P. 1
SGD 14 LBM 1 MODUL 6

SGD 14 LBM 1 MODUL 6

5.0

|Views: 20,019|Likes:
Published by Annisa Rahim
FK Unissula 2010
FK Unissula 2010

More info:

Published by: Annisa Rahim on Mar 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

dimana terjadi proliferasi, maturasi dan diferensiasi sel yang terjadi secara

serentak.

Proliferasi sel menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel,

dari satu sel hematopoietik pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah.

Maturasi merupakan proses pematangan sel darah, sedangkan diferensiasi

menyebabkan beberapa sel darah yang terbentuk memiliki sifat khusus yang

berbeda-beda.

HEMOPOIESIS PRENATAL

1. Stadium Mesoblastik.

Tampak kelompok2 pada ³yolk sac´ dan jaringan mesenkim embrional smpai minggu ke

2010 SGD 14 LBM 1 MODUL 6

ANNISA RAHIM

10 kehamilan.

Bagian dalam mengalami hematogen, eritrosit yang awal sekali (eritrosit primitif)

Bagian luar mengalami maturasi (pematangan sel-sel eritrosit) ± minggu ke 3-10

2. Stadium Hepatik. Merupakan kelanjutan dari ibu hamil ±1,5 bulan.

Keterangan :

‡ Minggu ke 6 : Mesenkim >>> parenkim kasar, dst sampai bayi lahir.

‡ Pada bulan ke 4, lien, hepar, kelenjar limfe & sumsum tulang sudah memproduksi

darah

‡ Ketika sudah dilahirkan, yang berperan dalam pembentukan darah : kelenjar limfe,

sumsum tulang.

HEMATOPOIESIS POSTNATAL

Hematopoiesis moduler, dimulai dari kelahiran normal sumsum tulang aktif

membentuk sel.

Organ yang Berperan:

1. Sumsum Tulang (Born Marrow)

a. Sumsum merah, aktif hematopoiesis

b. Kuning  aktif (Sel endotel, retikulum, lemak)

Sel endotel Eritrosit

2010 SGD 14 LBM 1 MODUL 6

ANNISA RAHIM

Retikulum Granulosit

2. Kelenjar Getah Bening (Nodulus Limfaticus) Jarinagn Limfa Limfosit

3. Lien, fungsi :

a. Proliferasi Limfosit

b. Destruksi limfosit yag tak terpakai

4. Gaster / Lambung

Menyediakan faktor-faktor intrinsik (Vit. B12)

membantu pematangan sel darah

Asam lambung mempermudah absorbsi Fe di dalam darah.

5. Hepar

‡ Perombakan pigmen empedu

‡ Depo Vit. B12

‡ Detosifikasi

‡ Proses Pembentukan Darah

6. Enteropoietin

Hormon yang terdapat di dalam ginjal sehingga segala penyakit ginjal terlebih

yang berat akan berpengaruh terhadap hormon enteropoietin. Bila hormon ini

berkurang, eritrosit juga berkurang meskipun di temapt-tempat produksi yang lain

masih baik, tapi karena hormon tersebut diproduksi di ginjal jadi tetap akan

berkurang.

7. Kelenjar Endokrin

Mampu mempengaruhi perkembangan & pertumb. Eritrosit

‡ Menstimulasi eritropoiesis : tipoid

‡ Hormon Esterogen : bersifat menghambat makin bayak makin berkurang

proses pembentukan eritrosit

8. Nutrisi

makanan (KH, protein, lemak, vitamin, mineral, molekul, as. folat, dll)Untuk

maturasi/pematangan sel

9. RES (Retikulo Endotelia System)

Proses pembentukan darah dimulai oleh sel pluripotensial, sel ini kemudian membelah

menjadi 3 sel, dimana sel pertama akan berkembang menjadi sel induk pluripotensial,

2010 SGD 14 LBM 1 MODUL 6

ANNISA RAHIM

sel kedua berkembang menjadi sel limfosit, sedangkan sel yang ketiga membelah lagi,

ada yang menjadi sel eritrosit, trombosil, neutrofil, monosit, eusinofil, dan

basofil.Banyak faktor yang mempengaruhi pembentukan sel-sel darah, seperti zat besi,

vitamin B, asam folat, dll

Baxter C: The normal healing process. In: New Directions in Wound Healing. Wound care

manual; February 1990. Princeton, NJ: E.R. Squlbb & Sons, Inc; 1990.

Morris PJ and Malt RA, eds: Oxford Textbook of Surgery. Sec. 1 Wound healing. New York-

Oxford-Tokyo Oxford University Press: 1995.

Szabo Z. et al., eds: Surgical Technology-International III. Universal Medical Press Inc.

7. Dimana proses pmbentukan darah?

a. Eritrosit:

- Prenatal:

Trimester I: yolk sac

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->