PENGERTIAN DAN LANDASAN KURIKULUM

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Telaah Kurikulum Matemetika Sekolah Menengah Dosen Pengampu: Sumaryanta, M. Pd

Disusun Oleh : 1. Santi Yuliana 2. Sulistiya Risfi 3. Siti Ahidiyah 4. Dwi Kurnianingsih 5. Astri Diwenny 6. Moh. Muadin (0760000 ) (07600006) (07600011) (076000 ) (07600063) (07600053)

PROGARAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2008

Agustus 2008 Penulis . Wasalamua’laikum wr. Dalam makalah ini penulis membahas tentang pengertian dan Landasan kurikulum. tanpa adanya beliau mungkinkah kita terbebas dari zaman kebodohan. Makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi yang membutuhkan baik bagi dunia pendidikan ataupun para akademisi yang ingin meningkatkan atas pengetahuanya walaupun dengan segala keterbatasanya artikel ini dalam memberikan informasi. Yogyakarta. makalah ini kami tujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Lokal. tak lupa sholawat dan salam marilah kita limpah curahkan kepada Guru besar kita Yakni Nabi Muhammad SAW. dengan dosen pengampu Maryanta. Akhir kata dari penulis mengucapkan banyak terima kasih.Pd. sangat kami harapkan. maka segala saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kemajuan.KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Sang Illahi Robbi yang mana atas berkat dan Rahmat-Nyalah kami bisa menyelesaikan makalah ini. karena kealpaan. M. kehilafan itu adalah sifat manusia yang nyata didunia. apabila ada kesalahan dalam artikel ini kami mohon maaf yang sebesar – besarnya.bb.

artinya jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari. Dr. pengertian kurikulum ialah jangka waktu pendidikan yang harus ditempuh oleh siswa yang bertujuan untuk memperoleh ijazah. yang telah disusun secara sistematis dan logis.1 Di Indonesia istilah “kurikulum” boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan. Dengan kata lain. sesuai dengan titik berat inti dan pandangan dari pakar yang bersangkutan. Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran. yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Asas-Asas Kurikulum. Pada waktu itu. Dalam hal ini. Mata ajaran tersebut mengisis materi 1 2 Dr. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah “rencana pelajaran” pada hakikatnya kurikulum sama sama artinya dengan rencana pelajaran. ijazah pada hakikatnya merupakan suatu bukti .A. Jakarta : Bumi Aksara. 2007. Istilah kurikulum berasal dari bahas latin. M. Nasution. bahwa siswa telah menempuh kurikulum yang berupa rencana pelajaran. yakni “Curriculae”. hlm 2. Kurikulum ialah sejumlah mata ajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Oemar Hamalik. hlm 16. siswa dapat memperoleh ijazah.PEMBAHASAN 1. Jakarta : Bumi Aksara . Kurikulum dan Pembelajaran. Pengertian Kurikulum Istilah “Kurikulum” memiliki berbagai tafsiran yang dirumuskan oleh pakar-pakar dalam bidang pengembangan kurikulum sejak dulu sampai dewasa ini. S. Dengan menempuh suatu kurikulum. . 2006. Mata ajaran (subject matter) dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau. Tafsiran-tafsiran tersebut berbeda-beda satu dengan yang lainnya. suatu kurikulum dianggap sebagai jembatan yang sangat penting untuk mencapai titik akhir dari suatu perjalanan dan ditandai oleh perolehan suatu ijazah tertentu. sebagaimana halnya seorang pelari telah menempuh suatu jarak antara satu tempat ketempat lainnya dan akhirnya mencapai finish.2 Beberapa tafsiran lainnya dikemukakan sebagai berikut ini.

sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa. bahwa kegiatan-kegiatan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. yang pada gilirannya menyediakan kemungkinan belajar secara efektif. Kurikulum dan Pembelajaran. activities. seperti: bangunan sekolah. 14). perlengkapan. Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya yang agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja. Kurikulum sebagai pengelaman belajar. Salah satu pendukung dari pengalaman ini menyatakan sebagai berikut: “Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses. Tidak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. sehingga memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan yang berguna baginya. halaman sekolah. . perpustakaan. melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa. Oemar Hamalik. 1945. 2007. sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara . Dengan kata lain.pelajaran yang disampaikan kepada siswa. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar/pendidikan bagi siswa pada hakikatnya adalah kurikulum. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. whether in the classroom or not (Romine. gambar-gambar. and experiences which pupils have under direction of the school.”3 Pengertian itu menunjukan. 3 Dr.h. alat pelajaran. suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Itu sebabnya. dan lain-lain. hlm 18. Semua kesempatan dan kegiatan yang akan dan perlu dilakukan oleh siswa direncanakan dalam suatu kurikulum. melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan diluar kelas.

id/download/ktsp_smk/01. yang diajarkan dengan cara tertentu dan kemudian dilakukan evaluasi.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.diknas. 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional).or.bsn.20 TH.6 Dari berbagai macam pengertian kurikulum diatas kita dapat menarik garis besar pengertian kurikulum yaitu: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (UndangUndang No.id 6 www.5 Kurikulum adalah serangkaian mata ajar dan pengalaman belajar yang mempunyai tujuan tertentu.go.232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa).4 Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. (Pasal 1 Butir 6 Kemendiknas No.ktsp.ppt www.or. 4 5 www.id/SNI .kopertis4. isi. (Badan Standardisasi Nasional SIN 19-7057-2004 tentang Kurikulum Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja Bagi Dokter Perusahaan).

hankam.2. yang mencakup kebutuhan pembangunan di bidang ekonomi. lingkungan kebudayaan termasuk iptek (kultural).37). Tujuan filsafat dan pendidikan nasional yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional yang pada gilirannya menjadi landasan dalam merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan. dan lingkungan hidup (bioekologi). yang didasarkan pada hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. 4. 2. Perkembangan peserta didik. Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan. akan berkibat pula terhadap kegagalan proses pengembangan manusia. 5. Mengingat pentingnya kurikulum dalam pendidikan dan kehidupan manusia. Keadaan lingkungan. kebutuhan pembangunan nasional. Sosial budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat kita. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasanlandasan yang kuat. hukum. yang dalam arti luas meliputi lingkungan manusiawi (interpersonal). Ps. . (Bab IX. perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta kesenian. serta lingkungan alam (geoekologis). yang menunjuk pada karekteristik perkembangan peserta didik. Penyusunan kurikulum yang tidak didasarkan pada landasan yang kuat dapat berakibat fatal terhadap kegagalan pendidikan itu sendiri. Pengebangan kurikulum berlandaskan faktor-faktor sebagai berikut: 1. kesejahteraan rakyat. Landasan Pengembangan Kurikulum Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh terhadap seluruh kegiatan pendidikan. dan sebagainya. Dengan sendirinya. maka penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan secara sembarangan. 6. 3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiawian serta budaya bangsa. Kebutuhan pembangunan.

Sosial budaya dan agama yang berlaku di masyarakat Keadaan sosial budaya dan agama tidaklah terlepas dari kehidupan kita.Keenam faktor tersebut saling kait-mengait antara satu dengan yang lainnya. Filsafat dan tujuan pendidikan Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. mau dibawa kemana pendidikan anak. a. yakni (1). Filsafat pendidikan dipengeruhi oleh dua hal pokok. Cita-cita masyarakat. mengemukakan kriteria antara lain: 1) 2) 3) Kejelasan. Nilai-nilai filsafat pendidikan harus dilaksanakan dalam perilaku sehari-hari. Hal ini menunjukkan pentingnya filsafat pendidikan sebagai landasan dalam rangka pengembangan kurikulum. b. Berdasarkan cita-cita tersebut terdapat landasan. berdasarkan penyelidikan yang Konsisten dengan pengalaman. Kebutuhan peserta didik yang hidup di masyarakat. filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. prinsip-prinsip pembelajaran. Dalam filsafat pendidikan terkandung cita-cita tentang model manusia yang diharapakan sesuai dengan nilai-nilai yang disetujui oleh individu dan masyarakat. filsafat/keyakinan harus jelas dan tidak boleh Konsisten dengan kenyataan. Hopkin dalam bukunya Interaction The democratic Process. serta perangkat pengalaman belajar yang bersifat mendidik. Filsafat pendidikan sebagai sumber tujuan. Dengan kata lain. Filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau perbuatan seseorang atau masyarakat. individu. Keadaan sosial budayalah yang sangat berpengaruh pada diri . Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan. Karena itu. dan (2). akurat. yang sesuai dengan kehidupan meragukan. filsafat pendidikan harus dirumuskan berdasarkan kriteria yang bersifat umum dan obyektif.

tentunya juga ikut ambil bagian dalam melandasi terwujudnya kurikulum yang sesuai dengan harapan. Perkembangan Peserta didik yang menunjuk pada karateristik perkembangannya Setiap peserta didik pasti mempunyai karateristik yang berbeda. yang meliputi flora dan fauna Lingkungan geografis. meliputi: 1) 2) 3) 4) Lingkungan manusiawi/interpersonal Lingkungan sosial budaya/kultural Lingkungan biologis. d. khususnya sebagai peserta didik. yang meliputi keseluruhan faktor lingkungan. c. seperti bumi. Sikap atau tingkah laku seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh interaksi sosial yang membuat sseeorang untuk bertingkah laku yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar. yang tertuju pada peningkatan mutu kehidupan di atas bumi ini. Lingkungan manusiawi merupakan sumber daya menusia (SDM). lingkungan merupakan suatu sistem yang disebut ekosistem. air. Jadi ada tiga sumber daya alam (SDA). Dengan keadaan peserta didik yang memiliki perbedaan dalam hal kemampuan beradaptasi atau dalan hal perkembangan. Lingkungan sosial budaya merupakan sumber daya alam (SDA). Faktor-faktor dalam ekosistem itu. . Agama yang membatasi tingkah laku kita juga sangat besar pengaruhnya dalam membuat suatu kurikulum. Masing-masing faktor lingkungan memiliki sumber daya yang dapat digunakan sebagai modal atau kekuatan yang mempengaruhi pembangunan.manusia. dan sebagainya. Kedaaan lingkungan Dalam arti yang luas. baik dalam jumlah maupun dalam mutunya. Jadi ada tiga sumber daya yang terkait erat dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kurikulum akan dibuat sedemikian rupa untuk mengimbangi perkembangan peserta didiknya.

transportasi. yang mencakup pembangunan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. keuangan. Keberhasilan pembangunan ditandai oleh terciptanya suatu masyarakat yang maju. yang bidang-bidang industri. serta upaya-upaya pembangunan di sektor lainnya. Kebutuhan Pembangunan Tujuan pokok pembangunan adalah untuk menumbuhkan sikap dan tekad kemandirian manusia dan masyarakat Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin yang lebih selaras. mandiri dan sejahtera.e. (GBHN. penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi harus disesuaikandan diarahkan pada upaya –upaya dan kebutuhan pembangunan. pertambangan. pertanian. transmigrasi. pos dan telekomunikasi. kelautan. Hal ini menunjuk pada kebutuhan pembangunan sesuai dengan sektor-sektor yang perlu dibangun itu sendiri. usaha nasional. pembangunan kedirgantaraan. Dengan kata lain. maka dilaksanakan proses pembangunan yang titik beratnya terletak pada pembangunan ekonomi yang seiring dan didukung oleh pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan keilmuan dan koperasi. Gambaran tentang proses dan tujuan pembangunan tersebut di atas sekaligus menggambarkan kebutuhan pembangunan secara kesuluruhan. tenaga kerja. adil dan merata. Hal mana memberikan implikasi tertentu terhadap pendidikan di perguruan tinggi. energi dan lingkungan hidup . pariwisata. 1993). perdagangan. daerah. kehutanan. Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut.

2) Pembangunan iptek tertuju pada peningkatan kualitas. Untuk mencapai tujuan dan kemampuan-kemampuan tersebut. yang mengembangkan dan memanfaatkan iptek untuk menunjang pembangunan dalam segala bidang. pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta rekayasa dan produksi barang dan jasa. efisiensi dan efektivitas penelitian dan pengembangan yang lebih tinggi. yakni: 1) Pembangunan iptek harus berada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan sumber daya manusia. kondisi sosial budaya. . pengembangan sarana dan prasarana iptek. maju dan sejahtera. dan pengembangan ilmupengetahuan dan tekhnologi dilaksanakan oleh berbagai pihak.keahlian. yakni untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan kehidupan bangsa. 5) Pembangunan iptek berdasarkan pada asas pemanfaatannya yang dapat memberikan pemecahan masalah konkret dalam pembangunan. yakni suatu masyarakat yang maju. Dukungan iptek terhadap pembangunan dimaksudkan untuk memacu pembangunan menuju terwujudnya masyarakat mandiri. yakni: 1) Pemerintah. maka ada tiga hal yang dijadikan sebagai dasar. dan sejahtera. f. dan lingkungan hidup. mandiri. pemanfaatan. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Pembangunan didukung oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam rangka mempercepat terwujudnya ketangguhan dan keunggulan bangsa. yang bersifat mendukung ketercapaian cita-cita nasional. 4) Pembangunan iptek harus berpijak pada upaya peningkatan produktivitas. 3) Pembangunan iptek harus selaras (relevan) dengan nilai-nilai agama. Penguasaan. nilai luhur budaya bangsa.

2) Masyarakat. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (2003). untuk kepentingan meningkatan produktivitas. mengembangkan iptek untuk disumbangkan kepada pembangunan. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut. Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. kebenaran dan keindahan dari warisan budaya dan dampak sosial tertentu. kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. di bawah ini akan diuraikan secara ringkas keempat landasan tersebut. yang memanfaatkan iptek itu untuk pengembangan masyarakat dan mengembangkannya secara swadaya. kaitannya dengan pengembangan kurikulum. yaitu: (1) filosofis . (2) psikologis. 1. sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar- . 4) Pengusaha. Perenialisme lebih menekankan pada keabadian. seperti : dan perenialisme. keidealan. b. 3) Akademisis terutama di lingkungan perguruan tinggi. sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu. a. dan (4) ilmu pengetahuan dan tekhnologi. rekonstruktivisme. Dalam eksistesialisme. (3) sosialbudaya. progresivisme. di bawah ini diuraikan tentang isi dari-dari masingmasing aliran filsafat. kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Landasan Filosofis Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum. Matematika. pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran – aliran filsafat tertentu. essensialisme. Untuk lebih jelasnya.

Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. dan melakukan sesuatu? Penganut aliran ini menekankan pada hasil belajar dan proses. filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Untuk memahamu kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam Pengembangan Model Kurikulum Interaksional. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif. Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual. berfikir kritis dan sejenisnya. eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. Pada rekonstruksivisme. dalam praktek pengembangan kurikulum. Sedangkan. variasi pengalaman belajar dan proses. Oleh karena itu.dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. rekonstuktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah. Sementara. Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. e. c. memecahkan masalah. Sama halnya dengan perenialisme. Aliran filsafat Perenialisme. penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang bagaimana saya hidup di dunia? Apa . essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu. peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. Aliran ini akan mempertanyakan untuk apa berfikir kritis . Aliran ini mempertanyakan pengalaman itu? d. berpusat pada peserta didik. Disamping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme. Essensialisme.

dalam pengembangan kurikulum. pada beberapa negara dan khususnya di Indonesia. Ella Yulaelawati mengemukakan pengertian kompetensi bahwa kompetensi merupakan ”karakteristik mendasar dari seseorang yang merupakan hubungan kausal dengan referensi kriteria yang efektif dan atau penampilan yang terbaik dalam pekerjaan pada suatu situasi”. yaitu: a. Ella Yulaelawati memaparkan teori-teori psikologis yang mendasari Kurikulum Berbasis Kompetensi. Selanjutnya. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. yaitu dengan lebih menitikberatkan pada filsafat rekonstruktivisme. Masih berkenaan dengan landasan psikologis. dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi. tugas-tugas perkembangan individu. sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. . Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan. Motif. serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum. Landasan Psikologis Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar. aspekaspek perkembangan.terkait dengan pendidikan. pentahapan perkembangan. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu. Dengan mengutip pemikiran Spencer. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. tampaknya mulai terjadi pergeseran landasan 2. Meskipun demikian saat ini.

mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. Sebaliknya.b. sedangkan konsep diri. Sebagai suatu rancangan. d. yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental. yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang. kita tidak mengharapkan muncul manusia – manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya. Bawaan. bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun kelingkungan masyarakat. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. namun memberikan bekal pengetahuan. yaitu karakteristik fisisk yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Keterampilan. Dengan pendidikan. Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan Pelatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. Kehidupan masyarakat. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. 3. Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. e. c. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata. Konsep diri. Peserta didik berasal dari masyarakat. yaitu tingkah laku. tetapi justru . Pengetahuan. Landasan Sosial-Budaya Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. nilai atau image seseorang.

isi. Oleh karena itu. Berbagai penemuan teori-teori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang. 1997) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di . kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat. tujuan. kondisi. karakteristik. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarkat. ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana. kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbankan. 4. turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. Israel Scheffer (Nana Syaodih Sukamdinata. namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. Dengan demikian. nasional maupun global. politik atau segi-segi kehidupan lainnya. Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin. budaya. Pada jaman dahulu kala. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Pada awalnya. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. baik dalam konteks lokal. merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial-budaya dalam suatu masyarakat.

Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. Selain itu. dalam abad pengetahuan sekarang ini. diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dan standar mutu tinggi. memilih dan menilai pengetahuan. Oleh karena itu. ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai. kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia. serta menngatasi situasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian. pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal. terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses. Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20.Bulan. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial. . pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan.

KESIMPULAN Dari pembahasan pada makalah diatas kita telah mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan kurikulum dan apa saja yaang meiandasi terbentuknya kurikulum. Landasan Ilmu pengetahuan dan teknologi Landasan Kebutuhan Pembangunan . Kita dapat menyimpulkan hal – hal sebagai berikut: 1. Landasan Kurikulum Dari pembahasan makalah ini kami mengambil garis besar dari beberapa landasan kurikulum. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. yaitu meliputi: 1) 2) 3) 4) 5) Landasan Filosofis Landasan Psikologis Landasan Sosial-budaya dan. 2. isi. Pengertian Kurikulum Dari berbagai macam pengertian kurikulum yang telah dipaparkan dala pembahasan diatas kita dapat menarik garis besar pengertian kurikulum yaitu: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful