Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.

com

Midnight Sun
Edward's Story
by Stephenie Meyer
Diterjemahkan dari official website Stephenie Meyer www.stepheniemeyer.com oleh alan koesumah www.alankoesumah.blogspot.com

1

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

1.Pandangan Pertama
Inilah saat dimana aku berharap bisa tidur. Sekolah. Atau, penyiksaan lebih tepatnya? Seandainya ada jalan lain menebus dosa-dosaku. Kejenuhan ini selalu sulit diatasi; setiap hari terasa lebih monoton dari sebelumnya. Mungkin bagiku inilah tidur—jika didefinisikan sebagai bentuk berdiam diri disela aktivitas harian. Aku menatap rekahan di pojok kafetaria, membayangkan bentuk-bentuk abstrak. Itu salah satu cara memelankan suara-suara riuh di kepalaku. Beratus suara ini membuatku mati kebosanan. Jika menyangut pikiran manusia, aku telah mendengar segalanya, dan lagi, hingga ratusan kali. Hari ini, semua tercurah pada sebuah peristiwa sepele, kedatangan seorang murid pindahan. Tidak terlalu sulit menyimpulkan pikiran-pikiran itu sekaligus. Aku telah melihat sosoknya berulang-ulang, dari pikiran ke pikiran, dari segala sudut. Cuma perempuan biasa. Kegemparan akibat kedatangannya mudah ditebak—sama seperti menunjukan benda berkilau pada anak kecil. Setengah laki-laki hidung belang bahkan sudah ingin bermeseraan dengannya, hanya karena ia anak baru. Aku mesti lebih keras mengacuhkan mereka. Hanya empat suara yang coba kuredam demi kesopanan dan bukannya karena tak suka: milik keluargaku, yang terbiasa tanpa privasi disekitarku hingga tak perduli lagi. Aku coba menjaga ruang pribadi mereka sebisanya. Berusaha tidak mendengarkan, kalau itu mungkin. Berupaya sekuatnya, tapi tetap saja...aku tahu. Rosalie sedang memikirkan, seperti biasa, tentang dirinya. Dia mendapati pantulan dirinya di kaca mata seseorang, dan puas pada kesempurnaannya. Pemikiran Rosalie agak
2

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

dangkal. Tidak banyak kejutan. Emmet masih menggerutu gara-gara kalah bertarung dengan Jasper tadi malam. Butuh segala kesabarannya yang pendek untuk bisa tahan hingga sekolah usai untuk mengajak Jasper tanding ulang. Aku tidak pernah terganggu dengan pikiran-pikiran Emmet. Dia jarang memikirkan sesuatu tanpa diucapkan keras-keras atau langsung dikerjakan. Aku lebih merasa bersalah membaca pikiran yang lainnya karena sebetulnya ingin disembunyikan. Jika pikiran Rosalie dangkal, maka Emmet selaksa danau tak berbayang, sangat jelas. Sedang Jasper...menderita. Aku mesti menahan agar tidak mendesah. Edward. Alice memanggil, dan langsung menarik perhatianku. Itu seperti memanggil namaku keras-keras. Aku sedikit lega namaku telah ketinggalan jaman—biasanya menjengkelkan tiap ada orang memikirkan nama Edward yang lain, otomatis menoleh... Ini aku tidak menoleh. Alice dan aku cukup mahir berbincang seperti ini. Jarang yang memergoki. Mataku masih tetap memandangi rekahan itu. Bagaimana, apa dia masih bertahan? Tanya Alice padaku. Aku sedikit merengut, hanya perubahan kecil di sudut bibir. Tidak ada artinya bagi yang lain. Mungkin dianggap eksrepresi jemu. Alice langsung siaga. Kulihat pikirannya mengawasi Jasper lewat penglihatannya. Apa ada bahaya? Dia membaca lagi, sekilas kedepan, mencari tahu sumber kegusaranku. Aku menoleh sedikit kekiri, seakan sedang memperhatikan deretan bata di dinding, mendengus pelan, dan kembali ke kanan, pada celah di pojok. Hanya Alice yang tahu aku sedang menggeleng. Dia kembali tenang. beritahu aku jika kondisinya memburuk. Hanya mataku yang bergerak, keatas ke langit-langit, dan kembali kebawah. terima kasih sudah mengawasinya. Aku lega tidak perlu menjawabnya keras-keras. Apa yang mesti kukatakan? 'dengan senang hati'? Jujur saja tidak begitu. Aku sangat terganggung mendengar pergulatan Jasper. Apa perlu bereksperimen seperti ini? Bukannya lebih aman mengakui bahwa ia tidak akan mampu mengatasi rasa hausnya seperti kami, dan jangan terlalu memaksanya. Mengapa harus bermain-main dengan bencana?
3

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ini sudah dua minggu sejak terakhir berburu. Tidak terlalu sulit buat kami berempat. Agak tidak nyaman kadang-kadang—jika ada manusia berjalan terlampau dekat, atau jika angin bertiup ke arah yang salah. Tapi manusia jarang mendekat. Insting mereka memberitahu apa yang tidak dimengerti kesadaran mereka: bahwa kami berbahaya. Jasper sedang sangat berbahaya saat ini. Tiba-tiba, seorang perempuan berhenti di meja sebelah, mengobrol dengan temannya. Dia menggoyang rambut pirang pendeknya, dan menelisipkan jemarinya. Pemanas ruangan meniup aromanya ke arah kami. Aku telah terbiasa dengan efeknya—perasaan terbakar yang meninju tenggorokan, hasrat lapar di perut, otot-otot yang menegang, dan liur yang menetes deras. Semuanya normal, biasanya mudah diatasi. Tapi sekarang, ketika mengawasi Jasper, jadi lebih sulit. Godaannya lebih besar, dua kali lipat. Rasa haus ganda, bukan cuma dahagaku. Jasper membiarkan imajinasinya berkeliaran. Dia menggambarkannya dengan jelas— membayangkan dirinya bangkit dari samping Alice dan berdiri di samping gadis itu. Membayangkan mencondongkan tubuhnya, seakan ingin membisikan sesuatu, lalu membiarkan bibirnya menyentuh lengkung tenggorokannya. Membayangkan denyut nadi yang mengalir dibalik kulit tipis itu terasa hangat di bibirnya. Aku menendang kursinya. Dia terkejut dan menatapku sebentar, kemudian tertunduk. Aku mendengar perasaan malu dan peperangan di kepalanya. “Sori.” gerutu Jasper. Aku mengangkat bahu. “Kau tidak akan melakukan apapun.” Alice berbisik menghiburnya. “Aku bisa melihatnya.” Aku coba tidak meringis agar tidak membongkar kegusaran Alice. Kami harus bekerja sama, aku dan Alice. Ini tidak mudah, mendengar suara-suara atau melihat masa depan. Itu adalah keanehan bagi kami yang sudah aneh. Kami saling menjaga rahasia. “Bisa sedikit membantu jika kau pandang mereka sebagai manusia.” Saran Alice, nadanya yang tinggi mengalun bagai musik, terlalu cepat untuk telinga manusia. “Namanya
4

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Whitney. Dia memiliki adik perempuan kecil yang dia puja. Ibunya mengundang Esme di pesta kebun, kau ingat?” “Aku tahu siapa dia.” gerutu Jasper. Dia berpaling ke salah satu jendela kecil di bawah langit-langit. Nada gusarnya mengakhiri pembicaraan. Dia harus berburu nanti malam. Sangat ceroboh mengambil resiko seperti ini, coba menguji kekuatannya, untuk membangun daya tahannya. Jasper sebaiknya menerima saja batasannya dan bertindak semampunya. Kebiasaan lamanya tidak cocok dengan gaya hidup kami; tidak seharusnya memaksakan diri. Alice mendesah dan berdiri, mengambil nampan makannya—yang sekedar properti— dan berlalu sendirian. Dia tahu kapan Jasper merasa cukup. Kendati Rosalie dan Emmet lebih mencolok kedekatannya, adalah Alice dan Jasper yang lebih saling memahami. Edward Cullen. Secara reflek aku menoleh begitu namaku dipanggil, walau tidak benar-benar diucap, hanya dipikirkan. Kemudian, selama sepersekian detik mataku terpaku pada sepasang mata lebar manusia, berwarna coklat muda, pada wajah pucat yang menyerupai hati. Aku mengenalinya, meskipun belum melihatnya sendiri. Wajahnya hampir ada di seluruh kepala orang-orang. Si murid baru, Isabella Swan. Putri kepala polisi kota ini, yang terdampar karena soal perwalian. Bella. Dia mengoreksi yang memanggilnya dengan nama lengkap... Aku berpaling darinya, bosan. Pada detik itu juga aku sadar bukan dia yang memikirkan namaku. Tentu saja dia sudah jatuh cinta pada keluarga Cullen, kudengar pikiran tadi berlanjut. Kukenali 'suaranya', Jessica Stanley—belum cukup lama sejak ia menggangguku dengan perbincangan di kepalanya. Betapa melegakan ketika akhirnya ketergila-gilaannya berakhir. Biasanya mustahil meloloskan diri dari lamunan konyolnya yang tak ada habisnya. Aku harap, ketika itu, bisa menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi jika bibirku, dan sederetan gigi dibaliknya, berada dekat di telinganya. Itu akan menghentikan fantasifantasinya yang menjengkelkan. Memikirkan bagaimana reaksinya hampir membuatku tersenyum. Sedikit lemak akan lebih baik buatnya, Jessica melanjutkan. Dia bahkan tidak cakep.
5

Apa pendapatnya ketika melihat keluarga aneh. Betapa beruntungnya Bella sekelas denganku di dua mata pelajaran. apa dia telah pindah? Sepertinya belum. Namun rupanya. Itu sempat terjadi—beberapa manusia dengan imajinasi berlebihan mengaggap kami mirip dengan karakter di buku atau film. Sangat ganjil. Pujaan barunya. meskipun telah menyimak disebelah monolog internal Jessica yang berhamburan tak karuan. aku bisa memberi peringatan awal dan mundur teratur.pasti Mike akan bertanya padaku apa yang dia-Aku berusaha menghalau pembicaraan tolol itu. Tidak ada bagian horornya. Mike Newton yang populer. dan sekedar jadi kenangan buruk. Cuma skandal-skandal kuno. Untuk melindungi kami. Aku tidak mendengar apa-apa. pikirnya. “Kurang imajinatif. Murid baru itu pasti menanyakan kami. Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk menguji hipotesisnya. sebelum membuatku gila. Sedikit mengecewakan. pandanganku terpaku pada mata lebar coklat yang sama. bersikap sebaliknya pada si murid baru.. sambil lalu Jessica puas dengan dirinya. Dia masih duduk 6 .atau Mike.. Kami langsung menghilang. tapi lebih baik menyingkir daripada mengambil resiko. Biasanya tebakan mereka salah. yang jelas-jelas cuek. Kembali. Dia mengernyit dipikirannya ketika menyebut nama yang terakhir. tentang cerita-cerita Jessica. sebetulnya.Diterjemahkan dari: www. “Jessica Stanley sedang mengupas kebobrokan keluarga Cullen ke si Swan anak baru itu.” aku berbisik ke Emmet untuk mengalihkan perhatian. Kuharap kisahnya menarik. Memastikan 'pendengaran' ekstraku—ini belum pernah dilakukan. berkulit putih-kapur. yang diasingkan ini? Itu tanggung jawabku buat mengetahui reaksinya..stepheniemeyer.com Entah kenapa Eric selalu menatapnya. meskipun tetap bersikap ramah dengan menjelaskan perihal keluarga Cullen. Aku bertindak sebagai pengawas— itu istilah yang peling mendekati—bagi keluargaku. sedikit heran. Jessica masih berbincang dengannya...” Dan si murid baru? Apa dia juga kecewa? Aku mencari tahu pikiran si murid baru ini. Jika seseorang curiga. Ini membuat Jessica gusar. Semua orang ikut memperhatikanku. Lagi-lagi seperti anak kecil yang melihat benda berkilau. Seperti tidak ada orang. Aku mendongak memastikan. Dia tertawa geli. Jarang ada yang menebak dengan tepat. Bella..

. sejelas ada torehan huruf di keningnya: terkejut.. Kau pikir dia itu terkenal atau bagaimana. . Eric Yorkie berpikir tak senang. sindiran terus bermuntahan dari pikirannya. itu juga wajar. dan sesuatu yang lain. malu setelah terpergok sedang memperhatikan diriku.. Lauren Mallory sangat cemburu hingga wajahnya bisa-bisa menghijau.Mike Newton sedang berpikir. June Richardson berharap.sepertinya semua orang sudah menanyakan hal itu ke dia. Menggelikan. Khawatir. Tapi aku ingin ngobrol dengannya. mangsa alami kami.. penasaran. 7 . .... Kami terlihat indah bagi mereka. sementara Jessica meneruskan gosipnya.. Perasaannya tampak jelas di mimiknya. setelah mendengar dongeng Jessica... bahkan Edward Cullen.kira-kira apa musik kesukaannya. aku mencoba lebih keras. Sejenak aku merasa tidak nyaman. Ini sesuatu yang belum pernah kujumpai.. sesuatu yang wajar.. meskipun tampak jelas pada matanya yang aneh—aneh.takjub? Itu bukan yang pertama.. Sulit dibayangkan bagaimana reaksinya jika melihat rona merah itu. Tapi aku tidak mendengar bisikanpun. .stepheniemeyer.mungkin aku bisa menyinggung CD baru itu. juga masih sekitaran perempuan itu.. Tidak ada sama sekali.. dan tes bahasa Inggris..mungkin ia akan ada di kelas bahasa Spanyolku. menatapnya..Diterjemahkan dari: www. Renung Asley Downing.. dua meja disebalahnya—memperhatikan Bella Swan. Untung Jasper tidak melihat.. Dan Jessica. Rona hangat merah muncul di pipinya ketika menunduk.. mata coklat biasanya datar—aku tidak mendengar apapun kecuali keheningan.com disitu. Suara-suara yang sebelumnya kujauhkan mendadak berteriak di kepalaku. memamerkan teman barunya. Memikirkan tentang kami. karena terlihat begitu dalam.banyak yang mesti dikerjakan nanti malam! Trigonometri. malu kedapatan mencuri pandang.. begitu mendapati tanda-tanda perbedaan antara kaumnya dengan kami. . Aku mesti memikirkan pertanyaan baru. Kemudian..benar-benar memuakan. . Coba lihat bagaimana dia menatapnya. Tetap saja... Apa ada yang aneh denganku hari ini? Aku merasa baik-baik saja. sedang melirik kesini.

Pikirannya paling ramah. Suaranya benar-benar baru. Aku sudah cukup baik dengan pilihan hidupku. tidak ada diantara ratusan pikiran yang bersautan di seantero kafetaria. Dia tidak tahu betapa beruntungnya mereka tidak memenuhi seleraku. Aku bisa melihat darahnya berdenyut melewati pembuluhnya. aku kecewa.. Satu-satunya di meja yang tidak terobsesi pada si Bella. Aku yakin itu.” Dia mendengus. yang hilang entah dimana. dan buru-buru menghindar ketika tahu aku masih menatapnya.. aku mempelajari murid baru itu sekali lagi. idiot! Pikir Jessica sebelum menjawab pertanyaannya. muncul dorongan aneh. sesuatu yang tidak kupahami.com Kuharap ibuku.stepheniemeyer. Aku dapat mendengar semuanya. Coba menemukan motifasi dibaliknya. gadis pendiam. Tidak ada untungnya mengundang godaan. Sungguh perasaan yang aneh. Jika aku berharap suaranya bisa membantu menemukan pikirannya.. Mungkin sekedar insting terpendam untuk melindunggi—yang kuat pada yang lemah. Oh. Perempuan ini kelihatan lebih rapuh dibanding yang lainnya.. Dan. Biasanya. pikiran orang-orang memiliki suara yang sama dengan aslinya. “Itu Edward. Dibalik kegetiran itu. melindungi Bella Swan ini dari kesinisan Jessica. Dia tampan.. dibawah membrannya yang pucat dan jernih. Kulitnya begitu tipis dan trasparan hingga sulit dibayangkan mampu melindunginya dari dunia luar. Angela Weber. mengerling dari sudut matanya. tapi jangan buang-buang waktu. tapi sama hausnya dengan Jasper. tentu saja. tentu saja. Tidak perlu membaca pikiran untuk mendengar suara lirihnya dengan jelas. Ini ada hubungannya dengan pikiran-pikiran tersembunyi Jessica. tiap hal sepele yang terlintas di benak mereka. Kelihatannya tak satupun perempuan disini cukup cantik baginya. tapi sebaiknya tidak berkonsentrasi pada hal itu. aku bisa mendengar apa yang dibicarakannya ke Jessica. selamat.Diterjemahkan dari: www.aku merasakan desakan aneh untuk turun tangan. Tapi nada pelan dan pemalu ini terdengar asing. Ada kerut samar diantara alisnya yang tidak ia sadari. Benar-benar menjengkelkan! Aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ia tersiksa 8 .. “Cowok berambut coklat kemererahan itu siapa?” aku dengar ia bertanya. Aku memutar kepala menyembunyikan senyum. Dia tidak berkencan. Tapi tidak dari murid baru dengan mata memperdaya itu.

Aku tidak mendengar apa-apa. Cuma melihat. Di kelas. berbincang dengan orang asing. seakan menunggu datangnya penolakan. Bella kelihatannya sepemalu diriku. Tak ada keraguan. Tidak sepadan dengan usahanya. Begitu juga denganku. Aku bisa merasakan perasaan malunya dari caranya menahan pundak-lemahnya. Aku angkat bahu. Kenapa? “Ayo pergi. Curiga. Peranku lebih muda. Ruangan mulai terisi setelah istirahat selesai. Dan ia tidak terlalu tertarik untuk bertanya lebih jauh. Kami bangkit dari meja dan berjalan keluar kafetaria. jadi pusat perhatian. Banner.. aku sudah menguasai semua isinya. tapi insting bertahannya cukup untuk membuat mereka menyingkir. yang kecerdasannya rata-rata. Manusia tidak cukup cerdas untuk tahu mereka takut... Lagi.” Rosalie berbisik. Tidak ada kecuali keheningan dari mahluk yang tidak istimewa ini. Ketika Angela Weber masuk bersama murid baru itu. Tidak mungkin bagi Mr. Aku harap bisa mengucapkan sesuatu. Aku bersandar di kursi dan menunggu waktu berlalu. namanya memicu perhatian. 9 . Aku tidak ingin gagal lagi—itu membuat kesal. dan Jasper berakting sebagai senior.. menyinggung topik yang mengejutkan seseorang yang memegang dua gelar kedokteran. Tapi tetap saja aku cuma bisa menilai. Pasti hari ini berat buat dia. apa murid baru itu takut?” tanya Emmet. Cuma membayangkan. mereka pergi ke kelas mereka.com disana. menggeser duduknya untuk melihat gadis itu. Rosalie. ketika mampu menembus pikirannya—dan aku akan mencari cara—pasti sama sempit dan dangkalnya seperti manusia lainnya. Karena mungkin aku akan memikirkan tentang dia. aku duduk di kursiku dan mengambil buku biologi—satu lagi peralatan kamuflase lainnya. Dan aku tidak ingin tertarik pada pikirannya yang tersembunyi hanya karena tersembunyi dariku. “Jadi. Aku satu-satunya yang duduk sendirian. memecah perhatianku. bersiap untuk bosan. Aku berpaling lega. Aku menuju kelas biologi.tapi mungkin akan kedengaran bodoh.Diterjemahkan dari: www. aku berharap bisa tidur. Emmet. dia masih menunggu jawaban pertanyaan tadi.stepheniemeyer. Yes! Pikir Mike Newton.

tidak ada apa-apa. Liur yang menetes deras tidak mampu mengusirnya. Dia mendekat. aku bisa memecahkan rahasianya. dengan duduk disampingnya. Jika aku pernah tahu. Setelah kakinya menjejak.. paling tidak. Mulutku hambar dan kering.stepheniemeyer. darah mengalir ke 10 . Aku ragu ia akan nyaman. Wajah syok yang kulihat menyelamatkan nyawanya seketika itu juga. Dia masih pada langkah yang sama ketika angin bertiup. Dalam sekejap.com Masih saja... Ketika mengkaji ekspresiku. Aku tidak pernah membayangkan aroma manis senikmat ini betul-betul ada. Otot-ototku menegang siap terlontar. Aku adalah pemangsa. aku telah memburunya sejak lama. Tidak ada artinya. Gadis malang. Pandangannya bertemu. Aromanya langsung menghantamku dengan keras. Dia tidak membuatnya lebih mudah. Bella Swan berjalan melintasi hembusan pemanas ruangan yang bertiup ke arahku.. satu-satunya tempat kosong cuma di sampingku. Perutku melilit oleh lapar akibat haus. tidak ada lagi jejak kemanusiaan yang tersisa. Tidak ada gambaran kekejian yang mampu mendeskripsikan dorongan yang tiba-tiba melandaku.. Bisa kubayangkan sedapnya.. dari tempat Bella Swan.. Rasa haus membakar kerongkonganku seperti tinju api. Tidak ada yang lebih penting selain itu. Aku adalah vampir. menyingkirkan buku-bukuku. aku tidak lagi mendekai seperti manusia. Mungkin. Kubersihkan bagian mejanya. matanya melirikku. dan dia memiliki darah paling manis yang pernah kucium selama delapan puluh tahun. melintasi gangku menuju meja guru. Dia mengambil satu semester penuh—di kelas ini.Diterjemahkan dari: www.bukannya aku butuh posisi dekat sebelumnya. Akan kususuri bumi mencarinya. seperti pendobrak yang tak kenal ampun. Dia buruanku. gerakan yang maksudnya diam-diam. Ruang kosong dimana isi pikirannya seharusnya membuatku jengkel. Misteri pikirannya telah lenyap..juga bukannya akan menemukan hal yang menarik. dan kulihat bayangan diriku terpantul pada cermin lebar matanya. Tidak ada ruangan penuh saksi—di pikiranku mereka telah jadi korban yang tak terelakan. Sebentar lagi ia tidak akan memikirkannya. Satu detik belum lagi lewat.

Kayunya tidak cukup keras. Bahkan lebih untuk ukuran manusia.. Dia sendiri tidak punya waktu untuk menjerit atau kesakitan. Aromanya sesuatu yang baru di otakku.. Aku cepat-cepat memipis dengan ujung jari. Jika kubunuh gadis itu duluan. Aku belum pernah membunuh orang tidak bersalah. Mungkin sedikit lebih lama. Sebagian diriku gemetar. Kubuang jauh pikiran itu. Jangan! Tanganku mencengkram ujung meja. Dan aku harus membunuhnya. aku tidak sekeji ini. Ketergesaan membuatnya kikuk—dia tersandung. Langkahnya lebih cepat. meninggalkan coakan dan serbuk di lantai. mengubah warnanya sangat menggiurkan. aku tidak akan membunuhnya dengan kejam. Penonton tak bersalah di kelas ini. Itu aturan dasar. Kusingkirkan dengan kaki. jika mereka tidak menyadari yang sedang kulakukan. Bahkan saat kondisiku lebih buruk. Monster dalam diriku—sosok yang kukalahkan lewat kerja keras dan kedisiplinan puluhan tahun. sebagian lagi menyusun rencana. menahanku tetap duduk. Gadis itu akan duduk di sampingku. Aku tahu akan tiba waktunya. Dan sekarang aku merencanakan pembantaian dua puluh orang sekaligus. Tidak selama delapan puluh tahun. Rapuh. Hilangkan bukti. Betapa mudahnya sekarang muncul! Aroma manis itu berputar di sekelilingku. lemah. Cuma itu yang bisa kuberi pada monster dalam diriku.Diterjemahkan dari: www. akan menyaksikannya. Tidak mungkin melewatinya begitu saja. Korban yang tidak terelakan. wajah yang langsung kukenali. Hilangkan bukti.stepheniemeyer. delapan belas murid dan seorang guru. dan hampir membuatku bertindak. Sosok monster itu membuatku muak. 11 . tak karuan. Serat kayunya lantak jadi bubuk. Aku berupaya fokus pada pantulan wajah di matanya. meninggalkan bentuk jari terpahat dibalik meja. hampir menubruk kursi depanku. seakan tahu saatnya untuk lari. Pikiranku pun mengamuk.com pipinya. aku cuma punya waktu lima belas detik sebelum seisi ruangan panik. memberontak. Mencabik pikiranku.

Dan darahnya akan mendingin. pikiranku kembali jernih.stepheniemeyer. tapi hanya secara harafiah. aku melihat dua wajah bersebelahan. Bisa kupatahkan empat atau lima leher perdetik. Aku memetakan di kepalaku. Mereka beruntung. Monster di kepalaku tersenyum. Aku di tengah ruangan. kuakui itu—memutuskan siapa yang pantas dihukum mati. Dalam satu detik yang singkat. Cukup lama. Dalam detik yang berharga itu. Itu memang berlagak seperti Tuhan. tidak lebih 12 .dan terpaksa membunuh lebih banyak lagi. Cuma itu pembelaan lemahku. Maka saksinya lebih dulu.Diterjemahkan dari: www. Aromanya menghantamku. Kemudian berputar di depan lalu menghabisi sisi sebelah kiri. Hanya pintu—halangi dan mereka terperangkap. Aku tidak melihat siapa manusia terkutuk itu. Bukan tidak mungkin. Tapi gerakannya mengirim gelombang kenormalan. Semua korbanku. Tidak akan terlalu ribut. Membenarkan pembunuhan itu. Aromanya bagai api yang berpacu di pembuluh darahku yang kering. menutup kerongkonganku dengan rasa sakit. Kuhabisi dulu sisi kanan. para monster yang tidak terlalu berbahaya. Dia baru saja membelok. Algojo para pembunuh yang membunuh sesamanya. tapi terlalu berisik. lima detik untuk menghabisi seisi ruangan. paling tidak. Seseorang menutup bukunya dengan keras. sekilas. Udara bersih terhembus ke mukaku. Kutarik napas panjang. Satu jeritan halus yang tidak akan memanggil siapa-siapa. Akan ada banyak jeritan. Dalam beberapa detik. begitu taksiranku. dia akan duduk dekatku. dan menghabiskan setiap sisi baik dalam diriku. jika syok tidak membuatnya membeku. membakar keluar dari jantungku. Tapi kemudian aku mesti mencegah mereka lari.... Seseorang akan mendengar. Tidak ada masalah dengan jendela. apa yang akan menimpanya.. Satu adalah diriku. Cukup lama bagi Bella Swan menyaksikan. tidak menyadari yang terjadi. untuk membuatnya menjerit. Sedikit lebih sulit menghabisi mereka ketika panik dan berhamburan. atau lebih cocok: monster bermata merah yang telah membunuh banyak orang. Cukup lama untuk ngeri.com darahnya yang menggiurkan. Itu akan makan waktu. Aku telah merasakan darah manusia. di deretan terbelakang. terlalu tinggi dan kecil untuk dilewati.

Diterjemahkan dari: www. Dalam sekejap. Kesabarannya terlihat pada alisku.com manusia daripada ku. Tak ada alasan untuk mirip. Kesamaan warna mata adalah hal yang lain—cermin dari gaya hidup bersama. Karena dia menyayangiku. Kesamaan warna kulit cuma kekhasan untuk mahluk seperti kami. kenapa sekarang? Kenapa aku mesti kehilangan segalanya hanya karena ia kebetulan memilih tinggal di kota ini? Kenapa ia harus datang kesini! Aku tidak mau menjadi monster! Aku tidak mau membunuh seisi kelas ini! Aku tak 13 . Akan kubuktikan ayahku salah. gerakannya canggung—agak takut? Bau darahnya mengembang dalam gumpalan awan yang tidak dapat ditolak lagi. Bagai terang dan langit gelap. guruku. Tiba-tiba kebencian meliputiku. Kenyataan ini sama menyakitkannya dengan api yang membakar kerongkonganku. Kasihnya terlihat pada bentuk mulutku. setelah tujuh puluh tahun berhasil mengikuti pilihan hidupnya. Dan ia akan tetap menyayangiku. Tidak ada kemiripan diantara keduanya. Bella Swan duduk di sebelahku. Siapa mahluk ini? Kenapa aku. sampai tingkat tertentu. setiap vampir memiliki kulit pucat sedingin es. wajahku telah mencerminkan dirinya. bahkan setelah kutunjukan dia salah. Tetap saja. Kami tak memiliki ciri-ciri serupa. walau tanpa kemiripan dasar. Wajah yang lain adalah Calisle. Dalam pikiranku. tapi sepertinya kebijakannya telah membentuk diriku. segala kemiripan akan lenyap selamanya. Karena pikirnya aku lebih baik dari itu. Mataku akan semerah iblis. Aku tahu ia akan memaafkan tindakan mengerikanku. tidak ada yang tersisa dari jejak penciptaku.stepheniemeyer. Semua itu kini tergantikan oleh sosok monster. ayahku dalam segalanya. Aku menjauh darinya—memberontak dari monster yang ingin segera menerjangnya. Carlisle bukan ayah biologisku. Penampakanku tidak berubah. Kenapa dia harus datang? Kenapa dia harus hidup? Kenapa dia harus merusak setitik kedamaian dari ke tak-hidupanku? Mengapa pengganggu ini dilahirkan? Dia akan menghancurkanku! Aku membuang muka. mata lembut Carlisle tidak menghakimi.

Gadis itu membiarkan rambutnya melewati bahu. Aku belum pernah menemui situasi yang sangat berbahaya. Tiba-tiba Bella Swan menggerai rambut panjangnya yang berwarna mahoni kesampingku. Aku tidak mampu menahannya terlalu lama. Kuhentikan aliran udara di paru-paruku. Jika aku bisa mehannya selama satu jam. Satu jam. Jika ada cara melawannya. menggiurkan. aku tidak harus bernapas. Bau adalah masalahnya. dan kemudian merasakan basahnya. Tubuhku tidak memerlukan oksigen. Itu adalah alarm awal ketika muncul bahaya. Tidak. Sebentar lagi semua akan hilang. Tapi mungkin bisa untuk satu jam. tak ada lagi angin yang membantu. namun dapat diatasi.com ingin kehilangan segala yang berhasil kuraih lewat pengorbanan dan penyangkalan seumur hidup! Aku tidak mau. Tidak ada lagi hembusan yang bisa mengusir wanginya. Apa dia gila? Itu sama dengan menyemangati sang monster! Menggodanya. Apa itu alasannya menggerai rambut? Menyembunyikan matanya dariku? Karena takut? Malu? Untuk menyimpan rahasianya? Namun kejengkelan karena tidak mampu membaca pikirannya tidak sebanding dengan 14 . sedikit lega. Ini tidak nyaman. tapi itu berlawanan dengan instingku. Aku tidak bisa melihat wajahnya. tapi masih jauh dari aman. Tidak nyaman. Dan dia tidak bisa memaksaku. Korban yang tidak seharusnya jadi korban. untuk membaca emosinya lewat mata jernihnya yang dalam.jika saja sapuan angin segar menjernihkan pikiranku. Cukup untuk keluar dari ruangan penuh korban ini. denyut— Satu jam! Hanya satu jam. Aku masih memiliki ingatan aromanya. tembus pandang. Jadi penuntun ketika berburu.Diterjemahkan dari: www. rasanya di belakang lidahku.stepheniemeyer. bau mengundang darahnya. Tapi. tidak bernapas. tapi kewaspadaan kami melebihi manusia.. Lebih dapat ditahan daripada mencium baunya tanpa menenggelamkan gigiku pada kulitnya yang tipis. Aku mengandalkan penciuman lebih dari indra lainnya ketika tertekan. Aku tidak boleh memikirkan itu.. hangatnya.

. terkecuali. dua orang bermantel berjalan di parkiran tidak akan mencurigakan. Jika menahan napas. Tanpa tetangga. Jika mampu satu jam. yang sangat mustahil. Mike Newton. sebelum aromanya merusak segalanya. Ya. Membenci bagaimana ia membuatku seperti ini—itu sedikit membantu. tapi itu membantu. tidak akan ada yang mendengar. Dia akan pulang ke rumah kosong. Itu cara yang lebih bertanggung jawab. Membencinya. seperti biasa. tidak ada orang lain yang terluka. aku tahu itu tidak beralasan. Rumahnya di pinggir hutan. ia akan meninggalkan ruangan. seperti yang lainnya. Boleh kutemani ke kelas berikutnya? Dia akan mau.Diterjemahkan dari: www. Apa satu jam akan lewat? Dan ketika satu jam berakhir.. Jadi sebaiknya fokus pada emosiku agar tidak membayangkan mencicipi dia. Benci dan marah.. Dan tidak perlu terburu-buru menikmatinya. 15 . aku bisa tahan dua jam. sebesar seluruh tekadku. Membencinya dengan segenap rasa. seperti kutau setiap rumah disini. Batas luar hutan tidak jauh dari parkiran. kemarahanku tadi masih kurang.. Meskipun aku membenci dirinya. dia cukup penasaran dengan kegelisahan Bella—dia tidak nyaman di dekatku. Lalu apa yang kulakukan? Aku bisa memperkenalkan diri.com kebutuhan—dan kebencian—yang melanda kini. Sherif Swan bekerja seharian. ia akan mengikuti. Kecuali aku bukan satu-satunya yang seharian ini memperhatikan dirinya—meskipun tidak seorangpun sewaspada diriku. Dan aku akan lebih membenci kami berdua ketika ia mati. Itu sesuatu yang sopan... Meskipun takut.. Mike Newton akan tahu jika dia pergi denganku. anganku untuk menjadi lebih baik. Gusar. Dan saat ia sendirian. Aku tahu yang kubenci sebenarnya adalah diriku sendiri. monster di kepalaku setuju. Bahkan jika sempat berteriak.stepheniemeyer.. Betapa bencinya aku pada wanita lemah kekanakan disampingku ini. Aku bisa beralasan ketinggalan buku di mobil. Aku tahan puluhan tahun tanpa darah manusia. namaku Edward Cullen. Cukup mudah menyesatkannya. Apakah ada yang menyadari aku bersamanya? Sekarang hujan. Aku tahu rumahnya. bisakah dua jam? Kusentak rasa terbakar yang perih ini. kecintaanku pada keluaragaku. Hai.

basah. Itu terlalu berlebihan. dan aku sudah akan bergerak.Diterjemahkan dari: www. Darah memerah di pipinya. Tapi aku menghindari bayangan saat mengeksekusinya. Dengan begitu satu jam akan berhasil kulalui. Yang kubutuhkan adalah udara bersih. Tapi efeknya cuma sedikit. Semua masih berkutat pada gadis yang telah dikutuk mati satu jam lagi.stepheniemeyer. Kini aku kembali waras. Jelas. Aku tidak berjalan sepelan semestinya ketika meluncur keluar. Itu tidak kurasakan ketika di kelas. hidupku tidak perlu berubah. Jika menyerah pada sang monster. walau hanya menunda. Semua bisa berjalan seperti keinginanku.com Kulewati menit demi menit dengan cara ini—membayangkan cara terbaik membunuhnya. Kunyalakan CD yang biasanya menenangkan. dari perubahan menjadi mahluk mengerikan yang menjijikan. Kami berdua sama-sama selamat. aku mahluk rasional. Aku tidak perlu ke rumahnya.. Maka aku membuat strategi. Aku bisa berpikir. dia mencuri pandang lewat celah rambutnya. dari kematian. jika menjauh dengan sangat. dan dingin. Dapat bertarung lagi. Terlalu pengecut. Tapi tidak ada yang memperhatikan. Dia. menghirup udara segar sama seperti membilas organ tubuhku dari infeksi. Tapi bel berbunyi. Kebencian mendalam langsung menusukku ketika pandangan kami bertemu—melihatnya di pantulan matanya yang ketakutan. Kenapa membiarkan pengganggu-menggiurkan tak-berharga merusaknya? 16 .tapi sekarang sudah jauh darinya. Mungkin mereka akan curiga ada yang tidak beres dengan gerakanku. Aku bersembunyi dalam mobil. Betapa sia-sia. Aku. Aku bisa kalah dan membunuh semuanya sekarang juga. Selalu ada pilihan. Meskipun dapat mengingat bau darah Bella Swan dengan jelas. sangat hati-hati. Berkonsenstrasi untuk tidak mebunuh satu orang membuatku ingin melampiaskannya ke orang lain. Tapi ini pengecualian. dan punya pilihan. sama saja kalah. Sebenarnya aku tidak suka bersembunyi. Mungkin.. yang mengalir bersama rintik hujan. Aku sedang tidak tahan dekat-dekat manusia. melawan apa yang kutentang. tidak lebih. Tidak perlu membunuhnya. Di penghujung. Selamat karena bel—Klise.

Sungguh ironis tadi aku ingin melindunginya dari sindiran Jessica Stanley yang tidak berbahaya.. Menyebabkan seseorang seperti Esme terluka tidak bisa dimaafkan. Kuputuskan menjalankan rencana itu..Diterjemahkan dari: www. Terasa hal lain membakarku—rasa malu. Tidak perlu membuat ibuku tertekan. Aku mencari posisinya. Aku adalah ancamannya paling berbahaya. Jam terakhir sekolah hampir selesai. kurasakan kebencian yang tak adil pada gadis itu.stepheniemeyer. bisa saja ia lewat dan merusak niatku. Aku benci karena ia hampir mengalahkanku. Ya. Lebih baik daripada menunggu di parkiran. dan lembut.com Tidak perlu mengecewakan ayahku. Lagi. khawatir. Dia mesti dihindari layaknya wabah menular. Bahwa ia tidak menyadari pembantaian yang kupertimbangkan tadi. Jika aku menjauh dari baunya. halus. Dan Esme begitu penuh cinta. Coba menjadi apa yang Carlisle pikirkan tentang diriku. ke bangungan kecil kelas bahasa Inggris. Tidak sulit menemukan 'suaranya' yang sangat kukenal. Alice pasti sedang berkonsenstrasi pada Jasper.. 17 . Tidak mungkin berjumpa dengan Bella Swan disana. Bisa saja ia mengubahku menjadi sesuatu yang kukutuk. Dimana Alice? Apa dia belum melihatku membunuh si Swan dalam beragam cara? Kenapa dia tidak membantu—mengehentikan atau menolong membereskan bukti-bukti. Aku beraharap bisa minta saranya. apapunlah? Apa dia terlalu terlena mengawasi bahaya dari Jasper. Aku adalah orang terakhir yang akan jadi pelindung Isabella Swan. Tidak ada alasan untuk tidak mencoba. aku lega ia tidak mengetahui apa yang mampu kulakukan. Segenap pikirannya tercurah pada Jasper. tapi di sisi lain. Tebakanku betul. tapi tidak ada yang melihat—melintasi parkiran menuju ruang Tata Usaha. mengawasi secara ketat pilihan-pilihan kecil tiap menitnya. monster dalam diriku menggeliat dan menggeretakan gigi frustasi—maka tidak ada yang perlu tahu. itu akan melukai ibu angkatku. hingga melewati kemungkinan yang lebih mengerikan? Apa aku sekuat yang dia pikirkan? Apa aku tidak akan menyentuh gadis itu? Sepertinya itu tidak benar. Pilih yang benar. jika mampu bertahan tidak membunuhnya— bahkan ketika memikirkannya.terluka. Aku tidak ingin yang lain tahu. Aku bergegas—sedikit terlalu cepat.. Jika bisa menghindar dari Bella Swan.

.. Banyak guru yang mengeluh. Pikirannya sudah tidak karu-karuan. Konyol.. agak gugup. Terlalu muda untuk memandangnya seperti itu.. dia merapalnya berulang-ulang. Mudah. “Kira-kira apa saya bisa menukar jam pelajaran biologi saya? Dengan kelas senior mungkin?” “Apa ada masalah dengan Mr. Apa yang bisa saya bantu?” terlalu muda.” bibir tipisnya mengkerut ketika mempertimbangkan ini. Detak jantungnya makin cepat. pikirnya pada dirinya.” “Pada waktu di Alaska. semua kelas sudah penuh. terlalu muda. “Halo.. tidak pernah ragu di kelas. Varner lebih memilih percaya mereka mencontek daripada beranggapan ada murid yang lebih pintar darinya. Ini akan mudah. “Saya ingin minta tolong dengan jadwal saya.” kataku sehalus mungkin agar tidak menakutinya. Banner?” “Bukan itu. saya sudah pernah mempelajarai materinya.. tak perduli berapa kalipun bertemu salah satu dari kami.Diterjemahkan dari: www. Edward. Dia cukup muda untuk jadi anakku. ya. Para guru tidak ingin kelasnya lebih dari duapuluh lima orang—” “Saya tidak akan menyulitkan di kelas. Aku lebih tua dari kakeknya.” dia kaget. mengingat aku bisa membaca pikiran sekaligus isyarat tubuhnya. Ada yang bisa dibantu?” bulu matanya bergoyang dibalik kacamatanya yang tebal. menatapnya seakan sedang menyelami mata coklatnya yang datar. Dia tidak menyadari kedatanganku. tidak pernah salah ketika ujian—seakan selalu menemukan cara menyontek. “Mrs. Cope?” Perempuan yang rambutnya dicat merah itu mendongak dan matanya melebar. Edward. Aku bersandar kedepan. dia betul. Mereka lebih pantas kuliah. Salah. tentu saja. Dia merapihkan t-shirtnya..stepheniemeyer. Selalu saja lengah. Risih.. “Oh..com Di dalam cuma ada seorang pegawai. “Sayangnya. Edward. yang memang ingin kutemui. Tapi berdasar tanggal di SIM. Nilainya sempurna. “Tentu. Mr. Tapi aku tahu caranya untuk mempesona ketika dibutuhkan. Sesuatu yang tidak mereka pahami.” 18 .. aku yakin ibunya mengajari mereka di rumah.

Jantungnya berdetak lebih kencang. Edward.” “Mungkin kamu perlu ijin dulu dari orang tuamu. “Mungkin saya bisa bicara dengan Bob—maksud saya Mr.Diterjemahkan dari: www. Mrs. berjuang agar otot-ototku tidak memberontak.. Aku menoleh. Aku menoleh pelan.” Pintu membuka di belakang.” “Membatalkan pelajaran biologi?” mulutnya terngaga.. Monster 19 .. semuanya lenyap. meskipun tidak perlu. “Please. Secarik kertas ditangannya.. dan kubuka mataku lebih lebar. Cope?” kubuat suranya semerdu mungkin—itu dapat sangat membujuk. Banner. jadi kuacuhkan.” “Saya akan mengejarnya tahun depan. berhati-hati agar tidak memperlihatkan gigiku terlalu lebar dan membuatnya takut. Akan saya lihat jika—“ Satu detik lebih dari cukup untuk mengubah segalanya: suasana di dalam ruangan. Apa perlu nanti kubicarakan dengan Bob? “Nilaimu tidak akan cukup untuk lulus. lalu keluar lagi. Aku mencondongkan tubuh lebih dekat. “Saya tahu itu. Bau darahnya memenuhi ruang kecil hangat ini. Matanya melebar ketika mendapati tatapan ganas dan tak manusiawiku.. Itu gila. “Apa tidak ada kelas apapun yang bisa saya tukar? Pasti ada kelas kosong lain? Kelas biologi itu tidak mungkin satu-satunya.. tapi siapapun itu tidak memikirkan diriku. Akan lebih baik jika keemasan daripada hitam. Keluarga Cullen tidak akan begitu. Kelegamannya membuat orang takut.stepheniemeyer. Bella Swan sedang berdiri dekat pintu. Kerongokonganku membara. sebagaimana mestinya.” Aku tersenyum. dia mengingatkan dirinya dengan galau. Apa susahnya duduk manis di mata pelajaran yang sudah dikuasai? Pasti ada masalah dengan Mr. Satu detik yang kubutuhkan untuk menyadari mengapa pikiran orang pertama tadi tidak mengganggu. Satu detik yang dibutuhkan bagi hembusan angin dari pintu melabrakku. Satu detik yang dibutuhkan Samantha Wells untuk membuka pintu dan menaruh laporan di rak.” “Kalau begitu bisa saya batalkan kelasnya? Saya bisa belajar sendiri. alasanku mencondongkan tubuh ke perempuan ini. Terlalu muda. tujuanku kesini. Tapi tidak ada cukup kursi.com Tentu saja tidak. Banner.

Kebanyakan sudah pada pulang. Aku berusaha mengatur napas. dengan cepat. aku mencapai tujuh puluh sebelum tiba di kelokan.com itu kembali menatapku dari matanya. Darimana datangnya si Edward—seperti muncul begitu saja. Ada cukup udara di paru-paru untuk bicara sekali lagi. Pikirannya teralihkan. berjalan terlalu cepat.. berusaha tidak merasakan kehangatan darah gadis itu saat melewatinya. membayangkan yang aneh-aneh.. kemudian mengabaikannya. Di jalan. lapar. aku buru-buru memundurkan mobil. dari kenyataan bahwa Jasper sedang tidak mood untuk pertandingan ulang. Aku menginjak pedal gas dalam-dalam.. Bagiku dia setan yang menghantuiku. Aku tidak berhenti sampai tiba di mobil... suaranya waspada. Dia mundur. Cope dan membenturkannya ke meja hingga membunuhnya. Bukannya menjawab. terima kasih banyak atas bantuannya.” Aku cepat-cepat keluar. Cukup adil. Menggunakan segala daya yang kulatih puluhan tahun menyangkal diri.Diterjemahkan dari: www. Aku mendengar suara D. Cope. sementara. “Edward?” Alice bertanya. mulai lagi. Aku cuma menggeleng. 20 .stepheniemeyer. “Kalau begitu lupakan saja..J. Aku berbalik ke Mrs. tidak terlalu banyak saksi. Mom selalu bilang. tapi ketakutannya tidak terucap. semua sudah disitu.. Kecepatanku sudah empat puluh mil sebelum keluar parkiran. Garret. daripada duapuluh. Kuhentikan napasku. ingin cepat-cepat menyelesaikannya. dan 'mendengar' kekagetannya melihat perubahan ekspresiku. dan menampilkan wajah Carlisle di depan mataku. topeng iblis. Tak perlu melihat untuk menjangkau kepala Mrs. “Apa yang terjadi padamu?” Emmet mendesak khawatir. aku berkata sehalus mungkin. tapi justru terengah mencari udara segar seperti habis tercekik. Tapi selalu ada pilihan—pasti ada. Sang monster menuggu gelisah.. Dua nyawa. melihat. Aku tahu ini tidak mungkin. Ketika menyelinap kedalam mobil. Tanganku bersiap di meja. Aku mesti cepat-cepat meninggalkan parkiran sebelum Bella Swan datang.

dan Jasper menatap Alice. “Tak perduli seberapa singkat kau pergi.” ucapnya pelan. dan pilihan lainnya yang jauh lebih kelam. mati.” 21 .. Alice menyentuh pundakku. Aku melihat bagian dalam rumah Sherif Swan untuk pertama kalinya. berlalu cepat dua ratus mil perjam. “Kau akan mengambil jalan yang benar. dan Jasper turun tanpa komentar. “Oh!” Alice kaget lagi.” Emmet dan Rosalie bertukar pandang prihatin... Kami hampir sampai di belokan jalan masuk ke rumah. “Stop!” aku mengerang. Dia memunggungi ku ketika aku menyelinap dari balik bayangan.” Aku mengangguk.. dia akan minta penjelasan Alice setelah ini.” ujar Alice. Rosalie. aku tahu Emmet. Kami sama-sama mengolah penglihatannya.stepheniemeyer. “Kau sebaiknya memberitahu Carlisle sendiri.. “Turunkan kami disini. Dan samasama terkejut. Mataku. “Dia satu-satunya keluarga Charlie Swan. Emmet. Dia melihatnya kalau begitu. dan mobilnya mendecit berhenti.” pinta Alice. Pencarian oleh penduduk. Penantian kami sebelum semua aman dan memulai lagi dari awal. gambarannya jadi lebih detail. “Apa aku begitu?” aku mendesis lewat sela-sela gigi. Dia tidak dapat melihat yang lalu. pepohonan berselimut salju di sisinya. Melihat Bella di dapurnya yang kecil dengan lemari kuning. Jalanan kosong malam-malam. Yang lain menatapku. “Aku akan merindukanmu. tidak tahan lagi. Bukan penglihatan kali ini— sebuah perintah.com Tanpa menoleh.merasakan aromanya menuntunku. begitu aku mengambil keputusan.Diterjemahkan dari: www. Penglihatannya berubah lagi. “Sori. Rosalie. “Kamu akan pergi?” dia berbisik sedih. Itu akan membunuhnya juga. matanya melebar. hanya masa depan. merah terang oleh darah segar. “Oh!” Bella Swan. Sang monster kegirangan.” bisiknya. Dia mengeceknya sekarang. Dia cuma angkat bahu..

Berpamitan dengan ayahku? Atau menyerah pada monster dalam diriku? Mobilku melaju kencang diatas aspal. Kemudian ia turun. Dan aku tahu penglihatan Alice akan berganti dari kegelapan malam menjadi siang. aku tidak yakin dengan tujuanku. setuju hanya pada bagian terakhir.Diterjemahkan dari: www.com “Iya.stepheniemeyer. Aku melaju cepat ke arah kota. Begitu menginjak sembilan puluh mil perjam menuju Forks. 22 .” kataku. Alisnya bertaut gelisah. Mereka masuk ke hutan. menghilang sebelum aku memutar mobil.

Aku tidak kaget Tanya membututi kesini.stepheniemeyer. Kulitku mendingin menyesuaikan udara sekitar. seakan ada penghalang antara mataku dan keindahannya. sebagian bependar biru. Aku mendengar suara pikiran mendekat sebelum suara langkahnya. Enam hari sudah lewat. Buku Terbuka Aku berbaring diatas tumpukan salju. Penghalangnya adalah sesosok wajah. Aku mendesah. Matanya yang kuning madu berkilat saat menatapku. badannya bergelung. Dia muncul enam puluh yard didepanku. sebagian kuning. enam hari besembunyi di hutan belantara teritori keluarga Denali. membuat cekungan disekitar tubuhku. Jika aku benar-benar bisa melihatnya. Sangat cantik.com 2. Langit diatasku cerah. Bibirnya yang penuh tertarik halus membentuk senyuman. Sangat cantik. Dia membungkuk ke ujung batu.Diterjemahkan dari: www. Seharusnya. menunggu hingga yakin pada pilihan katanya. jika aku benar-benar dapat melihatnya. yang setengah terpendam dibawah salju. 23 . hampir pink seperti strawberi. Aku tahu beberapa hari ini ia ingin bicara denganku. Bunyi gerakannya hanya berupa gesekan halus. Kerlip-kerlip itu begitu megah dihadapan kegelapan malam—pemandangan luarbiasa. tapi aku tidak bisa mengusirnya. Kulit Tanya keperakan dibawah cahaya malam. Ini tidak jadi lebih baik. Ketika menatap ke langit. Atau mungkin lebih tepat disebut indah. ujung jari menyentuh permukaannya. wajah manusia biasa yang tidak istimewa. bertabur bintang. Tapi aku belum juga mendapati kebebasan sejak pertama kali mencium aroma gadis itu. mendarat dengan bertelanjang kaki di atas batu hitam dan menyeimbangkan tubuhnya. Rambut pirang ikal panjangnya berpendar pucat. Sebutir es jatuh ke kulitku seperti beledu.

“Tidak.” Dia meringis.stepheniemeyer.. “Tidak. “Menurut Irina dan Katie sebaiknya aku membiarkanmu sendirian. “Aku belum. Dia mengusap sisa-sisa salju dari wajahku yang tidak bergerak. iya kan? pikirnya. Dia melipat tubuhnya seperti bola saat menubruk dengan keras tumpukan salju disampingku.” “Aku tahu. Salju langsung berhamburan seperti badai. dia tidak benar-benar bertemu pandang dengan tatapanku yang kosong.” aku meyakinkan dia. Aku masih melihat wajah yang sama. Aku tersenyum. Aku membuatmu tidak nyaman.” “Sama sekali tidak. Langit diatasku menggelap dan aku tertimbun dibawah kelembutan lapisan salju. Kegelapan ini tidak menyakitkan juga tidak membantu pandanganku.. Maafkan aku. sepenuhnya. kok. tapi tidak bangkit. aku yang bersikap tidak sopan —sangat kasar.” Mulutnya bergerak turun. tubuhnya menjadi bayangan gelap saat bersalto dengan anggun diantaraku dan bintang-bintang. sesalnya. Sepertinya tidak akan. Dia melentingkan dirinya keatas. “Sebaliknya. memutuskan itu.” Kau akan pulang.” dia berbisik.. Tidak usah bersikap sopan.Diterjemahkan dari: www.. Itu lucu. Pikir mereka aku mengganggumu. iya kan?” “Tentu saja bukan.” aku berbohong. “Itu salahku. Dia membatin.. Pikirannya kini muram.” Tapi kau tidak akan tinggal disini. Aku mendesah lagi.. ekspresinya sangat tidak percaya hingga aku terpaksa 24 . “Cuma bercanda. “Sory. “Edward?” Salju beterbangan lagi saat Tanya pelan-pelan menggali.com Cannonball.” Sebelah alisnya terangkat. sedih.membantu.

ketertarikan mereka pada pria lah yang mencegah mereka menjadi pembunuh. Dan seharusnya aku sudah menerka itu sebelum kesini. kau menyadari itu. 25 . dengan tambahan kehangatan serta kelembutan mereka. “Kau mengira aku berubah pikiran. “Yang asli. Aku terlalu malu mengakui kelemahanku pada Tanya. Perasaannya kecewa. Dan selalu berhasrat tinggi. pastinya. “Aku menyesal membuatmu berharap.. “Aku tidak biasa ditolak. Hanya saja aku pergi dengan. “Itu pasti.” Aku setuju.hidup.” Aku akui. Kebanyakan Tanya memilih manusia—populasi mereka lebih banyak salah satu alasannya. Tanya. Terlepas dari kedekatannya yang sableng dengan mereka yang seharusnya—dan pernah—menjadi mangsanya. Jangan biarkan kebebalanku melemahkan kepercayaan dirimu. Pada akhirnya.” Tanya..” Tanya berkata pelan. kan.Diterjemahkan dari: www. Dia menyeringai.” dia memberengut.?” Aku bangkit duduk dan merangkul kakiku. menampakan giginya. Tanya dan saudarinya menemukan nurani mereka belakangan. “Aku tidak ingin membicarakan itu. “Dasar Succubus.” Aku tahu apa yang dia pikir kemarin.. berharap bisa mengalihkan kelebat ingatannya..” godaku. “Oke..” dia menggerutu. dalam beberapa hal. sambil coba menghalau pikiran dia saat ribuan penaklukannya berkelebat. Aku tidak bermaksud—aku tidak berpikir. bersikap menghindar.. “Aku kira. Irina. dan Kate sangat baik menjalani pilihan hidup mereka. bibir bawahnya terangkat cemberut. Satu tawa singkat. Tanya. Bahkan lebih baik.. Tapi kemarin aku sedang tidak bisa berpikir sehat.” Tidak seperti Carlisle. Sekarang para pria yang mereka cintai.” Dia ikut mendesah. “Sedikit. daripada Carlisle..” “Kurasa kau tidak akan memberitahu alasannya. buru-buru. mereka tidak pernah membuat kesalahan. “Kau beribu kali lebih indah dari bintang-bintang.stepheniemeyer. “Saat kau datang kesini.com tertawa. Tentu saja. diikuti desahan. lalu menumpangkan dagunya ke tangan.” “Iya.” aku sedikit geli jika dia sampai begitu.

Sejak kapan aku jadi pengecut? Tanya merangkulkan tangannya yang gemulai ke pundakku.atau siapapun.” aku memberitahu.” Desisku. “Sedikitpun tidak mendekati. suaranya menyisakan sedikit logat Rusia yang telah lama hilang. belum menemukan yang kucari.Diterjemahkan dari: www. Kau selalu begitu. Bagian yang selalu menghadapi apapun. “Terima kasih. Tanya. “Tak perduli apapun itu. tapi tidak menampik. “Satu saja petunjuk?” pohonnya.stepheniemeyer. Akan kemana aku? Aku tidak dapat menemukan satu tempatpun di dunia ini yang menarik.. masih menebak-nebak.” 26 . Edward. jika kau pergi? Kembali ke Carlisle? “Sepertinya tidak. kemampuanku menghadapi kesulitan.” katanya. Kuharap kau bisa lebih masuk akal.” Dia diam lagi. Karena. Kau pasti akan menghadapinya. sebelum kejadian mengerikan di kelas biologi kemarin. aku tidak akan pergi kesitu—aku hanya lari dari.yang menghantuimu. Aku bergeming. Kucium pipinya..” “Maaf.” Pikirannya sejalan dengan ucapannya. Sebagian besar. “Tidak seperti yang kau maksud. Mulutnya memberengut. “Sama-sama. Ada baiknya memandang diriku seperti itu lagi. Dia tidak bermaksud lebih dari sekedar bersahabat. Akhirnya ia menyerah. dia coba mengurai maksud jawabanku. Aku hanya. Aku coba memposisikan diri seperti yang ia gambarkan. “Sudah lah. Tanya. Kuacuhkan dia. Kau akan kemana.” Dia terdiam. Tanya. mengacuhkan keenggananku. Aku butuh mendengar itu. Tidak ada yang ingin aku kunjungi. “Menurutku kau akan kembali. Aku tidak pernah meragukan keteguhanku. Kau tahu kau terlalu baik untukku.” Pikirannya menggerutu. Dia tersenyum kering. dan cepat-cepat menarik kepalaku ketika ia memalingkan wajah ke arahku.com “Masalah perempuan?” dia menebak. kukira. Pikirannya mendesak ke hal lain. Aku tertawa hambar.. dan sia-sia mengagumi bintang. Aku benci itu. Pikirannya beralih ke dugaan lain. Edward.... tidak perduli kemanapun.

Diantara diriku dan kerlip di langit. Punya cukup kekuatan untuk kembali ke tempat yang kuingini. Tapi kupandangi bintang-bintang itu lebih lama. kelihatan bertanya-tanya apa arti keputusan ini baginya. tapi lebih pada kesal.” pada saat mengucapkannya.. meskipun tiba-tiba aku tidak sabar untuk pulang. Dia tidak menoleh ke belakang. aku bisa melihatnya. tidak terlalu murni. “terima kasih lagi.Diterjemahkan dari: www.” Alice menarik napas. Mata Bella Swan terus bertanya-tanya. dan segera memberitahu yang lain. Dalam ketergesaan menemui keluargaku—dan keinginan menjadi seorang Edward yang menghadapi apapun—aku berlari kencang melintasi padang salju dibawah temaram bintang. Tentu saja. Tatapannya kosong. sepasang mata coklat-muda yang membingungkan itu menatapku. Mulutku merengut menyesal.. meskipun perasaannya tidak dalam.. tangan Jasper memegang sikunya. menuntun dia saat rombongan kami berjalan rapat melintasi kafetaria. Aku tahu Alice pasti melihatku datang. Penolakanku mengganggunya lebih dari yang ia kira.com “Kalau begitu. Dengan helaan berat aku menyerah. 27 . aku akan tiba di mobil Carlisle kurang dari satu jam. Bahkan dalam bayanganku. jika kau pergi sebelum kita bertemu lagi. dan juga bukan sesuatu yang bisa kubalas. Aku tidak suka menyakiti Tanya. Dia tidak ingin menemuiku lagi sebelum aku pergi. membelah hamparan salju dengan sangat cepat hingga kakinya tidak terbenam pada kelembutannya. “Semua akan baik-baik saja.” “Sampai ketemu lagi. Kutumpangkan daguku ke lutut dan memandangi bintang lagi. Ini akan membuat mereka gembira—Carlisle dan Esme terutama. tetap menghalangi bintang. Edward. Emmet terlihat konyol dengan gaya bodyguardnya seakan sedang di daerah musuh. kemudian lari pergi. ia tidak meninggalkan jejak di salju. Tanya. coba melihat melampaui wajah di benakku. Tapi tetap saja itu membuatku kurang gentleman. Rose terlihat khawatir juga..stepheniemeyer. aku tidak tahu pasti apa arti tatapan misteriusnya. tanpa meninggalkan jejak. Rosalie dan Emmet mempin di depan.” Dia bangkit berdiri dengan anggun. aku tidak dapat mendengar pikirannya.Sampai ketemu lagi. kemudian berdiri. Aku bisa melihat diriku pergi. Jika berlari.

kupantau setiap suara. setiap pikiran. mereka saling menyerang sendiri—kewaspadaan berlebihan ini terlihat lucu jika saja tidak menjengkelkan. Bukannya bosan. Penciuman. Perbuahan mendadak dari pagi yang normal. mencari apapun yang diceritakan si anak baru Bella Swan.” gumamnya. Tidak ada yang menyadari kehadiran lima vampir di kafetaria. Beberapa manusia masih memikirkan gadis itu. dan Emmet serta Jasper tidak terlalu memanfaatkan lamunanku untuk membombardirku dengan bola salju. tentu saja..Diterjemahkan dari: www. masih dengan pikiran yang sama dengan minggu lalu.” “Tentu saja kita akan duduk di tempat biasa.” Dia mengerjap saat Jasper menuntun duduk. tak ingin kupakai. Kau membuatku kesal. dan menyeringai. setiap penglihatan. Jika tidak yakin bisa mengatasi.stepheniemeyer.” aku menggerutu. koma.ia tidak akan melawan angin jika kita duduk di tempat biasa. Aku mengharapkan nama keluarga Cullen lebih sering disebut di pikiran-pikiran yang keluwati. tapi dari arahnya nanti. sama seperti sebelum anak perempuan itu datang. “Sepertinya kau betul. teringat bagaimana selama ini kami sangat protektif. Inderaku waspada penuh. “Dia belum datang. Apa dia tidak mengatakan apapun tentang diriku? 28 .com “Tentu saja iya. Terutama pikiran. Aku tidak bernapas.” “Tentu saja iya. ketika bosan dengan keacuhanku. bahkan menyenangkan—tadi malam turun salju. Tapi tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja. bukan? Aku mendesis padanya. Mengganggu. Tiba-tiba aku bersimpati pada Jasper. Kelakukan mereka menggelikan. saat berada disini? Hari ini syarafku tegang. aku akan tinggal di rumah. “Hmm. Coba melihat gosip barunya. setiap gerakan udara yang menyentuh kulitku. aku malah terkesima. Hanya satu indra yang kumatikan. Apa baru minggu lalu ruangan ini terlihat sangat membosankan? Sehingga rasanya hampir seperti tidur. Hentikan. Aku tidak suka jadi pusat kerisauan. terkejut.” aku memberengut. Seharian aku menunggu. Matanya kembali fokus.. Alice. Dia bertemu pandang denganku.

“Tidak ada.Diterjemahkan dari: www.. membandingkan pengalaman. aku mesti berpapasan dengan Chief Swan secepatnya dan mendengar pikirannya.” Aku mendelik. ia juga dengar aku minta pindah kelas biologi. Tentu saja tidak meleleh.stepheniemeyer. Aku melihatnya bereaksi. tentu saja. Sudah pasti aku membuatnya takut. Ketika tiba-tiba esnya meluncur ke Alice.?” Dia masih penasaran dengan kesunyian benak gadis itu.. jika sampai tidak cerita ke siapapun.” Alice berbisik. Temboknya rengkah. mungkin sedikit dibumbui agar lebih baik. Dia meremas hingga mengeras menjadi bongkahan es. Ke Alice. di meja kami biasanya. diterima. “Coba bersikap seperti manusia.” “Dia akan masuk. ya?” tanya Emmet.. membalik telapak tangannya hingga memperlihatkan bola salju yang ia sembunyikan di genggamannya. “Berani taruhan aku bisa lebih menakuti dia daripada itu. mengingat dia tidak menghabiskan hidupnya bersama ayahnya sebelum ini. “Mungkin kau tidak semengerikan yang kau kira.. Barangkali pada ayahnya. Bella pasti sangat pemalu. Kemudian. “Sudah tahu kenapa.” Semua menaikan alis kaget. Tapi tidak satupun memperhatikan kami. Kebutuhan seperti itu biasanya kuat pada masa-masa remaja. seperti sekawanan domba. tapi aku tahu kemana pikirannya. bahwa dia penyebabnya. Badanku kaku.. Dia pasti menebak. setelah melihat ekspresiku.pasti tidak cerita apa-apa. Matanya mengincar Jasper. “Kita sudah membahas itu. 29 . mungkin itu orang terdekatnya. Tidak terkecuali pada Gadis itu tentunya. Tetap saja. “Ada yang baru?” tanya Jasper.meskipun tampaknya tidak begitu. terlalu cepat untuk diikuti mata manusia. Anak perempuan normal pasti akan bertanya kemana-mana. Aku cukup yakin ia akan cerita ke seseorang.com Mustahil dia tidak menyadari tatapan gelap-ku yang mengancam. Menambah tanda-tanda ancaman yang lain. mencari kesamaan yang dapat menjelaskan sikapku hingga dia tidak merasa sendirian.” “Manusia. Kemungkinan ia lebih dekat dengan ibunya.” Emmet terkekeh. Membaur dengan lingkungannya. dia menepis santai dengan kibasan jari. Dia. Dia mengangkat tinju kanannya.. Aku tidak tahu. lalu menghantam tembok hingga berhamburan. Manusia cenderung ingin bersikap normal. Bongkahan es itu terlempar melintasi ruangan.

pikiran dan verbal. “Kau tidak lapar?” “Sebenarnya. Dia sedang memandangi lantai.” Aku pura-pura memperhatikan. yang merasa teracuhkan oleh lamunan si gadis. Tapi itu lebih karena aku sedang menyimaknya dengan keras. Kau terlihat sakit. tersenyum kecil seakan menikmati gurauan mereka.” suaranya memelan. Aku tidak suka dengan jalan pikirannya. ke Emmet.stepheniemeyer.” Rosalie menegur mesra.” dia melanjutkan sembari maju mengikuti antrian. berdiri kaku di antrian. Aku mengatur mimikku agar terlihat santai. aku merasa sedikit tidak enak badan. ketika bertanya ke Jessica ada apa dengan gadis itu.” Bella menjawab dengan suara lirih. “Tidak apa-apa. “Kenapa tidak sekalian kau tinju temboknya hingga runtuh?” “Terlihat lebih impresif jika kau yang melakukannya. Kedengarannya seperti dering bel diantara dengung samar di seantero kafetaria. saling lirik mencari biang onarnya. Aku mendegar dua suaranya. yang tertawa melihat seringai panik di wajahku. Kenapa itu menggangguku. yang sepertinya sedang melamun. Aku menarik napas pendek. Kulihat. Mereka tidak mencari terlalu jauh. Bukankah 30 . Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik. Tapi kesanalah pendengaranku sepenuhnya. “Hari ini aku minum soda saja. berangsur darah menghilang dari wajahnya. Aku berusaha tidak melihat ke gadis itu. tapi masih sangat jelas. Aku cepat-cepat membuang muka. siap-siap menahan napas jika aromanya sampai ke dekatku. Di telingaku Jessica berteriak heran dengan selera makan gadis itu.com Orang-orang disekitarnya memeloti pecahan es yang berserakan di lantai. Emmet. “Sangat manusia. pipi Bella Swan bersemu merah muda oleh darah. rasa prihatin yang tiba-tiba muncul dari pikiran Mike Newton? Memang kenapa jika pikirannya terlalu protektif? Bukan urusanku jika Mike Newton bersikap berlebihan ke dia. lewat pikiran Jessica. Tidak ada yang menoleh kesini. sayang.Diterjemahkan dari: www. Mungkin seperti itu juga sikap yang lain. Mike Newton bersama dua gadis itu. Aku bisa mendengar ketidaksabaran Jessica pada si murid baru. sangat jernih. bro.

. secara naluri.” sindir Emmet. “Kau mesti belajar melupakan sesuatu. Alice melempar es yang ia sembunyikan ke muka Emmet. dan mengangkat nampannya sebagai perisai.. Air beterbangan. sama seperti anak tolol itu. kaget. dan menyeringai waspada. aku juga ingin melindungi dia? Sebelum ingin membunuhnya. Aku pindah ke Jessica. kemudian kusadari aku ikut khawatir. Tidak melawan angin. . seakan dia satu-satunya perempuan di dunia—bahwa Bella sedang memperhatikan kami tertawa dan bercanda. Paling ujung-ujungnya kau membunuh satu orang. aku tidak suka memantau dia lewat pikiran Mike.” “Tunggu saja. memperhatikan ketiganya memilih meja. “Aduh!” keluh Rose. “Terus terang. Untung mereka duduk di tempat biasa. Seperti diriku. Dia dan Alice menyingkir dari semburan hujan Emmet.memandangi keluarga Cullen lagi. di salah satu meja terdepan. Bagaimanapun juga. Otomatis aku menoleh kearah panggilan yang tak disengaja itu.” gerutuku. dan kupaksa untuk tidak memikirkan kesehatannya. menarik perhatianku. setengah cair setengah beku. seideal lukisan Norman Rockwell.stepheniemeyer. seperti janji Alice. Emmet tertawa.. Alice menyikutku. Alice terus tertawa. Keabadian adalah waktu yang panjang untuk menyesali kesalahan... Dan aku tahu sang gadis itu— aku mesti berhenti berpikiran begitu. dan kami semua kembali menikmati canda ini.. Sang gadis—Bella— pasti masih menonton.com minggu lalu. terlihat bahagia dan normal. bersikap manusia.Diterjemahkan dari: www. Edward.” Seketika itu juga. Dia mengerjap. 31 .” Emmet mencondongkan tubuh ke seberang meja lalu mengibaskan rambutnya yang mengerak beku. Aku bisa melihat di pikiran Alice bagaimana ia mengarsiteki momen sempurna ini. seseorang membatin. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat dibalik seringai senyumku. Dunia tidak akan berakhir. “Tenang. Tapi apa gadis itu sakit? Sulit menilainya—dia terlihat sangat lembut dengan kulitnya yang jernih menerawang. Alice tertawa. segera mengenali suaranya sebelum pandanganku sampai—aku sering mendengarnya hari ini. Dia akan melihat kesini. “Kau yang mulai duluan.

bersembunyi dibalik rambutnya. terlalu tertarik. Tidak ada apa-apa selain hening. Pikirannya menggerutu.” Jessica meyakinkan dia. Jadi dia menyadari reaksi liarku kemarin.stepheniemeyer. Jessica terkekeh. Jessica kelihatannya pandai sok bersahabat. mengangkat kepalanya untuk memastikan Jessica mematuhinya. Mungkin dia memang letih. Hal itu kelihatannya tidak membantu sema sekali. Aku mendengarkan. bukanya menghilang.” “Sudah jangan dilihat lagi. Pendengaran ekstraku selalu muncul alami. Apa yang dia pikirkan? Rasa frustasi ini makin lama makin menjadi. tapi aku tidak menatapnya. coba menembus penghalang apapun disekelilingnya. melakukan apa yang diminta. Pertanyaan itu membingungkan Jessica.” jawab Jess. menelungkupkan kepala di tangan seakan tiba-tiba letih. Dia cepat-cepat menunduk. sejalan dengan frustasiku. mereka memang tidak memedulikan siapa-siapa. “Edward Cullen menatapmu. Tidak ada nada sinis atau cemburu. Aku masih berkonsentrasi pada gadis itu.” dia berbisik di telinga si Swan. “Apakah seharusnya dia marah?” “Sepertinya dia tidak suka padaku.” mereka selalu begitu. tanpa diminta. dan aku tahu dia berharap bisa berkata iya—bagaimana tatapanku sangat mengganggu pikiran dia—meskipun tidak ada tanda-tanda hal itu di suaranya. Aku coba memahami gerakannya. coba mendengar sesuatu. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari mejanya selama sisa istirahat.” gadis itu kembali berbisik. Aku mencoba—tidak terlalu yakin karena belum pernah melakukanya— menyelidiki dengan pikiranku pada kesunyian di sekeliling gadis itu. “Well. pada responnya. dan tertumbuk pada tatapan dalam gadis itu. “Dia tidak kelihatan marah. “Keluarga Cullen tidak menyukai siapapun.” gadis itu mendesis kesal. “Tapi dia masih memandangimu. Sepertinya 32 . iya kan?” dia balik berbisik. Tapi aku berkonsentrasi sekarang. aku tidak pernah mengupayakannya.Diterjemahkan dari: www. Ada apa sih dengan Bella? Batin Jessica. tapi cuma bisa menebak.com Tapi mataku sedikit melewati Jessica. Tentu saja begitu. sambil cekikikan. “Tidak. Aku melihat wajahku di benaknya ketika ia mengecek ekspresiku.

dan menatap ke siapapun di mejanya yang sedang bicara. tidak sadar telah turun hujan. Mereka menunggu keputusanku. Tanpa sadar aku membedakan langkah kakinya dari yang lain. Minggu lalu suatu kesalahan bagi Jasper menahan haus terlalu lama. Ketika jam istirahat selesai.” Tapi Alice tahu betul bagaimana sebuah keputusan dapat cepat berubah. Kuacuhkan sebagian besar pikiran di meja itu.” “Kenapa mesti dibesar-besarkan?” Emmet tidak setuju.. “Pilihannya apa dia akan membunuhnya atau tidak. Keluargaku juga belum beranjak.” Rosalie memprotes. Apa aku akan pergi ke kelas. Butirbutir halus yang meyalang ke atap telah berubah menjadi rintik. Aku ingin.com —sepertinya tentu saja. “Kau telah memutuskan. 33 . karena tidak berkaitan dengan dia. menatap kedepan ketimbang lari lagi. duduk disamping si gadis. Mike Newton merencanakan perang salju sepulang sekolah. “Pulang lah. apa ini juga akan menjadi kesalahan sia-sia seperti itu. “Kenapa mesti memaksakan diri.” Aku juga tersiksa pada pilihannya. dagunya hampir menoleh..rasa tidak apa-apa. Apa dia tidak mendengar perubahannya? Terdengar nyaring kalau buatku. kedengarannya ia sedikit merasa begitu. Badannya menggeser sedikit. Kita hampir lulus. hanya sedikit. menghela napas panjang.” “Aku belum ingin pindah lagi.stepheniemeyer. Kelihatannya sebetulnya ia ingin melihatku. Aku pikir kau akan melewati satu jam ini. Jangan buru-buru. Akhirnya. Edward?” protes Jasper. Manusia-manusia itu mulai keluar. cukup satu hari saja? “Aku. Emmet. “Aku tidak mau mengulang lagi dari awal. aku tidak bisa yakin—hal itu disengaja. tapi kemudian ia tahan.Diterjemahkan dari: www. sangat ingin. Aku tidak mau membuat keluargaku terusir. Lebih cepat tahu lebih baik. dimana bisa kucium bau darahnya yang bukan main kuatnya itu dan merasakan kehangatan nadinya di kulitku? Apa aku cukup kuat untuk tahan? Atau. Meski berusaha tidak merasa puas melihat ganti aku yang lemah. aku masih tetap duduk. Mereka tidak akan berterima kasih jika itu sampai terjadi.” Alice berkata ragu. Benar-benar bodoh. seperti ada yang penting atau aneh dari bunyinya. Tapi aku juga tidak mau memaksakan diri.

Akhirnya. Aku ingin tahu apa yang dia pikirkan.” kataku dengan suara pelan. Apa rasa penasaran cukup untuk membuat Bella Swan tetap hidup? Emmet betul. Hanya gambar lingkaran-lingkaran acak. persetujuan Emmet.com Tapi aku ingin masuk ke kelas bilogiku. penasaran pada hal sepele buah pikirannya. Barangkali dia tidak memperhatikan bentuknya. Mungkin aku bisa membacanya lewat situ. Gadis itu telah duduk di mejanya—di meja kami.” dia mengerling penasaran. tapi sedang memikirkan hal lain? Aku menarik kursiku sedikit berisik. Aku memperhatikan yang dia gambar saat mendekat. beranjak dari meja.” perintahku. menyunggingkan senyum sopan tanpa memperlihatkan gigi. Pikirannya tertutup. sibuk mencoretcoret buku catatannya. Rose. Aku menjauh dari mereka tanpa menoleh kebelakang. bertanya-tanya apa yang merubah pikiranku sehingga penglihatannya lebih pasti. amat terlalu ingin tahu.” Alice meyakinkan. membiarkan kakinya menggesek lantai. Bisa kudengar kecemasan Alice. Aku belum terlambat. Kali ini aku mesti memberi kesan yang lebih baik. Wajahnya menunduk lagi. alasan itu yang membuatku mengambil keputusan. Kenapa dia tidak mendongak? Mungkin ia takut. kecaman Jasper.makin tegas. manusia merasa lebih nyaman ketika mendengar bunyi yang mengawali kehadiran seseorang. kupikir betul-betul akan baik-baik saja. Penasaran.. tampaknya—kenapa tidak cepat-cepat diselesaikan? Akan kuhadapi godaan itu. membuat gambarnya tidak imbang. Aku sembilan 93 persen yakin tidak akan ada kejadian buruk jika dia masuk kelas. Aku tahu dia mendengar. Bukankah aku sudah bertekad untuk tidak membiarkan kesunyian pikiran gadis itu membuatku terlalu penasaran padanya? Tetap saja.stepheniemeyer. Membuatnya berpikir telah membayangkan yang bukan-bukan sebelumnya. Aku marah pada diriku sendiri karena meladeninya. “Tidak.Diterjemahkan dari: www. Banner masih sibuk mempersiapkan percobaan hari ini. tapi matanya sangat terbuka. “Ini. Mr. dan kejengkelan Rosalie membuntutiku. tapi tangannya melewatkan satu lingkaran.. 34 . Harus diakui aku ingin melihat wajahnya lagi. “Halo. Tapi tidak ada maknanya. dia tidak mendongak. “Ayo masuk kelas. yang biasanya membuat manusia lebih nyaman. disinilah aku.

dia begitu lemah. “Namaku Edward Cullen. “Seluruh kota telah menantikan kedatanganmu.Diterjemahkan dari: www. tanpa merasakan aromanya. seakan itu membuatnya tidak senang. “Oh. Ini membuatku merasa bersalah. Kendati tidak mau terlalu menonjol. Lagi. “Bukan. menggerakan kepalanya sedikit. “Aku belum sempat memperkenalkan diri minggu lalu. perhatian adalah hal yang tidak mengenakan. Saat memandang mata-coklat-anehnya yang dalam. kenapa kau memanggilku Bella?” “Kau mau dipanggil Isabella?” tanyaku heran. Itu adalah tatapan sama yang menghalangi pandanganku selama satu minggu kemarin. Jelas-jelas dia meralatnya berulang kali. “Maksudku. Apa manusia memang serumit ini tanpa bantuan suara mentalnya? “Tidak. Dari sikapnya—jika aku benar membacanya—dia tersiksa antara malu dan bingung. Pipinya merona. Itu hanya cara sopan untuk memulai pembicaraan.” Dia mengerutkan dahi. tidak berkata apa-apa. mencari dasarnya. Aku terus menatap kedalam matanya. Aku tidak mengerti. aku lebih suka Bella. bagi orang sepemalu dia. mata-lebar coklatnya terkejut—hampir bingung—dan penuh tanya. Kurasa. bingung kemana arah pertanyaannya.” Dia terlihat bingung—muncul kerut kecil diantara matanya. aku berhat-hati dengan gigiku. aku sadar kebencian itu— kebencian pada gadis ini yang entah bagaimana layak mendapatkannya hanya karena hidup —langsung sirna. sulit dibayangkan seseorang serapuh ini pantas dibenci. dan coba mengacuhkan rona kulitnya yang mengundang. suaranya gugup. “B-bagaimana kau tahu namaku?” dia balik bertanya. saat bersamaan mereka mencari perhatian.” sapaku. meskipun aku tahu dia sudah tahu. Kebanyakan manusia merasa sebaliknya.stepheniemeyer.” jawabnya. “Tapi kupikir 35 . Aku punya cukup persediaan udara untuk bicara seperlunya. Aku tertawa sopan—itu suara yang kutau membuat manusia rileks. Aku pasti benar-benar menakutinya. Kau pasti Bella Swan.” katanya. Tanpa bernapas.” pasti dia baru menyadari dirinya menjadi pusat perhatian di tempat yang membosankan ini.com Dia mendongak. kurasa semua orang tahu namamu. Butuh setengah detik lebih lama untuk dia menjawab.

menjulurkan kepala kesamping. Akan terlihat aneh—dan sangat tidak sopan—jika mengacuhkannya selama mengerjakan tugas berdua. Gejolaknya sama kuatnya dengan minggu lalu. dan kami mesti berpasangan hari ini. Kerongkonganku terbakar hebat lagi. Aku memberanikan diri.” kulitnya bersemu jadi merah muda. semeja denganku berarti menjadi rekan selab-ku. “Atau aku bisa memulainya kalau kau mau?” aku berkata pelan. aku bisa merasakan aromanya di lidahku. cepat-cepat membuang muka. terutama untuk seseorang yang semestinya takut ketika berada didekatku. “Mulai.stepheniemeyer. Tapi aku punya masalah yang lebih besar dari sekedar kecurigaan yang tersembunyi di pikirannya. Dia menyadari perbedaan itu. partner?” aku menawarkan.. Dia sangat cepat menebak kelalaianku. aku harus mengambil napas. yang sedang menunduk memandangi meja. Banner.. Bahkan tanpa mencium baunya. Sial baginya. Aku kehabisan udara. 36 . Cukup tajam. seperti yang lainnya. lebih takut.Diterjemahkan dari: www. Aku menjauh sebisanya tanpa harus menggeser dudukku. Itu akan membuat dia lebih curiga. Jika ingin bicara lagi. Dibutuhkan setiap titik pengendalian-diri yang kuperoleh selama tujuh-puluh tahun kerja-keras hanya untuk tersenyum dan menoleh ke gadis itu. matanya lebar. Aku baru sadar maksudnya: aku kelepasan bicara—ceroboh. Jika saja tidak menguping pembicaraan orang seharian kemarin. Ahh! Sangat Sakit. Akan sulit menghindari percakapan. Seketika itu juga ekspresinya berubah kosong. Apa ada yang ganjil dengan ekspresiku? Apa dia ketakutan lagi? Dia tidak bilang apa-apa. aku akan memanggil dia dengan nama lengkap. dan menghirup cepat dalamdalam lewat mulut. Aku merasa geram. Aku mengatupkan gigi rapat-rapat sambil berusaha menguasai diri. mengunci otot-ototku. “Kau duluan. “Oh.com Charlie—maksudku ayahku—pasti memanggilku Isabella dibelakangku—pasti itulah yang diketahui orang-orang disini.” perintah Mr. Dia menatapku.” ujarku konyol.

Ia buru-buru menarik tangannya. Aku menatapnya. Panasnya membakar cepat dari tangan ke lengan. “Anafase. “Aku akan memulainya. menulis pada lembar kerja. Aku mengambil satu napas cepat lagi. dan menjengit ketika rasanya membuat tenggorokanku perih. Sudut mulutnya bergerak turun. Bernapas cepat lewat gertak gigi sambil mengabaikan dahaga yang membakar. sekotak slide. Aku butuh sesuatu untuk dilihat. Apa dia benar-benar mengira jawabanku salah? Aku tidak bisa menahan senyum ketika melihat wajahnya saat menyodorkan mikroskop ke dia. saat menyentuh tanganku? Kulitku pasti sedingin es—menjijikan. Dia tidak terlihat takut. Aku menatap sekilas slide-nya. melalui sela gigi.” katanya. dan kemudian mengganti slide yang baru.” aku setuju. Kuambil mikroskopnya dan kuteliti sebentar.” sebutnya setelah pengamatan singkat. Apa yang dia pikirkan sekarang? Apa rasanya bagi dia. Dia benar.com “Tidak. Tidak heran dia diam. “Profase. Aku masih belum siap menoleh ke dia. seakan aku satu spesies dengannya—aku menggapai menghentikan tangannya.Diterjemahkan dari: www. daripada mengawasi darahnya mengalir di balik kulitnya yang jernih. dan wajahnya berubah dari putih jadi merah muda lagi.stepheniemeyer.” aku berkata sendiri saat akan menulis. Tangannya mengulur ke mikroskop. meskipun tadi hampir tidak menelitinya. Dia melihat ke lensa dengan sangsi. “Profase. 37 . terkejut karena dia bersungguh-sungguh. dan langsung kecewa. Rasanya seperti tersengat listrik—tentunya jauh lebih panas dari sekedar sembilan-puluh-delapan-koma-enam derajat. Selama sedetik. sebuah mikroskop. “Maaf.” Aku memilih memperhatikan peralatan yang ada di meja. Aku berkonsentrasi pada satu tugas sederhana. kehangatan kulitnya membakar kulitku.” gumamku lewat sela gigi. “Boleh kulihat?” tanyanya. “Boleh aku melihatnya?” secara reflek—hal yang bodoh. Dia sudah akan mengganti slide-nya.

” katanya datar—mungkin berusaha terlalu keras agar terdengar seperti itu—kemudian mendorong mikroskopnya ke arahku. tak perduli betapa normal. sambil menatapku sebal.. Aku menaruh slide ketiga ke tangannya. aku menemukan—dalam kekagetanku—kekesalan serupa pada mereka. Itu bukannya aku tidak melihat apa yang Mike lihat.” Mendadak moodku lenyap saat menyadari hari ini bukan cuma aku yang berusaha mengorek keterangan. “Oh. Lebih baik dari sekedar manis. coba menerka satu dari segala rahasia dirinya. Aku meneliti ulang—dia benar lagi. Aku harap dia tetap tinggal dimanapun dia pergi kemarin. Kulihat lagi gadis itu. Aku menatap balik. wajahnya menarik. “Interfase. Dia tidak terlalu lama melihat. tidak membiarkan kulitku menyentuhnya kali ini.. bicara satu kata bergantian dan tidak bertemu pandang.” aku hampir tersenyum pada ide mempertajam penglihatan-ku. Dia tidak menyentuh kertas kerjanya. Kami berhasil selesai dengan cara ini. dan ada matanya. “kupikir ada yang berbeda dengan matamu. batin Mike. Aku tidak tahu para anak cowok kesal padaku. pewarnaannya ekstrim—kulitnya yang terang dengan rambutnya yang gelap terlihat kontras. Bahkan lebih menariknya. sejak kedatangan gadis ini sepertinya. dengan mata masih di mikroskop.stepheniemeyer. Ini perkembangan baru. Pertanyaan yang aneh. “Kau memakai lensa kontak. Mike Newton sulit berkonsentrasi—dia berusaha mengawasi Bella dan aku. yang penuh rahasia. Bisa dibilang dia cukup cantik.” gumamnya.. Tidak cukup simetris—dagunya yang kecil tidak imbang dengan tulang pipinya yang lebar. Kami yang pertama selesai—lainnya tampak kesulitan. tapi mengulurkan tangan.. Sepasang mata yang mendadak sepertinya menatapku bosan. terpesona pada besarnya malapetaka. Duduk disampingnya serasa duduk disamping lampu pijar. “Tidak. kehebohan.dalam cara yang tidak biasa.Diterjemahkan dari: www.com “Slide tiga?” dia meminta. serta kerusakan yang ditimbulkan pada hidupku. Tubuhku pelan-pelan menghangat. 38 . menungguku yang menulis. dan tidak mengancamnya sosok dia bagiku. ya?” dia tiba-tiba bertanya.

” ujarnya. Bukannya itu akan banyak berguna jika dibanding aroma menggiurkan yang menguar dari kulitnya. Kelepasan bicara lagi. tertarik. Kuning terang akibat usaha berlebihan memuaskan dahaga. Sekarang.com Aku mengangkat bahu. Dengan lega aku menghirup napas dari udara bersih yang dibawanya sebelum bercampur dengan aroma gadis ini. saat dia tersenyum.” spontan aku meralat.” Ini mengejutkan dia. godaan hari ini. Banner mendekati meja kami. dan berpaling ke depan kelas. agak kebanyakan sepertinya. mataku berubah hangat keemasan. Banner menyelidik.stepheniemeyer. Dua tahun aku di sekolahan ini. Percobaan hari ini adalah materi yang dia ambil dari kelas khusus. Aku menenggelamkan diriku dengan darah binatang banyak-banyak. aku menghabiskan sepanjang akhir pekan dengan berburu. secara naluri mengacuhkan detail sosok kami agar jangan terlalu mengerti.” “Whitefish Blastula?” Mr. Untuk persiapan hari ini. Dia mengangguk-angguk ke gadis itu. Edward. Acuh adalah berkah bagi pikiran manusia. Mereka bersembunyi minder.Diterjemahkan dari: www. Kenapa harus gadis ini yang melihat terlalu banyak? Mr. aku akan menjawab iya. bahuku kaku. meneliti jawaban kami. tubuhku dibanjiri darah. “Apa kau pernah melakukan percobaan ini sebelumnya?” Aku memperhatikan. Minggu lalu. dia satu-satunya yang memperhatikanku dengan cukup teliti untuk menyadari perubahan warnah mataku. “Jadi. Banner berubah skeptis saat menoleh ke sang gadis.” Pikiran Mr. “Sebenarnya dia mengidentifikasi tiga dari lima slide ini. Yang lainnya. Tentu saja ada yang berubah pada mataku. Jika tahu maksudnya. memuaskan dahagaku sebanyak mungkin. “Apa kau masuk kelas khusus di Phoenix?” “Ya. mataku hitam karena haus. terlihat sedikit malu “Tidak dengan akar bawang merah. cenderung buru-buru berpaling saat kami balas menatap. saat terpesona dengan keluargaku. “Yeah.” 39 . “tidakkah kau pikir Isabella perlu diberi kesempatan menggunakan mikroskop?” “Bella.

pikirannya akan selamanya jadi misteri.” tanyaku.” jawabnya. Ini tidak mengejutkan. Mungkin sebaiknya kau kembali ke asalmu. Tentang cuaca—selalu aman.” dia berputar dan menjauh sambil bergumam pelan.. “Sayang sekali turun salju. Dia menatapku dengan ekspresi ragu yang terlihat jelas di matanya—reaksi tidak wajar untuk ucapanku yang wajar.. terlalu menyelidik. Itu membuatku ingin bertanya lagi.” dia berkata pelan.” Ucap Mr. Itu membuatku hampir meledak penasaran—rasa penasaran itu membakar sama panasnya dengan dahaga di 40 . Tidak sopan. mengejutkanku lagi.” mungkin sebaiknya kau tidak datang kesini. Teka teki yang akan terus mengganggu. “Jawabannya.. “Atau basah.. Rasanya aku tidak terlalu yakin menginginkan hal itu. tidak menambahkan apa-apa lagi. “Kupikir kalian cocok menjadi partner. Dia kembali menggambar lingkaran. Topik sederhana yang membosankan. Banner. “Agar yang lainnya dapat kesempatan untuk belajar.stepheniemeyer.” Mata lebarnya mengerjap.” dia menambahkan. Dua kali salah dalam satu jam. mengulang pembicaraan ringan yang telah kudengar ratusan kali hari ini. “Tidak juga. Dia berasal dari kota yang cuacanya hangat—kulitnya menunjukan itu. “Kau tidak suka dingin. Jawabannya tidak seperti yang kuharap. ya kan?” kataku. “Forks pasti bukan tempat menyenangkan bagimu. Aku kembali mengarahkan pembicaraan ke topik sepele.” Aku ragu gadis itu bisa mendengarnya. Sangat memalukan.” aku menebak. tidak santai seperti percakapan biasa.com Ternyata untuk ukuran manusia dia termasuk pintar.Diterjemahkan dari: www. “Kau tak tahu bagaimana rasanya. sambil mengerutkan mulutnya. nadanya dingin. “Well. jika ia pergi. Meski benar-benar tidak tahu apa yang dia pikirkan—seberapa besar ketakutannya. “Lalu kenapa kau datang kesini. seberapa besar kecurigaannya—aku harus meninggalkan kesan yang lebih baik.rumit. Sentuhan esku pasti membuatnya begitu. yang segera sadar kedengarannya terlalu ingin tahu. aku ingin menambahkan. disamping kejujurannya—dan cuaca dingin pasti membuat dia tidak nyaman. Aku akan selalu ingat aroma darahnya—apa ada jaminan aku tidak akan mengikuti dia kesana? Disamping itu.

“Rasanya aku bisa mengerti. “Ibuku menikah lagi. ini sangat manusia. Mungkin sikap sopan dapat membuat dia menjawab pertanyaanku selama aku nekat menanyakannnya.” dia mengeluh panjang—lebih dari mendesah.. buru-buru. Aku ikut tersenyum. Mendadak ia mendongak. Ini membatku tidak sabar. suaraku kelewat penasaran. membetulkan asumsiku. Kesedihan tampak di matanya dan memunculkan kerut diantara alisnya. pilihan karirnya membuat dia kagum.” aku memaksa. Dia bukan pemain andal. “Phil sering bepergian. Dia pemain bola.com tenggorokanku. “Apakah dia terkenal?” aku melihat ke bundelan daftar nama pemain profesional di kepalaku.” jawabnya.” Ini tidak cocok dengan skenario yang kubangun. Aku hanya ingin membalas senyumanya—untuk memancing lebih banyak.. Aku ingin menyentuh dagunya dan mengangkat wajahnya agar bisa membaca matanya. mengira-ngira Phil yang mana. “Terlalu muda barangkali. Suaraku halus tanpa perlu dibuat-buat. berharap bisa melakukan sesuatu untuk membuatnya merasa lebih baik.Diterjemahkan dari: www. Kesedihan dia anehnya membuatku merasa tidak berdaya.” lagi-lagi tersenyum.stepheniemeyer. “Kapan itu terjadi?” “September lalu. Terdengar terlalu mencampuri. “Tidak. “Dan kau tidak menyukainya.” Ah. memang begitu. godaan itu lebih bisa ditahan setelah terbiasa.” kataku. Tapi itu terlalu bodoh— berbahaya—untuk menyentuh kulitnya lagi.” aku menerka. “Barangkali tidak. mudah dipahami. Muncul seberkas senyum di ujung bibirnya yang penuh. Aku bukan sedang ingin membuat dia nyaman. tapi cukup baik. memancing lebih banyak. dia bicara cepat. aku merasa sedikit lebih mudah untuk bernapas. Rasanya lega bisa melihat emosi di matanya lagi. Pandangannya menunduk lagi. Sebetulnya. “Kenapa kau tidak tinggal bersama mereka?” aku bertanya lagi.” berkas senyumnya makin tampak. Kutahan napasku ketika kehatangatan napasnya menyapu wajahku. “Itu tidak terdengar terlalu rumit. Dorongan yang aneh. “Benar-benar liga 41 . Phil baik. Yang harus kuakui.

Aku benar-benar tidak paham. dia tidak mengirimku ke sini. “Tapi sekarang kau tidak bahagia. “Dan ibumu mengirimmu ke sini supaya ia bisa bepergian dengannya. “Tidak. jadi kuputuskan sudah waktunya menghabiskan waktu yang lebih berkualitas bersama Charlie. Kali ini. sebal telah kalah. Aku tidak bisa berhenti menebak keraskeras. “Aku tak mengerti. atau alasan dibalik nada bicaranya.” tanggapku ringan. Tidak seperti manusia lainnya. “Mula-mula dia tinggal denganku. meskipun aku tidak tahu kenapa. merasa akhirnya berhasil melihat kedalam hatinya. Saat melihat hal ini.” aku mengakui. Dia sering berpindah-pindah.” 42 .” Aku tidak tahu maksudnya. kebutuhannya sendiri ditempatkan paling dasar. seakan tidak ada lagi yang bisa dipertimbangkan. “Terus?” ujarnya. sambil menyembunyikan keingin tauanku yang makin besar. Tebakanku sepertinya menyinggung dia. misteri dibalik pikirannya yang sunyi mulai sedikit terungkap. suaranya berubah tajam. nadanya makin sayu di tiap katanya. Pada saat bersamaan. Dan berhasil lagi. Aku menatap matanya. “Ini membuatnya tidak bahagia. dan tabulasi perkiraan yang baru segera muncul tidak sampai sedetik kemudian. ternyata tidak terlalu keliru.” dia menjelaskan pelanpelan.” katanya.. Dia benar-benar tidak masuk akal. Jadi aku menyerah. Dagunya terangkat.” Kerut tipis diantara matanya makin dalam. Membuat asumsi kelihatannya lebih mudah untuk memancingnya cerita daripada bertanya.com kecil. coba terlihat santai.stepheniemeyer. aku membayangkan skenario baru.” Daftar pemain di kepalaku langsung ganti. Dia lebih mementingkan orang lain.” gumamku. Dia tertawa dingin. tapi dia merindukan Phil.Diterjemahkan dari: www. ekspresinya mendadak datar.. “Tidakkah ada yang pernah memberitahumu? Hidup tidak adil. Dalam satu kata itu dia menempatkan dirinya di tempat paling bawah dalam prioritas hidupnya. Mungkin bukan hanya keheningan pikiran dan semerbak darahnya yang tidak umum dari dia.” kataku. “Itu tidak adil. “Aku sendiri yang mau. Aku mengangkat bahu. Dia tidak seperti kebanyakan manusia. berharap mendapat reaksi darinya.

” aku akui. sisa kesenduannya. “Kau pandai berpura-pura. matanya menyipit dan mulutnya mencebik kesamping. terlihat bingung lagi. Dua kerut V diantara matanya. meskipun sama tidak merasa gembira. lebih pada diriku sendiri daripada menjawabnya. Ekspresi frustasinya terlihat lucu. problem manusia tidak penting. Selain melindungi keluargaku dari kecurigaan. Detail kehidupan manusia seharusnya tidak penting buatku. Belum pernah ada orang yang berada dalam situasi seberbahaya ini dariku kecuali gadis kecil ini—kapan saja.” Dia mengerutkan muka. masih mempertimbangkan hipotesa selanjutnya. pembicaraan ini. menggangguku.” “Kenapa ini penting buatmu?” tuntutnya. aku tidak dapat menyentuhnya. itu saja. Aku terlalu mengandalkan pendengaran ekstraku—kelihatannya aku tidak sepeka seperti yang kupikir. masih membuang muka. “Ya sudah. “Tapi aku berani bertaruh kau lebih menderita daripada yang kau perlihatkan pada orang lain.” dia memberitahu. Tapi aku belum mau menyudahi pembicaraan ini. Matanya mengerjap sesaat. Aku tahu sedikit tentang hidup yang tidak adil. “Kurasa tidak. Dia mengeluh sambil masih memandang kesal ke depan kelas. Aku tidak biasa kalah dalam hal intuisi. kalau aku terlena. tapi pura-pura tidak mendengar. lucu. “Aku yakin pernah mendengarnya disuatu tempat sebelum ini. Ketajamannya lebih baik daripadaku—dia langsung melihat ke inti masalah sementara aku berpusing di pinggiran. Itu sangat tidak aman.stepheniemeyer. Semua situasi ini. Dia tidak suka saat tebakanku benar.Diterjemahkan dari: www. Aku ingin menghapusnya dengan ujung jariku.” Dia menatapku balik. Dia bukan martir biasa—ia tidak ingin orang lain tahu penderitaannya.com Aku ingin ikut tertawa. Tapi. 43 . menebak asal-asalan. Suatu kesalahan untuk peduli dengan isi pikirannya. lalu ia membuang muka kedepan. Itu membuatku tersenyum. “Apa aku salah?” Badannya bergerak gelisah. aku bisa menghirup lewat hidung dan menyerangnya sebelum bisa kucegah—dan dia kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya. tentu saja. “Pertanyaan yang bagus.” aku berkata pelan. dan kembali menatapku lagi.

” “Kalau begitu kau pasti sangat pintar membaca sifat orang.” aku mengiyakan. Tapi belum apa-apa aku sudah tidak sabar ingin bicara dengannya. seakan ada bahaya tersembunyi yang tidak bisa kulihat. Mr Banner baru saja menyuruh semua untuk tenang. Alasan dia kesal karena menurutnya aku melihat dirinya terlalu mudah. yang lagi-lagi. Aku harap dia begitu. jadi mungkin secara tidak sadar dia mengerti. Aku menatapnya terheran-heran. membiarkan mulutku tertarik kebelakang untuk memperlihatkan kilatan barisan gigi tajam dibaliknya. Aku tersenyum lebar.” dia menebak.Diterjemahkan dari: www. meskipun sudah coba kuusir. Aku tidak boleh mendapati Bella Swan menarik. dan gadis itu langsung berpaling dariku.” tanyaku. “Biasanya.” Dia memberitahu. Itu kelakukan bodoh. Dia terlihat lega karena teralihkan.. sejeli sebagaimana dia kelihatanya. merasa aneh.” bantahku. membuat asumsinya sendiri. “Kebalikannya.com “Apa aku mengganggumu. “Aku lebih kesal pada diriku sendiri. gelisah. Sungguh aneh. sambil tersenyum tanpa sebab. Ekspresiku sangat mudah ditebak—ibuku selalu menyebutku buku yang terbuka. hidup bukan istilah yang tepat. Aku belum pernah berusaha sekeras ini untuk bisa memahami seseorang selama hidupku—atau lebih tepatnya eksistensiku. tanpa sadar bergeser selama pembicaraan tadi. Aku tidak akan sanggup menahan diriku. Aku tidak bisa disebut hidup.” Keningnya mengerut. khawatir. “Aku malah sulit menebakmu.stepheniemeyer.. Aku menyadari muncul kekaguman dalam diriku. Tiba-tiba aku berada di tubir jurang. tapi tatapannya terperangkap pandanganku. Badannya duduk lebih dekat dari sebelumnya. “Tidak juga. Aku ingin tahu lebih banyak 44 . Dia bermaksud mengerling sekilas. Tapi entah kenapa aku sangat ingin memberi peringatan pada gadis itu. menggerutu. Aku tidak bisa melihat apa peringatanku menimbulkan efek. Semua isyarat kecil yang biasanya menakuti manusia kelihatannya tidak berlaku pada gadis ini. tepat sasaran. Kenapa dia tidak juga lari ketakutan dariku dengan dihantui teror mengerikan? Tentunya dia cukup melihat sisi gelapku untuk menyadari bahayanya.

Dia melihat ekspresi liarku sekilas. di luar aku menghirup dalam-dalam udara segar yang lembab seakan itu ramuan penyembuh. iya kan? “Iya. Semakin menarik dia bagiku. kehidupannya sebelum kesini. Tidak.. aku tidak boleh mendapati dia menarik. Ini sama dengan waktu pertama kali—seperti bola penghancur. tapi kemudian memutuskan untuk tinggal. Aku sudah membuat dua kesalahan kecil hari ini. Kesakitan akibat api yang membakar dahagaku membuatku pusing..com tentang ibunya. Jika Alice butuh bantuan. Dia terikat kencang. Monster dalam diriku menggeram. “Kali ini. “Tidak ada yang mati. Semua hal sepele yang akan mengungkap kepribadiannya. aku tidak tahu seburuk itu. Tidak sadar. Dia meyakinkan aku. Aku harus mencengkram meja lagi agar tetap duduk. Lagi. tapi tidak menikmati kesakitanku. Bagaimana tadi? Dia membatin khawatir. aku melihat ingatannya barusan. melihat keluar lewat pintu yang terbuka dari kelas sebelumnya: Alice berjalan panik dengan wajah kosong melintasi lapangan menuju gedung kelas biologi.Diterjemahkan dari: www. Tidak ada yang mati. ia akan bilang. Memang tidak.” desisku lewat sela gigi. Kurasa itu berita baik. kukira. tiba-tiba ia mengibas rambutnya tepat pada saat aku mengambil napas.. Paling tidak untuk saat ini... Saat aku melihat Alice kabur dari kelas. Apa aku akan membuat yang ketiga. Kali ini aku lebih bisa mengontrolnya. dan menjauh sebisanya dari gadis itu. Aku menutup mataku ngeri sekaligus jijik saat tiba di kursi. Aku berhenti bernapas. semakin besar kemungkinan aku akan membunuhnya. Tadi aku tidak berniat akan. hubungan dia dengan ayahnya.stepheniemeyer.” aku bergumam. Aku pergi sejauh mungkin dari gadis itu.. Minimal aku tidak merusak apa-apa. Dalam perjalanan masuk kelas. resiko yang tidak semestinya dia tanggung. “Aku tidak sadar tadi itu segitu dekat. Emmet menunggu di depan kelas Spanyol. Tapi setiap detik yang kuhabiskan bersamanya adalah suatu kesalahan.” bisikku. Gelombang pekat aromanya langsung memukul belakang tenggorokanku. yang tidak kecil? Begitu bel berbunyi. aku langsung cepat-cepat keluar—mungkin menghancurkan segala kesan baik yang tadi aku bangun.” Mungkin lain kali akan lebih mudah. 45 . Tadi ia ingin ikut mengejar.

puedas tu ayuda a tu hermano?” pinta Senora Goff pada Emmet. Langit keunguan diatasnya.” Aku menentang penerimaannya pada ide bahwa aku dapat membunuh gadis itu. Seorang wanita paruh baya sedang mengangkat cuciannya dari seutas tali yang membentang diantara dua pohon apel.Diterjemahkan dari: www. Dan dia sudah mengikutiku. dari luka di kulitnya menguar bau kental yang pekat. Aku bisa melihat wajahku di pikirannya. hampir malam. Tidak sampai setengah detik. Harmonis. ke sebuah jalan pedesaan.. seakan itu hal yang tidak terelakan. gigiku terkatup sangat rapat hinga bisa memotong besi. Aroma segar rumput yang baru dipotong menjadi latar. Dia mengangkat bahu. Tidak akan ada yang menuduhmu teledor. baru kembali setelah dimintai tolong Rosalie. Emmet.stepheniemeyer. Aku kagum kau bisa menahannya selama ini. Kau bukan orang pertama yang mengacau.” Atau. kecuali kemudian angin malam menerbangkan sprei putih yang baru akan diambil dan mengehembuskan aroma perempuan itu ke wajah Emmet. membawaku kembali ke lima puluh tahun yang lalu.” aku menggeram pelan. terkejut dengan gerakan mendadakku. tanpa menahanku keluar kelas. Emmet sedang menyusuri jalan itu.” Aku dengar Emmet menjawab. Emmet terkenang.” bisikku. Apa dia yang salah jika baunya menggiurkan? Aku tahu ketika itu terjadi padaku maka. Kadang memang ada orang yang baunya terlalu nikmat. Edward?” tanya Senora Goff. “Me perdona. Aku bahkan tidak berpikir untuk menahannya. 46 . Dia sudah akan membelok di ujung jalan dan tidak ada alasan untuk mengingat sore itu.. dan aku tahu aku terlihat jauh dari baik-baik saja. Waktu itu petang. mungkin kau akan membunuhnya. “Tentu saja.com “Tentu. “Esta bien. Aku langsung terlonjak. Seakan ingatanku masih belum cukup. sambil segera menuju pintu. jingga di sebalah barat pepohonan. hingga berhasil mengejar dan memegang pundakku. “Itu tidak menolong. “Emmet—por favor. Aroma apel menggantung kuat di udara—masa panan telah selesai dan sisa-sisa buah yang rusak berserakan di tanah. Ingatannya jadi terlalu gamblang untuk ditahan.. Dia mengikutiku menjauh dari kelas. Aku tahu. “Ah.

Pembicaraannya paling-paling tidak penting. Aku belum pernah melihat dia benar-benar bicara dengan siapapun sebelumnya. tidak akan lebih baik jika aku melupakannya.” Dia meninggalkanku tanpa berkomentar atau berpikir. karena tadi aku bicara dengan gadis itu di kelas biologi. berusaha tidak memikirkan aroma dan rasanya saat menanyakan itu. “Tidak. Mungkin aku harus pergi..Diterjemahkan dari: www. aku justru menyapu gumaman-gumaman pikiran yang ada didalam kelas. lebih parah. Aku tidak suka caranya menatap Bella. “Apa seburuk seperti itu?” dia bertanya.. menunggu hingga sekolah usai. Tapi. seperti seorang pecandu... Di kelas olahraga bersama Mike Newton. “Lebih parah. dan telapak tangannya sekaligus.” Dia terhenyak. Bersembunyi. membersihkan kepala dan paru-paruku. dan tidak terlalu berhasil. Aku ke mobil lagi. Jadi aku terus mencari. cepat-cepat menjauh. tapi aku tidak sedang tertarik mendengarkan penglihatan Alice atau keluhan Rosalie.' Kira-kira seperti itu. senang dengan ide bahwa Bella kelihatannya tidak 47 . tapi gadis itu sedang tidak besamanya... dan akhirnya aku menemukan lokasi gadis itu.” aku menghirup panjang. Ia akan mengatakan ke guru Spanyol kami bahwa aku sakit. Suara-suara yang sangat kukenal muncul. Tapi Bella tidak kelihatan terlalu bersemangat. Pikiran Mike Newton menarik perhatianku. Dia kesal. Mungkin. Apa alasan dia penting? Mungkin aku tidak akan kembali. Aku ingin sendirian. Lagi. atau aku ini seorang vampir berbahaya yang lepas kendali. Dia terus berpikir negatif seperti itu. Tentu saja ia akan melihat Bella menarik. Aku seharusnya menggunakan waktuku untuk mengambil keputusan atau coba memantapkan diri. Cukup mudah menemukan Jessica. Apa katanya tadi? 'aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya senin lalu. Kembali ke kelas. Dia sedang mengejar tanggapannya saat menyinggung topik itu.stepheniemeyer. Emmet.com Aku menampiknya dengan kekuatan yang tidak perlu. Kedengarannya dia tidak takut. Emmet. atau bolos. Itu akan meremukan tulang lengan manusia.” “Aku tahu. “Sori. Edward.

Bukan mengintai. ketika akan tiba di parkiran. Ini menggangguku lebih dari semestinya. Apa aku ingin dia melihatku ada di sini? Apa aku berharap ia akan datang bicara padaku? Apa yang kulakukan? Meskipun terus meyakinkan diri untuk kembali ke mobil. mengarahkan ke penghangat seakan sedang mengeringkan rambut. Sudut bibirnya turun. Beberapa kali dia melihat ke awan sambil meringis. aku tetap tidak bergerak. jadi aku berhenti mendengarkan. Aku merasa kecewa ia sampai di mobil sebelum melewatiku. Saat murid-murid mulai keluar dari ruang olahraga. 48 . Aku ingin tahu kapan tepatnya ia akan keluar dari ruang olahraga. karena sikap tidak bertanggung jawab ini. si bongsor karatan yang umurnya lebih tua dari ayahnya. Hanya bersiap-siap.com terlalu tertarik dengan pembicaraan denganku tadi. dan bisa kulihat di matanya ia terkejut sebelum kemudian berpaling dan memundurkan truknya. aku coba meyakinkan diriku. Aku melipat tangan di dada dan bernapas sangat pelan ketika melihat dia berjalan ke arahku.stepheniemeyer. Tapi kemudian mendecit berhenti lagi. belakang truknya hampir menyenggol Toyota Corolla milik Erin Teague. untuk mengintai gadis polos itu. Apa memangnya dia akan bicara denganku? Apa aku akan bicara denganya? Dia masuk ke dalam truk Chevy merah kusam. dan segera membuang jauhjauh pikiran itu. Aku menyalakan CD musik rock. seakan mereka menyinggung perasaannya. menyalakan keras-keras hingga suara-suara lainnya tenggelam. Aku harus berkonsentrasi penuh pada musiknya untuk mencegahku kembali melayari pikiran Mike Newton.. Dia menyisir rambutnya dengan jari. Aku tidak mau kaget. aku keluar dari mobil. Aku memperhatikan dia menyalakan truknya—mesin tua itu menderum lebih keras dari kendaran-kendaran lain di parkiran—dan kemudian menjurkan tangannya kearah penghangat. dan akhirnya melihat ke arahku. Aku mencuri-curi beberapa kali. Dia tidak melihatku. setelah hampir satu jam. Dia menatapku balik hanya setengah detik. Dia melihat sekitar sebelum mundur.. Aku membayangkan bagaimana baunya di dalam sana. Udara dingin pasti membuatnya tidak nyaman—dia tidak suka. tidak yakin kenapa. Diluar hujan rintik-rintik—kuacuhkan saat mulai membasahi rambutku.Diterjemahkan dari: www.

49 . membuatku tertawa saat dia melintas. Ketika mobil lain lewat. sangat hati-hati hingga membuatku geli.com Dia menatap kaca spionnya. Mungkin di pikirannya dia itu berbahaya saat mengendarai truk jompo itu. tak perduli apapun yang dikendarainya. Bayangan seorang Bella Swan berbahaya bagi orang lain. mulutnya menganga ngeri. memandang lurus kedepan.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. ia mengecek spionnya dua kali sebelum pelan-pelan keluar dari tempat parkir.

apa waktu itu ia melakukan hal yang tepat dengan mengirimku pergi.” “Aku sangat sedih kau menderita.Diterjemahkan dari: www. Sedikit pencegahan.” “Apa yang terjadi.” “Apa kau pernah. “Aku tidak mengerti. Saat berlari menembus kegelapan hutan.. jika aku tinggal. ia mengingat kembali ucapan perpisahan satu minggu lalu. Tapi akan terjadi. Ini. melihat kilat liar di mataku melalui tatapannya yang prihatin. Ini lebih cepat. tak perduli aku coba menghindar lagi. tapi kuputuskan untuk tetap berburu. Aku akan merindukanmu... Jika kau memintaku tetap tinggal. “Tidak. Aku harus pergi sekarang juga.com 3. Edward.” Dia menggapai tanganku.” bisikku sambil lari.” “Tidak ada. bawa mobilku.stepheniemeyer. “Memang itu yang kubutuhkan.apa ada masa dimana. “Edward?” “Aku harus pergi.” Kulihat diriku menarik napas panjang. “Pernahkah ada orang yang baunya lebih mengundang bagimu dari yang lain? Sangat sangat mengundang?” “Oh.. “Lakukan apa yang harus kau lakukan untuk menahannya. Belum. Fenomena Aku tidak haus. tapi aku menjauh. wajahku tertunduk malu. Dia menjangkau untuk menyentuhku. Khawatir telah menyakiti perasaanku karena kurang percaya padaku. Carlisle ikut menemani. sangat mungkin aku akan mengkhianati kepercayaan itu. dan memegang pundakku. Dan bisa kurasakan betapa itu menyakiti perasaannya. Tapi kau harus melakukan apa yang kau 50 . Carlisle.” Sekarang dia bertanya-tanya.” Saat tahu dia mengerti. kami belum sempat bicara berdua sejak aku kembali. meski aku tahu tetap tidak akan cukup.

dia memperhatikan ekspresiku. “Tapi itu lebih baik daripada membahayakan dia. Bagaimanapun juga. setelah ada korban jiwa.” Sebetulnya perkataan Carlisle justru membuatku lebih ingin tinggal. Mereka tidak akan kesal. Kau hanya perlu minta... Gadis itu akan pergi satu atau dua tahun lagi.” “Tentu kami akan ikut. tapi di berhutang padamu.” “Aku tidak suka jadi pengecut. “Iya.. iya kan? Aku tidak menjawab. bukan karena harga diri yang membuatku tinggal. sebelum ada insiden.” “Kau betul. Apa karena harga diri.” 51 . Edward? Tidak ada yang memalukan dalam— “Bukan. Tapi kau tidak akan pergi? Aku mendesah. Aku mengacuhkan kata-katanya. Dia akan pergi dalam satu atau dua tahun lagi.” “Lantas kenapa kau kembali? Kau tahu betapa bahagianya aku melihat dirimu lagi. Kau selalu ikut pindah tanpa mengeluh buat yang lain. aku tahu. jika aku bisa membuat diriku pergi. Suaraku parau. Kami melambat—hampir berlari normal. tapi jika ini terlalu sulit..stepheniemeyer. Bahkan jika harus meninggalkan kami lagi.com bisa untuk menjaga putri Chief Swan tetap hidup. Hal itu tidak akan menghentikanku. Tidak kali ini.” “Aku tahu. “Seharusnya aku pergi. jika itu yang kau butuhkan.” Aku mengangkat sebelah alisku.” pada akhirnya candanya lenyap. Carlisle berhenti dan aku ikut berhenti. Edward? Aku tidak bisa menangkap maksudmu.” aku menyetujui. Dia tertawa. aku tahu itu. Tapi kau tidak akan pergi..Diterjemahkan dari: www.. “Tidak.” “Apa yang menahanmu disini. daripada nanti. Rosalie mungkin. jauh lebih baik kita pergi sekarang.” aku mengaku. “Iya.” Apa karena tidak ada tempat yang bisa kau tuju? Aku tertawa pendek.

memulai karir. Dia menilai ekspresiku. lapisan kaca tipis menyelimuti segalanya—tiap ujung cemara.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa membayangkannya— 52 . menua. Aku mendesah. Dan aku sedang berusaha mengatasi itu. Ayo? Dia baru saja mencium bau sekawanan rusa. Dia akan melanjutkan hidupnya—dia akan memiliki kehidupan untuk dijalani. iya kan? Kita masing-masing punya kebiasaannya sendiri. Tapi tetap tidak akan ada artinya jika duduk disamping gadis itu lagi. Apapun itu tidak penting. meskipun tahu bahwa menelan darah lagi tidak akan terlalu menolong. Tidak.” dengan satu pengecualian. Kau terlalu baik. bau rusa jadi terasa menjijikan. aku mengamati air gelap yang mengalir diantara pinggir sungai yang licin. Tidak akan ada yang bertanya lebih jauh. menunggu matahari terbit. jika baunya tidak lagi lagi mengundang selera. Dia akan pergi kuliah. Tapi sangat sulit untuk bersemangat. aku tinggal di tepi sungai. Salju yang mencair telah membeku.com “Aku tidak tahu apa bisa menjelaskannya. Sekolah asrama di Eropa. mengingat bagaimana aku tidak pernah memberikan privasi ke siapapun. “Terima kasih. Gejolak remaja yang kabur dari rumah. Mereka bisa mengatur alibinya. aku tidak mengerti. semua tertutup es. Carlisle benar. Hanya selama satu atau dua tahun. Cuaca mulai dingin ketika kami pulang. Dingin dan mematung sama seperti batu yang kududuki. dan gadis itu akan menghilang. Saat ini. bahkan dengan buruan yang paling baik. tiap daun pakis. badan membungkuk dengan cakar didepan. Aku seharusnya meninggalkan Forks. Perutku kembung karena kebanyakan darah. Dia tertawa lagi. Itu tidak masuk akal. jika itu kemauanmu.stepheniemeyer.” Aku mengikuti. Mengunjungi saudara jauh. “Ayo. membiarkan baunya yang tidak mengundang menuntun kami mendekat tanpa suara. dengan ingatan darah gadis itu. tiap batang rumput. Sementara Carlisle berganti baju untuk shift pagi di rumah sakit. menatap dasarnya. Kami mengambil posisi berburu. Tapi aku akan menghargai privasimu. mungkin menikah dengan seseorang.” bahkan ke diriku sendiri.

Aku menggeleng. Itu hal yang benar untuk dilakukan. dan berapa banyak yang dari rasa haus yang tidak terpuaskan? Aku masuk kedalam untuk ganti pakain untuk sekolah. Matahari terbit dibalik awan. tapi aku akan melakukan hal yang tepat. Aku ingin kau tinggal. rasa sakit yang diakibatkan gambaran itu. Sangat terlalu bias. Aku harus mendengarkan dia. Berhenti membahayakan kehidupannya. lengannya mengait ke lengan ayahnya.Diterjemahkan dari: www. Kali ini aku tidak bisa melihat kemana pergimu.. duduk di anak tangga teratas di lantai tiga. Carlisle selalu memilih jalan yang benar. Setiap manusia di sekitarku memiliki masa depan serupa—kehidupan—dan aku jarang iri pada mereka. Aku bisa mengatasinya. Dan pikirkan 53 . Aku tidak bisa mengerti. Mungkin Jazz dan aku bisa ikut denganmu? “Mereka lebih membutuhkan kalian berdua saat aku tidak disini. Sinar redup berkilauan dari tiap-tiap permukaan kaca yang membeku. Alice sedang menungguku. Dan aku juga tahu aku terlalu bias untuk membuat keputusan yang tepat sendirian.” bisikku. Mungkin aku akan memberitahu kepergianku. aku memutuskan. Satu hari lagi. Sungguh ganjil. atau empat. Aku harus meninggalkan dia demi masa depannya. Aku tahu aku bisa mempercayai nasihat Carlisle..stepheniemeyer. Sebarapa banyak keengganan ini berasal dari obsesi penasaran. belum apa-apa keenggananku sudah mencari-cari alasan untuk tinggal— untuk menundanya dua atau tiga hari lagi. Kau akan pergi lagi. Apa aku cemburu karena dia memiliki masa depan yang tak bisa kumiliki? Itu tidak masuk akal. agar cerita yang berkembang meyakinkan. Ini akan sulit. Aku mendesah dan menangguk.com melihat gadis itu mengenakan gaun putih dan berjalan dengan iringan musik. “Aku belum tahu kemana tujuanku. dia cemberut padaku. Aku akan menemui dia satu hari lagi.

“Bagaimana dengan hari ini?” Suaraku mendadak gelisah.Diterjemahkan dari: www. Alice. Aku melihat diriku bercampur dengan bayangan aneh yang tidak dapat kukenali—bentuknya samar dan tidak jelas.” Itu tidak sama dengan jika ada kau disini. Masa depanmu berganti-ganti sangat cepat hingga aku tidak bisa mengikutinya.” Ada banyak jalan yang benar. bukankah begitu? Selama sekejapan mata ia larut dalam salah satu penglihatannya yang aneh.” Aku tertawa muram. dan menyisipkan di pikirannya simpanan penglihatan lainnya yang cukup banyak. pundaknya terkulai. Gambaran itu bergoyang-goyang kemudian menghilang seraya jutaan pilihan masa depan yang lain berkelebat kilat. kau tahu itu. Apa kau ingin membawa pergi setengah keluarganya sekaligus?” Kau akan membuatnya sedih. Kemudian.” dia meyakinkan aku. Aku tidak akan mengatakan apa-apa—biar kau sendiri yang memberitahu mereka saat kau siap. “Aku tahu. “Thanks.com bagaimana Esme. meskipun. “Ya. Semuanya serupa—kabur dan tidak jelas.” Dia berdiri dan meloncat mundur menuruni tangga. Dia berhenti. Tapi aku harus melakukan apa yang benar. “Kau pasti sadar bukan. Menurutku. sangat kabur. “Menurutku sesuatu ada yang berubah. Aku juga. lagi. tiba-tiba kulitku berkilauan dibawah sinar matahari di tengah padang rumput kecil.stepheniemeyer.. Maka itu kau harus tinggal.” “Cepat ganti baju. dan banyak jalan yang salah. “Aku tidak bisa menangkap sebagaian besar dari itu. aku mengamati bersamanya saat gambaran kabur itu berkedip-kedip dan berputar. “Aku tidak melihat kau membunuh siap-siapa hari ini. tapi.” dia mengucapkannya dengan suara verbal. Tidak cukup jelas untuk dikenali. kau jadi kedengaran seperti seorang gypsy gadungan di karnaval?” Dia menjulurkan lidah mungilnya padaku. Ada sesuatu disana bersamaku. Ini tempat yang aku tahu.” aku memberitahunya saat penglihatannya memudar. Aku akan 54 . “Hidupmu kelihatannya sedang tiba di persimpangan jalan..

Ini adalah salah satunya. satu perubahan kecil pasti akan jadi titik perhatian.stepheniemeyer. setelah delapan puluh tahun menjalani hal yang sama setiap hari dan setiap malam. Sebetulnya cukup mudah dipahami. Tentu saja. Mungkin mereka akan lebih bahagia tanpa aku. Kendaraan gadis itu muncul dengan lambat. orang yang bertanggung jawab. Sedang Emmet dan Rosalie sudah lupa dengan sekitarnya. Jalanan licin karena es. temperamental dan gampang marah. Itu adalah perjalanan yang sepi. tidak perduli betapa nikmat aromanya. Alice menemani. Yup. Aku lihat dia benarbenar serius menanggapi hal itu. Memalukan bagaimana duniaku tiba-tiba terlihat tidak ada isinya kecuali dia—seluruh eksistensiku jadi berpusat disekeliling gadis itu. Mengingat aku sekarang sudah seperti kakek-kakek. Kami cukup sadar bagaimana sangat saling jatuh cintanya mereka. Jasper tahu Alice sedang kecewa terhadap sesuatu. pertama yang kulakukan saat tiba di sekolah adalah mencari gadis itu. Dia kelihatan mencemaskan sesuatu.com merindukanmu. Dia belum datang. tapi juga tahu jika dia memang ingin membicarakan hal itu dia pasti sudah menyinggungnya.Diterjemahkan dari: www. Aku bersandar ke mobil menunggu. Mereka bosan dengan kegundahanku—terlalu sulit untuk bisa memahami ada manusia yang dapat mengganggu pikiranku begitu lama. Sungguh. betul. 55 . aku juga akan sangat merindukannya. Tapi betulkah itu gelegar mesin truknya dikejauhan. dan mereka berusaha mengemudi lebih hati-hati. saling memandang dengan tatapan mesra—agak risih melihatnya. Ada hari-hari dimana terasa lebih berat saat hidup bersama dengan tiga pasangan yang sempurna. lagi-lagi sedang tenggelam dalam dunia mereka sendiri. Mungkin cuma aku yang kadang sinis karena satu-satunya yang masih sendirian. Aku segera tahu kemudian. menyadari bahwa setiap manusia menampakan mimik serupa hari ini. Yang lain langsung masuk ke kelas. Aku menambahkan ini ke daftar singkatku: dia adalah orang yang serius. matanya berkonsentrasi keras ke jalan dan tangannya mencengkram erat roda kemudi. Ya. Tampaknya sejalan dengan karakter yang berhasil kupelajari. Hanya mempersiapkan diri.

Tidak. dan itu membuatku frustasi.. penglihatan ini tidak ada kaitannya denganku. dia justru ke belakang truknya. Dia tidak mendongak. paling tidak sampai meninggalkan parkiran yang licin. mengisi paru-paru.emosional? Lagi.. Tapi. rasa penasaran membakar seperti dahaga. Aku membayangkan apa yang akan dia lakukan ketika sadar? Tersipu lalu pergi? Itu tebakan pertamaku. Aku seharusnya pakai sarung tangan— “TIDAK!” Alice berteriak panik. mengecek pijakannya yang licin dulu. Aku mengambil napas panjang. Seakan aku harus mengetahui apa yang dia pikirkan—seakan tidak ada lagi yang berarti. Lagipula dia kelihatan butuh bantuan. itu salah. Aku akan bicara ke dia. sambil berpegangan pada sisi truknya dengan cara menggelikan. tidak yakin dengan langkahnya. dan bisa kurasakan mata Alice menatapku.. Dia keluar dari truk dengan hati-hati. melihat kebawah dengan ekspresi aneh. Tapi mungkin ia akan menatap balik. ketakutan pertamaku adalah aku telah membuat keputusan yang salah dan ia melihatku melakukan kekejian itu.. Penglihatan itu datang setengah detik sebelum kejadian. Dia tidak suka salju.. Tidak.lembut? Seakan ada sesuatu pada bannya yang membuat dia. Mobil van Tyler telah tiba di kelokan saat aku masih memperhatikan kejadian yang membuat Alice membelalak ngeri. Tapi ternyata tidak ada hubungannya denganku. sepertinya itu tidak mungkin. Pilihan itu membuat mobilnya meluncur sepanjang permukaan es. Bukannya ke kelas.Diterjemahkan dari: www.com Mobilnya diparkir tidak jauh. Mungkin sebaiknya aku kesana bicara dengan dia. tapi dia belum menyadari aku disini. Dia benar-benar kelihatan hampir jatuh. jadi pasti tidak akan suka dengan tangan pucatku yang dingin. Tyler Crowley kelihatan terlalu ngebut saat belok ke parkiran. Ototku mengejang dan langsung mengamati pikirannya. Itu membuatku tersenyum. sekedar berjaga-jaga. Mungkin akan datang bicara padaku.stepheniemeyer. Padahal yang lain tidak mengalami kesulitan—apa dia parkir di tempat yang paling licin? Dia terdiam. Tatapannya. kakinya selalu terpleset.. namun juga segalanya berkaitan 56 .. Aku mengabaikan apa yang ia pikirkan—aku sedang menikmati menonton gadis itu saat mengecek rantai saljunya. mengamati dia..

melemparkan diriku diantara van yang tergelincir dan sang gadis yang membeku.Diterjemahkan dari: www. tubuhku serasa membeku. menuju arahnya lagi—seakan dia itu magnet. Saat hampir saja meloncat tinggi untuk menghindari dia dari bahaya. Umpatan yang belum pernah kuucapkan dihadapan seorang perempuan terselip diantara gigiku. Aku dengar van itu sudah di belakang kami berdua.com denganku. Dalam sepersekian detik diantara waktu aku merenggut tubuh rampingnya dari jalur kematian. aku jadi bisa merasakan dengan jelas kerapuhan tubuhnya. dan kemudian menoleh untuk melihat kematiannya mendekat. Tapi aku tidak punya satu detik pun untuk memastikan keadaannya. Dia tidak melihatku—tidak ada mata manusia yang sanggup mengikuti kecepatanku—masih terkejut memandangi benda gelap besar yang akan segera menggilas badannya ke belakang truk. Tapi itu tetap tidak menghentikanku melakukan yang lain. Gadis itu. Masih terkunci dalam pikiran Alice. menderak begitu menyenggol bemper besi truk gadis itu. Ia mendongak. Bahkan tanpa kemampuan Alice sangat mudah membaca lintasan kendaraan itu. Van itu kemudian berubah arah. Aku telah berbuat terlalu banyak. Aku menangkap pingganggnya. Aku langsung bergerak kilat melintasi parkiran. 57 . di belakang truknya. Jangan dia! Kata-kata itu berteriak dalam kepalaku seakan berasal dari orang lain. tapi juga bagi seluruh keluargaku. Ketika mendengar kepalanya membentur permukaan es. dan waktu dimana aku menjatuhkan diri ke tanah dengan dia di pelukanku. Aku bergerak sangat cepat hingga semuanya kelihatan kabur kecuali fokus tujuanku. tapi aku tidak punya waktu menunggu hasilnya. aku menyadari kesalahan itu. menubruk terlalu cepat daripada seharusnya. bingung karena mendengar suara lengkingan bising. Dia melihat tepat kedalam mataku yang membelalak ngeri. sekaligus juga tidak menyangkal akibatnya—bukan saja resiko bagiku. karena Van Tyler—ban mobilnya kini melintasi permukaan es menuju ke arah yang paling buruk—akan berputar-putar dan tergelincir sepanjang parkiran menabrak gadis yang tanpa diundang telah menjadi pusat duniaku. berdiri tepat di tempat yang salah. yang meluncur diluar kendali Tyler. aku melihat penglihatannya mendadak berubah.stepheniemeyer.

Tapi aku terlalu cemas hingga tidak memikirkan ancaman itu. Matanya terbuka. Jendelanya pecah berantakan saat terbanting jatuh. Bisa kurasakan sisi mobilnya di belakang bahu. Aku menaruh dia lalu mengulurkan tangan. Daya dorongnya membantingku mundur ke mobil sebelah. mengetahui dapat saja menghirup baunya. Saat teriakan orang-orang mendekat. pikirannya panik. Ketakutan itu adalah yang terbesar.Diterjemahkan dari: www. Aku tahu situasiku terpojok. demi orang-orang kudus.com Terekspos. Saat mau jatuh. Tidak akan kubiarkan van ini berhasil menghancurkan dia. Terlalu menyadari kehangatan tubuhnya yang lembut menyentuh tubuhku—bahkan dengan penghalang jaket masih terasa kehangatannya. “Bella?” Aku bertanya khawatir. kemudian terayun. menangkap van itu sebelum menyentuhnya. sedang tangan kiri merangkul pinggang gadis itu dan menariknya keluar dari bawah mobil. kusorong van itu sedikit. 58 . Badannya lunglai saat kugeser hingga kakinya aman dan merapat ke sisiku—apa dia sadarkan diri? Seberapa besar luka yang kutimbulkan garagara penyelamatan ceroboh tadi? Kulepas van itu setelah dia aman. aku memeriksa wajahnya.” dia menjawab spontan dengan suara linglung. “Apa kau baik-baik saja?” “Iya tidak apa-apa. Juga tidak mungkin melemparnya—ada supirnya yang mesti dipertimbangkan. syok.. Aku sangat lega mendengar suaranya. salah satu ban itu akan jatuh menimpa kaki gadis itu.stepheniemeyer. Aku terlalu panik telah melukai dia dalam usaha melindunginya. melihat apa dia sadar—berharap-ngeri dia tidak berdarah. dan tidak keberatan dengan rasa terbakar di tenggorokan yang menyertainya. Van itu bergetar. Dan serangan ke-dua ini tidak membantu. Sambil mengggeram dalam perut. Jika kulepas tanganku. Dua ban sampingnya terangkat. Seberapa banyak yang dia lihat? Apa ada saksi yang lain? Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya jadi kekhawatiran yang paling besar. mengangkat van di udara sampai bantuan datang. Justru bisa dibilang aku menyambutnya. Aku menarik napas lewat sela gigi. Terlalu takut mendapati dirinya sedekat ini. kutangkap bawahnya dengan tangan kanan.. Oh. kapan malapetakanya selesai? Apa lagi yang akan salah? Aku tidak mungkin begini terus.

Kini. Bella.stepheniemeyer..” aku memperingatkan. Dia teralihkan oleh kegemparan orang-orang. tapi apa dia boleh 59 . Dimana-mana terdengar teriakan dan pekik kaget pikiran. Aku menjauh sejauh mungkin di ruang sempit diantara himpitan dua kendaraan ini.lebih aman? Lebih baik.” keluhnya.” suaranya perlahan menghilang. “Hati-hati. maka orang lain jadi ragu dengan apa yang benar. Aku pegang pundaknya untuk menahannya. tapi aku belum siap melepasnya. saat gadis ini kelihatan baik-baik saja. Kini orang-orang mulai merubung. “Bagaimana kau bisa sampai disini secepat itu?” Kelegaan berubah masam. Sepertinya itu membingungkan dia. “Aduh.. Kuamati pikiran-pikiran itu sekilas untuk memastikan tidak ada yang curiga. Aku hampir tertawa geli. Dia melihat terlalu banyak. memeriksanya dengan peralatan lengkap. Berpaling duluan adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang pembohong amatir. Aku mendadak jadi cemas ingin segera membawanya ke Carlisle. Kebanyakan para murid.” aku tahu dari pengalaman. jika sangat yakin saat berbohong. “Itulah yang kupikirkan. ekspresinya masih syok.” Tidak ada bau darah segar—untung saja—tapi ini tidak menyingkirkan kemungkinan luka dalam.. “Kurasa kepalamu terbentur cukup keras. “Bagaimana bisa.com Dia berusaha untuk duduk. bersahabat. Kali ini kuijinkan. Dia berusaha duduk lagi. rasa humor lenyap. Aku butuh mengambil napas agar bisa memainkan peran dengan benar. matanya mengerjap bingung. Dia berusaha untuk berdiri. “Coba jangan berdiri dulu.. kecemasan terhadap keluargaku jadi nyata. paling tidak. “Aku berdiri di sebelahmu. masih memegangi dia di sisiku. Entah bagaimana aku merasa. dan aku bukan amatiran.Diterjemahkan dari: www. nadanya terkejut saat menyadari aku benar tentang kepalanya. dan kemudian kuredupkan suaranya untuk berkonsentrasi hanya pada si gadis. Itu bagus. Ekpresiku lembut.” aku sudah sedikit lega hingga bisa melihat kelucuan ekspresinya. Aku menatap balik. Aku butuh menjauh dari kehangatan darah pada tubuhnya agar tidak terkombinasi dengan aromanya hingga membuatku kewalahan. Mereka saling mendesak maju untuk menonton.” dia kelihatannya baik-baik saja. Dia melihat ke sekeliling.. Dia mendongak menatapku..

Dagunya terangkat maju. aku berharap ada Carlisle. dan kemudian matanya fokus ke wajahku. Dia melirik ke tempatku tadi.Diterjemahkan dari: www. Rahangnya mengeras. Bella. Apa gunanya membuat dia memparcayai aku? “Kenapa?” dia bertanya.” “Tidak. berusaha meyakinkan dia untuk menerima versiku—satu-satunya versi rasional yang ada..” aku berkata dengan suara sungguh-sungguh. aku sedang berdiri disampingmu.. Kekehan pendek sempat terselip dari gigiku sebelum kembali ingat situasinya tidak lucu. Jika aku bisa menenangkannya sebentar. meski sekarang tidak ada yang bisa dilihat kecuali mobil Tyler. “Mau kah kau berjanji akan menjelaskan semuanya nanti?” Membuatku marah harus berbohong lagi padanya.” Aku berusaha tetap tenang. bukan hanya karena insiden ini. Mendadak aku ingin dia mempercayai diriku. namun dingin yang ia risaukan. Dia hampir terbunuh dua kali berturutan dan nyaris luka parah satu kali.” dia ngotot. saat menjawabnya. dan aku menarikmu. suaranya seperti anak kecil ketika sedang keras kepala. masih ngotot. tidak panik. ketika aku berharap bahwa entah bagaimana aku layak mendapatkan kepercayaan dia. “Tapi dingin.” aku memohon. nadaku ketus. “Bella. “Kau ada di sebelah mobilmu.” “Aku melihatmu.” Aku menatapnya lekat-lekat kedalam mata lebarnya.com menggerakan leher? Lagi.” Hal itu membuatku masam lagi. Bella mengerjap. “Percayalah padaku. “Kumohon. “Tidak. aku bisa meruntuhkan ceritanya dengan menyalahkan kepalanya yang terluka.” dia mengulangi dengan nada ketus sama.” dia mengeluh.” “Baik. Hasrat yang konyol. Jadi. “Baik.stepheniemeyer. Tahunan mempelajari teori kedokteran tidak sebanding dengan berabad-abad praktek secara langsung. 60 . Sangat ingin. “Kau ada disebelah sana. mencuri waktu untuk menghilangkan bukti.

Tapi sepertinya Bella mengalami gegar otak. Dalam pikirannya ia tidak curiga. Akhirnya. Dia tidak langsung membantah ceritaku. Sesosok pria beruban yang tidak asing mendekatiku. Sangat menjengkelkan harus menunggu—banyak mata menatapku—saat orang-orang berusaha menggeser vannya.. tapi semuanya terpecahkan— karena tidak ada lagi kemungkinan pemecahan yang lain—bahwa mereka hanya tidak menyadari aku berdiri di samping gadis itu sebelumnya. 61 . “Hey. dan Emmet. yang menatapku sengit merasa dikhianati. Oh. para saksi dan orang-orang yang baru datang. iya betul.com Ketika usaha penyelamatan mulai dilakukan—para orang dewasa datang. Itu membuatku lebih rileks.. dan tidak menemukan hal yang berbahaya. Dia seorang perawat. Kepalanya terbentur cukup keras ketika aku mendorongnya. Dia seorang martir pendiam—dia lebih memilih menderita diamdiam. bukan kah begitu? Tidak akan ada yang percaya pada cerita seperti itu ketika banyak penonton justru bersaksi sebaliknya. “Apa kau baik-baik saja.stepheniemeyer. Aku mesti menunggu sampai gadis itu teralihkan. trauma. Edward. Aku ingin meratakan bekas penyok pada mobil coklat yang terhantam pundakku. Aku mesti membayar mahal nanti malam. Ini suatu keberuntungan—satu-satunya keberuntungan hari ini—dia yang pertama kali tiba. Aku mengenalnya cukup baik dari rumah sakit.. Hanya dia yang tidak mau menerima penjelasan yang mudah. tapi dia terlalu dekat. Aku mencari ke setiap benak di parkiran.Diterjemahkan dari: www. Beberapa ada yang terkejut melihat aku disamping Bella. yang baru saja datang. Akan lebih mudah untuk membalikan ceritanya. Dia ketakutan.. agar lebih cepat. belum ditambah benturan di kepalanya. Aku tidak kena apa-apa. Lagipula gadis ini matanya tajam. tapi aku sudah cukup terlibat masalah. kid?” “Perfect. Aku mungkin saja membantu mereka. Brett. Aku mengernyit ketika menangkap pikiran Rosalie. Kemungkinan agak syok. tapi dia bukan saksi yang akan dianggap layak. Jasper. suara sirene di kejauhan—aku berusaha mengabaikan gadis itu dan meletakan hal yang terpenting pada tempatnya.” Brett Warner menyapa.” Brett ganti mengarahkan perhatiannya pada si gadis. pihak berwajib ditelepon. mereka berhasil menggeser vannya cukup jauh hingga tim medis bisa mendatangi kami dengan tandu.

Aku selalu menganggapnya berpikiran lamban—baru sekarang aku sadar bahwa cuma aku yang menganggap dia lamban. Aku belum pernah menghabiskan terlalu banyak waktu disekitar chief Swan.Diterjemahkan dari: www.” Kata-kata Bella tidak terlalu menenangkan ayahnya. Rintihan dia sampai padaku. Menarik.stepheniemeyer. Pikirannya sebagian tersembunyi.” keluhnya.. bicara dengan nada meyakinkan sudah lebih dari cukup. “Aku baik-baik saja Char—Dad. Aku bersyukur atas bantuannya—dan lebih bersyukur lagi bahwa Emmet. Charlie Swan tidak sependiam putrinya. bukan untuk gadis ini. disamping Brett. Aku berjanji akan membiarkan ayahku sendiri yang memeriksa. Saat Alice memberi peringatan bahwa membunuh putri Chief Swan juga akan membunuhnya. Meskipun tidak terucap. Dia bertanya ke petugas medis terdekat menuntut informasi lebih banyak. kepanikan pikirannya mengalahkan semua pikiran lain disekitarnya. “Aku tidak terluka.. dan dia setuju. menggema makin dalam. Baru setelah mendengarnya bicara. Aku cuma bisa 62 . dan aku bisa mendengar pikiran Emmet berjanji akan membereskan sisanya kalau ada yang terlewat. tapi aku bisa melihat darimana Bella mendapatkannya. tidak bisa mendengar ada kata-katanya yang jelas. Kepalaku tertunduk merasa bersalah. Kepala polisi datang sebelum Bella dinaikan ke ambulance. tapi tidak sulit menolak mereka. Sangat cemas dan merasa bersalah. Buat kebanyakan manusia. Aku hanya. Hmm. Apa dia cocok dengan satupun ciri-ciri normal? Saat mereka mengenakan penyangga leher ke dia—dan mukanya langsung merah padam karena malu—aku menggunakan momen itu untuk diam-diam membetulkan lekukan di mobil coklat dengan belakang kaki. aku menyadari bahwa kecemasan dia bukannya tidak terucap. telah memaafkan pilihan berbahayaku—aku merasa lebih tenang saat naik kedepan ambulance. gelombang besar perasaan itu membuatnya pilu saat melihat anak perempuan satu-satunya diatas tandu.com Petugas medis berikutnya memaksa agar aku juga dirawat. mengucapkan satu kalimat utuh selain panik. bukannya kosong. dia tidak melebih-lebihkan. Hanya saudara-saudaraku yang melihat. paling tidak. Dengan kebanyakan manusia. “Bella!” Dia berteriak panik.

untuk memastikan kami tidak dalam bahaya hingga harus cepat-cepat pergi. seorang diri—keberuntungan kedua di hari sial ini. dia menggantung satu 63 .Diterjemahkan dari: www. tidak. Dia ada di tempat yang salah pada waktu yang salah..” aku berbisik ngeri. Dia bertumpu keatas meja kayu walnut nya yang rapih sambil menatapku nanar. Bukannya menjejali dengan bingkai ijasah. Wajahnya pucat. Tapi sekarang ada yang lebih penting—untuk menilai kejadian tadi dari berbagai sudut. tapi—“ “Apa yang terjadi?” “Gara-gara mobil bodoh itu. Matamu. Tapi aku tidak bisa membiarkannya—membiarkan mobil itu meremukan dia—“ Coba ulangi. Tentu saja.. prioritas pertama adalah mencari Carlisle. aku tidak mengerti. Dia ada di dalam kantornya yang kecil.. Aku ingin mendengar lebih banyak. Sejauh yang bisa mereka katakan. sejauh ini.” Dia langsung menghela napas lega. “Dia terluka Carlisle. Aku cepat-cepat menghambur dari pintu depan. aku seharusnya tahu. Bagaimana kau terlibat? “Sebuah mobil van tergelincir diatas es. Dia langsung terlonjak berdiri. mungkin tidak serius. tapi aku juga tidak bisa melepas Bella dari pengawasan. “Carlisle.” Dia mendengarku mendekat tak sabar. sedang sisa harmoni lainnya. dia menyadari mataku yang masih keemasan. Aku mesti mendengarkan. aku mengawasi dia lewat pikiran tim medis. dan segera waspada begitu melihat wajahku. Aku menatap dinding di belakangnya saat bicara.. siapa tahu misteri kecil baru ini bisa membawaku menemukan kunci rahasia gadis itu. Maaf aku berpikiran yang tidak-tidak. tentu saja. tidak ada luka serius pada gadis ini. Dan Bella masih bertahan pada cerita yang kuajukan. Edward—kau tidak— “Tidak. bukan itu. Ketika tiba di rumah sakit. Cukup sulit menjauhkan diri dari misteri yang telah membuatku terobsesi. Aku harus konsentrasi. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pikiran-pikiran yang ada di ambulance.stepheniemeyer. Cukup mudah menemukan pikiran ayahku. Tapi sebentar lagi Bella akan dimasukan ke ambulance.com menangkap satu nada.

Dan itu tidak mudah bagimu.com lukisan cat minyak sederhana—salah satu lukisan favoritnya. tapi.” “Itu tidak penting. “Kumohon. Jika kita harus pergi. tapi lagi. Entah kapan. kita pergi.. paling tidak bagi dia.” Belum? “Dia menyetujui versi ceritaku—tapi dia mengharapkan penjelasan. Aku tidak bermaksud membahayakan kita. Tidak ada yang memperhatikan. Barangkali tidak perlu.” Ujarku. Aku bangga padamu Edward.... “Dia tidak jauh di depannya. mengingat aku pernah yakin bahwa Bella tidak akan 64 . Kelihatannya tidak apa-apa. Aku bisa melihat ironinya. Tadi aku berlaku sebaliknya dari peranku semestinya.. “Aku menjatuhkan dia ke aspal agak keras.. dan itu menggelitik.. Dia merapihkan rambut putihnya—sedikit lebih terang dari mata emasnya—dan tertawa. Apa yang sudah ia katakan ke orangorang?” Aku menggeleng. jadi tidak cukup untuk mendeskreditkan dia.. “Belum ada. Aku juga mesti menghentikan Van itu.” aku buru-buru melanjutkan. Aku kembali sanggup menatap matanya. Alice sempat melihat itu. karya seorang pelukis bernama Hassam.Diterjemahkan dari: www.. aku bertransformasi dari seorang pembunuh menjadi penolong. “Aku sangat khawatir telah menciderainya. Kita tunggu saja apa yang terjadi. “Dia tahu ada sesuatu.stepheniemeyer.kecuali dia.yang salah denganku..aku minta maaf Carlisle. Aku tertawa bersama Carlisle. Ini merupakan hari yang menarik bagimu bukan? Dia membatin. ketika bergerak kilat melintasi parkiran. tidak ada yang melihat. mari? Sepertinya aku punya pasien yang harus diperiksa. Kau melakukan hal yang benar. “Kepalanya terbentur—well. Aku. kecuali dia. Tapi tidak cukup waktu untuk melakukan apapun kecuali lari melintasi parkiran dan menyelamatkan dia. sedikit frustasi.” Ekspresi Carlisle terlihat lebih cerah. Carlisle mendengar kesan itu pada suaraku. pada sekejapan sembrono tadi.” Dia mengitari meja dan memegang pundakku.” Aku merasa seperti orang rendahan hanya dengan mengatakannya.” Alisnya mengerut. aku yang melakukannya. mempertimbangkan kejadian ini.

tanganku pada gagang pintu. Aku menunggu sendirian di kantor Carlisle—masa penantian yang paling lama yang pernah kurasakan—mendengarkan semua pikiran di rumah sakit. Tapi kemudian napasku memburu. itu aneh. Aku harus mengingatkan diriku sendiri untuk berhatihati. pada fakta bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keluargaku. kelihatannya terluka lebih serius. Tyler merasa sangat bersalah. Tyler Crowley.” dia berkata. kurasa 65 . dia mempercayai diagnosa asistennya bahwa si gadis hanya luka ringan. ketika Tyler tidak menyadari siapa yang dia maksud. Aku ingin mendengarnya sendiri. Kemudian diam cukup lama hingga Tyler menduga pertanyaannya telah membuat bingung. “Edward menarikku dari jalan. tidak bernapas. Bisa-bisanya Tyler tidak melihat hal itu? Kemudian tiba saat yang membuatku tegang.. tapi aku tahu Carlisle benar. Akhirnya ia melanjutkan. Ia ragu-ragu. dan tidak bisa berhenti mengungkapkan penyesalannya. Perhatian perawat beralih ke dia. Sekali melihat wajahnya.Diterjemahkan dari: www. Tiba-tiba aku sudah di depan pintu. Aku menunggu. “Edward Cullen. “Wow.” aku bersumpah.. Hasrat untuk bertemu dengan dia berkembang makin kuat.stepheniemeyer. Itu tidak terlalu membuatku lega. “Dia berdiri disebelahku. Ada kegetiran pada tawaku karena hal itu masih sepenuhnya betul. sementara Bella menunggu giliran dirontgen. si pengemudi van.com pernah membutuhkan perlindungan dari bahaya apapun lebih dari aku.” Aku menghela napas. Tyler bertanya bagaimana ia bisa menyingkir dari jalan.. “Aku tidak melihat dia.” “Cullen?” Huh. Bella akan langsung ingat padaku. Aku belum pernah mendengar dia mengucapkan namaku. Sangat jelas gadis itu berharap dia berhenti.” aku mendengar dia menggumam. Aku bisa melihat ekspresi Bella melalui mata Tyler. “Mmm. Aku suka pada cara dia mengucapkannya—bahkan hanya dengan mendengarnya melalui pikiran Tyler. Itu akan membuatnya cerita kemana-mana.. Kini ia punya lawan bicara yang cukup bersemangat. Carlisle tidak turun tangan...

stepheniemeyer. iya. Aku tidak melukainya. Kerja bagus.. paling tidak jika tahu motivasiku sebenarnya. Bahkan ketika acakacakan begini. tapi mereka tidak membawa dia dengan tandu.. baru menyadari pikirannya.. tidak terlalu.. namun aku tahu ia tidak akan setuju dengan apa yang akan kulakukan. Ah. Untuk membayar hari ini. Carlisle memasang hasil rontgennya ke lightboard. Aku diam selama mungkin. Kepalanya baik-baik saja. seperti tidak terjadi apa-apa. setengah jalan menuju UGD.Diterjemahkan dari: www. Kami tidak sendirian. Kau kelihatan jauh lebih baik..” aku menggumam dibalik napas. Tapi dia sudah dibawa balik lagi ke UGD. Aku bersembunyi di pojokan. Untungnya. Aku mengambil jalan memutar ke ruang rontgen. “Kurasa aku akan bicara dengannya—sebelum dia bertemu dengan mu. Carlisle memergokiku. Aku tidak perduli jika menurut Tyler dia cantik. Namun aku sempat mencuri lihat hasil rontgennya saat si perawat pergi. seorang perawat masuk duluan—Giliran Bella untuk dirontgen. tapi aku tidak perlu melihat dua kali. Dia baik-baik saja. Dia ada disini entah dimana. Nada persetujuan dari ayahku membuat reaksiku campur aduk. koridor penuh dengan perawat dan pengunjung. Semua bisa melihat hal itu. dia berkomentar. marah kah yang lebih tepat? Tidak masuk akal. Agar dia tidak 66 .bagaiman yang kurasakan? Terganggu? Atau.. Dia cantik. dia sedang berpikir. tapi tetap saja. Bukan tipeku. aku harus mengajaknya kencan. Kurasa begitu. Edward. tanpa berpikir apa yang sedang kulakukan. tapi ketidaksabaran-ku yang akhirnya menang. Aku seharusnya senang.com kejadiannya berlangsung cepat sekali.. Apa dia baik-baik saja?” “Sepertinya begitu.” Aku melihat tatapan menimbang pada wajahnya. “Bersikap normal. Aku jauh lebih tenang. Aku hanya melihat lurus kedepan. berusaha menguasai diri saat ia didorong dengan kursi roda.. Tidak ada alasan bagiku untuk merasa. kecurigaan menggantung di matanya. tapi perubahan kecil pada ekspresinya tidak dilihat Tyler. Dalam sekejap aku sudah berada di koridor.

ia sudah akan bicara.. Akhirnya aku menarik napas dalam-dalam dan mendekat. Mungkin aku memang pembohong besar hingga bisa mengelabui Carlisle. “Hai. “Aku mulai berpikir gadis itu betul-betul punya nasib sial. Aku akan menyusul sebentar lagi. Ini terakhir kalinya aku akan melihat dia. dan sesekali jarinya bergerak tidak sabar. 67 .” Forks tentunya tempat yang salah bagi dia. Aku terdiam Sudah sana. Matanya tertutup. Ketika sampai di UGD. Aku ingat punya peran yang harus kumainkan.” sapa Tyler. Hmm. “Ide bagus. Tanpa berpikir. jadi aku tersenyum seakan tidak ada kejadian apa-apa pagi ini—selain luka di kepalanya dan imajinasinya yang berlebihan. Carlisle mengangguk-angguk sendirian.. merasa bersalah.com makin curiga. Aku cepat-cepat pergi. “Aku sangat menyesal—“ Aku mengangkat tanganku. aku tersenyum terlalu lebar pada leluconku. Mata Bella tiba-tiba terbuka dan melihat ke arahku.” Aku melirik untuk melihat apa yang menarik perhatiannya. kemudian menyipit dengan tatapan marah dan curiga. Apa alasannya karena aku tidak suka meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan? Tapi sepertinya itu tidak cukup menjelaskan. Coba lihat bekas-bekas memar ini! Berapa kali dulu ibunya menjatuhkan dia? Carlisle tertawa sendiri pada leluconnya.” semuanya alasan yang bisa diterima. Kenyataan itu memicu rasa nyeri di dadaku. “Apa dia tidur?” aku bergumam pelan. Tyler terlihat masih terus menggumakan peyesalan.” aku berkata masam.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. tapi aku memberi isyrat agar dia tetap tenang. tapi napasnya tidak teratur. Aku menatap wajahnya lama-lama. dengan kau disini. Edward. Matanya sesaat melebar. tidak seru. masih memandangi hasil rontgennya. “Tidak ada darah. Selalu berada di tempat yang salah dan waktu yang salah. Jangan buat dia curiga. Ketika Tyler melihatku. Gadis itu berusaha mengabaikannya dengan pura-pura tidur.

Carlisle mendekat dan tangannya meraba ringan kepalanya sampai menemukan benjolan dibawah rambutnya.stepheniemeyer. Dia punya sikap yang menyejukan disamping kebaikan hatinya. “Aku baik-baik saja. “Jadi.Diterjemahkan dari: www. Jika kau sangat-sangat fokus pada hal lain.. apa kata mereka?” aku bertanya padanya. Miss Swan.” Aku menatap reaksinya baik-baik saat ayahku masuk.” Dia mengeluh. Kemudian ia mengerling kesal padaku. Bagaimana bisa kau tidak ditandu seperti kami?” Ketidaksabarannya membuatku tersenyum lagi. yang terbaring tidak jauh dariku dengan darah segar pada lukanya. Apa kepalamu sakit? Kata Edward kau terbentur cukup keras. “Hasil rontgenmu baik. Para pasiennya biasanya langsung merasa tenang.com Ternyata mudah mengabaikan Tyler. Tapi aku tidak bisa mengatakan bagaimana pengaruhnya pada gadis ini. “Itu cuma soal siapa yang kau kenal. Aku menjaga jarak darinya. “Jadi. bagaimana perasanmu?“ Carlisle bertanya. godaan itu jadi tidak ada artinya. aku datang untuk menyelamatkanmu. Bibir bawahnya sedikit mencebik. dan berkata. Aku bisa mengerti. Tapi mereka tidak mengijinkanku pergi.” dia berkata pelan. kali ini agak tidak sabaran. Aku bisa mendengar suara Carlisle di koridor. duduk di ujung tempat tidur Tyler.” jawabnya lagi. Aku terkejut dengan gelombang emosi yang tiba-tiba melandaku. Bukan kah godaan yang terus menerus akan membuat pikiran kacau. Aku mengerang dalam hati. aku 68 . Tentu saja dia melihat kemiripan kami. Matanya membesar dan mulutnya benar-benar ternganga... sangat bahaya. Aku tidak pernah memahami bagaimana Carlisle melakukannya—tidak mengindahkan darah pasiennya selama merawat mereka. “Aku baik-baik saja. “Aku tidak apa-apa.. “Tapi jangan khawatir.? Tapi sekarang. Bahkan darah segar Tyler pada kepalanya yang terbalut perban jadi tidak berarti apaapa dihadapan Bella. Carlisle menyematkan hasil rontgennya ke lightboard disamping tempat tidur. Bertahun-tahun lalu. Aku telah melihat Carlisle merawat manusia ribuan kali.” aku berkata santai.

” Kali ini aku sudah mengantisipasi reaksinya—enggan mendapat perhatian. dan ia tidak ingin terlihat lemah.” Carlisle mengoreksi.” Ayahnya disini? Aku menyapu pikiran-pikiran yang ada di ruang tunggu. Aku iri pada pada perbedaan Carlisle dan aku—bahwa ia dapat menyentuh gadis itu dengan lembut. Matanya kembali menuduhku. “Oh tidak. tanpa takut.” kataku..abaikan rasanya saat ia menatap kedalam mataku. jangan mencurigakan.. Dan dia tidak mengecewakan.” Carlisle menyarankan. Tapi aku tidak bisa menemukan suara mentalnya sebelum Bella kembali bicara. 69 . “Hampir sebagian besar murid ada di ruang tunggu. “Harus ada orang yang menyebarkan kabar baik bahwa kita selamat. “Bolehkah aku kembali ke sekolah?” “Mungkin kau bisa istirahat dulu hari ini. Bella mengernyit.” dia mengerang dan menutup wajahnya dengan tangan. Untuk sesaat aku mesti berkonsentrasi untuk membuat postur tubuhku rileks. wajahnya gelisah. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Aku kadang iri pada penguasaan dirinya.” ujar Carlisle. dan aku mengejang di tempat. Aku sedikit terkekeh.Diterjemahkan dari: www. “Tidak juga.” Satu lagi kepingan karakter gadis itu terungkap. Sesaat dagunya tersentak... Kemungkinan ia adalah mahluk paling rapuh yang pernah kutemui. “Apa dia boleh pergi ke sekolah?” Bersikap normal. “Ayahmu ada di ruang tunggu—kau bisa pulang dengannya sekarang. “Well. mengetahui ia tidak akan menyakitinya. “Sakit?” tanya Carlisle. Yang kuiri lebih dari sekedar penguasaan dirinya. tapi itu berbeda dengan emosi yang kurasakan sekarang.. Jadi bukan hal baru melihat bagaimana dia berinteraksi dengan gadis itu seakan dia sendiri juga manusia.com bahkan membantunya—meski dalam situasi yang tidak melibatkan darah. Kembali dia mengerling kesal. Tapi kembali lah jika kau merasa pusing atau penglihatanmu tergganggu. “Sebetulnya.stepheniemeyer. dia berani..

” Carlisle cepat-cepat mengiyakan. Well. Dia memastikan Bella berdiri seimbang. “Beruntung karena Edward kebetulan berdiri disebelahku.stepheniemeyer. aku yang cari gara-gara. Carlisle berkata dalam hati. “terima kasih banyak. 70 .” Dia memberitahu. Tidak ada manusia yang bisa mendengarku.” ujarnya cepat. Belum.” Dia memutar wajahnya pelan untuk menatapku tajam. Aku mulai bisa memahami dia.com Aku senang akhirnya bisa menebaknya dengan betul. Tentu saja itu tidak mengganggu Carlisle.” aku berbisik. “Tidak. “Kedengarannya kau sangat beruntung. Mendadak Bella menghampiriku.” katanya pada Tyler begitu mulai memeriksa lukalukanya yang diakibatkan goresan pecahan kaca. mengayunkan kakinya ke samping dan merosot turun ingin berdiri. Membuatku tidak nyaman. kemudian melepaskan peganggannya. rasa iri itu melanda diriku. Bibir Carlisle bergerak sedikit mendengar gerundelanku.” Carlisle tersenyum saat menandatangani surat keterangannya. “Bisa aku bicara denganmu sebentar?” dia berbisik padaku. “Aku baik-baik saja. Ini seperti memperolok harapanku. pelan dan cepat. tidak!” dia buru-buru menolak. Dia tidak menganggap kecurigaannya sebagai imajinasi belaka. Atasi dengan cara yang menurutmu paling baik. lalu jatuh ke pelukan Carlisle. “Minum Tylenol untuk mengurangi rasa sakitnya.. hilang keseimbangan. tidak berhenti hingga cukup dekat. Dia tersandung kedepan. baik kalau begitu. Lagi.Diterjemahkan dari: www.. Carlisle menangkapnya kemudian menyeimbangkan dia. “Apa kau ingin tetap tinggal disini?” Tanya Carlisle. jadi cukup adil jika aku sendiri yang harus menghadapinya.. “Sakitnya tidak separah itu kok. “Aku kahwatir kau harus tinggal bersama kami lebih lama. sama mendengar seperti yang kudengar pada suaranya.” “Oh. Aku ingat tadi sempat berharap ia akan menghampiriku. Rona merah muda terlihat di pipinya. Kupasrahkan padamu..

Liur mengalir di mulutku.com Kehangatan napasnya menyapu wajahku dan aku agak terhuyung selangkah. wajah gadingnya memucat. “Kau berhutang penjelasan padaku. tapi hampir saja. dia memicu setiap jengkal instingku yang paling kuno.Diterjemahkan dari: www. mengejek. dan tubuhku berhasrat untuk menerjang—untuk merenggut dia dengan tanganku sebelum mematahkan lehernya dengan satu gigitan. jika kau tidak keberatan.” aku mengingatkan dia. Aku berbalik ke dia. Matanya berubah penuh tanya. Aku akan berbohong. Daya mengundang-selera-nya tidak berkurang sedikitpun. Hati-hati. Sangat sulit mempertahankan suaraku agar tetap kasar. ketika aku harus menghancurkan setiap kemungkinan itu...stepheniemeyer. rahangku terkatup rapat.” dia memaksa setengah berbisik. tapi aku tahu aku harus melakukan ini pada akhirnya. Dia memandang sekilas ke Carlisle dan Tyler. Aku belum pernah menginginkan untuk layak dipercaya lebih daripada saat ini. dan kejam. tapi Carlisle mengawasi tiap tarikan napasku. Dia terkesiap karena sikap permusuhanku. Emosiku campur aduk saat menurutinya keluar ruangan. Pikiranku lebih kuat dari tubuhku. mendengarkan langkahnya terhuyung-huyung di belakangku. “Kau mau apa sih?” aku bertanya dengan suara dingin. Setiap kali berada di dekatku. ini akan menjadi ingatan terakhir dia tentang aku. Hal itu bertolak belakang dengan setiap dorongan hatiku—dorongan hati manusia yang selama puluhan tahun ini kupegang. ekspresi yang selama ini menghantuiku. “Ayahmu menunggumu. “Aku menyelamatkan hidupmu 71 . berusaha mengejar. Aku tahu peran yang akan kumainkan —karakterku sebagai tokoh antagonis. “Aku ingin bicara denganmu berdua. Edward. Tyler sama sekali tidak memperhatikan. Aku punya pertunjukan yang mesti kupentaskan. Aku ingin mengatakan sangat keberatan. Ini adalah adegan perpisahan dariku. Lebih buruk lagi. Maka sebaiknya kulakukan saat ini juga.” dia berkata dengan suara pelan.

kau tidak tahu apa yang kau bicarakan. Meski marah dan terkhianati. dan kau tidak terluka sama sekali—juga mobil itu seharusnya menghancurkan kakiku. “Kau sudah janji. Mobil van itu semestinya telah menghancurkan kita berdua—tapi nyatanya tidak. jadi jangan katakan kepalaku terbentur terlalu keras. Seperti terbakar oleh asam mengetahui perkataanku telah menyakiti dia. Suaraku makin mengejek. dia melihat semuanya.” Dia tersentak. Kata-katanya kemudian berhamburan cepat. tapi kau mengangkatnya.” Ia mengatupkan rahang dan matanya berkaca-kaca. “Apa menurutmu yang terjadi?” aku hampir menggeram. Bella?” “Aku ingin tahu yang sebenarnya. “Tidak akan ada yang akan percaya itu. “Kau pikir aku mengangkat van itu dari atas tubuhmu?” aku bertanya dengan nada menyindir. Aku ingin tahu alasan kenapa aku harus berbohong untukmu.” dia berbisik.Diterjemahkan dari: www. dia akan menepati janjinya.com —aku tidak berhutang apa-apa padamu. kau tahu. kepalamu terbentur. Kemudian ia bicara lambat penuh pertimbangan pada tiap katanya. ekspresiku mengejek.” Dagunya terangkat. dan tanganmu meninggalkan bekas lekukan di mobil itu—kau juga meninggalkan bekas yang sama di mobil satunya.” Dia bersungguh-sungguh—aku bisa melihat dalam matanya. membuat wajahku makin garang. “Aku tidak akan memberitahu siapa-siapa. “Yang kutau adalah kau sama sekali tidak ada didekatku—Tyler juga tidak melihatmu. “Tak ada yang salah dengan kepalaku. meskipun yang sebenarnya kurasakan adalah kagum.” Dia marah sekarang.stepheniemeyer.” Apa yang dia inginkan cukup adil—membuatku frustasi harus menyangkalnya.. “Bella. “Apa yang kau inginkan dariku.. Kenapa?! 72 . Dia mengangguk tegas. Mataku bertemu dengan tatapan tajamnya. dan itu jadi lebih mudah.” Dia berusaha menahan marah. Aku menatapnya.

tidak sadar pada kerapuhannya sendiri. Sama seperti aku menginginkan dia percaya padaku. Aku tidak menyiapkan jawaban untuk ini. Ia menggertakan gigi lagi. 73 .Diterjemahkan dari: www. “Aku tidak suka berbohong—jadi sebaiknya ada alasan yang baik kenapa aku melakukannya.” Kami saling menatap marah. Tapi ini adalah batasan yang tidak bisa kulewati.stepheniemeyer. “Kuharap kau menikmati kekecewaanmu.” “Kalau begitu. dan kukatakan padanya— untuk kali ini—yang sebenarnya.” aku tidak bisa memberitahu dia bahkan jika aku mau.. “Tidak bisakah kau berterima kasih saja dan melupakannya?” “Terima kasih. Aku kehilangan pegangan pada peranku. “Aku tidak tahu. “Kau tak akan menyerah. Wajahnya memerah. Seperti geraman anak kucing. Kemudian ia diam. darah belum memudar dari pipinya—dan kemudian aku berbalik meninggalkan dia.. Lebih baik dia mengarang-ngarang daripada mengetahui siapa diriku. kan?” “Tidak.” Aku mengingat wajahnya untuk terakhir kali—masih dengan raut marah. Suaraku tetap dingin. menunggu.” ucapnya. “Dan kenapa kau bahkan perduli?” Lagi-lagi pertanyaannya tidak terduga.” dia menjawab penuh tekanan.com Perasaan syok itu menghancurkan ekspresiku selama setengah detik. “Ini penting buatku. karena tidak ada yang lebih buruk dari yang sebenarnya—aku adalah mimpi buruk. Topeng diwajahku terlepas. lalu aku kembali menguasai diri lagi. “Lalu kenapa kau mempermasalahkannya?” aku bertanya pada dia sambil mempertahankan suaraku tetap tajam.dan aku tidak mau.” Dia memintaku untuk mempercayai dia. lembut dan tidak berbahaya.. Namun amarahnya justru terlihat menggemaskan.. langsung dari dunia horor.

tapi tidak kulakukan..” Tersenyum ramah.” “Bagaimana keadaan mereka?” “Tyler baik-baik saja. Saya dengar pikirannya jadi agak kacau—bahkan sempat berhalusinasi. Sekolah jadi mustahil dijalani. Penguntit yang terobsesi. langit. pepohonan.” “Iya. 74 . Vampir penguntit yang terobsesi. Jika dari perspektif anggota keluarga Cullen—bukan sekedar vampire. Tapi tergantung dari sisi mana melihatnya. Seperti koma. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi.” Itu yang seharusnya kulakukan demi keluargaku. Edward. Mr..Diterjemahkan dari: www.com 4. saya harap Bella dan Tyler juga begitu. “Aku terkejut melihatmu masuk. Aku cuma memandangi rekahan di tembok.” mengerutkan dahi prihatin.” “Saya tidak terluka. sesuatu yang langka bagi kaum kami—tindakan yang paling tepat seharusnya seperti ini: “Aku terkejut melihatmu masuk. tapi saya cukup beruntung.. seseorang yang memiliki keluarga. “Saya tidak terluka sama sekali. Seakan warna-warni pada bata... Tinggal Tyler. Ini pilihan tepat yang seharusnya dilakukan. Sebetulnya ada sesuatu yang lain yang juga harus dilakukan.stepheniemeyer. Tentu saja sesuatu itu juga bisa dibilang keliru. jauh lebih membosankan dari minggu lalu. Penglihatan Aku kembali ke sekolah. Kudengar kau terlibat dalam insiden mengerikan tadi pagi.. “Dia mengalami gegar otak. wajah-wajah disekitarku jadi luntur. Hampir semua murid telah kembali ke kelas juga. Tapi saya agak khawatir pada Bella. Tapi sesiangan ini aku justru harus berjuang keras agar tidak ikutan bolos—hanya karena ingin menemui gadis itu lagi. Harusnya tidak sulit melakukan sesuatu yang benar. Bella dan beberapa orang—yang sepertinya menggunakan kesempatan untuk bolos—tetap absen.. Seperti penguntit. Edward.. Banner.. Para dokter sangat cemas. Tapi.. bertindak wajar dan tidak menarik perhatian.” Tanpa senyum... tapi seorang Cullen.hanya lecet-lecet terkena pecahan kaca.

Tapi seandainya dia dibiarkan. Hanya saja sangat.sangat tidak ksatria mendiskreditkan gadis itu di belakangnya. Banner mendehem. menggenang di aspal. “Apa kau tahu bagaimana keadaan Tyler Crowley dan Bella Swan? Katanya mereka terluka. Aku harap kau punya penjalasan yang baik untuk kejadian hari ini. Aku tahu apa yang ia maksud..com Mr. Sebagian diriku meremang penuh hasrat. Sebetulnya aku menemukan penjelasan yang sempurna.. dan dalam sekejap ruangan di sekelilingku tenggelam. Dia tidak mengkhianatiku dengan melanggar janjinya. jika dia terluka dan mengeluarkan darah.tapi tidak akan kugunakan. Apa aku akan mengkhianati dia ketika ia tidak melakukan apa-apa selain menjaga rahasiaku? Aku mengalami pembicaraan serupa dengan Mrs.. Amarahku memuncak sedemikian hebat hingga kabut merah mengaburkan pandanganku. bau darah segar menguar pekat di udara. Aku memutar bola mataku tanpa melihat dia. tapi bukan cuma karena ngeri. 75 . Emmet melanjutkan. aku tidak akan sanggup melihat darahnya tanpa mengekspos keluargaku dengan lebih mengerikan. Itu perbuatan yang sangat keliru. Tidak. Misalkan saja aku tidak mencegah van itu meremukan dia.stepheniemeyer.aku merasa kecut memikirkannya.tapi ia sudah menetapkan niatnya.. Aku gemetar. Hati-hati pada Jasper. Banner mengganti tumpuan kakinya tidak nyaman. Alasan itu terdengar sempurna.” Mr. Aku hampir tersedak kedalamnya. “Mmm.. “Saya tidak tahu... Dia cepat-cepat kembali ke depan kelas dan memulai pelajarannya.. Rose sudah siap perang...Ya sudah. Dan aku tidak berpikir kesitu sampai jauh setelah kejadian.. meskipun punya cukup alasan untuk itu. tidak mengindahkan lamunanku..Diterjemahkan dari: www. cairan merah kental berceceran.” Aku mengangkat bahu. Goff—hanya saja dalam bahasa Spanyol—dan Emmet memperhatikanku. Dia tidak semarah itu. terutama ketika ia membuktikan lebih dapat dipercaya daripada yang kubayangkan.. Terlalu memalukan.” Tatapan dinginku membuat suaranya tegang..

Edward. menahanku tetap duduk sebelum aku terloncat berdiri. Ada nada simpati pada suaranya. hampir tidak terkontrol. Aku berusaha menenangkan diri. TENANG! Perintahnya galak. Sialan. Keluarga Cullen memang aneh—semua orang sudah tahu itu.stepheniemeyer. Dia menuduh aku curang. Kudengar dia terkekeh pelan. Mereka tidak tahu apa alasannya. Dia mencengkram bahuku. Amarah terlanjur membara di kepalaku..com SSSTT. Aku mengecek ke sekeliling ruangan. Dia jarang menggunakan seluruh kekuatannya—sangat jarang dibutuhkan. Kau dalam kesulitan besar. Rose. EDWARD! KUASAI DIRIMU! Emmet meneriakiku di kepalanya. Emmet lebih kuat dariku. Tapi konforontasi tadi berlangsung sangat singkat dan tanpa suara sehingga hanya beberapa orang di belakang Emmet yang menyadarinya. Tangannya memegang pundakku. Tapi mendengar pikiran adalah bagian dariku. mengingat ia jauh lebih kuat dari vampir manapun yang pernah kami temui—tapi ia menggunakan kekuatan penuh sekarang. dan aku seharusnya lebih bersyukur pada sikap santainya. Dalam pertarungan kami seimbang. tapi ia belum pernah menang melawanku dalam adu tanding. Aku gemetar. Tapi aku melihat niat Jasper dianggap Emmet cukup masuk akal. Amarahku pelan-pelan kembali mendidih. Melawan keluargaku. bukannya menekan kebawah. Aku menarik napas panjang. mesin pembunuh alami. Baru kemudian Emmet melepaskan cengkramannya. Ya. Pertarungan? Apa akan kesana pada akhirnya? Apa aku akan bertarung melawan keluargaku hanya karena seorang manusia yang tidak terlalu kukenal? Aku mempertimbangkannya sebentar. sama seperti kekuatan besar yang menjadi bagian dari dia. kau berantakan. memikirkan bagaimana tubuh gadis itu terasa begitu rapuh dalam pelukanku jika dibandingkan dengan kekuatan Jasper.. tapi sulit.” aku menggerutu dibalik napas. Emmet bukan pendendam. 76 . kursiku akan hancur berantakan. “Gigit saja aku. Jasper tidak akan bertindak sebelum kita bicara. Jika dia menekan kebawah. Ya. aku akan bertarung demi dia. dan Emmet —yang diluar akal sehat sangat kuat dan cepat. dan cuma mengangkat bahu. Ia sempat mempertimbangkan kalau mungkin saja itu jalan yang terbaik. Emmet menambahkan.Diterjemahkan dari: www.

Barangkali cukup mengantar ke ibunya. dan dia tidak suka berbeda pendapat dengan Carlisle. maka Esme adalah hatinya. 77 . tapi ia akan lebih menjaga keluarganya tetap utuh. Waktu cepat berlalu selama aku mempertimbangkan berbagai kemungkinan: perrtengkaran yang menunggu di rumah. aku menyadari tiba-tiba. Aku bukan tandingan mereka. Carlisle.. aku tidak bisa lagi mengeluh hari-hariku sangat monoton. Mungkin itu cukup. Tentu saja aku jarang menebak reaksi dia dengan tepat—tapi apa lagi reaksinya selain ngeri? Aku belum terlalu yakin bagaimana mengatasi itu—menculik dia. tapi tidak akan kubiarkan gadis itu terluka gara-gara aku. Dia memberi kami seorang pemimpin yang pantasi diikuti. Mungkin tergantung apa yang ia lihat. Jika aku tidak sengaja membunuhnya. Gadis itu telah merubah segalanya. melainkan aku.stepheniemeyer. lamanya aku harus pergi setelah itu. dia membuat kesetiaan itu menjadi perwujudan dari rasa sayang. pastinya.. aku tidak yakin seberapa besar akan menyakitiku.. Alice.. Aku tidak bisa menang sendirian. Tidak jika melawan mereka bertiga. Aku tidak akan tahan berdekatan terlalu lama. Esme. tapi pasti tidak karuan dan sangat. aku akan melakukan ini tanpa bantuan. aku ragu. Amarahku sedikit mereda karena humor gelap yang tahu-tahu terlintas. Dia tidak akan menentang aku juga. Tapi itupun belum tentu aman baginya.. Aku bisa membayangkan bagaimana reaksi kikuk gadis itu saat aku menculiknya.com Tapi tidak adil meninggalkan dia tanpa perlindungan. dan rencanaku untuk melawan mereka demi menyelamatkan gadis itu. perseteruan dengan keluargaku. aku tahu aku menyayangi mereka.Diterjemahkan dari: www. Dan juga bagiku.. Well.. Ia tidak akan melawan siapa-siapa. Jadi..aku tidak tahu.. Kita lihat nanti. padahal aku yang menyebabkannya berada dalam bahaya. Kami semua saling menyayangi —bahkan dibalik kemarahanku pada Jasper dan Rose. Kira-kira siapa yang berada di pihakku nanti. Mungkin dia akan memihak yang menang. tapi ia akan menentang rencana Rose dan Jasper. Mungkin solusinya dia harus dilarikan. Jika Carlisle adalah roh keluarga kami. Prioritas pertamanya mungkin bukan keadilan..

mengkhawatirkan Jasper. membolak balik kilasan gambar masa depan. tapi kuabaikan sebisanya. Emmet dan aku berjalan dalam diam menuju mobil.. dan Vanquishku. Aku tetap memperhatikan penglihatannya. Jadi Jasper berencana kerja sendirian. Cuma itu. disebelah jeep besar Emmet. Dia sangat yakin dengan niatnya. dan itu mengganggunya. Keuntunganku melakukannya. Emmet betul tentang Jasper. Edward! Tidak boleh terjadi seperti itu.. Selama perjalanan sampai ke rumah. Kemudian penglihatannya bergeser. Alice risau. Aku lega Carlisle sudah pulang—keheningan ini akan segera 78 terletak pada kemampuanku mendengar gerakannya sebelum dia . Tidak perduli dari arah mana Jasper mendatangi gadis itu. Itu membuatnya jadi lebih imbang. Aku tidak akan membiarkan.Diterjemahkan dari: www. Tidak. Alice selalu melihatku menghalangi Jasper. Hanya menghalangi dia. Aku parkir di garasi disamping rumah. bergerak menjauh dari rumah Bella. Menarik. Aku mencegat Jasper duluan. Dia mulai mencari lebih jauh kedepan.com Setelah bel. Semuanya samar dan berbayang gelap.. Idiot! Tolol! Dasar orang gila! Brengsek! Egois. Aku berkonsentrasi pada Alice. kesunyian itu tidak berubah. tidak ada Rosalie atau Emmet di penglihatannya. M3 milik Rose. Hentikan. Cuma aku yang bisa mendegar teriakan-teriakan. juga diam.. Aku belum pernah bertarung sungguhan melawan Emmet atau Jasper—biasanya hanya bercanda dan bermain-main. petarung yang paling berpengalaman diantara kami. orang bodoh yang tidak bertanggung jawab! Rosalie terus menumpahkan makiannya keras-keras. mengingat-ingat beragam variasai serangan Jasper. Jasper adalah yang terbaik. Aku mengacuhkannya. Suara yang lainnya jadi terbenam. Mercedes Carlisle sudah disitu. Aku merasa mual pada pikiran akan mencoba benar-benar menyakiti Jasper.stepheniemeyer. Dia mengkawatirkan aku sekaligus Rosalie. Dia tahu di pihak mana ia akan memilih jika terjadi perselisihan. Kami berlima duduk ditengah kesunyian. Yang lain sudah menunggu di mobil. pada kemungkinan-kemungkinan yang tidak pasti dan masih kabur. tidak begitu.

sama sekali tidak melihat ke arah lain. wajah dan pikirannya masam. dan aku ingin Carlisle ada ketika itu terjadi. Emmet duduk disampingnya. Tinggallah. Mulutnya terkatup rapat dan keningnya berkerut. dia hanya risau padaku. 79 .com meledak. Gigiku langsung terkunci. Hanya itu yang dia pikirkan. Aku mengambil napas panjang. Alice yang terakhir datang. tapi dia tetap diam ditempat. Dia memelototiku. Esme di sebelahnya— tangan mereka saling berpegangan diatas meja. Tanpa terlalu perduli dia duduk disamping Esme. Jasper ragu-ragu. Aku duduk disamping Carlisle. yang masih terlalu kabur untuk digunakan. di ujung meja sebelah timur. Tapi tetap dilengkapi dengan meja mahoni oval panjang beserta kursi-kursinya—kami sangat teliti untuk meletakan setiap detail properi pada tempatnya. garis demarkasi telah dibuat. Aku yang harus memulai ini—aku harus bicara duluan. Aku harap aku bisa bisa tersenyum pada perempuan yang telah menjadi ibuku ini. Dia belum terlalu mengerti apa yang terjadi. di ujung meja satunya. keemasannya yang dalam menatapku prihatin. Esme mengulurkan tangan satunya untuk menyentuh pundakku. dan kemudian berdiri bersandar pada tembok di belakang Rosalie.stepheniemeyer. Saat semua duduk. Dalam sebuah kelompok yang memiliki kekuatan super dan kepribadian berbeda. kadang perlu mendiskusikan sesuatu hal secara tenang dan beradab. tapi aku sedang tidak cukup tenang sekarang. Dia meremas-remas kepalanya seakan kepalanya sakit. Tentu saja ruangan ini tidak pernah digunakan sebagaimana mestinya. Aku merasa hal itu tidak akan banyak berguna hari ini.Diterjemahkan dari: www. Rosalie duduk tepat di seberang Carlisle. Carlisle duduk di tempat biasanya. Dia telah mengambil keputusan. Carlisle sering menggunakannya sebagai ruang pertemuan. Carlisle lebih peka untuk bisa meraba apa yang sedang terjadi. Kami langsung menuju ke ruang makan. tidak perduli apapun hasil diskusi ini. dan matanya fokus pada hal yang sangat jauh—masa depan. Jasper mengejang gugup dan mempertimbangkan untuk mendekat. Ekspresinya terlihat terlalu tua untuk wajah mudanya. Mata Esme menatapku.

lalu ke Jasper.” ujar Emmet.” Rosalie menatap curiga. Kita semuanya pergi. dan aku ingin fakta ini terucap duluan. dia tidak bisa melihat masa depan itu—tidak ketika Rosalie dan Jasper telah menetapkan pilihannya untuk bertindak. Aku akan bertanggung jawab penuh atas tindakan gegabahku. “Tidak.” Alice menatap letih. “Hanya beberapa tahun. jika itu bisa mempebaiki keadaan. “Yang sebatas ini aku tahu. tidak aman meninggalkan cerita dibelakang kita.” Aku menepuk tangannya.” aku buru-buru menyanggah. “Aku tidak bisa melihat apa yang akan terjadi jika kita mengabaikan ini.” aku berkata sambil melihat pertama-tama ke Rosalie. Edward. dukung aku. “Kau tidak tahu isi pikirannya. Tidak.” “Dia tidak akan bicara. “Aku tidak bermaksud membahayakan kalian semua. dan ke Emmet.com “Maafkan aku. Itu adalah kebalikannya dari membantu. Kita harus tahu apa yang dipikirkan orang-orang. Carlisle menggeleng. Kita harus lebih berhati-hati 80 . Kita hidup dengan cara yang sangat berbeda dari kaum kita yang lainnya—kau tahu ada kelompokkelompok yang dengan senang hati akan menghukum kita.” Carlisle mengingatkan aku.” “Alice akan mengetahui apapun yang penting. kau harus melihatnya seperti itu.stepheniemeyer. Carlisle.Diterjemahkan dari: www.” aku berusaha menata suaraku tetap tenang dan terkendali. “Tidak. Kita lebih membutuhkan hal itu sekarang daripada sebelumnya. jika aku percaya tidak satupun dari kalian akan menyentuhnya.” Esme berbisik. Edward. Brak! Rosalie menggebrak meja keras-keras. aku mengultimatum dalam kepalaku. Itu sangat ceroboh. “Apa yang kau maksud dengan 'bertanggung jawab penuh'? Apa kau akan membereskannya?” “Tidak dengan cara yang kau maksud. “Aku bersedia untuk pergi saat ini juga.” aku tidak sependapat. Gadis itu akan lebih berniat bicara jika kau menghilang. Rose sedang siap-siap meledak. “Kau tidak bisa kemana-mana sekarang.” Dia melirik ke Rose dan Jasper. atau tidak satupun. Bahkan jika diputuskan semuanya pergi. Alice.” “Esme ada benarnya.” Jika aku percaya gadis itu akan aman. “Kita tidak boleh memberi kesempatan pada manusia untuk buka mulut. “Aku rasa Emmet benar.

Diterjemahkan dari: www.” Itulah kebiasaannya untuk memasukan dirinya dalam konteks jamak.. Rosalie.” Rosalie mengangkat bahu. Kelompok lain berharap kita membereskan sendiri masalah kita. Tapi ini lain.com dibanding yang lainnya!” “Kita pernah meninggalkan rumor dibelakang kita sebelum ini. kita semua tahu bagaimana mahirnya kau sebagai pembunuh. Dalam kejadian tertentu.” “Ya. Aku tidak akan meninggalkan bukti. Rosalie seharusnya sudah bisa mengira. meskipun dia sendiri tidak pernah lepas kontrol. Bella Swan tidak bersalah.” aku mengingatkan dia. itu jadi tugas Edward.. “Ini untuk melindungi kita semua. Carlisle tidak pernah kompromi. “Aku tahu maksudmu baik. Kau tahu aku cukup bisa mengontrol diri. “Untuk membunuh anak tak berdosa dengan darah dingin adalah sesuatu yang lain.. aku tetap bisa menebak sikapnya. Bukan saksi mata dan bukti!” “Itu bukti!” aku mencibir. Carlisle. Saat ia mengangguk. Kemudian ia menoleh ke Rosalie. Dia balas mendesis marah.” “Ini bukan masalah pribadi. “Biar kuselesaikan.” aku menggeram. “Setiap manusia pergi tidur dengan kemungkinan tidak akan pernah bangun lagi. “Edward.” Rosalie berkata lewat sela giginya. tapi dia tidak akan sanggup. Aku percaya 81 . mata Rosalie menyala nyalang. Orang-orang yang kau bunuh telah berbuat keji padamu.stepheniemeyer. Edward.” Carlisle berusaha melerai. adalah bagian yang dapat dimaklumi dari diri kita. “Rose—“ Carlisle mulai. “Hanya rumor dan kecurigaan.. Tapi Jasper mengangguk. Jadi mungkin lukanya jauh lebih serius dari kelihatannya. Carlisle.aku sangat ingin keluargaku tetap layak untuk dilindungi. Gadis itu terbentur kepalanya hari ini.saat tidak sengaja atau karena lepas kontrol. Kita tidak perlu repot-repot. aku mengabaikan tindakanmu di Rochester karena aku merasa kau berhak dengan keadilanmu. tapi. “Rosalie.” Ada keheningan singkat saat Carlisle menimbang keputusannya. tolong. Rosalie. Secara teknis. matanya keras. Bahkan jika aku tidak mampu membaca pikiran Carlisle.

“Kita baru saja menetap.” Aku mengontrol ekspresiku hati-hati. “Setiap kehidupan itu berharga. “Aku suka disini! Sangat jarang ada matahari. Kita beresiko kehilangan jati diri kita. Sejak tadi ia tidak mencoba menenangkan Rosalie dengan kelebihannya. Tidak ada gunanya menyeringai. Tidak perduli bagaimana marahnya ia padaku. “Dan harus pindah lagi secepat itu?” Dia menimpali.com pada resiko yang ia akibatkan.” Carlisle membenarkan dengan lembut.Diterjemahkan dari: www.” “Itu namanya tidak berperasaan. Carlisle mengangkat bahu. “Jasper. “Pertanyaannya. Atau bertepuk tangan. kita membahayakan sesuatu yang jauh lebih penting. Aku mengerti alasannya. Namun Jasper tetap tidak bergerak. Aku tidak mau mengulang sekolah lagi!” “Kau masih bisa memakai usiamu yang sekarang. tetapi hal itu tidak sebanding dengan resiko yang lebih besar. 82 .” Dia menyemangati dengan suara pelan. Rose. Jika kita membuat pengecualian untuk melindungi diri. kita hampir bisa hidup normal.” Rosalie mendesah panjang dan cemberut.” Rosalie mendengus.” kataku.stepheniemeyer. Sebelum dia bertemu Alice.” “Well. Pembicaraan mereka telah beranjak ke hal sepele. tapi juga tidak membuat Rosalie tambah gusar.” Carlisle memberi saran. Sejak awal ia menyisihkan dirinya dari diskusi ini—sama sekali mengabaikan. Emmet membelai punggungnya. ia bisa menerima keputusan Carlisle. “Apakah kita akan pindah?” “Jangan.” Rosalie mengerang. dia hidup di medan perang. Tapi aku tidak lagi khawatir pada Rose. panggung tanpa belas kasihan. seperti yang sebetulnya aku inginkan. “Itu cuma bertanggung jawab.” Carlisle melanjutkan. Kita bisa menunggu sambil melihat jika itu diperlukan. kita tidak harus memutuskan itu sekarang. terlepas ia akan bicara atau tidak. Edward kelihatannya cukup yakin gadis itu tidak akan bicara. “Semua akan baik-baik saja. Rosalie memberengut. Dia tahu konsekuensi dari melanggar aturan kaum kami—dia pernah melihat sendiri hasil akhirnya yang mengerikan.

memberi tekanan pada tiap katanya.stepheniemeyer. Dia mempertahankan tatapannya sebentar. “Aku ingin minta tolong padamu. Dan kau tidak pernah melalui hidup seperti yang pernah kulalui. bahkan bahaya kecil. “Aku tahu kau mencintaiku. “Tidak usah repot-repot mengatakan kau bisa menjaga diri. Kedua. tapi saling menilai. Samar-samar aku menyadari. Edward sangat serius dan aku tidak ingin kalian bertarung. kemudian beralih ke Alice. Tapi aku akan sangat menghargai jika kau tidak membunuh Bella. Kau tidak mengerti. Dia tidak mengharapkan ini—dia tidak membayangkan aku akan bertindak menghentikan dia. Bella temanku. Alice.” “Berarti dia mengambil keuntungan dari situ? Seharusnya dia tadi mati. tersenyum. dengan tangan putihdinginnya merangkul pundak rapuh-hangat gadis itu. Tapi biar kuberitahu sekali lagi.” Aku mengulangi kata-kataku. 83 . hanya waktunya yang tidak pasti. Dan Bella juga tersenyum. aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Bella Swan. Jasper. Penglihatannya sangat jelas. Aku merasakan dia menyerap mood disekelilingku.” “Aku tidak memperdebatkan hal itu.” Alice menyela. Aku tidak akan membiarkan itu.” Gambaran itu sejernih kaca di kepalanya: Alice. Dia menggeleng satu kali. “Aku tidak akan membiarkan Alice dalam bahaya. Aku menatap dia. semua mata—selain Alice dan Jasper—kini beralih menatapku cemas. Edward. tangannya merangkul pinggang Alice.” Dia agak terkejut. ekspresinya datar.” Kami saling menatap—tidak mendelik. mengecek kesungguhanku. Pertama. “Aku tidak akan membiarkan hal itu. terima kasih. Tapi aku tetap perlu —” “Bukan itu yang ingin aku katakan.” Aku melihat pikiran Alice. “Jazz.com Kami bertemu pandang. Aku sudah tahu itu.” Alice memotong. tak perduli kau bisa melihat ingatanku atau tidak. Paling tidak dia akan menjadi temanku. Aku hanya meluruskannya. Kau tidak merasakan ke siapapun seperti yang kurasakan pada dia. dan mulutku terlongo. “Dia tidak akan membayar atas kesalahanku. syok.Diterjemahkan dari: www. Edward.

. Kursiku terbanting ke lantai. Jazz.” Jasper tergagap. Yang satu atau yang lainnya. meskipun Jasper sedang terlalu kaget untuk membuat keputusan lain. Dia berusaha tidak memikiran hal itu. Edward.seakan mereka berdua telah menjadi sahabat dekat. “Apa tentang Bella?” Dia menggertakan giginya berkonsentrasi. dan aku bisa melihat ada sesuatu yang lain. Aku tidak tahu Edward. “Ah.” aku tersedeak.Alice.” Aku bisa melihat apa yang dia lihat.. Alice biasanya melakukan ini jika ingin menyembunyikan sesuatu dariku. dan aku terlonjak berdiri.Diterjemahkan dari: www. 84 . “Alice. tangannya di pundakku. berusaha tidak membiarkan aku masuk.. Aku tidak sanggup memalingkan perhatianku dari gambaran dalam kepala Alice.” Dari caranya menyebut nama gadis itu. Alice? Apa yang kau sembunyikan?” Aku mendengar Emmet menggerutu. Aku tidak sanggup menoleh untuk melihat ekspresinya. pegangannya terlepas sebentar.. “Apa tentang gadis itu?” aku menuntut... “Apa.. “Suatu saat aku akan menyayangi dia. “Edward!” Carlisle ikut berdiri.. tapi aku tidak bisa menerima hal itu.com “Tapi.” tapi kemudian tiba-tiba rahangnya terkunci. Tinggal ada dua jalan bagi dia.ini.” dia mendesah—kebimbangan Jasper membuat pandangan baru muncul lebih jelas.. tapi saat aku menyebut nama Bella. Dia menggelengkan kepalanya.” Aku masih terpatri pada pikiran Alice. “Apa..stepheniemeyer.. Tidak ada yang perlu dicemaskan.?” “Aku kan sudah bilang sesuatu ada yang berubah. “Kau lihat? Bella tidak akan bicara. Dia selalu frustasi saat Alice dan aku bicara seperti ini. tapi itu lebih dari cukup.. Aku melihat penglihatan itu berkelip-kelip saat keputusan Jasper bimbang dihadapan permintaannya yang tidak terduga. Aku hampir tidak menyadari keberadaannya. dia tiba-tiba fokus sangat keras pada Jasper.. Aku akan kesal padamu jika kau tidak membiarkan dia.” Alice membisik. “TIDAK!” Aku berteriak. “Tiap menit kau makin yakin.. Hanya sepersekian detik. “Itu makin nyata.

“Aku tidak mendengar itu. Tapi itu juga penting. Kakiku lemas. Akan. Aku bisa melihat apa yang dia maksud. Bayangkan kau pergi. Edward. Aku bukan pelindung Bella. juga?” bisikku tidak percaya. “Aku harus pergi. Alice melanjutkan.. Aku tidak bisa menyetujui pilihan lainnya. Kau harus tinggal dan mengatasi hal ini. Jasper ragu-ragu. kita tidak akan tahu secara pasti apa dia bicara atau tidak. Kau benar-benar buta. Itu mungkin tidak sama. “Akankah seseorang memberitahu apa yang sedang terjadi?” Protes Emmet..” “Aku tidak melihat kau pergi. Tidak mungkin begitu.” Alice memberitahu.com “Tidak. Aku tidak sepenuhnya yakin dengan Jasper. “Itu justru akan membuat gadis itu bicara. jika Jasper pikir dia membahayakan kita.” coba pikirkan.” Emmet berkata keras-keras.” Aku berbisik pada Alice.Diterjemahkan dari: www.menyakitkan. Aku berpegangan pada meja. dia menambahkan dalam hati.stepheniemeyer. kita sudah membahas itu. Apa kau akan mempertaruhkan hidupnya. Kepalaku jatuh ke tangan. Tidak saat ini. tapi aku juga ingin dia bersamaku.” ujar dia dengan nada skeptis.. Ya. Apa kau tidak bisa melihat kemana tujuanmu? Apa kau tidak bisa melihat dimana kau sekarang? Hal itu lebih tidak terelakan daripada matahari terbit dari timur. jika kau pergi. Jika kau pergi. Dia mendesah. “Tidak.. Edward. “Mencintai dia.. Lagipula. meninggalkan dia sendirian? “Kenapa kau melakukan ini padaku?” Aku mengerang. Aku akan merubah nya. “Edward. 85 . mengabaikan Emmet.” “Kau bisa mencobanya. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti Alice.” kataku lagi. Lihat apa yang kulihat. “Aku tidak tahu apa kau akan pernah sanggup pergi. masih setengah sadar dengan kehadiran yang lain. tidak ada keyakinan pada penyangkalanku.” aku berusaha mengusir penglihatan yang ia coba perlihatkan. “Aku tidak harus mengikuti jalan itu. Aku menggeleng-geleng ngeri. Apa penglihatan Alice bisa menjamin itu? Aku juga mencintai dia. bayangan tidak akan pernah melihat gadis itu lagi akan. Aku akan pergi. Edward.” aku menyanggah..

“Keputusan hebat. “Pada gadis yang ia selamatkan hari ini? Jatuh cinta padanya?” “Apa yang kau lihat. Aku bisa melihat ekspresi ngeri pada wajahku dari lima sudut berbeda. “Aku rasa rencananya akan tetap sama.” Carlisle berkata penuh pertimbangan. “Alice melihat dia jatuh cinta pada manusia! Itu sangat Edward!” dia membuat suara tersumbat. “Itu tidak akan terjadi!” aku berteriak lagi. Tampaknya sudah jelas. aku tetap menatap kosong ke sisi wajahnya.” Jasper menuntut. Suaranya masih hampir tertawa.” Emmet sependapat.. “atau. Aku percaya Emmet telah menemukan lelucon dari kehancuran hidupku. “Well.menyakiti gadis itu. tidak akan ada yang. Carlisle mendesah. Aku jarang mendengar dia begitu. “Kita akan tinggal.” Rose berbisik padanya. dan semua menatap ke arahku. dan menunggu.stepheniemeyer. ayo lah!” Emmet mengeluh. dan aku menepisnya masih dengan kepala kosong. Aku menatap Alice. “Apa itu yang sedang terjadi?” dia tertawa lagi.Diterjemahkan dari: www. Kemudian tawanya pecah. Apakah ia akan membunuhnya sendiri. Aku sama sekali tidak memperhatikan dia. Seisi ruangan sunyi.jadi rumit. aku tidak mencari siapa orangnya.” Aku merasakan tangannya di pundakku. “Jatuh cinta pada manusia?” Esme mengulangi dengan suara terkesima.. “Apa?” Emmet terkejut.. “Tidak keduanya!” Alice kelihatannya tidak mendengar. “Semuanya tergantung apa dia cukup kuat atau tidak.” Seseorang menarik napas syok.com “Oh. “Perhatikan. Edward. 86 . Setelah beberapa lama. dia akan menjadi salah satu dari kita suatu saat nanti.” Aku membeku. Alice? Tepatnya. Tidak satupun yang kelihatannya mendengar. ini.” —Alice ganti mendelik padaku—“yang akan membuatku benar-benar marah..” “Betul itu. belum lagi bagaimana dampaknya bagimu—” dia menghadap ke Jasper lagi. Edward. Alice menoleh ke dia.

Hujan mulai turun lagi. Iris matanya secara mengejutkan merah terang.. sampai aku melihat cahaya lampu kota Seattle di kejauhan.. kurang lebih sama.. Esme menyentuh lenganku saat aku lewat. Alice dan Bella. Jika Alice melihat hanya ada dua jalan—” “Tidak!” suaraku bukan berupa teriakan. melintasi pegunungan tanpa mengurangi kecepatan. kesabaran tanpa batas Carlisle. sekeras baja. Mata coklat-lebar Bella tidak lagi bertanya-tanya dalam dalam penglihatan ini. Apa itu artinya? Seberapa banyak yang ia tahu? Dalam momen di masa depan itu. Pertama. tangan mereka masih saling merangkul bersahabat. “Aku setuju dengan hal itu. Tersembunyi di balik hujan. mereka kelihatan bahagia. penglihatan Alice dan gadis itu saling merangkul—kepercayaan dan persahabatan tergambar dengan jelas pada gambar itu.com “Tidak ada. lari dari keributan pikiran mereka—kemuakan Rosalie. tapi gabungan ketiganya.. tapi aku tidak menyadari hal itu.stepheniemeyer.” Jasper berkata pelan. Aku terus berlari kearah timur. Menyembunyikan diriku. “Tidak!” Aku harus pergi. sehalus pualam. membiarkan aku seorang diri. Aku berhenti sebelum sampai ke batas peradaban manusia. Aku menghambur keluar ruangan. apa yang ia pikir tentang aku? Kemudian gambaran lagi. Aku sudah lebih dulu berlari sebelum keluar dari rumah.Diterjemahkan dari: www. atau geraman. Keyakinan Jasper terhadap keyakinan itu. Mata lebar Bella tidak lagi coklat. dan langsung berpacu menembus hutan. tapi tetap penuh rahasia—pada saat ini. akhirnya aku bisa memaksa diriku untuk melihat apa yang telah kuperbuat—bagaimana aku telah memutilasi masa depannya. Aku mencapai sungai dengan satu loncatan. Yang lebih parah: keyakinan Alice. Aku menyukai kepekatan lapisan air ini— membentuk tembok pembatas antara diriku dengan dunia luar. seorang diri. atau raung putus-asa. namun kini dalam corak horor.bahagia. Dia tidak menjauhkan diri dari tangan dingin Alice. Tapi kini tidak ada perbedaan diantara tangan mereka—keduanya putih. Dan yang paling parah: Esme. turun sangat deras hingga aku basah kuyup dalam sekejap. Kerahasiaan dalam matanya 87 . lelucon Emmet.

com sangat sulit diurai—menerima atau sedih? Mustahil untuk ditebak. Ini tidak boleh dibiarkan. Aku tidak tahan melihatnya. Semua tetap tidak ada gunanya.Diterjemahkan dari: www. Kedua mataku. Hal itu membuatku muak. Tidak mampu menanggungnya. Wajahnya dingin dan abadi. sudah pasti ia akan membenciku. Jika aku memaksa dia menjalani setengah-hidup hampa ini karena kelemahan dan keegoisanku. kering. apa saja. Mencoba melihat lagi ekspresi pada wajah hidupnya yang sebelum ini telah menghalangi pandanganku. Aku tidak dapat menahan pertanyaan yang mirip tapi berbeda ini: apa itu artinya? Dan apa yang dia pikir tentang aku saat ini? Aku bisa menjawab pertanyaan yang terakhir. Tapi ada satu lagi gambar yang jauh lebih mengerikan—lebih buruk dari apapun yang pernah ada di kepalaku. tak bernyawa. Sementara itu. mencoba melihat ke hal lain. sepucat kapas. Harus ada. monster dalam diriku meluap gembira.stepheniemeyer. 88 . Aku bisa memilih jalan yang berbeda. Aku coba mengusirnya dari benakku. bersorak girang pada kemungkinan kesuksesannya. berwarna merah terang karena darah manusia. mata seorang monster. Aku tidak akan membiarkan penglihatan Alice mengarahkan aku. Tubuh rusak Bella dalam pelukanku. Itu sangat kongkrit. sangat jelas. Penglihatan kelam Alice memenuhi kepalaku. Selalu ada pilihan. Aku gemetar. Pasti ada jalan untuk mengelakan masa depan itu. dan perasaanku menggeliat menderita.

.stepheniemeyer. Menurut Alice aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Suaranya ramah. Tidak ada yang bisa mengeluh aku melalaikan tanggung jawabku. Aku berburu tidak lebih sering dari yang lain. Kecuali aku sendiri. Aku kembali pada keseharianku. Gadis itu tidak pernah membicarakan kecurigaannya. Edward. Semuanya sempurna. Sesuatu yang mengerikan. Tidak ada bahaya. Dia hanya mengulang-ulang cerita yang sama—aku berdiri disampingnya dan kemudian menarik dia—sampai para penanyanya bosan dan berhenti bertanya-tanya. Pada penghujung hari aku menyadari itu salah. Bukan lagi penyiksaan. Ia tahu aku sesuatu yang lain Sesuatu yang salah.ya. Tindakan gegabahku tidak menyakiti siapapun. tapi pilihan lainnya tidak bisa kuterima. “Halo. Sekarang aku melakukan segalanya dengan benar. berbeda seratus delapan puluh derajat dari terakhir kali kami bicara. Aku menghibur diri dengan memikirkan rasa sakit dia tidak lebih dari sekedar cubitan—cuma penolakan kecil—dibanding rasa sakitku.. Penyiksaan dan api. Setiap hari mendengarkan jika muncul gosip baru tentang keluarga Cullen—tidak pernah ada yang baru. Mengapa? Apa arti dari perubahan ini? Apa dia melupakannya? Memutuskan itu semua cuma imajinasinya? Mungkinkah ia memaafkan aku karena tidak menepati janjiku? 89 . Setiap hari masuk sekolah dan pura-pura menjadi manusia.com 5. Ia akan merasa lega daripada terluka kalau aku mengabaikan dia dan menganggapnya tidak ada. Miris rasanya akan melukai perasaan gadis itu. Kupikir hari pertama akan menjadi yang paling sulit. aku tetap tinggal di Forks. sekarang murni neraka. Bukan tugas mudah.” dia menyapaku pada hari pertama pelajaran biologi. Undangan Sekolah.Diterjemahkan dari: www. Untuk menyenangkan Esme dan melindungi lainnya. Akan kubuktikan dia salah. aku memperoleh keduanya. Aku bertekad untuk mengubah masa depan. Bella adalah manusia.

mengubah sekelilingku menjadi bayangan hijau kabur. Lebih dari satu bulan telah lewat. Tidak jika aku ingin mengubah masa depan. Aroma dan kesunyian-mental dia. Dia tidak bicara lagi padaku. Aku bisa berlagak dia tidak menarik perhatianku. Ini tidak masuk akal.stepheniemeyer.com Pertanyaan-pertanyaan itu membakar tenggorokanku seperti dahaga. Aku bisa melihat betapa mudahnya untuk jatuh cinta pada Bella. Atau. tidak pernah melihat ke arahnya. Berlari seperti ini sekarang menjadi kebiasaan harian.Diterjemahkan dari: www. Jika ditakdirkan mencintai dia. hanya berlagak. Dua yang pertama sudah tidak asing. bukankah menghindari dia adalah hal minimal yang bisa kulakukan? Tapi menghindari dia adalah batasan yang mampu kutanggung. Dia sudah melihat akumulasi sakitku. Aku menggeser daguku seinci ke arahnya tanpa berpaling dari depan kelas. Aku mengangguk sekali. Tapi hanya sebatas itu. Bahkan itu tidak boleh. Tidak. Cuma untuk melihat siapa tahu bisa menemukan jawabannya disana. setiap kata yang ia ucap. Berjuang untuk tidak mencintai dia justru kebalikannya dari jatuh—seperti mengangkat tubuhku naik ke puncak terjal. seperti yang semestinya—rasa haus 90 . sejengkal demi sejengkal. Sorenya. Tapi itu tidak kunjung terjadi. Dan setiap hari justru makin sulit. Aku selalu memperhatikan setiap tarikan napasnya. Aku selalu menunggu kapan bisa melaluinya. Apa aku mencintai dia? Aku rasa tidak.. begitu meletihkan seakan cuma kekuatan manusia yang kupunya. Tapi aku bisa menahan sakit. Itu sama persis seperti jatuh: tanpa daya. aku langsung berlari ke Seattle seperti yang kulakukan kemarin. bukan yang sebenarnya. dan bukannya berkurang. Keperihanku sedikit lebih baik saat sedang terbang diatas tanah. Bagaimanapun juga penglihatan Alice terus mengangguku. Mungkin ini yang dimaksud Alice ketika mengatakan aku tidak akan sanggup menjauh dari gadis itu. Mungkin satu kali saja melihat kedalam matanya. Belum. Aku tidak akan menghancurkan masa depan Bella.. bisa dibilang—untuk meletakan tanggung jawab pada diriku. kemudian kembali memandang lurus kedepan. untuk bisa berjalan lebih mudah. Aku bisa berlagak mengabaikan dia. usai sekolah. Aku membagi penyiksaanku menjadi empat kategori.

Saat terburu-buru masuk kelas terlambat. Dia membentuk sosok Bella yang tidak nyata—seorang perempuan seumum dirinya. dia kedengaran lebih seperti orang tua 91 . bantuan Mike justru membuatku makin jengkel. Siapa sangka manusia-kebanyakan yang membosankan seperti dia bisa jadi sangat mengesalkan? Kalau mau adil. monster dalam diriku sudah siap dengan giginya. Sedang penasaran adalah yang paling konstan dari penyiksaanku. Pertanyaan ini terus mengahantui: Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Saat kudengar dia mendesah pelan. Tentu saja ada pengecualian—saat harus menjawab pertanyaan. Dia tidak memperhatikan ketidak-egoisan dan keberanian yang membedakan Bella dari manusia lain. Saat mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabaran ke lantai. Dia tidak mendengar kedewasaan-abnormal pikirannya saat ia bicara. Ini mengingatkan aku pada keluargaku dan keseharaian palsu kami—kami melakukannya jauh lebih baik dari dia.. Dia tidak menyadari ketika Bella membicarakan ibunya. Saat tanpa sadar memilin rambutnya. efeknya sama seperti hari pertama—terbakar. aku menganalisa tiap kata dan intonasinya. Apa dia mengutarakan pikirannya. Aku yang ingin melakukannya. Kenapa juga dia harus pura-pura? Dia bagian dari mereka—manusia remaja. atau sesuatu yang seperti itu.com dan penasaranku. Kecuali kalau penangkapanku itu salah.Diterjemahkan dari: www. sama seperti di hari pertama. dan hanya bayanganku saja. aku butuh mengambil napas untuk bicara.stepheniemeyer. haus. aku seharusnya berterima kasih pada bocah itu. Setiap kali. begitu dekat dengan permukaan. Saat menjatuhkan bukunya lebih keras dari biasanya. Tiap gerakan yang tertangkap ujung mataku adalah misteri yang menjengkelkan. Yang pertama adalah yang paling pokok. Pada saat seperti itu sangat sulit untuk berpikiran waras. Dan. Dia membuat gadis itu terus bicara.. dan kebengisan yang ingin meloncat keluar. Untung Mike tidak pernah menyadari pertanda kecil yang kadang muncul pada bahasa tubuhnya. Aku tidak pernah bernapas selama pelajaran biologi. Mike Newton secara mengejutkan masuk dalam bagian penyiksaanku. Aku tidak ingin Mike menjadi orang yang memecahkan rahasia gadis itu. Tapi sebaliknya. Ketika ia bicara ke murid lain. atau sekedar mengatakan yang sebaiknya dikatakan? Kedengarannya ia lebih sering mengutarakan apa yang diharapkan lawan bicaranya. Aku banyak belajar tentang dia dari situ—aku masih terus melengkapi daftarku.

hal terakhir dari siksaanku. Setelah insiden waktu itu. penyayang. dan berani—dia benar-benar orang baik. Dari percakapan gadis itu dengan Mike. 92 . dan cenderung protektif. sangat sederhana namun jarang kujumpai: Bella orang baik. Yang bisa kuketahui. hampir sebesar yang diakibatkan segala fantasinya tentang Bella. Mike jarang menganggapku sebagai saingan. akhirnya. Aku melarang diriku untuk melihat ke dia. aku mengatakan pada diriku sendiri. dia tidak pernah memikirkan aku sama sekali. murah hati. Secara rutin ia selalu duduk di sisi mejanya sebelum kelas dimulai. Eric Yorkie. Sebelumnya dia selalu terganggu dengan tatapanku yang selalu tertuju pada Bella. Hanya senyum sopan. Apa yang sedang ia pikirkan? Apa dia menyukai perhatian Mike? Dan. kagum. Sikap posesifnya terhadap Bella—seolah Bella akan jadi miliknya—memancing kemarahanku..Diterjemahkan dari: www. Tapi Alice selalu memberi peringatan ketika ia akan menoleh ke arah kami. Bocah itu tidak mendengar kesabaran pada suaranya ketika ia pura-pura tertarik pada segala macam ceritanya. Bagaimanapun juga penemuan bermanfaat ini tidak melunakan sikapku pada si bocah. aku berhasil menambahkan satu sifat yang paling penting kedalam daftarku. itu tidak akan terlalu fatal. diriku. Tiap kali aku selalu menghibur diri dengan membayangkan menapuk wajahnya hingga terlempar ke tembok. yang paling menyakitkan: sikap acuh Bella. Seiring berjalannya waktu ia juga lebih percaya diri. Ini bisa membuatku gila—atau bahkan mematahkan tekadku untuk merubah masa depan. dia sempat khawatir Bella dan aku jadi lebih dekat.. yang paling menonjol. dan itu membuat Mike puas. Aku tidak melihatnya sendiri. tidak egois. Tapi kini aku sama mengabaikannya seperti yang lain. tersemengati melihat senyumannya.. kadang-kadang. Kecuali kadang ia menatapku dengan tatapan yang sama seperti dulu. tidak cari perhatian. yang lain masih khawatir pada gadis itu.com membicarakan anaknya daripada sebaliknya—penuh sayang. tapi yang terjadi justru sebaliknya. dia mengacuhkan aku. Sama seperti aku mengacuhkan dia. Karena tampaknya Bella lebih memilih dia ketimbang cowok lain yang ia anggap saingan—Tyler Crowley. dan tidak menilai kebaikan hati dibalik kesabarannya itu. dan bahkan.stepheniemeyer.. Dia tidak pernah mengajakku bicara lagi. Sifat yang lainnya cuma penjabaran dari itu—baik hati. mengajaknya ngobrol.

Aku akui. Tapi Bella masih belum mengajaknya. Kali ini pihak perempuan yang memilih pasangannya. Posisinya terjepit—aku menikmati kegusaran dia lebih dari semestinya—karena Jessica Stanley sudah mengajak dia duluan. bocah menjengkelkan yang tidak boleh kuanggap sebagai saingan. Semoga kau senang. Semua segera membuat gerak-gerik kecil dan mengganti tumpuan layaknya manusia.” karena masih berharap Bella memilih dia (menjadi bukti kemenangan atas para pesaingnya). Alice sangat penasaran ingin mewujudkan mimpi-persahabatannya dengan Bella. Dalam cara yang aneh.. bahwa frekuensinya tidak berkurang sama sekali. Dia membaca luapan pancaran stres dariku dengan kemampuan uniknya. kau lebih baik dari yang kukira. Moodku sedang jelek—lebih tegang dari yang mereka lihat. Lebih sulit dari kemarin.” Dia mendengus. Aku menghitung seberapa sering dia melihat ke arahku.” Dia cemberut. bisa jadi dia cuma sedang mengira-ngira mahluk mengerikan apa aku ini. berencana mengajak Bella kencan. Mike Newton. Namun dia tidak mengerti alasan dibalik mood itu. tapi membuatku merasa jauh lebih baik. tapi ia juga segan menjawab “tidak. meskipun seharusnya tidak.Diterjemahkan dari: www. mengetahui kadang ia memandangiku dari jauh. dan— karena setiap hari moodku memang selalu buruk—dia mengabaikannya. yang bisa merasa dan mempengaruhi mood orang lain. Dan Mike sangat berharap Bella akan mengajak dia. Itu membuatku senang. Hanya Jasper yang menyadari..stepheniemeyer. “Jangan ikut campur. “Itu sangat masuk akal buatku. Bersikap wajar. Alice mendesah.” takut berakhir 93 .” kata Alice pada suatu selasa di bulan Maret. Aku sedang tidak ingin ngobrol. Sebentar lagi akan ada pesta dansa musim semi. Kau membuat masa depan itu menjadi kabur dan kacau lagi. Aku tidak tahu apa artinya. Alice. Selalu begitu polanya. dan ini menggoyahkan kepercayaan dirinya.” tukasku dari balik napas. dia merindukan perempuan yang tidak ia kenal. Tentu saja. “Itu tidak akan terjadi. Hari ini akan sulit. tidak bergerak sama sekali—beku—adalah ciri kaum kami. “Bella sebentar lagi akan melihat ke Edward.com Itu sedikit mengurangi rasa sakit. Aku berusaha membuatnya diam. Aku harap. Dia tidak mau menjawab “ya.

Tidak kusangka bisa sampai sejauh ini! Bisa-bisanya aku sampai ingin terlibat dalam drama picisan yang sebelumnya sempat kuhina-hina ini. Aku mendengarkan pergolakan batinya saat menunggu mereka masuk.com tidak mendapatkan keduanya. Dalam sedetik keraguan itu. tapi justru jadi lebih menjengkelkan karena tidak bisa melakukan apa-apa.” dia ragu-ragu. Dia sengaja cuma menunggu. “Jessica memintaku pergi dengannya ke pesta dansa musim semi. “Aku bilang padanya akan kupikirkan. Dia lebih memilih Bella duluan yang mulai. Aku membayangkan bagaimana suaranya jika badannya membentur tembok hingga tulangtulangnya remuk.” Bella ragu-ragu. Bocah itu lembek.. Mike tidak mendengar kelegaan itu. dan ia jadi menjelek-jelekkan Bella di pikirannya. Aku memahami insting itu lebih baik sekarang.” Dia berjuang mencari lanjutan yang tepat. dan hampir secara kecut mundur.stepheniemeyer. Jessica sendiri tersinggung dengan keraguan Mike.” kata Mike ke gadis itu. dong.Diterjemahkan dari: www. “Jadi. Dia mengharapkan tanggapan yang negatif.well. Lagi. “Aku bertanya-tanya jika.” Bella langsung menjawab dengan penuh semangat. tapi ada secuil kelegaan juga.” “Kenapa kau bilang begitu?” Nadanya tidak setuju. “Well. Dia duduk di ujung meja lagi.. jika kau mungkin punya rencana untuk mengajakku. instingku membuatku ingin meletakan diri diantara pikiran marah Jessica dan Bella. “Kau akan bersenang-senang dengan Jessica. Sulit untuk tidak tersenyum saat Mike akhirnya menyerap nada itu. ini seperti undangan—dan ia melihat ke lantai lagi. merasa nyaman dengan kebiasaan itu. Wajahnya merah padam—panasnya langsung terasa. 94 . aku melihat masa depannya dengan lebih jelas. Kemudian ia memberanikan diri lagi. Mike sedang memberanikan diri saat berjalan bersama Bella ke kelas biologi.. Pengecut.” “Bagus. Dia tidak ingin terlihat lemah hingga ditolak. Matanya menatap lantai.. Ia bisa menebak alasan dibaliknya. takut ketertarikannya diketahui Bella sebelum ia menunjukan tanda-tanda akan mengajaknya. Apa itu artinya? Kemarahan yang muncul tiba-tiba membuat tanganku mengepal.

menurutku kau harus bilang ya padanya. Meskipun bocah ini bukan yang akan dijawab ya oleh Bella.stepheniemeyer. Apa ini akan membuatnya senang? “Apa kau sudah mengajak seseorang?” Mike bertanya dengan kesal terpendam. Tapi.” Bella menjawab dengan suara lembut. curiga untuk pertama kalinya selama berminggu-minggu ini. tanganku gatal ingin meremukan tengkoraknya. atau mungkin 'tidak'. Alice benar. tapi aku sedang bingung dengan perasaan menyakitkan ini—dan menyesali dampaknya padaku. “Tidak. aku tidak bisa menamakannya. kepalaku sedikit miring kearah Bella.Diterjemahkan dari: www. Harapan Mike runtuh..” 95 . Aku belum pernah merasakan sebelumnya. Dia menyenangkan dan menawan. atau menunggu sampai pergi dari Forks.percintaan. Amarah ini menuntut pelampiasan sekarang juga. Saat ini. Manusia biasa pasti akan mati menanggung sakit seperti ini—mereka tidak akan bisa hidup. hasrat. Rasa iri liar dalam pikiran Mike—iri pada siapapun yang dipilih gadis ini—mendadak memberi nama pada emosi-tak-bernamaku.. bergaun putih gading. karir. tapi sekaligus amarah yang sangat. apapun itu. Dia mendelik padaku. Para pria-manusia sangat menyadari hal itu. Entah ia akan memilih diantara orang-orang menyedihkan ini. Aku sadar telah mengkhianati tekadku sendiri. “Mike. wajahnya bersemu bahagia saat berjalan dengan iringan simfoni Wagner.” gadis itu berkata dengan sedikit jejak humor di suaranya. Aku cemburu. Aku tidak cukup kuat. “Aku tidak akan datang ke pesta dansa. ia akan berkata ya pada seseorang. dan putus asa. Aku tidak memahami perasaan ini—campuran dari rasa sakit. pernikahan. Alice akan mengamati bagaimana masa depan akan berputar dan berubahubah. Dalam kesempatan berbeda aku akan menikmatinya.com Gadis itu mungkin akan menjawab 'ya' pada Mike. menjadikan dia sebagai contoh bagi siapapun yang ingin mendekati Bella. Luka yang kurasakan melebihi segalanya. amarah. Aku melihat hidupnya dengan sangat jelas—kuliah. Dan bukan cuma sakit. Aku melihat dia dalam gandengan ayahnya lagi. suatu saat nanti. akan datang hari dimana ia akan berkata ya.

apa keduanya bukan? Jangan-jangan dia tertarik dengan orang lain? “Ya. Aku menahan geramanku. Saat itu juga aku mulai mempertimbangakan saingan-sainganku yang lain. Aku tahu segala perasaan itu akan datang lagi. “Kenapa tidak?” Mike bertanya dengan agak kasar. Dan ia langsung melihat kearahku. 96 . Penasaranku tidak sehebat sebelumnya—kini saat aku telah berniat untuk mencari jawaban pertanyaan itu. “Tidak bisa kah kau pergi lain kali?” “Maaf.Diterjemahkan dari: www. Menarik. mungkin merasakan tatapanku. sangat terpukul hingga aku hampir merasa kasihan. aku menoleh untuk membaca sendiri wajahnya. Aku akan segera tahu alasannya sebentar lagi.com Melebihi segala penyesalan dan marah. Banner membangunkan dia dari lamunan. seperti tarikan napas di permukaan pada penyelam yang kehabisan oksigen. atau marah dalam detik ini.” gumam Mike. Matanya pelan-pelan membuka. menghentikan pandanganku ke wajah Bella dalam pikirannya. Rasanya sangat lega membiarkan diriku melakukan ini.stepheniemeyer. Matanya tertutup. Apa sebetulnya dia berharap bisa berkata ya? Atau. Suara Mike berubah membujuk.” Kepeduliannya pada Jessica mengipasi api cemburuku.” Bella kini agak ketus. seolah ingin mengusir sesuatu dari pikirannya.” jawabnya. Hal itu tidak boleh terjadi. kau benar. Aku tersinggung mendengar Mike menggunakan nada seperti itu ke dia. Hampir. Aku tidak merasa menyesal. aku merasa lega pada jawabannya. Perjalanan ke Seattle jelas-jelas cuma alasan untuk mengelak—apa penolakannya murni karena loyalitas dia pada temannya? Dia jauh lebih dari tidak-egois jika begitu. Suara Mr. bersalah. Frustasi. Dia menatap kedalam mataku dengan ekspresi penuh tanya yang sama dengan yang menghantuiku selama ini. tidak bisa. Dia menggeleng sangat pelan. dua tangannya menekan kedua sisi wajahnya. “Aku akan pergi ke Seattle sabtu itu. tapi untuk saat ini aku dimabukan oleh kegugupan yang aneh. Maka untuk pertama kalinya dalam sebulan. “Jadi sebaiknya kau tidak membuat Jess menunggu lebih lama—itu tidak baik. Di menjatuhkan pandangannya dari si gadis. Bahunya terkulai galau.

pergelangan tangannya yang rapuh—keduanya sangat 97 . hingga kemudian semburat halus merah muda meronai pipinya. Aku bisa melihat pantulan mataku sendiri. sia-sia mencoba membaca pikirannya melalui mata coklat mudanya. Aku menarik napas cepat. Dia tidak membalas tatapanku lagi. ini bukan hari yang aman bagi keruntuhan niatku. Apa yang telah kulakukan? Mengetahui telah kalah. tapi jarinya memilin rambut gelapnya dengan gugup. Penyesalan dan rasa bersalah terbakar bersama dahaga. Apa yang sedang ia pikirkan? Aku hampir menanyakan itu keras-keras. mataku pasti sudah berlinangan sekarang. meskipun aku menatapnya dengan keingintauan yang tidak pantas.stepheniemeyer. Tapi sepertinya kegelapan mataku tidak menakuti dia. Monster itu sedang berlonjak gembira. “Siklus Krebs. dan bukannya kalah. aku kembali memandangi gadis itu lagi. Banner memanggil namaku. Dia merengkuh dua pilihan masa depan yang membuat posisinya imbang. sudah tidak ada lagi alasan untuk menahan apa yang kuinginkan. Aku memilih jawaban yang benar dari pikirannya sambil menoleh sekilas. Aku memejam. Dia tidak membuang muka. Jari tangannya yang lembut.Diterjemahkan dari: www. tapi kemudian Mr. Dia bersembunyi dibalik rambutnya. Hampir dua minggu sejak terakhir kali berburu.com Seakan aku telah menang. Matanya penuh pertanyaan daripada jawaban. Dua mataku hitam karena haus. Jika aku punya kemampuan memproduksi air mata. berusaha berkonsentrasi menghalau hasrat akan darahnya yang mengamuk dalam diriku. Sang monster menyukai itu. tapi aku bisa melihat melalui celah rambutnya bagaimana pipinya kini berwarna merah terang.” Rasa haus menghanguskan tenggorokanku—mengencangkan otot-ototku dan memenuhi mulutku dengan liur. Monster itu jauh lebih kuat dari sebelumnya. kesempatan sama besar yang selama ini ia idam-idamkan dengan licik. Ia masih tidak membuang muka. Pilihan ketiga yang coba kubangun dengan kekuatan niat semata telah runtuh—dihancurkan oleh kecemburuan sepele—dan monster itu hampir mencapai tujuannya.

Selama terombang-ambing. Jika aku punya detak jantung.stepheniemeyer. pastilah berdetak lebih cepat.com ringkih. tidak. Bahwa seharusnya begitu. bahkan hanya dengan hembusan napas bisa kupatahkan. membaca wajahnya. Alice betul tentang itu. Aku mengingatkan diriku sendiri bahwa ia sangat berhak untuk tidak percaya padaku. Ini memotong jalurku membaca perasaannya. Tapi aku juga tidak bisa menjauh dari dia. berdampak aneh pada tubuhku. terlalu baik. Dia menutup mata. Aku tidak mengijinkan kehidupanku menghancurkan hidupannya. tidak. “Apa kau bicara denganku lagi?” ada bagian pada kekesalannya. Tidak jika aku bisa menghindarinya. “Bella?” kataku tanpa bisa kucegah. Apa aku bicara dengan dia lagi. Tekadku sudah tercabik-cabik. curiga. terlalu berharga untuk menerima takdir ini. Dia mengambil napas panjang tanpa membuka mata. Ini membuatku kecewa. Dia bimbang sebelum melihat ke arahku. “Tidak. tapi tidak mungkin berharap sebaliknya. Kenapa dia melakukannya? “Lalu apa maumu. dalam pengertian yang ia maksud? Tidak. yang seperti ketika marah. Matanya masih tertutup saat bicara. Aku menarik napas pendek. Aku tidak bisa melakukan ini. Caraku memperlakukan dia sejak insiden itu tidak termaafkan. melawan rasa hausku. Itu membuatku ingin tersenyum. Dia terlalu rapuh. Tapi bagaimana menjawabnya? 98 . Edward?” Mendengar namaku diucapkan oleh bibirnya. tidak juga. Bel berbunyi. Aku akan berusaha menghindarinya. dan ia mengumpulkan barang-barangnya tanpa menengok. Dia menunggu. tapi aku hanya memandanginya.” aku memberitahu dia.Diterjemahkan dari: www. saat menoleh ekspresinya hati-hati. Monster dalam diriku mendesesis frustasi saat aku bimbang. Tentu ini bukan kebiasaan manusia normal. Aku tidak begitu yakin bagaimana menjawabnya. yang membuatku frustasi. Tidak. satu jam singkatku bersama dia berlalu cepat. “Apa?” dia akhirnya bertanya. Rahangnya terkunci. justru terlihat menggemaskan.

Berani-beraninya dia mempertanyakan satu-satunya perbuatan baikku diantara semua kekacauan ini.” Aku coba memberi peringatan sebatas yang kubisa. “Kau pikir aku menyesal telah menyelamatkanmu?” “Aku tahu kau merasa begitu. Tapi lebih baik seperti itu. Aku terus berjuang agar dia tetap hidup sejak pertama mencium aromanya. “Percayalah.” Matanya menyipit. “Aku minta maaf. Apa aku bisa? Matanya membuka.com Apa adanya. Aku tidak mau tidak-dipercaya oleh dia.Diterjemahkan dari: www. Satu dan hanya satu-satunya yang membuatku lega telah 'hidup'. Sayangnya aku cuma bisa minta maaf dengan aman atas hal yang sepele. “Sayang sekali kau tidak menyadarinya sejak awal. Aku akan berkata apa adanya mulai sekarang. Dia perempuan cerdas. bingung. bahkan jika untuk mendapat kepercayaannya adalah mustahil. Bisa-bisanya dia berpikir seperti itu padaku.” Akan lebih baik bagi dia jika aku terus bersikap kasar. Aku ingat pernah mengatakan itu sebelumnya—tepat sebelum melanggarnya. Satu-satunya yang tidak membuatku malu. “Lebih baik kita tidak berteman. Bagaimana bisa dia berpikir seperti itu? Menyelematkan nyawanya adalah satu-satunya pilihan tepat yang kulakukan sejak bertemu dia. Pasti itu penjelasan dibalik kesunyian-mentalnya. aku memutuskan. Aku mengernyit saat dia menggertakan gigi—jelas dia juga masih ingat.” dia menjawab dengan ketus. Kesinisannya atas maksud baikku membuatku menggelegak marah. Apa yang ia ketahui tentang penyesalanku? “Menyesal? Menyesal kenapa?” tanyaku menuntut. “Karena tidak membiarkan van bodoh itu menimpaku!” dia meledak marah. ekspresinya masih hati-hati.” tentu dia menyadari peringatan itu. “Kau tidak tahu apa-apa.stepheniemeyer. sungguh.” Betapa ruwetnya cara kerja pikirannya! Dia pasti tidak berpikir dengan cara yang sama seperti manusia manapun.” itu adalah hal yang paling jujur. “Aku tahu sikapku sangat kasar. “Aku tidak tahu apa maksudmu. Aku membeku. Dia sama sekali 99 . “Jadi kau tidak perlu repot-repot menyesal begini.” ujarnya marah.” Aku memandangnya syok.

mengumpulkan semua buku-bukunya sebelum ia melihat kebawah. Kuserahkan buku-bukunya. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi. tapi ia bisa melihat perubahan nyata pada diriku. mustahil tidak menganggap ekspresi marahnya sedikit menghibur. Goff tidak menggubris kelinglungan-ku —dia tahu bahasa Spanyolku jauh lebih fasih dibanding dia. seakan tidak yakin buku-buku itu pantas diambil. melihatku. sambil kupastikan kulit dinginku tidak menyentuhnya. Hal itu sudah pasti. dan kemudian membeku. Dia membungkuk.” kataku sama dinginnya. Dia menumpuk buku-bukunya dengan kasar. bahkan tidak melihat kebawah. Aku memperhatikan sampai sosoknya hilang. Pelajaran bahasa Spanyol berjalan kabur. Dia bangkit berdiri lalu langsung pergi ke kelas berikutnya tanpa menoleh. karena itu ia memberi banyak kelonggaran—membuatku bebas untuk berpikir. yang lebih manusiawi. lalu berjalan ke pintu tanpa menoleh ke arahku. Aku berusaha tidak tertawa. menyambarnya. Pasti ada pilihan lain. Aku berusaha memikirkan suatu cara. Pipinya merona. Dia tersandung dan semua bukunya jatuh berantakan. Tapi apa artinya aku tidak punya pilihan selain menghancurkan dia? Itu tidak mungkin satu-satunya masa depan yang tersisa.. aku tidak bisa mengabaikan gadis itu.” jawabnya dingin. Bahkan saat kesal seperti ini. “terima kasih.com berbeda. dia hanya berdiri mematung. kali ini karena marah. Dia berupaya keras 100 . Aku tidak terlalu memperhatikan Emmet sampai jam pelajaran hampir selesai. Nada bicaranya mengembalikan kemarahanku. Mrs.stepheniemeyer. “Sama-sama.Diterjemahkan dari: www. Tidak ada yang memperhatikan aku. Jadi.. Dia membuang muka dan menggertakan gigi lagi. Dia penasaran—Emmet tidak terlalu pandai membaca mood orang lain. Langkahnya kaku. tanpa terlalu memperhatikan jalan. dan kakinya tersangkut ujung pintu. aku segera ke sisinya. Bukannya memunguti barangbarangnya.

maukah kau pergi ke pesta dansa musim semi bersamaku?” suaranya bergetar. suara nama Bella di kepala. Tiba-tiba aku jadi gelisah. oke?” aku menggumam pada Emmet. geli dengan permintaan anehku.sainganku—harus kuakui—menarik perhatianku. “Tunggu yang lain disini.. “Hai.. atau senang? Eric tidak sanggup 101 . Anak ini mulai gila. Apa dia terkejut. Kira-kira seharusnya aku berharap apa? Tapi aku tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangan hal itu. Dan akhirnya memutuskan bahwa aku terlihat penuh harapan. “Mmm. Aku menunggu di tempat yang tidak kelihatan. Kelas Tyler keluar agak telat. baru aku jalan. Dia akhirnya menoleh.. Sesensitif seperti biasanya. tapi ia cuma mengangkat bahu dan mengangguk. Dia menyandar ke truk Bella agar dia tidak bisa menghindar. dan ia mesti buru-buru sebelum terlambat mengejar Bella. Dia membatin. kemudian rileks lagi dan meneruskan langkahnya. Bagaimana jika bocah ceking dengan kulit bermasalah ini. Matanya curiga. telah mendengar—dengan puas sekali—atas kegagalan Mike. menyenangkan hatinya? Eric menyaut dengan terlalu keras. Mereka berdua sedang mempersiapkan langkah mereka sendiri. mengatur langkahku agar nanti bisa lewat di waktu yang pas. aku cuma bertanya-tanya. bingung. Bella.stepheniemeyer. Saat ia mulai mendekati sergapan Eric. Penuh harapan? Apa seperti itu kelihatannya dari luar? Aku mempertimbangkan ide akan harapan selama berjalan ke mobil. Eric dan Tyler. Aku memperhatikan bagaimana ia terkejut melihat bocah itu disamping truknya..Diterjemahkan dari: www.” ia menyapa dengan suara ramah. Eric telah mengambil posisi duluan. Aku melihat Bella keluar dari gimnasium. Yang ini aku harus lihat. Dia terhenti sebentar.com mendefinisikan perubahannya. “Ada apa?” Dengan santai ia membuka pintu truknya tanpa melihat ke wajah cemas bocah itu. entah bagaimana. “Hai. Eric.” Gadis itu sepertinya tidak menyadari kegugupan Eric.

Bagaimana mungkin dia perduli pada monster? Dia terlalu baik bagi seorang monster. tergesa-gesa mengejar Bella. Dia menoleh mendengar suaraku. “Mungkin lain kali. Aku benar-benar menilai Tyler sebagai pesaingku. “terima kasih untuk ajakannya. Tapi memangnya aku tahu selera Bella? Barangkali dia suka dengan cowok yang biasa-biasa saja.” Dia telah mendengar hal itu.” dia terdengar agak bingung. berusaha menahan bibirku agar tidak tersenyum girang. “Kupikir perempuanlah yang mengajak. Bodohnya aku ikut-ikutan bersaing mengejar perhatian Bella. membosankan.Diterjemahkan dari: www. Yang ia pikirkan cuma pergi.” dia menjawab sopan. Jika—seperti yang sudah kusangka—semua perhatian ini sangat mengganggu Bella. Tapi. 102 . meskipun tahu itu keliru. Bagiku dia biasa-biasa saja. dan tidak ada istimewanya sama sekali. Kemudian ia menggigit bibirnya. Aku suka itu.” gumamnya. Dia hampir tidak berani mengangkat matanya.com menatapnya.stepheniemeyer. “Iya. Aku ingin dia berhasil mengejar Bella karena dua alasan. Aku tertawa.” dia mengakui malu-malu. Eric melangkah lemas. jika ternyata tidak menggangu—jika memang ajakan Tyler yang ia tunggu—maka aku ingin mengetahui hal itu. Aku melewati Bella tepat pada saat itu. dan mendengar desah leganya. Dia lebih berani dan lebih yakin dibanding dua pesaingnya. Selama ini ia belum mendekati Bella hanya karena menghormati Mike. menuju ke arah berlawanan dari mobilnya. Bocah memelas ini tidak semenjengkelkan Mike Newton. tapi aku akan pergi ke Seattle hari itu. jadi aku tidak bisa melihat wajahnya di pikiran dia.. sih. aku ingin menonton reaksinya..” “Tentu. Aku mengernyit pada pikiran itu. yang telah lebih dulu melakukan pendekatan. Tyler terlihat masih jauh. seakan menyesal telah memberi harapan. Aku tidak mungkin bisa biasa-biasa saja. “Oh ya sudah. tapi aku baru bisa bersimpati padanya setelah Bella menjawab dia dengan lembut. tapi aku memandang lurus kedepan. tapi tetap saja ia merasa kecewa.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku sebaiknya membiarkan dia pulang, tapi rasa penasaranku yang absurd menahanku melakukan sesuatu yang benar. Lagi. lagipula, bagaimana jika Tyler kehilangan kesempatan, dan justru menghubungi nanti saat aku tidak bisa mendengar hasilnya? Aku cepat-cepat memundurkan Volvoku, mendului dia dan menghalangi truknya. Emmet dan yang lain dalam perjalanan. Emmet sedang menggambarkan tingkah anehku. Mereka berjalan pelan-pelan, memperhatikan aku, mencari tahu apa yang sedang kulakukan. Aku memperhatikan gadis itu dari kaca spion. Dia mendelik ke belakang mobilku. Kelihatannya ia seperti berharap sedang mengendarai tank dan bukannya truk Chevy karatan. Tyler buru-buru mengambil mobil dan berhasil mengantri di belakangnya, bersyukur pada tindakanku yang tidak biasa. Dia melambai ke gadis itu, berusaha menarik perhatiannya, tapi gadis itu tidak melihat. Dia menunggu sebentar, kemudian keluar dari mobil, menghampiri sisi penumpang truk gadis itu. Dia mengetuk kacanya. Gadis itu terlonjak, kemudian menatap Tyler bingung. Setelah beberapa saat, ia menurunkan jendelanya secara manual, kelihatannya sedikit macet. “Sori, Tyler,” katanya dengan suara kesal. “Mobil Cullen menghalangiku.” Dia mengucapkan nama keluargaku dengan suara tajam—dia masih marah padaku. “Iya, aku tahu,” ujarnya, tidak terpengaruh oleh moodnya. “Aku hanya ingin menanyakan sesuatu selagi kita terjebak disini.” Seringainya agak sombong. Aku senang melihat wajahnya berubah pucat setelah menyadari niat Tyler. “Maukah kau mengajakku ke pesta dansa musim semi?” dia bertanya penuh keyakinan. “Aku akan pergi ke luar kota, Tyler,” dia menjawab agak ketus. “Iya, Mike sudah cerita.” “Lantas, kenapa—” dia menatap Tyler tajam. Dia mengangkat bahu. “Aku pikir kau hanya ingin menolaknya secara halus.” Matanya berkilat kesal, tapi kemudian meredup. “Sori, Tyler.” Dia tidak terdengar menyesal sama sekali. “Aku benar-benar akan pergi ke luar kota.” Dia menerima alasan itu, dan keyakinannya masih tidak tergoyahkan. “Oke, tidak apaapa. Masih ada prom.”
103

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia kembali ke mobilnya. Keputusanku tepat untuk tidak melewatkan hal ini. Ekspresi kesal di wajahnya benar-benar layak untuk dilihat. Itu memberitahu apa yang seharusnya tidak kucari tahu—bahwa ia tidak tertarik pada bocah-bocah itu. Juga, ekspresinya adalah hal terlucu yang pernah aku lihat. Saat keluargaku sampai ke mobil, mereka bingung melihat perubahanku, yang sedang tertawa sendirian dan bukannya bersungut jengkel seperti biasanya. Apa yang lucu? Emmet ingin tahu. Aku cuma menggeleng sambil tertawa lagi karena melihat Bella menderumkan mesin mobilnya dengan marah. Dia kelihatannya berharap sedang mengendarai tank lagi. “Ayo pergi!” Rosalie mendesis tidak sabaran. “Berhenti bertingkah seperti orang idiot. Itu kalau kau bisa.” Ucapannya tidak menggangguku—aku terlalu terhibur. Tapi aku menuruti yang dia minta. Tidak ada yang bicara padaku selama perjalanan. Sementara aku terus tertawa-tawa kecil sendirian gara-gara teringat wajahnya. Saat tiba di jalan sepi—menginjak gas dalam-dalam mumpung tidak ada saksi—Alice merusak moodku. “Jadi boleh sekarang aku bicara pada Bella?” dia langsung bertanya begitu saja, tanpa basa-basi. “Tidak.” Aku langsung marah. “Tidak adil! Apa yang kutunggu?” “Aku belum memutuskan apa-apa, Alice.” “Terserah.” Di dalam kepalanya, dua takdir Bella menjadi jelas lagi. “Apa gunanya berkenalan dengan dia?” Aku mendadak murung. “Jika aku hanya akan membunuhnya?” Alice sekejap ragu. “Kau ada benarnya,” dia mengakui. Aku membelok tajam pada kecepatan sembilan puluh mil perjam, dan kemudian mendecit berhenti, tepat beberapa inchi sebelum tembok garasi.
104

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Selamat menikmati jogingmu,” sindir Rosalie culas saat aku keluar dari mobil. Tapi hari ini aku tidak lari. Aku berburu. Yang lain baru akan berburu besok, tapi aku tidak sanggup untuk haus sekarang. Pada akhirnya aku minum terlalu banyak—beberapa rusa besar dan satu beruang hitam. Aku cukup beruntung bisa menemukan mereka di awal musim seperti ini. Aku kekenyangan hingga tidak nyaman. Tapi kenapa masih belum juga cukup? Kenapa aroma dia harus lebih kuat dari yang lain? Ini aku berburu untuk persiapan besok. Tapi saat selesai berburu, dan masih berjam-jam lagi sebelum matahari terbit, aku tahu besok terlalu lama. Rasa gugup kembali melandaku saat menyadari aku akan mencari gadis itu sekarang juga. Aku berdebat dengan diriku sendiri selama perjalanan, tapi sisi culasku yang menang. Aku melanjutkan rencanaku. Monster dalam diriku gelisah namun sudah terikat kencang. Aku akan menjaga jarak. Aku cuma ingin tahu dimana dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya. Ini sudah lewat tengah malam. Rumah Bella gelap dan sepi. Truknya diparkir di pinggir jalan, mobil polisi ayahnya di depan rumah. Tidak ada pikiran yang terbangun di sekeliling rumahnya. Aku mengawasi rumahnya dari balik kepekatan hutan yang menghampar di seberang jalan. Pintu depan pasti terkunci—bukan masalah, tapi aku tidak mau meninggalkan bukti dengan merusak pintunya. Jadi aku akan mencoba jendela atas dulu. Jarang ada orang yang repot-repot menguncinya. Aku berlari menyebrang jalan, lalu meloncat keatas rumahnya tidak sampai setengah detik. Aku bergelantungan pada kusen jendela. Aku mengintip lewat kaca, dan napasku terhenti. Ini kamarnya. Aku bisa melihat dia di tempat tidurnya yang kecil. Selimutnya di lantai, dan spreinya berantakan disekitar kakinya. Kemudian tiba-tiba ia bergerak gelisah dan melempar satu tangannya keatas kepala. Tidurnya tidak bersuara, paling tidak hari ini. Apa ia merasakan ada bahaya? Batinku menyuruhku untuk pergi saat dia bergerak gelisah lagi. Apa bedanya aku dengan tukang ngintip? Tidak ada bedanya. Bahkan aku jauh, jauh lebih buruk.
105

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Aku mengendurkan pegangan jariku, sudah akan turun, tapi sebelum itu aku ingin mengamati dulu lagi wajahnya sebentar. Wajahnya tidak tenang. Sedikit kerutan terlihat diantara alisnya. Ujung bibirnya turun. Bibirnya bergerak-gerak, kemudian terbuka. “Oke, mom,” dia menggumam pelan. Bella bicara di tidurnya. Rasa penasaran langsung membakarku, mengalahkan kejijikan pada apa yang sedang kulakukan. Daya pikat ungkapan pikirannya yang terucap tanpa-sadar mustahil untuk dilawan. Aku coba membuka jendelanya, ternyata tidak terkunci, hanya saja agak macet karena jarang dibuka. Kudorong pelan-pelan, berjengit tiap kali menimbulkan suara. Aku mesti mencari oli untuk lain kali... Lain kali? Aku menggelengkan kepala, lagi-lagi merasa jijik dengan diriku. Aku menyelinap tanpa suara melalui jendela yang terbuka separuh. Kamarnya kecil—berantakan tapi tidak kotor. Buku-buku berserakan di lantai disamping tempat tidur, keping-keping CD bertebaran di dekat tapenya yang murahan, dan diatas tapenya terdapat kotak tempat asesoris. Tumpukan-tumpukan kertas berhamburan disekitar komputer yang seharusnya sudah dimuseumkan. Sepatu-sepatunya ditaruh begitu saja di lantai kayu. Aku sangat ingin membaca judul-judul bukunya dan CD-CD musiknya, tapi aku sudah berjanji untuk menjaga jarak. Jadi aku cuma duduk di kursi goyang di pojok kamar. Apa betul aku pernah berpikir penampilannya biasa-biasa saja? Aku mengingat lagi saat hari pertama, dan kemuakanku pada bocah-bocah yang langsung tertarik padanya. Tapi sekarang, jika kuingat lagi wajahnya di pikiran mereka, aku tidak mengerti kenapa aku tidak lansung menilai dia cantik. Padahal jelas-jelas wajahnya cantik. Saat ini—dengan rambut gelap berantakan diseputar wajah pucatnya, memakai kaos oblong usang dengan celana panjang katun lusuh, roman rileks pulas, dan bibirnya yang penuh sedikit merekah—dia membuatku terpesona. Dia tidak bicara. Barangkali mimpinya sudah selesai. Aku menatap wajahnya sambil berusaha mencari jalan lain selain dua pilihan masa
106

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

depan yang ada. Apa pilihanku cuma tinggal mencoba pergi lagi? Yang lain sudah tidak bisa membantah lagi sekarang. Kepergianku tidak akan membahayakan siapa-siapa. Tidak akan ada yang curiga. Tidak akan ada yang mengkaitkaitkan dengan insiden kemarin. Aku sebimbang tadi siang, dan semua kelihatannya mustahil. Aku tidak mungkin menyaingi bocah-bocah manusia itu, entah ada yang membuat dia tertarik atau tidak. Aku seorang monster. Bagaimana mungkin ia akan melihatku sebagai sosok yang lain? Jika dia tahu siapa diriku sebenarnya, itu akan membuatnya ngeri ketakutan. Sama seperti para korban dalam film horor, ia akan lari gemetar penuh teror. Aku ingat hari pertamanya di kelas biologi...itu adalah reaksi yang paling tepat dari dia. Sungguh konyol membayangkan bahwa jika saja aku yang mengajak dia ke pesta dansa, mungkin ia akan membatalkan rencananya ke Seattle dan setuju pergi denganku. Bukan aku yang dia takdirkan untuk dijawab ya. Melainkan orang lain, seseorang yang hangat dan manusia. Dan bahkan—suatu saat nanti, ketika kata ya terucap—aku tidak boleh memburu pria itu dan membunuhnya. Bella pantas mendapatkannya, siapapun itu. Dia layak mendapatkan kebahagiaan dan rasa sayang dari siapapun pilihannya. Aku berhutang itu padanya; aku tidak bisa lagi pura-pura hampir mencintai gadis ini. Bagamanapun, tidak ada pengaruhnya kalau aku pergi, karena Bella tidak akan pernah melihatku dengan cara yang seperti kuharapkan. Dia tidak akan pernah melihatku sebagai sosok yang pantas dicintai. Tidak akan pernah. Bisakah jantung beku yang telah mati patah? Rasanya jantungku bisa. “Edward,” ucap Bella. Aku membeku, memperhatikan matanya yang tertutup. Apa dia terbangun, melihatku disini? Dia kelihatanya pulas, namun suaranya sangat jernih... Dia mendesah pelan, kemudian bergerak gelisah lagi, berguling kesamping—masih pulas dan bermimpi. “Edward,” dia bergumam lembut. Dia memimpikan aku.
107

aku tenggelam. Sudah lebih dari 80 tahun Carlisle menemukan Esme. mood dan hasaratku. “Tinggal lah. jadi aku akan berusaha menjadi kuat untuk bisa meninggalkan dia. “Jangan pergi.com Bisakah jantung beku yang sudah mati kembali berdetak? Sepertinya punyaku bisa. untuk selama eksistensiku yang tak terbatas. kekal dan tidak berubah.Diterjemahkan dari: www. Aku tahu aku tidak sekuat itu sekarang. Dia tidur lebih nyaman sekarang. Dan akan selamanya begitu bagi mereka. Aku akan selalu mencintai gadis rapuh ini. Aku akan selalu mengawasi dia seperti ini. menukar jiwa dan kefanaanku dengan keabadian. semua membeku. Aku memandangi wajahnya yang terlelap. Perasaan cinta merubah mereka dalam cara yang kekal. di tengah tengah-malamku? Pada hari dimana aku menjadi vampir. Aku mencintai dia. Kami semua membeku. Akan kuupayakan. Tapi barangkali akhirnya aku akan 108 . Batu hidup.. Aku berjuang mencari istilah dari perasaan yang membanjiri diriku. Jadi bagaimana mungkin matahari bisa terbit sekarang. Ketika muncul ke permukaan. Selama beberapa lama. Badanku menjadi sesuatu yang menyerupai batu daripada daging. Kepribadianku juga ikut membeku—yang aku suka dan tidak suka. dan sepuluh tahun kemudian pada Rosalie.. tapi aku tidak punya istilah yang cukup kuat untuk mengartikannya. itu langka dan merupakan sesuatu yang permanen. Tolong. jangan pergi. dan tetap saja dia masih menatap Esme dengan tatapan yang sama seperti saat menemukan cinta pertamanya. merasakan perasaan cintaku menetap pada tiap sel di tubuh beku-ku. malam gelap tanpa akhir. Akan selalu seperti itu juga bagiku.” dia mendesah.stepheniemeyer. Hal yang sama juga terjadi pada yang lainnya. dalam proses transformasi yang menyiksa. dan itu bukan mimpi buruk. Ketika kemudian terjadi perubahan pada kita. Hari-hariku tidak berujung. aku bukan lagi orang yang sama. cara yang tidak akan pernah pudar. aku benar-benar telah membeku. Dia menginginkan aku tinggal bersamanya. Aku melihatnya terjadi pada Carlisle. Sebaris senyum pada bibirnya. berenang-renang di dalamnya.” Dia memimpikan aku. disana di mimpinya. Selalu tengah malam bagiku.

itu bukan disengaja. Jika aku membunuh Bella sekarang. Aku memperhatikan dia tidur hingga matahari terbit dibalik awan timur. tidak bisa menemukan dimanapun dalam diriku. Aku baru tiba di rumah setelah yang lain sudah berangkat sekolah.Diterjemahkan dari: www. menghindari tatapan penuh tanya Esme. Kini aku memahami keduanya. Dia berhak mendapatkan yang lebih baik. Alice hanya melihat dua takdir bagi Bella. bau tubuhnya menempel di setiap permukaan. bagaimana aku. Kamarnya pekat dengan wangi tubuhnya.stepheniemeyer. Kepalaku seperti tenggelam. Aku akhirnya memahami takdir yang kedua. Aku akan selalu mengontrol tiap tarikan napasku. Meminta padanya untuk mengenyahkan jiwa gadis ini agar aku bisa mendapatkan dia selamanya. hanya ketidak sengajaan yang mengerikan. Namun begitu aku tidak bisa merasakan monster itu sekarang. Aku mengambil napas lagi. dengan keegoisan yang tidak termaafkan. Aku cepat-cepat ganti baju. Aku tidak akan pernah mengendurkan kewaspadaannku. jika aku sampai membuat kesalahan. Tapi aku melihat masa depan yang lain. Aku akan sangat hati-hati. Dia 109 . tapi kulawan pusing itu. Aku akan selalu menjaga jarak. Apa aku sanggup? Bersamanya dan membiarkan dia menjadi manusia? Secara sengaja aku mengambil napas dalam-dalam. satu benang tipis yang mungkin bisa kulewati. Mencintai dia bukan berarti membuatku tidak akan membunuhnya. Selama ini aku tidak habis pikir dengan penglihatan itu—apa yang terjadi hingga dia akhirnya menjadi tahanan keabadian seperti diriku ini? Sekarang—dibutakan kerinduan pada gadis ini—aku bisa mengerti. Barangkali cinta telah membungkam dia selamanya. menyusun rencana dan terus bernapas dalam-dalam. meminta tolong ayahku untuk melakukannya. jika dapat menjaga keseimbangan. Jika berniat menjalin hubungan dengan dia. napas yang membakar. Aku tidak akan pernah membuat kesalahan. aku harus membiasakan diri dengan ini.com cukup kuat untuk mengelakan masa depannya dengan cara lain. Dia melihat binar samar di wajahku. membiarkan aromanya membakar diriku.

Aku ingin menertawakan diriku sendiri—atau menendang sekalian. Mimpinya tadi malam bisa tentang sesuatu yang lain. dan ia lega karena sepertinya telah berakhir. tapi aku duluan. Well. Itu tidak akan menghentikanku mengejar dia. meskipun Alice pasti telah memberitahu aku akan disini.com merasa cemas sekaligus lega. Iya. kemudian berjalan santai dari balik pepohonan ke parkiran. Aku mengambil napas panjang. Aku bersandar ke truknya sementara dia terkejut dan berdiri. menghirup aromanya. Kesenduan panjangku membuatnya sedih. sampai beberapa detik sebelum saudaraku.stepheniemeyer. dia masih marah. mengambilnya sebelum tangannya harus menyentuh air dingin. tapi aku akan memberinya peringatan bahaya. di posisi aku bisa mengamati tanpa kelihatan. Aku menyerahkan kuncinya. Aku berhutang itu padanya. memikirkan cara yang paling baik buat mendekatinya. Dahinya mengerut. Rasaya aneh mengingat dia sepertinya masih marah padaku. “Muncul tiba-tiba. dan aku menaruh kuncinya di telapak tangannya. Aku benar-benar bodoh dan tidak tahu diri.” 110 . Aku menunggu sampai tidak ada yang melihat. Aku mendengar truk Bella menderu keras di belokan. Aku berjalan tanpa suara.Diterjemahkan dari: www. Dia membuatnya jadi mudah. Dia membungkuk. jauh lebih baik buat dia jika dia tidak tertarik padaku. dan terjatuh ke dalam kubangan. di kerimbunan hutan dekat parkiran. Semua gagasanku jadi tidak ada artinya jika ternyata dia tidak tertarik padaku. Kunci truknya terlepas dari genggaman saat ia keluar. Mereka tidak menoleh. “Bagaimana kau melakukan itu?” tanyanya sebal. Aku berlari ke sekolah. Aku berhenti di belakang sebuah suburban. Dia masuk ke parkiran. “Melakukan apa?” Dia mengulurkan tangan. mendelik ke Volvoku selama beberapa saat sebelum mengambil tempat parkir di ujung yang paling jauh. dan dengan alasan yang baik pula.

Butuh sedikit kerja keras agar bisa berbaikan dengannya. Aku tidak bisa menahannya. “Kau—” dia terengah. Lebih baik menggodanya dengan santai seperti ini. Aku harus meredam perasaanku. Mukanya merah.” aku melanjutkan perkataanku tadi.. Kemudian ia berbalik dan pergi. menjaga agar tetap kelihatan cuek. Dia tidak akan mengerti jika kutunjukan perasaanku yang sebenarnya. terlalu marah untuk meneruskan kata-katanya. Apa ada yang dia tidak lihat? Apa dia mendengar bagaimana aku mengucapkan namanya dengan penuh perasaan? Dia mendelik padaku. jadi aku mengejarnya.Diterjemahkan dari: www. “Jadi kau memang berusaha membuatku kesal setengah mati? Mengingat van Tyer tidak melakukan tugasnya?” Luapan marah langsung melandaku seketika itu juga. memikirkan ekspresi Bella kemarin. “Dan aku tidak pura-pura kau tidak ada. Aku akan menakuti dia. Aku harus memberi dia kesempatan. Aku menahan tawaku. Aku ingat dengan niatku untuk jujur.. bukan aku. bukannya membuatku kesal setengah mati.” aku sedikit bergurau. Jantungnya berdetak lebih cepat— karena marah? Takut? Setelah beberapa saat ia menunduk. Itu dia—ekspresi yang sama. Aku tidak berhak marah. bukan salahku jika kau tidak pernah memperhatikan sekelilingmu.. Dia sudah cukup marah..” Masih sangat marah.” Kemudian aku tertawa. “Kenapa kemarin kau membuat kemacetan?” dia bertanya tanpa melihat mataku.” Tukasku marah. kau benar-benar sinting.stepheniemeyer. Tapi tetap saja aku marah. 111 . Apa dia sungguh-sungguh mempercayai itu? Tidak rasional bagiku untuk merasa terhina—dia tidak tahu transformasi yang terjadi tadi malam. tidak menghargai gurauanku. Aku langsung menyesal. “Tunggu. “Kupikir kau seharusnya berpura-pura aku tidak ada.com “Bella.” aku memohon. “Bella. Dia tidak berhenti. “Itu demi Tyler.

“Kau melakukannya lagi. sikapku tadi itu kasar. Oiya.” sebuah kejadian terlintas di benakku dan aku tertawa. “Biarkan aku menyelesaikannya.” aku menjawab pelan. aku ingin mengatakannya. “Apa?” “Apa kau butuh tumpangan ke Seattle?” berdua dalam mobil bersamanya— tenggorokanku terbakar hanya dengan memikirkannya. Aneh. Pemandangan itu mengalihkan aku selama sedetik.” “Kenapa kau tidak meninggalkanku sendirian?” Percayalah. “Aku ingin menanyakan sesuatu. Apa yang ingin kau tanyakan?” “Aku bertanya-tanya. hari pesta dansa musim semi—” Dia memotongku. Pasti kelihatannya seperti itu. jika seminggu setelah sabtu depan.. “Baik lah.” aku mendapati ekspresi syok di wajahnya. dan aku bertanya-tanya kalau-kalau kau butuh tumpangan?” Aku menawarkan. “Apa kau berpkepribadian ganda?” Dia bertanya. Moodku tidak jelas. Dia menatapku kosong. Aku mengambil napas dalam-dalam. aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku sudah mencobanya.” Dia menunggu diam. Aku menyadari. Giginya menggigit bibir bawahnya yang lembut. begitu banyak emosi melandaku. dan juga.com “Maafkan aku. daripada hanya menanyakan rencananya.” —tidak masuk akal membayangkan akan menyakiti dia—“tapi tetap saja itu kasar. lebih baik ikut sekalian. “Apa kau mencoba melucu?” Ya. Biasakan. “Kudengar kau akan pergi ke Seattle hari itu. tapi kau mengahalangiku. Aku mengusirnya agar dapat terus memainkan peranku. “Denganku tentu saja. Aku tidak bilang itu tidak benar. “Kau tahu. Santai.” Dia mendesah.Diterjemahkan dari: www. dan harus menahan tawa lagi. “Dengan siapa?” matanya melebar dan penuh tanya lagi. akhirnya kembali menatapku. “Kenapa?” 112 .stepheniemeyer. reaksi yang ganjil menggeliat dari inti kemanusiaanku yang terlupakan..

“Trukku baik-baik saja.” dia berkata sinis. Aku menyamakan langkahku. dan bertemu pandang denganku lagi. Apa dia akan berkata tidak? Apa yang akan kulakukan jika begitu? “Tapi apa trukmu bisa sampai dengan satu kali isi bensin?” “Kupikir itu bukan urusanmu. “Akan lebih.” “Oh. aku tidak yakin apa trukmu sanggup kesana. “Penyia-nyian sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah urusan semua orang. “Well.” aku menjawab sesantai mungkin. dibawah atap kafetaria. “Tapi aku lelah berusaha menjauh darimu.” kalimat itu terucap dengan terlalu banyak perasaan.” kelihatannya lebih aman menggodanya daripada menjawab serius. dan sedetik kemudian kembali. Bella.” melihat kedalam mata coklat-mudanya yang dalam. Itu membuatku cemas.” “Jujur saja.com Apa sebegitu mengejutkannya bahwa aku ingin menemani dia? Pasti dia mengartikan yang terburuk dari tindakanku yang lalu. bukannya aku tidak mau jadi temanmu.” dia menyahut dengan keterkejutan yang sama. Detak jantungnya tidak beraturan. Edward. dan jujur saja. Terutama pada saat ini. Itu masih bukan tidak. jauh lebih penting untuk jujur.stepheniemeyer. aku tidak mampu mempertahankan sikap cuek-ku. aku tidak bisa meninggalkan dia.” Dia menggerutu.. jadi kumanfaatkan celah itu. sebelum terlambat. “Aku bilang akan lebih baik jika kita tidak berteman.. Dan jantungnya berdetak lebih cepat lagi. napasnya bahkan lebih cepat. Napasnya terhenti. Bagaimana bisa bersikap cuek dan jujur sekaligus? Well. Kupikir kau tidak mau berteman denganku. Dia mulai jalan lagi. terima kasih banyak atas perhatianmu. Dia tidak menjawab tidak.” Hatiku bergetar ketika ia mengucapkan namaku. “Aku berencana pergi ke Seattle dalam beberapa minggu kedepan. Tidak. Seberapa 113 . itu menjelaskan segalanya. terima kasih.Diterjemahkan dari: www. aku tidak mengerti denganmu.bijaksana jika kau tidak berteman denganku. Dia berhenti. Apa dia takut? Aku memilih kalimatku hati-hati. tapi mungkin dia cukup cerdas untuk meninggalkan aku.

Dia mengangguk.” Aku harus berkonsentrasi menahan diri agar jangan sampai lari dan terbang. Kemudian kesadaran menghantamku.Diterjemahkan dari: www. Jantungnya berdebar-debar sangat keras.com besar aku menakuti dia? Well. Ya.” aku memperingatkan dia.. Apa dia mendengarku? Apa dia akan berhasil melarikan diri dari ancamanku? Apa aku bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkannya dariku? Santai. Dia berkata ya pada ku. “Maukah kau pergi ke Seattle denganku?” aku bertanya apa adanya. 114 . “Sampai ketemu di kelas.stepheniemeyer. aku akan segera tahu. Seberapa besar dia harus membayar ini? “Kau benar-benar harus menjauhi aku.. aku meneriaki diriku sendiri.

Tapi. Aku yang pertama kali sampai.. Entah kenapa ini begitu lucu untukku. Mr.. Teman-temannya menilai Bella orang yang kikuk. Tapi aku menghindari Mike Newton. aku hampir tidak sadar dengan sekelilingku sendiri. dan akan tetap begitu dengan aku disini. Aku ingat ia tersandung meja pada hari pertama dulu.. Waktu berjalan lamban selama menunggu untuk bisa melihat dia langsung. dia bersahabat—kepalanya tempat yang nyaman. tapi aku tergelak selama perjalanan dari kelas sejarah ke kelas Inggris. Mereka menyediakan pandangan yang paling baik. Saat keluargaku melihat aku duduk sendirian di tempat yang baru. para guru. caranya memegang kepala. dan itu berbahaya bagi gadis picik itu. Bagaimana bisa aku tidak menyadari ini sebelumnya? Mungkin karena ada sesuatu yang anggun ketika ia sedang diam. tersandung ujung pintu kemarin. tidak ada yang anggun darinya sekarang. Dan juga tidak lewat Jessica Stanley. Dia orang yang kikuk. Aku cepat-cepat menuju kafetaria untuk menempati tempatku. Alice pasti telah memberitahu mereka. Aku terkejut. Aku memilih meja yang biasanya kosong. Aku mempertimbangkan hal itu. kakinya sendiri. bel berbunyi. kesinisannya pada Bella membuatku marah. aneh sekali. Aku tergelak lagi. dia sering kesulitan berdiri dengan baik. Memang benar. Varner melihat bagaimana ujung sepatunya tersandung karpet hingga dia jatuh ke kursinya..stepheniemeyer. Angela Weber pilihan yang bagus ketika matanya tersedia. mereka tidak kaget. Dan akhirnya. dan. aku sudah tidak tahan lagi dengan khayalannya. stray books. Orang-orang melihatku khawatir. Rosalie lewat tanpa menoleh.com 6. 115 . melihat betapa seringnya dia tersandung—tersandung pada rekahan di trotoar. terpleset-pleset diatas es. Golongan Darah Aku mengikuti Bella seharian melalui pikiran orang-orang disekitarnya. paling sering. mereka betul.Diterjemahkan dari: www. Tapi seringnya. bentuk lengkung lehernya.

Tidak. Jessica terus mengoceh tentang pesta dansa. kasihan kau nak. Seketika muncul dorongan kuat untuk bangun dan pergi ke sisinya. Sambil menunggu Bella datang. aku sama sekali tidak tidak tahu apa yang membuatnya sedih begitu. matanya langsung tertuju ke meja tempat keluargaku duduk. Dia terlihat sangat. Baik. tapi kemudian berseri lagi. Apa dia sedih karena tidak bisa ikut? Kelihatannya bukan karena itu. kemudian keningnya berkerut dan matanya jatuh memandang ke lantai. Tepat saat Bella masuk.Diterjemahkan dari: www. Jessica sedang sibuk berceloteh tentang pesta dansa yang akan datang. Dia memperhatikan sebentar.. Jasper setengah senyum padaku saat lewat.. giginya berkilauan terlalu terang. Semaumu saja. Jangan lupa tentang eksperimen biologi hari ini. Emmet memutar bola matanya dan menggeleng-geleng. aku tidak lupa itu. untuk menenangkan dia.” dengusku dari balik napas. Boleh aku bicara dengan Bella sekarang?? “Jangan ikut campur. Semoga sukses. Wajahnya meredup.com Idiot. itu bisa diatasi. jika memang itu maunya. dia mengingatkan. Aku menghela napas lagi. dan selanjutnya makin parah—tapi beberapa hari ini kelihatannya dia jadi jauh lebih sensitif.. Dia tidak menyadari aku ada disini. Tapi. Aku mengangguk. Bukan berarti Jessica memberinya kesempatan. Alice berseri-seri.stepheniemeyer. Toh. Karena. aku mengikuti dia lewat mata seorang murid yang ada di belakang dia dan Jessica. 116 .sedih. Rosalie selalu menganggap segalanya tentang dia. Dia sudah gila. tapi Bella sama sekali tidak menanggapi. aku tidak tahu apa yang bisa membuatnya nyaman. saatnya akan tiba juga. Hanya saja. pikirnya setengah hati. Aku menghela napas.. Hubunganku dengan Rosalie tidak pernah baik—aku sudah membuatnya kesal dari pertama dulu dia mendengarku bicara.

jadi kenapa tidak 117 .” “Well. Manusia betul-betul sangat rapuh! Ada jutaan macam hal yang mesti dikhawatirkan. aku sebaiknya kesana untuk mencari tahu apa maunya. Meski lantainya rata. dan harapan itu membuatku tersenyum. Sungguh. “Edward Cullen sedang menatapmu lagi. Jadi. pikirku kering. “Ini tidak seperti biasanya. Aku menunggu dia bicara. Dan dia terlongo. “Mmm. ragu-ragu. Rasakan apinya. Butuh beberapa saat.. bukan lewat mulut. kali ini melalui hidung. tidak lebih. bagaimana bisa aku melewati hal ini sebelumnya? Sepertinya aku terlalu memperhatikan pikirannya yang tak bersuara. Aku membiarkan diriku berharap bahwa dia sedih karena dipikirnya aku sudah pulang.” Aku bimbang. tapi akhirnya dia berkata. Aku mengambil napas dalamdalam. aku mengulang-ulang dalam hati.Diterjemahkan dari: www.. tetap santai. Apa lagi yang kulewatkan? Tetap jujur. tapi dari sikapnya.” aku mendengar Jessica bicara. Apa itu baik? Bukannya dia butuh lebih banyak nutrisi dari sekedar itu? Aku tidak terlalu paham pola diet manusia.. Dia terlihat gugup. Sekarang tidak ada lagi jejak kesedihan di wajahnya. “Mungkin dia butuh bantuan dengan PR biologinya. menatapku beberapa saat.stepheniemeyer.. “Apa yang dia maksud kau?” tanya Jessica kasar. Aku memberi isyarat dengan jariku untuk mengajaknya bergabung denganku.” Itu satu lagi jawaban ya..com Dia membeli sebotol limun untuk makan siang. lagi-lagi itu jawaban ya. “Kira-kira kenapa dia duduk sendirian hari ini?” Aku berterima kasih pada Jessica—meskipun dia jauh lebih sewot sekarang—karena Bella langsung mendongak dan padangannya mencari-cari hingga akhirnya bertemu denganku. aku mengedip. dia tersandung dua kali sebelum sampai ke mejaku. Dia berhenti di belakang kursi di seberangku.. Dia menarik kursi dan duduk. “Mengingat aku toh bakal ke neraka juga. dan itu membuatku tambah ingin menggodanya.” jawabnya pelan dan ragu-ragu. “Kenapa kau tidak duduk denganku hari ini?” pintaku padanya. Dia terlihat kaget sekali.

“Tidak. Bella menelan ludah. “Lagi-lagi kau membuatku bingung. Itu sangat melegakan.” aku mengingatkan dia.. Harusnya dia khawatir. “Iya—menyerah berusaha bersikap baik.” Dan.com sekalian saja.” Nampaknya itu tidak membuatnya risau. aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu.” harusnya ini tidak lucu.Diterjemahkan dari: www. apa yang menyebabkan ini semua?” “Sudah kubilang. Dia tidak berdiri. Aku tertawa melihat ekspresinya. sebetulnya. atau sedang menggodanya.” Sangat sulit mengabaikan pikiran-pikiran yang meneriakiku dari balik punggungnya— dan lagipula aku juga ingin mengganti topik.. Tidak mungkin bisa berjalan seperti ini—bersikap jujur sekaligus santai di waktu bersamaan.” dia tidak pandai berbohong.. Jadi aku menyerah.” Itu cukup jujur. “Terkejut. tampaknya. 118 . menunggu. Berada di dekatnya membuatku sulit menggunakan akal sehat.” Aku sama sekali tidak tahu apa sedang berusaha jujur. menyerah untuk bersikap santai. “Menyerah?” dia mengulangi.. Biarkan itu memperingatkan dia juga. Dia menatapku. heran. “Aku lelah berusaha menjauh darimu.” Aku cukup egois untuk merasa lega atas hal itu. seakan kalimatku belum selesai. “Aku tahu. paling tidak aku jujur. Dan siapa tahu dia mendengar peringatan tersembunyiku. “Kau tampak cemas. “Kau tahu..” Ugh.” “Aku mungkin saja tidak akan mengembalikanmu. “Kurasa teman-temanmu marah padaku karena telah menculikmu.stepheniemeyer. dan membiarkan semuanya terjadi sebagaimana mestinya.. kenapa aku mesti mengatakan itu? Tapi sudahlah..” ujarnya akhirnya. Biarkan dia melihat keegoisanku. Aku tersenyum.” aku menjaga senyumku dengan susah payah. “Sekarang aku akan melakukan apa yang kumau. sama sekali tidak menolong saat suaranya bergetar. Mungkin ia akan sadar harus bangun dan pergi secepatnya. “Mereka akan baik-baik saja.

” Ah. kau akan menghindariku. Maka dia akan tinggal. Betapa dramatisnya. karena kau tidak mendengarkan. apakah sekarang kita berteman?” Aku mempertimbangkan itu sebentar. tapi aku tersenyum minta maaf. “Teman. Tapi kuperingatkan kau. “Aku tak mengerti satupun ucapanmu.” “Ya.” Aku menunggu responnya—berharap akhirnya dia mendengar peringatanku dan mengerti.” gumamnya malu. “Aku masih menunggu kau mempercayainya.com “Aku selalu berkata terlalu banyak kalau sedang bicara denganmu—itu salah satu masalahnya.. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Rasanya lega akhirnya bisa mengucapkan pertanyaan itu keras-keras. “Kurasa penilaianmu atas intelektualitasku cukup jelas.Diterjemahkan dari: www. Aku tidak terlalu menyukai kedengarannya.. Itu belum cukup. dan napasnya bertambah cepat sementara pipinya merona 119 .” dia meyakinkan aku.” katanya pelan. menatap lekat-lekat botol limun di tangannya. Apa dia pikir aku tidak menyukai dia sebesar itu? Aku tersenyum.” Masalah yang jauh lebih sederhana dibanding masalah lainnya. “Aku mengandalkan itu... Rasa penasaran itu kembali menyiksaku. tapi apa aku akan tetap tinggal diam.” aku mengulangi. Kalau pintar. “Well. “Jadi. menebak mungkin aku telah menyinggungnya secara tidak sengaja.” Aku mengatakannya dengan bersungguhsungguh. Jantungnya berdebar lebih cepat.” Aku kurang yakin apa maksudnya. “Kau sering bilang begitu. kurasa kita bisa mencobanya. Aku jadi berubah seperti kebanyakan manusia lainnya.orang yang tidak pintar. aku bukan teman yang baik untukmu.stepheniemeyer. “Jangan khawatir. tapi membayangkan kalau mungkin saja aku mati jika dia pergi. terus terang. Kami bertemu pandang.” “Jadi. “Atau tidak. kita akan berteman?” “Kedengarannya masuk akal.” Dia menunduk.” Bagus. jika dia mencobanya? Matanya menyipit. “Selama aku adalah.

Itu. aku tidak bisa membayangkan kenapa itu harus memusingkan—hanya karena seseorang menolak menceritakan apa yang mereka pikirkan. Tidak tahu adalah yang paling buruk dari apapun. dan ia tidak mengatakan apa-apa.. Dia melanjutkan. Aku terkekeh lega. bahkan setelah berjanji akan melakukannya. “Terlebih lagi.. kenapa itu memusingkan?” Aku mengerutkan dahi. sampai memperlakukanmu seperti orang asing keesokan harinya. merasakannya di udara. Aku bisa merasakan kehangatan dari rona pipinya di udara. “Sudah menemukan sesuatu?” Aku bertanya sesantai mungkin.” 120 . Kenapa tebakannya membuat dia malu? Aku tidak tahan tidak tahu begini. Dia menggeleng.” Keluhanku sepertinya berefek sesuatu padanya. Pipinya jadi merah terang.. Itu selalu berhasil dengan manusia normal. kesal karena menyadari dia betul.” Ugh. akan sangat tidak memusingkan. “Maukah kau memberitahuku?” Aku tersenyum menyemangati.stepheniemeyer.nah. Matanya berkilat dan kata-katanya mengalir lebih cepat dari biasanya. Tentu saja ia sedang memikirkan hal itu. Tidak mungkin berharap dia tidak menyadari sesuatu yang ada di depan matanya. “Aku sedang mencoba menebak siapa sebenarnya kau ini. meskipun mereka terus menerus melontarkan komentar misterius untuk membuatmu terjaga semalaman dan memikirkan apa sebenarnya maksudnya. juga.” Aku menahan senyum di wajahku.. Aku tidak adil. “Tidak terlalu. kau tahu. Aku menarik napas.com merah muda. dan dia tak pernah menjelaskan apa-apa. “Terlalu memalukan.” akunya. tidak perduli apapun dugaannya. “Apa teorimu?” Tidak mungkin lebih buruk dari yang sebenarnya. mengunci mimikku seperti itu. katakan saja orang itu juga melakukan hal-hal aneh— mulai dari menyelamatkan nyawamu dari keadaan mustahil pada suatu hari. sementara panik merayapi tubuhku. Aku coba menggunakan nada membujuk. Dia tidak bodoh. “Itu sangat memusingkan. “Tidak.Diterjemahkan dari: www.

“Boleh minta tolong?” Matanya menatapku lagi. “Apa kau tidak lapar?” Tanyaku. ya?” “Aku tidak suka standar ganda..” Aku sangat menikmati mendengar dia menyangkal Mike.” tukasnya dengan suara dingin. tentu saja.” “Kecuali aku. aku yakin kau salah. Dia membuang muka. “Pacarmu sepertinya mengira aku bersikap tidak sopan padamu—dia sedang mempertimbangkan untuk melerai pertengkaran kita atau tidak. kenapa bisa begitu?” Aku menatap kedalam matanya. “Tidak. Pandangannya ke meja. sampai kemudian teriakan pikiran Mike mengalihkan perhatianku.” Aku sangat ingin melihatnya melakukan itu. Dia sangat marah hingga membuatku tertawa geli. “Kau?” “Tidak.stepheniemeyer.” Dia melihat ke meja kosong diantara kami.Diterjemahkan dari: www. mencoba lagi. Aku pernah bilang. Apa yang ia inginkan dariku? Apa ia akan menuntut kebenaran yang tidak bisa 121 . “Aku tidak tahu siapa yang kau maksud. Bibirnya merengut.” aku jelas tidak lapar.. aku tidak lapar. “Tidak. “Apa?” Tanyanya. Dan itu menambah daftar kepribadiannya yang kubuat. kebanyakan orang mudah ditebak. “Lagi pula.” “Ya.” Apa dia harus menjadi pengecualian atas segalanya? Bukannya lebih adil—mengingat segala yang mesti kuahadapi saat ini—jika paling tidak aku bisa mendengar isi pikirannya? Apa permintaan itu terlalu banyak? “Aku bertanya-tanya. Dia menatap ke meja. Dia membuka botol limunnya dan meminumnya. “Kau ini pemarah. Kecuali kau. Aku tertawa lagi. bertanya-tanya bagaimana mungkin aku bisa melakukan sesuatu yang benar buat dia.com Itu ucapan dia yang paling panjang yang pernah kudengar. Aku menunggu. Aku menatap Bella.” Tentu saja ia punya cukup alasan untuk marah.

“Mmm. 122 . Aku menatap lekat-lekat kedalam matanya— sesuatu yang mudah dilakukan. “Kira-kira.” Aku memohon dengan suara halus. Sekali lagi aku mencoba membujuknya.” Dia berjanji. apa?” tanyanya.” dia mengijinkan. Well..” “Sedang kau sendiri melanggar janjimu.” “Kau tidak memberi syarat. “Lalu apa aku juga boleh minta satu jawaban sebagai gantinya?” tanyaku penuh harap.” Dia ingin diperingatkan dulu? Berarti..Diterjemahkan dari: www. dengan matanya yang begitu dalam—dan berbisik. Aku menunggu. “Ceritakan padaku satu teori.” “Terima kasih. meski aku tidak bisa membayangkan sesuatu yang lucu tentang itu. mengitari mulut botolnya dengan jarinya. “Maukah kau memberitahuku dulu sebelum lain kali memutuskan untuk mengabaikan aku.” Wajahnya merona lagi.” “Pasti kau bakal tertawa. itu bukan reaksi yang kuharapkan. “Satu teori saja—aku tidak akan tertawa. “Ceritakan satu teori. dan wajahnya berubah kosong.com kuberikan—kebenaran yang kuharap tidak akan pernah dia ketahui? “Tertantung apa yang kau inginkan?” “Tidak susah kok. demi kebaikanku sendiri? Jadi aku bisa siap-siap.” Dia kelihatannya sangat yakin. “Satu. “Kedengarannya adil.” jawabnya sambil mendongak menatapku. “Please?” Dia mengedip. Ada apa dengan dia? Tapi aku tidak akan menyerah. sedikit saja.. memperhatankan matanya dalam tatapanku.. kau sudah janji untuk menjawab satu. “Jangan yang itu.” Dia menatap ke botol limun. Wajahnya begitu lega hingga aku ingin tertawa karena kelegaanku sendiri. Aku tersenyum. lagi-lagi penasaran. diabaikan olehku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. terlihat pusing.” Dia mendebat balik.stepheniemeyer. Dan itu tepat mengenaiku.

” “Sial. well. “Mendekatipun tidak. karena dia pikir aku adalah superhero.” Kemudian aku tertawa.” Dia akhirnya mendengar peringatanku. “Bagaimana kalau aku bukan seorang superhero? Bagaimana kalau aku orang jahatnya?” Matanya melebar dan bibirnya sedikit membuka.” Aku mencibirnya.” Dia agak tersinggung. “Kuharap kau tidak mencobanya. agar tidak tidak kedengaran mengancam.”Nnada menggodaku sepenuhnya lenyap.. “Oh. digigit laba-laba yang mengandung radioaktif?” Cerita komik? Pantas saja dia pikir aku bakal tertawa. ia akan lari. Aku bisa menggodanya lagi. Aku cepat-cepat mengalihkan—sebelum dia bertanya tentang gigitan.” keluhnya. Dan sedetik kemudian. “Ehh. berusaha menyembunyikan kelegaanku. Aku tidak tahu harus menjawab apa. ternyata berhasil.” Dan ketika dia tahu. “Ya maaf. “Kau berbahaya?” Napasnya memburu. “Karena.com Terkejut dan puas.” ujarnya. menyembunyikan penderitaanku. “Aku mengerti. dan jantungnya berdetak kian cepat. ingat?” Aku tersenyum dan menutup mulut. “Benarkah?” tanyaku. “Kau seharusnya tidak boleh ketawa.. Tetap saja.. “Nanti juga aku tahu. Apa ini kesempatan terakhirku bersamanya? Apa dia akan segera lari? Masih sempatkah untuk mengatakan bahwa aku mencintai dia sebelum 123 .Diterjemahkan dari: www. Dan itu membuatku lebih senang.. “Itu tidak terlalu kreatif. “Kryptonite juga tidak melemahkanku.” “Tidak ada radioaktif?” “Tidak. aku berusaha tersenyum. cuma itu yang kupunya.stepheniemeyer.” “Tidak ada laba-laba?” “Tidak ada.?” Aku behutang kejujuran padanya.

ke tutup botol yang kuputar. Bella.stepheniemeyer. kemudian kusimpan tutup botol tadi ke saku—sebuah kenang-kenangan dari pembicaraan yang sangat menyenangkan ini—dan berjalan menembus 124 . Hari ini Mr. “Kau salah.” Tentu saja aku jahat. aku memujamu.” “Kenapa?” Karena aku tidak mau membunuhmu. Dia ragu-ragu. “Tidak. aku akan masuk. bukannya dia.” Aku menarik napas.. aku tidak percaya kau jahat. Banner akan menguji golongan darah. Aku. “Kita bakal terlambat.. menjangkau tutup botol limunnya sebagai alasan.” Lebih tepatnya.dalam cara yang menakutkan dan membahayakan. “Sekali-kali membolos itu menyehatkan. memperhatikan itu. Tapi bel berbunyi dan ia cepat-cepat pergi. Pikiranku buntu.” Itu tidak mengejutkan.com ia pergi? Atau itu akan lebih membikin dia takut? “Tapi tidak jahat. kebalikannya. “Aku tidak ikut pelajaran hari ini.” bisiknya sambil menggeleng. Dia orang yang bertanggung jawab—selalu melakukan sesuatu yang benar. karena dia salah menilaiku? Jika aku orang baik. jauh lebih baik bagi manusia jika seorang vampir membolos di hari ketika darah manusia tumpah. Aku memutar tutup botolnya seperti gasing. Tadi pagi Alice sudah membolos duluan. Lari. Aku mengulurkan tangan ke meja.” ujarnya saat aku mulai khawatir —entah bagaimana—ia bisa mendengar peringatan di kepalaku. ngomong-ngomong. Belum. Aku tidak sanggup mengucapkannya keras-keras. Bukannya sekarang aku sedang bersorak gembira. Kutunggu dia sampai keluar.” jawabku sesantai mungkin sambil melihat ke bawah. Tidak terpancar ketakutan dari matanya yang jernih. aku akan menjauh darinya. Namun tiba-tiba dia terloncat. Dia benar-benar tidak takut padaku.Diterjemahkan dari: www. dan aku sempat berharap ia akan memilih untuk tetap tinggal bersamaku. Dia tidak bereaksi dengan gerakan tiba-tiba ini. lari. Dan. “Well. “Kalau begitu sampai ketemu lagi.

Komposisi lagunya hampir lengkap ketika aku menangkap gelombang kerisauan-batin yang mendalam. Kemudian. Tes golongan darah. Harusnya tadi aku datang diam-diam. menahan napasku. sekelumit gambaran dari kelas Biologi. Jadi. Saat aku mendekat. Dan dia hanya memikirkan kemarahannya hingga aku tidak tahu apa yang terjadi pada Bella. kumatikan CDnya dan ganti mendengarkan musik di kepalaku. Itu meringankan kepanikanku. Setetes cairan kental merah di kertas putih. Apa dia akan pingsan? Apa yang mesti kulakukan? Mike membatin panik. “Bella?!” Teriakku. Beberapa ratus meter dari tempatku. tapi 125 .com hujan ke mobil. penggalan lagu yang menyenangkan dan menggugahku. kulitnya sepucat mayat. Aromanya aku sudah biasa. Alunan nada yang lain mengalir di kepalaku. Debussy—CD yang sama dengan yang kudengarkan di hari pertama itu. Aku melihat sekelebatan ingatan di pikiran Mike. Dengan marah aku menyelidiki pikiran Mike.Diterjemahkan dari: www. Kepala Bella terkulai di meja kami berdua. jari-jariku menari di udara memainkan tuts-tuts piano kasat mata. kulit gadingnya berubah hijau. Aku hampir menendang pintu mobilku. Aku menyalakan CD musik kesukaanku. dia memejamkan matanya lebih rapat. Matanya tertutup.stepheniemeyer. Dia merosot tak berdaya ke semen dingin. Mike Newton meletakan tubuh lunglai Bella ke trotoar. Sekujur tubuhku mendingin melebihi es. “Apa yang terjadi—apa dia sakit?” Aku menuntut jawaban sambil berusaha fokus pada pikiran si bocah. Aku mencari sumber suaranya. Tapi aku tidak mendengarkannya terlalu lama. aku akan membinasakannya. Aku langsung berhenti di tempat. Secara naluri. yang terkejut sekaligus jengkel melihatku. Jika dia sampai menyakiti Bella.. memainkan penggalannya sampai berhasil mengembangkannya jadi satu harmonisasi lengkap. Tidak ada perubahan di wajah pucatnya saat aku meneriakan namanya.. Rasanya menjengkelkan harus berjalan dengan langkah manusia. aku mendengar detak jantung dan napasnya yang datar.

Mike menggertakan gigi.” kataku mengusirnya.” ujar Mike dengan cemas sekaligus marah.” kataku sambil menyeringai karena tidak ada yang salah padanya selain kepala pusing dan perut yang lemah. aku bernapas lagi. “Kau tampak kacau. Seringaiku makin lebar. “Aku tidak tahu apa yang terjadi. dengan lembut aku mengangkat Bella dan membopongnya di lenganku. “Tapi dia tak bisa berjalan lebih jauh lagi. “Kurasa dia pingsan. Kau bisa mendengarku?” “Tidak. Aku berlutut disamping Bella sementara Mike menunggu di dekatku. dengan kata lain. “Dan bahkan bukan darahmu sendiri.” ujarnya. dia bahkan tidak menusuk jarinya. bingung. marah karena campur tanganku.” erangnya. Matanya terbuka. “Bella. Aku yang seharusnya melakukannya.” Aku malas berdebat dengan bocah satu ini.” tuntutnya dengan suara lemah—malu. aku bisa mencium setitik darah dari bekas tusukan Mike Newton. Kau bisa kembali ke kelas. mungkin itu akan mengundang seleraku. Bibirnya putih. “Jadi kau pingsan karena melihat darah?” Bisakah lebih ironis lagi? Dia menutup mata dan mengatupkan bibirnya. Ah. “Pergi sana. Di waktu lalu.” Kelegaan itu begitu luarbiasa hingga aku tertawa.” aku menambahkan.” Kelegaan langsung melandaku. Berdebar-debar dan takut. Aku menyentuh hanya bajunya. setengah bersyukur dan cemas.” “Aku yang akan mengantarnya. mengingat bahayanya jika menyentuh dia. Dia tidak suka menunjukan kelemahannya. Dia baik-baik saja. “Tidak.” sergah Mike. Aku melangkah cepatcepat untuk menyelamatkan dia—menjauh dariku. menjaga jarak tubuhnya sejauh mungkin.stepheniemeyer. Aku hampir tidak mendengar protes Mike di belakangku. ditebak dari ekspresinya. “Turunkan aku. merasakan udara disekelilingku. “Aku mau membawanya ke UKS. 126 .com darah segar adalah sama sekali lain.Diterjemahkan dari: www. “Turunkan aku.

” dia terengah saat memeriksa gadis kelabu di tanganku ini. Hammond mengangguk. Dan liurku mengalir deras. juru rawat keibuan yang ada di UKS. sayang. “Di hanya sedikit lemah. Hammond merasa tidak nyaman setelah menatap mataku—sebagaimana manusia seharusnya—dan pergi keluar ruangan. sebelum imajinasinya terlalu jauh.. “Aku disuruh menemaninya.” aku meyakinkan Mrs.stepheniemeyer.” jawab Bella. mengawasinya.” Aku menahan tawa. ya ampun. Aku membukanya dengan kaki agar bisa lewat. “Berbaringlah sebentar. Hammond. Cope terloncat kaget. Apa iya..” Aku menatap langsung ke matanya dan berbohong dengan keyakinan sempurna. “Nanti juga sembuh. Aku mendengar pikiran takjub Mrs. Ah sudahlah. 127 . “Apa ini sering terjadi?” sang perawat bertanya.” Mrs.” “Aku tahu. Aku berusaha menyamarkan tawaku dengan batuk. Hammond padaku.com Kami sampai di depan TU. Hammond.” aku menerangkan. Pintunya sedikit terbuka. sayang. Cope buru-buru membuka pintu ke ruang UKS. Mata Bella terbuka lagi.” Hmmm. Ms. Dia sangat hangat dan harum. Ms. “Kadang-kadang. Hammond berkata menenangkan.” Dia mengangguk mengerti sekarang. Begitu Bella tidak lagi di tanganku. aku langsung menjauh ke tembok. “Kau boleh kembali ke kelas sekarang.” Mrs. “Dia pingsan di kelas biologi. Itu mengalihkan perhatian Mrs.Diterjemahkan dari: www. saat aku masuk dan membaringkan Bella ke sebuah tempat tidur yang sudah lusuh. Itu berhasil dengan baik padanya. Pastilah Bella yang satu itu. Kenapa kalau dengan Bella jadi sulit? “Aku akan mengambilkan kompres untukmu.. Mrs. “Selalu saja ada yang pingsan. Otot-ototku tegang. Tubuhku terlalu bersemangat.” Bella mengakui.. “Oh. terlalu berhasrat. “Mereka sedang mengetes golongan darah di kelas Biologi.

Ah.” Dan aku memang hampir begitu. menutup matanya. seakan entah bagaimana jawaban biasaku membuatnya terkejut. Dia baik hati. “Jujur saja—aku pernah melihat mayat dengan kondisi lebih baik. Membuatku ingin mendekat.” “Ha ha. “Dia sangat membenciku.” desahnya. “Tapi kali ini tentang apa?” “Membolos itu sehat.” ucapnya tidak terhibur. dengan membaca wajahnya cukup untuk menarik kesimpulan seperti itu.” Ekspresinya sedikit berubah.” Bella mengerang.” Wajahnya terlihat lebih baik—warna kehijauan telah lenyap dari balik kulitnya yang bening. mendengarkan CD. Yang dia maksud apa? Dan pikiranku langsung mengarah ke kesimpulan yang terburuk: dia menerima peringatanku.stepheniemeyer.” Aku berusaha kedengaran bangga. lega lagi. Kepeduliannya pasti lebih karena kasihan. Dan memandangi bibirnya membuatku merasa aneh. “Hampir saja aku membalas pembunuhmu.” desahnya. “Aku sedang di dalam mobil.” “Aku lihat wajahnya. Kemudian dia terdiam. sepertinya tidak terlalu meyakinkan. Komposisi bibirnya terlihat tidak imbang. makanya aku tahu. Bibirnya mulai berubah merah muda. hanya bernapas pelan-pelan.” Aku coba memulai pembicaraan agar bisa mendengar suaranya lagi. “Berani taruhan dia pasti marah. Segala latihan selama ini dengan Bella menajamkan kemampuanku membaca ekspresi manusia.” Aku senang jika Mike memang begitu. “Kukira Newton sedang menyeret mayatmu untuk dikubur di hutan. “Kasihan Mike. Cuma itu. namun cepat-cepat kutahan. 128 .” Aku langsung berang mendengarnya.” Itu mungkin ada benarnya. “Kau tidak mungkin tahu pasti. bibir bawahnya sedikit lebih penuh dibanding bibir atasnya. “Tadi kau sempat membuatku takut. “Biasanya begitu.Diterjemahkan dari: www.” Itu betul. “Bagaimana kau bisa menemukanku? Kukira kau membolos.com “Kau betul. yang mana bukan ide yang bagus.

Bella buru-buru melompat turun dari tempat tidur.” Ini tandaku untuk pergi—dan kelihatannya buat Bella juga. “Ini. Mike Newton masih marah sekali.dan garam. “Kau benar-benar menuruti perkataanku. Dia terasa lembut bagi 129 . Cope membuka pintu dan masuk. “Kau kelihatan jauh lebih baik. “Percayalah—ayo.” Dia menatapku dengan pandangan bingung.” ujar Ms.com Dia menutup matanya lagi ketika Mrs.” Wajahku membeku. “Ayo keluar dari sini.” katanya cepat.. Darah masih menetes dari tangan Lee yang sedang memegangi wajahnya. sayang. “Kita kedatangan satu lagi. ingin cepat-cepat menyingkir. Bella. Bersama kedatangannya tercium juga bau darah segar. “Manusia tidak bisa mencium darah. “Aku tidak memerlukannya.” “Well. Dia tidak suka dapat perhatian.” perawat itu menaruh kompresnya di kening Bella. Hammond kembali dengan membawa kompresan es. “Aku mencium bau darah.stepheniemeyer.” Mike menggerutu saat dia setengah menyeret Lee Stevens melewati pintu. Cope. Tangan keriput Mrs. aku bisa—itulah yang membuatku mual.” Dia memutar dan menangkap pintunya sebelum tertutup. “Pakai ini. tapi kemudian Ms. Di belakang Ms. melongo. Cope.. Aku mengikuti tepat di belakangnya. Dia menoleh melihatku.” Aku menatapnya heran.” “Kurasa aku baik-baik saja. Hammond. tidak. Ia bangkit duduk sembari menyingkirkan kompresannya. cuma bau ringan. mengembalikan kompresnya ke Mrs. “Oh.. berharap bocah yang baru saja ia tuntun adalah gadis yang ada disini bersamaku. Kibasan rambutnya sempat membelai tanganku.” Ini yang pertama. Hidung mungilnya mengerut. Hammond menahan Bella agar kembali berbaring. Bukan kejutan. menetes turun ke lengannya.Diterjemahkan dari: www.. masih dengan mata lebarnya.” jawab Bella. Baunya seperti karat. Apa dia betul-betul manusia? Dia terlihat seperti manusia. buru-buru keluar dari UKS.

Jadi dia berkata ya padanya juga. Dia hanya menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tingkahnya seperti manusia. ingin memberinya pelajaran. tapi justru dapat tambahan waktu. “Apa kau akan kembali ke kelas?” “Apa kau bercanda? Aku hanya akan kembali kesini lagi..” jawab Mike sambil menahan marah.” katanya. Bukan cuma mereka berdua.kira-kira begitu.” “Kalau begitu sampai ketemu lagi di gimnasium. atau aku akan betul-betul membunuh bocah menjengkelkan ini. “Tentu saja.” ujarnya kasar pada Bella. atau bereaksi seperti itu. Aku harus hati-hati. Tapi dia tidak berpikir layaknya manusia. Baunya seperti manusia—well. jauh lebih baik sebetulnya. masuk dengan pikiran marah besar. Memang. aku berusaha meyakinkan diriku. Aku menyandar ke komputer. “Bukan apa-apa. “Kita akan kumpul di toko ayahku jam sepuluh. “Sudah tidak berdarah lagi. Aku membeku ditempat karena marah.” Kemudian Mike Newton datang menyela. aku kan sudah bilang akan ikut. “Aku akan datang. Cemburu langsung membakarku.” balasnya. mereka punya rencana. orang kikir yang mendambakan setiap tambahan waktu.” gumam mike. Tanganku mengejang.” Dan si Cullen TIDAK diundang. “Jauhkan tanganmu. Aku jadi merasa tamak.Diterjemahkan dari: www. Kupikir aku akan kehilangan satu jam penuh bersamanya. Sesaat kupikir dia sedang bicara padaku.com manusia.” jawabnya pada Mike. Tidak lebih. apa lagi pilihannya selain manusia? “Kenapa?” tanyanya penasaran.” Itu bagus sekali. “Kurasa betul. Bukan. “Kau kelihatan lebih baik.. Aku sudah melihat rencana ini di pikiran murid-murid lainnya. Tenang. tidak bergerak.” “Sampai nanti. itu cuma tamasya bersama. “Jadi kau akan pergi pekan ini? Ke pantai?” Ah. berusaha mengendalikan diriku.. 130 . itu cuma tamasya bersama. Tapi aku masih juga geram.stepheniemeyer. lebih menyakitkan daripada haus..

Semoga Bella memperhatikan. dan napas Ms. Menurut perempuanperempuan dia itu keren. Dengan mata yang tertutup.menakutkan. kendalikan dirimu! “Ya?” Ini menarik. Seperti inilah manusia semestinya bereaksi.terlalu sempurna. Ketika detak jantung Shelly Cope bertambah cepat.. Mike tidak sepenuhnya keliru. saat dia menatapku. Cope keluar dari dalam UKS menuju mejanya. Apa yang Bella lihat dari orang aneh itu? Tentu saja dia memang kaya. berani sumpah ia seperti ingin membunuhku. Aku menoleh ke Ms. “Aku bisa mengaturnya. Itu tidak wajar. Bella kelihatan seperti pingsan lagi. Mengerang.” bisikku pada dia. sementara. itu karena dia mendapati diriku menarik secara fisik.. Bulu matanya mengedip-ngedip tak sadar. “Duduklah dan perlihatkan wajah pucatmu. dan ia terlihat sedih akan suatu lagi. “Gimnasium.. Aku sudah terbiasa menghadapi reaksi seperti itu dari para manusia-perempuan.. pikirku sinis. tapi jelas dia tidak ingin pergi ke kelas berikutnya bersama Mike. Cope?” kataku dengan menggunakan suara membujuk lagi. Itulah kenapa semuanya putih sekali dan cantik. Aku tidak berani untuk bernapas.. Aku tidak yakin apa penyebabnya. Aku tersenyum. Rona wajahnya belum kembali seperti semula. Dan tatapannya agak. sebetulnya. Kadang. merasakan hangat kulitnya menjalar ke bibirku. Ms.” Bella mengulang pelan. lalu menunduk ke wajahnya. bukan karena takut. Terlalu muda. Cope.. dan jantungnya berdetak cepat. Cope 131 . dasar orang aneh...tapi aku tidak pernah mempertimbangkan penjelasan itu ketika detak jantung Bella memburu. Dan aku sangat setuju pada hal itu.stepheniemeyer. Aku mendekat ke sisinya.” Dia melakukan apa yang kuminta. Berani taruhan ayahnya pasti melakukan eksperimen operasi plastik pada mereka semua. Terlalu. Pikirannya penuh kemarahan. Terlalu suka..com Mike berjalan ogah-ogahan kembali ke kelas. “Ms. Aku menatapnya. duduk di salah satu kursi lipat dan menyandarkan badannya ke tembok..Diterjemahkan dari: www. tapi menurutku tidak. Aku cukup suka itu. di belakangku.

Goff tidak akan keberatan. Edward?” “Tidak. menikmati bagaimana hal ini mengalutkan pikirannya. dan aku langsung menyadari penyebabnya. Hmmm.Diterjemahkan dari: www.Aku ingin percaya bahwa Bella mendapatiku menarik seperti menurut manusia lainnya. ragu-ragu sebentar seperti sedang mengecek keseimbangannya.. Jangan-jangan. Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan terbaru ini. “Lumayan juga bisa bolos kelas olahraga. Apa yang sedang ia pikirkan? Tindakannya terlihat ganjil. dan memang sebaiknya tidak..stepheniemeyer. “Apa kau bisa berjalan. sebaris senyum di bibirnya. Apa saya bisa minta tolong dimintakan ijin buatnya?” Aku menatap kedalam matanya yang dangkal. dan kami berjalan menembus hujan.” Aku tidak terlalu memperhatikannya sekarang. “Aku jalan saja.? Mrs. Cope harus menelan ludah dulu sebelum menjawab. Industri kosmetik memperoleh jutaan dolar tiap tahunnya dari para wanita yang berusaha mendapatkan kulit seperti dia. “Oke.” jawabnya. Mrs. kalau begitu semuanya beres. “Apa kau butuh ijin juga. atau perlu kugendong lagi?” tanyaku geli melihat aktingnya. “Setelah ini Bella ada pelajaran olahraga. dan sepertinya kondisinya belum pulih benar. Aku memperhatikan bagaimana dia menengadahkan wajahnya menghadap rintik-rintik hujan dengan mata tertutup. Perempuan normal tidak akan menentang hujan seperti itu. Betul lagi. Bella?” Bella mengangguk lemah—sedikit dilebih-lebihkan.” Dia tersenyum padaku. bahkan disini di kota hujan seperti Forks. Aku mulai lebih baik dalam hal ini.. Dia bangkit berdiri. mungkinkah Bella. Aku menahan pintu untuknya. Kau merasa lebih baik. Bella tidak pernah memakai makeup.com makin memburu. tapi kapan Bella pernah berpikiran sama seperti manusia lainnya? Aku tidak boleh terlalu berharap. Sebetulnya saya berpikir untuk mengantarnya pulang sekarang. Dia pasti lebih memilih jalan—dia tidak mau terlihat lemah..” 132 . “Terima kasih. mereka biasanya memakai makeup.

Tidak mungkin menghindari sinar matahari disana. “Lalu trukku bagaimana?” 133 . ke First Beach. “Memangnya kau mau pergi kemana?” Aku hampir marah karena dia meninggalkanku. Kita tidak ingin membuat dia marah. Perjalanan yang ini cukup singkat untuk latihan. sebaiknya kita jangan terlalu mendesak Mike lagi minggu ini. “Jadi apa kau ikut? Maksudku. Well. sabtu ini?” Dia terdengar berharap. Tanpa memikirkan tindakanku. Tapi ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan. “Apa tadi kau tidak dengar aku berjanji mengantarmu pulang dengan selamat? Pikirmu aku akan membiarkanmu mengemudi dengan kondisi seperti ini?” Aku tahu dia tidak akan suka itu—pandanganku yang menilai dia lemah. Aku meliriknya. seakan tidak terlalu berarti. Bagaimanapun. jangan dulu. harapannya menyenangkan.” Dia mendesah. “Aku baru saja mengundangmu. Dan aku ingin berkata ya. “Kondisi seperti apa?” protesnya.” katanya lagi-lagi dengan nada penolakan. “La Push. Kemudian dia berjalan menjauh. “Mike-schmike. “Aku rasa aku tidak diundang. Dia ingin aku yang bersamanya. matahari akan bersinar cerah sabtu ini. Tapi aku juga butuh latihan untuk perjalanan ke Seattle. “Sebenarnya kalian akan pergi kemana?” Aku berusaha terdengar acuh. lebih dulu menyerah. Ah. Emmet bakal marah jika aku membatalkan rencana kami.stepheniemeyer. tidak mengerti kenapa itu membuatku kesal. bukan Mike Newton. bertanya-tanya bagaimana caranya memperpanjang waktu bersamanya. Dia tidak bisa pergi. Aku masih belum puas bersama dengannya. kan?” Aku sebetulnya memikirkan diriku sendiri yang lepas kendali pada Mike yang malang.” jawabnya bingung. Dia tersentak berhenti. Mike sempat menyebut pantai.. Salah satunya..com Aku memandang ke seberang kampus. tersenyum kecut. “Pulang. dan sangat menikmati bayangannya. apa aku sanggup menahan diri saat berdua saja dengannya di ruang tertutup. Untuk melihat.Diterjemahkan dari: www. kalau begitu mustahil. Aku tersenyum lebar.” jawabku. “Dengan senang hati. aku menangkap belakang mantelnya.” “Sudahlah.” Sial.

Aku harusnya lebih hati-hati lagi melihat keseimbangannya yang seperti itu. Itu membuatku teringat pada reaksi Ms.com “Akan kuminta Alice mengantarnya sepulang sekolah nanti.stepheniemeyer. “Kau kasar sekali!” “Pintunya tidak dikunci. “Ini benar-benar tidak perlu. menikmati ekspresi tersiksa di wajahnya saat ia menyadari aku serius. Bella.” Matanya menyipit. lebih gelap hingga nyaris hitam.” Dengan hati-hati aku menariknya mundur ke mobilku. Aku menurunkan jendela dan mencondongkan badan kearahnya. “Lepaskan!” Protesnya sambil memutar badan dan hampir tersandung. Dia tetap ngotot berdiri diluar meski hujan mulai deras dan aku tahu dia tidak suka dingin dan basah.” ucapnya dingin. Tidak seharusnya aku mencari-cari alasan untuk menyentuhnya.. Aku menyalakan penghangat agar dia merasa lebih nyaman. Sepertinya ada nada malu dibalik kejengkelannya.Diterjemahkan dari: www.” Aku masuk ke sisi pengemudi dan menyalakan mesinnya. Aku mesti hati-hati karena berjalan maju saja sudah cukup sulit buatnya. Ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan menyangkut soal itu. tapi aku menundanya untuk kupikirkan nanti. Bibir bawahnya sedikit maju dengan ekspresi keras kepala. Sesaat dia berdiri kaku. sepatu bootsnya mendecit basah. Aku mengemudikan mobilku keluar parkiran. Aku memperhatikannya baik-baik. dan ia tersandung pintunya. Rambut tebalnya nya mulai basah kuyup.” kataku sungguh-sungguh. Cope. dan tebakanku dia sedang menimbang-nimbang apa akan lari saja atau tidak. tapi dia sudah berhasil menyeimbangkan diri sebelum pertolonganku dibutuhkan. “Aku sangat mampu menyetir sendiri ke rumah!” Tentu saja dia bisa—hanya saja aku yang tidak sanggup membiarkannya pergi. sambil memperhatikan dia dari ujung mataku.. Aku mengulurkan satu tangan. “Masuklah. “Aku tinggal menyeretmu lagi. dan menyetel musik dengan suara pelan sebagai background. Air menetes-netes dari rambutnya. mempelajari bagaimana dampaknya pada 134 . Kulepaskan dia sesampainya di samping mobil. tapi kemudian membuka pintu dan masuk.

matanya melebar. “Dia tidak terlalu bertanggung jawab dan agak eksentrik.stepheniemeyer. “Ibuku punya sifat lebih terbuka.. “Ibumu seperti apa?” Aku bertanya untuk mengalihkan perhatian.. Dia teman baikku. Lagi.” Suaranya berubah sayu.. 135 . Bella?” Dia pasti lebih tua dari penampilannya.” “Ini juga salah satu kesukaanku. “Ibuku sering menyetel musik klasik—aku cuma tahu yang kusuka. dan dia juru masak yang sangat payah.Diterjemahkan dari: www. Bella tersenyum. Tahu-tahu dia melihat ke arah tapeku dan tersenyum. Aku berusaha menelan rasa terbakar di tenggorokanku.kalau itu sepertinya tidak. Aku menggunakan kesempatan ini untuk bereksperimen dengan bernapas.” jawabnya. Aku menarik napas hati-hati lewat hidung.” Aku ragu itu. mengingat kembali reaksi Ms. Mungkin dia terlambat masuk sekolah.” Aku memperhatikan hujan di luar. “Dia sangat mirip denganku. Kucengkram roda kemudi lebih kencang. keningnya mengerut. Cope. “Terlalu banyak Charlie dalam diriku. tapi lebih cantik. Dia terlihat lebih santai.” dia melanjutkan. ini tidak akan terlalu mencurigakan di kota kecil seperti ini. memikirkan hal lain.. “Clair de Lune?” Tanyanya. apalagi dengan ayahnya yang kepala polisi.. atau pernah tinggal kelas. mempertimbangkan hal itu. Tidak. dan lebih berani. Sial. dia terdengar lebih seperti orangtua ketimbang anak. tiba-tiba jadi membayangkan bagaimana rasanya. Aku berhenti di depan rumahnya. Sebelumnya aku berpikir bahwa kami berdua bertolak belakang dalam segala hal.” Aku juga ragu itu. Pekat. “Berapa umurmu. Pecinta musik klasik? “Kau tahu Debussy?” “Tidak terlalu. Aku tidak pernah berpikir bisa seperti itu.. terlambat untuk khawatir darimana mana aku bisa tahu rumahnya. Hujan membuat aromanya lebih harum. Ternyata aku punya kesamaan dengan gadis ini.. memperhatikan hujan diluar sepertiku.com perasaanku..

.. dan aku tidak bisa membuat suaraku tetap santai saat menanyakannya. Lebih bodoh lagi berpikir bahwa Bella mau memilihku.” jawabnya terbata-bata...stepheniemeyer.. Atau tertarik? 136 . harus ada yang menjadi orang dewasanya. mungkin karena tatapanku. “Jadi kenapa ibumu menikah dengan Phil?” Dia ragu sejenak sebelum menjawab. Dalam beberapa hal. “Apa kau setuju?” “Apa itu penting? Aku ingin dia bahagia. dan mendesah.” katanya.. “Kenapa?” “Ibuku selalu bilang aku terlahir dengan umur 35 tahun dan makin mendekati paruh baya tiap tahunnya. Dari segala yang kutangkap tentang dia.” Dia tertawa lagi. untuk menjadi pengawas.dan Phill lah yang ia mau. dia menangkap lebih banyak tentang diriku. “Kau sendiri tidak kelihatan seperti murid SMA. “Well.” Ketidak egoisan tanggapannya mungkin akan mengejutkan aku.aku rasa begitu.. Sungguh bodoh mempertimbangkan ada orang tua yang akan merestui anaknya denganku. kecuali bahwa hal itu sangat cocok dengan kepribadiannya yang telah kupelajari.. Takut.” Itu menjelaskan beberapa hal. Itulah kenapa dia tidak suka diurus—dia merasa itu tugasnya.com “Tujuh belas. ibuku tergila-gila padanya.. Dia harus dewasa lebih cepat. “Aku. “Kau baik sekali. Kurasa Phil membuatnya merasa lebih muda lagi..bagaimana seorang ibu yang tidak terlalu bertanggung jawab menjelaskan kedewasaannya Bella.” “Apa?” “Apa dia juga akan bersikap sama denganmu? Tidak perduli siapapun pilihanmu?” Itu pertanyaan konyol.Diterjemahkan dari: www. Aku buru-buru mengganti topik.” “Kau tidak kelihatan seperti berumur tujuh belas. “Ibuku.. Aku bisa melihatnya sekarang. membuyarkan lamunanku.dia sangat muda untuk umurnya.” Dia tertawa. Aku menyeringai..aku jadi berpikir.” Dia menggeleng dengan tatapan senyum...

“Apa yang terjadi dengan orangtuamu?” Ini tidak terlalu sulit. kali ini tanpa dipikir.kupikir kau bisa. kemudian bicara dengan suara pelan.stepheniemeyer. “Keluarga Cullen mengadopsimu?” “Ya. “Menurutmu apa aku bisa menyeramkan?” tanyaku padanya sambil berusaha tersenyum.” gumamnya.com “Tapi dia lah yang jadi orangtua. “Mereka sudah lama meninggal. tapi dia juga tidak sepenuhnya bohong. Atau lebih bisa dibilang pertanyaan yang tepat.” Aku juga serius. Sesuatu yang tidak ingin kujawab.” Lebih menakutkan. jelas khawatir telah melukaiku. “Apa yang ingin kau ketahui?” Aku bertanya waspada. “Hmmm. Jadi agak beda. “Tidak.. kalau mau.” “Oh. Aku buru-buru membuang bayangan itu. apakah sekarang kau mau cerita tentang keluargamu? Pasti jauh lebih menarik daripada ceritaku. 137 .” Dia bimbang sebentar. Dia mempertimbangkan dulu sebelum menjawabnya dengan nada serius. Aku bertanya-tanya bagaimana perasaannya jika kuberitahu bahwa dia sedang bicara dengan seorang vampir. dalam kondisi apapun..” lanjutnya. bahkan aku tidak perlu berbohong. Dia mengkhawatirkan aku. “Lantas apa definnisimu?” Dia selalu menanyakan pertanyaan yang keliru. “Apa sekarang kau takut padaku?” Dia langsung menjawab.Diterjemahkan dari: www.” Definisi yang jauh dari mengerikan kalau buatku. Paling tidak dia tidak terlalu takut hingga ingin pergi. “Jadi. “Apa maksudmu menyeramkan? Banyak tindikan di wajah dan tatoo di sekujur badan?” “Kurasa itu salah satu definisinya. paling tidak.” Aku jadi lebih mudah tersenyum.” Dia menyeringai padaku. maaf. Aku tersenyum kecut. “Berarti dilarang jika orangnya terlalu menyeramkan. Aku tidak berpikir dia sepenuhnya jujur.

iya.” aku meyakinkannya. aku terpaksa berbohong. sori. “Tidak. Aku sangat. Dan keluargaku sudah cukup khawatir dengan tingkahku tanpa perlu kutunjukan betapa obsesifnya aku sekarang. “Saudara-saudaraku. Aku melirik ke jam.” Dia tidak bergerak. “Ya. tidak ada lagi istilah terlalu banyak berburu.” Paling tidak akan begitu pada hari sabtu. Aku bisa membatalkannya. “Sejak lama Carlisle dan Esme sudah jadi orangtuaku. jadi kau tidak perlu cerita tentang insiden di kelas biologi tadi. sangat suka itu.com “Aku tidak terlalu ingat mereka.” “Aku tahu. keberuntunganku tidak bisa diingkari. Aku tidak bisa membayangkan dua orang yang lebih baik.” Sekarang aku marah pada diriku sendiri karena telah membuat rencana itu.” Dalam kondisi itu. “Cuaca nya bagus untuk berjemur. “Aku yakin dia sudah dengar. soal orangtuaku. Dia akan menikmati itu.. akan kesal jika harus berdiri di tengah hujan menungguku.Diterjemahkan dari: www. 138 . Jasper dan Rosalie.tapi dengan kondisi seperti ini. kecewa karena karena waktuku dengan dia hampir habis. “Dan saudara-saudaramu?” Jika aku membiarkannya bertanya lebih jauh.” Aku melihat ke hujan yang turun deras. dan beraharap—lebih dari biasanya—bahwa cuaca akan seperti ini terus.” “Oh. “Apa aku akan bertemu dengamu besok?” Perasaan khawatir di nadanya membuatku senang. Aku tertawa mendengar ungkapannya. Emmet dan aku memulai akhir pekan lebih awal. “Selamat bersenang-senang di pantai. Tidak ada rahasia.” Aku menyeringai teringat bagaimana dia merasa malu tadi dalam gendonganku.stepheniemeyer.” Dia menyebut nama kota Forks dengan nada sebal yang kentara.. sepertinya kau harus pergi. Dia tidak ingin cepat-cepat berakhir juga. “Dan kau mungkin juga ingin trukmu kembali sebelum ayahmu pulang. Tidak ada rahasia di Forks. tentu saja.” “Kau sangat beruntung. tahu cuaca seperti ini tidak akan berlangsung lama.” “Dan kau menyayangi mereka?” Aku tersenyum.

139 . Dia terlalu lembut dan rapuh. Dia mengangguk. Bella. aku merasa menderita pada pikiran akan berpisah dengannya walau hanya untuk sebentar. demi kebaikanmu dan aku. “Maukah kau melakukan sesuatu untukku akhir pekan ini?” Tanyaku serius. oke?” Aku tersenyum sebentar. adalah hal yang diakibatkan jika bersama denganku. Rasanya terlalu ceroboh untuk melepasnya dari pengawasanku.cobalah untuk tidak jatuh ke laut atau terlindas apapun. kemudian sambil tersenyum melihat dia berjalan menjauh. Apapun bisa terjadi padanya. Aku membuka telapak tanganku. “Jangan tersinggung. Lari. Mirip kucing marah yang berpikir dirinya adalah seekor macan. “Oh.” ucapnya ketus sambil mendelik marah kemudian meloncat keluar kebawah guyuran hujan dan membanting pintunya keras-keras. tapi kau sepertinya tipe orang yang menarik bahaya seperti magnet.com “Apa yang kalian lakukan?” tanyanya.Diterjemahkan dari: www. matanya melebar dan bertanya-tanya pada kesungguhanku.” Emmet sangat bernafsu dengan musim beruang. Jadi. hal yang paling buruk yang mungkin terjadi. sebelah selatan Rainier. “Kami mau hiking ke Goat Rocks Wilderness. tidak perduli apa yang akan terjadi padanya disana. kedengarannya tidak terlalu senang dengan rencanaku. Dia tersinggung dengan ucapanku. Kalau begitu selamat besenang-senang. Buat tetap santai.stepheniemeyer. lari. Saat memandangnya.” Dia mengatakannya setengah hati. melirik kunci yang ada di genggamanku. “Akan kuusahakan. Dan tetap saja. Ketidak semangatannya lagi-lagi membuatku senang. yang baru saja kuambil dari kantong jaketnya. Itu juga bagus. Kuharap keadaan dia jauh lebih baik saat jauh dariku.. Aku terlalu mencintaimu. berharap dia tidak melihat kesedihan di mataku..

Melody Aku masih harus menunggu dulu setelah sampai di sekolah. dan aku butuh waktu sendirian. dan kemudian bagaimana aku memegang dagunya dengan jari-jariku? Menyingkap rambut gelapnya yang menutupi wajah meronanya dengan tanganku. Bella sangat tahu ada sesuatu yang salah dengan diriku.. Bagaimana jika Bellalah yang sedang membayangkan bagaimana tanganku memeluk tubuh rapuhnya? Merasakan dirinya ditarik lebih rapat ke pelukanku.com 7. Ada begitu banyak arti dan tingkatan. walau tidak tahu apa tepatnya. Tidak sama dengan cinta. apa ada batasannya yang pada akhirnya akan kucapai?) Aku coba membandingkan respon fisiknya Bella dengan respon fisiknya orang-orang lain. Aku mengingat lagi segala fantasi yang biasanya menjengkelkanku. Itu bagus. Ada begitu banyak sisi. Tapi. membiarkan aromanya menyerangku. berusaha membiasakan diri dengan kuatnya api yang membakar tenggorokanku. kemudian menarik tangannya begitu merasakan dinginnya. tapi berhubungan erat dengan itu. Itu hal yang rumit untuk direnungkan..Diterjemahkan dari: www. api merayap membakar tenggorokanku.. dimana aku bisa 140 . Tapi tetap saja. juga tidak cocok jika Bella sampai membayangkan jenisjenis imajinasi yang biasa dipikirkan Jessica. Bagaimanapun. karena ada yang mesti kupikirkan. menyelipkannya ke balik telinga? Menelusuri bibirnya yang penuh dengan ujung jariku? Mendekatkan wajahku padanya. tapi kini menggantinya dengan membayangkan Bella di posisi Jessica. Jam pelajaran terakhir belum selesai. Aku sama sekali tidak tahu jika Bella tertarik padaku. syok. atau cemas. seperti Ms. Aromanya masih tertinggal di dalam mobil. pebandingannya tidak meyakinkan. Napasku makin memburu. Dia pernah menyentuh kulitku yang dingin.stepheniemeyer. Aku membiarkan jendelanya tetap tertutup. Ciri-ciri yang sama—perubahan detak jantung dan irama napas—juga bisa merupakan ciri dari rasa takut. Daya tarik. Cope dan Jessica Stanley.. Lagipula. (Mungkinkah kesunyian pikirannya akan terus membuatku makin frustasi sampai akhirnya membuatku gila? Atau.

Apa aku menginginkan Bella tertarik padaku.. ingatan suram yang makin kabur tiap dekadenya.Diterjemahkan dari: www. Ini sama sekali baru untukku.. Tapi kemudian aku menyentakan diri dari bayangan itu. Ingatan yang kumiliki selama menjadi manusia sangat kabur. Aku sangat ingin bisa 141 . karena aku sudah terlanjur terlalu tertarik pada Bella dengan cara yang paling buruk. pikiranku dipenuhi dengan kebanggaan seorang prajurit. tidak ada lagi kenangan indah yang bisa kuingat.. Yang paling kuingat adalah ibuku.. Fantasi yang tidak perlu berakhir dengan darahnya di tanganku. Perang besar menghiasai seluruh masa remajaku..stepheniemeyer.. Lebih membingungkan lagi karena aku belum pernah merasa semanusia ini seumur hidupku—bahkan tidak ketika masih manusia. Karena aku bukan pria-manusia. dan mataku yang menyala merah oleh darahnya. seperti yang kuketahui ketika Jessica membayangkan hal ini. selama yang bisa kuingat. Aku tidak punya pengalaman yang bisa kubandingkan. Ketertarikan itu bagai buah simalakama. Selain cinta ibuku. Selain hal itu. Cintaku pada Bella awalnya murni. supaya bisa merengkuhnya dalam pelukanku tanpa harus membahayakan nyawanya. Dan aku baru jalan sembilan bulan dari ulang tahunku yang ke-18 ketika wabah influensa merebak. tidak ada lagi cinta yang membuatku ingin tetap tinggal. Ketika itu. Hubungan seperti apa yang bisa kutawarkan ke dia jika aku tidak bisa menanggung resiko menyentuhnya? Aku menunduk dan menutup mukaku dengan tangan. mengetahui. Pengejaranku padanya tidak masuk akal. tapi kini mulai keruh. itu tidak adil buatnya. seperti seorang perempuan pada pria? Itu pertanyaan yang salah. Samar-samar aku ingat bagaimana dia sangat membenci keinginanku menjadi prajurit. dan kurasakan kepedihan purba ketika mengingat wajahnya... Supaya aku bebas membayangkan apa saja dalam fantasiku. apa yang akan terjadi jika aku sedekat itu dengannya. Pertanyaan yang benar adalah: apa sebaiknya aku menginginkan Bella untuk tertarik padaku seperti itu? Dan jawabannya adalah tidak. aku mendambakan bisa menjadi manusia. Dia berdoa setiap malam agar 'perang yang mengerikan' itu cepat berakhir. Dengan segenap raga.com merasakan kehangatan napasnya di mulutku? Lebih dekat lagi.

..” Itu membuatnya makin bingung. dinginnya.Diterjemahkan dari: www. Tetap saja.” 142 . Perkembangannya makin aneh. kau tidak sadar aku datang. “Kau tahu sendiri. “Aku cuma melihat aku melakukannya. Alice menyelinap ke sisiku dengan tangan terbuka meminta kunci truk Bella. Kemudian aku terloncat ketika tiba-tiba pintu belakang terbuka.” katanya samar-samar seperti kebiasaannya. Seperti Emmet. “Berani taruhan Mrs.stepheniemeyer. pokoknya begitulah. Jasper masih sulit mengendalikan diri. Darimana saja kau tadi?” “Aku tadi.” Dia menghirup lagi.. Entah apa masalahnya. Wah.. aku berusaha meyakinkan diriku sendiri.” Yang lain kemudian datang. batin Emmet ketika ia menyelinap masuk ke mobil. kekuatannya yang tidak normal. yang bisa kudengar cuma celaannya. “Kau harus menerangkan alasannya. aku kesal darahnya terasa manis untuk mereka. “Menggotong orang sakit. Aku memandangi tanganku yang putih.” Hah? Aku terkekeh. “Hmmm. gadis itu lagi?” Aku menyeringai.com menyentuhnya.. baunya memang lumayan. dia menyadari aroma Bella cukup mengundang selera.memberi pertolongan. Marahnya masih belum reda. Respon spontan. tapi kemudian ia mengambil napas dan mendapati aromanya di mobil. Apa dia merasakan hal yang sama? Itu tidak penting. Edward. iya kan?” Suara geraman langsung keluar dari mulutku sebelum kata-katanya berakhir.. aku cuma komentar. Tapi efeknya bagi mereka tidak sampai sepersekian dari yang kurasakan. Aku juga tidak suka dengan reaksi Jasper. membenci kekerasannya. Rosalie langsung menyadari aromanya dan memelototiku. kau kelihatan aneh belakangan ini. Goff pasti mengira kau pakai narkoba. “Oh. Ini pertama kalinya..... “Tenang.

Alice masuk ke kursi belakang dan kami kembali ke rumah. untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Bisa kudengar dia sedang berusaha memutuskan. apa sebaiknya ke garasi saja. Tidak ada pikiran yang bisa didengar.” Aku mendesah dan menyerahkan kuncinya. Alice sedang mengerjakan proyek fashionnya untuk pakaian Rosalie. tapi dia tidak melihat keluar.Diterjemahkan dari: www. Hujan turun sangat deras. Aku bisa mendengar monitornya menyala. Jalanan kosong. hingga membuatku malu. Emmet dan Jasper meneruskan permainan caturnya yang rumit.com “Ini bukan berarti—” “Aku tahu. Alice menjulurkan kepalanya ke balik tembok sebentar untuk memberitahu Jasper langkah Emmet berikutnya—Emmet duduk di lantai memunggunginya. Rosalie meringkuk dengan marah yang terpendam di sofa. duduk 143 . Aku akan menunggu. Tidak akan lama lagi. Esme di lantai atas. Dan aku. Aku melihat ke jendelanya. Kami sama-sama masuk ke rumah. atau paling tidak aman. Sebagai gantinya. sedang bersenandung di depan rencana bangunan yang baru ia rancang. menggabungkan empat papan catur jadi satu—memanjang sepanjang tembok belakang—dengan aturan rumit yang mereka buat sendiri. Padahal biasanya dia berdiri di belakang Alice. agar layarnya bisa merespon temperatur dingin kami). Sementara itu Jasper menjaga ekspresinya tetap datar saat ia memakan Ratu andalan Emmet. dekat Emmet dan Jasper. untuk menyetel mesin BMWnya lagi. mengganti-ganti chanel TV layar datar di depannya denga kecepatan dua puluh chanel pedetik tanpa henti.stepheniemeyer. cuma tinggal Alice yang mau bermain denganku. memberi saran potongan dan warna sembari jari Alice menari di layar sentuhnya yang sangat sensitif (Carlisle dan aku mesti mengutak-atik sistemnya. Membuatku murung tidak bisa mendengar apa-apa untuk mengecek keadaanya—untuk memastikan dia senang. lalu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Tapi Rosalie tidak menemaninya hari ini. Dia kini sibuk dengan komputernya. Aku mengikuti dia ke rumah Bella. aku tahu. Mereka tidak mengijinkan aku ikut main. Mungkin dia tidak disitu. jadi cuma butuh beberapa menit. begitu lebat hingga mungkin Bella tidak akan mendengar raungan mesin truknya.

dan bisa kudenar kebingungan Esme.” Esme menyemangati setelah suasana sempet tegang. Edward bermain lagi. matanya nyalang marah besar. merasa senang karena terdengar jauh lebih baik dari yang kubayangkan. Senyum lebar muncul di wajahnya. Musikku terhenti. kemudian menggeliat masuk ke bawah mobilnya seakan mau mengubur diri dibawah situ. Dia terus saja berjalan kesal ke garasi. Edward. Rosalie sendiri sudah bangkit berdiri dan berjalan keluar. Edward menciptakan lagu lagi? Batin Rosalie. Lagu baru. Dia secepat kilat turun. “Jangan berhenti. Pada Rosalie. Diatas.com di depan grand piano indah yang ada di seberang pintu masuk. Setelannya masih sempurna. duduk di anak tangga paling atas. Esme mendesah bahagia. Alunan yang indah. Tepat pada saat itu. gelak tawa yang sudah pecah sebelum tanganku sempat menutup mulut. Aku bisa melihat kenapa belakangan ini ia memusuhiku. Rose?” Emmet memanggilnya. Rosalie tidak menengok. dan dia menggertakan giginya dengan sengit. kembali memunggungi Rosalie sembari berusaha keras menahan seringaiku. Aku menambahkan harmonisasi baru. Rosalie memelotiku. Sudah lama sekali. dan aku sudah tertawa sebelum bisa kutahan. tentu saja cukup malu. Aku mulai main lagi. Tapi.Diterjemahkan dari: www. kenapa membunuh Isabella Swan tidak mengganggunya sama sekali. Emmet dan Jasper ikut menoleh. membiarkan melodi utamanya mengalir. Jari-jariku mengalir lembut mencoba nadanya. dia kelepasan.stepheniemeyer. Kubiarkan melodinya mengalir ke arah yang baru. mengikutinya dengan alunan bass. Esme menghentikan pekerjaannya. pikir Esme gembira. Dia bangkit dari meja dan berjalan tanpa suara menuju tangga. selalu tentang kesombongan. aku akan memburumu seperti anjing. dan menyandarkan kepalanya pada pegangan tangga. Aku tertawa lagi. menelengkan kepalanya ke samping. Kalau kau sampai buka mulut. dan aku bisa membaca alasan utama kemarahannya. Aku mulai memainkan baris pertama dari alunan nada yang tadi mendatangiku sewaktu di mobil. 144 . lebih pada marah daripada malu. “Ada apa. menatap aku dan Rosalie bergantian.

“Belum. Esme pindah ke belakangku. Karena sang gadis-tidur telah sempurna sebagaimana adanya.. hidup begitu saja.nina bobo.” bisiknya. Ini membuatnya sangat senang.. 145 . sempurna. “Teruskan lagunya. “Ya. tapi belum lengkap. Dia menangkap suasananya.” Esme mendesak lagi. dan aku jadi merasa bersalah telah menelantarkan musikku begitu lama. Lagunya mulai terbentuk. tapi entah kenapa tidak pas. tebal.. dan saat melihatnya.” Esme mengulangi pada dirinya sendiri. “Lagu nina bobo. meletakan tangannya keatas pundakku. membawanya ke melodi yang lain. dan ikut bernyanyi. aku bisa melihat bagaimana seharusnya akhir lagu ini.. Apa sudah ada judulnya?” tanya Esme.” Akhirnya aku bisa menemukan bridgenya.stepheniemeyer. Emmet menggerutu frustasi. Dengan suara ringan bagai tiupan genta. “Tapi bagaimana jika begini. alunan berikutnya muncul begitu saja. Alice beranjak duduk di sebelahku. “Ini lagu. Dengan suara Alice meliuk tinggi dan membawanya ke tempat lain. Tapi aku bisa melihat bagian akhirnya. dan acak-acakan bagai ganggang laut terhampar di atas bantal.” Aku berbohong. Ceritanya tentang seorang gadis yang terlelap di sebuah ranjang sempit. ia menyenandungkan alunan nada dua oktaf lebih tinggi dari melodiku.Diterjemahkan dari: www. Itu sangat egois. Tanganku baru saja terhenti.” kataku mengomentari.” Aku menambahkan baitnya ke dalam harmoni—jari-jariku kini menari di sepanjang tutsnya untuk menyatukan potongan-potongan itu jadi satu—menggubahnya sedikit. “Aku sama sekali tidak tahu. “Aku suka. Aku mengabulkan permintaannya. berambut gelap. Esme meremas bahuku.com “Tentang apa itu tadi?” Emmet bertanya padaku. “Lagu yang cantik.. Aku mencoba-coba bridgenya.” “Apa cerita dibaliknya?” tanyanya dengan senyum. kukira. perubahan apapun akan salah. Ada cerita dibalik melodi ini.. Dengan mudah lalu menghantar ke bait selanjutnya.

Aku tertawa ironis. “Edward hanya bersikap sopan. Mom. kemudian mengehela napas. Aku mendesah. meski terdengar mustahil.” Esme mengingatkan. berharap bisa mempercayainya..com Alunan nadanya kemudian melayang menuju kenyataan itu. barangkali adalah yang paling siap menghadapi kesulitan ini. kau membuatku tersipu. Setiap ibu punya pikiran yang sama tentang anak mereka. “Terima kasih. Alice. Tapi tidak bisa kubayangkan ada orang yang begitu lambannya hingga tidak menyadari betapa menariknya dirimu. diantara siapapun di dunia ini. Kau. seperti alunan nada yang dikumandangkan di bawah gema lengkung katedral. Takdir berhutang padamu. Kau adalah yang terbaik dan paling cemerlang diantara kami semuanya. ternyata menghiburku.Diterjemahkan dari: www.” “Tapi aku ingin tahu. mengejutkan aku dengan arah pikirannya. Alice tertawa dan memainkan sepenggal lagu “Heart and Soul. melambat dan semakin lambat..” ujarnya. Semua akan baik-baik saja. dan kemudian aku menundukkan kepala ke atas tuts piano. Dia tersenyum. Kumainkan nada terakhir. Kau pantas mendapatkan kebahagiaan. pikirnya tiba-tiba. Esme mengelus rambutku. berubah khidmat. Esme masih sangat gembira karena setelah sekian lama akhirnya ada yang bisa menyentuh hatiku.” 146 . tak perduli betapa besar kemungkinannya akan berakhir tragis. “Jaga sikapmu. Edward.” aku tersenyum dan menyelesaikan melodinya yang sederhana bersamanya.” Dia menggelitik telingaku dengan jarinya. anakku. “Kuharap kau mau memberitahu apa yang tadi kau tertawakan pada Rose. Kemudian aku menyenangkan hatinya dengan memainkan “Chopsticks. Dia pasti mencintaimu. Sebelum ini dia mengira aku akan selamanya sendirian.stepheniemeyer.” Dia tertawa geli.” “Tidak. Suara Alice pun ikut turun. Cinta tidak selalu datang dalam kemasan yang umum. Jika dia gadis yang cemerlang.” godaku dengan canda. Perkataannya. “Tapi aku bisa melihat kau tidak bakalan cerita. “Hentikan.” bisikku. Akan ada jalan keluar yang terbaik.

dan dia selalu menjadi yang paling cantik. “Ini. kecemburuannya beribu-ribu kali lebih dangkal dibanding kecemburuanku. aku memikirkan Rosalie. sebaliknya. mungkinkah kehidupan dan kepribadian Rosalie akan berbeda seandainya dia tidak selalu menjadi yang paling cantik. sayang. Tapi itu bukan berarti dia mendambakan aku dalam konteks romansa—jauh dari itu. Aku tidak perlu berkonsentrasi untuk memainkan lagu yang sudah sering kumainkan ini. Dan. aku jadi sedikit merasa kasihan padanya.Diterjemahkan dari: www. Kecemburuan dia lebih mirip dengan kisah serigala dan tiga babi. Walau bagaimanapun. bahwa dia telah lama melewatinya.” dan mulai memainkan lagu kesukaannya. baginya itu tetap menjengkelkan bahwa aku tidak menginginkan dirinya. dia memang sudah lupa. sudah terjadi. Kemudian aku berkata. maka jelas tidak ada kecantikan di bumi ini yang akan sanggup menjangkauku. “Terima kasih. Bahkan ketika masih manusia. Dan itu tidak berubah seiring transformasinya jadi seperti sekarang. sepertinya sia-sia. Kasusnya berbeda dengan Jasper dan Carlisle—mereka berdua sudah lebih dulu jatuh cinta. Dia sudah 147 . Bukannya dia keberatan. Dia terbiasa diinginkan. Apa dia akan lebih bahagia jika kecantikan tidak selalu menjadi andalannya? Tidak terlalu egosentris? Lebih murah hati? Well. Kupikir kebencian lama itu telah terkubur. sebuah lagu yang kudedikasikan untuk rasa cinta yang kutangkap diantara Esme dan Carlisle selama ini. Rasanya sangat tidak mengenakan. Tentu saja. dia justru menyukai perhatian itu lebih dari segalanya. Yang terjadi. Karena aku baru saja bisa merasakan cemburu itu seperti apa. dan tetap saja bergeming.. sejak pertama kali bertemu. Sebagai gantinya. Rosalie beranggapan bahwa jika aku tidak menganggap kecantikannya pantas dipuja. yang masih menderita memikirkan aibnya di garasi.. Maka tidak terlalu mengejutkan—mengingat kebutuhannya itu bisa dianggap sebagai sifat bawaan—dia merasa tersinggung ketika aku. Esme. Aku membayangkan. dan aku menyeringai sendiri.sampai hari ketika akhirnya aku menemukan seseorang yang kecantikannya menyentuhku dengan cara yang tidak ia dapatkan. Sedang aku. tidak memuja kecantikannya seperti yang ia harap semua pria memujanya. tidak berhubungan dengan siapapun.stepheniemeyer. dia selalu jadi pusat perhatian.com Aku tertawa mendengar rengekannya.” Dia meremas pundakku lagi.

Kau tahu itu. Rosalie sangat-sangat tersinggung bahwa aku bisa menemukan seorang manusia biasa yang kuanggap lebih menarik dibanding dirinya. Dia sudah menebak.” Gigiku langsung menggertak. “Kapan?” tanyaku. dengan ketajaman intuisi perempuannya. Senin pagi. “Oh!” Alice tiba-tiba berkata.” Tapi vampir yang bisa dibilang saudara Jasper dan vampir kecil pasangannya berbeda dengan kami. “Kau siap. bukankah itu menyenangkan?” “Ada apa. Alice mengerutkan dahi melihat ekspresiku. Mereka tidak bisa dipercaya dengan adanya Bella. Alice cemberut tidak suka. Ini bukan kunjungan pertamanya. “Itu betul. Ini kunjungan pertamanya sejak Bella datang. “Jasper. Meskipun sebetulnya sedikit mengesalkan juga. tapi memberitahu apa yang kubutuhkan. Bagaimana mungkin dia bisa mempercayai itu? Itu sangat tidak masuk akal buatku.stepheniemeyer. “Mereka tidak pernah berburu disini. coba tebak?” Aku melihat apa yang barusan ia lihat. “Minggu depan Peter dan Charlotte akan datang mengunjungi kita! Mereka akan lewat di sekitaran sini. Buah dari cemburu. dan tanganku langsung membeku di satu nada. dan kemudian bangkit berdiri. “Apa.” aku sependapat. pasti itu. “Tenanglah.Diterjemahkan dari: www. melihat bagaimana penilaiannya tentang Bella. Alice?” tanya Jasper. “Peter dan Charlotte akan datang ke Forks?” Aku mendesis pada Alice. Rosalie sungguh-sungguh berpikir gadis itu biasa-biasa saja. Edward. Aku menahan dorongan untuk tertawa lagi. Emmet?” “Kupikir kita akan pergi besok pagi?” 148 .com mulai uring-uringan sejak saat aku menyelamatkan Bella. dan darahnya yang manis bukan cuma mengundang seleraku. mereka berburu seperti vampir kebanyakan. Edward?” tanya Esme saat merasakan ketegangan di bahuku. Dia memutar bola matanya ke aku. pada ketertarikanku yang tidak kusadari. Tidak akan ada yang akan menyakiti Bella.

Diterjemahkan dari: www. Edward. yang menjulang jauh 149 .” “Oke. “Bukankah pernah ada yang bilang. batinnya ketika berjalan menuju pintu belakang. Oh sial. “Oh. Terserah padamu kapan perginya. Cakar tajamnya merobek baju Emmet. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dengan menyapukan cakar besarnya ke dada Emmet. meski sedikit bimbang mengikuti alunannya menuju akhir yang tak terelakan—akhir yang membuatku sakit dengan cara yang tidak lazim.stepheniemeyer. Ini tidak akan makan waktu lama.” “Mainkan lagu baru itu untuk ku. menyeringai dan melambai. sekali lagi. Rose yang memberikan baju ini! Emmet mengaum balik pada beruang marah itu. Emmet sudah hampir selesai.com “Kita akan kembali minggu malam.” “Tentu. kemudian mengeluarkan tutup botol dari kantongku dan meletakannya diatas piano. Aku mengangguk pada diriku dan memulai lagunya. Otakmu benar-benar terganggu. Aku pamit dulu dengan Rosalie. Aku merenung sejenak. Esme dan Alice bertukar pandang. tertawa saat sambaran itu terpental dan membuat beruang itu mundur kaget.” pinta Esme. hei Edward!” Dia berteriak balik. “Kalau kau memang suka. Beruang itu meraung dan juga Emmet meraung dari balik tawanya.” aku setuju. itu akan singkat. Itu agak menolong—sedikit kenang-kenangan dari jawaban 'ya' darinya.” Dengan suasana hati Rosalie sekarang. Dia memberi kesempatan pada beruang itu untuk menyambar kepalanya dengan ayunan cakarnya lagi. Aku menghela napas dan duduk dengan nyaman diatas sebuah batu besar. dan mendecit menggaruk kulit Emmet. tapi tidak satupun bertanya. jangan bermain-main dengan makananmu?” Aku meneriaki Emmet. Beruang itu melenguh keras. “Sepertinya aku memang begitu. Kemudian ia melontarkan dirinya ke arah beruang itu.

Emmet. tapi dengan siapa lagi aku harus berkelahi? Kau dan Alice curang. “Jangan dekati dia.” “Tidak ada yang pernah bilang kau harus berkelahi dengan makananmu. “Huu. Beberapa menit kemudian. lengket oleh getah. Rambut ikal gelapnya tidak lebih baik. “Ayolah Edward. “Sori.” Emmet tertawa dengan tawanya yang menggelegar.” “Ini tidak bisa dimatikan.stepheniemeyer. membuat pohon cemara besar tumbang bersama mereka. dan mereka berdua jatuh ke tanah saling bergumul.” Aku menggeram lewat sela gigiku. dan kemudian mengerutkan muka. agak merubah tumpuan badannya hingga mendadak ia sudah dalam posisi siap menyerang. Aku benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kurang ajar. “Bukannya tadi kau sedang mengikuti seekor singa gunung?” “Memang iya.. iya kan?” Emmet menyeringai padaku.” aku mengingatkan dia. Ada seringai lebar di wajahnya.. “Kuharap mereka lebih kuat. Selalu saja serius. Aku tahu kau sedang melalaui masa sulit.” “Hidup itu memang sulit... dan Esme selalu marah jika Jasper dan aku mulai serius. Rose tidak akan pernah mau rambutnya berantakan.” “Kau seperti anak kecil..sensitif. Geraman beruang itu terhenti seiring bunyi tegukan. robekrobek dan belepotan darah. Hanya saja aku tidak makan seperti orang barbar. Apa yang mengganggumu sekarang? 150 .” Dia menunggu aku menertawakan leluconnya. tapi itu pembawaan alamiku sama seperti bakatmu. Bajunya rusak. “Yang satu ini lumayan kuat. Saat dia mencakar. Emmet sudah berjalan ke arahku. “Barangkali dia bisa memberiku sedikit petunjuk. “Kira-kira apa yang telah dilakukan gadis itu untuk menangkalmu?” renung Emmet. Emmet datang duduk disampingku. Matikan itu sebentar dan bertarunglah secara adil.” Aku mendesah.” Dia memperhatikan kemejaku yang rapih dan bersih.Diterjemahkan dari: www..com lebih tinggi dari Emmet saat beruang itu berdiri.” “Ya. aku hampir bisa merasakannya. Akan lebih menyenangkan. dan tertutup bulu-bulu.” Humorku langsung lenyap.

“Benarbenar kebetulan. Rasanya lega sudah mengeluarkannya—hal itu membusuk dalam diriku sepanjang akhir pekan ini..com “Memikirkan tentang dia.” “Coba bayangkan sebentar bahwa Rosalie adalah manusia.. “Apa kau pernah memikirkan bagaimana rapuhnya mereka itu? Betapa banyaknya hal buruk yang mungkin terjadi pada manusia?” “Tidak terlalu. “Banjir. Emmet. Dan tentu saja akan langsung menuju Bella... “Aku rasa dia punya masalah serius dengan kesialan. memikirkan bagaimana ada manusia lain yang akan melukainya. Dulu aku sama sekali bukan tandingan beruang itu.atau jatuh sakit—kena wabah!” kata-kata itu berhamburan tidak karuan.. membencinya lagi.Diterjemahkan dari: www. Well. Lagi-lagi beruntung. Emmet.atau jatuh dari tangga.! Tahan disitu.stepheniemeyer. bukan. “Kecuali bahwa kau memiliki kontrol diri melebihi siapapun kecuali Carlisle. “Woo.” “Mobil van waktu itu?” 151 . boy.” Emmet terkekeh.” Dia mengangkat bahu. Sungguh... Dan mungkin saja ia bertemu beruang. bagaimana baunya bagiku. “Kau kedengaran seperti orang gila. mencemaskan lebih tepatnya.atau tersambar petir. Aku mengacuhkan leluconnya lagi.” Gigi-gigiku langsung menggertak. mendadak sangat murka hingga tidak bisa bernapas.” Dia tertawa keras-keras..... dan badai! Ugh! Kapan terakhir kau menonton berita? Apa kau pernah melihat hal-hal seperti itu menimpa mereka? Perampokan dan pembunuhan. dia berakhir di kota dimana populasi vampirnya cukup besar. ya kan?” “Beruang. lebih sial lagi. seandainya ada beruang kesasar ke kota.woo. Coba lihat bukti-buktinya.” “Apa yang perlu dicemaskan? Kau ada disini. tapi kita vegetarian.” aku memberungut. gempa.” “Ya. Dia hidup di Forks.” Aku mendelik pada tanganku. ingat? Paling banter dia akan kehujanan. Tapi aku bisa menangkap maksudmu. tapi menjawab pertanyaannya. Dan kemudian. Jadi bukannya itu beruntung?” “Dengan aroma seperti dia? Jelas itu sial. Dari segala tempat yang bisa ia datangi. menambahkan lagi satu ketakutan di daftarku..

“Tidak. Dia coba menjatuhkan aku dari atas batu. “Jujur saja.” “Tapi kau ada disana. “Jawaban yang salah.” Emmet menggerundel. Jujur saja. kan? Kau juga tidak akan tergoda untuk membunuhnya lagi.” “Aku tidak tahu apa masalah dia. aku tidak mengerti bagaimana kau bisa tertarik padanya. tapi pikirannya beralih ke hal lain.” kataku kasar. lagi dan lagi.” Aku berbohong dengan seringai lebar.. aku juga tidak bisa meliat ada yang menarik dari Rosalie.” “Aku sama sekali tidak keberatan.” “Rosalie iya. dia terlalu menganggap dirinya yang paling cantik dan tidak bisa melihat ada perempuan cantik lain. Dia membayangkan gadis itu di kepalanya. seakan dia punya daya tarik seperti magnet. Aku menunggu dia mencoba lagi.Diterjemahkan dari: www. menyerahkan apa saja. tapi kini wajahnya jauh lebih putih dan matanya merah terang. dan menemukan sosoknya tidak menarik. Bahkan menyerahkan Emmet..” “Betul begitu? Bukankah itu hal paling sial yang mungkin manusia terima—mendapati seorang vampir jatuh cinta padanya?” Emmet mempertimbangkan hal itu sejenak. dan terdengar suara pecahan keras saat batu besar itu retak.” Dia mendesah. Dia sedang membayangkan wajah Bella lagi. Em.” jawabnya mudah.” “Kau harusnya melihat bagaimana van itu mengejarnya. 152 . Kemudian aku melihat niatnya tepat pada waktunya untuk bereaksi. Berani sumpah.. “Well.” kataku dengan suara tercekik. Kami berdua tahu Rosalie akan melakukan apa saja. Bukankah itu solusi yang paling baik?” “Untukku? Atau untuknya?” “Untukmu. “Itu menyelesaikan segala kecemasanmu.stepheniemeyer.com “Itu tidak sengaja.” Emmet terkekeh. Aku tertawa datar. Nada suaranya menambahkan tentu saja. Emmet. Itu beruntung. jika itu bisa membuatnya menjadi manusia lagi. “Apa kau akan bilang bahwa dia itu.. “Curang.

“Percayalah—itu juga aku tahu. jika itu adalah Rosalie?” Emmet merenungkan itu sebentar. seperti yang kau bilang.” bisikku.Diterjemahkan dari: www.” Wow. Bagiku tidak ada artinya lagi seisi dunia ini jika tanpa dia.” 153 ..bukankah kau ingin. keputusanku untuk tinggal adalah tepat—paling tidak untuk sekarang. Dia tidak bisa mengerti bagaimana seseorang bisa mencintai tanpa aspek itu.stepheniemeyer..” erangku. Aku tidak ingin menghancurkan hidup Bella. Aku menghela napas. Dan. Emmet. “Aku tahu itu..” aku mengakuinya agak malu-malu. dong? “Aku tidak tahu..” Tapi kau tidak mau merubahnya? Dia tidak akan hidup selamanya. Pikiran itu membuatku gelisah. Aku tidak tahu apa sanggup bertahan sampai minggu malam..mencintai dia? “Aku bahkan tidak bisa menggambarkannya. Tiba-tiba saja.” Emmet bukan orang yang bijaksana. Kau sedang memikirkan apa? “Sekarang ini. Emmet menyadari perubahan ekspresiku.. dengan berkunjungnya Peter dan Charlotte. dengan tanda kutip. mendadak aku sadar. Hanya saja aku tidak mengerti bagaimana caranya untuk menjauh.. Bukankah kau juga akan merasa begitu.... “Aku ingin cepat-cepat kembali ke Forks dan melihat keadaannya. Apa kau bahkan bisa menyentuhnya? Maksudku.” Emmet dan Rosalie mengungkapkan cinta mereka lewat kedekatan fisik yang intens.” Dengan kepuasan mendalam. Dia berjuang keras sekarang. Edward. dia kedengarannya terlalu rapuh. dan pembicaraan serius bukan keahliannya. Untuk sementara. Bella lebih aman dengan adanya aku di dekat dia.com “Ya. lantas apa pilihanmu... “Aku sedang mencari cara untuk. Emmet. Kau betul-betul.. “Aku bahkan tidak berani memikirkan hal itu. well menyentuhnya.untuk meninggalkan dia. dari pada jika aku pergi. Rosalie pasti keberatan. Gadis ini segalagalanya bagiku.” “Aku tidak bisa. sangat ingin untuk tidak kurang ajar. aku bisa jadi pelindungnya. Aku tidak boleh. aku tidak sabar ingin segera kembali agar bisa cepatcepat memainkan peran itu selama mungkin.. jika kau mencintainya.

” “Iya. Dengan keberuntungan seperti Bella. Aku bisa mendengar napasnya bergerak pelan keluar dan masuk diantara bibirnya. dan jendelanya bisa terbuka lancar tanpa suara. Kali ini aku ingat untuk membawa pelumas. bisa melihatnya lagi. Emmet. Sungguh sangat lega bisa berada disini lagi.stepheniemeyer. Aku menghela napas. Aku sudah lama tidak merasakannya. dan mulutnya sedikit terbuka. “Baiklah. Alice bilang kita akan libur sampai hari rabu.” Emmet mendesah.” “Aku tidak perduli.” Aku menggeleng tegas. Sangat lebih buruk. tidak ada gunanya cepat-cepat pulang—matahari akan cerah. “Alice akan menelepon jika ada tanda-tanda yang akan membuatmu kena serangan jantung. termasuk godaannya. Tolonglah! Demi aku. “Peter dan Charlotte bisa menjaga sikap mereka. membuat sensainya jadi lebih kuat lagi sekarang.” kataku ragu.” “Lagi pula. sampai-sampai aku 154 .Diterjemahkan dari: www.” Aku meringis pada hal itu. Waktu yang terbuang tanpa merasakan itu.com “Waduh-waduh! Kau tidak boleh pulang lebih cepat. Emmet menepuk handphone di sakuku. Aku sadar bahwa aku tidak akan benar-benar tenang kecuali kalau itu masalahnya. Bella sedang tidur pulas saat aku memanjat jendela kamarnya pada senin dini hari. Tapi aku tidak akan tinggal sampai lewat hari minggu. akan kucoba. Aku akan pulang hari minggu. membiarkan rasa haus membakar tenggorokanku. Betul-betul mirip orang gila. Meski begitu. Bisa kulihat dari rambutnya yang tergerai halus di atas bantalnya. tidurnya lebih tenang dari terakhir aku kesini. juga bukan berarti segalanya benar saat aku bersamanya. “Peter tidak terlalu baik dengan pengendalian dirinya. Tangannya terlipat disamping pipi seperti anak kecil. Tidak ada yang terasa betul saat jauh darinya. Biarkan Rosalie tenang dulu. dia akan berkeliaran di hutan di waktu yang salah dan—” aku langsung membuang jauh-jauh pikiran itu. Dia sama tergila-gilanya pada gadis ini seperti kau.

Kirakira apa dia menikmati tamasyanya. Gambaran itu tidak lengkap karena aku sendiri belum pernah ke pantai La Push.. Aku berusaha membayangkan dia dibawah sinar matahari di pantai. Aku bisa bertanya apa yang terjadi pada tangannya. merasakan bagaimana hal itu membuatku kesal. bahkan jika itu cuma sepersekian persen dari kerinduanku padanya. Aku takut jika sedekat itu. dia bukan milikku—dan aku murung lagi. dan apapun yang ia kerjakan malamnya hingga membuatnya kelihatan letih. Bella menghabiskan waktu di La Push—tempat terlarang bagiku. aku akan tergoda untuk lebih mendekat lagi. Apa tadi malam dia punya janji dengan seseorang? Aku tersenyum kecut. Manusia selalu berubah tiap waktu—aku sedih memikirkan telah melewatkan sesuatu.. Dia bukan milikku.stepheniemeyer. Dia terluka? Walau sadar lukanya cuma lecet kecil. Seakan tidak cukup tidur selama akhir pekan ini. Dan aku bisa sedikit tertawa saat tebakanku betul.. Aku merasa agak gelisah saat mengingat alasanku tidak pernah ke pantai indah itu. itu tetap menggangguku. paling tidak. Bibirnya terlihat sangat lembut dan hangat. yang lokasinya cuma beberapa menit jika berlari dari rumahku.lelah. Itu alasan yang paling masuk akal. Apakah dia sempat memikirkan aku.. Tapi aku lebih takut untuk melakukan itu ketimbang takut dengan hausku. Aku ingin tahu cerita-cerita di kepalanya. sesuai dengan perjanjian. Mataku terus memandangi wajahnya.. Tidak.com takut untuk jongkok di samping tempat tidurnya agar bisa membaca judul buku-bukunya.. Aku cuma tahu dari foto. dan aku menyadari ada bekas lecet di telapak tangannya. dia pasti jatuh. Dia kelihatan.. Apakah dia merindukan aku.. berusaha menjadi teman. Aku tersenyum saat bertanya-tanya apakah kemarin ia terjatuh ke laut atau tidak. Aku bisa membayangkan menyentuhnya dengan ujung jariku. Memang kenapa kalau dia punya janji? Aku tidak memiliki dia. Aku merasa jauh lebih tenang karena tidak mesti selamanya bertanya-tanya tentang misteri kecil ini. Kami teman sekarang—atau. Jelas itu kesalahan yang harus dihindari. memperhatikan jika ada yang berubah.. Menyentuhnya lembut. Kuperhatikan lokasinya.. Sebuah tempat dimana 155 . Salah satu tangannya bergerak.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa menanyakan akhir pekannya—tentang perjalanannya ke pantai.

tadi aku mengikuti baumu kedalam hutan setelah sebelumnya keluar dari kamarmu dimana aku memperhatikanmu tidur. Aku marah pada matahari saat sudah mulai terbit.stepheniemeyer. Jadi. dan. Itu mengingatkan bahwa aku tidak bisa memuaskan rasa penasaranku sampai beberapa hari kedepan.. Ingat dan mempercayainya. Sebuah tempat dimana rahasia kami diketahui. Saat itu mungkin hujan—aromanya agak tersapu. menuju ke semak pakis-pakisan. Bahkan jika Bella secara tidak sengaja berjumpa dengan para tetua itu.. Ya. Kenapa Bella datang kesini dan duduk sendirian—dan dia sendirian. ini jauh lebih mirip 156 . Tidak ada yang perlu dicemaskan tentang itu.. Lebih parahnya. Aku berniat untuk menunggu di kerimbunan hutan dekat rumahnya untuk melihatnya berangkat sekolah. Aku menggeleng. penasaran. dan berubah jadi cemas saat jejaknya masuk lebih dalam ke tengah hutan. Selamanya. Yang bisa ia lihat hanya rerimbunan pakis dan pohon-pohon besar.. dan memandang ke sekeliling. Suku Quileutes juga sama terikatnya dengan perjanjian itu. tidak terlalu menempel di pohon. Selamanya aku tidak akan pernah tahu apa yang dia pikir dan lakukan disini. berbeda dengan penasaranku yang tadi. Dan itu membuat gigiku gemertak frustasi.Diterjemahkan dari: www. Aku cepat-cepat mengikutinya. Sepertinya dia berjalan keluar dari jalan setapak.. Kenapa matahari harus bersinar sekarang? Dengan menghela napas aku keluar lewat jendela sebelum terlalu terang. dimana dia menyentuh sebatang pohon tumbang.com beberapa tetua masih ingat dengan cerita tentang keluarga Cullen. sesampainya di pepohonan. Apa yang Bella lakukan diluar sini? Jejaknya tiba-tiba berhenti begitu saja.. Tapi. aku terkejut menemukan jejak aromanya di jalan setapak di dalam hutan. hal itu bisa memecahkan suasana. Aku duduk di tempat ia duduk. Barangkali duduk disitu. aku tidak mungkin menyinggungnya saat bertemu dengan dia. tidak salah lagi— di tengah-tengah hutan kelam yang basah? Itu tidak masuk akal. Dan kenapa juga topik itu disinggung? Kenapa juga Bella mau mengutarakan rasa penasarannya disana? Tidak—suku Quileutes mungkin satu-satunya hal yang tidak perlu dikhawatirkan. mereka tidak akan bilang apa-apa. Bella.

com dengan skenario yang kubahas dengan Emmet—Bella berkeliaran sendirian di tengah hutan. untuk sementara waktu dia punya pelindung. Well.stepheniemeyer. selama yang bisa benarkan. Tiba-tiba aku berharap Peter dan Charlotte bisa tinggal lebih lama lagi. Aku mengerang.. dia juga mengundang kesialan menghampiri dirinyanya. 157 ..Diterjemahkan dari: www. Bukan cuma nasibnya yang sial. Aku akan menjaganya. dimana baunya akan mengundang siapapun yang punya kemampuan melacak seperti.

Betul kan. Dia tidak pernah bereaksi dengan sentuhan seperti itu. yang sesekali secara tidak sengaja menyentuh tangannya saat berjalan. dia tidak menyerah begitu saja dan terpuruk. keberadaanku sekarang lebih mirip seperti hantu daripada vampir. terpenjara dibalik bayangbayang hutan. Dia terlihat sangat menikmati pancaran matahari.stepheniemeyer. Senin pagi. tersembunyi dibalik bayangan. Bella tiba di sekolah lebih awal. memancarkan semburat merah yang tidak kulihat sebelumnya. Aku menunggu. Kira-kira apa yang 158 . dan membuntuti obyek obsesiku. Aku hanya pulang semata-mata agar Esme tidak khawatir. tangan mereka sama hangatnya dengan tangan dia. Bella menyapanya dengan semangat yang cukup membuat Mike girang. berita baik lah yang kudapat. Aku sedikit menaruh hormat pada Mike Newton.com 8. Sudah begitu.Diterjemahkan dari: www. aku menguping pembicaraan yang berpotensi merusak kepercayaan diriku dan membuat hariku jadi lebih parah. tak berdaya. jadi aku tidak terlalu kesal. Mike menemukan dia disana. duduk di salah satu kursi piknik yang jarang dipakai sembari menunggu bel pertama berbunyi. Apapun yang membuatnya senang aku ikut senang. Sinar matahari membuat rambutnya kelihatan berbeda. Berani taruhan. Tapi matahari kelihatannya membuat dia bahagia. dia menyukaiku. yang terjadi justru sebaliknya. dan yang sebaliknya terjadi padaku. Dia tidak akan tersenyum seperti itu jika dia tidak suka. Sebetulnya dia ingin pergi ke pesta dansa bersamaku. Keterpaksaan membolos begini tidak pernah semenyiksa ini sebelumnya. Aku mengawasi dan mendengarkan dia dari pikiran orang-orang yang begitu beruntung karena bisa berjalan bersamanya dibawah sinar matahari. Hantu Aku tidak terlalu sering menemui tamu Jasper di dua hari kedatangannya ke Forks. Dia jauh lebih berani dari yang kukira. Rasanya menyakitkan hanya bisa menonton. Namun. dan merasa senang pada keberuntungannya. Dia akan mencobanya lagi.

sepertinya tugasnya sudah selesai. “Aku tidak pernah menyadari sebelumnya —rambutmu ada semburat merahnya. Dasar esai sialan! Akhirnya ia sampai ke pokok pembicaraan—gigiku terkatup sangat rapat hingga bisa mengikis batu granit. menghabiskan beberapa saat dengan obrolan ringan. Sedang Mike sama sekali lupa. secepat kilat hingga tak ada yang bisa melihat.com begitu penting di Seattle.” katanya.” ujar Bella. Apa dia akan menjawab ya padanya? 159 . “Well. Oh? Apa itu artinya? Apa dia akan berkata ya? Tunggu—sepertinya aku belum benarbenar bertanya. dan merenggutnya—untuk menculik Bella dari bocah yang saat ini begitu kubenci hingga bisa saja aku membunuhnya detik ini juga dan menikmatinya. Mike menelan ludah. Bella mengingatkan tentang esay yang mesti dikumpulkan pada hari rabu. “Mike.” Geblek—itu juga bukan pertanyaan. Tapi kemudian dia tidak sanggup menanyakannya begitu saja. Dari ekspresi puas samar di wajahnya..dan aku bisa mengerjakan esaiku nanti. “Kurasa aku harus mengerjakan esaiku malam ini. Mike menyadari perubahan di rambut Bella. “Hanya dibawah sinar matahari. Aku mematahkan satu batang pohon lagi. Sejenak hening..Diterjemahkan dari: www.” Pedih dan marah akibat cemburu.” Aku secara tidak sengaja mencabut batang pohon palem muda disampingku saat melihat Mike meraih sejumput rambut Bella dengan tangannya..” “Oh. terasa berkali-kali lipat lebih besar dari minggu lalu. Padahal aku ingin mengajakmu kencan.. kita bisa pergi makan malam atau apa. Aku sangat ingin terbang kesana.. Butuh beberapa saat bagi Mike untuk mengembalikan keberaniannya lagi.. Dengan puas aku melihat bagaimana Bella agak menarik diri menjauh ketika Mike mengembalikan rambutnya ke belakang telinga.stepheniemeyer.

Jessica.. Aku seharusnya tidak bertanya. Kemudian dia lenyap. Oke. Wow. dengan senang hati aku akan memukulimu sampai mati—” Aku tergelak mendengar ancaman kematian keluar dari mulutnya. Oh.. “Kalau kau sampai cerita-cerita apa yang akan kuberitahu ini ke orang lain. Ketika Bella sudah hilang dari pandangan.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. baginya mereka hampir bisa ditukar-tukar... Tapi. “Kurasa. Dia tidak layak mendapatkan gadis manapun. Seekor burung cericit terhenyak kaget dan langsung terbang kabur..” Bella bimbang. Sebisa mungkin aku menjauhi pikirannya. “Waktunya masuk kelas.. Jadi. Buatnya itu pilihan kedua. Bella memanfaatkan kebingungan itu untuk menghindar.” Sejak itu pikiran Mike sudah tidak bisa kuandalkan lagi. tapi kini lebih membuatku jijik dari pada marah. mengikuti Bella terus. Apa yang kupikirkan? Berani taruhan pasti gara-gara si aneh Cullen itu. Hmm. Badannya lumayan.. “Tapi kurasa itu akan membuat Jessica patah hati. “Kenapa?” tanya Mike dengan marah terpendam.. “Yang benar saja.. sibuk dengan fantasinya.” Aku bernapas lagi. Dengan segala kerepotan yang Mike persiapkan untuk mengajak Bella kencan.. Kurasa dia cukup manis.com “Aku pikir itu bukan ide yang bagus. Sedang Bella begitu tidak egois. hal itu sebetulnya sangat kentara. Sepertinya Seattle memang cuma alasan. tidak sebaik jika itu adalah Bella. dia melihat segalanya. Mike. Hmm. yang membuat dia buta dengan sekelilingnya. tubuhku bisa kembali rileks. dan senang jika ada 160 .. “Oh.” “Jessica?” Apa? Tapi. apa dia pernah membayangkan bahwa tidak akan sesulit itu jika menghadapi Jessica? Pasti karena egois. Burung yang sudah di tangan. kau ini buta ya?” Tidak seharusnya Bella berharap orang lain sepeka dia. Pikirannya kini saling tumpan tindih. Sepertinya. berloncatan dari pikiran ke pikiran. dan aku tidak boleh terlambat lagi..” Dia tidak bisa berkata-kata. aku duduk bersandar pada batang pohon Madone besar. sevulgar fantasinya tentang Bella. memang. dia merasa lebih suka pada ide bahwa Jessica tertarik pada dirinya. Hmm. Saat berulang kali membayangkan Jessica di kepalanya.

dia berkali-kali melirik ke meja keluargaku yang kosong. seakan sedang mencari halaman terakhir yang dibaca. Aku mengamati wajah Bella dari sisi manapun yang tersedia. Yang bisa kulihat dia sudah sampai ke bab ketiga saat tiba-tiba jarinya mengambil setumpuk halaman berikutnya. menyisiri hutan di sekelilingnya untuk memastikan tidak ada bahaya. aku memang berlebihan. Kuharap ada satu cara untuk bisa berterima kasih pada gadis itu karena sudah menjadi teman yang baik buat Bella. Bella keluar ke halaman setelah berjam-jam di dalam.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Aku merasa lebih baik tahu Bella punya satu orang yang layak disebut teman.. Jadi. Dia berencana untuk jalan-jalan bersama teman-teman perempuannya—otomatis aku juga merencanakan pengintainku sendiri—tapi kemudian rencana mereka tertunda karena Mike mengajak Jessica kencan. Barangkali dia merindukanku juga. dan dia terlihat sedih lagi. Ini mengejutkanku—kupikir cuaca cerah cukup membuatnya tersenyum. Dia membaca dengan cepat sambil menyilangkan pergelangan kakinya di udara. Dan itu membuatku berdebar-debar. dan membukanya dengan kasar. yang kelihatannya sudah sering dibaca. Ah—lagi-lagi klasik. tapi niat selalu berubah-ubah tiap waktu. Dia membawa sebuah buku tebal dan selimut. Aku tahu itu. Aku sedang mengawasi bagaimana sinar matahari dan tiupan angin memainkan rambutnya saat tiba-tiba badannya kaku. Kemudian ia mulai membalik-balik bukunya. Pada saat jam makan siang. Diam-diam aku memanjat ke dahan pohon paling tinggi agar lebih bisa leluasa melihatnya.com Angela Weber di dekatnya. Dia menggelar selimutnya ke atas rerumputan yang lembab dan berbaring menelungkup.. seakan dia merasa kasihan dengan penderitaanku karena tidak bisa melihatnya. Peter dan Charlotte memang tidak berniat cari gara-gara dengan keluarga kami. Dia penggemar Austen. Seakan dia tahu aku sedang mengawasi. aku langsung saja pergi ke rumah Bella. memberiku harapan. tapi aku tidak mau ambil resiko. tangannya membeku di satu halaman. 161 . Aku tahu Jasper sudah mewanti-wanti 'saudaranya' agar menghindari pemukiman. Aku membaca lewat pundaknya. Oke.

Dia menghela napas panjang. Dua sendok makan tepung. Sudah cukup buruk bagaimana kulitku seperti batu dan tidak wajar saat di balik keremangan.. Ini sangat-sangat salah.secangkir susu.stepheniemeyer. Napasnya lambat. sudah cukup menyakitan tanpa harus ditambah gambaran 162 . Dia berbaring diam. dan memejamkan mata. Tidak ada siapa-siapa di dekat sini. hanya sekali membuat gerakan saat menyingkap rambutnya. Setelah itu dia tidak bergerak lagi. Aku meloncat turun. Satu misteri lagi. tapi tidak bisa menemukan sesuatu yang dapat membuatnya kesal. seakan sedang menenangkan diri. mendarat tanpa suara pada ujung kakiku. Aku bertanya-tanya kenapa mendadak ceritanya diganti. Mansfield Park. membuangnya keatas kepala—aliran sungai coklat kemerahan. Aku coba mendengarkan suara-suara dari rumah terdekat sampai sejauh mungkin. Dia memulai cerita yang baru —bukunya kumpulan karya Jane Austen...Diterjemahkan dari: www. Aku berusaha tidak melihat tubuhku yang terpapar cahaya matahari. aku tidak mau melihatnya saat aku dan Bella bersebelahan dibawah sinar matahari. menarik lengan bajunya keatas. Aku mendesah. Aku ingat bagaimana aku sering menghakimi tindakan-tindakan Emmet yang tanpa dipikir panjang dulu dan bagaimana Jasper yang kurang disiplin—dan sekarang secara sadar aku mengabaikan segala aturan itu sedemikian parahnya hingga membuat penyelewengan mereka jadi tidak ada artinya. dia menutup bukunya dengan kesal...com Aku sempat melihat judul halamannya. atau biru. Dengan wajah sengit ia singkirkan bukunya dan berguling menelentang. Biasanya aku selalu jadi yang paling bertanggung jawab. Ayolah! Pakai saja yang ada! Yang merah..atau mungkin aku sebaiknya memakai sesuatu yang lebih kasual.. Jurang perbedaan diantara kami sudah cukup besar. Aku menghela napas dalam-dalam. Aku mengingatngingat novel itu. Tidak beberapa lama.. sangat beresiko. kemudian menyelinap maju kebawah sinar matahari.

Rasa benci pada diriku menguat. Aku bernapas lagi ketika sudah kembali menjauh beberapa meter.” Edmund? Ha! Dia sama sekali tidak memimpikan aku. Dia mulai dengan cerita pertama. Tapi aku tidak bisa mengabaikan kilauan pelangi yang memantul di kulitnya saat aku mendekat. Aku membalikbalik halamannya sampai ke judul bab tiga. Sense and Sensibility.. Panas membuat aroma tubuhnya jadi lebih manis. “Mmm. Dia memimpikan tokoh-tokoh fiksi. dan kemudian—memaksakan diri untuk bernapas lewat hidung—kubuka bukunya. Ahh...dekat. “Edmund. Aku diam sebentar untuk menguasai diri. Saat secara otomatis mataku tertuju pada namaku—pada halaman inilah untuk pertama kalinya tokoh Edward Ferrars diperkenalkan—Bella bicara lagi. “Mmm...stepheniemeyer. sekedar jaga-jaga. apinya membara dahsyat karena aku sudah terlalu lama tidak bertemu dengannya. Dengan hati-hati aku mengambil bukunya. akhirnya aku sadar. Sia-sia sudah kesombonganku. menahanku di tempat. Well.. Perasaan gembira bergumul dengan kebencian dalam diriku.” Tidak terlalu ada artinya.. Rahangku terkunci ketika melihat pemandangan itu.. 163 . mencari sesuatu yang berpotensi membuatnya marah dalam karya Jane Austen yang sopan ini. Terlalu. Aku mengembalikan bukunya. Suaranya hanya bisikan pelan yang muram. Bisa kurasakan bagaimana sinar matahari dan udara terbuka berpengaruh pada aromanya. Kali ini aku tidak khawatir dia terbangun.Diterjemahkan dari: www. mengulurkan tangan sambil menahan napas saat mendekat.... Aku sudah mau mundur lagi. bukan teriak ketakutan sebagaimana mestinya jika dia memang melihatku. dan kembali menyelinap kebalik bayangan hutan—ke tempatku semestinya.com ini di kepalaku. tapi kemudian ia menggumam. Edward.” desahnya.. Tenggorokanku pun terbakar oleh hasrat yang besar. Mmm. Paling tidak dia masih memimpikan aku. aku akan menunggu sebentar. Bisakah aku lebih aneh lagi? Aku membayangkan betapa ngerinya dia seandainya tiba-tiba matanya terbuka.

menoleh sekali lagi ke arah kegelapan hutan. tapi kegelapan tidak mungkin dielakan. Rambutnya kembali gelap. Dia terbangun. Dia cepatcepat berdiri dan membereskan barang-barangnya. Ketika cahaya menghilang. Beberapa gerutuan samar. tapi dia langsung mengerjap melihat kearah lain. Kecintaan dan kepedulian dia pada putri satu-satunya sangat besar. Ternyata menarik membandingkan perkataan Charlie dengan isi pikirannya. bayang sore pun mengambilnya. Jasper tidak memperingatkan teman164 .com Siang pun berlalu. dan ia melihat ke arah suaranya. Itu hal yang mengerikan untuk dilihat—seperti menyaksikan penglihatan Alice menjadi nyata. aku cuma menangkap intinya. aku tidak terlalu yakin tebakanku betul. suara yang menjadikan momen ini tidak seperti mimpi buruk..sesuatu tentang pekerjaannya tadi. Tapi pikirannya tidak terlalu banyak bicara. hampir hitam dihadapan wajahnya. masih sambil mengamati pepohonan di disekeliling halamannya. Dia memandang ke sekeliling. Lebih seringnya mereka cuma duduk diam dengan nyaman. Kira-kira seperti apa pikiran ibunya—kombinasi genetik seperti apa yang membuat Bella sangat unik. namun ucapan-ucapannya selalu pendek dan santai.. Aku lega ketika ayahnya pulang. Bisa kudengar sedikit suara pikirannya saat dia melaju hampir sampai di rumah.Diterjemahkan dari: www. matanya melihat kearah kegelapan tempatku bersembunyi. “Charlie?” tanyanya pelan. kulitnya terlihat terlalu pucat—seperti hantu. Kudengar ia mengungkapkan rencananya untuk pergi ke Port Angeles besok. Aku ingin menghalaunya.stepheniemeyer. Aku mengawasi dengan perasaan tak berdaya ketika matahari pelanpelan terbenam di ufuk dan bayangan sore merayap menuju arahnya. dan aku merancang rencanaku sendiri saat mendengarkannya. Pintu mobil ayahnya dibanting tertutup. bangkit duduk saat mendengar mobil ayahnya menepi. Harapan bercampur dengan lapar—sepertinya dia tidak sabar untuk makan malam. Suara detak jantung Bella adalah satu-satunya yang menentramkan. terlihat bingung dengan kegelapan yang tidak disangkanya. Aku pindah ke pepohonan yang lebih dekat dengan jendela dapur untuk mendengarkan malam mereka. Untuk sesaat.

dan kemudian berganti baju sebelum lari kembali ke Forks.tapi kemudian sadar. Pertandingan bola di lapangan Rainier—ayo ikut! Please? Aku menemukan pena dan menuliskan kata Sori dibawah permohonannya. bukan untuk mengambil kesempatan sebagaimana Mike mungkin akan melakukannya jika ia setangkas aku. mungkin sebaiknya aku tidak usah tahu.com temannya untuk menjauhi Port Angeles.stepheniemeyer. Ketika bicara. Aku jadi bertanya165 .. selalu ada mahluk seperti kami di luar sana. yang mana baik-baik saja untukku.Diterjemahkan dari: www. menyantap mahluk kecil lemah yang baunya tidak sebaik manusia yang biasa memburunya. Biar bagaimanapun. Lagipula. Aku tersenyum pada hal ini karena membuktikan teoriku—ya. aku akan tetap mengawasi Bella. teamnya telah lengkap tanpa kehadiranku. Selimutnya berantakan. Aku pergi ke lahan berburu terdekat. Hari sekolah berikutnya. Hanya sekali..” tangannya membalik terbuka —sebuah sikap memohon. Emmet meninggalkan catatan yang ditempel di tiang dekat tangga. Wajahnya kadang gelisah. Dan. Hanya untuk jaga-jaga. Bisakah aku berharap bahwa mungkin saja ia sedang memimpikan aku. Bahkan Bella kelihatan lebih murung dari kemarin. kadang sedih. Tidur Bella tidak nyenyak malam ini. juga ada semua bahaya yang mungkin saja menimpa manusia. Aku tidak akan melanggar privasinya seperti seorang pengintip. Kudengar ia cemas besok mesti meninggalkan ayahnya untuk menyiapkan makan malam sendiri. dia seorang pengasuh. mimpi buruk apa yang menghantuinya. Meski aku tahu mereka baru saja berburu belum lama ini dan tidak berniat untuk berburu disekitar rumah kami. ketika ia mendesahkan kata. yang sebelumnya tidak pernah kupertimbangkan. “Kembali. hari terakhir matahari memenjarakanku. Aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan. Rumahku kosong saat aku kembali. Aku akan kembali lagi setelah dia tidur. kurang lebih sama dengan sebelumnya. Aku bertanya-tanya. Setelah itu aku pergi. Aku tidak rindu dengan segala pikiran mereka yang mempertanyakan kewarasanku. Aku disini untuk melindunginya. seringkali ia berkomat-kamit mengeluhkan tentang Forks dengan suara murung.

Aku tidak suka melihatnya begitu menderita. Sekolah usai. begitu kesimpulan dia. dan hampir sama panjangnya. dan Jessica setuju untuk menjemput yang lainnya—Angela juga ikut. Ia mengenakan blus biru tua hari ini. Dan kuputuskan untuk memberi kesempatan bagi Bella dan teman-temannya untuk berangkat satu jam lebih dulu. gerutu Emmet. Kegirangan Esme tergantikan oleh cemas. Kau benar-benar payah. mengangguk samar pada sapaan Emmet dan Esme saat melewati semuanya di ruang tamu. Tidak minum darah manusia akhirnya membuat mereka gila juga. Pikiran Peter kurang lebih serupa dengannya. Aku masuk lewat dapur. Jasper mengacuhkanku bahkan saat lagu yang kumainkan terdengar lebih ribut dari yang kumau. Maka aku pulang ke rumah untuk mengambil mobil. Jasper sedang berpamitan dengan teman-temannya. Kisah cinta yang ia idam-idamkan untukku semakin nyata akan berbalik jadi tragedi. Tentu saja itu Rosalie. Mereka berdua sangat mirip—kecuali tingginya. membuatnya terlihat seperti krim susu segar. Warna itu sangat sempurna dengan kulitnya. karena dia hampir setinggi 166 . Rambutnya sepirang Charlotte.Diterjemahkan dari: www. pasti ia akan memilih kesenangan temannya diatas kepentingan sendiri. Padahal dia sangat normal dan sopan saat terakhir kali kami bertemu. Edward. Aku tidak akan tahan mengikuti di belakang mereka. Tapi. seperti biasanya. sebagai Bella. menyetir di batas kecepatan normal—memikirkannya saja sudah ngeri. apa dia akan membatalkan janjinya—kelihatannya dia sedang tidak mood. Ugh. Aku tidak percaya kau melewati pertandingan tadi malam hanya untuk mengawasi seseorang tidur. pikir Alice dengan riang. Itu lagu lama. membuatku bersyukur.stepheniemeyer. beritahu aku kalau sudah boleh bicara dengan Bella. Ah. Peter dan Charlotte masih ada. Dia sudah semestinya cemas. Selamat bersenang-senang di Port Angeles nanti malam. dia kembali. pikir Charlotte. Pasti gara-gara binatang-binatang itu. Mahluk yang aneh. yang memandangiku dengan penasaran. si gadis yang semungil Alice dengan rambut pirang keperakan.com tanya. dan langsung menuju ke piano. dengan tema yang umum: ketidak sabaran.

com Jasper—pada penampilan dan pemikiran. Aku pura-pura tidak mendengar. Kuhentikan laguku di tengahtengah.” salamku sambil mengangguk. dan tidak ada banyak cinta diantara dia dan Peter sebelumnya. “Charlotte. Dan aku mulai bermain dengan nada-nada lembut agar tidak menarik perhatian. Jasper selalu menjadi favorit Maria. Dia memperlihatkan bukti penglihatannya. siap-siap untuk pergi. dengan suara mencibir. Kasihan. Tidak mendekati Port Angeles. Itu adalah kunjungan yang luarbiasa —kami harus cepat-cepat pindah. Setelah di dalam mobil. Jasper memintanya dengan sopan agar ia menjauhi dirinya. Alasanku sudah cukup lemah. Maria pernah sekali mencari Jasper pada saat kami di Calgary. Idiot. sedang Peter baru belakangan. Edward. itu Esme. Rasanya sulit menghilangkan Bella dari pandangan dan pikiranku. dia menganggapnya detail sepele saat pernah sekali berencana membunuh Jasper. “Kurasa itu tidak akan segera terjadi. umpat Emmet padaku. “Kalau kau bertemu Maria lagi. menuju Seattle. Sementara Peter cuma menjawab dengan anggukan. Aku tidak memperhatikan mereka lagi selama beberapa lama. mereka akan langsung ke timur. Peter.” ujar Charlotte basa-basi. Rosalie memikirkan hal yang sama.” Maria adalah vampir yang telah menciptakan Jasper dan Peter—Jasper diciptakan di pertengahan abad sembilan belas. “Menyenangkan bertemu lagi denganmu. Peter cuma dimanfaatkan sepeninggal Jasper. pada tahun 1940an.” jawab Peter sambil tertawa—tidak disangkal lagi Maria berbahaya. Dan Alice. Setelah beberapa saat. Aku hanya kembali memperhatikan pembicaraan mereka ketika Peter dan Charlotte sudah hampir pergi. aku merasa lebih tenang. “Katakan padanya aku harap dia baik-baik saja.” Kemudian mereka bersalaman. dengung mantap suara mesin yang 167 . semuanya—kecuali Esme—berhenti memikirkan aku. membiarkan musiknya mengalihkanku dari kegelisahan. Pasangan yang sangat cocok.” kata Jasper sedikit khawatir.Diterjemahkan dari: www. dan dengan tergesa-gesa berdiri. Dasar orang gila. “Tapi mungkin saja aku akan bertemu dengannya.stepheniemeyer.

com telah di tune-up oleh Rosalie—tahun lalu.stepheniemeyer. mengetahui setiap mil yang kulewati membawaku semakin dekat dengan Bella. Rasanya lega bisa di jalan lagi. saat moodnya lebih baik—terdengar menyenangkan. 168 .Diterjemahkan dari: www.

Aku mencari Angela di dekat situ —ah. tidak ada alasan untuk mengambil resiko. lebih tepatnya. aku bisa melihat Bella lewat pikirannya. aku bisa mendekat. Paling tidak dia tahu dia punya kencan cadangan untuk pesta prom. Sesuai dengan warna matamu. yang sedang memutarmutar badannya di depan tiga bidang cermin. Setelah menemukan Jessica. Port Angeles Masih terlalu terang bagiku untuk berkendaraan di dalam kota saat tiba di Port Angeles. tapi Angela sedang ganti baju. Tidak akan lama lagi gelap—awan mulai berarak kembali. Dan. Ha ha. ketika makin gelap. Bagaimana jika Mike tidak menikmati pesta dansa besok. aku keluar dari jalan utama untuk menunggu di daerah pinggir kota yang tampaknya jarang dilewati orang. Angela betul—Tyler cuma membual. tidak ada sesuatu yang akan menimpa Bella selama dia di department store. Mengambil resiko lebih. sementara matanya memperhatikan dengan curiga. Aku hanya bisa 169 .stepheniemeyer. Untuk saat ini. matahari masih terlalu tinggi diatas. Tapi aku tidak mengerti kenapa dia sekesal itu. Tidak terlalu lama.Diterjemahkan dari: www. Apa dia sungguh-sungguh dengan ucapannya? Atau yang ia inginkan aku terlihat seperti sapi di hari sabtu nanti? Belum-belum aku sudah lelah mendengarkan Jessica. Aku tahu kira-kira ke arah mana harus mencari—hanya ada satu tempat untuk mencari gaun di Port Angeles. aku akan menemukan Angela. Bella sedang memuji gaun panjang hitam yang ia kenakan. meski jendelaku sangat gelap. Bella masih kelihatan kesal. Biarkan saja mereka belanja dan kemudian mencari mereka lagi saat sudah selesai.com 9. dan ia tidak mengajakku kencan lagi? Bagaimana jika dia mengajak Bella ke pesta prom? Apa Bella akan mengajak Mike ke pesta dansa jika aku tidak mengajaknya duluan? Apakah menurut Mike dia lebih cantik ketimbang aku? Apakah dia pikir dirinya lebih cantik dibanding aku? “Kurasa aku lebih suka yang biru. Well. dan aku langsung cepat-cepat keluar dari kepalanya untuk memberi dia privasi.” Jessica tersenyum palsu pada Bella. bertiup dari arah barat. Kemudian. Aku sangat yakin mampu menemukan pikiran Jessica dari jauh—pikiran dia lebih keras ketimbang Angela. setelah menemukan Jessica.

“Dia baik-baik saja.Diterjemahkan dari: www. Dia akan suka itu. Apa yang kupikirkan? “Aku tidak masalah kembali ke toko.. Siapa yang peduli dengan Bella? Pikir Jess tidak sabaran.. Jadi. Tapi aku tidak suka berlama-lama disitu. minta pendapat Angela. Pasti sudah gelap ketika waktunya makan malam. Kira-kira apa yang akan ia katakan pada Tyler tentang ini. Aku sudah punya satu di rumah yang sepertinya juga cocok.mungkin aku akan secara tidak sengaja makan di restoran yang sama. Tapi bagaimana jika nanti Bella mencari-cari kita?” Apa ini? Bella tidak bersama mereka? Aku memperhatikan lewat mata Jessica. tapi bisa kulihat awan-awan itu akan mempercepat matahari tenggelam. ia kesal dengan kepongahan Tyler. “Mungkin sebaiknya aku mengembalikan kalungnya. memonopoli perhatiannya di jam makan siang lagi.. Lagipula. Aku bisa menanyakan segala pertanyaan yang selama ini kusimpan. Bukannya satu vampir saja sudah merepotkan? Aku kembali mengecek Jessica lagi.. Besok aku akan bisa duduk disamping Bella lagi.” Aku 170 .. Aku mengingat kembali ekspresi Bella siang itu—tidak percaya dan marah—dan aku tergelak.stepheniemeyer. Dia sedang memikirkan tentang perhiasannya. Kusentuh handphone di kantongku.” Ibuku pasti akan marah besar. dan aku sudah membelanjakan uangku lebih dari seharusnya. Aku menanti-nantikannya dengan tidak sabar. Mereka di trotoar di depan deretan toko-toko. tapi dia juga pasti akan minta bicara dengan Bella. Waktu berjalan lambat selama menunggu gelap datang. Aku tidak akan melewatkan kesempatan melihat reaksi Bella. suara mentalnya paling mudah ditemukan. kemudian ganti ke Angela. sebelum menjawab pertanyaan Angela. baru saja balik arah. Aku bisa melihat itu di kepala Tyler—bahwa dia bersungguh-sungguh ketika menyinggung tentang prom. Secara berkala aku mengecek Jessica.com menangkap kelebatannya melalui sela-sela daun.. kurasa dia sedang ingin sendirian. bahwa ia menegaskan niatnya.. Kita masih punya banyak waktu sebelum ke restoran. bahkan jika kita kembali dulu.. Aku melihat dimana mereka berencana untuk makan. mempertimbangkan untuk mengajak Alice keluar makan. Aku belum yakin aku siap untuk melibatkan Bella lebih jauh kedalam duniaku. Bella tidak kelihatan dimana-mana.

com menangkap sekelebatan gambaran toko buku yang Jess pikir tempat tujuan Bella. Mana pernah Bella membuatnya jadi mudah? Tentu saja tokonya kosong. tapi sekaligus sangsi ini akan berjalan dengan mudah. Dia sempat kesini. apa karena Edward Cullen? Berani taruhan. apa dia bahkan repot-repot mau masuk? Ada sebidang lahan yang terhalang matahari. 171 .” ujar Angela... Ini sesuatu yang tidak kuperhitungkan—Bella memisahkan diri—dan aku tidak tahu bagaimana caranya menemukan dia. Sebentar lagi matahari di belakang awan. Aku tahu seluk-beluk Port Angeles.. Juga ada jalur gelap yang langsung menuju ke toko itu. dimana gedung-gedung akan menghalangi sinar matahari yang mulai redup. Ini bukan tempat yang bagi Bella menarik—terlalu hipies untuk orang seperti dia. berharap pencarianku singkat. Kuharap Bella tidak beranggapan kami menelantarkan dia. Aku melangkah cepat-cepat menuju toko itu. Aku bertanya-tanya. Aku harusnya mempertimbangkan hal ini.Diterjemahkan dari: www. Aku mulai cemas begitu menyetir melewati jalanan sepi menuju pusat kota. di trotoar. Aku menilai sekelilingku. Apa saja yang sudah kulewatkan? Bella berkeliaran sendirian. Aku seharusnya tidak melakukannya.. Seharusnya aku lebih memperhatikan. Aku bertanya-tanya. Bagaimana jika ada mobil lewat yang memantulkan cahaya matahari di waktu yang salah? Tapi aku tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari Bella! Aku parkir dan langsung keluar.stepheniemeyer.. berkeliaran ketika matahari masih bersinar itu tidak aman. tapi tidak ada tanda-tanda aromanya di dalam toko. “Ayo cepat kalau begitu. tetap berada dibalik bayang-bayang.. Dia baik padaku selama di mobil tadi. bisa untuk tempatku parkir. Dia benar-benar orang yang menyenangkan. Tapi kelihatannya dia agak murung seharian ini. Jika aku tetap berada di sisi barat.. kecuali seorang perempuan berbaju aneh dibelakang konter. itulah alasannya kenapa ia menanyakan tentang keluarganya. mobilku langsung menuju ke toko buku yang ada di pikiran Jessica. Dan tadi dia menanyakan tentang aku? Angela sedang memperhatikan Jessica sekarang—Jessica sedang mengoceh tentang si bodoh Mike—dan aku tidak mendapatkan info lebih banyak dari dia.. ada sedikit sisa aroma Bella di udara.

Apa dia tersesat? Well. Aku mengikuti bau Bella sejauh bayangan gedung-gedung. berusaha memutuskan apa akan langsung memesan atau menunggu Bella dulu.. berhenti ketika tiba di tubir cahaya matahari. aku akan bebas mencarinya di luar.. dia hilang dari pengawasanku. Makin lama dia hilang aku semakin waswas dibuatnya. Dia berencana mau kemana? Aku bolak-balik antara toko buku dan restoran beberapa kali.. Aku keluar tiap menemukan sisi gelap yang terhalang matahari. Betapa tidak berdayanya aku—terpenjara oleh seberkas sinar yang melintang di trotar di depanku.. karena kemudian aku membaca lebih 172 . kemudian keuntungan akan berada di pihakku lagi dan manusia lah yang tidak berdaya.? Terlambat lagi. Aku tidak suka ini. Ada begitu banyak pikiran-pikiran sepele. Tidak pernah terpikir sebelumnya betapa sulitnya mencari dia. tapi aku sudah keluar lagi. Ini dia datang! Aha! Itu dia wajahnya. Apakah enam-empat-kosong atau enam-kosong-empat.. Terkungkung. Pastilah seseorang sempat melihat dia di suatu tempat.kurasa anakku telinganya infeksi lagi. berharap melihatnya di jalanan.. Aku mesti memberitahunya. Hanya beberapa menit lagi. kemungkinan itu tidak terlalu mengherankan. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disana. Aku cuma bisa menebak dia terus jalan menuju ke utara. Jessica memaksa untuk memesan secepatnya.com “Selamat datang! Ada yang bisa saya bantu—” sapa penjaga toko itu. tapi hanya sempat satu kali menangkap aromanya. Jessica dan Angela sudah sampai di restoran. Aku mulai berganti-ganti melihat ke pikiran orang-orang asing. Pikiran satu ke pikiran lainnya. dan keluar dari jalur normal orang-orang. Sinar matahari lah yang membuatku tak berdaya. Aku kembali ke mobil dan menyusuri jalanan itu pelan-pelan. dan arahnya membingungkan aku. Akhirnya seseorang menyadari dia! Kelegaanku hanya berlangsung sepersekian detik. mencari lewat mata mereka. Beberapa menit lagi. .stepheniemeyer. mencari-cari dia. Seperti sekarang.Diterjemahkan dari: www.. Awan-awan mulai berkumpul di horizon.. Kalau sudah begitu tidak akan memakan waktu lama.

Aku tidak menyadari masih ada tambahan satu orang lagi sampai mendengar suara tawanya menyusul si Jeff tadi. dan mata pria itu hanya fokus ke ekspresi takut Bella—menikmati ketakutannya. tapi tidak sepenuhnya asing. melenturkan tangannya. tapi tidak mengalihkan perhatianku. Kakiku menginjak pedal gas dalam-dalam. sesuatu dalam pandangannya yang bisa menunjukan keberadaannya. Mereka asal mengikuti Lonnie. Itu pikiran orang asing. pasti ada sesuatu—nama jalan. Dia melangkah ke arah Bella. “TIDAK!” teriakku. Pada saat pengemudi lain membunyikan klakson. tapi kemana tujuanku? Aku cuma tahu kira-kira lokasi pikirannya. Bella bukan korban pertamanya. Mereka dijanjikan akan bersenang-senang. Coba lihat bagaimana dia gemetaran! Orang itu terkekeh. Aku 173 .” Pria itu menoleh ke suara tawa kasar yang berasal dari jurusan lain. tapi tidak tahu pasti persisnya. plang toko.. Jeff! batinnya—tapi dia senang melihat Bella menjengit kaget. Satu dari mereka memandang ke ujung jalan dengan gugup—dia tidak ingin kepergok sedang melecehkan seorang perempuan—dan itu memberi tahu apa yang kubutuhkan.stepheniemeyer. Ekspresi ngerilah yang ia cari—bagian yang ia nikmati. Suara geramanku menggetarkan kaca mobil. “Pergi dariku. Aku pindah ke pikiran orang itu. dan geraman panjang keluar dari tenggorokanku. Di sekitar daerah industri. Sesuatu.com jauh pikiran pria yang memandang penuh nafsu ke wajahnya di tengah keremangan. Tapi Bella tenggelam di balik bayang-bayang.. jauh dari lokasi pertokoan yang ramai. Tidak ada jendela-jendela di tembok di belakang Bella. suaranya sudah jauh di belakangku. Dia membayangkan bagaimana Bella akan memohon-mohon.Diterjemahkan dari: www. terselimuti ingatan wajah-wajah lainnya. bukan jeritan. Pikiran dua orang itu tidak sebusuk yang pertama. putus asa mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Dulu aku pernah memburu orangorang dengan pikiran seperti ini. Mobilku mendecit membelok di pertigaan. Itu membuatnya bergairah. Keributan itu membuatnya marah—diam.” Suara Bella rendah dan tenang. Mereka tidak menyadari seberapa jauh orang yang mereka panggil Lonnie itu akan berbuat.. “Jangan seperti itu manis. Wajah Bella jadi buram di pikirannya..

dan ia sudah lari menuju mobilku.” teriakku setengah menggeram. Dia suka jika harus mengejar mangsanya. Aku ingin melihat bagaimana dia menikmati perburuan ketika dialah mangsanya. Yang lainnya hanya akan mati karena ikut membantu. ketegangan dari berburu.com mengenali perempatan yang ia lihat. membuat mereka terloncat kaget. Dia menunggu Bella menjerit. Tapi Bella mengunci rahangnya rapat-rapat. tapi tidak akan segera kukabulkan. Monster itu bisa mendengar raungan mesinku. Dia ada di tengah jalan.stepheniemeyer. dia terlalu memperhatikan korbannya. tapi kematian itu akan terlalu cepat. Aku tinggal satu blok lagi. 174 . Aku segera membukanya. menyudutkan Bella. aku sudah mendata berbagai bentuk siksaan yang pernah kusaksikan selama masa perang dulu. Terkejut dan agak kecewa. Tapi si monster bernama Lonnie ini tidak akan mati secepat itu. Lampu sorotku menerangi mereka. sengaja membikin tegang—saat-saat penuh teror membangunkan minatnya.Diterjemahkan dari: www.. Bunyi klakson nyaring di belakangku. Teleponku bergetar di kantong. Dia harus menderita atas hal ini.. memotong diantara celah sempit diantara dua mobil yang melintas. Barangkali lebih baik. Dia harus betul-betul tersiksa. Apa-apan ini? Aku tahu ini ide yang buruk! Dia tidak sendirian. Orang itu terkejut—dia berharap Bella akan mencoba untuk lari. Di bagian lain dalam kepalaku. tapi tidak mempedulikannya. siap-siap untuk menikmatinya.akan lebih ada perlawanan. Aku langsung membanting kemudi hingga mobilku berputar dan berbalik arah. Aku ingin melihat bagaimana pendapatnya tentang gaya berburuku. Aku bisa saja menerjang si pemimpinnya. “Cepat masuk. Lonnie maju pelan-pelan ke arah Bella. Dia akan memohon-mohon. mencari yang paling menyakitkan. Yang ini pemberani. Tidak kugubris. Aku langsung menerabas lampu merah. Dengan ngebut aku membelok di pojokan hingga mobiku terbanting kesamping. dengan begitu pintu penumpangnya lebih dekat dengan posisi Bella.

namun dia bergeming saat aku membawanya pergi dengan ngebut. Matanya masih lebar dan sepenuhnya percaya.. sebagian ekspresi Bella mirip dengan para penjahat tadi saat aku membawanya pergi begitu cepat. Otot-ototku menegang. Suaraku kasar. dan sampai terasa di lidahku. daging dari tulangnya. Bunyi kecil seperti itu membuatnya terloncat. Dia tidak boleh lepas dari pengawasanku. dan segala rencana kejiku langsung runtuh. tapi yang pertama tadi juga hampir tidak mungkin! Seperti magnet. Dan kemudian ia menatapku dengan pandangan paling percaya yang pernah kulihat. Bella memasang sabuk pengamannya.” perintahku. Apa yang akan kukatakan padanya. jangan melihat? Ha! Kapan dia pernah menuruti yang kuminta? Kapan dia pernah melakukan tindakan yang aman? Mungkinkah aku menggiring mereka pergi. Bukan haus darah yang biasanya. Butuh waktu tidak sampai sedetik untuk menyadari bahwa aku tidak akan sanggup meninggalkan dia sendirian di mobil sementara aku memberi perhitungan dengan empat orang tadi. Kecuali bahwa sang gadis—satu-satunya gadis di dunia ini—sedang mencengkram kursinya dengan dua tangan.. Tanpa ragu-ragu Bella meloncat masuk. dia menarik segala bahaya menuju ke arahnya. menatap ke arahku. kulit dari dagingnya. Dia akan mengira sedari awal rencananya memang akan melarikan diri. Aku bahkan tidak sanggup menerjang mereka. melanggar semua rambu lalu lintas.Diterjemahkan dari: www.. Itu akan membuat dia ngeri. Aku tidak sudi menodai diriku dengan memasukan bagian dari monster itu ke badanku. Bisa kurasakan pandangannya padaku. sedikit demi sedikit. membanting pintu di belakangnya. Aku akan mengulitinya pelan-pelan. ternganga bingung.. Aku harus membunuhnya. dan meninggalkan dia sendirian disini? Hampir tidak mungkin ada penjahat lain yang berkeliaran di Port Angeles malam ini. berjengit ketika mendengar suaranya. 175 . Keinginanku untuk membunuh monster itu begitu hebatnya hingga mendengingkan telingaku dan mengaburkan penglihatanku. menjauh dari Bella. “Pakai sabuk pengamanmu.stepheniemeyer. sarat kebencian dan haus darah. Balas dendam mesti menunggu. Dia tidak menyadari kebimbanganku yang sekejap tadi. Sepertinya. memohon untuk segera dilampiaskan.com Harus kah aku lari? Sepertinya aku mau muntah.

” aku menyadari. Aku membawanya ke jalanan sepi. aku tetap tidak akan membiarkannya sendirian di tengah kegelapan. Sekarang gelap gulita. Baik-baik saja kah aku? “Tidak. Namun tetap saja. bahkan jika aku bisa yakin dia akan sepenuhnya baik-baik saja selama aku tidak ada. tempatku menunggu tadi. Aku tahu itu. Pembalasan adalah hal yang kedua. tidak salah lagi.com Anehnya. Bahkan seandainya dia tidak selalu berada dalam bahaya karena alasan yang tidak masuk akal—karena lelucon tidak bertanggung jawab untuk mempermainkan diriku—. sepenuhnya tidak bergerak. Dia ingin tahu apa aku baik-baik saja? Aku memikirkan pertanyaannya selama sepersekian detik. Bagiku itu tidak masuk akal—tidak dengan apa yang baru saja dialami. Aku akan semakin membuatnya takut jika tidak sanggup mendinginkan nafsu membunuh yang mendidih dalam 176 . Dengan demikian aku tidak bisa meninggalkannya. Aku sangat murka hingga tubuhku membeku di tempat. “Iya. gatal ingin meremukkan penyerang gadis ini. Dia pasti sangat ketakutan. “Apa kau baik-baik saja?” Itu betul-betul hal yang paling penting. tidak cukup lama baginya untuk menyadari kebimbanganku. dia kelihatan tenang. Itu pasti kentara sekali. Pasti dia merasakan hawa kekejaman keluar dariku. “Ya?” jawabnya dengan suara parau. Dia berdeham pelan.. Tapi itu berarti meninggalkannya sendirian disini. aku tidak sedang dalam kondisi yang sanggup untuk menenangkan dia—bahkan itu jika aku tahu bagaimana cara menenangkan dia.. untuk mencincangnya kecil-kecil hingga badannya tidak mungkin dikenali. Nadaku menggelegak marah. Tangan dinginku yang terkunci. yang aku tidak tahu. Rerimbunan pohon di pinggir jalan.” Suaranya masih pekat—karena takut.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. Prioritas pertama. tidak terlindungi di tengah kegelapan. “Bella?” tanyaku dari sela-sela gigi. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan suara berat karena tertekan dan takut. tapi badanku begitu dipenuhi amarah hingga membuatku sulit untuk berpikir.

pasti aku sudah tertawa. berarti kedudukan kami seri.stepheniemeyer. “Kenapa?” tukasku..com diriku.” Rasanya menyenangkan. Dan apa dia juga tidak melihat efek daya tariknya padaku? Ah.. “kalau tidak punya mobil.” Dia melanjutkan...” dia ragu-ragu—sepertinya berusaha memahami permintaanku. Kupejamkan mata. Aku mulai bisa 177 . Hanya karena dia membutuhkan aku. khas dirinya. “Dan dia pikir pesta prom cara yang tepat. “Maaf. ancaman yang keluar dari bibirnya begitu menggelikan. kau pasti ingat. kalau aku membahayakan hidupnya.” Rahangku masih terkatup rapat. “Aku ingin melindas Tyler Crowley besok sebelum masuk sekolah?” Dia mengatakannya seakan itu sebuah pertanyaan. Tentu saja Bella akan mengatakan sesuatu yang tidak kukira. Jika aku tidak sedang terbakar oleh nafsu membunuh. Aku mesti memikikirkan sesuatu yang lain. “Entah dia gila atau dia masih mencoba menebus kesalahannya karena hampir membunuhku tempo. Bella tidak menyadari daya tarik dirinya di mata bocah-bocah di seantero sekolahan. dan dia tidak perlu terus-menerus memperbaiki hubungan.” pohonku padanya.. Aku tahu dimana menemukannya. Ya—inilah yang kubutuhkan. Kegigihan Tyler tidak ada hubungannya dengan insiden waktu itu.” tambahnya dengan nada datar. Meski begitu aku mungkin perlu menghancurkan mobil Sentranya.well. Seperti sebelumnya. memaksanya untuk bicara lagi...Diterjemahkan dari: www. Aku tidak butuh musuh dan barangkali Lauren akan bersikap biasa kalau Tyler menjauhiki.” suaranya diliputi kegeraman seperti kucing-manis. Aku masih bisa mendengar pikiran orang itu. “Tolong alihkan perhatianku. Jadi setelah kuhitung-hitung. “Dia memberitahu semua orang bahwa ia akan mengajakku ke pesta prom. Ketidak wajaran proses berpikirnya selalu mengasyikan. “Mmm. aku tetap bertahan di mobil. itu manjur. berarti dia tidak bisa mengajak siapa-siapa ke prom. kali ini penuh pertimbangan. sekali-kali melihat di salah.. berharap tidak bisa menemukannya. kecewa dan marah. apa?” Hampir aku tidak sanggup menjelaskan yang kumaksud. “Coba ceritakan sesuatu yang sepele sampai aku tenang...

Hampir. Meski aku tidak bisa mendapatkan dia. “Apa yang terjadi?” bisiknya. entah bagaimana. aku lebih tenang. Bella layak mendapatkan lebih dari sekedar seorang pembunuh. Dia berhenti bicara. sudah pasti akan membuat gadis ini berada diluar jangkauanku selamanya.Diterjemahkan dari: www.” kataku padanya. dan hanya bisa memimpikannya saja. “Lebih baik?” tanyanya takut-takut. Bahkan jika aku tidak meminum darahnya—bahkan jika aku tidak meninggalkan bukti merah menyala di mataku—akankah dia melihat perbedaannya? Aku berusaha untuk bisa jadi lebih pantas. Dan perkataannya—ungkapan sarkasme dan hiperbolanya—pengingat yang kubutuhkan di saat seperti ini. Setelah semua kejadian ini. Dia tidak bisa memilih cara lain yang lebih baik untuk menenangkan diriku. Satu-satunya yang saat ini kubutuhkan melebihi keinginan membunuhku adalah gadis ini. Aku tahu. padahal aku masih menginginkannya hampir melebihi segalanya di dunia. Dan jika aku kembali ke kehidupan itu—kehidupan seorang pembunuh— bahkan jika cuma untuk sehari. Aku menghabiskan tujuh dekade berusaha menjadi lebih dari itu—apapun selain seorang pembunuh. itu tujuan yang mustahil.stepheniemeyer. “Jika dia lumpuh dari leher kebawah. dia tidak akan bisa ke prom.” Kuharap. “Tidak terlalu.. “Aku sudah mendengar tentang itu. dan aku diingatkan kenapa aku tidak mungkin layak baginya. “Kau sudah mendengarnya?” tanyanya heran. aku bisa minta dia terus bicara tentang mengancam dan melukai tanpa harus kedengaran gila. Itu karena aku sadar tidak dapat membunuh monster bernama Lonnie itu. tapi tidak lebih baik. Padahal aku butuh dia meneruskannya.” Tidak. untuk memikirkan selain balas dendam dan penyiksaan.. Dan tujuh dekade itu tetap tidak membuatku layak atas gadis yang duduk disampingku ini. bahkan dengan segala perasaan sayangku 178 . Suaranya pun jadi lebih marah. berhasil mencegahku untuk berkeliaran sebagai seoerang pembunuh nanti malam.com mengendalikan diri. tapi aku tetap akan berusaha. Aku menghela napas dan membuka mata. Napasnya memenuhi penciumanku.

Aku terlalu mengiginkan Bella untuk menyerah. Seringkali dia tidak mendengarnya. Aku menarik napas dalam-dalam.. lari. Semakin dekat ke kota. Seberapa banyak yang ia dengar? Aku melirik diam-diam.com padanya. Belum. Paling tidak dia tidak menjerit. berharap dia mendengar kengerian yang terkandung dalam perkataanku.. tinggal. Aku begitu dekat dengan berandalan itu. Jessica dan Angela sudah selesai makan. Kosong karena syok. Aku berperang dengan diriku sendiri. Jika itu mustahil—jika memang tidak mungkin mendapatkan. menuju jalanan yang gelap. Sekarang keduanya benar-benar mencemaskan Bella. Kami sudah tiba di restoran sebelum sempat menyelesaikan pikiranku. barangkali kejadian malam ini belum mengendap dalam pikirannya. ke kegelapan malam. “Jessica dan Angela pasti khawatir. Tinggal. Apa dia ingin menjauh dariku? Atau dia cuma tidak ingin teman-temannya mencemaskan dia? Tanpa berkata apa-apa aku menyalakan mobil dan mengantarnya. Sesuatu yang tidak aku bisa. tapi wajahnya tidak ketebak.. Suaranya sangat tenang.” Dia tidak mengatakan apa-apa lagi. “Aku seharusnya menemui mereka..” ucapnya pelan.” Aku menatap keluar. Aku tidak yakin bagaimana dia bisa begitu. “Setidaknya itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri. Mereka sudah mau mulai mencarinya.” Hanya memikirkannya hampir membuatku keluar dari mobil. Aku tidak menyerah. Aku hutang itu padanya. Aku akan mengatakan sejujur yang kubisa. Apa saking syoknya? Atau.” ucapnya lagi. atau pantas. Belum.. “Tapi tidak akan menolong bila aku berbalik dan memburu. Ini bukan malam yang tepat bagi mereka untuk berkeliaran— 179 . atas gadis ini —maka apa alasannya membiarkan orang itu tidak dihukum? Tentu aku bisa membolehkan diriku jika kondisinya seperti itu. tapi sekaligus berharap dia tidak mendengarnya. Selama beberapa waktu kami diam. Lari.. Bella.Diterjemahkan dari: www... membiarkan aromanya membakar tenggorokanku. Tidak.stepheniemeyer.dia masih membuatku meneteskan liur.” “Oh. Bella. berusaha menjadi apa yang seharusnya. semakin sulit untuk bertahan pada tujuanku. Bella. barangkali. “Kadang-kadang aku punya masalah dengan emosiku.

yang makin waswas saat teman-temannya mulai masuk ke lorong gelap. 180 . “Jess! Angela!” dengan suara keras. Aku membuka pintuku. Bella! Oh.stepheniemeyer. Tidak membiarkan kau lepas dari pengawasanku. Bella cuma menggeleng dan setengah tersenyum. aku tidak punya waktu untuk memikirkan penerimaan anehnya atas pengetahuan anehku. Setelat ini? Jessica menggerutu sendiri.” Tidak. atau karena dia tidak menganggapku sebagai seorang laki-laki terhormat? Aku menunggunya menyusulku. Sepertinya akan sangat berbeda dengan bayangan akan mengajak Alice dan pura-pura secara tidak sengaja memilih restoran yang sama. tapi kemudian cepat-cepat menguasai diri. dia aman! Pikir Angela lega.Diterjemahkan dari: www. aku tidak akan cukup kuat untuk itu. Tidak membiarkan diriku sendirian malam ini. “Kurasa aku tidak akan sanggup menahan diriku kalau bertemu berandalan-berandalan itu lagi.com “Bagaimana kau bisa tahu dimana. dan Bella melambaikan tangan kearah mereka. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya. Apa ini karena dia tidak terbiasa diperlakukan seperti seorang perempuan terhormat.” perintahku cepat-cepat. bisa dibilang kencan dengannya.. disinilah aku. Dia mengejar mereka kemudian berteriak. karena aku tidak memberinya kesempatan untuk menolak. Tapi. Dengan urutan seperti itu.. “Mengajakmu makan malam. tapi juga bersyukur karena Bella baik-baik saja. kedengarannya kaget. Apa itu maksudnya? Well. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku hingga lupa bertanya dimana dia mesti bertemu dengan teman-temannya. Dan kini. Dia gemetar. dan aku sadar lagi-lagi telah bertindak ceroboh. “Cepat hentikan Jessica dan Angela sebelum aku harus mencari mereka juga. alih-alih mencecarku dengan pertanyaan. Mereka menoleh. Dia sudah setengah membuka pintunya sebelum aku memutar lewat depan—biasanya aku tidak sefrustasi ini saat harus bergerak secara wajar—dan bukannya menungguku untuk membukakan pintu.” Baiklah ini akan menarik.?” Pertanyaan Bella yang tidak selesai menyelaku. Hanya saja ini tidak masuk hitungan.

” dia mengakui. pikirku masam.. Coba tadi tidak makan duluan. Wow. Angela mengerutkan dahi. Tidak mungkin! Edward Cullen? Apa Bella pergi sendirian untuk mencari dia? Tapi kenapa Bella menanyakan kepergian mereka keluar kota jika Bella tahu dia ada disini. Pikirannya pasti syok. berdasar pengalaman yang lalu. “Sori. dan kemudian terhenti. “Mmm...com Ini membuatku sedikit lebih menyukai dia. Dia mudah pingsan.stepheniemeyer. Pasti memang syok. Begitu tenang. Aku menangkap sekelebatan ekspresi malu-malu Bella ketika menanyakan Angela apakah keluargaku sering absen dari sekolah. Pikiran Jessica beralih dari terkejut jadi curiga. kenapa juga aku tidak bisa melakukan seperti itu pada Bella? “Eh. dia keren banget! Batin Jessica.” ujar Bella sambil menunjuk kearahku. Mereka buru-buru kembali. Nadanya luar biasa normal. aku tahu mereka sudah makan. Dan kemudian aku berpapasan dengan Edward.” Apa? Diam! Protes Jessica dalam hati. kami sudah makan ketika menunggu tadi. 181 .” Aku tidak sependapat. “Tidak apaapa—lagi pula aku tidak lapar.tentu saja. “Bolehkah aku bergabung dengan kalian?” tanyaku bersikap sopan. Nah. Mendadak pikirannya tidak karuan.Diterjemahkan dari: www. Pikir Angela kemudian.” “Kurasa kau tetap butuh makan sesuatu. Wow. Ya ampun. sebetulnya. Tidak. Teman-temannya tidak berada dalam bahaya jika mereka langsung pulang. syok. Bella menutup-nutupi sesuatu dariku. Tapi. ketika melihatku disampingnya. Bella tidak mungkin tahu.. dan perut kosong tidak akan membantu.” Jessica setuju. Lagipula aku lebih memilih berdua saja dengan Bella—selama dia tidak keberatan. Bella mengangkat bahu dengan santai. Angela juga tidak terlalu berbeda. Dia membutuhkan gula di aliran darahnya—meski begini saja sudah terasa manis. Itu satu-satunya penjelasan kenapa dia begitu tenang. Sebentar lagi serangan syoknya akan muncul ke permukaan. “Aku tersesat. Eh-oh! Pikiran Jessica kalang kabut. seakan itu sepenuhnya yang terjadi. Bella. Bukan mereka yang dikuntit oleh bahaya.

keningnya. Ya ampun.stepheniemeyer. “Sampai ketemu besok. dan Bella melambai balik. Jadi dia pasti sepenuhnya sadar atas bahaya yang menimpanya tadi. dia melihat Bella mengedip.” ujar Angela cepat.” Kubukakan pintu restoran untuknya. Aku berjalan di sisinya menuju ke tempat penerima tamu. Oh. Atau. Kemudian ia menyambar tangan Jessica dan menyeretnya pergi. ya ampun. “Kalau begitu.” “Eh. Bella mengawasi mereka dengan seksama—sedikit kerut prihatin terlihat diantara matanya—sampai mereka masuk ke mobil. Bella. hibur aku. “Jujur saja aku tidak lapar. Bella mengedip? “Oke. Sepertinya ini malam keberuntunganku.Diterjemahkan dari: www. Mobil Jessica berada tidak jauh. Bella kelihatannya masih menutup diri. seperti yang lalu.” Angela berjuang mengucapkan namaku dengan nada santai. Jessica melambai saat pergi.Edward..com “Apakah kalian keberatan jika nanti aku saja yang mengantar Bella pulang?” tanyaku pada Jessica sebelum Bella bisa merespon. ia menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arahku. setelah menyaksikan nafsu membunuhku? Entah itu masalahnya atau bukan. untuk mengecek suhu badannya... Kenapa dia harus menunggu mereka pergi baru bicara? Mungkinkah dia betul-betul ingin berduaan saja denganku—bahkan sekarang. Aku harus mencari cara untuk berterima kasih pada Angela.” katanya padaku. “Dengan begitu kalian tidak perlu menunggu dia makan. pikiran penerima tamu itu menyelinap kedalam kesadaranku. Dan kelihatannya memang itulah yang dia mau.” Jessica menatap kelat-lekat pada Bella. mencari tandatanda bahwa inilah yang ia inginkan. ingin segera menyingkir jika memang itu yang Bella mau. diparkir dibawah lampu jalan.. Tapi tangan dinginku hanya akan ditolaknya. Baru setelah mobilnya lenyap.. Pada saat bersamaan.. Aku tidak mau pergi. aku hanya menyadarinya lebih karena 182 . dia perlu makan sesuatu.tapi barangkali Bella menginginkan Edward untuk dirinya sendiri. kurasa. Aku ingin menyentuh tangannya. tidak masalah. Siapa yang tidak akan begitu? batin Jess.

” Pikirannya sedang menebak-nebak. Tanpa ambil pusing.” Dia mengintip uang itu saat mengantar kami memutari dinding pemisah. Barangkali dia sepupunya.stepheniemeyer. eh. Itu masuk akal—berani taruhan pasti harga jaketnya lebih mahal dari gajiku. menelengkan kepala penasaran.. iya..? Aku mengambil selembar uang dari kantongku. Mereka sama sekali tidak melihat dengan jelas. kemudian menyipit saat tangannya mengambil uang tip itu. Orang-orang jadi sangat kooperatif jika uang dilibatkan. “Tentu saja. Gadis ini tidak mungkin adiknya. namun tidak dapat melihat kesempurnaan yang lembut pada gadis di sampingku ini? Well. Aku belum pernah terlalu memikirkan tentang itu sebelumnya. mereka sama sekali tidak mirip. Ya. Keramaian bukan tempat yang cocok untuk pembicaraan seperti itu. dan dia jadi ragu. Aku menggeleng. Bisakah aku memberikan nomer teleponku selama ada gadis itu. Bagaimana bisa perempuan picik ini menilai daya tarik fisikku—perangkap bagi mangsaku —begitu menarik.” Hmm! Suaranya! “Silahkan ikuti saya. “Barangkali ada tempat yang lebih pribadi?” pintaku pada si penerima tamu sembari menyodorkan uangku.com sangat berharap bahwa Bella akan memandangku seperti itu? Kami selalu terlihat menarik bagi mangsa kami. Biasanya —kecuali pada orang-orang seperti Ms. pasti itu. Kenapa juga dia mau tempat yang lebih privasi bersama gadis ini? Dia menawari kami sebuah bilik di pojokan yang sepi. Matanya melebar terkejut. yang berusaha keras menumpulkan ketakutannya—rasa takut langsung melanda setelah daya tarik awal.Diterjemahkan dari: www. “Oh. dia akan sangat penasaran malam ini. Lima puluh dolar untuk meja yang lebih baik? Dia juga kaya. lebih baik tidak usah mengambil resiko. batin penerima tamu itu saat membawa kami ke sebuah meja di tengah ruangan yang paling ramai. Selamat datang di La Bella Italia. Mata manusia memang kabur. “Meja untuk dua orang?” kataku pelan ketika penerima tamu itu tidak juga bicara. Sialan. dimana tidak ada orang yang 183 . Tapi keluarga. Bella sudah duduk di meja yang ditunjuk.. Dia tidak mungkin berkencan dengannya.. Cope dan Jessica Stanley.

. “Kau pikir orang bisa jadi seperti itu dengan mudahnya?” “Apa aku membuatmu terpesona?” Aku langsung mengucapkannya begitu saja.” kataku dengan perasaan terganggu karena sikap tidak sopannya pada Bella. “Kau pasti tahu bagaimana reaksi orang terhadapmu. apa yang akan kuceritakan. Berani taruhan aku bisa menakuti dia lebih dari itu.” “Aku membuat orang terpesona?” Itu istilah yang menarik untuk mendeskripsikannya.. Aku bertanya-tanya. “Kau tidak menyadarinya?” tanya Bella masih tidak percaya. Atau.” Bella menyela pikiranku dengan nada tidak setuju.mungkin aku akan menulis nomer teleponku di piringnya memakai saos. Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan dia tanyakan nanti.. menggambarkan penilaiannya yang keliru tentang diriku pada temannya yang pelayan. yang ia ceritkan pada dirinya sendiri? “Bagaimana kalau disini?” tanya penerima tamu itu.. Barangkali gadis itu akan hilang.” Dia tidak mungkin nyata. 184 .com akan melihat kami—untuk melihat reaksi Bella atas apapun yang akan kusampaikan. Seberapa banyak yang bisa ia tebak? Apa penjelasan dari kejadian tadi. “Tidak adil. Apa aku kehilangan kemampuanku yang satu itu? “Seharusnya kau tidak melakukan itu pada orang-orang. Cukup akurat untuk malam ini. Wow. Ini pasti mimpi.stepheniemeyer.” Aku memperhatikan ekspresinya.Diterjemahkan dari: www. “Sempurna. “Mmm. Dia masih tidak takut. Yang dia maksud apa? Aku tidak menakut-nakuti perempuan tadi.. dan sudah terlambat untuk menariknya kembali. Bella hampir betul.” Bella mencemoohku ketika aku tidak langsung menjawab. Penerima tamu itu bisa dibilang setengah linglung saat ini.. Aneh. Biar dia lihat siapa diriku sebenarnya.pelayan kalian akan segera datang. kenapa berbeda dengan. “Oh.. Dia berlalu dengan langkah sempoyongan. “Melakukan apa?” “Membuat mereka terpesona seperti itu—barangkali sekarang dia sedang sesak napas di dapur. menunjukan seluruh baris gigiku. meski itu yang kuinginkan.. yang benar saja. Aku jadi ingat Emmet pernah menggodaku di kafetaria beberapa waktu lalu.” Hmm. Aku tersenyum lebar-lebar ke dia.

sebetulnya aku menunggumu syok. 185 . “Apa?” tanyanya—sepertinya bertanya-tanya kenapa aku memperhatikan dia. Aku membuat dia terpesona. “Boleh saya minta coke?” tanya Bella. tapi kukecilkan volumenya. “sering kali. “Aku baik-baik saja.” Aku setengah tersenyum. dan lebih ekplisit dari penerima tamu tadi. Kuabaikan bagaimana itu membakar tenggorokanku. Meski begitu dia terlihat sehat.com Tapi.. aku menatap wajah Bella.stepheniemeyer. seakan minta persetujuan. Haus—rasa haus manusia—adalah tanda-tanda syok. sakit. kedinginan?” Sekarang dia bahkan jadi lebih bingung. Butuh semenit baginya untuk menjawab.. dia sudah menjawab. terkejut oleh pertanyaanku. Akhirnya si pelayan dengan enggan ganti menoleh ke Bella. ketika aku tersenyum padanya. Dia mengerjap.” Dan pipinya bersemu merah muda. “Halo. “Bagaimana perasaanmu?” tanyaku.” aku meralat. Aku selalu bisa menguasai diri jika terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Aku tidak peduli dan terus saja memandangi Bella. Pikirannya nyaring sekali. Jantungku yang mati membusung oleh harapan yang lebih besar dari apapun yang pernah kurasakan. sebelum aku sempat menyesalinya.” “Kau tidak merasa pusing. Lebih dari sehat bahkan.. menantikan sangkalannya.” jawabnya.. Dia tidak akan mau diperhatikan. “Haruskah begitu?” “Well. Alih-alih mendengarkan.terpesona? Aku sangat ingin mempercayai itu. Samarsamar aku sadar pelayan itu telah pergi. “Kurasa itu tidak akan terjadi. Kadangkadang dia terlihat seperti itu. dia minta pesanan minum kami. Akan kupastikan dia punya cukup gula dari soda pada sistem pencernaan tubuhnya. sedikit kehabisan napas. “Dua coke. melihat darahnya mengalir dibawah kulitnya. Si pelayan masih menunggu pesananku. Apakah dia. Ah.Diterjemahkan dari: www. Dia terlihat bercahaya. Matanya berubah agak tidak fokus. Seorang pelayan memperkenalkan dirinya.” sapa seseorang. perhatianku lebih tertuju bagaimana itu membuat terang wajah pucatnya. bagaimana itu melenyapkan cream pada kulitnya.

Haus. atau syok? Dia minum lagi sedikit. Dahiku sedikit mengerut. Isi pikirannya vulgar. Dia pasti menyadari bahwa aku tidak pernah makan. kemudian menggigil lagi. “Kau kedinginan?” “Ini cuma karena cokenya. “Oh—ketinggalan di mobil Jessica. dan kembali mengecilkan volume suara pikirannya.stepheniemeyer. Dia terlihat sangat lemah. Dan aku selalu lupa untuk berhati-hati di depannya. jadi kudorong gelas kedua padanya. bibirnya ikut menggigil seakan giginya akan menggemeretak. Apa yang sedang ia pikirkan sekarang? Kuserahkan jaketku ke seberang meja. hampir serapuh kulit aslinya. “Minumlah.” Bella melirik sekilas ke menu. “Kau tidak punya jaket?” “Punya. Aku menunggu hingga kami sendirian lagi.” tapi dia gemetar lagi..” Si pelayan cepat-cepat berpaling padaku. Hmm. Aku memberi tanda agar dia seharusnya melayani Bella. Blus cantik yang ia pakai terlihat terlalu tipis untuk bisa melindungi tubuhnya.” Bella membuat ekspresi datar.com Berarti.” Kucopot jaketku. “Dan anda?” “Aku tidak pesan apa-apa. Dia menyadari semuanya.” Dia mencari-cari bingung. Seharusnya akan lebih menyenangkan jika bisa menawarinya jaket yang hangat. 186 .Diterjemahkan dari: www. Dia minum sampai gelasnya kosong.” ujarku. blus itu menggantung seperti kulit kedua. apa dia sering mengalami kejadian-kejadian buruk? Apa hidupnya selalu penuh resiko seperti ini? “Sama. dan menanyakan pesananku sambil berusaha menatap mataku. pipinya merona lagi.. dan ia langsung memakainya.” Si pelayan kembali dengan membawa dua coke dan sekeranjang roti. “Aku pesan jamur ravioli. kemudian sempat menggigil.” aku memaksa. Dia menaruhnya didepanku. Aku terkejut ketika ia langsung menurut. “Aku akan merasa lebih baik jika kau sudah cukup mengkonsumsi minuman atau makanan yang manis-manis. sangat manusia. berharap suhu tubuhku tidak terlalu berpengaruh. Dia menatapku. “Mmm.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Ya, akan lebih baik jika hangat. “Terima kasih,” ujarnya. Dia mengambil napas dalam-dalam, lalu menarik lengan jaketnya yang kepanjangan sampai tangannya muncul. Dia mengambil napas dalam-dalam lagi. Apakah kejadian tadi akhirnya mengendap juga? Warna kulitnya masih bagus; kulitnya terlihat seperti susu dan mawar, jika dipadankan dengan warna biru-tua blusnya. “Warna biru itu terlihat indah di kulitmu,” pujiku. Sekedar bersikap sopan. Dia tersipu, menambah indah efeknya. Dia kelihatan baik-baik saja, tapi tidak perlu mengambil resiko. Kudorong keranjang roti itu ke arahnya. “Sungguh,” dia menolak, menebak niatku. “Aku tidak merasa syok.” “Seharusnya kau syok—orang normal akan begitu. Kau bahkan tidak terlihat gemetaran.” Aku menatapnya, menolak pendapatnya, bertanya-tanya kenapa dia tidak bisa jadi normal, kemudian sangsi jika aku memang ingin dia seperti itu. “Aku merasa sangat aman denganmu,” ujarnya dengan tatapan penuh percaya. Rasa percaya yang tidak pantas kudapatkan. Instingnya sangat keliru—bertolak belakang. Pasti itu masalahnya. Dia tidak mengenali bahaya seperti orang normal lainnya. Sikapnya bertolak belakang. Alih-alih lari, dia tinggal, mendekati apa yang seharusnya membuat dia takut... Bagaimana caranya aku bisa melindungi dia dariku ketika tidak ada satupun dari kita yang menginginkannya? “Ini lebih rumit dari yang kubayangkan,” gumamku. Bisa kulihat dia berusaha mencerna perkataanku. Dan aku bertanya-tanya apa hasilnya. Dia mengambil secuil roti dan mulai memakannya tanpa sepenuhnya sadar dengan tindakannya. Dia mengunyah sebentar, lalu menelengkan kepala penuh pertimbangan. “Biasanya suasana hatimu lebih baik ketika warna matamu terang,” ujarnya dengan nada santai. Pengamatannya membuatku terkesima. “Apa?” “Kau selalu lebih pemarah ketika matamu berwarna hitam—tadi kupikir matamu berubah kelam. Aku punya teori tentang itu.”
187

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jadi dia telah punya penjelasan sendiri. Tentu saja dia begitu. Aku jadi khawatir, seberapa dekat pada kebenaran. “Teori lagi?” “Hmm-mm.” Dia mengunyah satu gigitan lagi, benar-benar tidak sadar, seakan tidak sedang membahas tentang monster pada si monster sendiri. “Kuharap kau lebih kreatif kali ini...” kataku bohong. Yang sesungguhnya, kuharap dia salah—meleset sangat jauh. “Atau kamu masih mengutip dari buku-buku komik?” “Well, tidak, aku tidak mendapatkannya dari komik,” jawabnya agak malu. “Tapi aku juga tidak menduga-duganya sendiri,” “Dan?” tanyaku dari sela gigi. Tentu dia tidak akan bicara setenang ini jika mau teriak. Saat dia bimbang sambil menggigit bibirnya, si pelayan datang membawa pesanannya. Aku tidak terlalu memperhatikan pelayan itu saat ia meletakan piringnya di depan Bella dan bertanya padaku apa aku butuh sesuatu. Aku menolak, tapi minta tambahan soda. Pelayan itu tidak menyadari gelas Bella yang sudah kosong. Kemudian dia mengambilnya, dan pergi. “Apa katamu tadi?” bisikku penasaran setelah kami sudah berdua lagi. “Aku akan menceritakannya di mobil,” jawabnya pelan. Ah, ini pasti buruk. Dia tidak mau membicarakan tebakannya di tengah orang banyak. “Kalau...” dia menambahkan tibatiba. “Ada syaratnya?” Aku begitu tegang hingga hampir menggeramkan kata-katanya. “Tentu saja aku punya beberapa pertanyaan.” “Tidak masalah.” Aku mengiyakan dengan suara parau. Pertanyaan-pertanyaannya mungkin cukup memberiku petunjuk kemana arah pikirannya. Tapi bagaimana aku mesti menjawabnya? Dengan kebohongan yang bertanggung jawab? Atau aku mesti mengelak? Atau tidak menjawabnya sama sekali? Kami duduk diam saat si pelayan mengisi kembali sodanya. “Well, ayo mulai,” kataku dengan rahang terkunci ketika si pelayan sudah pergi. “Kenapa kau berada di Port Angeles?” Itu pertanyaan yang terlalu mudah—buat dia. Itu sama sekali tidak mengungkapkan isi
188

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

pikirannya, sedang jawabanku, jika yang sebenarnya, akan mengungkapkan terlalu banyak. Biar dia mengungkapkan sesuatu dulu. “Berikutnya,” sergahku. “Tapi itu yang paling mudah,” “Berikutnya,” kataku lagi. Dia frustasi dengan penolakanku. Dia berpaling, menatap makanannya. Pelan-pelan, sambil berpikir keras, dia menggigit dan mengunyah rotinya dengan penuh pertimbangan. Dia menelannya dengan bantuan soda, dan akhirnya menatapku. Matanya menyipit curiga. “Oke, kalau begitu,” katanya. “Katakan saja, secara hipotesis tentu saja, seseorang... bisa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain, membaca pikiran, kau tahu—dengan beberapa pengecualian.” Bisa saja lebih parah dari ini. Ini menjelaskan senyum kecil di mobil tadi. Daya tangkapnya cepat. Belum pernah ada orang yang bisa menebak kemampuanku, kecuali Carlisle. Itu jadi agak jelas karena pada awalnya aku menjawab semua isi pikirannya seakan dia mengucapkannya padaku. Dia mengerti duluan, sebelum aku... Pertanyaannya tidak terlalu buruk. Dia sudah lebih dulu tahu ada yang tidak beres dengan diriku, jadi ini tidak seburuk sebelumnya. Membaca pikiran, bagaimanapun, bukan termasuk ciri-ciri vampir. Aku akan mengikuti hipotesisnya. “Hanya satu pengecualian,” koreksiku. “Secara hipotesis.” Dia menahan senyum—persetujuan samarku membuatnya senang. “Baik kalau begitu, dengan satu pengecualian. Bagaimana cara kejranya? Apa saja batasan-batasannya? Bagaimana bisa... seseorang... menemukan orang lain pada saat yang tepat? Bagaimana kau bisa tahu dia sedang dalam kesulitan?” “Secara hipotesis?” “Tentu saja.” Bibirnya mengejang, mata coklat beningnya berharap penasaran. “Well,” aku ragu-ragu. “Kalau.. seseorang itu...” “Sebut saja dia Joe.” Dia menawarkan. Aku jadi tersenyum melihat semangatnya. Apa dia betul-betul berpikir bahwa yang sebenarnya adalah sesuatu yang baik? Apa tidak pernah terpikir, jika rahasiaku sesuatu yang
189

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

menyenangkan, buat apa selama ini merahasiakannya dari dia? “Ya sudah.” akhirnya aku setuju. “Kalau Joe memerhatikan, pemilihan waktnya tak perlu setepat itu.” Aku menggeleng, menahan untuk tidak gemetar pada pikiran bagaimana hampir terlambatnya aku tadi. “Hanya kau yang bisa mendapat masalah di kota sekecil ini. Kau bisa membuat angka tindak kriminal meningkat untuk kurun waktu satu dekade, kau tahu itu.” Sudut bibirnya turun, dan ia memberengut. “Kita sedang membicarakan kasus secara hipotesis,” Aku tertawa melihat kekesalannya. Bibirnya, kulitnya... Terlihat sangat lembut. Aku ingin menyentuhnya. Aku ingin menyentuh sudut birbirnya dengan ujung jariku dan mengembalikan senyumannya. Mustahil. Kulitku akan menjijikan buat dia. “Betul juga,” kataku kembali pada pembicaraan, sebelum aku jadi tertekan. “Bisakah kita memanggilmu Jasmine?” Dia mencondongkan tubuhnya di atas meja ke arahku, segala humor dan kesal hilang dari matanya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanyanya dengan suara rendah dan tajam. Haruskah aku memberitahu yang sebenarnya? Dan, jika iya, seberapa banyak? Aku ingin menceritakannya ke dia. Aku ingin merasa pantas atas kepercayaan yang masih kulihat dari wajahnya. “Kau tahu, kau bisa mempercayaiku,” bisiknya. Dan ia mengulurkan tagan seakan ingin menyentuh tanganku yang ada di atas meja. Segera kutarik tanganku—benci membayangkan bagaimana reaksinya atas kulit dinginku yang seperti batu—dan dia menjatuhkan tangannya. Aku tahu aku bisa memperyai dia untuk menjaga rahasiaku; dia sangat bisa dipercaya. Tapi aku tidak percaya dia tidak akan takut. Dia sebaiknya takut. Kebenarannya adalah horor. “Aku tak tahu apakah aku masih punya pilihan,” gumamku. Aku ingat pernah sekali menggodanya dengan menyebut dia 'tak pernah memperhatikan sekelilingnya.' Dan waktu itu aku membuatnya tersinggung—jika aku menilai ekspresinya dengan benar. Well, paling tidak aku bisa meluruskan kesalahan persepsi itu. “Aku salah—kau lebih teliti daripada yang
190

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

kukira.” Mungkin dia tidak sadar, tapi aku baru saja memberinya banyak pujian. Dia tidak melewatkan apapun. “Kupikir kau selalu benar.” Dia tersenyum meledekku. “Biasanya begitu.” Biasanya aku tahu apa yang kulakukan. Biasanya aku selalu yakin dengan langkahku. Tapi sekarang semuanya kacau dan tak terkendali. Tetap saja, aku tidak mau menukarnya. Aku tidak mau kehidupan yang masuk akal. Tidak jika kekacauan berarti bisa bersama Bella. “Aku juga salah menilaimu mengenai suatu hal.” Aku melanjutkan untuk meluruskan poin yang lain. “Kau bukan daya tarik terdahadap kecelakaan—penggolongan itu tidak cukup luas. Kau daya tarik terhadap masalah. Kalau ada sesuatu yang berbahaya dalam radius sepuluh mil. Masalah itu selalu bisa menemukanmu.” Kenapa harus dia? Apa yang sudah ia lakukan sampai pantas mendapatkan semua ini? Wajah Bella berubah serius lagi. “Dan kau menempatkanmu dirimu sendiri dalam kategori itu?” Ketimbang pertanyaan lain, kejujuran sangat penting untuk menjawab pertanyaan ini. “Tak salah lagi.” Matanya sedikit menyipit—kini bukan curiga, tapi anehnya prihatin. Dia mengulurkan tangannya ke atas meja lagi, pelan dan penuh pertimbangan. Aku sedikit menarik tanganku, tapi dia mengabaikannya, bersikeras untuk menyentuhku. Aku menahan napas—bukan karena aromanya, tapi karena takut. Takut kulitku akan membuatnya muak. Takut dia akan lari. Ujung jarinya menyentuh ringan punggung tanganku. Kehangatan sentuhannya yang lembut tidak seperti yang pernah kurasakan selama ini. Ini hampir murni menyenangkan. Mungkin saja akan begitu jika tanpa ketakutanku. Aku memperhatikan wajahnya saat dia merasakan tangan dinginku yang membeku, masih dengan tidak bernapas. Secercah senyum muncul di sudut bibirnya. “Terima kasih.” Dia balas menatapku dengan tatapan lekat miliknya. “Sudah dua kali kau menyelamatkanku.” Jari-jarinya yang lembut tetap tinggal di tanganku seakan telah menemukan tempat yang menyenangkan.
191

. dan mata coklatnya menghangat. aku bisa merasakan pancaran percaya sekaligus kagum dari situ. Orang normal sepertinya bisa melewati satu hari tanpa mengalami begitu banyak bencana. pada insiden van itu. Aku ingin dia mengenalku.. Aku membaca matanya. “Aku membuntutimu ke Port Angeles.Diterjemahkan dari: www. Bahuku terkulai malu. Itu sama seperti dia telah divonis mati oleh takdir kejam yang tidak adil. Saat itu juga aku sadar aku ingin menjawab semua pertanyaannya. Tapi barangkali itu hanya karena itu adalah kau. resiko yang kuambil. meski pikirannya sunyi.stepheniemeyer.” sanggahku sambil menunduk.” Itu betul. “Jangan ada yang ketiga kali. 192 . “Pernahkah kau berpikir mungin takdir telah memilihku sejak pertama. Meski sentuhannya begitu menyenangkan. dan ini lebih merepotkan dari yang kusangka. dan itu membuatku marah. menunggu. itu justru mendorongku untuk bicara lebih cepat lagi. Kapan saja. Aku telah memposisikan diriku bagai pisau guillotine dalam hidupnya.” Kata-kata itu keluar begitu cepat tanpa sempat kuedit. ketenangannya yang ganjil ini bisa pecah jadi histeris. tapi mengangguk. Bukan karena aku ingin dia percaya padaku. Kutarik tanganku dari bawah tangannya. Sudut bibirnya terangkat keatas. dan berubah jadi penolakan. Dan—sejak kelemahan tekadku akhirnya terbukti—takdir itu melanjutkan usahanya untuk mengeksekusi dia.” Aku mengamatinya. Kemudian kusembunyikan tanganku di bawah meja. Dia tersenyum. “Aku tak pernah menjaga seseorang sebelumnya. Aku tahu bahaya dari kejujuranku. Aku membayangkan wujud takdir itu—siluman rubah betina bengis yang pencemburu dan pendendam. “Takdir pertama kali memilihmu ketika aku bertemu denganmu. dan dia tersenyum. dan kau malah mencampurinya?” tanyanya kemudian. “Itu bukan yang pertama. Namun.com Aku menjawabnya setenang yang kubisa. Aku baru saja mengaku membuntuti dia. menatap taplak meja yang berwarna merah marun. oke?” Dia cemberut. aku tidak mau menunggu sampai batas toleransinya yang ajaib habis. Pertahananku mulai runtuh. Bukan karena aku berhutang padanya. kebenaran terus saja mengalir dengan ceroboh.

mencoba mati-matian untuk memahami. dimana jeritannya? “Tapi toh sekarang kau tetap duduk di sini.” Dengan sia-sia.” Eksoresinya berubah. aku bicara. Bella sangat diam. Inilah saatnya kengerian dia akan muncul. entah bagaimana. jadi penasaran. kau tahu bagaimana menemukanku hari ini. Kulitnya pucat—yang memang aslinya begitu. sadar akhirnya akan segera melihat ekpresi takut di wajahnya. “Mengikuti jejakmu lebih sulit daripada seharusnya. Matanya masih menatapku lekat-lekat. Seseorang untuk dihancurkan agar Bella bisa kembali aman. dan dengan mudahnya langsung mengganti topik. lalu cepat-cepat menyendok dan mengunyah raviolinya.” Akhirnya aku meneruskan certaku. “Kau makan. Bukankah aku baru saja mengakui telah hampir membunuhnya? Lebih dekat dari sekedar van yang seinchi lagi hampir melindasnya. napasnya semakin cepat. aku bisa dengan mudah menemukannya. Aku mendongak melihatnya.” Aku mengamati wajahnya baik-baik saat mengatakannya. sekali lagi aku berusaha menembus pikirannya. “Kau ingat?” Dia pasti ingat.. menyaksikannya terjadi 193 . setelah pernah mendengar pikiran seseorang.Diterjemahkan dari: www. “Biasanya. Menebak reaksinya dengan betul adalah satu hal.stepheniemeyer. wajahnya tetap tenang. Tapi tetap saja. “karena.” jawabnya tenang. Itu tidak masuk logika berpikirku. namun kali ini dengan tatapan prihatin. dia akan butuh tambahan tenaga saat syoknya pecah. tapi tetap saja membuatku khawatir. Jika ceritaku diteruskan.” Dia mengolahnya selama sepersekian detik. sepenuhnya sadar. Aku pun mengajukan syaratku. “Ya. Lalu.. berkat dirimu.. di sinilah aku duduk. Dia tahu.com Aku ingin ada seseorang yang bertanggung jawab—agar ada seseorang yang bisa kulawan. ketika kebenarannya yang mengerikan telah terungkap? Dia menunggu penasaran. anehnya. Matanya yang dalam. Dia tahu aku pernah berniat untuk membunuhnya.” Aku mempertanyakan sikapnya yang bertolak belakang. “Ya. Dia terlihat lebih penasaran dari yang ditunjukan matanya.. Makan malamnya masih tetap tidak tersentuh. Bagaimana bisa dia peduli dengan yang lainnya.

“Matahari akhirnya terbenam. napasnya membakar tenggorokanku. Itu adalah rasa sakit yang menandakan dia masih hidup. berarti dia aman.. dan cepat-cepat mengambil satu suapan lagi ke mulutnya. tidak sanggup untuk tidak menggeram.. Lalu. aku pergi mencarimu di toko buku yang kulihat dalam pikirannya. Aku mau orang itu mati.. “Aku mendengar apa yang mereka pikirkan. Dan itu membuatku lega. Ini pasti membingungkan. sambil secara acak membaca pikiran orang-orang di jalan— melihat apakah ada yang memperhatikanmu sehingga aku tahu di mana kau berada. Itulah yang paling penting.” lanjutku sambil memperhatikan setiap kata-kataku meresap. “Dengan tidak hati-hati—”aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menambahkan.. Dia ingin aku meneruskan. dan aku nyaris keluar dan mengikutimu dengan berjalan kaki. Bella masih membutuhkanku. matanya lebar. Tapi dia hanya mengerjap satu kali. “Aku melihat wajahmu dalam pikirannya.“—seperti kataku.” Kuharap katakataku terdengar masuk akal. Bersama derasnya udara yang masuk.stepheniemeyer. “Aku mulai bermobil berputar-putar.” ujarku dari sela gigi.com adalah kesulitan yang lain. Atau. Dia tidak bergerak. tapi anehnya aku toh khawatir juga. dan kau pergi ke arah selatan. hanya kau yang bisa mendapat masalah di Port Angeles. Aku tak punya alasan untuk khawatir. ketika aku menyadari kau tidak bersamanya lagi.” Napasku memburu saat ingat kepanikan itu. “Aku mengikuti Jessica.. Dan lalu—” Saat ingatan itu kembali—sejernih seperti sedang mengalaminya lagi—kurasakan napsu membunuh kembali membilas tubuhku.. Jadi.Diterjemahkan dari: www. Selama aku masih merasa terbakar. Rahangku sendiri terkunci rapat saat menunggu detik-detik dia akan panik. apa menurutnya dia itu normalnormal saja? Dia jauh dari normal dibanding orang-orang yang pernah kutemui. Aku butuh dia mati. menelan keras-keras. “Awalnya aku tidak memperhatikan ketika kau pergi sendirian. Rahangku terkatup rapat saat berkonsentrasi untuk bisa tetap duduk. aku hanya menunggumu.” 194 . mengunci tubuhku jadi es. “Lalu apa?” bisiknya dengan mata coklat gelapnya yang lebar. Aku tahu kau tidak masuk ke sana.” Sadarkah dia bahwa jarang orang punya pengalaman hampir mati seperti dia. masih sambil. dan aku tahu kau toh harus kembali. mendengarkan.

“Kau sudah siap pulang?” tanyaku. Dengan mata tertutup. Aku mendengarkan detak jantungnya.. aku membayangkan wajah Bella supaya bisa mengendalikan diri. Paling tidak yang satu ini bisa dipertanggung jawabkan. aku hampir tidak kuat menahannya. lapisan tipis kulitnya yang pucat—seperti balutan sutra di atas permukaan kaca. Fokus hanya pada wajahnya. “Sulit. Apakah setelah itu aku akan membunuh mereka? Apakah aku akan menjadi pembunuh lagi setelah kini dia mempercayaiku? Adakah cara untuk menghentikanku? Dia janji akan memberitahu teorinya ketika kami sendirian.. sangat lembut dan mudah pecah. tapi tenang. Aku sendiri sudah hampir lepas kendali. Aku menatapnya lagi. aku satu-satunya yang paling memungkinkan untuk mengisi posisi itu. Pikiran-pikiran busuknya menghisap di kegelapan malam.” bisikku. dan pembunuh. Dia terlalu rapuh untuk dunia ini. aku mengakui niatku untuk membunuh. kelembutan tulang-tulang tubuhnya. Dia masih saja diam saat aku berusaha mengendalikan diri. Dia butuh seorang pelindung.Diterjemahkan dari: www. tapi aku takut kalau kau meninggalkanku sendirian.. Dalam batas tertentu.. Aku masih tahu pasti dimana keberadaan orang itu. tapi jangan-jangan konsekuensinya justru jadi lebih buruk ketimbang tidak tahu. Aku mesti cepat-cepat mengantarnya pulang sebelum. pemburu. dan wajahnya lebih pucat dari sebelumnya. Aku coba menjelaskan reaksiku yang keji supaya dia mengerti.. aku akan pergi mencari mereka.” Untuk kedua kalinya malam ini. dia sudah cukup banyak mendengar kebenaran yang sanggup dia terima dalam satu malam. Aku menutup wajahku.com Dorongan untuk membunuh itu begitu kuat. Maukah aku mendengarnya? Aku penasaran. dan membiarkan mereka.stepheniemeyer. sulit sekali—kau tak bisa membayangkan betapa sulitnya—hanya pergi menyelamatkanmu. tapi makin lama makin lambat sampai akhirnya tenang lagi.. melalui takdir yang salah kaprah.. tetap hidup. Ekspresiku pasti seperti monster. menarikku ke arahnya. Napasnya juga tenang dan teratur. 195 . “Aku bisa saja membiarkanmu pergi dengan Jessica dan Angela. Dan.. iramanya sempat tidak teratur.

aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku 196 . Aku mengucapkan terima kasih pada si pelayan tanpa mengalihkan pandangan dari Bella. Di benaknya dia memikirkan secarik kertas yang ia selipkan di bawah resi. “Ini dia. “Kami mau bayar. ini cukup lucu. menunggu dia menguasai diri. Seketika itu juga. terima kasih. setelah mengerti alasannya. Dan aku ingin mengusir sebagian tawaran itu yang terlanjur terdengar oleh pikiranku. Dia mendengar pernyataan Bella saat sedang lewat di bilik sebelah. Aku berdiri. Sekarang jadi sedikit lucu. Alasannya karena Bella. dan sesaat dia—meminjam istilah Bella—terpesona oleh suaraku. Aku menyelipkan uangku tanpa membuka foldernya dan langsung kukembalikan. jadi lebih tidak menakutkan. jadi manusia. Ya. Benar-benar membuat frustasi. Dia membayangkan apa lagi yang bisa ditawarkan padaku.” ujarnya terbata-bata. Aku mendongak. aku jadi menyadari kenapa malam ini aku bisa menarik begitu banyak kekaguman—tidak diiringi oleh takut seperti biasanya.” Dia menyerahkan folder berisi tagihan. saat mendengar bagaimana suaraku kedengarannya di kepala pelayan itu.com “Aku siap untuk pulang. Berusaha mati-matian jadi aman buat dia. Kini manusia hanya melihat indahnya saja karena iner-hororku telah kutahan. dan Bella cepat-cepat mengikuti. Dengan begitu dia tidak perlu repot-repot menunggu telepon yang tak akan pernah datang. tapi kupikir itu akan memaksakan keberuntunganku sedikit terlalu jauh untuk satu malam. Napas pelayan itu memburu. melihat ke si pelayan. Pelayan itu kembali. seakan jawaban sederhana 'ya' tidak sepenuhnya mengungkapkan apa yang ingin ia katakan. Aku ingin menawarkan tanganku. “T-tentu. membuatku kehilangan tajiku.” Sepertinya dia memilih kata-katanya dengan hati-hati.stepheniemeyer. Secarik kertas dengan nama dan nomer telepon dirinya.Diterjemahkan dari: www.” jawabku sambil masih terus menatap Bella. “Jadi bagaimana?” tanyan pelayan itu padaku. “Simpan saja kembaliannya.” Kuharap tipsnya yang besar bisa mengobati kekecewaan pelayan itu. Kami berjalan menuju pintu keluar.

Itu membuatku bertanya-tanya. dan otot-ototku menegang. ketika tiba-tiba ia menunduk. sudah ingin bertanya.stepheniemeyer. cuma terbakar. mobil yang dingin pasti membuatnya tidak nyaman. Aku sudah diberikan sangat banyak malam ini—lebih dari yang kuharapkan. liur telah membanjiri mulutku. seakan aku sedang berburu. masih ingin berada di sisiku. Aku menatap ke dalam matanya. tapi juga segan untuk bertanya. Apa itu langkah yang tepat? Kini. menunda pembicaraan sampai lampu-lampu di pinggir jalan memudar. Sebuah kehadiran yang membutuhkan pengakuan. Sebuah pengorbanan. Dia bersidekap di balik jaketku. saat hanya fokus padanya. takut rasa terbakar ini jadi lepas kendali. Itu membuatku merasa semakin berdua saja dengannya. “Giliranmu.” 197 . Cukup dekat hingga kehangatan tubuhnya terasa seperti sentuhan langsung pada sisi kiri tubuhku. Itu membuatku lebih penasaran lagi. Dan sepertinya aku tahu apa yang bisa mengalihkan perhatianku. Perasaan terbakar. Pasti begitu. “Sekarang. Aku harus menghindari pikiran seperti itu.” kataku ragu..com berani. Keheningan diantara kami berlanjut sampai saat aku membukakan pintu mobil buat dia dan masuk. disinilah dia. aku terbakar. Sangat pantas untukku. Meski begitu rasa terbakar ini bisa kuterima. secercah senyum pada bibirnya. Tapi yang terjadi. bergolak dan menguat. Aromanya tumbuh jadi kekuatan tersendiri yang lebih besar. Aku menunggu. Aku menyalakan pemanas—hawa hangat memenuhi kabin mobilku. seperti entitas lain di dalam mobil. mobilku terlihat sangat kecil. Aku berhutang sesuatu atas hal ini. Saat dia melewatiku yang sedang menahan pintu restoran untuknya.. penyesalan apa yang membuatnya sedih. Ugh.Diterjemahkan dari: www. Aromanya bergelung-gelung didalam kabin bersama dengan hembusan dari pemanas. seandainya saja aku bisa menahan hanya sebatas itu. kelihatan malu. Dan. dia menghela napas pelan. tidak lebih.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

10. Teori
“Boleh aku bertanya satu hal lagi?” Bukannya menjawab pertanyaanku, dia justru mau bertanya lagi. Aku sudah terpojok, cemas menunggu yang terburuk. Namun, aku cukup tergoda juga untuk bisa memperlama situasi ini; dengan Bella bersamaku, atas kemauannya sendiri. Aku mendesah atas dilema ini, kemudian mengiyakan, “Satu saja.” “Well...” dia ragu sejenak, seperti sedang mempertimbangkan pertanyaan mana yang mau diungkap. “Katamu kau tahu aku tidak masuk ke toko buku itu, dan aku pergi ke selatan. Aku hanya bertanya-tanya, bagaimana kau mengetahuinya.” Aku menatap ke luar jendela. Ini dia, satu pertanyaan lagi yang akan mengungkap tidak satupun darinya, tapi terlalu banyak dariku. “Kupikir kita telah melewati tahap pura-pura,” tukasnya dengan nada kecewa. Betapa ironis. Dengan mudah ia bisa mengelak tanpa perlu bersusah payah. Well, dia mau aku bicara apa adanya. Bagaimanapun juga, pembicaraan ini tidak akan berakhir dengan baik. “Baiklah kalau begitu,” ujarku akhirnya. “Aku mengikuti aroma tubuhmu.” Aku ingin melihat wajahnya, tapi terlalu takut dengan apa yang akan kulihat. Aku hanya mendengarkan napasnya, yang makin cepat lalu kembali teratur. Setelah beberapa saat, dia sudah bicara lagi. Suaranya jauh lebih tenang dari yang kuharapkan, “kau belum menjawab satu pertanyaan yang tadi...” . Aku menoleh ke arahnya sambil mengerutkan dahi. Dia juga sedang mengulur-ulur waktu. “Yang mana?” “Bagaimana caranya—membaca pikiran?” Dia mengulang pertanyaan di resotran tadi. “Bisakah kau membaca pikiran siapa saja, di mana saja? Bagaimana kau melakukannya? Apakah keluargamu yang lain bisa...?” Dia berhenti, tersipu lagi. “Itu lebih dari satu pertanyaan.” Dia hanya menatapku, menunggu jawabannya.
198

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sudahlah, kenapa tidak sekalian saja kuceritakan? Toh dia sudah bisa menebak sebagian ceritanya. Lagi pula ini topik yang jauh lebih mudah ketimbang perkara besarnya. “Tidak, hanya aku yang bisa. Dan aku tak bisa mendengar siapa saja, di mana saja. Aku harus cukup dekat dengan orang itu. Semakin aku mengenal suara seseorang, meski jauh pun aku bisa mendengar mereka. Tapi tetap saja, tak lebih dari beberapa mil.” Aku coba mencari cara untuk menggambarkannya supaya dia bisa mengerti. Sebuah analogi yang bisa membantu. “Kurang lebih seperti berada di ruangan besar penuh orang, semua bicara serentak. Hanya suara senandung—suara-suara dengungan di latar belakang. Setelah fokus pada satu suara, barulah apa yang mereka pikirkan menjadi jelas. Kebanyakan aku mendengarkan semuanya—dan itu bisa sangat mengganggu. Kemudian lebih mudah untuk terlihat normal,”—aku meringis—“ketika aku sedang tidak sengaja menjawab isi pikiran seseorang dan bukannya apa yang dikatakannya.” “Menurutmu kenapa kau tidak bisa mendengarku?” Dia bertanya-tanya. Aku memberinya kebenaran dan analogi lain, “aku tidak tahu. Satu-satunya dugaanku, mungkin jalan pikiranmu berbeda dengan yang lainnya. Dengan kata lain, misalnya pikiranmu ada di gelombang AM, sementara aku hanya bisa menangkap gelombang FM.” Aku sadar dia pasti tidak akan suka analogi itu. Dan aku tersenyum membayangkannya. Dia tidak akan mengecewakan tebakanku. “Pikiranku tidak berjalan dengan benar?” protesnya dengan suara tinggi. “Maksudmu aku aneh?” Ah, ironi lagi. “Akulah yang mendengar suara-suara dalam pikiranku, tapi justru kau yang khawatir dirimu aneh.” Aku tertawa. Dia mengerti hal yang kecil-kecil, namun terbalik memahami gambaran besarnya. Selalu saja instingnya keliru... Dia menggigit bibirnya, kerut diantara matanya semakin dalam. “Jangan khawatir,” aku meyakinkan. “Itu cuma teori...” Dan ada teori lain yang lebih penting untuk didiskusikan. Teorinya dia. Dan aku tidak sabar ingin cepat-cepat diselesaikan. Makin mengulur-ulur waktu justru membuat makin tersiksa. “Yang mengingatkan aku, sekarang giliranmu,” ujarku dengan perasaan ambigu, antara waswas dengan enggan.
199

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Dia mengambil napas dalam-dalam, masih sambil menggigit bibir—aku khawatir dia akan melukai dirinya sendiri. Dia menatap kedalam mataku, wajahnya gelish. “Bukankah sekarang kita sudah melewati tahap mengelak?” desakku halus. Dia menunduk, bergulat dengan pikirannya. Tiba-tiba, dia mengejang dan matanya membalalak ngeri. Untuk pertama kali, ekspresi wajahnya ketakutan. Napasnya tertahan. “Gila!” Aku kalang-kabut. Apa yang dia lihat? Bagaimana aku menakutinya? Kemudian dia berteriak panik, “Pelankan mobilnya!” “Kenapa?” aku sama sekali tidak mengerti. “Kau melaju seratus mil per jam!” jeritnya padaku. Dia melihat keluar jendela dengan tatapan ngeri. Hal sepele begini, cuma karena ngebut, membuat dia teriak ketakutan? Aku memutar bola mataku. “Tenang, Bella.” “Apa kau mencoba membunuh kita berdua?” sergahnya masih dengan suara tinggi dan tajam. “Kita tidak akan kenapa-kenapa.” Dia menghirup napas dalam-dalam, kemudian pelan-pelan bicara dengan lebih tenang. “Kenapa, kau terburu-buru seperti ini?” “Aku selalu mengemudi seperti ini.” Aku bertemu pandangan dengannya, dan terhibur oleh ekspresi syok dia. “Jangan alihkan pandanganmu dari jalan!” teriaknya lagi. “Aku belum pernah kenapa-kenapa, Bella—aku bahkan belum pernah ditilang.” Aku tersenyum lebar dan menunjuk keningku. Itu jadi lebih menggelikan—bisa melucu tentang sesuatu yang rahasia dan ganjil dengan Bella. “Radar pendeteksi alami,” kataku. “Sangat lucu,” sindirnya dengan nada takut daripada marah. “Charlie polisi, kau tidak lupa, kan? Aku dibesarkan untuk mematuhi aturan lalu lintas. Lagi pula, kalau kau menerjang pohon dan membuat kita berdua cedera, barangkali kau masih bisa selamat.” “Barangkali,” kataku mengiyakan dan tertawa sebentar. Ya, nasib kamu berdua akan sedikit berbeda jika terjadi apa-apa. Wajar dia takut, meski dengan kelihaianku mengemudi... “Tapi kau tidak.”
200

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Sambil menghela napas aku menurunkan kecepatan. “Puas?” Dia mengamati spedometernya. “Hampir.” Apa ini masih terlalu cepat? “Aku tidak suka mengemudi pelan-pelan,” gumamku, tapi membiarkan jarumnya turun beberapa garis lagi. “Kau bilang ini pelan?” protesnya. “Sudah cukup menngomentari cara mengemudiku,” kataku tidak sabar. Sudah berapa kali dia mengelak pertanyaanku? Tiga kali? Empat? Apa spekulasi dia semanakutkan itu? Aku harus tahu—secepatnya. “Aku masih menantikan teori terakhirmu.” Dia menggigit bibirnya lagi, ekspresinya berubah waswas. “Aku tidak bakal tertawa.” Suaraku melunak. Aku tidak ingin dia jadi tertekan. Kuharap alasan dia enggan bicara hanya karena malu. “Aku lebih khawatir kau bakal marah padaku,” bisiknya. Kupaksakan suaraku untuk tetap tenang. “Seburuk itukah?” “Kurang-lebih, ya.” Dia menunduk, menolak menatap mataku. Beberapa detik telah lewat. “Katakan saja.” Suaranya sangat pelan. “Aku tak tahu bagaimana memulainya.” “Kenapa kau tidak mulai dari awal...” Aku ingat ucapannya saat di restoran tadi. “Katamu kesimpulanmu tidak muncul begitu saja.” “Tidak.” Dia kembali diam lagi. Aku mengira-ngira sesuatu yang mungkin menginspirasi dia. “Apa yang memicunya— buku? Film?” Aku mestinya mengecek koleksi bukunya. Aku tidak menyangka jika novelnya Bram Stroker atau Annie Rice ada diantara tumpukan buku-buku dia... “Tidak, semuanya berawal hari sabtu, di pantai.” Ini lebih mengejutkan lagi. Gosip tentang kami belum pernah menyimpang seaneh itu —atau setepat itu. Apa ada rumor baru yang kulewatkan? Bella melirik dan melihat kekagetan di wajahku. “Aku bertemu teman lama keluargaku—Jacob Black.” Dia melanjutkan. “Ayahnya dan Charlie telah berteman sejak aku masih bayi.”
201

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

Jacob Black—nama itu asing, namun mengingatkan pada sesuatu... pada suatu masa jauh ke belakang... Aku menatap keluar, mencari-cari dalam ingatanku, berusaha menemukan hubungannya. “Ayahnya salah satu tetua suku Quileute,” tambahnya. Jacob Black. Ephraim Black. Keturunannya, tidak salah lagi. Ini benar-benar buruk. Bella tahu yang sebenarnya. Mendadak pikiranku jadi tidak karuan, pada saat bersamaan, jalanan di depan membelok. Badanku kaku karena merana—mematung, tidak bergerak, kecuali sedikit gerakan otomatis untuk membelokkan kemudi. Bella tahu yang sebenarnya. Tapi..., jika dia sudah tahu sejak kemarin sabtu..., berarti semalaman ini dia sudah tahu... Dan tetap saja... “Kami jalan-jalan,” dia melanjutkan. “Dan dia menceritakan beberapa legenda tua— kurasa dia mencoba menakut-nakuitiku. Dia menceritakan salah satunya...” Dia berhenti sebentar, tapi sudah tidak ada gunanya ragu-ragu; aku sudah tahu apa yang akan ia katakan. Satu-satunya misteri yang tersisa adalah mengapa ia masih disini denganku? “Lanjutkan...” Dia menghembuskan napas, ucapannya lebih sekedar bisikan, “tentang vampir.” Aku berjengit mendengarnya, namun segera bisa menguasai diri. Entah bagaimana, itu jauh lebih parah ketimbang ketimbang tahu kalau dia tahu; mendengar dia mengucapkan kata itu. “Dan kau langsung teringat padaku?” “Tidak. Dia... menyebut keluargamu.” Sungguh ironis, justru keturunan Ephraim sendiri lah yang telah melanggar sumpah yang ia buat. Cucunya sendiri, atau barangkali cicitnya. Berapa tahun sudah berselang? Tujuh puluh tahun? Seharusnya aku sadar bahwa bukan para tetua, yang percaya dengan legenda itu, yang mesti diwaspadai. Tapi, tentu saja, adalah generasi mudanya—yang telah diperingatkan, tapi dipikirnya itu cuma kisah takhayul yang bisa ditertawakan. Dan disitulah letak bahaya yang
202

dan ketidak sadaran dia atas hal itu—jadi betapa luas biasanya dia ketika mencoba untuk mengeluarkan pesonanya.” ucapnya kemudian setelah diam sejenak. Dia merasa bersalah? Apa coba yang telah dia lakukan sampai dia merasa tercela sedemikian rupa? “Memancing bagaimana?” “Aku mencoba merayunya—dan ternyata hasilnya lebih baik dari yang kuduga. Yang terburuk telah lewat.. “Kalau saja aku melihatnya.. dan aku tidak keberatan.. Ia tertunduk malu.” Suaranya berubah ragu saat mengingat kesuksesannya itu. sepertinya ada maksud lain di balik perkataannya.Diterjemahkan dari: www. “Dia tidak bermaksud supaya aku berpikir yang bukan-bukan. Andai saja aku bisa mendengar reaksi bocah itu. aku melihat dia meremas-remas tangannya gelisah.” “Kenapa?” Sekarang tidak sulit untuk menjaga suaraku tetap tenang. “Dan kau menuduhku membuat orang terpesona—Jacob Black yang malang.bersalah.” Dan aku tertawa membayangkannya. ekspresinya terlihat.” Wajahnya merengut saat mengingatnya. “Dan seorang cowok yang lebih tua dari suku itu bilang kalau keluargamu tidak datang ke reservasi.com sebenarnya. Aku jadi merasa kasihan pada bocah lugu yang telah menjadi korban daya pikatnya yang luar biasa itu... Jadi aku memancing Jacob pergi berduaan denganku.” Lewat sudut mataku.stepheniemeyer. maka tidak perlu membahas bagaimana kelanjutannya.” 203 . “Aku yang memaksanya bercerita padaku.. untuk memancingnya agar mau cerita. Itu artinya sekarang aku bebas untuk membantai suku kecil itu. Selama kami berdua terus bicara tentang asal-usul teori dia.” Kepalanya tertunduk lebih dalam lagi. Suaranya kini jadi waswas.. “Lauren mengatakan sesuatu tentang kau—dia mencoba memprovokasiku. Hanya saja. Pikiranku sedikit teralihkan.. “Dia hanya mengaggap itu takhayul yang konyol. membayangkan bagaimana Bella bisa terprovokasi oleh gunjingan tentang diriku. Aku berpaling dan tergelak. menyaksikan penaklukannya secara langsung. Aku bisa membayangkan—mengingat daya tariknya di mata para lelaki. Ephraim dan para pelindungnya telah lama mati. “Itu salahku.” ujar Bella tiba-tiba.

Reaksinya selalu salah—selalu sangat salah. Aku merasakan wajah Bella yang tersipu menghangatkan udara diantara kami. “Tidak ada yang cocok. Barangkali aku bisa mengatur agar ia mendapat perawatan yang terbaik.stepheniemeyer.” Dia diam lagi. Kenapa ia kembali masuk kedalam mobilku dan bukannya lari ketakutan mencari polisi. Aku melirik ke arahnya.. Dia mengundangnya.” Betapa praktisnya.” Dia sungguh tidak masuk akal.. Aku mendengar giginya terkatup rapat. Kebanyakan konyol.sangat.Diterjemahkan dari: www. “Dan. Dan bagaimana mungkin ada pria yang bisa menolak kemauan gadis ini? Aku justru bersimpati pada bocah itu. Apa yang dia temukan? Apa yang membuat mimpi buruk ini jadi masuk akal buat dia? Ada jeda sejenak. “kuputuskan itu tidak penting. dia sedang memandang ke luar jendela. Dia menarik bahaya ke arahnya... dan kemudian ia berbisik. Kemudian semuanya jadi jelas. Barangkali sesuatu bisa dilakukan untuk menyembuhkan apapun yang salah dari dirinya. “Tidak penting bagiku apa pun kau ini.. Bagaimana caranya aku bisa melindungi seseorang yang sangat...” jawabnya dengan suara yang begitu lembut. Carlisle pasti punya koneksi dokter yang terbaik.” Syok membekukan pikiranku selama sepersekian detik. terapis yang paling andal. Bocah itu tidak tahu apa-apa.” jawabnya. “Aku mencari keterangan di internet. “Itu tidak penting?” Aku hampir menggeram karena marah. apapun itu yang jadi 204 . “Lalu. apakah hasilnya membuatmu yakin?” “Tidak. apa yang kau lakukan?” tanyaku pelan. Bella sama sekali tidak tahu bagaimana dampaknya terhadap pikiran Jacob Black yang malang itu. “Apa?” desakku. tidak seperti yang kukira akan kurasakan.sangat tidak ingin dilindungi? “Tidak. Waktunya kembali ke cerita horor. Dia tidak bicara lagi..” Aku mulai mempertanyakan. apa kondisi psikisnya benar-benar stabil...com Ternyata aku tidak terlalu marah kepada sumber kebocoran rahasiaku. Kenapa tadi ia menyuruh teman-temannya pergi ketimbang pulang bersama mereka. “Kau tidak peduli kalau aku monster? Kalau aku bukan manusia?” “Tidak. Kemudian.

“Berapa umurmu?” Jawabanku sudah otomatis dan mendarah daging. “'itu tidak penting'!” ulangku dengan nada pedas.. aku mulai merasakan sebungkah harapan. Aku cuma meringis. Tapi aku segera membuangnya jauh-jauh.seakan dengan menyembunyikan pendapat absurdnya itu akan bisa menolong kerumitan ini.” Mendadak dia jadi bersemangat. cuma detaildetail kecil. “Tapi aku memang penasaran. Dia menahan napas. Lebih baik aku tahu apa yang kau pikirkan—bahkan meskipun pikiranmu itu tidak waras. “Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa. Ketika aku menatap balik. senyumannya justru makin lebar. “Kau marah. “Cukup lama.com penyebab hingga ia bisa duduk dengan tenang di samping seorang vampir. Dia tahu aku bukan manusia. Itu tidak penting.Diterjemahkan dari: www. “Aku benar?” “Apakah itu penting?” balasku.” Suaranya sudah tenang lagi. Disamping mencemaskan kewarasannya. “Bukan itu maksudku!” Gigiku terkatup rapat lagi. “Tidak. seperti cara biasanya.” 205 . seorang monster. dan hal itu tidak penting buatnya.. “tujuh belas.stepheniemeyer.” Kata-katanya itu.” Dia mewanti-wanti. Sepertinya riset dia tidak menemukan sesuatu yang baru. “Mitos. dan mengunjunginya sesering yang dibolehkan..” Tidak juga. Dia tersenyum padaku.” “Jadi aku salah lagi?” Kini nadanya sedikit menantang. “Apa yang membuatmu penasaran?” Tidak ada lagi rahasia yang tersisa.. Dia tidak peduli. “Tapi bagaimana kau bisa keluar di siang hari?” Bagaimanapun juga aku tertawa. lagi-lagi dengan perasaan cemas dengan kondisi mentalnya. “Jangan tertawa.” keluhnya. “Tidak juga. Aku akan selalu mengawasi selama dia dirawat.” “Dan sudah berapa lama kau berumur tujuh belas?” Aku mencoba untuk tidak tersenyum saat mendengar nada protesnya.” “Oke.

Akhirnya. “Kau tidak peduli dengan dengan makananku?” “Oh. “Kau belum melontarkan pertanyaan yang paling penting. Aku tidak mungkin memimpikan dia.com “Terbakar matahari?” “Mitos. Dia menatap balik. “Yang mana?” tanyanya terkejut dan tidak sadar. maka untuk beberapa saat aku bisa tinggal di dunia dimana aku dan Bella bisa bersama-sama. ekspresinya keheranan. Dia harus menyadari bahaya apa yang sedang ia hadapi. Aku pun berpaling. Itu cuma membuat suaraku makin parau.” gumamku. Dia harus kubuat mengerti bahwa semua ini adalah penting— jauh lebih penting dari pertimbangan apapun. jika aku bisa bermimpi.Diterjemahkan dari: www. “Sama sekali?” “Tidak pernah. dan aku jadi rindu untuk tidur. Dia terdiam sejenak.” Aku menghela napas.” “Tidur di peti mati?” “Mitos. Tidak seharusnya dia memimpikan aku. jika aku bisa tidur.” 206 . Bukan untuk melarikan diri dari bosan. itu.. Tidakkah kau ingin tahu apakah aku minum darah?” Dia tersentak mendengar pertanyaanku yang langsung ke sasaran. Aku ingin memimpikan dia. lebih keras dari biasanya. tapi lebih karena untuk bisa bermimpi. Kupandangi mata coklatnya yang dalam. Barangkali.” Jantungku semakin beku. “Ya.” Dia bicara begitu pelan hingga aku tidak bisa mengartikan intonasinya.stepheniemeyer. Dia harus dipaksa untuk memahami. Pertimbangan-pertimbangan seperti bahwa aku mencintai dia.” Tidur sudah bukan lagi jadi bagian hidupku sejak lama—tidak hingga beberapa malam terakhir saat aku mengawasi Bella bermimpi. Dia mengerti juga. “Aku tidak bisa tidur. Jacob mengatakan sesuatu tentang itu. itu. Dia memimpikan aku. “Well. menjawab pertanyaannya terus terang.. seperti sebelumnya.

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Apa yang dikatakan Jacob?” “Dia bilang kau tidak... memburu manusia. Katanya keluargamu seharusnya tidak berbahaya karena kalian hanya memburu binatang.” “Dia bilang kami tidak berbahaya?” ulangku sinis. “Tidak juga,” dia membetulkan. “Dia bilang kalian seharusnya tidak berbahaya. Tapi suku Quileute masih tidak menginginkan kehadiran kalan di tanah mereka, untuk berjagajaga.” Aku memandang lurus kedepan. Pikiranku menggeram putus asa. Tenggorokanku terbakar oleh rasa haus yang sangat kukenal. “Jadi apakah itu benar?” Suaranya setenang seakan sedang membicarakan laporan cuaca. “Tentang tidak memburu manusia?” “Suku Quileute punya ingatan yang panjang.” Dia mengangguk sendiri sambil berpikir keras. “Tapi jangan senang dulu,” kataku cepat-cepat. “Mereka benar untuk tetap menjaga jarak dengan kami. Kami masih berbahaya.” “Aku tidak mengerti.” Tentu saja dia tidak mengerti. Bagaimana caranya membuat dia mengerti? “Kami berusaha,” aku coba menjelaskan pelan-pelan. “Kami biasanya sangat andal dengan apa yang kami lakukan. Tapi kadang kami juga membuat kesalahan. Aku, contohnya, membiarkan diriku berduaan denganmu.” Aromanya masih sangat tajam di dalam sini. Aku sudah mulai terbiasa, aku hampir bisa mengabaikannya, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhku masih menginginkan dia untuk alasan yang salah. Liur masih membanjiri mulutku. “Kau sebut ini kesalahan?” suaranya terdengar sedih. Dan itu meluluhkanku. Dia ingin bersama denganku—terlepas dari segalanya, dia ingin bersama denganku. Harapan kembali mengembang. Dan lagi-lagi kembali kukibas. “Kesalahan yang sangat berbahaya.” Aku mengatakan sejujur-jujurnya, berharap akhirnya dia bisa mengerti. Selama beberapa saat dia tidak menanggapi. Bisa kudengar irama napasnya berubah— jadi tidak beraturan, yang anehnya tidak seperti ketakutan.
207

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

“Ceritakan lagi,” ujarnya tiba-tiba. Suaranya bergetar sedih. Aku mengamati baik-baik. Ah, dia terluka. Bagaimana bisa aku membiarkan ini? “Apa lagi, yang ingn kau ketahui?” Aku mencari-cari cara untuk membuatnya tidak terluka. Dia tidak boleh terluka. Aku tidak boleh membiarkan dia sampai terluka. “Katakan kenapa kau memburu binatang dan bukan manusia?” Suaranya masih sedih dan putus asa. Bukankah sudah jelas? Atau, barangkali ini juga tidak penting buat dia. “Aku tidak ingin menjadi monster,” gumamku. “Tapi binatang tidak cukup bukan?” Aku mencari perbandingan lain agar dia bisa mengerti. “Aku tidak yakin tentu saja, tapi aku membandingkannya dengan hidup hanya dengan makan tahu dan susu kedelai; kami menyebut diri kami vegetarian, lelucon di antara kami sendiri. Tidak benar-benar memuaskan lapar kami—atau dahaga tepatnya. Tapi membuat kami cukup kuat untuk bertahan. Hampir sepanjang waktu.” Suaraku merendah; aku merasa malu atas bahaya yang kuakibatkan padanya. Bahaya yang terus saja kubiarkan... “Kadang-kadang lebih sulit dari yang lainnya.” “Apakah sekarang sangat sulit bagimu?” Aku menghela napas. Tentu saja dia akan menanyakan pertanyaan yang tidak ingin kujawab. “Ya,” jawabku terus-terang. Kali ini aku bisa menebak respon fisiknya dengan benar: irama napasnya terjaga, detak jantungnya teratur. Aku sudah menduga itu, tapi tetap tidak bisa memahaminya. Kenapa dia tidak takut? “Tapi kau tidak sedang lapar.” Dia kedengaran yakin. “Kenapa kau berpikir begitu?” “Matamu,” ungkapnya begitu saja. “Sudah kubilang aku punya teori. Aku memperhatikan bahwa orang-orang—khususnya cowok—jadi lebih pemarah ketika mereka lapar.” Aku terkekeh mendengar istilahnya: pemarah. Kedengarannya lebih bersahabat, tapi lagi-lagi tepat sasaran. “Kau ini memang pengamat, ya kan?” Aku kembali tertawa. Dia sedikit tersenyum. Kerut diantara matanya muncul lagi, sepertinya dia sedang
208

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

berkonsentrasi pada sesuatu. “Apakah kau pergi berburu akhir pekan ini, dengan Emmet?” tanyanya setelah tawaku reda. Nada bicaranya yang biasa-biasa saja sungguh menakjubkan, sekaligus membuat frustasi. Bagaimana bisa dia menerimanya begitu saja. Justru aku yang lebih mendekati syok ketimbang dia. “Ya.” Aku hampir memberitahu sebatas itu saja, namun aku merasakan dorongan yang sama seperti di restoran tadi: Aku ingin dia mengenal diriku. “Aku tidak ingin pergi.” Aku melanjutkan pelan-pelan, “tapi ini penting. Lebih mudah berada di sekitarmu ketika aku tidak sedang haus.” “Kenapa kau tidak ingin pergi?” Aku mengambil napas panjang, dan kemudian menoleh, menatap matanya. Kejujuran yang seperti ini sama sulitnya. “Itu membuatku... khawatir...”—kurasa istilah itu cukup memadai, meski masih belum cukup kuat—“berada jauh darimu. Aku tidak bercanda ketika memintamu untuk tidak jatuh ke laut atau tidak kenapa-kenapa kamis lalu. Sepanjang akhir pekan aku tak bisa berkonsentrasi karena mengkhawatirkanmu. Dan setelah apa yang terjadi malam ini, aku terkejut kau bisa melewati seluruh akhir pekan ini tanpa tergores.” Lalu aku ingat bekas luka di telapak tangannya. “Well, tidak benar-benar tanpa tergores sebetulnya.” “Apa?” “Tanganmu...” Dia menghela napas dan cemberut. “Aku terjatuh.” “Sudah kuduga.” Aku tak sanggup menahan senyum. “Kurasa, mengingat siapa dirimu, kejadiannya bisa lebih buruk lagi—dan kemungkinan itu menyiksaku selama kepergianku. Tiga hari yang amat panjang. Aku benar-benar membuat Emmet kesal.” Dan sepertinya Emmet sampai sekarang masih kesal, juga seluruh keluargaku. Kecuali Alice... “Tiga hari?” Suaranya mendadak berubah tajam. “Bukankah kau baru kembali hari ini?” Aku tidak mengerti kenapa dia jadi kesal. “Tidak, kami kembali hari minggu.” “Lalu kenapa tak satu pun dari kalian masuk sekolah?” Kemarahannya membuatku bingung. Kelihatannya dia tidak sadar kalau pertanyaan itu
209

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

masih ada hubungannya dengan mitos-mitos tadi. “Well, kau bertanya apakah matahari menyakitiku, dan memang tidak,” jawabku. “Tapi aku tak bisa keluar ketika matahari bersinar—setidaknya, tidak di tempat yang bisa dilihat orang.” Jawabanku mengalihkan dia dari kekesalannya yang misterius. “Kenapa?” Dia menelengkan kepalanya ke satu sisi. Aku ragu bisa menemukan analogi yang pas untuk menjelaskan yang satu ini. Jadi aku cuma mengatakan, “kapan-kapan akan kutunjukan padamu.” Kemudian aku jadi bertanya-tanya, apa ini akan jadi janji yang pada akhirnya akan kuingkari. Apakah aku akan melihatnya lagi setelah malam ini? Apa aku cukup mencintai dia namun juga sanggup untuk meninggalkannya? “Kau kan bisa meneleponku,” ucapnya pelan. Jalan keluar yang aneh. “Tapi aku tahu kau baik-baik saja,” “Tapi aku tidak tahu di mana kau berada. Aku—” mendadak ia berhenti, dan memandangi tangannya. “Apa?” “Aku tidak suka,” ucapnya malu, kulit di sekitar pipinya menghangat. “Tidak bertemu denganmu. Itu juga membuatku waswas.” Apa kau puas sekarang? Bentakku pada diriku sendiri. Well, inilah ganjarannya karena sudah berharap. Aku bingung, gembira, ngeri—sebagian besar ngeri—menyadari bagaimana akhirnya angan-anganku mendekati kenyataan. Inilah alasannya kenapa 'tidak penting' jika aku adalah seorang monster. Alasan yang sama persis dengan alasan kenapa segala aturan itu juga tidak penting buatku; kenapa yang benar dan salah jadi kabur, kenapa segala prioritasku hanya terpusat pada gadis ini. ...Bella juga menyukaiku. Aku tahu itu tidak ada apa-apanya dibanding dengan bagaimana aku mencintai dia. Tapi itu sudah cukup buat dia untuk mengambil resiko dengan duduk disini bersamaku. Untuk melakukannya dengan senang hati. ...Cukup untuk membuatnya merana jika aku melakukan tindakan yang benar dan
210

Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.com

meninggalkannya. Adakah yang bisa kulakukan yang tidak akan melukainya? Apa saja? Aku seharusnya tetap pergi. Aku seharusnya tidak kembali ke Forks. Aku hanya akan membuatnya menderita. Pertanyaannya sekarang, apakah itu akan menghentikan keinginanku untuk tetap tinggal? Apakah itu bisa mencegahku untuk menjadikannya lebih buruk lagi? Melihat perasaanku saat ini, merasakan kehangatannya di sampingku... Tidak, tetap tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa menghentikanku. Aku tidak akan sanggup untuk pergi. Aku tidak akan sanggup meninggalkan dia. “Ah.” Aku mengerang tak berdaya. “Ini salah.” “Memangnya aku bilang apa?” tanyanya cepat-cepat, merasa bersalah. “Tidakkah kau mengerti, Bella? Tidak masalah bagiku membuat diriku sendiri merana, tapi kalau kau melibatkan dirimu terlalu jauh, itu masalah lain lagi. aku tak mau mendengar kau merasa seperti itu lagi.” Itulah yang sebenarnya, sekaligus kebohongan. Bagian diriku yang paling egois mengawang-awang karena tahu dia juga menginginkan aku seperti aku menginginkan dia. “Ini salah. Ini tidak aman. Aku berbahaya, Bella—kumohon, mengertilah.” “Tidak.” Bibirnya mencebik merajuk. Aku berperang dengan diriku sendiri begitu hebatnya—sebagian ingin dia menerimaku apa adanya, sebagian ingin dia mendengar peringatanku dan lari—sehingga kata-kata yang keluar berupa geraman. “Aku serius.” “Begitu juga aku.” Dia bersikeras. “Sudah kubilang, tidak penting kau itu apa. Sudah terlambat.” Terlambat? Dalam ingatanku, dunia begitu muram, gelap dan pucat, saat aku mengawasi bayangbayang hitam merangkak di pekarangan rumah Bella menuju sosoknya yang tertidur. Tak terelakan dan tak terhentikan. Bayang-bayang itu mencuri rona pada kulitnya, dan menenggelamkan dia kedalam kegelapan. Terlambat? Penglihatan Alice muncul di kepalaku, mata merah-darah Bella menatapku datar. Tanpa
211

Dan untung bagiku.” desisku. Aku mengambil napas dalam-dalam—mengabaikan rasa perih yang diakibatkan aromanya—dan berusaha menguasai diri. “Ya?” Dia berusaha tegar. “Jangan pernah katakan itu. “Kau menangis?” Aku membuatnya menangis. Aku selalu punya pertanyaan. “Maafkan aku. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya seberapa menyesalnya aku? Maaf atas segala kesalahan bodoh yang telah kubuat. Maaf atas keegoisanku yang tak beujung. dan dia menggigit bibirnya lagi. Maaf atas nasibnya yang sial karena untuk pertama kalinya telah menginspirasi aku pada kisah cinta yang tragis ini. “Apa yang sedang kau pikirkan?” Aku harus tahu. Tapi kemudian aku ingat bahwa aku. Perasaanku langsung nyeri. Aku melukainya sedalam itu.” kataku kemudian. Dia menghapus air matanya dengan punggung tangan. Dia menggeleng tanpa melihat ke arahku.” sesalku dengan rahangku terkunci. seperti kristal.. Aku melihat sesuatu berkilau di pipinya. Napasnya tersedak dan tak beraturan. untuk memikirkan sesuatu yang lain. sebelum aku muncul? Aku tak bisa mengerti ekspresimu—kau tidak terlihat setakut itu. kau seperti sedang berkonsentrasi keras pada 212 . Dia melihat keluar jendela.bukan. “Apa yang kau pikirkan di lorong tadi. Membenciku karena telah merampas segalanya. Ini belum terlambat.com ekspresi—tapi tidak mungkin dia tidak membenciku atas masa depan itu.. Maaf juga atas sesuatu yang diluar konstrolku—bahwa aku telah menjadi monster yang dipilih oleh takdir untuk mengakhiri hidupnya. rasa penasaranku pada gadis ini tidak ada habis-habisnya.Diterjemahkan dari: www. namun air mata masih menggantung di suaranya. Dan kuturunkan tanganku. Tangannya mengeras di pangkuannya. Aku ingin mengganti topik. Merampas hidupnya dan jiwanya.stepheniemeyer. “Tidak.” elaknya dengan suara gemetar. Instingku yang terpendam dalam mendorongku untuk meraih dia—dalam detik itu aku merasa menjadi lebih manusia dari kapanpun. “Aku bertanya-tanya.

dan memandang keluar jendela. 213 . “Bagaimana kalau berteriak meminta tolong?” “Aku juga bermaksud melakukannya. Kau tahu kan.” Aku menggeleng-geleng tidak percaya. Instingnya mematikan—bagi dirinya sendiri. jantungku yang mati mendadak terasa hangat. Aku menghentikan mobil di depan rumahnya.Diterjemahkan dari: www. Karena toh akhirnya akan ke neraka juga.” ucapnya malu-malu. “Aku akan menunggumu saat makan siang.com sesuatu. “Aku jelas-jelas melawan takdir karena mencoba menjagamu tetap hidup. Amarah mendidih di belakang kepalaku. nadanya berubah jadi marah.” Aku ingat ekspresinya—sambil berusaha melupakan dari mata siapa aku melihatnya—tatapannya penuh tekad.stepheniemeyer. “Ya—ada tugas yang harus dikumpulkan. Kemudian ia kembali menatapku. Dia mengangguk puas. “Kau akan melawan mereka?” Aku ingin mengerang. Dia tetap tidak bergerak. ilmu bela diri. jadi kenapa tidak sekalian saja. “Kau janji akan datang besok?” “Aku janji.” Jantungnya berdegup kencang.” Kini kemarahannya yang menggemaskan tidak lagi lucu.” Dia menghela napas. “Tidakkah kau ingin melarikan diri?” “Aku sering terjatuh kalau lari. “Apakah besok kita akan bertemu?” pintanya tiba-tiba. Aku bisa melihat sosoknya yang rapuh—hanya balutan sutra diatas permukaan kaca—terpojok oleh manusia bengis kekar yang ingin menyakitinya.” Suaraku terdengar masam.” Kok bisa-bisanya melakukan sesuatu yang salah tapi terasa semenyenangkan ini? Pasti ada yang keliru. “Aku bermaksud menghancurkan hidungnya hingga melesak ke kepala. “Aku sedang mencoba mengingat bagimana cara menghadapi serangan.” Aku tersenyum padanya. dan mulai mencopot jaketku.” jawabnya dengan lebih terkendali. Bagaimana caranya dia bisa bertahan hidup sebelum datang ke Forks? “Kau benar. Rasanya menyenangkan bisa melakukannya. Tapi kemudian nadanya yang tenang tidak berlanjut.

” Aku bertanya-tanya.” Dia gemetar. “kau boleh menyimpannya. bahkan hanya sebentar saja. “Kenapa?” Aku menoleh ke kegelapan malam yang tidak bisa dipercaya.” Bisa kubayangkan. Dia mengerjap. dan buat dia kelihatannya jauh lebih berbahaya lagi. Dunia ini bukan tempat yang aman buat manusia. Tapi selalu ada yang lain. “Bella?” Dan aku terkejut dengan betapa menyenangkannya rasanya hanya dengan mengucapkan namanya saja. Sebuah kenang-kenangan. “Jangan pergi ke hutan seorang diri. “terserah apa katamu..” Aku ingin dia memiliki sesuatu dariku. tapi berhenti. “Aku tak mau menjelaskannya pada Charlie. tapi dia butuh tidur..” Dia sudah memegang gagang pintu mobil. sama seperti aku enggan dia pergi. kaget.. Dua keinginan itu kelihatannya sama kuat. “Ya?” “Maukah kau beranji padaku?” “Ya. benar. Ketiadaan cahaya bukan masalah buat mataku.” Napasnya menyentuh wajahku. “Kau tidak punya jaket yang bisa kau pakai besok.” Dia langsung setuju.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer.. Dia enggan pergi. Anggap saja begitu. dan bahkan sempat tersenyum ketika mengatakan. pasti sudah jauh melewati Seattle. Itu hanya membutakan manusia. “Aku tidak selalu yang paling berbahaya di luar sana. Aku pun tersenyum. Tapi kemudian tatapannya menajam. dan masih berperang dalam diriku: menginginkan dia versus menginginkan dia 214 .” Dia tetap mengembalikannya padaku sambil tersenyum menyesal. Aku bisa tinggal begini semalaman. seperti tutup botol dalam sakuku. “Oh. apakah permintaan itu akan memicu penolakan di matanya. seakan sedang mencari-cari alasan untuk menolak. Peter dan Charlotte sedang dalam perjalanan. begitu manis dan harum. namun cepat menguasai diri. tapi itu juga berlaku sama buat pemburu lainnya. Aku tidak mau meninggalkannya tanpa perlindungan.com Aku buru-buru mencegahnya.

melihatnya pergi. Untuk sementara aman. Lagi-lagi terasa nyeri sekali. “Bella?” Dia menoleh. Jantungnya berdegup kencang. meluap-luap karena kedekatan ini. Aku tertawa geli—berharap dia tidak mendengarnya. “Tidur nyenyak ya. “Sampai ketemu besok. Kehangatan datang bergelombang membasuh wajahku. meski tahu aku akan segera menemuinya jauh sebelum itu. terkejut mendapati wajah kami begitu dekat.Diterjemahkan dari: www. Aku mendesah pada kemustahilan ini. dan membeku. Dia kembali menguasai diri—meski wajahnya masih agak terpana—dan terlihat limbung ketika keluar dari mobil hingga harus berpegangan agar tidak jatuh. matanya melebar dan membeku. Biasanya. Tapi anehnya ini jauh lebih menyenangkan— sensasi semu dari tatapan yang mengawasi.. Aku melihat dia sempat tersandung ketika sampai di depan pintu. Untuk sesaat dia masih duduk diam tidak bergerak. Ini merupakan sensasi yang berbeda dari biasanya. Aku bisa merasakan segalanya kecuali kelembutan kulitnya.” bisikku. dan bibirnya merekah. secara harfiah aku menyaksikan diriku melalui pandangan orang lain yang menatapku pergi.” Kemudian dia membuka pintu. Begitu pula denganku. Dia sendiri baru akan bertemu denganku besok.stepheniemeyer. kukira. Berjuta pikiran berkecamuk dalam kepalaku saat berkendara tanpa tujuan di tengah kegelapan malam.com aman. Begitu pula denganku. Terpesona. Aku tahu ini menyenangkan hanya karena tatapannya berasal dari Bella. Dan aku akan segera kembali untuk memastikan. dan segera menjauh sebelum dorongan dalam tubuhku— entah haus yang biasanya atau hasrat aneh yang baru kali ini kurasakan—akan membuatku melakukan sesuatu yang bisa menyakitinya.. “Baik kalau begitu. Aku mencondongkan badan ke arahnya. 215 .” ucapku. ingin menahan dia disini. Aku bisa merasakan tatapannya mengikutiku saat mobilku melaju pergi.

Bella telah aman di rumahnya. Hanya untuk merasa bahagia karena dia juga menyukaiku. Aku memikirkan Bella.... Tidak perlu lagi waswas jati diriku terbongkar. Aku mengingat kembali senyum itu. Aku tidak tahu kemana anganku berujung hingga terlambat. 216 . aku memikirkan perasaan Bella padaku. yang terlatih dan bersenjata—merupakan ayahnya. Cukup kuat hingga bisa menundukkan insting takut dia. Meski jelas-jelas buat dia ini buruk. Tersesat di tengah kegelapan. Tapi perasaannya cukup kuat juga. Dia sudah aman. menyaksikan bibirnya yang penuh tertarik di kedua sudutnya hingga menggerakkan garis-garis pipinya.stepheniemeyer. dan mendapat senyumannya.” Aku mengerang saat kebencian membara yang telah terlupakan oleh kebahagiaan tadi. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika menyentuh kulit pipinya yang lembut—balutan sutra pada permukaan kaca.. mendengar suaranya. muncul lagi ke permukaan.com Selama beberapa lama aku berputar-putar tak tentu arah. badannya yang ramping siap menyerang sosok-sosok besar yang mengurungnya... Tidak akan makan waktu lama untuk membalas orang-orang itu. Dia sudah tahu. gambaran baru wajahnya menyeruak dalam anganku. Hanya untuk terus mengingat kembali bagaimana rasanya duduk di dekat dia.. tatapannya sengit. Dia tidak mungkin menyukaiku sebesar aku mencintanya—perasaan cinta yang sedahsyat dan semelimpah ini barangkali akan menghancurkan tubuh rapuh dia. bagaimana matanya menghangat dan mencair.Diterjemahkan dari: www. Malam ini jari-jarinya terasa hangat dan lembut pada tanganku. lega karena akhirnya dia tahu yang sebenarnya. Lebih dari itu. Mimpi buruk yang suram. tetap saja sangat melegakan. untuk sesaat aku lega bahwa Charlie Swan—kepala polisi setempat. Untuk sesaat—saat aku sudah sendirian dan tidak ada siapapun yang bisa kusakiti—aku membiarkan diriku untuk menikmati kebahagiaan ini tanpa harus dibebani tragedinya. Dan berada bersamanya adalah kebahagiaan paling besar yang pernah kurasakan..begitu mudah pecah. Pada saat sedang menyelami kerapuhannya. “Ah. Aku sendirian. Hanya untuk bersuka ria karena telah berhasil memenangkan perasaannya. Itu membuatnya lebih aman. Itu tidak penting buat dia. Cukup kuat untuk ingin bersamaku. pucat karena takut—namun rahangnya terkunci penuh tekad.

Bella layak mendapatkan yang lebih baik dari itu. Pada saat aku melihat itu akan terjadi. Aku berhenti di depan rumah.. Aku tahu itu. “Oh. Kenyataan itu memastikan keputusanku. Namun monster itu masih berkeliaran di Port Angeles.” Alice memberitahuku sebelum aku sempat bertanya. Si penerima tamu pirang yang di restoran tadi. Maaf. tidak masuk ke garasi.” “Ya. Aku mengerti kau tidak mungkin mengawasi segalanya. Satu dari mereka mungkin Bellanya seseorang. menungguku. Tapi.com Tidak. “Terima kasih. yang sudah gatal ingin kulakukan.. Aku memutar mobil ke utara. Alice. Aku juga minta maaf. Alice sedang duduk di beranda. “Tidak usah menyesal. Terima kasih telah menjawab teleponku. sindirnya dalam hati. Aku tidak akan membiarkan dia jatuh cinta pada seorang pembunuh. aku tahu. Tapi. Aku sedang.. ulangnya.” 217 . kau sudah tahu..” Aku berhenti di depan pintu.” gumamku. Monster-manusia—apa itu membuatnya jadi urusan manusia? Untuk melakukan pembunuhan. keduanya sama-sama membuatku kesal.” ucapku sambil mengacak-acak rambutnya saat melewati dia. Tapi membiarkannya berkeliaran untuk menyerang orang lain juga tidak benar. bukan berarti mereka pantas untuk berada dalam bahaya. Sangat mudah untuk berbaik hati karena tahu Bella sudah aman. aku tahu kemana bisa minta bantuan. Kapanpun aku punya masalah yang tidak bisa kuatasi.bagaimana dengan perempuan-perempuan lain yang bisa jadi korban manusia biadab itu? Bella memang sudah aman. mengeluarkan hand phoneku. malu pada dirinya..Diterjemahkan dari: www. Angela dan Jessica juga sudah aman di rumahnya. lalu membukanya..stepheniemeyer. Aku bahkan tidak mengecek itu dari siapa. Aku langsung tancap gas begitu punya tujuan. Tidak ada yang berharap kau bisa jadi mahatahu.sibuk. si pelayan yang tak pernah kuperhatikan. adalah salah. “Carlisle di ruangannya. “Sori.” “Tadi itu hampir saja.

kau akan segera menemuinya tidak lama lagi.. Karena mulai tak sabar. Kata-kata itu begitu indah buatku. “Terlalu baik. tapi kurasa aku bisa menebaknya. “Ayo sana—cepat selesaikan biar kau bisa segera menemuinya. Coba aku tahu. Aku ingin segera menyelesaikan babak selanjutnya dari malam ini.. Mulai sekarang aku akan mengawasinya lebih baik.” “Aku hampir mengajakmu makan malam tadi—apa kau sempat melihat itu sebelum aku berubah pikiran?” Dia cemberut. Dia tertawa.” 218 .” Alice cemberut padaku.” “Yup. Jangan meremehkan Bella. oke? “Oke. memalukan. “Tidak.” Dia mengerutkan bibir dan menatapku.Diterjemahkan dari: www. Malam ini dia akan baik-baik saja.” Tapi dia sudah tahu apa yang ingin kutanyakan.stepheniemeyer. Bisa dibilang dia membutuhkan pengawasan dua puluh empat jam penuh.” “Ngomong-ngomong. Dia berusaha untuk tidak membuat keputusan tentang hadiahku. iya kan? “Kurang lebih begitu.. sampai melewatkan begitu banyak?” Jasper sedang memikirkan perayaan anniversary kami. Tapi tolong beritahu Rosalie ketika aku sedang tidak ada..” Aku tidak akan bilang apa-apa. “Alice. Aku pasti datang.” Bella menerimanya dengan baik..com “Thanks.. Nanti. aku ingin segera mengakhirinya. Aku berusaha memblokir gambaran yang tidak ingin kulihat—Bella dan Alice bersahabat. “Ya. ada ekspresi menuduh pada wajahnya. aku mengeluh panjang. Apa kau akan memberitahu mereka kalau dia tahu? Aku mengeluh.” Aku mengambil napas panjang. “Dasar. Tapi aku sedikit waswas untuk meninggalkan Forks.” “Kau sedang berkonsentrasi ke apa. Lain kali aku akan mengawasi lebih baik. aku melewatkan itu juga.

Perempuan itu mungkin punya seseorang yang perasaannya sama dengan perasaanku pada Bella.” Aku bisa melihat rencana di kepalanya. itu tidak memuaskan insting buasku. iya kan? Kau jadi begitu pengasih. Kau tenang saja. Tidak akan ada lagi korban berikutnya.sangat ingin.” “Ayo kita pergi.. Edward. “Aku tidak sedang butuh pujian.” Dia tersenyum lagi. Itulah tepatnya yang kubutuhkan.” “Apa saja. “Ya.. dan sangat terkontrol. Itu tidak betul—” Senyum lebarnya yang tiba-tiba muncul menghentikan semburan kata-kataku. Dia sedang menungguku.. Efek kehadirannya sangat baik untukmu. Sama menderitanya seperti diriku jika dia disakiti. Carlisle.. Kau tahu. “Aku butuh bantuan. Dia pasti tahu apa yang mesti dilakukan.com Aku mengangguk. rasanya tidak benar membiarkan seorang pembunuh dan pemerkosa kambuhan berkeliaran di Port Angeles! Aku tidak kenal penduduk di sana. Aku bingung. Tapi aku kan tidak bisa mengekang pikiranku. bukan keadilan. dia mengoreksi. dan buru-buru ke kamar Carlisle. pandangannya ke arah pintu dan bukannya ke buku tebal yang ada di mejanya.” “Apa Alice memberitahumu apa yang terjadi pada Bella tadi?” Hampir terjadi.” “Tentu saja tidak. Carlisle.untuk membunuh orang itu. “Aku mendengar Alice memberitahumu dimana aku. aku ingin. Aku terkesan. “Akan kutunjukan dimana orang itu. untuk melihat empati dan kecerdasan di matanya. tapi aku tidak bisa membiarkan ada perempuan lain yang akan menggantikan posisi Bella dan jadi korban monster itu. “Sangat ingin.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Namun tetap saja. Akhirnya aku merasa lega bisa bertemu Carlisle.” kata-kata itu berhamburan begitu saja. Memang. tapi aku bisa melihat itu hal yang tepat.” sambutnya sambil tersenyum.” Dia mengambil tas dokter hitam miliknya. Sebetulnya aku lebih setuju jika memakai penenang yang lebih kuat—seperti dengan memecahkan kepalanya—tapi biar Carlisle 219 . “Aku akan membereskannya. Murni karena marah. hampir. karena itu berarti balas dendam. Tapi aku tahu itu salah.

Kuharap aku bisa mempercayai itu. namun segera mengalihkan bayangan itu. kami tidak akan kesulitan. Akan kubuat dia tidak bisa menyakiti siapasiapa lagi. Kesungguhan pikiran Carlisle mengejutkanku. Kembalilah ke Bella. Alice masih ada di beranda. yang tidak tahan melihat Bella menjalani kehidupannya. Dia harus bahagia. Edward pantas untuk bahagia.. ingatan tentang Bella yang bercampur dengan gadis-gadis lain yang sudah jadi korbannya. Dia membayangkan Bella dengan kulit pucat dingin dan mata merah-darah. Mungkin ini demi tujuan yang lebih jauh. pikirnya lagi. Hanya saja. Aku membawa Carlisle ke depan bar. Sangat tak terduga. Yang ada hanya siluman rubah-betina jahat yang mengendalikanku. Pergilah. Padahal tadi. Semua kebahagiaan tadi hancur karena pikiran Carlisle. Kulihat dia mengecek jauh ke depan di pikirannya. Tapi tidak ada tujuan yang lebih jauh dari apa yang terjadi pada Bella. Sudah tentu. Carlisle juga sedang memikirkan Bella. Aku tidak berlama-lama di Port Angeles. sebelum dia protes. Napasku memburu.Diterjemahkan dari: www. Karena. Kucengkram erat kemudi di hadapanku. 220 . Lampu mobil kumatikan agar tidak menarik perhatian. Aku tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Bella dengan kecepatan seperti ini. tempat mahluk bernama Lonnie itu meratapi kekecewaannya bersama dua rekannya—yang sudah lebih dulu mabuk berat. Pasti ada jalan keluar. Ya. dimana sisi baiknya kalau menghancurkan sesuatu yang begitu murni dan indah? Aku memandang ke kegelapan malam. aku sudah lebih pelan dari biasanya— untuk memperlama waktu.. Dia tersenyum dan melambaikan tangan saat kami menjauh. Hanya saja. Kami memakai mobilku. Tak kusangka sebaik ini dampak Bella bagi Edward.stepheniemeyer.com melakukan dengan caranya. Carlisle bisa melihat betapa beratnya bagiku untuk berada sedekat ini —hingga bisa mendengar pikiran monster itu dan melihat ingatannya. Barangkali memang harus seperti ini jalannya. Edward. Perjalanannya sangat singkat karena jalanan kosong. ucap Carlisle lembut.

Seandainya saja aku adalah sosok yang ia pikir. Kurasa karena dingin. Ini makan waktu lebih cepat ketimbang naik mobil. Hanya dalam beberapa menit aku sudah meniti di bawah jendela kamar Bella dan merangkak masuk. Sesuatu tentang kegiatan di air dan menunggu dengan sabar. Sambil menahan napas. sosok siluman rubah betina yang tadi kubayangkan. Saat sedang mempertimbangkan hal itu. yang pantas untuk bahagia. Semuanya telah seperti seharusnya. Betapa berbedanya seandainya aku bisa menjadi Edward yang seperti itu.com Pilihan kata Carlisle sangat tepat. Dengkuran Charlie keras dan stabil.. kemudian menyelinap keluar ke lorong. tidak seperti malam-malam lainnya. kini dia meringkuk memeluk badannya. dengan hati-hati kuselimuti dia. aku memikirkan Carlisle. tiba-tiba muncul gambaran lain yang tidak diundang. Bella aman di tempat tidurnya.stepheniemeyer. Aku memilih selimut yang paling tebal. Tapi. yang mengidamkan kehancuran Bella. Untuk sesaat. Sebelum aku sempat duduk di tempat biasanya.Diterjemahkan dari: www. letak lemari yang kucari-cari. Kutinggalkan Carlisle sendirian di mobil. Seorang malaikat 221 . Sosok itu.memancing barangkali? Nah. bibirnya ikut gemetar. dia tidak beraksi dengan beban tambahan itu. dan menemukan yang kucari. bermimpi. disana. Kemudian aku kembali duduk di kursi goyang di pojokan. dia menggigil. di dekat tangga. Sambil menunggu waswas sampai dia merasa hangat. bertanya-tanya dimana dia sekarang. dan lari menuju Forks lewat hutan. Nama Bella adalah satu-satunya yang bisa mengalihkan pikiranku. barangkali cukup pantas buat gadis yang sedang tidur ini. Aku membukanya penuh harap. tidak akan ada yang tahu. Aku bahkan hampir bisa menangkap mimpinya. Aku mendesah lega.. Akan kukembalikan lagi sebelum dia bangun. dan kubawa kembali ke kamar. menjelejahi bagian dalam rumahnya untuk pertama kalinya. Memikirkan ayahku membuatku menghela napas—Carlisle terlalu memujiku. Aku memperhatikan sejenak. digantikan oleh sosok malaikat bodoh yang sembrono. dengan rambutnya yang basah tergerai diatas bantal. Aku tahu rencananya akan berjalan lancar—Alice telah melihatnya.

pikiran yang sunyi untuk memancing penasaranku. Dia percayakan Bella pada moralku yang rusak untuk menjaganya tetap hidup. “Edward. Napasnya makin dalam. Ini hal sepele. Tidak mungkin mahluk suci bisa berkelakuan seburuk itu. Aku menggeleng-geleng sendiri pada bayangan malaikat tak bermoral seperti itu. Dan dia mulai bergumam. Dia hapus juga insting pelindungan dirinya—supaya Bella tidak takut dan betah berada di dekatku—dan. Paling tidak kalau siluman rubah betina aku masih bisa melawannya. Lagi pula.stepheniemeyer. Setelah lewat setengah jam. saat menyadari bahwa saat ini aku lah yang memainkan peran itu. yang terakhir. hati yang tidak egois untuk menangkap kekagumanku. Dia tidak jauh berbeda dengan monster.com pelindung—sesuatu yang seperti versi Carlisle tentang diriku. malaikat yang tidak bertanggung jawab itu mendorong kreasi rapuhnya tepat ke hadapanku. melainkan dialah hadiahku. aku bukan eksekutor Bella. Dalam pandangan ini.” desahnya. Dengan senyum acuh. tapi paling tidak malam ini dia bisa tidur lebih nyaman berkat aku disini. tambahkan kesialan tanpa batas. kecantikan yang mempesona untuk menghipnotis mataku. posisi Bella mulai lebih rileks. Aku menyingkirkan tragedinya sesaat. mata biru yang licik. dan dia tersenyum. aku tidak punya malaikat pelindung. Malaikat berwujud vampir—benar-benar kontras. Aku tersenyum puas. 222 . membiarkan diriku diliputi kebahagiaan. malaikat itu membuat Bella sedemikian rupa hingga tidak mungkin bisa kujaga: Aroma tajam yang konyol untuk menggugah seleraku. tertegun. Dengan tawa sembrono. Tapi dimana malaikat dia selama ini? Siapa yang mengawasi dia? Aku tertawa pelan.Diterjemahkan dari: www. Mereka cuma untuk orang-orang baik —orang-orang seperti Bella.

Oregon.” Fotonya agak buram. dan aku tidak jadi pembunuh. dan fokus pada apa yang paling penting. “Alonzo Calderas Wallace. Aku juga jarang melihat ayahnya menonton acara selain olahraga. yang jadi buron di negara bagian Texas dan Oklahoma. Kuharap dia akan diadili di Texas. foto buron. walaupun aku tidak sepenuhnya puas penjahat itu bisa lolos semudah itu. tersangka pembunuh dan pemerkosa kambuhan. Ada gempa bumi di Amerika Selatan dan penculikan tokoh politik di Timur Tengah. dimana hukuman mati masih sering diberikan.. dengan satu foto yang tidak jelas. Wallace berhasil ditangkap berkat adanya informasi dari orang yang tak dikenal. Kuharap dia tidak menonton. Jadi berita itu cuma diulas beberapa detik.Diterjemahkan dari: www.. itu bisa membuatnya ketakutan. Untung hari ini ada berita yang lebih besar. Kejadiannya terlalu jauh untuk jadi berita lokal. “Beritanya tidak akan sampai ke Forks. Monster itu tidak lagi berkeliaran. Aku telah melakukan yang kubisa. Tidak. Aku tidak sabar ingin mendengar cara manusia mengulas kejadiannya. Dia masih berjanggut lebat waktu foto itu diambil.” Aku mengangguk. Bahkan jika Bella menonton dia tidak akan mengenalinya. Bella sendiri tidak terlalu sering nonton TV. Itu tidak penting lagi. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah gang dini hari tadi. hanya beberapa meter dari kantor polisi.” beritahu Alice padaku. Pilihanku tepat dengan mempercayakannya pada Carlisle. “Beruntung ada Carlisle yang bisa membawanya keluar dari negara bagian ini. bukan belakangan ini. Saat ini pihak berwenang belum bisa menentukan apakah dia akan disidangkan di Texas atau di Oklahoma. 223 . telah berhasil ditangkap di Portland.com 11. Interogasi CNN mengulas berita itu duluan. dan seberapa menarik perhatian. Paling tidak. Aku akan melupakan hal itu.stepheniemeyer. Aku bersyukur muncul sebelum aku berangkat sekolah.

” Alice menghela napas. “Alice. Aku mengeluh sendiri. Aku tahu. Sepertinya dia sedang terburu-buru.” Alice tertawa riang.. Tidak sabar ingin cepat-cepat ke sekolah? Bayangan itu membuatku tersenyum. tapi aku sudah tidak sabar ingin menemuinya lagi. Apa yang Bella mau dan apa yang terbaik bagi Bella adalah dua hal yang bertentangan. sobekan kertas timah. “Sampai ketemu di sekolah. Lebih dari sekali dia memohon agar aku tetap tinggal. dia akan senang punya alasan untuk memamerkan mobilnya. maukah kau—” Dia langsung memotongku.com Aku baru meninggalkan kamar Bella tidak sampai satu jam yang lalu. mendengarkan suara-suara yang ditimbulkannya di dalam rumah—langkahnya yang setengah berlari di tangga. batinnya. Belum saatnya. Bella juga akan menyukaiku. Apa itu tidak akan ada artinya hari ini? Aku menunggu dengan cemas. Aku Akan menunggu sampai kau siap buat Bella mengenalku. “Rosalie yang akan mengemudi. Aku melihat ke jam. Aku tidak menanggapi.stepheniemeyer. Sepertinya—jika menghitung-hitung kecepatan maksimal truknya 224 . ini bukan karena aku egois. Maukah Bella mengenal Alice? Maukah dia punya sahabat seorang vampir? Kalau dari sudut pandang Bella.. aku tahu. dan senyumku berubah jadi seringai. banyak hal kelihatan berbeda di pagi hari—hal itu berubah karena kau tidur. Kau mestinya tahu. Aku mulai gelisah ketika parkir di depan rumah Bella. Itu cara pandang yang berbeda untuk melihat situasi ini. Apakah aku juga akan kelihatan berbeda di mata Bella. dia tersenyum. Dia akan berlagak marah. Ketika menggumamkan namaku berulangulang. Pepatah manusia mengatakan. benturan botol-botol saat dia menutup lemari es.mungkin ide itu tidak terlalu mengganggu. penuh harapan lagi. Aku tersenyum padanya. di bawah langit mendung dan berkabut pada pagi hari ini? Mungkinkah kebenaran itu akhirnya meresap ketika dia tidur? Mungkinkah akhirnya dia takut? Sepertinya tadi malam mimpinya indah. dan buru-buru keluar.Diterjemahkan dari: www. tapi tahu sendiri.

hasrat terhadap bibirnya. Setelah membanting pintu Bella langsung lari hingga hampir saja tidak menyadari mobilku. Bella menghambur keluar rumah.. terima kasih... karena itu mustahil. Kurasa lebih baik aku menjauhkan bayangan itu. Hasrat yang selama seratus tahun terkurung rapat. kainnya membalut kulitnya begitu rupa hingga terlihat sangat menarik. Tapi aku tidak boleh membayangkan itu. Mulai sekarang. dan matanya membelalak saat melihat mobilku. potongannya cukup pendek untuk menunjukkan tulang selangkanya yang mempesona. terpesona. tanpa repot-repot mengekang kecepatan kilatku. Kemudian dia berhenti mendadak. Dia menatapku. Aku tidak boleh membayangkan menyentuhnya.. “Ya. Aku tidak boleh membuat kesalahan. 225 .stepheniemeyer. Namun aku sama menyukainya seperti jika dia memakai blus biru muda tadi malam.kulitnya. Kemudian kekagetan di matanya berubah jadi sesuatu yang lain. kagum. Aku akan meremukkan dia.. Rambut ikalnya agak berantakan. semua jadi satu pada mata coklatnya yang mencair. Tubuhnya membeku.. mengubah lekuk-lekuknya yang menawan jadi tidak berbentuk.. Sweter panjang itu ukurannya kebesaran sehingga menyamarkan bentuk tubuh Bella yang gemulai. Dan merupakan kesalahan besar jika aku sampai terhanyut pada hasrat aneh yang mulai terbebas dalam diriku.” gumamnya sambil masuk kedalam mobilku tanpa ragu-ragu.warna biru mengalir bagai air di permukaan tubuhnya.com —dia hampir terlambat. yang melengkung indah dari bawah leher. “Kau mau berangkat bersamaku hari ini?” tanyaku padanya. Tasnya merosot ke tangan. Aku tidak mau mengelabuinya lagi—paling tidak saat kami berdua.Diterjemahkan dari: www. terkejut saat aku muncul begitu saja.. aku memberinya pilihan. Tasnya disampirkan di pundak. dan membukakan pintu mobil untuk dia. dan aku tidak perlu lagi takut perasaannya berubah. aku akan menjadi diriku sendiri. Tidak seperti waktu makan malam kemarin. semua harus sesuai kemauannya.. Sweter hijau yang dia pakai tidak cukup tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya kabut.. Jadi aku bersyukur dengan sweter yang dia pakai..tubuhnya. Aku keluar. Hangat.

com Apa aku akan berhenti keheranan. Ada banyak hal yang berubah diantara kami sejak matahari terbit. “Benarkah?” gumamku sendiri. “Apa tidak ada rentetan pertanyaan hari ini?” tanyaku sesantai mungkin. 226 . Jaketku kusampirkan di sandaran kursinya. Kebahagiaan yang kurasakan ketika dia duduk disampingku seperti ini.” sanggahnya sambil menatap dadaku dan bukannya wajahku.” Itu alasan yang kupakai untuk datang tanpa diundang. itu masalahnya. Dia tidak punya jaket. Dia tidak terlihat kaget dengan kemunculanku yang tiba-tiba. juga dengan berbagai kemewahan yang kupunya. seakan dia ragu-ragu untuk menatap mataku.” Tentu saja. Tentunya ini bentuk sikap ksatria yang bisa diterima. Kulihat dia memandanginya. terlihat lega aku mengungkitnya. Dia tersenyum. “Aku tak ingin kau sakit atau apa. Aku harus tahu apa yang dia pikirkan pagi ini.stepheniemeyer.” “Aku tak selemah itu. Tapi jaketku dipakai juga tanpa harus kupaksa. apapun yang dia perbuat atau tidak perbuat.” jawabku jujur sambil tersenyum untuk membalas senyumnya. Bagaimana itu mungkin? “Itu memuatku bertanya-tanya. kau tahu. bahwa ini tidak akan berakhir dengan baik. Pagi ini dingin. Kau menerimanya dengan tenang sekali—tidak wajar. aku belum pernah merasa sebahagia ini. Ujung bibirnya mengerut turun. “Apakah pertanyaan-pertanyaanku mengganggumu?” “Tidak seperti reaksimu. Dia terlihat menerawang ke luar saat kami mulai jalan. “Aku membawakan jaket untukmu. bahwa akulah orang yang dijawab ya olehnya? Sepertinya aku akan terus heran. Walau aku sangat menikmati kedekatan keluargaku. Aku hanya tahan berdiam diri selama beberapa detik. Aku langsung melesat mengitari mobil. apa yang sebenarnya kau pikirkan.” Tidak ada satu jeritanpun.Diterjemahkan dari: www. tidak ada bandingannya. Bahkan walau tahu kalau ini salah. “Apakah reaksiku buruk?” “Tidak. tetap saja tidak bisa menghapus senyumku. membuatku bertanya-tanya. tidak sabar ingin berada di sampingnya.

Tapi kemudian—karena nada bicaranya sama dengan tadi malam. “Tidak terlalu banyak. Keadaan hening. Kebahagiaan dan penderitaan ini terlalu kuat untuk diungkapkan lewat kata-kata. kelewat mencolok. Mungkin aku mesti lebih berkonsentrasi lagi karena aku tidak bisa membayangkan ada sesuatu yang tidak ingin kudengar dari dia.” Aku harus berpikir sebentar. Aku hampir menggeram ketika itu. “Kelewat mencolok. Jangan pernah katakan itu. Kalau Rosalie punya itu. Aku mengambil napas panjang—merasakan aroma pekatnya yang membakar untuk pertama kalinya pagi ini. Kami berusaha membaur. Kuseembunyikan senyumku saat matanya membelalak. kelihatannya tidak sadar—reflek ketika sedang tegang. “Di mana keluargamu yang lain?” tanyanya tiba-tiba. dan bahwa sudah terlambat untuk berubah pikiran? Aku tidak bisa berkata apa-apa..stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. yang mana kuragukan.” “Kau mengeditnya.jika dia mau bersikap obyektif tentang Bella.. dan membuatnya menangis.” sergahku. aku menyadari dengan puas—dan memaksa diriku serileks mungkin. “Mereka naik mobil Rosalie.com “Aku selalu mengatakan apa yang sebenarnya kupikirkan. wow. dan aku parkir disitu. ada kepedihan yang tiba-tiba muncul—aku ingat. hanya ada suara dari detak jantungnya yang teratur. “Kau tidak ingin mendengarnya. mengulang kembali seluruh pembicaraan tadi malam. Apa yang dengan sengaja ia tutupi dariku? “Cukup untuk memuatku gila. Secara spesifik aku sempat meminta dia untuk tidak mengucapkan pikirannya. Benturan keduanya terlalu liar untuk dijelaskan. lalu berbisik. Apa itu yang ia sembunyikan? Kedalaman perasaannya padaku? Bahwa sosokku sebagai monster tidak penting buatnya. Dia ragu sejenak. aku mulai terbiasa. kan?” “Mmm. “Seperti kataku.” Dia menggigit bibirnya lagi. mencari hubungannya. kenapa dia pergi bersamamu? “ Rosalie pasti akan menikmati reaksi Bella..” Kebetulan ada tempat kosong di samping mobil yang ia tanyakan.” Hanya dengan mendengar kata-kata itu sudah membuat penasaranku memuncak.. kata perkata.” 227 .

Aku harus sopan pada teman Bella. berlindung dari guyuran hujan di bawah atap kafetaria. Kemudian Bella melihat juga. pagi Jessica. “Kenapa kalian mempunyai mobil-mobil seperti itu? Kalau kalian memang menginginkan privasi?” tanyanya sambil jalan. Bella tersenyum mendengarnya.” 228 . “Tidakkah kau tahu? Aku melanggar semua aturan sekarang. Ya ampun! Aku tidak percaya ini! Bagaimana cara Bella melakukannya? Aku tidak mengerti! Kenapa? Suara batin Jessica menyela pikiranku. Kami semua suka ngebut. Dua kali tangannya sedikit terjuntai ke arahku. “Selamat.” gumamnya masam.” Jawabanku pasti tidak terlalu menakuktkan—jadi tentu saja. sama seperti tadi malam. “Jadi kenapa Rosalie mengemudi sendiri kalau itu kelewat menarik perhatian?” tanyanya heran.stepheniemeyer. Dia tidak mendongak untuk melihat seringai jailku.” Dan dia tertawa riang. Napasku memburu. Dan harus secepatnya. Matanya membelalak tidak percaya.Diterjemahkan dari: www. Dia mengambil jaketnya dan Jessica memberikan masih sambil melongo. “Hei Jessica. entah dia itu teman yang baik atau bukan. “Memanjakan diri. Aku berjalan di sampingnya sedekat yang aku berani sambil mengamati kalau-kalau dia merasa risih.” “Sudah kuduga. namun ditarik lagi. Sekarang aku harus menjaga sikapku—jadi aku tidak bisa melesat untuk menahannya—tapi untuk selanjutnya dia harus mulai membiasakan diri untuk diperlakukan dengan sopan. Dia tidak menunggu untuk dibukakan pintu.. Kelihatannya seperti ingin menyentuhku.. Keriangan suara tawanya menghangatkan jantungku. Jaket Bella di tangannya. Dia sedang menunggu Bella.com “Kalian tidak berhasil. Terima kasih sudah ingat membawanya.” sapa Bella. Rona merah muda muncul di pipinya ketika dia menangkap reaksi Jessica. Pikiran Jessica terbaca dengan jelas di wajahnya.

Tidak boleh tidak. Aku tidak mau terima jika kurang dari itu. Namun tetap saja aku.. Ini aneh.. “Yeah..aku cukup suka itu. “Kupikir kau tak bisa membaca pikiranku!” “Aku tak bisa. bahkan tidak ke diriku sendiri.. Jika Emmet sampai tahu.” gumam Jessica tidak jelas. Apa mereka memang sudah berencana untuk bertemu tadi malam? Apa mereka sudah berkencan? Sudah berapa lama? Tega-teganya Bella merahasiakan hal ini? Kenapa juga dia mau merahasiakannya? Ini tidak mungkin cuma iseng—Bella pasti serius. “Hei!” desisnya tajam.. Mata Jessica makin membelalak.com Waahhh.” Benak Jessica makin berkeliaran saat berjalan menuju kelas. Hmm. Apa ada kemungkinan yang lain? Aku akan mencari tahu.” Kau harus menceritakan semuanya. Ah—kami pasti memikirkan hal yang sama. Aku harus mendapatkan detailnya! Si Edward CULLEN!! Dunia tidak adil! Bibir Bella cemberut.menyadari bagaimana berada di dekat Bella telah melunakkan diriku.. aku lebih memilih dia pakai 229 . Sepertinya tidak ada lagi orang yang takut. Sesekali dia menoleh ke belakang. dia ganti membayangkan adegan itu. Cerita lengkapnya.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. Tidak. aku menolak untuk membenarkan tindakan yang seperti itu.. Itu tidak akan mungkin terjadi..hai. berusaha mengolah ucapanya. Awalnya aku tidak sadar—aku sama sekali tidak meminta jaketku. sampai ketemu nanti... “Kalau begitu sampai ketemu di kelas Trigono. Aku langsung berusaha mengusirnya. Kemudian dengan begitu saja dia melepas jaketku.” Aku menatap kaget. “Apa yang akan kau katakan padanya?” ... Benak Jessica tiba-tiba terputus. Kira-kira.” Bella mengerang. sedikit memalukan. aku bisa membaca pikirannya—dia tak sabar ingin menginterogasimu di kelas. Aku menginginkan dia dengan cara salah seperti apa lagi? Dan cara mana yang akhirnya akan berujung pada kematiannya? Aku menggeleng. “Err. dia pasti akan menertawaiku habis-habisan. berusaha ceria lagi. Setiap detailnya. Kemudian matanya memelototi Bella..dan jujur saja.. apa dia sudah menciumnya? Ya ampun. “Bagaimanapun.

dan terjuntai di sekitar tulang selangkanya yang sekarang tersembunyi dibalik sweter. Dia mengembalikan jaketku.” Matanya menyipit. dan menggeleng. Apa yang ingin diketahuinya?” Aku tersenyum.” biarkan dia 230 .” kataku lambat-lambat.com terus. aku bertanyatanya apa Ms. pupil matanya melebar. aliran darah di balik kulitnya menderas. aku harus berlaku adil. “Dia ingin tahu apakah kita diam-diam berkencan.. “Dan dia ingin tahu bagaimana perasaanmu terhadapku. “Kurasa kau bisa mengatakan ya untuk petanyaan pertama..” Betul—dia tidak suka standar ganda. “Tidak. Cope mau membantu menukar jadwal pelajaran bahasa Inggrisku.” Matanya melebar—bukannya kaget. Aku ingat saat Mike Newton menyentuh rambutnya.. kau akan bilang apa padanya?” desakku.sebagai kenang-kenangan—jadi aku terlambat membantu melepaskannya. “Jadi. ketika itu Bella langsung menjauh. dan memakai jaketnya sendiri tanpa melihat kalau tanganku sudah siap membantu.. “Itu tidak adil. “Apa yang harus kukatakan?” “Hmm. Dia sok polos. namun cepat mengontrol ekspresiku agar tidak dilihat dia. Aku berusaha menyembunyikan senyumku saat menjawab pertanyaannya..” Dia selalu saja mencoba mengorekku ketimbang membuka pikirannya sendiri. “Tolong bantu aku sedikit. Kuraih rambut itu hati-hati agar jangan sampai menyentuh kulitnya—pagi ini sudah cukup dingin tanpa ketambahan sentuhanku—dan mengembalikannya ke balik telinga agar tidak menarik perhatianku lagi. kau tidak akan memberitahu apa yang kau ketahui—itu baru tidak adil...Diterjemahkan dari: www..pada lekuk tulangnya yang masih agak kelihatan.. Aku ingin mendengar apa yang dia pikirkan saat itu juga. terlepas dari belakang telinga.” gumamnya. tapi dibuat-buat. tanpa persiapan.stepheniemeyer. kalau kau tidak keberatan—. Sebaiknya jangan. Sejumput rambutnya yang agak basah karena kabut. Aku menimbang-nimbang bagaimana menjawabnya. dan detak jantungnya mendadak tidak beraturan. “Iihh. Aku merengut karenanya. Kami sampai di depan kelasnya—dimana aku harus meninggalkan dia. Itu menarik perhatian mataku. Kali ini reaksinya sama sekali berbeda..

” kini aku tidak bisa menyembunyikan senyumku. Dan.com yang memilih. aku akan mendengar jawabannya langsung darimu. bukan pikiranku sendiri. dan sebisa mungkin berusaha mengalihkan pembicaraan ke Jessica. Sebagian dariku sekarang sudah terbang. Tentu saja aku sedang memandangi Bella. Sesampainya di kelas jaketku kupakai. Pikiranku sedang berkeliaran ke tempat lain. Itu jadi alamiah—sealami seperti bernapas.” kataku sambil menoleh melihatnya. sebelum dia sempat menuntut jawaban lagi. 231 . Ugh. Aku berbalik lagi dan tertawa. Dan aku ingin mendengar pikirannya. harus selalu begitu. dia masih begitu.Diterjemahkan dari: www.. Aku menahan tawaku saat syok terlihat di wajahnya. Aku menyeringai begitu lebar hingga Rob Sawyer. Menyeramkan. Aku menemui kesulitan untuk tidak menjawab apapun yang ia tanya. “—itu lebih mudah daripada penjelasan lainnya. “Dan untuk pertanyaan yang satu lagi. seperti terbang. Aku ingin lari—benarbenar lari. dengan mulut terbuka. secepat kilat hingga menghilang. Aku cepat-cepat berbalik. Ada untungnya juga para guru sudah tidak pernah menanyaiku lagi. aku tidak sepenuhnya kehilangan tajiku.” bisiknya. Kadang-kadang aku juga mengawasi Jessica.” Biarkan Bella mempertimbangkan hal itu. Keharuman pekat Bella yang tertinggal pun bergelung disekelilingku.. Kubiarkan tenggorokanku terbakar supaya nanti saat bertemu lagi lebih mudah mengatasinya. Detak jantungnya masih belum teratur. “Well. yang duduk di meja sebelahku. sekedar alasan untuk mengecek apa dia masih memandangiku dengan terlongo. Dia tidak sabar menunggu jam ke empat. Untuk melangkah dengan tenang saja sudah susah. Well. Samar-samar aku menyadari pikiran syok orang-orang disekitarku—tatapan mereka bergantian ke aku dan Bella. Aku tidak bisa berkonsentrasi. Dia sedang bercakap-cakap dengan Mike Newton.” “Aku tak keberatan. “Sampai ketemu saat makan siang.stepheniemeyer. hanya badanku yang di kelas. berjengit di kursinya dan bergeser menjauh. Hari ini mungkin mereka bisa memergokiku tanpa jawaban. Namun aku tidak terlalu memperhatikan mereka.

stepheniemeyer. Aku tidak memperhatikan jalanku saat menuju kelas bahasa Inggris. mungkin. Tapi nanti lagi. Aku sendiri sepuluh kali lebih tidak sabar ketimbang Jessica. Beberapa.. Jadi sepanjang pelajaran aku mencari-cari sesuatu yang ia inginkan. dan menginginkan yang telah ia miliki. Kenapa? Mungkin tidak terjadi apa-apa antara dia dengan Edward Cullen. pikiranku terlalu fokus ke Jessica.. Jika tidak sedang memperhatikan pelajaran. seperti kebanyakan orang. tapi itu tidak membuatnya kesal. Aku akan mengirimkannya tanpa nama. Kecuali. benar-benar membaca wajah Bella untukku.. dia memikirkan adik kembarnya. Dia gelisah—dia tahu aku akan 232 . aku langsung sepenuhnya diam. Kedua kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabaran menunggu Bella datang. Pasti ada sesuatu yang dia mau. Dia kelihatan. Dan aku juga mendengarkan Angela Weber. Tapi tidak terlalu menolong buatku... Ini saatnya kelas Trigono Bella bersama Jessica. Pikirannya sangat aneh untuk ukuran remaja. Kusangka itu akan mudah.com dan sedang memikirkan daftar pertanyaan untuk Bella. Kuharap dia benar-benar memperhatikan. melainkan malas. Jessica sudah duduk di kursinya. Ketukan Jessica makin cepat ketika Bella memasuki kelas. Dia sering diminta menjaga mereka. Tapi ternyata Angela sama polosnya dengan Bella. aku tidak kebaratan membantunya. Aku tidak lupa dengan hutang budiku padanya—karena telah memikirkan yang baikbaik saja tentang Bella dan pertolongannya tadi malam. Itu sangat murah hati..murung. Itu sangat sulit.Diterjemahkan dari: www. untuk memainkan sandiwaraku sebagai manusia. pasti ada barang-barang mewah atau benda tertentu yang dia idam-idamkan..dengan begitu Edward berarti masih sendirian. ketika sampai di kursiku. Bahagia.. yang akan ia ajak ke pantai akhir pekan nanti—terhibur oleh semangat mereka dengan sikap hampir keibuan. Sebaliknya.jika tiba-tiba Edward tertarik untuk kencan.. Itu pasti mengecewakan. Wajah Bella tidak kelihatan murung.. dan menganggap impas. Aku cuma perlu terus mencari. Barangkali ini alasan dari kebaikan hatinya yang tidak lazim—dia satu dari beberapa orang yang telah memiliki yang dia inginkan. Aku sampai harus mengingatkan diriku untuk sesekali membuat gerakan.

Aku tersenyum sendiri. Kenapa dia mesti membuatku menanyakannya kata per kata? Kalau itu aku. Dia bergerak dengan enngan. aku tahu itu. sementara Bella masih melepas jaketnya untuk disampirkan di kursi. dan kecewa karena kelihatannya datardatar saja. Tawaku berusaha kuubah jadi batuk. Ugh. Aku masih sibuk dengan Jessica. lalu mengantarku pulang. “Ya—itu juga kejutan. Mengerikan. batin Jessica. “Ceritakan semuanya!” desak Jess. “Dia ngebut seperti orang sinting. Dia memerhatikan aku tidak membawa jaket semalam. Ayo cepat ceritakan! “Apa yang ingin kau ketahui?” tanya Bella setengah hati setelah dia duduk. “Bagaimana kau bisa pulang secepat itu?” Kulihat Bella memutar bola matanya dari pandangan curiga Jessica. senyuman kecil.” Itu tidak terlalu menarik. pasti lebih dari itu! Paling-paling dia bohong. Huh. Dan aku tergelak. di lamban sekali.” beritahu Bella. memotong pembicaraan Mr. “Apa yang terjadi semalam?” “Dia mengajakku makan malam. Aku akan cari tahu yang sebenarnya.com mendengar semuanya. “Tidak—aku sangat terkejut melihatnya di sana.stepheniemeyer. Kuharap Jessica tidak terlalu kecewa hingga melewatkan pertanyaan yang 233 . pasti sudah tidak sabar untuk menceritakannya. Mr. tapi aku bahkan tidak mau repot-repot mendengarkan pikirannya. lagi-lagi kecewa. Mason memelototiku. “Apakah itu semacam kencan—apakah kau memberitahunya untuk menemuimu disana?” Jessica mengamati baik-baik ekspresi Bella.” Lalu? Ayolah. tapi tidak ada yang tertipu. Aku capek mendengar rentetan pertanyaannya—aku mau mendengar sesuatu yang belum kuketahui.” Dia tersenyum. Mason. Apa yang terjadi?? “Tapi hari ini dia menjemputmu ke sekolah?” Pasti ada cerita lainnya.Diterjemahkan dari: www. Sepertinya dia menceritakan yang sebenarnya.

“Apakah dia sudah menciummu?” Please bilang ya. “Aku tahu.com kutunggu-tunggu. trukku tidak bakal sanggup—apakah itu masuk hitungan?” Hmm.. Dia tidak mungkin menginginkan hal itu. Itu pasti menyebalkan buat dia.” Yah. Nada suara Bella menyemangati Jessica. Seperti yang dia ketahui. Aku menggeleng-geleng sambil meringis. tapi tidak mungkin itu alasannya.” Entah Bella menyukai Edward atau tidak. Kuharap. “Tunggu!” Tiba-tiba dia ingat pertanyaan yang paling penting. Aku menggigil.” desah Bella. Akhirnya—dia menyadari juga situasinya. aku punya taring. Sepertinya Edward juga cukup serius. “Menurutmu hari sabtu.” gumam Bella pelan. Edward Cullen. Apakah karena melihatnya lewat persepsi Jessica maka sepertinya asumsi Jessica betul? Selama setengah detik pikiranku disela oleh bayangan—yang mustahil—tentang bagaimana rasanya jika mencium Bella.Diterjemahkan dari: www.. Bibirku pada bibirnya. dia memang menginginkannya. “Dia menawarkan mengantarku ke Seattle sabtu nanti. jaga Bella baik-baik.well.” Sial. “Well. “Aku sangat meragukannya.stepheniemeyer. karena menurut dia. Pasti ada yang aneh dengan si Edward. “W-o-w.” tegas Bella. Lalu ceritakan setiap detailnya! “Belum. kalau begitu. Aku mengerutkan dahi.. Ha. lalu memperhatikan lagi.?” desak Jessica lagi. Bella memang terlihat kecewa akan sesuatu. “Bukan begitu.. batu-dingin pada kehangatan.” Jessica menjawab pertanyaan Bella. Dia juga pasti tahu. “Jadi. 234 . Kemudian dia mati.. merasakan kelembutannya yang seperti sutra.. ini berita besar. Bella bahkan terlihat lebih kecewa ketika berkata. lalu dia menunduk... Sepertinya Bella juga mengharapkannya. kalian akan berkencan lagi?” desak Jessica. Bagaimana INI bisa terjadi? “Ya. ya.. Dia tidak mungkin mau sedekat itu dengan gigiku.. jika bukan Bella-nya yang aneh. memandangi tangannya.

“Dan barangkali umurnya 19 atau 20. dan baru sadar aku memang belum pernah mengucapkan kata-kata itu. “Sangat. banyak. Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa aku jatuh cinta padanya? Kuulang kembali seluruh pembicaraan kami berdua. AYOLAH. sangat sedikit. “Well. Dia mengekang kekesalannya agar bisa meneruskan pertanyaannya. “Lebih baik lagi..” Bella ragu sejenak. Sikapnya selalu misterius. baiklah. Wow. Sepertinya itu tidak terlalu relevan..” Sangat. Namun tetap saja. dan aku hampir saja berdiri. Mestinya kau lihat pelayan restoran merayunya—terang-terangan sekali. Aku bahkan tidak menyangka Bella menyadari hal itu.” “Kurasa begitu. akan kuceritakan satu.” Aku pasti tidak setransparan dan se-lepas kendali seperti yang kupikir.stepheniemeyer. Menarik..Diterjemahkan dari: www.. Aku tersenyum lebar. Tapi dia tidak memerhatikan pelayan itu sama sekali.” Detail yang aneh untuk diceritakan.. Kami membicarakan tentang tugas esai bahasa Inggris. Bella! Ceritakan detailnya. Jess.” Bella terlihat syok. Jessica menanggapinya dengan lebih serius ketimbang aku..com “Apa yang kalian obrolkan?” Apa kau bicara dengannya. sedikit.” Sesaat Jessica ingat ketika ia dan Mike kencan senin kemarin—Mike bersikap terlalu sopan dengan si pelayan. “Tapi sulit mengetahuinya. Tebakan Jessica tidak terlalu melenceng.” ujar Bella. Dia mengusir ingatan itu dan kembali.” ucap Bella tidak yakin. “Ayolah. “Entahlah. Tapi rasanya ungkapan itu sudah terbalut dalam setiap kata yang kuucapkan. Oh. dia pasti menyukaimu. Pasti urusan perempuan. atau kau justru membuatnya harus bertanya satu persatu seperti ini? Aku tersenyum kecut.. yang menurut Jessica sama sekali tidak cantik. “Kenapa?” 235 .dengan pengamatan yang ia punya.. Apakah pelayan itu cantik?” Hmm. Bagaimana caranya kau bisa duduk di samping seorang model dan mengobrol dengannya? “Aku tidak mengira kau berani sekali hanya berduaan dengannya. “Itu pertanda baik.

Bella tersenyum.” Lihat. “Jadi. “Ya..stepheniemeyer. well. Bella tidak melihat ke Jessica. “Dia jauh lebih dari pada sekedar sangat tampan. “Apakah itu mungkin?” Jessica terkikik. “Seberapa suka?” desak Jessica. Orang normal pasti sudah berbunga-bunga.” desah Jessica. Aku takkan tahu apa yang harus kukatakan padanya.” Apa istilahnya yang tepat? “Mengintimidasi.” tukas Bella. Oooh. “Tapi aku memang punya beberapa masalah dengan logika ketika bersamanya.” Dia pasti sekedar menghibur Jessica. Mirip.” Bahkan tadi aku tidak bisa bicara dengan benar.” Tatapan Bella tiba-tiba jadi dingin. padahal dia cuma mengucapkan selamat pagi.” “Maksudku. Aku seperti bicara dengan anak TK. Dia terus memandang ke kejauhan. Barangkali jika kutanyakan dengan bahasa yang lebih sederhana. Bella terlihat begitu terkendali ketika bersamaku. Jessica sendiri tidak menangkap perubahan itu. dan lebih melimpah. tapi lebih dalam. Aku pasti kelihatan seperti orang idiot. Pancaran matanya mirip seperti ketika sedang tersinggung.. “Aku tak bisa menjelaskannya dengan tepat. Hhh. “Sungguh? Seperti apa?” Bella menggigit bibirnya sebelum menjawab. tapi dia jauh lebih luar biasa di balik wajahnya. Ha ha. “Dia memang luar biasa tampan. tatapannya berubah tidak fokus seakan sedang memandangi sesuatu yang jauh..com Reaksi yang aneh. kau benar-benar menyukainya?” “Ya. “Oh. Bella tidak menoleh..Diterjemahkan dari: www. dia tersipu-sipu! Ya. aku sedang melihatnya.” Dia berpaling dari Jessica. Yang kurasakan saat ini mirip dengan yang kurasakan ketika Carlisle atau Esme menyanjungku lebih dari yang sepantasnya. 236 . mengabaikan Jessica. Jangan berlagak bodoh—tidak ada yang lebih baik ketimbang wajahnya! Kecuali mungkin badannya. kau menyukainya?” Badanku membeku. Akhirnya muncul juga. Memangnya menurut dia yang kumaksud apa? “Dia begitu.

Wajah Bella bersemu merah—aku hampir bisa merasakan hangatnya. Rasanya aku seperti tidak dihargai. Mike bertanya tentang aku? Perasaan senang membuat pikiran Jessica jadi melunak. Kuharap Jessica bisa mendapatkan semua jawaban yang kutunggu saat jam pelajaran selesai. Aku lebih banyak mendengar pelajaran di kelas Bella ketimbang di kelasku sendiri. juga jawabanmu!” Jelas. Aku mengerti apa yang dia lakukan—menyerang adalah pertahanan yang terbaik. Jam makan siang tidak datang-datang juga.” “Katakan apa persisnya yang dikatakannya. tapi sesekali Jessica melirik ke Bella. “Terlalu suka.” bisiknya. Sesuatu yang sudah sangat-sangat jelas. Kenapa satu menit jadi terasa seabad untuk mahluk abadi sepertiku? Kemana larinya akal sehatku? Rahangku terkatup rapat selama jam pelajaran Mr. Varner. Sesaat setelah bel bunyi. Varner tanyakan? “Mmm. cuma itu yang bisa kudapat dari Jessica hari ini.com Ruang kelasku mungkin saja diguncang gempa dan aku tidak menyadarinya. Lebih dari dia menyukaiku? Barangkali dia memang masih perlu dibawa ke psikiater. Nomer berapa Mr. Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. tanpa sindiran seperti biasanya. “Kau bercanda! Apa katamu?” “Kubilang kau sangat menikmatinya—dia kelihatan senang. Ucapannya tak beralasan. Bella menoleh ke Jessica.Diterjemahkan dari: www. Bella tersenyum seakan sedang 237 . Bella dan Jessica tidak bicara lagi. Aku butuh waktu sebentar. Satu kali.” Sial! Apa tadi yang Mr. wajahnya sempat bersemu merah tanpa alasan yang jelas. dan menggertakan gigi. Varner?” Untung Jessica tidak bisa menanyai Bella lagi. Aku melihat ke jam. “Lebih dari dia menyukaiku.stepheniemeyer. Apa coba yang dipikirkan gadis itu? Lebih dari dia menyukaiku? Darimana dia dapat ide itu? Tapi aku tidak tahu bagaimana mengatasinya? Apa coba itu artinya? Aku tidak bisa menemukan penjelasan yang rasional dari perkataanya. Mike bertanya apakah kau mengatakan sesuatu tentang Senin Malam. “Di kelas Inggris.” kata Bella sambil tersenyum. Tapi Bella lebih cepat dari dia. entah bagaimana jadi terpelintir di dalam otaknya yang ganjil.

matahari akan bersinar cerah akhir pekan nanti. kan?” dia terlihat. Aku cuma perlu bersabar beberapa hari lagi. tapi jelas berguna. Coach Clapp menyudahi permainan. “Hari ini kau tidak akan duduk bersama kami. Aku menghela napas saat berjalan ke arah yang berlawanan dengan Alice. Aku berjalan dengan malas ke ruang gimnasium bersama Alice. terutama Emmet. Kami selalu malas jika menyangkut aktivitas fisik bersama manusia. Sombong.berseri-seri. Kami semua membenci pelajaran olahraga. pada saat makan siang nanti akan lain ceritanya.. Aku sudah cukup mendengar tentang Mike Newton selama dua minggu ini. dia gagal memukulnya. Hanya kadang-kadang Aku saja mengecek pikiran Jessica selama jam pelajaran selanjutnya. Selamat bersenang-senang. Aku bersandar di depan kelas Bella. Aku harus lebih berhasil ketimbang Jessica. Aku berdiri cukup dekat hingga bisa mendengar suara Jessica dari balik tembok. seakan dia telah memenangkan ronde ini. Mengalah dalam pertandingan bertentangan dengan filosofi hidupnya. Alice memutar-mutar raketnya sambil menatap ke langit-langit. Well. Kurasa kau tidak mau menyampaikan salamku untuk Bella. Aku tidak tahan dengan obsesinya pada Mike Newton. Sudah untung dia masih hidup. Ini memberiku cukup waktu untuk ke kelas Bella sebelum dia keluar.. Akan kupastikan itu. Kau mungkin perlu mengatur ulang rencanamu. Apa semua paranormal memang sombong? Sekedar informasi. sama jelasnya dengan suara pikirannya. Ini hari pertama bermain badminton. Sebalum kepalaku meledak. Dia berjanji ke dirinya sendiri akan mengulang lagi besok.com memikirkan hal yang sama. Aku mendesah bosan. Pelajaran olahraga hari ini lebih parah dari biasanya—aku hampir sekesal Emmet. Berani 238 . Dengan geli aku bersyukur dia melewatkan sarapannya—percobaan awal untuk diet—dan rasa lapar yang diakibatkannya membuat dia ingin cepat-cepat mencari makan. batin Alice saat dia bergegas menemui Jasper. Alice jadi pasanganku. mengayunkan raketku dengan sangat-sangat pelan untuk mengembalikan kok nya ke seberang net.stepheniemeyer. kan? Aku menggeleng jengkel.. menunggu. Lauren Mallory jadi lawan kami..Diterjemahkan dari: www.

Rupanya ini ada kaitannya dengan jurang perasaan yang dia bayangkan. “Sampai nanti. Dia tidak bicara apa-apa sampai aku mengambil makanan untuk dia. jadi kami diam saja selama berjalan ke kafetaria.wow. Kuharap Edward cepat bosan dengan Bella. namun tiap kali bertemu pandang. Tanpa sadar dia memain-mainkan resleting jaketnya. dari melihat ekspresiku. Lebih dari dia menyukaiku. Anehnya. dan mengganti-ganti tumpuan kakinya dengan gugup. Wajahnya makin cerah.. masih belum yakin. berhenti beberapa langkah dariku. “Kurasa tidak. “Kau tidak mengambil itu semua untukku.” Kelihatannya dia tidak tahu harus berkata apa lagi. dengan ragu.. Oh. Aku sekarang cukup mengenalnya untuk yakin bahwa bukan takut yang membuatnya ragu. Ini cuma rasa terbakar yang sudah sering kurasakan.” Bella menghampiriku. Huh.Diterjemahkan dari: www. sama-sama tercengang ketika melihatku. Atau barangkali dia sadar. Dengan mudah bisa kuabaikan. Wow.stepheniemeyer. Mike sih cukup manis tapi. Bella nampak resah ketika berjalan di antrian. Pipinya merona merah muda.” jawab Bella. pasti ada banyak yang tidak ia ceritakan. 239 .. “Apa yang kau lakukan?” desisnya pelan. pasti ada lebih banyak lagi yang tidak Bella ceritakan. Baik sekali dia. seakan malu. Barangkali aku akan meneleponnya nanti malam.com taruhan. Tapi aku cuma bisa mendengar pikiran Jessica. Jaketku bekerja dengan baik—aromanya jadi tidak setajam biasanya. Aku tidak tahu kesukaannya apa—belum tahu—jadi aku mengambil satu dari tiap makanan yang ada..atau mungkin aku tidak usah menyemangatinya. dia langsung menunduk. pasti itu. Bukannya tadi aku sudah janji akan makan siang bersamanya? Apa yang dia pikir? Mereka keluar kelas berdua. Apa ini karena ada begitu banyak orang yang menatap kami? Mungkin dia bisa mendengar bisikanbisikan mereka—gosip yang terucap tidak beda dengan isi kepala mereka. Bella. “Hai. Sangat absurd! “Halo. bahwa dia dalam kesulitan. Dia sering melirikku.” sapaku dengan suara parau.

” Aku tertawa. Aku mengambil yang terdekat.” Alisnya terangkat skeptis.. jika mereka sedang memperhatikan. ya kan?” Hidungnya mengerut dan ia tersenyum.. Semuanya tampak berbeda sekarang. Mestinya aku terlebih dulu mengatakan sesuatu ke mereka. Dia duduk di sebrangku lagi.Diterjemahkan dari: www. “Apa yang kau lakukan bila ada yang menantangmu makan?” Dia mengucapkannya dengan sangat pelan hingga tidak mungkin ada orang yang bisa mendengar. “Aku pernah melakukannya. “Ambil apa saja yang kau mau.com kan?” Aku menggeleng.” keluhku. Aku mengeluh saat memikirkan harus memuntahkannya lagi nanti. Tanpa melihat aku tidak tahu apa yang kumakan. Sepertinya itu sudah berlalu lama sekali. Kagum. ya kan? Dilihat dari bahasa tubuhnya begitu. “Aku penasaran. tapi tidak berkomentar.. Ini bagian dari bersikap ksatria. Gumpalan makanan itu bergerak pelan dan tidak nyaman di tenggorokanku. Bentuknya tipis dan padat. ketika ditantang.” Dia mengambil sebuah apel dan memutar-mutarnya di tangan. Bagian yang tidak menyenangkan. dan membawa nampannya ke kasir.. Menjijikan! Ekspresi Bella syok. “Kau selalu saja penasaran. kau bisa melakukannya. “Kalau seseorang menantangmu makan kotoran. Telinga keluargaku lain lagi.stepheniemeyer. menyembunyikan ekspresi jijik di wajahku. Tidak terlalu buruk. Kudorong nampannya ke dia. dan menatap matanya sembari menggigit apapun ini. sama menjijikannya dengan semua makanan manusia lainnya. baiklah. Aku mengunyah cepat-cepat dan menelannya. Nanti biar 240 . Sorot matanya menyelidik. aku mengajaknya duduk di tempat kami bicara minggu lalu. Ini bukannya aku belum pernah makan sebelumnya.” Mereka terlihat nyaman. Setelah membayar makanannya.” Benar-benar kejutan. Oh. “Kurasa aku tidak terkejut. “Tentu saja separuhnya untukku.

pengalaman tujuh belas tahunnya yang pendek. Aku mesti memulainya pelan-pelan. setelah kulihat—bertanya-tanya bagaimana memulainya.. Tetap saja. aku membayangkan meremukkan Mike Newton sewaktu di kelas Biologi? Tapi tidak mungkin dia percaya bahwa perasaan manusianya. “Kau benar-benar tidak memerhatikan?” Dia pikir ada perempuan lain yang bisa mengalihkan perhatianku darinya. “Perempuan malang. Tapi dia tidak pernah memperlakukanku berbeda— paling tidak. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengatasinya.sempurna.” Kusorongkan sisa makanannya ke Bella—pizza.stepheniemeyer. Cukup bisa dipahami. Dia senang aku tidak tertarik pada pelayan itu. Aku memikirkan banyak hal.. Sudah berapa kali.. bukan fantasi. kukira dia akan memperlakukanku dengan cara yang berbeda. Aku bertemu pandang dengan tatapan penasaran Jessica. seperti sesuatu yang lain. Edward mencondongkan tubuhnya ke Bella seperti seharusnya jika dia tertarik pada Bella. “Jessica sedang memerhatikan semua tindak-tandukku. bisa lebih kuat dari hasrat abadi yang telah terbangun selama satu abad dalam diriku. Dia terlihat tertarik.. Dia menggigit sisa pizza tadi.. Jessica menghela napas. Itu membuatku takjub. “Nanti dia akan memaparkannya padamu. Lagi-lagi absurd. Hmm. melihat begitu percayanya dia padaku.. 241 . “Jadi pelayannya cantik..” Diantaranya perhatianku tertuju pada blus tipis yang membalut tubuhnya. ya?” Dia mengangkat alisnya. Realita. coba. Barangkali sebaiknya aku tetap dengan Mike saja. Rasa frustasiku kembali muncul. cekikikan ke teman sebelahnya. Untungnya sekarang dia memakai sweter jelek ini. “Tidak. Dia terlihat..” ujar Bella sambil tersenyum. Yumy. Tentu saja dia tidak tahu aku punya liur berbisa yang beracun—meski tidak akan menular dengan cara seperti itu. tidak dengan cara yang negatif.com kuberitahu ke Bella. kata-kata itu terulang kembali di kepalaku: lebih dari dia menyukaiku.” Aku memberitahu Bella.Diterjemahkan dari: www. dan dia langsung berpaling gugup.

. Tapi toh aku mengharapkannya.” gumamnya. Tentu saja aku mengharapkannya. Aku ingin tahu apa yang kau pikirkan—semuanya.com “Sesuatu yang kau katakan pada Jessica.. Dan itu menarik perhatianku. Meski begitu.” “Lalu apa?” Dia mencondongkan tubuh ke depan. “Aku sudah mengingatkan bahwa aku akan mendengarkan. Tapi itu tidak akan membantu pembicaraan ini. “Well. itu menggangguku. Pasti kulitnya halus sekali. Aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi itu. “Apa?” “Membuatku terpesona. “Tapi bukan itu masalahnya sekarang. tidak seharusnya aku berharap dia peduli padaku. perintahku pada diriku. Fokus. “Kau tak bisa mencegahnya.” Aku tidak sanggup membuat suaraku tetap santai. “Aku tidak terkejut kau mendengar sesuatu yang tidak kau sukai. kau tidak sepenuhnya benar.” 242 .” Dia menghela napas lagi. sambil menatap mataku hati-hati. kau tidak memikirkan beberapa hal.. Aku masih tidak percaya bisa melakukannya. “Kau melakukannya lagi. “Memang. yang dia maksud saat aku membuatnya menangis. napasnya terhenti.” akunya. “Bukan salahmu. “Apakah kau benar-benar yakin kau lebih peduli padaku daripada aku padamu?” Buatku pertanyaan itu terdengar menggelikan.” Dia langsung mengambil sikap defensif. Matanya melebar. Aku tahu.” Ah.. Kau tahu kan apa kata pepatah tentang tukang nguping.Diterjemahkan dari: www. Tangan kanannya memegangi leher. begitu pepatahnya. Kemudian dia berpaling. berkedip cepat.” Hmm. seakan kata-katanya campur aduk.” gerutunya dengan bersungut-sungut.” Lagi-lagi separuh bohong.stepheniemeyer.” “Dan aku sudah mengingatkan tidak semua yang kupikirkan baik untuk kau ketahui. Aku juga tidak yakin aku tidak mau membuatnya begitu. “Itu sama saja.” Tukang nguping tidak akan pernah mendengar sesuatu yang baik buat diri mereka.. Penyesalan membuat suaraku makin parau. “Oh.. Aku hanya berharap. Dia menghela napas pelan.

Dia mengatupkan tangan. “Apa yang membuatmu berpikir begitu?” Aku bertanya-tanya. atau ya. Dia memandangi meja. dengan sia-sia aku berharap bisa mendengar pikirannya. dia lah yang meremehkan perasaanku. Untuk kesekian kali. Ada nada sendu pada suaranya. “Ya.” Cuma itu yang dia katakan. aku bisa sabar. dia tidak pernah menangkapnya. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk mengelak. tidak memberitahu apa-apa. aku benar-benar berpendapat begitu. dengan kerut diantara alisnya. karena dia benar-benar mempercayainya. Tidak penting bahwa rasanya aku telah mengungkapkan perasaanku dengan jelas. tapi dia mengangkat jarinya untuk mencegahku bicara. “Kau salah. Aku hampir memohon padanya untuk memberitahu apa yang sedang berkecamuk dalam pikirannya.stepheniemeyer. pasti sangat sulit buat dia untuk mengakui itu.” gumamnya ragu-ragu. Selama dia cuma mengatur pikiran.” Aku meyakinkan dia. masih menghindari tatapanku. “Well. Atau.com “Apakah kau akan menjawab pertanyaanku?” desakku. kau benar-benar berpendapat begitu?” tanyaku tidak sabar. Dia menatapku balik. Pasti dia mendengar kelembutan dalam suaraku. kau akan menjawab. dan sambil menggigit bibir. aku tidak yakin—aku tidak tahu caranya membaca pikiran—tapi terkadang rasanya seolah kau 243 . terlepas dari kenyataannya.” bisiknya pelan.” jawabnya pelan. Tapi yang sebenarnya terjadi. “Ya. “Kadang-kadang. Aku jadi sadar.. aku bisa pura-pura sabar. “Ya. Giginya mulai menggigit bibirnya. Tatapannya misterius.Diterjemahkan dari: www. Dia mengamati tangannya seakan itu milik orang lain saat dia mulai bicara. yang menanyakan perasaan Bella duluan sebelum menyatakan perasaannya. Dan dia tersipu lagi. Dan aku tidak jauh beda dengan si pengecut Mike Newton. “Kau tak bisa mengetahuinya. yang pasti..” pintanya. Menurutnya aku meremehkan perasaannya karena aku tidak bisa mendengar pikirannya. Bella menatapku. “Biarkan aku berpikir. mengait dan menguraikan jemarinya yang mungil.

Dia pikir dia biasa-biasa saja? Dia pikir. 244 . kecanggungannya cukup lucu juga.paling indah. Aku buru-buru menyangkal asumsinya. Aku tidak menganggap takdir gelap yang memburunya menggelikan. bahkan kata-kata itu tidak cukup untuk melukisan dirinya. Aku sedang melihatnya. “Kau sendiri tidak melihat dirimu dengan jelas. Namun begitu. aku jauh lebih baik dibanding dirinya? Berdasar perkiraan siapa? Orang konyol yang berpikiran picik seperti Jessica atau Ms. Kemudian aku melihat dengan ngeri saat ekspresinya berubah terluka.stepheniemeyer.” kataku padanya. mengingat-ingat kata pertama dari penjelasannya.. Mustahil karena Bella tidak menginginkan satupun dari mereka. Apa maksudnya? “Aku sangat biasa-biasa saja. meski tidak terlalu mengerti maknanya. Menggemaskan. dan aku begitu canggung sehingga bisa dibilang nyaris tak berdaya. Yang kemudian berubah menjadi fantasi-fantasi yang mustahil.Diterjemahkan dari: www. dan menghela napas. aku ingat harapan dan getaran hati. entah bagaimana. “Well.” Ah.. Dan dia tidak menyadari hal itu.” Aku tertawa kecut.. Cope? Bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa dia adalah perempuan paling cantik.. “Kuakui kau benar tentang hal-hal buruk itu. “Tapi justru itulah kenapa kau salah.” Dia menjelaskan. yang jadi pikiran mereka waktu itu.. ya kan? Sadarkah dia bahwa hanya karena diriku lemah dan egois maka aku tetap ada disini? Apa dia memandang remeh perasaanku hanya karena itu? “Peka.” Aku berhenti sebentar. Dia menangkapnya. “Apa maksudmu dengan 'kenyataannya'?” “Well. Kata itu menggangguku. lihat aku. Apa mungkin dia mau percaya jika kukatakan dia itu cantik luar-dalam? Mungkin dia lebih percaya dengan bukti..” ujarnya. seakan sedang menegaskan sesuatu yang sudah sangat jelas. Sedang kan kau?” dia melambaikan tangan ke arahku.” Dia tidak mendongak. Yang dari tadi kulakukan adalah melihatnya.” bisikku. “Tapi kau tidak mendengar apa yang dipikirkan setiap laki-laki di sekolah ini tentangmu pada hari pertamamu di sini. kecuali untuk hal-hal buruk seperti pengalaman yang sangat dekat dengan kematian.com berusaha mengucapkan selamat tinggal ketika kau mengatakan sesuatu yang lain.

tidak memiliki malaikat pelindung untuk menjaganya tetap aman. ucapanku telah membuatnya marah. aku bersikeras bahwa itulah yang seharusnya terjadi. Sementara wajahnya kosong karena terkejut. Dia pantas memperoleh kehidupan.” gumamnya. “Dan pikirmu aku takkan melakukan hal yang sama?” Dia sangat marah—begitu lembut dan rapuh. supaya kau tetap aman. “Seandainya meninggalkanmu adalah sesuatu yang harus kulakukan. Akulah yang paling peduli. paling tidak dia memiliki vampir pelindung.” sanggahku dengan suara tertekan. Bella bukan untukku. “Aku tak percaya.” Dia tersenyum juga. Senyumku pasti sombong.” Apakah aku akan bisa jadi cukup tidakegois untuk melakukan apa yang seharusnya? Aku menggeleng putus asa.” Karena sudah mengatakannya.Diterjemahkan dari: www. memunculkan kerut diantara dua mata itu. karena seandainya aku bisa melakukannya. Bagaimana mungkin dia bisa menyakiti orang lain? “Kau takkan pernah perlu membuat keputusan itu... Kini sorot prihatin menggantikan amarah di matanya. Dia mendelik padaku. Well. yang begitu baik dan rapuh seperti dia. “Tapi aku tidak mengucapkan selamat tinggal.” “Tidakkah kau mengerti? Itu yang membuktikan bahwa aku benar. “Percayalah sekali ini saja—kau bukan manusia biasa. 245 .. bisa kulihat itu.stepheniemeyer.” dan memang itu yang seharusnya.” Keberadaannya sendiri saja cukup jadi alasan untuk menghargai seisi dunia lainnya. Aku harus bisa mendapatkan kekuatan itu. batinku dengan humor gelap.. bukan seperti yang Alice lihat di masa depan. menyadari besarnya perbedaan diantara kami. Satu lagi yang mesti dia biasakan. Entah bagaimana. dan buru-buru mengubah topik pembicaraan. Dia menatapku. “Akan kusakiti diriku sendiri demi menjagamu agar tidak terluka.” ucapnya santai. Aku senang dengan alasan itu. Dia tidak terbiasa dengan pujian. “Tentu saja menjagamu tetap aman mulai terasa seperti pekerjaan purnawaktu yang senantiasa memerlukan kehadiranku. “Tak seorangpun mencoba membunuhku hari ini.. Aku tersenyum. Dia merona. ya kan? Tidak ada itu malaikat yang sembrono. Pasti ada yang salah dengan dunia ini jika seseorang.com Padaku lah Bella mengatakan ya..

Gambaran mobil favoritku hancur berkeping-keping membuatku kesal—meski tahu aku pantas menerimanya. Aku mesti menyembunyikan Aston Martinku jika dia masih belum juga tenang saat sekolah usai. “Belum.Diterjemahkan dari: www. Dia bisa menebak Bella tahu terlalu banyak dari isi pembicaraanmu. Edward. akan lebih parah lagi andai aku tidak langsung memberitahu yang sebenarnya. atau kah itu hanya alasan untuk menolak semua penggemarmu?” Dia cemberut. aku belum memaafkanmu untuk masalah Tyler. akan apa yang bakal terjadi seandainya Rosalie baru tahu ketika di rumah. Kugeser jauh-jauh histeria pikiran Rosalie yang masih belum berhenti. Kukira dia akan menyangkal setiap usaha untuk melindunginya. Tangannya merangkul erat pundak Rosalie—menahannya.com Kemudian selama setengah detik wajahnya berubah spekulatif sebelum kemudian tatapannya jadi misterius lagi. sesal Alice dalam hati. Rose. Sori. “Aku punya pertanyaan lain untukmu. “Apakah kau benar-benar harus ke Seattle sabtu ini. Percayalah.dan. Aku mengernyit pada gambaran yang mengikutinya.” Aku tergelak mengingat ekspresi syoknya.” kudengar bisikan Emmet dari seberang kafetaria. well. Tidak satupun cerita horor tentang diriku 246 . dan aku tidak mau menyia-nyiakannya.” “Oh. Siang ini waktuku bersama Bella tidak terlalu banyak. Itu semua salahmu.. “Tenanglah.” tambahku datar. DASAR EGOIS! Tega-teganya dia melakukan hal itu pada kita! Teriakan murka pikiran Rosalie memecah konsentrasiku..stepheniemeyer. Biar kutangani mereka nanti.” ujarnya sambil tersenyum.” Secara mengejutkan dia sependapat. “Belum.” “Tanyakan saja. dia akan mengajakmu sendiri tanpa bantuanku—aku cuma ingin melihat reaksimu. sehingga dia mengira aku akan pergi ke prom bersamanya. dimana dia tidak perlu menahan diri untuk melindungi identitasnya. “Kau tahu. Dan aku jadi teringat dengan peringatan Alice tadi. Tega-teganya dia. Jasper juga tidak terlalu senang dengan keputusanku.

“Apakah kau sedang bicara tentang fakta bahwa kau tak bisa berjalan di permukaan rata tanpa tersandung?” “Tentu saja. Aku kembali dari ingatan itu... sangat pas dalam rengkuhan tubuhku. Tergantung siapa yang memimpin dansanya. perasaanku meluap gembira pada bayangan merangkulnya pada saat berdansa—dan pasti dia memakai sesuatu yang cantik dan indah ketimbang sweter jelek ini. Kurasa itu tetap adil.” “Itu bukan masalah..dan aku senang pada ide untuk memenuhinya—hampir sebesar kecemasanku pada ide itu sendiri. Aku lebih bisa mengingat sensasinya ketimbang kepanikanku waktu itu. Sabtu nanti matahari akan bersinar.stepheniemeyer. “Kau tak pernah melihatku di kelas olahraga.com bisa membuatnya sesyok itu. tapi tanpa memberinya pilihan untuk tidak bersamaku. mencegah dia mendebat soal kecanggungannya. Aku bisa memperlihatkan diriku yang sebenarnya. Tapi aku kemudian akan membatalkannya—berpura-pura sakit atau mengalami cedera pergelangan kaki. Aku tahu tempat yang tepat untuk mengambil resiko itu. atau kau tidak keberatan kita melakukan sesuatu yang berbeda?” Sedikit rumit—memberinya kesempatan untuk memilih. Lagipula tadi malam aku sudah janji padanya..” Ah. Dengan sangat jelas aku ingat bagaimana tubuhnya terasa dibawah pelukanku setelah menyelematkan dia dari terjangan van.. “Apakah kau sudah mantap ingin ke Seattle..Diterjemahkan dari: www. “Kalau aku mengajakmu.” Benar-benar aneh. tapi kupikir kau bakal mengerti. seperti yang jelas-jelas ingin dia lakukan. Jalan pikirannya benar-benar ruwet. jika aku cukup berani untuk menghadapi kengerian dan kejijikan dia. 247 . Kebenaran tidak membuatnya takut. seakan kecewa aku tidak langsung mengerti. “Kenapa kau melakukan itu?” Dia menggeleng.” Selama sepersekian detik. Dia ingin bersama denganku. “Tapi kau belum bilang—” kataku buru-buru. Dia terasa begitu hangat dan lembut. apakah kau akan menolak?” “Mungkin tidak.

aku tidak sendirian. panggil Alice mendesak. aku menatap ke sinar cerah matahari. yang belum pernah dikunjungi siapapun selain diriku. pada salah satu penglihatannya yang tidak terlalu lama—salah satu dari penglihatan kabur dan bekedip-kedip yang Alice tunjukan padaku di pagi ketika Bella kuselamatkan dari terjangan van. dia secara spesifik bertanya apakah aku pergi sendirian. tapi rasanya dia tidak akan bertanya lagi.” Aku memutar bola mataku. Pikirannya diliputi kengerian yang tidak cocok dengan penglihatan itu. pelangi menari di depan wajahnya. Tapi aku punya satu permintaan. Dalam penglihatan yang berkedip-kedip itu. Alice mengenalinya juga. “Dari semua hal dalam diriku yang bisa membuatmu takut.stepheniemeyer. Bella memandangiku. tidak mendengar apa-apa. tempat dimana aku akan mengajak Bella—sebuah padang rumput kecil.” Setuju. Juga karena cara menyetirmu membuatku takut. salah satu dari penglihatan Alice. Edward! 248 .Diterjemahkan dari: www. karena dia telah melihatku disana. Dan sekarang semuanya jelas—Bella bersamaku disana. kau malah takut dengan caraku mengemudi. Kalau dia bertanya lagi. terutama karena waktu kubilang kepada Charlie akan pergi ke Seattle. Mendadak. Jujur saja. matanya tidak bisa dijajaki. Aku mencintainya. tapi dengan syarat. memang ya. tempat aku biasa menyendiri—cukup jauh dari jalan setapak atau pemukiman penduduk hingga bahkan pikiranku bisa tenang. Tempat sunyi yang indah.” Aku menggeleng tak percaya. itu mungkin. tapi kenapa ngeri? Apa maksudnya dengan tempat yang sama? Kemudian aku melihatnya. Apa yang dia inginkan? “Apa?” “Boleh aku yang mengemudi?” Apa ini idenya untuk melucu? “Kenapa?” “Well. dan meninggalkan truk di rumah akan membuatnya bertanya-tanya. jalan pikirannya betul-betul terbalik. Tegang.com “Aku terbuka untuk tawaran lain. batin Alice. Itu tempat yang sama. dan waktu itu. Edward! teriak Alice nyaring. barangkali aku tidak akan berbohong. Itu tempat yang sangat kukenal. Berarti aku berani mengambil resiko itu. Edward.

kau akan melewatkan hari itu bersamaku?” Kuusir lebih jauh lebih penglihatan itu. “Dan kau akan memperlihatkan padaku yang kau maksud mengenai matahari?” Mungkin. Kuusir jauh-jauh Alice. “Kalau kau tidak ingin. berduaan denganku. menjaganya agar tidak terlintas di pikiranku. Sama sekali tidak mungkin itu bisa terjadi... Meski begitu..Diterjemahkan dari: www. aku terlanjur tidak bisa mengimbangi suasana hati Bella. Aku bertanya dengan nada serius dan agak muram. Dan aku berjuang untuk bisa kembali menikmati momen santai ini. Tapi. Banyak hal telah berubah. Hal itu tidak layak mendapat perhatianku.. juga penglihatannya yang keliru. dia tersinggung. dari pikiranku.com Aku langsung mengusirnya. sudah tidak relevan lagi. Aku akan melanjutkan seakan aku tidak mendengar atau melihat apa-apa.” Bella langsung mengerti yang kumaksud. Dia pasti salah. Alice pasti salah. seperti yang sudah-sudah. Untuk 249 . atau itu terlalu cepat untuk dia? Aku fokus pada dirinya. “Ya. Aku khawatir memikirkan masalah yang mungkin menimpamu di kota sebesar itu. berbohong selalu lebih baik. dan kau bisa ikut bersamaku kalau mau. Sangat salah. “Phoenix tiga kali lebih besar daripada Seattle—itu baru jumlah populasinya. Bella menatap wajahku penasaran.. Aku tersenyum pada kemungkinan itu. “Lagi pula.” ucapnya yakin akan hal itu.. pada pembicaraan yang belum selesai ini. reaksi dia besok akan berbeda dari yang kukira. “tidakkah kau ingin memberitahu ayahmu. Keliru.stepheniemeyer. Dan itu penglihatan yang sudah sangat lama. Dia tidak mencintai Bella seperti aku mencintainya. memangnya kita mau kemana?” Alice pasti salah. aku tetap tidak ingin kau pergi ke Seattle sendirian. Penglihatannya mustahil. “Dengan Charlie. menunggu persetujuanku atas permintaannya. “Jadi aku akan menghilang untuk sementara.” Bibirnya mengatup rapat. melihat sesuatu yang tidak mungkin. “Prakiraan cuacanya bagus.” kataku pelan sambil berusaha mengatasi kepanikan dan kebimbanganku. Apa dia sempat melihat kekalutanku. matanya jadi cerah dan bersemangat. Tidak sampai setengah detik telah berlalu.” Dia belum bilang ya.

“Sebagai satu alasan kecil bagiku untuk memulangkanmu. Kenapa Alice mesti menunjukan penglihatan itu sekarang? Bella menelan ludah.” sanggahku. “Karena itu sudah terjadi. Bukan. “Jadi.” ujarnya sependapat.” “Kenapa aku harus repot-repot melakukannya?” tanyanya ngeri. “Kita bicara yang lain saja. menyela pembenarannya. Kenapa dia tidak menganggapku sebagai monster.” Dia bisa bersamaku selamanya dan itu tetap masih belum cukup. kemudian menatapku lama. tiap detik mengubah dirinya sementara aku tidak akan pernah berubah. Apa yang dia lihat? “Kurasa aku akan mengambil resiko itu. Aku tidak boleh berpikiran seperti itu. seperti yang semestinya? “Apa yang ingin kau bicarakan?” Matanya bergerak ke kiri dan ke kanan. itu lebih karena instingnya yang terbalik.com ukuran—” “Tapi nyatanya. bertanya-tanya kenapa dia begitu tidak peduli dengan apa yang sudah jelas-jelas di depan mata. “Aku tahu. “Meski begitu. kau harus memberitahu Charlie. Rosalie menatapku murka. aku tak keberatan berduaan saja denganmu. Itu cuma mainan.” desisku. Dia mesti memberiku kesempatan—satu orang saksi untuk membuatku tetap waspada. yang sedang melirikku dengan tatapan memperingatkan. lebih baik kau berada di dekatku. seakan sedang memastikan tidak ada yang 250 .” Aku menghela napas. Kami tidak punya waktu selamanya.stepheniemeyer. Tiap detik berjalan lebih cepat dari sebelumnya.” saran Bella tiba-tiba. Aku mendelik ke dia. insiden yang kau alami tidak bermula di Phoenix. Biar saja dia menghancurkan mobilku. Tapi aku tidak terlalu peduli.” Ugh! Apa dia tipe orang yang jadi bersemangat ketika nyawanya sedang terancam? Apa dia mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalinnya? Aku mendelik marah ke Alice. penglihatan yang tidak lagi mampu kutahan akhirnya berkeliaran di kepalaku. Di sampingnya.Diterjemahkan dari: www. Aku kembali melihat ke arahnya.

Jika dia memang menganggapnya ini bukan sesuatu yang tidak umum. “Jadi.” jawabku cepat. “Beruang Grizzly adalah kesukaan Emmet. “Kenapa kau pergi ke Goat Rocks akhir pekan lalu. itu bukan tempat yang baik untuk hiking. “Tentu saja. lalu meneguk minumannya. detak jantungnya tetap tenang. Dia mengunyah sambil berpikir. Mulutnya ternganga.” Nadanya santai. Bella selalu saja menarik. “Beruang?” Dia menahan napas.. “Kau tahu. “Beruang?” Kali ini dengan nada sangsi. peraturannya hanya mencakup berburu dengan senjata. “Kesukaanmu apa?” Mestinya aku bisa menduga pertanyaan dia.” ucapnya sungguh-sungguh dengan mata menyipit. “Singa gunung. lalu dia kembali melihat ke arahku.Diterjemahkan dari: www.” akhirnya dia mendongak. mengangkat satu alis. tapi aku tidak.stepheniemeyer. Apa ini akan membuat dia menanggapiku dengan serius? Dia mengendalikan ekspresinya. banyak beruang.” Benar-benar tidak peduli.” Aku berusaha mengimbangi nada suaranya. badannya membeku..” gumamnya.com menguping. sekecil apapun itu. “Kami berusaha fokus 251 . Aku menatapnya..” Aku mengamati matanya. “Ah. bukan lagi syok. Baiklah kalau begitu.. Dia menunduk dan menggigit pizanya.” Sejenak dia tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi. kami harus berhati-hati agar tidak membahayakan lingkungan dengan kegiatan berburu kami. “Kalau kau membaca dengan teliti. Matanya berhenti sejenak. Aku tersenyum kecut saat mengamati hal itu meresap dalam pikirannya. sekarang bukan musim berburu beruang. seakan kita sedang membicarakan tempat makan yang paling enak. untuk berburu? Charlie bilang. “Hmm. Dia pasti berencana untuk mengungkit topik yang berhubungan dengan mitosmitos itu lagi. melihat dia mengolah ucapanku.

dan itu sebenarnya cukup.” Kupamerkan gigiku dengan seringai lebar. Aku tertawa terbahak-bahak. Akhirnya. atau begitulah kata mereka.” Sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas. Kukira dia akan terlonjak. “Mereka baru saja selesai hibernasi.” Aku meneruskan dengan kuliahku. benar. Kemudian aku tertawa sendiri karena aku tahu sebagian dari diriku berharap dia tetap tidak peduli.” Kerutan muncul diantara matanya.” Kemudian dia menelengkan kepalanya. Di sekitar sini banyak rusa dan kijang.com pada area yang jumlah populasi binatang predatornya tinggi—menciptakan daerah jangkauan sejauh mungkin. menggeleng-geleng pada ketenangannya yang tidak logis. Dia menggigit pizzanya lagi. Itu pasti dibuat-buat. “Apa kau juga seperti beruang?” suaranya hampir seperti bisikan. “Tolong katakan apa yang benar-benar kau pikirkan. “Ya. seakan aku seorang guru yang sedang mengajar. tapi ternyata tetap tenang.Diterjemahkan dari: www. Kalau kau pernah melihat beruang menyerang di acara televisi. Mau tidak mau aku tersenyum.” Aku berusaha bicara senormal mungkin. “Lebih seperti singa. “Bagaimana kalian berburu beruang tanpa senjata?” “Oh. tapi dimana kesenangannya?” Dia mendengarkan dengan ekspresi tertarik yang sopan. kau seharusnya bisa membayangkan cara Emmet berburu.” “Aku mencoba membayangkannya—tapi tidak bisa. “Pokoknya bukan jenis senjata yang terpikir oleh mereka ketika membuat peraturan berburu. Matanya yang gelap terlihat lebar dan dalam saat menatapku. “Tak ada yang lebih menyenangkan daripada beruang Grizzly yang sedang marah. Kelihatannya dia berusaha tersenyum. “Barangkali. dan gemetar. kami punya senjata. dia masih belum bisa melupakan kekalahan pertamanya dulu. “ Apakah aku akan pernah melihatnya?” 252 .” Bella mengangguk-angguk serius.” Tujuh puluh tahun kemudian.” gumamnya santai. rasa penasaran terlihat jelas di matanya. jadi lebih pemarah.” Dia melirik ke meja tempat keluargaku duduk.stepheniemeyer. “Barangkali pilihan kami mencerminkan kepribadian kami. “Awal musim semi adalah musim berburu beruang kesukaan Emmet.

com Aku tidak perlu gambaran dari Alice untuk mengilustrasikan kengerian ini— imajinasiku sendiri sudah cukup.” kataku masih kesal. menunggu dia untuk takut. dan menyampirkan tasnya ke pundak. “Kita bakal terlambat. Aku bersandar ke kursi.” “Lalu kenapa?” desaknya tidak peduli. Aku sangat mengerti perasaan itu. menjauh juga. Dia menjauh ke belakang.. sedikit terhuyung-huyung.stepheniemeyer. “Kalau cuma karena itu. Tidak ada takut. seakan lupa sedang makan siang. Sulit mengingat sekelilingku jika sedang bersamanya. Dia tidak boleh melakukan itu agar aku bisa menjaganya tetap hidup. Dia cepat-cepat bangkit. Aku mendelik sengit. Tak ada cara yang lebih baik buatmu.Diterjemahkan dari: www. Aku bisa melihat dia belum menyerah. “Terlalu menakutkan buatku?” suaranya tetap datar. 253 .” Dia memandang ke sekelilingnya. “Nanti saja jawabnya. Matanya masih tetap penasaran dan tidak sabar. bingung. Sedang jantungnya. “Kalau begitu sampai nanti. Tapi satu jamku dengan dia sudah habis. Bahkan seperti lupa sedang berada di sekolah—terkejut bahwa aku dan dia tidak sedang sendirian di tempat yang terpencil. aku sudah akan mengajakmu nantai malam. Aku sendiri takut. biar bagaimanapun. Bisa kubayangkan bagaimana jadinya jika Bella ada di dekatku saat aku sedang berburu..” jawabnya. Dia tidak akan pernah melihatnya. Hanya itu. dia benar-benar akan menagih jawabanku. dan aku berdiri. berdetak dua kali lebih cepat. Dia masih menunggu jawabanku. “Tentu saja tidak!” Aku menggeram padanya. “Kau perlu merasakan ketakutan yang sebenarnya.” jawabku ketus. Matanya tertegun sekaligus takut.

Dengan kemampuan alamiku. Tidak seharusnya kisah Angela berakhir tragis. pada apapun yang bisa menjauhkan dari penglihatan palsunya Alice. yang sedang berlama-lama di lorong. Aku jadi merasa lebih tenang setelah mendengar kerinduan terpendam Angela. naskahnya tersusun begitu saja.. Walau aneh. ternyata ada juga yang Angela inginkan. Dan sepertinya anak itu bukannya tidak tertarik. pemuda dambaannya.Diterjemahkan dari: www.. Detik berikutnya aku jadi marah. Patah hati ada dimana-mana. Aku butuh bantuan Emmet—membujuknya untuk mau terlibat adalah satu-satunya kesulitan. Patah hatinya tidak beralasan. Aku berusaha fokus pada momen ini. aku merasa terhibur karena tahu aku bukan satu-satunya yang mengalami kisah cinta yang tragis. Tidak punya harapan dan sudah menyerah duluan. Sayangnya. Kesulitan Kami berdua berjalan bersama-sama menuju kelas Biologi.. hanya saja dia juga terkendala oleh kesulitan yang sama dengan Angela. mungkin itu tidak akan terlalu sulit. itu bukan sesuatu yang bisa dibungkus dan dikirim dengan mudah. Well. Kami meleweati Angela Weber. Kesedihan yang sia-sia. Dia manusia. mengira akan kecewa lagi. Yang perlu kulakukan cuma merencanakan sesuatu untuk mendorong mereka. Aku bisa mengerti keputus-asaan dia.stepheniemeyer. namun aku justru kaget karena mendapati nuansanya yang sayu. Aku ganti mengamati pikiran cowok disampingnya. Ah. tidak ada alasan bagi dia untuk tidak bisa bersama orang yang ia inginkan. pada apa yang nyata dan solid. Dan perbedaan mereka yang menurut dia tidak bisa ditanggulangi adalah konyol. pujaannya juga manusia. Rencana itu pun langsung terbentuk dengan mudah. Benar-benar konyol jika dibandingkan dengan situasiku. 254 . Kenapa dia tidak bisa mendapatkan yang ia inginkan? Kenapa kisah cintanya tidak bisa berakhir bahagia? Aku sudah berniat memberinya hadiah. Aku cuma mengamati pikirannya sekilas.. pada gadis di sampingku.com 12. Dia sedang mendiskusikan sebuah tugas bersama dengan seorang cowok dari kelas trigono. aku akan memberi dia apa yang dia inginkan. Dan saat itu juga aku merasa senasib dengannya.

menyenangkan sekaligus mendebarkan. Varner mematikan lampu. Aku belum puas. dengan hadiahku untuk Angela. Seandainya saja masalahku bisa diatasi semudah itu. 255 . Ini melebihi dari yang biasa kudapat. padahal kegelapan tidak terlalu berdampak buat mataku. Aku tidak berencana memperhatikan apapun selain Bella.. Rasanya aneh bagaimana itu membuat situasinya jadi lain. Sebagai gantinya. Hari ini aku tidak menarik kursiku menjauh. Itu pengalihan yang menyenangkan dari masalahku sendiri. sama seperti solusi sederhana Angela yang tidak terlihat olehnya.com Sifat manusia jauh lebih mudah untuk dimanipulasi ketimbang vampir. Kesukaan manusia. dengan setiap inchi lebih dekat dengannya. dan.stepheniemeyer.tapi kenapa mesti membuang-buang waktu dengan berputus asa? Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan jika menyangkut tentang Bella. Aku telah menuduhnya sebagai magnet bagi mara bahaya. Saat ini terasa seperti itulah arti harfiahnya. Bagiku sendiri tidak terlalu penting. Mungkin tidak terlalu mirip. Setiap detik berharga. Tiga hari bebas.Diterjemahkan dari: www. Lebih dekat dari saat duduk di mobil. Biasanya aku melakukannya untuk memberi ruang buat bernapas. tapi aku lebih menyukai ini ketimbang duduk di sebrang meja seperti di kafetaria. Mungkin di luar sana ada solusi yang terlewatkan olehku. Mr. daya tariknya jadi semakin kuat. tapi itu tidak mengendurkan semangat seisi kelas. Itu pengalaman yang ganjil. Lorenzo's Oil bukan film yang terlalu riang.. Tidak ada catatan. Berada sedekat ini dengannya hanya membuatku ingin berada lebih dekat lagi. cukup dekat hingga sisi kiri tubuhku terbenam ke dalam kehangatan dari kulitnya. Aku puas dengan rencanaku. namun tetap saja aku langsung menyadari bahwa ini masih belum cukup. Moodku sedikit lebih baik saat aku dan Bella duduk di tempat kami. aku duduk di dekatnya seperti yang dilakukan manusia normal. Banner masuk sambil menarik meja beroda yang diatasnya terdapat TV dan VCR kuno. tidak ada bahan tes. Setiap detail dalam ruangan ini terlihat sangat jelas. Kemudian Mr. Dia melompati satu bab pelajaran yang menurut dia tidak menarik—kelainan genetis— dengan memutar film selama tiga hari kedepan. Aku masih bisa melihat seterang dan sejelas seperti sebelumnya. Aku adalah bahaya. Mungkin sebaiknya aku lebih optimis.

barangkali aku melihat apa yang ingin kulihat. Aku sudah berjanji dengan diriku untuk tidak membuat kesalahan. berkembang di dalam diriku. dia cuma tinggal menarik tangannya. duduk bersebelahan begitu dekat. Apa yang kau pikirkan? Aku sangat ingin membisikkan kata-kata itu. Apa itu bisa jadi kesalahan yang mengerikan? Jika kulit dinginku mengganggu. dan matanya terlihat hangat mengundang. Tidak boleh ada kesalahan. tidak peduli seberapa kecil kelihatannya.Diterjemahkan dari: www. memberi tambahan penerangan sedikit.. tapi ruangannya terlalu sunyi untuk menyamarkan bisikan sekalipun. Jika aku memegang tangannya. Dia merasakan hasrat berbahaya ini sama seperti diriku. Filmnya dimulai. Bella melirik. bahwa dia ingin aku menyentuhnya.stepheniemeyer. Kutarik tanganku lagi. aku hanya akan meminta lebih lagi—sentuhan lain yang tidak berdasar. Bibirnya sedikit merekah. untuk menggenggamnya di tengah kegelapan. Aliran listrik mengalir diantara badanku dan dia. Tangannya juga terkepal. 256 .. hanya berdua saja. kudekap lenganku rapat-rapat di dada. Aku bisa merasakan itu. Selama sisa pelajaran dia tidak bergerak sama sekali. tersembunyi di kegelapan. Tau-tau tanganku sudah bergerak ke arahnya tanpa bisa kukontrol. dia seperti kehabisan napas dan buru-buru berpaling. berusaha menembus pengendalianku.com Jadi. tapi aku jadi yakin dugaanku tepat. Dia menyadari kekakuan posisi badanku—seperti badannya—dan tersenyum. Aku tersenyum balik. Atau. terus mendekap lengannya rapatrapat. Jenis hasrat yang baru. Hanya untuk menyentuh tangannya. dan mengepalkan tangan. Sesekali dia melirik. Tidak boleh ada kesalahan. Itu membuatnya lebih buruk. kenapa mendadak muncul aliran listrik yang menyengat tubuhku? Apakah karena aku tahu cuma aku satu-satunya yang masih bisa melihat dengan jelas? Bahwa Bella dan aku tidak terlihat oleh orang lain? Seperti kami sedang sendirian. gerakan lain yang lebih dekat. Bella juga mendekap lengannya di dada. dan segera saja aliran listrik yang lebih kuat menyambarku. Aku tidak tahu pikirannya.. sama seperti aku juga terus mendekap lenganku..

Tentu itu bukan pelanggaran yang terlalu berat. Itu sama sekali tidak sulit. tapi tidak berkomentar. Sampai berapa lama lagi aku bisa membenarkan kehadiranku dalam hidupnya? Berapa 257 . Bermacam pikiran berkecamuk dalam kepalaku selama menit demi menit berlalu. Itu jadi membuatku tidak bisa mendengar apa yang sedang dipikirkan dia saat ini. Dalam terang. aku bisa berjuggling dengan selusin gelas kristal tanpa memecahkan gelas-gelas itu. selama aku bisa mengontrol diriku sepenuhnya. Aku bisa menawarkan tanganku.Diterjemahkan dari: www. “Well. Rasionalitasku bergumul dengan hasratku sementara aku berusaha mencari pembenaran untuk bisa menyentuhnya. Selama aku bisa mengontrol diriku..stepheniemeyer. Aku sendiri juga sedang bepikir keras. kemudian melemaskan jemarinya. Akhirnya Mr Varner menyalakan lampu lagi.” gumamnya. Kerut diantara matanya jadi bukti bahwa dia sedang berpikir keras. Bella seperti gelembung sabun—rapuh dan tidak abadi. Jelas dia mengerti apa yang kumaksud.. Sebaliknya buatku sangat mudah—diam mematung sudah jadi sifat alamiku. tangannya mencari-cari pegangan supaya tidak jatuh. atmosfer ruangan kembali normal. Berharap seperti apapun tetap tidak akan membantu. Satu sentuhan saja tidak akan menyakiti dia. “Yuk?” ajakku sambil berdiri. Aku tidak keberatan duduk begini terus selama berhari-hari hanya untuk menikmati sensasi ini sepenuhnya.” “Hmmm.. aku bisa memegang gelembung sabun tanpa memecahkannya. Bella menghela napas dan melepaskan dekapannya. Dia sangat pendiam saat kami berjalan ke ruang gimnasium. Sisi egoisku masih saja bersikeras. Tidak boleh ada kesalahan. Aku tertawa geli melihat ekspresi lega di wajahnya. Aku menghela napas.. Pasti tidak nyaman buat dia bertahan di posisi itu selama tadi. tadi itu menarik.com Satu jam berlalu lambat. Ini pengalaman baru. Aku bisa dengan mudah mengatur tekanan sentuhanku. Indera perabaku jauh lebih sensitif dibanding manusia. Atau aku bisa memegangi sikunya hingga dia bisa berdiri seimbang. Dia mengerutkan muka dan bangkit dengan agak terhuyung.

Dan tanganku sudah terangkat begitu saja. Dia tidak bicara. Rasanya sulit untuk menarik tanganku. meski tanganku masih ingin meneruskan belaiannya ke sisi wajahnya yang lain. Dibawah sentuhanku. seperti detik ini? Bella tidak selalu bisa berada dalam jangkauan tanganku seperti ini. aku tidak tahan untuk tidak menyeringai menanggapi itu.stepheniemeyer. Ujung jariku menelusuri bentuk bibirnya. hampir lari untuk menghindari godaannya. merangkulnya dalam dekapanku. Telapak tanganku mengusap dagunya. Cukup.Diterjemahkan dari: www. Cukup. Aku melemaskan dan mengepalkan. untuk menjauh darinya. 258 . dan bisa kurasakan denyut darahnya semakin cepat dibalik kulitnya yang bening.. seperti saat ini. Cukup. untuk menghentikan diriku agar tidak lebih mendekat lagi ke dia. Kubiarkan pikiranku tertinggal di belakang untuk mengawasi Bella saat aku berlalu menjauh. Mata Bella tidak fokus dan pipinya merah. Mengambil sejumput rambutnya dengan tanganku. Tanganku masih seperti tersengat listrik. Dan dalam sekejapan itu beribu pilihan yang berbeda berkecamuk dalam pikiranku— beribu pilihan cara untuk menyentuhnya. dan melihat pergumulan dalam diriku. Lenganku melingkari pinggangnya. Sesampainya di depan ruang gimnasium. seakan dia serapuh gelembung sabun. perintahku. tapi tetap saja sengatan itu tetap ada. Selembut seakan dia terbuat dari kaca yang paling tipis. dia berbalik menghadapku. jari-jariku membelai kulit pipinya yang hangat. Badanku bergerak kaku— ingin menolak. Kuamati bayangan diriku yang terpantul di matanya.com banyak waktu yang kupunya? Akankah ada kesempatan lain seperti kesempatan ini. Mike mendelik. dan tiba-tiba namaku bercampur dengan sumpah serapah di kepalanya. Aku menyaksikan bagaimana wajahku berubah saat sisi baikku kalah dalam peperangan itu. Aku menangkap pikiran Mike Newton —itu yang paling berisik—sementara dia menyaksikan Bella berjalan linglung melewatinya. Tapi aku berhasil melakukannya. pipinya jadi memanas.. Aku memaksa diriku untuk berbalik. Matanya melebar saat melihat ekspresi wajahku.

aku tidak menyakiti dia—tapi menyentuhnya tetap sebuah kesalahan. “Tunggu sebentar. “Hai. Edward. Di bawah napasku—dan dengan kecepatan yanag tidak mungkin diikuti pendengaran manusia. “Hai. tapi maukah kau menolongku?” “Menolong bagaimana?” tanyanya penasaran. Karena aku tidak boleh berada di dekatnya jika terus-terusan membuat kesalahan. mampukah aku mengendalikan diri untuk tidak menyentuhnya lagi? Dan jika sudah menyentuhnya satu kali..entah bagaimana caranya. Aku mendesah.. Biar bagaimanapun memang sudah seharusnya itu terjadi. Bahagia. Titik. terlepas dari kekacauan di dalam kepalaku. Sebainya kau hati-hati. Aku memandang lurus kedepan. Ben Cheney masuk ke kelas mendului kami. Aneh.com Tidak. tidak peduli seberapa keras kata-kata itu diucapkan—kujelaskan padanya apa yang 259 . Aku mengambil napas panjang dan menenangkan pikiran.Diterjemahkan dari: www. sanggupkah aku berhenti sampai disitu saja? Tidak boleh ada kesalahan lagi. Lain kali. atau aku harus memaksa diriku untuk pergi. aku memberitahu diriku dengan muram.. Apa kau marah denganku?” “Tidak. Saat sedang mencari pengalih perhatian. Aku bertemu Emmet di depan kelas bahasa Spanyol. saat berada di dekatnya. aku merasa begitu. Em. Mengingat penglihatan Alice bukan sesuatu yang kubutuhkan saat ini. Edward. Nikmati saja kenangannya.” Apa aku terlihat bahagia? Sepertinya begitu. Ah—ini kesempatanku untuk memberi hadiah ke Angela Weber.” Dengan apa yang dilihat Alice bakal terjadi. tapi lebih baik. Rosalie ingin merobek mulutmu. “Sori aku membuatmu harus menghadapi kemarahannya. Aku berhenti dan menangkap lengan Emmet. gigiku terkunci rapat.” Ada apa? “Aku tahu aku tidak pantas mendapatkannya. Lama-lama Rose juga akan lupa.stepheniemeyer.” Dia terlihat lebih baik. dan jaga tanganmu untuk dirimu sendiri.. Rasanya seperti api—seperti haus yang biasanya membakar tenggorokanku telah menyebar ke sekujur tubuh. kid. Pilihannya itu.

“Kamu mau membantuku?” Butuh semenit buatnya untuk merespon. Dia sendiri tidak buru-buru.” Aku tersenyum padanya. dia sedang memberi nilai tes kelas sebelumnya. Dia sedang mencari-cari tugasnya untuk dikumpulkan.stepheniemeyer. kan? Anggap saja ini sebagai eksperimen—eksperimen terhadap sifat dasar manusia. Ben sudah duduk di belakangku. gumaman orang-orang yang saling ngobrol tidak akan berhenti sampai Mrs. “Apa kau sudah mengajak Angela Weber kencan?” Suara kesibukan di belakangku tiba-tiba terhenti.” ujar Emmet dengan suara lebih keras dari yang dibutuhkan—jika dia memang berniat bicara hanya padaku. Angela? Mereka sedang membicarakan Angela? Bagus. tidak ada yang memiliki saudara lebih baik ketimbang diriku.” Dia memandangku sebentar sebelum menyerah.. Rosalie memang selalu menjengkelkan. “Belum. Goff menyuruh mereka diam. kenapa?” “Ayolah. “Jadi. Pikirannya sama kosongnya dengan wajahnya. “Tapi.” Emmet mendengus lalu mengangkat bahu. tapi aku akan selalu berhutang padanya karena telah memilih Emmetl. Aku membisikkan sekali lagi baris-baris skenario miliknya pada saat kami masuk ke dalam kelas. Emmet dan aku duduk dan melakukan hal yang sama. 260 . Emmet tidak butuh latihan.Diterjemahkan dari: www. “Well.. Dia terlongo. Emmet. Baiklah kalau begitu. Aku berhasil menarik perhatiannya.com kumau. Kenapa tidak?” Siapa kau dan apa yang kau lakukan terhadap saudaraku? “Bukankah kau selalu mengeluh bahwa sekolah selalu saja membosankan? Ini sesuatu yang berbeda. kuakui itu. Kelas masih belum sepenuhnnya tenang. perhatian Ben terpaku pada pembicaraanku dan Emmet.” jawabku sambil menggeleng agar terlihat menyesal. “Aku akan membantumu. “Jadi?” bisikku. ini memang berbeda. Kini aku jadi lebih bersemangat dengan rencanaku setelah Emmet setuju untuk terlibat.

“Bukan karena itu. “Kau membiarkan itu menghentikanmu?” tanya Emmet mengejek.” mimiknya dibuat sedemikian rupa hingga si Ben bisa dengan mudah membaca kata-katanya.Diterjemahkan dari: www.. Dia pikir dia lebih baik dariku. “Huh. Aku tidak suka itu. “Apa kau takut?” Aku meringis padanya. tapi kemudian dia menegakkan pundaknya. Untuk sesaat. Dia..” dengusku arogan kemudian kembali menoleh ke Emmet. Tapi Angela tidak berpikir begitu. Aku tidak tahu pasti yang mana orangnya. Aku tidak mau dia dekat-dekat Angela.stepheniemeyer. “Kalau tidak salah pasangan labku bilang namanya Ben Cheney.. Masih ada gadis-gadis lain..” Reaksi di belakangku menggemparkan. “Bukan begitu. Aku? Daripada Edward Cullen? Tapi kenapa dia bisa suka denganku? “Edward..” Aku berbalik ke belakang dan mendelik ke bocah itu. “Ben siapa?” tanya Emmet.com “Kenapa belum?” Emmet berimprovisasi. Pikiran Ben berkecamuk tidak karuan.aman. 261 .” Aku menahan senyumku. Kudengar dia tertarik dengan orang lain. Sempurna. Kurasa dia sudah terlanjur suka dengan seorang bocah bernama Ben. “Dia tepat di belakangmu.” Edward Cullen ingin mengajak Angela kencan? Tapi. merasa tersinggung karena diremehkan.. melirik ke bocah di belakangku.. Tapi apapun itu sama saja. tatapan di balik kacamata itu ketakutan. Mukanya memerah karena marah. Tidak. Tidak. “Oh.” Emmet berbisik dengan suara rendah. Yang kurencanakan adalah cemburu. Aku tidak menduga yang muncul adalah insting untuk melindungi. berimprovisasi lagi. Aku tidak mau berusaha meyakinkan dia yang sebaliknya.. Akan kubuktikan ke orang sombong ini. “Kau tidak mau bersaing?” Aku mendelik padanya. Hanya keluarga Cullen yang sombong yang bisa lolos saat pura-pura tidak kenal setiap murid di sekolahan yang kecil ini. kembali ke naskahnya.tidak pantas untuk Angela. salah satu dari teman-temannya.

Batin Ben sambil menegakkan duduknya. senang telah berhasil membuat satu kisah cinta berakhir bahagia..stepheniemeyer. Aku tersenyum sendiri. Angela adalah orang yang paling baik.dan dia menginginkan aku. Angela tidak akan pernah mengajaknya. Kesuksesan rencana tadi mengembalikan suasana hatiku jadi baik. Betapa menggelikannya manusia. “Mungkin Angela akan capek menunggu. Hutangku telah lunas. Aku sangat yakin Ben akan melanjutkan niatnya. Gadis seperti. dan Angela akan menerima hadiahku. jika seorang laki-laki tidak punya nyali untuk mengajaknya kencan.Diterjemahkan dari: www. dan paling cantik di sekolahan ini. “Nampaknya itu keputusan dia bersama teman-teman perempuannya. Mungkin Bella Swan? Aku menyeringai padanya. “Tepat. Jika B— well.. mengucapkan salam ke kelas. Gadis yang pemalu. begitu pula aku. “Angela itu pemalu.” “Kau sendiri suka dengan gadis yang pemalu. siap-siap untuk terhibur.hmm. bukannya katamu Angela mengajak si Yorkie ke pesta dansa nanti?” tanya Emmet sambil mendengus ketika menyebut nama bocah yang sering ia cemooh karena kecanggungannya. Kelihatannya dia cerdas dan baik hati. Aku suka dengan Ben. aku belum pernah melihat dia di kelas olahraga. Mungkin aku akan mengajaknya ke pesta prom. Dan saat bersamaan Mrs.” Aku ingin meyakinkan bahwa Ben betul-betul mengerti tentang hal ini.. Aku tersenyum lagi seraya duduk lebih nyaman. Dengan mengeluh aku mengalah untuk 262 .” Tidak.” kemudian aku kembali ke pertunjukan ini. seperti yang Bella katakan. batin Emmet. menjadikan perbedaan tinggi enam inchi mengacaukan kebahagiaan mereka.com “Tapi. aku tidak tahu.. kuakui—tadi itu menyenangkan. Goff berdiri. Pikiran Mike lebih mudah ditemui diantara dengungan suara-suara disana. kau tidak akan. Cukup pantas untuk perempuan seperti Angela. Bagaimanapun. paling cerdas. Memang kenapa kalau dia lebih tinggi dariku? Jika dia sendiri tidak peduli. Pikirannya jadi terlalu familiar selama satu minggu ini. Aku mengacungkan ibu jari ke Emmet dari bawah meja. Oke.” Emmet kembali berimprovisasi.

Jenifer Ford sengaja mengarahkan servis langsung ke Bella. batin Mike saat Bella melangkah maju sambil mengeluh. Itu pasti akan meninggalkan bekas. Bella mengelus-elus keningnya. Ow.” Mereka saling senyum satu sama lain. “Sori. Dan di kepala Mike berkelebatan berbagai insiden sebelumnya di kelas olahraga—selalu saja dengan berbagai cara berhubungan dengan Bella. aduh. Jika dia berniat untuk tetap melanjutkan.” “Jangan khawatir. “Terima kasih. Aduh. Dia sengaja memunggungi Mike dan Bella. Dia menoleh ke Bella. ganti mengawasi pertandingan lain supaya Bella bisa kembali jadi penonton saja. Ow. Senyumku lenyap. Mike pun buru-buru mengejar koknya. gigiku terkatup erat. Mike—kau tahu.com mendengarkan lewat dia. Aduh. Newton. memukul keningnya sebelum kemudian terpelintir dan mengenai bahu Mike dengan suara keras. Oh. batin Mike lagi sambil memijat-mijat tangannya. Kemudian Coach Clapp menyuruh Mike memberi Bella kesempatan main. Tapi apa yang bisa kulakukan jika disana? Dan kelihatannya tidak terlalu serius. Paling tidak aku tahu dia akan memperhatikan Bella.. dan aku mesti mengingatkan diriku bahwa membunuh Mike Newton bukan sesuatu yang bisa dimaafkan. Bella cuma berdiri enggan di belakang lapangan.Diterjemahkan dari: www. memegangi raketnya hati-hati seakan itu senjata.” Gadis itu adalah orang paling ceroboh yang pernah kulihat. Coach Clapp tertawa. Pada saat itu aku melihat arah ayunan raket Bella dengan ngeri. Dan benar saja. mengetahui dia terluka. Rasanya sulit untuk tetap tinggal di tempatku. aku tidak akan mengganggumu. Aku menahan diri dan tetap mengawasi saja. Mike melihat Bella maju menghadang tapi ayunan raketnya jauh dari sasaran. saat bersamaan. aku akan mencari alasan untuk mengeluarkan dia dari kelas.stepheniemeyer.. raketnya mengenai ujung atas net dan memantul kembali ke dia. Sebaiknya tidak perlu membuat yang lain jadi korbannya. Dia memegang raketnya dengan canggung. Awalnya Mike bermain sendirian. bentuk berpasangan yang lain terlintas di kepala Mike. kau tak perlu melakukannya. “Apa 263 . Aku mendengarkan tepat saat dia menawarkan diri jadi pasangan badminton Bella.

Kenapa? Kenapa Edward harus memilih Bella? Dia tidak menyadari kejadian yang sebenarnya—bahwa Bella lah yang memilih aku.com kau tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa. Aku mendengarkan pikiran Mike lekat-lekat selama berjalan melintasi halaman sekolah. Tapi ya ampun. jika orang kaya sebegitu pentingnya buatmu. Kenapa Bella tidak melihat betapa anehnya si Cullen itu? Mereka semuanya aneh...” Aku ngeri menunggu respon Bella. “Kau jalan dengan Cullen. Mike. ini sakit! Mike mengayun-ngayunkan tangannya sambil meringis. Melihat bagaimana cara dia memandang Bella membuatku merinding.” Jangan sampai kedengaran seperti anak cengeng. Mungkin Mike yang kena pukul lebih keras. Coach Clapp mengabaikan dia dan membiarkan Mike bermain sendirian.” “Memang tidak perlu. Bella tidak ikut main lagi. aku sudah menyelesaikan tesnya dengan mudah. Kurasa. Goff mengijinkanku keluar lebih awal. seolah ingin memakanmu..stepheniemeyer. Jessica bersumpah mereka berkencan. Dia memutuskan untuk menanyakan Bella tentang aku. “Itu bukan urusanmu. kau sendiri?” tanyanya malu. Jadi itu betul. Sial. “Kurasa aku baik-baik saja. “Jadi.. mukanya merah.” gumamku. Aku menggertakan gigi mendengar asumsinya yang merendahkan itu. “Caranya memandangmu. Aku jelas berharap itu yang terjadi.. Dia memegang raketnya sangat hati-hati di belakang punggung.” “Jadi apa?” tanya Bella bingung.. “Nanti saja.Diterjemahkan dari: www. Paling tidak Bella tidak ikut main lagi. 264 . Apa yang lucu? Emmet ingin tahu.” Bella terlihat malu daripada sakit. “Aku tidak suka.” sergah Bella marah. matanya melebar menyesal. Aku menyamarkan tawaku sebagai batuk. “Aku akan tinggal di belakang sini saja. Di penghujung jam. heh?” Kau dengan si aneh itu.” Defensif. Dan Mrs.

Yang lain mungkin akan bilang dia itu bodoh. hanya berhenti ketika dia sudah begitu dekat hingga kehangatan badannya menyapuku seperti gelombang. Namun. ketidak kenal takutan dia dan keanehan selera humornya itu. Sial.” 265 . apapun alasannya. “Halo. Pemberani —itu istilah umumnya. aku tidak tahan untuk tidak menggodanya—aku menambahkan.stepheniemeyer. Tapi begitu matanya menatapku. tidak ada bandingannya. Ketika dia berjalan menuju pintu. tapi bagaimana aku bisa yakin? Atau mungkin lamunanku tentang malaikat sembrono itu ada betulnya.. Apakah hal itu yang membuat dia selalu berada dalam bahaya? Mungkin dia akan selalu membutuhkan kehadiranku disampingnya.com Mukanya merah padam. membuat diriku tetap aman. Aku bersandar ke tembok ruang gimnasium sambil berusaha mengendalikan diri. ketika dia tahu itu sepenuhnya tepat? Apanya yang lucu dari itu? Ada apa dengan dia? Apa dia punya selera humor yang gelap? Itu tidak cocok dengan karakternya. dan seketika suasana hatiku sudah membumbung tinggi. kenapa dia tertawa pada tebakan bahwa aku mau membunuhnya. Ekspresinya sangat damai. Mike memutar badan. Begitu saja. pikirannya sunyi.. lalu—karena moodku yang tiba-tiba jadi begitu enteng.Diterjemahkan dari: www. bahwa Bella tidak punya rasa takut sama sekali. Bagaimana bisa dia menertawakan tuduhan Mike—begitu tepat sasaran hingga membuatku khawatir jangan-jangan penduduk Forks sudah jadi terlalu sadar. Kemudian.” bisiknya. Dia berjalan ke arahku tanpa ragu-ragu. tiba-tiba keluar suara tawa dari mulutnya. lagi.. Sekarang dia menertawakan aku. tapi aku tahu bagaimana cerdasnya dia. Jika aku bisa mendisiplinkan diri.” sapaku. pundaknya terlihat kaku dan dia sedang menggigit birbirnya lagi—tanda gelisah. “bagaimana kelas olahragamu?” Senyumnya bimbang. tidak baik untuk dirinya. “Hai. dia menekan bibirnya seakan sedang menahan napas. maka mungkin aku bisa tetap berada disampingnya. “Baik-baik saja. Kebahagaiaan yang kurasakan saat ini. pundaknya yang kaku langsung rileks dan senyum mengembang di wajahnya.. dan pergi ke ruang ganti. paling tidak di satu sisi.

kemudian ke aku lagi. Kira-kira seberapa cepat mobil ini di jalan bebas hambatan. Kuharap dia mati. Mukanya merah padam—dia malu. Aku belum pernah melihatnya selain di majalah.. Dia masih tampak kesal.” akuku. Sesampainya di parkiran mendadak dia berhenti saat menyadari jalan menuju mobilku terhalangi oleh kerumunan cowok.Diterjemahkan dari: www.stepheniemeyer. dan senyumnya lenyap. kuharap aku punya enampuluh ribu dolar di kantongku. Coba lihat pedal gas SMGnya itu. Mataku kembali fokus ke Bella. Aku menyelinap diantara mereka menuju mobilku. setelah bimbang sejenak. Peleknya keren.” Dia tidak menjawab. Aku megejarnya. Biasanya dia cepat memaafkan. Kenapa dia harus menganggu Bella segala? Kenapa dia tidak bergaul saja dengan kaumnya sendiri —kaum orang-orang aneh. apa masih sakit?—tapi kemudian pikiran ribut Mike Newton memecah konsentrasiku. aku tak pernah melihatmu di kelas olahraga—aku jadi penasaran. berharap kemarahannya segera reda... Bella 266 . “Newton membuatku kesal.. lalu pergi meninggalkanku. berjalan cepat-cepat ke parkiran. Aku benci dia.. Dia pasti lupa aku punya kemampuan untuk mengawasi semua kekikukan dia selama satu jam tadi. Dia terperanjat.. Semoga mobil mewahnya terjun ke jurang. Dia melihat ke Mike yang memunggungi kami pergi. Ini lah sebabnya kenapa Rosalie sebaiknya hanya menggunakan mobilnya saat keluar kota saja.com Dia tidak pandai berbohong. “Apa?” desak Bella. atau berharap aku tidak menggunakannya. “Kau sendiri yang bilang. Tentu saja. kan?” “Bagaimana kepalamu?” “Kau ini bukan main!” desisnya kesal. “Kau tidak sedang mendengarkan lagi.. “Benarkah?” aku sudah akan melanjutkan pertanyaanku—aku masih mengkhawatirkan kepalanya..

com mengikuti.”sergahnya kasar. aku menatap lekat-lekat ke dalam matanya. “Bagaimana kalau aku bersungguh-sungguh. Terutama aku harus memusatkan padangan pada beberapa cowok yang kelihatannya tidak mau bergerak sama sekali. iramanya berantakan.. “Jelas. baiklah. dan aku setuju membiarkanmu mengemudi sabtu nanti?” Aku berjengit dalam hati pada pikiran itu. Cukup dengan setengah detik bertemu pandang denganku.. 267 .Diterjemahkan dari: www.” “Itu keluaran BMW.” Dahinya berkerut.” Aku memutar bola mataku. “Kalau begitu aku sangat menyesal telah membuatmu marah.” gumamku saat dia masuk ke mobil. dan tidak mungkin aku setuju pada hal itu. Mungkin mestinya tadi aku tidak mengungkitnya. mereka berhasil diyakinkan untuk minggir.” ucapnya setelah beberapa saat. Mungkin aku bisa menawarkan janji yang lain.” Jantungnya berdetak lebih keras dari sebelumnya. Kurasa aku bisa mencoba untuk minta maaf. “Kelewat mencolok... kalau kau bersungguh-sungguh. Aku belum pernah dengan sengaja mencoba membuat Bella terpesona. “Mobil apa itu?” “M3. “Setuju.. bertanya-tanya apa sudah melakukannya dengan benar. Matanya melebar.” akhirnya dia memutuskan. “Dan kalau kau berjanji tidak mengulanginya lagi. lalu fokus pada usahaku untuk mundur tanpa menyenggol siapapun. “Aku tidak paham jenis-jenis mobil.. “Mungkin. Kerutan di dahinya telah lenyap. Oh.stepheniemeyer. “Maukah kau memaafkanku kalau aku meminta maaf?” Dia mempertimbangkan sejenak. Kerut diantara matanya kembali muncul saat dia sedang mempertimbangkan tawaranku. kelihatan seperti terhipnotis. Sekarang untuk permintaan maafku.. Aku menggunakan nada yang paling membujuk.” Aku tidak mau berbohong. “Kau masih marah?” tanyaku padanya. Sambil mengemudikan mobilku menjauh dari sekolahan. tapi sekarang kelihatannya waktu yang tepat. Aku menghela napas.

“Hanya saja.” “Bagaimana—” Dia sudah mau akan bertanya.stepheniemeyer. sesaat seperti ingin bertanya lebih lanjut. Jika aku tidak sedang gelisah.” Dia menelengkan kepala. “Well. Atau. Dia mengerjap beberapa kali. ketenangannya yang tidak masuk akal ini pasti akan membuatku tertawa. Tapi kusela duluan. aku terutama ingin tahu bagaimana reaksimu. sementara 268 . betapa masih sedikitnya pengetahuan dia tentang diriku.com Aku setengah tersenyum.tanpa membuat sifat monsterku jadi terlihat dengan jelas. “Apakah ini sudah cukup 'nanti' seperti yang kau janjikan?” Dia mengingatkan pada pembicaraan yang belum selesai di kafetaria tadi. dan sekarang bukan waktu yang tepat.” gumamnya.” tambahku. “rasanya tidak terlalu membantu bila Charlie melihat volvo asing di halaman rumahnya. “Kau masih ingin tahu kenapa kau tidak bisa melihatku berburu?” tanyaku akhirnya.” Dan senyumku pun lenyap.” jawabku enggan. “Tidak.” Ah.” Aku berusaha untuk tidak tersenyum. Untung aku sudah hapal jalan ini. tapi gagal. Sepertinya aku telah melakukan dengan benar. Aku akan datang. “Dan aku akan tiba di depan rumahmu pagi-pagi sekali sabtu nanti. Tentu saja.. tanpa mobil.” “Apa aku membuatmu takut?” aku sangat yakin dia akan menyangkal. membayangkan kau ada disana. tapi kemudian berubah pikiran. “Mmm. aku juga sulit berpaling dari matanya. melengkapi permintaan maafku. dan menggoyang kepalanya seperti ingin menjenihkan isinya. Aku parkir di depan rumahnya.Diterjemahkan dari: www. Mendadak aku jadi tegang memikirkan bagaimana cara menjelaskannya. Sama-sama terpesona. apakah menutupi sifat gelapku itu salah? Dia menunggu dengan ekspresi tertarik yang sopan seperti tadi siang.. “Kurasa sudah. “Aku minta maaf telah membuatmu takut. Jawabannya sulit dijelaskan jika tanpa didemonstrasikan.. tanpa membuatnya takut. dia melepas satu pertanyaan sulit hanya untuk kembali pada pertanyaan yang juga tidak mengenakan.. “Jangan khawatir soal itu. “Aku tidak berencana membawa mobil.

com kami berburu.kami membiarkan indra mengendalikan diri kami. Getaran yang kurasakan siang tadi memenuhi atmosfer sekelilingku. Dia menatap balik. tatapannya sungguh-sungguh. “Sangat. Kalau kau berada di dekatku ketika aku kehilangan kendali seperti itu. dan mendadak keheningan ini berubah.stepheniemeyer. untuk membaca matanya. Napasku semakin cepat. berkonsentrasi pada rasa haus yang membakar kerongkonganku. Aku akan jadi lebih aman untuk Bella.” Aku menggeleng dengan perasaan tersiksa.?” Aku mengambil napas dalam-dalam. berusaha menerjemahkan ekpresi ambigunya jadi sesuatu yang pasti. Merasakannya dalam-dalam.” “Karena... membuktikan dominasiku atas sensasi itu. “Ketika kami berburu.Diterjemahkan dari: www. Aku berusaha mengusir bayangan itu.” Kupertimbangkan setiap kata yang mau kuucapkan.. Tapi prihatin karena apa? Keamanan dirinya? Atau karena kegundahanku? Aku terus menatapnya.. berharap bisa percaya bahwa tekadku semata akan membuat perbedaan jika saat berburu aku menemukan aromanya.. Wajah Bella nampak tenang.. Aliran listrik yang mengalir diantara kami dan hasarat untuk menyentuhnya.. lalu menoleh. Aku mendengarkan suara detak jantungnya. Rasa haus itu tidak akan pernah menguasaiku lagi—kuharap itu benar-benar bisa jadi kenyataan. “Tanpa banyak menggunakan pikiran.” “Pasti buruk?” Membayangkannya saja sudah terlalu mengerikan—Bella yang begitu rapuh berada di tengah kegelapan.. dan pupilnya meluas meski cahaya disini tidak berubah. mengaturnya. Matanya melebar setelah beberapa saat. dalam sekejap berkembang lebih kuat dari rasa 269 . Kutatap awan yang menggantung di luar tanpa benar-benar menatapnya. resah. Mulutnya sedikit mengerut —yang kuduga karena—prihatin. membayangkan apa yang akan—bukan apa yang mungkin. tapi apa yang akan—pasti terjadi. Terutama indra penciuman kami. sosokku yang lepas kendali.

” Dia langsung menurut. seperti saat habis menyentuhnya. untuk mengontrol diriku.. Tubuhku menari bersamanya. justru saat bersamaan napasnya terhenti sama sekali. Bukan kami.stepheniemeyer.Diterjemahkan dari: www. seakan aku manusia. Tapi.. Kami akan menukar apapun untuk bisa menjadi manusia lagi... yang mencari di tempat-tempat gelap untuk bisa menemukan mahluk yang mau memberi mereka hadiah kegelapan itu. Irama denyut paru-paru. Semua anggota keluargaku tidak akan ragu-ragu untuk menukarkan keabadian mereka kalau itu bisa membuat mereka menjadi manusia lagi. dan aku harus berkonsentrasi untuk menjaga tanganku tetap berada di kemudi. dibakar hidup-hidup selama berhari-hari atau bahkan berabad-abad bila perlu. Tidak boleh ada kesalahan. seakan solusinya tersembunyi di situ.diriku. untuk sanggup mendekatkan bibirku ke bibirnya. Bukan keluargaku. aliran oksigen. Debaran detak jantungnya yang rapuh bisa dihentikan begitu saja oleh berbagai macam insiden konyol atau oleh penyakit atau oleh. aku berusaha mati-matian mencari kekuatan. Keberadaan bella sangat bergantung pada ribuan keseimbangan proses kimiawi yang sensitif. Mereka siap menantang apapun. keluar dari mobil dan menutup pintunya. Aku memandangi bintik-bintik mikroskopis yang ada di kaca depan. tidak satupun dari kami yang pernah seputus asa ingin kembali seperti diriku saat ini. Aku memejamkan mata. kurasa kau harus masuk sekarang. Lebih dari apapun di dunia ini aku ingin merasakan kehangatan bibirnya di bibirku. Getaran listrik itu masih belum lenyap. Selama sekejap. Tangan kananku mulai tersengat listrik lagi. Kebanyakan dari kaum kami menyanjung-nyanjung keabadian melebihi apapun. Dan pada saat itulah aku sadar bahwa ketika napasku memburu. Bahkan ada manusia yang mengidamkannya.com hausku.. Apakah dia juga merasakan kemungkinan terjadinya petaka sejelas yang kurasakan? 270 . tanpa berkomentar. adalah soal hidup-mati bagi dia. Aliran listrik ini membuatku seperti memiliki denyut jantung lagi. “Bella. berusaha memutus aliran listrik diantara kami. Semuanya sangat mudah terganggu. Dia menarik napas—tersendat..

saya belum menikmati. penasaran. Kelihatannya aku selalu lari menuju Bella atau melarikan diri dari dia. lalu berpaling karena dia tidak menunjukan tanda-tanda akan beranjak.com Apakah menyakitkan baginya untuk pergi. Aku menginjak pedal gas.” Dahinya berkerut. struktur. “Oh. Aku tersenyum pada pikiran itu.alan. menjawab pertanyaanpertanyaannya hari ini hanya mengungkapkan rahasiaku—aku tidak mendapat apa-apa dari dia kecuali dugaan belaka. lalu menghela napas begitu dia hilang di belakangku. Harap maklum jika penerjemahan. Tapi setelah sekian lama akhirnya terpengaruh juga oleh provokasi berlebihan saudara-saudara saya. Baru pada judul terakhir saya benar-benar tertarik. ketika kami berdua berada di tempat yang lebih aman.. dengan kehangatan tubuhnya di luar mobil. sama seperti menyakitkannya bagiku untuk membiarkan dia pergi? Satu-satunya penghibur adalah bawah aku akan segera menemuinya.stepheniemeyer.. Bella?” “Ya?” “Besok giliranku. Aku juga ingin keluar. 271 . meski hari ini dia sudah menanyaiku berbagai macam pertanyaan. kemudian menurunkan kaca jendela samping dan mencondongkan tubuhku untuk bicara dengannya sekali lagi— sekarang sudah lebih aman. tidak pernah tetap tinggal di tempat.S. P. Saya menerjemahkan ini lebih sebagai bayaran atas skeptisisme saya terhadap serial ini sebelumnya. Lebih cepat dari dia akan melihatku. dikelilingi saksi-saksi. Masih saja penasaran. Dia menoleh untuk mencari tahu apa yang kumau. karena alasan subyektif yang tak rasional. Saya tetap membacanya lebih karena tanggung jawab sosial setelah membeli bukunya. aku akan mendapat jawabanku. Aku mesti mencari cara untuk bisa mengendalikan diriku jika mau semuanya berjalan lancar. baik dengan bukunya atau filmnya. Tidak boleh ada kesalahan. Rasa penasaranku sendiri sama sekali belum terpuaskan.” Besok. untuk mengantarnya ke depan pintu sebagai alasan untuk bisa tetap di sampingnya. “Giliran apa?” “Bertanya padamu. dan gaya bahasanya berantakan. Pada tiga buku awal. juga dengan pujian-pujian tinggi dari berbagai ulasan. Bahkan dengan dia di luar mobil. Aku tersenyum pada hal itu.Diterjemahkan dari: www. Itu tidak adil. gaung getaran listrk itu masih menggantung di sekelilingku. Awalnya saya tidak tertarik. Jadi ini bayaran atas skeptisisme saya. Lalu kembali membaca ulang dari judul pertama dengan atmosfer yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful