Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

.. dan sekedar jadi kenangan buruk.stepheniemeyer.. Namun rupanya. Dia masih duduk 6 . Aku tidak mendengar apa-apa. yang jelas-jelas cuek. sedikit heran.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. Aku mendongak memastikan. tentang cerita-cerita Jessica. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. bersikap sebaliknya pada si murid baru. Kembali.” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. Cuma skandal-skandal kuno. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya.. Bella. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. Dia tertawa geli... Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. Untuk melindungi kami.Diterjemahkan dari: www. pikirnya. Jarang ada yang menebak dengan tepat. sebetulnya. Kami langsung menghilang. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. berkulit putih-kapur. Jika seseorang curiga. pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. “Kurang imajinatif.atau Mike. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Jessica masih berbincang dengannya. Sedikit mengecewakan. sebelum membuatku gila. Seperti tidak ada orang. Tidak ada bagian horornya. Ini membuat Jessica gusar. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu. Mike Newton yang populer. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. Pujaan barunya. Semua orang ikut memperhatikanku. Kuharap kisahnya menarik. Murid baru itu pasti menanyakan kami. Biasanya tebakan mereka salah. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. Sangat ganjil. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya.

sedang melirik kesini. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku. dan sesuatu yang lain.benar-benar memuakan. malu kedapatan mencuri pandang. Menggelikan. Renung Asley Downing. Kami terlihat indah bagi mereka.kira-kira apa musik kesukaannya.Diterjemahkan dari: www.. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana.. Sejenak aku merasa tidak nyaman. Tidak ada sama sekali. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun.stepheniemeyer.mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku. Eric Yorkie berpikir tak senang. Khawatir. June Richardson berharap..mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan.com disitu. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan. setelah mendengar dongeng Jessica. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau. penasaran... Untung Jasper tidak melihat..... aku mencoba lebih keras. itu juga wajar. menatapnya. .. Memikirkan tentang kami. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai. .. . memamerkan teman barunya. sesuatu yang wajar...takjub? Itu bukan yang pertama.. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku. Tapi aku ingin ngobrol dengannya. sindiran terus bermuntahan dari pikirannya. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk. 7 .. Perasaannya tampak jelas di mimiknya. .Mike Newton sedang berpikir. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru. Coba lihat bagaimana dia menatapnya.sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia... begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami.. .banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri. karena terlihat begitu dalam. mangsa alami kami..... Kemudian.. Tetap saja. juga masih sekitaran perempuan itu. sementara Jessica meneruskan gosipnya. bahkan Edward Cullen. Dan Jessica.. dan tes bahasa Inggris.

aku kecewa. Pikirannya paling ramah. Dia tidak berkencan. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu. Angela Weber. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya. Biasanya. Oh. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. yang hilang entah dimana. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. tapi sama hausnya dengan Jasper. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica. sesuatu yang tidak kupahami.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan.. Sungguh perasaan yang aneh. mengerling dari sudut matanya. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah. tentu saja. “Itu Edward. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya. Suaranya benar-benar baru.” Dia mendengus. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas. dibawah membrannya yang pucat dan jernih.... selamat. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 .stepheniemeyer. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. Aku dapat mendengar semuanya. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Dia tampan. tentu saja. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. muncul dorongan aneh. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya. Dan. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. gadis pendiam.com Kuharap ibuku.. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku. Aku yakin itu. Tidak ada untungnya mengundang godaan. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku.Diterjemahkan dari: www. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum.. tapi jangan buang-buang waktu. Dibalik kegetiran itu.

Aku tidak mendengar apa-apa. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. 9 . “Jadi. Rosalie.stepheniemeyer. bersiap untuk bosan. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. namanya memicu perhatian.Diterjemahkan dari: www. Aku satu-satunya yang duduk sendirian. Aku angkat bahu. Bella kelihatannya sepemalu diriku. Banner. Peranku lebih muda.com disana. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. berbincang dengan orang asing. Kenapa? “Ayo pergi. Tak ada keraguan.. Aku menuju kelas biologi. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria.. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. Emmet. Aku berpaling lega. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. Curiga. Lagi. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. jadi pusat perhatian. Yes! Pikir Mike Newton.. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. seakan menunggu datangnya penolakan. Cuma melihat. Di kelas. yang kecerdasannya rata-rata. Tidak sepadan dengan usahanya. Begitu juga denganku. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Tidak mungkin bagi Mr. Pasti hari ini berat buat dia. aku berharap bisa tidur.” Rosalie berbisik. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu.tapi mungkin akan kedengaran bodoh. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. mereka pergi ke kelas mereka. dan Jasper berakting sebagai senior. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. Cuma membayangkan. memecah perhatianku. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya.. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. aku sudah menguasai semua isinya. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku.

Satu detik belum lagi lewat. Jika aku pernah tahu. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada.. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. paling tidak. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan. Dia tidak membuatnya lebih mudah. Aku ragu ia akan nyaman.. Aku adalah vampir. aku telah memburunya sejak lama. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga.stepheniemeyer. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya. Ketika mengkaji ekspresiku. Otot-ototku menegang siap terlontar.juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. melintasi gangku menuju meja guru. dengan duduk disampingnya.. Mungkin. Dalam sekejap.. Kubersihkan bagian mejanya. Tidak ada yang lebih penting selain itu. Gadis malang.. Setelah kakinya menjejak. Misteri pikirannya telah lenyap. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku.. Dia buruanku. aku tidak lagi mendekai seperti manusia. Akan kususuri bumi mencarinya.Diterjemahkan dari: www. Dia mendekat. Mulutku hambar dan kering. Aku adalah pemangsa. tidak ada apa-apa. matanya melirikku. menyingkirkan buku-bukuku. Pandangannya bertemu. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. Perutku melilit oleh lapar akibat haus. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. dari tempat Bella Swan. aku bisa memecahkan rahasianya. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku. Tidak ada artinya.com Masih saja. darah mengalir ke 10 . Bisa kubayangkan sedapnya.. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. gerakan yang maksudnya diam-diam. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya..

tak karuan. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. sebagian lagi menyusun rencana. akan menyaksikannya. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Mencabik pikiranku. mengubah warnanya sangat menggiurkan. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. Hilangkan bukti. Aromanya sesuatu yang baru di otakku. memberontak. Sebagian diriku gemetar. dan hampir membuatku bertindak.com pipinya.stepheniemeyer. Dan aku harus membunuhnya. Sosok monster itu membuatku muak. wajah yang langsung kukenali. Bahkan lebih untuk ukuran manusia. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. Tidak selama delapan puluh tahun. Kayunya tidak cukup keras.. lemah. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. Jika kubunuh gadis itu duluan.. Korban yang tidak terelakan. Pikiranku pun mengamuk. aku tidak sekeji ini. Hilangkan bukti. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun. Langkahnya lebih cepat. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku. Kusingkirkan dengan kaki.Diterjemahkan dari: www. delapan belas murid dan seorang guru. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. Gadis itu akan duduk di sampingku. Aku tahu akan tiba waktunya. Rapuh. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. menahanku tetap duduk. Mungkin sedikit lebih lama. hampir menubruk kursi depanku. seakan tahu saatnya untuk lari. Itu aturan dasar. 11 . Kubuang jauh pikiran itu. Penonton tak bersalah di kelas ini.

pikiranku kembali jernih. Dan darahnya akan mendingin. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu.. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. Seseorang akan mendengar. Tidak akan terlalu ribut. apa yang akan menimpanya. tidak lebih 12 .Diterjemahkan dari: www. jika syok tidak membuatnya membeku. Udara bersih terhembus ke mukaku.com darahnya yang menggiurkan. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan. Aku di tengah ruangan. Cukup lama. untuk membuatnya menjerit. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. Seseorang menutup bukunya dengan keras. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. Dalam beberapa detik.. Dalam satu detik yang singkat. tidak menyadari yang terjadi. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. para monster yang tidak terlalu berbahaya. dia akan duduk dekatku. Mereka beruntung. Monster di kepalaku tersenyum. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. begitu taksiranku. Dia baru saja membelok. tapi hanya secara harafiah. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. Kuhabisi dulu sisi kanan. membakar keluar dari jantungku. sekilas. Satu adalah diriku. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. paling tidak. Cukup lama untuk ngeri. Akan ada banyak jeritan. Itu memang berlagak seperti Tuhan. Maka saksinya lebih dulu. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku.stepheniemeyer.. Itu akan makan waktu. Dalam detik yang berharga itu. Membenarkan pembunuhan itu. di deretan terbelakang. tapi terlalu berisik. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. Kutarik napas panjang. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. Aromanya menghantamku. Tidak ada masalah dengan jendela. Bukan tidak mungkin. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati. Aku memetakan di kepalaku. aku melihat dua wajah bersebelahan. Cuma itu pembelaan lemahku. Semua korbanku. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. Aku telah merasakan darah manusia. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit..

Dalam sekejap. Dan ia akan tetap menyayangiku. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. Bagai terang dan langit gelap. bahkan setelah kutunjukan dia salah. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. Tiba-tiba kebencian meliputiku. Karena dia menyayangiku. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. Penampakanku tidak berubah. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku.com manusia daripada ku. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. Kesabarannya terlihat pada alisku. Akan kubuktikan ayahku salah. guruku. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. Carlisle bukan ayah biologisku. wajahku telah mencerminkan dirinya. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. walau tanpa kemiripan dasar. Tak ada alasan untuk mirip. Bella Swan duduk di sebelahku. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi.Diterjemahkan dari: www. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. Siapa mahluk ini? Kenapa aku. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. ayahku dalam segalanya.stepheniemeyer. Dalam pikiranku. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. sampai tingkat tertentu. Wajah yang lain adalah Calisle. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . Mataku akan semerah iblis. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Tetap saja. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya.

com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. bau mengundang darahnya. Jika ada cara melawannya. Tidak nyaman. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. aku tidak harus bernapas. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. namun dapat diatasi. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . tidak bernapas. Tapi mungkin bisa untuk satu jam. Tidak. Aku masih memiliki ingatan aromanya. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. hangatnya. Aku tidak bisa melihat wajahnya. menggiurkan.stepheniemeyer. rasanya di belakang lidahku.Diterjemahkan dari: www. tapi masih jauh dari aman. tak ada lagi angin yang membantu. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. tembus pandang. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. dan kemudian merasakan basahnya. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. Korban yang tidak seharusnya jadi korban. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. Satu jam. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. Dan dia tidak bisa memaksaku. Jadi penuntun ketika berburu.. tapi itu berlawanan dengan instingku. sedikit lega. Sebentar lagi semua akan hilang. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. Bau adalah masalahnya.. Aku tidak boleh memikirkan itu. Ini tidak nyaman. Tapi. Jika aku bisa mehannya selama satu jam.

Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri.... Aku tahu rumahnya. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. Itu cara yang lebih bertanggung jawab.. aku tahu itu tidak beralasan. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. Dia akan pulang ke rumah kosong. tidak akan ada yang mendengar. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. kemarahanku tadi masih kurang. seperti kutau setiap rumah disini. tapi itu membantu. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini.stepheniemeyer. Mike Newton. Dan saat ia sendirian. Sherif Swan bekerja seharian. Ya. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. 15 . Bahkan jika sempat berteriak. namaku Edward Cullen. Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. kecintaanku pada keluaragaku.Diterjemahkan dari: www. dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. Rumahnya di pinggir hutan. seperti yang lainnya. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. Meskipun aku membenci dirinya.. Hai. monster di kepalaku setuju. ia akan meninggalkan ruangan. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. sebelum aromanya merusak segalanya. Cukup mudah menyesatkannya. Benci dan marah. ia akan mengikuti. tidak ada orang lain yang terluka. Jika menahan napas. Membencinya. aku bisa tahan dua jam. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil.. sebesar seluruh tekadku. Meskipun takut. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku. Itu sesuatu yang sopan. Tanpa tetangga. Membencinya dengan segenap rasa. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. Gusar. anganku untuk menjadi lebih baik.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. terkecuali. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. Jika mampu satu jam.. yang sangat mustahil.. seperti biasa.

sama saja kalah. aku mahluk rasional. Dia. Terlalu pengecut. sangat hati-hati. Selamat karena bel—Klise. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. walau hanya menunda. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi. Dapat bertarung lagi. Semua bisa berjalan seperti keinginanku. Tapi bel berbunyi. Aku. Darah memerah di pipinya. hidupku tidak perlu berubah. Selalu ada pilihan. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. jika menjauh dengan sangat. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku.tapi sekarang sudah jauh darinya. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. Tidak perlu membunuhnya. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia.Diterjemahkan dari: www.. Kami berdua sama-sama selamat. Kini aku kembali waras.stepheniemeyer. Mungkin. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. Jelas. Aku bersembunyi dalam mobil. dan dingin. basah. Tapi efeknya cuma sedikit. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. tidak lebih. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. Tapi ini pengecualian. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. Maka aku membuat strategi.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. Betapa sia-sia. yang mengalir bersama rintik hujan. dan aku sudah akan bergerak. Aku tidak perlu ke rumahnya. dari kematian. Aku bisa berpikir. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. Itu terlalu berlebihan. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 . Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. melawan apa yang kutentang.. Jika menyerah pada sang monster. Tapi tidak ada yang memperhatikan. dan punya pilihan. Di penghujung.

Ya.Diterjemahkan dari: www. khawatir.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. itu akan melukai ibu angkatku.stepheniemeyer. Kuputuskan menjalankan rencana itu. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular.. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper. tapi di sisi lain. 17 . hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya.. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana. Lagi. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. Jika bisa menghindar dari Bella Swan. Tebakanku betul. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti. halus. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat. Dan Esme begitu penuh cinta. dan lembut. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. Aku adalah ancamannya paling berbahaya. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk.terluka. Pilih yang benar. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba. Aku beraharap bisa minta saranya. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Aku mencari posisinya. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper. Aku tidak ingin yang lain tahu. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. Jika aku menjauh dari baunya. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha.. Jam terakhir sekolah hampir selesai. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu.. Tidak perlu membuat ibuku tertekan. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi.

. Edward. terlalu muda. Aku lebih tua dari kakeknya. Detak jantungnya makin cepat. Banner?” “Bukan itu. “Tentu.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr. dia betul.” “Pada waktu di Alaska.. Dia tidak menyadari kedatanganku. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. pikirnya pada dirinya. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal. yang memang ingin kutemui.. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan. Ini akan mudah. Mr. Mereka lebih pantas kuliah. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya.com Di dalam cuma ada seorang pegawai. “Sayangnya.stepheniemeyer. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar.” 18 . “Halo. Nilainya sempurna.” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas. “Oh. Tapi berdasar tanggal di SIM.. Salah. agak gugup. ya.. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek.. saya sudah pernah mempelajarai materinya. Mudah. Edward.” dia kaget. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar. Konyol. dia merapalnya berulang-ulang. Selalu saja lengah. Dia merapihkan t-shirtnya... Risih. Edward. Pikirannya sudah tidak karu-karuan.. Dia cukup muda untuk jadi anakku.. Aku bersandar kedepan. Sesuatu yang tidak mereka pahami. tentu saja. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami. tidak pernah ragu di kelas.Diterjemahkan dari: www. Banyak guru yang mengeluh. semua kelas sudah penuh. “Mrs.

lalu keluar lagi. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut. Jantungnya berdetak lebih kencang. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat.Diterjemahkan dari: www. Kerongokonganku membara. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku.. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini.stepheniemeyer. tujuanku kesini. dan kubuka mataku lebih lebar. dia mengingatkan dirinya dengan galau. Keluarga Cullen tidak akan begitu.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga. “Please. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku.com Tentu saja tidak. sebagaimana mestinya.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk.. jadi kuacuhkan.. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan.” Aku tersenyum. Secarik kertas ditangannya. Kelegamannya membuat orang takut. Mrs. Aku menoleh. Terlalu muda. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Edward. “Saya tahu itu. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus. Aku menoleh pelan. Monster 19 . “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku. semuanya lenyap. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu.” “Saya akan mengejarnya tahun depan.. Itu gila. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu. Banner. Banner.” Pintu membuka di belakang.. meskipun tidak perlu. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. Tapi tidak ada cukup kursi.. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr.

kemudian mengabaikannya. aku buru-buru memundurkan mobil. Aku tahu ini tidak mungkin.. daripada duapuluh. Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil. Aku berbalik ke Mrs. Sang monster menuggu gelisah. Garret. Kebanyakan sudah pada pulang. topeng iblis.. tidak terlalu banyak saksi. Bagiku dia setan yang menghantuiku. berjalan terlalu cepat. semua sudah disitu. 20 . Cope. membayangkan yang aneh-aneh. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku. Bukannya menjawab. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang. Aku mendengar suara D. Aku berusaha mengatur napas.. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. suaranya waspada.Diterjemahkan dari: www. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. lapar. Mom selalu bilang. Dua nyawa. Di jalan. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran.stepheniemeyer.. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada. “Edward?” Alice bertanya.. melihat.J. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. dengan cepat. ingin cepat-cepat menyelesaikannya.. terima kasih banyak atas bantuannya. Pikirannya teralihkan.com itu kembali menatapku dari matanya.. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. Aku cuma menggeleng. Cukup adil. Kuhentikan napasku. “Kalau begitu lupakan saja. Dia mundur. mulai lagi. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri. Ketika menyelinap kedalam mobil. tapi ketakutannya tidak terucap. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya. aku berkata sehalus mungkin. Tanganku bersiap di meja.” Aku cepat-cepat keluar. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam. sementara..

pepohonan berselimut salju di sisinya. Penglihatannya berubah lagi. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. “Turunkan kami disini. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. merah terang oleh darah segar.. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah. Sang monster kegirangan. Dia melihatnya kalau begitu. Emmet. “Kau akan mengambil jalan yang benar. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. berlalu cepat dua ratus mil perjam.com Tanpa menoleh.” bisiknya. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. matanya melebar. “Oh!” Bella Swan. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam.” 21 .. Mataku. “Aku akan merindukanmu. Dan samasama terkejut. dan Jasper menatap Alice. Pencarian oleh penduduk. Jalanan kosong malam-malam. Dia tidak dapat melihat yang lalu. aku tahu Emmet. Itu akan membunuhnya juga. Alice menyentuh pundakku. begitu aku mengambil keputusan. Rosalie. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan.Diterjemahkan dari: www. hanya masa depan. gambarannya jadi lebih detail.” pinta Alice.. tidak tahan lagi. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan.merasakan aromanya menuntunku.stepheniemeyer.” Aku mengangguk.... “Stop!” aku mengerang. mati. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. dan mobilnya mendecit berhenti. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih. Dia cuma angkat bahu. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya. Dia mengeceknya sekarang. Yang lain menatapku. “Oh!” Alice kaget lagi. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. Rosalie. dan Jasper turun tanpa komentar.” ujar Alice. “Sori.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin.” ucapnya pelan.

menghilang sebelum aku memutar mobil.” kataku.com “Iya. 22 . Mereka masuk ke hutan.stepheniemeyer. Kemudian ia turun. Aku melaju cepat ke arah kota. setuju hanya pada bagian terakhir. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. Alisnya bertaut gelisah.Diterjemahkan dari: www. Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal. aku tidak yakin dengan tujuanku. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang.

wajah manusia biasa yang tidak istimewa.com 2.Diterjemahkan dari: www. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. Seharusnya.stepheniemeyer. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. badannya bergelung. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. sebagian kuning. jika aku benar-benar dapat melihatnya. ujung jari menyentuh permukaannya. Sangat cantik. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. Aku mendesah. yang setengah terpendam dibawah salju. membuat cekungan disekitar tubuhku. tapi aku tidak bisa mengusirnya. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. Langit diatasku cerah. Sangat cantik. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. Enam hari sudah lewat. Penghalangnya adalah sesosok wajah. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu. Ketika menatap ke langit. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Ini tidak jadi lebih baik. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. Dia membungkuk ke ujung batu. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. hampir pink seperti strawberi. sebagian bependar biru. bertabur bintang. 23 . Dia muncul enam puluh yard didepanku.

Aku membuatmu tidak nyaman.” aku meyakinkan dia. Tidak usah bersikap sopan. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 . aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar.” “Sama sekali tidak. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju.” Tapi kau tidak akan tinggal disini. Dia membatin. Pikir mereka aku mengganggumu.” Mulutnya bergerak turun. kok. Salju langsung berhamburan seperti badai.com Cannonball.. sesalnya. tapi tidak bangkit.Diterjemahkan dari: www. memutuskan itu.” Dia meringis. “Tidak.. “Sory.membantu. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian. “Aku belum. Aku tersenyum. Maafkan aku. “Sebaliknya. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. sepenuhnya. “Itu salahku.” dia berbisik.” aku berbohong.” “Aku tahu. Aku masih melihat wajah yang sama. Sepertinya tidak akan.. Aku mendesah lagi. Pikirannya kini muram..stepheniemeyer. sedih. “Tidak.” Sebelah alisnya terangkat. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang. Itu lucu..” Kau akan pulang. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku. iya kan?” “Tentu saja bukan.. “Cuma bercanda. Dia melentingkan dirinya keatas. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali. iya kan? pikirnya. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak.

?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. “Dasar Succubus. “Aku tidak ingin membicarakan itu.com tertawa. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat.stepheniemeyer. Bahkan lebih baik.. kau menyadari itu. “Yang asli.hidup.” Tidak seperti Carlisle..” godaku. dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka. lalu menumpangkan dagunya ke tangan. Perasaannya kecewa. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya. Pada akhirnya.. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.” “Iya. “Saat kau datang kesini. pastinya. Tanya. mereka tidak pernah membuat kesalahan. Dan selalu berhasrat tinggi.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu. bibir bawahnya terangkat cemberut. Dia menyeringai. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka. buru-buru.” Aku setuju. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir. menampakan giginya.” Tanya. “Aku tidak biasa ditolak. diikuti desahan. kan. Satu tawa singkat. Hanya saja aku pergi dengan. “Aku kira. Tentu saja. Sekarang para pria yang mereka cintai. dalam beberapa hal.. 25 . daripada Carlisle. “Oke.. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh.” Dia ikut mendesah.” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya.Diterjemahkan dari: www. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya. Tanya. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat.. “Aku menyesal membuatmu berharap.” dia memberengut. Irina.. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang.” Aku akui. bersikap menghindar.” Tanya berkata pelan. “Sedikit. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu. “Kau mengira aku berubah pikiran..” dia menggerutu.” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. “Itu pasti.

Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. “Terima kasih.stepheniemeyer. “Menurutku kau akan kembali. belum menemukan yang kucari. “Sedikitpun tidak mendekati.. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari..” katanya. Tanya. Kau pasti akan menghadapinya. Edward. Kau akan kemana. Tanya. kukira. Kau tahu kau terlalu baik untukku.” “Maaf. “Sama-sama. Tanya. Aku hanya. dia coba mengurai maksud jawabanku. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku. Kuacuhkan dia. Sebagian besar. Pikirannya mendesak ke hal lain.. “Tidak seperti yang kau maksud. Kucium pipinya. Akhirnya ia menyerah.. Edward. “Satu saja petunjuk?” pohonnya. Aku benci itu. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang..Diterjemahkan dari: www. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. Tidak ada yang ingin aku kunjungi.” Pikirannya menggerutu. kemampuanku menghadapi kesulitan. dan sia-sia mengagumi bintang.com “Masalah perempuan?” dia menebak. masih menebak-nebak. Bagian yang selalu menghadapi apapun. Dia tersenyum kering. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak.atau siapapun. Aku butuh mendengar itu.. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat.” Dia terdiam. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin. “Tak perduli apapun itu. tapi tidak menampik. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku.” aku memberitahu. mengacuhkan keenggananku. Pikirannya beralih ke dugaan lain. “Sudah lah. Karena.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya.” Desisku. Aku bergeming. Mulutnya memberengut. Aku tertawa hambar.yang menghantuimu. Kau selalu begitu.” 26 . tidak perduli kemanapun.” Dia diam lagi. Kuharap kau bisa lebih masuk akal.

Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi. tapi lebih pada kesal. Rosalie dan Emmet mempin di depan. meskipun perasaannya tidak dalam. Tanya. coba melihat melampaui wajah di benakku. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya.Sampai ketemu lagi. kemudian lari pergi. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. Bahkan dalam bayanganku. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas..” “Sampai ketemu lagi. ia tidak meninggalkan jejak di salju. aku bisa melihatnya.” Alice menarik napas.” pada saat mengucapkannya. “terima kasih lagi. aku tidak dapat mendengar pikirannya. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh. Aku tidak suka menyakiti Tanya. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku.stepheniemeyer..” Dia bangkit berdiri dengan anggun. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman.com “Kalau begitu. Jika berlari. Tatapannya kosong. Dengan helaan berat aku menyerah. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi. tidak terlalu murni. “Semua akan baik-baik saja. Edward. 27 . kemudian berdiri. Mulutku merengut menyesal. tangan Jasper memegang sikunya. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi. Diantara diriku dan kerlip di langit... Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. Aku bisa melihat diriku pergi. Dia tidak menoleh ke belakang. tanpa meninggalkan jejak. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam.Diterjemahkan dari: www. dan segera memberitahu yang lain. Rose terlihat khawatir juga. Tentu saja. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. tetap menghalangi bintang. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira.

Inderaku waspada penuh. bukan? Aku mendesis padanya. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur. Penciuman. koma. Aku baik-baik saja. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. Seharian aku menunggu.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk. bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju. aku akan tinggal di rumah.” “Tentu saja iya. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. Mengganggu. Tapi tidak ada apa-apa. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. Matanya kembali fokus.” aku menggerutu. tak ingin kupakai. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 . masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu. Hentikan.Diterjemahkan dari: www.” aku memberengut. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan. Alice. Dia bertemu pandang denganku. tentu saja. setiap pikiran. Jika tidak yakin bisa mengatasi. Bukannya bosan. tapi dari arahnya nanti. Terutama pikiran. Hanya satu indra yang kumatikan.stepheniemeyer. terkejut..” gumamnya. dan menyeringai.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa. “Sepertinya kau betul.com “Tentu saja iya. aku malah terkesima. “Hmm. ketika bosan dengan keacuhanku.. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. kupantau setiap suara. Aku tidak bernapas. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju. Kau membuatku kesal. setiap penglihatan. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang. Kelakukan mereka menggelikan. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. Coba melihat gosip barunya. “Dia belum datang.

Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es. “Tidak ada. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. Dia. setelah melihat ekspresiku. “Ada yang baru?” tanya Jasper. 29 . ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi. jika sampai tidak cerita ke siapapun. seperti sekawanan domba. Matanya mengincar Jasper.stepheniemeyer.” “Dia akan masuk. membandingkan pengalaman. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. Bella pasti sangat pemalu. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira.” Semua menaikan alis kaget.Diterjemahkan dari: www. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice.?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu. ya?” tanya Emmet. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. “Coba bersikap seperti manusia. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya. dia menepis santai dengan kibasan jari. Tetap saja. Badanku kaku. tapi aku tahu kemana pikirannya. Membaur dengan lingkungannya. Aku tidak tahu. Kemudian.” Emmet terkekeh. Dia pasti menebak. Dia mengangkat tinju kanannya. “Kita sudah membahas itu. Temboknya rengkah.. tentu saja. mungkin itu orang terdekatnya. Tentu saja tidak meleleh. bahwa dia penyebabnya... mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian.meskipun tampaknya tidak begitu. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia.” “Manusia. di meja kami biasanya. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang. Ke Alice. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan. Aku melihatnya bereaksi. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain. “Sudah tahu kenapa..” Aku mendelik. Sudah pasti aku membuatnya takut.” Alice berbisik.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana.. Barangkali pada ayahnya.pasti tidak cerita apa-apa. diterima.. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. Manusia cenderung ingin bersikap normal.

” Rosalie menegur mesra. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. Aku cepat-cepat membuang muka.” Aku pura-pura memperhatikan. sayang. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. Bukankah 30 .” Bella menjawab dengan suara lirih. aku merasa sedikit tidak enak badan. Dia sedang memandangi lantai. bro. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. lewat pikiran Jessica. saling lirik mencari biang onarnya. yang sepertinya sedang melamun. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. Tidak ada yang menoleh kesini. Aku menarik napas pendek. berangsur darah menghilang dari wajahnya. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka. tapi masih sangat jelas. berdiri kaku di antrian. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru.” suaranya memelan. Emmet.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. Aku mendegar dua suaranya. ke Emmet. “Hari ini aku minum soda saja. Kulihat. “Tidak apa-apa.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. Kenapa itu menggangguku.Diterjemahkan dari: www. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. Mike Newton bersama dua gadis itu. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai. pikiran dan verbal. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. “Sangat manusia. Mereka tidak mencari terlalu jauh. sangat jernih. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu.stepheniemeyer. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. Kau terlihat sakit. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis.

Untung mereka duduk di tempat biasa. Alice tertawa. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton. dan mengangkat nampannya sebagai perisai. seperti janji Alice. seideal lukisan Norman Rockwell. . Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang. dan kami semua kembali menikmati canda ini. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan. kemudian kusadari aku ikut khawatir. Air beterbangan.” sindir Emmet.. “Tenang. Bagaimanapun juga. memperhatikan ketiganya memilih meja. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. Aku pindah ke Jessica. seseorang membatin. secara naluri. Dia mengerjap.” “Tunggu saja. Emmet tertawa. setengah cair setengah beku. “Kau yang mulai duluan. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet.stepheniemeyer. aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya.Diterjemahkan dari: www.. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu.com minggu lalu. “Aduh!” keluh Rose. Dunia tidak akan berakhir. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. Dia akan melihat kesini. Alice terus tertawa. Seperti diriku.” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku. di salah satu meja terdepan. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu. menarik perhatianku. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike. 31 .. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. Edward.. dan menyeringai waspada. sama seperti anak tolol itu. Tidak melawan angin.memandangi keluarga Cullen lagi. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. kaget.” Seketika itu juga. terlihat bahagia dan normal. Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. “Terus terang. Alice menyikutku.” gerutuku. bersikap manusia.. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya..

sejalan dengan frustasiku. Aku coba memahami gerakannya. Tentu saja begitu. melakukan apa yang diminta. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. Tidak ada apa-apa selain hening.” gadis itu kembali berbisik. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. tapi cuma bisa menebak. Pertanyaan itu membingungkan Jessica. Jessica terkekeh. Pikirannya menggerutu. tanpa diminta. Mungkin dia memang letih. “Dia tidak kelihatan marah.” Jessica meyakinkan dia. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. Tidak ada nada sinis atau cemburu. Tapi aku berkonsentrasi sekarang. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami.Diterjemahkan dari: www. tapi aku tidak menatapnya. aku tidak pernah mengupayakannya. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat.” “Sudah jangan dilihat lagi. Aku mendengarkan. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. bukanya menghilang. Sepertinya 32 .” dia berbisik di telinga si Swan. sambil cekikikan. “Tidak.” gadis itu mendesis kesal. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin.” jawab Jess. Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku.stepheniemeyer. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. “Tapi dia masih memandangimu. Dia cepat-cepat menunduk.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica. “Well. iya kan?” dia balik berbisik. bersembunyi dibalik rambutnya. pada responnya. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun. terlalu tertarik. “Edward Cullen menatapmu. coba mendengar sesuatu. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu.” mereka selalu begitu.

“Kenapa mesti memaksakan diri. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu. Kita hampir lulus. tapi kemudian ia tahan. hanya sedikit. Mereka menunggu keputusanku. cukup satu hari saja? “Aku. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir.. Lebih cepat tahu lebih baik. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini.com —sepertinya tentu saja. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak. duduk disamping si gadis.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju.” Aku juga tersiksa pada pilihannya.stepheniemeyer. Badannya menggeser sedikit. menghela napas panjang. Benar-benar bodoh. Akhirnya. menatap kedepan ketimbang lari lagi. aku masih tetap duduk. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama.” “Aku belum ingin pindah lagi.. “Pulang lah. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. Edward?” protes Jasper. tidak sadar telah turun hujan. Aku ingin. “Kau telah memutuskan.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah.rasa tidak apa-apa. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi. Apa aku akan pergi ke kelas. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri. Manusia-manusia itu mulai keluar. dagunya hampir menoleh. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku.” Alice berkata ragu. sangat ingin. Keluargaku juga belum beranjak.Diterjemahkan dari: www. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. karena tidak berkaitan dengan dia. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. 33 . Jangan buru-buru. Emmet. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Ketika jam istirahat selesai. kedengarannya ia sedikit merasa begitu.” Rosalie memprotes. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara.

penasaran pada hal sepele buah pikirannya.” kataku dengan suara pelan. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu.. sibuk mencoretcoret buku catatannya.makin tegas. beranjak dari meja. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. “Ayo masuk kelas.Diterjemahkan dari: www. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi. tapi matanya sangat terbuka. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. kecaman Jasper. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. Wajahnya menunduk lagi.” perintahku. 34 .” dia mengerling penasaran. Akhirnya. dia tidak mendongak. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. persetujuan Emmet. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi.” Alice meyakinkan. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran. amat terlalu ingin tahu. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. Tapi tidak ada maknanya. Bisa kudengar kecemasan Alice. disinilah aku.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. Pikirannya tertutup. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. “Tidak. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. Penasaran. “Ini. Rose. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. “Halo. Aku tahu dia mendengar. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan. membuat gambarnya tidak imbang.stepheniemeyer. Mr. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya.. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. membiarkan kakinya menggesek lantai. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. Aku belum terlambat.

Lagi. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. menggerakan kepalanya sedikit. bagi orang sepemalu dia.” sapaku.stepheniemeyer. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. Ini membuatku merasa bersalah. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. seakan itu membuatnya tidak senang. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna. “Maksudku.Diterjemahkan dari: www. Aku pasti benar-benar menakutinya. tidak berkata apa-apa. aku lebih suka Bella. “Tapi kupikir 35 . Kendati tidak mau terlalu menonjol. Aku terus menatap kedalam matanya. Kurasa. kurasa semua orang tahu namamu. Aku tidak mengerti. “Bukan.” jawabnya. bingung kemana arah pertanyaannya. dia begitu lemah. “Namaku Edward Cullen. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya. aku berhat-hati dengan gigiku.” Dia mengerutkan dahi. Tanpa bernapas. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. meskipun aku tahu dia sudah tahu. tanpa merasakan aromanya. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab. saat bersamaan mereka mencari perhatian. suaranya gugup.com Dia mendongak.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin. “Oh. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. mencari dasarnya. Pipinya merona.” katanya. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu. Kau pasti Bella Swan.

Cukup tajam. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. cepat-cepat membuang muka. Dia menatapku. Jika ingin bicara lagi. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. aku harus mengambil napas. “Oh. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri.” kulitnya bersemu jadi merah muda. Akan sulit menghindari percakapan. Ahh! Sangat Sakit. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya.stepheniemeyer.” perintah Mr. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin. lebih takut. Aku merasa geram. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. “Kau duluan. dan kami mesti berpasangan hari ini. Banner. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan.” ujarku konyol. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong.. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. seperti yang lainnya. matanya lebar. partner?” aku menawarkan. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini. Dia menyadari perbedaan itu. Aku memberanikan diri. menjulurkan kepala kesamping. yang sedang menunduk memandangi meja..Diterjemahkan dari: www. Aku kehabisan udara. Bahkan tanpa mencium baunya. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. mengunci otot-ototku. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu. “Mulai. 36 . terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. Itu akan membuat dia lebih curiga. Sial baginya.

Sudut mulutnya bergerak turun. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh. dan langsung kecewa. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. 37 . sekotak slide. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi.Diterjemahkan dari: www. Dia melihat ke lensa dengan sangsi. Dia benar. melalui sela gigi.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja. “Profase.” gumamku lewat sela gigi. menulis pada lembar kerja. Dia tidak terlihat takut. Selama sedetik. Ia buru-buru menarik tangannya. Tangannya mengulur ke mikroskop. Aku menatapnya. dan kemudian mengganti slide yang baru. Aku mengambil satu napas cepat lagi. “Anafase. “Boleh kulihat?” tanyanya.stepheniemeyer. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia.” aku setuju. Tidak heran dia diam. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan. Dia sudah akan mengganti slide-nya. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya. Aku menatap sekilas slide-nya. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan.” katanya. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. Aku butuh sesuatu untuk dilihat.” sebutnya setelah pengamatan singkat. Aku masih belum siap menoleh ke dia. terkejut karena dia bersungguh-sungguh. “Maaf. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. “Profase. “Aku akan memulainya.com “Tidak. kehangatan kulitnya membakar kulitku. sebuah mikroskop.” aku berkata sendiri saat akan menulis.

” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini. “Interfase. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras. ya?” dia tiba-tiba bertanya. tak perduli betapa normal. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat.stepheniemeyer. 38 . wajahnya menarik. Bisa dibilang dia cukup cantik. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan.. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku. Dia tidak terlalu lama melihat.com “Slide tiga?” dia meminta. Bahkan lebih menariknya. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. Kulihat lagi gadis itu. Aku menatap balik.” gumamnya. Kami berhasil selesai dengan cara ini. Ini perkembangan baru. dengan mata masih di mikroskop. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar.. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. sejak kedatangan gadis ini sepertinya.. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku. Lebih baik dari sekedar manis. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. tapi mengulurkan tangan. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. dan ada matanya. “Kau memakai lensa kontak. terpesona pada besarnya malapetaka. kehebohan.Diterjemahkan dari: www.dalam cara yang tidak biasa. batin Mike.. yang penuh rahasia. Pertanyaan yang aneh.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. sambil menatapku sebal. “Tidak. “Oh.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. menungguku yang menulis. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang. Tubuhku pelan-pelan menghangat. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya.

” Pikiran Mr. Edward. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. Untuk persiapan hari ini. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis. Sekarang. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu. tertarik.com Aku mengangkat bahu. “Yeah. Yang lainnya. bahuku kaku. Mereka bersembunyi minder. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap. godaan hari ini.” ujarnya. meneliti jawaban kami. mataku hitam karena haus. “Jadi. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. Banner mendekati meja kami.” spontan aku meralat. Jika tahu maksudnya. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti. Minggu lalu.” Ini mengejutkan dia. saat dia tersenyum.” 39 . Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku.Diterjemahkan dari: www. Dua tahun aku di sekolahan ini.” “Whitefish Blastula?” Mr. Banner menyelidik. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. tubuhku dibanjiri darah. aku akan menjawab iya. Kelepasan bicara lagi. dan berpaling ke depan kelas. saat terpesona dengan keluargaku.stepheniemeyer. Tentu saja ada yang berubah pada mataku. agak kebanyakan sepertinya. mataku berubah hangat keemasan. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya.

Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu.” aku menebak. tidak santai seperti percakapan biasa. nadanya dingin..” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan. Ini tidak mengejutkan. Banner. terlalu menyelidik. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. Tentang cuaca—selalu aman.stepheniemeyer. “Atau basah.Diterjemahkan dari: www. sambil mengerutkan mulutnya. ya kan?” kataku. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 . “Tidak juga. Itu membuatku ingin bertanya lagi. pikirannya akan selamanya jadi misteri.” Ucap Mr. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu.” dia berkata pelan. “Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar.” dia menambahkan. “Kau tidak suka dingin. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu. jika ia pergi. mengejutkanku lagi.” jawabnya.” Mata lebarnya mengerjap. “Well. Teka teki yang akan terus mengganggu. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu. Tidak sopan.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini.rumit. “Sayang sekali turun salju.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar. Dua kali salah dalam satu jam.. “Jawabannya. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele. tidak menambahkan apa-apa lagi. aku ingin menambahkan. “Lalu kenapa kau datang kesini. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu. Dia kembali menggambar lingkaran. “Kupikir kalian cocok menjadi partner. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman. Sangat memalukan. Topik sederhana yang membosankan.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu.. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini. “Kau tak tahu bagaimana rasanya.” tanyaku.. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya.

“Barangkali tidak.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. Terdengar terlalu mencampuri.Diterjemahkan dari: www. tapi cukup baik. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku. “Tidak.” aku memaksa. “Ibuku menikah lagi. “Rasanya aku bisa mengerti. Mendadak ia mendongak. mudah dipahami.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. Yang harus kuakui. dia bicara cepat. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi. pilihan karirnya membuat dia kagum.” Ah. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas.stepheniemeyer. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak. “Terlalu muda barangkali.” lagi-lagi tersenyum. “Dan kau tidak menyukainya. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. Phil baik.” berkas senyumnya makin tampak. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. “Benar-benar liga 41 . Ini membatku tidak sabar. mengira-ngira Phil yang mana. “Itu tidak terdengar terlalu rumit. memancing lebih banyak. “Phil sering bepergian. suaraku kelewat penasaran. Sebetulnya..” kataku.” aku menerka.. membetulkan asumsiku. Dia pemain bola. ini sangat manusia. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. Dia bukan pemain andal. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa. Pandangannya menunduk lagi. buru-buru.” jawabnya. Aku ikut tersenyum.com tenggorokanku. Dorongan yang aneh. memang begitu.

tapi dia merindukan Phil. “Terus?” ujarnya. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie. Aku menatap matanya. “Mula-mula dia tinggal denganku. coba terlihat santai. Aku benar-benar tidak paham. Jadi aku menyerah.” katanya.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. “Itu tidak adil.. sebal telah kalah. Dagunya terangkat. nadanya makin sayu di tiap katanya. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan. meskipun aku tidak tahu kenapa. ternyata tidak terlalu keliru. Aku mengangkat bahu. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. “Aku tak mengerti.” Aku tidak tahu maksudnya.Diterjemahkan dari: www. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil. “Tapi sekarang kau tidak bahagia.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. Dia tertawa dingin. berharap mendapat reaksi darinya. Dia lebih mementingkan orang lain. Kali ini.” kataku. atau alasan dibalik nada bicaranya..com kecil. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. Dia tidak seperti kebanyakan manusia. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. aku membayangkan skenario baru.” aku mengakui. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar.stepheniemeyer. “Tidak. Dia benar-benar tidak masuk akal. Saat melihat hal ini. ekspresinya mendadak datar. Dan berhasil lagi. Dia sering berpindah-pindah. Pada saat bersamaan. suaranya berubah tajam.” tanggapku ringan. Tidak seperti manusia lainnya.” gumamku. dia tidak mengirimku ke sini.” 42 . Tebakanku sepertinya menyinggung dia. “Ini membuatnya tidak bahagia.” dia menjelaskan pelanpelan. “Aku sendiri yang mau.

” dia memberitahu. menggangguku. Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. dan kembali menatapku lagi. Itu sangat tidak aman. “Kurasa tidak. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. tentu saja. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah. 43 . Itu membuatku tersenyum. tapi pura-pura tidak mendengar. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. Tapi.” Dia mengerutkan muka.” aku akui. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. Dia tidak suka saat tebakanku benar. itu saja. terlihat bingung lagi. kalau aku terlena. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya. lalu ia membuang muka kedepan. Dua kerut V diantara matanya. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. pembicaraan ini. lucu.” aku berkata pelan. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. sisa kesenduannya. masih membuang muka. problem manusia tidak penting.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya.” Dia menatapku balik. Semua situasi ini. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya.com Aku ingin ikut tertawa. menebak asal-asalan. meskipun sama tidak merasa gembira. “Pertanyaan yang bagus. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya.stepheniemeyer. aku tidak dapat menyentuhnya. Matanya mengerjap sesaat.Diterjemahkan dari: www. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. “Kau pandai berpura-pura. “Ya sudah. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini.

yang lagi-lagi. merasa aneh.stepheniemeyer. Aku tersenyum lebar. “Aku malah sulit menebakmu.. Dia terlihat lega karena teralihkan. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. Aku tidak bisa disebut hidup. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. “Biasanya.” tanyaku. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. membuat asumsinya sendiri. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang.” Dia memberitahu. menggerutu. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya.” dia menebak.Diterjemahkan dari: www. tapi tatapannya terperangkap pandanganku.” Keningnya mengerut. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya. khawatir. dan gadis itu langsung berpaling dariku.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. Aku tidak akan sanggup menahan diriku. sejeli sebagaimana dia kelihatanya. gelisah. meskipun sudah coba kuusir. Aku harap dia begitu.com “Apa aku mengganggumu. tepat sasaran.. “Tidak juga. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. Itu kelakukan bodoh. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat. “Kebalikannya. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu. Aku menatapnya terheran-heran.” bantahku. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. Aku ingin tahu lebih banyak 44 .” aku mengiyakan. hidup bukan istilah yang tepat. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya. Sungguh aneh. Dia bermaksud mengerling sekilas. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti. sambil tersenyum tanpa sebab.

Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing. Minimal aku tidak merusak apa-apa. aku tidak tahu seburuk itu. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh.stepheniemeyer. Tidak ada yang mati.. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. hubungan dia dengan ayahnya. Semakin menarik dia bagiku. Tidak. Lagi.. 45 . dan menjauh sebisanya dari gadis itu. Dia terikat kencang. aku melihat ingatannya barusan. Kurasa itu berita baik. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya.Diterjemahkan dari: www.. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu. Paling tidak untuk saat ini. Monster dalam diriku menggeram. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas. Dia meyakinkan aku.. kehidupannya sebelum kesini. aku tidak boleh mendapati dia menarik. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. Dia melihat ekspresi liarku sekilas. Apa aku akan membuat yang ketiga. kukira. “Kali ini. iya kan? “Iya. Tadi ia ingin ikut mengejar.com tentang ibunya..” Mungkin lain kali akan lebih mudah. Tadi aku tidak berniat akan. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. ia akan bilang. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. Dalam perjalanan masuk kelas. Memang tidak. Aku berhenti bernapas. Tidak sadar.” bisikku.” desisku lewat sela gigi. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat. “Tidak ada yang mati.. Jika Alice butuh bantuan. tapi tidak menikmati kesakitanku.” aku bergumam. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi.

sambil segera menuju pintu.com “Tentu. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan.. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. “Emmet—por favor.” Atau.” bisikku. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar. Dan dia sudah mengikutiku. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. Langit keunguan diatasnya. seakan itu hal yang tidak terelakan. Kau bukan orang pertama yang mengacau. Harmonis.. Aku tahu. mungkin kau akan membunuhnya.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. Seakan ingatanku masih belum cukup. “Itu tidak menolong. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Aku langsung terlonjak.stepheniemeyer. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya. Dia mengangkat bahu. terkejut dengan gerakan mendadakku. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. “Tentu saja. “Esta bien. Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel. hampir malam. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. Waktu itu petang. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. “Ah. Emmet. Emmet terkenang. ke sebuah jalan pedesaan.Diterjemahkan dari: www.. Tidak sampai setengah detik. jingga di sebalah barat pepohonan. Emmet sedang menyusuri jalan itu. “Me perdona. tanpa menahanku keluar kelas.” Aku dengar Emmet menjawab. Edward?” tanya Senora Goff. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja. 46 .” aku menggeram pelan.

tidak akan lebih baik jika aku melupakannya. “Sori. Dia kesal.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir..Diterjemahkan dari: www. Mungkin. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. Kedengarannya dia tidak takut. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik. cepat-cepat menjauh. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya.” aku menghirup panjang. Emmet. Aku ingin sendirian. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . Itu akan meremukan tulang lengan manusia. Lagi.. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. “Lebih parah. Aku tidak suka caranya menatap Bella. Tapi. membersihkan kepala dan paru-paruku. dan tidak terlalu berhasil. atau bolos. Bersembunyi. Emmet. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi. Cukup mudah menemukan Jessica.. tapi gadis itu sedang tidak besamanya. Di kelas olahraga bersama Mike Newton. “Tidak. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas.' Kira-kira seperti itu.stepheniemeyer. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. seperti seorang pecandu.” Dia terhenyak. Jadi aku terus mencari. Edward. Dia terus berpikir negatif seperti itu. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu. dan telapak tangannya sekaligus. Kembali ke kelas. Mungkin aku harus pergi.. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu..com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu.. lebih parah. Pembicaraannya paling-paling tidak penting. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. Aku ke mobil lagi.” “Aku tahu. menunggu hingga sekolah usai. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri.

untuk mengintai gadis polos itu. belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. Dia menatapku balik hanya setengah detik. Sudut bibirnya turun. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton.. Aku tidak mau kaget. Dia tidak melihatku. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. 48 . Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku. Aku menyalakan CD musik rock.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. dan akhirnya melihat ke arahku. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. Bukan mengintai. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. Hanya bersiap-siap. aku coba meyakinkan diriku. Aku mencuri-curi beberapa kali. seakan mereka menyinggung perasaannya. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. Dia melihat sekitar sebelum mundur. Ini menggangguku lebih dari semestinya. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. aku tetap tidak bergerak. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. tidak yakin kenapa. aku keluar dari mobil. ketika akan tiba di parkiran. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. setelah hampir satu jam. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku.. Dia menyisir rambutnya dengan jari. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. jadi aku berhenti mendengarkan.

ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir. tak perduli apapun yang dikendarainya.com Dia menatap kaca spionnya. 49 . Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain. Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu. sangat hati-hati hingga membuatku geli. memandang lurus kedepan. mulutnya menganga ngeri. membuatku tertawa saat dia melintas. Ketika mobil lain lewat.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.

tapi aku menjauh. Tapi akan terjadi. Edward.apa ada masa dimana. Dia menjangkau untuk menyentuhku. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya. Saat berlari menembus kegelapan hutan.” Sekarang dia bertanya-tanya. bawa mobilku. “Memang itu yang kubutuhkan. tak perduli aku coba menghindar lagi. “Edward?” “Aku harus pergi. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu. Fenomena Aku tidak haus.” “Apa yang terjadi..” “Apa kau pernah.stepheniemeyer. “Aku tidak mengerti.com 3. Aku akan merindukanmu. Carlisle. meski aku tahu tetap tidak akan cukup. Ini. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin.. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu. dan memegang pundakku. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku.” bisikku sambil lari.Diterjemahkan dari: www. Belum. “Tidak. Ini lebih cepat. jika aku tinggal. Aku harus pergi sekarang juga.” “Tidak ada. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi. Carlisle ikut menemani. Sedikit pencegahan. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali. wajahku tertunduk malu. Jika kau memintaku tetap tinggal.” “Aku sangat sedih kau menderita.” Kulihat diriku menarik napas panjang.” Saat tahu dia mengerti. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 .” Dia menggapai tanganku...

“Iya. aku tahu.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi. Dia tertawa. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi.. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi. tapi di berhutang padamu.” “Tentu kami akan ikut. aku tahu itu.. setelah ada korban jiwa. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia.” aku mengaku. Apa karena harga diri. jika aku bisa membuat diriku pergi.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek.” 51 . tapi jika ini terlalu sulit. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan. Kami melambat—hampir berlari normal. sebelum ada insiden. Rosalie mungkin. Bagaimanapun juga.” “Aku tidak suka jadi pengecut. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti. jika itu yang kau butuhkan. Hal itu tidak akan menghentikanku. Mereka tidak akan kesal.” “Kau betul. iya kan? Aku tidak menjawab. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah.” pada akhirnya candanya lenyap. Suaraku parau.” Aku mengangkat sebelah alisku. Tapi kau tidak akan pergi.. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. “Iya. daripada nanti. dia memperhatikan ekspresiku. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi.Diterjemahkan dari: www.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal.” “Aku tahu. jauh lebih baik kita pergi sekarang. “Seharusnya aku pergi.. Tidak kali ini.. Aku mengacuhkan kata-katanya. “Tidak.” aku menyetujui.stepheniemeyer..” “Apa yang menahanmu disini.com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup. Kau hanya perlu minta.

Dia akan pergi kuliah. Aku mendesah. bahkan dengan buruan yang paling baik. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. Perutku kembung karena kebanyakan darah. mungkin menikah dengan seseorang. Apapun itu tidak penting. “Terima kasih. Tapi sangat sulit untuk bersemangat.” Aku mengikuti.” bahkan ke diriku sendiri. Salju yang mencair telah membeku. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu.Diterjemahkan dari: www. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Hanya selama satu atau dua tahun. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara. Tapi aku akan menghargai privasimu. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. Kau terlalu baik. Dia tertawa lagi. Carlisle benar. Tidak. semua tertutup es. aku tidak mengerti. menua. Dia menilai ekspresiku. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. badan membungkuk dengan cakar didepan. Mereka bisa mengatur alibinya.stepheniemeyer. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. jika itu kemauanmu. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. menatap dasarnya. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki. tiap batang rumput. memulai karir. Mengunjungi saudara jauh. dengan ingatan darah gadis itu. Itu tidak masuk akal.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. Sekolah asrama di Eropa. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. bau rusa jadi terasa menjijikan. dan gadis itu akan menghilang. menunggu matahari terbit.” dengan satu pengecualian. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. Aku bisa membayangkannya— 52 . aku tinggal di tepi sungai. Saat ini. Kami mengambil posisi berburu. Aku seharusnya meninggalkan Forks. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. “Ayo. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. tiap daun pakis.

stepheniemeyer. Aku mendesah dan menangguk. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. agar cerita yang berkembang meyakinkan. tapi aku akan melakukan hal yang tepat.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. aku memutuskan. Aku ingin kau tinggal. “Aku belum tahu kemana tujuanku. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. Sangat terlalu bias. Matahari terbit dibalik awan. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah.. Berhenti membahayakan kehidupannya.Diterjemahkan dari: www. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. lengannya mengait ke lengan ayahnya. Aku bisa mengatasinya. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. dia cemberut padaku. Ini akan sulit. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. atau empat. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle. Aku tidak bisa mengerti. Itu hal yang benar untuk dilakukan. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian. Sungguh ganjil.” bisikku. Aku akan menemui dia satu hari lagi. Satu hari lagi.. Aku menggeleng. Alice sedang menungguku. Aku harus mendengarkan dia. Dan pikirkan 53 . Kau akan pergi lagi. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu.

Aku akan 54 . dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak. “Menurutku sesuatu ada yang berubah. Tidak cukup jelas untuk dikenali. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. Aku juga. dan banyak jalan yang salah. “Aku tahu. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. lagi. Dia berhenti.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar. tapi. sangat kabur.” “Cepat ganti baju.” dia meyakinkan aku. Menurutku.Diterjemahkan dari: www. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh. meskipun.stepheniemeyer. Ini tempat yang aku tahu. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil. Kemudian. “Thanks. Alice. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu.com bagaimana Esme. pundaknya terkulai. “Ya. Tapi aku harus melakukan apa yang benar.” Aku tertawa muram.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini. kau tahu itu. Maka itu kau harus tinggal.” Ada banyak jalan yang benar. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. Ada sesuatu disana bersamaku. aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. “Kau pasti sadar bukan.. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya.” dia mengucapkannya dengan suara verbal. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah.. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini.

setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Sungguh. Yang lain langsung masuk ke kelas. tidak perduli betapa nikmat aromanya. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. Yup. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama. Jalanan licin karena es. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. Ya. Aku segera tahu kemudian. Hanya mempersiapkan diri. Alice menemani. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. aku juga akan sangat merindukannya. Dia belum datang.stepheniemeyer. betul. Tentu saja. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. Ini adalah salah satunya. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka.Diterjemahkan dari: www. orang yang bertanggung jawab. Itu adalah perjalanan yang sepi. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. 55 . tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. Sebetulnya cukup mudah dipahami. temperamental dan gampang marah. Aku bersandar ke mobil menunggu.com merindukanmu. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian.

. tidak yakin dengan langkahnya. Aku akan bicara ke dia. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam.. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku.. kakinya selalu terpleset. mengisi paru-paru. Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku. Tidak. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh. tapi dia belum menyadari aku disini. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri.. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku.. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. Tapi mungkin ia akan menatap balik. dia justru ke belakang truknya. mengamati dia.. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. melihat kebawah dengan ekspresi aneh.. rasa penasaran membakar seperti dahaga. Aku mengambil napas panjang. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan. dan itu membuatku frustasi.Diterjemahkan dari: www.. Tatapannya. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin.stepheniemeyer. Tidak. Mungkin akan datang bicara padaku. Dia tidak suka salju.emosional? Lagi. namun juga segalanya berkaitan 56 . dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. mengecek pijakannya yang licin dulu. itu salah. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. Dia tidak mendongak. Tapi. Dia keluar dari truk dengan hati-hati. Bukannya ke kelas. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. sekedar berjaga-jaga.com Mobilnya diparkir tidak jauh. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. sepertinya itu tidak mungkin. Itu membuatku tersenyum. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan.

Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. berdiri tepat di tempat yang salah. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua. sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. bingung karena mendengar suara lengkingan bising. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es.stepheniemeyer. tapi juga bagi seluruh keluargaku. aku menyadari kesalahan itu. di belakang truknya. Gadis itu. tubuhku serasa membeku. yang meluncur diluar kendali Tyler. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. Ia mendongak. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya.com denganku. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. Aku menangkap pingganggnya.Diterjemahkan dari: www. dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. aku melihat penglihatannya mendadak berubah. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. Van itu kemudian berubah arah. Masih terkunci dalam pikiran Alice. 57 . Aku telah berbuat terlalu banyak. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat.

mengangkat van di udara sampai bantuan datang. 58 . demi orang-orang kudus. kemudian terayun.Diterjemahkan dari: www. Aku sangat lega mendengar suaranya. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. pikirannya panik. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. Saat mau jatuh. Jika kulepas tanganku. Matanya terbuka. Van itu bergetar. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya.stepheniemeyer. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu. Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. syok. Aku tahu situasiku terpojok. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. Dua ban sampingnya terangkat. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. “Bella?” Aku bertanya khawatir. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. kusorong van itu sedikit. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. Saat teriakan orang-orang mendekat.. mengetahui dapat saja menghirup baunya. Ketakutan itu adalah yang terbesar. Sambil mengggeram dalam perut. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia.. aku memeriksa wajahnya. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. Oh.com Terekspos. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. Aku menarik napas lewat sela gigi.” dia menjawab spontan dengan suara linglung. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya.

. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan. “Aduh. Dia berusaha untuk berdiri.” dia kelihatannya baik-baik saja. masih memegangi dia di sisiku. “Aku berdiri di sebelahmu.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam. Aku menatap balik. Itu bagus.Diterjemahkan dari: www. Dia melihat terlalu banyak.” suaranya perlahan menghilang. Entah bagaimana aku merasa. Kebanyakan para murid.. Sepertinya itu membingungkan dia. dan aku bukan amatiran. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini. “Itulah yang kupikirkan.lebih aman? Lebih baik. Dia melihat ke sekeliling. paling tidak. “Hati-hati. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar..” keluhnya.” aku memperingatkan. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. memeriksanya dengan peralatan lengkap. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. ekspresinya masih syok. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. tapi aku belum siap melepasnya. Ekpresiku lembut.” aku tahu dari pengalaman. Dia mendongak menatapku. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle.com Dia berusaha untuk duduk. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar. “Bagaimana bisa. “Coba jangan berdiri dulu. rasa humor lenyap. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. bersahabat. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. Mereka saling mendesak maju untuk menonton. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja. jika sangat yakin saat berbohong..stepheniemeyer. Kali ini kuijinkan. Kini. Aku hampir tertawa geli. matanya mengerjap bingung. Bella. Kini orang-orang mulai merubung.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. tapi apa dia boleh 59 . Dia berusaha duduk lagi.. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam. Aku pegang pundaknya untuk menahannya..

Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. Dagunya terangkat maju.” “Baik. “Tapi dingin. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku.” Hal itu membuatku masam lagi.. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya. “Kau ada disebelah sana. “Tidak. masih ngotot. tidak panik. “Kau ada di sebelah mobilmu. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler. namun dingin yang ia risaukan.” “Tidak. “Bella. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada. Bella mengerjap.” Aku berusaha tetap tenang. “Kumohon.” dia mengeluh. “Percayalah padaku.” dia mengulangi dengan nada ketus sama. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala. bukan hanya karena insiden ini. Jika aku bisa menenangkannya sebentar.” dia ngotot. dan aku menarikmu.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya. aku sedang berdiri disampingmu. Dia melirik ke tempatku tadi. Rahangnya mengeras. Bella. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu. saat menjawabnya.” “Aku melihatmu. dan kemudian matanya fokus ke wajahku.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh. Hasrat yang konyol. Sangat ingin. nadaku ketus.Diterjemahkan dari: www. Jadi. 60 . Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali. “Baik.com menggerakan leher? Lagi. aku berharap ada Carlisle..” aku memohon.stepheniemeyer. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka. Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya.

para saksi dan orang-orang yang baru datang. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku. Dia ketakutan. Aku mungkin saja membantu mereka. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya. Itu membuatku lebih rileks. iya betul. Dia tidak langsung membantah ceritaku. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak.stepheniemeyer. Lagipula gadis ini matanya tajam. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya.. yang menatapku sengit merasa dikhianati. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya. Jasper. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. agar lebih cepat. dan tidak menemukan hal yang berbahaya.. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam. “Apa kau baik-baik saja. Aku mesti membayar mahal nanti malam. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. tapi dia terlalu dekat. dan Emmet.” Brett Warner menyapa. Akhirnya.. Dalam pikirannya ia tidak curiga. Dia seorang perawat. yang baru saja datang. pihak berwajib ditelepon.. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu. trauma. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. kid?” “Perfect. Kemungkinan agak syok. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit. “Hey. belum ditambah benturan di kepalanya. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. 61 . Aku tidak kena apa-apa.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis. Edward. tapi aku sudah cukup terlibat masalah. Brett.Diterjemahkan dari: www. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. Oh. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan.

Buat kebanyakan manusia. Sangat cemas dan merasa bersalah. Rintihan dia sampai padaku. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya.. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. Aku cuma bisa 62 . Baru setelah mendengarnya bicara. Aku hanya. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance.stepheniemeyer. Pikirannya sebagian tersembunyi. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki. Menarik. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. Dengan kebanyakan manusia.Diterjemahkan dari: www. bukannya kosong. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya. disamping Brett. bukan untuk gadis ini. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa.. paling tidak. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet. Meskipun tidak terucap. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan. “Aku baik-baik saja Char—Dad.” keluhnya. dan dia setuju. Hmm. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. tapi tidak sulit menolak mereka. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. dia tidak melebih-lebihkan. “Aku tidak terluka. menggema makin dalam. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. “Bella!” Dia berteriak panik.

.” Dia langsung menghela napas lega. Matamu. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. tidak. Dia langsung terlonjak berdiri. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance. Tentu saja. sedang sisa harmoni lainnya. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi. Sejauh yang bisa mereka katakan. Edward—kau tidak— “Tidak.com menangkap satu nada. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu. dia menyadari mataku yang masih keemasan. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini. dia menggantung satu 63 .” Dia mendengarku mendekat tak sabar. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. Aku ingin mendengar lebih banyak. Aku harus konsentrasi. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. Aku mesti mendengarkan. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. aku tidak mengerti. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es. Ketika tiba di rumah sakit.. tentu saja.. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu.Diterjemahkan dari: www. Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. “Dia terluka Carlisle.stepheniemeyer. sejauh ini. dan segera waspada begitu melihat wajahku.. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. prioritas pertama adalah mencari Carlisle.” aku berbisik ngeri. aku seharusnya tahu. “Carlisle. Dia ada di dalam kantornya yang kecil. mungkin tidak serius. bukan itu. Wajahnya pucat. tidak ada luka serius pada gadis ini.

“Kumohon. karya seorang pelukis bernama Hassam. Kau melakukan hal yang benar. Aku bangga padamu Edward.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. “Belum ada.. “Dia tidak jauh di depannya. kita pergi. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. “Dia tahu ada sesuatu.Diterjemahkan dari: www. “Aku sangat khawatir telah menciderainya.” Dia mengitari meja dan memegang pundakku.” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah.. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. sedikit frustasi. Aku kembali sanggup menatap matanya.. Barangkali tidak perlu. tidak ada yang melihat. dan itu menggelitik.” aku buru-buru melanjutkan.. Kita tunggu saja apa yang terjadi. Aku tertawa bersama Carlisle.” Alisnya mengerut.. tapi lagi. Alice sempat melihat itu..aku minta maaf Carlisle.. Kelihatannya tidak apa-apa. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. Aku. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. tapi. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras. Aku juga mesti menghentikan Van itu. kecuali dia. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 ..” “Itu tidak penting. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya. ketika bergerak kilat melintasi parkiran. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku. Dan itu tidak mudah bagimu.” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya. mempertimbangkan kejadian ini.kecuali dia. Jika kita harus pergi. pada sekejapan sembrono tadi.. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa..” Ujarku.yang salah denganku.stepheniemeyer. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. Tidak ada yang memperhatikan. paling tidak bagi dia. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin. Aku bisa melihat ironinya. aku yang melakukannya. Entah kapan.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. “Kepalanya terbentur—well. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia.

Sekali melihat wajahnya. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. Itu tidak terlalu membuatku lega.. kelihatannya terluka lebih serius.. Aku ingin mendengarnya sendiri. itu aneh.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung.” dia berkata. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana. Tyler Crowley. Bella akan langsung ingat padaku.” aku bersumpah.. Aku menunggu.” “Cullen?” Huh. “Mmm. Tyler merasa sangat bersalah. Tapi kemudian napasku memburu. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. si pengemudi van. Perhatian perawat beralih ke dia. sementara Bella menunggu giliran dirontgen. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler..” aku mendengar dia menggumam. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan. Carlisle tidak turun tangan. Ia ragu-ragu. tidak bernapas. “Edward menarikku dari jalan. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. kurasa 65 . tapi aku tahu Carlisle benar. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. tanganku pada gagang pintu.. Akhirnya ia melanjutkan. “Wow. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit. “Aku tidak melihat dia. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan.. “Dia berdiri disebelahku. “Edward Cullen. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti.com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu.” Aku menghela napas.

. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen. baru menyadari pikirannya. tidak terlalu. tapi aku tidak perlu melihat dua kali. Aku seharusnya senang. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen.” aku menggumam dibalik napas.stepheniemeyer. Kurasa begitu. setengah jalan menuju UGD. Kami tidak sendirian. aku harus mengajaknya kencan. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau. Aku diam selama mungkin. Aku jauh lebih tenang. Carlisle memergokiku. Dia baik-baik saja.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. Kerja bagus. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor.Diterjemahkan dari: www. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler.. dia sedang berpikir. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. Agar dia tidak 66 . Ah. Aku tidak melukainya. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. Edward. Aku bersembunyi di pojokan. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. tapi tetap saja. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk.. iya. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya.com kejadiannya berlangsung cepat sekali. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa.. “Bersikap normal. Bahkan ketika acakacakan begini.. seperti tidak terjadi apa-apa. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. Dia cantik. Untungnya.. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu. Kau kelihatan jauh lebih baik. Aku hanya melihat lurus kedepan. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu. Semua bisa melihat hal itu. dia berkomentar. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik.. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD. Untuk membayar hari ini. Dia ada disini entah dimana. Bukan tipeku. Kepalanya baik-baik saja. kecurigaan menggantung di matanya.. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan.

ia sudah akan bicara. Matanya tertutup.. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. Matanya sesaat melebar.” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia. Hmm. Tanpa berpikir. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat. “Hai. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. tidak seru. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. “Tidak ada darah. “Ide bagus.” sapa Tyler.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.” semuanya alasan yang bisa diterima. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. merasa bersalah.. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan. Ketika Tyler melihatku. Edward. 67 . Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. Aku terdiam Sudah sana. Aku akan menyusul sebentar lagi. Aku menatap wajahnya lama-lama. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. masih memandangi hasil rontgennya. dengan kau disini. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. Ketika sampai di UGD.com makin curiga. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan.” aku berkata masam. Jangan buat dia curiga. Aku cepat-cepat pergi. tapi napasnya tidak teratur. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle.

Aku menjaga jarak darinya. Tentu saja dia melihat kemiripan kami.Diterjemahkan dari: www. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya. aku 68 .. kali ini agak tidak sabaran.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. duduk di ujung tempat tidur Tyler. “Jadi. Aku bisa mengerti.” dia berkata pelan. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali. “Aku baik-baik saja. dan berkata. Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. godaan itu jadi tidak ada artinya.stepheniemeyer. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. Aku mengerang dalam hati. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya. Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka.” aku berkata santai. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga.” Dia mengeluh. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. Bibir bawahnya sedikit mencebik. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal. Bertahun-tahun lalu.? Tapi sekarang. Kemudian ia mengerling kesal padaku..” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk. “Tapi jangan khawatir. “Aku baik-baik saja. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. aku datang untuk menyelamatkanmu.. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya.” jawabnya lagi. “Hasil rontgenmu baik. “Aku tidak apa-apa. “Jadi. Miss Swan.. sangat bahaya. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras.

“Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. “Sakit?” tanya Carlisle. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks. Bella mengernyit. “Tidak juga.” ujar Carlisle. dia berani. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui. “Oh tidak.. “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. Matanya kembali menuduhku. Sesaat dagunya tersentak. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya. 69 . Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini.” Carlisle mengoreksi.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap. jangan mencurigakan. wajahnya gelisah. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang.. Kembali dia mengerling kesal. Aku sedikit terkekeh..” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan..” Carlisle menyarankan. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara.. dan ia tidak ingin terlihat lemah. Dan dia tidak mengecewakan.Diterjemahkan dari: www.. tanpa takut. mengetahui ia tidak akan menyakitinya. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu.” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang.abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku.” kataku. “Sebetulnya. “Well.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah.stepheniemeyer. dan aku mengejang di tempat. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut.

stepheniemeyer. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku.” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. aku yang cari gara-gara. hilang keseimbangan.” ujarnya cepat. Mendadak Bella menghampiriku. Kupasrahkan padamu. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku.” “Oh. Membuatku tidak nyaman. “terima kasih banyak. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. Lagi.. Carlisle berkata dalam hati. Belum. baik kalau begitu. “Aku baik-baik saja. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku..” aku berbisik. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. 70 . “Kedengarannya kau sangat beruntung. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. Aku mulai bisa memahami dia.. Dia tersandung kedepan. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku.” Dia memberitahu..Diterjemahkan dari: www. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle. Rona merah muda terlihat di pipinya. Ini seperti memperolok harapanku. tidak berhenti hingga cukup dekat. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya. “Tidak. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. kemudian melepaskan peganggannya. Well. rasa iri itu melanda diriku. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam. “Sakitnya tidak separah itu kok. pelan dan cepat. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik. tidak!” dia buru-buru menolak.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya.

Diterjemahkan dari: www. Liur mengalir di mulutku.. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang. Aku ingin mengatakan sangat keberatan.” dia berkata dengan suara pelan.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya. jika kau tidak keberatan. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. Matanya berubah penuh tanya. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. Edward. dan kejam. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. mengejek. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. Tyler sama sekali tidak memperhatikan.” aku mengingatkan dia. “Aku ingin bicara denganmu berdua. “Ayahmu menunggumu.” dia memaksa setengah berbisik. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. Lebih buruk lagi. Setiap kali berada di dekatku. Aku berbalik ke dia. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. tapi hampir saja. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku.stepheniemeyer. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno. wajah gadingnya memucat. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. ekspresi yang selama ini menghantuiku. Ini adalah adegan perpisahan dariku. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . berusaha mengejar. Hati-hati. rahangku terkatup rapat. “Kau berhutang penjelasan padaku.. Aku akan berbohong.

Aku menatapnya. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. tapi kau mengangkatnya. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum.Diterjemahkan dari: www. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa.” Dia berusaha menahan marah.stepheniemeyer.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca.” Dia tersentak. dia melihat semuanya. membuat wajahku makin garang. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu.” dia berbisik.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak. dan itu jadi lebih mudah.. “Apa yang kau inginkan dariku. “Tidak akan ada yang akan percaya itu. kepalamu terbentur.” Dia marah sekarang. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. kau tahu. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya.” Dagunya terangkat. ekspresiku mengejek. Suaraku makin mengejek. Dia mengangguk tegas. dia akan menepati janjinya. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya. Kenapa?! 72 . Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya. “Bella. “Kau sudah janji.com —aku tidak berhutang apa-apa padamu. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. Meski marah dan terkhianati. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan..

.Diterjemahkan dari: www.” Dia memintaku untuk mempercayai dia. Aku kehilangan pegangan pada peranku. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau. langsung dari dunia horor. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini. “Aku tidak tahu. Kemudian ia diam.” Kami saling menatap marah. Suaraku tetap dingin.” dia menjawab penuh tekanan..dan aku tidak mau.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik. Wajahnya memerah. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga. lembut dan tidak berbahaya. “Kau tak akan menyerah.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam. Topeng diwajahku terlepas. Seperti geraman anak kucing.” ucapnya. lalu aku kembali menguasai diri lagi. Ia menggertakan gigi lagi. 73 . “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu...stepheniemeyer. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku. kan?” “Tidak. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan. menunggu. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati. “Ini penting buatku.” “Kalau begitu.

Edward. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. jauh lebih membosankan dari minggu lalu.Diterjemahkan dari: www. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya.. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. Vampir penguntit yang terobsesi. Tapi.. 74 .com 4.” Tersenyum ramah. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan... Penglihatan Aku kembali ke sekolah.stepheniemeyer. Seperti koma.” Tanpa senyum. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk.” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku. seseorang yang memiliki keluarga. Banner.. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi. tapi saya cukup beruntung. Mr. wajah-wajah disekitarku jadi luntur.” “Iya.” “Saya tidak terluka.. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan. Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca.. “Dia mengalami gegar otak. pepohonan. Seperti penguntit..tapi tidak kulakukan. tapi seorang Cullen. Sekolah jadi mustahil dijalani.. Tapi saya agak khawatir pada Bella. Tinggal Tyler... Penguntit yang terobsesi. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. langit. “Saya tidak terluka sama sekali.” mengerutkan dahi prihatin. Seakan warna-warni pada bata.” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja.. Para dokter sangat cemas. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar. Aku cuma memandangi rekahan di tembok. “Aku terkejut melihatmu masuk. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen. saya harap Bella dan Tyler juga begitu. Edward.

tapi bukan cuma karena ngeri.. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku. Banner mendehem. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. Hanya saja sangat.. Emmet melanjutkan. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs.” Mr.. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang.sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya..tapi tidak akan kugunakan. “Mmm. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini. 75 . terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan. cairan merah kental berceceran. tidak mengindahkan lamunanku.. Dia tidak semarah itu.. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam.... Alasan itu terdengar sempurna.stepheniemeyer. bau darah segar menguar pekat di udara.tapi ia sudah menetapkan niatnya. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia. Aku gemetar. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan. Aku tahu apa yang ia maksud. Tapi seandainya dia dibiarkan.” Aku mengangkat bahu. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. Rose sudah siap perang.. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman. Hati-hati pada Jasper. “Saya tidak tahu. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia.. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya. Aku hampir tersedak kedalamnya. meskipun punya cukup alasan untuk itu. Itu perbuatan yang sangat keliru.com Mr.Diterjemahkan dari: www..aku merasa kecut memikirkannya. Terlalu memalukan. Tidak. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna. menggenang di aspal.. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian.Ya sudah.. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku.

Aku menarik napas panjang. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. Amarah terlanjur membara di kepalaku.” aku menggerutu dibalik napas. Ada nada simpati pada suaranya. kau berantakan. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. Aku berusaha menenangkan diri. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya. hampir tidak terkontrol. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu.Diterjemahkan dari: www. Sialan. Dia menuduh aku curang. dan cuma mengangkat bahu. Emmet bukan pendendam. “Gigit saja aku. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang.stepheniemeyer. Rose. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. 76 . mesin pembunuh alami. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. Dalam pertarungan kami seimbang. aku akan bertarung demi dia. Kudengar dia terkekeh pelan.. Kau dalam kesulitan besar. Tangannya memegang pundakku. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. tapi sulit. Edward. Melawan keluargaku. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. Ya. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku. Ya. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Emmet menambahkan. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik.. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding. Mereka tidak tahu apa alasannya. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia. TENANG! Perintahnya galak. Dia mencengkram bahuku. Emmet lebih kuat dariku. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. bukannya menekan kebawah. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. Jika dia menekan kebawah. kursiku akan hancur berantakan. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih.com SSSTT. Aku gemetar.

perseteruan dengan keluargaku. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang. aku akan melakukan ini tanpa bantuan.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan. lamanya aku harus pergi setelah itu.. Mungkin solusinya dia harus dilarikan.. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. aku ragu. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. Barangkali cukup mengantar ke ibunya.. Tidak jika melawan mereka bertiga. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. pastinya. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama. aku menyadari tiba-tiba.Diterjemahkan dari: www. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku.. tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia.. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. Aku bukan tandingan mereka. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti..aku tidak tahu. Carlisle. Alice.. Tapi itupun belum tentu aman baginya. Mungkin itu cukup.stepheniemeyer. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. Kita lihat nanti. Gadis itu telah merubah segalanya. Mungkin dia akan memihak yang menang. tapi pasti tidak karuan dan sangat. 77 .. Jadi. Dia tidak akan menentang aku juga.. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami. melainkan aku. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. Well. maka Esme adalah hatinya. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. Aku tidak bisa menang sendirian.. Mungkin tergantung apa yang ia lihat. aku tahu aku menyayangi mereka. Dan juga bagiku. Esme. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya.

Itu membuatnya jadi lebih imbang. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Cuma itu. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. dan itu mengganggunya. Hentikan. Keuntunganku melakukannya. Aku berkonsentrasi pada Alice. Menarik. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu. Aku parkir di garasi disamping rumah. petarung yang paling berpengalaman diantara kami.. Aku tidak akan membiarkan.. Jadi Jasper berencana kerja sendirian.stepheniemeyer. Kemudian penglihatannya bergeser. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. kesunyian itu tidak berubah. Hanya menghalangi dia.com Setelah bel. mengkhawatirkan Jasper. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. juga diam. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper. bergerak menjauh dari rumah Bella. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras... Tidak. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. Kami berlima duduk ditengah kesunyian. Emmet betul tentang Jasper. disebelah jeep besar Emmet. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan. Jasper adalah yang terbaik. Selama perjalanan sampai ke rumah. Suara yang lainnya jadi terbenam. tidak begitu. Mercedes Carlisle sudah disitu. Yang lain sudah menunggu di mobil. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. M3 milik Rose. Dia sangat yakin dengan niatnya. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper. Alice risau. Aku mengacuhkannya. membolak balik kilasan gambar masa depan. Aku mencegat Jasper duluan. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. tapi kuabaikan sebisanya. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia .Diterjemahkan dari: www. Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Semuanya samar dan berbayang gelap. dan Vanquishku.

Aku duduk disamping Carlisle. keemasannya yang dalam menatapku prihatin.stepheniemeyer. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi.Diterjemahkan dari: www. di ujung meja sebelah timur. Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. sama sekali tidak melihat ke arah lain. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. Saat semua duduk. Tinggallah. Jasper ragu-ragu. Aku mengambil napas panjang. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini. dia hanya risau padaku. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Gigiku langsung terkunci. Emmet duduk disampingnya. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. tapi dia tetap diam ditempat. tidak perduli apapun hasil diskusi ini. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. Dia telah mengambil keputusan. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya.com meledak. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. wajah dan pikirannya masam. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. 79 . Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. Kami langsung menuju ke ruang makan. Dia memelototiku. garis demarkasi telah dibuat. di ujung meja satunya. Alice yang terakhir datang. Mata Esme menatapku. Carlisle duduk di tempat biasanya. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie. Hanya itu yang dia pikirkan.

Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita. “Tidak. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud. Kita harus lebih berhati-hati 80 . Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang.” aku buru-buru menyanggah. “Hanya beberapa tahun. “Yang sebatas ini aku tahu. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. Itu adalah kebalikannya dari membantu. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya.” Carlisle mengingatkan aku. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. “Aku rasa Emmet benar. lalu ke Jasper. jika itu bisa mempebaiki keadaan. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang. Carlisle menggeleng.Diterjemahkan dari: www. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie.” “Esme ada benarnya.” Alice menatap letih.com “Maafkan aku. “Kau tidak tahu isi pikirannya. Tidak. “Tidak. Kita semuanya pergi. Rose sedang siap-siap meledak.” Dia melirik ke Rose dan Jasper.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi. Edward.” “Dia tidak akan bicara. Carlisle. dan ke Emmet.” aku tidak sependapat. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku. atau tidak satupun.” Rosalie menatap curiga. aku mengultimatum dalam kepalaku. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. dan aku ingin fakta ini terucap duluan.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini.stepheniemeyer. dukung aku.” Aku menepuk tangannya.” Esme berbisik. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua. Alice. Edward.” ujar Emmet. Itu sangat ceroboh.” Jika aku percaya gadis itu akan aman. kau harus melihatnya seperti itu.

. Kemudian ia menoleh ke Rosalie.” Carlisle berusaha melerai. itu jadi tugas Edward. “Biar kuselesaikan. tolong.stepheniemeyer. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini..” Rosalie berkata lewat sela giginya. tapi dia tidak akan sanggup.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini. “Ini untuk melindungi kita semua.” aku menggeram. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir. Tapi Jasper mengangguk. “Hanya rumor dan kecurigaan. “Rosalie. “Rose—“ Carlisle mulai. mata Rosalie menyala nyalang. Rosalie.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya. “Edward. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle. Aku percaya 81 . tapi. Dalam kejadian tertentu.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya.” Rosalie mengangkat bahu.. Edward. Tapi ini lain. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu.” aku mengingatkan dia. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh. matanya keras. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu. Carlisle. Bella Swan tidak bersalah. Saat ia mengangguk. Carlisle. Aku tidak akan meninggalkan bukti.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak. Carlisle tidak pernah kompromi. Rosalie. Secara teknis. Kita tidak perlu repot-repot.. aku tetap bisa menebak sikapnya.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol.Diterjemahkan dari: www. Dia balas mendesis marah.” “Ini bukan masalah pribadi. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. “Aku tahu maksudmu baik.” “Ya. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri.

Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. Atau bertepuk tangan.” “Well. Emmet membelai punggungnya. Carlisle mengangkat bahu. “Kita baru saja menetap. “Itu cuma bertanggung jawab. “Semua akan baik-baik saja. dia hidup di medan perang. Sebelum dia bertemu Alice. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari. Rosalie memberengut. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan. Kita beresiko kehilangan jati diri kita.” Carlisle memberi saran. 82 .” Dia menyemangati dengan suara pelan. kita tidak harus memutuskan itu sekarang. Tidak ada gunanya menyeringai. kita hampir bisa hidup normal.” Carlisle melanjutkan. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele.” Rosalie mengerang. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar. Aku mengerti alasannya. “Setiap kehidupan itu berharga. Rose.” Carlisle membenarkan dengan lembut.” Rosalie mendengus. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara.” kataku. “Pertanyaannya.com pada resiko yang ia akibatkan. terlepas ia akan bicara atau tidak. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya. ia bisa menerima keputusan Carlisle. “Jasper. Namun Jasper tetap tidak bergerak. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting.” “Itu namanya tidak berperasaan. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut. seperti yang sebetulnya aku inginkan. panggung tanpa belas kasihan.

” “Aku tidak memperdebatkan hal itu. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati.stepheniemeyer. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku. bahkan bahaya kecil. tersenyum. tangannya merangkul pinggang Alice. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. syok. Dia menggeleng satu kali. memberi tekanan pada tiap katanya.” Alice memotong. Edward. ekspresinya datar. Dan Bella juga tersenyum. dan mulutku terlongo.” Alice menyela. Kau tidak mengerti. Pertama. Bella temanku. 83 . Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung. tapi saling menilai. kemudian beralih ke Alice. Aku hanya meluruskannya. Paling tidak dia akan menjadi temanku. Alice. Kedua. Aku sudah tahu itu. terima kasih. “Aku tahu kau mencintaiku.” Dia agak terkejut.” Aku mengulangi kata-kataku. “Aku ingin minta tolong padamu. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. Edward.” Aku melihat pikiran Alice. mengecek kesungguhanku.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Samar-samar aku menyadari. hanya waktunya yang tidak pasti.com Kami bertemu pandang. Aku menatap dia. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. “Jazz. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. Tapi biar kuberitahu sekali lagi. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui. Penglihatannya sangat jelas.” Kami saling menatap—tidak mendelik. Aku tidak akan membiarkan itu. Dia mempertahankan tatapannya sebentar. Jasper. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia.Diterjemahkan dari: www.

.. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku.stepheniemeyer. “Alice. Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. Edward. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut.” Dari caranya menyebut nama gadis itu. Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice. tapi aku tidak bisa menerima hal itu.” aku tersedeak.Diterjemahkan dari: www. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain.. “Edward!” Carlisle ikut berdiri. “Apa... Tidak ada yang perlu dicemaskan. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. Dia berusaha tidak memikiran hal itu. “Itu makin nyata.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat. berusaha tidak membiarkan aku masuk.seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat. dan aku terlonjak berdiri. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain. pegangannya terlepas sebentar. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper. “Apa... Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu. Aku tidak tahu Edward. tapi itu lebih dari cukup.” Jasper tergagap. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci. 84 .com “Tapi. Tinggal ada dua jalan bagi dia. “Tiap menit kau makin yakin..Alice.. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara.. tapi saat aku menyebut nama Bella. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya. Yang satu atau yang lainnya. Kursiku terbanting ke lantai.. Jazz. tangannya di pundakku. Hanya sepersekian detik. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini. Dia menggelengkan kepalanya. “TIDAK!” Aku berteriak. “Suatu saat aku akan menyayangi dia.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah.ini..” Alice membisik. “Ah...

tidak ada keyakinan pada penyangkalanku. mengabaikan Emmet. Aku menggeleng-geleng ngeri. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. kita sudah membahas itu. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice.” Aku berbisik pada Alice. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya.” coba pikirkan. Tidak mungkin begitu. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. Jika kau pergi. Dia mendesah. Tidak saat ini. “Aku harus pergi. Itu mungkin tidak sama.. Jasper ragu-ragu. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu.. “Mencintai dia. jika kau pergi. juga?” bisikku tidak percaya. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper. Aku akan merubah nya..” Emmet berkata keras-keras. Ya.menyakitkan. Aku bisa melihat apa yang dia maksud. Lagipula.. “Edward. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. “Tidak. Edward.Diterjemahkan dari: www. jika Jasper pikir dia membahayakan kita. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. Aku berpegangan pada meja. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan.” Alice memberitahu.” “Kau bisa mencobanya.. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan. Alice melanjutkan. Kakiku lemas.” “Aku tidak melihat kau pergi.stepheniemeyer. “Aku tidak mendengar itu.” aku menyanggah.. Bayangkan kau pergi.com “Tidak. Kau benar-benar buta. 85 . Edward. Tapi itu juga penting. Aku bukan pelindung Bella. dia menambahkan dalam hati. tapi aku juga ingin dia bersamaku. Kepalaku jatuh ke tangan. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. Aku akan pergi. Edward. Akan. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak.” kataku lagi.” ujar dia dengan nada skeptis. Lihat apa yang kulihat.

.” Aku merasakan tangannya di pundakku... “Keputusan hebat.” Seseorang menarik napas syok. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat. “Perhatikan. Carlisle mendesah. Seisi ruangan sunyi.. Suaranya masih hampir tertawa. Setelah beberapa lama.” Carlisle berkata penuh pertimbangan.jadi rumit. ayo lah!” Emmet mengeluh. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti. Edward. Aku jarang mendengar dia begitu. Edward.menyakiti gadis itu. Tampaknya sudah jelas. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi.” Rose berbisik padanya.” “Betul itu. Alice menoleh ke dia. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar.stepheniemeyer. tidak akan ada yang.” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah. dan menunggu. “Aku rasa rencananya akan tetap sama. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. “Well. 86 . aku tidak mencari siapa orangnya. ini. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. Aku menatap Alice. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat. “atau. dan semua menatap ke arahku. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya.” Jasper menuntut.Diterjemahkan dari: www.com “Oh.” Emmet sependapat.” Aku membeku. “Apa?” Emmet terkejut. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia. “Kita akan tinggal. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda. Kemudian tawanya pecah. Alice? Tepatnya.

Aku terus berlari kearah timur. Menyembunyikan diriku. namun kini dalam corak horor. atau raung putus-asa. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan. Iris matanya secara mengejutkan merah terang. Alice dan Bella. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. tapi aku tidak menyadari hal itu. seorang diri. kurang lebih sama. Pertama. “Tidak!” Aku harus pergi. sekeras baja. kesabaran tanpa batas Carlisle. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia.. mereka kelihatan bahagia. dan langsung berpacu menembus hutan. “Aku setuju dengan hal itu.com “Tidak ada. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini.” Jasper berkata pelan.. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. Aku menghambur keluar ruangan. Yang lebih parah: keyakinan Alice.. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu. Tersembunyi di balik hujan. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini. Hujan mulai turun lagi. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. atau geraman.. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. lelucon Emmet. tapi gabungan ketiganya. Kerahasiaan dalam matanya 87 . membiarkan aku seorang diri.bahagia. Dan yang paling parah: Esme. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat. sehalus pualam.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie.stepheniemeyer.

Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Aku gemetar. Wajahnya dingin dan abadi. Selalu ada pilihan. 88 .stepheniemeyer. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. Ini tidak boleh dibiarkan. Harus ada.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. mencoba melihat ke hal lain. Semua tetap tidak ada gunanya.Diterjemahkan dari: www. Sementara itu. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. kering. monster dalam diriku meluap gembira. tak bernyawa. berwarna merah terang karena darah manusia. apa saja. dan perasaanku menggeliat menderita. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. Aku coba mengusirnya dari benakku. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. Tidak mampu menanggungnya. mata seorang monster. Kedua mataku. Itu sangat kongkrit. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku. sudah pasti ia akan membenciku. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. Aku tidak tahan melihatnya. Hal itu membuatku muak. sangat jelas. sepucat kapas. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku.

Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Kecuali aku sendiri. Bella adalah manusia. Undangan Sekolah. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Pada penghujung hari aku menyadari itu salah.ya.. Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. “Halo. Bukan tugas mudah. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia. Aku kembali pada keseharianku. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Semuanya sempurna. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Edward. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya. Akan kubuktikan dia salah. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah. Bukan lagi penyiksaan. Sesuatu yang mengerikan.Diterjemahkan dari: www. Penyiksaan dan api. Suaranya ramah. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada.com 5. Aku bertekad untuk mengubah masa depan. aku memperoleh keduanya. aku tetap tinggal di Forks. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun. Tidak ada bahaya. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya.stepheniemeyer. sekarang murni neraka. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar.. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima.

tidak pernah melihat ke arahnya. Aroma dan kesunyian-mental dia.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin. Dia tidak bicara lagi padaku. Bahkan itu tidak boleh. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori. Tidak. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. Aku mengangguk sekali.. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. Tapi hanya sebatas itu. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. bukan yang sebenarnya. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. Tapi itu tidak kunjung terjadi. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. hanya berlagak. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya.stepheniemeyer. Tapi aku bisa menahan sakit. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal. Atau..Diterjemahkan dari: www. setiap kata yang ia ucap. Jika ditakdirkan mencintai dia. Lebih dari satu bulan telah lewat. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah. dan bukannya berkurang. Belum. kemudian kembali memandang lurus kedepan. untuk bisa berjalan lebih mudah. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. sejengkal demi sejengkal. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . Dan setiap hari justru makin sulit. usai sekolah. Dua yang pertama sudah tidak asing. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. Ini tidak masuk akal. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. Sorenya.

Yang pertama adalah yang paling pokok. atau sesuatu yang seperti itu. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar. sama seperti di hari pertama. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. begitu dekat dengan permukaan. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. Apa dia mengutarakan pikirannya. Dan. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. Tapi sebaliknya. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya.stepheniemeyer. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya. dan hanya bayanganku saja. Aku yang ingin melakukannya.com dan penasaranku. aku butuh mengambil napas untuk bicara. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku.Diterjemahkan dari: www. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku. haus. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Ketika ia bicara ke murid lain. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya.. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia. Dia membuat gadis itu terus bicara. Setiap kali. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya.. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel.

penyayang. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. Sama seperti aku mengacuhkan dia. Eric Yorkie. diriku. dia mengacuhkan aku.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang. tidak cari perhatian.. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. Setelah insiden waktu itu. itu tidak akan terlalu fatal. akhirnya. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik.. yang lain masih khawatir pada gadis itu. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu.. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. Aku tidak melihatnya sendiri. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat.Diterjemahkan dari: www. hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella.stepheniemeyer. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu. Hanya senyum sopan. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. yang paling menonjol. tapi yang terjadi justru sebaliknya. murah hati. dan itu membuat Mike puas. tersemengati melihat senyumannya. kadang-kadang. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia.. kagum. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri. 92 . Yang bisa kuketahui. aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. dan cenderung protektif. aku mengatakan pada diriku sendiri. dan bahkan. mengajaknya ngobrol. hal terakhir dari siksaanku. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. tidak egois. dan berani—dia benar-benar orang baik.

“Jangan ikut campur. Alice mendesah. Selalu begitu polanya. Bersikap wajar. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. tapi ia juga segan menjawab “tidak. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. Hari ini akan sulit. Dia tidak mau menjawab “ya. Mike Newton. Dalam cara yang aneh. kau lebih baik dari yang kukira. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. Aku berusaha membuatnya diam. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya.” takut berakhir 93 . meskipun seharusnya tidak. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit. Alice.” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret. Semoga kau senang. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella. Tapi Bella masih belum mengajaknya. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. Aku sedang tidak ingin ngobrol. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku.Diterjemahkan dari: www.” Dia cemberut.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya).” Dia mendengus. Aku akui.. Lebih sulit dari kemarin. Itu membuatku senang. “Itu sangat masuk akal buatku.” tukasku dari balik napas. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya. berencana mengajak Bella kencan. Hanya Jasper yang menyadari. Aku harap. Aku tidak tahu apa artinya. “Itu tidak akan terjadi. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya..stepheniemeyer. Tentu saja. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan.

Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa.well. Ia bisa menebak alasan dibaliknya.. Pengecut. dan hampir secara kecut mundur. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. dong. Bocah itu lembek. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. Matanya menatap lantai. 94 . Dalam sedetik keraguan itu.” dia ragu-ragu. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal. tapi ada secuil kelegaan juga.com tidak mendapatkan keduanya. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk.. “Jadi. Kemudian ia memberanikan diri lagi. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak. merasa nyaman dengan kebiasaan itu. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi.” kata Mike ke gadis itu. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella.” Bella ragu-ragu.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju. Dia sengaja cuma menunggu. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi... Dia duduk di ujung meja lagi. “Aku bertanya-tanya jika.stepheniemeyer. “Well. Lagi. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas.” “Bagus. Mike tidak mendengar kelegaan itu.

pernikahan. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. amarah. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya.Diterjemahkan dari: www. Dia menyenangkan dan menawan. ia akan berkata ya pada seseorang. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella. dan putus asa. Alice benar. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. Aku tidak cukup kuat.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya. “Mike. Tapi. Saat ini. apapun itu. Harapan Mike runtuh.” Bella menjawab dengan suara lembut. kepalaku sedikit miring kearah Bella. tapi sekaligus amarah yang sangat. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga.percintaan. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella.. bergaun putih gading. Aku cemburu. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini.” 95 . Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner. aku tidak bisa menamakannya. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku. suatu saat nanti. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. menurutku kau harus bilang ya padanya. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. Aku belum pernah merasakan sebelumnya. Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. atau mungkin 'tidak'.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. Dan bukan cuma sakit. atau menunggu sampai pergi dari Forks. akan datang hari dimana ia akan berkata ya. Luka yang kurasakan melebihi segalanya. Dia mendelik padaku. “Tidak. karir. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. hasrat.stepheniemeyer..

Aku menahan geramanku. 96 .” jawabnya. bersalah. Dan ia langsung melihat kearahku.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku. tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh. aku merasa lega pada jawabannya. kau benar. Matanya tertutup. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia. Hal itu tidak boleh terjadi. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. Matanya pelan-pelan membuka. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. Suara Mr. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. mungkin merasakan tatapanku. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini.” gumam Mike. “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu. Suara Mike berubah membujuk. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen. Hampir. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. tidak bisa. Banner membangunkan dia dari lamunan. Aku tidak merasa menyesal. Dia menggeleng sangat pelan. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis.” Bella kini agak ketus. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.com Melebihi segala penyesalan dan marah. Menarik. Bahunya terkulai galau. atau marah dalam detik ini. Frustasi. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik.

Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri. tapi kemudian Mr.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku.Diterjemahkan dari: www. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas.stepheniemeyer. sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. Dua mataku hitam karena haus. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. “Siklus Krebs. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . Dia bersembunyi dibalik rambutnya. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. Monster itu sedang berlonjak gembira. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. Aku menarik napas cepat. Jari tangannya yang lembut. Banner memanggil namaku. Aku memejam. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik. Dia tidak membuang muka. Ia masih tidak membuang muka. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya.com Seakan aku telah menang. dan bukannya kalah. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Dia tidak membalas tatapanku lagi. Sang monster menyukai itu. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas. Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. aku kembali memandangi gadis itu lagi.

bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. saat menoleh ekspresinya hati-hati. Dia menutup mata. Aku akan berusaha menghindarinya. “Apa?” dia akhirnya bertanya. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. Bel berbunyi. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. Selama terombang-ambing. tidak. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . Ini membuatku kecewa.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. Tidak jika aku bisa menghindarinya. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Itu membuatku ingin tersenyum. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Dia terlalu rapuh. Tekadku sudah tercabik-cabik. terlalu baik. Tidak. “Tidak. berdampak aneh pada tubuhku. tidak juga. yang membuatku frustasi. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. membaca wajahnya. tapi aku hanya memandanginya. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Alice betul tentang itu. justru terlihat menggemaskan. pastilah berdetak lebih cepat. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. curiga. melawan rasa hausku. Dia menunggu.com ringkih. Bahwa seharusnya begitu.” aku memberitahu dia. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. yang seperti ketika marah. Matanya masih tertutup saat bicara. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. Aku tidak bisa melakukan ini. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. Apa aku bicara dengan dia lagi. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. Jika aku punya detak jantung. Aku menarik napas pendek. Rahangnya terkunci.stepheniemeyer. tidak.

“Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah.Diterjemahkan dari: www. “Aku tahu sikapku sangat kasar. ekspresinya masih hati-hati. Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia.” Matanya menyipit. aku memutuskan. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia. “Aku tidak tahu apa maksudmu.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. “Kau tidak tahu apa-apa. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu.” ujarnya marah.” Aku memandangnya syok. “Lebih baik kita tidak berteman. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang. sungguh.” itu adalah hal yang paling jujur. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. Apa aku bisa? Matanya membuka. bingung.stepheniemeyer. “Percayalah.com Apa adanya. “Aku minta maaf. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal. Dia sama sekali 99 . Dia perempuan cerdas. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat. Aku membeku. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil.” tentu dia menyadari peringatan itu. Tapi lebih baik seperti itu. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya.” dia menjawab dengan ketus.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku.

Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh... “terima kasih. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur. Langkahnya kaku. Bahkan saat kesal seperti ini. Dia berupaya keras 100 . sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. dan kakinya tersangkut ujung pintu. “Sama-sama. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. Aku berusaha memikirkan suatu cara. bahkan tidak melihat kebawah. yang lebih manusiawi. tanpa terlalu memperhatikan jalan. Jadi. kali ini karena marah. melihatku. aku segera ke sisinya. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. Tidak ada yang memperhatikan aku.” jawabnya dingin. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. Hal itu sudah pasti. dia hanya berdiri mematung. Aku berusaha tidak tertawa. Bukannya memunguti barangbarangnya. Dia membungkuk. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa. Kuserahkan buku-bukunya. Pasti ada pilihan lain. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah.stepheniemeyer. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. Pipinya merona. menyambarnya. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai.com berbeda. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu.” kataku sama dinginnya. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi.Diterjemahkan dari: www. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. Mrs. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. dan kemudian membeku.

“Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu.stepheniemeyer. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri.. bingung. Anak ini mulai gila. entah bagaimana. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . geli dengan permintaan anehku.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar.Diterjemahkan dari: www. “Tunggu yang lain disini. oke?” aku menggumam pada Emmet. Matanya curiga. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Eric telah mengambil posisi duluan. “Hai. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk.. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil. Dia membatin.. Dia terhenti sebentar. suara nama Bella di kepala. Eric dan Tyler. “Hai.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku. “Mmm.. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. Bella. Tiba-tiba aku jadi gelisah. Kelas Tyler keluar agak telat. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. aku cuma bertanya-tanya. baru aku jalan.com mendefinisikan perubahannya. Sesensitif seperti biasanya.” ia menyapa dengan suara ramah. Yang ini aku harus lihat. Eric. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya. Apa dia terkejut. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. Dia akhirnya menoleh.

berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja.Diterjemahkan dari: www.” Dia telah mendengar hal itu. “terima kasih untuk ajakannya.” dia mengakui malu-malu. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. Aku mengernyit pada pikiran itu. sih. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku.stepheniemeyer. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. aku ingin menonton reaksinya. Aku tertawa. Aku suka itu. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton.” gumamnya.. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. Eric melangkah lemas. “Kupikir perempuanlah yang mengajak. “Iya.. tapi tetap saja ia merasa kecewa. membosankan. “Mungkin lain kali. Aku melewati Bella tepat pada saat itu. Dia menoleh mendengar suaraku. Yang ia pikirkan cuma pergi. tapi aku memandang lurus kedepan. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. Bagiku dia biasa-biasa saja. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella.” dia terdengar agak bingung. tergesa-gesa mengejar Bella. Kemudian ia menggigit bibirnya. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. seakan menyesal telah memberi harapan.com menatapnya. 102 . Tapi.” dia menjawab sopan. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. Tyler terlihat masih jauh. dan tidak ada istimewanya sama sekali. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike. “Oh ya sudah. meskipun tahu itu keliru.” “Tentu. dan mendengar desah leganya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. dan itu bukan mimpi buruk. Selama beberapa lama. Aku mencintai dia. Batu hidup.” dia mendesah.. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini. “Tinggal lah. jangan pergi. Ketika muncul ke permukaan. Sebaris senyum pada bibirnya. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. malam gelap tanpa akhir. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. kekal dan tidak berubah. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. dalam proses transformasi yang menyiksa. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. “Jangan pergi. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 . semua membeku.Diterjemahkan dari: www. aku tenggelam. berenang-renang di dalamnya. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. Dia tidur lebih nyaman sekarang. cara yang tidak akan pernah pudar. aku bukan lagi orang yang sama. aku benar-benar telah membeku. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya. Akan kuupayakan.” Dia memimpikan aku.stepheniemeyer. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia. mood dan hasaratku. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme. disana di mimpinya. Hari-hariku tidak berujung. Akan selalu seperti itu juga bagiku.. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging. Dan akan selamanya begitu bagi mereka. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. Selalu tengah malam bagiku. Tolong. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Kami semua membeku.

Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. dengan keegoisan yang tidak termaafkan. Aku mengambil napas lagi. Dia 109 . jika dapat menjaga keseimbangan. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. tapi kulawan pusing itu. Dia melihat binar samar di wajahku.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. Aku cepat-cepat ganti baju. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya. napas yang membakar. Tapi aku melihat masa depan yang lain. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam.stepheniemeyer. Jika aku membunuh Bella sekarang. Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. jika aku sampai membuat kesalahan. aku harus membiasakan diri dengan ini. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. Kepalaku seperti tenggelam. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti. menghindari tatapan penuh tanya Esme.Diterjemahkan dari: www. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. Aku akan sangat hati-hati. membiarkan aromanya membakar diriku. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. Kini aku memahami keduanya. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. Aku akan selalu menjaga jarak. bagaimana aku. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. itu bukan disengaja. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku.

“Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh.Diterjemahkan dari: www.” 110 . tapi aku duluan. dan terjatuh ke dalam kubangan. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. sampai beberapa detik sebelum saudaraku. Dahinya mengerut. Aku berlari ke sekolah.stepheniemeyer. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. Aku berjalan tanpa suara. “Muncul tiba-tiba. menghirup aromanya.com merasa cemas sekaligus lega. kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. Aku berhutang itu padanya. Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Mereka tidak menoleh. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. dan dengan alasan yang baik pula. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. Well. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. di kerimbunan hutan dekat parkiran. Dia membungkuk. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. Dia membuatnya jadi mudah. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. Iya. Dia masuk ke parkiran. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan. Aku menyerahkan kuncinya. dia masih marah. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir. Aku mengambil napas panjang. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar. Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri.

Aku langsung menyesal. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk. Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. Aku akan menakuti dia.” Masih sangat marah. jadi aku mengejarnya.com “Bella.” aku sedikit bergurau. Mukanya merah. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. “Kau—” dia terengah. Aku menahan tawaku. Aku tidak bisa menahannya. Kemudian ia berbalik dan pergi. Aku ingat dengan niatku untuk jujur. bukannya membuatku kesal setengah mati. 111 . “Bella. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam.” Tukasku marah. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku. Aku harus meredam perasaanku. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya.” aku memohon.” Kemudian aku tertawa. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga..stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.” aku melanjutkan perkataanku tadi.. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini.. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu. memikirkan ekspresi Bella kemarin. Itu dia—ekspresi yang sama. Dia sudah cukup marah. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. menjaga agar tetap kelihatan cuek. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku. “Itu demi Tyler. Aku tidak berhak marah.. Tapi tetap saja aku marah. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. “Tunggu. Aku harus memberi dia kesempatan. bukan aku. kau benar-benar sinting. tidak menghargai gurauanku. Dia tidak berhenti.

begitu banyak emosi melandaku.” aku menjawab pelan. “Denganku tentu saja. daripada hanya menanyakan rencananya. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut. “Apa kau mencoba melucu?” Ya. “Biarkan aku menyelesaikannya. Aneh. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik. Aku sudah mencobanya. “Kau melakukannya lagi. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu..com “Maafkan aku. jika seminggu setelah sabtu depan. “Kenapa?” 112 . “Kau tahu. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya.Diterjemahkan dari: www. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan. akhirnya kembali menatapku. lebih baik ikut sekalian. Dia menatapku kosong. aku benar-benar jatuh cinta padamu.” Dia mendesah. Aku menyadari.” Dia menunggu diam. Oiya. aku ingin mengatakannya. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. Moodku tidak jelas. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. Aku mengambil napas dalam-dalam. dan juga.stepheniemeyer.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya. Pasti kelihatannya seperti itu.. Aku tidak bilang itu tidak benar. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku. Biasakan.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. “Aku ingin menanyakan sesuatu. sikapku tadi itu kasar.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar. dan harus menahan tawa lagi. Santai.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. “Baik lah. tapi kau mengahalangiku.

terima kasih. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. aku tidak bisa meninggalkan dia. Tidak. jauh lebih penting untuk jujur. Kupikir kau tidak mau berteman denganku. dan bertemu pandang denganku lagi. napasnya bahkan lebih cepat. dibawah atap kafetaria. Dia berhenti. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan.Diterjemahkan dari: www. “Trukku baik-baik saja..” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. Itu masih bukan tidak. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu.bijaksana jika kau tidak berteman denganku. “Well.” “Oh.. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang. dan sedetik kemudian kembali. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi. terima kasih banyak atas perhatianmu. Seberapa 113 . itu menjelaskan segalanya.com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu.” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama. Edward.” Dia menggerutu. Terutama pada saat ini. aku tidak mengerti denganmu. sebelum terlambat. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati. Aku menyamakan langkahku.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku.” “Jujur saja.” aku menjawab sesantai mungkin. jadi kumanfaatkan celah itu. “Akan lebih.” dia berkata sinis. dan jujur saja. Napasnya terhenti. Dia mulai jalan lagi. Dia tidak menjawab tidak.stepheniemeyer. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman. Bella. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku. Itu membuatku cemas. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu. bukannya aku tidak mau jadi temanmu. Detak jantungnya tidak beraturan.

Diterjemahkan dari: www. aku meneriaki diriku sendiri.com besar aku menakuti dia? Well..stepheniemeyer. Jantungnya berdebar-debar sangat keras.. “Sampai ketemu di kelas. 114 . Dia mengangguk. Dia berkata ya pada ku.” aku memperingatkan dia. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku. Ya. Kemudian kesadaran menghantamku. aku akan segera tahu. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya.” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai.

Aku terkejut. Orang-orang melihatku khawatir. mereka tidak kaget. Alice pasti telah memberitahu mereka. aneh sekali. bentuk lengkung lehernya. Aku mempertimbangkan hal itu. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya. tersandung ujung pintu kemarin. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu. Aku tergelak lagi. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar.. Rosalie lewat tanpa menoleh. Tapi. Aku memilih meja yang biasanya kosong. Memang benar. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. bel berbunyi. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. dan akan tetap begitu dengan aku disini. Tapi seringnya. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. kakinya sendiri. caranya memegang kepala. paling sering. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. para guru.stepheniemeyer. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam.. tidak ada yang anggun darinya sekarang.Diterjemahkan dari: www. stray books. kesinisannya pada Bella membuatku marah. Tapi aku menghindari Mike Newton. 115 . aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. Dan akhirnya. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru.. Dia orang yang kikuk. Mr. mereka betul. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. Entah kenapa ini begitu lucu untukku. terpleset-pleset diatas es. dan.. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. Aku yang pertama kali sampai.com 6.

tapi kemudian berseri lagi. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. dia mengingatkan. Alice berseri-seri. Aku mengangguk.. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara. 116 . Sambil menunggu Bella datang.sedih. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini. Aku menghela napas lagi. Dia tidak menyadari aku ada disini. Karena. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang. Hanya saja. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai. Jasper setengah senyum padaku saat lewat. giginya berkilauan terlalu terang. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman.com Idiot. Semoga sukses.stepheniemeyer. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa.” dengusku dari balik napas. Tidak. Dia terlihat sangat. Dia sudah gila. Toh.Diterjemahkan dari: www. jika memang itu maunya. Wajahnya meredup.. Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng. Semaumu saja. itu bisa diatasi. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. kasihan kau nak.. aku tidak lupa itu. pikirnya setengah hati. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. untuk menenangkan dia. Baik.. Tapi. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. saatnya akan tiba juga. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. Aku menghela napas. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica. Dia memperhatikan sebentar. Tepat saat Bella masuk.

Aku menunggu dia bicara..stepheniemeyer. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara. Aku mengambil napas dalamdalam. tidak lebih. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. Dan dia terlongo. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya. Meski lantainya rata.. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya.Diterjemahkan dari: www. Dia terlihat gugup. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang.” Aku bimbang.. menatapku beberapa saat. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku..” “Well. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku. Jadi. tapi dari sikapnya. bukan lewat mulut. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku. aku mengulang-ulang dalam hati. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur.com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang.” Itu satu lagi jawaban ya. aku mengedip. Rasakan apinya. Dia terlihat kaget sekali. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga. ragu-ragu. Butuh beberapa saat. lagi-lagi itu jawaban ya. jadi kenapa tidak 117 .. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya. Dia menarik kursi dan duduk.” jawabnya pelan dan ragu-ragu. pikirku kering. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku. Sungguh.. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. tapi akhirnya dia berkata. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar. tetap santai.” aku mendengar Jessica bicara. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia. “Mmm. “Ini tidak seperti biasanya. kali ini melalui hidung. dan harapan itu membuatku tersenyum.

“Terkejut.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur..com sekalian saja..” Ugh. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu. heran. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan. Dia tidak berdiri.” Nampaknya itu tidak membuatnya risau. Harusnya dia khawatir. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku..” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik. “Kau tampak cemas. Dia menatapku. “Mereka akan baik-baik saja.. atau sedang menggodanya. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu. “Aku lelah berusaha menjauh darimu. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya. 118 .. paling tidak aku jujur. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar.” ujarnya akhirnya. seakan kalimatku belum selesai. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang. tampaknya.. Aku tersenyum. Biarkan itu memperingatkan dia juga.” aku menjaga senyumku dengan susah payah. “Lagi-lagi kau membuatku bingung. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu. Jadi aku menyerah. “Tidak.” harusnya ini tidak lucu. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat. “Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau. Aku tertawa melihat ekspresinya.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu.” aku mengingatkan dia. “Aku tahu. “Kau tahu.stepheniemeyer. Itu sangat melegakan.” Dan. “Menyerah?” dia mengulangi.” Itu cukup jujur. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. menyerah untuk bersikap santai. Biarkan dia melihat keegoisanku. Bella menelan ludah. sebetulnya.” dia tidak pandai berbohong.Diterjemahkan dari: www. menunggu..

” Bagus.stepheniemeyer..” Dia menunduk. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu. Jantungnya berdebar lebih cepat. karena kau tidak mendengarkan.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh. “Aku mengandalkan itu. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 .” Ah.. Betapa dramatisnya. jika dia mencobanya? Matanya menyipit. “Aku masih menunggu kau mempercayainya.” katanya pelan. Kami bertemu pandang. “Jadi. “Atau tidak. “Jangan khawatir.” “Ya.Diterjemahkan dari: www. “Teman. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum. Maka dia akan tinggal. tapi apa aku akan tetap tinggal diam.” aku mengulangi.” dia meyakinkan aku. “Kau sering bilang begitu. Itu belum cukup. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya. tapi aku tersenyum minta maaf.” Aku kurang yakin apa maksudnya. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi.” “Jadi... “Well. kau akan menghindariku. kurasa kita bisa mencobanya. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal. aku bukan teman yang baik untukmu. Kalau pintar.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti. Tapi kuperingatkan kau. terus terang. “Selama aku adalah. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya.orang yang tidak pintar. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya.” gumamnya malu.

Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin..” akunya. Aku terkekeh lega.” Ugh.. Aku menarik napas. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya.. “Tidak terlalu. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun. Pipinya jadi merah terang. Dia tidak bodoh. bahkan setelah berjanji akan melakukannya. juga. dan ia tidak mengatakan apa-apa. kesal karena menyadari dia betul. Dia menggeleng. “Tidak. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya.” Aku menahan senyum di wajahku. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa. akan sangat tidak memusingkan.” 120 . Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya.Diterjemahkan dari: www. Dia melanjutkan. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. merasakannya di udara. kau tahu.. “Terlebih lagi. sementara panik merayapi tubuhku. mengunci mimikku seperti itu.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. “Terlalu memalukan. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya.com merah muda. Aku coba menggunakan nada membujuk. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi. “Itu sangat memusingkan. Aku tidak adil. Itu. tidak perduli apapun dugaannya.nah.stepheniemeyer. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya.

Dia menatap ke meja. Kecuali kau. Aku pernah bilang. aku yakin kau salah. ya?” “Aku tidak suka standar ganda. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. “Kau?” “Tidak. Aku tertawa lagi.” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike. “Lagi pula... aku tidak lapar. Bibirnya merengut. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. “Kau ini pemarah.” tukasnya dengan suara dingin.” “Ya. kebanyakan orang mudah ditebak. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya. “Tidak. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. mencoba lagi. “Apa?” Tanyanya. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar.Diterjemahkan dari: www. tentu saja. Dia membuang muka. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. Aku menunggu.” aku jelas tidak lapar. Aku menatap Bella. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya. “Tidak.stepheniemeyer. “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku.” “Kecuali aku. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 .” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah. Pandangannya ke meja.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi.

” “Kau tidak memberi syarat.. mengitari mulut botolnya dengan jarinya. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. itu bukan reaksi yang kuharapkan. Aku menunggu. Dan itu tepat mengenaiku.” jawabnya sambil mendongak menatapku.” Dia mendebat balik.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti. “Mmm.” Dia kelihatannya sangat yakin. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan.” dia mengijinkan.. apa?” tanyanya. lagi-lagi penasaran. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah. dan wajahnya berubah kosong.” “Terima kasih.” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. 122 . “Please?” Dia mengedip.” Dia berjanji. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan..” Dia menatap ke botol limun.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok.” “Pasti kau bakal tertawa. Sekali lagi aku mencoba membujuknya. “Kira-kira. “Ceritakan padaku satu teori.Diterjemahkan dari: www..” Aku memohon dengan suara halus.stepheniemeyer. sedikit saja. “Kedengarannya adil. “Jangan yang itu. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap. memperhatankan matanya dalam tatapanku. terlihat pusing. Aku tersenyum. “Satu. Well. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik. kau sudah janji untuk menjawab satu.” Wajahnya merona lagi. “Ceritakan satu teori.

” Dia akhirnya mendengar peringatanku. cuma itu yang kupunya. ternyata berhasil. “Kryptonite juga tidak melemahkanku. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka. well.. berusaha menyembunyikan kelegaanku. “Karena. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 .. “Mendekatipun tidak. Aku tidak tahu harus menjawab apa.?” Aku behutang kejujuran padanya. “Ya maaf. “Itu tidak terlalu kreatif.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap. “Nanti juga aku tahu. “Aku mengerti. “Oh.stepheniemeyer.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. Tetap saja. Aku bisa menggodanya lagi.” Dan ketika dia tahu.com Terkejut dan puas. Dan itu membuatku lebih senang. karena dia pikir aku adalah superhero.Diterjemahkan dari: www. agar tidak tidak kedengaran mengancam. ia akan lari.” Kemudian aku tertawa. Dan sedetik kemudian. menyembunyikan penderitaanku.. “Benarkah?” tanyaku. “Kuharap kau tidak mencobanya.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada. “Ehh.” ujarnya..” Dia agak tersinggung. aku berusaha tersenyum. dan jantungnya berdetak kian cepat.” Aku mencibirnya.” “Sial. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut.” keluhnya.

ke tutup botol yang kuputar. Belum. Dia benar-benar tidak takut padaku. “Tidak.” Tentu saja aku jahat. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira.” Lebih tepatnya. “Kalau begitu sampai ketemu lagi.” bisiknya sambil menggeleng. memperhatikan itu.Diterjemahkan dari: www. aku akan menjauh darinya. “Kau salah. Namun tiba-tiba dia terloncat. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. “Kita bakal terlambat. aku tidak percaya kau jahat. lari. Pikiranku buntu. Dia ragu-ragu.” Itu tidak mengejutkan. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing. “Well.” Aku menarik napas. aku akan masuk. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini..” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu. Lari. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan. aku memujamu. Hari ini Mr.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan.stepheniemeyer. ngomong-ngomong. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. Bella. Aku mengulurkan tangan ke meja. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar. kebalikannya. bukannya dia. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Banner akan menguji golongan darah.. Aku. Dan. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 . Kutunggu dia sampai keluar. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras.

Jadi. dia memejamkan matanya lebih rapat. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. Kemudian.com hujan ke mobil. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Setetes cairan kental merah di kertas putih. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. Aromanya aku sudah biasa. Saat aku mendekat. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. aku akan membinasakannya. Secara naluri. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. “Bella?!” Teriakku. Matanya tertutup. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. kulitnya sepucat mayat. menahan napasku. Jika dia sampai menyakiti Bella. Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik. Tes golongan darah. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. kulit gadingnya berubah hijau. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu.stepheniemeyer. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar. Aku mencari sumber suaranya. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. Beberapa ratus meter dari tempatku..Diterjemahkan dari: www. Aku hampir menendang pintu mobilku. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. tapi 125 . yang terkejut sekaligus jengkel melihatku.. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. Aku langsung berhenti di tempat. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Itu meringankan kepanikanku.

Di waktu lalu. Mike menggertakan gigi.stepheniemeyer. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku. “Tidak. Matanya terbuka. “Turunkan aku. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. “Kurasa dia pingsan.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri. “Kau tampak kacau. “Aku tidak tahu apa yang terjadi. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. “Bella. aku bernapas lagi. setengah bersyukur dan cemas. Ah.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah. Berdebar-debar dan takut. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. Bibirnya putih. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton. 126 . “Aku mau membawanya ke UKS. Aku yang seharusnya melakukannya.” kataku mengusirnya. merasakan udara disekelilingku.” Kelegaan langsung melandaku. marah karena campur tanganku. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku.” sergah Mike. “Turunkan aku.” tuntutnya dengan suara lemah—malu.Diterjemahkan dari: www. “Pergi sana.” ujarnya.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini.” aku menambahkan.” erangnya. Aku menyentuh hanya bajunya. mengingat bahayanya jika menyentuh dia. bingung. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi.” “Aku yang akan mengantarnya. ditebak dari ekspresinya. mungkin itu akan mengundang seleraku. Kau bisa kembali ke kelas. Dia baik-baik saja. dia bahkan tidak menusuk jarinya. Seringaiku makin lebar. dengan kata lain.com darah segar adalah sama sekali lain.

“Oh.” Hmmm. “Aku disuruh menemaninya. Itu berhasil dengan baik padanya. mengawasinya.” Mrs. Hammond padaku. Ah sudahlah. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya. Hammond. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu. “Di hanya sedikit lemah.. “Nanti juga sembuh.com Kami sampai di depan TU. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang. Mrs.” jawab Bella. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan. Hammond mengangguk.” aku menerangkan. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh. terlalu berhasrat. sebelum imajinasinya terlalu jauh. “Dia pingsan di kelas biologi.stepheniemeyer. Pastilah Bella yang satu itu. Mata Bella terbuka lagi.” Mrs. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS.” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. Pintunya sedikit terbuka. Itu mengalihkan perhatian Mrs.Diterjemahkan dari: www.. Ms. Tubuhku terlalu bersemangat. aku langsung menjauh ke tembok. sayang. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. “Kadang-kadang. “Selalu saja ada yang pingsan.” Aku menahan tawa. ya ampun.. Ms. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. juru rawat keibuan yang ada di UKS. sayang. Apa iya.. Begitu Bella tidak lagi di tanganku. “Berbaringlah sebentar. Aku mendengar pikiran takjub Mrs.” aku meyakinkan Mrs. 127 . Dia sangat hangat dan harum.” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini.” “Aku tahu. Dan liurku mengalir deras.” Dia mengangguk mengerti sekarang. Otot-ototku tegang.” Bella mengakui. Cope terloncat kaget. Hammond. Hammond berkata menenangkan.

com “Kau betul.” Itu mungkin ada benarnya. Kemudian dia terdiam.” desahnya. menutup matanya. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku. “Berani taruhan dia pasti marah. sepertinya tidak terlalu meyakinkan.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. Membuatku ingin mendekat.” “Ha ha. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos.” Ekspresinya sedikit berubah. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia. Bibirnya mulai berubah merah muda.” Aku senang jika Mike memang begitu. “Aku sedang di dalam mobil. Dia baik hati.” Aku langsung berang mendengarnya.” Bella mengerang. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan.Diterjemahkan dari: www.” Dan aku memang hampir begitu. Cuma itu.” desahnya.” ucapnya tidak terhibur. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik. mendengarkan CD. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. Ah. “Tadi kau sempat membuatku takut. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh.” Aku berusaha kedengaran bangga. yang mana bukan ide yang bagus. “Kau tidak mungkin tahu pasti. “Biasanya begitu. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu. namun cepat-cepat kutahan.” Itu betul.stepheniemeyer.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening. “Dia sangat membenciku. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut. makanya aku tahu.” “Aku lihat wajahnya. hanya bernapas pelan-pelan. “Kasihan Mike. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat. lega lagi. 128 .

Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur.Diterjemahkan dari: www. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya. Hammond kembali dengan membawa kompresan es..” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu.” katanya cepat.” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga. Baunya seperti karat.. Dia tidak suka dapat perhatian. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku.” “Kurasa aku baik-baik saja.. “Oh. “Kau kelihatan jauh lebih baik. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. ingin cepat-cepat menyingkir. buru-buru keluar dari UKS. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring. “Aku mencium bau darah.dan garam. aku bisa—itulah yang membuatku mual. “Manusia tidak bisa mencium darah. tapi kemudian Ms.” ujar Ms.” Aku menatapnya heran. menetes turun ke lengannya. “Ini. Hidung mungilnya mengerut.. Aku mengikuti tepat di belakangnya. melongo. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku. “Kau benar-benar menuruti perkataanku. Cope membuka pintu dan masuk. sayang. Cope.” Dia menatapku dengan pandangan bingung. Cope. Hammond. Di belakang Ms.” Wajahku membeku. Mike Newton masih marah sekali.” Ini yang pertama. “Aku tidak memerlukannya. “Percayalah—ayo. masih dengan mata lebarnya. Bukan kejutan.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar. “Ayo keluar dari sini. “Pakai ini. mengembalikan kompresnya ke Mrs. “Kita kedatangan satu lagi.” jawab Bella.” “Well. Dia menoleh melihatku. cuma bau ringan. tidak. Bella. Dia terasa lembut bagi 129 .stepheniemeyer.com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. Tangan keriput Mrs.

com manusia. ingin memberinya pelajaran.” Kemudian Mike Newton datang menyela. aku kan sudah bilang akan ikut. Jadi dia berkata ya padanya juga. “Kau kelihatan lebih baik. atau bereaksi seperti itu. Tenang. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku. Aku menyandar ke komputer.. berusaha mengendalikan diriku.” gumam mike.. itu cuma tamasya bersama. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh.” Itu bagus sekali. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. “Kurasa betul.” balasnya. “Tentu saja.” jawab Mike sambil menahan marah. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi. Tanganku mengejang. Baunya seperti manusia—well. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini.stepheniemeyer. tapi justru dapat tambahan waktu. “Sudah tidak berdarah lagi.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium.” jawabnya pada Mike. Bukan. jauh lebih baik sebetulnya. tidak bergerak.” katanya.. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu. Memang. Bukan cuma mereka berdua. 130 .. aku berusaha meyakinkan diriku.kira-kira begitu. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya. “Jauhkan tanganmu. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran. “Bukan apa-apa.” “Sampai nanti. Tapi aku masih juga geram. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya. “Aku akan datang. itu cuma tamasya bersama. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. lebih menyakitkan daripada haus.Diterjemahkan dari: www. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. Tingkahnya seperti manusia. Aku jadi merasa tamak.” Dan si Cullen TIDAK diundang. masuk dengan pikiran marah besar. Cemburu langsung membakarku. Aku harus hati-hati. Tidak lebih. Aku membeku ditempat karena marah.” ujarnya kasar pada Bella. mereka punya rencana.

“Ms. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. Mike tidak sepenuhnya keliru. tapi menurutku tidak. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. Aku tidak berani untuk bernapas. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. sementara. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike. dan napas Ms. bukan karena takut. Ms. lalu menunduk ke wajahnya. Terlalu muda. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Cope. Semoga Bella memperhatikan.” Dia melakukan apa yang kuminta.... Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya. Pikirannya penuh kemarahan. Menurut perempuanperempuan dia itu keren.tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu.. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. Terlalu suka.. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat.. Dengan mata yang tertutup.Diterjemahkan dari: www. “Gimnasium. di belakangku. Kadang.com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua. Terlalu. Itu tidak wajar. Aku mendekat ke sisinya... Seperti inilah manusia semestinya bereaksi. Aku menoleh ke Ms. Mengerang. Aku cukup suka itu. sebetulnya. Rona wajahnya belum kembali seperti semula.. Cope 131 .terlalu sempurna. Dan tatapannya agak. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik.stepheniemeyer. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok.. pikirku sinis.” Bella mengulang pelan. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. Aku tidak yakin apa penyebabnya. Aku tersenyum. “Aku bisa mengaturnya. dasar orang aneh. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi.” bisikku pada dia. Dan aku sangat setuju pada hal itu. Aku menatapnya.menakutkan. saat dia menatapku. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu. dan jantungnya berdetak cepat.

Kau merasa lebih baik. bahkan disini di kota hujan seperti Forks. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga.. “Terima kasih. dan kami berjalan menembus hujan. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang.” Dia tersenyum padaku.stepheniemeyer. Aku mulai lebih baik dalam hal ini. Betul lagi. dan memang sebaiknya tidak. Jangan-jangan. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. Mrs. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap. kalau begitu semuanya beres. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang.” jawabnya.com makin memburu. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya.. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar. “Aku jalan saja.Diterjemahkan dari: www. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal. Aku menahan pintu untuknya.. Bella tidak pernah memakai makeup. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. mungkinkah Bella. “Apa kau bisa berjalan. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini. sebaris senyum di bibirnya.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya.” 132 . dan aku langsung menyadari penyebabnya.? Mrs. mereka biasanya memakai makeup.. Hmmm. Dia bangkit berdiri. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. “Apa kau butuh ijin juga. “Oke. Goff tidak akan keberatan. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. Edward?” “Tidak.

ke First Beach.com Aku memandang ke seberang kampus. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang. “Aku rasa aku tidak diundang. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle.” Dia mendesah. Aku tersenyum lebar.” jawabnya bingung. jangan dulu. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. Dia tidak bisa pergi. “Pulang. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah. “Kondisi seperti apa?” protesnya. sabtu ini?” Dia terdengar berharap. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. Kemudian dia berjalan menjauh. dan sangat menikmati bayangannya. lebih dulu menyerah. Dia ingin aku yang bersamanya. “La Push. tersenyum kecut. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . Tanpa memikirkan tindakanku.stepheniemeyer. aku menangkap belakang mantelnya. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. harapannya menyenangkan. Kita tidak ingin membuat dia marah. Well..” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan.” Sial. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. Mike sempat menyebut pantai. Untuk melihat.” “Sudahlah. seakan tidak terlalu berarti.Diterjemahkan dari: www. “Aku baru saja mengundangmu. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. bukan Mike Newton. Dan aku ingin berkata ya. “Jadi apa kau ikut? Maksudku. Bagaimanapun. “Mike-schmike. Aku meliriknya. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana. Salah satunya. kalau begitu mustahil.” jawabku. “Dengan senang hati. Dia tersentak berhenti.. Aku masih belum puas bersama dengannya. Ah.

Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. “Masuklah. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya. lebih gelap hingga nyaris hitam. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya. dan ia tersandung pintunya. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. Bella. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil.Diterjemahkan dari: www. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti. “Aku tinggal menyeretmu lagi. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background.. Air menetes-netes dari rambutnya. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci. Sesaat dia berdiri kaku. dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 .. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya. sepatu bootsnya mendecit basah. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. “Ini benar-benar tidak perlu.” kataku sungguh-sungguh. Cope. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu.” ucapnya dingin.” Matanya menyipit.stepheniemeyer. Aku mengulurkan satu tangan. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. Aku memperhatikannya baik-baik. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran.

“Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. Lagi... dan lebih berani. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku.. Kucengkram roda kemudi lebih kencang.” Suaranya berubah sayu. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian. Dia teman baikku. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu.” Aku juga ragu itu.. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu.. dan dia juru masak yang sangat payah. Hujan membuat aromanya lebih harum. atau pernah tinggal kelas. keningnya mengerut. mengingat kembali reaksi Ms. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung.” dia melanjutkan.” jawabnya. memikirkan hal lain. Aku berhenti di depan rumahnya.kalau itu sepertinya tidak. Sial. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas.Diterjemahkan dari: www..com perasaanku. Tidak. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini. “Dia sangat mirip denganku.” Aku memperhatikan hujan di luar. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi.” Aku ragu itu. memperhatikan hujan diluar sepertiku.. Cope. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini. Bella tersenyum.stepheniemeyer. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal. matanya melebar.. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. 135 . mempertimbangkan hal itu. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya. “Berapa umurmu. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka. Pekat. “Clair de Lune?” Tanyanya. tapi lebih cantik. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya.” “Ini juga salah satu kesukaanku. Dia terlihat lebih santai.

aku rasa begitu. dia menangkap lebih banyak tentang diriku.aku jadi berpikir. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku.” Itu menjelaskan beberapa hal. untuk menjadi pengawas.” jawabnya terbata-bata.” Dia menggeleng dengan tatapan senyum. “Kau baik sekali.” katanya. Aku bisa melihatnya sekarang. Aku menyeringai. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya. harus ada yang menjadi orang dewasanya. Dalam beberapa hal..” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi. ibuku tergila-gila padanya.. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya.... Takut. Dia harus dewasa lebih cepat. “Ibuku.. “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA.com “Tujuh belas.” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas.. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari... Aku buru-buru mengganti topik. Atau tertarik? 136 . Dari segala yang kutangkap tentang dia.dia sangat muda untuk umurnya..” Dia tertawa. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya.Diterjemahkan dari: www. “Well.. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab.stepheniemeyer.bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella.” Dia tertawa lagi.” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku. membuyarkan lamunanku. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia..dan Phill lah yang ia mau.. “Aku.. dan mendesah. mungkin karena tatapanku.

kupikir kau bisa.” Lebih menakutkan. “Hmmm. dalam kondisi apapun.” Aku juga serius. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat. jelas khawatir telah melukaiku. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya.” Dia bimbang sebentar.” lanjutnya. Aku buru-buru membuang bayangan itu.. maaf. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius. Jadi agak beda.” Aku jadi lebih mudah tersenyum. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi.. Aku tersenyum kecut. “Mereka sudah lama meninggal.Diterjemahkan dari: www. Sesuatu yang tidak ingin kujawab.stepheniemeyer.” gumamnya. “Tidak. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru. kemudian bicara dengan suara pelan. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya. 137 . apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. paling tidak. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada.” Dia menyeringai padaku. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum. kalau mau. “Jadi. kali ini tanpa dipikir.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku.” “Oh. Dia mengkhawatirkan aku. bahkan aku tidak perlu berbohong.

” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara.com “Aku tidak terlalu ingat mereka. “Tidak.stepheniemeyer. “Selamat bersenang-senang di pantai.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh. Aku sangat. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang.” “Oh. Tidak ada rahasia di Forks. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik. sepertinya kau harus pergi.” Aku melihat ke hujan yang turun deras.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu. sori.” “Aku tahu. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku.. keberuntunganku tidak bisa diingkari. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi. Tidak ada rahasia.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu. Aku melirik ke jam. “Cuaca nya bagus untuk berjemur.” “Kau sangat beruntung. sangat suka itu.” Dalam kondisi itu. Jasper dan Rosalie.Diterjemahkan dari: www. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku. Aku tertawa mendengar ungkapannya.. aku terpaksa berbohong. Dia akan menikmati itu. “Saudara-saudaraku. tentu saja. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga. soal orangtuaku. 138 . Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang. Aku bisa membatalkannya.” Dia tidak bergerak. iya. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus. “Aku yakin dia sudah dengar.” aku meyakinkannya. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku.tapi dengan kondisi seperti ini. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal. “Ya.

matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. Dan tetap saja. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. sebelah selatan Rainier.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. “Akan kuusahakan. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang. Dia terlalu lembut dan rapuh. “Oh.stepheniemeyer. 139 . Kalau begitu selamat besenang-senang.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras. Dia tersinggung dengan ucapanku.” Dia mengatakannya setengah hati. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. demi kebaikanmu dan aku. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. lari.Diterjemahkan dari: www. Aku terlalu mencintaimu. Buat tetap santai. Apapun bisa terjadi padanya. Aku membuka telapak tanganku.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. Itu juga bagus. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku... “Jangan tersinggung. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. Jadi. Saat memandangnya. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar. Dia mengangguk. oke?” Aku tersenyum sebentar. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. melirik kunci yang ada di genggamanku. Lari. Bella. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan.

Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah.Diterjemahkan dari: www. atau cemas. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain. Tidak sama dengan cinta. Cope dan Jessica Stanley. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau. karena ada yang mesti kupikirkan. Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku.stepheniemeyer. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. pebandingannya tidak meyakinkan.. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. Daya tarik. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut.com 7. Lagipula. syok. membiarkan aromanya menyerangku. Ada begitu banyak sisi. Tapi tetap saja. dan aku butuh waktu sendirian. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. walau tidak tahu apa tepatnya. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. tapi berhubungan erat dengan itu... seperti Ms. Napasku makin memburu.. Jam pelajaran terakhir belum selesai. dimana aku bisa 140 . menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku. Tapi. Itu bagus. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya. api merayap membakar tenggorokanku. Bagaimanapun.

.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk.. Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan.. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit.. Ketertarikan itu bagai buah simalakama. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. itu tidak adil buatnya. tapi kini mulai keruh. mengetahui. Pengejaranku padanya tidak masuk akal.. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku.stepheniemeyer. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. selama yang bisa kuingat. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia. Ketika itu. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku.. Karena aku bukan pria-manusia..Diterjemahkan dari: www. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah. Cintaku pada Bella awalnya murni. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. aku mendambakan bisa menjadi manusia.. Ini sama sekali baru untukku. Selain hal itu. Aku sangat ingin bisa 141 . tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal. Dengan segenap raga. Yang paling kuingat adalah ibuku. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya. Selain cinta ibuku.

membenci kekerasannya.” Itu membuatnya makin bingung.. kau kelihatan aneh belakangan ini. pokoknya begitulah. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi. aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku. Tetap saja.” Dia menghirup lagi. Jasper masih sulit mengendalikan diri. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. yang bisa kudengar cuma celaannya. Perkembangannya makin aneh. Seperti Emmet....” katanya samar-samar seperti kebiasaannya. “Kau tahu sendiri... batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. dinginnya. Respon spontan. Aku memandangi tanganku yang putih. “Aku cuma melihat aku melakukannya. baunya memang lumayan. “Oh.” 142 .Diterjemahkan dari: www. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil. “Berani taruhan Mrs. Ini pertama kalinya. aku cuma komentar. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. Entah apa masalahnya.memberi pertolongan..” Hah? Aku terkekeh. “Hmmm. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera. kau tidak sadar aku datang.” Yang lain kemudian datang.. “Kau harus menerangkan alasannya.com menyentuhnya. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir. Goff pasti mengira kau pakai narkoba. “Menggotong orang sakit. gadis itu lagi?” Aku menyeringai.. Wah. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. kekuatannya yang tidak normal. Edward.stepheniemeyer. “Tenang.. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. Marahnya masih belum reda.

Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. jadi cuma butuh beberapa menit. Mungkin dia tidak disitu. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. Tidak akan lama lagi. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. Hujan turun sangat deras. apa sebaiknya ke garasi saja. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. Esme di lantai atas. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. tapi dia tidak melihat keluar. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. Dan aku. atau paling tidak aman. duduk 143 . Kami sama-sama masuk ke rumah. Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. Jalanan kosong.stepheniemeyer. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. untuk pertama kalinya setelah sekian lama.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang. hingga membuatku malu.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Aku bisa mendengar monitornya menyala. Dia kini sibuk dengan komputernya. dekat Emmet dan Jasper. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Aku akan menunggu. aku tahu. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. Sebagai gantinya.Diterjemahkan dari: www. Aku melihat ke jendelanya.

membiarkan melodi utamanya mengalir. Diatas. Dia secepat kilat turun. Esme mendesah bahagia. menatap aku dan Rosalie bergantian. Rosalie memelotiku. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. tentu saja cukup malu. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali. lebih pada marah daripada malu. Emmet dan Jasper ikut menoleh. Lagu baru. aku akan memburumu seperti anjing. menelengkan kepalanya ke samping.Diterjemahkan dari: www. Tapi. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. Musikku terhenti. dia kelepasan. 144 . dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru. duduk di anak tangga paling atas. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. Kalau kau sampai buka mulut. Aku tertawa lagi.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. selalu tentang kesombongan. dan bisa kudenar kebingungan Esme. matanya nyalang marah besar. Rosalie tidak menengok. Sudah lama sekali. Alunan yang indah. “Jangan berhenti. Edward bermain lagi. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. Senyum lebar muncul di wajahnya. “Ada apa. Esme menghentikan pekerjaannya. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan.stepheniemeyer. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. Aku menambahkan harmonisasi baru. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. Aku mulai main lagi. Pada Rosalie. Edward. mengikutinya dengan alunan bass. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. Rose?” Emmet memanggilnya. Setelannya masih sempurna. Tepat pada saat itu. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. pikir Esme gembira.

Ada cerita dibalik melodi ini. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. Alice beranjak duduk di sebelahku.. “Belum.” kataku mengomentari. tebal.” bisiknya. perubahan apapun akan salah.stepheniemeyer. 145 . Aku mengabulkan permintaannya. “Lagu yang cantik. “Tapi bagaimana jika begini. berambut gelap. Emmet menggerutu frustasi. Tanganku baru saja terhenti. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya. Esme pindah ke belakangku.. “Ya. “Aku sama sekali tidak tahu.” Esme mendesak lagi... “Teruskan lagunya.com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. “Aku suka.” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya. dan saat melihatnya. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini.” Aku berbohong. hidup begitu saja. membawanya ke melodi yang lain.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. Ini membuatnya sangat senang. alunan berikutnya muncul begitu saja.. tapi belum lengkap. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal. “Lagu nina bobo.Diterjemahkan dari: www. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. sempurna.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. Esme meremas bahuku. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku. tapi entah kenapa tidak pas. Dia menangkap suasananya. kukira. Lagunya mulai terbentuk. “Ini lagu. meletakan tangannya keatas pundakku..nina bobo. Itu sangat egois. Dengan suara ringan bagai tiupan genta. dan ikut bernyanyi. Aku mencoba-coba bridgenya. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme.

” Esme mengingatkan. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. berubah khidmat. Dia pasti mencintaimu. Alice. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku. “Terima kasih. meski terdengar mustahil. anakku. Edward. melambat dan semakin lambat. Semua akan baik-baik saja. Kumainkan nada terakhir.” Dia tertawa geli.” 146 . ternyata menghiburku. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini. Aku tertawa ironis. kemudian mengehela napas.” bisikku.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian. kau membuatku tersipu. mengejutkan aku dengan arah pikirannya.. pikirnya tiba-tiba..” ujarnya. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya.stepheniemeyer.” godaku dengan canda. Mom. Dia tersenyum.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya. Jika dia gadis yang cemerlang. “Jaga sikapmu. Esme mengelus rambutku. Kau. berharap bisa mempercayainya. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. “Hentikan. Perkataannya.” “Tapi aku ingin tahu.” “Tidak.Diterjemahkan dari: www. “Edward hanya bersikap sopan. Aku mendesah. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. Akan ada jalan keluar yang terbaik. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks. Takdir berhutang padamu. Suara Alice pun ikut turun. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. diantara siapapun di dunia ini.

Yang terjadi. Sebagai gantinya. sudah terjadi. Walau bagaimanapun. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. Sedang aku. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. Dia terbiasa diinginkan. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. Tentu saja. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. sayang. Bahkan ketika masih manusia. sebaliknya. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi. Rasanya sangat tidak mengenakan. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. Esme. dan dia selalu menjadi yang paling cantik. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. Dia sudah 147 . “Ini.. aku memikirkan Rosalie. sepertinya sia-sia.stepheniemeyer. tidak berhubungan dengan siapapun.com Aku tertawa mendengar rengekannya. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi. Bukannya dia keberatan. Kemudian aku berkata.” Dia meremas pundakku lagi. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. “Terima kasih. dia selalu jadi pusat perhatian. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. dan aku menyeringai sendiri. dia memang sudah lupa. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. Aku membayangkan. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. sejak pertama kali bertemu. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. Dan. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini.Diterjemahkan dari: www.. bahwa dia telah lama melewatinya. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. dan tetap saja bergeming.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja.

“Mereka tidak pernah berburu disini. Buah dari cemburu. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. dan tanganku langsung membeku di satu nada. “Kapan?” tanyaku. mereka berburu seperti vampir kebanyakan. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. “Kau siap. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella. Dia sudah menebak. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. Alice?” tanya Jasper. Alice cemberut tidak suka. Dia memutar bola matanya ke aku. Ini bukan kunjungan pertamanya. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. “Tenanglah. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella.Diterjemahkan dari: www. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku. “Jasper. dengan ketajaman intuisi perempuannya. “Itu betul. pasti itu.” aku sependapat. dan kemudian bangkit berdiri. Edward. “Apa. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. Kau tahu itu. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini.stepheniemeyer. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 .” Gigiku langsung menggertak. Senin pagi.

tapi tidak satupun bertanya. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. Aku pamit dulu dengan Rosalie. “Sepertinya aku memang begitu. dan mendecit menggaruk kulit Emmet. Ini tidak akan makan waktu lama. Terserah padamu kapan perginya. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet.” aku setuju. Esme dan Alice bertukar pandang. sekali lagi. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya. Edward. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. “Oh.” pinta Esme. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu. Cakar tajamnya merobek baju Emmet. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. menyeringai dan melambai.” “Tentu. Aku merenung sejenak. itu akan singkat.Diterjemahkan dari: www. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. hei Edward!” Dia berteriak balik. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim. Beruang itu melenguh keras. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget.” “Oke. Otakmu benar-benar terganggu.stepheniemeyer. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya. Emmet sudah hampir selesai. Oh sial.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. “Kalau kau memang suka.com “Kita akan kembali minggu malam. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. yang menjulang jauh 149 . Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya. “Bukankah pernah ada yang bilang.

com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit.stepheniemeyer. iya kan?” Emmet menyeringai padaku. “Huu. Bajunya rusak..Diterjemahkan dari: www.” Aku mendesah. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul. dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. “Jangan dekati dia.” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya. lengket oleh getah.. dan tertutup bulu-bulu. Selalu saja serius. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu.” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar. “Sori. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang.sensitif.” “Ya. Beberapa menit kemudian.. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 .” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang. Akan lebih menyenangkan.” “Hidup itu memang sulit. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar. “Ayolah Edward.” “Kau seperti anak kecil. Emmet sudah berjalan ke arahku. Emmet datang duduk disampingku.” Humorku langsung lenyap. “Yang satu ini lumayan kuat.” aku mengingatkan dia. Emmet.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu. Ada seringai lebar di wajahnya.” Aku menggeram lewat sela gigiku. Saat dia mencakar. dan kemudian mengerutkan muka. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet. aku hampir bisa merasakannya... Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik.” “Ini tidak bisa dimatikan. “Kuharap mereka lebih kuat.. robekrobek dan belepotan darah. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk.

. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu. lebih sial lagi. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. Sungguh.. bagaimana baunya bagiku.woo.” “Ya.” aku memberungut. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini.. Dia hidup di Forks. Dari segala tempat yang bisa ia datangi. Aku mengacuhkan leluconnya lagi. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar..” Dia mengangkat bahu. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan.atau tersambar petir. boy.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia. membencinya lagi. Well.” Aku mendelik pada tanganku..” “Mobil van waktu itu?” 151 . tapi menjawab pertanyaannya. seandainya ada beruang kesasar ke kota. Lagi-lagi beruntung.com “Memikirkan tentang dia... mencemaskan lebih tepatnya.. Emmet. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya. Coba lihat bukti-buktinya..” Dia tertawa keras-keras.! Tahan disitu. “Kau kedengaran seperti orang gila. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle. ya kan?” “Beruang. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku.” Emmet terkekeh. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella. “Banjir. gempa.. ingat? Paling banter dia akan kehujanan. “Benarbenar kebetulan.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. “Woo.. Tapi aku bisa menangkap maksudmu.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan.atau jatuh dari tangga..Diterjemahkan dari: www. Dan mungkin saja ia bertemu beruang.stepheniemeyer. tapi kita vegetarian. bukan. Dan kemudian. Emmet. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu.” Gigi-gigiku langsung menggertak.

“Apa kau akan bilang bahwa dia itu. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. “Curang.” kataku dengan suara tercekik. Berani sumpah.” jawabnya mudah.” “Tapi kau ada disana. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi.” Dia mendesah. “Jawaban yang salah. “Well. 152 . lagi dan lagi. “Jujur saja.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. Aku menunggu dia mencoba lagi. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang.. Itu beruntung. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi. Em. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya.” “Aku sama sekali tidak keberatan.” Emmet menggerundel. dan menemukan sosoknya tidak menarik.” “Rosalie iya..” kataku kasar..” “Aku tidak tahu apa masalah dia. Bahkan menyerahkan Emmet. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie. Nada suaranya menambahkan tentu saja. Jujur saja.com “Itu tidak sengaja. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu.. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja. Aku tertawa datar. “Tidak. seakan dia punya daya tarik seperti magnet.stepheniemeyer. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya.Diterjemahkan dari: www. Emmet. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi.” Aku berbohong dengan seringai lebar. menyerahkan apa saja. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak.” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. tapi pikirannya beralih ke hal lain.” Emmet terkekeh.

. sangat ingin untuk tidak kurang ajar. Untuk sementara.mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya. Rosalie pasti keberatan.” aku mengakuinya agak malu-malu.” Emmet bukan orang yang bijaksana. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini.com “Ya. Gadis ini segalagalanya bagiku..” “Aku tidak bisa...bukankah kau ingin.. lantas apa pilihanmu. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia. Aku menghela napas. Emmet.” 153 .. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. mendadak aku sadar. dengan tanda kutip. Tiba-tiba saja.. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar.. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh.” erangku. Kau betul-betul.. aku bisa jadi pelindungnya.” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya. Emmet menyadari perubahan ekspresiku.. Aku tidak boleh. Emmet. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang. well menyentuhnya. “Aku tahu itu. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia.” Dengan kepuasan mendalam.” bisikku. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu.” Wow. Bukankah kau juga akan merasa begitu. seperti yang kau bilang. Edward.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens..Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Dan. dong? “Aku tidak tahu. Pikiran itu membuatku gelisah. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam.. Dia berjuang keras sekarang. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella. dari pada jika aku pergi. dia kedengarannya terlalu rapuh. jika kau mencintainya. dan pembicaraan serius bukan keahliannya.. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin.. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu.untuk meninggalkan dia. “Percayalah—itu juga aku tahu. “Aku sedang mencari cara untuk.

akan kucoba. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Meski begitu. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya.” “Iya. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini.Diterjemahkan dari: www.” Emmet mendesah. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya. Biarkan Rosalie tenang dulu.” kataku ragu. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. Emmet. Aku sudah lama tidak merasakannya. Sangat lebih buruk.” “Lagi pula. Betul-betul mirip orang gila. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu.” Aku meringis pada hal itu. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah. bisa melihatnya lagi. Tolonglah! Demi aku. Dengan keberuntungan seperti Bella. Aku akan pulang hari minggu. dan mulutnya sedikit terbuka.” Aku menggeleng tegas.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya.” “Aku tidak perduli.stepheniemeyer. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya. sampai-sampai aku 154 . Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil. Emmet menepuk handphone di sakuku. “Baiklah. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu. Aku menghela napas. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka. termasuk godaannya.

Menyentuhnya lembut. Kuperhatikan lokasinya. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. sesuai dengan perjanjian. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari.. Salah satu tangannya bergerak... Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu. dia pasti jatuh. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push.... Mataku terus memandangi wajahnya. Dia kelihatan. itu tetap menggangguku. memperhatikan jika ada yang berubah. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. Dia bukan milikku.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul. Tidak. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal. Aku cuma tahu dari foto. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya. Aku takut jika sedekat itu. Sebuah tempat dimana 155 . paling tidak. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. Itu alasan yang paling masuk akal. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku.lelah. Apakah dia sempat memikirkan aku. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini.. Kami teman sekarang—atau. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. berusaha menjadi teman.. Apakah dia merindukan aku. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku... yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini. Kirakira apa dia menikmati tamasyanya.

com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen.. Aku cepat-cepat mengikutinya. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja. Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. Lebih parahnya. penasaran. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi. Tapi. tidak terlalu menempel di pohon.. Aku menggeleng.. hal itu bisa memecahkan suasana.stepheniemeyer. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak. menuju ke semak pakis-pakisan. Aku duduk di tempat ia duduk. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. berbeda dengan penasaranku yang tadi. Bella. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan. Ingat dan mempercayainya.. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. dan. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. sesampainya di pepohonan.. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu.Diterjemahkan dari: www. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan. Ya.. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian. dan memandang ke sekeliling. mereka tidak akan bilang apa-apa. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Selamanya. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit. Barangkali duduk disitu. ini jauh lebih mirip 156 . Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui. Jadi.

untuk sementara waktu dia punya pelindung. 157 .stepheniemeyer. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi.com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. Aku akan menjaganya. Well.. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti. Aku mengerang. selama yang bisa benarkan. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya. Bukan cuma nasibnya yang sial..Diterjemahkan dari: www.

yang terjadi justru sebaliknya. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. jadi aku tidak terlalu kesal. Betul kan. Kira-kira apa yang 158 . memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya. tak berdaya. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. dan merasa senang pada keberuntungannya. Senin pagi. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk.Diterjemahkan dari: www. tersembunyi dibalik bayangan. dia menyukaiku. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka.stepheniemeyer. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. Dia akan mencobanya lagi. Mike menemukan dia disana. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. Aku menunggu. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. dan yang sebaliknya terjadi padaku. Bella tiba di sekolah lebih awal. Sudah begitu. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. dan membuntuti obyek obsesiku. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. Namun. berita baik lah yang kudapat.com 8. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. Berani taruhan. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan.

.stepheniemeyer. Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. Sejenak hening.” Pedih dan marah akibat cemburu. Mike menelan ludah. “Mike. Mike menyadari perubahan di rambut Bella.dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti.com begitu penting di Seattle. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 . Sedang Mike sama sekali lupa. Aku sangat ingin terbang kesana.Diterjemahkan dari: www. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya. “Hanya dibawah sinar matahari.. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat.” katanya. Aku mematahkan satu batang pohon lagi.. kita bisa pergi makan malam atau apa. Padahal aku ingin mengajakmu kencan. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya. Dari ekspresi puas samar di wajahnya. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. “Well.” “Oh.” ujar Bella... sepertinya tugasnya sudah selesai..

Pikirannya kini saling tumpan tindih. Oke. tubuhku bisa kembali rileks. Jessica. Oh. Hmm.” Aku bernapas lagi. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya. Sepertinya Seattle memang cuma alasan. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur.. Hmm. Kemudian dia lenyap.. mengikuti Bella terus. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. Tapi. tidak sebaik jika itu adalah Bella.” Dia tidak bisa berkata-kata. Hmm..” Bella bimbang. “Yang benar saja. “Waktunya masuk kelas. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain. Mike. dia melihat segalanya.Diterjemahkan dari: www. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. Badannya lumayan. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam.. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan. “Kurasa. dan aku tidak boleh terlambat lagi. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun..stepheniemeyer.. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya. berloncatan dari pikiran ke pikiran. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar.” “Jessica?” Apa? Tapi. “Oh.. Sedang Bella begitu tidak egois. Kurasa dia cukup manis. dan senang jika ada 160 .com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus.. Wow. sevulgar fantasinya tentang Bella... Buatnya itu pilihan kedua.” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu.. Aku seharusnya tidak bertanya. Sepertinya. Burung yang sudah di tangan. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. hal itu sebetulnya sangat kentara. sibuk dengan fantasinya. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. Jadi.. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. memang.

Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku. Oke. dan membukanya dengan kasar. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. Jadi. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya. tapi aku tidak mau ambil resiko. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman. tangannya membeku di satu halaman. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya. Aku membaca lewat pundaknya. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. aku memang berlebihan. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya.Diterjemahkan dari: www. dan dia terlihat sedih lagi. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. Ah—lagi-lagi klasik. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. Pada saat jam makan siang. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. Aku tahu itu. Barangkali dia merindukanku juga. memberiku harapan. yang kelihatannya sudah sering dibaca. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. Dia penggemar Austen. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup.stepheniemeyer. 161 .com Angela Weber di dekatnya. aku langsung saja pergi ke rumah Bella... Dan itu membuatku berdebar-debar.

dan memejamkan mata. dia menutup bukunya dengan kesal.atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual. Mansfield Park. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin.com Aku sempat melihat judul halamannya. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan.. Aku mendesah.secangkir susu. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. Dua sendok makan tepung. menarik lengan bajunya keatas. atau biru. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. Ini sangat-sangat salah. Aku mengingatngingat novel itu.Diterjemahkan dari: www. Dia berbaring diam. Aku meloncat turun. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya. Aku menghela napas dalam-dalam. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini. Tidak beberapa lama. kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari... mendarat tanpa suara pada ujung kakiku. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . seakan sedang menenangkan diri.. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan.. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang..stepheniemeyer. Dia menghela napas panjang. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah. sangat beresiko. Satu misteri lagi.. Napasnya lambat..

. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya. aku akan menunggu sebentar. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. Sia-sia sudah kesombonganku.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini. Paling tidak dia masih memimpikan aku. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram. Aku sudah mau mundur lagi. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku.... Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya. akhirnya aku sadar. “Mmm.com ini di kepalaku.stepheniemeyer. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun.. sekedar jaga-jaga. Edward. Terlalu...dekat. tapi kemudian ia menggumam. Mmm. 163 . dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya..Diterjemahkan dari: www.. “Edmund. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar. mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat. Rasa benci pada diriku menguat.. Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku. Ahh.. Sense and Sensibility.” desahnya. “Mmm. Well. Aku mengembalikan bukunya. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter. menahanku di tempat. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis.” Tidak terlalu ada artinya. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka.. Dia mulai dengan cerita pertama.

. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Dia terbangun. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi..Diterjemahkan dari: www. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. Rambutnya kembali gelap. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. Dia memandang ke sekeliling. hampir hitam dihadapan wajahnya. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. bayang sore pun mengambilnya.sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Ketika cahaya menghilang. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai. dan ia melihat ke arah suaranya. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok. Aku ingin menghalaunya. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain. Untuk sesaat. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya.stepheniemeyer. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. aku cuma menangkap intinya. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara. Jasper tidak memperingatkan teman164 . “Charlie?” tanyanya pelan. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah. Aku lega ketika ayahnya pulang. Beberapa gerutuan samar.com Siang pun berlalu. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya.

kadang sedih. kurang lebih sama dengan sebelumnya. dia seorang pengasuh. Setelah itu aku pergi. Ketika bicara. Wajahnya kadang gelisah. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Dan. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. hari terakhir matahari memenjarakanku.. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. mimpi buruk apa yang menghantuinya. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku.” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. aku akan tetap mengawasi Bella. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. Hanya untuk jaga-jaga. “Kembali. Aku pergi ke lahan berburu terdekat.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur. yang mana baik-baik saja untukku. Aku jadi bertanya165 . Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri. Lagipula.com temannya untuk menjauhi Port Angeles. Selimutnya berantakan. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. Hanya sekali. Rumahku kosong saat aku kembali. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin.. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung.tapi kemudian sadar. Aku bertanya-tanya. Biar bagaimanapun. Hari sekolah berikutnya. ketika ia mendesahkan kata. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. Aku disini untuk melindunginya. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan.

Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. dia kembali. Peter dan Charlotte masih ada. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya.com tanya. Itu lagu lama. Tapi. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. Dia sudah semestinya cemas. dan hampir sama panjangnya. Mahluk yang aneh. Tentu saja itu Rosalie. Ugh. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan. sebagai Bella. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. Sekolah usai. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. Edward. Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi.Diterjemahkan dari: www. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. Ah. Rambutnya sepirang Charlotte. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. seperti biasanya. pikir Alice dengan riang. yang memandangiku dengan penasaran. pikir Charlotte. membuatku bersyukur. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. begitu kesimpulan dia. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. Aku masuk lewat dapur. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. gerutu Emmet. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood.stepheniemeyer. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. dan langsung menuju ke piano. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. Kau benar-benar payah. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. karena dia hampir setinggi 166 . pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri.

aku merasa lebih tenang. Dasar orang gila. Peter. Dan Alice.” Kemudian mereka bersalaman. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper.Diterjemahkan dari: www. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. Kasihan. Setelah beberapa saat. Tidak mendekati Port Angeles.” salamku sambil mengangguk. itu Esme. dan dengan tergesa-gesa berdiri. Edward. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan. dengan suara mencibir. umpat Emmet padaku. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. Pasangan yang sangat cocok. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku. Aku pura-pura tidak mendengar.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas. mereka akan langsung ke timur. pada tahun 1940an.” kata Jasper sedikit khawatir. dengung mantap suara mesin yang 167 . “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja. “Kalau kau bertemu Maria lagi. Rosalie memikirkan hal yang sama. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi.” ujar Charlotte basa-basi. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. Alasanku sudah cukup lemah. “Charlotte. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary. sedang Peter baru belakangan. siap-siap untuk pergi. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. menuju Seattle. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. Jasper selalu menjadi favorit Maria. Setelah di dalam mobil.stepheniemeyer.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. Kuhentikan laguku di tengahtengah. Idiot.

com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu. 168 .Diterjemahkan dari: www. Rasanya lega bisa di jalan lagi. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella.stepheniemeyer.

stepheniemeyer. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela.Diterjemahkan dari: www. yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. Untuk saat ini. Setelah menemukan Jessica. Angela betul—Tyler cuma membual. Kemudian. aku akan menemukan Angela. Dan. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. Sesuai dengan warna matamu. aku bisa mendekat. tapi Angela sedang ganti baju. setelah menemukan Jessica. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. bertiup dari arah barat. Bella masih kelihatan kesal.com 9. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles. ketika makin gelap. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. Aku hanya bisa 169 . lebih tepatnya. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru. Ha ha. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. Tidak terlalu lama. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. meski jendelaku sangat gelap. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi. matahari masih terlalu tinggi diatas. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. Well. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. Mengambil resiko lebih.

minta pendapat Angela. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan. Secara berkala aku mengecek Jessica.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun. Dia akan suka itu. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran. Bella tidak kelihatan dimana-mana.. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi.” Aku 170 . Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama.. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko. sebelum menjawab pertanyaan Angela. “Dia baik-baik saja. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi.. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok.. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam.. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko.. Kusentuh handphone di kantongku. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. suara mentalnya paling mudah ditemukan.stepheniemeyer. ia kesal dengan kepongahan Tyler. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. kemudian ganti ke Angela. bahkan jika kita kembali dulu. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. baru saja balik arah. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya...Diterjemahkan dari: www. Jadi. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran.” Ibuku pasti akan marah besar. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya. Lagipula. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. kurasa dia sedang ingin sendirian. bahwa ia menegaskan niatnya.

Aku menilai sekelilingku. bisa untuk tempatku parkir. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia. mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica. Seharusnya aku lebih memperhatikan. Jika aku tetap berada di sisi barat. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu.com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella. Dia sempat kesini. Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu.” ujar Angela. tetap berada dibalik bayang-bayang. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya.. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini. Aku bertanya-tanya. berharap pencarianku singkat. Aku seharusnya tidak melakukannya.Diterjemahkan dari: www. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia.. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong. Dia baik padaku selama di mobil tadi. 171 . “Ayo cepat kalau begitu. di trotoar. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari.... kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. ada sedikit sisa aroma Bella di udara. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup.. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. Aku bertanya-tanya. Sebentar lagi matahari di belakang awan. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini... Aku tahu seluk-beluk Port Angeles.stepheniemeyer.

.kurasa anakku telinganya infeksi lagi. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. karena kemudian aku membaca lebih 172 . Aku mesti memberitahunya. Seperti sekarang.. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. Aku tidak suka ini. Hanya beberapa menit lagi. . berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing. berharap melihatnya di jalanan. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. Beberapa menit lagi.stepheniemeyer. dan keluar dari jalur normal orang-orang. Pikiran satu ke pikiran lainnya.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. tapi aku sudah keluar lagi... Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu... Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia. kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. dia hilang dari pengawasanku.Diterjemahkan dari: www. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. Terkungkung. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat.. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele.? Terlambat lagi. Apa dia tersesat? Well. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. mencari lewat mata mereka. aku akan bebas mencarinya di luar. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya. mencari-cari dia. Awan-awan mulai berkumpul di horizon. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran.. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. dan arahnya membingungkan aku.

bukan jeritan.stepheniemeyer. “Pergi dariku. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat.. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. Dia melangkah ke arah Bella. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. “Jangan seperti itu manis. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya. Keributan itu membuatnya marah—diam. pasti ada sesuatu—nama jalan. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi.. Sesuatu. tapi tidak mengalihkan perhatianku.. Itu membuatnya bergairah. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. “TIDAK!” teriakku.” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. Itu pikiran orang asing. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh. melenturkan tangannya. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan. Aku 173 .Diterjemahkan dari: www. Mereka asal mengikuti Lonnie.. tapi tidak tahu pasti persisnya. plang toko. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. Aku pindah ke pikiran orang itu. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya. tapi tidak sepenuhnya asing. suaranya sudah jauh di belakangku.” Suara Bella rendah dan tenang. Di sekitar daerah industri. Bella bukan korban pertamanya.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan.

dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu. siap-siap untuk menikmatinya.akan lebih ada perlawanan.” teriakku setengah menggeram. Dia ada di tengah jalan.Diterjemahkan dari: www. dan ia sudah lari menuju mobilku. Terkejut dan agak kecewa. tapi kematian itu akan terlalu cepat. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya. Tidak kugubris. Aku segera membukanya. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella.stepheniemeyer. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. tapi tidak akan segera kukabulkan. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Barangkali lebih baik. Dia akan memohon-mohon. menyudutkan Bella. Lampu sorotku menerangi mereka. Di bagian lain dalam kepalaku. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. Dia menunggu Bella menjerit. Yang ini pemberani. dia terlalu memperhatikan korbannya. Dia harus betul-betul tersiksa.. “Cepat masuk. Bunyi klakson nyaring di belakangku. ketegangan dari berburu.. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. 174 . membuat mereka terloncat kaget. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. tapi tidak mempedulikannya. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah. mencari yang paling menyakitkan.com mengenali perempatan yang ia lihat. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Dia harus menderita atas hal ini. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. Teleponku bergetar di kantong. Aku langsung menerabas lampu merah. Aku tinggal satu blok lagi. Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya.

. Bukan haus darah yang biasanya.” perintahku. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. ternganga bingung. Balas dendam mesti menunggu. Bisa kurasakan pandangannya padaku. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi.Diterjemahkan dari: www. Aku akan mengulitinya pelan-pelan. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. Apa yang akan kukatakan padanya. dan sampai terasa di lidahku.stepheniemeyer. Aku harus membunuhnya. menjauh dari Bella. berjengit ketika mendengar suaranya. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. daging dari tulangnya. Suaraku kasar. “Pakai sabuk pengamanmu. Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku. Sepertinya. kulit dari dagingnya. menatap ke arahku. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat. Itu akan membuat dia ngeri. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka. dan segala rencana kejiku langsung runtuh.. memohon untuk segera dilampiaskan. membanting pintu di belakangnya.. melanggar semua rambu lalu lintas. 175 . Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. Bella memasang sabuk pengamannya. Otot-ototku menegang. sarat kebencian dan haus darah. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. sedikit demi sedikit.. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri.

tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. tidak salah lagi. “Iya. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. Aku tahu itu. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. Sekarang gelap gulita. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku.stepheniemeyer. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan. aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Aku membawanya ke jalanan sepi. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. Prioritas pertama. dia kelihatan tenang. Tangan dinginku yang terkunci..” aku menyadari. Baik-baik saja kah aku? “Tidak. tempatku menunggu tadi. Nadaku menggelegak marah. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. Dia berdeham pelan. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. Namun tetap saja. sepenuhnya tidak bergerak. Dia pasti sangat ketakutan. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami. tidak terlindungi di tengah kegelapan.Diterjemahkan dari: www. Rerimbunan pohon di pinggir jalan. yang aku tidak tahu. “Ya?” jawabnya dengan suara parau.” Suaranya masih pekat—karena takut.com Anehnya. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. Itu pasti kentara sekali.. Pembalasan adalah hal yang kedua.

” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. itu manjur. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan. Aku mulai bisa 177 ..stepheniemeyer. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan. kecewa dan marah.” Rasanya menyenangkan. kau pasti ingat. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain. Hanya karena dia membutuhkan aku.” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. Jadi setelah kuhitung-hitung. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh.com diriku. Aku tahu dimana menemukannya.. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom. “Tolong alihkan perhatianku. berharap tidak bisa menemukannya. berarti kedudukan kami seri.well. Kupejamkan mata. pasti aku sudah tertawa.. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki.” Dia melanjutkan. Seperti sebelumnya. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan.. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan. “Mmm. “Maaf. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah.. memaksanya untuk bicara lagi. kalau aku membahayakan hidupnya. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom..” pohonku padanya. aku tetap bertahan di mobil.. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. “kalau tidak punya mobil. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu.” tambahnya dengan nada datar.. sekali-kali melihat di salah. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang. kali ini penuh pertimbangan... “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo.Diterjemahkan dari: www. khas dirinya. Ya—inilah yang kubutuhkan. “Kenapa?” tukasku.” Rahangku masih terkatup rapat.

Napasnya memenuhi penciumanku. tapi tidak lebih baik. dia tidak akan bisa ke prom.” Kuharap. dan hanya bisa memimpikannya saja. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini. aku lebih tenang. itu tujuan yang mustahil. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam. Hampir. Aku tahu. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya. Dia berhenti bicara. Suaranya pun jadi lebih marah. Setelah semua kejadian ini. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia. entah bagaimana. “Apa yang terjadi?” bisiknya.” Tidak. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini.. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. “Aku sudah mendengar tentang itu. “Tidak terlalu.” kataku padanya.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Aku menghela napas dan membuka mata. Padahal aku butuh dia meneruskannya. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh.. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. tapi aku tetap akan berusaha.com mengendalikan diri.

atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu. Selama beberapa waktu kami diam. menuju jalanan yang gelap. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku. Belum. tapi wajahnya tidak ketebak.. Apa saking syoknya? Atau. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya. Aku menarik napas dalam-dalam. Jessica dan Angela sudah selesai makan.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. “Jessica dan Angela pasti khawatir. Tidak. berusaha menjadi apa yang seharusnya. Aku tidak menyerah. ke kegelapan malam.. membiarkan aromanya membakar tenggorokanku.” ucapnya pelan. Sesuatu yang tidak aku bisa. lari.. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 .. Belum. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Bella. Mereka sudah mau mulai mencarinya.. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan. atau pantas.Diterjemahkan dari: www. Semakin dekat ke kota. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella.. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu. Aku berperang dengan diriku sendiri.stepheniemeyer. Seringkali dia tidak mendengarnya.” Aku menatap keluar. Lari.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi.com padanya. Bella. Suaranya sangat tenang.dia masih membuatku meneteskan liur. Aku hutang itu padanya. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam.” “Oh. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. Kosong karena syok.” ucapnya lagi. Paling tidak dia tidak menjerit. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku.. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku. Tinggal. tinggal. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa. barangkali. Aku begitu dekat dengan berandalan itu. Bella.. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah. “Aku seharusnya menemui mereka.

Tapi. Mereka menoleh. “Mengajakmu makan malam. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. aku tidak akan cukup kuat untuk itu. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri.. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. kedengarannya kaget. Dengan urutan seperti itu. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja.” Tidak.stepheniemeyer.” perintahku cepat-cepat. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini. disinilah aku.Diterjemahkan dari: www. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap. Dan kini. Dia gemetar. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku.” Baiklah ini akan menarik. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. 180 . Bella! Oh. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat. bisa dibilang kencan dengannya. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya. Apa itu maksudnya? Well. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi. “Jess! Angela!” dengan suara keras. Dia mengejar mereka kemudian berteriak.. Aku membuka pintuku. dia aman! Pikir Angela lega. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh.

“Sori.stepheniemeyer. Wow. Bella tidak mungkin tahu. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang.. dan kemudian terhenti. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan. Tapi. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. Mereka buru-buru kembali. Pikirannya pasti syok.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati. aku tahu mereka sudah makan. Bella. Nah. Angela mengerutkan dahi.” Aku tidak sependapat. Angela juga tidak terlalu berbeda.Diterjemahkan dari: www.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia. Ya ampun. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. Bella mengangkat bahu dengan santai. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga.” Jessica setuju. Nadanya luar biasa normal. 181 .. Mendadak pikirannya tidak karuan.tentu saja.” dia mengakui.. Begitu tenang.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. dia keren banget! Batin Jessica. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. berdasar pengalaman yang lalu. Wow.. Dia mudah pingsan. pikirku masam. “Mmm. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. ketika melihatku disampingnya. syok. kami sudah makan ketika menunggu tadi. Tidak. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang. Pikir Angela kemudian. “Aku tersesat. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku. dan perut kosong tidak akan membantu. Pasti memang syok. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. Coba tadi tidak makan duluan. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward. sebetulnya. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh.

kurasa. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess. Jessica melambai saat pergi. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan.stepheniemeyer. “Sampai ketemu besok.. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan. “Kalau begitu.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai. Aku tidak mau pergi. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil. untuk mengecek suhu badannya. dan Bella melambai balik.” Kubukakan pintu restoran untuknya. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang. diparkir dibawah lampu jalan. Baru setelah mobilnya lenyap.” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella. Atau. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku. Ya ampun. Bella kelihatannya masih menutup diri. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela.” ujar Angela cepat. ya ampun. Bella..Edward. Pada saat bersamaan. Mobil Jessica berada tidak jauh. tidak masalah.Diterjemahkan dari: www.” katanya padaku. Bella mengedip? “Oke. seperti yang lalu.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Aku ingin menyentuh tangannya. ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku..com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. dia melihat Bella mengedip. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau. dia perlu makan sesuatu.... keningnya. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. hibur aku. “Jujur saja aku tidak lapar. Oh.” “Eh. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi. Sepertinya ini malam keberuntunganku.

Ya. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi.. Tapi keluarga.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami. Barangkali dia sepupunya. Dia tidak mungkin berkencan dengannya. menelengkan kepala penasaran. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk. Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. iya. Gadis ini tidak mungkin adiknya. “Tentu saja. Matanya melebar terkejut. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai.. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. “Oh. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal. mereka sama sekali tidak mirip. Mata manusia memang kabur. dan dia jadi ragu...” Pikirannya sedang menebak-nebak.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. dia akan sangat penasaran malam ini. Aku menggeleng. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. Selamat datang di La Bella Italia. eh. Tanpa ambil pusing. Sialan. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku. Cope dan Jessica Stanley.Diterjemahkan dari: www. lebih baik tidak usah mengambil resiko. dimana tidak ada orang yang 183 . pasti itu. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya.stepheniemeyer.

Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. Cukup akurat untuk malam ini. Aku tersenyum lebar-lebar ke dia. Aku bertanya-tanya. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya. “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja. kenapa berbeda dengan. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan. yang benar saja.” Dia tidak mungkin nyata. Atau.” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. Aneh. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu. Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi.com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. “Mmm...stepheniemeyer.” Hmm. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu.. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu. 184 . Ini pasti mimpi. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang. Barangkali gadis itu akan hilang. “Tidak adil.....Diterjemahkan dari: www.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali. apa yang akan kuceritakan. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti. Wow. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini. “Sempurna. Bella hampir betul.. menunjukan seluruh baris gigiku. meski itu yang kuinginkan.mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur. Dia masih tidak takut.” Aku memperhatikan ekspresinya.pelayan kalian akan segera datang. “Oh.

Meski begitu dia terlihat sehat. sebetulnya aku menunggumu syok. “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. menantikan sangkalannya. Alih-alih mendengarkan. “Kurasa itu tidak akan terjadi.stepheniemeyer. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. Apakah dia. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku. sakit. dia sudah menjawab. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. 185 .” jawabnya. seakan minta persetujuan. Lebih dari sehat bahkan. “sering kali. sedikit kehabisan napas. tapi kukecilkan volumenya.Diterjemahkan dari: www. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. Dia terlihat bercahaya.. Pikirannya nyaring sekali. sebelum aku sempat menyesalinya. Butuh semenit baginya untuk menjawab.” sapa seseorang. dia minta pesanan minum kami. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella. “Halo. “Haruskah begitu?” “Well. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. “Aku baik-baik saja.” aku meralat. Ah. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella.com Tapi. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok.. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya.” “Kau tidak merasa pusing. “Dua coke. Dia mengerjap. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. Si pelayan masih menunggu pesananku. Dia tidak akan mau diperhatikan.” Aku setengah tersenyum..” Dan pipinya bersemu merah muda. Matanya berubah agak tidak fokus.. ketika aku tersenyum padanya. terkejut oleh pertanyaanku. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. aku menatap wajah Bella.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. Aku membuat dia terpesona.

Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan. Haus. pipinya merona lagi.” Bella membuat ekspresi datar. hampir serapuh kulit aslinya. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh. Dia menaruhnya didepanku. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis. dan ia langsung memakainya. kemudian menggigil lagi. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya.” Kucopot jaketku. sangat manusia. Isi pikirannya vulgar. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat. “Minumlah. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya.” Dia mencari-cari bingung. Dia menyadari semuanya.stepheniemeyer. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella.. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica. jadi kudorong gelas kedua padanya. Dia terlihat sangat lemah. “Mmm. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. kemudian sempat menggigil. Dahiku sedikit mengerut. 186 . “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya. atau syok? Dia minum lagi sedikit.” aku memaksa. Dia minum sampai gelasnya kosong. “Kau tidak punya jaket?” “Punya. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi. Dia menatapku. blus itu menggantung seperti kulit kedua.com Berarti.” Bella melirik sekilas ke menu. Aku terkejut ketika ia langsung menurut.” ujarku. Hmm. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya.Diterjemahkan dari: www..” tapi dia gemetar lagi. “Aku pesan jamur ravioli.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

menatap taplak meja yang berwarna merah marun. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. Namun. Bahuku terkulai malu. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. meski pikirannya sunyi.” sanggahku sambil menunduk. resiko yang kuambil.” Itu betul. Aku baru saja mengaku membuntuti dia. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana.. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. “Jangan ada yang ketiga kali. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. Dia tersenyum. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. dan berubah jadi penolakan. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi. “Aku membuntutimu ke Port Angeles. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. oke?” Dia cemberut. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. Pertahananku mulai runtuh. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. Sudut bibirnya terangkat keatas. 192 . Kapan saja.Diterjemahkan dari: www. Bukan karena aku berhutang padanya. “Itu bukan yang pertama. tapi mengangguk. Aku ingin dia mengenalku. dan itu membuatku marah. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. dan mata coklatnya menghangat. pada insiden van itu.” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh. menunggu. dan dia tersenyum. Aku membaca matanya.” Aku mengamatinya.stepheniemeyer.. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ.

” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang.” jawabnya tenang. Aku mendongak melihatnya. mencoba mati-matian untuk memahami. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran. “Biasanya.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. berkat dirimu. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini. Jika ceritaku diteruskan. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. Dia tahu. Bella sangat diam. “Ya. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. “Kau makan.” Eksoresinya berubah. Itu tidak masuk logika berpikirku. anehnya.. aku bicara. Matanya yang dalam. napasnya semakin cepat. setelah pernah mendengar pikiran seseorang.” Akhirnya aku meneruskan certaku. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah. di sinilah aku duduk.. Matanya masih menatapku lekat-lekat.. namun kali ini dengan tatapan prihatin.Diterjemahkan dari: www. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini. “karena. entah bagaimana. sepenuhnya sadar. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya. “Kau ingat?” Dia pasti ingat. Lalu. tapi tetap saja membuatku khawatir. Aku pun mengajukan syaratku. “Ya.stepheniemeyer. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. Tapi tetap saja. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya. wajahnya tetap tenang. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. menyaksikannya terjadi 193 . aku bisa dengan mudah menemukannya.” Dengan sia-sia. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal.. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. jadi penasaran.

“Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. Aku mau orang itu mati.” ujarku dari sela gigi.. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui.” 194 . “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan. Jadi. tapi anehnya aku toh khawatir juga. matanya lebar. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles.com adalah kesulitan yang lain. masih sambil. Tapi dia hanya mengerjap satu kali. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. Bersama derasnya udara yang masuk. berarti dia aman. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup.“—seperti kataku.. Ini pasti membingungkan.. menelan keras-keras. Aku tak punya alasan untuk khawatir. Itulah yang paling penting. Bella masih membutuhkanku. Dia ingin aku meneruskan. “Aku mulai bermobil berputar-putar. Atau. aku hanya menunggumu.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia. Aku tahu kau tidak masuk ke sana. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk. Selama aku masih merasa terbakar.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.. mengunci tubuhku jadi es. dan kau pergi ke arah selatan.. dan aku tahu kau toh harus kembali. tidak sanggup untuk tidak menggeram. Lalu.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal. Dia tidak bergerak. napasnya membakar tenggorokanku. Aku butuh dia mati. mendengarkan. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. “Aku mengikuti Jessica. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki.. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku. Dan itu membuatku lega. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap. “Matahari akhirnya terbenam.

Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran. Dan.. “Sulit... Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri. melalui takdir yang salah kaprah. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. Aku mendengarkan detak jantungnya. aku mengakui niatku untuk membunuh.. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian. dan pembunuh. Dalam batas tertentu. Dengan mata tertutup. pemburu. Aku menatapnya lagi. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti. sangat lembut dan mudah pecah. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku. menarikku ke arahnya.” Untuk kedua kalinya malam ini. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. Aku menutup wajahku. Dia butuh seorang pelindung. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. 195 .. iramanya sempat tidak teratur. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca. Napasnya juga tenang dan teratur.Diterjemahkan dari: www. Ekspresiku pasti seperti monster. aku hampir tidak kuat menahannya. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. tapi tenang. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam.. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela.” bisikku. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. aku akan pergi mencari mereka. Fokus hanya pada wajahnya. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian. dan membiarkan mereka. tetap hidup.com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat...stepheniemeyer.

aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 .com “Aku siap untuk pulang. setelah mengerti alasannya. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan. Alasannya karena Bella. Seketika itu juga. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. Kami berjalan menuju pintu keluar. ini cukup lucu. jadi lebih tidak menakutkan. jadi manusia. membuatku kehilangan tajiku. Aku ingin menawarkan tanganku. “T-tentu. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya. Aku berdiri. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia.” ujarnya terbata-bata. Sekarang jadi sedikit lucu.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah. Aku mendongak. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam.Diterjemahkan dari: www.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. Benar-benar membuat frustasi. “Kami mau bayar.stepheniemeyer. Pelayan itu kembali. “Simpan saja kembaliannya.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. Napas pelayan itu memburu. Ya. melihat ke si pelayan. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. terima kasih. dan Bella cepat-cepat mengikuti. “Ini dia. menunggu dia menguasai diri.

masih ingin berada di sisiku. Sangat pantas untukku. Apa itu langkah yang tepat? Kini. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya. bergolak dan menguat.” 197 . Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. Itu membuatku bertanya-tanya. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. saat hanya fokus padanya. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. secercah senyum pada bibirnya. Pasti begitu. Perasaan terbakar. aku terbakar. seperti entitas lain di dalam mobil. tapi juga segan untuk bertanya. tidak lebih.” kataku ragu. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman. liur telah membanjiri mulutku. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. Tapi yang terjadi. Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. Aku menunggu. cuma terbakar. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan. Dan. Aku menatap ke dalam matanya. seakan aku sedang berburu... mobilku terlihat sangat kecil. penyesalan apa yang membuatnya sedih. Itu membuatku lebih penasaran lagi. dan otot-ototku menegang. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas.com berani. “Giliranmu. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. kelihatan malu. Sebuah pengorbanan. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima. disinilah dia. “Sekarang. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk.stepheniemeyer. ketika tiba-tiba ia menunduk.Diterjemahkan dari: www. Dia bersidekap di balik jaketku. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. sudah ingin bertanya. dia menghela napas pelan. Aku harus menghindari pikiran seperti itu. Ugh.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi.. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah..” Wajahnya merengut saat mengingatnya. “Itu salahku.” ujar Bella tiba-tiba.” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga. ekspresinya terlihat. Aku berpaling dan tergelak... “Aku yang memaksanya bercerita padaku.” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang. menyaksikan penaklukannya secara langsung.stepheniemeyer. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki.. Suaranya kini jadi waswas.” Dan aku tertawa membayangkannya. dan aku tidak keberatan. Hanya saja. Ia tertunduk malu.com sebenarnya.. untuk memancingnya agar mau cerita. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol. “Kalau saja aku melihatnya. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku..bersalah. Yang terburuk telah lewat.” Lewat sudut mataku.” 203 . “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan.Diterjemahkan dari: www.” ucapnya kemudian setelah diam sejenak.. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia. Pikiranku sedikit teralihkan. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya.

. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini.” Dia sungguh tidak masuk akal. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi.. “Apa?” desakku.com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku.” jawabnya. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik. tidak seperti yang kukira akan kurasakan. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil.” Dia diam lagi. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka.” Betapa praktisnya. “Dan. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu.” Aku mulai mempertanyakan. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik.Diterjemahkan dari: www.” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah... dia sedang memandang ke luar jendela.sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. Dia mengundangnya. dan kemudian ia berbisik. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. “Tidak ada yang cocok. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. Kemudian semuanya jadi jelas. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan. Bocah itu tidak tahu apa-apa. Dia tidak bicara lagi. apapun itu yang jadi 204 . Aku melirik ke arahnya.stepheniemeyer. Waktunya kembali ke cerita horor..sangat. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu.. terapis yang paling andal.. “Aku mencari keterangan di internet. Aku mendengar giginya terkatup rapat.. “kuputuskan itu tidak penting.. Kebanyakan konyol. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik. Dia menarik bahaya ke arahnya.. “Lalu. Kemudian. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya.

cuma detaildetail kecil. “tujuh belas.. “Jangan tertawa. dan hal itu tidak penting buatnya. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. Itu tidak penting.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya.Diterjemahkan dari: www. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa. seorang monster. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi. aku mulai merasakan sebungkah harapan. “Mitos. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku.” Mendadak dia jadi bersemangat. seperti cara biasanya. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. “Cukup lama.” Kata-katanya itu.” Dia mewanti-wanti..” Tidak juga. Dia tahu aku bukan manusia.” keluhnya. Dia tersenyum padaku.” Suaranya sudah tenang lagi. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. Disamping mencemaskan kewarasannya. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru.. “Tidak. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa.” 205 . Aku cuma meringis. senyumannya justru makin lebar. “Kau marah.stepheniemeyer. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. “Tapi aku memang penasaran. “Tidak juga. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras. Dia menahan napas. Ketika aku menatap balik. Dia tidak peduli.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini.. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir.” “Oke.

Diterjemahkan dari: www. lebih keras dari biasanya. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama. jika aku bisa bermimpi. seperti sebelumnya. Aku ingin memimpikan dia. Aku tidak mungkin memimpikan dia. menjawab pertanyaannya terus terang. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. Dia menatap balik. itu.stepheniemeyer. Dia mengerti juga.. “Aku tidak bisa tidur. itu.” “Tidur di peti mati?” “Mitos. “Sama sekali?” “Tidak pernah. “Ya. Barangkali. dan aku jadi rindu untuk tidur. Dia harus dipaksa untuk memahami. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. Dia terdiam sejenak. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi. Tidak seharusnya dia memimpikan aku.” Aku menghela napas.” gumamku. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia. Aku pun berpaling.” Jantungku semakin beku. jika aku bisa tidur.com “Terbakar matahari?” “Mitos. tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh. Itu cuma membuat suaraku makin parau. Akhirnya.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. ekspresinya keheranan.. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu. Dia memimpikan aku.” 206 . Kupandangi mata coklatnya yang dalam. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. “Well.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. “Jangan pernah katakan itu. “Tidak. “Aku bertanya-tanya. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 . seperti kristal. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung. Aku melukainya sedalam itu. Merampas hidupnya dan jiwanya. Dan kuturunkan tanganku. Aku selalu punya pertanyaan. “Maafkan aku. Perasaanku langsung nyeri. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. dan dia menggigit bibirnya lagi. Dia melihat keluar jendela.. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Tangannya mengeras di pangkuannya. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku. Membenciku karena telah merampas segalanya. Aku ingin mengganti topik.. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. Ini belum terlambat. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. Dan untung bagiku.stepheniemeyer.” elaknya dengan suara gemetar. untuk memikirkan sesuatu yang lain.” desisku. “Ya?” Dia berusaha tegar.Diterjemahkan dari: www. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya. Napasnya tersedak dan tak beraturan. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat. namun air mata masih menggantung di suaranya. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan.” kataku kemudian.” sesalku dengan rahangku terkunci.bukan.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu.

Dia mengangguk puas. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya. nadanya berubah jadi marah. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. “Aku akan menunggumu saat makan siang. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya.” Aku tersenyum padanya. Kau tahu kan. jadi kenapa tidak sekalian saja. Dia tetap tidak bergerak.” Dia menghela napas. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut. dan mulai mencopot jaketku. ilmu bela diri.” ucapnya malu-malu. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari. 213 . “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga.” jawabnya dengan lebih terkendali.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru.” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. Kemudian ia kembali menatapku.stepheniemeyer. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup.com sesuatu.Diterjemahkan dari: www.” Jantungnya berdegup kencang. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang.” Suaraku terdengar masam. Amarah mendidih di belakang kepalaku. dan memandang keluar jendela.

Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan.. seperti tutup botol dalam sakuku. “Oh.” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi.com Aku buru-buru mencegahnya. Aku bisa tinggal begini semalaman. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. Itu hanya membutakan manusia. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. Aku pun tersenyum. benar.. Tapi selalu ada yang lain. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok.. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan. begitu manis dan harum.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia. Anggap saja begitu.” Bisa kubayangkan. pasti sudah jauh melewati Seattle. Dia enggan pergi.Diterjemahkan dari: www. sama seperti aku enggan dia pergi. bahkan hanya sebentar saja. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak.” Dia langsung setuju. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 . “kau boleh menyimpannya.” Aku bertanya-tanya. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana. tapi dia butuh tidur. Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja. kaget. “Jangan pergi ke hutan seorang diri. namun cepat menguasai diri.. “terserah apa katamu. tapi berhenti. Dia mengerjap. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya.” Napasnya menyentuh wajahku. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie.” Dia gemetar.stepheniemeyer. Sebuah kenang-kenangan. Tapi kemudian tatapannya menajam.

Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. kukira. “Baik kalau begitu. dan membeku. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. Lagi-lagi terasa nyeri sekali.com aman. Terpesona. melihatnya pergi.. Begitu pula denganku. ingin menahan dia disini. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat. Aku mendesah pada kemustahilan ini.. 215 .” Kemudian dia membuka pintu. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi. Jantungnya berdegup kencang. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. Begitu pula denganku. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam. Untuk sementara aman.Diterjemahkan dari: www.” bisikku.stepheniemeyer. Biasanya. “Bella?” Dia menoleh. “Sampai ketemu besok. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu.” ucapku. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya. dan bibirnya merekah. meluap-luap karena kedekatan ini. Aku mencondongkan badan ke arahnya. matanya melebar dan membeku. “Tidur nyenyak ya. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi.

. muncul lagi ke permukaan. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. Dia sudah aman. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku. dan mendapat senyumannya.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya.. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca. Mimpi buruk yang suram. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. tatapannya sengit.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi. Aku sendirian.stepheniemeyer. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia. mendengar suaranya.. Meski jelas-jelas buat dia ini buruk. 216 . bagaimana matanya menghangat dan mencair. “Ah. Tersesat di tengah kegelapan. tetap saja sangat melegakan.Diterjemahkan dari: www.. Bella telah aman di rumahnya. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya. Itu membuatnya lebih aman. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat. Dia sudah tahu.begitu mudah pecah. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. Lebih dari itu. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya.. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku.. Itu tidak penting buat dia. aku memikirkan perasaan Bella padaku. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad.. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat.. Tapi perasaannya cukup kuat juga. Aku mengingat kembali senyum itu. Aku memikirkan Bella.

Tapi. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi. Tapi. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi.Diterjemahkan dari: www. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya. “Carlisle di ruangannya. Pada saat aku melihat itu akan terjadi. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya. lalu membukanya. Terima kasih telah menjawab teleponku. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. Aku memutar mobil ke utara.. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan.stepheniemeyer. “Terima kasih.sibuk. menungguku. Kenyataan itu memastikan keputusanku. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya. malu pada dirinya. Alice. Aku juga minta maaf.. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan. ulangnya. Aku berhenti di depan rumah. Aku sedang.. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan. keduanya sama-sama membuatku kesal.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman..” 217 . Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. adalah salah. sindirnya dalam hati.. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. Aku tahu itu. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya.” “Ya. yang sudah gatal ingin kulakukan. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia.” gumamku. Maaf.. aku tahu kemana bisa minta bantuan. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar. “Sori. kau sudah tahu. “Tidak usah menyesal. “Oh. Alice sedang duduk di beranda.com Tidak. aku tahu. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles. mengeluarkan hand phoneku.” “Tadi itu hampir saja.” Aku berhenti di depan pintu. tidak masuk ke garasi. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh.

” Alice cemberut padaku. Nanti..” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut..” Bella menerimanya dengan baik. Jangan meremehkan Bella..” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan. “Ya. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami. “Terlalu baik. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh. “Dasar..” “Ngomong-ngomong.com “Thanks. aku mengeluh panjang. iya kan? “Kurang lebih begitu. aku ingin segera mengakhirinya. “Alice. Kata-kata itu begitu indah buatku. “Tidak. tapi kurasa aku bisa menebaknya. ada ekspresi menuduh pada wajahnya.” Dia mengerutkan bibir dan menatapku. Dia tertawa. Karena mulai tak sabar.” “Yup. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks.” 218 . Aku pasti datang. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi. memalukan.stepheniemeyer. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik..” Aku mengambil napas panjang. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik. oke? “Oke. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh. aku melewatkan itu juga. Malam ini dia akan baik-baik saja.” Aku tidak akan bilang apa-apa.. Coba aku tahu.” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa.Diterjemahkan dari: www. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada.

com Aku mengangguk. aku ingin.. “Ya..sangat ingin. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. Kau tenang saja. Edward. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle.” sambutnya sambil tersenyum. “Sangat ingin. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku.Diterjemahkan dari: www. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya. dan sangat terkontrol.” Dia tersenyum lagi. “Aku akan membereskannya.” “Tentu saja tidak. Aku bingung. Kau tahu. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 .” “Apa saja. Efek kehadirannya sangat baik untukmu.stepheniemeyer. Murni karena marah. Tapi aku tahu itu salah. dia mengoreksi. Aku terkesan. Dia sedang menungguku.. itu tidak memuaskan insting buasku. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella.untuk membunuh orang itu.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi. “Aku tidak sedang butuh pujian.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. bukan keadilan. Memang. “Akan kutunjukan dimana orang itu. Carlisle. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya. karena itu berarti balas dendam..” “Ayo kita pergi. dan buru-buru ke kamar Carlisle. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. Tidak akan ada lagi korban berikutnya. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana. hampir. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. “Aku butuh bantuan. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu. Carlisle.” kata-kata itu berhamburan begitu saja. Namun tetap saja. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan.

Kembalilah ke Bella. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Sudah tentu. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh.. Edward pantas untuk bahagia. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi. namun segera mengalihkan bayangan itu. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Hanya saja. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. Pergilah. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. sebelum dia protes. pikirnya lagi. Karena. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Napasku memburu. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. Dia harus bahagia. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. kami tidak akan kesulitan. Sangat tak terduga. 220 . Ya. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Alice masih ada di beranda. Kami memakai mobilku. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku. Aku membawa Carlisle ke depan bar. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Pasti ada jalan keluar. Edward. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya.. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. ucap Carlisle lembut. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Kuharap aku bisa mempercayai itu. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward. Padahal tadi. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. Hanya saja. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong.com melakukan dengan caranya.

Diterjemahkan dari: www.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. Untuk sesaat. Sambil menahan napas. Aku membukanya penuh harap.stepheniemeyer. di dekat tangga. Tapi. dan lari menuju Forks lewat hutan. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. Kurasa karena dingin. kini dia meringkuk memeluk badannya. Bella aman di tempat tidurnya. dia menggigil. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. Seorang malaikat 221 . Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. aku memikirkan Carlisle. bibirnya ikut gemetar. Dengkuran Charlie keras dan stabil. bertanya-tanya dimana dia sekarang. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. letak lemari yang kucari-cari. dan kubawa kembali ke kamar. Sosok itu. Saat sedang mempertimbangkan hal itu. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. dengan hati-hati kuselimuti dia.memancing barangkali? Nah... dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil. Aku mendesah lega. tidak seperti malam-malam lainnya. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. disana. Semuanya telah seperti seharusnya. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Aku memilih selimut yang paling tebal. bermimpi. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk. yang pantas untuk bahagia. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. Aku memperhatikan sejenak. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun. kemudian menyelinap keluar ke lorong. dan menemukan yang kucari. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. tidak akan ada yang tahu. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. yang mengidamkan kehancuran Bella.

membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku. melainkan dialah hadiahku. mata biru yang licik. aku tidak punya malaikat pelindung. “Edward. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu. Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella.Diterjemahkan dari: www. Ini hal sepele. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. tertegun. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. Dia tidak jauh berbeda dengan monster. Napasnya makin dalam. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. Lagi pula.stepheniemeyer. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. Dalam pandangan ini. dan dia tersenyum. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. Dengan tawa sembrono. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. Setelah lewat setengah jam.” desahnya. Dan dia mulai bergumam. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan. yang terakhir. tambahkan kesialan tanpa batas. 222 . aku bukan eksekutor Bella. Dengan senyum acuh. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. Aku tersenyum puas. posisi Bella mulai lebih rileks. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup.

dan seberapa menarik perhatian. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. Itu tidak penting lagi. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. Paling tidak. telah berhasil ditangkap di Portland. dimana hukuman mati masih sering diberikan. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi.Diterjemahkan dari: www. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah. Oregon. 223 . Kuharap dia tidak menonton. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV.” Aku mengangguk. Aku telah melakukan yang kubisa. “Alonzo Calderas Wallace. Kuharap dia akan diadili di Texas.stepheniemeyer. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma. dan fokus pada apa yang paling penting. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. itu bisa membuatnya ketakutan. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. Aku akan melupakan hal itu. bukan belakangan ini. Monster itu tidak lagi berkeliaran. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. Tidak.” Fotonya agak buram. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma. dengan satu foto yang tidak jelas. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik.. hanya beberapa meter dari kantor polisi..com 11. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. foto buron.” beritahu Alice padaku. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. dan aku tidak jadi pembunuh.

” Alice tertawa riang.stepheniemeyer. maukah kau—” Dia langsung memotongku. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu. Aku tahu. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 . Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. tapi tahu sendiri.” Alice menghela napas. dan buru-buru keluar.Diterjemahkan dari: www. Aku melihat ke jam. Kau mestinya tahu. “Rosalie yang akan mengemudi. sobekan kertas timah.. dan senyumku berubah jadi seringai. ini bukan karena aku egois. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. Dia akan berlagak marah. “Sampai ketemu di sekolah. Aku tidak menanggapi. penuh harapan lagi. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Pepatah manusia mengatakan. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga. Belum saatnya. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella. Bella juga akan menyukaiku. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini.. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. aku tahu. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. dia tersenyum. batinnya. Aku tersenyum padanya. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. Aku mengeluh sendiri. Ketika menggumamkan namaku berulangulang. “Alice.

. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Tubuhnya membeku. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair. terkejut saat aku muncul begitu saja. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. aku memberinya pilihan. Tasnya disampirkan di pundak. Aku keluar. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya. Aku akan meremukkan dia. Kemudian dia berhenti mendadak. Mulai sekarang. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. “Ya.. Tidak seperti waktu makan malam kemarin. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. 225 . semua harus sesuai kemauannya. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain. Bella menghambur keluar rumah. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. aku akan menjadi diriku sendiri. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku.. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. dan membukakan pintu mobil untuk dia.. terpesona.. kagum.tubuhnya. yang melengkung indah dari bawah leher. Hangat. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona.. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai.warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya.stepheniemeyer.. hasrat terhadap bibirnya.. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua. Rambut ikalnya agak berantakan..” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu.com —dia hampir terlambat. Tasnya merosot ke tangan.kulitnya. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat.. Dia menatapku. terima kasih.. Aku tidak boleh membuat kesalahan.Diterjemahkan dari: www. karena itu mustahil. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk.

Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. apa yang sebenarnya kau pikirkan.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. Kulihat dia memandanginya. tidak ada bandingannya. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku.” Tentu saja. membuatku bertanya-tanya. “Aku membawakan jaket untukmu. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. Ujung bibirnya mengerut turun. tidak sabar ingin berada di sampingnya.com Apa aku akan berhenti keheranan. “Benarkah?” gumamku sendiri. terlihat lega aku mengungkitnya. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin.” Tidak ada satu jeritanpun. itu masalahnya. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit.” “Aku tak selemah itu. 226 . Dia tersenyum. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya.Diterjemahkan dari: www. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. Aku langsung melesat mengitari mobil. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. Bahkan walau tahu kalau ini salah. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. Pagi ini dingin. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku.stepheniemeyer. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. Dia tidak punya jaket. aku belum pernah merasa sebahagia ini. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. kau tahu. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat.

mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. “Kelewat mencolok. “Seperti kataku. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya.stepheniemeyer. kan?” “Mmm. kelewat mencolok. Jangan pernah katakan itu. Dia ragu sejenak. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini.” Aku harus berpikir sebentar. yang mana kuragukan. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa. Kami berusaha membaur. “Tidak terlalu banyak. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak.. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin.. Aku hampir menggeram ketika itu. wow. “Kau tidak ingin mendengarnya. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak. mencari hubungannya. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata.Diterjemahkan dari: www.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat. aku mulai terbiasa. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella. dan aku parkir disitu. Kalau Rosalie punya itu. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang. kata perkata.. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan. “Mereka naik mobil Rosalie.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan. dan membuatnya menangis. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila. lalu berbisik.” sergahku.” 227 . Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur.” “Kau mengeditnya..” Dia menggigit bibirnya lagi. Keadaan hening.

Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya. Terima kasih sudah ingat membawanya.stepheniemeyer. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu.. “Hei Jessica. Kemudian Bella melihat juga. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo.” “Sudah kuduga. Bella tersenyum mendengarnya.” gumamnya masam. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. pagi Jessica. Aku harus sopan pada teman Bella. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica. Napasku memburu. Matanya membelalak tidak percaya. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih.” sapa Bella. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku.” Dan dia tertawa riang. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku.Diterjemahkan dari: www. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Dan harus secepatnya. Jaket Bella di tangannya. entah dia itu teman yang baik atau bukan.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. “Memanjakan diri.com “Kalian tidak berhasil. namun ditarik lagi. sama seperti tadi malam. Kami semua suka ngebut. Dia sedang menunggu Bella. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan.. “Selamat.” 228 .

berusaha mengolah ucapanya. Tidak boleh tidak. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama. berusaha ceria lagi. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu. “Bagaimanapun.. “Apa yang akan kau katakan padanya?” .... dia pasti akan menertawaiku habis-habisan. aku lebih memilih dia pakai 229 .. “Yeah... “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa.” Bella mengerang. Jika Emmet sampai tahu... Tidak. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu. Namun tetap saja aku.. “Hei!” desisnya tajam. bahkan tidak ke diriku sendiri. Cerita lengkapnya. Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku. “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono.. “Err. sampai ketemu nanti. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. sedikit memalukan.dan jujur saja. Benak Jessica tiba-tiba terputus. Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut. Mata Jessica makin membelalak.Diterjemahkan dari: www. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu. Hmm. dia ganti membayangkan adegan itu.. Aku langsung berusaha mengusirnya. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng.aku cukup suka itu. Kira-kira. Kemudian matanya memelototi Bella.” Aku menatap kaget..hai.com Waahhh. Setiap detailnya. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut.” Kau harus menceritakan semuanya.. Ini aneh.” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius. Itu tidak akan mungkin terjadi.” gumam Jessica tidak jelas. Sesekali dia menoleh ke belakang.stepheniemeyer.

ketika itu Bella langsung menjauh. Dia mengembalikan jaketku. tapi dibuat-buat.. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan. kalau kau tidak keberatan—..stepheniemeyer.. Itu menarik perhatian mataku. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi. aliran darah di balik kulitnya menderas.. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm. “Jadi. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. “Iihh. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. Aku merengut karenanya.com terus.” biarkan dia 230 . “Tidak..” Matanya melebar—bukannya kaget. Sebaiknya jangan. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya. tanpa persiapan.. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya. Dia sok polos.pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan. dan menggeleng.” Betul—dia tidak suka standar ganda. “Itu tidak adil. aku bertanyatanya apa Ms. kau akan bilang apa padanya?” desakku.” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri.. pupil matanya melebar.. aku harus berlaku adil.” kataku lambat-lambat. “Tolong bantu aku sedikit.. terlepas dari belakang telinga.. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut.Diterjemahkan dari: www.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya.” Matanya menyipit. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia. dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil.” gumamnya.

dia masih begitu. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Tentu saja aku sedang memandangi Bella.. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. yang duduk di meja sebelahku.” kataku sambil menoleh melihatnya. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya. hanya badanku yang di kelas. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya. “Sampai ketemu saat makan siang. Dan. harus selalu begitu. Well. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. Ugh. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi. seperti terbang.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. Sebagian dariku sekarang sudah terbang.com yang memilih. Aku tidak bisa berkonsentrasi. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica. Menyeramkan. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. 231 . Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas. “Well. dengan mulut terbuka. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku. Aku ingin lari—benarbenar lari. Detak jantungnya masih belum teratur. secepat kilat hingga menghilang. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. Dan aku ingin mendengar pikirannya.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku.stepheniemeyer. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat.Diterjemahkan dari: www.. Aku berbalik lagi dan tertawa.” “Aku tak keberatan. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo.” bisiknya. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. bukan pikiranku sendiri. Aku cepat-cepat berbalik. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer.

melainkan malas. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. Dia sering diminta menjaga mereka.. Bahagia. Kecuali. Kusangka itu akan mudah. Beberapa. Sebaliknya.. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia. dan menginginkan yang telah ia miliki. Tapi nanti lagi. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica.. Kuharap dia benar-benar memperhatikan. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan. Itu sangat sulit. ketika sampai di kursiku. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella. Wajah Bella tidak kelihatan murung. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . benar-benar membaca wajah Bella untukku. Dia kelihatan.. Pasti ada sesuatu yang dia mau. Jessica sudah duduk di kursinya.Diterjemahkan dari: www. tapi itu tidak membuatnya kesal. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam..dengan begitu Edward berarti masih sendirian. aku langsung sepenuhnya diam. Aku cuma perlu terus mencari.murung. dia memikirkan adik kembarnya. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran. Tapi tidak terlalu menolong buatku. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan.. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. aku tidak kebaratan membantunya.. Itu sangat murah hati. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris..com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella.stepheniemeyer. pikiranku terlalu fokus ke Jessica.. seperti kebanyakan orang.. mungkin. dan menganggap impas. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan. Itu pasti mengecewakan. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. Aku akan mengirimkannya tanpa nama. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica.

Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. Mengerikan. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. memotong pembicaraan Mr. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong.” Lalu? Ayolah. tapi tidak ada yang tertipu. “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. batin Jessica. lagi-lagi kecewa. “Dia ngebut seperti orang sinting. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. Aku akan cari tahu yang sebenarnya. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. Aku tersenyum sendiri. di lamban sekali. Dia bergerak dengan enngan.” Dia tersenyum. Ugh. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica.com mendengar semuanya.” Itu tidak terlalu menarik. Dan aku tergelak. aku tahu itu. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. lalu mengantarku pulang. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella. “Ya—itu juga kejutan.” beritahu Bella. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya.Diterjemahkan dari: www. Mr. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. Mason memelototiku.stepheniemeyer. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. Mason. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk. senyuman kecil. Huh. Aku masih sibuk dengan Jessica.

“Bukan begitu. aku punya taring.” Yah. “Well. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica.?” desak Jessica lagi.” tegas Bella.. Itu pasti menyebalkan buat dia.. Aku menggeleng-geleng sambil meringis. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm. lalu dia menunduk. Sepertinya Bella juga mengharapkannya. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. Sepertinya Edward juga cukup serius. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum.Diterjemahkan dari: www.” gumam Bella pelan. jaga Bella baik-baik.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak. Bibirku pada bibirnya. “Aku tahu. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku.” Jessica menjawab pertanyaan Bella.. memandangi tangannya.” desah Bella.well.stepheniemeyer. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella.. “Menurutmu hari sabtu. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya. Aku mengerutkan dahi. dia memang menginginkannya. kalau begitu. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. Dia juga pasti tahu. karena menurut dia. ya. jika bukan Bella-nya yang aneh. “Jadi. “Aku sangat meragukannya. Aku menggigil. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti. Nada suara Bella menyemangati Jessica.com kutunggu-tunggu. Kuharap.” Sial. Seperti yang dia ketahui. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. tapi tidak mungkin itu alasannya. Edward Cullen. 234 . Dia tidak mungkin menginginkan hal itu. batu-dingin pada kehangatan.. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata.. lalu memperhatikan lagi.. ini berita besar. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya.. Ha. merasakan kelembutannya yang seperti sutra. “W-o-w... Kemudian dia mati.

akan kuceritakan satu. Sikapnya selalu misterius. “Kenapa?” 235 .. Aku tersenyum lebar.dengan pengamatan yang ia punya. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm. Wow. Menarik. Dia mengusir ingatan itu dan kembali. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali. “Lebih baik lagi. “Sangat. Namun tetap saja.. “Itu pertanda baik. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris.. “Ayolah. Jess.” ucap Bella tidak yakin. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut. AYOLAH.com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya.” Sangat.” ujar Bella. Bella! Ceritakan detailnya. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku.Diterjemahkan dari: www. sangat sedikit.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan. Sepertinya itu tidak terlalu relevan. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu.. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir. Oh. Pasti urusan perempuan..” Detail yang aneh untuk diceritakan.. “Well. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya. “Entahlah.” Bella terlihat syok. “Tapi sulit mengetahuinya. sedikit. banyak. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya. dia pasti menyukaimu. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua.” Bella ragu sejenak. baiklah.” “Kurasa begitu. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali.. dan aku hampir saja berdiri. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng.stepheniemeyer. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan..

Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung.. tapi lebih dalam. Oooh.Diterjemahkan dari: www. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan.stepheniemeyer..” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin.. dia tersipu-sipu! Ya. Hhh. “Ya. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya. kau benar-benar menyukainya?” “Ya. Mirip.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi. “Oh. Bella tidak melihat ke Jessica. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh.” Lihat. Bella tersenyum. well. kau menyukainya?” Badanku membeku. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat. Bella tidak menoleh. “Dia memang luar biasa tampan. Dia terus memandang ke kejauhan. “Jadi. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya.” desah Jessica.. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi.” tukas Bella. mengabaikan Jessica.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. dan lebih melimpah. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu. “Seberapa suka?” desak Jessica. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. Aku seperti bicara dengan anak TK.” “Maksudku. aku sedang melihatnya.” Dia berpaling dari Jessica. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab.com Reaksi yang aneh.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. Ha ha. 236 . Akhirnya muncul juga.

entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil. Bella tersenyum seakan sedang 237 . “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang.” kata Bella sambil tersenyum. Tapi Bella lebih cepat dari dia. Sesaat setelah bel bunyi. Varner. Ucapannya tak beralasan. “Lebih dari dia menyukaiku. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai.Diterjemahkan dari: www. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Aku butuh waktu sebentar. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak.” bisiknya. Aku melihat ke jam. tanpa sindiran seperti biasanya. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri. Varner tanyakan? “Mmm. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. Satu kali.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas.” Sial! Apa tadi yang Mr. Bella dan Jessica tidak bicara lagi. “Di kelas Inggris. Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. dan menggertakan gigi. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Jam makan siang tidak datang-datang juga. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam.stepheniemeyer. Nomer berapa Mr. Bella menoleh ke Jessica. juga jawabanmu!” Jelas.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. “Terlalu suka.

batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Sudah untung dia masih hidup. Aku bersandar di depan kelas Bella. Kami semua membenci pelajaran olahraga. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. Coach Clapp menyudahi permainan..berseri-seri.. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. Lauren Mallory jadi lawan kami. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi. Berani 238 . kan? Aku menggeleng jengkel. dia gagal memukulnya. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. terutama Emmet. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. Akan kupastikan itu. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan.stepheniemeyer. Sebalum kepalaku meledak. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar.com memikirkan hal yang sama. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya. kan?” dia terlihat. Aku mendesah bosan. tapi jelas berguna.. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net.. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini. seakan dia telah memenangkan ronde ini. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit. Ini hari pertama bermain badminton. Sombong. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. Alice jadi pasanganku. menunggu. Well. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. Selamat bersenang-senang.Diterjemahkan dari: www. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia. sama jelasnya dengan suara pikirannya. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice.

Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua. 239 .wow. bahwa dia dalam kesulitan. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella. “Sampai nanti. namun tiap kali bertemu pandang. Wajahnya makin cerah.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. berhenti beberapa langkah dariku. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. Atau barangkali dia sadar. “Hai. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Lebih dari dia menyukaiku. dari melihat ekspresiku. seakan malu.. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada.” sapaku dengan suara parau. Dengan mudah bisa kuabaikan. Sangat absurd! “Halo. Pipinya merona merah muda. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan. Dia sering melirikku. Mike sih cukup manis tapi..atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. pasti itu. Oh.” jawab Bella. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan.. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. Wow. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. Baik sekali dia.Diterjemahkan dari: www. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. Huh. dia langsung menunduk. sama-sama tercengang ketika melihatku. Anehnya. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam.com taruhan. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup.” Bella menghampiriku. “Kurasa tidak.stepheniemeyer. Bella.. masih belum yakin. dengan ragu.

” Benar-benar kejutan.” Mereka terlihat nyaman. Ini bagian dari bersikap ksatria. baiklah. Kudorong nampannya ke dia. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. “Aku pernah melakukannya..com kan?” Aku menggeleng. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. jika mereka sedang memperhatikan. “Aku penasaran. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Sorot matanya menyelidik. “Kau selalu saja penasaran. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku. Nanti biar 240 . Dia duduk di sebrangku lagi. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya. Bagian yang tidak menyenangkan. kau bisa melakukannya.” Alisnya terangkat skeptis. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka.” Aku tertawa. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini. Bentuknya tipis dan padat.. Semuanya tampak berbeda sekarang.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. tapi tidak berkomentar. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali.stepheniemeyer. Menjijikan! Ekspresi Bella syok. “Ambil apa saja yang kau mau. Aku mengambil yang terdekat. Telinga keluargaku lain lagi. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya..” keluhku. Tidak terlalu buruk. Kagum.Diterjemahkan dari: www. “Tentu saja separuhnya untukku. Setelah membayar makanannya. ketika ditantang. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan. Oh. dan membawa nampannya ke kasir. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. “Kurasa aku tidak terkejut. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum..

. 241 . Hmm. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. Sudah berapa kali. cekikikan ke teman sebelahnya.. dan dia langsung berpaling gugup. Rasa frustasiku kembali muncul. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu. ya?” Dia mengangkat alisnya. bukan fantasi. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek. Lagi-lagi absurd. “Nanti dia akan memaparkannya padamu. Aku memikirkan banyak hal. Jessica menghela napas. Itu membuatku takjub. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak.. “Jadi pelayannya cantik.sempurna.Diterjemahkan dari: www. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya. Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku. melihat begitu percayanya dia padaku. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. tidak dengan cara yang negatif.. Aku mesti memulainya pelan-pelan.. Tetap saja. Dia terlihat. Cukup bisa dipahami. “Tidak.” Aku memberitahu Bella. Realita.. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. coba.. Dia menggigit sisa pizza tadi.stepheniemeyer. Dia terlihat tertarik. Yumy.” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza.” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. “Perempuan malang. seperti sesuatu yang lain.” ujar Bella sambil tersenyum. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku.com kuberitahu ke Bella..

“Kau tak bisa mencegahnya.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka.. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya.” Dia menghela napas lagi. Tangan kanannya memegangi leher. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu. Pasti kulitnya halus sekali.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica. Fokus..” 242 .” akunya..” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan. seakan kata-katanya campur aduk. Tentu saja aku mengharapkannya. itu menggangguku. Dia menghela napas pelan. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini. Kemudian dia berpaling. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. Dan itu menarik perhatianku. berkedip cepat. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang.” Dia langsung mengambil sikap defensif.. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu.stepheniemeyer. Aku hanya berharap.” gumamnya. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. “Well. “Kau melakukannya lagi. kau tidak memikirkan beberapa hal.Diterjemahkan dari: www. sambil menatap mataku hati-hati.. Matanya melebar. Tapi toh aku mengharapkannya. “Apa?” “Membuatku terpesona.” Ah. “Bukan salahmu. napasnya terhenti. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya. “Oh. perintahku pada diriku. begitu pepatahnya. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. Meski begitu.” Lagi-lagi separuh bohong.” gerutunya dengan bersungut-sungut.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan. kau tidak sepenuhnya benar.” Hmm. Penyesalan membuat suaraku makin parau. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku.” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui. Aku tahu.. “Memang. “Itu sama saja. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping.

Selama dia cuma mengatur pikiran.Diterjemahkan dari: www. Dan dia tersipu lagi. aku bisa sabar. masih menghindari tatapanku.” bisiknya pelan. “Kadang-kadang. kau akan menjawab. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya.” pintanya. dengan kerut diantara alisnya. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil.” Cuma itu yang dia katakan. yang pasti.. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. aku benar-benar berpendapat begitu.. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya.” gumamnya ragu-ragu. Tatapannya misterius. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. Atau. “Kau tak bisa mengetahuinya. Dia memandangi meja. aku bisa pura-pura sabar. dan sambil menggigit bibir.” jawabnya pelan. tidak memberitahu apa-apa. Dia menatapku balik. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. Bella menatapku. terlepas dari kenyataannya. “Kau salah. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar. atau ya. Dia mengatupkan tangan. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 . Untuk kesekian kali.stepheniemeyer. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. dia tidak pernah menangkapnya. “Ya. dia lah yang meremehkan perasaanku. karena dia benar-benar mempercayainya. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton.” Aku meyakinkan dia.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. Tapi yang sebenarnya terjadi. “Biarkan aku berpikir. “Ya. “Well. Giginya mulai menggigit bibirnya. Aku jadi sadar. “Ya. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. Ada nada sendu pada suaranya.

bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian.. 244 . aku ingat harapan dan getaran hati.” ujarnya.” Aku tertawa kecut..paling indah.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini.com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain.” kataku padanya. lihat aku. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka. Menggemaskan.” Dia menjelaskan. Kata itu menggangguku. Aku sedang melihatnya. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka... “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas.” Ah. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja. Dia menangkapnya. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku.. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms. “Well.” Dia tidak mendongak. kecanggungannya cukup lucu juga. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir.” bisikku. Dan dia tidak menyadari hal itu. yang jadi pikiran mereka waktu itu.. entah bagaimana. meski tidak terlalu mengerti maknanya. Namun begitu. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu. “Tapi justru itulah kenapa kau salah.” Aku berhenti sebentar. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya. dan menghela napas.

aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. menyadari besarnya perbedaan diantara kami.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya.com Padaku lah Bella mengatakan ya. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa... Dia mendelik padaku. Dia tidak terbiasa dengan pujian. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan.Diterjemahkan dari: www. Well.” Dia tersenyum juga.” dan memang itu yang seharusnya. Sementara wajahnya kosong karena terkejut.” ucapnya santai. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. bisa kulihat itu.. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. memunculkan kerut diantara dua mata itu. supaya kau tetap aman. Dia menatapku. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini. Bella bukan untukku. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan.. Aku senang dengan alasan itu. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman. Dia merona.. Dia pantas memperoleh kehidupan. Satu lagi yang mesti dia biasakan. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal.” gumamnya. Senyumku pasti sombong. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang. Aku tersenyum. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan. “Aku tak percaya. batinku dengan humor gelap. ucapanku telah membuatnya marah. paling tidak dia memiliki vampir pelindung. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono.” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar..” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh.” Karena sudah mengatakannya. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya.stepheniemeyer. Entah bagaimana. karena seandainya aku bisa melakukannya. 245 . Akulah yang paling peduli.” sanggahku dengan suara tertekan.

Diterjemahkan dari: www.dan. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini.. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku. Edward.” tambahku datar. Tega-teganya dia. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku. Percayalah. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. “Kau tahu. Rose. well.” ujarnya sambil tersenyum. “Tenanglah. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya.. “Belum. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . sesal Alice dalam hati. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu. “Aku punya pertanyaan lain untukmu. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya. Sori. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti.” “Oh. Itu semua salahmu. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya. Biar kutangani mereka nanti.” Secara mengejutkan dia sependapat. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya. “Belum. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya.stepheniemeyer.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi.” “Tanyakan saja. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria.

” Selama sepersekian detik. Kebenaran tidak membuatnya takut. Jalan pikirannya benar-benar ruwet. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja. Dia ingin bersama denganku.. 247 . mencegah dia mendebat soal kecanggungannya. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti.Diterjemahkan dari: www. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan.. Dia terasa begitu hangat dan lembut.” “Itu bukan masalah. Aku kembali dari ingatan itu.” Ah.com bisa membuatnya sesyok itu. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng.dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri.” Benar-benar aneh. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu. “Kalau aku mengajakmu. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya.stepheniemeyer.. tapi kupikir kau bakal mengerti. Kurasa itu tetap adil. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. Sabtu nanti matahari akan bersinar. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih.. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van. tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku.. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle.. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya.

com “Aku terbuka untuk tawaran lain. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut. karena dia telah melihatku disana. jalan pikirannya betul-betul terbalik.stepheniemeyer. Jujur saja. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. Kalau dia bertanya lagi. Berarti aku berani mengambil resiko itu. Mendadak. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. Tempat sunyi yang indah.” Setuju. Itu tempat yang sangat kukenal.” Aku menggeleng tak percaya. Itu tempat yang sama. Edward. memang ya. matanya tidak bisa dijajaki. Tapi aku punya satu permintaan. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang.Diterjemahkan dari: www. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian. tidak mendengar apa-apa. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. itu mungkin. batin Alice. dan waktu itu. Edward! 248 . yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. Tegang. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. Bella memandangiku. aku tidak sendirian. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. Alice mengenalinya juga. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut. panggil Alice mendesak. pelangi menari di depan wajahnya. aku menatap ke sinar cerah matahari. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi. barangkali aku tidak akan berbohong. salah satu dari penglihatan Alice. Edward! teriak Alice nyaring. Aku mencintainya. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu.” Aku memutar bola mataku. tapi dengan syarat. kau malah takut dengan caraku mengemudi.

” Dia belum bilang ya. Alice pasti salah. Tapi. pada pembicaraan yang belum selesai ini.” Bibirnya mengatup rapat. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. “Kalau kau tidak ingin. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram. menunggu persetujuanku atas permintaannya.stepheniemeyer. berbohong selalu lebih baik. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini. sudah tidak relevan lagi. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku.. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. “Ya. Tidak sampai setengah detik telah berlalu. Keliru. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. “Lagi pula.. juga penglihatannya yang keliru. melihat sesuatu yang tidak mungkin. Kuusir jauh-jauh Alice. berduaan denganku.. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. matanya jadi cerah dan bersemangat. Penglihatannya mustahil. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella.” ucapnya yakin akan hal itu. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. “Dengan Charlie. Banyak hal telah berubah. Untuk 249 ..com Aku langsung mengusirnya. Sangat salah. seperti yang sudah-sudah. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara. Bella menatap wajahku penasaran. Meski begitu. dari pikiranku. Dia pasti salah. dia tersinggung.. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. “Prakiraan cuacanya bagus.” Bella langsung mengerti yang kumaksud.. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. Apa dia sempat melihat kekalutanku. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa.Diterjemahkan dari: www.

“Jadi. menyela pembenarannya.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. Aku mendelik ke dia. aku tak keberatan berduaan saja denganmu. Aku kembali melihat ke arahnya. Rosalie menatapku murka. itu lebih karena instingnya yang terbalik. “Kita bicara yang lain saja.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. Di sampingnya. Itu cuma mainan. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 . yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan.” sanggahku. kemudian menatapku lama. Bukan. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya.Diterjemahkan dari: www. lebih baik kau berada di dekatku.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup.” saran Bella tiba-tiba. bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata. “Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu.com ukuran—” “Tapi nyatanya. “Meski begitu.” Aku menghela napas. “Aku tahu. penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. Tapi aku tidak terlalu peduli.stepheniemeyer. kau harus memberitahu Charlie. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. Kami tidak punya waktu selamanya. Biar saja dia menghancurkan mobilku. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu.” desisku. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah.” ujarnya sependapat. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. “Karena itu sudah terjadi. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu.

tapi aku tidak.” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi.” gumamnya. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya. “Tentu saja. “Beruang?” Dia menahan napas. melihat dia mengolah ucapanku..” Benar-benar tidak peduli. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi.” Aku mengamati matanya. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata. bukan lagi syok. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet. “Singa gunung.” akhirnya dia mendongak.stepheniemeyer. Aku menatapnya. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. untuk berburu? Charlie bilang. Bella selalu saja menarik. detak jantungnya tetap tenang. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. Dia menunduk dan menggigit pizanya.. sekecil apapun itu. Dia mengunyah sambil berpikir. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. Mulutnya ternganga. badannya membeku. “Hmm. banyak beruang. lalu dia kembali melihat ke arahku. “Kalau kau membaca dengan teliti. sekarang bukan musim berburu beruang. “Kau tahu. “Ah.Diterjemahkan dari: www. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi..” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. lalu meneguk minumannya.. “Kami berusaha fokus 251 .” jawabku cepat. Matanya berhenti sejenak. mengangkat satu alis. “Jadi.” Nadanya santai. Baiklah kalau begitu.com menguping.

” Kemudian dia menelengkan kepalanya. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . jadi lebih pemarah. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan. “Lebih seperti singa.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet. dan itu sebenarnya cukup.” Bella mengangguk-angguk serius. “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar. Akhirnya. dan gemetar.stepheniemeyer. “Ya. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli.” gumamnya santai. “Barangkali. Kukira dia akan terlonjak.” Kerutan muncul diantara matanya. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. benar. rasa penasaran terlihat jelas di matanya. Dia menggigit pizzanya lagi. kami punya senjata. tapi ternyata tetap tenang. “Mereka baru saja selesai hibernasi. Itu pasti dibuat-buat. Mau tidak mau aku tersenyum. Aku tertawa terbahak-bahak.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas.” Aku meneruskan dengan kuliahku. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh.” Aku berusaha bicara senormal mungkin.Diterjemahkan dari: www. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu.” Tujuh puluh tahun kemudian.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. atau begitulah kata mereka.

dan aku berdiri.stepheniemeyer. bingung. “Kita bakal terlambat. Aku bersandar ke kursi.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli.” kataku masih kesal. Sedang jantungnya.Diterjemahkan dari: www. Dia menjauh ke belakang. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar.” Dia memandang ke sekelilingnya. aku sudah akan mengajakmu nantai malam. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil..” jawabnya. dan menyampirkan tasnya ke pundak. menjauh juga. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis. Aku sendiri takut. Dia tidak akan pernah melihatnya. “Kalau begitu sampai nanti. sedikit terhuyung-huyung. Aku sangat mengerti perasaan itu. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup.” jawabku ketus. Matanya tertegun sekaligus takut. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya. seakan lupa sedang makan siang. Aku bisa melihat dia belum menyerah. “Nanti saja jawabnya. biar bagaimanapun. berdetak dua kali lebih cepat. menunggu dia untuk takut. Dia masih menunggu jawabanku. “Kalau cuma karena itu. 253 .com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup.. Tidak ada takut. Tak ada cara yang lebih baik buatmu. dia benar-benar akan menagih jawabanku. Dia cepat-cepat bangkit. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya. Hanya itu. Aku mendelik sengit.

yang sedang berlama-lama di lorong. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. Sayangnya. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis.. Dia manusia. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. Kesedihan yang sia-sia. 254 . Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. pemuda dambaannya. ternyata ada juga yang Angela inginkan.Diterjemahkan dari: www. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. Walau aneh. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu.. Detik berikutnya aku jadi marah. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. mengira akan kecewa lagi. Patah hati ada dimana-mana. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku.com 12.stepheniemeyer. Ah. Dengan kemampuan alamiku. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas.. naskahnya tersusun begitu saja. Kami meleweati Angela Weber. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela. Patah hatinya tidak beralasan. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. pada apa yang nyata dan solid. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik.. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. pada gadis di sampingku. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol. pujaannya juga manusia. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. Aku berusaha fokus pada momen ini. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. Well. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis.

Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain.Diterjemahkan dari: www. Sebagai gantinya. dan. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri.. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella. Mr. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya.. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. Kemudian Mr. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Itu pengalaman yang ganjil. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. tidak ada bahan tes. Ini melebihi dari yang biasa kudapat. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella. Tiga hari bebas. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. Kesukaan manusia.stepheniemeyer. Mungkin tidak terlalu mirip. Aku puas dengan rencanaku. menyenangkan sekaligus mendebarkan. daya tariknya jadi semakin kuat. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. dengan hadiahku untuk Angela. Setiap detik berharga. 255 .com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Aku belum puas. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. Varner mematikan lampu. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. Aku adalah bahaya. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya. Tidak ada catatan. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis.

Diterjemahkan dari: www. Kutarik tanganku lagi. Itu membuatnya lebih buruk. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. Jenis hasrat yang baru.. duduk bersebelahan begitu dekat. 256 . tersembunyi di kegelapan.com Jadi. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. Jika aku memegang tangannya. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya. gerakan lain yang lebih dekat. hanya berdua saja. Bella juga mendekap lengannya di dada. Atau. Filmnya dimulai. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. Tidak boleh ada kesalahan. Hanya untuk menyentuh tangannya. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. Aku tidak tahu pikirannya. memberi tambahan penerangan sedikit.stepheniemeyer. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. dia cuma tinggal menarik tangannya. Tangannya juga terkepal. kudekap lenganku rapat-rapat di dada. dan matanya terlihat hangat mengundang. Sesekali dia melirik. dan mengepalkan tangan. Aku tersenyum balik. terus mendekap lengannya rapatrapat. Aku bisa merasakan itu. berusaha menembus pengendalianku. Bella melirik.. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. Tidak boleh ada kesalahan. sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun.. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. bahwa dia ingin aku menyentuhnya. Bibirnya sedikit merekah. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu. berkembang di dalam diriku..

Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya. Ini pengalaman baru.” gumamnya. tadi itu menarik. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya.. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya. Aku sendiri juga sedang bepikir keras.. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu.com Satu jam berlalu lambat. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Aku menghela napas. Tidak boleh ada kesalahan. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. Dalam terang. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu.Diterjemahkan dari: www.. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung.stepheniemeyer. tapi tidak berkomentar.” “Hmmm. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 . tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. atmosfer ruangan kembali normal. Selama aku bisa mengontrol diriku. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. Aku bisa menawarkan tanganku. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi. kemudian melemaskan jemarinya. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku.. “Well. Itu sama sekali tidak sulit. Sisi egoisku masih saja bersikeras. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku.

dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening. Cukup. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya.. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. perintahku. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. hampir lari untuk menghindari godaannya. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada. jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya.. Lenganku melingkari pinggangnya. dan melihat pergumulan dalam diriku. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. Aku melemaskan dan mengepalkan. dia berbalik menghadapku. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya. pipinya jadi memanas. Tanganku masih seperti tersengat listrik. untuk menjauh darinya.Diterjemahkan dari: www. Tapi aku berhasil melakukannya. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. 258 . Mike mendelik. seakan dia serapuh gelembung sabun. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku. merangkulnya dalam dekapanku. Cukup. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya. Dibawah sentuhanku. Telapak tanganku mengusap dagunya. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu.stepheniemeyer. Aku memaksa diriku untuk berbalik. Dia tidak bicara. Cukup. seperti saat ini. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. Sesampainya di depan ruang gimnasium.

mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. Bahagia. Aku memandang lurus kedepan.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia.. “Hai. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi. gigiku terkunci rapat.” Dia terlihat lebih baik. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran.stepheniemeyer. “Tunggu sebentar. kid. Edward. Titik. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 . “Hai.Diterjemahkan dari: www. aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. Rosalie ingin merobek mulutmu. aku merasa begitu. aku memberitahu diriku dengan muram. Pilihannya itu. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. tapi lebih baik. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh. Aku mendesah.entah bagaimana caranya. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. Saat sedang mencari pengalih perhatian.com Tidak. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. saat berada di dekatnya. Sebainya kau hati-hati.. Em. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol. Lama-lama Rose juga akan lupa. Nikmati saja kenangannya... Apa kau marah denganku?” “Tidak. Lain kali. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri. Edward. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. Aneh.

tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. Emmet tidak butuh latihan.” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. “Aku akan membantumu. “Jadi.com kumau. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. kuakui itu.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. 260 . Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. Ben sudah duduk di belakangku. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. Goff menyuruh mereka diam. Aku berhasil menarik perhatiannya. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku. Rosalie memang selalu menjengkelkan.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku. ini memang berbeda. “Jadi?” bisikku. Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat. Dia terlongo. “Belum. “Well.. Emmet. Dia sendiri tidak buru-buru.stepheniemeyer. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda.Diterjemahkan dari: www. Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. “Tapi. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus. kenapa?” “Ayolah.. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya. Baiklah kalau begitu. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas.” Aku tersenyum padanya.

Untuk sesaat.” Reaksi di belakangku menggemparkan. Mukanya memerah karena marah. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. salah satu dari teman-temannya.. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek. “Huh... Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward.. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi. Tapi Angela tidak berpikir begitu.tidak pantas untuk Angela. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya.” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu. Dia pikir dia lebih baik dariku. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya. “Bukan karena itu.. kembali ke naskahnya. “Dia tepat di belakangmu. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya.stepheniemeyer. Tidak. melirik ke bocah di belakangku.” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. 261 .. “Oh. berimprovisasi lagi. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya.. Akan kubuktikan ke orang sombong ini. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya. Masih ada gadis-gadis lain. Tapi apapun itu sama saja. tatapan di balik kacamata itu ketakutan. Sempurna. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben.aman.. Dia. merasa tersinggung karena diremehkan.” Emmet berbisik dengan suara rendah. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan. “Bukan begitu. Tidak. “Ben siapa?” tanya Emmet.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi. Aku tidak suka itu.” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi.” Aku menahan senyumku. Yang kurencanakan adalah cemburu.Diterjemahkan dari: www.

Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 . Oke. dan Angela akan menerima hadiahku.Diterjemahkan dari: www.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan. “Angela itu pemalu. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. “Tepat. Gadis seperti.” Emmet kembali berimprovisasi. Betapa menggelikannya manusia.stepheniemeyer. mengucapkan salam ke kelas. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. Goff berdiri. Bagaimanapun..” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini. Aku tersenyum sendiri. dan paling cantik di sekolahan ini. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. siap-siap untuk terhibur. kau tidak akan. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka.” Tidak. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik. begitu pula aku. Aku suka dengan Ben. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. Gadis yang pemalu. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. seperti yang Bella katakan.dan dia menginginkan aku.hmm. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Angela adalah orang yang paling baik. Hutangku telah lunas. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman... Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. “Mungkin Angela akan capek menunggu.. Jika B— well. paling cerdas. Batin Ben sambil menegakkan duduknya. batin Emmet. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini.com “Tapi. Angela tidak akan pernah mengajaknya. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. aku tidak tahu. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja. Dan saat bersamaan Mrs. kuakui—tadi itu menyenangkan.

Dia menoleh ke Bella. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. Itu pasti akan meninggalkan bekas. Aduh. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. gigiku terkatup erat. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. kau tak perlu melakukannya. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan. Dia memegang raketnya dengan canggung.” “Jangan khawatir.com mendengarkan lewat dia.Diterjemahkan dari: www. Coach Clapp tertawa. Bella mengelus-elus keningnya. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. Aduh. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. Awalnya Mike bermain sendirian. Mike—kau tahu. Oh. mengetahui dia terluka.stepheniemeyer. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. “Apa 263 . “Terima kasih. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. saat bersamaan. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja. Dan benar saja. Newton. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. aduh. aku tidak akan mengganggumu.” Mereka saling senyum satu sama lain. Ow. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike. Senyumku lenyap.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat.. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella.. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. Mike pun buru-buru mengejar koknya. Ow. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. “Sori. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella.

Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu.” Aku ngeri menunggu respon Bella.” gumamku. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk. “Kurasa aku baik-baik saja. “Aku tidak suka. Goff mengijinkanku keluar lebih awal. Kurasa.... Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu.. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding. Aku jelas berharap itu yang terjadi. “Itu bukan urusanmu. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. 264 . Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh. Mike. Bella tidak ikut main lagi.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. “Caranya memandangmu. “Jadi. “Kau jalan dengan Cullen.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa. “Nanti saja. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras. Di penghujung jam.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. Dan Mrs.Diterjemahkan dari: www. Jadi itu betul. heh?” Kau dengan si aneh itu. Tapi ya ampun.” Defensif. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. “Aku akan tinggal di belakang sini saja.” “Memang tidak perlu. seolah ingin memakanmu. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi. Sial. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah.. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah.. Jessica bersumpah mereka berkencan. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis. kau sendiri?” tanyanya malu. matanya melebar menyesal. mukanya merah. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku.stepheniemeyer.” sergah Bella marah.” Bella terlihat malu daripada sakit.

lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. apapun alasannya. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. Pemberani —itu istilah umumnya. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya. Tapi begitu matanya menatapku. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah.stepheniemeyer. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini.” sapaku. membuat diriku tetap aman. paling tidak di satu sisi. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar. Kemudian. Ekspresinya sangat damai. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. tidak baik untuk dirinya.. Ketika dia berjalan menuju pintu. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang. lagi. Jika aku bisa mendisiplinkan diri.com Mukanya merah padam. Sekarang dia menertawakan aku.. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya. Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh.” bisiknya. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang..” 265 .Diterjemahkan dari: www. Begitu saja. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi.. pikirannya sunyi. “Baik-baik saja. “Hai. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. Mike memutar badan. dan pergi ke ruang ganti. “Halo. Sial. tidak ada bandingannya. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri. Namun.

Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. berharap kemarahannya segera reda.Diterjemahkan dari: www.. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi.. dan senyumnya lenyap. Dia terperanjat. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya. kemudian ke aku lagi. Kuharap dia mati. setelah bimbang sejenak. Dia masih tampak kesal. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku.. Aku benci dia. Tentu saja. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja. lalu pergi meninggalkanku.. Mataku kembali fokus ke Bella.. Bella 266 . Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi.” Dia tidak menjawab.” akuku. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan.com Dia tidak pandai berbohong. Biasanya dia cepat memaafkan. “Apa?” desak Bella... “Kau tidak sedang mendengarkan lagi. atau berharap aku tidak menggunakannya. Peleknya keren. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. Mukanya merah padam—dia malu. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal. Aku megejarnya. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku.. “Newton membuatku kesal. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah. berjalan cepat-cepat ke parkiran. Coba lihat pedal gas SMGnya itu. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang.stepheniemeyer. “Kau sendiri yang bilang.

Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku.. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan. baiklah. “Setuju. “Mungkin. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain.. “Mobil apa itu?” “M3. Sekarang untuk permintaan maafku. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun.Diterjemahkan dari: www. kalau kau bersungguh-sungguh. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali.” Dahinya berkerut. 267 . “Kelewat mencolok. iramanya berantakan.”sergahnya kasar.” Aku tidak mau berbohong. Kerutan di dahinya telah lenyap.. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. “Jelas. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil.” gumamku saat dia masuk ke mobil. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat.” ucapnya setelah beberapa saat.stepheniemeyer. Aku menggunakan nada yang paling membujuk. Aku menghela napas.. Oh.. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi.com mengikuti.” “Itu keluaran BMW.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. kelihatan seperti terhipnotis. “Kau masih marah?” tanyaku padanya. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah. aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh.” akhirnya dia memutuskan. Matanya melebar.. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona.. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir.” Aku memutar bola mataku.

“Jangan khawatir soal itu.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal.Diterjemahkan dari: www. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya.” Ah. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan.” jawabku enggan. sementara 268 . “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya.stepheniemeyer.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. “Well. Dia mengerjap beberapa kali.. Aku akan datang.com Aku setengah tersenyum.” tambahku.” Dan senyumku pun lenyap. Atau. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan. Aku parkir di depan rumahnya.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum.. “Aku tidak berencana membawa mobil.” gumamnya. “Mmm. melengkapi permintaan maafku. tanpa mobil. membayangkan kau ada disana. tapi gagal.” Dia menelengkan kepala. “Hanya saja. “Kurasa sudah. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya. dan sekarang bukan waktu yang tepat. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar. Tentu saja. Sama-sama terpesona. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut.. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. Tapi kusela duluan. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa.. betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku. Jika aku tidak sedang gelisah. “Tidak. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya. “Aku minta maaf telah membuatmu takut. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya. tapi kemudian berubah pikiran. Untung aku sudah hapal jalan ini. tanpa membuatnya takut. aku juga sulit berpaling dari matanya.

.. resah. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku.. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti. membuktikan dominasiku atas sensasi itu..kami membiarkan indra mengendalikan diri kami. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan. sosokku yang lepas kendali. “Ketika kami berburu. untuk membaca matanya. “Sangat. dan mendadak keheningan ini berubah. Wajah Bella nampak tenang.. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya. tapi apa yang akan—pasti terjadi.?” Aku mengambil napas dalam-dalam.com kami berburu. “Tanpa banyak menggunakan pikiran..stepheniemeyer. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah.Diterjemahkan dari: www.. Napasku semakin cepat. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 . Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. Merasakannya dalam-dalam. Aku mendengarkan suara detak jantungnya. Dia menatap balik. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya.” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa.. tatapannya sungguh-sungguh. Aku berusaha mengusir bayangan itu. Terutama indra penciuman kami. mengaturnya. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan. Matanya melebar setelah beberapa saat.” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan.” “Karena. lalu menoleh.

Bukan kami. keluar dari mobil dan menutup pintunya. Tubuhku menari bersamanya.stepheniemeyer. Aku memejamkan mata.. adalah soal hidup-mati bagi dia. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya. Mereka siap menantang apapun.com hausku. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu.. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi. seakan solusinya tersembunyi di situ. berusaha memutus aliran listrik diantara kami. kurasa kau harus masuk sekarang.. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. tanpa berkomentar. Getaran listrik itu masih belum lenyap. Tidak boleh ada kesalahan.. Selama sekejap. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. “Bella. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif. Dia menarik napas—tersendat. Semuanya sangat mudah terganggu..” Dia langsung menurut. seakan aku manusia.Diterjemahkan dari: www. Tapi. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi.diriku. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan. seperti saat habis menyentuhnya. untuk mengontrol diriku. aliran oksigen. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku. Irama denyut paru-paru. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. Bukan keluargaku..

baik dengan bukunya atau filmnya. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan.alan. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. Harap maklum jika penerjemahan.S. struktur. saya belum menikmati. karena alasan subyektif yang tak rasional. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. Aku juga ingin keluar. Pada tiga buku awal. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya. Aku tersenyum pada hal itu. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia. Aku tersenyum pada pikiran itu.. aku akan mendapat jawabanku. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. Masih saja penasaran. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman. tidak pernah tetap tinggal di tempat.stepheniemeyer. penasaran. dikelilingi saksi-saksi. Bahkan dengan dia di luar mobil. Awalnya saya tidak tertarik. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar.. Itu tidak adil. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman.” Dahinya berkerut. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. Lebih cepat dari dia akan melihatku. Aku menginjak pedal gas. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau.Diterjemahkan dari: www. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. “Oh. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya. dan gaya bahasanya berantakan. P. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. 271 .” Besok. Tidak boleh ada kesalahan.