P. 1
Asam Oleat

Asam Oleat

|Views: 3,842|Likes:
Published by Rahma Utari

More info:

Published by: Rahma Utari on Mar 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/29/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

Asam lemak adalah adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipida pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (karena lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida. Asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya. Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan antioksidan di dalam tubuh. Salah satu jenis asam lemak tak jenuh adalah asam oleat, merupakan asam lemak tak jenuh yang paling banyak ditemukan di hampir seluruh bahan makanan baik hewani maupun nabati. Asam olat dinamakan demikian karena berasal dari olein, atau olive oil karena asam oleat merupakan komponen utama penyususun minyak zaitun. Asam oleat dapat dikategorikan sebagai asam lemak esensial, yang berarti kehadirannya dibutuhkan oleh tubuh namun asam oleat tidak dapat diproduksi di dalam tubuh dan hanya bias didapat melalui sumber eksternal tubuh. Pada makalah ini akan dibahas mengenai asam oleat secara mendetail, mulai dari definisi, klasifikasi, sumber bahan pangan, hingga proses yang terjadi di dalam tubuh.

1

1

BAB II PEMBAHASAN

1.

Definisi dan Klasifikasi Asam oleat, cis-Δ9-octadecenoic acid, CH3.[CH2]7.CH═CH.[CH2]7.CO2H,

adalah senyawa kimia yang merupakan komponen penyusun lemak pada umumnya, pertama ditemukan oleh Chevreul dalam Recherches sur les corps gras tahun 1815 (T. P. Hilditch,1949)[1]. Kata oleat berasal dari kata “olein” yang berarti berasal dari olive karena minyak zaitun merupakan sumber utama dari asam oleat. Klasifikasi asam oleat dilakukan berdasarkan sumbernya dan jumlah ikatan rangkap yang dimilikinya. Kandungan asam oleat terdapat dalam bahan makanan secara alami. Oleh karena itu, asam oleat dapat dikategorikan sebagai natural fatty acid, atau asam lemak yang bersumber dari alam. Asam oleat memiliki satu buah ikatan rangkap sehingga asam oleat dapat dikategorikan sebagai mono-unsaturated fatty acid. 2. Tata Nama dan Nomenklatur Ada lima buah tata cara penamaan dan nomenklatur yang biasa dipakai dalam penamaan suatu asam lemak, yaitu nama trivial, nama sistematik, nomenklatur Δx, nomenklatur n-x, dan bilangan lipid. Penamaan tersebut dilakukan berdasarkan banyaknya jumlah atom karbon, letak ikatan rangkap, dan konformasi cis- atau trans-. Penomoran atom karbon diawali dari atom karbon yang terdapat pada gugus karboksilat.

Gambar 2.1 Penomoran Atom Karbon Sumber : http://wikipedia.org/

1

Nama trivial tidak mengikuti suatu pola khusus. Nomenklatur Δx untuk asam oleat adalah cis. 2. Nama trivial untuk asam oleat adalah (9Z)-Octadecenoic acid. masing-masing ikatan rangkap diindikasikan dengan Δx dimana x merupakan nomor atom karbon letak ikatan rangkap berada. atau biasa disebut juga ω-x mengklasifikasikan senyawa asam lemak berdasarkan kemiripan proses biosintesisnya pada manusia dan 2 . Hampir semua senyawa asam lemak umum juga memiliki nama trivial selain nama sistematis.yang menyatakan konformasi pada ikatan rangkap tersebut.3 Nomenklatur Δx Pada nomenklatur Δx (atau delta-x).atau trans. namun penyebutannya konsisten hanya untuk satu jenis senyawa tertentu sehingga tidak menimbulkan ambigu.1 Nama Trivial Nama trivial. namun secara teknis lebih jelas dan deskriptif. Perhitungan nomor atom karbon dimulai dari atom karbon pada gugus karboksilat. Asam oleat (atau oleic acid) itu sendiri merupakan nama trivial. Ikatan rangkap dilabeli dengan notasi cis-/transatau notasi E-/Z. adalah penamaan non-sistematik yang dikenal luas dan paling banyak digunakan pada literatur. 2. Tiap ikatan rangkap diawali dengan prefiks cis.4 Nomenklatur n-x Nomenklatur n-x. 2. atau dikenal juga sebagai nama dagang.2 Nama Sistematik Penamaan secara sistematik (atau nama IUPAC) dilakukan berdasarkan standar IUPAC Rules for the Nomenclature of Organic Chemistry[2] yang diterbitkan pada tahun 1979. Nama sistematik lebih rumit daripada nama trivial.2 2.apabila diperlukan.Δ9-Octadecenoic acid.

Bilangan lipid untuk asam oleat adalah 18:1.blogspot. elaidic acid memiliki ikatan rangkap antara atom karbon bernomor 9 dan 10.5 Bilangan Lipid Bilangan lipid dinyatakan dalam bentuk C:D. Asam oleat merupakan asam lemak ω-9. bilangan lipid biasanya dinyatakan bersama dengan notasi Δx atau n-x untuk menghindari ambiguitas. Sama seperti asam olat. namun elaidic 3 . Gambar 3. 2.1 Struktur Molekul Asam Oleat (cis-Δ9-octadecenoic acid) Sumber : www. 3.3 hewan.alifelesssweet. x menyatakan nomor atom karbon letak ikatan rangkap berada.com[3] Menurut T. Oleh karena itu. Penamaan ini terkadang membingungkan karena beberapa jenis asam lemak yang berbeda dapat memiliki bilangan lipid yang sama. Pada Gambar 3. yang memiliki rumus molekul C18H34O2.1 disajikan struktur molekul asam oleat. P Hilditch [3] mereaksikan asam oleat dengan oksida dari nitrogen atau memanaskannya dengan sejumlah sulfur dapet merubah asam oleat menjadi isomernya yaitu elaidic acid. merupakan asam lemak tak jenuh yang memiliki satu buah ikatan rangkap yang berada antara atom karbon nomor 9 dan 10 dengan konformasi cis-. merupakan asam lemak rantai lurus beratom karbon 18 yang memiliki satu buah gugus karboksilat pada salah satu ujungnya. Struktur Molekul Asam oleat. Asam oleat termasuk monosaturated fatty acid. dimana C merupakan jumlah atom karbon yang ada pada suatu senyawa asam lemak dan D merupakan jumlah ikatan rangkap yang ada pada asam lemak tersebut.

2 disajikan struktur molekul elaidic acid. larut dalam alkohol.64 (25).blogspot. Tabel 4.895 g/mL 27.alifelesssweet. Sifat-sifat fisik asam oleat disajikan pada Tabel 4. eter. seperti senyawa-senyawa kimia lainnya.com[3] 4. Sifat Fisik dan Sifat Kimia Asam oleat.2 Struktur Molekul Elaidic Acid (trans-Δ9-octadecenoic acid) Sumber : www.85 (90) 2.1 acid memiliki konformasi trans-. memiliki sifat-sifat fisik dan kimia yang khas dan berbeda dengan senyawa lain.2 berikut ini. Gambar 3. 4.1 Sifat Fisik Asam Oleat Berat molekul Wujud Kelarutan 282.s (oC) Panas spesifik J/g (oC) 13-14 oC 360 oC (760 mmHg) 0. dan beberapa pelarut organik Titik lebur Titik didih Densitas Viskositas mPa.1 berikut ini.046 (50) Sumber : Departemen Perindustrian. 1 . Pada Gambar 3. 2007[4] Sedangkan sifat-sifat kimia asam oleat disajikan pada Tabel 4.4614 g/mol Cairan berwarna kuning pucat atau kuning kecoklatar Tidak larut dalam air.

1 Kandungan Asam Oleat pada Tumbuhan Asam oleat merupakan kandungan asam lemak utama pada minyak zaitun dengan konsentrasi mencapai sekitar 80%-massa.1 Kandungan Asam Oleat pada Minyak Zaitun dari Berbagai Daerah Daerah Asal Minyak Zaitun California Corsica Kandungan Asam Oleat (%-w) 85.8 84. Asam oleat merupakan komponen utama pada kandungan asam lemak minyak zaitun. Sumber utama asam oleat adalah daging buah zaitun. karbon monoksida Tidak akan muncul 1 . 5. peroksida Karbon dioksida. Asam oleat dari tumbuhan banyak ditemukan di daging buah dan biji.1 Tabel 4. Sumber Bahan Pangan Asam oleat merupakan asam lemak yang dapat ditemukan hampir di seluruh bahan makanan. ammonia. agen pengoksidasi. logam alkali. baik hewan maupun tumbuhan. Pada Tabel 5.2 Sifat Kimia Asam Oleat Karsinogenisitas Batas eksplosivitas Stabilitas Reaktif terhadap Produk samping yang berbahaya Polimerisasi yang berbahaya Sumber : MSDS Oleic Acid [5] 5.3% UEL : 19% Stabil Kelembaban. Tabel 5. Asam oleat dari hewan banyak ditemukan pada lemak di tulang dan susu. Kandungan asam oleat pada minyak zaitun berbeda-beda untuk setiap daerah penghasil yang berbeda.1 disajikan data persentase kandungan asam oleat dalam minyak zaitun yang dihasilkan masing-masing daerah penghasilnya.5 Tidak LEL : 3.

8 77.2 disajikan data perbandingan kandungan asam oleat pada daging dan biji buah untuk family tumbuhan penghasil yang sama. Tabel 5. Pada Tabel 5.9 Sumber : The Chemical Constitution of Natural Fats 3rd Edition[6] (Hal.5 68.2 Kandungan Asam Oleat pada Daging dan Biji Buah Family Tumbuhan Kandungan Asam Oleat Kandungan Asam Oleat pada Daging Buah (%-w) Anacardiaceæ Euphorbiaceæ Palmæ Caryocaraceæ Sterculiaceæ Burseraceæ Lauraceæ Celastraceæ Caprifoliaceæ Oleaceæ Elaeagnaceæ Myristicaceæ 12 20-35 40-50 54 35 59 63 36 71 70-65 75 80 pada Biji Buah (%-w) Banyak 6 18 46 37 44 32 22 45 83 41 10 Sumber : The Chemical Constitution of Natural Fats 3rd Edition[6] (Hal. Namun bagian tumbuhan yang memiliki kandungan asam oleat paling tinggi adalah daging buah dan biji.1 Tunisia Spanyol Italia Palestina Kepulauan Mediterania Argentina 70.6 79. daun.8 64. dan biji. : 169) Asam oleat pada tumbuhan dapat ditemukan hampir di seluruh bagian tubuh tumbuhan mencakup akar.3 81. : 163) 1 . daging buah.

Tabel 5.3 1 . kandungan asam oleat juga ditemukan pada jamur dengan persentase yang cukup tinggi.6% beratnya. Oidium lactis Aspergillus nidulans Phycomyces blakesleeanus Kandungan Asam Oleat (%-w) 34. Pada Tabel 5.3 Kandungan Asam Oleat pada Jamur Jenis Jamur Penicillium javanicum Penicillium sp. Pada Tabel 5. dapat dilihat bahwa kandungan asam oleat pada daging buah lebih banyak dibandingkan pada biji.2.4 Kandungan Asam Oleat pada Lemak Tulang Hewan Jenis Hewan Ox Kandungan Asam Oleat (%-w) 43. Kandungan asam oleat pada jamur Penicillium chrysogenum misalnya mencapai 53.4 disajikan data mengenai kandungan asam oleat yang terdapat di dalam lemak pada tulang berbagai jenis hewan.6 19 53.2 42. Selain pada kelompok tumbuhan sejati. Tabel 5. kecuali untuk family Oleaceæ. : 149) 5. Penicillium chrysogenum Citromyces sp.6 40. serta produk yang berasal dari hewan misalnya susu.2 Kandungan Asam Oleat pada Hewan Kandungan asam oleat pada hewan terdapat di hampir seluruh bagian tubuh mencakup daging. tulang.3 disajikan data persentase kandungan asam oleat dalam berbagai jenis jamur. Kandungan asam oleat bersumber dari hewan yang tertinggi ditemukan di lemak pada tulang hewan dan lemak pada susu.1 Berdasarkan Tabel 5. lemak hati.2 29 Sumber : The Chemical Constitution of Natural Fats 3rd Edition[6] (Hal.7 41.

Fungsi dalam Tubuh Asam oleat merupakan asam lemak esensial.2 35.5 28.1 26. : 103) Data mengenai kandungan asam oleat pada lemak susu yang dihasilkan hewan disajikan pada Tabel 5.8 Amerika Serikat 31.1 Sapi Anak sapi Domba Babi Rusa Neat 54.7 Sumber : The Chemical Constitution of Natural Fats 3rd Edition[6] (Hal.3 36. artinya asam oleat merupakan zat yang dibutuhkan tubuh namun tubuh tidak dapat membuat atau 1 .5 berikut.3 38.7 51.4 Sumber : The Chemical Constitution of Natural Fats 3rd Edition[6] (Hal : 136-137) 6.7 42.8 33.9 54.3 54.5 Kandungan Asam Oleat pada Lemak Susu Hewan Hewan Kambing Domba Unta Kerbau Kerbau Kambing Kambing Domba Sow Mare Negasa Asal India India India India Turki Kandungan Asam Oleat (%-w) 30.1 Inggris Inggris Selandia Baru Inggris 21.4 54 71. Tabel 5.

di setiap tahap pemanjangan gugus ACP dapat dilepas oleh enzim tioesterase untuk menghasilkan asam lemak jenuh bebas dan ACP.2 membentuk asam lemak tersebut. dehidrasi. menggunakan malonil-KoA. K Setelah asam oleat memasuki tubuh. Pada daun hijau tumbuhan. reduksi. reduksi) yang masing-masing memiliki enzim tersendiri. oleh KAS-I atau KAS-IV. Proses berikut ini terjadi pada daun hijau tumbuh-tumbuhan dan memiliki sejumlah variasi. asam lemak dibuat di sitosol. yang memproduksi glukosa dan asetil-KoA. Biosintesis asam lemak alami merupakan cabang dari daur Calvin. Kompleks-enzim asilsintase III (KAS-III) memadukan malonil-ACP (3C) dan asetil-KoA (2C) menjadi butiril-ACP (4C) melalui empat tahap (kondensasi. E. – – – – 7. Berbeda dengan tumbuhan yang dapat memproduksi sendiri asam oleat. sementara KAS-IV hanya mencapai 10C. Proses esterifikasi (pengikatan menjadi lipida) umumnya terjadi pada sitoplasma. asam lemak diproduksi di kloroplas. dan minyak (atau lemak) disimpan pada oleosom. Mulai dari 8C. asam oleat akan mengalami proses metabolisme dan diubah menjadi asam lemak tidak jenuh berantai panjang yang lazim disebut PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid). Menurut Endang Peddyawati (2008)[7] berikut ini adalah fungsi asam oleat di dalam tubuh : – Sebagai sumber energi Merupakan zat antioksidan yang berfungsi untuk menghambat kanker Menurunkan kadar kolesterol Sebagai media pelarut vitamin A. Pemanjangan selanjutnya dilakukan secara bertahap. PUFA merupakan komponen dari dinding sel tubuh. Pada bagian lain tumbuhan dan pada sel hewan (dan manusia). hewan dan manusia tidak mampu memproduksi sendiri kebutuhan asam oleatnya karena tidak memiliki enzim yang dibutuhkan untuk menghasilkannya. 2C setiap tahapnya. Asam lemak bebas ini kemudian dikeluarkan dari kloroplas untuk diproses lebih lanjut di sitoplasma. D. terutama sel saraf dan sel retina mata. KAS-I melakukan pemanjangan hingga 16C. 2 . Biosintesis Asam oleat merupakan asam lemak esensial yang berarti tidak dapat dibentuk di dalam tubuh hewan dan manusia.

Secara garis besar proses penyerapan asam oleat dan asam-asam lemak lainnya disajikan pada Gambar 8. 2000)[8] 8. Enzim Δ9desaturase kemudian membentuk ikatan ganda. yang memanjangkan palmitil-ACP (16C) menjadi stearil-ACP (18C). Pada akhirnya.2 yang dapat berupa pembentukan ikatan ganda atau esterifikasi dengan gliserol menjadi trigliserida (minyak atau lemak). asam oleat keluar dari kloroplas sebagai produk. dan sintesis intraselular yang terjadi dalam microvilli. Pemanjangan lebih lanjut hanya terjadi bila terdapat KAS-II di kloroplas. Proses Penyerapan dalam Tubuh Penyerapan asam lemak dan produk-produk hasil proses pencernaan lemak merupakan suatu sistem yang sangat kompleks. 1989[9] 2 .1 Diagram Proses Penyerapan Lemak Sumber : Nutrition : Chemistry and Biology. menghasilkan oleil-ACP. Gambar 8. antara lain disebabkan oleh pengaruh asam empedu pada pembentukan micelle. (Biochemistry 3rd Edition. Enzim tioesterase lalu melepas gugus ACP dari oleat.1.

Asam oleat beserta monogliserida dan asam-asam lemak lainnya yang memiliki atom karbon lebih dari sepuluh akan memasuki microvilli dan dibentuk menjadi trigliserida. Dua buah senyawa FA-CoAs diesterifikasi oleh αglycerolphospates dan membentuk α-phosphatidic acid. terbentuk sebagai proses persiapa penyerapan lemak oleh microvilli.3 Di dalam hati. lemak dan getah bening memasuki sistem peredaran darah melalui left subclavian vein. Pada proses pembentukan trigliserida. fosfolipid.2 berikut ini. dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak bereaksi dengan asam empedu membentuk tetesan berukuran mikro dengan diameter sekitar 50 Å. produk dari pencernaan lemak. monogliserida. 3 . asam oleat dan asam-asam lemak lain bergabung dengan lemak pada makanan. Gliserol difosforilasi oleh ATP dan membentuk αglycerolphospates. Gliserol intraseluler juga mengalami esterifikasi dengan FA-CoA yang telak diaktivasi. kolesterol. Micelle mengandung semua produk dari proses pencernaan lemak kecuali asam lemak bebas (FFAs) rantai pendek dan gliserol. Di dalam saluran ini. keduanya larut di dalam air. asam oleat dan asam lemak bebas lainnya diaktivasi melalui pembentukan fatty acid acetyl-coenzyme A (FA-CoA). chylomicron dan VLDL memasuki saluran thoracic melalui sistem peredaran limfa. yaitu very light (atau low) density lipoprotein (VLDL). Tetesan berukuran mikro tersebut. Masing-masing proses pembentukan FA-CoA diaktivasi menggunakan ATP. Dari lacteal. yang disebut micelle. Letak saluran thoracic dan left subclavian vein pada tubuh manusia disajikan pada Gambar 8. Trigliserida yang disusun di dalam microvilli masuk ke dalam lacteal pada villi sebagai chylomicrons dan senyawa kompleks lipoprotein. Asam oleat dan asam lemak bebas rantai panjang lainnya diesterifikasi oleh β-monogliserida dan membentuk triacylglycerides. Defosforilasi dan reaksi dengan senyawa FA-CoA tambahan melengkapi proses pembentukan trigliserida.

1 .1 sebagai berikut.com/ 9.1 Gambar 8.mcatzone. Secara umum gambaran proses penyebaran lemak disajikan pada Gambar 9.2 Saluran Getah Bening pada Tubuh Manusia Sumber : http://www. atau dipindahkan dari tempat penyimpanannya di dalam tubuh. Sistem Transpor Asam oleat di dalam diubah ke dalam bentuk triacylglycerols yang kemudian diserap. disintesis di dalam hati.

Penyerapan.1 Diagram Proses Pencernaan. Produk dari hidrolisis yang diserap di dalam usus direaksikan lagi dengan triacylglicerol yang kemudian bereaksi dengan apoprotein dan membentuk chylomicrons. Hidrolisis ini melibatkan aktivasi enzim ekstraseluler lipoprotein lipase oleh 2 . Proses ini melarutkan lemak sehingga bias disebarkan melalui aliran darah dan getah bening. Tricylglycerol yang disintesis di dalam hati direaksikan dengan apoprotein yang lain untuk membentuk very low density lipoprotein (VLDL) untuk proses transportasi. Penyimpanan.2 Gambar 9. Triacylglycerol yang menempel pada lipoprotein terhidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak di bagian dalam capillary pada jaringan peripheral. Produk yang telah terhidrolisis memasuki sel dan melalui proses katabolisme untuk menghasilkan energi atau dipengaruhi oleh hormon. 2000[8] Asam oleat diserap di dalam tubuh dalam bentuk triacylglycerols lalu dihidrolisis di dalam usus halus oleh pancreatic lipase dan enzim-enzim lainnya. dan Penyebaran Lemak di Dalam Tubuh Sumber : Biochemistry 3rd Edition. Lipoprotein yang ditransportasikan ke jaringan tubuh terhidrolisis pada permukaan dalam capillary.

2. 10. Gliserol dikembalikan dari adipocytes ke hati untuk proses resintesis glukosa melalui glukogenesis. Setelah diserap oleh sel. glycerol-3-phosphate untuk resintesis triacylglycerol diambil dari proses glikolisis. Pengikatan chylomicron pada lipoprotein lipase di permukaan dalam capillary disajikan pada Gambar 9. Gambar 9. 2000[8] Chylomicron menempel pada lipoprotein yang dihubungkan oleh rantai polisakarida ke permukaan sel endothelial. Asam oleat yang dilepaskan bersama dengan asam-asam lemak lainnya sebagian langsung diserap oleh sel-sel yang ada di sekitarnya. asam oleat dan asam lemak lainnya yang berasal dari lipoprotein lipase dapat dikatabolisis untuk menghasilkan energi atau digunakan untuk resintesis triacylglycerol di dalam sel adiposa.2 Pengikatan Chylomicron pada Lipoprotein Lipase di Permukaan Dalam Capillary Sumber : Biochemistry 3rd Edition. Karena adipocytes kekurangan gliserol kinase. sedangkan sisanya yang cenderung tidak larut diubah menjadi senyawa kompleks oleh serum albumin untuk ditransportasikan ke sel yang letaknya lebih jauh.3 apoprotein C-II. Begitu diaktivasi oleh apoprotein C-II. Metabolisme 3 . lipase menghidrolisis triacylglycerol di dalam chylomicron sehingga kandungan gliserol dan asam lemak yang ada di dalamnya dapat diambil.

2 Asam oleat dan asam-asam lemak lainnya yang telah diserap di dalam tubuh masuk ke dalam proses metabolisme untuk diproses secara katabolik dan menghasilkan energi. Proses oksidasi asam lemak untuk menghasilkan energi pada lintasan katabolik disebut oksidasi beta. Untuk memperoleh energi.1 Proses Metabolisme Lemak di Dalam Tubuh Sumber : Metabolisme Lipid.1 Gambar 10. Gambaran umum proses metabolisme lemak di dalam tubuh disajikan pada Gambar 10. Selanjutnya asetil KoA yang dihasilkan akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. jika kebutuhan energi sudah mencukupi. Di sisi lain. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta. 2010[10] 10. asam oleat dan asam lemak pada umumnya dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan oksidasi beta. asam lemak dalam tubuh dioksidasi dan menghasilkan asetil KoA yang direaksikan lebih lanjut.1 Oksidasi Asam Lemak (Oksidasi Beta) Untuk memperoleh energi. asam lemak harus diaktifkan terlebih dahulu 2 . asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.

Gambar 10. Mekanisme pengaktifan amal lemak menjadi asil-KoA dengan enzim asil-Koa sintetase (tiokinase) disajikan pada Gambar 10. asam lemak diaktifkan dengan dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase).2 menjadi asil-KoA.2. 2 . Mekanisme transportasi asam lemak ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin disajikan pada Gambar 10.2 Aktivasi Asam Lemak Menjadi Asil KoA Sumber : Metabolisme Lipid. Rumus molekul senyawa karnitin adalah (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-. 2010[10] Asam oleat dan asam lemak bebas rantai panjang lainnya dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin. Dengan adanya ATP dan Koenzim A.3.

3 Transportasi Asam Lemak Melalui Pengangkutan Karnitin Sumber : Metabolisme Lipid.1 Gambar 10. – Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA yang dikatalisis oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di 1 . Setelah menjadi asil karnitin. barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria. – – Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar. asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Setelah menjadi bentuk aktif. 2010[10] Langkah-langkah masuknya asil-KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut: – Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase.

Gambar 10. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. 2010[10] Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi asil-KoA.4. karbon β asam lemak dioksidasi menjadi keton. Dalam oksidasi beta. diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 3P Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asilKoA yang telah kehilangan 2 atom C. – Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi beta. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan menghasilkan energi 2P Delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Dalam proses oksidasi ini. Selanjutnya asetil KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Mekanisme reaksi oksidasi karbon β asam lemak menjadi keton disajikan pada Gambar 10. – – – 2 .2 membran interna mitokondria menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan. asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai berikut: – Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan pada setiap proses. Setelah berada di dalam mitokondria.4 Oksidasi Karbon β Menjadi Keton Sumber : Metabolisme Lipid.

Malnutrien Asam Oleat 2 . Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C.5 Aktivasi Asam Lemak. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA. Pada Gambar 10. oksidasi beta.2 Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi beta adalah 5P. Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat.5 dijelaskan mengenai proses aktivasi asam lemak. dan siklus asam sitrat. maka asil-KoA yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena membentuk asetil KoA. Oksidasi Beta dan Siklus Asam Sitrat Sumber : Metabolisme Lipid. 2010[10] 11. Gambar 10.

yakni komponen kimia makanan yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan atau kesehatan. Namun dalam jumlah kecil kolesterol memiliki manfaat bagi tubuh.1 Kelebihan Asam Oleat Manfaat utama asam oleat dalam tubuh adalah mengurangi kadar kolesterol. fungsi otak. menurunnya daya ingat. baik secara langsung maupun tidak langsung. Baik kelebihan maupun kekurangan kandungan asam oleat dalam tubuh akan memberikan efek buruk.2 Asam oleat merupakan salah satu nutrien. asam oleat akan memberikan manfaat yang optimal apabila terdapat di dalam tubuh dalam jumlah yang tepat. 11. D. seorang Ahli Gizi Klinik RS Persahabatan[7]. Kolesterol dalam jumlah besar berdampak buruk bagi tubuh karena di antaranya dapat menyebabkan kegemukan dan meningkatkan resiko serangan jantung. kekebalan sel berkurang Proses biokimia dalam tubuh terganggu.2 Kekurangan asam oleat yang merupakan asam lemak esensial dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada penglihatan. 11. dinding sel melemah dan melunak. E. misalnya pembentukan hormone steroid dan hormone-hormon lain yang dibutuhkan tubuh Kekurangan vitamin D karena kolesterol dapat mengubah vitamin D dengan bantuan sinar matahari Produksi asam empedu yang digunakan untuk mencerna lemak larut atau bahan berbahaya yang memasuki tubuh melaluimakanan akan terganggu Terhambatnya penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (A. sehingga kelebihan kadar asam oleat berdampak pada kekurangan kolesterol yang dapat menyebabkan hal-hal sebagai berikut[11] : – – – – Membran sel menjadi tidak stabil. Namun seperti nutrien pada umumnya.3 Toksisitas 2 . K) Kekurangan Asam Oleat Menurut Endang Peddyawati. – 11. serta gangguan pertumbuhan sel otak pada janin dan bayi.

atau sistem pernafasan Kontak yang berulang kali dapat mengakibatkan kulit kering dan pecah Uapnya dapat mengakibatkan mual dan pusing 2 .2 Berikut ini adalah bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh asam oleat apabila terjadi kontak secara langsung[5] : – – – – – Dapat menyebabkan iritasi mata apabila terjadi kontak Material dapat menyebabkan iritasi pada membran mukosa dan sistem pernafasan bagian atas Dapat mengakibatkan iritasi mata. kulit.

14 September 2008. Metabolisme Lipid. Available [online] :< http://alifelesssweet. P. Driskell. Spallholz. Kawan yang Bisa Jadi Lawan. Nutrition : Chemistry and Nugroho.. New Jersey [10] Politeknik Kesehatan DepKes Surabaya [11] Anita.. Surabaya : Jurusan Kebidanan Biology 2nd Edition. 2000. 6 Juli 2010. T. K. C. J. Endang. Lemak. M. Chapman and Hall LTD.... K.net/lemak-kawan-yang-bisa-jadi-lawan [19 November 2010] [5] [6] [7] [8] Ahern.. 1949.html> [19 November 2010] [2] [3] [4] Departemen Perindustrian. Manfaat Kolesterol.wordpress. P. Biochemistry 3rd Edition. Gambaran Sekilas Industri Minyak Kelapa Sawit. London Peddyawati.What it is and why you DON'T want to eat it!. W. 1989.. Prentice-Hall. 2010. Trans Fat . Available [online] : http://benih. E. Chapman and Hall LTD. 1971 Cathy. Heru S. K.com/2009/12/lastof-december-rewind-last-year-we. E.. London: Butterworths.com/tag/manfaat-kolesterol-bahaya-kolesterol/ November 2010] 1 . J. dan van Holele.1 DAFTAR PUSTAKA [1] Hilditch.blogspot. The Chemical Constitution of Natural Fats 2nd Edition. The Chemical Constitution of Natural Fats 3rd Edition.. London Nomenclature of Organic Chemistry 3rd Edition.. Mathews. A. San Fransisco [9] Boylan. 2007. G. 1956. T. 30 Desember 2009. Addison Wesley Longman Inc. Sekretariat Jenderal Departemen Perindustrian MSDS (Material Safety Data Sheet) : Oleic Acid Hilditch. Available [online] : [24 http://myanita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->