Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

berkulit putih-kapur..” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. Tidak ada bagian horornya.. tentang cerita-cerita Jessica. Semua orang ikut memperhatikanku. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya. sedikit heran. Bella. Untuk melindungi kami. Kami langsung menghilang. sebelum membuatku gila. Namun rupanya.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. Cuma skandal-skandal kuno. pikirnya.” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini. Murid baru itu pasti menanyakan kami.. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. Kembali. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. “Kurang imajinatif. Ini membuat Jessica gusar. Sangat ganjil. Kuharap kisahnya menarik.stepheniemeyer. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. Aku tidak mendengar apa-apa. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran.Diterjemahkan dari: www.. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya. yang jelas-jelas cuek. Biasanya tebakan mereka salah. Jarang ada yang menebak dengan tepat. Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. Jessica masih berbincang dengannya. Jika seseorang curiga.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu. Aku mendongak memastikan. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. Dia tertawa geli.atau Mike. Dia masih duduk 6 .. Mike Newton yang populer. Pujaan barunya. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan. pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama. dan sekedar jadi kenangan buruk. sebetulnya.. Sedikit mengecewakan. bersikap sebaliknya pada si murid baru. Seperti tidak ada orang.

Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku. menatapnya. aku mencoba lebih keras. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai.... sedang melirik kesini. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan. begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami. dan sesuatu yang lain. Perasaannya tampak jelas di mimiknya. sesuatu yang wajar. mangsa alami kami. sementara Jessica meneruskan gosipnya. memamerkan teman barunya. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh..sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia. penasaran..stepheniemeyer.benar-benar memuakan. Coba lihat bagaimana dia menatapnya. itu juga wajar. Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja. juga masih sekitaran perempuan itu. Renung Asley Downing.. . Tapi aku ingin ngobrol dengannya..mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku. Memikirkan tentang kami. 7 . malu kedapatan mencuri pandang.kira-kira apa musik kesukaannya. . sindiran terus bermuntahan dari pikirannya.. dan tes bahasa Inggris. Kemudian. Sejenak aku merasa tidak nyaman.. June Richardson berharap.. Kami terlihat indah bagi mereka.. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk. Tetap saja.. .. Tidak ada sama sekali. bahkan Edward Cullen. karena terlihat begitu dalam..Mike Newton sedang berpikir. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku. Aku mesti memikirkan pertanyaan baru. Untung Jasper tidak melihat.. .. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana. Menggelikan. . Khawatir.. Eric Yorkie berpikir tak senang.mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu..banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri.. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau.com disitu..takjub? Itu bukan yang pertama. setelah mendengar dongeng Jessica. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun.Diterjemahkan dari: www. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan.. Dan Jessica....

Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku. dibawah membrannya yang pucat dan jernih. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi.Diterjemahkan dari: www. Dia tampan. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 . Dia tidak berkencan. Dan. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. gadis pendiam. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah.. tapi sama hausnya dengan Jasper. Pikirannya paling ramah. Aku dapat mendengar semuanya. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica. tentu saja.” Dia mendengus. Suaranya benar-benar baru. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. selamat. mengerling dari sudut matanya.. “Itu Edward. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. Angela Weber... yang hilang entah dimana.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan. Aku yakin itu.. Sungguh perasaan yang aneh. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. Oh. sesuatu yang tidak kupahami. Biasanya. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya.. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar.com Kuharap ibuku. muncul dorongan aneh. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu. Coba menemukan motifasi dibaliknya. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. Tidak ada untungnya mengundang godaan. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Dibalik kegetiran itu. aku kecewa. tentu saja. tapi jangan buang-buang waktu.stepheniemeyer. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas.

. Tak ada keraguan. mereka pergi ke kelas mereka. seakan menunggu datangnya penolakan. bersiap untuk bosan. Emmet. Banner. yang kecerdasannya rata-rata. Aku berpaling lega. Kenapa? “Ayo pergi. Cuma melihat. Rosalie. Pasti hari ini berat buat dia. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut. Aku menuju kelas biologi. namanya memicu perhatian. “Jadi. Tidak mungkin bagi Mr. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. Aku satu-satunya yang duduk sendirian. 9 .. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. Cuma membayangkan. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi.. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. Aku angkat bahu. Peranku lebih muda.Diterjemahkan dari: www. Lagi. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh. memecah perhatianku. Aku tidak mendengar apa-apa. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. aku berharap bisa tidur.. Tidak sepadan dengan usahanya.tapi mungkin akan kedengaran bodoh. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu. dan Jasper berakting sebagai senior. Di kelas.stepheniemeyer. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Begitu juga denganku. Yes! Pikir Mike Newton. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia.” Rosalie berbisik. jadi pusat perhatian. Bella kelihatannya sepemalu diriku. berbincang dengan orang asing. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. Curiga. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. aku sudah menguasai semua isinya.com disana. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya.

Aku adalah pemangsa. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada... Setelah kakinya menjejak. Akan kususuri bumi mencarinya. Satu detik belum lagi lewat. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku.Diterjemahkan dari: www. Aku ragu ia akan nyaman. Misteri pikirannya telah lenyap.. darah mengalir ke 10 . aku bisa memecahkan rahasianya. Dalam sekejap. Tidak ada yang lebih penting selain itu.stepheniemeyer. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku. tidak ada apa-apa. Mungkin. Dia mendekat. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. Dia tidak membuatnya lebih mudah. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. aku telah memburunya sejak lama.. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. aku tidak lagi mendekai seperti manusia. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini.. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya.. Tidak ada artinya. Jika aku pernah tahu. Ketika mengkaji ekspresiku. Perutku melilit oleh lapar akibat haus. Pandangannya bertemu. Mulutku hambar dan kering. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. menyingkirkan buku-bukuku. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Dia buruanku. Otot-ototku menegang siap terlontar. dengan duduk disampingnya. gerakan yang maksudnya diam-diam. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Bisa kubayangkan sedapnya. melintasi gangku menuju meja guru..com Masih saja. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya.juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. paling tidak. Kubersihkan bagian mejanya.. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga. dari tempat Bella Swan. Gadis malang. Aku adalah vampir. matanya melirikku.

Sebagian diriku gemetar. Itu aturan dasar. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. wajah yang langsung kukenali. 11 . menahanku tetap duduk. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. Mungkin sedikit lebih lama. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. Pikiranku pun mengamuk. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. Penonton tak bersalah di kelas ini. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun. Bahkan lebih untuk ukuran manusia. akan menyaksikannya. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. Aku tahu akan tiba waktunya. Kayunya tidak cukup keras.. aku tidak sekeji ini. Sosok monster itu membuatku muak. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Hilangkan bukti. Jika kubunuh gadis itu duluan. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. tak karuan. lemah. Rapuh. Langkahnya lebih cepat. Mencabik pikiranku.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. seakan tahu saatnya untuk lari. Hilangkan bukti. delapan belas murid dan seorang guru. Dan aku harus membunuhnya. Kubuang jauh pikiran itu.com pipinya. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. mengubah warnanya sangat menggiurkan. dan hampir membuatku bertindak.. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. Korban yang tidak terelakan. memberontak. sebagian lagi menyusun rencana. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. Gadis itu akan duduk di sampingku. Kusingkirkan dengan kaki. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Tidak selama delapan puluh tahun. hampir menubruk kursi depanku. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. Aromanya sesuatu yang baru di otakku.

Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari.dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. tapi terlalu berisik. Maka saksinya lebih dulu. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. Satu adalah diriku. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. Aromanya menghantamku. Aku telah merasakan darah manusia. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati. Aku memetakan di kepalaku. apa yang akan menimpanya. Semua korbanku. Kutarik napas panjang. Cukup lama. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. Seseorang akan mendengar. Dia baru saja membelok. untuk membuatnya menjerit. tidak menyadari yang terjadi. begitu taksiranku. Monster di kepalaku tersenyum. Bukan tidak mungkin. Aku di tengah ruangan. Udara bersih terhembus ke mukaku.. Cukup lama untuk ngeri.. Dalam detik yang berharga itu. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. di deretan terbelakang. Seseorang menutup bukunya dengan keras. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. Tidak akan terlalu ribut. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan.. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. para monster yang tidak terlalu berbahaya. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. paling tidak. Mereka beruntung.stepheniemeyer. pikiranku kembali jernih. Akan ada banyak jeritan. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku. tapi hanya secara harafiah. jika syok tidak membuatnya membeku. Kuhabisi dulu sisi kanan.. Membenarkan pembunuhan itu. Tidak ada masalah dengan jendela. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. Dalam beberapa detik. Dan darahnya akan mendingin.com darahnya yang menggiurkan. dia akan duduk dekatku.Diterjemahkan dari: www. sekilas. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. Cuma itu pembelaan lemahku. Itu memang berlagak seperti Tuhan. Dalam satu detik yang singkat. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. tidak lebih 12 . membakar keluar dari jantungku. aku melihat dua wajah bersebelahan. Itu akan makan waktu.

Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. mata lembut Carlisle tidak menghakimi. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. Carlisle bukan ayah biologisku. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . Siapa mahluk ini? Kenapa aku. Dalam pikiranku. walau tanpa kemiripan dasar. Tetap saja. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi. ayahku dalam segalanya. sampai tingkat tertentu. guruku. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. Mataku akan semerah iblis.com manusia daripada ku. Penampakanku tidak berubah. Dan ia akan tetap menyayangiku. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. wajahku telah mencerminkan dirinya. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. segala kemiripan akan lenyap selamanya.stepheniemeyer. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. Bella Swan duduk di sebelahku.Diterjemahkan dari: www. Wajah yang lain adalah Calisle. Tiba-tiba kebencian meliputiku. bahkan setelah kutunjukan dia salah. Bagai terang dan langit gelap. Dalam sekejap. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Karena dia menyayangiku. Tak ada alasan untuk mirip. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. Kesabarannya terlihat pada alisku. Akan kubuktikan ayahku salah. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku.

untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam. dan kemudian merasakan basahnya. tapi masih jauh dari aman. Tidak nyaman. menggiurkan. Dan dia tidak bisa memaksaku. tak ada lagi angin yang membantu. tapi itu berlawanan dengan instingku. Sebentar lagi semua akan hilang.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. Tapi. Korban yang tidak seharusnya jadi korban.. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. Aku masih memiliki ingatan aromanya. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. sedikit lega. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. Bau adalah masalahnya.Diterjemahkan dari: www. Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. Jika aku bisa mehannya selama satu jam. Tapi mungkin bisa untuk satu jam. Jadi penuntun ketika berburu. aku tidak harus bernapas. Ini tidak nyaman.. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku.stepheniemeyer. Tidak. rasanya di belakang lidahku. Aku tidak boleh memikirkan itu. Jika ada cara melawannya. namun dapat diatasi. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. tidak bernapas.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. bau mengundang darahnya. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. hangatnya. Satu jam. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. Aku tidak bisa melihat wajahnya. tembus pandang. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 .

Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil. monster di kepalaku setuju. Hai. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. yang sangat mustahil. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan.. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini. Mike Newton... Itu sesuatu yang sopan... Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. Meskipun aku membenci dirinya. anganku untuk menjadi lebih baik. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau. Tanpa tetangga. seperti kutau setiap rumah disini. ia akan meninggalkan ruangan. aku tahu itu tidak beralasan.. Dia akan pulang ke rumah kosong. Membencinya dengan segenap rasa.. Itu cara yang lebih bertanggung jawab. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. 15 . Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran.. Meskipun takut. kemarahanku tadi masih kurang. Ya. tapi itu membantu. Cukup mudah menyesatkannya. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. Aku tahu rumahnya.stepheniemeyer. sebelum aromanya merusak segalanya. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku. seperti yang lainnya. aku bisa tahan dua jam. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. sebesar seluruh tekadku. tidak akan ada yang mendengar. Gusar.Diterjemahkan dari: www. seperti biasa. kecintaanku pada keluaragaku. dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. Jika mampu satu jam. Jika menahan napas. terkecuali. Dan saat ia sendirian. Rumahnya di pinggir hutan. ia akan mengikuti. Membencinya. Sherif Swan bekerja seharian. namaku Edward Cullen. Benci dan marah. Bahkan jika sempat berteriak.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir. tidak ada orang lain yang terluka.

dari kematian. Jika menyerah pada sang monster. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. Terlalu pengecut. dan punya pilihan. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. Betapa sia-sia. Semua bisa berjalan seperti keinginanku. Jelas. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Selalu ada pilihan.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. sama saja kalah. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. Kini aku kembali waras. Dia. dan dingin. Maka aku membuat strategi. tidak lebih. Selamat karena bel—Klise. Itu terlalu berlebihan. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia.. Dapat bertarung lagi. melawan apa yang kutentang. jika menjauh dengan sangat. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. yang mengalir bersama rintik hujan.. Di penghujung.stepheniemeyer. walau hanya menunda. Darah memerah di pipinya. Kami berdua sama-sama selamat. Mungkin. Tapi ini pengecualian. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 . Aku bisa berpikir. sangat hati-hati. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi. Tapi tidak ada yang memperhatikan. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Aku tidak perlu ke rumahnya. aku mahluk rasional. Tapi bel berbunyi.Diterjemahkan dari: www. Tidak perlu membunuhnya. Aku. dan aku sudah akan bergerak. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Tapi efeknya cuma sedikit. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. basah. hidupku tidak perlu berubah.tapi sekarang sudah jauh darinya. Aku bersembunyi dalam mobil. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi.

Jika bisa menghindar dari Bella Swan. Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya.. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper. Ya. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular. Jika aku menjauh dari baunya. Aku tidak ingin yang lain tahu.terluka. Tebakanku betul. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu. itu akan melukai ibu angkatku. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. Aku mencari posisinya.. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Kuputuskan menjalankan rencana itu. Tidak perlu membuat ibuku tertekan. 17 ... Pilih yang benar. Aku adalah ancamannya paling berbahaya. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. Dan Esme begitu penuh cinta. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. Lagi.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. halus. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba.stepheniemeyer. khawatir. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. tapi di sisi lain. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat. Aku beraharap bisa minta saranya. Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana. Jam terakhir sekolah hampir selesai. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. dan lembut. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper.Diterjemahkan dari: www.

” 18 . Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu. Edward. Detak jantungnya makin cepat. tidak pernah ragu di kelas. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek. Banner?” “Bukan itu. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar.. terlalu muda. Ini akan mudah. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. “Tentu. dia betul.... Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr. Dia cukup muda untuk jadi anakku. saya sudah pernah mempelajarai materinya.” “Pada waktu di Alaska. yang memang ingin kutemui.” dia kaget. Edward.. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya. Edward. Tapi berdasar tanggal di SIM. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan.. Mudah.. Dia merapihkan t-shirtnya. agak gugup. Aku bersandar kedepan.Diterjemahkan dari: www. “Mrs. semua kelas sudah penuh. Mereka lebih pantas kuliah.. dia merapalnya berulang-ulang. “Halo. Sesuatu yang tidak mereka pahami. Mr. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah. “Sayangnya.com Di dalam cuma ada seorang pegawai. Nilainya sempurna. Aku lebih tua dari kakeknya. “Oh.. Risih.” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya.stepheniemeyer. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. Konyol.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. Selalu saja lengah.. pikirnya pada dirinya. Dia tidak menyadari kedatanganku. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar. Banyak guru yang mengeluh. Pikirannya sudah tidak karu-karuan. ya. tentu saja. Salah. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas.

semuanya lenyap. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus.. Kelegamannya membuat orang takut.Diterjemahkan dari: www. dan kubuka mataku lebih lebar.. Terlalu muda. tujuanku kesini. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu. Banner. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku. Kerongokonganku membara. Tapi tidak ada cukup kursi. Keluarga Cullen tidak akan begitu. Edward. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu. “Please. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut. sebagaimana mestinya. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak. Secarik kertas ditangannya.” Pintu membuka di belakang. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk.. Aku menoleh. Mrs. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak. Aku menoleh pelan. Banner. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat.” “Saya akan mengejarnya tahun depan. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr.” Aku tersenyum. Itu gila. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam. lalu keluar lagi. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini.com Tentu saja tidak.stepheniemeyer. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr. Monster 19 . Jantungnya berdetak lebih kencang. jadi kuacuhkan..” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga... meskipun tidak perlu. dia mengingatkan dirinya dengan galau. “Saya tahu itu.

aku berkata sehalus mungkin. dengan cepat. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam. daripada duapuluh. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya. tidak terlalu banyak saksi. aku buru-buru memundurkan mobil. tapi ketakutannya tidak terucap. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada. Ketika menyelinap kedalam mobil. topeng iblis. Mom selalu bilang. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang. 20 . Tanganku bersiap di meja. “Edward?” Alice bertanya.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi.. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran. berjalan terlalu cepat. Garret. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang. Bagiku dia setan yang menghantuiku... Aku berusaha mengatur napas. Dia mundur. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Di jalan. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik. Kebanyakan sudah pada pulang. melihat. membayangkan yang aneh-aneh.. Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil. kemudian mengabaikannya. terima kasih banyak atas bantuannya.. Cope. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku.com itu kembali menatapku dari matanya. Kuhentikan napasku. Aku berbalik ke Mrs..” Aku cepat-cepat keluar. lapar. suaranya waspada. Sang monster menuggu gelisah. Bukannya menjawab. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. Pikirannya teralihkan. Aku mendengar suara D. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan. Cukup adil.J. “Kalau begitu lupakan saja.. sementara.. Dua nyawa. semua sudah disitu. Aku cuma menggeleng. mulai lagi. Aku tahu ini tidak mungkin.

Mataku.. “Oh!” Bella Swan. Jalanan kosong malam-malam. Itu akan membunuhnya juga.” pinta Alice. dan Jasper turun tanpa komentar. Dia tidak dapat melihat yang lalu. “Stop!” aku mengerang.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin. pepohonan berselimut salju di sisinya. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan. Rosalie. aku tahu Emmet. tidak tahan lagi. Rosalie. merah terang oleh darah segar.. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning.” bisiknya. “Turunkan kami disini.stepheniemeyer.” ucapnya pelan. Pencarian oleh penduduk. “Oh!” Alice kaget lagi. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah. Sang monster kegirangan. “Aku akan merindukanmu. mati. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri. Yang lain menatapku. dan Jasper menatap Alice.merasakan aromanya menuntunku.” ujar Alice. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi. matanya melebar. hanya masa depan.” 21 . “Sori. Penglihatannya berubah lagi. Alice menyentuh pundakku.. berlalu cepat dua ratus mil perjam.. dan mobilnya mendecit berhenti. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam.. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih. Dia cuma angkat bahu. Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal. Dan samasama terkejut. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan. “Kau akan mengambil jalan yang benar. begitu aku mengambil keputusan.” Aku mengangguk. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini. gambarannya jadi lebih detail. Kami sama-sama mengolah penglihatannya. Dia melihatnya kalau begitu. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya.com Tanpa menoleh.Diterjemahkan dari: www. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. Emmet. Dia mengeceknya sekarang..

Alisnya bertaut gelisah. Kemudian ia turun.Diterjemahkan dari: www. Aku melaju cepat ke arah kota.” kataku. aku tidak yakin dengan tujuanku. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks.stepheniemeyer. setuju hanya pada bagian terakhir. Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal.com “Iya. 22 . menghilang sebelum aku memutar mobil. Mereka masuk ke hutan.

Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu.stepheniemeyer. Ketika menatap ke langit. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. sebagian bependar biru. 23 . Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. membuat cekungan disekitar tubuhku. jika aku benar-benar dapat melihatnya. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. Penghalangnya adalah sesosok wajah.com 2. wajah manusia biasa yang tidak istimewa. Aku mendesah. bertabur bintang. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. Sangat cantik. ujung jari menyentuh permukaannya. Aku tidak kaget Tanya membututi kesini. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. tapi aku tidak bisa mengusirnya. Dia muncul enam puluh yard didepanku. hampir pink seperti strawberi. Langit diatasku cerah. yang setengah terpendam dibawah salju. sebagian kuning. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa. Dia membungkuk ke ujung batu. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. Ini tidak jadi lebih baik. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku.Diterjemahkan dari: www. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. Seharusnya. badannya bergelung. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. Sangat cantik. Enam hari sudah lewat. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam.

sepenuhnya. Salju langsung berhamburan seperti badai.” “Aku tahu.stepheniemeyer. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak.. “Tidak.” aku berbohong.. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang.” Kau akan pulang. sedih. Aku mendesah lagi. sesalnya. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 . Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku.Diterjemahkan dari: www. “Sory.” aku meyakinkan dia. Aku tersenyum. Aku membuatmu tidak nyaman.” “Sama sekali tidak... “Sebaliknya. “Aku belum. iya kan? pikirnya. Itu lucu. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali. Sepertinya tidak akan.” Tapi kau tidak akan tinggal disini. Pikir mereka aku mengganggumu.” Dia meringis. Tidak usah bersikap sopan. Maafkan aku.” Mulutnya bergerak turun. Dia membatin. “Itu salahku.com Cannonball. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju.membantu. Dia melentingkan dirinya keatas.” dia berbisik. tapi tidak bangkit. Pikirannya kini muram. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong... “Tidak.” Sebelah alisnya terangkat. memutuskan itu. Aku masih melihat wajah yang sama. iya kan?” “Tentu saja bukan. “Cuma bercanda. kok.

dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka.. “Yang asli. Satu tawa singkat.. kan. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya.com tertawa.” Aku setuju. “Dasar Succubus. Tanya. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya. “Itu pasti. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir. Tentu saja. “Aku menyesal membuatmu berharap.. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang. Tanya. pastinya.. Hanya saja aku pergi dengan.hidup. Perasaannya kecewa. daripada Carlisle.” “Iya. lalu menumpangkan dagunya ke tangan. bibir bawahnya terangkat cemberut. “Aku tidak biasa ditolak.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. menampakan giginya.” dia menggerutu.” Aku akui. Irina.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu. Dia menyeringai. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya.” Tanya. 25 .” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya. bersikap menghindar. Pada akhirnya. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat.” dia memberengut. Bahkan lebih baik. dalam beberapa hal. buru-buru... sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat.” Dia ikut mendesah.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. “Oke. ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh.” Tanya berkata pelan. mereka tidak pernah membuat kesalahan. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya.” godaku. “Saat kau datang kesini. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini. kau menyadari itu. “Aku kira. “Aku tidak ingin membicarakan itu. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu. “Sedikit. diikuti desahan. Sekarang para pria yang mereka cintai. Dan selalu berhasrat tinggi...” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin.” Tidak seperti Carlisle. “Kau mengira aku berubah pikiran.

kukira.. Edward. “Tidak seperti yang kau maksud. Dia tersenyum kering. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan.com “Masalah perempuan?” dia menebak. Tanya. masih menebak-nebak. Aku benci itu.” Dia terdiam. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik. Tanya. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat. “Terima kasih.. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin. belum menemukan yang kucari. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku.. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari. “Sudah lah.yang menghantuimu. Pikirannya beralih ke dugaan lain.” Dia diam lagi. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. tidak perduli kemanapun. Aku tertawa hambar. Karena. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. Kau pasti akan menghadapinya. Bagian yang selalu menghadapi apapun.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. Kau selalu begitu. mengacuhkan keenggananku.atau siapapun. Akhirnya ia menyerah.” 26 .” aku memberitahu.. “Sama-sama. Kuharap kau bisa lebih masuk akal. “Menurutku kau akan kembali. Pikirannya mendesak ke hal lain. Aku butuh mendengar itu.” “Maaf. Tidak ada yang ingin aku kunjungi. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang... dan sia-sia mengagumi bintang.” katanya. Kau tahu kau terlalu baik untukku. Sebagian besar. Kau akan kemana. Aku hanya. “Tak perduli apapun itu. “Sedikitpun tidak mendekati. Mulutnya memberengut.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya. Kucium pipinya. kemampuanku menghadapi kesulitan. tapi tidak menampik. Tanya.” Desisku. Edward. “Satu saja petunjuk?” pohonnya. Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku. dia coba mengurai maksud jawabanku. Kuacuhkan dia. Aku bergeming.” Pikirannya menggerutu.

“Semua akan baik-baik saja. Tanya..com “Kalau begitu. tanpa meninggalkan jejak.Sampai ketemu lagi. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang.Diterjemahkan dari: www. Rose terlihat khawatir juga. Tentu saja. Aku bisa melihat diriku pergi. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya. tetap menghalangi bintang. meskipun perasaannya tidak dalam. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang. “terima kasih lagi. coba melihat melampaui wajah di benakku. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. tangan Jasper memegang sikunya. Dia tidak menoleh ke belakang. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi.stepheniemeyer. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama.” Alice menarik napas. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. kemudian lari pergi. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira. Edward. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. kemudian berdiri. Aku tidak suka menyakiti Tanya. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. dan segera memberitahu yang lain. Rosalie dan Emmet mempin di depan. Bahkan dalam bayanganku. Tatapannya kosong. tidak terlalu murni.” pada saat mengucapkannya. ia tidak meninggalkan jejak di salju. Mulutku merengut menyesal. Jika berlari. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya.” “Sampai ketemu lagi... Dengan helaan berat aku menyerah. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas. aku tidak dapat mendengar pikirannya.. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh. aku bisa melihatnya. Diantara diriku dan kerlip di langit.” Dia bangkit berdiri dengan anggun. tapi lebih pada kesal. aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. 27 .

bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju. kupantau setiap suara.com “Tentu saja iya. dan menyeringai. Kelakukan mereka menggelikan. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 . Hanya satu indra yang kumatikan. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. setiap pikiran. Hentikan.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. Mengganggu.” “Tentu saja iya. tak ingin kupakai.” aku memberengut.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa. tentu saja. aku akan tinggal di rumah.stepheniemeyer. koma. Seharian aku menunggu. Coba melihat gosip barunya. Alice. tapi dari arahnya nanti. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu. Terutama pikiran. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan. “Dia belum datang. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang. setiap penglihatan. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. Matanya kembali fokus. Inderaku waspada penuh. “Sepertinya kau betul. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal.. aku malah terkesima. Jika tidak yakin bisa mengatasi.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk.. Aku baik-baik saja. Aku tidak bernapas. Penciuman.” aku menggerutu. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan. terkejut. bukan? Aku mendesis padanya. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur.” gumamnya. ketika bosan dengan keacuhanku. Tapi tidak ada apa-apa. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. “Hmm. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. Kau membuatku kesal.Diterjemahkan dari: www. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. Bukannya bosan. Dia bertemu pandang denganku.

stepheniemeyer. Dia. Matanya mengincar Jasper. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya..” Aku mendelik. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. Dia mengangkat tinju kanannya. dia menepis santai dengan kibasan jari.” “Dia akan masuk. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira. seperti sekawanan domba.” Alice berbisik.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. bahwa dia penyebabnya. Badanku kaku. Bella pasti sangat pemalu. tapi aku tahu kemana pikirannya.” “Manusia. Dia pasti menebak. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang.. Ke Alice. Kemudian..” Semua menaikan alis kaget. Aku melihatnya bereaksi. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan.meskipun tampaknya tidak begitu.. lalu menghantam tembok hingga berhamburan.Diterjemahkan dari: www. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi. 29 .pasti tidak cerita apa-apa. ya?” tanya Emmet. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. Tentu saja tidak meleleh. Barangkali pada ayahnya. jika sampai tidak cerita ke siapapun. membandingkan pengalaman. Aku tidak tahu. Temboknya rengkah.. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian. “Ada yang baru?” tanya Jasper. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. “Tidak ada. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia. “Kita sudah membahas itu. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es. “Sudah tahu kenapa. “Coba bersikap seperti manusia.. Manusia cenderung ingin bersikap normal. Membaur dengan lingkungannya. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain. Tetap saja. di meja kami biasanya. setelah melihat ekspresiku.” Emmet terkekeh. diterima. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. mungkin itu orang terdekatnya. tentu saja.?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu. Sudah pasti aku membuatnya takut.

Diterjemahkan dari: www. saling lirik mencari biang onarnya. “Tidak apa-apa. sayang. Tidak ada yang menoleh kesini. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria. lewat pikiran Jessica. Kau terlihat sakit. berangsur darah menghilang dari wajahnya. bro. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. yang sepertinya sedang melamun. “Sangat manusia. Kenapa itu menggangguku. Mereka tidak mencari terlalu jauh. Kulihat.” Rosalie menegur mesra. pikiran dan verbal.stepheniemeyer. Emmet.” suaranya memelan. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. Mike Newton bersama dua gadis itu. Dia sedang memandangi lantai.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu.” Bella menjawab dengan suara lirih. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai. Aku mendegar dua suaranya.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka. Aku cepat-cepat membuang muka. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. ke Emmet. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. aku merasa sedikit tidak enak badan. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. tapi masih sangat jelas. “Hari ini aku minum soda saja. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. Aku menarik napas pendek. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu. Bukankah 30 . “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. berdiri kaku di antrian. sangat jernih.” Aku pura-pura memperhatikan.

Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet. Dia akan melihat kesini. secara naluri.stepheniemeyer.. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu..” gerutuku. kemudian kusadari aku ikut khawatir. seseorang membatin. dan mengangkat nampannya sebagai perisai. Seperti diriku. Dunia tidak akan berakhir.memandangi keluarga Cullen lagi.” sindir Emmet.” “Tunggu saja. bersikap manusia. Emmet tertawa. dan menyeringai waspada. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike. “Aduh!” keluh Rose. dan kami semua kembali menikmati canda ini. aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya. seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. di salah satu meja terdepan. Alice tertawa. setengah cair setengah beku. Bagaimanapun juga. menarik perhatianku.. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang.. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan. memperhatikan ketiganya memilih meja. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya. 31 . Alice terus tertawa. Untung mereka duduk di tempat biasa. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. terlihat bahagia dan normal.” Seketika itu juga. Dia mengerjap. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. Edward.com minggu lalu. Air beterbangan. Aku pindah ke Jessica.Diterjemahkan dari: www. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton. Alice menyikutku.. seperti janji Alice. “Tenang. kaget..” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku. “Kau yang mulai duluan. Tidak melawan angin. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu. sama seperti anak tolol itu. “Terus terang. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu. . seideal lukisan Norman Rockwell. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang.

Dia cepat-cepat menunduk. Mungkin dia memang letih.” gadis itu mendesis kesal. tanpa diminta. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin. Tapi aku berkonsentrasi sekarang. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. Aku mendengarkan. Pertanyaan itu membingungkan Jessica. bersembunyi dibalik rambutnya. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali. Tentu saja begitu. aku tidak pernah mengupayakannya. pada responnya. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. Jessica terkekeh. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu.” dia berbisik di telinga si Swan. sambil cekikikan. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. “Dia tidak kelihatan marah. tapi aku tidak menatapnya. “Well. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku. Sepertinya 32 . “Edward Cullen menatapmu. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami. “Tapi dia masih memandangimu. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica. Pikirannya menggerutu.stepheniemeyer. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. “Tidak. Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku.” mereka selalu begitu. coba mendengar sesuatu.” gadis itu kembali berbisik.” jawab Jess.Diterjemahkan dari: www.” Jessica meyakinkan dia. sejalan dengan frustasiku. Tidak ada apa-apa selain hening. bukanya menghilang. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. terlalu tertarik. Tidak ada nada sinis atau cemburu. Aku coba memahami gerakannya. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun. melakukan apa yang diminta. iya kan?” dia balik berbisik. tapi cuma bisa menebak.” “Sudah jangan dilihat lagi.

com —sepertinya tentu saja. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir. karena tidak berkaitan dengan dia. Jangan buru-buru. Badannya menggeser sedikit. 33 . hanya sedikit. menghela napas panjang.. Mereka menunggu keputusanku. Aku ingin. Kita hampir lulus.” Rosalie memprotes. Keluargaku juga belum beranjak.” “Aku belum ingin pindah lagi.” Alice berkata ragu. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. “Kenapa mesti memaksakan diri.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku. Emmet. duduk disamping si gadis. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. Ketika jam istirahat selesai. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah.” Aku juga tersiksa pada pilihannya. cukup satu hari saja? “Aku. tidak sadar telah turun hujan. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. “Pulang lah. menatap kedepan ketimbang lari lagi. aku masih tetap duduk. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju. tapi kemudian ia tahan. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi. Lebih cepat tahu lebih baik. Manusia-manusia itu mulai keluar.Diterjemahkan dari: www.rasa tidak apa-apa. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu. Apa aku akan pergi ke kelas. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah. “Kau telah memutuskan. Benar-benar bodoh.. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku. Edward?” protes Jasper. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak. sangat ingin. kedengarannya ia sedikit merasa begitu. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. Akhirnya. dagunya hampir menoleh.stepheniemeyer.

Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman.Diterjemahkan dari: www. “Ayo masuk kelas. dia tidak mendongak. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan.. Rose. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi.” dia mengerling penasaran. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya. 34 . Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. “Ini. Bisa kudengar kecemasan Alice.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku.. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. “Halo. tapi matanya sangat terbuka. Aku tahu dia mendengar. Tapi tidak ada maknanya. “Tidak. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. Akhirnya.” perintahku. sibuk mencoretcoret buku catatannya. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak.” kataku dengan suara pelan. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. kecaman Jasper.stepheniemeyer.makin tegas. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. beranjak dari meja. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami. Mr. disinilah aku. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. Pikirannya tertutup. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran.” Alice meyakinkan. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. Aku belum terlambat. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. membiarkan kakinya menggesek lantai. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. Penasaran. membuat gambarnya tidak imbang. Wajahnya menunduk lagi. amat terlalu ingin tahu. persetujuan Emmet. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat.

dia begitu lemah. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. Pipinya merona. “Maksudku. mencari dasarnya. bingung kemana arah pertanyaannya. meskipun aku tahu dia sudah tahu.Diterjemahkan dari: www. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu. “Bukan. Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. “Oh. aku berhat-hati dengan gigiku. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung.” katanya.” Dia mengerutkan dahi. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci. seakan itu membuatnya tidak senang. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya. menggerakan kepalanya sedikit. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. Aku tidak mengerti. Tanpa bernapas. Aku pasti benar-benar menakutinya. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. Kurasa.stepheniemeyer.” jawabnya. tanpa merasakan aromanya. Lagi.com Dia mendongak. bagi orang sepemalu dia. Ini membuatku merasa bersalah. Kau pasti Bella Swan. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. suaranya gugup. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin.” sapaku. “Namaku Edward Cullen. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. tidak berkata apa-apa. kurasa semua orang tahu namamu. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. saat bersamaan mereka mencari perhatian. Kendati tidak mau terlalu menonjol. Aku terus menatap kedalam matanya. aku lebih suka Bella. “Tapi kupikir 35 .

Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. Aku merasa geram. Itu akan membuat dia lebih curiga. Aku memberanikan diri. Ahh! Sangat Sakit. partner?” aku menawarkan. yang sedang menunduk memandangi meja. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. Cukup tajam.” kulitnya bersemu jadi merah muda. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku. seperti yang lainnya. mengunci otot-ototku. Banner.Diterjemahkan dari: www. dan kami mesti berpasangan hari ini. “Mulai. Akan sulit menghindari percakapan. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. Dia menatapku. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. Bahkan tanpa mencium baunya. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. aku harus mengambil napas.. Dia menyadari perbedaan itu. 36 . lebih takut. matanya lebar.. “Oh. Aku kehabisan udara. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. Jika ingin bicara lagi. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu. “Kau duluan. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini. cepat-cepat membuang muka. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. Sial baginya.” ujarku konyol. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. menjulurkan kepala kesamping. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin.stepheniemeyer. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri.” perintah Mr.

com “Tidak. Aku menatapnya. Aku mengambil satu napas cepat lagi. “Boleh kulihat?” tanyanya. Tidak heran dia diam. Aku masih belum siap menoleh ke dia. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan. Sudut mulutnya bergerak turun. kehangatan kulitnya membakar kulitku. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi. dan langsung kecewa. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. “Aku akan memulainya. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. Ia buru-buru menarik tangannya. Selama sedetik. “Profase.stepheniemeyer. “Maaf. Dia sudah akan mengganti slide-nya.Diterjemahkan dari: www. sekotak slide. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. “Anafase.” sebutnya setelah pengamatan singkat. sebuah mikroskop.” aku berkata sendiri saat akan menulis. 37 .” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja. Aku menatap sekilas slide-nya.” katanya. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar. dan kemudian mengganti slide yang baru. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan. “Profase. menulis pada lembar kerja. Tangannya mengulur ke mikroskop. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. terkejut karena dia bersungguh-sungguh. melalui sela gigi.” gumamku lewat sela gigi. Dia benar. Dia melihat ke lensa dengan sangsi. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya.” aku setuju. Dia tidak terlihat takut. Aku butuh sesuatu untuk dilihat.

Aku meneliti ulang—dia benar lagi.. tapi mengulurkan tangan.Diterjemahkan dari: www. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang. “Oh. dengan mata masih di mikroskop. Aku menatap balik.” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. “Interfase. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan. Tubuhku pelan-pelan menghangat. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. sambil menatapku sebal. Kulihat lagi gadis itu.com “Slide tiga?” dia meminta. Kami berhasil selesai dengan cara ini. tak perduli betapa normal. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. Bisa dibilang dia cukup cantik. Dia tidak terlalu lama melihat. batin Mike.” gumamnya. 38 . menungguku yang menulis. kehebohan. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras.. yang penuh rahasia. wajahnya menarik.. “Kau memakai lensa kontak.dalam cara yang tidak biasa. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya.stepheniemeyer. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. Pertanyaan yang aneh.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. Ini perkembangan baru. ya?” dia tiba-tiba bertanya.” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. Bahkan lebih menariknya. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku. dan ada matanya. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. terpesona pada besarnya malapetaka. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat.. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar. “Tidak. Lebih baik dari sekedar manis. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini.

Mereka bersembunyi minder. Jika tahu maksudnya. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku. agak kebanyakan sepertinya. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella. saat terpesona dengan keluargaku. Banner mendekati meja kami.” ujarnya. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin. godaan hari ini. Sekarang. Untuk persiapan hari ini.Diterjemahkan dari: www. Kelepasan bicara lagi. tubuhku dibanjiri darah. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. bahuku kaku. dan berpaling ke depan kelas.” spontan aku meralat. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. Edward.com Aku mengangkat bahu.stepheniemeyer. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya.” Ini mengejutkan dia. “Yeah. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. mataku hitam karena haus. tertarik. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. aku akan menjawab iya. Tentu saja ada yang berubah pada mataku.” “Whitefish Blastula?” Mr. “Jadi. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya. Dua tahun aku di sekolahan ini. saat dia tersenyum. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah.” Pikiran Mr. mataku berubah hangat keemasan. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap. Yang lainnya. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. meneliti jawaban kami. Banner menyelidik.” 39 . Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. Minggu lalu. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia.

“Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar.” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan. “Jawabannya. tidak menambahkan apa-apa lagi. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu.” aku menebak. jika ia pergi. Teka teki yang akan terus mengganggu. Dua kali salah dalam satu jam. sambil mengerutkan mulutnya.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya.” Ucap Mr. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu. Itu membuatku ingin bertanya lagi. “Kau tidak suka dingin.” dia berkata pelan.” dia menambahkan. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 . “Lalu kenapa kau datang kesini. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman.. “Well. Sangat memalukan. “Tidak juga. pikirannya akan selamanya jadi misteri.” Mata lebarnya mengerjap.” jawabnya. Topik sederhana yang membosankan. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. ya kan?” kataku. “Sayang sekali turun salju.. mengejutkanku lagi.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar.rumit.stepheniemeyer. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu..Diterjemahkan dari: www. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini.” tanyaku. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. terlalu menyelidik. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. Ini tidak mengejutkan. Banner. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. tidak santai seperti percakapan biasa. “Atau basah. aku ingin menambahkan. Tidak sopan. Dia kembali menggambar lingkaran.. “Kau tak tahu bagaimana rasanya. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu. nadanya dingin. Tentang cuaca—selalu aman. “Kupikir kalian cocok menjadi partner. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik.

pilihan karirnya membuat dia kagum.” aku menerka. mudah dipahami. Aku ikut tersenyum. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku.stepheniemeyer. Mendadak ia mendongak. Dia pemain bola. “Terlalu muda barangkali. “Phil sering bepergian. buru-buru. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak. “Barangkali tidak. dia bicara cepat. Dorongan yang aneh. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. Phil baik. Terdengar terlalu mencampuri..” berkas senyumnya makin tampak. memancing lebih banyak.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. suaraku kelewat penasaran.” Ah. memang begitu. membetulkan asumsiku. Pandangannya menunduk lagi. tapi cukup baik. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman.” aku memaksa.” jawabnya. Dia bukan pemain andal. Ini membatku tidak sabar. “Tidak. “Rasanya aku bisa mengerti. “Itu tidak terdengar terlalu rumit.. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa. “Benar-benar liga 41 .” kataku.Diterjemahkan dari: www. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas.” lagi-lagi tersenyum. Yang harus kuakui.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi. mengira-ngira Phil yang mana.com tenggorokanku. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. ini sangat manusia. Sebetulnya. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat. “Dan kau tidak menyukainya. “Ibuku menikah lagi. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya.

Dia tidak seperti kebanyakan manusia. tapi dia merindukan Phil. “Tapi sekarang kau tidak bahagia. sebal telah kalah. Aku benar-benar tidak paham. Pada saat bersamaan.” 42 . atau alasan dibalik nada bicaranya. meskipun aku tidak tahu kenapa. “Itu tidak adil.” dia menjelaskan pelanpelan. nadanya makin sayu di tiap katanya.” tanggapku ringan. “Ini membuatnya tidak bahagia. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya. ternyata tidak terlalu keliru.” aku mengakui. Saat melihat hal ini. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. berharap mendapat reaksi darinya. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. Kali ini. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie. dia tidak mengirimku ke sini.” kataku. suaranya berubah tajam.Diterjemahkan dari: www. Dia tertawa dingin. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan.. ekspresinya mendadak datar. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil.” Aku tidak tahu maksudnya. Dia lebih mementingkan orang lain. aku membayangkan skenario baru.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya. Tidak seperti manusia lainnya. Aku menatap matanya.stepheniemeyer. coba terlihat santai. Jadi aku menyerah.com kecil. Aku mengangkat bahu. Dagunya terangkat. Dia benar-benar tidak masuk akal. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. “Aku sendiri yang mau. “Mula-mula dia tinggal denganku. Tebakanku sepertinya menyinggung dia. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia. “Aku tak mengerti. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. “Terus?” ujarnya.. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. “Tidak. Dia sering berpindah-pindah.” katanya. Dan berhasil lagi.” gumamku.

“Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya. Dua kerut V diantara matanya. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. “Kau pandai berpura-pura. meskipun sama tidak merasa gembira. Itu sangat tidak aman. Itu membuatku tersenyum. menggangguku. Matanya mengerjap sesaat.” Dia mengerutkan muka.stepheniemeyer.” aku berkata pelan. terlihat bingung lagi. masih membuang muka.” dia memberitahu. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi.Diterjemahkan dari: www.” Dia menatapku balik. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. menebak asal-asalan. Tapi. tentu saja. 43 . aku tidak dapat menyentuhnya. “Ya sudah. problem manusia tidak penting. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. “Pertanyaan yang bagus.com Aku ingin ikut tertawa. dan kembali menatapku lagi. Semua situasi ini. lucu. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. pembicaraan ini. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. “Kurasa tidak. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja. kalau aku terlena. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. itu saja. tapi pura-pura tidak mendengar. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku. lalu ia membuang muka kedepan. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil.” aku akui. Dia tidak suka saat tebakanku benar. sisa kesenduannya. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya.

dan gadis itu langsung berpaling dariku. khawatir. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik.com “Apa aku mengganggumu. hidup bukan istilah yang tepat.” tanyaku.” bantahku. yang lagi-lagi.” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya.” dia menebak.” Keningnya mengerut. Aku harap dia begitu. meskipun sudah coba kuusir. tepat sasaran. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu. Aku tidak bisa disebut hidup. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. gelisah.. tapi tatapannya terperangkap pandanganku.Diterjemahkan dari: www. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. sambil tersenyum tanpa sebab. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi.” Dia memberitahu. merasa aneh. Dia bermaksud mengerling sekilas. sejeli sebagaimana dia kelihatanya. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini. Dia terlihat lega karena teralihkan. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri. Sungguh aneh. “Tidak juga. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. Aku menatapnya terheran-heran. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya. “Kebalikannya.. Itu kelakukan bodoh. Aku tidak akan sanggup menahan diriku. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya. Aku tersenyum lebar. membuat asumsinya sendiri.” aku mengiyakan. “Aku malah sulit menebakmu. “Biasanya.stepheniemeyer. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. menggerutu.

” desisku lewat sela gigi. Tidak sadar. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu.. Dia terikat kencang. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. Aku berhenti bernapas. Tadi ia ingin ikut mengejar. Paling tidak untuk saat ini. Jika Alice butuh bantuan.. Lagi. 45 . Kurasa itu berita baik.com tentang ibunya. ia akan bilang. “Kali ini.Diterjemahkan dari: www. Dia melihat ekspresi liarku sekilas. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur. kehidupannya sebelum kesini. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi.” Mungkin lain kali akan lebih mudah. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun. Tadi aku tidak berniat akan. Memang tidak. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. Monster dalam diriku menggeram.. aku melihat ingatannya barusan. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi. Tidak ada yang mati.. kukira. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas. hubungan dia dengan ayahnya.. aku tidak boleh mendapati dia menarik. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. Dia meyakinkan aku. Dalam perjalanan masuk kelas. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi.” bisikku. Semakin menarik dia bagiku. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh. Tidak.stepheniemeyer. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. aku tidak tahu seburuk itu. iya kan? “Iya. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan. “Tidak ada yang mati.. Apa aku akan membuat yang ketiga. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing. Minimal aku tidak merusak apa-apa. tapi tidak menikmati kesakitanku.” aku bergumam.

“Me perdona. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka. Dan dia sudah mengikutiku.” Atau. hampir malam. “Ah. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel. Waktu itu petang. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. Dia mengangkat bahu. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. “Tentu saja..” Aku dengar Emmet menjawab. tanpa menahanku keluar kelas. Edward?” tanya Senora Goff. sambil segera menuju pintu. seakan itu hal yang tidak terelakan. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini. Emmet sedang menyusuri jalan itu. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu. mungkin kau akan membunuhnya. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan. Kau bukan orang pertama yang mengacau. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. Langit keunguan diatasnya. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu. Harmonis. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah. Emmet terkenang. puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. Aku langsung terlonjak. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie. Seakan ingatanku masih belum cukup. “Itu tidak menolong. 46 . terkejut dengan gerakan mendadakku. Tidak sampai setengah detik.” aku menggeram pelan.stepheniemeyer. “Esta bien.. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Emmet.” bisikku..Diterjemahkan dari: www.com “Tentu. “Emmet—por favor. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. ke sebuah jalan pedesaan.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. jingga di sebalah barat pepohonan. Aku tahu.

Pembicaraannya paling-paling tidak penting. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi. membersihkan kepala dan paru-paruku.. dan telapak tangannya sekaligus. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . Jadi aku terus mencari. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie. Di kelas olahraga bersama Mike Newton. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Cukup mudah menemukan Jessica.” “Aku tahu. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya. Bersembunyi. dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu. menunggu hingga sekolah usai. dan tidak terlalu berhasil. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya.Diterjemahkan dari: www. Mungkin aku harus pergi. Kedengarannya dia tidak takut.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. Dia kesal. Aku ingin sendirian.” aku menghirup panjang.stepheniemeyer. “Lebih parah. Lagi. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik.' Kira-kira seperti itu. Aku ke mobil lagi.. lebih parah. Tapi. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu.” Dia terhenyak... Edward. Mungkin.. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri. Dia terus berpikir negatif seperti itu. cepat-cepat menjauh. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya. Kembali ke kelas. tapi gadis itu sedang tidak besamanya. “Sori. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. Itu akan meremukan tulang lengan manusia.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu. Aku tidak suka caranya menatap Bella. Emmet. Emmet. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku.. seperti seorang pecandu. atau bolos. “Tidak.

belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. aku tetap tidak bergerak. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. Hanya bersiap-siap. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. Dia menyisir rambutnya dengan jari. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. aku coba meyakinkan diriku. dan akhirnya melihat ke arahku. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. Dia menatapku balik hanya setengah detik. Sudut bibirnya turun. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. Bukan mengintai. untuk mengintai gadis polos itu. Dia melihat sekitar sebelum mundur.Diterjemahkan dari: www.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. Dia tidak melihatku. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku.. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. ketika akan tiba di parkiran. Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. 48 .. Aku mencuri-curi beberapa kali. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku. tidak yakin kenapa. setelah hampir satu jam. Aku tidak mau kaget. Ini menggangguku lebih dari semestinya. seakan mereka menyinggung perasaannya. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. Aku menyalakan CD musik rock. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. aku keluar dari mobil. jadi aku berhenti mendengarkan.stepheniemeyer.

Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu. mulutnya menganga ngeri.com Dia menatap kaca spionnya. Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain.Diterjemahkan dari: www. Ketika mobil lain lewat. ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir. 49 . sangat hati-hati hingga membuatku geli. membuatku tertawa saat dia melintas. tak perduli apapun yang dikendarainya.stepheniemeyer. memandang lurus kedepan.

Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. Aku harus pergi sekarang juga. dan memegang pundakku.” Saat tahu dia mengerti. “Tidak. bawa mobilku. jika aku tinggal. Dia menjangkau untuk menyentuhku. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 . Aku akan merindukanmu. wajahku tertunduk malu.Diterjemahkan dari: www. Edward. Ini lebih cepat. Belum. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh.” “Aku sangat sedih kau menderita.. Ini.” bisikku sambil lari.” Dia menggapai tanganku. Carlisle ikut menemani. tapi aku menjauh.stepheniemeyer. apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi..apa ada masa dimana. Carlisle. Sedikit pencegahan. meski aku tahu tetap tidak akan cukup. Fenomena Aku tidak haus. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali.” “Apa yang terjadi. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu.. Tapi akan terjadi. Saat berlari menembus kegelapan hutan..com 3. tak perduli aku coba menghindar lagi.” “Apa kau pernah. “Aku tidak mengerti.” Sekarang dia bertanya-tanya. “Memang itu yang kubutuhkan.” Kulihat diriku menarik napas panjang. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya. “Edward?” “Aku harus pergi. Jika kau memintaku tetap tinggal.” “Tidak ada. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu.

” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek.. Kami melambat—hampir berlari normal. dia memperhatikan ekspresiku.” pada akhirnya candanya lenyap. Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi. jika aku bisa membuat diriku pergi. tapi jika ini terlalu sulit. Mereka tidak akan kesal. Tapi kau tidak akan pergi. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah.. Kau hanya perlu minta. jika itu yang kau butuhkan. “Seharusnya aku pergi. tapi di berhutang padamu.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal. Aku mengacuhkan kata-katanya.stepheniemeyer. Tidak kali ini. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal. “Tidak.. sebelum ada insiden. “Iya.” “Aku tahu.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi.. Bagaimanapun juga. jauh lebih baik kita pergi sekarang.” aku menyetujui.” “Tentu kami akan ikut. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia. Dia tertawa. setelah ada korban jiwa.” “Kau betul. Apa karena harga diri.” “Apa yang menahanmu disini. Suaraku parau. Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan.” aku mengaku. iya kan? Aku tidak menjawab.” 51 .” “Aku tidak suka jadi pengecut. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti. aku tahu itu..Diterjemahkan dari: www. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi.. “Iya.com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi. Hal itu tidak akan menghentikanku. Rosalie mungkin. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu.” Aku mengangkat sebelah alisku. daripada nanti. aku tahu.

Aku mendesah. badan membungkuk dengan cakar didepan. menua. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. Salju yang mencair telah membeku. tiap batang rumput. Mengunjungi saudara jauh. Mereka bisa mengatur alibinya.Diterjemahkan dari: www. aku tinggal di tepi sungai. semua tertutup es.” dengan satu pengecualian. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. Dia tertawa lagi. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. mungkin menikah dengan seseorang. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. tiap daun pakis. Tapi aku akan menghargai privasimu. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki. bahkan dengan buruan yang paling baik. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. “Terima kasih. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. memulai karir. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara.” bahkan ke diriku sendiri. Kau terlalu baik.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. aku tidak mengerti. menunggu matahari terbit. Aku bisa membayangkannya— 52 . aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. Itu tidak masuk akal. Hanya selama satu atau dua tahun. Sekolah asrama di Eropa. menatap dasarnya. Perutku kembung karena kebanyakan darah. bau rusa jadi terasa menjijikan. Aku seharusnya meninggalkan Forks. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. jika itu kemauanmu. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. Carlisle benar. “Ayo.” Aku mengikuti. Tidak. dan gadis itu akan menghilang. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. Tapi sangat sulit untuk bersemangat. Dia akan pergi kuliah. Dia menilai ekspresiku. Kami mengambil posisi berburu. dengan ingatan darah gadis itu.stepheniemeyer. Saat ini. Apapun itu tidak penting.

Aku akan menemui dia satu hari lagi. Sungguh ganjil. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu. Aku menggeleng. Aku harus mendengarkan dia. Sangat terlalu bias. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah. “Aku belum tahu kemana tujuanku. aku memutuskan. Ini akan sulit. Kau akan pergi lagi. Itu hal yang benar untuk dilakukan.” bisikku. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian. Matahari terbit dibalik awan.Diterjemahkan dari: www. atau empat. tapi aku akan melakukan hal yang tepat. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. Dan pikirkan 53 ... Aku tidak bisa mengerti. lengannya mengait ke lengan ayahnya.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik.stepheniemeyer. Satu hari lagi. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. Aku bisa mengatasinya. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. Alice sedang menungguku. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Berhenti membahayakan kehidupannya. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku. dia cemberut padaku. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. Aku ingin kau tinggal. Aku mendesah dan menangguk. agar cerita yang berkembang meyakinkan. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle.

Kemudian. Maka itu kau harus tinggal. dan banyak jalan yang salah. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu. “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak. “Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih.com bagaimana Esme. kau tahu itu. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh. sangat kabur. “Thanks. Aku juga.” Aku tertawa muram.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. “Aku tahu.” “Cepat ganti baju..stepheniemeyer.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini. Ada sesuatu disana bersamaku. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. lagi. meskipun. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap.” dia mengucapkannya dengan suara verbal. Aku akan 54 . “Ya. “Kau pasti sadar bukan. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini.” Ada banyak jalan yang benar. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas. “Menurutku sesuatu ada yang berubah. Ini tempat yang aku tahu. Tidak cukup jelas untuk dikenali. Alice.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar.Diterjemahkan dari: www.” dia meyakinkan aku.. pundaknya terkulai. Tapi aku harus melakukan apa yang benar. Dia berhenti. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya. tapi. aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. Menurutku.

Yup. tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. Aku segera tahu kemudian. 55 . Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. aku juga akan sangat merindukannya. temperamental dan gampang marah. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Sungguh. Hanya mempersiapkan diri. tidak perduli betapa nikmat aromanya. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. betul. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. Aku bersandar ke mobil menunggu. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Tentu saja. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Dia belum datang. Jalanan licin karena es. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. Sebetulnya cukup mudah dipahami. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius.com merindukanmu. Alice menemani. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. Ya. orang yang bertanggung jawab. Itu adalah perjalanan yang sepi. Ini adalah salah satunya. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Yang lain langsung masuk ke kelas.

paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin. Dia tidak mendongak. Bukannya ke kelas.. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin.. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. tapi dia belum menyadari aku disini. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh. Tapi mungkin ia akan menatap balik. Tatapannya. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. itu salah. tidak yakin dengan langkahnya. Mungkin akan datang bicara padaku.. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku. Aku akan bicara ke dia. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam. Aku mengambil napas panjang. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan. kakinya selalu terpleset.com Mobilnya diparkir tidak jauh. melihat kebawah dengan ekspresi aneh. Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. Dia keluar dari truk dengan hati-hati.. dia justru ke belakang truknya. mengecek pijakannya yang licin dulu.Diterjemahkan dari: www. rasa penasaran membakar seperti dahaga. Itu membuatku tersenyum. Dia tidak suka salju... Tapi. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan. mengamati dia. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. sekedar berjaga-jaga.. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu. mengisi paru-paru. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. Tidak. dan itu membuatku frustasi.. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku. sepertinya itu tidak mungkin.emosional? Lagi. namun juga segalanya berkaitan 56 . Tidak.stepheniemeyer.

karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. Aku telah berbuat terlalu banyak.com denganku. Masih terkunci dalam pikiran Alice. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. tapi juga bagi seluruh keluargaku. 57 . tubuhku serasa membeku. berdiri tepat di tempat yang salah. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. bingung karena mendengar suara lengkingan bising.Diterjemahkan dari: www. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. Ia mendongak. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya. Van itu kemudian berubah arah. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. di belakang truknya. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. aku menyadari kesalahan itu. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. aku melihat penglihatannya mendadak berubah. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku.stepheniemeyer. dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. Aku menangkap pingganggnya. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. yang meluncur diluar kendali Tyler. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. Gadis itu.

Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman.Diterjemahkan dari: www. Jika kulepas tanganku. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. Oh.stepheniemeyer.com Terekspos. Aku menarik napas lewat sela gigi. Ketakutan itu adalah yang terbesar. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan. aku memeriksa wajahnya. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya. Aku sangat lega mendengar suaranya. Sambil mengggeram dalam perut. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia. syok. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu. “Bella?” Aku bertanya khawatir. demi orang-orang kudus. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. 58 . Van itu bergetar. Saat teriakan orang-orang mendekat.. Matanya terbuka. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu.. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya. pikirannya panik. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus. Saat mau jatuh. kemudian terayun.” dia menjawab spontan dengan suara linglung. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. Dua ban sampingnya terangkat. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. kusorong van itu sedikit. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. mengetahui dapat saja menghirup baunya. Aku tahu situasiku terpojok. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil.

Kali ini kuijinkan.” keluhnya. memeriksanya dengan peralatan lengkap.com Dia berusaha untuk duduk. “Coba jangan berdiri dulu. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar. Aku menatap balik.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. paling tidak. Dia berusaha duduk lagi. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja. masih memegangi dia di sisiku. nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. Entah bagaimana aku merasa. “Hati-hati. Dia mendongak menatapku.. “Aduh. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. “Itulah yang kupikirkan. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar.stepheniemeyer..” aku tahu dari pengalaman. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. Kini. jika sangat yakin saat berbohong. Aku hampir tertawa geli. tapi apa dia boleh 59 . Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini. dan aku bukan amatiran.. Aku pegang pundaknya untuk menahannya. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle. rasa humor lenyap. Kini orang-orang mulai merubung..” suaranya perlahan menghilang. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. tapi aku belum siap melepasnya.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam. “Aku berdiri di sebelahmu.” dia kelihatannya baik-baik saja. Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. Itu bagus. ekspresinya masih syok. Dia melihat terlalu banyak.” aku memperingatkan.lebih aman? Lebih baik. Dia melihat ke sekeliling. Ekpresiku lembut. Dia berusaha untuk berdiri. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. Mereka saling mendesak maju untuk menonton.. Kebanyakan para murid. Bella.. Sepertinya itu membingungkan dia. “Bagaimana bisa. bersahabat. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan.Diterjemahkan dari: www. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. matanya mengerjap bingung.

60 .” Aku berusaha tetap tenang. Rahangnya mengeras. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku.” “Aku melihatmu. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali. Bella mengerjap. Bella. Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya.” Hal itu membuatku masam lagi. tidak panik. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka. saat menjawabnya.” “Tidak.” dia ngotot. “Baik. nadaku ketus. “Tapi dingin.com menggerakan leher? Lagi. aku sedang berdiri disampingmu. “Kumohon. Jadi. “Kau ada di sebelah mobilmu. Jika aku bisa menenangkannya sebentar. Hasrat yang konyol. “Percayalah padaku. bukan hanya karena insiden ini.” “Baik. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler.stepheniemeyer. masih ngotot. Dagunya terangkat maju. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya.” aku memohon. “Tidak. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada. Dia melirik ke tempatku tadi... dan kemudian matanya fokus ke wajahku. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti. dan aku menarikmu.” dia mengulangi dengan nada ketus sama. “Kau ada disebelah sana. Sangat ingin. aku berharap ada Carlisle. “Bella. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu. namun dingin yang ia risaukan. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala.” dia mengeluh.Diterjemahkan dari: www.” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh.

Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. belum ditambah benturan di kepalanya. pihak berwajib ditelepon. Aku mungkin saja membantu mereka. Oh. “Hey. Aku mencari ke setiap benak di parkiran. tapi dia terlalu dekat. dan Emmet. Dia ketakutan. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. agar lebih cepat.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis.. Dia seorang perawat. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya.stepheniemeyer. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah.. “Apa kau baik-baik saja.. tapi aku sudah cukup terlibat masalah.Diterjemahkan dari: www.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. trauma. 61 . Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. Lagipula gadis ini matanya tajam. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. Edward. Itu membuatku lebih rileks. dan tidak menemukan hal yang berbahaya. yang baru saja datang. Dia tidak langsung membantah ceritaku. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit. Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak. Kemungkinan agak syok.” Brett Warner menyapa. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya. Jasper. Aku mesti membayar mahal nanti malam. Dalam pikirannya ia tidak curiga. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu. kid?” “Perfect. iya betul. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya. yang menatapku sengit merasa dikhianati. Brett. para saksi dan orang-orang yang baru datang.. Aku tidak kena apa-apa. Akhirnya. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak.

“Bella!” Dia berteriak panik. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya. tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Meskipun tidak terucap. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak. bukannya kosong. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet.” keluhnya. Rintihan dia sampai padaku. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. Aku hanya. Dengan kebanyakan manusia. Aku cuma bisa 62 .Diterjemahkan dari: www. “Aku baik-baik saja Char—Dad.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu. dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat.stepheniemeyer. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap. dia tidak melebih-lebihkan. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. disamping Brett.. paling tidak. Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban. tapi tidak sulit menolak mereka. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki. Baru setelah mendengarnya bicara. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. “Aku tidak terluka. Sangat cemas dan merasa bersalah. Hmm.. Charlie Swan tidak sependiam putrinya.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. menggema makin dalam. bukan untuk gadis ini. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa. dan dia setuju. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. Menarik. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. Pikirannya sebagian tersembunyi. Buat kebanyakan manusia. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan.

dan segera waspada begitu melihat wajahku.. Dia langsung terlonjak berdiri. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. Aku ingin mendengar lebih banyak. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es.. sejauh ini.” Dia langsung menghela napas lega. Wajahnya pucat..” Dia mendengarku mendekat tak sabar. sedang sisa harmoni lainnya. aku tidak mengerti. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak.stepheniemeyer. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu. tidak. Aku harus konsentrasi. dia menggantung satu 63 . Dia ada di dalam kantornya yang kecil. Tentu saja. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini. tentu saja. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi. aku seharusnya tahu. “Dia terluka Carlisle.Diterjemahkan dari: www. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis.. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara. mungkin tidak serius. Matamu. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. tidak ada luka serius pada gadis ini. Edward—kau tidak— “Tidak. prioritas pertama adalah mencari Carlisle. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. “Carlisle. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku. bukan itu. Sejauh yang bisa mereka katakan.” aku berbisik ngeri. Aku mesti mendengarkan.com menangkap satu nada. Ketika tiba di rumah sakit. dia menyadari mataku yang masih keemasan.

. tidak ada yang melihat. kecuali dia. tapi lagi. Jika kita harus pergi. ketika bergerak kilat melintasi parkiran.” “Itu tidak penting.” Ujarku.kecuali dia. sedikit frustasi. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku. Kita tunggu saja apa yang terjadi. Alice sempat melihat itu. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin. dan itu menggelitik.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. paling tidak bagi dia.” Alisnya mengerut. Aku juga mesti menghentikan Van itu. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia. tapi... Barangkali tidak perlu.aku minta maaf Carlisle.” aku buru-buru melanjutkan. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. Aku bisa melihat ironinya. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 . pada sekejapan sembrono tadi. “Kepalanya terbentur—well.yang salah denganku.. “Aku sangat khawatir telah menciderainya. Entah kapan. “Dia tahu ada sesuatu. mempertimbangkan kejadian ini. “Kumohon. karya seorang pelukis bernama Hassam.” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya.. Kau melakukan hal yang benar...” Dia mengitari meja dan memegang pundakku. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. Aku tertawa bersama Carlisle. “Belum ada. Aku kembali sanggup menatap matanya. Kelihatannya tidak apa-apa.” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah.. Dan itu tidak mudah bagimu.. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. Aku bangga padamu Edward. aku yang melakukannya. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. Tidak ada yang memperhatikan. kita pergi. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras. Aku. “Dia tidak jauh di depannya.

ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. Tyler merasa sangat bersalah. “Wow. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul.” “Cullen?” Huh. “Mmm. tanganku pada gagang pintu. “Dia berdiri disebelahku. Itu tidak terlalu membuatku lega. kurasa 65 .stepheniemeyer. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti. Aku ingin mendengarnya sendiri.Diterjemahkan dari: www. Akhirnya ia melanjutkan. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung.” aku mendengar dia menggumam.. Aku menunggu. Bella akan langsung ingat padaku. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan. “Edward menarikku dari jalan. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. Perhatian perawat beralih ke dia..com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku. “Aku tidak melihat dia. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. kelihatannya terluka lebih serius. Tyler Crowley. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler. sementara Bella menunggu giliran dirontgen.” dia berkata. si pengemudi van. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan. “Edward Cullen.” Aku menghela napas. Carlisle tidak turun tangan.... Sekali melihat wajahnya. itu aneh.” aku bersumpah. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit. tidak bernapas. Tapi kemudian napasku memburu. tapi aku tahu Carlisle benar. Ia ragu-ragu..

Aku bersembunyi di pojokan.” aku menggumam dibalik napas. kecurigaan menggantung di matanya. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu.Diterjemahkan dari: www. Edward. Kerja bagus. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda. Aku seharusnya senang. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen.. Aku hanya melihat lurus kedepan. Carlisle memergokiku.. Agar dia tidak 66 . tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. dia sedang berpikir. tidak terlalu. Aku diam selama mungkin. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk. tapi tetap saja. Untungnya. Aku jauh lebih tenang. aku harus mengajaknya kencan. baru menyadari pikirannya. Kami tidak sendirian. Kurasa begitu. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. Ah. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD. Dia ada disini entah dimana.stepheniemeyer. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik. “Bersikap normal. Kepalanya baik-baik saja.bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau. tapi aku tidak perlu melihat dua kali... Dia cantik. Dia baik-baik saja. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung.. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard. namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan.. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor. Bukan tipeku.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. setengah jalan menuju UGD. Bahkan ketika acakacakan begini. Kau kelihatan jauh lebih baik. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. dia berkomentar. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa.. seperti tidak terjadi apa-apa.com kejadiannya berlangsung cepat sekali. Aku tidak melukainya.. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya. Semua bisa melihat hal itu. iya. Untuk membayar hari ini.

Edward. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia. 67 . Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan. merasa bersalah. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial.stepheniemeyer. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. Aku menatap wajahnya lama-lama. “Hai. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat.. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. “Ide bagus. masih memandangi hasil rontgennya. tapi napasnya tidak teratur. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle.Diterjemahkan dari: www. Ketika Tyler melihatku. Matanya tertutup. Jangan buat dia curiga.com makin curiga. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. Ketika sampai di UGD. Hmm. ia sudah akan bicara. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur. “Tidak ada darah.” semuanya alasan yang bisa diterima. Carlisle mengangguk-angguk sendirian. tidak seru. Aku akan menyusul sebentar lagi..” sapa Tyler. dengan kau disini.” aku berkata masam. Aku cepat-cepat pergi. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. Tanpa berpikir. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. Matanya sesaat melebar. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya. Aku terdiam Sudah sana.” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku.

Tentu saja dia melihat kemiripan kami. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya.” Dia mengeluh.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. “Tapi jangan khawatir. Aku menjaga jarak darinya. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. kali ini agak tidak sabaran. Bertahun-tahun lalu. aku datang untuk menyelamatkanmu. Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka... Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. Kemudian ia mengerling kesal padaku. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain.” dia berkata pelan. Aku bisa mengerti. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. Miss Swan.” jawabnya lagi. “Aku baik-baik saja. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi.Diterjemahkan dari: www. Aku mengerang dalam hati. “Jadi. “Hasil rontgenmu baik. Bibir bawahnya sedikit mencebik. aku 68 . Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang. sangat bahaya. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya.stepheniemeyer..” aku berkata santai. dan berkata. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga. Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku.. “Aku tidak apa-apa. “Jadi. “Aku baik-baik saja.? Tapi sekarang. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. godaan itu jadi tidak ada artinya. duduk di ujung tempat tidur Tyler.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali.

tanpa takut..” Carlisle menyarankan.. “Sakit?” tanya Carlisle.. “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia. wajahnya gelisah.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah. Bella mengernyit.Diterjemahkan dari: www. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu..” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. mengetahui ia tidak akan menyakitinya. Matanya kembali menuduhku. “Sebetulnya. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya. Aku sedikit terkekeh.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap. Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui.” ujar Carlisle.” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian..abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku. Dan dia tidak mengecewakan. 69 . “Well.stepheniemeyer.. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya. dan aku mengejang di tempat. jangan mencurigakan.” kataku. Sesaat dagunya tersentak.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan. dia berani.” Carlisle mengoreksi. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks. Kembali dia mengerling kesal. “Tidak juga. dan ia tidak ingin terlihat lemah. “Oh tidak. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara.

Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku. kemudian melepaskan peganggannya. tidak!” dia buru-buru menolak.stepheniemeyer. Kupasrahkan padamu. Belum. Carlisle berkata dalam hati. Rona merah muda terlihat di pipinya.” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. Lagi. “Tidak. pelan dan cepat.. Ini seperti memperolok harapanku. “terima kasih banyak. Aku mulai bisa memahami dia.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. tidak berhenti hingga cukup dekat. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia.” aku berbisik.” Carlisle cepat-cepat mengiyakan. 70 . Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik.Diterjemahkan dari: www.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya.. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku.. hilang keseimbangan. “Kedengarannya kau sangat beruntung. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya. Dia tersandung kedepan. Membuatku tidak nyaman.” ujarnya cepat.” Dia memberitahu. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku.. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle. aku yang cari gara-gara. rasa iri itu melanda diriku. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. Mendadak Bella menghampiriku. “Sakitnya tidak separah itu kok. baik kalau begitu. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul. Well. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. “Aku baik-baik saja.” “Oh.

Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. Edward. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan.. jika kau tidak keberatan. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. berusaha mengejar. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini.” aku mengingatkan dia. tapi hampir saja. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu. Liur mengalir di mulutku. “Aku ingin bicara denganmu berdua.. Matanya berubah penuh tanya. Setiap kali berada di dekatku.” dia memaksa setengah berbisik. Aku akan berbohong. “Ayahmu menunggumu. ekspresi yang selama ini menghantuiku. wajah gadingnya memucat.Diterjemahkan dari: www. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. Aku ingin mengatakan sangat keberatan.stepheniemeyer. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. Aku berbalik ke dia. “Kau berhutang penjelasan padaku. dan kejam. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. Hati-hati. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. rahangku terkatup rapat. Ini adalah adegan perpisahan dariku. Lebih buruk lagi. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. mengejek.” dia berkata dengan suara pelan. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang.

“Bella. Kenapa?! 72 .Diterjemahkan dari: www. Suaraku makin mengejek. membuat wajahku makin garang. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya. kau tahu.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca.stepheniemeyer..” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya. tapi kau mengangkatnya. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu. “Kau sudah janji. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. “Apa yang kau inginkan dariku.com —aku tidak berhutang apa-apa padamu.” Dia marah sekarang. dia akan menepati janjinya. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak.” Dia tersentak. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. dia melihat semuanya.. Aku menatapnya. “Tidak akan ada yang akan percaya itu. Dia mengangguk tegas. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya. Meski marah dan terkhianati. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku. kepalamu terbentur.” Dagunya terangkat. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya.” dia berbisik.” Dia berusaha menahan marah. kau tidak tahu apa yang kau bicarakan.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. dan itu jadi lebih mudah. ekspresiku mengejek. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir.

Diterjemahkan dari: www. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya. lalu aku kembali menguasai diri lagi. Seperti geraman anak kucing.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau. Ia menggertakan gigi lagi. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih. “Aku tidak tahu.. Suaraku tetap dingin. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu. Wajahnya memerah. Aku kehilangan pegangan pada peranku.” Kami saling menatap marah. Kemudian ia diam. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku. lembut dan tidak berbahaya. Topeng diwajahku terlepas.. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku. kan?” “Tidak. menunggu. “Kau tak akan menyerah. langsung dari dunia horor. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk.dan aku tidak mau. 73 .” dia menjawab penuh tekanan.stepheniemeyer.” Dia memintaku untuk mempercayai dia. “Ini penting buatku.” “Kalau begitu. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia..” ucapnya.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. tidak sadar pada kerapuhannya sendiri.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik..

Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian.. Tapi. Mr.” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku... Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. Seperti penguntit.stepheniemeyer. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga. tapi seorang Cullen..” “Saya tidak terluka.” “Iya. Seperti koma. seseorang yang memiliki keluarga. “Dia mengalami gegar otak. Sekolah jadi mustahil dijalani. Penguntit yang terobsesi. Penglihatan Aku kembali ke sekolah.Diterjemahkan dari: www. “Saya tidak terluka sama sekali.” Tanpa senyum..” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi.. langit.... jauh lebih membosankan dari minggu lalu. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan. Vampir penguntit yang terobsesi.tapi tidak kulakukan. saya harap Bella dan Tyler juga begitu. “Aku terkejut melihatmu masuk. Tapi saya agak khawatir pada Bella.” Tersenyum ramah..” mengerutkan dahi prihatin. pepohonan. wajah-wajah disekitarku jadi luntur. Aku cuma memandangi rekahan di tembok. 74 . Para dokter sangat cemas. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi.. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi. tapi saya cukup beruntung. Banner. Edward. Edward. Seakan warna-warni pada bata.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca. Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire.. Tinggal Tyler.com 4. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk.

. Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan. “Mmm.Ya sudah. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman. cairan merah kental berceceran.. Terlalu memalukan. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. Alasan itu terdengar sempurna. tapi bukan cuma karena ngeri. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs. Tidak. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian.” Mr.sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna. Emmet melanjutkan.. Tapi seandainya dia dibiarkan. Itu perbuatan yang sangat keliru. “Saya tidak tahu. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia. tidak mengindahkan lamunanku..... meskipun punya cukup alasan untuk itu. Aku tahu apa yang ia maksud..aku merasa kecut memikirkannya. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku.. Hati-hati pada Jasper.Diterjemahkan dari: www. Banner mendehem... Rose sudah siap perang.. bau darah segar menguar pekat di udara.. 75 .tapi ia sudah menetapkan niatnya. Aku hampir tersedak kedalamnya.com Mr. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya.tapi tidak akan kugunakan. Dia tidak semarah itu. menggenang di aspal. jika dia terluka dan mengeluarkan darah. Hanya saja sangat.stepheniemeyer. Aku gemetar. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang..” Aku mengangkat bahu. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka.

mesin pembunuh alami. Dalam pertarungan kami seimbang.com SSSTT. bukannya menekan kebawah. Aku gemetar. Kau dalam kesulitan besar. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Aku berusaha menenangkan diri.stepheniemeyer. Sialan. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. Ya. Jika dia menekan kebawah. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang. Emmet menambahkan. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku. aku akan bertarung demi dia. hampir tidak terkontrol. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. Emmet bukan pendendam. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. Emmet lebih kuat dariku. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. 76 . Ya. Amarah terlanjur membara di kepalaku. Dia menuduh aku curang. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu. Aku menarik napas panjang. “Gigit saja aku. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. kau berantakan. Edward. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding.Diterjemahkan dari: www. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya.. Tangannya memegang pundakku. Rose. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper. Melawan keluargaku. tapi sulit. dan cuma mengangkat bahu.” aku menggerutu dibalik napas. Ada nada simpati pada suaranya. Mereka tidak tahu apa alasannya. Kudengar dia terkekeh pelan. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya.. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. TENANG! Perintahnya galak. Dia mencengkram bahuku. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. kursiku akan hancur berantakan. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat.

Carlisle. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang..aku tidak tahu. Tidak jika melawan mereka bertiga.. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama..stepheniemeyer. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan. tapi pasti tidak karuan dan sangat.. Mungkin tergantung apa yang ia lihat.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya.. Gadis itu telah merubah segalanya. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia. Well. Dan juga bagiku. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah.. Mungkin itu cukup. Mungkin solusinya dia harus dilarikan. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya.Diterjemahkan dari: www. Barangkali cukup mengantar ke ibunya. Alice. lamanya aku harus pergi setelah itu. Kita lihat nanti. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose. Mungkin dia akan memihak yang menang. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. aku tahu aku menyayangi mereka. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. 77 . tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh.. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. melainkan aku.. Esme. Jadi. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti. Aku bukan tandingan mereka. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku.. pastinya. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. Tapi itupun belum tentu aman baginya. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. maka Esme adalah hatinya. Aku tidak bisa menang sendirian. Dia tidak akan menentang aku juga. aku ragu. aku akan melakukan ini tanpa bantuan.. perseteruan dengan keluargaku. aku menyadari tiba-tiba.

. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper. Jasper adalah yang terbaik. Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. Yang lain sudah menunggu di mobil. dan itu mengganggunya. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. Itu membuatnya jadi lebih imbang. Cuma itu. membolak balik kilasan gambar masa depan.. Aku parkir di garasi disamping rumah. Keuntunganku melakukannya. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . Alice risau. disebelah jeep besar Emmet. Semuanya samar dan berbayang gelap. Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. dan Vanquishku. juga diam. Aku mengacuhkannya. Kami berlima duduk ditengah kesunyian. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. Dia sangat yakin dengan niatnya. bergerak menjauh dari rumah Bella. Mercedes Carlisle sudah disitu. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. Jadi Jasper berencana kerja sendirian. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil. Emmet betul tentang Jasper. tapi kuabaikan sebisanya. Kemudian penglihatannya bergeser. mengkhawatirkan Jasper. Aku berkonsentrasi pada Alice. Tidak. Hanya menghalangi dia. Menarik. Aku tidak akan membiarkan. Aku mencegat Jasper duluan. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu.com Setelah bel. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan. Hentikan.. Suara yang lainnya jadi terbenam. Selama perjalanan sampai ke rumah.Diterjemahkan dari: www. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie.. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. tidak begitu. M3 milik Rose. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. kesunyian itu tidak berubah.stepheniemeyer.

dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. wajah dan pikirannya masam. di ujung meja satunya. Gigiku langsung terkunci. Dia memelototiku. garis demarkasi telah dibuat. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. 79 . Saat semua duduk. Mata Esme menatapku. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. sama sekali tidak melihat ke arah lain. Tinggallah. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. Alice yang terakhir datang. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya.stepheniemeyer. Carlisle duduk di tempat biasanya. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. Aku mengambil napas panjang. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. Emmet duduk disampingnya. Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. Dia telah mengambil keputusan. keemasannya yang dalam menatapku prihatin. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Jasper ragu-ragu. tapi dia tetap diam ditempat. Kami langsung menuju ke ruang makan. Hanya itu yang dia pikirkan. Aku duduk disamping Carlisle. di ujung meja sebelah timur. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme.Diterjemahkan dari: www. tidak perduli apapun hasil diskusi ini. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. dia hanya risau padaku. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya.com meledak.

” Carlisle mengingatkan aku. jika itu bisa mempebaiki keadaan.” Esme berbisik. Kita semuanya pergi.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut.” aku tidak sependapat. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya. Carlisle. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang. Rose sedang siap-siap meledak. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud. Edward. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang.” aku buru-buru menyanggah.” Alice menatap letih. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini. Itu adalah kebalikannya dari membantu. kau harus melihatnya seperti itu.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku. dan aku ingin fakta ini terucap duluan.” ujar Emmet. “Yang sebatas ini aku tahu. lalu ke Jasper.stepheniemeyer.com “Maafkan aku.” Rosalie menatap curiga. Kita harus lebih berhati-hati 80 . aku mengultimatum dalam kepalaku. Alice. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. “Kau tidak tahu isi pikirannya.” “Esme ada benarnya. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. “Tidak. Carlisle menggeleng. dukung aku. Tidak. “Aku rasa Emmet benar.Diterjemahkan dari: www. Edward. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita.” Jika aku percaya gadis itu akan aman. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua. Itu sangat ceroboh. dan ke Emmet. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi.” Aku menepuk tangannya. “Tidak. “Hanya beberapa tahun.” “Dia tidak akan bicara. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. atau tidak satupun.” Dia melirik ke Rose dan Jasper.

” aku menggeram. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira.” Carlisle berusaha melerai. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita. Dia balas mendesis marah.. “Rose—“ Carlisle mulai.stepheniemeyer. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain. Saat ia mengangguk. Tapi ini lain. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya.” “Ya. “Biar kuselesaikan.” “Ini bukan masalah pribadi. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle. tapi dia tidak akan sanggup. mata Rosalie menyala nyalang.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak. “Ini untuk melindungi kita semua. tapi. Dalam kejadian tertentu. Aku percaya 81 . Secara teknis.. “Hanya rumor dan kecurigaan. Tapi Jasper mengangguk. “Aku tahu maksudmu baik. Rosalie.. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini. Carlisle tidak pernah kompromi. itu jadi tugas Edward. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri. Bella Swan tidak bersalah. “Edward. Carlisle. tolong. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh.” aku mengingatkan dia.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini.. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol.Diterjemahkan dari: www. matanya keras. Edward. Aku tidak akan meninggalkan bukti.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol. Rosalie. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir. Carlisle.” Rosalie berkata lewat sela giginya.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi. “Rosalie. Kita tidak perlu repot-repot.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya.” Rosalie mengangkat bahu. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita. Kemudian ia menoleh ke Rosalie. aku tetap bisa menebak sikapnya.

” Carlisle melanjutkan. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar.Diterjemahkan dari: www. terlepas ia akan bicara atau tidak. seperti yang sebetulnya aku inginkan. Carlisle mengangkat bahu. kita hampir bisa hidup normal. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan. kita tidak harus memutuskan itu sekarang. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari. panggung tanpa belas kasihan. Namun Jasper tetap tidak bergerak. Rose. “Itu cuma bertanggung jawab. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang.” “Itu namanya tidak berperasaan. Emmet membelai punggungnya.” “Well.” kataku.” Carlisle memberi saran. “Setiap kehidupan itu berharga. Atau bertepuk tangan.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut. ia bisa menerima keputusan Carlisle. Kita beresiko kehilangan jati diri kita.com pada resiko yang ia akibatkan. “Jasper. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan.” Carlisle membenarkan dengan lembut. Sebelum dia bertemu Alice. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali. “Pertanyaannya. “Kita baru saja menetap. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar. 82 .” Dia menyemangati dengan suara pelan.stepheniemeyer. Aku mengerti alasannya. Tidak ada gunanya menyeringai.” Rosalie mendengus.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. Rosalie memberengut. dia hidup di medan perang.” Rosalie mengerang. “Semua akan baik-baik saja. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku.

” Dia agak terkejut. hanya waktunya yang tidak pasti. ekspresinya datar. tapi saling menilai.com Kami bertemu pandang. Kedua. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung.” Aku melihat pikiran Alice. Aku sudah tahu itu. Kau tidak mengerti. Bella temanku. mengecek kesungguhanku. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku. Jasper.” Alice menyela.stepheniemeyer. “Aku ingin minta tolong padamu. terima kasih. dan mulutku terlongo. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. Penglihatannya sangat jelas. Dia menggeleng satu kali.” Aku mengulangi kata-kataku. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. tangannya merangkul pinggang Alice. Aku menatap dia. tersenyum. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. Pertama. Edward. “Jazz.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. Edward.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. Aku tidak akan membiarkan itu.” Alice memotong. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku. syok. Samar-samar aku menyadari. Paling tidak dia akan menjadi temanku. Dan Bella juga tersenyum. bahkan bahaya kecil.” Kami saling menatap—tidak mendelik.” “Aku tidak memperdebatkan hal itu. 83 . “Aku tahu kau mencintaiku. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. kemudian beralih ke Alice.Diterjemahkan dari: www. Tapi biar kuberitahu sekali lagi. Alice. Aku hanya meluruskannya. Dia mempertahankan tatapannya sebentar. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. memberi tekanan pada tiap katanya.

“Suatu saat aku akan menyayangi dia. tapi aku tidak bisa menerima hal itu. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain..Alice. “Edward!” Carlisle ikut berdiri. Tidak ada yang perlu dicemaskan. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper. “TIDAK!” Aku berteriak.” Alice membisik....stepheniemeyer... Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. Dia berusaha tidak memikiran hal itu.. tapi itu lebih dari cukup. Yang satu atau yang lainnya. “Alice. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. Aku tidak tahu Edward. “Itu makin nyata. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut.com “Tapi. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain.” Dari caranya menyebut nama gadis itu.” aku tersedeak. “Apa. dan aku terlonjak berdiri. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia. Kursiku terbanting ke lantai. Dia menggelengkan kepalanya.seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat. tangannya di pundakku.” Jasper tergagap. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas. “Tiap menit kau makin yakin. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini.Diterjemahkan dari: www. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara.. 84 . Edward... Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci. Hanya sepersekian detik. “Ah... berusaha tidak membiarkan aku masuk.. “Apa.ini.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat. Jazz. pegangannya terlepas sebentar. tapi saat aku menyebut nama Bella.. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya. Tinggal ada dua jalan bagi dia. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah.

Dia mendesah. Lihat apa yang kulihat.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan.. “Edward. Tapi itu juga penting. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet.” Aku berbisik pada Alice. Edward. Aku berpegangan pada meja. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice.. Bayangkan kau pergi. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak. Ya. dia menambahkan dalam hati.” aku menyanggah. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper.” “Aku tidak melihat kau pergi. Kepalaku jatuh ke tangan. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. 85 . Aku menggeleng-geleng ngeri. “Aku tidak mendengar itu. Aku akan pergi. Akan. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya.” Alice memberitahu. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. Aku bisa melihat apa yang dia maksud. “Tidak. jika kau pergi. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain. Tidak saat ini. “Aku harus pergi. Edward. Alice melanjutkan.. Aku akan merubah nya. Edward.. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara.” ujar dia dengan nada skeptis. tidak ada keyakinan pada penyangkalanku. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi.” coba pikirkan.” Emmet berkata keras-keras. Lagipula. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www.. Tidak mungkin begitu. Jasper ragu-ragu. tapi aku juga ingin dia bersamaku.com “Tidak.” kataku lagi. jika Jasper pikir dia membahayakan kita. Kakiku lemas. Itu mungkin tidak sama. Aku bukan pelindung Bella. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya.. kita sudah membahas itu.” “Kau bisa mencobanya. mengabaikan Emmet. juga?” bisikku tidak percaya. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. “Mencintai dia. Jika kau pergi.menyakitkan. Kau benar-benar buta.

” Aku merasakan tangannya di pundakku.jadi rumit. Seisi ruangan sunyi. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. Edward. “atau. “Kita akan tinggal. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti.” Emmet sependapat.” Rose berbisik padanya. Aku menatap Alice. Carlisle mendesah. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya. “Well. “Perhatikan. ayo lah!” Emmet mengeluh. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. dan menunggu. Setelah beberapa lama.com “Oh.. Edward. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda. Kemudian tawanya pecah. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat.menyakiti gadis itu.” Aku membeku.” “Betul itu. Alice? Tepatnya. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat. Aku jarang mendengar dia begitu. aku tidak mencari siapa orangnya. “Aku rasa rencananya akan tetap sama..” Jasper menuntut.Diterjemahkan dari: www. “Keputusan hebat. Suaranya masih hampir tertawa. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia. “Apa?” Emmet terkejut. Alice menoleh ke dia.” Seseorang menarik napas syok. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. tidak akan ada yang. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi..” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah. dan semua menatap ke arahku. 86 . Tampaknya sudah jelas.stepheniemeyer. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima.. ini.” Carlisle berkata penuh pertimbangan.

tapi gabungan ketiganya. Menyembunyikan diriku. Kerahasiaan dalam matanya 87 .com “Tidak ada. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. Alice dan Bella.. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah. mereka kelihatan bahagia.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan. Iris matanya secara mengejutkan merah terang. namun kini dalam corak horor. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. Hujan mulai turun lagi. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. kurang lebih sama. atau raung putus-asa. atau geraman. “Tidak!” Aku harus pergi. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu.. sekeras baja. Aku terus berlari kearah timur. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini. “Aku setuju dengan hal itu.bahagia. Aku menghambur keluar ruangan. seorang diri. dan langsung berpacu menembus hutan.. Dan yang paling parah: Esme. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie. kesabaran tanpa batas Carlisle. Tersembunyi di balik hujan. Pertama. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. lelucon Emmet.. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan. sehalus pualam. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu.” Jasper berkata pelan. membiarkan aku seorang diri. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. Yang lebih parah: keyakinan Alice. tapi aku tidak menyadari hal itu.

88 . Wajahnya dingin dan abadi. Aku bisa memilih jalan yang berbeda. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. berwarna merah terang karena darah manusia.com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. Hal itu membuatku muak. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. Sementara itu. Aku coba mengusirnya dari benakku. sangat jelas. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. mencoba melihat ke hal lain. mata seorang monster. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. monster dalam diriku meluap gembira. sudah pasti ia akan membenciku.Diterjemahkan dari: www. Selalu ada pilihan. Aku tidak tahan melihatnya.stepheniemeyer. Harus ada. sepucat kapas. tak bernyawa. Aku gemetar. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Semua tetap tidak ada gunanya. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. apa saja. Ini tidak boleh dibiarkan. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. Kedua mataku. Tidak mampu menanggungnya. Itu sangat kongkrit. Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku. kering. dan perasaanku menggeliat menderita.

aku memperoleh keduanya. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Aku kembali pada keseharianku. Edward. Akan kubuktikan dia salah. Suaranya ramah. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Tidak ada bahaya. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah.ya. “Halo. Kecuali aku sendiri. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya.Diterjemahkan dari: www. aku tetap tinggal di Forks. Penyiksaan dan api. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia.. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun. Bukan tugas mudah. sekarang murni neraka. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah. Semuanya sempurna. Aku bertekad untuk mengubah masa depan.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Sesuatu yang mengerikan. Bukan lagi penyiksaan. Undangan Sekolah. Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara..stepheniemeyer. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku. Bella adalah manusia. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada.com 5.

Lebih dari satu bulan telah lewat. Dan setiap hari justru makin sulit. Sorenya. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. hanya berlagak. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. Jika ditakdirkan mencintai dia. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori. kemudian kembali memandang lurus kedepan. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Ini tidak masuk akal. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. dan bukannya berkurang. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella. tidak pernah melihat ke arahnya. Tapi hanya sebatas itu. Dia tidak bicara lagi padaku.. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. Tapi itu tidak kunjung terjadi. Dua yang pertama sudah tidak asing. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. sejengkal demi sejengkal. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. Belum. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. Atau. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya. mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. setiap kata yang ia ucap. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya. Tapi aku bisa menahan sakit. Aku mengangguk sekali. untuk bisa berjalan lebih mudah. Bahkan itu tidak boleh. Tidak. usai sekolah. bukan yang sebenarnya.Diterjemahkan dari: www. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu.stepheniemeyer. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin.. Aroma dan kesunyian-mental dia.

efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. Kecuali kalau penangkapanku itu salah. Aku yang ingin melakukannya.com dan penasaranku. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya. Yang pertama adalah yang paling pokok. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Dan. Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. Ketika ia bicara ke murid lain. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. atau sesuatu yang seperti itu. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia. aku butuh mengambil napas untuk bicara. haus. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku.Diterjemahkan dari: www.. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. bantuan Mike justru membuatku makin jengkel. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil.stepheniemeyer. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar. dan hanya bayanganku saja. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. begitu dekat dengan permukaan. Apa dia mengutarakan pikirannya. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. sama seperti di hari pertama. Setiap kali. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. Tapi sebaliknya. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya.. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . Dia membuat gadis itu terus bicara.

aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku.. yang lain masih khawatir pada gadis itu. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu. akhirnya. dia mengacuhkan aku. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri. dan bahkan. hal terakhir dari siksaanku. tersemengati melihat senyumannya. Hanya senyum sopan. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. dan berani—dia benar-benar orang baik. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. Setelah insiden waktu itu. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. tidak cari perhatian. aku mengatakan pada diriku sendiri. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai... tidak egois. dan itu membuat Mike puas. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. penyayang. mengajaknya ngobrol. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami.Diterjemahkan dari: www. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu. kadang-kadang. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. itu tidak akan terlalu fatal. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku. Yang bisa kuketahui. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. murah hati. 92 . Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. Eric Yorkie. Aku tidak melihatnya sendiri. Sama seperti aku mengacuhkan dia. tapi yang terjadi justru sebaliknya. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. kagum. diriku. yang paling menonjol. dan cenderung protektif.stepheniemeyer. Dari percakapan gadis itu dengan Mike.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain..

Alice mendesah. Hanya Jasper yang menyadari. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. berencana mengajak Bella kencan. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. Alice. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward. Aku berusaha membuatnya diam. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal.” Dia mendengus. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan. Hari ini akan sulit. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya. Mike Newton. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella.” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret. Aku harap. Bersikap wajar. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. Dalam cara yang aneh.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). “Jangan ikut campur. meskipun seharusnya tidak. Selalu begitu polanya. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. Lebih sulit dari kemarin. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Itu membuatku senang. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami.” tukasku dari balik napas. Tentu saja. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya.” takut berakhir 93 .. Aku sedang tidak ingin ngobrol..com Itu sedikit mengurangi rasa sakit. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu. “Itu tidak akan terjadi. Semoga kau senang.stepheniemeyer. Aku tidak tahu apa artinya. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. “Itu sangat masuk akal buatku.Diterjemahkan dari: www. tapi ia juga segan menjawab “tidak. Aku akui. Dia tidak mau menjawab “ya. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. kau lebih baik dari yang kukira.” Dia cemberut. Tapi Bella masih belum mengajaknya.

Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. Kemudian ia memberanikan diri lagi. “Well. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa.well. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak.. dan hampir secara kecut mundur. Dalam sedetik keraguan itu.Diterjemahkan dari: www. “Jadi. aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. Mike tidak mendengar kelegaan itu. Dia sengaja cuma menunggu. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat. dong. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku. Matanya menatap lantai.” “Bagus. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella. tapi ada secuil kelegaan juga. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk. “Aku bertanya-tanya jika. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal.” Bella ragu-ragu. Bocah itu lembek.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat.com tidak mendapatkan keduanya.. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi.. Dia duduk di ujung meja lagi. Lagi. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. Ia bisa menebak alasan dibaliknya. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk. 94 . Pengecut.” dia ragu-ragu.. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica. Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini. merasa nyaman dengan kebiasaan itu. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju.stepheniemeyer.” kata Mike ke gadis itu.

menurutku kau harus bilang ya padanya. tapi sekaligus amarah yang sangat. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. “Mike. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. Aku belum pernah merasakan sebelumnya. bergaun putih gading. Aku tidak cukup kuat.” 95 . atau menunggu sampai pergi dari Forks. Alice benar.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya. atau mungkin 'tidak'. Aku cemburu. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. Dia menyenangkan dan menawan. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa.. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella. Dan bukan cuma sakit. suatu saat nanti. akan datang hari dimana ia akan berkata ya. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. dan putus asa. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner. pernikahan. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku. Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella.stepheniemeyer. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya. hasrat. karir. Harapan Mike runtuh.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya.percintaan. amarah. ia akan berkata ya pada seseorang.” Bella menjawab dengan suara lembut. kepalaku sedikit miring kearah Bella. “Tidak. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. Saat ini. Tapi. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi.. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. Luka yang kurasakan melebihi segalanya.Diterjemahkan dari: www. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. aku tidak bisa menamakannya. Dia mendelik padaku. apapun itu.

sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. Suara Mr. Menarik. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. tidak bisa. Bahunya terkulai galau. atau marah dalam detik ini. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. Frustasi. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia.” gumam Mike. apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. Matanya pelan-pelan membuka. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini.stepheniemeyer. Dan ia langsung melihat kearahku.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku. “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar.” jawabnya. Hampir.com Melebihi segala penyesalan dan marah. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. Aku tidak merasa menyesal. bersalah. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. kau benar. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen.” Bella kini agak ketus. Matanya tertutup. Banner membangunkan dia dari lamunan. tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh. Hal itu tidak boleh terjadi. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi. Aku menahan geramanku. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. 96 . dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya.Diterjemahkan dari: www. mungkin merasakan tatapanku. Suara Mike berubah membujuk. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. Dia menggeleng sangat pelan. aku merasa lega pada jawabannya. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya. Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain.

Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. dan bukannya kalah. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. Banner memanggil namaku. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya. “Siklus Krebs. Dia bersembunyi dibalik rambutnya.Diterjemahkan dari: www. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri. sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. Dia tidak membuang muka. Ia masih tidak membuang muka. Dia tidak membalas tatapanku lagi.stepheniemeyer. Monster itu sedang berlonjak gembira. pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . aku kembali memandangi gadis itu lagi. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas. Aku memejam. Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya. Sang monster menyukai itu. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik.com Seakan aku telah menang. Dua mataku hitam karena haus. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. Jari tangannya yang lembut. tapi kemudian Mr. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Aku menarik napas cepat. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur.

berdampak aneh pada tubuhku. yang membuatku frustasi. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. Dia menutup mata. Selama terombang-ambing. saat menoleh ekspresinya hati-hati. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya.” aku memberitahu dia. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Aku menarik napas pendek. Jika aku punya detak jantung. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Bahwa seharusnya begitu.com ringkih. tidak. tidak juga. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Dia menunggu. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. tapi aku hanya memandanginya. curiga. Bel berbunyi. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. melawan rasa hausku. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. yang seperti ketika marah. Matanya masih tertutup saat bicara. Aku tidak bisa melakukan ini. Tidak jika aku bisa menghindarinya. Ini membuatku kecewa. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. Tidak. terlalu baik. Itu membuatku ingin tersenyum. Tekadku sudah tercabik-cabik. Alice betul tentang itu. justru terlihat menggemaskan. pastilah berdetak lebih cepat. Aku akan berusaha menghindarinya. Apa aku bicara dengan dia lagi.Diterjemahkan dari: www. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . “Apa?” dia akhirnya bertanya. Rahangnya terkunci. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. “Tidak. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak.stepheniemeyer. tidak. membaca wajahnya. Dia terlalu rapuh.

Dia sama sekali 99 . Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. “Aku minta maaf. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. Tapi lebih baik seperti itu. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang.” ujarnya marah. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun.” dia menjawab dengan ketus. “Aku tidak tahu apa maksudmu. sungguh.stepheniemeyer. “Lebih baik kita tidak berteman. bingung. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu.” Matanya menyipit.com Apa adanya. Dia perempuan cerdas.” itu adalah hal yang paling jujur. Apa aku bisa? Matanya membuka. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa. ekspresinya masih hati-hati. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. “Kau tidak tahu apa-apa.” Aku memandangnya syok. “Aku tahu sikapku sangat kasar.” tentu dia menyadari peringatan itu. aku memutuskan. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya.Diterjemahkan dari: www. Aku membeku. “Percayalah. “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah.

Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. Aku berusaha memikirkan suatu cara. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. bahkan tidak melihat kebawah. Pipinya merona.Diterjemahkan dari: www. “Sama-sama. Langkahnya kaku. aku segera ke sisinya.. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. tanpa terlalu memperhatikan jalan. yang lebih manusiawi. menyambarnya.. kali ini karena marah. Aku berusaha tidak tertawa. Bahkan saat kesal seperti ini. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. Pasti ada pilihan lain. dia hanya berdiri mematung. mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah. Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai. Tidak ada yang memperhatikan aku.com berbeda. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. “terima kasih. dan kakinya tersangkut ujung pintu. dan kemudian membeku. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur. Dia berupaya keras 100 . Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain.stepheniemeyer.” jawabnya dingin. Hal itu sudah pasti. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. Mrs. Dia membungkuk.” kataku sama dinginnya. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. Kuserahkan buku-bukunya. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. Bukannya memunguti barangbarangnya. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu. melihatku. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. Jadi.

aku cuma bertanya-tanya. atau senang? Eric tidak sanggup 101 .stepheniemeyer. Dia membatin. Eric telah mengambil posisi duluan. Matanya curiga. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. Sesensitif seperti biasanya. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. geli dengan permintaan anehku. “Hai. Yang ini aku harus lihat. oke?” aku menggumam pada Emmet.com mendefinisikan perubahannya.Diterjemahkan dari: www. Bella. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan. baru aku jalan.maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar. Apa dia terkejut.. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil. “Tunggu yang lain disini. suara nama Bella di kepala. Anak ini mulai gila.” ia menyapa dengan suara ramah. Dia akhirnya menoleh. “Hai.. Dia terhenti sebentar. “Mmm. Eric dan Tyler. Eric. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric. Kelas Tyler keluar agak telat.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku.. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk. entah bagaimana. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu.. Tiba-tiba aku jadi gelisah. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. bingung.

sih. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. “Kupikir perempuanlah yang mengajak.” “Tentu. Bagiku dia biasa-biasa saja.” dia mengakui malu-malu. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja. 102 . Tyler terlihat masih jauh.Diterjemahkan dari: www. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. tergesa-gesa mengejar Bella. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. “terima kasih untuk ajakannya. “Oh ya sudah. seakan menyesal telah memberi harapan. Aku melewati Bella tepat pada saat itu. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike.” dia terdengar agak bingung. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella. Aku tertawa.. Aku mengernyit pada pikiran itu. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia. tapi tetap saja ia merasa kecewa. aku ingin menonton reaksinya.” Dia telah mendengar hal itu.” dia menjawab sopan.” gumamnya. Eric melangkah lemas. dan mendengar desah leganya. Kemudian ia menggigit bibirnya. meskipun tahu itu keliru.stepheniemeyer. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. tapi aku memandang lurus kedepan. Tapi.. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku. dan tidak ada istimewanya sama sekali. Dia menoleh mendengar suaraku. “Iya. Yang ia pikirkan cuma pergi. Aku suka itu.com menatapnya. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. membosankan. “Mungkin lain kali. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia. aku tenggelam. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya. semua membeku. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. mood dan hasaratku. Hari-hariku tidak berujung. Dan akan selamanya begitu bagi mereka. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. dalam proses transformasi yang menyiksa. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. Sebaris senyum pada bibirnya. berenang-renang di dalamnya.stepheniemeyer.. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. dan itu bukan mimpi buruk. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. aku bukan lagi orang yang sama. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. cara yang tidak akan pernah pudar. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 .. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. Aku mencintai dia. Dia tidur lebih nyaman sekarang.” dia mendesah.Diterjemahkan dari: www. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme. jangan pergi. Kami semua membeku.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. “Jangan pergi. disana di mimpinya. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku. Akan selalu seperti itu juga bagiku. “Tinggal lah. Selalu tengah malam bagiku. aku benar-benar telah membeku. kekal dan tidak berubah. malam gelap tanpa akhir. Selama beberapa lama. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Ketika muncul ke permukaan. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini. Akan kuupayakan. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging.” Dia memimpikan aku. Batu hidup. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya. Tolong.

Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya.Diterjemahkan dari: www. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua.stepheniemeyer. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. Aku mengambil napas lagi. Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. Tapi aku melihat masa depan yang lain. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. Aku akan sangat hati-hati. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti. menghindari tatapan penuh tanya Esme.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. Kini aku memahami keduanya. jika aku sampai membuat kesalahan. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. aku harus membiasakan diri dengan ini. bagaimana aku. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. Aku akan selalu menjaga jarak. Dia melihat binar samar di wajahku. Kepalaku seperti tenggelam. napas yang membakar. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. tapi kulawan pusing itu. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. jika dapat menjaga keseimbangan. Dia 109 . Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. membiarkan aromanya membakar diriku. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. Aku cepat-cepat ganti baju. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah. dengan keegoisan yang tidak termaafkan. Jika aku membunuh Bella sekarang. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. itu bukan disengaja.

Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. menghirup aromanya. di kerimbunan hutan dekat parkiran. Aku menyerahkan kuncinya. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir.” 110 . dan dengan alasan yang baik pula. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini. tapi aku duluan. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. Aku berhutang itu padanya. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. dan terjatuh ke dalam kubangan. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. Dia membungkuk. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri. kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. Aku mengambil napas panjang. Well. Dia membuatnya jadi mudah. sampai beberapa detik sebelum saudaraku. Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat.stepheniemeyer. Aku berjalan tanpa suara. Mereka tidak menoleh. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain.com merasa cemas sekaligus lega. Aku berlari ke sekolah. dia masih marah. “Muncul tiba-tiba. Dahinya mengerut. Dia masuk ke parkiran.Diterjemahkan dari: www. Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. Iya.

Aku menahan tawaku. Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam. “Kau—” dia terengah. tidak menghargai gurauanku. “Itu demi Tyler..stepheniemeyer. 111 . jadi aku mengejarnya. Aku langsung menyesal. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya. Itu dia—ekspresi yang sama. “Tunggu. Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. Dia sudah cukup marah.” Masih sangat marah. bukannya membuatku kesal setengah mati. Kemudian ia berbalik dan pergi..” Tukasku marah. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku. kau benar-benar sinting. Aku tidak berhak marah. Aku tidak bisa menahannya. “Bella. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. bukan aku.” aku sedikit bergurau. Aku ingat dengan niatku untuk jujur. Aku harus meredam perasaanku... “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga.” aku melanjutkan perkataanku tadi.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. Mukanya merah. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada. Aku akan menakuti dia.” Kemudian aku tertawa. Tapi tetap saja aku marah.” aku memohon. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu. Aku harus memberi dia kesempatan. memikirkan ekspresi Bella kemarin. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini. menjaga agar tetap kelihatan cuek. Dia tidak berhenti. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk.com “Bella.

lebih baik ikut sekalian. “Kau tahu. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. daripada hanya menanyakan rencananya.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar.Diterjemahkan dari: www. Biasakan. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya.” Dia menunggu diam.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya. “Aku ingin menanyakan sesuatu. aku ingin mengatakannya. “Baik lah. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik. dan harus menahan tawa lagi. Aneh. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya. jika seminggu setelah sabtu depan. tapi kau mengahalangiku.” aku menjawab pelan. “Denganku tentu saja. Santai. Aku menyadari.” Dia mendesah. Pasti kelihatannya seperti itu. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut. Aku sudah mencobanya.com “Maafkan aku. Dia menatapku kosong. “Apa kau mencoba melucu?” Ya. Aku tidak bilang itu tidak benar.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. dan juga.. Moodku tidak jelas. begitu banyak emosi melandaku. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu.. “Kau melakukannya lagi. “Kenapa?” 112 . hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku. aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku mengambil napas dalam-dalam. akhirnya kembali menatapku.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah.stepheniemeyer. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan. sikapku tadi itu kasar. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. Oiya. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. “Biarkan aku menyelesaikannya.

“Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan. Edward. Kupikir kau tidak mau berteman denganku. dan sedetik kemudian kembali. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati. Dia tidak menjawab tidak.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama.bijaksana jika kau tidak berteman denganku.com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu. Dia mulai jalan lagi. sebelum terlambat. Terutama pada saat ini.Diterjemahkan dari: www. bukannya aku tidak mau jadi temanmu.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. jadi kumanfaatkan celah itu.” aku menjawab sesantai mungkin. terima kasih banyak atas perhatianmu. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman. Napasnya terhenti.. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu. itu menjelaskan segalanya. dan jujur saja. Itu masih bukan tidak. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku. aku tidak mengerti denganmu. Aku menyamakan langkahku. “Well. Tidak.stepheniemeyer. “Akan lebih. Detak jantungnya tidak beraturan..” “Oh. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku. Seberapa 113 .” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam. aku tidak bisa meninggalkan dia. Itu membuatku cemas.” dia berkata sinis. “Trukku baik-baik saja. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi.” “Jujur saja. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu. dan bertemu pandang denganku lagi. terima kasih. Dia berhenti. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. napasnya bahkan lebih cepat.” Dia menggerutu. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang. jauh lebih penting untuk jujur. Bella.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku. dibawah atap kafetaria.

Ya.Diterjemahkan dari: www.” aku memperingatkan dia. aku meneriaki diriku sendiri. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai. Dia berkata ya pada ku.. Dia mengangguk. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya. aku akan segera tahu. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku..” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang.stepheniemeyer. Kemudian kesadaran menghantamku. 114 . “Sampai ketemu di kelas.com besar aku menakuti dia? Well. Jantungnya berdebar-debar sangat keras.

kakinya sendiri. Tapi seringnya. Aku mempertimbangkan hal itu. dan. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya.. Entah kenapa ini begitu lucu untukku. melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar. terpleset-pleset diatas es. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. Rosalie lewat tanpa menoleh. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya. Mr. Aku terkejut. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris. tersandung ujung pintu kemarin. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. Aku memilih meja yang biasanya kosong. mereka betul.com 6. Alice pasti telah memberitahu mereka. bel berbunyi. Memang benar. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. Aku yang pertama kali sampai. mereka tidak kaget. 115 . Orang-orang melihatku khawatir. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru. Dan akhirnya. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung.Diterjemahkan dari: www.. kesinisannya pada Bella membuatku marah. stray books. Dia orang yang kikuk. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam. Tapi aku menghindari Mike Newton. Tapi. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. caranya memegang kepala. para guru. dan akan tetap begitu dengan aku disini...stepheniemeyer. paling sering. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. Aku tergelak lagi. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. bentuk lengkung lehernya. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. aneh sekali. tidak ada yang anggun darinya sekarang. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu.

Semoga sukses. Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng.stepheniemeyer. kasihan kau nak. Aku menghela napas. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang.” dengusku dari balik napas. pikirnya setengah hati. Semaumu saja. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. Tepat saat Bella masuk. Karena. Sambil menunggu Bella datang. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. Toh. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu. 116 . matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif. saatnya akan tiba juga. jika memang itu maunya. Aku menghela napas lagi. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa.Diterjemahkan dari: www..sedih. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman. Tapi.com Idiot. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai. tapi kemudian berseri lagi. Wajahnya meredup. Alice berseri-seri. itu bisa diatasi. Hanya saja. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. Aku mengangguk. aku tidak lupa itu. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini. giginya berkilauan terlalu terang. Baik. Jasper setengah senyum padaku saat lewat. Dia tidak menyadari aku ada disini. Dia sudah gila... Dia memperhatikan sebentar. Tidak.. dia mengingatkan. untuk menenangkan dia. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. Dia terlihat sangat.

lagi-lagi itu jawaban ya. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. tetap santai. jadi kenapa tidak 117 . bukan lewat mulut. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku. aku mengedip. tapi dari sikapnya. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku.. ragu-ragu. “Mmm. “Ini tidak seperti biasanya. Meski lantainya rata. Jadi..” jawabnya pelan dan ragu-ragu.. menatapku beberapa saat. aku mengulang-ulang dalam hati. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga.” “Well. Dan dia terlongo.” Aku bimbang. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya. Sungguh. pikirku kering.Diterjemahkan dari: www. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya.stepheniemeyer.com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara. Dia terlihat kaget sekali. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang. tidak lebih. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar.” Itu satu lagi jawaban ya. Dia menarik kursi dan duduk. kali ini melalui hidung. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan.. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia.” aku mendengar Jessica bicara. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku.. dan harapan itu membuatku tersenyum.. Rasakan apinya. tapi akhirnya dia berkata. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya. Butuh beberapa saat. Dia terlihat gugup. Aku mengambil napas dalamdalam. Aku menunggu dia bicara.

Jadi aku menyerah.” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik.. Dia tidak berdiri. menyerah untuk bersikap santai. “Aku lelah berusaha menjauh darimu. “Kau tahu. heran.” aku mengingatkan dia. Aku tertawa melihat ekspresinya.” Ugh. “Terkejut.com sekalian saja. Aku tersenyum. Biarkan dia melihat keegoisanku. “Mereka akan baik-baik saja. Dia menatapku. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah.” Itu cukup jujur.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku.” aku menjaga senyumku dengan susah payah...Diterjemahkan dari: www. “Menyerah?” dia mengulangi. Bella menelan ludah.” ujarnya akhirnya. tampaknya..” dia tidak pandai berbohong. “Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau.” Dan. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan. Harusnya dia khawatir.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat.. atau sedang menggodanya.” harusnya ini tidak lucu.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu.. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu. “Lagi-lagi kau membuatku bingung. sebetulnya. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya.. “Kau tampak cemas. seakan kalimatku belum selesai. “Aku tahu. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu. Biarkan itu memperingatkan dia juga.stepheniemeyer. 118 .” Nampaknya itu tidak membuatnya risau. paling tidak aku jujur. Itu sangat melegakan. “Tidak. menunggu.

Maka dia akan tinggal.” Ah.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya.Diterjemahkan dari: www.orang yang tidak pintar. “Well. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya. kurasa kita bisa mencobanya.” Aku kurang yakin apa maksudnya. tapi aku tersenyum minta maaf. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras.” aku mengulangi. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja.” katanya pelan. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas. “Aku mengandalkan itu. jika dia mencobanya? Matanya menyipit. “Kau sering bilang begitu.. Kalau pintar.” Bagus. “Aku masih menunggu kau mempercayainya.. Itu belum cukup. kau akan menghindariku. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar. “Selama aku adalah. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 .” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya.” Dia menunduk.” dia meyakinkan aku. Jantungnya berdebar lebih cepat. tapi apa aku akan tetap tinggal diam. Tapi kuperingatkan kau. “Jangan khawatir..” “Jadi..” “Ya. “Jadi. terus terang. aku bukan teman yang baik untukmu. Kami bertemu pandang.stepheniemeyer.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti. karena kau tidak mendengarkan. Betapa dramatisnya. “Teman. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal. “Atau tidak. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya.” gumamnya malu. Rasa penasaran itu kembali menyiksaku.

” Aku menahan senyum di wajahku.nah.com merah muda. Itu. Dia melanjutkan. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. akan sangat tidak memusingkan. “Terlalu memalukan. Aku coba menggunakan nada membujuk. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya. “Tidak. “Terlebih lagi. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. merasakannya di udara. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya.stepheniemeyer. Pipinya jadi merah terang. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati. dan ia tidak mengatakan apa-apa. tidak perduli apapun dugaannya.. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa. kesal karena menyadari dia betul. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara.Diterjemahkan dari: www. Dia tidak bodoh. Dia menggeleng.” Ugh.. “Tidak terlalu.. “Itu sangat memusingkan.” 120 . bahkan setelah berjanji akan melakukannya. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya. mengunci mimikku seperti itu.. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun. kau tahu. juga. Aku tidak adil. sementara panik merayapi tubuhku. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. Aku menarik napas.” akunya. Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya. Aku terkekeh lega.

“Tidak. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia. Dia menatap ke meja. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. Pandangannya ke meja.” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar. “Apa?” Tanyanya.stepheniemeyer. Aku menunggu. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya. “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud.” aku jelas tidak lapar. kebanyakan orang mudah ditebak. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 . “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku. Aku menatap Bella.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. mencoba lagi.” “Kecuali aku.Diterjemahkan dari: www. “Lagi pula.. “Kau ini pemarah. Kecuali kau. Dia membuang muka. aku tidak lapar. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak. Aku pernah bilang. “Tidak. tentu saja.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami. Bibirnya merengut. Aku tertawa lagi.” “Ya.. “Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi. ya?” “Aku tidak suka standar ganda.” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike. “Kau?” “Tidak. aku yakin kau salah.” tukasnya dengan suara dingin.

“Kedengarannya adil.. “Mmm. “Please?” Dia mengedip. itu bukan reaksi yang kuharapkan. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku.. “Kira-kira. Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri.” jawabnya sambil mendongak menatapku. Sekali lagi aku mencoba membujuknya. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap.” Dia kelihatannya sangat yakin. Well.” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu. sedikit saja.” “Pasti kau bakal tertawa. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap.. memperhatankan matanya dalam tatapanku. mengitari mulut botolnya dengan jarinya. 122 .” Wajahnya merona lagi.” Dia berjanji. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa. “Jangan yang itu. “Satu. “Ceritakan satu teori. terlihat pusing.” Aku memohon dengan suara halus.” Dia mendebat balik.” Dia menatap ke botol limun.” “Kau tidak memberi syarat. kau sudah janji untuk menjawab satu. Aku tersenyum..” “Terima kasih. dan wajahnya berubah kosong.Diterjemahkan dari: www. “Ceritakan padaku satu teori. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik.” dia mengijinkan.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah.stepheniemeyer. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Dan itu tepat mengenaiku.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok. lagi-lagi penasaran. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. Aku menunggu. apa?” tanyanya.

com Terkejut dan puas. berusaha menyembunyikan kelegaanku. Aku bisa menggodanya lagi.” Dia agak tersinggung.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada.” “Sial. karena dia pikir aku adalah superhero. Dan itu membuatku lebih senang.. “Nanti juga aku tahu. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan. ia akan lari. well. “Ehh.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap. “Ya maaf. cuma itu yang kupunya.. ternyata berhasil. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak.” Dan ketika dia tahu.” ujarnya.stepheniemeyer. aku berusaha tersenyum.” Aku mencibirnya.. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu. dan jantungnya berdetak kian cepat. agar tidak tidak kedengaran mengancam. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut. “Kryptonite juga tidak melemahkanku. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 .” Kemudian aku tertawa.” Dia akhirnya mendengar peringatanku. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa.. “Mendekatipun tidak. Aku tidak tahu harus menjawab apa. “Benarkah?” tanyaku. “Karena. “Aku mengerti. “Itu tidak terlalu kreatif. Dan sedetik kemudian.Diterjemahkan dari: www. Tetap saja.” keluhnya. “Oh. “Kuharap kau tidak mencobanya. menyembunyikan penderitaanku.?” Aku behutang kejujuran padanya. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka.

Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. Aku mengulurkan tangan ke meja.Diterjemahkan dari: www. “Kita bakal terlambat. aku tidak percaya kau jahat. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan.” Itu tidak mengejutkan. Dan.. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. memperhatikan itu. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan. Pikiranku buntu. “Kau salah. Banner akan menguji golongan darah. “Tidak. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah. Lari. kebalikannya. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras.stepheniemeyer. Dia ragu-ragu. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Hari ini Mr. Aku. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini. aku akan masuk. Kutunggu dia sampai keluar. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. Dia benar-benar tidak takut padaku. Bella. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. Belum. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. aku memujamu. “Kalau begitu sampai ketemu lagi. ke tutup botol yang kuputar.” Tentu saja aku jahat. lari. bukannya dia.” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu.” bisiknya sambil menggeleng. aku akan menjauh darinya. “Well. ngomong-ngomong. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar..” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah.” Aku menarik napas. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 .com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat. Namun tiba-tiba dia terloncat. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan.” Lebih tepatnya.

menahan napasku.com hujan ke mobil. Jadi. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. Secara naluri. tapi 125 . Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. aku akan membinasakannya. Itu meringankan kepanikanku. Setetes cairan kental merah di kertas putih.. Aku langsung berhenti di tempat. yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. sekelumit gambaran dari kelas Biologi.. “Bella?!” Teriakku. kulitnya sepucat mayat. Kemudian.Diterjemahkan dari: www. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar.stepheniemeyer. Matanya tertutup. dia memejamkan matanya lebih rapat. Aku mencari sumber suaranya. Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. Tes golongan darah. Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. Beberapa ratus meter dari tempatku. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Jika dia sampai menyakiti Bella. Aromanya aku sudah biasa. Aku hampir menendang pintu mobilku. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. Harusnya tadi aku datang diam-diam. Saat aku mendekat. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike. kulit gadingnya berubah hijau.

Kau bisa kembali ke kelas. 126 . merasakan udara disekelilingku. Di waktu lalu. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku. aku bernapas lagi. “Kurasa dia pingsan.” erangnya. dia bahkan tidak menusuk jarinya.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah.” ujarnya. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. “Turunkan aku. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Seringaiku makin lebar. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. “Bella. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin. Dia baik-baik saja. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi.stepheniemeyer. mengingat bahayanya jika menyentuh dia.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah. dengan kata lain. Matanya terbuka. Aku menyentuh hanya bajunya. “Turunkan aku.” sergah Mike. Aku yang seharusnya melakukannya. “Aku mau membawanya ke UKS. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya. “Aku tidak tahu apa yang terjadi.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton. bingung. Bibirnya putih.” kataku mengusirnya. Ah. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa.com darah segar adalah sama sekali lain. “Pergi sana.” Kelegaan langsung melandaku. Berdebar-debar dan takut. Mike menggertakan gigi. ditebak dari ekspresinya. marah karena campur tanganku. “Kau tampak kacau. setengah bersyukur dan cemas.” aku menambahkan.” “Aku yang akan mengantarnya. “Tidak. mungkin itu akan mengundang seleraku.” tuntutnya dengan suara lemah—malu.Diterjemahkan dari: www.

“Nanti juga sembuh. Ms.stepheniemeyer.” aku menerangkan. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi. Hammond padaku. Ms.Diterjemahkan dari: www. “Dia pingsan di kelas biologi.” Mrs. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang. Dia sangat hangat dan harum. Begitu Bella tidak lagi di tanganku.” “Aku tahu.” jawab Bella. sebelum imajinasinya terlalu jauh. Tubuhku terlalu bersemangat. Otot-ototku tegang. Hammond berkata menenangkan. 127 . Aku mendengar pikiran takjub Mrs.. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh. ya ampun.. Cope terloncat kaget.. aku langsung menjauh ke tembok. Pintunya sedikit terbuka. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS. sayang. Itu mengalihkan perhatian Mrs. Hammond. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk..” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini. “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya. “Oh. Apa iya. Itu berhasil dengan baik padanya.” aku meyakinkan Mrs. “Di hanya sedikit lemah. Mata Bella terbuka lagi.com Kami sampai di depan TU. Hammond mengangguk.” Bella mengakui. sayang. Mrs. Dan liurku mengalir deras.” Hmmm. mengawasinya. juru rawat keibuan yang ada di UKS.” Mrs. “Berbaringlah sebentar. terlalu berhasrat. “Kadang-kadang.” Aku menahan tawa. “Aku disuruh menemaninya. Ah sudahlah.” Dia mengangguk mengerti sekarang. Pastilah Bella yang satu itu. “Selalu saja ada yang pingsan.” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. Hammond.

“Tadi kau sempat membuatku takut. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos. “Aku sedang di dalam mobil. yang mana bukan ide yang bagus.” Aku langsung berang mendengarnya. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh.” Ekspresinya sedikit berubah. “Biasanya begitu. 128 . makanya aku tahu.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya.com “Kau betul.” “Ha ha.” ucapnya tidak terhibur.” “Aku lihat wajahnya.” desahnya. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. sepertinya tidak terlalu meyakinkan. Cuma itu. Kemudian dia terdiam. Bibirnya mulai berubah merah muda. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan.stepheniemeyer.” desahnya. “Kasihan Mike. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia.” Aku senang jika Mike memang begitu. lega lagi. mendengarkan CD. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan. Ah. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku. Membuatku ingin mendekat.Diterjemahkan dari: www. namun cepat-cepat kutahan. “Berani taruhan dia pasti marah. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik.” Aku berusaha kedengaran bangga. “Dia sangat membenciku. Dia baik hati.” Itu mungkin ada benarnya.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening.” Dan aku memang hampir begitu. menutup matanya. “Kau tidak mungkin tahu pasti. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut.” Bella mengerang.” Itu betul. hanya bernapas pelan-pelan.

melongo. tapi kemudian Ms. “Oh. Di belakang Ms. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku.” “Well.” jawab Bella. tidak. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku. Cope.com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs.. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. Cope membuka pintu dan masuk. Dia menoleh melihatku. Dia tidak suka dapat perhatian.” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya. buru-buru keluar dari UKS. “Ayo keluar dari sini. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar. Aku mengikuti tepat di belakangnya. sayang. Mike Newton masih marah sekali.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Bukan kejutan. mengembalikan kompresnya ke Mrs.. “Pakai ini. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya.” ujar Ms. Hidung mungilnya mengerut. “Kau benar-benar menuruti perkataanku.” katanya cepat.” Ini yang pertama.” Aku menatapnya heran. “Aku mencium bau darah.” Wajahku membeku.dan garam.” “Kurasa aku baik-baik saja. ingin cepat-cepat menyingkir.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup. Tangan keriput Mrs. “Kau kelihatan jauh lebih baik. “Kita kedatangan satu lagi. Dia terasa lembut bagi 129 . Bella. Hammond kembali dengan membawa kompresan es.” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga. Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur. “Ini. aku bisa—itulah yang membuatku mual.” Dia menatapku dengan pandangan bingung. “Percayalah—ayo. Hammond. Cope. Baunya seperti karat. menetes turun ke lengannya. “Manusia tidak bisa mencium darah.. “Aku tidak memerlukannya. masih dengan mata lebarnya. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella.. cuma bau ringan.

.” Kemudian Mike Newton datang menyela.” “Sampai nanti. Bukan. masuk dengan pikiran marah besar.” gumam mike. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. itu cuma tamasya bersama. berusaha mengendalikan diriku. aku kan sudah bilang akan ikut. itu cuma tamasya bersama. lebih menyakitkan daripada haus.” katanya. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh. mereka punya rencana.” Dan si Cullen TIDAK diundang.” jawabnya pada Mike. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. “Kau kelihatan lebih baik.” ujarnya kasar pada Bella. Tenang. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu.” balasnya. tidak bergerak. “Tentu saja. Tanganku mengejang. Baunya seperti manusia—well.” Itu bagus sekali. Jadi dia berkata ya padanya juga.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi. Tapi aku masih juga geram. Bukan cuma mereka berdua. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya. “Kurasa betul. “Bukan apa-apa.” jawab Mike sambil menahan marah.. atau bereaksi seperti itu. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku. Cemburu langsung membakarku. tapi justru dapat tambahan waktu.Diterjemahkan dari: www. 130 . aku berusaha meyakinkan diriku. jauh lebih baik sebetulnya.. Aku membeku ditempat karena marah. Aku jadi merasa tamak. Memang. ingin memberinya pelajaran. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini.. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. “Jauhkan tanganmu. Tingkahnya seperti manusia. Tidak lebih.com manusia. Aku harus hati-hati.stepheniemeyer. “Aku akan datang. Aku menyandar ke komputer. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran. “Sudah tidak berdarah lagi.kira-kira begitu.

“Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu.menakutkan. bukan karena takut. Aku tersenyum.com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas... Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. Kadang. tapi menurutku tidak.. Ms. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. Cope 131 . Menurut perempuanperempuan dia itu keren. Rona wajahnya belum kembali seperti semula. “Aku bisa mengaturnya. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya. Pikirannya penuh kemarahan. Mike tidak sepenuhnya keliru. Aku menoleh ke Ms. Aku tidak berani untuk bernapas. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik.. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat.. Aku menatapnya. Mengerang. “Ms.” bisikku pada dia. Aku mendekat ke sisinya.. Aku cukup suka itu.. sementara.stepheniemeyer. Terlalu suka. Itu tidak wajar. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike.. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua..tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu. saat dia menatapku. dan jantungnya berdetak cepat. Semoga Bella memperhatikan. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik.” Dia melakukan apa yang kuminta. di belakangku. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi..Diterjemahkan dari: www. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi.” Bella mengulang pelan.terlalu sempurna. pikirku sinis. lalu menunduk ke wajahnya. Aku tidak yakin apa penyebabnya. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. Dan tatapannya agak. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi. Dengan mata yang tertutup. sebetulnya. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Cope. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok. dasar orang aneh. Terlalu muda. dan napas Ms. “Gimnasium. Dan aku sangat setuju pada hal itu. Terlalu.

Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. Edward?” “Tidak. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar. Betul lagi.” Dia tersenyum padaku. Jangan-jangan. sebaris senyum di bibirnya.. Bella tidak pernah memakai makeup. “Aku jalan saja.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya. dan aku langsung menyadari penyebabnya. mereka biasanya memakai makeup. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab. Hmmm.” 132 . Aku menahan pintu untuknya.com makin memburu. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. dan kami berjalan menembus hujan.stepheniemeyer.? Mrs.. mungkinkah Bella. Kau merasa lebih baik. Aku mulai lebih baik dalam hal ini. bahkan disini di kota hujan seperti Forks. “Apa kau bisa berjalan. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang.Diterjemahkan dari: www. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. Mrs.. “Oke. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini.. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah. kalau begitu semuanya beres. Goff tidak akan keberatan. “Apa kau butuh ijin juga. “Terima kasih. Dia bangkit berdiri. dan memang sebaiknya tidak.” jawabnya. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu.

” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal.. “Dengan senang hati. bukan Mike Newton. Well. dan sangat menikmati bayangannya.. Dan aku ingin berkata ya. aku menangkap belakang mantelnya. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . “Aku rasa aku tidak diundang. lebih dulu menyerah. “La Push. “Aku baru saja mengundangmu.stepheniemeyer. “Jadi apa kau ikut? Maksudku. Tanpa memikirkan tindakanku. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. tersenyum kecut. kalau begitu mustahil. Mike sempat menyebut pantai. “Pulang. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana.” Sial. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup. Kita tidak ingin membuat dia marah. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini. Ah. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan.” jawabnya bingung. jangan dulu. Dia ingin aku yang bersamanya. Bagaimanapun. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami. Untuk melihat. Aku meliriknya. Salah satunya.” “Sudahlah.Diterjemahkan dari: www. seakan tidak terlalu berarti.” jawabku. ke First Beach. Dia tidak bisa pergi. “Kondisi seperti apa?” protesnya. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. “Mike-schmike. harapannya menyenangkan.” Dia mendesah. Aku masih belum puas bersama dengannya. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah.com Aku memandang ke seberang kampus. Dia tersentak berhenti. Kemudian dia berjalan menjauh. sabtu ini?” Dia terdengar berharap. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang. Aku tersenyum lebar.

stepheniemeyer. “Aku tinggal menyeretmu lagi.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan. “Masuklah. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup. Aku memperhatikannya baik-baik. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 . Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran. dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. sepatu bootsnya mendecit basah. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya.” ucapnya dingin.” Matanya menyipit. Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu. Bella. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius.Diterjemahkan dari: www. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku. “Ini benar-benar tidak perlu. Aku mengulurkan satu tangan. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti.. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. tapi kemudian membuka pintu dan masuk. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci.” kataku sungguh-sungguh. dan ia tersandung pintunya. Sesaat dia berdiri kaku.. Air menetes-netes dari rambutnya. Cope. lebih gelap hingga nyaris hitam.

” Aku memperhatikan hujan di luar. matanya melebar. dan dia juru masak yang sangat payah. “Ibuku punya sifat lebih terbuka. tapi lebih cantik. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung.stepheniemeyer. Dia teman baikku.. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini.. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian.. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. Kucengkram roda kemudi lebih kencang.” Aku ragu itu. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini..” dia melanjutkan. atau pernah tinggal kelas.. “Clair de Lune?” Tanyanya. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu. dan lebih berani. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku..” jawabnya. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas.” Suaranya berubah sayu. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku. keningnya mengerut. Dia terlihat lebih santai.. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum. Lagi.Diterjemahkan dari: www.kalau itu sepertinya tidak. mengingat kembali reaksi Ms. Bella tersenyum.” Aku juga ragu itu. mempertimbangkan hal itu. Sial. Mungkin dia terlambat masuk sekolah. 135 . “Berapa umurmu. memikirkan hal lain. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka.” “Ini juga salah satu kesukaanku. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik. Tidak. Cope. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak. Pekat. memperhatikan hujan diluar sepertiku. Aku berhenti di depan rumahnya. Hujan membuat aromanya lebih harum. “Dia sangat mirip denganku.com perasaanku. Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya.. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi.

stepheniemeyer.aku rasa begitu. “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA... membuyarkan lamunanku.” Dia tertawa lagi. Aku bisa melihatnya sekarang..” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol...” Dia menggeleng dengan tatapan senyum. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia.. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku.. Dari segala yang kutangkap tentang dia.. mungkin karena tatapanku. Takut.” jawabnya terbata-bata.. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya. Dalam beberapa hal.” Dia tertawa.” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas.Diterjemahkan dari: www. Dia harus dewasa lebih cepat. harus ada yang menjadi orang dewasanya.dia sangat muda untuk umurnya. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya. untuk menjadi pengawas.” Itu menjelaskan beberapa hal.” katanya. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku. “Kau baik sekali. Aku menyeringai. “Well. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi. Atau tertarik? 136 .. “Aku.com “Tujuh belas.. ibuku tergila-gila padanya. Aku buru-buru mengganti topik. dia menangkap lebih banyak tentang diriku.. dan mendesah. “Ibuku..bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella.aku jadi berpikir. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari.dan Phill lah yang ia mau..” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab.

” “Oh. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab.” Dia menyeringai padaku.” lanjutnya. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. “Hmmm. “Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. Aku buru-buru membuang bayangan itu. jelas khawatir telah melukaiku. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum. 137 . dalam kondisi apapun. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya. Dia mengkhawatirkan aku.” Aku juga serius. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi.” Lebih menakutkan. maaf. “Mereka sudah lama meninggal.stepheniemeyer. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya.kupikir kau bisa.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan. Sesuatu yang tidak ingin kujawab. kali ini tanpa dipikir. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru.. “Tidak. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat.” Dia bimbang sebentar.Diterjemahkan dari: www. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. “Jadi. bahkan aku tidak perlu berbohong.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku.” gumamnya.. paling tidak.” Aku jadi lebih mudah tersenyum. Jadi agak beda. Aku tersenyum kecut. kemudian bicara dengan suara pelan. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius. kalau mau. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur.

“Cuaca nya bagus untuk berjemur.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku. sepertinya kau harus pergi.com “Aku tidak terlalu ingat mereka..” Dia tidak bergerak. sori.. Aku sangat. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama.” “Oh. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang. “Aku yakin dia sudah dengar. tentu saja. “Saudara-saudaraku. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara.” “Aku tahu. sangat suka itu. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi. Dia akan menikmati itu.Diterjemahkan dari: www. 138 . Tidak ada rahasia di Forks.” aku meyakinkannya.tapi dengan kondisi seperti ini. iya. Aku tertawa mendengar ungkapannya.stepheniemeyer. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu. Aku melirik ke jam. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus.” Aku melihat ke hujan yang turun deras. Tidak ada rahasia. Jasper dan Rosalie.” “Kau sangat beruntung.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu. soal orangtuaku. “Selamat bersenang-senang di pantai. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang. Aku bisa membatalkannya. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku.” Dalam kondisi itu. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum. “Ya. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu. keberuntunganku tidak bisa diingkari. “Tidak. aku terpaksa berbohong.

Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku. Dia tersinggung dengan ucapanku. Bella. 139 .” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras. “Jangan tersinggung.. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. Dia mengangguk. sebelah selatan Rainier.Diterjemahkan dari: www. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar. Jadi. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku. Kalau begitu selamat besenang-senang. Dia terlalu lembut dan rapuh. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku. Aku membuka telapak tanganku. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet. oke?” Aku tersenyum sebentar.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. Aku terlalu mencintaimu.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang.” Dia mengatakannya setengah hati. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. lari. Lari. “Oh.. Saat memandangnya. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. melirik kunci yang ada di genggamanku. Apapun bisa terjadi padanya.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya. “Akan kuusahakan. Dan tetap saja. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. Itu juga bagus. Buat tetap santai. demi kebaikanmu dan aku.stepheniemeyer. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan.

Diterjemahkan dari: www. Itu bagus. seperti Ms. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain. syok. Ada begitu banyak sisi. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau. walau tidak tahu apa tepatnya. Itu hal yang rumit untuk direnungkan. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. Cope dan Jessica Stanley. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku. tapi berhubungan erat dengan itu. Jam pelajaran terakhir belum selesai. Daya tarik. api merayap membakar tenggorokanku.stepheniemeyer. dimana aku bisa 140 . Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. Napasku makin memburu. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin. Tapi.. membiarkan aromanya menyerangku. atau cemas. Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. pebandingannya tidak meyakinkan. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. dan aku butuh waktu sendirian. karena ada yang mesti kupikirkan.. Tidak sama dengan cinta.. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya.com 7. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica. Lagipula. Tapi tetap saja.. Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah. Bagaimanapun.

Karena aku bukan pria-manusia. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Cintaku pada Bella awalnya murni. Selain hal itu. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku.. Selain cinta ibuku. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya.. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan. itu tidak adil buatnya.. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak. Ketertarikan itu bagai buah simalakama.stepheniemeyer. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit... Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. Ini sama sekali baru untukku. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku.. Aku sangat ingin bisa 141 . karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk. aku mendambakan bisa menjadi manusia. Pengejaranku padanya tidak masuk akal. mengetahui. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. Dengan segenap raga. Yang paling kuingat adalah ibuku. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal.Diterjemahkan dari: www. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya.. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat.. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. tapi kini mulai keruh. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya. Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. Ketika itu. selama yang bisa kuingat. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia.

Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. “Tenang. “Hmmm.” 142 . Respon spontan.. yang bisa kudengar cuma celaannya..” Itu membuatnya makin bingung. Tetap saja. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera. Wah.. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku..stepheniemeyer. “Oh..” Yang lain kemudian datang. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka. Marahnya masih belum reda. Goff pasti mengira kau pakai narkoba. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. Ini pertama kalinya. “Kau harus menerangkan alasannya. “Kau tahu sendiri... Aku memandangi tanganku yang putih... baunya memang lumayan.” Hah? Aku terkekeh. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri. dinginnya. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil.. “Aku cuma melihat aku melakukannya. kau kelihatan aneh belakangan ini.” Dia menghirup lagi. Edward. Seperti Emmet. kau tidak sadar aku datang.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya.memberi pertolongan. “Berani taruhan Mrs. aku cuma komentar. kekuatannya yang tidak normal. Jasper masih sulit mengendalikan diri. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper.Diterjemahkan dari: www. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil. pokoknya begitulah. Entah apa masalahnya.com menyentuhnya. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir. aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka. Perkembangannya makin aneh. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. membenci kekerasannya. gadis itu lagi?” Aku menyeringai. “Menggotong orang sakit.

duduk 143 . Aku akan menunggu. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. tapi dia tidak melihat keluar.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Mungkin dia tidak disitu. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice. Aku melihat ke jendelanya. Kami sama-sama masuk ke rumah. apa sebaiknya ke garasi saja. untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang.Diterjemahkan dari: www. Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. Jalanan kosong. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Sebagai gantinya.stepheniemeyer. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. Tidak ada pikiran yang bisa didengar. Dia kini sibuk dengan komputernya. dekat Emmet dan Jasper. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. jadi cuma butuh beberapa menit.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. aku tahu. Dan aku. atau paling tidak aman. Hujan turun sangat deras. hingga membuatku malu. Tidak akan lama lagi. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Aku bisa mendengar monitornya menyala. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. Esme di lantai atas. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang.

” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. “Jangan berhenti. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. 144 . Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. Rosalie tidak menengok. Lagu baru. Rose?” Emmet memanggilnya. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. Dia secepat kilat turun. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Tapi. Setelannya masih sempurna. Emmet dan Jasper ikut menoleh. tentu saja cukup malu. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Musikku terhenti. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali. lebih pada marah daripada malu. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. Aku mulai main lagi. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. Alunan yang indah.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. Esme menghentikan pekerjaannya. Edward bermain lagi. “Ada apa. Esme mendesah bahagia. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. matanya nyalang marah besar. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. Kalau kau sampai buka mulut. Rosalie memelotiku. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. menatap aku dan Rosalie bergantian. Aku tertawa lagi. menelengkan kepalanya ke samping. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. Pada Rosalie. membiarkan melodi utamanya mengalir. Sudah lama sekali. dan bisa kudenar kebingungan Esme. duduk di anak tangga paling atas. aku akan memburumu seperti anjing. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. Edward. pikir Esme gembira. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru.stepheniemeyer. Aku menambahkan harmonisasi baru. mengikutinya dengan alunan bass. Tepat pada saat itu. selalu tentang kesombongan. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. Diatas.Diterjemahkan dari: www. dia kelepasan. Senyum lebar muncul di wajahnya.

“Belum. Ada cerita dibalik melodi ini.. membawanya ke melodi yang lain. tapi belum lengkap. perubahan apapun akan salah. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme. “Aku suka.. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya. Alice beranjak duduk di sebelahku. hidup begitu saja. meletakan tangannya keatas pundakku. Dengan suara ringan bagai tiupan genta. alunan berikutnya muncul begitu saja. dan ikut bernyanyi.” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum..com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. “Ini lagu. tebal. Aku mengabulkan permintaannya. Esme pindah ke belakangku. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya. Esme meremas bahuku. 145 .. “Lagu yang cantik. Ini membuatnya sangat senang.nina bobo.” Esme mendesak lagi. “Teruskan lagunya.” Aku berbohong. “Ya. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. Tanganku baru saja terhenti.” kataku mengomentari.Diterjemahkan dari: www. kukira. tapi entah kenapa tidak pas. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya. Lagunya mulai terbentuk. “Lagu nina bobo.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit.. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. Itu sangat egois.stepheniemeyer.” bisiknya. “Aku sama sekali tidak tahu. “Tapi bagaimana jika begini. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. Emmet menggerutu frustasi.. sempurna. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku. berambut gelap. Aku mencoba-coba bridgenya. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya. Dia menangkap suasananya. dan saat melihatnya.

Kau. Kumainkan nada terakhir. kau membuatku tersipu.” Esme mengingatkan. kemudian mengehela napas.” “Tidak.” bisikku. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian. “Terima kasih. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku. Alice. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. pikirnya tiba-tiba.com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu.Diterjemahkan dari: www. Aku mendesah. diantara siapapun di dunia ini.” ujarnya. “Jaga sikapmu. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. “Edward hanya bersikap sopan. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. Akan ada jalan keluar yang terbaik. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. berubah khidmat. Aku tertawa ironis. melambat dan semakin lambat. Perkataannya. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu. “Hentikan. Edward.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya.” 146 .” Dia tertawa geli.” “Tapi aku ingin tahu. Jika dia gadis yang cemerlang.” godaku dengan canda. anakku. Suara Alice pun ikut turun. Mom. tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. ternyata menghiburku. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini.stepheniemeyer. Takdir berhutang padamu. meski terdengar mustahil.. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum. Esme mengelus rambutku.. Dia tersenyum. berharap bisa mempercayainya. Semua akan baik-baik saja. Dia pasti mencintaimu. mengejutkan aku dengan arah pikirannya. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka.

Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. sebaliknya. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. dia selalu jadi pusat perhatian.” Dia meremas pundakku lagi.com Aku tertawa mendengar rengekannya. aku memikirkan Rosalie. Bahkan ketika masih manusia. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. sudah terjadi. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya. “Ini. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. “Terima kasih. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi. Walau bagaimanapun. Rasanya sangat tidak mengenakan. Bukannya dia keberatan. bahwa dia telah lama melewatinya. Tentu saja.Diterjemahkan dari: www.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan. dan tetap saja bergeming. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. sepertinya sia-sia. tidak berhubungan dengan siapapun. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. Dia terbiasa diinginkan. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. dan dia selalu menjadi yang paling cantik. Kemudian aku berkata. dia memang sudah lupa. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. dan aku menyeringai sendiri. Aku membayangkan.stepheniemeyer. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. Dia sudah 147 . Sebagai gantinya. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. Yang terjadi. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. Dan. Sedang aku.. sejak pertama kali bertemu. sayang. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. Esme..

bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. Alice cemberut tidak suka. “Tenanglah. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi.com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella.Diterjemahkan dari: www. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella. pasti itu. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 . “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. dengan ketajaman intuisi perempuannya. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. dan tanganku langsung membeku di satu nada. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan.” aku sependapat. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. Buah dari cemburu. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata. “Mereka tidak pernah berburu disini. mereka berburu seperti vampir kebanyakan. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. Kau tahu itu. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku. “Kapan?” tanyaku. “Jasper. Ini bukan kunjungan pertamanya. Senin pagi. “Itu betul. Dia memutar bola matanya ke aku.” Gigiku langsung menggertak. Alice?” tanya Jasper. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga. “Apa. dan kemudian bangkit berdiri.stepheniemeyer. “Kau siap. Dia sudah menebak. Edward.

” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. Terserah padamu kapan perginya. Oh sial. Beruang itu melenguh keras.” pinta Esme. Cakar tajamnya merobek baju Emmet. “Kalau kau memang suka. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim.Diterjemahkan dari: www. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar.com “Kita akan kembali minggu malam. yang menjulang jauh 149 .” “Oke. hei Edward!” Dia berteriak balik. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet. “Sepertinya aku memang begitu. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu. Ini tidak akan makan waktu lama. Edward. “Oh. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu. Aku merenung sejenak. menyeringai dan melambai. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya. tapi tidak satupun bertanya. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya.” aku setuju. Esme dan Alice bertukar pandang. Aku pamit dulu dengan Rosalie. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya. sekali lagi.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. “Bukankah pernah ada yang bilang. dan mendecit menggaruk kulit Emmet.” “Tentu. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Otakmu benar-benar terganggu. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget. Emmet sudah hampir selesai. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi. itu akan singkat.stepheniemeyer.

” “Kau seperti anak kecil.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu.. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka..” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan. dan tertutup bulu-bulu. “Ayolah Edward.sensitif. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. Akan lebih menyenangkan. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet. dan kemudian mengerutkan muka. aku hampir bisa merasakannya. Emmet datang duduk disampingku. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang. dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. “Huu. Selalu saja serius. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil. Emmet.” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul.” Aku menggeram lewat sela gigiku.” Aku mendesah. Bajunya rusak. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik.. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 . iya kan?” Emmet menyeringai padaku. “Yang satu ini lumayan kuat. “Sori. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya.” aku mengingatkan dia.. Emmet sudah berjalan ke arahku. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan. Ada seringai lebar di wajahnya. Saat dia mencakar.Diterjemahkan dari: www. Beberapa menit kemudian.” Humorku langsung lenyap. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit.” “Ya. robekrobek dan belepotan darah..com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri. “Jangan dekati dia.” “Hidup itu memang sulit. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk. “Kuharap mereka lebih kuat. lengket oleh getah.” “Ini tidak bisa dimatikan.. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar.” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar.stepheniemeyer.

com “Memikirkan tentang dia.Diterjemahkan dari: www. Emmet. ya kan?” “Beruang. gempa.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku. membencinya lagi.” “Mobil van waktu itu?” 151 . Emmet.” Dia tertawa keras-keras... tapi menjawab pertanyaannya.” Dia mengangkat bahu.atau tersambar petir.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan.. Coba lihat bukti-buktinya.woo... Dia hidup di Forks. bagaimana baunya bagiku. boy. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu. Lagi-lagi beruntung.. Dari segala tempat yang bisa ia datangi. bukan. Sungguh.” aku memberungut..stepheniemeyer.. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle. Tapi aku bisa menangkap maksudmu. tapi kita vegetarian.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia.” “Ya.” Gigi-gigiku langsung menggertak.atau jatuh dari tangga. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas. lebih sial lagi. “Kau kedengaran seperti orang gila. “Banjir.” Emmet terkekeh. Dan mungkin saja ia bertemu beruang. Well. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya.! Tahan disitu. “Woo. “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan. “Benarbenar kebetulan.. Aku mengacuhkan leluconnya lagi. Dan kemudian. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini..” Aku mendelik pada tanganku.. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu. dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. mencemaskan lebih tepatnya. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar. seandainya ada beruang kesasar ke kota. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella.. ingat? Paling banter dia akan kehujanan.

Aku menunggu dia mencoba lagi. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu. tapi pikirannya beralih ke hal lain.stepheniemeyer. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi. Berani sumpah. dan menemukan sosoknya tidak menarik. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya.com “Itu tidak sengaja. “Tidak.” jawabnya mudah.Diterjemahkan dari: www. Nada suaranya menambahkan tentu saja. Aku tertawa datar. “Jawaban yang salah. 152 . “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu. Jujur saja. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya. Itu beruntung. menyerahkan apa saja. Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi.” Emmet terkekeh. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi.” Aku berbohong dengan seringai lebar.. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu.” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja. Em. “Curang. Bahkan menyerahkan Emmet. Emmet.. “Well.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya.. seakan dia punya daya tarik seperti magnet..” Dia mendesah. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. “Jujur saja.” “Aku tidak tahu apa masalah dia.” kataku kasar. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak.” kataku dengan suara tercekik.” “Tapi kau ada disana.” “Aku sama sekali tidak keberatan.” Emmet menggerundel.” “Rosalie iya. lagi dan lagi.

” “Aku tidak bisa.” aku mengakuinya agak malu-malu. Gadis ini segalagalanya bagiku. “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. “Aku tahu itu.. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini.mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh. well menyentuhnya.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens.. Dia berjuang keras sekarang. Dan. Emmet. Pikiran itu membuatku gelisah.” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya. Emmet menyadari perubahan ekspresiku. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku.. dengan tanda kutip.. Aku tidak boleh.. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam.com “Ya.” Wow.. Aku menghela napas. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia.. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar. aku bisa jadi pelindungnya.. Bukankah kau juga akan merasa begitu.” Emmet bukan orang yang bijaksana. mendadak aku sadar. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella.” bisikku.” Dengan kepuasan mendalam. dan pembicaraan serius bukan keahliannya. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin.. sangat ingin untuk tidak kurang ajar. jika kau mencintainya. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia. dia kedengarannya terlalu rapuh. seperti yang kau bilang. dari pada jika aku pergi..untuk meninggalkan dia. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu.. Untuk sementara.Diterjemahkan dari: www.bukankah kau ingin... “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu. “Percayalah—itu juga aku tahu. dong? “Aku tidak tahu. Tiba-tiba saja. Rosalie pasti keberatan. Kau betul-betul. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang.” 153 . Emmet. Edward. lantas apa pilihanmu. “Aku sedang mencari cara untuk.stepheniemeyer. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte.” erangku..

“Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya.” Aku meringis pada hal itu. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya.” kataku ragu.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. “Baiklah. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya.” Aku menggeleng tegas. dan mulutnya sedikit terbuka. Dengan keberuntungan seperti Bella. termasuk godaannya. Aku akan pulang hari minggu. Aku menghela napas. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau. Biarkan Rosalie tenang dulu. Tolonglah! Demi aku. sampai-sampai aku 154 . Sangat lebih buruk. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu. bisa melihatnya lagi.Diterjemahkan dari: www. Betul-betul mirip orang gila. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu. akan kucoba. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu. Meski begitu. Aku sudah lama tidak merasakannya. Emmet menepuk handphone di sakuku. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini. Emmet.” Emmet mendesah. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi.stepheniemeyer.” “Lagi pula.” “Iya.” “Aku tidak perduli. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang.

dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. Salah satu tangannya bergerak. Mataku terus memandangi wajahnya. Dia bukan milikku... Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia.lelah. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya.. Aku takut jika sedekat itu. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat.. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku. itu tetap menggangguku. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. berusaha menjadi teman. Kami teman sekarang—atau. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku. paling tidak. Itu alasan yang paling masuk akal. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini. Aku cuma tahu dari foto.. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. dia pasti jatuh. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul... Apakah dia merindukan aku. Apakah dia sempat memikirkan aku. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut. sesuai dengan perjanjian. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal. Kirakira apa dia menikmati tamasyanya. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu.. Dia kelihatan. Menyentuhnya lembut.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari. Sebuah tempat dimana 155 .Diterjemahkan dari: www. Tidak. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. Kuperhatikan lokasinya. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push.stepheniemeyer... yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku. memperhatikan jika ada yang berubah. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak.

Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. Selamanya. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi. menuju ke semak pakis-pakisan. Lebih parahnya. Bella. ini jauh lebih mirip 156 . dan. berbeda dengan penasaranku yang tadi.Diterjemahkan dari: www. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. Tapi.. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini.stepheniemeyer. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui. sesampainya di pepohonan. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja. Aku duduk di tempat ia duduk.. mereka tidak akan bilang apa-apa. Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu. Ya. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. tidak terlalu menempel di pohon. Ingat dan mempercayainya. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. Barangkali duduk disitu. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang. Jadi. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan.. tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan. hal itu bisa memecahkan suasana..com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit.. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. penasaran. dan memandang ke sekeliling. Aku menggeleng. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian. Aku cepat-cepat mengikutinya..

Well.. Aku akan menjaganya. Bukan cuma nasibnya yang sial. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi. 157 . dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti. selama yang bisa benarkan.com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya.Diterjemahkan dari: www. untuk sementara waktu dia punya pelindung.stepheniemeyer.. Aku mengerang.

Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya.stepheniemeyer. Dia akan mencobanya lagi. Kira-kira apa yang 158 . Bella tiba di sekolah lebih awal.Diterjemahkan dari: www. dan membuntuti obyek obsesiku. dia menyukaiku. Mike menemukan dia disana. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. Namun. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton. Sudah begitu. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. Senin pagi. Aku menunggu. Betul kan. tersembunyi dibalik bayangan. berita baik lah yang kudapat. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. jadi aku tidak terlalu kesal. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. dan yang sebaliknya terjadi padaku. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. tak berdaya.com 8. yang terjadi justru sebaliknya. dan merasa senang pada keberuntungannya. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. Berani taruhan. Dia jauh lebih berani dari yang kukira.

“Hanya dibawah sinar matahari. Aku sangat ingin terbang kesana. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. kita bisa pergi makan malam atau apa. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit. “Well. sepertinya tugasnya sudah selesai. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan.” ujar Bella. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya.. Padahal aku ingin mengajakmu kencan.” katanya.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya.Diterjemahkan dari: www. Dari ekspresi puas samar di wajahnya. Aku mematahkan satu batang pohon lagi.. Sejenak hening. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat. Mike menyadari perubahan di rambut Bella. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 .” “Oh. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya. “Mike.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan..dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu.stepheniemeyer. Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga.. Mike menelan ludah.com begitu penting di Seattle.. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu.” Pedih dan marah akibat cemburu.. Sedang Mike sama sekali lupa.

. Aku seharusnya tidak bertanya. Pikirannya kini saling tumpan tindih. Wow. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. sibuk dengan fantasinya.” Aku bernapas lagi. Kurasa dia cukup manis. Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu.” “Jessica?” Apa? Tapi. Sepertinya. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur. memang.stepheniemeyer. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. tubuhku bisa kembali rileks. Hmm. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya..” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi..Diterjemahkan dari: www. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia. dia melihat segalanya. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah.. Hmm.. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. “Yang benar saja. “Oh. Oke. Kemudian dia lenyap. hal itu sebetulnya sangat kentara. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar. Jadi. Mike. “Kurasa.. Tapi. Badannya lumayan. sevulgar fantasinya tentang Bella. dan aku tidak boleh terlambat lagi. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar. tidak sebaik jika itu adalah Bella.... Sedang Bella begitu tidak egois. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam. Jessica... dan senang jika ada 160 . berloncatan dari pikiran ke pikiran. Hmm.” Dia tidak bisa berkata-kata. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya.” Bella bimbang. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain. Oh. Burung yang sudah di tangan. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. “Waktunya masuk kelas.. Buatnya itu pilihan kedua. Sepertinya Seattle memang cuma alasan.com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus. mengikuti Bella terus.

stepheniemeyer. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut. dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Jadi. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia. memberiku harapan. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku. Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. aku langsung saja pergi ke rumah Bella. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum. yang kelihatannya sudah sering dibaca.. tangannya membeku di satu halaman. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. dan membukanya dengan kasar. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam. Dan itu membuatku berdebar-debar. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman.com Angela Weber di dekatnya.. Ah—lagi-lagi klasik. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. dan dia terlihat sedih lagi. 161 . Pada saat jam makan siang. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. aku memang berlebihan. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya. Aku tahu itu. Oke. Aku membaca lewat pundaknya. tapi aku tidak mau ambil resiko.Diterjemahkan dari: www. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. Barangkali dia merindukanku juga. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup. Dia penggemar Austen. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya.

membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya.. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan... Mansfield Park. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah.atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. Tidak beberapa lama. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti. Satu misteri lagi.. Dia menghela napas panjang. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin. Dia berbaring diam. sangat beresiko. Dua sendok makan tepung. dia menutup bukunya dengan kesal. seakan sedang menenangkan diri. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang. dan memejamkan mata. menarik lengan bajunya keatas. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . Aku menghela napas dalam-dalam. Ini sangat-sangat salah.stepheniemeyer. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen.Diterjemahkan dari: www.secangkir susu.. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab.. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini.com Aku sempat melihat judul halamannya. Aku mengingatngingat novel itu.. Napasnya lambat. Aku mendesah. mendarat tanpa suara pada ujung kakiku. kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari.. Aku meloncat turun. atau biru.

“Mmm. sekedar jaga-jaga. mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini... Edward.” Tidak terlalu ada artinya.. Well. Ahh.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku.. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram. “Edmund..Diterjemahkan dari: www. mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat... menahanku di tempat.stepheniemeyer. Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu. dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya.dekat. Paling tidak dia masih memimpikan aku. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. Mmm. Rasa benci pada diriku menguat. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya.. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat..” desahnya. Dia mulai dengan cerita pertama. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku. aku akan menunggu sebentar. 163 . Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar. “Mmm. Sense and Sensibility. Sia-sia sudah kesombonganku.. Aku sudah mau mundur lagi. Aku mengembalikan bukunya. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter.. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis. akhirnya aku sadar. Terlalu.com ini di kepalaku. tapi kemudian ia menggumam..

terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya.sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Aku lega ketika ayahnya pulang.Diterjemahkan dari: www. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Beberapa gerutuan samar. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk. hampir hitam dihadapan wajahnya. Aku ingin menghalaunya. Rambutnya kembali gelap. menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. bayang sore pun mengambilnya.com Siang pun berlalu. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok. Jasper tidak memperingatkan teman164 . Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain.. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Untuk sesaat. dan ia melihat ke arah suaranya. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. aku cuma menangkap intinya. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara.. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai.stepheniemeyer. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. Dia memandang ke sekeliling. Ketika cahaya menghilang. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. “Charlie?” tanyanya pelan. Dia terbangun. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya.

ketika ia mendesahkan kata. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana.Diterjemahkan dari: www. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. Hari sekolah berikutnya. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu. mimpi buruk apa yang menghantuinya. Aku pergi ke lahan berburu terdekat. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku.tapi kemudian sadar. Wajahnya kadang gelisah. hari terakhir matahari memenjarakanku. Dan. kurang lebih sama dengan sebelumnya. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri.stepheniemeyer. Aku jadi bertanya165 . Lagipula. yang mana baik-baik saja untukku. “Kembali. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks.. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Hanya sekali. Ketika bicara. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. Aku disini untuk melindunginya. Setelah itu aku pergi. aku akan tetap mengawasi Bella..” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. Rumahku kosong saat aku kembali. kadang sedih. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. Biar bagaimanapun.com temannya untuk menjauhi Port Angeles. Hanya untuk jaga-jaga. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur. Aku bertanya-tanya. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. Selimutnya berantakan. dia seorang pengasuh. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku.

Ugh. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. Peter dan Charlotte masih ada. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan. pikir Charlotte. Tentu saja itu Rosalie. Tapi. Aku masuk lewat dapur. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. dan hampir sama panjangnya.Diterjemahkan dari: www. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. begitu kesimpulan dia. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. Ah. gerutu Emmet. Sekolah usai. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. seperti biasanya. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. karena dia hampir setinggi 166 . Edward. membuatku bersyukur.stepheniemeyer. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri.com tanya. Itu lagu lama. dengan tema yang umum: ketidak sabaran. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood. Dia sudah semestinya cemas. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. Mahluk yang aneh. Rambutnya sepirang Charlotte. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. yang memandangiku dengan penasaran. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. sebagai Bella. dia kembali. Kau benar-benar payah. pikir Alice dengan riang. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. dan langsung menuju ke piano.

siap-siap untuk pergi. menuju Seattle. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. umpat Emmet padaku. Dan Alice. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan.” ujar Charlotte basa-basi.stepheniemeyer. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. Kuhentikan laguku di tengahtengah. Edward. Alasanku sudah cukup lemah. sedang Peter baru belakangan. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi. “Kalau kau bertemu Maria lagi. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan.Diterjemahkan dari: www. “Charlotte. Tidak mendekati Port Angeles. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas.com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. dengung mantap suara mesin yang 167 . Kasihan.” Kemudian mereka bersalaman. Setelah beberapa saat.” salamku sambil mengangguk. Aku pura-pura tidak mendengar. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. Rosalie memikirkan hal yang sama. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. dan dengan tergesa-gesa berdiri. aku merasa lebih tenang. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja. semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper. dengan suara mencibir. Idiot. itu Esme. Setelah di dalam mobil. Peter. Jasper selalu menjadi favorit Maria. pada tahun 1940an. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. Dasar orang gila. Pasangan yang sangat cocok. mereka akan langsung ke timur.” kata Jasper sedikit khawatir.

168 . Rasanya lega bisa di jalan lagi.Diterjemahkan dari: www. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella.com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu.stepheniemeyer.

Diterjemahkan dari: www. Bella masih kelihatan kesal. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. tapi Angela sedang ganti baju. aku bisa mendekat. meski jendelaku sangat gelap. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. ketika makin gelap. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles. Untuk saat ini. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Mengambil resiko lebih. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. Setelah menemukan Jessica. aku akan menemukan Angela. Sesuai dengan warna matamu. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru. Dan. lebih tepatnya. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai. Angela betul—Tyler cuma membual. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. Tidak terlalu lama. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. setelah menemukan Jessica.stepheniemeyer. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. Aku mencari Angela di dekat situ —ah. matahari masih terlalu tinggi diatas. Aku hanya bisa 169 . yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom.com 9. Well. Ha ha. Kemudian. bertiup dari arah barat.

memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi.Diterjemahkan dari: www. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi. suara mentalnya paling mudah ditemukan. baru saja balik arah. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan.. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya. Kusentuh handphone di kantongku.stepheniemeyer.” Aku 170 .. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. sebelum menjawab pertanyaan Angela. kurasa dia sedang ingin sendirian. Lagipula.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya.. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran. minta pendapat Angela. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun.. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica.. ia kesal dengan kepongahan Tyler. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella..” Ibuku pasti akan marah besar. bahkan jika kita kembali dulu. Secara berkala aku mengecek Jessica. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. “Dia baik-baik saja. Dia akan suka itu.. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam. kemudian ganti ke Angela.. Jadi. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang. Bella tidak kelihatan dimana-mana. bahwa ia menegaskan niatnya. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi.

tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko.. berharap pencarianku singkat. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup.Diterjemahkan dari: www. Aku tahu seluk-beluk Port Angeles. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. tetap berada dibalik bayang-bayang. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini.. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia... Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu. Aku menilai sekelilingku. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman.. bisa untuk tempatku parkir. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. Dia baik padaku selama di mobil tadi. Aku bertanya-tanya. Dia sempat kesini. Aku bertanya-tanya. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya... Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota. Jika aku tetap berada di sisi barat.com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella.. “Ayo cepat kalau begitu. 171 . mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica. di trotoar. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. Sebentar lagi matahari di belakang awan.stepheniemeyer.” ujar Angela. Aku seharusnya tidak melakukannya. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong. kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar. Seharusnya aku lebih memperhatikan. ada sedikit sisa aroma Bella di udara. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia.

Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu. Seperti sekarang.. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan.. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. Aku tidak suka ini. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. berharap melihatnya di jalanan.. Awan-awan mulai berkumpul di horizon. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya.. dan keluar dari jalur normal orang-orang. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari.kurasa anakku telinganya infeksi lagi. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. tapi aku sudah keluar lagi. mencari lewat mata mereka. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali. Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. karena kemudian aku membaca lebih 172 .? Terlambat lagi. . Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. dan arahnya membingungkan aku. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. Beberapa menit lagi.stepheniemeyer. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya. dia hilang dari pengawasanku... Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. mencari-cari dia. Hanya beberapa menit lagi. aku akan bebas mencarinya di luar. Aku mesti memberitahunya.. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing.. Apa dia tersesat? Well.Diterjemahkan dari: www. Pikiran satu ke pikiran lainnya. Terkungkung.

.” Suara Bella rendah dan tenang. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. Di sekitar daerah industri. plang toko. Bella bukan korban pertamanya. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. tapi tidak tahu pasti persisnya. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. “TIDAK!” teriakku. Dia melangkah ke arah Bella. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Mereka asal mengikuti Lonnie. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. melenturkan tangannya. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi.stepheniemeyer. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. Wajah Bella jadi buram di pikirannya. Itu membuatnya bergairah. Aku pindah ke pikiran orang itu. bukan jeritan. tapi tidak sepenuhnya asing.. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati. tapi tidak mengalihkan perhatianku. “Jangan seperti itu manis. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya.. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai. Sesuatu. Keributan itu membuatnya marah—diam. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. pasti ada sesuatu—nama jalan. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk.Diterjemahkan dari: www. “Pergi dariku. Itu pikiran orang asing.. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini. suaranya sudah jauh di belakangku. Aku 173 .” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya.

tapi tidak akan segera kukabulkan.. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. Teleponku bergetar di kantong. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. dia terlalu memperhatikan korbannya.akan lebih ada perlawanan. Aku segera membukanya. Aku tinggal satu blok lagi. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. “Cepat masuk. siap-siap untuk menikmatinya. Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah.Diterjemahkan dari: www. mencari yang paling menyakitkan. tapi kematian itu akan terlalu cepat. membuat mereka terloncat kaget. Yang ini pemberani. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Dia menunggu Bella menjerit. dan ia sudah lari menuju mobilku. tapi tidak mempedulikannya. Lampu sorotku menerangi mereka.. Tidak kugubris. Terkejut dan agak kecewa. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat. 174 . aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu. Dia harus menderita atas hal ini. Bunyi klakson nyaring di belakangku. ketegangan dari berburu. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya.com mengenali perempatan yang ia lihat. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. menyudutkan Bella.stepheniemeyer. Dia akan memohon-mohon. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya.” teriakku setengah menggeram. Barangkali lebih baik. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya. Dia harus betul-betul tersiksa. Di bagian lain dalam kepalaku. Aku langsung menerabas lampu merah. dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella. Dia ada di tengah jalan.

Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. dan segala rencana kejiku langsung runtuh.. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya. “Pakai sabuk pengamanmu. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk. daging dari tulangnya.. dan sampai terasa di lidahku. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi.. Bella memasang sabuk pengamannya. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. Bisa kurasakan pandangannya padaku. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. Bukan haus darah yang biasanya. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut. Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku. membanting pintu di belakangnya. Suaraku kasar.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Sepertinya. kulit dari dagingnya. Apa yang akan kukatakan padanya. Aku akan mengulitinya pelan-pelan. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. melanggar semua rambu lalu lintas. ternganga bingung.. Itu akan membuat dia ngeri. menjauh dari Bella. sedikit demi sedikit. memohon untuk segera dilampiaskan. sarat kebencian dan haus darah. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri. Otot-ototku menegang. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. Balas dendam mesti menunggu.” perintahku. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah. 175 . berjengit ketika mendengar suaranya. menatap ke arahku. Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. Aku harus membunuhnya. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan.

tidak terlindungi di tengah kegelapan. Dia pasti sangat ketakutan.Diterjemahkan dari: www. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir. yang aku tidak tahu. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. sepenuhnya tidak bergerak. Sekarang gelap gulita. Aku tahu itu. dia kelihatan tenang. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi.stepheniemeyer.” Suaranya masih pekat—karena takut.com Anehnya. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. Baik-baik saja kah aku? “Tidak. Dia berdeham pelan. tidak salah lagi. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. Prioritas pertama. tempatku menunggu tadi.. Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Rerimbunan pohon di pinggir jalan. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. Tangan dinginku yang terkunci. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami. Itu pasti kentara sekali. Pembalasan adalah hal yang kedua. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. Nadaku menggelegak marah. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik.” aku menyadari. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. Aku membawanya ke jalanan sepi. Namun tetap saja.. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. “Iya.

Aku mulai bisa 177 . “Tolong alihkan perhatianku.. “kalau tidak punya mobil. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan. “Kenapa?” tukasku... “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. memaksanya untuk bicara lagi.” Rasanya menyenangkan. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan.” Rahangku masih terkatup rapat. “Maaf.Diterjemahkan dari: www. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang. Hanya karena dia membutuhkan aku. kecewa dan marah. “Mmm. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira.com diriku. berarti kedudukan kami seri.. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan. kali ini penuh pertimbangan. sekali-kali melihat di salah.” tambahnya dengan nada datar.” pohonku padanya. Jadi setelah kuhitung-hitung.. Seperti sebelumnya.” Dia melanjutkan. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah.. “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo.. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan.stepheniemeyer. berharap tidak bisa menemukannya.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis.. khas dirinya. pasti aku sudah tertawa. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan..well.. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom. Aku tahu dimana menemukannya. kau pasti ingat.” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. Kupejamkan mata. itu manjur. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. Ya—inilah yang kubutuhkan. kalau aku membahayakan hidupnya. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya. aku tetap bertahan di mobil.

dia tidak akan bisa ke prom. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. aku lebih tenang.. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut.” Kuharap. Hampir. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . Suaranya pun jadi lebih marah.stepheniemeyer. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. tapi tidak lebih baik. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia.” kataku padanya. Padahal aku butuh dia meneruskannya.Diterjemahkan dari: www. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas.com mengendalikan diri. Dia berhenti bicara. “Tidak terlalu. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. itu tujuan yang mustahil. dan hanya bisa memimpikannya saja. tapi aku tetap akan berusaha. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini. “Aku sudah mendengar tentang itu. Aku menghela napas dan membuka mata. Aku tahu. entah bagaimana. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila.. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam. “Apa yang terjadi?” bisiknya.” Tidak. Napasnya memenuhi penciumanku. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh. Setelah semua kejadian ini. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia.

Aku hutang itu padanya.. Apa saking syoknya? Atau. “Aku seharusnya menemui mereka.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. Aku tidak menyerah. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku.. menuju jalanan yang gelap.com padanya.dia masih membuatku meneteskan liur. Mereka sudah mau mulai mencarinya.” ucapnya pelan. berusaha menjadi apa yang seharusnya. atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu. membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku. Semakin dekat ke kota.. Kosong karena syok.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi. Tidak. Belum. ke kegelapan malam.” “Oh. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku.Diterjemahkan dari: www.” ucapnya lagi. Suaranya sangat tenang..” Aku menatap keluar. tinggal. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . Selama beberapa waktu kami diam. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. lari. Bella. Paling tidak dia tidak menjerit. Aku berperang dengan diriku sendiri. tapi wajahnya tidak ketebak. Bella. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam. Sesuatu yang tidak aku bisa. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. barangkali.. Seringkali dia tidak mendengarnya.. atau pantas. Aku menarik napas dalam-dalam. Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah.. “Jessica dan Angela pasti khawatir. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan. Tinggal. Lari. Belum. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa.. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella. Aku begitu dekat dengan berandalan itu. Jessica dan Angela sudah selesai makan.stepheniemeyer. Bella. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku.

karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri..” Tidak. aku tidak akan cukup kuat untuk itu.” perintahku cepat-cepat.Diterjemahkan dari: www. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu.” Baiklah ini akan menarik. Apa itu maksudnya? Well. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku.. yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap. kedengarannya kaget. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat. dia aman! Pikir Angela lega.stepheniemeyer. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. disinilah aku. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. Aku membuka pintuku. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. Tapi.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana. Dan kini. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. 180 . Mereka menoleh. Bella! Oh. Hanya saja ini tidak masuk hitungan. Dia gemetar. “Mengajakmu makan malam. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku. bisa dibilang kencan dengannya. Dengan urutan seperti itu. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. “Jess! Angela!” dengan suara keras.

Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. Begitu tenang. Tidak. Angela mengerutkan dahi.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. kami sudah makan ketika menunggu tadi. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh..” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati.tentu saja.. 181 . syok. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. Ya ampun. pikirku masam. sebetulnya. Mendadak pikirannya tidak karuan.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang. Pasti memang syok. ketika melihatku disampingnya. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar. Wow.” Aku tidak sependapat.. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. Coba tadi tidak makan duluan. “Sori. Angela juga tidak terlalu berbeda. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya. “Mmm. aku tahu mereka sudah makan. dan perut kosong tidak akan membantu. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan.” dia mengakui. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. dia keren banget! Batin Jessica. Mereka buru-buru kembali. Dia mudah pingsan. “Aku tersesat. Wow. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward.com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia. berdasar pengalaman yang lalu. Pikir Angela kemudian.stepheniemeyer. Nah. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku..Diterjemahkan dari: www. Nadanya luar biasa normal. dan kemudian terhenti. Bella tidak mungkin tahu. Tapi. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. Bella mengangkat bahu dengan santai. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang. Pikirannya pasti syok.” Jessica setuju. Bella.

Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil.. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . Pada saat bersamaan. tidak masalah.. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela. Ya ampun.” katanya padaku. “Jujur saja aku tidak lapar.Edward. Baru setelah mobilnya lenyap.. diparkir dibawah lampu jalan. Mobil Jessica berada tidak jauh.. Sepertinya ini malam keberuntunganku. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu.” “Eh.” Kubukakan pintu restoran untuknya.. seperti yang lalu.stepheniemeyer. ya ampun. Aku ingin menyentuh tangannya. Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang.” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella. hibur aku. “Kalau begitu.com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. Aku tidak mau pergi.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. Bella mengedip? “Oke.” ujar Angela cepat. dia melihat Bella mengedip..Diterjemahkan dari: www. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan. dan Bella melambai balik. Jessica melambai saat pergi. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. untuk mengecek suhu badannya. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess. keningnya. kurasa. dia perlu makan sesuatu. “Sampai ketemu besok. Oh. Bella kelihatannya masih menutup diri. Bella. Atau. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku. ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku.

” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. “Oh. Selamat datang di La Bella Italia. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku.. Mata manusia memang kabur. Tapi keluarga. lebih baik tidak usah mengambil resiko. menelengkan kepala penasaran. “Tentu saja.. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal..Diterjemahkan dari: www.? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. dan dia jadi ragu. Ya. dimana tidak ada orang yang 183 .com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. Aku menggeleng. Cope dan Jessica Stanley. Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu.stepheniemeyer. Matanya melebar terkejut.” Pikirannya sedang menebak-nebak. mereka sama sekali tidak mirip. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya.. Gadis ini tidak mungkin adiknya. eh. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik. Tanpa ambil pusing. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi. iya. Dia tidak mungkin berkencan dengannya. dia akan sangat penasaran malam ini. Sialan. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. Barangkali dia sepupunya. pasti itu.

Aku tersenyum lebar-lebar ke dia. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu. Aneh. Barangkali gadis itu akan hilang. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti.stepheniemeyer. 184 . “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja. apa yang akan kuceritakan. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan.. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya. “Oh. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini. “Sempurna.. “Tidak adil. Dia masih tidak takut. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang.pelayan kalian akan segera datang..mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos.com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi. Wow. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya. kenapa berbeda dengan. Bella hampir betul. Cukup akurat untuk malam ini. “Mmm.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju.. Ini pasti mimpi.” Aku memperhatikan ekspresinya. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali.” Dia tidak mungkin nyata.” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya. Aku bertanya-tanya.. meski itu yang kuinginkan.Diterjemahkan dari: www. yang benar saja. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. menunjukan seluruh baris gigiku. Atau...” Hmm.. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur.

” Dan pipinya bersemu merah muda. Lebih dari sehat bahkan. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya.” aku meralat. terkejut oleh pertanyaanku. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. 185 . Kadangkadang dia terlihat seperti itu. ketika aku tersenyum padanya.” Aku setengah tersenyum. “Dua coke. Aku membuat dia terpesona.stepheniemeyer. Meski begitu dia terlihat sehat. “sering kali. sedikit kehabisan napas.com Tapi. Si pelayan masih menunggu pesananku. Matanya berubah agak tidak fokus. sebelum aku sempat menyesalinya. tapi kukecilkan volumenya. Butuh semenit baginya untuk menjawab. Alih-alih mendengarkan. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi.. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya. dia minta pesanan minum kami. sakit. dia sudah menjawab.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. Dia mengerjap.Diterjemahkan dari: www. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. “Kurasa itu tidak akan terjadi. Apakah dia. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. “Haruskah begitu?” “Well. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. Pikirannya nyaring sekali. Dia terlihat bercahaya. Dia tidak akan mau diperhatikan.” “Kau tidak merasa pusing.. aku menatap wajah Bella. Ah. “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. menantikan sangkalannya.. “Halo. “Aku baik-baik saja. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku..” sapa seseorang. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. sebetulnya aku menunggumu syok. seakan minta persetujuan. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya.” jawabnya.

dan ia langsung memakainya. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti. kemudian menggigil lagi. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis.” tapi dia gemetar lagi. “Minumlah. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya. “Aku pesan jamur ravioli. Dahiku sedikit mengerut.com Berarti.stepheniemeyer. hampir serapuh kulit aslinya. “Kau tidak punya jaket?” “Punya. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak.Diterjemahkan dari: www.” aku memaksa. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya.” Dia mencari-cari bingung. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. Dia menyadari semuanya. 186 .” Bella melirik sekilas ke menu. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja. sangat manusia. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya.” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan. Dia terlihat sangat lemah. jadi kudorong gelas kedua padanya. “Mmm. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica.” Kucopot jaketku. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. Dia menaruhnya didepanku. Isi pikirannya vulgar. Dia minum sampai gelasnya kosong. kemudian sempat menggigil. pipinya merona lagi.” ujarku. Hmm. Dia menatapku. atau syok? Dia minum lagi sedikit. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. blus itu menggantung seperti kulit kedua. Haus..” Bella membuat ekspresi datar. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat.. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau. “Itu bukan yang pertama. “Aku membuntutimu ke Port Angeles.” sanggahku sambil menunduk.” Itu betul. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. Kapan saja.” Aku mengamatinya. pada insiden van itu. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. Bahuku terkulai malu. Dia tersenyum. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. Bukan karena aku berhutang padanya. menatap taplak meja yang berwarna merah marun. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. resiko yang kuambil. Namun. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ.” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. dan mata coklatnya menghangat. Aku baru saja mengaku membuntuti dia. menunggu. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. 192 . meski pikirannya sunyi. Sudut bibirnya terangkat keatas.stepheniemeyer. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi.. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. Aku membaca matanya. tapi mengangguk. Pertahananku mulai runtuh. oke?” Dia cemberut. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian.Diterjemahkan dari: www. dan itu membuatku marah. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya. “Jangan ada yang ketiga kali. Aku ingin dia mengenalku. dan dia tersenyum.. dan berubah jadi penolakan.

sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. berkat dirimu.” jawabnya tenang. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. Dia tahu. “Biasanya. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. Tapi tetap saja. “Kau makan.Diterjemahkan dari: www. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik.” Akhirnya aku meneruskan certaku.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang. “Kau ingat?” Dia pasti ingat.” Dengan sia-sia. Bella sangat diam.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. wajahnya tetap tenang. anehnya. “Ya. aku bicara. Aku pun mengajukan syaratku. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya.. mencoba mati-matian untuk memahami. napasnya semakin cepat. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. Matanya masih menatapku lekat-lekat. Lalu. sepenuhnya sadar. Aku mendongak melihatnya. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. aku bisa dengan mudah menemukannya.. Jika ceritaku diteruskan. jadi penasaran. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya. “Ya. tapi tetap saja membuatku khawatir. setelah pernah mendengar pikiran seseorang.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran. Matanya yang dalam. namun kali ini dengan tatapan prihatin.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. di sinilah aku duduk. entah bagaimana. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya.. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini.stepheniemeyer. “karena. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya. menyaksikannya terjadi 193 . Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya.” Eksoresinya berubah.. Itu tidak masuk logika berpikirku.

“—seperti kataku. Ini pasti membingungkan.” 194 . berarti dia aman.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal. mendengarkan. Itulah yang paling penting. Lalu. “Matahari akhirnya terbenam. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup.Diterjemahkan dari: www. Bersama derasnya udara yang masuk. “Aku mengikuti Jessica. Aku butuh dia mati.com adalah kesulitan yang lain. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan.stepheniemeyer. napasnya membakar tenggorokanku. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya. mengunci tubuhku jadi es. Selama aku masih merasa terbakar... Aku tahu kau tidak masuk ke sana. “Aku mulai bermobil berputar-putar. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. Aku tak punya alasan untuk khawatir.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia.. aku hanya menunggumu. Dia ingin aku meneruskan. dan kau pergi ke arah selatan. tidak sanggup untuk tidak menggeram.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. menelan keras-keras. Dia tidak bergerak. matanya lebar. masih sambil. Jadi. Dan itu membuatku lega. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya. tapi anehnya aku toh khawatir juga. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. dan aku tahu kau toh harus kembali... “Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. Tapi dia hanya mengerjap satu kali..” ujarku dari sela gigi. Atau.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap. Aku mau orang itu mati. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. Bella masih membutuhkanku.

Aku sendiri sudah hampir lepas kendali. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian. Aku mendengarkan detak jantungnya. iramanya sempat tidak teratur. “Kau sudah siap pulang?” tanyaku. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu.” Untuk kedua kalinya malam ini. Dalam batas tertentu. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. Aku menatapnya lagi. Dan.com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. aku hampir tidak kuat menahannya.... tapi tenang. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam. melalui takdir yang salah kaprah. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. aku mengakui niatku untuk membunuh. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian.. sangat lembut dan mudah pecah.stepheniemeyer. menarikku ke arahnya.Diterjemahkan dari: www.. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri.” bisikku. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. 195 . “Sulit. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. tetap hidup. Fokus hanya pada wajahnya. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi. pemburu... Ekspresiku pasti seperti monster. Napasnya juga tenang dan teratur. Dia butuh seorang pelindung.. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti. “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela. Dengan mata tertutup. Aku menutup wajahku. dan pembunuh. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. dan membiarkan mereka. aku akan pergi mencari mereka. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran. aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu.

Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah. “T-tentu. Benar-benar membuat frustasi. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. Aku ingin menawarkan tanganku. “Simpan saja kembaliannya. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. jadi lebih tidak menakutkan. Seketika itu juga. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku. jadi manusia. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia. membuatku kehilangan tajiku. Aku berdiri.” ujarnya terbata-bata. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu. Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. melihat ke si pelayan. Sekarang jadi sedikit lucu. Pelayan itu kembali. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. Kami berjalan menuju pintu keluar.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. Alasannya karena Bella.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. Aku mendongak.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. setelah mengerti alasannya.Diterjemahkan dari: www. Ya. ini cukup lucu. terima kasih. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. “Kami mau bayar. menunggu dia menguasai diri. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang.stepheniemeyer. aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 . Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. “Ini dia. dan Bella cepat-cepat mengikuti.com “Aku siap untuk pulang. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan. Napas pelayan itu memburu.

tidak lebih. Apa itu langkah yang tepat? Kini. “Sekarang. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan. Dia bersidekap di balik jaketku. seperti entitas lain di dalam mobil. liur telah membanjiri mulutku. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku.Diterjemahkan dari: www. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya. Dan. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. Pasti begitu. masih ingin berada di sisiku. Aku harus menghindari pikiran seperti itu.com berani. dan otot-ototku menegang. Itu membuatku lebih penasaran lagi.. bergolak dan menguat. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima. sudah ingin bertanya.” kataku ragu. tapi juga segan untuk bertanya. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali.” 197 . Sebuah pengorbanan. cuma terbakar. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas. disinilah dia. penyesalan apa yang membuatnya sedih. Tapi yang terjadi. secercah senyum pada bibirnya. mobilku terlihat sangat kecil. Ugh. Aku menatap ke dalam matanya. ketika tiba-tiba ia menunduk. Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. Aku menunggu. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu.stepheniemeyer. kelihatan malu. seakan aku sedang berburu. Sangat pantas untukku. dia menghela napas pelan. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. Perasaan terbakar. saat hanya fokus padanya. “Giliranmu.. aku terbakar. Itu membuatku bertanya-tanya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

” ucapnya kemudian setelah diam sejenak. menyaksikan penaklukannya secara langsung. “Kalau saja aku melihatnya. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi.com sebenarnya. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki.” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia.bersalah. dan aku tidak keberatan.. dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang. untuk memancingnya agar mau cerita. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku.” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi. “Aku yang memaksanya bercerita padaku.. Suaranya kini jadi waswas..” ujar Bella tiba-tiba. ekspresinya terlihat.” 203 .. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah.. Yang terburuk telah lewat. Aku berpaling dan tergelak. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan.” Dan aku tertawa membayangkannya.. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya. Hanya saja. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu. Ia tertunduk malu.” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. “Itu salahku. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga.. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu..” Wajahnya merengut saat mengingatnya.” Lewat sudut mataku. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku. Pikiranku sedikit teralihkan.

Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. Waktunya kembali ke cerita horor. “Tidak ada yang cocok..” Aku mulai mempertanyakan. dia sedang memandang ke luar jendela....” Dia diam lagi. apapun itu yang jadi 204 . tidak seperti yang kukira akan kurasakan. “Dan.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan.. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini.Diterjemahkan dari: www. Kemudian. terapis yang paling andal.. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu. Dia tidak bicara lagi. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil.” Dia sungguh tidak masuk akal. Aku melirik ke arahnya. Bocah itu tidak tahu apa-apa.” jawabnya. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka. dan kemudian ia berbisik.. Aku mendengar giginya terkatup rapat. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik. Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah. Dia mengundangnya... “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya.com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku.. Kemudian semuanya jadi jelas.” Betapa praktisnya.stepheniemeyer. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. “Apa?” desakku. Kebanyakan konyol. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu. “Aku mencari keterangan di internet.sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. “Lalu. “kuputuskan itu tidak penting. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik.” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. Dia menarik bahaya ke arahnya.sangat. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat.

Dia tersenyum padaku. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa. “Tidak juga.Diterjemahkan dari: www.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan. “Mitos. seperti cara biasanya. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa.. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras.. Itu tidak penting.” 205 . Aku cuma meringis. “Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku.” “Oke.” keluhnya.” Dia mewanti-wanti. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. “Kau marah.. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi. Dia menahan napas.stepheniemeyer. “Jangan tertawa. aku mulai merasakan sebungkah harapan.” Tidak juga. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru.” Kata-katanya itu..” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. Dia tidak peduli. Dia tahu aku bukan manusia. seorang monster.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini. “Tapi aku memang penasaran. Disamping mencemaskan kewarasannya. “tujuh belas. Ketika aku menatap balik. dan hal itu tidak penting buatnya. “Tidak. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat. cuma detaildetail kecil.” Suaranya sudah tenang lagi. senyumannya justru makin lebar. “Cukup lama.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya.” Mendadak dia jadi bersemangat.

. Dia memimpikan aku. ekspresinya keheranan. Dia harus dipaksa untuk memahami. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. itu. Aku tidak mungkin memimpikan dia. “Ya. Dia terdiam sejenak. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun.” gumamku. itu. Aku pun berpaling. jika aku bisa bermimpi.” Jantungku semakin beku.” 206 . Dia mengerti juga. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia. menjawab pertanyaannya terus terang.” “Tidur di peti mati?” “Mitos.” Aku menghela napas. jika aku bisa tidur.com “Terbakar matahari?” “Mitos. lebih keras dari biasanya. Aku ingin memimpikan dia. Akhirnya. Barangkali.Diterjemahkan dari: www.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi. “Sama sekali?” “Tidak pernah. dan aku jadi rindu untuk tidur. “Aku tidak bisa tidur.. Tidak seharusnya dia memimpikan aku. Itu cuma membuat suaraku makin parau. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya. “Well. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama. seperti sebelumnya. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh.stepheniemeyer. Bukan untuk melarikan diri dari bosan. Dia menatap balik. Kupandangi mata coklatnya yang dalam.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

stepheniemeyer. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku.” elaknya dengan suara gemetar. Membenciku karena telah merampas segalanya. Aku melukainya sedalam itu. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi.” sesalku dengan rahangku terkunci. Napasnya tersedak dan tak beraturan. Aku ingin mengganti topik. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis..” kataku kemudian. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. “Jangan pernah katakan itu. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. “Tidak. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung. Dan kuturunkan tanganku. Aku selalu punya pertanyaan. Dia melihat keluar jendela. Merampas hidupnya dan jiwanya. “Maafkan aku. “Aku bertanya-tanya. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 . untuk memikirkan sesuatu yang lain.. Dan untung bagiku.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. Ini belum terlambat.bukan. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan. dan dia menggigit bibirnya lagi. Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. Perasaanku langsung nyeri. Tangannya mengeras di pangkuannya. “Ya?” Dia berusaha tegar. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat.Diterjemahkan dari: www. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini.” desisku. namun air mata masih menggantung di suaranya. seperti kristal.

” Aku menggeleng-geleng tidak percaya.” ucapnya malu-malu.Diterjemahkan dari: www. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari.” Jantungnya berdegup kencang. nadanya berubah jadi marah. ilmu bela diri.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad. dan mulai mencopot jaketku.” Aku tersenyum padanya.” Suaraku terdengar masam. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan.” jawabnya dengan lebih terkendali. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup. Amarah mendidih di belakang kepalaku. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. Kau tahu kan.com sesuatu. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan. Dia mengangguk puas. “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru.stepheniemeyer. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang. Kemudian ia kembali menatapku. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya. dan memandang keluar jendela. Dia tetap tidak bergerak.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu. “Aku akan menunggumu saat makan siang. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji.” Dia menghela napas. jadi kenapa tidak sekalian saja. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut. 213 . Karena toh akhirnya akan ke neraka juga.

“kau boleh menyimpannya.” Dia gemetar. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja. kaget. “terserah apa katamu. seperti tutup botol dalam sakuku.” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. Dia enggan pergi.. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok. Anggap saja begitu..” Dia langsung setuju. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. bahkan hanya sebentar saja.” Aku bertanya-tanya. Dia mengerjap. begitu manis dan harum. “Jangan pergi ke hutan seorang diri..” Bisa kubayangkan.. tapi berhenti. tapi dia butuh tidur. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku.” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 . dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan.” Napasnya menyentuh wajahku. pasti sudah jauh melewati Seattle. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan. namun cepat menguasai diri. Itu hanya membutakan manusia. Tapi kemudian tatapannya menajam. Aku bisa tinggal begini semalaman. benar. Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. Sebuah kenang-kenangan.stepheniemeyer. “Oh.Diterjemahkan dari: www. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat.com Aku buru-buru mencegahnya. Aku pun tersenyum.” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia. Tapi selalu ada yang lain. sama seperti aku enggan dia pergi.

meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. Jantungnya berdegup kencang. “Bella?” Dia menoleh. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella.. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat. Terpesona. 215 . meluap-luap karena kedekatan ini. Biasanya. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi. matanya melebar dan membeku. Untuk sementara aman. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. dan bibirnya merekah. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku.” Kemudian dia membuka pintu.” ucapku. Aku mencondongkan badan ke arahnya. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. “Tidur nyenyak ya.Diterjemahkan dari: www.com aman. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya. dan membeku. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok. “Baik kalau begitu. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi.stepheniemeyer. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi.. kukira. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. Begitu pula denganku. Begitu pula denganku. Aku mendesah pada kemustahilan ini. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam. “Sampai ketemu besok. melihatnya pergi. ingin menahan dia disini.” bisikku.

tetap saja sangat melegakan.stepheniemeyer. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. muncul lagi ke permukaan. Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu.. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia. tatapannya sengit. Aku mengingat kembali senyum itu.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku. Meski jelas-jelas buat dia ini buruk. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad. Tersesat di tengah kegelapan. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia.begitu mudah pecah. 216 . Itu tidak penting buat dia. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia. Dia sudah aman.... lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. Aku memikirkan Bella. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi.. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku.. bagaimana matanya menghangat dan mencair. dan mendapat senyumannya. Bella telah aman di rumahnya. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku. Aku sendirian.Diterjemahkan dari: www. Itu membuatnya lebih aman. Mimpi buruk yang suram. Tapi perasaannya cukup kuat juga. Dia sudah tahu. Lebih dari itu. “Ah. mendengar suaranya.. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya.. Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. aku memikirkan perasaan Bella padaku. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat.

kau sudah tahu. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan.. “Terima kasih. Tapi. tidak masuk ke garasi.com Tidak.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya.Diterjemahkan dari: www. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi. “Carlisle di ruangannya. lalu membukanya.” “Tadi itu hampir saja.sibuk. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang. “Tidak usah menyesal. sindirnya dalam hati. Maaf. keduanya sama-sama membuatku kesal. yang sudah gatal ingin kulakukan.” Aku berhenti di depan pintu. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya.” 217 .” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu. Aku tahu itu. aku tahu. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. menungguku. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh.. Alice. Alice sedang duduk di beranda.. Aku berhenti di depan rumah.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman. Aku juga minta maaf. “Sori. mengeluarkan hand phoneku. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan.” “Ya. Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar.” gumamku. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles. adalah salah... ulangnya. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi. “Oh. Terima kasih telah menjawab teleponku. Kenyataan itu memastikan keputusanku. Aku memutar mobil ke utara. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman. malu pada dirinya. Aku sedang.stepheniemeyer. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya. Tapi. aku tahu kemana bisa minta bantuan.. Pada saat aku melihat itu akan terjadi.

Nanti. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh... aku ingin segera mengakhirinya. “Terlalu baik... Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik.” Dia mengerutkan bibir dan menatapku.” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan. Karena mulai tak sabar.” Aku mengambil napas panjang. Aku pasti datang. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku. “Tidak. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya.. “Ya. kau akan segera menemuinya tidak lama lagi. aku melewatkan itu juga. iya kan? “Kurang lebih begitu.” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa. “Alice.” Bella menerimanya dengan baik. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. memalukan. Jangan meremehkan Bella. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami. tapi kurasa aku bisa menebaknya. aku mengeluh panjang.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut.stepheniemeyer.” “Ngomong-ngomong. “Dasar. Coba aku tahu.. Kata-kata itu begitu indah buatku.” 218 . Lain kali aku akan mengawasi lebih baik.Diterjemahkan dari: www.” “Yup. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks. oke? “Oke.” Alice cemberut padaku. Dia tertawa. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada.” Aku tidak akan bilang apa-apa.com “Thanks. Malam ini dia akan baik-baik saja. ada ekspresi menuduh pada wajahnya.

Carlisle. “Aku tidak sedang butuh pujian.. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku.” sambutnya sambil tersenyum. Kau tahu.” Dia tersenyum lagi. “Aku butuh bantuan. dan buru-buru ke kamar Carlisle. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana.. itu tidak memuaskan insting buasku.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. Aku bingung.com Aku mengangguk. Murni karena marah. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle. Aku terkesan. “Akan kutunjukan dimana orang itu. Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan. Memang.” kata-kata itu berhamburan begitu saja.” “Apa saja. dia mengoreksi. Efek kehadirannya sangat baik untukmu. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. aku ingin. Tapi aku tahu itu salah. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya.. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. dan sangat terkontrol. “Aku akan membereskannya.Diterjemahkan dari: www. Tidak akan ada lagi korban berikutnya.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. Kau tenang saja.untuk membunuh orang itu. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti. hampir. Itulah tepatnya yang kubutuhkan. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat. Dia sedang menungguku.” “Tentu saja tidak. karena itu berarti balas dendam. “Ya.stepheniemeyer.sangat ingin. Edward. Namun tetap saja. Carlisle. bukan keadilan. “Sangat ingin.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi..” “Ayo kita pergi. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 .

pikirnya lagi. Kembalilah ke Bella. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. Ya. 220 . yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. Napasku memburu. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. kami tidak akan kesulitan. Edward pantas untuk bahagia. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Alice masih ada di beranda. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. Dia harus bahagia. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi. Hanya saja. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. Kuharap aku bisa mempercayai itu. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku.stepheniemeyer.. Edward. Padahal tadi. ucap Carlisle lembut. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. Kami memakai mobilku.Diterjemahkan dari: www. sebelum dia protes. Hanya saja. Sudah tentu. Aku membawa Carlisle ke depan bar. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya.com melakukan dengan caranya. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle.. namun segera mengalihkan bayangan itu. Pasti ada jalan keluar. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. Karena. Pergilah. Sangat tak terduga.

dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. dengan hati-hati kuselimuti dia. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya. bibirnya ikut gemetar. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. tidak akan ada yang tahu. Aku memilih selimut yang paling tebal. aku memikirkan Carlisle. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. Aku mendesah lega. Dengkuran Charlie keras dan stabil. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. disana..stepheniemeyer. dan menemukan yang kucari. letak lemari yang kucari-cari. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk.. Sosok itu. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. dan kubawa kembali ke kamar. tidak seperti malam-malam lainnya. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. yang pantas untuk bahagia. Semuanya telah seperti seharusnya. Untuk sesaat. bermimpi.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. dan lari menuju Forks lewat hutan. kini dia meringkuk memeluk badannya. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu. Bella aman di tempat tidurnya. Saat sedang mempertimbangkan hal itu.memancing barangkali? Nah. yang mengidamkan kehancuran Bella. kemudian menyelinap keluar ke lorong. dia menggigil. Tapi. bertanya-tanya dimana dia sekarang. Aku membukanya penuh harap. Aku memperhatikan sejenak. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun.Diterjemahkan dari: www. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. Sambil menahan napas. Seorang malaikat 221 . di dekat tangga. Kurasa karena dingin. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil.

aku tidak punya malaikat pelindung. Ini hal sepele. membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. Dan dia mulai bergumam. aku bukan eksekutor Bella.” desahnya. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku. Aku tersenyum puas. Lagi pula. tambahkan kesialan tanpa batas. melainkan dialah hadiahku. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. Dengan senyum acuh. pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. yang terakhir. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. dan dia tersenyum.Diterjemahkan dari: www. Napasnya makin dalam. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. 222 . Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella. Setelah lewat setengah jam.stepheniemeyer. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. Dengan tawa sembrono. Dia tidak jauh berbeda dengan monster.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. mata biru yang licik. tertegun. posisi Bella mulai lebih rileks. “Edward. Dalam pandangan ini.

dengan satu foto yang tidak jelas. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. bukan belakangan ini. foto buron. itu bisa membuatnya ketakutan. dan seberapa menarik perhatian. dimana hukuman mati masih sering diberikan. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini.Diterjemahkan dari: www. hanya beberapa meter dari kantor polisi. dan aku tidak jadi pembunuh. Aku akan melupakan hal itu.stepheniemeyer. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya...” Aku mengangguk. telah berhasil ditangkap di Portland. Itu tidak penting lagi. Monster itu tidak lagi berkeliaran. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. “Alonzo Calderas Wallace. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV.” Fotonya agak buram. Paling tidak. Kuharap dia akan diadili di Texas. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan.” beritahu Alice padaku. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma. 223 . Oregon. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma. Aku telah melakukan yang kubisa. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. dan fokus pada apa yang paling penting. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. Tidak.com 11. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. Kuharap dia tidak menonton.

Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. dan senyumku berubah jadi seringai. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. “Alice. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini. aku tahu. Bella juga akan menyukaiku.Diterjemahkan dari: www. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. dia tersenyum.” Alice tertawa riang. penuh harapan lagi. dan buru-buru keluar. ini bukan karena aku egois. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga. “Sampai ketemu di sekolah. Aku melihat ke jam.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. batinnya. Aku tahu. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. tapi tahu sendiri. Aku tidak menanggapi. maukah kau—” Dia langsung memotongku. Belum saatnya. Kau mestinya tahu. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella. Aku tersenyum padanya.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu. “Rosalie yang akan mengemudi. Aku mengeluh sendiri. Ketika menggumamkan namaku berulangulang. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur.. Pepatah manusia mengatakan. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 .. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum.” Alice menghela napas.stepheniemeyer. Sepertinya dia sedang terburu-buru. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah. sobekan kertas timah. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es. Dia akan berlagak marah. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal.

terpesona.. yang melengkung indah dari bawah leher. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain. hasrat terhadap bibirnya.. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. Tasnya merosot ke tangan.. semua harus sesuai kemauannya. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. aku akan menjadi diriku sendiri.com —dia hampir terlambat. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk.. 225 . Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu.kulitnya. Aku keluar.tubuhnya.stepheniemeyer. Aku tidak boleh membuat kesalahan. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. Kemudian dia berhenti mendadak.. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya.. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai. Rambut ikalnya agak berantakan. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai. Aku akan meremukkan dia. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. Tubuhnya membeku. aku memberinya pilihan. “Ya. terkejut saat aku muncul begitu saja. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua. Tasnya disampirkan di pundak. Tidak seperti waktu makan malam kemarin... kagum.” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu..warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya. karena itu mustahil. dan membukakan pintu mobil untuk dia. Bella menghambur keluar rumah. terima kasih. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku.. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya. Mulai sekarang.. Hangat. Dia menatapku.Diterjemahkan dari: www.

226 . “Benarkah?” gumamku sendiri.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku. Dia tidak punya jaket. terlihat lega aku mengungkitnya. Aku langsung melesat mengitari mobil.com Apa aku akan berhenti keheranan. aku belum pernah merasa sebahagia ini. membuatku bertanya-tanya. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik. apa yang sebenarnya kau pikirkan. Kulihat dia memandanginya. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. Dia tersenyum. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. Bahkan walau tahu kalau ini salah. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. tidak sabar ingin berada di sampingnya. Pagi ini dingin.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. Ujung bibirnya mengerut turun. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku. tidak ada bandingannya.” Tentu saja. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran.Diterjemahkan dari: www. itu masalahnya. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya.stepheniemeyer. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. kau tahu. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. “Aku membawakan jaket untukmu. Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya.” Tidak ada satu jeritanpun. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik.” “Aku tak selemah itu. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba.

kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang. Dia ragu sejenak. Jangan pernah katakan itu.. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat. Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini. Keadaan hening. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur.stepheniemeyer. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila. wow. kelewat mencolok. mencari hubungannya. dan membuatnya menangis. “Kelewat mencolok. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin. “Seperti kataku. “Kau tidak ingin mendengarnya.. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia. yang mana kuragukan.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. aku mulai terbiasa.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak. Aku hampir menggeram ketika itu.” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan. kata perkata. “Tidak terlalu banyak. kan?” “Mmm.. Kalau Rosalie punya itu.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella.Diterjemahkan dari: www. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya.” “Kau mengeditnya. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella.” Aku harus berpikir sebentar. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba.” 227 . Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan.” sergahku. dan aku parkir disitu. lalu berbisik. Kami berusaha membaur. “Mereka naik mobil Rosalie.” Dia menggigit bibirnya lagi..

Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih. Kemudian Bella melihat juga.” sapa Bella... Bella tersenyum mendengarnya. Dan harus secepatnya. Dia sedang menunggu Bella. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku. Napasku memburu. Jaket Bella di tangannya. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu. “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. Kami semua suka ngebut. “Hei Jessica.” Dan dia tertawa riang. pagi Jessica. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan.” 228 .” gumamnya masam. Matanya membelalak tidak percaya. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya.” “Sudah kuduga. Terima kasih sudah ingat membawanya.com “Kalian tidak berhasil.Diterjemahkan dari: www. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan. namun ditarik lagi. sama seperti tadi malam. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. entah dia itu teman yang baik atau bukan.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. “Selamat. Aku harus sopan pada teman Bella. “Memanjakan diri.stepheniemeyer.

. Tidak boleh tidak. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama. Sesekali dia menoleh ke belakang. Ini aneh. Hmm. Namun tetap saja aku. “Err. aku lebih memilih dia pakai 229 . Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu. Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut. “Hei!” desisnya tajam. “Bagaimanapun. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius...” gumam Jessica tidak jelas... Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. Cerita lengkapnya. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. Aku langsung berusaha mengusirnya. Jika Emmet sampai tahu. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu.. dia ganti membayangkan adegan itu.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku.. Itu tidak akan mungkin terjadi.” Aku menatap kaget.. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu. Benak Jessica tiba-tiba terputus. dia pasti akan menertawaiku habis-habisan. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng.hai. Setiap detailnya.” Bella mengerang..” Kau harus menceritakan semuanya. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa. “Apa yang akan kau katakan padanya?” . Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas.stepheniemeyer. berusaha ceria lagi.. “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono. Mata Jessica makin membelalak..” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas. berusaha mengolah ucapanya. “Yeah. Tidak. Kira-kira. Kemudian matanya memelototi Bella. bahkan tidak ke diriku sendiri. sedikit memalukan..Diterjemahkan dari: www..aku cukup suka itu..dan jujur saja.com Waahhh. sampai ketemu nanti.

Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama. “Tolong bantu aku sedikit..” kataku lambat-lambat. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi.. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia. aku bertanyatanya apa Ms. “Tidak.. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya.” Betul—dia tidak suka standar ganda. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda. “Itu tidak adil. Aku merengut karenanya. Dia sok polos. Dia mengembalikan jaketku. aku harus berlaku adil..pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan.Diterjemahkan dari: www..” gumamnya. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu.. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil..sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku. “Iihh. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. pupil matanya melebar. “Jadi.” Matanya melebar—bukannya kaget.. dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter.” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya. dan menggeleng. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut. tanpa persiapan. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku.com terus.stepheniemeyer. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan. ketika itu Bella langsung menjauh.. kalau kau tidak keberatan—. terlepas dari belakang telinga. Sebaiknya jangan.” biarkan dia 230 .” Matanya menyipit. kau akan bilang apa padanya?” desakku. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm. tapi dibuat-buat. aliran darah di balik kulitnya menderas. Itu menarik perhatian mataku..

“Well. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. Aku tidak bisa berkonsentrasi. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi. 231 . Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. hanya badanku yang di kelas..com yang memilih. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. Ugh. bukan pikiranku sendiri. seperti terbang. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Dan aku ingin mendengar pikirannya.. Aku cepat-cepat berbalik. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku. Well.” bisiknya. “Sampai ketemu saat makan siang. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya.” “Aku tak keberatan. secepat kilat hingga menghilang. Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella.” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya. harus selalu begitu. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. yang duduk di meja sebelahku.stepheniemeyer. Aku berbalik lagi dan tertawa. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. dengan mulut terbuka. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. dia masih begitu. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. Dan. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi. Detak jantungnya masih belum teratur. Aku ingin lari—benarbenar lari.” kataku sambil menoleh melihatnya.Diterjemahkan dari: www. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. Menyeramkan.

Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia. dan menganggap impas. melainkan malas. Kusangka itu akan mudah. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan. ketika sampai di kursiku.. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan.. dan menginginkan yang telah ia miliki. dia memikirkan adik kembarnya. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber.. Wajah Bella tidak kelihatan murung. Itu sangat murah hati. Dia kelihatan. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . benar-benar membaca wajah Bella untukku. Dia sering diminta menjaga mereka. Itu pasti mengecewakan.. Sebaliknya.. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris. Kecuali.stepheniemeyer.dengan begitu Edward berarti masih sendirian. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. Aku akan mengirimkannya tanpa nama. mungkin. Kuharap dia benar-benar memperhatikan. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan..murung. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. Tapi nanti lagi. aku langsung sepenuhnya diam. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella... Bahagia. Jessica sudah duduk di kursinya. Tapi tidak terlalu menolong buatku. Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica. Aku cuma perlu terus mencari. Pasti ada sesuatu yang dia mau.. seperti kebanyakan orang.Diterjemahkan dari: www. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica. aku tidak kebaratan membantunya. Beberapa. Itu sangat sulit.. pikiranku terlalu fokus ke Jessica. tapi itu tidak membuatnya kesal.com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella.

Mr. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. “Ya—itu juga kejutan. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui. lagi-lagi kecewa. Mason. Mason memelototiku.Diterjemahkan dari: www. Aku akan cari tahu yang sebenarnya. Huh.” Itu tidak terlalu menarik.” beritahu Bella. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya. aku tahu itu. di lamban sekali. batin Jessica. pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. “Ceritakan semuanya!” desak Jess.” Lalu? Ayolah. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong. Aku masih sibuk dengan Jessica. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk. Aku tersenyum sendiri.” Dia tersenyum. Dan aku tergelak. Dia bergerak dengan enngan.stepheniemeyer.com mendengar semuanya. Mengerikan. lalu mengantarku pulang. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. senyuman kecil. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. “Dia ngebut seperti orang sinting. memotong pembicaraan Mr. Ugh. “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana. tapi tidak ada yang tertipu.

Nada suara Bella menyemangati Jessica.” Sial. Sepertinya Bella juga mengharapkannya. Aku menggeleng-geleng sambil meringis. batu-dingin pada kehangatan. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella. karena menurut dia.stepheniemeyer.” tegas Bella... Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata. “Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya. Dia juga pasti tahu. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. jika bukan Bella-nya yang aneh. Ha. Itu pasti menyebalkan buat dia. “Jadi. ini berita besar. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku. kalau begitu. Pasti ada yang aneh dengan si Edward.. “Bukan begitu. aku punya taring. memandangi tangannya. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting. Sepertinya Edward juga cukup serius. Aku mengerutkan dahi.” desah Bella. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu. “Well. lalu memperhatikan lagi. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti.. Seperti yang dia ketahui. “Menurutmu hari sabtu.?” desak Jessica lagi.” Yah. merasakan kelembutannya yang seperti sutra. lalu dia menunduk...” Jessica menjawab pertanyaan Bella.” gumam Bella pelan. Edward Cullen... “W-o-w. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum. Aku menggigil. Kuharap. “Aku sangat meragukannya. jaga Bella baik-baik.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak.com kutunggu-tunggu.. “Aku tahu.Diterjemahkan dari: www. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm. tapi tidak mungkin itu alasannya. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. Kemudian dia mati. 234 . dia memang menginginkannya. ya. Bibirku pada bibirnya.well. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya..

Sepertinya itu tidak terlalu relevan. sangat sedikit.. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya. Jess. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan.stepheniemeyer.” Sangat. dan aku hampir saja berdiri. “Entahlah. Pasti urusan perempuan. Aku tersenyum lebar. Wow. akan kuceritakan satu.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku..” ujar Bella.” “Kurasa begitu. banyak.” Detail yang aneh untuk diceritakan. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm.. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu.. “Itu pertanda baik. “Tapi sulit mengetahuinya.com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya. Dia mengusir ingatan itu dan kembali. Oh. sedikit. “Ayolah. Sikapnya selalu misterius. “Lebih baik lagi. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya. “Sangat.” ucap Bella tidak yakin. Bella! Ceritakan detailnya. “Kenapa?” 235 .. “Dan barangkali umurnya 19 atau 20.Diterjemahkan dari: www. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu.. Namun tetap saja. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali.. dia pasti menyukaimu..” Bella ragu sejenak. baiklah. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. Menarik. AYOLAH. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris.” Bella terlihat syok.dengan pengamatan yang ia punya. “Well.

tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku.” Dia berpaling dari Jessica. Bella tidak melihat ke Jessica. well. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. Ha ha. dia tersipu-sipu! Ya. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu. Akhirnya muncul juga.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi.Diterjemahkan dari: www. kau menyukainya?” Badanku membeku. Bella tersenyum. kau benar-benar menyukainya?” “Ya. mengabaikan Jessica. “Dia memang luar biasa tampan. “Seberapa suka?” desak Jessica. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu.” “Maksudku.. 236 . Oooh.com Reaksi yang aneh. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat.” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. tapi lebih dalam.. Aku seperti bicara dengan anak TK. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya. Dia terus memandang ke kejauhan. dan lebih melimpah. “Jadi. “Ya.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi.” Lihat.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya. Bella tidak menoleh. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. aku sedang melihatnya. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab.stepheniemeyer. “Oh. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. Mirip. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga. Hhh.” tukas Bella...” desah Jessica. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya.

Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. Varner tanyakan? “Mmm. tanpa sindiran seperti biasanya. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil.stepheniemeyer.” bisiknya.” Sial! Apa tadi yang Mr. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik. juga jawabanmu!” Jelas. “Terlalu suka.Diterjemahkan dari: www. Tapi Bella lebih cepat dari dia. Bella menoleh ke Jessica. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. Bella tersenyum seakan sedang 237 . Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. Satu kali. Aku butuh waktu sebentar. “Lebih dari dia menyukaiku. Ucapannya tak beralasan. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. dan menggertakan gigi. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Aku melihat ke jam. Bella dan Jessica tidak bicara lagi.” kata Bella sambil tersenyum. “Di kelas Inggris. Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. Sesaat setelah bel bunyi. Varner.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. Jam makan siang tidak datang-datang juga. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak. Nomer berapa Mr. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri.

.. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya. Aku mendesah bosan. matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Alice jadi pasanganku. sama jelasnya dengan suara pikirannya. Akan kupastikan itu. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Kami semua membenci pelajaran olahraga. menunggu. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. Aku bersandar di depan kelas Bella. Selamat bersenang-senang. Ini hari pertama bermain badminton. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia.com memikirkan hal yang sama.. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. dia gagal memukulnya. Well. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit.stepheniemeyer. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. kan?” dia terlihat. seakan dia telah memenangkan ronde ini. Sombong. Lauren Mallory jadi lawan kami. kan? Aku menggeleng jengkel. Sebalum kepalaku meledak. Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. Sudah untung dia masih hidup. terutama Emmet.berseri-seri. Coach Clapp menyudahi permainan. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok.. Berani 238 . tapi jelas berguna. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton.Diterjemahkan dari: www.

namun tiap kali bertemu pandang. Huh. 239 .. Wow. Dia sering melirikku. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua. Sangat absurd! “Halo. Mike sih cukup manis tapi.atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. masih belum yakin. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan.wow. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. bahwa dia dalam kesulitan. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. Oh. dia langsung menunduk. Baik sekali dia. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup.. Anehnya. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan. dari melihat ekspresiku.” jawab Bella. Lebih dari dia menyukaiku.. Atau barangkali dia sadar. “Sampai nanti. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. “Kau tidak mengambil itu semua untukku. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. Wajahnya makin cerah.Diterjemahkan dari: www. Bella. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada. dengan ragu. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria.stepheniemeyer.” sapaku dengan suara parau.com taruhan.” Bella menghampiriku. sama-sama tercengang ketika melihatku. “Kurasa tidak. seakan malu. Dengan mudah bisa kuabaikan.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian.. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella. berhenti beberapa langkah dariku. “Hai. pasti itu. Pipinya merona merah muda.

“Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku. Tidak terlalu buruk. tapi tidak berkomentar. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum. Bagian yang tidak menyenangkan. kau bisa melakukannya.. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku. Kagum. Setelah membayar makanannya. “Kurasa aku tidak terkejut. “Kau selalu saja penasaran. Telinga keluargaku lain lagi.” Benar-benar kejutan.. “Aku pernah melakukannya. “Ambil apa saja yang kau mau..” Alisnya terangkat skeptis. Sorot matanya menyelidik. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu. jika mereka sedang memperhatikan. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya. Bentuknya tipis dan padat. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. “Aku penasaran.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. Semuanya tampak berbeda sekarang. “Tentu saja separuhnya untukku. Kudorong nampannya ke dia. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali. Oh. baiklah. Aku mengambil yang terdekat. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini.. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya.” Aku tertawa. Dia duduk di sebrangku lagi. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya. Menjijikan! Ekspresi Bella syok. ketika ditantang.Diterjemahkan dari: www.” Mereka terlihat nyaman. Ini bagian dari bersikap ksatria.com kan?” Aku menggeleng. Nanti biar 240 .stepheniemeyer. dan membawa nampannya ke kasir.” keluhku.

Itu membuatku takjub.” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza. Aku memikirkan banyak hal...” Aku memberitahu Bella. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu... tidak dengan cara yang negatif.sempurna. dan dia langsung berpaling gugup.Diterjemahkan dari: www. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. Tetap saja. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku. Dia terlihat.. cekikikan ke teman sebelahnya. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. Dia terlihat tertarik. Dia menggigit sisa pizza tadi. coba. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Cukup bisa dipahami.” ujar Bella sambil tersenyum..com kuberitahu ke Bella. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. Yumy. ya?” Dia mengangkat alisnya. Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica. Jessica menghela napas. 241 .stepheniemeyer. pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek. “Tidak. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya. Lagi-lagi absurd. Sudah berapa kali. “Nanti dia akan memaparkannya padamu. “Jadi pelayannya cantik. “Perempuan malang. melihat begitu percayanya dia padaku. seperti sesuatu yang lain. Realita.. Aku mesti memulainya pelan-pelan.. Rasa frustasiku kembali muncul. Hmm. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku.” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya. bukan fantasi.

“Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai.. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu.” gumamnya.. Dan itu menarik perhatianku. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. Aku tahu. “Memang. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya. Pasti kulitnya halus sekali. napasnya terhenti. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang.stepheniemeyer.. kau tidak sepenuhnya benar. Tapi toh aku mengharapkannya. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu.” Lagi-lagi separuh bohong. berkedip cepat.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka.” Hmm. Penyesalan membuat suaraku makin parau. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini. “Well.” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui.” 242 . Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping. Dia menghela napas pelan. “Kau tak bisa mencegahnya. “Kau melakukannya lagi. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan.Diterjemahkan dari: www.. Tangan kanannya memegangi leher. “Bukan salahmu. perintahku pada diriku. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya. Tentu saja aku mengharapkannya.” gerutunya dengan bersungut-sungut. “Apa?” “Membuatku terpesona.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica.” Dia langsung mengambil sikap defensif. Aku hanya berharap.. “Oh. seakan kata-katanya campur aduk. Meski begitu. sambil menatap mataku hati-hati.” Ah. itu menggangguku.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan.” akunya. Matanya melebar.. “Itu sama saja. begitu pepatahnya. kau tidak memikirkan beberapa hal. Fokus. Kemudian dia berpaling. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai.” Dia menghela napas lagi.

Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. Tatapannya misterius. “Kadang-kadang. yang pasti. Ada nada sendu pada suaranya. Dan dia tersipu lagi.” pintanya. dengan kerut diantara alisnya. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. “Ya. terlepas dari kenyataannya. “Ya. aku bisa pura-pura sabar. “Kau tak bisa mengetahuinya. Giginya mulai menggigit bibirnya. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton.” jawabnya pelan. Aku jadi sadar.. dia lah yang meremehkan perasaanku. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya.” bisiknya pelan. masih menghindari tatapanku.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. Dia mengatupkan tangan. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil.” Cuma itu yang dia katakan. karena dia benar-benar mempercayainya. Selama dia cuma mengatur pikiran. “Well. Atau.stepheniemeyer. dia tidak pernah menangkapnya. “Kau salah. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu. aku bisa sabar. aku benar-benar berpendapat begitu. Bella menatapku. Dia memandangi meja. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 . kau akan menjawab. Untuk kesekian kali. tidak memberitahu apa-apa.” Aku meyakinkan dia. Dia menatapku balik. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya. atau ya. “Ya. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. Tapi yang sebenarnya terjadi.” gumamnya ragu-ragu. “Biarkan aku berpikir. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar.. dan sambil menggigit bibir.Diterjemahkan dari: www.

dan menghela napas.paling indah. “Tapi justru itulah kenapa kau salah. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya.com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain. Kata itu menggangguku. “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil. lihat aku. Aku sedang melihatnya. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka.” Ah. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya.” Dia tidak mendongak. entah bagaimana. “Well. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku. Dan dia tidak menyadari hal itu. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja. Namun begitu. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan. yang jadi pikiran mereka waktu itu. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu.” kataku padanya..” ujarnya.stepheniemeyer. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas.” Dia menjelaskan.. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka.” bisikku. Dia menangkapnya. aku ingat harapan dan getaran hati. 244 .. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya.. Menggemaskan.” Aku tertawa kecut.. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik. Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir. meski tidak terlalu mengerti maknanya.Diterjemahkan dari: www. kecanggungannya cukup lucu juga.” Aku berhenti sebentar..

.com Padaku lah Bella mengatakan ya. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan. Dia menatapku.” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. Dia pantas memperoleh kehidupan. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono.. menyadari besarnya perbedaan diantara kami. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. Akulah yang paling peduli.” Dia tersenyum juga. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan. 245 .Diterjemahkan dari: www. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya. batinku dengan humor gelap.. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu. Dia merona. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh.. Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya.” ucapnya santai.” sanggahku dengan suara tertekan. tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman.” gumamnya. supaya kau tetap aman. Aku senang dengan alasan itu.” Karena sudah mengatakannya. Aku tersenyum. Satu lagi yang mesti dia biasakan.” dan memang itu yang seharusnya. Sementara wajahnya kosong karena terkejut. Dia mendelik padaku. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang.. Well. “Aku tak percaya. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu.. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal. ucapanku telah membuatnya marah.” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa. Bella bukan untukku. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa. Entah bagaimana. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka. memunculkan kerut diantara dua mata itu. bisa kulihat itu. Dia tidak terbiasa dengan pujian. karena seandainya aku bisa melakukannya. Senyumku pasti sombong.stepheniemeyer. paling tidak dia memiliki vampir pelindung. aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi.

” “Tanyakan saja.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. “Kau tahu. “Tenanglah. Itu semua salahmu. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya.” Secara mengejutkan dia sependapat. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku. Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu.stepheniemeyer. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak.” tambahku datar. “Aku punya pertanyaan lain untukmu. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu.Diterjemahkan dari: www. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. “Belum.” ujarnya sambil tersenyum. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya. dan aku tidak mau menyia-nyiakannya. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya.. Rose. Percayalah. Tega-teganya dia.” “Oh. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler.. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. Sori. sesal Alice dalam hati. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya. “Belum. Biar kutangani mereka nanti. well. Edward. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi.dan.

” Selama sepersekian detik. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan.” Benar-benar aneh.Diterjemahkan dari: www. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih.dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu.. sangat pas dalam rengkuhan tubuhku. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. Kebenaran tidak membuatnya takut. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van. Jalan pikirannya benar-benar ruwet. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti.” Ah. Dia ingin bersama denganku. “Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja.stepheniemeyer. Kurasa itu tetap adil. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku. tapi kupikir kau bakal mengerti. Aku kembali dari ingatan itu..” “Itu bukan masalah. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya. “Kalau aku mengajakmu. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki.. 247 .. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng. Dia terasa begitu hangat dan lembut.. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle.. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak.com bisa membuatnya sesyok itu. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. Sabtu nanti matahari akan bersinar. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya.

tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut. Kalau dia bertanya lagi. karena dia telah melihatku disana. Edward! 248 . dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. salah satu dari penglihatan Alice. tapi dengan syarat.Diterjemahkan dari: www. aku tidak sendirian. tidak mendengar apa-apa. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian. Itu tempat yang sangat kukenal. dan waktu itu. Itu tempat yang sama.com “Aku terbuka untuk tawaran lain.” Aku memutar bola mataku. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu. panggil Alice mendesak. Tegang.” Aku menggeleng tak percaya. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. kau malah takut dengan caraku mengemudi. Edward. batin Alice. Aku mencintainya. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. Berarti aku berani mengambil resiko itu. Edward! teriak Alice nyaring. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi.” Setuju.stepheniemeyer. jalan pikirannya betul-betul terbalik. Bella memandangiku. Alice mengenalinya juga. Jujur saja. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut. itu mungkin. barangkali aku tidak akan berbohong. Tempat sunyi yang indah. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. aku menatap ke sinar cerah matahari. matanya tidak bisa dijajaki. Tapi aku punya satu permintaan. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. memang ya. Mendadak. pelangi menari di depan wajahnya.

“Lagi pula. Bella menatap wajahku penasaran.com Aku langsung mengusirnya. juga penglihatannya yang keliru. Banyak hal telah berubah.. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. berduaan denganku. Tapi.. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram.. Apa dia sempat melihat kekalutanku. Keliru. Untuk 249 . “Dengan Charlie. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. berbohong selalu lebih baik.” Bella langsung mengerti yang kumaksud. Tidak sampai setengah detik telah berlalu.” Dia belum bilang ya. Meski begitu. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi. “Ya.. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. matanya jadi cerah dan bersemangat.” Bibirnya mengatup rapat. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini. melihat sesuatu yang tidak mungkin.. seperti yang sudah-sudah.Diterjemahkan dari: www. dia tersinggung. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu.stepheniemeyer. Kuusir jauh-jauh Alice. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku. pada pembicaraan yang belum selesai ini. Dia pasti salah.” ucapnya yakin akan hal itu.. menunggu persetujuanku atas permintaannya. “Prakiraan cuacanya bagus. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. sudah tidak relevan lagi. Sangat salah. aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella. Alice pasti salah. Penglihatannya mustahil. kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu. dari pikiranku. atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. “Kalau kau tidak ingin.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira.

” Aku menghela napas.Diterjemahkan dari: www.” sanggahku. bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata.stepheniemeyer. kau harus memberitahu Charlie. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster. Bukan. Di sampingnya. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 .” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. Biar saja dia menghancurkan mobilku. aku tak keberatan berduaan saja denganmu. menyela pembenarannya.” saran Bella tiba-tiba. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. Tapi aku tidak terlalu peduli.” desisku. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan. Kami tidak punya waktu selamanya. “Jadi. “Karena itu sudah terjadi. “Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. lebih baik kau berada di dekatku. kemudian menatapku lama. penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. Aku mendelik ke dia. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. itu lebih karena instingnya yang terbalik. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan.” ujarnya sependapat. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Itu cuma mainan. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah.com ukuran—” “Tapi nyatanya.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. Rosalie menatapku murka.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup. “Meski begitu. “Kita bicara yang lain saja. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu. Aku kembali melihat ke arahnya. “Aku tahu.

“Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi. Dia menunduk dan menggigit pizanya.. tapi aku tidak. Aku menatapnya.” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi. “Beruang?” Dia menahan napas. mengangkat satu alis. sekarang bukan musim berburu beruang.” akhirnya dia mendongak. Bella selalu saja menarik.stepheniemeyer. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia. Baiklah kalau begitu. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. melihat dia mengolah ucapanku. badannya membeku. Dia mengunyah sambil berpikir. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya..” Nadanya santai. sekecil apapun itu. “Kau tahu. bukan lagi syok. lalu meneguk minumannya.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya.” jawabku cepat.. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. “Singa gunung. untuk berburu? Charlie bilang. lalu dia kembali melihat ke arahku. “Ah.” Benar-benar tidak peduli. Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. “Jadi. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet.” gumamnya. “Hmm. detak jantungnya tetap tenang.” Aku mengamati matanya. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak.com menguping. banyak beruang. “Kalau kau membaca dengan teliti.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. “Tentu saja. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata. “Kami berusaha fokus 251 . Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya. Matanya berhenti sejenak. Mulutnya ternganga.Diterjemahkan dari: www..

Mau tidak mau aku tersenyum. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh.” Aku meneruskan dengan kuliahku. “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan. benar.” Kerutan muncul diantara matanya. Itu pasti dibuat-buat.” Kemudian dia menelengkan kepalanya. “Ya.” Bella mengangguk-angguk serius.” gumamnya santai. jadi lebih pemarah. rasa penasaran terlihat jelas di matanya. Kukira dia akan terlonjak. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 . Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan. Aku tertawa terbahak-bahak.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar.” Tujuh puluh tahun kemudian.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa.Diterjemahkan dari: www. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan. “Lebih seperti singa. atau begitulah kata mereka. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas. dan itu sebenarnya cukup.” Aku berusaha bicara senormal mungkin. tapi ternyata tetap tenang. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. “Barangkali. “Mereka baru saja selesai hibernasi. Dia menggigit pizzanya lagi. kami punya senjata. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu. Akhirnya. Kelihatannya dia berusaha tersenyum.stepheniemeyer. dan gemetar.

Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis. biar bagaimanapun. Matanya tertegun sekaligus takut. Aku bersandar ke kursi. Tidak ada takut.” jawabnya. bingung.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar.” kataku masih kesal. Aku bisa melihat dia belum menyerah.. Dia masih menunggu jawabanku. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya. “Kalau begitu sampai nanti. Sedang jantungnya. Aku sendiri takut. sedikit terhuyung-huyung. berdetak dua kali lebih cepat. Dia tidak akan pernah melihatnya.stepheniemeyer. “Kita bakal terlambat. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu. Tak ada cara yang lebih baik buatmu. menjauh juga.com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup. 253 . aku sudah akan mengajakmu nantai malam. “Kalau cuma karena itu. dan aku berdiri. menunggu dia untuk takut.” jawabku ketus. Dia cepat-cepat bangkit. Aku mendelik sengit. Dia menjauh ke belakang. Aku sangat mengerti perasaan itu. Hanya itu.” Dia memandang ke sekelilingnya. seakan lupa sedang makan siang. “Nanti saja jawabnya. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. dia benar-benar akan menagih jawabanku. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya. dan menyampirkan tasnya ke pundak..Diterjemahkan dari: www. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup.

Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. Detik berikutnya aku jadi marah. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol. Kesedihan yang sia-sia. Walau aneh. pada gadis di sampingku. Dengan kemampuan alamiku. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka.. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia. 254 . Aku cuma mengamati pikirannya sekilas. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. Ah. Dia manusia. Patah hatinya tidak beralasan. yang sedang berlama-lama di lorong. mengira akan kecewa lagi. pada apa yang nyata dan solid. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela.. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan.com 12. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis. tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. ternyata ada juga yang Angela inginkan. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis.stepheniemeyer. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. Kami meleweati Angela Weber. Aku berusaha fokus pada momen ini.Diterjemahkan dari: www. pujaannya juga manusia.. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. Well. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. Patah hati ada dimana-mana.. pemuda dambaannya. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. naskahnya tersusun begitu saja. Sayangnya. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi.

dan.stepheniemeyer. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu. 255 .Diterjemahkan dari: www. dengan hadiahku untuk Angela. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. Aku puas dengan rencanaku. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang.. Varner mematikan lampu. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya. Setiap detik berharga. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. Kesukaan manusia. Kemudian Mr.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria. Sebagai gantinya. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. tidak ada bahan tes. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Ini melebihi dari yang biasa kudapat. Aku adalah bahaya. Tiga hari bebas. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. Itu pengalaman yang ganjil. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya.. Tidak ada catatan. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku. Mungkin tidak terlalu mirip. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. daya tariknya jadi semakin kuat. Mr. Aku belum puas. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. menyenangkan sekaligus mendebarkan. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella.

Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu. Jika aku memegang tangannya. Bella juga mendekap lengannya di dada. bahwa dia ingin aku menyentuhnya. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya.Diterjemahkan dari: www. Tangannya juga terkepal. memberi tambahan penerangan sedikit.. Bella melirik. 256 . dia cuma tinggal menarik tangannya. sama seperti aku juga terus mendekap lenganku. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. Hanya untuk menyentuh tangannya. Tidak boleh ada kesalahan. dan mengepalkan tangan. Itu membuatnya lebih buruk. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum.. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. Aku tidak tahu pikirannya.com Jadi. Filmnya dimulai. Bibirnya sedikit merekah. Atau. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. tersembunyi di kegelapan. dan matanya terlihat hangat mengundang. terus mendekap lengannya rapatrapat. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan. Jenis hasrat yang baru. barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. berusaha menembus pengendalianku. Aku tersenyum balik. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. kudekap lenganku rapat-rapat di dada. berkembang di dalam diriku.. Aku bisa merasakan itu.stepheniemeyer. hanya berdua saja. Sesekali dia melirik. Tidak boleh ada kesalahan. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. gerakan lain yang lebih dekat. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol.. Kutarik tanganku lagi. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. duduk bersebelahan begitu dekat. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku.

Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku.. Ini pengalaman baru. kemudian melemaskan jemarinya.stepheniemeyer. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini.Diterjemahkan dari: www.. tadi itu menarik. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya.” “Hmmm. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. tapi tidak berkomentar. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. Aku bisa menawarkan tanganku. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi.com Satu jam berlalu lambat. Aku menghela napas. Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. Selama aku bisa mengontrol diriku. Sisi egoisku masih saja bersikeras... Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. atmosfer ruangan kembali normal. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. “Well. Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Tidak boleh ada kesalahan. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 . Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi. Dalam terang. Itu sama sekali tidak sulit. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu. Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya. Aku sendiri juga sedang bepikir keras. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu. selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya.” gumamnya. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud.

jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. untuk menjauh darinya. Tanganku masih seperti tersengat listrik. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. Cukup. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. Dibawah sentuhanku. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. Dan tanganku sudah terangkat begitu saja. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. dan melihat pergumulan dalam diriku.. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu. seperti saat ini. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. Sesampainya di depan ruang gimnasium. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya.stepheniemeyer. hampir lari untuk menghindari godaannya. perintahku. Aku melemaskan dan mengepalkan. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. 258 . Dia tidak bicara. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. Tapi aku berhasil melakukannya. Aku memaksa diriku untuk berbalik.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. Cukup. pipinya jadi memanas. seakan dia serapuh gelembung sabun. Lenganku melingkari pinggangnya. Telapak tanganku mengusap dagunya.Diterjemahkan dari: www. merangkulnya dalam dekapanku. dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening. Mike mendelik. dia berbalik menghadapku. Cukup. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah..

. “Tunggu sebentar. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. “Hai.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 .Diterjemahkan dari: www. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. Lama-lama Rose juga akan lupa. aku memberitahu diriku dengan muram. Saat sedang mencari pengalih perhatian. Aneh. Sebainya kau hati-hati. “Hai. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri. kid.com Tidak. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia. Nikmati saja kenangannya. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran. Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran. Lain kali..” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi.. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. Edward. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi.stepheniemeyer. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami. gigiku terkunci rapat. aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan. saat berada di dekatnya. Em. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet. Apa kau marah denganku?” “Tidak. Edward. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh.entah bagaimana caranya.. Aku mendesah.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. Bahagia. Titik. aku merasa begitu.” Dia terlihat lebih baik. Rosalie ingin merobek mulutmu. Aku memandang lurus kedepan. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol. tapi lebih baik. Pilihannya itu.

stepheniemeyer. “Tapi. Aku berhasil menarik perhatiannya. “Aku akan membantumu.com kumau. Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda. Ben sudah duduk di belakangku..” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. Dia sendiri tidak buru-buru. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku. Goff menyuruh mereka diam. Rosalie memang selalu menjengkelkan. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. Baiklah kalau begitu. 260 . Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. “Well.” Aku tersenyum padanya. “Jadi?” bisikku. kuakui itu. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. “Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. “Belum. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus. “Jadi. kenapa?” “Ayolah. Dia terlongo..Diterjemahkan dari: www. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan. ini memang berbeda. Emmet tidak butuh latihan. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti. Emmet.

” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu.. “Dia tepat di belakangmu. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. Untuk sesaat. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya.” Aku menahan senyumku. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek. Tapi apapun itu sama saja.” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi... “Bukan karena itu. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya..” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya..com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi.aman. 261 .stepheniemeyer... “Oh. kembali ke naskahnya.” Reaksi di belakangku menggemparkan. Aku tidak suka itu. Tidak. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela. Masih ada gadis-gadis lain.” Emmet berbisik dengan suara rendah. Akan kubuktikan ke orang sombong ini.Diterjemahkan dari: www. melirik ke bocah di belakangku. salah satu dari teman-temannya. Mukanya memerah karena marah. Tidak.. “Bukan begitu. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. berimprovisasi lagi.” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. Sempurna. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya.tidak pantas untuk Angela. Tapi Angela tidak berpikir begitu. Yang kurencanakan adalah cemburu. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. tatapan di balik kacamata itu ketakutan. Dia. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben. “Huh. merasa tersinggung karena diremehkan. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward. “Ben siapa?” tanya Emmet. Dia pikir dia lebih baik dariku.

kau tidak akan.dan dia menginginkan aku. Aku tersenyum sendiri. Oke. Goff berdiri. seperti yang Bella katakan.. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan. begitu pula aku.com “Tapi. aku tidak tahu. dan Angela akan menerima hadiahku. siap-siap untuk terhibur. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati.. Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 .stepheniemeyer. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik.. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman. “Mungkin Angela akan capek menunggu. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja. Aku suka dengan Ben. Hutangku telah lunas. “Tepat.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini. Batin Ben sambil menegakkan duduknya. Betapa menggelikannya manusia. “Angela itu pemalu. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. Bagaimanapun. Gadis yang pemalu. Dan saat bersamaan Mrs.” Emmet kembali berimprovisasi. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya. Jika B— well.. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Angela adalah orang yang paling baik.” Tidak.Diterjemahkan dari: www. Angela tidak akan pernah mengajaknya. paling cerdas. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka.hmm. dan paling cantik di sekolahan ini. kuakui—tadi itu menyenangkan. Gadis seperti. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. batin Emmet.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu. mengucapkan salam ke kelas.

Bella mengelus-elus keningnya.” Mereka saling senyum satu sama lain. Oh. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. “Apa 263 .stepheniemeyer. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. Itu pasti akan meninggalkan bekas. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia. saat bersamaan. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran.. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. “Terima kasih. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja. Ow. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella. Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat. Dia menoleh ke Bella. Dia memegang raketnya dengan canggung. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata. Awalnya Mike bermain sendirian.Diterjemahkan dari: www. Dan benar saja. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. aku tidak akan mengganggumu. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan. Coach Clapp tertawa.com mendengarkan lewat dia. Ow. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Newton. Senyumku lenyap. Aduh. “Sori. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. kau tak perlu melakukannya. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike.. Mike pun buru-buru mengejar koknya. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. aduh. Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. Aduh. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya.” “Jangan khawatir. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. gigiku terkatup erat. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. mengetahui dia terluka. Mike—kau tahu. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas.

Jadi itu betul.” Bella terlihat malu daripada sakit.. Kurasa. kau sendiri?” tanyanya malu. 264 .” “Jadi apa?” tanya Bella bingung. “Jadi. Jessica bersumpah mereka berkencan.” sergah Bella marah. “Itu bukan urusanmu.... Tapi ya ampun. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi. “Kau jalan dengan Cullen. Dan Mrs. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu. Sial. “Kurasa aku baik-baik saja.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. Mike. heh?” Kau dengan si aneh itu. Bella tidak ikut main lagi.” gumamku. Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku.stepheniemeyer. “Aku akan tinggal di belakang sini saja..” Defensif. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. “Nanti saja. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. Goff mengijinkanku keluar lebih awal. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung. Di penghujung jam. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis. Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh.. “Caranya memandangmu. matanya melebar menyesal. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah. seolah ingin memakanmu. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. Aku jelas berharap itu yang terjadi. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras.Diterjemahkan dari: www. “Aku tidak suka.” “Memang tidak perlu.” Aku ngeri menunggu respon Bella. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu. mukanya merah.

“bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang. Namun. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar. “Hai. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan. tidak baik untuk dirinya.com Mukanya merah padam.. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu.. Begitu saja. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi. “Baik-baik saja. paling tidak di satu sisi. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. Mike memutar badan. Kemudian. pikirannya sunyi.” bisiknya. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu.” 265 . Jika aku bisa mendisiplinkan diri.. Ketika dia berjalan menuju pintu. Sial. Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. “Halo.. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya. Tapi begitu matanya menatapku. lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. lagi. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. tidak ada bandingannya. membuat diriku tetap aman. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. dan pergi ke ruang ganti. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri.Diterjemahkan dari: www. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini. Sekarang dia menertawakan aku. Pemberani —itu istilah umumnya. Ekspresinya sangat damai.” sapaku. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. apapun alasannya.stepheniemeyer.

” akuku.. setelah bimbang sejenak. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal.. “Kau tidak sedang mendengarkan lagi. Biasanya dia cepat memaafkan. Bella 266 . Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi. “Apa?” desak Bella. lalu pergi meninggalkanku.com Dia tidak pandai berbohong. Dia terperanjat. Kuharap dia mati. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan.. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya. berjalan cepat-cepat ke parkiran.stepheniemeyer. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku. “Newton membuatku kesal. Peleknya keren.. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi. Aku megejarnya. Mukanya merah padam—dia malu. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah. Tentu saja. Aku benci dia. dan senyumnya lenyap.. Dia masih tampak kesal. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku.Diterjemahkan dari: www. kemudian ke aku lagi. “Kau sendiri yang bilang. atau berharap aku tidak menggunakannya. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran.. Coba lihat pedal gas SMGnya itu.” Dia tidak menjawab.. Mataku kembali fokus ke Bella. berharap kemarahannya segera reda..

Matanya melebar.” Aku memutar bola mataku. “Jelas. Kerutan di dahinya telah lenyap. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu. aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya..stepheniemeyer.. “Mobil apa itu?” “M3.” Aku tidak mau berbohong. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. 267 ... Oh. Aku menghela napas. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat.. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi. “Setuju.”sergahnya kasar. kalau kau bersungguh-sungguh.” Dahinya berkerut. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku. “Kelewat mencolok. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona.. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya.” gumamku saat dia masuk ke mobil. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah.com mengikuti.” akhirnya dia memutuskan. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan.Diterjemahkan dari: www. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali. baiklah. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku. Aku menggunakan nada yang paling membujuk. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil. “Kau masih marah?” tanyaku padanya. kelihatan seperti terhipnotis. iramanya berantakan. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. Sekarang untuk permintaan maafku.” “Itu keluaran BMW.” ucapnya setelah beberapa saat. “Mungkin..

“Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti.” gumamnya. aku juga sulit berpaling dari matanya. dan sekarang bukan waktu yang tepat.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal.Diterjemahkan dari: www. Tentu saja.com Aku setengah tersenyum. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan. Aku parkir di depan rumahnya. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan. “Hanya saja. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut. tanpa membuatnya takut. Jika aku tidak sedang gelisah. Sama-sama terpesona. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya. tanpa mobil. melengkapi permintaan maafku. sementara 268 . Atau.” Dan senyumku pun lenyap. “Tidak..” Aku berusaha untuk tidak tersenyum. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu. tapi gagal. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya. “Well. Tapi kusela duluan. membayangkan kau ada disana.stepheniemeyer.. “Kurasa sudah. betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya.. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. Dia mengerjap beberapa kali. “Aku minta maaf telah membuatmu takut..tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa.” Dia menelengkan kepala. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya.” jawabku enggan. “Aku tidak berencana membawa mobil. Aku akan datang.” tambahku. “Jangan khawatir soal itu. “Mmm. tapi kemudian berubah pikiran. Untung aku sudah hapal jalan ini.” Ah.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya.

. tapi apa yang akan—pasti terjadi. Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya. Terutama indra penciuman kami.com kami berburu.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan.. “Tanpa banyak menggunakan pikiran. Aku berusaha mengusir bayangan itu.” “Karena.. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan. untuk membaca matanya. Dia menatap balik. Matanya melebar setelah beberapa saat. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku. lalu menoleh. Wajah Bella nampak tenang. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami.Diterjemahkan dari: www. “Ketika kami berburu.. resah. dan mendadak keheningan ini berubah. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella. “Sangat. tatapannya sungguh-sungguh. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya...” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah. sosokku yang lepas kendali. Aku mendengarkan suara detak jantungnya.?” Aku mengambil napas dalam-dalam. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin.. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya. Napasku semakin cepat. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku.stepheniemeyer. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. mengaturnya. membuktikan dominasiku atas sensasi itu.. Merasakannya dalam-dalam.” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 .

. Getaran listrik itu masih belum lenyap. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu.” Dia langsung menurut.com hausku. adalah soal hidup-mati bagi dia. untuk mengontrol diriku. aliran oksigen. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. berusaha memutus aliran listrik diantara kami. Tidak boleh ada kesalahan. Bukan keluargaku. Mereka siap menantang apapun. Bukan kami. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . Tapi.. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya. keluar dari mobil dan menutup pintunya. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan.Diterjemahkan dari: www.. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu. Dia menarik napas—tersendat.diriku. yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. tanpa berkomentar. Selama sekejap. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. Aku memejamkan mata.. Tubuhku menari bersamanya. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. seperti saat habis menyentuhnya. kurasa kau harus masuk sekarang... seakan aku manusia. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. Semuanya sangat mudah terganggu. “Bella. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. seakan solusinya tersembunyi di situ. Irama denyut paru-paru.stepheniemeyer.

” Besok. Harap maklum jika penerjemahan. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia. karena alasan subyektif yang tak rasional.stepheniemeyer. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau. Tidak boleh ada kesalahan. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. penasaran. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman. 271 .alan. baik dengan bukunya atau filmnya. Bahkan dengan dia di luar mobil.. dikelilingi saksi-saksi. Awalnya saya tidak tertarik. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. tidak pernah tetap tinggal di tempat. meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya. saya belum menikmati. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak.S. P. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya. Pada tiga buku awal. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. Aku tersenyum pada hal itu. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya.Diterjemahkan dari: www. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. “Oh. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. Masih saja penasaran. Aku tersenyum pada pikiran itu. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan. aku akan mendapat jawabanku. dan gaya bahasanya berantakan. Aku juga ingin keluar. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya.. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. struktur. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. Aku menginjak pedal gas. Itu tidak adil. Lebih cepat dari dia akan melihatku. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan.” Dahinya berkerut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful