Amal shaleh terdiri dua kata yaitu amal dan shaleh.

Rangkaian kata ini sering kita temui dalam berbagai literatur yang berkaitan dengan agama. Pengertian amal itu sendiri adalah penggunaan segala daya untuk menghasilkan sesuatu. Sekurangnya ada empat jenis daya pada manusia yaitu yang pertama adalah daya yang berkaitan dengan jasad atau daya jasadi, yang kedua adalah daya atau kemampuan berfikir logika sehingga lazim disebut daya fikir lalu yang ketiga daya ruhiy yang menuntun kita berfikir abstrak sehingga condong kepada ketauhidan dan rasa kecintaan akan seni serta yang terakhir adalah daya nasfu atau lazim pula kita sebut hawa nafsu. Sedangkan kata shaleh bermakna segala sesuatu yang bersifat baik, menguntungkan dan berguna. Sehingga jika kita sambungkan kata amal dan shaleh maka ia akan bermakna kurang lebih adalah penggunaan segala daya yaitu daya jasadi, daya fikir, daya ruhiy serta daya nafsu untuk menghasilkan sesuatu yang sifatnya baik, menguntungkan dan berguna. Dalam Al Qur’an banyak kita temui contoh-contoh amal shaleh yaitu sholat, puasa, zakat, haji, berjihad dan masih banyak yang lainnya. Amal shaleh yang amat disukai Alloh SWT adalah amal-amal yang telah diwajibkan kepada manusia untuk dilaksanakan misalnya sholat lima waktu. Alloh senang bila hambaNya menambah amal-amal shaleh dalam rangka mendekatkan diri kepadaNya akan tetapi Ia juga tidak senang bila hambaNya melalaikan amal yang wajib karena amal yang lain walupun itu adalah amal shaleh. Alloh tidak menghendaki orang yang melaksanakan sholat sunnah semalam penuh akan tetapi lalai pada sholat yang wajib karena bangun tidur terlalu siang. Selanjutnya amal shaleh yang disukai Alloh setelah amal-amal yang wajib adalah amal yang bisa dirasakan manfaatnya bagi hambaNya yang lain. Dengan kata lain Alloh juga menghendaki hambaNya memiliki keshalehan sosial yang lazim pula disebut social responsibility. Hal ini bisa kita lihat dalam banyak ayat dalam Al Qur’an yang menyambungkan perintah sholat dan perintah zakat yang zakat itu sendiri adalah ibadah yang bersifat sosial. Alloh menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi hambaNya yang rela menafkahkan harta yang dimilikinya dijalan Alloh. Dalam satu riwayat Rosululloh SAW pernah bersabda bahwa ibadah ramadhan (puasa) seseorang tergantung antara langit dan bumi sampai ia membayar zakat fitrah untuk dirinya. Banyak orang menganggap ibadah pada bulan ramadhan hanyalah puasa, solat tarawih dan membaca Al Qur’an sedang ia memandang zakat fitrah hanya sebatas rutinitas pada akhir ramadhan tanpa menyadari akan maknanya. Keshalehan sosial juga bisa berupa hal yang sepele dan bersifat universal misalnya dengan menyingkirkan duri dijalan. Dan masih banyak contoh keshalehan sosial yang terdapat dalam Al Qur’an maupun hadits Rosululloh SAW. http://bhasmawan.multiply.com/journal/item/4

saling membenci dalam Islam justru tidak boleh. seperti NU. jarang diberikan keterangan secara jelas. organisasi itu akan dibawa-bawa sampai akherat. Pendek kata semua orang atau siapapun yang masuk kategori beriman dan beramal saleh akan dimasukkan ke sorga. maka mendapatkannya dilakukan dengan cara memohon kepada-Nya. Sekalipun keimanan adalah merupakan hidayah atau pemberian dari Allah. Kelompok organisasi hanya berlaku dan ada di dunia ini. Tarbiyah Islamiyah. dan bahkan lebih banyak organisasi itu hanya ada di Indonesia. bagaimana mendapatkan. melainkan tersebar di seluruh organisasi yang berbeda-beda itu. memohon petunjuk atau hidayah setidaknya 17 kali dalam sehari semalam. Dalam al Qurán. Siapapun dan dari kelompok organisasi manapun. namun manusia pada setiap saat dianjurkan . terdapat satu ayat yang berbunyi : ihdinashoraathal mustaqiem. Keimanan selama ini dipandang sebagai hidayah. Sebab. umat Islam juga bertempat tinggal di berbagai pulau dan bahkan juga masuk dalam berbagai organisasi Islam. yakni petunjuk dari Allah. asalkan dengan kecintaannya itu tidak sampai membenci orang atau organisasi lainnya. Dalam kontek Indonesia.Dr. dan memeliharanya.Imam Dan Amal Saleh Oleh:Prof. guru agama. kaum muslimin setidaknya. al Washliyah dan lain-lain. Tentu. asalkan beriman dan beramal saleh akan dimasukkan ke sorga. Dua kategori itu bisa diraih atau dipenuhi oleh siapapun. orang yang beriman dan beramal saleh dijanjikan oleh Allah nanti di akherat akan dimasukkan ke sorga-Nya. dilakukan secara istiqomah tanpa henti. orang-orang yang bertempat tinggal di bagian selatan maupun utara. 07 May 2010 01:03 ShareThis Dalam al Qurán. Bagaimana cara mendapatkan keimanan dan meningkatkannya. kyai ustadz. baik oleh orang-orang barat maupun orang timur. Mereka sangat mencintai organisasinya. Imam Suprayogo Jumat. pada surat al Fatehah. dan hal itu boleh-boleh saja. Pertanyaannya adalah bagaimana meraih keimanan itu. H. meningkatkan. Namun begitu seringkali. orang awam mengira. Biasanya para mubaligh. Artinya. dan juga orang tua dalam berbagai kesempatan menyerukan agar selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. tidak saja mereka yang berada pada satu kelompok organisasi. Mungkin dalam soal keimanan ini tidak banyak orang tahu. Ayat ini selalu dibaca pada setiap rakaát dalam sholat. Atas dasar keyakinan itu. Muhammadiyah. orang yang tergolong beriman dan beramal saleh.

ternyata tidak mudah. Makna kesalehan dalam Islam itu sedemikian luas. atau dalam bahasa sekarang adalah professional. sedangkan saleh artinya adalah benar. Persoalan membaca dan juga apalagi Pencipta adalah wacana yang terkait dengan kesalehan intelektual. dengan pemahaman seperti ini. Menyangkut wacana kesalehan itu. social. yaitu bagi orang yang beriman dan beramal saleh. saleh professional dan tentu saleh-saleh yang lainnya. tepat. baik untuk dirinya sendiri. adalah justru membangun kesalehan intelektual. yang kadang kala. bahkan disebut sebagai kebohongan. lurus. tepat. maka akan benar-benar melahirkan rahmat. amal saleh artinya adalah pekerjaan yang dilakukan secara benar.untuk selalu memohon kepada-Nya. Bahkan munculnya perbedaan di antara umat Islam. Bekal kedua menuju keselamatan hingga masuk surga. dianggap tidak sempurna. sehingga belahirkan berbagai organisasi keagamaan di Indonesia itu. hingga memunculkan istilah saleh ritual. saleh social. sehingga akibatnya hanya melahirkan kelompok-kelompok keagamaan. adalah amal saleh. dan atau profesional. atas kehendak-Nya pula seseorang menjadi beriman. baru berhasil mengembangkan kesalehan ritual. dan bahkan siapapun yang dikehendakinya. umat Islam sangat peka terhadap hal-hal yang bersifat ritual ini. Sayangnya perbedaan itu hanya terjadi pada wilayah upaya membangun kesalehan ritual. Saya mengartikan amal saleh secara sederhana. Ketika itu nabi disuruh untuk membaca dan diperkenalkan Tuhan dengan nama Yang Maha Pencipta. di antara mereka mengklaim kebenaran. akhir-akhir ini muncul analisis bahwa umat Islam selama ini lebih banyak. Dari pengertian sederhana ini. . Amal artinya adalah kerja atau berbuat. hingga menjadikan pengertian itu lebih luas dan juga semakin jelas. lurus atau professional itu. Bahkan pertama kali ayat al Qurán turun. sebenarnya di antaranya. Umpama perbedaan-perbedaan yang terjadi di kalangan umat Islam tersebut berada pada wilayah kesalehan intelektual. dan anak-anaknya. syarat masuk surga. diawali oleh perbedaan-perbedaan dalam membangun kesalehan ritual itu. karena Allah sendiri yang berhak memberikan hidayah itu. Namun akhir-akhir ini muncul wacana untuk memberikan pengertian amal saleh secara lebih luas. Memberikan penekanan bahwa keimanan adalah atas kehendak-Nya terasa sangat penting. saleh intelektual. Dengan cara ini. Aklibatnya. yang tidak mudah diuji kesakhehannya. keluarga. Akhirnya. Kesalehan ritual jika tidak diikuti oleh kesalehan social misalnya. Perkembangan wacara seperti itu cukup bagus.

php/artikel/1432-imam-dan-amal-saleh. jam 13. sering dijumpai.S.” (Q.R. 2 januari 2011. Dalam beberapa hadis Rasulullah SAW menerangkan amal saleh dari orang yang beriman di antaranya . maka hendaklah ia berkata yang baik-baik atau diam (HR. serta diujudkan dengan perbuatan amal shaleh. dan selanjutnya amal saleh akan lahir dengan mudah karena adanya iman. Ayat Al Qur’an yang mendekatkan kata-kata iman dengan kata amal shaleh. Perbuatan amal shaleh seperti shalat sebagai hubungan persembahan kepada Allah. mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka. Penggandengan kosa iman dan kata amal saleh sudah pasti mengandung pengertian amat dalam. iman seseorang tidak sempurna.id/index. (H. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir.ac. maka hendaklah ia tidak menyakiti tetangganya (HR. Bukhari dan Muslim) Ketiga peringatan Rasulullah SAW ini mengungkapkan bahwa tanpa amal shaleh. Iman tidak hanya ucapan lisan sahaja. Orang-orang yang sungguh beriman akan selalu mengerjakan amal shaleh. Bahwa iman tidak dapat dipisah dari perilaku amal shaleh.uin-malang. Al Bayyinah: 7).tetapi bagaimana pun harus diraih. dan menafkahkan harta sebagai bentuk hubungan dengan sesama . akan tetapi mesti diyakini dalam hati. mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Muslim) “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Wallahu a’lam. Bukhari dan Muslim) “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir.30 Amal Saleh yang Kaffah Amal Saleh Oleh Buya H. Mas'oed Abidin ِ ِّ َْ ُ ْ َ ْ ُ َ َِ ُ ِ َ ِ ّ ‫إن الذين ءامنوا وعملوا الصالحات أولئك هم خير البرية‬ ُِ َ َ ُ َ َ َ ِ ّ ّ ِ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. http://rektor. Pada ayat ke 2 dan 3 dari Surat Al Baqarah dijelaskan bahwa orang yang bertaqwa adalah mereka yang beriman kepada Yang Ghaib (Allah).html. maka hendaklah ia menghormati tamunya”.

puasa dan haji. seperti shalat. sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan. Begitu pula amal shaleh yang menyangkut mu‘amalah sesama manusia atau hablun minannas. http://masoedabidin. tidak ada stress. mengayomi masyarakat dan sebagainya. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW. Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Menurut Ibnu Abbas ra. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri .manusia.blogspot. inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. yaitu pada keimanan dan amal shaleh. namun Allah Swt telah menetapkan bahkan kebahagiaan manusia hanyalah pada amal-amal agama. dimana suatu hari ia ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah). Iman adalah landasan pertama dari amal shaleh. kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi.akan terlaksana dengan sempurna ketika seseorang beriman kepada Yang Ghaib yakni Allah SWT. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur! Kedua. yaitu : Pertama. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT. sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah. yaitu pasangan hidup yang sholeh.html 7 Ciri Kebahagiaan Dunia Setiap orang mengharapkan kebahagiaan.com/2008/09/amal-saleh-yang-kaffah. ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya. seperti kepedulian sosial. Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : "Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". suka menolong. Baik itu menyangkut amal saleh yang bentuknya ibadah mahdhah atau hablun minallah. menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Kedua bentuk ibadah ini lahir semata karena iman kepada Allah SWT. Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur. Bila sedang diberi kemudahan. Al azwaju shalihah. Maka jawaban Ibnu Abbas adalah 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia.

saya dari Yaman. Keempat. yaitu anak yang soleh. yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Demikian pula seorang istri yang sholeh. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita. Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya. saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah. anak yang berbakti. Ketiga. dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh. Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh. Orangorang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah. albiatu sholihah. kamu anak yang soleh. yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. ketika sholat. haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. tapi anakku ketahuilah. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat. Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Dalam sebuah haditsnya. Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh . atau ketika istirahat. kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh. al auladun abrar.dan anaknya kepada kesholehan. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh. apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?" Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu.

Jika ia mengejar kenikmatan. Jadi. itu . Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Keenam. Ketujuh. iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Semakin ia belajar.suryaboi. "Namun sayang makanan. kata Nabi SAW. al malul halal. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya. semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya. Kelima. bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya. yaitu umur yang baroqah. Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh. (Al-’Ashr 3). Apa yang bisa mengembangkan nilai kita sebagai manusia? “Illalladzîna ãmanu wa ’amilush shãlihat”.cc/2008/07/7-ciri-kebahagiaan-dunia. maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.orang-orang yang sholeh. bagaimana doanya dikabulkan”. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya. Semangat memahami agama akan meng ”hidup” kan hatinya. maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah umurnya. atau harta yang halal. Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh. Tafakuh fi dien. Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya.co. pertama iman dan kedua amal shaleh. suci dan kokoh. "Kamu berdoa sudah bagus". sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam. minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram. Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. maka hatinya semakin bersih. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. ada dua hal yang mengembangkan nilai kemanusiaan. semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. atau semangat untuk memahami agama. Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya.html Apa yang membedakan nilai seorang manusia yang satu dari manusia yang lain? Yang membedakannya adalah sejauh mana setiap orang mengembangkan nilai kemanusiaannya. Allah menjanjikan nikmat bagi umatNya yang menuntut ilmu. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini. Mengapa iman? Binatang memiliki persepsi material. Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya. hati yang “hidup” adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. http://www. maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan.

derajat yang sesuai dengan amalnya (QS Al. Bisa jadi ada orang lapar. Pertama. Ia menjadi orang-orang yang mengejar pleasure bukan mengejar happiness. Sesuatu disebut amal shaleh karena memang pada zatnya sudah merupakan amal shaleh. maka Muthahhari menyatakan bahwa shalatnya bukan amal shaleh. Mengapa? Karena orang itu ingin segera utangnya dibayar. dari pleasure kepada happiness. marilah kita tenteramkan hati kita dengan shalat. Untuk setiap orang. dan berbuat baik kepada orang lain. Contohnya seseorang shalat karena ingin dianggap hebat dan ingin dipuji. “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan : ketika berbuka dan ketika ia berjumpa dengan Tuhannya. Muthahhari mengatakan bahwa apabila seseorang menagih utang dan orang yang berhutang itu mau shalat dan mengatakan : “Nanti utang saya bayar setelah saya shalat”. Nilai orang itu bisa jatuh dari amal shaleh menjadi amal yang jelek. tetapi ia bahagia. Dengan imanlah manusia dapat meningkatkan derajat hayawaniyah-nya ke derajat insaniyah. Manusia yang kosong dari iman adalah manusia dalam pengertian majãzi saja dan pada hakekatnya ia adalah binatang. Jika demikian. amal shaleh itu memiliki dua ciri. tetapi bersifat ruhani. malah bisa haram tergantung pada pelakunya. zakat. dahulukanlah membayar utang daripada melakukan shalat. Dalam Al-Qur’an dinyatakan : “Wa likullin darajâtum mim mâ ‘amilû”. Kita dapat menemukan orang-orang yang memiliki nilai kebahagiaan yang sangat tinggi. Jadi nilai seorang manusia itu diukur dari iman dan amal shalehnya. Kalau Rasulullah diukur dari segi hayawaniyah-nya. Misalnya ketika Rasulullah berkata kepada Bilal. tetapi karena berhubungan dengan pelakunya. Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa apabila seseorang meminjam dengan niat untuk tidak mengembalikannya. Misalnya shalat bisa hukumnya wajib. Oleh karena itu. Misalnya shalat. Sungguh berbahagia orang yang mensucikan dirinya” (QS.” Kebahagiaan ketika berbuka bukan karena ia mendapat makanan setelah dilaparkan. Kemudian yang dapat meningkatkan nilai insaniyah kita adalah “a’mãlush shãlihat” (amal shaleh).An’am 132). Kebahagiaan di situ karena ia telah menyelesaikan puasa hari itu dengan baik. Siti A’isyah berkata bahwa Rasulullah itu pernah berhari-hari tidak menemukan sesuatu untuk dimakan. ciri asli. apa bedanya dengan binatang yang setelah dilaparkan lalu diberi makan. Kedua. nilainya sangat rendah. Yang disebut kebahagiaan itu bukan yang bersifat jasmani. Contoh lain . Rasulullah pun bersabda mengenai kebahagiaan orang yang berpuasa. tetapi ia tidak bahagia. manusia tanpa iman sama dengan binatang. “Hai Bilal. Karena itu.” Al-Qur’an melukiskan orang-orang seperti itu dengan “Qad aflaha man zakkâhâ. sunnah. Maka dalam hal itu. sementara waktu shalatnya masih ada. Karena ia telah menyelesaikan satu bulan penuh dengan keberhasilan dalam melakukan puasanya. Ada pula orang yang bergelimang dalam kenikmatan. Menurut Muthahhari.kenikmatan jasmaniah. maka Allah menilainya sebagai pezina. maka Allah menilainya sebagai pencuri. ciri amal shaleh diukur berdasarkan hubungan dengan pelakunya. Jadi perilakunya sama. ia tidak punya happiness.” Rasul juga berkata. itu bukan kenikmatan tetapi kebahagiaan. “Allah jadikan shalat itu sebagai penyejuk batinku. Imanlah yang dapat menghubungkan manusia dengan sifat-sifat ruhaniah atau spiritual. Al-Syams 9). maka beliau tergolong orang yang tidak sukses. maka nilainya bisa berubah. Kalau orang-orang yang berpuasa pada malam Idul Fitri meneteskan air matanya ketika mendengar alunan takbir. Bila seseorang ketika mengucapkan ijab kabul dan dalam hatinya berniat untuk tidak membayar mas kawinnya.

Tetapi intelegensi emosional kita yang mungkin meningkat kalau kita berpuasa dengan benar. tetapi emotional intelegence. karena tidak sesuai dengan predisposisinya (memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak sesuai dengan dirinya). Para psikolog heran. tapi juga harus layak dengan pelakunya. Di sini Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemasyarakatan daripada nilai-nilai individual. Kalau kita tidak menolong dan malah terus pergi shalat. yang kedua berbakat teknik dan yang ketiga berbakat musik. Jadi amal shaleh itu bukan hanya harus sesuai dengan syari’at. Nilai suatu masyarakat juga diukur dari iman dan amal shaleh. Kita harus mengukur bukan hanya IQ.com/2010/08/tafsir-surat-al-ashr. adalah dua perilaku yang mengembangkan manusia secara sosial. Masyarakat yang rendah adalah masyarakat yang tidak beriman dan tidak beramal shaleh atau masyarakat barbar. Sedangkan tawã shaubil haq wa tawã shaubish shabr (Al-’Ashr 3). Dia mengira bahwa hak Allah itu hanya shalat saja. Persentase orang yang bunuh diri bahkan banyak dilakukan oleh orang-orang yang ber-IQ tinggi. Dalam hal ini kita harus menolong orang yang tertabrak itu dengan mengantarkannya ke rumah sakit.html . yang satu punya bakat sastra. Setelah mereka selidiki. Karena jika kita tidak sempat shalat Jum’at. tetapi juga harus mengembangkan emotional intelegence. Iman dan amal shaleh adalah dua hal yang mengembangkan sifat insaniyah manusia secara individual. Lalu ada orang bertanya.misalnya suatu waktu kita akan pergi shalat Jum’at. maka shalat Jum’at pada saat itu bukan amal shaleh.lalu dia memilih teknik. Misalnya. boleh jadi IQ kita ketika berpuasa malah menurun. Intelegensi emosional ialah kemampuan mengendalikan dirinya atau kemampuan mengendalikan emosinya. Misalnya orang yang berbakat sastra dia tidak mau masuk jurusan sastra -karena sulit cari kerja. padahal hak Allah juga adalah untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan di dalam waktu yang segera.blogspot. masyarakat biadab. ternyata bahwa kita salah mengukur kecerdasan itu. http://zaenaltegal. hidupnya gagal. tetapi ternyata banyak yang gagal. Banyak ditemukan bahwa orang-orang cerdas yang ber-IQ tinggi. lalu kita melihat orang yang tertabrak. maka memilih teknik bagi orang itu bukan amal shaleh. mestinya orang-orang yang cerdas itu dalam hidupnya berhasil. Sekarang ini dikembangkan sebuah alat ukur. Puasa itu bukan melatih IQ. Ternyata yang lebih mendorong orang sukses dalam hidup bukan IQ. shalat Jum’at itu bisa kita ganti dengan shalat Dzuhur. “Bukan-kah hak Allah itu yang harus didahulukan daripada hak terhadap sesama?” Muthahhari menyatakan bahwa orang-orang yang bertanya semacam itu adalah orang-orang yang berpikiran sempit. Persentase pengidap sakit jiwa juga didominasi oleh orang-orang yang kecerdasannya tinggi. Di Amerika hal itu sering terjadi. ada tiga orang yang setelah dicek secara psikologis. Muthahhari memberi contoh lebih jauh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful