Metode Mengajar

Metode mengajar merupakan cara atau teknik yang digunakan untuk menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. Berhasil tidaknya tujuan pembelajaran tergantung dari metode atau teknik yang digunakan oleh guru (TIM Pengembangan MKDK IKIP Semarang, 1990:182). Jadi metode mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam hubungannya dengan siswa pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar. Kedudukan metode dalam proses belajar mengajar sangat penting. Kegiatan belajar mengajar akan berjalan efektif apabila metode yang digunakan cocok dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Oleh karena itu, seorang guru yang bijaksana akan mempelajari berbagai macam metode mengajar dan tidak akan menggunakan satu macam metode saja untuk berbagai macam situasi belajar mengajar.

Dalam pola pendidikan modern yang dituangkan dalam kegiatan belajar mengajar, maka siswa dipandang sebagai sentral atau titik pusat dalam seluruh proses belajar mengajar. Siswa sebagai subjek pokok dalam mengembangkan potensi diri melalui pengalaman belajarnya, sedangkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator yang membimbing, membantu dan memberikan kemudahan siswa dalam belajar mengajar dan mengembangkan potensi dirinya.

Hubungan tersebut merupakan hubungan antara guru dengan murid dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan sesuai yang diharapkan dan biasanya dituangkan dalam suatu metode. Dengan adanya metode tersebut, diharapkan baik guru maupun siswa mempunyai sikap, kemampuan dan keterampilan yang mendukung proses belajar mengajar. Bagaimanapun juga, suatu metode pasti mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Seorang guru yang mengetahui kelebihan dan kelemahan suatu metode akan lebih mudah dalam menetapkan metode yang paling cocok dengan situasi dan kondisi yang ada.

Tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya c. metode diskusi dan banyak lagi metode mengajar yang lain. Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya e. metode tugas. Fasilitas yang berbeda baik kualitas maupun kuantitasnya (Alipandie. Seorang guru yang bijaksana akan memilih atau bahkan menggabungkan beberapa metode mengajar disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai. metode tanya jawab. Perbedaan pribadi dan kemampuan guru masing-masing e. fungsi. Situasi dengan berbagai macam kondisi yang ada d. Pengajar dengan berbagai pribadi dan kemampuan profesionalismenya Ada beberapa metode mengajar yang kita kenal antara lain metode ceramah.Di samping itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode di antaranya : a. Sedangkan siswa diharuskan menjawab . sifat maupun isi mata pelajaran masing-masing. Tujuan yang berbeda pada setiap mata pelajaran sesuai dengan jenis. Menurut Alipandie. Perbedaan situasi dan kondisi di mana pendidikan berlangsung d. baik dari segi keturunan maupun tingkat kemampuan berpikir c. Murid dengan berbagai tingkat kematangannya b. Perbedaan latar belakang individual anak. metode mengajar banyak sekali jenisnya disebabkan beberapa faktor antara lain : a. Metode tanya jawab Metode tanya jawab menjadi suatu metode mengajar dalam proses belajar mengajar karena adanya guru yang mengajar dan menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan cara memberikan pertanyaan. b. 1984:75) 1.

dimaksudkan untuk mengingatkan kembali pengetahuan murid terhadap pelajaran yang telah lalu. . sehingga murid mempunyai kesiapan untuk melanjutkan materi pelajaran berikutnya. Tanya jawab dapat memperoleh sambutan yang lebih aktif bila dibandingkan dengan metode ceramah yang bersifat monolog. Mengetahui perbedaan-perbedaan pendapat yang ada. 1994:101-102) 2) Kelemahan metode tanya jawab a. yang dapat dibawa ke arah suatu diskusi (Winarno Surakhmad. setiap metode mengajar mempunyai kelebihan dan kelemahannya. Mudah menyimpang dari pokok permasalahan b. b. Metode tanya jawab sebagai metode mengajar. Seorang guru yang menggunakan metode tanya jawab harus mempunyai sejumlah kompetensi untuk mencapai tujuan penggunaan metode tersebut. Namun demikian.pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru. selama mendengarkan pelajaran atau guru yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab (Roestiyah dan Yumiati Suharto. Dari kedua pendapat tersebut. 2001:129). 1) Kelebihan metode tanya jawab a. Metode tanya jawab adalah suatu teknik untuk memberikan motivasi pada siswa agar bangkit pemikirannya untuk bertanya. 1982:79). Menurut Oemar Hamalik bertanya dalam strategi tanya jawab dimaksudkan mencari keterangan tentang suatu masalah ataupun untuk mengetes orang lain (1986:69). bahwa seorang guru dalam penyampaian pertanyaan harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. Memberi kesempatan kepada pendengar atau anak didik untuk mengemukakan hal-hal sehingga tampak mana yang belum jelas atau belum dimengerti c. Ada perbedaan pendapat antara murid dan guru (Roestiyah.

Menyediakan kesempatan bertanya pada anak didik (1994:102). Guru biasanya memberikan uraian mengenai topik (pokok bahasan) tertentu dengan alokasi waktu tertentu.Menurut Winarno Surakhmad hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan langkah-langkah tanya jawab yang benar adalah sebagai berikut: a. 1) Kelebihan metode ceramah a. 1993:13). Menetapkan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang akan dikemukakan. 2. Menetapkan kemungkinan jawaban untuk menjaga agar tidak menyimpang dari pokok persoalan. d. Aktivitas siswa dalam pengajaran yang menggunakan metode ini hanya menyimak sambil sesekali mencatat. Mencari alasan pemilihan metode tannya jawab. Metode ceramah adalah sebuah cara monolog dan hubungan satu arah. c. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk membuka komunikasi dua arah. e. Mudah dilaksanakan . meskipun demikian para guru yang terbuka kadang-kadang memberi peluang bertanya kepada siswanya. Untuk tujuan tertentu justru pertanyaan dari anak didiklah yang dapat memberi petunjuk telah atau belum terciptanya komunikasi yang diharapkan. pertanyaan tidak dapat dibatasi datang hanya dari pengajar. Merumuskan tujuan tanya jawab sejelasnya dalam bentuk khusus dan berpusat pada tingkah laku anak didik. Guru mudah menguasai kelas b.J Hasibuan dan Moedjiono. Metode ceramah Metode ceramah adalah cara penyampaian bahan pelajaran dengan komunikasi lisan (J. b.

Mudah diikuti oleh jumlah murid yang besar e. Guru sukar menyimpulkan bahwa murid mengerti dan tertarik pada ceramahnya e. yang auditif lebih besar menerimanya c. 1982:76) 3. 1999:139). 1982:76) 2) Kelemahan metode ceramah a. Guru mudah menerangkan dengan baik (Roestiyah. Mudah mengorganisir kelas/tempat d. mengembangkan kemampuan untuk memisahkan argumen . self expression dan self selection´ g. Murid berkecenderungan menghafal (Roestiyah. Yang visual menjadi rugi. Bila terlalu lama akan membosankan d. Mudah menjadi verbalisme b. Memberi pengertian lain pada ucapan guru f. Melalui kegiatan diskusi siswa mengembangkan kemampuan untuk berbagi dan mengevaluasi informasi. 1999:141). Tidak kesempatan berkembangnya ³self acifity. masalah dan isi materi pelajaran. Dalam metode diskusi. ada yang berperan sebagai moderator dan partisipan yang saling berkomunikasi sehingga ada timbal balik dalam kelompok sehingga siswa bukan saja belajar dari guru tetapi juga dari siswa lainnya (Gall dan Gillet dalam Rasdi Ekosiswoyo. Mudah menyiapkannya f. siswa memperoleh pengetahuan dan menjadi partisipan yang lebih efektif di dalam kelompok sosial (Gall dan Gillet dalam Rasdi Ekosiswoyo. Metode diskusi Diskusi merupakan kegiatan yang melibatkan sekelompok siswa.c. Salah satu kekuatan metode diskusi adalah diskusi membantu guru mengamati penafsiran siswa secara individual terhadap isu.

Mereka akan melaksanakannya di dalam maupun di luar kelas dan di luar jam pelajaran. 1984:74). Metode tugas adalah mengajar yang ditandai dengan adanya kegiatan perencanaan antara guru dengan siswa tentang suatu masalah yang harus diselesaikan dalam jangka waktu yang telah disepakati bersama. Adapun tugas yang bisa diberikan oleh guru itu banyak macamnya antara lain PR untuk bidang studi suatu pelajaran.emosional dari penalaran dan merumuskan pandangan personal untuk saling memberi dan menerima (Rasdi Ekosiswoyo. dapat disimpulkan bahwa metode tugas mengandung komponen-komponen antara lain : 1) Adanya guru yang memberikan tugas 2) Adanya perencanaan terhadap tugas yang diberikan 3) Adanya kesepakatan waktu pengajaran tugas 4) Adanya murid yang mengerjakan tugas 5) Adanya evaluasi sebagai pengontrol tugas Ada berbagai tugas yang diberikan kepada siswa dalam proses belajar mengajar antara lain : . 1999:141). Dari kedua pengertian di atas. Tugas tersebut diberikan kepada individu maupun kelompok. Metode pemberian tugas Metode Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah (PR) Metode ini merupakan salah satu metode yang ingin menerapkan learning by doing dari John Dewey. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Oemar Hamalik bahwa kegiatan belajar dengan metode tugas adalah kegiatan belajar yang direncanakan guru yang berlainan dengan pengajaran di sekolah. tetapi dikerjakan di luar sekolah (Oemar Hamalik. 4.

1) Kelebihan metode tugas a) Pengetahuan yang mereka peroleh dari hasil belajar. hasil eksperimen atau penyelidikan yang banyak berhubungan dengan hidup mereka akan lebih lama dan diingat b) Mereka berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif. 1994:115) 2) Kelemahan metode tugas a) Seringkali anak didik melakukan penipuan diri di mana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain. ketenangan mental mereka dapat terpengaruh .1) Tugas membuat rangkuman dari sebuah topik atau bab dari sebuah buku 2) Tugas membuat makalah 3) Tugas menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal tertentu 4) Tugas mengadakan observasi atau wawancara 5) Tugas mengadakan latihan 6) Tugas mendemonstrasikan sesuatu 7) Tugas menyelesaikan proyek atau pekerjaan tertentu Bentuk-bentuk pelaksanaan tugas tersebut di atas bisa dilaksanakan secara bergantian. tergantung kepada tujuan yang akan dicapai. apalagi bila tugas-tugas itu sukar dilaksanakan. metode tugas juga memiliki kelebihan dan kelemahannya. bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Winarno Surakhmad. Dengan adanya kelebihan dan kelemahan ini seorang guru dapat memilih metode tugas yang cocok untuk situasi dan kondisi apa dan bagaimana. Namun demikian. tanpa mengalami peristiwa belajar b) Adakalanya tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa ada pengawasan c) Apabila tugas terlalu sering diberikan.

2001:136). 2. 3. 1994:115). Mempertimbangkan apakah pemilihan teknik pemberian tugas itu telah mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Guru sedapat mungkin menjelaskan lankah-langkah memecahkan masalah d. mungkin seorang anak didik akan mengalami kesulitan karena selalu sukar menyelesaikan tugas dengan adanya perbedaan individual (Winarno Surakhmad. Tempat dan lama penyelesaian tugas harus jelas dan disesuaikan dengan kemampuan siswa. b. Merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti (Roestiyah dan Yumiati Suharto. maka perlu memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Dalam melaksanakan metode tugas agar pelaksanaannya sesuai dengan tujuan. Merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan. Materi tugas yang diberikan harus jelas scope (cakupan) dan sequence (urutan) permasalahannya. Tahap pemberian tugas a. maka seyogyanya guru tidak tinggal diam tetapi melakukan hal-hal sebagai berikut: a. Memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas . Guru menjelaskan tujuan dari tugas yang diberikan kepada siswa c. dalam pemberian tugas ada beberapa tahapan pelaksanaan yaitu : 4.d) Kalau tugas diberikan secara umum. 5. Di samping itu. Tahap pelaksanaan tugas Pada tahap ini siswa harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Memberi dorongan agar siswa bergairah dan mengerjakan tugas yang diberikan 6. Untuk memotivasi siswa. siswa diharuskan mempertanggungjawabkan tugas yang diberikan. Pada akhirnya mengakibatkan siswa hanya menerima semua informasi dari guru saja. Keadaan ini menimbulkan suatu kondisi belajar mengajar yang pasif. Interaksi guru dengan siswa menjadi pasif.b. Mengajukan pertanyaan kepada siswa. tetapi juga harus adil kepada siswa yang mengerjakan dengan sungguh-sunguh. juga merupakan cara untuk mengaktifkan siswa dalam belajar mengajar. Menurut Pasaribu pertanyaan dapat mengakibatkan minat anak didik (1986:96). bahkan lebih parah lagi mereka sering tidak mengetahui materi apa yang akan dikerjakan guru pada proses belajar mengajar yang akan dihadapinya. guru harus memberikan penghargaan atau hadiah kepada siswa yang mengerjakan tugas dengan baik. Dalam hal ini guru berperan untuk mencari berbagai metode untuk mengaktifkan siswa dalam belajar mengajar. sedangkan guru melakukan penilaian terhadap hasil tugas siswa tersebut. Pemberian Tugas Siswa pada umumnya enggan untuk belajar lebih dahulu apabila mereka akan menerima materi pelajaran yang akan disampaikan gurunya di sekolah. Tahap hasil tugas dan penilaian Pada tahap ini. Salah satu cara mengaktifkan siswa dalam belajar mengajar dan mempersiapkan materi yang akan diberikan adalah dengan memberikan tugas yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan terhadap materi yang diajarkan. sehingga diharapkan siswa dapat membuka buku-buku sumber untuk mencari jawabannya. Dari pendapat . guru aktif memberikan materi sementara repson murid tidak ada.

1994:104). Tes uraian Tes uraian adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan. hal ini dikarenakan isi pertanyaan uraian bebas bersifat umum. 1990:37). menjelaskan. membandingkan. 1997:29). pengetahuan. 1990:35). Kelemahan tes model ini adalah sukar menilainya karena jawaban siswa bisa bervariasi. Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan. 1. dalam bentuk tulisan (tes tulisan) atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan) (1990:35). Sedangkan menurut Nana Sudjana tes sebagai alat penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan). inteligensi. . kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Suharsimi Arikunto. mendiskusikan. uraian terbatas dan uraian terstruktur. sulit menentukan kriteria dan sangat subyektif karena bergantung pada guru sebagai penilainya (Nana Sudjana. Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa terutama hasil belajar kognitif yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran (Nana Sudjana. memberikan alasan dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengan tuntutan pertanyaan dengan menggunakan katakata dan bahasa tersendiri (Nana Sudjana. bahwa pemberian tugas berupa pertanyaan akan memberikan banyak pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar. Bentuk tes uraian terdiri dari uraian bebas. Tes sebagai alat pengukur kemampuan pada garis besarnya terdiri dari dua tipe yaitu tes uraian dan tes obyektif (Ruseffendi.tersebut di atas. Dalam uraian bebas jawaban siswa tidak dibatasi bergantung pada pandangan siswa itu sendiri. 1990:35).

Secara umum kelebihan tes tipe uraian adalah timbulnya sifat kreatif pada diri siswa. Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah (problem solving) 5. jawaban siswa akan lebih terarah sesuai dengan yang diharapkan. analitis dan sistematis 4. Soal berstruktur merupakan serangkaian jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka dan bebas menjawabnya. Bentuk soal berstruktur dapat digunakan untuk mengukur aspek kognitif seperti ingatan. analisis. 1990:36) Di lain pihak tes tipe uraian juga memiliki kekurangan yaitu : . 1990:38). Dapat melatih kemampuan berpikir teratur atau penalaran yaitu berpikir logis. dan hanya siswa yang telah menguasai materi sesungguhnya yang bisa memberikan jawaban yang baik dan benar (Ruseffendi. Soal berstruktur dipandang sebagai bentuk antara soal-soal obyektif dan soal-soal uraian. 1990:104). Soal yang berstruktur berisi unsur pengantar soal. menjawabnya dan indikator-indikatornya. pemahaman. sudut pandang. Cara memberikan penilaian juga lebih jelas indikatornya (Nana Sudjana. Adanya keuntungan teknis seperti mudah membuat soalnya sehingga tanpa memakan waktu yang lama guru dapat secara langsung melihat proses berpikir siswa (Nana Sudjana. aplikasi. Dapat mengembangkan kemampuan berbahasa. Dapat mengukur proses mental yang tinggi atau aspek kognitif tingkat tinggi 2.Bentuk tes uraian terbatas pertanyaannya telah diarahkan kepada hal-hal tertentu atau ada pembatasan tertentu misalnya dari segi ruang lingkupnya. Selain itu kelebihan lain dari tes uraian antara lain : 1. Dengan adanya pembatasan. sintetis dan evaluasi. Sedangkan bentuk terakhir dari tes uraian adalah bentuk tes uraian dengan soal-soal berstruktur. baik lisan maupun tulisan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa 3. 1990:38). seperangkat data dan serangkaian sub soal (Nana Sudjana.

terutama dalam hal meningkatkan kemampuan menalar. 1990:36-37). merumuskan hipotesis. Pemeriksaan dapat diserahkan kepada orang lain . misalnya lebih representative atau mewakili isi dan luas bahan. 3. Tes ini biasanya kurang reliabel. menyusun dan mengekspresikan gagasannya serta menarik kesimpulan dari pemecahan masalah. Tes obyektif Soal-soal obyektif banyak digunakan dalam menilai hasil belajar. Hal ini disebabkan antara lain oleh luasnya bahan pelajaran yang dapat dicakup dalam tes dan mudahnya menilai jawaban yang diberikan (Nana Sudjana. Sampel tes sangat terbatas sebab dengan tes ini tidak mungkin dapat menguji semua bahan yang telah diberikan. Lebih mudah dan tepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi c. Siswa juga dibiasakan dengan kemampuan memecahkan masalah. 1990:44). membuat pertanyaan maupun dalam cara memeriksanya. Macam tes obyektif dikenal ada beberapa bentuk yaitu tes jawaban singkat. baik dalam menanyakan. lebih obyektif. pemeriksaannya memerlukan waktu lama sehingga tidak praktis bagi kelas yang jumlah siswa relatif besar (Nana Sudjana. 2. tidak seperti pada tes obyektif yang dapat menanyakan banyak hal melalui sejumlah pertanyaan. Sifatnya sangat subyektif. Kelebihan tes obyektif antara lain : a. 2. menjodohkan dan pilihan ganda. dapat dihindari campur tangan unsur-unsur subyektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa b. benar-salah. mengungkap aspek yang terbatas.1. Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif. Hal ini disebabkan karena melalui tes uraian siswa dapat mengungkapkan aspek kognitif secara lisan maupun tulisan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tes uraian dalam banyak hal mempunyai kelebihan daripada tes obyektif.

Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subyektif yang mempengaruhinya (Suharsimi Arikunto. tes obyektif memiliki kelemahan antara lain : a. Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja. sehingga sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi c.d. 1997:166) . Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit daripada tes uraian karena soalnya banyak dan harus diteliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain b. Banyak kesempatan untuk bermain untung-untungan d. 1997:166) Di samping itu. Kerja sama antara siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka (Suharsimi Arikunto.

Kelompok siswa yang mendapat pemberian tugas (dalam hal ini kelompok eksperimen) mempunyai tingkat kesiapan dan perhatian yang lebih baik dalam mengikuti kegiatan belajar dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima pemberian tugas (kelompok kontrol). Dengan demikian. Hal ini menjadikan siswa lebih mengerti kemampuan dan kelemahan dirinya. Pemberian tugas juga dapat menjadikan umpan balik bagi guru dan siswa itu sendiri terhadap pengajaran yang telah dilaksanakan. Peranan pemberian tugas dapat mengaktifkan dan memberikan pengaruh positif terhadap siswa dalam proses belajar mengajar. dapat dikatakan ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar dengan metode pemberian tugas dan tanpa pemberian. Selain itu.Pengaruh Pemberian Tugas Dari hasil penelitian di atas. pemberian tugas dapat meningkatkan kesiapan dan perhatian siswa dalam memahami materi pelajaran yang sedang atau akan dibahas. Penilaian yang sering diadakan walau sebentar dan pendek lebih baik daripada penilaian yang jarang diadakan walaupun memakan waktu yang lama. Dengan adanya pemberian tugas. PENDAHULUAN . guru tidak dapat berharap proses mengajarnya sangat efektif jika guru tidak mengetahhui apakah siswanya telah menangkap dan menyerap hal-hal yang penting dari bahan pelajaran yang disajikan. Sedangkan siswa yang tidak diberi tugas cenderung malas belajar atau membuka buku kembali. Perbedaan prestasi belajar tersebut disebabkan karena tugas yang diberikan dapat merangsang siswa untuk berpikir aktif dengan jalan lebih sering membuka buku dan belajar guna mencari pemecahan permasalahan dari tugas yang diberikan. siswa akan lebih terangsang untuk mencari pemecahan masalah dengan jalan membuka buku pelajaran atau sumber-sumber lain. Demikian juga sebaliknya. siswa akan bertambah wawasan dan pengetahuannya dari membuka buku dan sumber-sumber lain yang didapatnya di luar pelajaran yang diberikan guru.

Pekerjaan Rumah (PR) dapat diartikan sebagai salah satu bentuk metode mengajar yang berguna untuk mengatasi kelemahan metodemetode lain (seperti ceramah. Metode ini tampaknya sangat efektif guna mendorong para siswa belajar di luar jam sekolah.Latar Belakang Masalah Dalam pengertian yang sederhana. Senada dengan itu. mereka akan mendapat hukuman ataupun nilai yang rendah. diskusi. Rendahnya nilai para siswa (dalam matematika dan sains) terjadi bukan hanya karena kemampuan masing-masing. . sebab secara terpaksa ataupun tidak. Pemahaman anak terhadap berbagai pelajaran yang diajarkan sangatlah kurang dan tampaknya tidak mencerminkan semangat yang menggebu. yakni membebani anak dengan PR dan tugastugas lain yang sebetulnya tidak perlu (Kompas. Efektivitas metede ini pernah dibuktikan di Singapura pada tahun 1993 sehingga membuat negara tersebut menjadi nomor satu di dunia untuk bidang matematika dan IPA (Science). Di pihak lain para siswa dijejali banyak aturan dan materi sehingga pelajaran di sekolah bertambah. Belakangan ini terdapat banyak gunjingan bahwa mutu pendidikan anak di sekolah menurun. 12 Desember 1997). Hal ini diperparah dengan sikap orang tua yang terlalu antusias terhadap kapasitas dan daya serap anak. melainkan juga karena juga karena adanya tuntutan yang berlebihan dalam pengajarannya. Berbagai tuntutan sering tidak seseorang dengan perkembangan kemajuan dan kecerdasan mereka. mereka berkewajiban melaksanakannya. Jika tidak. Djauzak Ahmad mengatakan bahwa terjadinya stress pada anak SD karena guru terlalu ingin menonjolkan diri. baik perorangan maupun kelompok. sehingga memberi dorongan yang berlebihan. dan lain-lain) dalam hal pemahaman para siswa terhadap materi pelajaran.

mempertimbangkan perbedaan individual selalu membuat perencanaan mengajar. Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan). Faktor ketiga adalah dedikasi guru. mampu membangkitkan motivasi anak. Dedikasi adalah tujuan kegiatan yang dilakukan seorang guru dalam rangka memajukan pembelajaran semata-mata berupa pengabdian. Kemampuan menyampaikan bahan pelajaran merupakan syarat yang amat penting dalam proses belajar-mengajar yang baik. mengamati. mampu menciptakan suasana demokratik di dalam kelas. untuk mencapai tujuan tertentu. dan memecahkan masalah secara mandiri. kurikulum yang baik dan seimbang yang memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. namum harus mampu pula menyajikannya. memberikan sugesti yang kuat guna mendorong anak belajar menghadapi murid-muridnya dari masalah yang timbul selama mengajar. mampu menghubungkan pelajaran di sekolah dengan kehidupan nyata di masyarakat. Untuk mendapatkan proses yang efektif. . diperlukan cara mengajar yang efektif pula dengan syarat-syarat sebagai berikut : guru menggunakan banyak metode dalam mengajar (bervariasi). memberikan kebebasan kepada anak untuk menyelidiki. 1996. mampu mengintegrasikan berbagai bidang pelajaran. baik di dalam kelas maupun di luar kelas. serta memberikan pengajaran remedial guna mengatasi kesulitan anak dalam belajar. tidak saja dituntut kemampuan dalam hal menguasai materi yang akan diajarkan. belajar. (Rustandy. memberikan rangsangan kepada anak untuk belajar. Diakui bahwa mengajar adalah membimbing anak agar menjalani proses belajar. tidak bersifat komersial atau imbal jasa.ISI DAN PEMBAHASAN Mengajar yang Efektif Dalam mengajarkan.

bahkan pertemuan. Guru hendaknya memberikan penjelasan yang cukup tentang materi tersebut sehingga tidak timbul kesalahfahaman dalam pelaksanaannya. bimbingan dan penyuluhan (BP/BK). pendekatan penguasaan kurikulum dan materi pelajaran dan pendayagunaan laboratorium/alat praktek. 1994. Guru hendaknya membimbing pekerjaan tersebut.kini program semester dan silabus. Di samping itu. serta sikap. di antaranya adalah: Pengembangan Kemampuan Profesional Guru yang meliputi metode. pembuatan alat bantu/media pengajaran. Faktor keempat adalah kebijakan di bidang pendidikan. Pemeriksaan terhadap PR tadi bisa . Depdiknas menetapkan strategi pengembangan komponen-komponen yang terkait secara terpadu dengan memprioritaskan enam komponen. baik sewaktu mengajar atau pun sebelumnya. bahkan di upayakan ada bahan yang bersifat mengulang pelajaran yang telah lalu. keterampilan. tugas guru pendidikan jasmani dan kesehatan. Tugas yang diberikan hendaknya dipersiapkan dengan baik oleh guru sehingga dapat melahirkan penguasaan atas pengetahuan dan keterampilan tertentu. tugas guru sebagai wali kelas/guru kelas dan piket. pembinaan kesenian serta pengelolaan mulok (Depdikbud. pembuatan program semester dan persiapan mengajar . kegiatan belajar mengajar. Guru membuat soal.Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan). Jumlah soal/skop materi yang diberikan mesti mencakup seluruh bahan yang diajarkan pada bahasan waktu itu. terutama bila para siswa mengalami kesulitan serta memberikan petunjuk penyelesaiannya.Dedikasi ini akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran yang efektif dan efisien. Ia berusaha mengarahkan anak didik untuk meraih pengetahuan. pokok bahasan atau sub pokok bahasan. Cara Melaksanakan Metode Pemberian Tugas (PR) PR ini diberikan kepada para siswa pada akhir pelajaran.

Ketika para siswa tidak mengerjakan tugas. diharapkan kesan pada diri anak akan lebih mendalam dan mudah diingat (adanya penambahan frekuensi belajar). Siswa didorong untuk mencari sendiri bahan/sumber pengetahuan yang berkaitan dengan apa yang mereka pelajari. Manfaat Pemberian Tugas (PR) Metode ini akan mendapat manfaat apabila dilakukan dengan baik seperti contoh berikut. Kelemahan Pemberian Tugas PR Kelemahan yang dapat diamati dari pemberian tugas PR dapat di gambarkan sebagai berikut. bisa diberikan hukuman yang bersifat edukatif demi mendorong motivasi mereka (Pakhrudin. dan pemberian tugas (PR).Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan). Sikap dan pengalaman atas suatu masalah dan murid akan dapat dibina lebih kuat (bimbingan dari guru) dengan adanya penambahan belajar kelompok (bersama teman). Dalam Bukunya Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan). melainkan meniru/menyontek atau pun ikut-ikutan dengan alasan kerjasama. 1985. Mereka akan mengerjakan PR karena adanya rasa takut/malu mendapatkan hukuman atau dengan kesadarannya sendiri (Pakhrudin. (1) Seringkali siswa tidak mengerjakan PR dengan kemampuan sendiri. 1985. Tugas tersebut merupakan pengulangan dan pemantapan pengertian murid pada pelajaran yang diberikan. Dengan dasar learning by doing. (3) Bila pekerjaan . atau tugasnya belum selesai. Dengan demikian keterbatasan waktu di kelas untuk memecahkan suatu masalah atau pemahaman suatu materi akan terpecahkan (adanya penambahan waktu belajar siswa). adanya kesempatan untuk bertanya setelah menghadapi soal/perintah yang tak terpecahkan. (2) Guru kurang konsekuen memeriksa dan menghargai pekerjaan murid.dilakukan beberapa menit sebelum pelajaran dimulai pada jam bahasan berikutnya atau guru menyediakan waktu ekstra untuk itu.

(2) Usahakan tugas yang diberikan disadari benar manfaatnya oleh siswa guna menimbulkan minat yang lebih besar. dan (5) Guru tidak sungkan memberikan hadiah kepada mereka yang berhasil serta hukuman kepada mereka yang tidak mengerjakannya dengan konsekuen . Upaya Mengefektifkan Pemberian Tugas PR Upaya yang dapat dilakukan untuk mengefektifkan pemberian tugas PR dapat diuraikan sebagai berikut: (1) Tugas yang diberikan mempunyai pertalian erat dengan bahan yang telah dijelaskan di kelas. hal ini akan menimbulkan kekurangtenangan mental siswa. dan kemampuan siswa sendiri. (3) Waktu yang diberikan untuk melaksanakan tugas tidak terlalu lama atau pendek agar tidak menimbulkan kejemuan ataupun kecemasan. (5) Para siswa mengerjakan PR tidak mengikuti cara yang telah diajarkan oleh guru/buku. dan (6) Para siswa lambat memahami keterangan dari guru. (4) Upayakan agar siswa tahu tentang alat dan cara menilai hasil pekerjaan tersebut sehingga akan mengurangi banyaknya kesalahan dan rendahnya nilai. minat.tenlalu sulit. (4) Sukar untuk memberikan tugas secara individual sesuai dengan bakat. takut. khawatir dan sebagainya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful