Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau.. Murid baru itu pasti menanyakan kami. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. sebetulnya. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya. Dia masih duduk 6 . pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama. Dia tertawa geli.. Aku mendongak memastikan. Aku tidak mendengar apa-apa. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran. Jarang ada yang menebak dengan tepat. Biasanya tebakan mereka salah. Ini membuat Jessica gusar.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian.. Bella. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. tentang cerita-cerita Jessica. Jika seseorang curiga.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu.atau Mike. Cuma skandal-skandal kuno.” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Kami langsung menghilang. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. Kuharap kisahnya menarik. “Kurang imajinatif. Jessica masih berbincang dengannya.. Pujaan barunya. sebelum membuatku gila. Semua orang ikut memperhatikanku. bersikap sebaliknya pada si murid baru. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. pikirnya. yang jelas-jelas cuek. berkulit putih-kapur. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. Sangat ganjil. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. Kembali. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. Seperti tidak ada orang. Sedikit mengecewakan... dan sekedar jadi kenangan buruk. sedikit heran.Diterjemahkan dari: www. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. Mike Newton yang populer. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. Namun rupanya. Tidak ada bagian horornya. Untuk melindungi kami.stepheniemeyer.

.takjub? Itu bukan yang pertama. Perasaannya tampak jelas di mimiknya.. Kami terlihat indah bagi mereka. Coba lihat bagaimana dia menatapnya. memamerkan teman barunya... Tidak ada sama sekali.. Renung Asley Downing.Diterjemahkan dari: www. Dan Jessica. . dan tes bahasa Inggris. 7 .banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan.benar-benar memuakan. Menggelikan. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku.mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku. setelah mendengar dongeng Jessica.. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh. sedang melirik kesini. Khawatir. June Richardson berharap.stepheniemeyer.sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia. . Untung Jasper tidak melihat. Sejenak aku merasa tidak nyaman. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana.. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru. . menatapnya. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai.. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan.. penasaran.. Eric Yorkie berpikir tak senang. malu kedapatan mencuri pandang.. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun. bahkan Edward Cullen. Memikirkan tentang kami.. . sesuatu yang wajar.com disitu. sementara Jessica meneruskan gosipnya.. itu juga wajar... . sindiran terus bermuntahan dari pikirannya... karena terlihat begitu dalam. aku mencoba lebih keras. dan sesuatu yang lain. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk.. juga masih sekitaran perempuan itu. mangsa alami kami. Tapi aku ingin ngobrol dengannya....Mike Newton sedang berpikir. begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu. Kemudian.. Tetap saja.kira-kira apa musik kesukaannya.mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu.. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku..

aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. aku kecewa. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas.. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya.. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. Oh.. muncul dorongan aneh. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. Pikirannya paling ramah. mengerling dari sudut matanya. Angela Weber. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. yang hilang entah dimana. Dia tampan. Aku yakin itu. Sungguh perasaan yang aneh. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. Dan. “Itu Edward. Dibalik kegetiran itu. Tidak ada untungnya mengundang godaan. selamat. tentu saja..com Kuharap ibuku. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 ..” Dia mendengus. Biasanya. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. tapi jangan buang-buang waktu.. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya. Suaranya benar-benar baru. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica. sesuatu yang tidak kupahami. tentu saja. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. tapi sama hausnya dengan Jasper. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Aku dapat mendengar semuanya.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku. Dia tidak berkencan. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. gadis pendiam. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu. dibawah membrannya yang pucat dan jernih.

namanya memicu perhatian. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh.. Aku tidak mendengar apa-apa. Banner. seakan menunggu datangnya penolakan. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. dan Jasper berakting sebagai senior. Lagi.Diterjemahkan dari: www. Aku menuju kelas biologi. Tidak sepadan dengan usahanya. Emmet. Tak ada keraguan. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. jadi pusat perhatian. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. Aku angkat bahu. Tidak mungkin bagi Mr. bersiap untuk bosan. Aku berpaling lega.com disana. mereka pergi ke kelas mereka. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria. aku berharap bisa tidur. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. berbincang dengan orang asing. “Jadi. Kenapa? “Ayo pergi.stepheniemeyer. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya. Cuma membayangkan. Peranku lebih muda. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi.. Curiga. aku sudah menguasai semua isinya.” Rosalie berbisik. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. Cuma melihat. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. Rosalie. Begitu juga denganku. Bella kelihatannya sepemalu diriku. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu.tapi mungkin akan kedengaran bodoh. Di kelas. Yes! Pikir Mike Newton. yang kecerdasannya rata-rata.. 9 . memecah perhatianku.. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. Pasti hari ini berat buat dia. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. Aku satu-satunya yang duduk sendirian.

Aromanya langsung menghantamku dengan keras. Akan kususuri bumi mencarinya. dengan duduk disampingnya. melintasi gangku menuju meja guru. Tidak ada yang lebih penting selain itu. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. Aku adalah vampir. aku tidak lagi mendekai seperti manusia. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku. Setelah kakinya menjejak. Dia buruanku. Bisa kubayangkan sedapnya.. Gadis malang. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. Pandangannya bertemu... paling tidak. Satu detik belum lagi lewat. matanya melirikku.. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan. Perutku melilit oleh lapar akibat haus.. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga. dari tempat Bella Swan. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku. Aku adalah pemangsa.. Jika aku pernah tahu. gerakan yang maksudnya diam-diam. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. darah mengalir ke 10 . dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya.stepheniemeyer. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Otot-ototku menegang siap terlontar. Kubersihkan bagian mejanya. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. Dia mendekat.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya. tidak ada apa-apa. Tidak ada artinya. aku bisa memecahkan rahasianya. Dalam sekejap. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Aku ragu ia akan nyaman.juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. Ketika mengkaji ekspresiku. menyingkirkan buku-bukuku. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. Mungkin. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa.com Masih saja. Mulutku hambar dan kering... Misteri pikirannya telah lenyap. aku telah memburunya sejak lama.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak membuatnya lebih mudah. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku.

stepheniemeyer. memberontak. menahanku tetap duduk. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. Hilangkan bukti. Langkahnya lebih cepat. Mungkin sedikit lebih lama. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. Tidak selama delapan puluh tahun. mengubah warnanya sangat menggiurkan. Hilangkan bukti. Rapuh. delapan belas murid dan seorang guru. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. aku tidak sekeji ini. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. Aromanya sesuatu yang baru di otakku. Korban yang tidak terelakan. 11 ... Aku tahu akan tiba waktunya. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. Gadis itu akan duduk di sampingku. Dan aku harus membunuhnya. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. Itu aturan dasar. Kayunya tidak cukup keras. hampir menubruk kursi depanku. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun. tak karuan. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. Jika kubunuh gadis itu duluan. Penonton tak bersalah di kelas ini. sebagian lagi menyusun rencana. akan menyaksikannya. wajah yang langsung kukenali.com pipinya. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. Kubuang jauh pikiran itu. dan hampir membuatku bertindak. seakan tahu saatnya untuk lari. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. lemah.Diterjemahkan dari: www. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku. Mencabik pikiranku. Pikiranku pun mengamuk. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. Sebagian diriku gemetar. Kusingkirkan dengan kaki. Sosok monster itu membuatku muak. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. Bahkan lebih untuk ukuran manusia.

Mereka beruntung. Bukan tidak mungkin. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. Dalam detik yang berharga itu. Aku di tengah ruangan. Itu memang berlagak seperti Tuhan.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. Dia baru saja membelok.. Semua korbanku. Aku telah merasakan darah manusia. Seseorang akan mendengar.Diterjemahkan dari: www. Monster di kepalaku tersenyum. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati. Aromanya menghantamku. sekilas. Aku memetakan di kepalaku. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. begitu taksiranku. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. aku melihat dua wajah bersebelahan.stepheniemeyer. Dalam satu detik yang singkat. Cukup lama. dia akan duduk dekatku. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. Dalam beberapa detik. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. apa yang akan menimpanya. di deretan terbelakang. Seseorang menutup bukunya dengan keras. tapi terlalu berisik. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku. Itu akan makan waktu.. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa.. paling tidak. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. untuk membuatnya menjerit.com darahnya yang menggiurkan. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. Tidak akan terlalu ribut. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. Tidak ada masalah dengan jendela. Membenarkan pembunuhan itu. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. Cuma itu pembelaan lemahku. Cukup lama untuk ngeri. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari. Kutarik napas panjang. para monster yang tidak terlalu berbahaya. Udara bersih terhembus ke mukaku. tidak menyadari yang terjadi. Satu adalah diriku. tapi hanya secara harafiah. jika syok tidak membuatnya membeku. tidak lebih 12 . membakar keluar dari jantungku. Akan ada banyak jeritan. Dan darahnya akan mendingin. Kuhabisi dulu sisi kanan.. pikiranku kembali jernih. Maka saksinya lebih dulu. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan.

Diterjemahkan dari: www. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. Akan kubuktikan ayahku salah. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. wajahku telah mencerminkan dirinya. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. Karena dia menyayangiku. Wajah yang lain adalah Calisle. walau tanpa kemiripan dasar. Kesabarannya terlihat pada alisku. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. sampai tingkat tertentu. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. Penampakanku tidak berubah. Bagai terang dan langit gelap. Dan ia akan tetap menyayangiku. ayahku dalam segalanya. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . bahkan setelah kutunjukan dia salah. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami.com manusia daripada ku. Tiba-tiba kebencian meliputiku. Siapa mahluk ini? Kenapa aku. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. Mataku akan semerah iblis. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. Dalam sekejap. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. Bella Swan duduk di sebelahku. Dalam pikiranku. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. guruku. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Carlisle bukan ayah biologisku. Tetap saja.stepheniemeyer. Tak ada alasan untuk mirip. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku.

Aku tidak boleh memikirkan itu. Jika aku bisa mehannya selama satu jam. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. Aku masih memiliki ingatan aromanya.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. menggiurkan.. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. Jadi penuntun ketika berburu. Korban yang tidak seharusnya jadi korban. Tapi mungkin bisa untuk satu jam. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. sedikit lega.stepheniemeyer.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. tapi itu berlawanan dengan instingku. Dan dia tidak bisa memaksaku. Bau adalah masalahnya. Sebentar lagi semua akan hilang. Jika ada cara melawannya. namun dapat diatasi. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. tidak bernapas. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. aku tidak harus bernapas. tapi masih jauh dari aman. dan kemudian merasakan basahnya. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. Aku tidak bisa melihat wajahnya. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. tak ada lagi angin yang membantu. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan.Diterjemahkan dari: www. Tidak nyaman.. bau mengundang darahnya. Satu jam. tembus pandang. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. Tidak. Ini tidak nyaman. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. rasanya di belakang lidahku. Tapi. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. hangatnya.

Diterjemahkan dari: www.. Mike Newton. yang sangat mustahil. Rumahnya di pinggir hutan. Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati.. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu.stepheniemeyer. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. Aku tahu rumahnya. Benci dan marah. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. Hai. Gusar.. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini. seperti kutau setiap rumah disini.. aku bisa tahan dua jam. sebesar seluruh tekadku. tapi itu membantu. Membencinya. Sherif Swan bekerja seharian. kemarahanku tadi masih kurang. seperti yang lainnya.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. namaku Edward Cullen. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. Meskipun aku membenci dirinya. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil. Bahkan jika sempat berteriak. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri. seperti biasa. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. 15 . Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. Dia akan pulang ke rumah kosong. Itu cara yang lebih bertanggung jawab. aku tahu itu tidak beralasan. Membencinya dengan segenap rasa. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. monster di kepalaku setuju. Itu sesuatu yang sopan. anganku untuk menjadi lebih baik... Dan saat ia sendirian. kecintaanku pada keluaragaku. tidak akan ada yang mendengar. Cukup mudah menyesatkannya. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. Jika mampu satu jam. Tanpa tetangga. tidak ada orang lain yang terluka. Ya.. terkecuali. Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. sebelum aromanya merusak segalanya. Meskipun takut. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau. Jika menahan napas. ia akan meninggalkan ruangan.. ia akan mengikuti.

yang mengalir bersama rintik hujan. dan aku sudah akan bergerak. Aku bersembunyi dalam mobil. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. sama saja kalah. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Selalu ada pilihan. dan dingin. Tapi tidak ada yang memperhatikan. Semua bisa berjalan seperti keinginanku. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. Itu terlalu berlebihan. Maka aku membuat strategi. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga.tapi sekarang sudah jauh darinya. jika menjauh dengan sangat. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi. Aku tidak perlu ke rumahnya. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. Itu tidak kurasakan ketika di kelas.Diterjemahkan dari: www. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. sangat hati-hati. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. Aku bisa berpikir. Kini aku kembali waras. Mungkin. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. Di penghujung. dari kematian. Kami berdua sama-sama selamat. hidupku tidak perlu berubah. melawan apa yang kutentang. Tapi efeknya cuma sedikit..stepheniemeyer. Tapi bel berbunyi. Dia.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. aku mahluk rasional. Terlalu pengecut. basah. Jelas. Aku. Betapa sia-sia. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Darah memerah di pipinya. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. Selamat karena bel—Klise. Dapat bertarung lagi. dan punya pilihan. Tapi ini pengecualian. Tidak perlu membunuhnya. Jika menyerah pada sang monster.. tidak lebih. walau hanya menunda. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 .

mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. Aku beraharap bisa minta saranya. Tebakanku betul. Aku mencari posisinya.. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. Pilih yang benar. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan.Diterjemahkan dari: www. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. Dan Esme begitu penuh cinta. hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. dan lembut. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu. Tidak perlu membuat ibuku tertekan. Kuputuskan menjalankan rencana itu. 17 .. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. Lagi. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. Aku adalah ancamannya paling berbahaya.. khawatir. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper. Aku tidak ingin yang lain tahu. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. halus. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. tapi di sisi lain. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular. Jika bisa menghindar dari Bella Swan. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Jika aku menjauh dari baunya.stepheniemeyer. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana. itu akan melukai ibu angkatku. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat.. Jam terakhir sekolah hampir selesai.terluka. Ya. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper.

” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. terlalu muda. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan. Pikirannya sudah tidak karu-karuan.. Mr. tidak pernah ragu di kelas...com Di dalam cuma ada seorang pegawai. Aku lebih tua dari kakeknya. “Sayangnya. Nilainya sempurna.. “Oh. tentu saja. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. Banyak guru yang mengeluh. dia merapalnya berulang-ulang. Dia cukup muda untuk jadi anakku. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr. Selalu saja lengah. saya sudah pernah mempelajarai materinya. yang memang ingin kutemui. “Mrs.” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. Dia tidak menyadari kedatanganku.” “Pada waktu di Alaska. “Tentu. pikirnya pada dirinya.. ya. Dia merapihkan t-shirtnya. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah.. Edward. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar. Ini akan mudah.stepheniemeyer. Tapi berdasar tanggal di SIM. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami. Aku bersandar kedepan.. Banner?” “Bukan itu. agak gugup. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal.. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar..” dia kaget. Mereka lebih pantas kuliah. “Halo. semua kelas sudah penuh. Detak jantungnya makin cepat.” 18 . Edward. Edward. Salah. Risih. Mudah. Konyol. Sesuatu yang tidak mereka pahami. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu.. dia betul.Diterjemahkan dari: www.

Mrs. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan.” Aku tersenyum. Banner.Diterjemahkan dari: www. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut.” Pintu membuka di belakang. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu. Tapi tidak ada cukup kursi. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini. Kerongokonganku membara. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu.. Itu gila.. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku. jadi kuacuhkan. lalu keluar lagi. Banner.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam.. semuanya lenyap.. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk. Edward. meskipun tidak perlu. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr. Secarik kertas ditangannya. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus. dia mengingatkan dirinya dengan galau.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. sebagaimana mestinya. Jantungnya berdetak lebih kencang. Monster 19 . “Please. Keluarga Cullen tidak akan begitu. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak. Terlalu muda. tujuanku kesini.com Tentu saja tidak.stepheniemeyer. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku.. Aku menoleh pelan. Aku menoleh. Kelegamannya membuat orang takut. “Saya tahu itu.” “Saya akan mengejarnya tahun depan. dan kubuka mataku lebih lebar.. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku.

mulai lagi. tapi ketakutannya tidak terucap. Aku tahu ini tidak mungkin. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. Di jalan. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. terima kasih banyak atas bantuannya.” Aku cepat-cepat keluar. kemudian mengabaikannya. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya. Kuhentikan napasku.. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs.Diterjemahkan dari: www. Bagiku dia setan yang menghantuiku.. Cope.. Kebanyakan sudah pada pulang. daripada duapuluh. Garret. suaranya waspada. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran. sementara. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. Dia mundur. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri. Cukup adil. Aku berbalik ke Mrs. semua sudah disitu. Sang monster menuggu gelisah. Aku cuma menggeleng. berjalan terlalu cepat. Ketika menyelinap kedalam mobil. membayangkan yang aneh-aneh. tidak terlalu banyak saksi. 20 . melihat. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam.com itu kembali menatapku dari matanya.stepheniemeyer. Tanganku bersiap di meja.. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik. aku berkata sehalus mungkin. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. Dua nyawa. topeng iblis. Aku berusaha mengatur napas. Pikirannya teralihkan. dengan cepat. Bukannya menjawab. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir.. Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil.J. aku buru-buru memundurkan mobil. lapar. Mom selalu bilang. “Edward?” Alice bertanya. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang... “Kalau begitu lupakan saja. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada.. Aku mendengar suara D.

“Oh!” Alice kaget lagi. Dia mengeceknya sekarang. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. Itu akan membunuhnya juga. mati. Emmet. “Oh!” Bella Swan.” ucapnya pelan.. “Kau akan mengambil jalan yang benar.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. “Turunkan kami disini. Dia melihatnya kalau begitu. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. dan mobilnya mendecit berhenti. aku tahu Emmet. Dan samasama terkejut. gambarannya jadi lebih detail.” ujar Alice.. Dia cuma angkat bahu. Mataku. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya. “Stop!” aku mengerang. berlalu cepat dua ratus mil perjam. Penglihatannya berubah lagi. “Aku akan merindukanmu. dan Jasper menatap Alice. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah.” bisiknya. Rosalie. Sang monster kegirangan. begitu aku mengambil keputusan. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih.merasakan aromanya menuntunku. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri. hanya masa depan.” pinta Alice. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan.. matanya melebar. merah terang oleh darah segar. Dia tidak dapat melihat yang lalu. “Sori. pepohonan berselimut salju di sisinya. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam. Alice menyentuh pundakku. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal.com Tanpa menoleh. tidak tahan lagi. dan Jasper turun tanpa komentar. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi.. Yang lain menatapku.” 21 .. Jalanan kosong malam-malam. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. Pencarian oleh penduduk. Rosalie.” Aku mengangguk.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www..

stepheniemeyer. Alisnya bertaut gelisah. aku tidak yakin dengan tujuanku.com “Iya. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang. Kemudian ia turun. Mereka masuk ke hutan.” kataku. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. Aku melaju cepat ke arah kota. menghilang sebelum aku memutar mobil.Diterjemahkan dari: www. setuju hanya pada bagian terakhir. 22 . Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal.

yang setengah terpendam dibawah salju. membuat cekungan disekitar tubuhku. sebagian kuning. tapi aku tidak bisa mengusirnya. Ketika menatap ke langit. wajah manusia biasa yang tidak istimewa. Penghalangnya adalah sesosok wajah. Dia muncul enam puluh yard didepanku. Dia membungkuk ke ujung batu. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. Enam hari sudah lewat.Diterjemahkan dari: www. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. 23 . Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. bertabur bintang. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. Aku mendesah. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. ujung jari menyentuh permukaannya. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. Langit diatasku cerah. Sangat cantik. hampir pink seperti strawberi.com 2. Ini tidak jadi lebih baik. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. Seharusnya. badannya bergelung. sebagian bependar biru. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa.stepheniemeyer. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. jika aku benar-benar dapat melihatnya. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. Sangat cantik.

” aku berbohong.. Maafkan aku..” Dia meringis.Diterjemahkan dari: www. iya kan? pikirnya. Aku membuatmu tidak nyaman. “Tidak. sesalnya.” “Sama sekali tidak. Aku mendesah lagi.. Aku tersenyum. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong. iya kan?” “Tentu saja bukan..stepheniemeyer. sedih.” aku meyakinkan dia. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 .” dia berbisik. Aku masih melihat wajah yang sama.membantu. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak. Dia membatin.com Cannonball.” Kau akan pulang. kok. “Sory.” “Aku tahu. “Sebaliknya. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju.” Sebelah alisnya terangkat. memutuskan itu. Pikirannya kini muram. “Aku belum..” Tapi kau tidak akan tinggal disini. Salju langsung berhamburan seperti badai.. tapi tidak bangkit. “Cuma bercanda. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar. sepenuhnya. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian. Itu lucu.” Mulutnya bergerak turun. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali. “Tidak. “Itu salahku. Sepertinya tidak akan. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang. Pikir mereka aku mengganggumu. Dia melentingkan dirinya keatas. Tidak usah bersikap sopan.

. Tentu saja.” Aku akui. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu. Bahkan lebih baik. kau menyadari itu. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka. “Aku kira. Pada akhirnya. diikuti desahan.. Dan selalu berhasrat tinggi.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu. Hanya saja aku pergi dengan.” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin. “Aku menyesal membuatmu berharap. 25 . buru-buru.stepheniemeyer. Sekarang para pria yang mereka cintai. Tanya. dalam beberapa hal. mereka tidak pernah membuat kesalahan. bibir bawahnya terangkat cemberut.” “Iya. “Dasar Succubus. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini.” Dia ikut mendesah..” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya.” Tidak seperti Carlisle. Tanya. “Yang asli. “Aku tidak biasa ditolak. “Kau mengira aku berubah pikiran. bersikap menghindar. pastinya.” dia memberengut. Perasaannya kecewa.. menampakan giginya. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. Dia menyeringai. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang.” Aku setuju. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. “Saat kau datang kesini. “Itu pasti. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.com tertawa. kan. “Aku tidak ingin membicarakan itu. Irina.hidup. “Sedikit.” Tanya berkata pelan.. daripada Carlisle. “Oke. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat.. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir..Diterjemahkan dari: www. lalu menumpangkan dagunya ke tangan.” dia menggerutu.” godaku.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. Satu tawa singkat. dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka..” Tanya.

Aku benci itu. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. “Tak perduli apapun itu. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku. Tanya. belum menemukan yang kucari. “Sama-sama. tidak perduli kemanapun. Kuacuhkan dia. dia coba mengurai maksud jawabanku.” 26 .com “Masalah perempuan?” dia menebak.Diterjemahkan dari: www. kukira. kemampuanku menghadapi kesulitan. dan sia-sia mengagumi bintang.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya.. Kau pasti akan menghadapinya. Kau tahu kau terlalu baik untukku...” Desisku. Bagian yang selalu menghadapi apapun. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin. Kucium pipinya. “Sedikitpun tidak mendekati. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari. Pikirannya beralih ke dugaan lain. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat.atau siapapun.” Pikirannya menggerutu. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. “Satu saja petunjuk?” pohonnya. Mulutnya memberengut. Kau akan kemana. Tanya.” aku memberitahu. Edward.” “Maaf. Tidak ada yang ingin aku kunjungi. Kau selalu begitu..yang menghantuimu. Aku butuh mendengar itu. mengacuhkan keenggananku. Kuharap kau bisa lebih masuk akal.stepheniemeyer. Pikirannya mendesak ke hal lain. Akhirnya ia menyerah. Aku tertawa hambar. Aku bergeming. masih menebak-nebak. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku.” Dia diam lagi.. “Tidak seperti yang kau maksud. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. Edward. “Sudah lah. Tanya. Sebagian besar. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang. Aku hanya. “Terima kasih. Dia tersenyum kering. tapi tidak menampik.” Dia terdiam.” katanya. “Menurutku kau akan kembali. Karena..

Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi. Tatapannya kosong.” pada saat mengucapkannya. kemudian lari pergi. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas. Rosalie dan Emmet mempin di depan. Diantara diriku dan kerlip di langit.” “Sampai ketemu lagi. Aku bisa melihat diriku pergi.” Alice menarik napas. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang.. Jika berlari. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. Tentu saja. tapi lebih pada kesal.. ia tidak meninggalkan jejak di salju. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. tangan Jasper memegang sikunya. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi..Diterjemahkan dari: www. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama. Tanya. kemudian berdiri. aku tidak dapat mendengar pikirannya.com “Kalau begitu.Sampai ketemu lagi. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira. Dia tidak menoleh ke belakang. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. Mulutku merengut menyesal. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. aku bisa melihatnya. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. “terima kasih lagi. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. Rose terlihat khawatir juga. 27 . kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya. tanpa meninggalkan jejak. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. Aku tidak suka menyakiti Tanya. Bahkan dalam bayanganku.stepheniemeyer. Dengan helaan berat aku menyerah. tetap menghalangi bintang. tidak terlalu murni.. Edward. meskipun perasaannya tidak dalam. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. “Semua akan baik-baik saja. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi.” Dia bangkit berdiri dengan anggun. dan segera memberitahu yang lain. coba melihat melampaui wajah di benakku. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini.

Seharian aku menunggu. Mengganggu. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 .ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. tak ingin kupakai. Hentikan. Penciuman. Dia bertemu pandang denganku. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang. aku akan tinggal di rumah.. aku malah terkesima. “Dia belum datang. tentu saja. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan. Aku baik-baik saja. Bukannya bosan.” aku memberengut.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk. tapi dari arahnya nanti. Terutama pikiran.. kupantau setiap suara. Inderaku waspada penuh.” “Tentu saja iya. Coba melihat gosip barunya.” gumamnya. bukan? Aku mendesis padanya. Tapi tidak ada apa-apa. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju. Jika tidak yakin bisa mengatasi. Kelakukan mereka menggelikan.Diterjemahkan dari: www. terkejut. “Hmm. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. Aku tidak bernapas. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu. Kau membuatku kesal. “Sepertinya kau betul. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. setiap penglihatan. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang. ketika bosan dengan keacuhanku. dan menyeringai.” aku menggerutu. setiap pikiran. koma. Matanya kembali fokus.com “Tentu saja iya. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa. Hanya satu indra yang kumatikan. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan.stepheniemeyer. Alice.

” Semua menaikan alis kaget. Matanya mengincar Jasper. Aku melihatnya bereaksi. jika sampai tidak cerita ke siapapun. di meja kami biasanya. 29 .. Badanku kaku. ya?” tanya Emmet. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya. Dia mengangkat tinju kanannya. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. Kemudian. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang.pasti tidak cerita apa-apa. Bella pasti sangat pemalu.Diterjemahkan dari: www.meskipun tampaknya tidak begitu. Membaur dengan lingkungannya. setelah melihat ekspresiku. Aku tidak tahu. mungkin itu orang terdekatnya.” “Dia akan masuk..” Emmet terkekeh. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es. Sudah pasti aku membuatnya takut. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini.” Alice berbisik. Dia. “Coba bersikap seperti manusia. seperti sekawanan domba. “Ada yang baru?” tanya Jasper..stepheniemeyer. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. membandingkan pengalaman. diterima. Ke Alice. “Sudah tahu kenapa. Dia pasti menebak. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam.. “Kita sudah membahas itu.” “Manusia. Tetap saja. Manusia cenderung ingin bersikap normal. Barangkali pada ayahnya.” Aku mendelik. Temboknya rengkah. Tentu saja tidak meleleh. bahwa dia penyebabnya. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia. tentu saja. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan.. dia menepis santai dengan kibasan jari. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain. tapi aku tahu kemana pikirannya. “Tidak ada. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian..?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana.

Tidak ada yang menoleh kesini. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. Aku mendegar dua suaranya. tapi masih sangat jelas. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. sayang. Aku cepat-cepat membuang muka. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai. bro.” Aku pura-pura memperhatikan. Kulihat. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah.” Bella menjawab dengan suara lirih. Dia sedang memandangi lantai. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. sangat jernih. Emmet. lewat pikiran Jessica. Mereka tidak mencari terlalu jauh.Diterjemahkan dari: www.” suaranya memelan. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka. “Sangat manusia. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu. Kau terlihat sakit. Aku menarik napas pendek.stepheniemeyer. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria.” Rosalie menegur mesra. Kenapa itu menggangguku. “Hari ini aku minum soda saja. ke Emmet. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. “Tidak apa-apa. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. yang sepertinya sedang melamun. pikiran dan verbal. saling lirik mencari biang onarnya. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. berdiri kaku di antrian. Bukankah 30 . yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. berangsur darah menghilang dari wajahnya. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. Mike Newton bersama dua gadis itu. aku merasa sedikit tidak enak badan.

Tidak melawan angin. sama seperti anak tolol itu. Dunia tidak akan berakhir.” “Tunggu saja. di salah satu meja terdepan.. Alice menyikutku. Seperti diriku. . Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya.” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku.” Seketika itu juga. dan mengangkat nampannya sebagai perisai. seperti janji Alice. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu.. setengah cair setengah beku. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike. Dia mengerjap. kemudian kusadari aku ikut khawatir. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton. Bagaimanapun juga. seideal lukisan Norman Rockwell. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. Emmet tertawa. “Aduh!” keluh Rose. kaget. secara naluri. Untung mereka duduk di tempat biasa. Alice terus tertawa.. 31 .. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan.stepheniemeyer.. Dia akan melihat kesini. terlihat bahagia dan normal. “Terus terang. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. Alice tertawa.” gerutuku. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu.memandangi keluarga Cullen lagi. memperhatikan ketiganya memilih meja.Diterjemahkan dari: www. “Tenang.com minggu lalu. seseorang membatin. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang. “Kau yang mulai duluan. bersikap manusia. Air beterbangan.” sindir Emmet. Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. dan menyeringai waspada. Edward. Aku pindah ke Jessica. aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. dan kami semua kembali menikmati canda ini.. menarik perhatianku.

Tentu saja begitu.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica. Dia cepat-cepat menunduk. tanpa diminta. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku. Pikirannya menggerutu.” dia berbisik di telinga si Swan. sejalan dengan frustasiku. bersembunyi dibalik rambutnya. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. Mungkin dia memang letih. bukanya menghilang.” “Sudah jangan dilihat lagi. Sepertinya 32 . Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku. sambil cekikikan. Jessica terkekeh.stepheniemeyer.” mereka selalu begitu. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali.” jawab Jess. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. aku tidak pernah mengupayakannya. Aku mendengarkan. Aku coba memahami gerakannya.” gadis itu kembali berbisik. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. Pertanyaan itu membingungkan Jessica. “Edward Cullen menatapmu. Tidak ada nada sinis atau cemburu. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. “Tidak. “Dia tidak kelihatan marah. tapi aku tidak menatapnya.” Jessica meyakinkan dia. iya kan?” dia balik berbisik. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu. melakukan apa yang diminta. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu.Diterjemahkan dari: www. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin. tapi cuma bisa menebak. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami. Tidak ada apa-apa selain hening. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. coba mendengar sesuatu. “Well. pada responnya. “Tapi dia masih memandangimu. Tapi aku berkonsentrasi sekarang. terlalu tertarik.” gadis itu mendesis kesal. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun.

kedengarannya ia sedikit merasa begitu. Ketika jam istirahat selesai. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. Jangan buru-buru. duduk disamping si gadis. tapi kemudian ia tahan.com —sepertinya tentu saja. dagunya hampir menoleh. Mereka menunggu keputusanku. Kita hampir lulus. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku. cukup satu hari saja? “Aku. sangat ingin. tidak sadar telah turun hujan.rasa tidak apa-apa. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu. Manusia-manusia itu mulai keluar. hanya sedikit.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. Keluargaku juga belum beranjak.” “Aku belum ingin pindah lagi.” Rosalie memprotes. “Pulang lah. Edward?” protes Jasper. 33 . aku masih tetap duduk. Badannya menggeser sedikit.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah.Diterjemahkan dari: www. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Emmet. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini.. Akhirnya. Aku ingin. “Kau telah memutuskan. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir. Lebih cepat tahu lebih baik. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi. karena tidak berkaitan dengan dia.stepheniemeyer. menghela napas panjang. Apa aku akan pergi ke kelas..” Aku juga tersiksa pada pilihannya. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku. Benar-benar bodoh. menatap kedepan ketimbang lari lagi. “Kenapa mesti memaksakan diri.” Alice berkata ragu. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri.

makin tegas. Penasaran. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya. “Halo. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. Rose. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya.” perintahku. beranjak dari meja. “Ayo masuk kelas.. dia tidak mendongak. Pikirannya tertutup.Diterjemahkan dari: www. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi.. Mr. Aku tahu dia mendengar.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. membuat gambarnya tidak imbang.” kataku dengan suara pelan. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. sibuk mencoretcoret buku catatannya. amat terlalu ingin tahu. Wajahnya menunduk lagi. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. kecaman Jasper. Tapi tidak ada maknanya. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya.” dia mengerling penasaran. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. persetujuan Emmet. Akhirnya. membiarkan kakinya menggesek lantai. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran. tapi matanya sangat terbuka. Aku belum terlambat. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi. “Ini. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. “Tidak. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. Bisa kudengar kecemasan Alice.” Alice meyakinkan. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. 34 .stepheniemeyer. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. disinilah aku.

bingung kemana arah pertanyaannya. tanpa merasakan aromanya. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. Aku tidak mengerti. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. Aku pasti benar-benar menakutinya.” katanya. suaranya gugup. saat bersamaan mereka mencari perhatian. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya.” sapaku. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. Ini membuatku merasa bersalah.” Dia mengerutkan dahi. “Namaku Edward Cullen. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. kurasa semua orang tahu namamu. Kendati tidak mau terlalu menonjol. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. Aku terus menatap kedalam matanya.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. Kurasa. “Oh. Kau pasti Bella Swan. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. bagi orang sepemalu dia. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna.” jawabnya. aku berhat-hati dengan gigiku.Diterjemahkan dari: www. tidak berkata apa-apa. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. “Bukan. dia begitu lemah. meskipun aku tahu dia sudah tahu. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab. Lagi. mencari dasarnya. seakan itu membuatnya tidak senang.stepheniemeyer. “Maksudku. Pipinya merona. “Tapi kupikir 35 . Tanpa bernapas. aku lebih suka Bella. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. menggerakan kepalanya sedikit.com Dia mendongak. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam.

Aku memberanikan diri.” perintah Mr. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. Dia menyadari perbedaan itu. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. dan kami mesti berpasangan hari ini.stepheniemeyer. “Kau duluan. Aku merasa geram. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. “Mulai. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. Banner. Dia menatapku. cepat-cepat membuang muka. lebih takut.Diterjemahkan dari: www. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu.” ujarku konyol. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. partner?” aku menawarkan.” kulitnya bersemu jadi merah muda. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. yang sedang menunduk memandangi meja. aku harus mengambil napas. 36 . Jika ingin bicara lagi. Cukup tajam.. Akan sulit menghindari percakapan. Itu akan membuat dia lebih curiga. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong. “Oh. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. Sial baginya.. mengunci otot-ototku. Ahh! Sangat Sakit. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. matanya lebar. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri. Bahkan tanpa mencium baunya. Aku kehabisan udara. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin. menjulurkan kepala kesamping. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. seperti yang lainnya.

Tangannya mengulur ke mikroskop.” aku setuju. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. Dia tidak terlihat takut. dan kemudian mengganti slide yang baru. “Profase. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. “Maaf. melalui sela gigi.com “Tidak. “Anafase.” sebutnya setelah pengamatan singkat. Tidak heran dia diam.” aku berkata sendiri saat akan menulis. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. Aku butuh sesuatu untuk dilihat. “Boleh kulihat?” tanyanya. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. Aku masih belum siap menoleh ke dia. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. terkejut karena dia bersungguh-sungguh. “Aku akan memulainya. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan.” katanya. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. Aku menatap sekilas slide-nya.stepheniemeyer. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. sebuah mikroskop. “Profase. 37 . Dia melihat ke lensa dengan sangsi. Dia benar. sekotak slide. Aku mengambil satu napas cepat lagi. Selama sedetik. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja. Ia buru-buru menarik tangannya. menulis pada lembar kerja. Sudut mulutnya bergerak turun. kehangatan kulitnya membakar kulitku. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya.Diterjemahkan dari: www. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan. Aku menatapnya. dan langsung kecewa. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh.” gumamku lewat sela gigi. Dia sudah akan mengganti slide-nya.

Aku menatap balik. dan ada matanya. terpesona pada besarnya malapetaka. “Kau memakai lensa kontak. Kulihat lagi gadis itu. Pertanyaan yang aneh. tak perduli betapa normal. ya?” dia tiba-tiba bertanya. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. Lebih baik dari sekedar manis. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan. Bahkan lebih menariknya. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya. Tubuhku pelan-pelan menghangat. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya. 38 .dalam cara yang tidak biasa. menungguku yang menulis. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. “Tidak. yang penuh rahasia. Ini perkembangan baru. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya.. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu.” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. kehebohan. Dia tidak terlalu lama melihat.. tapi mengulurkan tangan.Diterjemahkan dari: www. Bisa dibilang dia cukup cantik... batin Mike. Kami berhasil selesai dengan cara ini. “Interfase.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. wajahnya menarik.” gumamnya. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. “Oh. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku.com “Slide tiga?” dia meminta. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang. dengan mata masih di mikroskop.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan.stepheniemeyer. sambil menatapku sebal. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku.

aku akan menjawab iya. “Jadi. godaan hari ini. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. Kelepasan bicara lagi. “Yeah. dan berpaling ke depan kelas. Minggu lalu. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. mataku hitam karena haus. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku.” Pikiran Mr. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya.” spontan aku meralat. bahuku kaku. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. Jika tahu maksudnya. Sekarang. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia.” ujarnya. Edward. Dua tahun aku di sekolahan ini.” “Whitefish Blastula?” Mr. Tentu saja ada yang berubah pada mataku. tertarik. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap.Diterjemahkan dari: www. saat terpesona dengan keluargaku. Mereka bersembunyi minder. Banner mendekati meja kami. mataku berubah hangat keemasan.stepheniemeyer.” Ini mengejutkan dia. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. meneliti jawaban kami. saat dia tersenyum. tubuhku dibanjiri darah. Untuk persiapan hari ini. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin.com Aku mengangkat bahu. Yang lainnya.” 39 . terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah. Banner menyelidik. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya. agak kebanyakan sepertinya.

“Atau basah. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu. “Jawabannya. “Sayang sekali turun salju. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. “Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar. Dua kali salah dalam satu jam. “Kau tidak suka dingin. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu.rumit. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu.. aku ingin menambahkan. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. Teka teki yang akan terus mengganggu. pikirannya akan selamanya jadi misteri. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar. Tidak sopan. Topik sederhana yang membosankan.” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan. “Well. Banner. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu. jika ia pergi. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini. “Tidak juga. nadanya dingin. “Kau tak tahu bagaimana rasanya.” jawabnya. ya kan?” kataku. Tentang cuaca—selalu aman. sambil mengerutkan mulutnya. Dia kembali menggambar lingkaran.” aku menebak..” Mata lebarnya mengerjap. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman. tidak menambahkan apa-apa lagi. Itu membuatku ingin bertanya lagi.” dia menambahkan. “Kupikir kalian cocok menjadi partner..stepheniemeyer. mengejutkanku lagi. Ini tidak mengejutkan. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik. terlalu menyelidik. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele. Sangat memalukan.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 . Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. tidak santai seperti percakapan biasa.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya.” Ucap Mr.. “Lalu kenapa kau datang kesini.” dia berkata pelan.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu.” tanyaku.Diterjemahkan dari: www.

Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa. Mendadak ia mendongak. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas. memancing lebih banyak.” lagi-lagi tersenyum. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya. suaraku kelewat penasaran.com tenggorokanku.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. “Dan kau tidak menyukainya. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman.” Ah. dia bicara cepat.” kataku. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. Phil baik. Dia pemain bola. “Tidak. Sebetulnya. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. Aku ikut tersenyum. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya.Diterjemahkan dari: www. membetulkan asumsiku. Dorongan yang aneh. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi.. “Itu tidak terdengar terlalu rumit.. mudah dipahami. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. Yang harus kuakui. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. Ini membatku tidak sabar. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. pilihan karirnya membuat dia kagum. tapi cukup baik. “Rasanya aku bisa mengerti.” berkas senyumnya makin tampak. memang begitu. “Phil sering bepergian. “Terlalu muda barangkali. Pandangannya menunduk lagi.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat.” jawabnya. “Ibuku menikah lagi. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. ini sangat manusia. buru-buru.” aku memaksa. Dia bukan pemain andal. mengira-ngira Phil yang mana.stepheniemeyer.” aku menerka. Terdengar terlalu mencampuri. “Barangkali tidak. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. “Benar-benar liga 41 .

” kataku.” tanggapku ringan. Tidak seperti manusia lainnya. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. “Tidak. Aku benar-benar tidak paham. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil.stepheniemeyer. suaranya berubah tajam. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. Dia lebih mementingkan orang lain. Jadi aku menyerah. Dia benar-benar tidak masuk akal. “Terus?” ujarnya.” aku mengakui.. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. atau alasan dibalik nada bicaranya.Diterjemahkan dari: www. aku membayangkan skenario baru. berharap mendapat reaksi darinya.” katanya. “Itu tidak adil. Dagunya terangkat. “Aku sendiri yang mau. sebal telah kalah.” Aku tidak tahu maksudnya. nadanya makin sayu di tiap katanya. Tebakanku sepertinya menyinggung dia.” dia menjelaskan pelanpelan. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. Dan berhasil lagi. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya.com kecil. Aku menatap matanya. Kali ini.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. Dia sering berpindah-pindah. ternyata tidak terlalu keliru. “Aku tak mengerti. ekspresinya mendadak datar. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. Dia tidak seperti kebanyakan manusia..” 42 . seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan. coba terlihat santai. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. Aku mengangkat bahu.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. Pada saat bersamaan. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie.” gumamku. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar. “Mula-mula dia tinggal denganku. dia tidak mengirimku ke sini. Saat melihat hal ini. Dia tertawa dingin. “Ini membuatnya tidak bahagia. meskipun aku tidak tahu kenapa. tapi dia merindukan Phil. “Tapi sekarang kau tidak bahagia.

Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. “Pertanyaan yang bagus. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi. tapi pura-pura tidak mendengar. tentu saja. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah. menebak asal-asalan. meskipun sama tidak merasa gembira.” Dia menatapku balik. Semua situasi ini. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku. 43 .” aku berkata pelan. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. kalau aku terlena. Dia tidak suka saat tebakanku benar.” Dia mengerutkan muka. dan kembali menatapku lagi. problem manusia tidak penting.com Aku ingin ikut tertawa. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja. “Ya sudah. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. lucu.” aku akui. Tapi. “Kau pandai berpura-pura.Diterjemahkan dari: www. masih membuang muka. pembicaraan ini.stepheniemeyer. Dua kerut V diantara matanya. “Kurasa tidak. itu saja. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya. aku tidak dapat menyentuhnya. Matanya mengerjap sesaat. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya. Itu membuatku tersenyum. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. menggangguku. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. Itu sangat tidak aman. sisa kesenduannya.” dia memberitahu. terlihat bingung lagi. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. lalu ia membuang muka kedepan.

gelisah. Dia bermaksud mengerling sekilas.com “Apa aku mengganggumu. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya. dan gadis itu langsung berpaling dariku. “Kebalikannya.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang. “Tidak juga. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. tapi tatapannya terperangkap pandanganku. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu. yang lagi-lagi. merasa aneh. membuat asumsinya sendiri.stepheniemeyer. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. Aku tersenyum lebar. Sungguh aneh.Diterjemahkan dari: www. sejeli sebagaimana dia kelihatanya. meskipun sudah coba kuusir. tepat sasaran. Itu kelakukan bodoh. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya.. sambil tersenyum tanpa sebab.” dia menebak. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti. Dia terlihat lega karena teralihkan. Aku tidak bisa disebut hidup. hidup bukan istilah yang tepat. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya.” aku mengiyakan. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. menggerutu. khawatir..” Dia memberitahu.” bantahku. Aku tidak akan sanggup menahan diriku. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. “Aku malah sulit menebakmu. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. “Biasanya. Aku harap dia begitu. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri.” tanyaku. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku.” Keningnya mengerut. Aku menatapnya terheran-heran.

.” desisku lewat sela gigi. Paling tidak untuk saat ini. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol.. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya..” bisikku. hubungan dia dengan ayahnya. Memang tidak.stepheniemeyer. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur. Dalam perjalanan masuk kelas. Monster dalam diriku menggeram. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat.com tentang ibunya. ia akan bilang. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. Aku berhenti bernapas. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku. Tidak sadar. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. Lagi.” aku bergumam. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. Tidak ada yang mati. iya kan? “Iya. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing.. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. Minimal aku tidak merusak apa-apa. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh.Diterjemahkan dari: www. kukira. tapi tidak menikmati kesakitanku.. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya. Tidak.. Jika Alice butuh bantuan. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi. Dia melihat ekspresi liarku sekilas. Semakin menarik dia bagiku. kehidupannya sebelum kesini. Apa aku akan membuat yang ketiga. Kurasa itu berita baik. Dia meyakinkan aku. Dia terikat kencang. aku melihat ingatannya barusan. “Tidak ada yang mati. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi. Tadi aku tidak berniat akan. aku tidak boleh mendapati dia menarik. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. resiko yang tidak semestinya dia tanggung.” Mungkin lain kali akan lebih mudah. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas. Tadi ia ingin ikut mengejar. aku tidak tahu seburuk itu. 45 . “Kali ini. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu.

Aku langsung terlonjak. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. Edward?” tanya Senora Goff. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. Harmonis. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan. “Tentu saja. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie.. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. terkejut dengan gerakan mendadakku. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. “Me perdona.. “Itu tidak menolong. Aku tahu. Kau bukan orang pertama yang mengacau. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya.stepheniemeyer. Emmet. 46 . hampir malam. “Ah..com “Tentu. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Waktu itu petang. Dan dia sudah mengikutiku. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. Dia mengangkat bahu. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar.Diterjemahkan dari: www.” Atau. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu. Langit keunguan diatasnya.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. Tidak sampai setengah detik. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. tanpa menahanku keluar kelas. mungkin kau akan membunuhnya. Emmet terkenang. “Esta bien. Seakan ingatanku masih belum cukup. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja. Emmet sedang menyusuri jalan itu. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet.” bisikku.” Aku dengar Emmet menjawab. ke sebuah jalan pedesaan.” aku menggeram pelan. seakan itu hal yang tidak terelakan. sambil segera menuju pintu. “Emmet—por favor. jingga di sebalah barat pepohonan.

“Tidak.” “Aku tahu. Edward. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri.. Aku tidak suka caranya menatap Bella. Itu akan meremukan tulang lengan manusia. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu. dan tidak terlalu berhasil. “Sori.” aku menghirup panjang. tapi gadis itu sedang tidak besamanya. Dia terus berpikir negatif seperti itu. Kembali ke kelas. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya. menunggu hingga sekolah usai.” Dia terhenyak. cepat-cepat menjauh.. Di kelas olahraga bersama Mike Newton.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir. Pembicaraannya paling-paling tidak penting. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat.Diterjemahkan dari: www.. Tapi. Dia kesal. dan telapak tangannya sekaligus. “Lebih parah. Aku ingin sendirian.' Kira-kira seperti itu. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . membersihkan kepala dan paru-paruku. seperti seorang pecandu. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu.. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu.stepheniemeyer. Bersembunyi. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie. Aku ke mobil lagi. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku. Jadi aku terus mencari. Emmet. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas. Kedengarannya dia tidak takut. Emmet.. atau bolos. Lagi. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi. Mungkin aku harus pergi.. lebih parah. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya. Cukup mudah menemukan Jessica.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Mungkin.

belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. Sudut bibirnya turun. jadi aku berhenti mendengarkan. aku keluar dari mobil.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Dia menyisir rambutnya dengan jari. 48 . dan akhirnya melihat ke arahku. karena sikap tidak bertanggung jawab ini.. Aku mencuri-curi beberapa kali. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku. setelah hampir satu jam. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. aku tetap tidak bergerak. Ini menggangguku lebih dari semestinya. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana.. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. tidak yakin kenapa. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga.stepheniemeyer. Bukan mengintai. ketika akan tiba di parkiran. Aku tidak mau kaget. Dia menatapku balik hanya setengah detik. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. Dia tidak melihatku. seakan mereka menyinggung perasaannya.Diterjemahkan dari: www. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. untuk mengintai gadis polos itu. Aku menyalakan CD musik rock. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. Hanya bersiap-siap. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. Dia melihat sekitar sebelum mundur. aku coba meyakinkan diriku.

49 . Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain. ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir.stepheniemeyer. Ketika mobil lain lewat.Diterjemahkan dari: www. tak perduli apapun yang dikendarainya. Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu.com Dia menatap kaca spionnya. membuatku tertawa saat dia melintas. mulutnya menganga ngeri. sangat hati-hati hingga membuatku geli. memandang lurus kedepan.

Dia menjangkau untuk menyentuhku.” “Tidak ada. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh.. meski aku tahu tetap tidak akan cukup. Belum.” “Apa yang terjadi. “Edward?” “Aku harus pergi. Saat berlari menembus kegelapan hutan.stepheniemeyer.” Sekarang dia bertanya-tanya. tapi aku menjauh. Tapi akan terjadi.” Kulihat diriku menarik napas panjang. jika aku tinggal. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku. Carlisle ikut menemani. Carlisle.. Ini lebih cepat. bawa mobilku. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. dan memegang pundakku. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 .” Saat tahu dia mengerti. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya. wajahku tertunduk malu.” “Aku sangat sedih kau menderita.com 3. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu.apa ada masa dimana. “Memang itu yang kubutuhkan... Jika kau memintaku tetap tinggal. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. “Tidak.” “Apa kau pernah. “Aku tidak mengerti. Edward. Sedikit pencegahan. Ini. Aku harus pergi sekarang juga. tak perduli aku coba menghindar lagi. Fenomena Aku tidak haus.” Dia menggapai tanganku.Diterjemahkan dari: www. Aku akan merindukanmu. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu.” bisikku sambil lari. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi.

aku tahu. Rosalie mungkin. “Iya. tapi jika ini terlalu sulit.stepheniemeyer. jika itu yang kau butuhkan. Hal itu tidak akan menghentikanku.” 51 . Aku mengacuhkan kata-katanya.. daripada nanti. “Tidak. jika aku bisa membuat diriku pergi. dia memperhatikan ekspresiku.” Aku mengangkat sebelah alisku. setelah ada korban jiwa. Dia tertawa. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia.Diterjemahkan dari: www. Kami melambat—hampir berlari normal.” aku menyetujui.” aku mengaku. “Seharusnya aku pergi. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah. Tidak kali ini. Suaraku parau..” pada akhirnya candanya lenyap. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi. iya kan? Aku tidak menjawab. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi.” “Aku tidak suka jadi pengecut..” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal.” “Aku tahu. aku tahu itu. tapi di berhutang padamu.” “Apa yang menahanmu disini. Apa karena harga diri. Tapi kau tidak akan pergi. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. jauh lebih baik kita pergi sekarang. “Iya. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi. Bagaimanapun juga. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu..com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup.” “Tentu kami akan ikut. Mereka tidak akan kesal. Kau hanya perlu minta.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek.. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi.” “Kau betul.. sebelum ada insiden.

memulai karir. aku tidak mengerti. tiap daun pakis. Dia akan pergi kuliah. Kami mengambil posisi berburu. Carlisle benar.stepheniemeyer. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. Tapi aku akan menghargai privasimu. Dia tertawa lagi.” dengan satu pengecualian. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara.” bahkan ke diriku sendiri. Aku seharusnya meninggalkan Forks. Dia menilai ekspresiku. semua tertutup es. Mereka bisa mengatur alibinya. jika itu kemauanmu. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. badan membungkuk dengan cakar didepan. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. Aku mendesah. Tidak. Hanya selama satu atau dua tahun. Apapun itu tidak penting. Mengunjungi saudara jauh. aku tinggal di tepi sungai. menunggu matahari terbit. Salju yang mencair telah membeku. bahkan dengan buruan yang paling baik. Aku bisa membayangkannya— 52 . Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. “Terima kasih. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. Sekolah asrama di Eropa. menua. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Kau terlalu baik. “Ayo. tiap batang rumput.Diterjemahkan dari: www.” Aku mengikuti. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. Tapi sangat sulit untuk bersemangat. dan gadis itu akan menghilang. mungkin menikah dengan seseorang. menatap dasarnya. Perutku kembung karena kebanyakan darah. Saat ini. bau rusa jadi terasa menjijikan. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. dengan ingatan darah gadis itu. Itu tidak masuk akal. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. Gejolak remaja yang kabur dari rumah.

Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu. Aku ingin kau tinggal. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku.Diterjemahkan dari: www.. dia cemberut padaku. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. Aku mendesah dan menangguk. lengannya mengait ke lengan ayahnya. Berhenti membahayakan kehidupannya. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. Kau akan pergi lagi. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. “Aku belum tahu kemana tujuanku. Ini akan sulit. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian. atau empat. Alice sedang menungguku. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. Itu hal yang benar untuk dilakukan. tapi aku akan melakukan hal yang tepat. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle. Sungguh ganjil. Matahari terbit dibalik awan. Aku menggeleng.. Aku tidak bisa mengerti. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku.stepheniemeyer. Sangat terlalu bias. Aku harus mendengarkan dia. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. Aku bisa mengatasinya. Satu hari lagi. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. Aku akan menemui dia satu hari lagi. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. Dan pikirkan 53 .” bisikku. aku memutuskan. agar cerita yang berkembang meyakinkan.

“Kau pasti sadar bukan. Kemudian. Tidak cukup jelas untuk dikenali.” “Cepat ganti baju.. Aku juga. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. Ini tempat yang aku tahu. kau tahu itu. “Ya. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini. “Aku tahu. dan banyak jalan yang salah.” Ada banyak jalan yang benar. Ada sesuatu disana bersamaku. meskipun. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah. “Thanks. Dia berhenti.Diterjemahkan dari: www. Menurutku..” dia mengucapkannya dengan suara verbal. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya. aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. Aku akan 54 . Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. “Menurutku sesuatu ada yang berubah.stepheniemeyer. Alice. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak. pundaknya terkulai. Maka itu kau harus tinggal.” dia meyakinkan aku. lagi.com bagaimana Esme. Tapi aku harus melakukan apa yang benar.” Aku tertawa muram. tapi. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh. sangat kabur. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar.

Tentu saja. temperamental dan gampang marah. Aku segera tahu kemudian. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. orang yang bertanggung jawab. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Itu adalah perjalanan yang sepi. tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. Aku bersandar ke mobil menunggu. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. Sebetulnya cukup mudah dipahami. tidak perduli betapa nikmat aromanya. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. Dia belum datang. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu.stepheniemeyer. Hanya mempersiapkan diri. Ya. aku juga akan sangat merindukannya. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. Jalanan licin karena es. Ini adalah salah satunya. Alice menemani. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. betul. Sungguh.com merindukanmu. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. Yang lain langsung masuk ke kelas. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. Yup.Diterjemahkan dari: www. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. 55 .

kakinya selalu terpleset. Dia tidak mendongak. Tapi. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. Mungkin akan datang bicara padaku. mengecek pijakannya yang licin dulu.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri.com Mobilnya diparkir tidak jauh.. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. Tidak. rasa penasaran membakar seperti dahaga. sekedar berjaga-jaga. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin. Tatapannya. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan. Tapi mungkin ia akan menatap balik.. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. Dia tidak suka salju.. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam. tidak yakin dengan langkahnya. namun juga segalanya berkaitan 56 . Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es.Diterjemahkan dari: www.. melihat kebawah dengan ekspresi aneh. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. Tidak. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. Itu membuatku tersenyum. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh.emosional? Lagi.stepheniemeyer. dia justru ke belakang truknya... jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan. tapi dia belum menyadari aku disini.. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku. Bukannya ke kelas. Aku akan bicara ke dia. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. mengisi paru-paru. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. itu salah. Aku mengambil napas panjang. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku.. mengamati dia. dan itu membuatku frustasi. Dia keluar dari truk dengan hati-hati. sepertinya itu tidak mungkin.

Ia mendongak. Van itu kemudian berubah arah. tapi juga bagi seluruh keluargaku. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. Aku menangkap pingganggnya. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. Masih terkunci dalam pikiran Alice. bingung karena mendengar suara lengkingan bising. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. di belakang truknya. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. Gadis itu.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. aku melihat penglihatannya mendadak berubah. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. 57 . Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. Aku telah berbuat terlalu banyak. berdiri tepat di tempat yang salah. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua. sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. aku menyadari kesalahan itu. yang meluncur diluar kendali Tyler. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku.com denganku. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. tubuhku serasa membeku.

Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya. Matanya terbuka. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. kusorong van itu sedikit. Van itu bergetar. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu. Aku sangat lega mendengar suaranya. 58 . Aku tahu situasiku terpojok. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. mengetahui dapat saja menghirup baunya. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. Ketakutan itu adalah yang terbesar. demi orang-orang kudus. Oh.” dia menjawab spontan dengan suara linglung.stepheniemeyer. Aku menarik napas lewat sela gigi. pikirannya panik. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. Saat teriakan orang-orang mendekat.com Terekspos.Diterjemahkan dari: www. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. Sambil mengggeram dalam perut.. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia. aku memeriksa wajahnya. Dua ban sampingnya terangkat. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. Jika kulepas tanganku. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. kemudian terayun. “Bella?” Aku bertanya khawatir. Saat mau jatuh. syok.. Justru bisa dibilang aku menyambutnya.

nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. “Aku berdiri di sebelahmu. Aku pegang pundaknya untuk menahannya. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini. Mereka saling mendesak maju untuk menonton. tapi apa dia boleh 59 .. Aku hampir tertawa geli.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya.” dia kelihatannya baik-baik saja. ekspresinya masih syok. jika sangat yakin saat berbohong.” aku tahu dari pengalaman.lebih aman? Lebih baik. Kini. masih memegangi dia di sisiku. “Itulah yang kupikirkan. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. dan aku bukan amatiran. Dia mendongak menatapku.com Dia berusaha untuk duduk. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata.. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. Dia melihat terlalu banyak. “Bagaimana bisa. Itu bagus. Kini orang-orang mulai merubung.” aku memperingatkan.” keluhnya. “Aduh. Sepertinya itu membingungkan dia. memeriksanya dengan peralatan lengkap. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam. paling tidak. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. rasa humor lenyap..” suaranya perlahan menghilang. tapi aku belum siap melepasnya. Kebanyakan para murid. Entah bagaimana aku merasa.stepheniemeyer. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan. Ekpresiku lembut. matanya mengerjap bingung.. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. “Coba jangan berdiri dulu. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle.Diterjemahkan dari: www. “Hati-hati. Dia berusaha duduk lagi.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam. Bella. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. Aku menatap balik. Dia melihat ke sekeliling.. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja. bersahabat. Dia berusaha untuk berdiri.. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. Kali ini kuijinkan. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar.

“Kau ada di sebelah mobilmu. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti.” “Baik.” dia ngotot. “Kau ada disebelah sana. tidak panik.” dia mengulangi dengan nada ketus sama. “Kumohon. Bella mengerjap.” dia mengeluh. aku berharap ada Carlisle. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler. Jadi. Bella.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya.. “Baik.com menggerakan leher? Lagi. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. Sangat ingin. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala. “Percayalah padaku.Diterjemahkan dari: www. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya. Rahangnya mengeras. Jika aku bisa menenangkannya sebentar. Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya. bukan hanya karena insiden ini. aku sedang berdiri disampingmu. 60 . Dagunya terangkat maju.” Aku berusaha tetap tenang. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka. “Bella. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku. dan kemudian matanya fokus ke wajahku. dan aku menarikmu. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada. nadaku ketus. namun dingin yang ia risaukan. “Tapi dingin. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali. Dia melirik ke tempatku tadi.” aku memohon.stepheniemeyer. saat menjawabnya.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh. Hasrat yang konyol. masih ngotot. “Tidak.” Hal itu membuatku masam lagi..” “Aku melihatmu. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu.” “Tidak.

Dalam pikirannya ia tidak curiga. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku. “Hey. Aku mesti membayar mahal nanti malam. Edward.. dan tidak menemukan hal yang berbahaya. 61 . tapi aku sudah cukup terlibat masalah..Diterjemahkan dari: www. trauma. Dia ketakutan. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu. Aku tidak kena apa-apa.. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. Oh. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya. iya betul. Dia tidak langsung membantah ceritaku. kid?” “Perfect. “Apa kau baik-baik saja.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. para saksi dan orang-orang yang baru datang. Brett. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya. Akhirnya. agar lebih cepat. Itu membuatku lebih rileks. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak. Kemungkinan agak syok. Jasper. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang. dan Emmet. belum ditambah benturan di kepalanya. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya.. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak. Aku mungkin saja membantu mereka.stepheniemeyer. Dia seorang perawat.” Brett Warner menyapa. yang baru saja datang. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit. Lagipula gadis ini matanya tajam. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam. pihak berwajib ditelepon. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. yang menatapku sengit merasa dikhianati. tapi dia terlalu dekat.

Aku hanya. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. Meskipun tidak terucap. bukan untuk gadis ini. disamping Brett. tapi tidak sulit menolak mereka. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan. Pikirannya sebagian tersembunyi. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki.stepheniemeyer. dia tidak melebih-lebihkan..Diterjemahkan dari: www. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa.” keluhnya. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet. Hmm. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. bukannya kosong. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. Baru setelah mendengarnya bicara. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance. Menarik. menggema makin dalam. Aku cuma bisa 62 . tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Hanya saudara-saudaraku yang melihat.. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. Rintihan dia sampai padaku. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. Buat kebanyakan manusia. “Aku baik-baik saja Char—Dad. paling tidak. “Bella!” Dia berteriak panik. Dengan kebanyakan manusia. dan dia setuju. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban. Sangat cemas dan merasa bersalah. “Aku tidak terluka. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak.

sedang sisa harmoni lainnya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. Ketika tiba di rumah sakit.com menangkap satu nada. aku tidak mengerti. dan segera waspada begitu melihat wajahku. Aku ingin mendengar lebih banyak. “Carlisle. Aku mesti mendengarkan. Wajahnya pucat. prioritas pertama adalah mencari Carlisle... Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. tidak. tidak ada luka serius pada gadis ini. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis. “Dia terluka Carlisle. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu.” aku berbisik ngeri. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance. aku seharusnya tahu.stepheniemeyer. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi. tentu saja. dia menggantung satu 63 . bukan itu. Dia langsung terlonjak berdiri. Edward—kau tidak— “Tidak. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah.. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini.. Matamu. Dia ada di dalam kantornya yang kecil. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es. Aku harus konsentrasi. sejauh ini. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak. Tentu saja. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. mungkin tidak serius. Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. dia menyadari mataku yang masih keemasan.” Dia langsung menghela napas lega. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar.Diterjemahkan dari: www.” Dia mendengarku mendekat tak sabar. Sejauh yang bisa mereka katakan.

mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. Jika kita harus pergi.. “Dia tahu ada sesuatu.. tapi. Barangkali tidak perlu. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 . karya seorang pelukis bernama Hassam. tidak ada yang melihat. aku yang melakukannya. Dan itu tidak mudah bagimu.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. Alice sempat melihat itu.yang salah denganku.” Alisnya mengerut.aku minta maaf Carlisle. Aku tertawa bersama Carlisle. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa.stepheniemeyer.. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras.kecuali dia. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. tapi lagi. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. paling tidak bagi dia.. Aku juga mesti menghentikan Van itu. ketika bergerak kilat melintasi parkiran. Aku kembali sanggup menatap matanya. Aku bisa melihat ironinya.” Dia mengitari meja dan memegang pundakku. Aku bangga padamu Edward. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia. “Kumohon. “Belum ada. Kita tunggu saja apa yang terjadi. Aku. pada sekejapan sembrono tadi..” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin.” Ujarku.” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah... sedikit frustasi. kecuali dia.. dan itu menggelitik. kita pergi. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. “Aku sangat khawatir telah menciderainya.” aku buru-buru melanjutkan.” “Itu tidak penting. “Kepalanya terbentur—well. “Dia tidak jauh di depannya.. mempertimbangkan kejadian ini. Entah kapan. Kelihatannya tidak apa-apa. Tidak ada yang memperhatikan.Diterjemahkan dari: www. Kau melakukan hal yang benar. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya..

Carlisle tidak turun tangan. “Dia berdiri disebelahku. Itu tidak terlalu membuatku lega.. kelihatannya terluka lebih serius.stepheniemeyer. Tyler Crowley. Tyler merasa sangat bersalah. Aku menunggu. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku.. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. kurasa 65 .com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku.. sementara Bella menunggu giliran dirontgen.. tanganku pada gagang pintu. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit.” dia berkata. “Mmm.” aku bersumpah. Tapi kemudian napasku memburu. si pengemudi van. “Edward Cullen. tidak bernapas. Perhatian perawat beralih ke dia. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti.. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. Akhirnya ia melanjutkan.. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan.” “Cullen?” Huh. Sekali melihat wajahnya. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler. Bella akan langsung ingat padaku. “Aku tidak melihat dia.Diterjemahkan dari: www.” Aku menghela napas. “Edward menarikku dari jalan. Aku ingin mendengarnya sendiri. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. itu aneh. Ia ragu-ragu. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat. tapi aku tahu Carlisle benar.” aku mendengar dia menggumam. “Wow.

Dia cantik. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. Agar dia tidak 66 . namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau. tapi tetap saja. Aku jauh lebih tenang.. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu. dia berkomentar. dia sedang berpikir. “Bersikap normal. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk. Kepalanya baik-baik saja.. Semua bisa melihat hal itu. tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan.. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen. Ah. Kurasa begitu. Carlisle memergokiku. Untuk membayar hari ini.” aku menggumam dibalik napas.com kejadiannya berlangsung cepat sekali. Aku diam selama mungkin. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler. Aku tidak melukainya. setengah jalan menuju UGD. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard. iya. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD.. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa. baru menyadari pikirannya.. Dia ada disini entah dimana. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. Untungnya. aku harus mengajaknya kencan. Kau kelihatan jauh lebih baik. Bahkan ketika acakacakan begini. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. tidak terlalu. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu. Aku hanya melihat lurus kedepan.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. tapi aku tidak perlu melihat dua kali. Aku seharusnya senang. Dia baik-baik saja. kecurigaan menggantung di matanya. Bukan tipeku..stepheniemeyer. Kerja bagus.Diterjemahkan dari: www. Kami tidak sendirian. seperti tidak terjadi apa-apa. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik... Edward. Aku bersembunyi di pojokan.

kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. Aku akan menyusul sebentar lagi. Matanya sesaat melebar. tidak seru. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial. tapi napasnya tidak teratur. merasa bersalah. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang.” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. “Tidak ada darah. ia sudah akan bicara. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan.” semuanya alasan yang bisa diterima. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. Ketika sampai di UGD. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. “Hai. Aku terdiam Sudah sana. Aku menatap wajahnya lama-lama.Diterjemahkan dari: www. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. Hmm. Ketika Tyler melihatku. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. Edward. masih memandangi hasil rontgennya.. dengan kau disini. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar.” sapa Tyler. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku.” aku berkata masam.com makin curiga. Tanpa berpikir. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia.stepheniemeyer.. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. “Ide bagus. Jangan buat dia curiga. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. 67 . Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle. Aku cepat-cepat pergi. Matanya tertutup. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku.

Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras. Kemudian ia mengerling kesal padaku. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya. Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain. “Hasil rontgenmu baik.. Aku bisa mengerti..” dia berkata pelan.. Bibir bawahnya sedikit mencebik.” jawabnya lagi. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali.stepheniemeyer. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. aku 68 . duduk di ujung tempat tidur Tyler. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya. kali ini agak tidak sabaran. Bertahun-tahun lalu. Tentu saja dia melihat kemiripan kami. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal.. aku datang untuk menyelamatkanmu. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella.” Dia mengeluh. Aku mengerang dalam hati. Aku menjaga jarak darinya.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. godaan itu jadi tidak ada artinya. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor.” aku berkata santai. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga. “Tapi jangan khawatir.? Tapi sekarang. “Aku baik-baik saja. “Jadi. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya. sangat bahaya. Miss Swan.Diterjemahkan dari: www. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang. “Jadi. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. dan berkata. “Aku baik-baik saja. “Aku tidak apa-apa.

Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu. tanpa takut. 69 . Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. “Sakit?” tanya Carlisle. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut. Dan dia tidak mengecewakan. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks. Matanya kembali menuduhku.” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian.” Carlisle menyarankan. Aku sedikit terkekeh. dan aku mengejang di tempat. “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu. mengetahui ia tidak akan menyakitinya. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. dan ia tidak ingin terlihat lemah. dia berani.” Carlisle mengoreksi...abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan. “Oh tidak. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini.. jangan mencurigakan. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang. Kembali dia mengerling kesal. “Tidak juga. “Sebetulnya.. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui.. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. Bella mengernyit.” kataku.” ujar Carlisle. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya.. Sesaat dagunya tersentak. wajahnya gelisah.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap. “Well.

tidak berhenti hingga cukup dekat. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya..” “Oh. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul. Lagi. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku. tidak!” dia buru-buru menolak. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle.” Dia memberitahu. “Sakitnya tidak separah itu kok.” aku berbisik. Membuatku tidak nyaman. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. baik kalau begitu. Mendadak Bella menghampiriku. hilang keseimbangan. Aku mulai bisa memahami dia. Kupasrahkan padamu. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. aku yang cari gara-gara.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku. pelan dan cepat. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. rasa iri itu melanda diriku. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle. “terima kasih banyak. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. “Kedengarannya kau sangat beruntung.” ujarnya cepat..” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. Belum. Well.Diterjemahkan dari: www. Carlisle berkata dalam hati. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku. Ini seperti memperolok harapanku. Rona merah muda terlihat di pipinya. Dia tersandung kedepan. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya. “Tidak. kemudian melepaskan peganggannya.. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. 70 . “Aku baik-baik saja..stepheniemeyer.

Ini adalah adegan perpisahan dariku. Lebih buruk lagi.stepheniemeyer. rahangku terkatup rapat. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan. dan kejam. Setiap kali berada di dekatku. Hati-hati..com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. tapi hampir saja.Diterjemahkan dari: www. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. Liur mengalir di mulutku. wajah gadingnya memucat. “Kau berhutang penjelasan padaku. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. Aku akan berbohong. Aku ingin mengatakan sangat keberatan. Edward. Matanya berubah penuh tanya. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga.” dia berkata dengan suara pelan. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno.. mengejek. Aku berbalik ke dia. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . ekspresi yang selama ini menghantuiku. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis.” aku mengingatkan dia.” dia memaksa setengah berbisik. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu. berusaha mengejar. jika kau tidak keberatan. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. “Ayahmu menunggumu. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya. “Aku ingin bicara denganmu berdua.

tapi kau mengangkatnya. “Tidak akan ada yang akan percaya itu. “Bella. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan.” Dia tersentak. Suaraku makin mengejek. membuat wajahku makin garang. ekspresiku mengejek. kepalamu terbentur. Meski marah dan terkhianati. Dia mengangguk tegas.. kau tahu.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca.” Dagunya terangkat. “Kau sudah janji. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku.com —aku tidak berhutang apa-apa padamu. dia akan menepati janjinya. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya.Diterjemahkan dari: www. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. Kenapa?! 72 . Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. dan itu jadi lebih mudah. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras.” Dia marah sekarang. Aku menatapnya. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya..” dia berbisik.” Dia berusaha menahan marah.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya. “Apa yang kau inginkan dariku.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya. dia melihat semuanya. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu.stepheniemeyer.

” Dia memintaku untuk mempercayai dia. Topeng diwajahku terlepas. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku. lalu aku kembali menguasai diri lagi. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. menunggu.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik. “Aku tidak tahu. langsung dari dunia horor. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati. “Ini penting buatku. Kemudian ia diam.dan aku tidak mau. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk. Aku kehilangan pegangan pada peranku. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan. kan?” “Tidak. Seperti geraman anak kucing.” ucapnya.” Kami saling menatap marah.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau.” dia menjawab penuh tekanan. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam. 73 .Diterjemahkan dari: www... Ia menggertakan gigi lagi.stepheniemeyer.” “Kalau begitu. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya. Suaraku tetap dingin.. Wajahnya memerah. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku.. lembut dan tidak berbahaya. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga. “Kau tak akan menyerah.

Penguntit yang terobsesi.. seseorang yang memiliki keluarga. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan. Tapi. Penglihatan Aku kembali ke sekolah. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi.com 4..” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar.” Tersenyum ramah. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen. Sekolah jadi mustahil dijalani.. jauh lebih membosankan dari minggu lalu.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca. Seakan warna-warni pada bata.” “Saya tidak terluka... Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya..” “Iya. “Aku terkejut melihatmu masuk. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. Para dokter sangat cemas.. Edward.” Tanpa senyum. Tapi saya agak khawatir pada Bella. Mr.” mengerutkan dahi prihatin.. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga.. Seperti koma. Edward. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. 74 . tapi seorang Cullen.. langit..tapi tidak kulakukan. Aku cuma memandangi rekahan di tembok. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. saya harap Bella dan Tyler juga begitu. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk. Tinggal Tyler. pepohonan. “Dia mengalami gegar otak. Vampir penguntit yang terobsesi.. Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire.” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku. tapi saya cukup beruntung. Seperti penguntit. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian. “Saya tidak terluka sama sekali. wajah-wajah disekitarku jadi luntur.stepheniemeyer. Banner.Diterjemahkan dari: www.

. tidak mengindahkan lamunanku..com Mr. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian. meskipun punya cukup alasan untuk itu.. bau darah segar menguar pekat di udara. 75 . “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. Banner mendehem. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan.” Mr. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam. Alasan itu terdengar sempurna. Dia tidak semarah itu. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia.. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya. Terlalu memalukan. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku... Tidak.Ya sudah. Tapi seandainya dia dibiarkan. Emmet melanjutkan. Hanya saja sangat. tapi bukan cuma karena ngeri.. Aku hampir tersedak kedalamnya. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman.aku merasa kecut memikirkannya. Aku tahu apa yang ia maksud. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya.. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. Hati-hati pada Jasper...stepheniemeyer. “Mmm. menggenang di aspal. “Saya tidak tahu. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia.Diterjemahkan dari: www.tapi tidak akan kugunakan.sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang. Rose sudah siap perang. Aku gemetar.. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna. cairan merah kental berceceran.. Itu perbuatan yang sangat keliru...tapi ia sudah menetapkan niatnya. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs.” Aku mengangkat bahu. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini. Sebagian diriku meremang penuh hasrat.

Edward. Ya. TENANG! Perintahnya galak. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik. Rose. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. Dia menuduh aku curang. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. Ada nada simpati pada suaranya. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. tapi sulit. 76 . Aku gemetar. Kau dalam kesulitan besar. Melawan keluargaku. Jika dia menekan kebawah. dan cuma mengangkat bahu. “Gigit saja aku.com SSSTT. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding. Emmet menambahkan. Kudengar dia terkekeh pelan. Aku berusaha menenangkan diri. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. Amarah terlanjur membara di kepalaku. Dalam pertarungan kami seimbang. Tangannya memegang pundakku. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya.Diterjemahkan dari: www. Emmet bukan pendendam. Aku menarik napas panjang. Dia mencengkram bahuku. kursiku akan hancur berantakan. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu.” aku menggerutu dibalik napas. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia. Sialan. kau berantakan. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku.stepheniemeyer. hampir tidak terkontrol. Mereka tidak tahu apa alasannya. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya. Ya. Emmet lebih kuat dariku.. aku akan bertarung demi dia. bukannya menekan kebawah. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang.. mesin pembunuh alami.

Mungkin dia akan memihak yang menang.. Esme.. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah. aku ragu. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. Alice. Tidak jika melawan mereka bertiga. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. Jadi.. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose.aku tidak tahu. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku. 77 . melainkan aku. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. Mungkin tergantung apa yang ia lihat. tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. Tapi itupun belum tentu aman baginya. aku menyadari tiba-tiba.. Aku bukan tandingan mereka. Dia tidak akan menentang aku juga. Gadis itu telah merubah segalanya. Mungkin itu cukup. lamanya aku harus pergi setelah itu. pastinya. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. aku akan melakukan ini tanpa bantuan. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami.. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama..Diterjemahkan dari: www. perseteruan dengan keluargaku. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. Mungkin solusinya dia harus dilarikan. Dan juga bagiku. aku tahu aku menyayangi mereka. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. tapi pasti tidak karuan dan sangat. Well. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. Kita lihat nanti. Barangkali cukup mengantar ke ibunya.stepheniemeyer. Aku tidak bisa menang sendirian. maka Esme adalah hatinya. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya. Carlisle..com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang.. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle...

Aku tetap memperhatikan penglihatannya. tapi kuabaikan sebisanya. Keuntunganku melakukannya. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. Suara yang lainnya jadi terbenam. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. disebelah jeep besar Emmet. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. Hentikan.com Setelah bel. Itu membuatnya jadi lebih imbang. Yang lain sudah menunggu di mobil. Aku parkir di garasi disamping rumah.. Semuanya samar dan berbayang gelap. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan. Menarik. mengkhawatirkan Jasper. M3 milik Rose. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. juga diam. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper. membolak balik kilasan gambar masa depan. tidak begitu. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . Kami berlima duduk ditengah kesunyian. dan itu mengganggunya. Mercedes Carlisle sudah disitu. Tidak. dan Vanquishku. Aku berkonsentrasi pada Alice.. Aku mencegat Jasper duluan. kesunyian itu tidak berubah. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu.. Cuma itu. Jadi Jasper berencana kerja sendirian.stepheniemeyer. Jasper adalah yang terbaik. Hanya menghalangi dia. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. Aku mengacuhkannya. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. Alice risau. Selama perjalanan sampai ke rumah. Emmet betul tentang Jasper. Dia sangat yakin dengan niatnya. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper. Kemudian penglihatannya bergeser.. bergerak menjauh dari rumah Bella. Aku tidak akan membiarkan.Diterjemahkan dari: www.

Mata Esme menatapku. keemasannya yang dalam menatapku prihatin. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. di ujung meja sebelah timur. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. 79 . tapi dia tetap diam ditempat. di ujung meja satunya. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. Hanya itu yang dia pikirkan. garis demarkasi telah dibuat. Kami langsung menuju ke ruang makan. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. Alice yang terakhir datang. Emmet duduk disampingnya. Dia telah mengambil keputusan. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. Dia memelototiku. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat.com meledak. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini.Diterjemahkan dari: www. Aku duduk disamping Carlisle. Aku mengambil napas panjang. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut.stepheniemeyer. Jasper ragu-ragu. wajah dan pikirannya masam. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. Carlisle duduk di tempat biasanya. Tinggallah. dia hanya risau padaku. sama sekali tidak melihat ke arah lain. Saat semua duduk. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya. Gigiku langsung terkunci. Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie. tidak perduli apapun hasil diskusi ini.

Kita harus lebih berhati-hati 80 . “Tidak.” Alice menatap letih. “Aku rasa Emmet benar.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua.” Esme berbisik.” Jika aku percaya gadis itu akan aman. Carlisle menggeleng. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku. Alice.” Rosalie menatap curiga. lalu ke Jasper. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut.” “Esme ada benarnya. dan ke Emmet. jika itu bisa mempebaiki keadaan.” Dia melirik ke Rose dan Jasper.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie.” “Dia tidak akan bicara.” ujar Emmet. Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini. “Yang sebatas ini aku tahu. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi. Edward. dan aku ingin fakta ini terucap duluan. Carlisle. “Kau tidak tahu isi pikirannya. “Hanya beberapa tahun.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. Itu adalah kebalikannya dari membantu.Diterjemahkan dari: www. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud. aku mengultimatum dalam kepalaku. Kita semuanya pergi. atau tidak satupun. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya. kau harus melihatnya seperti itu. Edward.” aku buru-buru menyanggah. Rose sedang siap-siap meledak. “Tidak. Itu sangat ceroboh. Tidak.com “Maafkan aku. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. dukung aku.” aku tidak sependapat.stepheniemeyer.” Carlisle mengingatkan aku.” Aku menepuk tangannya. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga.

Secara teknis. “Edward.” Rosalie mengangkat bahu. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir..” “Ya.” Rosalie berkata lewat sela giginya.” aku mengingatkan dia. Carlisle. “Ini untuk melindungi kita semua.Diterjemahkan dari: www. Tapi Jasper mengangguk. mata Rosalie menyala nyalang. Kemudian ia menoleh ke Rosalie. Aku tidak akan meninggalkan bukti.” Carlisle berusaha melerai.. Kita tidak perlu repot-repot. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri..com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini. “Rosalie. “Aku tahu maksudmu baik. Edward. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu. Carlisle. Dalam kejadian tertentu. itu jadi tugas Edward. aku tetap bisa menebak sikapnya. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu.stepheniemeyer. matanya keras.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya. “Rose—“ Carlisle mulai. “Hanya rumor dan kecurigaan.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita. Carlisle tidak pernah kompromi. Tapi ini lain.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya. tapi dia tidak akan sanggup. tapi. tolong.. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini.” “Ini bukan masalah pribadi. Aku percaya 81 . Bella Swan tidak bersalah. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle. Dia balas mendesis marah. Saat ia mengangguk. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol. Rosalie. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita. “Biar kuselesaikan.” aku menggeram. Rosalie.

Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. Tidak ada gunanya menyeringai. kita tidak harus memutuskan itu sekarang.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. Emmet membelai punggungnya.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut. Rosalie memberengut. “Semua akan baik-baik saja. “Itu cuma bertanggung jawab.” “Itu namanya tidak berperasaan. seperti yang sebetulnya aku inginkan. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. kita hampir bisa hidup normal. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari. dia hidup di medan perang.” “Well. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele.” kataku.stepheniemeyer.” Dia menyemangati dengan suara pelan. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang. Sebelum dia bertemu Alice. “Pertanyaannya.” Carlisle memberi saran.” Rosalie mengerang. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan. Namun Jasper tetap tidak bergerak. “Jasper. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose.com pada resiko yang ia akibatkan.” Carlisle membenarkan dengan lembut. Kita beresiko kehilangan jati diri kita. ia bisa menerima keputusan Carlisle.” Carlisle melanjutkan.” Rosalie mendengus. terlepas ia akan bicara atau tidak. panggung tanpa belas kasihan. 82 . kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting. Rose. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan. “Setiap kehidupan itu berharga. Atau bertepuk tangan. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya.Diterjemahkan dari: www. “Kita baru saja menetap. Carlisle mengangkat bahu. Aku mengerti alasannya.

” “Aku tidak memperdebatkan hal itu. mengecek kesungguhanku. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. dan mulutku terlongo. syok.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati.com Kami bertemu pandang. Kedua.” Aku melihat pikiran Alice.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. Aku tidak akan membiarkan itu.” Dia agak terkejut. “Aku tahu kau mencintaiku. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. Aku hanya meluruskannya. 83 . kemudian beralih ke Alice. tersenyum. Paling tidak dia akan menjadi temanku. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. Alice. Kau tidak mengerti. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. terima kasih. memberi tekanan pada tiap katanya. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. Dia mempertahankan tatapannya sebentar. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung. Aku menatap dia.” Alice menyela. Aku sudah tahu itu.” Kami saling menatap—tidak mendelik. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. tangannya merangkul pinggang Alice. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri.stepheniemeyer. bahkan bahaya kecil. Samar-samar aku menyadari. tapi saling menilai. “Jazz.” Alice memotong. Bella temanku. Jasper. Dia menggeleng satu kali. “Aku ingin minta tolong padamu. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku.Diterjemahkan dari: www. Penglihatannya sangat jelas. Tapi biar kuberitahu sekali lagi. hanya waktunya yang tidak pasti.” Aku mengulangi kata-kataku. Edward. ekspresinya datar. Edward. Pertama. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Dan Bella juga tersenyum.

. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. “Itu makin nyata. tapi itu lebih dari cukup. Tidak ada yang perlu dicemaskan.. tapi saat aku menyebut nama Bella. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain.. Dia menggelengkan kepalanya.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah. Jazz. Kursiku terbanting ke lantai. Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya. Dia berusaha tidak memikiran hal itu. “Apa.. pegangannya terlepas sebentar....com “Tapi. “Apa.ini. Aku tidak tahu Edward. “Suatu saat aku akan menyayangi dia. dan aku terlonjak berdiri...seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper. “Ah. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia. tangannya di pundakku. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain. “Tiap menit kau makin yakin. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini. 84 . Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice.” Alice membisik. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut. Yang satu atau yang lainnya. “Alice. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya.. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara.stepheniemeyer.” aku tersedeak.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat..Alice. “Edward!” Carlisle ikut berdiri... Edward.Diterjemahkan dari: www. Hanya sepersekian detik. berusaha tidak membiarkan aku masuk.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas.” Jasper tergagap.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci.. “TIDAK!” Aku berteriak. tapi aku tidak bisa menerima hal itu. Tinggal ada dua jalan bagi dia.” Dari caranya menyebut nama gadis itu.

Alice melanjutkan.. “Mencintai dia. “Tidak. jika kau pergi.” “Aku tidak melihat kau pergi. Tidak saat ini... tidak ada keyakinan pada penyangkalanku. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu. Aku menggeleng-geleng ngeri. Edward. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain. Aku akan merubah nya. Lagipula. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet. mengabaikan Emmet.” Alice memberitahu.” Aku berbisik pada Alice.” kataku lagi.com “Tidak. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak.menyakitkan. tapi aku juga ingin dia bersamaku.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan. Tapi itu juga penting.” Emmet berkata keras-keras. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice. Itu mungkin tidak sama. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. Aku akan pergi. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. Aku bisa melihat apa yang dia maksud. Edward. jika Jasper pikir dia membahayakan kita. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya. Kakiku lemas. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. Aku berpegangan pada meja. Aku bukan pelindung Bella.Diterjemahkan dari: www. Kau benar-benar buta. Lihat apa yang kulihat. 85 . “Edward.” aku menyanggah.. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan..” ujar dia dengan nada skeptis.stepheniemeyer. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. Kepalaku jatuh ke tangan. Jika kau pergi. “Aku tidak mendengar itu. Edward. Dia mendesah.” “Kau bisa mencobanya. “Aku harus pergi. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. Bayangkan kau pergi. Jasper ragu-ragu.. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara. Akan. Tidak mungkin begitu. dia menambahkan dalam hati. kita sudah membahas itu. juga?” bisikku tidak percaya.” coba pikirkan. Ya.

” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah. Edward. Setelah beberapa lama. “Kita akan tinggal. Aku menatap Alice. dan menunggu. Alice menoleh ke dia. “Apa?” Emmet terkejut. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda.” Aku membeku.Diterjemahkan dari: www.com “Oh. Alice? Tepatnya. Edward.” Emmet sependapat. “Aku rasa rencananya akan tetap sama. “Keputusan hebat.jadi rumit.” “Betul itu. Tampaknya sudah jelas.” Seseorang menarik napas syok. 86 . Seisi ruangan sunyi. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi.” Aku merasakan tangannya di pundakku. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar. ini. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. dan semua menatap ke arahku. “Perhatikan. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti. ayo lah!” Emmet mengeluh. tidak akan ada yang..stepheniemeyer. aku tidak mencari siapa orangnya.. “atau.” Carlisle berkata penuh pertimbangan. “Well.” Jasper menuntut. Suaranya masih hampir tertawa. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar.. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya.menyakiti gadis itu.” Rose berbisik padanya. Carlisle mendesah. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku.. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak. Aku jarang mendengar dia begitu. Kemudian tawanya pecah.

membiarkan aku seorang diri. sehalus pualam. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini.. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. atau raung putus-asa. Pertama.com “Tidak ada. kesabaran tanpa batas Carlisle. tapi aku tidak menyadari hal itu. kurang lebih sama. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini..” Jasper berkata pelan. seorang diri. Dan yang paling parah: Esme.bahagia. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie. Kerahasiaan dalam matanya 87 . “Aku setuju dengan hal itu. mereka kelihatan bahagia. Yang lebih parah: keyakinan Alice. lelucon Emmet. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. tapi gabungan ketiganya. “Tidak!” Aku harus pergi. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi.Diterjemahkan dari: www. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. Aku menghambur keluar ruangan. Alice dan Bella. atau geraman. sekeras baja. dan langsung berpacu menembus hutan. Iris matanya secara mengejutkan merah terang. Menyembunyikan diriku...stepheniemeyer. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan. namun kini dalam corak horor. Hujan mulai turun lagi. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. Tersembunyi di balik hujan. Aku terus berlari kearah timur. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat.

Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku. apa saja. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. Aku gemetar. monster dalam diriku meluap gembira. sepucat kapas. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. Tidak mampu menanggungnya. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. dan perasaanku menggeliat menderita. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. Aku coba mengusirnya dari benakku. Harus ada. kering. Sementara itu. Hal itu membuatku muak. Itu sangat kongkrit. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. berwarna merah terang karena darah manusia.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. sudah pasti ia akan membenciku. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Selalu ada pilihan.stepheniemeyer. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. mata seorang monster. Kedua mataku. Wajahnya dingin dan abadi. mencoba melihat ke hal lain. Semua tetap tidak ada gunanya.Diterjemahkan dari: www. tak bernyawa. Aku tidak tahan melihatnya. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. Ini tidak boleh dibiarkan. 88 . sangat jelas.

Bukan lagi penyiksaan. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun.. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya. Sesuatu yang mengerikan. “Halo. Semuanya sempurna. Bukan tugas mudah. Undangan Sekolah. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia.com 5.Diterjemahkan dari: www. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya.. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. Kecuali aku sendiri. Akan kubuktikan dia salah. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Aku kembali pada keseharianku. sekarang murni neraka. Penyiksaan dan api. Aku bertekad untuk mengubah masa depan. aku tetap tinggal di Forks. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada. Edward. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah. Bella adalah manusia.ya. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku. aku memperoleh keduanya. Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. Tidak ada bahaya. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Suaranya ramah. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara.stepheniemeyer.

Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori.. Aku mengangguk sekali. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. Aroma dan kesunyian-mental dia. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. usai sekolah. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. Atau. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. bukan yang sebenarnya. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal. Tapi hanya sebatas itu. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . Dan setiap hari justru makin sulit. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. untuk bisa berjalan lebih mudah. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu.. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Dua yang pertama sudah tidak asing. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. Sorenya. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya.stepheniemeyer. sejengkal demi sejengkal. Jika ditakdirkan mencintai dia. Lebih dari satu bulan telah lewat. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya. Ini tidak masuk akal. Dia tidak bicara lagi padaku. Tapi aku bisa menahan sakit. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. kemudian kembali memandang lurus kedepan. Bahkan itu tidak boleh. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. Belum. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. setiap kata yang ia ucap. tidak pernah melihat ke arahnya. hanya berlagak.Diterjemahkan dari: www. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Tapi itu tidak kunjung terjadi. dan bukannya berkurang. Tidak. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah.

Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Tapi sebaliknya. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi.com dan penasaranku. begitu dekat dengan permukaan. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja.Diterjemahkan dari: www. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya. Dia membuat gadis itu terus bicara. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. Aku yang ingin melakukannya.. Setiap kali.stepheniemeyer. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia. Yang pertama adalah yang paling pokok. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. atau sesuatu yang seperti itu. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . sama seperti di hari pertama. Ketika ia bicara ke murid lain. efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Dan. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. Apa dia mengutarakan pikirannya. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku.. haus. dan hanya bayanganku saja. aku butuh mengambil napas untuk bicara.

yang lain masih khawatir pada gadis itu.. dan bahkan.. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. diriku. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. tapi yang terjadi justru sebaliknya. aku mengatakan pada diriku sendiri. hal terakhir dari siksaanku. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. Sama seperti aku mengacuhkan dia. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. tidak cari perhatian. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. kadang-kadang.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang.stepheniemeyer. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. itu tidak akan terlalu fatal. murah hati. Setelah insiden waktu itu. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. akhirnya. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. yang paling menonjol. mengajaknya ngobrol. Yang bisa kuketahui. dia mengacuhkan aku. tidak egois. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu.Diterjemahkan dari: www. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. Aku tidak melihatnya sendiri. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu. dan cenderung protektif. aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. tersemengati melihat senyumannya.. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. Hanya senyum sopan. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. kagum. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. Eric Yorkie. hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. penyayang. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. 92 . dan berani—dia benar-benar orang baik.. dan itu membuat Mike puas. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri.

” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya. Aku berusaha membuatnya diam. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku.” tukasku dari balik napas. berencana mengajak Bella kencan. Alice. kau lebih baik dari yang kukira. Aku akui. “Itu sangat masuk akal buatku. Mike Newton. Alice mendesah. Semoga kau senang. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya.. Dalam cara yang aneh.. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. Selalu begitu polanya. “Itu tidak akan terjadi. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami.” Dia mendengus. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit. Bersikap wajar. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. Aku tidak tahu apa artinya. tapi ia juga segan menjawab “tidak. Tapi Bella masih belum mengajaknya.Diterjemahkan dari: www. Hanya Jasper yang menyadari. “Jangan ikut campur. Itu membuatku senang. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. Aku harap. Lebih sulit dari kemarin.” Dia cemberut. Dia tidak mau menjawab “ya. Hari ini akan sulit. Aku sedang tidak ingin ngobrol.” takut berakhir 93 . meskipun seharusnya tidak. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu.stepheniemeyer.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan. Tentu saja. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella.

Dia duduk di ujung meja lagi. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk. Kemudian ia memberanikan diri lagi. Matanya menatap lantai. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi. Mike tidak mendengar kelegaan itu. tapi ada secuil kelegaan juga. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya.” dia ragu-ragu. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. dan hampir secara kecut mundur.. “Jadi. dong. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku. Pengecut. Ia bisa menebak alasan dibaliknya.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini.. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif. Dia sengaja cuma menunggu.” kata Mike ke gadis itu. Lagi. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa.” “Bagus.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat.com tidak mendapatkan keduanya.Diterjemahkan dari: www. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal.well. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica.” Bella ragu-ragu. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak. Bocah itu lembek.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju. “Aku bertanya-tanya jika. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu. 94 . merasa nyaman dengan kebiasaan itu. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya.stepheniemeyer. “Well... Dalam sedetik keraguan itu. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella.

Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. apapun itu.” Bella menjawab dengan suara lembut. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam.stepheniemeyer. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. kepalaku sedikit miring kearah Bella. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. “Mike. Harapan Mike runtuh. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. menurutku kau harus bilang ya padanya. akan datang hari dimana ia akan berkata ya. Alice benar. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella. Aku belum pernah merasakan sebelumnya. Dia mendelik padaku. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya.” 95 . aku tidak bisa menamakannya. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. atau mungkin 'tidak'. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. “Tidak. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya. Dia menyenangkan dan menawan. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. Aku tidak cukup kuat. Dan bukan cuma sakit. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku.. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. bergaun putih gading. karir.. hasrat.Diterjemahkan dari: www. ia akan berkata ya pada seseorang. amarah. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu. dan putus asa. Luka yang kurasakan melebihi segalanya.percintaan. atau menunggu sampai pergi dari Forks. Tapi.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya. Saat ini.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner. Aku cemburu. suatu saat nanti. tapi sekaligus amarah yang sangat. pernikahan.

tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh. kau benar. tidak bisa. Suara Mike berubah membujuk. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya. Aku menahan geramanku. bersalah. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi. “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. Bahunya terkulai galau. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf.” jawabnya. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis.” Bella kini agak ketus. Frustasi. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi. Matanya tertutup. Menarik. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. Matanya pelan-pelan membuka. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. Dan ia langsung melihat kearahku. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. atau marah dalam detik ini. mungkin merasakan tatapanku. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain. Hampir.” gumam Mike. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini. 96 . Hal itu tidak boleh terjadi. aku merasa lega pada jawabannya.Diterjemahkan dari: www. Dia menggeleng sangat pelan. Suara Mr. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu. Banner membangunkan dia dari lamunan.com Melebihi segala penyesalan dan marah. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku.stepheniemeyer. Aku tidak merasa menyesal.

sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jari tangannya yang lembut. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. Dia bersembunyi dibalik rambutnya. “Siklus Krebs. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya.Diterjemahkan dari: www. Monster itu sedang berlonjak gembira.stepheniemeyer. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas.com Seakan aku telah menang. Aku memejam. Dia tidak membalas tatapanku lagi. Dua mataku hitam karena haus. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. aku kembali memandangi gadis itu lagi. Banner memanggil namaku. Sang monster menyukai itu. Aku menarik napas cepat. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. tapi kemudian Mr. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. Ia masih tidak membuang muka. Dia tidak membuang muka. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. dan bukannya kalah. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik.

Tidak jika aku bisa menghindarinya. curiga. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. Tidak. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . Dia menunggu. tidak juga. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. Aku tidak bisa melakukan ini.com ringkih. membaca wajahnya. yang membuatku frustasi. Aku menarik napas pendek. justru terlihat menggemaskan. Itu membuatku ingin tersenyum. tidak. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. saat menoleh ekspresinya hati-hati. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. Dia menutup mata. Jika aku punya detak jantung. melawan rasa hausku. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. “Apa?” dia akhirnya bertanya. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. Apa aku bicara dengan dia lagi. Bahwa seharusnya begitu. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Aku akan berusaha menghindarinya. pastilah berdetak lebih cepat. tidak. tapi aku hanya memandanginya.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya.stepheniemeyer. Dia terlalu rapuh. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. Alice betul tentang itu. Matanya masih tertutup saat bicara. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. Selama terombang-ambing. terlalu baik. “Tidak. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. Rahangnya terkunci. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. Bel berbunyi. yang seperti ketika marah.” aku memberitahu dia. Tekadku sudah tercabik-cabik. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Ini membuatku kecewa. berdampak aneh pada tubuhku. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal.

sungguh. “Lebih baik kita tidak berteman. “Aku tahu sikapku sangat kasar.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. Aku membeku.” itu adalah hal yang paling jujur. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang.” Aku memandangnya syok. “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. Dia perempuan cerdas. “Aku minta maaf. Tapi lebih baik seperti itu. aku memutuskan. bingung. “Kau tidak tahu apa-apa.” dia menjawab dengan ketus. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia.com Apa adanya. “Percayalah.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun.” tentu dia menyadari peringatan itu.Diterjemahkan dari: www. Apa aku bisa? Matanya membuka.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa. “Aku tidak tahu apa maksudmu. Dia sama sekali 99 . Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal.” ujarnya marah. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu.stepheniemeyer. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat. Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. ekspresinya masih hati-hati.” Matanya menyipit. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah.

dia hanya berdiri mematung.” jawabnya dingin. Pasti ada pilihan lain.. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. melihatku. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya.Diterjemahkan dari: www. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. kali ini karena marah. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. Pipinya merona. Aku berusaha memikirkan suatu cara. “Sama-sama. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. yang lebih manusiawi. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. aku segera ke sisinya. Dia membungkuk. Hal itu sudah pasti. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku.com berbeda. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah. “terima kasih. Dia berupaya keras 100 . dan kakinya tersangkut ujung pintu. bahkan tidak melihat kebawah. Tidak ada yang memperhatikan aku. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur..stepheniemeyer.” kataku sama dinginnya. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. Aku berusaha tidak tertawa. Bahkan saat kesal seperti ini. menyambarnya. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. Jadi. Langkahnya kaku. Kuserahkan buku-bukunya. tanpa terlalu memperhatikan jalan. Bukannya memunguti barangbarangnya. Mrs. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa. dan kemudian membeku. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan.

baru aku jalan. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk. geli dengan permintaan anehku. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Dia membatin. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. oke?” aku menggumam pada Emmet. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. suara nama Bella di kepala. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. “Hai. Matanya curiga. Sesensitif seperti biasanya. Tiba-tiba aku jadi gelisah. “Mmm. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan.stepheniemeyer. Bella. Dia terhenti sebentar. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . Eric dan Tyler.. Dia akhirnya menoleh.. Anak ini mulai gila. entah bagaimana. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu.. Yang ini aku harus lihat.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil. Eric. “Hai.” ia menyapa dengan suara ramah. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya.Diterjemahkan dari: www. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric.. “Tunggu yang lain disini. bingung. aku cuma bertanya-tanya. Kelas Tyler keluar agak telat. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. Apa dia terkejut.com mendefinisikan perubahannya. Eric telah mengambil posisi duluan.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku.

” Dia telah mendengar hal itu. Tyler terlihat masih jauh. Tapi. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu.. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya. tapi aku memandang lurus kedepan. “Mungkin lain kali. tapi tetap saja ia merasa kecewa. Dia menoleh mendengar suaraku. Bagiku dia biasa-biasa saja. seakan menyesal telah memberi harapan.” gumamnya. meskipun tahu itu keliru. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. “Kupikir perempuanlah yang mengajak. aku ingin menonton reaksinya. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja.” dia menjawab sopan.” “Tentu. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang. Eric melangkah lemas.stepheniemeyer. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike. sih.” dia mengakui malu-malu. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. 102 . membosankan.” dia terdengar agak bingung. tergesa-gesa mengejar Bella. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella. dan tidak ada istimewanya sama sekali. dan mendengar desah leganya. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku. Aku suka itu.com menatapnya. Aku tertawa. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan.. Aku melewati Bella tepat pada saat itu.Diterjemahkan dari: www. Aku mengernyit pada pikiran itu. “terima kasih untuk ajakannya. Kemudian ia menggigit bibirnya. “Iya. Yang ia pikirkan cuma pergi. “Oh ya sudah. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

disana di mimpinya. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. malam gelap tanpa akhir. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Akan selalu seperti itu juga bagiku. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. jangan pergi. aku tenggelam. dan itu bukan mimpi buruk. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. Akan kuupayakan. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. berenang-renang di dalamnya. kekal dan tidak berubah. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. semua membeku. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia.Diterjemahkan dari: www. aku bukan lagi orang yang sama. Batu hidup. Aku mencintai dia. Sebaris senyum pada bibirnya. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa.” Dia memimpikan aku.stepheniemeyer. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 . Dan akan selamanya begitu bagi mereka. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme.. “Tinggal lah.. cara yang tidak akan pernah pudar. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. Selalu tengah malam bagiku. Ketika muncul ke permukaan. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. dalam proses transformasi yang menyiksa. mood dan hasaratku. Dia tidur lebih nyaman sekarang. Selama beberapa lama. Hari-hariku tidak berujung. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas.” dia mendesah. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Tolong. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini. Kami semua membeku. “Jangan pergi. aku benar-benar telah membeku.

Tapi aku melihat masa depan yang lain. Dia melihat binar samar di wajahku. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. Aku akan sangat hati-hati. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. bagaimana aku. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. Kepalaku seperti tenggelam. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. napas yang membakar. Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. menghindari tatapan penuh tanya Esme. dengan keegoisan yang tidak termaafkan.Diterjemahkan dari: www. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. Aku akan selalu menjaga jarak. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. Kini aku memahami keduanya. Jika aku membunuh Bella sekarang. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. Aku mengambil napas lagi. jika aku sampai membuat kesalahan. Dia 109 . satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. jika dapat menjaga keseimbangan. aku harus membiasakan diri dengan ini. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. Aku cepat-cepat ganti baju. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti.stepheniemeyer. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. membiarkan aromanya membakar diriku. itu bukan disengaja. tapi kulawan pusing itu.

mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir. Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri. Dahinya mengerut. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. tapi aku duluan. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat. dan dengan alasan yang baik pula. menghirup aromanya. Dia membungkuk. dia masih marah. “Muncul tiba-tiba.com merasa cemas sekaligus lega. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. Iya. sampai beberapa detik sebelum saudaraku. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. Aku berjalan tanpa suara. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. dan terjatuh ke dalam kubangan. Dia masuk ke parkiran.” 110 . kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran.Diterjemahkan dari: www. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan.stepheniemeyer. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini. Aku berhutang itu padanya. Mereka tidak menoleh. Dia membuatnya jadi mudah. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar. Aku berlari ke sekolah. Aku menyerahkan kuncinya. Well. Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. Aku mengambil napas panjang. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. di kerimbunan hutan dekat parkiran. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal.

memikirkan ekspresi Bella kemarin. Dia tidak berhenti. Aku menahan tawaku. kau benar-benar sinting. Aku tidak berhak marah.. tidak menghargai gurauanku. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. Aku harus memberi dia kesempatan. 111 .com “Bella. “Itu demi Tyler. “Bella. bukannya membuatku kesal setengah mati. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku.” Masih sangat marah. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku. Dia sudah cukup marah. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. Mukanya merah. jadi aku mengejarnya. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. Aku akan menakuti dia.” aku melanjutkan perkataanku tadi.” Tukasku marah. Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. Itu dia—ekspresi yang sama.stepheniemeyer. menjaga agar tetap kelihatan cuek.” aku sedikit bergurau. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu. Aku tidak bisa menahannya. “Kau—” dia terengah. Kemudian ia berbalik dan pergi..” Kemudian aku tertawa. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk. Aku langsung menyesal. Aku ingat dengan niatku untuk jujur. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam.. Tapi tetap saja aku marah. Aku harus meredam perasaanku.” aku memohon.. bukan aku. “Tunggu.Diterjemahkan dari: www.

” aku menjawab pelan. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. aku ingin mengatakannya. “Kenapa?” 112 . Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. daripada hanya menanyakan rencananya. Oiya. “Kau melakukannya lagi. “Biarkan aku menyelesaikannya.stepheniemeyer.” Dia mendesah. Aku sudah mencobanya. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku. “Denganku tentu saja. akhirnya kembali menatapku. lebih baik ikut sekalian. Aku mengambil napas dalam-dalam. begitu banyak emosi melandaku. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. dan juga. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku.” Dia menunggu diam. jika seminggu setelah sabtu depan.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya. dan harus menahan tawa lagi. tapi kau mengahalangiku. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. Pasti kelihatannya seperti itu. Santai. “Aku ingin menanyakan sesuatu. “Apa kau mencoba melucu?” Ya.. Aku tidak bilang itu tidak benar. Aku menyadari. Aneh. “Kau tahu. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik. “Baik lah.Diterjemahkan dari: www. Biasakan. aku benar-benar jatuh cinta padamu. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya. Dia menatapku kosong.com “Maafkan aku.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya.. Moodku tidak jelas. sikapku tadi itu kasar.

” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan. Dia mulai jalan lagi.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan. jadi kumanfaatkan celah itu. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku.stepheniemeyer.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama. aku tidak bisa meninggalkan dia. itu menjelaskan segalanya.” aku menjawab sesantai mungkin. Dia berhenti. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang. Detak jantungnya tidak beraturan. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. “Well. Bella.” dia berkata sinis. jauh lebih penting untuk jujur. terima kasih banyak atas perhatianmu. dan jujur saja. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu. Napasnya terhenti. Seberapa 113 . Aku menyamakan langkahku.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam. Tidak. dan sedetik kemudian kembali. sebelum terlambat. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well.Diterjemahkan dari: www. Terutama pada saat ini.” Dia menggerutu. Itu masih bukan tidak. aku tidak mengerti denganmu.. Dia tidak menjawab tidak. dibawah atap kafetaria. bukannya aku tidak mau jadi temanmu. napasnya bahkan lebih cepat. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. Kupikir kau tidak mau berteman denganku.” “Jujur saja. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. dan bertemu pandang denganku lagi. terima kasih. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu. “Akan lebih.com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu. “Trukku baik-baik saja. Edward. Itu membuatku cemas.” “Oh. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati.bijaksana jika kau tidak berteman denganku..

Dia berkata ya pada ku.” aku memperingatkan dia. “Sampai ketemu di kelas. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya. Ya. Dia mengangguk. 114 .com besar aku menakuti dia? Well. Jantungnya berdebar-debar sangat keras. aku akan segera tahu.. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku.” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. aku meneriaki diriku sendiri.stepheniemeyer..Diterjemahkan dari: www. Kemudian kesadaran menghantamku. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai.

Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. dan. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris.. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam. Memang benar.Diterjemahkan dari: www. 115 . bel berbunyi. Dia orang yang kikuk. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar. dia sering kesulitan berdiri dengan baik..stepheniemeyer. mereka betul.. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu. kakinya sendiri. Dan akhirnya. aneh sekali. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. tersandung ujung pintu kemarin. Aku memilih meja yang biasanya kosong. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. mereka tidak kaget. tidak ada yang anggun darinya sekarang. kesinisannya pada Bella membuatku marah. Aku mempertimbangkan hal itu. Alice pasti telah memberitahu mereka. terpleset-pleset diatas es. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru. bentuk lengkung lehernya. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley. Orang-orang melihatku khawatir. Mr. Tapi aku menghindari Mike Newton. Tapi.com 6. Aku terkejut. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya. Aku tergelak lagi. paling sering. caranya memegang kepala. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. dan akan tetap begitu dengan aku disini. para guru. stray books. Rosalie lewat tanpa menoleh. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. Tapi seringnya. Aku yang pertama kali sampai.. Entah kenapa ini begitu lucu untukku.

Hanya saja. itu bisa diatasi. Dia tidak menyadari aku ada disini. dia mengingatkan. untuk menenangkan dia. Baik. Semaumu saja. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. Tidak. pikirnya setengah hati.. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara. Karena... Toh. Sambil menunggu Bella datang. 116 .Diterjemahkan dari: www. Dia terlihat sangat. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng. Tapi.stepheniemeyer. matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk.” dengusku dari balik napas. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. jika memang itu maunya. Jasper setengah senyum padaku saat lewat. Tepat saat Bella masuk. Aku mengangguk. saatnya akan tiba juga. tapi kemudian berseri lagi. Dia memperhatikan sebentar.sedih. Wajahnya meredup. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. Semoga sukses.. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini.com Idiot. aku tidak lupa itu. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai. Dia sudah gila. Alice berseri-seri. giginya berkilauan terlalu terang. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. Aku menghela napas lagi. Aku menghela napas. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. kasihan kau nak. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang.

” Itu satu lagi jawaban ya. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. “Ini tidak seperti biasanya. Aku mengambil napas dalamdalam. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara..com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang.” jawabnya pelan dan ragu-ragu. pikirku kering. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar. tapi dari sikapnya. dan harapan itu membuatku tersenyum. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. Sungguh. kali ini melalui hidung.. Rasakan apinya. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku.stepheniemeyer. ragu-ragu. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang. aku mengedip. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku.. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya.. Dia terlihat gugup. Aku menunggu dia bicara. jadi kenapa tidak 117 . aku mengulang-ulang dalam hati.Diterjemahkan dari: www.. bukan lewat mulut.. Dia terlihat kaget sekali. tapi akhirnya dia berkata. tetap santai. “Mmm. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya. tidak lebih. Jadi.” “Well.” aku mendengar Jessica bicara. Dan dia terlongo. Dia menarik kursi dan duduk. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga. menatapku beberapa saat.” Aku bimbang. Meski lantainya rata. lagi-lagi itu jawaban ya. Butuh beberapa saat.

Itu sangat melegakan. seakan kalimatku belum selesai. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik.” Dan.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu.” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik. Aku tertawa melihat ekspresinya. menunggu. “Mereka akan baik-baik saja. menyerah untuk bersikap santai... aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu. 118 . “Tidak. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah.com sekalian saja. heran. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya. “Aku tahu.. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang.” dia tidak pandai berbohong. sebetulnya.. Bella menelan ludah. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu.” harusnya ini tidak lucu. Biarkan dia melihat keegoisanku.stepheniemeyer.” Itu cukup jujur. Aku tersenyum.” aku mengingatkan dia. “Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau. Dia menatapku. “Kau tahu. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar.” Nampaknya itu tidak membuatnya risau. “Lagi-lagi kau membuatku bingung.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur. “Menyerah?” dia mengulangi..” Ugh. Jadi aku menyerah.” ujarnya akhirnya.Diterjemahkan dari: www. “Kau tampak cemas.” aku menjaga senyumku dengan susah payah. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. “Terkejut. “Aku lelah berusaha menjauh darimu. paling tidak aku jujur.. Biarkan itu memperingatkan dia juga. atau sedang menggodanya. tampaknya. Dia tidak berdiri. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku. Harusnya dia khawatir..

” “Jadi. aku bukan teman yang baik untukmu. “Jadi. “Aku mengandalkan itu.Diterjemahkan dari: www. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya. “Teman. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. Kalau pintar..” Bagus.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti. “Selama aku adalah.. “Jangan khawatir.” dia meyakinkan aku. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi.orang yang tidak pintar. “Well. Itu belum cukup. jika dia mencobanya? Matanya menyipit. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya.stepheniemeyer. terus terang. tapi aku tersenyum minta maaf. Jantungnya berdebar lebih cepat. Kami bertemu pandang. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja. Tapi kuperingatkan kau. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu. “Kau sering bilang begitu.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya. karena kau tidak mendengarkan.” Dia menunduk. Maka dia akan tinggal. Betapa dramatisnya.” Aku kurang yakin apa maksudnya.. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar. “Atau tidak. kurasa kita bisa mencobanya. kau akan menghindariku. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 .” “Ya. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas.” aku mengulangi. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya. “Aku masih menunggu kau mempercayainya.” katanya pelan..” gumamnya malu.” Ah.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal. tapi apa aku akan tetap tinggal diam.

Aku terkekeh lega.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. Dia melanjutkan.. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara. Itu.nah. Aku coba menggunakan nada membujuk. “Tidak. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini.com merah muda. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin. Dia tidak bodoh. Pipinya jadi merah terang. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak adil. merasakannya di udara. kesal karena menyadari dia betul. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya. kau tahu.” akunya. “Terlalu memalukan. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi.stepheniemeyer. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa. dan ia tidak mengatakan apa-apa.” 120 . “Terlebih lagi. bahkan setelah berjanji akan melakukannya. akan sangat tidak memusingkan. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya. mengunci mimikku seperti itu.. sementara panik merayapi tubuhku. “Tidak terlalu..” Aku menahan senyum di wajahku. Dia menggeleng.” Ugh. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya. juga. “Itu sangat memusingkan. Aku menarik napas. tidak perduli apapun dugaannya..

Bibirnya merengut. Dia menatap ke meja. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 . Aku menatap Bella.” “Kecuali aku. Aku pernah bilang.Diterjemahkan dari: www.. “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. “Lagi pula. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia.” aku jelas tidak lapar.stepheniemeyer. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya..” “Ya. Pandangannya ke meja. aku tidak lapar. aku yakin kau salah. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. ya?” “Aku tidak suka standar ganda. Aku menunggu.” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya. kebanyakan orang mudah ditebak. Dia membuang muka.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah. Kecuali kau. “Tidak. “Kau?” “Tidak.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. Aku tertawa lagi. “Tidak. mencoba lagi. tentu saja. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. “Apa?” Tanyanya.” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike. “Kau ini pemarah. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi.” tukasnya dengan suara dingin.

“Kedengarannya adil.. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku.stepheniemeyer. lagi-lagi penasaran. kau sudah janji untuk menjawab satu.” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu..” Aku memohon dengan suara halus.” Dia kelihatannya sangat yakin.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti.. “Mmm. “Ceritakan padaku satu teori. terlihat pusing. “Ceritakan satu teori. 122 . Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. Sekali lagi aku mencoba membujuknya. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa.” jawabnya sambil mendongak menatapku.” “Pasti kau bakal tertawa.” “Kau tidak memberi syarat. dan wajahnya berubah kosong.” Dia menatap ke botol limun. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. Aku menunggu. mengitari mulut botolnya dengan jarinya.Diterjemahkan dari: www. apa?” tanyanya. memperhatankan matanya dalam tatapanku.” Wajahnya merona lagi. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik. Dan itu tepat mengenaiku. Well. “Jangan yang itu. “Satu.” “Terima kasih. Aku tersenyum.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok. sedikit saja. “Kira-kira.” Dia mendebat balik. itu bukan reaksi yang kuharapkan. “Please?” Dia mengedip. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap.” Dia berjanji..” dia mengijinkan.

karena dia pikir aku adalah superhero. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. Tetap saja. cuma itu yang kupunya. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut.. “Oh.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. Dan itu membuatku lebih senang.” Aku mencibirnya. Dan sedetik kemudian. berusaha menyembunyikan kelegaanku. “Karena. ia akan lari. dan jantungnya berdetak kian cepat. aku berusaha tersenyum.. “Ehh. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka. well. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan..” “Sial. “Ya maaf.” Kemudian aku tertawa. ternyata berhasil.” Dan ketika dia tahu..?” Aku behutang kejujuran padanya. agar tidak tidak kedengaran mengancam.” keluhnya. “Nanti juga aku tahu.” Dia agak tersinggung.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada. “Mendekatipun tidak.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak tahu harus menjawab apa.” Dia akhirnya mendengar peringatanku.stepheniemeyer. “Itu tidak terlalu kreatif. “Benarkah?” tanyaku. “Kryptonite juga tidak melemahkanku.com Terkejut dan puas. “Kuharap kau tidak mencobanya. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 . “Kau seharusnya tidak boleh ketawa. menyembunyikan penderitaanku.” ujarnya. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu. Aku bisa menggodanya lagi.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap. “Aku mengerti.

dalam cara yang menakutkan dan membahayakan. Dan. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan.” Aku menarik napas. Pikiranku buntu. Bella. lari.” Tentu saja aku jahat. “Tidak.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. aku tidak percaya kau jahat. “Kalau begitu sampai ketemu lagi. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan.” bisiknya sambil menggeleng. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. Lari. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. Dia ragu-ragu. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras. aku memujamu. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat.stepheniemeyer. Belum. memperhatikan itu. bukannya dia.Diterjemahkan dari: www. kebalikannya. Aku. aku akan menjauh darinya. Aku mengulurkan tangan ke meja. ke tutup botol yang kuputar. aku akan masuk. ngomong-ngomong. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. “Kau salah..” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 .” Lebih tepatnya. Hari ini Mr.” Itu tidak mengejutkan. Banner akan menguji golongan darah. “Well. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi.. Namun tiba-tiba dia terloncat. Kutunggu dia sampai keluar.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku. “Kita bakal terlambat. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing. Dia benar-benar tidak takut padaku.

Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike.. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. Aku hampir menendang pintu mobilku.Diterjemahkan dari: www. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. aku akan membinasakannya. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar. Aku langsung berhenti di tempat. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. Secara naluri. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. Beberapa ratus meter dari tempatku. Jika dia sampai menyakiti Bella. Saat aku mendekat. Matanya tertutup.. tapi 125 . Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike. dia memejamkan matanya lebih rapat. kulit gadingnya berubah hijau. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. “Bella?!” Teriakku. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. Setetes cairan kental merah di kertas putih. Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik. yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Itu meringankan kepanikanku. kulitnya sepucat mayat. menahan napasku. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. Kemudian.stepheniemeyer. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. Aromanya aku sudah biasa. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Aku mencari sumber suaranya. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. Tes golongan darah.com hujan ke mobil. Jadi. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin.

marah karena campur tanganku.stepheniemeyer. Dia baik-baik saja. Bibirnya putih. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. setengah bersyukur dan cemas. Matanya terbuka. “Kurasa dia pingsan. “Pergi sana.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa. dengan kata lain. merasakan udara disekelilingku. “Bella. dia bahkan tidak menusuk jarinya.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku.” kataku mengusirnya. “Tidak. Aku yang seharusnya melakukannya.” erangnya. “Kau tampak kacau. Berdebar-debar dan takut. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya.” “Aku yang akan mengantarnya.” sergah Mike.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah.” tuntutnya dengan suara lemah—malu. “Turunkan aku.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah.” ujarnya. Kau bisa kembali ke kelas. “Turunkan aku. mengingat bahayanya jika menyentuh dia. bingung. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. “Aku mau membawanya ke UKS.Diterjemahkan dari: www. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton. Aku menyentuh hanya bajunya. Di waktu lalu. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku. aku bernapas lagi. Mike menggertakan gigi. mungkin itu akan mengundang seleraku.” Kelegaan langsung melandaku. “Aku tidak tahu apa yang terjadi.” aku menambahkan. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. Seringaiku makin lebar. 126 . menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin. Ah. ditebak dari ekspresinya.com darah segar adalah sama sekali lain.

com Kami sampai di depan TU. Begitu Bella tidak lagi di tanganku.” Mrs. Pastilah Bella yang satu itu. juru rawat keibuan yang ada di UKS. “Kadang-kadang.” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. sayang.” Bella mengakui. sebelum imajinasinya terlalu jauh. sayang. Tubuhku terlalu bersemangat. aku langsung menjauh ke tembok.” “Aku tahu. “Selalu saja ada yang pingsan. Aku mendengar pikiran takjub Mrs.” jawab Bella. Dia sangat hangat dan harum. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS. Hammond..Diterjemahkan dari: www. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang. Mata Bella terbuka lagi. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. Cope terloncat kaget. “Dia pingsan di kelas biologi. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh.. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan. “Nanti juga sembuh. Pintunya sedikit terbuka. mengawasinya. Mrs. Ms. Hammond mengangguk. “Aku disuruh menemaninya. Hammond berkata menenangkan. ya ampun.” aku menerangkan. Hammond. 127 .” Mrs.. Ms.” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini.” Dia mengangguk mengerti sekarang.stepheniemeyer. Apa iya.” Hmmm.. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. “Berbaringlah sebentar. “Oh. Itu mengalihkan perhatian Mrs.” aku meyakinkan Mrs. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu. Otot-ototku tegang. Dan liurku mengalir deras. terlalu berhasrat. “Di hanya sedikit lemah. Hammond padaku. Itu berhasil dengan baik padanya. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. Ah sudahlah. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya.” Aku menahan tawa.

” Ekspresinya sedikit berubah.” “Aku lihat wajahnya. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. Cuma itu. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos. yang mana bukan ide yang bagus. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. makanya aku tahu.” Aku senang jika Mike memang begitu. Membuatku ingin mendekat. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku. “Biasanya begitu.stepheniemeyer.” Itu mungkin ada benarnya.” Itu betul.” Dan aku memang hampir begitu. “Berani taruhan dia pasti marah.” ucapnya tidak terhibur.” Aku berusaha kedengaran bangga. sepertinya tidak terlalu meyakinkan. Dia baik hati. lega lagi. mendengarkan CD.com “Kau betul. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan. Bibirnya mulai berubah merah muda. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut. “Kau tidak mungkin tahu pasti. namun cepat-cepat kutahan.” “Ha ha.” desahnya.” desahnya. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu.Diterjemahkan dari: www. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik. “Kasihan Mike. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat. Kemudian dia terdiam. “Dia sangat membenciku. Ah. “Aku sedang di dalam mobil. 128 . “Tadi kau sempat membuatku takut. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu. hanya bernapas pelan-pelan. menutup matanya. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia.” Bella mengerang.” Aku langsung berang mendengarnya.

Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. Cope membuka pintu dan masuk. ingin cepat-cepat menyingkir.” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu. sayang.” Wajahku membeku. “Percayalah—ayo. tapi kemudian Ms. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. Dia tidak suka dapat perhatian. Dia menoleh melihatku.dan garam.” katanya cepat. Mike Newton masih marah sekali. “Ayo keluar dari sini. Hidung mungilnya mengerut. Bukan kejutan.. Bella. Hammond kembali dengan membawa kompresan es.” Ini yang pertama.” ujar Ms. “Pakai ini. “Aku mencium bau darah.” jawab Bella.com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs. tidak. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella. “Kau kelihatan jauh lebih baik.. Aku mengikuti tepat di belakangnya. Tangan keriput Mrs. “Kita kedatangan satu lagi. Di belakang Ms.stepheniemeyer. “Ini.” Aku menatapnya heran.” “Well. Dia terasa lembut bagi 129 . “Oh. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring.” “Kurasa aku baik-baik saja. Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur. melongo. cuma bau ringan. “Manusia tidak bisa mencium darah.” Dia menatapku dengan pandangan bingung.. masih dengan mata lebarnya. Hammond. aku bisa—itulah yang membuatku mual. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar. menetes turun ke lengannya. Cope. “Kau benar-benar menuruti perkataanku. mengembalikan kompresnya ke Mrs. “Aku tidak memerlukannya. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku. Baunya seperti karat..” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku. buru-buru keluar dari UKS. Cope.Diterjemahkan dari: www.

Tidak lebih. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi. aku berusaha meyakinkan diriku. itu cuma tamasya bersama. Bukan cuma mereka berdua. tidak bergerak. Aku membeku ditempat karena marah.” ujarnya kasar pada Bella. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran.” jawabnya pada Mike.. masuk dengan pikiran marah besar. mereka punya rencana.” Kemudian Mike Newton datang menyela. “Kurasa betul. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. Tingkahnya seperti manusia.” “Sampai nanti. Aku menyandar ke komputer. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. Tenang.” Dan si Cullen TIDAK diundang. jauh lebih baik sebetulnya. atau bereaksi seperti itu.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. Jadi dia berkata ya padanya juga. berusaha mengendalikan diriku. “Aku akan datang. Aku harus hati-hati. lebih menyakitkan daripada haus. Tapi aku masih juga geram. “Kau kelihatan lebih baik. “Tentu saja. 130 . Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya. Tanganku mengejang. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya.. ingin memberinya pelajaran. “Bukan apa-apa.stepheniemeyer.com manusia. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh. “Jauhkan tanganmu. Baunya seperti manusia—well. tapi justru dapat tambahan waktu. itu cuma tamasya bersama. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia.” jawab Mike sambil menahan marah.” balasnya. “Sudah tidak berdarah lagi. Memang. Cemburu langsung membakarku.. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku. aku kan sudah bilang akan ikut.” Itu bagus sekali. Bukan. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini.” gumam mike.Diterjemahkan dari: www.” katanya.kira-kira begitu.. Aku jadi merasa tamak.

Kadang. Terlalu suka. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. Aku tidak berani untuk bernapas. dan jantungnya berdetak cepat. Ms. di belakangku.” Bella mengulang pelan.. Aku tidak yakin apa penyebabnya. “Gimnasium. Mike tidak sepenuhnya keliru. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik.. dasar orang aneh.. Semoga Bella memperhatikan. “Aku bisa mengaturnya. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok. dan napas Ms. Aku cukup suka itu. Cope. Terlalu muda. Aku mendekat ke sisinya. lalu menunduk ke wajahnya.Diterjemahkan dari: www. Terlalu. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya.. Aku menatapnya.menakutkan.tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik.terlalu sempurna. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua. Cope 131 .. Aku tersenyum. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan. Dan aku sangat setuju pada hal itu.. Aku menoleh ke Ms. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi... Dengan mata yang tertutup. pikirku sinis. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi. Mengerang. sementara. saat dia menatapku. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi.stepheniemeyer. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu.” Dia melakukan apa yang kuminta. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Dan tatapannya agak.. “Ms. sebetulnya. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike.com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. Itu tidak wajar. Menurut perempuanperempuan dia itu keren. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat.” bisikku pada dia. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. Pikirannya penuh kemarahan. tapi menurutku tidak.. Rona wajahnya belum kembali seperti semula. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. bukan karena takut.

“Apa kau bisa berjalan.com makin memburu. Goff tidak akan keberatan. dan kami berjalan menembus hujan. dan aku langsung menyadari penyebabnya. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya.? Mrs. Edward?” “Tidak. dan memang sebaiknya tidak. Betul lagi. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. “Oke. bahkan disini di kota hujan seperti Forks. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. “Terima kasih.. Bella tidak pernah memakai makeup. “Aku jalan saja.. Aku menahan pintu untuknya. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini. sebaris senyum di bibirnya. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal.Diterjemahkan dari: www. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia.stepheniemeyer. Mrs. Dia bangkit berdiri. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya. mereka biasanya memakai makeup. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang..” 132 . Aku mulai lebih baik dalam hal ini. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. kalau begitu semuanya beres. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya. Hmmm. mungkinkah Bella.. Kau merasa lebih baik. “Apa kau butuh ijin juga.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya.” Dia tersenyum padaku. Jangan-jangan. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar.” jawabnya.

dan sangat menikmati bayangannya. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang.Diterjemahkan dari: www. jangan dulu.. “Pulang. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . Kemudian dia berjalan menjauh. Dan aku ingin berkata ya.” “Sudahlah. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. harapannya menyenangkan. Bagaimanapun. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. kalau begitu mustahil.” jawabku. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup.” Sial. Well. Ah. sabtu ini?” Dia terdengar berharap. Mike sempat menyebut pantai. “La Push.. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. lebih dulu menyerah. Salah satunya. “Aku rasa aku tidak diundang.stepheniemeyer. “Dengan senang hati.” Dia mendesah. Dia tidak bisa pergi. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah. Tanpa memikirkan tindakanku. Dia ingin aku yang bersamanya.” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. Dia tersentak berhenti. bukan Mike Newton. Kita tidak ingin membuat dia marah. seakan tidak terlalu berarti.com Aku memandang ke seberang kampus. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana.” jawabnya bingung. “Aku baru saja mengundangmu. Aku masih belum puas bersama dengannya. “Mike-schmike. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. “Kondisi seperti apa?” protesnya. tersenyum kecut. Aku tersenyum lebar. aku menangkap belakang mantelnya. Aku meliriknya. ke First Beach. Untuk melihat. “Jadi apa kau ikut? Maksudku.

lebih gelap hingga nyaris hitam. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci.” ucapnya dingin.stepheniemeyer. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya. Sesaat dia berdiri kaku. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background.. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya.Diterjemahkan dari: www. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. Aku mengulurkan satu tangan. Air menetes-netes dari rambutnya. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu.. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 . dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. sepatu bootsnya mendecit basah.” Matanya menyipit. Bella. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya. “Aku tinggal menyeretmu lagi.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. Cope. “Ini benar-benar tidak perlu. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran. “Masuklah. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. Aku memperhatikannya baik-baik. dan ia tersandung pintunya. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya.” kataku sungguh-sungguh. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti.

“Dia sangat mirip denganku. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku. memikirkan hal lain. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku. Cope.. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya. Sial.” Aku memperhatikan hujan di luar.com perasaanku. dan dia juru masak yang sangat payah. Bella tersenyum. mempertimbangkan hal itu. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian.” dia melanjutkan. Hujan membuat aromanya lebih harum.kalau itu sepertinya tidak. mengingat kembali reaksi Ms. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. Kucengkram roda kemudi lebih kencang. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum.” jawabnya. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak.” “Ini juga salah satu kesukaanku. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal. “Clair de Lune?” Tanyanya.” Suaranya berubah sayu. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi. Aku berhenti di depan rumahnya.. memperhatikan hujan diluar sepertiku..” Aku ragu itu. Dia teman baikku. 135 .Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. atau pernah tinggal kelas.” Aku juga ragu itu. “Berapa umurmu. tapi lebih cantik. keningnya mengerut. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka.. Lagi. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu. dan lebih berani. Dia terlihat lebih santai. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas. matanya melebar. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. Tidak. Pekat. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu.....

“Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA. Dia harus dewasa lebih cepat..” jawabnya terbata-bata. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya. Aku menyeringai.. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku.. Dari segala yang kutangkap tentang dia..” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas.dia sangat muda untuk umurnya. Dalam beberapa hal. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya. mungkin karena tatapanku. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia. “Ibuku.. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab. Aku bisa melihatnya sekarang.. untuk menjadi pengawas. membuyarkan lamunanku.. dia menangkap lebih banyak tentang diriku.” Dia tertawa lagi. dan mendesah.” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku.. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku. “Aku. “Well..” Dia menggeleng dengan tatapan senyum.. harus ada yang menjadi orang dewasanya...com “Tujuh belas.Diterjemahkan dari: www.” katanya. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari. ibuku tergila-gila padanya.” Dia tertawa. “Kau baik sekali. Atau tertarik? 136 .dan Phill lah yang ia mau.stepheniemeyer.” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol.. Aku buru-buru mengganti topik.aku rasa begitu.bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella. Takut.. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi.” Itu menjelaskan beberapa hal.aku jadi berpikir.

“Mereka sudah lama meninggal. 137 .” Lebih menakutkan. jelas khawatir telah melukaiku. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada.Diterjemahkan dari: www.” lanjutnya. Aku buru-buru membuang bayangan itu.. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat. bahkan aku tidak perlu berbohong.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. Aku tersenyum kecut. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya.” gumamnya. “Hmmm.” “Oh. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. maaf. kalau mau. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius.” Aku jadi lebih mudah tersenyum. Jadi agak beda. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab. “Tidak. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur. kemudian bicara dengan suara pelan.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua..” Dia menyeringai padaku. dalam kondisi apapun.” Aku juga serius.stepheniemeyer. kali ini tanpa dipikir. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan. Sesuatu yang tidak ingin kujawab.kupikir kau bisa.” Dia bimbang sebentar. “Jadi. Dia mengkhawatirkan aku. paling tidak.

aku terpaksa berbohong. Aku sangat.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu. iya.tapi dengan kondisi seperti ini. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu. sori. “Ya.. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga.” “Aku tahu.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum.” aku meyakinkannya. “Aku yakin dia sudah dengar.” Dalam kondisi itu. “Cuaca nya bagus untuk berjemur. Jasper dan Rosalie. sangat suka itu. sepertinya kau harus pergi. Tidak ada rahasia di Forks. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku.” Dia tidak bergerak. soal orangtuaku. keberuntunganku tidak bisa diingkari. 138 .” Aku melihat ke hujan yang turun deras. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik.” “Oh.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang.com “Aku tidak terlalu ingat mereka.” “Kau sangat beruntung. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku.Diterjemahkan dari: www. Aku tertawa mendengar ungkapannya. Tidak ada rahasia.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku. tentu saja. Dia akan menikmati itu. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu. “Tidak. Aku melirik ke jam. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama. “Saudara-saudaraku. Aku bisa membatalkannya. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal.stepheniemeyer. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh. “Selamat bersenang-senang di pantai. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang..

Aku membuka telapak tanganku. demi kebaikanmu dan aku..stepheniemeyer. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. Dia mengangguk. Buat tetap santai. oke?” Aku tersenyum sebentar.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. Dia terlalu lembut dan rapuh. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. “Oh. Dia tersinggung dengan ucapanku.Diterjemahkan dari: www. “Jangan tersinggung. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. Bella. lari. Saat memandangnya. Lari. Itu juga bagus.” Dia mengatakannya setengah hati. Dan tetap saja. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. Aku terlalu mencintaimu. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku. Apapun bisa terjadi padanya. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku. Jadi.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras. 139 . tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan. sebelah selatan Rainier. “Akan kuusahakan. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar.. Kalau begitu selamat besenang-senang. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. melirik kunci yang ada di genggamanku.

pebandingannya tidak meyakinkan. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica.. Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah. Itu bagus. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku. api merayap membakar tenggorokanku. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. walau tidak tahu apa tepatnya. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. atau cemas. Tapi tetap saja.. dan aku butuh waktu sendirian. Napasku makin memburu.com 7. seperti Ms. Lagipula. tapi berhubungan erat dengan itu. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica.Diterjemahkan dari: www. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. Ada begitu banyak sisi. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. syok. dimana aku bisa 140 . Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. Tapi. Jam pelajaran terakhir belum selesai. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku.stepheniemeyer. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. Bagaimanapun. Tidak sama dengan cinta. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku.. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain. karena ada yang mesti kupikirkan. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. Cope dan Jessica Stanley. membiarkan aromanya menyerangku.. Daya tarik. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau.

.. Aku sangat ingin bisa 141 . Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku. Cintaku pada Bella awalnya murni. tapi kini mulai keruh. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. Selain hal itu.. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak. Ini sama sekali baru untukku. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan. mengetahui.Diterjemahkan dari: www. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya. karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk. Ketika itu. itu tidak adil buatnya. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat. Karena aku bukan pria-manusia.. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah. selama yang bisa kuingat.. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. Selain cinta ibuku.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. aku mendambakan bisa menjadi manusia.stepheniemeyer. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. Pengejaranku padanya tidak masuk akal. Dengan segenap raga.. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku. Ketertarikan itu bagai buah simalakama. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir.. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku.. Yang paling kuingat adalah ibuku. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal.

Jasper masih sulit mengendalikan diri. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. gadis itu lagi?” Aku menyeringai. “Kau tahu sendiri. “Oh. aku cuma komentar. Respon spontan. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku.. Ini pertama kalinya.” Yang lain kemudian datang.. kau kelihatan aneh belakangan ini. membenci kekerasannya. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil.. Marahnya masih belum reda. Goff pasti mengira kau pakai narkoba.Diterjemahkan dari: www. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. Tetap saja. “Hmmm. Perkembangannya makin aneh. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir. Seperti Emmet. kau tidak sadar aku datang. “Tenang. Entah apa masalahnya.. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil.” Itu membuatnya makin bingung.” Dia menghirup lagi... baunya memang lumayan.com menyentuhnya.. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.stepheniemeyer. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. yang bisa kudengar cuma celaannya. Edward. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera..” Hah? Aku terkekeh. kekuatannya yang tidak normal. “Aku cuma melihat aku melakukannya. dinginnya.” 142 . pokoknya begitulah.memberi pertolongan. “Menggotong orang sakit. aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi.. Aku memandangi tanganku yang putih. “Berani taruhan Mrs.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya.. “Kau harus menerangkan alasannya. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka. Wah.

dekat Emmet dan Jasper. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. Tidak akan lama lagi. tapi dia tidak melihat keluar. aku tahu. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. apa sebaiknya ke garasi saja. Jalanan kosong. Aku bisa mendengar monitornya menyala. Mungkin dia tidak disitu. atau paling tidak aman. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. Kami sama-sama masuk ke rumah. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. Aku akan menunggu. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. Aku mengikuti dia ke rumah Bella.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. untuk pertama kalinya setelah sekian lama. jadi cuma butuh beberapa menit. Aku melihat ke jendelanya. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice.stepheniemeyer. Dan aku. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang.Diterjemahkan dari: www. Hujan turun sangat deras.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Dia kini sibuk dengan komputernya. duduk 143 . Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Esme di lantai atas. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. Sebagai gantinya. hingga membuatku malu.

Aku menambahkan harmonisasi baru.stepheniemeyer. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Edward bermain lagi. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru. Rosalie memelotiku. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. menelengkan kepalanya ke samping. Pada Rosalie. matanya nyalang marah besar. aku akan memburumu seperti anjing. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Senyum lebar muncul di wajahnya. Sudah lama sekali. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Tepat pada saat itu. “Ada apa. Tapi. membiarkan melodi utamanya mengalir. mengikutinya dengan alunan bass. Esme menghentikan pekerjaannya. menatap aku dan Rosalie bergantian. Rose?” Emmet memanggilnya.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. 144 .Diterjemahkan dari: www. pikir Esme gembira. Kalau kau sampai buka mulut. selalu tentang kesombongan. Emmet dan Jasper ikut menoleh. Musikku terhenti. tentu saja cukup malu. Diatas. Edward. dan bisa kudenar kebingungan Esme. dia kelepasan. Rosalie tidak menengok. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. duduk di anak tangga paling atas. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. Lagu baru. Aku mulai main lagi. “Jangan berhenti. Aku tertawa lagi. lebih pada marah daripada malu. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. Dia secepat kilat turun. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. Setelannya masih sempurna. Alunan yang indah. Esme mendesah bahagia.

Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya.nina bobo. “Tapi bagaimana jika begini.” bisiknya.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya. “Aku sama sekali tidak tahu. Dengan suara ringan bagai tiupan genta. Esme meremas bahuku.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit.. membawanya ke melodi yang lain.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. Itu sangat egois. Esme pindah ke belakangku. Tanganku baru saja terhenti.” Esme mendesak lagi. kukira.” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. “Lagu nina bobo.. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme. Alice beranjak duduk di sebelahku.. Ada cerita dibalik melodi ini. hidup begitu saja. meletakan tangannya keatas pundakku. “Ya.. sempurna. tapi belum lengkap. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. alunan berikutnya muncul begitu saja. Lagunya mulai terbentuk.” Aku berbohong. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal.. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. dan ikut bernyanyi.com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. Ini membuatnya sangat senang. 145 . “Belum. tapi entah kenapa tidak pas.. perubahan apapun akan salah. “Aku suka. Dia menangkap suasananya. Aku mencoba-coba bridgenya.stepheniemeyer. Emmet menggerutu frustasi. “Ini lagu. Aku mengabulkan permintaannya. berambut gelap. dan saat melihatnya.Diterjemahkan dari: www. tebal. “Lagu yang cantik.” kataku mengomentari. “Teruskan lagunya. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku.

Aku tertawa ironis.stepheniemeyer. Kau. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks. Suara Alice pun ikut turun. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya. berubah khidmat.. “Terima kasih. mengejutkan aku dengan arah pikirannya. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu. Esme mengelus rambutku. Takdir berhutang padamu. Dia pasti mencintaimu.” godaku dengan canda. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. ternyata menghiburku.” “Tidak.” ujarnya. pikirnya tiba-tiba. diantara siapapun di dunia ini. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya. anakku. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya.” 146 . Perkataannya. Mom. Semua akan baik-baik saja.” Esme mengingatkan.” bisikku. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. meski terdengar mustahil. “Hentikan. Jika dia gadis yang cemerlang. “Edward hanya bersikap sopan. Dia tersenyum. melambat dan semakin lambat. “Jaga sikapmu. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. Akan ada jalan keluar yang terbaik. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu.. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. berharap bisa mempercayainya. kau membuatku tersipu. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian. Kumainkan nada terakhir. Alice. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini.” “Tapi aku ingin tahu. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. kemudian mengehela napas. Edward. Aku mendesah. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku.” Dia tertawa geli.Diterjemahkan dari: www.

Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan.com Aku tertawa mendengar rengekannya. tidak berhubungan dengan siapapun. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. Esme. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. dan aku menyeringai sendiri. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. sebaliknya. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi. Dia sudah 147 . Dia terbiasa diinginkan. dia memang sudah lupa. “Ini. “Terima kasih. bahwa dia telah lama melewatinya. Bukannya dia keberatan. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. aku memikirkan Rosalie. Yang terjadi. Dan. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. dan tetap saja bergeming. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. Sebagai gantinya.” Dia meremas pundakku lagi. Walau bagaimanapun. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. dia selalu jadi pusat perhatian.. sudah terjadi. Aku membayangkan.stepheniemeyer.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. Bahkan ketika masih manusia. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. Rasanya sangat tidak mengenakan. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. sayang. sepertinya sia-sia. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi. Kemudian aku berkata. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. sejak pertama kali bertemu. Tentu saja. Sedang aku.. dan dia selalu menjadi yang paling cantik.Diterjemahkan dari: www.

melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella. Edward. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. “Apa. Senin pagi. Alice?” tanya Jasper. “Kau siap. dan kemudian bangkit berdiri.stepheniemeyer. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 .” Gigiku langsung menggertak. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella. Buah dari cemburu. Alice cemberut tidak suka. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan. Dia memutar bola matanya ke aku. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. dan tanganku langsung membeku di satu nada. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. pasti itu. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku. “Tenanglah. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. dengan ketajaman intuisi perempuannya. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. “Jasper. Ini bukan kunjungan pertamanya. “Mereka tidak pernah berburu disini. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga.Diterjemahkan dari: www. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. “Itu betul. mereka berburu seperti vampir kebanyakan.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. Kau tahu itu. Dia sudah menebak. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi. “Kapan?” tanyaku. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang.” aku sependapat.

” “Tentu.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. Edward. Terserah padamu kapan perginya.” aku setuju.” pinta Esme. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi. Aku pamit dulu dengan Rosalie. Cakar tajamnya merobek baju Emmet. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya. Otakmu benar-benar terganggu. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu. yang menjulang jauh 149 . itu akan singkat. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. Oh sial. “Bukankah pernah ada yang bilang. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim. sekali lagi.Diterjemahkan dari: www. menyeringai dan melambai.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. tapi tidak satupun bertanya. “Kalau kau memang suka. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya.” “Oke. “Oh. Esme dan Alice bertukar pandang. Beruang itu melenguh keras. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. Aku merenung sejenak. “Sepertinya aku memang begitu. dan mendecit menggaruk kulit Emmet.com “Kita akan kembali minggu malam.stepheniemeyer. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet. Emmet sudah hampir selesai. Ini tidak akan makan waktu lama. hei Edward!” Dia berteriak balik. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya.

” “Ini tidak bisa dimatikan... “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya. “Yang satu ini lumayan kuat.” “Hidup itu memang sulit. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang.sensitif. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk. aku hampir bisa merasakannya.. Ada seringai lebar di wajahnya. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik. Akan lebih menyenangkan. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet. Emmet sudah berjalan ke arahku.” Humorku langsung lenyap. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang.” aku mengingatkan dia. Emmet datang duduk disampingku. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan. iya kan?” Emmet menyeringai padaku. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan.. “Huu. “Kuharap mereka lebih kuat. dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. robekrobek dan belepotan darah. Emmet.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu.” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya. Beberapa menit kemudian. “Ayolah Edward. “Sori.” Aku menggeram lewat sela gigiku. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil.” “Ya.Diterjemahkan dari: www.com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri. lengket oleh getah..” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih. “Jangan dekati dia. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar.stepheniemeyer. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul. dan tertutup bulu-bulu. Saat dia mencakar. Bajunya rusak. dan kemudian mengerutkan muka.” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar. Selalu saja serius.” “Kau seperti anak kecil..” Aku mendesah. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 .

Coba lihat bukti-buktinya. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu. seandainya ada beruang kesasar ke kota.. “Benarbenar kebetulan. Tapi aku bisa menangkap maksudmu. Emmet.atau tersambar petir. Dari segala tempat yang bisa ia datangi.woo. bukan.. boy.. Well. Lagi-lagi beruntung..com “Memikirkan tentang dia. lebih sial lagi. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku..atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan. Dan mungkin saja ia bertemu beruang. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan.” Dia mengangkat bahu.” Aku mendelik pada tanganku. “Kau kedengaran seperti orang gila. “Woo.. Emmet. tapi menjawab pertanyaannya. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. ya kan?” “Beruang..” “Mobil van waktu itu?” 151 . memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya.” aku memberungut..” Emmet terkekeh..” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini.Diterjemahkan dari: www. mencemaskan lebih tepatnya.” Gigi-gigiku langsung menggertak. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle.atau jatuh dari tangga.” “Ya. Dia hidup di Forks.. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas. gempa. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini.. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia. Aku mengacuhkan leluconnya lagi. tapi kita vegetarian. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar. Sungguh. bagaimana baunya bagiku. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. “Banjir.” Dia tertawa keras-keras.! Tahan disitu. ingat? Paling banter dia akan kehujanan.. Dan kemudian. membencinya lagi.stepheniemeyer. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu.

Aku tertawa datar. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak.” “Tapi kau ada disana. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. Berani sumpah. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. “Jawaban yang salah. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu.” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak.. Em. “Jujur saja.com “Itu tidak sengaja. “Tidak. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja. menyerahkan apa saja.” “Rosalie iya. dan menemukan sosoknya tidak menarik. Itu beruntung.” Emmet menggerundel. seakan dia punya daya tarik seperti magnet. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya.stepheniemeyer.” kataku kasar. “Well. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu..” “Aku tidak tahu apa masalah dia.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. lagi dan lagi. Jujur saja. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi.” jawabnya mudah. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang. Bahkan menyerahkan Emmet. Aku menunggu dia mencoba lagi. Nada suaranya menambahkan tentu saja.” Emmet terkekeh. Emmet. “Curang. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi..” Dia mendesah. 152 .Diterjemahkan dari: www..” “Aku sama sekali tidak keberatan.” Aku berbohong dengan seringai lebar.” kataku dengan suara tercekik. tapi pikirannya beralih ke hal lain.

dia kedengarannya terlalu rapuh. Aku tidak boleh. jika kau mencintainya. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam..bukankah kau ingin. mendadak aku sadar. Bukankah kau juga akan merasa begitu.. Pikiran itu membuatku gelisah. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. sangat ingin untuk tidak kurang ajar.. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar.” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya.” bisikku. Dan.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens..” Wow.. seperti yang kau bilang. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia. Emmet.. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella.” erangku. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang...” aku mengakuinya agak malu-malu.. Gadis ini segalagalanya bagiku. aku bisa jadi pelindungnya. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku.” 153 . dong? “Aku tidak tahu. Dia berjuang keras sekarang. Tiba-tiba saja. Edward. Emmet..Diterjemahkan dari: www. well menyentuhnya.stepheniemeyer.. Emmet menyadari perubahan ekspresiku. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin.” “Aku tidak bisa. Rosalie pasti keberatan. “Aku tahu itu. “Percayalah—itu juga aku tahu. Untuk sementara. dan pembicaraan serius bukan keahliannya.untuk meninggalkan dia. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte.” Dengan kepuasan mendalam. lantas apa pilihanmu.mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya.” Emmet bukan orang yang bijaksana. dengan tanda kutip. Aku menghela napas. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu. dari pada jika aku pergi.. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu. “Aku sedang mencari cara untuk.com “Ya. Kau betul-betul...

dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. “Baiklah. Tolonglah! Demi aku.” “Aku tidak perduli. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang. termasuk godaannya. Aku akan pulang hari minggu.” Aku meringis pada hal itu.stepheniemeyer. Meski begitu. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. Emmet. Emmet menepuk handphone di sakuku. Betul-betul mirip orang gila. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya. akan kucoba.Diterjemahkan dari: www. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya. Aku sudah lama tidak merasakannya. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini. Dengan keberuntungan seperti Bella. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya.” Emmet mendesah. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. bisa melihatnya lagi. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. Aku menghela napas. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka.” Aku menggeleng tegas.” “Lagi pula. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. Biarkan Rosalie tenang dulu. dan mulutnya sedikit terbuka. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu. sampai-sampai aku 154 . Sangat lebih buruk.” kataku ragu.” “Iya.

Kirakira apa dia menikmati tamasyanya.. Mataku terus memandangi wajahnya. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya. paling tidak. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari.lelah. Aku cuma tahu dari foto. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut. Kuperhatikan lokasinya.. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu.stepheniemeyer. berusaha menjadi teman. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. Aku takut jika sedekat itu.. Apakah dia sempat memikirkan aku. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Apakah dia merindukan aku. Tidak.. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya. Kami teman sekarang—atau. Menyentuhnya lembut. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku... memperhatikan jika ada yang berubah. Itu alasan yang paling masuk akal. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. dia pasti jatuh.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku.. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. itu tetap menggangguku. Dia bukan milikku. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal. Dia kelihatan. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya. Salah satu tangannya bergerak.. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push.. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak.. sesuai dengan perjanjian. Sebuah tempat dimana 155 .

sesampainya di pepohonan. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. ini jauh lebih mirip 156 ... Tapi. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan.Diterjemahkan dari: www. mereka tidak akan bilang apa-apa. Aku menggeleng. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. tidak terlalu menempel di pohon. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. menuju ke semak pakis-pakisan. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Barangkali duduk disitu. Ya. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui.. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini. penasaran. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak. dan memandang ke sekeliling.com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen. Aku duduk di tempat ia duduk.. Lebih parahnya. berbeda dengan penasaranku yang tadi. Ingat dan mempercayainya. Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja. Aku cepat-cepat mengikutinya.stepheniemeyer. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi. Bella.. hal itu bisa memecahkan suasana. dan. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah.. Jadi. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan. Selamanya.

157 . Bukan cuma nasibnya yang sial.com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. untuk sementara waktu dia punya pelindung. Well. Aku mengerang.stepheniemeyer. Aku akan menjaganya.. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya..Diterjemahkan dari: www. selama yang bisa benarkan. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi.

aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Bella tiba di sekolah lebih awal. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. dia menyukaiku.stepheniemeyer. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya.Diterjemahkan dari: www. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. Kira-kira apa yang 158 .com 8. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. Dia akan mencobanya lagi. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. Aku menunggu. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. dan merasa senang pada keberuntungannya. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. tak berdaya. Betul kan. Namun. berita baik lah yang kudapat. Sudah begitu. Mike menemukan dia disana. Berani taruhan. tersembunyi dibalik bayangan. Senin pagi. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari. dan yang sebaliknya terjadi padaku. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. jadi aku tidak terlalu kesal. yang terjadi justru sebaliknya. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. dan membuntuti obyek obsesiku.

“Well..dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti. Aku sangat ingin terbang kesana. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. Sedang Mike sama sekali lupa. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan.” ujar Bella.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya. Aku mematahkan satu batang pohon lagi. “Mike.stepheniemeyer. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. Sejenak hening. kita bisa pergi makan malam atau apa.com begitu penting di Seattle.. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 . sepertinya tugasnya sudah selesai. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya..” katanya.Diterjemahkan dari: www. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat. Mike menelan ludah... “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. Dari ekspresi puas samar di wajahnya.” “Oh. Mike menyadari perubahan di rambut Bella.” Pedih dan marah akibat cemburu. Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga. “Hanya dibawah sinar matahari. Padahal aku ingin mengajakmu kencan..

baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar. hal itu sebetulnya sangat kentara. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya. Buatnya itu pilihan kedua. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan. Aku seharusnya tidak bertanya. Badannya lumayan.. Wow. sibuk dengan fantasinya. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. Pikirannya kini saling tumpan tindih. dia melihat segalanya..” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. Mike.. Kemudian dia lenyap. Sepertinya Seattle memang cuma alasan. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar.Diterjemahkan dari: www. memang. “Oh.” Bella bimbang. Hmm.” Dia tidak bisa berkata-kata. dan senang jika ada 160 . Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan. dan aku tidak boleh terlambat lagi. Kurasa dia cukup manis... Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya. Oke. tubuhku bisa kembali rileks. berloncatan dari pikiran ke pikiran.. Hmm.” Aku bernapas lagi. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. Jessica. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. Oh. Sepertinya.com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus... Hmm. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam. sevulgar fantasinya tentang Bella. mengikuti Bella terus. “Waktunya masuk kelas. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun.stepheniemeyer. Tapi.. Burung yang sudah di tangan. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah. “Yang benar saja. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia. tidak sebaik jika itu adalah Bella.. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain. Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu. Sedang Bella begitu tidak egois. “Kurasa. Jadi..” “Jessica?” Apa? Tapi..

tapi aku tidak mau ambil resiko. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman. tangannya membeku di satu halaman. Barangkali dia merindukanku juga. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. yang kelihatannya sudah sering dibaca. Aku tahu itu. Dan itu membuatku berdebar-debar. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. dan dia terlihat sedih lagi. Oke. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. Aku membaca lewat pundaknya. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup. Jadi. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. dan membukanya dengan kasar. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut.Diterjemahkan dari: www. Pada saat jam makan siang.. 161 . seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum.stepheniemeyer. Dia penggemar Austen. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. aku memang berlebihan. Ah—lagi-lagi klasik.com Angela Weber di dekatnya. memberiku harapan. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. aku langsung saja pergi ke rumah Bella. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku..

kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari.. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini. Dua sendok makan tepung. Dia berbaring diam. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . Aku mengingatngingat novel itu. Napasnya lambat. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. Aku meloncat turun. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya.stepheniemeyer.. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. dan memejamkan mata. Ini sangat-sangat salah. Dia menghela napas panjang.atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual. dia menutup bukunya dengan kesal. seakan sedang menenangkan diri. Aku mendesah. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen.. Mansfield Park.. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar.Diterjemahkan dari: www. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. sangat beresiko.. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti.. mendarat tanpa suara pada ujung kakiku.com Aku sempat melihat judul halamannya. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin.. menarik lengan bajunya keatas. Aku menghela napas dalam-dalam. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan. atau biru. Satu misteri lagi. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya.secangkir susu.. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. Tidak beberapa lama. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari.

“Mmm. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya.. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis.Diterjemahkan dari: www.. sekedar jaga-jaga. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram.. “Edmund. Well.” Tidak terlalu ada artinya. tapi kemudian ia menggumam. dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya.. menahanku di tempat. Aku sudah mau mundur lagi.stepheniemeyer. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar.. Paling tidak dia masih memimpikan aku. Sense and Sensibility. Edward. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Rasa benci pada diriku menguat... mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat..” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku. Aku mengembalikan bukunya..” desahnya. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun. Dia mulai dengan cerita pertama. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku.. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi. akhirnya aku sadar. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka. 163 . Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku.. Mmm. aku akan menunggu sebentar.com ini di kepalaku. mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini. “Mmm. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya. Ahh. Terlalu. Sia-sia sudah kesombonganku..dekat. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi.

Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok.sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. dan ia melihat ke arah suaranya.Diterjemahkan dari: www.. Dia memandang ke sekeliling. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. Aku lega ketika ayahnya pulang. hampir hitam dihadapan wajahnya. bayang sore pun mengambilnya. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai. Aku ingin menghalaunya.stepheniemeyer. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk. Rambutnya kembali gelap. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. Untuk sesaat. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. Ketika cahaya menghilang. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. Dia terbangun. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan.. Beberapa gerutuan samar. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. aku cuma menangkap intinya. menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya.com Siang pun berlalu. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. Jasper tidak memperingatkan teman164 . “Charlie?” tanyanya pelan.

aku akan tetap mengawasi Bella. Hanya sekali. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. Hanya untuk jaga-jaga. ketika ia mendesahkan kata. hari terakhir matahari memenjarakanku. kurang lebih sama dengan sebelumnya. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. dia seorang pengasuh. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan.” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Selimutnya berantakan. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks. Hari sekolah berikutnya. Aku pergi ke lahan berburu terdekat.. kadang sedih. Aku disini untuk melindunginya.. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur. Wajahnya kadang gelisah. Lagipula. Ketika bicara. Biar bagaimanapun.stepheniemeyer. Aku jadi bertanya165 . Aku bertanya-tanya. Dan. mimpi buruk apa yang menghantuinya. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. “Kembali. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku.com temannya untuk menjauhi Port Angeles.tapi kemudian sadar. yang mana baik-baik saja untukku. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. Setelah itu aku pergi. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya.Diterjemahkan dari: www. Rumahku kosong saat aku kembali. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu.

membuatku bersyukur.Diterjemahkan dari: www. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. Kau benar-benar payah. sebagai Bella. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. pikir Alice dengan riang. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. seperti biasanya. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya. Edward. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu.com tanya. dan hampir sama panjangnya. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. Tentu saja itu Rosalie. Aku masuk lewat dapur. Ugh. karena dia hampir setinggi 166 . Dia sudah semestinya cemas. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. pikir Charlotte. Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Rambutnya sepirang Charlotte. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi. Ah. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. Tapi.stepheniemeyer. Itu lagu lama. dan langsung menuju ke piano. yang memandangiku dengan penasaran. begitu kesimpulan dia. dia kembali. Mahluk yang aneh. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. Peter dan Charlotte masih ada. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. gerutu Emmet. Sekolah usai.

Rosalie memikirkan hal yang sama. mereka akan langsung ke timur. siap-siap untuk pergi. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya.” kata Jasper sedikit khawatir. Pasangan yang sangat cocok.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. Peter. Alasanku sudah cukup lemah. “Kalau kau bertemu Maria lagi.” ujar Charlotte basa-basi. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. aku merasa lebih tenang.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya.” salamku sambil mengangguk. semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku.stepheniemeyer. Setelah di dalam mobil. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi.Diterjemahkan dari: www. menuju Seattle. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan. Dan Alice. itu Esme.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas. Kasihan. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya. “Charlotte. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan. sedang Peter baru belakangan. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. dengan suara mencibir. Setelah beberapa saat. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary. Jasper selalu menjadi favorit Maria. umpat Emmet padaku. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. Edward. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi. Kuhentikan laguku di tengahtengah. pada tahun 1940an. dengung mantap suara mesin yang 167 . “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. Aku pura-pura tidak mendengar. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja. dan dengan tergesa-gesa berdiri. Tidak mendekati Port Angeles. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. Dasar orang gila. Idiot.” Kemudian mereka bersalaman. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper.

com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu. 168 .Diterjemahkan dari: www. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella.stepheniemeyer. Rasanya lega bisa di jalan lagi.

Dan. bertiup dari arah barat. Tidak terlalu lama. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. Mengambil resiko lebih. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. Well. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. Bella masih kelihatan kesal. lebih tepatnya. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. Setelah menemukan Jessica. ketika makin gelap. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya.com 9. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi. Angela betul—Tyler cuma membual. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. Aku hanya bisa 169 . setelah menemukan Jessica. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. Kemudian. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. matahari masih terlalu tinggi diatas.Diterjemahkan dari: www. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. aku bisa mendekat. Ha ha.stepheniemeyer. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles. meski jendelaku sangat gelap. tapi Angela sedang ganti baju. yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Sesuai dengan warna matamu. Untuk saat ini. aku akan menemukan Angela. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan.

mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya. bahwa ia menegaskan niatnya. “Dia baik-baik saja. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi. suara mentalnya paling mudah ditemukan. Kusentuh handphone di kantongku. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi.. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku. sebelum menjawab pertanyaan Angela. Dia akan suka itu.. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi.. Secara berkala aku mengecek Jessica. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. ia kesal dengan kepongahan Tyler. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam.. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella.Diterjemahkan dari: www. kurasa dia sedang ingin sendirian. minta pendapat Angela.stepheniemeyer.. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya. kemudian ganti ke Angela. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu..” Ibuku pasti akan marah besar. Bella tidak kelihatan dimana-mana.. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko.. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica. bahkan jika kita kembali dulu. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan. Lagipula. baru saja balik arah. Jadi.” Aku 170 . “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya.

Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar.” ujar Angela. Dia baik padaku selama di mobil tadi.. bisa untuk tempatku parkir. ada sedikit sisa aroma Bella di udara. Aku tahu seluk-beluk Port Angeles. mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman.Diterjemahkan dari: www. di trotoar. kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini. Dia sempat kesini. 171 . berharap pencarianku singkat. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. Aku bertanya-tanya. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia. Sebentar lagi matahari di belakang awan. Jika aku tetap berada di sisi barat. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu.stepheniemeyer. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia. Aku menilai sekelilingku. tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong.. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota..com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella. “Ayo cepat kalau begitu. Seharusnya aku lebih memperhatikan. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup. Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu... Aku seharusnya tidak melakukannya. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini.. tetap berada dibalik bayang-bayang. Aku bertanya-tanya...

kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran.stepheniemeyer. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu. mencari-cari dia. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara.Diterjemahkan dari: www. dan keluar dari jalur normal orang-orang. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama.... Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. Hanya beberapa menit lagi. Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat. Seperti sekarang. . dan arahnya membingungkan aku. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya. aku akan bebas mencarinya di luar.. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing. karena kemudian aku membaca lebih 172 . Beberapa menit lagi. Aku tidak suka ini. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik.kurasa anakku telinganya infeksi lagi. mencari lewat mata mereka.. Pikiran satu ke pikiran lainnya. berharap melihatnya di jalanan. tapi aku sudah keluar lagi. Aku mesti memberitahunya.? Terlambat lagi. Awan-awan mulai berkumpul di horizon.. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele. Terkungkung. Apa dia tersesat? Well. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku.. dia hilang dari pengawasanku.. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari.

. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. Dia melangkah ke arah Bella. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. Sesuatu. Aku pindah ke pikiran orang itu. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang. bukan jeritan. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. “Pergi dariku. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai.” Suara Bella rendah dan tenang. Keributan itu membuatnya marah—diam. tapi tidak mengalihkan perhatianku. tapi tidak tahu pasti persisnya. pasti ada sesuatu—nama jalan. “Jangan seperti itu manis.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan. suaranya sudah jauh di belakangku.Diterjemahkan dari: www. Di sekitar daerah industri. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya. Bella bukan korban pertamanya. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon. melenturkan tangannya. “TIDAK!” teriakku.” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. Itu pikiran orang asing. tapi tidak sepenuhnya asing. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Mereka asal mengikuti Lonnie. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. plang toko.. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh... Mobilku mendecit membelok di pertigaan.stepheniemeyer. Itu membuatnya bergairah. Aku 173 .

stepheniemeyer. Dia akan memohon-mohon. Barangkali lebih baik. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. Aku langsung menerabas lampu merah. membuat mereka terloncat kaget. Teleponku bergetar di kantong. Di bagian lain dalam kepalaku.akan lebih ada perlawanan. tapi tidak akan segera kukabulkan. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah. Dia harus betul-betul tersiksa. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu. Terkejut dan agak kecewa. Dia harus menderita atas hal ini. Yang ini pemberani. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. tapi tidak mempedulikannya. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. Dia menunggu Bella menjerit. Dia ada di tengah jalan. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. 174 . Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya. dia terlalu memperhatikan korbannya. Aku tinggal satu blok lagi. dan ia sudah lari menuju mobilku. Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. tapi kematian itu akan terlalu cepat. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat.. “Cepat masuk. dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella. Bunyi klakson nyaring di belakangku. Lampu sorotku menerangi mereka.. Aku segera membukanya. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. mencari yang paling menyakitkan. ketegangan dari berburu.” teriakku setengah menggeram. menyudutkan Bella. Tidak kugubris. siap-siap untuk menikmatinya.com mengenali perempatan yang ia lihat. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping.Diterjemahkan dari: www. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas.

stepheniemeyer. Aku harus membunuhnya. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi.. Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku.. Sepertinya. Bella memasang sabuk pengamannya. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. Bukan haus darah yang biasanya. “Pakai sabuk pengamanmu. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. Balas dendam mesti menunggu. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat.” perintahku. Suaraku kasar. Otot-ototku menegang. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka.. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan. sedikit demi sedikit. menatap ke arahku. berjengit ketika mendengar suaranya. kulit dari dagingnya. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat.Diterjemahkan dari: www. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. dan sampai terasa di lidahku. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi. dan segala rencana kejiku langsung runtuh. menjauh dari Bella.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah. sarat kebencian dan haus darah. 175 . daging dari tulangnya. melanggar semua rambu lalu lintas. Itu akan membuat dia ngeri. Aku akan mengulitinya pelan-pelan.. membanting pintu di belakangnya. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri. Apa yang akan kukatakan padanya. memohon untuk segera dilampiaskan. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. ternganga bingung. Bisa kurasakan pandangannya padaku.

Prioritas pertama. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. Baik-baik saja kah aku? “Tidak. tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. Nadaku menggelegak marah. yang aku tidak tahu. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. Rerimbunan pohon di pinggir jalan.stepheniemeyer.. Aku tahu itu. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. Pembalasan adalah hal yang kedua. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada.. Itu pasti kentara sekali. Aku membawanya ke jalanan sepi.Diterjemahkan dari: www. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami. sepenuhnya tidak bergerak. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Dia pasti sangat ketakutan. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. Dia berdeham pelan. Sekarang gelap gulita. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. tidak salah lagi. Namun tetap saja.com Anehnya.” aku menyadari. “Iya. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia. Tangan dinginku yang terkunci. tidak terlindungi di tengah kegelapan.” Suaranya masih pekat—karena takut. tempatku menunggu tadi. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. dia kelihatan tenang. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini.

khas dirinya. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom.stepheniemeyer. berharap tidak bisa menemukannya. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. Jadi setelah kuhitung-hitung.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan.” tambahnya dengan nada datar. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang.Diterjemahkan dari: www.” pohonku padanya. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. sekali-kali melihat di salah. Kupejamkan mata.. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah.” Dia melanjutkan..com diriku. Ya—inilah yang kubutuhkan.. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki.. kali ini penuh pertimbangan. “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo. “Maaf. “Kenapa?” tukasku. “Tolong alihkan perhatianku. kalau aku membahayakan hidupnya.. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh. Hanya karena dia membutuhkan aku. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan.well. Aku tahu dimana menemukannya. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom. aku tetap bertahan di mobil. “Mmm. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan.” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. kecewa dan marah.. itu manjur. kau pasti ingat. berarti kedudukan kami seri. Seperti sebelumnya. memaksanya untuk bicara lagi. pasti aku sudah tertawa. Aku mulai bisa 177 .. “kalau tidak punya mobil... dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan..” Rahangku masih terkatup rapat.” Rasanya menyenangkan.

Padahal aku butuh dia meneruskannya. entah bagaimana.stepheniemeyer.. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. aku lebih tenang. dia tidak akan bisa ke prom. Aku tahu. Napasnya memenuhi penciumanku. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas. Aku menghela napas dan membuka mata. “Tidak terlalu. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. Dia berhenti bicara. “Aku sudah mendengar tentang itu. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya.Diterjemahkan dari: www. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam. tapi aku tetap akan berusaha.” Kuharap. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut.. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia. tapi tidak lebih baik. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. dan hanya bisa memimpikannya saja. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini.” Tidak. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini.com mengendalikan diri. Setelah semua kejadian ini. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. itu tujuan yang mustahil. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 .” kataku padanya. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh. Hampir. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. Suaranya pun jadi lebih marah. “Apa yang terjadi?” bisiknya.

Aku tidak menyerah. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Aku berperang dengan diriku sendiri. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. Kosong karena syok. membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. tinggal. Bella. Paling tidak dia tidak menjerit.. “Jessica dan Angela pasti khawatir. Sesuatu yang tidak aku bisa. Bella.. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku. Lari.” ucapnya lagi. Apa saking syoknya? Atau. Jessica dan Angela sudah selesai makan.dia masih membuatku meneteskan liur. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah. Selama beberapa waktu kami diam.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. Suaranya sangat tenang. Aku menarik napas dalam-dalam.” “Oh. Aku hutang itu padanya. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa. ke kegelapan malam. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . “Aku seharusnya menemui mereka. berusaha menjadi apa yang seharusnya. Aku begitu dekat dengan berandalan itu. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam. menuju jalanan yang gelap. Semakin dekat ke kota. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya.” Aku menatap keluar.. lari. Bella. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella. atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu.. Belum.stepheniemeyer.” ucapnya pelan. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Tinggal..Diterjemahkan dari: www.. atau pantas. Mereka sudah mau mulai mencarinya..” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. Tidak. Seringkali dia tidak mendengarnya. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku.. tapi wajahnya tidak ketebak.com padanya. Belum. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku. barangkali.

Bella! Oh. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku. bisa dibilang kencan dengannya.. Dia gemetar. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. Dengan urutan seperti itu. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. “Mengajakmu makan malam. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. 180 . Mereka menoleh.Diterjemahkan dari: www. disinilah aku. dia aman! Pikir Angela lega. karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. Aku membuka pintuku. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. aku tidak akan cukup kuat untuk itu. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya.. Apa itu maksudnya? Well. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh.stepheniemeyer. kedengarannya kaget. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. Tapi.” perintahku cepat-cepat.” Baiklah ini akan menarik. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini. “Jess! Angela!” dengan suara keras. Dan kini. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku.” Tidak.

” dia mengakui. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia.. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati. aku tahu mereka sudah makan.. dan kemudian terhenti. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku. Bella tidak mungkin tahu. Pasti memang syok. “Mmm. Tidak. kami sudah makan ketika menunggu tadi. Bella mengangkat bahu dengan santai. Angela juga tidak terlalu berbeda. Wow. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward. Begitu tenang. Bella. Dia mudah pingsan. “Aku tersesat. Nadanya luar biasa normal. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah.” Aku tidak sependapat. pikirku masam. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. Ya ampun. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan.” Jessica setuju. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang. syok. Tapi.tentu saja.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. Pikir Angela kemudian. Mereka buru-buru kembali. ketika melihatku disampingnya.Diterjemahkan dari: www. dan perut kosong tidak akan membantu. “Sori. berdasar pengalaman yang lalu. dia keren banget! Batin Jessica. Nah. Wow. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. Mendadak pikirannya tidak karuan... Angela mengerutkan dahi. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. 181 .stepheniemeyer. Pikirannya pasti syok. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga. sebetulnya. Coba tadi tidak makan duluan. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar.

. “Sampai ketemu besok. “Kalau begitu. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang. ya ampun. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai. seperti yang lalu. Sepertinya ini malam keberuntunganku. tidak masalah. Oh.com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. Jessica melambai saat pergi. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela. Pada saat bersamaan. Bella mengedip? “Oke. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan.. untuk mengecek suhu badannya.” “Eh. Aku tidak mau pergi. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau. dia melihat Bella mengedip. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess. “Jujur saja aku tidak lapar. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi.” Kubukakan pintu restoran untuknya. Aku ingin menyentuh tangannya. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu.. Atau.. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan. Bella.Diterjemahkan dari: www. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil. dan Bella melambai balik. kurasa. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. dia perlu makan sesuatu. Ya ampun.” ujar Angela cepat. Bella kelihatannya masih menutup diri.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. hibur aku.” katanya padaku.stepheniemeyer. Baru setelah mobilnya lenyap. diparkir dibawah lampu jalan..Edward. keningnya. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku..” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella. Mobil Jessica berada tidak jauh.

“Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku. “Oh. Selamat datang di La Bella Italia. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. Tapi keluarga. dimana tidak ada orang yang 183 . Barangkali dia sepupunya. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. menelengkan kepala penasaran.stepheniemeyer. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. dia akan sangat penasaran malam ini.. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal. lebih baik tidak usah mengambil resiko. Matanya melebar terkejut.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami. Tanpa ambil pusing. Aku menggeleng. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. “Tentu saja... Ya. Sialan. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. Mata manusia memang kabur. Gadis ini tidak mungkin adiknya. dan dia jadi ragu. Dia tidak mungkin berkencan dengannya. eh.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. pasti itu. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu.” Pikirannya sedang menebak-nebak. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. Cope dan Jessica Stanley. mereka sama sekali tidak mirip.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. iya.Diterjemahkan dari: www.. Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu.

Aku bertanya-tanya. 184 . Aku tersenyum lebar-lebar ke dia. Ini pasti mimpi. Atau. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya.mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos. menunjukan seluruh baris gigiku. Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. Aneh. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali.. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur. kenapa berbeda dengan.” Hmm.. “Sempurna.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. “Mmm. apa yang akan kuceritakan. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya. yang benar saja. Dia masih tidak takut.. Cukup akurat untuk malam ini.stepheniemeyer. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu. Barangkali gadis itu akan hilang.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab.. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan.com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan.pelayan kalian akan segera datang.. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang. meski itu yang kuinginkan. “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja.. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini..” Dia tidak mungkin nyata. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu..” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan.” Aku memperhatikan ekspresinya.Diterjemahkan dari: www. “Oh. Wow. Bella hampir betul. “Tidak adil.

“Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. “Dua coke. Dia terlihat bercahaya. sebetulnya aku menunggumu syok.” “Kau tidak merasa pusing. sakit..com Tapi. Dia tidak akan mau diperhatikan. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi. Pikirannya nyaring sekali..stepheniemeyer. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. menantikan sangkalannya. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella. Meski begitu dia terlihat sehat. Butuh semenit baginya untuk menjawab. Matanya berubah agak tidak fokus. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. Ah. aku menatap wajah Bella. 185 . “Kurasa itu tidak akan terjadi. “Aku baik-baik saja.” sapa seseorang. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella. tapi kukecilkan volumenya.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. seakan minta persetujuan.” jawabnya. sebelum aku sempat menyesalinya. Lebih dari sehat bahkan. ketika aku tersenyum padanya. “Haruskah begitu?” “Well.. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Apakah dia. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. sedikit kehabisan napas. “Halo. Dia mengerjap. dia minta pesanan minum kami.” aku meralat.Diterjemahkan dari: www. “sering kali. Alih-alih mendengarkan. dia sudah menjawab. Si pelayan masih menunggu pesananku. Aku membuat dia terpesona..” Dan pipinya bersemu merah muda. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya.” Aku setengah tersenyum. terkejut oleh pertanyaanku.

Dia menaruhnya didepanku.” Bella membuat ekspresi datar. pipinya merona lagi. atau syok? Dia minum lagi sedikit. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella. Isi pikirannya vulgar.” Kucopot jaketku. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat.” tapi dia gemetar lagi. kemudian sempat menggigil. Haus.” Bella melirik sekilas ke menu. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku. kemudian menggigil lagi. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica. “Mmm. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. “Aku pesan jamur ravioli.” ujarku.” Dia mencari-cari bingung.” aku memaksa. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja. “Minumlah. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya.. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh. blus itu menggantung seperti kulit kedua.stepheniemeyer. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan. Dia menatapku.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. Hmm. Dahiku sedikit mengerut.. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. “Kau tidak punya jaket?” “Punya. hampir serapuh kulit aslinya. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya. Dia menyadari semuanya. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis. dan ia langsung memakainya. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. sangat manusia. jadi kudorong gelas kedua padanya.com Berarti. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi. Dia terlihat sangat lemah. 186 . Dia minum sampai gelasnya kosong.Diterjemahkan dari: www.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

Pertahananku mulai runtuh. pada insiden van itu. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. dan dia tersenyum.. resiko yang kuambil. tapi mengangguk. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana. Bukan karena aku berhutang padanya. dan itu membuatku marah. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. 192 .Diterjemahkan dari: www. dan berubah jadi penolakan. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. oke?” Dia cemberut. Kapan saja.. “Aku membuntutimu ke Port Angeles.stepheniemeyer. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. “Itu bukan yang pertama.” Itu betul. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. Aku baru saja mengaku membuntuti dia.” sanggahku sambil menunduk. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris.” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit.” Aku mengamatinya. Bahuku terkulai malu. meski pikirannya sunyi. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau. Aku membaca matanya. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. Aku ingin dia mengenalku. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ. menatap taplak meja yang berwarna merah marun. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. Sudut bibirnya terangkat keatas. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. dan mata coklatnya menghangat. Namun. Dia tersenyum. menunggu. “Jangan ada yang ketiga kali.

jadi penasaran. di sinilah aku duduk. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. Matanya yang dalam. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran.Diterjemahkan dari: www. Tapi tetap saja. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya. namun kali ini dengan tatapan prihatin.. setelah pernah mendengar pikiran seseorang.. wajahnya tetap tenang. “Biasanya. Matanya masih menatapku lekat-lekat. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini. “Ya. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya. tapi tetap saja membuatku khawatir. Aku mendongak melihatnya.” Eksoresinya berubah. aku bisa dengan mudah menemukannya. napasnya semakin cepat. mencoba mati-matian untuk memahami.stepheniemeyer. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul. “Ya. Aku pun mengajukan syaratku.” jawabnya tenang. sepenuhnya sadar.. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu.” Dengan sia-sia. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya. berkat dirimu.” Akhirnya aku meneruskan certaku.. Dia tahu. Jika ceritaku diteruskan. Itu tidak masuk logika berpikirku. Lalu. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya. anehnya.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya. entah bagaimana. menyaksikannya terjadi 193 . dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. “karena. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. aku bicara. Bella sangat diam. “Kau makan. “Kau ingat?” Dia pasti ingat.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang.

“Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles. Dan itu membuatku lega. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. Aku tahu kau tidak masuk ke sana. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. Atau.com adalah kesulitan yang lain. Selama aku masih merasa terbakar. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. Aku mau orang itu mati.stepheniemeyer. tidak sanggup untuk tidak menggeram. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. mengunci tubuhku jadi es.“—seperti kataku.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap. berarti dia aman. “Aku mengikuti Jessica. Dia ingin aku meneruskan. tapi anehnya aku toh khawatir juga.. dan aku tahu kau toh harus kembali. Lalu. aku hanya menunggumu. Itulah yang paling penting. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki.. menelan keras-keras. mendengarkan. dan kau pergi ke arah selatan. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup.Diterjemahkan dari: www. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal. Bersama derasnya udara yang masuk.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia. Aku tak punya alasan untuk khawatir.... Jadi. Aku butuh dia mati. “Matahari akhirnya terbenam. Tapi dia hanya mengerjap satu kali. matanya lebar.” ujarku dari sela gigi. Dia tidak bergerak.” 194 . “Aku mulai bermobil berputar-putar. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya. Bella masih membutuhkanku. Ini pasti membingungkan.. napasnya membakar tenggorokanku. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan. masih sambil.

dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. Dia butuh seorang pelindung. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti.. sangat lembut dan mudah pecah. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. pemburu. Aku menutup wajahku. dan pembunuh. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi.. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela.. aku mengakui niatku untuk membunuh. dan membiarkan mereka. Ekspresiku pasti seperti monster. “Sulit. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. Dan. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam. 195 . Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. kelembutan tulang-tulang tubuhnya.com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. melalui takdir yang salah kaprah. aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. Aku menatapnya lagi. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian.. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu. Dengan mata tertutup.stepheniemeyer. aku hampir tidak kuat menahannya.. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku.Diterjemahkan dari: www. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian. Dalam batas tertentu.” bisikku.” Untuk kedua kalinya malam ini. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran. tetap hidup. tapi tenang. iramanya sempat tidak teratur.. Fokus hanya pada wajahnya. Napasnya juga tenang dan teratur. menarikku ke arahnya. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca.. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. aku akan pergi mencari mereka. Aku mendengarkan detak jantungnya. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali..

dan Bella cepat-cepat mengikuti. Napas pelayan itu memburu. menunggu dia menguasai diri. Seketika itu juga. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. “Kami mau bayar.” ujarnya terbata-bata. Kami berjalan menuju pintu keluar. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. setelah mengerti alasannya. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. jadi manusia. Ya. Benar-benar membuat frustasi. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan.com “Aku siap untuk pulang. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan. Sekarang jadi sedikit lucu. Aku mendongak. ini cukup lucu. “Ini dia. “T-tentu. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia.Diterjemahkan dari: www. “Simpan saja kembaliannya. terima kasih.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. melihat ke si pelayan. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya. Pelayan itu kembali. jadi lebih tidak menakutkan.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. Aku ingin menawarkan tanganku.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 . Alasannya karena Bella.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. membuatku kehilangan tajiku. Aku berdiri. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku.stepheniemeyer.

Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. ketika tiba-tiba ia menunduk. Dan. disinilah dia. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. Tapi yang terjadi.” kataku ragu. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. Pasti begitu. tidak lebih. Aku harus menghindari pikiran seperti itu.com berani. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. Sebuah pengorbanan. kelihatan malu.” 197 . dia menghela napas pelan. dan otot-ototku menegang. secercah senyum pada bibirnya. “Giliranmu. liur telah membanjiri mulutku. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. Perasaan terbakar. “Sekarang. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas. Dia bersidekap di balik jaketku. Apa itu langkah yang tepat? Kini. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. Aku menatap ke dalam matanya. Ugh. masih ingin berada di sisiku. mobilku terlihat sangat kecil. Itu membuatku lebih penasaran lagi. Sangat pantas untukku. tapi juga segan untuk bertanya. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima.. Aku menunggu. penyesalan apa yang membuatnya sedih.. seperti entitas lain di dalam mobil. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. bergolak dan menguat.Diterjemahkan dari: www. saat hanya fokus padanya. sudah ingin bertanya. aku terbakar. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. cuma terbakar. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk.stepheniemeyer. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. seakan aku sedang berburu. Itu membuatku bertanya-tanya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

Suaranya kini jadi waswas.” Wajahnya merengut saat mengingatnya. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga. Ia tertunduk malu.bersalah.. “Kalau saja aku melihatnya. untuk memancingnya agar mau cerita. dan aku tidak keberatan. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki. Hanya saja.” ujar Bella tiba-tiba..” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang..” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu.” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi.” 203 . Pikiranku sedikit teralihkan. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku. Yang terburuk telah lewat.com sebenarnya. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya.. Aku berpaling dan tergelak. ekspresinya terlihat. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah.Diterjemahkan dari: www. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang.stepheniemeyer.” ucapnya kemudian setelah diam sejenak. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol.. “Aku yang memaksanya bercerita padaku.. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan.. “Itu salahku. menyaksikan penaklukannya secara langsung. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu..” Lewat sudut mataku.” Dan aku tertawa membayangkannya. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya.

“Lalu.. Dia menarik bahaya ke arahnya.. Aku melirik ke arahnya. apapun itu yang jadi 204 . Dia tidak bicara lagi.” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. “Apa?” desakku. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan. dan kemudian ia berbisik. “kuputuskan itu tidak penting...” jawabnya.. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat.Diterjemahkan dari: www..stepheniemeyer. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka. Aku mendengar giginya terkatup rapat. Bocah itu tidak tahu apa-apa.” Dia diam lagi. Waktunya kembali ke cerita horor. “Tidak ada yang cocok. “Aku mencari keterangan di internet. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil. “Dan.. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. Kemudian.” Betapa praktisnya.com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku.. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya.. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik.sangat.” Aku mulai mempertanyakan. tidak seperti yang kukira akan kurasakan. Kebanyakan konyol.. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. Kemudian semuanya jadi jelas.” Dia sungguh tidak masuk akal.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik.sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik. Dia mengundangnya. terapis yang paling andal. dia sedang memandang ke luar jendela.

” “Oke. “Tidak. “Cukup lama. Dia tidak peduli. Itu tidak penting.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya.. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh. senyumannya justru makin lebar. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi.” Tidak juga. dan hal itu tidak penting buatnya.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa.” Kata-katanya itu. “Mitos. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging.” Mendadak dia jadi bersemangat. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. Dia menahan napas. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras... “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas. Disamping mencemaskan kewarasannya. “Tapi aku memang penasaran.” keluhnya. Dia tahu aku bukan manusia.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini.Diterjemahkan dari: www. Dia tersenyum padaku. aku mulai merasakan sebungkah harapan.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang.. cuma detaildetail kecil. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa. seperti cara biasanya.” 205 . “Kau marah.stepheniemeyer. Ketika aku menatap balik. Aku cuma meringis. “tujuh belas. seorang monster.” Suaranya sudah tenang lagi.” Dia mewanti-wanti. “Tidak juga. “Jangan tertawa. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru.

Aku ingin memimpikan dia. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun. “Ya. Aku pun berpaling. “Aku tidak bisa tidur.” Aku menghela napas. dan aku jadi rindu untuk tidur. Dia menatap balik. Kupandangi mata coklatnya yang dalam.. ekspresinya keheranan. itu. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi.com “Terbakar matahari?” “Mitos.. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran.” 206 . Akhirnya.” “Tidur di peti mati?” “Mitos.Diterjemahkan dari: www. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama.stepheniemeyer. Aku tidak mungkin memimpikan dia. Tidak seharusnya dia memimpikan aku.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. itu. jika aku bisa tidur. seperti sebelumnya. Dia memimpikan aku. menjawab pertanyaannya terus terang. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. Dia mengerti juga. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu.” Jantungku semakin beku. “Well. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya. Dia terdiam sejenak. lebih keras dari biasanya. “Sama sekali?” “Tidak pernah. tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. Itu cuma membuat suaraku makin parau. Dia harus dipaksa untuk memahami. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. jika aku bisa bermimpi. Barangkali.” gumamku.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan. Dia melihat keluar jendela. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku.” sesalku dengan rahangku terkunci. Aku melukainya sedalam itu. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun.” desisku. Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. “Jangan pernah katakan itu. “Ya?” Dia berusaha tegar. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. “Maafkan aku. Merampas hidupnya dan jiwanya. “Aku bertanya-tanya. namun air mata masih menggantung di suaranya. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. Tangannya mengeras di pangkuannya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu.” elaknya dengan suara gemetar.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu. Perasaanku langsung nyeri. Membenciku karena telah merampas segalanya. Napasnya tersedak dan tak beraturan. Dan kuturunkan tanganku. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku.. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. Aku selalu punya pertanyaan. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung. dan dia menggigit bibirnya lagi.bukan.” kataku kemudian. Ini belum terlambat. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. untuk memikirkan sesuatu yang lain. Aku ingin mengganti topik. “Tidak.. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 .stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini. seperti kristal. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. Dan untung bagiku.

nadanya berubah jadi marah. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya. jadi kenapa tidak sekalian saja. Dia tetap tidak bergerak. Kemudian ia kembali menatapku. dan memandang keluar jendela. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala.” jawabnya dengan lebih terkendali.stepheniemeyer. Amarah mendidih di belakang kepalaku.” Suaraku terdengar masam. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang. “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga.” Aku tersenyum padanya. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar. ilmu bela diri. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya.com sesuatu. dan mulai mencopot jaketku. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut.Diterjemahkan dari: www. “Aku akan menunggumu saat makan siang.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru. Dia mengangguk puas.” Jantungnya berdegup kencang. 213 .” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. Kau tahu kan. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup.” ucapnya malu-malu. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji. jantungku yang mati mendadak terasa hangat.” Dia menghela napas. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan.

Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. tapi berhenti.” Bisa kubayangkan. tapi dia butuh tidur.. begitu manis dan harum.Diterjemahkan dari: www. “kau boleh menyimpannya. Dia enggan pergi. Tapi selalu ada yang lain. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja..” Aku bertanya-tanya. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan.stepheniemeyer. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya.” Dia langsung setuju. Sebuah kenang-kenangan.” Napasnya menyentuh wajahku. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya. “Jangan pergi ke hutan seorang diri.” Dia gemetar. kaget. Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. “terserah apa katamu. Anggap saja begitu. “Oh.. sama seperti aku enggan dia pergi. Aku pun tersenyum. benar. namun cepat menguasai diri. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya..com Aku buru-buru mencegahnya. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. Aku bisa tinggal begini semalaman. Tapi kemudian tatapannya menajam. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku. Dia mengerjap. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi. bahkan hanya sebentar saja. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak.” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok. seperti tutup botol dalam sakuku. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 . pasti sudah jauh melewati Seattle. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia. Itu hanya membutakan manusia.

” bisikku. “Baik kalau begitu. Jantungnya berdegup kencang. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. Aku mencondongkan badan ke arahnya.” Kemudian dia membuka pintu.. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. 215 .Diterjemahkan dari: www. dan membeku. Untuk sementara aman. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. “Tidur nyenyak ya. Aku mendesah pada kemustahilan ini. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku.com aman. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya. melihatnya pergi. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat. “Sampai ketemu besok.. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam. Begitu pula denganku. meluap-luap karena kedekatan ini. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi. Terpesona. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. Begitu pula denganku. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi. Biasanya.” ucapku. kukira. matanya melebar dan membeku.stepheniemeyer. dan bibirnya merekah. “Bella?” Dia menoleh. ingin menahan dia disini.

lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. bagaimana matanya menghangat dan mencair. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku.Diterjemahkan dari: www.. Aku memikirkan Bella. Meski jelas-jelas buat dia ini buruk. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku.. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. Aku mengingat kembali senyum itu. Tapi perasaannya cukup kuat juga. tetap saja sangat melegakan. mendengar suaranya.stepheniemeyer. “Ah. Itu tidak penting buat dia. 216 . dan mendapat senyumannya. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan. muncul lagi ke permukaan. tatapannya sengit.. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat.. Itu membuatnya lebih aman. Mimpi buruk yang suram..com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku.. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. Lebih dari itu. Bella telah aman di rumahnya. Dia sudah aman.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. Dia sudah tahu.. aku memikirkan perasaan Bella padaku. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. Tersesat di tengah kegelapan. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad.begitu mudah pecah. Aku sendirian..

” gumamku.” “Tadi itu hampir saja. Terima kasih telah menjawab teleponku. “Sori. malu pada dirinya. aku tahu kemana bisa minta bantuan. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya.. “Carlisle di ruangannya. kau sudah tahu. adalah salah. Maaf. Aku juga minta maaf. menungguku. Tapi. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles.” “Ya. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh.. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. “Tidak usah menyesal. “Oh. ulangnya..com Tidak.Diterjemahkan dari: www. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. mengeluarkan hand phoneku. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar.” 217 . Alice sedang duduk di beranda. Alice. Aku sedang. sindirnya dalam hati.. keduanya sama-sama membuatku kesal. Aku tahu itu. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya. Pada saat aku melihat itu akan terjadi.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman. Aku memutar mobil ke utara.sibuk. Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. yang sudah gatal ingin kulakukan.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia... Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan. lalu membukanya. Aku berhenti di depan rumah. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya. “Terima kasih. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi. Tapi. aku tahu. tidak masuk ke garasi. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. Kenyataan itu memastikan keputusanku.stepheniemeyer.” Aku berhenti di depan pintu.

ada ekspresi menuduh pada wajahnya.” Dia mengerutkan bibir dan menatapku. Dia tertawa. memalukan.” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan.com “Thanks. Kata-kata itu begitu indah buatku.” Aku mengambil napas panjang. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik. “Terlalu baik. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya.. aku ingin segera mengakhirinya. tapi kurasa aku bisa menebaknya.” “Ngomong-ngomong. Karena mulai tak sabar.. “Ya. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh.” Bella menerimanya dengan baik. Aku pasti datang. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. aku mengeluh panjang.” 218 . oke? “Oke.Diterjemahkan dari: www. “Tidak. “Alice. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini. aku melewatkan itu juga. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami.” Alice cemberut padaku. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh. Malam ini dia akan baik-baik saja.” “Yup. “Dasar. iya kan? “Kurang lebih begitu. Jangan meremehkan Bella...” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa. Coba aku tahu.. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku. Nanti.” Aku tidak akan bilang apa-apa.stepheniemeyer.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi..

” “Tentu saja tidak.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. “Aku butuh bantuan. Aku bingung. Kau tahu.” “Ayo kita pergi. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku. Kau tenang saja. Tidak akan ada lagi korban berikutnya. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella. “Ya. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana. bukan keadilan.” “Apa saja. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya..untuk membunuh orang itu. “Akan kutunjukan dimana orang itu. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan.Diterjemahkan dari: www. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 . dan sangat terkontrol. hampir. Tapi aku tahu itu salah. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu.stepheniemeyer. “Aku tidak sedang butuh pujian. Carlisle. Memang. Aku terkesan. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat..” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi. aku ingin. dia mengoreksi. “Aku akan membereskannya. Carlisle. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku.” kata-kata itu berhamburan begitu saja.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. “Sangat ingin. itu tidak memuaskan insting buasku. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. Edward.. karena itu berarti balas dendam.com Aku mengangguk. Efek kehadirannya sangat baik untukmu. Dia sedang menungguku. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti. Namun tetap saja. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. Murni karena marah. dan buru-buru ke kamar Carlisle.” Dia tersenyum lagi.sangat ingin. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle.” sambutnya sambil tersenyum..

. Sangat tak terduga.stepheniemeyer. Padahal tadi. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle. namun segera mengalihkan bayangan itu. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Kuharap aku bisa mempercayai itu. Ya. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Hanya saja. Karena. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. Kami memakai mobilku. Sudah tentu. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. Alice masih ada di beranda. Edward pantas untuk bahagia. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Hanya saja. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah. Kembalilah ke Bella. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. pikirnya lagi. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. Edward.. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. Pasti ada jalan keluar. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. Aku membawa Carlisle ke depan bar. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. Napasku memburu. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. 220 . Pergilah. Dia harus bahagia. kami tidak akan kesulitan.com melakukan dengan caranya. ucap Carlisle lembut. sebelum dia protes.

Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. Kurasa karena dingin. yang pantas untuk bahagia. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. dan lari menuju Forks lewat hutan. letak lemari yang kucari-cari.stepheniemeyer. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. Bella aman di tempat tidurnya. bermimpi. Semuanya telah seperti seharusnya. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. Aku mendesah lega. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. dan menemukan yang kucari. Sosok itu. dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu.memancing barangkali? Nah. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. dan kubawa kembali ke kamar. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. Tapi. disana. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk. aku memikirkan Carlisle. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. Untuk sesaat. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. Aku memperhatikan sejenak. bibirnya ikut gemetar. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal.Diterjemahkan dari: www. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan.. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. dengan hati-hati kuselimuti dia. Dengkuran Charlie keras dan stabil. dia menggigil. yang mengidamkan kehancuran Bella. Seorang malaikat 221 . bertanya-tanya dimana dia sekarang. tidak akan ada yang tahu. kemudian menyelinap keluar ke lorong. tidak seperti malam-malam lainnya. Sambil menahan napas. kini dia meringkuk memeluk badannya. Aku memilih selimut yang paling tebal. Saat sedang mempertimbangkan hal itu.. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. di dekat tangga. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun. Aku membukanya penuh harap.

mata biru yang licik. tertegun. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. “Edward. aku bukan eksekutor Bella. Ini hal sepele. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu.Diterjemahkan dari: www. Aku tersenyum puas. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. Dia tidak jauh berbeda dengan monster. 222 . Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella.” desahnya. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. posisi Bella mulai lebih rileks. melainkan dialah hadiahku. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan. Dengan tawa sembrono. Dengan senyum acuh. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. tambahkan kesialan tanpa batas. Dan dia mulai bergumam. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. Dalam pandangan ini. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku. yang terakhir. aku tidak punya malaikat pelindung. membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. Setelah lewat setengah jam. Napasnya makin dalam. dan dia tersenyum. Lagi pula.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku.stepheniemeyer.

Paling tidak. dan aku tidak jadi pembunuh. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. dan fokus pada apa yang paling penting.” beritahu Alice padaku. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. dengan satu foto yang tidak jelas. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. telah berhasil ditangkap di Portland.. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal.” Aku mengangguk. Itu tidak penting lagi. Kuharap dia tidak menonton. dimana hukuman mati masih sering diberikan.. 223 . Aku telah melakukan yang kubisa. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik.” Fotonya agak buram. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya. Monster itu tidak lagi berkeliaran. dan seberapa menarik perhatian. foto buron. “Alonzo Calderas Wallace. bukan belakangan ini. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. Tidak. Aku akan melupakan hal itu. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma.stepheniemeyer. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. itu bisa membuatnya ketakutan. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya.Diterjemahkan dari: www. Kuharap dia akan diadili di Texas. hanya beberapa meter dari kantor polisi.com 11. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. Oregon. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah.

Aku tahu. dia tersenyum. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini. tapi tahu sendiri. Bella juga akan menyukaiku.. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella. penuh harapan lagi. maukah kau—” Dia langsung memotongku.Diterjemahkan dari: www. dan senyumku berubah jadi seringai. aku tahu. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu. Aku melihat ke jam. Aku tersenyum padanya. Aku mengeluh sendiri. Ketika menggumamkan namaku berulangulang.stepheniemeyer. “Rosalie yang akan mengemudi. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur.” Alice menghela napas. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. sobekan kertas timah. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Dia akan berlagak marah. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal. “Alice. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. Belum saatnya. dan buru-buru keluar. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. Pepatah manusia mengatakan.” Alice tertawa riang.. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. Aku tidak menanggapi. ini bukan karena aku egois.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. Kau mestinya tahu. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah. “Sampai ketemu di sekolah. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 . batinnya.

. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair.. Aku keluar. hasrat terhadap bibirnya.. aku akan menjadi diriku sendiri. Kemudian dia berhenti mendadak. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. Dia menatapku.” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu. Hangat. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain.kulitnya... tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. aku memberinya pilihan. terkejut saat aku muncul begitu saja. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. Tasnya disampirkan di pundak.Diterjemahkan dari: www. Aku akan meremukkan dia. terpesona.. Rambut ikalnya agak berantakan.. karena itu mustahil..stepheniemeyer. dan membukakan pintu mobil untuk dia.tubuhnya. Bella menghambur keluar rumah. Mulai sekarang. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk..warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya. yang melengkung indah dari bawah leher. 225 . kagum. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua. semua harus sesuai kemauannya. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku. Tasnya merosot ke tangan.com —dia hampir terlambat. Tidak seperti waktu makan malam kemarin.. terima kasih. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. Aku tidak boleh membuat kesalahan. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut.. “Ya. Tubuhnya membeku.

“Aku membawakan jaket untukmu. Ujung bibirnya mengerut turun. Pagi ini dingin. tidak sabar ingin berada di sampingnya. Dia tersenyum.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. membuatku bertanya-tanya. 226 . “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. “Benarkah?” gumamku sendiri. Bahkan walau tahu kalau ini salah. apa yang sebenarnya kau pikirkan. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik. tidak ada bandingannya.” Tentu saja. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. terlihat lega aku mengungkitnya. kau tahu. itu masalahnya. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. Kulihat dia memandanginya. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik. aku belum pernah merasa sebahagia ini.stepheniemeyer.” “Aku tak selemah itu. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku.Diterjemahkan dari: www. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. Dia tidak punya jaket. Aku langsung melesat mengitari mobil.com Apa aku akan berhenti keheranan. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat.” Tidak ada satu jeritanpun.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang.

dan aku parkir disitu. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa. kan?” “Mmm. Kami berusaha membaur. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila. dan membuatnya menangis. “Seperti kataku. “Mereka naik mobil Rosalie. Kalau Rosalie punya itu.” 227 .Diterjemahkan dari: www. Keadaan hening. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia. yang mana kuragukan.” sergahku.” Dia menggigit bibirnya lagi. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba. mencari hubungannya. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya.. Jangan pernah katakan itu. kata perkata.. “Kelewat mencolok. Dia ragu sejenak. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata.stepheniemeyer. aku mulai terbiasa. wow. Aku hampir menggeram ketika itu. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella.. lalu berbisik. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur. “Tidak terlalu banyak. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam.. kelewat mencolok. “Kau tidak ingin mendengarnya. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan.” “Kau mengeditnya.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang.” Aku harus berpikir sebentar. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak.

Terima kasih sudah ingat membawanya. Jaket Bella di tangannya. entah dia itu teman yang baik atau bukan.” gumamnya masam.stepheniemeyer. Kami semua suka ngebut.. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan. Aku harus sopan pada teman Bella. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan. Napasku memburu. pagi Jessica.com “Kalian tidak berhasil. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo. Dia sedang menunggu Bella. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. namun ditarik lagi. “Memanjakan diri. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya. sama seperti tadi malam. “Hei Jessica. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica.” “Sudah kuduga. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. “Selamat. Matanya membelalak tidak percaya. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu. Dan harus secepatnya. Kemudian Bella melihat juga. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih.Diterjemahkan dari: www.” 228 . Bella tersenyum mendengarnya.” Dan dia tertawa riang..” sapa Bella.

aku cukup suka itu.” Kau harus menceritakan semuanya.. dia ganti membayangkan adegan itu. “Err. Mata Jessica makin membelalak. Tidak boleh tidak.hai. Kira-kira.stepheniemeyer. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng.. aku lebih memilih dia pakai 229 . “Hei!” desisnya tajam. “Bagaimanapun. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas.” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu. sampai ketemu nanti. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. Jika Emmet sampai tahu.. Itu tidak akan mungkin terjadi.... “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono. Aku langsung berusaha mengusirnya. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu.Diterjemahkan dari: www.. berusaha ceria lagi. “Apa yang akan kau katakan padanya?” . dia pasti akan menertawaiku habis-habisan.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku.. Kemudian matanya memelototi Bella. bahkan tidak ke diriku sendiri.. berusaha mengolah ucapanya. Tidak. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut. Hmm.dan jujur saja.. Namun tetap saja aku. Benak Jessica tiba-tiba terputus. Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku. Ini aneh.” Aku menatap kaget. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu. “Yeah. Sesekali dia menoleh ke belakang. Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut.. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama...” Bella mengerang..com Waahhh. sedikit memalukan. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius. Cerita lengkapnya. Setiap detailnya.” gumam Jessica tidak jelas.

Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan. tanpa persiapan.” gumamnya.. “Jadi. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. Dia mengembalikan jaketku.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya. terlepas dari belakang telinga. pupil matanya melebar. Dia sok polos. Itu menarik perhatian mataku. Aku merengut karenanya..pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan...” Matanya melebar—bukannya kaget. “Tolong bantu aku sedikit. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya. dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut.. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan.” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri. “Itu tidak adil. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya.” biarkan dia 230 ..” kataku lambat-lambat.. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. kau akan bilang apa padanya?” desakku.com terus.” Betul—dia tidak suka standar ganda.stepheniemeyer. tapi dibuat-buat. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya.” Matanya menyipit. aku harus berlaku adil.. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda.Diterjemahkan dari: www. kalau kau tidak keberatan—. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama. “Tidak. aku bertanyatanya apa Ms. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. aliran darah di balik kulitnya menderas. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu. “Iihh. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia. ketika itu Bella langsung menjauh. Sebaiknya jangan. dan menggeleng... “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm.

Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. dia masih begitu.stepheniemeyer. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. Dan. harus selalu begitu. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban.” “Aku tak keberatan. hanya badanku yang di kelas. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton. Aku tidak bisa berkonsentrasi. yang duduk di meja sebelahku. Aku ingin lari—benarbenar lari. “Well. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku. Ugh. bukan pikiranku sendiri. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi.. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. Well. secepat kilat hingga menghilang.Diterjemahkan dari: www. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas. “Sampai ketemu saat makan siang.. Menyeramkan. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya. dengan mulut terbuka. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Aku berbalik lagi dan tertawa. Aku cepat-cepat berbalik. 231 . Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. Dan aku ingin mendengar pikirannya. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya.” bisiknya. Detak jantungnya masih belum teratur.com yang memilih.” kataku sambil menoleh melihatnya. seperti terbang.

Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella.stepheniemeyer. Itu pasti mengecewakan. benar-benar membaca wajah Bella untukku. Tapi nanti lagi. aku langsung sepenuhnya diam..dengan begitu Edward berarti masih sendirian. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran. Tapi tidak terlalu menolong buatku. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica. dia memikirkan adik kembarnya. pikiranku terlalu fokus ke Jessica. Kuharap dia benar-benar memperhatikan.. Kusangka itu akan mudah. melainkan malas. Itu sangat murah hati.. Kecuali. Wajah Bella tidak kelihatan murung. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia.Diterjemahkan dari: www. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan. Aku akan mengirimkannya tanpa nama. dan menginginkan yang telah ia miliki. Beberapa. Pasti ada sesuatu yang dia mau. seperti kebanyakan orang. Aku cuma perlu terus mencari. Itu sangat sulit. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang.murung. tapi itu tidak membuatnya kesal. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan. aku tidak kebaratan membantunya.... mungkin. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas. Sebaliknya. ketika sampai di kursiku. Dia kelihatan. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber..com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella. Dia sering diminta menjaga mereka. dan menganggap impas. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan.. Jessica sudah duduk di kursinya.. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . Bahagia..

Diterjemahkan dari: www. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. Mason. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong. Mengerikan.stepheniemeyer. Mr. aku tahu itu. “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. tapi tidak ada yang tertipu. batin Jessica.” beritahu Bella.” Lalu? Ayolah.com mendengar semuanya. lagi-lagi kecewa. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. Dia bergerak dengan enngan. senyuman kecil.” Dia tersenyum. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya. Aku akan cari tahu yang sebenarnya. “Dia ngebut seperti orang sinting. di lamban sekali. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. Mason memelototiku. memotong pembicaraan Mr. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . Ugh. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk. “Ya—itu juga kejutan. Huh. “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. Aku masih sibuk dengan Jessica. lalu mengantarku pulang.” Itu tidak terlalu menarik. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella. Aku tersenyum sendiri. Dan aku tergelak.

. “W-o-w. Sepertinya Edward juga cukup serius. Bibirku pada bibirnya.” tegas Bella. jaga Bella baik-baik.. “Aku tahu.” gumam Bella pelan. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. Sepertinya Bella juga mengharapkannya.” Sial. ini berita besar. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata. Ha. “Jadi.Diterjemahkan dari: www. Edward Cullen.well. merasakan kelembutannya yang seperti sutra. Seperti yang dia ketahui. Kuharap. lalu memperhatikan lagi.. batu-dingin pada kehangatan. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm.. Nada suara Bella menyemangati Jessica. Kemudian dia mati. Aku menggeleng-geleng sambil meringis.. aku punya taring. Itu pasti menyebalkan buat dia. “Well.” Yah.stepheniemeyer. “Aku sangat meragukannya.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak. 234 . Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. “Menurutmu hari sabtu..” Jessica menjawab pertanyaan Bella. Dia juga pasti tahu. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu. Aku mengerutkan dahi. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya.” desah Bella..com kutunggu-tunggu.. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku. memandangi tangannya. “Bukan begitu.?” desak Jessica lagi.. jika bukan Bella-nya yang aneh. dia memang menginginkannya. ya. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. Aku menggigil.. kalau begitu. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting. lalu dia menunduk. tapi tidak mungkin itu alasannya. karena menurut dia. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya.

banyak. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali. akan kuceritakan satu. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan.dengan pengamatan yang ia punya. Sepertinya itu tidak terlalu relevan. Oh. Wow. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20. sangat sedikit. dan aku hampir saja berdiri.” Sangat. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan.” ujar Bella. Pasti urusan perempuan. “Kenapa?” 235 . Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali. Sikapnya selalu misterius. Bella! Ceritakan detailnya. “Sangat. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu.” ucap Bella tidak yakin. Jess.” Detail yang aneh untuk diceritakan. Menarik. AYOLAH. “Entahlah.” “Kurasa begitu. “Well. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut..Diterjemahkan dari: www. sedikit.. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya.com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya. baiklah... Dia mengusir ingatan itu dan kembali.. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. “Ayolah.stepheniemeyer.” Bella ragu sejenak. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu. “Lebih baik lagi.. dia pasti menyukaimu. Aku tersenyum lebar. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris. “Tapi sulit mengetahuinya. “Itu pertanda baik.” Bella terlihat syok. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir... Apakah pelayan itu cantik?” Hmm. Namun tetap saja. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya.

. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya.” Lihat. dia tersipu-sipu! Ya. “Jadi. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. Bella tidak melihat ke Jessica. “Dia memang luar biasa tampan.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi. Aku seperti bicara dengan anak TK.” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. dan lebih melimpah. Hhh. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. “Oh.Diterjemahkan dari: www. Ha ha. mengabaikan Jessica. 236 . “Ya. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung. kau benar-benar menyukainya?” “Ya.. aku sedang melihatnya. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. Mirip. “Seberapa suka?” desak Jessica. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya.. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh.stepheniemeyer. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana.” Dia berpaling dari Jessica.” tukas Bella. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. Akhirnya muncul juga. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu. tapi lebih dalam.” desah Jessica.. Bella tersenyum. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan.” “Maksudku. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya.com Reaksi yang aneh. well. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab. kau menyukainya?” Badanku membeku. Oooh. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot. Dia terus memandang ke kejauhan. Bella tidak menoleh.

Bella dan Jessica tidak bicara lagi. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. Ucapannya tak beralasan. “Terlalu suka. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. “Lebih dari dia menyukaiku. Sesaat setelah bel bunyi. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak. Nomer berapa Mr. Aku melihat ke jam.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil. Aku butuh waktu sebentar.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. juga jawabanmu!” Jelas.Diterjemahkan dari: www. Jam makan siang tidak datang-datang juga. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. “Di kelas Inggris. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang.” kata Bella sambil tersenyum. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. dan menggertakan gigi.stepheniemeyer. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik. Varner. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini.” bisiknya.” Sial! Apa tadi yang Mr. Varner tanyakan? “Mmm. Tapi Bella lebih cepat dari dia. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. Bella tersenyum seakan sedang 237 . tanpa sindiran seperti biasanya. Satu kali. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. Bella menoleh ke Jessica.

Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. Sebalum kepalaku meledak. Selamat bersenang-senang. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini. seakan dia telah memenangkan ronde ini. kan?” dia terlihat. menunggu. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. Kami semua membenci pelajaran olahraga. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. terutama Emmet. Sudah untung dia masih hidup. Akan kupastikan itu.Diterjemahkan dari: www. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. dia gagal memukulnya. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok. Berani 238 .. Alice jadi pasanganku. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper.. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia. tapi jelas berguna. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. Lauren Mallory jadi lawan kami. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. sama jelasnya dengan suara pikirannya.. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan.berseri-seri.stepheniemeyer. Well. Aku bersandar di depan kelas Bella. Coach Clapp menyudahi permainan. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. Ini hari pertama bermain badminton. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar. Aku mendesah bosan.. Sombong.com memikirkan hal yang sama. kan? Aku menggeleng jengkel. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton.

atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan. Dia sering melirikku. dia langsung menunduk.. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. Wajahnya makin cerah. seakan malu. namun tiap kali bertemu pandang. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada. Atau barangkali dia sadar. “Kurasa tidak. pasti itu. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan.” jawab Bella. masih belum yakin. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua.. Huh. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Anehnya.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. dengan ragu.com taruhan.wow. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. “Sampai nanti.stepheniemeyer. berhenti beberapa langkah dariku. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella. Baik sekali dia. Mike sih cukup manis tapi. Pipinya merona merah muda. Wow..” Bella menghampiriku. Oh. bahwa dia dalam kesulitan. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia.Diterjemahkan dari: www. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan. Lebih dari dia menyukaiku. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria. sama-sama tercengang ketika melihatku. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. Bella. “Hai. Dengan mudah bisa kuabaikan.” sapaku dengan suara parau. Sangat absurd! “Halo. dari melihat ekspresiku.. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. 239 .

Semuanya tampak berbeda sekarang. “Ambil apa saja yang kau mau. Aku mengambil yang terdekat..” keluhku.Diterjemahkan dari: www. Menjijikan! Ekspresi Bella syok. “Tentu saja separuhnya untukku. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. Kudorong nampannya ke dia.com kan?” Aku menggeleng. Sorot matanya menyelidik. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku.” Mereka terlihat nyaman. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku.. dan membawa nampannya ke kasir.” Alisnya terangkat skeptis. Bagian yang tidak menyenangkan. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali. “Aku pernah melakukannya. “Aku penasaran. baiklah. Nanti biar 240 . Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya. Kagum. ketika ditantang. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya.. kau bisa melakukannya. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini.. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka. Telinga keluargaku lain lagi. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. “Kurasa aku tidak terkejut. Setelah membayar makanannya. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan. tapi tidak berkomentar. jika mereka sedang memperhatikan. Oh.” Benar-benar kejutan.” Aku tertawa. Tidak terlalu buruk. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Bentuknya tipis dan padat.stepheniemeyer. Ini bagian dari bersikap ksatria. Dia duduk di sebrangku lagi. “Kau selalu saja penasaran.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan.

Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica.” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku. Aku memikirkan banyak hal. “Perempuan malang.Diterjemahkan dari: www. Dia menggigit sisa pizza tadi. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. Rasa frustasiku kembali muncul.. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu. bukan fantasi. dan dia langsung berpaling gugup.. Jessica menghela napas. Lagi-lagi absurd. melihat begitu percayanya dia padaku. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek.. “Jadi pelayannya cantik. Dia terlihat tertarik. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya.. cekikikan ke teman sebelahnya. Tetap saja. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak. Cukup bisa dipahami. Sudah berapa kali. “Tidak.com kuberitahu ke Bella. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku. coba.” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. Hmm. Itu membuatku takjub. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. Aku mesti memulainya pelan-pelan.” Aku memberitahu Bella.. Realita. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya. ya?” Dia mengangkat alisnya.stepheniemeyer.” ujar Bella sambil tersenyum. “Nanti dia akan memaparkannya padamu.sempurna. 241 .. Yumy.. Dia terlihat. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. seperti sesuatu yang lain. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku. tidak dengan cara yang negatif.

” 242 ..” gerutunya dengan bersungut-sungut. kau tidak sepenuhnya benar. Aku hanya berharap. Dia menghela napas pelan. Aku tahu.. perintahku pada diriku. “Bukan salahmu..” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui. “Memang.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka. begitu pepatahnya.” Dia langsung mengambil sikap defensif. Penyesalan membuat suaraku makin parau. “Oh.” akunya.” Ah. “Itu sama saja. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang. Pasti kulitnya halus sekali. “Apa?” “Membuatku terpesona. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. Dan itu menarik perhatianku. Tangan kanannya memegangi leher. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku. Kemudian dia berpaling. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan.. Tentu saja aku mengharapkannya. berkedip cepat.” Lagi-lagi separuh bohong. “Well.” gumamnya. Meski begitu.” Hmm. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya. itu menggangguku. sambil menatap mataku hati-hati.. seakan kata-katanya campur aduk.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan.” Dia menghela napas lagi. “Kau melakukannya lagi. Tapi toh aku mengharapkannya.Diterjemahkan dari: www. Fokus.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica. “Kau tak bisa mencegahnya. Matanya melebar. napasnya terhenti. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu.. kau tidak memikirkan beberapa hal.stepheniemeyer.

dia tidak pernah menangkapnya. aku benar-benar berpendapat begitu.. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya. Giginya mulai menggigit bibirnya.. Tatapannya misterius. Aku jadi sadar. Bella menatapku.” pintanya.” bisiknya pelan. dengan kerut diantara alisnya. “Well. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. Dia mengatupkan tangan. Atau. dan sambil menggigit bibir. terlepas dari kenyataannya.” gumamnya ragu-ragu. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu. “Ya. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. “Ya. “Kadang-kadang. Tapi yang sebenarnya terjadi. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. dia lah yang meremehkan perasaanku. Ada nada sendu pada suaranya. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar.” jawabnya pelan. “Kau tak bisa mengetahuinya. “Biarkan aku berpikir. atau ya. Untuk kesekian kali.” Cuma itu yang dia katakan. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. “Ya. tidak memberitahu apa-apa. kau akan menjawab. yang pasti.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 . aku bisa pura-pura sabar.stepheniemeyer. Dia memandangi meja.Diterjemahkan dari: www. Selama dia cuma mengatur pikiran. Dan dia tersipu lagi. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. Dia menatapku balik. aku bisa sabar. masih menghindari tatapanku.” Aku meyakinkan dia. “Kau salah. karena dia benar-benar mempercayainya.

Dan dia tidak menyadari hal itu. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja.” bisikku. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian. dan menghela napas. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil...com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka. Menggemaskan.stepheniemeyer. 244 . Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka. entah bagaimana.” Ah. lihat aku. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu. Kata itu menggangguku. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku. meski tidak terlalu mengerti maknanya.” Dia tidak mendongak. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas.paling indah. aku ingat harapan dan getaran hati. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya. yang jadi pikiran mereka waktu itu. “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka. Dia menangkapnya. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms.Diterjemahkan dari: www. “Tapi justru itulah kenapa kau salah..” Dia menjelaskan. Aku sedang melihatnya. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well.” ujarnya.. Aku buru-buru menyangkal asumsinya.” Aku berhenti sebentar. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya. “Well.” Aku tertawa kecut. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti. kecanggungannya cukup lucu juga. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya.. Namun begitu..” kataku padanya.

” dan memang itu yang seharusnya.. Dia pantas memperoleh kehidupan. Dia tidak terbiasa dengan pujian. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan. Bella bukan untukku.” gumamnya. memunculkan kerut diantara dua mata itu. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya.. Aku tersenyum. Satu lagi yang mesti dia biasakan. ucapanku telah membuatnya marah. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. “Aku tak percaya.. Dia merona.” Dia tersenyum juga. Well.. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono. batinku dengan humor gelap. bisa kulihat itu. 245 . aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi.Diterjemahkan dari: www. Aku senang dengan alasan itu. supaya kau tetap aman. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh. Sementara wajahnya kosong karena terkejut. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang. Entah bagaimana...” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. menyadari besarnya perbedaan diantara kami.com Padaku lah Bella mengatakan ya.” Karena sudah mengatakannya. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini.” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman. Dia menatapku.” ucapnya santai. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu. Akulah yang paling peduli.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya. Senyumku pasti sombong. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa.” sanggahku dengan suara tertekan. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal. karena seandainya aku bisa melakukannya. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. paling tidak dia memiliki vampir pelindung.stepheniemeyer. Dia mendelik padaku.

sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya.” ujarnya sambil tersenyum. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. Edward. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu.stepheniemeyer. Biar kutangani mereka nanti.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya.. Tega-teganya dia. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler. Itu semua salahmu.” “Oh. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti. Sori. “Aku punya pertanyaan lain untukmu. sesal Alice dalam hati.” Secara mengejutkan dia sependapat. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya.” tambahku datar. well. Percayalah. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku.” “Tanyakan saja. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. “Belum.dan. “Belum. Rose.Diterjemahkan dari: www.. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi. “Kau tahu. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. “Tenanglah. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku.

Dia ingin bersama denganku.” Benar-benar aneh... Kebenaran tidak membuatnya takut. 247 .. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti.” “Itu bukan masalah. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki.. Aku kembali dari ingatan itu. Jalan pikirannya benar-benar ruwet. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. Sabtu nanti matahari akan bersinar. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan. Kurasa itu tetap adil. “Kalau aku mengajakmu.. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu.” Ah.com bisa membuatnya sesyok itu. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja. tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van. Dia terasa begitu hangat dan lembut.stepheniemeyer..dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih. tapi kupikir kau bakal mengerti. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini.” Selama sepersekian detik.

Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. aku tidak sendirian. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian. tapi dengan syarat.com “Aku terbuka untuk tawaran lain. Edward! teriak Alice nyaring. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. Aku mencintainya.” Setuju. Edward! 248 . salah satu dari penglihatan Alice. Tempat sunyi yang indah. Jujur saja.” Aku menggeleng tak percaya. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. itu mungkin. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut. Berarti aku berani mengambil resiko itu. Kalau dia bertanya lagi. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well. karena dia telah melihatku disana.” Aku memutar bola mataku. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi.stepheniemeyer. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. Mendadak. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. Alice mengenalinya juga. memang ya. Itu tempat yang sangat kukenal. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut. Bella memandangiku. pelangi menari di depan wajahnya. jalan pikirannya betul-betul terbalik. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. matanya tidak bisa dijajaki. Tegang. aku menatap ke sinar cerah matahari. Edward.Diterjemahkan dari: www. tidak mendengar apa-apa. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. dan waktu itu. kau malah takut dengan caraku mengemudi. Itu tempat yang sama. barangkali aku tidak akan berbohong. panggil Alice mendesak. Tapi aku punya satu permintaan. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. batin Alice.

Diterjemahkan dari: www. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. Penglihatannya mustahil. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. Tidak sampai setengah detik telah berlalu. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. sudah tidak relevan lagi. Sangat salah. menunggu persetujuanku atas permintaannya.com Aku langsung mengusirnya. Kuusir jauh-jauh Alice. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. Meski begitu. Tapi. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini. “Ya. “Prakiraan cuacanya bagus.. “Dengan Charlie. Dia pasti salah.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku... memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu. melihat sesuatu yang tidak mungkin. Alice pasti salah.stepheniemeyer. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. Keliru.” Dia belum bilang ya. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya.” ucapnya yakin akan hal itu. seperti yang sudah-sudah. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku. dia tersinggung. dari pikiranku. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. berbohong selalu lebih baik. “Kalau kau tidak ingin. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu.. berduaan denganku. Apa dia sempat melihat kekalutanku. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu. juga penglihatannya yang keliru. Banyak hal telah berubah.. Untuk 249 . aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella.. “Lagi pula. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa.” Bibirnya mengatup rapat. matanya jadi cerah dan bersemangat. pada pembicaraan yang belum selesai ini. Bella menatap wajahku penasaran. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama.” Bella langsung mengerti yang kumaksud. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku.

Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. “Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Tapi aku tidak terlalu peduli. Kami tidak punya waktu selamanya.” sanggahku. bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata. Biar saja dia menghancurkan mobilku. Aku mendelik ke dia.com ukuran—” “Tapi nyatanya. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. Rosalie menatapku murka.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice.stepheniemeyer. lebih baik kau berada di dekatku.” desisku. menyela pembenarannya.” Aku menghela napas.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup. kemudian menatapku lama. “Karena itu sudah terjadi. Di sampingnya. Bukan. kau harus memberitahu Charlie. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan.Diterjemahkan dari: www. itu lebih karena instingnya yang terbalik. “Aku tahu. Itu cuma mainan. “Jadi. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. “Kita bicara yang lain saja. aku tak keberatan berduaan saja denganmu.” ujarnya sependapat.” saran Bella tiba-tiba. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 . “Meski begitu. Aku kembali melihat ke arahnya.

” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi.” Nadanya santai. sekecil apapun itu.stepheniemeyer..” akhirnya dia mendongak. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya. Baiklah kalau begitu. Dia mengunyah sambil berpikir. Mulutnya ternganga. itu bukan tempat yang baik untuk hiking.. “Beruang?” Dia menahan napas. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi.. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak. bukan lagi syok.Diterjemahkan dari: www. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi. “Hmm. mengangkat satu alis. sekarang bukan musim berburu beruang. “Kalau kau membaca dengan teliti.” gumamnya. Dia menunduk dan menggigit pizanya. Aku menatapnya.com menguping.” Aku mengamati matanya.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. Matanya berhenti sejenak. badannya membeku. melihat dia mengolah ucapanku. “Jadi. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet.” Benar-benar tidak peduli. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. tapi aku tidak. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata. lalu meneguk minumannya.” jawabku cepat. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia. “Tentu saja. detak jantungnya tetap tenang. lalu dia kembali melihat ke arahku.. “Ah. banyak beruang. “Singa gunung. untuk berburu? Charlie bilang. Bella selalu saja menarik. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. “Kau tahu. “Kami berusaha fokus 251 .

benar. jadi lebih pemarah. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang. Akhirnya. Aku tertawa terbahak-bahak. kami punya senjata.” Kerutan muncul diantara matanya. dan gemetar. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin. “Ya. Kukira dia akan terlonjak.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa.” Bella mengangguk-angguk serius.” Tujuh puluh tahun kemudian. Mau tidak mau aku tersenyum. “Mereka baru saja selesai hibernasi. “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan.” gumamnya santai. dan itu sebenarnya cukup. tapi ternyata tetap tenang. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu. “Lebih seperti singa. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas. atau begitulah kata mereka.” Aku meneruskan dengan kuliahku.Diterjemahkan dari: www.” Aku berusaha bicara senormal mungkin. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar. Itu pasti dibuat-buat. Dia menggigit pizzanya lagi. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet.stepheniemeyer. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. rasa penasaran terlihat jelas di matanya. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. “Barangkali.” Kemudian dia menelengkan kepalanya. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan.

Hanya itu.” jawabnya. Tak ada cara yang lebih baik buatmu. dia benar-benar akan menagih jawabanku. Dia cepat-cepat bangkit. seakan lupa sedang makan siang. dan aku berdiri. biar bagaimanapun. menunggu dia untuk takut. Aku sangat mengerti perasaan itu. 253 . dan menyampirkan tasnya ke pundak. “Kalau cuma karena itu. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya.com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup.stepheniemeyer. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu.. sedikit terhuyung-huyung. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil.” jawabku ketus. Matanya tertegun sekaligus takut. “Kita bakal terlambat. bingung. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. Aku mendelik sengit. menjauh juga.” kataku masih kesal. Aku bersandar ke kursi. Dia menjauh ke belakang. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya.” Dia memandang ke sekelilingnya. Dia tidak akan pernah melihatnya.Diterjemahkan dari: www. Sedang jantungnya. berdetak dua kali lebih cepat.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. Tidak ada takut. “Nanti saja jawabnya. Aku sendiri takut. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar.. Aku bisa melihat dia belum menyerah. Dia masih menunggu jawabanku. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya. aku sudah akan mengajakmu nantai malam. “Kalau begitu sampai nanti.

ternyata ada juga yang Angela inginkan. Patah hatinya tidak beralasan. Patah hati ada dimana-mana. pada apa yang nyata dan solid. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka.. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. Well. Ah. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik. Kami meleweati Angela Weber. Dia manusia. 254 . tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan.. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. Sayangnya. naskahnya tersusun begitu saja.. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia. pada gadis di sampingku. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. pemuda dambaannya. mungkin itu tidak akan terlalu sulit.. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah.stepheniemeyer. Walau aneh. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. Kesedihan yang sia-sia. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. Aku berusaha fokus pada momen ini. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela. Dengan kemampuan alamiku. pujaannya juga manusia. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi. Detik berikutnya aku jadi marah. mengira akan kecewa lagi.Diterjemahkan dari: www. yang sedang berlama-lama di lorong.com 12. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol.

tidak ada bahan tes. Tidak ada catatan. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu. Kemudian Mr. Aku puas dengan rencanaku. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami.Diterjemahkan dari: www. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria. daya tariknya jadi semakin kuat. dengan hadiahku untuk Angela.. dan. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri. Mr. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. Itu pengalaman yang ganjil. 255 . Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. menyenangkan sekaligus mendebarkan. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. Kesukaan manusia. Aku belum puas.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Aku adalah bahaya. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella.stepheniemeyer. Sebagai gantinya. Mungkin tidak terlalu mirip. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Tiga hari bebas. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. Setiap detik berharga. Varner mematikan lampu. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Ini melebihi dari yang biasa kudapat..

bahwa dia ingin aku menyentuhnya. Hanya untuk menyentuh tangannya. Kutarik tanganku lagi. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. dan matanya terlihat hangat mengundang. dan mengepalkan tangan. duduk bersebelahan begitu dekat. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. gerakan lain yang lebih dekat. Aku tidak tahu pikirannya. kudekap lenganku rapat-rapat di dada.. Tidak boleh ada kesalahan. Atau. Itu membuatnya lebih buruk. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. Bella juga mendekap lengannya di dada. sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. berkembang di dalam diriku. hanya berdua saja. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. Filmnya dimulai. Aku bisa merasakan itu. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum.Diterjemahkan dari: www. Tangannya juga terkepal. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. terus mendekap lengannya rapatrapat. Bella melirik. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu..stepheniemeyer.com Jadi. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya. dia cuma tinggal menarik tangannya. Sesekali dia melirik. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. Aku tersenyum balik.. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian.. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol. berusaha menembus pengendalianku. Bibirnya sedikit merekah. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan. 256 . Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. Tidak boleh ada kesalahan. tersembunyi di kegelapan. memberi tambahan penerangan sedikit. Jika aku memegang tangannya. Jenis hasrat yang baru.

. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. Selama aku bisa mengontrol diriku. Aku bisa menawarkan tanganku.com Satu jam berlalu lambat. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini.. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. Ini pengalaman baru. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Itu sama sekali tidak sulit. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. tapi tidak berkomentar. Dalam terang. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya.” “Hmmm. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud.. Aku menghela napas.stepheniemeyer. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya.” gumamnya. Tidak boleh ada kesalahan. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu. kemudian melemaskan jemarinya. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku. “Well.Diterjemahkan dari: www. Aku sendiri juga sedang bepikir keras. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu.. Sisi egoisku masih saja bersikeras. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku. atmosfer ruangan kembali normal. tadi itu menarik. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 . selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya.

. perintahku. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah. Tapi aku berhasil melakukannya. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. Telapak tanganku mengusap dagunya. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. pipinya jadi memanas. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. untuk menjauh darinya.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Dibawah sentuhanku. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja. dia berbalik menghadapku. Cukup. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya.. hampir lari untuk menghindari godaannya. jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. 258 . Mike mendelik. seperti saat ini. Dia tidak bicara. Sesampainya di depan ruang gimnasium. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya.stepheniemeyer. dan melihat pergumulan dalam diriku. Cukup. dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening. Tanganku masih seperti tersengat listrik. Aku memaksa diriku untuk berbalik. Cukup. Aku melemaskan dan mengepalkan. Lenganku melingkari pinggangnya. merangkulnya dalam dekapanku. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku. seakan dia serapuh gelembung sabun.Diterjemahkan dari: www.

aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan. Nikmati saja kenangannya. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. saat berada di dekatnya. Edward. gigiku terkunci rapat. “Hai. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. Lama-lama Rose juga akan lupa. Titik.com Tidak.. “Tunggu sebentar.Diterjemahkan dari: www. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran. Aku memandang lurus kedepan. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami. aku memberitahu diriku dengan muram.. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber. aku merasa begitu.. Sebainya kau hati-hati. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 . dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri.stepheniemeyer. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. Apa kau marah denganku?” “Tidak. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. “Hai. Lain kali. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. kid. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. Saat sedang mencari pengalih perhatian. Edward. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. Aneh. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh. Em. Rosalie ingin merobek mulutmu. tapi lebih baik.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. Aku mendesah.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini.” Dia terlihat lebih baik..entah bagaimana caranya. Pilihannya itu. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol. Bahagia.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi.

Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. Emmet. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. Dia terlongo. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. 260 . Rosalie memang selalu menjengkelkan.Diterjemahkan dari: www.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah. Baiklah kalau begitu. “Well. kenapa?” “Ayolah.. “Aku akan membantumu. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. “Jadi?” bisikku. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti. Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat.com kumau.” Aku tersenyum padanya. Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. “Tapi. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya.. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus.” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. ini memang berbeda. Ben sudah duduk di belakangku.stepheniemeyer. “Belum. Aku berhasil menarik perhatiannya. Goff menyuruh mereka diam. Emmet tidak butuh latihan. tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. Dia sendiri tidak buru-buru. “Jadi.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku. kuakui itu. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu.

Aku tidak suka itu. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya.. Untuk sesaat. Tapi Angela tidak berpikir begitu.Diterjemahkan dari: www. salah satu dari teman-temannya. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. 261 . Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. merasa tersinggung karena diremehkan.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi.. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi. Tapi apapun itu sama saja. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney.. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben. melirik ke bocah di belakangku. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya. Sempurna. Tidak.” Emmet berbisik dengan suara rendah. “Huh.tidak pantas untuk Angela. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward.” Reaksi di belakangku menggemparkan.. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek. “Dia tepat di belakangmu.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya..” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi.” Aku menahan senyumku.” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. Dia.stepheniemeyer. Akan kubuktikan ke orang sombong ini. kembali ke naskahnya. “Bukan karena itu.. “Oh. berimprovisasi lagi. Masih ada gadis-gadis lain. Dia pikir dia lebih baik dariku. tatapan di balik kacamata itu ketakutan..aman. Mukanya memerah karena marah. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela..” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu. Tidak. Yang kurencanakan adalah cemburu. “Bukan begitu. “Ben siapa?” tanya Emmet.

. Gadis seperti. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom.Diterjemahkan dari: www. mengucapkan salam ke kelas.hmm. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. Bagaimanapun.. Batin Ben sambil menegakkan duduknya. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja..” Tidak. Jika B— well. seperti yang Bella katakan. Hutangku telah lunas. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. begitu pula aku.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu. Angela tidak akan pernah mengajaknya.. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela. “Tepat. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Oke. “Angela itu pemalu. Dan saat bersamaan Mrs. siap-siap untuk terhibur. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 . Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman.” Emmet kembali berimprovisasi. Angela adalah orang yang paling baik. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka. kau tidak akan. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan. dan paling cantik di sekolahan ini. batin Emmet. Aku tersenyum sendiri. “Mungkin Angela akan capek menunggu.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. aku tidak tahu. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. Goff berdiri. Aku suka dengan Ben. kuakui—tadi itu menyenangkan. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya.com “Tapi.dan dia menginginkan aku. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. Gadis yang pemalu. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini.stepheniemeyer. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik. Betapa menggelikannya manusia. paling cerdas. dan Angela akan menerima hadiahku.

bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. Aduh. mengetahui dia terluka. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. Mike—kau tahu. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella. Itu pasti akan meninggalkan bekas.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat. Senyumku lenyap. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan. kau tak perlu melakukannya. “Sori.com mendengarkan lewat dia. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. Newton. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella.” “Jangan khawatir. Coach Clapp tertawa. Bella mengelus-elus keningnya. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh.. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Oh. saat bersamaan. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja.” Mereka saling senyum satu sama lain. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. Aduh. Ow. Ow. “Apa 263 . Awalnya Mike bermain sendirian. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. Mike pun buru-buru mengejar koknya.stepheniemeyer. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. gigiku terkatup erat. aku tidak akan mengganggumu. “Terima kasih. Dan benar saja. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. Dia memegang raketnya dengan canggung. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran. Dia menoleh ke Bella.Diterjemahkan dari: www. aduh.. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas.

“Kau jalan dengan Cullen.stepheniemeyer. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku.. Jadi itu betul. “Caranya memandangmu. “Aku akan tinggal di belakang sini saja.. Goff mengijinkanku keluar lebih awal..Diterjemahkan dari: www. Mike. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras. “Itu bukan urusanmu.. Kurasa. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi. “Kurasa aku baik-baik saja. seolah ingin memakanmu.. Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. 264 .” Aku ngeri menunggu respon Bella. Aku jelas berharap itu yang terjadi. Dan Mrs. Di penghujung jam. “Aku tidak suka. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. “Nanti saja. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu. Jessica bersumpah mereka berkencan. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah.” sergah Bella marah.” gumamku. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis. Tapi ya ampun. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu. matanya melebar menyesal.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. “Jadi. heh?” Kau dengan si aneh itu. Sial.” Bella terlihat malu daripada sakit.. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. mukanya merah. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian. kau sendiri?” tanyanya malu.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa.” Defensif. Bella tidak ikut main lagi. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding.” “Memang tidak perlu.

Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini.. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya.. Jika aku bisa mendisiplinkan diri. Sial. Pemberani —itu istilah umumnya. tidak baik untuk dirinya. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. Mike memutar badan. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang. pikirannya sunyi. membuat diriku tetap aman. Namun. Ekspresinya sangat damai. paling tidak di satu sisi. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. “Halo. dan pergi ke ruang ganti. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi.. Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. tidak ada bandingannya. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. Tapi begitu matanya menatapku. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu. Ketika dia berjalan menuju pintu.” sapaku. Sekarang dia menertawakan aku. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya.com Mukanya merah padam. lagi. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. “Baik-baik saja. lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu. apapun alasannya. Kemudian. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya.stepheniemeyer. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang.” bisiknya. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya.Diterjemahkan dari: www. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. “Hai.. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali.” 265 . Begitu saja. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri.

.Diterjemahkan dari: www. berjalan cepat-cepat ke parkiran. Peleknya keren. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja..com Dia tidak pandai berbohong. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. Dia masih tampak kesal. Dia terperanjat. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi. “Apa?” desak Bella. “Kau tidak sedang mendengarkan lagi. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang.” akuku.. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku. Mukanya merah padam—dia malu.stepheniemeyer. setelah bimbang sejenak. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran.. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. “Kau sendiri yang bilang. Bella 266 .. Tentu saja. berharap kemarahannya segera reda. Aku benci dia.. dan senyumnya lenyap. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya. atau berharap aku tidak menggunakannya. lalu pergi meninggalkanku. Biasanya dia cepat memaafkan. kemudian ke aku lagi.. Coba lihat pedal gas SMGnya itu. “Newton membuatku kesal.” Dia tidak menjawab. Kuharap dia mati. Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi. Mataku kembali fokus ke Bella.. Aku megejarnya. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan.

aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya. “Jelas. Sekarang untuk permintaan maafku. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. “Kelewat mencolok.” ucapnya setelah beberapa saat.. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat. “Mungkin. Kerutan di dahinya telah lenyap..stepheniemeyer. kalau kau bersungguh-sungguh. Aku menghela napas. 267 .. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku.com mengikuti.. baiklah. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi. iramanya berantakan. Matanya melebar. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun..” Dahinya berkerut. “Setuju. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar.. Oh.” akhirnya dia memutuskan. kelihatan seperti terhipnotis.Diterjemahkan dari: www. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona.”sergahnya kasar. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. “Kau masih marah?” tanyaku padanya.” Aku tidak mau berbohong.” gumamku saat dia masuk ke mobil. “Mobil apa itu?” “M3. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil. Aku menggunakan nada yang paling membujuk.” Aku memutar bola mataku.. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir.” “Itu keluaran BMW. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain.

membayangkan kau ada disana. tanpa mobil. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar.” Dan senyumku pun lenyap..com Aku setengah tersenyum.” tambahku. Aku parkir di depan rumahnya.. tanpa membuatnya takut. “Kurasa sudah. Tentu saja. dan sekarang bukan waktu yang tepat.Diterjemahkan dari: www. Untung aku sudah hapal jalan ini. Aku akan datang. betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku. “Aku minta maaf telah membuatmu takut. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum. Tapi kusela duluan. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya. tapi gagal. “Jangan khawatir soal itu. melengkapi permintaan maafku.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal.. “Hanya saja. sementara 268 .” Dia menelengkan kepala. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi.” gumamnya. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa. “Aku tidak berencana membawa mobil. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu. Sama-sama terpesona.” jawabku enggan.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya. aku juga sulit berpaling dari matanya.. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan.” Ah. Dia mengerjap beberapa kali. Atau.stepheniemeyer. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan. Jika aku tidak sedang gelisah. “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti. “Well. “Tidak. “Mmm. tapi kemudian berubah pikiran. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya.

” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa... Aku mendengarkan suara detak jantungnya. tatapannya sungguh-sungguh.. “Ketika kami berburu. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin..?” Aku mengambil napas dalam-dalam. Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya.stepheniemeyer. resah.Diterjemahkan dari: www.” “Karena. dan mendadak keheningan ini berubah.com kami berburu.. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya. membuktikan dominasiku atas sensasi itu. Napasku semakin cepat. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya. Wajah Bella nampak tenang.. “Sangat. mengaturnya. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. Merasakannya dalam-dalam. tapi apa yang akan—pasti terjadi. lalu menoleh. untuk membaca matanya. “Tanpa banyak menggunakan pikiran. Dia menatap balik. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella. Terutama indra penciuman kami. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 .. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku. sosokku yang lepas kendali.. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya.” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan. Aku berusaha mengusir bayangan itu.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan. Matanya melebar setelah beberapa saat. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti.

Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif.stepheniemeyer. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini. Aku memejamkan mata. “Bella. seperti saat habis menyentuhnya. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya. seakan aku manusia.. adalah soal hidup-mati bagi dia.diriku. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu. Tapi. Irama denyut paru-paru.. berusaha memutus aliran listrik diantara kami.” Dia langsung menurut.. Tubuhku menari bersamanya. aliran oksigen. kurasa kau harus masuk sekarang. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. Tidak boleh ada kesalahan. Dia menarik napas—tersendat. untuk mengontrol diriku. Mereka siap menantang apapun. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi. seakan solusinya tersembunyi di situ. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku.Diterjemahkan dari: www. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. Bukan keluargaku. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan.com hausku. tanpa berkomentar. Semuanya sangat mudah terganggu. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. keluar dari mobil dan menutup pintunya.. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali... Getaran listrik itu masih belum lenyap. Bukan kami. Selama sekejap.

karena alasan subyektif yang tak rasional. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. Aku menginjak pedal gas. dan gaya bahasanya berantakan. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya..” Dahinya berkerut. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya. Pada tiga buku awal. struktur. Harap maklum jika penerjemahan. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya.S. Lebih cepat dari dia akan melihatku. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik.. Awalnya saya tidak tertarik. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar. Aku tersenyum pada hal itu. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau. P. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak. Itu tidak adil. penasaran. Masih saja penasaran. Tidak boleh ada kesalahan. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. dikelilingi saksi-saksi. tidak pernah tetap tinggal di tempat. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. Bahkan dengan dia di luar mobil. “Oh. 271 . Aku tersenyum pada pikiran itu. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. baik dengan bukunya atau filmnya.” Besok. saya belum menikmati. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia.Diterjemahkan dari: www. aku akan mendapat jawabanku.stepheniemeyer. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. Aku juga ingin keluar.alan. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful