TL. Kalimantan dan Sulawesi (peningkatan ini ditujukan untuk mempercepat dan memenuhi penyelesaian pembangunan jaringan transmisi 10. gardu induk 18 lokasi. tersusunnya harga satuan biaya khusus (HSBK) satker lisdes. h)Penyusunan Regulasi Perlindungan Konsumen Listrik dengan target fasilitasi pengaduan konsumen listrik/masyarakat TA 2009. terlaksananya pengawasan sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. termonitornya penanganan daerah krisis TL. 150 kV sepanjang 1450 km.

pemantauan dan verifikasi usulan harga beli tenaga listrik dari IPP. PLTG.l)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Usaha Penunjang Ketenagalistrikan dengan target terciptanya Lembaga dan Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik dalam negeri yang mampu mendukung kemandirian nasiona1 dalam pembangunan sektor ketenagalistrikan. tersusunnya pedoman pemeriksaan dan pengujian pemanfaatan jaringan Tenaga Listrik untuk kepentingan Telematika. tersusunnya Pedoman Sertifikasi dan Regristrasi Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (BUJPTL). data center. penelaahan aturan pelaksanaan hubungan komersial di bidang UPTL. koordinasi pelaksanaan penyidikan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. n)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Harga dan Subsidi Listrik dengan target penyusunan pedoman mekanisme verifikasi susut jaringan dan BPP dalam proses perhitungan subsidi listrik. fasilitasi penyelesaian perselisihan dalam usaha penyediaan tenaga listrik. monitoring dan penghitungan BPP dan TDL-PLN. internet.Bidang Pos Dan Telematika a)Penyusunan/Pembaharuan Kebijakan. Kelembagaan Industri Pos dan Telematika dengan target (1) RUU Pos. (3) Hasil penataan stasiun penyiaran berjaringan dan pemantauan perijinan penyiaran. terlaksananya Konvensi Hasil Penyusunan Pedoman Sertifikasi dan Regristrasi Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik. Perangkat dan Sistem Pos dan Telematika dengan target (1) prototipe produk telekomunikasi radio Broadband Wireless Access dan (2) regulasi tentang Tingkat Kandungan Lokal Produk Telekomunikasi Dalam Negeri. (2) Rancangan awal revisi UU Telekomunikasi. Keahlian SDM. penyusunan mekanisme penetapan tarif dan database potensi daerah dalam rangka penerapan tarif listrik regional. b)Peningkatan Standarisasi dan Sertifikasi Pelayanan. D. . m)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Hubungan Komersial Ketenagalistrikan dengan target peningkatan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha dalam Bisnis Tenaga Listrik. (4) Peraturan pelaksana UU Informasi dan Transaksi Elektronik. c)Peningkatan Literasi Masyarakat terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (e-Literary) dengan target (1) perangkat TIK tahap 2 (komputer dan jaringan. tersedianya data dan daftar Badan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan di Indonesia yang dapat diakses masyarakat. instalasi) di Kota Jogja. (5) RUU Cyber Crime. penyusunan pedoman penetapan harga jual listnk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan energi terbarukan yang dijual kepada PKUK. penyusunan pola dan mekanisme penetapan harga jual tenaga listrik dan sewa jaringan tenaga listrik antar negara. dan (6) RUU Ratifikasi Convention on Cyber Crime. monitoring dan eva1uasi penyelesaian tunggakan rekening listrik yang disediakan PKUK. Regulasi. tersusunnya pedoman tentang kriteria dan tata cara penilaian Barang dan Jasa Produksi Dalam Negeri (PDN) pada PLTA.

(3) sarana laboratorium simulasi pengaman dan pengawasan jaringan internet. e)Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan bagi Kawasan RSH dengan target terlaksananya Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan bagi Kawasan RSH di 125 kawasan. Kulon Progo dan Gunung Kidul. (5) jadwal migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital. i)Perbaikan Lingkungan Permukiman dengan target terlaksananya Perbaikan . dan sistem untuk ICT Training Center di UIN. E. (4) sistem dan prosedur pelaksanaan Certification of Authority. f)Fasilitasi dan Stimulasi Pengembangan Kawasan dengan target Pengembangan Kawasan di 4 Kota dan 2 Kawasan. (2) penyelenggara Broadband Wireless Access. (6) Dukungan ID SRITII dalam rangka pengamanan infrastruktur komunikasi data Pemilu 2009. h)Penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun dengan target tersedianya penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sebanyak 16. g)Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Beserta Prasarana dan Sarana dasarnya dengan target terlaksananya Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Beserta Prasarana dan Sarana Dasarnya Sebanyak 80 Twin Blok.0 kemitraan. dan pengintegrasian). b)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pada Kawasan Strategis dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pada Kawasan Strategis di 168 kawasan dan 40 kab/kota. d)Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan target (1) kebijakan migrasi. d)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) di 105 lokasi. (4) gedung ICT Training Center di Jababeka. (3) warung masyarakat informasi di 50 lokasi. perangkat lunak. Bidang Permukiman dan Perumahan a)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat di 30 kawasan dan 4 kota. (2) konsep rencana roll out sistem e-learning.275 unit. c)Pengembangan Sistem Drainase dengan target terlaksananya Pengembangan Sistem Drainase di 33 kab/kota.Bantul. Kapasitas dan Kualitas Infrastruktur dan Layanan Pos dan Telematika dengan target: (1) hasil pemantauan pembangunan Jaringan Palapa Ring. (2) Model Community Access Point (CAP) versi 2. (3) gedung beserta perangkat keras TIK (penyediaan. aplikasi dan infrastruktur open source. (5) aplikasi sistem early warning. e)Peningkatan Jangkauan. dan (7) Pemancar televisi dan radio. instalasi. Sleman.

(10) Indonesia Ship Reporting System untuk Selat Sunda dan Lombok. (2) Pembangunan Maritime Education and Training Improvement (METI). f)Pembangunan Terminal dengan target dibangunnya terminal di 9 lokasi. Rambu Lalulintas 29. j)Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan target terlaksananya pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya sebanyak 70 Twin Blok.923. (5) pembangunan & pemasangan Simulator Pesawat Komersial sebagai Sarana Latih Diklat Penerbang. guardrail 106.477 buah.Lingkungan Permukiman di 218 kawasan. (14) Pembangunan VTS Selat Malaka Tahap I. c)Pengadaan Peralatan Laboratorium dengan target Upgrading laboratorium STPI Curug (Tersedianya Lab. (4) Pembangunan Rating School Ambon. Maluku. Traffic Light 110 Unit. serta lanjutan Pembangunan Kapal Patroli Kelas I sebanyak 1 unit. Papua dan Papua Barat). RPPJ 1200 Bh. Cermin Tikungan 108 Bh. Kalimantan. d)Rehabilitasi Fasilitas Bangunan Operasional dengan target Rehabilitasi Fasilitas Bangunan (73. Maluku Utara.500 M. (11) Indonesian Coast Guard Patrol Boats Retrofit Project dengan target memperbaiki kondisi Kapal Patroli Kelas II. sped boat 12 unit. (13) Pengadaan kapal patroli Kelas II sebanyak 2 unit. warning Light 50 unit. Diklat STPI Curug 10 Paket). h)Rehabilitasi Peralatan Operasional Jembatan Timbang dengan target rehabilitasi Peralatan Operasional Jembatan Timbang (1 Paket peralatan operasional jembatan timbang dan prasarana fasilitas LLAJ dan alat . paku marka 15. Kelas IV 33 unit.500 buah.000 M2 tersebar di : Sumatera. Delineator 36. g)Pembangunan Jembatan Timbang dengan target 6 paket. Jawa. dan (15) Pengadaan Sarana ASDP yang terdiri dari kapal perintis lanjutan 12 unit. k)Penyediaan Kredit Program-KPRSH dan Rusunami dengan target tersedianya kredit program-KPRSH dan Rusunami sebanyak 240.736 unit RSH/Rusunami. (12) Lanjutan Pembangunan kapal penumpang 2000 GT 5 unit. e)Pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan LLAJ di 32 Provinsi dengan target Marka jalan sepanjang 2. (8) pembangunan fasilitas sistem telekomunikasi pelayaran tahap 4 yang tersebar di seluruh Indonesia.500 M. Kelas V 59 unit. Kelas III 7 unit. (6) Pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia. 30 paket alat. (9) pengadaan kapal navigasi (ATN Vessel) sebanyak 7 unit.360 M. F. Bidang Transportasi a)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana dengan target pembangunan dan Pengadaan yang terdiri dari: (1) Pembangunan Rating School Sorong. (3) Pembangunan Rating School NAD. b)Pembangunan Gedung dengan target Pembangunan Gedung Simulator Pesawat Komersial (Tersedianya Prasarana Latih Diklat Penerbang 1 Paket). Prasarana BRT 8 Lokasi. (7) Pengembangan Kampus BP2IP Surabaya. Sulawesi. NTT. bus air 30 unit.

Pontianak. Bandung-Banjar-Kroya. q)Pembangunan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dengan target pengadaan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) -Mensu: 42 Unit. Pelsu : 100 unit. Tg. Tlk Bayur. selatan. Lubukalung-Naras. 2 unit kapal 350 DWT. serta terlaksannya Public Ship Finance Program. Pinang. (2) Pembangunan MRT Jakarta. Manada dan Bitung . 2 unit karat 750 DWT. (4) Pembangunan Jalur Ganda Kroya-Kutoarjo (76 Km). k)Peningkatan Jembatan Ka dengan target 53 buah.5 Km (1 Paket). Bitung. Palembang. KRL. Depare (papua).Kalaban-Pd. (2) Pembangunan Jalan KA Lintas Tanjung Priok-Pasoso (JICT-KOJA) 2. r)Pembangunan Kapal dengan target pembangunan dan Pengembangan industri Kapal yang terdiri dan: (1) Pembangunan Kapal Perintis (Lanjutan : 2 unit Kapal 900 DWT. Sumatera bagian utara.1 Km. (5) Pengadaan Rel dan Wesel UIC-54 -52 Km. Ramtun : 30 Unit (Seluruh Indonesia 25 Disnav). Dumai. i)Pengadaan Sarana KA Kelas Ekonomi. pengembangan dan pengadaan peralatan keselamatan yang terdiri dari: (1) Improvement and Development of Indonesia Aids to Navigation (Meningkatkan keandalan SBNP). (3) Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya (24 Km). Tj. (5) Lanjutan Pembangunan Doubel-double Track Manggarai-Cikarang (18 Km).' s)Pengadaan Peralatan Penunjang Keselamatan Transportasi Laut dengan target peningkatan.PKB). (2) Port Security System Improvement Plan di 9 Pelabuhan (Belawan. pengadaan peralatan SAR 18 unit. 2 unit kapal 500 DWf. l)Pembangunan Jalan Kereta Api dengan target pembangunan dan Pengadaan yang terdiri dan: (1) Pembangunan Perkeretaapian di NAD (1 Paket) . o)Pengembangan Perkeretaapian dengan target pembangunan dan Modifikasi yang terdiri dari: (1) Modifikasi Stasiun Cirebon (1 Paket). p)Rehabilitasi Jalan Ka dengan target lintas Cikampek-Padalarang. Lintas Jawa-400 Km. dan KRD/Krde/Kd3 dengan target 97 unit. (2) Pembangunan Jalur Ganda Tegal-Pekalongan (17 Km). Kariangau (Kaltim). (6) Pembangunan Jalur KA antara Gununggangsir-Sidoarjo -18. (2) Lanjutan Pembangunan Kapal GT 2000 (5 unit). Batu dan Palaihari (Kalsel). Telukbayur-Sawahlunto. Ramsu : 123 unit. m)Peningkatan dan Rehabilitasi Sistem Sinyal dan Telekomunikasi dengan target peningkatan Sintelis Gawa dan Sumatera)-(18 Paket). Semarang-Solo. (3) Pengadaan Track Machinery (1 Paket). Ma. Benoa.Sibusuk.Enim-Prabumulih-Tarahan. n)Pembangunan Double Track dan Double-Double Track dengan target pembangunan Jalur Ganda yang terdiri dari: (1) Pembangunan Jalur Ganda Serpong-Maja-Rangkasbitung (32 Km). t)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelabuhan dengan target Pembangunan Fasilitas Pelabuhan yang terdiri dari: Pembangunan fasilitas pelabuhan baru di 9 lokasi: Belawan (Sumut). Tg. Makassar). j)Peningkatan Jalan dan Prasarana Kereta Api dengan target peningkatan jalan KA di Lintas.

Bau-Bau (Sultra) . Papua dan Papua Barat. aa)Pengembangan/Peningkatan Bandara dengan target (1) Pengembangan Bandar Udara Dobo. lbukota Kabupaten dan Daerah Pemekaran (Tersebar di seluruh propinsi. Anggrek (Gorontalo). Kalimantan. Ende. Adpel Lhok Seumawe. Tg. Sungai Nyamuk (Kaltim). Tarakan (Kaltim). Kanpel Seba. Melongguane. Maluku Utara. Adpel Palembang. Enggano. Namniwel. Garongkong (Sulsel). u)Pengerukan Alur Pelayaran dan Kolam Pelabuhan Penyebrangan dengan target pengerukan alur pelayaran dan Kolam Pelabuhan (Lokasi : Kanpel Kalbut. Yani (Malut). Buton (Riau). 8 dermaga sungai lanjutan dan 1 dermaga danau. dd)Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan Penerbangan dan Penunjang Operasional dengan target rehabilitasi Peralatan Keselamatan Penerbangan dan Penunjang Operasional (8 paket tersebar di : . Adpel Kuala Langsa. dan Manokwari (papua). v)Pembangunan Dermaga Sungai. Ibukota Kabupaten dan Daerah Pemekaran). Lab. Silangit. Manokwari. 5 dermaga penyeberangan. Adpel Sampit. Sibolga. dan (3) Pembangunan/peningkatan Bandara di Ibukota Propinsi. terpencil dan rawan bencana (11) lokasi di : Rembele. Papua dan Papua Barat. Kanpel Manggar. Maloy (Kaltim). NTB. Seram Bagian Timur. cc)Rehabilitasi Fasilitas Terminal dengan target 3. Tapang (Sumbar). Panajam Pasir (Kaltim). bb)Rehabilitasi Fasilitas Landasan dengan target 425. Rembang (Jateng). Sulawesi. Adpel Jambi. Sulawesi Utara. sungai 12 lokasi. Saumlaki Baru. Jawa. Adpel Samarinda. Jawa. z)Pembangunan Bandara Baru dengan target pembangunan Bandar Udara yang terdiri dari: (1) Pembangunan Bandar Udara Kualanamu sebagai pengganti Bandar Udara Polonia-Medan (1 paket di Kualanamu-Sumatera Utara). Tlk. dan Teluk Batang (Kalbar). Danau dan Penyeberangan dengan target (1) dermaga lanjutan 65 dermaga. Malarko (Kepri). Maluku. Maluku. Dumatubun-Langgur. dan Haliwen). Naha. Kalimantan. Muara Bungo dan Waghete baru. (2) Pembangunan/peningkatan Bandara di daerah perbatasan. Nusa Tenggara. NTT. (2) Pembangunan Bandar Udara Hasanuddin-Makasar Sulawesi Selatan.000 M2 tersebar di : Sumatera. Sam Ratulangi-Manado. Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut di 16 Lokasi A.(Sulut). w)Rehabilitasi Dermaga Penyeberangan dengan target dermaga penyeberangan 21 lokasi. Maluku. Papua dan Papua Barat. danau 9 lokasi. Belang-belang (Sulbar). Arar (papua Barat). Nunukan. Amuk (Bali). y)Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Penerbangan dengan target 17 paket tersebar di Sumatera. Kanpel Paloh/Sekura. Maluku Utara. Sulawesi. NTT. Sulawesi. Kanpel Leok). Bojanegara (Banten) . Maluku Utara.000 M2 tersebar di : Sumatera. Kalimantan. Rote. Jawa. x)Pengerukan Alur dan Kolam pelabuhan Penyeberangan dengan target 7 lokasi.

Kalimantan. kk)Pemeliharaan Jalan Nasional dengan target 32. (2) Pengembangan Pelabuhan Bojonegara (1 Paket) .884 m. ss)Pembangunan Jalan Akses dengan target 11. Papua dan Papua Barat). nn)Pembangunan Fly-over dengan target 4.701 m.Peningkatan Investasi Infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dan Swasta a)Koordinasi Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur dengan target 3 rumusan kebijakan.Peningkatan Investasi Dan Produksi Migas.685 m.720 m. jj)Rehabilitasi Jalan Nasional dengan target 1. Batubara. Sulawesi. Jawa. Dan Mineral a)Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dengan target Pelaksanaan . uu)Pengusahaan Jalan Tol dengan target dibangunnya jalan tol Solo-Kertasono sepanjang 12 km. tt)Pembangunan Jalan Baru dan Peningkatan Jalan Strategis dengan target 60.5 km. c)Penyusunan Penyempurnaan Pengkajian Peraturan Perundangan dengan target 1 paket kerangka kebijakan dan pedoman operasional pengadaan tanah. Maluku Utara. (4) Pengembangan Pelabuhan Manokwari (3 Lokasi Manokwari. hh)Pengadaan dan Pemasangan SBNP dan Rambu Sungai Transportasi Penyeberangan dengan target tersedianya SBNP 34 buah rambu suar dan 2000 buah rambu. qq)Pembangunan Jembatan Suramadu dengan target 1 paket.000 unit.880. ll)Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional dengan target 8.8 km. gg)Pengadaan dan Pemasangan Konverter Kit dengan target 2.Sumatera. Manado). (3) Pengembangan Pelabuhan Belawan (Medan) (1 Paket).9 km. oo)Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Lintas dengan target 2.9 km. rr)Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa dengan target 63. ii)Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan dengan target bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan. ff)Pengembangan Pelabuhan Strategis Pengembangan Pelabuhan yang terdiri dari: (1) Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok (1 paket supervisi dan konstruksi).834.163 km.469 km dan 3. Bitung.2 m. NTT. ee)Pengadaan Sarana dan Prasarana Penunjang Pencarian dan Penyelamatan dengan target tersedianya kelengkapan penunjang kegiatan SAR 1 Paket. Fokus 13. Fokus 14.8 km dan 2. mm)Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional dengan target 34. b)Pembebasan Lahan. 8 laporan koordinasi kebijakan percepatan penyediaan infrastruktur. pp)Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Non Lintas dengan target 335.

terselenggaranya Bintek energi terbarukan dan konservasi energi. kriteria wilayah usaha pengelolaan panas bumi di Lampung. Maluku. terupdatenya database energi terbarukan dan konservasi energi. pendamping kegiatan konservasi energi (kerjasama dengan Jepang dan Denmark). penetapan WKP panas bumi. perijinan usaha. advokasi hukum. perumusan regulasi panas bumi dan pemantauan sub sektor minerbapabum. Efisiensi Distribusi dan Pemanfaatan BBM a)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Usaha Energi Baru Terbarukan dengan target terselenggaranya studi kelayakan PLTMH untuk interkoneksi dengan jaringan PLN. termonitornya implementasi hasil audit energi. terselenggaranya kerjasama dalam rangka sosialisasi pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. terlaksananya forum konsensus standar kompetensi auditor energi. c)Penyiapan Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dengan target terlaksananya pengembangan dearing house energi terbarukan dan konservasi energi. penyiapan wilayah usaha pertambangan perumusan draft rancangan Kepres tentang perizinan serta penyiapan dan evaluasi usaha pertambangan. Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) dan Keputusan Presiden Pasca Tambang. tersusunnya informasi teknologi energi baru terbarukan. dan Papua untuk CDM. Sulawesi. tersusunnya baseline faktor emisi sistem ketenagalistrikan Kalimantan. tersusunnya kebijakan . seismic laut Flores sepanjang 1. tersusunnya standar kompetensi untuk audit energi. Maluku Utara. tersusunnya pedoman persyaratan uji kinerja pada pemanfaatan TL untuk rumah tangga dalam rangka labelisasi tanda hemat energi. b)Pengelolaan.Percepatan Diversifikasi Energi. evaluasi usaha pembangkit listrik energi baru terbarukan skala kecil dan menengah.500 km. b)Pengkoordinasian/Penyelenggaraan Konservasi Energi dengan target terselenggaranya audit energi di sektor industri dan bangunan. tersosialisasikannya pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. terbitnya buletin energi hijau. synopsis geologi WK. Fokus 15.harmonisasi wilayah kerja pertambangan minerbapabum. terpantaunya pengawasan kegiatan energi baru terbarukan untuk daerah terpencil. d)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Pemanfaatan Energi dengan target termonitornya implementasi kebijakan energi nasional. interpretasi potensi migas di laut Sulawesi. terevaluasinya program pembinaan implementasi pembangkit listrik. pengembangan statistik minerbapabum. terevaluasinya pelaksanaan penghematan energi. Penyiapan dan Penilaian Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dengan target penawaran 20 wilayah kerja baru migas. Reklamasi. c)Peningkatan pemanfaatan Pertambangan dengan target Perumusan Pedoman Perizinan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan IUP Produksi Minerba.

tersusunnya program pemanfaatan energi. g)Pelayanan dan Pemantauan Usaha Gas Bumi dengan target penawaran 10 wilayah kerja CBM. pengembangan pulau kecil terluar melalui pemanfaatan energi terbarukan non listrik.Meningkatnya kinerja lembaga peradilan dan lembaga penegakan hukum termasuk lembaga pemberantasan korupsi.Tumbuhnya ik1im takut korupsi.PENINGKATAN UPAYA ANTI KORUPSI. perubahan kepemilikan saham. pembinaan perijinan pengusahaan minerbapabum. DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. Reformasi Birokrasi serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam Negeri pada tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. c.energi. terselenggaranya pengarusutamaan gender di sektor energi.Menurunnya tindak pidana korupsi yang tercermin dari: a. . c. yang antara lain ditandai dengan: a.Dilakukannya upaya peningkatan kinerja instansi pemerintah. b. pengusahaan CBM di daerah Sumatera.Dilakukannya perbaikan kesejahteraan aparatur negara yang adil. pengawasan produksi penjualan.Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI. murah dan manusiawi. tersusunnya kajian penurunan emisi sektor energi nasional. f)Pengembangan dan Pemanfaatan Energi dengan target terkoordinirnya pengembangan energy perdesaan. 2. b. tersosialisasinya pemanfaatan biofuel di sektor industry dan bangunan. d. cepat. e)Pembinaan Koordinasi dan Konsultasi Pengawasan dengan target pelaksanaan evaluasi hasil pengawasan produksi.Ditingkatkannya kualitas pelayanan publik.Makin meningkatnya kinerja birokrasi untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional di berbagai bidang. REFORMASI BIROKRASI. diterapkannya standar pelayanan minimal (SPM). III. layak dan berbasis kinerja. kinerja unit kerja dan kinerja individu/pegawai. serta inventarisasi barang modal dan sarana dan prasarana. adanya dukungan kompetensi sumber daya manusia aparatur dibidang pelayanan dan penegak hukum. yang mencakup antara lain: terselenggaranya pelayanan publik yang tidak diskriminatif. peningkatan aksesibilitas energy perdesaan. SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Peningkatan Upaya Anti Korupsi. dan diterapkannya teknologi informasi dan komunikasi (e-gov dan e-services). PERTAHANAN.Meningkatnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang pada dasarnya dapat menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik. penetapan harga gas bumi.

dan. kampanye.Terselenggaranya pengamanan proses pemilu dari masa persiapan. 40 perkara penuntutan. adil. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan tersebut ditempuh arah kebijakan sebagaimana dalam Bab 3. c)Penanganan Perkara dengan target penanganan terhadap 250. serta penyelundupan sumber daya negara. Bab 6.Terlaksananya Pemilu 2009 secara demokratis. Bab 5. dan aman. dan (2) terlaksananya sosialisasi RAN-PK oleh K/L dan penyusunan RAD-PK oleh .d. Bab 10. e.Dilaksanakannya penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan yang menunjang fungsi-fungsi kepemerintahan. b)Penindakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi dengan target (1) penyelidikan 55 kasus.Makin menguatnya kemampuan pertahanan dan mantapnya keamanan dalam negeri. ARAH KEBIJAKAN. Pengumpulan bahan keterangan 1 paket. Bab 8. e.Tercapainya kapasitas alutsista pertahanan dan keamanan skala essential force dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pertahanan dan keamanan. (2) penanganan terhadap 1. 35 perkara eksekusi keputusan inkracht. supervisi dan koordinasi penanganan TPK 40 kasus di 50 K/L. 50 perkara penyidikan.Penindakan dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi a)Penanganan/Penyelidikan Kasus Intelejen dengan target 1. d)Pelaksanaan Inpres No. b. proses pemungutan dan perhitungan suara. 4. yang tercermin dari : a.967 perkara korupsi. c. illegal logging. dan (3) Penyelidikan dan penyidikan terhadap subyek dan kasus tindak pidanan korupsi. dan Bab 14 Buku II dengan Fokus dan Kegiatan prioritas sebagai berikut : Fokus 1.Terputusnya jaringan demand dan supply penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia baik yang melibatkan jaringan dalam negeri maupun jaringan internasional.Ditingkatkannya efektifitas pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan untuk mendukung kinerja instansi pemerintah dan pembangunan. FOKUS. d. 15 orang perlindungan saksi. Bab 13. jujur.852 penanganan/penyelidikan kasus intelijen termasuk perkara korupsi. 5 Tahun 2004 di sebanyak 660 instansi (pusat dan daerah).000 perkara. 3. Bab 9.Menurunnya secara signifikan tindak kejahatan lintas negara di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah perbatasan khususnya illegal fishing. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu tahun 2009. 5 Tahun 2004 (Percepatan Pemberantasan Korupsi) dengan target: (1) tersusunnya laporan pelaksanaan Inpres No. termasuk di dalamnya penanganan perkara korupsi baik yang ditangani oleh pengadilan umum maupun pengadilan Tipikor.Tertangkapnya pelaku utama aksi-aksi terorisme dan terbongkarnya jaringan utama terorisme di Indonesia secara tuntas.

Fokus 4.Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi a)Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana dengan target terlaksananya sosialisasi UU perlindungan saksi dan korban dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberantasan korupsi dengan sasaran 45. .000 orang.Penyempurnaan Peraturan Perundang-undangan untuk Mendorong Upaya Pemberantasan Korupsi a)Penyusunan Naskah Perundang-undangan dengan target Pembahasan RUU 10 buah. penyusunan naskah akademik 10 RUU. penyusunan UU pengadilan tindak pidana korupsi. dan (3) meningkatnya koordinasi pelaksanaan strategi nasional pemberantasan korupsi yang sejalan dengan KAK' 2003. Fasum) bermasalah di 10 provinsi.Pemda. revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi). Rakor di 3 wilayah evaluasi 10 kawasan kumuh perkotaan di 10 provinsi.380 aparat pemerintah daerah di 10 propinsi masing-masing 5 kab/kota dalam penerapan SPM di daerah. evaluasi PSU (Fasus. c)Penyuluhan Hukum dan Koordinasi RANHAM dengan target penyelenggaraan penyuluhan hukum pada 33 Kanwil Dephukham. serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberantasan korupsi. b)Peningkatan/Pengkajian Kapasitas Kelembagaan dengan target tersusunnya 4 dokumen SPM dan Penerapan 2 SPM di 33 provinsi. kerjasama perkotaan bertetangga di 3 kota metropolitan. c)Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam penerapan standar pelayanan minimal (SPM) di daerah dengan target meningkatnya kapasitas 1. dan Dirjen HAM. untuk pelayanan kepada masyarakat di daerah. kerjasama kota kembar (sister city). Kejaksaan di 31 Kejaksaan Tinggi. dan 1 Kejaksaan Agung. penelitian hukum 7 kegiatan. pengkajian hukum 15 kegiatan. 361 Kejaksaan Negeri. d)Pasilitasi Pengelolaan Kawasan Perkotaan dengan target terlaksananya fasilitasi standar pelayanan perkotaan di 11 provinsi. Penyusunan 18 Naskah RPP (termasuk peraturan pelaksanaan UU perlindungan sanksi dan korban serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. BPHN. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik a)Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan target (1) tersusunnya RPP untuk UU Pelayanan Publik dan sosialisasi UU Pelayanan Publik dan (2) meningkatnya kualitas pelayanan terpadu Samsat. 99 Cabang Kejaksaan Negeri. Fokus 3. b)Penyuluhan Hukum dengan target terlaksananya penyuluhan hukum terutama yang terkait dengan Sosialisasi UU Perlindungan Saksi dan Korban. Fokus 2. Penyusunan 15 Naskah RUU. dan Peraturan pelaksanaan UU Penyitaan Aset.

g)Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu dengan target terimplementasinya SAK di 457 kab/kota. (2) peraturan tentang pelaksanaan e-government di instansi pemerintah. Ketatalaksanaan dan Pengawasan Aparatur Negara a) Pelaksanaan Rencana Induk Reformasi Birokrasi. Fokus 5. (1) model implementasi e-local government. Sragen dan Balikpapan) dengan 3 instansi (pemda.e)Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan target tersusunnya. b)Penyempurnaan sistem manajemen pengelolaan SDM Aparatur sesuai Sistem Karir dan Remunerasi dengan target tersusunnya RPP Sistem Remunerasi PNS berbasis kinerja dan merit. f)Penyempurnaan Sistem Koneksi (interphase) Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi antar instansi yang terkait dengan target penataan sistem koneksi NIK dengan sistem informasi departemen/lembaga melalui pembangunan dan pengembangan data warehouse berbasis NIK Nasional. (Survey/Studi kelayakan/Penyusunan Master Plan/DED/SID) dengan target terlaksananya sosialisasi/asistensi/ monitoring. (3) tersusunnya Strategi Pembelajaran yang baru. c)Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-undangan dengan target terlaksananya uji materi dan pembahasan RUU Kepegawaian Negara dengan legislatif.Peningkatan Kinerja dan Kesejahteraan PNS a)Pengembangan Sistem Pendayagunaan SDM Aparatur Negara dengan target (1) tersusunnya Sistem Diklat Aparatur yang baru. Menpan. (4) tersosialisasikannya sistem diklat aparatur yang baru. dan (2) tersosialisasikannya Pedoman Implementasi Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Instansi Pemerintah. BKN). evaluasi atas pelaksanaan Rencana Induk Reformasi Birokrasi. h)Pilot Project Penerapan Identitas Tunggal untuk Pelayanan Publik dengan target terlaksananya ujicoba penerapan identitas tunggal untuk pelayanan publik di 3 lokasi (Jembrana. b)Pengembangan Sistem dan Evaluasi Kinerja dengan target (1) tersusunnya rancangan kebijakan Penerapan Sistem Manajemen Kinerja untuk Instansi Pemerintah. (2) tersusunnya Kurikulum Diklat Aparatur yang baru. d)Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan dengan target terlaksananya uji materi dan pembahasan RUU Sistem Pengawasan Nasional dan RUU Akuntabilitas Kinerja Penyelenggara . Fokus 6.Penataan Kelembagaan. c)Evaluasi Organisasi dan Tata Kerja Unit Departemen/ LPND/Lembaga Non Struktural dengan target tersususnnya RPP tentang Pedoman Penyusunan Kelembagaan Non-struktural (quasi birokrasi) dan basil evaluasi kelembagaan birokrasi (struktural).

Negara dengan legislatif. Fokus 7. dan KPPSLN untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu Presiden/WK Presiden putaran 1 dan putaran 2. PPLN. serta tersedianya bahan tercetak dan instrumen bagi lembaga pemantau pemilu dari dalam negeri dan luar negeri. Fokus 8. dan (2) terlaksananya fasilitasi voters information dan fasilitasi pelaksanaan kampanye di 119 kantor perwakilan RI di luar negeri. kesiapan alutsista TNI AU menjadi 43 persen dari jumlah yang ada saat ini. c)Penguatan sarana dan prasarana pendukung Pelnilu 2009 dengan target tersedianya sarana dan prasarana gedung kantor KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota.575 PPK. (2) terlaksananya seleksi. 611. serta bimbingan dan supervisi teknis kepada panitia ad hoc pelaksana pemilu. (KPU.Penguatan Lembaga Penyelenggaraan Pemilu dan Peningkatan Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pemilu 2009 a)Penguatan Organisasi Penyelenggara Pemilu dan Pilkada dengan target (1) terakreditasinya dan terlaksananya bimbingan teknis bagi pemantau pemilu. 77. 1. 470 KPU kab/kota. dan supervisi untuk PPK. 33 KPU provinsi.286 PPS. dan 1 Kadin di luar negeri. . d)Fasilitasi lembaga kemasyarakatan untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat di daerah-daerah dengan target terlaksananya pendidikan politik mengenai kepemiluan oleh 500 ormas di kab/kota (khususnya untuk Pemilu Presiden). Fokus 9. c)Fasilitasi Pelaksanaan Budaya Politik Demokratis dengan target terlaksananya pendidikan pemilih bagi masyarakat di 5 lokasi di daerah.636 KPPS. bimbingan teknis. 6. b)Penyediaan dan distribusi logistik pemilu dengan target tersedianya logistik pemilu tepat waktu dan tepat lokasi. PPS. KPPS. kesiapan alutsista TNI AL menjadi 41 persen dari jumlah yang ada saat ini. Kegiatan dilakukan di 33 provinsi dan 470 KPU kab/kota.Peningkatan Efektivitas Pelaksanaan Pemilu 2009 a)Fasilitasi Persiapan Pelaksanaan Pemilu 2009 dengan target terlaksananya koordinasi setiap tahapan dan jadwal kegiatan Pemilu 2009 (desk Pemilu).780 KPPSLN).Pemantapan Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri a)Peningkatan kemampuan alutsista TNI dan Alut Polri dengan target (1) kesiapan alutsista integratif TNI menjadi 40 persen dari jumlah saat ini. (2) kesiapan peralatan Polri mencapai 70 persen dari kondisi yang ada saat ini. 120 PPLN. b)Peningkatan Pendidikan Politik Masyarakat (penyiapan Modul dan Memulai Voters Education and Information) dengan target (1) terlaksananya sosialisasi informasi pemilu. 119 Kantor Perwakilan Luar Negeri. pendidikan pemilih di dalam dan luar negeri. kesiapan alutsista TNI AD menjadi 38 persen dari jumlah saat ini.

e)Penanggulangan dan pencegahan gangguan keamanan laut dengan target (1) berkembangnya prasarana dan sarana termasuk early warning system dengan pengadaan kapal markas. (2) meningkatnya operasional penjagaan dan pengawasan aktivitas aging di pulau-pulau terluar dan wilayah-wilayah perbatasan melalui penjagaan dan pengawasan aktivitas asing di pulau-pulau terluar dan wilayah-wilayah perbatasan. (3) meningkatnya kerjasama bilateral dan regional dalam hal penanggulangan dan pencegahan aksi-aksi terorisme melalui . (2) terselenggaranya operasi bersama keamanan laut dan penegakan hukum di wilayah laut Indonesia dengan target meningkatnya intensifikasi operasi bersama keamanan laut. (4) penguatan sinkronisasi dan sinergi instansi-instansi pemangku Maritime Surveilance System dengan target tercapainya efektivitas dan efisiensi Maritime Surveilance System diantara instansi-instansi terkait guna mendukung kemampuan dukungan informasi dan data secara lebih akurat. dengan target (1) meningkatnya kelembagaan Badan Koordinasi Penanganan Terorisme melalui peningkatan koordinasi penanganan tindak kejahatan terorisme. penyelenggaraan pentaatan dan penegakan hukum di 5 unit kerja peradilan perikanan dan pengembangan 5 UPT pengawas. dan tepat waktu (real time). dan (4) meningkatnya kualitas dan kuantitas pas-pas keamanan dalam rangka pencegahan tindak kejahatan transnasional. pembentukan UPT di 6 provinsi. (2) meningkatnya upaya pencarian. tepat tempat. c)Pengembangan profesionalitas prajurit TNI dan anggota Polri dengan target terpeliharanya kekuatan dan kemampuan prajurit TNI dan anggota Polri. d)Pengamanan batas negara pada sekitar pulau-pulau kecil terluar dan wilayah-wilayah perbatasan dengan target (1) meningkatnya kualitas dan kuantitas pas-pas pertahanan dalam rangka pencegahan terjadinya pelanggaran wilayah dan kedaulatan. pembentukan 132 kelompok masyarakat pengawas. pengadaan early warning system. terbangunnya stasiun koordinasi keamanan laut. (3) berkembangnya sistem pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan melalui penyelenggaraan operasi terpadu selama 180 hari. serta (2) pemanfaatan fasilitas pemeliharaan dan penyerapan secara signifikan produk industri pertahanan nasional dengan target meningkatnya jumlah dan jenis alutsista TNI dan alut Polri produk industri pertahanan nasional untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan.b)Pengembangan industri pertahanan nasional dengan target (1) ditetapkannya sejumlah : peraturan perundangan yang mengatur mekanisme pengembangan industri pertahanan. penangkapan dan pemrosesan tokoh-tokoh kunci operasional terorisme melalui peningkatan jumlah penangkapan dan proses hukum tokoh-tokoh kunci terorisme. operasionalisasi 21 kapal pengawas. f)Penanggulangan dan pencegahan tindakan terorisme. (3) meningkatnya kerjasama bilateral pengamanan di wilayah-wilayah perbatasan.

Sasaran tahun 2009 tersebut dicapai melalui berbagai kegiatan dan kebijakan pembangunan sesuai dengan prioritas yang digariskan. kriminalitas. dengan target (1) meningkatnya kerjasama dalam negeri dan luar negeri di bidang narkoba melalui peningkatan koordinasi dan kerjasama serta sinergi antara BNN dan BNP/BNK/BNKot maupun lintas negara dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (4) terselenggaranya kampanye nasional dan sosialisasi anti narkoba serta tersosialisasinya pencegahan penyalahgunaan narkoba di seluruh Indonesia. meningkatnya kemampuan intelijen TNI. (2) meningkatnya kualitas penegakan hukum di bidang narkoba melalui peningkatan jumlah penyelesaian perkara kejahatan di bidang narkoba. separatisme. (2) mantapnya kesiapan TNI dalam memberikan dukungan pengamanan dalam menciptakan suasana yang kondusif. serta teredamnya potensi gangguan keamanan. meningkatnya kemampuan intelijen Polri. mencegah dan menanggulangi konflik. (3) meningkatnya pelayanan terapi dan rehabilitasi kepada penyalahguna (korban) narkoba. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu. kampanye. (3) terselenggaranya pembangunan jaringan komunikasi sandi negara melalui pembangunan dan pengembangan SDM persandian. serta (3) terselenggaranya operasi intelijen untuk mendeteksi dan mengeliminasi ancaman tantangan hambatan dan gangguan (ATHG) di dalam dan luar negeri. konflik. BAB III KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 memberi gambaran kondisi ekonomi makro tahun 2007. sasaran-sasaran pokok tahun 2009. dan menanggulangi kriminalitas.peningkatan penanganan terorisme yang bersifat lintas negara serta menurunnya potensi aksi terorisme lintas negara. perkiraan tahun 2008. . dengan target (1) meningkatnya sarana dan prasarana intelijen pusat dan daerah melalui peningkatan kemampuan lembaga dan SDM intelijen pusat dan daerah. terbangun sistem informasi intelejen pertahanan. percepatan pembangunan jaringan komunikasi sandi nasional. (2) operasi dan koordinasi dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan. g)Penguatan institusi intelijen dan kontra intelijen. i)Pengamanan Pemilu 2009 dengan target (1) mantapnya kesiapan Polri dalam mengamankan proses pemilu dari masa persiapan. serta kebutuhan pembiayaan pembangunan yang diperlukan. ketertiban. ketertiban. h)Peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. separatisme. dan terorisme. dan terorisme. proses pemungutan dan perhitungan suara.

Dalam keseluruhan tahun 2007. Dalam tahun 2008. sejak paruh kedua tahun 2007.3 persen (y-o-y) didorong oleh ekspor barang dan jasa serta pembentukan modal tetap bruto yang meningkat 15. pengangguran terbuka menurun menjadi 9. kualitas pertumbuhan ekonomi membaik.140 per dolar AS atau menguat 0. Dalam triwulan 1/2008.0 persen dan 13. rata-rata nilai tukar rupiah mencapai Rp 9.0 juta orang (9. termasuk APBN 2008 dengan perubahan yang dilakukan pada awal-awal tahun 2008.KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2007 DAN PERKIRAAN TAHUN 2008 Kondisi ekonomi makro tahun 2007 dan perkiraannya tahun 2008 dapat diringkas sebagai berikut.8 persen (y-o-y). investasi berupa pembentukan modal tetap bruto meningkat dua digit serta konsumsi masyarakat tumbuh lebih dari 5 persen.8 persen menjadi 6.3 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 5. serta melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. Keempat.A.4 persen. Momentum pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga pada triwulan 1/2008 menurunkan lebih lanjut pengangguran terbuka.3 persen. Sejak triwulan 111/2007. jumlah penduduk miskin menurun menjadi 37. Pada bulan Maret 2007. Dengan memperhitungkan resiko gejolak ekstemal yang cukup besar.3 persen) menjadi 10.6 persen) atau berkurang 2.9 juta orang (10.5 persen) didorong oleh investasi yang meningkat. Momentum pertumbuhan terns berlanjut pada triwulan 1/2008.5 persen). perekonomian Indonesia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan harga komoditi dunia lainnya. kemampuan ekspor barang dan jasa yang terjaga.5 persen. penerimaan ekspor nonmigas meningkat 15. stabilitas ekonomi tetap terjaga dari tekanan eksternal yang meningkat. Dalam Agustus 2006-Agustus 2007 tercipta lapangan kerja baru bagi 4. Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dalam keseluruhan tahun 2008 diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya serta tekanan inflasi yang besar berpotensi lebih memperlambat pertumbuhan ekonomi. Ketiga.1 persen).5 juta orang sehingga pengangguran terbuka menurun dari 10. Pada triwulan 1/2008.1 juta orang (16.0 persen.3 persen dibandingkan . sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dalam awal-awal tahun 2008 disesuaikan dari 6. ekonomi tumbuh 6. dampak dari krisis subprime mortgage di AS. ekonomi tumbuh 6. Dalam tahun 2007. Pertama. ekonomi diperkirakan tumbuh 6. Kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penduduk miskin ditingkatkan pada tahun 2008. momentum pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2007 dan triwulan 1/2008 tetap terjaga.4 juta orang (8. lebih tinggi dari tahun 2006 (5. serta daya beli masyarakat yang semakin baik. Kedua. Besarnya resiko dari gejolak eksternal tersebut menuntut langkah-langkah jangka pendek yang harus ditempuh serta penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam rangka mengamankan pembangunan. penerimaan ekspor nonmigas meningkat 24.5 persen (y-o-y). Dalam bulan Februari 2008. Dalam keseluruhan tahun 2007.1 juta dibandingkan Maret 2006.

Dalam rangka mengurangi meluasnya dampak krisis subprime mortgage tersebut. Ketiga resiko eksternal tersebut memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2008. Runtuhnya pasar sub-prime mortgage di Amerika Serikat pada pertengahan Juli 2007 telah menimbulkan gejolak yang luas terhadap pasar modal global. harga komoditi dunia yang meningkat memberi tekanan yang cukup besar terhadap inflasi di dalam negeri. Untuk mencegah ekonomi AS dari kemungkinan resesi pada tahun 2008. Dalam semester II/2007.25 persen pada bulan . Indeks saham Dow Jones yang sebelumnya mencapai lebih dari 14. Sejak triwulan II/2006.5 persen per tahun.0 persen. krisis subprime mortgage di AS yang berpengaruh terhadap stabilitas keuangan dunia. ekonomi dunia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan komoditi dunia lainnya. atau bertambah USD 14.6 persen. EKONOMI DUNIA Dalam keseluruhan tahun 2007. Pada bulan April 2008. serta cadangan devisa meningkat menjadi USD 56. sedangkan negara-negara maju hanya tumbuh 2. bantuan likuiditas sekitar USD 30 miliar diberikan untuk menyelamatkan Bear Sterns dari kerugian yang dialami. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. Rendahnya kualitas kredit perumahan di AS telah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi AS. Terakhir. Dalam bulan Juli 2007.6 persen. kebijakan ekonomi AS diarahkan pada dua langkah pokok yaitu mengamankan sektor keuangan termasuk perbankan dengan penurunan suku bunga serta memberi stimulus fiskal dalam rangka mendorong ekonomi.6 persen.9 persen. laju inflasi terjaga sebesar 6.3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.000 sempat merosot menjadi di bawah 12.0 persen). investasi residensial di AS terus tumbuh negatif hingga menurun menjadi 21. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati. Dalam kaitan itu. Penurunan indeks saham tersebut selanjutnya berpengaruh terhadap indeks saham di berbagai negara. serta melambatnya ekonomi AS. Pada triwulan 1/2008. Dalam keseluruhan tahun 2007. ekonomi AS tumbuh 2. Ekonomi Asia tetap sebagai penggerak ekonomi dunia dengan tumbuh sekitar 9. lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya yang tumbuh 3.tahun sebelumnya. bank sentral AS dan beberapa bank sentral di negara maju menempuh langkah pengamanan baik melalui bantuan likuiditas dan penurunan suku bunga. laju inflasi keseluruhan tahun 2008 diupayakan tetap terkendali. laju inflasi setahun (y-o-y) mencapai 9. suku bunga Fed Funds diturunkan secara bertahap dari 5.9 miliar. sedikit lebih rendah dari tahun 2006 (5.2 persen. relatif sama dengan tahun 2006. stabilitas keuangan dunia mengalami gejolak dipicu oleh krisis subprime mortgage AS. ekonomi dunia tumbuh 4. ekonomi AS tumbuh 2.2 persen pada triwulan 1/2008.000 dalam bulan Januari dan Maret 2008 dalam penutupan hariannya.5 persen (yo-y) dengan kecenderungan peningkatan konsumsi rumah tangga yang melambat serta penurunan investasi residensial yang makin pesat.

lebih lambat dari tahun 2007 (4. Indeks harga komoditi dunia pada bulan April 2008 meningkat 46. Dengan kebijakan moneter yang berhati-hati.7 persen. Tekanan eksternal berupa tingginya harga komoditi dunia dan meluasnya dampak krisis subprime mortgage di AS berpengaruh pada stabilitas ekonomi di dalam negeri.9 persen) dengan ekonomi AS yang hanya tumbuh 0.per dolar AS. Harga minyak mentah dunia dan komoditi dunia lainnya secara bertahap meningkat. Langkah-langkah untuk mengamankan sektor keuangan dan pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati dengan penurunan suku bunga Fed Funds yang terus berlanjut. Dalam keseluruhan tahun 2008.140. Sampai dengan lima bulan pertama tahun 2007. Dalam bulan Mei 2007 terjadi penguatan nilai tukar rupiah terutama didorong oleh arus modal jangka pendek dalam bentuk investasi portfolio. Mei 2008]. Dalam tahun 2008 ekonomi dunia diperkirakan hanya tumbuh 3. atau menguat 0. serta pengamanan sektor keuangan di dalam negeri.000-Rp 9. stabilitas ekonomi dapat dijaga.7 per barel dan dalam paruh pertama bulan Mei 2008 mencapai USD 122. Pertumbuhan ekonomi dunia yang tinggi sejak tahun 2004 meningkatkan permintaan terhadap komoditi dunia termasuk energi.1 persen (The Economist. Nilai tukar rupiah kembali stabil pada rentang Rp 9. Poll of the Forecaster memperkirakan ekonomi AS dalam keseluruhan tahun 2008 tumbuh 1. April 2008). harga minyak mentah WTI diperkirakan sekitar USD 110 per barel (EIA. rata-rata harian nilai tukar rupiah mencapai Rp 9.5 persen (IMF.200 per USD dan dalam keseluruhan tahun 2007.0 per barel.3 persen dibandingkan tahun 2006. terutama minyak mentah. mampu menjaga kembali stabilitas nilai tukar rupiah. Mei 2008).00 persen pada akhir bulan April 2008 dan stimulus fiskal sebesar USD 162 miliar diberikan untuk menopang konsumsi masyarakat. Dalam rangka mengendalikan tekanan inflasi ini. program stabilisasi harga kebutuhan pokok. Krisis subprime mortgage dan melemahnya nilai tukar dolar AS mengakibatkan likuiditas global yang berlebih beralih pada pasar komoditi. dan memberi tekanan spekulasi yang besar terhadap peningkatan harga komoditi dunia. rata-rata harian nilai tukar rupiah relatif stabil pada rentang Rp 9.200 per dolar AS. Kenaikan harga komoditi yang tinggi ini telah memberi tekanan inflasi global yang tinggi bagi semua negara. DAN PASAR MODAL.. Mei 2008). nilai tukar rupiah berfluktuasi oleh pengaruh rambatan krisis subprime mortgage di AS. Dalam bulan Juli 2007 hingga akhir tahun 2007. PERBANKAN. Rata-rata harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) hingga empat bulan pertama tahun 2008 mencapai USD 101. MONETER. World Economic Oudook. primary commodity price. Ketiga gejolak eksternal tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2008. kebijakan moneter pada banyak negara mulai beralih ke arah yang ketat dengan menaikkan suku bunga.Agustus 2007 hingga menjadi 2.8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 (y-o-y) [IMF. .000-Rp 9.

67. Kenaikan ini terus berlanjut hingga empat bulan pertama tahun 2008. dan beras di pasar dunia meningkat berturut-turut sebesar 80. kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing menurun menjadi 13. minyak kelapa sawit. Dalam bulan April 2008.0 persen dan 9. harga keempat komoditi tersebut meningkat berturut-turut 120.0 persen. Meningkatnya tekanan inflasi sejak bulan Desember 2007 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati guna memandu penurunan ekspektasi inflasi. bertambah Rp 208. 15.300 per USD.4 persen.4 persen dari 9. laju inflasi tahun kalender (y-t-d) mencapai 4.9 persen.0 persen dan laju inflasi setahun (y-o-y) meningkat menjadi 9. termasuk minyak mentah dunia.8 persen (y-o-y). Suku bunga deposito dan kredit mcngikuti suku bunga acuan. dan 17.1 persen.2 persen. Dalam tahun 2007.000-Rp 9.2 persen dan 7. Meningkatnya harga komoditi dunia sejak pertengahan tahun 2007 mendorong kembali laju inflasi. kedelai. dan minyak kelapa sawit melunak. 73.1 persen dari 15. Meningkatnya harga komoditi dunia pada empat bulan pertama tahun 2008 memberi tekanan bagi inflasi di dalam negeri.6 persen pada bulan Desember 2006. penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 995. harga komoditi dunia. Pada bulan Desember 2007.0 persen. sedangkan harga beras meningkat tinggi. Dalam bulan April 2008.0 persen.1 triliun. harga gandum dan gandum. Dalam bulan April 2008. suku bunga deposito 1 dan 3 bulan menurun menjadi 7. dan 77. Dalam tahun 2007.7 persen pada bulan Desembcr 2006. 79.00 persen sampai bulan April 2008 mulai ditingkatkan pada bulan Mei 2008 menjadi 8. 13.9 persen.2 persen. dan 22. dan 16. 102. kedelai. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil hingga semester 1/2007 berperan dalam menjaga laju inflasi.6 persen.0 .1 persen.75 persen pada akhir tahun 2006 menjadi 8. Pada bulan Desember 2007. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan laju inflasi yang terkendali dalam tahun 2007 memberi ruang bagi penurunan suku bunga di dalam negeri. suku bunga kredit modal kerja. Menurunnya suku bunga dan membaiknya ekspektasi terhadap perekonomian mendorong penyaluran kredit perbankan. indeks harga komoditi pangan dunia meningkat sebesar 27. Secara bertahap suku bunga acuan (B1 rate) diturunkan sebesar 175 bps dari 9. Suku bunga acuan yang tetap dipertahankan 8. Sampai pertengahan tahun 2007 laju inflasi terkendali dan dapat ditekan menjadi 5. 9. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati. laju inflasi dalam keseluruhan tahun 2008 diupayakan tetap terkendali. Dalam tekanan resiko eksternal yang meningkat sejak semester II/2007. diperkirakan tetap tinggi. rata-rata harian nilai tukar rupiah sebesar Rp. harga gandum.2 persen (y-o-y). laju inflasi tahun 2007 dapat dijaga sebesar 6.8 persen (y-o-y) pada bulan Juni 2007. relatif sama dengan tahun 2006.Dalam empat bulan pertama tahun 2008.1 persen (IMF commodity price). Dalam keseluruhan tahun 2008.246 dengan trend tetap terjaga pada rentang Rp 9.0 persen.00 persen pada bulan Desember 2007. Pada bulan Desember 2007. Penurunan suku bunga kredit berjalan lebih lambat.25 persen.

Selanjutnya dalam bulan Maret 2008. IHSG di BEI mencapai 2.9 persen. impor meningkat menjadi USD 84. Perkembangan ini terus berlanjut hingga triwulan 1/2008. perkembangan pasar modal global yang dinamis.0 triliun.1 persen dibandingkan akhir Desember 2007. investasi langsung asing (neto) mencapai surplus sebesar USD 1. Langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi menguatkan kembali kepercayaan terhadap pasar modal. Dalam pada itu.triliun atau meningkat 26.DR) pada bulan Februari 2008 mencapai 67.745.3 triliun (3. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEl) menembus angka 2.5 atau turun 16. NERACA PEMBAYARAN.7 miliar. Pada akhir bulan April 2008.2 miliar). modal kerja. atau naik 14. NPL menurun menjadi Rp 40.5 triliun dan bulan Desember 2006. Dalam empat bulan pertama tahun 2008.7 persen). posisi kredit perbankan mencapai Rp 1. Kenaikan kredit relatif berimbang antara kredit invetasi. Membaiknya kegiatan ekonomi dan pendapatan masyarakat meningkatkan kebutuhan impor. dan konsumsi dengan peningkatan berturut-turut 23. Dalam tahun 2007. atau berkurang Rp 7. gejolak bursa saham global masih berlanjut dan berdampak pada pasar modal di dalam negeri. Meningkatnya penyaluran kredit perbankan diiringi oleh menurunnya non-peifonning loan. lebih rendah dan tahun 2006 (USD 2. 28. loan-to-deposit ratio (I. Dengan defisit jasa-jasa (termasuk income dan current transfer) yang meningkat menjadi USD 22. surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2007 mencapai sekitar USD 10.4 persen.4 persen dan 15. atau naik 15.6 persen.9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. terhadap ekonomi dalam negeri telah mendorong kinerja bursa saham.7 pada akhir bulan Juli 2007.4 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2006.2 miliar.2.5 persen. Dalam bulan Maret 2008.5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 (y-o-y). dan 24. NPL menurun menjadi Rp 38. dan ekspektasi yang baik.O persen. Tingginya pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2007 dan meningkatnya harga komoditi dunia ikut berperan dalam mendorong penerimaan ekspor nasional. Dengan perkembangan ini. Indeks Harga Saham Gabungan di BEI pada akhir tahun 2007 mencapai 2.0 miliar. Peningkatan ini didorong oleh impor migas dan nonmigas yang masing-masing naik sebesar 16.5 persen dan 14. triliun atau meningkat 29.4 miliar. Pada tahun 2007.029. Gejolak bursa saham global berpengaruh terhadap Bursa Efek Indonesia. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspor migas dan nonmigas yang meningkat masing-masing sebesar 8.0 persen dibandingkan tahun 2006.1 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Stabilitas ekonomi yang terjaga.3 persen.6 miliar).9 miliar.304.7 miliar. Pada bulan Desember 2007. didorong oleh investasi langsung asing yang masuk sebesar USD 6.000 pada bulan Mei 2007 dan terus meningkat hingga mencapai 2.8 atau meningkat 52. Secara keseluruhan fungsi intermediasi perbankan berjalan lebih baik didukung oleh kepercayaan masyarakat terhadap perbankan yang kuat. total penerimaan ekspor mencapai USD 118.348. relatif sama dengan tahun 2006 (USD 10. Arus masuk investasi portfolio yang meningkat hingga semester 1/2007 .

dan obligasi internasional. Neraca modal dan finansial pada tahun 2008 diperkirakan terjaga dengan meningkatnya investasi jangka panjang. surplus neraca ttansaksi berjalan pada keseluruhan tahun 2008 diperkirakan mencapai USD 11.9 miliar didorong oleh investasi lainnya di luar negeri sebesar USD 5. Dengan perkembangan ini neraca modal dan finansial dalam keseluruhan tahun 2007 mengalami surplus USD 3. kenaikan harga komoditi. kondisi neraca pembayaran diperkirakan tetap terjaga dari perlambatan pertumbuhan dunia. Dengan defisit jasa-jasa yang meningkat menjadi USD 25.9 miliar atau cukup untuk membiayai kebutuhan 5. Dengan perkiraan tersebut.5 miliar atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 6.5 miliar dengan meningkatnya iklim investasi di dalam negeri. investasi porto folio neto mencapai USD 7.2 miliar. Sedangkan investasi lainnya mengalami defisit USD 7.1 miliar.8 persen. Pada tahun 2008.0 bulan impor.3 miliar dengan cadangan devisa mencapai USD 56. lebih tinggi dari tahun 2007.kemudian melambat oleh rambatan gejolak subprime mortgage sejak bulan Agustus 2007 yang berimbas pada pelepasan surat utang negara (SUN) dan surat berharga Bank Indonesia (SBI) pada semester II/2007.0 persen 33.8 miliar. Investasi portfolio pada tahun 2008 diperkirakan mengalami surplus USD 4. terjaganya investasi jangka pendek. Dalam keseluruhan tahun 2008. didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat sebesar 12. KEUANGAN NEGARA.0 miliar dengan investasi porto folio yang masuk sebesar USD 10.9 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2007 didorong oleh impor nonmigas dan migas yang masing-masing meningkat sebesar 16.9 persen. Adapun arus modal lainnya pada tahun 2007 mengalami defisit sebesar USD 5. Investasi langsung aging (neto) diperkirakan mencapai surplus USD 2. mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan infrastruktur dasar.6 miliar. Total nilai ekspor pada tahun 2008 diperkirakan mencapai USD 139.9 miliar atau 19. kebijakan fiskal diarahkan untuk memberi dorongan pada perekonomian dengan tetap menjaga terkendalinya defisit anggaran.0 persen. memenuhi pembayaran utang baik dalam maupun luar negeri. serta dampak lanjutan subprime mortgage. melindungi hajat hidup masyarakat dalam bentuk subsidi yang lebih terarah.5 persen dibandingkan tahun 2006.5 persen dan ekspor migas meningkat sebesar 38.8 bulan impor. neraca modal dan finansial pada tahun 2008 diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 0. Belanja negara yang terdiri dari belanja pcmerintah pusat dan belanja ke daerah meningkat menjadi Rp 757.6 miliar dengan upaya mengurangi penerbitan SUN. cadangan devisa diperkirakan mencapai USD 68.1 miliar.4 miliar. Secara keseluruhan tahun 2007. Dalam tahun 2007. Kebijakan belanja pemerintah pusat diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk belanja pegawai dan barang.0 miliar.2 triliun atau naik 13. SBT. serta menurunnya defisit investasi lainnya. Adapun kebijakan belanja ke daerah diarahkan untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dan membiayai kegiatan-kegiatan khusus yang . naik 17. Pengeluaran impor diperkirakan mencapai USD 101.

defisit anggaran pada tahun 2007 dapat dijaga sebesar Rp 48. Sesuai dengan APBN-P Tahun 2008. Pada tahun 2007. (iii) paket kebijakan stabilisasi harga (PKSH) untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dan pangan dunia. penerimaan pajak meningkat menjadi Rp 491. melemahnya mulai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. APBN Tahun 2008 mendapat tekanan yang sangat berat baik internal maupun eksternal.2 persen terutama didorong oleh pajak dalam negeri yang meningkat 18. (6) pemanfaatan dana kelebihan (windfall) di daerah penghasil migas melalui instrumen utang.merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.0 triliun atau 20.8 triliun atau naik 20. PNBP.3 persen PDB.0 persen PDB. Perubahan tersebut diantaranya: (i) perubahan asumsi dasar untuk memberikan sinyal yang tepat kepada publik.3 triliun untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga ke USD 100 per barel dan volume konsumsi BBM bersubsidi. Penerimaan negara diarahkan terutama untuk menggali sumber penerimaan dalam negeri baik penerimaan pajak maupun penerimaan bukan pajak. Pada tahun 2008. maupun dividen BUMN. Beratnya tekanan eksternal dan internal tersebut diatas. serta (9) penambahan subsidi pangan.3 persen terutama didorong oleh rendahnya lifting minyak bumi dibandingkan target APBN-P. pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp 895. lebih tinggi Rp . Adapun penerimaan bukan pajak turun sebesar 5. (ii) sejalan dengan perubahan asumsi dasar tersebut mendorong perubahan besaran APBN. Dengan perkembangan ini. (iv) dilakukannya pemotongan terhadap anggaran belanja Kementerian/Lembaga sebesar rata-rata 10 persen. (8) pengurangan beban pajak dan bea masuk atas komoditas pangan strategis. (3) penghematan dan penajaman prioritas belanja K/L.034 ribu barel perhari).8 triliun atau 1. mendorong untuk dilakukannya perubahan dalam APBN tahun 2008. kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk memberi stimulus kepada perekonomian dengan menjaga ketahanan fiskal.9 persen. (v) penyewaan dana cadangan sebesar Rp 8. (7) penerbitan obligasi/SBN dan optimalisasi pinjaman program. menuntut dilakukannya perubahan APBN Tahun 2008 dan telah ditetapkan dalam bulan April 2008. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global sebagai akibat dari krisis sektor perumahan di Amerika Serikat. (4) perbaikan parameter produksi dan subsidi BBM dan listrik. Berbagai upaya untuk menjaga ketahanan dan kesinambungan fiskal dalam rangka pengamanan APBN Tahun 2008 dilakukan antara lain: (1) optimalisasi pendapatan negara yang bersumber dari sektor perpajakan. Sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang APBN Tahun 2008. (5) peningkatan efisiensi di Pertamina dan PLN. naiknya harga minyak mentah di pasar dunia dan harga komoditas pangan dunia. (2) penggunaan dana cadangan APBN (contingency policy measure). penurunan lifting minyak bumi menjadi 927 ribu barel per hari atau lebih rendah 107 ribu barel per hari dibandingkan target APBN 2008 (1. Apabila dana cadangan tcrsebut tidak mencukupi. Pemerintah diberi keleluasaan untuk mengambil langkah-langkah pengamanan APBN lebih lanjut.

2 triliun.1 persen PDB) atau meningkat sebesar Rp 42.0 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3.2 persen PDB. Dengan berbagai langkah tersebut. meningkat Rp 136. harga minyak mentah di pasaran internasional terus mengalami kenaikan dan mencapai tingkat lebih dan USD 120 per barel pada paroh pertama bulan Mei 2008. Peningkatan anggaran belanja yang cukup signifikan tersebut terutama disebabkan oleh beban belanja subsidi yang mencapai Rp 234.1 persen PDB.0 persen.1 persen PDB. Sementara itu. Dengan demikian.5 triliun atau 139. serta melindungi masyarakat miskin. Selanjutnya stok utang pemerintah diperkirakan sebesar 32-34 persen PDB. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penerimaan negara bukan pajak khususnya penerimaan minyak bumi dan gas alam serta peningkatan dividen BUMN. Dan sisi produksi. Sejak semester II/2007.8 triliun dibandingkan dengan anggaran belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2008 sebesar Rp 854. Sementara itu. Keadaan ini akan meningkatkan beban subsidi energi yang selanjutnya berdampak terhadap kenaikan defisit anggaran. Setelah diundangkannya Undang-undang APBN Perubahan tahun 2008. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto tumbuh dua digit dibandingkan semester II/2006.8 triliun (20.7 triliun atau 19.5 persen).4 persen PDB. PERTUMBUHAN EKONOMI.8 triliun. Tingginya harga minyak mentah dunia tersebut dan adanya perbedaan harga BBM dalam negeri dengan luar negen yang semakin tinggi berpotensi memicu kenaikan konsumsi BBM bersubsidi. Dari sisi permintaan.4 triliun atau 5. konsultasi masyarakat tumbuh sebesar 5.6 triliun dibandingkan dengan sasaran yang ditetapkan dalam APBN 2008 sebesar Rp 781. belanja negara diperkirakan sebesar Rp 1.1 triliun (21.8 persen PDB.4 persen dari alokasi belanja subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2008 yang sebesar Rp 97. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong oleh investasi berupa pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 9.7 persen PDB menjadi 2.9 persen.2 persen PDB. mendorong peningkatan defisit anggaran dalam APBN-P Tahun 2008 sebesar 0. belanja negara diperkirakan mencapai Rp 989.4 triliun atau 17. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong .2 persen dan 8.4 persen PDB atau meningkat dan 1.9 persen PDB) atau meningkat sebesar Rp 30.5 triliun atau 22. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan penerimaan bukan pajak sebesar Rp 35. defisit APBN pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 1. Dengan kecenderungan harga minyak mentah yang tinggi tersebut. Stabilitas ekonomi yang membaik dan gejolak tahun 2005 serta langkah-langkah yang ditempuh untuk mendorong kegiatan ekonomi mampu memulihkan kembali momentum pertumbuhan ekonomi.6 triliun. Pemerintah telah menyusun rencana pengamanan pelaksanaan APBN-P 2008 untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Perkembangan penerimaan dan belanja negara diatas.9 triliun atau 2. Sementara itu. Pada tahun 2007 perekonomian tumbuh sebesar 6.113.1 persen PDB.3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya (5. gambaran penerimaan negara dan hibah pada tahun 2008 diperkirakan menjadi Rp 937.020. lebih tinggi Rp 134.

Kegiatan ekonomi yang didukung oleh langkah-langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat diperkirakan meningkatkan konsumsi masyarakat dan pemerintah masing-masing sebesar 4. 7.0 persen.2 juta jiwa (Maret 2007) ditingkatkan pada tahun 2008. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN.9 persen. serta jasa-jasa diperkirakan tumbuh berturut-turut sebesar 7. pengangkutan dan telekomunikasi. Dari sisi produksi. dan air bersih.3 persen) menjadi 10.0 persen (y-o-y).5 persen. Adapun sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 3. serta 5. investasi serta ekspor barang dan jasa tetap didorong sebagai penggerak perekonomian dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 11. listrik. dan perlambatan ekonomi AS menuntut perubahan sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dan 6. serta sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 2.2 persen.oleh sektor industri pengolahan terutama nonmigas yang tumbuh sebesar 5. masih berlanjutnya pengaruh lanjutan dari subprime mortgage.3 persen dan 15. Dari sisi pengeluaran. dan restoran.0 persen. pertumbuhan ekonomi triwulan 1/2008 terutama didorong oleh pembentukan modal tetap bruto serta ekspor barang dan jasa yang meningkat 13. Dan sisi permintaan.1 persen).5 persen.5 juta orang sehingga pengangguran terbuka menurun dari 10.8 persen menjadi 6. 6.0 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 5.0 persen. Tekanan ekternal yang berat berupa harga komoditi termasuk minyak mentah yang meningkat tinggi.5 persen seiring dengan perbaikan ik1im investasi dan meningkatnya ekspor. momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan pertumbuhan sebesar 6.4 persen. Kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penduduk miskin yang masih berjumlah 37. Sedangkan sektor tersier yang meliputi listrik. gas dan air bersih. pertumbuhan ekonomi akan digerakan oleh industri pengolahan nonmigas yang diperkirakan tumbuh 5.5 persen).4 persen yang kemudian disesuaikan lagi rnenjadi 6. dan jasa perusahaan. 13.4 persen dan 10. konstruksi. . Momentum pertumbuhan ekonomi yang terjaga pada tahun 2007 telah menciptakan lapangan kerja yang cukup besar dan sekaligus menurunkan pengangguran terbuka.4 persen. Adapun sektor industri pengolahan terutama nonmigas tumbuh 4.5 persen.0 juta orang (9.7 persen dan 4. keuangan.0 persen. perdagangan.0 persen dan 9. Dalam triwulan 1/2008. serta konsttuksi yang masing-masing tumbuh sebesar 14. 7. Dalam bulan Agustus 2006 hingga Agustus 2007 telah tercipta lapangan kerja bagi 4. real estat.6 persen serta sektor pertambangan dan penggalian tumbuh negatif 2.5 persen (y-o-y).9 persen. dan 8. gas. Dan sisi produksi.7 persen.3 persen (y-o-y).4 juta orang (8.3 persen (y-o-y).2 persen dan sektor tersier terutama pengangkutan dan telekomunikasi. Dalam bulan Februari 2008.5 persen dan 2. pengangguran terbuka menurun menjadi 9. Sementara itu impor barang dan jasa diperkirakan meningkat 13.4 persen. hotel.9 juta orang (10.7 persen. pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor pertanian dan sektor tersier yang tumbuh 6. sektor pertanian yang meningkat 3. 10.6 persen.

Kedua. Pertama.4 persen). perekonomian dunia pada tahun 2009 diperkirakan tumbuh sedikit lebih tinggi yang pada gilirannya akan meningkatkan perdagangan dunia.7 persen. gejolak keuangan global diperkirakan mereda. respon produksi komoditi dunia lainnya terhadap peningkatan harga yang tinggi. dan kegiatan sektor riil. The Economist.8 persen dengan ekonomi Asia yang tumbuh 8.8 persen. Mei 2008 memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2009 sebesar 1. Dalam tahun 2009. Departemen Energi AS. langkah-langkah perbaikan investasi dan percepatan sektor riil yang terus dilanjutkan akan memberi dorongan lebih kuat bagi meningkatnya investasi.4 persen (World Economic Outlook. perekonomian AS diperkirakan mulai meningkat secara bertahap. stabilitas keamanan dan politik yang dijaga akan memberi ekspektasi yang positif bagi berlangsungnya kegiatan ekonomi yang lebih baik. India.6 persen. Mei 2008). dan negara Asia lainnya didorong oleh perekonomiannya yang tumbuh pesat. lebih tinggi dari peningkatan tahun 2008 (5. Dengan perekonomian Asia yang diperkirakan tetap tumbuh tinggi. IMF. C. Volume perdagangan dunia pada tahun 2009 diperkirakan meningkat 5. LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL TAHUN 2009 Kondisi ekonomi tahun 2009 akan dipengaruhi oleh lingkungan eksternal yang diperkirakan lebih baik dari tahun 2008.1 persen). sedangkan Poll of Forecasters. ekspor nonmigas. harga komoditi dunia termasuk minyak mentah diperkirakan akan melunak. Ketiga. Pada tahun 2009. sedikit lebih tinggi dari perkiraan tahun 2008 (1. EIA. harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan menurun menjadi sekitar USD 103 per barel (Energy Information Administration. relatif sama dengan tahun 2008 (0. Pertama. Resiko harga minyak yang lebih ringgi tetap ada apabila terjadi gangguan dalam produksi minyak mentah dunia dan memburuknya kondisi geo-politik di Timur Tengah dengan permintaan yang tetap tinggi dari China. Adapun lingkungan internal yang diperkirakan berpengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia tahun 2009 adalah sebagai berikut. Langkah-langkah yang ditempuh oleh negara-negara maju diperkirakan mampu memulihkan kembali sektor keuangan global yang pada gilirannya akan meningkatkan stabilitas moneter internasional yang lebih baik dan menggerakkan kembali bursa saham global. World Economic Outlook. Peningkatan produksi baik OPEC maupun non-OPEC. April 2008 memperkirakan ekonomi AS pada tahun 2009 tumbuh 0. Kedua. April 2008). serta stabilitas keuangan global yang membaik akan mengurangi tekanan terhadap harga komoditi dunia pada tahun 2009. TANTANGAN POKOK Dengan kemajuan yang dicapai pada tahun 2007 dan masalah yang .5 persen). ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3.B.

7 persen dan 10. gangguan produksi pada komoditi energi dan pangan.diperkirakan masih dihadapi pada tahun 2008. serta daya saing ekspor.5 persen) namun masih lebih rendah dari tahun 2004 dan 2005 yang tumbuh sebesar 14. lebih rendah dari tahun 2004 yang meningkat 7. D. Dalam tahun 2007 investasi berupa pembentukan modal tetap bruto tumbuh sebesar 9. Lambatnya pemulihan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Beberapa kendala di dalam negeri yang menghambat peningkatan investasi dan ekspor serta lemahnya sektor industri pengolahan akan ditangani secara sungguh-sungguh. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas diupayakan dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian.MEMPERCEPAT PENGURANGAN PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN.2 persen.5 persen). 2. Dalam tahun 2007.9 persen. 3. Percepatan pertumbuhan ekonomi akan didorong untuk menurunkan tingkat pengangguran yang mulai menurun dan mengurangi jumlah penduduk miskin yang masih besar dengan mendorong kualitas pertumbuhannya. jumlah pengangguran terbuka serta penduduk yang hidup di bawah yang kemiskinan mengalami penurunan.6 persen). Meskipun pada tahun 2007 dan awal tahun 2008.2 persen. dan pengeluaran pemerintah serta mendorong peningkatan sektor industri pengolahan.MENDORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI. Pengangguran terbuka pada bulan Februari 2008 sebanyak 9. .4 juta orang (8. Pada tahun 2007. revitalisasi pertanian dan menggerakkan UKM. lebih tinggi dari tahun 2006 (2. kebijakan ekonomi makro tahun 2009 diarahkan untuk PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN. infrastruktur dan energi serta dengan terjaganya stabilitas ekonomi. Selanjutnya tingginya inflasi di dalam negeri pada tahun 2008 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati untuk mengendalikan ekspektasi inflasi agar menurun pada tingkat yang memadai.5 persen. industri pengolahan nonmigas. sedangkan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan sekitar 37. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi. ARAH KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO Sesuai dengan tema pembangunan tahun 2009. jumlahnya masih relatif besar.MENJAGA STABILITAS EKONOMI. industri pengolahan nonmigas hanya tumbuh sebesar 5. ekspor. serta tingginya likuiditas ekonomi dunia dapat menimbulkan potensi yang mengakibatkan gejolak ekternal yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi di dalam negeri. peningkatan nilai ekspor nonmigas lebih banyak didorong oleh kenaikan harga dunia dibandingkan dengan volume ekspor. Dorongan akan diberikan pada peningkatan investasi. tantangan pokok yang dihadapi pada tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1.2 juta orang miskin (16.

sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. mendorong komoditi nonmigas yang bernilai tambah tinggi. fasilitasi industri hilir komoditi primer. Pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi. dan penerimaan devisa dari pariwisata dan TKI. memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. SASARAN EKONOMI MAKRO TAHUN 2009 . perlindungan. administrasi perpajakan dan kepabeanan. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. Perhatian juga diberikan pada upaya untuk meningkatkan investasi dalam kegiatan eksploitasi dan eksplorasi pertambangan. meningkatkan kepastian hukum termasuk terhadap peraturan-peraturan daerah yang menghambat. diversifikasi ekonomi pedesaan. Upaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin juga akan didorong oleh berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang pro-rakyat miskin. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik. pembahasan agraria nasional. produktivitas pertanian secara luas. kebutuhan pokok utamanya beras yang berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat miskin akan dijamin ketersediaannya dengan akses dan harga yang terjangkau. restrukturisasi permesinan. mendorong pelaksanaan negosiasi bipatrit. E. antara lain dengan pengembangan kawasan industri khusus. serta penggunaan produksi dalam negeri: Investasi juga akan didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktivitas. mengurangi hambatan prosedur perijinan. Pembangunan pertanian dan pembangunan perdesaan didorong melalui peningkatan produksi pangan. serta penyusulan standar kompetensi. Perhatian juga diberikan pada penempatan. serta meningkatkan diversifikasi pasar ekspor. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pengamanan pasokan bahan makanan. Stabilitas ekonomi juga akan didukung dengan ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan. Pasokan bahan makanan diupayakan dengan meningkatkan produksi bahan pokok dengan penyempurnaan sistem distribusi sehingga kebutuhan pokok rakyat dapat tersedia. Disamping itu.Peningkatan investasi dan ekspor didorong dengan meningkatkan daya tarik investasi baik di dalam maupun di luar negeri. Kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan terus didorong. serta pengembangan kota kecil dan menengah pendukung ekonomi perdesaan. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar. Daya saing industrl manufaktur ditingkatkan. serta peningkatan koordinasi dengan otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan. Perbaikan iklim ketenagakerjaan akan ditingkatkan dengan menyempurnakan peraturan ketenagakerjaan. dan ketahanan fiskal. perlindungan dana masyarakat.

Koordinasi antara kebijakan fiskal. dan keuangan negara.4 persen. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan stabilitas ekonomi yang terjaga tersebut. dan restoran. hotel. Adapun industri pengolahan didorong tumbuh 1. terutama industri dan pertanian. keuangan. 8. dan sektor riil. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto serta ekspor barang dan jasa didorong agar tumbuh masing-masing sebesar 12. Sedangkan sektor tersier yang meliputi listrik. real estat. perekonomian diperkirakan tumbuh sebesar 6.6.3 persen" sedangkan pengeluaran pemerintah diperkirakan tumbuh sebesar 5.8 .0 . moneter.9 persen. menjaga ekspor nonmigas serta memberi stimulus fiskal dalam batas kemampuan keuangan negara untuk menggerakkan semua sektor produksi. Dengan meningkatnya investasi. konstruksi. ditingkatkan untuk mendorong peranan masyarakat dalam pembangunan ekonomi.2.6.9 triliun dan Rp 177.4 persen dan laju inflasi sebesar 5.410.4 persen. . dan jasa perusahaan. impor barang dan jasa diperkirakan tumbuh 13. Kebutuhan investasi 2009 dapat dilihat pada Tabel III. untuk produksi tanaman bahan makanan. Dengan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6.1 persen.5 persen. dibutuhkan investasi sebesar Rp 1.8 persen. pengangkutan dan telekomunikasi. Dalam tahun 2009.0 persen dari angkatan kerja dan jumlah penduduk miskin diperkirakan turun menjadi 12 . PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN INVESTASI Pertumbuhan ekonomi didorong dengan meningkatkan investasi. Dalam keseluruhan tahun 2009. moneter.7 triliun. 7. 2.5 persen.1 persen dan 11.6.8. STABILITAS EKONOMI Stabilitas ekonomi dalam tahun 2009 tetap dijaga.0 . 14. daya beli masyarakat membaik dengan konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh 5.4 persen.4 persen. serta 5.6 persen. tercermin dari kondisi neraca pembayaran.1.3 persen dengan industri pengolahan nonmigas tumbuh 6. dengan terjaganya stabilitas ekonomi. gas.Dengan arah kebijakan ekonomi makro di atas serta dengan memperhatikan lingkungan eksternal dan internal. serta jasa-jasa diperkirakan tumbuh berturut-turut sebesar 7. Untuk membiayai pertumbuhan ekonomi sebesar 6. 1. Pengangguran terbuka diperkirakan turun menjadi 7. perdagangan. sasaran ekonomi makro tahun 2009 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 6.232. 7.4 persen pada tahun 2009. Pertumbuhan PDB baik pada sisi pengeluaran maupun produksi dapat dilihat pada Tabel III. dan air bersih.7 persen dengan peningkatan yang lebih baik terutama.0 persen.6 triliun dengan peran serta masyarakat dan pemerintah masing-masing sebesar Rp 1.0 persen antara lain oleh perbaikan iklim investasi dan meningkatnya ekspor nonmigas. Sektor pertanian diperkirakan tumbuh 3. pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin akan menurun.0 persen.0 .14 persen pada tahun 2009.

5.8 persen PDB.2 miliar. surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2009 diperkirakan menurun menjadi USD 10. portfolio sebesar USD 6.8 persen PDB. terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 13.6 miliar. ketersediaan cadangan devisa yang meningkat. belanja negara diperkirakan sebesar 21. Gambaran neraca pembayaran tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel III.0 persen. Seiring dengan mulai membaiknya kondisi pasar uang dunia.7 . Dalam tahun 2009. c.8 persen PDB.5 persen sedangkan impor migas menurun sebesar 1. Dengan defisit sektor jasa-jasa yang masih tetap tinggi. suku bunga di dalam negeri diperkirakan menurun dan pada gilirannya akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.3. MONETER Stabilitas neraca pembayaran yang terjaga. penerimaan negara dan hibah diperkirakan mencapai 19. stabilitas nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga.21.9 miliar didorong oleh meningkatnya investasi langsung asing (neto) sebesar USD 2. Dalam tahun 2009.9 miliar.5 .1 persen PDB dan penerimaan bukan pajak sebesar 5. b.7 . keselarasan program-program pembangunan di daerah dengan program prioritas nasional . serta efektivitas kebijakan moneter yang semakin baik akan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah. Secara keseluruhan.5 persen.14. Dengan nilai tukar rupiah yang stabil serta pasokan kebutuhan pokok masyarakat yang terjaga. Dengan besarnya dorongan fiskal ke daerah. Dengan menurunnya laju inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah. terutama didukung oleh penerimaan perpajakan sebesar 13.1 persen. sedangkan ekspor migas diperkirakan turun 3.4 persen antara lain karena harga minyak dunia yang menurun dan program pengalihan ekspor gas untuk kebutuhan domestik. Sementara itu. surplus neraca pembayaran pada tahun 2009 diperkirakan mencapai USD 11.4 miliar atau cukup untuk memenuhi 6. NERACA PEMBAYARAN Penerimaan ekspor tahun 2009 diperkirakan meningkat sebesar 9.0 .5 bulan impor. neraca modal dan finansial diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 0. laju inflasi pada tahun 2009 diperkirakan sebesar 6.19.4 miliar. sedangkan investasi lainnya (neto) defisit sebesar USD 7.3 persen. Sementara itu impor nonmigas diperkirakan tetap tumbuh tinggi sebesar 17. KEUANGAN NEGARA Kebijakan fiskal tahun 2009 diarahkan untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian dengan tetap menjaga langkah-langkah konsolidasi fiskal yang telah dilakukan selama ini.a.9 miliar dan cadangan devisa diperkirakan meningkat menjadi USD 80.

0 persen PDB pada tahun 2009. 3.Subsidi Listrik. anak-anak terlantar.5 . dengan harga terjangkau.perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pencapaian sasaran nasional. ketahanan fiskal tetap terjaga.Subsidi Bunga Kredit Program.0 . b. stabilitas ekonomi yang terjaga. kesehatan dan pendidikan.Subsidi BBM. Pada tahun 2007 realisasi rasio subsidi terhadap belanja negara mencapai 19. Defisit APBN tahun 2009 diupayakan sekitar 1. yaitu: a. serta subsidi untuk menjaga agar produsen mampu berproduksi. ditutup oleh pembiayaan dalam negeri dan pembiayaan luar negeri.Subsidi Pupuk.0 persen PDB.7 persen atau 5. subsidi yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dalam mencukupi kebutuhan dasarnya. dalam bentuk penyediaan bunga di bawah bunga pasar untuk menunjang pencapaian program tertentu. sedangkan tingkat pengangguran terbuka diperkirakan turun menjadi 6.34. mengembangkan sistem jaringan sosial. Sementara itu. dalam bentuk penyediaan BBM dengan harga lebih murah.2. dalam bentuk penyediaan dana untuk penerapan harga pembelian gabah dan beras oleh pemerintah (HPP) dan penyediaan beras murah untuk masyarakat miskin (Raskin). pemerintah wajib menjamin kehidupan fakir-miskin. jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka menurun.2 persen dari PDB. Dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut. KEBIJAKAN SUBSIDI Sesuai amanat pasal 33 dan 34 Undang-undang Dasar 1945. pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dengan proporsi yang cukup besar dalam keseluruhan belanja negara. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. dalam bentuk penyediaan listrik murah. Subsidi tersebut terbagi atas berbagai jenis. c. seperti . 4. d. Dengan perkiraan penerimaan dan pengeluaran tersebut. atau 4.5 persen dari angkatan kerja. baik untuk konsumen maupun produsen tertentu. Ketahanan fiskal yang terjaga juga tercermin dari stok utang pemerintah yang menurun menjadi 32.14 persen. baik untuk konsumen maupun produsen tertentu. Pada tahun 2009 jumlah penduduk miskin diperkirakan turun menjadi 12 .8 persen. e. Dengan demikian pemerintah perlu menyediakan bantuan yang dibutuhkan antara lain transfer tunai.0 persen dari PDB. pada APBN-P tahun 2008 rasio subsidi terhadap belanja negara diperkirakan sebesar 23.5 . khususnya yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.Subsidi Pangan. serta berbagai kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan pengangguran.7. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. dalam bentuk penyediaan pupuk murah untuk petani. barang dan jasa seperti jaminan tersedianya kebutuhan pangan.

memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.Produk yang diberi subsidi merupakan kebutuhan dasar dan menyangkut hajat hidup orang banyak atau dalam rangka mendorong kemampuan produsen nasional dalam memproduksi komoditi tertentu.Adanya pembenahan struktural yang menyertai pelaksanaan subsidi . dalam rangka memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak. yang menjadi konsumen akhir dari komoditi yang disubsidi. 4.Komoditi yang disubsidi agar dapat ikut menciptakan kestabilan harga.Subsidi Benih. subsidi Pas.Subsidi BUMN PSO. namun pemberian subsidi tersebut akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran. dalam rangka meningkatkan efektifitas pengeluaran negara. Secara umum.Adanya mekanisme (delivery) yang jelas hingga komoditi tersebut dapat dipastikan sampai pada masyarakat yang layak menerima. dalam bentuk penyediaan benih unggul untuk padi. Kredit Koperasi. Dalam hal ini pemberian subsidi tidak dapat diberikan selamanya dan oleh sebab itu pengajuannya harus disertai dengan target waktu subsidi tersebut berakhir.Kredit Ketahanan Pangan (KKP).Pengajuan subsidi dalam harus kemampuan pembiayaan negara. 8. Kriteria pengusulan subsidi dalam tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. serta dengan mempertimbangkan keterbatasan dana pemerintah. pengusulnan subsidi baru dimungkinkan dengan memperhatikan bahwa pemberian subsidi merupakan pilihan kebijakan terbaik yang perlu dilakukan.Adanya kelompok sasaran penerima subsidi yang jelas. Arah Kebijakan Subsidi Tahun 2009. Kelompok sasaran tersebut diutamakan masyarakat golongan berpendapatan rendah. Kredit Koperasi Primer untuk Angota (KKPA). pengusulan dan pemberian subsidi harus diatur lebih sistematis. pemberian subsidi dalam tahun 2009 diberikan untuk menghasilkan produk dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya terbatas. jagung komposit dan ikan budidaya dengan harga di bawah harga pasar. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian. seperti subsidi untuk Kereta Api Kelas Ekonomi. 5. dan/atau masyarakat di wilayah terpencil atau terisolir agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar. 2. subsidi yang sudah berjalan masih diperlukan atau belum berakhir jangka waktu pemberiannya akan terus dilanjutkan. serta g. Kredit Kepemilikan Rumah Sederhana (KKRS).Pengusulan subsidi harus disertai dengan alasan dan dasar perhitungan yang jelas mengenai besarnya subsidi yang diajukan. 6. 7. jagung hibrida. Kredit Kepemilikan Rumah Sangat Sederhana (KKRSS) dan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan. f. subsidi untuk PELNI dan sejenisnya. Sementara itu. dalam bentuk penyediaan pelayanan oleh BUMN tertentu kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar. 3. Kriteria Subsidi. Mengingat bahwa belanja negara dalam bentuk pemberian subsidi cukup besar.Memiliki jangka waktu yang jelas. kedelai.

DANA PERIMBANGAN Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. (iii) mengurangi kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik di daerah. 5. dan *Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya nasional.tersebut agar penyalahgunaan subsidi semaksimal mungkin dapat dihindarkan. dengan tujuan: *Meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardaerah. dan/atau dalam kegiatan kementerian/Lembaga. PENDANAAN MELALUI TRANSFER KE DAERAH Pendanaan pembangunan melalui transfer ke daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendanaan pembangunan secara nasional dengan arah kebijakan Transfer ke daerah tahun 2009. Subsidi diajukan oleh Kementerian/Lembaga yang terkait dengan komoditi dalam bentuk barang dan jasa. nyata dan bertanggung jawab. Dengan demikian. (i) terus melaksanakan desentralisasi fiskal untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah secara konsisten. *Mendukung kegiatan prioritas pembangunan nasional yang juga merupakan urusan daerah *Meningkatkan sinkronisasi antara rencana pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah. Pengajuan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengajuan kegiatan kementerian/lembaga yang bersangkutan. dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang . *Meningkatkan kemampuan daerah dalam menggali potensi ekonomi daerah. dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. atau yang ketersediaannya menjadi tanggung jawab kementerian/lembaga yang bersangkutan. kegiatan atau pengajuan subsidi secara lebih terperinci diuraikan pada kegiatan prioritas. kebijakan pengalokasian transfer ke daerah dalam tahun 2009 tetap diarahkan untuk mendukung program/kegiatan prioritas nasional dan menjaga konsistensi dan keberlanjutan pelaksanaan desentralisasi fiskal guna menunjang penyelenggaraan otonomi yang luas. *Mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah serta antardaerah. (iv) pengalihan anggaran kementerian/lembaga yang digunakan untuk mendanai kegiatan yang sudah menjadi urusan daerah ke DAK. Sehubungan dengan itu. *Mendukung kesinambungan fiskal nasional dalam kerangka kebijakan ekonomi makro. (ii) mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah pusat dengan daerah dan antar daerah. Mekanisme Pengajuan/Pemberian Subsidi.

5 persen sebagai tambahan anggaran pendidikan dasar. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Umum.Penyedia dan jenis data yang digunakan dalam perhitungan DAU diperoleh dari lembaga statistik pemerintah dan/atau lembaga pemerintah yang berwenang menerbitkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Variabel Kapasitas Fiskal Daerah merupakan sumber pendanaan daerah yang berasal dari PAD. dan Dana Bagi Hasil SDA. (iv) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Langkah-langkah untuk penyempurnaan proses penghitungan. penetapan alokasi dan ketepatan waktu penyaluran DBH akan tetap dilanjutkan.dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. (ii) luas wilayah. b. (iii) Indeks Kemahalan Konstruksi. hal-hal sebagai berikut menjadi perhatian dalam pengalokasian DAU Tahun 2009 : a. dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). . merupakan pendanaan pelaksanaan desentralisasi yang alokasinya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena masing-masing jenis dana perimbangan tersebut saling mengisi dan melengkapi dalam mendukung kebijakan desentralisasi fiskal guna memperbaiki kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah (Vertical Fiscal Imbalance) serta antar daerah (Horizontal Fiscal Imbalance). Sebagai acuan utama dalam penetapan kebijakan DAU Tahun 2009 adalah UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan daerah dan PP No. Disamping itu juga melaksanakan sosialissi penggunaan DBH migas 0. Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana Bagi Hasil Pajak. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. antara lain melalui peningkatan koordinasi dan akurasi data sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan di atas. Dana perimbangan yang terdiri dari dana bagi hasil (DBH).Variabel Kebutuhan Fiskal Daerah yaitu: (i) jumlah penduduk. dana alokasi umum (DAU). Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.Pengalokasian DAU kepada masing-masing daerah menggunakan formula DAU dihitung atas dasar Celah Fiskal (CF) dan Alokasi Dasar (AD). c. dalam rangka mempercepat penyelesaian dokumen transfer yang diperlukan untuk penyaluran DBH ke daerah dan meningkatkan akuntabilitas/tanggung gugat dan efektivitas penggunaannya. CF suatu daerah merupakan selisih kebutuhan fiskal (Kbf) dengan Kapasitas fiskal (Kpf) sedangkan AD dihitung berdasarkan jumlah gaji PNSD. antara lain dari daerah dan Departemen Keuangan untuk Belanja PNSD. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Bagi Hasil. dan dana alokasi khusus (DAK).

Pada tahun 2009. DAK dimaksudkan untuk membantu daerah tertentu dalam mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional. arah kebijakan DAK tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. daerah tertinggal/terpencil. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Khusus. serta sarana dan . IPM dan PDRB per kapita. IKK. daerah perbatasan dengan negara lain. menggunakan formula DAU atas dasar Celah Fiskal. daerah perbatasan dengan negara lain. daerah tertinggal/terpencil. serta peningkatan akurasi data yang ditujukan untuk menghindari terjadinya ketidaksesuaian antara alokasi DAK yang merupakan prioritas nasional dengan kebutuhan daerah. alokasi juga dapat diberikan kepada seluruh daerah yang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku diprioritaskan untuk mendapatkan alokasi DAK. daerah pasca bencana. melalui kegiatan khusus di bidang sarana dan prasarana perdagangan. e. Dalam proses perhitungan alokasi DAK kepada masing-masing daerah akan disempurnakan antara lain melalui peningkatan transparansi dan penyempurnaan metode penghitungan. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. Depdagri dan Bakosurtanal untuk data luas wilayah darat dan laut.Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana jalan. BPS untuk data Jumlah Penduduk. kelebihan DBH-nya dibagikan kepada daerah sebagai DAU Tambahan. dan daerah pariwisata.dan PAD. Selain itu. terutama untuk memperlancar arus barang antarwilayah yang dapat meningkatkan ketersediaan bahan pokok di daerah perdesaan. Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. air minum dan penyehatan lingkungan di kabupaten daerah tertingga1 yang terdiri dari: daerah pesisir dan kepulauan. Penetapan kebijakan DAK Tahun 2009 mengacu pada UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan daerah dan PP No. Secara umum. 2.Proporsi pembagian DAU adalah sebesar 10% untuk semua Provinsi dan sebesar 90% untuk semua Kabupaten/Kota dari besaran DAU nasional. dalam rangka mendorong pencapaian standar pelayanan minimal kepada masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana fisik pelayanan dasar masyarakat. dalam pengalokasian diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang kemampuan keuangan daerahnya relatif rendah. dan daerah rawan bencana. sedangkan untuk data DBH Pajak dan DBH SDA dari Departemen Keuangan. daerah pulau-pulau kecil terluar. d.Menunjang penguatan sistem distribusi nasional.Dalam hal realisasi harga minyak bumi melebihi 130% dari asumsi dasar minyak bumi dalam APBN tahun berjalan. irigasi. serta daerah yang termasuk kategori daerah ketahanan pangan.

Meningkatkan keterpaduan dan sinkronisasi kegiatan yang didanai dari DAK dengan kegiatan yang didanai dari anggaran kementerian/lembaga serta kegiatan yang didanai dari APBD. tertinggal.prasarana perdesaan. perluasan kesempatan kerja.Meningkatkan akses penduduk miskin terhadap pelayanan dasar.Kesehatan. yang diperuntukkan bagi SD/SDLB. 3. dan kehutanan. dan daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. serta pembangunan perdesaan. termasuk sekolah-sekolah setara SD berbasis keagamaan lainnya. dengan arah kebijakan untuk menunjang pelaksanaan program Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar 9 tahun yang bermutu. b. bidang atau program yang didanai oleh DAK tahun 2009 meliputi: a.Mendorong peningkatan produktivitas. 4. kualitas pe1ayanan terutama keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dalam satu kesatuan sistem yang terpadu melalui kegiatan khusus di bidang infrastruktur jalan. daerah terpencil. sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7. kehandalan pelayanan prasarana dan sarana dasar. perdagangan. keluarga berencana. MI/Salafiyah Ula. dan mengurangi resiko bencana melalui kegiatan khusus di bidang lingkungan hidup. daerah rawan bencana. 8.Melanjutkan pengalihan secara bertahap anggaran kementenan/lembaga yang digunakan untuk melaksanakan urusan daerah ke DAK.Mendukung penyediaan prasarana pemerintahan di daerah pemekaran dan daerah yang terkena dampak pemekaran pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi melalui kegiatan khusus di bidang prasarana pemerintahan. mencegah kerusakan lingkungan hidup. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). baik negeri maupun swasta. serta 2 bidang atau program baru yang sebagian atau seluruh dananya berasal dari pengalihan anggaran kementerian/lembaga ke DAK. perbatasan dan . meningkatkan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin serta masyarakat di daerah terpencil. kesehatan. angkutan barang dan kebutuhan pokok. serta pembangunan perdesaan. 5. Penggunaan DAK Tahun 2009 diarahkan pada kegiatan-kegiatan di 11 bidang atau program DAK tahun 2008. perikanan dan kelautan. infrastruktur. 6. Dengan demikian. sarana dan prasarana dasar melalui kegiatan khusus di bidang pendidikan. melalui peningkatan koordinasi pengelolaan DAK di pusat dan daerah. infrastruktur. 9.Menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. melalui kegiatan khusus di bidang pertanian.Menyediakan serta meningkatkan cakupan.Pendidikan. serta sarana dan prasarana perdesaan daerah tertinggal. yaitu dalam rangka penyelesaian RPJMN 2004-2009. yang diprioritaskan pada daerah tertinggal. daerah perbatasan.

dan kota dalam rangka memperlancar distribusi penumpang. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan air minum dan meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan penyehatan lingkungan (air limbah. sarana dan prasarana pelayanan Komunikasi. dan pariwisata sehingga dapat memperlancar pertumbuhan ekonomi regional.Prasarana pemerinta.Infrastruktur irigasi. dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya termasuk poskesdes. dan . dengan arah kebijakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana produksi. dan drainase) untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.Infrastruktur air minum dan penyehatan lingkungan. dengan arah kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana jalan provinsi.Kelautan dan perikanan. pemasaran. persampahan. dan diprioritaskan untuk daerah yang terkena dampak pemekaran tahun 2007-2008. serta meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga. f. kabupaten. d. serta digunakan untuk pembangunan/ perluasan/rehabilitasi total gedung kantor/bupati/walikota. industri.han daerah. dan sarana pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dalam rangka menurunkan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. serta hasil produksi yang diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian.Keluarga Berencana (KB). h. dengan arah kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana sistem irigasi termasuk jaringan reklamasi rawa dan jaringan irigasi desa yang menjadi urusan kabupaten/kota dan provinsi khususnya di daerah lumbung pangan nasional dan daerah tertinggal dalam rangka mendukung program peningkatan ketahanan pangan. yang diarahkan untuk meningkatkan kinelja daerah dalam menyelenggarakan pembangunan dan pelayanan publik di daerah pemekaran.Infrastruktur jalan dan jembatan.kepulauan. sarana dan prasarana pelayanan di klinik KB. g. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pertanian di tingkat usaha tani dalam rangka meningkatkan produksi guna mendukung ketahanan pangan nasional. dan Edukasi (KJE)/advokasi Program KB. serta penyediaan sarana/ prasarana penunjang pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. dan rumah sakit provinsi/kabupaten/kota untuk pelayanan kesehatan rujukan. e. peningkatan mutu. i. pengolahan. melalui peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan. dan pengawasan serta penyediaan sarana dan prasarana pemberdayaan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. peningkatan. khususnya untuk pengadaan. Informasi.Pertanian. c. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan tenaga lini lapangan Program KB. barang dan jasa.

l. k. daerah tertinggal/terpencil. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan prasarana dan sarana dasar untuk memperlancar arus angkutan penumpang. meningkatkan fungsi hutan mangrove dan hutan pantai.Alokasi DAK ke daerah ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut: *Kriteria Umum. dengan arab kebijakan untuk meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).Kehutanan. dan produk pertanian lainnya dari daerah pusat-pusat produksi di perdesaan ke daerah pemasaran. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 11. dengan arah kebijakan untuk menunjang penguatan sistem distribusi nasional melalui pembangunan sarana dan prasarana perdagangan yang terutama berupa pasar tradisional di daerah perbatasan. Taman Hutan Raya (TAHURA). diprioritaskan mendapat alokasi DAK *Seluruh daerah tertinggal diprioritaskan mendapat alokasi DAK .Peraturan perundangan: *Daerah-daerah yang menurut ketentuan peraturan perundangan diberi status otonomi khusus. serta pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan termasuk operasional kegiatan penyuluhan kehutanan. pemantapan fungsi hutan lindung. serta daerah pasca bencana. m. Kriteria khusus dirumuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus. daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. dan karakteristik daerah. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja pegawai negeri sipil daerah. Kemampuan keuangan daerah tersebut dihitung berdasarkan indeks fiskal netto (IFN) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.Daerah penerima DAK wajib menyediakan dana pendamping sekurang-kurangnya 10 persen dari besaran alokasi DAK yang diterimanya. dengan arah kebijakan untUk meningkatkan kinerja daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di bidang lingkungan hidup melalui peningkatan penyediaan sarana dan prasarana kelembagaan dan sistem informasi pemantauan kualitas air. j. dengan tetap memperhatikan kriteria perhitungan alokasi DAK.Pembangunan perdesaan daerah tertinggal. yaitu: a.Lingkungan hidup. pengendalian pencemaran air. *Kriteria Khusus.Perdagangan. serta perlindungan sumberdaya air di luar kawasan hutan. daerah dengan kemampuan keuangan tertentu tidak diwajibkan menganggarkan dana pendamping. hutan kota. 10.pembangunan/perluasan/rehabilitasi total gedung kantor DPRD. bahan pokok.

sosial. berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tahun 2008. daerah tertinggal/terpencil. Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat tersebut diperuntukkan bagi Kabupaten. daerah perbatasan dengan negara lain. dan untuk tahun keenam belas sampai tahun keduapuluh besarnya setara dengan 1 (satu) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. dengan dasar pembagian menggunakan basis perhitungan jumlah kampung secara proporsional.b. c. Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator yang dapat menggambarkan kondisi sarana dan prasarana. dan insentif bagi daerah yang mengalokasikan dana daerah diluar DAK untuk membiayai kegiatan serupa sesuai bidang DAK. daerah rawan bencana. sesuai dengan Pasal 34 ayat (3) huruf f Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas .Kriteria khusus dirumuskan melalui indeks kewilayahan oleh Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri/Pimpinan Lembaga terkait. yang jumlahnya setara. Dana Otonomi Khusus NAD diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. dengan 2 (dua) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional dan berlaku selama 20 tahun sejak tahun 2002. dan kesehatan. serta daerah yang termasuk Kategori daerah ketahanan pangan.Karakteristik daerah : daerah pesisir dan Kepulauan. *Kriteria Teknis. Dana Tambahan Infrastruktur Provinsi Papua dan Papua Barat diberikan dalam rangka otonomi khusus yang diutamakan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur. serta pendanaan pendidikan. dengan rincian untuk tahun pertama sampai dengan tahun kelima belas besarnya setara dengan 2 (dua) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. Kriteria teknis dirumuskan berdasarkan indeks teknis yang ditetapkan oleh menteri/ kepala lembaga teknis terkait. sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. Kota. pemberdayaan ekonomi rakyat. dan Provinsi di Provinsi Papua dan Papua Barat. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus. serta dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat diutamakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan. Sebagai wujud pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. kinerja pelaksanaan kegiatan DAK di daerah. dan daerah pariwisata. dialokasikan Dana Otonomi Khusus. pengentasan kemiskinan.

9 2.0 -6.5 3.8 10.0 6.3 8. Kehutanan.9 2) Air Bersih Konstruksi 7.8 2.l.7 2) Perkebunan.6 9.7 5.5 2) .5 7. GAMBARAN EKONOMI MAKRO ----------------------------------------------------------------Realisasi Sasaran -------------------------------------------------2005 2006 2007 2008 2009 ----------------------------------------------------------------PERTUMBUHAN EKONOMI (%) 5.7 5.0 5.0 3.6 3.0 5.5 8.9 5.8 14.2 11.4 8.7 5.6 8.0 2) Listrik.9 2.7 10.2 8.5 8.7 6.5 6. dan Perikanan Pertambangan dan -4.0 6.7 2.3 5.4 8.4 7.4 12.3 5.5 3.0 10.6 7.3 2) Industri Bukan Migas 7.4 14.6 4.5 9. 2.2 5.0 2) Perdagangan.9 13.7 14.2 1.7 5.0 2.4 7.3 2) Konsumsi Pemerintah 4.5 3.0 4.7 3.4 2) Jasa PERTUMBUHANPDB PRODUKSI (%) Pertanian.4 3.0 13.6 9.4 4.8 8.0 4.9 7.0 2) Jasa Impor Barang dan26.5 5.5 16. Peternakan. 5.3 6.6 2) dan Restoran Pengangkutan dan 13.1 2) Telekomunikasi Keuangan.5 6. Real 7.7 17.1 2) Ekspor Barang dan 13.5 5.7 8.Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Tabel III.4 2) Investasi 14.9 2) Penggalian Industri Pengolahan 6.6 4.0 7. Hotel.5 11.3 6.0 7.4 12.4 13.2 5. Gas dan 5.9 4.4 1) 2004 PERTUMBUHAN PDB PENGELUARAN (%) Konsumsi Masyarakat 5.3 6.5 6.

Estat, dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa

5,4

5,2

6,2

6,6

5,7

5,8 2)

LAJU INFLASI (%) 6,4 17,1 6,6 6,6 11,2 5,8-6,5 1) KEUANGAN NEGARA Defisit APBN/PDB (%) 1,3 0,5 0,9 1,3 3) 1,8 1,5 - 2,0 Penerimaan Pajak/ 12,2 12,5 12,3 12,4 3) 13,2 13,7 - 14,1 PDB (%) Stok Utang 56,6 47,2 39,0 33,7 3) 33,5 32,0 - 34,0 Pemerintah/PDB (%) ----------------------------------------------------------------1)Berdasarkan Hasil Pembahasan RKP Tahun 2009 dan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN TA 2009, 16019 Juni 2008 2)Angka Pertumbuhan PDB menurut Pengeluaran dan Produksi merupakan rincian dari sasaran Pertumbuhan sebesar 6,4% 3)Berdasarkan perkiraan Realisasi Terakhir (Versi ke-4) Tabel III.2 KEBUTUHAN INVESTASI (Rp triliun) ----------------------------------------------------------------Realisasi Proyeksi -------------------------------------------------2005 2006 2007 2008 2009 *) -----------------------------------------------------------------

2004

Kebutuhan 515,4 657,6 805,5 983,8 1.191,5 1.410,6 Investasi (Rp triliun) Pemerintah 76,4 90,2 108,2 125,4 146,0 177,7 (% PDB) 3,3 3,3 3,2 3,2 3,1 3,3 Masyarakat 438,9 567,4 697,2 858,5 1.045,5 1.232,9 (% PDB) 19,1 20,5 20,9 21,7 22,4 23,4 ----------------------------------------------------------------*)Dihitung berdasarkan sasaran pertumbuhan sebesar 6,4% Tabel III.3. PERKIRAAN NERACA PEMBAYARAN (USD miliar) ----------------------------------------------------------------Realisasi --------------------------------------------------

Proyeksi

2004 2005 2006 2007 2008 2009 ----------------------------------------------------------------Neraca Transaksi 1,6 0,3 10,6 10,4 11,4 10,9 Berjalan Ekspor 70,8 87,0 103,5 118,0 139,1 152,1 Migas 16,3 20,2 22,9 24,9 34,3 33,1 Nonmigas 54,5 66,8 80,6 93,1 104,8 118,9 Impor -50,6 -69,5 -73,9 -84,9 -101,9 -115,0 Migas -11,2 -16,0 -16,2 -18,8 -25,2 -24,9 Nonmigas -39,5 -53,4 -57,7 -66,1 -76,7 -90,1 Jasa-jasa -18,6 -17,3 -19,0 -22,7 -25,8 -26,2 Pembayaran Bunga -2,8 -2,7 -2,6 -2,2 -2,1 -2,4 Pinjaman Neraca Modal dan 1,9 0,3 1,9 3,3 0,2 0,9 Finansial Neraca Modal 0,0 0,3 0,4 0,5 0,2 0,0 Neraca Finansial 1,9 0,0 1,5 2,7 0,0 0,9 Investasi -1,5 5,3 2,2 1,7 2,5 2,4 Langsung Arus Masuk 1,9 8,3 4,9 6,2 6,3 6,5 Arus Keluar -3,4 -3,1 -2,7 -4,5 -3,8 -4,1 Portfolio 4,4 4,2 4,1 7,0 4,6 6,2 Aset Swasta 0,4 -1,1 -1,9 -3,0 -3,2 -2,3 Liabilities 4,1 5,3 6,1 10,0 7,8 8,5 Pemerintah 2,3 4,8 4,5 5,3 4,8 5,1 dan BI Swasta 1,8 0,4 1,6 4,7 3,0 3,4 Lainnya -1,0 -9,4 -4,8 -5,9 -7,1 -7,6 Aset Swasta 1,0 -8,6 -2,6 -5,6 -6,9 -6,8 Liabilities -2,0 -0,8 -2,2 -0,3 -0,2 -0,8 Pemerintah -2,7 -0,8 -2,5 -2,4 -1,0 -1,3 dan BI Swasta 0,7 0,0 0,3 2,1 0,8 0,5 Total 3,4 0,6 12,5 13,7 11,6 11,9 Selisih Perhitungan -3,1 -0,2 2,0 -1,1 0,0 0,0 Neraca Keseluruhan 0,3 0,4 14,5 12,5 11,6 11,9 Cadangan Devisa 36,3 34,7 42,6 56,9 68,5 80,4 Dalam bulan impor 6,1 4,3 4,5 5,8 6,0 6,5 Memorandum Item Exceptional Financing IMF Neto -1,0 -1,1 -7,6 0,0 0,0 0,0 Penjadwalan Hutang 0,0 2,7 0,0 0,0 0,0 0,0 Pertumbuhan Ekspor 11,5 22,5 20,7 15,6 12,5 13,5 Nonmigas (%)

Pertumbuhan Impor Nonmigas (%)

24,4

36,0

8,0 14,5

16,0

17,5

---------------------------------------------------------------LAMPIRAN BAB 3 PEMUTAKHIRAN GAMBARAN EKONOMI MAKRO 2009 Sejalan dengan perubahan ekonomi nasional dan gejolak ekonomi global, maka gambaran ekonomi makro yang diuraikan dalam Perpres No 28 Tahun 2008 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan Pembicaraan Pendahuluan antara Pemerintah dan DPR-RI, disepakati hal-hal sebagai berikut. Sasaran laju pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 6,0 persen hingga 6,4 persen. Tingkat inflasi diperkirakan sekitar 5,8 persen hingga 6,5 persen. Nilai tukar rupiah diperkirakan pada kisaran Rp 9.000 hingga Rp 9.200 per dolar Amerika Serikat. Suku bunga diperkirakan berkisar antara 7,5 persen hingga 8,5 persen. Harga minyak mentah (ICP) diperkirakan berkisar antara US$ 95 hingga US$ 120 per barel. Rasio defisit anggaran APBN adalah sekitar 1,5-2,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 yang merupakan lampiran dari UU APBN Tahun 2009 ini, sasaran ekonomi makro yang dicantumkan adalah sasaran ekonomi makro yang merupakan kesepakatan Pembicaraan Pendahuluan tersebut di atas. Pembicaraan pendahuluan dilanjutkan dengan penyusunan RAPBN 2009. Pada saat penyusunan RAPBN 2009, perekonomian diwarnai berbagai gejolak eksternal yang penuh ketidakpastian dan sulit diprediksi. Ketidakpastian ini berawal dari krisis subprime mortgage, dan pada saat yang bersamaan harga-harga komoditi dunia mulai dari minyak bumi, minyak sawit, gandum, dan kedelai mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Dengan gejolak eksternal yang diperkirakan berimbas kepada ekonomi domestik tersebut, pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2009 diperkirakan sebesar 6,2 persen, inflasi diperkirakan sebesar 6,5 persen, dan suku bunga diperkirakan akan mencapai 8,5 persen. Dengan perkiraan akan terjadi pelemahan US$ dan pengelolaan cadangan devisa yang baik, maka nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat dan mencapai Rp 9.100,0/US$. Selanjutnya, sehubungan dengan ketidakpastian politik internasional, terutama yang berkaitan dengan ketegangan di kawasan Timur Tengah, telah menyebabkan relatif tingginya harga minyak mentah internasional sehingga asumsi rata-rata minyak mentah indonesia (ICP) diperkirakan akan meningkat menjadi $130. Dengan besaran ekonomi makro sedemikian dan dalam rangka terus memberikan stimulus fiskal bagi pembangunan, maka defisit APBN dinaikkan menjadi 1,9

0 persen. Harga minyak mentah dalam tahun 2009 disepakati sebesar US$ 95. pertumbuhan ekonomi 2009 akan didukung dari bidang pertaman. Perkiraan tingkat inflasi tersebut didukung oleh kebijakan administered price yang minimal.0 per barel mengikuti kecenderungan harga minyak yang menurun.0 persen.0/US$ setelah mempertimbangkan koreksi nilai tukar yang tejadi akibat kelangkaan likuiditas ekonomi dunia.0 per barel dengan melihat perkembangan harga minyak terkini serta prospek harga future. Inflasi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Inflasi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Suku Bunga SBI-3 bulan dalam tahun 2009 diperkirakan pada kisaran 7. Harga minyak dalam tahun 2009 disepakati sebesar US$ 80. Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan pertumbuhan investasi yang terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2009 sebesar 6.150.400. sejalan dengan krisis keuangan Amerika yang semakin menjalar keseluruh dunia. Dalam perkembangannya. sejalan dengan menurunnya ekspektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil. Besaran ekonomi makro ini selanjutnya dibicarakan dalam pembahsan RUU tentang APBN Tahun 2009 beserta Nota Keuangan.7 persen terhadap PDB.5 persen.0/US$. sejalan dengan menurunnya ekspektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil. disepakati hal-hal sebagai berikut. manufaktur. Nilai tukar rupiah dalam tahun 2009 disepakati sebesar Rp 9. Perkiraan tersebut disebabkan karena pilihan kebijakan moneter dan suku bunga untuk mencapai inflasi rendah dan upaya mendorong sektor riil. Perubahan Kerangka Ekonomi Makro 2009 . Nilai tukar rupiah dalam tahun 2009 disepakati sebesar Rp 9. Perkiraan tingkat inflasi tersebut didukung oleh kecenderungan penurunan harga minyak dan komoditi. Dengan demikian. pertambangan. serta konsumsi rumah tangga dan ekspor barang dan jasa yang masih kuat. masih ada potensi risiko akibat kenaikan inflasi yang disebabkan oleh imported inflation dari nilai tukar.2 persen. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut telah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia serta mempertahankan prioritas program pembangunan yang telah direncanakan di RKP tahun 2009. defisit APBN menjadi 1 persen. Pada akhirnya. termasuk indonesia. sampai saat-saat terakhir pembahasan suasana ketidakpastian dalam perekonomian terus berlanjut. Dalam kesepakatan Pembicaraan Tingkat I.persen terhadap PDB. Defisit APBN turun menjadi 1. Dari sisi produksi.5 persen menurun dari 8. dan terjaganya pasokan dan arus distribusi barang. maka Pemerintah dan DPR kembali merevisi angka ekonomi makro pada tanggal 13-15 Oktober 2008 dengan kesepakatan sebagai berikut.3 persen. Namun demikian. Suku Bunga SBI-3 bulan dalam tahun 2009 diperkirakan pada kisaran 8.2 persen. serta bidang jasa lainnya seperti transportasi dan telekomunikasi.

dan Pemerintah Daerah wajib menerapkan prinsip-prinsip efisiensi.2 1. provinsi.5 SBI (%) Harga Minyak 95 .000 .4 Ekonomi (%) Inflasl (%) 6 5.5-2.7 9.-------------------------------------------------------------------------PEMBICARAAN RAPBN PEMBICARAAN TK I UU APBN PENDAHULUAN 2009 RUU APBN & TAHUN 2008 KERANGKA RKPPENYUSUNAN NOTA KEUANGAN EKONOMI 2009 RAPBN 2009 2009 MAKRO 16-19 Agustus 3-19 Oktober Juni 2008 2008 September 2008 2008 -------------------------------------------------------------------------Penumbuhan 6.0 1. transparansi. efektivitas. baik dalam kerangka regulasi maupun dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum.200 (Rp US$) Suku Bunga 7.0 6.9 9. Lembaga Pemerintah Non-Departemen.8.5 130 6.4 6. dengan tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada masing-masing lembaga serta pembagian urusan antara pemerintah pusat. dalam satu instansi dan antar instansi.6.5 80 ------------------------------------------------------------------------- BAB 4 KAIDAH PELAKSANAAN Dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009.0 APBN/PDB(%) Nilai Tukar . Pelaksanaan kegiatan. baik di antara-kegiatan dalam satu program maupun kegiatan antar program.0 9. sesuai dengan peraturan .5 .9.400 7.0 .150 8.3 6.0 95 6.5 .2 6.5 Defisit 1. mensyaratkan keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan.9.2. akuntabilitas dan partisipasi.8 . Kementerian.120 ICP (US$/br) 6.100 8.2 1.5 1.6. dan kabupaten/kota.

Rapat Koordinasi Pusat (Rakorpus). yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional yang berupa kerangka regulasi sesuai dengan kewenangannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Lembaga Pemerintah Non-Departemen. dan lembaga pemerintah non-departemen. dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2009. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional yang berupa kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya. dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. Pemerintah Daerah. setelah menerima pagu sementara Tahun 2009. Kementerian. dan Lembaga Pemerintah Non-Departemen dalam menyusun kebijakan publik. atau sudah menjadi kewenangan daerah. RKP Tahun 2009 merupakan acuan bagi Kementerian. seperti Musrenbang Daerah Kabupaten/Kota. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah pusat.Uraian penggunaan APBN Tahun Anggaran 2009.perundang-undangan yang berlaku.Lembaga Negara. 2. departemen. dan Musrenbang Nasional (Musrenbangnas). Peraturan Presiden (perpres). b. Kementerian.Uraian rencana penggunaan APBN Tahun Anggaran 2009. Untuk mengupayakan keterpaduan. ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan RKP 2009 sebagai berikut: 1. tugas pembantuan. Musrenbang Provinsi. c. serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program RKP Tahun 2009 dengan sebaik-baiknya. atau Peraturan Menteri/Kepala Lembaga.Uraian sebagaimana yang dimaksud butir (b) di atas perlu menguraikan kewenangan pengguna anggaran yang bersangkutan. baik yang berupa kerangka regulasi maupun kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum. periu menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) menjadi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/lembaga (RKA-KL) sebagai berikut: a. sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan program dalam rangka koordinasi perencanaan. telah dilaksanakan proses musyawarah antar pelaku pembangunan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang. d. Lembaga Pemerintah Non-Departemen. yang dilaksanakan melalui asas . tugas dekonsentrasi. maka masing-masing instansi pemerintah (kementerian/lembaga). dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintah pusat.Pemerintah wajib menyampaikan rancangan APBN Tahun Anggaran 2009 dari masing-masing lembaga negara. Sehubungan dengan itu. Dalam rangka mewujudkan keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan yang telah diprogramkan.RKP Tahun 2009 menjadi acuan dan pedoman bagi Lembaga Negara.

merumuskan matriks rencana tindak pada setiap bidang pembangunan (matriks rencana tindak menjadi lampiran dari setiap bidang pembangunan) menjadi dokumen RKP Tahun 2009. sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan setiap program dalam rangka koordinasi perencanaan. RKP Tahun 2009 menjadi acuan dan pedoman dalam menyusun kebijakan publik. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional/daerah. atau tugas pembantuan yang diterima pemerintah kabupaten/kota dari pemerintah pusat. tugas dekonsentrasi yang diterima pemerintah provinsi dari pemerintah pusat. c.Pemerintah daerah wajib menyampaikan rancangan APBD Tahun Anggaran 2009 dari masing-masing instansi daerah. dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintah daerah.Uraian sebagaimana yang dimaksud butir (b) diatas. b.Uraian penggunaan APBD Tahun Anggaran 2009.Masyarakat luas dapat berperanserta seluas-luasnya dalam perancangan dan perumusan kebijakan yang nantinya dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. dengan mendapatkan masukan dari seluruh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. yang dilaksanakan langsung sebagai kewenangan daerah. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional/daerah yang berupa kerangka regulasi sesuai dengan kewenangannya dalam bentuk Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Gubernur/Bupati/Wali Kota. d. Untuk mengupayakan keterpaduan. 5. perlu juga menguraikan kewenangan pengguna anggaran yang bersangkutan. ataupun yang dilaksanakan melalui tugas pembantuan.dekonsentrasi. Masyarakat luas juga dapat berperanserta dalam pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan kegiatan dalam program-program pembangunan.Uraian rencana penggunaan APBD Tahun Anggaran 2009. 4.Pemerintah Pusat. baik berupa kerangka regulasi maupun kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum dalam Aggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2009. 3. di bawah koordinasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). . masyarakat luas dan dunia usaha dapat berperanserta dalam pelaksanaan program-program pembangunan berdasarkan rancangan peran serta masyarakat dalam kegiatan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. yang berupa kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya. masing-masing instansi daerah perlu menyempurnakan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) Tahun 2009 sebagai berikut: a.Bagi Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota). Berkaitan dengan pendanaan pembangunan.

setiap instansi pemerintah wajib melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang meliputi evaluasi terhadap pencapaian sasaran kegiatan yang ditetapkan. melakukan tindakan koreksi yang diperlukan.Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program. . dan melaporkan hasil-hasil pemantauan secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. kesesuaiannya dengan rencana alokasi anggaran yang ditetapkan dalam APBN/APBD. 7.Pada akhir tahun anggaran 2009. setiap Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Departemen dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan. serta kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan APBN/APBD dan peraturan-peraturan lainnya.6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful