Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. Pujaan barunya.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. Dia tertawa geli. Seperti tidak ada orang. bersikap sebaliknya pada si murid baru. Sangat ganjil. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku.” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini.. Jika seseorang curiga. Bella. pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama.atau Mike.. Tidak ada bagian horornya. sebelum membuatku gila. Ini membuat Jessica gusar. Jarang ada yang menebak dengan tepat. Namun rupanya. Mike Newton yang populer. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran. sebetulnya. Murid baru itu pasti menanyakan kami. Kuharap kisahnya menarik. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya.stepheniemeyer. Semua orang ikut memperhatikanku.. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. yang jelas-jelas cuek.. Aku tidak mendengar apa-apa. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. Dia masih duduk 6 . Aku mendongak memastikan. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. Kami langsung menghilang. Jessica masih berbincang dengannya.. Cuma skandal-skandal kuno.Diterjemahkan dari: www. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. “Kurang imajinatif.. Kembali. dan sekedar jadi kenangan buruk. Sedikit mengecewakan. Untuk melindungi kami. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Biasanya tebakan mereka salah.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan. tentang cerita-cerita Jessica. sedikit heran. pikirnya. berkulit putih-kapur.

dan tes bahasa Inggris. Kami terlihat indah bagi mereka. bahkan Edward Cullen.. . Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu..... Dan Jessica. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau.. mangsa alami kami.. 7 . . Tetap saja. . setelah mendengar dongeng Jessica. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku. Perasaannya tampak jelas di mimiknya. itu juga wajar. Tapi aku ingin ngobrol dengannya.Diterjemahkan dari: www.kira-kira apa musik kesukaannya. .. memamerkan teman barunya... Sejenak aku merasa tidak nyaman.. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku.. Tidak ada sama sekali. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan.. June Richardson berharap. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk.Mike Newton sedang berpikir. Renung Asley Downing. Eric Yorkie berpikir tak senang. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai..sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia. Menggelikan.mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu.stepheniemeyer. Memikirkan tentang kami. sindiran terus bermuntahan dari pikirannya. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh... begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami. .. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut. Untung Jasper tidak melihat.. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana. malu kedapatan mencuri pandang. aku mencoba lebih keras... sedang melirik kesini.mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku.benar-benar memuakan.. sesuatu yang wajar. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru. dan sesuatu yang lain. Kemudian. karena terlihat begitu dalam.. penasaran. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan.com disitu.takjub? Itu bukan yang pertama. juga masih sekitaran perempuan itu. Khawatir.. menatapnya. sementara Jessica meneruskan gosipnya. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja.banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri.. Coba lihat bagaimana dia menatapnya. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun.

Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah. Angela Weber. selamat. aku kecewa.stepheniemeyer. tapi jangan buang-buang waktu. tentu saja. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica. sesuatu yang tidak kupahami. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. tentu saja.Diterjemahkan dari: www. Dibalik kegetiran itu. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. dibawah membrannya yang pucat dan jernih. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. Suaranya benar-benar baru. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya.. Dan. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 . “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. Oh.com Kuharap ibuku. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing.. Aku yakin itu. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. “Itu Edward. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya. mengerling dari sudut matanya. Sungguh perasaan yang aneh. gadis pendiam. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. muncul dorongan aneh. Dia tampan. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. yang hilang entah dimana.” Dia mendengus.. Pikirannya paling ramah. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku... Tidak ada untungnya mengundang godaan.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan. Biasanya. Aku dapat mendengar semuanya. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya.. Dia tidak berkencan. tapi sama hausnya dengan Jasper. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas.

Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. aku berharap bisa tidur. Cuma melihat. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. Yes! Pikir Mike Newton. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Di kelas. jadi pusat perhatian. Cuma membayangkan. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. Curiga. Lagi. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. namanya memicu perhatian. Peranku lebih muda. berbincang dengan orang asing. bersiap untuk bosan. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria. Begitu juga denganku. Aku berpaling lega. seakan menunggu datangnya penolakan. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu. Rosalie. Tidak sepadan dengan usahanya. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. “Jadi.. mereka pergi ke kelas mereka.. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. 9 . Bella kelihatannya sepemalu diriku.Diterjemahkan dari: www. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi. aku sudah menguasai semua isinya.. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh.” Rosalie berbisik. Emmet. memecah perhatianku. dan Jasper berakting sebagai senior. Tidak mungkin bagi Mr. Aku satu-satunya yang duduk sendirian.. yang kecerdasannya rata-rata.stepheniemeyer. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. Aku angkat bahu. Tak ada keraguan. Kenapa? “Ayo pergi. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. Aku tidak mendengar apa-apa. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. Aku menuju kelas biologi.tapi mungkin akan kedengaran bodoh.com disana. Banner. Pasti hari ini berat buat dia. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu.

Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga... aku telah memburunya sejak lama. Mulutku hambar dan kering. Gadis malang. Perutku melilit oleh lapar akibat haus. aku bisa memecahkan rahasianya.juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. Jika aku pernah tahu. paling tidak. gerakan yang maksudnya diam-diam. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. Aku adalah vampir. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya. Ketika mengkaji ekspresiku.stepheniemeyer.. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. Tidak ada yang lebih penting selain itu. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. tidak ada apa-apa. menyingkirkan buku-bukuku... Aku adalah pemangsa. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini. Akan kususuri bumi mencarinya. Misteri pikirannya telah lenyap. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya. Dia buruanku. Satu detik belum lagi lewat. Dalam sekejap. melintasi gangku menuju meja guru. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. Aku ragu ia akan nyaman.Diterjemahkan dari: www. Otot-ototku menegang siap terlontar. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku.. Pandangannya bertemu.. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada.com Masih saja. Kubersihkan bagian mejanya. Setelah kakinya menjejak. Bisa kubayangkan sedapnya. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku. Mungkin. dari tempat Bella Swan. Dia mendekat. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. dengan duduk disampingnya. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan.. aku tidak lagi mendekai seperti manusia. darah mengalir ke 10 . matanya melirikku. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku. Dia tidak membuatnya lebih mudah. Tidak ada artinya.

Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku.stepheniemeyer. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. dan hampir membuatku bertindak. 11 . hampir menubruk kursi depanku. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. Bahkan lebih untuk ukuran manusia. Sebagian diriku gemetar. Aku tahu akan tiba waktunya. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. Mencabik pikiranku. Aromanya sesuatu yang baru di otakku.. Kayunya tidak cukup keras. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. Sosok monster itu membuatku muak. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. lemah. mengubah warnanya sangat menggiurkan. Itu aturan dasar. tak karuan. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. Langkahnya lebih cepat. Hilangkan bukti.Diterjemahkan dari: www. seakan tahu saatnya untuk lari. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun. aku tidak sekeji ini. Dan aku harus membunuhnya. akan menyaksikannya. Penonton tak bersalah di kelas ini. Korban yang tidak terelakan. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. Jika kubunuh gadis itu duluan. Tidak selama delapan puluh tahun. Kusingkirkan dengan kaki. Rapuh.. delapan belas murid dan seorang guru. wajah yang langsung kukenali. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Gadis itu akan duduk di sampingku. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. menahanku tetap duduk. Mungkin sedikit lebih lama.com pipinya. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Kubuang jauh pikiran itu. Pikiranku pun mengamuk. memberontak. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. Hilangkan bukti. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. sebagian lagi menyusun rencana.

Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. Maka saksinya lebih dulu. Seseorang menutup bukunya dengan keras. Dia baru saja membelok.com darahnya yang menggiurkan. Kutarik napas panjang. untuk membuatnya menjerit. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. para monster yang tidak terlalu berbahaya. Aku telah merasakan darah manusia. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. membakar keluar dari jantungku. di deretan terbelakang. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari.Diterjemahkan dari: www. Satu adalah diriku. Dalam satu detik yang singkat. Dalam beberapa detik. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku.. aku melihat dua wajah bersebelahan.stepheniemeyer. Tidak ada masalah dengan jendela.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. tapi hanya secara harafiah. Itu memang berlagak seperti Tuhan. tidak menyadari yang terjadi. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. dia akan duduk dekatku. jika syok tidak membuatnya membeku. Mereka beruntung. sekilas. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. Bukan tidak mungkin. pikiranku kembali jernih. Monster di kepalaku tersenyum. Membenarkan pembunuhan itu... paling tidak. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan. Cuma itu pembelaan lemahku. Aku memetakan di kepalaku. apa yang akan menimpanya. begitu taksiranku. Tidak akan terlalu ribut.. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. Akan ada banyak jeritan. Cukup lama untuk ngeri. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. tapi terlalu berisik. Aku di tengah ruangan. tidak lebih 12 . Dalam detik yang berharga itu. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. Kuhabisi dulu sisi kanan. Cukup lama. Dan darahnya akan mendingin. Seseorang akan mendengar. Itu akan makan waktu. Udara bersih terhembus ke mukaku. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. Semua korbanku. Aromanya menghantamku. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati.

Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. Kesabarannya terlihat pada alisku. ayahku dalam segalanya. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. Dalam sekejap. Tak ada alasan untuk mirip. wajahku telah mencerminkan dirinya. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. Bella Swan duduk di sebelahku.com manusia daripada ku. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. Tetap saja. Siapa mahluk ini? Kenapa aku. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. Dan ia akan tetap menyayangiku. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. Karena dia menyayangiku. guruku. walau tanpa kemiripan dasar. Tiba-tiba kebencian meliputiku. Dalam pikiranku. Wajah yang lain adalah Calisle. Mataku akan semerah iblis. Penampakanku tidak berubah. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. bahkan setelah kutunjukan dia salah.stepheniemeyer. sampai tingkat tertentu. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. Bagai terang dan langit gelap. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. Carlisle bukan ayah biologisku.Diterjemahkan dari: www. Akan kubuktikan ayahku salah. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster.

tak ada lagi angin yang membantu. Jadi penuntun ketika berburu. dan kemudian merasakan basahnya. tembus pandang. Tapi mungkin bisa untuk satu jam.Diterjemahkan dari: www. Tidak. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. rasanya di belakang lidahku. hangatnya. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. Ini tidak nyaman.. tapi itu berlawanan dengan instingku. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. aku tidak harus bernapas. tapi masih jauh dari aman. Tapi. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. Aku tidak boleh memikirkan itu. Sebentar lagi semua akan hilang. bau mengundang darahnya.stepheniemeyer. menggiurkan. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. Jika ada cara melawannya. namun dapat diatasi. Tubuhku tidak memerlukan oksigen.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. Aku masih memiliki ingatan aromanya. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. Satu jam. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . Tidak nyaman. tidak bernapas. Dan dia tidak bisa memaksaku. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. Aku tidak bisa melihat wajahnya. Bau adalah masalahnya. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. Korban yang tidak seharusnya jadi korban. Jika aku bisa mehannya selama satu jam.. sedikit lega.

namaku Edward Cullen. kemarahanku tadi masih kurang.. Membencinya dengan segenap rasa. dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. yang sangat mustahil. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau. Cukup mudah menyesatkannya. monster di kepalaku setuju. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku..Diterjemahkan dari: www. Ya. Meskipun aku membenci dirinya.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. tidak ada orang lain yang terluka. Gusar. Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. Meskipun takut. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini.. kecintaanku pada keluaragaku. aku bisa tahan dua jam. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. Hai. sebelum aromanya merusak segalanya. seperti biasa.. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. seperti kutau setiap rumah disini. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil.. Membencinya. anganku untuk menjadi lebih baik. terkecuali. Benci dan marah. Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. Itu cara yang lebih bertanggung jawab.. Sherif Swan bekerja seharian. ia akan meninggalkan ruangan. Tanpa tetangga.. aku tahu itu tidak beralasan.. Itu sesuatu yang sopan. tapi itu membantu. Jika mampu satu jam. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. Aku tahu rumahnya. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. Rumahnya di pinggir hutan.stepheniemeyer. seperti yang lainnya. Jika menahan napas. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. Mike Newton. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. Dan saat ia sendirian. 15 . Bahkan jika sempat berteriak. ia akan mengikuti. sebesar seluruh tekadku. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. tidak akan ada yang mendengar. Dia akan pulang ke rumah kosong.

Itu terlalu berlebihan. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Tapi tidak ada yang memperhatikan. dan punya pilihan. Selamat karena bel—Klise.. Tapi efeknya cuma sedikit. Tapi bel berbunyi. Aku bisa berpikir. Selalu ada pilihan. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia. aku mahluk rasional.stepheniemeyer. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 . Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. Aku bersembunyi dalam mobil. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. dari kematian. Terlalu pengecut. Aku tidak perlu ke rumahnya. dan aku sudah akan bergerak. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. sama saja kalah. Jika menyerah pada sang monster. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. Dapat bertarung lagi. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. tidak lebih. Kini aku kembali waras. Di penghujung. Darah memerah di pipinya. Dia. Mungkin. sangat hati-hati. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. yang mengalir bersama rintik hujan.tapi sekarang sudah jauh darinya. Tapi ini pengecualian. walau hanya menunda. Semua bisa berjalan seperti keinginanku.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. Aku. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Jelas. jika menjauh dengan sangat. Betapa sia-sia. dan dingin. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Tidak perlu membunuhnya.. hidupku tidak perlu berubah. Kami berdua sama-sama selamat.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. Maka aku membuat strategi. melawan apa yang kutentang. basah. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi.

17 .. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. Jam terakhir sekolah hampir selesai. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. halus. Tidak perlu membuat ibuku tertekan. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu.. Pilih yang benar. Dan Esme begitu penuh cinta.stepheniemeyer. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper. itu akan melukai ibu angkatku. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. Jika aku menjauh dari baunya. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. Kuputuskan menjalankan rencana itu. Lagi. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular. Ya. Aku adalah ancamannya paling berbahaya.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. Aku tidak ingin yang lain tahu. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba. khawatir. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana.. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat. hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar. Aku mencari posisinya. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Aku beraharap bisa minta saranya. Tebakanku betul. dan lembut. tapi di sisi lain. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. Jika bisa menghindar dari Bella Swan. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti..terluka. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya.Diterjemahkan dari: www.

Mereka lebih pantas kuliah.. Banner?” “Bukan itu.. Mr. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr.com Di dalam cuma ada seorang pegawai.stepheniemeyer. Salah. Edward.” “Pada waktu di Alaska.. Dia cukup muda untuk jadi anakku. “Tentu..” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda.” dia kaget. Dia merapihkan t-shirtnya. dia merapalnya berulang-ulang. agak gugup.. Sesuatu yang tidak mereka pahami. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. Dia tidak menyadari kedatanganku. Selalu saja lengah. Edward. Nilainya sempurna. tentu saja. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami.” 18 . Mudah. semua kelas sudah penuh.Diterjemahkan dari: www. Detak jantungnya makin cepat. “Sayangnya. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. yang memang ingin kutemui. “Oh.. tidak pernah ragu di kelas.. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu.. Konyol. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. Tapi berdasar tanggal di SIM. dia betul. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan. Aku lebih tua dari kakeknya. Pikirannya sudah tidak karu-karuan. ya.. “Mrs. pikirnya pada dirinya. Banyak guru yang mengeluh. saya sudah pernah mempelajarai materinya.. Edward. Aku bersandar kedepan. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah. “Halo. Ini akan mudah. Risih. terlalu muda.

sebagaimana mestinya. Keluarga Cullen tidak akan begitu.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. Aku menoleh pelan. tujuanku kesini.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.” “Saya akan mengejarnya tahun depan. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat. dia mengingatkan dirinya dengan galau. dan kubuka mataku lebih lebar.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu. meskipun tidak perlu.. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam.” Aku tersenyum. “Saya tahu itu. Kerongokonganku membara. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini. Mrs.. Edward. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr. Aku menoleh. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak. Jantungnya berdetak lebih kencang. Terlalu muda. Secarik kertas ditangannya. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut. “Please... Monster 19 .com Tentu saja tidak. semuanya lenyap. Banner.” Pintu membuka di belakang.. Banner. lalu keluar lagi. Itu gila. Tapi tidak ada cukup kursi. Kelegamannya membuat orang takut.. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk. jadi kuacuhkan. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini.

Cope. Tanganku bersiap di meja.stepheniemeyer.J. Kuhentikan napasku. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Aku berusaha mengatur napas. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku. berjalan terlalu cepat. Sang monster menuggu gelisah. suaranya waspada. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. Aku mendengar suara D. kemudian mengabaikannya. tapi ketakutannya tidak terucap. aku buru-buru memundurkan mobil. Dia mundur. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. daripada duapuluh. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam. Aku tahu ini tidak mungkin.Diterjemahkan dari: www. Aku berbalik ke Mrs. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran.com itu kembali menatapku dari matanya. dengan cepat. Aku cuma menggeleng. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada. Dua nyawa. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang. melihat. “Edward?” Alice bertanya. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. Cukup adil. Di jalan. Pikirannya teralihkan.. lapar. Garret. sementara. Mom selalu bilang. mulai lagi. topeng iblis.. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. Kebanyakan sudah pada pulang. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs... Bagiku dia setan yang menghantuiku. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik. Bukannya menjawab... “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya.” Aku cepat-cepat keluar. membayangkan yang aneh-aneh. 20 . terima kasih banyak atas bantuannya. aku berkata sehalus mungkin. Ketika menyelinap kedalam mobil. Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil. semua sudah disitu. tidak terlalu banyak saksi... “Kalau begitu lupakan saja.

Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan. dan Jasper menatap Alice. Penglihatannya berubah lagi. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. Yang lain menatapku. “Stop!” aku mengerang.. “Kau akan mengambil jalan yang benar. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. “Oh!” Alice kaget lagi. “Turunkan kami disini.” ujar Alice. Dia cuma angkat bahu. Pencarian oleh penduduk. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. Dia melihatnya kalau begitu.” ucapnya pelan. begitu aku mengambil keputusan.. Dan samasama terkejut.merasakan aromanya menuntunku. Mataku. Rosalie. merah terang oleh darah segar. dan mobilnya mendecit berhenti. Alice menyentuh pundakku. tidak tahan lagi. Emmet.” bisiknya. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih. gambarannya jadi lebih detail. aku tahu Emmet.” pinta Alice.. Sang monster kegirangan. Dia mengeceknya sekarang.. “Aku akan merindukanmu. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal.” Aku mengangguk.” 21 . hanya masa depan. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. dan Jasper turun tanpa komentar. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah. Itu akan membunuhnya juga. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan. Dia tidak dapat melihat yang lalu. “Oh!” Bella Swan. pepohonan berselimut salju di sisinya. berlalu cepat dua ratus mil perjam. “Sori...stepheniemeyer.com Tanpa menoleh. Jalanan kosong malam-malam. Rosalie.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin. mati.Diterjemahkan dari: www. matanya melebar. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya.

menghilang sebelum aku memutar mobil. 22 . setuju hanya pada bagian terakhir.Diterjemahkan dari: www. Aku melaju cepat ke arah kota. Mereka masuk ke hutan. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang. Alisnya bertaut gelisah.stepheniemeyer.com “Iya. Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal. aku tidak yakin dengan tujuanku. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. Kemudian ia turun.” kataku.

enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. 23 . Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. Sangat cantik. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. Ini tidak jadi lebih baik. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. Dia membungkuk ke ujung batu. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. hampir pink seperti strawberi. bertabur bintang. sebagian bependar biru. Sangat cantik. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. ujung jari menyentuh permukaannya. Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu. Enam hari sudah lewat. Aku mendesah. Seharusnya. wajah manusia biasa yang tidak istimewa.stepheniemeyer. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. badannya bergelung. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. yang setengah terpendam dibawah salju. jika aku benar-benar dapat melihatnya. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa. Penghalangnya adalah sesosok wajah. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya.Diterjemahkan dari: www. Langit diatasku cerah. Ketika menatap ke langit. Dia muncul enam puluh yard didepanku. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. tapi aku tidak bisa mengusirnya. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. membuat cekungan disekitar tubuhku. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar.com 2. sebagian kuning.

Aku tersenyum. tapi tidak bangkit.” Dia meringis.. “Sebaliknya.” Kau akan pulang.Diterjemahkan dari: www.. “Cuma bercanda.com Cannonball. Tidak usah bersikap sopan. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. Sepertinya tidak akan. Pikirannya kini muram.” aku berbohong.” dia berbisik. sedih..” Sebelah alisnya terangkat. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku.. “Sory. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 .stepheniemeyer. iya kan?” “Tentu saja bukan. “Tidak. Aku masih melihat wajah yang sama.” aku meyakinkan dia. sepenuhnya.. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang.” Mulutnya bergerak turun.” “Sama sekali tidak. Dia membatin.” Tapi kau tidak akan tinggal disini.membantu. Aku mendesah lagi.” “Aku tahu. kok. Aku membuatmu tidak nyaman. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju. Dia melentingkan dirinya keatas. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak. “Itu salahku. “Aku belum. Pikir mereka aku mengganggumu. “Tidak. iya kan? pikirnya. Itu lucu. Maafkan aku. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong.. Salju langsung berhamburan seperti badai. sesalnya. memutuskan itu. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian.

Tanya. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka. Pada akhirnya. Hanya saja aku pergi dengan. 25 .” “Iya. “Aku menyesal membuatmu berharap. buru-buru. lalu menumpangkan dagunya ke tangan. Tentu saja. “Dasar Succubus.” dia memberengut. “Aku tidak ingin membicarakan itu. “Yang asli. Tanya. “Sedikit. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. Sekarang para pria yang mereka cintai. “Saat kau datang kesini.” Tidak seperti Carlisle. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang. dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu.stepheniemeyer. dalam beberapa hal.” dia menggerutu.” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin.. “Kau mengira aku berubah pikiran.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku.” Tanya berkata pelan.. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. kan. kau menyadari itu. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya.” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya. menampakan giginya.. diikuti desahan. Dan selalu berhasrat tinggi. bersikap menghindar. “Oke. Bahkan lebih baik.Diterjemahkan dari: www. Dia menyeringai. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini. daripada Carlisle. bibir bawahnya terangkat cemberut. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir.” Tanya. Perasaannya kecewa. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh. “Aku tidak biasa ditolak.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu. “Aku kira.. mereka tidak pernah membuat kesalahan. Satu tawa singkat.” Dia ikut mendesah..” Aku setuju.” Aku akui.. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat. pastinya. “Itu pasti.hidup..” godaku.com tertawa. Irina.

Kau akan kemana. dan sia-sia mengagumi bintang.” “Maaf. Aku tertawa hambar. Kau tahu kau terlalu baik untukku. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku. Aku butuh mendengar itu. masih menebak-nebak.” 26 . “Sedikitpun tidak mendekati.. Edward. Tanya. Akhirnya ia menyerah. Edward. Kuharap kau bisa lebih masuk akal. “Satu saja petunjuk?” pohonnya.. Kau selalu begitu. Tanya.. “Tak perduli apapun itu.” Dia diam lagi. Tidak ada yang ingin aku kunjungi.” Pikirannya menggerutu. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku. Pikirannya beralih ke dugaan lain. Aku bergeming. Karena. Bagian yang selalu menghadapi apapun. Kau pasti akan menghadapinya. kemampuanku menghadapi kesulitan.. kukira..com “Masalah perempuan?” dia menebak.” katanya. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat.stepheniemeyer. belum menemukan yang kucari.” Desisku..yang menghantuimu. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. Sebagian besar. “Terima kasih. “Menurutku kau akan kembali. tapi tidak menampik. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. tidak perduli kemanapun. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. Pikirannya mendesak ke hal lain. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. “Sama-sama. “Tidak seperti yang kau maksud. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin. Mulutnya memberengut. dia coba mengurai maksud jawabanku.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya. Kuacuhkan dia.Diterjemahkan dari: www. “Sudah lah. Dia tersenyum kering. mengacuhkan keenggananku.” aku memberitahu. Tanya. Kucium pipinya.atau siapapun. Aku hanya.” Dia terdiam. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang. Aku benci itu.

dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh... membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. coba melihat melampaui wajah di benakku.com “Kalau begitu. Tanya. tetap menghalangi bintang. meskipun perasaannya tidak dalam. tidak terlalu murni.stepheniemeyer. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya. Mulutku merengut menyesal. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama. tangan Jasper memegang sikunya. Aku tidak suka menyakiti Tanya..” Alice menarik napas. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. dan segera memberitahu yang lain. Tentu saja. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak menoleh ke belakang. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. tanpa meninggalkan jejak. Aku bisa melihat diriku pergi. Bahkan dalam bayanganku. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang..Sampai ketemu lagi. Rose terlihat khawatir juga. Tatapannya kosong. “Semua akan baik-baik saja. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. aku tidak dapat mendengar pikirannya. Rosalie dan Emmet mempin di depan. “terima kasih lagi. Diantara diriku dan kerlip di langit. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. aku bisa melihatnya. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. Dengan helaan berat aku menyerah. Jika berlari. kemudian lari pergi. Edward. ia tidak meninggalkan jejak di salju. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. kemudian berdiri. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi.” pada saat mengucapkannya. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. tapi lebih pada kesal.” Dia bangkit berdiri dengan anggun.” “Sampai ketemu lagi. 27 . Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi.

Terutama pikiran. Penciuman. bukan? Aku mendesis padanya. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 . Tapi tidak ada apa-apa. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. Mengganggu. terkejut. tapi dari arahnya nanti. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. “Hmm. “Dia belum datang.” aku menggerutu. Kau membuatku kesal. setiap pikiran. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur. Alice. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. aku akan tinggal di rumah.stepheniemeyer..Diterjemahkan dari: www.com “Tentu saja iya. setiap penglihatan. tentu saja. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang. koma. Dia bertemu pandang denganku. Seharian aku menunggu. dan menyeringai. Hentikan. Kelakukan mereka menggelikan. Aku baik-baik saja. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju.” gumamnya. Matanya kembali fokus. Jika tidak yakin bisa mengatasi. Aku tidak bernapas. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. kupantau setiap suara. Bukannya bosan. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal. tak ingin kupakai. “Sepertinya kau betul.” “Tentu saja iya.” aku memberengut. ketika bosan dengan keacuhanku.. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu. Hanya satu indra yang kumatikan. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa. Inderaku waspada penuh. aku malah terkesima. Coba melihat gosip barunya. bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju.

di meja kami biasanya.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. “Tidak ada. bahwa dia penyebabnya. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi. dia menepis santai dengan kibasan jari.” “Dia akan masuk.. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. Sudah pasti aku membuatnya takut. 29 . Aku tidak tahu.meskipun tampaknya tidak begitu.. Ke Alice. ya?” tanya Emmet. tentu saja. Dia. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya.” “Manusia. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. Dia pasti menebak. Manusia cenderung ingin bersikap normal. setelah melihat ekspresiku.. Badanku kaku. Matanya mengincar Jasper. diterima. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja.” Emmet terkekeh. Kemudian. Barangkali pada ayahnya. Tentu saja tidak meleleh.pasti tidak cerita apa-apa. Tetap saja. jika sampai tidak cerita ke siapapun. Dia mengangkat tinju kanannya. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang. seperti sekawanan domba.” Aku mendelik. “Sudah tahu kenapa. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. “Coba bersikap seperti manusia. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice. “Kita sudah membahas itu. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira.” Alice berbisik. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia. membandingkan pengalaman. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain. Aku melihatnya bereaksi.” Semua menaikan alis kaget. Membaur dengan lingkungannya.Diterjemahkan dari: www.. mungkin itu orang terdekatnya. tapi aku tahu kemana pikirannya. “Ada yang baru?” tanya Jasper.. Bella pasti sangat pemalu. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. Temboknya rengkah. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini.stepheniemeyer..?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu.

yang sepertinya sedang melamun.” suaranya memelan. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. sangat jernih.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. saling lirik mencari biang onarnya. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai. bro. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. Tidak ada yang menoleh kesini. sayang. aku merasa sedikit tidak enak badan. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. Dia sedang memandangi lantai. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. lewat pikiran Jessica. Aku menarik napas pendek. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah. Mereka tidak mencari terlalu jauh.” Bella menjawab dengan suara lirih. Kulihat. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. Kenapa itu menggangguku. Aku cepat-cepat membuang muka.” Rosalie menegur mesra.stepheniemeyer. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. “Hari ini aku minum soda saja. berangsur darah menghilang dari wajahnya. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. tapi masih sangat jelas. berdiri kaku di antrian.Diterjemahkan dari: www. Kau terlihat sakit. pikiran dan verbal.” Aku pura-pura memperhatikan. ke Emmet. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu. Emmet. Mike Newton bersama dua gadis itu. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. Bukankah 30 . Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. “Tidak apa-apa. “Sangat manusia. Aku mendegar dua suaranya.

memandangi keluarga Cullen lagi. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike. Aku pindah ke Jessica. Alice tertawa. memperhatikan ketiganya memilih meja.stepheniemeyer. 31 .” Seketika itu juga. menarik perhatianku. “Terus terang. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu. “Aduh!” keluh Rose. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton.” gerutuku. sama seperti anak tolol itu.. setengah cair setengah beku. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya. di salah satu meja terdepan.. “Kau yang mulai duluan. dan mengangkat nampannya sebagai perisai. Edward. Bagaimanapun juga. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. . “Tenang.. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. kaget. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. secara naluri. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. Air beterbangan. Alice terus tertawa. Untung mereka duduk di tempat biasa.” “Tunggu saja.. Dia mengerjap. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu. Tidak melawan angin. seperti janji Alice. Dunia tidak akan berakhir. Dia akan melihat kesini. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu.” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku. seseorang membatin. Alice menyikutku. aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya.. kemudian kusadari aku ikut khawatir. terlihat bahagia dan normal. Emmet tertawa. bersikap manusia. seideal lukisan Norman Rockwell. dan kami semua kembali menikmati canda ini.com minggu lalu.” sindir Emmet. Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. Seperti diriku.Diterjemahkan dari: www.. dan menyeringai waspada.

Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku. “Tidak. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. Mungkin dia memang letih. iya kan?” dia balik berbisik. bersembunyi dibalik rambutnya. pada responnya. Aku coba memahami gerakannya.” jawab Jess.” “Sudah jangan dilihat lagi. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami.” mereka selalu begitu. Tapi aku berkonsentrasi sekarang. terlalu tertarik. “Well.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. coba mendengar sesuatu.” Jessica meyakinkan dia.” gadis itu mendesis kesal. tanpa diminta.stepheniemeyer. Aku mendengarkan. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. sejalan dengan frustasiku. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu. Pertanyaan itu membingungkan Jessica.” dia berbisik di telinga si Swan.Diterjemahkan dari: www. aku tidak pernah mengupayakannya. tapi cuma bisa menebak. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. “Dia tidak kelihatan marah. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat. Tentu saja begitu. Sepertinya 32 . Dia cepat-cepat menunduk. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. Pikirannya menggerutu. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku. bukanya menghilang.” gadis itu kembali berbisik. tapi aku tidak menatapnya. Tidak ada nada sinis atau cemburu. “Tapi dia masih memandangimu. sambil cekikikan. Tidak ada apa-apa selain hening. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali. melakukan apa yang diminta. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. “Edward Cullen menatapmu. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun. Jessica terkekeh.

” Aku juga tersiksa pada pilihannya. “Kau telah memutuskan.. “Pulang lah. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. duduk disamping si gadis. Aku ingin. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. Manusia-manusia itu mulai keluar. dagunya hampir menoleh. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju.rasa tidak apa-apa. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu. tapi kemudian ia tahan. cukup satu hari saja? “Aku. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Akhirnya. Keluargaku juga belum beranjak. hanya sedikit. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku. Jangan buru-buru.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. menghela napas panjang..” “Aku belum ingin pindah lagi. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku. Kita hampir lulus. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. Lebih cepat tahu lebih baik. karena tidak berkaitan dengan dia. Apa aku akan pergi ke kelas. Emmet. “Kenapa mesti memaksakan diri. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu. sangat ingin. menatap kedepan ketimbang lari lagi. 33 . Benar-benar bodoh. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri. kedengarannya ia sedikit merasa begitu.com —sepertinya tentu saja. aku masih tetap duduk. Mereka menunggu keputusanku. Ketika jam istirahat selesai.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah. tidak sadar telah turun hujan.” Rosalie memprotes.” Alice berkata ragu. Edward?” protes Jasper. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini. Badannya menggeser sedikit. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja.

. Akhirnya. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. “Tidak. Tapi tidak ada maknanya. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. membuat gambarnya tidak imbang.” kataku dengan suara pelan.makin tegas. “Halo. Rose. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. 34 .” perintahku. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. “Ini. dia tidak mendongak. Mr. “Ayo masuk kelas. sibuk mencoretcoret buku catatannya. Bisa kudengar kecemasan Alice. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. Aku belum terlambat. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. Pikirannya tertutup. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu.stepheniemeyer.” Alice meyakinkan. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. amat terlalu ingin tahu.. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. Aku tahu dia mendengar. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ.Diterjemahkan dari: www. disinilah aku.” dia mengerling penasaran. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. tapi matanya sangat terbuka. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. Penasaran. persetujuan Emmet. kecaman Jasper. beranjak dari meja. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. membiarkan kakinya menggesek lantai. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. Wajahnya menunduk lagi.

Diterjemahkan dari: www. bagi orang sepemalu dia. Ini membuatku merasa bersalah. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam. Aku tidak mengerti. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin. tidak berkata apa-apa. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna. aku berhat-hati dengan gigiku.” Dia mengerutkan dahi.com Dia mendongak.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. tanpa merasakan aromanya. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. “Bukan. Lagi. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. suaranya gugup. Tanpa bernapas. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. mencari dasarnya. “Oh.” sapaku. meskipun aku tahu dia sudah tahu. “Namaku Edward Cullen. Pipinya merona. Aku pasti benar-benar menakutinya. Kau pasti Bella Swan. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. Kendati tidak mau terlalu menonjol. saat bersamaan mereka mencari perhatian. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya. seakan itu membuatnya tidak senang. Aku terus menatap kedalam matanya. bingung kemana arah pertanyaannya.stepheniemeyer. Kurasa. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan. kurasa semua orang tahu namamu. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu.” jawabnya. menggerakan kepalanya sedikit. aku lebih suka Bella. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci. dia begitu lemah. “Tapi kupikir 35 . “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu.” katanya. “Maksudku.

Cukup tajam. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong.stepheniemeyer. Ahh! Sangat Sakit. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. “Mulai. Sial baginya. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. matanya lebar. aku harus mengambil napas. dan kami mesti berpasangan hari ini. Akan sulit menghindari percakapan.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin. Aku kehabisan udara. menjulurkan kepala kesamping.” ujarku konyol.” perintah Mr. Itu akan membuat dia lebih curiga. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya.” kulitnya bersemu jadi merah muda. 36 . mengunci otot-ototku. cepat-cepat membuang muka. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. Bahkan tanpa mencium baunya. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku. partner?” aku menawarkan.. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri. seperti yang lainnya. yang sedang menunduk memandangi meja. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. Dia menyadari perbedaan itu. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. Dia menatapku. lebih takut. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu.Diterjemahkan dari: www. Aku memberanikan diri. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. Aku merasa geram. Jika ingin bicara lagi. Banner. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. “Oh.. “Kau duluan.

Sudut mulutnya bergerak turun. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi. “Profase. Aku mengambil satu napas cepat lagi. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. Dia sudah akan mengganti slide-nya.” aku setuju. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. Aku menatap sekilas slide-nya. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh.” katanya. sebuah mikroskop. Tangannya mengulur ke mikroskop. “Aku akan memulainya. 37 . “Boleh kulihat?” tanyanya. Tidak heran dia diam. “Maaf. Ia buru-buru menarik tangannya. Selama sedetik. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. kehangatan kulitnya membakar kulitku. Aku butuh sesuatu untuk dilihat. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. “Profase. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan. Dia tidak terlihat takut. “Anafase. sekotak slide.” sebutnya setelah pengamatan singkat. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya.Diterjemahkan dari: www. Dia benar.com “Tidak. dan langsung kecewa. melalui sela gigi. Aku masih belum siap menoleh ke dia. menulis pada lembar kerja. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat.” gumamku lewat sela gigi. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. Dia melihat ke lensa dengan sangsi.stepheniemeyer. terkejut karena dia bersungguh-sungguh. dan kemudian mengganti slide yang baru.” aku berkata sendiri saat akan menulis. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. Aku menatapnya.

dengan mata masih di mikroskop. Aku menatap balik.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. “Interfase. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. wajahnya menarik. “Oh. Pertanyaan yang aneh.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku. Lebih baik dari sekedar manis. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. “Tidak. tapi mengulurkan tangan. Kulihat lagi gadis itu. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang. yang penuh rahasia. ya?” dia tiba-tiba bertanya.Diterjemahkan dari: www. kehebohan. dan ada matanya. “Kau memakai lensa kontak. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar. sambil menatapku sebal... Bisa dibilang dia cukup cantik. Dia tidak terlalu lama melihat. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. menungguku yang menulis.stepheniemeyer. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan.com “Slide tiga?” dia meminta.” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat.. terpesona pada besarnya malapetaka. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya. tak perduli betapa normal. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. Kami berhasil selesai dengan cara ini. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. Tubuhku pelan-pelan menghangat. batin Mike.. 38 . Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku. Ini perkembangan baru.” gumamnya. Bahkan lebih menariknya.dalam cara yang tidak biasa.

Minggu lalu. saat dia tersenyum. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia.” spontan aku meralat. Kelepasan bicara lagi. Tentu saja ada yang berubah pada mataku. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti. Yang lainnya.” 39 .stepheniemeyer. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. Dua tahun aku di sekolahan ini.” Ini mengejutkan dia. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah.com Aku mengangkat bahu. Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. meneliti jawaban kami.Diterjemahkan dari: www. “Jadi. bahuku kaku. Untuk persiapan hari ini. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. Sekarang. dan berpaling ke depan kelas. Banner mendekati meja kami.” “Whitefish Blastula?” Mr. Mereka bersembunyi minder. aku akan menjawab iya. “Yeah. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku. mataku berubah hangat keemasan. saat terpesona dengan keluargaku. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. Banner menyelidik.” ujarnya. tertarik. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan.” Pikiran Mr. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya. godaan hari ini. Edward. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. tubuhku dibanjiri darah. agak kebanyakan sepertinya. Jika tahu maksudnya. mataku hitam karena haus.

rumit.” dia berkata pelan. aku ingin menambahkan. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele. “Tidak juga. Ini tidak mengejutkan. Tentang cuaca—selalu aman. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 ..” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan. tidak santai seperti percakapan biasa. nadanya dingin.” dia menambahkan. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu..com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar.” Mata lebarnya mengerjap. “Kupikir kalian cocok menjadi partner. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu.” Ucap Mr. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman. terlalu menyelidik. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu. Dia kembali menggambar lingkaran. “Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu. “Kau tidak suka dingin. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar. tidak menambahkan apa-apa lagi. Banner. Jawabannya tidak seperti yang kuharap.Diterjemahkan dari: www. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu. “Lalu kenapa kau datang kesini. ya kan?” kataku. Dua kali salah dalam satu jam.” aku menebak. Topik sederhana yang membosankan. Sangat memalukan.” jawabnya. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. mengejutkanku lagi.. jika ia pergi. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik. pikirannya akan selamanya jadi misteri.stepheniemeyer.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. “Sayang sekali turun salju.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya. sambil mengerutkan mulutnya. “Atau basah. “Kau tak tahu bagaimana rasanya.” tanyaku. Tidak sopan. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. “Jawabannya. Itu membuatku ingin bertanya lagi.. Teka teki yang akan terus mengganggu. “Well.

” jawabnya. “Tidak. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. Dia bukan pemain andal. “Barangkali tidak. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. Aku ikut tersenyum. Phil baik.” Ah. Ini membatku tidak sabar. membetulkan asumsiku. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah. memang begitu.” lagi-lagi tersenyum.” aku memaksa.” aku menerka.Diterjemahkan dari: www. “Itu tidak terdengar terlalu rumit. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. mengira-ngira Phil yang mana. “Benar-benar liga 41 . Sebetulnya. Terdengar terlalu mencampuri. Dia pemain bola. dia bicara cepat. memancing lebih banyak..” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak. tapi cukup baik. Pandangannya menunduk lagi. pilihan karirnya membuat dia kagum. suaraku kelewat penasaran. ini sangat manusia. “Ibuku menikah lagi. Yang harus kuakui. “Phil sering bepergian. “Rasanya aku bisa mengerti. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. “Terlalu muda barangkali.” kataku. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa. Dorongan yang aneh. “Dan kau tidak menyukainya.” berkas senyumnya makin tampak.. mudah dipahami. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat.stepheniemeyer. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. Mendadak ia mendongak. buru-buru.com tenggorokanku. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku.

Dagunya terangkat. atau alasan dibalik nada bicaranya. tapi dia merindukan Phil. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. Aku benar-benar tidak paham.” tanggapku ringan. Dia tertawa dingin. “Aku tak mengerti.com kecil. Dia sering berpindah-pindah.” katanya. Aku mengangkat bahu.Diterjemahkan dari: www..” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. nadanya makin sayu di tiap katanya. Aku menatap matanya. coba terlihat santai. ekspresinya mendadak datar. Dia benar-benar tidak masuk akal. Tebakanku sepertinya menyinggung dia. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan.stepheniemeyer. “Aku sendiri yang mau. ternyata tidak terlalu keliru. sebal telah kalah. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. “Mula-mula dia tinggal denganku. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya.” dia menjelaskan pelanpelan. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil. suaranya berubah tajam. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. berharap mendapat reaksi darinya.” aku mengakui. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya.” Aku tidak tahu maksudnya..” 42 . meskipun aku tidak tahu kenapa. Dan berhasil lagi. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar. “Ini membuatnya tidak bahagia. dia tidak mengirimku ke sini. Saat melihat hal ini. Dia lebih mementingkan orang lain. “Tapi sekarang kau tidak bahagia. “Terus?” ujarnya.” gumamku. Kali ini. Dia tidak seperti kebanyakan manusia. “Tidak. Tidak seperti manusia lainnya. aku membayangkan skenario baru.” kataku. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. “Itu tidak adil. Pada saat bersamaan. Jadi aku menyerah.

Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya. “Kau pandai berpura-pura.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah.com Aku ingin ikut tertawa. pembicaraan ini.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak suka saat tebakanku benar. lalu ia membuang muka kedepan. Semua situasi ini. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. tapi pura-pura tidak mendengar. masih membuang muka. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi. 43 . Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir.” aku berkata pelan. itu saja. tentu saja. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya. terlihat bingung lagi. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini.stepheniemeyer. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. “Pertanyaan yang bagus. “Ya sudah. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. lucu. dan kembali menatapku lagi. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. Itu sangat tidak aman. Matanya mengerjap sesaat. Itu membuatku tersenyum.” aku akui. menebak asal-asalan. sisa kesenduannya. meskipun sama tidak merasa gembira.” Dia mengerutkan muka.” Dia menatapku balik. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain. problem manusia tidak penting.” dia memberitahu. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. kalau aku terlena. menggangguku. aku tidak dapat menyentuhnya. Tapi. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. Dua kerut V diantara matanya. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. “Kurasa tidak.

sejeli sebagaimana dia kelihatanya. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri.. Aku tidak bisa disebut hidup.” dia menebak. Dia bermaksud mengerling sekilas. membuat asumsinya sendiri. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang.Diterjemahkan dari: www. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . Itu kelakukan bodoh. yang lagi-lagi. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. Aku harap dia begitu. “Aku malah sulit menebakmu. “Kebalikannya. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini.” aku mengiyakan. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. Aku tidak akan sanggup menahan diriku.” bantahku.com “Apa aku mengganggumu. khawatir. tapi tatapannya terperangkap pandanganku. “Tidak juga.” tanyaku. gelisah. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya. Aku menatapnya terheran-heran. “Biasanya. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. meskipun sudah coba kuusir. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang.stepheniemeyer. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi.. menggerutu. Sungguh aneh. Aku tersenyum lebar. merasa aneh. hidup bukan istilah yang tepat.” Dia memberitahu. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya. dan gadis itu langsung berpaling dariku. sambil tersenyum tanpa sebab. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. tepat sasaran. Dia terlihat lega karena teralihkan. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat.” Keningnya mengerut.

Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. ia akan bilang. iya kan? “Iya. Tidak ada yang mati. Dia melihat ekspresi liarku sekilas.. Lagi. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing.com tentang ibunya. Tadi ia ingin ikut mengejar. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh.. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi. aku tidak boleh mendapati dia menarik. Memang tidak. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. tapi tidak menikmati kesakitanku. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. Monster dalam diriku menggeram. kukira. Jika Alice butuh bantuan. Kurasa itu berita baik. Tidak sadar.. aku melihat ingatannya barusan.Diterjemahkan dari: www. hubungan dia dengan ayahnya. Semakin menarik dia bagiku. Tidak.” aku bergumam. Dia terikat kencang. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya. Minimal aku tidak merusak apa-apa. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu.” bisikku. Dalam perjalanan masuk kelas. 45 .. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur. Dia meyakinkan aku. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir.” Mungkin lain kali akan lebih mudah. “Kali ini.. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas. Paling tidak untuk saat ini. Apa aku akan membuat yang ketiga.. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku. aku tidak tahu seburuk itu. Aku berhenti bernapas. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. kehidupannya sebelum kesini. “Tidak ada yang mati.” desisku lewat sela gigi. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. Tadi aku tidak berniat akan.stepheniemeyer. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk.

“Ah. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. ke sebuah jalan pedesaan. “Esta bien. “Me perdona. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar.. Waktu itu petang.” Atau. hampir malam. jingga di sebalah barat pepohonan. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku.Diterjemahkan dari: www. Edward?” tanya Senora Goff. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka. Emmet sedang menyusuri jalan itu. Aku langsung terlonjak.” bisikku. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. Dan dia sudah mengikutiku. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja.stepheniemeyer. Aku tahu. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya. Seakan ingatanku masih belum cukup. “Tentu saja. Langit keunguan diatasnya. “Emmet—por favor. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya.” aku menggeram pelan.com “Tentu. Dia mengangkat bahu. Harmonis. terkejut dengan gerakan mendadakku. Kau bukan orang pertama yang mengacau. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie. sambil segera menuju pintu. tanpa menahanku keluar kelas.” Aku dengar Emmet menjawab. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet.. “Itu tidak menolong. Emmet terkenang. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. mungkin kau akan membunuhnya. 46 . Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan. Tidak sampai setengah detik. Emmet.. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. seakan itu hal yang tidak terelakan.

dan telapak tangannya sekaligus. Edward. “Lebih parah.. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu. dan tidak terlalu berhasil. Aku tidak suka caranya menatap Bella. Mungkin aku harus pergi. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu.” Dia terhenyak. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. lebih parah..” “Aku tahu. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya.Diterjemahkan dari: www. seperti seorang pecandu. Kedengarannya dia tidak takut. Aku ke mobil lagi. Tapi. Itu akan meremukan tulang lengan manusia.. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu. cepat-cepat menjauh.” aku menghirup panjang. membersihkan kepala dan paru-paruku. Dia terus berpikir negatif seperti itu. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri. Di kelas olahraga bersama Mike Newton. Aku ingin sendirian. Suara-suara yang sangat kukenal muncul.. Emmet. Cukup mudah menemukan Jessica. atau bolos. Kembali ke kelas.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir. Lagi. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku. “Sori. “Tidak. Jadi aku terus mencari.. Pembicaraannya paling-paling tidak penting.. Bersembunyi. Mungkin. Dia kesal. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya.' Kira-kira seperti itu.stepheniemeyer. menunggu hingga sekolah usai. Emmet. tapi gadis itu sedang tidak besamanya. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 .

dan akhirnya melihat ke arahku. Dia menatapku balik hanya setengah detik. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton. setelah hampir satu jam. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. aku keluar dari mobil. 48 .. Ini menggangguku lebih dari semestinya. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. jadi aku berhenti mendengarkan. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. aku tetap tidak bergerak. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. Bukan mengintai. tidak yakin kenapa. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. Hanya bersiap-siap. ketika akan tiba di parkiran. seakan mereka menyinggung perasaannya. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga.. Aku mencuri-curi beberapa kali. aku coba meyakinkan diriku.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Aku tidak mau kaget. Aku menyalakan CD musik rock. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku.Diterjemahkan dari: www. Sudut bibirnya turun. Dia melihat sekitar sebelum mundur.stepheniemeyer. untuk mengintai gadis polos itu. Dia menyisir rambutnya dengan jari. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. Dia tidak melihatku. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat.

ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir.com Dia menatap kaca spionnya. memandang lurus kedepan. sangat hati-hati hingga membuatku geli.stepheniemeyer. mulutnya menganga ngeri. membuatku tertawa saat dia melintas. 49 . tak perduli apapun yang dikendarainya.Diterjemahkan dari: www. Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain. Ketika mobil lain lewat. Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu.

Aku akan merindukanmu. Ini lebih cepat. Carlisle ikut menemani. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin. “Edward?” “Aku harus pergi. Dia menjangkau untuk menyentuhku.” “Apa kau pernah. jika aku tinggal.” Saat tahu dia mengerti.Diterjemahkan dari: www. “Tidak. dan memegang pundakku.com 3. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali..” “Apa yang terjadi. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. Tapi akan terjadi. Carlisle. bawa mobilku. Jika kau memintaku tetap tinggal.” “Aku sangat sedih kau menderita. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu. “Memang itu yang kubutuhkan. Belum. meski aku tahu tetap tidak akan cukup. “Aku tidak mengerti. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku.. wajahku tertunduk malu. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu. Sedikit pencegahan.” Kulihat diriku menarik napas panjang. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi.. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya.apa ada masa dimana.” bisikku sambil lari. Ini. Saat berlari menembus kegelapan hutan.stepheniemeyer. Fenomena Aku tidak haus. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. tapi aku menjauh. Aku harus pergi sekarang juga.. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 .” “Tidak ada.” Dia menggapai tanganku.” Sekarang dia bertanya-tanya. tak perduli aku coba menghindar lagi. Edward.

com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup. Aku mengacuhkan kata-katanya. aku tahu itu. sebelum ada insiden.” “Aku tahu. tapi jika ini terlalu sulit. Tapi kau tidak akan pergi. daripada nanti. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia. Hal itu tidak akan menghentikanku. dia memperhatikan ekspresiku. jika aku bisa membuat diriku pergi. “Iya. Rosalie mungkin. Suaraku parau.stepheniemeyer. jika itu yang kau butuhkan. Dia tertawa. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi... “Seharusnya aku pergi. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah.” Aku mengangkat sebelah alisku. iya kan? Aku tidak menjawab.” “Tentu kami akan ikut. Tidak kali ini..” “Aku tidak suka jadi pengecut.Diterjemahkan dari: www. tapi di berhutang padamu.” “Apa yang menahanmu disini. setelah ada korban jiwa.” 51 . Kami melambat—hampir berlari normal.. “Iya. “Tidak. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi..” aku mengaku.” aku menyetujui. Bagaimanapun juga. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi. aku tahu.” “Kau betul. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti.” pada akhirnya candanya lenyap. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu. Kau hanya perlu minta. Apa karena harga diri.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek..” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi. jauh lebih baik kita pergi sekarang. Mereka tidak akan kesal.

Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. mungkin menikah dengan seseorang. aku tidak mengerti. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. Tapi aku akan menghargai privasimu. Itu tidak masuk akal. Apapun itu tidak penting. Mengunjungi saudara jauh.stepheniemeyer. Dia tertawa lagi.” bahkan ke diriku sendiri. memulai karir. dengan ingatan darah gadis itu. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera.” dengan satu pengecualian. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. Carlisle benar. menunggu matahari terbit. Tapi sangat sulit untuk bersemangat. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. Sekolah asrama di Eropa. tiap daun pakis. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. Aku seharusnya meninggalkan Forks. Dia akan pergi kuliah. jika itu kemauanmu. badan membungkuk dengan cakar didepan. Mereka bisa mengatur alibinya. Saat ini. Perutku kembung karena kebanyakan darah. Kami mengambil posisi berburu. bahkan dengan buruan yang paling baik. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. dan gadis itu akan menghilang. menatap dasarnya. Hanya selama satu atau dua tahun.Diterjemahkan dari: www. Aku mendesah. aku tinggal di tepi sungai. Aku bisa membayangkannya— 52 . “Terima kasih. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. Salju yang mencair telah membeku. Tidak.” Aku mengikuti. “Ayo. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. bau rusa jadi terasa menjijikan. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. Dia menilai ekspresiku. semua tertutup es. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. Kau terlalu baik. tiap batang rumput. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. menua.

Itu hal yang benar untuk dilakukan. “Aku belum tahu kemana tujuanku. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah.. Berhenti membahayakan kehidupannya. Aku harus mendengarkan dia. Aku akan menemui dia satu hari lagi. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku. Alice sedang menungguku. Matahari terbit dibalik awan. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. Aku ingin kau tinggal.” bisikku. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. aku memutuskan. Aku mendesah dan menangguk.stepheniemeyer. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. dia cemberut padaku. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. Sungguh ganjil. Sangat terlalu bias. tapi aku akan melakukan hal yang tepat. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. lengannya mengait ke lengan ayahnya. atau empat. Ini akan sulit. Aku tidak bisa mengerti. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu. Satu hari lagi. agar cerita yang berkembang meyakinkan. Kau akan pergi lagi. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. Dan pikirkan 53 . Aku bisa mengatasinya..com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian. Aku menggeleng. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran.Diterjemahkan dari: www.

aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar.” Aku tertawa muram. “Kau pasti sadar bukan. pundaknya terkulai. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah.” Ada banyak jalan yang benar. dan banyak jalan yang salah. Tapi aku harus melakukan apa yang benar. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. Alice.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar. “Aku tahu. “Thanks.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. kau tahu itu. Ada sesuatu disana bersamaku.. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. Dia berhenti. Kemudian. “Ya. Aku juga. Maka itu kau harus tinggal. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan.. “Menurutku sesuatu ada yang berubah.com bagaimana Esme.” dia mengucapkannya dengan suara verbal. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil. sangat kabur. tapi. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. Aku akan 54 . Menurutku. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku.stepheniemeyer.” dia meyakinkan aku. Ini tempat yang aku tahu. lagi. meskipun. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini.Diterjemahkan dari: www. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya.” “Cepat ganti baju. Tidak cukup jelas untuk dikenali. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas.

Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Jalanan licin karena es. Hanya mempersiapkan diri. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Dia belum datang. Itu adalah perjalanan yang sepi. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. 55 .stepheniemeyer. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. Aku bersandar ke mobil menunggu. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama. Sungguh. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian.com merindukanmu. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. Sebetulnya cukup mudah dipahami. Yup. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. tidak perduli betapa nikmat aromanya. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. Yang lain langsung masuk ke kelas. orang yang bertanggung jawab. temperamental dan gampang marah.Diterjemahkan dari: www. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Ini adalah salah satunya. Alice menemani. Ya. Aku segera tahu kemudian. betul. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya. aku juga akan sangat merindukannya. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. Tentu saja.

Tapi mungkin ia akan menatap balik. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku. kakinya selalu terpleset. dan itu membuatku frustasi. Dia tidak mendongak. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. Tidak. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan. Dia keluar dari truk dengan hati-hati. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh...stepheniemeyer.emosional? Lagi. mengamati dia. Aku akan bicara ke dia. itu salah. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri. dia justru ke belakang truknya. sekedar berjaga-jaga. rasa penasaran membakar seperti dahaga. mengecek pijakannya yang licin dulu. Tapi. sepertinya itu tidak mungkin. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. Itu membuatku tersenyum. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam. Aku mengambil napas panjang. Mungkin akan datang bicara padaku..Diterjemahkan dari: www. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. mengisi paru-paru.com Mobilnya diparkir tidak jauh..lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia.. melihat kebawah dengan ekspresi aneh.. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. namun juga segalanya berkaitan 56 . Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. Tatapannya.. Tidak.. Dia tidak suka salju. tapi dia belum menyadari aku disini. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan. tidak yakin dengan langkahnya. Bukannya ke kelas.

tapi juga bagi seluruh keluargaku. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat. sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. tubuhku serasa membeku. Masih terkunci dalam pikiran Alice. Ia mendongak. Aku telah berbuat terlalu banyak. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. Aku menangkap pingganggnya. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. Van itu kemudian berubah arah. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. aku melihat penglihatannya mendadak berubah. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. 57 . dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku.stepheniemeyer. Gadis itu. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. aku menyadari kesalahan itu. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. berdiri tepat di tempat yang salah. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. yang meluncur diluar kendali Tyler.com denganku. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. di belakang truknya.Diterjemahkan dari: www. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku. bingung karena mendengar suara lengkingan bising.

Aku sangat lega mendengar suaranya.” dia menjawab spontan dengan suara linglung. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. Jika kulepas tanganku. Aku tahu situasiku terpojok. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. Sambil mengggeram dalam perut.Diterjemahkan dari: www.. Aku menarik napas lewat sela gigi. Saat teriakan orang-orang mendekat. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia. aku memeriksa wajahnya. syok. Van itu bergetar. Matanya terbuka. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu.stepheniemeyer. mengetahui dapat saja menghirup baunya. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. demi orang-orang kudus.com Terekspos. kemudian terayun. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. Ketakutan itu adalah yang terbesar. “Bella?” Aku bertanya khawatir.. Saat mau jatuh. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. 58 . Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya. Oh. kusorong van itu sedikit. Dua ban sampingnya terangkat. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya. pikirannya panik. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh.

tapi aku belum siap melepasnya. Dia melihat ke sekeliling. Sepertinya itu membingungkan dia. Dia berusaha untuk berdiri. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar.. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. rasa humor lenyap.” keluhnya. nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya.. jika sangat yakin saat berbohong. Ekpresiku lembut.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. “Aduh. Kali ini kuijinkan. Dia melihat terlalu banyak. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. dan aku bukan amatiran. Itu bagus. paling tidak. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja.stepheniemeyer. bersahabat. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle. Bella. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar. Aku pegang pundaknya untuk menahannya. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras..” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam.” suaranya perlahan menghilang.. Dia berusaha duduk lagi. Aku hampir tertawa geli. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam. Kini orang-orang mulai merubung. Entah bagaimana aku merasa. Aku menatap balik. Kini.” aku tahu dari pengalaman..lebih aman? Lebih baik. masih memegangi dia di sisiku. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran.” aku memperingatkan. “Itulah yang kupikirkan. “Coba jangan berdiri dulu. tapi apa dia boleh 59 . “Bagaimana bisa.Diterjemahkan dari: www. “Aku berdiri di sebelahmu. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini. Dia mendongak menatapku. memeriksanya dengan peralatan lengkap. Mereka saling mendesak maju untuk menonton. matanya mengerjap bingung. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan..” dia kelihatannya baik-baik saja. Kebanyakan para murid. ekspresinya masih syok.com Dia berusaha untuk duduk. “Hati-hati.

” “Aku melihatmu. “Tidak..” “Baik. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku. nadaku ketus. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti. Rahangnya mengeras. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka. “Tapi dingin. saat menjawabnya. aku berharap ada Carlisle. “Baik. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. dan kemudian matanya fokus ke wajahku. Jika aku bisa menenangkannya sebentar.” dia ngotot.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya.” dia mengulangi dengan nada ketus sama.com menggerakan leher? Lagi. tidak panik. namun dingin yang ia risaukan. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia. Jadi. 60 . Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya. Hasrat yang konyol. “Kau ada disebelah sana.” Hal itu membuatku masam lagi. “Bella..stepheniemeyer. bukan hanya karena insiden ini. Dagunya terangkat maju.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh.” dia mengeluh. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala. “Kau ada di sebelah mobilmu. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu. Bella. Dia melirik ke tempatku tadi. “Percayalah padaku. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler.” “Tidak. “Kumohon. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali. Bella mengerjap. Sangat ingin. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada. aku sedang berdiri disampingmu.” aku memohon. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya.Diterjemahkan dari: www.” Aku berusaha tetap tenang. masih ngotot. dan aku menarikmu.

dan tidak menemukan hal yang berbahaya. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. yang baru saja datang. dan Emmet. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. yang menatapku sengit merasa dikhianati. Jasper. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak. Dia seorang perawat. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak.. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. tapi dia terlalu dekat. 61 . Dia tidak langsung membantah ceritaku. Kemungkinan agak syok. Edward. Aku mesti membayar mahal nanti malam. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya. para saksi dan orang-orang yang baru datang. “Apa kau baik-baik saja. Dalam pikirannya ia tidak curiga. trauma. kid?” “Perfect..” Brett Warner menyapa. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit. Oh. Akhirnya. iya betul. agar lebih cepat. Dia ketakutan. Lagipula gadis ini matanya tajam. “Hey. Aku tidak kena apa-apa. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. belum ditambah benturan di kepalanya. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang..Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Aku mungkin saja membantu mereka. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. pihak berwajib ditelepon. tapi aku sudah cukup terlibat masalah. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. Itu membuatku lebih rileks.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis.. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya. Brett. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu.

Meskipun tidak terucap. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. dia tidak melebih-lebihkan. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu.Diterjemahkan dari: www. Menarik.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. bukan untuk gadis ini. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance. Sangat cemas dan merasa bersalah. tapi tidak sulit menolak mereka. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki. Buat kebanyakan manusia. Dengan kebanyakan manusia. Rintihan dia sampai padaku. “Aku tidak terluka. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet.. Baru setelah mendengarnya bicara. “Bella!” Dia berteriak panik. “Aku baik-baik saja Char—Dad. tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Aku hanya. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. disamping Brett. bukannya kosong. Aku cuma bisa 62 .stepheniemeyer.” keluhnya. menggema makin dalam. Hmm. Pikirannya sebagian tersembunyi. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa. paling tidak. dan dia setuju..

tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu.Diterjemahkan dari: www. Ketika tiba di rumah sakit. “Dia terluka Carlisle.com menangkap satu nada. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu. Aku mesti mendengarkan. tentu saja. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak. prioritas pertama adalah mencari Carlisle. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. Edward—kau tidak— “Tidak. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance.” aku berbisik ngeri. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan.stepheniemeyer. Aku harus konsentrasi. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis. Wajahnya pucat. tidak. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah.. dia menyadari mataku yang masih keemasan.. “Carlisle. aku seharusnya tahu. sedang sisa harmoni lainnya. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini. dia menggantung satu 63 . Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. Sejauh yang bisa mereka katakan. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. tidak ada luka serius pada gadis ini.. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. Matamu. aku tidak mengerti. bukan itu. mungkin tidak serius. Dia langsung terlonjak berdiri. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es. dan segera waspada begitu melihat wajahku.” Dia langsung menghela napas lega. Aku ingin mendengar lebih banyak. Tentu saja.” Dia mendengarku mendekat tak sabar. sejauh ini.. Dia ada di dalam kantornya yang kecil.

Entah kapan.Diterjemahkan dari: www.. Kelihatannya tidak apa-apa.” aku buru-buru melanjutkan. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. Alice sempat melihat itu. Kita tunggu saja apa yang terjadi.. karya seorang pelukis bernama Hassam. Kau melakukan hal yang benar. aku yang melakukannya.. “Aku sangat khawatir telah menciderainya. Aku tertawa bersama Carlisle.” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah. sedikit frustasi.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin... Aku kembali sanggup menatap matanya. pada sekejapan sembrono tadi. ketika bergerak kilat melintasi parkiran.. mempertimbangkan kejadian ini.kecuali dia. “Kepalanya terbentur—well. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 . Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa. kecuali dia. tapi lagi. dan itu menggelitik.yang salah denganku. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku. paling tidak bagi dia.stepheniemeyer. “Dia tahu ada sesuatu.. Jika kita harus pergi. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. “Belum ada.. Dan itu tidak mudah bagimu. Aku juga mesti menghentikan Van itu. Aku. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong.” Alisnya mengerut.. Tidak ada yang memperhatikan.. tidak ada yang melihat.” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya.aku minta maaf Carlisle. tapi.” Dia mengitari meja dan memegang pundakku.” Ujarku.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. “Kumohon.” “Itu tidak penting. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya. Barangkali tidak perlu. “Dia tidak jauh di depannya. Aku bangga padamu Edward. kita pergi. Aku bisa melihat ironinya. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia.

Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana. “Wow. si pengemudi van.. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati.. tanganku pada gagang pintu. “Mmm.” aku bersumpah. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat. Itu tidak terlalu membuatku lega. itu aneh.” Aku menghela napas. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. kurasa 65 . Perhatian perawat beralih ke dia. Bella akan langsung ingat padaku. kelihatannya terluka lebih serius. “Aku tidak melihat dia. Tapi kemudian napasku memburu.com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku. “Edward Cullen. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. Aku menunggu. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan.” aku mendengar dia menggumam. “Dia berdiri disebelahku. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan. Tyler Crowley. Tyler merasa sangat bersalah. tapi aku tahu Carlisle benar.Diterjemahkan dari: www. tidak bernapas.” dia berkata.” “Cullen?” Huh. Ia ragu-ragu. Carlisle tidak turun tangan. Akhirnya ia melanjutkan.. Sekali melihat wajahnya. “Edward menarikku dari jalan. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler.. Aku ingin mendengarnya sendiri. sementara Bella menunggu giliran dirontgen..stepheniemeyer..

. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. Ah. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya.. baru menyadari pikirannya. tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. Agar dia tidak 66 . Untungnya. dia sedang berpikir. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler.” aku menggumam dibalik napas. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. Aku bersembunyi di pojokan. setengah jalan menuju UGD. Dia cantik. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu. iya. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard. seperti tidak terjadi apa-apa. tapi aku tidak perlu melihat dua kali. tapi tetap saja. Bahkan ketika acakacakan begini. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik. Carlisle memergokiku. dia berkomentar. Aku hanya melihat lurus kedepan. Kami tidak sendirian. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. Aku tidak melukainya.com kejadiannya berlangsung cepat sekali.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. Kau kelihatan jauh lebih baik.. Dia ada disini entah dimana. kecurigaan menggantung di matanya.. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa. aku harus mengajaknya kencan. Kurasa begitu. Untuk membayar hari ini. Kerja bagus... namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan. Semua bisa melihat hal itu.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau. Dia baik-baik saja.. tidak terlalu.stepheniemeyer. “Bersikap normal. Aku diam selama mungkin. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. Edward. Aku jauh lebih tenang.. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk. Aku seharusnya senang. Bukan tipeku. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. Kepalanya baik-baik saja.Diterjemahkan dari: www.

“Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. dengan kau disini. Aku cepat-cepat pergi. 67 .” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. Tanpa berpikir. Matanya sesaat melebar. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan. “Tidak ada darah. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. Ketika sampai di UGD.stepheniemeyer.” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. Edward. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. ia sudah akan bicara. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. merasa bersalah. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan.Diterjemahkan dari: www. Aku terdiam Sudah sana. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan.” sapa Tyler.” semuanya alasan yang bisa diterima.com makin curiga. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Ketika Tyler melihatku. Jangan buat dia curiga. tapi napasnya tidak teratur. Aku menatap wajahnya lama-lama. “Ide bagus. Aku akan menyusul sebentar lagi.. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. “Hai. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. masih memandangi hasil rontgennya.. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat. Hmm. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. tidak seru. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. Matanya tertutup. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle.” aku berkata masam.

Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka. Bertahun-tahun lalu.Diterjemahkan dari: www. Aku menjaga jarak darinya. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya. “Aku baik-baik saja. duduk di ujung tempat tidur Tyler.. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. Kemudian ia mengerling kesal padaku.. Aku mengerang dalam hati.” jawabnya lagi. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali..” dia berkata pelan.. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku. “Tapi jangan khawatir. Miss Swan. “Aku tidak apa-apa. “Jadi. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. aku 68 . kali ini agak tidak sabaran. “Jadi. aku datang untuk menyelamatkanmu.” Dia mengeluh. sangat bahaya.” aku berkata santai. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga. Aku bisa mengerti. dan berkata. godaan itu jadi tidak ada artinya. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain. Bibir bawahnya sedikit mencebik. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi.? Tapi sekarang. “Hasil rontgenmu baik. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal. Tentu saja dia melihat kemiripan kami.stepheniemeyer. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. “Aku baik-baik saja.

wajahnya gelisah. dan aku mengejang di tempat. Aku sedikit terkekeh. “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu. Bella mengernyit. mengetahui ia tidak akan menyakitinya.abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku. Matanya kembali menuduhku. “Sebetulnya. “Well.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan. “Sakit?” tanya Carlisle. “Oh tidak.. dan ia tidak ingin terlihat lemah.” ujar Carlisle.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap. tanpa takut.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. “Tidak juga. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu. jangan mencurigakan. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui.” kataku... Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah.. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat. Kembali dia mengerling kesal. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut.” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian.” Carlisle mengoreksi. Dan dia tidak mengecewakan. 69 . tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang.stepheniemeyer. Sesaat dagunya tersentak. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal.. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks.” Carlisle menyarankan. dia berani. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya.Diterjemahkan dari: www..

stepheniemeyer. Rona merah muda terlihat di pipinya.. “Sakitnya tidak separah itu kok. Membuatku tidak nyaman. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan.” ujarnya cepat. rasa iri itu melanda diriku.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul. “Kedengarannya kau sangat beruntung. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam. kemudian melepaskan peganggannya. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku. “Aku baik-baik saja. Kupasrahkan padamu. Well.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. tidak!” dia buru-buru menolak.” Dia memberitahu. hilang keseimbangan. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. Ini seperti memperolok harapanku. baik kalau begitu. Carlisle berkata dalam hati.. Dia tersandung kedepan. Lagi. 70 . tidak berhenti hingga cukup dekat.” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. aku yang cari gara-gara. Belum.” aku berbisik.. “terima kasih banyak. “Tidak. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. Aku mulai bisa memahami dia. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku. pelan dan cepat. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik.. Mendadak Bella menghampiriku.” “Oh.

“Ayahmu menunggumu. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. jika kau tidak keberatan.” aku mengingatkan dia. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. Aku ingin mengatakan sangat keberatan.Diterjemahkan dari: www.. Ini adalah adegan perpisahan dariku.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. Setiap kali berada di dekatku.” dia memaksa setengah berbisik. mengejek.stepheniemeyer. Edward. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya. ekspresi yang selama ini menghantuiku. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. “Kau berhutang penjelasan padaku. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. berusaha mengejar. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu.. tapi hampir saja. rahangku terkatup rapat. Lebih buruk lagi. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. dan kejam. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. Aku akan berbohong. wajah gadingnya memucat. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 .” dia berkata dengan suara pelan. Aku berbalik ke dia. Liur mengalir di mulutku. Hati-hati. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. “Aku ingin bicara denganmu berdua. Matanya berubah penuh tanya. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno.

Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya. dan itu jadi lebih mudah. “Bella.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca.” Dia tersentak. kepalamu terbentur.” Dagunya terangkat. Aku menatapnya. Kenapa?! 72 . dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu. Meski marah dan terkhianati. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya. “Tidak akan ada yang akan percaya itu.com —aku tidak berhutang apa-apa padamu.” Dia berusaha menahan marah. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan.stepheniemeyer. Suaraku makin mengejek. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. kau tahu.. Dia mengangguk tegas. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya. “Kau sudah janji. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. tapi kau mengangkatnya.Diterjemahkan dari: www.” Dia marah sekarang.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. ekspresiku mengejek. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. dia akan menepati janjinya. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. membuat wajahku makin garang. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya.. dia melihat semuanya.” dia berbisik. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat. “Apa yang kau inginkan dariku.

stepheniemeyer.” dia menjawab penuh tekanan. Ia menggertakan gigi lagi. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam.” Dia memintaku untuk mempercayai dia. kan?” “Tidak. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. Topeng diwajahku terlepas. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri. “Ini penting buatku.. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku.Diterjemahkan dari: www.. “Aku tidak tahu.” ucapnya. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya. 73 . Suaraku tetap dingin. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu.. Seperti geraman anak kucing. langsung dari dunia horor. Wajahnya memerah. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati.. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau. “Kau tak akan menyerah. menunggu. lembut dan tidak berbahaya.” “Kalau begitu.dan aku tidak mau. Aku kehilangan pegangan pada peranku. lalu aku kembali menguasai diri lagi.” Kami saling menatap marah. Kemudian ia diam.

Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire.” “Iya.. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru..” mengerutkan dahi prihatin.. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga. “Dia mengalami gegar otak. “Saya tidak terluka sama sekali. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. “Aku terkejut melihatmu masuk. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya. saya harap Bella dan Tyler juga begitu.tapi tidak kulakukan. Seakan warna-warni pada bata. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi.” Tanpa senyum. Para dokter sangat cemas. Sekolah jadi mustahil dijalani. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian. tapi seorang Cullen. langit. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen. tapi saya cukup beruntung. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk. Edward. Vampir penguntit yang terobsesi. Tinggal Tyler.” “Saya tidak terluka. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi.. Tapi saya agak khawatir pada Bella.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca. Mr...” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku.. Seperti koma. Penguntit yang terobsesi. jauh lebih membosankan dari minggu lalu.stepheniemeyer. Banner. wajah-wajah disekitarku jadi luntur.. Penglihatan Aku kembali ke sekolah...” Tersenyum ramah..Diterjemahkan dari: www.com 4. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. seseorang yang memiliki keluarga. pepohonan. Tapi. Edward. Seperti penguntit.” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja. Aku cuma memandangi rekahan di tembok. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan.. 74 . Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar.

Aku gemetar. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku.tapi tidak akan kugunakan.. 75 ..com Mr.. meskipun punya cukup alasan untuk itu. Emmet melanjutkan. Tapi seandainya dia dibiarkan. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan. Aku hampir tersedak kedalamnya.aku merasa kecut memikirkannya.Ya sudah. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. “Saya tidak tahu. tidak mengindahkan lamunanku..sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya.. Terlalu memalukan. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia.Diterjemahkan dari: www. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini.. “Mmm. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. Itu perbuatan yang sangat keliru.” Mr.stepheniemeyer.. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. Rose sudah siap perang. Hanya saja sangat.. Aku tahu apa yang ia maksud. Alasan itu terdengar sempurna.” Aku mengangkat bahu. cairan merah kental berceceran. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia..tapi ia sudah menetapkan niatnya. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan. menggenang di aspal.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang.. Banner mendehem. bau darah segar menguar pekat di udara. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya. Hati-hati pada Jasper.. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna. tapi bukan cuma karena ngeri. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya.. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian. Dia tidak semarah itu.. Tidak.. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam.

“Gigit saja aku. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. Kau dalam kesulitan besar.. aku akan bertarung demi dia. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding. Ya. mesin pembunuh alami. Amarah terlanjur membara di kepalaku. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang. Dia menuduh aku curang. TENANG! Perintahnya galak. bukannya menekan kebawah. Dia mencengkram bahuku. Emmet bukan pendendam. Kudengar dia terkekeh pelan. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. Sialan. Emmet lebih kuat dariku. Aku gemetar. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. Edward. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya..” aku menggerutu dibalik napas. Mereka tidak tahu apa alasannya.stepheniemeyer. Emmet menambahkan. Jika dia menekan kebawah. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik. Ada nada simpati pada suaranya. Melawan keluargaku. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. kursiku akan hancur berantakan. hampir tidak terkontrol. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. tapi sulit. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. Aku menarik napas panjang. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Tangannya memegang pundakku. Aku berusaha menenangkan diri. dan cuma mengangkat bahu. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. 76 .com SSSTT. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. Rose. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku.Diterjemahkan dari: www. Ya. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. kau berantakan. Dalam pertarungan kami seimbang.

. Mungkin tergantung apa yang ia lihat. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle. 77 . tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. Aku tidak bisa menang sendirian.Diterjemahkan dari: www. perseteruan dengan keluargaku. aku menyadari tiba-tiba. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. Gadis itu telah merubah segalanya. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. aku akan melakukan ini tanpa bantuan. tapi pasti tidak karuan dan sangat.aku tidak tahu. Mungkin itu cukup. maka Esme adalah hatinya. Aku bukan tandingan mereka. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama.stepheniemeyer. Mungkin dia akan memihak yang menang. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. Dan juga bagiku. pastinya. melainkan aku. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. Kita lihat nanti. Tidak jika melawan mereka bertiga. Alice. aku tahu aku menyayangi mereka.. Tapi itupun belum tentu aman baginya. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. Carlisle. Jadi.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan.. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya. Well. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. aku ragu... Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia.. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang. Mungkin solusinya dia harus dilarikan.. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami.. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku. Esme. Dia tidak akan menentang aku juga. Barangkali cukup mengantar ke ibunya. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose... lamanya aku harus pergi setelah itu.

orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu. Dia sangat yakin dengan niatnya. mengkhawatirkan Jasper. Hanya menghalangi dia. M3 milik Rose. Aku berkonsentrasi pada Alice. Selama perjalanan sampai ke rumah.stepheniemeyer. Itu membuatnya jadi lebih imbang. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. Emmet betul tentang Jasper. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. Tidak. Jadi Jasper berencana kerja sendirian. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. kesunyian itu tidak berubah. Suara yang lainnya jadi terbenam. Keuntunganku melakukannya. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. Aku parkir di garasi disamping rumah. dan itu mengganggunya. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. Kemudian penglihatannya bergeser. Alice risau.. bergerak menjauh dari rumah Bella. disebelah jeep besar Emmet. Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Kami berlima duduk ditengah kesunyian. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan.Diterjemahkan dari: www. membolak balik kilasan gambar masa depan.. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. Aku mengacuhkannya. Cuma itu. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. Hentikan. Jasper adalah yang terbaik. tapi kuabaikan sebisanya. dan Vanquishku. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. Yang lain sudah menunggu di mobil. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. Menarik. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper.. Aku mencegat Jasper duluan. Aku tidak akan membiarkan.com Setelah bel. juga diam. Semuanya samar dan berbayang gelap.. Mercedes Carlisle sudah disitu. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . tidak begitu.

Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. Aku mengambil napas panjang. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. sama sekali tidak melihat ke arah lain. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya.Diterjemahkan dari: www. Aku duduk disamping Carlisle. Hanya itu yang dia pikirkan. Dia telah mengambil keputusan. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. 79 . Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. Saat semua duduk. di ujung meja sebelah timur. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang.com meledak. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. garis demarkasi telah dibuat. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. Emmet duduk disampingnya. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat. Kami langsung menuju ke ruang makan. tidak perduli apapun hasil diskusi ini.stepheniemeyer. Jasper ragu-ragu. keemasannya yang dalam menatapku prihatin. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. tapi dia tetap diam ditempat. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. wajah dan pikirannya masam. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. di ujung meja satunya. dia hanya risau padaku. Dia memelototiku. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. Alice yang terakhir datang. Mata Esme menatapku. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. Tinggallah. Carlisle duduk di tempat biasanya. Gigiku langsung terkunci.

Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya. Carlisle. “Tidak. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak.” Rosalie menatap curiga. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud. Kita semuanya pergi. Edward. Alice. Carlisle menggeleng. “Hanya beberapa tahun.Diterjemahkan dari: www.” ujar Emmet. “Tidak. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut. dukung aku.” Carlisle mengingatkan aku.” aku tidak sependapat.” “Dia tidak akan bicara. atau tidak satupun. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini.stepheniemeyer. Edward.” Alice menatap letih.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang.” aku buru-buru menyanggah.com “Maafkan aku. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang.” Esme berbisik. Itu sangat ceroboh. Itu adalah kebalikannya dari membantu. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga. jika itu bisa mempebaiki keadaan. lalu ke Jasper. “Yang sebatas ini aku tahu. Kita harus lebih berhati-hati 80 .” “Esme ada benarnya.” Jika aku percaya gadis itu akan aman. dan ke Emmet. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. kau harus melihatnya seperti itu.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. “Aku rasa Emmet benar. Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita. dan aku ingin fakta ini terucap duluan.” Dia melirik ke Rose dan Jasper. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. Tidak. Rose sedang siap-siap meledak. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku.” Aku menepuk tangannya. aku mengultimatum dalam kepalaku.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. “Kau tidak tahu isi pikirannya. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua.

“Ini untuk melindungi kita semua. Dia balas mendesis marah.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak. tapi. “Rose—“ Carlisle mulai. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini.” Carlisle berusaha melerai.. itu jadi tugas Edward..” aku mengingatkan dia. Saat ia mengangguk. Tapi Jasper mengangguk. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol.” aku menggeram.Diterjemahkan dari: www. “Biar kuselesaikan. Kemudian ia menoleh ke Rosalie. mata Rosalie menyala nyalang. matanya keras. Bella Swan tidak bersalah. Kita tidak perlu repot-repot.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira. Secara teknis.. “Rosalie. tolong.. Rosalie. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya. Edward. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir. Carlisle tidak pernah kompromi.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi. “Hanya rumor dan kecurigaan. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita.” “Ya.” “Ini bukan masalah pribadi. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh. Dalam kejadian tertentu. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu.” Rosalie mengangkat bahu.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol. Carlisle. Carlisle. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri. Rosalie.stepheniemeyer. tapi dia tidak akan sanggup. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya. Aku percaya 81 . Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. Tapi ini lain. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain.” Rosalie berkata lewat sela giginya. Aku tidak akan meninggalkan bukti. aku tetap bisa menebak sikapnya. “Edward. “Aku tahu maksudmu baik.

tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar. terlepas ia akan bicara atau tidak.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut.” kataku. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya. “Itu cuma bertanggung jawab. panggung tanpa belas kasihan. Tidak ada gunanya menyeringai.” Carlisle melanjutkan. seperti yang sebetulnya aku inginkan.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. Rosalie memberengut. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari.” Carlisle memberi saran. Rose. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. Carlisle mengangkat bahu.” “Itu namanya tidak berperasaan. Aku mengerti alasannya.” Dia menyemangati dengan suara pelan. “Jasper. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting.” Carlisle membenarkan dengan lembut. kita tidak harus memutuskan itu sekarang. “Semua akan baik-baik saja.Diterjemahkan dari: www. “Kita baru saja menetap.” Rosalie mendengus. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. ia bisa menerima keputusan Carlisle. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. 82 . Namun Jasper tetap tidak bergerak. dia hidup di medan perang. “Setiap kehidupan itu berharga. “Pertanyaannya. Kita beresiko kehilangan jati diri kita.com pada resiko yang ia akibatkan. Emmet membelai punggungnya. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan.stepheniemeyer. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang.” “Well. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. Atau bertepuk tangan. Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. kita hampir bisa hidup normal.” Rosalie mengerang. Sebelum dia bertemu Alice.

Dia menggeleng satu kali. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia.” Dia agak terkejut. 83 . mengecek kesungguhanku. Kau tidak mengerti. Aku hanya meluruskannya. Samar-samar aku menyadari. bahkan bahaya kecil. hanya waktunya yang tidak pasti. Jasper. Dia mempertahankan tatapannya sebentar.” Alice menyela. “Aku ingin minta tolong padamu.” Kami saling menatap—tidak mendelik. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. “Jazz. Pertama. Bella temanku. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. Penglihatannya sangat jelas. tapi saling menilai. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. memberi tekanan pada tiap katanya. syok.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. Kedua.stepheniemeyer. ekspresinya datar. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. Edward. Edward. Alice. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Aku tidak akan membiarkan itu.” “Aku tidak memperdebatkan hal itu. kemudian beralih ke Alice. Tapi biar kuberitahu sekali lagi. terima kasih. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku.” Alice memotong.” Aku melihat pikiran Alice. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung. tersenyum. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. tangannya merangkul pinggang Alice.Diterjemahkan dari: www.com Kami bertemu pandang. “Aku tahu kau mencintaiku.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati. Dan Bella juga tersenyum. dan mulutku terlongo. Aku sudah tahu itu. Aku menatap dia. Paling tidak dia akan menjadi temanku.” Aku mengulangi kata-kataku.

. “Itu makin nyata. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu.com “Tapi. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara.. Jazz. “Suatu saat aku akan menyayangi dia.. tapi itu lebih dari cukup..seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut... 84 .. “TIDAK!” Aku berteriak. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya. dan aku terlonjak berdiri. Kursiku terbanting ke lantai. Tidak ada yang perlu dicemaskan.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice. Aku tidak tahu Edward. Hanya sepersekian detik. Yang satu atau yang lainnya. berusaha tidak membiarkan aku masuk.Diterjemahkan dari: www. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi.. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini.” Dari caranya menyebut nama gadis itu. “Ah. Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice. tapi saat aku menyebut nama Bella.ini.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah.” Alice membisik. Tinggal ada dua jalan bagi dia.. Dia berusaha tidak memikiran hal itu. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia. Dia menggelengkan kepalanya.Alice. tangannya di pundakku.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci.. tapi aku tidak bisa menerima hal itu.. “Edward!” Carlisle ikut berdiri. “Apa. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya.. Edward. “Tiap menit kau makin yakin. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain.. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper.. “Alice.” Jasper tergagap. pegangannya terlepas sebentar.stepheniemeyer. “Apa. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat. Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga.” aku tersedeak.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas.

Edward. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara. Kepalaku jatuh ke tangan.” aku menyanggah. Edward. Ya. jika Jasper pikir dia membahayakan kita. Tidak saat ini.” Emmet berkata keras-keras.stepheniemeyer.. tapi aku juga ingin dia bersamaku. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. “Mencintai dia.” ujar dia dengan nada skeptis. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper.. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. Aku menggeleng-geleng ngeri. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. Bayangkan kau pergi. Tapi itu juga penting. Aku bukan pelindung Bella. Aku akan pergi. “Aku tidak mendengar itu. Dia mendesah. “Tidak. juga?” bisikku tidak percaya. jika kau pergi. 85 . bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan. Kakiku lemas. Tidak mungkin begitu. Jika kau pergi.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan. kita sudah membahas itu.. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya. “Aku harus pergi. tidak ada keyakinan pada penyangkalanku.. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet. Itu mungkin tidak sama. mengabaikan Emmet. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. Aku berpegangan pada meja.. Edward.Diterjemahkan dari: www.” Alice memberitahu.menyakitkan..” coba pikirkan. Lihat apa yang kulihat. Jasper ragu-ragu. dia menambahkan dalam hati. Aku akan merubah nya. “Edward.” kataku lagi. Akan. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu. Alice melanjutkan. Aku bisa melihat apa yang dia maksud.com “Tidak. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain.” Aku berbisik pada Alice.” “Aku tidak melihat kau pergi. Lagipula. Kau benar-benar buta.” “Kau bisa mencobanya.

“Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak.jadi rumit. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar.” Jasper menuntut. “atau.” Aku merasakan tangannya di pundakku. Alice? Tepatnya. ini. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat... Setelah beberapa lama.” Seseorang menarik napas syok. Edward.” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. Aku menatap Alice. ayo lah!” Emmet mengeluh. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya. “Keputusan hebat.” Aku membeku. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. Aku jarang mendengar dia begitu. Suaranya masih hampir tertawa.stepheniemeyer.” Rose berbisik padanya. “Aku rasa rencananya akan tetap sama. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat.” Emmet sependapat. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia.. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima. “Well. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. Kemudian tawanya pecah.. Alice menoleh ke dia. Edward. “Perhatikan. tidak akan ada yang. dan semua menatap ke arahku.” “Betul itu. dan menunggu. “Apa?” Emmet terkejut. “Kita akan tinggal. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda. Tampaknya sudah jelas.Diterjemahkan dari: www. 86 .menyakiti gadis itu.” Carlisle berkata penuh pertimbangan. Carlisle mendesah. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. Seisi ruangan sunyi.com “Oh. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi. aku tidak mencari siapa orangnya.

Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. tapi aku tidak menyadari hal itu. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan.com “Tidak ada. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. Iris matanya secara mengejutkan merah terang. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. “Aku setuju dengan hal itu.. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia. Alice dan Bella. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice.” Jasper berkata pelan. atau raung putus-asa. Yang lebih parah: keyakinan Alice.. sehalus pualam.Diterjemahkan dari: www. tapi gabungan ketiganya. Pertama. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie. Menyembunyikan diriku. sekeras baja. Tersembunyi di balik hujan. kesabaran tanpa batas Carlisle.. Dan yang paling parah: Esme. Hujan mulai turun lagi.stepheniemeyer. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. “Tidak!” Aku harus pergi. kurang lebih sama. lelucon Emmet. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat.bahagia. atau geraman. Aku menghambur keluar ruangan. namun kini dalam corak horor. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. dan langsung berpacu menembus hutan. Kerahasiaan dalam matanya 87 . Esme menyentuh lenganku saat aku lewat. mereka kelihatan bahagia. seorang diri. Aku terus berlari kearah timur.. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. membiarkan aku seorang diri. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini.

sudah pasti ia akan membenciku.stepheniemeyer. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. Semua tetap tidak ada gunanya. apa saja. monster dalam diriku meluap gembira. Ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada. Kedua mataku. sepucat kapas. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. Aku tidak tahan melihatnya. mata seorang monster. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Aku gemetar. Selalu ada pilihan. sangat jelas. Sementara itu. Hal itu membuatku muak. Aku coba mengusirnya dari benakku. Wajahnya dingin dan abadi. dan perasaanku menggeliat menderita. tak bernyawa. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. mencoba melihat ke hal lain.Diterjemahkan dari: www. Itu sangat kongkrit. 88 . Tidak mampu menanggungnya. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. kering. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. berwarna merah terang karena darah manusia.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku.

Undangan Sekolah. sekarang murni neraka.com 5. Tidak ada bahaya. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun..ya.. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku. Aku kembali pada keseharianku. aku memperoleh keduanya. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Penyiksaan dan api. Akan kubuktikan dia salah. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Edward.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Semuanya sempurna. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah. Suaranya ramah. Kecuali aku sendiri.stepheniemeyer. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada. Aku bertekad untuk mengubah masa depan. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah. Bukan lagi penyiksaan. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya. Bella adalah manusia. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya. Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain.Diterjemahkan dari: www. Sesuatu yang mengerikan. Bukan tugas mudah. “Halo. aku tetap tinggal di Forks.

Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal.. usai sekolah. Atau. kemudian kembali memandang lurus kedepan. hanya berlagak. tidak pernah melihat ke arahnya. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Tapi hanya sebatas itu. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. Tapi itu tidak kunjung terjadi. Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori. Belum. Dan setiap hari justru makin sulit. Tidak. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Dia tidak bicara lagi padaku. Lebih dari satu bulan telah lewat. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. Dua yang pertama sudah tidak asing. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana.. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. Jika ditakdirkan mencintai dia. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. Bahkan itu tidak boleh.stepheniemeyer. bukan yang sebenarnya. Aroma dan kesunyian-mental dia. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya. Ini tidak masuk akal. sejengkal demi sejengkal. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah.Diterjemahkan dari: www. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. untuk bisa berjalan lebih mudah. Sorenya. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. setiap kata yang ia ucap. Tapi aku bisa menahan sakit. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. Aku mengangguk sekali. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. dan bukannya berkurang.

Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. efeknya sama seperti hari pertama—terbakar.stepheniemeyer. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia.. Setiap kali. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya. Yang pertama adalah yang paling pokok. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel. sama seperti di hari pertama. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Apa dia mengutarakan pikirannya. aku butuh mengambil napas untuk bicara. Tapi sebaliknya. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar.. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. begitu dekat dengan permukaan. atau sesuatu yang seperti itu. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. Aku yang ingin melakukannya. dan hanya bayanganku saja. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. Ketika ia bicara ke murid lain. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya.Diterjemahkan dari: www. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Dan. haus. Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya.com dan penasaranku. Dia membuat gadis itu terus bicara.

hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. mengajaknya ngobrol. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. Yang bisa kuketahui. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain.. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati.stepheniemeyer. akhirnya. kadang-kadang.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang.. diriku. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. yang paling menonjol. dan itu membuat Mike puas. Setelah insiden waktu itu. kagum. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu.. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. Sama seperti aku mengacuhkan dia.. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. dia mengacuhkan aku. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. dan berani—dia benar-benar orang baik. 92 . Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. Eric Yorkie. tersemengati melihat senyumannya. itu tidak akan terlalu fatal. murah hati. penyayang. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya.Diterjemahkan dari: www. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. Hanya senyum sopan. dan cenderung protektif. Aku tidak melihatnya sendiri. yang lain masih khawatir pada gadis itu. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. tidak egois. tapi yang terjadi justru sebaliknya. tidak cari perhatian. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat. dan bahkan. hal terakhir dari siksaanku. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. aku mengatakan pada diriku sendiri. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan.

Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. Semoga kau senang. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. Tapi Bella masih belum mengajaknya.stepheniemeyer.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). berencana mengajak Bella kencan. Dalam cara yang aneh. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu.” Dia cemberut. Alice. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan. Lebih sulit dari kemarin. Mike Newton. Aku berusaha membuatnya diam. Hari ini akan sulit. “Jangan ikut campur.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit.. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. Dia tidak mau menjawab “ya. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. Tentu saja. Selalu begitu polanya. kau lebih baik dari yang kukira. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya.” Dia mendengus. Aku sedang tidak ingin ngobrol. Hanya Jasper yang menyadari. meskipun seharusnya tidak.” takut berakhir 93 . Alice mendesah. Aku akui. “Itu sangat masuk akal buatku. Itu membuatku senang.Diterjemahkan dari: www. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku.” tukasku dari balik napas.” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret.. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. Aku harap. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. tapi ia juga segan menjawab “tidak. “Itu tidak akan terjadi. Bersikap wajar. Aku tidak tahu apa artinya. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya.

“Well.Diterjemahkan dari: www. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya. dan hampir secara kecut mundur.well. Kemudian ia memberanikan diri lagi.” kata Mike ke gadis itu. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju.” dia ragu-ragu. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang. dong. Bocah itu lembek. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. Dalam sedetik keraguan itu. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. Mike tidak mendengar kelegaan itu. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku.. Dia duduk di ujung meja lagi. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi..” Bella ragu-ragu. merasa nyaman dengan kebiasaan itu.. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella. Matanya menatap lantai. “Aku bertanya-tanya jika. Lagi. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal.. Ia bisa menebak alasan dibaliknya. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi.com tidak mendapatkan keduanya. “Jadi. tapi ada secuil kelegaan juga. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif.” “Bagus. 94 . Pengecut. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. “Aku bilang padanya akan kupikirkan.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat. Dia sengaja cuma menunggu. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu.stepheniemeyer.

Harapan Mike runtuh. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. atau mungkin 'tidak'. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri.Diterjemahkan dari: www. ia akan berkata ya pada seseorang. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner. bergaun putih gading. akan datang hari dimana ia akan berkata ya.. Aku belum pernah merasakan sebelumnya. Aku tidak cukup kuat. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella.” Bella menjawab dengan suara lembut. Luka yang kurasakan melebihi segalanya. apapun itu. tapi sekaligus amarah yang sangat. Saat ini. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. Alice benar. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya. “Tidak. Dia mendelik padaku.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. menurutku kau harus bilang ya padanya. aku tidak bisa menamakannya. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit.” 95 . curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. Dia menyenangkan dan menawan. Tapi. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu.. amarah. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku. kepalaku sedikit miring kearah Bella.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya. Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. karir.stepheniemeyer. hasrat. suatu saat nanti.percintaan. pernikahan. Dan bukan cuma sakit. Aku cemburu. “Mike. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. dan putus asa. atau menunggu sampai pergi dari Forks.

“Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini. Frustasi. Matanya pelan-pelan membuka. Banner membangunkan dia dari lamunan. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia. Aku tidak merasa menyesal.stepheniemeyer. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. atau marah dalam detik ini. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya.” Bella kini agak ketus. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. Dan ia langsung melihat kearahku. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. Suara Mr. mungkin merasakan tatapanku. Suara Mike berubah membujuk. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. Aku menahan geramanku. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. aku merasa lega pada jawabannya. kau benar. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. Hal itu tidak boleh terjadi. Hampir. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf. Menarik. Dia menggeleng sangat pelan. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain.com Melebihi segala penyesalan dan marah. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu.Diterjemahkan dari: www. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis. tidak bisa. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen.” jawabnya. Matanya tertutup. bersalah.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi.” gumam Mike. 96 . tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh. Bahunya terkulai galau.

Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri.stepheniemeyer. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Ia masih tidak membuang muka. Dua mataku hitam karena haus. Monster itu sedang berlonjak gembira.com Seakan aku telah menang. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. Sang monster menyukai itu. sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. dan bukannya kalah. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Dia tidak membalas tatapanku lagi. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. Banner memanggil namaku. aku kembali memandangi gadis itu lagi.Diterjemahkan dari: www. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. “Siklus Krebs. tapi kemudian Mr. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . Jari tangannya yang lembut. Dia bersembunyi dibalik rambutnya. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas. Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Aku menarik napas cepat.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik. Dia tidak membuang muka. Aku memejam. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata.

satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. Matanya masih tertutup saat bicara. Selama terombang-ambing. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . melawan rasa hausku. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya. pastilah berdetak lebih cepat. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. Alice betul tentang itu. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. berdampak aneh pada tubuhku. tapi aku hanya memandanginya. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. Aku tidak bisa melakukan ini. Bel berbunyi. terlalu baik.stepheniemeyer. Apa aku bicara dengan dia lagi. tidak. Dia menunggu. Dia menutup mata. Bahwa seharusnya begitu. Ini membuatku kecewa. Tidak jika aku bisa menghindarinya. yang membuatku frustasi. Rahangnya terkunci. Aku akan berusaha menghindarinya. yang seperti ketika marah. Jika aku punya detak jantung. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Tekadku sudah tercabik-cabik.Diterjemahkan dari: www. Dia terlalu rapuh. “Apa?” dia akhirnya bertanya. Itu membuatku ingin tersenyum.com ringkih. tidak juga.” aku memberitahu dia. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. Tidak. tidak. saat menoleh ekspresinya hati-hati. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. “Tidak. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. justru terlihat menggemaskan. membaca wajahnya. Aku menarik napas pendek. curiga. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan.

Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah. “Aku tahu sikapku sangat kasar. aku memutuskan. Apa aku bisa? Matanya membuka.” dia menjawab dengan ketus.” Matanya menyipit.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa.” tentu dia menyadari peringatan itu. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya.” itu adalah hal yang paling jujur. “Kau tidak tahu apa-apa. Dia sama sekali 99 . Dia perempuan cerdas. ekspresinya masih hati-hati. “Lebih baik kita tidak berteman. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut.Diterjemahkan dari: www. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil.stepheniemeyer.” ujarnya marah. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang.” Aku memandangnya syok. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia. sungguh. Tapi lebih baik seperti itu.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun. Aku membeku. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar. “Aku minta maaf. “Percayalah.com Apa adanya. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. “Aku tidak tahu apa maksudmu. “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini. bingung.

Kuserahkan buku-bukunya. aku segera ke sisinya. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. Hal itu sudah pasti. Mrs. Langkahnya kaku. Pasti ada pilihan lain. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai.. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. yang lebih manusiawi. Tidak ada yang memperhatikan aku. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. kali ini karena marah. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. Jadi.” kataku sama dinginnya. Bahkan saat kesal seperti ini. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. “terima kasih.stepheniemeyer. dia hanya berdiri mematung. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain. Bukannya memunguti barangbarangnya.Diterjemahkan dari: www. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. tanpa terlalu memperhatikan jalan. menyambarnya. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. melihatku. Pipinya merona. “Sama-sama. Dia membungkuk. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. Aku berusaha tidak tertawa.. dan kemudian membeku. Aku berusaha memikirkan suatu cara. bahkan tidak melihat kebawah.” jawabnya dingin. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. dan kakinya tersangkut ujung pintu. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah.com berbeda. Dia berupaya keras 100 . Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa.

” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya.. oke?” aku menggumam pada Emmet.” ia menyapa dengan suara ramah. “Tunggu yang lain disini. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. Eric.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku. entah bagaimana. aku cuma bertanya-tanya. “Mmm. Dia terhenti sebentar. Matanya curiga. Yang ini aku harus lihat. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium. Tiba-tiba aku jadi gelisah. Dia akhirnya menoleh. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya. geli dengan permintaan anehku. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk. suara nama Bella di kepala. “Hai. Bella.. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. “Hai. Apa dia terkejut.. baru aku jalan. Eric dan Tyler. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan.com mendefinisikan perubahannya.Diterjemahkan dari: www. Anak ini mulai gila. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan. Sesensitif seperti biasanya. Kelas Tyler keluar agak telat. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. Eric telah mengambil posisi duluan. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . Dia membatin. bingung. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil..stepheniemeyer. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu.

Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. “terima kasih untuk ajakannya. tapi tetap saja ia merasa kecewa. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu.” Dia telah mendengar hal itu. Eric melangkah lemas. 102 . Yang ia pikirkan cuma pergi. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja.Diterjemahkan dari: www. Aku mengernyit pada pikiran itu. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike.stepheniemeyer. Aku suka itu. “Mungkin lain kali. Aku melewati Bella tepat pada saat itu. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. tapi aku memandang lurus kedepan. “Oh ya sudah. dan tidak ada istimewanya sama sekali. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. Aku tertawa. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. meskipun tahu itu keliru. tergesa-gesa mengejar Bella.” dia menjawab sopan. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. “Kupikir perempuanlah yang mengajak. aku ingin menonton reaksinya.” “Tentu. dan mendengar desah leganya.. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya. Dia menoleh mendengar suaraku. Tapi. Tyler terlihat masih jauh. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku. Kemudian ia menggigit bibirnya.” dia mengakui malu-malu. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang.com menatapnya.” gumamnya. sih. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut.” dia terdengar agak bingung. “Iya. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. Bagiku dia biasa-biasa saja. membosankan. seakan menyesal telah memberi harapan. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja..

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

Sebaris senyum pada bibirnya. jangan pergi. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Dia tidur lebih nyaman sekarang. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 . disana di mimpinya.stepheniemeyer. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme.Diterjemahkan dari: www. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. Batu hidup. aku bukan lagi orang yang sama. “Tinggal lah. Kami semua membeku. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya. dalam proses transformasi yang menyiksa. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. cara yang tidak akan pernah pudar. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging. malam gelap tanpa akhir. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. berenang-renang di dalamnya. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia. Tolong.” dia mendesah. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku. Hari-hariku tidak berujung. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. Akan selalu seperti itu juga bagiku... dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. Selama beberapa lama. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. “Jangan pergi. Akan kuupayakan. Aku mencintai dia. Dan akan selamanya begitu bagi mereka. aku benar-benar telah membeku. dan itu bukan mimpi buruk. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. kekal dan tidak berubah. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. Ketika muncul ke permukaan. mood dan hasaratku. semua membeku. aku tenggelam.” Dia memimpikan aku. Selalu tengah malam bagiku. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini.

Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. Aku akan selalu menjaga jarak. bagaimana aku. Aku mengambil napas lagi. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. Dia melihat binar samar di wajahku. itu bukan disengaja. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. menghindari tatapan penuh tanya Esme. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. Dia 109 . Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. Kepalaku seperti tenggelam. tapi kulawan pusing itu. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti.stepheniemeyer. Aku akan sangat hati-hati. Jika aku membunuh Bella sekarang. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. membiarkan aromanya membakar diriku. Tapi aku melihat masa depan yang lain. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. dengan keegoisan yang tidak termaafkan. Aku cepat-cepat ganti baju.Diterjemahkan dari: www. jika dapat menjaga keseimbangan. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. napas yang membakar. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya. aku harus membiasakan diri dengan ini. jika aku sampai membuat kesalahan. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. Kini aku memahami keduanya.

tapi aku duluan. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. dan dengan alasan yang baik pula. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. Dahinya mengerut. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. Aku mengambil napas panjang. di kerimbunan hutan dekat parkiran.stepheniemeyer. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini. Well. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. Mereka tidak menoleh. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. Aku berhutang itu padanya. dia masih marah. Aku berlari ke sekolah. dan terjatuh ke dalam kubangan. sampai beberapa detik sebelum saudaraku. Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Aku menyerahkan kuncinya. Dia membungkuk.” 110 . tapi aku akan memberinya peringatan bahaya.com merasa cemas sekaligus lega. Iya.Diterjemahkan dari: www. Dia membuatnya jadi mudah. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. Dia masuk ke parkiran. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. “Muncul tiba-tiba. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. menghirup aromanya. Aku berjalan tanpa suara. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir. Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri.

” Masih sangat marah. Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya.stepheniemeyer.” aku melanjutkan perkataanku tadi. jadi aku mengejarnya. menjaga agar tetap kelihatan cuek. memikirkan ekspresi Bella kemarin. “Bella.Diterjemahkan dari: www.” aku sedikit bergurau. bukannya membuatku kesal setengah mati. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. kau benar-benar sinting. “Itu demi Tyler. Aku tidak berhak marah. tidak menghargai gurauanku. Aku ingat dengan niatku untuk jujur.. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini.com “Bella. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu. Dia tidak berhenti.. Mukanya merah. “Kau—” dia terengah. Dia sudah cukup marah. Aku menahan tawaku.” aku memohon. Aku akan menakuti dia. Aku langsung menyesal. bukan aku.. 111 . “Tunggu.” Kemudian aku tertawa. Kemudian ia berbalik dan pergi. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya. Aku tidak bisa menahannya. Aku harus meredam perasaanku.. Itu dia—ekspresi yang sama. Aku harus memberi dia kesempatan.” Tukasku marah. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. Tapi tetap saja aku marah. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk.

“Aku ingin menanyakan sesuatu. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. sikapku tadi itu kasar.com “Maafkan aku. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. Aku sudah mencobanya. Oiya. jika seminggu setelah sabtu depan. Aku menyadari. Aku tidak bilang itu tidak benar. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya. begitu banyak emosi melandaku. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan. Moodku tidak jelas. aku ingin mengatakannya.” Dia mendesah.. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut. Aku mengambil napas dalam-dalam. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. Aneh.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar. Biasakan. “Apa kau mencoba melucu?” Ya. dan harus menahan tawa lagi. Dia menatapku kosong. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik. dan juga. daripada hanya menanyakan rencananya.Diterjemahkan dari: www.” aku menjawab pelan.stepheniemeyer. tapi kau mengahalangiku. akhirnya kembali menatapku. “Biarkan aku menyelesaikannya.” Dia menunggu diam. lebih baik ikut sekalian. “Kau tahu. Pasti kelihatannya seperti itu. “Kenapa?” 112 .. “Kau melakukannya lagi. Santai.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya. “Denganku tentu saja. aku benar-benar jatuh cinta padamu. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. “Baik lah.

dibawah atap kafetaria. Detak jantungnya tidak beraturan. Napasnya terhenti. dan jujur saja.” “Jujur saja.” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan. Itu membuatku cemas. Dia berhenti. aku tidak mengerti denganmu. Itu masih bukan tidak.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati..Diterjemahkan dari: www.” aku menjawab sesantai mungkin. dan bertemu pandang denganku lagi. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu. “Akan lebih.com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku. napasnya bahkan lebih cepat. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama. Seberapa 113 . terima kasih banyak atas perhatianmu. terima kasih.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. Aku menyamakan langkahku. “Well.bijaksana jika kau tidak berteman denganku. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. Dia tidak menjawab tidak. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang. jauh lebih penting untuk jujur.” dia berkata sinis. “Trukku baik-baik saja. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu.. sebelum terlambat. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. Terutama pada saat ini.” “Oh. Dia mulai jalan lagi.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku. jadi kumanfaatkan celah itu.stepheniemeyer. Kupikir kau tidak mau berteman denganku. Edward. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman. Bella. aku tidak bisa meninggalkan dia. itu menjelaskan segalanya. dan sedetik kemudian kembali. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan.” Dia menggerutu. bukannya aku tidak mau jadi temanmu. Tidak.

com besar aku menakuti dia? Well. “Sampai ketemu di kelas.” aku memperingatkan dia. 114 .. Ya. Dia mengangguk. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai. Kemudian kesadaran menghantamku. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya.. aku akan segera tahu.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Dia berkata ya pada ku. aku meneriaki diriku sendiri.” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku. Jantungnya berdebar-debar sangat keras.

Tapi. Dia orang yang kikuk. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley. Aku memilih meja yang biasanya kosong.. Dan akhirnya. Rosalie lewat tanpa menoleh. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. kesinisannya pada Bella membuatku marah. tidak ada yang anggun darinya sekarang. bel berbunyi. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam. Mr. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. Aku yang pertama kali sampai. Tapi aku menghindari Mike Newton. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu. mereka betul. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya.. Entah kenapa ini begitu lucu untukku. Orang-orang melihatku khawatir.. paling sering. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. caranya memegang kepala. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman.stepheniemeyer. para guru. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. bentuk lengkung lehernya. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk.com 6. Tapi seringnya. Aku mempertimbangkan hal itu. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. stray books. aneh sekali. terpleset-pleset diatas es.Diterjemahkan dari: www. dan. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik. Aku terkejut. Aku tergelak lagi. Memang benar. mereka tidak kaget. tersandung ujung pintu kemarin. Alice pasti telah memberitahu mereka. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris.. 115 . kakinya sendiri. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar. dan akan tetap begitu dengan aku disini.

matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. Semoga sukses. Dia sudah gila. Tapi. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi.. jika memang itu maunya. 116 . Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng. Tepat saat Bella masuk. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini. Alice berseri-seri.sedih.stepheniemeyer. Tidak. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu..Diterjemahkan dari: www. itu bisa diatasi.. dia mengingatkan. Aku mengangguk. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica.” dengusku dari balik napas. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. giginya berkilauan terlalu terang. aku tidak lupa itu. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman. tapi kemudian berseri lagi. Aku menghela napas lagi. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. Baik. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara.. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. saatnya akan tiba juga. Wajahnya meredup.com Idiot. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. Dia tidak menyadari aku ada disini. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. Semaumu saja. Sambil menunggu Bella datang. Aku menghela napas. Toh. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai. kasihan kau nak. Karena. untuk menenangkan dia. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa. Dia memperhatikan sebentar. Dia terlihat sangat. Hanya saja. Jasper setengah senyum padaku saat lewat. pikirnya setengah hati.

jadi kenapa tidak 117 .. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku. Aku menunggu dia bicara. Jadi.com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara.. Dia terlihat gugup.. dan harapan itu membuatku tersenyum. lagi-lagi itu jawaban ya. Dia terlihat kaget sekali. pikirku kering.” aku mendengar Jessica bicara. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar.. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya. Dan dia terlongo. Dia menarik kursi dan duduk. aku mengulang-ulang dalam hati. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya. Rasakan apinya. tapi dari sikapnya. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga.” jawabnya pelan dan ragu-ragu. “Mmm.” Itu satu lagi jawaban ya. tidak lebih. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku. ragu-ragu..stepheniemeyer. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku. bukan lewat mulut. Aku mengambil napas dalamdalam. tapi akhirnya dia berkata.” “Well. menatapku beberapa saat.” Aku bimbang.. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia. Sungguh. Butuh beberapa saat. aku mengedip. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang.Diterjemahkan dari: www. kali ini melalui hidung. tetap santai. Meski lantainya rata. “Ini tidak seperti biasanya. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya.

“Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu.Diterjemahkan dari: www. “Kau tahu. menyerah untuk bersikap santai.com sekalian saja. sebetulnya.. Jadi aku menyerah.” ujarnya akhirnya. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah. “Tidak. Harusnya dia khawatir.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur.” Nampaknya itu tidak membuatnya risau.” Itu cukup jujur. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku. seakan kalimatku belum selesai. Aku tersenyum. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar. “Menyerah?” dia mengulangi.” harusnya ini tidak lucu. heran..” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya. “Aku lelah berusaha menjauh darimu. paling tidak aku jujur. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik... atau sedang menggodanya. tampaknya. “Kau tampak cemas.. Aku tertawa melihat ekspresinya. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu. “Lagi-lagi kau membuatku bingung. Bella menelan ludah.. Dia tidak berdiri.” dia tidak pandai berbohong. menunggu.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu. Dia menatapku..” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang. Itu sangat melegakan.stepheniemeyer. “Mereka akan baik-baik saja. Biarkan itu memperingatkan dia juga. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan.” Ugh. “Terkejut. 118 . “Aku tahu.” Dan.” aku mengingatkan dia. Biarkan dia melihat keegoisanku. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat.” aku menjaga senyumku dengan susah payah.

“Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas.” gumamnya malu. kau akan menghindariku. terus terang.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya.stepheniemeyer. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. kurasa kita bisa mencobanya. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar.” Bagus. “Teman. Jantungnya berdebar lebih cepat. “Aku masih menunggu kau mempercayainya. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku.” “Jadi. tapi aku tersenyum minta maaf. aku bukan teman yang baik untukmu. Tapi kuperingatkan kau.orang yang tidak pintar.” Ah. karena kau tidak mendengarkan. jika dia mencobanya? Matanya menyipit.” “Ya.” Aku kurang yakin apa maksudnya. “Well.. Itu belum cukup.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti. “Aku mengandalkan itu. Maka dia akan tinggal. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal.” dia meyakinkan aku. “Kau sering bilang begitu. Betapa dramatisnya. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi. Kalau pintar. Kami bertemu pandang.. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 ...Diterjemahkan dari: www.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh.” aku mengulangi. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu.” katanya pelan. tapi apa aku akan tetap tinggal diam. “Jangan khawatir. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja. “Atau tidak.” Dia menunduk.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. “Jadi. “Selama aku adalah.

kesal karena menyadari dia betul. Itu. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. Aku terkekeh lega. Pipinya jadi merah terang.. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara... “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya. “Terlalu memalukan. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. juga. “Terlebih lagi. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya. “Tidak.” akunya.Diterjemahkan dari: www. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa. Dia melanjutkan. merasakannya di udara. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. kau tahu. akan sangat tidak memusingkan.. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya. “Tidak terlalu. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini.com merah muda. dan ia tidak mengatakan apa-apa. “Itu sangat memusingkan. bahkan setelah berjanji akan melakukannya. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun.” Ugh. Aku menarik napas.” 120 . tidak perduli apapun dugaannya. sementara panik merayapi tubuhku. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. Dia menggeleng. mengunci mimikku seperti itu. Aku tidak adil. Dia tidak bodoh. Aku coba menggunakan nada membujuk.nah. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya.stepheniemeyer.” Aku menahan senyum di wajahku.

ya?” “Aku tidak suka standar ganda. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak... “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku.” “Kecuali aku. Aku menunggu. Kecuali kau. “Tidak.” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya. “Apa?” Tanyanya. aku yakin kau salah.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. “Kau ini pemarah. Dia menatap ke meja.stepheniemeyer. aku tidak lapar.” aku jelas tidak lapar. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. kebanyakan orang mudah ditebak. “Tidak.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar. “Lagi pula. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi. Pandangannya ke meja. Aku menatap Bella.” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 .” “Ya. mencoba lagi. “Kau?” “Tidak.Diterjemahkan dari: www. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli.” tukasnya dengan suara dingin. Aku pernah bilang. Dia membuang muka. Bibirnya merengut.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya. Aku tertawa lagi. tentu saja.

Aku tersenyum.. sedikit saja. mengitari mulut botolnya dengan jarinya. “Mmm. lagi-lagi penasaran.” Aku memohon dengan suara halus.” Dia menatap ke botol limun. “Please?” Dia mengedip.” “Pasti kau bakal tertawa.” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu.Diterjemahkan dari: www. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap. Sekali lagi aku mencoba membujuknya. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan. Well. memperhatankan matanya dalam tatapanku. 122 . kau sudah janji untuk menjawab satu. “Kira-kira. apa?” tanyanya.” “Terima kasih. “Jangan yang itu.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok.” “Kau tidak memberi syarat. dan wajahnya berubah kosong.” Wajahnya merona lagi. itu bukan reaksi yang kuharapkan.” Dia kelihatannya sangat yakin..stepheniemeyer. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan.” dia mengijinkan.” Dia mendebat balik. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap. “Satu. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah. “Ceritakan satu teori. terlihat pusing. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa.” jawabnya sambil mendongak menatapku. “Ceritakan padaku satu teori.. “Kedengarannya adil.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti.. Dan itu tepat mengenaiku. Aku menunggu.” Dia berjanji.

. “Ehh.stepheniemeyer. Aku bisa menggodanya lagi. “Oh. karena dia pikir aku adalah superhero. Tetap saja. “Aku mengerti. agar tidak tidak kedengaran mengancam. Dan sedetik kemudian. “Nanti juga aku tahu.” Dia agak tersinggung. “Benarkah?” tanyaku. “Mendekatipun tidak. Aku tidak tahu harus menjawab apa. “Karena.. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut. ternyata berhasil.com Terkejut dan puas.” ujarnya.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap.Diterjemahkan dari: www. cuma itu yang kupunya. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan.” Dia akhirnya mendengar peringatanku.” “Sial. “Ya maaf. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka. berusaha menyembunyikan kelegaanku. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 . “Kau berbahaya?” Napasnya memburu. Dan itu membuatku lebih senang. “Kryptonite juga tidak melemahkanku. dan jantungnya berdetak kian cepat. menyembunyikan penderitaanku.” Kemudian aku tertawa.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. “Kuharap kau tidak mencobanya. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa..” Aku mencibirnya. aku berusaha tersenyum. “Itu tidak terlalu kreatif.” Dan ketika dia tahu.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada. ia akan lari..” keluhnya. well.?” Aku behutang kejujuran padanya.

Lari.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan. ngomong-ngomong. kebalikannya. Kutunggu dia sampai keluar.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan. Dia ragu-ragu. Dia benar-benar tidak takut padaku. Belum. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar.” Lebih tepatnya. Bella. Aku mengulurkan tangan ke meja. memperhatikan itu. aku memujamu. “Tidak. Pikiranku buntu. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. “Kau salah. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras. bukannya dia. Hari ini Mr. Dan.” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 .Diterjemahkan dari: www.” Tentu saja aku jahat.” bisiknya sambil menggeleng. aku akan menjauh darinya.” Itu tidak mengejutkan. “Kalau begitu sampai ketemu lagi. “Kita bakal terlambat. aku tidak percaya kau jahat. Namun tiba-tiba dia terloncat. lari.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. “Well.. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. Aku.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku.. ke tutup botol yang kuputar. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. Banner akan menguji golongan darah. aku akan masuk.stepheniemeyer. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini.” Aku menarik napas. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah.

Setetes cairan kental merah di kertas putih. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. kulitnya sepucat mayat. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. Aku langsung berhenti di tempat. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. Aku mencari sumber suaranya. Beberapa ratus meter dari tempatku. Tes golongan darah. “Bella?!” Teriakku.. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. Aromanya aku sudah biasa. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike. menahan napasku.Diterjemahkan dari: www.com hujan ke mobil. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. Secara naluri. Kemudian. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu. Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik. Itu meringankan kepanikanku. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. Aku hampir menendang pintu mobilku. aku akan membinasakannya. yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. dia memejamkan matanya lebih rapat. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar.stepheniemeyer. kulit gadingnya berubah hijau. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Matanya tertutup. Saat aku mendekat. Jadi.. Jika dia sampai menyakiti Bella. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. tapi 125 . Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya.

“Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya.” Kelegaan langsung melandaku.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini.” tuntutnya dengan suara lemah—malu. 126 . merasakan udara disekelilingku. “Aku tidak tahu apa yang terjadi. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton. “Bella. “Turunkan aku. “Kurasa dia pingsan. “Tidak. ditebak dari ekspresinya.” “Aku yang akan mengantarnya.” aku menambahkan. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. dia bahkan tidak menusuk jarinya.com darah segar adalah sama sekali lain. “Aku mau membawanya ke UKS. marah karena campur tanganku. Kau bisa kembali ke kelas. Aku yang seharusnya melakukannya. setengah bersyukur dan cemas.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. aku bernapas lagi.stepheniemeyer.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa. Bibirnya putih. Matanya terbuka.” sergah Mike. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku. mengingat bahayanya jika menyentuh dia. mungkin itu akan mengundang seleraku. Berdebar-debar dan takut. “Pergi sana. Seringaiku makin lebar. “Kau tampak kacau. Mike menggertakan gigi.Diterjemahkan dari: www. “Turunkan aku.” erangnya. dengan kata lain. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. bingung. Dia baik-baik saja.” kataku mengusirnya. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku.” ujarnya. Ah. Di waktu lalu. Aku menyentuh hanya bajunya. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri.

” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. “Aku disuruh menemaninya. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu. Ms. Apa iya. Mrs. sayang. sebelum imajinasinya terlalu jauh. terlalu berhasrat. Hammond. Dia sangat hangat dan harum. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh. Hammond berkata menenangkan.” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini. Pastilah Bella yang satu itu.. Ah sudahlah.” aku meyakinkan Mrs. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS. Tubuhku terlalu bersemangat. Hammond. juru rawat keibuan yang ada di UKS. ya ampun. Pintunya sedikit terbuka. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. Hammond padaku. aku langsung menjauh ke tembok. 127 . Mata Bella terbuka lagi. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. Ms. mengawasinya. Itu mengalihkan perhatian Mrs.. sayang. Otot-ototku tegang. “Selalu saja ada yang pingsan. Aku mendengar pikiran takjub Mrs. Hammond mengangguk. Begitu Bella tidak lagi di tanganku.” Aku menahan tawa.stepheniemeyer. Dan liurku mengalir deras. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang.. “Berbaringlah sebentar.” aku menerangkan. Cope terloncat kaget. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. “Oh. Itu berhasil dengan baik padanya.” Mrs. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya.” “Aku tahu.” Bella mengakui. “Dia pingsan di kelas biologi.Diterjemahkan dari: www. “Di hanya sedikit lemah.” Mrs.com Kami sampai di depan TU. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan. “Kadang-kadang. “Nanti juga sembuh..” Hmmm.” jawab Bella.” Dia mengangguk mengerti sekarang.

Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat. “Biasanya begitu.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia. “Tadi kau sempat membuatku takut. yang mana bukan ide yang bagus. lega lagi. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut. “Kasihan Mike. sepertinya tidak terlalu meyakinkan. “Dia sangat membenciku. hanya bernapas pelan-pelan.” Aku senang jika Mike memang begitu. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh.Diterjemahkan dari: www.” Ekspresinya sedikit berubah.com “Kau betul. namun cepat-cepat kutahan. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu. Dia baik hati. Cuma itu. Bibirnya mulai berubah merah muda. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik.” Itu mungkin ada benarnya.” “Ha ha. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan. 128 . “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos.” ucapnya tidak terhibur. Membuatku ingin mendekat.” desahnya.” “Aku lihat wajahnya. Ah.” Aku langsung berang mendengarnya. menutup matanya.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening.stepheniemeyer.” Itu betul.” Bella mengerang. mendengarkan CD. makanya aku tahu. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu. Kemudian dia terdiam. “Berani taruhan dia pasti marah.” Dan aku memang hampir begitu.” Aku berusaha kedengaran bangga. “Kau tidak mungkin tahu pasti.” desahnya. “Aku sedang di dalam mobil.

” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu. tapi kemudian Ms. menetes turun ke lengannya.” Wajahku membeku. buru-buru keluar dari UKS. Mike Newton masih marah sekali.” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga. “Ini. Dia tidak suka dapat perhatian.” katanya cepat. “Aku tidak memerlukannya.” Aku menatapnya heran. Hammond kembali dengan membawa kompresan es.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup.” “Kurasa aku baik-baik saja. Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur. “Oh.. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya. Cope membuka pintu dan masuk. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar.. aku bisa—itulah yang membuatku mual. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring.stepheniemeyer.” Ini yang pertama.Diterjemahkan dari: www.. “Manusia tidak bisa mencium darah. masih dengan mata lebarnya. “Pakai ini.” ujar Ms. Aku mengikuti tepat di belakangnya. Tangan keriput Mrs. ingin cepat-cepat menyingkir. “Aku mencium bau darah. Bella. “Ayo keluar dari sini. Dia menoleh melihatku.” Dia menatapku dengan pandangan bingung. Cope. sayang. “Kau kelihatan jauh lebih baik.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella. Baunya seperti karat.” “Well. Dia terasa lembut bagi 129 . mengembalikan kompresnya ke Mrs. cuma bau ringan. tidak. Hammond.. Bukan kejutan. “Percayalah—ayo. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku. Hidung mungilnya mengerut. melongo. “Kita kedatangan satu lagi.dan garam. “Kau benar-benar menuruti perkataanku. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku. Di belakang Ms. Cope.com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs.” jawab Bella.

itu cuma tamasya bersama. Memang. jauh lebih baik sebetulnya. “Kau kelihatan lebih baik. lebih menyakitkan daripada haus. Baunya seperti manusia—well. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi.” jawabnya pada Mike. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku.” gumam mike. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh. “Bukan apa-apa. “Aku akan datang.com manusia. tidak bergerak. Aku membeku ditempat karena marah. Tanganku mengejang.” katanya. Jadi dia berkata ya padanya juga. “Tentu saja. Tapi aku masih juga geram. “Jauhkan tanganmu. mereka punya rencana. ingin memberinya pelajaran.. itu cuma tamasya bersama. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya. masuk dengan pikiran marah besar. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran. Bukan cuma mereka berdua. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya.” ujarnya kasar pada Bella. Tingkahnya seperti manusia. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya.” Itu bagus sekali. “Kurasa betul. berusaha mengendalikan diriku. Tenang.. Aku menyandar ke komputer.” jawab Mike sambil menahan marah. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah.kira-kira begitu. Aku harus hati-hati. Cemburu langsung membakarku.. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. “Sudah tidak berdarah lagi. tapi justru dapat tambahan waktu. 130 . atau bereaksi seperti itu.” “Sampai nanti.stepheniemeyer. Aku jadi merasa tamak. aku berusaha meyakinkan diriku.” Dan si Cullen TIDAK diundang.Diterjemahkan dari: www.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu. Tidak lebih. aku kan sudah bilang akan ikut..” Kemudian Mike Newton datang menyela.” balasnya. Bukan.

Ms.tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu. Dan aku sangat setuju pada hal itu. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi.menakutkan. dasar orang aneh. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik. Pikirannya penuh kemarahan.. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. dan napas Ms. lalu menunduk ke wajahnya. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi. Aku menatapnya.” bisikku pada dia. Dengan mata yang tertutup. Mengerang. saat dia menatapku.. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat. Terlalu muda. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. Aku menoleh ke Ms. Itu tidak wajar. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok. Dan tatapannya agak.. Aku tidak yakin apa penyebabnya.. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua.. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi. Aku tidak berani untuk bernapas. Terlalu suka. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. Cope 131 .com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. Aku tersenyum.. Rona wajahnya belum kembali seperti semula. Terlalu. bukan karena takut.Diterjemahkan dari: www. “Aku bisa mengaturnya. Menurut perempuanperempuan dia itu keren. Cope. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike. sebetulnya.” Dia melakukan apa yang kuminta..” Bella mengulang pelan.. Aku mendekat ke sisinya. tapi menurutku tidak. “Gimnasium.terlalu sempurna. di belakangku.stepheniemeyer. pikirku sinis. Mike tidak sepenuhnya keliru. “Ms. Semoga Bella memperhatikan... Kadang. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan. sementara. Aku cukup suka itu. dan jantungnya berdetak cepat.

Jangan-jangan. Dia bangkit berdiri. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. “Apa kau butuh ijin juga. “Terima kasih. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu..Diterjemahkan dari: www. dan kami berjalan menembus hujan. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang. “Aku jalan saja. mereka biasanya memakai makeup. Edward?” “Tidak. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. kalau begitu semuanya beres. Hmmm. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. “Apa kau bisa berjalan. Kau merasa lebih baik. Goff tidak akan keberatan.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya.stepheniemeyer. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab.” 132 . dan sepertinya kondisinya belum pulih benar.” jawabnya. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini.? Mrs. mungkinkah Bella. bahkan disini di kota hujan seperti Forks.com makin memburu. dan aku langsung menyadari penyebabnya.. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap.” Dia tersenyum padaku..” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. Bella tidak pernah memakai makeup. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan. “Oke. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal. Aku mulai lebih baik dalam hal ini. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. Betul lagi. dan memang sebaiknya tidak. sebaris senyum di bibirnya. Mrs.. Aku menahan pintu untuknya.

“Jadi apa kau ikut? Maksudku. Dia ingin aku yang bersamanya. “Aku baru saja mengundangmu. Bagaimanapun. Dia tidak bisa pergi. dan sangat menikmati bayangannya. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup. Kemudian dia berjalan menjauh. bukan Mike Newton. Untuk melihat. Tanpa memikirkan tindakanku. aku menangkap belakang mantelnya.” Dia mendesah. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Kita tidak ingin membuat dia marah. jangan dulu. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. harapannya menyenangkan. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami.stepheniemeyer.. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan.” jawabku. ke First Beach. Aku tersenyum lebar. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . Well. tersenyum kecut. lebih dulu menyerah. Salah satunya. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang. “Dengan senang hati.. kalau begitu mustahil. “Aku rasa aku tidak diundang. Aku meliriknya.com Aku memandang ke seberang kampus. Aku masih belum puas bersama dengannya. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. Ah.” jawabnya bingung. “Mike-schmike. “La Push. “Kondisi seperti apa?” protesnya. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya.” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. seakan tidak terlalu berarti. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah.Diterjemahkan dari: www. “Pulang. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini. Mike sempat menyebut pantai. Dan aku ingin berkata ya. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. Dia tersentak berhenti.” “Sudahlah.” Sial. sabtu ini?” Dia terdengar berharap.

tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti. lebih gelap hingga nyaris hitam. Aku mengulurkan satu tangan. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms. dan ia tersandung pintunya.” kataku sungguh-sungguh. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background.” Matanya menyipit. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. “Masuklah.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya.” ucapnya dingin. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya.. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya. dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya.stepheniemeyer. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 .. Sesaat dia berdiri kaku. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya. Cope. sepatu bootsnya mendecit basah. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius. Air menetes-netes dari rambutnya. Bella.Diterjemahkan dari: www. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. “Ini benar-benar tidak perlu. “Aku tinggal menyeretmu lagi. Aku memperhatikannya baik-baik. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu.

. Kucengkram roda kemudi lebih kencang. Bella tersenyum. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu.com perasaanku. keningnya mengerut.” Suaranya berubah sayu. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku. atau pernah tinggal kelas.Diterjemahkan dari: www. Pekat. Cope. mempertimbangkan hal itu. “Dia sangat mirip denganku.” “Ini juga salah satu kesukaanku. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak. “Berapa umurmu. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas. 135 ..kalau itu sepertinya tidak. “Clair de Lune?” Tanyanya. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku.” Aku juga ragu itu. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung. Hujan membuat aromanya lebih harum.. tapi lebih cantik.” jawabnya. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya. dan lebih berani. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya..stepheniemeyer. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal.” Aku ragu itu. mengingat kembali reaksi Ms.” Aku memperhatikan hujan di luar. Aku berhenti di depan rumahnya. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. Dia teman baikku. Dia terlihat lebih santai. matanya melebar. Tidak.. memikirkan hal lain. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu. dan dia juru masak yang sangat payah.. memperhatikan hujan diluar sepertiku.” dia melanjutkan.. Sial. Lagi.. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini.

“Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia.. Dalam beberapa hal.” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya. ibuku tergila-gila padanya.bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella.dia sangat muda untuk umurnya. dia menangkap lebih banyak tentang diriku.” Dia menggeleng dengan tatapan senyum.stepheniemeyer.. “Aku. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi. harus ada yang menjadi orang dewasanya. “Well.. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab.” Dia tertawa. Aku bisa melihatnya sekarang.” jawabnya terbata-bata. dan mendesah..” Dia tertawa lagi.com “Tujuh belas.” katanya. Takut. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku.” Itu menjelaskan beberapa hal..aku rasa begitu. Aku menyeringai. membuyarkan lamunanku..” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas.. mungkin karena tatapanku..” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku.Diterjemahkan dari: www... Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku. “Kau baik sekali. Aku buru-buru mengganti topik.dan Phill lah yang ia mau.. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya. “Ibuku. “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA.. Atau tertarik? 136 . untuk menjadi pengawas.. Dari segala yang kutangkap tentang dia..aku jadi berpikir. Dia harus dewasa lebih cepat. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari.

“Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan. “Hmmm... Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat.kupikir kau bisa. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur. Aku tersenyum kecut. Aku buru-buru membuang bayangan itu. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku. “Mereka sudah lama meninggal.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua.” Aku jadi lebih mudah tersenyum. Sesuatu yang tidak ingin kujawab. paling tidak. dalam kondisi apapun. kemudian bicara dengan suara pelan.Diterjemahkan dari: www.” Lebih menakutkan.” Dia menyeringai padaku.” Aku juga serius. “Jadi.” lanjutnya. kali ini tanpa dipikir. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. bahkan aku tidak perlu berbohong. jelas khawatir telah melukaiku. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab.” “Oh.stepheniemeyer. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru. maaf. Jadi agak beda. “Tidak. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya.” gumamnya. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. 137 . Dia mengkhawatirkan aku. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya. kalau mau. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum.” Dia bimbang sebentar.

Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal. “Saudara-saudaraku. “Selamat bersenang-senang di pantai. “Cuaca nya bagus untuk berjemur.” aku meyakinkannya. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus.tapi dengan kondisi seperti ini. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik. tentu saja. Aku sangat. “Tidak. Jasper dan Rosalie. iya. sori. sepertinya kau harus pergi. Aku bisa membatalkannya. sangat suka itu. aku terpaksa berbohong. Aku tertawa mendengar ungkapannya. 138 . “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum.Diterjemahkan dari: www. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu.” Dia tidak bergerak.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi. “Ya. Tidak ada rahasia di Forks. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang.com “Aku tidak terlalu ingat mereka.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama.stepheniemeyer. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang. Aku melirik ke jam. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku.” Dalam kondisi itu.” Aku melihat ke hujan yang turun deras... keberuntunganku tidak bisa diingkari.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu. soal orangtuaku. “Aku yakin dia sudah dengar. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis.” “Oh.” “Aku tahu. Dia akan menikmati itu.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku. Tidak ada rahasia.” “Kau sangat beruntung.

Diterjemahkan dari: www. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. demi kebaikanmu dan aku. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar. Apapun bisa terjadi padanya. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness.” Dia mengatakannya setengah hati. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. melirik kunci yang ada di genggamanku. Dia terlalu lembut dan rapuh. Aku terlalu mencintaimu.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. Aku membuka telapak tanganku. sebelah selatan Rainier.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. 139 . Jadi. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet. Saat memandangnya. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. Dia mengangguk. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. “Jangan tersinggung. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. Dia tersinggung dengan ucapanku. Buat tetap santai. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan. Bella. “Oh. Kalau begitu selamat besenang-senang.. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku.stepheniemeyer. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. Dan tetap saja. “Akan kuusahakan.. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku. Itu juga bagus. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. lari. Lari.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras. oke?” Aku tersenyum sebentar. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang.

Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku. Daya tarik. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah. karena ada yang mesti kupikirkan.. Cope dan Jessica Stanley. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. syok. dimana aku bisa 140 . Lagipula.stepheniemeyer. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica. Itu bagus. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku. api merayap membakar tenggorokanku. pebandingannya tidak meyakinkan. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. Tapi tetap saja. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain.. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. walau tidak tahu apa tepatnya. Napasku makin memburu.. tapi berhubungan erat dengan itu. membiarkan aromanya menyerangku. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. Ada begitu banyak sisi.. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau.com 7. Bagaimanapun. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. Tidak sama dengan cinta. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. Jam pelajaran terakhir belum selesai. Tapi. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. atau cemas. dan aku butuh waktu sendirian. seperti Ms. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku.Diterjemahkan dari: www.

. mengetahui. Karena aku bukan pria-manusia. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk. Pengejaranku padanya tidak masuk akal.Diterjemahkan dari: www.. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak. Ketika itu. Selain cinta ibuku. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan. Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. selama yang bisa kuingat. itu tidak adil buatnya.. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku.. Aku sangat ingin bisa 141 . Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit.. Ketertarikan itu bagai buah simalakama.stepheniemeyer. Selain hal itu... Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya. aku mendambakan bisa menjadi manusia. Dengan segenap raga. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak.. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. Ini sama sekali baru untukku. tapi kini mulai keruh. Cintaku pada Bella awalnya murni. Yang paling kuingat adalah ibuku. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini.

dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera. gadis itu lagi?” Aku menyeringai. yang bisa kudengar cuma celaannya.. dinginnya. “Kau tahu sendiri. “Kau harus menerangkan alasannya. Ini pertama kalinya.Diterjemahkan dari: www.” 142 . Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku..memberi pertolongan. Goff pasti mengira kau pakai narkoba. Edward. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir. “Hmmm. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil. kau kelihatan aneh belakangan ini. pokoknya begitulah. “Tenang. kekuatannya yang tidak normal. Tetap saja. “Aku cuma melihat aku melakukannya. “Berani taruhan Mrs. Aku memandangi tanganku yang putih. Wah. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. Jasper masih sulit mengendalikan diri. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. kau tidak sadar aku datang.” Hah? Aku terkekeh. membenci kekerasannya. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil.” Itu membuatnya makin bingung.com menyentuhnya. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. Perkembangannya makin aneh.. aku cuma komentar. Marahnya masih belum reda. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka. “Oh.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya. Respon spontan.. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. baunya memang lumayan.” Dia menghirup lagi....stepheniemeyer... aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka.. Entah apa masalahnya.” Yang lain kemudian datang. Seperti Emmet. “Menggotong orang sakit.

Kami sama-sama masuk ke rumah. tapi dia tidak melihat keluar. Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang. dekat Emmet dan Jasper. Tidak akan lama lagi. Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. apa sebaiknya ke garasi saja. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. jadi cuma butuh beberapa menit. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. Sebagai gantinya.stepheniemeyer. Aku akan menunggu. Aku melihat ke jendelanya. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. atau paling tidak aman.Diterjemahkan dari: www. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Aku bisa mendengar monitornya menyala. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. aku tahu. Dan aku. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. Jalanan kosong. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. Mungkin dia tidak disitu. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. hingga membuatku malu. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. duduk 143 . Esme di lantai atas. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Dia kini sibuk dengan komputernya. Hujan turun sangat deras.

Esme menghentikan pekerjaannya. Emmet dan Jasper ikut menoleh. Aku tertawa lagi. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. 144 . Setelannya masih sempurna. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali. Tapi. Sudah lama sekali.stepheniemeyer. Aku mulai main lagi. Rosalie memelotiku. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. Rose?” Emmet memanggilnya. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. menatap aku dan Rosalie bergantian. dan bisa kudenar kebingungan Esme. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. mengikutinya dengan alunan bass. lebih pada marah daripada malu. Kalau kau sampai buka mulut. Edward. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. Rosalie tidak menengok. tentu saja cukup malu. menelengkan kepalanya ke samping. Senyum lebar muncul di wajahnya. Pada Rosalie. aku akan memburumu seperti anjing. pikir Esme gembira. matanya nyalang marah besar. Dia secepat kilat turun. selalu tentang kesombongan. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru.Diterjemahkan dari: www. “Jangan berhenti. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. Aku menambahkan harmonisasi baru. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. Tepat pada saat itu.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. Edward bermain lagi. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Diatas. Esme mendesah bahagia. duduk di anak tangga paling atas.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. membiarkan melodi utamanya mengalir. Alunan yang indah. “Ada apa. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Lagu baru. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. dia kelepasan. Musikku terhenti.

nina bobo. Aku mencoba-coba bridgenya. “Lagu yang cantik. “Ya. Itu sangat egois. “Lagu nina bobo. Tanganku baru saja terhenti. membawanya ke melodi yang lain.Diterjemahkan dari: www. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku. tapi belum lengkap. Esme pindah ke belakangku.. Alice beranjak duduk di sebelahku. “Belum. Dengan suara ringan bagai tiupan genta. alunan berikutnya muncul begitu saja. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya. tebal. “Aku sama sekali tidak tahu. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal.. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini. sempurna.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri.” Aku berbohong. meletakan tangannya keatas pundakku. kukira.” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme. hidup begitu saja.stepheniemeyer.” bisiknya.. Emmet menggerutu frustasi. “Tapi bagaimana jika begini. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya. Esme meremas bahuku. Ini membuatnya sangat senang.” kataku mengomentari. 145 .. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit..” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. Aku mengabulkan permintaannya.. “Aku suka. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. Lagunya mulai terbentuk. Ada cerita dibalik melodi ini. “Teruskan lagunya. “Ini lagu. tapi entah kenapa tidak pas.com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. dan saat melihatnya. perubahan apapun akan salah. berambut gelap.” Esme mendesak lagi. dan ikut bernyanyi. Dia menangkap suasananya. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya.

melambat dan semakin lambat. berubah khidmat..” 146 . Aku mendesah. Akan ada jalan keluar yang terbaik. ternyata menghiburku.Diterjemahkan dari: www.” Esme mengingatkan. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. Alice. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. “Edward hanya bersikap sopan. kemudian mengehela napas. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu. berharap bisa mempercayainya. “Jaga sikapmu.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya. Mom. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks. pikirnya tiba-tiba.” godaku dengan canda.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu.” ujarnya.” “Tapi aku ingin tahu. Dia pasti mencintaimu. diantara siapapun di dunia ini. mengejutkan aku dengan arah pikirannya. meski terdengar mustahil. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. Aku tertawa ironis. “Hentikan. Jika dia gadis yang cemerlang. “Terima kasih. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. anakku. Suara Alice pun ikut turun. Esme mengelus rambutku. Kumainkan nada terakhir. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum. Semua akan baik-baik saja. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku.. Kau. Dia tersenyum.” Dia tertawa geli. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. kau membuatku tersipu.” “Tidak. Takdir berhutang padamu. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. Perkataannya.” bisikku.stepheniemeyer. Edward.

sepertinya sia-sia. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi. Kemudian aku berkata. Walau bagaimanapun.Diterjemahkan dari: www. Yang terjadi. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa.stepheniemeyer. dan dia selalu menjadi yang paling cantik. Dan. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. Dia terbiasa diinginkan. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. sudah terjadi.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan. Tentu saja. Dia sudah 147 . aku memikirkan Rosalie. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. bahwa dia telah lama melewatinya. tidak berhubungan dengan siapapun. sebaliknya.com Aku tertawa mendengar rengekannya. dan tetap saja bergeming. dia selalu jadi pusat perhatian... Sebagai gantinya. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. Rasanya sangat tidak mengenakan. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. Bukannya dia keberatan. dia memang sudah lupa. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi. Bahkan ketika masih manusia. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja. “Terima kasih. “Ini. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. Esme. sayang. Sedang aku. Aku membayangkan. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. dan aku menyeringai sendiri. sejak pertama kali bertemu. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya.” Dia meremas pundakku lagi.

Alice?” tanya Jasper. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. “Jasper. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. “Apa. Buah dari cemburu. “Itu betul. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. Dia sudah menebak. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga.stepheniemeyer. “Kapan?” tanyaku. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella.” Gigiku langsung menggertak. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. Alice cemberut tidak suka. Kau tahu itu. dengan ketajaman intuisi perempuannya.” aku sependapat.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. “Tenanglah. Ini bukan kunjungan pertamanya. “Kau siap. mereka berburu seperti vampir kebanyakan. “Mereka tidak pernah berburu disini. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 . pada ketertarikanku yang tidak kusadari.Diterjemahkan dari: www. Edward. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan. dan kemudian bangkit berdiri. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. dan tanganku langsung membeku di satu nada. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. Dia memutar bola matanya ke aku. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. Senin pagi. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. pasti itu.

Otakmu benar-benar terganggu. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya. Ini tidak akan makan waktu lama. dan mendecit menggaruk kulit Emmet. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. Aku pamit dulu dengan Rosalie. Esme dan Alice bertukar pandang. “Sepertinya aku memang begitu.stepheniemeyer. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya. itu akan singkat. sekali lagi. “Oh. Cakar tajamnya merobek baju Emmet. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. Emmet sudah hampir selesai.” “Tentu.Diterjemahkan dari: www. Beruang itu melenguh keras. Edward. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. Aku merenung sejenak. Oh sial.” aku setuju. hei Edward!” Dia berteriak balik.com “Kita akan kembali minggu malam. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi.” “Oke. “Kalau kau memang suka.” pinta Esme. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. yang menjulang jauh 149 . Terserah padamu kapan perginya. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget. “Bukankah pernah ada yang bilang. menyeringai dan melambai. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu. tapi tidak satupun bertanya.

” Aku menggeram lewat sela gigiku.stepheniemeyer.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan.” “Kau seperti anak kecil. dan kemudian mengerutkan muka. dan tertutup bulu-bulu. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya.” “Ya. lengket oleh getah.. iya kan?” Emmet menyeringai padaku. Emmet datang duduk disampingku. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk.” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya.” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih. Akan lebih menyenangkan. aku hampir bisa merasakannya. “Jangan dekati dia..” aku mengingatkan dia. “Kuharap mereka lebih kuat. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang. Emmet.Diterjemahkan dari: www.” Aku mendesah. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar.” Humorku langsung lenyap.” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. “Yang satu ini lumayan kuat. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. “Ayolah Edward.sensitif. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit.. Ada seringai lebar di wajahnya. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil...” “Ini tidak bisa dimatikan. Saat dia mencakar. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu. Bajunya rusak. Emmet sudah berjalan ke arahku. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik.com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri. Selalu saja serius. robekrobek dan belepotan darah. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 . dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius.. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet.” “Hidup itu memang sulit. “Huu. “Sori. Beberapa menit kemudian.

. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya.” “Mobil van waktu itu?” 151 . “Benarbenar kebetulan. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan.. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini. Sungguh.” Gigi-gigiku langsung menggertak. Dia hidup di Forks.. seandainya ada beruang kesasar ke kota. “Banjir.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan.” Emmet terkekeh.. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu.stepheniemeyer. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu.” Aku mendelik pada tanganku.. Emmet. Dan kemudian. Dari segala tempat yang bisa ia datangi.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia..woo. tapi kita vegetarian.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini.! Tahan disitu.. lebih sial lagi.com “Memikirkan tentang dia. bukan.atau jatuh dari tangga.” Dia mengangkat bahu. Tapi aku bisa menangkap maksudmu.. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle. Well. ingat? Paling banter dia akan kehujanan. boy. Coba lihat bukti-buktinya. “Woo.” aku memberungut. ya kan?” “Beruang. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. tapi menjawab pertanyaannya. Lagi-lagi beruntung...atau tersambar petir.” Dia tertawa keras-keras. bagaimana baunya bagiku.Diterjemahkan dari: www. Emmet. Dan mungkin saja ia bertemu beruang. gempa.” “Ya. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. “Kau kedengaran seperti orang gila. membencinya lagi.. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar. Aku mengacuhkan leluconnya lagi. mencemaskan lebih tepatnya..

lagi dan lagi. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya.com “Itu tidak sengaja. “Jujur saja. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi. Nada suaranya menambahkan tentu saja.stepheniemeyer. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. dan menemukan sosoknya tidak menarik. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. Berani sumpah.” Emmet terkekeh. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya. Em. “Jawaban yang salah. Aku menunggu dia mencoba lagi. menyerahkan apa saja.” “Aku tidak tahu apa masalah dia. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu. Bahkan menyerahkan Emmet.” Aku berbohong dengan seringai lebar.” “Tapi kau ada disana. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu.” “Rosalie iya..” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. Itu beruntung. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu. 152 . “Tidak. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang.Diterjemahkan dari: www.” Dia mendesah.” Emmet menggerundel. Emmet.. tapi pikirannya beralih ke hal lain. “Curang. seakan dia punya daya tarik seperti magnet. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie.” kataku dengan suara tercekik.” kataku kasar.” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. “Well.. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi.” jawabnya mudah. Jujur saja. Aku tertawa datar..” “Aku sama sekali tidak keberatan.

Dia berjuang keras sekarang. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu.” aku mengakuinya agak malu-malu. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh. mendadak aku sadar. Pikiran itu membuatku gelisah. Untuk sementara.bukankah kau ingin.” Dengan kepuasan mendalam. Rosalie pasti keberatan. “Aku tahu itu.” 153 .mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya.com “Ya. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar. seperti yang kau bilang. Emmet menyadari perubahan ekspresiku. Tiba-tiba saja.. dengan tanda kutip... sangat ingin untuk tidak kurang ajar. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya.. lantas apa pilihanmu.” “Aku tidak bisa... aku bisa jadi pelindungnya. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang. Edward.untuk meninggalkan dia. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu.” Emmet bukan orang yang bijaksana.” erangku. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia.stepheniemeyer.” Wow.. dia kedengarannya terlalu rapuh. dong? “Aku tidak tahu.” bisikku. dari pada jika aku pergi. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte.. Dan. Aku tidak boleh. dan pembicaraan serius bukan keahliannya. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella. jika kau mencintainya.. Bukankah kau juga akan merasa begitu.. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam.Diterjemahkan dari: www... “Percayalah—itu juga aku tahu. Kau betul-betul.. Gadis ini segalagalanya bagiku. well menyentuhnya. “Aku sedang mencari cara untuk. Emmet. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin. Emmet.” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia.. Aku menghela napas.

Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. sampai-sampai aku 154 . dan mulutnya sedikit terbuka.” Aku menggeleng tegas.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. Tolonglah! Demi aku. Biarkan Rosalie tenang dulu. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu.Diterjemahkan dari: www. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya. termasuk godaannya. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. Dengan keberuntungan seperti Bella. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. akan kucoba.” Aku meringis pada hal itu. Aku akan pulang hari minggu.” “Iya. Aku menghela napas. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah. Aku sudah lama tidak merasakannya. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini.” Emmet mendesah.” “Lagi pula.” kataku ragu. bisa melihatnya lagi. Sangat lebih buruk. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Betul-betul mirip orang gila. “Baiklah. Meski begitu.” “Aku tidak perduli. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu.stepheniemeyer. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya. Emmet menepuk handphone di sakuku. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. Emmet.

dia bukan milikku—dan aku murung lagi. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini.Diterjemahkan dari: www. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya... Salah satu tangannya bergerak. Mataku terus memandangi wajahnya. Menyentuhnya lembut.. itu tetap menggangguku. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu. Dia bukan milikku. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku. Kirakira apa dia menikmati tamasyanya.stepheniemeyer. paling tidak. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku. Kuperhatikan lokasinya.. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak. yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku.. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal.lelah.. berusaha menjadi teman. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari. Sebuah tempat dimana 155 .. Aku takut jika sedekat itu. Dia kelihatan.. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. dia pasti jatuh.. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil. memperhatikan jika ada yang berubah. Itu alasan yang paling masuk akal. Tidak. Apakah dia merindukan aku. Aku cuma tahu dari foto. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya. Kami teman sekarang—atau. Apakah dia sempat memikirkan aku. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya.. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. sesuai dengan perjanjian. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push.

penasaran. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja.. dan memandang ke sekeliling. Jadi. Selamanya. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. Ya. Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. Lebih parahnya. tidak terlalu menempel di pohon. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. hal itu bisa memecahkan suasana. Aku duduk di tempat ia duduk. Barangkali duduk disitu. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. Bella. Ingat dan mempercayainya.. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan.. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian.. menuju ke semak pakis-pakisan. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. berbeda dengan penasaranku yang tadi. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu.Diterjemahkan dari: www. dan.stepheniemeyer. ini jauh lebih mirip 156 . dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit.com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen... Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. Aku menggeleng. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. Aku cepat-cepat mengikutinya. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan. Tapi. sesampainya di pepohonan. mereka tidak akan bilang apa-apa.

157 . Well. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya.Diterjemahkan dari: www.. untuk sementara waktu dia punya pelindung. selama yang bisa benarkan. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi. Aku akan menjaganya.com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan.stepheniemeyer. Aku mengerang. Bukan cuma nasibnya yang sial. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti..

Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. yang terjadi justru sebaliknya. Kira-kira apa yang 158 . Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. dia menyukaiku. Namun. dan membuntuti obyek obsesiku. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. dan yang sebaliknya terjadi padaku.Diterjemahkan dari: www. dan merasa senang pada keberuntungannya. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. tersembunyi dibalik bayangan. jadi aku tidak terlalu kesal. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Mike menemukan dia disana. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton.com 8.stepheniemeyer. Sudah begitu. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. berita baik lah yang kudapat. Aku menunggu. tak berdaya. Dia akan mencobanya lagi. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. Betul kan. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. Berani taruhan. Bella tiba di sekolah lebih awal. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. Senin pagi. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya.

” katanya. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. “Well.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan. Dari ekspresi puas samar di wajahnya. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu.. “Mike.” Pedih dan marah akibat cemburu. Padahal aku ingin mengajakmu kencan. kita bisa pergi makan malam atau apa. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat.” ujar Bella.” “Oh. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya. Aku sangat ingin terbang kesana.. Sedang Mike sama sekali lupa.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya. Sejenak hening. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu.. “Hanya dibawah sinar matahari. Mike menyadari perubahan di rambut Bella. Mike menelan ludah. Aku mematahkan satu batang pohon lagi..stepheniemeyer.dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti.Diterjemahkan dari: www.. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi. sepertinya tugasnya sudah selesai.. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja.com begitu penting di Seattle. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 . Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga.

Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu. dan aku tidak boleh terlambat lagi. mengikuti Bella terus. dan senang jika ada 160 . sevulgar fantasinya tentang Bella. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar.” “Jessica?” Apa? Tapi. Mike.. Sedang Bella begitu tidak egois. Badannya lumayan. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain.com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus. memang. Tapi. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia.. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. Sepertinya Seattle memang cuma alasan. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam.Diterjemahkan dari: www. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan. dia melihat segalanya.. Wow. Oh. Kemudian dia lenyap. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya.... “Yang benar saja. tubuhku bisa kembali rileks.. “Kurasa. Jadi. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar.” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. Kurasa dia cukup manis. Pikirannya kini saling tumpan tindih.” Dia tidak bisa berkata-kata. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. Jessica. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan. Sepertinya. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya.. sibuk dengan fantasinya. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. “Oh. Aku seharusnya tidak bertanya.. “Waktunya masuk kelas. Hmm. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. berloncatan dari pikiran ke pikiran. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur... Oke.” Aku bernapas lagi.” Bella bimbang.. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah. Hmm. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya. Burung yang sudah di tangan. Hmm. hal itu sebetulnya sangat kentara. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. tidak sebaik jika itu adalah Bella. Buatnya itu pilihan kedua.stepheniemeyer.

Dan itu membuatku berdebar-debar. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. Aku membaca lewat pundaknya. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. yang kelihatannya sudah sering dibaca. Aku tahu itu. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. 161 . Ah—lagi-lagi klasik. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman. tangannya membeku di satu halaman. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut.. Dia penggemar Austen. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. Barangkali dia merindukanku juga. aku langsung saja pergi ke rumah Bella. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. memberiku harapan.stepheniemeyer. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya. aku memang berlebihan. dan membukanya dengan kasar. tapi aku tidak mau ambil resiko. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya.Diterjemahkan dari: www. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. dan dia terlihat sedih lagi. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Oke. Pada saat jam makan siang. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. Jadi.. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku.com Angela Weber di dekatnya. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum.

. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab.. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar. Aku meloncat turun.. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. Ini sangat-sangat salah.. Napasnya lambat. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya. sangat beresiko. Dia menghela napas panjang. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang.secangkir susu. Aku menghela napas dalam-dalam. Dia berbaring diam.com Aku sempat melihat judul halamannya. seakan sedang menenangkan diri. Dua sendok makan tepung. menarik lengan bajunya keatas. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen.Diterjemahkan dari: www. Tidak beberapa lama. dan memejamkan mata. dia menutup bukunya dengan kesal. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya.. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan. atau biru. mendarat tanpa suara pada ujung kakiku. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah.atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual..stepheniemeyer. Aku mendesah. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. Mansfield Park. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini... Satu misteri lagi. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . Aku mengingatngingat novel itu.

Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. aku akan menunggu sebentar. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Terlalu. Aku sudah mau mundur lagi. Rasa benci pada diriku menguat. Aku mengembalikan bukunya. sekedar jaga-jaga. Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu.. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi. “Edmund. dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun.” Tidak terlalu ada artinya.” desahnya. mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini. Paling tidak dia masih memimpikan aku. Sia-sia sudah kesombonganku.. menahanku di tempat. tapi kemudian ia menggumam.stepheniemeyer.. “Mmm. Dia mulai dengan cerita pertama. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis. Edward... apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar.. akhirnya aku sadar. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka.. “Mmm. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram.... mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat. Well.Diterjemahkan dari: www. 163 .dekat.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya. Sense and Sensibility. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. Mmm.. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga.com ini di kepalaku. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku. Ahh..

hampir hitam dihadapan wajahnya.. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. Rambutnya kembali gelap. Dia memandang ke sekeliling. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik.stepheniemeyer. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. “Charlie?” tanyanya pelan. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara.com Siang pun berlalu. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya. Aku lega ketika ayahnya pulang. aku cuma menangkap intinya. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. dan ia melihat ke arah suaranya.. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah.sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Jasper tidak memperingatkan teman164 . menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. bayang sore pun mengambilnya. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. Aku ingin menghalaunya. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. Dia terbangun. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Untuk sesaat. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain.Diterjemahkan dari: www. Beberapa gerutuan samar. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. Ketika cahaya menghilang. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk.

bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku. “Kembali. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri.” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. Rumahku kosong saat aku kembali. Lagipula. Aku disini untuk melindunginya. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya.stepheniemeyer. hari terakhir matahari memenjarakanku.com temannya untuk menjauhi Port Angeles. Aku jadi bertanya165 . Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. Setelah itu aku pergi. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia.. Ketika bicara. Biar bagaimanapun. kadang sedih. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin. Hanya sekali. Dan. Aku pergi ke lahan berburu terdekat. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku. dia seorang pengasuh. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. Wajahnya kadang gelisah. mimpi buruk apa yang menghantuinya. kurang lebih sama dengan sebelumnya.. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung. yang mana baik-baik saja untukku. Hari sekolah berikutnya. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan.Diterjemahkan dari: www. Selimutnya berantakan. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks. ketika ia mendesahkan kata. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. aku akan tetap mengawasi Bella.tapi kemudian sadar. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. Hanya untuk jaga-jaga. Aku bertanya-tanya.

dia kembali. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. pikir Alice dengan riang. pikir Charlotte. Dia sudah semestinya cemas. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. begitu kesimpulan dia. gerutu Emmet. dan hampir sama panjangnya. Aku masuk lewat dapur. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. Ugh. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu. seperti biasanya. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. Peter dan Charlotte masih ada. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya.com tanya. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. yang memandangiku dengan penasaran. Rambutnya sepirang Charlotte. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri. karena dia hampir setinggi 166 . Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Itu lagu lama. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. membuatku bersyukur. Kau benar-benar payah. Sekolah usai. sebagai Bella. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. Edward. Tapi. Mahluk yang aneh. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. Ah. Tentu saja itu Rosalie. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. dan langsung menuju ke piano. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi.stepheniemeyer. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella.

” kata Jasper sedikit khawatir. Kuhentikan laguku di tengahtengah. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi. Setelah beberapa saat.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. Aku pura-pura tidak mendengar. aku merasa lebih tenang. dengan suara mencibir. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. Peter. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper. Pasangan yang sangat cocok. Edward. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. Dasar orang gila. pada tahun 1940an. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja. “Kalau kau bertemu Maria lagi. “Charlotte.” salamku sambil mengangguk. Jasper selalu menjadi favorit Maria. Tidak mendekati Port Angeles. mereka akan langsung ke timur. siap-siap untuk pergi. Rosalie memikirkan hal yang sama.stepheniemeyer. menuju Seattle. umpat Emmet padaku.Diterjemahkan dari: www. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. dengung mantap suara mesin yang 167 . semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan.” ujar Charlotte basa-basi. Dan Alice. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi. sedang Peter baru belakangan. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. Kasihan. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas. Alasanku sudah cukup lemah. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. Setelah di dalam mobil. dan dengan tergesa-gesa berdiri. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu.” Kemudian mereka bersalaman. itu Esme. Idiot.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. 168 .com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu. Rasanya lega bisa di jalan lagi. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan.

Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. meski jendelaku sangat gelap. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. aku bisa mendekat. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. Sesuai dengan warna matamu.com 9. bertiup dari arah barat. Ha ha. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. aku akan menemukan Angela. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. matahari masih terlalu tinggi diatas. Well. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. Mengambil resiko lebih. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. tapi Angela sedang ganti baju. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Untuk saat ini. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. ketika makin gelap.Diterjemahkan dari: www. Tidak terlalu lama. Bella masih kelihatan kesal. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. Angela betul—Tyler cuma membual. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi. Kemudian. Setelah menemukan Jessica.stepheniemeyer. Aku hanya bisa 169 . yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. setelah menemukan Jessica. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. Dan. lebih tepatnya.

baru saja balik arah.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. kurasa dia sedang ingin sendirian. Dia akan suka itu. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku. “Dia baik-baik saja. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya. bahwa ia menegaskan niatnya. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. Jadi. bahkan jika kita kembali dulu. minta pendapat Angela.. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok.stepheniemeyer. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan... dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya... Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko.” Aku 170 . Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi. Bella tidak kelihatan dimana-mana. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak. ia kesal dengan kepongahan Tyler. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. Secara berkala aku mengecek Jessica. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam.” Ibuku pasti akan marah besar. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran.. Kusentuh handphone di kantongku.. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu. Lagipula. kemudian ganti ke Angela. suara mentalnya paling mudah ditemukan.. sebelum menjawab pertanyaan Angela. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan.

Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu.. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong. Aku menilai sekelilingku. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. Seharusnya aku lebih memperhatikan. bisa untuk tempatku parkir. Dia sempat kesini. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia. Dia baik padaku selama di mobil tadi. Sebentar lagi matahari di belakang awan.. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya.. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup..com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota. berharap pencarianku singkat. “Ayo cepat kalau begitu. Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu. Aku seharusnya tidak melakukannya. tetap berada dibalik bayang-bayang. Aku bertanya-tanya. ada sedikit sisa aroma Bella di udara. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica.. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia... tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko.stepheniemeyer. 171 . Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia.” ujar Angela. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar.Diterjemahkan dari: www.. Aku bertanya-tanya. kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. di trotoar. Jika aku tetap berada di sisi barat. Aku tahu seluk-beluk Port Angeles. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman.

aku akan bebas mencarinya di luar.. Apa dia tersesat? Well. dan arahnya membingungkan aku. Aku mesti memberitahunya. tapi aku sudah keluar lagi. mencari-cari dia.. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama. Awan-awan mulai berkumpul di horizon. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan. Beberapa menit lagi. Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari.stepheniemeyer.. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. Seperti sekarang. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. dia hilang dari pengawasanku. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya. Aku tidak suka ini. . Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran. Terkungkung. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. karena kemudian aku membaca lebih 172 . Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku. dan keluar dari jalur normal orang-orang. Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia..kurasa anakku telinganya infeksi lagi. Pikiran satu ke pikiran lainnya. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele.Diterjemahkan dari: www.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu.. berharap melihatnya di jalanan... mencari lewat mata mereka.. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. Hanya beberapa menit lagi.? Terlambat lagi.

dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi.stepheniemeyer. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. tapi tidak tahu pasti persisnya. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. bukan jeritan. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. Itu pikiran orang asing. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan. Aku 173 . tapi tidak mengalihkan perhatianku. Bella bukan korban pertamanya. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon. pasti ada sesuatu—nama jalan. melenturkan tangannya.Diterjemahkan dari: www. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat.” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Aku pindah ke pikiran orang itu. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. Keributan itu membuatnya marah—diam. “Jangan seperti itu manis. Itu membuatnya bergairah. Dia melangkah ke arah Bella. “TIDAK!” teriakku. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya.. Di sekitar daerah industri. plang toko. tapi tidak sepenuhnya asing. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati. suaranya sudah jauh di belakangku. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya.. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya.” Suara Bella rendah dan tenang.. “Pergi dariku.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan.. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh. Mereka asal mengikuti Lonnie. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. Sesuatu. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini.

Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Yang ini pemberani. Teleponku bergetar di kantong. Lampu sorotku menerangi mereka. “Cepat masuk. membuat mereka terloncat kaget. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku.. dan ia sudah lari menuju mobilku. Tidak kugubris. Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya.stepheniemeyer. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah. Dia akan memohon-mohon. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. Di bagian lain dalam kepalaku. Dia harus betul-betul tersiksa.Diterjemahkan dari: www. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. Aku tinggal satu blok lagi. mencari yang paling menyakitkan. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu. tapi tidak akan segera kukabulkan. Dia menunggu Bella menjerit. 174 . Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Dia harus menderita atas hal ini. dia terlalu memperhatikan korbannya. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. tapi tidak mempedulikannya. tapi kematian itu akan terlalu cepat. Aku langsung menerabas lampu merah. siap-siap untuk menikmatinya. Aku segera membukanya. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. Terkejut dan agak kecewa.” teriakku setengah menggeram.. Barangkali lebih baik. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. ketegangan dari berburu.com mengenali perempatan yang ia lihat. Bunyi klakson nyaring di belakangku. menyudutkan Bella. dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya. Dia ada di tengah jalan. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat.akan lebih ada perlawanan.

Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan. kulit dari dagingnya. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. dan sampai terasa di lidahku. melanggar semua rambu lalu lintas. Apa yang akan kukatakan padanya. Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku.stepheniemeyer. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk.” perintahku. daging dari tulangnya. Aku harus membunuhnya. sedikit demi sedikit. memohon untuk segera dilampiaskan. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. Bisa kurasakan pandangannya padaku. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka.. menatap ke arahku. sarat kebencian dan haus darah. Otot-ototku menegang.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah. Bukan haus darah yang biasanya. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. 175 . berjengit ketika mendengar suaranya. membanting pintu di belakangnya. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut. dan segala rencana kejiku langsung runtuh. Itu akan membuat dia ngeri. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri. Sepertinya. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. Suaraku kasar.Diterjemahkan dari: www. Bella memasang sabuk pengamannya. menjauh dari Bella. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat.. ternganga bingung. Balas dendam mesti menunggu.. Aku akan mengulitinya pelan-pelan.. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. “Pakai sabuk pengamanmu. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi.

bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . Prioritas pertama. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami. Dia pasti sangat ketakutan. tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. tidak terlindungi di tengah kegelapan. dia kelihatan tenang. Pembalasan adalah hal yang kedua. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. Aku membawanya ke jalanan sepi.stepheniemeyer. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia. Sekarang gelap gulita. Dia berdeham pelan. sepenuhnya tidak bergerak.” Suaranya masih pekat—karena takut. tidak salah lagi. Rerimbunan pohon di pinggir jalan. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. Namun tetap saja. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan.. Nadaku menggelegak marah.” aku menyadari. “Iya. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Itu pasti kentara sekali. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. tempatku menunggu tadi. Tangan dinginku yang terkunci.com Anehnya. Baik-baik saja kah aku? “Tidak..Diterjemahkan dari: www. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. yang aku tidak tahu. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. Aku tahu itu.

. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya.. Aku mulai bisa 177 . “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan. pasti aku sudah tertawa. Ya—inilah yang kubutuhkan. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. Jadi setelah kuhitung-hitung.. berharap tidak bisa menemukannya.com diriku. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan..” Rahangku masih terkatup rapat. memaksanya untuk bicara lagi. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. Hanya karena dia membutuhkan aku. berarti kedudukan kami seri. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. kali ini penuh pertimbangan.Diterjemahkan dari: www.. “Tolong alihkan perhatianku. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan. “kalau tidak punya mobil.” pohonku padanya.. Seperti sebelumnya. “Kenapa?” tukasku. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. “Maaf.” Dia melanjutkan. aku tetap bertahan di mobil.” Rasanya menyenangkan.” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh.stepheniemeyer. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain.well.. “Mmm. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah. Kupejamkan mata. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan. Aku tahu dimana menemukannya. khas dirinya. kau pasti ingat. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan.” tambahnya dengan nada datar. sekali-kali melihat di salah.. kalau aku membahayakan hidupnya.. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang. kecewa dan marah.. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. itu manjur.

Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini.Diterjemahkan dari: www.. “Tidak terlalu. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. Dia berhenti bicara. aku lebih tenang. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia.” kataku padanya. “Apa yang terjadi?” bisiknya. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh.” Tidak..com mengendalikan diri. tapi aku tetap akan berusaha. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. Aku menghela napas dan membuka mata. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas. tapi tidak lebih baik. Setelah semua kejadian ini. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. Napasnya memenuhi penciumanku. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh. dan hanya bisa memimpikannya saja. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini. Padahal aku butuh dia meneruskannya. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. itu tujuan yang mustahil. entah bagaimana.” Kuharap. Hampir.stepheniemeyer. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . Suaranya pun jadi lebih marah. Aku tahu. “Aku sudah mendengar tentang itu. dia tidak akan bisa ke prom.

atau pantas.. atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu. Tinggal. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku. Bella. Selama beberapa waktu kami diam. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu.” ucapnya pelan.. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella. Aku berperang dengan diriku sendiri. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku. Paling tidak dia tidak menjerit. Aku begitu dekat dengan berandalan itu. Seringkali dia tidak mendengarnya. Suaranya sangat tenang..dia masih membuatku meneteskan liur. Aku menarik napas dalam-dalam. Belum.” ucapnya lagi. Semakin dekat ke kota.. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. Bella. berusaha menjadi apa yang seharusnya. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Aku hutang itu padanya. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya.” Aku menatap keluar. Sesuatu yang tidak aku bisa. Aku tidak menyerah. lari. menuju jalanan yang gelap.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi. Apa saking syoknya? Atau. Jessica dan Angela sudah selesai makan. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku. Mereka sudah mau mulai mencarinya. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. tinggal...Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Belum. Kosong karena syok. tapi wajahnya tidak ketebak.” “Oh. Bella.com padanya. Tidak.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. “Jessica dan Angela pasti khawatir. ke kegelapan malam. barangkali. “Aku seharusnya menemui mereka.. Lari. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa.. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan.

Dia gemetar. aku tidak akan cukup kuat untuk itu. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku. Dan kini. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku.” perintahku cepat-cepat. karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. Tapi.. Dengan urutan seperti itu. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. 180 .” Tidak. kedengarannya kaget. “Jess! Angela!” dengan suara keras. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. bisa dibilang kencan dengannya. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu. disinilah aku. “Mengajakmu makan malam. Apa itu maksudnya? Well.Diterjemahkan dari: www. dia aman! Pikir Angela lega. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku.stepheniemeyer. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini.” Baiklah ini akan menarik. Aku membuka pintuku. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap.. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana. Mereka menoleh. Bella! Oh. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku.

Begitu tenang. 181 . Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang.” Jessica setuju. “Mmm. Wow. berdasar pengalaman yang lalu. Bella mengangkat bahu dengan santai.stepheniemeyer. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward. dan perut kosong tidak akan membantu. “Aku tersesat. Pikirannya pasti syok. Dia mudah pingsan. aku tahu mereka sudah makan. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku.. Bella tidak mungkin tahu.Diterjemahkan dari: www.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia. pikirku masam.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. Angela mengerutkan dahi. Mendadak pikirannya tidak karuan. Coba tadi tidak makan duluan.” Aku tidak sependapat.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar. “Sori. kami sudah makan ketika menunggu tadi.” dia mengakui. dia keren banget! Batin Jessica. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang. Bella. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. syok.. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. Nadanya luar biasa normal. Pikir Angela kemudian. Angela juga tidak terlalu berbeda. Tidak. Pasti memang syok. Mereka buru-buru kembali. dan kemudian terhenti. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis.tentu saja.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati. Nah. Wow.. ketika melihatku disampingnya. Ya ampun.. Tapi. sebetulnya.

Bella. Oh. ya ampun. Bella mengedip? “Oke. “Jujur saja aku tidak lapar.. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. Pada saat bersamaan. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil. diparkir dibawah lampu jalan. hibur aku. Ya ampun. keningnya. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess. Aku tidak mau pergi.com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon.” katanya padaku. “Sampai ketemu besok.” Kubukakan pintu restoran untuknya.” ujar Angela cepat. dan Bella melambai balik. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku.. dia perlu makan sesuatu.Edward. Mobil Jessica berada tidak jauh. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu. Atau.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai.” “Eh.. Aku ingin menyentuh tangannya. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau. kurasa.” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella.. tidak masalah.. Bella kelihatannya masih menutup diri. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau.Diterjemahkan dari: www. seperti yang lalu. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. Jessica melambai saat pergi. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku.stepheniemeyer. Sepertinya ini malam keberuntunganku. untuk mengecek suhu badannya. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Baru setelah mobilnya lenyap. dia melihat Bella mengedip. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi. “Kalau begitu..

Dia tidak mungkin berkencan dengannya. eh. iya. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi.. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu. Sialan. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. Aku menggeleng.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami. “Tentu saja.” Pikirannya sedang menebak-nebak.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. Matanya melebar terkejut.. dan dia jadi ragu.Diterjemahkan dari: www. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya. Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu. Mata manusia memang kabur.. lebih baik tidak usah mengambil resiko. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. dia akan sangat penasaran malam ini. Tapi keluarga. Selamat datang di La Bella Italia.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk. “Oh. pasti itu. mereka sama sekali tidak mirip. menelengkan kepala penasaran. Gadis ini tidak mungkin adiknya. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. Tanpa ambil pusing. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku.stepheniemeyer. Cope dan Jessica Stanley. Barangkali dia sepupunya. dimana tidak ada orang yang 183 .” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. Ya. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya.. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well.

” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab.” Hmm. Aneh. “Mmm. 184 .Diterjemahkan dari: www. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan.stepheniemeyer. Cukup akurat untuk malam ini. Ini pasti mimpi. yang benar saja. kenapa berbeda dengan. meski itu yang kuinginkan. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali. apa yang akan kuceritakan. Atau.” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang. Wow... Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi. “Sempurna.pelayan kalian akan segera datang.” Aku memperhatikan ekspresinya.com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu.. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur.. Aku bertanya-tanya..mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos. Dia masih tidak takut. “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja.. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya. Barangkali gadis itu akan hilang. Bella hampir betul.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju.” Dia tidak mungkin nyata. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi.. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu. “Tidak adil.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu.. menunjukan seluruh baris gigiku. Aku tersenyum lebar-lebar ke dia. “Oh.

sebetulnya aku menunggumu syok.com Tapi. “Haruskah begitu?” “Well. Dia terlihat bercahaya. tapi kukecilkan volumenya. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. Dia mengerjap.” jawabnya. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan.stepheniemeyer.” sapa seseorang.. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. Lebih dari sehat bahkan. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella. Ah.Diterjemahkan dari: www. terkejut oleh pertanyaanku.. “Kurasa itu tidak akan terjadi. “Dua coke. Alih-alih mendengarkan. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. Pikirannya nyaring sekali. aku menatap wajah Bella..” aku meralat. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. “Halo. “Aku baik-baik saja. Apakah dia. Dia tidak akan mau diperhatikan. seakan minta persetujuan. “sering kali. Meski begitu dia terlihat sehat.” “Kau tidak merasa pusing. Matanya berubah agak tidak fokus. menantikan sangkalannya.. 185 . Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi. sebelum aku sempat menyesalinya. dia minta pesanan minum kami. ketika aku tersenyum padanya.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. Si pelayan masih menunggu pesananku. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. Aku membuat dia terpesona. Butuh semenit baginya untuk menjawab.” Dan pipinya bersemu merah muda. sakit. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. sedikit kehabisan napas. dia sudah menjawab.” Aku setengah tersenyum. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella.

186 . Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat. jadi kudorong gelas kedua padanya.” Dia mencari-cari bingung.” ujarku. atau syok? Dia minum lagi sedikit. Hmm. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis.” Bella melirik sekilas ke menu. Dia minum sampai gelasnya kosong. pipinya merona lagi.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku.Diterjemahkan dari: www. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya. Dahiku sedikit mengerut. Haus. dan ia langsung memakainya.stepheniemeyer. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja. Dia menaruhnya didepanku.” Kucopot jaketku.” tapi dia gemetar lagi. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. “Kau tidak punya jaket?” “Punya.. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. “Mmm. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi. blus itu menggantung seperti kulit kedua. Dia menatapku.” Bella membuat ekspresi datar. sangat manusia. Dia menyadari semuanya.com Berarti.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya. Isi pikirannya vulgar. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan.. kemudian menggigil lagi. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh. “Aku pesan jamur ravioli.” aku memaksa. hampir serapuh kulit aslinya. kemudian sempat menggigil. “Minumlah. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya. Dia terlihat sangat lemah. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

stepheniemeyer. tapi mengangguk. menatap taplak meja yang berwarna merah marun.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. Aku membaca matanya. “Jangan ada yang ketiga kali. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. pada insiden van itu. Bukan karena aku berhutang padanya. Bahuku terkulai malu. “Itu bukan yang pertama. Namun. Pertahananku mulai runtuh. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. Kapan saja. dan berubah jadi penolakan. “Aku membuntutimu ke Port Angeles. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. Aku tahu bahaya dari kejujuranku.” Aku mengamatinya. Aku ingin dia mengenalku. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana. Sudut bibirnya terangkat keatas. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi.” sanggahku sambil menunduk. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. 192 .” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit. resiko yang kuambil. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau.Diterjemahkan dari: www.. Aku baru saja mengaku membuntuti dia. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh. meski pikirannya sunyi. menunggu. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya.. dan dia tersenyum. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka. Dia tersenyum. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. oke?” Dia cemberut. dan mata coklatnya menghangat.” Itu betul. dan itu membuatku marah. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku.

Diterjemahkan dari: www. Lalu.” Eksoresinya berubah.stepheniemeyer. Bella sangat diam. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. Jika ceritaku diteruskan. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini. tapi tetap saja membuatku khawatir. napasnya semakin cepat. “Biasanya. wajahnya tetap tenang. Aku pun mengajukan syaratku. sepenuhnya sadar. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. mencoba mati-matian untuk memahami. anehnya. “Kau makan. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya. “Ya.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. Dia tahu.. “Ya. aku bicara. Itu tidak masuk logika berpikirku. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. namun kali ini dengan tatapan prihatin. di sinilah aku duduk.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. berkat dirimu.” Akhirnya aku meneruskan certaku.” Dengan sia-sia.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. setelah pernah mendengar pikiran seseorang. aku bisa dengan mudah menemukannya.” jawabnya tenang. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. menyaksikannya terjadi 193 . entah bagaimana... “Kau ingat?” Dia pasti ingat. “karena. Matanya yang dalam. Matanya masih menatapku lekat-lekat. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang. Tapi tetap saja.. jadi penasaran. Aku mendongak melihatnya.

Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki. “Aku mengikuti Jessica. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. “Matahari akhirnya terbenam. Ini pasti membingungkan.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal.stepheniemeyer. mengunci tubuhku jadi es. Lalu. berarti dia aman.. Atau. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui. Tapi dia hanya mengerjap satu kali. Dia ingin aku meneruskan. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk..Diterjemahkan dari: www.. napasnya membakar tenggorokanku. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku.” 194 . Bersama derasnya udara yang masuk. dan aku tahu kau toh harus kembali. aku hanya menunggumu. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles.com adalah kesulitan yang lain.. mendengarkan. Aku butuh dia mati. dan kau pergi ke arah selatan. Itulah yang paling penting. Selama aku masih merasa terbakar. masih sambil. “Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar.. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. Aku tak punya alasan untuk khawatir. matanya lebar. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup. Bella masih membutuhkanku. menelan keras-keras.“—seperti kataku.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. tapi anehnya aku toh khawatir juga.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan. Dan itu membuatku lega. Aku mau orang itu mati. “Aku mulai bermobil berputar-putar. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya.” ujarku dari sela gigi. Jadi. Aku tahu kau tidak masuk ke sana.. Dia tidak bergerak. tidak sanggup untuk tidak menggeram. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap.

dan membiarkan mereka. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. Aku mendengarkan detak jantungnya.” Untuk kedua kalinya malam ini. aku hampir tidak kuat menahannya. pemburu. Dia butuh seorang pelindung.” bisikku. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran.stepheniemeyer. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi.. Aku menutup wajahku. Ekspresiku pasti seperti monster. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. aku mengakui niatku untuk membunuh. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu. menarikku ke arahnya.. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian.. Dengan mata tertutup. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti. Dan. Aku menatapnya lagi. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. Napasnya juga tenang dan teratur. melalui takdir yang salah kaprah. Dalam batas tertentu. tapi tenang. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca. “Sulit. aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali..... aku akan pergi mencari mereka. Fokus hanya pada wajahnya. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya.com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. iramanya sempat tidak teratur. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. sangat lembut dan mudah pecah. tetap hidup. dan pembunuh..Diterjemahkan dari: www. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku. 195 .

Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. Benar-benar membuat frustasi. Pelayan itu kembali. terima kasih. dan Bella cepat-cepat mengikuti. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia. Napas pelayan itu memburu. “Ini dia. melihat ke si pelayan. “Kami mau bayar.stepheniemeyer. Aku berdiri. Ya.” ujarnya terbata-bata. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. Kami berjalan menuju pintu keluar. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah. jadi lebih tidak menakutkan.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. Alasannya karena Bella. “T-tentu.Diterjemahkan dari: www. aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 . Aku mendongak. setelah mengerti alasannya.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. membuatku kehilangan tajiku. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. “Simpan saja kembaliannya. Seketika itu juga. ini cukup lucu. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku.com “Aku siap untuk pulang. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. Sekarang jadi sedikit lucu. menunggu dia menguasai diri. Aku ingin menawarkan tanganku. jadi manusia. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya.

sudah ingin bertanya. masih ingin berada di sisiku.Diterjemahkan dari: www. Tapi yang terjadi. cuma terbakar. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. liur telah membanjiri mulutku. bergolak dan menguat. Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. tapi juga segan untuk bertanya. Apa itu langkah yang tepat? Kini. Aku menunggu. tidak lebih. Aku harus menghindari pikiran seperti itu. “Sekarang.. disinilah dia. Ugh. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk. Sangat pantas untukku. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. secercah senyum pada bibirnya. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. saat hanya fokus padanya. Aku berhutang sesuatu atas hal ini.. ketika tiba-tiba ia menunduk. kelihatan malu.com berani. Pasti begitu. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. seakan aku sedang berburu. mobilku terlihat sangat kecil. Sebuah pengorbanan. seperti entitas lain di dalam mobil. dia menghela napas pelan. aku terbakar.” kataku ragu.stepheniemeyer. Perasaan terbakar. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas.” 197 . penyesalan apa yang membuatnya sedih. Itu membuatku bertanya-tanya. “Giliranmu. Dan. Dia bersidekap di balik jaketku. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya. dan otot-ototku menegang. Aku menatap ke dalam matanya. Itu membuatku lebih penasaran lagi. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

untuk memancingnya agar mau cerita. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang. “Aku yang memaksanya bercerita padaku. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga...” Dan aku tertawa membayangkannya.” ujar Bella tiba-tiba. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku.” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi. Ia tertunduk malu.” Lewat sudut mataku.. Yang terburuk telah lewat.. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. Hanya saja. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia.” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang..” ucapnya kemudian setelah diam sejenak.com sebenarnya. ekspresinya terlihat. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan..” Wajahnya merengut saat mengingatnya... “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu. dan aku tidak keberatan.” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya.Diterjemahkan dari: www. menyaksikan penaklukannya secara langsung.bersalah. Suaranya kini jadi waswas. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi.stepheniemeyer. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya. “Itu salahku. “Kalau saja aku melihatnya. Pikiranku sedikit teralihkan.” 203 . Aku berpaling dan tergelak. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki.

. Aku mendengar giginya terkatup rapat. dan kemudian ia berbisik.. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik. Dia tidak bicara lagi. Kebanyakan konyol..” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. “Apa?” desakku.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik.. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan. Kemudian. apapun itu yang jadi 204 . “Dan.” Dia diam lagi..” jawabnya. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. Aku melirik ke arahnya. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu.sangat. terapis yang paling andal..” Betapa praktisnya. tidak seperti yang kukira akan kurasakan.. “Tidak ada yang cocok. “Aku mencari keterangan di internet. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. “Lalu. Dia menarik bahaya ke arahnya.Diterjemahkan dari: www.. dia sedang memandang ke luar jendela. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya.stepheniemeyer. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. “kuputuskan itu tidak penting. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah..” Aku mulai mempertanyakan. Waktunya kembali ke cerita horor.com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku.” Dia sungguh tidak masuk akal. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil. Kemudian semuanya jadi jelas.. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik. Bocah itu tidak tahu apa-apa. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah.sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat. Dia mengundangnya.

lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. “Tidak juga.” Suaranya sudah tenang lagi. seperti cara biasanya. “Tapi aku memang penasaran. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa.. aku mulai merasakan sebungkah harapan. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru. Itu tidak penting.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir.” Mendadak dia jadi bersemangat. senyumannya justru makin lebar. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. “Mitos. Ketika aku menatap balik. dan hal itu tidak penting buatnya. Disamping mencemaskan kewarasannya. “Kau marah. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini. seorang monster. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi. cuma detaildetail kecil.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya.stepheniemeyer. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan. “Cukup lama..” “Oke. Dia tidak peduli.Diterjemahkan dari: www. “Jangan tertawa.. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku. Dia menahan napas.” Kata-katanya itu.” 205 .” keluhnya. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. Dia tahu aku bukan manusia. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas. Aku cuma meringis. “tujuh belas. “Tidak..” Dia mewanti-wanti. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras. Dia tersenyum padaku.” Tidak juga.

” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya.. jika aku bisa bermimpi. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun.” Jantungku semakin beku. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi. “Well. menjawab pertanyaannya terus terang. “Sama sekali?” “Tidak pernah. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. lebih keras dari biasanya. Dia terdiam sejenak. Dia memimpikan aku. Tidak seharusnya dia memimpikan aku.” gumamku. Itu cuma membuat suaraku makin parau. jika aku bisa tidur. “Ya. Barangkali. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu..Diterjemahkan dari: www. seperti sebelumnya.” 206 . itu. Dia harus dipaksa untuk memahami. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama.stepheniemeyer. itu. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia. dan aku jadi rindu untuk tidur. Dia mengerti juga. Akhirnya. Aku tidak mungkin memimpikan dia. Aku ingin memimpikan dia.” Aku menghela napas. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. tapi lebih karena untuk bisa bermimpi.com “Terbakar matahari?” “Mitos. Aku pun berpaling. ekspresinya keheranan.” “Tidur di peti mati?” “Mitos. “Aku tidak bisa tidur. Kupandangi mata coklatnya yang dalam. Dia menatap balik.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

” kataku kemudian. Aku selalu punya pertanyaan.” elaknya dengan suara gemetar. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 . untuk memikirkan sesuatu yang lain. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. Perasaanku langsung nyeri. Merampas hidupnya dan jiwanya. Dan untung bagiku. seperti kristal..” sesalku dengan rahangku terkunci. Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri..stepheniemeyer.” desisku. “Tidak. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu. Aku ingin mengganti topik. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini. “Aku bertanya-tanya. Tangannya mengeras di pangkuannya.Diterjemahkan dari: www. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung. “Ya?” Dia berusaha tegar. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan. Dia melihat keluar jendela. namun air mata masih menggantung di suaranya. Aku melukainya sedalam itu.bukan. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. dan dia menggigit bibirnya lagi. Napasnya tersedak dan tak beraturan. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat. Dan kuturunkan tanganku. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. “Jangan pernah katakan itu. “Maafkan aku. Ini belum terlambat. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. Membenciku karena telah merampas segalanya.

Dia tetap tidak bergerak.” Suaraku terdengar masam. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga.” ucapnya malu-malu. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup. nadanya berubah jadi marah. Kau tahu kan. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar. ilmu bela diri.” Jantungnya berdegup kencang. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. Amarah mendidih di belakang kepalaku.” Dia menghela napas. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya. dan memandang keluar jendela. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu.com sesuatu.” Aku tersenyum padanya. 213 . dan mulai mencopot jaketku. “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya.stepheniemeyer. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya.” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut. jadi kenapa tidak sekalian saja.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad. Kemudian ia kembali menatapku. Dia mengangguk puas. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. “Aku akan menunggumu saat makan siang. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan.” jawabnya dengan lebih terkendali.Diterjemahkan dari: www.

dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan.. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana. “Jangan pergi ke hutan seorang diri. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. bahkan hanya sebentar saja. Anggap saja begitu. Itu hanya membutakan manusia. Aku pun tersenyum.” Dia gemetar..stepheniemeyer.. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok. tapi dia butuh tidur. seperti tutup botol dalam sakuku. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi. “Oh..” Dia langsung setuju. kaget. namun cepat menguasai diri.” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 . apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. Sebuah kenang-kenangan.” Aku bertanya-tanya. sama seperti aku enggan dia pergi. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia.” Bisa kubayangkan.” Napasnya menyentuh wajahku. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak. Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. pasti sudah jauh melewati Seattle. “kau boleh menyimpannya. Dia enggan pergi. begitu manis dan harum. tapi berhenti.Diterjemahkan dari: www.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. Dia mengerjap.com Aku buru-buru mencegahnya. Tapi selalu ada yang lain. Aku bisa tinggal begini semalaman. Tapi kemudian tatapannya menajam.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku. “terserah apa katamu. benar.

Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. Terpesona. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat.stepheniemeyer. Begitu pula denganku. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. dan bibirnya merekah. Biasanya.” Kemudian dia membuka pintu. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. “Sampai ketemu besok.. ingin menahan dia disini.com aman. Jantungnya berdegup kencang. “Tidur nyenyak ya. dan membeku. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. “Bella?” Dia menoleh. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku. Aku mendesah pada kemustahilan ini. 215 . Begitu pula denganku.” ucapku. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. matanya melebar dan membeku.” bisikku. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya.Diterjemahkan dari: www.. Aku mencondongkan badan ke arahnya. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. kukira. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi. meluap-luap karena kedekatan ini. “Baik kalau begitu. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. Untuk sementara aman. melihatnya pergi.

Meski jelas-jelas buat dia ini buruk. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. “Ah. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia.begitu mudah pecah.. Itu tidak penting buat dia. tetap saja sangat melegakan. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya. Itu membuatnya lebih aman. dan mendapat senyumannya. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya...stepheniemeyer. mendengar suaranya.. Aku mengingat kembali senyum itu.. Bella telah aman di rumahnya. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku... Cukup kuat untuk ingin bersamaku. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan.Diterjemahkan dari: www. Dia sudah aman. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. muncul lagi ke permukaan. lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. Tersesat di tengah kegelapan. Aku sendirian. Lebih dari itu. tatapannya sengit. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia. Aku memikirkan Bella. Dia sudah tahu. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. bagaimana matanya menghangat dan mencair. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya.. 216 . Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia. Mimpi buruk yang suram. Tapi perasaannya cukup kuat juga. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad. aku memikirkan perasaan Bella padaku.

lalu membukanya. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh. Alice.. Tapi.” “Ya. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya.” Aku berhenti di depan pintu. Aku memutar mobil ke utara.com Tidak. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan. ulangnya.. Aku juga minta maaf. kau sudah tahu. “Terima kasih... Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang. “Carlisle di ruangannya. Tapi. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya. Terima kasih telah menjawab teleponku. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia. “Sori. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. malu pada dirinya.” “Tadi itu hampir saja. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. yang sudah gatal ingin kulakukan. Aku tahu itu. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles. mengeluarkan hand phoneku. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar. menungguku.” gumamku. “Tidak usah menyesal. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. Aku sedang. Aku berhenti di depan rumah. sindirnya dalam hati.” 217 . Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan. “Oh.sibuk. tidak masuk ke garasi.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya..bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman.. adalah salah.stepheniemeyer. Alice sedang duduk di beranda. aku tahu. Kenyataan itu memastikan keputusanku. Maaf. Pada saat aku melihat itu akan terjadi. keduanya sama-sama membuatku kesal. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi.Diterjemahkan dari: www. aku tahu kemana bisa minta bantuan.

“Dasar. Coba aku tahu.. iya kan? “Kurang lebih begitu. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku.” Alice cemberut padaku. Aku pasti datang.com “Thanks. aku melewatkan itu juga. oke? “Oke. “Alice. “Ya.” Aku mengambil napas panjang. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini.” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada. Dia tertawa. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik.Diterjemahkan dari: www. aku mengeluh panjang...” Dia mengerutkan bibir dan menatapku.” 218 . “Terlalu baik. Malam ini dia akan baik-baik saja. memalukan.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. “Tidak. tapi kurasa aku bisa menebaknya.” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya. aku ingin segera mengakhirinya.” “Yup. Karena mulai tak sabar.stepheniemeyer. Nanti. Kata-kata itu begitu indah buatku. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami..” Aku tidak akan bilang apa-apa.. ada ekspresi menuduh pada wajahnya.” Bella menerimanya dengan baik. Jangan meremehkan Bella. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi.” “Ngomong-ngomong..

Efek kehadirannya sangat baik untukmu. aku ingin. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. Kau tahu. Tidak akan ada lagi korban berikutnya.. bukan keadilan. “Aku tidak sedang butuh pujian. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti.Diterjemahkan dari: www. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi. Carlisle.. Aku terkesan.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. Tapi aku tahu itu salah.” sambutnya sambil tersenyum.sangat ingin. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. Dia sedang menungguku. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya. “Ya.com Aku mengangguk.” kata-kata itu berhamburan begitu saja. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku.” Dia tersenyum lagi. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat. Carlisle. “Aku akan membereskannya. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. Namun tetap saja. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle. Memang. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu.” “Ayo kita pergi. Kau tenang saja. itu tidak memuaskan insting buasku. karena itu berarti balas dendam. Edward. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 . dan sangat terkontrol. hampir.stepheniemeyer.untuk membunuh orang itu. Murni karena marah. Aku bingung. dan buru-buru ke kamar Carlisle. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. “Sangat ingin.” “Tentu saja tidak. dia mengoreksi. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya. “Akan kutunjukan dimana orang itu.” “Apa saja... “Aku butuh bantuan.

Aku membawa Carlisle ke depan bar. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. ucap Carlisle lembut. Karena.stepheniemeyer.com melakukan dengan caranya. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. pikirnya lagi. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku. kami tidak akan kesulitan. Hanya saja.. Pergilah. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi. Dia harus bahagia. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. Hanya saja. Alice masih ada di beranda. Ya.. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. Sudah tentu. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. namun segera mengalihkan bayangan itu. 220 . Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Sangat tak terduga. Kembalilah ke Bella. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. Edward pantas untuk bahagia. sebelum dia protes. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle.Diterjemahkan dari: www. Kuharap aku bisa mempercayai itu. Edward. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Pasti ada jalan keluar. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. Padahal tadi. Napasku memburu. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Kami memakai mobilku.

letak lemari yang kucari-cari. kemudian menyelinap keluar ke lorong. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. Bella aman di tempat tidurnya. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. Aku memilih selimut yang paling tebal. Aku mendesah lega. bertanya-tanya dimana dia sekarang. Dengkuran Charlie keras dan stabil. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan.Diterjemahkan dari: www. yang pantas untuk bahagia.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. kini dia meringkuk memeluk badannya.stepheniemeyer. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. bibirnya ikut gemetar. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. yang mengidamkan kehancuran Bella. Untuk sesaat. di dekat tangga. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat.. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. dia menggigil.memancing barangkali? Nah. Aku membukanya penuh harap. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. dan lari menuju Forks lewat hutan. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. disana. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. Sambil menahan napas. aku memikirkan Carlisle. dan kubawa kembali ke kamar. tidak akan ada yang tahu. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. Semuanya telah seperti seharusnya. Sosok itu. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. Tapi. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk.. Aku memperhatikan sejenak. Saat sedang mempertimbangkan hal itu. bermimpi. tidak seperti malam-malam lainnya. Kurasa karena dingin. dengan hati-hati kuselimuti dia. Seorang malaikat 221 . Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. dan menemukan yang kucari. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil.

melainkan dialah hadiahku. Lagi pula. mata biru yang licik. aku tidak punya malaikat pelindung. Ini hal sepele. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu.stepheniemeyer. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. Setelah lewat setengah jam. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. Napasnya makin dalam. yang terakhir. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku.Diterjemahkan dari: www. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. posisi Bella mulai lebih rileks. tambahkan kesialan tanpa batas. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku. 222 . Aku tersenyum puas. membiarkan diriku diliputi kebahagiaan.” desahnya. Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella. aku bukan eksekutor Bella. Dia tidak jauh berbeda dengan monster. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. Dengan senyum acuh. Dan dia mulai bergumam. Dalam pandangan ini. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan. dan dia tersenyum. tertegun. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. Dengan tawa sembrono. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. “Edward.

Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah.stepheniemeyer. telah berhasil ditangkap di Portland. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV. “Alonzo Calderas Wallace. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. Aku telah melakukan yang kubisa. bukan belakangan ini..” Fotonya agak buram. 223 . tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan. Tidak. foto buron. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. dimana hukuman mati masih sering diberikan. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. Paling tidak. Monster itu tidak lagi berkeliaran.” Aku mengangguk. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. Itu tidak penting lagi. Aku akan melupakan hal itu. dan aku tidak jadi pembunuh. Oregon. dengan satu foto yang tidak jelas. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma. Kuharap dia akan diadili di Texas. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. dan fokus pada apa yang paling penting.. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. hanya beberapa meter dari kantor polisi.com 11. Kuharap dia tidak menonton.” beritahu Alice padaku. itu bisa membuatnya ketakutan. dan seberapa menarik perhatian. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya.Diterjemahkan dari: www.

Kau mestinya tahu. aku tahu. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga. Aku tahu. “Rosalie yang akan mengemudi. sobekan kertas timah. Pepatah manusia mengatakan. dia tersenyum. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah. dan buru-buru keluar. Bella juga akan menyukaiku. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. tapi tahu sendiri. maukah kau—” Dia langsung memotongku. penuh harapan lagi.stepheniemeyer. Belum saatnya.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu.” Alice menghela napas. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan.. Aku tidak menanggapi. Ketika menggumamkan namaku berulangulang.. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. Dia akan berlagak marah. “Sampai ketemu di sekolah. “Alice.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal. Aku mengeluh sendiri. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 . Sepertinya dia sedang terburu-buru. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini. Aku tersenyum padanya. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi.” Alice tertawa riang. dan senyumku berubah jadi seringai. Aku melihat ke jam. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. batinnya.Diterjemahkan dari: www. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. ini bukan karena aku egois.

Mulai sekarang. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. Bella menghambur keluar rumah. terkejut saat aku muncul begitu saja. terpesona. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya.. Tasnya disampirkan di pundak... “Ya. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut. terima kasih..tubuhnya. hasrat terhadap bibirnya. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Kemudian dia berhenti mendadak. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai.kulitnya. Tidak seperti waktu makan malam kemarin. karena itu mustahil.. yang melengkung indah dari bawah leher.. aku memberinya pilihan. semua harus sesuai kemauannya. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. Aku akan meremukkan dia. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain.warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya.” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai. Aku keluar.stepheniemeyer. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk.. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. dan membukakan pintu mobil untuk dia. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah.com —dia hampir terlambat.. Hangat. kagum. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. aku akan menjadi diriku sendiri. Dia menatapku. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair. 225 . Tubuhnya membeku. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua... Tasnya merosot ke tangan.Diterjemahkan dari: www. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. Aku tidak boleh membuat kesalahan.. Rambut ikalnya agak berantakan.

” Tidak ada satu jeritanpun. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. apa yang sebenarnya kau pikirkan.” “Aku tak selemah itu. 226 . Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya.” Tentu saja. “Aku membawakan jaket untukmu. Pagi ini dingin. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. terlihat lega aku mengungkitnya. Kulihat dia memandanginya. aku belum pernah merasa sebahagia ini. Ujung bibirnya mengerut turun. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. kau tahu. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. Dia tidak punya jaket. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. “Benarkah?” gumamku sendiri. Aku langsung melesat mengitari mobil. Dia tersenyum.Diterjemahkan dari: www. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. itu masalahnya.com Apa aku akan berhenti keheranan. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik.stepheniemeyer. tidak sabar ingin berada di sampingnya. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. tidak ada bandingannya. Bahkan walau tahu kalau ini salah.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. membuatku bertanya-tanya.

” sergahku. “Mereka naik mobil Rosalie. mencari hubungannya. “Kelewat mencolok. dan aku parkir disitu. Kalau Rosalie punya itu. “Seperti kataku. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba.” 227 . yang mana kuragukan.stepheniemeyer. kata perkata. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. “Tidak terlalu banyak. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam..” “Kau mengeditnya. Keadaan hening. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin. dan membuatnya menangis. Aku hampir menggeram ketika itu. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata. Kami berusaha membaur.. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella. lalu berbisik. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila. aku mulai terbiasa.. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan. “Kau tidak ingin mendengarnya. wow.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan. Dia ragu sejenak.. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur. kelewat mencolok. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat. kan?” “Mmm.” Aku harus berpikir sebentar. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan. Jangan pernah katakan itu. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak.Diterjemahkan dari: www.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak.” Dia menggigit bibirnya lagi.

entah dia itu teman yang baik atau bukan. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica.” Dan dia tertawa riang. “Memanjakan diri. sama seperti tadi malam. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. Aku harus sopan pada teman Bella.com “Kalian tidak berhasil. Matanya membelalak tidak percaya. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Jaket Bella di tangannya. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan. Dan harus secepatnya. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. “Hei Jessica. Kemudian Bella melihat juga. “Selamat. Dia sedang menunggu Bella. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang.” sapa Bella. pagi Jessica. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. Napasku memburu. Terima kasih sudah ingat membawanya.” gumamnya masam. Bella tersenyum mendengarnya. Kami semua suka ngebut. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku. namun ditarik lagi.. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya.. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu.” “Sudah kuduga. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.” 228 .” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja.

. “Bagaimanapun.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku. Sesekali dia menoleh ke belakang. aku lebih memilih dia pakai 229 . “Yeah.. Benak Jessica tiba-tiba terputus. Cerita lengkapnya.com Waahhh. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng. Mata Jessica makin membelalak. Kira-kira. Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku... bahkan tidak ke diriku sendiri. dia pasti akan menertawaiku habis-habisan. Aku langsung berusaha mengusirnya. Itu tidak akan mungkin terjadi.stepheniemeyer. berusaha mengolah ucapanya. dia ganti membayangkan adegan itu. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. Setiap detailnya. Ini aneh.hai. sampai ketemu nanti.. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut.. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu.. Tidak boleh tidak. “Apa yang akan kau katakan padanya?” . Jika Emmet sampai tahu. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu.. “Hei!” desisnya tajam.” Kau harus menceritakan semuanya. sedikit memalukan. Namun tetap saja aku.Diterjemahkan dari: www. “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut. berusaha ceria lagi.” gumam Jessica tidak jelas. Tidak. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu..” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa.. “Err.dan jujur saja.” Bella mengerang.” Aku menatap kaget..aku cukup suka itu. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama.. Hmm.. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius. Kemudian matanya memelototi Bella..

dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu. “Jadi. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia. kau akan bilang apa padanya?” desakku.” gumamnya. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda..com terus. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. “Tidak. tapi dibuat-buat. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama.” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut. aliran darah di balik kulitnya menderas..” Betul—dia tidak suka standar ganda.” kataku lambat-lambat.” biarkan dia 230 . Aku merengut karenanya. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm. aku bertanyatanya apa Ms... dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi. ketika itu Bella langsung menjauh. tanpa persiapan. “Itu tidak adil. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya. “Iihh.pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya.Diterjemahkan dari: www. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. pupil matanya melebar. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya. Dia sok polos. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya. Sebaiknya jangan. aku harus berlaku adil.. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. “Tolong bantu aku sedikit. Dia mengembalikan jaketku. Itu menarik perhatian mataku... terlepas dari belakang telinga.. dan menggeleng. kalau kau tidak keberatan—...” Matanya melebar—bukannya kaget. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil.stepheniemeyer.” Matanya menyipit.

Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. Dan. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. Ugh. 231 . “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica.” “Aku tak keberatan. yang duduk di meja sebelahku. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. harus selalu begitu. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban. seperti terbang. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo.com yang memilih. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku. “Well.” bisiknya.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. Detak jantungnya masih belum teratur. Well. dengan mulut terbuka. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Menyeramkan. “Sampai ketemu saat makan siang. bukan pikiranku sendiri. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Aku ingin lari—benarbenar lari. Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica.” kataku sambil menoleh melihatnya. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer. secepat kilat hingga menghilang. Aku berbalik lagi dan tertawa. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi.. Aku cepat-cepat berbalik. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu.Diterjemahkan dari: www. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. Aku tidak bisa berkonsentrasi. hanya badanku yang di kelas. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. dia masih begitu. Dan aku ingin mendengar pikirannya.stepheniemeyer. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya.. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku.

Itu pasti mengecewakan. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber. aku langsung sepenuhnya diam.dengan begitu Edward berarti masih sendirian. mungkin. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas. Itu sangat sulit. Dia kelihatan. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . Tapi tidak terlalu menolong buatku. benar-benar membaca wajah Bella untukku.Diterjemahkan dari: www. aku tidak kebaratan membantunya.com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan. Jessica sudah duduk di kursinya. Sebaliknya. Aku akan mengirimkannya tanpa nama.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. Kusangka itu akan mudah. ketika sampai di kursiku. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. melainkan malas.. dan menginginkan yang telah ia miliki..stepheniemeyer. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan.. Bahagia.. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. dan menganggap impas. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam. Beberapa. Aku cuma perlu terus mencari. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris.. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran. Kecuali.. Itu sangat murah hati... seperti kebanyakan orang. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. Dia sering diminta menjaga mereka. Kuharap dia benar-benar memperhatikan.murung. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia. Wajah Bella tidak kelihatan murung. tapi itu tidak membuatnya kesal.. Tapi nanti lagi. pikiranku terlalu fokus ke Jessica. dia memikirkan adik kembarnya.. Pasti ada sesuatu yang dia mau.

“Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk.” Itu tidak terlalu menarik.” Lalu? Ayolah. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui.Diterjemahkan dari: www. Aku akan cari tahu yang sebenarnya. di lamban sekali. Mason. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. memotong pembicaraan Mr. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong. batin Jessica. Ugh. lalu mengantarku pulang.” beritahu Bella.” Dia tersenyum. Aku masih sibuk dengan Jessica. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella. “Ya—itu juga kejutan. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. “Dia ngebut seperti orang sinting. Dia bergerak dengan enngan.com mendengar semuanya.stepheniemeyer. senyuman kecil. Dan aku tergelak. Mr. Huh. Aku tersenyum sendiri. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. Mason memelototiku. lagi-lagi kecewa. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. aku tahu itu. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. tapi tidak ada yang tertipu. Mengerikan. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam.

” desah Bella. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. “Aku tahu. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu. “Aku sangat meragukannya. ini berita besar. Edward Cullen. 234 . jika bukan Bella-nya yang aneh. Kuharap.well. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting. “Bukan begitu. lalu memperhatikan lagi. Itu pasti menyebalkan buat dia. Aku menggigil. “Menurutmu hari sabtu.. Bibirku pada bibirnya. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. Seperti yang dia ketahui.com kutunggu-tunggu. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya.” gumam Bella pelan. Sepertinya Bella juga mengharapkannya. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella.?” desak Jessica lagi.. ya. “W-o-w.stepheniemeyer. “Well. jaga Bella baik-baik. karena menurut dia..” Sial.Diterjemahkan dari: www.” Yah. batu-dingin pada kehangatan. aku punya taring. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku.. Aku menggeleng-geleng sambil meringis. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm. Ha. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata.. Sepertinya Edward juga cukup serius. Nada suara Bella menyemangati Jessica. Dia juga pasti tahu. Kemudian dia mati.. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum.. “Jadi.. memandangi tangannya.” tegas Bella.. dia memang menginginkannya. merasakan kelembutannya yang seperti sutra.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak. tapi tidak mungkin itu alasannya.” Jessica menjawab pertanyaan Bella. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. lalu dia menunduk.. Aku mengerutkan dahi. kalau begitu.

.. Menarik.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir. AYOLAH. Dia mengusir ingatan itu dan kembali.” Bella ragu sejenak. Pasti urusan perempuan. Sepertinya itu tidak terlalu relevan.com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya.stepheniemeyer. “Lebih baik lagi. Oh. Jess. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut.” ucap Bella tidak yakin. “Itu pertanda baik. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya.. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20. “Kenapa?” 235 . yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku.” Bella terlihat syok. “Tapi sulit mengetahuinya. sedikit.dengan pengamatan yang ia punya. dia pasti menyukaimu.” ujar Bella.Diterjemahkan dari: www.” Detail yang aneh untuk diceritakan. Aku tersenyum lebar. sangat sedikit. dan aku hampir saja berdiri. akan kuceritakan satu. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya. “Well.” Sangat. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng. baiklah.. “Entahlah.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan. “Ayolah. banyak.. Bella! Ceritakan detailnya. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali.. Sikapnya selalu misterius.. “Sangat. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm. Namun tetap saja. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali.. Wow. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu.” “Kurasa begitu.

“Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. dia tersipu-sipu! Ya. Mirip. Hhh. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya..Diterjemahkan dari: www.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. well. “Oh. aku sedang melihatnya. tapi lebih dalam.. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. “Dia memang luar biasa tampan..” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. Bella tidak menoleh. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. 236 . “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh. Aku seperti bicara dengan anak TK. Ha ha. “Seberapa suka?” desak Jessica. Oooh. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. dan lebih melimpah. Bella tersenyum. Akhirnya muncul juga.” tukas Bella. kau menyukainya?” Badanku membeku.” Dia berpaling dari Jessica. kau benar-benar menyukainya?” “Ya. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. “Ya. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya. Dia terus memandang ke kejauhan.com Reaksi yang aneh. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. mengabaikan Jessica.” Lihat..” desah Jessica. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu.” “Maksudku. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot.stepheniemeyer. Bella tidak melihat ke Jessica. “Jadi.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi.

cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya.” kata Bella sambil tersenyum. Varner. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Satu kali. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. Aku butuh waktu sebentar. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Aku melihat ke jam. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. Nomer berapa Mr. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Jam makan siang tidak datang-datang juga. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik. juga jawabanmu!” Jelas.” bisiknya. Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater.Diterjemahkan dari: www. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. “Di kelas Inggris. Tapi Bella lebih cepat dari dia. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. Ucapannya tak beralasan. tanpa sindiran seperti biasanya. dan menggertakan gigi. Bella menoleh ke Jessica.stepheniemeyer. Varner tanyakan? “Mmm. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil. “Lebih dari dia menyukaiku. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak. Sesaat setelah bel bunyi. Bella tersenyum seakan sedang 237 . Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri. Bella dan Jessica tidak bicara lagi.” Sial! Apa tadi yang Mr.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. “Terlalu suka.

Selamat bersenang-senang. Coach Clapp menyudahi permainan. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. kan? Aku menggeleng jengkel. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan. sama jelasnya dengan suara pikirannya. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Berani 238 . Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. menunggu. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. kan?” dia terlihat. terutama Emmet.com memikirkan hal yang sama.Diterjemahkan dari: www. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net. Lauren Mallory jadi lawan kami.. Well. dia gagal memukulnya. Sebalum kepalaku meledak. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti.. Alice jadi pasanganku. Akan kupastikan itu. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya.. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. Ini hari pertama bermain badminton. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok. tapi jelas berguna. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. Aku mendesah bosan. Aku bersandar di depan kelas Bella. Sombong.stepheniemeyer. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar. Sudah untung dia masih hidup. seakan dia telah memenangkan ronde ini.. Kami semua membenci pelajaran olahraga. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini.berseri-seri. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit.

Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. Oh. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria. masih belum yakin. Huh.” Bella menghampiriku. sama-sama tercengang ketika melihatku. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. “Sampai nanti. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup.” sapaku dengan suara parau. Pipinya merona merah muda. Dengan mudah bisa kuabaikan. Wajahnya makin cerah. Bella. Dia sering melirikku. “Hai. pasti itu. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella.” jawab Bella. Sangat absurd! “Halo.. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. dia langsung menunduk. dengan ragu.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. Lebih dari dia menyukaiku.wow. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan.stepheniemeyer. Wow.. Atau barangkali dia sadar. namun tiap kali bertemu pandang..Diterjemahkan dari: www. Baik sekali dia. seakan malu. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada. berhenti beberapa langkah dariku. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan. Anehnya. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua.atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. bahwa dia dalam kesulitan. “Kurasa tidak. dari melihat ekspresiku. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam.. 239 . Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. Mike sih cukup manis tapi.com taruhan.

Semuanya tampak berbeda sekarang. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar.com kan?” Aku menggeleng.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. Sorot matanya menyelidik. baiklah. Kagum. Ini bagian dari bersikap ksatria. Oh.” Benar-benar kejutan. ketika ditantang. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku. Bagian yang tidak menyenangkan. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini. “Ambil apa saja yang kau mau. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu.” keluhku. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya.” Alisnya terangkat skeptis.” Aku tertawa. tapi tidak berkomentar. Tidak terlalu buruk. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali. “Aku penasaran..” Mereka terlihat nyaman. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku. Nanti biar 240 . Menjijikan! Ekspresi Bella syok. Bentuknya tipis dan padat. “Aku pernah melakukannya. “Tentu saja separuhnya untukku. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka.stepheniemeyer. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan. kau bisa melakukannya.. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Kudorong nampannya ke dia.. dan membawa nampannya ke kasir. Setelah membayar makanannya. Aku mengambil yang terdekat. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. jika mereka sedang memperhatikan. “Kau selalu saja penasaran.. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum.Diterjemahkan dari: www. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya. “Kurasa aku tidak terkejut. Dia duduk di sebrangku lagi. Telinga keluargaku lain lagi.

Realita.. Dia terlihat tertarik.. Dia terlihat. Aku memikirkan banyak hal. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. melihat begitu percayanya dia padaku. “Nanti dia akan memaparkannya padamu.” ujar Bella sambil tersenyum..Diterjemahkan dari: www. “Perempuan malang. “Jadi pelayannya cantik. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya... Tetap saja.. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Aku mesti memulainya pelan-pelan.” Aku memberitahu Bella. coba. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya. Lagi-lagi absurd.sempurna. dan dia langsung berpaling gugup. ya?” Dia mengangkat alisnya. bukan fantasi.” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu. Sudah berapa kali. Itu membuatku takjub. Dia menggigit sisa pizza tadi. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya.” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek.. seperti sesuatu yang lain. Hmm. cekikikan ke teman sebelahnya.com kuberitahu ke Bella.stepheniemeyer. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. tidak dengan cara yang negatif. “Tidak. 241 . Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku.. Cukup bisa dipahami. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku. Yumy. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. Jessica menghela napas. Rasa frustasiku kembali muncul.

. kau tidak sepenuhnya benar. Matanya melebar. “Kau melakukannya lagi. Aku tahu.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica. “Apa?” “Membuatku terpesona. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu..Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Tapi toh aku mengharapkannya. itu menggangguku. Fokus. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. Penyesalan membuat suaraku makin parau. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. perintahku pada diriku. napasnya terhenti. Meski begitu. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan.” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku. Tangan kanannya memegangi leher. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping. begitu pepatahnya. Pasti kulitnya halus sekali. “Well. “Memang. “Itu sama saja.” Dia menghela napas lagi.” Lagi-lagi separuh bohong.” 242 . “Kau tak bisa mencegahnya. sambil menatap mataku hati-hati. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. kau tidak memikirkan beberapa hal.. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka. seakan kata-katanya campur aduk. Dan itu menarik perhatianku. Aku hanya berharap. Tentu saja aku mengharapkannya.” gumamnya. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini.. Dia menghela napas pelan.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya.. Kemudian dia berpaling..” Ah. berkedip cepat.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai.” Hmm. “Oh. “Bukan salahmu.” Dia langsung mengambil sikap defensif.” akunya.” gerutunya dengan bersungut-sungut.

tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. yang pasti. Dia menatapku balik. atau ya. Tapi yang sebenarnya terjadi. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu. Dia mengatupkan tangan. dia lah yang meremehkan perasaanku. Atau.” jawabnya pelan. “Kau salah. Bella menatapku. Untuk kesekian kali. “Ya. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. Tatapannya misterius. Dan dia tersipu lagi. Aku jadi sadar. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. aku bisa sabar. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak.” Aku meyakinkan dia. dan sambil menggigit bibir. Selama dia cuma mengatur pikiran. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton.stepheniemeyer. masih menghindari tatapanku. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar. dia tidak pernah menangkapnya. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. aku bisa pura-pura sabar... aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 .com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. Giginya mulai menggigit bibirnya. “Biarkan aku berpikir. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil. “Well. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya. terlepas dari kenyataannya. “Kadang-kadang.” gumamnya ragu-ragu. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. dengan kerut diantara alisnya. “Kau tak bisa mengetahuinya. “Ya.” bisiknya pelan. kau akan menjawab. “Ya. aku benar-benar berpendapat begitu. Ada nada sendu pada suaranya. karena dia benar-benar mempercayainya. tidak memberitahu apa-apa.” pintanya. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas.” Cuma itu yang dia katakan.Diterjemahkan dari: www. Dia memandangi meja.

aku ingat harapan dan getaran hati.” Dia tidak mendongak. Namun begitu. “Tapi justru itulah kenapa kau salah. 244 . “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas.stepheniemeyer. Menggemaskan. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya.” ujarnya. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka.” Ah. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian. entah bagaimana. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya. “Well. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya. Dia menangkapnya.com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya. lihat aku. kecanggungannya cukup lucu juga. yang jadi pikiran mereka waktu itu.Diterjemahkan dari: www.” kataku padanya. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja.. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka.. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik.” bisikku.. Kata itu menggangguku. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka.” Aku berhenti sebentar. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan.” Dia menjelaskan..paling indah. Aku sedang melihatnya. Dan dia tidak menyadari hal itu. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas.” Aku tertawa kecut. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku... meski tidak terlalu mengerti maknanya. dan menghela napas.

” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. “Aku tak percaya. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. Aku tersenyum.” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa.stepheniemeyer. Aku senang dengan alasan itu. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan. Entah bagaimana. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan.. Akulah yang paling peduli.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya.” Karena sudah mengatakannya.com Padaku lah Bella mengatakan ya. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa. batinku dengan humor gelap.” gumamnya. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono. aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang.. 245 . paling tidak dia memiliki vampir pelindung..Diterjemahkan dari: www. Dia pantas memperoleh kehidupan. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman. supaya kau tetap aman. Dia merona. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya.” dan memang itu yang seharusnya. bisa kulihat itu. Dia mendelik padaku. karena seandainya aku bisa melakukannya. Dia menatapku. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan.” ucapnya santai. ucapanku telah membuatnya marah. Dia tidak terbiasa dengan pujian. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu.” Dia tersenyum juga. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini.” sanggahku dengan suara tertekan. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. Bella bukan untukku. Sementara wajahnya kosong karena terkejut. Well.. menyadari besarnya perbedaan diantara kami. memunculkan kerut diantara dua mata itu.. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh. Satu lagi yang mesti dia biasakan.. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu. Senyumku pasti sombong.

” “Tanyakan saja. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya. “Aku punya pertanyaan lain untukmu.” tambahku datar. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut. Itu semua salahmu. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. Rose. sesal Alice dalam hati. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya.” “Oh.” Secara mengejutkan dia sependapat. “Tenanglah.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler. “Kau tahu. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya.dan. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku.. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya.Diterjemahkan dari: www.. Edward. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. Sori.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. Biar kutangani mereka nanti. well. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya. Tega-teganya dia.” ujarnya sambil tersenyum.stepheniemeyer. “Belum. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. “Belum.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. Percayalah.

apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak. Aku kembali dari ingatan itu. Jalan pikirannya benar-benar ruwet. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia.. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. “Kalau aku mengajakmu. Dia ingin bersama denganku.. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng.stepheniemeyer. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle.com bisa membuatnya sesyok itu..” Selama sepersekian detik. Dia terasa begitu hangat dan lembut. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. Sabtu nanti matahari akan bersinar.” “Itu bukan masalah. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya. 247 . tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. tapi kupikir kau bakal mengerti...” Ah. Kurasa itu tetap adil.” Benar-benar aneh. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku.Diterjemahkan dari: www. Kebenaran tidak membuatnya takut. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan.. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu.dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri.

panggil Alice mendesak. Mendadak. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut. dan waktu itu. Alice mengenalinya juga. Tempat sunyi yang indah. tapi dengan syarat. aku menatap ke sinar cerah matahari. karena dia telah melihatku disana. jalan pikirannya betul-betul terbalik. Jujur saja. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. Aku mencintainya. Itu tempat yang sangat kukenal. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian.” Aku menggeleng tak percaya. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu. Edward! 248 . matanya tidak bisa dijajaki. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well.com “Aku terbuka untuk tawaran lain. aku tidak sendirian. memang ya.” Setuju. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. kau malah takut dengan caraku mengemudi.Diterjemahkan dari: www. barangkali aku tidak akan berbohong. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. Kalau dia bertanya lagi. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut.” Aku memutar bola mataku. Edward.stepheniemeyer. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi. Bella memandangiku. Tegang. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. Tapi aku punya satu permintaan. Edward! teriak Alice nyaring. tidak mendengar apa-apa. pelangi menari di depan wajahnya. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. salah satu dari penglihatan Alice. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. Itu tempat yang sama. batin Alice. itu mungkin. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. Berarti aku berani mengambil resiko itu.

“Prakiraan cuacanya bagus. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. Banyak hal telah berubah. dia tersinggung. Tapi. “Dengan Charlie.. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. matanya jadi cerah dan bersemangat. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. Tidak sampai setengah detik telah berlalu.” ucapnya yakin akan hal itu. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. berbohong selalu lebih baik.” Bella langsung mengerti yang kumaksud.stepheniemeyer. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara.. juga penglihatannya yang keliru. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. Dia pasti salah. Penglihatannya mustahil. Apa dia sempat melihat kekalutanku. Sangat salah.com Aku langsung mengusirnya. berduaan denganku. “Ya. seperti yang sudah-sudah. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku. sudah tidak relevan lagi. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu.. Alice pasti salah. menunggu persetujuanku atas permintaannya. pada pembicaraan yang belum selesai ini. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku... aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. Keliru. “Kalau kau tidak ingin. melihat sesuatu yang tidak mungkin. Kuusir jauh-jauh Alice.” Dia belum bilang ya.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku.” Bibirnya mengatup rapat.. “Lagi pula. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. Meski begitu. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu.Diterjemahkan dari: www. Bella menatap wajahku penasaran. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. dari pikiranku. Untuk 249 .

bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. Rosalie menatapku murka. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu.” desisku.” sanggahku. penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. Tapi aku tidak terlalu peduli. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Aku kembali melihat ke arahnya.” Aku menghela napas. “Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. Kami tidak punya waktu selamanya. itu lebih karena instingnya yang terbalik. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya. kemudian menatapku lama. Di sampingnya.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup. lebih baik kau berada di dekatku. menyela pembenarannya. Aku mendelik ke dia. Bukan. “Karena itu sudah terjadi.Diterjemahkan dari: www. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster.stepheniemeyer. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan. “Jadi.com ukuran—” “Tapi nyatanya. “Kita bicara yang lain saja. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 . “Aku tahu. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. kau harus memberitahu Charlie. Biar saja dia menghancurkan mobilku.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. aku tak keberatan berduaan saja denganmu. “Meski begitu. Itu cuma mainan. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah.” saran Bella tiba-tiba. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan.” ujarnya sependapat.

Diterjemahkan dari: www. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia. detak jantungnya tetap tenang. banyak beruang. lalu dia kembali melihat ke arahku.” Benar-benar tidak peduli. Matanya berhenti sejenak.. bukan lagi syok. sekecil apapun itu. tapi aku tidak. Dia mengunyah sambil berpikir.stepheniemeyer.” jawabku cepat. lalu meneguk minumannya. “Hmm.” akhirnya dia mendongak. badannya membeku.. Mulutnya ternganga. “Kami berusaha fokus 251 . “Singa gunung. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata.” gumamnya. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. “Jadi. sekarang bukan musim berburu beruang. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet.” Aku mengamati matanya. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya.com menguping.” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi. untuk berburu? Charlie bilang. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. Aku menatapnya. “Ah. “Kau tahu. “Tentu saja. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya. “Beruang?” Dia menahan napas. “Kalau kau membaca dengan teliti. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak. Dia menunduk dan menggigit pizanya. Bella selalu saja menarik.” Nadanya santai.. Baiklah kalau begitu. melihat dia mengolah ucapanku. mengangkat satu alis.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi..

“Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa. Dia menggigit pizzanya lagi. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas. “Barangkali. Mau tidak mau aku tersenyum. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami.” Bella mengangguk-angguk serius.” Kerutan muncul diantara matanya. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu.” Aku meneruskan dengan kuliahku. dan gemetar. dan itu sebenarnya cukup. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . “Ya.” Kemudian dia menelengkan kepalanya. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet. Aku tertawa terbahak-bahak.” gumamnya santai.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin. “Mereka baru saja selesai hibernasi.” Aku berusaha bicara senormal mungkin. Akhirnya. jadi lebih pemarah. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan.” Tujuh puluh tahun kemudian. tapi ternyata tetap tenang. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang. kami punya senjata. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk. Kukira dia akan terlonjak. benar. atau begitulah kata mereka. rasa penasaran terlihat jelas di matanya. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan.stepheniemeyer. Itu pasti dibuat-buat. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu.Diterjemahkan dari: www. “Lebih seperti singa. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu.

“Kalau cuma karena itu.Diterjemahkan dari: www.. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu. “Nanti saja jawabnya. Aku bersandar ke kursi. Aku mendelik sengit. Dia cepat-cepat bangkit. Matanya tertegun sekaligus takut. Aku sangat mengerti perasaan itu.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. Dia tidak akan pernah melihatnya. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup. Sedang jantungnya. Dia masih menunggu jawabanku. Aku bisa melihat dia belum menyerah. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya.” jawabku ketus. 253 .stepheniemeyer.” jawabnya.” kataku masih kesal. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis. Hanya itu. bingung. dan menyampirkan tasnya ke pundak. Aku sendiri takut.. Tidak ada takut. biar bagaimanapun. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya. dan aku berdiri. dia benar-benar akan menagih jawabanku. aku sudah akan mengajakmu nantai malam. seakan lupa sedang makan siang. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar. Dia menjauh ke belakang.com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup. menjauh juga. sedikit terhuyung-huyung. Tak ada cara yang lebih baik buatmu.” Dia memandang ke sekelilingnya. “Kalau begitu sampai nanti. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. “Kita bakal terlambat. berdetak dua kali lebih cepat. menunggu dia untuk takut.

Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol. mengira akan kecewa lagi. pujaannya juga manusia. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas. Patah hati ada dimana-mana. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis... Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. pada apa yang nyata dan solid. Sayangnya. Patah hatinya tidak beralasan. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. Well.com 12.. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. pada gadis di sampingku. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan.Diterjemahkan dari: www. ternyata ada juga yang Angela inginkan. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia.. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. Kesedihan yang sia-sia. Detik berikutnya aku jadi marah. tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. Aku berusaha fokus pada momen ini. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. Dia manusia. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. Walau aneh. Dengan kemampuan alamiku. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka. naskahnya tersusun begitu saja. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. yang sedang berlama-lama di lorong. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi.stepheniemeyer. 254 . aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. Ah. pemuda dambaannya. Kami meleweati Angela Weber.

Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. Setiap detik berharga. tidak ada bahan tes.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. Varner mematikan lampu. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. Aku belum puas.stepheniemeyer. Kemudian Mr. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella. daya tariknya jadi semakin kuat. Sebagai gantinya. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Tiga hari bebas. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang. Kesukaan manusia. Aku puas dengan rencanaku. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya. Tidak ada catatan. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. Mr. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri. Mungkin tidak terlalu mirip. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. dengan hadiahku untuk Angela. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu.. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. 255 . Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Aku adalah bahaya. menyenangkan sekaligus mendebarkan. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis. Itu pengalaman yang ganjil. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. dan.Diterjemahkan dari: www. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Ini melebihi dari yang biasa kudapat..

Aku bisa merasakan itu. Sesekali dia melirik. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. tersembunyi di kegelapan. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan..com Jadi. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. Tangannya juga terkepal. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku.stepheniemeyer. Aku tersenyum balik. gerakan lain yang lebih dekat.. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu. dia cuma tinggal menarik tangannya.Diterjemahkan dari: www. Bella juga mendekap lengannya di dada. Filmnya dimulai. Atau. hanya berdua saja. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol. dan matanya terlihat hangat mengundang. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. Tidak boleh ada kesalahan. Itu membuatnya lebih buruk. bahwa dia ingin aku menyentuhnya. terus mendekap lengannya rapatrapat. Bella melirik. memberi tambahan penerangan sedikit.. Aku tidak tahu pikirannya. berkembang di dalam diriku. Bibirnya sedikit merekah. sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. Jenis hasrat yang baru. duduk bersebelahan begitu dekat. 256 . Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. Kutarik tanganku lagi. Jika aku memegang tangannya. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. Tidak boleh ada kesalahan. Hanya untuk menyentuh tangannya. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. berusaha menembus pengendalianku. kudekap lenganku rapat-rapat di dada.. dan mengepalkan tangan. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum.

. Sisi egoisku masih saja bersikeras. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu. kemudian melemaskan jemarinya. Ini pengalaman baru. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya.stepheniemeyer.com Satu jam berlalu lambat. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. tapi tidak berkomentar.. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. atmosfer ruangan kembali normal. selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya. Tidak boleh ada kesalahan. Itu sama sekali tidak sulit. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud.” “Hmmm. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi. Dalam terang.” gumamnya. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku.. Aku sendiri juga sedang bepikir keras. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 .. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. “Well.Diterjemahkan dari: www. tadi itu menarik. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. Aku menghela napas. Aku bisa menawarkan tanganku. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung. Selama aku bisa mengontrol diriku.

jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. Aku memaksa diriku untuk berbalik. Lenganku melingkari pinggangnya. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. 258 . perintahku. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja. pipinya jadi memanas. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. seperti saat ini. Aku melemaskan dan mengepalkan. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. Sesampainya di depan ruang gimnasium. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. Dia tidak bicara. untuk menjauh darinya. Dibawah sentuhanku. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya.. dan melihat pergumulan dalam diriku. Cukup. seakan dia serapuh gelembung sabun. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. Badanku bergerak kaku— ingin menolak.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening. Telapak tanganku mengusap dagunya. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya. Mike mendelik. merangkulnya dalam dekapanku.Diterjemahkan dari: www. dia berbalik menghadapku. Tapi aku berhasil melakukannya. Cukup. Cukup. Tanganku masih seperti tersengat listrik.. hampir lari untuk menghindari godaannya. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah.stepheniemeyer. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada.

Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. “Hai. Lama-lama Rose juga akan lupa. Edward. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 . Apa kau marah denganku?” “Tidak. Titik. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. tapi lebih baik. “Tunggu sebentar. aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan.” Dia terlihat lebih baik.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi..stepheniemeyer. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. Saat sedang mencari pengalih perhatian.. aku merasa begitu. Rosalie ingin merobek mulutmu. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran. Aku memandang lurus kedepan.. “Hai. Pilihannya itu. Bahagia. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh.Diterjemahkan dari: www. saat berada di dekatnya. Lain kali. aku memberitahu diriku dengan muram. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol.. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet. Sebainya kau hati-hati.com Tidak.entah bagaimana caranya. Edward. Aku mendesah. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. gigiku terkunci rapat. kid.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri. Em. Aneh. Nikmati saja kenangannya. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran.

ini memang berbeda. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. “Well. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus. “Belum. Dia terlongo. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda.. Aku berhasil menarik perhatiannya.” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. Ben sudah duduk di belakangku. Emmet tidak butuh latihan. Goff menyuruh mereka diam. “Jadi?” bisikku. “Jadi. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya. 260 .” Aku tersenyum padanya. tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku. kenapa?” “Ayolah.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan.stepheniemeyer. kuakui itu. Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. “Aku akan membantumu.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku. Rosalie memang selalu menjengkelkan. “Tapi. Baiklah kalau begitu.. Dia sendiri tidak buru-buru.com kumau. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah.Diterjemahkan dari: www. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. Emmet.

” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi.aman. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. Tidak.. Tapi apapun itu sama saja. “Ben siapa?” tanya Emmet... salah satu dari teman-temannya.” Reaksi di belakangku menggemparkan. Mukanya memerah karena marah. Untuk sesaat. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi. “Bukan karena itu. 261 . Tapi Angela tidak berpikir begitu. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya.” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu. Akan kubuktikan ke orang sombong ini. Aku tidak suka itu. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan. Yang kurencanakan adalah cemburu..” Aku menahan senyumku. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya.. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela. kembali ke naskahnya. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek. Tidak. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney. melirik ke bocah di belakangku.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi. “Huh.” Emmet berbisik dengan suara rendah. tatapan di balik kacamata itu ketakutan. merasa tersinggung karena diremehkan. berimprovisasi lagi.tidak pantas untuk Angela.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya... Sempurna. Dia pikir dia lebih baik dariku.Diterjemahkan dari: www. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. Masih ada gadis-gadis lain. “Bukan begitu..” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. “Oh. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya. Dia.stepheniemeyer. “Dia tepat di belakangmu.

dan dia menginginkan aku.. Gadis seperti. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya. siap-siap untuk terhibur. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Oke.. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman. Batin Ben sambil menegakkan duduknya. Hutangku telah lunas. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Angela tidak akan pernah mengajaknya.Diterjemahkan dari: www. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga.hmm. Aku suka dengan Ben. Betapa menggelikannya manusia.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. Dan saat bersamaan Mrs. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. kuakui—tadi itu menyenangkan..” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka. Gadis yang pemalu. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik. seperti yang Bella katakan.. Jika B— well. Goff berdiri. kau tidak akan. Angela adalah orang yang paling baik. dan paling cantik di sekolahan ini. mengucapkan salam ke kelas. aku tidak tahu. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. batin Emmet. Aku tersenyum sendiri.com “Tapi. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu.” Emmet kembali berimprovisasi. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. Bagaimanapun. “Angela itu pemalu.stepheniemeyer. “Tepat. begitu pula aku. paling cerdas. Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 . Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela.” Tidak. dan Angela akan menerima hadiahku. “Mungkin Angela akan capek menunggu.

aku tidak akan mengganggumu. Senyumku lenyap. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. Aduh.. Aduh. Coach Clapp tertawa. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. “Sori. gigiku terkatup erat.Diterjemahkan dari: www. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. Mike pun buru-buru mengejar koknya. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. “Apa 263 . dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. aduh. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan. Itu pasti akan meninggalkan bekas.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat. Dia menoleh ke Bella. Oh.. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. mengetahui dia terluka. kau tak perlu melakukannya. Ow. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. “Terima kasih. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas. Dan benar saja. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike. Bella mengelus-elus keningnya. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. Awalnya Mike bermain sendirian. saat bersamaan. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. Mike—kau tahu.stepheniemeyer.” Mereka saling senyum satu sama lain.” “Jangan khawatir. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja. Ow. Dia memegang raketnya dengan canggung. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. Newton.com mendengarkan lewat dia.

“Aku tidak suka.. mukanya merah. “Kurasa aku baik-baik saja. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian. Dan Mrs. Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu. Di penghujung jam. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis.” Aku ngeri menunggu respon Bella. “Jadi.. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu. Aku jelas berharap itu yang terjadi. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu.Diterjemahkan dari: www. “Nanti saja. “Kau jalan dengan Cullen...” Bella terlihat malu daripada sakit. matanya melebar menyesal. Sial. Mike.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. “Itu bukan urusanmu.” “Memang tidak perlu. Bella tidak ikut main lagi. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras. “Caranya memandangmu. “Aku akan tinggal di belakang sini saja. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. Jessica bersumpah mereka berkencan.” Defensif..” sergah Bella marah. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku. 264 . Jadi itu betul. kau sendiri?” tanyanya malu.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng.stepheniemeyer. heh?” Kau dengan si aneh itu.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa. Goff mengijinkanku keluar lebih awal.. Tapi ya ampun.” gumamku. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah. Kurasa. seolah ingin memakanmu.

dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. “Halo. Jika aku bisa mendisiplinkan diri. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. Ketika dia berjalan menuju pintu.. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu. Pemberani —itu istilah umumnya. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. membuat diriku tetap aman..Diterjemahkan dari: www. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar. pikirannya sunyi. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. paling tidak di satu sisi. dan pergi ke ruang ganti. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya. Mike memutar badan. Sekarang dia menertawakan aku. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. “Baik-baik saja. Ekspresinya sangat damai. Namun. tidak ada bandingannya. lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. tidak baik untuk dirinya. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang.. Tapi begitu matanya menatapku. “Hai.” bisiknya. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya.stepheniemeyer. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu. Sial..com Mukanya merah padam. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya.” sapaku. Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. Begitu saja. apapun alasannya.” 265 . Kemudian. lagi.

Kuharap dia mati. Biasanya dia cepat memaafkan. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. kemudian ke aku lagi. Dia terperanjat. lalu pergi meninggalkanku. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal.Diterjemahkan dari: www.. Mataku kembali fokus ke Bella.com Dia tidak pandai berbohong. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang.” akuku.... apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. “Apa?” desak Bella.. Mukanya merah padam—dia malu.stepheniemeyer. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku. berjalan cepat-cepat ke parkiran. setelah bimbang sejenak. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku.. Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi. atau berharap aku tidak menggunakannya. Aku megejarnya. Bella 266 . “Kau tidak sedang mendengarkan lagi. “Newton membuatku kesal. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja. berharap kemarahannya segera reda.” Dia tidak menjawab. “Kau sendiri yang bilang. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah.. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi. Tentu saja. Dia masih tampak kesal. Peleknya keren. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran. dan senyumnya lenyap. Aku benci dia. Coba lihat pedal gas SMGnya itu..

Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya. “Setuju.stepheniemeyer. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. Aku menggunakan nada yang paling membujuk. Matanya melebar. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil. “Mungkin. 267 . Sekarang untuk permintaan maafku.” “Itu keluaran BMW. kalau kau bersungguh-sungguh. “Kau masih marah?” tanyaku padanya. Aku menghela napas.”sergahnya kasar. “Mobil apa itu?” “M3.Diterjemahkan dari: www.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. kelihatan seperti terhipnotis. iramanya berantakan. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu. Oh. “Jelas..” akhirnya dia memutuskan. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir. “Kelewat mencolok.” gumamku saat dia masuk ke mobil.” ucapnya setelah beberapa saat. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali. aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya... “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah.” Aku tidak mau berbohong. Kerutan di dahinya telah lenyap.” Aku memutar bola mataku. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi.” Dahinya berkerut. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain. baiklah.. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat..com mengikuti... Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar.

betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku. “Tidak.” Dan senyumku pun lenyap. Aku parkir di depan rumahnya.. membayangkan kau ada disana. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya. Atau.” Dia menelengkan kepala. “Hanya saja.” gumamnya. “Kurasa sudah. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang. Tentu saja. “Well. Sama-sama terpesona.” tambahku.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. aku juga sulit berpaling dari matanya. Jika aku tidak sedang gelisah.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal.. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. tapi kemudian berubah pikiran.stepheniemeyer. “Aku tidak berencana membawa mobil. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa. Tapi kusela duluan. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar.. “Aku minta maaf telah membuatmu takut. Untung aku sudah hapal jalan ini. “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti.” Ah. tanpa membuatnya takut. “Jangan khawatir soal itu.” jawabku enggan. tapi gagal.. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan. Aku akan datang. tanpa mobil. Dia mengerjap beberapa kali. sementara 268 .” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya. “Mmm. dan sekarang bukan waktu yang tepat.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum.com Aku setengah tersenyum. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu. melengkapi permintaan maafku.Diterjemahkan dari: www.

dan mendadak keheningan ini berubah. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya. sosokku yang lepas kendali.. Wajah Bella nampak tenang.. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin. resah.?” Aku mengambil napas dalam-dalam. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan. Merasakannya dalam-dalam. untuk membaca matanya..” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan.stepheniemeyer.. membuktikan dominasiku atas sensasi itu.. Napasku semakin cepat. “Tanpa banyak menggunakan pikiran. Dia menatap balik. “Ketika kami berburu.Diterjemahkan dari: www. mengaturnya. tapi apa yang akan—pasti terjadi. tatapannya sungguh-sungguh.. Aku mendengarkan suara detak jantungnya. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah.. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya. lalu menoleh. Matanya melebar setelah beberapa saat.” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa. Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan..com kami berburu. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 . “Sangat.” “Karena. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami. Aku berusaha mengusir bayangan itu. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya. Terutama indra penciuman kami.

tanpa berkomentar. Dia menarik napas—tersendat..diriku. kurasa kau harus masuk sekarang. seakan solusinya tersembunyi di situ. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali.stepheniemeyer. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku. Tidak boleh ada kesalahan.. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. Selama sekejap. Tapi. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan..com hausku. berusaha memutus aliran listrik diantara kami. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. Semuanya sangat mudah terganggu. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. keluar dari mobil dan menutup pintunya... Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . Getaran listrik itu masih belum lenyap. aliran oksigen. adalah soal hidup-mati bagi dia. Bukan keluargaku. Tubuhku menari bersamanya. Irama denyut paru-paru. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. untuk mengontrol diriku. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu.Diterjemahkan dari: www. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. Bukan kami. “Bella.” Dia langsung menurut. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi.. seperti saat habis menyentuhnya. Aku memejamkan mata. Mereka siap menantang apapun. seakan aku manusia. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini.

271 . karena alasan subyektif yang tak rasional. saya belum menikmati.” Besok. aku akan mendapat jawabanku. baik dengan bukunya atau filmnya. P. Tidak boleh ada kesalahan.. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya.alan. Bahkan dengan dia di luar mobil. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia.stepheniemeyer. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar. Pada tiga buku awal. dan gaya bahasanya berantakan.Diterjemahkan dari: www. Masih saja penasaran. tidak pernah tetap tinggal di tempat. Aku tersenyum pada pikiran itu. Harap maklum jika penerjemahan. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman. struktur. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. penasaran. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. Itu tidak adil. Awalnya saya tidak tertarik. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak. Aku tersenyum pada hal itu. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya. Lebih cepat dari dia akan melihatku.. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. Aku juga ingin keluar.S. Aku menginjak pedal gas. “Oh. dikelilingi saksi-saksi.” Dahinya berkerut. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan.