PENGERTIAN DAN LANDASAN KURIKULUM

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Telaah Kurikulum Matemetika Sekolah Menengah Dosen Pengampu: Sumaryanta, M. Pd

Disusun Oleh : 1. Santi Yuliana 2. Sulistiya Risfi 3. Siti Ahidiyah 4. Dwi Kurnianingsih 5. Astri Diwenny 6. Moh. Muadin (0760000 ) (07600006) (07600011) (076000 ) (07600063) (07600053)

PROGARAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2008

bb. Yogyakarta. tanpa adanya beliau mungkinkah kita terbebas dari zaman kebodohan. Wasalamua’laikum wr. dengan dosen pengampu Maryanta. M. Dalam makalah ini penulis membahas tentang pengertian dan Landasan kurikulum. maka segala saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kemajuan.Pd. kehilafan itu adalah sifat manusia yang nyata didunia. Makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi yang membutuhkan baik bagi dunia pendidikan ataupun para akademisi yang ingin meningkatkan atas pengetahuanya walaupun dengan segala keterbatasanya artikel ini dalam memberikan informasi.KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Sang Illahi Robbi yang mana atas berkat dan Rahmat-Nyalah kami bisa menyelesaikan makalah ini. sangat kami harapkan. apabila ada kesalahan dalam artikel ini kami mohon maaf yang sebesar – besarnya. Akhir kata dari penulis mengucapkan banyak terima kasih. Agustus 2008 Penulis . tak lupa sholawat dan salam marilah kita limpah curahkan kepada Guru besar kita Yakni Nabi Muhammad SAW. karena kealpaan. makalah ini kami tujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Lokal.

Dengan kata lain. M. 2006. Pada waktu itu. yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar yang bersangkutan. Jakarta : Bumi Aksara. ijazah pada hakikatnya merupakan suatu bukti . Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan.PEMBAHASAN 1. pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah. bahwa siswa telah menempuh kurikulum yang berupa rencana pelajaran. Dengan menempuh suatu kurikulum. Nasution. siswa dapat memperoleh ijazah. Oemar Hamalik. S.1 Di Indonesia istilah “kurikulum” boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan. Pengertian Kurikulum Istilah “Kurikulum” memiliki berbagai tafsiran yang dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dulu sampai dewasa ini. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah “rencana pelajaran” pada hakikatnya kurikulum sama sama artinya dengan rencana pelajaran. hlm 16. yang telah disusun secara sistematis dan logis. Tafsiran-tafsiran tersebut berbeda-beda satu dengan yang lainnya.2 Beberapa tafsiran lainnya dikemukakan sebagai berikut ini. Mata ajaran tersebut mengisis materi 1 2 Dr. Dalam hal ini. Jakarta : Bumi Aksara . Asas-Asas Kurikulum. Istilah kurikulum berasal dari bahas latin. artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Mata ajaran (subject matter) dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau. 2007. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. yakni “Curriculae”. hlm 2. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ketempat lainnya dan akhirnya mencapai finish. Dr.A. . Kurikulum dan Pembelajaran. Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran.

dan lain-lain.”3 Pengertian itu menunjukan. Tidak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. whether in the classroom or not (Romine. sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya.pelajaran yang disampaikan kepada siswa. melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. Jakarta : Bumi Aksara . Salah satu pendukung dari pengalaman ini menyatakan sebagai berikut: “Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar/pendidikan bagi siswa pada hakikatnya adalah kurikulum. gambar-gambar. Semua kesempatan dan kegiatan yang akan dan perlu dilakukan oleh siswa direncanakan dalam suatu kurikulum. and experiences which pupils have under direction of the school. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja. alat pelajaran. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas. Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar. bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja. 14). activities. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. perpustakaan. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. seperti: bangunan sekolah. 3 Dr. perlengkapan. sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa. Kurikulum sebagai pengelaman belajar. . sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Itu sebabnya. sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. 1945. hlm 18. Dengan kata lain. Kurikulum dan Pembelajaran. 2007. halaman sekolah. Oemar Hamalik.h. yang pada gilirannya menyediakan kemungkinan belajar secara efektif. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya yang agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar.

id/download/ktsp_smk/01.or.diknas.go.ktsp.20 TH. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.id 6 www. yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi.4 Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.5 Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu.kopertis4.bsn.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa).id/SNI .or.ppt www. isi. (Pasal 1 Butir 6 Kemendiknas No. 4 5 www.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional). (UndangUndang No.6 Dari berbagai macam pengertian kurikulum diatas kita dapat menarik garis besar pengertian kurikulum yaitu: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan).

Perkembangan peserta didik. maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural). dan sebagainya. Landasan Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. (Bab IX.37). Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan. Dengan sendirinya. yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. hukum. 5. 3. hankam. kebutuhan pembangunan nasional. akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia. 2. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Pengebangan kurikulum berlandaskan faktor-faktor sebagai berikut: 1. . yang mencakup kebutuhan pembangunan di bidang ekonomi. Ps. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasanlandasan yang kuat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa. 4. kesejahteraan rakyat. dan lingkungan hidup (bioekologi). sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. yang menunjuk pada karekteristik perkembangan peserta didik. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kesenian. Keadaan lingkungan. yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi (interpersonal). 6.2. serta lingkungan alam (geoekologis). Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita. Kebutuhan pembangunan.

Filsafat pendidikan sebagai sumber tujuan. b. Dengan kata lain. serta perangkat pengalaman belajar yang bersifat mendidik. filsafat/keyakinan harus jelas dan tidak boleh Konsisten dengan kenyataan. Hopkin dalam bukunya Interaction The democratic Process. berdasarkan penyelidikan yang Konsisten dengan pengalaman. prinsip-prinsip pembelajaran. mau dibawa kemana pendidikan anak.Keenam faktor tersebut saling kait-mengait antara satu dengan yang lainnya. Nilai-nilai filsafat pendidikan harus dilaksanakan dalam perilaku sehari-hari. Filsafat dan tujuan pendidikan Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. yakni (1). a. Filsafat pendidikan dipengeruhi oleh dua hal pokok. Dalam filsafat pendidikan terkandung cita-cita tentang model manusia yang diharapakan sesuai dengan nilai-nilai yang disetujui oleh individu dan masyarakat. Keadaan sosial budayalah yang sangat berpengaruh pada diri . individu. akurat. Sosial budaya dan agama yang berlaku di masyarakat Keadaan sosial budaya dan agama tidaklah terlepas dari kehidupan kita. Kebutuhan peserta didik yang hidup di masyarakat. mengemukakan kriteria antara lain: 1) 2) 3) Kejelasan. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. Karena itu. yang sesuai dengan kehidupan meragukan. filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. dan (2). filsafat pendidikan harus dirumuskan berdasarkan kriteria yang bersifat umum dan obyektif. Hal ini menunjukkan pentingnya filsafat pendidikan sebagai landasan dalam rangka pengembangan kurikulum. Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau perbuatan seseorang atau masyarakat. Cita-cita masyarakat.

khususnya sebagai peserta didik. lingkungan merupakan suatu sistem yang disebut ekosistem. d. baik dalam jumlah maupun dalam mutunya. yang tertuju pada peningkatan mutu kehidupan di atas bumi ini. Lingkungan sosial budaya merupakan sumber daya alam (SDA). Perkembangan Peserta didik yang menunjuk pada karateristik perkembangannya Setiap peserta didik pasti mempunyai karateristik yang berbeda. meliputi: 1) 2) 3) 4) Lingkungan manusiawi/interpersonal Lingkungan sosial budaya/kultural Lingkungan biologis. . Faktor-faktor dalam ekosistem itu. air. dan sebagainya. c. Kedaaan lingkungan Dalam arti yang luas. Lingkungan manusiawi merupakan sumber daya menusia (SDM). Agama yang membatasi tingkah laku kita juga sangat besar pengaruhnya dalam membuat suatu kurikulum. Jadi ada tiga sumber daya alam (SDA). Sikap atau tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi sosial yang membuat sseeorang untuk bertingkah laku yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kurikulum akan dibuat sedemikian rupa untuk mengimbangi perkembangan peserta didiknya. Jadi ada tiga sumber daya yang terkait erat dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. yang meliputi flora dan fauna Lingkungan geografis. yang meliputi keseluruhan faktor lingkungan. seperti bumi. tentunya juga ikut ambil bagian dalam melandasi terwujudnya kurikulum yang sesuai dengan harapan. Masing-masing faktor lingkungan memiliki sumber daya yang dapat digunakan sebagai modal atau kekuatan yang mempengaruhi pembangunan.manusia. Dengan keadaan peserta didik yang memiliki perbedaan dalam hal kemampuan beradaptasi atau dalan hal perkembangan.

daerah. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi.e. tenaga kerja. Dengan kata lain. Hal ini menunjuk pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut. transmigrasi. pos dan telekomunikasi. pembangunan kedirgantaraan. kelautan. pertanian. yang bidang-bidang industri. perdagangan. (GBHN. energi dan lingkungan hidup . pertambangan. serta upaya-upaya pembangunan di sektor lainnya. penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikandan diarahkan pada upaya –upaya dan kebutuhan pembangunan. transportasi. Keberhasilan pembangunan ditandai oleh terciptanya suatu masyarakat yang maju. yang mencakup pembangunan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. mandiri dan sejahtera. keuangan. usaha nasional. adil dan merata. 1993). kehutanan. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut di atas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara kesuluruhan. pariwisata. Kebutuhan Pembangunan Tujuan pokok pembangunan adalah untuk menumbuhkan sikap dan tekad kemandirian manusia dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin yang lebih selaras. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan koperasi. maka dilaksanakan proses pembangunan yang titik beratnya terletak pada pembangunan ekonomi yang seiring dan didukung oleh pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

dan lingkungan hidup. dan pengembangan ilmupengetahuan dan tekhnologi dilaksanakan oleh berbagai pihak. mandiri. yang bersifat mendukung ketercapaian cita-cita nasional. . yakni: 1) Pemerintah. yakni untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. yakni suatu masyarakat yang maju. f. nilai luhur budaya bangsa. Penguasaan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta rekayasa dan produksi barang dan jasa. efisiensi dan efektivitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. 3) Pembangunan iptek harus selaras (relevan) dengan nilai-nilai agama. maka ada tiga hal yang dijadikan sebagai dasar. yakni: 1) Pembangunan iptek harus berada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan sumber daya manusia. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan-kemampuan tersebut. yang mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan dalam segala bidang. pemanfaatan. maju dan sejahtera. 5) Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatannya yang dapat memberikan pemecahan masalah konkret dalam pembangunan. dan sejahtera. 4) Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktivitas. pengembangan sarana dan prasarana iptek. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksudkan untuk memacu pembangunan menuju terwujudnya masyarakat mandiri. kondisi sosial budaya.keahlian. 2) Pembangunan iptek tertuju pada peningkatan kualitas. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Pembangunan didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan bangsa.

kebenaran dan keindahan dari warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut. keidealan. dan (4) ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu. sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. di bawah ini diuraikan tentang isi dari-dari masingmasing aliran filsafat. a. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003). rekonstruktivisme. (3) sosialbudaya. b. 4) Pengusaha. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan. Untuk lebih jelasnya. untuk kepentingan meningkatan produktivitas. 3) Akademisis terutama di lingkungan perguruan tinggi. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. (2) psikologis. kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. seperti : dan perenialisme. sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar- . di bawah ini akan diuraikan secara ringkas keempat landasan tersebut. yaitu: (1) filosofis . Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum. 1. mengembangkan iptek untuk disumbangkan kepada pembangunan. Dalam eksistesialisme. kaitannya dengan pengembangan kurikulum. Perenialisme lebih menekankan pada keabadian. pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu. progresivisme. Landasan Filosofis Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat. yang memanfaatkan iptek itu untuk pengembangan masyarakat dan mengembangkannya secara swadaya. Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. Matematika.2) Masyarakat. essensialisme.

Sama halnya dengan perenialisme. Disamping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme. berpusat pada peserta didik. Essensialisme. filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam Pengembangan Model Kurikulum Interaksional. Sedangkan. peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. e. Sementara. filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis . memecahkan masalah. essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu. rekonstuktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah. Aliran ini mempertanyakan pengalaman itu? d. Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. variasi pengalaman belajar dan proses. Oleh karena itu. penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang bagaimana saya hidup di dunia? Apa . Aliran filsafat Perenialisme. Pada rekonstruksivisme. dalam praktek pengembangan kurikulum. c. berfikir kritis dan sejenisnya. Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual. dan melakukan sesuatu? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dan proses. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif. Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme.dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. Untuk memahamu kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri.

Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan. tugas-tugas perkembangan individu. Dengan mengutip pemikiran Spencer. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. dalam pengembangan kurikulum. Motif. Selanjutnya. pentahapan perkembangan. Ella Yulaelawati memaparkan teori-teori psikologis yang mendasari Kurikulum Berbasis Kompetensi.terkait dengan pendidikan. yaitu dengan lebih menitikberatkan pada filsafat rekonstruktivisme. sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. pada beberapa negara dan khususnya di Indonesia. Ella Yulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi bahwa kompetensi merupakan ”karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi”. serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum. yaitu: a. dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. . Meskipun demikian saat ini. Landasan Psikologis Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. tampaknya mulai terjadi pergeseran landasan 2. Masih berkenaan dengan landasan psikologis. serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu. aspekaspek perkembangan.

Kehidupan masyarakat. Konsep diri. namun memberikan bekal pengetahuan. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Sebaliknya. kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan. yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang. Bawaan. nilai atau image seseorang. yaitu tingkah laku. Pengetahuan. 3. yaitu karakteristik fisisk yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi. tetapi justru .b. d. Keterampilan. yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental. Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. kita tidak mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun kelingkungan masyarakat. e. sedangkan konsep diri. Dengan pendidikan. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata. Sebagai suatu rancangan. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan Pelatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Landasan Sosial-Budaya Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. c. Peserta didik berasal dari masyarakat.

Pada jaman dahulu kala. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat. merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam suatu masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di . turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. kondisi. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang. ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana. Israel Scheffer (Nana Syaodih Sukamdinata. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama. Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. karakteristik. politik atau segi-segi kehidupan lainnya. tujuan. kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbankan. budaya. Oleh karena itu. baik dalam konteks lokal. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarkat. kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Pada awalnya.melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan demikian. 4. nasional maupun global. isi. 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu.

Oleh karena itu. pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. dalam abad pengetahuan sekarang ini. tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20. terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses. diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dan standar mutu tinggi. Selain itu. memilih dan menilai pengetahuan. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih. kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia. serta menngatasi situasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian. Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial. . pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan.Bulan.

yaitu meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) Landasan Filosofis Landasan Psikologis Landasan Sosial-budaya dan. Pengertian Kurikulum Dari berbagai macam pengertian kurikulum yang telah dipaparkan dala pembahasan diatas kita dapat menarik garis besar pengertian kurikulum yaitu: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Landasan Ilmu pengetahuan dan teknologi Landasan Kebutuhan Pembangunan . 2.KESIMPULAN Dari pembahasan pada makalah diatas kita telah mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan kurikulum dan apa saja yaang meiandasi terbentuknya kurikulum. Landasan Kurikulum Dari pembahasan makalah ini kami mengambil garis besar dari beberapa landasan kurikulum. isi. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kita dapat menyimpulkan hal – hal sebagai berikut: 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful