P. 1
24528568-Midnight-Sun-Indonesia-1-12

24528568-Midnight-Sun-Indonesia-1-12

|Views: 59|Likes:
Published by lovepianosheet

More info:

Published by: lovepianosheet on Mar 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2011

pdf

text

original

Sections

  • 1.Pandangan Pertama
  • 2. Buku Terbuka
  • 3. Fenomena
  • 4. Penglihatan
  • 5. Undangan
  • 6. Golongan Darah
  • 7. Melody
  • 8. Hantu
  • 9. Port Angeles
  • 10. Teori
  • 11. Interogasi
  • 12. Kesulitan

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama.. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau.atau Mike. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. dan sekedar jadi kenangan buruk. bersikap sebaliknya pada si murid baru. Sedikit mengecewakan.stepheniemeyer. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen.” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. berkulit putih-kapur. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. Semua orang ikut memperhatikanku. Namun rupanya. Aku tidak mendengar apa-apa. Bella. Kuharap kisahnya menarik. sebetulnya.. Untuk melindungi kami. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran. Mike Newton yang populer. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. Aku mendongak memastikan. Dia tertawa geli. tentang cerita-cerita Jessica. yang jelas-jelas cuek. Seperti tidak ada orang. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya. Jika seseorang curiga. Murid baru itu pasti menanyakan kami.. Kami langsung menghilang. Jarang ada yang menebak dengan tepat. sebelum membuatku gila. Dia masih duduk 6 .. pikirnya. “Kurang imajinatif.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Pujaan barunya. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. sedikit heran. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. Ini membuat Jessica gusar. Tidak ada bagian horornya..Diterjemahkan dari: www. Jessica masih berbincang dengannya..com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya. Kembali. Sangat ganjil. Cuma skandal-skandal kuno. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. Biasanya tebakan mereka salah.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan.

Kemudian. sindiran terus bermuntahan dari pikirannya.mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut. memamerkan teman barunya. . sementara Jessica meneruskan gosipnya. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai.mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu. ... . Tapi aku ingin ngobrol dengannya.. Untung Jasper tidak melihat.. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja.. Menggelikan.. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk... dan sesuatu yang lain.Mike Newton sedang berpikir. Perasaannya tampak jelas di mimiknya. Coba lihat bagaimana dia menatapnya.takjub? Itu bukan yang pertama. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana. bahkan Edward Cullen.benar-benar memuakan.sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia. . mangsa alami kami. begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku.com disitu. malu kedapatan mencuri pandang. sesuatu yang wajar... meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh.kira-kira apa musik kesukaannya..Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Dan Jessica. Khawatir.banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru.. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun. penasaran.... Sejenak aku merasa tidak nyaman. Eric Yorkie berpikir tak senang.. June Richardson berharap. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku.. Tidak ada sama sekali. 7 . mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan. . sedang melirik kesini. dan tes bahasa Inggris. Renung Asley Downing... menatapnya. Memikirkan tentang kami. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu.... juga masih sekitaran perempuan itu. itu juga wajar. karena terlihat begitu dalam. setelah mendengar dongeng Jessica. Tetap saja. Kami terlihat indah bagi mereka.. aku mencoba lebih keras..

. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu. tapi jangan buang-buang waktu. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica. Aku dapat mendengar semuanya. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya.Diterjemahkan dari: www. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Sungguh perasaan yang aneh.. aku kecewa.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan. mengerling dari sudut matanya. Dan. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. Oh. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya. Dibalik kegetiran itu. Dia tampan.stepheniemeyer. Angela Weber. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 . Tidak ada untungnya mengundang godaan. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. Biasanya. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. Dia tidak berkencan.” Dia mendengus. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. Suaranya benar-benar baru. selamat.. tentu saja. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria.. “Itu Edward. Pikirannya paling ramah. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. sesuatu yang tidak kupahami. Aku yakin itu. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku. tentu saja.. gadis pendiam. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. tapi sama hausnya dengan Jasper.. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah.com Kuharap ibuku. dibawah membrannya yang pucat dan jernih. muncul dorongan aneh. yang hilang entah dimana. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku.

Aku berpaling lega.. berbincang dengan orang asing. Emmet. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. seakan menunggu datangnya penolakan.” Rosalie berbisik. yang kecerdasannya rata-rata. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. aku sudah menguasai semua isinya. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. Lagi.. Cuma membayangkan. Aku tidak mendengar apa-apa. Bella kelihatannya sepemalu diriku. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria. Banner. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Peranku lebih muda. memecah perhatianku. Tak ada keraguan. Aku angkat bahu.. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. bersiap untuk bosan.. Aku menuju kelas biologi. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir.stepheniemeyer. Begitu juga denganku. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. Rosalie. jadi pusat perhatian. Yes! Pikir Mike Newton. Aku satu-satunya yang duduk sendirian. mereka pergi ke kelas mereka.com disana. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. Curiga. dan Jasper berakting sebagai senior. Tidak mungkin bagi Mr. Tidak sepadan dengan usahanya. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet.tapi mungkin akan kedengaran bodoh. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. Cuma melihat. “Jadi. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. aku berharap bisa tidur. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. 9 . Kenapa? “Ayo pergi. namanya memicu perhatian. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi. Pasti hari ini berat buat dia. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu. Di kelas.

Perutku melilit oleh lapar akibat haus.stepheniemeyer.. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku. Tidak ada artinya. matanya melirikku. Ketika mengkaji ekspresiku.. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini. Setelah kakinya menjejak. Mulutku hambar dan kering.. paling tidak. aku telah memburunya sejak lama. Aku adalah pemangsa. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. Dalam sekejap.. menyingkirkan buku-bukuku. Kubersihkan bagian mejanya. Mungkin. Aku ragu ia akan nyaman. Dia mendekat.com Masih saja. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga. Misteri pikirannya telah lenyap. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. aku tidak lagi mendekai seperti manusia.. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. Satu detik belum lagi lewat.juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. Aku adalah vampir. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. melintasi gangku menuju meja guru. Tidak ada yang lebih penting selain itu. dengan duduk disampingnya. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku. Dia tidak membuatnya lebih mudah. gerakan yang maksudnya diam-diam. aku bisa memecahkan rahasianya. Dia buruanku. Gadis malang.. tidak ada apa-apa. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku. Pandangannya bertemu. Jika aku pernah tahu. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. darah mengalir ke 10 . Akan kususuri bumi mencarinya.Diterjemahkan dari: www.. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. dari tempat Bella Swan. Otot-ototku menegang siap terlontar.. Bisa kubayangkan sedapnya.

Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. tak karuan. Gadis itu akan duduk di sampingku. Hilangkan bukti. Pikiranku pun mengamuk. dan hampir membuatku bertindak. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. hampir menubruk kursi depanku. sebagian lagi menyusun rencana. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. Bahkan lebih untuk ukuran manusia. Kayunya tidak cukup keras. aku tidak sekeji ini. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun.com pipinya. Penonton tak bersalah di kelas ini. Mungkin sedikit lebih lama. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. delapan belas murid dan seorang guru. Sosok monster itu membuatku muak. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. seakan tahu saatnya untuk lari. menahanku tetap duduk. memberontak.. wajah yang langsung kukenali. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. akan menyaksikannya. Dan aku harus membunuhnya. Kusingkirkan dengan kaki. Rapuh. Mencabik pikiranku. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. Jika kubunuh gadis itu duluan. Itu aturan dasar. Langkahnya lebih cepat. Kubuang jauh pikiran itu. Hilangkan bukti.Diterjemahkan dari: www. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku.stepheniemeyer. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai.. mengubah warnanya sangat menggiurkan. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. lemah. Tidak selama delapan puluh tahun. 11 . Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. Aku tahu akan tiba waktunya. Korban yang tidak terelakan. Sebagian diriku gemetar. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Aromanya sesuatu yang baru di otakku.

. Aku telah merasakan darah manusia.stepheniemeyer. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. Tidak ada masalah dengan jendela. tapi hanya secara harafiah. tidak lebih 12 . Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. Aromanya menghantamku. di deretan terbelakang. Tidak akan terlalu ribut.. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. apa yang akan menimpanya. Kuhabisi dulu sisi kanan. membakar keluar dari jantungku. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati. tapi terlalu berisik. Dalam satu detik yang singkat. Aku memetakan di kepalaku. Cukup lama untuk ngeri. Seseorang menutup bukunya dengan keras. Udara bersih terhembus ke mukaku. Kutarik napas panjang.. Aku di tengah ruangan. Dalam beberapa detik. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. aku melihat dua wajah bersebelahan.com darahnya yang menggiurkan. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan. Akan ada banyak jeritan. Seseorang akan mendengar. Cukup lama. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. sekilas. para monster yang tidak terlalu berbahaya. pikiranku kembali jernih. Semua korbanku. tidak menyadari yang terjadi. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. Bukan tidak mungkin. Dalam detik yang berharga itu. Dan darahnya akan mendingin. dia akan duduk dekatku. Dia baru saja membelok. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. begitu taksiranku. jika syok tidak membuatnya membeku. Itu memang berlagak seperti Tuhan. Cuma itu pembelaan lemahku. Satu adalah diriku.Diterjemahkan dari: www. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. Membenarkan pembunuhan itu. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. Itu akan makan waktu. Mereka beruntung. Maka saksinya lebih dulu. untuk membuatnya menjerit. paling tidak. Monster di kepalaku tersenyum..

Dan ia akan tetap menyayangiku. Siapa mahluk ini? Kenapa aku.stepheniemeyer. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. bahkan setelah kutunjukan dia salah. Bagai terang dan langit gelap. Karena dia menyayangiku. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. sampai tingkat tertentu. Tiba-tiba kebencian meliputiku. Dalam pikiranku.com manusia daripada ku. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . wajahku telah mencerminkan dirinya.Diterjemahkan dari: www. Kesabarannya terlihat pada alisku. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Dalam sekejap. ayahku dalam segalanya. Wajah yang lain adalah Calisle. guruku. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. Penampakanku tidak berubah. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Mataku akan semerah iblis. Carlisle bukan ayah biologisku. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. Tetap saja. Tak ada alasan untuk mirip. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. walau tanpa kemiripan dasar. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. Akan kubuktikan ayahku salah. Bella Swan duduk di sebelahku.

Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Aku masih memiliki ingatan aromanya. Jika ada cara melawannya. Ini tidak nyaman. Tidak. tapi itu berlawanan dengan instingku. Aku tidak boleh memikirkan itu. Jika aku bisa mehannya selama satu jam. Dan dia tidak bisa memaksaku. rasanya di belakang lidahku. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. menggiurkan.stepheniemeyer.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. tidak bernapas. Tapi. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. Sebentar lagi semua akan hilang. namun dapat diatasi. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. Bau adalah masalahnya. tapi masih jauh dari aman. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. bau mengundang darahnya. Tidak nyaman. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. sedikit lega. Jadi penuntun ketika berburu.. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. hangatnya. Tapi mungkin bisa untuk satu jam.Diterjemahkan dari: www. tak ada lagi angin yang membantu. Korban yang tidak seharusnya jadi korban.. aku tidak harus bernapas. dan kemudian merasakan basahnya. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. Aku tidak bisa melihat wajahnya. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. tembus pandang. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. Satu jam.

Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. terkecuali. Dan saat ia sendirian. yang sangat mustahil.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Ya. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini. sebesar seluruh tekadku. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. Membencinya.. Itu sesuatu yang sopan... Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku. seperti yang lainnya. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. Dia akan pulang ke rumah kosong. Cukup mudah menyesatkannya. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia.. ia akan meninggalkan ruangan. Benci dan marah.. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil. Itu cara yang lebih bertanggung jawab. tidak akan ada yang mendengar. seperti biasa. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. sebelum aromanya merusak segalanya. aku bisa tahan dua jam... Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau.. Meskipun takut. monster di kepalaku setuju. Tanpa tetangga. Rumahnya di pinggir hutan. seperti kutau setiap rumah disini. Mike Newton. ia akan mengikuti. 15 . namaku Edward Cullen.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. Jika menahan napas. Hai. dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. Membencinya dengan segenap rasa. Jika mampu satu jam. tidak ada orang lain yang terluka. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. kecintaanku pada keluaragaku. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri. Bahkan jika sempat berteriak. anganku untuk menjadi lebih baik. kemarahanku tadi masih kurang. Aku tahu rumahnya. Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. Gusar. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. Sherif Swan bekerja seharian. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. tapi itu membantu. Meskipun aku membenci dirinya. aku tahu itu tidak beralasan.

walau hanya menunda. Semua bisa berjalan seperti keinginanku. Selalu ada pilihan. Dia. basah. melawan apa yang kutentang. Tidak perlu membunuhnya. Betapa sia-sia. Kini aku kembali waras. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. tidak lebih. Kami berdua sama-sama selamat. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. sangat hati-hati. Tapi bel berbunyi. Aku. Di penghujung. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. Darah memerah di pipinya. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. yang mengalir bersama rintik hujan. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Tapi ini pengecualian. Itu terlalu berlebihan. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. aku mahluk rasional. Aku bersembunyi dalam mobil. dan dingin. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain..Diterjemahkan dari: www. Mungkin. Terlalu pengecut. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. Tapi tidak ada yang memperhatikan. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia. hidupku tidak perlu berubah. jika menjauh dengan sangat. Jelas. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 . dari kematian. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. Aku tidak perlu ke rumahnya. dan punya pilihan.stepheniemeyer. Aku bisa berpikir. sama saja kalah.tapi sekarang sudah jauh darinya. Tapi efeknya cuma sedikit. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. Jika menyerah pada sang monster. Maka aku membuat strategi. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas..com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. Selamat karena bel—Klise. Dapat bertarung lagi. dan aku sudah akan bergerak. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi.

khawatir. Aku adalah ancamannya paling berbahaya. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. Jika bisa menghindar dari Bella Swan.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. dan lembut. Jika aku menjauh dari baunya. itu akan melukai ibu angkatku. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper.. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper.Diterjemahkan dari: www. 17 . Tebakanku betul. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper. Aku mencari posisinya. Lagi. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba.. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. halus. Ya. Pilih yang benar. Aku beraharap bisa minta saranya. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. bisa saja ia lewat dan merusak niatku.terluka..stepheniemeyer. tapi di sisi lain. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. Tidak perlu membuat ibuku tertekan. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu. Kuputuskan menjalankan rencana itu.. Jam terakhir sekolah hampir selesai. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana. Aku tidak ingin yang lain tahu. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti. Dan Esme begitu penuh cinta. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal.

Aku lebih tua dari kakeknya. Dia tidak menyadari kedatanganku... aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah. Tapi berdasar tanggal di SIM. Konyol. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal.. Dia merapihkan t-shirtnya.” “Pada waktu di Alaska. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr. agak gugup. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar.” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. “Tentu. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya.. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek. Banyak guru yang mengeluh. dia merapalnya berulang-ulang. “Sayangnya.com Di dalam cuma ada seorang pegawai. yang memang ingin kutemui. Sesuatu yang tidak mereka pahami.Diterjemahkan dari: www. terlalu muda. Detak jantungnya makin cepat. Pikirannya sudah tidak karu-karuan. tidak pernah ragu di kelas. Mudah. Selalu saja lengah.. saya sudah pernah mempelajarai materinya. Edward. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda. Banner?” “Bukan itu. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas. Ini akan mudah. semua kelas sudah penuh. Dia cukup muda untuk jadi anakku. Edward. Aku bersandar kedepan.stepheniemeyer. “Halo. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. Salah. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar. pikirnya pada dirinya. Nilainya sempurna. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu.. Risih..” dia kaget. ya. Edward. “Oh. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. Mr.” 18 . tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami. dia betul. “Mrs... tentu saja.. Mereka lebih pantas kuliah.

” “Saya akan mengejarnya tahun depan. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat. Aku menoleh. dan kubuka mataku lebih lebar. Banner.” Pintu membuka di belakang.. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku. Jantungnya berdetak lebih kencang. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam. jadi kuacuhkan. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu. sebagaimana mestinya.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan. meskipun tidak perlu.” Aku tersenyum.. Secarik kertas ditangannya. Edward. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk. Terlalu muda. Mrs. Aku menoleh pelan. Itu gila. Kelegamannya membuat orang takut.Diterjemahkan dari: www. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya. Tapi tidak ada cukup kursi. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut.. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga. semuanya lenyap. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku.. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini.stepheniemeyer. tujuanku kesini.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. Keluarga Cullen tidak akan begitu. “Saya tahu itu. Kerongokonganku membara.. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak. Banner. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr. “Please.. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini.com Tentu saja tidak. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus. dia mengingatkan dirinya dengan galau. lalu keluar lagi. Monster 19 .

Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil.. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. Sang monster menuggu gelisah. topeng iblis. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir. berjalan terlalu cepat. kemudian mengabaikannya. Aku cuma menggeleng.com itu kembali menatapku dari matanya. Aku mendengar suara D. suaranya waspada. “Edward?” Alice bertanya. sementara. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Dua nyawa. Tanganku bersiap di meja. “Kalau begitu lupakan saja. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. Bukannya menjawab. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya.. tapi ketakutannya tidak terucap. dengan cepat. Bagiku dia setan yang menghantuiku. lapar. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran. terima kasih banyak atas bantuannya... melihat.Diterjemahkan dari: www. Cukup adil. Kuhentikan napasku. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri.. membayangkan yang aneh-aneh. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku.stepheniemeyer. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku. Pikirannya teralihkan. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. Kebanyakan sudah pada pulang. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada.J. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs. semua sudah disitu. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang.” Aku cepat-cepat keluar. Dia mundur. mulai lagi. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. Garret. Aku berusaha mengatur napas.. Ketika menyelinap kedalam mobil. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. Aku tahu ini tidak mungkin. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam. tidak terlalu banyak saksi.. Aku berbalik ke Mrs.. 20 . tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik. daripada duapuluh. aku berkata sehalus mungkin. Mom selalu bilang. aku buru-buru memundurkan mobil. Di jalan. Cope.

pepohonan berselimut salju di sisinya. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. matanya melebar. “Stop!” aku mengerang. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih. “Aku akan merindukanmu. Rosalie. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. berlalu cepat dua ratus mil perjam.” ujar Alice. “Oh!” Alice kaget lagi.” Aku mengangguk. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. Dia tidak dapat melihat yang lalu. Jalanan kosong malam-malam. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. “Oh!” Bella Swan.. gambarannya jadi lebih detail.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin. Alice menyentuh pundakku. Dia melihatnya kalau begitu. dan Jasper menatap Alice. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal. Emmet..stepheniemeyer. Penglihatannya berubah lagi.com Tanpa menoleh. hanya masa depan.. Dan samasama terkejut. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam. merah terang oleh darah segar. Pencarian oleh penduduk. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri.. dan mobilnya mendecit berhenti. Dia cuma angkat bahu. begitu aku mengambil keputusan. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah.. Dia mengeceknya sekarang. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. Yang lain menatapku. “Turunkan kami disini.” ucapnya pelan. aku tahu Emmet. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan. tidak tahan lagi. “Sori..Diterjemahkan dari: www. Mataku.” 21 .merasakan aromanya menuntunku. Rosalie.” pinta Alice. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan. Sang monster kegirangan.” bisiknya. dan Jasper turun tanpa komentar. Itu akan membunuhnya juga. “Kau akan mengambil jalan yang benar. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. mati.

Kemudian ia turun. menghilang sebelum aku memutar mobil. Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal.com “Iya. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. 22 . aku tidak yakin dengan tujuanku. Alisnya bertaut gelisah. Aku melaju cepat ke arah kota. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang.” kataku.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. setuju hanya pada bagian terakhir. Mereka masuk ke hutan.

hampir pink seperti strawberi. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa. yang setengah terpendam dibawah salju. Langit diatasku cerah. bertabur bintang. Dia membungkuk ke ujung batu. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. badannya bergelung. wajah manusia biasa yang tidak istimewa.Diterjemahkan dari: www. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Sangat cantik. Seharusnya. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. Enam hari sudah lewat. Ketika menatap ke langit. jika aku benar-benar dapat melihatnya. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. ujung jari menyentuh permukaannya. Dia muncul enam puluh yard didepanku. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. 23 . Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. Sangat cantik. tapi aku tidak bisa mengusirnya. sebagian bependar biru. Ini tidak jadi lebih baik. Penghalangnya adalah sesosok wajah.com 2. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali.stepheniemeyer. Aku mendesah. Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu. membuat cekungan disekitar tubuhku. sebagian kuning.

sepenuhnya. sedih. Aku membuatmu tidak nyaman. Aku mendesah lagi.. Salju langsung berhamburan seperti badai. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian.” aku berbohong.” Mulutnya bergerak turun. Dia melentingkan dirinya keatas. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku. Aku tersenyum. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali.” Dia meringis.stepheniemeyer. Dia membatin.membantu. memutuskan itu.. sesalnya. kok. “Aku belum. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 . iya kan? pikirnya. Pikirannya kini muram. Maafkan aku. Itu lucu.Diterjemahkan dari: www. Tidak usah bersikap sopan. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak. Sepertinya tidak akan.” Sebelah alisnya terangkat. “Tidak. “Sory. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. Aku masih melihat wajah yang sama.. “Tidak. “Sebaliknya.” aku meyakinkan dia. “Cuma bercanda.” “Aku tahu. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang.com Cannonball. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju.. iya kan?” “Tentu saja bukan.” Tapi kau tidak akan tinggal disini.” Kau akan pulang.. tapi tidak bangkit. Pikir mereka aku mengganggumu.. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar.” “Sama sekali tidak. “Itu salahku.” dia berbisik.

” Tanya berkata pelan. “Saat kau datang kesini. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat. Dan selalu berhasrat tinggi. “Kau mengira aku berubah pikiran. pastinya. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang. diikuti desahan. Tanya.” Tanya.” Aku setuju. Dia menyeringai. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir..” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin.” Tidak seperti Carlisle. Perasaannya kecewa.com tertawa... Satu tawa singkat. 25 . dalam beberapa hal. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. “Itu pasti. Bahkan lebih baik. lalu menumpangkan dagunya ke tangan. Irina. “Yang asli.. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini. bibir bawahnya terangkat cemberut. daripada Carlisle.” godaku. dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka. “Aku tidak biasa ditolak. kau menyadari itu. “Aku tidak ingin membicarakan itu. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. “Oke. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu.” dia memberengut.Diterjemahkan dari: www. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya. “Aku kira. Tentu saja.hidup. bersikap menghindar. Tanya.” “Iya.” Aku akui. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka.stepheniemeyer. Pada akhirnya.” dia menggerutu.. “Aku menyesal membuatmu berharap.” Dia ikut mendesah. kan. mereka tidak pernah membuat kesalahan.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya. “Sedikit.. Hanya saja aku pergi dengan. “Dasar Succubus. Sekarang para pria yang mereka cintai. buru-buru.. menampakan giginya.” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya..

tapi tidak menampik.. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang. “Sedikitpun tidak mendekati. Kau pasti akan menghadapinya. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku.. Aku bergeming.com “Masalah perempuan?” dia menebak. Kau selalu begitu.” katanya. dan sia-sia mengagumi bintang. kemampuanku menghadapi kesulitan. “Sudah lah.” Desisku.stepheniemeyer.” Dia diam lagi.” 26 .” “Maaf.” Pikirannya menggerutu. Pikirannya beralih ke dugaan lain. Dia tersenyum kering.. Mulutnya memberengut. masih menebak-nebak. “Tak perduli apapun itu. Akhirnya ia menyerah. Aku tertawa hambar. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. Edward. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. Kau tahu kau terlalu baik untukku. “Terima kasih. “Menurutku kau akan kembali.. belum menemukan yang kucari.atau siapapun. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari. Sebagian besar. Aku butuh mendengar itu. kukira.” aku memberitahu. Bagian yang selalu menghadapi apapun.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat. Tanya.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya.. Kuharap kau bisa lebih masuk akal. Pikirannya mendesak ke hal lain. Kau akan kemana. “Tidak seperti yang kau maksud. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku.. Tanya.yang menghantuimu. “Satu saja petunjuk?” pohonnya.” Dia terdiam. Aku hanya. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. Tanya. tidak perduli kemanapun. Tidak ada yang ingin aku kunjungi. Kuacuhkan dia. Edward. mengacuhkan keenggananku. “Sama-sama. dia coba mengurai maksud jawabanku. Karena. Aku benci itu. Kucium pipinya. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin.

dan segera memberitahu yang lain.” pada saat mengucapkannya.. Rosalie dan Emmet mempin di depan.Sampai ketemu lagi. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama.. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya. tetap menghalangi bintang. Tanya.stepheniemeyer.” Alice menarik napas. aku tidak dapat mendengar pikirannya. ia tidak meninggalkan jejak di salju. tapi lebih pada kesal. Aku bisa melihat diriku pergi. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas.Diterjemahkan dari: www. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. “Semua akan baik-baik saja. Mulutku merengut menyesal. Edward. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. Diantara diriku dan kerlip di langit. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi. tangan Jasper memegang sikunya. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. tanpa meninggalkan jejak. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. meskipun perasaannya tidak dalam. kemudian berdiri. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh.. aku bisa melihatnya. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi.. Aku tidak suka menyakiti Tanya. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. Dengan helaan berat aku menyerah. Dia tidak menoleh ke belakang. tidak terlalu murni. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira. coba melihat melampaui wajah di benakku. Tatapannya kosong. kemudian lari pergi. Jika berlari. Bahkan dalam bayanganku. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang. Tentu saja. Rose terlihat khawatir juga.” Dia bangkit berdiri dengan anggun. 27 . “terima kasih lagi.com “Kalau begitu.” “Sampai ketemu lagi.

terkejut. Kelakukan mereka menggelikan. aku akan tinggal di rumah. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati.” aku menggerutu. “Sepertinya kau betul. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 . Terutama pikiran. Dia bertemu pandang denganku. Mengganggu. Alice. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang.” aku memberengut. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. aku malah terkesima. Seharian aku menunggu. tak ingin kupakai. ketika bosan dengan keacuhanku. “Dia belum datang. setiap pikiran. Kau membuatku kesal. Penciuman. tentu saja. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. koma. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu.. “Hmm. Bukannya bosan. kupantau setiap suara..” “Tentu saja iya. Jika tidak yakin bisa mengatasi. Inderaku waspada penuh. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan. setiap penglihatan. bukan? Aku mendesis padanya. dan menyeringai. bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju.” gumamnya. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan. Tapi tidak ada apa-apa. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur. Matanya kembali fokus. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal.Diterjemahkan dari: www. tapi dari arahnya nanti. Aku tidak bernapas. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju. Hanya satu indra yang kumatikan. Aku baik-baik saja. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang. Coba melihat gosip barunya.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. Hentikan.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk.com “Tentu saja iya.stepheniemeyer.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa.

. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain.?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu. 29 .. Bella pasti sangat pemalu. Matanya mengincar Jasper. Dia pasti menebak. “Ada yang baru?” tanya Jasper. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. Kemudian. setelah melihat ekspresiku. “Coba bersikap seperti manusia. ya?” tanya Emmet. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi. seperti sekawanan domba. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. Tentu saja tidak meleleh. Barangkali pada ayahnya. Manusia cenderung ingin bersikap normal.” Alice berbisik. “Tidak ada. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira. Temboknya rengkah. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. membandingkan pengalaman. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian. jika sampai tidak cerita ke siapapun. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya.. “Kita sudah membahas itu.meskipun tampaknya tidak begitu.Diterjemahkan dari: www. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice.. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini.. Tetap saja. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya. tentu saja.” Aku mendelik. “Sudah tahu kenapa.pasti tidak cerita apa-apa.” Semua menaikan alis kaget.” Emmet terkekeh.. Sudah pasti aku membuatnya takut. mungkin itu orang terdekatnya. Membaur dengan lingkungannya. dia menepis santai dengan kibasan jari. Dia.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. Dia mengangkat tinju kanannya. Badanku kaku. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya. di meja kami biasanya. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es.” “Dia akan masuk. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia. Aku tidak tahu. Aku melihatnya bereaksi. diterima. tapi aku tahu kemana pikirannya.stepheniemeyer. Ke Alice. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. bahwa dia penyebabnya.” “Manusia.

rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu.stepheniemeyer.” Bella menjawab dengan suara lirih. berangsur darah menghilang dari wajahnya.” Aku pura-pura memperhatikan.” Rosalie menegur mesra. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah. ke Emmet. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. Mike Newton bersama dua gadis itu. Mereka tidak mencari terlalu jauh. yang sepertinya sedang melamun. “Tidak apa-apa. Emmet. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. Kau terlihat sakit. aku merasa sedikit tidak enak badan. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. Kulihat. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. lewat pikiran Jessica. berdiri kaku di antrian. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. pikiran dan verbal.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. Dia sedang memandangi lantai. Aku menarik napas pendek.” suaranya memelan. sangat jernih. “Hari ini aku minum soda saja. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria.Diterjemahkan dari: www. Aku cepat-cepat membuang muka. tapi masih sangat jelas. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. saling lirik mencari biang onarnya. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. Kenapa itu menggangguku. bro. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. Tidak ada yang menoleh kesini. sayang. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. Bukankah 30 . “Sangat manusia. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai. Aku mendegar dua suaranya.

“Tenang. dan kami semua kembali menikmati canda ini. aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya. dan menyeringai waspada. memperhatikan ketiganya memilih meja. Aku pindah ke Jessica. Edward.. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. menarik perhatianku. “Kau yang mulai duluan. Alice terus tertawa. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan.com minggu lalu. “Aduh!” keluh Rose... Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. Alice tertawa. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. Emmet tertawa. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu. Alice menyikutku. sama seperti anak tolol itu. bersikap manusia. Dia akan melihat kesini. “Terus terang. .Diterjemahkan dari: www. seseorang membatin. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu. Air beterbangan.stepheniemeyer. Untung mereka duduk di tempat biasa. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton. Bagaimanapun juga. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike. kaget. seperti janji Alice. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu. Dunia tidak akan berakhir. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. Tidak melawan angin. seideal lukisan Norman Rockwell.” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku.. setengah cair setengah beku.. 31 . dan mengangkat nampannya sebagai perisai.. Seperti diriku. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. di salah satu meja terdepan.” Seketika itu juga. secara naluri. Dia mengerjap.” sindir Emmet. kemudian kusadari aku ikut khawatir.” gerutuku.” “Tunggu saja.memandangi keluarga Cullen lagi. terlihat bahagia dan normal.

Tapi aku berkonsentrasi sekarang. Pertanyaan itu membingungkan Jessica. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. pada responnya. “Tapi dia masih memandangimu. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku. coba mendengar sesuatu. sejalan dengan frustasiku. “Tidak. sambil cekikikan. aku tidak pernah mengupayakannya. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica.” dia berbisik di telinga si Swan.stepheniemeyer. Pikirannya menggerutu. Aku coba memahami gerakannya. Tentu saja begitu. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. tapi cuma bisa menebak. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya.Diterjemahkan dari: www. tanpa diminta. “Well.” “Sudah jangan dilihat lagi. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami.” jawab Jess. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun. Dia cepat-cepat menunduk.” mereka selalu begitu. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu. “Dia tidak kelihatan marah. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. bukanya menghilang. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. iya kan?” dia balik berbisik. Sepertinya 32 . melakukan apa yang diminta. bersembunyi dibalik rambutnya. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. terlalu tertarik. Tidak ada nada sinis atau cemburu. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat.” gadis itu mendesis kesal. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. Mungkin dia memang letih. Aku mendengarkan. Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. Jessica terkekeh. Tidak ada apa-apa selain hening. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu.” gadis itu kembali berbisik. tapi aku tidak menatapnya.” Jessica meyakinkan dia. “Edward Cullen menatapmu. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali.

Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. Ketika jam istirahat selesai. dagunya hampir menoleh. cukup satu hari saja? “Aku. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri. karena tidak berkaitan dengan dia. Apa aku akan pergi ke kelas.” Aku juga tersiksa pada pilihannya. Manusia-manusia itu mulai keluar. hanya sedikit. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini. duduk disamping si gadis.. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. menghela napas panjang. “Pulang lah. Benar-benar bodoh. aku masih tetap duduk.” Rosalie memprotes. 33 . Aku tidak mau membuat keluargaku terusir. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. kedengarannya ia sedikit merasa begitu. Mereka menunggu keputusanku.com —sepertinya tentu saja. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Edward?” protes Jasper.” “Aku belum ingin pindah lagi. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. Akhirnya.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. Aku ingin. Badannya menggeser sedikit. menatap kedepan ketimbang lari lagi. “Kau telah memutuskan. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu.” Alice berkata ragu.Diterjemahkan dari: www. tapi kemudian ia tahan.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku.. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. Emmet. “Kenapa mesti memaksakan diri. tidak sadar telah turun hujan. Kita hampir lulus. Keluargaku juga belum beranjak. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. Jangan buru-buru.stepheniemeyer. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. sangat ingin. Lebih cepat tahu lebih baik. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku.rasa tidak apa-apa. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak.

. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. Mr. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. dia tidak mendongak. sibuk mencoretcoret buku catatannya. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini.” kataku dengan suara pelan. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. tapi matanya sangat terbuka. disinilah aku. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan. “Ayo masuk kelas. membiarkan kakinya menggesek lantai. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja. Wajahnya menunduk lagi. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya.makin tegas. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya.stepheniemeyer. “Halo.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. persetujuan Emmet. Akhirnya.Diterjemahkan dari: www. Aku belum terlambat. beranjak dari meja.. Penasaran. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. 34 . Aku tahu dia mendengar.” Alice meyakinkan. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi. “Tidak.” perintahku. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. membuat gambarnya tidak imbang. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. amat terlalu ingin tahu. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. “Ini. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. Bisa kudengar kecemasan Alice. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. Pikirannya tertutup. kecaman Jasper. Rose. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu.” dia mengerling penasaran. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. Tapi tidak ada maknanya. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman.

Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. bingung kemana arah pertanyaannya. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab. menggerakan kepalanya sedikit. “Oh.” katanya. Aku tidak mengerti. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. Aku pasti benar-benar menakutinya. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya. tanpa merasakan aromanya. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. bagi orang sepemalu dia. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam. “Tapi kupikir 35 . “Bukan. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin.” jawabnya. seakan itu membuatnya tidak senang. Tanpa bernapas. kurasa semua orang tahu namamu. Ini membuatku merasa bersalah. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. aku berhat-hati dengan gigiku. suaranya gugup. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. aku lebih suka Bella.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.” sapaku. saat bersamaan mereka mencari perhatian. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. Kurasa. dia begitu lemah.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. Kendati tidak mau terlalu menonjol. Kau pasti Bella Swan. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci.” Dia mengerutkan dahi. “Maksudku. Pipinya merona. mencari dasarnya. Aku terus menatap kedalam matanya.com Dia mendongak. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. meskipun aku tahu dia sudah tahu. “Namaku Edward Cullen.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. Lagi. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. tidak berkata apa-apa.

stepheniemeyer. Akan sulit menghindari percakapan.” kulitnya bersemu jadi merah muda. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. Dia menyadari perbedaan itu. “Mulai. dan kami mesti berpasangan hari ini. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. seperti yang lainnya.. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. Dia menatapku. Aku merasa geram.” ujarku konyol. “Kau duluan.Diterjemahkan dari: www.. menjulurkan kepala kesamping. lebih takut. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. 36 . Ahh! Sangat Sakit. aku harus mengambil napas. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. mengunci otot-ototku.” perintah Mr. yang sedang menunduk memandangi meja. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya. Cukup tajam. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin. Banner. Sial baginya. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri. Itu akan membuat dia lebih curiga. “Oh. partner?” aku menawarkan. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku. cepat-cepat membuang muka. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. Aku kehabisan udara. Bahkan tanpa mencium baunya. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. Jika ingin bicara lagi.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. matanya lebar. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. Aku memberanikan diri.

Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. Dia melihat ke lensa dengan sangsi.” gumamku lewat sela gigi.” sebutnya setelah pengamatan singkat. Aku mengambil satu napas cepat lagi. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. Tangannya mengulur ke mikroskop.” aku berkata sendiri saat akan menulis. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan. “Aku akan memulainya. sebuah mikroskop.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja.com “Tidak. Dia benar. dan kemudian mengganti slide yang baru. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. Dia tidak terlihat takut. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya. melalui sela gigi. sekotak slide.” katanya. “Boleh kulihat?” tanyanya.stepheniemeyer. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. 37 . “Profase.” aku setuju. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan. “Anafase. Aku menatap sekilas slide-nya. Tidak heran dia diam. “Profase. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. Aku butuh sesuatu untuk dilihat. Ia buru-buru menarik tangannya. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh. Dia sudah akan mengganti slide-nya. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi.Diterjemahkan dari: www. Aku menatapnya. Selama sedetik. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. menulis pada lembar kerja. dan langsung kecewa. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. Aku masih belum siap menoleh ke dia. terkejut karena dia bersungguh-sungguh. kehangatan kulitnya membakar kulitku. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat. Sudut mulutnya bergerak turun. “Maaf.

. Dia tidak terlalu lama melihat. Bisa dibilang dia cukup cantik. tapi mengulurkan tangan. kehebohan. “Interfase.com “Slide tiga?” dia meminta. menungguku yang menulis. “Oh. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan.. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras.stepheniemeyer. “Tidak. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya.. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. terpesona pada besarnya malapetaka. “Kau memakai lensa kontak. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. Ini perkembangan baru. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. tak perduli betapa normal.dalam cara yang tidak biasa. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. Tubuhku pelan-pelan menghangat.. Aku menatap balik. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku. dengan mata masih di mikroskop. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. Lebih baik dari sekedar manis. Kami berhasil selesai dengan cara ini. batin Mike.” gumamnya. Kulihat lagi gadis itu. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. sambil menatapku sebal. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. dan ada matanya. Pertanyaan yang aneh. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat. Bahkan lebih menariknya. ya?” dia tiba-tiba bertanya. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya. 38 .” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. wajahnya menarik. yang penuh rahasia. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka.Diterjemahkan dari: www.

Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. Untuk persiapan hari ini. aku akan menjawab iya. saat dia tersenyum. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah. tertarik. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu.” ujarnya. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis. Banner menyelidik.com Aku mengangkat bahu. Dua tahun aku di sekolahan ini. Yang lainnya. Kelepasan bicara lagi. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. tubuhku dibanjiri darah. Minggu lalu. “Jadi. dan berpaling ke depan kelas.” Pikiran Mr. meneliti jawaban kami. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. Tentu saja ada yang berubah pada mataku.Diterjemahkan dari: www.” 39 . Banner mendekati meja kami. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya.” spontan aku meralat. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya. Edward. agak kebanyakan sepertinya. saat terpesona dengan keluargaku.” Ini mengejutkan dia. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. “Yeah. bahuku kaku. Sekarang. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. mataku berubah hangat keemasan. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku. Jika tahu maksudnya. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. mataku hitam karena haus. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti.” “Whitefish Blastula?” Mr.stepheniemeyer. Mereka bersembunyi minder. godaan hari ini.

Dua kali salah dalam satu jam. ya kan?” kataku. tidak menambahkan apa-apa lagi.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar. Topik sederhana yang membosankan.” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. jika ia pergi. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 .” aku menebak. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. “Kau tak tahu bagaimana rasanya. “Kupikir kalian cocok menjadi partner. “Atau basah. “Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar. “Well. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik.” Ucap Mr. tidak santai seperti percakapan biasa. “Sayang sekali turun salju. aku ingin menambahkan. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu. “Tidak juga. Teka teki yang akan terus mengganggu. mengejutkanku lagi. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. Dia kembali menggambar lingkaran.. Tentang cuaca—selalu aman.” dia menambahkan. Sangat memalukan. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu.” jawabnya.. “Jawabannya. Ini tidak mengejutkan.. “Kau tidak suka dingin. pikirannya akan selamanya jadi misteri. Tidak sopan. sambil mengerutkan mulutnya.” tanyaku. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu.rumit. terlalu menyelidik. “Lalu kenapa kau datang kesini. Itu membuatku ingin bertanya lagi. Banner..” Mata lebarnya mengerjap. nadanya dingin. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele.” dia berkata pelan.

“Rasanya aku bisa mengerti. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya.” lagi-lagi tersenyum. membetulkan asumsiku. Yang harus kuakui. Terdengar terlalu mencampuri. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. memancing lebih banyak. Ini membatku tidak sabar. “Barangkali tidak. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku. mengira-ngira Phil yang mana.” aku menerka.” berkas senyumnya makin tampak. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat. Dorongan yang aneh. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. “Dan kau tidak menyukainya. suaraku kelewat penasaran. Dia bukan pemain andal. Aku ikut tersenyum. Pandangannya menunduk lagi. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas. pilihan karirnya membuat dia kagum.” kataku. “Tidak. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. “Phil sering bepergian. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa. “Terlalu muda barangkali. ini sangat manusia. “Benar-benar liga 41 . dia bicara cepat.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman.” aku memaksa.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. mudah dipahami.Diterjemahkan dari: www. “Ibuku menikah lagi.. “Itu tidak terdengar terlalu rumit.” Ah. Dia pemain bola. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak. Sebetulnya.stepheniemeyer. Mendadak ia mendongak.com tenggorokanku..” jawabnya. Phil baik. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. memang begitu. buru-buru. tapi cukup baik.

tapi dia merindukan Phil.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. ternyata tidak terlalu keliru. coba terlihat santai. Saat melihat hal ini. “Aku sendiri yang mau. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. “Tidak.. dia tidak mengirimku ke sini. atau alasan dibalik nada bicaranya. Kali ini. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie.” tanggapku ringan.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. “Terus?” ujarnya. sebal telah kalah.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. ekspresinya mendadak datar. “Ini membuatnya tidak bahagia. Dagunya terangkat. “Mula-mula dia tinggal denganku. Dia lebih mementingkan orang lain. “Itu tidak adil. Aku mengangkat bahu. Tebakanku sepertinya menyinggung dia. nadanya makin sayu di tiap katanya. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan..” dia menjelaskan pelanpelan. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. Tidak seperti manusia lainnya.” kataku. “Tapi sekarang kau tidak bahagia. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil.” 42 .” katanya. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. Jadi aku menyerah. berharap mendapat reaksi darinya. “Aku tak mengerti. Dia sering berpindah-pindah.” aku mengakui. Dia tertawa dingin. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar.” gumamku. Dia tidak seperti kebanyakan manusia.” Aku tidak tahu maksudnya. Dia benar-benar tidak masuk akal. Aku menatap matanya. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. aku membayangkan skenario baru. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. meskipun aku tidak tahu kenapa. suaranya berubah tajam. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya. Dan berhasil lagi.com kecil. Pada saat bersamaan. Aku benar-benar tidak paham.

” dia memberitahu. meskipun sama tidak merasa gembira.” aku akui. menggangguku. Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. Dia tidak suka saat tebakanku benar. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja.” Dia mengerutkan muka. Matanya mengerjap sesaat. problem manusia tidak penting.com Aku ingin ikut tertawa. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya. “Kurasa tidak. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. “Ya sudah.” Dia menatapku balik.” aku berkata pelan. 43 . kalau aku terlena. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran.stepheniemeyer. pembicaraan ini.Diterjemahkan dari: www. lucu. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. tapi pura-pura tidak mendengar. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. sisa kesenduannya. “Pertanyaan yang bagus. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. aku tidak dapat menyentuhnya. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain. Tapi. “Kau pandai berpura-pura. menebak asal-asalan. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. Itu sangat tidak aman. Itu membuatku tersenyum. itu saja. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku. tentu saja. terlihat bingung lagi. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah. Dua kerut V diantara matanya. lalu ia membuang muka kedepan. Semua situasi ini. dan kembali menatapku lagi.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. masih membuang muka.

Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya.com “Apa aku mengganggumu. Aku menatapnya terheran-heran.” dia menebak. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. dan gadis itu langsung berpaling dariku. Aku tersenyum lebar. Itu kelakukan bodoh.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. Dia terlihat lega karena teralihkan. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. “Tidak juga. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. meskipun sudah coba kuusir. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya.. “Kebalikannya. sambil tersenyum tanpa sebab. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri. merasa aneh. menggerutu. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu.. membuat asumsinya sendiri. gelisah. Aku tidak bisa disebut hidup. tepat sasaran. hidup bukan istilah yang tepat. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . yang lagi-lagi. Aku tidak akan sanggup menahan diriku.” Keningnya mengerut. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat. “Aku malah sulit menebakmu.Diterjemahkan dari: www. Dia bermaksud mengerling sekilas. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti.” Dia memberitahu. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. khawatir.stepheniemeyer.” tanyaku. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku.” aku mengiyakan. tapi tatapannya terperangkap pandanganku. Sungguh aneh. “Biasanya. Aku harap dia begitu. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. sejeli sebagaimana dia kelihatanya.” bantahku. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini.

yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. “Tidak ada yang mati. Lagi. Paling tidak untuk saat ini. Monster dalam diriku menggeram. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu.. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk. Kurasa itu berita baik. Jika Alice butuh bantuan. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas. Tadi ia ingin ikut mengejar. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. Aku berhenti bernapas.. Tidak ada yang mati. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun.” Mungkin lain kali akan lebih mudah. hubungan dia dengan ayahnya. “Kali ini. Dia melihat ekspresi liarku sekilas.” desisku lewat sela gigi. Minimal aku tidak merusak apa-apa. Memang tidak. Tadi aku tidak berniat akan. kehidupannya sebelum kesini. aku tidak boleh mendapati dia menarik. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat.stepheniemeyer. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. Dia meyakinkan aku. tapi tidak menikmati kesakitanku.. Tidak sadar..com tentang ibunya. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya.Diterjemahkan dari: www. iya kan? “Iya. 45 . Semakin menarik dia bagiku. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur. kukira. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi..” aku bergumam. Tidak. Dalam perjalanan masuk kelas. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh.” bisikku. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. Apa aku akan membuat yang ketiga. aku tidak tahu seburuk itu. aku melihat ingatannya barusan. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku.. ia akan bilang. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing. Dia terikat kencang. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya.

Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi.com “Tentu. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka.. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. Tidak sampai setengah detik. 46 . baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie. Edward?” tanya Senora Goff. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. Aku tahu. sambil segera menuju pintu. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. Aku langsung terlonjak. mungkin kau akan membunuhnya.stepheniemeyer.” Atau. Dia mengangkat bahu. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet. Emmet. “Ah. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. terkejut dengan gerakan mendadakku. Waktu itu petang. Kau bukan orang pertama yang mengacau. jingga di sebalah barat pepohonan. “Tentu saja. “Emmet—por favor. “Me perdona.” Aku dengar Emmet menjawab. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya.. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar. Harmonis. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor.Diterjemahkan dari: www. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan. Emmet terkenang. seakan itu hal yang tidak terelakan. “Esta bien. Dan dia sudah mengikutiku. “Itu tidak menolong. tanpa menahanku keluar kelas. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini. Seakan ingatanku masih belum cukup. Emmet sedang menyusuri jalan itu. hampir malam.” aku menggeram pelan.” bisikku. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel.. ke sebuah jalan pedesaan. Langit keunguan diatasnya.

Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri. Emmet. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas.. Pembicaraannya paling-paling tidak penting. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu. dan tidak terlalu berhasil. “Sori. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi.. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. Di kelas olahraga bersama Mike Newton. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Itu akan meremukan tulang lengan manusia. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat. Cukup mudah menemukan Jessica.” Dia terhenyak.. Aku ke mobil lagi. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . lebih parah. Dia terus berpikir negatif seperti itu. Kembali ke kelas.Diterjemahkan dari: www.” aku menghirup panjang. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya. tapi gadis itu sedang tidak besamanya.. atau bolos. Aku tidak suka caranya menatap Bella. “Lebih parah. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu. membersihkan kepala dan paru-paruku. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya. cepat-cepat menjauh.' Kira-kira seperti itu. Bersembunyi. Mungkin aku harus pergi.” “Aku tahu. “Tidak. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu. dan telapak tangannya sekaligus. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku.stepheniemeyer. Emmet. Dia kesal. seperti seorang pecandu. Kedengarannya dia tidak takut. Tapi.. Lagi. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik. menunggu hingga sekolah usai. Edward. Aku ingin sendirian. Mungkin. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit.. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya. Jadi aku terus mencari.

Aku tidak mau kaget. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. Dia menatapku balik hanya setengah detik. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. jadi aku berhenti mendengarkan. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. Dia tidak melihatku. ketika akan tiba di parkiran. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. Bukan mengintai. Hanya bersiap-siap.. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku.. seakan mereka menyinggung perasaannya. Ini menggangguku lebih dari semestinya. Aku menyalakan CD musik rock.stepheniemeyer. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. Dia melihat sekitar sebelum mundur. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. Aku mencuri-curi beberapa kali. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. dan akhirnya melihat ke arahku. Sudut bibirnya turun. untuk mengintai gadis polos itu. tidak yakin kenapa. Dia menyisir rambutnya dengan jari. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. 48 . aku tetap tidak bergerak.Diterjemahkan dari: www.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton. setelah hampir satu jam. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. aku keluar dari mobil. aku coba meyakinkan diriku.

com Dia menatap kaca spionnya. mulutnya menganga ngeri. membuatku tertawa saat dia melintas. memandang lurus kedepan. tak perduli apapun yang dikendarainya. Ketika mobil lain lewat.stepheniemeyer. sangat hati-hati hingga membuatku geli. Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu. ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir.Diterjemahkan dari: www. 49 . Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain.

“Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh. Ini. Dia menjangkau untuk menyentuhku. “Aku tidak mengerti. jika aku tinggal. Ini lebih cepat.” bisikku sambil lari. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku. tak perduli aku coba menghindar lagi.” “Tidak ada. wajahku tertunduk malu.” Kulihat diriku menarik napas panjang. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin. bawa mobilku. Tapi akan terjadi.” Saat tahu dia mengerti.Diterjemahkan dari: www.. meski aku tahu tetap tidak akan cukup.” Sekarang dia bertanya-tanya.apa ada masa dimana.. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu.” “Apa kau pernah. Edward.stepheniemeyer. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. “Edward?” “Aku harus pergi. Jika kau memintaku tetap tinggal. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya. Aku harus pergi sekarang juga.” “Apa yang terjadi. Belum. Carlisle ikut menemani. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 . Aku akan merindukanmu.” Dia menggapai tanganku. “Tidak. dan memegang pundakku.” “Aku sangat sedih kau menderita. Sedikit pencegahan. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali. “Memang itu yang kubutuhkan. tapi aku menjauh.com 3. Carlisle.. Saat berlari menembus kegelapan hutan. Fenomena Aku tidak haus..

..stepheniemeyer.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal.. Tapi kau tidak akan pergi.. Rosalie mungkin.” 51 . iya kan? Aku tidak menjawab. “Iya. aku tahu itu. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi.” “Aku tidak suka jadi pengecut.com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup. setelah ada korban jiwa. daripada nanti. “Iya.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek. dia memperhatikan ekspresiku.” “Apa yang menahanmu disini. Tidak kali ini.” “Tentu kami akan ikut. Suaraku parau. Kau hanya perlu minta. jauh lebih baik kita pergi sekarang. “Seharusnya aku pergi.. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu. Dia tertawa.” pada akhirnya candanya lenyap. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi.” aku menyetujui. Bagaimanapun juga. sebelum ada insiden. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia. Mereka tidak akan kesal..” aku mengaku. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti. tapi di berhutang padamu. jika aku bisa membuat diriku pergi. Hal itu tidak akan menghentikanku. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan. aku tahu. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah. Aku mengacuhkan kata-katanya. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. Kami melambat—hampir berlari normal. jika itu yang kau butuhkan.” “Aku tahu.Diterjemahkan dari: www.” Aku mengangkat sebelah alisku.” “Kau betul. tapi jika ini terlalu sulit. Apa karena harga diri. “Tidak.

” bahkan ke diriku sendiri. bahkan dengan buruan yang paling baik. Kau terlalu baik. dan gadis itu akan menghilang. Apapun itu tidak penting. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. “Ayo. Mengunjungi saudara jauh.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya.stepheniemeyer. Saat ini. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. Carlisle benar.” dengan satu pengecualian. Mereka bisa mengatur alibinya. tiap daun pakis. dengan ingatan darah gadis itu. Kami mengambil posisi berburu. Sekolah asrama di Eropa. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki. “Terima kasih. Dia menilai ekspresiku. Aku seharusnya meninggalkan Forks. menunggu matahari terbit.Diterjemahkan dari: www. menatap dasarnya. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. Perutku kembung karena kebanyakan darah. Aku bisa membayangkannya— 52 . Aku mendesah. Tapi sangat sulit untuk bersemangat.” Aku mengikuti. jika itu kemauanmu. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara. Salju yang mencair telah membeku. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. Itu tidak masuk akal. Dia akan pergi kuliah. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. semua tertutup es. bau rusa jadi terasa menjijikan. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. Tapi aku akan menghargai privasimu. menua. Tidak. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. memulai karir. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. Hanya selama satu atau dua tahun. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. mungkin menikah dengan seseorang. aku tidak mengerti. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. Dia tertawa lagi. badan membungkuk dengan cakar didepan. aku tinggal di tepi sungai. tiap batang rumput.

Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Itu hal yang benar untuk dilakukan. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. Aku akan menemui dia satu hari lagi. Aku tidak bisa mengerti.. aku memutuskan. Dan pikirkan 53 . Sangat terlalu bias. Kau akan pergi lagi. Sungguh ganjil. lengannya mengait ke lengan ayahnya.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. Matahari terbit dibalik awan. Berhenti membahayakan kehidupannya. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah. Aku menggeleng. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. “Aku belum tahu kemana tujuanku. Aku ingin kau tinggal. tapi aku akan melakukan hal yang tepat.” bisikku. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. Alice sedang menungguku. Aku mendesah dan menangguk. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle. Ini akan sulit. Aku bisa mengatasinya. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian.Diterjemahkan dari: www. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. dia cemberut padaku.stepheniemeyer. atau empat. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku.. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. Satu hari lagi. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. Aku harus mendengarkan dia. agar cerita yang berkembang meyakinkan. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka.

“Thanks. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. meskipun. Tidak cukup jelas untuk dikenali. Tapi aku harus melakukan apa yang benar. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. “Kau pasti sadar bukan. aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. Dia berhenti. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. pundaknya terkulai. kau tahu itu. “Ya. “Menurutku sesuatu ada yang berubah.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini.. Aku juga. lagi.Diterjemahkan dari: www.. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya. Aku akan 54 . sangat kabur. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah. Ini tempat yang aku tahu. dan banyak jalan yang salah.stepheniemeyer.” “Cepat ganti baju. tapi. Maka itu kau harus tinggal.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu.” dia meyakinkan aku.” dia mengucapkannya dengan suara verbal. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh.” Aku tertawa muram.com bagaimana Esme.” Ada banyak jalan yang benar. “Aku tahu. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas. Ada sesuatu disana bersamaku. Alice. Kemudian. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini. Menurutku.

Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. Dia belum datang. tidak perduli betapa nikmat aromanya. Ini adalah salah satunya. Aku bersandar ke mobil menunggu. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. orang yang bertanggung jawab. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. Ya.Diterjemahkan dari: www. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. Alice menemani. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. Tentu saja. Yup.com merindukanmu. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Aku segera tahu kemudian. Hanya mempersiapkan diri. temperamental dan gampang marah.stepheniemeyer. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. aku juga akan sangat merindukannya. Yang lain langsung masuk ke kelas. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian. Sungguh. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. Itu adalah perjalanan yang sepi. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. Jalanan licin karena es. 55 . Sebetulnya cukup mudah dipahami. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. betul.

Dia tidak suka salju. mengisi paru-paru. Aku akan bicara ke dia. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan. tapi dia belum menyadari aku disini. Dia keluar dari truk dengan hati-hati. Itu membuatku tersenyum. Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. dia justru ke belakang truknya. Bukannya ke kelas.emosional? Lagi.. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. Dia tidak mendongak.. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti.stepheniemeyer. Tatapannya. sepertinya itu tidak mungkin. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam. Aku mengambil napas panjang.. melihat kebawah dengan ekspresi aneh.. Tidak. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku... Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. kakinya selalu terpleset.. itu salah. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. mengecek pijakannya yang licin dulu.. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. Tidak.Diterjemahkan dari: www. namun juga segalanya berkaitan 56 . rasa penasaran membakar seperti dahaga. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. Tapi mungkin ia akan menatap balik. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. Tapi. sekedar berjaga-jaga. mengamati dia.com Mobilnya diparkir tidak jauh. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh. Mungkin akan datang bicara padaku. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. dan itu membuatku frustasi. tidak yakin dengan langkahnya.

sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya.Diterjemahkan dari: www. Aku telah berbuat terlalu banyak. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. Gadis itu. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat.stepheniemeyer. Masih terkunci dalam pikiran Alice. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku. tubuhku serasa membeku. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. bingung karena mendengar suara lengkingan bising. Ia mendongak. 57 . dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. yang meluncur diluar kendali Tyler. aku melihat penglihatannya mendadak berubah. tapi juga bagi seluruh keluargaku. berdiri tepat di tempat yang salah.com denganku. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. Aku menangkap pingganggnya. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. di belakang truknya. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. aku menyadari kesalahan itu. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua. Van itu kemudian berubah arah.

Oh. aku memeriksa wajahnya. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah.Diterjemahkan dari: www. Dua ban sampingnya terangkat. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu..” dia menjawab spontan dengan suara linglung. Aku sangat lega mendengar suaranya. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. Van itu bergetar. demi orang-orang kudus. Jika kulepas tanganku. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. pikirannya panik. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. kusorong van itu sedikit. Aku tahu situasiku terpojok. 58 . sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. “Bella?” Aku bertanya khawatir. Saat teriakan orang-orang mendekat. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar.stepheniemeyer. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. mengetahui dapat saja menghirup baunya. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya. kemudian terayun. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan. Matanya terbuka. Aku menarik napas lewat sela gigi. Sambil mengggeram dalam perut.. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. Ketakutan itu adalah yang terbesar.com Terekspos. Saat mau jatuh. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. syok. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia.

“Coba jangan berdiri dulu.” aku tahu dari pengalaman. Aku pegang pundaknya untuk menahannya.com Dia berusaha untuk duduk. Kebanyakan para murid.” keluhnya. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. Dia melihat ke sekeliling. Kini.. masih memegangi dia di sisiku. Aku hampir tertawa geli. Dia melihat terlalu banyak. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar. “Itulah yang kupikirkan. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam. Sepertinya itu membingungkan dia. tapi apa dia boleh 59 . nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini.. Aku menatap balik. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle.. rasa humor lenyap. Entah bagaimana aku merasa. tapi aku belum siap melepasnya. Mereka saling mendesak maju untuk menonton. Itu bagus. Ekpresiku lembut. ekspresinya masih syok. “Aku berdiri di sebelahmu.stepheniemeyer. “Aduh. Bella. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. Dia berusaha untuk berdiri. Kini orang-orang mulai merubung.. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. Kali ini kuijinkan. paling tidak. Dia berusaha duduk lagi. bersahabat.” dia kelihatannya baik-baik saja.” aku memperingatkan. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. “Bagaimana bisa.. matanya mengerjap bingung. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. “Hati-hati.lebih aman? Lebih baik..Diterjemahkan dari: www.” suaranya perlahan menghilang. memeriksanya dengan peralatan lengkap.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. jika sangat yakin saat berbohong. Dia mendongak menatapku. dan aku bukan amatiran.

Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya.” dia ngotot. bukan hanya karena insiden ini. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. nadaku ketus. “Kau ada di sebelah mobilmu. tidak panik. aku berharap ada Carlisle. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali.” “Baik. aku sedang berdiri disampingmu. Bella. Jadi. “Kau ada disebelah sana. Hasrat yang konyol. Bella mengerjap. 60 . mencuri waktu untuk menghilangkan bukti. dan aku menarikmu.. Rahangnya mengeras. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada.” aku memohon. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka.” “Aku melihatmu.stepheniemeyer. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya.” Aku berusaha tetap tenang. Dagunya terangkat maju.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya. Jika aku bisa menenangkannya sebentar. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler.” “Tidak.com menggerakan leher? Lagi.. “Baik.Diterjemahkan dari: www.” dia mengeluh. “Bella. “Kumohon. dan kemudian matanya fokus ke wajahku. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala. saat menjawabnya. namun dingin yang ia risaukan. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku. “Percayalah padaku. masih ngotot. “Tidak.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh. “Tapi dingin. Dia melirik ke tempatku tadi. Sangat ingin.” Hal itu membuatku masam lagi. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia.” dia mengulangi dengan nada ketus sama.

Edward. agar lebih cepat. “Hey. Dalam pikirannya ia tidak curiga. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. “Apa kau baik-baik saja. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya. para saksi dan orang-orang yang baru datang. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. Lagipula gadis ini matanya tajam. 61 . yang baru saja datang.. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. tapi aku sudah cukup terlibat masalah. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. Aku tidak kena apa-apa. kid?” “Perfect.stepheniemeyer. Kemungkinan agak syok.. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya.. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya. yang menatapku sengit merasa dikhianati. pihak berwajib ditelepon. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak. Itu membuatku lebih rileks. iya betul. Aku mungkin saja membantu mereka. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang. Aku mesti membayar mahal nanti malam. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak. Dia seorang perawat. Jasper. dan tidak menemukan hal yang berbahaya. trauma.. Oh. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. Dia ketakutan. Dia tidak langsung membantah ceritaku. Brett. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit.” Brett Warner menyapa. tapi dia terlalu dekat. belum ditambah benturan di kepalanya.Diterjemahkan dari: www. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. dan Emmet. Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu. Akhirnya. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam.

bukan untuk gadis ini. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. “Aku baik-baik saja Char—Dad. Aku hanya. “Aku tidak terluka.” keluhnya. Aku cuma bisa 62 . bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. Baru setelah mendengarnya bicara. bukannya kosong. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa. Meskipun tidak terucap. Hmm. Rintihan dia sampai padaku. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. dan dia setuju. menggema makin dalam. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu. dia tidak melebih-lebihkan. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Buat kebanyakan manusia. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. Sangat cemas dan merasa bersalah.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya. Dengan kebanyakan manusia. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. disamping Brett. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan.. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. Pikirannya sebagian tersembunyi. Menarik. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. “Bella!” Dia berteriak panik. paling tidak.. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak. tapi tidak sulit menolak mereka. tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki.

Dia ada di dalam kantornya yang kecil.. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu.. Aku mesti mendengarkan. Aku ingin mendengar lebih banyak. bukan itu. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut.” Dia mendengarku mendekat tak sabar.” aku berbisik ngeri. prioritas pertama adalah mencari Carlisle. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. dan segera waspada begitu melihat wajahku.” Dia langsung menghela napas lega. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan.stepheniemeyer. tidak ada luka serius pada gadis ini. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi.Diterjemahkan dari: www. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu. Matamu.. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. Ketika tiba di rumah sakit. tentu saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini.com menangkap satu nada. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es. aku seharusnya tahu. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak. Dia langsung terlonjak berdiri. sejauh ini. dia menyadari mataku yang masih keemasan. tidak. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. dia menggantung satu 63 . aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis. sedang sisa harmoni lainnya. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. Sejauh yang bisa mereka katakan. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. Edward—kau tidak— “Tidak. Aku harus konsentrasi.. mungkin tidak serius. Wajahnya pucat. “Dia terluka Carlisle. aku tidak mengerti. Tentu saja. “Carlisle. Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi.

Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin.. Alice sempat melihat itu. tapi lagi.” aku buru-buru melanjutkan. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan..” Dia mengitari meja dan memegang pundakku.kecuali dia. Entah kapan. Kau melakukan hal yang benar.aku minta maaf Carlisle. “Kepalanya terbentur—well. Aku. Aku bisa melihat ironinya. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia.. “Dia tahu ada sesuatu. Aku juga mesti menghentikan Van itu. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. “Belum ada.. Jika kita harus pergi. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. Aku kembali sanggup menatap matanya. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. ketika bergerak kilat melintasi parkiran.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. kita pergi.stepheniemeyer. Dan itu tidak mudah bagimu.” “Itu tidak penting. dan itu menggelitik. Aku bangga padamu Edward. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku.yang salah denganku. aku yang melakukannya. “Dia tidak jauh di depannya. “Aku sangat khawatir telah menciderainya. Tidak ada yang memperhatikan. sedikit frustasi.. tidak ada yang melihat..” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah.. tapi. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya..” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya. mempertimbangkan kejadian ini. Kita tunggu saja apa yang terjadi.. Aku tertawa bersama Carlisle.” Alisnya mengerut. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras.” Ujarku. pada sekejapan sembrono tadi. Kelihatannya tidak apa-apa. paling tidak bagi dia. kecuali dia. Barangkali tidak perlu. “Kumohon. karya seorang pelukis bernama Hassam.Diterjemahkan dari: www. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 ..

” dia berkata. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. Bella akan langsung ingat padaku. Itu tidak terlalu membuatku lega.. “Dia berdiri disebelahku. Aku ingin mendengarnya sendiri. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat.. Sekali melihat wajahnya. Ia ragu-ragu. “Aku tidak melihat dia. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. “Mmm. Perhatian perawat beralih ke dia. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit. tapi aku tahu Carlisle benar.. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung.” Aku menghela napas.” aku bersumpah. Akhirnya ia melanjutkan. Carlisle tidak turun tangan. itu aneh. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. si pengemudi van. kelihatannya terluka lebih serius. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan. Aku menunggu. “Wow. tidak bernapas.” “Cullen?” Huh. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana.. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. Tapi kemudian napasku memburu.. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan.” aku mendengar dia menggumam. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. sementara Bella menunggu giliran dirontgen.Diterjemahkan dari: www.. “Edward Cullen. tanganku pada gagang pintu. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. “Edward menarikku dari jalan. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. Tyler Crowley.com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku.stepheniemeyer. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. Tyler merasa sangat bersalah. kurasa 65 .

Aku diam selama mungkin. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD. dia sedang berpikir. aku harus mengajaknya kencan. Dia ada disini entah dimana. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu. Bukan tipeku. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard.” aku menggumam dibalik napas. dia berkomentar. Untungnya. Kurasa begitu. Ah. baru menyadari pikirannya. Carlisle memergokiku. Dia baik-baik saja. Bahkan ketika acakacakan begini. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. “Bersikap normal.. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. seperti tidak terjadi apa-apa.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. Semua bisa melihat hal itu. Untuk membayar hari ini. Kerja bagus.. tapi aku tidak perlu melihat dua kali.. Aku seharusnya senang.stepheniemeyer. Kepalanya baik-baik saja. Edward.. tapi tetap saja. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu.com kejadiannya berlangsung cepat sekali. Aku bersembunyi di pojokan. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler.. namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan. Dia cantik. Agar dia tidak 66 . Aku hanya melihat lurus kedepan.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen. Aku jauh lebih tenang. setengah jalan menuju UGD. iya. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk.Diterjemahkan dari: www.. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. Kau kelihatan jauh lebih baik. kecurigaan menggantung di matanya.. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa.. Aku tidak melukainya. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. Kami tidak sendirian. tidak terlalu.

” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia.” semuanya alasan yang bisa diterima.com makin curiga.. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku. Aku menatap wajahnya lama-lama. tapi napasnya tidak teratur. Tanpa berpikir.” aku berkata masam. Matanya sesaat melebar. Jangan buat dia curiga.stepheniemeyer. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan. dengan kau disini. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Hmm.. merasa bersalah. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. “Hai. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan. “Tidak ada darah. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. ia sudah akan bicara. 67 . tidak seru. Ketika Tyler melihatku. “Ide bagus. Aku akan menyusul sebentar lagi. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia.” sapa Tyler. masih memandangi hasil rontgennya. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. Edward. Ketika sampai di UGD. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. Aku cepat-cepat pergi.Diterjemahkan dari: www. Aku terdiam Sudah sana. Matanya tertutup. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat.

“Jadi. Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya. “Aku baik-baik saja. Kemudian ia mengerling kesal padaku. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi.. kali ini agak tidak sabaran. dan berkata. Aku mengerang dalam hati.. duduk di ujung tempat tidur Tyler. Aku menjaga jarak darinya. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya. Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya.” jawabnya lagi.Diterjemahkan dari: www. Bertahun-tahun lalu.? Tapi sekarang. Bibir bawahnya sedikit mencebik. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal.” dia berkata pelan. Tentu saja dia melihat kemiripan kami. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk. aku 68 . bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya.” Dia mengeluh. aku datang untuk menyelamatkanmu.stepheniemeyer.” aku berkata santai. “Aku baik-baik saja. “Tapi jangan khawatir.. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. Aku bisa mengerti. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain.. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. “Jadi. “Aku tidak apa-apa. “Hasil rontgenmu baik. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. godaan itu jadi tidak ada artinya. sangat bahaya. Miss Swan. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang.

Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks. mengetahui ia tidak akan menyakitinya. “Sakit?” tanya Carlisle.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan. Kembali dia mengerling kesal.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah. Aku sedikit terkekeh. jangan mencurigakan. dan ia tidak ingin terlihat lemah. dan aku mengejang di tempat. wajahnya gelisah. “Tidak juga.Diterjemahkan dari: www..” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap... Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya. Dan dia tidak mengecewakan. dia berani. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara.” Carlisle menyarankan.” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian.. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut. “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu.” Carlisle mengoreksi. “Well.. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui.” ujar Carlisle. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini. Bella mengernyit. 69 . Matanya kembali menuduhku. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. tanpa takut. “Sebetulnya.stepheniemeyer. Sesaat dagunya tersentak. “Oh tidak. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia..” kataku.abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat.

. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya. pelan dan cepat. 70 . hilang keseimbangan. Membuatku tidak nyaman. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya.stepheniemeyer.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan. “Aku baik-baik saja. Carlisle berkata dalam hati.. tidak berhenti hingga cukup dekat. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. Dia tersandung kedepan.Diterjemahkan dari: www.” “Oh. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku. kemudian melepaskan peganggannya.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku. Lagi.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama.. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku. Ini seperti memperolok harapanku.” ujarnya cepat. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. “Kedengarannya kau sangat beruntung. Rona merah muda terlihat di pipinya. Aku mulai bisa memahami dia. Belum. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku..” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca.” Dia memberitahu. “Sakitnya tidak separah itu kok. “Tidak. tidak!” dia buru-buru menolak.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam.” aku berbisik. rasa iri itu melanda diriku. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle. Mendadak Bella menghampiriku. aku yang cari gara-gara. Well. baik kalau begitu. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya. “terima kasih banyak. Kupasrahkan padamu. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku.

mengejek. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. Edward.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. Aku berbalik ke dia. Aku ingin mengatakan sangat keberatan. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan.stepheniemeyer. Lebih buruk lagi. wajah gadingnya memucat. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. “Kau berhutang penjelasan padaku. Setiap kali berada di dekatku. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. Ini adalah adegan perpisahan dariku. berusaha mengejar. Liur mengalir di mulutku. ekspresi yang selama ini menghantuiku. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga. tapi hampir saja. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. “Aku ingin bicara denganmu berdua.” aku mengingatkan dia. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. rahangku terkatup rapat. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. Matanya berubah penuh tanya. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. dan kejam.. Hati-hati.” dia memaksa setengah berbisik. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. Aku akan berbohong. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan..” dia berkata dengan suara pelan. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. “Ayahmu menunggumu. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang.Diterjemahkan dari: www. jika kau tidak keberatan.

dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya. “Tak ada yang salah dengan kepalaku.Diterjemahkan dari: www.. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir..com —aku tidak berhutang apa-apa padamu. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. “Apa yang kau inginkan dariku. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. dia akan menepati janjinya. Meski marah dan terkhianati.” Dagunya terangkat. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya.” Dia berusaha menahan marah. dia melihat semuanya. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku. “Kau sudah janji. “Tidak akan ada yang akan percaya itu.” Dia tersentak. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. Aku menatapnya. tapi kau mengangkatnya. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca. membuat wajahku makin garang.” dia berbisik. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak. Dia mengangguk tegas. ekspresiku mengejek. Kenapa?! 72 . kepalamu terbentur.” Dia marah sekarang. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat. Suaraku makin mengejek. kau tahu. dan itu jadi lebih mudah. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu.stepheniemeyer. “Bella.

Ia menggertakan gigi lagi. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga. Seperti geraman anak kucing. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku. Wajahnya memerah. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya.” Dia memintaku untuk mempercayai dia.stepheniemeyer. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri..” dia menjawab penuh tekanan.” Kami saling menatap marah. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini. “Aku tidak tahu.” ucapnya.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik. “Kau tak akan menyerah.” “Kalau begitu. “Ini penting buatku. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu. Kemudian ia diam. Aku kehilangan pegangan pada peranku.. 73 . lembut dan tidak berbahaya. lalu aku kembali menguasai diri lagi. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau. menunggu. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih.dan aku tidak mau. langsung dari dunia horor. Topeng diwajahku terlepas... darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan. Suaraku tetap dingin. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya.Diterjemahkan dari: www. kan?” “Tidak.

Edward. “Dia mengalami gegar otak.” “Saya tidak terluka.. jauh lebih membosankan dari minggu lalu.com 4. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk.” Tanpa senyum.. Tapi saya agak khawatir pada Bella. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan.Diterjemahkan dari: www. 74 . tapi seorang Cullen. seseorang yang memiliki keluarga. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca. Vampir penguntit yang terobsesi. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian. Seperti koma.. Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire. saya harap Bella dan Tyler juga begitu.. Para dokter sangat cemas... wajah-wajah disekitarku jadi luntur.” mengerutkan dahi prihatin. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen.. Seperti penguntit. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga... Tinggal Tyler. Penglihatan Aku kembali ke sekolah. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi.” Tersenyum ramah. Mr.. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. Aku cuma memandangi rekahan di tembok. Edward. Seakan warna-warni pada bata. tapi saya cukup beruntung. Banner.tapi tidak kulakukan..stepheniemeyer.. “Saya tidak terluka sama sekali. Tapi. Penguntit yang terobsesi. Sekolah jadi mustahil dijalani. pepohonan.” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku. “Aku terkejut melihatmu masuk.” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja. langit.” “Iya. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya.

Itu perbuatan yang sangat keliru.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang.. Dia tidak semarah itu. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan.. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian..” Aku mengangkat bahu. Hati-hati pada Jasper. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman.com Mr.stepheniemeyer. tidak mengindahkan lamunanku.tapi ia sudah menetapkan niatnya.tapi tidak akan kugunakan... Rose sudah siap perang.. “Saya tidak tahu. Aku tahu apa yang ia maksud. Terlalu memalukan. bau darah segar menguar pekat di udara.Diterjemahkan dari: www.Ya sudah. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. “Mmm.. tapi bukan cuma karena ngeri. Tidak.. Emmet melanjutkan. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya.” Mr. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan.. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya. Aku gemetar. Hanya saja sangat. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna.... meskipun punya cukup alasan untuk itu. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. Banner mendehem. cairan merah kental berceceran.aku merasa kecut memikirkannya. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia. 75 ..sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia. Aku hampir tersedak kedalamnya. Alasan itu terdengar sempurna. Tapi seandainya dia dibiarkan.. menggenang di aspal.

Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Dia mencengkram bahuku. kursiku akan hancur berantakan. aku akan bertarung demi dia. Melawan keluargaku. Amarah terlanjur membara di kepalaku.Diterjemahkan dari: www. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu. Ya. Aku gemetar. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. Edward. Ya. Dalam pertarungan kami seimbang. Emmet menambahkan.” aku menggerutu dibalik napas. Ada nada simpati pada suaranya. “Gigit saja aku. Aku menarik napas panjang.. Dia menuduh aku curang. Kau dalam kesulitan besar.stepheniemeyer. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. mesin pembunuh alami. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang. hampir tidak terkontrol. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. Kudengar dia terkekeh pelan. dan cuma mengangkat bahu. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia.. Emmet bukan pendendam. Mereka tidak tahu apa alasannya. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. 76 . tapi sulit. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding. Rose. kau berantakan. Tangannya memegang pundakku. Emmet lebih kuat dariku. bukannya menekan kebawah. TENANG! Perintahnya galak.com SSSTT. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. Aku berusaha menenangkan diri. Jika dia menekan kebawah. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. Sialan.

Esme. Jadi. Kita lihat nanti. pastinya.Diterjemahkan dari: www. aku tahu aku menyayangi mereka. Dan juga bagiku. Well. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. Carlisle... Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti. aku ragu.. Mungkin itu cukup. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya... Barangkali cukup mengantar ke ibunya. Mungkin tergantung apa yang ia lihat. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku. Dia tidak akan menentang aku juga. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. maka Esme adalah hatinya.. Aku bukan tandingan mereka. tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia. melainkan aku. Gadis itu telah merubah segalanya. Alice. Tapi itupun belum tentu aman baginya. Mungkin dia akan memihak yang menang. lamanya aku harus pergi setelah itu. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami.. tapi pasti tidak karuan dan sangat. aku akan melakukan ini tanpa bantuan.aku tidak tahu. aku menyadari tiba-tiba. Mungkin solusinya dia harus dilarikan. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan.. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang. Tidak jika melawan mereka bertiga.. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. perseteruan dengan keluargaku. Aku tidak bisa menang sendirian.. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. 77 . dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle.stepheniemeyer. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku.

membolak balik kilasan gambar masa depan.. Dia sangat yakin dengan niatnya. Kemudian penglihatannya bergeser. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. tapi kuabaikan sebisanya. Selama perjalanan sampai ke rumah. Jadi Jasper berencana kerja sendirian. Hanya menghalangi dia. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu. Aku mencegat Jasper duluan. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. mengkhawatirkan Jasper. dan Vanquishku. dan itu mengganggunya. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya.com Setelah bel. Aku parkir di garasi disamping rumah. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. Tidak. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. Kami berlima duduk ditengah kesunyian. Suara yang lainnya jadi terbenam. Emmet betul tentang Jasper. tidak begitu. Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Jasper adalah yang terbaik. Yang lain sudah menunggu di mobil. Hentikan. Itu membuatnya jadi lebih imbang. Mercedes Carlisle sudah disitu. Menarik.Diterjemahkan dari: www. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . Aku berkonsentrasi pada Alice. Cuma itu.stepheniemeyer. kesunyian itu tidak berubah. Keuntunganku melakukannya. bergerak menjauh dari rumah Bella.. Semuanya samar dan berbayang gelap. Aku mengacuhkannya. M3 milik Rose. Aku tidak akan membiarkan. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. disebelah jeep besar Emmet.. juga diam. Alice risau. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper..

Dia memelototiku. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya. keemasannya yang dalam menatapku prihatin. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. di ujung meja satunya. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie.Diterjemahkan dari: www. Mata Esme menatapku. wajah dan pikirannya masam. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. Kami langsung menuju ke ruang makan. sama sekali tidak melihat ke arah lain. Aku duduk disamping Carlisle. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Alice yang terakhir datang. Carlisle duduk di tempat biasanya. dia hanya risau padaku. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. Saat semua duduk. garis demarkasi telah dibuat. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. Jasper ragu-ragu. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. Dia telah mengambil keputusan. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. Aku mengambil napas panjang. Hanya itu yang dia pikirkan. tapi dia tetap diam ditempat. Emmet duduk disampingnya. tidak perduli apapun hasil diskusi ini. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. Tinggallah.stepheniemeyer. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. Gigiku langsung terkunci. 79 . Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. di ujung meja sebelah timur.com meledak.

“Tidak.” ujar Emmet. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. Rose sedang siap-siap meledak. Itu adalah kebalikannya dari membantu. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut. Carlisle menggeleng. “Aku rasa Emmet benar.” Carlisle mengingatkan aku. Edward. lalu ke Jasper. Edward. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang.” Rosalie menatap curiga. Kita harus lebih berhati-hati 80 .” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. atau tidak satupun.” Jika aku percaya gadis itu akan aman.com “Maafkan aku. “Tidak. Carlisle.” aku buru-buru menyanggah. dukung aku. dan aku ingin fakta ini terucap duluan. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya. dan ke Emmet. Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita.” Esme berbisik.” aku tidak sependapat. “Hanya beberapa tahun.” “Dia tidak akan bicara. aku mengultimatum dalam kepalaku. “Yang sebatas ini aku tahu. Alice. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita.” Aku menepuk tangannya.Diterjemahkan dari: www. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang.” “Esme ada benarnya. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. kau harus melihatnya seperti itu. Kita semuanya pergi.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. “Kau tidak tahu isi pikirannya.stepheniemeyer.” Alice menatap letih.” Dia melirik ke Rose dan Jasper. Tidak. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud. jika itu bisa mempebaiki keadaan. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini. Itu sangat ceroboh. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie.

aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak. Tapi Jasper mengangguk. tolong.” aku mengingatkan dia. Aku tidak akan meninggalkan bukti.. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya. itu jadi tugas Edward. Carlisle tidak pernah kompromi.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya. Kita tidak perlu repot-repot. Edward. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle.. Kemudian ia menoleh ke Rosalie. tapi dia tidak akan sanggup. “Ini untuk melindungi kita semua.Diterjemahkan dari: www. mata Rosalie menyala nyalang. Secara teknis. matanya keras. Carlisle. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita. tapi. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir.” “Ini bukan masalah pribadi.” “Ya. Rosalie. Dalam kejadian tertentu. “Biar kuselesaikan. Tapi ini lain. “Rosalie. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita..” Rosalie mengangkat bahu. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu. Aku percaya 81 . Carlisle.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol.” Rosalie berkata lewat sela giginya. Rosalie. “Hanya rumor dan kecurigaan. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini. Bella Swan tidak bersalah..stepheniemeyer. “Aku tahu maksudmu baik. Saat ia mengangguk.” Carlisle berusaha melerai. “Rose—“ Carlisle mulai. aku tetap bisa menebak sikapnya. “Edward. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira.” aku menggeram. Dia balas mendesis marah.

Sebelum dia bertemu Alice. Tidak ada gunanya menyeringai. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele. “Kita baru saja menetap. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar. “Setiap kehidupan itu berharga.” “Itu namanya tidak berperasaan. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. Emmet membelai punggungnya.” “Well.” Rosalie mendengus. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan.” kataku. Kita beresiko kehilangan jati diri kita. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting.” Carlisle memberi saran.” Dia menyemangati dengan suara pelan. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan.” Carlisle melanjutkan. 82 .stepheniemeyer. “Jasper. kita hampir bisa hidup normal. Atau bertepuk tangan.com pada resiko yang ia akibatkan. ia bisa menerima keputusan Carlisle. dia hidup di medan perang.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut. Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang. “Semua akan baik-baik saja. Carlisle mengangkat bahu. panggung tanpa belas kasihan.Diterjemahkan dari: www. kita tidak harus memutuskan itu sekarang.” Carlisle membenarkan dengan lembut.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. Rosalie memberengut. seperti yang sebetulnya aku inginkan. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. Namun Jasper tetap tidak bergerak. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan. “Itu cuma bertanggung jawab.” Rosalie mengerang. Rose. Aku mengerti alasannya. terlepas ia akan bicara atau tidak. “Pertanyaannya. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya.

” “Aku tidak memperdebatkan hal itu.” Alice memotong.stepheniemeyer. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku. Jasper. Aku hanya meluruskannya. Dia menggeleng satu kali. Aku sudah tahu itu. mengecek kesungguhanku. Pertama. syok. Kedua. 83 . memberi tekanan pada tiap katanya. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak.” Dia agak terkejut.Diterjemahkan dari: www. terima kasih. Bella temanku.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati. kemudian beralih ke Alice. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. Dia mempertahankan tatapannya sebentar.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. tangannya merangkul pinggang Alice. Samar-samar aku menyadari. Edward. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. tapi saling menilai. dan mulutku terlongo. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. hanya waktunya yang tidak pasti.” Kami saling menatap—tidak mendelik. Edward. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui.” Aku mengulangi kata-kataku.” Aku melihat pikiran Alice. Kau tidak mengerti. Paling tidak dia akan menjadi temanku. Aku menatap dia. Dan Bella juga tersenyum. “Aku ingin minta tolong padamu. Penglihatannya sangat jelas. bahkan bahaya kecil. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. “Aku tahu kau mencintaiku. ekspresinya datar.com Kami bertemu pandang. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku.” Alice menyela. Tapi biar kuberitahu sekali lagi. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung. Alice. tersenyum. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. “Jazz. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia. Aku tidak akan membiarkan itu.

Diterjemahkan dari: www.. “TIDAK!” Aku berteriak. tapi itu lebih dari cukup..” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci. pegangannya terlepas sebentar. “Suatu saat aku akan menyayangi dia. berusaha tidak membiarkan aku masuk. “Edward!” Carlisle ikut berdiri. tapi saat aku menyebut nama Bella.. “Itu makin nyata. Edward. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice. Tinggal ada dua jalan bagi dia.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat.com “Tapi.. “Tiap menit kau makin yakin. Jazz.” aku tersedeak.. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia. Hanya sepersekian detik. “Ah. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. Yang satu atau yang lainnya. dan aku terlonjak berdiri.. 84 .” Alice membisik. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain..” Dari caranya menyebut nama gadis itu.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah.seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain. tangannya di pundakku. Kursiku terbanting ke lantai. tapi aku tidak bisa menerima hal itu.. “Alice. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku. Aku tidak tahu Edward. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya. Dia berusaha tidak memikiran hal itu. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice.stepheniemeyer. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya.. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper.. “Apa... Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. Dia menggelengkan kepalanya. “Apa.” Jasper tergagap...Alice.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas.ini. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut.

menyakitkan. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain.Diterjemahkan dari: www. tidak ada keyakinan pada penyangkalanku. mengabaikan Emmet. dia menambahkan dalam hati. Tapi itu juga penting. Edward. “Aku harus pergi. jika kau pergi. Kepalaku jatuh ke tangan. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak. Aku menggeleng-geleng ngeri. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. Kau benar-benar buta.” coba pikirkan. Alice melanjutkan. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan. Akan. Itu mungkin tidak sama. Aku berpegangan pada meja.” Aku berbisik pada Alice. jika Jasper pikir dia membahayakan kita. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet.. “Aku tidak mendengar itu. juga?” bisikku tidak percaya.” “Kau bisa mencobanya. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. Edward. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. “Mencintai dia.. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya. Jasper ragu-ragu.. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. Aku akan pergi.stepheniemeyer. Aku bisa melihat apa yang dia maksud.. tapi aku juga ingin dia bersamaku. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice.” kataku lagi. 85 .. Tidak mungkin begitu. Aku akan merubah nya. Lihat apa yang kulihat. kita sudah membahas itu.” Emmet berkata keras-keras. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia..” aku menyanggah. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara. Bayangkan kau pergi.” “Aku tidak melihat kau pergi. Tidak saat ini. “Edward. Kakiku lemas. Aku bukan pelindung Bella.” Alice memberitahu. “Tidak. Dia mendesah. Ya.com “Tidak.” ujar dia dengan nada skeptis. Lagipula. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu. Jika kau pergi. Edward.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan.

“Keputusan hebat. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong.” “Betul itu. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat. Aku menatap Alice. “Kita akan tinggal. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia. tidak akan ada yang.” Rose berbisik padanya. “atau.jadi rumit.” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah. Edward. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda. ini. ayo lah!” Emmet mengeluh. Carlisle mendesah. Aku jarang mendengar dia begitu. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti.” Carlisle berkata penuh pertimbangan. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi.” Aku membeku. aku tidak mencari siapa orangnya.” Seseorang menarik napas syok. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi..” Emmet sependapat. “Aku rasa rencananya akan tetap sama. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak.” Jasper menuntut. Setelah beberapa lama. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi. Alice menoleh ke dia. Seisi ruangan sunyi. “Apa?” Emmet terkejut. Suaranya masih hampir tertawa.menyakiti gadis itu. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar. Edward..com “Oh. Tampaknya sudah jelas. Alice? Tepatnya.. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima. dan semua menatap ke arahku. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. 86 .stepheniemeyer.” Aku merasakan tangannya di pundakku.. “Well. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat. Kemudian tawanya pecah.Diterjemahkan dari: www. dan menunggu. “Perhatikan.

Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie.com “Tidak ada. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. Dan yang paling parah: Esme. Kerahasiaan dalam matanya 87 . membiarkan aku seorang diri.. Hujan mulai turun lagi. atau raung putus-asa.. namun kini dalam corak horor. kesabaran tanpa batas Carlisle. atau geraman. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. sekeras baja. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu. Aku menghambur keluar ruangan. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan. Alice dan Bella. “Tidak!” Aku harus pergi. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu..” Jasper berkata pelan. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia. Iris matanya secara mengejutkan merah terang.Diterjemahkan dari: www. “Aku setuju dengan hal itu. Menyembunyikan diriku. Tersembunyi di balik hujan. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. sehalus pualam. dan langsung berpacu menembus hutan. Aku terus berlari kearah timur.. Pertama.stepheniemeyer. tapi gabungan ketiganya. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. Yang lebih parah: keyakinan Alice. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan.bahagia. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. tapi aku tidak menyadari hal itu. lelucon Emmet. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat. seorang diri. mereka kelihatan bahagia. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. kurang lebih sama.

sudah pasti ia akan membenciku. Ini tidak boleh dibiarkan. kering.stepheniemeyer. Tidak mampu menanggungnya. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. 88 . tak bernyawa. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. Aku coba mengusirnya dari benakku. Harus ada. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. Itu sangat kongkrit.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak.Diterjemahkan dari: www. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Kedua mataku. Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku. Selalu ada pilihan. mencoba melihat ke hal lain. Aku gemetar. Aku tidak tahan melihatnya. berwarna merah terang karena darah manusia. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. Wajahnya dingin dan abadi. sangat jelas. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. dan perasaanku menggeliat menderita. Sementara itu. monster dalam diriku meluap gembira. mata seorang monster. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. apa saja. Hal itu membuatku muak. Semua tetap tidak ada gunanya. sepucat kapas. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku.

aku tetap tinggal di Forks. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Aku kembali pada keseharianku. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Semuanya sempurna. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah.. “Halo. Kecuali aku sendiri. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku.Diterjemahkan dari: www. Undangan Sekolah. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah. Akan kubuktikan dia salah. Sesuatu yang mengerikan. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Tidak ada bahaya. Penyiksaan dan api.stepheniemeyer. sekarang murni neraka. Bukan tugas mudah. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara. Bukan lagi penyiksaan. Bella adalah manusia. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya. aku memperoleh keduanya.. Aku bertekad untuk mengubah masa depan. Edward. Suaranya ramah.com 5. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia.ya.

sejengkal demi sejengkal. Dan setiap hari justru makin sulit. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . dan bukannya berkurang. Jika ditakdirkan mencintai dia. kemudian kembali memandang lurus kedepan.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. Ini tidak masuk akal.Diterjemahkan dari: www. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. Tapi aku bisa menahan sakit. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. untuk bisa berjalan lebih mudah. Tidak. Belum. Tapi hanya sebatas itu. Tapi itu tidak kunjung terjadi. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. Dia tidak bicara lagi padaku. setiap kata yang ia ucap. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal.stepheniemeyer. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. Aku mengangguk sekali. Lebih dari satu bulan telah lewat. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori. bukan yang sebenarnya. Aroma dan kesunyian-mental dia. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. usai sekolah. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Sorenya. Atau. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. Dua yang pertama sudah tidak asing... Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah. Bahkan itu tidak boleh. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin. tidak pernah melihat ke arahnya. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. hanya berlagak.

haus. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. aku butuh mengambil napas untuk bicara. atau sesuatu yang seperti itu. Yang pertama adalah yang paling pokok. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. dan hanya bayanganku saja.. Tapi sebaliknya. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. begitu dekat dengan permukaan. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya. Dan. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya. Ketika ia bicara ke murid lain. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku. Dia membuat gadis itu terus bicara. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia. Setiap kali. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya. Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan.stepheniemeyer. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai.. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar.Diterjemahkan dari: www. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Apa dia mengutarakan pikirannya.com dan penasaranku. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. sama seperti di hari pertama. Aku yang ingin melakukannya. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku. efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya.

Aku tidak melihatnya sendiri.. diriku. itu tidak akan terlalu fatal. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. tidak cari perhatian. dan itu membuat Mike puas. tersemengati melihat senyumannya.Diterjemahkan dari: www. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu. Yang bisa kuketahui. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri.stepheniemeyer.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. yang lain masih khawatir pada gadis itu. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. tapi yang terjadi justru sebaliknya. Setelah insiden waktu itu. kadang-kadang. tidak egois. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. mengajaknya ngobrol. hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. Sama seperti aku mengacuhkan dia. 92 . Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. hal terakhir dari siksaanku. Eric Yorkie.. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. dan bahkan. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. dan berani—dia benar-benar orang baik. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. akhirnya. dan cenderung protektif. aku mengatakan pada diriku sendiri. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. Hanya senyum sopan.. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. penyayang. murah hati. yang paling menonjol. dia mengacuhkan aku. kagum.. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu.

meskipun seharusnya tidak. Tapi Bella masih belum mengajaknya. tapi ia juga segan menjawab “tidak. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami. Lebih sulit dari kemarin.. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. Hari ini akan sulit. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya. Aku akui. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya. Alice.” Dia cemberut. Aku berusaha membuatnya diam.Diterjemahkan dari: www.” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret.. Hanya Jasper yang menyadari. “Itu tidak akan terjadi.” takut berakhir 93 . Aku harap.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). “Itu sangat masuk akal buatku. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. Itu membuatku senang. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella. Aku sedang tidak ingin ngobrol. Bersikap wajar. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. Semoga kau senang. Tentu saja. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. kau lebih baik dari yang kukira. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi.stepheniemeyer. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal. Dalam cara yang aneh. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia. Selalu begitu polanya. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. Dia tidak mau menjawab “ya. Aku tidak tahu apa artinya.” Dia mendengus. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan. “Jangan ikut campur. Mike Newton. Alice mendesah. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. berencana mengajak Bella kencan.” tukasku dari balik napas.

.” “Bagus. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu. Dia sengaja cuma menunggu.” Bella ragu-ragu. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. 94 . Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak. Dia duduk di ujung meja lagi. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal. tapi ada secuil kelegaan juga. Lagi.. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica. Kemudian ia memberanikan diri lagi. “Jadi. Pengecut.” kata Mike ke gadis itu. Matanya menatap lantai. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang. Bocah itu lembek. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini.. Dalam sedetik keraguan itu. dan hampir secara kecut mundur. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif.. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike.” dia ragu-ragu. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. dong.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat.com tidak mendapatkan keduanya. “Well. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella. merasa nyaman dengan kebiasaan itu. Mike tidak mendengar kelegaan itu. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. Ia bisa menebak alasan dibaliknya. “Aku bertanya-tanya jika.Diterjemahkan dari: www.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi.well. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi.stepheniemeyer. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku belum pernah merasakan sebelumnya. karir. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. tapi sekaligus amarah yang sangat.” Bella menjawab dengan suara lembut.percintaan. Harapan Mike runtuh. kepalaku sedikit miring kearah Bella. Tapi. Aku tidak cukup kuat. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. aku tidak bisa menamakannya. ia akan berkata ya pada seseorang. amarah. bergaun putih gading. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. “Tidak. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya. Dia menyenangkan dan menawan.Diterjemahkan dari: www. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. Luka yang kurasakan melebihi segalanya. dan putus asa. menurutku kau harus bilang ya padanya. Alice benar. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. akan datang hari dimana ia akan berkata ya. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. hasrat. Saat ini. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. pernikahan. suatu saat nanti. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. Aku cemburu. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya...” 95 . Dia mendelik padaku. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. apapun itu. Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. atau menunggu sampai pergi dari Forks. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella.stepheniemeyer. “Mike. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. atau mungkin 'tidak'. Dan bukan cuma sakit.

” Bella kini agak ketus. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. Hal itu tidak boleh terjadi. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. Banner membangunkan dia dari lamunan. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya. Dan ia langsung melihat kearahku.” gumam Mike. mungkin merasakan tatapanku.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku. Aku menahan geramanku. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis. Matanya tertutup.stepheniemeyer. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. bersalah. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. atau marah dalam detik ini. Frustasi. Menarik. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia. tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh. Suara Mr. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. 96 . Bahunya terkulai galau. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. Hampir.com Melebihi segala penyesalan dan marah. aku merasa lega pada jawabannya.” jawabnya. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. Suara Mike berubah membujuk. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. tidak bisa. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu.Diterjemahkan dari: www. “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. kau benar. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi. Matanya pelan-pelan membuka. Dia menggeleng sangat pelan. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain. Aku tidak merasa menyesal.

Aku memejam. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. Banner memanggil namaku. Aku menarik napas cepat.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. Monster itu sedang berlonjak gembira. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. Dia tidak membalas tatapanku lagi. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya. aku kembali memandangi gadis itu lagi. sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Sang monster menyukai itu. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah.Diterjemahkan dari: www. tapi kemudian Mr.com Seakan aku telah menang. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas. Dia bersembunyi dibalik rambutnya. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. “Siklus Krebs. Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. Dia tidak membuang muka. dan bukannya kalah. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban.stepheniemeyer. Dua mataku hitam karena haus. Jari tangannya yang lembut. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Ia masih tidak membuang muka.

” aku memberitahu dia. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. terlalu baik. Ini membuatku kecewa. Dia menutup mata. membaca wajahnya. Apa aku bicara dengan dia lagi. yang membuatku frustasi. Bahwa seharusnya begitu. Dia terlalu rapuh. Jika aku punya detak jantung. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. “Tidak. Tidak jika aku bisa menghindarinya. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. justru terlihat menggemaskan. Alice betul tentang itu. Tekadku sudah tercabik-cabik. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. tapi aku hanya memandanginya. Aku akan berusaha menghindarinya. Itu membuatku ingin tersenyum. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. “Apa?” dia akhirnya bertanya. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. tidak. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. Dia menunggu. saat menoleh ekspresinya hati-hati. yang seperti ketika marah. curiga. pastilah berdetak lebih cepat. Rahangnya terkunci.com ringkih. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. Bel berbunyi.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. tidak. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. Selama terombang-ambing. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. tidak juga. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Matanya masih tertutup saat bicara. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. melawan rasa hausku. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. Aku tidak bisa melakukan ini. berdampak aneh pada tubuhku. Aku menarik napas pendek. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Tidak.

stepheniemeyer. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah. Dia sama sekali 99 . “Lebih baik kita tidak berteman. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal.Diterjemahkan dari: www. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat. “Kau tidak tahu apa-apa. “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini.” dia menjawab dengan ketus.” Aku memandangnya syok. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. Tapi lebih baik seperti itu.” ujarnya marah. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. Satu-satunya yang tidak membuatku malu.” Matanya menyipit. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil. Apa aku bisa? Matanya membuka. bingung. “Aku tahu sikapku sangat kasar. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya. Dia perempuan cerdas.” itu adalah hal yang paling jujur. aku memutuskan.com Apa adanya. ekspresinya masih hati-hati.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa.” tentu dia menyadari peringatan itu. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia. “Aku tidak tahu apa maksudmu. “Percayalah. Aku membeku. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku. “Aku minta maaf. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini. sungguh.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar.

seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. Pasti ada pilihan lain. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. Kuserahkan buku-bukunya. dan kakinya tersangkut ujung pintu. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. “Sama-sama. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. Tidak ada yang memperhatikan aku. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah. Dia membungkuk. Bukannya memunguti barangbarangnya.” kataku sama dinginnya. Dia berupaya keras 100 . karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir.” jawabnya dingin..Diterjemahkan dari: www. Langkahnya kaku. dan kemudian membeku.stepheniemeyer. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. yang lebih manusiawi. Pipinya merona.com berbeda. Aku berusaha memikirkan suatu cara. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. Aku berusaha tidak tertawa. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. bahkan tidak melihat kebawah. aku segera ke sisinya. kali ini karena marah. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur. Jadi. tanpa terlalu memperhatikan jalan. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa. Hal itu sudah pasti. Bahkan saat kesal seperti ini. dia hanya berdiri mematung. melihatku. menyambarnya. Mrs. “terima kasih..

Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu..stepheniemeyer. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk.com mendefinisikan perubahannya. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. “Tunggu yang lain disini.. Eric.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar. baru aku jalan. Sesensitif seperti biasanya. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya.” ia menyapa dengan suara ramah. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. Anak ini mulai gila. Yang ini aku harus lihat.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. geli dengan permintaan anehku. Apa dia terkejut..Diterjemahkan dari: www. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric. bingung. “Mmm. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. Bella. Kelas Tyler keluar agak telat. Eric telah mengambil posisi duluan. oke?” aku menggumam pada Emmet. Tiba-tiba aku jadi gelisah. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium.. Eric dan Tyler. “Hai. entah bagaimana. Dia membatin. Dia akhirnya menoleh. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. Matanya curiga. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan. aku cuma bertanya-tanya. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Dia terhenti sebentar. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . suara nama Bella di kepala. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. “Hai.

Aku melewati Bella tepat pada saat itu. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja. Bagiku dia biasa-biasa saja. Kemudian ia menggigit bibirnya. Eric melangkah lemas. Tapi. Aku tertawa.” gumamnya.” Dia telah mendengar hal itu.Diterjemahkan dari: www. Aku mengernyit pada pikiran itu. “Iya. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster.. 102 .” dia mengakui malu-malu. “Kupikir perempuanlah yang mengajak.” dia terdengar agak bingung. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang. Yang ia pikirkan cuma pergi. tapi aku memandang lurus kedepan. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. Dia menoleh mendengar suaraku. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. meskipun tahu itu keliru. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku. membosankan. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan. tapi tetap saja ia merasa kecewa. dan mendengar desah leganya. Aku suka itu. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya.” dia menjawab sopan.” “Tentu. “terima kasih untuk ajakannya. “Mungkin lain kali. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella.. “Oh ya sudah. dan tidak ada istimewanya sama sekali. tergesa-gesa mengejar Bella.com menatapnya. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. Tyler terlihat masih jauh. seakan menyesal telah memberi harapan.stepheniemeyer. sih. aku ingin menonton reaksinya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

Tolong. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku. aku benar-benar telah membeku. Sebaris senyum pada bibirnya. dalam proses transformasi yang menyiksa. malam gelap tanpa akhir. Selalu tengah malam bagiku. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme. Ketika muncul ke permukaan. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini. Aku mencintai dia. “Tinggal lah. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. Dan akan selamanya begitu bagi mereka. mood dan hasaratku. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia. Akan kuupayakan. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. Selama beberapa lama. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen.” dia mendesah. Batu hidup. dan itu bukan mimpi buruk.” Dia memimpikan aku.. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. jangan pergi. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. disana di mimpinya. berenang-renang di dalamnya.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya.. “Jangan pergi. cara yang tidak akan pernah pudar. kekal dan tidak berubah. Hari-hariku tidak berujung. semua membeku. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. Dia tidur lebih nyaman sekarang. aku bukan lagi orang yang sama. Kami semua membeku. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 . aku tenggelam. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. Akan selalu seperti itu juga bagiku. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku.

tapi kulawan pusing itu. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. bagaimana aku. satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella.Diterjemahkan dari: www. Kini aku memahami keduanya. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. Dia 109 . Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. Aku akan sangat hati-hati. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. itu bukan disengaja. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya. Tapi aku melihat masa depan yang lain. Aku akan selalu menjaga jarak. Jika aku membunuh Bella sekarang. dengan keegoisan yang tidak termaafkan. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. aku harus membiasakan diri dengan ini. membiarkan aromanya membakar diriku. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. Kepalaku seperti tenggelam. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku.stepheniemeyer. menghindari tatapan penuh tanya Esme. Aku cepat-cepat ganti baju. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. Aku mengambil napas lagi. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. jika dapat menjaga keseimbangan. jika aku sampai membuat kesalahan. Dia melihat binar samar di wajahku. napas yang membakar.

Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri. Aku mengambil napas panjang. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. di kerimbunan hutan dekat parkiran. Well. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. Aku berlari ke sekolah. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. Aku berhutang itu padanya. menghirup aromanya. dan terjatuh ke dalam kubangan. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Dia membuatnya jadi mudah. dan dengan alasan yang baik pula. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. Dia masuk ke parkiran. Dia membungkuk. Aku berhenti di belakang sebuah suburban.com merasa cemas sekaligus lega. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. sampai beberapa detik sebelum saudaraku.Diterjemahkan dari: www. Iya. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. Aku berjalan tanpa suara. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar.” 110 . kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. dia masih marah. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. Aku menyerahkan kuncinya. “Muncul tiba-tiba. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. tapi aku duluan. Mereka tidak menoleh. Dahinya mengerut. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir.stepheniemeyer.

Dia tidak berhenti. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. kau benar-benar sinting.. “Tunggu.. Itu dia—ekspresi yang sama. tidak menghargai gurauanku. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini. Kemudian ia berbalik dan pergi. menjaga agar tetap kelihatan cuek. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku. “Kau—” dia terengah. Dia sudah cukup marah. “Bella. bukannya membuatku kesal setengah mati.stepheniemeyer. 111 .. Aku tidak bisa menahannya.” aku melanjutkan perkataanku tadi. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. Mukanya merah.” Kemudian aku tertawa. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya.” aku memohon. Tapi tetap saja aku marah.” aku sedikit bergurau. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. Aku ingat dengan niatku untuk jujur. bukan aku. jadi aku mengejarnya. memikirkan ekspresi Bella kemarin. Aku menahan tawaku. “Itu demi Tyler.com “Bella. Aku langsung menyesal..Diterjemahkan dari: www. Aku harus memberi dia kesempatan. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku.” Masih sangat marah. Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. Aku tidak berhak marah. Aku harus meredam perasaanku. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu.” Tukasku marah. Aku akan menakuti dia.

Aku tidak bilang itu tidak benar. dan juga. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan.. “Kau melakukannya lagi. jika seminggu setelah sabtu depan. “Baik lah. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu. dan harus menahan tawa lagi. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya. Aneh.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar. akhirnya kembali menatapku. “Denganku tentu saja. Biasakan.” Dia mendesah. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku mengambil napas dalam-dalam. Aku menyadari. daripada hanya menanyakan rencananya. “Aku ingin menanyakan sesuatu. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya.. Oiya. “Biarkan aku menyelesaikannya.stepheniemeyer. “Kenapa?” 112 . Moodku tidak jelas.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa.” aku menjawab pelan. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya.” Dia menunggu diam. lebih baik ikut sekalian. “Kau tahu. Santai. Dia menatapku kosong.Diterjemahkan dari: www. tapi kau mengahalangiku. Aku sudah mencobanya. Pasti kelihatannya seperti itu. “Apa kau mencoba melucu?” Ya. aku ingin mengatakannya. begitu banyak emosi melandaku. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik. sikapku tadi itu kasar. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku.com “Maafkan aku. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan.

jadi kumanfaatkan celah itu. “Trukku baik-baik saja. itu menjelaskan segalanya. “Well. Detak jantungnya tidak beraturan. Terutama pada saat ini.” Dia menggerutu. bukannya aku tidak mau jadi temanmu. “Akan lebih. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan. Dia tidak menjawab tidak. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu. Kupikir kau tidak mau berteman denganku.com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu. Edward. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana.” aku menjawab sesantai mungkin. Bella. Itu membuatku cemas. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman. Dia berhenti. jauh lebih penting untuk jujur. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku. dan bertemu pandang denganku lagi. dan jujur saja. dibawah atap kafetaria.stepheniemeyer.” “Oh. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama.. Napasnya terhenti. napasnya bahkan lebih cepat. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati. terima kasih banyak atas perhatianmu. sebelum terlambat. aku tidak bisa meninggalkan dia. dan sedetik kemudian kembali.. Itu masih bukan tidak. Aku menyamakan langkahku. Seberapa 113 . “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang.” dia berkata sinis.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam.” “Jujur saja. Dia mulai jalan lagi.bijaksana jika kau tidak berteman denganku. Tidak. terima kasih.Diterjemahkan dari: www. aku tidak mengerti denganmu.” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius.

114 .” aku memperingatkan dia.stepheniemeyer. Jantungnya berdebar-debar sangat keras. Dia berkata ya pada ku.Diterjemahkan dari: www.” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. aku akan segera tahu. Ya. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku.. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai. Kemudian kesadaran menghantamku. aku meneriaki diriku sendiri. “Sampai ketemu di kelas. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya..com besar aku menakuti dia? Well. Dia mengangguk.

Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley. bentuk lengkung lehernya. Entah kenapa ini begitu lucu untukku. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. mereka tidak kaget. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik.stepheniemeyer. Orang-orang melihatku khawatir.. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. aneh sekali. Dia orang yang kikuk. Dan akhirnya. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam. tidak ada yang anggun darinya sekarang. Rosalie lewat tanpa menoleh. caranya memegang kepala. kesinisannya pada Bella membuatku marah. Mr. tersandung ujung pintu kemarin. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. Tapi aku menghindari Mike Newton. Aku terkejut. Aku tergelak lagi. dan.. mereka betul. 115 . dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. bel berbunyi. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya.Diterjemahkan dari: www. stray books. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar..com 6. Memang benar. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. Aku mempertimbangkan hal itu. dan akan tetap begitu dengan aku disini. paling sering. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. Tapi seringnya. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. Tapi. kakinya sendiri. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. terpleset-pleset diatas es. Alice pasti telah memberitahu mereka. Aku memilih meja yang biasanya kosong. Aku yang pertama kali sampai. para guru..

sedih. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. dia mengingatkan. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman..stepheniemeyer. Aku menghela napas lagi. Dia memperhatikan sebentar. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa. 116 . untuk menenangkan dia. Aku mengangguk. Karena. pikirnya setengah hati. Alice berseri-seri. Dia tidak menyadari aku ada disini. jika memang itu maunya.com Idiot. Sambil menunggu Bella datang. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara. aku tidak lupa itu.” dengusku dari balik napas. kasihan kau nak. Dia terlihat sangat. Wajahnya meredup. Dia sudah gila. Toh. Aku menghela napas. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai.. saatnya akan tiba juga.. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang. itu bisa diatasi. tapi kemudian berseri lagi. giginya berkilauan terlalu terang. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. Tidak. Jasper setengah senyum padaku saat lewat.. Hanya saja. Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng. Tepat saat Bella masuk. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica. Semoga sukses. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini. matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan.Diterjemahkan dari: www. Tapi. Baik. Semaumu saja.

.Diterjemahkan dari: www.” Aku bimbang.” “Well.com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang. aku mengedip. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga. Meski lantainya rata. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. Dan dia terlongo. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang. Sungguh. tetap santai. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku. Dia terlihat kaget sekali.stepheniemeyer. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku. lagi-lagi itu jawaban ya. kali ini melalui hidung. “Mmm. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. Aku mengambil napas dalamdalam... ragu-ragu. tapi dari sikapnya. menatapku beberapa saat. Rasakan apinya. pikirku kering. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia. Butuh beberapa saat. Dia menarik kursi dan duduk. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku. Dia terlihat gugup. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya.” Itu satu lagi jawaban ya. tidak lebih. Jadi. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya.” aku mendengar Jessica bicara. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara.. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya. dan harapan itu membuatku tersenyum. Aku menunggu dia bicara. jadi kenapa tidak 117 . tapi akhirnya dia berkata.” jawabnya pelan dan ragu-ragu.. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya.. aku mengulang-ulang dalam hati. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar. bukan lewat mulut. “Ini tidak seperti biasanya.

118 .. Jadi aku menyerah. Aku tersenyum. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu.. “Aku tahu. “Kau tampak cemas. “Mereka akan baik-baik saja.” Itu cukup jujur. atau sedang menggodanya.. tampaknya. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu.” harusnya ini tidak lucu. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. paling tidak aku jujur. “Menyerah?” dia mengulangi.. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik. menunggu. sebetulnya.” Nampaknya itu tidak membuatnya risau..” Dan. seakan kalimatku belum selesai. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang. menyerah untuk bersikap santai. Itu sangat melegakan. heran.” Ugh. Biarkan dia melihat keegoisanku.” dia tidak pandai berbohong. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya. Aku tertawa melihat ekspresinya.” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur. “Terkejut. “Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau.” ujarnya akhirnya. Dia tidak berdiri.” aku menjaga senyumku dengan susah payah.. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu.” aku mengingatkan dia. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat. Dia menatapku. Biarkan itu memperingatkan dia juga. “Aku lelah berusaha menjauh darimu. “Kau tahu.com sekalian saja. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku.Diterjemahkan dari: www. Bella menelan ludah. “Tidak. Harusnya dia khawatir. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan. “Lagi-lagi kau membuatku bingung.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu..stepheniemeyer. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar.

stepheniemeyer. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas.” dia meyakinkan aku. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal. “Aku mengandalkan itu.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya. terus terang. “Jangan khawatir.” Dia menunduk.Diterjemahkan dari: www.. aku bukan teman yang baik untukmu. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum.” Ah. karena kau tidak mendengarkan. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh.. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar.” Bagus.orang yang tidak pintar. tapi apa aku akan tetap tinggal diam. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku. kau akan menghindariku. “Kau sering bilang begitu. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya. “Selama aku adalah.” “Ya. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 .” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti.. Maka dia akan tinggal. jika dia mencobanya? Matanya menyipit. Itu belum cukup. “Jadi. tapi aku tersenyum minta maaf. Kalau pintar. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja. “Aku masih menunggu kau mempercayainya.” aku mengulangi.” Aku kurang yakin apa maksudnya. Tapi kuperingatkan kau.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. “Teman. Jantungnya berdebar lebih cepat.” gumamnya malu.” katanya pelan. “Atau tidak. Kami bertemu pandang. kurasa kita bisa mencobanya.. “Well. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya. Betapa dramatisnya.” “Jadi.

. “Itu sangat memusingkan. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya.Diterjemahkan dari: www. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. Aku coba menggunakan nada membujuk. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya. Pipinya jadi merah terang. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. Itu. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini.. tidak perduli apapun dugaannya. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa.stepheniemeyer. mengunci mimikku seperti itu. merasakannya di udara.” Ugh.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. kau tahu. Aku terkekeh lega. juga. Aku menarik napas. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara. sementara panik merayapi tubuhku. “Tidak terlalu. akan sangat tidak memusingkan.. Dia menggeleng.” Aku menahan senyum di wajahku. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. “Terlalu memalukan. “Terlebih lagi. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya. “Tidak. bahkan setelah berjanji akan melakukannya. Dia melanjutkan. kesal karena menyadari dia betul. Aku tidak adil. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan.com merah muda.” akunya. dan ia tidak mengatakan apa-apa. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi. Dia tidak bodoh.nah.” 120 ..

mencoba lagi. “Apa?” Tanyanya.stepheniemeyer. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 .” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike.Diterjemahkan dari: www.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah. Aku menatap Bella.” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya. aku yakin kau salah.” “Kecuali aku. Bibirnya merengut. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. “Kau?” “Tidak. “Lagi pula.. Kecuali kau. aku tidak lapar. tentu saja. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya. Aku menunggu.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. “Kau ini pemarah.. Aku tertawa lagi. ya?” “Aku tidak suka standar ganda. Pandangannya ke meja.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. “Tidak.” tukasnya dengan suara dingin. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya. “Tidak. Dia membuang muka. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. Aku pernah bilang.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar.” aku jelas tidak lapar.” “Ya. kebanyakan orang mudah ditebak. Dia menatap ke meja. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi. “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku.

Well. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap. “Mmm.” “Pasti kau bakal tertawa. itu bukan reaksi yang kuharapkan. 122 . meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik. Sekali lagi aku mencoba membujuknya. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku. “Please?” Dia mengedip.. “Ceritakan padaku satu teori..stepheniemeyer.” Dia berjanji. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah.” jawabnya sambil mendongak menatapku. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. mengitari mulut botolnya dengan jarinya.” “Kau tidak memberi syarat. apa?” tanyanya. lagi-lagi penasaran. kau sudah janji untuk menjawab satu. “Ceritakan satu teori. terlihat pusing.Diterjemahkan dari: www. Dan itu tepat mengenaiku.” dia mengijinkan. “Satu. “Kira-kira.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti.” “Terima kasih. memperhatankan matanya dalam tatapanku.” Dia kelihatannya sangat yakin.. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. “Jangan yang itu.” Wajahnya merona lagi. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan.” Dia menatap ke botol limun. sedikit saja.” Aku memohon dengan suara halus.” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu. Aku tersenyum. Aku menunggu.. “Kedengarannya adil. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa. dan wajahnya berubah kosong.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok.” Dia mendebat balik.

” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada. berusaha menyembunyikan kelegaanku. “Mendekatipun tidak.. Dan sedetik kemudian. Tetap saja. Aku tidak tahu harus menjawab apa.” Aku mencibirnya.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap.” Dia akhirnya mendengar peringatanku..” keluhnya. ternyata berhasil.?” Aku behutang kejujuran padanya. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 . “Karena. “Benarkah?” tanyaku. cuma itu yang kupunya. menyembunyikan penderitaanku. Aku bisa menggodanya lagi. “Oh.. dan jantungnya berdetak kian cepat.” ujarnya. aku berusaha tersenyum. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan.” Dan ketika dia tahu. “Ehh.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. Dan itu membuatku lebih senang. “Ya maaf.Diterjemahkan dari: www. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu.com Terkejut dan puas. agar tidak tidak kedengaran mengancam. well. “Aku mengerti. “Kuharap kau tidak mencobanya.” “Sial. karena dia pikir aku adalah superhero. “Nanti juga aku tahu.stepheniemeyer. “Itu tidak terlalu kreatif. “Kryptonite juga tidak melemahkanku.. ia akan lari. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut.” Kemudian aku tertawa.” Dia agak tersinggung. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa.

. kebalikannya.” Lebih tepatnya. Aku mengulurkan tangan ke meja. aku akan masuk. lari. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras. Aku.” Aku menarik napas.stepheniemeyer. Dia benar-benar tidak takut padaku. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat. Belum. “Tidak. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan. “Well.” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan. memperhatikan itu. bukannya dia.” Itu tidak mengejutkan. Lari. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing.Diterjemahkan dari: www.” Tentu saja aku jahat. Bella.” bisiknya sambil menggeleng. Banner akan menguji golongan darah. ke tutup botol yang kuputar. “Kalau begitu sampai ketemu lagi. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan.. aku memujamu. aku akan menjauh darinya. Kutunggu dia sampai keluar. Hari ini Mr. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. aku tidak percaya kau jahat. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Dia ragu-ragu. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. “Kita bakal terlambat. Dan. ngomong-ngomong. Namun tiba-tiba dia terloncat. “Kau salah.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 . Pikiranku buntu.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku.

Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik.. Aromanya aku sudah biasa. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya.com hujan ke mobil. menahan napasku.stepheniemeyer. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. Beberapa ratus meter dari tempatku. Saat aku mendekat. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. dia memejamkan matanya lebih rapat. kulit gadingnya berubah hijau. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. Matanya tertutup. Jadi. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. tapi 125 . Aku mencari sumber suaranya. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. kulitnya sepucat mayat.. Itu meringankan kepanikanku. Aku langsung berhenti di tempat. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah.Diterjemahkan dari: www. Setetes cairan kental merah di kertas putih. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. Aku hampir menendang pintu mobilku. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. Secara naluri. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike. “Bella?!” Teriakku. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike. Jika dia sampai menyakiti Bella. Tes golongan darah. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. aku akan membinasakannya. Kemudian.

” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton.” “Aku yang akan mengantarnya. ditebak dari ekspresinya. “Pergi sana. Aku yang seharusnya melakukannya.” tuntutnya dengan suara lemah—malu. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi. “Turunkan aku. dengan kata lain. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri. dia bahkan tidak menusuk jarinya. Seringaiku makin lebar. “Kurasa dia pingsan. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. Dia baik-baik saja. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku. Berdebar-debar dan takut. 126 . mungkin itu akan mengundang seleraku. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku. “Aku tidak tahu apa yang terjadi. Kau bisa kembali ke kelas.” aku menambahkan. “Tidak. Di waktu lalu. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. “Bella. Mike menggertakan gigi. merasakan udara disekelilingku. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya.” Kelegaan langsung melandaku. “Turunkan aku.” erangnya. marah karena campur tanganku. “Kau tampak kacau. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya.com darah segar adalah sama sekali lain.” sergah Mike. Matanya terbuka.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah. bingung.” ujarnya.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin.” kataku mengusirnya. mengingat bahayanya jika menyentuh dia. “Aku mau membawanya ke UKS. aku bernapas lagi. setengah bersyukur dan cemas. Aku menyentuh hanya bajunya.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Bibirnya putih. Ah.

“Selalu saja ada yang pingsan. Dan liurku mengalir deras.” jawab Bella. “Oh. Cope terloncat kaget. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya.” Bella mengakui.” Dia mengangguk mengerti sekarang. Begitu Bella tidak lagi di tanganku. Apa iya. 127 . Ah sudahlah. Mata Bella terbuka lagi.” Mrs. Ms..” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. Hammond berkata menenangkan.com Kami sampai di depan TU.” aku menerangkan. sebelum imajinasinya terlalu jauh.Diterjemahkan dari: www.. Otot-ototku tegang. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu.” Hmmm. Ms. Tubuhku terlalu bersemangat. “Berbaringlah sebentar.. “Dia pingsan di kelas biologi. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS.” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini. Hammond. ya ampun. Hammond padaku.” Mrs. aku langsung menjauh ke tembok. Hammond mengangguk. Dia sangat hangat dan harum. Pintunya sedikit terbuka. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang. Aku mendengar pikiran takjub Mrs.. “Aku disuruh menemaninya. Hammond. “Nanti juga sembuh. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh.” aku meyakinkan Mrs.” Aku menahan tawa. sayang. sayang. juru rawat keibuan yang ada di UKS.stepheniemeyer. terlalu berhasrat. Pastilah Bella yang satu itu. “Kadang-kadang. Itu berhasil dengan baik padanya. Itu mengalihkan perhatian Mrs. “Di hanya sedikit lemah. mengawasinya. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. Mrs.” “Aku tahu.

“Berani taruhan dia pasti marah. Bibirnya mulai berubah merah muda. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos.” “Aku lihat wajahnya. lega lagi. Cuma itu.” “Ha ha. 128 . “Tadi kau sempat membuatku takut. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku. “Dia sangat membenciku.” Aku senang jika Mike memang begitu. “Biasanya begitu.Diterjemahkan dari: www. Dia baik hati. Membuatku ingin mendekat. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. “Kau tidak mungkin tahu pasti.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening. “Aku sedang di dalam mobil.” Itu betul.” Bella mengerang. hanya bernapas pelan-pelan.com “Kau betul. yang mana bukan ide yang bagus.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi.” Ekspresinya sedikit berubah.stepheniemeyer. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan. namun cepat-cepat kutahan. menutup matanya. Kemudian dia terdiam. “Kasihan Mike.” ucapnya tidak terhibur. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia. Ah. mendengarkan CD. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat. makanya aku tahu.” Aku langsung berang mendengarnya.” desahnya. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu.” desahnya. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu.” Dan aku memang hampir begitu.” Aku berusaha kedengaran bangga.” Itu mungkin ada benarnya. sepertinya tidak terlalu meyakinkan. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik.

Hammond. “Oh.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella. “Kau kelihatan jauh lebih baik. Baunya seperti karat. menetes turun ke lengannya. Cope. tapi kemudian Ms. “Kita kedatangan satu lagi. Di belakang Ms. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. “Manusia tidak bisa mencium darah.” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu. Dia menoleh melihatku. sayang. “Pakai ini. ingin cepat-cepat menyingkir.” Wajahku membeku.” katanya cepat. masih dengan mata lebarnya.” “Well. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku. buru-buru keluar dari UKS. Cope. Bella.” “Kurasa aku baik-baik saja. Dia tidak suka dapat perhatian.” jawab Bella.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup. Aku mengikuti tepat di belakangnya.. Hammond kembali dengan membawa kompresan es. “Ayo keluar dari sini. Cope membuka pintu dan masuk.stepheniemeyer. Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. “Percayalah—ayo. Mike Newton masih marah sekali. “Kau benar-benar menuruti perkataanku. aku bisa—itulah yang membuatku mual. “Ini..” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga.” Ini yang pertama. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar. cuma bau ringan. mengembalikan kompresnya ke Mrs. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku.dan garam. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring. melongo.. “Aku mencium bau darah.Diterjemahkan dari: www. tidak. Tangan keriput Mrs. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya.” ujar Ms..com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs. Dia terasa lembut bagi 129 .” Aku menatapnya heran. Bukan kejutan. Hidung mungilnya mengerut. “Aku tidak memerlukannya.” Dia menatapku dengan pandangan bingung.

“Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi. berusaha mengendalikan diriku. “Bukan apa-apa. Tapi aku masih juga geram. Aku jadi merasa tamak. atau bereaksi seperti itu. “Jauhkan tanganmu.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. masuk dengan pikiran marah besar.” Dan si Cullen TIDAK diundang.kira-kira begitu. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini. Tidak lebih. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran. Cemburu langsung membakarku.” Kemudian Mike Newton datang menyela. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh.” jawabnya pada Mike. Bukan.” ujarnya kasar pada Bella. 130 ..” jawab Mike sambil menahan marah. Aku menyandar ke komputer. “Kau kelihatan lebih baik. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya.” “Sampai nanti. “Tentu saja. ingin memberinya pelajaran. mereka punya rencana.” Itu bagus sekali. jauh lebih baik sebetulnya.stepheniemeyer. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya. “Aku akan datang.” katanya. Tanganku mengejang. itu cuma tamasya bersama.” balasnya. lebih menyakitkan daripada haus.. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku. aku berusaha meyakinkan diriku. tapi justru dapat tambahan waktu.. Memang. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. tidak bergerak. Jadi dia berkata ya padanya juga.com manusia. “Sudah tidak berdarah lagi. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu. Aku harus hati-hati. Tingkahnya seperti manusia. Bukan cuma mereka berdua.Diterjemahkan dari: www.. itu cuma tamasya bersama. Tenang. Aku membeku ditempat karena marah. Baunya seperti manusia—well. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. aku kan sudah bilang akan ikut. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. “Kurasa betul.” gumam mike.

Terlalu suka.terlalu sempurna.Diterjemahkan dari: www. Aku menatapnya. “Gimnasium. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu.com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. Rona wajahnya belum kembali seperti semula. Itu tidak wajar. Terlalu. dan jantungnya berdetak cepat.. Mengerang.tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu.. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok. “Aku bisa mengaturnya. Semoga Bella memperhatikan.. Dan aku sangat setuju pada hal itu.menakutkan. di belakangku. tapi menurutku tidak. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku.” Bella mengulang pelan. Aku cukup suka itu. Aku menoleh ke Ms. dasar orang aneh. Cope. Menurut perempuanperempuan dia itu keren. sebetulnya. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua..” Dia melakukan apa yang kuminta. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike. Terlalu muda. pikirku sinis. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. Aku tidak yakin apa penyebabnya. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat. Ms.stepheniemeyer. Aku tidak berani untuk bernapas. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. saat dia menatapku.. Mike tidak sepenuhnya keliru. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. Pikirannya penuh kemarahan. Aku tersenyum. lalu menunduk ke wajahnya. “Ms. bukan karena takut. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi. Dengan mata yang tertutup...” bisikku pada dia.. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi. dan napas Ms.. Aku mendekat ke sisinya. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. sementara. Dan tatapannya agak. Kadang. Cope 131 ..

menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. Betul lagi.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. “Aku jalan saja.Diterjemahkan dari: www. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap.stepheniemeyer. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini. “Apa kau butuh ijin juga. Goff tidak akan keberatan. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. “Apa kau bisa berjalan. Dia bangkit berdiri. Edward?” “Tidak.. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya. bahkan disini di kota hujan seperti Forks.. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. Kau merasa lebih baik.” 132 . Mrs. Jangan-jangan. Aku mulai lebih baik dalam hal ini. “Terima kasih. “Oke. Hmmm.” jawabnya. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar. mereka biasanya memakai makeup. sebaris senyum di bibirnya. Bella tidak pernah memakai makeup. dan memang sebaiknya tidak. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu. Aku menahan pintu untuknya. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya.com makin memburu. mungkinkah Bella. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. dan kami berjalan menembus hujan. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal.. dan aku langsung menyadari penyebabnya. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. kalau begitu semuanya beres.” Dia tersenyum padaku.? Mrs..

“Jadi apa kau ikut? Maksudku. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. sabtu ini?” Dia terdengar berharap. Dia ingin aku yang bersamanya. Dia tidak bisa pergi.” Dia mendesah. Tanpa memikirkan tindakanku. Salah satunya.” jawabnya bingung.” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. “Aku baru saja mengundangmu.. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup. aku menangkap belakang mantelnya.Diterjemahkan dari: www.. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. ke First Beach. Dia tersentak berhenti. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. “Pulang. Kemudian dia berjalan menjauh. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah. “Kondisi seperti apa?” protesnya. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. “Mike-schmike. jangan dulu. Ah. Dan aku ingin berkata ya. Kita tidak ingin membuat dia marah. Bagaimanapun. “Dengan senang hati. Aku meliriknya.” “Sudahlah. Aku tersenyum lebar.” jawabku. “Aku rasa aku tidak diundang.stepheniemeyer. lebih dulu menyerah. tersenyum kecut.com Aku memandang ke seberang kampus. kalau begitu mustahil. Mike sempat menyebut pantai. dan sangat menikmati bayangannya. “La Push. harapannya menyenangkan. Well. Untuk melihat. Aku masih belum puas bersama dengannya. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. seakan tidak terlalu berarti.” Sial. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. bukan Mike Newton.

Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku.” ucapnya dingin. sepatu bootsnya mendecit basah. “Ini benar-benar tidak perlu. Cope. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku.” kataku sungguh-sungguh. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci. lebih gelap hingga nyaris hitam. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti. dan ia tersandung pintunya. Aku mengulurkan satu tangan. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. Bella. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan. “Masuklah. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. Aku memperhatikannya baik-baik. Air menetes-netes dari rambutnya.. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu.stepheniemeyer. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 . dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. “Aku tinggal menyeretmu lagi.. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil.Diterjemahkan dari: www. Sesaat dia berdiri kaku.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya.” Matanya menyipit. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius.

memperhatikan hujan diluar sepertiku. Dia terlihat lebih santai.com perasaanku. tapi lebih cantik. dan dia juru masak yang sangat payah. Cope. atau pernah tinggal kelas.. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku.” “Ini juga salah satu kesukaanku.” Aku ragu itu.. Sial. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas.” Aku memperhatikan hujan di luar. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini.. keningnya mengerut. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini. “Dia sangat mirip denganku. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu.” Aku juga ragu itu.. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya. mengingat kembali reaksi Ms. memikirkan hal lain. “Clair de Lune?” Tanyanya. Dia teman baikku. “Berapa umurmu. Aku berhenti di depan rumahnya. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. dan lebih berani. mempertimbangkan hal itu. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku.kalau itu sepertinya tidak.. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum. Bella tersenyum. Kucengkram roda kemudi lebih kencang. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal.Diterjemahkan dari: www.” jawabnya.” Suaranya berubah sayu. Tidak.stepheniemeyer. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya..” dia melanjutkan. 135 . Lagi. Pekat. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung.. Hujan membuat aromanya lebih harum. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak.. matanya melebar.

Atau tertarik? 136 .” Dia tertawa. Dia harus dewasa lebih cepat..aku rasa begitu. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku... membuyarkan lamunanku. “Ibuku... “Kau baik sekali.stepheniemeyer.” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas.dan Phill lah yang ia mau. Aku menyeringai.” Itu menjelaskan beberapa hal.” jawabnya terbata-bata.” Dia menggeleng dengan tatapan senyum. Aku bisa melihatnya sekarang.aku jadi berpikir. “Well. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari. dan mendesah. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya.. mungkin karena tatapanku.. Dalam beberapa hal. Aku buru-buru mengganti topik. ibuku tergila-gila padanya.com “Tujuh belas. “Aku.. Dari segala yang kutangkap tentang dia.. untuk menjadi pengawas. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab...” katanya.. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya. “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA.Diterjemahkan dari: www.bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella.” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya.. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia.dia sangat muda untuk umurnya. dia menangkap lebih banyak tentang diriku. harus ada yang menjadi orang dewasanya.” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi. Takut.” Dia tertawa lagi. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku..

” gumamnya.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua.” lanjutnya. “Jadi.Diterjemahkan dari: www. “Mereka sudah lama meninggal. bahkan aku tidak perlu berbohong.. kemudian bicara dengan suara pelan. 137 . paling tidak. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi. kalau mau. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. “Tidak.” Dia menyeringai padaku. Jadi agak beda. “Hmmm.” Dia bimbang sebentar.” Aku jadi lebih mudah tersenyum.kupikir kau bisa.. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat. Aku tersenyum kecut. Aku buru-buru membuang bayangan itu. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong.stepheniemeyer. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius.” Lebih menakutkan. maaf. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur. jelas khawatir telah melukaiku. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan.” “Oh. Dia mengkhawatirkan aku.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya. dalam kondisi apapun. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab.” Aku juga serius. Sesuatu yang tidak ingin kujawab. kali ini tanpa dipikir.

” “Oh.” “Kau sangat beruntung.. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis. “Tidak. “Saudara-saudaraku. Dia akan menikmati itu. iya.” Aku melihat ke hujan yang turun deras. tentu saja. “Selamat bersenang-senang di pantai. Tidak ada rahasia. Aku sangat. aku terpaksa berbohong. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang.Diterjemahkan dari: www. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku. “Aku yakin dia sudah dengar. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama. Aku melirik ke jam. Tidak ada rahasia di Forks.” Dalam kondisi itu. Aku tertawa mendengar ungkapannya. 138 . “Cuaca nya bagus untuk berjemur. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku. Jasper dan Rosalie. soal orangtuaku. sepertinya kau harus pergi.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu.” aku meyakinkannya. Aku bisa membatalkannya.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga.stepheniemeyer.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu.. keberuntunganku tidak bisa diingkari.tapi dengan kondisi seperti ini. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu. sangat suka itu. sori.com “Aku tidak terlalu ingat mereka. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku. “Ya. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus.” “Aku tahu.” Dia tidak bergerak.

yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. Dia mengangguk. Saat memandangnya.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. Bella. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. Dia terlalu lembut dan rapuh. Dia tersinggung dengan ucapanku. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku. “Akan kuusahakan. demi kebaikanmu dan aku. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar.” Dia mengatakannya setengah hati.Diterjemahkan dari: www. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. Itu juga bagus. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku. Aku membuka telapak tanganku. oke?” Aku tersenyum sebentar. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku... Apapun bisa terjadi padanya.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. Kalau begitu selamat besenang-senang. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. Buat tetap santai. Jadi. “Jangan tersinggung. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras. lari. Aku terlalu mencintaimu. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. Lari. “Oh. sebelah selatan Rainier. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan. Dan tetap saja.stepheniemeyer. 139 . melirik kunci yang ada di genggamanku.

Jam pelajaran terakhir belum selesai. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku. Tapi. atau cemas. dan aku butuh waktu sendirian. pebandingannya tidak meyakinkan. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. tapi berhubungan erat dengan itu. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain..Diterjemahkan dari: www. Ada begitu banyak sisi. Cope dan Jessica Stanley.. Lagipula. Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. Bagaimanapun.. api merayap membakar tenggorokanku. seperti Ms. karena ada yang mesti kupikirkan. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah.com 7. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup.stepheniemeyer. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku. Napasku makin memburu. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. Itu bagus. Daya tarik. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. Tapi tetap saja. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. Tidak sama dengan cinta. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. membiarkan aromanya menyerangku. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica.. walau tidak tahu apa tepatnya. dimana aku bisa 140 . syok.

Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. Karena aku bukan pria-manusia. tapi kini mulai keruh.Diterjemahkan dari: www. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. mengetahui. selama yang bisa kuingat. Pengejaranku padanya tidak masuk akal.. karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk.. Dengan segenap raga. aku mendambakan bisa menjadi manusia. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku. Cintaku pada Bella awalnya murni.stepheniemeyer. Ketika itu. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. Yang paling kuingat adalah ibuku. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. Selain cinta ibuku. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit.. Aku sangat ingin bisa 141 . Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya.. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Ini sama sekali baru untukku. Selain hal itu... Ketertarikan itu bagai buah simalakama. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak.. Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. itu tidak adil buatnya.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi..

Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku.” Yang lain kemudian datang. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. aku cuma komentar. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil.” Itu membuatnya makin bingung. aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka. yang bisa kudengar cuma celaannya. “Menggotong orang sakit. kekuatannya yang tidak normal.” Hah? Aku terkekeh.. dinginnya. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil. Aku memandangi tanganku yang putih. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. Edward.. kau tidak sadar aku datang.Diterjemahkan dari: www. “Tenang. Tetap saja.” Dia menghirup lagi. membenci kekerasannya. Respon spontan.... kau kelihatan aneh belakangan ini..stepheniemeyer. Goff pasti mengira kau pakai narkoba. pokoknya begitulah.. “Hmmm. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera.. Perkembangannya makin aneh. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka. Seperti Emmet.com menyentuhnya. Wah. “Berani taruhan Mrs. baunya memang lumayan. Jasper masih sulit mengendalikan diri..memberi pertolongan.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya. “Oh. Ini pertama kalinya. “Aku cuma melihat aku melakukannya..” 142 . “Kau tahu sendiri. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir. gadis itu lagi?” Aku menyeringai. “Kau harus menerangkan alasannya. Entah apa masalahnya. Marahnya masih belum reda.

mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. Aku melihat ke jendelanya. Jalanan kosong. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. dekat Emmet dan Jasper.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. Hujan turun sangat deras. apa sebaiknya ke garasi saja. Mungkin dia tidak disitu. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Dan aku. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. Esme di lantai atas. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang.stepheniemeyer. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. Aku bisa mendengar monitornya menyala. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. atau paling tidak aman. tapi dia tidak melihat keluar. Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. aku tahu. Dia kini sibuk dengan komputernya. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. Kami sama-sama masuk ke rumah. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. Tidak akan lama lagi. duduk 143 . memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. Aku akan menunggu. Sebagai gantinya. jadi cuma butuh beberapa menit. Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. hingga membuatku malu.Diterjemahkan dari: www.

Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. dan bisa kudenar kebingungan Esme. selalu tentang kesombongan. Alunan yang indah. Tepat pada saat itu.Diterjemahkan dari: www. menelengkan kepalanya ke samping. Kalau kau sampai buka mulut.stepheniemeyer. tentu saja cukup malu. menatap aku dan Rosalie bergantian. Tapi. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. duduk di anak tangga paling atas. Aku tertawa lagi. Esme menghentikan pekerjaannya. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. Esme mendesah bahagia. Sudah lama sekali. dia kelepasan. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Pada Rosalie. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. 144 . lebih pada marah daripada malu. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru. Setelannya masih sempurna. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. pikir Esme gembira. Emmet dan Jasper ikut menoleh. Edward. Aku menambahkan harmonisasi baru. “Ada apa. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Rosalie memelotiku. Senyum lebar muncul di wajahnya. Dia secepat kilat turun. Rose?” Emmet memanggilnya. membiarkan melodi utamanya mengalir. mengikutinya dengan alunan bass. Aku mulai main lagi. Musikku terhenti. “Jangan berhenti. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. matanya nyalang marah besar.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. Diatas. aku akan memburumu seperti anjing. Rosalie tidak menengok. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Edward bermain lagi. Lagu baru. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut.

” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. sempurna. Dia menangkap suasananya. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme. dan ikut bernyanyi.” bisiknya. tapi belum lengkap. perubahan apapun akan salah.stepheniemeyer.. Tanganku baru saja terhenti. Alice beranjak duduk di sebelahku. tebal. “Tapi bagaimana jika begini. “Aku sama sekali tidak tahu. Lagunya mulai terbentuk. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. kukira. hidup begitu saja. berambut gelap. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya.. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. Emmet menggerutu frustasi.Diterjemahkan dari: www. tapi entah kenapa tidak pas. Esme pindah ke belakangku. 145 .” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. “Lagu yang cantik. Esme meremas bahuku.. Dengan suara ringan bagai tiupan genta. Ini membuatnya sangat senang. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya. “Ya. dan saat melihatnya..” Aku berbohong.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit. Itu sangat egois. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini.. Aku mengabulkan permintaannya. “Ini lagu. Ada cerita dibalik melodi ini. meletakan tangannya keatas pundakku. membawanya ke melodi yang lain.” Esme mendesak lagi. “Aku suka.” kataku mengomentari. “Lagu nina bobo. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku. “Belum.com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. “Teruskan lagunya.nina bobo. Aku mencoba-coba bridgenya.. alunan berikutnya muncul begitu saja.

Jika dia gadis yang cemerlang. Semua akan baik-baik saja. ternyata menghiburku.stepheniemeyer.” “Tidak.” ujarnya. “Jaga sikapmu. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks.” godaku dengan canda. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. melambat dan semakin lambat. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu.” bisikku. mengejutkan aku dengan arah pikirannya.. kemudian mengehela napas. berharap bisa mempercayainya. Takdir berhutang padamu. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka. Edward. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. “Terima kasih. Kumainkan nada terakhir. Kau. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu. Alice.Diterjemahkan dari: www. Aku mendesah. Mom. anakku. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. Akan ada jalan keluar yang terbaik. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini. Dia pasti mencintaimu. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum. “Edward hanya bersikap sopan. diantara siapapun di dunia ini. Perkataannya.” “Tapi aku ingin tahu. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. kau membuatku tersipu.” Esme mengingatkan. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. Dia tersenyum.” 146 . Suara Alice pun ikut turun. Esme mengelus rambutku..” Dia tertawa geli. berubah khidmat. meski terdengar mustahil. “Hentikan. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya. pikirnya tiba-tiba. Aku tertawa ironis.

dia selalu jadi pusat perhatian. tidak berhubungan dengan siapapun.com Aku tertawa mendengar rengekannya. Sebagai gantinya. Walau bagaimanapun. sejak pertama kali bertemu. “Ini.Diterjemahkan dari: www. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. dia memang sudah lupa. dan dia selalu menjadi yang paling cantik. Rasanya sangat tidak mengenakan. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. Yang terjadi. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. sebaliknya. Kemudian aku berkata. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. bahwa dia telah lama melewatinya. dan tetap saja bergeming. Bahkan ketika masih manusia. Esme. Dan. dan aku menyeringai sendiri. Aku membayangkan. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. aku memikirkan Rosalie.. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. sudah terjadi. sepertinya sia-sia.stepheniemeyer. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. “Terima kasih. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. Dia sudah 147 . mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. Dia terbiasa diinginkan. Bukannya dia keberatan. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku.” Dia meremas pundakku lagi. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi.. sayang. Sedang aku. Tentu saja.

pasti itu. dengan ketajaman intuisi perempuannya. “Kapan?” tanyaku. mereka berburu seperti vampir kebanyakan.” aku sependapat. Alice cemberut tidak suka. dan tanganku langsung membeku di satu nada. “Kau siap. dan kemudian bangkit berdiri. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. Edward. “Mereka tidak pernah berburu disini. Ini bukan kunjungan pertamanya. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang. Alice?” tanya Jasper. “Jasper. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella. Buah dari cemburu.Diterjemahkan dari: www. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. “Tenanglah. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan.stepheniemeyer. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. “Itu betul. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella. “Apa. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 . Dia memutar bola matanya ke aku. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku. Dia sudah menebak. Senin pagi. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga.” Gigiku langsung menggertak. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella. Kau tahu itu.

menyeringai dan melambai. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. Beruang itu melenguh keras.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi. Oh sial. sekali lagi. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. Esme dan Alice bertukar pandang. hei Edward!” Dia berteriak balik.com “Kita akan kembali minggu malam. dan mendecit menggaruk kulit Emmet. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. “Oh.” pinta Esme. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu. itu akan singkat.Diterjemahkan dari: www. Cakar tajamnya merobek baju Emmet. Edward. Otakmu benar-benar terganggu. “Bukankah pernah ada yang bilang. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya. “Sepertinya aku memang begitu. Aku pamit dulu dengan Rosalie. tapi tidak satupun bertanya. “Kalau kau memang suka.” “Oke. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. Aku merenung sejenak.” “Tentu. yang menjulang jauh 149 . Emmet sudah hampir selesai. Ini tidak akan makan waktu lama. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya.stepheniemeyer. Terserah padamu kapan perginya.” aku setuju. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim.

Akan lebih menyenangkan. dan tertutup bulu-bulu. dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. “Huu. “Kuharap mereka lebih kuat.” Humorku langsung lenyap. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 . Selalu saja serius.” Aku mendesah.” Aku menggeram lewat sela gigiku. robekrobek dan belepotan darah. Bajunya rusak. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit.com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri.” “Hidup itu memang sulit.sensitif.” aku mengingatkan dia..” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu. Ada seringai lebar di wajahnya. Emmet datang duduk disampingku.” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya.. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul. “Ayolah Edward. “Sori. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik.stepheniemeyer. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar. Emmet sudah berjalan ke arahku. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu. aku hampir bisa merasakannya. Beberapa menit kemudian.” “Ya. Saat dia mencakar. lengket oleh getah.” “Ini tidak bisa dimatikan. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. “Jangan dekati dia.” “Kau seperti anak kecil.Diterjemahkan dari: www. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang..” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar.. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan.. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk. iya kan?” Emmet menyeringai padaku. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan. Emmet.. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya. “Yang satu ini lumayan kuat. dan kemudian mengerutkan muka.

Dan kemudian.Diterjemahkan dari: www.” Gigi-gigiku langsung menggertak. Emmet.! Tahan disitu. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar..” “Mobil van waktu itu?” 151 .. bagaimana baunya bagiku. “Benarbenar kebetulan.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini.atau jatuh dari tangga. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan. Emmet.. lebih sial lagi..” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya. “Banjir.. gempa.. ingat? Paling banter dia akan kehujanan. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan.” Dia tertawa keras-keras. membencinya lagi. bukan.. Tapi aku bisa menangkap maksudmu. boy. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas. ya kan?” “Beruang.. Dia hidup di Forks. Well. tapi menjawab pertanyaannya.” “Ya.. Coba lihat bukti-buktinya.stepheniemeyer.woo. seandainya ada beruang kesasar ke kota. tapi kita vegetarian. “Kau kedengaran seperti orang gila. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku.” aku memberungut. Dari segala tempat yang bisa ia datangi.. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini. Aku mengacuhkan leluconnya lagi. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu.com “Memikirkan tentang dia. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle.atau tersambar petir.” Emmet terkekeh. Lagi-lagi beruntung. Sungguh. Dan mungkin saja ia bertemu beruang. “Woo.. mencemaskan lebih tepatnya..” Aku mendelik pada tanganku.” Dia mengangkat bahu.

. Aku tertawa datar. Nada suaranya menambahkan tentu saja. Aku menunggu dia mencoba lagi.” “Aku tidak tahu apa masalah dia.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. “Curang. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang.” Dia mendesah. Em. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain.” Emmet menggerundel.stepheniemeyer.” Emmet terkekeh. Berani sumpah. Emmet. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya. 152 .” Aku berbohong dengan seringai lebar. menyerahkan apa saja.” “Aku sama sekali tidak keberatan. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu.” jawabnya mudah.” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi.” kataku dengan suara tercekik. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi. “Jujur saja.. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja. lagi dan lagi.Diterjemahkan dari: www.com “Itu tidak sengaja.” “Rosalie iya. Itu beruntung. tapi pikirannya beralih ke hal lain. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie. “Tidak. Jujur saja. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak.” kataku kasar. “Jawaban yang salah...” “Tapi kau ada disana. Bahkan menyerahkan Emmet. seakan dia punya daya tarik seperti magnet. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya. “Well. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. dan menemukan sosoknya tidak menarik.

Dia berjuang keras sekarang. Tiba-tiba saja. aku bisa jadi pelindungnya.” aku mengakuinya agak malu-malu.” “Aku tidak bisa.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens.. Aku tidak boleh. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar. “Aku tahu itu. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. jika kau mencintainya. sangat ingin untuk tidak kurang ajar. dia kedengarannya terlalu rapuh. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin. lantas apa pilihanmu. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam. dan pembicaraan serius bukan keahliannya.Diterjemahkan dari: www.” erangku. Emmet. Bukankah kau juga akan merasa begitu. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini. dengan tanda kutip.” Wow. mendadak aku sadar.” 153 .. Untuk sementara..bukankah kau ingin. “Percayalah—itu juga aku tahu. Emmet. dong? “Aku tidak tahu.untuk meninggalkan dia. Rosalie pasti keberatan. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu.. Pikiran itu membuatku gelisah.” Dengan kepuasan mendalam. dari pada jika aku pergi.” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya. Aku menghela napas. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh.mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte. Dan. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu..” bisikku.. “Aku sedang mencari cara untuk.. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia.. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella. Kau betul-betul.. Emmet menyadari perubahan ekspresiku. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia. Gadis ini segalagalanya bagiku.com “Ya.” Emmet bukan orang yang bijaksana. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang. well menyentuhnya.. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku... seperti yang kau bilang. Edward.stepheniemeyer...

“Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. termasuk godaannya. Emmet menepuk handphone di sakuku. Aku sudah lama tidak merasakannya.” “Iya. dan mulutnya sedikit terbuka. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. Aku akan pulang hari minggu. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara. bisa melihatnya lagi. Betul-betul mirip orang gila. akan kucoba. “Baiklah.” “Aku tidak perduli. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil.” “Lagi pula.” Emmet mendesah. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu. Aku menghela napas. Dengan keberuntungan seperti Bella. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. sampai-sampai aku 154 . Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya.” Aku menggeleng tegas. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku.stepheniemeyer. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang.” Aku meringis pada hal itu. Tolonglah! Demi aku.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya. Emmet. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari.Diterjemahkan dari: www. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah.” kataku ragu. Sangat lebih buruk. Biarkan Rosalie tenang dulu. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya. Meski begitu. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu.

. dia pasti jatuh. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. Sebuah tempat dimana 155 .. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut.. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya.. Itu alasan yang paling masuk akal. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu. paling tidak. sesuai dengan perjanjian. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak... Aku takut jika sedekat itu.stepheniemeyer. Apakah dia sempat memikirkan aku.. Aku cuma tahu dari foto. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. Mataku terus memandangi wajahnya.. Salah satu tangannya bergerak. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. berusaha menjadi teman. Apakah dia merindukan aku. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. itu tetap menggangguku.Diterjemahkan dari: www. Kami teman sekarang—atau.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. memperhatikan jika ada yang berubah.lelah. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu. Dia bukan milikku. Menyentuhnya lembut. Tidak. Kirakira apa dia menikmati tamasyanya. Dia kelihatan.. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari.. Kuperhatikan lokasinya. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal.

dan memandang ke sekeliling. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. Ya. berbeda dengan penasaranku yang tadi.. Lebih parahnya. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. Bella. sesampainya di pepohonan. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. Ingat dan mempercayainya.. hal itu bisa memecahkan suasana. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Aku duduk di tempat ia duduk.. Aku menggeleng. Tapi. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit. dan. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian.com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen.Diterjemahkan dari: www. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi.stepheniemeyer. Aku cepat-cepat mengikutinya.. Barangkali duduk disitu. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak. tidak terlalu menempel di pohon. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini.. Selamanya. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan. ini jauh lebih mirip 156 . Jadi. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. menuju ke semak pakis-pakisan. penasaran. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja. mereka tidak akan bilang apa-apa..

stepheniemeyer.. untuk sementara waktu dia punya pelindung. Aku akan menjaganya.. Bukan cuma nasibnya yang sial. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya. selama yang bisa benarkan. Well.Diterjemahkan dari: www. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi.com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti. 157 . Aku mengerang.

stepheniemeyer. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. dia menyukaiku. dan merasa senang pada keberuntungannya. Dia akan mencobanya lagi. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. Sudah begitu. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. Namun. Berani taruhan. Senin pagi. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton.com 8. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. tak berdaya. Aku menunggu. dan membuntuti obyek obsesiku. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. dan yang sebaliknya terjadi padaku.Diterjemahkan dari: www. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya. yang terjadi justru sebaliknya. Bella tiba di sekolah lebih awal. Kira-kira apa yang 158 . Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. jadi aku tidak terlalu kesal. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. berita baik lah yang kudapat. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. tersembunyi dibalik bayangan. Betul kan. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. Mike menemukan dia disana. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. terpenjara dibalik bayangbayang hutan.

. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan.Diterjemahkan dari: www.” katanya. “Hanya dibawah sinar matahari. “Well. Padahal aku ingin mengajakmu kencan. Mike menyadari perubahan di rambut Bella. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. Aku sangat ingin terbang kesana. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 .dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti. “Mike. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu. Sejenak hening. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya. Dari ekspresi puas samar di wajahnya.” Pedih dan marah akibat cemburu. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya.com begitu penting di Seattle.stepheniemeyer. sepertinya tugasnya sudah selesai. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit. Mike menelan ludah.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan.” ujar Bella.. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu... secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. Sedang Mike sama sekali lupa.” “Oh. Aku mematahkan satu batang pohon lagi. kita bisa pergi makan malam atau apa. Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga...

. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya. “Waktunya masuk kelas. tidak sebaik jika itu adalah Bella. “Kurasa.Diterjemahkan dari: www. Sepertinya Seattle memang cuma alasan.” Aku bernapas lagi.. Jadi. dan aku tidak boleh terlambat lagi. Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun. Jessica.. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan...” Bella bimbang.. dan senang jika ada 160 . Oke.. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. Wow. memang. “Oh..” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. dia melihat segalanya. Badannya lumayan. hal itu sebetulnya sangat kentara. Oh..com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan. Hmm. tubuhku bisa kembali rileks. Sedang Bella begitu tidak egois. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia. Kurasa dia cukup manis. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. Mike. sevulgar fantasinya tentang Bella. Burung yang sudah di tangan. Hmm. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah.” “Jessica?” Apa? Tapi. sibuk dengan fantasinya. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar. Pikirannya kini saling tumpan tindih. Sepertinya.. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya... Aku seharusnya tidak bertanya.stepheniemeyer. Buatnya itu pilihan kedua. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. Tapi. mengikuti Bella terus. Kemudian dia lenyap. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam. Hmm. berloncatan dari pikiran ke pikiran. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. “Yang benar saja. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar.” Dia tidak bisa berkata-kata.

. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut. Aku membaca lewat pundaknya. Dia penggemar Austen. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. tapi aku tidak mau ambil resiko. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. yang kelihatannya sudah sering dibaca. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. Aku tahu itu. aku memang berlebihan. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman. Ah—lagi-lagi klasik.stepheniemeyer. dan membukanya dengan kasar. Barangkali dia merindukanku juga. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. aku langsung saja pergi ke rumah Bella. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. memberiku harapan. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. Oke. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum. Pada saat jam makan siang.com Angela Weber di dekatnya.Diterjemahkan dari: www.. Dan itu membuatku berdebar-debar. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. dan dia terlihat sedih lagi. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia. 161 . Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. tangannya membeku di satu halaman. Jadi.

com Aku sempat melihat judul halamannya. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. Aku menghela napas dalam-dalam. menarik lengan bajunya keatas. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti. sangat beresiko. mendarat tanpa suara pada ujung kakiku...Diterjemahkan dari: www. dia menutup bukunya dengan kesal. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. Ini sangat-sangat salah. Dua sendok makan tepung. atau biru. Aku mengingatngingat novel itu. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan. Aku mendesah.. Dia berbaring diam. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal.stepheniemeyer.. Napasnya lambat.secangkir susu. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini. Tidak beberapa lama.atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah. dan memejamkan mata. Mansfield Park. seakan sedang menenangkan diri. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. Dia menghela napas panjang.. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya. kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen.. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin. Satu misteri lagi. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang.. Aku meloncat turun.. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya.

mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat. aku akan menunggu sebentar. akhirnya aku sadar.” desahnya. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi.Diterjemahkan dari: www. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis. menahanku di tempat. Paling tidak dia masih memimpikan aku.. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga.. Mmm.com ini di kepalaku... Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter.. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku. dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya. mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini. Sia-sia sudah kesombonganku. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku. Rasa benci pada diriku menguat. tapi kemudian ia menggumam. “Mmm. Edward. Aku sudah mau mundur lagi. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya.stepheniemeyer.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku... sekedar jaga-jaga.. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun. Terlalu. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar. Sense and Sensibility. Aku mengembalikan bukunya. 163 . Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu. “Mmm. “Edmund.. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya. Well.. Dia mulai dengan cerita pertama. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya.. Ahh. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram..dekat.” Tidak terlalu ada artinya.

Jasper tidak memperingatkan teman164 . “Charlie?” tanyanya pelan. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain. Dia memandang ke sekeliling. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. Rambutnya kembali gelap. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. Aku ingin menghalaunya. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. Ketika cahaya menghilang. bayang sore pun mengambilnya. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk. Beberapa gerutuan samar. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok.. dan ia melihat ke arah suaranya. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai. Dia terbangun.Diterjemahkan dari: www. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata.. aku cuma menangkap intinya. Untuk sesaat. menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan.com Siang pun berlalu. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. Aku lega ketika ayahnya pulang.stepheniemeyer. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan.sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. hampir hitam dihadapan wajahnya.

hari terakhir matahari memenjarakanku. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. Hanya sekali. Dan. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin.. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku.tapi kemudian sadar. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. Aku disini untuk melindunginya. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks.com temannya untuk menjauhi Port Angeles. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Aku bertanya-tanya. Hari sekolah berikutnya. Biar bagaimanapun. Rumahku kosong saat aku kembali. Ketika bicara.. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. Setelah itu aku pergi. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur.stepheniemeyer. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. aku akan tetap mengawasi Bella. Wajahnya kadang gelisah. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku. yang mana baik-baik saja untukku. Aku jadi bertanya165 . ketika ia mendesahkan kata. kadang sedih. Lagipula. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu.” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. “Kembali. Selimutnya berantakan. kurang lebih sama dengan sebelumnya. Aku pergi ke lahan berburu terdekat. mimpi buruk apa yang menghantuinya. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku.Diterjemahkan dari: www. Hanya untuk jaga-jaga. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku. dia seorang pengasuh.

Sekolah usai. Ah. sebagai Bella. dan hampir sama panjangnya. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya.Diterjemahkan dari: www. Ugh. Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. begitu kesimpulan dia. Peter dan Charlotte masih ada. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. Dia sudah semestinya cemas. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan. Edward. pikir Alice dengan riang. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu. Rambutnya sepirang Charlotte. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya.stepheniemeyer. karena dia hampir setinggi 166 . Itu lagu lama. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. yang memandangiku dengan penasaran. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. gerutu Emmet. Tapi. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. dan langsung menuju ke piano. Mahluk yang aneh. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. seperti biasanya. Kau benar-benar payah. Aku masuk lewat dapur. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. dia kembali.com tanya. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. membuatku bersyukur. pikir Charlotte. Tentu saja itu Rosalie.

Rosalie memikirkan hal yang sama.” salamku sambil mengangguk. “Kalau kau bertemu Maria lagi.” Kemudian mereka bersalaman. sedang Peter baru belakangan. Idiot. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian.Diterjemahkan dari: www. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper. Pasangan yang sangat cocok. menuju Seattle. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. Edward. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. Jasper selalu menjadi favorit Maria. pada tahun 1940an.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. Setelah beberapa saat. umpat Emmet padaku. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. dengan suara mencibir. semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku. itu Esme. aku merasa lebih tenang. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan. Setelah di dalam mobil. “Charlotte. mereka akan langsung ke timur. dan dengan tergesa-gesa berdiri. Kasihan. Dasar orang gila. dengung mantap suara mesin yang 167 .” ujar Charlotte basa-basi. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya.” kata Jasper sedikit khawatir. Kuhentikan laguku di tengahtengah. Aku pura-pura tidak mendengar.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi. Peter. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. siap-siap untuk pergi. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan.stepheniemeyer. Dan Alice. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. Alasanku sudah cukup lemah. Tidak mendekati Port Angeles.

168 .com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella. Rasanya lega bisa di jalan lagi.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan.

matahari masih terlalu tinggi diatas. Mengambil resiko lebih. setelah menemukan Jessica. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. Angela betul—Tyler cuma membual. ketika makin gelap. bertiup dari arah barat. Setelah menemukan Jessica. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. Aku hanya bisa 169 . tidak ada alasan untuk mengambil resiko. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. meski jendelaku sangat gelap. aku akan menemukan Angela. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Kemudian. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru.stepheniemeyer. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. aku bisa mendekat.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles. Sesuai dengan warna matamu. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi. Tidak terlalu lama. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela. Bella masih kelihatan kesal. Dan.com 9. Ha ha.Diterjemahkan dari: www. tapi Angela sedang ganti baju. Well. Untuk saat ini. lebih tepatnya.

mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko.” Aku 170 . suara mentalnya paling mudah ditemukan. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok. Secara berkala aku mengecek Jessica.. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam. kemudian ganti ke Angela. kurasa dia sedang ingin sendirian.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama. ia kesal dengan kepongahan Tyler. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak..com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi. Jadi. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi.. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran. “Dia baik-baik saja. Bella tidak kelihatan dimana-mana. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku.. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan... bahkan jika kita kembali dulu. Lagipula. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu... sebelum menjawab pertanyaan Angela. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. minta pendapat Angela. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. bahwa ia menegaskan niatnya. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran. Dia akan suka itu. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar.” Ibuku pasti akan marah besar. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella.Diterjemahkan dari: www. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya. Kusentuh handphone di kantongku.stepheniemeyer. baru saja balik arah.

Aku seharusnya tidak melakukannya..” ujar Angela. Jika aku tetap berada di sisi barat. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia..com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman. berharap pencarianku singkat. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia.stepheniemeyer. Aku bertanya-tanya. Dia baik padaku selama di mobil tadi. di trotoar. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini. 171 . Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong.. ada sedikit sisa aroma Bella di udara. bisa untuk tempatku parkir. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya.. Aku tahu seluk-beluk Port Angeles. Dia sempat kesini. mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica.. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan.Diterjemahkan dari: www. tetap berada dibalik bayang-bayang. Aku bertanya-tanya. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini.. Sebentar lagi matahari di belakang awan. “Ayo cepat kalau begitu. Aku menilai sekelilingku. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia. tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota.. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu. kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter.. Seharusnya aku lebih memperhatikan. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian.

kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. Terkungkung.? Terlambat lagi. Aku tidak suka ini. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku.stepheniemeyer. Seperti sekarang. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu.. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele. Pikiran satu ke pikiran lainnya. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. mencari-cari dia. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat... Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran. tapi aku sudah keluar lagi. Apa dia tersesat? Well. dia hilang dari pengawasanku..kurasa anakku telinganya infeksi lagi. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. dan arahnya membingungkan aku.. berharap melihatnya di jalanan. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan. Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia.Diterjemahkan dari: www. Aku mesti memberitahunya. aku akan bebas mencarinya di luar. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama. mencari lewat mata mereka. Beberapa menit lagi... Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. karena kemudian aku membaca lebih 172 .. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. . Hanya beberapa menit lagi. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. Awan-awan mulai berkumpul di horizon.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. dan keluar dari jalur normal orang-orang. Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat.

tapi tidak mengalihkan perhatianku. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Itu membuatnya bergairah. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. suaranya sudah jauh di belakangku. Keributan itu membuatnya marah—diam. pasti ada sesuatu—nama jalan. Itu pikiran orang asing. Bella bukan korban pertamanya. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon. “TIDAK!” teriakku. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam.stepheniemeyer. “Jangan seperti itu manis. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. tapi tidak sepenuhnya asing. “Pergi dariku. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. bukan jeritan. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan.” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai. Mereka asal mengikuti Lonnie.Diterjemahkan dari: www. Dia melangkah ke arah Bella. Sesuatu. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya. melenturkan tangannya. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. plang toko. tapi tidak tahu pasti persisnya. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya...” Suara Bella rendah dan tenang.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan.. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini.. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. Aku pindah ke pikiran orang itu. Aku 173 . Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. Di sekitar daerah industri. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.

Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. 174 . Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Terkejut dan agak kecewa. Bunyi klakson nyaring di belakangku. siap-siap untuk menikmatinya. Dia ada di tengah jalan. Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya. Barangkali lebih baik. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. menyudutkan Bella.stepheniemeyer. Yang ini pemberani. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu..akan lebih ada perlawanan. Dia harus menderita atas hal ini. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Di bagian lain dalam kepalaku. Tidak kugubris. Aku langsung menerabas lampu merah. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari.” teriakku setengah menggeram. “Cepat masuk. membuat mereka terloncat kaget. Aku segera membukanya. Dia menunggu Bella menjerit. tapi tidak mempedulikannya. Aku tinggal satu blok lagi. tapi kematian itu akan terlalu cepat. ketegangan dari berburu. mencari yang paling menyakitkan. Lampu sorotku menerangi mereka. dan ia sudah lari menuju mobilku.Diterjemahkan dari: www. dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya. tapi tidak akan segera kukabulkan. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. dia terlalu memperhatikan korbannya. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Teleponku bergetar di kantong.com mengenali perempatan yang ia lihat.. Dia harus betul-betul tersiksa. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. Dia akan memohon-mohon. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah.

ternganga bingung. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. Bella memasang sabuk pengamannya. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. Otot-ototku menegang. memohon untuk segera dilampiaskan. sarat kebencian dan haus darah. kulit dari dagingnya. 175 . Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku. menatap ke arahku. Apa yang akan kukatakan padanya. Bisa kurasakan pandangannya padaku. Suaraku kasar. berjengit ketika mendengar suaranya. Aku harus membunuhnya.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah. daging dari tulangnya. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku.. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. Sepertinya.. Balas dendam mesti menunggu.. dan segala rencana kejiku langsung runtuh. “Pakai sabuk pengamanmu.” perintahku. dan sampai terasa di lidahku.. Aku akan mengulitinya pelan-pelan. sedikit demi sedikit. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri. menjauh dari Bella. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk.Diterjemahkan dari: www. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi. membanting pintu di belakangnya. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat. melanggar semua rambu lalu lintas. Itu akan membuat dia ngeri. Bukan haus darah yang biasanya.stepheniemeyer. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini.

aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia. Tangan dinginku yang terkunci. tidak terlindungi di tengah kegelapan.com Anehnya. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya.Diterjemahkan dari: www. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. Aku tahu itu. Baik-baik saja kah aku? “Tidak. Aku membawanya ke jalanan sepi. dia kelihatan tenang. Itu pasti kentara sekali. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting.” Suaranya masih pekat—karena takut. tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. Rerimbunan pohon di pinggir jalan. tempatku menunggu tadi.stepheniemeyer. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. “Iya.. Prioritas pertama. Nadaku menggelegak marah. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. sepenuhnya tidak bergerak.” aku menyadari. Pembalasan adalah hal yang kedua. Dia pasti sangat ketakutan. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. tidak salah lagi.. yang aku tidak tahu. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. Dia berdeham pelan. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . Sekarang gelap gulita. Namun tetap saja. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami.

itu manjur. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. “Mmm.stepheniemeyer.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo..” Rahangku masih terkatup rapat. Jadi setelah kuhitung-hitung..” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. kali ini penuh pertimbangan. Kupejamkan mata. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan.well. Ya—inilah yang kubutuhkan.” Dia melanjutkan. Aku mulai bisa 177 .Diterjemahkan dari: www. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki. “kalau tidak punya mobil. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom... Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. khas dirinya. aku tetap bertahan di mobil.. berarti kedudukan kami seri.” Rasanya menyenangkan.. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang.. Hanya karena dia membutuhkan aku. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah.. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh. sekali-kali melihat di salah. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan... berharap tidak bisa menemukannya. memaksanya untuk bicara lagi.” pohonku padanya. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya. “Maaf. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain. kau pasti ingat. kecewa dan marah.com diriku. pasti aku sudah tertawa. “Tolong alihkan perhatianku. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom. Seperti sebelumnya. Aku tahu dimana menemukannya. kalau aku membahayakan hidupnya. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan. “Kenapa?” tukasku.” tambahnya dengan nada datar.

Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas. “Tidak terlalu. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut.. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. Dia berhenti bicara. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini. entah bagaimana. Aku tahu. Hampir. Napasnya memenuhi penciumanku. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. itu tujuan yang mustahil.Diterjemahkan dari: www. “Aku sudah mendengar tentang itu.. aku lebih tenang. dia tidak akan bisa ke prom. Suaranya pun jadi lebih marah. Setelah semua kejadian ini.” Kuharap. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh.” kataku padanya. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . Aku menghela napas dan membuka mata.stepheniemeyer. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya.com mengendalikan diri. dan hanya bisa memimpikannya saja. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. tapi tidak lebih baik. “Apa yang terjadi?” bisiknya. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini.” Tidak. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam. Padahal aku butuh dia meneruskannya. tapi aku tetap akan berusaha. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia.

Suaranya sangat tenang. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. Bella. “Aku seharusnya menemui mereka.. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan. lari.com padanya. Mereka sudah mau mulai mencarinya. ke kegelapan malam. barangkali.Diterjemahkan dari: www. tinggal. Sesuatu yang tidak aku bisa... Semakin dekat ke kota. “Jessica dan Angela pasti khawatir. Lari.. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam. berusaha menjadi apa yang seharusnya.dia masih membuatku meneteskan liur.” Aku menatap keluar. Belum. Selama beberapa waktu kami diam.” ucapnya lagi. Tidak.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi.. Aku menarik napas dalam-dalam.. atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu. Aku hutang itu padanya. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. Aku begitu dekat dengan berandalan itu. menuju jalanan yang gelap. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku.. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku. Apa saking syoknya? Atau. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah.stepheniemeyer. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . Kosong karena syok. Aku tidak menyerah. Aku berperang dengan diriku sendiri. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku.” ucapnya pelan. atau pantas. Tinggal. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu. tapi wajahnya tidak ketebak. Bella..” “Oh. Belum. Bella. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Paling tidak dia tidak menjerit.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa. membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. Seringkali dia tidak mendengarnya. Jessica dan Angela sudah selesai makan.

karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. Mereka menoleh. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku. Aku membuka pintuku. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. Dia gemetar. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. kedengarannya kaget. “Jess! Angela!” dengan suara keras.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku.” perintahku cepat-cepat. “Mengajakmu makan malam.stepheniemeyer. disinilah aku.” Baiklah ini akan menarik. Tapi. Apa itu maksudnya? Well. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. Dengan urutan seperti itu. aku tidak akan cukup kuat untuk itu. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini.Diterjemahkan dari: www. Bella! Oh. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu. Dan kini. dia aman! Pikir Angela lega.” Tidak.. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. 180 . Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana.. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku. bisa dibilang kencan dengannya. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh.

Nadanya luar biasa normal. Tapi. 181 . Mendadak pikirannya tidak karuan. Bella.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia. Tidak. dan kemudian terhenti. dia keren banget! Batin Jessica. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan.” dia mengakui. Pasti memang syok. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan. sebetulnya. Bella tidak mungkin tahu. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang.” Jessica setuju.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati. ketika melihatku disampingnya.. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. pikirku masam. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. “Aku tersesat..stepheniemeyer. kami sudah makan ketika menunggu tadi.Diterjemahkan dari: www. Pikir Angela kemudian. Wow..tentu saja. Ya ampun. Bella mengangkat bahu dengan santai. Dia mudah pingsan. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. “Mmm. Wow. aku tahu mereka sudah makan.” Aku tidak sependapat. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. berdasar pengalaman yang lalu. Begitu tenang. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga. dan perut kosong tidak akan membantu. Mereka buru-buru kembali. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis. “Sori. Pikirannya pasti syok. Angela mengerutkan dahi. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. Angela juga tidak terlalu berbeda. syok.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. Nah. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar.. Coba tadi tidak makan duluan. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang.

” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella. hibur aku.” Kubukakan pintu restoran untuknya. dia melihat Bella mengedip. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang.” katanya padaku.. Oh.Edward.. diparkir dibawah lampu jalan. Atau. “Kalau begitu.. Bella kelihatannya masih menutup diri. keningnya. Jessica melambai saat pergi. Aku ingin menyentuh tangannya. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu. Bella. kurasa.com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess. untuk mengecek suhu badannya.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Sepertinya ini malam keberuntunganku. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . dia perlu makan sesuatu. dan Bella melambai balik. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau. ya ampun. Mobil Jessica berada tidak jauh. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku.stepheniemeyer. “Jujur saja aku tidak lapar. Aku tidak mau pergi. seperti yang lalu. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau. tidak masalah. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil.Diterjemahkan dari: www..” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai. ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku. Bella mengedip? “Oke. “Sampai ketemu besok.” “Eh. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela. Pada saat bersamaan. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan...” ujar Angela cepat. Ya ampun. Baru setelah mobilnya lenyap. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan.

Tanpa ambil pusing.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. Selamat datang di La Bella Italia. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. Cope dan Jessica Stanley. Aku menggeleng.” Pikirannya sedang menebak-nebak. “Tentu saja. mereka sama sekali tidak mirip. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami.. dia akan sangat penasaran malam ini. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well.. dan dia jadi ragu.stepheniemeyer. iya. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk.. “Oh. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. Ya. dimana tidak ada orang yang 183 . Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu. Barangkali dia sepupunya. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. eh.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya.. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu.Diterjemahkan dari: www. Matanya melebar terkejut. Sialan. Mata manusia memang kabur. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi. Dia tidak mungkin berkencan dengannya. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku. Gadis ini tidak mungkin adiknya.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku. menelengkan kepala penasaran. Tapi keluarga. lebih baik tidak usah mengambil resiko. pasti itu.

Ini pasti mimpi. Dia masih tidak takut. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur..Diterjemahkan dari: www. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan.” Hmm. Aku bertanya-tanya. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu. menunjukan seluruh baris gigiku.. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya.pelayan kalian akan segera datang.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju. Aku tersenyum lebar-lebar ke dia.stepheniemeyer.mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali.. Barangkali gadis itu akan hilang. Wow. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. “Tidak adil. Bella hampir betul.” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. meski itu yang kuinginkan. apa yang akan kuceritakan. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. “Mmm. “Oh.. yang benar saja. “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja.. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini. Aneh. 184 .com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. “Sempurna. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti. Atau. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang. Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi.” Aku memperhatikan ekspresinya.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab.” Dia tidak mungkin nyata. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya.. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu... kenapa berbeda dengan. Cukup akurat untuk malam ini.

” aku meralat.” jawabnya. “sering kali. Pikirannya nyaring sekali. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. Lebih dari sehat bahkan. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. seakan minta persetujuan. terkejut oleh pertanyaanku. sebelum aku sempat menyesalinya. “Dua coke.Diterjemahkan dari: www.. sakit. Aku membuat dia terpesona. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. dia minta pesanan minum kami.” sapa seseorang. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella. “Aku baik-baik saja. Alih-alih mendengarkan. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya.com Tapi.” Aku setengah tersenyum. Dia tidak akan mau diperhatikan. Ah. aku menatap wajah Bella. Dia terlihat bercahaya. tapi kukecilkan volumenya. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku. Butuh semenit baginya untuk menjawab.” Dan pipinya bersemu merah muda. ketika aku tersenyum padanya. “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia.. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung.” “Kau tidak merasa pusing. “Haruskah begitu?” “Well. dia sudah menjawab. Meski begitu dia terlihat sehat. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. “Kurasa itu tidak akan terjadi. menantikan sangkalannya.. “Halo. 185 . Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.. Si pelayan masih menunggu pesananku.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. sebetulnya aku menunggumu syok. Matanya berubah agak tidak fokus. Apakah dia. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. Dia mengerjap.stepheniemeyer. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. sedikit kehabisan napas. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi.

Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi..” aku memaksa.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. kemudian sempat menggigil. 186 . “Oh—ketinggalan di mobil Jessica. hampir serapuh kulit aslinya. Dia terlihat sangat lemah.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya. “Minumlah. Dahiku sedikit mengerut. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan.” tapi dia gemetar lagi. kemudian menggigil lagi. pipinya merona lagi. Dia minum sampai gelasnya kosong.stepheniemeyer. dan ia langsung memakainya.” Kucopot jaketku.” ujarku. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. “Aku pesan jamur ravioli. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku. sangat manusia. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya. Isi pikirannya vulgar. “Kau tidak punya jaket?” “Punya.” Bella membuat ekspresi datar. “Mmm. Haus. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya. blus itu menggantung seperti kulit kedua. Hmm.” Bella melirik sekilas ke menu. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja.com Berarti. Dia menatapku.Diterjemahkan dari: www.. jadi kudorong gelas kedua padanya. atau syok? Dia minum lagi sedikit. Dia menaruhnya didepanku. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis. Dia menyadari semuanya.” Dia mencari-cari bingung. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

Kapan saja. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. menunggu. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. dan itu membuatku marah. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi. Sudut bibirnya terangkat keatas. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya. “Aku membuntutimu ke Port Angeles. dan berubah jadi penolakan. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. “Itu bukan yang pertama. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. Aku ingin dia mengenalku. pada insiden van itu.” Itu betul. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. dan dia tersenyum. resiko yang kuambil. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam.” Aku mengamatinya. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. “Jangan ada yang ketiga kali. Aku membaca matanya.stepheniemeyer.. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama.. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana.” sanggahku sambil menunduk. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. Pertahananku mulai runtuh.Diterjemahkan dari: www. Bukan karena aku berhutang padanya. 192 . Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia. dan mata coklatnya menghangat. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. oke?” Dia cemberut. Bahuku terkulai malu.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. meski pikirannya sunyi. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka. tapi mengangguk. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ. Namun. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. Aku baru saja mengaku membuntuti dia. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh. menatap taplak meja yang berwarna merah marun. Dia tersenyum.” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit.

. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. “karena.” jawabnya tenang. Matanya masih menatapku lekat-lekat. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang. Lalu.” Eksoresinya berubah. setelah pernah mendengar pikiran seseorang. di sinilah aku duduk. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. mencoba mati-matian untuk memahami. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya. menyaksikannya terjadi 193 .. namun kali ini dengan tatapan prihatin.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya. aku bisa dengan mudah menemukannya. Itu tidak masuk logika berpikirku. aku bicara. “Ya.” Dengan sia-sia. “Biasanya. anehnya. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya. jadi penasaran. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah. entah bagaimana.Diterjemahkan dari: www. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. Aku mendongak melihatnya. Tapi tetap saja.. napasnya semakin cepat. berkat dirimu.stepheniemeyer. Aku pun mengajukan syaratku. “Kau ingat?” Dia pasti ingat. Dia tahu.. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini. Bella sangat diam. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul. “Ya. Matanya yang dalam. wajahnya tetap tenang. Jika ceritaku diteruskan. tapi tetap saja membuatku khawatir.” Akhirnya aku meneruskan certaku. sepenuhnya sadar. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya. “Kau makan.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya.

napasnya membakar tenggorokanku. Bersama derasnya udara yang masuk. Aku tahu kau tidak masuk ke sana. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. tidak sanggup untuk tidak menggeram.” ujarku dari sela gigi. Lalu. “Aku mengikuti Jessica. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku.. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya.. “Matahari akhirnya terbenam. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya. matanya lebar. Dia ingin aku meneruskan. Dan itu membuatku lega. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles. “Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. Atau. Ini pasti membingungkan. Jadi. mendengarkan. dan kau pergi ke arah selatan. “Aku mulai bermobil berputar-putar. masih sambil.. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui. tapi anehnya aku toh khawatir juga.. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup.com adalah kesulitan yang lain. dan aku tahu kau toh harus kembali.. berarti dia aman. Aku mau orang itu mati. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan.“—seperti kataku.stepheniemeyer. Aku tak punya alasan untuk khawatir. Aku butuh dia mati. menelan keras-keras.” 194 . Bella masih membutuhkanku.Diterjemahkan dari: www. mengunci tubuhku jadi es. Selama aku masih merasa terbakar. aku hanya menunggumu. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. Itulah yang paling penting. Tapi dia hanya mengerjap satu kali.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu.. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. Dia tidak bergerak. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia.

menarikku ke arahnya. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. Napasnya juga tenang dan teratur..com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. Aku menatapnya lagi. 195 . aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. Fokus hanya pada wajahnya. dan pembunuh. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam.. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran.. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela. Ekspresiku pasti seperti monster. iramanya sempat tidak teratur. Dalam batas tertentu.” Untuk kedua kalinya malam ini.. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi. Dia butuh seorang pelindung. aku akan pergi mencari mereka. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri.. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. Dengan mata tertutup. Dan. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali.. Aku menutup wajahku. tetap hidup.. pemburu. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu. “Sulit.” bisikku.Diterjemahkan dari: www. aku mengakui niatku untuk membunuh. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti. dan membiarkan mereka.stepheniemeyer. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian.. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku. aku hampir tidak kuat menahannya. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. sangat lembut dan mudah pecah. Aku mendengarkan detak jantungnya. melalui takdir yang salah kaprah. tapi tenang. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca.

saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. “T-tentu. jadi lebih tidak menakutkan.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia. Aku berdiri.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. Pelayan itu kembali. Benar-benar membuat frustasi. melihat ke si pelayan. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan.Diterjemahkan dari: www. Sekarang jadi sedikit lucu. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan. dan Bella cepat-cepat mengikuti.” ujarnya terbata-bata. ini cukup lucu. membuatku kehilangan tajiku. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. Seketika itu juga. Aku mendongak. setelah mengerti alasannya.com “Aku siap untuk pulang. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku. “Ini dia. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku. Kami berjalan menuju pintu keluar. “Simpan saja kembaliannya. menunggu dia menguasai diri. aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 . Ya.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella.stepheniemeyer. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya. jadi manusia. “Kami mau bayar. Alasannya karena Bella. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. terima kasih. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. Napas pelayan itu memburu. Aku ingin menawarkan tanganku.

Pasti begitu. secercah senyum pada bibirnya. Itu membuatku bertanya-tanya. cuma terbakar. Sangat pantas untukku. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. Ugh.stepheniemeyer. Aku menatap ke dalam matanya. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima.. Aku harus menghindari pikiran seperti itu. Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. Sebuah pengorbanan. kelihatan malu. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. sudah ingin bertanya. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman.. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan.” 197 . aku terbakar. ketika tiba-tiba ia menunduk. dia menghela napas pelan. Apa itu langkah yang tepat? Kini. dan otot-ototku menegang. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. mobilku terlihat sangat kecil. seperti entitas lain di dalam mobil. tidak lebih. penyesalan apa yang membuatnya sedih. tapi juga segan untuk bertanya. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. liur telah membanjiri mulutku. bergolak dan menguat. seakan aku sedang berburu.com berani. Tapi yang terjadi. saat hanya fokus padanya. Perasaan terbakar. Aku menunggu. Dia bersidekap di balik jaketku. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya. disinilah dia. Dan. masih ingin berada di sisiku. “Sekarang. Itu membuatku lebih penasaran lagi.” kataku ragu. “Giliranmu.Diterjemahkan dari: www.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu.” Lewat sudut mataku. ekspresinya terlihat. Ia tertunduk malu. Hanya saja. untuk memancingnya agar mau cerita.bersalah. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah...” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki.” 203 . Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku.. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga. “Aku yang memaksanya bercerita padaku.stepheniemeyer. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan.” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang. Aku berpaling dan tergelak. “Kalau saja aku melihatnya.. Yang terburuk telah lewat. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi.. Pikiranku sedikit teralihkan. menyaksikan penaklukannya secara langsung.com sebenarnya.. dan aku tidak keberatan.. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang.” ucapnya kemudian setelah diam sejenak.” Dan aku tertawa membayangkannya. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya.” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu. Suaranya kini jadi waswas. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku.” ujar Bella tiba-tiba. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol.” Wajahnya merengut saat mengingatnya. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku..Diterjemahkan dari: www. “Itu salahku.

. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini. tidak seperti yang kukira akan kurasakan. Aku melirik ke arahnya.com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku. Dia mengundangnya. dia sedang memandang ke luar jendela. “Aku mencari keterangan di internet.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik.” Aku mulai mempertanyakan.Diterjemahkan dari: www. Aku mendengar giginya terkatup rapat. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu. apapun itu yang jadi 204 . Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. terapis yang paling andal.stepheniemeyer. Waktunya kembali ke cerita horor. Bocah itu tidak tahu apa-apa. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan. dan kemudian ia berbisik. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil.. Dia menarik bahaya ke arahnya..” Dia sungguh tidak masuk akal. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu... “Lalu. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak.” Betapa praktisnya. “Tidak ada yang cocok. “Dan. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya..sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. “Apa?” desakku.sangat.. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik. Kemudian.” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka.. Kemudian semuanya jadi jelas. Kebanyakan konyol.” jawabnya.” Dia diam lagi.. Dia tidak bicara lagi. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah.. “kuputuskan itu tidak penting.

senyumannya justru makin lebar. Dia tersenyum padaku. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. seperti cara biasanya. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi.” Dia mewanti-wanti. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa. seorang monster.” “Oke. “tujuh belas. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya. Itu tidak penting.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa. Aku cuma meringis.Diterjemahkan dari: www. Dia menahan napas. cuma detaildetail kecil. Dia tahu aku bukan manusia.” 205 . “Jangan tertawa. dan hal itu tidak penting buatnya.” Suaranya sudah tenang lagi. Disamping mencemaskan kewarasannya. “Tidak.” Mendadak dia jadi bersemangat.” Tidak juga. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. aku mulai merasakan sebungkah harapan.. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku.stepheniemeyer. “Tidak juga. “Kau marah.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini.” keluhnya.” Kata-katanya itu. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru. Ketika aku menatap balik.. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. Dia tidak peduli. “Cukup lama. “Tapi aku memang penasaran. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat. “Mitos...

tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. itu. ekspresinya keheranan. Itu cuma membuat suaraku makin parau. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh. Tidak seharusnya dia memimpikan aku.” Jantungku semakin beku. Barangkali.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. “Aku tidak bisa tidur. Kupandangi mata coklatnya yang dalam. Dia mengerti juga. Aku pun berpaling.. menjawab pertanyaannya terus terang. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama. Aku tidak mungkin memimpikan dia.” “Tidur di peti mati?” “Mitos.” Aku menghela napas.stepheniemeyer. itu. dan aku jadi rindu untuk tidur. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu. “Ya. Dia menatap balik. Dia memimpikan aku.com “Terbakar matahari?” “Mitos. Akhirnya. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi.Diterjemahkan dari: www. Dia harus dipaksa untuk memahami.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. Aku ingin memimpikan dia.. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun. jika aku bisa bermimpi. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. seperti sebelumnya.” gumamku. jika aku bisa tidur. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. lebih keras dari biasanya. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. Dia terdiam sejenak. “Sama sekali?” “Tidak pernah. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia.” 206 . “Well.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

dan dia menggigit bibirnya lagi. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 . Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini. seperti kristal. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. Ini belum terlambat..com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku. Aku selalu punya pertanyaan. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. Dan untung bagiku. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. Dan kuturunkan tanganku. Aku melukainya sedalam itu. Tangannya mengeras di pangkuannya. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. untuk memikirkan sesuatu yang lain. Perasaanku langsung nyeri. “Aku bertanya-tanya. Napasnya tersedak dan tak beraturan. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat. namun air mata masih menggantung di suaranya.” desisku.” elaknya dengan suara gemetar. Aku ingin mengganti topik. “Jangan pernah katakan itu. “Maafkan aku.” kataku kemudian.stepheniemeyer. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung.. Membenciku karena telah merampas segalanya. “Tidak. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan.bukan. “Ya?” Dia berusaha tegar.” sesalku dengan rahangku terkunci. Merampas hidupnya dan jiwanya. Dia melihat keluar jendela.Diterjemahkan dari: www.

” Suaraku terdengar masam. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan.Diterjemahkan dari: www. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. Dia mengangguk puas. Kemudian ia kembali menatapku. 213 .” Dia menghela napas. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga. nadanya berubah jadi marah.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar.” jawabnya dengan lebih terkendali. “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya.” Aku tersenyum padanya. “Aku akan menunggumu saat makan siang.stepheniemeyer. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. ilmu bela diri.” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. Dia tetap tidak bergerak.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji. Amarah mendidih di belakang kepalaku. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang.com sesuatu. dan mulai mencopot jaketku. Kau tahu kan. dan memandang keluar jendela.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru.” Jantungnya berdegup kencang.” ucapnya malu-malu. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya. jadi kenapa tidak sekalian saja. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba.

Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. Aku pun tersenyum. Tapi selalu ada yang lain. “terserah apa katamu.. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya. “kau boleh menyimpannya. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 . “Oh.. pasti sudah jauh melewati Seattle. Dia enggan pergi. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil.” Aku bertanya-tanya. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia. namun cepat menguasai diri.” Dia langsung setuju.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. bahkan hanya sebentar saja. tapi berhenti. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan. Anggap saja begitu. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana. Tapi kemudian tatapannya menajam. sama seperti aku enggan dia pergi. Aku bisa tinggal begini semalaman. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak. Dia mengerjap. Sebuah kenang-kenangan.” Bisa kubayangkan.” Dia gemetar. seperti tutup botol dalam sakuku.” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. “Jangan pergi ke hutan seorang diri. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja..” Napasnya menyentuh wajahku.Diterjemahkan dari: www.com Aku buru-buru mencegahnya. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya.stepheniemeyer.. benar. kaget. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. Itu hanya membutakan manusia. begitu manis dan harum. tapi dia butuh tidur.

kukira. ingin menahan dia disini. Begitu pula denganku. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. meluap-luap karena kedekatan ini. 215 . Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi.” bisikku.” Kemudian dia membuka pintu. Biasanya. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu.stepheniemeyer.” ucapku. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi.. Begitu pula denganku. “Sampai ketemu besok. Untuk sementara aman. Aku mendesah pada kemustahilan ini. dan bibirnya merekah. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku. matanya melebar dan membeku. Aku mencondongkan badan ke arahnya. “Tidur nyenyak ya.com aman. Jantungnya berdegup kencang. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. Terpesona. dan membeku. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. melihatnya pergi. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi. “Bella?” Dia menoleh.Diterjemahkan dari: www. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh.. “Baik kalau begitu. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya.

. Dia sudah aman. tatapannya sengit. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia.. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia.Diterjemahkan dari: www.. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya. Aku sendirian. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku.. aku memikirkan perasaan Bella padaku. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad... dan mendapat senyumannya. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan.. mendengar suaranya. bagaimana matanya menghangat dan mencair. Tapi perasaannya cukup kuat juga. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. Tersesat di tengah kegelapan. 216 . menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya.. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya. muncul lagi ke permukaan. Aku memikirkan Bella. Dia sudah tahu. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat. Bella telah aman di rumahnya. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku. Mimpi buruk yang suram.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi. Meski jelas-jelas buat dia ini buruk.begitu mudah pecah. Itu tidak penting buat dia. Aku mengingat kembali senyum itu. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca. Itu membuatnya lebih aman. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya. lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. Lebih dari itu. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia. “Ah. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya. tetap saja sangat melegakan.stepheniemeyer. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku.

Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya.” 217 . bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya.. Alice. sindirnya dalam hati. Maaf. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya.com Tidak. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi. Alice sedang duduk di beranda. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya.sibuk. Terima kasih telah menjawab teleponku. Aku sedang. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. keduanya sama-sama membuatku kesal. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman. Pada saat aku melihat itu akan terjadi. “Sori. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan. “Carlisle di ruangannya.” gumamku. mengeluarkan hand phoneku. Tapi. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi. “Oh.” “Tadi itu hampir saja. menungguku.stepheniemeyer. Aku berhenti di depan rumah. “Terima kasih. Aku memutar mobil ke utara. lalu membukanya. kau sudah tahu.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman..” “Ya. yang sudah gatal ingin kulakukan... Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. Kenyataan itu memastikan keputusanku. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan. adalah salah... aku tahu. Aku juga minta maaf. tidak masuk ke garasi.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia. ulangnya. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang.” Aku berhenti di depan pintu. Aku tahu itu.Diterjemahkan dari: www. Tapi. “Tidak usah menyesal. malu pada dirinya. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. aku tahu kemana bisa minta bantuan.

Coba aku tahu. aku ingin segera mengakhirinya.Diterjemahkan dari: www.” Bella menerimanya dengan baik. tapi kurasa aku bisa menebaknya.” Alice cemberut padaku.” Aku mengambil napas panjang.” “Yup. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks.” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa..” 218 . ada ekspresi menuduh pada wajahnya. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik. “Terlalu baik. Aku pasti datang.. Karena mulai tak sabar. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini. aku melewatkan itu juga.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut.. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh. “Dasar. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami. “Alice. memalukan.” Dia mengerutkan bibir dan menatapku. aku mengeluh panjang.stepheniemeyer.” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan.. iya kan? “Kurang lebih begitu. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi.com “Thanks. “Ya.” Aku tidak akan bilang apa-apa.. “Tidak. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. Jangan meremehkan Bella. oke? “Oke.. Kata-kata itu begitu indah buatku. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku. Nanti. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya. Malam ini dia akan baik-baik saja. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik.” “Ngomong-ngomong. Dia tertawa.

stepheniemeyer. Kau tahu. Namun tetap saja. itu tidak memuaskan insting buasku. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. Tapi aku tahu itu salah. dan sangat terkontrol.Diterjemahkan dari: www.untuk membunuh orang itu. hampir. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana.” “Ayo kita pergi.. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku. karena itu berarti balas dendam. “Aku akan membereskannya. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. aku ingin. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle. bukan keadilan.” “Tentu saja tidak. Dia sedang menungguku. “Aku butuh bantuan. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella.. Kau tenang saja. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat. “Sangat ingin. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. “Akan kutunjukan dimana orang itu.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. Carlisle. Efek kehadirannya sangat baik untukmu. Edward. dan buru-buru ke kamar Carlisle. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 . “Aku tidak sedang butuh pujian. Tidak akan ada lagi korban berikutnya. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya.” “Apa saja..com Aku mengangguk.. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu. Aku bingung. Memang. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku.” sambutnya sambil tersenyum. Carlisle.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. Murni karena marah.sangat ingin. dia mengoreksi.” kata-kata itu berhamburan begitu saja. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti. “Ya. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi. Aku terkesan.” Dia tersenyum lagi. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan.

Pergilah. Kembalilah ke Bella. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. Kami memakai mobilku. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Dia harus bahagia. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. Pasti ada jalan keluar. sebelum dia protes. kami tidak akan kesulitan. Edward.stepheniemeyer. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah. ucap Carlisle lembut. Edward pantas untuk bahagia. Hanya saja. Padahal tadi. Napasku memburu. Ya. namun segera mengalihkan bayangan itu. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward.. Kuharap aku bisa mempercayai itu. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. 220 . Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. Sudah tentu. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya. Sangat tak terduga. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. Aku membawa Carlisle ke depan bar. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Alice masih ada di beranda. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. pikirnya lagi..com melakukan dengan caranya.Diterjemahkan dari: www. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Hanya saja. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Karena. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi.

Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. dan menemukan yang kucari. Seorang malaikat 221 . letak lemari yang kucari-cari. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan. yang pantas untuk bahagia. di dekat tangga. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. Sambil menahan napas. tidak akan ada yang tahu. dan lari menuju Forks lewat hutan.. Tapi. bermimpi.. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. yang mengidamkan kehancuran Bella. Sosok itu. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. bibirnya ikut gemetar. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. Aku memilih selimut yang paling tebal. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. dan kubawa kembali ke kamar. dia menggigil. tidak seperti malam-malam lainnya. Dengkuran Charlie keras dan stabil.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk. Semuanya telah seperti seharusnya. Aku memperhatikan sejenak.memancing barangkali? Nah. disana. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun. kini dia meringkuk memeluk badannya. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. dengan hati-hati kuselimuti dia. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. Untuk sesaat.stepheniemeyer. Kurasa karena dingin. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. Saat sedang mempertimbangkan hal itu. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. Aku mendesah lega. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. Aku membukanya penuh harap. bertanya-tanya dimana dia sekarang.Diterjemahkan dari: www. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. aku memikirkan Carlisle. kemudian menyelinap keluar ke lorong. Bella aman di tempat tidurnya.

hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. Napasnya makin dalam. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan. Dan dia mulai bergumam. aku tidak punya malaikat pelindung. yang terakhir. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. Dengan senyum acuh. membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu.” desahnya. Dengan tawa sembrono. 222 . “Edward. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. Dalam pandangan ini. dan dia tersenyum. melainkan dialah hadiahku. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. Aku tersenyum puas. posisi Bella mulai lebih rileks. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. tertegun. aku bukan eksekutor Bella. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. Lagi pula. tambahkan kesialan tanpa batas. Setelah lewat setengah jam. Dia tidak jauh berbeda dengan monster. Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku. mata biru yang licik. Ini hal sepele. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku.

Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV.. Monster itu tidak lagi berkeliaran.. Paling tidak.” beritahu Alice padaku. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan. dan seberapa menarik perhatian. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah. itu bisa membuatnya ketakutan. bukan belakangan ini. Aku akan melupakan hal itu. Kuharap dia tidak menonton. hanya beberapa meter dari kantor polisi. Oregon.” Aku mengangguk. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. Tidak. Itu tidak penting lagi. “Alonzo Calderas Wallace. Kuharap dia akan diadili di Texas. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik. Aku telah melakukan yang kubisa. telah berhasil ditangkap di Portland. 223 . dan aku tidak jadi pembunuh. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. dengan satu foto yang tidak jelas. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma.stepheniemeyer. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan.Diterjemahkan dari: www. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. dan fokus pada apa yang paling penting.com 11. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. dimana hukuman mati masih sering diberikan.” Fotonya agak buram. foto buron.

stepheniemeyer.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu. Aku mengeluh sendiri. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini.” Alice menghela napas. dan buru-buru keluar.. ini bukan karena aku egois. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. batinnya.Diterjemahkan dari: www. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. Aku melihat ke jam. “Rosalie yang akan mengemudi. dan senyumku berubah jadi seringai. penuh harapan lagi. Ketika menggumamkan namaku berulangulang. Bella juga akan menyukaiku. Aku tersenyum padanya. tapi tahu sendiri. Aku tahu. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella.” Alice tertawa riang. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. Pepatah manusia mengatakan. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 .. Kau mestinya tahu. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga. sobekan kertas timah. “Alice. dia tersenyum. aku tahu. “Sampai ketemu di sekolah. Aku tidak menanggapi. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. maukah kau—” Dia langsung memotongku. Belum saatnya. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Dia akan berlagak marah. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya.

hasrat terhadap bibirnya. Rambut ikalnya agak berantakan. karena itu mustahil. Tasnya merosot ke tangan. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. Dia menatapku.... Bella menghambur keluar rumah.. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya.tubuhnya.Diterjemahkan dari: www. aku memberinya pilihan.stepheniemeyer. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk.” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. Tubuhnya membeku. kagum. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. Mulai sekarang. terima kasih.. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Kemudian dia berhenti mendadak. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya. 225 .warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya. Aku akan meremukkan dia. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu.. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain. Tasnya disampirkan di pundak. Aku tidak boleh membuat kesalahan. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut.. semua harus sesuai kemauannya.. Hangat. aku akan menjadi diriku sendiri.. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. Tidak seperti waktu makan malam kemarin. dan membukakan pintu mobil untuk dia.com —dia hampir terlambat.. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. yang melengkung indah dari bawah leher.. “Ya.kulitnya. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai. Aku keluar. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai. terkejut saat aku muncul begitu saja. terpesona.

” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku.” Tentu saja. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. Bahkan walau tahu kalau ini salah.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. membuatku bertanya-tanya. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat. Pagi ini dingin. tidak sabar ingin berada di sampingnya.com Apa aku akan berhenti keheranan. aku belum pernah merasa sebahagia ini. “Benarkah?” gumamku sendiri. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini. Kulihat dia memandanginya. itu masalahnya.” “Aku tak selemah itu. terlihat lega aku mengungkitnya.” Tidak ada satu jeritanpun. Aku langsung melesat mengitari mobil. apa yang sebenarnya kau pikirkan. Ujung bibirnya mengerut turun. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. Dia tersenyum.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku. Dia tidak punya jaket. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. kau tahu.Diterjemahkan dari: www. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. tidak ada bandingannya.stepheniemeyer. “Aku membawakan jaket untukmu. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. 226 .

aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin.” Dia menggigit bibirnya lagi. wow.. kelewat mencolok.” Aku harus berpikir sebentar. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan.” 227 .jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella. mencari hubungannya. “Seperti kataku. Kalau Rosalie punya itu. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak. dan membuatnya menangis. “Kau tidak ingin mendengarnya. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini.. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat.. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang. yang mana kuragukan.” sergahku. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella. “Tidak terlalu banyak. kan?” “Mmm. Keadaan hening.” “Kau mengeditnya. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia. “Mereka naik mobil Rosalie. Kami berusaha membaur. aku mulai terbiasa.. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan. Jangan pernah katakan itu. kata perkata. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam. “Kelewat mencolok. dan aku parkir disitu. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila.stepheniemeyer. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur. Aku hampir menggeram ketika itu. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa. Dia ragu sejenak.Diterjemahkan dari: www. lalu berbisik.

Kami semua suka ngebut. Matanya membelalak tidak percaya. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. Jaket Bella di tangannya. sama seperti tadi malam. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya. Aku harus sopan pada teman Bella.stepheniemeyer.” sapa Bella. Terima kasih sudah ingat membawanya. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan.” Dan dia tertawa riang. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku. “Hei Jessica. Dia sedang menunggu Bella. pagi Jessica.. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. “Selamat.” 228 . Kemudian Bella melihat juga.” “Sudah kuduga. Dan harus secepatnya. “Memanjakan diri.. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. Bella tersenyum mendengarnya.Diterjemahkan dari: www. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan.” gumamnya masam. entah dia itu teman yang baik atau bukan.com “Kalian tidak berhasil. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. Napasku memburu. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. namun ditarik lagi.

... Benak Jessica tiba-tiba terputus. Jika Emmet sampai tahu. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu. Hmm. Ini aneh. Kira-kira..” gumam Jessica tidak jelas.. “Yeah.. bahkan tidak ke diriku sendiri. berusaha ceria lagi. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut... “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu. Kemudian matanya memelototi Bella.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku.” Bella mengerang.Diterjemahkan dari: www. sedikit memalukan. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius.stepheniemeyer. Cerita lengkapnya.. “Apa yang akan kau katakan padanya?” . aku lebih memilih dia pakai 229 . “Hei!” desisnya tajam. Setiap detailnya.. “Bagaimanapun. Namun tetap saja aku.” Kau harus menceritakan semuanya. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu.. Tidak.. Itu tidak akan mungkin terjadi.hai.. Tidak boleh tidak.” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas. Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut. sampai ketemu nanti. Mata Jessica makin membelalak. dia pasti akan menertawaiku habis-habisan.com Waahhh. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. “Err.dan jujur saja..aku cukup suka itu.” Aku menatap kaget. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. Sesekali dia menoleh ke belakang. berusaha mengolah ucapanya. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama. Aku langsung berusaha mengusirnya. dia ganti membayangkan adegan itu. Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng.

” gumamnya.. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi. kalau kau tidak keberatan—. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. tapi dibuat-buat.” kataku lambat-lambat.” Matanya melebar—bukannya kaget. “Iihh. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. tanpa persiapan. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya. Dia mengembalikan jaketku. Dia sok polos. terlepas dari belakang telinga. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut.” Matanya menyipit. Aku merengut karenanya. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama.com terus. pupil matanya melebar.. kau akan bilang apa padanya?” desakku. Sebaiknya jangan. dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter.. aku harus berlaku adil.pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan. “Itu tidak adil. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya. aku bertanyatanya apa Ms..” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya.stepheniemeyer. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil. “Tolong bantu aku sedikit..Diterjemahkan dari: www.. ketika itu Bella langsung menjauh.... “Jadi.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda.. aliran darah di balik kulitnya menderas. Itu menarik perhatian mataku. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan. “Tidak. dan menggeleng.” biarkan dia 230 .” Betul—dia tidak suka standar ganda.

Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas. Ugh. Menyeramkan. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer.. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. hanya badanku yang di kelas. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya. Aku berbalik lagi dan tertawa. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. Aku tidak bisa berkonsentrasi. Well. Detak jantungnya masih belum teratur. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi.” bisiknya. dia masih begitu. Aku ingin lari—benarbenar lari.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban. “Well. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. secepat kilat hingga menghilang. seperti terbang.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica. dengan mulut terbuka. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. Dan. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. harus selalu begitu.” “Aku tak keberatan. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. bukan pikiranku sendiri.com yang memilih.. “Sampai ketemu saat makan siang. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku. Dan aku ingin mendengar pikirannya. Aku cepat-cepat berbalik. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku.” kataku sambil menoleh melihatnya. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. yang duduk di meja sebelahku. 231 .

com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. Tapi nanti lagi. Sebaliknya. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica. Itu sangat sulit. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan.. Beberapa. melainkan malas.dengan begitu Edward berarti masih sendirian.. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan. Itu pasti mengecewakan. dan menginginkan yang telah ia miliki. Pasti ada sesuatu yang dia mau. dan menganggap impas. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . mungkin. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan. Itu sangat murah hati. pikiranku terlalu fokus ke Jessica.. Kusangka itu akan mudah. tapi itu tidak membuatnya kesal.Diterjemahkan dari: www. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran.. Dia kelihatan. aku tidak kebaratan membantunya. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella. Bahagia.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan. Dia sering diminta menjaga mereka. Kecuali. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas.. Aku akan mengirimkannya tanpa nama.. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber.stepheniemeyer. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam. Wajah Bella tidak kelihatan murung.. dia memikirkan adik kembarnya. Tapi tidak terlalu menolong buatku. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. Kuharap dia benar-benar memperhatikan.. ketika sampai di kursiku. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. seperti kebanyakan orang.. aku langsung sepenuhnya diam. Jessica sudah duduk di kursinya. Aku cuma perlu terus mencari.murung. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris.. benar-benar membaca wajah Bella untukku. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia.

Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. Ugh.” beritahu Bella. Aku masih sibuk dengan Jessica. Aku tersenyum sendiri. Mason. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong. Mr. Dia bergerak dengan enngan. Huh. Aku akan cari tahu yang sebenarnya. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. aku tahu itu. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. lagi-lagi kecewa.” Itu tidak terlalu menarik. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya.” Lalu? Ayolah. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella. di lamban sekali.stepheniemeyer. Dan aku tergelak. “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. senyuman kecil.com mendengar semuanya. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. memotong pembicaraan Mr. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. “Dia ngebut seperti orang sinting. Mengerikan. lalu mengantarku pulang. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. batin Jessica. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk.” Dia tersenyum.Diterjemahkan dari: www. tapi tidak ada yang tertipu. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. Mason memelototiku. “Ya—itu juga kejutan.

Diterjemahkan dari: www. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya.well.. “Well. Ha.. “Jadi. Itu pasti menyebalkan buat dia. “Menurutmu hari sabtu. ini berita besar.. Aku mengerutkan dahi.. 234 .” Entah Bella menyukai Edward atau tidak.” Yah.” Jessica menjawab pertanyaan Bella. Sepertinya Edward juga cukup serius. merasakan kelembutannya yang seperti sutra.” gumam Bella pelan. lalu memperhatikan lagi.stepheniemeyer. Dia juga pasti tahu. Nada suara Bella menyemangati Jessica. Bibirku pada bibirnya. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm. Kemudian dia mati. Sepertinya Bella juga mengharapkannya. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum. karena menurut dia.” tegas Bella. memandangi tangannya. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku. Edward Cullen. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. “Aku tahu. Aku menggigil. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. jika bukan Bella-nya yang aneh. batu-dingin pada kehangatan. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya.. tapi tidak mungkin itu alasannya. “W-o-w.” desah Bella. Seperti yang dia ketahui. “Bukan begitu. jaga Bella baik-baik. Aku menggeleng-geleng sambil meringis. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella. aku punya taring.com kutunggu-tunggu. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting.. lalu dia menunduk. Kuharap. dia memang menginginkannya..” Sial.. kalau begitu. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu.?” desak Jessica lagi. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. “Aku sangat meragukannya.. ya..

” Bella ragu sejenak.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali.” Detail yang aneh untuk diceritakan. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali.. “Well.” “Kurasa begitu. akan kuceritakan satu.. Bella! Ceritakan detailnya. dan aku hampir saja berdiri. “Sangat. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. “Entahlah. “Tapi sulit mengetahuinya. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu. Aku tersenyum lebar. banyak.stepheniemeyer. Jess.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan... “Lebih baik lagi. “Kenapa?” 235 .” ujar Bella. Sikapnya selalu misterius. Oh. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng. dia pasti menyukaimu. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris. Pasti urusan perempuan. “Ayolah. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya.. sangat sedikit.” Bella terlihat syok. Menarik.” ucap Bella tidak yakin. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku. “Itu pertanda baik.Diterjemahkan dari: www.. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut.com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya. AYOLAH. sedikit. Sepertinya itu tidak terlalu relevan. Wow. baiklah.” Sangat... Namun tetap saja. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu.dengan pengamatan yang ia punya. Dia mengusir ingatan itu dan kembali.

mengabaikan Jessica. Ha ha. kau menyukainya?” Badanku membeku. Oooh. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. “Dia memang luar biasa tampan.. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. Bella tidak menoleh.. 236 .” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. well.. “Jadi. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh.” “Maksudku.com Reaksi yang aneh. “Oh. Hhh. Bella tidak melihat ke Jessica. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan. Dia terus memandang ke kejauhan. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik.stepheniemeyer. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. Aku seperti bicara dengan anak TK.” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. dia tersipu-sipu! Ya.. tapi lebih dalam. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya. “Ya. dan lebih melimpah. kau benar-benar menyukainya?” “Ya.” desah Jessica. “Seberapa suka?” desak Jessica.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu.” tukas Bella.” Lihat. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu. aku sedang melihatnya.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi. Mirip. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku.Diterjemahkan dari: www. Bella tersenyum. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya. Akhirnya muncul juga.” Dia berpaling dari Jessica.

Sesaat setelah bel bunyi.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. Varner. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak. Bella tersenyum seakan sedang 237 . Aku melihat ke jam. juga jawabanmu!” Jelas. Jam makan siang tidak datang-datang juga. Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr. “Di kelas Inggris. Varner tanyakan? “Mmm. Ucapannya tak beralasan. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. Nomer berapa Mr. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. Bella dan Jessica tidak bicara lagi. Bella menoleh ke Jessica. dan menggertakan gigi. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Satu kali. tanpa sindiran seperti biasanya.stepheniemeyer.” kata Bella sambil tersenyum.” bisiknya. Tapi Bella lebih cepat dari dia.Diterjemahkan dari: www. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. Aku butuh waktu sebentar. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini.” Sial! Apa tadi yang Mr. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri. “Terlalu suka. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. “Lebih dari dia menyukaiku.

Berani 238 . terutama Emmet. Well.com memikirkan hal yang sama. tapi jelas berguna.berseri-seri. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Sebalum kepalaku meledak. Selamat bersenang-senang. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net. Ini hari pertama bermain badminton. Lauren Mallory jadi lawan kami. menunggu. dia gagal memukulnya. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. Sombong. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. sama jelasnya dengan suara pikirannya. kan?” dia terlihat. Kami semua membenci pelajaran olahraga. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton.stepheniemeyer. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini.. Aku bersandar di depan kelas Bella. Akan kupastikan itu. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. seakan dia telah memenangkan ronde ini. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper. Sudah untung dia masih hidup. Alice jadi pasanganku... Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. Aku mendesah bosan. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. kan? Aku menggeleng jengkel. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia.Diterjemahkan dari: www. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan. Coach Clapp menyudahi permainan. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit..

atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. Anehnya. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi.. sama-sama tercengang ketika melihatku..com taruhan. dia langsung menunduk.” sapaku dengan suara parau. seakan malu.Diterjemahkan dari: www. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. Baik sekali dia. dengan ragu. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan.. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya.” Bella menghampiriku. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan. “Kurasa tidak. Sangat absurd! “Halo. namun tiap kali bertemu pandang. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. Wow. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. Atau barangkali dia sadar. 239 . Bella. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. Lebih dari dia menyukaiku.stepheniemeyer. Wajahnya makin cerah. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. Huh. Pipinya merona merah muda. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. Mike sih cukup manis tapi. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria. Dia sering melirikku.” jawab Bella. Oh. Dengan mudah bisa kuabaikan. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam. pasti itu.. masih belum yakin. bahwa dia dalam kesulitan. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup. “Sampai nanti.wow. “Hai. berhenti beberapa langkah dariku. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan. dari melihat ekspresiku.

Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku. kau bisa melakukannya. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. Semuanya tampak berbeda sekarang. Dia duduk di sebrangku lagi. Telinga keluargaku lain lagi.” Aku tertawa.. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu.” Mereka terlihat nyaman. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. dan membawa nampannya ke kasir.stepheniemeyer.com kan?” Aku menggeleng. Bagian yang tidak menyenangkan. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku.Diterjemahkan dari: www. Oh.” Alisnya terangkat skeptis. Menjijikan! Ekspresi Bella syok.. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini. Kudorong nampannya ke dia. Kagum. “Aku pernah melakukannya. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu.” keluhku. “Tentu saja separuhnya untukku. “Ambil apa saja yang kau mau. Nanti biar 240 .” Benar-benar kejutan. “Kurasa aku tidak terkejut. Ini bagian dari bersikap ksatria. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum. “Kau selalu saja penasaran. “Aku penasaran. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan.. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. ketika ditantang. Aku mengambil yang terdekat. Setelah membayar makanannya. baiklah. Bentuknya tipis dan padat. Tidak terlalu buruk. jika mereka sedang memperhatikan. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. tapi tidak berkomentar. Sorot matanya menyelidik. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali..

bukan fantasi. ya?” Dia mengangkat alisnya. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya. Dia terlihat tertarik. dan dia langsung berpaling gugup. cekikikan ke teman sebelahnya. “Jadi pelayannya cantik. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. tidak dengan cara yang negatif. Hmm. Dia terlihat. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku..” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. Jessica menghela napas. “Tidak. Lagi-lagi absurd. Aku memikirkan banyak hal. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya.Diterjemahkan dari: www. Tetap saja. Aku mesti memulainya pelan-pelan. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica...” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza.com kuberitahu ke Bella. seperti sesuatu yang lain. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. Sudah berapa kali.. coba. Dia menggigit sisa pizza tadi.. Rasa frustasiku kembali muncul. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak.sempurna.stepheniemeyer. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku.. 241 . “Perempuan malang.” ujar Bella sambil tersenyum. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. Realita. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku.. Yumy. Cukup bisa dipahami. melihat begitu percayanya dia padaku.” Aku memberitahu Bella. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu. “Nanti dia akan memaparkannya padamu. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. Itu membuatku takjub. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek.. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda.

Dia menghela napas pelan.” Dia menghela napas lagi. sambil menatap mataku hati-hati. Tentu saja aku mengharapkannya. “Kau tak bisa mencegahnya. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis.” Hmm. seakan kata-katanya campur aduk. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. Aku tahu. Penyesalan membuat suaraku makin parau.” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui.. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu. Aku hanya berharap.. “Apa?” “Membuatku terpesona. Matanya melebar. Tapi toh aku mengharapkannya.” Lagi-lagi separuh bohong. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu. kau tidak memikirkan beberapa hal.” Dia langsung mengambil sikap defensif. “Oh.Diterjemahkan dari: www. berkedip cepat. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku.. perintahku pada diriku. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya. Pasti kulitnya halus sekali. napasnya terhenti. Meski begitu. “Well.” 242 .. Dan itu menarik perhatianku. itu menggangguku. “Memang.. “Bukan salahmu. “Kau melakukannya lagi.” akunya.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai.” Ah. Tangan kanannya memegangi leher. Fokus. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang. “Itu sama saja.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica.” gumamnya.. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping.stepheniemeyer.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan. kau tidak sepenuhnya benar.” gerutunya dengan bersungut-sungut. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka. Kemudian dia berpaling. begitu pepatahnya.

mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil. Dia memandangi meja.” bisiknya pelan. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu.. yang pasti.” Cuma itu yang dia katakan.Diterjemahkan dari: www. Aku jadi sadar. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. Tapi yang sebenarnya terjadi. “Kadang-kadang. kau akan menjawab. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 .stepheniemeyer. aku bisa pura-pura sabar. atau ya. terlepas dari kenyataannya. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya.” Aku meyakinkan dia. Dan dia tersipu lagi. aku benar-benar berpendapat begitu. “Ya. aku bisa sabar. tidak memberitahu apa-apa. “Kau salah. Dia menatapku balik. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. “Ya. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya.. “Biarkan aku berpikir.” gumamnya ragu-ragu. Atau. dia lah yang meremehkan perasaanku. “Ya. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. “Kau tak bisa mengetahuinya. Dia mengatupkan tangan. dengan kerut diantara alisnya. masih menghindari tatapanku. dan sambil menggigit bibir. Untuk kesekian kali. Bella menatapku. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. Tatapannya misterius. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. Giginya mulai menggigit bibirnya. Selama dia cuma mengatur pikiran. dia tidak pernah menangkapnya. Ada nada sendu pada suaranya. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. “Well. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. karena dia benar-benar mempercayainya.” pintanya.” jawabnya pelan. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton.

Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku. Kata itu menggangguku. lihat aku.” ujarnya. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms. Dan dia tidak menyadari hal itu. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini.com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain... Dia menangkapnya. yang jadi pikiran mereka waktu itu.paling indah. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir. “Tapi justru itulah kenapa kau salah.stepheniemeyer. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik. “Well. meski tidak terlalu mengerti maknanya.” Ah. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya.” kataku padanya. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. Menggemaskan. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka..” Aku berhenti sebentar. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka.” Dia menjelaskan. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya.” bisikku. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya.. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil.. 244 . kecanggungannya cukup lucu juga. dan menghela napas.. “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas. Aku sedang melihatnya. Namun begitu. entah bagaimana.” Dia tidak mendongak. aku ingat harapan dan getaran hati. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka.” Aku tertawa kecut. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well.Diterjemahkan dari: www.

“Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. Sementara wajahnya kosong karena terkejut. bisa kulihat itu. supaya kau tetap aman.” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. karena seandainya aku bisa melakukannya.” ucapnya santai. Dia menatapku. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan.. Dia merona. batinku dengan humor gelap.Diterjemahkan dari: www. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman.. Entah bagaimana. Bella bukan untukku. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh.stepheniemeyer.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya. Dia pantas memperoleh kehidupan. 245 .. Akulah yang paling peduli. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu.. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang. menyadari besarnya perbedaan diantara kami.” dan memang itu yang seharusnya..” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa.” sanggahku dengan suara tertekan. Senyumku pasti sombong. Dia tidak terbiasa dengan pujian. ucapanku telah membuatnya marah. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. Aku senang dengan alasan itu. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono.” Karena sudah mengatakannya.” Dia tersenyum juga. Well. aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi. “Aku tak percaya. Satu lagi yang mesti dia biasakan.” gumamnya. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini. paling tidak dia memiliki vampir pelindung. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu.com Padaku lah Bella mengatakan ya. Dia mendelik padaku.. Aku tersenyum. memunculkan kerut diantara dua mata itu. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal.

stepheniemeyer. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya. “Belum. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut.” ujarnya sambil tersenyum.” Secara mengejutkan dia sependapat. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya.” “Oh. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya. Sori.” tambahku datar. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. Edward. Rose.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai.. “Belum. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku. Percayalah. “Aku punya pertanyaan lain untukmu. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. “Kau tahu.” “Tanyakan saja. Biar kutangani mereka nanti.. Itu semua salahmu.dan.Diterjemahkan dari: www. sesal Alice dalam hati. Tega-teganya dia. Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya. well.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi. “Tenanglah.

. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya. Dia ingin bersama denganku. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle. Aku kembali dari ingatan itu. tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku.com bisa membuatnya sesyok itu. Sabtu nanti matahari akan bersinar..dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri. Dia terasa begitu hangat dan lembut. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak.” Ah. 247 . Kurasa itu tetap adil. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya.” Selama sepersekian detik..stepheniemeyer. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja.Diterjemahkan dari: www. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu.” “Itu bukan masalah. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. “Kalau aku mengajakmu.” Benar-benar aneh. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki. tapi kupikir kau bakal mengerti.. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan. Jalan pikirannya benar-benar ruwet.. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng. Kebenaran tidak membuatnya takut. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu.. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van.

terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian. Itu tempat yang sangat kukenal. Tapi aku punya satu permintaan. Edward! 248 . Kalau dia bertanya lagi. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu.com “Aku terbuka untuk tawaran lain. Alice mengenalinya juga. memang ya. aku menatap ke sinar cerah matahari. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana.Diterjemahkan dari: www. Mendadak. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. aku tidak sendirian. tidak mendengar apa-apa.stepheniemeyer. Tegang. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. itu mungkin. jalan pikirannya betul-betul terbalik. tapi dengan syarat. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. kau malah takut dengan caraku mengemudi. batin Alice.” Setuju. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut.” Aku menggeleng tak percaya. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well. Tempat sunyi yang indah. pelangi menari di depan wajahnya. Aku mencintainya. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi. Berarti aku berani mengambil resiko itu. salah satu dari penglihatan Alice. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut.” Aku memutar bola mataku. karena dia telah melihatku disana. matanya tidak bisa dijajaki. Edward! teriak Alice nyaring. panggil Alice mendesak. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. dan waktu itu. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. Itu tempat yang sama. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. Edward. Jujur saja. barangkali aku tidak akan berbohong. Bella memandangiku.

. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau.” Bella langsung mengerti yang kumaksud.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku. Untuk 249 .. pada pembicaraan yang belum selesai ini. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara.” Bibirnya mengatup rapat. berduaan denganku. aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi. Alice pasti salah. Keliru. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. “Lagi pula. “Kalau kau tidak ingin. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa. melihat sesuatu yang tidak mungkin... menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. Dia pasti salah. dia tersinggung. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. juga penglihatannya yang keliru. “Ya.” Dia belum bilang ya. “Prakiraan cuacanya bagus. Meski begitu. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu. Kuusir jauh-jauh Alice. Banyak hal telah berubah.. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. seperti yang sudah-sudah. “Dengan Charlie. menunggu persetujuanku atas permintaannya. Tidak sampai setengah detik telah berlalu.Diterjemahkan dari: www.. dari pikiranku. matanya jadi cerah dan bersemangat. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. Tapi. Penglihatannya mustahil. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini.com Aku langsung mengusirnya. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu. Bella menatap wajahku penasaran. berbohong selalu lebih baik. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya.stepheniemeyer. Sangat salah. sudah tidak relevan lagi.” ucapnya yakin akan hal itu. Apa dia sempat melihat kekalutanku.

“Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. Di sampingnya. Kami tidak punya waktu selamanya.stepheniemeyer.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. Aku kembali melihat ke arahnya. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah. Biar saja dia menghancurkan mobilku. kau harus memberitahu Charlie. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan. lebih baik kau berada di dekatku.” saran Bella tiba-tiba.” ujarnya sependapat. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 . penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. “Karena itu sudah terjadi. menyela pembenarannya. Bukan. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah.” sanggahku. Rosalie menatapku murka.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. “Meski begitu. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu. itu lebih karena instingnya yang terbalik.Diterjemahkan dari: www. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster. bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata.com ukuran—” “Tapi nyatanya. aku tak keberatan berduaan saja denganmu. “Aku tahu. “Jadi. Aku mendelik ke dia. kemudian menatapku lama.” desisku. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Itu cuma mainan. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. “Kita bicara yang lain saja. Tapi aku tidak terlalu peduli. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya.” Aku menghela napas. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu.

Diterjemahkan dari: www.” jawabku cepat. “Kami berusaha fokus 251 . kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. banyak beruang. “Kalau kau membaca dengan teliti.. Dia menunduk dan menggigit pizanya. untuk berburu? Charlie bilang. “Beruang?” Dia menahan napas. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata.stepheniemeyer.” Aku mengamati matanya. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi.” gumamnya.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. lalu dia kembali melihat ke arahku..” akhirnya dia mendongak. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya. “Kau tahu..” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi. Dia mengunyah sambil berpikir. lalu meneguk minumannya.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet. “Singa gunung. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia. sekarang bukan musim berburu beruang. Baiklah kalau begitu. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya.com menguping. “Tentu saja. “Hmm. “Jadi. Bella selalu saja menarik. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. detak jantungnya tetap tenang.” Nadanya santai. “Ah. sekecil apapun itu.” Benar-benar tidak peduli. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak. bukan lagi syok. melihat dia mengolah ucapanku. mengangkat satu alis. badannya membeku. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi. Aku menatapnya.. tapi aku tidak. Mulutnya ternganga. Matanya berhenti sejenak.

” Aku berusaha bicara senormal mungkin.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas.” Kemudian dia menelengkan kepalanya. jadi lebih pemarah.Diterjemahkan dari: www. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku. kami punya senjata.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin. rasa penasaran terlihat jelas di matanya. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. Itu pasti dibuat-buat. “Lebih seperti singa.” Kerutan muncul diantara matanya. benar. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu. Aku tertawa terbahak-bahak. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. Dia menggigit pizzanya lagi. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. “Ya. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk. Akhirnya. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan.stepheniemeyer. dan gemetar.” gumamnya santai.” Aku meneruskan dengan kuliahku. Mau tidak mau aku tersenyum. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu. atau begitulah kata mereka.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa. dan itu sebenarnya cukup.” Bella mengangguk-angguk serius. “Mereka baru saja selesai hibernasi. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet. tapi ternyata tetap tenang. “Barangkali.” Tujuh puluh tahun kemudian. Kukira dia akan terlonjak.

aku sudah akan mengajakmu nantai malam. Dia menjauh ke belakang. “Kalau begitu sampai nanti. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar. dan aku berdiri.” kataku masih kesal. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup. sedikit terhuyung-huyung.com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup. Sedang jantungnya. Dia masih menunggu jawabanku. Aku sendiri takut. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya.” jawabnya. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu. Dia tidak akan pernah melihatnya. menjauh juga.Diterjemahkan dari: www. Tidak ada takut.. menunggu dia untuk takut. dan menyampirkan tasnya ke pundak. “Nanti saja jawabnya. “Kita bakal terlambat.stepheniemeyer. Hanya itu. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya.. “Kalau cuma karena itu.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. Aku mendelik sengit. biar bagaimanapun. Aku bisa melihat dia belum menyerah. Dia cepat-cepat bangkit. dia benar-benar akan menagih jawabanku. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis.” Dia memandang ke sekelilingnya. Aku sangat mengerti perasaan itu. berdetak dua kali lebih cepat. 253 . Tak ada cara yang lebih baik buatmu. Aku bersandar ke kursi. Matanya tertegun sekaligus takut. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. bingung. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. seakan lupa sedang makan siang. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil.” jawabku ketus.

tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. Aku berusaha fokus pada momen ini. Well. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. Dengan kemampuan alamiku. Dia manusia. pada apa yang nyata dan solid. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. Sayangnya.. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis. Kesedihan yang sia-sia. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik. pujaannya juga manusia.. Kami meleweati Angela Weber.. pada gadis di sampingku. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol. Detik berikutnya aku jadi marah. Patah hati ada dimana-mana.com 12. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. yang sedang berlama-lama di lorong. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi. pemuda dambaannya. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. naskahnya tersusun begitu saja. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. Ah. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. 254 ..stepheniemeyer. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. mengira akan kecewa lagi. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. ternyata ada juga yang Angela inginkan. Patah hatinya tidak beralasan. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. Walau aneh. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela.Diterjemahkan dari: www.

Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. Kesukaan manusia. Aku belum puas. dengan hadiahku untuk Angela. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. Kemudian Mr. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang. Varner mematikan lampu. menyenangkan sekaligus mendebarkan.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella.Diterjemahkan dari: www. Sebagai gantinya. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. Setiap detik berharga. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. dan. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. Aku puas dengan rencanaku. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria.stepheniemeyer. daya tariknya jadi semakin kuat. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. Ini melebihi dari yang biasa kudapat.. Mr. 255 . Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri. Tidak ada catatan. Itu pengalaman yang ganjil. Aku adalah bahaya. Tiga hari bebas. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. tidak ada bahan tes. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. Mungkin tidak terlalu mirip..

Aku tidak tahu pikirannya. berusaha menembus pengendalianku. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. Bella melirik.com Jadi. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. terus mendekap lengannya rapatrapat. sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. berkembang di dalam diriku. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. 256 . Hanya untuk menyentuh tangannya. bahwa dia ingin aku menyentuhnya. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol. Atau. Kutarik tanganku lagi. Bibirnya sedikit merekah. Aku bisa merasakan itu.stepheniemeyer. Sesekali dia melirik. Tidak boleh ada kesalahan. Bella juga mendekap lengannya di dada. dan mengepalkan tangan.. dia cuma tinggal menarik tangannya. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu.Diterjemahkan dari: www. dan matanya terlihat hangat mengundang. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. Jenis hasrat yang baru. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. Tidak boleh ada kesalahan. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan. Itu membuatnya lebih buruk. kudekap lenganku rapat-rapat di dada. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. gerakan lain yang lebih dekat. tersembunyi di kegelapan. duduk bersebelahan begitu dekat. Tangannya juga terkepal. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. Filmnya dimulai.. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. memberi tambahan penerangan sedikit. hanya berdua saja. Jika aku memegang tangannya.. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling.. Aku tersenyum balik.

“Well. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. Aku bisa menawarkan tanganku. Selama aku bisa mengontrol diriku. Tidak boleh ada kesalahan. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini. tadi itu menarik.” “Hmmm. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi.. Aku sendiri juga sedang bepikir keras. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat.stepheniemeyer... Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku. atmosfer ruangan kembali normal. Itu sama sekali tidak sulit. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung. Dalam terang. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku. Aku menghela napas. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya. Ini pengalaman baru. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya.Diterjemahkan dari: www.com Satu jam berlalu lambat. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya.. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 . Jelas dia mengerti apa yang kumaksud. kemudian melemaskan jemarinya. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu.” gumamnya. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. Sisi egoisku masih saja bersikeras. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. tapi tidak berkomentar.

Sesampainya di depan ruang gimnasium. dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. dan melihat pergumulan dalam diriku. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. Tanganku masih seperti tersengat listrik. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. hampir lari untuk menghindari godaannya. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. Mike mendelik. 258 .stepheniemeyer. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya. seperti saat ini. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja.. Dibawah sentuhanku. Aku melemaskan dan mengepalkan. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. Cukup. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. untuk menjauh darinya. Aku memaksa diriku untuk berbalik. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah. Cukup. pipinya jadi memanas. Telapak tanganku mengusap dagunya. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. Lenganku melingkari pinggangnya. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Cukup. jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya. Tapi aku berhasil melakukannya. seakan dia serapuh gelembung sabun. perintahku.Diterjemahkan dari: www. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini.. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada. Dia tidak bicara. merangkulnya dalam dekapanku. dia berbalik menghadapku. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya.

atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. Aneh. aku memberitahu diriku dengan muram.. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku.Diterjemahkan dari: www. Sebainya kau hati-hati. tapi lebih baik. Titik. kid. Em. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri. Nikmati saja kenangannya. gigiku terkunci rapat. Edward.. “Hai. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami.entah bagaimana caranya. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. “Tunggu sebentar.stepheniemeyer. aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran. Rosalie ingin merobek mulutmu.. Aku mendesah.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi. Lain kali. Edward. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia.com Tidak. Apa kau marah denganku?” “Tidak. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya.” Dia terlihat lebih baik. Bahagia.. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. “Hai. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 . Aku memandang lurus kedepan. Pilihannya itu.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh. aku merasa begitu. Saat sedang mencari pengalih perhatian. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. Lama-lama Rose juga akan lupa. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. saat berada di dekatnya.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu.

perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. “Aku akan membantumu. “Tapi.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku. Aku berhasil menarik perhatiannya. Ben sudah duduk di belakangku. “Well. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. Emmet.com kumau. kuakui itu. Rosalie memang selalu menjengkelkan. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan. “Belum.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda. Goff menyuruh mereka diam. ini memang berbeda. Emmet tidak butuh latihan. Dia terlongo..Diterjemahkan dari: www. Baiklah kalau begitu. kenapa?” “Ayolah. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia.stepheniemeyer. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti. 260 .” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. Dia sendiri tidak buru-buru.. “Jadi. “Jadi?” bisikku.” Aku tersenyum padanya. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku. Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat.

berimprovisasi lagi.” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu..stepheniemeyer. Kudengar dia tertarik dengan orang lain.” Emmet berbisik dengan suara rendah. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya. “Ben siapa?” tanya Emmet. kembali ke naskahnya. 261 .” Reaksi di belakangku menggemparkan.” Aku menahan senyumku. merasa tersinggung karena diremehkan.” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi.. Dia pikir dia lebih baik dariku.. tatapan di balik kacamata itu ketakutan.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben.” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek. Sempurna.. “Oh. Tapi Angela tidak berpikir begitu.. “Bukan begitu.. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan. Tidak. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela. “Bukan karena itu.. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward.Diterjemahkan dari: www. Yang kurencanakan adalah cemburu. Mukanya memerah karena marah. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya. Tapi apapun itu sama saja. Aku tidak suka itu. Tidak. Dia.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi. “Dia tepat di belakangmu. Akan kubuktikan ke orang sombong ini. salah satu dari teman-temannya.tidak pantas untuk Angela. melirik ke bocah di belakangku. Untuk sesaat. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya. “Huh.aman.. Masih ada gadis-gadis lain.

paling cerdas. batin Emmet.. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. Hutangku telah lunas.com “Tapi.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu. Goff berdiri. begitu pula aku.” Tidak. siap-siap untuk terhibur. “Mungkin Angela akan capek menunggu. Angela adalah orang yang paling baik. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka.dan dia menginginkan aku. Dan saat bersamaan Mrs. Bagaimanapun. dan Angela akan menerima hadiahku.Diterjemahkan dari: www.. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan.. dan paling cantik di sekolahan ini.. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini. Gadis seperti. Aku suka dengan Ben. Gadis yang pemalu. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. Jika B— well.” Emmet kembali berimprovisasi. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. Batin Ben sambil menegakkan duduknya. aku tidak tahu. “Tepat. seperti yang Bella katakan. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. Oke. “Angela itu pemalu. Aku tersenyum sendiri. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 .hmm.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. mengucapkan salam ke kelas. Angela tidak akan pernah mengajaknya.stepheniemeyer. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. kuakui—tadi itu menyenangkan. Betapa menggelikannya manusia. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik. kau tidak akan.

batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. aku tidak akan mengganggumu. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia. aduh. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja. “Sori. Oh. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main.” “Jangan khawatir. Mike—kau tahu. Coach Clapp tertawa. saat bersamaan.. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan.stepheniemeyer. “Terima kasih. Ow.Diterjemahkan dari: www. Itu pasti akan meninggalkan bekas. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. Mike pun buru-buru mengejar koknya. gigiku terkatup erat.com mendengarkan lewat dia. mengetahui dia terluka.. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella.” Mereka saling senyum satu sama lain. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella. Dia menoleh ke Bella. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. Dan benar saja. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. Aduh. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. Ow. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. Senyumku lenyap. Bella mengelus-elus keningnya. Aduh. kau tak perlu melakukannya. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas. Awalnya Mike bermain sendirian. Newton. Dia memegang raketnya dengan canggung. “Apa 263 . Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella.

Sial.” sergah Bella marah. Dan Mrs. Mike. “Jadi. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku.” Defensif.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. “Nanti saja.. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. “Aku akan tinggal di belakang sini saja. heh?” Kau dengan si aneh itu.” gumamku. Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh. Goff mengijinkanku keluar lebih awal. matanya melebar menyesal.” Bella terlihat malu daripada sakit.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa.. Tapi ya ampun. “Kau jalan dengan Cullen. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi.” Aku ngeri menunggu respon Bella. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. kau sendiri?” tanyanya malu. Bella tidak ikut main lagi..” “Memang tidak perlu. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras. Jessica bersumpah mereka berkencan. Aku jelas berharap itu yang terjadi. “Kurasa aku baik-baik saja. Jadi itu betul. Kurasa.Diterjemahkan dari: www.. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. “Caranya memandangmu.. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu. “Itu bukan urusanmu. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Di penghujung jam. mukanya merah. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu.stepheniemeyer. “Aku tidak suka. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis. 264 ..” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. seolah ingin memakanmu. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk.

Tapi begitu matanya menatapku. “Baik-baik saja.Diterjemahkan dari: www. Pemberani —itu istilah umumnya. Ketika dia berjalan menuju pintu... Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. tidak baik untuk dirinya. “Halo.” bisiknya.stepheniemeyer. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi. Begitu saja. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya.com Mukanya merah padam. Namun. membuat diriku tetap aman. lagi. Mike memutar badan. dan pergi ke ruang ganti. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. Kemudian. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. paling tidak di satu sisi.” sapaku. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang.. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu.” 265 . Sial. Ekspresinya sangat damai. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. tidak ada bandingannya. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. “Hai. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar.. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. pikirannya sunyi. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya. Jika aku bisa mendisiplinkan diri. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang. apapun alasannya. Sekarang dia menertawakan aku.

” akuku. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang. “Kau sendiri yang bilang. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. lalu pergi meninggalkanku.stepheniemeyer. Peleknya keren.. Kuharap dia mati. Aku benci dia. dan senyumnya lenyap. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah.” Dia tidak menjawab. “Kau tidak sedang mendengarkan lagi.. “Newton membuatku kesal.com Dia tidak pandai berbohong.. Dia masih tampak kesal. “Apa?” desak Bella. Biasanya dia cepat memaafkan. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku. kemudian ke aku lagi. Coba lihat pedal gas SMGnya itu. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi. Bella 266 . Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi. berharap kemarahannya segera reda. Mukanya merah padam—dia malu. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. berjalan cepat-cepat ke parkiran. Tentu saja. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja. setelah bimbang sejenak. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku.. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran.. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. Dia terperanjat. atau berharap aku tidak menggunakannya. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya.. Aku megejarnya. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal. Mataku kembali fokus ke Bella.Diterjemahkan dari: www...

.com mengikuti. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. “Mungkin.” akhirnya dia memutuskan. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu.. 267 . “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil.” ucapnya setelah beberapa saat. kalau kau bersungguh-sungguh. Kerutan di dahinya telah lenyap. aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. Sekarang untuk permintaan maafku.. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar.. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun.”sergahnya kasar.” “Itu keluaran BMW. iramanya berantakan.Diterjemahkan dari: www. Oh. baiklah. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh.” gumamku saat dia masuk ke mobil. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku. Matanya melebar. “Mobil apa itu?” “M3. Aku menghela napas. kelihatan seperti terhipnotis. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku.” Aku tidak mau berbohong...” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya..stepheniemeyer. “Jelas. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya. “Kelewat mencolok.” Dahinya berkerut. “Kau masih marah?” tanyaku padanya. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan. “Setuju. Aku menggunakan nada yang paling membujuk.” Aku memutar bola mataku. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain.

” Ah. “Mmm. “Hanya saja. “Kurasa sudah. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya. “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya.. Sama-sama terpesona. Atau.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum.” gumamnya.stepheniemeyer. betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan. Jika aku tidak sedang gelisah. “Jangan khawatir soal itu.” tambahku. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya. membayangkan kau ada disana. Aku akan datang. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas.. Untung aku sudah hapal jalan ini. “Aku minta maaf telah membuatmu takut. tapi gagal. Tentu saja. Tapi kusela duluan. melengkapi permintaan maafku. sementara 268 .” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal. tapi kemudian berubah pikiran.. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya.” Dan senyumku pun lenyap. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. “Aku tidak berencana membawa mobil. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa. Dia mengerjap beberapa kali.” jawabku enggan. dan sekarang bukan waktu yang tepat. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar. “Tidak. aku juga sulit berpaling dari matanya.Diterjemahkan dari: www. “Well.” Dia menelengkan kepala.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya..com Aku setengah tersenyum. tanpa mobil. tanpa membuatnya takut. Aku parkir di depan rumahnya.

. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami..” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan. Aku mendengarkan suara detak jantungnya.stepheniemeyer. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah. dan mendadak keheningan ini berubah. mengaturnya. Terutama indra penciuman kami.Diterjemahkan dari: www. “Tanpa banyak menggunakan pikiran. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku... untuk membaca matanya. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya. Wajah Bella nampak tenang. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti.com kami berburu. tapi apa yang akan—pasti terjadi. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin. membuktikan dominasiku atas sensasi itu. tatapannya sungguh-sungguh.. Aku berusaha mengusir bayangan itu. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. Matanya melebar setelah beberapa saat.. Napasku semakin cepat. resah. “Ketika kami berburu. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya. Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya. lalu menoleh.?” Aku mengambil napas dalam-dalam. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan. Merasakannya dalam-dalam. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. Dia menatap balik.. sosokku yang lepas kendali. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya.” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu.” “Karena. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 .. “Sangat.

“Bella. adalah soal hidup-mati bagi dia. Mereka siap menantang apapun. Aku memejamkan mata. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . seperti saat habis menyentuhnya.com hausku. Selama sekejap. keluar dari mobil dan menutup pintunya.. untuk mengontrol diriku. Getaran listrik itu masih belum lenyap. Tidak boleh ada kesalahan.” Dia langsung menurut. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu.. Bukan keluargaku. Tapi. Semuanya sangat mudah terganggu. seakan solusinya tersembunyi di situ.Diterjemahkan dari: www.. Irama denyut paru-paru. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. aliran oksigen.. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku. Bukan kami. berusaha memutus aliran listrik diantara kami. Tubuhku menari bersamanya. kurasa kau harus masuk sekarang. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu. tanpa berkomentar. Dia menarik napas—tersendat.stepheniemeyer. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. seakan aku manusia. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan..diriku. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi.. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif.

Aku juga ingin keluar. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak.. Lebih cepat dari dia akan melihatku. penasaran.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya.” Besok. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan. Aku tersenyum pada hal itu. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil.” Dahinya berkerut. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar. 271 . baik dengan bukunya atau filmnya. dan gaya bahasanya berantakan. tidak pernah tetap tinggal di tempat. Itu tidak adil. Bahkan dengan dia di luar mobil. saya belum menikmati. “Oh. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya.S. struktur. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. Harap maklum jika penerjemahan. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda. P. karena alasan subyektif yang tak rasional. Tidak boleh ada kesalahan. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman. Masih saja penasaran. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau. Aku tersenyum pada pikiran itu.. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. dikelilingi saksi-saksi. aku akan mendapat jawabanku.alan. Pada tiga buku awal. Aku menginjak pedal gas. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Awalnya saya tidak tertarik. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->