Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

Cuma skandal-skandal kuno.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. Namun rupanya. Dia tertawa geli. dan sekedar jadi kenangan buruk.. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya.. Seperti tidak ada orang.Diterjemahkan dari: www. Ini membuat Jessica gusar. sebelum membuatku gila. Tidak ada bagian horornya. Mike Newton yang populer. pikirnya.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. Dia masih duduk 6 .” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini.stepheniemeyer. Biasanya tebakan mereka salah. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko..atau Mike. Aku tidak mendengar apa-apa. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen. Aku mendongak memastikan. Sangat ganjil. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya. pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. sebetulnya. Jarang ada yang menebak dengan tepat.. yang jelas-jelas cuek. Bella.. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. bersikap sebaliknya pada si murid baru. Kuharap kisahnya menarik. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. Sedikit mengecewakan. Jessica masih berbincang dengannya. Semua orang ikut memperhatikanku. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran. tentang cerita-cerita Jessica. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau. Kami langsung menghilang. sedikit heran. Kembali. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. Murid baru itu pasti menanyakan kami. Untuk melindungi kami.. “Kurang imajinatif. Pujaan barunya. Jika seseorang curiga. berkulit putih-kapur.

sementara Jessica meneruskan gosipnya. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku.. Menggelikan.benar-benar memuakan.takjub? Itu bukan yang pertama.. June Richardson berharap.. Renung Asley Downing. Tidak ada sama sekali.stepheniemeyer.. sindiran terus bermuntahan dari pikirannya... Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau. Coba lihat bagaimana dia menatapnya. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja.banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan..mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku.. . ..com disitu. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu.. itu juga wajar.. Sejenak aku merasa tidak nyaman..Mike Newton sedang berpikir... begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami... menatapnya.mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu. dan sesuatu yang lain. Eric Yorkie berpikir tak senang.. Dan Jessica. aku mencoba lebih keras.. Memikirkan tentang kami.sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia. Khawatir.. setelah mendengar dongeng Jessica. juga masih sekitaran perempuan itu. Tapi aku ingin ngobrol dengannya. mangsa alami kami. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana. memamerkan teman barunya. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut. .kira-kira apa musik kesukaannya.... Tapi aku tidak mendengar bisikanpun. dan tes bahasa Inggris. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru. 7 . malu kedapatan mencuri pandang. karena terlihat begitu dalam. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh. penasaran. Tetap saja. .Diterjemahkan dari: www. Kemudian.. Untung Jasper tidak melihat. bahkan Edward Cullen. sesuatu yang wajar. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk.. . Perasaannya tampak jelas di mimiknya. Kami terlihat indah bagi mereka. sedang melirik kesini.

tapi jangan buang-buang waktu. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 .. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya. mengerling dari sudut matanya. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas. gadis pendiam.” Dia mendengus.. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. dibawah membrannya yang pucat dan jernih. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan.. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu.stepheniemeyer.. tapi sama hausnya dengan Jasper. Oh. Biasanya. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya. Aku dapat mendengar semuanya. yang hilang entah dimana. Angela Weber. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah.. aku kecewa. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. Sungguh perasaan yang aneh. Tidak ada untungnya mengundang godaan. Aku yakin itu. Suaranya benar-benar baru.Diterjemahkan dari: www. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu.. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. Dibalik kegetiran itu. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. selamat. Dia tidak berkencan. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. Pikirannya paling ramah. Dan. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. tentu saja. sesuatu yang tidak kupahami. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku. tentu saja. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku.com Kuharap ibuku. “Itu Edward. Dia tampan. muncul dorongan aneh.

Di kelas. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. aku berharap bisa tidur. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. Bella kelihatannya sepemalu diriku. Aku menuju kelas biologi. dan Jasper berakting sebagai senior.stepheniemeyer. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. Banner. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria.. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. Aku berpaling lega.com disana. bersiap untuk bosan. seakan menunggu datangnya penolakan. Kenapa? “Ayo pergi. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh.tapi mungkin akan kedengaran bodoh. memecah perhatianku. Aku tidak mendengar apa-apa. Tak ada keraguan.” Rosalie berbisik. Peranku lebih muda. Tidak mungkin bagi Mr. Lagi. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. Pasti hari ini berat buat dia. Tidak sepadan dengan usahanya. 9 . Curiga. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. berbincang dengan orang asing.Diterjemahkan dari: www. Aku angkat bahu. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. Aku satu-satunya yang duduk sendirian. Rosalie. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai.. aku sudah menguasai semua isinya. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. mereka pergi ke kelas mereka. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya. Cuma melihat. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu.. namanya memicu perhatian.. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. “Jadi. yang kecerdasannya rata-rata. Begitu juga denganku. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. Emmet. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Cuma membayangkan. Yes! Pikir Mike Newton. jadi pusat perhatian.

Pandangannya bertemu.com Masih saja. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku.. seperti pendobrak yang tak kenal ampun.juga bukannya akan menemukan hal yang menarik.. Bisa kubayangkan sedapnya.... aku tidak lagi mendekai seperti manusia. tidak ada apa-apa. Kubersihkan bagian mejanya. Mulutku hambar dan kering. aku telah memburunya sejak lama. aku bisa memecahkan rahasianya. Dia mendekat. paling tidak. Tidak ada yang lebih penting selain itu. Aku adalah vampir.Diterjemahkan dari: www. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya. menyingkirkan buku-bukuku. Aku adalah pemangsa. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Aku ragu ia akan nyaman. Misteri pikirannya telah lenyap. Setelah kakinya menjejak. Ketika mengkaji ekspresiku.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya.stepheniemeyer. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga. Akan kususuri bumi mencarinya. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. Dalam sekejap. dari tempat Bella Swan.. Tidak ada artinya. Gadis malang. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. matanya melirikku. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. darah mengalir ke 10 . Mungkin. Dia buruanku. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. melintasi gangku menuju meja guru. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku.. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini. Jika aku pernah tahu. Dia tidak membuatnya lebih mudah. dengan duduk disampingnya. Satu detik belum lagi lewat. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada. gerakan yang maksudnya diam-diam. Otot-ototku menegang siap terlontar. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya.. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan. Perutku melilit oleh lapar akibat haus.

Tidak mungkin melewatinya begitu saja. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Aromanya sesuatu yang baru di otakku. Bahkan lebih untuk ukuran manusia. delapan belas murid dan seorang guru. seakan tahu saatnya untuk lari. wajah yang langsung kukenali. hampir menubruk kursi depanku. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. menahanku tetap duduk. tak karuan. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku. Hilangkan bukti. Kubuang jauh pikiran itu. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. Gadis itu akan duduk di sampingku. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. Sebagian diriku gemetar. Mencabik pikiranku. Kayunya tidak cukup keras. Sosok monster itu membuatku muak. Pikiranku pun mengamuk. Penonton tak bersalah di kelas ini. Tidak selama delapan puluh tahun. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. Dan aku harus membunuhnya. Kusingkirkan dengan kaki. akan menyaksikannya. Bahkan saat kondisiku lebih buruk.Diterjemahkan dari: www. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. Korban yang tidak terelakan.stepheniemeyer.. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun. sebagian lagi menyusun rencana. memberontak. Hilangkan bukti. Mungkin sedikit lebih lama.. lemah. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. Aku tahu akan tiba waktunya.com pipinya. Langkahnya lebih cepat. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. Itu aturan dasar. dan hampir membuatku bertindak. mengubah warnanya sangat menggiurkan. Jika kubunuh gadis itu duluan. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. 11 . aku tidak sekeji ini. Rapuh. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja.

jika syok tidak membuatnya membeku. Mereka beruntung.Diterjemahkan dari: www. paling tidak. Maka saksinya lebih dulu. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. Cukup lama. Bukan tidak mungkin. aku melihat dua wajah bersebelahan. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. Kuhabisi dulu sisi kanan. Satu adalah diriku. Aku memetakan di kepalaku. para monster yang tidak terlalu berbahaya. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. Itu memang berlagak seperti Tuhan. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. Membenarkan pembunuhan itu. Aromanya menghantamku. apa yang akan menimpanya. Seseorang menutup bukunya dengan keras. Semua korbanku. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. Tidak akan terlalu ribut. membakar keluar dari jantungku. untuk membuatnya menjerit. Udara bersih terhembus ke mukaku. Cuma itu pembelaan lemahku. tapi hanya secara harafiah. begitu taksiranku. Itu akan makan waktu. Kutarik napas panjang. tidak menyadari yang terjadi. Dalam satu detik yang singkat. di deretan terbelakang. Dalam detik yang berharga itu... tidak lebih 12 . dia akan duduk dekatku. sekilas. Cukup lama untuk ngeri.stepheniemeyer. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. Seseorang akan mendengar.. Tidak ada masalah dengan jendela. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. pikiranku kembali jernih. Aku di tengah ruangan.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. Aku telah merasakan darah manusia. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. Akan ada banyak jeritan.com darahnya yang menggiurkan. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan. Dia baru saja membelok. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. tapi terlalu berisik. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari. Dan darahnya akan mendingin. Dalam beberapa detik. Monster di kepalaku tersenyum..

Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. Dalam pikiranku. bahkan setelah kutunjukan dia salah. Wajah yang lain adalah Calisle. Bella Swan duduk di sebelahku. Tiba-tiba kebencian meliputiku.stepheniemeyer. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 .com manusia daripada ku. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. Tak ada alasan untuk mirip. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Dan ia akan tetap menyayangiku. Carlisle bukan ayah biologisku. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Dalam sekejap. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. Tetap saja. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. Penampakanku tidak berubah. walau tanpa kemiripan dasar. Bagai terang dan langit gelap. wajahku telah mencerminkan dirinya. ayahku dalam segalanya. Akan kubuktikan ayahku salah. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. guruku. Mataku akan semerah iblis. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. sampai tingkat tertentu. Karena dia menyayangiku.Diterjemahkan dari: www. Kesabarannya terlihat pada alisku. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. Siapa mahluk ini? Kenapa aku.

Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama.. Sebentar lagi semua akan hilang. Bau adalah masalahnya. dan kemudian merasakan basahnya..stepheniemeyer. Tidak. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . Tidak nyaman. tembus pandang. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. bau mengundang darahnya.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. Jika ada cara melawannya. tapi masih jauh dari aman. tapi itu berlawanan dengan instingku. Tapi. Aku tidak bisa melihat wajahnya. aku tidak harus bernapas. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. Tapi mungkin bisa untuk satu jam. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. tak ada lagi angin yang membantu. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. rasanya di belakang lidahku. denyut— Satu jam! Hanya satu jam.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. Ini tidak nyaman. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. Jadi penuntun ketika berburu. Dan dia tidak bisa memaksaku. Korban yang tidak seharusnya jadi korban. hangatnya. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. sedikit lega. menggiurkan. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. Aku tidak boleh memikirkan itu. namun dapat diatasi.Diterjemahkan dari: www. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. Aku masih memiliki ingatan aromanya. Jika aku bisa mehannya selama satu jam. Satu jam. tidak bernapas.

Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. Benci dan marah. Sherif Swan bekerja seharian. seperti biasa. yang sangat mustahil. tidak akan ada yang mendengar.. ia akan meninggalkan ruangan. Ya. Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. Meskipun takut.. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. kemarahanku tadi masih kurang. Meskipun aku membenci dirinya.stepheniemeyer. Membencinya. Jika menahan napas. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. Cukup mudah menyesatkannya. seperti yang lainnya. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. Hai. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku.. Dia akan pulang ke rumah kosong.. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. Itu cara yang lebih bertanggung jawab..com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. Aku tahu rumahnya. Tanpa tetangga. 15 . dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan.. anganku untuk menjadi lebih baik. kecintaanku pada keluaragaku. Membencinya dengan segenap rasa. Bahkan jika sempat berteriak. ia akan mengikuti.. sebesar seluruh tekadku. aku bisa tahan dua jam. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini.. Mike Newton. terkecuali. tidak ada orang lain yang terluka. aku tahu itu tidak beralasan. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. Rumahnya di pinggir hutan. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. Jika mampu satu jam. monster di kepalaku setuju. Itu sesuatu yang sopan. Gusar. tapi itu membantu. namaku Edward Cullen. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau. seperti kutau setiap rumah disini. sebelum aromanya merusak segalanya.Diterjemahkan dari: www. Dan saat ia sendirian.

sama saja kalah. Aku tidak perlu ke rumahnya. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. Jika menyerah pada sang monster. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Maka aku membuat strategi. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. Aku bersembunyi dalam mobil. dan punya pilihan.stepheniemeyer. Mungkin. walau hanya menunda. yang mengalir bersama rintik hujan. Kini aku kembali waras. sangat hati-hati. dan aku sudah akan bergerak. Betapa sia-sia. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia.. dari kematian. Tapi tidak ada yang memperhatikan. dan dingin. Tidak perlu membunuhnya. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. Selalu ada pilihan. hidupku tidak perlu berubah. Tapi bel berbunyi.Diterjemahkan dari: www. Dia. Yang kubutuhkan adalah udara bersih.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. Tapi efeknya cuma sedikit.tapi sekarang sudah jauh darinya. Selamat karena bel—Klise. tidak lebih. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi.. Darah memerah di pipinya. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. Aku. Terlalu pengecut. Di penghujung. Kami berdua sama-sama selamat. Dapat bertarung lagi. basah. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 . jika menjauh dengan sangat. melawan apa yang kutentang. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. Itu terlalu berlebihan. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi. Semua bisa berjalan seperti keinginanku. Aku bisa berpikir. Tapi ini pengecualian. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. Jelas. aku mahluk rasional. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya.

dan lembut. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. Pilih yang benar. Dan Esme begitu penuh cinta. Lagi. Tidak perlu membuat ibuku tertekan.Diterjemahkan dari: www. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular.stepheniemeyer. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. Lebih baik daripada menunggu di parkiran.terluka.. Jika aku menjauh dari baunya. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. Jika bisa menghindar dari Bella Swan. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. Aku mencari posisinya. Aku beraharap bisa minta saranya. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu. Jam terakhir sekolah hampir selesai. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat.. Tebakanku betul. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya. Kuputuskan menjalankan rencana itu. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper... tapi di sisi lain. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. itu akan melukai ibu angkatku. halus. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Ya. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. 17 . khawatir. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. Aku adalah ancamannya paling berbahaya. Aku tidak ingin yang lain tahu. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar.com Tidak perlu mengecewakan ayahku.

terlalu muda. agak gugup.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. pikirnya pada dirinya. tentu saja. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya. Pikirannya sudah tidak karu-karuan.. Nilainya sempurna.. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. “Mrs. Risih.. semua kelas sudah penuh. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar. Banyak guru yang mengeluh. “Tentu. Edward.” “Pada waktu di Alaska. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar...” 18 . Konyol. Detak jantungnya makin cepat. ya. dia merapalnya berulang-ulang. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda.com Di dalam cuma ada seorang pegawai. Dia merapihkan t-shirtnya. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas.. Aku bersandar kedepan. Mr..” dia kaget. Dia cukup muda untuk jadi anakku. Selalu saja lengah. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal. Mereka lebih pantas kuliah. saya sudah pernah mempelajarai materinya.. Salah. dia betul.. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. Banner?” “Bukan itu. Ini akan mudah. “Halo..” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. “Oh. tidak pernah ragu di kelas. Edward. Mudah. Sesuatu yang tidak mereka pahami. Edward. “Sayangnya. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr. yang memang ingin kutemui. Aku lebih tua dari kakeknya. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah. Dia tidak menyadari kedatanganku. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek. Tapi berdasar tanggal di SIM.

Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak. Aku menoleh pelan. semuanya lenyap. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku. dia mengingatkan dirinya dengan galau. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Terlalu muda. meskipun tidak perlu. “Saya tahu itu.stepheniemeyer. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam.Diterjemahkan dari: www.com Tentu saja tidak. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan. tujuanku kesini. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat. Edward. Kelegamannya membuat orang takut. Jantungnya berdetak lebih kencang. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu.” Aku tersenyum. Banner..” Pintu membuka di belakang. Itu gila. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr. Keluarga Cullen tidak akan begitu. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus. “Please. lalu keluar lagi. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. Tapi tidak ada cukup kursi. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr. jadi kuacuhkan. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu.” “Saya akan mengejarnya tahun depan.. dan kubuka mataku lebih lebar.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku. sebagaimana mestinya. Aku menoleh.... Banner. Secarik kertas ditangannya. Monster 19 . Mrs.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini.. Kerongokonganku membara.

Cukup adil. Bukannya menjawab. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. Ketika menyelinap kedalam mobil. sementara. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. tapi ketakutannya tidak terucap. Sang monster menuggu gelisah. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil. Dia mundur. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. Aku berbalik ke Mrs. Kuhentikan napasku.. semua sudah disitu. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik.. Aku berusaha mengatur napas. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang.Diterjemahkan dari: www. Cope. mulai lagi.. suaranya waspada. Aku tahu ini tidak mungkin. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya. dengan cepat. aku buru-buru memundurkan mobil.J. berjalan terlalu cepat. Dua nyawa. Bagiku dia setan yang menghantuiku. Tanganku bersiap di meja. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran... Di jalan. Pikirannya teralihkan. membayangkan yang aneh-aneh. Mom selalu bilang. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. Kebanyakan sudah pada pulang. Garret.. melihat. lapar. “Edward?” Alice bertanya. kemudian mengabaikannya. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs.stepheniemeyer.com itu kembali menatapku dari matanya.. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. daripada duapuluh. “Kalau begitu lupakan saja. terima kasih banyak atas bantuannya. Aku cuma menggeleng. aku berkata sehalus mungkin. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri.” Aku cepat-cepat keluar. Aku mendengar suara D.. 20 . topeng iblis. tidak terlalu banyak saksi.

mati. “Sori. Rosalie. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri.Diterjemahkan dari: www. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. dan mobilnya mendecit berhenti. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. tidak tahan lagi. “Aku akan merindukanmu. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih. aku tahu Emmet. merah terang oleh darah segar. Jalanan kosong malam-malam. dan Jasper turun tanpa komentar. Yang lain menatapku. Dia tidak dapat melihat yang lalu. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. Alice menyentuh pundakku.” Aku mengangguk.” bisiknya. berlalu cepat dua ratus mil perjam. “Kau akan mengambil jalan yang benar. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal. begitu aku mengambil keputusan... Dia cuma angkat bahu. Mataku.” 21 .” pinta Alice.. “Oh!” Alice kaget lagi. “Oh!” Bella Swan. hanya masa depan. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya. pepohonan berselimut salju di sisinya. Dan samasama terkejut. Rosalie. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan. Pencarian oleh penduduk. dan Jasper menatap Alice. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam.. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah.” ujar Alice. matanya melebar. Itu akan membunuhnya juga..” ucapnya pelan. gambarannya jadi lebih detail. Sang monster kegirangan.. Emmet. “Stop!” aku mengerang.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin. Penglihatannya berubah lagi. “Turunkan kami disini.com Tanpa menoleh.merasakan aromanya menuntunku. Dia mengeceknya sekarang. Dia melihatnya kalau begitu.stepheniemeyer.

stepheniemeyer.” kataku. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. menghilang sebelum aku memutar mobil. Mereka masuk ke hutan. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang.com “Iya. aku tidak yakin dengan tujuanku. Alisnya bertaut gelisah. Kemudian ia turun.Diterjemahkan dari: www. Aku melaju cepat ke arah kota. Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal. 22 . setuju hanya pada bagian terakhir.

Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. Dia muncul enam puluh yard didepanku. 23 . yang setengah terpendam dibawah salju. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku.Diterjemahkan dari: www. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. bertabur bintang. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. Ketika menatap ke langit. sebagian bependar biru. Penghalangnya adalah sesosok wajah. Sangat cantik. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman.com 2. tapi aku tidak bisa mengusirnya. Langit diatasku cerah.stepheniemeyer. membuat cekungan disekitar tubuhku. Seharusnya. Ini tidak jadi lebih baik. Enam hari sudah lewat. Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. Sangat cantik. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu. Aku mendesah. badannya bergelung. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. sebagian kuning. wajah manusia biasa yang tidak istimewa. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. jika aku benar-benar dapat melihatnya. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. hampir pink seperti strawberi. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. Dia membungkuk ke ujung batu. ujung jari menyentuh permukaannya. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa.

” Mulutnya bergerak turun. Pikir mereka aku mengganggumu. tapi tidak bangkit. “Sebaliknya. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju. Aku membuatmu tidak nyaman. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian.. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 . Dia melentingkan dirinya keatas.” “Sama sekali tidak.” Dia meringis. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku.com Cannonball...” Sebelah alisnya terangkat. Sepertinya tidak akan.” aku meyakinkan dia. Aku mendesah lagi. Dia membatin. Maafkan aku. Aku masih melihat wajah yang sama.” Kau akan pulang.membantu.” “Aku tahu. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. memutuskan itu..stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.” aku berbohong. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang. “Cuma bercanda.. Pikirannya kini muram. sepenuhnya. Tidak usah bersikap sopan. Aku tersenyum. kok. “Aku belum. “Tidak. Itu lucu. “Itu salahku. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong. Salju langsung berhamburan seperti badai.” Tapi kau tidak akan tinggal disini. iya kan? pikirnya.” dia berbisik. “Tidak. sesalnya. iya kan?” “Tentu saja bukan. “Sory.. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak. sedih.

“Kau mengira aku berubah pikiran.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan.” dia memberengut.” Aku setuju. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu. “Saat kau datang kesini. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat. daripada Carlisle. 25 . “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang... pastinya. Satu tawa singkat. Perasaannya kecewa. “Sedikit. kan.” Aku akui. Hanya saja aku pergi dengan. buru-buru.” “Iya. Dan selalu berhasrat tinggi. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya. “Yang asli.” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya. Pada akhirnya. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka. Tanya.” godaku. menampakan giginya. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini.” Tanya. diikuti desahan. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir. kau menyadari itu. bibir bawahnya terangkat cemberut. “Aku tidak ingin membicarakan itu. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat. “Dasar Succubus.. lalu menumpangkan dagunya ke tangan. bersikap menghindar. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya. Bahkan lebih baik. “Oke.” Dia ikut mendesah.. “Aku menyesal membuatmu berharap...” Tanya berkata pelan. Dia menyeringai.com tertawa. “Aku kira. “Aku tidak biasa ditolak.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. dalam beberapa hal. Irina.” Tidak seperti Carlisle. Sekarang para pria yang mereka cintai.Diterjemahkan dari: www. mereka tidak pernah membuat kesalahan. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. Tanya. dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka. “Itu pasti.. Tentu saja.” dia menggerutu.stepheniemeyer.hidup..

Kau akan kemana. Kuharap kau bisa lebih masuk akal. Aku hanya.. Pikirannya beralih ke dugaan lain.yang menghantuimu..com “Masalah perempuan?” dia menebak. Aku butuh mendengar itu. Aku tertawa hambar. Edward..” Dia terdiam..” katanya. “Satu saja petunjuk?” pohonnya.” aku memberitahu. Bagian yang selalu menghadapi apapun. belum menemukan yang kucari.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya. “Terima kasih.” Dia diam lagi. Tanya. Sebagian besar. Akhirnya ia menyerah.” 26 . Kau pasti akan menghadapinya. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. Kuacuhkan dia. Kau tahu kau terlalu baik untukku. Kau selalu begitu..” Desisku. “Tidak seperti yang kau maksud.stepheniemeyer. “Tak perduli apapun itu. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari. Kucium pipinya. Dia tersenyum kering. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. Edward. Aku bergeming. dan sia-sia mengagumi bintang. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku.Diterjemahkan dari: www. “Sudah lah. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin.. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. “Menurutku kau akan kembali. Karena. Tanya. tidak perduli kemanapun. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. masih menebak-nebak.” Pikirannya menggerutu.” “Maaf. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat. Mulutnya memberengut. dia coba mengurai maksud jawabanku. Tanya. “Sedikitpun tidak mendekati. “Sama-sama. kukira. Tidak ada yang ingin aku kunjungi. Pikirannya mendesak ke hal lain. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang. mengacuhkan keenggananku. tapi tidak menampik.atau siapapun. Aku benci itu. kemampuanku menghadapi kesulitan.

kemudian berdiri. coba melihat melampaui wajah di benakku. tetap menghalangi bintang.” “Sampai ketemu lagi. Dia tidak menoleh ke belakang. tanpa meninggalkan jejak. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. Edward.. Bahkan dalam bayanganku. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria.” Alice menarik napas. Jika berlari. Tentu saja. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas. meskipun perasaannya tidak dalam. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama. dan segera memberitahu yang lain. Aku tidak suka menyakiti Tanya.” pada saat mengucapkannya. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. “terima kasih lagi. Tatapannya kosong. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang.Diterjemahkan dari: www. Rose terlihat khawatir juga. tidak terlalu murni. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. Rosalie dan Emmet mempin di depan. Aku bisa melihat diriku pergi. Tanya.com “Kalau begitu. aku tidak dapat mendengar pikirannya.Sampai ketemu lagi.. aku bisa melihatnya. tangan Jasper memegang sikunya. Mulutku merengut menyesal.” Dia bangkit berdiri dengan anggun. 27 .stepheniemeyer. Diantara diriku dan kerlip di langit. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya.. Dengan helaan berat aku menyerah. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang. ia tidak meninggalkan jejak di salju. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. kemudian lari pergi. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama.. tapi lebih pada kesal. “Semua akan baik-baik saja. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi.

dan menyeringai. “Hmm. Kau membuatku kesal.. Aku tidak bernapas. Jika tidak yakin bisa mengatasi. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang. Alice. Hentikan.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa.stepheniemeyer. aku malah terkesima. Kelakukan mereka menggelikan. Mengganggu. Terutama pikiran. Seharian aku menunggu.com “Tentu saja iya. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal.” gumamnya. tapi dari arahnya nanti. koma. kupantau setiap suara.Diterjemahkan dari: www. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. Aku baik-baik saja.” aku memberengut. bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur.” aku menggerutu. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper.” “Tentu saja iya. ketika bosan dengan keacuhanku. Matanya kembali fokus. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 . mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan. Inderaku waspada penuh. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu. Bukannya bosan. Hanya satu indra yang kumatikan. terkejut. tentu saja. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang. Tapi tidak ada apa-apa. bukan? Aku mendesis padanya. “Sepertinya kau betul. setiap penglihatan. Penciuman. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. setiap pikiran. tak ingin kupakai. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. aku akan tinggal di rumah.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk. “Dia belum datang. Dia bertemu pandang denganku.. Coba melihat gosip barunya.

” Semua menaikan alis kaget. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana. seperti sekawanan domba. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain. “Kita sudah membahas itu.stepheniemeyer. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira.. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. dia menepis santai dengan kibasan jari. Sudah pasti aku membuatnya takut. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. Bella pasti sangat pemalu. bahwa dia penyebabnya. Dia mengangkat tinju kanannya.” Aku mendelik.” “Dia akan masuk.Diterjemahkan dari: www. Barangkali pada ayahnya. Aku melihatnya bereaksi. Matanya mengincar Jasper. Membaur dengan lingkungannya. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. 29 . membandingkan pengalaman. ya?” tanya Emmet. setelah melihat ekspresiku.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. “Coba bersikap seperti manusia. diterima. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia.” “Manusia.. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang. Tentu saja tidak meleleh. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi.pasti tidak cerita apa-apa. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini.. mungkin itu orang terdekatnya. Dia.” Alice berbisik.” Emmet terkekeh. tentu saja. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian. di meja kami biasanya. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es.meskipun tampaknya tidak begitu. “Tidak ada. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya. Manusia cenderung ingin bersikap normal. Dia pasti menebak.. Badanku kaku. Ke Alice. Temboknya rengkah. jika sampai tidak cerita ke siapapun. Aku tidak tahu.. tapi aku tahu kemana pikirannya.. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. Tetap saja. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya.?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu. Kemudian. “Sudah tahu kenapa. “Ada yang baru?” tanya Jasper.

berdiri kaku di antrian. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. Kenapa itu menggangguku. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka. Mereka tidak mencari terlalu jauh. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. berangsur darah menghilang dari wajahnya. Emmet. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. Dia sedang memandangi lantai. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah.” Aku pura-pura memperhatikan. Aku mendegar dua suaranya. aku merasa sedikit tidak enak badan.” Bella menjawab dengan suara lirih. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. Bukankah 30 . saling lirik mencari biang onarnya. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. Kau terlihat sakit. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. Tidak ada yang menoleh kesini. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian.stepheniemeyer. sayang. ke Emmet.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. Mike Newton bersama dua gadis itu. pikiran dan verbal. Kulihat. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. sangat jernih.” suaranya memelan. Aku cepat-cepat membuang muka. yang sepertinya sedang melamun. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. bro. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai.” Rosalie menegur mesra. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu. “Tidak apa-apa. lewat pikiran Jessica. “Hari ini aku minum soda saja. Aku menarik napas pendek. tapi masih sangat jelas.Diterjemahkan dari: www. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. “Sangat manusia.

Air beterbangan. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya.Diterjemahkan dari: www. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton.com minggu lalu. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. memperhatikan ketiganya memilih meja.. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. .. secara naluri. “Terus terang. seperti janji Alice. Dia mengerjap. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu.” gerutuku. Untung mereka duduk di tempat biasa.stepheniemeyer. setengah cair setengah beku. “Tenang.memandangi keluarga Cullen lagi. dan kami semua kembali menikmati canda ini. Seperti diriku. bersikap manusia. Dunia tidak akan berakhir. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike. sama seperti anak tolol itu. Alice menyikutku. Aku pindah ke Jessica. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. seseorang membatin. kemudian kusadari aku ikut khawatir. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. Emmet tertawa. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. Tidak melawan angin. di salah satu meja terdepan. kaget.” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku. seideal lukisan Norman Rockwell.. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang.” sindir Emmet. “Aduh!” keluh Rose. menarik perhatianku. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu. dan mengangkat nampannya sebagai perisai...” “Tunggu saja. dan menyeringai waspada. “Kau yang mulai duluan.. 31 . aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya. Bagaimanapun juga. Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan.” Seketika itu juga. Edward. terlihat bahagia dan normal. Alice terus tertawa. Alice tertawa. Dia akan melihat kesini.

melakukan apa yang diminta.” jawab Jess. Aku coba memahami gerakannya. Mungkin dia memang letih.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica.” “Sudah jangan dilihat lagi. terlalu tertarik. Tidak ada nada sinis atau cemburu.” Jessica meyakinkan dia.” dia berbisik di telinga si Swan.” mereka selalu begitu. tapi cuma bisa menebak. sambil cekikikan.” gadis itu kembali berbisik. sejalan dengan frustasiku. “Dia tidak kelihatan marah. Sepertinya 32 . “Tapi dia masih memandangimu. Tentu saja begitu. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya. tanpa diminta. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. tapi aku tidak menatapnya. Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku. pada responnya. “Well. “Tidak. bukanya menghilang. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat. Jessica terkekeh. Tapi aku berkonsentrasi sekarang.Diterjemahkan dari: www. iya kan?” dia balik berbisik. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu. Tidak ada apa-apa selain hening. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami. Aku mendengarkan. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin.” gadis itu mendesis kesal. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. bersembunyi dibalik rambutnya. Pertanyaan itu membingungkan Jessica. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. Dia cepat-cepat menunduk.stepheniemeyer. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. “Edward Cullen menatapmu. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu. coba mendengar sesuatu. aku tidak pernah mengupayakannya. Pikirannya menggerutu. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya.

Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku. cukup satu hari saja? “Aku. Keluargaku juga belum beranjak. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. “Kenapa mesti memaksakan diri.rasa tidak apa-apa. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu.” Rosalie memprotes. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. “Pulang lah. kedengarannya ia sedikit merasa begitu.stepheniemeyer.” Aku juga tersiksa pada pilihannya. Emmet.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju.” Alice berkata ragu. Manusia-manusia itu mulai keluar. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. Kita hampir lulus. menghela napas panjang. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Akhirnya. “Kau telah memutuskan. Benar-benar bodoh.. Mereka menunggu keputusanku. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi.Diterjemahkan dari: www. 33 . Ketika jam istirahat selesai. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku. Badannya menggeser sedikit. duduk disamping si gadis.” “Aku belum ingin pindah lagi. Lebih cepat tahu lebih baik. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir. hanya sedikit. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. Jangan buru-buru.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. sangat ingin. tapi kemudian ia tahan. aku masih tetap duduk. Aku ingin.com —sepertinya tentu saja. Edward?” protes Jasper.. dagunya hampir menoleh. tidak sadar telah turun hujan. menatap kedepan ketimbang lari lagi. karena tidak berkaitan dengan dia. Apa aku akan pergi ke kelas.

Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi... Bisa kudengar kecemasan Alice. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. kecaman Jasper. sibuk mencoretcoret buku catatannya.stepheniemeyer. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. Mr. Aku belum terlambat. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. Akhirnya. Wajahnya menunduk lagi. tapi matanya sangat terbuka. “Halo. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja.” dia mengerling penasaran. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik.makin tegas. membuat gambarnya tidak imbang. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu. disinilah aku. Aku tahu dia mendengar. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. dia tidak mendongak. Tapi tidak ada maknanya. Penasaran. persetujuan Emmet. beranjak dari meja. “Tidak.” kataku dengan suara pelan. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran.” perintahku. “Ini. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. “Ayo masuk kelas.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya. membiarkan kakinya menggesek lantai. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. amat terlalu ingin tahu. Pikirannya tertutup. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan. 34 .” Alice meyakinkan.Diterjemahkan dari: www. Rose. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik.

bagi orang sepemalu dia. “Oh. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin. meskipun aku tahu dia sudah tahu.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. Tanpa bernapas. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. tidak berkata apa-apa. Kau pasti Bella Swan. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. saat bersamaan mereka mencari perhatian. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna. suaranya gugup. “Maksudku. menggerakan kepalanya sedikit. Pipinya merona. Kurasa. aku berhat-hati dengan gigiku.Diterjemahkan dari: www. Ini membuatku merasa bersalah. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. Aku pasti benar-benar menakutinya. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. dia begitu lemah. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. aku lebih suka Bella.com Dia mendongak.” sapaku. “Bukan. Aku terus menatap kedalam matanya. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam.” Dia mengerutkan dahi.” katanya. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan.” jawabnya. seakan itu membuatnya tidak senang. tanpa merasakan aromanya. mencari dasarnya. “Tapi kupikir 35 . bingung kemana arah pertanyaannya.stepheniemeyer.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab. kurasa semua orang tahu namamu. Lagi. Aku tidak mengerti. “Namaku Edward Cullen. Kendati tidak mau terlalu menonjol. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak.

“Mulai. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. 36 . Aku kehabisan udara. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya. Dia menyadari perbedaan itu. lebih takut. Banner. matanya lebar. cepat-cepat membuang muka. aku harus mengambil napas. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. Akan sulit menghindari percakapan. dan kami mesti berpasangan hari ini.stepheniemeyer. yang sedang menunduk memandangi meja. Ahh! Sangat Sakit. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. “Oh. partner?” aku menawarkan.” ujarku konyol. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. Dia menatapku. Aku memberanikan diri. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. Cukup tajam. Itu akan membuat dia lebih curiga. Jika ingin bicara lagi. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin.” kulitnya bersemu jadi merah muda. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. “Kau duluan. Bahkan tanpa mencium baunya. seperti yang lainnya. aku bisa merasakan aromanya di lidahku.. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong. menjulurkan kepala kesamping. Aku merasa geram. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu.Diterjemahkan dari: www. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri.” perintah Mr.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini. mengunci otot-ototku. Sial baginya. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap.. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa.

dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. Dia melihat ke lensa dengan sangsi.com “Tidak. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya. dan kemudian mengganti slide yang baru. Ia buru-buru menarik tangannya. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan. Aku masih belum siap menoleh ke dia. “Maaf. Tangannya mengulur ke mikroskop. 37 . Dia tidak terlihat takut.” katanya. melalui sela gigi. kehangatan kulitnya membakar kulitku.Diterjemahkan dari: www.” gumamku lewat sela gigi. dan langsung kecewa. Aku butuh sesuatu untuk dilihat. “Profase.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja.” aku setuju. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. Tidak heran dia diam. sekotak slide. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat.” sebutnya setelah pengamatan singkat. menulis pada lembar kerja. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. Dia sudah akan mengganti slide-nya. “Profase. Aku mengambil satu napas cepat lagi. Sudut mulutnya bergerak turun. “Boleh kulihat?” tanyanya. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. sebuah mikroskop. Aku menatap sekilas slide-nya. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. “Aku akan memulainya. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. Aku menatapnya.” aku berkata sendiri saat akan menulis. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. terkejut karena dia bersungguh-sungguh. Selama sedetik.stepheniemeyer. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh. “Anafase. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. Dia benar.

com “Slide tiga?” dia meminta. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras.Diterjemahkan dari: www.dalam cara yang tidak biasa. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya.” gumamnya. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. Dia tidak terlalu lama melihat. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. dengan mata masih di mikroskop. Pertanyaan yang aneh. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. ya?” dia tiba-tiba bertanya. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. “Oh. menungguku yang menulis.. Bahkan lebih menariknya. “Kau memakai lensa kontak. tak perduli betapa normal. Aku menatap balik. Lebih baik dari sekedar manis. Kulihat lagi gadis itu. Kami berhasil selesai dengan cara ini. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang.. terpesona pada besarnya malapetaka. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan. “Tidak. dan ada matanya. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya. sambil menatapku sebal.stepheniemeyer. Ini perkembangan baru. wajahnya menarik.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. tapi mengulurkan tangan... Tubuhku pelan-pelan menghangat. yang penuh rahasia.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku. kehebohan. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. Bisa dibilang dia cukup cantik. batin Mike. “Interfase. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. 38 .” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku.

Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu.” Pikiran Mr. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti. saat terpesona dengan keluargaku. tubuhku dibanjiri darah.” ujarnya. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. Kelepasan bicara lagi. Minggu lalu. Mereka bersembunyi minder. tertarik.com Aku mengangkat bahu. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. dan berpaling ke depan kelas. Banner menyelidik. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. Yang lainnya. Sekarang. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap.” Ini mengejutkan dia. “Jadi. saat dia tersenyum.stepheniemeyer. bahuku kaku. aku akan menjawab iya. Jika tahu maksudnya. Banner mendekati meja kami. “Yeah. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu.” “Whitefish Blastula?” Mr. meneliti jawaban kami. Edward. agak kebanyakan sepertinya.” 39 . Dua tahun aku di sekolahan ini. Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. Tentu saja ada yang berubah pada mataku. godaan hari ini. Untuk persiapan hari ini. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah.” spontan aku meralat. mataku hitam karena haus. mataku berubah hangat keemasan. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin.Diterjemahkan dari: www. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku.

” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. nadanya dingin. Tentang cuaca—selalu aman. aku ingin menambahkan. “Lalu kenapa kau datang kesini. Tidak sopan. sambil mengerutkan mulutnya.. Sangat memalukan. “Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar. tidak menambahkan apa-apa lagi. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 .” Ucap Mr.” dia menambahkan.Diterjemahkan dari: www. “Tidak juga. Teka teki yang akan terus mengganggu.. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman.rumit. mengejutkanku lagi. pikirannya akan selamanya jadi misteri. Itu membuatku ingin bertanya lagi. “Sayang sekali turun salju. “Atau basah. Ini tidak mengejutkan. Dua kali salah dalam satu jam. jika ia pergi. Dia kembali menggambar lingkaran. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu.. Topik sederhana yang membosankan. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik.stepheniemeyer.. “Kau tidak suka dingin.” aku menebak. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. terlalu menyelidik. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu. “Kupikir kalian cocok menjadi partner.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu.” Mata lebarnya mengerjap. ya kan?” kataku. tidak santai seperti percakapan biasa. “Kau tak tahu bagaimana rasanya. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele.” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan.” dia berkata pelan. Banner. “Jawabannya. “Well.” tanyaku.” jawabnya. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu.

“Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. Dorongan yang aneh.” kataku.” berkas senyumnya makin tampak.” aku memaksa. “Benar-benar liga 41 . Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. dia bicara cepat. Dia pemain bola.” jawabnya. Phil baik. Pandangannya menunduk lagi. memang begitu. suaraku kelewat penasaran. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. membetulkan asumsiku. tapi cukup baik. “Terlalu muda barangkali. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. “Itu tidak terdengar terlalu rumit.. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya. Aku ikut tersenyum. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak. Ini membatku tidak sabar.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Sebetulnya. “Tidak.. memancing lebih banyak.” lagi-lagi tersenyum.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. “Barangkali tidak. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. Yang harus kuakui. Mendadak ia mendongak. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman. mengira-ngira Phil yang mana.” Ah. “Phil sering bepergian. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas. mudah dipahami. “Rasanya aku bisa mengerti. Terdengar terlalu mencampuri. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi. ini sangat manusia.com tenggorokanku. “Kapan itu terjadi?” “September lalu.” aku menerka. buru-buru. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. “Ibuku menikah lagi. pilihan karirnya membuat dia kagum. Dia bukan pemain andal. “Dan kau tidak menyukainya.

” kataku. tapi dia merindukan Phil. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya. Kali ini. “Tapi sekarang kau tidak bahagia. Dagunya terangkat. ekspresinya mendadak datar.” tanggapku ringan.. “Tidak.” dia menjelaskan pelanpelan. Dia lebih mementingkan orang lain.” katanya. “Aku tak mengerti. “Mula-mula dia tinggal denganku.” gumamku. Aku menatap matanya. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. Aku benar-benar tidak paham. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. Tebakanku sepertinya menyinggung dia. Jadi aku menyerah. dia tidak mengirimku ke sini.” aku mengakui. coba terlihat santai. Dan berhasil lagi. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. Dia tidak seperti kebanyakan manusia. suaranya berubah tajam.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. sebal telah kalah. Saat melihat hal ini.. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. meskipun aku tidak tahu kenapa. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil. “Aku sendiri yang mau. “Ini membuatnya tidak bahagia.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. Pada saat bersamaan.” 42 . berharap mendapat reaksi darinya.” Aku tidak tahu maksudnya. nadanya makin sayu di tiap katanya. Tidak seperti manusia lainnya. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar. Dia benar-benar tidak masuk akal.Diterjemahkan dari: www. “Terus?” ujarnya.stepheniemeyer. Dia tertawa dingin. aku membayangkan skenario baru. Dia sering berpindah-pindah. atau alasan dibalik nada bicaranya. ternyata tidak terlalu keliru. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. “Itu tidak adil. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan.com kecil. Aku mengangkat bahu.

menggangguku. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi.com Aku ingin ikut tertawa. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. menebak asal-asalan. tentu saja. 43 . Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. kalau aku terlena. dan kembali menatapku lagi. “Pertanyaan yang bagus. “Kau pandai berpura-pura. Dua kerut V diantara matanya. meskipun sama tidak merasa gembira. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain. itu saja. pembicaraan ini. Itu membuatku tersenyum. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. sisa kesenduannya. Matanya mengerjap sesaat. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. lalu ia membuang muka kedepan. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. masih membuang muka. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. “Kurasa tidak.” Dia mengerutkan muka. Itu sangat tidak aman.stepheniemeyer. “Ya sudah. tapi pura-pura tidak mendengar. Semua situasi ini. problem manusia tidak penting.” aku akui. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. Tapi.” dia memberitahu. lucu.” Dia menatapku balik. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. terlihat bingung lagi.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya.” aku berkata pelan. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku.Diterjemahkan dari: www. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja. Dia tidak suka saat tebakanku benar. aku tidak dapat menyentuhnya.

Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya. Dia terlihat lega karena teralihkan. yang lagi-lagi.com “Apa aku mengganggumu. Aku menatapnya terheran-heran. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat.stepheniemeyer. “Biasanya. Aku tidak akan sanggup menahan diriku.Diterjemahkan dari: www..” aku mengiyakan. meskipun sudah coba kuusir. Itu kelakukan bodoh. merasa aneh. tapi tatapannya terperangkap pandanganku. khawatir. Sungguh aneh. dan gadis itu langsung berpaling dariku.” Keningnya mengerut. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang. sejeli sebagaimana dia kelihatanya. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku. tepat sasaran.. Aku tidak bisa disebut hidup. “Aku malah sulit menebakmu. membuat asumsinya sendiri. menggerutu. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu. Dia bermaksud mengerling sekilas. gelisah.” bantahku. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. “Kebalikannya. hidup bukan istilah yang tepat.” tanyaku. Aku harap dia begitu.” Dia memberitahu. Aku tersenyum lebar. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti. sambil tersenyum tanpa sebab.” dia menebak. “Tidak juga.

” desisku lewat sela gigi. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. “Kali ini. Tadi aku tidak berniat akan. hubungan dia dengan ayahnya. ia akan bilang. Tidak.stepheniemeyer. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. Dia melihat ekspresi liarku sekilas. 45 . tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas. Dalam perjalanan masuk kelas. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi. Tadi ia ingin ikut mengejar. Semakin menarik dia bagiku. iya kan? “Iya.” Mungkin lain kali akan lebih mudah. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur.. Kurasa itu berita baik. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu.” bisikku. Minimal aku tidak merusak apa-apa.. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. Aku berhenti bernapas.” aku bergumam. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing. aku tidak boleh mendapati dia menarik. kehidupannya sebelum kesini.Diterjemahkan dari: www. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya. Dia meyakinkan aku. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. aku melihat ingatannya barusan. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. Tidak sadar. Apa aku akan membuat yang ketiga. kukira... aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun. “Tidak ada yang mati. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. Monster dalam diriku menggeram. Memang tidak. Paling tidak untuk saat ini. Jika Alice butuh bantuan. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. Lagi.. Tidak ada yang mati. tapi tidak menikmati kesakitanku.com tentang ibunya. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh.. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. aku tidak tahu seburuk itu. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. Dia terikat kencang.

“Emmet—por favor. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. Langit keunguan diatasnya. “Esta bien. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini.. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. mungkin kau akan membunuhnya.” aku menggeram pelan.Diterjemahkan dari: www. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat.com “Tentu. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. “Ah. “Itu tidak menolong. hampir malam. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel. Aku langsung terlonjak. Harmonis. 46 . Waktu itu petang.stepheniemeyer. terkejut dengan gerakan mendadakku. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja. sambil segera menuju pintu. jingga di sebalah barat pepohonan. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan. Emmet. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Dan dia sudah mengikutiku. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka.” Aku dengar Emmet menjawab. ke sebuah jalan pedesaan. “Me perdona. Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu.” bisikku. Dia mengangkat bahu. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. Seakan ingatanku masih belum cukup. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet... Edward?” tanya Senora Goff. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. “Tentu saja. Tidak sampai setengah detik. Emmet sedang menyusuri jalan itu. seakan itu hal yang tidak terelakan. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet.” Atau. Kau bukan orang pertama yang mengacau. Aku tahu. Emmet terkenang. tanpa menahanku keluar kelas. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie.

Aku ke mobil lagi. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya. “Sori. Edward. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . Lagi.. Aku tidak suka caranya menatap Bella.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu. Emmet. seperti seorang pecandu. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali... Mungkin aku harus pergi. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat. Dia terus berpikir negatif seperti itu. Aku ingin sendirian. cepat-cepat menjauh. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie. dan telapak tangannya sekaligus. Mungkin. dan tidak terlalu berhasil. Jadi aku terus mencari. Emmet. Kedengarannya dia tidak takut. Cukup mudah menemukan Jessica. menunggu hingga sekolah usai. Tapi. Itu akan meremukan tulang lengan manusia.” aku menghirup panjang.. membersihkan kepala dan paru-paruku. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi.. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik.” “Aku tahu. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu.” Dia terhenyak. lebih parah. Bersembunyi. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. Dia kesal. Kembali ke kelas.. “Lebih parah. atau bolos. tapi gadis itu sedang tidak besamanya. Di kelas olahraga bersama Mike Newton. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu.Diterjemahkan dari: www. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya.stepheniemeyer. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya. Pembicaraannya paling-paling tidak penting.' Kira-kira seperti itu. “Tidak. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku.

Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. aku coba meyakinkan diriku. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. Aku menyalakan CD musik rock. belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. seakan mereka menyinggung perasaannya. Dia tidak melihatku. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. Aku tidak mau kaget.. aku keluar dari mobil. setelah hampir satu jam. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton.. tidak yakin kenapa. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga. 48 . Aku mencuri-curi beberapa kali. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. jadi aku berhenti mendengarkan. Dia menatapku balik hanya setengah detik. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. untuk mengintai gadis polos itu.Diterjemahkan dari: www. Sudut bibirnya turun. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis.stepheniemeyer. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. Dia melihat sekitar sebelum mundur. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. Ini menggangguku lebih dari semestinya. Dia menyisir rambutnya dengan jari.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku. Hanya bersiap-siap. ketika akan tiba di parkiran. Bukan mengintai. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. aku tetap tidak bergerak. dan akhirnya melihat ke arahku. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga.

49 .com Dia menatap kaca spionnya. membuatku tertawa saat dia melintas. Ketika mobil lain lewat.stepheniemeyer. sangat hati-hati hingga membuatku geli.Diterjemahkan dari: www. mulutnya menganga ngeri. memandang lurus kedepan. ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir. Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain. Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu. tak perduli apapun yang dikendarainya.

jika aku tinggal. Tapi akan terjadi. tak perduli aku coba menghindar lagi... dan memegang pundakku.” “Apa yang terjadi. “Memang itu yang kubutuhkan. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku. Carlisle ikut menemani.” “Tidak ada. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. “Aku tidak mengerti. Edward. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 .” Dia menggapai tanganku. bawa mobilku.” Saat tahu dia mengerti.” “Aku sangat sedih kau menderita. Dia menjangkau untuk menyentuhku. Carlisle. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya.Diterjemahkan dari: www. “Edward?” “Aku harus pergi.apa ada masa dimana. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu.” bisikku sambil lari. Aku akan merindukanmu. tapi aku menjauh. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. Saat berlari menembus kegelapan hutan. wajahku tertunduk malu...” Sekarang dia bertanya-tanya. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh. “Tidak. Fenomena Aku tidak haus. Jika kau memintaku tetap tinggal.” Kulihat diriku menarik napas panjang. Ini lebih cepat. Aku harus pergi sekarang juga. Belum.com 3. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin.” “Apa kau pernah.stepheniemeyer. Ini. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali. meski aku tahu tetap tidak akan cukup. Sedikit pencegahan.

“Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia. sebelum ada insiden.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek.” “Aku tahu. Apa karena harga diri.” aku mengaku. “Seharusnya aku pergi. Bagaimanapun juga.” “Aku tidak suka jadi pengecut.” aku menyetujui.Diterjemahkan dari: www.. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi. jika itu yang kau butuhkan. daripada nanti. jauh lebih baik kita pergi sekarang.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi. Suaraku parau..” Aku mengangkat sebelah alisku. Kami melambat—hampir berlari normal.. tapi di berhutang padamu.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal. setelah ada korban jiwa. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah. Hal itu tidak akan menghentikanku. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. Mereka tidak akan kesal. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi.” “Kau betul. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi.” 51 . Dia tertawa. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal. Rosalie mungkin. dia memperhatikan ekspresiku. Tapi kau tidak akan pergi.” pada akhirnya candanya lenyap.” “Apa yang menahanmu disini..com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup. Tidak kali ini. jika aku bisa membuat diriku pergi. “Tidak.stepheniemeyer.” “Tentu kami akan ikut. aku tahu itu. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan. Aku mengacuhkan kata-katanya. “Iya. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu. iya kan? Aku tidak menjawab. Kau hanya perlu minta.. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti. aku tahu. tapi jika ini terlalu sulit. “Iya..

bahkan dengan buruan yang paling baik.” Aku mengikuti. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. tiap batang rumput. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. dengan ingatan darah gadis itu. aku tidak mengerti. aku tinggal di tepi sungai. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. Carlisle benar. Sekolah asrama di Eropa. Saat ini.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa membayangkannya— 52 . Tapi sangat sulit untuk bersemangat.stepheniemeyer. Aku seharusnya meninggalkan Forks.” bahkan ke diriku sendiri. “Ayo. dan gadis itu akan menghilang. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. tiap daun pakis. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. menatap dasarnya. Aku mendesah. mungkin menikah dengan seseorang. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki. semua tertutup es. Salju yang mencair telah membeku. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. Dia menilai ekspresiku. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. Dia tertawa lagi. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Mereka bisa mengatur alibinya.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. Itu tidak masuk akal. Kami mengambil posisi berburu. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. Tapi aku akan menghargai privasimu. Apapun itu tidak penting. Kau terlalu baik. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. Mengunjungi saudara jauh. badan membungkuk dengan cakar didepan. menua. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara. Perutku kembung karena kebanyakan darah. memulai karir. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. bau rusa jadi terasa menjijikan. jika itu kemauanmu. Dia akan pergi kuliah. “Terima kasih. Tidak. Hanya selama satu atau dua tahun.” dengan satu pengecualian. menunggu matahari terbit.

Ini akan sulit. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. lengannya mengait ke lengan ayahnya. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. Satu hari lagi. Itu hal yang benar untuk dilakukan. dia cemberut padaku. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu.. “Aku belum tahu kemana tujuanku. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. Aku mendesah dan menangguk. Aku bisa mengatasinya.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. Aku harus mendengarkan dia.Diterjemahkan dari: www. aku memutuskan.stepheniemeyer.” bisikku. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah. Kau akan pergi lagi. atau empat. Sangat terlalu bias. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. Aku menggeleng. Aku akan menemui dia satu hari lagi. Matahari terbit dibalik awan. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. Aku tidak bisa mengerti. Aku ingin kau tinggal. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. Dan pikirkan 53 . agar cerita yang berkembang meyakinkan. Berhenti membahayakan kehidupannya. tapi aku akan melakukan hal yang tepat. Alice sedang menungguku. Sungguh ganjil..

aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. lagi. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah. “Menurutku sesuatu ada yang berubah. Ini tempat yang aku tahu. “Thanks. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil. tapi. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu.” “Cepat ganti baju.” dia mengucapkannya dengan suara verbal. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. Maka itu kau harus tinggal. Menurutku..com bagaimana Esme.” dia meyakinkan aku. meskipun.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini. Aku akan 54 . “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini. pundaknya terkulai. “Ya.” Ada banyak jalan yang benar. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. kau tahu itu. Dia berhenti. Tapi aku harus melakukan apa yang benar. Alice. Tidak cukup jelas untuk dikenali. dan banyak jalan yang salah.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar. Aku juga.. sangat kabur.stepheniemeyer. “Aku tahu.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. “Kau pasti sadar bukan.” Aku tertawa muram. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. Ada sesuatu disana bersamaku.Diterjemahkan dari: www. Kemudian. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak.

pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu.stepheniemeyer. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati.Diterjemahkan dari: www. Sebetulnya cukup mudah dipahami. Dia belum datang. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. Alice menemani. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama. Sungguh. betul. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. temperamental dan gampang marah. Itu adalah perjalanan yang sepi. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian. orang yang bertanggung jawab. tidak perduli betapa nikmat aromanya. Hanya mempersiapkan diri. Aku bersandar ke mobil menunggu. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. aku juga akan sangat merindukannya. Aku segera tahu kemudian.com merindukanmu. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Tentu saja. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Jalanan licin karena es. Ini adalah salah satunya. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. Ya. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. Yup. 55 . Yang lain langsung masuk ke kelas. tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya.

Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku. Bukannya ke kelas.emosional? Lagi.. rasa penasaran membakar seperti dahaga. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. Tatapannya. mengamati dia. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. mengisi paru-paru. Tapi. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. Aku mengambil napas panjang. Itu membuatku tersenyum. melihat kebawah dengan ekspresi aneh. sepertinya itu tidak mungkin. sekedar berjaga-jaga. Tidak. tidak yakin dengan langkahnya. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri. Dia tidak suka salju. kakinya selalu terpleset. Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan. Aku akan bicara ke dia. dia justru ke belakang truknya.. Tidak..Diterjemahkan dari: www. tapi dia belum menyadari aku disini... Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. itu salah. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. namun juga segalanya berkaitan 56 . dan itu membuatku frustasi.com Mobilnya diparkir tidak jauh. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam.stepheniemeyer.. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. Dia tidak mendongak.. Dia keluar dari truk dengan hati-hati. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. Tapi mungkin ia akan menatap balik.. Mungkin akan datang bicara padaku. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. mengecek pijakannya yang licin dulu.

Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya.com denganku. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya. berdiri tepat di tempat yang salah. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku.stepheniemeyer. Ia mendongak. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. Aku menangkap pingganggnya. tubuhku serasa membeku. di belakang truknya. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Gadis itu. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. bingung karena mendengar suara lengkingan bising. aku menyadari kesalahan itu. tapi juga bagi seluruh keluargaku. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. Van itu kemudian berubah arah. Aku telah berbuat terlalu banyak. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat. 57 . aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. yang meluncur diluar kendali Tyler. aku melihat penglihatannya mendadak berubah. sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. Masih terkunci dalam pikiran Alice. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua.Diterjemahkan dari: www.

Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. Matanya terbuka. Aku tahu situasiku terpojok. Saat teriakan orang-orang mendekat.. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. Jika kulepas tanganku. pikirannya panik. kusorong van itu sedikit. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan. Aku menarik napas lewat sela gigi. aku memeriksa wajahnya.” dia menjawab spontan dengan suara linglung. Van itu bergetar. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu.stepheniemeyer. Sambil mengggeram dalam perut. demi orang-orang kudus. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. Oh. Ketakutan itu adalah yang terbesar. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya.com Terekspos. “Bella?” Aku bertanya khawatir. 58 . Dua ban sampingnya terangkat. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. kemudian terayun. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. Saat mau jatuh. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. menangkap van itu sebelum menyentuhnya.. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. Aku sangat lega mendengar suaranya.Diterjemahkan dari: www. mengetahui dapat saja menghirup baunya. syok.

Sepertinya itu membingungkan dia.com Dia berusaha untuk duduk. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. masih memegangi dia di sisiku. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar. Aku pegang pundaknya untuk menahannya.. Dia melihat ke sekeliling. Kini. “Aku berdiri di sebelahmu. “Aduh. paling tidak. dan aku bukan amatiran. Kini orang-orang mulai merubung. ekspresinya masih syok. Aku menatap balik. rasa humor lenyap. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle.stepheniemeyer.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam. Dia mendongak menatapku. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar. Ekpresiku lembut. “Bagaimana bisa. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam...lebih aman? Lebih baik. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. Dia melihat terlalu banyak. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga...” dia kelihatannya baik-baik saja.” aku tahu dari pengalaman. Bella.Diterjemahkan dari: www.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. “Hati-hati. tapi apa dia boleh 59 . jika sangat yakin saat berbohong.. Kali ini kuijinkan. Aku hampir tertawa geli. “Coba jangan berdiri dulu. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini.” suaranya perlahan menghilang. Mereka saling mendesak maju untuk menonton. “Itulah yang kupikirkan. Dia berusaha duduk lagi. Entah bagaimana aku merasa. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja.” keluhnya. memeriksanya dengan peralatan lengkap. nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. bersahabat.” aku memperingatkan. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. matanya mengerjap bingung. tapi aku belum siap melepasnya. Itu bagus. Kebanyakan para murid. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan. Dia berusaha untuk berdiri.

60 . aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka. Dagunya terangkat maju. Sangat ingin. “Percayalah padaku. nadaku ketus.” “Tidak. namun dingin yang ia risaukan. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada. aku berharap ada Carlisle. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler. dan kemudian matanya fokus ke wajahku. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali. bukan hanya karena insiden ini. Bella mengerjap. “Kau ada disebelah sana. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku. “Bella. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung.” “Baik. “Kau ada di sebelah mobilmu. “Tapi dingin. “Tidak. tidak panik. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu. Jika aku bisa menenangkannya sebentar.. Hasrat yang konyol.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya. Dia melirik ke tempatku tadi.” dia ngotot.” aku memohon. Jadi. Bella. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh.” Hal itu membuatku masam lagi. “Kumohon.” dia mengulangi dengan nada ketus sama. dan aku menarikmu.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.” “Aku melihatmu.” dia mengeluh.com menggerakan leher? Lagi. aku sedang berdiri disampingmu. masih ngotot.” Aku berusaha tetap tenang. Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya. “Baik. Rahangnya mengeras.. saat menjawabnya. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala.

Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya. Aku mesti membayar mahal nanti malam. Dia seorang perawat.. pihak berwajib ditelepon.stepheniemeyer. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. Itu membuatku lebih rileks. Dalam pikirannya ia tidak curiga. trauma. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. tapi aku sudah cukup terlibat masalah. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. belum ditambah benturan di kepalanya. Dia tidak langsung membantah ceritaku. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya. “Hey. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. Lagipula gadis ini matanya tajam. tapi dia terlalu dekat.. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. Brett. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. “Apa kau baik-baik saja. dan tidak menemukan hal yang berbahaya. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya. Aku mungkin saja membantu mereka. iya betul. dan Emmet. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu. agar lebih cepat. para saksi dan orang-orang yang baru datang. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya. Kemungkinan agak syok. Aku tidak kena apa-apa. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang.” Brett Warner menyapa. 61 . kid?” “Perfect.. Akhirnya.Diterjemahkan dari: www. yang menatapku sengit merasa dikhianati. Oh. Dia ketakutan. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak. yang baru saja datang. Jasper. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam.. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. Edward.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit.

tapi tidak sulit menolak mereka.. bukannya kosong. dia tidak melebih-lebihkan. Hmm. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. bukan untuk gadis ini. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya.. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. Aku hanya.stepheniemeyer. Aku cuma bisa 62 . mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. Buat kebanyakan manusia. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. Dengan kebanyakan manusia. tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Baru setelah mendengarnya bicara. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet. “Bella!” Dia berteriak panik. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak. Rintihan dia sampai padaku. paling tidak. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban. Pikirannya sebagian tersembunyi. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa. dan dia setuju. “Aku baik-baik saja Char—Dad. Meskipun tidak terucap. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. disamping Brett.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. menggema makin dalam. Menarik. “Aku tidak terluka. Sangat cemas dan merasa bersalah.Diterjemahkan dari: www.” keluhnya. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap.

Aku mesti mendengarkan. Ketika tiba di rumah sakit. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance. Wajahnya pucat. bukan itu. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. mungkin tidak serius. Dia langsung terlonjak berdiri. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. tidak ada luka serius pada gadis ini. tidak. Tentu saja. sejauh ini.Diterjemahkan dari: www.com menangkap satu nada. aku tidak mengerti. “Carlisle. Aku harus konsentrasi. Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak.. tentu saja. dan segera waspada begitu melihat wajahku.. Edward—kau tidak— “Tidak. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. Sejauh yang bisa mereka katakan. Matamu.” Dia langsung menghela napas lega. dia menyadari mataku yang masih keemasan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis.stepheniemeyer. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu. “Dia terluka Carlisle.” Dia mendengarku mendekat tak sabar. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku.. Aku ingin mendengar lebih banyak. aku seharusnya tahu. dia menggantung satu 63 . Dia ada di dalam kantornya yang kecil. sedang sisa harmoni lainnya. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu.” aku berbisik ngeri.. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. prioritas pertama adalah mencari Carlisle. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi.

“Aku sangat khawatir telah menciderainya.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. pada sekejapan sembrono tadi. tapi. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya. Tidak ada yang memperhatikan. Aku tertawa bersama Carlisle. Barangkali tidak perlu.” Alisnya mengerut. paling tidak bagi dia.” aku buru-buru melanjutkan.” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya. Alice sempat melihat itu. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. Kita tunggu saja apa yang terjadi. tapi lagi.. ketika bergerak kilat melintasi parkiran.. Aku.Diterjemahkan dari: www.. Jika kita harus pergi. sedikit frustasi.. Aku kembali sanggup menatap matanya.kecuali dia. Dan itu tidak mudah bagimu. kecuali dia.. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia.. “Dia tidak jauh di depannya. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 .. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. Kau melakukan hal yang benar...” Ujarku.stepheniemeyer.” “Itu tidak penting. “Belum ada. Aku juga mesti menghentikan Van itu. aku yang melakukannya. mempertimbangkan kejadian ini.. karya seorang pelukis bernama Hassam.” Dia mengitari meja dan memegang pundakku. dan itu menggelitik. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras.aku minta maaf Carlisle. Aku bisa melihat ironinya. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa.yang salah denganku. tidak ada yang melihat. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. “Kepalanya terbentur—well. Entah kapan.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. Kelihatannya tidak apa-apa.” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah. kita pergi. “Dia tahu ada sesuatu. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. Aku bangga padamu Edward. “Kumohon.

itu aneh. “Mmm. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. Sekali melihat wajahnya. “Edward menarikku dari jalan. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud.. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. Tapi kemudian napasku memburu. Perhatian perawat beralih ke dia.” aku bersumpah. Itu tidak terlalu membuatku lega.stepheniemeyer. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan. Carlisle tidak turun tangan. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. “Edward Cullen. si pengemudi van. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler... Tyler Crowley.” “Cullen?” Huh. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. Aku menunggu. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana.” aku mendengar dia menggumam. Akhirnya ia melanjutkan. Tyler merasa sangat bersalah..com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku. Aku ingin mendengarnya sendiri. “Wow. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. tapi aku tahu Carlisle benar. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. kurasa 65 ... Ia ragu-ragu. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. Bella akan langsung ingat padaku. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung. sementara Bella menunggu giliran dirontgen. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan. tanganku pada gagang pintu. “Aku tidak melihat dia. tidak bernapas.Diterjemahkan dari: www. kelihatannya terluka lebih serius.” dia berkata.” Aku menghela napas. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti. “Dia berdiri disebelahku.

koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD.. kecurigaan menggantung di matanya. Kau kelihatan jauh lebih baik. Kami tidak sendirian. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen.. Aku hanya melihat lurus kedepan.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. tapi aku tidak perlu melihat dua kali. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. Semua bisa melihat hal itu. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. dia sedang berpikir. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler. tidak terlalu. iya. Dia baik-baik saja. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu. baru menyadari pikirannya. tapi tetap saja. Aku diam selama mungkin. “Bersikap normal. Bukan tipeku.” aku menggumam dibalik napas. Edward. Aku bersembunyi di pojokan. aku harus mengajaknya kencan. Untuk membayar hari ini.com kejadiannya berlangsung cepat sekali. Bahkan ketika acakacakan begini. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. Dia cantik. dia berkomentar.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya.. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi.. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu.. Aku tidak melukainya. setengah jalan menuju UGD. Untungnya. seperti tidak terjadi apa-apa.. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau.. Carlisle memergokiku. Aku jauh lebih tenang.. Kurasa begitu. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa. Dia ada disini entah dimana. Ah. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan. Aku seharusnya senang. Kerja bagus. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. Agar dia tidak 66 . Kepalanya baik-baik saja. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya.

“Tidak ada darah. tidak seru. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan.com makin curiga. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial.. Ketika Tyler melihatku. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. Ketika sampai di UGD. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. Aku cepat-cepat pergi. ia sudah akan bicara. Matanya sesaat melebar. Hmm. Edward. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. Tanpa berpikir. Jangan buat dia curiga. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia.stepheniemeyer. dengan kau disini.” semuanya alasan yang bisa diterima. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. Matanya tertutup. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat. masih memandangi hasil rontgennya. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah.” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. “Hai. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. Aku terdiam Sudah sana. “Ide bagus. Aku akan menyusul sebentar lagi.” sapa Tyler. tapi napasnya tidak teratur.” aku berkata masam. merasa bersalah.Diterjemahkan dari: www. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. Aku menatap wajahnya lama-lama. 67 ..

Kemudian ia mengerling kesal padaku. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi. aku 68 .. Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka.. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang.? Tapi sekarang. “Jadi.” aku berkata santai. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor. “Aku tidak apa-apa. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain. Aku mengerang dalam hati.. “Aku baik-baik saja. godaan itu jadi tidak ada artinya. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya. “Tapi jangan khawatir. Miss Swan. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. Tentu saja dia melihat kemiripan kami. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras.” Dia mengeluh. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga.” jawabnya lagi. dan berkata. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku.” dia berkata pelan. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal.. “Jadi. aku datang untuk menyelamatkanmu.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali. Aku bisa mengerti. “Aku baik-baik saja. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. “Hasil rontgenmu baik.stepheniemeyer. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. Bibir bawahnya sedikit mencebik. kali ini agak tidak sabaran. sangat bahaya.Diterjemahkan dari: www. Aku menjaga jarak darinya. Bertahun-tahun lalu. duduk di ujung tempat tidur Tyler. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya.

69 . “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu.. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu..” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan.” Carlisle mengoreksi. Matanya kembali menuduhku. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara.” Carlisle menyarankan. Sesaat dagunya tersentak. “Tidak juga.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. Bella mengernyit.. Aku sedikit terkekeh.. “Oh tidak. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat. mengetahui ia tidak akan menyakitinya. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya. Kembali dia mengerling kesal. Dan dia tidak mengecewakan.. wajahnya gelisah. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang. “Sebetulnya.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia. dan aku mengejang di tempat. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut. “Sakit?” tanya Carlisle. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks. tanpa takut. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui.. dan ia tidak ingin terlihat lemah.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah. dia berani. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. “Well.Diterjemahkan dari: www.” ujar Carlisle.” kataku. jangan mencurigakan.stepheniemeyer.abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya.

“Kedengarannya kau sangat beruntung. Kupasrahkan padamu. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. Aku mulai bisa memahami dia. “Sakitnya tidak separah itu kok. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku. Mendadak Bella menghampiriku.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. pelan dan cepat. tidak berhenti hingga cukup dekat.. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya. “Tidak.” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. baik kalau begitu. Rona merah muda terlihat di pipinya.” Dia memberitahu. “Aku baik-baik saja. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. aku yang cari gara-gara. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya.Diterjemahkan dari: www.. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku. Lagi. “terima kasih banyak. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle. Membuatku tidak nyaman.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan. rasa iri itu melanda diriku. Dia memastikan Bella berdiri seimbang.stepheniemeyer. Carlisle berkata dalam hati. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle.” ujarnya cepat. kemudian melepaskan peganggannya.” “Oh.” aku berbisik. Ini seperti memperolok harapanku. Dia tersandung kedepan.. Well.. Belum. hilang keseimbangan. 70 . tidak!” dia buru-buru menolak. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam.

. dan kejam. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. Aku berbalik ke dia. mengejek. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. Setiap kali berada di dekatku. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang. rahangku terkatup rapat. ekspresi yang selama ini menghantuiku.stepheniemeyer. “Ayahmu menunggumu.” aku mengingatkan dia. Lebih buruk lagi.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. jika kau tidak keberatan. Matanya berubah penuh tanya. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu. berusaha mengejar. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno.” dia berkata dengan suara pelan.. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku. Liur mengalir di mulutku. Edward.Diterjemahkan dari: www. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. Ini adalah adegan perpisahan dariku. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. Hati-hati. wajah gadingnya memucat. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan. “Kau berhutang penjelasan padaku. Aku akan berbohong.” dia memaksa setengah berbisik. tapi hampir saja. “Aku ingin bicara denganmu berdua. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga. Aku ingin mengatakan sangat keberatan. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . Dia terkesiap karena sikap permusuhanku.

com —aku tidak berhutang apa-apa padamu. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya.. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. membuat wajahku makin garang.” dia berbisik. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya. kau tahu. Kenapa?! 72 . dan itu jadi lebih mudah. Suaraku makin mengejek.” Dagunya terangkat. Meski marah dan terkhianati.” Dia tersentak.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. tapi kau mengangkatnya. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu. dia akan menepati janjinya. dia melihat semuanya. ekspresiku mengejek. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku.” Dia berusaha menahan marah. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. “Kau sudah janji. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak. “Bella. kepalamu terbentur.” Dia marah sekarang. “Apa yang kau inginkan dariku.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. “Tidak akan ada yang akan percaya itu. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. Aku menatapnya. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat.. Dia mengangguk tegas. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya.

. “Ini penting buatku. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih. “Kau tak akan menyerah.stepheniemeyer. menunggu. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia. lalu aku kembali menguasai diri lagi. “Aku tidak tahu. Topeng diwajahku terlepas.dan aku tidak mau. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam. Suaraku tetap dingin.” Kami saling menatap marah. Aku kehilangan pegangan pada peranku. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku. Seperti geraman anak kucing. lembut dan tidak berbahaya. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini.. langsung dari dunia horor. Ia menggertakan gigi lagi. 73 . Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati. kan?” “Tidak. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan.” ucapnya. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya.” Dia memintaku untuk mempercayai dia. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga.” dia menjawab penuh tekanan.. Wajahnya memerah.” “Kalau begitu. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku.Diterjemahkan dari: www.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk..com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik. Kemudian ia diam.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau.

Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen. Penglihatan Aku kembali ke sekolah.. langit. Seperti koma..” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku.” Tersenyum ramah. Seakan warna-warni pada bata. “Saya tidak terluka sama sekali.stepheniemeyer. Aku cuma memandangi rekahan di tembok.. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk. Vampir penguntit yang terobsesi.” mengerutkan dahi prihatin. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi. saya harap Bella dan Tyler juga begitu. seseorang yang memiliki keluarga.tapi tidak kulakukan. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar. “Dia mengalami gegar otak.. Tapi. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. Mr. Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire.com 4..” Tanpa senyum.” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja.. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi. Tinggal Tyler. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya. 74 . bertindak wajar dan tidak menarik perhatian...Diterjemahkan dari: www. Para dokter sangat cemas. tapi seorang Cullen.. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga.. wajah-wajah disekitarku jadi luntur.. Banner. Sekolah jadi mustahil dijalani. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. “Aku terkejut melihatmu masuk. pepohonan. Seperti penguntit. Edward.. tapi saya cukup beruntung. Tapi saya agak khawatir pada Bella. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. Penguntit yang terobsesi.” “Saya tidak terluka. jauh lebih membosankan dari minggu lalu.” “Iya. Edward.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca.

Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia.. 75 . cairan merah kental berceceran.Diterjemahkan dari: www.aku merasa kecut memikirkannya. bau darah segar menguar pekat di udara.stepheniemeyer... Tidak.sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya. Aku hampir tersedak kedalamnya. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia.. Terlalu memalukan. Banner mendehem. “Saya tidak tahu. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang. Hati-hati pada Jasper.com Mr. Tapi seandainya dia dibiarkan.” Mr.Ya sudah.. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan. Dia tidak semarah itu. Itu perbuatan yang sangat keliru.. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman.tapi ia sudah menetapkan niatnya. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya. tapi bukan cuma karena ngeri.... Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku.. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini.. Hanya saja sangat. meskipun punya cukup alasan untuk itu. Alasan itu terdengar sempurna. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. menggenang di aspal.. “Mmm.tapi tidak akan kugunakan. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. Emmet melanjutkan. Rose sudah siap perang.” Aku mengangkat bahu. Aku tahu apa yang ia maksud. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs. tidak mengindahkan lamunanku.. Aku gemetar. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku.. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian.

Emmet bukan pendendam. Dia menuduh aku curang. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku. Ada nada simpati pada suaranya. Melawan keluargaku. TENANG! Perintahnya galak. tapi sulit. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. Tangannya memegang pundakku. mesin pembunuh alami. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik. Dalam pertarungan kami seimbang. aku akan bertarung demi dia. Aku menarik napas panjang. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Aku berusaha menenangkan diri..Diterjemahkan dari: www.” aku menggerutu dibalik napas. kursiku akan hancur berantakan. Emmet lebih kuat dariku. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. Amarah terlanjur membara di kepalaku. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia.com SSSTT. Jika dia menekan kebawah. bukannya menekan kebawah. Ya.. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. Kudengar dia terkekeh pelan. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. Ya. kau berantakan. Aku gemetar. Sialan. Emmet menambahkan. “Gigit saja aku. Rose. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara.stepheniemeyer. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. dan cuma mengangkat bahu. hampir tidak terkontrol. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. Mereka tidak tahu apa alasannya. 76 . Edward. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. Dia mencengkram bahuku. Kau dalam kesulitan besar.

padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya.. maka Esme adalah hatinya. pastinya. Kita lihat nanti. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. lamanya aku harus pergi setelah itu. tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. Ia tidak akan melawan siapa-siapa.. Alice. Esme. Dan juga bagiku. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. Mungkin tergantung apa yang ia lihat. tapi pasti tidak karuan dan sangat. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia.. perseteruan dengan keluargaku. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. Jadi. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah.Diterjemahkan dari: www.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami. aku ragu. aku akan melakukan ini tanpa bantuan. Carlisle. Tidak jika melawan mereka bertiga. Gadis itu telah merubah segalanya. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose.. Dia tidak akan menentang aku juga.aku tidak tahu. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang.. 77 .. Well.. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle. aku tahu aku menyayangi mereka. Aku tidak bisa menang sendirian. Aku bukan tandingan mereka.stepheniemeyer... Tapi itupun belum tentu aman baginya. Mungkin itu cukup. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. Mungkin dia akan memihak yang menang. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama.. Mungkin solusinya dia harus dilarikan. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku. aku menyadari tiba-tiba. Barangkali cukup mengantar ke ibunya. melainkan aku.

Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Cuma itu. Semuanya samar dan berbayang gelap. Emmet betul tentang Jasper. tidak begitu. Yang lain sudah menunggu di mobil. Jadi Jasper berencana kerja sendirian. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. Mercedes Carlisle sudah disitu. Kemudian penglihatannya bergeser. Aku tidak akan membiarkan. Dia sangat yakin dengan niatnya. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. Menarik. Kami berlima duduk ditengah kesunyian.stepheniemeyer. Itu membuatnya jadi lebih imbang. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Tidak.. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. Selama perjalanan sampai ke rumah.. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper.. membolak balik kilasan gambar masa depan. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. Alice risau. Aku berkonsentrasi pada Alice. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. Keuntunganku melakukannya. Hentikan. dan itu mengganggunya. dan Vanquishku. Aku parkir di garasi disamping rumah. Hanya menghalangi dia. Aku mencegat Jasper duluan. M3 milik Rose. juga diam. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu. bergerak menjauh dari rumah Bella. Aku mengacuhkannya. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan. Suara yang lainnya jadi terbenam. Jasper adalah yang terbaik. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper. tapi kuabaikan sebisanya.Diterjemahkan dari: www. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. kesunyian itu tidak berubah. disebelah jeep besar Emmet..com Setelah bel. mengkhawatirkan Jasper.

Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. garis demarkasi telah dibuat. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. Emmet duduk disampingnya. Carlisle duduk di tempat biasanya. Aku mengambil napas panjang. Alice yang terakhir datang. dia hanya risau padaku. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. tapi dia tetap diam ditempat. Dia telah mengambil keputusan. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat.com meledak. wajah dan pikirannya masam. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. Aku duduk disamping Carlisle. Mata Esme menatapku. Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. di ujung meja satunya. sama sekali tidak melihat ke arah lain. 79 . Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. tidak perduli apapun hasil diskusi ini. keemasannya yang dalam menatapku prihatin. di ujung meja sebelah timur. Kami langsung menuju ke ruang makan. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. Dia memelototiku. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. Saat semua duduk. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini.Diterjemahkan dari: www. Hanya itu yang dia pikirkan.stepheniemeyer. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. Tinggallah. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya. Jasper ragu-ragu. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. Gigiku langsung terkunci. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle.

Rose sedang siap-siap meledak. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut. “Tidak.” Carlisle mengingatkan aku. Itu sangat ceroboh. lalu ke Jasper.” “Dia tidak akan bicara.” Esme berbisik. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang.stepheniemeyer. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. “Yang sebatas ini aku tahu. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya. Alice.” aku buru-buru menyanggah. Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita. Carlisle.” Rosalie menatap curiga. dukung aku. Tidak. Edward. aku mengultimatum dalam kepalaku. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi.” Aku menepuk tangannya. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. dan aku ingin fakta ini terucap duluan. “Tidak. kau harus melihatnya seperti itu. Itu adalah kebalikannya dari membantu. atau tidak satupun.com “Maafkan aku.” ujar Emmet. “Kau tidak tahu isi pikirannya. “Hanya beberapa tahun. “Aku rasa Emmet benar. Carlisle menggeleng. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. jika itu bisa mempebaiki keadaan. dan ke Emmet. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini. Kita semuanya pergi.” aku tidak sependapat. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga. Edward. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie. Kita harus lebih berhati-hati 80 .” Alice menatap letih.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali.” “Esme ada benarnya.” Dia melirik ke Rose dan Jasper. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita.” Jika aku percaya gadis itu akan aman.Diterjemahkan dari: www.

“Rose—“ Carlisle mulai. “Edward. Saat ia mengangguk. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita. “Hanya rumor dan kecurigaan. aku tetap bisa menebak sikapnya. Carlisle. Bella Swan tidak bersalah.” “Ya. itu jadi tugas Edward. Carlisle tidak pernah kompromi.Diterjemahkan dari: www. Kita tidak perlu repot-repot. mata Rosalie menyala nyalang.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain. Kemudian ia menoleh ke Rosalie.” Rosalie mengangkat bahu. Carlisle. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini.” aku mengingatkan dia. Dalam kejadian tertentu. Secara teknis. Tapi ini lain. Aku percaya 81 .” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya.stepheniemeyer. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita.” Carlisle berusaha melerai. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu. tolong. “Biar kuselesaikan.” Rosalie berkata lewat sela giginya... “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. Tapi Jasper mengangguk. Dia balas mendesis marah.. matanya keras. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri.” aku menggeram. tapi dia tidak akan sanggup. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh. “Rosalie. Rosalie. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol. tapi.. Aku tidak akan meninggalkan bukti. Edward. Rosalie.” “Ini bukan masalah pribadi. “Ini untuk melindungi kita semua. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira. “Aku tahu maksudmu baik.

Aku mengerti alasannya.” “Well. Rose.stepheniemeyer. Carlisle mengangkat bahu. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan. dia hidup di medan perang.” Dia menyemangati dengan suara pelan. Emmet membelai punggungnya. kita hampir bisa hidup normal. Rosalie memberengut. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting. kita tidak harus memutuskan itu sekarang. ia bisa menerima keputusan Carlisle.” Carlisle melanjutkan. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. terlepas ia akan bicara atau tidak.” Carlisle membenarkan dengan lembut. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya.” Rosalie mengerang. “Kita baru saja menetap. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar. Atau bertepuk tangan.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut.Diterjemahkan dari: www. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele. 82 .com pada resiko yang ia akibatkan. “Itu cuma bertanggung jawab.” kataku.” Carlisle memberi saran. Sebelum dia bertemu Alice. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. Kita beresiko kehilangan jati diri kita. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. Namun Jasper tetap tidak bergerak. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. seperti yang sebetulnya aku inginkan. “Pertanyaannya.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. “Jasper. panggung tanpa belas kasihan. “Setiap kehidupan itu berharga.” Rosalie mendengus. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang. Tidak ada gunanya menyeringai.” “Itu namanya tidak berperasaan. “Semua akan baik-baik saja.

mengecek kesungguhanku. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. Tapi biar kuberitahu sekali lagi.stepheniemeyer. Aku menatap dia. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku. 83 . Edward. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung. Kedua. syok. “Aku ingin minta tolong padamu. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Pertama.Diterjemahkan dari: www. Paling tidak dia akan menjadi temanku.” Dia agak terkejut. ekspresinya datar. tangannya merangkul pinggang Alice.com Kami bertemu pandang. Jasper.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. “Aku tahu kau mencintaiku. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. kemudian beralih ke Alice. Penglihatannya sangat jelas. Samar-samar aku menyadari. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. Dan Bella juga tersenyum.” “Aku tidak memperdebatkan hal itu. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. memberi tekanan pada tiap katanya. Dia mempertahankan tatapannya sebentar. Aku sudah tahu itu. hanya waktunya yang tidak pasti.” Aku mengulangi kata-kataku. Bella temanku. Edward.” Alice memotong. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. Alice.” Alice menyela. terima kasih.” Kami saling menatap—tidak mendelik.” Aku melihat pikiran Alice. tapi saling menilai. Kau tidak mengerti. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia. “Jazz. tersenyum. Aku hanya meluruskannya. dan mulutku terlongo. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. Aku tidak akan membiarkan itu. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku. Dia menggeleng satu kali.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. bahkan bahaya kecil. “Aku tidak akan membiarkan hal itu.

“Ah.. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah. Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice. tapi saat aku menyebut nama Bella. Yang satu atau yang lainnya.stepheniemeyer.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat. “Apa. “Apa.. “Suatu saat aku akan menyayangi dia...Diterjemahkan dari: www. Tinggal ada dua jalan bagi dia.” Dari caranya menyebut nama gadis itu..” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya. “TIDAK!” Aku berteriak.seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat.Alice. Aku tidak tahu Edward. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia. Kursiku terbanting ke lantai. Dia berusaha tidak memikiran hal itu.. tapi itu lebih dari cukup.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice. “Tiap menit kau makin yakin. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper.” aku tersedeak. “Edward!” Carlisle ikut berdiri. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini.. Jazz. Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain.ini. berusaha tidak membiarkan aku masuk. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara.. pegangannya terlepas sebentar. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut.. 84 .. Edward. dan aku terlonjak berdiri.. Hanya sepersekian detik. Dia menggelengkan kepalanya.. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain.” Jasper tergagap. tangannya di pundakku.. “Alice.” Alice membisik. tapi aku tidak bisa menerima hal itu. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya. “Itu makin nyata.com “Tapi.. Tidak ada yang perlu dicemaskan.

Lihat apa yang kulihat. Edward. dia menambahkan dalam hati. Kakiku lemas. Dia mendesah.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan. Edward. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. tapi aku juga ingin dia bersamaku. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. tidak ada keyakinan pada penyangkalanku. Kau benar-benar buta.. Aku bukan pelindung Bella.stepheniemeyer. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain. mengabaikan Emmet.com “Tidak. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara.” Emmet berkata keras-keras.” aku menyanggah. Alice melanjutkan. Akan.menyakitkan.” “Kau bisa mencobanya. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice. Tapi itu juga penting. kita sudah membahas itu.. Aku akan pergi. Itu mungkin tidak sama. jika kau pergi. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak.” Alice memberitahu. Bayangkan kau pergi. “Edward. Ya. Aku menggeleng-geleng ngeri. Tidak mungkin begitu...” kataku lagi. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu. “Aku harus pergi. Jasper ragu-ragu. Jika kau pergi. Aku akan merubah nya.. Aku berpegangan pada meja. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet.. jika Jasper pikir dia membahayakan kita.Diterjemahkan dari: www.” ujar dia dengan nada skeptis.” “Aku tidak melihat kau pergi. Edward. Kepalaku jatuh ke tangan. “Tidak. “Mencintai dia.” coba pikirkan. Tidak saat ini. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. juga?” bisikku tidak percaya. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper.” Aku berbisik pada Alice. Lagipula. 85 . Aku bisa melihat apa yang dia maksud. “Aku tidak mendengar itu.

. dan menunggu. ayo lah!” Emmet mengeluh. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat.com “Oh. “Well.” Carlisle berkata penuh pertimbangan. “Aku rasa rencananya akan tetap sama. Seisi ruangan sunyi.. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. Carlisle mendesah.stepheniemeyer..” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah.. Aku jarang mendengar dia begitu.” Aku merasakan tangannya di pundakku. “Perhatikan.” Seseorang menarik napas syok. Setelah beberapa lama. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima.” “Betul itu.menyakiti gadis itu. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti.” Jasper menuntut. 86 . Kemudian tawanya pecah.jadi rumit. “atau. Aku menatap Alice. aku tidak mencari siapa orangnya.” Aku membeku. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya. “Keputusan hebat. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. Edward.” Rose berbisik padanya. Suaranya masih hampir tertawa. Edward. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi. dan semua menatap ke arahku. Alice? Tepatnya. “Apa?” Emmet terkejut.Diterjemahkan dari: www.” Emmet sependapat. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda. tidak akan ada yang. Tampaknya sudah jelas. ini. Alice menoleh ke dia. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia. “Kita akan tinggal. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat.

kurang lebih sama. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya.” Jasper berkata pelan.. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia. kesabaran tanpa batas Carlisle. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. Hujan mulai turun lagi. Mata lebar Bella tidak lagi coklat.Diterjemahkan dari: www. sehalus pualam. Iris matanya secara mengejutkan merah terang. Alice dan Bella. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. tapi gabungan ketiganya. Kerahasiaan dalam matanya 87 .. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini. Aku terus berlari kearah timur. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie. seorang diri. Yang lebih parah: keyakinan Alice. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan. mereka kelihatan bahagia. Aku menghambur keluar ruangan. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. namun kini dalam corak horor. tapi aku tidak menyadari hal itu. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. dan langsung berpacu menembus hutan. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan. Pertama. Menyembunyikan diriku. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. “Tidak!” Aku harus pergi. atau geraman.. membiarkan aku seorang diri. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. sekeras baja.. lelucon Emmet. Dan yang paling parah: Esme. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. Tersembunyi di balik hujan. atau raung putus-asa.bahagia. “Aku setuju dengan hal itu. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu.com “Tidak ada.stepheniemeyer.

88 .Diterjemahkan dari: www. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. berwarna merah terang karena darah manusia. apa saja. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. kering. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. Wajahnya dingin dan abadi. Kedua mataku. dan perasaanku menggeliat menderita. Harus ada. tak bernyawa. Semua tetap tidak ada gunanya. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. Ini tidak boleh dibiarkan. monster dalam diriku meluap gembira. sudah pasti ia akan membenciku. Selalu ada pilihan. sepucat kapas. Aku tidak tahan melihatnya. mata seorang monster.stepheniemeyer. Aku gemetar. Aku coba mengusirnya dari benakku. mencoba melihat ke hal lain. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. Hal itu membuatku muak. sangat jelas. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Tidak mampu menanggungnya. Itu sangat kongkrit. Sementara itu.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku.

Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. Tidak ada bahaya. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Suaranya ramah. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia. Akan kubuktikan dia salah. aku tetap tinggal di Forks. Aku kembali pada keseharianku.. Bukan tugas mudah. Penyiksaan dan api. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. “Halo. Sesuatu yang mengerikan. Aku bertekad untuk mengubah masa depan. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Edward.Diterjemahkan dari: www. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya.com 5. aku memperoleh keduanya.ya. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya. Bella adalah manusia. Kecuali aku sendiri. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku.. sekarang murni neraka. Undangan Sekolah. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar.stepheniemeyer.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada. Semuanya sempurna. Bukan lagi penyiksaan. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara.

seperti yang semestinya—rasa haus 90 . Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah. Dan setiap hari justru makin sulit. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. Dua yang pertama sudah tidak asing. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. untuk bisa berjalan lebih mudah. tidak pernah melihat ke arahnya. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Aku mengangguk sekali. dan bukannya berkurang. Tidak. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya. usai sekolah. kemudian kembali memandang lurus kedepan. sejengkal demi sejengkal. Jika ditakdirkan mencintai dia. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya.. Belum. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin. Dia tidak bicara lagi padaku. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. Aroma dan kesunyian-mental dia. hanya berlagak. Sorenya. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. bukan yang sebenarnya.. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. Tapi itu tidak kunjung terjadi. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. setiap kata yang ia ucap. Atau.Diterjemahkan dari: www. Tapi aku bisa menahan sakit. Bahkan itu tidak boleh. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan.stepheniemeyer. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. Lebih dari satu bulan telah lewat. Ini tidak masuk akal. Tapi hanya sebatas itu.

Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. Setiap kali. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku. Dia membuat gadis itu terus bicara. begitu dekat dengan permukaan. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. Aku yang ingin melakukannya. atau sesuatu yang seperti itu. sama seperti di hari pertama. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia. efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. aku butuh mengambil napas untuk bicara. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya.Diterjemahkan dari: www. Ketika ia bicara ke murid lain. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel.stepheniemeyer. dan hanya bayanganku saja. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya.. Tapi sebaliknya. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu.. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. Dan. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar. Yang pertama adalah yang paling pokok. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya. haus. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Apa dia mengutarakan pikirannya. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu.com dan penasaranku.

hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. 92 . dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. dia mengacuhkan aku. dan cenderung protektif. yang paling menonjol. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali.. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. tersemengati melihat senyumannya. Eric Yorkie. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. kagum.. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. hal terakhir dari siksaanku. murah hati. penyayang. dan berani—dia benar-benar orang baik. Yang bisa kuketahui. mengajaknya ngobrol. tapi yang terjadi justru sebaliknya. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku.stepheniemeyer. Setelah insiden waktu itu. aku mengatakan pada diriku sendiri. Sama seperti aku mengacuhkan dia. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. dan bahkan.Diterjemahkan dari: www. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. kadang-kadang. yang lain masih khawatir pada gadis itu. akhirnya. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. tidak cari perhatian. tidak egois. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri. Aku tidak melihatnya sendiri. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. dan itu membuat Mike puas. itu tidak akan terlalu fatal.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang. Hanya senyum sopan. diriku. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella.. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu..

. kau lebih baik dari yang kukira. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. berencana mengajak Bella kencan. tapi membuatku merasa jauh lebih baik.” takut berakhir 93 . Alice mendesah.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. Tentu saja. tapi ia juga segan menjawab “tidak. Selalu begitu polanya. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. Aku sedang tidak ingin ngobrol. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh.” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret. Mike Newton. “Jangan ikut campur. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. Dalam cara yang aneh. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya.. Bersikap wajar. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan.Diterjemahkan dari: www. Lebih sulit dari kemarin. Aku berusaha membuatnya diam. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. meskipun seharusnya tidak. Alice. Tapi Bella masih belum mengajaknya. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku. “Itu sangat masuk akal buatku.” Dia cemberut. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu. Aku tidak tahu apa artinya. “Itu tidak akan terjadi.” Dia mendengus. Hari ini akan sulit. Dia tidak mau menjawab “ya.” tukasku dari balik napas. Aku harap. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella. Itu membuatku senang. Aku akui.stepheniemeyer. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya. Hanya Jasper yang menyadari. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit. Semoga kau senang.

Kemudian ia memberanikan diri lagi. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju. dan hampir secara kecut mundur. Dia sengaja cuma menunggu. Matanya menatap lantai. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica.com tidak mendapatkan keduanya.well. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif.. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat. Ia bisa menebak alasan dibaliknya. Mike tidak mendengar kelegaan itu.. “Aku bertanya-tanya jika.stepheniemeyer. Dia duduk di ujung meja lagi. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi.” “Bagus. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa. Lagi.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat.” dia ragu-ragu. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu. Dalam sedetik keraguan itu.” Bella ragu-ragu. merasa nyaman dengan kebiasaan itu. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. Pengecut. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. 94 . Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk.. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak. dong.Diterjemahkan dari: www. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini. “Well. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella.” kata Mike ke gadis itu. “Jadi.. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal. Bocah itu lembek. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. tapi ada secuil kelegaan juga.

dan putus asa. Tapi. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu. aku tidak bisa menamakannya. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. akan datang hari dimana ia akan berkata ya. amarah. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. “Mike. tapi sekaligus amarah yang sangat. suatu saat nanti... Aku tidak cukup kuat. Alice benar. menurutku kau harus bilang ya padanya. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella. Dan bukan cuma sakit. Aku belum pernah merasakan sebelumnya. Dia mendelik padaku. Harapan Mike runtuh. apapun itu. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. karir.stepheniemeyer.” 95 . Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. kepalaku sedikit miring kearah Bella.percintaan. ia akan berkata ya pada seseorang. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner. bergaun putih gading. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku. atau menunggu sampai pergi dari Forks. “Tidak.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. pernikahan. Luka yang kurasakan melebihi segalanya. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. Aku cemburu. Saat ini. Dia menyenangkan dan menawan. hasrat.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya.” Bella menjawab dengan suara lembut. atau mungkin 'tidak'.Diterjemahkan dari: www. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya.

“Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. bersalah. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. Matanya tertutup.” gumam Mike. Matanya pelan-pelan membuka. kau benar.” jawabnya.stepheniemeyer. Aku tidak merasa menyesal. tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh.Diterjemahkan dari: www. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. Dia menggeleng sangat pelan. Aku menahan geramanku. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi. atau marah dalam detik ini.” Bella kini agak ketus. aku merasa lega pada jawabannya. Banner membangunkan dia dari lamunan. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu. 96 . “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. Hampir. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf. Frustasi. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. Suara Mike berubah membujuk.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku. Hal itu tidak boleh terjadi. Dan ia langsung melihat kearahku. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia. Menarik. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain. tidak bisa. mungkin merasakan tatapanku. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. Bahunya terkulai galau.com Melebihi segala penyesalan dan marah. Suara Mr. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau.

aku kembali memandangi gadis itu lagi. Ia masih tidak membuang muka. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya. Dia bersembunyi dibalik rambutnya. Monster itu sedang berlonjak gembira. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. Aku menarik napas cepat. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. Banner memanggil namaku. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas. Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. Dia tidak membalas tatapanku lagi. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri.Diterjemahkan dari: www. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Aku memejam. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . Jari tangannya yang lembut. Dia tidak membuang muka. Dua mataku hitam karena haus. dan bukannya kalah. “Siklus Krebs. Sang monster menyukai itu. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya.com Seakan aku telah menang. tapi kemudian Mr. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya.stepheniemeyer.

Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . Aku menarik napas pendek.Diterjemahkan dari: www. membaca wajahnya. Tidak jika aku bisa menghindarinya. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Dia menutup mata. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. curiga. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. Selama terombang-ambing. justru terlihat menggemaskan. tidak juga. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. Dia terlalu rapuh. tidak. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. tidak. Aku akan berusaha menghindarinya. yang seperti ketika marah. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. Aku tidak bisa melakukan ini. saat menoleh ekspresinya hati-hati. Rahangnya terkunci. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata.stepheniemeyer. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. Apa aku bicara dengan dia lagi. Itu membuatku ingin tersenyum. berdampak aneh pada tubuhku. Alice betul tentang itu. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. Dia menunggu.com ringkih. melawan rasa hausku. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Tidak. “Apa?” dia akhirnya bertanya. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Bahwa seharusnya begitu. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. Jika aku punya detak jantung. “Tidak. Ini membuatku kecewa. Bel berbunyi.” aku memberitahu dia. pastilah berdetak lebih cepat. yang membuatku frustasi. Matanya masih tertutup saat bicara. tapi aku hanya memandanginya. terlalu baik. Tekadku sudah tercabik-cabik. Ini memotong jalurku membaca perasaannya.

Dia perempuan cerdas. “Aku tidak tahu apa maksudmu. Dia sama sekali 99 . ekspresinya masih hati-hati. “Kau tidak tahu apa-apa. “Aku minta maaf. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. sungguh. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah. Apa aku bisa? Matanya membuka. “Lebih baik kita tidak berteman.” tentu dia menyadari peringatan itu.” itu adalah hal yang paling jujur. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya. “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini.com Apa adanya. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa. “Aku tahu sikapku sangat kasar. Tapi lebih baik seperti itu. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu.” ujarnya marah. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. bingung.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. aku memutuskan. Aku membeku.stepheniemeyer. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal. “Percayalah. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia.” Matanya menyipit.” dia menjawab dengan ketus. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat.” Aku memandangnya syok. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar.Diterjemahkan dari: www.

” jawabnya dingin. Langkahnya kaku. dia hanya berdiri mematung. Dia membungkuk. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. Bahkan saat kesal seperti ini. melihatku.. tanpa terlalu memperhatikan jalan. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. “Sama-sama. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. Pipinya merona. dan kakinya tersangkut ujung pintu. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur. Aku berusaha tidak tertawa. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. “terima kasih. Kuserahkan buku-bukunya. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai. aku segera ke sisinya. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu.Diterjemahkan dari: www. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. bahkan tidak melihat kebawah. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain. Aku berusaha memikirkan suatu cara. Bukannya memunguti barangbarangnya. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. Hal itu sudah pasti. Mrs.” kataku sama dinginnya. Tidak ada yang memperhatikan aku. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. menyambarnya.com berbeda.stepheniemeyer. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. Jadi. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. Pasti ada pilihan lain. yang lebih manusiawi. dan kemudian membeku. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. Dia berupaya keras 100 . kali ini karena marah..

Kelas Tyler keluar agak telat. suara nama Bella di kepala. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. oke?” aku menggumam pada Emmet. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Sesensitif seperti biasanya. Bella. baru aku jalan.. Dia membatin. “Mmm. aku cuma bertanya-tanya.. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. “Hai. “Hai. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan.com mendefinisikan perubahannya.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. Eric.. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku. entah bagaimana. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium. Yang ini aku harus lihat. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. geli dengan permintaan anehku.Diterjemahkan dari: www. “Tunggu yang lain disini. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu. Eric telah mengambil posisi duluan..stepheniemeyer. Apa dia terkejut. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. Eric dan Tyler.” ia menyapa dengan suara ramah. Anak ini mulai gila.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar. Dia terhenti sebentar. bingung. Matanya curiga. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya. Tiba-tiba aku jadi gelisah. Dia akhirnya menoleh. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric.

” dia terdengar agak bingung. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. Tapi. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. dan tidak ada istimewanya sama sekali.stepheniemeyer. “Kupikir perempuanlah yang mengajak. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella. Yang ia pikirkan cuma pergi. “terima kasih untuk ajakannya. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. tapi aku memandang lurus kedepan. “Mungkin lain kali. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. Bagiku dia biasa-biasa saja. 102 . sih..” dia mengakui malu-malu.. Aku mengernyit pada pikiran itu. meskipun tahu itu keliru. dan mendengar desah leganya. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike. Tyler terlihat masih jauh.” gumamnya. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku. tapi tetap saja ia merasa kecewa.Diterjemahkan dari: www. tergesa-gesa mengejar Bella.” Dia telah mendengar hal itu. seakan menyesal telah memberi harapan. aku ingin menonton reaksinya. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya.” dia menjawab sopan. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan.com menatapnya. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja. membosankan. Kemudian ia menggigit bibirnya. Aku melewati Bella tepat pada saat itu. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. Aku suka itu. Eric melangkah lemas. “Oh ya sudah. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. Dia menoleh mendengar suaraku. “Iya. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. Aku tertawa.” “Tentu. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. dan itu bukan mimpi buruk. Kami semua membeku. Ketika muncul ke permukaan.. Selama beberapa lama. Dia tidur lebih nyaman sekarang. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Akan selalu seperti itu juga bagiku. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. “Tinggal lah. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya. Sebaris senyum pada bibirnya. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. cara yang tidak akan pernah pudar. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku.Diterjemahkan dari: www. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. Tolong. aku benar-benar telah membeku.stepheniemeyer. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme. berenang-renang di dalamnya.. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 .” Dia memimpikan aku. aku bukan lagi orang yang sama. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. dalam proses transformasi yang menyiksa. Akan kuupayakan. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. Batu hidup. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. kekal dan tidak berubah. “Jangan pergi. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. Hari-hariku tidak berujung. disana di mimpinya. aku tenggelam. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Selalu tengah malam bagiku. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. Dan akan selamanya begitu bagi mereka. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. mood dan hasaratku. malam gelap tanpa akhir. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia.” dia mendesah. jangan pergi. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. semua membeku. Aku mencintai dia. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging.

membiarkan aromanya membakar diriku. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. Aku mengambil napas lagi. napas yang membakar. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. Kepalaku seperti tenggelam. itu bukan disengaja. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. Tapi aku melihat masa depan yang lain. Aku akan selalu menjaga jarak. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. jika aku sampai membuat kesalahan. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. Kini aku memahami keduanya. Dia 109 . Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. Dia melihat binar samar di wajahku.stepheniemeyer. tapi kulawan pusing itu. Aku cepat-cepat ganti baju. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. Jika aku membunuh Bella sekarang. satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. Aku akan sangat hati-hati. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti. bagaimana aku.Diterjemahkan dari: www. menghindari tatapan penuh tanya Esme. aku harus membiasakan diri dengan ini. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. dengan keegoisan yang tidak termaafkan.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. jika dapat menjaga keseimbangan.

Aku berjalan tanpa suara. Iya. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. sampai beberapa detik sebelum saudaraku. kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. Kesenduan panjangku membuatnya sedih.com merasa cemas sekaligus lega. menghirup aromanya. Aku berlari ke sekolah. Dahinya mengerut. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. dan terjatuh ke dalam kubangan. Aku menyerahkan kuncinya. Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Aku berhutang itu padanya. Dia membuatnya jadi mudah. Dia membungkuk. dia masih marah. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku.Diterjemahkan dari: www. Mereka tidak menoleh. Aku mengambil napas panjang. dan dengan alasan yang baik pula. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir. Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri. “Muncul tiba-tiba. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. Dia masuk ke parkiran. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat.” 110 . di kerimbunan hutan dekat parkiran. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan.stepheniemeyer. tapi aku duluan. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar. Well. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini.

” aku sedikit bergurau. memikirkan ekspresi Bella kemarin. 111 . Dia tidak berhenti. Mukanya merah. Aku ingat dengan niatku untuk jujur.Diterjemahkan dari: www.” Kemudian aku tertawa. jadi aku mengejarnya.” aku melanjutkan perkataanku tadi. tidak menghargai gurauanku. menjaga agar tetap kelihatan cuek. Dia sudah cukup marah. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. Aku tidak berhak marah. Kemudian ia berbalik dan pergi. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini.” aku memohon.com “Bella. bukannya membuatku kesal setengah mati. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga.. Itu dia—ekspresi yang sama. “Kau—” dia terengah. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. Aku tidak bisa menahannya. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk. Aku akan menakuti dia. Aku menahan tawaku. Aku harus meredam perasaanku..” Tukasku marah. “Bella. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu. Tapi tetap saja aku marah.” Masih sangat marah. Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. bukan aku. Aku harus memberi dia kesempatan. “Tunggu.. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya.stepheniemeyer. kau benar-benar sinting. “Itu demi Tyler. Aku langsung menyesal..

Aku tidak bilang itu tidak benar. Santai.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar.. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya. begitu banyak emosi melandaku. “Kau tahu. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku.” aku menjawab pelan.stepheniemeyer. Aku sudah mencobanya. Oiya. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya.Diterjemahkan dari: www. Aneh. tapi kau mengahalangiku. “Denganku tentu saja. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. Aku mengambil napas dalam-dalam. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. lebih baik ikut sekalian. daripada hanya menanyakan rencananya. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik. aku ingin mengatakannya. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. dan juga.” Dia menunggu diam. Pasti kelihatannya seperti itu. Moodku tidak jelas. “Baik lah.. aku benar-benar jatuh cinta padamu. sikapku tadi itu kasar.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. “Aku ingin menanyakan sesuatu.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya. “Kau melakukannya lagi. jika seminggu setelah sabtu depan.com “Maafkan aku. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. “Kenapa?” 112 . dan harus menahan tawa lagi. akhirnya kembali menatapku.” Dia mendesah. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan. Aku menyadari. Biasakan. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut. “Biarkan aku menyelesaikannya. Dia menatapku kosong. “Apa kau mencoba melucu?” Ya.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu.

” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati. dan jujur saja. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama. Detak jantungnya tidak beraturan.” dia berkata sinis. Kupikir kau tidak mau berteman denganku. Seberapa 113 . “Akan lebih. Bella. Edward.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku. itu menjelaskan segalanya.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam. aku tidak mengerti denganmu. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi.Diterjemahkan dari: www. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman.” aku menjawab sesantai mungkin. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. jadi kumanfaatkan celah itu.” Dia menggerutu. Itu masih bukan tidak. dan bertemu pandang denganku lagi. “Well. napasnya bahkan lebih cepat. Dia tidak menjawab tidak.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu.bijaksana jika kau tidak berteman denganku. Dia mulai jalan lagi. Aku menyamakan langkahku..com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu. dan sedetik kemudian kembali.. Napasnya terhenti. terima kasih banyak atas perhatianmu. sebelum terlambat.” “Jujur saja. bukannya aku tidak mau jadi temanmu. Dia berhenti. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan. “Trukku baik-baik saja. jauh lebih penting untuk jujur. terima kasih. dibawah atap kafetaria. Tidak.” “Oh. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku.stepheniemeyer. aku tidak bisa meninggalkan dia. Itu membuatku cemas. Terutama pada saat ini.

Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai. Dia berkata ya pada ku. Dia mengangguk.stepheniemeyer.” aku memperingatkan dia. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku. “Sampai ketemu di kelas. aku meneriaki diriku sendiri. Kemudian kesadaran menghantamku.com besar aku menakuti dia? Well. aku akan segera tahu. 114 ..” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. Jantungnya berdebar-debar sangat keras. Ya.. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya.Diterjemahkan dari: www.

Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. Aku memilih meja yang biasanya kosong. dan. terpleset-pleset diatas es. dan akan tetap begitu dengan aku disini. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri.com 6. aneh sekali. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu. Mr. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. Dan akhirnya. Memang benar. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley.stepheniemeyer.. caranya memegang kepala. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. Dia orang yang kikuk. Aku mempertimbangkan hal itu.. mereka betul. 115 . Aku tergelak lagi. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. bentuk lengkung lehernya. paling sering. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris. Aku terkejut. tidak ada yang anggun darinya sekarang. stray books.Diterjemahkan dari: www.. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik. Tapi. Alice pasti telah memberitahu mereka. Tapi seringnya. Tapi aku menghindari Mike Newton. kakinya sendiri. Orang-orang melihatku khawatir. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam. tersandung ujung pintu kemarin. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. Rosalie lewat tanpa menoleh. Entah kenapa ini begitu lucu untukku. Aku yang pertama kali sampai.. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. mereka tidak kaget. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. para guru. bel berbunyi. kesinisannya pada Bella membuatku marah. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru.

tapi kemudian berseri lagi. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman.com Idiot. Hanya saja.. Semaumu saja.. Karena. Semoga sukses.stepheniemeyer. Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng.sedih. pikirnya setengah hati. Aku menghela napas. dia mengingatkan. Aku mengangguk. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. Dia memperhatikan sebentar. Alice berseri-seri. Tidak. Jasper setengah senyum padaku saat lewat. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa. Tapi.” dengusku dari balik napas. Sambil menunggu Bella datang. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara. Dia tidak menyadari aku ada disini.. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica.. Aku menghela napas lagi. aku tidak lupa itu. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. Dia terlihat sangat. untuk menenangkan dia. kasihan kau nak. 116 . Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini. Toh. giginya berkilauan terlalu terang. Wajahnya meredup. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang. saatnya akan tiba juga.Diterjemahkan dari: www. Dia sudah gila. jika memang itu maunya. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. Baik. itu bisa diatasi. Tepat saat Bella masuk.

tapi akhirnya dia berkata. Meski lantainya rata. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. tapi dari sikapnya. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku. Dan dia terlongo.. aku mengulang-ulang dalam hati. Aku menunggu dia bicara. kali ini melalui hidung. “Ini tidak seperti biasanya.” Itu satu lagi jawaban ya. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya.. ragu-ragu.” Aku bimbang. Butuh beberapa saat. Dia menarik kursi dan duduk.. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara. Jadi. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia. Dia terlihat kaget sekali. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya.” aku mendengar Jessica bicara. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku.Diterjemahkan dari: www. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang.com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang. pikirku kering.stepheniemeyer. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. menatapku beberapa saat. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya.. bukan lewat mulut. dan harapan itu membuatku tersenyum. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku. Aku mengambil napas dalamdalam.” jawabnya pelan dan ragu-ragu. tetap santai. Rasakan apinya..” “Well. lagi-lagi itu jawaban ya. jadi kenapa tidak 117 . “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar. aku mengedip. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku. tidak lebih. Dia terlihat gugup. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. Sungguh. “Mmm..

“Tidak.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu. heran. atau sedang menggodanya. Biarkan itu memperingatkan dia juga. “Kau tampak cemas.. Jadi aku menyerah.” dia tidak pandai berbohong. sebetulnya..stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www..” aku menjaga senyumku dengan susah payah. menyerah untuk bersikap santai. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan. Itu sangat melegakan. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu. “Kau tahu. “Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau.” Nampaknya itu tidak membuatnya risau.” ujarnya akhirnya.” aku mengingatkan dia. “Aku lelah berusaha menjauh darimu.” Itu cukup jujur. “Lagi-lagi kau membuatku bingung. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya. “Terkejut. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat.com sekalian saja. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu.. Dia tidak berdiri. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah.. seakan kalimatku belum selesai. “Mereka akan baik-baik saja.” harusnya ini tidak lucu. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar.. tampaknya. Biarkan dia melihat keegoisanku.” Ugh. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik.. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang. Harusnya dia khawatir. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku. “Aku tahu.” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik. Bella menelan ludah. paling tidak aku jujur. Aku tersenyum. 118 . menunggu.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu. Dia menatapku.” Dan. Aku tertawa melihat ekspresinya. “Menyerah?” dia mengulangi.

” “Jadi. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu.. “Teman.” aku mengulangi.orang yang tidak pintar.” dia meyakinkan aku. “Jadi. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya.” Ah.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. “Aku mengandalkan itu. Maka dia akan tinggal. kurasa kita bisa mencobanya. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya.Diterjemahkan dari: www. terus terang.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti. tapi aku tersenyum minta maaf. tapi apa aku akan tetap tinggal diam.. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 . Betapa dramatisnya. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar. Jantungnya berdebar lebih cepat.” katanya pelan.” Aku kurang yakin apa maksudnya. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi.stepheniemeyer. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya. Kalau pintar. kau akan menghindariku.” Dia menunduk. Kami bertemu pandang. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum. “Selama aku adalah. “Well. “Kau sering bilang begitu. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh.” Bagus.. “Aku masih menunggu kau mempercayainya. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. “Atau tidak. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal. aku bukan teman yang baik untukmu.” “Ya. Itu belum cukup. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas. “Jangan khawatir.” gumamnya malu. jika dia mencobanya? Matanya menyipit.. karena kau tidak mendengarkan. Tapi kuperingatkan kau. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku.

Pipinya jadi merah terang.com merah muda. Itu selalu berhasil dengan manusia normal.” Ugh.. kesal karena menyadari dia betul. Dia menggeleng.Diterjemahkan dari: www. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun.” akunya. kau tahu. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara. Aku terkekeh lega.” 120 . Aku coba menggunakan nada membujuk. “Terlebih lagi. merasakannya di udara. sementara panik merayapi tubuhku. Aku menarik napas. “Terlalu memalukan. Dia tidak bodoh. Itu. Dia melanjutkan. Aku tidak adil. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. bahkan setelah berjanji akan melakukannya. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya.” Aku menahan senyum di wajahku. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan.nah.. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi.. “Tidak. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya.. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. tidak perduli apapun dugaannya. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini. dan ia tidak mengatakan apa-apa. “Tidak terlalu. “Itu sangat memusingkan. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya. juga. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya.stepheniemeyer. akan sangat tidak memusingkan. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. mengunci mimikku seperti itu.

kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya..” tukasnya dengan suara dingin. “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku. aku yakin kau salah.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah. Aku tertawa lagi.Diterjemahkan dari: www. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya.” “Kecuali aku. “Kau?” “Tidak. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. Aku menatap Bella. Aku pernah bilang. “Kau ini pemarah. Aku menunggu. kebanyakan orang mudah ditebak. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. Dia membuang muka.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia.” “Ya.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar.” aku jelas tidak lapar. “Apa?” Tanyanya. “Lagi pula. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. Bibirnya merengut. ya?” “Aku tidak suka standar ganda.” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike.. mencoba lagi. “Tidak. tentu saja. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 .” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya. “Tidak. Pandangannya ke meja. aku tidak lapar. Dia menatap ke meja.stepheniemeyer. Kecuali kau. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud.

” Dia berjanji. “Please?” Dia mengedip.” Dia mendebat balik..” “Pasti kau bakal tertawa. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap.” Dia menatap ke botol limun.” “Terima kasih..” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu. “Kedengarannya adil. kau sudah janji untuk menjawab satu. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap.” jawabnya sambil mendongak menatapku. “Mmm. Dan itu tepat mengenaiku.stepheniemeyer.” dia mengijinkan.” Aku memohon dengan suara halus. Sekali lagi aku mencoba membujuknya. itu bukan reaksi yang kuharapkan.. mengitari mulut botolnya dengan jarinya. “Jangan yang itu. Well.” Dia kelihatannya sangat yakin. “Ceritakan padaku satu teori. dan wajahnya berubah kosong. “Satu. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah. 122 . memperhatankan matanya dalam tatapanku. “Kira-kira. “Ceritakan satu teori. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. apa?” tanyanya. terlihat pusing.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu.. sedikit saja. Aku tersenyum.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku.Diterjemahkan dari: www.” “Kau tidak memberi syarat. lagi-lagi penasaran. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik.” Wajahnya merona lagi. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan. Aku menunggu.

Aku tidak tahu harus menjawab apa. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka. “Itu tidak terlalu kreatif. cuma itu yang kupunya.. Aku bisa menggodanya lagi. ternyata berhasil.” Dan ketika dia tahu. “Oh. menyembunyikan penderitaanku. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan. aku berusaha tersenyum.” Dia akhirnya mendengar peringatanku.” “Sial. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 .com Terkejut dan puas. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu.. “Mendekatipun tidak.” ujarnya. Dan itu membuatku lebih senang.” Aku mencibirnya. Dan sedetik kemudian. karena dia pikir aku adalah superhero.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada. ia akan lari..?” Aku behutang kejujuran padanya. agar tidak tidak kedengaran mengancam. Tetap saja. “Benarkah?” tanyaku. “Ehh. “Aku mengerti. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa. well.” keluhnya.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. dan jantungnya berdetak kian cepat. berusaha menyembunyikan kelegaanku.stepheniemeyer.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap. “Kryptonite juga tidak melemahkanku.. “Karena. “Nanti juga aku tahu.Diterjemahkan dari: www. “Kuharap kau tidak mencobanya. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut.” Dia agak tersinggung.” Kemudian aku tertawa. “Ya maaf.

Banner akan menguji golongan darah. Pikiranku buntu.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat.” bisiknya sambil menggeleng.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan.” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu. Bella. “Kalau begitu sampai ketemu lagi.” Tentu saja aku jahat. bukannya dia. Aku. Dia benar-benar tidak takut padaku.” Itu tidak mengejutkan. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan. “Tidak. “Kita bakal terlambat. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 . Aku memutar tutup botolnya seperti gasing. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. Lari. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. aku akan masuk. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras.stepheniemeyer.” Aku menarik napas. memperhatikan itu.Diterjemahkan dari: www. aku akan menjauh darinya. lari. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. aku tidak percaya kau jahat. ngomong-ngomong. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. Dia ragu-ragu. ke tutup botol yang kuputar.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. Dan. Namun tiba-tiba dia terloncat. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan. aku memujamu.. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. “Kau salah. Aku mengulurkan tangan ke meja. Kutunggu dia sampai keluar.” Lebih tepatnya. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini. Belum. “Well. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. Hari ini Mr. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah.. kebalikannya.

yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. Jika dia sampai menyakiti Bella. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata.. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam.Diterjemahkan dari: www. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. Matanya tertutup. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya. tapi 125 . Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik.. “Bella?!” Teriakku. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. kulit gadingnya berubah hijau. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. Jadi. Aku hampir menendang pintu mobilku. Kemudian. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike.stepheniemeyer. Saat aku mendekat. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. aku akan membinasakannya. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. Beberapa ratus meter dari tempatku.com hujan ke mobil. dia memejamkan matanya lebih rapat. kulitnya sepucat mayat. Aromanya aku sudah biasa. Itu meringankan kepanikanku. Aku langsung berhenti di tempat. Tes golongan darah. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. Setetes cairan kental merah di kertas putih. Secara naluri. Aku mencari sumber suaranya. menahan napasku.

” Kelegaan langsung melandaku. “Kau tampak kacau. Berdebar-debar dan takut.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah.” ujarnya. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin. Dia baik-baik saja. merasakan udara disekelilingku. 126 . dia bahkan tidak menusuk jarinya. Aku menyentuh hanya bajunya. “Aku tidak tahu apa yang terjadi. setengah bersyukur dan cemas. “Turunkan aku. Mike menggertakan gigi. mungkin itu akan mengundang seleraku.” sergah Mike. “Pergi sana. mengingat bahayanya jika menyentuh dia. Ah. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. marah karena campur tanganku. Seringaiku makin lebar. “Turunkan aku. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya. “Aku mau membawanya ke UKS. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri. bingung.com darah segar adalah sama sekali lain.” erangnya.” “Aku yang akan mengantarnya. Matanya terbuka. Aku yang seharusnya melakukannya. ditebak dari ekspresinya. Bibirnya putih. Di waktu lalu. “Bella.Diterjemahkan dari: www. Kau bisa kembali ke kelas. dengan kata lain. “Tidak.” kataku mengusirnya. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi.” tuntutnya dengan suara lemah—malu. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. “Kurasa dia pingsan.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku. aku bernapas lagi.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku.stepheniemeyer. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa.” aku menambahkan. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton.

Apa iya. Hammond.” Hmmm. Otot-ototku tegang. sayang. Ah sudahlah. Hammond. Hammond berkata menenangkan. Mata Bella terbuka lagi. Itu mengalihkan perhatian Mrs.” Mrs.. Pastilah Bella yang satu itu.Diterjemahkan dari: www.” Aku menahan tawa. Aku mendengar pikiran takjub Mrs. Hammond mengangguk.com Kami sampai di depan TU. “Nanti juga sembuh. sayang. juru rawat keibuan yang ada di UKS. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan... “Di hanya sedikit lemah.” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. ya ampun.” jawab Bella.” Bella mengakui. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang.” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini.stepheniemeyer. Ms. 127 . terlalu berhasrat. Dia sangat hangat dan harum. Ms. aku langsung menjauh ke tembok. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. “Berbaringlah sebentar. “Dia pingsan di kelas biologi.” Mrs. Pintunya sedikit terbuka. Mrs. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. “Oh.” aku menerangkan. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu. “Kadang-kadang. Tubuhku terlalu bersemangat. Begitu Bella tidak lagi di tanganku. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS.” aku meyakinkan Mrs. “Aku disuruh menemaninya. Cope terloncat kaget. sebelum imajinasinya terlalu jauh. Hammond padaku..” “Aku tahu.” Dia mengangguk mengerti sekarang. mengawasinya. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. Dan liurku mengalir deras. “Selalu saja ada yang pingsan. Itu berhasil dengan baik padanya.

lega lagi. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia. “Aku sedang di dalam mobil. Kemudian dia terdiam. mendengarkan CD. 128 .” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening. hanya bernapas pelan-pelan.” desahnya.” Itu mungkin ada benarnya.” Bella mengerang.” ucapnya tidak terhibur. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh.” Ekspresinya sedikit berubah. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut. namun cepat-cepat kutahan. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat.” desahnya. Bibirnya mulai berubah merah muda.” “Aku lihat wajahnya. menutup matanya. Dia baik hati. “Kau tidak mungkin tahu pasti.” Dan aku memang hampir begitu. Ah. sepertinya tidak terlalu meyakinkan.” “Ha ha.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu.” Aku senang jika Mike memang begitu. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. yang mana bukan ide yang bagus. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. “Berani taruhan dia pasti marah. makanya aku tahu. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu. Membuatku ingin mendekat. “Dia sangat membenciku. “Tadi kau sempat membuatku takut. Cuma itu. “Kasihan Mike.com “Kau betul. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan.Diterjemahkan dari: www. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan.” Itu betul.stepheniemeyer. “Biasanya begitu. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku.” Aku langsung berang mendengarnya.” Aku berusaha kedengaran bangga. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos.

masih dengan mata lebarnya. “Oh. Baunya seperti karat. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring.” Ini yang pertama. tidak. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku. buru-buru keluar dari UKS.dan garam. Aku mengikuti tepat di belakangnya. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar.” katanya cepat. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. melongo. “Manusia tidak bisa mencium darah.” ujar Ms. ingin cepat-cepat menyingkir. “Kita kedatangan satu lagi. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya. Di belakang Ms. Cope. Dia tidak suka dapat perhatian.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella. “Ini. Dia terasa lembut bagi 129 .” jawab Bella.” Dia menatapku dengan pandangan bingung..” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga. tapi kemudian Ms. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. “Aku mencium bau darah. “Kau kelihatan jauh lebih baik. sayang.stepheniemeyer.. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku. Tangan keriput Mrs. Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur. Bukan kejutan.” Wajahku membeku. Cope. Dia menoleh melihatku. “Aku tidak memerlukannya. Bella. “Ayo keluar dari sini. “Pakai ini. Mike Newton masih marah sekali. Hammond kembali dengan membawa kompresan es. cuma bau ringan. menetes turun ke lengannya. “Percayalah—ayo. Hammond.Diterjemahkan dari: www.. “Kau benar-benar menuruti perkataanku. aku bisa—itulah yang membuatku mual. mengembalikan kompresnya ke Mrs. Cope membuka pintu dan masuk.” “Well.” “Kurasa aku baik-baik saja..com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup.” Aku menatapnya heran. Hidung mungilnya mengerut.” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu.

” jawab Mike sambil menahan marah.Diterjemahkan dari: www.com manusia. lebih menyakitkan daripada haus. “Bukan apa-apa. “Kurasa betul. Aku jadi merasa tamak. Aku membeku ditempat karena marah. Tenang. atau bereaksi seperti itu.” “Sampai nanti.” katanya.” gumam mike..” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. jauh lebih baik sebetulnya. Tingkahnya seperti manusia. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya. Aku menyandar ke komputer.. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu. Memang.” jawabnya pada Mike. Bukan. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh.. ingin memberinya pelajaran. aku berusaha meyakinkan diriku.. “Tentu saja. masuk dengan pikiran marah besar. “Jauhkan tanganmu. mereka punya rencana.kira-kira begitu. tidak bergerak. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Cemburu langsung membakarku. Tidak lebih.” balasnya. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. itu cuma tamasya bersama. Tapi aku masih juga geram. Tanganku mengejang. berusaha mengendalikan diriku. “Sudah tidak berdarah lagi. Baunya seperti manusia—well. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku.” Kemudian Mike Newton datang menyela. itu cuma tamasya bersama.stepheniemeyer. 130 . Aku harus hati-hati. Jadi dia berkata ya padanya juga. “Aku akan datang. tapi justru dapat tambahan waktu. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran. aku kan sudah bilang akan ikut.” Dan si Cullen TIDAK diundang. “Kau kelihatan lebih baik. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. Bukan cuma mereka berdua.” ujarnya kasar pada Bella. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi.” Itu bagus sekali.

Terlalu suka.menakutkan. Mike tidak sepenuhnya keliru. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok. “Aku bisa mengaturnya... Dengan mata yang tertutup. Kadang. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu.” Bella mengulang pelan. Aku mendekat ke sisinya. Semoga Bella memperhatikan. dasar orang aneh. di belakangku. Terlalu muda. Ms. Aku tidak berani untuk bernapas. dan napas Ms. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua.. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike.” bisikku pada dia. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi. Dan tatapannya agak.. “Ms. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. Pikirannya penuh kemarahan. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi. Aku tersenyum.terlalu sempurna.Diterjemahkan dari: www.. lalu menunduk ke wajahnya.stepheniemeyer. “Gimnasium. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. Menurut perempuanperempuan dia itu keren.. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. Aku menatapnya. Itu tidak wajar. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya.. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi. sementara. Cope.” Dia melakukan apa yang kuminta. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan... Cope 131 . Aku menoleh ke Ms. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat.tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu.. Aku tidak yakin apa penyebabnya.com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. Terlalu. tapi menurutku tidak. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. Aku cukup suka itu. pikirku sinis. sebetulnya. dan jantungnya berdetak cepat. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik. Dan aku sangat setuju pada hal itu. Mengerang. bukan karena takut. saat dia menatapku. Rona wajahnya belum kembali seperti semula.

” Dia tersenyum padaku. dan kami berjalan menembus hujan. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya. Edward?” “Tidak. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab.Diterjemahkan dari: www. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. Dia bangkit berdiri. “Terima kasih. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. Jangan-jangan. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. dan aku langsung menyadari penyebabnya. “Aku jalan saja.. sebaris senyum di bibirnya. mereka biasanya memakai makeup. Aku mulai lebih baik dalam hal ini. Goff tidak akan keberatan. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini...” jawabnya. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. Hmmm.com makin memburu. Aku menahan pintu untuknya. “Apa kau butuh ijin juga. bahkan disini di kota hujan seperti Forks. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. “Apa kau bisa berjalan.. mungkinkah Bella. kalau begitu semuanya beres. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal. dan memang sebaiknya tidak. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang. Mrs.” 132 . “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. Bella tidak pernah memakai makeup. Kau merasa lebih baik.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya. “Oke.stepheniemeyer.? Mrs. Betul lagi.

Ah. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. “Mike-schmike. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku.. kalau begitu mustahil. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini.Diterjemahkan dari: www. tersenyum kecut. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. seakan tidak terlalu berarti. harapannya menyenangkan. Dia ingin aku yang bersamanya. Dia tidak bisa pergi. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah. matahari akan bersinar cerah sabtu ini..com Aku memandang ke seberang kampus. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana. Salah satunya. Aku masih belum puas bersama dengannya. Bagaimanapun. Kemudian dia berjalan menjauh. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. Mike sempat menyebut pantai. aku menangkap belakang mantelnya. Aku meliriknya. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami. jangan dulu. ke First Beach. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang. Tanpa memikirkan tindakanku. “Dengan senang hati. “Kondisi seperti apa?” protesnya. “Pulang. Dia tersentak berhenti. Well. “Jadi apa kau ikut? Maksudku. Kita tidak ingin membuat dia marah. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. lebih dulu menyerah. Aku tersenyum lebar.” jawabnya bingung. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup.” Dia mendesah. “Aku rasa aku tidak diundang.” Sial. “La Push.” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. Dan aku ingin berkata ya. bukan Mike Newton. sabtu ini?” Dia terdengar berharap.stepheniemeyer. “Aku baru saja mengundangmu. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . Untuk melihat. dan sangat menikmati bayangannya.” jawabku.” “Sudahlah.

com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti.” ucapnya dingin. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. Air menetes-netes dari rambutnya. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci.” Matanya menyipit. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius. sepatu bootsnya mendecit basah. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah.. “Aku tinggal menyeretmu lagi. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. Cope.Diterjemahkan dari: www. Aku memperhatikannya baik-baik. dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. Aku mengulurkan satu tangan. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil. dan ia tersandung pintunya. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya. Sesaat dia berdiri kaku. lebih gelap hingga nyaris hitam. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan.” kataku sungguh-sungguh. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background. “Ini benar-benar tidak perlu.stepheniemeyer. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 .. Bella.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya. “Masuklah. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms.

Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum. “Clair de Lune?” Tanyanya. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku. Dia terlihat lebih santai.” “Ini juga salah satu kesukaanku.” jawabnya. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya.. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. matanya melebar. “Dia sangat mirip denganku. Sial. Cope. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini. Dia teman baikku. dan dia juru masak yang sangat payah. “Berapa umurmu. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya.” Suaranya berubah sayu. memikirkan hal lain. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak. atau pernah tinggal kelas. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu. dan lebih berani. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku...” Aku juga ragu itu. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian..” Aku ragu itu... “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka. Pekat. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal. 135 . ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini. memperhatikan hujan diluar sepertiku.” dia melanjutkan. tapi lebih cantik. mengingat kembali reaksi Ms. Hujan membuat aromanya lebih harum.” Aku memperhatikan hujan di luar.. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. Tidak.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.com perasaanku.kalau itu sepertinya tidak. Aku berhenti di depan rumahnya.. Bella tersenyum. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu. Kucengkram roda kemudi lebih kencang. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung. keningnya mengerut. mempertimbangkan hal itu. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas. Lagi.

“Kau baik sekali.. untuk menjadi pengawas.” Dia tertawa.aku jadi berpikir.. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku. “Ibuku.. “Well. Aku buru-buru mengganti topik.stepheniemeyer. harus ada yang menjadi orang dewasanya. Atau tertarik? 136 .” Dia menggeleng dengan tatapan senyum. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab. mungkin karena tatapanku. dia menangkap lebih banyak tentang diriku.” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku... “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA.dan Phill lah yang ia mau.” Itu menjelaskan beberapa hal. membuyarkan lamunanku. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya. dan mendesah.com “Tujuh belas.... Dia harus dewasa lebih cepat..aku rasa begitu..” Dia tertawa lagi.. ibuku tergila-gila padanya.” katanya. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi..” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas.” jawabnya terbata-bata. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia.dia sangat muda untuk umurnya. Dalam beberapa hal. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari. Dari segala yang kutangkap tentang dia.. Aku bisa melihatnya sekarang.bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella.” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku.Diterjemahkan dari: www.. “Aku. Aku menyeringai. Takut.

kali ini tanpa dipikir. “Tidak.” gumamnya.” Aku juga serius. Sesuatu yang tidak ingin kujawab.” “Oh.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku.kupikir kau bisa.stepheniemeyer. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. Aku tersenyum kecut. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya. 137 . Jadi agak beda. jelas khawatir telah melukaiku. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. kalau mau. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius.” Dia menyeringai padaku. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur. “Jadi. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi.. bahkan aku tidak perlu berbohong. “Mereka sudah lama meninggal. Aku buru-buru membuang bayangan itu.” lanjutnya. maaf.” Dia bimbang sebentar. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum.” Aku jadi lebih mudah tersenyum.” Lebih menakutkan. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat. kemudian bicara dengan suara pelan. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan.. “Hmmm. Dia mengkhawatirkan aku.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua. dalam kondisi apapun. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada.Diterjemahkan dari: www. paling tidak.

keberuntunganku tidak bisa diingkari. iya.” aku meyakinkannya. Aku tertawa mendengar ungkapannya. Tidak ada rahasia di Forks. “Selamat bersenang-senang di pantai. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku.com “Aku tidak terlalu ingat mereka. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku.. sangat suka itu.” Dia tidak bergerak. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum. “Saudara-saudaraku.” “Aku tahu. tentu saja.” Aku melihat ke hujan yang turun deras.tapi dengan kondisi seperti ini.Diterjemahkan dari: www.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu.” Dalam kondisi itu. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh. Aku melirik ke jam. “Aku yakin dia sudah dengar. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara. aku terpaksa berbohong. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik.stepheniemeyer. Tidak ada rahasia. Aku sangat. “Ya. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang.” “Kau sangat beruntung. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal.. sepertinya kau harus pergi. Aku bisa membatalkannya. soal orangtuaku. “Tidak. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang. “Cuaca nya bagus untuk berjemur.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu.” “Oh. Dia akan menikmati itu. 138 . Jasper dan Rosalie. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi. sori.

Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku. Saat memandangnya. Dia terlalu lembut dan rapuh. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. melirik kunci yang ada di genggamanku.. Apapun bisa terjadi padanya. Buat tetap santai. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. Itu juga bagus. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku. “Jangan tersinggung. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. Aku terlalu mencintaimu.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. Dia mengangguk. demi kebaikanmu dan aku. Aku membuka telapak tanganku.stepheniemeyer. Dan tetap saja.. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. 139 .” Dia mengatakannya setengah hati. Kalau begitu selamat besenang-senang.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras.Diterjemahkan dari: www. lari. oke?” Aku tersenyum sebentar. “Oh. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. Lari. sebelah selatan Rainier. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. Dia tersinggung dengan ucapanku. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar. “Akan kuusahakan. Jadi. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang. Bella. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet.

Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya. Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku... Tidak sama dengan cinta. membiarkan aromanya menyerangku.stepheniemeyer. karena ada yang mesti kupikirkan. Cope dan Jessica Stanley. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. tapi berhubungan erat dengan itu. pebandingannya tidak meyakinkan. Jam pelajaran terakhir belum selesai. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau. syok. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku. Tapi tetap saja. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. dimana aku bisa 140 . apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. atau cemas. dan aku butuh waktu sendirian. Itu bagus.. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. Tapi. Ada begitu banyak sisi. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku.Diterjemahkan dari: www. Lagipula. Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah. Daya tarik. api merayap membakar tenggorokanku. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. Napasku makin memburu. walau tidak tahu apa tepatnya.com 7. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. Bagaimanapun.. seperti Ms.

dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. tapi kini mulai keruh. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. Karena aku bukan pria-manusia. Selain cinta ibuku.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi.. Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu.. Dengan segenap raga. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal. aku mendambakan bisa menjadi manusia. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya. Yang paling kuingat adalah ibuku. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku. Ini sama sekali baru untukku. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat.Diterjemahkan dari: www. karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk. Selain hal itu. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku. selama yang bisa kuingat.. Ketertarikan itu bagai buah simalakama.. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit. itu tidak adil buatnya. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. mengetahui. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak. Ketika itu. Aku sangat ingin bisa 141 . Pengejaranku padanya tidak masuk akal.stepheniemeyer. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak... Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. Cintaku pada Bella awalnya murni. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan...

memberi pertolongan. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil. baunya memang lumayan.. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil. “Kau harus menerangkan alasannya. Ini pertama kalinya. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka.. “Tenang. “Aku cuma melihat aku melakukannya. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera. “Berani taruhan Mrs. Aku memandangi tanganku yang putih. dinginnya.. aku cuma komentar.stepheniemeyer. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. “Oh..... pokoknya begitulah.” Yang lain kemudian datang. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi. Perkembangannya makin aneh. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella.” 142 . membenci kekerasannya. Tetap saja. “Menggotong orang sakit. kekuatannya yang tidak normal. yang bisa kudengar cuma celaannya. Goff pasti mengira kau pakai narkoba. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku. gadis itu lagi?” Aku menyeringai.com menyentuhnya. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir.” Dia menghirup lagi. kau kelihatan aneh belakangan ini.. Marahnya masih belum reda. Jasper masih sulit mengendalikan diri. “Kau tahu sendiri. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. “Hmmm.” Hah? Aku terkekeh. kau tidak sadar aku datang. Edward.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya.” Itu membuatnya makin bingung. Seperti Emmet. aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka.. Entah apa masalahnya.. Wah.Diterjemahkan dari: www. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. Respon spontan.

Dan aku. atau paling tidak aman. Mungkin dia tidak disitu. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. tapi dia tidak melihat keluar. apa sebaiknya ke garasi saja. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. Kami sama-sama masuk ke rumah. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti. Aku bisa mendengar monitornya menyala. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice. duduk 143 . dekat Emmet dan Jasper. Aku akan menunggu.Diterjemahkan dari: www. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. aku tahu.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Tidak akan lama lagi. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang. Jalanan kosong. Esme di lantai atas. Aku melihat ke jendelanya. Dia kini sibuk dengan komputernya. Hujan turun sangat deras. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. untuk pertama kalinya setelah sekian lama. hingga membuatku malu. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. Sebagai gantinya. jadi cuma butuh beberapa menit. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet.stepheniemeyer. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. untuk menyetel mesin BMWnya lagi.

Dia secepat kilat turun. tentu saja cukup malu. Diatas. Aku menambahkan harmonisasi baru. Rosalie memelotiku. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. duduk di anak tangga paling atas. Lagu baru. mengikutinya dengan alunan bass. Pada Rosalie. Alunan yang indah. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru. menatap aku dan Rosalie bergantian. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. Emmet dan Jasper ikut menoleh. Senyum lebar muncul di wajahnya. Kalau kau sampai buka mulut. Tepat pada saat itu. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. aku akan memburumu seperti anjing. Aku tertawa lagi. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. pikir Esme gembira. Setelannya masih sempurna. dia kelepasan. membiarkan melodi utamanya mengalir. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. dan bisa kudenar kebingungan Esme. “Ada apa. Edward bermain lagi. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. Musikku terhenti. “Jangan berhenti. 144 . Rose?” Emmet memanggilnya. Sudah lama sekali. Tapi. Esme menghentikan pekerjaannya.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. Edward. dan dia menggertakan giginya dengan sengit.Diterjemahkan dari: www. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. lebih pada marah daripada malu. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. Esme mendesah bahagia. matanya nyalang marah besar. selalu tentang kesombongan. Aku mulai main lagi. Rosalie tidak menengok. menelengkan kepalanya ke samping.stepheniemeyer. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi.

. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme. “Ya. sempurna. 145 . Dengan suara ringan bagai tiupan genta. Alice beranjak duduk di sebelahku. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini. “Aku sama sekali tidak tahu.nina bobo. “Lagu nina bobo.com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. perubahan apapun akan salah.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. “Lagu yang cantik. Aku mengabulkan permintaannya.” Aku berbohong. meletakan tangannya keatas pundakku.Diterjemahkan dari: www. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. Tanganku baru saja terhenti. tapi belum lengkap..” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. “Teruskan lagunya. Esme pindah ke belakangku. Esme meremas bahuku. Aku mencoba-coba bridgenya.. dan ikut bernyanyi.” kataku mengomentari. “Aku suka.. membawanya ke melodi yang lain.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit. kukira. tapi entah kenapa tidak pas. Lagunya mulai terbentuk.. tebal.” Esme mendesak lagi.” bisiknya..stepheniemeyer. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. “Belum. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku. Emmet menggerutu frustasi. dan saat melihatnya. Itu sangat egois. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya. hidup begitu saja.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. Ada cerita dibalik melodi ini. berambut gelap. Ini membuatnya sangat senang. Dia menangkap suasananya. alunan berikutnya muncul begitu saja. “Ini lagu. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya. “Tapi bagaimana jika begini. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal.

Akan ada jalan keluar yang terbaik. pikirnya tiba-tiba.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu. kau membuatku tersipu. Dia pasti mencintaimu. Perkataannya. Dia tersenyum.. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. diantara siapapun di dunia ini. Edward.” Dia tertawa geli. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. kemudian mengehela napas. melambat dan semakin lambat.Diterjemahkan dari: www. mengejutkan aku dengan arah pikirannya. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian.” “Tidak.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini. Jika dia gadis yang cemerlang. Aku mendesah.” godaku dengan canda.stepheniemeyer. meski terdengar mustahil. Takdir berhutang padamu. Kau. ternyata menghiburku. Suara Alice pun ikut turun..” ujarnya. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. “Edward hanya bersikap sopan. berharap bisa mempercayainya.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. Mom. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. berubah khidmat. anakku. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks.” 146 . “Terima kasih. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku. Semua akan baik-baik saja. Kumainkan nada terakhir. Aku tertawa ironis.” Esme mengingatkan.” bisikku. “Jaga sikapmu. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita.” “Tapi aku ingin tahu. “Hentikan. Alice. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. Esme mengelus rambutku.

kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. sepertinya sia-sia. Tentu saja. Dan. sayang. Kemudian aku berkata. dan dia selalu menjadi yang paling cantik. “Ini. dan aku menyeringai sendiri. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan. bahwa dia telah lama melewatinya. “Terima kasih. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya. dia memang sudah lupa. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu.. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. Esme. Yang terjadi. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. Aku membayangkan. aku memikirkan Rosalie. Rasanya sangat tidak mengenakan. sebaliknya. dia selalu jadi pusat perhatian. sejak pertama kali bertemu. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. dan tetap saja bergeming. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. Sedang aku. Sebagai gantinya. sudah terjadi. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja. tidak berhubungan dengan siapapun.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi.com Aku tertawa mendengar rengekannya. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. Dia sudah 147 . Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. Bukannya dia keberatan..Diterjemahkan dari: www. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi.stepheniemeyer.” Dia meremas pundakku lagi. Walau bagaimanapun. Dia terbiasa diinginkan. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. Bahkan ketika masih manusia.

Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. mereka berburu seperti vampir kebanyakan. Dia sudah menebak. “Jasper. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella.” Gigiku langsung menggertak.stepheniemeyer. dan kemudian bangkit berdiri. “Kapan?” tanyaku. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella. Ini bukan kunjungan pertamanya. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. Alice cemberut tidak suka. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga. Buah dari cemburu. Senin pagi. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 .Diterjemahkan dari: www. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini. dengan ketajaman intuisi perempuannya. “Kau siap. Alice?” tanya Jasper.” aku sependapat. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. “Itu betul. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. Dia memutar bola matanya ke aku. “Apa.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. pasti itu. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. dan tanganku langsung membeku di satu nada. Kau tahu itu. “Mereka tidak pernah berburu disini. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi. Edward. “Tenanglah.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella.

sekali lagi. “Oh. Ini tidak akan makan waktu lama. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano.Diterjemahkan dari: www. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya. “Bukankah pernah ada yang bilang.” pinta Esme.” aku setuju. tapi tidak satupun bertanya. yang menjulang jauh 149 . Terserah padamu kapan perginya. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet.stepheniemeyer.” “Oke. Beruang itu melenguh keras. “Kalau kau memang suka.com “Kita akan kembali minggu malam. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. hei Edward!” Dia berteriak balik. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget. Otakmu benar-benar terganggu. Aku merenung sejenak. Esme dan Alice bertukar pandang. dan mendecit menggaruk kulit Emmet.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim. Oh sial. menyeringai dan melambai. Edward. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. Cakar tajamnya merobek baju Emmet.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya. Aku pamit dulu dengan Rosalie. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang.” “Tentu. “Sepertinya aku memang begitu. itu akan singkat. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi. Emmet sudah hampir selesai. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu.

“Huu. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu. dan kemudian mengerutkan muka.” “Ini tidak bisa dimatikan.com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri.Diterjemahkan dari: www. Bajunya rusak.” Aku mendesah. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil.. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit. “Sori.stepheniemeyer. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar.” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar. Akan lebih menyenangkan. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik.. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk.” “Kau seperti anak kecil. dan tertutup bulu-bulu. “Jangan dekati dia. aku hampir bisa merasakannya.” “Ya. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul. iya kan?” Emmet menyeringai padaku. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan.” aku mengingatkan dia.. dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang. Emmet sudah berjalan ke arahku.” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu. Emmet. robekrobek dan belepotan darah. Ada seringai lebar di wajahnya. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. Saat dia mencakar...” Humorku langsung lenyap. “Kuharap mereka lebih kuat. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan.” Aku menggeram lewat sela gigiku. Beberapa menit kemudian. “Yang satu ini lumayan kuat. lengket oleh getah. Emmet datang duduk disampingku.” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet. “Ayolah Edward. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 .sensitif.” “Hidup itu memang sulit.. Selalu saja serius.

” Emmet terkekeh. Sungguh..” Dia mengangkat bahu. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas. gempa. Dari segala tempat yang bisa ia datangi.. boy. “Benarbenar kebetulan. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu.woo.” Dia tertawa keras-keras. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. Emmet.. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan. Dan mungkin saja ia bertemu beruang.” aku memberungut.. mencemaskan lebih tepatnya.. “Kau kedengaran seperti orang gila.” “Ya. Coba lihat bukti-buktinya.com “Memikirkan tentang dia.Diterjemahkan dari: www. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar.” Aku mendelik pada tanganku. “Banjir. tapi menjawab pertanyaannya. Emmet.stepheniemeyer. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu.. Dan kemudian. Lagi-lagi beruntung. Dia hidup di Forks.atau jatuh dari tangga.” Gigi-gigiku langsung menggertak. membencinya lagi. ya kan?” “Beruang. seandainya ada beruang kesasar ke kota. tapi kita vegetarian.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia... bukan. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella. bagaimana baunya bagiku. Aku mengacuhkan leluconnya lagi.... Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. Well.atau tersambar petir. Tapi aku bisa menangkap maksudmu.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini.” “Mobil van waktu itu?” 151 . ingat? Paling banter dia akan kehujanan. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini. “Woo.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku.! Tahan disitu.. lebih sial lagi.

” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu. Em. “Jawaban yang salah.” “Aku sama sekali tidak keberatan.” kataku dengan suara tercekik. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya.” Emmet terkekeh. 152 . jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak..” Emmet menggerundel. Emmet. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja..” kataku kasar.” jawabnya mudah.com “Itu tidak sengaja. Itu beruntung.” “Rosalie iya.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. menyerahkan apa saja. “Jujur saja. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi.” “Tapi kau ada disana. seakan dia punya daya tarik seperti magnet. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang. Aku menunggu dia mencoba lagi. “Curang. Bahkan menyerahkan Emmet. Berani sumpah.” Dia mendesah. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie. lagi dan lagi.” Aku berbohong dengan seringai lebar.stepheniemeyer. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi. Aku tertawa datar.. “Well. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya.Diterjemahkan dari: www. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu. Nada suaranya menambahkan tentu saja. tapi pikirannya beralih ke hal lain. Jujur saja.” “Aku tidak tahu apa masalah dia. “Tidak. dan menemukan sosoknya tidak menarik. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu..

jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar.” aku mengakuinya agak malu-malu. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia. Emmet..” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens. dari pada jika aku pergi. Emmet menyadari perubahan ekspresiku.com “Ya. jika kau mencintainya.” Wow..” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia. dia kedengarannya terlalu rapuh. sangat ingin untuk tidak kurang ajar. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku. Dan. Bukankah kau juga akan merasa begitu... Gadis ini segalagalanya bagiku. Dia berjuang keras sekarang.bukankah kau ingin.mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya... Rosalie pasti keberatan. well menyentuhnya. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh. Edward... aku bisa jadi pelindungnya. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang.. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte. “Aku sedang mencari cara untuk. Kau betul-betul. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini.” bisikku. dong? “Aku tidak tahu. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam.” Emmet bukan orang yang bijaksana. Tiba-tiba saja. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. Untuk sementara...” Dengan kepuasan mendalam.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Emmet. “Percayalah—itu juga aku tahu. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin. Pikiran itu membuatku gelisah. seperti yang kau bilang.” 153 .. mendadak aku sadar. Aku menghela napas. dengan tanda kutip. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu.” “Aku tidak bisa. “Aku tahu itu.” erangku.untuk meninggalkan dia.. lantas apa pilihanmu. Aku tidak boleh.. dan pembicaraan serius bukan keahliannya.

” “Iya. Dengan keberuntungan seperti Bella. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara.” kataku ragu.” Aku meringis pada hal itu. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil. Emmet menepuk handphone di sakuku.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat.” Aku menggeleng tegas. Betul-betul mirip orang gila. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu. dan mulutnya sedikit terbuka. Tolonglah! Demi aku.Diterjemahkan dari: www. akan kucoba. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi. bisa melihatnya lagi. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. Sangat lebih buruk. Biarkan Rosalie tenang dulu. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya.” Emmet mendesah. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. Aku akan pulang hari minggu.” “Lagi pula. “Baiklah. sampai-sampai aku 154 . Meski begitu. Aku sudah lama tidak merasakannya. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. Emmet. Aku menghela napas.” “Aku tidak perduli.stepheniemeyer. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu. termasuk godaannya. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya.

Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. Itu alasan yang paling masuk akal. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. itu tetap menggangguku. berusaha menjadi teman. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. Apakah dia merindukan aku. Aku cuma tahu dari foto. Salah satu tangannya bergerak. paling tidak. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya..Diterjemahkan dari: www.lelah. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push. sesuai dengan perjanjian. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. Apakah dia sempat memikirkan aku. Mataku terus memandangi wajahnya. Tidak.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya.... memperhatikan jika ada yang berubah. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal..stepheniemeyer. Aku takut jika sedekat itu. Kuperhatikan lokasinya... Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku. Dia kelihatan. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini.. Menyentuhnya lembut. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. Kirakira apa dia menikmati tamasyanya. yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku. Sebuah tempat dimana 155 . Jelas itu kesalahan yang harus dihindari. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu.. dia pasti jatuh. Kami teman sekarang—atau.. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku. Dia bukan milikku. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil.

Aku cepat-cepat mengikutinya. Aku duduk di tempat ia duduk. penasaran.. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu. hal itu bisa memecahkan suasana. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi.. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja. Jadi. menuju ke semak pakis-pakisan. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini.. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. Barangkali duduk disitu. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu.com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen. dan. Ya. dan memandang ke sekeliling. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui.stepheniemeyer. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan.Diterjemahkan dari: www. sesampainya di pepohonan. Bella. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan.. tidak terlalu menempel di pohon.. berbeda dengan penasaranku yang tadi. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit. ini jauh lebih mirip 156 . Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. Aku menggeleng. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. Ingat dan mempercayainya. mereka tidak akan bilang apa-apa. Lebih parahnya. Tapi. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. Selamanya..

. Aku akan menjaganya. 157 . untuk sementara waktu dia punya pelindung. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya. Well.Diterjemahkan dari: www. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi.stepheniemeyer..com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. selama yang bisa benarkan. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti. Aku mengerang. Bukan cuma nasibnya yang sial.

yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. Bella tiba di sekolah lebih awal. Mike menemukan dia disana. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. dia menyukaiku. yang terjadi justru sebaliknya. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. dan merasa senang pada keberuntungannya. jadi aku tidak terlalu kesal. Berani taruhan.stepheniemeyer. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. Betul kan. dan yang sebaliknya terjadi padaku. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton. Senin pagi. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. dan membuntuti obyek obsesiku. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. Sudah begitu. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. Namun. berita baik lah yang kudapat. Kira-kira apa yang 158 . tak berdaya. Dia akan mencobanya lagi. tersembunyi dibalik bayangan. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari.Diterjemahkan dari: www. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah.com 8. Aku menunggu. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir.

Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat.Diterjemahkan dari: www.” “Oh. kita bisa pergi makan malam atau apa. sepertinya tugasnya sudah selesai.dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti. Padahal aku ingin mengajakmu kencan.. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu. Mike menyadari perubahan di rambut Bella.stepheniemeyer. “Mike. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 . Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga.. Dari ekspresi puas samar di wajahnya.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan. Sedang Mike sama sekali lupa.. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya.” ujar Bella. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu..” katanya.” Pedih dan marah akibat cemburu. “Well. Mike menelan ludah. Aku mematahkan satu batang pohon lagi.. Aku sangat ingin terbang kesana.. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. Sejenak hening. “Hanya dibawah sinar matahari.com begitu penting di Seattle.

Diterjemahkan dari: www. Hmm. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan.. dan senang jika ada 160 . memang. Mike. Aku seharusnya tidak bertanya. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia.. Tapi. “Kurasa. Sepertinya. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun. Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu. Oh. Burung yang sudah di tangan. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar.. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah.stepheniemeyer.com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus.. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar. “Waktunya masuk kelas. Jessica. Buatnya itu pilihan kedua. mengikuti Bella terus. Hmm. dan aku tidak boleh terlambat lagi. Sedang Bella begitu tidak egois. Pikirannya kini saling tumpan tindih. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain.. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. “Oh. Badannya lumayan. Hmm.. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. Kurasa dia cukup manis.. dia melihat segalanya. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan.” Aku bernapas lagi.. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya. “Yang benar saja. tidak sebaik jika itu adalah Bella. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur. Jadi. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois.” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. Oke. sibuk dengan fantasinya. sevulgar fantasinya tentang Bella. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya. berloncatan dari pikiran ke pikiran. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar. hal itu sebetulnya sangat kentara.. Wow. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya.” Dia tidak bisa berkata-kata. Sepertinya Seattle memang cuma alasan...” Bella bimbang.. tubuhku bisa kembali rileks. Kemudian dia lenyap.” “Jessica?” Apa? Tapi.

. Oke. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Aku membaca lewat pundaknya. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. Ah—lagi-lagi klasik.Diterjemahkan dari: www. dan membukanya dengan kasar. Barangkali dia merindukanku juga. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. Aku tahu itu. tangannya membeku di satu halaman. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. 161 . Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. aku langsung saja pergi ke rumah Bella.com Angela Weber di dekatnya. Jadi. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. dan dia terlihat sedih lagi. Dan itu membuatku berdebar-debar.stepheniemeyer. yang kelihatannya sudah sering dibaca. tapi aku tidak mau ambil resiko. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. Dia penggemar Austen. aku memang berlebihan. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya.. Pada saat jam makan siang. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya. memberiku harapan. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia.

mendarat tanpa suara pada ujung kakiku. Dia berbaring diam. Napasnya lambat.. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen.Diterjemahkan dari: www. Dua sendok makan tepung. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar.. dia menutup bukunya dengan kesal. atau biru. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab..secangkir susu... sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari. Aku mengingatngingat novel itu. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah..stepheniemeyer.. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini. Ini sangat-sangat salah. Tidak beberapa lama. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin. menarik lengan bajunya keatas. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti. Satu misteri lagi. Mansfield Park. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari.com Aku sempat melihat judul halamannya. dan memejamkan mata. Aku meloncat turun. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan. Aku mendesah. Aku menghela napas dalam-dalam. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. seakan sedang menenangkan diri. Dia menghela napas panjang. sangat beresiko. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang.. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya.atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual.

mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga..Diterjemahkan dari: www. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis. “Edmund. Well.. Rasa benci pada diriku menguat. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter.. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya.. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun... dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. sekedar jaga-jaga. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku. Paling tidak dia masih memimpikan aku. Aku mengembalikan bukunya.. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya.” desahnya. menahanku di tempat.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku. akhirnya aku sadar. Terlalu. mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat. Sense and Sensibility. Aku sudah mau mundur lagi. “Mmm. tapi kemudian ia menggumam. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi.stepheniemeyer.. Mmm. 163 . Ahh... Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi.. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku.” Tidak terlalu ada artinya. “Mmm. Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu. Dia mulai dengan cerita pertama. Edward. aku akan menunggu sebentar.dekat.com ini di kepalaku.. Sia-sia sudah kesombonganku.

Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. hampir hitam dihadapan wajahnya. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah. bayang sore pun mengambilnya. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. Dia memandang ke sekeliling. aku cuma menangkap intinya. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. dan ia melihat ke arah suaranya. menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya.stepheniemeyer. Aku ingin menghalaunya. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul.. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara.sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan.com Siang pun berlalu. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai. “Charlie?” tanyanya pelan. Rambutnya kembali gelap. Untuk sesaat. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain. Aku lega ketika ayahnya pulang.. Jasper tidak memperingatkan teman164 . Dia terbangun. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok. Ketika cahaya menghilang. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk. Beberapa gerutuan samar. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya.Diterjemahkan dari: www.

Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. mimpi buruk apa yang menghantuinya. dia seorang pengasuh. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. Aku pergi ke lahan berburu terdekat.stepheniemeyer. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. Lagipula. Selimutnya berantakan. Setelah itu aku pergi. Aku disini untuk melindunginya.. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. Wajahnya kadang gelisah. ketika ia mendesahkan kata. kadang sedih. Aku bertanya-tanya. Hanya untuk jaga-jaga. aku akan tetap mengawasi Bella. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri. “Kembali. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. Aku jadi bertanya165 .” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks. Biar bagaimanapun. yang mana baik-baik saja untukku. kurang lebih sama dengan sebelumnya.. Rumahku kosong saat aku kembali. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip.com temannya untuk menjauhi Port Angeles. Hari sekolah berikutnya.tapi kemudian sadar. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku. hari terakhir matahari memenjarakanku. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu.Diterjemahkan dari: www. Dan. Hanya sekali. Ketika bicara. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur.

dia kembali. pikir Alice dengan riang. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. Aku masuk lewat dapur. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. membuatku bersyukur. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu.Diterjemahkan dari: www. Rambutnya sepirang Charlotte. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. begitu kesimpulan dia. Ugh. gerutu Emmet. dan hampir sama panjangnya. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. yang memandangiku dengan penasaran. Kau benar-benar payah. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi. pikir Charlotte. seperti biasanya. sebagai Bella. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri.com tanya. Itu lagu lama. Peter dan Charlotte masih ada. dan langsung menuju ke piano. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Mahluk yang aneh. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. Tapi. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood.stepheniemeyer. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. Ah. karena dia hampir setinggi 166 . Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. Edward. Tentu saja itu Rosalie. Sekolah usai. Dia sudah semestinya cemas.

Aku pura-pura tidak mendengar. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi. “Kalau kau bertemu Maria lagi. Jasper selalu menjadi favorit Maria. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. Setelah beberapa saat.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. Kuhentikan laguku di tengahtengah. menuju Seattle. dengung mantap suara mesin yang 167 . dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper. Peter. Edward. dan dengan tergesa-gesa berdiri. Tidak mendekati Port Angeles.” Kemudian mereka bersalaman. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. aku merasa lebih tenang.stepheniemeyer. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan. itu Esme.” salamku sambil mengangguk. semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. Dasar orang gila.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas. dengan suara mencibir. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya. Pasangan yang sangat cocok. mereka akan langsung ke timur. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. pada tahun 1940an. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama.Diterjemahkan dari: www. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi. Setelah di dalam mobil.” ujar Charlotte basa-basi. sedang Peter baru belakangan. “Charlotte. siap-siap untuk pergi.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. Dan Alice. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya.” kata Jasper sedikit khawatir. Alasanku sudah cukup lemah. Idiot. umpat Emmet padaku. Rosalie memikirkan hal yang sama. Kasihan. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary.

168 .Diterjemahkan dari: www.com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu. Rasanya lega bisa di jalan lagi. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella.stepheniemeyer.

Setelah menemukan Jessica. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. bertiup dari arah barat. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela. Tidak terlalu lama. Well. meski jendelaku sangat gelap.com 9. tapi Angela sedang ganti baju. yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. lebih tepatnya. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. Kemudian. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Aku hanya bisa 169 . ketika makin gelap. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. Dan. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. aku akan menemukan Angela. Ha ha. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. aku bisa mendekat. Mengambil resiko lebih. Untuk saat ini.stepheniemeyer. matahari masih terlalu tinggi diatas. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi.Diterjemahkan dari: www. Angela betul—Tyler cuma membual. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. Bella masih kelihatan kesal. setelah menemukan Jessica. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. Sesuai dengan warna matamu.

Secara berkala aku mengecek Jessica. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak. bahkan jika kita kembali dulu. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku.” Ibuku pasti akan marah besar.Diterjemahkan dari: www. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi. suara mentalnya paling mudah ditemukan. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko... Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok.. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. bahwa ia menegaskan niatnya. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya... Bella tidak kelihatan dimana-mana. baru saja balik arah. kemudian ganti ke Angela.” Aku 170 . “Dia baik-baik saja. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan. sebelum menjawab pertanyaan Angela.. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. ia kesal dengan kepongahan Tyler. kurasa dia sedang ingin sendirian. Kusentuh handphone di kantongku. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko. Jadi. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya. Dia akan suka itu. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama..stepheniemeyer.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella. minta pendapat Angela. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan.. Lagipula. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella.

mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia. ada sedikit sisa aroma Bella di udara.. Sebentar lagi matahari di belakang awan. 171 . Aku bertanya-tanya..com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella. Dia baik padaku selama di mobil tadi. Aku tahu seluk-beluk Port Angeles. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. Jika aku tetap berada di sisi barat. berharap pencarianku singkat.. Aku menilai sekelilingku. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini.stepheniemeyer. di trotoar.. tetap berada dibalik bayang-bayang... kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. Dia sempat kesini. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia. bisa untuk tempatku parkir.. Seharusnya aku lebih memperhatikan. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar. Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu.Diterjemahkan dari: www. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia. Aku seharusnya tidak melakukannya.” ujar Angela. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. Aku bertanya-tanya.. “Ayo cepat kalau begitu.

.. Aku mesti memberitahunya. Awan-awan mulai berkumpul di horizon. Apa dia tersesat? Well. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. dia hilang dari pengawasanku.kurasa anakku telinganya infeksi lagi. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari. Beberapa menit lagi. kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran. berharap melihatnya di jalanan... Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. dan arahnya membingungkan aku. mencari-cari dia.. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya.. Seperti sekarang.Diterjemahkan dari: www. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana.stepheniemeyer. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele..? Terlambat lagi. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan.. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia. Aku tidak suka ini. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat. tapi aku sudah keluar lagi. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. dan keluar dari jalur normal orang-orang. karena kemudian aku membaca lebih 172 . Pikiran satu ke pikiran lainnya. . Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu. mencari lewat mata mereka. aku akan bebas mencarinya di luar. Terkungkung. Hanya beberapa menit lagi.

tapi tidak tahu pasti persisnya. suaranya sudah jauh di belakangku. Aku 173 .stepheniemeyer. melenturkan tangannya. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella.. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh.” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. Dia melangkah ke arah Bella. Itu pikiran orang asing. “Pergi dariku. Itu membuatnya bergairah.. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama.” Suara Bella rendah dan tenang. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan. Di sekitar daerah industri.. “TIDAK!” teriakku. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. tapi tidak mengalihkan perhatianku. Aku pindah ke pikiran orang itu. plang toko. Bella bukan korban pertamanya.Diterjemahkan dari: www. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya. Mereka asal mengikuti Lonnie. “Jangan seperti itu manis. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. Keributan itu membuatnya marah—diam. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan.. Sesuatu. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. pasti ada sesuatu—nama jalan. bukan jeritan. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang. tapi tidak sepenuhnya asing. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai.

Aku tinggal satu blok lagi. dia terlalu memperhatikan korbannya. Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. Yang ini pemberani.stepheniemeyer. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. Terkejut dan agak kecewa. mencari yang paling menyakitkan. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. dan ia sudah lari menuju mobilku. tapi kematian itu akan terlalu cepat. “Cepat masuk. Di bagian lain dalam kepalaku. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. menyudutkan Bella.akan lebih ada perlawanan. Tidak kugubris.Diterjemahkan dari: www. Aku langsung menerabas lampu merah. Lampu sorotku menerangi mereka.com mengenali perempatan yang ia lihat. 174 . Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya. tapi tidak akan segera kukabulkan. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Dia akan memohon-mohon. siap-siap untuk menikmatinya. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. Dia ada di tengah jalan. Teleponku bergetar di kantong.” teriakku setengah menggeram. membuat mereka terloncat kaget. Dia menunggu Bella menjerit. Barangkali lebih baik. ketegangan dari berburu. Aku segera membukanya. dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat.. Bunyi klakson nyaring di belakangku. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah. tapi tidak mempedulikannya. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. Dia harus betul-betul tersiksa. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. Dia harus menderita atas hal ini. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu..

Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka. Bukan haus darah yang biasanya.Diterjemahkan dari: www. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk.” perintahku. Otot-ototku menegang.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. Aku harus membunuhnya. membanting pintu di belakangnya. Sepertinya. “Pakai sabuk pengamanmu. dan segala rencana kejiku langsung runtuh. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri.. kulit dari dagingnya. menatap ke arahku. daging dari tulangnya. sedikit demi sedikit. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan. melanggar semua rambu lalu lintas. dan sampai terasa di lidahku. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat.. Balas dendam mesti menunggu.. Bisa kurasakan pandangannya padaku. menjauh dari Bella. Aku akan mengulitinya pelan-pelan. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. memohon untuk segera dilampiaskan. ternganga bingung. 175 . Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku. sarat kebencian dan haus darah. Suaraku kasar. Bella memasang sabuk pengamannya. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. Apa yang akan kukatakan padanya. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut..stepheniemeyer. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi. berjengit ketika mendengar suaranya. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. Itu akan membuat dia ngeri.

“Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. Itu pasti kentara sekali. Baik-baik saja kah aku? “Tidak.. tidak terlindungi di tengah kegelapan. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . Tangan dinginku yang terkunci. tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. yang aku tidak tahu. Sekarang gelap gulita. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. Nadaku menggelegak marah. “Iya.com Anehnya. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. Dia pasti sangat ketakutan. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. Prioritas pertama. aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia. Rerimbunan pohon di pinggir jalan. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. tidak salah lagi.” aku menyadari.” Suaranya masih pekat—karena takut. Aku tahu itu. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami.. tempatku menunggu tadi.Diterjemahkan dari: www. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. Namun tetap saja.stepheniemeyer. Pembalasan adalah hal yang kedua. dia kelihatan tenang. Aku membawanya ke jalanan sepi. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. Dia berdeham pelan. sepenuhnya tidak bergerak. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan.

kecewa dan marah. Kupejamkan mata. kalau aku membahayakan hidupnya. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan. “Tolong alihkan perhatianku. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah. “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. pasti aku sudah tertawa.” pohonku padanya. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu.... berharap tidak bisa menemukannya. Jadi setelah kuhitung-hitung. itu manjur. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang.. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat.well. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan. kali ini penuh pertimbangan..com diriku. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. “kalau tidak punya mobil.Diterjemahkan dari: www. kau pasti ingat. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki. “Maaf... Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. Ya—inilah yang kubutuhkan. Aku mulai bisa 177 . memaksanya untuk bicara lagi.” Dia melanjutkan.” Rasanya menyenangkan.” tambahnya dengan nada datar.” Rahangku masih terkatup rapat.” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. “Mmm... Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain.stepheniemeyer. “Kenapa?” tukasku. Hanya karena dia membutuhkan aku. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan. sekali-kali melihat di salah. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom. Seperti sebelumnya. aku tetap bertahan di mobil. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom. khas dirinya. Aku tahu dimana menemukannya. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. berarti kedudukan kami seri..

Dia berhenti bicara.. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. itu tujuan yang mustahil. dan hanya bisa memimpikannya saja. aku lebih tenang. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. “Apa yang terjadi?” bisiknya. “Aku sudah mendengar tentang itu. Padahal aku butuh dia meneruskannya. Hampir. entah bagaimana.” Tidak. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu.com mengendalikan diri. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut. Aku tahu. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam. tapi aku tetap akan berusaha. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas. Suaranya pun jadi lebih marah.” kataku padanya.stepheniemeyer. Napasnya memenuhi penciumanku. dia tidak akan bisa ke prom.Diterjemahkan dari: www.” Kuharap. tapi tidak lebih baik. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . “Tidak terlalu. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini. Setelah semua kejadian ini.. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh. Aku menghela napas dan membuka mata. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh.

Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku.. Kosong karena syok. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku. Seringkali dia tidak mendengarnya... Aku hutang itu padanya.” “Oh.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi. atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu. Bella. “Jessica dan Angela pasti khawatir.. Semakin dekat ke kota. Aku tidak menyerah. Sesuatu yang tidak aku bisa. menuju jalanan yang gelap. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella.. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. lari.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. Aku berperang dengan diriku sendiri. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan.. ke kegelapan malam.” Aku menatap keluar. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku. Apa saking syoknya? Atau. Aku menarik napas dalam-dalam. berusaha menjadi apa yang seharusnya. atau pantas. Jessica dan Angela sudah selesai makan. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah.” ucapnya pelan.dia masih membuatku meneteskan liur. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Aku begitu dekat dengan berandalan itu.stepheniemeyer. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku. tinggal. “Aku seharusnya menemui mereka. Paling tidak dia tidak menjerit. Mereka sudah mau mulai mencarinya.com padanya. Belum. Tinggal. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa.. Belum. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . Bella. membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. Bella. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu.Diterjemahkan dari: www. Tidak. barangkali. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. Lari. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam. Suaranya sangat tenang.” ucapnya lagi. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya. tapi wajahnya tidak ketebak.. Selama beberapa waktu kami diam.

Diterjemahkan dari: www. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh. Dan kini. Dengan urutan seperti itu.” Baiklah ini akan menarik. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri.. Tapi.. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi. dia aman! Pikir Angela lega. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku.” Tidak. “Jess! Angela!” dengan suara keras. Aku membuka pintuku. “Mengajakmu makan malam.stepheniemeyer. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat. Mereka menoleh. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini. 180 .?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku. Dia gemetar. Apa itu maksudnya? Well. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu. aku tidak akan cukup kuat untuk itu.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. Bella! Oh. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. kedengarannya kaget. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. disinilah aku. bisa dibilang kencan dengannya. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku.” perintahku cepat-cepat. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan.

Diterjemahkan dari: www. dan perut kosong tidak akan membantu. 181 . “Mmm. Nah. Angela juga tidak terlalu berbeda. ketika melihatku disampingnya. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward. Mereka buru-buru kembali. aku tahu mereka sudah makan. Ya ampun. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis. Bella. Coba tadi tidak makan duluan. Wow. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang. Bella mengangkat bahu dengan santai. “Sori.” Aku tidak sependapat.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. dan kemudian terhenti.stepheniemeyer. dia keren banget! Batin Jessica. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. Bella tidak mungkin tahu. sebetulnya. seakan itu sepenuhnya yang terjadi.” dia mengakui. Angela mengerutkan dahi. Tidak. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia.. Dia mudah pingsan. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh.. Begitu tenang. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang. Tapi. kami sudah makan ketika menunggu tadi. berdasar pengalaman yang lalu. pikirku masam. Pasti memang syok. Pikirannya pasti syok.” Jessica setuju. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. Wow. Nadanya luar biasa normal. syok.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan.tentu saja. Pikir Angela kemudian. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga.. “Aku tersesat. Mendadak pikirannya tidak karuan. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini..

aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau.” katanya padaku. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi.” Kubukakan pintu restoran untuknya. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi. dia perlu makan sesuatu..Edward. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya.Diterjemahkan dari: www. Aku ingin menyentuh tangannya. Mobil Jessica berada tidak jauh. dia melihat Bella mengedip. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau. Bella mengedip? “Oke. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. “Kalau begitu. Pada saat bersamaan. Baru setelah mobilnya lenyap. “Sampai ketemu besok.com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku. keningnya. Bella. Oh. seperti yang lalu. “Jujur saja aku tidak lapar. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil..” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella.. Bella kelihatannya masih menutup diri.” “Eh. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang.” ujar Angela cepat. Atau. Ya ampun. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai.. tidak masalah. kurasa. Aku tidak mau pergi. untuk mengecek suhu badannya. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan... Jessica melambai saat pergi.stepheniemeyer. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela. diparkir dibawah lampu jalan. hibur aku. ya ampun.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Sepertinya ini malam keberuntunganku. dan Bella melambai balik.

eh. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi. “Tentu saja.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. “Oh.” Pikirannya sedang menebak-nebak. Mata manusia memang kabur. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. Barangkali dia sepupunya. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya. menelengkan kepala penasaran.stepheniemeyer.. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. iya. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah.. Tanpa ambil pusing. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. Gadis ini tidak mungkin adiknya.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. pasti itu. Dia tidak mungkin berkencan dengannya. lebih baik tidak usah mengambil resiko. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu. Sialan.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami. Ya. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. Selamat datang di La Bella Italia. Tapi keluarga. mereka sama sekali tidak mirip. dimana tidak ada orang yang 183 . Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. dia akan sangat penasaran malam ini. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal.. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well.. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. Matanya melebar terkejut. Aku menggeleng. dan dia jadi ragu. Cope dan Jessica Stanley.Diterjemahkan dari: www. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk.

” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella.” Dia tidak mungkin nyata. Wow. Aku tersenyum lebar-lebar ke dia.” Aku memperhatikan ekspresinya. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur. “Mmm. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti.pelayan kalian akan segera datang.... Cukup akurat untuk malam ini. “Sempurna.. Aneh. “Tidak adil..” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu. “Oh.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab. kenapa berbeda dengan..” Hmm. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya. Barangkali gadis itu akan hilang.com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali. 184 . “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja. yang benar saja. Bella hampir betul. meski itu yang kuinginkan..mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos..stepheniemeyer. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu. Ini pasti mimpi. Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi. Aku bertanya-tanya.Diterjemahkan dari: www. menunjukan seluruh baris gigiku. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu. Atau. apa yang akan kuceritakan.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini. Dia masih tidak takut. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan.

kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. Apakah dia..stepheniemeyer. terkejut oleh pertanyaanku. Dia terlihat bercahaya. sakit. Butuh semenit baginya untuk menjawab. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku.Diterjemahkan dari: www. Lebih dari sehat bahkan. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. Ah. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya. aku menatap wajah Bella. “Aku baik-baik saja. Dia tidak akan mau diperhatikan. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya. “Halo. “sering kali. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi. tapi kukecilkan volumenya.” Dan pipinya bersemu merah muda.” sapa seseorang. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku.” Aku setengah tersenyum.com Tapi.” jawabnya. Meski begitu dia terlihat sehat. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. menantikan sangkalannya. sedikit kehabisan napas. Matanya berubah agak tidak fokus. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. “Haruskah begitu?” “Well.” aku meralat. “Dua coke. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella.. sebelum aku sempat menyesalinya. “Kurasa itu tidak akan terjadi.. dia minta pesanan minum kami. dia sudah menjawab. ketika aku tersenyum padanya. sebetulnya aku menunggumu syok.” “Kau tidak merasa pusing. Dia mengerjap. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. 185 .. seakan minta persetujuan. Alih-alih mendengarkan. Aku membuat dia terpesona. Pikirannya nyaring sekali.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. Si pelayan masih menunggu pesananku. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella.

Dia terlihat sangat lemah. Isi pikirannya vulgar.” Kucopot jaketku. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis. kemudian sempat menggigil.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. “Mmm.” Bella membuat ekspresi datar. Haus. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica. Dia minum sampai gelasnya kosong. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya.” ujarku..” Dia mencari-cari bingung. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi. 186 .” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. Dahiku sedikit mengerut. kemudian menggigil lagi. dan ia langsung memakainya. Hmm. Dia menatapku. “Aku pesan jamur ravioli.. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh. “Kau tidak punya jaket?” “Punya. hampir serapuh kulit aslinya. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan. Dia menyadari semuanya.” tapi dia gemetar lagi.” aku memaksa. sangat manusia. blus itu menggantung seperti kulit kedua. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja. Dia menaruhnya didepanku. atau syok? Dia minum lagi sedikit.com Berarti. jadi kudorong gelas kedua padanya. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat.” Bella melirik sekilas ke menu.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. “Minumlah. pipinya merona lagi. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. Kapan saja. Aku ingin dia mengenalku. Dia tersenyum. Pertahananku mulai runtuh. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau.” Itu betul. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. tapi mengangguk. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. menunggu. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi. Meski sentuhannya begitu menyenangkan.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia.” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit. Bukan karena aku berhutang padanya. “Aku membuntutimu ke Port Angeles. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. 192 . “Itu bukan yang pertama. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. pada insiden van itu. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. “Jangan ada yang ketiga kali. dan dia tersenyum. meski pikirannya sunyi. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana. resiko yang kuambil.” sanggahku sambil menunduk. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh.. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka. oke?” Dia cemberut. dan mata coklatnya menghangat. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. Aku membaca matanya. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya.” Aku mengamatinya. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. Sudut bibirnya terangkat keatas. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ.. dan itu membuatku marah. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. dan berubah jadi penolakan. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. Bahuku terkulai malu. menatap taplak meja yang berwarna merah marun. Namun. Aku baru saja mengaku membuntuti dia.

Dia tahu. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh.” Dengan sia-sia. mencoba mati-matian untuk memahami. berkat dirimu. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. sepenuhnya sadar. Aku pun mengajukan syaratku.. Lalu. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya. di sinilah aku duduk.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya. menyaksikannya terjadi 193 .Diterjemahkan dari: www. jadi penasaran. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. aku bicara. tapi tetap saja membuatku khawatir. anehnya. Matanya yang dalam. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya. wajahnya tetap tenang..” jawabnya tenang. setelah pernah mendengar pikiran seseorang. aku bisa dengan mudah menemukannya. “Ya.” Eksoresinya berubah.stepheniemeyer. Jika ceritaku diteruskan. “karena. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini.. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul.” Akhirnya aku meneruskan certaku. namun kali ini dengan tatapan prihatin. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal. Tapi tetap saja. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang. “Ya. Bella sangat diam. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya. Aku mendongak melihatnya. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya. “Biasanya. napasnya semakin cepat. “Kau ingat?” Dia pasti ingat. Itu tidak masuk logika berpikirku. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. Matanya masih menatapku lekat-lekat. “Kau makan. entah bagaimana..com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan.

. dan kau pergi ke arah selatan. Selama aku masih merasa terbakar. dan aku tahu kau toh harus kembali.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap.. Aku butuh dia mati.” ujarku dari sela gigi. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku.. “Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui. Aku tahu kau tidak masuk ke sana. tapi anehnya aku toh khawatir juga. mengunci tubuhku jadi es. matanya lebar.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia. Bella masih membutuhkanku. Tapi dia hanya mengerjap satu kali. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan. masih sambil.” 194 . Dan itu membuatku lega.“—seperti kataku. aku hanya menunggumu. Aku mau orang itu mati. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk. Bersama derasnya udara yang masuk. Ini pasti membingungkan. “Aku mengikuti Jessica. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki.. Dia tidak bergerak.. Dia ingin aku meneruskan. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya.com adalah kesulitan yang lain.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. Atau.. “Matahari akhirnya terbenam.stepheniemeyer. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. “Aku mulai bermobil berputar-putar. napasnya membakar tenggorokanku. Lalu.Diterjemahkan dari: www. tidak sanggup untuk tidak menggeram. menelan keras-keras. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal. Itulah yang paling penting. mendengarkan. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup. Jadi. berarti dia aman. Aku tak punya alasan untuk khawatir.

aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. pemburu. Dengan mata tertutup. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela. “Sulit. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri.. iramanya sempat tidak teratur. tapi tenang. Fokus hanya pada wajahnya. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam. Dan... tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. sangat lembut dan mudah pecah.” Untuk kedua kalinya malam ini. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian. Aku menutup wajahku. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri.” bisikku. Napasnya juga tenang dan teratur.. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. melalui takdir yang salah kaprah. aku hampir tidak kuat menahannya. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini.. Aku mendengarkan detak jantungnya. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi. dan membiarkan mereka.com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. Dia butuh seorang pelindung. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam.. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti. Dalam batas tertentu.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.. tetap hidup. dan pembunuh. aku akan pergi mencari mereka.. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran. Aku menatapnya lagi. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian. aku mengakui niatku untuk membunuh. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. Ekspresiku pasti seperti monster. 195 . menarikku ke arahnya.

terima kasih. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. Seketika itu juga. menunggu dia menguasai diri. “Kami mau bayar. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. Alasannya karena Bella. melihat ke si pelayan. ini cukup lucu. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. dan Bella cepat-cepat mengikuti. Aku berdiri.com “Aku siap untuk pulang. Kami berjalan menuju pintu keluar.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. membuatku kehilangan tajiku. setelah mengerti alasannya. jadi lebih tidak menakutkan. “T-tentu. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 .” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. Aku mendongak. Napas pelayan itu memburu. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan. “Ini dia. “Simpan saja kembaliannya. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku.” ujarnya terbata-bata.stepheniemeyer. jadi manusia. Ya. Pelayan itu kembali.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Sekarang jadi sedikit lucu. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. Aku ingin menawarkan tanganku. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah.Diterjemahkan dari: www. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. Benar-benar membuat frustasi.

Aku harus menghindari pikiran seperti itu. dan otot-ototku menegang. disinilah dia. bergolak dan menguat.” kataku ragu. tidak lebih. masih ingin berada di sisiku. Apa itu langkah yang tepat? Kini. Itu membuatku bertanya-tanya. aku terbakar. sudah ingin bertanya. kelihatan malu. Sangat pantas untukku.Diterjemahkan dari: www. dia menghela napas pelan. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. Sebuah pengorbanan. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman. Aku menatap ke dalam matanya. secercah senyum pada bibirnya. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima. cuma terbakar. tapi juga segan untuk bertanya. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. Dia bersidekap di balik jaketku.” 197 . Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. saat hanya fokus padanya.. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. Pasti begitu. “Giliranmu. Itu membuatku lebih penasaran lagi. seperti entitas lain di dalam mobil. Aku menunggu. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya. seakan aku sedang berburu.com berani. penyesalan apa yang membuatnya sedih. Perasaan terbakar. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. Tapi yang terjadi.stepheniemeyer. “Sekarang. liur telah membanjiri mulutku. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan. Ugh. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas.. Dan. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. ketika tiba-tiba ia menunduk. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. mobilku terlihat sangat kecil. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

“Kalau saja aku melihatnya..” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang. Hanya saja. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu. menyaksikan penaklukannya secara langsung.” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi. untuk memancingnya agar mau cerita. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. “Aku yang memaksanya bercerita padaku. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu.bersalah. Aku berpaling dan tergelak. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan.Diterjemahkan dari: www. “Itu salahku.com sebenarnya. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati..” ucapnya kemudian setelah diam sejenak. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang.” 203 .” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu.. ekspresinya terlihat. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku.” Dan aku tertawa membayangkannya. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya.. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia... Suaranya kini jadi waswas.” Lewat sudut mataku. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga. Yang terburuk telah lewat. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah. Pikiranku sedikit teralihkan. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi. Ia tertunduk malu..stepheniemeyer.. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya.” ujar Bella tiba-tiba. dan aku tidak keberatan.” Wajahnya merengut saat mengingatnya. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki.

Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka. Kemudian. Waktunya kembali ke cerita horor. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat. Kebanyakan konyol.. Dia menarik bahaya ke arahnya. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik.” Dia sungguh tidak masuk akal...” Dia diam lagi.com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik..sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. Aku melirik ke arahnya.Diterjemahkan dari: www.. Bocah itu tidak tahu apa-apa.stepheniemeyer. “Apa?” desakku. “Tidak ada yang cocok. apapun itu yang jadi 204 .” Betapa praktisnya. Kemudian semuanya jadi jelas..” jawabnya. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. Dia mengundangnya. “Lalu. terapis yang paling andal. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil.. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. “Aku mencari keterangan di internet. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah. “Dan..sangat. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik. “kuputuskan itu tidak penting. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu..” jawabnya dengan suara yang begitu lembut.. Dia tidak bicara lagi. dia sedang memandang ke luar jendela. tidak seperti yang kukira akan kurasakan.” Aku mulai mempertanyakan. Aku mendengar giginya terkatup rapat. dan kemudian ia berbisik.

Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru.” Dia mewanti-wanti. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. Itu tidak penting.. “Jangan tertawa. Dia tersenyum padaku.. senyumannya justru makin lebar. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. Ketika aku menatap balik. “Mitos. aku mulai merasakan sebungkah harapan. “Kau marah.. cuma detaildetail kecil.” Kata-katanya itu. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas.” 205 . Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras. seperti cara biasanya.” Tidak juga.” Mendadak dia jadi bersemangat.Diterjemahkan dari: www. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa. “Tidak. Dia tahu aku bukan manusia. “tujuh belas.” “Oke. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi. “Cukup lama. seorang monster.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh. “Tidak juga.” Suaranya sudah tenang lagi. Disamping mencemaskan kewarasannya.stepheniemeyer. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. Aku cuma meringis.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini.” keluhnya. Dia menahan napas. dan hal itu tidak penting buatnya. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya. Dia tidak peduli.. “Tapi aku memang penasaran.

Dia mengerti juga.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. dan aku jadi rindu untuk tidur. Akhirnya. Dia terdiam sejenak. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun.” Aku menghela napas. Dia memimpikan aku. Tidak seharusnya dia memimpikan aku. Aku pun berpaling. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi.” 206 . tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. itu.. itu.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. Dia harus dipaksa untuk memahami. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. Kupandangi mata coklatnya yang dalam. “Well. jika aku bisa bermimpi.stepheniemeyer. “Aku tidak bisa tidur. seperti sebelumnya.” Jantungku semakin beku. “Sama sekali?” “Tidak pernah. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia. Aku ingin memimpikan dia. ekspresinya keheranan. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh.com “Terbakar matahari?” “Mitos. menjawab pertanyaannya terus terang..” “Tidur di peti mati?” “Mitos. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama.Diterjemahkan dari: www. Dia menatap balik. Barangkali.” gumamku. “Ya. lebih keras dari biasanya. Aku tidak mungkin memimpikan dia. Itu cuma membuat suaraku makin parau. jika aku bisa tidur.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

” elaknya dengan suara gemetar. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. Merampas hidupnya dan jiwanya. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. “Ya?” Dia berusaha tegar. Aku melukainya sedalam itu. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini. untuk memikirkan sesuatu yang lain.bukan. Napasnya tersedak dan tak beraturan. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya.. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku.stepheniemeyer. “Maafkan aku.Diterjemahkan dari: www.” sesalku dengan rahangku terkunci. namun air mata masih menggantung di suaranya. “Aku bertanya-tanya. Aku ingin mengganti topik. Dia melihat keluar jendela. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. “Jangan pernah katakan itu. Dan kuturunkan tanganku. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 . “Tidak. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu.. Dan untung bagiku. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. Ini belum terlambat. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung.” desisku.” kataku kemudian. Perasaanku langsung nyeri. Tangannya mengeras di pangkuannya. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan. Aku selalu punya pertanyaan. dan dia menggigit bibirnya lagi. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. Membenciku karena telah merampas segalanya. seperti kristal.

“Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang. Amarah mendidih di belakang kepalaku. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup.stepheniemeyer.” jawabnya dengan lebih terkendali. Dia tetap tidak bergerak. Dia mengangguk puas.com sesuatu. dan memandang keluar jendela. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga. dan mulai mencopot jaketku. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan.” Aku tersenyum padanya. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. jadi kenapa tidak sekalian saja.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut. “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya.Diterjemahkan dari: www.” ucapnya malu-malu. Kemudian ia kembali menatapku. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya. “Aku akan menunggumu saat makan siang.” Jantungnya berdegup kencang.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu.” Suaraku terdengar masam.” Dia menghela napas. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. 213 . Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. nadanya berubah jadi marah. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari. ilmu bela diri.” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. Kau tahu kan.

Dia mengerjap.com Aku buru-buru mencegahnya. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan. sama seperti aku enggan dia pergi. Aku pun tersenyum. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak. Tapi selalu ada yang lain..” Dia langsung setuju. “Oh. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. kaget. “Jangan pergi ke hutan seorang diri.. seperti tutup botol dalam sakuku. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia. namun cepat menguasai diri.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. begitu manis dan harum. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana. Tapi kemudian tatapannya menajam.stepheniemeyer.” Bisa kubayangkan. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja. bahkan hanya sebentar saja. Aku bisa tinggal begini semalaman. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok. tapi dia butuh tidur. Sebuah kenang-kenangan. pasti sudah jauh melewati Seattle. Anggap saja begitu. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi.” Aku bertanya-tanya.. benar. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya. Dia enggan pergi. “terserah apa katamu. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku.” Napasnya menyentuh wajahku.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan. Itu hanya membutakan manusia.Diterjemahkan dari: www. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya..” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya. “kau boleh menyimpannya. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 . Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan.” Dia gemetar. tapi berhenti.

“Baik kalau begitu. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. Begitu pula denganku. “Tidur nyenyak ya. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. Terpesona. “Sampai ketemu besok. Begitu pula denganku. Untuk sementara aman.” ucapku. Aku mencondongkan badan ke arahnya. Jantungnya berdegup kencang.com aman. “Bella?” Dia menoleh. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. dan membeku. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak.Diterjemahkan dari: www. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi. ingin menahan dia disini. dan bibirnya merekah. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam. kukira. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. matanya melebar dan membeku.stepheniemeyer. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. meluap-luap karena kedekatan ini.” Kemudian dia membuka pintu. 215 .. melihatnya pergi. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. Biasanya.” bisikku.. Aku mendesah pada kemustahilan ini.

Dia sudah tahu. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku... Mimpi buruk yang suram.stepheniemeyer. Bella telah aman di rumahnya. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya. muncul lagi ke permukaan. tatapannya sengit. dan mendapat senyumannya. “Ah. 216 . lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad. Aku mengingat kembali senyum itu. Meski jelas-jelas buat dia ini buruk.. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca.Diterjemahkan dari: www. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. Tersesat di tengah kegelapan.. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat. Dia sudah aman. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. tetap saja sangat melegakan.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. mendengar suaranya. bagaimana matanya menghangat dan mencair. Lebih dari itu. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya.begitu mudah pecah.. Tapi perasaannya cukup kuat juga. aku memikirkan perasaan Bella padaku. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku.. Itu membuatnya lebih aman. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya. Aku memikirkan Bella.. Itu tidak penting buat dia.. Aku sendirian.

. sindirnya dalam hati.” “Tadi itu hampir saja. keduanya sama-sama membuatku kesal..” gumamku. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles. adalah salah.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman. Tapi. Aku tahu itu. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya. “Carlisle di ruangannya. Maaf. Tapi. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman.” “Ya. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. lalu membukanya. kau sudah tahu.. Alice.. menungguku.. Aku berhenti di depan rumah. mengeluarkan hand phoneku. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan. Aku juga minta maaf. “Tidak usah menyesal. Kenyataan itu memastikan keputusanku.sibuk. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya. Aku memutar mobil ke utara. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya.. “Terima kasih.com Tidak. tidak masuk ke garasi. aku tahu. Alice sedang duduk di beranda. malu pada dirinya. Terima kasih telah menjawab teleponku. Pada saat aku melihat itu akan terjadi. yang sudah gatal ingin kulakukan.Diterjemahkan dari: www. Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan. aku tahu kemana bisa minta bantuan.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia. Aku sedang. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh.” Aku berhenti di depan pintu. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang. ulangnya. “Oh.stepheniemeyer.” 217 . “Sori.

Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh. tapi kurasa aku bisa menebaknya.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi. iya kan? “Kurang lebih begitu. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini. “Tidak.. “Dasar.” Aku tidak akan bilang apa-apa. Kata-kata itu begitu indah buatku. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik..” 218 .” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh.. aku melewatkan itu juga..” Dia mengerutkan bibir dan menatapku. Nanti.stepheniemeyer.” “Yup. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku.com “Thanks. Jangan meremehkan Bella. “Ya. aku mengeluh panjang. Coba aku tahu.” Alice cemberut padaku. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik.Diterjemahkan dari: www. Malam ini dia akan baik-baik saja. “Terlalu baik. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami. Karena mulai tak sabar.” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan. Aku pasti datang. memalukan..” Aku mengambil napas panjang. oke? “Oke. “Alice. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada.. aku ingin segera mengakhirinya. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks.” Bella menerimanya dengan baik.” “Ngomong-ngomong. Dia tertawa. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya. ada ekspresi menuduh pada wajahnya.

sangat ingin. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle.” sambutnya sambil tersenyum. Efek kehadirannya sangat baik untukmu. dan buru-buru ke kamar Carlisle. “Akan kutunjukan dimana orang itu. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti. Kau tenang saja.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi.untuk membunuh orang itu. “Sangat ingin. “Ya.. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku. dia mengoreksi. “Aku butuh bantuan. Namun tetap saja.. Dia sedang menungguku..Diterjemahkan dari: www.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella.com Aku mengangguk. Edward.. Aku terkesan. dan sangat terkontrol. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana. Kau tahu.” “Tentu saja tidak. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat. karena itu berarti balas dendam. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya. hampir.” Dia tersenyum lagi.” “Ayo kita pergi. Carlisle. “Aku tidak sedang butuh pujian. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu. bukan keadilan.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. “Aku akan membereskannya.stepheniemeyer.” “Apa saja. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. Tapi aku tahu itu salah. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku. Murni karena marah. Aku bingung. Memang. Carlisle. aku ingin. itu tidak memuaskan insting buasku.” kata-kata itu berhamburan begitu saja. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya. Tidak akan ada lagi korban berikutnya. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 .

Napasku memburu. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward.. Karena. Pasti ada jalan keluar. Kembalilah ke Bella. Hanya saja. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian.. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Dia harus bahagia.com melakukan dengan caranya. Ya. Aku membawa Carlisle ke depan bar. Alice masih ada di beranda. Kami memakai mobilku. kami tidak akan kesulitan. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. ucap Carlisle lembut. namun segera mengalihkan bayangan itu. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. sebelum dia protes. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. Hanya saja. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah.Diterjemahkan dari: www. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Edward. Kuharap aku bisa mempercayai itu. Pergilah.stepheniemeyer. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya. 220 . pikirnya lagi. Edward pantas untuk bahagia. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. Sudah tentu. Sangat tak terduga. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. Padahal tadi.

Tapi. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. di dekat tangga. Aku membukanya penuh harap. Saat sedang mempertimbangkan hal itu.Diterjemahkan dari: www.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. yang pantas untuk bahagia.. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. tidak seperti malam-malam lainnya.memancing barangkali? Nah. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun.. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. Untuk sesaat.stepheniemeyer. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. yang mengidamkan kehancuran Bella. kini dia meringkuk memeluk badannya. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan. Dengkuran Charlie keras dan stabil. Aku memperhatikan sejenak. Semuanya telah seperti seharusnya. dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. letak lemari yang kucari-cari. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil. dan menemukan yang kucari. disana. dan lari menuju Forks lewat hutan. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Sambil menahan napas. tidak akan ada yang tahu. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. Aku mendesah lega. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. Aku memilih selimut yang paling tebal. bibirnya ikut gemetar. Seorang malaikat 221 . dia menggigil. aku memikirkan Carlisle. kemudian menyelinap keluar ke lorong. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. Kurasa karena dingin. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. dan kubawa kembali ke kamar. Bella aman di tempat tidurnya. bertanya-tanya dimana dia sekarang. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. bermimpi. dengan hati-hati kuselimuti dia. Sosok itu.

com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. Setelah lewat setengah jam. Dengan senyum acuh. “Edward. Dan dia mulai bergumam. Lagi pula. Dengan tawa sembrono. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. tambahkan kesialan tanpa batas. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. Ini hal sepele. melainkan dialah hadiahku. Aku tersenyum puas. Dia tidak jauh berbeda dengan monster. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku. aku bukan eksekutor Bella. membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku.Diterjemahkan dari: www. Dalam pandangan ini. yang terakhir. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. tertegun. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. posisi Bella mulai lebih rileks. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. dan dia tersenyum. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu. mata biru yang licik.” desahnya. Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. aku tidak punya malaikat pelindung. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan.stepheniemeyer. Napasnya makin dalam. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. 222 .

yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma.. dengan satu foto yang tidak jelas. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga.. hanya beberapa meter dari kantor polisi. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. Kuharap dia akan diadili di Texas. 223 . Monster itu tidak lagi berkeliaran. dan aku tidak jadi pembunuh.” Aku mengangguk. Tidak. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. Aku telah melakukan yang kubisa. Aku akan melupakan hal itu. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma.stepheniemeyer. dan seberapa menarik perhatian.Diterjemahkan dari: www. dan fokus pada apa yang paling penting. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan. Itu tidak penting lagi. Kuharap dia tidak menonton. Paling tidak. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. itu bisa membuatnya ketakutan. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik. “Alonzo Calderas Wallace. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. telah berhasil ditangkap di Portland. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. foto buron. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah.” beritahu Alice padaku.” Fotonya agak buram. bukan belakangan ini. dimana hukuman mati masih sering diberikan. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. Oregon.com 11.

Aku tersenyum padanya. Dia akan berlagak marah. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Aku melihat ke jam. dia tersenyum.. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. penuh harapan lagi. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan. Aku tidak menanggapi. “Rosalie yang akan mengemudi. Ketika menggumamkan namaku berulangulang.stepheniemeyer. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga. “Sampai ketemu di sekolah. batinnya. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur. maukah kau—” Dia langsung memotongku.. Kau mestinya tahu. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. “Alice. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 . Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. dan buru-buru keluar.Diterjemahkan dari: www. aku tahu. Bella juga akan menyukaiku. dan senyumku berubah jadi seringai. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. Aku mengeluh sendiri. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah.” Alice tertawa riang. Aku tahu. ini bukan karena aku egois. Belum saatnya. sobekan kertas timah. tapi tahu sendiri. Pepatah manusia mengatakan.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu.” Alice menghela napas. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella.

Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. 225 . “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya. Aku akan meremukkan dia. aku memberinya pilihan. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. Tasnya disampirkan di pundak.kulitnya. karena itu mustahil.tubuhnya. “Ya..stepheniemeyer. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. Hangat.. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Kemudian dia berhenti mendadak.” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu. terpesona.. semua harus sesuai kemauannya. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair.. yang melengkung indah dari bawah leher. dan membukakan pintu mobil untuk dia.warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya. Tasnya merosot ke tangan.. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku. Tubuhnya membeku.. hasrat terhadap bibirnya.. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain.Diterjemahkan dari: www. Tidak seperti waktu makan malam kemarin. kagum. aku akan menjadi diriku sendiri. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua. Mulai sekarang. Bella menghambur keluar rumah... Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai.com —dia hampir terlambat. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. Rambut ikalnya agak berantakan. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya.. terima kasih. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut. terkejut saat aku muncul begitu saja. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. Aku keluar. Aku tidak boleh membuat kesalahan. Dia menatapku. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai..

226 . apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat.” Tidak ada satu jeritanpun. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. “Aku membawakan jaket untukmu. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. kau tahu. Bahkan walau tahu kalau ini salah. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. Dia tidak punya jaket. tidak sabar ingin berada di sampingnya. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. itu masalahnya. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku. terlihat lega aku mengungkitnya. Kulihat dia memandanginya. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik.stepheniemeyer. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik. “Benarkah?” gumamku sendiri. Pagi ini dingin. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. tidak ada bandingannya. apa yang sebenarnya kau pikirkan. Dia tersenyum.com Apa aku akan berhenti keheranan.” Tentu saja.” “Aku tak selemah itu. Ujung bibirnya mengerut turun. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya. membuatku bertanya-tanya.Diterjemahkan dari: www. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini. Aku langsung melesat mengitari mobil. aku belum pernah merasa sebahagia ini.

“Kelewat mencolok.Diterjemahkan dari: www. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. yang mana kuragukan. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila... aku mulai terbiasa.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini. Jangan pernah katakan itu. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin.” “Kau mengeditnya. Dia ragu sejenak. lalu berbisik. dan aku parkir disitu.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan. mencari hubungannya. kan?” “Mmm. Kalau Rosalie punya itu. kelewat mencolok. “Seperti kataku. “Mereka naik mobil Rosalie. “Tidak terlalu banyak. “Kau tidak ingin mendengarnya. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya.” sergahku. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan.stepheniemeyer. kata perkata. dan membuatnya menangis. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan.. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata. wow. Aku hampir menggeram ketika itu.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak.” Dia menggigit bibirnya lagi. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat.” Aku harus berpikir sebentar. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam. Kami berusaha membaur..” 227 . Keadaan hening.

“Memanjakan diri. pagi Jessica.” “Sudah kuduga. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya.com “Kalian tidak berhasil. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan..Diterjemahkan dari: www. Dia sedang menunggu Bella. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu.” sapa Bella. Jaket Bella di tangannya. namun ditarik lagi. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica. “Selamat. Napasku memburu. Kami semua suka ngebut. sama seperti tadi malam. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. Matanya membelalak tidak percaya. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. Terima kasih sudah ingat membawanya. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. Kemudian Bella melihat juga.stepheniemeyer. Bella tersenyum mendengarnya. Dan harus secepatnya. Aku harus sopan pada teman Bella. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo.” Dan dia tertawa riang. entah dia itu teman yang baik atau bukan.” gumamnya masam. “Hei Jessica..” 228 . “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan.

Benak Jessica tiba-tiba terputus. Namun tetap saja aku. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius. Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa.. aku lebih memilih dia pakai 229 ...” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas.. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu..” Bella mengerang. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu. Ini aneh. Itu tidak akan mungkin terjadi.” Aku menatap kaget.. dia pasti akan menertawaiku habis-habisan. “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono. Hmm. sedikit memalukan.. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu. Tidak boleh tidak.Diterjemahkan dari: www. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut. bahkan tidak ke diriku sendiri. berusaha ceria lagi.” gumam Jessica tidak jelas.... aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas. Jika Emmet sampai tahu. Kira-kira. “Bagaimanapun. “Err. Kemudian matanya memelototi Bella. Mata Jessica makin membelalak.com Waahhh. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama.... Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut. Sesekali dia menoleh ke belakang. “Apa yang akan kau katakan padanya?” .hai. Setiap detailnya. dia ganti membayangkan adegan itu.aku cukup suka itu. Cerita lengkapnya. Aku langsung berusaha mengusirnya. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng.stepheniemeyer. berusaha mengolah ucapanya. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. sampai ketemu nanti.” Kau harus menceritakan semuanya.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku. “Hei!” desisnya tajam.dan jujur saja. Tidak.. “Yeah.

“Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan.” gumamnya.. “Tolong bantu aku sedikit. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya.. tanpa persiapan.” biarkan dia 230 . terlepas dari belakang telinga.. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi.” kataku lambat-lambat.pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan. Aku merengut karenanya. “Tidak. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu. kalau kau tidak keberatan—.” Betul—dia tidak suka standar ganda. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. aliran darah di balik kulitnya menderas.com terus.stepheniemeyer.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya. dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter.” Matanya menyipit.Diterjemahkan dari: www. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia.. Dia mengembalikan jaketku. aku bertanyatanya apa Ms. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. kau akan bilang apa padanya?” desakku.. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. dan menggeleng. “Itu tidak adil. ketika itu Bella langsung menjauh.. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya. “Iihh. “Jadi. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm.. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama.” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. Dia sok polos.. aku harus berlaku adil.. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda. Sebaiknya jangan.” Matanya melebar—bukannya kaget. tapi dibuat-buat. pupil matanya melebar. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku.. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut. Itu menarik perhatian mataku.

. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi. hanya badanku yang di kelas.” bisiknya. “Well. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer. secepat kilat hingga menghilang.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. yang duduk di meja sebelahku. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. Aku cepat-cepat berbalik.stepheniemeyer. Dan aku ingin mendengar pikirannya. dia masih begitu. Detak jantungnya masih belum teratur. Well.. Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi. dengan mulut terbuka.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. 231 .com yang memilih. “Sampai ketemu saat makan siang. Menyeramkan. Ugh. Aku tidak bisa berkonsentrasi. Dan. Aku berbalik lagi dan tertawa. Aku ingin lari—benarbenar lari. harus selalu begitu. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas.” “Aku tak keberatan. bukan pikiranku sendiri. seperti terbang.” kataku sambil menoleh melihatnya. Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban.

aku langsung sepenuhnya diam. Sebaliknya.. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. Bahagia. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella. melainkan malas. mungkin. Tapi tidak terlalu menolong buatku. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica. dan menginginkan yang telah ia miliki. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan. aku tidak kebaratan membantunya. Beberapa. ketika sampai di kursiku. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas... Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris.. Tapi nanti lagi. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. Aku cuma perlu terus mencari. pikiranku terlalu fokus ke Jessica. Kuharap dia benar-benar memperhatikan. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia.dengan begitu Edward berarti masih sendirian. Kecuali.murung..Diterjemahkan dari: www. Pasti ada sesuatu yang dia mau. benar-benar membaca wajah Bella untukku.. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan. Jessica sudah duduk di kursinya. Kusangka itu akan mudah.. Dia sering diminta menjaga mereka. Itu sangat murah hati. Dia kelihatan. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan. Itu sangat sulit. seperti kebanyakan orang. Itu pasti mengecewakan..com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . tapi itu tidak membuatnya kesal. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber. dan menganggap impas.stepheniemeyer. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. dia memikirkan adik kembarnya.. Aku akan mengirimkannya tanpa nama. Wajah Bella tidak kelihatan murung. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan..

“Dia ngebut seperti orang sinting. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui.” Dia tersenyum.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Dan aku tergelak. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. Mason memelototiku. Dia bergerak dengan enngan. Mason. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk. memotong pembicaraan Mr. tapi tidak ada yang tertipu. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. di lamban sekali. senyuman kecil. “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. Aku akan cari tahu yang sebenarnya. Mengerikan. Mr. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. Huh. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. Ugh.” Itu tidak terlalu menarik. lagi-lagi kecewa. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku.” Lalu? Ayolah. “Ya—itu juga kejutan. lalu mengantarku pulang. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong.” beritahu Bella. Aku masih sibuk dengan Jessica. batin Jessica. “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. Aku tersenyum sendiri. aku tahu itu.com mendengar semuanya. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja.

karena menurut dia. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum. Bibirku pada bibirnya.. Dia juga pasti tahu.well. lalu memperhatikan lagi.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak.” Sial. memandangi tangannya. aku punya taring. Aku menggeleng-geleng sambil meringis. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu..” tegas Bella. Sepertinya Edward juga cukup serius.” gumam Bella pelan. “Well. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm.. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting. jaga Bella baik-baik. batu-dingin pada kehangatan. Aku mengerutkan dahi. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu.com kutunggu-tunggu. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya..” desah Bella..” Jessica menjawab pertanyaan Bella. Nada suara Bella menyemangati Jessica.. “Aku sangat meragukannya. Kuharap. “W-o-w. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. “Menurutmu hari sabtu.Diterjemahkan dari: www. tapi tidak mungkin itu alasannya. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. Aku menggigil.. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku. ya. “Bukan begitu. jika bukan Bella-nya yang aneh. Kemudian dia mati. dia memang menginginkannya.stepheniemeyer. ini berita besar. kalau begitu. Ha. 234 ... merasakan kelembutannya yang seperti sutra. Seperti yang dia ketahui. “Jadi.?” desak Jessica lagi. Sepertinya Bella juga mengharapkannya.” Yah. Edward Cullen.. Itu pasti menyebalkan buat dia. “Aku tahu. lalu dia menunduk. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata.

com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya.Diterjemahkan dari: www. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut.. dia pasti menyukaimu. “Lebih baik lagi. Wow. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. Sepertinya itu tidak terlalu relevan.” Detail yang aneh untuk diceritakan. Aku tersenyum lebar. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu. Dia mengusir ingatan itu dan kembali. “Itu pertanda baik.” Bella terlihat syok. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu. Jess. akan kuceritakan satu. “Sangat. Oh. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20. baiklah. Namun tetap saja.” ujar Bella. banyak.” ucap Bella tidak yakin. Pasti urusan perempuan. Sikapnya selalu misterius.dengan pengamatan yang ia punya. Bella! Ceritakan detailnya. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali. “Ayolah.. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik.” Sangat... sedikit. dan aku hampir saja berdiri. AYOLAH. “Kenapa?” 235 .. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm.stepheniemeyer. Menarik. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya.. “Tapi sulit mengetahuinya.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku.” Bella ragu sejenak.” “Kurasa begitu. sangat sedikit.. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng. “Well. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali. “Entahlah.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan..

Bella tersenyum.” Dia berpaling dari Jessica.” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. Mirip.. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. kau menyukainya?” Badanku membeku. dia tersipu-sipu! Ya. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya. aku sedang melihatnya.” desah Jessica. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab. Ha ha.. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat. “Dia memang luar biasa tampan.” tukas Bella. Aku seperti bicara dengan anak TK. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot.Diterjemahkan dari: www. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya. “Ya. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan..” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi. “Jadi. kau benar-benar menyukainya?” “Ya. Hhh. Akhirnya muncul juga. Bella tidak menoleh.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. Dia terus memandang ke kejauhan. Bella tidak melihat ke Jessica. tapi lebih dalam. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung. well. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. mengabaikan Jessica. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. “Oh..stepheniemeyer. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. 236 . “Seberapa suka?” desak Jessica.” Lihat.” “Maksudku. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. dan lebih melimpah. Oooh.com Reaksi yang aneh. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu.

Sesaat setelah bel bunyi. Bella dan Jessica tidak bicara lagi. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini.stepheniemeyer. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. tanpa sindiran seperti biasanya. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. “Lebih dari dia menyukaiku. Ucapannya tak beralasan.Diterjemahkan dari: www. Bella tersenyum seakan sedang 237 . Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr.” Sial! Apa tadi yang Mr. Tapi Bella lebih cepat dari dia. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang. Aku melihat ke jam. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Bella menoleh ke Jessica. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri.” kata Bella sambil tersenyum. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik.” bisiknya. Varner tanyakan? “Mmm. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. Satu kali. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. “Di kelas Inggris. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. Aku butuh waktu sebentar. “Terlalu suka. Nomer berapa Mr. dan menggertakan gigi. Jam makan siang tidak datang-datang juga. Varner. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. juga jawabanmu!” Jelas.

Akan kupastikan itu. Sudah untung dia masih hidup. terutama Emmet. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. Coach Clapp menyudahi permainan. Well.berseri-seri.. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. menunggu. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton. Alice jadi pasanganku. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok.. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini.stepheniemeyer. Ini hari pertama bermain badminton. Sebalum kepalaku meledak. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi.Diterjemahkan dari: www. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. tapi jelas berguna. dia gagal memukulnya. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Berani 238 . Sombong. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar.com memikirkan hal yang sama. Lauren Mallory jadi lawan kami. Aku mendesah bosan. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia. Kami semua membenci pelajaran olahraga. Aku bersandar di depan kelas Bella. kan?” dia terlihat. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi.. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. sama jelasnya dengan suara pikirannya. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. Selamat bersenang-senang. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net. seakan dia telah memenangkan ronde ini. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. kan? Aku menggeleng jengkel. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya..

239 .” jawab Bella.stepheniemeyer. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam. “Hai. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria.atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya.. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. Bella.Diterjemahkan dari: www. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan.” Bella menghampiriku. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua. Sangat absurd! “Halo. Dengan mudah bisa kuabaikan. Atau barangkali dia sadar. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan. berhenti beberapa langkah dariku. dia langsung menunduk. bahwa dia dalam kesulitan. dengan ragu. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Baik sekali dia. sama-sama tercengang ketika melihatku. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada. Lebih dari dia menyukaiku. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. Mike sih cukup manis tapi. Pipinya merona merah muda. Anehnya. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella. seakan malu. pasti itu. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan.. dari melihat ekspresiku. masih belum yakin.” sapaku dengan suara parau. Huh. Oh. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. “Sampai nanti.wow. “Kurasa tidak. namun tiap kali bertemu pandang. Wow. Wajahnya makin cerah. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan..com taruhan. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. Dia sering melirikku..

Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku. Telinga keluargaku lain lagi. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Menjijikan! Ekspresi Bella syok. jika mereka sedang memperhatikan. “Ambil apa saja yang kau mau. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan.” Alisnya terangkat skeptis. Ini bagian dari bersikap ksatria. Tidak terlalu buruk. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. dan membawa nampannya ke kasir. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. Bagian yang tidak menyenangkan.” Aku tertawa. “Aku penasaran. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. Semuanya tampak berbeda sekarang. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. “Tentu saja separuhnya untukku. “Kau selalu saja penasaran. Aku mengambil yang terdekat.” Benar-benar kejutan.com kan?” Aku menggeleng. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya.” keluhku. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku. Sorot matanya menyelidik. Bentuknya tipis dan padat.. “Kurasa aku tidak terkejut. Setelah membayar makanannya. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu.. Kagum. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini.” Mereka terlihat nyaman... Dia duduk di sebrangku lagi. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum. “Aku pernah melakukannya. kau bisa melakukannya. tapi tidak berkomentar. Kudorong nampannya ke dia.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. baiklah. Nanti biar 240 . ketika ditantang. Oh.

kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku.. “Perempuan malang. dan dia langsung berpaling gugup. “Nanti dia akan memaparkannya padamu. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu. 241 . melihat begitu percayanya dia padaku. Itu membuatku takjub. seperti sesuatu yang lain. Aku memikirkan banyak hal.” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja.sempurna.. “Tidak. ya?” Dia mengangkat alisnya. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. bukan fantasi. Rasa frustasiku kembali muncul.” Aku memberitahu Bella.com kuberitahu ke Bella.Diterjemahkan dari: www.” ujar Bella sambil tersenyum. cekikikan ke teman sebelahnya.. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya. “Jadi pelayannya cantik. Hmm. Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica. Tetap saja. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda... Cukup bisa dipahami. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya.. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya. Dia terlihat. coba.. Sudah berapa kali. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Jessica menghela napas. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. Dia terlihat tertarik.stepheniemeyer.” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza. Aku mesti memulainya pelan-pelan. Realita. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku. Lagi-lagi absurd. Yumy.. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek. Dia menggigit sisa pizza tadi. tidak dengan cara yang negatif.

“Itu sama saja. Matanya melebar..” Dia langsung mengambil sikap defensif. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping. seakan kata-katanya campur aduk. berkedip cepat.” Lagi-lagi separuh bohong.” Hmm. Dan itu menarik perhatianku. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. “Well. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu. “Oh.stepheniemeyer. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan. Tentu saja aku mengharapkannya. sambil menatap mataku hati-hati. itu menggangguku.” gumamnya. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu.” Ah.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai. napasnya terhenti. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya.Diterjemahkan dari: www. Fokus. Dia menghela napas pelan. “Memang. begitu pepatahnya..com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica. perintahku pada diriku. kau tidak memikirkan beberapa hal. “Kau melakukannya lagi. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini.. Pasti kulitnya halus sekali. Penyesalan membuat suaraku makin parau.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka. “Apa?” “Membuatku terpesona. Kemudian dia berpaling. “Kau tak bisa mencegahnya. Tangan kanannya memegangi leher. Aku tahu. Aku hanya berharap. Meski begitu.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan.” Dia menghela napas lagi.” akunya. “Bukan salahmu. kau tidak sepenuhnya benar. Tapi toh aku mengharapkannya..” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui...” gerutunya dengan bersungut-sungut.” 242 .

Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. “Kau salah.Diterjemahkan dari: www. karena dia benar-benar mempercayainya. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. kau akan menjawab. atau ya. Tapi yang sebenarnya terjadi.” Aku meyakinkan dia. aku bisa pura-pura sabar. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton. dengan kerut diantara alisnya. Giginya mulai menggigit bibirnya. Untuk kesekian kali.” bisiknya pelan. Bella menatapku. “Ya. Dia memandangi meja. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. dia lah yang meremehkan perasaanku. “Biarkan aku berpikir. aku bisa sabar. Selama dia cuma mengatur pikiran. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu.. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. “Well. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil. “Kadang-kadang. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara.” jawabnya pelan. “Kau tak bisa mengetahuinya. Dia mengatupkan tangan. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. Dia menatapku balik. dan sambil menggigit bibir. “Ya. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya. Aku jadi sadar. Atau. yang pasti.” pintanya. tidak memberitahu apa-apa. terlepas dari kenyataannya. Dan dia tersipu lagi.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. “Ya. Tatapannya misterius.” Cuma itu yang dia katakan. aku benar-benar berpendapat begitu.. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. masih menghindari tatapanku.” gumamnya ragu-ragu.stepheniemeyer. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. dia tidak pernah menangkapnya. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 . Ada nada sendu pada suaranya.

“Tapi justru itulah kenapa kau salah. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti. 244 .” bisikku. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas.” Ah. Aku sedang melihatnya... Menggemaskan.. meski tidak terlalu mengerti maknanya. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian.” kataku padanya.. “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya.” Dia menjelaskan. “Well. dan menghela napas. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya.com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain.stepheniemeyer. Kata itu menggangguku. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms.” Dia tidak mendongak. yang jadi pikiran mereka waktu itu.paling indah. lihat aku. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu..Diterjemahkan dari: www. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir.” Aku berhenti sebentar. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan.. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku. entah bagaimana. kecanggungannya cukup lucu juga. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka. Namun begitu. Dia menangkapnya. aku ingat harapan dan getaran hati. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil. Dan dia tidak menyadari hal itu. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka.” ujarnya.” Aku tertawa kecut.

” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. Entah bagaimana.stepheniemeyer.” Karena sudah mengatakannya. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya.. Dia tidak terbiasa dengan pujian. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal. Dia pantas memperoleh kehidupan. Dia menatapku. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. Well.” sanggahku dengan suara tertekan. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang..Diterjemahkan dari: www.com Padaku lah Bella mengatakan ya. Aku tersenyum.. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan.. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu. Sementara wajahnya kosong karena terkejut. “Aku tak percaya. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono. bisa kulihat itu.” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan. Aku senang dengan alasan itu.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. Senyumku pasti sombong. Dia merona. 245 . paling tidak dia memiliki vampir pelindung. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh. Akulah yang paling peduli. memunculkan kerut diantara dua mata itu.” dan memang itu yang seharusnya.” Dia tersenyum juga.. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu.” gumamnya. aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi. Dia mendelik padaku.. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. karena seandainya aku bisa melakukannya.” ucapnya santai. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan. menyadari besarnya perbedaan diantara kami. Bella bukan untukku. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa. supaya kau tetap aman. Satu lagi yang mesti dia biasakan. batinku dengan humor gelap. ucapanku telah membuatnya marah.

Sori.. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi.” tambahku datar. Edward. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya. “Tenanglah.” Secara mengejutkan dia sependapat.” “Oh. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti. “Kau tahu.dan. Itu semua salahmu.Diterjemahkan dari: www.. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai. well. sesal Alice dalam hati. Percayalah.” ujarnya sambil tersenyum. “Belum. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku.stepheniemeyer. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya. “Belum. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya. Rose. Tega-teganya dia. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya. Biar kutangani mereka nanti. “Aku punya pertanyaan lain untukmu.” “Tanyakan saja. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya.

.stepheniemeyer.” “Itu bukan masalah. “Kalau aku mengajakmu. Aku kembali dari ingatan itu. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. Sabtu nanti matahari akan bersinar. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak..Diterjemahkan dari: www.. 247 . Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti. Jalan pikirannya benar-benar ruwet. Kebenaran tidak membuatnya takut. tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. Kurasa itu tetap adil. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki.” Ah.. tapi kupikir kau bakal mengerti..com bisa membuatnya sesyok itu. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan.. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku.” Selama sepersekian detik. Dia ingin bersama denganku. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia.” Benar-benar aneh.dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri. Dia terasa begitu hangat dan lembut. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu.

salah satu dari penglihatan Alice. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut. aku tidak sendirian. Itu tempat yang sangat kukenal. pelangi menari di depan wajahnya. Kalau dia bertanya lagi. aku menatap ke sinar cerah matahari. karena dia telah melihatku disana. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. batin Alice. kau malah takut dengan caraku mengemudi. jalan pikirannya betul-betul terbalik. matanya tidak bisa dijajaki.Diterjemahkan dari: www. tidak mendengar apa-apa. dan waktu itu. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. Edward. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. Edward! 248 . itu mungkin. Itu tempat yang sama. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut. Alice mengenalinya juga. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. tapi dengan syarat. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. memang ya. panggil Alice mendesak. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. Aku mencintainya. Tempat sunyi yang indah. Tegang. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. Tapi aku punya satu permintaan. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. Mendadak. Jujur saja. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian.” Aku menggeleng tak percaya. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu. Edward! teriak Alice nyaring. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well.” Setuju. Berarti aku berani mengambil resiko itu.stepheniemeyer.com “Aku terbuka untuk tawaran lain.” Aku memutar bola mataku. barangkali aku tidak akan berbohong. Bella memandangiku.

Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu. Dia pasti salah. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. Bella menatap wajahku penasaran. aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella.. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. Alice pasti salah. pada pembicaraan yang belum selesai ini. “Dengan Charlie.com Aku langsung mengusirnya.” Bella langsung mengerti yang kumaksud. berduaan denganku.” ucapnya yakin akan hal itu. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini.. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. melihat sesuatu yang tidak mungkin. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. “Prakiraan cuacanya bagus. “Kalau kau tidak ingin. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. Sangat salah. matanya jadi cerah dan bersemangat. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku. dari pikiranku. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. seperti yang sudah-sudah. Tapi.” Dia belum bilang ya. berbohong selalu lebih baik.. sudah tidak relevan lagi.stepheniemeyer. Penglihatannya mustahil. Banyak hal telah berubah. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. “Ya. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. dia tersinggung. Untuk 249 . Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. Meski begitu.” Bibirnya mengatup rapat..Diterjemahkan dari: www. Keliru. Kuusir jauh-jauh Alice.. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. “Lagi pula. Apa dia sempat melihat kekalutanku. juga penglihatannya yang keliru.. Tidak sampai setengah detik telah berlalu. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram. menunggu persetujuanku atas permintaannya. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu.

penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah.” sanggahku. “Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. “Jadi. Aku mendelik ke dia. Itu cuma mainan.” Aku menghela napas. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster. Tapi aku tidak terlalu peduli. “Aku tahu. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan. Biar saja dia menghancurkan mobilku.Diterjemahkan dari: www.com ukuran—” “Tapi nyatanya.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. “Karena itu sudah terjadi. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah.” desisku. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 . bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata. “Kita bicara yang lain saja. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu. menyela pembenarannya. Di sampingnya. “Meski begitu. aku tak keberatan berduaan saja denganmu. Rosalie menatapku murka. lebih baik kau berada di dekatku. kemudian menatapku lama. kau harus memberitahu Charlie. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix.” ujarnya sependapat. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Kami tidak punya waktu selamanya. itu lebih karena instingnya yang terbalik.” saran Bella tiba-tiba. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Aku kembali melihat ke arahnya. Bukan.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup.stepheniemeyer.

Dia mengunyah sambil berpikir. Baiklah kalau begitu. lalu dia kembali melihat ke arahku.” gumamnya. mengangkat satu alis.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya.” Benar-benar tidak peduli. melihat dia mengolah ucapanku. “Tentu saja. bukan lagi syok. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. untuk berburu? Charlie bilang. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi. “Ah. sekecil apapun itu.” jawabku cepat. “Singa gunung. lalu meneguk minumannya.. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. tapi aku tidak. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak... “Jadi. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata. detak jantungnya tetap tenang.” akhirnya dia mendongak.. Matanya berhenti sejenak. “Kau tahu. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya.” Nadanya santai. Aku menatapnya. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. banyak beruang. sekarang bukan musim berburu beruang. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia.stepheniemeyer. Bella selalu saja menarik. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. “Kalau kau membaca dengan teliti.com menguping. “Hmm. Dia menunduk dan menggigit pizanya.” Aku mengamati matanya. “Beruang?” Dia menahan napas. badannya membeku. “Kami berusaha fokus 251 .” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi. Mulutnya ternganga.Diterjemahkan dari: www.

menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. kami punya senjata.” Aku meneruskan dengan kuliahku. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku.” Tujuh puluh tahun kemudian. dan gemetar. Akhirnya.” Kemudian dia menelengkan kepalanya. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . Di sekitar sini banyak rusa dan kijang.” Bella mengangguk-angguk serius. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar. jadi lebih pemarah. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet. Itu pasti dibuat-buat.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. “Mereka baru saja selesai hibernasi. Kukira dia akan terlonjak. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh. “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. Dia menggigit pizzanya lagi. benar. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli. tapi ternyata tetap tenang. “Ya.” Kerutan muncul diantara matanya. Aku tertawa terbahak-bahak. rasa penasaran terlihat jelas di matanya.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa. “Barangkali. “Lebih seperti singa.stepheniemeyer.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi.” gumamnya santai. atau begitulah kata mereka.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin. Mau tidak mau aku tersenyum. dan itu sebenarnya cukup.” Aku berusaha bicara senormal mungkin.Diterjemahkan dari: www.

Aku bisa melihat dia belum menyerah. “Kita bakal terlambat. biar bagaimanapun.. berdetak dua kali lebih cepat. dan aku berdiri.” jawabnya. dan menyampirkan tasnya ke pundak.” Dia memandang ke sekelilingnya. sedikit terhuyung-huyung. Dia menjauh ke belakang. Dia cepat-cepat bangkit. menjauh juga. Dia tidak akan pernah melihatnya. Tak ada cara yang lebih baik buatmu. bingung. Matanya tertegun sekaligus takut. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil.” jawabku ketus. aku sudah akan mengajakmu nantai malam. “Kalau cuma karena itu. Dia masih menunggu jawabanku. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. “Nanti saja jawabnya. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar. Tidak ada takut. 253 . Hanya itu.. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya.Diterjemahkan dari: www. Aku sendiri takut. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup. Sedang jantungnya. Aku sangat mengerti perasaan itu.stepheniemeyer. menunggu dia untuk takut. Aku bersandar ke kursi. seakan lupa sedang makan siang. Aku mendelik sengit. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis.com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup.” kataku masih kesal. “Kalau begitu sampai nanti. dia benar-benar akan menagih jawabanku.

Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. pada apa yang nyata dan solid. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia. naskahnya tersusun begitu saja. Dia manusia. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. pada gadis di sampingku.Diterjemahkan dari: www.. mengira akan kecewa lagi. yang sedang berlama-lama di lorong. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. Walau aneh.com 12. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela.. Patah hatinya tidak beralasan. Kesedihan yang sia-sia. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. Detik berikutnya aku jadi marah. 254 . Dengan kemampuan alamiku.. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. Ah. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas. pujaannya juga manusia. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. Patah hati ada dimana-mana. tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. ternyata ada juga yang Angela inginkan. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. Sayangnya. Kami meleweati Angela Weber. pemuda dambaannya.. Aku berusaha fokus pada momen ini.stepheniemeyer. Well. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol.

tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. Mr.. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. dengan hadiahku untuk Angela. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas.stepheniemeyer. Ini melebihi dari yang biasa kudapat. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Setiap detik berharga. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella. Kesukaan manusia. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. Tidak ada catatan. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya. Varner mematikan lampu. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. Aku belum puas. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu.. Kemudian Mr.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. dan. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Sebagai gantinya. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri. Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. menyenangkan sekaligus mendebarkan. Mungkin tidak terlalu mirip. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. Aku adalah bahaya. Aku puas dengan rencanaku. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria. Itu pengalaman yang ganjil. tidak ada bahan tes. 255 .Diterjemahkan dari: www. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. Tiga hari bebas. daya tariknya jadi semakin kuat.

dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. berkembang di dalam diriku. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. 256 . sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. Aku bisa merasakan itu. Kutarik tanganku lagi. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya. Jenis hasrat yang baru. tersembunyi di kegelapan. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum. Sesekali dia melirik. kudekap lenganku rapat-rapat di dada.. hanya berdua saja.com Jadi. Aku tersenyum balik. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. Tidak boleh ada kesalahan.. memberi tambahan penerangan sedikit. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. berusaha menembus pengendalianku. bahwa dia ingin aku menyentuhnya. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. Aku tidak tahu pikirannya. gerakan lain yang lebih dekat. terus mendekap lengannya rapatrapat. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. dan matanya terlihat hangat mengundang. dia cuma tinggal menarik tangannya. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol.Diterjemahkan dari: www. Bella melirik. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. Filmnya dimulai. dan mengepalkan tangan. Hanya untuk menyentuh tangannya. Atau. duduk bersebelahan begitu dekat.. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan. Tangannya juga terkepal. Bibirnya sedikit merekah. Itu membuatnya lebih buruk.. Jika aku memegang tangannya. Tidak boleh ada kesalahan. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat.stepheniemeyer. Bella juga mendekap lengannya di dada.

Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu. Ini pengalaman baru. Dalam terang. atmosfer ruangan kembali normal. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia.” gumamnya. tapi tidak berkomentar.com Satu jam berlalu lambat. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Itu sama sekali tidak sulit.. “Well. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud.. Aku sendiri juga sedang bepikir keras.” “Hmmm. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Selama aku bisa mengontrol diriku. Sisi egoisku masih saja bersikeras. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya. Aku bisa menawarkan tanganku. tadi itu menarik. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Aku menghela napas. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. Tidak boleh ada kesalahan.. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. kemudian melemaskan jemarinya. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 .. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat. selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi.

. Mike mendelik. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. seakan dia serapuh gelembung sabun. dan melihat pergumulan dalam diriku. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. untuk menjauh darinya. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku.stepheniemeyer. Aku melemaskan dan mengepalkan. pipinya jadi memanas. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Tanganku masih seperti tersengat listrik. Aku memaksa diriku untuk berbalik.Diterjemahkan dari: www. Cukup. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. Cukup. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah. seperti saat ini. 258 . merangkulnya dalam dekapanku. Lenganku melingkari pinggangnya. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya. hampir lari untuk menghindari godaannya. Dibawah sentuhanku. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. Tapi aku berhasil melakukannya. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. Dia tidak bicara. Telapak tanganku mengusap dagunya. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja. Cukup. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. dia berbalik menghadapku. Sesampainya di depan ruang gimnasium. dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening. perintahku..

Edward.. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. gigiku terkunci rapat. aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. Sebainya kau hati-hati. Bahagia. “Tunggu sebentar. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami. Apa kau marah denganku?” “Tidak. Pilihannya itu. tapi lebih baik.. Titik.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. Lama-lama Rose juga akan lupa. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 . kid.entah bagaimana caranya.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi. saat berada di dekatnya. Saat sedang mencari pengalih perhatian. “Hai. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. Aku mendesah. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran.Diterjemahkan dari: www. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. Aneh.stepheniemeyer. Aku memandang lurus kedepan. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. “Hai.” Dia terlihat lebih baik. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. Em.. aku merasa begitu. Rosalie ingin merobek mulutmu. Lain kali. Nikmati saja kenangannya.com Tidak. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran. Edward. aku memberitahu diriku dengan muram..

Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia. ini memang berbeda. Dia sendiri tidak buru-buru. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan.. kenapa?” “Ayolah. “Belum. Goff menyuruh mereka diam. Ben sudah duduk di belakangku.” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. Baiklah kalau begitu. “Aku akan membantumu. “Tapi. tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl.. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya. “Jadi. kuakui itu. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. “Well.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah. 260 . Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. Emmet tidak butuh latihan. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku.Diterjemahkan dari: www. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. Dia terlongo.com kumau. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti.” Aku tersenyum padanya. “Jadi?” bisikku. Emmet. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda. Rosalie memang selalu menjengkelkan.stepheniemeyer. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. Aku berhasil menarik perhatiannya. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus.

” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. tatapan di balik kacamata itu ketakutan.tidak pantas untuk Angela. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya.” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu.. Aku tidak suka itu. “Ben siapa?” tanya Emmet.” Aku menahan senyumku... Sempurna.” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi..Diterjemahkan dari: www. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya.stepheniemeyer. Mukanya memerah karena marah. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. Untuk sesaat. Yang kurencanakan adalah cemburu. “Bukan begitu. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. “Oh. Tapi apapun itu sama saja. kembali ke naskahnya. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan.. Dia.aman. Masih ada gadis-gadis lain. Tapi Angela tidak berpikir begitu. Tidak. “Dia tepat di belakangmu.” Emmet berbisik dengan suara rendah. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek. “Bukan karena itu.. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya. “Huh. melirik ke bocah di belakangku. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben. Akan kubuktikan ke orang sombong ini.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi. merasa tersinggung karena diremehkan. Tidak.” Reaksi di belakangku menggemparkan. salah satu dari teman-temannya. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi. Dia pikir dia lebih baik dariku. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya. berimprovisasi lagi.. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela.. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney. 261 .

seperti yang Bella katakan. Jika B— well. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya. Angela adalah orang yang paling baik. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini. siap-siap untuk terhibur.hmm. kuakui—tadi itu menyenangkan.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. mengucapkan salam ke kelas.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini. kau tidak akan. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. begitu pula aku.dan dia menginginkan aku.. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu. Aku suka dengan Ben. Angela tidak akan pernah mengajaknya.Diterjemahkan dari: www. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan.stepheniemeyer. “Angela itu pemalu. Betapa menggelikannya manusia. Goff berdiri. aku tidak tahu. Batin Ben sambil menegakkan duduknya.. Gadis seperti. Hutangku telah lunas. “Mungkin Angela akan capek menunggu. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka. Aku tersenyum sendiri... Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 . dan paling cantik di sekolahan ini. dan Angela akan menerima hadiahku. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela.” Emmet kembali berimprovisasi. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. Oke. paling cerdas. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Gadis yang pemalu. Bagaimanapun. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. batin Emmet. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Dan saat bersamaan Mrs.com “Tapi. “Tepat.” Tidak.

com mendengarkan lewat dia. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. kau tak perlu melakukannya. Dia menoleh ke Bella. “Terima kasih. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. Ow. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. Awalnya Mike bermain sendirian. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella. Oh. Itu pasti akan meninggalkan bekas. Senyumku lenyap. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. “Apa 263 . Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja.stepheniemeyer. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. Newton. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas.” “Jangan khawatir. Mike—kau tahu. Aduh. Dan benar saja. gigiku terkatup erat. Mike pun buru-buru mengejar koknya. Aduh.. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. “Sori. saat bersamaan. Bella mengelus-elus keningnya. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. mengetahui dia terluka.. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan. aduh. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. aku tidak akan mengganggumu. Coach Clapp tertawa. Dia memegang raketnya dengan canggung. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia.Diterjemahkan dari: www. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Ow.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat.” Mereka saling senyum satu sama lain. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran.

. “Nanti saja.” Defensif. Bella tidak ikut main lagi. Jadi itu betul. “Itu bukan urusanmu. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku. “Aku akan tinggal di belakang sini saja. Aku jelas berharap itu yang terjadi. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding. “Jadi. Dan Mrs. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi.. “Caranya memandangmu. “Aku tidak suka..” Aku ngeri menunggu respon Bella. “Kau jalan dengan Cullen. Di penghujung jam.” Bella terlihat malu daripada sakit. matanya melebar menyesal. Sial. 264 . Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk. Tapi ya ampun. Goff mengijinkanku keluar lebih awal..” sergah Bella marah.Diterjemahkan dari: www. Jessica bersumpah mereka berkencan.” gumamku. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu.stepheniemeyer. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. Kurasa. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. Mike. mukanya merah. “Kurasa aku baik-baik saja. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras.” “Memang tidak perlu.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa. kau sendiri?” tanyanya malu. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis.. seolah ingin memakanmu. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah.. heh?” Kau dengan si aneh itu.

tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. Sekarang dia menertawakan aku.Diterjemahkan dari: www. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. Namun. lagi. apapun alasannya. Jika aku bisa mendisiplinkan diri. Pemberani —itu istilah umumnya. dan pergi ke ruang ganti..com Mukanya merah padam. “Halo. Mike memutar badan. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya. Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang. Begitu saja. “Baik-baik saja. “Hai. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar. Tapi begitu matanya menatapku. membuat diriku tetap aman. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri. pikirannya sunyi.stepheniemeyer. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang.. Ekspresinya sangat damai. tidak baik untuk dirinya. Ketika dia berjalan menuju pintu.” bisiknya.. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan.” 265 . Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu. tidak ada bandingannya. Sial. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu. lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi.. Kemudian.” sapaku. paling tidak di satu sisi.

Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang. Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi. Kuharap dia mati. dan senyumnya lenyap. Dia terperanjat. Biasanya dia cepat memaafkan.com Dia tidak pandai berbohong. Bella 266 .” Dia tidak menjawab. Mataku kembali fokus ke Bella. Tentu saja.... Coba lihat pedal gas SMGnya itu.. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya. kemudian ke aku lagi. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku. berharap kemarahannya segera reda. Mukanya merah padam—dia malu..” akuku. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. “Apa?” desak Bella. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi.stepheniemeyer.. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. setelah bimbang sejenak. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran.. “Kau sendiri yang bilang. berjalan cepat-cepat ke parkiran. “Newton membuatku kesal. Aku benci dia. Aku megejarnya.Diterjemahkan dari: www.. atau berharap aku tidak menggunakannya. Peleknya keren. “Kau tidak sedang mendengarkan lagi. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal. lalu pergi meninggalkanku. Dia masih tampak kesal. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja.

bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar.” Aku tidak mau berbohong. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir. “Setuju.. iramanya berantakan.stepheniemeyer. 267 . kalau kau bersungguh-sungguh. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun. kelihatan seperti terhipnotis. “Kelewat mencolok..” ucapnya setelah beberapa saat.. Oh. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku. Sekarang untuk permintaan maafku..com mengikuti. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. Matanya melebar.”sergahnya kasar.. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah. “Kau masih marah?” tanyaku padanya. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh..” gumamku saat dia masuk ke mobil. “Jelas. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku. Kerutan di dahinya telah lenyap. “Mobil apa itu?” “M3. baiklah. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali.. Aku menggunakan nada yang paling membujuk. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona. “Mungkin.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. Aku menghela napas.” Aku memutar bola mataku.” akhirnya dia memutuskan. aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya.” “Itu keluaran BMW. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat.” Dahinya berkerut. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu.Diterjemahkan dari: www. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya.

Tapi kusela duluan. Tentu saja. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang.. betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku.” Ah. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya. dan sekarang bukan waktu yang tepat. “Aku minta maaf telah membuatmu takut. tapi kemudian berubah pikiran. Aku parkir di depan rumahnya. aku juga sulit berpaling dari matanya. “Mmm. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut.” jawabku enggan. Atau. “Jangan khawatir soal itu.” tambahku.. “Hanya saja. Dia mengerjap beberapa kali.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal. “Kurasa sudah. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan..stepheniemeyer.” gumamnya. “Well. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya. tanpa membuatnya takut. Jika aku tidak sedang gelisah..” Dia menelengkan kepala. Aku akan datang. membayangkan kau ada disana. Untung aku sudah hapal jalan ini. Sama-sama terpesona. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa. “Tidak.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. sementara 268 .” Dan senyumku pun lenyap.Diterjemahkan dari: www. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan. melengkapi permintaan maafku.com Aku setengah tersenyum.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya. “Aku tidak berencana membawa mobil.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum. tanpa mobil. “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti. tapi gagal.

Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami. resah. “Ketika kami berburu.. sosokku yang lepas kendali.. dan mendadak keheningan ini berubah. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku.Diterjemahkan dari: www. Terutama indra penciuman kami. tatapannya sungguh-sungguh.. membuktikan dominasiku atas sensasi itu. Dia menatap balik. “Sangat. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti. Wajah Bella nampak tenang. Matanya melebar setelah beberapa saat. Aku berusaha mengusir bayangan itu. Aku mendengarkan suara detak jantungnya.?” Aku mengambil napas dalam-dalam.” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya.. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin... tapi apa yang akan—pasti terjadi. “Tanpa banyak menggunakan pikiran. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 . Merasakannya dalam-dalam. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin..” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan.stepheniemeyer..” “Karena.com kami berburu. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. Napasku semakin cepat. lalu menoleh.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella. mengaturnya. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya. untuk membaca matanya. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya.

Tidak boleh ada kesalahan. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. Dia menarik napas—tersendat. “Bella. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. keluar dari mobil dan menutup pintunya. Tubuhku menari bersamanya. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu. Semuanya sangat mudah terganggu. seakan aku manusia.. Bukan kami. Getaran listrik itu masih belum lenyap. tanpa berkomentar. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan.” Dia langsung menurut.. Bukan keluargaku.diriku.stepheniemeyer. Selama sekejap. kurasa kau harus masuk sekarang. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi.. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. adalah soal hidup-mati bagi dia.Diterjemahkan dari: www. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya.. Mereka siap menantang apapun. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . berusaha memutus aliran listrik diantara kami. seperti saat habis menyentuhnya. seakan solusinya tersembunyi di situ.com hausku.. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini.. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif. untuk mengontrol diriku. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu. Tapi. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. aliran oksigen. Irama denyut paru-paru. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku. Aku memejamkan mata. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan.

untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. karena alasan subyektif yang tak rasional. Awalnya saya tidak tertarik. Lebih cepat dari dia akan melihatku. Aku tersenyum pada pikiran itu.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya. Bahkan dengan dia di luar mobil. 271 .alan.. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya.stepheniemeyer. aku akan mendapat jawabanku. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak. Pada tiga buku awal. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman. Aku tersenyum pada hal itu. saya belum menikmati. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau. tidak pernah tetap tinggal di tempat. Aku menginjak pedal gas. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. “Oh. baik dengan bukunya atau filmnya. struktur. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman.” Besok. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya. penasaran.Diterjemahkan dari: www. Aku juga ingin keluar. Itu tidak adil.” Dahinya berkerut. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan..S. Harap maklum jika penerjemahan. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. Masih saja penasaran. P. dikelilingi saksi-saksi. Tidak boleh ada kesalahan. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya. dan gaya bahasanya berantakan. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful