UNSUR UNSUR PROPOSAL Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan penelitian.

Propsoal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian, proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan mengacu pada pedoman yang berlaku. Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsure unsure proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur ±unsur lainnya.Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur²yang dianggap terpenting²diberikan pada bab-bab tersendiri. Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasacrajan UGM, 1997): 1) Judul 2) Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang dapat diharapkan) 3) Tujuan dan Lingkup penelitian 4) Tinjauan Pustaka 5) Landasan Teori 6) Hipotesis 7) Cara penelitian Jadwal penelitian 9) Daftar Pustaka 10) Lampiran Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini: Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi ³sentral´ keterkaitan unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk pelaksanaan penelitian.Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-bab tersendiri. Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul dengan (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5) faedah atau manfaat penelitian.

makin singkat. Keaslian penelitian Dalam bagian ini. pada dasarnya. yaitu bila permasalahan tersebut sudah pernah diteliti dan teori yang ada telah dianggap mantap. Faedah yang diharapkan Dalam bagian ini perlu ditunjukkan manfaat atau faedah yang diharapkan dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan atau pembangunan negara. yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini? Untuk menjawab pertanyaan ³mengapa kita memilih permasalahan ini?´. dan makin tajam (sejalan dengan makin tajamnya rumusan permasalahan). karena merupakan gerbang pertama. Manfaat bagi ilmu pengetahuan dapat berupa penemuan/pengembangan teori baru atau pemantapan teori yang telah ada.. Tuliskanlah rumusan permasalahan sebagai kalimat terakhir dari bagian ini agar mudah dibaca (dan mudah dicari)²bahasan lebih panjang lebar tentang cara-cara merumuskan permasalahan termuat di bab tersendiri. Penghalusan atau perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan diakses (dicari) dengan komputer. maka kita perlu mengganti permasalahan (dalam arti: mencari judul lain). yaitu judul utama.. maka langkah pertama. maka judul dapat dibuat bertingkat. Judul karya ilmiah berbeda dengan judul novel atau semacamnya dalam hal kejelasan kaitannya dengan isi. Demikian pula contohnya dalam dunia novel. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. ³Kajian. jelas. kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin lakukan penelitiannya. perlu kita tunjukkan (dengan dasar kajian pustaka) bahwa permasalahan yang akan kita teliti belum pernah diteliti sebelumnya. Rumusan yang tersamar terkandung dalam alinea tidak diharapkan karena memaksa pembaca untuk mencari sendiri dan menginterpretasikan sendiri bagianbagian dari alinea atau kalimat-kalaimat yang bersifat rumusan permasalahan.kemajuan terakhir ilmu pengetahuan dalam topik tersebut²untuk mencari peluang pengembangan atau pemantapan teori. mudah dipahami dan mudah dipertahankan. kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan . dan anak judul. maka judul proposal penelitian perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. sehingga pakailah kata atau istilah yang umum dalam bidang ilmunya. Bagi pembangunan negara. Bila memang tidak dapat dipersingkat. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.´ dan sebagainya karena hal itu terlalu berlebihan. Judul novel cenderung menarik minat pembaca dengan mencerminkan suatu ³misteri´ tentang isinya sehingga pembaca tergelitik ingin tahu isinya. Judul penelitian ilmiah biasanya tidak perlu dimulai dengan kata ³Studi«´. jalur atau batu-batu loncatannya apa saja? Tujuan dan Lingkup Penelitian . Tapi bila sudah pernah diteliti. Rumusan pe rmasalahan Rumusan permasalahan perlu dituliskan secara singkat. meskipun tetap panjang. atau direkomendasikan oleh penelitian sebelumnya. ³Penelitian«´. Judul sering berubah-ubah. Latar belakang Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang ini. maka perlu kita tunjukkan bahwa teori yang ada belum mantap dan perlu diuji kembali. Langkah kedua. apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan langsung ke praktek nyata? atau bila tidak langsung. Kondisi sebaliknya juga berlaku. Judul perlu singkat tapi bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu nyata dan aktual²yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran bermutu atau pidato penting dan aktual. tidak ada judul yang berbunyi ³Novel tentang di balik kegelapan malam´. Contoh judul novel: ³Di Balik Kegelapan Malam´.Judul proposal penelitian Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal penelitian.

deskripsi (menjelaskan lebih lanjut). Cara pengacuan secara konsisten perlu mengikuti corak (style) tertentu. penulisan hipotesis perlu mengikuti persayaratan sebagai berikut: a) dirumuskan secara singkat tapi jelas. sedangkan tinjauan pustaka membahas pustaka-pustaka per topik (bukan per pustaka). yaitu: 1) mengkaji(examine). tinjauan pustaka berfungsi: 1) untuk mempelajari sejarah permasalahan penelitian (sehingga dapat ditunjukkan bahwa permasalahan tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah. Catatan: Pustaka-pustaka yang diacu dalam tinjauan pustaka harus termuat informasinya dalam ³Daftar Pustaka´. Hipotesis memuat pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara (dugaan) terhadap permasalahan yang diteliti.explanasions) yang ada. 1998: 70). maka hipotesis merupakan ³kesimpulan teoritik´ (hasil perenungan teoritis) yang perlu diuji dengan kenyataan empirik. 6) memperbaiki metodologi yang keliru. prediksi (menjelaskan hubungan sebab-akibat). Hipotesis masih perlu diuji kebenarannya. eksplanasi (mengkonfirmasikan teori). 5) memberikan penjelasan terhadap bukti-bukti yang bertentangan. Resensi pustaka membahas pustaka satu demi satu. 6) untuk memberi penalaran atau alasan pemilihan permasalahan (hasil fungsi ini dituliskan sebagai ³latar belakang´). 4) menutup kesenjangan antar teori (penjelasan. Tinjauan pustaka berbeda dengan resensi pustaka.. teori yang ada belum mantap). 9) memperbarui informasi. landasan teori diangkat (disarikan) dari tinjauan pustaka tentang kerangka teori yang melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalahan yang diteliti. mendeskripsikan(describe). Urutan topik diatur secara sitematis. Landasan Teori dan Hipotesis Seperti diterangkan di bagian ³Tinjauan Pustaka´. 7) memperbaiki interpretasi yang keliru. Menurut Castetter dan Heisler (1984).Tujuan penelitian berkaitan dengan kedudukan permasalahan penelitian dalam khazanah ilmu pengetahuan (yang tercermin dalam tinjauan pustaka). Menurut Borg dan Gall (dalam Arikunto. Karena diangkat dari landasan teori. dan aksi (aplikasi ke tindakan). . Pembatasan tersebut dilakukan dengan membatasi lingkup penelitian. mengatasi kesulitan dalam praktek. maka isi hipotesis harus bersifat dapat diuji atau dapat dikonformasikan. Pernyataan batasan lingkup ini juga berfungsi untuk lebih mempertajam rumusan permasalahan.yang dianjurkan dalam pedoman penulisan tesis atau proposal penelitian. 3) menguji validitas suatu teori. Pandangan yang lain (Castetter dan Heisler. atau menjelaskan (explain) suatu fenomena unik. ekplorasi (masih ³meraba-raba´). atau persamaanpersamaan. Catatan: untuk beberapa macam penelitian (missal penelitian yang berbasis paradigma fenomenologi) tidak boleh atau tidak perlu mempunyai landasan teori dan hipotesis. Seringkali untuk mencapai tujuan memerlukan waktu yang ³terlalu´ lama atau memerlukan tenaga yang ³terlalu´ besar. yaitu. Kedudukan permasalahan²dilihat dari pandangan tertentu²mempunyai lima macam kemungkinan. Landasan teori merupakan satu set teori yang dipilih oleh peneliti sebagai tuntunan untuk mengerjakan penelitian lebih lanjut dan juga termasuk untuk menulis hipotesis. dalam bentuk debat atau diskusi antar pustaka tentang suatu topik tertentu. mengembangkan bukti longitudinal (dari masa ke masa). model matematis. 4) untuk memahami kelebihan atau kekurangan studi-studi terdahulu (tidak semua penelitian menghasilkan temuan yang mantap). maka perlu dilakukan pembatasan terhadap pencapaian tujuan. 2) meluaskan generalisasi suatu temuan tertentu. 3) untuk memahami kerangka atau latar belakang teoritis dari permasalahan yang diteliti (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai ³Landasan Teori´). 2) untuk membantu pemilihan cara penelitian (dengan belajar dari pengalaman penelitian sebelumnya). Agar penelitian dapat dikelola dengan baik. 1984: 9) membedakan tujuan penelitian (purpose of study)menjadi sembilan. Landasan teori dapat berbentuk uraian kualitatif. dalam arti terdapat suatu kerangka yang jelas dalam merangkai topik-topik tersebut dalam suatu sistem. Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis dan bersifat diskusi tentang hasil-hasil penelitian sebelumnya dan terkait serta ilmu pengetahuan mutakhir (berupa pustaka) yang terkait dengan permasalahan. 5) untuk menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil fungsi ini dituliskan sebagai ³Keaslian penelitian´).

c) didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau peneliti yang terkait (tercantum dalam landasan teori atau tinjauan pustaka). 6) cara pengolahan dan analisis data. yaitu faktor linguistis dan nonlinguistis. Sebuah bahasa bias tumbuh berkembang. berubah. Untuk penulisan daftar pustaka terdapat banyak corak tata penulisan² ikutilah petunjuk yang berlaku dan terapkan corak tersebut secara konsisten. (b) rincian kegiatan pada setiap tahap. 2) variabel-variabel yang diteliti. Dinamika bahasa tersebut terjadi pula dalam ranah makna. karena sudah umum bahwa peneliti tentu membaca banyak pustaka dalam rangka penelitiannya. Jadwal dapat dipresentasikan dalam bentuk tabel/matriks atau uraian narasi. Faktor-Faktor PenyebabPerubahan Makna Kata Ada dua faktor yang menyebabkan perubahan makna. buku dan majalah tidak dipisahkan dalam daftar sendiri-sendiri. Kadangkala untuk menunjukkan bahwa peneliti membaca banyak pustaka. 1986: 89. maka dalam daftar pustaka dituliskan juga pustaka-pustaka yang nyatanya tidak diacu dalam narasi proposal. Daftar Pustaka dan Lampiran Daftar Pustaka memuat informasi pustaka-pustaka yang diacu dalam proposal penelitian. Jadwal penelitian menguraikan kegiatan dan waktu yang direncanakan dalam: (a) tahap-tahap penelitian. Perubahan makna kata Bahasa itu dinamis. Biasanya lampiran memuat antara lain: kuesioner dan daftar sumber data yang akan dikunjungi atau diambil datanya. Tergolong ke dalam faktor linguistis adalah: . Dalam daftar pustaka. atau sebaliknya. dan (c) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tiap tahap. sedangkan faktor nonlinguistis berarti faktor yang berasal dari luar bahasa tersebut. bahasa yang tenggelam dan mati dibawa oleh para penuturnya. Butir ke 5 dan 6 di atas juga dicerminkan dalam bentuk jadwal penelitian. Lampiran dapat diisi dengan materi yang ³kurang penting´ dalam arti ³boleh dibaca atau tidak dibaca´. Hal ini tidak dianjurkan untuk dilakukan.Faktor lingusitis berarti faktor dari dalam bahasa itu sendiri. Cara Penelitian dan Jadwal Penelitian Secara umum. mengglobal. 4) instrumen atau alat yang dipakai dalam pengumpulan data/survei (termasuk antara lain: kuesioner). biasanya. dalam cara penelitian perlu dijelaskan: 1) ragam penelitian yang dianut (Amirin.b) dengan nyata menunjukkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.Karena berbagai faktor makna kata dapat berubah atau bergeser dari makna sebelumnya. Sebaiknya jumlah halaman lampiran tidak terlalu banyak agar tidak terasa lebih penting dibanding dengan isi utamanya. 5) cara pengumpulan data atau survei. populasi dan sampelnya). 3) sumber data (tempat variabel berada. menyebutkannya sebagai ³corak´ 1) penelitian)²lihat bab ³Ragam Penelitian´.

y y y proses pengimbuhan (afiksasi).Demikian juga kata µbapak¶ dan µibu¶. Contoh kata yang mengalami perluasan makna adalah kata-kata istilah kekerabatan seperti µkakak¶. pertukaran tanggapan indra. pelacur lebih kasar daripada tunasusila. y Spesialisasi atau penyempitan Kebalikan dari generalisasi. kata sedap dikaitkan dengan indera pendengar. proses pengulangan (reduplikasi). perkembangan sosial dan budaya. y Perubahan Total Perubahan total berarti berubahnya makna kata sehingga sama sekali berbeda atau jauh dengan makna asalnya. Misal kata µpena¶ pada mulanya berarti µbulu¶ dalam bahasa Sanskerta kini maknanya sudah berubah total menjadi µalat tulis yang menggunakan tinta¶.Contohnya.Contoh. dan proses penggabungan (komposisi). y Asosiasi . yaitu lidah. Kata sedap lazimnya dirasakan dengan indera pencecap/perasa. y Ameliorasi Ameliorasi adalah suatu perubahan makna baru yang dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari arti yang lama. Contoh : Suara penyanyi baru itu sedap didengar. Kata kakak yang sebenarnya bermakna µsaudara sekandung yang lebihtua¶. tetapi kemudian karena berbagai faktor menjadi memiliki makna-makna lain. y Sinestesia Sinestesia adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat pertukaran tanggapan dua indra yang berbeda. µbapak¶. tetapi pada kalimat di atas. µibu¶. telinga.Contoh kata µtunarungu¶ dirasakan lebih halus dan sopan daripada kata µtuli¶. Di sisi lain. Jenis-Jenis Perubahan Makna y Generalisasi atau perluasan Perluasan makna kata adalah gejala yang terjadi pada sebuah kata yang pada mulanya hanya memiliki sebuah makna.Peyorasi berarti perubahan makna yang membuat makna kata baru dirasakan lebih rendah nilainya dari arti yang lama. termasuk ke dalam faktor nonlinguistis adalah: y y y y y y perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu cakupan makna masa kini yang lebih sempit daripada masa lalu. y Peyorasi Kebalikan dari ameliorasi. adanya asosiasi. meluas maknanya menjadi siapa saja yang pantas dianggap saudara yang lebih tua. perbedaan bidang pemakaian. dan sebagainya. kata sarjana dulunya mengacu pada orang-orang cerdik pandai dan berilmu tinggi.Sedangkan saat ini maknanya menyempit khusus menjadi lulusan jenjang pendidikan S1 pada bidang ilmu tertentu saja. dan perbedaan tanggapan.

Misalnya kata µamplop¶ berarti µsecarik kertas untuk menyimpan surat¶. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas. kejadian. Begitu hangat.Berdasarkan sifat ini. Kemudian. Pola sudut pandang tidak sama dengan pola spansial. mampu memberikan pancaran hangat bagi siapa saja yang memandangnya. Narasi nonfiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa faktual. dari depan ke belakang. Uraian tentang kepadatan penduduk suatu daerah dapat dikemukakan dengan landasan urutan geografi (misalnya: dari barat ke timur atau dari utara ke selatan). maka pola yang dipilih adalah pola kausalitas (eksposisi. 2.Begitu indah. dari bawah ke atas. Dalam pola ini penggambaran berpatokan pada posisi atau keberadaan penulis terhadap objek yang digambarkannya itu. suatu yang ada dan benar-benar terjadi. Contohnya biografi dan laporan perjalanan. Dalam paragraf narasi terdapat tiga unsur utama yaitu tokoh-tokoh. maka pola pengembangan yang sebaiknya dipilih adalah pola kronologis (naratif) atau proses (eksposisi). 2. 3. hingga malam hari. 2. kata amplop dipakai untuk menyatakan makna suap. Narasi fiksi disebut juga narasi sugestif. 1.menyampaikan informasi yang memperluas pengetahuan. Argumentasi). Perbedaan yang lebih jelas antara narasi fiktif dan nonfiktif adalah sebagai berikut: Narasi Fiksi 1. Pola pengembangan paragraf deskripsi.Bahasa cenderung figuratif dan menitikberatkan penggunaan konotasi. Narasi fiksi adalah narasi yang mengisahkan peristiwa-peristiwa imajinatif. dan latar ruang atau waktu. dan sebagainya. kalau perlu dapat diabaikan. Narasi ini disebut juga narasi ekspositori.Untuk menggambarkan sesuatu tempat atau keadaan.Paragraf Deskripsi Paragraf deskripsi adalah jenis paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Pola ini menggambarkan suatu ruangan dari kiri ke kanan. 2. paragraf narasi terbagi ke dalam dua jenis.memperluas pengetahuan atau wawasan. sore.Dari luar bangunan ini tampak indah. Perincian-perincian itu dapat dilakukan dengan bermacam pola pengembangan.Paragraf Narasi Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sedemikian rupa sehingga pembaca seolah-olah mengalami sendiri kejadian yang diceritakan itu. Narasi Nonfiksi 1. Lain lagi apabila masalahnya itu mengenai sebab-akibat suatu kejadian. Misalnya.Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi sebagai akibat persamaan sifat. Pola pengembangan yang dipakai. apabila gagasan yang hendak disampaikan itu berupa urutan peristiwa.Bahasanya cenderung informatif dan menitikberatkan penggunaan makna denotasi. yakni: 1.Penalaran digunakan sebagai sarana untuk mencapai kesepakatan rasional. 3. Deskripsi mengenai sebuah gedung bertingkat dapat dilakukan dari tingkat pertama berturut-turut hingga tingkat terakhir. uang sogokan atau uang pelicin. Apalagi dengan cahaya lampu yang memantul dari seluruh penjuru rumah. secara perlahan-lahan . Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas. Contohnya: novel dan cerpen. Pola Spansial Pola spansial adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan atas ruang dan waktu. b. penggambaran terhadap suasana suatu lingkungan dapat dilakukan mulai dari siang. Pola Sudut Pandang Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat atau posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu. pemandangan rumah terlihat begitu eksotis. Lampu-lampu taman yang bersinar menambah kesan eksotis yang telah ada. Berdasarkan materi pengembangannya. pertama-tama penulis mengambil sebuah posisi tertentu. 4.Menyampaikan makna atau amanat secara tersirat sebagai sarana rekreasi rohaniah.Penalaran difungsikan sebagai alat pengungkap makna.Menggugah majinasi. Gagasan utama paragraf akan menjadi jelas apabila dilakukan perincian yang cermat. a. antara lain ditentukan oleh gagasan atau masalah yang hendak dikemukakan. Contoh: Pada malam hari. meliputi pola pengembangan spasial dan pola sudut pandang. Pola Pengem bangan Paragraf Pola Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama. yakni narasi fiksi dan narasi nonfiksi. dari timur ke barat. antara lain.Pilihan pola pengembanganditentukan pula oleh pandangan penulis itu sendiri terhadap masalah yang hendak disampaikannya. 4.

7 ribu ton pada tahun 1993.04 persen. di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman.95 persen. pada tahun 1004. Oleh isyarat yang lebih terang dari perkataan itu maju sekian temannya sejajar dengan dia. Akibatnya. Dari paragraf Jenis ini diharapkan para pembaca dapat memahami hal atau objek itu dengan sejelas-jelasnya. memerlukan ilustrasi-ilustrsi konkrit. Dari celah-celah dinding pondok keluaran cahaya yang kuning merah. ketiganya sunyi dan sepi pula. Di bawahnya kedengaran sebentar-bentar sepi mendengaus dan bintang-bintang itupun kelihatan kekabur-kaburan dalam sinar bara yang kusam. ambilah daun anggur secukupnya. demikian pula perkebunan. a.Ilustrasi-ilustrsi tersebut dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis. maka proses itu dapat disebut proses kausal. perikanan masih meningkat cukup mengesankan. Contoh : Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak memahami imbas krisis ekonomi sektor-sektor di bidang pertanian. ia menggambarkan benda demi benda yang terdapat dalam tempat itu. yaitu 6. bahwa dia melindungi manusia yang hidup.Dikelilingi pondok itu tertegak pedati. langkahlangkahnya adalah sebagai berikut. Misalnya. tumbuk sampai halus. Impor beras meningkat. pandai bergerak dan bersuara. kita mengekspor sebesar 371. ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. impor beras meningkat dan pada tahun 1997 mencapai 2. yakni mulai dari yang terdekat kepada yang terjauh. grafik.Akibat dijadikan gagasan utama. Secara umum. tak sedikit jua pun kentara. paragraf eksposisi menggunakan contoh.1 ton tahun 1998. daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. 2) penulis harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya. serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya. Contoh : Pohon anggur. Contoh : Pada tahun 1997. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama. Sejak itu.07 persen menjadi 18. Pola Proses Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya. tetapi tiada berupa jauh sinar yang halus itu lenyap dibalut oleh kelam yang maha kuasa. produksi padi turun 3.3 ribu ton beras. Dalam karangan eksposisi. sektor kehutanan masih tumbuh 2. kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik broto (PDB) meningkat dari 18.Untuk memaparkan masalah yang dikemukakan.Lalu. ilustrasi-ilustrsi tersebut tidak berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat.46 persen.dan berurutan. sedangkan untuk memahami sepenuhnya.Namun demikian. sunyi-mati. Pola Ilustrasi Sebuah gagasan yang terlalu umum. Di antara daun kayu tapak kepada mereka tebing tu turun ke bawah. pangsa sector pertanian merosot dari tahun ke tahun. Padahal selama 30 tahun terakhir. bahkan 530. b. neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Sedikitnya terdapat tiga pola pengembangan paragraf eksposisi. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun. yakni dengan cara proses. Contoh: Sekarang hanya beberapa langkah lagi jaraknya mereka dari tebing diatas jalan. Medasing menegakkan dirinya sambil menguasai ke muka dan ia pun berdiri tiada bergerak sebagai pohon diantara pohon-pohon yang lain. Caranya. sebab dan akibat. sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. akan tetapi.65 persen. serta ilustrasi.Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. 3. pada tahun 1986. yang meningkat 6.Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi adalah paragraf yang memaparkan atau menerangkan suatu hal atau objek. . Pola Sebab Akibat Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dngan menggunakan sebab-akibat. kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseri-seri. Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984.Dalam hal ini pengamatan-pengamatan pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam menjelaskan gagasan-gagasan umum tersebut. 1) penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh. dikakinya tegak pondok. Untuk menyusun sebuah proses. dapat juga terbalik.Setelah itu. c. diperkirakan menjadi 3. Bila disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya.85 persen.5 juta ton. Insya Allah. 3) penulis menjelaskan tiap urutan itu ke dalam detail-detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh prose dengan jelas.

4) Argumentasi dan eksposisis sama-sama menggali idenya dari: a) pengalaman. Dalam paragraf tersebut penulis mengemukakan sejumlah pendapat. bukti. b) pengamatan dan penelitian. c) sikap dan keyakinan. Berbicaralah dengan orang-orang. dan lain-lainnya untuk membuktikan bahwa sesuatu yang kita kemukakan itu benar. Misalnya: Ibu percaya bahwa engkau tahu Kantor pajak penuh sesak Buku itu sangat tebal B.4. gambar. Bila anda benar-benar mampuy mengerti manusia atau orang. Persamaan tersebut. Dalam beberapa hal memang terdapat beberapa persamaan antara paragraf-paragraf eksposisi. Penulisan Kata yang Sesuai dengan EYD PENULISAN KATA A. dengan paragraf argumentasi. sikap atau keyakinan. dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang kita kemukakan. antara lain bahwa kita (pembaca) harus menjadi seorang pengamat manusia. Perbedaan 1) Tujuan eksposisi hanya menjelaskan dan menerangkan sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelasjelasnya. b. diagram. Argumentasi berarti pemberian alasan yang kuat dan meyakinkan. sikap dan keyakinan kita benar. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. bahwa dengan menjadi seorang pengamat manusia. dan impian mereka. grafik. namun jangan abaikan bergaul dengan orang lain dan pelajarilah tabiat mereka. maka akan memiliki kemampuan mengembangkan hubungan tersebut. grafik. Untuk meyakinkan pembaca atas argumentasinya itu. kita akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan hubungan positif dengan orang lain. Namun demikian. peta. tahu akan ketakutan. mempermainkan . contoh.Paragraf Argumentasi Argumentasi bermakna alasan .sisipan. Kata Turunan 1. terdapat pula perbedaan yang mencolok antara keduanya.menengok. grafik. dikelola. 3) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya. Argumentasi memberi contoh. antara lain bahwa kedua jenisparagraf tersebut sama-sama memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. dan sejenisnya. paragraf argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan alasan. penulis mengemukakan sejumlah alasan. penetapan. Misalnya : bergeletar. 4) Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya persamaan dan perbedaan antara paragraph eksposisi dan argumentasi adalah sebagai berikut. digunakan penulis untuk mempengaruhi pembaca agar mereka menyetujui pendapat. Ini adalah sau gaya hidup yang harus dikembangkan. dan bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan. persamaan 1) Argumentasi dan eksposisi sama-sama menjelaskan pendapat. harapan. a.akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: Mengembangkan hubungan positif dengan orang lain sebenarnya bertujuan pada satu hal: anda harus menjadi seorang pengamat manusia. yang telah kita pelajari terdahulu.Alasan-alasan. bukan satu studi ilmiah. 2) Argumentasi dan eksposisi sama-sama memerlukan fakta yang diperkuat atau dipenjelas dengan angka.Dengan demikian. gagasan dan keyakinan kita. 3) Penutup pada akhir eksposisi biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya. dan lain-lainnya. Argumentasi bertujuan untuk mempengaruhi pembaca sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat. Amatilah mereka dan pelajarilah cara mereka berpikir. 2) Eksposisi menggunakan contoh. Imbuhan (awalan.Dengarkanlah keinginan hati mereka. Tentu saja anda harus membaca buku dan mendengarkan pkaset raihlah apa yang anda peroleh dari kebijakan orang lain.

termasuk istilah khusus. Misalnya: adipati. Misalnya. Bentuk Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunkan tanda hubung. meja tulis. Gabungan kata. kura-kura. sia-sia. Misalnya: menggarisbawahi. Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk.dilipatgandakan. Jika salah satu unsur gabungan kata hnya dipakai dalam kombinasi. huru-hara. bikarbonat. kupu-kupu. aerodinamika. audiogram. awalan atau mendapat akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikutinya atau mendahuluinya. sayur-mayur. buku-buku. antarkota. caturtunggal dasawarsa. kolonialisme dsb. Gabungan Kata 1. D. mata pelajaran. awahama. ramah-tamah. mata-mata. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. demoralisasi.2. garis bawahi. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. menyebarluaskan. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian unsur yang besangkutan. laba-laba. tunggang-langgang dsb. ekstrakurikuler. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. kambing hitam. simpang empat. elektroteknik. orang tua. mondar-mandir. Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yanh huruf awalnya adalah huruf kapital. lauk-pauk. persegi panjang. gerak-gerik. Misalnya: bertepuk tangan. biokimia. sebar luaskan 3. anumerta. dekameter. undang-undang. kereta api cepat luar biasa. penghancurleburan 4. ekawarna. gabungan kata itu ditulis serangkai. gabungan itu ditulis terpisah Misalnya: Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindung kita. infrastruktur inkonvensional. Jika kta maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar. diantara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).menganak sungai. Misalnya: anak-anak. kuda-kuda. biri-biri. dwiwarna. hati-hati. rumah sakit umum. unsur-unsurnya ditulis terpisah Misalnya : duta besar. Catatan: a). pan-Afrikanisme b). porak-poranda. model linear. . Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih C. termasuk istilah khusus. introspeksi. non-Indonesia. 2.

Kata Depan di ke. lalu keluar lagi G. 3. beasiswa. Misalnya: Apa yang kumiliki bolehkauambil Bukuku. Si Amin lebih tua daripada Si Ahmad Kami percaya sepenuhnyakepadanya Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu. bumiputra dsb. ku. adakalanya. ibubapak kami. bismillah. astagfirullah.Misalnya: alat pandang-dengar. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada sang kancil Surat itu dikirimkan kembali kepada si pengirim . akhirulkalam. kau. bilamana. dan dari Kata depan di. barnagkali. Ia masuk. Kata Ganti ku. mu. mesin-hitungtangan. Misalnya: Kain itu terletak di dalam lemari Bermalam sajalah di sini Di mana Siti sekarang Mereka ada di rumah Ia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di bawah ini ditulis serangkai. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Kata si dan Sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. alhamdulillah. buku sejarah-baru. Gabungan kata berikut ditulis serangkai Misalnya: acapkali. belasungkawa. dan nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. ke. bukumu. mu dan nya Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya . dan bukunya tersimpan di perpustakaan F. anak-istrisaya. E. bagaiman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times