UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 41 TAHUN 2008 (41/2008) TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN

ANGGARAN 2009 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 23 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diajukan oleh Presiden setiap tahun untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah; b. bahwa APBN sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; c. bahwa APBN Tahun Anggaran 2009 disusun sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan negara dan kemampuan dalam menghimpun pendapatan negara dalam rangka mendukung terwujudnya perekonomian nasional berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional; d. bahwa penyusunan APBN Tahun Anggaran 2009 berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah tahun 2009 dan memperhatikan aspirasi masyarakat, dalam rangka mewujudkan Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokratis, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat; e. bahwa sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI/2008, Pemerintah harus menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional; f. bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2009 antara Dewan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah telah memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan DPD Nomor 33/DPD/2008 tanggal 2 Juli 2008; g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, c, d, e, dan f, perlu membentuk Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009; Mengingat :

1. 2. 3.

4. 5.

6.

7. 8. 9. 10. 11. 12.

13.

Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (2) dan ayat (4), Pasal 23 ayat (1) dan (2), Pasal 31 ayat (4), dan Pasal 33 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 69, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3313); Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687); Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3986); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3988); Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4236); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4357); Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

14.

15.

16. 17.

18. 19. 20.

21.

22.

23. 24.

25.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400); Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586); Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4633); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4746); Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 105, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4755); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4852); Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4884); Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 133,

Penerimaan negara bukan pajak adalah semua penerimaan yang diterima negara dalam bentuk penerimaan dari sumber daya alam. bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.Pajak dalam negeri adalah semua penerimaan negara yang berasal dari pajak penghasilan. bersifat tidak wajib dan tidak mengikat. serta tidak secara terus menerus. 8. yang dimaksud dengan : 1. dialokasikan untuk mendanai kegiatan tertentu.Penerimaan perpajakan adalah semua penerimaan negara yang terdiri dari pajak dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. 2. cukai. pajak bumi dan bangunan. 4. yang tidak perlu dibayar kembali.Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4893).Pendapatan negara dan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan. 7.Penerimaan hibah adalah semua penerimaan negara yang berasal dari sumbangan oleh pihak swasta dalam negeri dan pemerintah daerah serta sumbangan oleh pihak swasta dan pemerintah luar negeri. penerimaan negara bukan pajak.Belanja negara adalah semua pengeluaran negara yang digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. serta penerimaan hibah dari dalam negeri dan luar negeri. serta pendapatan badan layanan umum (BLU). dan pajak lainnya. penerimaan negara bukan pajak lainnya.Cost recovery adalah pengembalian atas biaya-biaya yang telah dikeluarkan (recoverable cost) oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan menggunakan hasil produksi minyak bumi dan gas bumi (migas) sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009. pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah. 9. 6. bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara (BUMN).Pajak perdagangan internasional adalah semua penerimaan negara yang berasal dari bea masuk dan bea ke luar.Belanja pemerintah pusat menurut organisasi adalah belanja pemerintah . Pasal 1 Dalam Undang-Undang ini. 3. 5.

fungsi kesehatan. belanja hibah. atau lembaga/organisasi internasional yang tidak perlu dibayar kembali. atau jasa dari Pemerintah kepada Badan Usaha Milik Negara. bantuan sosial. yang memenuhi hajat hidup orang banyak sedemikian rupa. fungsi pertahanan. 11.Belanja pemerintah pusat menurut jenis adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai belanja pegawai. 16. baik yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan. atau mengimpor barang dan jasa.Belanja pegawai adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai kompensasi dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada pegawai pemerintah pusat. fungsi lingkungan hidup. barang. 10. 18. dan pejabat negara. fungsi ekonomi. belanja modal. 15. anggota Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia.Belanja hibah adalah belanja pemerintah pusat dalam bentuk uang. gedung dan bangunan. dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat serta belanja perjalanan. peralatan dan mesin. subsidi. fungsi pendidikan.Subsidi energi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada bahan bakar minyak dan tenaga listrik.Belanja pemerintah pusat menurut fungsi adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk menjalankan fungsi pelayanan umum. fungsi perumahan dan fasilitas umum. baik utang dalam negeri maupun luar negeri. Pemerintah Negara lain. pembayaran bunga utang. 17. baik yang bertugas di dalam negeri maupun di luar negeri.pusat yang dialokasikan kepada kementerian negara/lembaga. sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan. sehingga harga jualnya terjangkau masyarakat yang membutuhkan. 14. jaringan. mengekspor. sehingga harga jualnya dapat dijangkau oleh masyarakat. fungsi agama. fungsi pariwisata dan budaya. pensiunan. Badan Usaha Milik Daerah. . belanja barang. dan fungsi perlindungan sosial. kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. fungsi ketertiban dan keamanan. sesuai dengan program-program Rencana Kerja Pemerintah yang akan dijalankan. menjual. 13. yang dihitung berdasarkan ketentuan dan persyaratan untuk utang outstanding dan tambahan utang baru.Belanja barang adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membiayai pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa.Belanja modal adalah belanja pemerintah pusat yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal dalam bentuk tanah.Pembayaran bunga utang adalah belanja pemerintah pusat yang digunakan untuk membayar kewajiban atas penggunaan pokok utang (principal outstanding). termasuk untuk biaya terkait dengan pengelolaan utang. serta dalam bentuk fisik lainnya. 12.Subsidi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan/lembaga yang memproduksi. dan belanja lain-lain.

serta tidak secara terus menerus.bersifat tidak wajib dan tidak mengikat.Dana alokasi umum. guna melindungi dari terjadinya berbagai risiko sosial.Dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.Dana otonomi khusus adalah dana yang dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan otonomi khusus suatu daerah. sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua menjadi Undang-Undang dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. 21. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. dan dana cadangan umum.Transfer ke daerah adalah pengeluaran negara dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal berupa dana perimbangan. 24. selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase tertentu untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.Bantuan sosial adalah semua pengeluaran negara dalam bentuk transfer uang/barang yang diberikan kepada masyarakat melalui kementerian negara/lembaga. yang terdiri atas dana bagi hasil. serta hibah ke daerah. dan dana alokasi khusus. 23. selanjutnya disingkat DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.Dana bagi hasil. 22. dana alokasi umum. 26.Belanja lain-lain adalah semua pengeluaran atau belanja pemerintah pusat yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis belanja sebagaimana dimaksud pada angka 12 (dua belas) sampai dengan angka 19 (sembilan belas).Dana alokasi khusus. 19. . sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. dana otonomi khusus dan penyesuaian. 25. 20. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

yang tidak perlu dibayar kembali.Hibah ke daerah adalah dana yang bersumber dari APBN dalam bentuk rupiah. hasil pengelolaan aset. selanjutnya disingkat SUN adalah surat berharga berupa surat pengakuan utang dalam matauang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya. serta pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) yang diterushibahkan ke daerah. adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah. dan dana bergulir.Sisa lebih pembiayaan anggaran.Surat berharga syariah negara. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. surat berharga negara. bersifat tidak wajib dan tidak mengikat. 38. 35. kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan.Dana Investasi Pemerintah adalah dukungan Pemerintah dalam bentuk kompensasi finansial dan/atau kompensasi dalam bentuk lain yang diberikan oleh Pemerintah kepada Badan Usaha.Pembiayaan luar negeri neto adalah semua pembiayaan yang berasal dari . 30. serta memperluas kepemilikan saham oleh masyarakat. 32.Surat utang negara. baik sebagian maupun seluruhnya. sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN.Dana Penyesuaian adalah dana yang dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka melaksanakan kebijakan pemerintah pusat dan membantu mendukung percepatan pembangunan di daerah. selanjutnya disingkat SBSN. 33. 36. 29. selanjutnya disingkat SILPA. memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat.Restrukturisasi BUMN adalah upaya yang dilakukan dalam rangka penyehatan BUMN. baik dalam matauang rupiah maupun valuta asing. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. adalah selisih lebih realisasi pembiayaan atas realisasi defisit anggaran yang terjadi. atau dapat disebut sukuk negara. 28. sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. selanjutnya disingkat SBN meliputi surat utang negara dan surat berharga syariah negara.Pembiayaan defisit anggaran adalah semua jenis pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran negara dalam APBN. serta tidak secara terus menerus. yang merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan guna memperbaiki kinerja dan meningkatkan nilai perusahaan. 37.Pembiayaan dalam negeri adalah semua penerimaan pembiayaan yang berasal dari perbankan dan nonperbankan dalam negeri yang terdiri dari hasil privatisasi. 34. dan dialokasikan untuk mendanai kegiatan tertentu.Surat berharga negara.27. 31.Privatisasi adalah penjualan saham persero. dan pengeluaran pembiayaan yang terdiri dari dana investasi pemerintah.

penarikan pinjaman luar negeri yang terdiri dari pinjaman program dan pinjaman proyek.558. ayat (3).725. dikurangi dengan pembayaran cicilan pokok pinjaman luar negeri.00 (dua ratus lima puluh delapan triliun sembilan ratus empat puluh tiga miliar lima ratus lima puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah). (3)Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp258.00 (sembilan ratus tiga puluh delapan miliar delapan ratus juta rupiah).Pinjaman proyek adalah pinjaman luar negeri yang digunakan untuk membiayai kegiatan tertentu yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 dan berdasarkan Undang-Undang ini. 41.842. (5)Jumlah anggaran pendapatan negara dan hibah Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2). 40.000. 39.522.000. dan c.Penerimaan negara bukan pajak.Anggaran pendidikan adalah alokasi anggaran pada fungsi pendidikan yang dianggarkan melalui kementerian negara/ lembaga dan alokasi anggaran pendidikan melalui transfer ke daerah.00 (tujuh ratus dua puluh lima triliun delapan ratus empat puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah). 42.000.000. untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.000. namun tidak termasuk anggaran pendidikan kedinasan. 43.Tahun anggaran 2009 adalah masa 1 (satu) tahun terhitung mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember 2009.Pinjaman program adalah pinjaman yang diterima dalam bentuk tunai (cash financing) yang pencairannya mensyaratkan dipenuhinya kondisi tertentu yang disepakati kedua belah pihak seperti matriks kebijakan (policy matrix) atau dilaksanakannya kegiatan tertentu.522.800.Penerimaan hibah.000. .Penerimaan perpajakan. b.970. Pasal 2 (1)Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Tahun Anggaran 2009 diperoleh dari sumber-sumber: a.943. (4)Penerimaan hibah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp938.328. termasuk gaji pendidik. (2)Penerimaan perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp725. dan ayat (4) direncanakan sebesar Rp985.00 (sembilan ratus delapan puluh lima triliun tujuh ratus dua puluh lima miliar tiga ratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah).Persentase anggaran pendidikan adalah perbandingan alokasi anggaran pendidikan terhadap total anggaran belanja negara.

00 (empat triliun dua ratus tujuh puluh tiga miliar dua ratus juta rupiah). f. termasuk pajak ditanggung Pemerintah (DTP) atas: (i) sektor-sektor tertentu dalam rangka penanggulangan dampak perlambatan ekonomi global dan pemulihan sektor riil (counter cyclical) sebesar Rp10.000.Pajak Penghasilan sebesar Rp357.Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar Rp249.00 (tujuh triliun tujuh ratus lima puluh tiga miliar enam ratus juta rupiah).00 (empat puluh sembilan triliun empat ratus sembilan puluh empat miliar tujuh ratus juta rupiah).273.200. (2)Penerimaan pajak dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp697.000. dan (iii) terminasi dini hak eksklusif PT Telkom (Pasal 25/29 badan) sebesar Rp250.00 (sepuluh triliun rupiah).00 (satu triliun dua ratus miliar rupiah).000.000.00 (lima ratus miliar rupiah).000.508.00 (delapan ratus miliar rupiah).000. b.000.000.700.00 (sepuluh triliun rupiah).Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp28.000. termasuk BPHTB ditanggung pemerintah atas kekurangan DTP BPHTB PT Pertamina (Persero) tahun 2007 sebesar Rp500.00 (dua ratus lima puluh miliar rupiah).000.000.000.494.00 (enam ratus sembilan puluh tujuh triliun tiga ratus empat puluh enam miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah).Pasal 3 (1)Penerimaan perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) terdiri dari : a.000.300.000.346.Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebesar Rp7. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.753.970. dan (ii) BBM bersubsidi (PT Pertamina/Persero) sebesar Rp10.000.000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan. yang terdiri dari : a.000.00 (tiga ratus lima puluh tujuh triliun empat ratus miliar empat ratus tujuh puluh juta rupiah).00 (dua puluh delapan triliun sembilan ratus enam belas miliar tiga ratus juta rupiah).Pajak perdagangan internasional.000.000.400.000. termasuk PPh ditanggung Pemerintah atas: (i) komoditi panas bumi sebesar Rp800. d.Cukai sebesar Rp49. (ii) bunga atas surat berharga negara yang diterbitkan di pasar internasional sebesar Rp1. c. dan b.470.200.000.000.700.000.Pajak lainnya sebesar Rp4.000.000. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.000.000.000. e.916.000.Pajak dalam negeri.000.000.000.600.00 (dua ratus empat puluh sembilan triliun lima ratus delapan miliar tujuh ratus juta rupiah).000.000. (3)Penerimaan pajak perdagangan internasional sebagaimana dimaksud pada .

335.600. yang terdiri dari: a.Penerimaan sumber daya alam. Pasal 4 (1)Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) terdiri dari : a.000. dengan ketentuan: (i)Penerimaan SDA Migas tersebut memperhitungkan cost recovery sebesar US$11.Penerimaan sumber daya alam minyak bumi dan gas bumi (SDA Migas) sebesar Rp162.750.Penerimaan negara bukan pajak lainnya. b.160.00 (sebelas miliar lima puluh juta tujuh ratus lima puluh ribu dolar Amerika Serikat).00 (seratus tujuh puluh tiga triliun empat ratus sembilan puluh enam miliar lima ratus dua puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).00 (dua puluh delapan triliun empat ratus sembilan puluh enam miliar rupiah).00 (sembilan triliun tiga ratus tiga puluh lima miliar enam ratus juta rupiah). terdiri dari : a.000.477. c. termasuk bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) ditanggung pemerintah untuk sektor-sektor tertentu sebesar Rp2.00 (dua triliun lima ratus miliar rupiah).070.000. (2)Penerimaan sumber daya alam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp173.000.000.Bea masuk sebesar Rp19.000.ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp28.00 (seratus enam puluh dua triliun seratus dua puluh tiga miliar tujuh puluh juta rupiah). dan disampaikan dalam Laporan Pemerintah tentang Pelaksanaan APBN Semester I Tahun .000.000.000.000.473. maka BPK wajib melaporkan estimasi besaran kerugian negara yang timbul.000.123.Pendapatan BLU. (ii)Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditugaskan untuk melakukan audit atas kewajaran unsur biaya dalam cost recovery sejak tahun 1997.000. naik dari besaran tahun 2008 sebesar US$10. dan apabila terdapat temuan ketidakwajaran. serta swap Conoco dan Chevron. dan d. b. termasuk kerugian daerah dalam kerangka bagi hasil.500.050. yang pelaksanaannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.000.00 (sembilan belas triliun seratus enam puluh miliar empat ratus juta rupiah).400.496.496.521. yang disebabkan oleh kenaikan lifting gas on stream Exxon dan Tangguh. (4)Rincian penerimaan perpajakan Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.000.Bea ke luar sebesar Rp9.000.000.00 (sepuluh miliar empat ratus tujuh puluh tiga juta dolar Amerika Serikat).Bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara.

Anggaran 2009 untuk dapat ditindaklanjuti.235.Penerimaan sumber daya alam nonminyak bumi dan gas bumi (SDA Nonmigas) sebesar Rp11.797.000.210. . yang antara lain memuat : 1.000. b. 2. 3.00 (lima triliun empat ratus empat puluh dua miliar dua ratus tiga puluh lima juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu rupiah). (4)Penerimaan negara bukan pajak lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp49.000.Cost recovery senantiasa harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.442. sehingga acuan cost recovery dalam Exhibit Contract perlu ditinjau kembali. (iv)Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP MIGAS) ditugaskan untuk memperkuat pengawasan dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor migas.Unsur biaya yang dapat dikategorikan dan diperhitungkan sebagai unsur cost recovery. 5.00 (sebelas triliun tiga ratus tujuh puluh tiga miliar empat ratus lima puluh satu juta empat ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).00 (empat puluh sembilan triliun dua ratus sepuluh miliar delapan ratus satu juta dua ratus empat puluh delapan ribu rupiah). (3)Bagian pemerintah atas laba badan usaha milik negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp30.Pemberlakuan Peraturan Pemerintah tersebut dilakukan efektif mulai 1 Januari 2009.000.248.794.373.451.477. (5)Pendapatan BLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d direncanakan sebesar Rp5. dalam hal ini terhadap sebagian aset yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Gelora Bung Karno dan sebagian atau seluruh aset yang dikelola Badan Layanan Umum Kompleks Kemayoran akan ditetapkan sebagai Penyertaan Modal Negara dalam suatu Badan Usaha Milik Negara.Standar atau norma universal yang diberlakukan terhadap kewajaran unsur biaya dalam perhitungan beban pajak dan cost recovery. 4.801. namun juga disesuaikan dengan standar pembebanan yang berlaku umum sebagaimana dimaksud pada butir (2). (iii)Pemerintah ditugaskan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang cost recovery.Standar tersebut tidak hanya berpedoman pada Exhibit Contract.00 (tiga puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh empat miliar rupiah).000. (6)Penunjukan Gelora Bung Karno dan Kompleks Kemayoran sebagai Badan Layanan Umum dalam rangka optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dapat ditinjau kembali sesuai peraturan perundang-undangan.000.

(2)Anggaran belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp716.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).000. Pasal 5 (1)Anggaran Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 terdiri dari : a. dan b. (2)Belanja pemerintah pusat menurut organisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp716.346.376.346.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).122. (4)Jumlah anggaran belanja negara Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) direncanakan sebesar Rp1.Anggaran transfer ke daerah.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). Pasal 6 (1)Anggaran belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a dikelompokkan atas : a.00 (tiga ratus dua puluh triliun enam ratus sembilan puluh miliar sembilan ratus sembilan puluh dua juta rupiah).122.000.346.122.122.037.000.Belanja pemerintah pusat menurut organisasi. kegiatan dan jenis belanja dibahas bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). ayat (3). (6)Rincian anggaran belanja pemerintah pusat Tahun Anggaran 2009 menurut .376. program. (4)Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp716.067.690.338.(7)Rincian penerimaan negara bukan pajak Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).000.000. (3)Anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp320. (5)Rincian lebih lanjut dari anggaran belanja pemerintah pusat menurut unit organisasi/bagian anggaran.Belanja pemerintah pusat menurut fungsi.376. fungsi.000.Belanja pemerintah pusat menurut jenis belanja.376. b.992. dan ayat (5) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.Anggaran belanja pemerintah pusat.00 (tujuh ratus enam belas triliun tiga ratus tujuh puluh enam miliar tiga ratus empat puluh enam juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).122.346. dan c.000. (3)Belanja pemerintah pusat menurut fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp716. ayat (4).

Pasal 10 (1)Dalam rangka kesinambungan pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk . d. b.Penyediaan Domestic Market Obligation (DMO) batubara yang berasal dari kebutuhan ketersediaan inkind batubara. menurut fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3).Penerapan diversifikasi tarif regional seperti Batam dan Tarakan pada daerah-daerah lain. e. c. pemerintah menjamin harga gas untuk memenuhi kebutuhan perusahaan produsen pupuk dalam negeri dengan harga domestik. diatur lebih lanjut dalam Peraturan Presiden yang menjadi lampiran yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini yang ditetapkan paling lambat tanggal 30 Nopember 2008.600 VA (volt ampere) ke atas. dan menurut jenis belanja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4).Penerapan tarif dasar listrik (TDL) sesuai harga keekonomian secara otomatis untuk pelanggan dengan daya 6. Pasal 8 Pengendalian anggaran subsidi listrik dalam tahun anggaran 2009 dilakukan melalui : a. (3)Pemerintah Daerah diberi kewenangan mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi melalui mekanisme rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).600 VA.Perluasan penerapan kebijakan tarif insentif dan disinsentif untuk pelanggan dengan daya di bawah 6.organisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2). Pasal 7 Pengendalian anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam tahun anggaran 2009 ditempuh dengan kebijakan penetapan besaran subsidi BBM sesuai dengan Undang-Undang APBN dengan toleransi alokasi maksimum dari realokasi cadangan risiko fiskal. (2)Dalam rangka untuk mengurangi beban subsidi pangan terutama pupuk pada masa yang akan datang. Pasal 9 (1)Pemerintah menjamin kecukupan pasokan gas yang dibutuhkan perusahaan produsen pupuk dalam negeri dalam rangka menjaga ketahanan pangan.Penyediaan kebutuhan pasokan gas untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) dan KKKS berkoordinasi dengan BP MIGAS.

(2)Pengajuan usulan luncuran program/kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Menteri Keuangan dalam bentuk konsep DIPA Luncuran (DIPA-L) paling lambat pada tanggal 16 Januari 2010. (2)Pendanaan untuk program/kegiatan. yang pada tahap awal sumber dananya antara lain berasal dari bantuan sosial penanggulangan bencana. (4)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). program pengembangan infrastruktur perdesaan (PPIP). (3)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan kegiatan sebagaimana dimaksud pada . maka program/kegiatan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2009 yang dilakukan dalam tahun 2008 namun belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir Desember 2008 dapat dilanjutkan penyelesaiannya ke tahun 2009. ditetapkan oleh Pemerintah. (3)Pengaturan lebih lanjut pelaksanaan DIPA-L sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2). (3)Penyelesaian kegiatan-kegiatan tersebut yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa publik mengikuti ketentuan perundangan yang berlaku. program penanggulangan kemiskinan perkotaan (P2KP). ditetapkan oleh Pemerintah. maka bantuan langsung masyarakat (BLM) dalam program/kegiatan nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) yang terdiri dari program pengembangan kecamatan (PPK). Pasal 12 (1)Kegiatan-kegiatan dalam rangka pembangunan infrastruktur yang dilakukan dalam tahun 2008 namun belum dapat diselesaikan sampai dengan akhir Desember 2008 dapat dilanjutkan penyelesaiannya ke tahun 2009. (4)Pemerintah dapat melakukan kontrak dan pembiayaan tahun jamak terbatas sampai dengan tahun 2010 untuk mengatasi keperluan mendesak dan belum terprogram. Pasal 11 (1)Dalam rangka menjaga kesinambungan penyelenggaraan Pemilihan Umum tahun 2009. dapat diluncurkan sampai dengan akhir April 2010 sebagai anggaran belanja tambahan Tahun Anggaran 2010. dan percepatan pembangunan daerah tertinggal dan khusus (P2DTK) dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2009. sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersumber dari bagian anggaran 069 (belanja lain-lain) dalam tahun 2009.mempercepat penanggulangan kemiskinan. (2)Pendanaan untuk kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) bersumber dari pagu kementerian negara/lembaga masing-masing dalam tahun anggaran 2009.

(ii)antarkegiatan dalam satu program sepanjang pergeseran tersebut merupakan hasil optimalisasi. dan Mindi). Kedung Cangkring. . dan/atau (iii)antarjenis belanja dalam satu kegiatan. (3)Perubahan rincian belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan sepanjang masih dalam satu provinsi/kabupaten/kota untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka tugas pembantuan. Pasal 15 (1)Perubahan rincian lebih lanjut dari anggaran belanja pemerintah pusat berupa : a. Kedung Cangkring. dan Penjarakan) dilakukan setelah pembayaran pembelian tanah di dalam peta area terdampak selesai dilakukan. dan Penjarakan). dan c. Pasal 13 (1)Untuk kelancaran upaya penanggulangan lumpur Sidoarjo. atau dalam satu provinsi untuk kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka dekonsentrasi. (2)Kekurangan pembayaran pembelian tanah di luar peta area terdampak pada tiga desa (desa Besuki. Jatirejo. tunjangan hidup dan biaya evakuasi di luar peta terdampak pada tiga desa (desa Besuki. Pasal 14 Pemerintah diberi kewenangan untuk melakukan pengeluaran dalam rangka memenuhi setiap kewajiban yang timbul sehubungan dengan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht).perubahan anggaran belanja yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). serta untuk bantuan kontrak rumah.ayat (1) dan (2) ditetapkan oleh Pemerintah. (2)Penggunaan anggaran belanja yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di atas pagu APBN untuk perguruan tinggi non-Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan BLU ditetapkan oleh Pemerintah. maka alokasi dana pada Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dapat digunakan untuk melunasi kekurangan pembayaran pembelian tanah. biaya evakuasi dan relokasi pada sembilan rukun tetangga di tiga desa (Siring Barat. b. ditetapkan oleh Pemerintah. bantuan kontrak rumah.perubahan pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) sebagai akibat dari luncuran dan percepatan penarikan PHLN.pergeseran anggaran belanja: (i)antarunit organisasi dalam satu bagian anggaran. tunjangan hidup.

(5)Perhitungan dan pembagian lebih lanjut dana perimbangan dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.(4)Perubahan rincian belanja pemerintah pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan antarprovinsi/ kabupaten/kota untuk kegiatan operasional yang dilaksanakan oleh unit organisasi di tingkat pusat maupun oleh instansi vertikalnya di daerah.00 (seratus delapan puluh enam triliun empat ratus empat belas miliar seratus juta rupiah).Dana alokasi khusus. (2)Dana bagi hasil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp85. dan c.819.000.000.718.100.000.725.800. b. (2). (5)Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2)Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp296.952.000.200. dan c. dan (4) dilaporkan Pemerintah kepada DPR dalam APBN Perubahan dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 17 (1)Dana perimbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a terdiri dari : a.413. (4)Dana alokasi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c direncanakan sebesar Rp24.800. .000.00 (dua puluh tiga triliun tujuh ratus tiga puluh delapan miliar lima ratus tujuh puluh delapan juta dua ratus ribu rupiah).Dana otonomi khusus dan penyesuaian. (3). Pasal 16 (1)Anggaran transfer ke daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b terdiri dari : a.00 (delapan puluh lima triliun tujuh ratus delapan belas miliar tujuh ratus dua puluh lima juta rupiah).Dana alokasi umum.000.588. b.000.Dana bagi hasil.414.578. (3)Dana otonomi khusus dan penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp23.00 (dua puluh empat triliun delapan ratus sembilan belas miliar lima ratus delapan puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah). (4)Hibah ke daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c nihil.00 (dua ratus sembilan puluh enam triliun sembilan ratus lima puluh dua miliar empat ratus tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah).Hibah ke daerah.Dana perimbangan.738. (3)Dana alokasi umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp186.

000.448.000.00 (sembilan ratus delapan puluh lima triliun tujuh ratus dua puluh lima miliar tiga ratus dua puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah).000.400.014.00 (enam puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh miliar dua ratus lima puluh juta rupiah).342.882.00 (sembilan triliun empat ratus empat puluh delapan miliar dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah).564.122. Pasal 18 (1)Dana otonomi khusus dan penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b terdiri dari : a.00 (empat belas triliun delapan ratus delapan puluh dua miliar empat belas juta dua ratus ribu rupiah).037.725.00 (delapan triliun delapan ratus lima puluh enam miliar lima ratus enam puluh empat juta rupiah). sehingga dalam Tahun Anggaran 2009 terdapat Defisit Anggaran sebesar Rp51. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (5). (2)Dana otonomi khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a direncanakan sebesar Rp8.200. lebih kecil dari jumlah Anggaran Belanja Negara sebesar Rp1.000.000. sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4).240.338. (3)Rincian Pembiayaan Defisit Anggaran Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini. yang akan dibiayai dari Pembiayaan Defisit Anggaran. dan b.328.067.00 (lima puluh satu triliun tiga ratus empat puluh dua miliar sembilan juta enam ratus ribu rupiah).Dana otonomi khusus.(6)Rincian dana perimbangan Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (2).000.Pembiayaan luar negeri neto sebesar negatif Rp9.009.250.Dana penyesuaian.856.790. Pasal 19 (1)Jumlah Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah Tahun Anggaran 2009 sebesar Rp985.600. b. (2)Pembiayaan Defisit Anggaran Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari sumber-sumber : a.00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah).Pembiayaan dalam negeri sebesar Rp60.000.000.522. (3)Dana penyesuaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b direncanakan sebesar Rp14. ayat (3). dan ayat (4) adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan ayat ini.000. Pasal 20 .

00 (seribu tiga puluh tujuh triliun enam puluh tujuh miliar tiga ratus tiga puluh delapan juta seratus dua puluh dua ribu rupiah). (3)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat paling lambat pada akhir bulan Juli 2009.krisis sistemik dalam sistem keuangan dan perbankan nasional yang membutuhkan tambahan dana penjaminan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). yang merupakan perbandingan alokasi anggaran pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terhadap total anggaran belanja negara sebesar Rp1.0% (dua puluh koma nol persen).067.037.531.000. (2)Dalam laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pemerintah menyertakan prognosa untuk 6 (enam) bulan berikutnya. Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan langkah-langkah : .000. dan/atau c.Realisasi pembiayaan defisit anggaran.penurunan pertumbuhan ekonomi di bawah asumsi dan deviasi asumsi ekonomi makro lainnya yang menyebabkan turunnya pendapatan negara.122.Realisasi pendapatan negara dan hibah. Pasal 22 Anggaran belanja bunga utang yang merupakan bagian dari Belanja Pemerintah Pusat telah memperhitungkan hasil restrukturisasi tingkat bunga surat utang (SU) 002 dan SU-004 yang mengacu pada besaran tingkat bunga special rate Bank Indonesia (SRBI) 01 sebesar 0.338.413. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : a. Pemerintah menyusun Laporan tentang Realisasi Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Semester Pertama Tahun Anggaran 2009 mengenai : a. b.kenaikan biaya utang. untuk dibahas bersama antara Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah.Realisasi belanja negara. b. Pasal 23 (1)Dalam keadaan darurat.1% (nol koma satu persen). dan/atau meningkatnya belanja negara secara signifikan.(1)Pada pertengahan Tahun Anggaran 2009.763. (2)Persentase anggaran pendidikan adalah sebesar 20. dan c. Pasal 21 (1)Anggaran Pendidikan adalah sebesar Rp207.00 (dua ratus tujuh triliun empat ratus tiga belas miliar lima ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah). khususnya imbal hasil Surat Berharga Negara. secara signifikan.

1.pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2009; 2.pergeseran anggaran belanja antarprogram, antarkegiatan, dan/atau antarjenis belanja dalam satu kementerian negara/lembaga dan/atau antar kementerian negara/lembaga; 3.penghematan belanja negara dalam rangka peningkatan efisiensi, dengan tetap menjaga sasaran program/kegiatan prioritas yang tetap harus tercapai; 4.penarikan pinjaman siaga dari kreditor bilateral maupun multilateral; 5.penerbitan Surat Berharga Negara melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN tahun yang bersangkutan. (2)Pemerintah menyampaikan langkah-langkah kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam Laporan Semester I Pelaksanaan APBN dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pasal 24 (1)Dalam hal realisasi penerimaan negara tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran negara pada saat tertentu, kekurangannya dapat ditalangi dari dana saldo anggaran lebih (SAL). (2)Pemerintah dapat menerbitkan Surat Berharga Negara untuk membiayai kebutuhan pengelolaan kas bagi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), apabila dana tunai pengelolaan kas tidak cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan awal tahun anggaran berikutnya. (3)Pemerintah dapat melakukan pembelian kembali SBN untuk kepentingan stabilisasi pasar, dengan tetap memperhatikan jumlah kebutuhan penerbitan SBN neto untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang ditetapkan. Pasal 25 (1)Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 dengan perkembangan dan/atau perubahan keadaan dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah dalam rangka penyusunan perkiraan Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, apabila terjadi : a.Perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009; b.Perubahan pokok-pokok kebijakan fiskal; c.Keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antarunit organisasi, antarprogram, dan/atau antarjenis belanja; d.Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun-tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan

anggaran Tahun Anggaran 2009. (2)Saldo anggaran lebih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d tidak termasuk saldo anggaran lebih yang merupakan saldo kas di Badan Layanan Umum (BLU), yang penggunaannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai ketentuan yang berlaku dan dilaporkan dalam pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. (3)Pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 berdasarkan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat sebelum Tahun Anggaran 2009 berakhir. Pasal 26 (1)Setelah Tahun Anggaran 2009 berakhir, Pemerintah menyusun pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009 berupa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat. (2)Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. (3)Laporan Realisasi Anggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilengkapi dengan informasi pendapatan dan belanja secara akrual. (4)Neraca sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyajikan aset dan kewajiban berdasarkan basis akrual. (5)Penerapan pendapatan dan belanja secara akrual dalam laporan keuangan tahun 2009 dilaksanakan secara bertahap pada badan layanan umum. (6)Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. (7)Pemerintah mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2009, setelah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan, paling lambat 6 (enam) bulan setelah Tahun Anggaran 2009 berakhir untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Pasal 27 Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2009. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Disahkan di Jakarta

pada tanggal 10 Nopember 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 10 Nopember 2008 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. ANDI MATTALATTA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2008 NOMOR 171

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 I.UMUM Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2009 disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009, serta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2009 sebagaimana telah dibahas dan disepakati bersama, baik dalam Pembicaraan Pendahuluan maupun Pembicaraan Tingkat I Pembahasan RAPBN Tahun Anggaran 2009 antara Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 12 dan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Selain itu, APBN Tahun Anggaran 2009 juga mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, dan politik, yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir, serta berbagai langkah kebijakan yang diperkirakan akan ditempuh dalam tahun 2009. Dengan memperhatikan perkembangan faktor eksternal dan stabilitas ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tahun 2009

00 (sembilan ribu empat ratus rupiah) per satu dolar Amerika Serikat. dan iklim investasi yang semakin kondusif diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para investor dalam negeri dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia. dan perkembangan suku bunga perbankan. maka laju inflasi diperkirakan dapat ditekan pada tingkat 6.400. dengan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah. Sementara itu. yaitu: (a) mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.0% (enam koma nol persen). maka rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di pasar internasional dalam tahun 2009 diperkirakan akan berada pada kisaran US$80. Melalui kebijakan fiskal. serta ketatnya spare capacity di negara-negara produsen minyak karena investasi di sektor perminyakan yang relatif lambat. Sementara itu. Di lain pihak. dan sektor riil yang terkoordinasi. sasaran program kerja pemerintah dalam tahun 2009 diharapkan dapat memberikan kemajuan penting dalam pelaksanaan tiga agenda pembangunan sebagaimana digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009." Dalam upaya mewujudkan tema pembangunan tersebut. dengan mempertimbangkan pertumbuhan permintaan minyak dunia yang sedikit melambat seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Stabilitas nilai tukar rupiah ini mempunyai peranan penting terhadap pencapaian sasaran inflasi tahun 2009. Pemerintah menyadari bahwa untuk mencapai sasaran pembangunan di tahun 2009. Pemerintah menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Meskipun perlambatan perekonomian global akan menyebabkan menurunnya kinerja ekspor nasional. nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada pada kisaran Rp9. antara lain: (i) masih relatif tingginya jumlah penduduk miskin. Melalui pertumbuhan konsumsi masyarakat yang diperkirakan masih cukup tinggi.2% (enam koma dua persen). tema pembangunan tahun 2009 adalah "Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dan Pengurangan Kemiskinan. dan (c) mewujudkan Indonesia yang sejahtera. sedangkan tingkat lifting minyak mentah diperkirakan sekitar 960 (sembilan ratus enam puluh) ribu barel per hari. Sejalan dengan itu. (b) mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis. Dalam tahun 2009.5% (tujuh koma lima persen). (ii) terbatasnya akses dan . terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi. dan terjaminnya pasokan dan lancarnya arus distribusi kebutuhan bahan pokok. rata-rata suku bunga SBI 3 (tiga) bulan diperkirakan akan mencapai 7. moneter.diperkirakan mencapai sekitar 6. pemerintah akan berupaya agar realisasi pertumbuhan ekonomi sesuai dengan asumsi tersebut. impor Indonesia akan lebih difokuskan pada barang modal sehingga dapat memicu perkembangan industri pengolahan dalam negeri. Untuk itu.0 (delapan puluh koma nol dolar Amerika Serikat) per barel.

Di samping itu. dan (iv) masih lemahnya daya tarik investasi dan daya saing sektor riil. (ii) melanjutkan program pengentasan kemiskinan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). telah ditetapkan prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 sebagai berikut: Pertama. (iii) pelaksanaan pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui pendistribusian BBM bersubsidi dengan sistem tertutup dan kebijakan lain yang dianggap perlu agar subsidi lebih tepat sasaran. pemantapan demokrasi. Bantuan Operasional Sekolah (BOS). subsidi pupuk. Kedua. (iv) perhitungan pendapatan dalam negeri neto sebagai basis penetapan pagu DAU nasional memperhitungkan antara lain beban subsidi BBM. (iii) . maka prioritas alokasi anggaran belanja pemerintah pusat dalam tahun 2009 akan difokuskan pada:(i) kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kebutuhan dasar operasional di setiap kementerian negara/lembaga. dan Jamkesmas. kelancaran kegiatan penyelenggaraan operasional pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi kemiskinan. dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan negara dan daya beli masyarakat. peningkatan upaya anti korupsi. Sejalan dengan arah kebijakan tersebut. peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan. untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Program Keluarga Harapan (PKH). Dengan demikian. Ketiga. terutama bandara dan pelabuhan. di samping tetap menjaga stabilitas nasional. percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. (iii) relatif rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. Prioritas pembangunan nasional tersebut dijabarkan dalam pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2009 sebagai berikut: (i) pelaksanaan amandemen Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang saat ini masih dalam proses pembahasan di DPR. Untuk menghadapi masalah dan tantangan tersebut guna mewujudkan tema pembangunan dalam tahun 2009. kebijakan alokasi anggaran belanja pemerintah pusat tahun 2009 diarahkan terutama untuk mendukung kegiatan ekonomi nasional dalam memacu pertumbuhan. subsidi listrik. reformasi birokrasi. infrastruktur dan energi. dan subsidi benih. Pemerintah perlu melakukan perbaikan quality of spending dan penajaman prioritas terhadap belanjanya. (ii) peningkatan pembangunan infrastruktur.dana dalam sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. dan (v) pelaksanaan amandemen Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). serta pertahanan dan keamanan dalam negeri. menciptakan dan memperluas lapangan kerja.

selambat-lambatnya dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009. Selanjutnya. sesuai dengan amanat UUD 1945. Pemerintah dan DPR harus telah memenuhi kewajiban konstitusionalnya untuk menyediakan anggaran sekurang-kurangnya 20. serta (vi) mengamankan pelaksanaan Pemilu 2009.0% (dua puluh koma nol persen) tersebut di samping untuk memenuhi amanat Pasal 31 Ayat (4) UUD 1945. dan mendapat pendidikan yang layak. Pemerintah dan DPR memprioritaskan pengalokasian anggaran pendidikan 20. termasuk di dalamnya penganggaran. Dalam kaitannya dengan penanganan bencana alam. Menurut putusan Mahkamah Konstitusi. Di samping itu. agar Mahkamah Konstitusi tidak menyatakan bahwa keseluruhan APBN yang tercantum dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat yang disebabkan oleh adanya bagian dari UU APBN. yaitu mengenai anggaran pendidikan. keseimbangan pembangunan. bertempat tinggal. Selanjutnya. dan (iii) jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia bermartabat.0% (dua puluh koma nol persen) dari APBN Tahun Anggaran 2009 agar UU APBN Tahun Anggaran 2009 yang memuat anggaran pendidikan tersebut mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dan sejalan dengan amanat UUD 1945. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2005 yang dikukuhkan dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang . (ii) hidup sejahtera lahir dan batin. negara memprioritaskan APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20. perlu tetap harus dijaga agar dapat mencapai prioritas-prioritas perbaikan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan dan pelaksanaan tugas kenegaraan yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). APBN juga diarahkan untuk melaksanakan amanat konstitusi dalam rangka memenuhi hak warga negara atas: (i) pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. dengan mengalokasikan sekurang-kurangnya 20. infrastruktur dan energi alternatif.0% (dua puluh koma nol persen) dari APBN dan APBD untuk pendidikan nasional. Hal tersebut harus diwujudkan dengan sungguh-sungguh. (v) melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah pasca bencana alam. serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. yang bertentangan dengan UUD 1945. (iv) pengurangan subsidi BBM melalui efisiensi di PT Pertamina dan PT PLN. juga dalam rangka memenuhi Putusan Mahkamah Konstitusi tanggal 13 Agustus 2008 Nomor 13/PUU-VI/2008.0% (dua puluh koma nol persen) untuk pendidikan. Selain itu.meningkatkan alokasi program kementerian negara/lembaga untuk peningkatan produksi pangan.

Dalam kerangka tersebut. kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BRR NAD-Nias masih dapat beroperasi hingga April 2009. dan (iv) pengakhiran masa tugas BRR beserta akibat hukumnya ditetapkan dengan Perpres. (iii) pengalihan personel (SDM).(Perpu) Nomor 2 Tahun 2005 tentang Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara. serta (iv) pengalihan dokumen. pelaksanaan lanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias akan diserahkan kewenangannya kepada kementerian negara/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah. dan aset-aset lembaga/negara donor/NGO. tetapi langsung dialokasikan kepada masing-masing K/L yang bersangkutan. Sementara itu. (ii) setelah berakhirnya masa tugas BRR. (iii) setelah berakhirnya masa tugas BRR. Perpu Nomor 2 Tahun 2005. sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. telah dibentuk BRR NAD-Nias dalam rangka melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2004. Dengan demikian. dan (ii) mengkoordinasikan proyek-proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang dibiayai oleh lembaga/negara donor atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing. yaitu: (i) mengelola proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran (didanai oleh APBN). aset-aset BRR NAD-Nias. Dengan demikian. Berkaitan dengan berakhirnya masa tugas BRR NAD-Nias. dalam rangka melaksanakan proses administrasi penuntasan tugas. (ii) pengalihan peralatan dan perangkat (aset) melalui identifikasi terhadap: tahap pengalihan aset. Kementerian negara/lembaga yang akan melanjutkan kegiatan . tahun 2008 merupakan tahun terakhir dari pelaksanaan proyek-proyek fisik oleh BRR NAD-Nias. BRR NAD-Nias juga mengemban 2 (dua) tugas pokok. Pasal 26 menyebutkan bahwa: (i) masa tugas BRR akan berakhir setelah 4 (empat) tahun. yaitu: (i) pengelolaan pendanaan pasca BRR NAD-Nias. pembiayaan program rehabilitasi dan rekonstruksi tidak lagi dialokasikan pada bagian anggaran 094 (BRR NAD-Nias). Oleh karena itu. jenis-jenis pengalihan aset. biaya operasional BRR NAD-Nias akan dialokasikan pada bagian anggaran 069 (anggaran pembiayaan dan perhitungan). segala kekayaannya menjadi kekayaan milik negara yang selanjutnya dapat diserahkan kepada pemerintah daerah. pada tahun 2009. mulai tahun 2008 sudah mulai dilakukan persiapan penuntasan masa tugas BRR NAD-Nias. Selain tugas melaksanakan kegiatan pemulihan. Sementara itu. terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan.

(ii) mengurangi kesenjangan fiskal antara pemerintah pusat dengan daerah dan antar-daerah. yaitu adanya perundang-undangan dan peraturan pelaksanaannya yang telah selesai pada tahun 2007 dan 2008. kondisi. Perubahan UU perpajakan akan berdampak pada penerimaan negara dan perekonomian.rehabilitasi dan rekonstruksi NAD-Nias antara lain Departemen Dalam Negeri. Departemen Agama. juga diikuti dengan pengaturan. Selanjutnya. serta berbagai UU sektoral. Sejalan dengan hal tersebut. kebijakan yang dilakukan dalam bidang tarif. pembagian. UU Cukai. subyek dan obyek pengenaan. Departemen Perhubungan. untuk memenuhi kebutuhan belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah tersebut. Departemen Pekerjaan Umum. dan pemanfaatan sumber daya nasional secara proporsional. serta perbaikan dan efektivitas administrasi pemungutan. yaitu: kondisi ekonomi makro. dan (iv) mengalihkan secara bertahap sebagian anggaran kementerian negara/lembaga yang digunakan untuk mendanai kegiatan yang sudah menjadi urusan daerah ke DAK. perubahan UU perpajakan yang terdiri dari perubahan UU Ketentuan Umum Perpajakan dan UU Pajak Penghasilan diperkirakan akan memberikan dampak pada penurunan penerimaan perpajakan (tax potential loss). dengan memperhatikan potensi. (iii) mengurangi kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik di daerah. baik penerimaan perpajakan maupun PNBP. pelimpahan. dan penugasan urusan pemerintahan kepada daerah secara nyata dan bertanggungjawab. demokratis. maka penyerahan. Terdapat beberapa hal yang cukup signifikan pengaruhnya pada perhitungan target pendapatan tahun 2009. Beberapa faktor yang mempengaruhi besaran pendapatan negara dalam APBN Tahun Anggaran 2009. Dalam jangka pendek. realisasi pendapatan pada tahun sebelumnya. penerapan kebijakan transfer ke daerah dalam tahun 2009 ditujukan untuk: (i) terus melaksanakan desentralisasi fiskal untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah secara konsisten. dan Bappenas. diperlukan sumber-sumber pendapatan negara dan pembiayaan anggaran. Dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah. dan kebutuhan daerah melalui reformulasi kebijakan dana perimbangan dan kebijakan lain terkait dengan transfer ke daerah. baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Badan Pertanahan Nasional. Langkah-langkah kebijakan perpajakan yang diambil dalam tahun 2009 antara lain: (i) menyediakan fasilitas fiskal dan nonfiskal bagi penanaman modal dengan memperluas cakupan sektor dan wilayah dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2007 tentang Fasilitas . UU Kepabeanan. adil dan transparan. Undang-undang dimaksud antara lain: paket UU Perpajakan.

Di lain pihak. dalam APBN Tahun Anggaran 2009 diperkirakan masih terdapat defisit anggaran. PNBP lainnya. (ii) memperluas kantor pelayanan pajak yang berbasis sistem administrasi modern di Jawa dan Bali. dengan lebih . Sasaran tersebut dilakukan dengan melanjutkan reformasi administrasi dan penyempurnaan kebijakan PNBP melalui: (i) peninjauan dan penyempurnaan peraturan PNBP pada kementerian negara/lembaga. dan tercatat dalam perhitungan APBN. dan (viii) perbaikan terhadap kebijakan cost recovery pada Kontrak Production Sharing (KPS). (iii) menyempurnakan manajemen risiko kepabeanan. Berdasarkan proyeksi dan berbagai langkah kebijakan di atas.Pajak Penghasilan Untuk Penanaman Modal di Bidang-Bidang Usaha Tertentu dan/atau di Daerah-Daerah Tertentu. (ii) monitoring. (vii) peningkatan koordinasi terkait dengan pencapaian target produksi/lifting minyak mentah dan volume gas bumi. (v) peningkatan pengawasan terhadap pelaksanaan PNBP pada kementerian negara/lembaga. kebijakan umum pembiayaan anggaran antara lain dititikberatkan pada penetapan sasaran surplus/defisit anggaran berdasarkan proyeksi penerimaan negara maupun rencana alokasi belanja negara. penelaahan. Sementara itu. (iii) penyusunan rencana dan pagu penggunaan PNBP yang lebih realistis pada kementerian negara/lembaga. (iv) pemantauan. Untuk menutupi defisit tersebut. Di samping itu. bagian laba BUMN. optimalisasi penerimaan hibah akan dilakukan antara lain melalui monitoring pencairan atas komitmen para donor dalam rangka hibah. dan verifikasi laporan PNBP pada kementerian negara/lembaga dan SDA nonmigas. (iv) melanjutkan harmonisasi tarif bea masuk impor. evaluasi dan koordinasi pelaksanaan pengelolaan PNBP pada kementerian negara/lembaga. Selanjutnya. dan (v) mengimplementasikan ASEAN Single Window. evaluasi. kebijakan di bidang PNBP dalam tahun 2009 akan tetap ditujukan untuk mengoptimalkan penerimaan yang berasal dari pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Sebagian besar defisit tersebut akan dibiayai dari Surat Berharga Negara (SBN) dan pinjaman luar negeri. untuk meningkatkan kinerja BUMN antara lain akan dilakukan pengalokasian anggaran yang bersumber dari laba BUMN untuk pengembangan sektor-sektor strategis dan penguatan sektor manufaktur (barang modal) dalam rangka memperbaiki peran BUMN dalam perekonomian nasional. (vi) percepatan penyelesaian kewajiban Pertamina/KKKS kepada Pemerintah terkait dengan kegiatan migas. dilakukan dengan mengedepankan prinsip-prinsip kemandirian dalam pembiayaan anggaran. khususnya untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah-daerah yang terkena musibah bencana serta re-evaluasi peraturan-peraturan tentang tata cara pengadaan/pengelolaan hibah sehingga seluruh pengelolaan hibah memiliki arah yang lebih jelas. serta pendapatan badan layanan umum (BLU).

untuk mengurangi tekanan terhadap kebutuhan pembiayaan anggaran tahun 2009. murah dan berisiko rendah yang bersumber dari dalam negeri. II. Pemerintah bertekad untuk tidak mengurangi belanja prioritas. Langkah-langkah penanggulangan berupa pembiayaan siaga yang berasal dari pemberi pinjaman lembaga keuangan multilateral dan bilateral.memprioritaskan pendanaan yang tersedia. Untuk mengantisipasi kondisi pasar keuangan yang memburuk yang dapat berdampak pada perekonomian nasional. kebijakan moneter yang kredibel. Dalam keadaan tersebut. Selain itu. Dalam kondisi pasar keuangan yang tidak stabil akibat ketatnya likuiditas global. penerbitan SBN akan dilakukan secara berhati-hati dan menjaga pada risiko sekecil mungkin. kenaikan biaya penerbitan SBN dan masalah sistemik di sektor keuangan. strategi pembiayaan anggaran harus diimplementasikan secara terkoordinasi agar dapat tercapai pengelolaan fiskal secara prudent. strategi pembiayaan anggaran harus dilakukan secara hati-hati agar sumber-sumber pembiayaan anggaran tersebut dapat digunakan seoptimal mungkin guna menghindari terjadinya beban fiskal di masa mendatang yang berpotensi mengganggu kesinambungan fiskal (fiscal sustainability). Terkait hal tersebut. Dalam UU APBN Tahun Anggaran 2009 telah dipersiapkan payung hukum apabila terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dan deviasi asumsi makro secara signifikan. dan pengelolaan utang yang sehat serta pengelolaan kas yang efisien. sehingga dapat dijadikan cadangan terhadap rumahtangga dan sektor yang terkena dampaknya. jika diperlukan. bahkan akan menambah. dipandang perlu dipersiapkan langkah-langkah di bidang kebijakan fiskal.PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. dan dialokasikan . Pasal 3 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Penerimaan pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah yang ditanggung pemerintah (DTP) sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b tersebut tidak diperhitungkan dalam besaran penerimaan dalam negeri neto. Pasal 2 Cukup jelas.

794.000. listrik.000.000.510.00 411125 Pendapatan PPh Pasal 25/29 orang pribadi 3.00 41112 Pendapatan PPh nonmigas 296.978.00 (tujuh ratus dua puluh lima triliun delapan ratus empat puluh dua miliar sembilan ratus tujuh puluh juta rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) 411 Pendapatan pajak dalam negeri 697.938. penerbangan. Yang dimaksud dengan sektor-sektor tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf b antara lain adalah sektor migas.000. pelayaran.000.000.556.110.000.000. dan dialokasikan sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.000. dan sektor-sektor publik.723.000.935.346. Yang dimaksud dengan sektor-sektor tertentu sebagaimana dimaksud pada huruf a antara lain adalah sektor migas.000.000.970.00 411124 Pendapatan PPh Pasal 23 24.000.000.sebagai belanja subsidi pajak dalam jumlah yang sama.910.00 411122 Pendapatan PPh Pasal 22 6.970.370. industri terpilih.00 . Ayat (4) Penerimaan perpajakan sebesar Rp725.360.000.00 411126 Pendapatan PPh Pasal 25/29 badan 136.00 411112 Pendapatan PPh gas alam 32.00 411127 Pendapatan PPh Pasal 26 22.000.00 4111 Pendapatan pajak penghasilan (PPh) 357.000. pangan.00 411123 Pendapatan PPh Pasal 22 impor 25.510.00 41111 Pendapatan PPh migas 56.000.00 411121 Pendapatan PPh Pasal 21 46.526.000.000.00 411111 Pendapatan PPh minyak bumi 24.000.560.000.000.000.000. industri terpilih.500.000.470.000. Ayat (3) Penerimaan bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor (PDRI) yang ditanggung pemerintah (DTP) sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut tidak diperhitungkan dalam besaran penerimaan dalam negeri neto.842. energi.640.470.196.000.755.400.160. dan transportasi publik.000. panas bumi.830.

200. Ayat (2) Cukup jelas.00 4115 Pendapatan Cukai 49.000.496.00 411131 Pendapatan PPh fiskal luar negeri 3. Ayat (4) Cukup jelas.600.400.000.000.300.000.00 41113 Pendapatan PPh fiskal 3.000.000.000.100. Ayat (3) Cukup jelas.00 4112 Pendapatan pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah 249. Ayat (5) Cukup jelas.000.508.000.490.000. Ayat (7) Penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp258.000.494.000.000.000.00 4122 Pendapatan bea ke luar 9.000.00 411512 Pendapatan Cukai Ethyl Alkohol 479.000.000.000.160.00 41151 Pendapatan Cukai 49.000.000.000.00 (dua ratus lima puluh delapan triliun sembilan ratus empat puluh tiga miliar lima ratus lima puluh delapan juta lima ratus dua puluh dua ribu rupiah) terdiri dari : .00 411513 Pendapatan Cukai Minuman Mengandung Ethyl Alkohol 775.273.00 4113 Pendapatan pajak bumi dan bangunan 28.000.700.00 4121 Pendapatan bea masuk 19.000.000.00 Pendapatan pajak perdagangan internasional 28.000.00 4114 Pendapatan BPHTB 7.00 411511 Pendapatan Cukai Hasil Tembakau 48.700.000.753.000.000.00 Pasal 4 Ayat (1) Cukup jelas.600.000.600.000.700.738. Ayat (6) Cukup jelas.412 411128 Pendapatan PPh final 30.738.558.00 4116 Pendapatan pajak lainnya 4.490.943.000.247.000.916.000.522.335.700.240.494.

133.000.00 42141 Pendapatan dana reboisasi 1.00 Pendapatan bagian laba BUMN 30.000.938.000.235.000.210.401.211.794.477.477.520.00 42311 Pendapatan penjualan hasil produksi/sitaan 6.00 423114 Pendapatan penjualan hasil sitaan/rampasan dan harta peninggalan 15.505.000.188.000.000.00 423113 Pendapatan penjualan hasil tambang 6.794.00 4231 Pendapatan penjualan dan sewa 14.625.758. pemetaan dan hasil cetakan lainnya 41. penerbitan.00 421312 Pendapatan royalti 8.00 421511 Pendapatan perikanan 150.000.577.000.000.000.00 4221 Pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN 30.330.600.000.277.00 4215 Pendapatan perikanan 150.723.00 4211 Pendapatan minyak bumi 123.000.600.000.000.000.000.00 423112 Pendapatan penjualan hasil peternakan dan perikanan 11.000.000.801.168.451.000.483.866.412.000.000.029.00 423117 Pendapatan penjualan dokumen-dokumen 422 423 .794.00 423115 Pendapatan penjualan obat-obatan dan hasil farmasi lainnya 219.00 421111 Pendapatan minyak bumi 123.000.527.000.00 423116 Pendapatan penjualan informasi.056.000.(dalam rupiah) 421 Penerimaan sumber daya alam 173. film.000.639.740.00 4212 Pendapatan gas bumi 39.00 421211 Pendapatan gas bumi 39.000.093.000.00 42142 Pendapatan provisi sumber daya hutan 1.00 421311 Pendapatan iuran tetap 84.496.000.248.00 42143 Pendapatan IIUPH (IHPH) 15.000. survey. kehutanan.249.000.000.000.00 4213 Pendapatan pertambangan umum 8.521.000.400.500.000.000.018.000.330.000.740.994.00 Pendapatan PNBP lainnya 49.00 4214 Pendapatan kehutanan 2.00 423111 Pendapatan penjualan hasil pertanian.500.677. dan perkebunan 3.000.029.834.093.000.432.

241.000.000.659.000.00 423123 Pendapatan penjualan sewa beli 30.000.00 423142 Pendapatan sewa gedung.511.502.393.000.374.490.557.390.944.037.00 423212 Pendapatan tempat hiburan/taman/museum dan pungutan usaha pariwisata alam (PUPA) 14.00 423129 Pendapatan penjualan aset lainnya yang berlebih/rusak/ dihapuskan 1.000.270.00 423143 Pendapatan sewa bendabenda bergerak 6. STNK.00 423211 Pendapatan rumah sakit dan instansi kesehatan lainnya 38.00 423149 Pendapatan sewa bendabenda tak bergerak lainnya 5.260.000.814.00 423121 Pendapatan penjualan rumah.268.964.332.000.00 4232 Pendapatan jasa 16.991.pelelangan 220.490.429.000.381.949. bangunan.891.000. dan BPKB 2.160.000.274.00 423141 Pendapatan sewa rumah dinas/rumah negeri 20.147.000.365.649.00 423214 Pendapatan hak dan perijinan 5. bangunan.000.00 423213 Pendapatan surat keterangan.097.226.217.00 42314 Pendapatan sewa 102. gedung.000.054.061.193.000.612.000.00 423119 Pendapatan penjualan lainnya 78. dan tanah 41. paspor. pengawasan/ .00 423215 Pendapatan sensor/ karantina.000.285.00 423122 Pendapatan penjualan kendaraan bermotor 1.000.355.997.00 42321 Pendapatan jasa I 11.000.000. dan gudang 70. visa.000.991.000.533.00 423132 Pendapatan minyak mentah (DMO) 7.00 42312 Pendapatan penjualan aset 33.000.00 42313 Pendapatan penjualan dari kegiatan hulu migas 7.944. SIM.

00 423221 Pendapatan jasa lembaga keuangan (jasa giro) 42.052.906.000.007.000.249.00 423217 Pendapatan jasa Kantor Urusan Agama 73.122.00 423232 Pendapatan dari jasa pengurusan dokumen konsuler 85.263.000.458.218. pelatihan.000.00 423227 Pendapatan bea lelang 38.659.261.274.000.000.903.000.081. informasi. dan kenavigasian 317.000.660.000.065.000.000.000.pemeriksaan 58.000.00 423239 Pendapatan rutin lainnya dari luar negeri 9.225.00 423231 Pendapatan dari pemberian surat perjalanan Republik Indonesia 285.00 423226 Pendapatan uang pewarganegaraan 3.807.932. pendapatan DJBC 2.903.000.458.555.075.000.157.947.00 42325 Pendapatan atas pengelolaan .00 42322 Pendapatan jasa II 1.00 42323 Pendapatan jasa luar negeri 380.199.00 423218 Pendapatan jasa bandar udara. pendapatan BPN.00 42324 Pendapatan layanan jasa perbankan 8.307.489.932.00 423216 Pendapatan jasa tenaga.000. kepelabuhan.00 423229 Pendapatan registrasi dokter dan dokter gigi 2.500.432.00 423228 Pendapatan biaya pengurusan piutang dan lelang negara 61.00 423241 Pendapatan layanan jasa perbankan 8.983.000.630.000. pekerjaan.00 423225 Pendapatan biaya penagihan pajak negara dengan surat paksa 3.000.662.500.391.00 423222 Pendapatan jasa penyelenggaraan telekomunikasi 1.000. teknologi.190.000.

000. kenaikan tingkat.00 423519 Pendapatan pendidikan lainnya 1.494.00 423413 Pendapatan uang meja (leges) dan upah pada panitera badan pengadilan (peradilan) 721.662.330.00 4233 Pendapatan bunga 1.937.311.rekening tunggal Perbendaharaan (treasury single account) dan/atau atas penempatan uang negara 3.000.000.000.000.00 .394.00 423412 Pendapatan pengesahan surat di bawah tangan 290.844.633.000.000.000.00 423415 Pendapatan ongkos perkara 10.508.00 423511 Pendapatan uang pendidikan 3.000.122.830.000.560.809.000.633.450.00 423411 Pendapatan legalisasi tanda tangan 1.000.917.330.00 42329 Pendapatan jasa lainnya 20.385.00 42331 Pendapatan bunga 1.935.000.555.00 4234 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 33.862.450.385.000.163.00 423513 Pendapatan uang ujian untuk menjalankan praktik 111.000.642.785.000.844.00 423313 Pendapatan bunga dari piutang dan penerusan pinjaman 1.073.000.000.000.000.00 423291 Pendapatan jasa lainnya 20.809.000.298. dan akhir pendidikan 174.000.000.000.224.000.505.00 4235 Pendapatan pendidikan 5.00 42351 Pendapatan pendidikan 5.794.00 423319 Pendapatan bunga lainnya 350.00 42341 Pendapatan kejaksaan dan peradilan 33.298.063.00 423512 Pendapatan uang ujian masuk.943.000.00 423414 Pendapatan hasil denda/tilang dan sebagainya 18.00 423419 Pendapatan kejaksaan dan peradilan lainnya 1.000.450.000.000.000.508.122.

000.336.484.00 42372 Pendapatan dana pengamanan hutan 199.00 423721 Pendapatan dana pengamanan hutan 199.000.00 42375 Pendapatan denda 4.000.000.00 423612 Pendapatan gratifikasi yang ditetapkan KPK menjadi milik negara 2.000.830.000.000.00 42361 Pendapatan gratifikasi dan uang sitaan hasil korupsi 38.000.000.267.4236 Pendapatan gratifikasi dan uang sitaan hasil korupsi 38.000.00 42371 Pendapatan iuran badan usaha 469.000.00 423614 Pendapatan uang pengganti tindak pidana korupsi yang ditetapkan di pengadilan 29.00 423611 Pendapatan uang sitaan hasil korupsi yang telah ditetapkan pengadilan 6.000.000.700.961.494.000.939.00 423712 Pendapatan iuran badan usaha dari kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa 73.000.000.700.588.104.000.000.00 423752 Pendapatan denda keterlambatan .00 42373 Pendapatan dari perlindungan hutan dan konservasi alam 14.000.422.996.000.000.000.000.00 423713 Iuran badan usaha di bidang pasar modal dan lembaga keuangan 40.00 423711 Pendapatan iuran badan usaha dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian BBM 355.000.600.00 4237 Pendapatan iuran dan denda 687.336.563.000.000.00 423731 Pendapatan iuran menangkap/mengambil/ mengangkut satwa liar/ mengambil/mengangkut tumbuhan alam hidup atau mati 7.00 423735 Pungutan masuk obyek wisata alam 7.900.000.000.000.879.494.

832.527.871.392.00 424113 Pendapatan jasa .00 42392 Pendapatan pelunasan piutang 1.043.424 penyelesaian pekerjaan pemerintah 4.00 423921 Pendapatan pelunasan piutang nonbendahara 9.00 423999 Pendapatan anggaran lain-lain 6.454.000.000.654.00 42399 Pendapatan lain-lain 22.000.000.251.531.00 423911 Penerimaan kembali belanja pegawai pusat TAYL 4.00 423914 Penerimaan kembali belanja lain pinjaman luar negeri TAYL 1.00 4241 Pendapatan jasa layanan umum 5.071.000.000.509.007.00 423912 Penerimaan kembali belanja pensiun TAYL 76.975.000.575.000.482.347.000.500.000.238.00 42391 Pendapatan dari penerimaan kembali belanja tahun anggaran yang lalu 9.797.000.442.000.893.750.235.000.00 423753 Pendapatan denda administrasi BPHTB 29.00 424112 Pendapatan jasa pelayanan pendidikan 124.010.000.00 424111 Pendapatan jasa pelayanan rumah sakit 3.528.000.167.285.000.00 423991 Penerimaan kembali persekot/uang muka gaji 16.617.00 42411 Pendapatan penyediaan barang dan jasa kepada masyarakat 5.000.00 423922 Pendapatan pelunasan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh negara (masuk TP/TGR) bendahara 1.420.851.950.000.000.086.821.923.00 423913 Penerimaan kembali belanja lainnya rupiah murni TAYL 9.982.154.334.00 4239 Pendapatan lain-lain 10.000.000.235.00 Pendapatan badan layanan umum 5.375.831.591.473.00 423919 Penerimaan kembali belanja lainnya TAYL 2.

pelatihan dan teknologi 34.00 424133 Pendapatan program modal ventura 5.000.392.4243 pelayanan tenaga.00 (enam triliun rupiah).00 424312 Pendapatan hasil kerjasama lembaga/badan usaha 21.00 Pasal 5 Cukup jelas Pasal 6 Cukup jelas.00 42413 Pengelolaan dana khusus untuk masyarakat 185.000.625.412.309.307.000.266.00 Pendapatan hasil kerja sama BLU 21. pekerjaan. dan kenavigasian 933.000.266.000.653.287.000.437.621.000.00 424119 Pendapatan jasa penyediaan barang dan jasa lainnya 27.367.00 424116 Pendapatan jasa telekomunikasi 842.106.000. Pasal 7 Realokasi cadangan risiko fiskal adalah realokasi dana cadangan risiko perubahan parameter harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) setahun dan lifting minyak sebesar Rp6.000.131.000.000.000.00 424139 Pendapatan pengelolaan dana khusus lainnya 54.911.477.00 424115 Pendapatan jasa bandar udara.527.000.00 424135 Pendapatan program dana bergulir syariah 305.00 424136 Pendapatan investasi 121. kepelabuhan.618.108. informasi.437.000.541.105.000.00 424117 Pendapatan jasa pelayanan pemasaran 21.266.000.000.445.618.618.800.00 424134 Pendapatan program dana bergulir sektoral 3.00 42431 Pendapatan hasil kerja sama BLU 21.000. .

Pasal 8 Cukup jelas. Tidak termasuk dalam luncuran tersebut adalah PHLN yang belum disetujui dalam APBN Tahun Anggaran . Pasal 14 Cukup jelas. Pasal 13 Cukup jelas. Peningkatan penerimaan tersebut selanjutnya dapat digunakan oleh kementerian negara/lembaga penghasil sesuai dengan ketentuan ijin penggunaan yang berlaku. Pasal 15 Ayat (1) Yang dimaksud dengan hasil optimalisasi adalah hasil lebih atau sisa dana yang diperoleh setelah pelaksanaan dan/atau penandatanganan kontrak dari suatu kegiatan yang target sasarannya telah dicapai. Pasal 9 Cukup jelas. Pasal 11 Cukup jelas. Pasal 12 Cukup jelas. Pasal 10 Cukup jelas. Yang dimaksud dengan perubahan anggaran belanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah kelebihan realisasi penerimaan dari target yang direncanakan dalam APBN. Hasil lebih atau sisa dana tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk meningkatkan sasaran ataupun untuk kegiatan lainnya dalam program yang sama. Yang dimaksud dengan perubahan pagu Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) adalah peningkatan pagu PHLN sebagai akibat adanya luncuran pinjaman proyek dan hibah luar negeri yang bersifat multi years dan/atau percepatan penarikan pinjaman yang sudah disetujui dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan pinjaman luar negeri termasuk hibah luar negeri yang diterima setelah APBN ditetapkan.

413.800.00 (dua ratus sembilan puluh enam triliun sembilan ratus lima puluh dua miliar empat ratus tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah). terdiri dari: (dalam rupiah) 1. yang bukan merupakan kelanjutan dari multiyears project.089. Pasal 16 Cukup jelas.000.022.000.204.000.000.000.952. Ayat (4) Cukup jelas.387.000. Ayat (5) Cukup jelas.725.00 .000.000.000.2009 dan pinjaman yang bersumber dari pinjaman komersial dan fasilitas kredit ekspor. Ayat (6) Dana perimbangan sebesar Rp296. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (5) Yang dimaksud dengan dilaporkan pelaksanaannya dalam APBN Perubahan adalah melaporkan perubahan rincian/pergeseran anggaran belanja pemerintah pusat yang dilakukan sebelum APBN Perubahan 2009 kepada DPR.00 i. Sedangkan yang dimaksud dengan dilaporkan pelaksanaannya dalam laporan keuangan pemerintah pusat adalah melaporkan perubahan rincian/pergeseran anggaran belanja pemerintah pusat yang dilakukan sepanjang tahun 2009 setelah APBN Perubahan 2009 kepada DPR. Ayat (2) Cukup jelas.718.00 a. DBH Pajak Penghasilan 10.754. Ayat (3) Cukup jelas.Pajak penghasilan Pasal 21 9.00 . Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas.404. DBH Pajak 45. Pasal 17 Ayat (1) Cukup jelas. Dana Bagi Hasil (DBH) 85.

100.253. DBH Sumber Daya Alam 39. DBH SDA Gas Bumi 12.000.500.000.00 .00 (satu triliun seratus delapan belas miliar empat ratus delapan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah).609.Provisi Sumber Daya Hutan 999.446.152.00 Dana Alokasi Umum (DAU) 186.000.728.800.000.000.000.000.151.546.240.Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua sebesar Rp2.000.00 (delapan triliun delapan ratus lima puluh enam miliar lima ratus enam puluh empat juta rupiah) terdiri dari: 1. DBH SDA Pertambangan Umum 6.00 v.000.000. DBH SDA Kehutanan 1. DBH Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan 7.000.000. DBH Cukai 964.000. 3.588.000.000.760.797.00 iii.000.Pajak penghasilan Pasal 25/29 orang pribadi 702. DBH SDA Perikanan 120.856.000. Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat diutamakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan.00 .000.964.400.000.Iuran Hak Pengusahaan Hutan 12.761.00 Pasal 18 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Dana otonomi khusus sebesar Rp8.000. DBH SDA Minyak Bumi 19.600.00 b. sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang .Iuran Tetap 67.911.00 .300.000. DBH Pajak Bumi dan Bangunan 27.00 ii.819.600.798.00 ii.484.00 iv.369.00 (tiga triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar dua ratus delapan puluh dua juta rupiah) yang disepakati untuk dibagi masing-masing dengan proporsi 70 persen untuk Papua dan 30 persen untuk Papua Barat dengan rincian sebagai berikut: a.00 iv.000.00 (dua triliun enam ratus sembilan miliar tujuh ratus sembilan puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah). b.118.000.000.000.Alokasi dana otonomi khusus Papua dan Papua Barat sebesar Rp3.414. .000.00 Dana Alokasi Khusus (DAK) 24.000.802.215.000.000.00 i.00 iii.000.978.000.282.000.000.321.Dana Otonomi Khusus Provinsi Papua Barat sebesar Rp1.00 .000.Dana Reboisasi 494.564.000.000.000.000.182.000.Royalti 6.505.207.000.00 .2.

000.Alokasi dana otonomi khusus Aceh sebesar Rp3. Dana otonomi khusus NAD direncanakan.00 (enam ratus miliar rupiah).000. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.000. Dana Tambahan Infrastruktur tersebut diperuntukkan bagi Provinsi Papua sebesar Rp800.728.000.000. yang jumlahnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional dan berlaku selama 20 tahun sejak tahun 2002. dan kesehatan.00 (satu triliun empat ratus miliar rupiah). Pencairan dana tambahan infrastruktur bagi Provinsi Papua Barat .00 (tiga triliun tujuh ratus dua puluh delapan miliar dua ratus delapan puluh dua juta rupiah). dengan rincian untuk tahun pertama sampai dengan tahun kelima belas besarnya setara dengan 2 (dua) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional.000. 2.000. dan untuk tahun keenambelas sampai tahun keduapuluh besarnya setara dengan 1 (satu) persen dari pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. dilaksanakan. sosial.Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.000.282. pengentasan kemiskinan. Dana Otonomi Khusus Propinsi Papua tersebut dibagikan kepada Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat.Dana Tambahan Infrastruktur dalam rangka otonomi khusus Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp1.000. serta dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Provinsi NAD dan merupakan bagian yang utuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). 3.400.000.00 (delapan ratus miliar rupiah) dan Provinsi Papua Barat sebesar Rp600.000. Perencanaan sebagian besar dari penggunaan dana otonomi khusus tersebut direncanakan bersama oleh Pemerintah Provinsi NAD dengan masing-masing pemerintah kabupaten/kota dalam Pemerintah Provinsi NAD serta merupakan lampiran dari APBA. serta pendanaan pendidikan. terutama ditujukan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2008 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Undang-undang No 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tahun 2008. pemberdayaan ekonomi rakyat. Dana Otonomi Khusus Aceh diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

342. 2.00 (sembilan puluh enam miliar tujuh ratus empat puluh tujuh juta seratus ribu rupiah).000.00 (tujuh triliun empat ratus sembilan puluh miliar rupiah).014.Pembiayaan Dalam Negeri sebesar Rp60.000. Terdapat kekurangan dana tambahan otonomi khusus infrastruktur Provinsi Papua tahun anggaran 2008 sebesar Rp670.000.00 (tujuh triliun rupiah) yang dialokasikan kepada daerah tertentu sebagai penguatan desentralisasi fiskal dan untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.tahun anggaran 2009 sebesar Rp600.000.747.200.000.009.000.000.00 (enam puluh triliun tujuh ratus sembilan puluh miliar dua ratus lima puluh juta rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) .000.Kurang bayar DAK tahun 2007 sebesar Rp295.00 (enam ratus miliar rupiah) tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan penyerapan dana tambahan infrastruktur bagi Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2008.100.00 (empat belas triliun delapan ratus delapan puluh dua miliar empat belas juta dua ratus ribu rupiah) terdiri dari: 1. Ayat (3) Dana penyesuaian sebesar Rp14. 3.000.00 (dua ratus sembilan puluh lima miliar dua ratus enam puluh tujuh juta seratus ribu rupiah).Kurang bayar dana prasarana infrastruktur lainnya tahun 2007 sebesar Rp96.Dana tambahan DAU untuk guru pegawai negeri sipil daerah sebesar Rp7.000.000. Ayat (2) Cukup jelas.882.250.267.000.100. yang diatur lebih lanjut dengan peraturan Menteri Keuangan.Dana tambahan DAU sebesar Rp7.000.790. Pasal 19 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (3) Pembiayaan defisit anggaran sebesar Rp51.00 (enam ratus tujuh puluh miliar rupiah) yang dapat diusulkan untuk dialokasikan dalam APBN-P tahun 2009.490.000.600.000.000.00 (lima puluh satu triliun tiga ratus empat puluh dua miliar sembilan juta enam ratus ribu rupiah) terdiri dari: 1.000. 4.000.000.

455.00 (tiga triliun lima ratus enam puluh lima miliar rupiah) dan (ii) restrukturisasi BUMN negatif Rp1.250.00 iii. Pemerintah memberikan jaminan penuh atas kewajiban pembayaran pinjaman PT PLN (Persero) kepada kreditur perbankan.034. Surat berharga negara (SBN) neto merupakan selisih antara penerbitan dengan pembayaran pokok dan pembelian kembali.000.088.000.000.161.00 Non-perbankan dalam negeri 44.000 MW (sepuluh ribu megawatt) berbahan bakar batubara oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN).000.000. Privatisasi 500.719. Rekening pembangunan hutan 1.000.565. Sisa Anggaran Lebih (SAL) 2008 2.000. pembayaran pokok.000.629. Jaminan tersebut akan diperhitungkan sebagai piutang pemerintah kepada PT PLN (Persero) apabila terealisir. Pengelolaan dan pencairan dana penjaminan atas pinjaman PT PLN (Persero) tersebut di atas diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dengan memperhatikan peraturan .106. Rekening dana investasi 3. Hasil pengelolaan aset 2.a.000. Dana Investasi Pemerintah dan restrukturisasi BUMN -13.00 (dua triliun lima ratus enam puluh lima miliar rupiah) terdiri dari: (i) penjualan aset Rp3.000. Komposisi jumlah dan jenis instrumen SBN yang akan diterbitkan.400.000.361.00 iii. Penerbitan SBN tidak hanya dalam mata uang rupiah di pasar domestik.599. Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.565.966.00 iv.00 iv.000.000.966.690.000.161.00 ii.966.000.000.000.565. Perbankan dalam negeri 16. baik SBN konvensional maupun SBSN (Sukuk).000.00 (satu triliun rupiah). akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah dengan mempertimbangkan situasi yang berkembang di pasar.911.00 Hasil pengelolaan aset sebesar Rp2. sampai dengan target neto pembiayaan SBN tercapai.00 i. Pelunasan piutang negara (PT Pertamina) 9.000. b.400. Surat berharga negara (neto) 54.00 ii. tetapi juga mencakup penerbitan SBN dalam valuta asing di pasar internasional.000.000.000.622.136.696.000.000.945.549. Jaminan pemerintah dimaksud diberikan atas risiko/kemungkinan PT PLN (Persero) tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran terhadap kreditur (payment default).00 i.000. dan pembelian kembali SBN.

000. (iii) pendirian lembaga penjaminan infrastruktur (guarantee fund) sebesar negatif Rp 1.000.perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka restrukturisasi utang PT Garuda dengan Export Credit Agency (ECA).600.000. .957.720.000.000. 2.361.986.000.455. (iv) dana kontinjensi untuk PT PLN sebesar negatif Rp 1.00 (satu triliun sembilan ratus delapan puluh enam miliar lima ratus empat puluh sembilan juta empat ratus lima puluh lima ribu rupiah). (ii) penyertaan modal negara untuk PT Pertamina sebesar negatif Rp 9.00 b.000.000.945.000.000.000.000. a.Pembiayaan Luar Negeri neto sebesar negatif Rp9.00 (satu triliun rupiah).136.240.00 (sembilan triliun seratus tiga puluh enam miliar tiga ratus enam puluh satu juta sembilan ratus empat puluh lima ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah).198.000.00 (lima ratus miliar rupiah).00 Pinjaman proyek 25.000.000.000.00 (sembilan triliun empat ratus empat puluh delapan miliar dua ratus empat puluh juta empat ratus ribu rupiah) terdiri dari: (dalam rupiah) Penarikan pinjaman luar negeri bruto 52. dan (v) dana bergulir sebesar negatif Rp 1.000.400.911.00 Pinjaman program 26.957.440.609.00 (tiga belas triliun enam ratus dua puluh dua miliar sembilan ratus sebelas juta empat ratus ribu sembilan ratus enam puluh enam rupiah) dialokasikan untuk: (i) investasi pemerintah sebesar negatif Rp500.549. Pemerintah melakukan penjaminan terhadap PT Garuda dalam bentuk jaminan Standby Letter of Credit kepada bank-bank BUMN.000.160.966.400.00 (satu triliun rupiah).000.448.622.00 Pembiayaan luar negeri mencakup pembiayaan utang luar negeri selain dari surat berharga negara internasional.600. Pembayaran cicilan pokok utang luar negeri -61.000. Pengeluaran dana bergulir yang bersumber dari rupiah murni dialokasikan sebagai pengeluaran pembiayaan dalam APBN. Dana investasi pemerintah dan restrukturisasi BUMN sebesar negatif Rp13.966.

000. Departemen Pertanian 75.413.000. Departemen Kesehatan 1.228.000.531. Badan Meteorologi .00 l.00 d.377.00 g.223.500.853.000.218. Kementerian Negara/ Lembaga lainnya 3.300.106.00 m.700. Departemen Keuangan 64. Perpustakaan Nasional 259. Departemen Agama 23. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 67.000.476.00 h. terdiri dari: (dalam rupiah) 1.000.000. Departemen Perindustrian 100.000.00 (dua ratus tujuh triliun empat ratus tiga belas miliar lima ratus tiga puluh satu juta tujuh ratus enam puluh tiga ribu rupiah).00 ii.00 c.00 e. Anggaran Pendidikan Melalui Belanja Pemerintah Pusat 89.000.900.000.000.763. Departemen Pendidikan Nasional 61.00 f.000.815.730.000. Departemen ESDM 23.00 i.000.000.000.000. Departemen Perhubungan 800.000.388.550.525.000.000.951.000.000.100.000. Pasal 21 Ayat (1) Anggaran pendidikan sebesar Rp 207. Departemen Kelautan dan Perikanan 250.000.000.00 i. Badan Pertanahan Nasional 24.00 k. Departemen PU 42.000.068.158.00 a.275.Pasal 20 Cukup jelas.000.000.000.00 j.000.950.045.00 b. Departemen Kehutanan 14.000.00 iii.

Pasal 23 Ayat (1) Keadaan darurat tersebut terjadi apabila: 1. 3. dan Geofisika 16. Prognosa tersebut dihitung berdasarkan realisasi indikator ekonomi makro tahun 2008.tidak adanya yield penawaran yang dimenangkan dalam benchmark pemerintah dalam 2 (dua) kali lelang berturut-turut.597. Keadaan darurat tersebut menyebabkan prognosa penurunan pendapatan negara yang berasal dari penerimaan perpajakan dan PNBP.837.000. DAK Pendidikan 9.862.000.000. 2.terjadi kecenderungan peningkatan yield sekurang-kurangnya sebesar 300 basis points (bps) dalam 1 (satu) bulan.00 v.iv.000.000. DBH Pendidikan 817.00 Ayat (2) Cukup jelas.000.000.000.705.1% (nol koma satu persen).00 i.00 n.00 iv.Kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara yang menyebabkan tambahan biaya penerbitan SBN secara signifikan tercermin dalam: a.000.657.334. Dana Tambahan DAU 7.Posisi nominal dana pihak ketiga di perbankan nasional menurun secara drastis.941.Prognosa pertumbuhan ekonomi paling rendah 1% (satu persen) di bawah asumsi.00 Pasal 22 Restrukturisasi tingkat bunga SU-002 dan SU-004 dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa beban bunga SU-002 dan SU-004 pada tahun 2009 dan selanjutnya didasarkan pada tingkat bunga hasil restrukturisasi yaitu sebesar 0.982.678.000. DAU Pendidikan 97.00 Bagian Anggaran 69 1.000. dan adanya perkiraan tambahan .000.000. 2. sedangkan prognosa indikator ekonomi makro lainnya mengalami deviasi paling rendah sebesar 10% (sepuluh persen) dari asumsinya.400. Anggaran Pendidikan Melalui Transfer ke daerah 117.00 ii.490. dan/atau b.900.060.237.00 iii. Badan Tenaga Nuklir Nasional 7.000.000.000.000.000. Dana Otonomi Khusus Pendidikan 2.000.

. Untuk menutup kekurangan kas jangka pendek pada awal tahun anggaran. Neraca. yang dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. Ayat (3) Cukup jelas. serta belanja lainnya. Ayat (2) Cukup jelas Pasal 24 Ayat (1) Cukup jelas. Laporan Arus Kas. Ayat (2) Penerbitan Surat Berharga Negara dapat dilakukan dengan metode lelang maupun tanpa lelang (penempatan langsung atau private placement). Ayat (2) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dilampiri dengan laporan keuangan perusahaan negara dan badan lainnya. Yang dimaksud dengan persetujuan DPR adalah keputusan yang tertuang di dalam kesimpulan Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR-RI dengan Pemerintah yang dilakukan dalam waktu satu kali dua puluh empat jam sejak diterimanya usulan Pemerintah. Pemerintah dapat melakukan penempatan langsung atau private placement Surat Berharga Negara pada Bank Indonesia. Pasal 25 Cukup jelas. subsidi BBM dan listrik. Pasal 26 Ayat (1) Laporan Keuangan Pemerintah Pusat setidak-tidaknya meliputi Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.beban kewajiban negara yang berasal dari pembayaran pokok dan bunga utang. dan Catatan atas Laporan Keuangan. Ayat (3) Informasi tentang pendapatan dan belanja secara akrual dimaksudkan sebagai tahap menuju pada penerapan anggaran yang dilengkapi dengan informasi hak dan kewajiban yang diakui sebagai penambah atau pengurang nilai kekayaan bersih.

Ayat (7) Laporan keuangan yang diajukan dalam rancangan undang-undang sebagaimana yang dimaksud pada ayat ini adalah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diperiksa oleh BPK dan telah memuat koreksi/penyesuaian (audited financial statements) sebagaimana diuraikan dalam Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Ayat (6) Yang dimaksud dengan Standar Akuntansi Pemerintahan adalah Standar Akuntansi Pemerintahan sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Ayat (5) Penerapan pendapatan dan belanja secara akrual pada Tahun Anggaran 2009 diterapkan pada satuan kerja berstatus Badan Layanan Umum yang secara sistem telah mampu melaksanakannya.Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 27 Cukup jelas TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4920 LAMPIRAN I UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2009 RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2009 BUKU I DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB 1PENDAHULUAN 1 I.1 -1 .

BAB 2TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2009 I.2 A. Kondisi Umum I.2 A.1. Pencapaian Tahun 2007 dan Perkiraan Tahun 2008 I.2 -1 A.1.1. Agenda Aman dan Damai I.2 -1 A.1.2. Agenda Adil dan Demokratis I.2 -3 A.l.3. Agenda Kesejahteraan Rakyat I.2 A.2. Masalah dan Tantangan Pokok Tahun 2009 I.2 B. Tema Pembangunan Tahun 2009 dan Pengacusutamaan Pembangunan I.2 C. Prioritas Pembangunan Tahun 2009 I.2 -31 I. Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan I.2 II. Percepatan Pertumbuhan Yang Berkualitas Dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Yang Didukung Oleh Pembangunan Pertanian, Infrastruktur, dan Energi I.2 -46 III. Peningkatan Upaya Anti Korupsi, Reformasi Birokrasi, serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam Negeri I.2 BAB 3KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN A. Kondisi Ekonomi Tahun 2007 dan Perkiraan Tahun 2008 B. Lingkungan Eksternal dan Internal Tahun 2009 C. Tantangan Pokok D. Arah Kebijakan Ekonomi Makro E. Sasaran Ekonomi Makro Tahun 2009

-1 -1

-5 -14 -29 -31

-66

I.3 -1 I.3 -1 I.3 -9 I.3 -10 I.3 -11 I.3 -12

BAB 4KAIDAH PELAKSANAAN I.4 -1 LAMPIRAN : MATRIKS PRIORITAS, FOKUS, DAN KEGIATAN PRIORITAS RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUTN 2009 II. -1 BAB 1 PENDAHULUAN Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan pelaksanaan

dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Dalam hal ini, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004, penyusunan RKP mengacu kepada RPJMN. RKP Tahun 2009 merupakan pelaksanaan tahun kelima (tahun terakhir) dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004-2009 dan merupakan kelanjutan RKP Tahun 2008. Di dalam RPJMN Tahun 2004-2009 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 7 tanggal 19 Januari 2004 sebagai penjabaran Visi dan Misi Presiden terpilih dalam Pemilu Presiden pada tahun 2004, ditetapkan 3 Agenda Pembangunan, yaitu: 1.Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai; 2.Menciptakan Indonesia yang Adil dan Demokratis; dan 3.Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Ketiga Agenda tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dan merupakan pilar pokok untuk mencapai tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Keberhasilan pelaksanaan satu agenda akan ditentukan oleh kemajuan pelaksanaan agenda lainnya, yang dalam pelaksanaan tahunan dirinci ke dalam RKP. Dengan mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya, serta masalah dan tantangan yang akan dihadapi pada pelaksanaan tahun RKP, ditetapkan Tema Pembangunan Nasional yang menunjukkan titik berat pelaksanaan Agenda Pembangunan. Dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber daya. yang terbatas, selanjutnya ditetapkan prioritas pembangunan nasional tahunan yang dijabarbn ke dalam fokus, program dan kegiatan pokok pembangunan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan. Prioritas pembangunan nasional tahunan disusun berdasarkan kriteria sebagai berikut: 1.Memiliki dampak yang besar terhadap pencapaian sasaran-sasaran pembangunan sesuai tema pembangunan; 2.Memiliki sasaran-sasaran dan indikator kinerja yang terukur sehingga langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat; 3.Mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan; 4.Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah untuk melaksanakannya; 5.Realistis untuk dilaksanakan dan diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun. Sebagai dokumen perencanaan pembangunan nasional, RKP memuat prioritas pembangunan, rancangan kerangka ekonomi makro serta program-program kementerian/lembaga, lintas kementerian/lembaga, dan lintas wilayah dalam bentuk: (i) kerangka regulasi, serta (ii) kerangka investasi pemerintah dan layanan umum. Dengan demikian RKP merupakan pedoman bagi penysunan Anggaran

Pendapatan dan belanja Negara (APBN), di mana kebijakan APBN ditetapkan secara bersama-sama oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Pemerintah. Dengan cakupan dan cara penetapan tersebut, RKP mempunyai fungsi pokok sebagai berikut: 1.Menjadi acuan bagi seluruh pelaku pembangunan, karena memuat seluruh kebijakan publik; 2.Menjadi pedoman dalam penyusunan APBN, karena memuat arah kebijakan pembangunan nasional satu tahun; dan 3.Menciptakan kepastian kebijakan, karena merupakan komitmen Pemerintah. Lebih lanjut, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah, RKP juga menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dalam penyusunan RKP Daerah (RKPD). Sebagaimana RKP sebelumnya, dokumen RKP Tahun 2009 dilengkapi dengan Buku II yang berisi uraian tentang Program dan Kegiatan beserta indikasi pagu untuk masing-masing program. RKP Tahun 2009 ini belum sepenuhnya menampung kegiatan dalam RKA-KL mengingat masih dalam proses penyusunan. Namun, RKP Tahun 2009 ini telah disesuaikan dengan hasil pembahasan dalam Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR RI dengan Pemerintah dalam rangka pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 dan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN TA 2009. BAB 2 TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL TAHUN 2009 A. KONDISI UMUM

A.1.PENCAPAIAN TAHUN 2007 DAN PERKIRAAN TAHUN 2008 Pelaksanaan pembangunan tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008 yang merupakan tahun ketiga dan tahun keempat RPJM Tahun 2004 - 2009 memberikan kemajuan penting dalam pelaksanaan ketiga agenda pembangunan yang terdiri dari: Mewujudkan Indonesia Yang Aman dan Damai; Menciptakan Indonesia Yang Adil dan Demokratis; serta Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Kemajuan penting tersebut diantaranya adalah sebagai berikut. A.1.1. AGENDA AMAN DAN DAMAI Pelaksanaan Agenda Aman dan Damai telah mencapai kemajuan dengan terwujudnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang

Oleh karena itu diperlukan lembaga kepolisian yang efektif. doktrin. pengungkapan dan penanganan tindak kejahatan transnasional. Selanjutnya. Filipina. menyebabkan kejahatan transnasional seperti narkoba. kesenjangan kesejahteraan ekonomi. konflik vertikal. konflik horizontal. kompetensi. serta kelambatan antisipasi penanganan kejahatan transnasional adalah lemahnya profesionalisme lembaga kepolisian. Sementara itu. dan provokasi yang mengeksploitasi perbedaan etnis. dalam rangka memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri. maka kerja sama internasional merupakan jawaban bagi seluruh penegak hukum di dunia untuk bangkit memerangi kejahatan yang bersifat transnasional. DEA). perkembangan organisasi kejahatan internasional yang didukung oleh kemajuan teknoiogi komunikasi dan informasi serta teknologi persenjataan. efisien. bahkan ancaman keselamatan. Kerja sama internasional teknis profesional penanggulangan kejahatan telah dilakukan dengan Jerman (GSG). susunan dan kedudukan). Jepang (JICA) . kewenangan. dan iptek). serta berbagai bentuk kriminalitas yang !ainnya. kemampuan. ATA. dan akuntabel. Globalisasi dan diberlakukannya pasar bebas akan meningkatkan mobilitas penduduk baik inter maupun antar negara.semakin kondusif. Dalam rangka menjawab tantangan global dan semua bentuk gangguan keamanan yang tidak lagi mengenal batas negara (borderless crime). aspek instrumental (filosofi. ketidakadilan. Faktor kompleksitas kepentingan sosial politik. penyelundupan. Upaya tersebut akan terus dilakukan secara konsisten dan seyogyanya didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat agar kondisi aman dan tertib dapat semakin diwujudkan. Thailand. fungsi. keamanan. Salah satu sebab utama belum optimalnya penanganan kriminalitas. pengelolaan ketertiban masyarakat. Penanganan berbagai tindak kriminal seperti kejahatan konvensional maupun transnasional. perdagangan perempuan dan anak. Efektivitas intelijen dan pengamanan rahasia negara merupakan faktor penentu dalam pencegahan. antara lain. Arab Saudi. penegakan hukum. agama dan golongan merupakan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban terutama kontlik berdimensi kekerasan di beberapa daerah. dan lalulintas nuklir dan sebagainya menjadikan kejahatan transnasional menjadi sulit tertangani. Timor Leste. Lembaga kepolisian harus memiliki profesionalisme dalam mengintegrasikan aspek struktural (institusi. organisasi. baik secara kuantitas maupun kualitas telah menunjukkan hasil yang signifikan. dan sistem pengamanan . penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. maka telah ditempatkan perwira penghubung (LO/SLO) di berbagai negara. Malaysia. dan aspek kultural (manajemen sumber daya. manajemen operasional. dan Amerika Serikat (ICITAP. pencucian uang. dan Australia.

Dalam rangka meningkatkan kesiapan alutsista TNI. Kemampuan pertahanan yang kuat dan solid. kebijakan umum dan kebijakan penyelenggaraan pertahanan. Peningkatan jumlah personil diupayakan melalui rekruitmen dengan sasaran 1 : 600 yang diperkirakan akan tercapai pada tahun 2009.di masyarakat). Untuk mengurangi ketergantungan sumber pengadaan alutsista kepada satu atau dua negara saja. Dengan potensi ancaman yang tidak ringan serta kondisi sosial. yaitu dalam rangka menegakkan kedaulatan negara. agar masyarakat mampu membina sistem keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Reformasi TNI telah berhasil menempatkan TNI secara tepat sesuai dengan peran dan tugas pokok yang diembannya. tetapi juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di dalam menangani bencana di dalam negeri. polisi harus berperan sebagai pembina dan penyelia dalam rangka mendukung terbentuknya mekanisme community policing. antara lain melalui repowering. Di samping itu. seperti bencana alam yang telah terjadi di beberapa wilayah. serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah dari setiap ancaman dan gangguan. seperti pemberontakan bersenjata. peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan. Dalam rangka penyiapan cetak baru pertahanan telah disusun Rencana Strategi Pertahanan 2005-2009. maka pembangunan kemampuan pertahanan negara secara umum ditujukan tidak untuk memperbesar kekuatan yang sudah ada tetapi hanya untuk mempertahankan kemampuan dan kekuatan yang sudah dimiliki. tidak saja akan menempatkan NKRI semakin disegani dan dihormati dalam pergaulan internasional. ekonomi. serta Strategic Defence Review sebagai acuan dalam rangka pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan pertahanan negara. Upaya peningkatan profesionalisme personel ditempuh melalui penataan organisasi. Di sisi lain. bangsa. serta pemantapan reformasi TNI yang dihadapkan dengan supremasi sipil. telah . di setiap Polda telah terbentuk Den-88. mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Peningkatan kemampuan Polri juga ditempuh melalui percepatan penambahan jumlah personil dan kualitas personil. secara geopolitik dan geostrategi. tetapi juga berfungsi untuk mengatasi ancaman dalam negeri. Sejalan dengan tugas fungsi dan peran pertahanan negara tidak semata-mata hanya ditujukan kepada ancaman dari luar. Indonesia terletak pada posisi yang strategis dari menentukan dalam tata pergaulan dunia dan kawasan. dan budaya yang beragam. sedangkan peningkatan kualitas personil diupayakan melalui pendidikan dan latihan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan Polri dalam mencegah dan menindak kejahatan terorisme dan narkoba. dan negara Indonesia memerlukan kemampuan pertahanan negara yang kuat untuk menjamin tetap tegaknya kedaulatan NKRI. dan pengadaan alutsista secara terbatas. pemeliharan. retrofitting. dihadapkan dengan keterbatasan anggaran. dan dalam menangani dampak bencana.

akan dilakukan kegiatan sosialisasi RAN PK dan penyusunan RAD PK . Sepanjang tahun 2007.1. Langkah-langkah pencegahan dan penindakan dilakukan secara bersamaan agar benar-benar memperlihatkan efek jera di semua lini kehidupan masyarakat. yang antara lain menginstruksikan dibuatnya Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PK). selama tahun 2007 langkah-langkah untuk menciptakan iklim takut korupsi semakin memperlihatkan perkembangan yang positif baik di lingkungan penyelenggara negara. Pada tahun 2007. AGENDA ADIL DAN DEMOKRATIS Dalam rangka pemberantasan korupsi. Untuk pencegahan korupsi. keterbatasan yang ada tidak menjadikan kendala dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Namun demikian. sosialisasi RAN PK dan penyusunan Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAN PK) telah dilakukan pada dua provinsi. melalui antara lain penyesuaian peraturan perundang-undangan nasional yang sejalan dengan Konvensi Anti Korupsi 2003. Sedangkan untuk langkah penindakan baik yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung beserta jajarannya maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga telah memperlihatkan peningkatan yang semakin signifikan. Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Conference of the State Parties (CoSP) II UNCAC di Bali dengan memprioritaskan pada upaya pengembalian aset korupsi baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri. dunia usaha maupun masyarakat. Untuk langkah pencegahan. Salah satu sebabnya adalah cepatnya pemberian izin yang diberikan oleh Presiden kepada lembaga penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan kepada setiap penyelenggara negara yang berdasarkan informasi dari masyarakat maupun dari hasil investigasi telah melakukan tindak pidana korupsi. A. upaya pemberantasan korupsi tetap dilanjutkan melalui langkah pencegahan dan penindakan hukum. telah dilakukan upaya memperkuat pemberdayaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi. Pada awal tahun 2008. Indonesia meratifikasi Konvensi Anti Korupsi Tahun 2003 (UNCAC 2003). penindakan terhadap pejabat negara yang diduga melakukan tindak pidana korupsi baik di tingkat pusat maupun daerah dilakukan tanpa mengalami hambatan yang berarti. Adanya keterbatasan dukungan anggaran menjadi faktor pertimbangan dalam penyusunan rencana kebutuhan dalam pembangunan pertahanan sehingga pemenuhan kebutuhan pertahanan belum dapat mencapai pembentukan kekuatan pokok minimum (minimum essential force) TNI. sebagai salah satu bentuk komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi. Pada tahun 2008.2. Melalui UU No 7/2006.ditempuh langkah-langkah ke arah diversifikasi dalam pengadaan alutsista yang bekerja sama dengan beberapa negara.

RUU Tata Hubungan Kewenangan Pemerintah Pusat dan Daerah. RUU Kementerian Negara. antara lain: diterbitkannya PP No. beberapa instansi pemerintah di pusat telah melakukan inisiatif reformasi birokrasi seperti Depkeu. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Pada tahun 2008. ketatalaksanaan dan pengawasan aparatur negara. dan dilakukannya penguatan kapasitas kelembagaan dan SDM/aparat pengawas internal pemerintah. serta pengangkatan tenaga honorer sebagai PNS dan pengadaan PNS secara nasional. Kemajuan di bidang pelayanan publik. Sedangkan di bidang sumber daya manusia (SDM) aparatur. Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi yang menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional. dan telah diselenggarakan berbagai diklat manajemen SPM. ditandai antara lain: penerapan pelayanan satu pintu di berbagai daerah. seperti RUU Pelayanan Publik. Fokus penindakan korupsi akan ditujukan pada kasus-kasus korupsi yang menarik perhatian masyarakat luas. telah diterbitkannya Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui Permendagri No. dan lainnya. Beberapa naskah RUU tersebut telah dibahas dengan DPR dan diharapkan pada tahun 2008 terdapat perkembangan yang berarti. RUU Etika Penyelenggara Negara. MA dan BPK. beberapa pencapaian penting yang diharapkan . Inisiatif reformasi birokrasi telah dilaksanakan di lingkungan instansi pemerintah sebagai upaya meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan. makin meningkatnya kapasitas kelembagaan dan kompetensi auditor eksternal yang ditandai dengan dibukanya perwakilan BPK di provinsi sesuai mandat UU No 15/2006 tentang BPK dan rekruitmen tenaga auditor. 6 Tahun 2007 sebagai peraturan pelaksanaan dari PP No. peningkatan kompetensi aparatur negara melalui penyelenggaraan assesment center dan berbagai diklat baik struktural maupun fungsional. 65 Tahun 2005.di 4 (empat) provinsi. juga telah berhasil dicapai berbagai kemajuan yang cukup berarti. yang akan diperkuat dengan dibentuknya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan undang-undang tersendiri. Upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan oleh Kejaksaan dan KPK. RUU Administrasi Pemerintahan. penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik (e-services) termasuk dalam proses pengadaan barang dan jasa (e-procurement). dan perbaikan tingkat kesejahteraan aparatur negara meskipun masih terbatas. Selain itu juga akan secara intensif dilakukan sosialisasi terhadap Konvensi Anti Korupsi 2003 dan strategi nasionalnya yang akan melibatkan semua aparat pemerintah pusat dan daerah. yang antara lain ditandai dengan: tersusunnya berbagai naskah RUU sebagai landasaan pelaksanaan reformasi birokrasi. berbagai kemajuan telah dicapai pada tahun 2007. dunia usaha dan masyarakat luas. Di bidang penataan kelembagaan. terdapat kemajuan antara lain: upaya penyempurnaan regulasi di bidang SDM aparatur.

Pada tahun 2008. Kemajuan pelembagaan demokrasi yang juga perlu mendapat perharian pada tahun 2007 adalah keikutsertaan calon independen dalam pilkada melalui keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan judicial review terhadap Pasal 59 Ayat 3 UU No. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu. diharapkan tersusun pedoman sistem manajemen kinerja instansi pemerintah. dilakukannya penyempurnaan Sistem Koneksi (interphase) Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi antar instansi yang terkait. adalah ditetapkannya UU No. tahun 2008 diharapkan tersusun penyempurnaan sistem remunerasi PNS yang adil. Hasil penting lainnya dalam pembangunan lembaga demokrasi pada tahun 2007 adalah terpilih dan terbentuknya keanggotaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang baru. Di samping itu. 10 tahun 2008 Tentang Pemilihan Anggota DPR. 2 tahun 2008 Tentang Partai Politik dan UU No. dan mendorong peningkatan kinerja PNS. Perkembangan yang dicapai pada tahun 2007. pertanahan. Diharapkan pula terwujud peningkatan kapasitas kelembagaan di bidang pengawasan dan pemeriksaan. pemerintah mengambil langkah-langkah untuk melakukan upaya penataan kelembagaan atas lembaga non struktural (quasi birokrasi) agar berfungsi secara lebih efektif dan efisien. yang didukung dengan meningkatnya kompetensi tenaga pengawas dan pemeriksa/auditor. Pedoman Umum Reformasi Birokrasi beserta juklak dan juknisnya. dan DPRD. pada awal 2008 telah ditetapkan UU No. PNS yang lebih akuntabel sebagai pengganti sistem DP3. ditingkatkannya kapasitas aparat pemerintah daerah dalam penerapan SPM. layak. perpajakan dan kepabeanan. Untuk pembangunan SDM aparatur. tersusunnya SPM sektoral bidang kesehatan.terwujud diantaranya: dilanjutkannya penyusunan dan pembahasan dengan DPR berbagai RUU yang terkait dengan pelaksanaan reformasi birokrasi. meningkatnya pelayanan publik di bidang kependudukan. DPD. di bidang kelembagaan dan ketatalaksanaan. investasi/penanaman modal. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. sisa 2 (dua) paket UU bidang politik yang belum dapat diselesaikan pembahasannya akan segera dibahas dan diundangkan. tersusunnya standar pelayanan perkotaan (SPP). sebagai respon atas penerapan anggaran berbasis kinerja dan tuntutan atas peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. dan ditingkatkannya penerapan e-government untuk mendukung kualitas pelayanan publik. Pencapaian penting lainnya yang diharapkan dapat diwujudkan pada tahun 2008 adalah diselesaikannya Rencana Induk Reformasi Birokrasi. pendidikan dan infrastruktur yang disesuaikan dengan PP No 65 Tahun 2005. sebagai landasan proses penguatan lembaga-lembaga demokrasi khususnya pelaksanaan Pemilu 2009. Secara bertahap. pengadaan barang dan jasa pemerintah/publik. Dengan akan diselesaikannya semua pembahasan dan ditetapkan semua UU . diundangkannya UU Pelayanan Publik. dan tersusun sistem penilaian kinerja.

8 triliun (13.Defisit APBN tahun 2007 mencapai 1.7 persen PDB).7 triliun. dan penyediaan logistik Pemilu 2009. Jika dibandingkan dengan APBN tahun 2006.0 triliun (5.3 persen PDB) dan belanja ke daerah sebesar Rp 253. A. Hal-hal pokok terkait dengan kebijakan fiskal adalah sebagai berikut: a.bidang politik. Jika dibandingkan dengan APBN tahun 2006. Realisasi tersebut lebih tinggi 0. penyediaan sarana dan prasarana pendukung Pemilu 2009. AGENDA KESEJAHTERAAN RAKYAT Stabilitas ekonomi makro merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat. yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 504.5 triliun. Defisit APBN diupayakan pada batas-batas aman keuangan negara melalui peningkatan pendapatan negara serta peningkatan efisiensi pengeluaran negara.0 triliun (13.Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan akhir tahun 2007 diperkirakan mencapai sebesar Rp 708. c.7 persen PDB).4 triliun dari target APBN-P tahun 2007.Realisasi pengeluaran negara sampai dengan 31 Desember 2007 mcncapai sebesar Rp 757.9 triliun dari target APBN-P tahun 2007.5 persen atau meningkat sebesar Rp 90. Secara kelembagaan. maka pada tahun 2008 semua peraturan pelaksanaan/petunjuk teknis penyelenggaraan Pemilu 2009 sudah dapat diselesaikan penyusunannya. lebih tinggi dibandingkan realisasi APBN tahun 2006 yang mencapai 0.9 persen .1 triliun. Pendapatan Negara dan hibah tahun 2007 lebih tinggi 11. veriftkasi peserta pemilu dan validasi calon anggota legislatif. Stabilitas tersebut diwujudkan melalui sinergi antara kebijakan fiskal. Di sisi kebijakan fiskal. pada tahun 2008 diharapkan ada peningkatan yang cukup signifikan dalam hal kapasitas dan kompetensi aparatur pemerintah dan KPU/KPUD sebagai lembaga penyelenggara pemilu di pusat dan daerah. realisasi pengeluaran negara pada tahun 2007 lebih tinggi 13. Pencapaian penerimaan negara dan bibah tersebut terutama bersumber dan penerimaan perpajakan sebesar Rp 491.5 triliun (18. dan hibah sebesar Rp 1.3 triliun (6.1.3 persen PDB.0 persen PDB).2 triliun (20. penguatan lembaga keuangan. kebijakan diupayakan untuk menjaga ketahanan fiskal yang berkesinambungan serta memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.0 persen PDB).1 persen atau naik Rp 14. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 215. moneter.7 persen PDB).3. dan sektor riil.1 persen atau naik Rp70. Hal lain yang sangat penting untuk dicapai pada tahun 2008 adalah peningkatan kapasitas dan kesiapan partai politik dan organisasi-organisasi masyarakat sipil dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan politik masyarakat pemilih. Disamping itu juga diharapkan sudah dapat dilakukan penyempurnaan dan perbaikan data pemilih. Realisasi tersebut lebih tinggi sebesar 2.6 persen atau meningkat Rp 4. b.

0 persen PDB.367.. Tekanan inflasi yang meningkat sejak bulan Desember 2007 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati guna membantu penurunan ekspektasi inflasi.4 persen (y-o-y). namun lebih rendah dari yang ditargetkan dalam APBN-P tahun 2007 sebesar 1.Stabilnya nilai tukar rupiah dan laju inflasi yang terkendali mendorong penurunan suku bunga perbankan secara bertahap. Terjadinya krisis subprime mortgage pasar keuangan Amerika Serikat di bulan Juli 2007 tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar uang Indonesia. laju inflasi meningkat.246 dengan trend tetap terjaga pada rentang Rp. d.4 persen (y-o-y) dan terus tumbuh mencapai 29.107. Meskipun meningkat. .3 persen PDB. defisit APBN tersebut masih berada pada batas-batas aman keuangan negara. dengan tingginya harga komoditi pertanian di pasar dunia. mulai ditingkatkan bulan Mei 2008 menjadi 8. relatif sama dengan tahun 2006 (6. Pencapaian sasaran di bidang moneter dan keuangan antara lain: a.per USD kembali menguat menjadi Rp 9.25 persen. Memasuki tahun 2008.300 per USD. laju inflasi diupayakan tetap terkendali. pada bulan April 2008.per USD pada bulan Oktober 2007.Defisit anggaran dalam APBN-P tahun 2008 diperkirakan mencapai 2..60 persen).Dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.59 persen (y-o-y). Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati.9. stabilitas moneter tetap dijaga sepanjang tahun 2007. Dari sisi kebijakan moneter.000 . Penyaluran kredit UMKM sampai dengan akhir tahun 2007 tumbuh sebesar 22.PDB. rata-rata nilai tukar rupiah harian pada tahun 2007 mencapai Rp 9. rata-rata harian nilai tukar sebesar Rp. d. laju inflasi setahun (y-o-y) mencapai 8.5 persen (y-o-y) pada Maret 2008.pada tahun 2007 laju inflasi mencapai 6.0 persen pada bulan Desember 2007 dan tetap dipertahankan hingga bulan April 2008.7 persen PDB. Hal ini tercermin dari meningkatnya kredit yang disalurkan perbankan sebesar 26. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. 9. Suku bunga acuan tetap dipertahankan sampai bulan April 2008.5 persen pada bulan Januari 2007 menjadi 8. 9. c. terutama didorong oleh kenaikan harga kelompok komoditi makanan dan makanan jadi. pertumbuhan kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui bank umum juga terus meningkat.Sejalan dengan menguatnya kinerja pasar modal. peran sektor keuangan dalam menjalankan fungsinya sebagai intermediasi keuangan juga semakin membaik.140 per USD atau menguat 0. Secara keseluruhan.96 persen. b. e.3 persen dibandingkan tahun 2006. lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun 2007 yang mencapai 1.Nilai tukar yang melemah pada bulan Agustus 2007 menjadi Rp 9. Suku bunga acuan (BI rate) diturunkan secara bertahap dari 9.

0 persen dan 13. kopdisi ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan yang baik.1 juta menjadi 111.5 persen dan 2. dampak dari krisis subprime mortgage di AS. Dalam triwulan I/2008. Sementara itu. listrik. sejalan dengan perekonomian yang terus meningkat.0 persen.3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang sebesar 5. Lapangan kerja yang tercipta antara Februari 2007 .5 persen. Dari sisi produksi. serta melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. dan 8. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong oleh investasi berupa pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 9. pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor industri pengolahan terutama nonmigas yang tumbuh sebesar 5. Pada kurun waktu yang sama angkatan kerja meningkat dari 108.3 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 5. Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dalam keseluruhan tahun 2008 diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya serta tekanan inflasi yang besar berpotensi lebih memperlambat pertumbuhan ekonomi.0 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3.8 persen menjadi 6. Momentum pertumbuhan terus berlanjut pada triwulan I/2008.5 persen (y-o-y).5 juta lapangan pekerjaan baru. 10. Dengan memperhitungkan resiko gejolak eksternal yang cukup besar.4 persen. termasuk APBN 2008 dengan perubahan yang dilakukan pada awal-awal tahun 2008. sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dalam awal-awal tahun 2008 disesuaikan dari 6.0 persen.2 persen dan 8.4 persen. ekonomi tumbuh 6. serta bangunan yang masing-masing tumbuh sebesar 14.0 persen.Februari 2008 meningkat sangat tinggi yaitu hampir 4.3 persen (y-o-y) didorong oleh ekspor barang dan jasa serta pembentukan modal tetap bruto yang meningkat 15. Besarnya resiko dari gejolak eksternal tersebut menuntut langkah-langkah jangka pendek yang harus ditempuh serta penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam rangka mengamankan pembangunan.6 persen.Upaya-upaya yang ditempuh tersebut telah mampu mendukung perekonomian untuk dapat kembali tumbuh cukup tinggi.2 persen dan sektor tersier terutama pengangkutan dan komunikasi.9 persen. ekonomi diperkirakan tumbuh 6. gas dan air bersih. Sejak paruh kedua tahun 2007. perekonomian Indonesia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan harga komoditi dunia lainnya. Adapun sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 3. konsumsi masyarakat tumbuh sebesar 5.4 persen. Dari sisi permintaan. pada tahun 2007 perekonomian tumbuh sebesar 6. Dalam tahun 2008. Dalam hal ketenagakerjaan.5 .

32 persen terhadap PDB Nasional atau naik sebesar 7. yaitu dari 9.7 ribu ha atau 21 persen dibanding tahun sebelumnya. telah mulai dikembangkan dan dikonsolidasikan agar tenaga kerja yang dicakup semakin banyak dan merata.58 persennya atau sekitar 1. bahkan 2. Pada tahun 2007 PDB pertanian (diluar perikanan dan kehutanan) meningkat 4.75 persen pada Februari 2007 menjadi 8. Demikian juga untuk produksi jagung meningkat 14. Berbagai program perluasan kesempatan kerja yang dibiayai oleh APBN.46 persen orang pada Februan 2008. perikanan. Sebaliknya pada tahun tersebut produksi kedelai mengalami penurunan sebesar 20. Penurunan tersebut terjadi karena berkurangnya luas panen sekitar 121. pada tahun 2007 pertumbuhan sektor pertanian.62 persen. meskipun produktivitas mengalami kenaikan 0. Target ini terlampaui karena adanya peningkatan produksi pertanian hingga melebihi sasaran yang telah dicanangkan antara lain produksi padi/beras yang mencapai sebesar 57. lebih tinggi dari target yang direncanakan sebesar 2. Hal ini pada gilirannya dapat menurunkan tingkat pengangguran terbuka. Pada Agustus 2007.10 persen hanyalah lulusan SD ke bawah.4 juta orang berada di perdesaan.7 persen. penduduk usia 15-19 tahun yang menganggur mencapai 2.05 juta ton GKG yang merupakan angka pertumbuhan tertinggi selama 10 tahun terakhir atau meningkat 4.42 persen.71 persen. Jumlah penganggur usia 20-24 tahun mencapai sekitar 3. pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sub sektor tanaman bahan makanan sekitar 5.03 kuintal per hektar atau 0. pada Agustus 2007 proporsi penganggur dengan pendidikan sekolah menengah pertama ke bawah mencapai sekitar 5. 42.23 persen.5 persen. perikanan dan kehutanan mencapai sebesar 3.29 juta ton.44 persen dan peternakan sekitar 2. perkebunan sekitar 2.6 persen dibandingkan tahun 2006. Secara sektoral. Keadaan ini cukup memprihatinkan karena usia mereka masih usia sekolah. Pertumbuhan sektor pertanian menunjukkan kecenderungan yang meningkat. Demikian pula PDB perikanan pada tahun 2007 kontribusinya naik menjadi sebesar 2.7 juta dari mereka atau 27. Dari jumlah penganggur usia 20-24 tahun tersebut. miskin dan tidak terampil telah diupayakan oleh Pemerintah.2 juta orang atau 22. Penganggur usia muda masih merupakan proporsi terbesar dri keseluruhan penganggur terbuka. Penciptaan lapangan kerja bagi penduduk berlatar pendidikan relatif rendah.3 juta orang.44 persen dibanding tahun sebelumnya dari 11.76 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi sekitar 592.14 persen.02 persen.4 ribu ton. kehutanan dan perdesaan.61 juta ton menjadi 13. Pengangguran terbuka masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan sekolah menengah pertama ke bawah.77 persen dibanding tahun 2006. .86 persen. termasuk revitalisasi pertanian.0 juta orang atau 49.4 juta orang atau 30.juta atau meningkat sekitar 3.

Sebaliknya pertumbuhan sub sektor kehutanan mengalami penurunan karena masih banyaknya illegal logging yang mengakibatkan kerusakan hutan, sehingga berakibat pada menurunnya produksi kayu dari hutan alam yang belum dapat digantikan dengan produksi hasil hutan tanaman industri dan non kayu lainnya. Hal tersebut telah menyebabkan banyaknya industri hasil hutan yang tutup. Dalam rangka pelaksanaan revitalisasi, kegiatan di bidang perikanan difokuskan pada peningkatan produksi dan pengembangan tiga komoditas penting, yaitu udang, ikan tuna, dan rumput laut, dengan tetap melakukan upaya peningkatan mutu dan kegiatan optimalisasi pengelolaan perikanan sejak dari penangkapan ikan (on farm) hingga pemasaran. Untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap, pemerintah telah melakukan rehabilitasi, pembangunan, peningkatan fasilitas pendukung berupa Pelabuhan Perikanan Samudra, Pelabuhan Perikanan Nusantara, Pelabuhan Perikanan Pantai, dan beberapa Pangkalan Pendaratan Ikan. Selain itu, dilaksanakan juga rehabilitasi dan pengembangan Pelabuhan Pendaratan Ikan di 33 provinsi. Pada sub sektor kehutanan, upaya revitalisasi masih terus dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu antara lain melalui kegiatan-kegiatan: (i) Pengembangan pemanfaatan hutan alam dengan meningkatkan manajemen Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHK); (ii) Penertiban peredaran hasil hutan dalam rangka mengoptimalkan PNBP dan Dana Reboisasi (DR); (iii) Pembangunan kesatuan pengelolaan hutan (KPH); (iv) Pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR); (v) Pengelolaan Hutan Produksi yang tidak dibebani hak/ijin pemanfaatan; dan (vi) Restrukturisasi industri primer kehutanan. Di bidang infrastruktur, upaya peningkatan pelayanan infrastruktur sesuai standar pelayanan minimum pada tahun 2008 telah diwujudkan melalui pembangunan saluran air baku dengan kapasitas terpasang 1,00 m3 / detik, rehabilitasi sarana/ prasarana pengendali banjir di 62 lokasi pembangunan, pemeliharaan prasarana pengaman pantai sepanjang 20 km, prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan seluas 688 ha, kondisi jalan nasional telah mencapai 81 persen mantap dari panjang jalan nasional dengan peningkatan pelayanan prasarana jalan menjadi 45 km per jam; pembangunan jalan di pulau-pulau terpencil dan pulau terluar sepanjang 100 km; pembangunan jalan di kawasan perbatasan sepanjang 110 km., pemberian subsidi operasi perintis angkutan jalan pada 153 lintas, pengadaan bus perintis sebanyak 340 unit, pelayanan pelayaran perintis untuk 62 trayek, subsidi operasi lintas penyeberangan perintis pada 80 lintasan, pelayanan penerbangan perintis untuk 90 rote, penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk pelayanan angkutan penumpang KA kelas ekonomi sebanyak 70 KA dan angkutan laut kelas ekonomi pada 22 trayek, rehabilitasi dan pembangunan jalan poros desa melalui (DAK) sepanjang 88.205 km dan pengadaan sarana angkutan perdesaan; pengembangan

energi perdesaan, peningkatan aksesibilitas energi perdesaan, tersosialisasikannya pemanfaatan Biofuel di sektor industri dan bangunan, pengembangan pulau kecil terluar melalui pemanfaatan energi terbarukan non listrik, pengembangan desa wisata energi, terlaksananya Program integrated micro hydro development and application program (IMIDAP), pembangunan listrik di perdesaan yaitu: PLTS 50 Wp sebanyak 59,000 unit, PLT bayu 80 kW sebanyak 14 Unit; PLTMH sebanyak 1,270 kW, Gardu Distribusi sebanyak 930 Buah/ 44,950 kVA, JTM sebanyak 1,803 kms, JTR sebanyak 1,453 kms; penyediaan PSO pos untuk 2.350 kantor pos cabang luar kota; pembangunan rumah susun sederhana sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya sebanyak 15.448 unit/30 kawasan, pengembangan Desa-desa Pusat Pertumbuhan di 146 kawasan di 32 provinsi, penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sebanyak 28.000 unit, pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di 1800 desa, Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) di 100 lokasi, peningkatan pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional di 35 kab/kota. Dalam rangka peningkatan daya saing sektor riil, pada program pembangunan bidang infrastruktur telah dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 210,73 ribu ha dan rawa seluas 207,67 ribu hektar; pembangunan 7 waduk dan 35 embung, pembangunan sarana/prasarana pengendali banjir sepanjang 145 km, pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 71,1 km, tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian, rehabilitasi jalan nasional sepanjang 4.000 km, pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa sepanjang 70 km, pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan strategis sepanjang 150 km, rehabilitasi/peningkatan jalan provinsi/kabupaten/kota sepanjang 418.346 km melalui DAK, peningkatan/pembangunan jalan dan jembatan Lintas sepanjang 4.410 km, pembangunan jalan baru dan peningkatan jalan strategis sepanjang 150 km pengadaan sarana KA Kelas Ekonomi, Kereta Rel Listrik, dan Kereta Rel Diesel/Kereta Rel Diesel Electric/Kereta Diesel Kelas 3 sebanyak 45 unit, rehabilitasi Dermaga Penyeberangan pada 36 Dermaga, pembangunan dermaga Sungai, Danau dan Penyeberangan pada 129 Dermaga, pengadaan kapal perintis dan bus air sejumlah 84 Buah, rehabilitasi landasan dan fasilitasnya 450.000 m2; pengembangan Energi Alternatif dan Teknologi Energi Baru Terbarukan, pengembangan wilayah distribusi gas bumi untuk rumah tangga, industri kecil, dan transportasi (gas kota) , pemberian insentif penyediaan energi alternatif, Land Mark penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (Koordinasi Pengembangan dan Pemanfaatan Biofuel), pengembangan teknologi pembangkit listrik lampu hemat energi; pembangunan fasilitas ketenagalistrikan yang dilakukan BUMN PT. PLN baik untuk pembangunan pembangkit listrik yang baru ataupun rehabilitasi dan repowering pembangkit listrik berbahan bakar batubara, gas dan energi terbarukan hidro dan panas bumi, serta untuk pembangunan

jaringan penyaluran transmisi dan distribusinya, pengembangan regulasi dan pengawasan dalam rangka meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri serta meningkatkan pembinaan industri penunjang ketenagalistrikan dalam negeri melalui pembinaan usaha serta pengembangan standarisasi dan sertifikasi; pembahasan RUU Pos pengganti UU No. 6 Tahun 1984 tentang Pos, penyusunan RUU Telekomunikasi pengganti UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, pengembangan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dalam rangka pengamanan dan pengawasan jaringart internet di Indonesia, pembangunan prototipe produk telekomunikasi radio Broadband Wireless Access, penyediaan infrastruktur TIK melalui program Community Access Point (CAP) dan warung masyarakat informasi, penyediaan sarana dan prasarana air limbah sistem terpusat di 26 kawasan/kota, pembangunan sarana dan prasarana air minum pada 69 kawasan strategis, dan pengembangan sistem drainase di 11 kabupaten/kota. Seiring dengan kebijakan Pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur melalui kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, hingga tahun 2006 telah dilaksanakan persiapan perlaksanaan Public-Private Partnership (PPP) untuk Penyediaan Air Baku Industri; persiapan pelaksanaan pembangunan jalan tol dan Bandara Kuala Namu di Sumatera Utara; pemberian hak khusus pembangunan jaringan pipa gas dari Kalimantan Timur ke Jawa Tengah; penerbitan peraturan tentang penetapan tarif berbasis biaya melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Awal dan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar melalui Jaringan Tetap dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Perubahan Jasa Teleponi Dasar Jaringan Bergerak Selular; dan penetapan anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Indonesia. Terkait fenomena global mengenai perubahan iklim, kebijakan pemerintah mengenai peningkatan kapasitas mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dan sekaligus dalam rangka pengurangan risiko bencana telah diselesaikan, antara lain: pembangunan prasarana pengendali banjir seluas 500 ha dan panjang 954 km; pemeliharaan prasarana pengendali banjir sepanjang 1,387 km; pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 70 km; pemeliharaan prasarana pengaman pantai sepanjang 20 km; kegiatan tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian; upaya penanganan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) secara terpadu dengan penanganan daerah hulu dan hilir sungai. Sementara itu, setelah empat tahun pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Kepulauan Nias, serta hampir tiga tahun pelaksanaan tugas dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah dan Kehidupan Masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara (BRR NAD-Nias), lembaga tersebut akan segera mengakhiri masa tugasnya pada bulan April 2009 yang akan datang. Dengan

pemenuhan pelayanan dasar. dijadwalkan dapat diselesaikan pada bulan Juni 2008.4 miliar. pasca kejadian gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006 yang lalu. (3) masih . dan untuk pemulihan perekonomian masyarakat dan daerah telah dialokasikan sebesar Rp 430. serta Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan di Provinsi Sumatera Utara. Pelaksanaan pemulihan pasca bencana melalui pendanaan APBN sejak tahun 2006 hingga 2008. Namun demikian. sarana dan prasarana wilayah.74 triliun. serta pemulihan kapasitas kelembagaan pemerintah dan masyarakat. meningkatkan koordinasi antar pelaku pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. serta meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan pengembangan wilayah. masih banyak tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2009 dalam pembangunan daerah pasca rehabilitasi dan rekonstruksi. pencapaian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias yang telah dilaksanakan oleh BRR NAD-Nias mencakup beberapa kegiatan pokok yaitu: penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan. Sesuai dengan Keputusan Presiden No. peningkatkan SDM. 9 tahun 2006. sementara untuk pemulihan prasarana publik telah dialokasikan sebesar Rp 1. menunjukkan bahwa pemulihan perumahan korban bencana telah diselesaikan melalui pendanaan sebesar Rp 5. peningkatan kesejahteraan sosial. dan pengarusutamaan gender. dengan memperkuat landasan perekonomian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan melalui proses legalisasi peraturan daerah. dan penyelesaian masalah pertanahan dan penataan ruang wilayah. air bersih dan sanitasi. pemulihan perekonomian masyarakat. memperkuat kapasitas kelembagaan.2 triliun. terutama bagi kelompok rentan. pemulihan fasilitas pendukung kehidupan sosial kemasyarakatan seperti pendidikan dan kesehatan. maka pada tahun 2009 penyelesaian dan keberlanjutan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias akan dilanjutkan oleh kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. pada tahun 2008 pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur. pengelolaan lingkungan hidup. pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah pasca bencana gempa bumi 27 Mei 2006. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. diantaranya: (1) penataan ruang permukiman dan pengembangan lahan skala besar yang memenuhi tata lingkungan yang baik dengan pendekatan pengurangan risiko bencana. Selain di wilayah Provinsi NAD dan Kepulauan Nias. Pada tahun 2007.berakhirnya tugas dari BRR NAD-Nias tersebut. prasarana lingkungan permukiman. (2) masih diperlukan perhatian untuk meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat. penyelesaian perumahan dan permukiman bagi korban bencana. pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana juga dilakukan selama hampir dua tahun terakhir ini di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah.

Flu burung telah menjadi isu global dan nasional karena memiliki dampak besar pada kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa manusia. termasuk upaya dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi pandemi. pencegahan dan pengendalian flu burung memerlukan upaya menyeluruh dan terintegrasi dari segi tata laksana kesehatan hewan dan kesehatan manusia. Sampai akhir Februari 2008 kasus flu burung pada manusia mencapai 129 kasus dan 105 diantaranya meninggal. perlu upaya yang lebih intensif dengan meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang saat ini baru mencapai 71.000 kelahiran hidup. peran perempuan. Demikian pula dengan status gizi anak balita mengalami perbaikan yang ditandai dengan menurunnya persentase balita yang mengalami kekurangan gizi dari 34. serta (4) dukungan bagi perumusan kebijakan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dalam pengurangan risiko bencana.4% pada tahun 1999 menjadi 28. data maupun peta wilayah rawan bencana yang memadai bagi analisa pola pemanfaatan ruang sekaligus menguatkan kelembagaan di tingkat daerah dalam pengendalian pemanfaatan rencana tata ruang wilayah. Di bidang kesehatan.diperlukannya dukungan yang difokuskan bagi pengembangan usaha kecil dan menengah serta pemulihan infrastruktur perekonomian lokal. memperbaiki pola asuh. Namun demikian untuk mencapai target sebesar 20% pada tahun 2009. telah ditetapkan program dan fokus kegiatan pengurangan risiko bencana melalui pendayagunaan rencana tata ruang wilayah sebagai salah satu instrumen utama untuk mengurangi resiko bencana dan peningkatan kualitas informasi. Sementara jumlah kasus flu burung pada manusia juga cenderung terus meningkat. diperlukan upaya yang lebih keras. Rencana Strategis Nasional (Renstranas) Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Pandemi Influenza 2006-2008 menjadi acuan kebijakan pelaksanaan upaya pengendalian flu burung dan saat ini . Jumlah kasus kematian ternak unggas akibat flu burung sangat tinggi dan tersebar di seluruh provinsi.9 persen (Susenas 2007). status kesehatan masyarakat terus menunjukkan perbaikan. Upaya penurunan AKI juga perlu didukung dengan perbaikan keadaan gizi ibu hamil. dan meningkatkan pelayanan kesehatan dasar.000 kelahiran hidup (SDKI 2002-2003). Dengan kondisi ini. serta peningkatan sarana prasarana transportasi. pendidikan ibu. hal ini antara lain dapat dinilai melalui perbaikan berbagai indikator kesehatan seperti penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dari 334 (SDKI 1997) menjadi 307 per 100. Namun demikian untuk mencapai sasaran penurunan AKI pada tahun 2009 menjadi 226 per 100. Dalam Rencana Kerja Pemerintah 2008.02% pada tahun 2005 (Susenas 2007). penanggulangan kemiskinan.

peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Selain itu. Keadaan ini di satu sisi mengindikasikan telah terjadi penurunan persentase penduduk sebagai beban pembangunan (dependenry ratio) sementara di sisi lain juga merupakan keuntungan ekonomi (Bonus Demografi/BD). penyernaan ruang isolasi perawatan di 100 rumah sakit rujukan.Renstranas tersebut sedang dalam proses perumusan kembali. khususnya penduduk muda (0-14 tahun) semakin menurun.2 persen (tahun 2008) dan terus menurun hingga mencapai titik terendah 44. Namun demikian kesempatan yang menguntungkan pembangunan itu tidak akan pernah tercapai bahkan akan merugikan bila laju pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan dan kualitas penduduk tidak ditingkatkan secara terus menerus dan konsisten. Penurunan angka kelahiran dan kematian bayi yang terjadi selama ini telah merubah struktur umur penduduk yaitu persentase penduduk usia produktif terus meningkat sementara persentase penduduk usia non-produktif. Penurunan persentase penduduk muda mengurangi besarnya biaya untuk pemenuhan kebutuhannya sehingga sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk membiayai pembangunan bidang lainnya. terpencil.9 persen (tahun 2006) diperkirakan turun menjadi 47. dan hingga satu dekade ke depan diperkirakan bertambah sekitar 3 juta jiwa per tahun. serta melakukan kaji tindak. pengendalian kuantitas penduduk merupakan salah satu aspek penting untuk menjamin tercapainya penduduk tumbuh seimbang dan pembangunan berkelanjutan di masa yang akan datang. penyediaan obat Oseltamivir. BD akan terentang hingga sekitar tahun 2020. perlindungan bagi petugas yang berisiko tinggi. Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 205 juta jiwa.4 juta orang (2007). Diperkirakan. Upaya pencegahan dan penanggulangan di bidang kesehatan manusia yang telah dilaksanakan mencakup penatalaksanaan kasus di rumah sakit. daerah perbatasan.4 juta orang (2005) menjadi 76. Untuk itu pada tahun 2009 Askeskin perlu terus dilanjutkan dengan jaminan kesehatan pada masyarakat (jamkesmas) untuk meningkatkan akses penduduk miskin dan kurang mampu di kelas III RS dan peiayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di Puskesmas dan jaringannya. surveilans epidemiologi. Sehubungan dengan pembangunan keluarga kecil berkualitas. dan daerah bencana perlu ditingkatkan. Pada waktu rasio beban ketergantungan mencapai angka terendah ini terbukalah jendela kesempatan (the window of opportunity) untuk Indonesia. antara lain melalui kegiatan Keluarga . Rasio beban ketergantungan yang sebesar 48. penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dasar terutama di daerah tertinggal. Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat meskipun laju pertumbuhannya terus menurun. tahun 2008 menjadi 228 juta jiwa. Cakupan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan kurang mampu melalui program jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (JPK-MM)/Askeskin terus meningkat yaitu dari 36.5 persen pada tahun 2017. penguatan laboratorium pengujian.

Kejaksaan. rasio murid per guru adalah 21 untuk SD/MI dan 13 untuk SMP/MTs. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pada jenjang SMP/MTs dan yang sederajat serta SMA/SMK/MA/SMALB/Paket C masing-masing mencapai 92. Pada tahun 2007 pelaksanaan kegiatan yang dilakukan telah menghasilkan berbagai pencapaian.4 persen.52 persen dan 60. Sementara itu. Pemerintah secara terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada pembangunan pendidikan.25 persen. Kesungguhan Pemerintah tersebut tercermin oleh hasil yang cukup menggembirakan seperti yang terlihat dari peningkatan angka partisipasi pendidikan pada semua jenjang.1 persen. Rasio murid per ruang kelas sebesar 26 untuk SD/MI dan 40 untuk SMP/MTs. Selanjutnya. penawaran 30 wilayah kerja migas. dan kelompok umur 16-18 tahun sebesar 53. BIN.Berencana (KB). (4) dilakukannya monev illegal logging dan monev hasil lelang basil hutan ilegal. antara lain: penyelesaian blueprint peningkatan kapasitas nasional bidang minyak dan gas bumi (migas) sebagai upaya peningkatan kapasitas nasional dalam industri migas. Dalam pengamanan kawasan hutan telah dilaksanakan antara lain: (1) operasi pengamanan fungsional dan operasi khusus melalui kerja sama dengan POLRI. TNI AL. kelompok umur 13-15 tahun sebesar 84. APK pada jenjang pendidikan tinggi (PT) yang mencakup pula perguruan tinggi agama (PTA). Sementara itu. perumusan kebijakan dan regulasi usaha penunjang migas beserta keberpihakannya. Adapun angka partisipasi sekolah (APS) atau persentase penduduk yang mengikuti pendidikan formal untuk kelompok umur 7-12 tahun tercatat sebesar 97. Sementara itu. dan (5) pengembangan sertifikasi dan pengujian hasil hutan. Pada saat yang sama. selama tahun 2007 telah dilakukan beberapa kegiatan. baik secara . dan (2) penguatan kapasitas kelembagaan Pengamanan Hutan (Pamhut) dan pembentukan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di 10 lokasi. Perkembangan yang cukup menggembirakan terjadi dalam peningkatan kuantitas fasilitas layanan pendidikan. (3) implementasi penatausahaan SI-PUHH dan PSDH/DR berbasis TI (on-line) di 11 BP2HP. Pada tahun 2007. pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral.51 persen. angka partisipasi murni (APM) pada jenjang SD/MI dan yang sederajat mencapai 94. upaya penertiban peredaran hasil hutan telah mencapai hasil antara lain: (1) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kayu meningkat sebesar 8 persen dari tahun 2006. PPATK di 10 provinsi rawan illegal logging. dan Universitas Terbuka (UT) adalah sebesar 17. (2) uji coba Sistem Informasi-Penata Usahaan Hasil Hutan (SI-PUHH) dan penatausahaan Provisl Sumber Daya Hutan/Dana Reboisasi (PSDH/DR) berbasis Teknologi Informasi (TI) di 3 Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BP2HP).9 persen.90 persen. Dalam hal perbaikan pengelolaan sumber daya hutan berbagai upaya untuk telah banyak dilakukan oleh pemerintah.

Hingga tahun 2007. penegakan hukum lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang terus akan dilakukan untuk memperluas cakupannya. pada tahun 2007. A.53 juta. masih banyak permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Sementara itu. Namun demikian. program kali bersih. Hal-hal tersebut di atas terus dilanjutkan pada tahun 2008 termasuk membangun fasilitas dan infrastruktur lingkungan. Sementara itu. program langit biru. Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia juga telah melaksanakan kegiatan di bidang perlindungan lapisan ozon melalui penghapusan pemakaian bahan perusak ozon (BPO) di berbagai mesin pendingin (chiller) dan memasyarakatkan penggunaan metered dosed inhaler (MDl). pengendalian pencemaran air serta perlindungan sumber daya air.31 juta dan bonus tanda tangan sebesar US$ 50. 22 tahun 2001 tentang Migas.penawaran langsung ataupun penawaran melalui tender (regular dan direct offer). MASALAH DAN TANTANGAN POKOK TAHUN 2009 Dengan berbagai kemajuan yang dicapai pada tahun 2007 dan perkiraan pada tahun 2008.2. telah dilaksanakan kegiatan Adipura. program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup (PROPER). program Debt for Nature Swap dengan Pemerintah Jerman. terutama Pemerintah Kabupaten/Kota untuk pemantauan kualitas air. telah disalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Daerah. program energi efisiensi di industri kecil dan menengah. program menuju Indonesia hijau. kegiatan pengusahaan migas terus meningkat secara berturut-turut. Kegiatan-kegiatan ini terutama berkaitan dengan kegiatan-kegiatan keniagaan migas termasuk niaga umum BBM. Masalah dan tantangan utama yang . program pembangunan bersih yang dikoordinasi oleh Komnas Mekanisme Pembangunan Bersih (MPB). LPG. Untuk meningkatkan kapasitas daerah di bidang lingkungan hidup. Sejak berlakunya UU No. hasil olahan dan lain sebagainya. tahun 2005 terlaksana 28 kegiatan usaha. hasil pelaksanaan agenda pembangunan aman dan damai serta agenda pembangunan adil dan demokratis telah mengarah kepada keadaan yang diinginkan. tahun 2006 terlaksana 32 kegiatan usaha dan tahun 2007 terlaksana 35 kegiatan usaha. pembinaan tim penilai AMDAL. pembangunan bidang lingkungan hidup tetap dilaksanakan dengan menitikberatkan pada pengendalian penggunaan sumber dara alam secara berkelanjutan serta pengendalian praktek perusakan/penurunan kualitas lingkungan. penandatanganan 26 kontrak kerja sama (KKS) dengan komitmen investasi untuk 3 tahun mendatang sebesar US$ 640. dari 3 (tiga) agenda pembangunan yang ditetapkan dalam RPJMN 2004-2009. serta kebijakan nasional mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim. hasil pelaksanaan agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat terus menunjukkan kemajuan.

meliputi pendidikan. Saat ini terdapat 3.8 juta anak telantar. jwnlah penduduk yang rentan untuk jatuh miskin karena guncangan ekonomi maupun karena bencana alam masih cukup besar. MEMPERKUAT USAHA MASYARAKAT BERPENDAPATAN RENDAH.5 persen dari jumlah penduduk miskin tinggal di perdesaan. dan persentase kemiskinan di luar Pulau Jawa terutama Nusa Tenggara.8 juta jiwa korban bencana alam. Tingkat pendapatan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan dukungan bagi perkembangan usaha mereka. pelaksanaan program pembangunan masih bersifat parsial dan belum terfokus. MEMBANGUN DAN MENYEMPURNAKAN SISTEM PERLINDUNGAN SOSIAL KHUSUSNYA BAGI MASYARAKAT MISKIN.5 juta jiwa orang cacat.4 persen dan desa miskin/tertinggal mencapai lebih dari 46 persen. Kesemuanya ini merupakan masalah dan tantangan yang harus ditangani agar efektifitas penurunan jumlah penduduk miskin dapat ditingkatkan. Ketiga. Kedua. kondisi kemiskinan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga-harga kebutuhan pokok dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 2. upaya pembangunan dan penyempurnaan sistem perlindungan sosial masih merupakan masalah dan tantangan tersendiri yang harus dipecahkan. 64 ribu gelandangan dan pengemis. Oleh sebab itu tantangan yang harus dihadapi adalah menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. upaya pembangunan yang dilakukan masih belum merata dan belum mencapai seluruh masyarakat. Maluku dan Papua juga lebih tinggi dibanding di Pulau Jawa. 2.5 juta penduduk lanjut usia. Persentase penduduk miskin pada Triwulan I Tahun 2008 sebesar 15. Dukungan yang dibutuhkan terkait dengan jaminan lokasi usaha. Selain itu. 145 ribu anak jalanan dan 1. jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan masih besar dan penurunannya berjalan lambat. dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan dan mengelola usaha. Padahal sebesar 63. kesehatan. Selain itu. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi secara bertahap terus meningkat. Masalah pokok yang dihadapi dalam menurunkan jumlah penduduk miskin antara lain adalah sebagai berikut: Pertama. yang pada akhirnya akan mempengaruhi daya beli masyarakat miskin.dihadapi pada tahun 2009 diantaranya adalah sebagai berikut. Akses masyarakat terutama masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar. MENYEMPURNAKAN DAN MEMPERLUAS CAKUPAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT. Dukungan usaha masyarakat yang terbatas menimbulkan . perumahan serta air bersih dan sanitasi dasar masih terbatas. kemandirian masyarakat dalam proses pembangunan berbasis masyarakat masih sangat terbatas. Terkait dengan upaya penurunan jumlah penduduk miskin. khususnya bagi yang berada di perdesaan dan luar Jawa. prasarana dan sarana fisik perekonomian yang memadai. serta 66 ribu tuna susila yang membutuhkan bantuan dan jaminan sosial. akses terhadap sumberdaya.

52 persen pada tahun 2007. dan 121 kabupaten/kota yang APK-nya sekitar 75-90 persen. KUR diberikan kepada UMKM dan koperasi yang memiliki usaha produktif yang bersifat individu. MENINGKATKAN AKSES DAN KUALITAS PENDIDlKAN. Permasalahan utama yang dihadapi bidang pendidikan adalah masih diperlukannya peningkatan akses.permasalahan berupa tingkat pendapatan yang rendah. Besarnya kredit/pembiayaan kepada UMKM dan koperasi menjangkau kebutuhan kelompok masyarakat berpendapatan rendah (kredit/pembiayaan di bawah Rp 5 juta) dan kebutuhan kelompok masyarakat yang usahanya terus berkembang (kredit/pembiayaan Rp 5 juta . antarkota dan desa. hampir miskin dan tidak mampu yang memiliki kegiatan usaha produktif yang tersebar di berbagai lapangan usaha dan lokasi. Efektivitas penyaluran KUR dan pendampingannya merupakan tantangan yang harus ditangani secara tepat untuk mendukung upaya perkuatan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong dikeluarkannya program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yaitu percepatan penyaluran kredit/pembiayaan yang berasal dari sumber dana perbankan dengan dukungan penjaminan untuk kredit usaha mikro. kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi (Inpres 06/2007). Program KUR juga dilengkapi dengan pendampingan mulai dari penyiapan proposal kredit sampai dengan penggunaan kredit (pengelolaan keuangan). ekonomi dan politik yang terbatas.Rp 500 juta). serta antarpenduduk kaya dan miskin. dan kualitas pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar. akses terhadap pelayanan sosial. merupakan masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Salah satu unsur pelayanan dasar yang diperlukan masyarakat adalah pendidikan. kewirausahaan dan kapasitas pengelolaan usaha yang rendah. serta arah kebijakan pembangunan kewilayahan yang masih berorientasi pada "inward looking" sehingga menghambat berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kesenjangan antar daerah tersebut terlihat dari masih adanya 75 kabupaten/kota yang variasi pencapaian APK SMP/MTs/Sederajat kurang dari 75 persen. Selain tantangan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar. Upaya keras ini perlu dilakukan terutama untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat yang baru mencapai 92. Hal ini terutama dirasakan oleh masyarakat miskin. Di samping itu. . Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang masih membutuhkan upaya keras untuk mencapai target RPJMN 2004-2009. khususnya pembiayaan. kelompok. Kelompok masyarakat berpendapatan rendah tersebut pada umumnya tidak memiliki jaminan yang cukup untuk mengakses kredit/pembiayaan perbankan. meskipun mereka memiliki usaha yang layak secara ekonomi untuk dibiayai. kemitraan dan/atau klaster yang layak untuk dibiayai namun belum menjadi nasabah bank. masih ditemui adanya kesenjangan pencapaian APK yang cukup tinggi antar daerah. Keterbatasan dukungan akses terhadap sumberdaya. pemerataan.

. terpencil dan perbatasan. serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan serta fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran yang belum mencukupi. Keempat. Meskipun pembangunan kesehatan telah dilakukan secara terus menerus. Selain pendidikan. namun masih terdapat permasalahan dan tantangan yang harus dihadapi dalam bidang kesehatan. gangguan akibat kurang yodium. masalah gizi utama masih memerlukan penanganan intensif seperti kurang energi protein pada ibu hamil. serta berbagai masalah gizi lain seperti anemia gizi besi. kesehatan juga merupakan unsur penting yang menjadi indikator dan sekaligus merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. akses terhadap pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin dan penduduk daerah tertinggal. sehingga mereka lebih memilih bekeja dibandingkan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah. Secara persentase angka tersebut memang tidak terlalu besar. penderita TB. Beberapa permasalahan dan tantangan tersebut antara lain adalah sebagai berikut.2 persen. Hal ini disebabkan karena lembaga pendidikan dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi tuntutan masyarakat akibat ketersediaan pendidik berkualitas belum memadai. persebarannya belum merata. perbatasan. MENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN. Pertama. dan daerah bencana masih perlu ditingkatkan. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan juga merupakan masalah dan tantangan yang harus diselesaikan. Kedua. jumlah dan distribusi tenaga kesehatan masih terbatas khususnya di daerah tertinggal. Permasalahan dan tantangan lain yang juga tidak kalah pentingnya adalah memperkecil kesenjangan antara sasaran dan pencapaian angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas yang mencapai 2.permasalahan dan tantangan lain yang dihadapi di bidang pendidikan adalah besarnya jumlah lulusan SMP/MTs yang karena alasan ekonomi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. bayi. Ketiga. kurang vitamin A dan kurang zat gizi mikro lainnya. penyakit menular masih cukup tinggi antara lain ditunjukkan dengan masih tingginya jumlah penderita malaria. dan kesejahteraannya yang masih terbatas. kejadian demam berdarah dan kejadian luar biasa diare. yang ditunjukkan dengan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian anak balita. terpencil. namun mengingat proporsi buta aksara terjadi pada penduduk usia 45 tahun ke atas yang umumnya memiliki minat belajar yang rendah. Kelima. maka upaya yang dilakukan harus lebih besar. kesehatan ibu dan anak masih perlu ditingkatkan. kasus penyakit flu burung pada manusia. dan jumlah kumulatif kasus HIV dan AIDS yang dilaporkan. dan balita. misalnya dengan alasan ingin membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Keenam. Dalam hal ini peran pendidikan nonformal menjadi sangat diperlukan dan harus dapat dimanfaatkan.

perlu disusun peraturan perundang-undangan untuk mendukung pelayanan kesehatan seperti peraturan perundang-undangan tentang Rumah Sakit. TFR pada kelompok termiskin sekitar 3. Ketujuh. (1) rendahnya akses terhadap pelayanan transportasi khususnya untuk masyarakat miskin dan masyarakat yang tinggal di daerah perdesaan.7 orang. Jawa Timur.ketersediaan obat dan pemanfaatan obat generik serta pengawasan terhadap obat. berdasarkan distribusi kelompok pengeluaran keluarga. masalah pokok yang . Kesejahteraan masyarakat dan kegiatan perekonomian hanya akan dapat ditingkatkan apabila tersedia pelayanan infrastruktur yang memadai. MENGENDALIKAN PERTUMBUHAN PENDUDUK. namun masih diperlukan berbagai upaya lanjutan dalam rangka meningkatkan pelayanan infrastruktur perdesaan sesuai dengan standar pelayanan minimum. dan pulau-pulau kecil. Sementara di bidang energi dan ketenagalistrikan. Disamping itu. psikotropika. Kalimantan Selatan.I. dan SDM kesehatan. perbatasan. Yogyakarta. D. Meskipun upaya peningkatan pelayanan infrastruktur perdesaan telah dilakukan.2. Adapun tantangannya adalah ketersediaan air dalam jumlah yang cukup dan waktu yang tepat untuk seluruh wilayah Indonesia. dan pulau-pulau kecil melalui pelayanan angkutan yang murah dan terjangkau untuk masyarakat miskin dan masyatakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pedalaman. pedalaman. dibandingkan dengan kelompok terkaya sebanyak 2. Di bidang transportasi masalah pokok dan tantangan yang dihadapi antara lain. dan Bali). Hasil Supas 2005 menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan Total Fertility Rate (TFR) di beberapa daerah baik di daerah yang TFR-nya masih di atas rata-rata nasional (Nusa Tenggara Timur. Di bidang sumber daya air masalah pokok yang dihadapi antara lain adalah belum optimalnya fungsi sarana dan prasarana sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku perdesaan serta pengendalian daya rusak air. MENINGKATKAN PELAYANAN INFRASTRUKTUR DI DESA SESUAI STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM). makanan dan keamanan pangan masih perlu ditingkatkan.3 orang.0 lebih tinggi daripada kelompok terkaya yang besarnya 2. obat. Sulawesi Selatan. (2) kurangnya keselamatan dan keamanan pelayanan transportasi sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan standar internasional. (3) kurangnya aksesibilitas masyarakat terhadap infrastruktur transportasi terutama di daerah perdesaan. Pola serupa juga ditunjukkan oleh rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup pada perempuan yang pernah menikah yaitu pada kelompok termiskin sebanyak 3. perbatasan. Sulawesi Tengah.1 (DKI Jakarta. dan Gorontalo) maupun di beberapa daerah yang TFR-nya sudah berada pada tingkat replacement level yaitu TFR kurang dari 2. pedalaman.

. masih lemahnya pelaksanaan prinsip-prinsip good governance oleh pemerintah desa khususnya dalam menciptakan inisiatif-inisiatif pengembangan perekonomian desa dan pelayanan masyarakat. terutama masyarakat perdesaan. adalah rendahnya tingkat aksesibilitas masyarakat terhadap jasa pelayanan sarana dan prasarana energi dan belum memadainya fasilitas sistem ketenagalistrikan. dan jaringan drainage. BERDAYA TAHAN. Kedua. Selain itu. MEMPERKUAT LEMBAGA MASYARAKAT DAN PEMANFAATAN KELEMBAGAAN PEMERINTAH DESA. Di bidang pos dan telematika. menurunnya wilayah jangkauan penyiaran. pemilikan. pada kenyataannya masih terjadi ketidakadilan dan ketimpangan dalam penguasaan. Permasalahan pokok yang dihadapi dalam upaya penguatan lembaga masyarakat dan pemanfaatan kelembagaan pemerintah daerah antara lain sebagai berikut.dihadapi. jaringan air limbah. Di bidang perumahan dan permukiman masalah dan tantangan yang dihadapi adalah peningkatan kebutuhan perumahan dan prasarana-sarana permukiman seperti jaringan air minum. Keterbatsan akses masyarakat terhadap lahan lebih lanjut menyebabkan keterbatasan akses terhadap sumber permodalan. Terkait dengan telekomunikasi tantangan utamanya adalah perluasan layanan telekomunikasi dan jangkauan penyiaran serta pos hingga ke seluruh pelosok tanah air. persampahan. merupakan tantangan yang dihadapi dalam perumahan. Untuk itu tantangannya adalah mengembangkan sumber energi dan kelistrikan yang disesuaikan dengan kondisi demografis dan geografis dengan layak secara finansial. MENINGKATKAN AKSES MASYARAKAT PERDESAAN PADA LAHAN. rendahnya kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah serta harga rumah yang terus meningkat karena meningkatnya harga lahan serta masih adanya ekonomi biaya tinggi (high cost economy) dalam perijinan pembangunan perumahan. masih lemahnya kelembagaan ekonomi dan organisasi perdesaan yang berbasis masyarakat untuk menggerakan sistem perekonomian dan memperkuat modal sosial. masalah pokok dan tantangan yang dihadapi adalah rendahnya jumlah akses. Disamping itu masih maraknya sengketa dan konflik pertanahan turut menghambat akses masyarakat perdesaan pada lahan. MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI YANG STABIL. Pertama. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T). dan jangkauan layanan pos dan telematika di perdesaan. kualitas. ekonomis dan sosial budaya. Upaya untuk mengatasi permasalahan ini memang tidak mudah karena kondisi demografis dan geografis yang bervariasi dengan persebaran penduduk tidak merata dan potensi energi yang sangat bervariasi. Masalah dan tantangan lain yang dihadapi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap lahan.

Singapura. Perkembangan ekonomi juga harus didukung peningkatan daya saing sektor riil yang didukung oleh ketersediaan infrastruktur. Upaya untuk mendorong kemajuan perekonomian juga harus mempertimbangkan ketersediaan pangan. meskipun kinerja ekspor nonmigas Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Amerika Serikat. berbagai permasalahan dan tantangan pokok masih harus dihadapi. Sejalan dengan perbaikan tersebut. namun kondisi tersebut masih perlu ditingkatkan. Dalam beberapa tahun terakhir. dan (x) masih perlunya pengembangan potensi investasi di daerah. Pertumbuhan ekonomi harus dapat diarahkan pada pertumbuhan yang berkualitas yang dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah penduduk miskin. dan perekonomian yang stabil dan tahan menghadapi berbagai gejolak dan tekanan. tantangan adalah meningkatkan diversifikasi pasar ekspor nonmigas. Dengan mengatasi tantangan ini. investasi dan ekspor harus dapat ditingkatkan. (viii) masih perlunya peningkatan koordinasi program peningkatan iklim investasi antar pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah. (iv) perlunya penyediaan berbagai skema insentif fiskal dan non fiskal guna meningkatkan daya saing usaha nasional. Pertumbuhan ekonomi harus didukung oleh kemajuan sektor-sektor utamanya seperti industri dan pertanian. SERTA PARIWISATA. Walaupun perkembangan investasi menunjukkan kecenderungan yang meningkat namun upaya peningkatan investasi masih menghadapi permasalahan dan tantangan yang an tara lain: (i) perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik dalam pengurusan perijinan. agar tidak bertumpu pada empat pasar ekspor tradisional (Jepang. tingkat ketergantungan ekspor nonmigas terhadap pasar tradisional akan berkurang. Dari sisi ekspor. (ii) perlunya peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur. (vii) perlu ditingkatkannya kualitas dan produktivitas tenaga kerja. perkembangan perekonomian semakin baik. (v) perlu dilengkapinya peraturan pelaksanaan UU No. perekonomian yang berkualitas. EKSPOR NONMIGAS. (iii) perlunya peningkatan ketersediaan energi. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan ketersediaan kebutuhan dasar dan pengembangan perdesaaan perlu didukung oleh perekonomian yang lebih maju yang diantaranya ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat secara berkelanjutan. Untuk menjaga pertumbuhan ekspor secara berkelanjutan. MENINGKATKAN DAYA TARIK INVESTASI.DAN BERKUALITAS. dan Uni Eropa) yang pangsanya sekarang masih sebesar sekitar 50 persen. 25/2007 tentang Penanaman Modal sehingga memberi kejelasan arahan bagi pelaku usaha. sehingga ekspor nonmigas . (vi) masih diperlukannya optimalisasi penyederhanaan administrasi perpajakan dan kepabeanan. termasuk didukung oleh UKM yang memiliki produktifitas yang tinggi dengan lebih membuka aksesnya terhadap sumberdaya yang produktif. (ix) ditingkatkannya kualitas promosi di dalam dan luar negeri.

serta masih terbatasnya ketersediaan dan kualitas infrastruktur yang mendukung kelancaran arus barang ekspor. serta rendahnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata. kota. barang setengah jadi dan komponen.Indonesia akan lebih tangguh terhadap perubahan kondisi perekonomian global dan gejolak permintaan di keempat pasar ekspor tersebut. Permasalahan yang dihadapi sektor industri dan sekaligus merupakan tantangan yang harus diatasi antara lain ketergantungan yang tinggi terhadap impor baik berupa bahan baku. untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. koordinasi. agar pertumbuhan utama ekspor nonmigas Indonesia tidak hanya ditopang oleh ekspor komoditas primer yang relatif bernilai tambah lebih rendah dan harganya cenderung lebih berfluktuasi. Dari sisi pariwisata. masih perlu disempurnakannya proses penyederhanaan prosedur ekspor agar dapat mengurangi ekonomi biaya tinggi dan mempercepat waktu penyelesaian dokumen ekspor-impor. masih besarnya hambatan non tarif di pasar ekspor baik tradisional maupun non tradisional. integrasi. MENINGKATKAN MENDORONG KEMAJUAN SEKTOR INDUSTRI. Masalah dan tantangan pokok lainnya adalah masih perlunya upaya untuk meningkatkan diversifikasi produk ekspor. Sektor industri diharapkan dapat menjadi motor penggerak perekonomian. dan kabupaten mendukung promosi daerahnya sebagai destinasi wisata dan masih adanya berbagai peraturan daerah yang menghambat pengembangan pariwisata. berbagai masalah dan tantangan yang masih harus dihadapi adalah: (i) belum optimalnya kesiapan destinasi pariwisata yang disebabkan terutama oleh pembangunan pariwisata terutama antara kawasan Barat dan Timur yang belum merata dan kurangnya kenyamanan dalam berwisata karena antara lain sarana dan prasarana menuju destinasi pariwisata belum sepenuhnya memadai. dan sinkronisasi intralembaga dan interlembaga maupun pusat dan daerah dalam pengembangan destinasi dan promosi pariwisata belum maksimal. dan belum seluruh pemerintah provinsi. Dengan berbagai permasalahan yang dihadapi tersebut diharapkan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pariwisata terutama dalam upaya peningkatan kontribusi devisa terhadap perolehan devisa dapat diatasi. (iii) belum mapannya kemitraan antar pelaku pariwisata yang disebabkan terutama oleh kerja sama pelaku ekonomi-sosial-budaya dengan pelaku pariwisata dan masyarakat belum berlangsung secara optimal. (ii) belum optimalnya pemasaran pariwisata yang disebabkan terutama oleh pemanfaatan media massa dalam dan luar negeri baik elektronik maupun cetak serta teknologi informasi sebagai sarana promosi belum maksimal. struktur industri hanya didominasi beberapa cabang yang tahapan proses industri dan penciptaan nilai tambahnya pendek. Namun demikian sektor industri masih menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang cukup berat. keterkaitan antara sektor industri hulu dan sektor industri hilir dengan sektor ekonomi lainnya yang relatif masih lemah. ekspor . bahan penolong.

Di sisi lain.1 juta.46 persen dari angkatan kerja. teknologi dan pemasaran. namun secara absolut jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2008 masih tinggi yaitu mencapai 9. 240. MEMPERLUAS KESEMPATAN KERJA. dan keterbatasan kepada akses sumber permodalan. produksi. Meskipun jumlah lapangan kerja yang tercipta antara Februari 2007-Februari 2008 sangat tinggi yaitu sekitar 4. Padahal UKM menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar. antarindustri. Sebagai gambaran pada tahun 2006. Keadaan ini menjadi penghambat . 12. Tantangan ini berkaitan dengan upaya memberikan kemudahan yang memungkinkan pekerja untuk pindah antar perusahaan. dan masih lemahnya peranan kelompok industri kecil dan menengah sebagai industri pendukung. sangat kecil dibandingkan dengan produktivitas usaha besar yang mencapai sebesar Rp. lebih dari 60% kegiatan sektor industri berada di Jawa. Kondisi di atas menunjukkan bahwa tantangan pertama yang dihadapi adalah menciptakan kesempatan kerja terutama lapangan kerja formal-seluas-luasnya. juga disebabkan karena masih besarnya biaya transaksi dalam kegiatan usaha.4 juta atau 8. meskipun UKM memberikan kontribusi yang cukup besar dalam PDB.5 juta lapangan kerja baru. pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang banyak menyerap tenaga kerja informal. daya serap tenaga kerja yang mulai meningkat masih diserap oleh lapangan kerja informal. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi dapat dilaksanakan antara lain dengan pelatihan berbasis kompetensi dan pelatihan melalui pemagangan di tempat kerja. Tantangan kedua adalah mendorong perpindahan pekerja dari pekerjaan yang memiliki produktivitas rendah ke pekerjaan yang memiliki produktivitas tinggi. Tantangan ketiga adalah meningkatkan kesejahteraan para pekerja informal yang mencakup 70 persen dari seluruh pekerja untuk memperkecil kesenjangan tingkat kesejahteraan antara pekerja informal dengan pekerja formal.3 juta. Permasalahan dan tantangan pokok yang dihadapi oleh UKM saat ini adalah produktivitas UKM yang meningkat sangat lambat sehingga menyebabkan terjadinya kesenjangan yang masih lebar antar pelaku UKM dengan pelaku usaha besar. Tantangan ini tidak mudah karena beberapa tahun terakhir. Tantangan ini diikuti dengan pentingnya pemberdayaan UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja informal. Masih rendahnya tingkat produktivitas UKM ini selain disebabkan oleh rendahnya kualitas dan kompetensi kewirausahaan sumber daya manusia.produk industri didominasi oleh hanya beberapa cabang industri. namun produktivitas UKM per tenaga kerja hanya sebesar Rp. antarsektor dan antar daerah. Di samping itu kondisi permesinan di beberapa kelompok industri perlu diperbaharui agar tetap kompetitif di pasar internasional. tenaga kerja formal diharapkan memiliki produktivitas tinggi serta memiliki kualifikasi dan kompetensi seuai dengan permintaan pasar kerja. serta peningkatan kualitas pelayanan TKI yang akan bekerja di luar negeri. MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DAN AKSES UKM KEPADA SUMBERDAYA PRODUKTIF.

Sementara itu.kemajuan UKM dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing produk. Perkembangan harga bahan pokok yang cepat ini memerlukan pemantauan intensif dan evaluasi seksama. Di samping itu. PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL. Permasalahan dan tantangannya adalah meningkatkan penyediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan produksi. Untuk itu. laut maupun udara. upaya stabilisasi harga bahan pokok memerlukan koordinasi kebijakan ekonomi makro seperti sasaran inflasi. yang cukup memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah. tetapi peningkatan akses pangan di tingkat rumah tangga masih perlu terus . pertanian dan suku bunga. kebijakan subsidi khususnya BBM. stok beserta matarantai distribusinya dan sistem pemantauan yang baik dapat menjaga kelancaran pasokan dan meredam terjadinya lonjakan harga bahan pokok secara berarti serta dapat menghindari terjadinya penimbunan dan penyelewengan distribusi yang mengurangi ketersediaannya. meningkatkan impor apabila diperlukan dan menyempurnakan sistem distribusi bahan pokok. maka upaya untuk mendorong swasembada pangan pokok yang sangat rentan terhadap lonjakan harga dan ketersediaan dalam negeri perlu terus ditingkatkan. meningkatkan kreativitas dan inovasi menjadi tantangan yang perlu untuk diatasi dalam mempercepat pertumbuhan UKM. tetapi permasalahan pangan khususnya masalah distribusi pangan di beberapa lokasi yang terisolir masih saja terjadi. relatifnya tingginya harga bahan pokok di berbagai daerah yang sulit dijangkau dapat diatasi dengan mempercepat pembangunan dan meningkatkan pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun. Meskipun akhir-akhir ini produksi pangan sudah meningkat secara signifikan. termasuk terhadap sistem distribusi dan stok bahan pokok Pemerintah dan dunia usaha yang tersebar di berbagai daerah serta belum terdata dan terpantau dengan baik. Selain itu. bahkan pada beberapa tahun terakhir rata-rata pertumbuhan produksinya masih lebih rendah dari pertumbuhan penduduk. Dalam tahun 2007 dan awal tahun 2008. Tersedianya basis data tentang pusat-pusat produksi. beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat di beberapa daerah. Selanjutnya. kebijakan tarif ekspor dan impor. ketahanan pangan masyarakat masih belum didukung dengan meningkatnya akses rumah tangga terhadap pangan. Akses pangan bagi rumah tangga relatif meningkat yang diindikasikan dengan semakin menurunnya kasus rawan pangan di tingkat rumah tangga. persaingan dalam memperoleh berbagai sumberdaya produktif juga semakin meningkat yang diiringi dengan pesatnya mobilitas sumberdaya tersebut serta upaya untuk menumbuhkan wirausaha yang berbasis pengetahuan dan teknologi. baik yang didukung oleh sistem transportasi darat. Ketahanan Pangan dalam negeri dinilai masih rentan karena pertumbuhan produksi pangan khususnya beras masih belum stabil. TDL. PENGAMANAN PASOKAN BAHAN POKOK. cukup sulit diperoleh dan harganya meningkat tajam.

upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam untuk pembangunan pertanian. Masih rendahnya penguasaan teknologi pengolahan produk pertanian berakibat pada rendahnya nilai tambah produk pertanian. baik di pusat maupun di tingkat daerah. Semenrara itu. Erat kaitannya dengan ketahanan pangan. Dengan permasalahan pokok tersebut. Penurunan kuantitas dan kualitas ini sebagai akibat dari: (1) kegiatan ilegal fishing yang dilakukan oleh kapal asing dan kapal yang tidak memiliki ijin penangkapan. padang lamun. di sisi lain terjadi pula penurunan kuantitas dan kualitas perikanan tangkap. dan pulau-pulau kecil akibat pengaruh limbah yang berasal dari daratan dan eksploitasi manusia yang berlebih juga belum dapat secara optimal ditangani. pendampingan teknologi.dilakukan agar kasus rawan pangan di tingkat rumah tangga semakin jarang terjadi. penguatan kemampuan produksi pangan dalam negeri. dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tinggi yang berakibat pada frekwensi operasi nelayan melaut. Selanjutnya. MENINGKATKAN KUALITAS PERTUMBUHAN PERTANIAN. pemanfaatan industri hasil pertanian juga relatif belum optimal. kebutuhan akan produk hasil hutan terutama kayu . yang ditunjukkan oleh tingkat utilisasi industri hasil pertanian yang masih sangat rendah. dan kehutanan masih perlu ditingkatkan. Selain penguasaan teknologi. perikanan. serta peningkatan biaya pengadaan sarana dan prasarana perikanan baru. meskipun produksi komoditas pertanian dan perikanan tetap meningkat namun belum memberikan nilai tambah yang memadai untuk masyarakat petani dan nelayan karena kurang berkembangnya industri pertanian. Dari sisi kehutanan. pengembangan sistem insentif yang mampu mempertahankan lahan-lahan produktif dalam memproduksi bahan pangan. kelembagaan. PERIKANAN DAN KEHUTANAN. dan lemahnya pengawasan. serta (3) kerusakan sumber daya pesisir terutama terumbu karang. serta belum memadainya kegiatan penyuluhan. hutan bakau. serta perbaikan diversifikasi pola konsumsi pangan masyarakat merupakan tantangan utama yang dihadapi untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. (2) praktek penangkapan dan budidaya ikan yang tidak menggunakan kaidah keberlanjutan masih sering terjadi. dan kehutanan masih didominasi oleh komoditas bahan baku industri. Akibatnya. perikanan dan kehutanan dalam negeri yang menyebabkan ekspor komoditas pertanian. peningkatan biaya input pembudidaya ikan/udang. peningkatan produksi perikanan masih mengalami beberapa kendala yang disebabkan oleh belum kondusifnya iklim usaha perikanan yang terkait dengan permodalan dan investasi. perbaikan sistem distribusi dan tataniaga pangan. estuaria. Permasalahan lain yang dihadapi adalah sarana dan prasarana pengolahan dan pemasaran perikanan terutama yang berada di daerah masih belum memadai. perikanan.

(ii) memperbaiki pengintegrasikan tindakan adaptasi dan mitigasi perubahan . mengendalikan pembalakan liar dengan penegakan hukum terhadap pelaku dan peningkatan kemampuan polisi hutan. meningkatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran serta meningkatkan kelembagaan.08 juta ha/tahun sementara itu upaya rehabilitasinya sangat kecil yaitu sekitar 500 . sehingga terdapat kesenjangan yang cukup besar antara kapasitas industri yang ada dengan kemampuan penyediaan bahan baku. hutan rakyat dan hutan kemasyarakatan. Oleh karena itu pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan harus dapat dikembangkan diantaranya melalui peningkatan partisipasi masyarakat di dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu pengembangan jasa lingkungan dan wisata alam serta pengembangan taman nasional model. Erat kaitannya dengan ketahanan pangan. keanekaragaman hayati. penyerap karbon. dan penyedia air bersih belum dimanfaatkan secara maksimal. hutan Tanaman Rakyat (HTR). Untuk itu. peningkatan suhu dan pasang air laut yang ekstrem yang menyebabkan ketidakpastian nelayan untuk melaut. Degradasi hutan yang terus menerus terjadi yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan pembalakan liar berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan secara umum. MENINGKATAN KAPASITAS MITIGAS DAN ADAPTASI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM GLOBAL. tantangan yang dihadapi adalah mengupayakan rehabilitasi hutan dan lahan secara terus menerus dengan memaksimalkan sumber daya dan dana yang ada. ketimpangan tersebut menyebabkan semakin cepatnya kerusakan hutan dan lahan yang ada. Tantangan yang dihadapi untuk mengatasi masalah ini diantaranya adalah: (i) melengkapi dan lebih mengakuratkan pendataan dan permodelan iklim regional untuk Indonesia untuk memudahkan para perencana pembangunan dan pelaksana pembangunan mengantisipasi dampak terjadinya perubahan iklim. Saat ini laju degradasi hutan telah mencapai 1.dari tahun ke tahun semakin meningkat akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi oleh kemampuan menghasilkan sumber bahan baku yang dibutuhkan. Beberapa tahun terakhir ini sering terjadi bencana banjir dan tanah longsor yang cukup parah di hampir sebagian besar wilayah. sumber daya air dan energi.700 ribu ha/pertahun. sedangkan manfaat hutan lainya seperti hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan dengan fungsi sebagai penyedia udara bersih. Saat ini perspektif optimalisasi nilai manfaat hutan masih cenderung kepada pemanfaatan hasil hutan kayu yang merupakan sebagian kecil dari nilai manfaat hutan. Oleh karena itu sumber-sumber alternative bahan baku kayu bulat untuk industri harus dapat dikembangkan diantaranya melalui pengembangan Hutan Tanaman Industri (HTI). perubahan iklim global menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan kekeringan. perubahan musim tanam.

serta (iv) meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam menangani perubahan iklim pengurangan risiko bencana dengan memanfaatkan struktur institusi yang telah ada. Dari sisi ketenagalistrikan. Oleh sebab itu. (iii) meningkatkan dan menseragamkan kepedulian dan pemahaman masyarakat dan aparat pemerintah yang masih rendah dan tidak seragam sehingga pembangunan sejalan dengan tujuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pengurangan risiko bencana. batubara dan terbarukan) terhambat karena besarnya subsidi BBM. (2) meningkatkan kapasitas fasilitas pengolahan. serta meningkatan kinerja jaringan irigasi guna memenuhi kebutuhan air usaha tani terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan. sehingga pengembangan energi alternatif (gas bumi. meskipun tidak mudah. serta (6) meningkatkan investasi migas. krisis listrik belum dapat teratasi. panas bumi dan batubara serta energi baru terbarukan yang masih rendah. panas bumi. (3) Harga energi konvensional/BBM yang belum mencerminkan keekonomiannya. Krisis ini terutama terjadi karena selain masih belum ada sistem ketenagalistrikan nasional untuk menopang peningkatan pembangunan ekonomi secara memadai. juga karena . batubara. sumber daya manusia (SDM) dan budaya keselamatan. kelaikan prasarana dan sarana. Terkait dengan bidang energi masalah dan tantangan yang dihadapi adalah. Di bidang transportasi masalah dan tantangan pokok yang dihadapi adalah: (1) meningkatkan jaminan keselamatan dan keamanan transportasi yang antara lain disebabkan oleh lemahnya regulasi dan kelembagaan. jaringan transmisi dan distribusi yang masih rendah. serta manajemen transportasi. (1) meningkatkan pemanfaatan energi primer non-BBM untuk kepentingan domestik seperri gas bumi. (2) menciptakan kondisi agar keselamatan dan keamanan pelayanan transportasi dapat memenuhi standar keselamatan dan keamanan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal dan standar internasional. Sektor rill merupakan motor penggerak dalam perekonomian. (5) Reguiasi yang masih dalam transisi (pembatalan UU Ketenagalistrikan dan penyempurnaan UU Migas).iklim temasuk pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Di bidang sumber daya air permasalahan dan tantangan pokoknya adalah mengoptimalkan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan air irigasi dan industri serta pengendalian daya rusak air. (4) meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi yang masih rendah. DUKUNGAN PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR RIlL. Permasalahan pokok yang dihadapi pada peningkatan daya saing sektor riil antara lain sebagai berikut. dan pengembangan energi termasuk infrastruktur energi. kemampuan dan daya saing sektor rill perlu senantiasa ditingkatkan. (3) menciptakan kondisi yang mendorong dunia swasta mau berinvestasi dalam penyelenggaraan melalui restrukturisasi perundang-undangan dan peraturan di bidang transportasi serta perbaikan iklim investasi sehingga tidak ada lagi monopoli dalam pelayanan transportasi.

serta tingkat konsumsi BBM yang masih cukup tinggi. keterbatasan ketersediaan pelayanan publik. dan pusat pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan dalam mendukung peningkatan daya saing dalam sektor riil. rendahnya e-literasi. perdagangan. tingkat pemanfaatan infrastruktur dan layanan pos dan telematika ini disebabkan oleh terbatasnya infrastruktur pos dan telematika yang memadai. serta (3) keterbatasan dalam pendanaan karena kepercayaan perbankan internasional dalam menyalurkan pendanaannya dalam investasi pembangkit listrik swasta di Indonesia. Permasalahan dan tantangan yang yang dihadapi dalam rangka pemberantasan korupsi khususnya dalam upaya penindakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi adalah mengoptimalkan penanganan kasus . tingginya ketergantungan kepada teknologi proprietary. dalam tahun 2009 masih harus dihadapi berbagai permasalahan dan tantangan pokok yang terkait dengan hal-hal yang tidak secara langsung terkait dengan kesejahteraan rakyat. Permasalahan dan tantangan pokok tersebut diantaranya adalah masih perlunya berbagai upaya untuk menekan tindak pidana korupsi. Di samping berbagai permasalahan dan tantangan pokok yang secara langsung terkait dengan kesejahteraan masyarakat. permasalahan dan tantangan yang dihadapi adalah meningkatkan tingkat pemanfaatan infrastruktur dan layanan pos dan telematika yang masih rendah dalam menciptakan peluang ekonomi. MENINDAK DAN MENCEGAH TINDAK PIDANA KORUPSI. mengingat terbatasnya ketersediaan produksi dalam negeri serta infrastruktur transportasinya. kawasan pariwisata. (2) sulitnya melakukan pembebasan lahan dan upaya mencapai titik temu kompensasi lahan yang terkena dampak pembangunan fasilitas ketenagalistrikan juga menjadi tantangan yang setiap tahun terus berlanjut. Oleh sebab itu tantangannya adalah mempercepat pembangunan pembangkit listrik non BBM serta mengembangkan jaringan penyalurannya secara tepat waktu. di sisi perumahan dan permukiman masalah dan tantangan yang dihadapi adalah masih kurangnya dukungan prasarana-sarana dasar permukiman yang menunjang sektor industri. serta masih perlunya penyempurnaan iklim demokrasi. Hal ini tidak mudah karena upaya ini akan dihadapkan pada tantangan tersediri yaitu: (1) sulitnya mencari ketersediaan energi primer yang dibutuhkan seperti batubara dan gas. Dari sisi pos dan telekomunikasi. terbatasnya pengembangan aplikasi dan konten Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lokal. yaitu dari hanya sebagai alat komunikasi (konsumtif) menjadi pencipta peluang usaha (produktif).kurang efisiennya sistem dan pengelolaannya. serta menggeser pola penggunaan layanan pos dan telematika. masih belum mengalami perkembangan yang berarti. dan kurangnya dukungan dari industri dalam negeri. Selanjutnya.

Dalam upaya untuk mempercepat pemberantasan korupsi. Selain itu. Peraturan perundang-undangan untuk mendorong pemberantasan korupsi di Indnonesia masih sangat terbatas dan perlu disempurnakan. Oleh sebab itu. penyelenggaraan pelayanan system administrasi manunggal satu atap (samsat). Oleh sebab itu budaya permisif dari masyarakat terhadap perilaku korupsi harus dapat dihilangkan agar fungsi pengawasan dari masyarakat dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dapat terlaksana dengan baik. maka penanganan kasus korupsi dilakukan dengan melalui penentuan prioritas khususnya kasus-kasus korupsi yang menarik perhatian masyarakat. MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI. baik itu yang berada di KPK maupun Kejaksaan. Pemberantasan korupsi harus mengikutsertakan semua lapisan masyarakat yang ada. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi yang kemudian diimplementasikan dalam Rencana Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi (RAN PK) 2004-2009 sebagai Living Document yang disusun oleh 92 instansi Pemerintah. Banyaknya praktek korupsi yang terjadi hampir pada semua bidang. Keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya tergantung dalam hal penanganan kasus korupsi oleh aparat penegak hukum saja akan tetapi juga perlu adanya dukungan dari masyarakat luas dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi. terutama untuk beberapa isu yang menjadi perhatian dalam penyusunan RAN PK dan RAD PK seperti perijinan di bidang investasi. menyebabkan penanganannyapun memerlukan kerja keras dari aparat penegak hukum. Masing-masing kementrian/lembaga diharapkan dapat segera menyusun Rencana Aksi Instansi (RAI) PK dan level pemerintah daerah dapat segera ditetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) PK. Oleh sebab itu. telah dikeluarkan Inpres No. perlu ada upaya untuk meningkatkan pelaksanaan RAN PK baik pada level pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. namun langkah-langkah tindak lanjut dan ratifikasi tersebut belum dilakukan secara optimal. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kesan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi. Keadaan inilah yang antara lain menyebabkan adanya kesan tebang pilih dalam hal penanganan kasus korupsi yang ada pada saat ini.korupsi. serta pajak. untuk menghindari adanya kesan diskriminasi dalam hal penanganan kasus korupsi maka perlu dilakukan upaya penentuan prioritas kasus yang ditangani dengan lebih akuntabel. LSM dan Perguruan Tinggi. MENYEMPURNAKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN UNTUK MENDORONG UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI. 7 Tahun 2006. Namun demikian pelaksanaan RAN PK pada ringkat kementrian/lembaga maupun RAD PK pada beberapa daerah belum dilaksanakan secara efektif. pengadaan barang dan jasa. dalam kaitannya . Oleh karena keterbatasan sumber daya yang tersedia. Meskipun Indonesia telah meratifikasi UNCAC (United Nation Convention Against Corruption) melalui Undang-undang No. pertanahan.

(5) masih belum memadainya kompetensi aparat pemerintah di daerah dalam penerapan SPM. beberapa peraturan pelaksanaan dalam undang-undang nasional belum lengkap sehingga menyebabkan masih adanya hambatan keterlibatan masyarakat dalam proses pemberantasan korupsi. Sebagai upaya tindak lanjut keanggotaan Indonesia dalam UNCAC tersebut. (6) masih rendahnya kapasitas pemerintah daerah kabupaten/kota dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik untuk pelayanan penduduk perkotaan akibat pesatnya pertambahan penduduk yang harus dilayani. perpajakan dan kepabeanan dan pengadaan barang dan jasa publik/pemerintah. maka pemerintah harus melakukan penyesuaian hukum nasional dengan prinsip-prinsip UNCAC. Beberapa permasalahan yang dihadapi di bidang pelayanan publik. (7) belum meratanya penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik pada instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Namun demikian. Belum adanya peraturan pelaksanaan yang mengatur mengenai mekanisme yang transparan dalam pengembalian aset negara yang dikorupsi serta lembaga yang menanganinya juga menghambat pengembalian aset negara yang dikorupsi. sebagai penjabaran PP No 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan SPM dan Permendagri No. serta Permendagri No. (4) belum efektif dan efisiennya pelayanan publik kepada masyarakat karena belum adanya Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang sudah disahkan. 79 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pencapaian SPM.dengan perlindungan saksi dan korban dan keterbukaan informasi publik. Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi diperlukan langkah-langkah yang secara bertahap semakin memantapkan peran institusi birokrasi pemerintah agar mampu berkontribusi dalam mendorong keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional khususnya turut menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bidang lainnya. dalam pelaksanaan reformasi birokrasi masih dihadapi berbagai permasalahan yang sekaligus menjadi tantangan yang harus dapat diatasi untuk memantapkan peran institusi pemerintah. (3) belum dikembangkannya secara maksimal sistem pelayanan informasi dan perizinan penanaman modal terpadu satu pintu secara on line di daerah (provinsi dan kabupaten/kota). Oleh sebab itu upaya untuk menyempurnakan peraturan perundang-undangan harus dapat dilakukan. (2) masih belum optimalnya pelayanan publik di bidang investasi. serta memberikan dukungan pada peningkatan pelayanan dasar dan pelayanan publik. dan (8) belum terintegrasinya sistem koneksi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem informasi Kementerian/Lembaga karena masih terbatasnya dukungan . diantaranya: (1) belum selesainya proses pembahasan RUU Pelayanan Publik yang merupakan landasan hukum dan kebijakan pelayanan publik secara lebih komprehensif. 6 tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal. MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK.

diantaranya adalah: (1) disahkannya UU Pelayanan Publik dan dilanjutkan dengan sosialisasi secara luas kepada masyarakat dan penyusunan peraturan pelaksanaannnya. dalam rangka peningkatan kinerja dan kesejahteraan PNS. (4) meningkatkan kapasitas aparat pemerintahan daerah dalam penerapan standar pelayanan minimal (SPM). belum mempertimbangkan penyempurnaan struktur penggajian secara adil. (5) meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik melalui penyusunan standar pelayanan perkotaan (SPP). Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. (2) kenaikan remunerasi bagi PNS termasuk anggota TNI dan POLRI selama ini masih terbatas pada penambahan penghasilan. baik diklat struktural maupun fungsional. termasuk membangun Unit Pelayanan Investasi Terpadu di daerah dan mengimplementasikan National Single Window (NSW). MENINGKATAN KINERJA DAN KESEJAHTERAAN PNS. khususnya dari sisi kurikulum dan strategi pembelajarannya. perpajakan dan kepabeanan. Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan ujung tombak dalam menyediakan pelayanan pada masyarakat yang perlu ditingkatkan kinerja dan kesejahteraannya. (3) UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian perlu disempurnakan sejalan dengan perkembangan kebijakan di bidang penyelenggaraan negara dan tuntutan penataan sumber daya manusia aparatur secara lebih terpadu.dana dari pemerintah promosi dan kabupaten/kota dalam penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dan masih perlu ditingkatkannya keakuratan atau validitas data kependudukan nasional. transportasi. tantangan pokok yang dihadapi. dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan profesionalisme PNS dan peningkatan kinerja birokrasi pemerintah. kurikulum dan . Dengan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas. pengadaan barang dan jasa. tantangan yang dihadapi pada tahun 2009 adalah (i) menyempurnakan sistem diklat. (3) menyusun dan menerapkan standar pelayanan minimal (SPM) untuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat dalam rangka memantapkan pelaksanaan pendelegasian kewenangan urusan pemerintahan kepada pemerintah daerah. Oleh sebab itu. dan (7) mengintegrasikan sistem koneksi nomor induk kependudukan antar instansi terkait sebagai basis data pelayanan publik khususnya pelayanan administrasi kependudukan. maka tantangan bagi pemerintah adalah menentukan langkah-langkah kebijakan yang efektif dan terfokus. (2) menyempurnakan dan mengembangkan manajemen pelayanan publik khususnya di bidang investasi. (6) melakukan optimalisasi dan perluasan penggunaan teknologi informasi dalam pemberian pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan. layak dan berbasis kinerja. serta mengembangkan sistem pelayanan informasi dan perizinan penanaman modal terpadu satu pintu secara on-line di daerah. permasalahan yang dihadapi antara lain : (1) sistem pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi PNS. Dalam upaya peningkatan kinerja dan kesejahteraan aparatur negara khususnya PNS.

beberapa permasalahan yang masih dihadapi di bidang ini. sebagai pedoman bagi peningkatan kinerja dan profesionalisme birokrasi pemerintah. (3) kelembagaan dan ketatalaksanaan di lingkungan instansi pemerintah masih ditandai tumpang tindih kewenangan. Secara lebih rinci. Pemantapan demokrasi pada tahun 2009 diperkirakan masih menghadapi sejumlah permasalahan . KETATALAKSANAAN DAN PENGAWASAN APARATUR NEGARA. dan masyarakat guna menjamin kualitas dan kinerja penyelenggaraan kepemerintahan. kinerja program dan individu pegawai. ketatalaksanaan.pengembangan strategi pembelajaran untuk mendorong peningkatan kualitas kinerja dan profesionalisme PNS. tantangan dalam penataan kelembagaan. Di sisi kelembagaan. (ii) mengembangkan sistem remunerasi pegawai negeri sipil termasuk juga bagi TNI dan POLRI. kedudukan dan fungsi. yang mencerminkan sistem reward and punishment yang adil. dan pengawasan aparatur negara masih perlu dioptimalkan untuk mendukung pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pembangunan di berbagai bidang secara efektif dan efisien. eksternal. agar lebih efektif dan mendukung fungsi-fungsi pemerintahan dan pembangunan. Oleh sebab itu. (4) perlunya diupayakannya sinergistas pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan di lingkungan instansi pemerintah. MENINGKATKAN PENATAAN KELEMBAGAAN. sejalan dengan adanya kewajiban setiap instansi pemerintah harus memiliki key performance indicator (KPI)/Indikator Kinerja Utama (IKU). antara lain: (1) pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah. terbatas dan belum fokus. layak dan berbasis kinerja. dan (2) mengurangi tumpang tindih fungsi lembaga quasi birokrasi/lembaga non struktural menuju terwujudnya efektifitas dan efisiensi kinerja birokrasi. dan (iii) melakukan penyempurnaan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kepegawaian khususnya UU No 43/1999. dengan berpedoman pada rencana induk (grand design) reformasi birokrasi dan pedoman-pedoman terkait lainnya. Dalam hal ini secara terperinci tantangan yang dihadapi diantaranya adalah sebagai berikut : (1) menerapkan manajemen berbasis kinerja pada lingkungan instansi pemerintah guna meningkatkan akuntabilitas kinerja organisasi. dan (3) mengembangkan sistem pengawasan nasional untuk mensinergikan pengawasan internal. sehingga berpotensi pada in-efisiensi penyelenggaraan pemerintahan. belum didasarkan atas road map atau grand design yang sifatnya komprehensif. sehingga menimbulkan penilaian publik bahwa pelaksanaan reformasi birokrasi masih bersifat parsial. MEMPERKUAT LEMBAGA PENYELENGGARAAN PEMILU DAN MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF MASYARAKAT DALAM PEMILU 2009. ketatalaksanaan dan pengawasan aparatur negara adalah memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi pada instansi pemerintah pusat dan daerah. (2) masih perlu ditingkatkannya pemahaman aparat pemerintah tentang pelaksanaan sistem manajemen kinerja instansi pemerintah.

yaitu jumlah peralatan pertahanan terutama alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan alat utama (alut) Polri yang tidak mencukupi dengan kondisi mayoritas peralatan yang usang secara umur dan teknologi. belum tuntasnya penanganan pelaku dan jaringan terorisme yang beroperasi di Indonesia serta belum meredanya aksi-aksi terorisme skala regional maupun global berpeluang meningkatkan aksi-aksi terorisme di dalam negeri terutama dalam menghadapi Pemilu 2009. Tantangan lain adalah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung ketersediaan dan distribusi logistik pemilu tepat waktu dan tepat lokasi. penyeludupan manusia atau senjata.dan tantangan. Di satu pihak masyarakat sangat mengharapkan terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil sehingga dapat mencerminkan secara jernih aspirasi politik rakyat. serta dukungan sarana dan prasarana bagi penyelenggaraan pemilu. ilegal fishing. MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMILU 2009. MEMANTAPKAN PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. Oleh karena itulah kapasitas. TNI sebagai kekuatan utama kemampuan pertahanan dan Polri sebagai komponen dasar keamanan dan ketertiban masyarakat. tantangan bagi pemerintah adalah meningkatkan efektifitas koordinasi antar lembaga untuk memastikan keseluruhan persiapan dukungan Pemilu 2009 dapat dilaksanakan tepat waktu. saat ini dihadapkan pada masalah mendasar. transparansi dan akuntabilitas kelembagaan penyelenggara pemilu perlu diingkatkan agar mampu bekerja secara lebih profesional. Kekurangan jumlah dan ketidaksiapan alutsista TNI dan Alut Polri ini selain berakibat pada melemahnya efek penggentar (deterent effect) yang merupakan pendukung upaya diplomasi. Di lain pihak tantangan KPU untuk memenuhi jadwal pelaksanaan pemilu dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pemilu juga tidak kecil. bahkan belum mampu memenuhi kekuatan dan gelar minimum essential forces. Keadaan yang tidak memadai pun terjadi pada alat utama Polri. Oleh karena itu. Kondisi tersebut diperburuk oleh kesiapan alutsista yang secara rata-rata hanya mencapai 45 persen dari yang dimiliki. tidak berdasarkan mobilisasi kelompok masyarakat. juga berakibat pada kapabilitas TNI dan Polri dalam melaksanakan kegiatan tanggap darurat akibat bencana alam. Permasalahan dalam mendukung efektifitas pemilu terkait dengan keterbatasan waktu mempersiapkan berbagai proses tahapan akhir penyelenggaraan Pemilu 2009. Kemampuan pertahanan nasional belum dapat memberikan efek detterence/penangkal. Pada Pemilu 2009 partisipasi politik diharapkan makin aktif berdasarkan kesadaran politik warga yang lebih tinggi. bersih dan efisien. . Di samping itu. mengingat waktu yang tersisa menjelang pelaksanaan pemilu cukup terbatas. ilegal logging. Tindak kejahatan transnasional di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah-wilayah perbatasan masih cukup tinggi seperti narkoba.

Dengan demikian tantangan yang dihadapi untuk memecahkan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas adalah: mewujudkan kapasitas alutsista pertahanan dan keamanan skala minimum essential force guna mampu menghadapi ancaman pertahanan dan keamanan termasuk dalam hal memberikan dukungan pencegahan dan penanggulangan terorisme. serta tantangan yang dihadapi tahun 2008. Prinsip pembangunan berkelanjutan mencakup tiga tiang utama pembangunan yaitu ekonomi. terdapat 6 (enam) prinsip-prinsip pengarusutamaan menjadi landasan operasional bagi seluruh. Para jajaran pengelola kegiatan pembangunan dituntut peka terhadap aspirasi masyarakat. . kampanye. B. Pembangunan Berkelanjutan adalah proses pembangunan yang bermanfaat tidak hanya untuk generasi sekarang. tetapi juga dapat mendukung keberlanjutan pembangunan generasi berikutnya.Saat ini pemahaman politik masyarakat sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan masa Pemilu tahun 2004. tantangan mewujudkan Pemilu tahun 2009 yang berkualitas. apabila kurang disertai oleh kedewasaan sikap politik masyarakat. aparatur negara. dalam lingkungan yang saling menunjang dan terkait.Pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan. dan mengupayakan pengamanan rangkaian proses pemilu 2009. Lingkungan hidup yang . Namun hal ini dapat menjadi hal yang kontraproduktif terhadap stabilitas keamanan dalam negeri dan jalannya proses Pemilu tahun 2009. TEMA PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009 DAN PENGARUSUTAMAAN Berdasarkan kemajuan yang dicapai dalam tahun 2007 dan perkiraan 2008. proses pemungutan dan perhitungan suara. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu tahun 2009. mencegah tindak kejahatan lintas negara khususnya di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah-wilayah perbatasan yang relatif masih cukup tinggi termasuk mencegah terjadinya demand dan supply narkoba. Dengan demikian akan tumbuh rasa memiliki yang pada gilirannya mendorong masyarakat berpartisipasi aktif. meningkatkan upaya penangkapan pelaku utama dan jaringan terorisme di Indonesia. tema pembangunan pada tahun 2009 adalah: "PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN" Di dalam melaksanakan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah ini.Pengarusutamaan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu. Pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan harus mempertimbangkan partisipasi masyarakat dalam arti luas. sosial. jujur dan demokratis adalah tercapainya stabilitas umum keamanaan dalam negeri dan terpenuhinya upaya-upaya khusus dalam mengamankan seluruh rangkaian proses pemilu dari masa persiapan. yaitu: .

serta eksploitasi sumber daya alam yang melebihi daya dukung lingkungan akan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat saat ini dan generasi yang akan datang. Oleh karena masih signifikannya perbedaan pembangunan antara daerah yang sudah relatif maju dengan daerah lainnya yang relatif masih tertinggal. Strategi pengarusutamaan gender. legislatif dan yudikatif. Ketiga unsur tersebut harus bersinergi untuk membangun tata kepemerintahan yang baik di lembaga-lembaga penyelenggara negara (good public governance). Penerapan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik secara konsisten dan berkelanjutan akan menyelesaikan berbagai masalah secara efisien dan efektif serta mendorong percepatan keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. ditujukan untuk mengurangi kesenjangan gender di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. .Pengarusutamaan tata pengelolaan yang baik (good governance). . Tata kepemerintahan yang baik melibatkan tiga pilar yaitu penyelenggara negara termasuk pemerintah.lestari merupakan modal dasir pembangunan untuk mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup yang tinggi bagi masyarakat. serta memperoleh manfaat dari pembangunan yang adil dan setara. Pelaksanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan tidak memperhitungkan dampak terhadap lingkungan. dan kontrol.Pengarusutamaan gender. . Pada dasarnya hak asasi manusia tidak membedakan perempuan dan laki-laki. makin banyaknya keberhasilan pembangunan di berbagai bidang. Terbangunnya tata kepemerintahan yang baik tercermin dari berkurangnya tingkat korupsi. kesempatan. Pelaksanaan kegiatan pembangunan harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia secara merata. Tata kepemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan negara mencakup lembaga eksekutif. Pelaksanaan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam yang berlanjut mutlak harus mempertimbangkan upaya pelestarian sumber daya alam dan daya dukung lingkungannya. dunia usaha (good corporate governance) dan berbagai kegiatan masyarakat. dan memiliki akses.Pengarusutamaan pengurangan kesenjangan antarwilayah dan percepatan pembangunan daerah tertinggal. termasuk upaya yang mendukung terhadap antisipasi mitigasi dan adaptasi terhadap perobahan iklim dan pengurangan risiko bencana perlu diintegrasikan kedalam kegiatan prioritas pembangunan nasional terutama pada sektor-sektor pembangunan yang langsung terkait. Perempuan dan laki-laki menjadi mitra sejajar. Untuk itu pengarusutamaan pembangunan berkelanjutan pada kegiatan-kegiatan pembangunan. Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi perlu terus dilanjutkan secara konsisten. dan terbentuknya birokrasi pemerintahan yang professional dan berkinerja tinggi. dan masyarakat. maka diperlukan pemihakan dalam berbagai aspek pembangunan oleh seluruh sektor terkait secara terpadu untuk percepatan pembangunan daerah-daerah tertinggal . dunia usaha.

I. maka prioritas pembangunan nasional pada tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. jembatan. .PERCEPATAN PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS DENGAN MEMPERKUAT DAYA TAHAN EKONOMI YANG DI DUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN. maka kegiatan pembangunan akan lebih berdayaguna dan berhasilguna melalui pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah termasuk pendesentralisasian pelayanan-pelayanan kementerian/lembaga yang sebenarnya sudah dapat dan layak dikelola oleh daerah. jumlah. PERTAHANAN DAN KEAMANAN DALAM NEGERI. Prioritas pembangunan tahun 2009 ini ditempuh dengan sasaran. INFRASTRUKTUR. jenis kegiatan. Penetapan kelompok sasaran. fasilitas air bersih.Pengarusutamaan desentralisasi dan otonomi daerah. setengah penganggur. dan lain-lain. SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI. Lapangan pekerjaan produktif dalam skema ini adalah pekerjaan manual di bidang pembangunan prasarana seperti jalan. REFORMASI BIROKRASI. Sasaran pemanfaatan program ini adalah penduduk miskin yang untuk sementara waktu sedang menganggur atau setengah menganggur. dan masalah kemiskinan sementara (transient poverty).PENINGKATAN UPAYA ANTI KORUPSI. fasilitas sanitasi.termasuk kawasan perbatasan. yang sekaligus dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. 2. serta penentuan upah dalam pekerjaan yang dirancang di bawah upah minimum yang berlaku di daerah tersebut. maka peran Pemerintah Daerah perlu terus semakin ditingkatkan. Melalui program ini mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang memberikan penghasilan (income generating). fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut. dan lokasi yang dipilih. kemajuan yang dicapai dalam tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008. Mengingat kegiatan pembangunan lebih banyak dilakukan di tingkat daerah.PENINGKATAN PELAYANAN DASAR DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN . C.PENINGKATAN PELAYANAN DASAR DAN PEMBANGUNAN PERDESAAN. Mekanisme sistem penyaluran dan dari pengelolaannya akan dilakukan secara transparan. Program padat karya produktif dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran. dan secara teknis dan administrasi kegiatan ini harus dapat dipertanggungjawabkan. DAN ENERGI. 3. serta berbagai masalah dan tantangan pokok yang harus dipecahkan dan dihadapi pada tahun 2009. guna lebih mendekatkan pelayanan dan hasil-hasil pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. PRIORITAS PEMBANGUNAN TAHUN 2009 Berdasarkan sasaran yang harus dicapai dalam RPJM Tahun 2004 -2009.Pengarusutamaan padat karya. Sejalan dengan itu. .

Meningkatnya keadilan dan kesetaraan pendidikan antarkelompok masyarakat termasuk antara perkotaan dan perdesaan. serta meningkatnya kesejahteraan pendidik. khususnya masyarakat miskin. 4.Tersedianya Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ekonomi Usaha Rakyat 1. (ii) meningkatnya harmonisasi program PNPM Penguatan ke dalam PNPM Mandiri. dan meningkatnya APS penduduk usia 13-15 tahun menjadi 96.Meningkatnya pengembangan agroindustri perdesaan.00 persen.Meningkatnya proporsi pendidik yang memenuhi kualifikasi pendidikan dan standar kompetensi yang disyaratkan. antara penduduk kaya dan penduduk miskin. sosial dan budaya pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir. serta antara penduduk laki-laki dan perempuan.Tersedianya subsidi beras bagi masyarakat miskin (Raskin). 5. 3. 5. Pendidikan 1.34 persen. 4.Terselenggaranya penguatan kelembagaan ekonomi. 3. 3.Meningkatnya cakupan pelayanan antenatal (K4) menjadi 90 persen.Meningkatnya kesejahteraan masyarakat. antara daerah maju dan daerah tertinggal.Meningkatnya pemberdayaan ekonomi. 2. dan meningkatnya APK jenjang pendidikan tinggi menjadi 18.Menurunnya angka buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas menjadi 5.00 persen. PNPM Mandiri: (i) mencakup seluruh kecamatan baik di perdesaan maupun di perkotaan.00 persen.Terlaksananya program penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat.64 persen.Meningkatnya perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan pada tahun 2009 adalah sebagai berikut: Kemiskinan 1. 2. meningkatnya angka partisipasi sekolah (APS) penduduk usia 7-12 tahun menjadi 99.57 persen. dan .Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang diukur dengan meningkatnya APK jenjang SMA/SMK/MA/Paket C setara SMA menjadi 69. Kesehatan 1. bersamaan dengan makin berkembangnya budaya baca.Meningkatnya partisipasi jenjang pendidikan dasar yang diukur dengan meningkatnya angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) jenjang SD termasuk SDLB/MI/Paket A setara SD menjadi 115. sehingga diharapkan angka kemiskinan dapat diturunkan menjadi 12-14 persen.09 persen. 2.76 persen dan 95. 2. meningkatnya APK jenjang SMP/MTs/Paket B setara SMP menjadi 98.Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menjadi 87 persen.

Menurunnya Case Fatality Rate diare saat KLB mencakup < 1.Menurunnya prevalensi kurang gizi pada balita. 2. 20.000 desa siaga.Meningkatnya angka penemuan Acute Flaccid Paralysis menjadi ≥ 2 per 100 ribu anak usia kurang dari 15 tahun. 8.2 persen.740 orang dan 300 orang senior residen yang didayagunakan.Meningkatnya jumlah peserta KB Aktif (PA) menjadi sekitar 30.Meningkatnya persentase bayi yang mendapat ASI Eksklusif menjadi 80 persen. meningkatnya persentase rumah sakit yang terakreditasi menjadi 75 persen.Meningkatnya persentase penderita flu burung yang ditemukan dan ditangani menjadi 100 persen. 19. 13. 15.Menurunnya Total Fertility Rate (TFR) menjadi sekitar 2. 12.Meningkatnya Case Detection Rate TB mencakup > 70 persen. 18. 5. Keluarga Berencana 1. 7. .Meningkatnya persentase penderita malaria yang ditemukan dan diobati menjadi 100 persen.1 juta peserta.16 per wanita. 4. 3.Meningkatnya cakupan pemeriksaan sarana produksi dalam rangka cara pembuatan obat yang baik (CPOB) menjadi 45 persen.cakupan kunjungan neonatus (KN) menjadi 87 persen dan cakupan kunjungan bayi menjadi 87 persen. 9.Meningkatnya persentase orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang ditemukan dan mendapat pertolongan Anti Retroviral Treatment (ART) menjadi 100 persen. 10.Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III Rumah Sakit dan pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk di puskesmas dan jaringannya menjadi 100 persen.Meningkatnya persentase penderita demam berdarah (DBD) yang ditemukan dan ditangani menjadi 100 persen. 14. 17.Meningkatnya persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) menjadi 98 persen. persentase rumah sakit yang melaksanakan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif (PONEK) menjadi 75 persen.Tersedianya jumlah tenaga kesehatan dan kader kesehatan di 26.Meningkatnya persentase rumah sakit yang memiliki pelayanan gawat darurat yang memenuhi standar mutu menjadi 90 persen.Tersedianyan dokter spesialis yang dididik sebanyak 1. 11.Merungkatnya persentase balita yang mendapatkan Vitamin A mencapai 80 persen.Meningkatnya persentase ibu hamil yang mendapat tablet Fe menjadi 90 persen.Terlaksananya pengujian sampel obat dan makanan sebanyak 97 ribu sampel. 6. 16.

9 juta peserta.3 juta keluarga Sumber Daya Air 1.Optimalnya fungsi tampungan. dan bahan bakar nabati) beserta kelembagaannya untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. melalui peningkatan pemanfaatan sumber energi setempat yang terbarukan (mikro hidro. .Meningkatnya jumlah keluarga lansia yang aktif mengikuti kegiatan kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi 1. daerah terpencil.6 persen dari peserta KB aktif. pedalaman dan kawasan perbatasan.Meningkatnya peserta KB Pria menjadi sekitar 3. 11.Terbangunnya dan optimalnya prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan 5. Energi 1. perdesaan.Pemenuhan kebutuhan energi terutama di perdesaan dan pulau-pulau terpencil untuk masa datang dalam jumlah yang memadai dan berkesinambungan. 9. termasuk penyediaan angkutan massal.Meningkatnya jumlah keluarga remaja yang aktif mengikuti kegiatan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) menjadi 1. pemberian subsidi operasi keperintisan dan penyediaan kompensasi untuk public service obligation (PSO). 10.5 juta. prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku 4.Optimalnya fungsi sarana/prasarana pengendali banjir dan prasarana pengaman pantai Transportasi 1.Meningkatnya usia kawin pertama perempuan menjadi sekitar 21 tahun.Terbangunnya pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku 2. 7.Meningkatnya keluarga balita yang aktif melakukan pembinaan tumbuh kembang anak melalui kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) menjadi 2.0 juta.1 juta. 8.9 juta.0 juta peserta. dan 12. serta pulau-pulau kecil dan pulau terluar dalam rangka mempertahankan kedaulatan NKRI dan mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan nasional. 6.Meningkatnya jumlah keluarga pra-sejahtera dan KS I anggota Usaha Penigkatatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang aktif berusaha menjadi sekitar 1.3.4 persen dari seluruh Pasangan Usia Subur (PUS).Meningkatnya aksesibilitas pelayanan transportasi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat melalui pembangunan prasarana dan penyediaan sarana angkutan transportasi di wilayah perkotaan.Terlayaninya peserta KB Baru (PB) sekitar 6.Menurunnya unmet-need menjadi sekitar 6. 4. Terbangunnya tampungan untuk air baku 3.Terlayaninya peserta KB baru dari keluarga miskin Keluarga Pra Sejahtera/KPS dan Keluarga Sejahtera I/KS 1) sekitar 2.Terbinanya peserta KB aktif miskin (KPS dan KSI) sekitar 12. angin. surya. 5.

Tertatanya struktur penguasaan tanah yang adil dan mendukung perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan penataan penguasaan. persampahan dan drainage) melalui pembangunan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat. desa tradisional.Meningkatnya kemampuan swadaya masyarakat dalam mengelola sistem ketenagalistrikan didaerahnya. fasilitasi pembangunan dan perbaikan perumahan swadaya.Meningkatnya rasio elektrifikasi menjadi sebesar 65 persen dan rasio elektrifikasi perdesaan menjadi sebesar 94 persen 2. 2.Meningkatnya pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk menunjang kawasan ekonomi dan pariwisata melalui pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan pada kawasan strategis. layanan telekomunikasi di 100% wilayah USO.Meningkatnya penggunaan produksi listrik di wilayah perdesaan yang menggunakan energi terbarukan setempat. pemilikan. 2. 2. serta 3. penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah susun sederhana (RSH) dan rumah susun. skala regional dan sistem terpusat.Berkembangnya partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat di berbagai wilayah dalam pengembangan ketenagalistrikan di daerah khususnya untuk pengembangan listrik perdesaan. dan penyediaan prasarana-sarana dasar di permukiman kumuh. serta peningkatan kualitas lingkungan perumahan.Tersedianya layanan pos di 93% kantor pos cabang luar kota.Meningkatnya cakupan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan (air limbah.Ketenagalistrikan 1. perbaikan rumah. Pertanahan 1.: . Pos dan Telematika 1. fasilitasi dan stimulasi pembangunan baru.Meningkatnya kapasitas aparatur Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam pembangunan kawasan perdesaan. Perumahan dan Permukiman 1. dan desa eks-transmigrasi. 4. Kelembagaan Masyarakat dan Pemerintah Desa 1. penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) yang berkeadilan dan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah.Meningkatnya kepastian hukum hak atas tanah masyarakat melalui percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah terutama untuk membuka akses masyarakat miskin terhadap pemilikan sertifikat. desa nelayan. 3.Meningkatkan penyediaan hunian sewa/milik yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui pembangunan rumah susun sederhana sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya. siaran televisi di 19 provinsi wilayah blank spot dan perbatasan.Terfasilitasinya penguatan kelembagaan dan pemantauan unit pengaduan masyarakat.

14. pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi usaha rakyat.miskin. Serta Bantuan Belajar dan Daerah Konflik dan Bencana dengan target 249. m)Penyediaan Beasiswa Untuk Mahasiswa Miskin dan Peningkatan Prestasi Akademik. 4. 10 provinsi & 50 kab/kota. yang didukung dengan peningkatan pelayanan dan infrastruktur dasar.3. j)Beasiswa untuk siswa miskin SMA dengan target 387. 3.25 juta jiwa.800 siswa.320 korban napza. 11. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran tersebut ditempuh arah kebijakan yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu: perlindungan sosial dan keberpihakan terhadap masyarakat .000 siswa. h)Beasiswa untuk Siswa Miskin MI dengan target 640. 1)Beasiswa untuk Siswa Miskin MA dengan target 320.Pembangunan dan Penyempurnaan Sistem Perlindungan Sosial Khususnya Bagi Masyarakat Miskin a)Penyempurnaan Pelaksanaan Pemberian Bantuan Sosial dengan target bantuan kepada korban bencana alam 5. Arah kebijakan untuk mencapai sasaran di atas ditempuh melalui berbagai program pembangunan dengan fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut: Fokus 1. e)Pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan/ Anak (P2TP2A) dengan target terlaksananya fasilitasi pembentukan P2TP2A di 40 kab/kota.060 tuna sosial.231 mahasiswa.000 jiwa dan Bahan Bangunan Rumah (BRR) 12. korban bencana sosial 350.922 siswa.000 anak.000 RTSM di 13 provinsi. k)Beasiswa untuk siswa miskin SMK dengan target 512.000 siswa. ARAH KEBIJAKAN. b)Penyempurnaan Pelaksanaan Bantuan Tunai Bagi Rumah Tangga Sangat Miskin yang Memenuhi Persyaratan dengan target 750. . i)Beasiswa untuk Siswa Miskin MTs dengan target 540. d)Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Anak (PUA) dengan target PUG di 18 K/L. o)Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin di kelas III Rumah sakit dengan target 76.086 penyandang cacat di 33 Provinsi. dan 5.Meningkatnya kelembagaan pemerintah desa dalam pengelolaan pembangunan.000 KK di 33 provinsi. g)Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SD dengan target 1. FOKUS. n)Beasiswa untuk Mahasiswa Miskin di Perguran Tinggi Agama dengan target 65 ribu orang.4 juta penduduk miskin.078 siswa. Lanjut Usia dan Penyandang Cacat dengan target layanan terhadap 50.000 siswa.500 lanjut usia terlantar. c)Peningkatan Pelayanan Sosial Dasar Bagi Anak.796.200 siswa. t)Penyediaan Beasiswa bagi siswa miskin jenjang SMP dengan target 998.Meningkatnya pemberdayaan lembaga dan organisasi masyarakat desa.

Irigasi air permukaan 205 unit. Rumah Tangga Miskin. Sumur resapan 450 unit. PISP.500 ha. PLTB di lahan rawa 500 ha. f)Penanganan Rehab dan Rekonstruksi Rumah Pasca Gempa Bumi di Provinsi DIY & Jateng dengan target terlaksananya Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Provinsi Yogyakarta dan Jateng. r)Jaminan Pelayanan KB Berkualitas Bagi Rakyat Miskin dengan target tersedianya Alokon dan pelayanan Kontap gratis bagi 916. padang pengembalaan 500 ha. pembukaan lahan kering 2.000 ha. pil. fasilitasi sertifikasi lahan petani 25. Optimalisasi lahan 21. JUT 470 km. POST TSUNAMI. pengembangan dampak SRI 50 unit. pompa hydram 8 unit.200 desa. embung 200 unit. sebanyak 20 kg per RTM selama 12 bulan. s)Penyediaan Subsidi Beras untuk Masyarakat Miskin (Raskin) dengan target penyediaan beras untuk 19. DRIP IRRIGATION) 6 paket. . irigasi tanah dangkal 400 unit.000 ha. MOP/MOW) dan 9. PHLN (WISMP.500 ha. JIDES 40.Penyempurnaan dan Perluasan Cakupan Program Pembangunan Berbasis Masyarakat a)Peningkatan Keberdayaan Masyarakat dan PNPM Perdesaan dengan Kecamatan Grant (PNPM Perdesaan) dengan target pemberdayaan di 2. peral bun 4. IDB.700 PA Miskin (suntik.000 ha.072 kecamatan.000 ha.589. irr tanah dalam 50 unit. PNPM) dengan target pemberdayaan di 237 kecamatan. c)Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (RISE. Reklamasi lahan 4.900 PB Miskin (Implant.886 kecamatan (BLM & T/A). TAM 20. g)Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian dengan target JITUT 70. Balai Subak 20 unit. IUD.1 juta masyarakat miskin. b)Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (PNPM Perkotaan) dengan target pemberdayaan di 1. pengembangan HMT 3. Konservasi DAS 15.000 ha. dan Rumah Tangga Hampir Miskin di 33 provinsi. peral horti 3. cetak sawah 25.500 ha.000 ha. Fokus 2. Konservasi lahan 500 ha. Pengembangan SRI 50 paket. kondom). pendampingan cetak sawah 25 kab. irr bertekanan 135 unit.000 ha. jalan produksi 300 km. e)Peningkatan Kualitas Lingkungan Perumahan Perkotaan dengan target 285 kelurahan di 32 kab/kota. d)Peningkatan Infrastruktur Pedesaan Skala Komunitas (PPIP /RIS-PNPM) dengan target pemberdayaan di 3. q)Pembiayaan jaminan kesehatan dengan target 100 persen klaim pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terverifikasi. t)Penyediaan Bantuan Langsung Tunai dengan target rumah tangga sasaran yang mencakup Rumah Tangga Sangat Miskin.p)Pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh penduduk miskin di Puskesmas dan jaringannya dengan target seluruh penduduk yang mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan jaringannya.500 ha. serta ayoman melalui perluasan akses dan peningkatan kualitas pelayanan KB.000 bdg. NTB-WRMP.

448 peserta). d)Bimbingan Teknis/Pendampingan dan Pelatihan Pengelola LKM/KSP dengan target 2. 2 paket pelatihan @ 16 orang/kab (2.850 unit PLTS di 952 desa tertinggal. i)Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) dengan target fasilitasi dan pengembangan PUAP di 10. i)Pemberdayaan Ekonomi.800 Koperasi/LKM.565 keluarga muda mandiri di 33 provinsi. pengembangan LM3 Peternakan 340 klp. h)Penyediaan Dana Melalui Koperasi Untuk Pengadaan Sarana Produksi Bersama Anggota dengan target 125 koperasi. g)Fasilitasi Pengembangan Pemasaran Usaha Mikro Melalui Koperasi dengan target 4.000 UMi/3. k)Percepatan Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (P2IPDT) dengan target penyediaan prasarana perdesaan di 800 desa tertinggal di 148 kabupaten. 6. e)Pelatihan Fasilitator Budaya/Motivasi Usaha dan Teknis Manajeman Usaha Mikro Melalui Koperasi dengan target 1.480 kelompok masyarakat. Fokus 3.044 desa tertinggal di 186 kecamatan. m)Pemberdayaan keluarga. bantuan sosial ke 1. f)Pembinaan Sentra-Sentra Produksi UMKM di Daerah Terisolir dan Tertinggal/Perbatasan dengan target 60 sentra/1. LM3 kambing/domba 53 klp dan SDM 250 klp.000 Koperasi/LKM. terselenggaranya pengembangan hortikultura melalui LM3 dan bantuan sosial pada 32 kawasan dan sentra produksi hortikultura potensial lainnya di 33 provinsi. l)Percepatan Pembangunan Sosial Ekonomi Daerah Tertinggal (P2SEDT) dengan target 14. 1.800 kader penggerak pembangunan.000 desa.300 keluarga rentan sosial ekonomi. fakir miskin melalui keterampilan usaha dan pemberdayaan KAT dengan target 101.700 UMI.h)Penguatan Kelembagaan Ekonomi Pedesaan Melalui LM3 dengan target tersalurkannya bantuan permodalan kepada 200 lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat (LM3). c)Penyediaan Dana Bergulir Untuk kegiatan Produktif Skala Usaha Mikro Dengan Pola Bagi Hasil/Syariah dan Konvensional Termasuk Perempuan Pengusaha dengan target 75. j)Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus dengan target pemberdayaan masyarakat di 32 kabupaten tertinggal. 29.300 UMI.000 koperasi. b)Penyediaan Skim Penjaminan Kredit UMKM termasuk untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan target tersedianya pendampingan kepada 3.500 UKM oleh 500 BDS.234 KK fakir miskin. dan fasilitasi 150 LM3 pengolahan dan pemasaran hasil. 148 kabupaten. Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil a) Penjaminan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sosial dan Budaya Pelaku Usaha Perikanan dan Masyarakat Pesisir dengan target Pemberdayaan ekonomi masyarakat . 12.150 KK komunitas adat terpencil. 3. dan pemberdayaan sosial melalui bantuan modal usaha KUBE.

peningkatan pelayanan investasi hortikultura melalui PATIH (Fasilitasi Investasi) terpadu di 32 kawasan daerah sentra produksi potensial lainnya pada 33 provinsi.440 kelompok masyarakat di 360 desa tertinggal.955 siswa. d)Penyediaan Buku Pelajaran SD dengan target 19. g)Rehabilitasi Sarana dan Prasarana SMP dengan target 5. Integrasi Tanaman-ternak sapi/kerbau 22 klp.657. penyediaan sarana perikanan tangkap di 33 provinsi dan meningkatnya akses permodalan di 5 lokasi. pembukaan ULIB Baru 300 unit.292 siswa. Fokus 4. l)Bantuan Pembangunan MI melalui MEDP (ADB) dengan target 205 MI.000 ruang. BRR) melalui 1.900 unit.751 siswa.822 siswa.pesisir di 100 kab/kota.417 siswa. UPJA Penetas Unggas dan Pengolah Pakan 25 klp. k)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Perbatasan dengan: target 1 paket. serta pemberdayaan perempuan pesisir /lembaga adat. h)Rehabilitasi ruang kelas MI dan MTs dengan target 1. p)Pengembangan Prasarana dan Sarana Desa Agropolitan dengan target terlaksananya pengembangan di 55 kawasan agropolitan (lanjutan). o)Percepatan Pembangunan Pusat Pertumbuhan Daerah Tertinggal (P4DT) dengan target berkembangnya pusat pertumbuhan berbasis lokal pada 44 kabupaten melalui 816 kelompok masyarakat di 204 desa tertinggal. k)Pembangunan RKB SMP dengan target 8. j)Pengembangan Agroindustri Terpadu dengan target peningkatan daya saing komoditas hortikultura melalui pembenahan SCM di 62 kab/kota di 22 provinsi. pengolahan hasil ternak di 15 kab.Pemantapan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun yang Berkualitas Khususnya Bagi Daerah yang Kinerja Pendidikannya Masih Tertinggal a)Melanjutkan Penyediaan BOS SD unruk 27. b)Melanjutkan Penyediaan BOS SMP untuk 9.142. i)Pembangunan SD-SMP satu atap dengan target 750 unit. m)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh dengan target 2 paket.130. Industri pengolahan berbasis tepung lokal 29 kab. f)Penyediaan Buku Pelajaran jenjang Pendidikan Dasar (Bos Buku) MI dan MTs dengan target 6. berkembangnya usaha perikanan budidaya di 200 kab/kota.142.751 siswa. e)Penyediaan Buku Pelajaran SMP dengan target 6. n)Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah Tertinggal (P2KPDT) dengan target berkembangnya kawasan produksi pada 120 kabupaten (termasuk kabupaten NAD-Nias ex. l)Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Wilayah Tertinggal dengan target 2 paket. c)Penyediaan Bas Jenjang Pendidikan Dasar (MI/MTs) dengan target 6. . j)Pembangunan USB SMP dengan target 350 unit.700. pengolahan hasil horti di 50 kab.100 ruang.465. Pengolahan pakan temak di 15 Kab. Pengolahan hasil bun di 40 kab.

727.900 sekolah.750 ruang. Jurnal Internasional. Laboratorium dan Workshop SMA dengan target 499 PKT. i)Pembangunan Perpustakaan.548 sekolah. n)Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMK [siswa] dengan target 2. s)Penyelenggaraan Paket B setara SMP dengan target 410. k)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMA dengan target 50 paket. g)Pembangunan RKB SMK dengan target 5.500 sekolah.000 ruang. r)Pelaksanaan penelitian di Perguruan Tinggi (yang menghasilkan Patent. Teknologi Tepat Guna. t)Penyelenggaraan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus dengan target 84.500 ruang. w)Akreditasi Sekolah Jenjang SD dengan target 32. b)Rehabilitasi Ruang Kelas SMK dengan target 1.200 paket.059. v)Penyelenggaraan UN SMP dengan target 3. y)Penyusunan/Pengembangan kurikulum/Bahan ajar/model pembelajaran dengan target 461 Kab/Kota.700 PKT. l)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMK dengan target 50 PKT.693 siswa.559 siswa. m)Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) SMA (Sekolah) dengan target 1. Kebijakan . u)Penyelenggaraan UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) SD dengan target 5.396 sekolah. p)Penyelenggaraan UN Jenjang Pendidikan Menengah dengan target 3. o)Pembangunan Laboratorium IPA dan Perpustakaan SMP dengan target 3. e)Pembangunan USB SMK dengan target 225 lokasi. q)Pembangunan Perpustakaan dan Pusat Sumber Belajar SD dengan target 6. f) Pembangunan RKB SMA dengan target 1.000 orang.773 siswa. j)Pembangunan Perpustakaan.786.139 siswa.Peningkatan Mutu Dan Relevansi Pendidikan Menengah.m)Bantuan Pembangunan MTs melalui MEDP (ADB) dengan target 237 MTs. Foktus 5. h)Bantuan Pembangunan MA me1alui MEDP (ADB) dengan target 549 unit. Dan Non Formal a) Rehabilitasi Ruang Kelas SMA dengan target 970 paket. Tinggi. c)Rehabilitasi ruang ke1as MA dengan target 850 unit.000 sekolah.000 orang. d)Pembangunan USB SMA dengan target 50 paket.000 paket. Laboratorium dan Workshop SMK dengan target 225 PKT. p)Pembangunan Pusat Sumber Belajar SMP dengan target 3. r)Penyelenggaraan Paket A setara SD dengan target 90.854 Siswa. x)Akreditasi Sekolah Jenjang SMP dengan target 8. q)Pengembangan bidang keilmuan (Rumah Sakit Pendidikan) PTN dengan target 13 PT. o)Akreditasi Sekolah jenjang pendidikan Menengah dengan target 5. Rekayasa Sosial.618. n)Penyediaan Peralatan Lab SMP dengan target 3.

Metodologi. l)Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Non PNS (Jenjang Pendidikan Dasar) dengan target 341. d)Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S2 dengan target 2. s)Pengadaan Peralatan Laboratorium PT dengan target 164 paket.267 KK.000 ORG.389 dosen dengan rincian lanjutan 11. w)Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan (paket C) dengan target 35. Koleksi dan Layanan Perpustakaan dengan target terlaksananya pembangunan gedung layanan perpustakaan terbuka Jl.000 ORG. f)Peningkatan kualifikasi akademik dosen PT (LN) dengan target 2. g)Peningkatan Mutu dan Profesionalisme guru dengan target 11.389 dosen dan baru 6.000 orang. Fokus 6. 50. e)Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Program S1 dengan target 2.000 orang. bb)Bantuan Fasilitasi Perpustakaan Keliling kepada Perpustakaan Umum Kab/Kota dengan target terlaksananya fasilitasi 60 unit perpustakaan keliling di 60 kabupaten/kota. k)Percepatan Sertifikasi Dosen (PTA) dengan target 2.000 orang. y)Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pembangunan Lembaga PAUD dan Penyediaan Bahan Ajar dan Alat Permainan Edukasi dengan target 9. Karya Seni dan Buku Ajar) dengan target 445 Judul. z)Perluasan akses dan mutu TK (subsidi TK-SD satu atap) dengan target 596 TK.900 orang.0000 dosen.000 orang. c)Peningkatan kualifikasi akademik dosen PT (DN) dengan target 17.000 dosen. t)Pembangunan gedung dan lab baru PT dengan target 175. b)Percepatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik (menengah) dengan target 10.000 eksemplar bahan bacaan.000 orang. j)Percepatan Sertifikasi Guru Madrasah dengan target 90. Pengadaan 1 perangkat e-library untuk 32 provinsi. m)Subsidi Tunjangan Fungsional Guru Non PNS (Jenjang Pendidikan .143 orang. h)Pengembangan Kemitraan Antara Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Dengan Sekolah Untuk Mendukung Wajib Belajar 9 Tahun dengan target 11.500 dosen.465 guru.500 orang dengan rincian lanjutan 1. i)Percepatan Sertifikasi Akademik Bagi Guru dalam jabatan melalui sistem portfolio dengan target 200.000 lembaga.Publik.790 orang.Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Pendidik a)Percepatan Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi Pendidik (dikedas) dengan target 270. aa)Penyediaan Fasilitas.000 m2. Merdeka Selatan tahap I. u)Pendirian dan Peningkatan Kapasitas Politeknik dengan target 41 politeknik. v)Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Fungsional dengan target 900.000 dosen dan baru 1. x)Penyelenggaraan Kursus dan Magang dengan target 200.

d)Pemenuhan dan Peningkatan Fasilitas Sarana dan Prasarana dengan target tersedianya 4 RS World Class. bayi dan anak balita dengan target penanganan gizi kurang dan gizi buruk (500 ribu anak 6-24 bulan). Malaria. dan cakupan kunjungan bayi 87%. Kekurangan Gizi dan Pemberantasan Penyakit Menular. Fokus 8. pemberian vitamin A (80%). p)Tunjangan profesi guru menengah dengan target 63. 330 RS Rujukan PONEK. terlaksananya pelayanan penanggulangan flu burung di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI). a)Pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak (KIA) dengan target cakupan pelayanan antenatal (K4) 90%.Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan a)Peningkatan Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan Dasar termasuk biaya operasional dengan target tersedianya biaya operasional di 8. d)Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (penanggulangan Penyakit Menular) dengan target 100% penderita DBD. cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 87%. n)Tunjangan Fungsional Guru Non PNS RA/MI/MTs/MA dengan target 501.445 orang. f)Pengembangan UKBM (Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat) desa siaga dengan target terlatihnya 52.500 dosen. c)Penanganan Masalah Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada ibu hamil dan menyusui.101 orang. q)Tunjangan Profesi Guru (Madrasah) NonPNS dengan target 46. serta terlaksananya pelayanan kesehatan haji.Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Anak.349 orang.740 orang dokter spesialis dan dan 340 mitra dokter spesialis. 100% HIV/AIDS yang ditemukan dan mendapat pengobatan. dan 20 RS Lapangan di daerah terpencil dan perbatasan. b)Penanggulangan Krisis dengan target tertanggulanginya masalah kesehatan di daerah bencana. 75 RS rujukan Unit Gawat Darurat (UGD).000 kader di desa siaga. . o)Tunjangan profesi guru dengan target 307. Fokus 7. 80% angka kesembuhan TB dan 95% UCI desa. c)Pembiayaan Jaminan Kesehatan dengan target 100% klaim pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin terverifikasi. b)Pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dengan target terlaksananya pendidikan 1. e)Penanggulangan penyakit flu burung dan kesiapsiagaan pandemi influenza dengan target 100% penderita flu burung yang ditemukan tertangani. 33 RS Rujukan Unit Tranfusi Darah UID).Menengah) dengan target 196.114 Puskesmas dan jaringannya. pencegahan GAKY diukur dengan keluarga yang mengkonsumsi garam beryodium yang cukup (80%). r)Tunjangan profesi dosen dengan target 12. pemberian Fe (90%). dan 200 bidan komunitas.348 orang. kunjungan neonatus (KN) 87%.831 orang.

Pengelolaan dan Pelayanan KB Pemerintah dengan target (1) 4. dan (2) terselenggaranya Advokasi dan KIE Program KBN melalui forum kerjasama LSM dan swasta di Pusat.000 tempat pelayanan KB memberikan promosi dan konseling.580 peserta. Pemantapan Revitalisasi Program KB a)Peningkatan Jejaring Pelayanan KB Pemerintah dan Swasta/Non Pemerintah dengan target 70.1 juta keluarga menjadi anggota BKR aktif. terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan jaringannya. dan terlatihnya 7. Fokus 10.500 orang.850 kecamatan memiliki PIK-KRR yang aktif dan berkualitas. 1 juta keluarga menjadi anggota BKL aktif.871 penggerak KB di desa. b)Pembentukan. Produk Komplemen. Pengembangan. terselenggaranya 12 jenis diklat. 11 sarana fisik gedung. obat flu burung. terselenggaranya pendidikan 44 ribu calon tenaga kesehatan. Pengawasan obat dan Makanan. terlatihnya 29. obat Tradisional. pengembangan center of exellent di 6 provinsi. c)Peningkatan Sarana dan Prasarana termasuk peningkatan kapasitas SDM dengan target tersedianya 35 paket peralatan laboratorium. d)Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan. d)Penguatan Jejaring Operasional Lini Lapangan Yang Berbasis Masyarakat dengan target (1) terselenggaranya pembinaan operasional lini lapangan bagi sekitar 25. 1.Fokus 9.3 juta KPS dan KS I anggota UPPKS aktif berusaha. b)Pengujian laboratorium Sampel obat. serta RS kab/kota terutama di daerah terpencil dan bencana dengan target tersedia dan terlatihnya 12 ribu bidan. serta ditempatkannya 300 residen senior. provinsi dan kabupaten/kota.5 juta keluarga menjadi anggota BKB aktif. e)Pendataan Keluarga dan Individu Dalam Keluarga dengan target (1) seluruh desa/kelurahan menggunakan hasil pendataan keluarga sebagai basis/dasar untuk pembinaan pengelolaan operasional program KB lini lapangan.Peningkatan Pemanfaatan obat. dan vaksin. 47 ribu kader kesehatan. obat bencana. obat program. Prov dan Kab/Kota. tugas belajar 2. obat haji.728 bidan di desa siaga. Makanan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) dengan target 97 ribu sampel. dan Penyediaan Tenaga Kesehatan a)Penyediaan dan pengolahan obat dan vaksin dengan target penyediaan obat generik esensial (buffer stock). dan terciptanya sistem jaminan ketersediaan alat kontrasepsi (JKK) dan pembiayaan program KB terutama bagi rakyat miskin. dan (2) terlaksananya sosialisasi dan KIE KRR di 450 Kab/kota dan 33 prov. dan (2) terselenggaranya sistem informasi dan monitoring manajemen Program KB Nasional di pusat. f)Intensifikasi Advokasi dan KIE Program KB Nasional dengan target (1) . c)Peningkatan Akses Informasi dan Pelayanan Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga dengan target (1) 2. dan 1.

B. h)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana dengan target pengembangan sistem informasi program KB berbasis IT di Pusat dan 33 Propinsi.Peningkatan Pelayanan Infrastruktur Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) A. dan (2) terselenggaranya KIE program KB dan KS melalui media massa dan media luar ruang di pusat. dan pengembangan sarana dan prasarana termasuk melanjutkan sarana dan prasarana di wilayah pemekaran.800 desa/kelurahan. dan (2) terselengaranya pendidikan jangka panjang/pendek bagi 580 orang. g)Peningkatan Kompetensi Petugas dan Pengelola Program KB dengan target (1) terlaksananya pelatihan dasar umum/LDU. refreshing dan pelatihan teknis bagi 25. b)Pembangunan Tampungan Untuk Air Baku dengan target terlaksananya pembangunan tampungan untuk air baku sebanyak 35 buah. i)Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengendalian Banjir dengan target terpeliharanya prasarana pengendali banjir di alur sungai sepanjang 240 km. provinsi dan kabupaten/kota. Fokus 11. c)Rehabilitasi Tampungan Untuk Air Baku dengan target terlaksananya rehabilitasi tampungan untuk air baku sebanyak 20 buah.871 PLKB/PKB serta pengelola KB agar memenuhi standar kompetensi. Bidang Energi a)Pengembangan dan Pemanfaatan Energi dengan target terkoordinirnya pengembangan energi perdesaan. e)Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terpeliharanya prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku di 5 titik. terlaksananya peningkatan . d)Rehabilitasi Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terlaksananya rehabilitasi prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku sebanyak 4 buah. Bidang Sumber Daya Air a)Pembangunan Prasarana Pengambilan dan Saluran Pembawa Air Baku dengan target terlaksananya pembangunan prasarana pengambilan dan saluran pembawa untuk air baku dengan debit layanan 4. h)Rehabilitasi Sarana/Prasarana Pengendali Banjir dengan target terlaksananya rehabilitasi sarana/prasarana pengendali banjir di 49 lokasi. f)Operasi dan Pemeliharaan Tampungan Untuk Air Baku dengan target terpeliharanya tampungan untuk air baku di 34 lokasi. g)Pembangunan/Peningkatan Prasarana Air Tanah Untuk Air Minum Daerah Terpencil/Perbatasan dengan target terlaksananya pembangunan prasarana air tanah untuk air minum di daerah terpencil/perbatasan di 12 lokasi.14 m3/det.Toga/Toma tingkat desa berpartisipasi dalam kegiatan advokasi di 17.

Desa Nelayan.350 kantor pos cabang luar kota sebagai pelaksanaan program PSO pos. Bidang Ketenagalistrikan a)Listrik Perdesaan dengan target rasio desa berlistrik 94% yang dicapai melalui pembangunan listrik perdesaan.100 buah/53. 74. Desa Tradisional. Bidang Pos dan Telematika a)Penyediaan Infrastruktur Pos dan Telematika di Daerah Non Ekonomis dengan target jasa layanan pos di 2.100 KVA.000 unit. dan Desa Eks.669 desa. E. Desa Tradisional.750 KMS. Desa Tradisional. Desa Nelayan. 2 unit PLT mikro hidro (PLTMH) dengan kekuatan 1.aksesibilitas energi perdesaan kerjasama Indonesia.806 KW. b)Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar di Permukiman Kumuh. Desa Tradisional.000 unit c)Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Perbatasan dan Bencana dengan target terlaksananya Bantuan Pembangunan dan Perbaikan Rumah di Kawasan Perbatasan dan Bencana sebanyak 1000 unit.150 KMS. jasa akses telekomunikasi di 38. dan Desa Eks-Transmigrasi dengan target tersedianya Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Baru dan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh. terwujudnya peralatan kegiatan produktif desa mandiri energi berbasis BBN dan non BBN. d)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat di 1. dan Desa Eks-Transmigrasi sebanyak 10. D.565 unit pembangkit listrik tenaga (PLT) surya berkekuatan 5O WP.471 desa dan internet di 500 desa. Bidang Permukiman dan Perumahan a)Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Baru dan Perbaikan Rumah di Permukiman Kumuh. jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 2. Belanda dan GTZ). Desa Nelayan. terlaksananya pendampingan kegiatan PWS (kerjasama dengan ADB) dan kegiatan pengembangan biogas untuk rumah tangga (kerjasama dengan Belanda). 15 unit PLT bayu berkekuatan 80 KW. dan Desa Eks-Transmigrasi dengan target tersedianya Fasilitasi dan Stimulasi Penyediaan Prasarana dan Sarana Dasar di Permukiman Kumuh. Desa Nelayan. dan infrastruktur pemancar televisi di daerah blank spot dan perbatasan di 19 provinsi (pelaksanaan PHLN Improvement of TV Transmitting Station Phrase-I).Transmigrasi sebanyak 10. tersosialisasinya pemanfaatan biofuel di sektor transportasi terwujudnya pengembangan energi terbarukan non listrik di pulau kecil terluar. C. Gardu Distribusi sebanyak 1. dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 2. terlaksananya program IMIDAP. e)Pembangunan sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan target terlaksananya Pembangunan .

F. Sumbar. Bidang Transportasi a)Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan dengan target terlaksananya Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan di 146 km. Sultra. NTT. f)Subsidi Pelayaran Perintis dengan target tersedianya Pelayanan Pelayaran Perintis di 62 trayek. b)Pembangunan Jalan di Pulau-Pulau Terpencil dan Pulau Terluar dengan target terlaksananya Pembangunan Jalan di Pulau-Pulau Terpencil dan Pulau Terluar sepanjang 52km.2 km sebanyak 1 paket jasa konstruksi. Penanggulangan Lumpur Sidoarjo a)Pembangunan Jalan Nasional dengan target terlaksananya relokasi jalan arteri tara Porong sepanjang kurang lebih 7. Sumut. Sulbar. b)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pengendali Banjir dengan target Terlaksananya 4 paket pekerjaan yaitu 3 paket jasa konstruksi dan 1 paket jasa konsultan. dan Papua Barat. bantuan sosial.2 km terdiri atas 5 paket pekerjaan yaitu: 4 pekerjaan paket jasa konstroksi dan 1 paket jasa konsultasi supervisi/manajemen konstruksi serta pembangunan/pemasangan pipa air bersih sepanjang kurang lebih 7.200 desa. Malut. d)Subsidi Operasi Perintis Angkutan Jalan dengan target tesedianya Subsidi Operasi Perintis Angkutan Jalan di 153 lintas di 21 provinsi. G. Penelitian. studi masalah . c)Pengadaan Bus Perintis dengan target terlaksananya Pengadaan Bus Perintis sebanyak 70 unit. Kalteng. Kaltim. i)Subsidi Angkutan Udara Perintis dan Angkutan BBM Penerbangan Perintis dengan target tersebar di 15 provinsi: NAD. g)Penyediaan Salafia dan Prasarana Permukiman di Pulau Kecil/Terpencil dengan target tersedianya sarana dan prasarana permukiman di pulau kecil/terpencil di 32 kawasan. Sulut. Sulsel. dan Pengembangan dengan target terlaksananya 1 kegiatan swakelola pemantauan dan penanganan dampak deformasi geologi. Sulteng. f)Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya dengan target tersedianya fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Swadaya sebanyak 10. e)Pemberian Subsidi PSO PT KAI untuk pelayanan angkutan KA kelas ekonomi.sistem penyediaan air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah di 41 kawasan.750 unit. g) Pemberian subsidi PT. Papua. j)Peningkatan Infrastruktur Perdesaan Skala Komunitas (PPIP /RIS-PNPM) dengan target 3. Maluku. antar provinsi 8 lintasan untuk 36 buah. Pelni Rp 850 M. c)Penyelenggaraan. h)Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis dengan target tersedianya Subsidi Operasi Lintas Penyeberangan Perintis di 70 lintasan. d)Bantuan Penanggulangan Bencana Alam dan Kerusuhan dengan target terlaksananya 4 kegiatan (pelatihan.

sehingga terbangunnya infrastruktur ekonomi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. jembatan 140 m. g)Peningkatan kehidupan masyarakat dan pengembangan wilayah Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara Pasca Bencana dengan target Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Kabupaten/Propinsi dan Infrastruktur lainnya. dan Kelembagaan di 6 wilayah. f)Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Melanjutkan dengan target terlaksananya Reconstruction of Aceh Land Administration System Project (RALAS) dengan rincian: (1) terlaksananya sertifikasi RALAS 140. e)Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah tertinggal (P2KPDT) dengan target melanjutkan Proyek SPADA. TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan pasar. 200 unit sekolah dan infrastruktur publik. Puskesmas Pembantu (pustu) 20 unit. serta Rehabilitasi Fasilitas Terminal untuk Pelabuhan Udara Sultan Iskandar Muda. d)Pembangunan Gedung Pendidikan Tinggi Agama melalui IDB dengan target terselesaikannya rehabilitasi rekonstruksi IAIN Ar-Raniry. termasuk di dalamnya Redistribusi dan Konsolidasi Tanah dengan target 310. Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias a)Pembangunan Jalan baru dan Peningkatan Jalan Strategis dengan target 119. EDFF-Aceh. Pejarakan.NAD dan 2 Kab di Nias. pengadaan peralatan dan mebel air untuk sekolah. Neraca PGT 100 Kab/Kota. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah.8 km di NAD dan Nias.000 bidang. serta Pengembangan Sistem Drainase di 4 kab/kota di NAD. (3) terlaksananya lanjutan Pembangunan dermaga dan Trestel di Kuala Langsa di Langsa. (2) terlaksananya lanjutan Pembangunan pelabuhan Lhokseumawe di Lhokseumawe. Nias-Provinsi Sumut). b)Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut dengan target: (1) terlaksananya lanjutan Pembangunan dermaga dan Trestel Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar. Fokus 12. dan Besuki).000 bidang di Provinsi NAD.sosial. dan proses verifikasi pembayaran tanah di 3 desa: Kedung-Cangkring. (4) terlaksananya lanjutan Pembangunan Pelabuhan Calang di Aceh Jaya. perbaikan jalan 37 km. rumah operator). meningkatnya akses pelayanan sosial dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah di 17 Kabupaten di Prov.000 bidang di Kep. dan LED Nias. 25 Kab/Kota. Inventarisasi P4T 1 juta . dan (2) melalui IDB-Simeulue Reconstruction Project untuk perbaikan 15 unit sekolah. serta perbaikan infrastruktur lainnya (cold storage. c)Fasilitasi Pembangunan Wilayah Tertinggal dengan target: (1) rehabilitasi dan rekonstruksi Kecamatan di NAD-Nias melalui pembangunan 5.000 unit rumah. Transisi Pembangunan Ekonomi. H. dan (2) terlaksananya sertifikasi RALAS 10. rumah sakit. Pemilikan. dan pustu. gedung serba guna. jalan dan parkir. packing room. Reformasi Agraria a)Pengaturan Penguasaan. Sosial Kemasyarakatan. ruang generator.

modul pelatihan Sumber Daya Pesisir Beb basis Masyarakat di 33 provinsi. Penataan Sarpras (680 Orang). pelatihan pengelolaan sampah RT berbasis masyarakat di 15 kabupaten. penanganan perkara dan non-perkara 600 kasus. Nelayan 2. b)Pengendalian dan Pemberdayaan Kepemilikan Tanah dengan target penertiban tanah terlantar 128 SF. 24 kab. Inventarisasi tanah bekas hak/kritis 120 SP.226 bidang. Infrastruktur. Penyediaan Air Minum dan Sanimas/Pamsimas (15 Provinsi). pengkajian 1. 2.5 persen. Pertanian 8.980 Orang).000 bidang).Penguatan Lembaga Masyarakat dan Pemanfaatan Kelembagaan Pemerintah Desa a)Pemberdayaan Lembaga dan Organisasi Masyarakat Perdesaan dengan target Bimtek (12 angkatan). aparatur dan kader dalam pembangunan perdesaan berbasis masyarakat.Meningkatnya ekspor non-migas sekitar 13.Meningkatnya investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 12. c)Peningkatan Kapasitas Aparat Pemda dan Masyarakat dalam Pembangunan Kawasan Perdesaan dengan target terlaksananya pilot project pembangunan kawasan perdesaan berbasis masyarakat di 3 desa.600 perkara. Kegiatan PISEW/RISE di 9 provinsi. 3.419 bidang. 1. b)Pemantapan kelembagaan pemerintahan desa dalam pengelolaan pembangunan dengan target pengangkatan sekdes menjadi PNS (22.000 kasus. d)Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan dengan target 2. c)Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah dengan target 1. dan Energi pada tahun 2009 adalah sebagai berikut. 500. .228.000 Orang). Pilot Project PDT (17 Desa).065.710 Bidang (FRONA dan LMPDP sebanyak 1. Fasilitasi sosialisasi peraturan (1. Pelatihan Masyarakat kerjasama dengan Balai Pemberdayaan Masyarakat Malang. POKMASDAR TIBNAH 408 kelompok. Bimtek Keuangan (600 Orang).000 Ha. Fokus 13.000 bidang dan RALAS 150. Bintek Administrasi (1. fasilitasi penyusunan Perda tentang pembangunan kawasan perdesaan berbasis masyarakat.bidang. fasilitasi pengembangan lembaga.PERCEPATAN PERTUMBUHAN YANG BERKUALITAS DENGAN MEMPERKUAT DAYA TAHAN EKONOMI YANG DIDUKUNG OLEH PEMBANGUNAN PERTANIAN.1 persen. INFRASTRUKTUR. dan Lampung. II.072 Titik.320 Orang). operasi sidik 100 kasus. DAN ENERGI SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Percepatan Pertumbuhan yang Berkualitas dengan Memperkuat Daya Tahan Ekonomi yang Didukung oleh Pembangunan Pertanian. Yogyakarta. mencakup operasi tuntas 900 kasus. Transmigrasi 3.065 bidang. Orientasi (7 angkatan).

Bab 17.3. Bab 22. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan tersebut ditempuh arah kebijakan sebagaimana dalam Bab 16. dan Indonesia). promosi investasi nasional Indonesia melalui media cetak internasional. Manado. f)Peningkatan promosi investasi terintegrasi di luar negeri dengan target Marketing Intelligence (MI) di 12 negara . peternakan dan hasilnya sebesar 4.7 persen yang terdiri dari pertumbuhan tanaman bahan pangan sebesar 4. Arab. peningkatan pelayanan dan pemberian fasilitas penanaman modal dengan target Terwujudnya peningkatan pelaksanaan pelayanan penanaman modal dan operasional kelembagaan 3 UPIT (Unit Pelayanan Investasi Terpadu) di Pekanbaru. seminar 8 kali di dalam negeri.4 persen. talk show 3 kali di dalam negeri. Bab 31 dan Bab 32 Buku II dengan fokus dan kegiatan prioritas sebagai berikut EKONOMI-dengan fokus pertumbuhan Fokus 1. 4. Bab 18. Jepang. dan Kendal. information kit dalam 5 bahasa (Inggris.9 persen.0 persen. Mandarin.Menurunya tingkat pengangguran terbuka menjadi 7-8 persen dari angkatan kerja ARAH KEBIJAKAN. PP Fasilitas insentif pengembangan KEK. 5. d)Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Investasi (KEKI) dengan target Penyusunan 4 Peraturan Pemerintah dan sosialisasi UU KEK di 12 provinsi dan 4 negara. Meningkatkan Daya Tarik Investasi a)Penyederhanaan prosedur. c)Strategi kebijakan percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan target terlaksananya koordinasi perumusan kebijakan yang antara lain dalam bentuk PP Penetapan Wilayah KEK. publikasi melalui inflight magazine penerbangan nasional.Marketing Investasi Indonesia (MII) di 5 negara. FOKUS. g)Modernisasi Administrasi Kepabeanan dan Cukai dengan target . perikanan. perkebunan sebesar 4. dan kehutanan sebesar 3. 6.Tumbuhnya pertanian.Meningkatnya jumlah perolehan devisa dari sektor pariwisata menjadi sekitar USD 8 miliar dan meningkatnya wisatawan nusantara menjadi sekitar 226 juta perjalanan. dan penyediaan sarana dan prasarana 3 UPIT. e)Peningkatan promosi investasi di dalam negeri dengan target Indonesia Investment Expo sebanyak 15 kali. PP Kelembagaan dalam pelaksanaan KEK. Pemberdayaan Kantor Investasi Luar Negeri (KILN) di 7 negara . b)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana Investasi dengan target terbangunnya satu sistem pelayanan informasi & perizinan investasi secara elektronik (SPIPISE) secara bertahap di 33 Prov & 50 Kabupaten/Kota dan 16 Instansi Terkait.9 persen.Tumbuhnya industri pengolahan non-migas sebesar 6. Bab 19. dan perikanan sebesar 5 persen. koran nasional (bilingual).

dan multilateral. f)Koordinasi Pelaksanaan Tim National Single Window (NSW) dengan target 5 lap hasil peninjauan lapangan di negara maju. Fokus 2. dan terdaftarnya 1000 merek/produk. pembangunan dermaga. 2 lap monitoring. Incentives. h)Pemantapan Koordinasi Penegakan Hukum di Bidang Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dengan target tersusunnya 24 laporan hasil pengawasan/pemeriksaan/penyidikan dan pengenaan sanksi atas pelanggaran hukum di bidang pasar modal dan lembaga keuangan. Conferences and Exhibitions . sejarah. 5 lap raker. h)Fasilitasi Pengembangan Destinasi pariwisata unggulan berbasis alam. Perdagangan dan Investasi dengan target penyelenggaraan 1 IPO yang ada dan pendirian 1 IPO baru.terbentuknya 2 kantor KPU dan penerapan National Single Window (NSW). budaya. b)Pengembangan promosi dagang dengan target partisipasi pada 33 pameran dagang internasional di dalam dan luar negeri. Dalam Rangka Indonesian Design Power dengan target Meningkatnya kualitas 150 produk. d)Peningkatan Kualitas dan Design Produk Ekspor. dan terlaksananya pilot project NSW di 3 (tiga) pelabuhan utama. peningkatan kinerja kepabeanan dan cukai. c)Penyelenggaraan dan Pengembangan Pusat Promosi Terpadu (Indonesian Promotion Office/IPO) Bidang Pariwisata. serta berdirinya 6 ITPC baru. pemeriksaan penyidikan dan pengenaan sanksi atas pelanggaran hukum.Peningkatan Ekspor Bernilai Tambah Tinggi dan Diversifikasi Pasar a)Penyelenggaraan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) dengan target meningkatnya kapasitas kelembagaan 14 ITPC dalam rangka penetrasi pasar ekspor tradisional dan non tradisional. dan olahraga dengan target terselenggaranya 90 kegiatan dukungan pengembangan kepariwisataan di 15 destinasi unggulan pariwisata. serta tersusunnya 38 pedoman/manual/peraturan yang melandasi pengawasan. i)Peningkatan Kegiatan Meeting. 5 rekomendasi rapat. g)Peningkatan Partisipasi Aktif dalam Perundingan di Berbagai Fora Internasional dengan target partisipasi aktif dalam 175 sidang internasional (termasuk penyelenggaraan sidang) baik yang bersifat bilateral regional. e)Pembentukan dan Pengembangan Nasional Single Window (NSW) dan Asean Single Window (ASW) dengan target pengembangan sistem perijinan ekspor dan impor secara elektronik dalam rangka pelaksanaan National Single Window (NSW) dan ASEAN Single Window (ASW) untuk mendukung pasar tunggal ASEAN (77 perijinan online). termasuk pengaturan terhadap lembaga pembiayaan seperti Indonesia Infrastructure Fund. 3 kegiatan Indonesian week dan misi dagang di 7 negara potensial. terbentuknya 7 lokasi/daerah yang dapat melayani peningkatan pengemasan produk pangan UKM. 3 konsep per UU.

serta POPT inseminator. (2) Pengembangan kacang tanah.(MICE) dengan target terselenggaranya 15 kegiatan fasilitasi penyelenggaraan MICE di dalam negeri dan di luar negeri. (3) Pengembangan tanaman pangan unggulan lokal (shorgum. ubi jalar di 100 kab.000 pelaku kepariwisataan di 15 destinasi pariwisata unggulan. pembinaan 1000 penangkar (5.200 ha. (1) Peningkatan produksi. Produksi dan distribusi 3 juta ds semen beku. operasional lab kultur jaringan di 20 provinsi dan penguatan kelembagaan BPSB TPH di 30 provinsi ditambah dengan BPMB TPH cimanggis.125 ton (75. 60 BBI. perbanyakan benih hortikultura dan operasionalisasi BBh di 32 provinsi. b)Bantuan Benih/Bibit Sarana Produksi Pertanian dan Perbaikan Mekanisme Subsidi Pupuk dengan target: Pertama. tal. Pengadaan 1829 ekor pejantan dan fasilitasi 2 Balai inseminasi buatan. Produktivitas dan Mutu Produk Pertanian dan Pengembangan Kawasan dengan target (1) Terlaksananya pengawalan peningkatan produksi & produktivitas komoditas serealia dan kabi di 33 provinsi. (2) Padi hibrida 750 ton (50 ribu ha). (5) koordinasi dan pengawalan di 32 provinsi. (2) berkembangnya 32 komoditas hortikultura di 29 provinsi. Ketiga. j)Pengembangan sarana dan prasarana promosi pariwisata dengan target terselenggaranya 100 kegiatan promosi melalui media cetak dan elektronik yang digunakan dalam pemasaran pariwisata Indonesia. l)Pengembangan kebijakan SDM kebudayaan dan pariwisata nasional dengan target terselenggaranya diklat peningkatan kompetensi untuk 1. KTG 1. (3) jagung hibrida 1.000 ton. terselenggaranya kegiatan operasional dalam rangka pengembangan perbenihan (operasi BBPPM.000 ha). Kedua. Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional a)Peningkatan Produksi. tersalurkannya bantuan benih untuk SL-PTT: (1) padi non hibrida 25. 29 BPSBTPH.000 ha). (3) terselenggaranya manajeman pengembangan hortikultura di 33 provinsi.BTPH. Perluasan Areal Tebu 500 ha. m)Pendukungan pengembangan kapasitas pengelolaan kebudayaan dan kepariwisataan dengan target terselenggaranya diklat aparatur pemerintah daerah untuk 990 peserta bidang kebudayaan dan kepariwisataan di 33 provinsi. terselenggaranya operasional kelembagaan perbenihan. kacang hijau. ubi kayu. terselenggaranya pembayaran BOP Pengawsan benih (522 orang). Bongkar Ratoon Tebu 3. Keempat. pembangunan Kebun Bibit Tebu 1.000 Ha. k)Pendukungan pengembangan kebijakan pemasaran dan promosi pariwisata daerah dengan target terselenggaranya 48 kegiatan dukungan promosi pariwisata dalam rangka partisipasi event di 33 provinsi. Fokus 3. gandum. 90 kab /kota. Bantuan benih kepada penangkar hortikultura di 23 propinsi.000 ton (1 juta ha). (4) kedelai 4. 90 kab/kota. pembinaan & pengembangan perbenihan di pusat dan 33 provinsi.760 Ha. produktivitas dan mutu produk hortikultura melalui penerapan GAP di 33 provinsi. rekrutmen dan operasional Tenaga Kontrak Pendamping (TKP) dan Petugas Lapang .

Peningkatan partisipasi mahasiswa/Perguruan Tinggi dalam percepatan diversifikasi pangan. g)Penyediaan Dana Alokasi Khusus Untuk Mendukung Peningkatan Ketahanan Pangan dengan target sarana dan prasarana perbenihan tanaman Pangan. Operasionalisasi Silo Jagung 56 unit.300 THK-POPT. jagung hibrida 3.800 ton jagung hibirda dan 12. j)Penyediaan cadangan beras pemerintah dengan target 500 ribu ton.000 ton padi non hibrida.231 ekor Brahman eks-impor dan fasilitasi 8 UPT Pembibitan. NPK sebanyak 1. bergizi seimbang bersumber pangan lokal melalui peningkatan peran 412 UMKM pangan/usaha makanan tradisional. Revitalisasi LDM 10 unit. penguatan kelembagaan pangan di pedesaan. pengembangan sistem kewaspadaan pangan dan gizi (SKPG) pada 1103 desa mandiri pangan di 240 kab serta pemberdayaan lumbung pangan/tunda jual di 33 provinsi. ibu hamil. Petugas informasi. Karantina Dan Peningkatan Keamanan Pangan dengan target (1) Operasional BBPOPT-Jatisari. ZA sebanyak 600 ribu ton.051 POPT/PHP.000 ton dan kedelai 2.000 ton. dan Kampanye melalui berbagai media (cetak dan elekttonik). Rehab pasar hewan 15 kab. Revitalisasi Silo 18 unit. Cold Room 24 lokasi. m)Penanganan dan Pengendalian Virus Flu Burung Pada Hewan dan Restrukturisasi Perunggasan dengan target vaksinasi AL 50 jt ds. (6) pengawasan pestisida di 33 provinsi. i)Diversifikasi Pangan dengan target terlaksananya gerakan pangan beragam.Pembantu TKP (PL-PTKP) 224 orang.5 juta ton.500 unit. pengadaan pangan dan infrastruktur pangan. (8) kontrak 1. Gudang pengering padi 139 kab. Revitalisasi STA dan Kemitraan 50 unit. k)Pengembangan Pembibitan Sapi dengan target pengadaan 2.000 ton serta Cadangan benih nasional sebanyak 48. (2) Operasional BPMPT. (3) Operasionalisasi 29 BPTPH provinsi dengan lingkup ketia meliputi 429 kab. pengembangan PIDRA di 14 kabupaten (3 provinsi). Penyakit Hewan. dan pupuk organik sebanyak 900 ribu ton t)Penyediaan Dana Subsidi Benih dengan target padi non hibrida 95. pasar 300 petugas dan sistem informasi harga/pasar di 110 kab. menyusui dan balita di 32 provinsi pada 201 Kab/Kota. (7) insentif 3. Operasionalisasi Pasar Tani 34 lokasi. (4) penanggulangan OPT dan dampak fenomena iklim (brigade proteksi) di 33 provinsi.300 ton kedelai.000 ton. distribusi dan rawan pangan. jagung komposit 2. SP-36 sebanyak 700 ribu ton. h)Pengembangan Desa Mandiri Pangan dan Penanganan Rawan Pangan dengan target meningkatnya kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah ketersediaan. l)Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). 6. 201 SD/MI. Lantai Jemur 138 Kab. . c)Peningkatan Penanganan Pasca Panen dan Pemasarana Komoditas Pertanian dengan target revitalisasi penggilingan padi kecil 1. d)Penyediaan Dana Subsidi Bunga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi e)Penyediaan Dana Subsisi Pupuk dengan target produksi Urea sebanyak 4 juta ton. (5) pembinaan pengembangan perlindungan tanaman di pusat dan 33 provinsi.

Peningkatan Kualitas Pertumbuhan Pertanian. 4 kandidat padi. Fokus 4. Karet. Lada 800 ha. Pengembangan Kako Non Revit.500 ha. Rekrutmen dan Operasionalisasi TKP dan PLPTKP Kapas 164 Orang. Rehab Bangunan UPP 27 unit.000 ha. lada 800 ha. 6 komponen teknologi pengolahan tanah dan pemupukan. 12 formulasi kebijakan resposif pengembang tanaman pangan. Aren. Rekruitmen dan Operasionalisasi TKP dan PLPTKP Revit (724 orang).000 ha. Sepeda Motor 181 Unit. Perikanan dan Kehutanan a)Peremajaan Tanaman Perkebunan Rakyat dan Pengembangan Perkebunan Komersial (Bahan Baku Energi) dengan target (1) Pengembangan Kapas Rakyat 25. stabilisasi harga bahan pokok.900 ha. Kelapa rakyat 30. t)Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dengan target terpeliharanya jaringan irigasi seluas 2. 12 varietas baru ton pangan. cuaca dan lingkungan pertanian. Kebun IP3. 100 Kabupaten/Kota. Penguatan Kelembagaan. Pinang. (2) Meningkatnya kapasitas 183.200 ha. Jambu Mete. Pengawalan Revitalisasi Perkebunan (Karet. karet 14 provinsi. s)Rehabilitasi Jaringan Rawa dengan target seluas 170. p)Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (WISMP) dengan target terlaksananya kegiatan di 15 Propinsi. panili) seluas 2.100.300. kopi 15 provinsi.000 ha. meningkatnya overall recovery di atas 85%. jambu mete 7 provinsi dan kelapa 8 provinsi.Biosecuriti 600 rr ltr Depopulasi. cadangan pangan dan penanganan pangan strategis dengan target 6 rumusan kebijakan stabilisasi harga bahan pokok cadangan pangan dan penanganan pangan strategis. Pengembangan sumber benih kakao 15 provinsi. 4 paket pengelolaan plasma nutfah. wijen. u)Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Rawa dengan target terpeliharanya jaringan rawa seluas 535. Kompensasi 200rb ekor dan Penataan unggas di pemukiman di 40 lokasi. lada 6 provinsi. Pengembangan komoditi spesifik (gambit.000 ton. .000 ha. akar wangi. monitoring & evaluasi. Pembangunan kebun induk jarak pagar 409 ha dan Pengutuhan Tanaman jarak Pagar seluas 2. n)Pembangunan/Peningkatan Jaringan Irigasi dengan target seluas 68. produksi hablur 2. Kakao dan Kelapa sawit) seluas 529. 5 komponen teknologi informasi iklim. 25 Kabupaten/Kota.000 ha. areal tanam 275. r)Pembangunan/Peningkatan Jaringan Rawa dengan target seluas 22. ha. Pengembangan Komoditi Potensial (Kina.000 ha. v)Koordinasi. cengkeh 700 ha dan pala 400 ha. pengembangan teh 300 ha.000 ha. nilam.000 ha. Peremajaan Kelapa Rakyat 8. mendorong terbangunnya 8 PG baru.000 ha. dan sagu) seluas 177 Ha.935 TCD. jarak kepyar. 8 paket data potensi SBL. q)Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PISP) dengan target terlaksananya kegiatan di 6 Propinsi.000 ha. Kopi dan Tembakau seluas 10. b)Penelitian dan Diseminasi Inovasi Pertanian (PRIMATANI dan Sekolah Lapang PTT) dengan target: Pertama. o)Rehabilitasi Jaringan Irigasi dengan target seluas 239.000 ha.

f)Peningkatan Sistem Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Pertanian serta Pengembangan Kelompok Tani dengan target (1) Biaya operasional 31. (3) terselenggaranya koordinasi & pengawalan di 32 provinsi. petani/calon petani di bidang pertanian dan kewirausahaan agribisnis. kina. SL-PTT padi hibrida 5. terselenggaranya alat dan mesin pertanian bagi pengembangan hortikultura di 16 kawasan hortikultura di 16 kawasan hortikultura potensial. kelapa.379 orang penyuluh PNS dan 26. 33 paket teknologi spesifik lokasi.000 penyuluh kontrak. ton mas. kakao dan karet). 5 galur teroak unggul. c)Penyediaan Subsidi Bunga Penyediaan Energi Nabati Dan Revitalisasi Perkebunan dengan target tersedianya subsidi bunga untuk pembangunan. tan serat. pemuliaan. 3 paket teknologi pakan ekonomis. (2) bantuan alat bengkel 250 paket. kelembagaan pasca panen 45 kab. 30 kabupaten/kota. terselenggaranya: (a) SL-PTT -Padi 40 ribu kel. metode diseminasi dan isu jalinan lokasi pengembangan perdesaan SUID di 209 lokasi/desa primatani berbasis tanaman pangan dan peternakan. Ketiga. 18 BPTP penguatan kelembagaan. d)Mekanisasi Pertanian Pra dan Pasca Panen Penyediaan dengan target tersalurkannya bantuan (1) pembelian traktor (R-2) 2. sebanyak 8 unit. SL-PTT kedelai 10. 24 paket teknologi sistem produksi. pengujian Mutu Alsintan. 16 provinsi.000 kelompok. e)Magang Sekolah Lapang dan Pelatihan Pendidikan Pertanian dan Kewirausahaan Agribisnis dengan target: Pertama. (e) Pelatihan UPJA dan bengkel alsin 20 unit. rehabilitasi dan peremajaan kebun (komoditas kelapa sawit. 13 paket rumusan kebijakan pengembangan agribisnis dan ekonomi pedesaan. SL-PTT jagung hibrida 5. 74 inovasi sistem produksi letupan penyakit zoonis dan keamanan pangan. kakao. Kedua.000 unit replikasi PRIMATANI berbasis horti dan perkebunan. pengelolaan plasma nutfah sayuran. transgenik. 74 inovasi sistem produksi ton rempah-obat. tebu di 24 prop. 13 rekayasa alat mektan. (c) SL-Iklim 100 unit. biofarmaka. pembangunan RPUSK. terselenggaranya magang pada 125 kelompok SL-PHT Perkebunan. kapas. kopi. sidik jari DNA 45 ton pangan.000 kelompok. rehab RPH. dan penerapan teknologi mutakhir kelapa sawit. 5 paket teknologi pasca panen. terdidik dan terlatihnya 10. RPU 30 kabupaten. terbentuknya AIP dan SUID di 222 desa & 5. Keempat. buah tropika dan tanaman hias. kentang.600 unit.000 petugas. 5 paket teknologi pasca panen. Fasilitasi pembangunan/renovasi BPP dan kegiatan penyuluhan melalui Farmer Empowerent Through Agricultural Technology and Information (FEATI) di . (d) Pelatihan penagkar benih 25 unit. karet. the. 1 paket rumusan kebiajakan biotek pertanian. terselenggaranya sekolah lapang (SL) penerapan GAP/SOP dan pengendalian hama terpadu (PHT) Pada 33 provinsi. 13 rekayasa alat mekamsasi pertaman. (b) SLPHT 500 unit. 7 paket informasi antisipasi letupan penyakit zoonosis dan keamanan pangan.000 kelompok. buah tropika. 24 paket teknologi sistem produksi sayuran. Kedua.tomat.

kakap. verifikasi unit pengolahan ikan di 33 provinsi. patin.. penanggulangan penggunaan bahan kimia berbahaya di 21 lokasi. peningkatan mutu. 10 klaster industri perikanan. 6 lokasi buffer stock rumput laut. h)Peningkatan mutu dan pengembangan pengolahan hasil perikanan dengan target pengembangan sistem rantai dingin di 33 provinsi. pengembangan seaweed center di Lombok. pemasaran hasil perikanan. pelayanan usaha penangkapan di 21 UPT pelabuhan perikanan. penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu (PPMT) di 33 provinsi. k)Penyediaan subsidi pupuk dan benih ikan dengan target tersalurkannya subsidi (pengganti selisih harga) benih udang.200 Gapoktan. pengolahan. (2) Pemberdayaan Kel. i)Pengembangan dan penyelengggaraan karantina perikanan dan sistem pengelolaan kesehatan ikan dengan target terselenggaranya sistem pengelolaan kesehatan ikan di 33 provinsi dan berkembangnya 43 UPT Karantina Perikanan. o)Penguatan dan pengembangan pemasaran da1am negeri dan ekspor hasil perikanan dengan target terfasilitasinya kerjasama antar lembaga . nila. Pembinaan 100. terbentuknya otorita kompeten tingkat provinsi di 6 lokasi. j)Penyelenggaraan revitalisasi perikanan dengan target penerapan sertifikasi cara budidaya ikan yang baik di 350 kab/kota. serta pemberdayaan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. m)Pengelolaan sumber daya perikanan secara bertanggung-jawab dan berkelanjutan dengan target terkelolanya sumberdaya ikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan di 10 lokasi Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Tani 50 paket. PIP 50 paket. pengembangan sentra pengolahan hasil perikanan di 10 lokasi. serta beroperasinya syahbandar di 41 lokasi.000 ha.000 Poktan dan 3. serta sertifikasi 1. g)Pembinaan dan pengembangan sistem usaha perikanan dengan target terbinanya dan berkembangnya sistem usaha perikanan di 33 provinsi. Sekolah Lapang 50 paket. pengawasan. 53 balai benih ikan dan balai benih udang. n)Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana perikanan serta input produksi lainnya dengan target pengembangan/ rehabilitasi dan bantuan operasionalisasi 21 UPT Pelabuhan Perikanan. peningkatan tenaga pendamping teknologi. lele. dan gurame di 33 Provinsi. introduksi benih unggul. l)Penyediaan Dana Alokasi Khusus Bidang Kelautan dan Perikanan dengan target meningkatnya sarana dan prasarana produksi perikanan tangkap dan budidaya. berkembangnya sarpras pengolahan dan pemasaran di 6 pelabuhan perikanan. meningkatnya kompetensi dan kapasitas 39 Laboratorium Pengembangan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) dan tersusunnya 20 SNI. dan 25 pengkalan pendaratan ikan (PPI).. intensifikasi usaha budidaya perikanan 871. ikan mas.500 persil lahan nelayan. rumput laut.71 kabupaten/18 provinsi.

q)Pengembangan rekayasa teknologi terapan perikanan dengan target dihasilkannya 8 paket teknologi terapan penangkapan ikan.2 juta ha pada kawasan yang belum dibebani hak/ijin dalam bentuk IUPHHK-HA. sutera alam seluas 160 ha. sentra gaharu 800 ha. operasional 10 unit perahu penyuluh dan 1 unit kapal latih. v)Pengembangan Hutan Tanaman Industri dan Hutan Tanaman Rakyat dengan target pengembangan HTI se1uas 1. pengembangan 5 UPT.000 ha di 25 provinsi.605 ha di 12 provinsi. dan HTR seluas 3. w)Perencanaan dan Pengembangan Hutan Kemasyarakatan dengan target terfasilitasinya perijinan seluas 400.000 orang penyuluh. HTI.000 ha. dan HTR seluas 300.. dan meningkatnya budidaya dan penangkaran TSL.pemasaran. z)Pengembangan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam dengan target meningkatnya pengembangan hutan kota. r)Pengembangan Sistem Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dengan target terselenggaranya 180 hari operasi terpadu. sentra rotan seluas 250 ha. IUPHHK-HT. terbentuknya 88 POKMASWAS. x)Restrukturisasi Industri Primer Kehutanan dengan target peningkatan produksi industri pengolahan dan pemasaran hasil hutan sebesar 5%. terselenggaranya pentaatan & penegakan hukum. t)Pengelolaan Hutan Produksi yang tidak Dibebani Hak/Ijin Pemanfaatan dengan target Terbentuknya HPH. tersedianya sarana dan prasarana pengawasan. HTR dan IUPHHBK. u)Pengembangan Hutan Tanaman dan Hutan Tanaman Rakyat dengan target pembangunan HTI seluas 300.000 ha. sentra madu 12 unit) serta sentra HHBK unggulan seluas 250 ha. y)Pengembangan Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu dengan target terbentuknya sentra HHBK (bambu seluas 2. meningkatnya produk tumbuhan dan satwa liar (TSL) dan jasa lingkungan 2% dari tahun 2008. p)Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan dan Peningkatan Sistem Penyuiuhan dengan target berkembangnya SDM kelautan dan perikanan melalui 12 Sekolah/Akademi/Sekolah Tinggi dan 6 Ba1ai pelatihan. s)Pengembangan Pengelolaan Pemanfaatan Hutan Alam dengan target 30 Unit IUPHHK bersertifikat PHPL mandatory. berkembangnya sarpras pemasaran di 25 lokasi. dan terselenggaranya pembinaan eksportir. 12 teknologi terapan budidaya perikanan dan 26 teknologi produk bernilai tambah tinggi. operasional 23 kapal pengawas. 50 unit HPH me1aksanakan sistem silvikultur intensif.. dan terselenggaranya pengembangan HTI dan HTR melalui skema BLU. Pembangunan. dan Kelembagaan Hutan Rakyat dengan .3 juta ha. terselenggaranya promosi dan diplomasi pemasaran di 3 kawasan pasar ekspor. diversifikasi produk olahan. terse1enggaranya sosialisasi gemar makan ikan di 33 provinsi. serta perkuatan sistem penyuluhan perikanan dan pengembangan 3. aa)Perencanaan.

(2) Diterbitkannya sertiftkasi 30 produk pertanian. j)Pengendalian kebakaran hutan dan lahan dengan target: (a) terlaksananya pencegahan dan pengendalian kebakaran di 10 provinsi rawan 314 daops. pengembangan Integrasi Kelapa Sawit Ternak 12 Paket. estuari dan teluk dengan target terkelolanya dan terehabilitasinya terumbukarang di 15 kab /kota dan 8 provo serta 16 Kab /kota. (2) 150 unit rumah kompos. tersalurkannya bantuan untuk pembuatan pupuk organik di 300 kelompok tani. Sulawesi. Organik dan Pertanian Berkelanjutan dengan target: (1) Berkembangnya hortikultura organik di 6 provinsi. Berkembangnya usaha pengolahan kompos dan biogas di 100 kab. dan NTT). Kakao ternak 4 paket dan Kopi ternak 3 paket. DAS prioritas tahun sebelumnya. Maluku. g)Pengelolaan Taman Nasional Model dengan target terwujudnya kelembagaan pengelolaan kolaboratif di 21 taman nasional model. sosek). serta terselenggaranya rehabilitasi lahan gambut di Provinsi Kalimantan Tengah. Operasionalisasi OKKPD. NTB. mangrove. Terlaksananya monitoring dan evaluasi daerah rawan bencana (banjir. c)Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir dengan target Terlaksananya kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di 7 wilayah pesisir (pantai Barat Sumatera. d)Peningkatan Pengelolaan TPA/Sanitary Landfill/Sistem Regional dengan target terlaksananya peningkatan pengelolaan TPA/sanitary landfill/sistem regional di 86 kabupaten/kota. Fokus 5. Kompos. b)Pengembangan Pertanian. terselenggaranya RHL sebagai pengendali banjir di Jabodetabekjur. h)Rehabilitasi Lahan Kritis dan Prioritas dengan target perencanaan Gerhan seluas 1.3 juta ha di lahan kritis . biofisik. Ketiga. OKPO. k)Pengamanan Hutan dengan target operasi pengamanan hutan di 10 . f)Pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang. padang lamun. (3) terselenggaranya koordinasi dan pengawalan dalam pengembangan pupuk organik di 33 provinsi. penanganan daerah rawan longsor di 15 kab/kota pada 5 provinsi.500 ha di 12 provinsi. pembinaan mutu 33 provinsi. Bali. dan Biogas dengan target: Pertama. Batamas sapi potong/perah 200 klp dan Denplot 30 klp.target terselesaikannya pengembangan model rehabilitasi DAS. dan (b) menurunnya hot spot 0-10% dari tahun 2006. longsor. e)Pengembangan pengelolaan konservasi laut dan perairan dengan target berkembangnya pengelolaan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) di 26 lokasi dan 2 UPT konservasi. Kedua. i)Perencanaan dan Pembinaan Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial dengan target terbangunnya sumber benih seluas 1.Peningkatan Kapasitas Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Global a)Integrasi Tanaman-Ternak. terlaksananya pengembangan 3 TN dalam rangka DNS. Pantai Utara Jawa.

serta reduksi timbunan sampah melalui pelaksanaan 3R (reduce. s)Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Koordinasi Penataan Ruang Dalam Rangka Mendukung Upaya Pengendalian Penataan Ruang dengan'target tersedianya tenaga yang memiliki pemahaman dan pengetahuan untuk mengelola penataan ruang di Provinsi dan kab/kota. r)Meteorological Early Warning System (MEWS) dengan target terbangunnya sistem peralatan MEWS yang meliputi 2 unit radar cuaca dan ground satelite receiver di 3 takagi. pengendalian pencemaran lingkungan. serta terlaksananya penghapusan 30 metrik ton BPO di sektor chiller dan metered dose inbealer (MDI). pengendalian pencemaran emisi kendaraan bermotor di 16 kota. 3 paket. dan geofisika. Meteorologi dan Geofisika dengan target terbangunnya sistem data dan informasi meteorologi. o)Pengembangan Sistem Observasi dan Telekomunikasi dengan target terbangunnya sistem observasi dan telekomunikasi serta instrumentasi dan kalibrasi. m)Pengendalian Kerusakan Lingkungan dengan target meningkatnya kapasitas dalam meningkatkan upaya pengendalian dampak perubahan iklim di pusat dan daerah. terutama meningkatnya status ketaatan 650 industri terhadap pengendalian pencemaran lingkungan. di 6 kota besar. termasuk pengawasan dan sistem insentif melalui Program Menuju Indonesia Hijau (MIH). p)Pengembangan Sistem Data dan Informasi Klimatologi. Klimatologi dan Geofisika dengan target tersusunnya laporan deteksi dan skenario perubahan iklim serta dampaknya di 33 provinsi dan model prakiraan trayektori polutan udara. l)Pengendalian Pencemaran Lingkungan dengan target menurunnya beban pencemaran lingkungan dari berbagai sumber pencemaran terkait perubahan iklim. q)Pengembangan Penelitian Meteorologi. pemantauan Udara Ambien Kontinyu (AQMS) di 10 kota dan Passive Sampler di 30 kota. 3 paket. dan perlindungan sumber daya air di 434 kab/kota.provinsi. n)Penyedian Dana Alokasi Khusus untuk Mendukung Pengendalian Pencemaran Lingkungan dengan target tersedianya sarana dan prasarana kelembagaan dan sistem informasi pemantauan. serta pengendalian kerusakan lingkungan daerah berbagai kegiatan. klimatologi. reuse. kualitas udara. penyelesaian kasus hukum kejahatan kehutanan 50 % dari kasus yang ditangani Dephut. serta terlaksananya validasi AWS 7 sensor dalam rangka uji model numerik cuaca skala nasional dan provinsi. t)Penguatan Koordinasi Dalam Rangka Mendukung Upaya Pengendalian Penataan Ruang di Pusat dan Daerah dengan target meningkatkan koordinasi penataan ruang dan pemantapan kelembagaan BKTRN dan . terciptanya hubungan dan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dalam proses penataan ruang. AWS 33 lokasi dan automatic rain gauge di 11 lokasi serta 1 set sistem komunikasi dan integrasi. recycle). pengendalian pencemaran air.

Fokus 6. dan Malaysia serta pemeliharaan tanda batas negara dan pemetaan etnik perbatasan. Kajian dan pemetaan batas maritime Indonesia dengan 10 negara tetangga. IGTE dan kerjasama ASEAN. aa)Penanggulangan Pasca Bencana dan Kerusuhan Sosial dengan target 2 paket. data utilisasi. d)Fasilitasi Pengembangan Kawasan Industri dengan target 8 kawasan dan 4 paket penyiapan pengembangan kawasan. u)Operasionalisasi RTR Pulau. e)Pengembangan IKM Unggulan Daerah dengan target pembinaan IKM dengan metoda OVOP di 33 propinsi. RTRWP. networking. RTR Pulau.BKPRD. dokumen submisi klaim LKI diluar 200 nm.Revitalisasi Industri Manufaktur a)Peningkatan Iklim Usaha Industri dengan target fasilitasi pemerintah terhadap 30 klaster industri dan pengembangan kompetensi inti industri daerah di 70 kabupaten/kota. x)Pembangunan Infrastruktur Data Spasial Nasional (IDSN) dengan target dukungan kegiatan JBIC Loan. RTRWN. RTRWP. fasilitasi dan penyediaan peta batas dan wilayah pemerintahan daerah serta kajian penyelesaian konflik batas antar daerah. RTR kab/kota serta terselenggaranya forum lintas pelaku penataan ruang. 80 kabupaten/kota. h)Pengembangan Standardisasi Industri dengan target penyusunan 152 . v)Pembinaan Manajemen Penyelenggaraan Penataan Ruang dengan target terselenggaranya pembinaan manajemen penyelenggaraan penataan ruang dalam rangka mendukung turbinlakwas penataan ruang. y)Pemetaan Batas Wilayah dengan target terselenggaranya kajian dan pemetaan Batas Internasional. regional dan global. PMO. Konsultan Service II Networking. RTR Kab/Kota dengan target terselenggaranya operasionalisasi RTRWN. demarkasi dan pemetaan darat dengan PNG. c)Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri dengan target tersedianya data Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) bagi 300 produk serta 1 kali Pameran Produksi Indonesia Tingkat Nasional. Kegiatan Konsultan service I. w)Pemetaan Dasar Rupabumi dan Tata Ruang dengan target tersedianya peta dasar rupabumi 1 :50 K Papua dan Pantai Barat Sumatera. kajian dan pemetaan geopolitik perbatasan nasional. Data Akuisisi dan Produksi. RDTL. Survei. b)Restrukturisasi Permesinan Industri Restrukturisasi dengan target restrukturisasi teknologi process dan teknologi energi bagi 90 perusahaan termasuk revitalisasi industri gula. z)Pengembangan Sistem Manajemen Penanganan Bencana dengan target 7 paket. f)Revitalisasi Sentra-sentra IKM dan Fasilitasi Layanan UPT dengan target 20 sentra IKM dan operasi layanan di 40 UPT g)Pengembangan Industri Bahan Bakar Nabati dengan target 20 unit pabrik pengolahan.

d)Pemberian Dorongan dan Penyempurnaan Pelaksanaan Negosiasi Bipartit dengan target terwujudnya proses negosiasi upah. Fokus 7. e)Penyelenggaraan Padat Karya Produktif dengan target di 45 kabupaten/kota . j)Pengembangan Teknologi Baru dan Aplikasi ke Industri dengan target 4 teknologi baru.Meningkatkan Produktivitas dan Akses UKM Kepada Sumberdaya Produktif a)Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan Perundang-undangan yang Berkaitan dengan Koperasi dan UMKM dengan target 5 paket. h)Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah dengan target 47. d)Koordinasi Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi dengan target tersusunnya paket rekomendasi kebijakan mengenai pengembangan UMKM berbasis teknologi didaerah-daerah. b)Percepatan Pengakuan/Rekognisi Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja dengan target terlaksananya sertifikasi melalui uji kompetensi bagi 50.Rancangan SNI.Perluasan Kesempatan Kerja dan Pengembangan Kompetensi Tenaga Kerja a)Peningkatan Fungsi dan Revitalisasi BLK Menjadi Lembaga Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan target terwujudnya 11 BLK (UPTP) percontohan dan fasilitasi pelatihan berbasis kompetensi di 33 BLK (UPTD).000 tenaga kerja. g)Pengembangan Jaringan Antar LKM/KSP dengan target 25 jaringan.500 bidang tanah UKM. Fokus 8. f)Pengembangan Pemasaran Produk dan Jaringan Usaha KUKM dengan target 5.000 orang tenaga kerja terdidik. i)Pembinaan dan Pemanfaatan Teknologi Industri dengan target pengembangan 10 produk substitusi pangan. 5 laporan koordinasi kebijakan pemberdayaan UMKM.000 KUKM. e)Pengembangan Inovasi UMKM berbasis Teknologi dengan target 3 paket kegiatan UMKM inovatif. c)Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi dengan target 59 koperasi. Akreditasi. b)Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Penyusunan Kebijakan Pemberdayaan UMKM dengan target 2 rekomendasi kebijakan. k)Penerapan Standardisasi. dan Peningkatan Mutu dengan target perapan SNI di 100 perusahaan. i)Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan dengan target berkembangnya wilayah perbatasan melalui 56 kelompok masyarakat di 25 kabupaten. kondisi kerja dan syarat kerja. c)Penyelenggaraan Pelatihan Pemagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri (penyelenggaraan Pelatihan Pemagangan Penganggur) Usia Muda Terdidik dengan target terselenggaranya pemagangan bagi 10.

j)Penguatan Kelembagaan Badan Penyelenggara Tenaga Kerja Indonesia dengan target terselenggaranya proses rekrutmen calon TKI di 15 provinsi.Stabilitas Harga dan Pengamanan Pasokan Bahan Pokok a)Koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pengelolaan energi termasuk energi alternatif dengan target 6 laporan kegiatan. i)Peningkatan Pelayanan Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri dengan target terfasilitasinya 500. b)Pengembangan Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (LUEP) dengan target pemberdayaan Gapoktan di daerah sentra produksi pangan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan (gabah 38 ribu ton dan jagung 20 ribu ton). b)Penyusunan/Penyempurnaan Peraturan Perundang di Sektor Keuangan dengan target tersedianya 8 RUU dan 38 peraturan yang menjamin kepastian hukum. EKONOMI . serta harmonisasi peraturan dengan standar internasional termasuk Arsitektur Keuangan Indonesia (ASKI) serta pengembangan Sistem Peringatan Dini Sektor Keuangan. Penyelenggaraan Bursa Kerja dengan target tersedianya infonnasi pasar kerja di 146 kabupaten/kota. f)Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan target berkurangnya angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di sektor industri. c)Pembangunan dan pengembangan sarana distribusi dengan target pembangunan satu paket sistem informasi pasokan dan permintaan serta harga bahan pokok nasional. perlindungan terhadap nasabah/investor/pelaku pasar. d)Peningkatan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa dengan target operasionalisasi pengawasan barang beredar dan jasa untuk 3 kelompok komoditi. dan partisipasi dalam pembangunan pasar turi. Pengembangan pasar Percontohan yang bersih dan nyaman sebanyak 10 unit. 6 rumusan kebijakan pengelolaan energi termasuk energi alternatif. .Sinkronisasi Kebijakan Fiskal dan Moneter a)Penyusunan & Evaluasi Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dan Kerangka Ekonomi Makro dengan target tersusunnya 14 laporan evaluasi pokok-pokok kebijakan fiskal dan kerangka ekonomi makro. g)Konsolidasi Program-Program Perluasan Kesempatan Kerja dengan target terlaksananya sinergi program APBN untuk memperluas kesempatan kerja di 33 provinsi.di Pulau Jawa. Melalui Peningkatan Kelembagaan. Peningkatan Informasi.dengan fokus stabilisasi Fokus 9. Fokus 10. Pengembangan SDM PPBJ dan PPNS PK sejumlah 300 orang. h)Fasilitasi Pendukung Pasar Kerja.000 TKI yang bekerja di luar negeri di 20 provinsi. kelembagaan yang efisien dan pruden.

37 km. Embung. dan (3) tersedianya Sistem Informasi Pajak. h)Pembangunan Sarana / Prasarana Pengendalian Lahar Gunung Berapi dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengendali lahar gunung berapi sebanyak 12 unit. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan 6 waduk dan 17 embung. situ dan bangunan penampung air lainnya. d)Peningkatan Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (WISMP) dengan target terlaksananya peningkatan pengelolaan sumber daya air wilayah sungai di 15 UPT dan 54 UPTD. monitoring. g)Penanggulangan Bencana/Tanggap Darurat dengan target terlaksananya kegiatan tanggap darurat bencana di daerah industri dan pusat-pusat perekonomian.45 km. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terlaksananya rehabilitasi 5 waduk. Pengamanan APBN a)Pengelolaan Risiko Fiskal dengan target tersedianya laporan tentang pengelolaan resiko fiskal.5 km. Embung.Dukungan Infrastruktur Bagi Peningkatan Daya Saing Sektor Riil A. Embung. 20 embung.c)Peningkatan koordinasi stabilisasi ekonomi makro dan keuangan baik di pusat maupun di daerah dengan target 16 laporan koordinasi. B. i)Rehabilitasi Sarana Prasarana Pengamanan Pantai dengan target sepanjang 4. . situ dan bangunan penampung air lainnya. f)Pembangunan Sarana/Prasarana Pengaman Pantai dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengaman pantai sepanjang 47. b)Rehabilitasi Waduk.)Pembangunan Waduk. INFRASTRUKTUR DAN ENERGI Fokus 12. embung. b)Pemantapan Modernisasi Administrasi Perpajakan dengan sasaran (1) tersedianya Perangkat Teknologi Informasi Perpajakan. penyusunan regulasi dan kebijakan pendukung dengan target terbangunnya jaringan transmisi dan distribusi gas bumii Jakarta. Bidang Sumber Daya Air a. Fokus 11.25 km. e)Pembangunan Sarana/Prasarana Pengendali Banjir dengan target terlaksananya kegiatan pembangunan sarana/prasarana pengendali banjir sepanjang alur sungai 237. Situ dan Bangunan Penampung Air Lainnya dengan target terpeliharanya 23 waduk. Bidang Energi a)Pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas. j)Pemeliharaan Prasarana Pengamanan Pantai dengan target terpeliharanya prasarana pengamanan pantai sepanjang 1. c)Operasi dan Pemeliharaan Waduk. (2) terbentuknya 4 DPC (Data Processing Center). dan evaluasi kebijakan stabilisasi ekonomi dan keuangan.

terkoordinasinya pelaksanaan perizinan dengan Pemda. analisa. Bidang Ketenagalistrikan a)Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan dengan target terwujudnya penyiapan bahan perizinan usaha penyediaan tenaga listrik. Pembangkit Listrik dan memfasilitasi Pembangunan atau Pengembangan Fasilitas Ketenagalistrikan Yang Dilakukan Badan Usaha. Jepang (JICA) dan Korea (KOICA). b)Penyiapan Informasi dan Bimbingan Teknis Ketenagalistrikan dengan target Terlaksananya rekonsiliasi informasi. ASEM dan EAS. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik Wilayah PT Cikarang Listrindo TA. Terfasilitasinya pelaksanaan pertemuan ACE governing Cauncil. monitoring dan evaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan PIUKU sementara. Jawa bali dan sumatra. ACD.2009. e)Pembangunan Transmisi. Terwujudnya fasilitasi kegiatan energi dan ketenagalistrikan pada sub sector network dan working group ASEAN. C. kajian pemanfaatan bersama jaringan tenaga listrik (power wheeling) dalam usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum. tersosialisasi perencanaan program pembangunan ketenagalistrikan Lisdes. d)Pengaturan dan Pengawasan Usaha Ketenagalistrikan dengan target monitoring kesiapan dan kecukupan bahan bakar pembangkit tenaga listrik. Tersusunnya program kerjasama pengelola pembangkit listrik non komersial. c)Penyelenggaraan Kerjasama Ketenagalistrikan dengan target terselenggaranya pertemuan internasional APEC EWG. Ikitring dan Pemda. monitoring penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik oleh pemegang IUKU. tersedianya analisa dan evaluasi beban harian Jawa-Bali. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik wilayah PT PLN Batam TA 2009. . Terwjudnya Fasilitasi pertemuan regional pada forum APEC.2009. dengan Perda dan Instansi Terkait. dan evaluasi data ketenagalistrikan. pembangunan fasilitas ketenagalistrikan yang menggunakan dana pinjaman luar negeri yg diteruspinjamkan kepada PT.b)Pembinaan / Koordinasi / Pelaksanan Monitoring. monitoring dan review pelaksanaan aturan jaringan tenaga listrik sit. Terwujudnya fasilitasi pertemuan bilateral antara Indonesia dg Belanda. Indonesia-Belanda.000MW. Evaluasi dan Pelaporan dengan target fasilitasi percepatan pengembangan Bahan Bakar Nabati. Pemda dan Masyarakat dengan target fasilitasi percepatan pembangunan pembangkit listrik 10. peningkatan efisiensi pengusahaan dan pelayanan tenaga listrik TA. Terfasilitasinya pertemuan SOME-AMEM ke 27. penyusunan pedoman pola kerjasama pengawasan pemegang IUKU. PLN. serta pembangunan listrik swasta (IPP). Terlaksananya review terhadap implementasi program kerjasama energi dan ketenagalistrikan. Distribusi. terselenggaranya bimtek dan evaluasi terhadap program pembangunan ketenagalistrikan. pembinaan dan pengawasan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. ASEAN SSN. tersusunnya aturan jaringan tenaga listrik sistem kalimantan. Penyusunan pedoman mekanisme perizinan usaha distribusi TL.

terwujudnya kerjasama internasional standardisasi ketenagalistrikan. terupdatenya RUKN. j)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan dengan target terlaksananya inspeksi ketenagalistrikan. h)Penyusunan Regulasi Perlindungan Konsumen Listrik dengan target fasilitasi pengaduan konsumen listrik/masyarakat TA 2009. termonitornya pengembangan jaringan tenaga listrik (TL) terkait program 10. terwujudnya kalibrasi alat ukur listrik dalam rangka SKB Peneraan. g)Induk Pembangkit dan Jaringan dengan target melanjutkan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi meliputi 275 kV sepanjang 150 km. Aceh. tersusunnya investasi penyediaan TL. pembinaan dan pengawasan tingkat mutu pelayanan penyedia tenaga listrik kepada masyarakat TA 2009 kepada masyarakat TA 2009.000 MW. terwujudnya forum konsensus standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 175 kV sepanjang 150 km. tersusunnya harga satuan biaya khusus (HSBK) satker lisdes. 150 kV sepanjang 1450 km. terlaksananya Pembinaan dan Pengembangan Program Ketenagalistrikan. tersebarnya informasi keselamatan ketenagalistrikan. tersusunnya pola kebutuhan dan prioritas pembangunan JTM/JTR. . terkooordinirnya pelaksanaan pembangunan Power Transmission Improvement. Sumbagsel. di w11ayah distribusi Sumatera. terfasilitasinya tim keandalan sistem TL. Jawa Bali dan Nusa Tenggara. i)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Standardisasi Ketenagalistrikan dengan target tersusunnya rumusan rancangan SNI bidang ketenagalistrikan. terwujudnya penetapan dan pemberlakuan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terevaluasinya pembangunan TL jangka menengah/panjang. termonitornya penanganan daerah krisis TL. terlaksananya pengawasan sertifikasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terlaksananya sertifikasi baik operasi (SLO) . terselenggaranya forum konsensus rancangan SNI bidang ketenagalistrikan. gardu induk 18 lokasi. tersusunnya pedoman pengawasan SLO. Kalimantan dan Sulawesi (peningkatan ini ditujukan untuk mempercepat dan memenuhi penyelesaian pembangunan jaringan transmisi 10. terlaksananya pengukuran dan perhitungan losses teknis jaringan TL. k)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan dengan target tersusunnya rumusan standar kompetensi sektor ketenagalistrikan. tersusunnya pedoman kualifikasi standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. terpantaunya pelaksanaan pendanaan pembanguna TL.000 MW guna menunjang iklim daya saing perekonomian nasional).f)Penyiapan Program Ketenagalistrikan dengan target termonitornya pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkitan. dan melanjutkan pembangunan beberapa pembangkit PLTU.

tersusunnya pedoman pemeriksaan dan pengujian pemanfaatan jaringan Tenaga Listrik untuk kepentingan Telematika. fasilitasi penyelesaian perselisihan dalam usaha penyediaan tenaga listrik. penyusunan pedoman penetapan harga jual listnk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan energi terbarukan yang dijual kepada PKUK. D.Bidang Pos Dan Telematika a)Penyusunan/Pembaharuan Kebijakan. Regulasi. internet. (4) Peraturan pelaksana UU Informasi dan Transaksi Elektronik. PLTG. instalasi) di Kota Jogja. terlaksananya Konvensi Hasil Penyusunan Pedoman Sertifikasi dan Regristrasi Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik. pemantauan dan verifikasi usulan harga beli tenaga listrik dari IPP. (2) Rancangan awal revisi UU Telekomunikasi. dan (6) RUU Ratifikasi Convention on Cyber Crime. n)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Harga dan Subsidi Listrik dengan target penyusunan pedoman mekanisme verifikasi susut jaringan dan BPP dalam proses perhitungan subsidi listrik. . Perangkat dan Sistem Pos dan Telematika dengan target (1) prototipe produk telekomunikasi radio Broadband Wireless Access dan (2) regulasi tentang Tingkat Kandungan Lokal Produk Telekomunikasi Dalam Negeri.l)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Usaha Penunjang Ketenagalistrikan dengan target terciptanya Lembaga dan Badan Usaha Penunjang Tenaga Listrik dalam negeri yang mampu mendukung kemandirian nasiona1 dalam pembangunan sektor ketenagalistrikan. penyusunan mekanisme penetapan tarif dan database potensi daerah dalam rangka penerapan tarif listrik regional. Keahlian SDM. (3) Hasil penataan stasiun penyiaran berjaringan dan pemantauan perijinan penyiaran. monitoring dan eva1uasi penyelesaian tunggakan rekening listrik yang disediakan PKUK. c)Peningkatan Literasi Masyarakat terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi (e-Literary) dengan target (1) perangkat TIK tahap 2 (komputer dan jaringan. penyusunan pola dan mekanisme penetapan harga jual tenaga listrik dan sewa jaringan tenaga listrik antar negara. b)Peningkatan Standarisasi dan Sertifikasi Pelayanan. tersedianya data dan daftar Badan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan di Indonesia yang dapat diakses masyarakat. koordinasi pelaksanaan penyidikan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. tersusunnya Pedoman Sertifikasi dan Regristrasi Badan Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (BUJPTL). Kelembagaan Industri Pos dan Telematika dengan target (1) RUU Pos. tersusunnya pedoman tentang kriteria dan tata cara penilaian Barang dan Jasa Produksi Dalam Negeri (PDN) pada PLTA. data center. monitoring dan penghitungan BPP dan TDL-PLN. m)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Hubungan Komersial Ketenagalistrikan dengan target peningkatan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha dalam Bisnis Tenaga Listrik. (5) RUU Cyber Crime. penelaahan aturan pelaksanaan hubungan komersial di bidang UPTL.

dan (7) Pemancar televisi dan radio. (3) sarana laboratorium simulasi pengaman dan pengawasan jaringan internet.275 unit. (6) Dukungan ID SRITII dalam rangka pengamanan infrastruktur komunikasi data Pemilu 2009. (4) sistem dan prosedur pelaksanaan Certification of Authority. dan sistem untuk ICT Training Center di UIN. f)Fasilitasi dan Stimulasi Pengembangan Kawasan dengan target Pengembangan Kawasan di 4 Kota dan 2 Kawasan. E. c)Pengembangan Sistem Drainase dengan target terlaksananya Pengembangan Sistem Drainase di 33 kab/kota. Kulon Progo dan Gunung Kidul. (4) gedung ICT Training Center di Jababeka. d)Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan target (1) kebijakan migrasi. g)Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Beserta Prasarana dan Sarana dasarnya dengan target terlaksananya Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Beserta Prasarana dan Sarana Dasarnya Sebanyak 80 Twin Blok. h)Penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun dengan target tersedianya penyediaan prasarana dan sarana dasar untuk rumah sederhana sehat (RSH) dan rumah susun sebanyak 16. (3) gedung beserta perangkat keras TIK (penyediaan. i)Perbaikan Lingkungan Permukiman dengan target terlaksananya Perbaikan . e)Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan bagi Kawasan RSH dengan target terlaksananya Penyediaan Infrastruktur Primer Perkotaan bagi Kawasan RSH di 125 kawasan. (5) aplikasi sistem early warning. aplikasi dan infrastruktur open source. dan pengintegrasian). (5) jadwal migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital.Bantul.0 kemitraan. (2) konsep rencana roll out sistem e-learning. instalasi. b)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pada Kawasan Strategis dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum Pada Kawasan Strategis di 168 kawasan dan 40 kab/kota. e)Peningkatan Jangkauan. (3) warung masyarakat informasi di 50 lokasi. Bidang Permukiman dan Perumahan a)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembuangan Air Limbah Sistem Terpusat di 30 kawasan dan 4 kota. Sleman. (2) Model Community Access Point (CAP) versi 2. d)Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) dengan target terlaksananya Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Limbah Percontohan Skala Komunitas (SANIMAS) di 105 lokasi. Kapasitas dan Kualitas Infrastruktur dan Layanan Pos dan Telematika dengan target: (1) hasil pemantauan pembangunan Jaringan Palapa Ring. (2) penyelenggara Broadband Wireless Access. perangkat lunak.

k)Penyediaan Kredit Program-KPRSH dan Rusunami dengan target tersedianya kredit program-KPRSH dan Rusunami sebanyak 240.736 unit RSH/Rusunami.500 buah. NTT. Kalimantan. (3) Pembangunan Rating School NAD. b)Pembangunan Gedung dengan target Pembangunan Gedung Simulator Pesawat Komersial (Tersedianya Prasarana Latih Diklat Penerbang 1 Paket).500 M. bus air 30 unit. (12) Lanjutan Pembangunan kapal penumpang 2000 GT 5 unit. (9) pengadaan kapal navigasi (ATN Vessel) sebanyak 7 unit. Papua dan Papua Barat). Kelas V 59 unit. d)Rehabilitasi Fasilitas Bangunan Operasional dengan target Rehabilitasi Fasilitas Bangunan (73. Kelas III 7 unit. Prasarana BRT 8 Lokasi.923. guardrail 106. (13) Pengadaan kapal patroli Kelas II sebanyak 2 unit. (5) pembangunan & pemasangan Simulator Pesawat Komersial sebagai Sarana Latih Diklat Penerbang. (8) pembangunan fasilitas sistem telekomunikasi pelayaran tahap 4 yang tersebar di seluruh Indonesia. (2) Pembangunan Maritime Education and Training Improvement (METI). (10) Indonesia Ship Reporting System untuk Selat Sunda dan Lombok.477 buah. Maluku Utara. warning Light 50 unit. (7) Pengembangan Kampus BP2IP Surabaya. Jawa. e)Pengadaan dan pemasangan fasilitas keselamatan LLAJ di 32 Provinsi dengan target Marka jalan sepanjang 2. (6) Pembangunan Akademi Perkeretaapian Indonesia. RPPJ 1200 Bh. Delineator 36. Bidang Transportasi a)Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana dengan target pembangunan dan Pengadaan yang terdiri dari: (1) Pembangunan Rating School Sorong.000 M2 tersebar di : Sumatera. Diklat STPI Curug 10 Paket). (4) Pembangunan Rating School Ambon.500 M. Traffic Light 110 Unit. c)Pengadaan Peralatan Laboratorium dengan target Upgrading laboratorium STPI Curug (Tersedianya Lab. serta lanjutan Pembangunan Kapal Patroli Kelas I sebanyak 1 unit. 30 paket alat. (11) Indonesian Coast Guard Patrol Boats Retrofit Project dengan target memperbaiki kondisi Kapal Patroli Kelas II. dan (15) Pengadaan Sarana ASDP yang terdiri dari kapal perintis lanjutan 12 unit. f)Pembangunan Terminal dengan target dibangunnya terminal di 9 lokasi. paku marka 15. Rambu Lalulintas 29.Lingkungan Permukiman di 218 kawasan.360 M. Maluku. (14) Pembangunan VTS Selat Malaka Tahap I. F. Kelas IV 33 unit. Sulawesi. g)Pembangunan Jembatan Timbang dengan target 6 paket. h)Rehabilitasi Peralatan Operasional Jembatan Timbang dengan target rehabilitasi Peralatan Operasional Jembatan Timbang (1 Paket peralatan operasional jembatan timbang dan prasarana fasilitas LLAJ dan alat . j)Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dengan target terlaksananya pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa beserta prasarana dan sarana dasarnya sebanyak 70 Twin Blok. Cermin Tikungan 108 Bh. sped boat 12 unit.

serta terlaksannya Public Ship Finance Program. o)Pengembangan Perkeretaapian dengan target pembangunan dan Modifikasi yang terdiri dari: (1) Modifikasi Stasiun Cirebon (1 Paket). selatan. (2) Pembangunan MRT Jakarta.5 Km (1 Paket). Lubukalung-Naras.Enim-Prabumulih-Tarahan. (3) Pembangunan Jalur Ganda Cirebon-Kroya (24 Km). Bandung-Banjar-Kroya. Pontianak. Batu dan Palaihari (Kalsel). (5) Lanjutan Pembangunan Doubel-double Track Manggarai-Cikarang (18 Km). KRL. Ramtun : 30 Unit (Seluruh Indonesia 25 Disnav). Telukbayur-Sawahlunto. pengembangan dan pengadaan peralatan keselamatan yang terdiri dari: (1) Improvement and Development of Indonesia Aids to Navigation (Meningkatkan keandalan SBNP). k)Peningkatan Jembatan Ka dengan target 53 buah. Ramsu : 123 unit. Manada dan Bitung . (2) Pembangunan Jalur Ganda Tegal-Pekalongan (17 Km). (5) Pengadaan Rel dan Wesel UIC-54 -52 Km. i)Pengadaan Sarana KA Kelas Ekonomi. j)Peningkatan Jalan dan Prasarana Kereta Api dengan target peningkatan jalan KA di Lintas. Dumai.PKB). 2 unit karat 750 DWT.Sibusuk. Tg. Ma. Bitung. Kariangau (Kaltim). (4) Pembangunan Jalur Ganda Kroya-Kutoarjo (76 Km). Sumatera bagian utara. Pinang.' s)Pengadaan Peralatan Penunjang Keselamatan Transportasi Laut dengan target peningkatan. p)Rehabilitasi Jalan Ka dengan target lintas Cikampek-Padalarang. (2) Port Security System Improvement Plan di 9 Pelabuhan (Belawan. 2 unit kapal 500 DWf. q)Pembangunan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran dengan target pengadaan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) -Mensu: 42 Unit. (6) Pembangunan Jalur KA antara Gununggangsir-Sidoarjo -18.1 Km. pengadaan peralatan SAR 18 unit. Depare (papua). l)Pembangunan Jalan Kereta Api dengan target pembangunan dan Pengadaan yang terdiri dan: (1) Pembangunan Perkeretaapian di NAD (1 Paket) . n)Pembangunan Double Track dan Double-Double Track dengan target pembangunan Jalur Ganda yang terdiri dari: (1) Pembangunan Jalur Ganda Serpong-Maja-Rangkasbitung (32 Km). Pelsu : 100 unit. t)Pembangunan Sarana dan Prasarana Pelabuhan dengan target Pembangunan Fasilitas Pelabuhan yang terdiri dari: Pembangunan fasilitas pelabuhan baru di 9 lokasi: Belawan (Sumut). Palembang. Tlk Bayur. Tj. (3) Pengadaan Track Machinery (1 Paket). Makassar). Benoa. (2) Pembangunan Jalan KA Lintas Tanjung Priok-Pasoso (JICT-KOJA) 2. (2) Lanjutan Pembangunan Kapal GT 2000 (5 unit).Kalaban-Pd. Semarang-Solo. 2 unit kapal 350 DWT. m)Peningkatan dan Rehabilitasi Sistem Sinyal dan Telekomunikasi dengan target peningkatan Sintelis Gawa dan Sumatera)-(18 Paket). Lintas Jawa-400 Km. r)Pembangunan Kapal dengan target pembangunan dan Pengembangan industri Kapal yang terdiri dan: (1) Pembangunan Kapal Perintis (Lanjutan : 2 unit Kapal 900 DWT. dan KRD/Krde/Kd3 dengan target 97 unit. Tg.

Tg. dan Haliwen). Namniwel. Jawa. Adpel Sampit. x)Pengerukan Alur dan Kolam pelabuhan Penyeberangan dengan target 7 lokasi.(Sulut). Adpel Lhok Seumawe. dd)Rehabilitasi Fasilitas Keselamatan Penerbangan dan Penunjang Operasional dengan target rehabilitasi Peralatan Keselamatan Penerbangan dan Penunjang Operasional (8 paket tersebar di : . (2) Pembangunan Bandar Udara Hasanuddin-Makasar Sulawesi Selatan. Tarakan (Kaltim). NTB. Sam Ratulangi-Manado. Adpel Palembang. Sulawesi. lbukota Kabupaten dan Daerah Pemekaran (Tersebar di seluruh propinsi. terpencil dan rawan bencana (11) lokasi di : Rembele. danau 9 lokasi. u)Pengerukan Alur Pelayaran dan Kolam Pelabuhan Penyebrangan dengan target pengerukan alur pelayaran dan Kolam Pelabuhan (Lokasi : Kanpel Kalbut. Adpel Jambi. Enggano. sungai 12 lokasi. Panajam Pasir (Kaltim). Buton (Riau). Kanpel Seba. Rote.000 M2 tersebar di : Sumatera. Arar (papua Barat). NTT. Maluku. Nunukan. v)Pembangunan Dermaga Sungai. bb)Rehabilitasi Fasilitas Landasan dengan target 425. Kalimantan. Saumlaki Baru. Lab. Sulawesi. Kalimantan. Belang-belang (Sulbar). Bojanegara (Banten) . Manokwari. Sungai Nyamuk (Kaltim). (2) Pembangunan/peningkatan Bandara di daerah perbatasan. Ende. Maluku Utara. Malarko (Kepri). Maluku. Garongkong (Sulsel). Melongguane. Sulawesi.000 M2 tersebar di : Sumatera. Papua dan Papua Barat. Rembang (Jateng). Ibukota Kabupaten dan Daerah Pemekaran). 8 dermaga sungai lanjutan dan 1 dermaga danau. Tapang (Sumbar). Papua dan Papua Barat. Anggrek (Gorontalo). Kanpel Manggar. w)Rehabilitasi Dermaga Penyeberangan dengan target dermaga penyeberangan 21 lokasi. Maluku. Bau-Bau (Sultra) . Naha. Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut di 16 Lokasi A. Amuk (Bali). Adpel Samarinda. Yani (Malut). NTT. Papua dan Papua Barat. Kanpel Paloh/Sekura. Jawa. Tlk. Kanpel Leok). Kalimantan. dan (3) Pembangunan/peningkatan Bandara di Ibukota Propinsi. aa)Pengembangan/Peningkatan Bandara dengan target (1) Pengembangan Bandar Udara Dobo. dan Teluk Batang (Kalbar). Sulawesi Utara. Maluku Utara. Adpel Kuala Langsa. 5 dermaga penyeberangan. Dumatubun-Langgur. Seram Bagian Timur. y)Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Penerbangan dengan target 17 paket tersebar di Sumatera. Muara Bungo dan Waghete baru. Silangit. Maloy (Kaltim). Nusa Tenggara. Danau dan Penyeberangan dengan target (1) dermaga lanjutan 65 dermaga. dan Manokwari (papua). Jawa. cc)Rehabilitasi Fasilitas Terminal dengan target 3. Sibolga. Maluku Utara. z)Pembangunan Bandara Baru dengan target pembangunan Bandar Udara yang terdiri dari: (1) Pembangunan Bandar Udara Kualanamu sebagai pengganti Bandar Udara Polonia-Medan (1 paket di Kualanamu-Sumatera Utara).

720 m. c)Penyusunan Penyempurnaan Pengkajian Peraturan Perundangan dengan target 1 paket kerangka kebijakan dan pedoman operasional pengadaan tanah.2 m. ss)Pembangunan Jalan Akses dengan target 11.884 m.9 km. ll)Rehabilitasi Jembatan Ruas Jalan Nasional dengan target 8.5 km.8 km dan 2.163 km. Kalimantan.000 unit. nn)Pembangunan Fly-over dengan target 4. (2) Pengembangan Pelabuhan Bojonegara (1 Paket) . tt)Pembangunan Jalan Baru dan Peningkatan Jalan Strategis dengan target 60. ff)Pengembangan Pelabuhan Strategis Pengembangan Pelabuhan yang terdiri dari: (1) Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok (1 paket supervisi dan konstruksi). uu)Pengusahaan Jalan Tol dengan target dibangunnya jalan tol Solo-Kertasono sepanjang 12 km. rr)Pembangunan Jalan Lintas Pantai Selatan Jawa dengan target 63. Bitung.8 km. hh)Pengadaan dan Pemasangan SBNP dan Rambu Sungai Transportasi Penyeberangan dengan target tersedianya SBNP 34 buah rambu suar dan 2000 buah rambu. mm)Pemeliharaan Jembatan Ruas Jalan Nasional dengan target 34. jj)Rehabilitasi Jalan Nasional dengan target 1. b)Pembebasan Lahan. Fokus 13.834. ee)Pengadaan Sarana dan Prasarana Penunjang Pencarian dan Penyelamatan dengan target tersedianya kelengkapan penunjang kegiatan SAR 1 Paket. Batubara. 8 laporan koordinasi kebijakan percepatan penyediaan infrastruktur. pp)Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Non Lintas dengan target 335. Dan Mineral a)Perencanaan dan Pengembangan Wilayah dengan target Pelaksanaan . (3) Pengembangan Pelabuhan Belawan (Medan) (1 Paket).Sumatera. ii)Bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan dengan target bantuan Penanggulangan Darurat Jalan dan Jembatan. Maluku Utara. oo)Peningkatan Jalan dan Jembatan Nasional Lintas dengan target 2. Fokus 14.880. (4) Pengembangan Pelabuhan Manokwari (3 Lokasi Manokwari.Peningkatan Investasi Dan Produksi Migas.685 m. Papua dan Papua Barat).701 m. Manado). kk)Pemeliharaan Jalan Nasional dengan target 32.Peningkatan Investasi Infrastruktur melalui Kerjasama Pemerintah dan Swasta a)Koordinasi Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur dengan target 3 rumusan kebijakan. NTT.469 km dan 3. Sulawesi.9 km. Jawa. qq)Pembangunan Jembatan Suramadu dengan target 1 paket. gg)Pengadaan dan Pemasangan Konverter Kit dengan target 2.

tersusunnya pedoman persyaratan uji kinerja pada pemanfaatan TL untuk rumah tangga dalam rangka labelisasi tanda hemat energi. Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) dan Keputusan Presiden Pasca Tambang. terlaksananya forum konsensus standar kompetensi auditor energi. seismic laut Flores sepanjang 1. tersusunnya informasi teknologi energi baru terbarukan. Maluku Utara. pendamping kegiatan konservasi energi (kerjasama dengan Jepang dan Denmark). advokasi hukum. Penyiapan dan Penilaian Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dengan target penawaran 20 wilayah kerja baru migas. b)Pengkoordinasian/Penyelenggaraan Konservasi Energi dengan target terselenggaranya audit energi di sektor industri dan bangunan.Percepatan Diversifikasi Energi. Sulawesi. d)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Pemanfaatan Energi dengan target termonitornya implementasi kebijakan energi nasional. tersosialisasikannya pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. termonitornya implementasi hasil audit energi. b)Pengelolaan. pengembangan statistik minerbapabum. perijinan usaha. tersusunnya standar kompetensi untuk audit energi. tersusunnya baseline faktor emisi sistem ketenagalistrikan Kalimantan. penyiapan wilayah usaha pertambangan perumusan draft rancangan Kepres tentang perizinan serta penyiapan dan evaluasi usaha pertambangan. c)Peningkatan pemanfaatan Pertambangan dengan target Perumusan Pedoman Perizinan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan IUP Produksi Minerba. perumusan regulasi panas bumi dan pemantauan sub sektor minerbapabum. interpretasi potensi migas di laut Sulawesi. terevaluasinya program pembinaan implementasi pembangkit listrik. Reklamasi. dan Papua untuk CDM. Maluku. kriteria wilayah usaha pengelolaan panas bumi di Lampung. c)Penyiapan Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dengan target terlaksananya pengembangan dearing house energi terbarukan dan konservasi energi. tersusunnya kebijakan .harmonisasi wilayah kerja pertambangan minerbapabum.500 km. terselenggaranya kerjasama dalam rangka sosialisasi pemanfaatan energi terbarukan dan konservasi energi. terbitnya buletin energi hijau. synopsis geologi WK. evaluasi usaha pembangkit listrik energi baru terbarukan skala kecil dan menengah. penetapan WKP panas bumi. terevaluasinya pelaksanaan penghematan energi. terupdatenya database energi terbarukan dan konservasi energi. Fokus 15. Efisiensi Distribusi dan Pemanfaatan BBM a)Penyusunan Kebijakan dan Regulasi Usaha Energi Baru Terbarukan dengan target terselenggaranya studi kelayakan PLTMH untuk interkoneksi dengan jaringan PLN. terselenggaranya Bintek energi terbarukan dan konservasi energi. terpantaunya pengawasan kegiatan energi baru terbarukan untuk daerah terpencil.

Makin meningkatnya kinerja birokrasi untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional di berbagai bidang. III.Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Reformasi Birokrasi serta Pemantapan Demokrasi dan Keamanan Dalam Negeri pada tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. adanya dukungan kompetensi sumber daya manusia aparatur dibidang pelayanan dan penegak hukum. peningkatan aksesibilitas energy perdesaan. layak dan berbasis kinerja. pengembangan pulau kecil terluar melalui pemanfaatan energi terbarukan non listrik. yang mencakup antara lain: terselenggaranya pelayanan publik yang tidak diskriminatif. dan diterapkannya teknologi informasi dan komunikasi (e-gov dan e-services). diterapkannya standar pelayanan minimal (SPM). b.PENINGKATAN UPAYA ANTI KORUPSI.energi. perubahan kepemilikan saham. c. c.Dilakukannya perbaikan kesejahteraan aparatur negara yang adil.Tumbuhnya ik1im takut korupsi. terselenggaranya pengarusutamaan gender di sektor energi.Ditingkatkannya kualitas pelayanan publik. SERTA PEMANTAPAN DEMOKRASI. b.Menurunnya tindak pidana korupsi yang tercermin dari: a. SASARAN Sasaran pembangunan yang akan dicapai dalam prioritas Peningkatan Upaya Anti Korupsi. tersosialisasinya pemanfaatan biofuel di sektor industry dan bangunan. tersusunnya kajian penurunan emisi sektor energi nasional.Meningkatnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang pada dasarnya dapat menjadi indikator meningkatnya kualitas pelayanan publik. pengawasan produksi penjualan. g)Pelayanan dan Pemantauan Usaha Gas Bumi dengan target penawaran 10 wilayah kerja CBM. murah dan manusiawi. REFORMASI BIROKRASI. yang antara lain ditandai dengan: a. kinerja unit kerja dan kinerja individu/pegawai. e)Pembinaan Koordinasi dan Konsultasi Pengawasan dengan target pelaksanaan evaluasi hasil pengawasan produksi. . cepat. pengusahaan CBM di daerah Sumatera. f)Pengembangan dan Pemanfaatan Energi dengan target terkoordinirnya pengembangan energy perdesaan. 2. penetapan harga gas bumi. PERTAHANAN. serta inventarisasi barang modal dan sarana dan prasarana. pembinaan perijinan pengusahaan minerbapabum.Meningkatnya kinerja lembaga peradilan dan lembaga penegakan hukum termasuk lembaga pemberantasan korupsi. d. tersusunnya program pemanfaatan energi.Dilakukannya upaya peningkatan kinerja instansi pemerintah. DAN KEAMANAN DALAM NEGERI.

Bab 8. ARAH KEBIJAKAN. Bab 13. e. proses pemungutan dan perhitungan suara. dan.000 perkara. dan Bab 14 Buku II dengan Fokus dan Kegiatan prioritas sebagai berikut : Fokus 1. c. b. 15 orang perlindungan saksi.852 penanganan/penyelidikan kasus intelijen termasuk perkara korupsi. 4. dan (3) Penyelidikan dan penyidikan terhadap subyek dan kasus tindak pidanan korupsi.Menurunnya secara signifikan tindak kejahatan lintas negara di wilayah yurisdiksi laut dan wilayah perbatasan khususnya illegal fishing. Bab 6.d. kampanye. adil.967 perkara korupsi.Tertangkapnya pelaku utama aksi-aksi terorisme dan terbongkarnya jaringan utama terorisme di Indonesia secara tuntas. jujur. dan aman. DAN KEGIATAN PRIORITAS Dalam rangka mencapai sasaran pembangunan tersebut ditempuh arah kebijakan sebagaimana dalam Bab 3. 5 Tahun 2004 di sebanyak 660 instansi (pusat dan daerah). serta penyelundupan sumber daya negara. dan (2) terlaksananya sosialisasi RAN-PK oleh K/L dan penyusunan RAD-PK oleh .Penindakan dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi a)Penanganan/Penyelidikan Kasus Intelejen dengan target 1. b)Penindakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Korupsi dengan target (1) penyelidikan 55 kasus. 50 perkara penyidikan. termasuk di dalamnya penanganan perkara korupsi baik yang ditangani oleh pengadilan umum maupun pengadilan Tipikor. Bab 5. illegal logging. 3.Makin menguatnya kemampuan pertahanan dan mantapnya keamanan dalam negeri. e. c)Penanganan Perkara dengan target penanganan terhadap 250. Pengumpulan bahan keterangan 1 paket. supervisi dan koordinasi penanganan TPK 40 kasus di 50 K/L.Tercapainya kapasitas alutsista pertahanan dan keamanan skala essential force dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pertahanan dan keamanan. (2) penanganan terhadap 1. 40 perkara penuntutan. Bab 10. FOKUS. 5 Tahun 2004 (Percepatan Pemberantasan Korupsi) dengan target: (1) tersusunnya laporan pelaksanaan Inpres No. 35 perkara eksekusi keputusan inkracht.Dilaksanakannya penataan kelembagaan dan ketatalaksanaan yang menunjang fungsi-fungsi kepemerintahan. yang tercermin dari : a.Ditingkatkannya efektifitas pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan untuk mendukung kinerja instansi pemerintah dan pembangunan. Bab 9.Terlaksananya Pemilu 2009 secara demokratis. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu tahun 2009. d)Pelaksanaan Inpres No.Terputusnya jaringan demand dan supply penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia baik yang melibatkan jaringan dalam negeri maupun jaringan internasional. d.Terselenggaranya pengamanan proses pemilu dari masa persiapan.

.380 aparat pemerintah daerah di 10 propinsi masing-masing 5 kab/kota dalam penerapan SPM di daerah. c)Peningkatan kapasitas aparat pemerintah daerah dalam penerapan standar pelayanan minimal (SPM) di daerah dengan target meningkatnya kapasitas 1. penyusunan UU pengadilan tindak pidana korupsi. revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi). Fokus 2. dan Peraturan pelaksanaan UU Penyitaan Aset. Rakor di 3 wilayah evaluasi 10 kawasan kumuh perkotaan di 10 provinsi. penyusunan naskah akademik 10 RUU. 361 Kejaksaan Negeri.000 orang. kerjasama perkotaan bertetangga di 3 kota metropolitan. untuk pelayanan kepada masyarakat di daerah. c)Penyuluhan Hukum dan Koordinasi RANHAM dengan target penyelenggaraan penyuluhan hukum pada 33 Kanwil Dephukham. BPHN. pengkajian hukum 15 kegiatan. Fasum) bermasalah di 10 provinsi. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik a)Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dengan target (1) tersusunnya RPP untuk UU Pelayanan Publik dan sosialisasi UU Pelayanan Publik dan (2) meningkatnya kualitas pelayanan terpadu Samsat. Penyusunan 15 Naskah RUU.Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi a)Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana dengan target terlaksananya sosialisasi UU perlindungan saksi dan korban dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberantasan korupsi dengan sasaran 45. Fokus 3. b)Peningkatan/Pengkajian Kapasitas Kelembagaan dengan target tersusunnya 4 dokumen SPM dan Penerapan 2 SPM di 33 provinsi. evaluasi PSU (Fasus.Pemda. d)Pasilitasi Pengelolaan Kawasan Perkotaan dengan target terlaksananya fasilitasi standar pelayanan perkotaan di 11 provinsi. kerjasama kota kembar (sister city). penelitian hukum 7 kegiatan. dan Dirjen HAM. 99 Cabang Kejaksaan Negeri. b)Penyuluhan Hukum dengan target terlaksananya penyuluhan hukum terutama yang terkait dengan Sosialisasi UU Perlindungan Saksi dan Korban. Penyusunan 18 Naskah RPP (termasuk peraturan pelaksanaan UU perlindungan sanksi dan korban serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. serta peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pemberantasan korupsi. dan 1 Kejaksaan Agung. dan (3) meningkatnya koordinasi pelaksanaan strategi nasional pemberantasan korupsi yang sejalan dengan KAK' 2003. Fokus 4.Penyempurnaan Peraturan Perundang-undangan untuk Mendorong Upaya Pemberantasan Korupsi a)Penyusunan Naskah Perundang-undangan dengan target Pembahasan RUU 10 buah. Kejaksaan di 31 Kejaksaan Tinggi.

Sragen dan Balikpapan) dengan 3 instansi (pemda. Menpan.Penataan Kelembagaan. dan (2) tersosialisasikannya Pedoman Implementasi Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Instansi Pemerintah. Fokus 6. (1) model implementasi e-local government. g)Pengembangan Sistem Administrasi Kependudukan (SAK) Terpadu dengan target terimplementasinya SAK di 457 kab/kota.Peningkatan Kinerja dan Kesejahteraan PNS a)Pengembangan Sistem Pendayagunaan SDM Aparatur Negara dengan target (1) tersusunnya Sistem Diklat Aparatur yang baru. d)Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-Undangan dengan target terlaksananya uji materi dan pembahasan RUU Sistem Pengawasan Nasional dan RUU Akuntabilitas Kinerja Penyelenggara . f)Penyempurnaan Sistem Koneksi (interphase) Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terintegrasi antar instansi yang terkait dengan target penataan sistem koneksi NIK dengan sistem informasi departemen/lembaga melalui pembangunan dan pengembangan data warehouse berbasis NIK Nasional. evaluasi atas pelaksanaan Rencana Induk Reformasi Birokrasi.e)Pengembangan dan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan target tersusunnya. (4) tersosialisasikannya sistem diklat aparatur yang baru. (2) tersusunnya Kurikulum Diklat Aparatur yang baru. b)Penyempurnaan sistem manajemen pengelolaan SDM Aparatur sesuai Sistem Karir dan Remunerasi dengan target tersusunnya RPP Sistem Remunerasi PNS berbasis kinerja dan merit. Ketatalaksanaan dan Pengawasan Aparatur Negara a) Pelaksanaan Rencana Induk Reformasi Birokrasi. (Survey/Studi kelayakan/Penyusunan Master Plan/DED/SID) dengan target terlaksananya sosialisasi/asistensi/ monitoring. b)Pengembangan Sistem dan Evaluasi Kinerja dengan target (1) tersusunnya rancangan kebijakan Penerapan Sistem Manajemen Kinerja untuk Instansi Pemerintah. Fokus 5. BKN). h)Pilot Project Penerapan Identitas Tunggal untuk Pelayanan Publik dengan target terlaksananya ujicoba penerapan identitas tunggal untuk pelayanan publik di 3 lokasi (Jembrana. c)Evaluasi Organisasi dan Tata Kerja Unit Departemen/ LPND/Lembaga Non Struktural dengan target tersususnnya RPP tentang Pedoman Penyusunan Kelembagaan Non-struktural (quasi birokrasi) dan basil evaluasi kelembagaan birokrasi (struktural). (2) peraturan tentang pelaksanaan e-government di instansi pemerintah. c)Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-undangan dengan target terlaksananya uji materi dan pembahasan RUU Kepegawaian Negara dengan legislatif. (3) tersusunnya Strategi Pembelajaran yang baru.

Negara dengan legislatif. kesiapan alutsista TNI AD menjadi 38 persen dari jumlah saat ini. d)Fasilitasi lembaga kemasyarakatan untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat di daerah-daerah dengan target terlaksananya pendidikan politik mengenai kepemiluan oleh 500 ormas di kab/kota (khususnya untuk Pemilu Presiden). 6. 470 KPU kab/kota.Pemantapan Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri a)Peningkatan kemampuan alutsista TNI dan Alut Polri dengan target (1) kesiapan alutsista integratif TNI menjadi 40 persen dari jumlah saat ini. pendidikan pemilih di dalam dan luar negeri. (2) terlaksananya seleksi.Peningkatan Efektivitas Pelaksanaan Pemilu 2009 a)Fasilitasi Persiapan Pelaksanaan Pemilu 2009 dengan target terlaksananya koordinasi setiap tahapan dan jadwal kegiatan Pemilu 2009 (desk Pemilu). dan 1 Kadin di luar negeri. 120 PPLN. (KPU.286 PPS. serta tersedianya bahan tercetak dan instrumen bagi lembaga pemantau pemilu dari dalam negeri dan luar negeri. PPS. 1. 77. bimbingan teknis. 119 Kantor Perwakilan Luar Negeri. kesiapan alutsista TNI AL menjadi 41 persen dari jumlah yang ada saat ini. . Fokus 8. c)Penguatan sarana dan prasarana pendukung Pelnilu 2009 dengan target tersedianya sarana dan prasarana gedung kantor KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota. c)Fasilitasi Pelaksanaan Budaya Politik Demokratis dengan target terlaksananya pendidikan pemilih bagi masyarakat di 5 lokasi di daerah. b)Penyediaan dan distribusi logistik pemilu dengan target tersedianya logistik pemilu tepat waktu dan tepat lokasi. dan (2) terlaksananya fasilitasi voters information dan fasilitasi pelaksanaan kampanye di 119 kantor perwakilan RI di luar negeri. (2) kesiapan peralatan Polri mencapai 70 persen dari kondisi yang ada saat ini. b)Peningkatan Pendidikan Politik Masyarakat (penyiapan Modul dan Memulai Voters Education and Information) dengan target (1) terlaksananya sosialisasi informasi pemilu. Kegiatan dilakukan di 33 provinsi dan 470 KPU kab/kota. kesiapan alutsista TNI AU menjadi 43 persen dari jumlah yang ada saat ini. Fokus 7. Fokus 9.636 KPPS. dan supervisi untuk PPK.Penguatan Lembaga Penyelenggaraan Pemilu dan Peningkatan Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Pemilu 2009 a)Penguatan Organisasi Penyelenggara Pemilu dan Pilkada dengan target (1) terakreditasinya dan terlaksananya bimbingan teknis bagi pemantau pemilu.575 PPK.780 KPPSLN). 611. PPLN. serta bimbingan dan supervisi teknis kepada panitia ad hoc pelaksana pemilu. KPPS. 33 KPU provinsi. dan KPPSLN untuk mendukung penyelenggaraan Pemilu Presiden/WK Presiden putaran 1 dan putaran 2.

(3) meningkatnya kerjasama bilateral dan regional dalam hal penanggulangan dan pencegahan aksi-aksi terorisme melalui . pembentukan UPT di 6 provinsi.b)Pengembangan industri pertahanan nasional dengan target (1) ditetapkannya sejumlah : peraturan perundangan yang mengatur mekanisme pengembangan industri pertahanan. (2) terselenggaranya operasi bersama keamanan laut dan penegakan hukum di wilayah laut Indonesia dengan target meningkatnya intensifikasi operasi bersama keamanan laut. (2) meningkatnya upaya pencarian. penyelenggaraan pentaatan dan penegakan hukum di 5 unit kerja peradilan perikanan dan pengembangan 5 UPT pengawas. serta (2) pemanfaatan fasilitas pemeliharaan dan penyerapan secara signifikan produk industri pertahanan nasional dengan target meningkatnya jumlah dan jenis alutsista TNI dan alut Polri produk industri pertahanan nasional untuk memperkuat sistem pertahanan dan keamanan. pembentukan 132 kelompok masyarakat pengawas. (3) berkembangnya sistem pengawasan dan pengendalian sumber daya kelautan dan perikanan melalui penyelenggaraan operasi terpadu selama 180 hari. e)Penanggulangan dan pencegahan gangguan keamanan laut dengan target (1) berkembangnya prasarana dan sarana termasuk early warning system dengan pengadaan kapal markas. c)Pengembangan profesionalitas prajurit TNI dan anggota Polri dengan target terpeliharanya kekuatan dan kemampuan prajurit TNI dan anggota Polri. (2) meningkatnya operasional penjagaan dan pengawasan aktivitas aging di pulau-pulau terluar dan wilayah-wilayah perbatasan melalui penjagaan dan pengawasan aktivitas asing di pulau-pulau terluar dan wilayah-wilayah perbatasan. dan (4) meningkatnya kualitas dan kuantitas pas-pas keamanan dalam rangka pencegahan tindak kejahatan transnasional. dan tepat waktu (real time). terbangunnya stasiun koordinasi keamanan laut. pengadaan early warning system. (3) meningkatnya kerjasama bilateral pengamanan di wilayah-wilayah perbatasan. penangkapan dan pemrosesan tokoh-tokoh kunci operasional terorisme melalui peningkatan jumlah penangkapan dan proses hukum tokoh-tokoh kunci terorisme. operasionalisasi 21 kapal pengawas. dengan target (1) meningkatnya kelembagaan Badan Koordinasi Penanganan Terorisme melalui peningkatan koordinasi penanganan tindak kejahatan terorisme. d)Pengamanan batas negara pada sekitar pulau-pulau kecil terluar dan wilayah-wilayah perbatasan dengan target (1) meningkatnya kualitas dan kuantitas pas-pas pertahanan dalam rangka pencegahan terjadinya pelanggaran wilayah dan kedaulatan. tepat tempat. (4) penguatan sinkronisasi dan sinergi instansi-instansi pemangku Maritime Surveilance System dengan target tercapainya efektivitas dan efisiensi Maritime Surveilance System diantara instansi-instansi terkait guna mendukung kemampuan dukungan informasi dan data secara lebih akurat. f)Penanggulangan dan pencegahan tindakan terorisme.

(3) terselenggaranya pembangunan jaringan komunikasi sandi negara melalui pembangunan dan pengembangan SDM persandian. dengan target (1) meningkatnya sarana dan prasarana intelijen pusat dan daerah melalui peningkatan kemampuan lembaga dan SDM intelijen pusat dan daerah. terbangun sistem informasi intelejen pertahanan. Sasaran tahun 2009 tersebut dicapai melalui berbagai kegiatan dan kebijakan pembangunan sesuai dengan prioritas yang digariskan. kriminalitas. BAB III KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009 memberi gambaran kondisi ekonomi makro tahun 2007. . sasaran-sasaran pokok tahun 2009. mencegah dan menanggulangi konflik. meningkatnya kemampuan intelijen TNI. dengan target (1) meningkatnya kerjasama dalam negeri dan luar negeri di bidang narkoba melalui peningkatan koordinasi dan kerjasama serta sinergi antara BNN dan BNP/BNK/BNKot maupun lintas negara dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. serta (3) terselenggaranya operasi intelijen untuk mendeteksi dan mengeliminasi ancaman tantangan hambatan dan gangguan (ATHG) di dalam dan luar negeri. proses pemungutan dan perhitungan suara. i)Pengamanan Pemilu 2009 dengan target (1) mantapnya kesiapan Polri dalam mengamankan proses pemilu dari masa persiapan. serta teredamnya potensi gangguan keamanan. kampanye. percepatan pembangunan jaringan komunikasi sandi nasional. ketertiban. (4) terselenggaranya kampanye nasional dan sosialisasi anti narkoba serta tersosialisasinya pencegahan penyalahgunaan narkoba di seluruh Indonesia. (2) meningkatnya kualitas penegakan hukum di bidang narkoba melalui peningkatan jumlah penyelesaian perkara kejahatan di bidang narkoba. dan terorisme. separatisme. meningkatnya kemampuan intelijen Polri. konflik. perkiraan tahun 2008. (2) operasi dan koordinasi dalam hal deteksi dini untuk meningkatkan keamanan. (2) mantapnya kesiapan TNI dalam memberikan dukungan pengamanan dalam menciptakan suasana yang kondusif. (3) meningkatnya pelayanan terapi dan rehabilitasi kepada penyalahguna (korban) narkoba. dan menanggulangi kriminalitas. h)Peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. dan terorisme. hingga selesainya seluruh rangkaian kegiatan Pemilu. ketertiban. serta kebutuhan pembiayaan pembangunan yang diperlukan. g)Penguatan institusi intelijen dan kontra intelijen.peningkatan penanganan terorisme yang bersifat lintas negara serta menurunnya potensi aksi terorisme lintas negara. separatisme.

5 persen). ekonomi diperkirakan tumbuh 6.1 juta dibandingkan Maret 2006. stabilitas ekonomi tetap terjaga dari tekanan eksternal yang meningkat. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto meningkat dua digit serta konsumsi masyarakat tumbuh lebih dari 5 persen.8 persen (y-o-y).8 persen menjadi 6. Pada triwulan 1/2008. Dalam Agustus 2006-Agustus 2007 tercipta lapangan kerja baru bagi 4. Dalam keseluruhan tahun 2007.1 juta orang (16. Momentum pertumbuhan terns berlanjut pada triwulan 1/2008. Sejak triwulan 111/2007. Dalam triwulan 1/2008. Ketiga. sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dalam awal-awal tahun 2008 disesuaikan dari 6. pengangguran terbuka menurun menjadi 9. Dalam tahun 2008.3 persen. serta daya beli masyarakat yang semakin baik.0 persen dan 13.4 juta orang (8.3 persen dibandingkan . serta melambatnya pertumbuhan ekonomi AS. ekonomi tumbuh 6. Pada bulan Maret 2007.3 persen (y-o-y) didorong oleh ekspor barang dan jasa serta pembentukan modal tetap bruto yang meningkat 15. Dalam keseluruhan tahun 2007. termasuk APBN 2008 dengan perubahan yang dilakukan pada awal-awal tahun 2008.KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2007 DAN PERKIRAAN TAHUN 2008 Kondisi ekonomi makro tahun 2007 dan perkiraannya tahun 2008 dapat diringkas sebagai berikut. Kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penduduk miskin ditingkatkan pada tahun 2008. kualitas pertumbuhan ekonomi membaik.4 persen. Dengan memperhitungkan resiko gejolak ekstemal yang cukup besar. sejak paruh kedua tahun 2007. penerimaan ekspor nonmigas meningkat 15.5 persen) didorong oleh investasi yang meningkat.9 juta orang (10. jumlah penduduk miskin menurun menjadi 37.5 persen.6 persen) atau berkurang 2.A.3 persen) menjadi 10.5 persen (y-o-y). perekonomian Indonesia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan harga komoditi dunia lainnya. Pertama. Keempat.1 persen). rata-rata nilai tukar rupiah mencapai Rp 9.3 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang meningkat 5.140 per dolar AS atau menguat 0.5 juta orang sehingga pengangguran terbuka menurun dari 10. Dalam bulan Februari 2008. Besarnya resiko dari gejolak eksternal tersebut menuntut langkah-langkah jangka pendek yang harus ditempuh serta penyesuaian-penyesuaian yang harus dilakukan dalam rangka mengamankan pembangunan. momentum pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2007 dan triwulan 1/2008 tetap terjaga. lebih tinggi dari tahun 2006 (5. Momentum pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga pada triwulan 1/2008 menurunkan lebih lanjut pengangguran terbuka. Kedua. dampak dari krisis subprime mortgage di AS.0 persen. penerimaan ekspor nonmigas meningkat 24. kemampuan ekspor barang dan jasa yang terjaga. Dalam tahun 2007. Meningkatnya harga minyak mentah dunia yang dalam keseluruhan tahun 2008 diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya serta tekanan inflasi yang besar berpotensi lebih memperlambat pertumbuhan ekonomi. ekonomi tumbuh 6.0 juta orang (9.

laju inflasi terjaga sebesar 6. Dalam semester II/2007. suku bunga Fed Funds diturunkan secara bertahap dari 5.000 dalam bulan Januari dan Maret 2008 dalam penutupan hariannya. Pada triwulan 1/2008. Dalam kaitan itu.000 sempat merosot menjadi di bawah 12. sedangkan negara-negara maju hanya tumbuh 2. laju inflasi keseluruhan tahun 2008 diupayakan tetap terkendali. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. Ekonomi Asia tetap sebagai penggerak ekonomi dunia dengan tumbuh sekitar 9. Runtuhnya pasar sub-prime mortgage di Amerika Serikat pada pertengahan Juli 2007 telah menimbulkan gejolak yang luas terhadap pasar modal global. atau bertambah USD 14. serta cadangan devisa meningkat menjadi USD 56. lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga tahun sebelumnya yang tumbuh 3. ekonomi dunia dihadapkan pada tiga gejolak eksternal yaitu meningkatnya harga minyak mentah dunia dan komoditi dunia lainnya. Rendahnya kualitas kredit perumahan di AS telah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi AS. harga komoditi dunia yang meningkat memberi tekanan yang cukup besar terhadap inflasi di dalam negeri.6 persen. bantuan likuiditas sekitar USD 30 miliar diberikan untuk menyelamatkan Bear Sterns dari kerugian yang dialami. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati.2 persen pada triwulan 1/2008. EKONOMI DUNIA Dalam keseluruhan tahun 2007.0 persen). krisis subprime mortgage di AS yang berpengaruh terhadap stabilitas keuangan dunia. Dalam bulan Juli 2007. serta melambatnya ekonomi AS. Dalam rangka mengurangi meluasnya dampak krisis subprime mortgage tersebut. sedikit lebih rendah dari tahun 2006 (5. relatif sama dengan tahun 2006.5 persen (yo-y) dengan kecenderungan peningkatan konsumsi rumah tangga yang melambat serta penurunan investasi residensial yang makin pesat.tahun sebelumnya.6 persen. Dalam keseluruhan tahun 2007. Terakhir. Pada bulan April 2008. laju inflasi setahun (y-o-y) mencapai 9. Penurunan indeks saham tersebut selanjutnya berpengaruh terhadap indeks saham di berbagai negara.0 persen.5 persen per tahun.9 miliar. ekonomi AS tumbuh 2. bank sentral AS dan beberapa bank sentral di negara maju menempuh langkah pengamanan baik melalui bantuan likuiditas dan penurunan suku bunga.3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Indeks saham Dow Jones yang sebelumnya mencapai lebih dari 14. Untuk mencegah ekonomi AS dari kemungkinan resesi pada tahun 2008. kebijakan ekonomi AS diarahkan pada dua langkah pokok yaitu mengamankan sektor keuangan termasuk perbankan dengan penurunan suku bunga serta memberi stimulus fiskal dalam rangka mendorong ekonomi.2 persen. Sejak triwulan II/2006. Ketiga resiko eksternal tersebut memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2008.6 persen. stabilitas keuangan dunia mengalami gejolak dipicu oleh krisis subprime mortgage AS. ekonomi AS tumbuh 2. ekonomi dunia tumbuh 4.9 persen. investasi residensial di AS terus tumbuh negatif hingga menurun menjadi 21.25 persen pada bulan .

0 per barel. Dalam keseluruhan tahun 2008. rata-rata harian nilai tukar rupiah mencapai Rp 9.5 persen (IMF. PERBANKAN.. program stabilisasi harga kebutuhan pokok. MONETER. atau menguat 0. terutama minyak mentah. mampu menjaga kembali stabilitas nilai tukar rupiah.000-Rp 9. serta pengamanan sektor keuangan di dalam negeri. April 2008). Mei 2008). rata-rata harian nilai tukar rupiah relatif stabil pada rentang Rp 9. stabilitas ekonomi dapat dijaga.140. Dalam bulan Mei 2007 terjadi penguatan nilai tukar rupiah terutama didorong oleh arus modal jangka pendek dalam bentuk investasi portfolio. World Economic Oudook.per dolar AS. Mei 2008]. Langkah-langkah untuk mengamankan sektor keuangan dan pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati dengan penurunan suku bunga Fed Funds yang terus berlanjut. kebijakan moneter pada banyak negara mulai beralih ke arah yang ketat dengan menaikkan suku bunga. Rata-rata harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) hingga empat bulan pertama tahun 2008 mencapai USD 101. DAN PASAR MODAL.000-Rp 9. Dalam tahun 2008 ekonomi dunia diperkirakan hanya tumbuh 3. Indeks harga komoditi dunia pada bulan April 2008 meningkat 46. nilai tukar rupiah berfluktuasi oleh pengaruh rambatan krisis subprime mortgage di AS.3 persen dibandingkan tahun 2006. Poll of the Forecaster memperkirakan ekonomi AS dalam keseluruhan tahun 2008 tumbuh 1. Tekanan eksternal berupa tingginya harga komoditi dunia dan meluasnya dampak krisis subprime mortgage di AS berpengaruh pada stabilitas ekonomi di dalam negeri. Harga minyak mentah dunia dan komoditi dunia lainnya secara bertahap meningkat. Sampai dengan lima bulan pertama tahun 2007. . Krisis subprime mortgage dan melemahnya nilai tukar dolar AS mengakibatkan likuiditas global yang berlebih beralih pada pasar komoditi.9 persen) dengan ekonomi AS yang hanya tumbuh 0. primary commodity price. Pertumbuhan ekonomi dunia yang tinggi sejak tahun 2004 meningkatkan permintaan terhadap komoditi dunia termasuk energi. Nilai tukar rupiah kembali stabil pada rentang Rp 9. Dalam rangka mengendalikan tekanan inflasi ini. Mei 2008).1 persen (The Economist.8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 (y-o-y) [IMF. Dalam bulan Juli 2007 hingga akhir tahun 2007.Agustus 2007 hingga menjadi 2.200 per USD dan dalam keseluruhan tahun 2007.7 per barel dan dalam paruh pertama bulan Mei 2008 mencapai USD 122.7 persen. Dengan kebijakan moneter yang berhati-hati. dan memberi tekanan spekulasi yang besar terhadap peningkatan harga komoditi dunia. harga minyak mentah WTI diperkirakan sekitar USD 110 per barel (EIA.200 per dolar AS. lebih lambat dari tahun 2007 (4. Ketiga gejolak eksternal tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2008.00 persen pada akhir bulan April 2008 dan stimulus fiskal sebesar USD 162 miliar diberikan untuk menopang konsumsi masyarakat. Kenaikan harga komoditi yang tinggi ini telah memberi tekanan inflasi global yang tinggi bagi semua negara.

kedelai. bertambah Rp 208. suku bunga kredit modal kerja. dan minyak kelapa sawit melunak.2 persen dan 7.1 triliun. laju inflasi tahun kalender (y-t-d) mencapai 4. 13. Meningkatnya harga komoditi dunia sejak pertengahan tahun 2007 mendorong kembali laju inflasi.8 persen (y-o-y) pada bulan Juni 2007.2 persen (y-o-y). 79. Dalam tekanan resiko eksternal yang meningkat sejak semester II/2007.7 persen pada bulan Desembcr 2006. termasuk minyak mentah dunia. kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing menurun menjadi 13. 9. harga gandum. Meningkatnya tekanan inflasi sejak bulan Desember 2007 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati guna memandu penurunan ekspektasi inflasi. Dalam tahun 2007.0 persen.8 persen (y-o-y).0 persen. Penurunan suku bunga kredit berjalan lebih lambat. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil hingga semester 1/2007 berperan dalam menjaga laju inflasi. Dalam bulan April 2008. penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 995. Kenaikan ini terus berlanjut hingga empat bulan pertama tahun 2008. sedangkan harga beras meningkat tinggi. Dalam bulan April 2008. 73. Dalam keseluruhan tahun 2008. Meningkatnya harga komoditi dunia pada empat bulan pertama tahun 2008 memberi tekanan bagi inflasi di dalam negeri.246 dengan trend tetap terjaga pada rentang Rp 9.1 persen.1 persen dari 15. dan beras di pasar dunia meningkat berturut-turut sebesar 80. Pada bulan Desember 2007. minyak kelapa sawit. laju inflasi tahun 2007 dapat dijaga sebesar 6. indeks harga komoditi pangan dunia meningkat sebesar 27. Dengan program stabilisasi harga kebutuhan pokok masyarakat didukung oleh kebijakan moneter yang berhati-hati.9 persen. Sampai pertengahan tahun 2007 laju inflasi terkendali dan dapat ditekan menjadi 5.0 persen.25 persen. dan 22.00 persen pada bulan Desember 2007. dan 77.4 persen.1 persen (IMF commodity price). suku bunga deposito 1 dan 3 bulan menurun menjadi 7.4 persen dari 9. diperkirakan tetap tinggi. Dalam bulan April 2008. Dalam tahun 2007. dan 16. harga keempat komoditi tersebut meningkat berturut-turut 120.2 persen. kedelai.0 persen.9 persen. harga komoditi dunia. 67.300 per USD. Suku bunga acuan yang tetap dipertahankan 8.00 persen sampai bulan April 2008 mulai ditingkatkan pada bulan Mei 2008 menjadi 8.0 . harga gandum dan gandum. 102. Nilai tukar rupiah yang relatif stabil dan laju inflasi yang terkendali dalam tahun 2007 memberi ruang bagi penurunan suku bunga di dalam negeri. Secara bertahap suku bunga acuan (B1 rate) diturunkan sebesar 175 bps dari 9.0 persen dan laju inflasi setahun (y-o-y) meningkat menjadi 9. 15. relatif sama dengan tahun 2006.1 persen. Menurunnya suku bunga dan membaiknya ekspektasi terhadap perekonomian mendorong penyaluran kredit perbankan. Pada bulan Desember 2007.6 persen.0 persen dan 9. Pada bulan Desember 2007.000-Rp 9.75 persen pada akhir tahun 2006 menjadi 8.Dalam empat bulan pertama tahun 2008. Suku bunga deposito dan kredit mcngikuti suku bunga acuan.2 persen. dan 17. laju inflasi dalam keseluruhan tahun 2008 diupayakan tetap terkendali. rata-rata harian nilai tukar rupiah sebesar Rp.6 persen pada bulan Desember 2006.

Selanjutnya dalam bulan Maret 2008.1 persen dibandingkan akhir Desember 2007.9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh impor migas dan nonmigas yang masing-masing naik sebesar 16.745. Pada akhir bulan April 2008. perkembangan pasar modal global yang dinamis.9 miliar.5 persen.1 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.3 persen. NPL menurun menjadi Rp 40. 28.3 triliun (3. loan-to-deposit ratio (I. Dalam bulan Maret 2008.5 persen dan 14. atau berkurang Rp 7. Membaiknya kegiatan ekonomi dan pendapatan masyarakat meningkatkan kebutuhan impor.4 persen dibandingkan posisi akhir tahun 2006. impor meningkat menjadi USD 84.6 miliar). investasi langsung asing (neto) mencapai surplus sebesar USD 1.DR) pada bulan Februari 2008 mencapai 67. dan ekspektasi yang baik. NERACA PEMBAYARAN.029. Tingginya pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2007 dan meningkatnya harga komoditi dunia ikut berperan dalam mendorong penerimaan ekspor nasional. posisi kredit perbankan mencapai Rp 1. Kenaikan kredit relatif berimbang antara kredit invetasi. Kenaikan tersebut didorong oleh ekspor migas dan nonmigas yang meningkat masing-masing sebesar 8. Gejolak bursa saham global berpengaruh terhadap Bursa Efek Indonesia. gejolak bursa saham global masih berlanjut dan berdampak pada pasar modal di dalam negeri. Dalam empat bulan pertama tahun 2008. Arus masuk investasi portfolio yang meningkat hingga semester 1/2007 .5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2007 (y-o-y). lebih rendah dan tahun 2006 (USD 2.000 pada bulan Mei 2007 dan terus meningkat hingga mencapai 2.348.7 pada akhir bulan Juli 2007. modal kerja.6 persen. atau naik 15.8 atau meningkat 52.0 triliun. NPL menurun menjadi Rp 38.5 triliun dan bulan Desember 2006.9 persen. didorong oleh investasi langsung asing yang masuk sebesar USD 6. Perkembangan ini terus berlanjut hingga triwulan 1/2008.2 miliar). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEl) menembus angka 2.2 miliar.7 miliar.triliun atau meningkat 26.7 persen).2. Dalam tahun 2007. Pada tahun 2007. relatif sama dengan tahun 2006 (USD 10. Secara keseluruhan fungsi intermediasi perbankan berjalan lebih baik didukung oleh kepercayaan masyarakat terhadap perbankan yang kuat. Dengan defisit jasa-jasa (termasuk income dan current transfer) yang meningkat menjadi USD 22. Dengan perkembangan ini.4 miliar.304. total penerimaan ekspor mencapai USD 118. Stabilitas ekonomi yang terjaga. dan konsumsi dengan peningkatan berturut-turut 23. atau naik 14. Langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi menguatkan kembali kepercayaan terhadap pasar modal. triliun atau meningkat 29.0 persen dibandingkan tahun 2006.O persen.5 atau turun 16. IHSG di BEI mencapai 2. Pada bulan Desember 2007.4 persen.0 miliar. surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2007 mencapai sekitar USD 10.4 persen dan 15. Meningkatnya penyaluran kredit perbankan diiringi oleh menurunnya non-peifonning loan. terhadap ekonomi dalam negeri telah mendorong kinerja bursa saham. Indeks Harga Saham Gabungan di BEI pada akhir tahun 2007 mencapai 2. Dalam pada itu. dan 24.7 miliar.

mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan infrastruktur dasar. kondisi neraca pembayaran diperkirakan tetap terjaga dari perlambatan pertumbuhan dunia. Dengan perkiraan tersebut. melindungi hajat hidup masyarakat dalam bentuk subsidi yang lebih terarah. kebijakan fiskal diarahkan untuk memberi dorongan pada perekonomian dengan tetap menjaga terkendalinya defisit anggaran. Dengan perkembangan ini neraca modal dan finansial dalam keseluruhan tahun 2007 mengalami surplus USD 3.8 bulan impor.9 persen. dan obligasi internasional. Dengan defisit jasa-jasa yang meningkat menjadi USD 25.0 persen.5 persen dibandingkan tahun 2006. Neraca modal dan finansial pada tahun 2008 diperkirakan terjaga dengan meningkatnya investasi jangka panjang.9 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2007 didorong oleh impor nonmigas dan migas yang masing-masing meningkat sebesar 16.5 miliar atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 6.0 persen 33. terjaganya investasi jangka pendek.0 miliar dengan investasi porto folio yang masuk sebesar USD 10.9 miliar atau 19. Kebijakan belanja pemerintah pusat diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk belanja pegawai dan barang.6 miliar dengan upaya mengurangi penerbitan SUN.1 miliar.0 bulan impor. serta dampak lanjutan subprime mortgage. Pengeluaran impor diperkirakan mencapai USD 101. Dalam tahun 2007. SBT.8 persen. neraca modal dan finansial pada tahun 2008 diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 0. kenaikan harga komoditi.5 persen dan ekspor migas meningkat sebesar 38. memenuhi pembayaran utang baik dalam maupun luar negeri.5 miliar dengan meningkatnya iklim investasi di dalam negeri. surplus neraca ttansaksi berjalan pada keseluruhan tahun 2008 diperkirakan mencapai USD 11. Dalam keseluruhan tahun 2008. naik 17. investasi porto folio neto mencapai USD 7.0 miliar.4 miliar. Total nilai ekspor pada tahun 2008 diperkirakan mencapai USD 139.kemudian melambat oleh rambatan gejolak subprime mortgage sejak bulan Agustus 2007 yang berimbas pada pelepasan surat utang negara (SUN) dan surat berharga Bank Indonesia (SBI) pada semester II/2007. Sedangkan investasi lainnya mengalami defisit USD 7.6 miliar. lebih tinggi dari tahun 2007. serta menurunnya defisit investasi lainnya. didorong oleh ekspor nonmigas yang meningkat sebesar 12.2 miliar. Investasi langsung aging (neto) diperkirakan mencapai surplus USD 2.3 miliar dengan cadangan devisa mencapai USD 56. Belanja negara yang terdiri dari belanja pcmerintah pusat dan belanja ke daerah meningkat menjadi Rp 757. KEUANGAN NEGARA. Investasi portfolio pada tahun 2008 diperkirakan mengalami surplus USD 4.1 miliar.8 miliar.9 miliar didorong oleh investasi lainnya di luar negeri sebesar USD 5. Adapun arus modal lainnya pada tahun 2007 mengalami defisit sebesar USD 5. Pada tahun 2008. Adapun kebijakan belanja ke daerah diarahkan untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi dan membiayai kegiatan-kegiatan khusus yang . Secara keseluruhan tahun 2007. cadangan devisa diperkirakan mencapai USD 68.9 miliar atau cukup untuk membiayai kebutuhan 5.2 triliun atau naik 13.

Dengan perkembangan ini. PNBP. (6) pemanfaatan dana kelebihan (windfall) di daerah penghasil migas melalui instrumen utang. (3) penghematan dan penajaman prioritas belanja K/L.merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. (4) perbaikan parameter produksi dan subsidi BBM dan listrik. defisit anggaran pada tahun 2007 dapat dijaga sebesar Rp 48.3 persen terutama didorong oleh rendahnya lifting minyak bumi dibandingkan target APBN-P. Sejak ditetapkannya Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang APBN Tahun 2008. penurunan lifting minyak bumi menjadi 927 ribu barel per hari atau lebih rendah 107 ribu barel per hari dibandingkan target APBN 2008 (1.3 triliun untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak hingga ke USD 100 per barel dan volume konsumsi BBM bersubsidi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global sebagai akibat dari krisis sektor perumahan di Amerika Serikat. penerimaan pajak meningkat menjadi Rp 491. (iii) paket kebijakan stabilisasi harga (PKSH) untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dan pangan dunia. naiknya harga minyak mentah di pasar dunia dan harga komoditas pangan dunia.8 triliun atau 1. (v) penyewaan dana cadangan sebesar Rp 8. maupun dividen BUMN.8 triliun atau naik 20. (iv) dilakukannya pemotongan terhadap anggaran belanja Kementerian/Lembaga sebesar rata-rata 10 persen. pendapatan negara dan hibah diperkirakan mencapai Rp 895. Pada tahun 2007. Sesuai dengan APBN-P Tahun 2008. (5) peningkatan efisiensi di Pertamina dan PLN.0 persen PDB. melemahnya mulai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. (8) pengurangan beban pajak dan bea masuk atas komoditas pangan strategis. Beratnya tekanan eksternal dan internal tersebut diatas. Perubahan tersebut diantaranya: (i) perubahan asumsi dasar untuk memberikan sinyal yang tepat kepada publik. APBN Tahun 2008 mendapat tekanan yang sangat berat baik internal maupun eksternal.9 persen.3 persen PDB. (2) penggunaan dana cadangan APBN (contingency policy measure). serta (9) penambahan subsidi pangan. kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk memberi stimulus kepada perekonomian dengan menjaga ketahanan fiskal. Apabila dana cadangan tcrsebut tidak mencukupi.034 ribu barel perhari). (ii) sejalan dengan perubahan asumsi dasar tersebut mendorong perubahan besaran APBN. Adapun penerimaan bukan pajak turun sebesar 5.0 triliun atau 20. menuntut dilakukannya perubahan APBN Tahun 2008 dan telah ditetapkan dalam bulan April 2008. lebih tinggi Rp . Pada tahun 2008. Berbagai upaya untuk menjaga ketahanan dan kesinambungan fiskal dalam rangka pengamanan APBN Tahun 2008 dilakukan antara lain: (1) optimalisasi pendapatan negara yang bersumber dari sektor perpajakan. mendorong untuk dilakukannya perubahan dalam APBN tahun 2008.2 persen terutama didorong oleh pajak dalam negeri yang meningkat 18. Pemerintah diberi keleluasaan untuk mengambil langkah-langkah pengamanan APBN lebih lanjut. (7) penerbitan obligasi/SBN dan optimalisasi pinjaman program. Penerimaan negara diarahkan terutama untuk menggali sumber penerimaan dalam negeri baik penerimaan pajak maupun penerimaan bukan pajak.

7 triliun atau 19. Keadaan ini akan meningkatkan beban subsidi energi yang selanjutnya berdampak terhadap kenaikan defisit anggaran. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong .4 persen PDB atau meningkat dan 1. defisit APBN pada tahun 2008 diperkirakan sebesar 1.6 triliun. harga minyak mentah di pasaran internasional terus mengalami kenaikan dan mencapai tingkat lebih dan USD 120 per barel pada paroh pertama bulan Mei 2008.8 triliun. belanja negara diperkirakan sebesar Rp 1. Sementara itu.9 persen. Dan sisi produksi.1 persen PDB) atau meningkat sebesar Rp 42.5 triliun atau 139. Pada tahun 2007 perekonomian tumbuh sebesar 6. Peningkatan anggaran belanja yang cukup signifikan tersebut terutama disebabkan oleh beban belanja subsidi yang mencapai Rp 234. gambaran penerimaan negara dan hibah pada tahun 2008 diperkirakan menjadi Rp 937. Selanjutnya stok utang pemerintah diperkirakan sebesar 32-34 persen PDB.5 triliun atau 22.2 persen dan 8. mendorong peningkatan defisit anggaran dalam APBN-P Tahun 2008 sebesar 0.7 persen PDB menjadi 2. belanja negara diperkirakan mencapai Rp 989. Sejak semester II/2007. Sementara itu. PERTUMBUHAN EKONOMI. Pemerintah telah menyusun rencana pengamanan pelaksanaan APBN-P 2008 untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.2 persen PDB. Perkembangan penerimaan dan belanja negara diatas.4 persen dari alokasi belanja subsidi yang ditetapkan dalam APBN 2008 yang sebesar Rp 97. Dengan kecenderungan harga minyak mentah yang tinggi tersebut.2 triliun.020.0 persen. Sementara itu.9 triliun atau 2. serta melindungi masyarakat miskin. Dengan demikian. Setelah diundangkannya Undang-undang APBN Perubahan tahun 2008.3 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya (5.8 triliun dibandingkan dengan anggaran belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2008 sebesar Rp 854. pertumbuhan ekonomi pada tahun 2007 terutama didorong oleh investasi berupa pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor barang dan jasa yang masing-masing tumbuh sebesar 9. meningkat Rp 136. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh peningkatan penerimaan bukan pajak sebesar Rp 35. lebih tinggi Rp 134. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto tumbuh dua digit dibandingkan semester II/2006. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan penerimaan negara bukan pajak khususnya penerimaan minyak bumi dan gas alam serta peningkatan dividen BUMN.4 persen PDB.1 persen PDB.6 triliun dibandingkan dengan sasaran yang ditetapkan dalam APBN 2008 sebesar Rp 781. Tingginya harga minyak mentah dunia tersebut dan adanya perbedaan harga BBM dalam negeri dengan luar negen yang semakin tinggi berpotensi memicu kenaikan konsumsi BBM bersubsidi.8 persen PDB.1 triliun (21. Dari sisi permintaan.1 persen PDB. Stabilitas ekonomi yang membaik dan gejolak tahun 2005 serta langkah-langkah yang ditempuh untuk mendorong kegiatan ekonomi mampu memulihkan kembali momentum pertumbuhan ekonomi.5 persen).113.2 persen PDB.9 persen PDB) atau meningkat sebesar Rp 30.4 triliun atau 5.0 persen dan konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3. Dengan berbagai langkah tersebut. konsultasi masyarakat tumbuh sebesar 5.4 triliun atau 17.1 persen PDB.8 triliun (20.

perdagangan. serta 5.3 persen (y-o-y). serta sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh 2. 7.2 persen dan sektor tersier terutama pengangkutan dan telekomunikasi.0 persen.5 persen (y-o-y).0 persen.0 persen. gas. hotel.2 juta jiwa (Maret 2007) ditingkatkan pada tahun 2008. Dan sisi produksi. real estat.3 persen (y-o-y). pengangkutan dan telekomunikasi. Momentum pertumbuhan ekonomi yang terjaga pada tahun 2007 telah menciptakan lapangan kerja yang cukup besar dan sekaligus menurunkan pengangguran terbuka.2 persen.6 persen serta sektor pertambangan dan penggalian tumbuh negatif 2.0 juta orang (9. Dari sisi produksi. Dan sisi permintaan.5 juta orang sehingga pengangguran terbuka menurun dari 10.3 persen dan 15.7 persen.7 persen dan 4. keuangan.5 persen.4 juta orang (8. 7.4 persen. Sementara itu impor barang dan jasa diperkirakan meningkat 13. dan 8.9 juta orang (10. momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan pertumbuhan sebesar 6. Kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi penduduk miskin yang masih berjumlah 37. listrik. pertumbuhan ekonomi triwulan 1/2008 terutama didorong oleh pembentukan modal tetap bruto serta ekspor barang dan jasa yang meningkat 13. pertumbuhan ekonomi akan digerakan oleh industri pengolahan nonmigas yang diperkirakan tumbuh 5.1 persen).4 persen yang kemudian disesuaikan lagi rnenjadi 6. 6.5 persen.oleh sektor industri pengolahan terutama nonmigas yang tumbuh sebesar 5.3 persen) menjadi 10. pengangguran terbuka menurun menjadi 9.5 persen seiring dengan perbaikan ik1im investasi dan meningkatnya ekspor. 13. Dari sisi pengeluaran.9 persen. 10. Sedangkan sektor tersier yang meliputi listrik.0 persen.5 persen. Kegiatan ekonomi yang didukung oleh langkah-langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat diperkirakan meningkatkan konsumsi masyarakat dan pemerintah masing-masing sebesar 4.0 persen serta ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tumbuh 5.6 persen. masih berlanjutnya pengaruh lanjutan dari subprime mortgage.5 persen). dan jasa perusahaan. investasi serta ekspor barang dan jasa tetap didorong sebagai penggerak perekonomian dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 11. Adapun sektor industri pengolahan terutama nonmigas tumbuh 4.5 persen dan 2. gas dan air bersih.4 persen.4 persen. Dalam triwulan 1/2008.9 persen. pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh sektor pertanian dan sektor tersier yang tumbuh 6. dan restoran. Adapun sektor pertanian serta pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 3.7 persen. dan air bersih. sektor pertanian yang meningkat 3. .4 persen dan 10. Dalam bulan Agustus 2006 hingga Agustus 2007 telah tercipta lapangan kerja bagi 4. Dalam bulan Februari 2008.0 persen (y-o-y). konstruksi. dan perlambatan ekonomi AS menuntut perubahan sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2008 dan 6. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN. serta jasa-jasa diperkirakan tumbuh berturut-turut sebesar 7.0 persen dan 9.8 persen menjadi 6. serta konsttuksi yang masing-masing tumbuh sebesar 14. Tekanan ekternal yang berat berupa harga komoditi termasuk minyak mentah yang meningkat tinggi.

dan kegiatan sektor riil. C. IMF. gejolak keuangan global diperkirakan mereda. Dengan perekonomian Asia yang diperkirakan tetap tumbuh tinggi. sedangkan Poll of Forecasters. stabilitas keamanan dan politik yang dijaga akan memberi ekspektasi yang positif bagi berlangsungnya kegiatan ekonomi yang lebih baik. Adapun lingkungan internal yang diperkirakan berpengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia tahun 2009 adalah sebagai berikut.8 persen. ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3. April 2008 memperkirakan ekonomi AS pada tahun 2009 tumbuh 0. Volume perdagangan dunia pada tahun 2009 diperkirakan meningkat 5. Ketiga. sedikit lebih tinggi dari perkiraan tahun 2008 (1. World Economic Outlook. Pertama.4 persen).8 persen dengan ekonomi Asia yang tumbuh 8.5 persen). serta stabilitas keuangan global yang membaik akan mengurangi tekanan terhadap harga komoditi dunia pada tahun 2009.6 persen. lebih tinggi dari peningkatan tahun 2008 (5. harga komoditi dunia termasuk minyak mentah diperkirakan akan melunak.B. harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan menurun menjadi sekitar USD 103 per barel (Energy Information Administration. relatif sama dengan tahun 2008 (0. Langkah-langkah yang ditempuh oleh negara-negara maju diperkirakan mampu memulihkan kembali sektor keuangan global yang pada gilirannya akan meningkatkan stabilitas moneter internasional yang lebih baik dan menggerakkan kembali bursa saham global. Pada tahun 2009. Kedua. Peningkatan produksi baik OPEC maupun non-OPEC. Dalam tahun 2009. Departemen Energi AS. dan negara Asia lainnya didorong oleh perekonomiannya yang tumbuh pesat. perekonomian AS diperkirakan mulai meningkat secara bertahap.1 persen). Resiko harga minyak yang lebih ringgi tetap ada apabila terjadi gangguan dalam produksi minyak mentah dunia dan memburuknya kondisi geo-politik di Timur Tengah dengan permintaan yang tetap tinggi dari China. langkah-langkah perbaikan investasi dan percepatan sektor riil yang terus dilanjutkan akan memberi dorongan lebih kuat bagi meningkatnya investasi.7 persen. Kedua. The Economist. Pertama. TANTANGAN POKOK Dengan kemajuan yang dicapai pada tahun 2007 dan masalah yang . India. respon produksi komoditi dunia lainnya terhadap peningkatan harga yang tinggi. perekonomian dunia pada tahun 2009 diperkirakan tumbuh sedikit lebih tinggi yang pada gilirannya akan meningkatkan perdagangan dunia. ekspor nonmigas. April 2008). EIA. Mei 2008).4 persen (World Economic Outlook. Mei 2008 memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2009 sebesar 1. LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL TAHUN 2009 Kondisi ekonomi tahun 2009 akan dipengaruhi oleh lingkungan eksternal yang diperkirakan lebih baik dari tahun 2008.

2. lebih tinggi dari tahun 2006 (2.5 persen) namun masih lebih rendah dari tahun 2004 dan 2005 yang tumbuh sebesar 14. Pengangguran terbuka pada bulan Februari 2008 sebanyak 9.MENDORONG PERCEPATAN PERTUMBUHAN EKONOMI. Pada tahun 2007. serta tingginya likuiditas ekonomi dunia dapat menimbulkan potensi yang mengakibatkan gejolak ekternal yang pada gilirannya akan berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi di dalam negeri. Beberapa kendala di dalam negeri yang menghambat peningkatan investasi dan ekspor serta lemahnya sektor industri pengolahan akan ditangani secara sungguh-sungguh. Dalam tahun 2007 investasi berupa pembentukan modal tetap bruto tumbuh sebesar 9. serta daya saing ekspor.diperkirakan masih dihadapi pada tahun 2008.2 persen. D. kebijakan ekonomi makro tahun 2009 diarahkan untuk PENINGKATAN KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN KEMISKINAN. jumlah pengangguran terbuka serta penduduk yang hidup di bawah yang kemiskinan mengalami penurunan.2 juta orang miskin (16. peningkatan nilai ekspor nonmigas lebih banyak didorong oleh kenaikan harga dunia dibandingkan dengan volume ekspor. tantangan pokok yang dihadapi pada tahun 2009 adalah sebagai berikut : 1. sedangkan penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan sekitar 37. industri pengolahan nonmigas. Pertumbuhan ekonomi didorong terutama dengan meningkatkan investasi.2 persen.7 persen dan 10. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas diupayakan dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. lebih rendah dari tahun 2004 yang meningkat 7. revitalisasi pertanian dan menggerakkan UKM.5 persen. .MEMPERCEPAT PENGURANGAN PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN.4 juta orang (8. ARAH KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO Sesuai dengan tema pembangunan tahun 2009.6 persen). jumlahnya masih relatif besar. Dorongan akan diberikan pada peningkatan investasi. Percepatan pertumbuhan ekonomi akan didorong untuk menurunkan tingkat pengangguran yang mulai menurun dan mengurangi jumlah penduduk miskin yang masih besar dengan mendorong kualitas pertumbuhannya. gangguan produksi pada komoditi energi dan pangan. ekspor.5 persen). infrastruktur dan energi serta dengan terjaganya stabilitas ekonomi.MENJAGA STABILITAS EKONOMI. dan pengeluaran pemerintah serta mendorong peningkatan sektor industri pengolahan. Meskipun pada tahun 2007 dan awal tahun 2008. industri pengolahan nonmigas hanya tumbuh sebesar 5.9 persen. Dalam tahun 2007. Selanjutnya tingginya inflasi di dalam negeri pada tahun 2008 menuntut kebijakan moneter yang berhati-hati untuk mengendalikan ekspektasi inflasi agar menurun pada tingkat yang memadai. 3. Lambatnya pemulihan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

serta pengembangan kota kecil dan menengah pendukung ekonomi perdesaan. Perbaikan iklim ketenagakerjaan akan ditingkatkan dengan menyempurnakan peraturan ketenagakerjaan. perlindungan dana masyarakat. pembahasan agraria nasional. restrukturisasi permesinan. Pelaksanaan kebijakan moneter yang berhati-hati serta pelaksanaan kebijakan fiskal yang mengarah pada kesinambungan fiskal dengan tetap memberi ruang gerak bagi peningkatan kegiatan ekonomi. Upaya untuk menurunkan jumlah penduduk miskin juga akan didorong oleh berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang pro-rakyat miskin. serta peningkatan koordinasi dengan otoritas keuangan melalui jaring pengaman sistem keuangan. Stabilitas ekonomi dijaga melalui pengamanan pasokan bahan makanan. serta penggunaan produksi dalam negeri: Investasi juga akan didorong dengan meningkatkan produktivitas dan akses UKM pada sumberdaya produktivitas. fasilitasi industri hilir komoditi primer. Stabilitas ekonomi juga akan didukung dengan ketahanan sektor keuangan melalui penguatan dan pengaturan jasa keuangan. serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar. kebutuhan pokok utamanya beras yang berpengaruh bagi kesejahteraan masyarakat miskin akan dijamin ketersediaannya dengan akses dan harga yang terjangkau. Daya saing industrl manufaktur ditingkatkan. Pasokan bahan makanan diupayakan dengan meningkatkan produksi bahan pokok dengan penyempurnaan sistem distribusi sehingga kebutuhan pokok rakyat dapat tersedia. Pembangunan pertanian dan pembangunan perdesaan didorong melalui peningkatan produksi pangan. E. dan pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Perhatian juga diberikan pada upaya untuk meningkatkan investasi dalam kegiatan eksploitasi dan eksplorasi pertambangan. mendorong komoditi nonmigas yang bernilai tambah tinggi. perlindungan. produktivitas pertanian secara luas. sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. administrasi perpajakan dan kepabeanan. serta meningkatkan diversifikasi pasar ekspor. Disamping itu. diversifikasi ekonomi pedesaan. Kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan terus didorong. meningkatkan kepastian hukum termasuk terhadap peraturan-peraturan daerah yang menghambat. serta penyusulan standar kompetensi. mengurangi hambatan prosedur perijinan. dan ketahanan fiskal. SASARAN EKONOMI MAKRO TAHUN 2009 . Perhatian juga diberikan pada penempatan. Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga diberikan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi termasuk listrik. antara lain dengan pengembangan kawasan industri khusus.Peningkatan investasi dan ekspor didorong dengan meningkatkan daya tarik investasi baik di dalam maupun di luar negeri. mendorong pelaksanaan negosiasi bipatrit. dan penerimaan devisa dari pariwisata dan TKI.

5 persen. Sedangkan sektor tersier yang meliputi listrik. Dalam tahun 2009. keuangan.0 persen.1. .5 persen. sasaran ekonomi makro tahun 2009 adalah pertumbuhan ekonomi sebesar 6. dengan terjaganya stabilitas ekonomi. tercermin dari kondisi neraca pembayaran. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan stabilitas ekonomi yang terjaga tersebut. 14. impor barang dan jasa diperkirakan tumbuh 13. menjaga ekspor nonmigas serta memberi stimulus fiskal dalam batas kemampuan keuangan negara untuk menggerakkan semua sektor produksi.6. terutama industri dan pertanian. Dengan sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6. perekonomian diperkirakan tumbuh sebesar 6.9 persen. gas. Untuk membiayai pertumbuhan ekonomi sebesar 6.7 persen dengan peningkatan yang lebih baik terutama.4 persen pada tahun 2009.3 persen dengan industri pengolahan nonmigas tumbuh 6. Adapun industri pengolahan didorong tumbuh 1. PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBUTUHAN INVESTASI Pertumbuhan ekonomi didorong dengan meningkatkan investasi. Sektor pertanian diperkirakan tumbuh 3. dan sektor riil.8 .0 . serta 5.0 persen dari angkatan kerja dan jumlah penduduk miskin diperkirakan turun menjadi 12 . real estat.4 persen dan laju inflasi sebesar 5.9 triliun dan Rp 177. Kebutuhan investasi 2009 dapat dilihat pada Tabel III. investasi berupa pembentukan modal tetap bruto serta ekspor barang dan jasa didorong agar tumbuh masing-masing sebesar 12.232. 7. moneter. ditingkatkan untuk mendorong peranan masyarakat dalam pembangunan ekonomi. Pengangguran terbuka diperkirakan turun menjadi 7.6 triliun dengan peran serta masyarakat dan pemerintah masing-masing sebesar Rp 1.6. konstruksi.4 persen.410. 8.8 persen.3 persen" sedangkan pengeluaran pemerintah diperkirakan tumbuh sebesar 5. dan keuangan negara.0 . Dalam keseluruhan tahun 2009.6.Dengan arah kebijakan ekonomi makro di atas serta dengan memperhatikan lingkungan eksternal dan internal. Dengan meningkatnya investasi. untuk produksi tanaman bahan makanan. dan jasa perusahaan.0 persen. 1.1 persen. dan air bersih. serta jasa-jasa diperkirakan tumbuh berturut-turut sebesar 7. pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin akan menurun.7 triliun.14 persen pada tahun 2009.0 . moneter. Pertumbuhan PDB baik pada sisi pengeluaran maupun produksi dapat dilihat pada Tabel III. pengangkutan dan telekomunikasi. hotel. dibutuhkan investasi sebesar Rp 1.4 persen. 7. dan restoran.1 persen dan 11.0 persen antara lain oleh perbaikan iklim investasi dan meningkatnya ekspor nonmigas. Koordinasi antara kebijakan fiskal. daya beli masyarakat membaik dengan konsumsi masyarakat diperkirakan tumbuh 5. perdagangan.4 persen.8.4 persen. 2.6 persen.2. STABILITAS EKONOMI Stabilitas ekonomi dalam tahun 2009 tetap dijaga.

sedangkan investasi lainnya (neto) defisit sebesar USD 7. keselarasan program-program pembangunan di daerah dengan program prioritas nasional . Dalam tahun 2009.0 persen. portfolio sebesar USD 6.8 persen PDB. Dengan nilai tukar rupiah yang stabil serta pasokan kebutuhan pokok masyarakat yang terjaga. suku bunga di dalam negeri diperkirakan menurun dan pada gilirannya akan mendorong kegiatan ekonomi masyarakat.1 persen PDB dan penerimaan bukan pajak sebesar 5.6 miliar.14.a. Gambaran neraca pembayaran tahun 2009 dapat dilihat pada Tabel III.1 persen. terutama didukung oleh penerimaan perpajakan sebesar 13.3 persen. Dengan defisit sektor jasa-jasa yang masih tetap tinggi.21. NERACA PEMBAYARAN Penerimaan ekspor tahun 2009 diperkirakan meningkat sebesar 9.5 persen sedangkan impor migas menurun sebesar 1. Seiring dengan mulai membaiknya kondisi pasar uang dunia.4 miliar atau cukup untuk memenuhi 6. Secara keseluruhan.0 .4 persen antara lain karena harga minyak dunia yang menurun dan program pengalihan ekspor gas untuk kebutuhan domestik. Sementara itu. Dengan menurunnya laju inflasi dan stabilnya nilai tukar rupiah. Sementara itu impor nonmigas diperkirakan tetap tumbuh tinggi sebesar 17.8 persen PDB. Dengan besarnya dorongan fiskal ke daerah.19. b. MONETER Stabilitas neraca pembayaran yang terjaga.2 miliar.3.9 miliar. c.9 miliar dan cadangan devisa diperkirakan meningkat menjadi USD 80. stabilitas nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga.5.7 .4 miliar.5 . surplus neraca transaksi berjalan pada tahun 2009 diperkirakan menurun menjadi USD 10.7 . serta efektivitas kebijakan moneter yang semakin baik akan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah.8 persen PDB. KEUANGAN NEGARA Kebijakan fiskal tahun 2009 diarahkan untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian dengan tetap menjaga langkah-langkah konsolidasi fiskal yang telah dilakukan selama ini. Dalam tahun 2009.5 persen.9 miliar didorong oleh meningkatnya investasi langsung asing (neto) sebesar USD 2. terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang naik 13. sedangkan ekspor migas diperkirakan turun 3. neraca modal dan finansial diperkirakan mengalami surplus sebesar USD 0. penerimaan negara dan hibah diperkirakan mencapai 19. laju inflasi pada tahun 2009 diperkirakan sebesar 6. ketersediaan cadangan devisa yang meningkat. belanja negara diperkirakan sebesar 21. surplus neraca pembayaran pada tahun 2009 diperkirakan mencapai USD 11.5 bulan impor.

PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. jumlah penduduk miskin dan pengangguran terbuka menurun.perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pencapaian sasaran nasional. Defisit APBN tahun 2009 diupayakan sekitar 1. pada APBN-P tahun 2008 rasio subsidi terhadap belanja negara diperkirakan sebesar 23. baik untuk konsumen maupun produsen tertentu. dengan harga terjangkau. Dengan demikian pemerintah perlu menyediakan bantuan yang dibutuhkan antara lain transfer tunai. dalam bentuk penyediaan bunga di bawah bunga pasar untuk menunjang pencapaian program tertentu.8 persen. dalam bentuk penyediaan listrik murah. 3.34. pemerintah wajib menjamin kehidupan fakir-miskin. subsidi yang ditujukan untuk meringankan beban masyarakat dalam mencukupi kebutuhan dasarnya. dalam bentuk penyediaan BBM dengan harga lebih murah.7. Dalam menjalankan amanat konstitusi tersebut.2. Subsidi tersebut terbagi atas berbagai jenis. serta berbagai kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dan pengangguran.7 persen atau 5. sedangkan tingkat pengangguran terbuka diperkirakan turun menjadi 6. anak-anak terlantar. baik untuk konsumen maupun produsen tertentu. b.0 persen dari PDB. KEBIJAKAN SUBSIDI Sesuai amanat pasal 33 dan 34 Undang-undang Dasar 1945.5 .0 persen PDB. ketahanan fiskal tetap terjaga. Pada tahun 2007 realisasi rasio subsidi terhadap belanja negara mencapai 19.Subsidi Pangan. Pada tahun 2009 jumlah penduduk miskin diperkirakan turun menjadi 12 .5 persen dari angkatan kerja. Ketahanan fiskal yang terjaga juga tercermin dari stok utang pemerintah yang menurun menjadi 32. ditutup oleh pembiayaan dalam negeri dan pembiayaan luar negeri.0 .5 . Sementara itu. mengembangkan sistem jaringan sosial. dalam bentuk penyediaan dana untuk penerapan harga pembelian gabah dan beras oleh pemerintah (HPP) dan penyediaan beras murah untuk masyarakat miskin (Raskin).0 persen PDB pada tahun 2009. seperti .Subsidi BBM. khususnya yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. dalam bentuk penyediaan pupuk murah untuk petani. atau 4.Subsidi Listrik. Dengan perkiraan penerimaan dan pengeluaran tersebut. d. serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. 4. stabilitas ekonomi yang terjaga. serta subsidi untuk menjaga agar produsen mampu berproduksi.Subsidi Bunga Kredit Program.14 persen. c. kesehatan dan pendidikan. yaitu: a. barang dan jasa seperti jaminan tersedianya kebutuhan pangan. e. pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi dengan proporsi yang cukup besar dalam keseluruhan belanja negara.2 persen dari PDB.Subsidi Pupuk.

Adanya kelompok sasaran penerima subsidi yang jelas.Pengusulan subsidi harus disertai dengan alasan dan dasar perhitungan yang jelas mengenai besarnya subsidi yang diajukan. 4. subsidi yang sudah berjalan masih diperlukan atau belum berakhir jangka waktu pemberiannya akan terus dilanjutkan. f. subsidi untuk PELNI dan sejenisnya. seperti subsidi untuk Kereta Api Kelas Ekonomi. Kredit Kepemilikan Rumah Sederhana (KKRS). serta g. dalam bentuk penyediaan benih unggul untuk padi. Sementara itu. Kredit Koperasi Primer untuk Angota (KKPA). Kredit Koperasi. yang menjadi konsumen akhir dari komoditi yang disubsidi. serta dengan mempertimbangkan keterbatasan dana pemerintah. Kriteria pengusulan subsidi dalam tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. subsidi Pas.Pengajuan subsidi dalam harus kemampuan pembiayaan negara. Secara umum. kedelai. jagung komposit dan ikan budidaya dengan harga di bawah harga pasar. namun pemberian subsidi tersebut akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran.Kredit Ketahanan Pangan (KKP). pengusulnan subsidi baru dimungkinkan dengan memperhatikan bahwa pemberian subsidi merupakan pilihan kebijakan terbaik yang perlu dilakukan. Dalam hal ini pemberian subsidi tidak dapat diberikan selamanya dan oleh sebab itu pengajuannya harus disertai dengan target waktu subsidi tersebut berakhir.Subsidi BUMN PSO. memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. pengusulan dan pemberian subsidi harus diatur lebih sistematis.Komoditi yang disubsidi agar dapat ikut menciptakan kestabilan harga.Adanya mekanisme (delivery) yang jelas hingga komoditi tersebut dapat dipastikan sampai pada masyarakat yang layak menerima. Mengingat bahwa belanja negara dalam bentuk pemberian subsidi cukup besar. jagung hibrida.Produk yang diberi subsidi merupakan kebutuhan dasar dan menyangkut hajat hidup orang banyak atau dalam rangka mendorong kemampuan produsen nasional dalam memproduksi komoditi tertentu. pemberian subsidi dalam tahun 2009 diberikan untuk menghasilkan produk dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat yang daya belinya terbatas. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan sekaligus mendorong peningkatan perekonomian. dan/atau masyarakat di wilayah terpencil atau terisolir agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dasar. 8. 7. Kriteria Subsidi. dalam rangka meningkatkan efektifitas pengeluaran negara. Kelompok sasaran tersebut diutamakan masyarakat golongan berpendapatan rendah.Memiliki jangka waktu yang jelas. Kredit Kepemilikan Rumah Sangat Sederhana (KKRSS) dan Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan. Arah Kebijakan Subsidi Tahun 2009. 2. 6. dalam rangka memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak.Adanya pembenahan struktural yang menyertai pelaksanaan subsidi .Subsidi Benih. dalam bentuk penyediaan pelayanan oleh BUMN tertentu kepada masyarakat dengan harga di bawah harga pasar. 5. 3.

Dengan demikian. dana perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang . *Meningkatkan kemampuan daerah dalam menggali potensi ekonomi daerah. (i) terus melaksanakan desentralisasi fiskal untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah secara konsisten. dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. (iv) pengalihan anggaran kementerian/lembaga yang digunakan untuk mendanai kegiatan yang sudah menjadi urusan daerah ke DAK. Sehubungan dengan itu. Pengajuan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengajuan kegiatan kementerian/lembaga yang bersangkutan.tersebut agar penyalahgunaan subsidi semaksimal mungkin dapat dihindarkan. 5. *Mendukung kesinambungan fiskal nasional dalam kerangka kebijakan ekonomi makro. *Mendukung kegiatan prioritas pembangunan nasional yang juga merupakan urusan daerah *Meningkatkan sinkronisasi antara rencana pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah. DANA PERIMBANGAN Menurut Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. *Mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah serta antardaerah. kebijakan pengalokasian transfer ke daerah dalam tahun 2009 tetap diarahkan untuk mendukung program/kegiatan prioritas nasional dan menjaga konsistensi dan keberlanjutan pelaksanaan desentralisasi fiskal guna menunjang penyelenggaraan otonomi yang luas. Mekanisme Pengajuan/Pemberian Subsidi. PENDANAAN MELALUI TRANSFER KE DAERAH Pendanaan pembangunan melalui transfer ke daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendanaan pembangunan secara nasional dengan arah kebijakan Transfer ke daerah tahun 2009. Subsidi diajukan oleh Kementerian/Lembaga yang terkait dengan komoditi dalam bentuk barang dan jasa. (iii) mengurangi kesenjangan dan perbaikan pelayanan publik di daerah. dengan tujuan: *Meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardaerah. atau yang ketersediaannya menjadi tanggung jawab kementerian/lembaga yang bersangkutan. kegiatan atau pengajuan subsidi secara lebih terperinci diuraikan pada kegiatan prioritas. dan/atau dalam kegiatan kementerian/Lembaga. (ii) mengurangi kesenjangan fiskal antara Pemerintah pusat dengan daerah dan antar daerah. dan *Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya nasional. nyata dan bertanggung jawab.

Variabel Kebutuhan Fiskal Daerah yaitu: (i) jumlah penduduk. penetapan alokasi dan ketepatan waktu penyaluran DBH akan tetap dilanjutkan. c. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Bagi Hasil. dalam rangka mempercepat penyelesaian dokumen transfer yang diperlukan untuk penyaluran DBH ke daerah dan meningkatkan akuntabilitas/tanggung gugat dan efektivitas penggunaannya.5 persen sebagai tambahan anggaran pendidikan dasar. antara lain dari daerah dan Departemen Keuangan untuk Belanja PNSD. dan Dana Bagi Hasil SDA. Sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundangan di atas. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. merupakan pendanaan pelaksanaan desentralisasi yang alokasinya tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena masing-masing jenis dana perimbangan tersebut saling mengisi dan melengkapi dalam mendukung kebijakan desentralisasi fiskal guna memperbaiki kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah (Vertical Fiscal Imbalance) serta antar daerah (Horizontal Fiscal Imbalance). Dana perimbangan yang terdiri dari dana bagi hasil (DBH). b. Langkah-langkah untuk penyempurnaan proses penghitungan. dana alokasi umum (DAU). Variabel Kapasitas Fiskal Daerah merupakan sumber pendanaan daerah yang berasal dari PAD. (iv) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Sebagai acuan utama dalam penetapan kebijakan DAU Tahun 2009 adalah UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan daerah dan PP No. CF suatu daerah merupakan selisih kebutuhan fiskal (Kbf) dengan Kapasitas fiskal (Kpf) sedangkan AD dihitung berdasarkan jumlah gaji PNSD. dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Dana Bagi Hasil Pajak. Disamping itu juga melaksanakan sosialissi penggunaan DBH migas 0.Penyedia dan jenis data yang digunakan dalam perhitungan DAU diperoleh dari lembaga statistik pemerintah dan/atau lembaga pemerintah yang berwenang menerbitkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dana Bagi Hasil (DBH) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. (ii) luas wilayah. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Umum. dan dana alokasi khusus (DAK). (iii) Indeks Kemahalan Konstruksi. hal-hal sebagai berikut menjadi perhatian dalam pengalokasian DAU Tahun 2009 : a. Dana Alokasi Umum (DAU) merupakan dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antardaerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.Pengalokasian DAU kepada masing-masing daerah menggunakan formula DAU dihitung atas dasar Celah Fiskal (CF) dan Alokasi Dasar (AD). . antara lain melalui peningkatan koordinasi dan akurasi data sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Menunjang penguatan sistem distribusi nasional. serta daerah yang termasuk kategori daerah ketahanan pangan. air minum dan penyehatan lingkungan di kabupaten daerah tertingga1 yang terdiri dari: daerah pesisir dan kepulauan. menggunakan formula DAU atas dasar Celah Fiskal. terutama untuk memperlancar arus barang antarwilayah yang dapat meningkatkan ketersediaan bahan pokok di daerah perdesaan. dalam pengalokasian diprioritaskan untuk membantu daerah-daerah yang kemampuan keuangan daerahnya relatif rendah. daerah pasca bencana. BPS untuk data Jumlah Penduduk. kelebihan DBH-nya dibagikan kepada daerah sebagai DAU Tambahan. arah kebijakan DAK tahun 2009 adalah sebagai berikut: 1. daerah tertinggal/terpencil. daerah perbatasan dengan negara lain. Dalam proses perhitungan alokasi DAK kepada masing-masing daerah akan disempurnakan antara lain melalui peningkatan transparansi dan penyempurnaan metode penghitungan. serta peningkatan akurasi data yang ditujukan untuk menghindari terjadinya ketidaksesuaian antara alokasi DAK yang merupakan prioritas nasional dengan kebutuhan daerah. dalam rangka mendorong pencapaian standar pelayanan minimal kepada masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana fisik pelayanan dasar masyarakat. alokasi juga dapat diberikan kepada seluruh daerah yang menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku diprioritaskan untuk mendapatkan alokasi DAK. serta sarana dan . Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Alokasi Khusus. 2.Menunjang percepatan pembangunan sarana dan prasarana jalan. irigasi. melalui kegiatan khusus di bidang sarana dan prasarana perdagangan. DAK dimaksudkan untuk membantu daerah tertentu dalam mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah dan pencapaian sasaran prioritas nasional. daerah pulau-pulau kecil terluar. Secara umum. IKK. Penetapan kebijakan DAK Tahun 2009 mengacu pada UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan daerah dan PP No. e.Proporsi pembagian DAU adalah sebesar 10% untuk semua Provinsi dan sebesar 90% untuk semua Kabupaten/Kota dari besaran DAU nasional. daerah perbatasan dengan negara lain. dan daerah rawan bencana. IPM dan PDRB per kapita. Dana Alokasi Khusus (DAK) merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Depdagri dan Bakosurtanal untuk data luas wilayah darat dan laut. daerah tertinggal/terpencil. dan daerah pariwisata. d. Pada tahun 2009.Dalam hal realisasi harga minyak bumi melebihi 130% dari asumsi dasar minyak bumi dalam APBN tahun berjalan.dan PAD. Selain itu. 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan. sedangkan untuk data DBH Pajak dan DBH SDA dari Departemen Keuangan.

3. daerah perbatasan. yang diprioritaskan pada daerah tertinggal.Kesehatan.Mendorong peningkatan produktivitas. serta pembangunan perdesaan. infrastruktur. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). MI/Salafiyah Ula. perikanan dan kelautan. perdagangan. keluarga berencana. 8. b. perbatasan dan . serta sarana dan prasarana perdesaan daerah tertinggal. tertinggal. serta 2 bidang atau program baru yang sebagian atau seluruh dananya berasal dari pengalihan anggaran kementerian/lembaga ke DAK. infrastruktur. dan mengurangi resiko bencana melalui kegiatan khusus di bidang lingkungan hidup. serta pembangunan perdesaan. kualitas pe1ayanan terutama keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dalam satu kesatuan sistem yang terpadu melalui kegiatan khusus di bidang infrastruktur jalan. sarana dan prasarana dasar melalui kegiatan khusus di bidang pendidikan. 4.prasarana perdesaan. dengan arah kebijakan untuk menunjang pelaksanaan program Wajib Belajar (Wajar) Pendidikan Dasar 9 tahun yang bermutu. daerah terpencil. 6. mencegah kerusakan lingkungan hidup. melalui peningkatan koordinasi pengelolaan DAK di pusat dan daerah.Mendukung penyediaan prasarana pemerintahan di daerah pemekaran dan daerah yang terkena dampak pemekaran pemerintahan kabupaten/kota dan provinsi melalui kegiatan khusus di bidang prasarana pemerintahan. dan kehutanan. daerah rawan bencana. dan daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.Pendidikan. yang diperuntukkan bagi SD/SDLB. 9.Melanjutkan pengalihan secara bertahap anggaran kementenan/lembaga yang digunakan untuk melaksanakan urusan daerah ke DAK.Menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. meningkatkan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin serta masyarakat di daerah terpencil.Meningkatkan akses penduduk miskin terhadap pelayanan dasar.Menyediakan serta meningkatkan cakupan. baik negeri maupun swasta. melalui kegiatan khusus di bidang pertanian. Dengan demikian. 5. termasuk sekolah-sekolah setara SD berbasis keagamaan lainnya. angkutan barang dan kebutuhan pokok.Meningkatkan keterpaduan dan sinkronisasi kegiatan yang didanai dari DAK dengan kegiatan yang didanai dari anggaran kementerian/lembaga serta kegiatan yang didanai dari APBD. kehandalan pelayanan prasarana dan sarana dasar. perluasan kesempatan kerja. yaitu dalam rangka penyelesaian RPJMN 2004-2009. 7. bidang atau program yang didanai oleh DAK tahun 2009 meliputi: a. Penggunaan DAK Tahun 2009 diarahkan pada kegiatan-kegiatan di 11 bidang atau program DAK tahun 2008. kesehatan.

kabupaten. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana pertanian di tingkat usaha tani dalam rangka meningkatkan produksi guna mendukung ketahanan pangan nasional. barang dan jasa. dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas dan jaringannya termasuk poskesdes. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan air minum dan meningkatkan cakupan dan kehandalan pelayanan penyehatan lingkungan (air limbah.Keluarga Berencana (KB).Infrastruktur air minum dan penyehatan lingkungan.Infrastruktur jalan dan jembatan. dan rumah sakit provinsi/kabupaten/kota untuk pelayanan kesehatan rujukan. peningkatan.kepulauan. serta digunakan untuk pembangunan/ perluasan/rehabilitasi total gedung kantor/bupati/walikota. serta penyediaan sarana/ prasarana penunjang pelayanan kesehatan di kabupaten/kota. dan pengawasan serta penyediaan sarana dan prasarana pemberdayaan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan daya jangkau dan kualitas pelayanan tenaga lini lapangan Program KB. dan Edukasi (KJE)/advokasi Program KB.Infrastruktur irigasi. serta hasil produksi yang diprioritaskan untuk mendukung sektor pertanian.Kelautan dan perikanan. dengan arah kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana jalan provinsi. g. dan pariwisata sehingga dapat memperlancar pertumbuhan ekonomi regional. Informasi. dan sarana pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dalam rangka menurunkan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. e. industri. serta meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.Pertanian. i.han daerah. h. melalui peningkatan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan. dan drainase) untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. d. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana produksi. sarana dan prasarana pelayanan di klinik KB. f. yang diarahkan untuk meningkatkan kinelja daerah dalam menyelenggarakan pembangunan dan pelayanan publik di daerah pemekaran. peningkatan mutu. dan kota dalam rangka memperlancar distribusi penumpang. pemasaran. pengolahan. dan .Prasarana pemerinta. c. dengan arah kebijakan untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat pelayanan prasarana sistem irigasi termasuk jaringan reklamasi rawa dan jaringan irigasi desa yang menjadi urusan kabupaten/kota dan provinsi khususnya di daerah lumbung pangan nasional dan daerah tertinggal dalam rangka mendukung program peningkatan ketahanan pangan. dan diprioritaskan untuk daerah yang terkena dampak pemekaran tahun 2007-2008. persampahan. khususnya untuk pengadaan. sarana dan prasarana pelayanan Komunikasi.

Taman Hutan Raya (TAHURA). Kriteria khusus dirumuskan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus. 10. daerah dengan kemampuan keuangan tertentu tidak diwajibkan menganggarkan dana pendamping. serta pengembangan sarana dan prasarana penyuluhan kehutanan termasuk operasional kegiatan penyuluhan kehutanan.Lingkungan hidup. diprioritaskan mendapat alokasi DAK *Seluruh daerah tertinggal diprioritaskan mendapat alokasi DAK . m.Peraturan perundangan: *Daerah-daerah yang menurut ketentuan peraturan perundangan diberi status otonomi khusus. dan karakteristik daerah. pemantapan fungsi hutan lindung. daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. meningkatkan fungsi hutan mangrove dan hutan pantai. bahan pokok. k. *Kriteria Khusus. hutan kota. j. dengan arab kebijakan untuk meningkatkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS). l. dengan tetap memperhatikan kriteria perhitungan alokasi DAK. daerah tertinggal/terpencil. dan produk pertanian lainnya dari daerah pusat-pusat produksi di perdesaan ke daerah pemasaran. 11. serta perlindungan sumberdaya air di luar kawasan hutan.pembangunan/perluasan/rehabilitasi total gedung kantor DPRD. yaitu: a.Kehutanan.Perdagangan.Daerah penerima DAK wajib menyediakan dana pendamping sekurang-kurangnya 10 persen dari besaran alokasi DAK yang diterimanya. serta daerah pasca bencana. dengan arah kebijakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan ketersediaan prasarana dan sarana dasar untuk memperlancar arus angkutan penumpang. pengendalian pencemaran air. Kriteria umum ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja pegawai negeri sipil daerah.Pembangunan perdesaan daerah tertinggal. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dengan arah kebijakan untuk menunjang penguatan sistem distribusi nasional melalui pembangunan sarana dan prasarana perdagangan yang terutama berupa pasar tradisional di daerah perbatasan. dengan arah kebijakan untUk meningkatkan kinerja daerah dalam menyelenggarakan pembangunan di bidang lingkungan hidup melalui peningkatan penyediaan sarana dan prasarana kelembagaan dan sistem informasi pemantauan kualitas air. Kemampuan keuangan daerah tersebut dihitung berdasarkan indeks fiskal netto (IFN) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.Alokasi DAK ke daerah ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut: *Kriteria Umum.

daerah tertinggal/terpencil.Karakteristik daerah : daerah pesisir dan Kepulauan. *Kriteria Teknis. Penggunaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat diutamakan untuk pendanaan pendidikan dan kesehatan. kinerja pelaksanaan kegiatan DAK di daerah. c. Dana Tambahan Infrastruktur Provinsi Papua dan Papua Barat diberikan dalam rangka otonomi khusus yang diutamakan untuk pendanaan pembangunan infrastruktur.Kriteria khusus dirumuskan melalui indeks kewilayahan oleh Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Menteri/Pimpinan Lembaga terkait. pemberdayaan ekonomi rakyat. pengentasan kemiskinan. dan untuk tahun keenam belas sampai tahun keduapuluh besarnya setara dengan 1 (satu) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. dialokasikan Dana Otonomi Khusus. Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat tersebut diperuntukkan bagi Kabupaten. Sebagai wujud pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. dan Provinsi di Provinsi Papua dan Papua Barat. dan kesehatan. berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun sejak tahun 2008. dan insentif bagi daerah yang mengalokasikan dana daerah diluar DAK untuk membiayai kegiatan serupa sesuai bidang DAK. dengan 2 (dua) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional dan berlaku selama 20 tahun sejak tahun 2002. serta pendanaan pendidikan.b. Kota. serta dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. dengan rincian untuk tahun pertama sampai dengan tahun kelima belas besarnya setara dengan 2 (dua) persen dan pagu Dana Alokasi Umum (DAU) secara nasional. sesuai dengan Pasal 34 ayat (3) huruf f Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua dan Perpu Nomor 1 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas . sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh. Kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator yang dapat menggambarkan kondisi sarana dan prasarana. dan daerah pariwisata. Arah Kebijakan Pengalokasian Dana Otonomi Khusus. sosial. dengan dasar pembagian menggunakan basis perhitungan jumlah kampung secara proporsional. Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat dimaksud tetap mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku. daerah perbatasan dengan negara lain. serta daerah yang termasuk Kategori daerah ketahanan pangan. Kriteria teknis dirumuskan berdasarkan indeks teknis yang ditetapkan oleh menteri/ kepala lembaga teknis terkait. yang jumlahnya setara. Dana Otonomi Khusus NAD diarahkan penggunaannya untuk mendanai pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. daerah rawan bencana.

7 6.4 14.0 4.8 14.4 13.7 3.9 2) Air Bersih Konstruksi 7.0 6.2 5.3 8.0 7.5 8.5 9.0 -6. dan Perikanan Pertambangan dan -4.4 2) Investasi 14.0 6.3 6.l. 2. Kehutanan.9 2) Penggalian Industri Pengolahan 6.6 9.3 2) Industri Bukan Migas 7.9 4.Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.5 6.2 11.2 8.0 5.7 14.5 7.5 11.9 2.0 7.2 5.3 6.7 10.8 2.4 12.3 5.0 2) Perdagangan.0 3.0 5.6 8. Tabel III.0 4.1 2) Telekomunikasi Keuangan.9 5.1 2) Ekspor Barang dan 13.4 1) 2004 PERTUMBUHAN PDB PENGELUARAN (%) Konsumsi Masyarakat 5.3 5.5 6.6 9.5 3.4 12.5 3.7 17.0 2) Jasa Impor Barang dan26.5 6.5 5. Real 7.7 8.8 10.4 3.9 2.4 8.7 2) Perkebunan.5 3.7 5.6 4. Gas dan 5.7 2.6 3.4 7.5 2) .0 2.0 10.4 2) Jasa PERTUMBUHANPDB PRODUKSI (%) Pertanian.0 13. GAMBARAN EKONOMI MAKRO ----------------------------------------------------------------Realisasi Sasaran -------------------------------------------------2005 2006 2007 2008 2009 ----------------------------------------------------------------PERTUMBUHAN EKONOMI (%) 5.6 2) dan Restoran Pengangkutan dan 13.4 8.7 5.6 4.4 7.6 7.9 7.7 5.5 16. Peternakan. Hotel.3 6.7 5. 5.9 13.4 4.8 8.5 5.2 1.5 8.3 2) Konsumsi Pemerintah 4.0 2) Listrik.

Estat, dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa

5,4

5,2

6,2

6,6

5,7

5,8 2)

LAJU INFLASI (%) 6,4 17,1 6,6 6,6 11,2 5,8-6,5 1) KEUANGAN NEGARA Defisit APBN/PDB (%) 1,3 0,5 0,9 1,3 3) 1,8 1,5 - 2,0 Penerimaan Pajak/ 12,2 12,5 12,3 12,4 3) 13,2 13,7 - 14,1 PDB (%) Stok Utang 56,6 47,2 39,0 33,7 3) 33,5 32,0 - 34,0 Pemerintah/PDB (%) ----------------------------------------------------------------1)Berdasarkan Hasil Pembahasan RKP Tahun 2009 dan Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan RAPBN TA 2009, 16019 Juni 2008 2)Angka Pertumbuhan PDB menurut Pengeluaran dan Produksi merupakan rincian dari sasaran Pertumbuhan sebesar 6,4% 3)Berdasarkan perkiraan Realisasi Terakhir (Versi ke-4) Tabel III.2 KEBUTUHAN INVESTASI (Rp triliun) ----------------------------------------------------------------Realisasi Proyeksi -------------------------------------------------2005 2006 2007 2008 2009 *) -----------------------------------------------------------------

2004

Kebutuhan 515,4 657,6 805,5 983,8 1.191,5 1.410,6 Investasi (Rp triliun) Pemerintah 76,4 90,2 108,2 125,4 146,0 177,7 (% PDB) 3,3 3,3 3,2 3,2 3,1 3,3 Masyarakat 438,9 567,4 697,2 858,5 1.045,5 1.232,9 (% PDB) 19,1 20,5 20,9 21,7 22,4 23,4 ----------------------------------------------------------------*)Dihitung berdasarkan sasaran pertumbuhan sebesar 6,4% Tabel III.3. PERKIRAAN NERACA PEMBAYARAN (USD miliar) ----------------------------------------------------------------Realisasi --------------------------------------------------

Proyeksi

2004 2005 2006 2007 2008 2009 ----------------------------------------------------------------Neraca Transaksi 1,6 0,3 10,6 10,4 11,4 10,9 Berjalan Ekspor 70,8 87,0 103,5 118,0 139,1 152,1 Migas 16,3 20,2 22,9 24,9 34,3 33,1 Nonmigas 54,5 66,8 80,6 93,1 104,8 118,9 Impor -50,6 -69,5 -73,9 -84,9 -101,9 -115,0 Migas -11,2 -16,0 -16,2 -18,8 -25,2 -24,9 Nonmigas -39,5 -53,4 -57,7 -66,1 -76,7 -90,1 Jasa-jasa -18,6 -17,3 -19,0 -22,7 -25,8 -26,2 Pembayaran Bunga -2,8 -2,7 -2,6 -2,2 -2,1 -2,4 Pinjaman Neraca Modal dan 1,9 0,3 1,9 3,3 0,2 0,9 Finansial Neraca Modal 0,0 0,3 0,4 0,5 0,2 0,0 Neraca Finansial 1,9 0,0 1,5 2,7 0,0 0,9 Investasi -1,5 5,3 2,2 1,7 2,5 2,4 Langsung Arus Masuk 1,9 8,3 4,9 6,2 6,3 6,5 Arus Keluar -3,4 -3,1 -2,7 -4,5 -3,8 -4,1 Portfolio 4,4 4,2 4,1 7,0 4,6 6,2 Aset Swasta 0,4 -1,1 -1,9 -3,0 -3,2 -2,3 Liabilities 4,1 5,3 6,1 10,0 7,8 8,5 Pemerintah 2,3 4,8 4,5 5,3 4,8 5,1 dan BI Swasta 1,8 0,4 1,6 4,7 3,0 3,4 Lainnya -1,0 -9,4 -4,8 -5,9 -7,1 -7,6 Aset Swasta 1,0 -8,6 -2,6 -5,6 -6,9 -6,8 Liabilities -2,0 -0,8 -2,2 -0,3 -0,2 -0,8 Pemerintah -2,7 -0,8 -2,5 -2,4 -1,0 -1,3 dan BI Swasta 0,7 0,0 0,3 2,1 0,8 0,5 Total 3,4 0,6 12,5 13,7 11,6 11,9 Selisih Perhitungan -3,1 -0,2 2,0 -1,1 0,0 0,0 Neraca Keseluruhan 0,3 0,4 14,5 12,5 11,6 11,9 Cadangan Devisa 36,3 34,7 42,6 56,9 68,5 80,4 Dalam bulan impor 6,1 4,3 4,5 5,8 6,0 6,5 Memorandum Item Exceptional Financing IMF Neto -1,0 -1,1 -7,6 0,0 0,0 0,0 Penjadwalan Hutang 0,0 2,7 0,0 0,0 0,0 0,0 Pertumbuhan Ekspor 11,5 22,5 20,7 15,6 12,5 13,5 Nonmigas (%)

Pertumbuhan Impor Nonmigas (%)

24,4

36,0

8,0 14,5

16,0

17,5

---------------------------------------------------------------LAMPIRAN BAB 3 PEMUTAKHIRAN GAMBARAN EKONOMI MAKRO 2009 Sejalan dengan perubahan ekonomi nasional dan gejolak ekonomi global, maka gambaran ekonomi makro yang diuraikan dalam Perpres No 28 Tahun 2008 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan Pembicaraan Pendahuluan antara Pemerintah dan DPR-RI, disepakati hal-hal sebagai berikut. Sasaran laju pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 6,0 persen hingga 6,4 persen. Tingkat inflasi diperkirakan sekitar 5,8 persen hingga 6,5 persen. Nilai tukar rupiah diperkirakan pada kisaran Rp 9.000 hingga Rp 9.200 per dolar Amerika Serikat. Suku bunga diperkirakan berkisar antara 7,5 persen hingga 8,5 persen. Harga minyak mentah (ICP) diperkirakan berkisar antara US$ 95 hingga US$ 120 per barel. Rasio defisit anggaran APBN adalah sekitar 1,5-2,0 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2009 yang merupakan lampiran dari UU APBN Tahun 2009 ini, sasaran ekonomi makro yang dicantumkan adalah sasaran ekonomi makro yang merupakan kesepakatan Pembicaraan Pendahuluan tersebut di atas. Pembicaraan pendahuluan dilanjutkan dengan penyusunan RAPBN 2009. Pada saat penyusunan RAPBN 2009, perekonomian diwarnai berbagai gejolak eksternal yang penuh ketidakpastian dan sulit diprediksi. Ketidakpastian ini berawal dari krisis subprime mortgage, dan pada saat yang bersamaan harga-harga komoditi dunia mulai dari minyak bumi, minyak sawit, gandum, dan kedelai mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Dengan gejolak eksternal yang diperkirakan berimbas kepada ekonomi domestik tersebut, pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2009 diperkirakan sebesar 6,2 persen, inflasi diperkirakan sebesar 6,5 persen, dan suku bunga diperkirakan akan mencapai 8,5 persen. Dengan perkiraan akan terjadi pelemahan US$ dan pengelolaan cadangan devisa yang baik, maka nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat dan mencapai Rp 9.100,0/US$. Selanjutnya, sehubungan dengan ketidakpastian politik internasional, terutama yang berkaitan dengan ketegangan di kawasan Timur Tengah, telah menyebabkan relatif tingginya harga minyak mentah internasional sehingga asumsi rata-rata minyak mentah indonesia (ICP) diperkirakan akan meningkat menjadi $130. Dengan besaran ekonomi makro sedemikian dan dalam rangka terus memberikan stimulus fiskal bagi pembangunan, maka defisit APBN dinaikkan menjadi 1,9

Harga minyak dalam tahun 2009 disepakati sebesar US$ 80. sampai saat-saat terakhir pembahasan suasana ketidakpastian dalam perekonomian terus berlanjut. dan terjaganya pasokan dan arus distribusi barang. pertambangan. defisit APBN menjadi 1 persen. termasuk indonesia. Nilai tukar rupiah dalam tahun 2009 disepakati sebesar Rp 9.0 persen. Defisit APBN turun menjadi 1.0 per barel dengan melihat perkembangan harga minyak terkini serta prospek harga future. disepakati hal-hal sebagai berikut.7 persen terhadap PDB. Pertumbuhan tersebut akan didukung oleh peningkatan pertumbuhan investasi yang terus meningkat. Perkiraan tingkat inflasi tersebut didukung oleh kebijakan administered price yang minimal. sejalan dengan menurunnya ekspektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil. Perubahan Kerangka Ekonomi Makro 2009 .3 persen.2 persen.150. sejalan dengan menurunnya ekspektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil.0/US$ setelah mempertimbangkan koreksi nilai tukar yang tejadi akibat kelangkaan likuiditas ekonomi dunia. Suku Bunga SBI-3 bulan dalam tahun 2009 diperkirakan pada kisaran 7. masih ada potensi risiko akibat kenaikan inflasi yang disebabkan oleh imported inflation dari nilai tukar.0 per barel mengikuti kecenderungan harga minyak yang menurun. pertumbuhan ekonomi 2009 akan didukung dari bidang pertaman. Inflasi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Namun demikian. Inflasi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6.persen terhadap PDB. Suku Bunga SBI-3 bulan dalam tahun 2009 diperkirakan pada kisaran 8. serta konsumsi rumah tangga dan ekspor barang dan jasa yang masih kuat. serta bidang jasa lainnya seperti transportasi dan telekomunikasi.5 persen. Nilai tukar rupiah dalam tahun 2009 disepakati sebesar Rp 9. maka Pemerintah dan DPR kembali merevisi angka ekonomi makro pada tanggal 13-15 Oktober 2008 dengan kesepakatan sebagai berikut.0/US$.5 persen menurun dari 8. Dari sisi produksi. Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2009 sebesar 6. Dalam perkembangannya. sejalan dengan krisis keuangan Amerika yang semakin menjalar keseluruh dunia. Harga minyak mentah dalam tahun 2009 disepakati sebesar US$ 95. Perkiraan tingkat inflasi tersebut didukung oleh kecenderungan penurunan harga minyak dan komoditi.0 persen. Perkiraan tersebut disebabkan karena pilihan kebijakan moneter dan suku bunga untuk mencapai inflasi rendah dan upaya mendorong sektor riil. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut telah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia serta mempertahankan prioritas program pembangunan yang telah direncanakan di RKP tahun 2009.400. Pada akhirnya. manufaktur. Besaran ekonomi makro ini selanjutnya dibicarakan dalam pembahsan RUU tentang APBN Tahun 2009 beserta Nota Keuangan. Pertumbuhan ekonomi dalam tahun 2009 disepakati sebesar 6. Dengan demikian.2 persen. Dalam kesepakatan Pembicaraan Tingkat I.

9. efektivitas.0 95 6.2 6. Kementerian.9. dan kabupaten/kota.-------------------------------------------------------------------------PEMBICARAAN RAPBN PEMBICARAAN TK I UU APBN PENDAHULUAN 2009 RUU APBN & TAHUN 2008 KERANGKA RKPPENYUSUNAN NOTA KEUANGAN EKONOMI 2009 RAPBN 2009 2009 MAKRO 16-19 Agustus 3-19 Oktober Juni 2008 2008 September 2008 2008 -------------------------------------------------------------------------Penumbuhan 6.4 Ekonomi (%) Inflasl (%) 6 5.200 (Rp US$) Suku Bunga 7. baik dalam kerangka regulasi maupun dalam kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum.9 9.2 1. Lembaga Pemerintah Non-Departemen.5 1. baik di antara-kegiatan dalam satu program maupun kegiatan antar program.5 SBI (%) Harga Minyak 95 .6.4 6.0 6. akuntabilitas dan partisipasi.2.0 9. Pelaksanaan kegiatan. mensyaratkan keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan. dan Pemerintah Daerah wajib menerapkan prinsip-prinsip efisiensi.5 130 6. transparansi.0 .3 6.400 7. dalam satu instansi dan antar instansi.7 9. sesuai dengan peraturan .0 APBN/PDB(%) Nilai Tukar .5 Defisit 1.2 1.6.000 .0 1.8 .5-2.150 8.8. provinsi. dengan tetap memperhatikan tugas pokok dan fungsi yang melekat pada masing-masing lembaga serta pembagian urusan antara pemerintah pusat.5 .100 8.120 ICP (US$/br) 6.5 .5 80 ------------------------------------------------------------------------- BAB 4 KAIDAH PELAKSANAAN Dalam melaksanakan program dan kegiatan untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2009.

d.perundang-undangan yang berlaku. yang dilaksanakan melalui asas . Dalam rangka mewujudkan keterpaduan dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan yang telah diprogramkan.Uraian sebagaimana yang dimaksud butir (b) di atas perlu menguraikan kewenangan pengguna anggaran yang bersangkutan. tugas pembantuan. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional yang berupa kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya. Kementerian. dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat termasuk dunia usaha sehingga tercapai sinergi dalam pelaksanaan program pembangunan. dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintah pusat. sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan program dalam rangka koordinasi perencanaan. baik yang berupa kerangka regulasi maupun kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum. dan lembaga pemerintah non-departemen. maka masing-masing instansi pemerintah (kementerian/lembaga). serta masyarakat termasuk dunia usaha berkewajiban untuk melaksanakan program-program RKP Tahun 2009 dengan sebaik-baiknya. setelah menerima pagu sementara Tahun 2009. atau sudah menjadi kewenangan daerah. Kementerian. Peraturan Presiden (perpres). ditetapkan kaidah-kaidah pelaksanaan RKP 2009 sebagai berikut: 1. 2. dan Lembaga Pemerintah Non-Departemen dalam menyusun kebijakan publik. Lembaga Pemerintah Non-Departemen.Lembaga Negara.Uraian penggunaan APBN Tahun Anggaran 2009. b.Uraian rencana penggunaan APBN Tahun Anggaran 2009. dan Musrenbang Nasional (Musrenbangnas). tugas dekonsentrasi. seperti Musrenbang Daerah Kabupaten/Kota. RKP Tahun 2009 merupakan acuan bagi Kementerian. telah dilaksanakan proses musyawarah antar pelaku pembangunan melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang. c. departemen.RKP Tahun 2009 menjadi acuan dan pedoman bagi Lembaga Negara. Untuk mengupayakan keterpaduan. Rapat Koordinasi Pusat (Rakorpus).Pemerintah wajib menyampaikan rancangan APBN Tahun Anggaran 2009 dari masing-masing lembaga negara. atau Peraturan Menteri/Kepala Lembaga. dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2009. Musrenbang Provinsi. Pemerintah Daerah. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional yang berupa kerangka regulasi sesuai dengan kewenangannya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Sehubungan dengan itu. baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah pusat. periu menyesuaikan Rencana Kerja Kementerian Negara/Lembaga (Renja-KL) menjadi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/lembaga (RKA-KL) sebagai berikut: a. Lembaga Pemerintah Non-Departemen.

masing-masing instansi daerah perlu menyempurnakan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja-SKPD) Tahun 2009 sebagai berikut: a. masyarakat luas dan dunia usaha dapat berperanserta dalam pelaksanaan program-program pembangunan berdasarkan rancangan peran serta masyarakat dalam kegiatan yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berkaitan dengan pendanaan pembangunan. yang berupa kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum sesuai dengan kewenangannya. Masyarakat luas juga dapat berperanserta dalam pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan kegiatan dalam program-program pembangunan.Masyarakat luas dapat berperanserta seluas-luasnya dalam perancangan dan perumusan kebijakan yang nantinya dituangkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan. dalam rangka pelaksanaan tugas pemerintah daerah. yang dilaksanakan langsung sebagai kewenangan daerah. 3. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional/daerah yang berupa kerangka regulasi sesuai dengan kewenangannya dalam bentuk Peraturan Daerah (perda) dan Peraturan Gubernur/Bupati/Wali Kota. c. sinkronisasi dan harmonisasi pelaksanaan setiap program dalam rangka koordinasi perencanaan. Untuk mengupayakan keterpaduan. RKP Tahun 2009 menjadi acuan dan pedoman dalam menyusun kebijakan publik. perlu juga menguraikan kewenangan pengguna anggaran yang bersangkutan. . ataupun yang dilaksanakan melalui tugas pembantuan. baik berupa kerangka regulasi maupun kerangka investasi pemerintah dan pelayanan umum dalam Aggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2009.Uraian penggunaan APBD Tahun Anggaran 2009.Uraian rencana penggunaan APBD Tahun Anggaran 2009. d. tugas dekonsentrasi yang diterima pemerintah provinsi dari pemerintah pusat. di bawah koordinasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).Bagi Pemerintah Daerah (provinsi/kabupaten/kota).Pemerintah Pusat. atau tugas pembantuan yang diterima pemerintah kabupaten/kota dari pemerintah pusat. dengan mendapatkan masukan dari seluruh Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah. 5.Uraian sebagaimana yang dimaksud butir (b) diatas.dekonsentrasi.Pemerintah daerah wajib menyampaikan rancangan APBD Tahun Anggaran 2009 dari masing-masing instansi daerah. b. 4. merumuskan matriks rencana tindak pada setiap bidang pembangunan (matriks rencana tindak menjadi lampiran dari setiap bidang pembangunan) menjadi dokumen RKP Tahun 2009. yang merupakan kegiatan untuk mencapai prioritas pembangunan nasional/daerah.

Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program. kesesuaiannya dengan rencana alokasi anggaran yang ditetapkan dalam APBN/APBD. 7. serta kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan APBN/APBD dan peraturan-peraturan lainnya.Pada akhir tahun anggaran 2009.6. . melakukan tindakan koreksi yang diperlukan. dan melaporkan hasil-hasil pemantauan secara berkala 3 (tiga) bulanan kepada Presiden/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. setiap Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Departemen dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan. setiap instansi pemerintah wajib melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan yang meliputi evaluasi terhadap pencapaian sasaran kegiatan yang ditetapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful