P. 1
Tata Urutan Haji (Fikih 8)

Tata Urutan Haji (Fikih 8)

|Views: 3,752|Likes:
Published by boloscribd

More info:

Published by: boloscribd on Mar 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

Fikih VIII TATA URUTAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI

,

Jamaah haji dari Indonesia dengan menggunakan pesawat udara biasanya dibagi menjadi dua bagian. y Yang pertama tiba di Saudi Arabia sebelum tanggal 25 Dzulqa'dah setelah sampai di Bandara King Abdul Aziz, langsung menuju kota Madinah. Jamaah haji gelombang pertama seperti ini biasanya melaksanakan ibadah haji tamattu yaitu terlebih dahulu melaksanakan umrah daripada haji. Kecuali mereka yang diberangkatkan terakhir, mereka melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu baru mengerjakan umrah. y Jamaah haji gelombang kedua yang tiba di.Saudi Arabia setelah tanggal 25 DzuIqa'dah. Setelah sampai di Bandara King Abdul Aziz, langsung menuju Mekah. Gelombang kedua yang diberangkatkan awal biasanya sempat menunaikan umrah terlebih dahulu, setelah tanggal 8 Dzulhijjah mereka menunaikan ibadah haji berangkat ke Padang Arafah. Gelombang kedua yang diberangkatkan terakhir mereka menunaikan ibadah haji terlebih dahulu baru mengerjakan umrah. Yang demikian ini disebut haji ifrad. Ada kemungkinan gelombang kedua ini melaksanakan haji qiran yaitu melaksanakan haji dan umrah bersama-sama. Tata urutan pelaksanaan ibadah haji dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Ihram Yang dimaksud dengan ihram ialah niat dengan bulat dan ikhlas semata-mata karena Allah untuk memulai mengerjakan haji dengan memakai pakaian ihram dimulai dari miqat dengan urutan sebagai berikut: a. Memotong rambut supaya lebih rapi, memotong kuku, mandi sunah ihram, berwudu, memakai wangi-wangian, menyisir rambut dan sebagainya. b. Memakai pakaian ihram, yaitu: 1). Untuk pria berupa dua helai kain putih yang tidak berjahit, satu helai diselendangkan dan satu helai lagi disarungkan. 2). Unfuk wanita, berupa pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali rnuka dan dua telapak tangan (tidak boleh memakai cadar penutup muka dan tidak boleh memakai sarung tangan). c. Mengerjakan salat sunah ihram dua rakaat dan berniat melaksanakan ihram haji. Kegiatan ini dilaksanakan oleh jamaah haji sesuai dengan keberadaan mereka pada waktu itu. jika ketika tanggal 7 Dzulhljjah mereka sedang berada di Madinah maka kegiatan mandi, memotong kuku dan sebagainva dikerjakan di Madinah dan memakai pakaian ihram dan salat sunah dikerjakan di miqat Bir Ali. Atau boteh juga pakaian ihram itu dipakai sejak mereka di Madinah, tetapi resminya ialah ketika mereka sampai di Bir Ali. Bagi jamaah yang pada tanggal 8 Dzulhijjah berada di Mekah, semua kegiatan ini dikerjakan di Mekah, demikian juga bagi mereka yang pada waktu itu baru datang dari Indonesia dan berada di Jeddah, maka kegiatan ini dikerjakan di Jeddah. 2. Melaksanakan tawaf qudum atau tawaf selamat datang. Bagi mereka yang baru datang ke Masjidil-Hararn, boleh disertai sa'i boleh tidak dengan sa'i. 3. Tanggal 8 Dzulhijjah rombongan jamaah haji diberangkatkan menuju Padang Arafah. Sebelum berangkat mereka membaca talbiyah 3 kali kemudian diteruskan membaca salawat kepada Nabi Muhammad saw. dan keluarganya: ³ Allahumma sholli µalaa Muhammadin wa µala aali Muhammadin´ Artinya: "Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhnmmad saw. dan kepada keluarganya.´ Membaca doa memohon ke hadirat Allah swt. sesuai dengan keinginannya masing-masing. 4. Wuquf di Padang Arafah Setelah sampai di Padang Arafah mereka menunggu waktu wuquf Yaitu tanggal 9 Dzuihijjah setelah tergelincir matahari (waktu zuhur) sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah (hari raya Idul Adha). Selama menunggu masuk waktu wuquf, jamaah haji hendaknya banyak zikir kepada Allah dengan membaca takbir, tahmid, istigfar dan bacaan-bacaan lain sampai masuk waktu wuquf. Saat-saat waktu wuquf inilah merupakan inti dan kunci ibadah haji sebagaimana yang

telah diterangkan oleh hadis. Seseorang yang ketinggalan wuquf di Padang Arafah hajinya batal dan ia wajib mengulang kembali di Padang Arafah dan yang dibaca pada wuquf sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. sebagai berikut: a. Istigfar yaitu: ³ astaghfirullahal µadhiim min kulli dzanbin µadhiim wa atuubu ilaih min jamii¶il ma¶aashi wadz dzunuubi´ Artinya: ³Saya mohon ampun kepada Allah Yang Maha agung dari segala dosa besar dan saya bertobat kepada-Nya dari segala maksiat dan segala dosa'" b. Talbiyah c. Membaca takbir lafalnya seperti takbir yang dibaca pada Idul Fitri dan Idul Adha. d. Membaca tahlil lengkap seperti berikut ini: ³ Laa ilaaha illallah wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa µalaa kulli syai¶in qodiir´ Artinya: "Tidak ada tuhan Yang waiib disembah selain Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." e. Memperbanyak doa yang isinya memohon ampunan dan agar diberikan hidup sejahtera di dunia dan di akhirat serta dijauhkan dari siksa api neraka. Doa-doa yang biasa dibaca pada waktu wuquf banyak kita dapatkan di buku-buku manasik haji, dan para jamaah dalam membacanya ada yang sendiri-sendiri dan ada yang berjamaah. 5. Mabit di Muzdalifah Setelah jamaah menunaikan wuquf di Padang Arafah tanggal 9 Dzulhijjah mereka segera berangkat ke Muzdalifah untuk mabit atau bermalam. Keberangkatan ke Muzdalifah dilakukan sesudah terbenam rnatahari (ba'da magrib). Waktu mabit yaitu antara magrib sampai terbit fajar tanggal 10 Dzulhijjah. Bila jamaah haji tiba di Muzdalifah sebelum jam 12 malam, maka ia harus menunggu sampai lewat malam tetapi apabila tiba di Muzdalifah sesudah lewat tengah rnalam ia dapat langsung menuju ke Mina. Pada waktu tiba di Muzdalifah mereka hanus mencari dan mengumpulkan batu kerikitr sedikitnya 7 butir untuk melempar jumrah Aqabah pada hari raya 10 Dzulhijjah. Untuk selanjutnya mereka melempar jumrah pada hari tasyrik yaitu pada tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah dan batunya dapat diambil di Mina. Agar dalam mengumpulkan kerikil lebih praktis maka ketika mereka mengambil batu kerikil sekaligus sebanyak 70 butir atau lebih untuk persediaan bila ada yang jatuh. Batu-batu kerikil itu untuk melempar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Dzuihijjah dan ketiga jumrah yaitu jumrah Ula, jumrah wustha dan jumrah Aqabah yang dilontar pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. 6. Kegiatan ibadah yang dilakukan di Mina Pada tanggal 10 Dzulhijjah sesudah terbit matahari, para jamaah segera melempar jumrah Aqabah 7 kali lemparan dan setiap lemparan disertai dengan bacaan: ³Bismillah. Allahu akbar´ Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Mahabesar." Setelah melempar jumrah Aqabah, bagi yang terkena denda harus membayar denda atau dam dan yang akan berqurban mereka memotong hewan qurban. Setelah itu jamaah haji menggunting rambut yang dinamakan tahallul (nafar) awwal. Maksudnya semua larangan dalam haji telah halal yaitu boleh memakai wangi-wangian, pakaian berjahit dan larangan haji yang lain. Daiam keadaan seperti ini hanya satu yang tetap dilarang yaitu bersenggama antara suami istri. Setelah selesai tahallul (nafar) awwal jamaah haji boleh memilih dua piiihan yaitu pergi ke Mekah untuk tawaf ifadah(tawaf rukun) atau tetap tinggal di Mina untuk menyelesaikan melontar jumrah pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Apabila jamaah haji memilih pergi ke Mekah untuk tawaf ifadah dan melanjutkan dengan sa'i, maka disebut dengan tahallul (nafar) tsani yang menyebabkan semua larangan haji sudah diperbolehkan termasuk hubungan suami istri" Namun harus diingat bahwa pada hari itu juga tanggal 10 Dzulhijjah sore mereka harus kembali ke Mina sebelum terbenam matahari untuk mabit (menginap) dan melempar ketiga jumrah; jumrah Ula, jumrah Wustha dan jumrah Aqabah pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Bagi yang memilih pilihan kedua yaitu tetap tinggal di

Mina maka mereka bermalam di Mina dan pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah melempar ketiga jumrah yang dilakukan setelah matahari condong ke arah barat (waktu zuhur). Jika jamaah haji ingin melakukan nafar awwal maka pada tanggal 12 DzuIhijjah setelah melempar ketiga jumrah sebelum tenggelam matahari mereka harus pergi ke Mekah meninggalkan Mina untuk mengerjakan tawaf bagi yang belum tawaf ifadah dan untuk tawaf wada' bagi yang sudah mengerjakan tawaf ifadah. 7. Kembali ke Mekah Jamaah haji yang telah melaksanakan tawaf ifadah pada tanggal 10 Dzulhijjah mereka tinggal melaksanakan tawaf wada'. Sedang yang belum tawaf ifadah harus mengerjakannya. Yang belum mengerjakan tawaf ifadah berarti mereka belum tahallul tsani dan belum mencukur rambut, jadi, mereka belum bertahallul awwal dan masih berpakaian ihram. Mereka harus hatihati ketika masih berpakaian ihram karena Hajar Aswad pada hari raya biasanya diberi wangiwangian. Jika orang yang masih berpakaian ihram terkena wangi-wangian maka ia harus membayar dam. Syarat-syarat tawaf ialah: a. Menutup aurat. b. Suci dari hadas besar dan kecil dan suci dari haid. c. Ka'bah berada di sebelah kiri selama tawaf. d. Mengelilingi Ka'bah 7 kali. e. Memulai tawaf dari Hajar Aswad. Hal ini ditandai dengan garis lurus berwarna coklat setentang dengan Hajar Aswad. f. Tawaf harus dilakukan di Masjidil Haram tidak boleh di luar Masjidil Haram. Cara melaksanakan tawaf: 1) Memulai dari Hajar Aswad disertai dengan niat tawaf ifadah (tawaf rukun) di dalam hati atau dengan melafalkan: ³ nawaitu an atuufa bil baitil µatiiqi sab¶ata asywaatin lillahi ta¶aala.´ Artinya: "Saya berniat tawaf mengelilingi Ka'bah (Baitil Atiq) dengan tujuh putaran semata-mata karena Allah Ta'ala."' 2). Sesudah berniat langsung mengelilingi Ka'bah ke arah kanan (berarti Ka'bah berada di sebelah kiri) terus mengelilingi Ka'bah tujuh kali putaran. Tiga kali dengan lari-lari kecil dan empat kali dengan berjalan biasa. Hadis Rasulullah menjelaskan sebagai berikut: ³ annan nabiyya shollallahu µalaihi wa sallam, lamma qodima makkata atal hajara fas talamahu summa masya µalaa yamiinihi faromala salaasan wa masya arba¶an. Rowahu muslimun wan nasaa¶i.´ Artinya: "Sesungguhnya Nabi saw. tatkala datang di Mekah mendatangi Hajar Aswad maka beliau mengusapnya, kemudian ber jalan pada sebelah kanannya dengan berjalan cepat tiga kali dan berjalan biasa empat kali" (HR. Muslim dan An-Nasa'i) 3). Pada saat sampai di rukun (sudut/pojok) Yamani, jamaah mengusap rukun itu tetapi apabila tidak dapat, maka cukup dengan memberikan isyarat yaitu dengan mengangkat tangan ke arahnya dengan membaca bacaan berikut ini lalu tangan yang dibuat isyarat tadi dicium atau dikecup, bacaannya ialah: ³Bismillah. Allahu akbar.´ Jamaah terus berjalan ke arah Hajar Aswad, sambil berdoa: ³ Robbana aatinaa fid dun-ya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa µadzaaban naar´ 4). Setelah sampai di Hajar Aswad mereka melakukan ibadah berupa mengusap Hajar Aswad. Bila tidak dapat, cukup memberikan isyarat dan mengecup telapak tangan dengan membaca: ³Bismillah. Allahu akbar.´ Demikianlah pekerjaan ini diulangi sampai tujuh kali putaran. Yang perlu diingat ialah bahwa Ka'bah mempunyai empat sudut (rukun) dan masing-masing mempunyai nama yaitu: Sudut Hajar Aswad, kemudian ke arah kanannya adaiah Rukun Syam, selanjutnya Rukun Iraqi dan yang terakhir Rukun Yamani.

5). Selama tawaf disunahkan membaca doa dan zikir sebagai berikut: ³ subhaanallah walhamdu lillah walaa ilaaha illallahu wallahu akbar, walaa haula walaa quwwata illa billah.´ 6). Setelah selesai tawaf, jamaah haji menuju ke Maqam Ibrahim dan salat sunah dua rakaat yang dinamakan salat sunah tawaf, kemudian salat sunah dua rakaat di Hijr Ismail, kemudian menuju ke Multazam. Di Multazam, mereka memanjatkan doa ke hadirat Allah swt. memohon apa saja yang mereka kehendaki, karena Multazam adalah suatu tempat yang istimewa bagi siapa saja yang berdoa insya Allah akan dikabulkan doanya. Setelah berdoa di Multazam disunahkan minum air zamzam sepuas-puasnya dengan membaca doa: ³ Allahumma innii as-aluka µilman naafi¶a warizqon waasi¶an wasyifaa¶an min kulli daa¶in wasaqoomin.´ Artinya: ³Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat dan rezeki yang luas dan sehat dari segala penyakit." 8. Mengerjakan Sa'i Setelah selesai tawaf ifadah jamaah haji selanjutnya mengerjakan sa'i yang dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah sebanyak tujuh kali. a. Mula-mula jamaah haji berniat sa'i untuk haji dengan ikhlas karena mengharapkan rida Allah swt. jika dilafalkan adalah sebagai berikut: ³ nawaitu an as¶aa maa bainas shofaa wal marwata sa¶yal hajji lillahi ta¶aala.´ Artinya: "Saya niat sa'i antara Shafa dan Marwah sa'i haji karena Allah Ta'ala'" b. Dari Shafa jamaah berjalan biasa dan apabila sampai di Pilar (lampu hijau kedua), kemudian berjalan biasa sampai ke Marwah dan ketika sampai di Marwah hendaklah berdiri menghadap Ka'bah dengan memberi isyarat sambil membaca: ³Bismillah. Allahu akbar.´ Begitulah seterusnya dari Marwah ke Shafa yang dilakukan sebanyak tujuh kali dan diakhiri di Marwah. c. Selama sa¶i jamaah haji terus menerus membaca: ³ innas shofaa wal marwata min sya¶aa µirillah.´ Artinya: "Sungguh Shafa dan Marwah itu termasuk syiar Allah." Di samping itu, jamaah haji boleh berdoa sesuai dengan keinginannya masing-masing atau doa yang diamalkan oleh Rasulullah yaitu: ³Robbana aatina fid dun-ya hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qina µadzaaban naar ³ 9. Tahallul Setelah semua rukun haji dikerjakan maka sebagai penutupnya adalah tahallul. Tahallul ialah menggunting rambut paling sedikit tiga helai dan disunahkan dicukur seluruhnya bagi pria, dan bagi wanita cukup menggunting tiga helai rambut saja. 10. Tawaf Wada' Tawaf wada' artinya tawaf perpisahan yang dikerjakan ketika seseorang akan meninggalkan kota Mekah al-mukarromah. Caranya seperti pelaksanaan tawaf ifadah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->