P. 1
SGD 14 LBM 1 MODUL 6

SGD 14 LBM 1 MODUL 6

5.0

|Views: 20,013|Likes:
Published by Annisa Rahim
FK Unissula 2010
FK Unissula 2010

More info:

Published by: Annisa Rahim on Mar 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

di antaranya adalah asam amino, vitamin, mineral, hormone,

ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang

hematopoietik.

3.1 Dalam Ilmu Gizi

Salah satu bidang dalam ilmu kesehatan masyarakat adalah ilmu gizi, dalam hubungannya

dengan sistem darah dan cairan tubuh maka dapat dilihat penerapannya pada contoh-contoh

berikut:

2010 SGD 14 LBM 1 MODUL 6

ANNISA RAHIM

3.1.1 Nutrisi Zat Besi

Zat besi adalah salah satu faktor yang sangat penting peranannya dalam pembentukan sel darah

merah, dengan berkurangnya masukan zat besi maka seseorang akan cinderung menderita

anemia. Zat besi bisa diperoleh dari asupan sayur-sayuran hijau seperti bayam dan brokoli.

3.1.2 Vitamin K

Vitamin K adalah salah satu faktor yang berperan dalam proses pembekuan darah, maka dari itu,

pemberian vitamin K pada anak terutama pada anak yang baru aktif bergerak sangat penting

untuk mempercepat penyembuhan. Vitamin K dapat diperoleh pada kacang-kacangan.

3.2 Dalam Kesehatan Kerja

Pengetahuan akan kesehatan kerja dalah hal sistem darah dan cairan tubuh sangat penting untuk

menjega kesehatan karyawan. Karyawan yang kondisi fisiknya sehat tentu saja kinerjanya akan

menjadi lebih baik.

3.2.1 Anemia

Anemia adalah salah satu penyakit kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Kadar hemoglobin

yang rendah menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen, hal itu menyebabkan tubuh

menjadi cepat lelah. Bagi karyawan yang menderita penyakit anemia, sebaiknya diberi asupan

zat besi yang tinggi, dan istirahat yang cukup.

3.2.2 Menstruasi

Menstruasi merupakan siklus alamiah yang dialami oleh wanita. Wanita yang mengalami

menstruasi akan kehilangan banyak darah. seperti halnya anemia, wanita yang mengalami

menstruasi cinderung cepat lelah dan tidak bersemangat, maka dari itu alangkah baiknya jika

para keryawan wanita diberikan izin kerja setidaknya 2 hari dalam sebulan agar memperoleh

hasil yang maksimal.

3.2.3 Ruangan Ber-AC

Salah satu kelemahan dari AC adalah berkurangnya kelembapan udara pada ruangan yang

berdampak pada cepatnya kulit tubuh menjadi kering. Untuk mengatasi hal tersebut tubuh akan

menyalurkan cairan tubuh ke kulit agar tetap lembab, hal tersebut membuat tubuh menjadi cepat

dehidrasi, dank arena udara dingin AC membuat seseorang malas minum maka dehidrasi terjadi

tanpa disadari yang dikenal dengan istilah invisible water lost. Maka dari itu orang yang bekerja

di tempat ber-AC disarankan untuk banyak minum air.

3.2.4 Tes Doping

Dalam dunia olahraga, banyak atlet yang berusaha memperoleh prestasi yang baik melalui cara-

cara yang tidak jujur seperti doping. Walaupun telah ada tes urine yang mampu mendeteksi atleh

yang telah menkonsumsi stimultan sebelum bertanding, namun hasil tes tersebut akan diperoleh

selama 2-3 hari sehingga terkadang diskualifikasi dilakukan setelah pengumuman kejuaraan.

Salah satu metode tes doping terbaru adalah tes darah, dengan tes darah maka hasil dapat

diperoleh dalam waktu kurang dari 24 jam, sehingga atlet yang melakukan kecurangan dapat

didiskualifikasi, bahkan sebelum ia bertanding.

3.3 Kesehatan Lingkungan

2010 SGD 14 LBM 1 MODUL 6

ANNISA RAHIM

Aspek kesehatan lingkungan juga bisa menjadi objek dalam penerapan sistem darah dan cairan

tubuh, antara lain:

3.3.1 Gas Karbonmonoksida

Gas karbonmonoksida (CO) merupakan gas hasil dari pembakaran yang tidak sempurna. Gas ini

biasanya berasal dari pembakaran mesin-mesin berbahan bakar minyak, seperti genset, mobil,

dan peralatan berat. Gas ini akan sangat beracun jika sampai terhirup oleh manusia. Hal ini

terjadi karena hemoglobin cinderung lebih stabil jika berikatan dengan CO daripada dengan

oksigen (O2) Penanganan akan bahaya gas CO harus segera ditangani, karena gas ini tidak

berbau, berwarna, dan orang yang menghirupnya dapat dengan cepat meninggal tanpa

menunjukkan ciri kesakitan.

3.3.2 Penanganan Mayat

Cairan tubuh merupakan tempat yang sangat baik untuk perkembangan bakteri-bakteri pathogen

serta virus-virus yang berbahaya. Sebagian besar penyakit yang menular dapat ditularkan melalui

cairan tubuh. Maka dari itu pengetahuan akan penanganan mayat sangat penting artinya, karena

bakteri maupun virus masih dapat menular dari mayat ke seseorang. Sangat tidak disarankan

membuang atau menguburkan mayat ke tempat-tempat yang dekat dengan sumber air.

3.4 Penyakit dan Epidemiologi

Berbagai upaya dapat dilakukan dalam menangani penyakit yang ada hubungannya dengan

sistem darah dan cairan tubuh.

3.4.1 Diare

Penyakit diare pada seseorang dapat menyebabkan orang tersebut mengalami dehidrasi. Untuk

menangani masalah tersebut dilakukan dengan memberikan cairan yang mudah diserap tubuh

yaitu cairan dengan kadar elektrolit (kation dan anion) yang mirip cairan tubuh. Cairan tersebut

dapat dibuat dengan mencampurkan air gula dan garam yang dikenal dengan larutan oralit.

3.4.2 Perlukaan

Dalam menangani kasus perlukaan maka harus dipahami proses pembekuan darah. darah hanya

akan membeku jika trombosit pecah akibat bertumbukan dengan bidang kasar, semakin kasar

suatu bidang maka darah akan semakin cepat membeku. Untuk itu dalam menangani perlukaan

diperlukan pembalut berupa kain yang memiliki tekstur kasar seperti kain kasa, sehingga darah

lebih cepat membeku dan luka lebih cepat sembuh.

\ http://www.scribd.com/doc/16404768/Darah-Dan-Cairan-Tubuh, Program Studi

Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana

(kapita selekta hematologi)

Fisiologi darah, dr. Tjitra Wardani, FK Unair, 2003.

Perbedaan Penyusun Jaringan Darah

2010 SGD 14 LBM 1 MODUL 6

ANNISA RAHIM

No

Peyusun

Jumlah

Bentuk

Tempat Pembentukan

Sifat

Fungsi

1

Eritrosit

4,5 5 juta

per mm3

Bulat

Bikonkaf

(tanpa inti)

Dewasa : Sumsum

Tulang Merah

Bayi : Hati dan Limpa

Mengangkut oksigen

Mengandung karbonik anhidrase

2

Neutrofil

60% - 70% dari

leukosit

Granula

bening, inti

sel terangkai

Sumsum merah,

limpa, kelenjar limpa

(getah bening)

Fagosit Merespon adanya infeksi

Menelan pathogen selama fagositisi

Pertahanan dari mikroorganisme (ba

3

Eosinofil 2% - 4% dari

leukosit

Granula

merah,

sama dg

neutrofil

Sumsum merah,

limpa, kelenjar limpa

(getah bening)

Fagosit Memerangi bakteri

Mengatur pelepasan zat kimia saat

pertempuran

Membuang sisa-sisa sel yang rusak.

4

Basofil

1% dari

leukosit

Berbentuk

U, berbintik

kebiruan,

bentuk inti

teratur

Sumsum merah,

limpa, kelenjar limpa

(getah bening)

Fagosit Memberi reaksi alergi dan antigen de

mengeluarkan histamin kimia yang

menyebabkan peradangan.

Mengandung heparin yang mencega

pembekuan darah

5

Limfosit

20% - 30% dari

leukosit

Lingkaran

Sumsum merah,

limpa, kelenjar limpa

(getah bening)

Amuboid Memprodusi antibody (Limfosit B)

Menghancurkan sel yang bersifat an

(Limfosit T)

6

Monosit

3% - 8% dari

leukosit

Berinti

lonjong

Sumsum merah,

limpa, kelenjar limpa

(getah bening)

Fagosit Perlindungan tubuh terhadap mikroo

(protozoa dan virus)

Memakan sel yang tua

7

Trombosit 150-300 ribu

per mm3

Bentuk tidak

teratur,

berukuran

kecil, tidak

berwarna

dan tidak

berinti

Sumsum merah,

limpa, kelenjar limpa

(getah bening)

Mudah

pecah

bila

tersentuh

benda

kasar.

Membantu proses pembekuan darah

http://www.scribd.com/doc/43491669/Perbedaan-Penyusun-Jaringan-Darah

Pertanyaan Penasaran

1. Partikel yang menyerupai sel dalam darah????

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->