P. 1
laporan ptk

laporan ptk

|Views: 1,310|Likes:

More info:

Published by: Yuslam Skatepunk Genre on Mar 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

UAPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GABUS 3 KECAMATAN NGRAMPAL KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Oleh : RUKIYANTI NIM. X 8806516

PROGRAM PJJ S-1 PGSD JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA DESEMBER, TAHUN 2009

40

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH)
1. Judul Penelitian UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GABUS 3 KECAMATAN NGRAMPAL KABUPATEN SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 2. a. Mata Pelajaran b. Bidang Kajian IPS Desain dan Strategi Pembelajaran di Kelas 3. Peneliti a. Nama b. NIM c. Program Studi d. Jurusan e. Fakultas f. Universitas g. Alamat rumah Nomor telepon/HP: Email: RUKIYANTI X 8806516 PJJ S-1 PGSD Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta Ngampunan RT. 23 Kebonromo, Ngrampal, Sragen 085 293 647 496 Rukiyanti16@yahoo.com 4. Lama Penelitian 6 bulan/dari bulan Juli 2009 sampai bulan Desember 2009 5. Biaya yang diperlukan: a. Sumber dari Ditjen Dikti b. Sumber lain, sebutkan Rp. ……………………………………….. Rp. ……………………………………….

……………………………… Jumlah Rp. ………………………………………..

40

Mengetahui Kepala Sekolah

Surakarta,

Desember 2009 Peneliti,

JUMADI, S.Pd NIP 19581001978021002

RUKIYANTI NIM. X 8806516

Mengetahui a.n Dekan FKIP UNS Pembantu Dekan 1

Prof. Dr.rer.nat. Sajidan. M.Si. NIP. 19660415 199103 1 002

40

PERSETUJUAN USULAN PENELITIAN

Laporan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul: ” Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran STAD pada Siswa Kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009/2010 ”.

Telah disetujui oleh :

Dosen Pembimbing,

Guru Pendamping/Supervisor

Prof. Dr. St. Y. Slamet, M.Pd NIP 19461208 198203 1 001

Jumadi, S.Pd NIP 1958100 1 197802 1 002

40

ABSTRAK

Rukiyanti, “UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GABUS 3 KECAMATAN NGRAMPAL KABUPATEN SRAGEN”. Laporan Penelitian Tindakan Kelas masalah didalam penelitian dirumuskan sebagai ”Apakah penerapan Pembelajaran Kooperatif model STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD N Gabus 3 Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen Sragen tahun 2009 ?” Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3, Semester 1 Tahun 2009/2010. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan menggunakan langkah-langkah menyusun rencana dan mengadakan refleksi. Teknik sampling penelitian ini adalah studi populasi dengan alasan bahwa semua populasi yang ada dijadikan sample tanpa menyeleksi infomasi, sebagai sample adalah siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Tahun Pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 20 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran STAD hasil belajar siswa setiap siklusnya mengalami perubahan Antara siklus I dan II tidak seperti perkembangan pada siklus ini begitu menggembirakan baik dalam evaluasi maupun dari hasil pengamatan terbukti untuk rata-rata prestasi kelas hasil evaluasi dari 63 menjadi 70 sedangkan dari hasil pengamatan rata-rata dari 62 menjadi 69 ( afektif ) dan dari 63,5 menjadi 69 (psikomotor) sedangkan aspek –aspek penampilan guru dari 77,8 % cukup menjadi 89,8 % baik , dari 25% siswa yang tuntas belajar menjadi 75%. Meningkatkan prestasi belajar IPS dalampenggunaan model pembelajaran STAD untuk meningkatkan ke aktifan pembelajaran IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3, semester 1 tahun 2009/2010 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

40

Bapak Drs.Pd selaku Dosen Pembimbing Mata Kuliah ETA. M. Amin. Bapak Ar. Slamet .Pd. Selaku teman sejawat yang telah membantu saya. untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun kami siap mengharapkan.Pd selaku guru pamong sekaligus kepala sekolah SD Negeri Gabus 3. Semoga penelitian ini ada manfaatnya bagi pembaca dan utamanya bagi kalangan pendidikan. yang telah melimpahkan segala Rahmat. Penulis senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. M.KATA PENGANTAR Dengan Menyebut asma Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Para Dosen PJJ S-1 PGSD UNS Surakarta yang telah memberikan Materi Perkuliahan dengan penuh ketulusan dan kesabaran.Y. Penulis menyadari bahwa penyusun PTK masih banyak kekurangan dalam segala hal. Desember 2009 Penulis 40 . tempat kami melaksanakan PTK. melaksanakan PTK.H.Hadi Mulyono. 3. 2. S. 5.ST. Bapak Jumadi. 4. selaku ketua Program sekaligus Dosen Pembimbing Akademik PJJ S-1 PGSD UNS Surakarta untuk Kabupaten Sragen. Terima kasih. Taufik dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyusun laporan PTK dalam bentuk E-Portopolio dengan baik. Surakarta. Ibu Sri Lestari dkk.Dengan menyusun PTK yang berjudul “ UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN STAD PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI GABUS 3 TAHUN PELAJARAN 2009/2010 “ Ini tidak lepas dari bimbingan semua fihak yang terkait. untuk itu penulis menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada : 1.

...................... Latar Belakang Masalah .................... Perumusan Masalah dan Pemecahannya ............................................................................... HALAMAN PENGESAHAN ....................................... Saran........... Kerangka Fikir ........................................................................................................................................ viii DAFTAR GAMBAR ............. Manfaat Penelitian ................................................................... 19 B................... D....................................................................................... 40 B......................... 19 A..................................... 18 C......................................................... Kesimpulan ................................................................................................................................................... Lokasi dan Waktu Penelitian ........... ABSTRAK ............................................. Kajian Teori ...............................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..... Prosedur Penelitian ...... Pembahasan ................................................................................................................................... Hipotesis Tindakan................... 42 LAMPIRAN-LAMPIRAN 40 ................... vi DAFTAR ISI ................ iv KATA PENGANTAR ....................................................... Subjek Penelitian .............................................................................. vii DAFTAR TABEL .................. A.............................. ix DAFTAR LAMPIRAN ................................................ 19 C................................................... i ii v HALAMAN PERSETUJUAN ..... BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................... 18 BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN ................................................. 19 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................................................................................................. B............. 36 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................... A........ 40 A........................................................................................................................................... 40 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 28 B....... x 1 1 4 5 6 8 8 B......... C................................. Hasil Penelitian ............................................................................ Tujuan Penelitian ............................................................ 28 A................................................................................................................................................................................................................................................................................

........................................................... 30 Perolehan Hasil Evaluasi Siklus II ......................DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 7 Tabel 8 Instrumen Penilaian Afektif ........ 21 Instrumen Penilaian Psikomotor ............... 23 Alat Penilaian Kemampuan Guru 2 (APKG 2) ...................... 38 40 .................... 34 Rekapitulasi Hasil Evaluasi ........ 24 Perolehan Hasil Evaluasi Siklus 1 ...................................... 22 Alat Penilaian Kemampuan Guru 1 (APKG 1)....................................................................................................................................................................................

Aktifitas Kegiatan Guru .................. 28 Gambar 2 Grafik Histogram Nilai Kognitif..DAFTAR GAMBAR Gambar 1 Skenario Penerapan Model Pembelajaran ............ 38 40 ........... Afektif.......... Psikomotor................. 38 Gambar 3 Grafik Histogram Ketuntasan.........................

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Daftar Hadir Mahasiswa Daftar Hadir Siswa Rekapitulasi Penilaian Daftar Nilai Formatif Siswa Angket Pendapat Siswa Angket Penilaian Guru APKG 1 (APKG 2) Foto Pelaksanaan Siklus 1 dan Siklus 2 Foto Revleksi RPP Siklus 1 dan 2 Lampiran 10 Curiculum Vitae Peneliti 40 .

yang ditandai dengan adanya kemampuan berfikir. Dinamika pendidikan dewasa ini ditandai dengan suatu pembeharuan dan transformasi pemikiran tentang hakekat pembelajaran sebagai suatu proses yang aktif. Sejalan dengan itu perbaikan dan penyesuaian kurikulum nasional terus dikembangkan sesuai dengan perkembangan jaman. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. makin mempertegas keseriusan pemerintah dalam mencapai tujuan pembengunan nasional khususnya dalam bidang pembangunan. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.BAB 1 PENDAHULUAN A. Sehingga kelak kemudian hari siswa mampu mengatasi masalahnya sendiri dan dapat menjalin hubungan sinergis antara manusia dengan lingkungan alam dan sosial. Mengembangkan berfikir dan mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari. Titik central setiap peristiwa pembelajaran terletak pada keberhasilan siswa dalam mengorganisasikan pengalamannya. Dalam kontekspendidikan ilmu pengatahuan social (IPS). Undang-undang No. Indikatorkeberhasilan IPS ditandai dengan bertambahnya pengetahuan. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa kemudian ditegaskan melalui berbagai kebijakan. seharusnyaprose pembelajaran menghasilkan siswa yang mampu berfikir kritis. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Disusunnya Undang-undang No. ketrampilan dan perubahan perilaku siswa. PP No. hal ini mengandung pengertian yang luas bahwa bangsa yang cerdas dan berkompetensi. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional. kepribadian yang bagus dan memiliki ketrampilan menjadi tujuan dari pembangunan tersebut. salah satu tujuan yang hendak dicapai dari pembangunan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. analitis. interaktif dan konstruktif. dan kreatif. 40 .

Guru sebagai sumber utama pengetahuan. saat siswa mengikuti proses pembelajaran IPS menjadi Semakin jenuh dan tidak bergairah. Kadang mereka juga membuat ulah yang negative dengan mengganggu temannya untuk menarik perhatian guru. sebab kenyataan ini sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Bahwkan pada saat guru menyampaikan materi pelajaran dengan metode ceramah. Hal ini terbukti pada setiap ulangan IPS di kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009 / 2010 40 . Sementara pelaksanaan penilaian hanya mengandalkan ulangan tertulis. Padahal dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan perkembangan arus globalisasi anggapan bahwa guru sebagai satu – satunya sumber informasi tidak mungkin lagi dipertahankan. ini menunjukkan belum berhasilnya pendidikan IPS di sekolah. Pengelolaan kelas masih teacher centered. beberapa siswa lain yang duduk dibarisan belakang ramai berbicara antar teman tanpa memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru. dan penugasan masih mendominasi setiap pembelajaran IPS. beberapa siswa terlihat menguap. Hal ini dapat dibuktikan dengan keadaan riil ketika pelajaran IPS berlangsung. Ada juga yang mengisi waktu luang dengan mengerjakan tugas lain. Mengingat dewasa ini masih banyak masalah – masalah social yang perlu segera diatasi. Immage yang terbentuk bahwa pelajaran IPS merupakan pelajaran hafalan. Tingkah laku siswa yang pasif tentu menjadi permasalahan bagi guru. Jumlah pengangguran makin bertambah eksplorasi alam yang berlebihan. Tindakan seperti ini menyebabkan siswa menjadi pasif. tanya jawab. Media yang digunakan hanya kapur dan papan tulis. kerusakan dan permusuhan antar kelompok. Akibat dari semua itu.Menghadapi keseriusan pemerintah seperti tersebut diatas. Penggunaan metode ceramah. Dalam skala mikro kegagalan pendidikan IPS ditandai dengan rendahnya prestasi belajar siswa dan kurangnya minat siswa untuk mempelajari IPS. tentu kita patut berbesar hati. Bahkan sekolah sendiri tidak mungkin lagi menjadi satu – satunya informasi bagi siswa.

Salah satu indikasi penyebab munculnya masalah diatas adalah guru kurang mampu merangsang siswa untuk terlibat aktif dan mengeluarkan ide – ide atau kemampuan berpikir dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran klasikal perbedaan individu jarang mendapat perhatian. Dari jumlah 20 siswa nilai ketuntasab hanya 5 siswa atau 25 % dari jumlah siswa. Dalam usaha meningkatkan prestasi belajar dan kwalitas pendidikan. perbedaan individu perlu mendapat perhatian yang lebih serius.Semester I dan perolehan prestasi belajar siswa rendah. ketrampilan social. Salah satu tindakan guru dalam pembelajaran yang berorientasi pada sikap menghargai perbedaan individu adalah pembelajaran kooperatif. Pada dasarnya setiap siswa berbeda yang satu dengan yang lainnya. Itu berarti setiap siswa mempunyai cirri – cirri yang khusus. Persoalan adalah dapatkah dikembangkan dan diterapkan suatu model pembelajarn yang lebih bermakna serta mudah dipraktekkan oleh guru dalam menjawab tantangan tersebut ?Dengan merujuk konsep dan teori Cooperative Learning maka penulis mengembangkan model pembelajaran kooperatif dalam proses pembelajaran. semua siswa dalam satu kelas dianggap mempunyai kemampuan dan kecepatan yang sama karena itu diperlakukan cara yang sama. 200:5) sesuai dengan pokok permasalahan tersebut. 40 . Pembelajaran kooperatif merupakan strategi alternative untuk mencapai tujuan IPS yaitu berupa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Titik sentralnya tindakan guru pada proses pembelajaran. baik dalam hal kemampuan maupun belajarnya. Kondisi seperti ini melatarbelakangi adanya perbedaan kebutuhan pada setiap anak. meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetensi dalam mesyarakat yang majemuk (Diknas. berdasarkan analisis konseptual dan kondisi riil pembelajarn IPS di SD khususnya dikelas IV SD Negeri Gabus 3 permasalah ini merupakan tantangan yang harus dihadapi. Disamping itu dalam proses pembelajaran guru kurang memperhatikan perbedaan individual. inkuiri. memecahkan masalah.

perlu kiranya diadakan peneliti tindakan kelas mengenai Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model Student Team. Kabupaten tahun 2009? Sedangkan upaya menjawab permasalahan di atas agar indikator keberhasilan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini tercapai dilakukan berbagai upaya yang antara lain adalah : 40 . c. komunikasi yang terjadi hanya komunikasi satu arah. B. maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: “ Apakah penerapan Pembelajaran Kooperatif model STAD dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa Kelas IV SD N Gabus 3 Kecamatan Ngrampal.Untuk itu berdasarkan fenomena pembelajaran IPS dan dalam usaha untuk meningkatkan prestasi akademik siswa.Achievement ( STAD ) sebagai upaya meningkatkan pembelajaran IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi di kelas IV SDN Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009 / 2010. teman sejawat dan Kepala Sekolah diketahui permasalahan yang masih dihadapi siswa kelas IV SD N Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Dengan menggunakan metode ceramah. bahwa faktor penyebabnya antara lain adalah : a. b. Dengan metode ceramah kebermaknaan belajar sangat rendah karena keterlibatan siswa secara langsung kurang. Rumusan Masalah Dari identifikasi masalah di atas dan hasil diskusi peneliti. sehingga teman sebaya ( peer teaching ) yang juga sumber belajar siswa tidak ada. Berdasar identifikasi masalah. analisa dan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas. Dengan metode ceramah guru merupakan satu – satunya sumber belajar siswa. Rumusan dan Pemecahannya 1. pembelajaran didominasi oleh guru ( teacher centered ) sehingga kesempatan siswa untuk berpartisipasi aktif sangat kecil.

Tujuan Penelitian 1. c. Sehubungan dengan itu maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada upaya meningkatkan prestasi pembelajaran. ( baik segi proses. saling ketergantungan positif. Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten melalui Cooperative Learning Model STAD pada siswa kelas IV SD N Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen.” b. sktifitas siswa dan prestasi belajar siswa ) pada mata pelajaran IPS dengan materi pokok. Dipergunakan pembelajaran kooperatif model STAD dengan segala prinsip dan unsurnya yaitu. evaluasi proses kelompok. akuntabilitas individual. 2. Tujuan Umum Tujuan umum perbaikan pembelajaran yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi di kelas IV dan kemampuan guru dalam pelaksanaannya di SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. 2. Ditingkatkannya keterlibatan siswa dalam pembelajaran sehingga terwujud pembelajaran yang student centered. Pemecahannya : Berdasarkan identifikasi masalah. tentu saja banyak cakupan pokok bahasan dan pembahasannya semakin meluas. interaksi tatap muka. Dilaksanakan penilaian yang komprehensif dan dapat mengukur ranah kognitif. C. juga akan terbentuk long term memory seperti yang kita harapkan. Tujuan Khusus 40 . d.a. dan keterampilan untuk menjalin hubungan antarpribadi atau keterampilan sosial yang secara sengaja diajarkan. afektif dan psikomotor. Dimaksimalkannya penggunaan media pembelajaran sehingga selain meminimalisir verbalisme juga meningkatkan kebermaknaan dan keterlibatan siswa.

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas maka tujuan perbaikan pembelajaran yang ingin dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penerapan pembelajaran kooperatif model Student Team – Achievement Division (STAD) sehingga dapat meningkatkan hasil belajar IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi di kelas IV SDN Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Tahun Pelajaran 2009 / 2010. Sehingga dapat memperkaya khasanah ilmu khususnya disiplin ilmu pendidikan. Pencapaian tujuan di atas ditunjukkan dengan indikator sebagai berikut : a. 2) Secara Praktek 40 . 1) Secara Teoritis Apabila terbukti bahwa Cooperative Learning Model STAD dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS maka : a) Hasil penelitian ini dapat memberikan kejelasan teoritis dan pemahaman yang mendalam tentang model pendekatan ini. D. b) Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan dan berpikir ilmiah c) kepada peneliti khususnya dan berbagai pihak yang komponen untuk selanjutnya untuk menindak lanjuti penelitian ini berdasarkan temuan – temuan sebagai hasil penerapan Cooperative Learning Model STAD. Sekurang-kurangnya 75 % nilai prestasi kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen mata pelajaran IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi mencapai ketuntasan ( nilai ≥ 65 ) . Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan dan pembelajaran pendidikan IPS baik secara teoritis maupun praktis. b. Sekurang-kurangnya 75 % siswa mendapat nilai IPS materi Pokok Pergerakan Nasional ≥ 65 (enam puluh lima).

b) Siswa Siswa dapat memperoleh pengalaman belajar pendidikan IPS yang lebih bermakna. ketrampilan. hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi : a) Guru Yakni membantu mengatasi permasalahan dan pembelajaran IPS.Apabila terbukti bahwa Cooperative Learning Model STAD mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Disamping itu dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning diharapkan dapat memberikan keputusan bagi siswa memperoleh nilai – nilai kehidupan yang sangat bermanfaat bagi dirinya. d) Bagi mahasiswa PJJ S1 PGSD penelitian ini dapat memperdalam pengetahuan tentang modal – modal pembelajaran dan dapat mengimplementasikan dikelas sebagai wujud keberhasilan pelaksanaan mata kuliah penelitian tindakan kelas. Berangkat dari sini diharapkan prestasi belajar IPS siswa akan meningkat. 40 . c) Sekolah Sebagai masukan dalam meningkatkan intensitas. dan pemahaman metodologis pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Memberikan wawasan. efektifitas dan supervisi kepada guru kedalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS. prestasi belajar IPS dan kualitas sekolah yang dikelola.

Sejalan dengan hal itu ada beberapa pengertian mengenahi Ilmu Pengetahuan Sosial. Kajian Teori 1.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. social and curtural experience and developmental levels of learners. menelaah. geografi. Jarolimek ( 1986 : 1 ) menyatakan bahwa : Social studies is basic subject of K-12 curriculum that ( 1 ) derives its goal firm the nature of citizxenship in a democratic socied is closey linked to other nations and people of the world. and future”. perisatiwa konsep dan generalisasi yang 40 . ( 2001 : 136 ) bahwa. the social acience and ( 3 ) is thaught in ways that reflect and awerenses of the personal. and environmental aspect of societies in the past. dkk. draw is conen primaliry form history. Menurut NCSS dalam Saidiharjo (2004:31) merumuskan pendidikan IPS sering disebut juga Social Science Education (SEE) Atau Social Studies ( SS ) yang dirumuskan sebagai : “As the subjeck matter of academic discipline somehow simplified. dan mata pelajaran sosial lainnya untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. culturel. present. menganalisis gejala dan masalah social dimasyarakat dengan meninjau dari berbagai aspek bebagai kehidupan atau satu terpaduan. Ilmu Pengetahuan Sosial adalah bidang studi yang mempelajari. yaitu pada saat penyusunan kurikulum PPSP (Proyek Perintis Sekolah Pembangunan) yang merupakan sebuah label untuk mata pelajaran sejarah. ekonomi. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial a. for school instruction“ atau “ as the social sines simplified for paedagogical purposes“. Dalam kurikulum 2004 ( 2003. Pengertian IPS Menurut Saidiharjo (2004:30) istilah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia muncul pada tahun 1975-1976. modified. economic. atau “ the study of pilotical. : 6 ) disebutkan bahwa “ Pengetahuan Sosial merupakan perangakat fakta. adaped. Menurut Ischak.

secara implisit nampak kandungan materi IPS yang perlu diberikan kepada siswa. b. dan sewjarah yang berkaitan dengan masa lampau. Mengajarkan konsep – konsep dasar sosiologi. menyikapi dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari pengertian ini. tata Negara dan sejarah. ekonomi.sejarah. Sedangkan dalam Kurikulum 2004 menyebutkan empat tujuan yang hendak dicapai dalam Pendidikan IPS yaitu : 1). dan ketrampilan social. sosiologi. serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berp[erilaku yang kritis. Berdasarkan bebrapa pengertian mengenahi IPS diatas maka dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang geografi.Tujuan IPS Dalam Social Studies Jarolemik National for The Social Studies telah (1986) menyatakan bahwa The mengeluarkan statement yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran IPS yakni : ketrampilan social ( social skills ) Ketrampilan kerja kelompok ( Group Work Skils ). 40 . dan mandiri”. kajian pada Ilmu Pengetahuan Sosial meliputi disiplin ilmu geografi. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.berkaitan dengan isu social dan kewarganegaraan “ . nasional maupun global. geografi. inkuiri. antropologi. dapat dimaknai untuk masa kini dan dapat diantisipasi untuk masa yang akan dating baik secara regional.ekonomi. yaitu segala sesuatu yang berkenaan dengan manusia. antropologi tata Negara . Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan Pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa “ Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal. kreatif. memcahkan masalah . ekonomi. Oleh karena itu. termasuk didalamnya cara – cara manusia memanfaatkan alam untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. 2). dan kewarganegaraan melalui pendekatan paedagogis dan psikologis.

Pendekatan adalah suatu jalan. Karakteristik siswa SD (6-l2) a. yaitu kemampuan aktifitas mental sebagai kebalikan dari aktifitas jasmani yang merupakan dasar untuk mulai berpikir dalam aktifitasnya. Perkembangan intelektual Berdasarkan teori perkembangan yang dikemukakan Piaget. 2. yang bersifat umum dan dapat dilakukan pada semua mata pelajaran. Perkembangan Moral 40 . atau yang nyata (konkrit) menuju kepada hal-hal yang bersifat abstrak atau yang mudah kemudian secara bertahap menuju kepada hal-hal yang sulit. Meningkatkan kemampuan bekerja sama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk baik secara nasional maupun global.3). cara atau kebijakan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pengajaran. Sedangkan metode adalah cara mengajar atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang akan diajar. Dengan pertimbangan ini pula maka dalam pembelajaran diperlikan adanya perlaakuan secara bertahap. 4). b. Berdasarkan tujuan dari Pendidikan IPS ini maka diharapkan para guru dapat memilih dan menggunakan metode.Has ( l993: l28-l5l) memberikan suatu gagasan mengenahi penggunaan strategi dan pendekatan dalam pembelajaran IPS. didalamnya terdapat kajian tentang model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Membangun komitment dan kesadaran terhadap nilai – nilai social dan kemanusiaan. Mulyani dan Syaodih (2005 : 21 ) menyatakan bahwa keberadaan siswa sekolah dasar terletak pada operasional konkrit dan berpikiroperasional. Artinya dalam langkah – langkah dalam proses pembelajaran selalu diawali dari yang dekat dengan siswa menuju ke yang jauh. Keterangan ini menunjukan bahwa anak – anak usia sekolah dasar secara umum dapat mempergunakan berbagai simbul dan melakukan sebagai proses pembelajaran. pendekatan dan strategi pembelajaran yang tepat. Sunal dan Mary E.

Kohlberg dalam Mulyani & Syaodah (2005:39) melukiskan 3 tindakan social moral sebagai berikut : Tingkat 1. Siswa tidak memanfaatkan kegiatan tersebut dengan baik dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka. Post-Convensional morality (anak usia 13 tahun atau lebih). Pada waktu yang sama ada beberapa siswa mendominasi kelompoknya. Namun hasil kegiatannya tidak seperti uang diharapkan. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) a. duduk diam. Para siswa tidak dapat bekerja sama secara efektif dalam kelompok.Perkembangan moral sangat menentukan sikap social anak. Tingkat 2. bergarau. Moralitas sepenuhnya internal. Conventional morality (10-13 tahun). meboroskan waktu dengan bermain. maka dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran IPS hendaknya dilakukan dengan berbagai variasi agar para siswa senantiasa terlibat aktif. bahkan ada kalanya siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengerjakan tugas mata pelajaran yang lainnya. Dewasa ini orang – orang telah mengenal beberapa konflik standar moral dan telah memilih diantara standar tersebut. Anak – anak telah menginternalisasikan figure kekuasaan standar. tunduk pada peraturan untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman. motivasi. dapat dikatakan bahwa rentang usia 6-12 tahun sesuai dengan keterangan itu pula maka dalam pembelajaran erat kaitannya dengan pemberian hadiah dan hukuman. Pra-covensional morality ( anak usia 4-10 ) anak masih dibawah pengawasan orang tua dan lain – lain. 3. serta penghargaan. Tingkat 3. Mereka patuh terhadap peraturan untuk menyenangkan orang lain atau mempertahankan pemerintah. 40 . Melalui pertimbangan ini. Pengertian Banyak guru telah melaksanakan metode belajar berkelompok. dan memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Berdasarkan unsure mengenai karakteristik siswa usia sekolah dasar. dengan membagi para siswa dan memberikan tugas kelompok.

Saling tergantung Positif ( Positive Interdeprence ) Saling ketergantungan positif adalah hubungan yang saling membutuhkan sehingga memungkinkan antar siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang lebih optimal. Agar dalam bekerja sama menjadi lebih produktif Kennes mengajukan lima unsure dasar pembelajaran kooperatif yaitu : 1). dkk ( 2002 ) menyatakan bahwa: “ Cooperative learning is a structured. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerja sama pada tugas dan mereka menkoordinasikan usaha untuk menyelesaikan tugasnya. encourage students cooperative while learning“. Dalam penerapan setiap siswa saling tergantung satu sama lain untuk mencapai penghargaan bersama. Haas dan Cyntya Szymansky Sunal (1993:159) menyatakan bahwa: “ cooperative learning is an approach or a set of strategies speciality designed to. Cooper.Sedangkan Kennes menyebutkan bahwa :” Cooperative Learning is a successful strategy in which small team. Ketiga devinisi mengenai cooperative learning makin mempertegas pengertian kita mengenai inti dari pembelajaran kooperatif yaitu adanya suatu kerja sama kelompok yang saling menunjang untuk keberhasilan individu dan kelompoknya. Tidak ada perbedaan pokok dari ketiga pengertian mengenai cooperative learning.Keinginan para guru untuk mengaktifkan siswa sangat baik. 2)Interaksi Tatap Muka ( Face to face Interaction ) 40 . systematic instructional strategy in which small groups work together toward a common goal “. Mary E. untuk itu guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif atau cooperative learning yang tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Pelaksanaan prosedur cooperative learning dengan benar akan meningkatkan guru mengelola kelas dengan efektif. use a variety of learning activities to improve their understanding of a subject”. Ada tiga pengertian yang bias penulis paparkan mengenai cooperative learning yaitu James L. each with student of levels of ability.

Oleh karena itu untuk mewujudkan tujuan yang berhak dicapai maka guru menyusun suatu perencanaan dan keputusan yang dibutuhkan agar penggunaan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran Kooperatif Model STAD Dalam Jurnal of education McKenney. formed by teaches are typically heterogeneous.Para siswa pada setiap kelompok bertemu maka berdialog dan berdiskusi sehungga siswa diberi kesempatan untuk saling mengenal. b. menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi pribadi. mempertahankan pemikiran logis. tenggang rasa. dkk ( 2002. The teams.7 ) memberikan pernyataan mengenai pembelajaran kooperatif ( cooperative learning ) sebagai berikut : “ STAD ( Student Teams Achievement Division ). 5) Proses Kelompok Dalam proses kelompok. 3)Tanggungjawab Accountability ) Dalam pembelajaran kooperatif masing – masing individu Kelompok dan Individu ( Individual and Group mempertanggungjawabkan hasil belajarnya dan bagi salah satu anggota kelompoknya yang sudah menguasai materi pembelajaran maka dia memberikan pelajarn kepada anggota kelomponya. In this cooperative learning technique. films. semua anggota kelompok berdiskusi untuk memecahkan masalah secara bersama – sama. berbicara. dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi. sopan terhadap teman. mendiri. readings. and then receive a worksheet to complete in teams of four. Dalam proses ini anggota kelompok juga membuat keputusan mengenai perilaku apa yang perlu dipertahankan atau dirubah. students receive information via lecturea.and so on. Dan mendiskusikan bagaimana cara membantu salah satu anggota kelompok yang belum mampu menguasai pelajaran. based on prior 40 . 4) Hubungan interpersonal dan Small-Group Skills Unsur ini menghendaki agar para siswa dibekali keterampilan berkomunikasi dan ketrampilan social antara lain : keahlian mendengarkan.

selanjutnya para siswa melakukan tugas kelompok. Di samping itu Slavin ( 1990. Para siswa mendiskusikan permasalahan bersama – sama membandingkan jawaban dan 40 . Kesederhanaan ini Nampak pada beberapa langkah kegiatan yang dilakukan dalam model STAD yaitu guru menyampaikan materi pelajaran. Bentuknya berupa pemberian /penyajian materi pelajran dengan cara berceramah.achievement. and is a good model to begin wuth f Berdasarkan dua keterangan ini maka dapat disimpulkan model pembelajran STAD merupakan suatu pendekatan Kooperatif yang paling sederhana dan mudah untuk dilaksanakan pada pembelajran terutama bagi para guru yang beru menggunakannya. language background. Kelima komponen ini dapat dijabarkan sebagai berikut : 1) Presentasi Kelas Presentasi kelas dilakukan oleh guru. Pernyataan di atas menyebutkan langkah – langkah pembelajaran STAD. Setelah guru menyampaikan materi pelajaran. and other factors determined by instructor. Pada tahapan ini siswa dikondisikan supaya memperhatikan presentasi karena hal ini akan membantu siswa saat mengerjakan ulangan. yaitu : 1) Presentasi kelas ( class presentation ) 2) Belajar Kelompok ( teams ) 3) Kuis ( quizzes ) 4) Peningkatan skor individu ( individual improvement scores ) 5) Penghargaan Kelompok ( team recognition ). dan secara individu siswa mengerjakan ulangan. race. jenis kelamin. Selanjutnya Slavin (1990.71) member ketegasan mengenai 5 komponen yang dilakukan pada pembelajaran kooperatif model STAD. 2) Belajar Kelompok Kelompok terdiri atas 4 atau 5 siswa dengan memperhatikan perbedaan individu seperti tingkat kemampuan. sex. dengan berdiskusi siswa mengerjakan lembar kerja. social budaya atau latar belakangnya. kecepatan belajar.71) menyatakan bahwa : STAD is one of the simplest of all cooperative learning methods.

Untuk memperjelas pemahaman kita kiranya kedua tahapan inin dapat dijabarkan berikut ini : 1) Persiapan Persiapan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan sebelum proses dimulai. 5) Penghargaan Kelompok Kelompok yang telah berhasil diberi penghargaan.mengoreksi kesalah pahaman bila mana kawan satu kelompok ada yang salah megira. Dengan menerapkan model STAD pada pembelajaran IPS tentu akan membentuk pengalaman belajar pada diri siswa. Persiapan dalam pembelajaran ini termasuk diantaranya menentukan materi. menugaskan siswa untuk membentuk kelompok dan menentukan skor prestasi awal. 3) Kuis Setelah kurang lebih satu atau dua periode presentasi dan belajar kelompok. siswa diberi pertanyaan individu dalam bentuk ulagan. 40 . Apabila dianalisis masing-masing komponen yang terdapat pada model STAD yang diungkapkan Slavin nampak adanya proses belajar yang dilakukan siswa. c. Pemberian penghargaan ini berdasarkan criteria dari perolehan skor rata-rata masing-masing kelompok. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Model STAD Pada pembelajaran kooperatif model STAD dikelompokkan menjadi 2 tahap. Peran guru pada tahapan ini adalah or teachers who are new to the cooperative approach mengarahkan pada anggota kelompok untuk melakukan yang terbaik bagi anggota kelompoknya dan untuk kelompok memberikan yang terbaik bagi anggotanya. 4) Peningkatan Skor Individu Peningkatan skor merupakan poin yang diperoleh berdasarkan skor kuis yang melebihi skor dasar atas prestasi sebelumnya. Pada tahapan ini para siswa tidak di ijinkan untuk melakukan kerja sama. yaitu tahap persiapan dan proses.

Menjelaskan kepada siswa bekerja dalam kelompok menemukan konsep pemahaman. Cara singkat mengulas beberapa apersepsi dan informasi. (b) Panggilah siswa secara acak 40 . b) Menugaskan Siswa untuk Membentuk Kelompok Memberi tugas kepada siswa untuk membuat kelompok dengan komposisi anggota beragam. c) Menentukan Skor Prestasi Awal Prestasi awal adalah prestasi yang diperoleh dari ulangan sebelumnya. pengembangan dan latiahan terbimbing (1) (a) (b) (d) (e) (2) (a) (b) (c) (d) Pembukaan Menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari. Jika sebelum melakukan model pembelajaran STAD guru telah melakukan ulangan sebanyak 3 kali maka dasar prestasi awal ini adalah untuk mengukur peningkatan prestasi individu dan kelompok. meliputi pembukaan. Mengajar STAD dimulai dengan presentasi verbal/teks. Salah satu tujuannya agar terjadi distribusi siswa secara merata dengan harapan siswa tersebut dapat memberikan bantuan bimbingan kepada teman lain yang tergabung dalam kelompoknya. Pengembangan Guru menyampaikan tujuan pembelajaran Fokuskan pada makna belajar bukan hafalan Mengukur tingkat pemahaman siswa Mendemontrasikan konsep secara aktif dengan alat bantu dan banyak contoh (3) Latihan Terbimbing (a) Siswa menyelesaikan lembar kerja.a) Materi Yang dipersiapkan dalam pembelajaran adalah materi yang dirancang oleh guru dan diwujudkan dalam lembar kerja siswa. Waktunya 1-2 jam pelajaran. 2) Proses Pembelajaran STAD a).

b) Belajar Dalam Team Kelompok terdiri atas 4 atau 5 siswa dengan memperhatikan perbedaan individu seperti tingkat kemampuan. Tugas yang diberikan guru merupakan tugas individu dan kelompok. Guru membagikan lembar kerja pada masing-masing kelompok dan siswa mengerjakan secara berkelompok. social budaya atau latar belakangnya.(c) Jangan memberi tugas terlalu lama. kecepatan belajar. c) Test Test dilakukan bersifat individu untuk mengetahui sampai sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. d) Penghargaan Kelompok Penghargaan kelompok adalah menghitung skor regu/kelompok dan peningkatan prestasi individu. 40 . Artinya selagi masih ada salah satu dari anggota kelompok yang belum menguasai materi pelajaran maka teman lain yang tergabung dalam satu kelompok itu berdiskusi dan saling membantu agar temannya memahami materi. jenis kelamin.

B.Pembelajaran belum menggunakan model STAD -Nilai Siswa rendah -Respon siswa rendah Proses tindakan / pembelajaran menggunakan model STAD Dalam Pembelajaran model STAD a. Langakah Pemecahannya adalah sebagai berikut : KONDISI AWAL . prestasi belajar IPS siswa SD N Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2009/2010 dapat meningkat. 40 .Siswa antusias c. Model pembelajaran Kooperatif yaitu adanya suatu kerja sama kelompok yang saling menunjang untuk keberhasilan individu dan kelompoknya. Untuk itu guru harus kreatif menampilkan model – model pembelajaran yang inovatif yang dapat merangsang kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam sekolah maupun masyarakat sehingga siswa aktif. bukti – bukti empiris yang diperoleh peneliti senbelumnya dan kerangka berfikir.Kemampuan siswa meningkat b. Pembelajaran menjadi menyenangkan TINDAKAN KONDISI AKHIR C. Hipotesis Tindakan Berdasarkan kajian teori. maka dengan penerapan model pembelajaran kooperatif STAD. Berdasarkan kerangka berfikir ini maka pembelajaran kooperatif dipandang mampu memecahkan permasalahan tentang rendahnya prestasi belajar IPS khususnya siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif untuk bekerja sama pada tugas dan mereka mengkoordinasikan usaha untuk menyelesaikan tugasnya. Kerangka Fikir Usaha peningkatan hasil belajar siswa bagi guru merupakan suatu kwajiban dan wujud keprofesionalan guru.

Kabupaten Sragen yang berjumlah 20 siswa b. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah sebagai berikut a. Kabupaten Sragen. Siswa Kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal. sebanyak 2 (dua) siklus. Prosedure Penelitian Penelitian ini mengacu pada Penelitian Tindakan Kelas dengan pusat penekanan pada upaya penyempurnaan dan peningkatan kualitas proses serta praktek pembelajaran. yaitu (1) Perencanaan . dengan masing masing siklus satu kali pertemuan ( 2 X 35 menit ) yang rencana dilaksanakan pada minggu ke 3 bulan Agustus 2009 sampai dengan minggu ke 4 bulan Agustus 2009. Kabupaten Sragen selama 6 bulan mulai Bulan Juli 2009 sampai dengan bulan Desember 2009. Kecamatan Ngrampal. B. Dalam kegiatannya yang berbentuk Randoms Siclus. dan (4) Refleksi” 40 .(2) Pelaksanaan. Guru kelas IV sekaligus sebagai peneliti C. Penelitian ini lebih memfokuskan pada penerapan model pembelajaran kooperatif model STAD belajar matematika materi pokok sebagai upaya meningkatkan hasil Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi pada siswa kelas IV SDN Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen tahun 2009/2010. dengan mengacu pada model yang diadaptasi dari Suharsini Arikunto ( 2006 : 16 ) ”Penelitian Tindakan Kelas secara garis besar terdapat empat tindakan yang lazim dilalui . (3) Pengamatan .BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal. Selama penelitian untuk mengamati proses pembelajaran dan membantu pengumpulan data peneliti dibantu oleh 2 observer teman guru di SD Negeri Gabus 3. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus.

Informasi dari siklus terdahulu menentukan bentuk siklus berikutnya ”. dan refleksi. (a). b. Siklus 1 a. efisiensi. untuk mengukur indikator-indikator kerja. observasi. Observasi dilaksanakan dengan menggunakan instrumen pengukuran kinerja afektif maupun psikomotor. c. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai seperti yang telah didesain dalam factor – factor yang telah diselidiki. dan kerja sama antara siswa. dan tes. 40 . dokumentasi. Teknik Pengumpulan Data Data yang akan diambil selama kegiatan pembelajaran diperoleh dengan cara melakukan observasi. Pengamatan Pengamatan dilakukan selama tindakan berlangsung Pengamatan mencangkup aktifitas siswa dan aktifitas guru dengan lembar pengamatan. pelaksanaan tindakan. Informasi dari siklus terdahulu menentukan bentuk siklus berikutnya ”. Perencanaan Tindakan Guru dan pengamat mendiskusikan tentang pelaksanaan rencana pembelajaran mengacu dari siklus pertama yang telah diperbaiki serta menyampaikan alat – alat pendukung beserta lembar pengamatan. Prosedur atau langkah – langkah penelitian tindakan kelas ini terdiri dari siklus – siklus. Pelaksanaan Tindakan Pada pelaksanaan ini guru dan pengamat melaksanakan sesuai rencana yang ada dalam rencana pembelajaran.dan selanjutnya dikatakannya juga ” Penelitian tindakan harus sekurang kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan . guru dan kolaborator dalam proses pembelajaran. 1. Suharsini Arikunto ( 2006 : 16 ) ” Penelitian tindakan harus sekurang kurangnya dalam dua siklus tindakan yang berurutan . Adapun perolehan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1). Prosedur pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini setiap siklus meliputi: Perencanaan.

Instrumen observasi.rata Keterangan aspek yang dinilai: 1 Keaktifan memberikan pendapat/menyampaikan ide. Butir soal evaluasi untuk mengetahui kemajuan dan prestasi hasil belajar setiap siklusnya dibuat sesuai materi pokok yang dipelajari. : : Nama Siswa 1 Aspek yang dinilai 2 3 4 Jumlah Skor Nilai Rata . yaitu berupa skala penilaian yang akan diisi oleh pengamat pada saat proses pembelajaran yang berhubungan perilaku pengajar dan aktifitas belajar siswa. membentuk (2).Untuk mengidentifikasi sebelum diberi tindakan tiap-tiap dan siswa sekaligus guna kemampuan siswa untuk menentukan kelompok tingkatan/rangking kooperatif.(b). Berturut-turut diberikan contoh lembar pengamatan dengan indikator sebagai berikut: Tabel 1 Instrumen Penilaian Afektif Nama Pengamat NIP No. 40 . Butir soal penjajakan diambil dari soal.soal dari meteri yang berkaitan dengan materi pokok . 3 Keseriusan dalam melaksanakan tugas. Tes dilaksanakan dengan menggunakan tes tertulis dan tes unjuk kerja untuk mengukur kemampuan dan keterampilan siswa dalam menguasai materi pembelajaran IPS 2) Alat Pengumpul Data (1). 4 Kemampuan mengorganisir/ mengaktifkan kerja kelompok. (3). 2 Kerja sama.

Instrumen Penilaian Psikomotor Nama Pengamat NIP : : Aspek – Aspek Psikomotor Siswa 1 2 3 4 Jumlah Skor No. 4) Kemampuan membuat laporan tertulis hasil diskusi.5 Penilaian Skor 4 = Amat baik Skor 3 = Baik Skor 2 = Cukup Skor 1 = Kurang Nilai = Jumlah skor X 100 16 Tabel 2. 2) Kemampuan mengkomunikasikan pendapat. 3) Kemampuan membuat kesimpulan dari data hasil diskusi. Penilaian Skor 4 = Amat baik Skor 3 = B Skor 2 = Cukup Skor 1 = Kurang Nilai = Jumlah skor X 100 16 40 . Nama Siswa Nilai Rata .rata Keterangan : 1) Kemampuan dalam mengidentifikasi masalah yang diajukan guru.

2008. RRata – rata butir 6 NNilai= rata . 1.3 Menentukan alokasi waktu perbaikan pembelajaran 3.Tabel 3.1 Menentukan prosedure dan jenis penilaian 5.3 Memilih sumber belajar Rata – rata butir 2 3 MMerencanakan Skenario perbaikan pembelajaran 3.2 Penggunaan bahasa tulis.1 Menentukan jenis kegiatan perbaikan pembelajaran 3.2 Membuat alat – alat penilaian dan kunci jawaban Rata – rata butir 5 6 TTampilan Dolumen rencana perbaikan pembelajaran 6. 2.2 Menyusun langkah – langkah perbaikan pembelajaran 3. dan menyiapkan alat penilaian perbaikan pembelajaran 5. dan sumber belajar 2.1 Menentukan penataan ruang dan fasilitas belajar 4.4 Menentukan cara – cara memotivasi siswa 3. Aspek-aspek Yang Diamati Pengamat 1 MMenentukan bahan perbaikan pembelajaran dan merumuskan tujuan/ indikator perbaikan pembelajaran 1.1 Kebersihan dan kerapihan 6. Alat Penilaian Kemampuan Guru 1 (APKG 1) ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU 1 ( APKG 1 ) No.2 Merumuskan tujuan khusus/ indikator perbaikan pembelajaran Rata – rata butir 1 2 MMengembangkan dan mengorganisasikan materi.1 Mengembangkan dan mengorganisasikan materi pembelajaran. media ( alat bantu pembelajaran).1 Menggunakan bahan perbaikan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum dan masalah yang diperbaiki.2 Menentukan cara – cara pengorganisasian siswa agar siswa dapat berpartisipasi dalam perbaikan pembelajaran Rata – rata butir 5 MMerencanakan prosedure. 40 . jenis.5 Menyiapkan pertanyaan Rata – rata butir 3 4 MMerancang pengelolaan kelas perbaikan pembelajaran 4.2 Menentukan dan mengembangkan alat bantu perbaikan pembelajaran 2.rata1 + 2 + 3 + 4 + 6 ´ 100% 30 Diadaptasi dari APKG model P3G pada Buku PKP Andayani dkk.

2. isyarat. tulisan.4 Memicu dan memelihara keterlibatan siswa 3.1 Memberi petunjuk dan penjelasan yang berkaitan dengan isi pembelajaran 3.2 Menangani pertanyaan dan respons siswa 3. kelompok atau klasikal 2.6. situasi.5. dan lingkungan 2.1 Menunjukkan sikap ramah. 1 : : Aspek-aspek Yang Diamati Mengelola ruang dan fasilitas pembelajaran 1.5 Memantapkan penguasaan materi pembelajaran Rata – rata butir 3 4 Bersikap terbuka dan luwes serta membantu pengembangan sikap positif siswa terhadap belajar 4.siswa.1. terbuka.situasi. Melaksanakan tugas rutin di kelas Rata – rata butir 1 2 Melaksanakan kegiatan perbaikan pembelajaran 2.Tabel 4.2. Menggunakan alat bantu ( media ) pembelajaran yang sesuai dengan tujuan sisws. Alat Penilaian Kemampuan Guru (APKG-2) ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG. Memilai pembelajaran Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan . Melaksanakan perbaikan pembelajaran secara Nilai Hasil Pengamatan individual. 2. luwes.2) Nama Observer NIP No. penuh 40 . dan gerakan badan 3.4. dan lingkungan 2.3 Menggunakan ekspresi lisan . Mengelola waktu pembelajaran secara efisien Rata – rata butir 2 3 Mengelola interaksi kelas 3. Menata fasilitas dan sumber belajar 1.3.1. Melaksanakan pembelajaran dalam urutan yang logis 2.

pengertian.1 Menampakkan konsep IPS melalui metode bervariasi yang sesuai dengan karakteristik materi 5.1 Keefektifan proses belajar 7.2 Menguasai simbol – simbol matematika 5.3 Mengembangkan hubungan antar pribadi yang sehat dan serasi 4.5 Membantu siswa menumbuhkan kepercayaan diri Rata – rata butir 4 5 Mendemontrasikan kemampuan khusus dalam perbaikan pembelajaran mata pelajaran IPS 5.3 Peka terhadap kesalahan berbahasa siswa 7. Adapun untuk menjamin validasi temuan perlu dilakukan pengecekan terhadap data yang diperoleh. dan sabar kepada siswa Menunjukkan kegairahan dalam mengajar 4.2 Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran Rata – rata butir 6 7 Kesan umum pelaksanaan pembelajaran 7.1 Melaksanakan penilaian selama proses pembelajaran 6.3 Memberikan latihan matematika dalam kehidupan sehari – hari Menguasai materi matematika Rata – rata butir 5 6 Melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar 6. Catatan lapangan meliputi catatan tentang kegiatan selama pengajaran dan kegiatan siswa sebagai subjek peneliti. baik secara objektif maupun tafsiran.4 Membantu siswa menyadari kelebihan dan kekurangannya 4. Untuk itu perlu dilakukan trianggulasi yaitu tehnik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di 40 .4 Penampilan guru dalam pembelajaran Rata – rata butir 7 Nilai= Sumber : Andayani dkk (2007 : 73 ) 3).2 Penggunaan bahasa Indonesia lisan 7.

pengamat dan rekan-rekan guru yang lain. 2 Siklus 2 a Perencanaan Guru dan pengamat mendiskusikan tentang pelaksanaan rencana pembelajaran mengacu dari siklus pertama yang telah diperbaiki serta menyampaikan alat – alat pendukung beserta lembar pengamatan. 1997:178). Trianggulasi yang digunakan adalah trianggulasi yang memanfaatkan penggunaan isi dengan jalan membandingkan data hasil pekerjaan siswa. b Pelakasanaan Tindakan Pada pelaksanaan ini guru dan pengamat melaksanakan tindakan yang mengacu pada refleksi yang telah diperbaiki / disempurnakan. catatan lapangan dan hasil wawancara. Apakah pelaksanaan telah membawa hasil peningkatan motivasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3? Dan masih adakah kekurangan ( kelemahan ) dari siklus ini?jika kekurangan ( kelemahan ) dirasa sudah tidak ada dan hasil telah memenuhi batas minimal ketuntasan maka tindakan berakhir. dan mengkaji ulang tentang kekurangan ataupun kelebihan pada siklus ini. Refleksi Guru dan pengamat mendiskusikan tentang hasil pembelajaran. jalannya pembelajaran. Namun jika masih ada kekurangan ( kelemahan ) dalam pelaksanaan pembelajaran dan belum terlihat adanya peningkatan motivasi belajar maka dilanjutkan 40 . d Refleksi Diskusi bersama guru dan pengamat tentang pelaksanaan. Apakah telah sesuai dengan rencana dan hambatan atau kendala apayang dihadapi siswa maupun guru. Disamping itu juga dilakukan diskusi antara guru. Selanjutnya penyempurnaan dari kekurangan siklus ini dilaksanakan pada siklus berikutnya. c Pengamatan Guru dan pengamat mengamati dampak pelaksanaan. observasi. kepala sekolah.luar data itu (Moleong. d.

Untuk lebih jelasnya pelaksanan antar siklus dapat dilihat pada gambar berikut : Permasalahan Pelaksanaan Tindakan I Alternatif Pemecahan I (Rencana Tindakan) Terselesaikan Siklus I Analisis Data I Belum Terselesaikan Alternatif Pemecahan II (Rencana Tindakan II) Pelaksanaan Tindakan II Terselesaikan Siklus II Refleksi II Analisis Data II Observasi II Belum Terselesaikan Alternatif Pemecahan III (Rencana Tindakan III) Pelaksanaan Tindakan III Terselesaikan Siklus III Observasi III Refleksi III Analisis Data III Tercapai Gambar 1 Skenario Penerapan Model Pembelajaran 40 .dengan tindakan siklus ke – 2 dan siklus selanjutnya yang langkah langkahnya seperti pada siklus sebelumnya.

Kecamatan Ngrampal. misalnya membuat administrasi guru. Dari beberapa siswa yang disuruh maju oleh guru banyak siswa yang tidak mau maju . ketiga. Proses pembelajaran IPS dilaksanakan dengan prosedure berikut : pertama. Diskripsi Siklus 1 1) Perencanaan Pembelajaran Perencanaan sebelum tindakan dilakukan kegiatan sebagai berikut : a) Guru bersama teman sejawat ( kolabolator ) mengadakan diskusi menyusun peta. Kabupaten Sragen.Siswa dapat mengidentifikasi kenampakan alam disekitar.Hasil Penelitian 1. guru memberi contoh beberapa kenampakan alam dan lingkungan. Jika diberi tugas 10 soal hanya dapat selesai 6 atau 7 soal itupun tidak semuanya benar. dan yang mau majupun hanya beberapa soal yang dapat dikerjakan dengan betul. kedua. guru menyuruh beberapa siswa maju kedepan kelas untuk mengerjakan soal . 40 . dan siswa tidak pernah menyelesaikan soal – soal yang ditugaskan guru. b) Merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam kenampakan alam dan lingkungan yaitu siswa dapat : . a. siswa mengerjakan soal – soal yang ada dalam buku ajar siswa sedang guru mengawasi kegiatan tersebut sambil mengerjakan tugas-tugasnya. merumuskan tujuan pembelajaran. Deskripsi Tiap Siklus Pada awal bab ini diuraikan diskripsi secara singkat kondisi awal proses dan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. dan instrumen – instrumen lainnya.

Melakukan koordinasi dengan pengamat (I dan II) dan penjelasan cara pengisian lembar pengamatan (observasi). Adapun dalam penelitian ini siswa dibagi menjadi 3 kelompok (tim). d) Mempersiapkan instrumen pengamatan (observasi) aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi e) Mempersiapkan alat peraga/media yang akan dipergunakan dalam proses pembelajaran berkaitan dengan pembelajaran IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi f) Mengadakan tes penjajagan yang sekaligus untuk menentukan ranking guna membagi siswa dalam kelompok.6 siswa (nilai 65 ).5 dengan rincian 8 siswa ( nilai 70) g) .Siswa dapat melakukan pengamatan di lingkungan terdekat. 2 siswa (nilai 40 ) .40 pada siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Tahun Pelajaran 2009/2010 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen yang berjumlah 20 siswa terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. c) Menyusun rencana pembelajaran materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi. 2. Pelaksanaan Tindakan Siklus 1 dilaksanakan pada hari Sabtu 15 Agustus 2009 pukul 07. Dari 20 siswa kelas IV SD N Gabus 3 hasil tes penjajagan rata-rata kelas nilai penampakan alam dan lingkungan adalah 61. 40 . 4 siswa ( nilai 50).. Selanjutnya dilaksanakan langkah – langkah sebagai berikut : a) Guru melakukan langkah pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran (rencana pembelajaran terlampir).30 – 08. yang masing-masing anggotanya lima orang.

afektif dan psikomotor yang berhubungan dengan materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi b) Data hasil penilaian baik kognitif ( tertulis ) maupun afektif dan psikomotor ( pengamatan ) untuk siswa .5 63.3 61.b) Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan skenario kegiatan belajar mengajar.5 63 20 60 62 62 62 63.5 76.dan indikator aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dalam kegiatan dengan instrumen pengamatan yaitu aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru meliputi perencanaan.5 63.4 I II 40 .3 79.6 64. c) Pengamat melakukan pengamatan sesuai dengan instrumen pengamatan tentang aspek .aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi 3.4 77. kegiatan utama dan pemantapan sesuai dengan pedoman APKG 1 dan APKG 2 . yaitu aspek. Adapun data hasil evaluasi dalam kegiatan pembelajaran materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi adalah seperti pada tabel berikut : Tabel 5 Perolehan Hasil Evaluasi Siklus 1 sesuai NILAI SIKLUS ≤ 64 ≥ 65 KOG NITIF KETUN TASAN % AFEKTIF I II RT I PSIKO MOTOR II RT AKTIFITAS GURU (APKG 2) I II APKG 1 RT I II RT PENJA JAGAN 16 8 4 12 61.8 58. Observasi a) Sasaran observasi perbaikan pembelajaran adalah aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Adapun data hasil pengamatan pada siklus I tentang aspek-aspek proses pembelajaran yang dilasanakan guru sudah mencapai 77. Namun dari data di atas terlihat masih 5 siswa ( 28 %) yang belum mencapai nilai ketuntasan (indikator kerja). kurangnya pemahaman siswa dalam mempelajari/ menerima penjelasan dari guru. Refleksi Dari rata-rata kelas hasil evaluasi 63 ada kenaikan dibanding nilai rata-rata kelas hasil penjajagan yang hanya 61.8 % untuk pelaksanaan dan 63 % untuk perencanaan / instrumen pembelajaran.Data pada tabel diatas menunjukkan hasil nilai kognitif (evaluasi). 4. Terlihat siswa yang tuntas (mendapat nilai ≥ 65) hanya 5 siswa ( 25 % ) .5 ( pada pra siklus ) menjadi 63 dan ketuntasan dari 20 % menjadi 25%. kurangnya pemberian motivasi dari 40 . Sedangkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai prestasi individu siswa juga sudah meningkat dari 15 siswa yang mendapat nilai dibawah ≤ 64 menjadi 5 siswa. Baik rata-rata prestasi atau persentasenya. kegiatan utama dan pemantapan.5 Namun hasil tersebut masih kurang dari batas minimal ketuntasan. mungkin disebabkan pembelajaran kooperatif adalah hal baru . terlihat bahwa rata-rata kelas ada peningkatan. Afektif dan psikomotor ( pengamatan ). Berarti masih banyak siswa yang belum menguasai IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi. Berarti siswa belum dapat menguasai konsep materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi. artinya rata-rata nilai prestasi meningkat dari 61. kurang sistimatis guru dalam presentasi dan diskusi kelas. Data indikator aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan instrumen pengamatan yaitu aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru meliputi perencanaan.

5. Untuk itulah pada siklus II penampilan mengajar guru akan ditingkatkan secara lebih baik dengan mengacu kepada kelemahankelemahan aspek penampilan mengajar yang telah terjadi. yaitu aspek afektif 5 sub dan aspek psikomotor 3 sub. menunjukkan bahwa lebih dari setengah aspek-aspek proses pembelajaran sudah dikuasai oleh guru . bimbingan diskusi agar ditambah. Untuk itu dalam siklus II perlu pembenahan atas kelemahan kelemahan tersebut diatas. dan tambah bimbingan diskusi. kurangnya bimbingan guru dalam diskusi.guru. yaitu memberikan bimbingan 40 .Beberapa hal yang harus dilaksanakan dalam siklus II antara lain: memberikan contoh-contoh yang akrab dengan siswa. menyiapkan lembar pengamatan untuk siswa dan merumuskan pertanyaan atau permasalahan tentang materi pokok. menyebabkannya adalah perbedaan perolehan Adapun yang nilai rata-rata berdasarkan sub aspeknya. presentasi. presentasi jangan terlalu cepat.. Dari rata-rata persentase tentang aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dapat dikategorikan cukup (77. Keadaan tersebut terbukti bahwa rata-rata keseluruhan untuk aspek afektif 62 dan untuk aspek psikomotor 63. Secara keseluruhan rata-rata hasil belajar siswa dalam materi pokok menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kenampakan alam berdasarkan penilaian pengamat I dan II pada siklus I untuk aspek afektif dan psikomotor memiliki nilai yang diperoleh tidak terlalu jauh. Untuk itulah kelemahan tersebut perlu diperbaiki guru maupun siswa agar dalam melaksanakan proses pembelajaran lebih baik lagi pada siklus II selanjutnya. sehingga penampilan mengajarnya dapat dikategorikan cukup.8 %) untuk pelaksanaan dan 61 % untuk perencanaan. Adapun kelemahan-kelemahan tersebut berdasarkan data yang ada berhubungan dengan aspek merangsang perhatian siswa adalah menyiapkan kelengkapan alat dan bahan untuk diskusi.

LKS. 2) Siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan buku panduan kegiatan belajar mengajar dengan berupaya memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi pada 40 . Deskripsi Siklus II a. 5) Melakukan koordinasi dengan tim pengamat (I dan II) dan penjelasan cara pengisian lembar pengamatan (observasi). Perencanaan Peerbaikan Pembelajaran Secara lebih rinci dan jelasnya perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru dan pengamat pada siklus II ini adalah sebagai berikut : Mempersiapkan peta konsep materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi yang telah disusun berdasarkan siklus I. berikan contoh yang lebih konkrit.khusus pada siswa yang kesulitan memahami materi pokok. 2. b. Pelaksanaan 1) Guru melakukan langkah pembelajaran sesuai dengan RPP dengan berupaya memperbaiki kelemahan aspek-aspek pembelajaran yang telah dilakukannya pada siklus I. 2) Mempersiapkan rencana pembelajaran materi pokok menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kenampakan alam 3) Mempersiapkan instrumen pengamatan (observasi) aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi 4) Mempersiapkan alat peraga/media yang akan dipergunakan dalam proses pembelajaran berkaitan dengan materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi . misalnya : peta . 1) Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

8 58. perbedaannya terletak pada hasil data yang diperoleh. baik yang berhubungan dengan aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru maupun aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran IPS.5 63 20 60 62 69 62 69 62 69 63.3 89.5 69 76.4 90. terlihat bahwa rata-rata 40 .8 89.3 77.siklus I.6 61.3 83. Adapun data hasil evaluasi dan pengamatan pada siklus II tersaji dalam tabel berikut : Tabel 6 Perolehan Hasil Evaluasi Siklus II NILAI SIKLUS ≤ 64 ≥ 65 KETUN TASAN % AFEKTIF I II RT I PSIKO MOTOR II RT AKTIFITAS GURU (APKG 2) I II KOG NITIF APKG 1 RT I II RT PENJA JAGAN 16 8 1 4 12 19 61.4 81.4 I II 69 80 Data pada tabel diatas menunjukkan hasil nilai kognitif (evaluasi).3 64. 3) Pengamat melakukan pengamatan sesuai dengan instrumen pengamatan tentang aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi c Observasi Sasaran observasi perbaikan pembelajaran siklus II pada dasarnya sama dengan sasaran observasi perbaikan pembelajaran siklus I yaitu aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran.6 79.5 69 63.5 69 63. aspek afektif maupun psikomotor. yaitu aspek afektif dan psikomotor yang berhubungan dengan materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi Analisis data perbaikan pembelajaran siklus II pada dasarnya sama dengan analisis data siklus I.4 79. Afektif dan psikomotor ( pengamatan ). baik yang berhubungan dengan aspek kognitif .

dari data di atas terlihat bahwa sudah 25 % siswa yang tuntas Berarti siswa sudah menguasai IPS materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi telah memenuhi indikator kerja . kegiatan utama dan pemantapan. 75 % siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal. Baik rata-rata prestasi atau persentasenya. Dengan rata. Kabupaten Sragen mendapat nilai kenampakan alam dan lingkungan pada mata pelajaran IPS 69 (enampuluh sembilan).kelas ada peningkatan. Kekurangan yang 40 . Kabupaten Sragen sudah 15 siswa ( 75 % ) mendapatkan nilai prestasi ≥ 65 .8 % d.rata prestasi kelas kenampakan alam dan lingkungan pada mata pelajaran IPS yang . Data indikator aspek-aspek proses kemampuan yang dilakukan guru dengan instrumen pengamatan ( dengan APKG -2 ) yaitu aspek-aspek proses pembelajaran yang dila kukan guru meliputi perencanaan. Sedangkan dari 20 siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3.atau sudah memenuhi indikator kerja sekurang-kurangnya 75 % siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3. Kecamatan Ngrampal. Sedangkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai prestasi individu siswa juga sudah meningkat dari 15 siswa yang mendapat nilai dibawah ≤ 64 menjadi 5 siswa. artinya rata-rata nilai prestasi meningkat dari 63 ( pada siklus 1) menjadi 70 dan ketuntasan dari 25 % menjadi 75 %. Kabupaten Sragen telah memenuhi indikator kerja/ ketuntasan belajar maka pembelajaran kenampakan alam dan lingkungan pada mata pelajaran IPS siklus II dinyatakan tercapai. Kecamatan Ngrampal. Adapun data hasil pengamatan pada siklus II tentang aspek-aspek proses pembelajaran yang dilasanakan guru sudah mencapai 89. yang berarti 75 % telah tuntas . Refleksi Dari rata – rata kelas yang berarti bahwa siswa telah menguasai materi pembelajaran yang artinya dalam siklus II ini nilai prestasi siswa maupun persentase siswa sudah dapat memenuhi indikator kerja.

sedangkan rata-rata aspek-aspek yang dilaksanakan guru 77.. Pembahasan 1. B.tiap siklus sangat bervariasi terlebih kekurangan/kelemahannya. Pada siklus I rata-rata prestasi kelas yang diambil dari nilai evaluasi sudah ada peningkatan dari 61. Untuk penampilan guru juga mengalami kenaikan dari 77.5 menjadi 63 prestasi individu siswapun mengalami peningkatan dari 15 siswa yang mendapat nilai < 64 pada tes penjajagan menjadi 5 siswa .8 % cukup.5 pada siklus I menjadi 69 (psikomotor). sehingga penampilan mengajarnya dapat dikategorikan baik. 2. bimbingan pelaksanaan diskusi maupun dalam pemahaman materi yang menjadi kelemahan pada siklus ini. pemberian motivasi. Dari rata-rata persentase tentang aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan guru dapat dikategorikan baik (90. Siklus I Dari data-data yang telah didapat bahwa pelaksanaan pembelajaran pada tiap. Sedangkan nilai hasil pengamatan meningkat dari 62 pada siklus I menjadi 69 (afektif). Penampilan guru. pemahaman materi.3 %).ada pada siklus sebelumnya dapat teratasi dan hasil yang didapat telah tercapai dan dapat menjawab indikator kerja yang telah ditetapkan. dan 5 siswa (25 % ) mendapatkan nilai tuntas pada siklus I menjadi 15 siswa ( 75 % ) untuk siklus ini.8 40 .5 untuk psikomotor. Dari data diatas perlu adanya perbaikan /penyempurnaan pada siklus II. Siklus II Pada siklus II rata-rata prestasi kelas yang diambil dari nilai evaluasi mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari 63 menjadi 70 prestasi individu siswapun mengalami peningkatan dari 15 siswa yang mendapat nilai dibawah 64 pada siklus I menjadi 5 siswa. Untuk itulah pada siklus II penampilan mengajar guru sudah sangat optimal. dan dari 63. menunjukkan bahwa lebih dari setengah aspek-aspek proses pembelajaran sudah dapat dikuasai oleh guru. sehingga kelemahan-kelemahannya tidak ditemukan. 5 siswa (60 % ) mendapatkan nilai tuntas dan dari hasil pengamatan rata-rata 62 untuk afektif dan 63.

8 % cukup menjadi 89.% menjadi 89. 3.5 ( psikomotor ). bagaian mana yang harus diberi penguatan-penguatan dan masih banyak kelemahan/kekurangan pada siklus ini.5 menjadi 69 ( psikomotor) sedangkan aspek –aspek penampilan guru dari 77. Pembahasan Antar Siklus Dari uraian tiap-tiap siklus dapat kita simpulkan bahwa dalam setiap siklus terlihat ada peningkatan dibanding keadaan/pada siklus sebelumnya. maka siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 telah tuntas dalam pembelajaran materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi mata pelajaran IPS. ini desebabkan antara lain : siswa sudah 40 . Dari uraian pada siklus II diatas indikator kerja yang telah ditetapkan tercapai. dari 25% siswa yang tuntas belajar menjadi 75%. baik prestasi belajar yang diukur melalui tes maupun dari hasil pengamatan ketika kegiatan berlangsung. Antara siklus I dan II tidak seperti perkembangan pada siklus ini begitu menggembirakan baik dalam evaluasi maupun dari hasil pengamatan terbukti untuk rata-rata prestasi kelas hasil evaluasi dari 63 menjadi 70 sedangkan dari hasil pengamatan rata-rata dari 62 menjadi 69 ( afektif ) dan dari 63. siswa belum terbiasa melaksanakan pembelajaran model kooperatif sebab selama ini pembelajaran berlangsung secara tradisional sehingga keberanian siswa untuk menjawab atau mengeluarkan pendapat tidak ada. guru pada siklus ini belum begitu dapat menguasai skenario pembelajaran.8 % .8 % baik . jadi masih jauh dari target ketuntasan ini disebabkan antara lain : bagi siswa pembelajaran kooperatif adalah hal baru. Peningkatan antara kondisi awal dengan siklus 1 khusunya pada rata-rata prestasi kelas dari 61.63.5 menjadi 63 sedangkan rata-rata hasil pengamatan adalah 62 (afektif ) . Perbaikan kekurangan pada siklus I menjadi treatment pada siklus ini.

4 81. misal Untuk lebih jelasnya perubahan dan perkembangan data hasil belajar siswa mulai dari pra siklus .8 61. keberanian siswa untuk mengeluarkan pendapat sudah baik.semakin akrab dengan pembelajaran kooperatif.5 63 70 62 69 63.5 69 20 % 25 % 75 % 77.siklus I sampai dengan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 7 Rekapitulasi Hasil Evaluasi KOG NITIF AFEK TIF PSIKO MOTOR KETUN TASAN SIKLUS PENJAJAGAN APKG 2 APKG 1 61.8 89. Dalam siklus II inilah kegiatan belajar mengajar mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Afektif. kerja kelompok pun sudah terlihat kekompakan .4 I II Gambar 2 Grafik Histogram Nilai Kognitif. AFEKTIF. gurupun dalam menguasai keadaan/ situasi kelas sudah begitu baik terbukti meningkatnya hasil dari pengamatan. PSIKOMOTOR 40 . Psikomotor GRAFIK 1 HISTOGRAM NILAI KOGNITIF.

40 .Gambar 3 Grafik Histogram Ketuntasan. Aktifitas Kegiatan Guru GRAFIK 2 HISTOGRAM KETUNTASAN . AKTIFITAS KEGIATAN GURU Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa setiap siklus terdapat perubahan dan perkembangan yang sangat signifikan. sehingga dapat dikatakan bahwa indikator kerja yang telah ditetapkan dalam perbaikan pembelajaran yang berjudul “Penerapan pembelajaran kooperatif meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen” dapat tercapai.

Pembelajaran kooperatif model STAD mampu meningkatkan kreatifitas berfikir siswa untuk memecahkan suatu masalah. siklus II sebesar 70 Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penerapan pembelajarn kooperatif model STAD meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran melaui permainan siswa menjadi menyenangi Mata kooperatif model STAD hasil belajar siswa setiap siklusnya mengalami peningkatan. Secara berturut-turut (berdasar siklus I dan II) hasil belajar materi pokok Kenampakan alam dilingkungan Kabupaten/kota dan provinsi siswa kelas IV SD Negeri Gabus 3 Kecamatan Ngrampal. Kabupaten Sragen dengan rata-rata prestasi kelas sebesar 63 pada siklus I.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. karena dengan suasana kegembiraan Pelajaran IPS 2. Saran Berdasarkan hal-hal yang telah dikemukakan dalam kajian perbaikan pembelajaran ini selanjutnya dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut : 40 . Dengan pembelajaran kooperatif model STAD peranan guru sebagai fasilitator sangat terasa. 3. Kesimpulan Berdasar hasil analisis dan hal-hal yang telah dikemukakan di muka maka dapat diketahui bahwa : 1. B. dari yang kurang baik menjadi baik. kehadiran guru sebagai pembimbing dan sumber belajar siswa .

b. sehingga hasil belajar yang 40 .1. Hendaknya mampu memberikan motivasi belajar yang lebih tinggi terhadap peserta didik. sehingga ada kesejajaran dengan siswa lain yang lebih pandai.dengar. c. Hendaknya guru selau inovatif terhadap pembelajaran agar paradigma lama bahwa guru mengajar hanya duduk. d.diam. sehingga hasil belajarnya menjadi lebih optimal. Melakukan analisis terhadap berbagai permasalahan yang terjadi. Hendaknya memfasilitasi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang aktif. Untuk Guru a. Melakukan bimbingan secara intensif kepada siswa yang lambat dalam memahami materi pelajaran. sehingga dapat segera dicarikan solusinya. inovatif dan menyenangkan . e. Untuk Kepala Sekolah a.catat. Untuk itu penggunaan pembelajaran kooperatif model STAD menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran. 3. termasuk dalam menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif model STAD agar hasil belajar siswa menjadi lebih baik. kreatif. Hendaknya menganjurkan para guru agar selalu menggunakan pembelajaran yang bernuansa pakem salah satunya pembelajaran kooperatif 2. Hendaknya guru menjadi fasilitator dan sumber belajar bagi siswa.hafal dapat terkikis. Untuk Peserta Didik Hendaknya lebih aktif dalam melaksanakan pembelajaran dengan pembelajaran kooperatif model STAD diharapkan menjadi lebih baik. b.

McKenny. L.Jakarta : Depdiknas Dimyati . Psikologi Pendidikan . Pembelajaran Kooperatif. Gino. Pengembangan Kurikulum Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Slameto. Pembelajaran Dengan Pendekatan Kontekstual. Surakarta : UNS Suharsimi Arikunto . Muslimin Ibrahim.Belajar Dan Pembelajaran. Surabaya : UNESA Noehi Nasution .Surakarta : UNS Johnson.2005.1995. Pembelajaran Kooperatif. Cooperative Learning . Metodologi Penelitian Kualitatif.J. Nurhadi. Penelitian Tindakan Kelas.1997. 1988 . Belajar dan Pembelajaran .Faktor Yang Mempengaruhinya. Supardi. john. Boston:Alyn and Bacon Sugiyanto. 2003. 1999. Suharjono. Jakarta : universitas Terbuka. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Bumi Aksara. Jarolimek.2003. E Robert (1990) Cooperative Learning Teory. 2002 . Mohamad Nur. Inc Moh. Belajar Dan Faktor. Bandung : MLC. Suharsini Arikunto..Jakarta: Depdiknas. 2001. Sosial Studies in Elementary Educations (7th Ed).Jakarta : Rineka Cipta.New York: Mac..DAFTAR PUSTAKA Andayani.2002. Nasir . 1992 . Milan Publishing Co. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.csudh. 2006. Cs. Metode Penelitian .Dkk. Saidihardjo.Contextual Teaching & Learning. Elaine B. Jakarta : Rineka Cipta. (2004). Anita Lie .Kurikulum 2004.edu/SOE/CL_Network/What is CL html.Pemantapan Kemampuan Profesional . Jakarta : Gramedia. Jakarta : Ghalia Indonesia. Bandung : Remaja Rosda Karya. 1999 . 2007. dari http//www. Jakarta : Universitas Terbuka. Research and Practice (second edition). Depdiknas. 1996 . PPs UNY. 40 . (986). 2006 . Prosedur Penelitian . Surabaya : UNESA Moleong. Slavin. (2002) What is Cooperative Learning? Journal Acces tanggal 2 September 2005.

7. 4. SPG Muhyamadiah Sragen 6. Ngrampal. 3. Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Nomor Telp/HP 9. Riwayat Pendidikan : 085 293 647 496 : : 1. D2 UNS 11.23/06 Kebonromo. Pengalaman Peneliti yang relevan 12. 7 Juli 1961 : X8806516 : PJJ-IPGSD/Ilmu Pendidikan : Keguruan dan Ilmu Pendidikan : Universitas Sebelas Maret Surakarta : SD Negeri Gabus 3. 2. Pertemuan Ilmiah yang Pernah diikuti yang relevan : : : 40 . Alamat Rumah : : Ngampunan. Nomor Telp/HP Email 10. 6. SMP Muhamadiah Sragen 5. Sragen. Publikasi Ilmiah yang relevan 13. Rt. Nama Jenis Kelamin Tempat Tanggal Lahir NIM Program Study/Program Fakultas Institut/Universitas Alamat Kantor : RUKIYANTI : Perempuan : Sragen.CURRICULUM VITAE 1. 5. Saradan 4. MWB Gembong. 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->