Adat pernikahan Yogyakarta

[sunting] Nontoni
Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan kadangkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya. Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia. Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran.

[sunting] Upacara Lamaran
Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah kadang-kadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama.
y

y y

y

Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya. Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa). Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawara dalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.

Peningsetan Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri.

Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon (imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.

[sunting] Upacara Tarub
Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin (siraman, Jawa) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :
y y y y y y

Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa ) Dua untai padi yang sudah tua. Dua batang pohon tebu wulung (tebu hitam) yang lurus. Daun beringin secukupnya. Daun dadap srep.

Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit (bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak.) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa) yang dilambangkan melalui: 1. Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap. 2. Jajan pasar 3. Nasi liwet yang dileri lauk serundeng. 4. Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok. 5. Roti tawar. 6. Jadah bakar. 7. Tempe keripik. 8. Ketan, kolak, apem. 9. Tumpeng gundul 10. Nasi golong sejodo yang diberi lauk. 11. Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing 12. Golong lulut.

8. Nasi punar 15. 5. Pisang emas 1 lirang Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecilkecil merah. 22. Jembatan Prapatan. 3. 24. Tikar 27. temulawak. Kembang telon (melati. dlingo. 2. yang dilengkapi dengan buah-buahan. Sayur pada mara 31. damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan 28. gula merah 1 tangkep. Nasi gebuli 33. kluwak. 6. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan. suri. gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di: 1. . Kolak kencana 32.13. Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi (merang) 30. kapur dan gambir 20. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Daun sirih. bengle. kunir.kuning. Kendi. Area sumur Area memasak nasi Tempat membuat minum Tarub Untuk menebus kembarmayang (kaum) Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan. bunga telon. kencur. Empluk-empluk tanah liat berisi beras. Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil. uang logam. 1 butir kelapa. 19. temu giring. hitam. sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri. putih. Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah. kemiri gepak jendul. jenang baro-baro. Pisang pulut 1 lirang 17. Empon-empon. 7. 23. lenga sundul langit 25. pengilon. jungkat. hijau. Nasi gebuli 14. 4. Pisang raja 1 lirang 18. [sunting] Nyantri Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. kenanga dan kantil) 21. jenang putih. Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit 29. Jenang merah. Ayam jantan hidup 26. Ayam 1 ekor 16.

santan kanil. Kendi atai klenting Tikar ukuran ½ meter persegi Mori putih ½ meter persegi Daun-daun : kluwih. Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam: y y y y y y y y y y Tumpeng robyong Tumpeng gundul Nasi asrep-asrepan Jajan pasar. alang-alang Dlingo bengle Lima macam bangun tulak (kain putih yang ditepinnya diwarnai biru) Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning) Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam). awar-awar. Bahan-bahan untuk upacara siraman : y y y y y y y y y y y y y y Kembang setaman secukupnya Lima macam konyoh panca warna (penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna) Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya. 7 macam jenang Empluk kecil (wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras 1 butir telor ayam mentah Juplak diisi minyak kelapa 1 butir kelapa hijau tanpa sabut Gula jawa 1 tangkep 1 ekor ayam jantan Untuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan. 1 helai kain grompol. dadap srep. tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan. Sampo dari londo merang (air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air. turi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. 2meter persegi mori. air ini dinamakan air londo) Asem. 1 helai kain nogosari. koro. 1 helai letrek (kain kuning). 1 helai kain semen. pisang raja 1 sisir. pisang pulut 1 sisir.[sunting] Siraman Upacara Siraman Siraman dari kata dasar siram (Jawa) yang berarti mandi. 1 helai jinggo (kain merah). 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih Sabun dan handuk. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias (pemaes) dengan memecah kendi dari tanah liat. .

Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan . Baki yang berisi potongan daun pandan.00 sampai dengan jam 24. maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni.[sunting] Midodareni Midodareni berasal dari kata dasar widodari (Jawa) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi. Jawa ) Sambel pecel. laos. upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah . lalapan Krecek Roti tawar. [sunting] Ijab Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria. jeruk purut. parutan kencur. minyak wangi. biji-bijian. gula jawa Kopi pahit dan teh pahit Rujak degan Dengan lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan (zaman dulu) [sunting] Langkahan Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari : y y y y y y y y Nasi gurih Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung. calon penganten tidak boleh tidur. daun sirih yang dihias dengan kapur. sambel pencok. Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24. empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ). Mayang jambe (buah pinang). dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam: y y y y Sepasang kembarmayang (dipasang di kamar pengantin) Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon.

kedua orang tua menyiramkan air "berbau tujuh macam kembang" kepada tubuh anaknya. Adat yang biasanya dilakukan meliputi : acara pengajian. Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih. Pada siraman itu. Konon acara siraman itu dilakukan pula terhadap calon penganten lelaki di rumahnya masing-masing. setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan. siraman (sehari sebelumnya. gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara sungkeman Setelah upacara panggih selesai dapat diiringi dengan gending Sriwidodo atau gending Sriwilujeng. Siraman. Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria 2. 3. Kemudian acara sungkeman. "meupeuskeun kendi" (memecahkan kendi.. pecah telor oleh pemaes.syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah. wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ). Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai. "nincak endog (nginjak telor). [sunting] Panggih Panggih (Jawa) berarti bertemu. acara "seren sumeren" calon pengantin. atau Gari padasih. Pada waktu kirab diiringi gending : Gatibrongta. Syaerat islam tidak . namun ada beberapa kalangan yang menyatakan bahwa hal itu suatu kebaikan dengan tujuan mendapatkan keberkahan dan ridho Allah Swt yaitu melalui penyampaian "do'a". Pengantin pria kembali ketempat penantiannya. sawer dan "ngaleupaskeun "kanjut kunang (melepaskan pundi-pundi yang berisi uang logam). "meuleum harupat"( membakar lidi tujuh buah). lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan busana gaya Yogyakarta dengan iringan gending Jawa: 1. merupakan simbol kesangan orang tua terhadap anaknya sebagaimana dulu "anaknya ketika kecil" dimandikan kedua orang tuanya. sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. y y [1] [2] [sunting] Adat Sunda Pernikahan adat Sunda saat ini lebih disederhanakan. Acara "pengajian" yang dikaitkan dan menjelang pernikahan tidak dicontohkan oleh Nabi Saw. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kaya (kacar-kucur). sebagai akibat percampuran dengan ketentuan syariat Islam dan nilai-nilai "keparaktisan" dimana "sang penganten" ingin lebih sederhana dan tidak bertele-tele. Setelah dahar walimah selesai.

bahwa "pada malam" pertamanya itu. Pelanggaran terhadap suatu aturan atau norma. kemudian di "sawer" dengan uang logam.mengajarkan seperti itu tapi juga tidak ada larangannya. akan mendapatkan sanksi hukum (punisment) ada hukuman moral dan ada hukuman fisik. Untuk acara sungkeman yang dilakukan setelah "acara akad nikah" dilakukan oleh kedua mempelai kepada kedua orang tuanya masing-masing dengan tujuan mohon do'a restu atas akan memulainya kehidupan "bahtera rumah tangga". yaitu. yang paling dominan adalah norma. peristiwa adat yang muatan normanya sangat kompleks adalah adat perkawinan dan adat orang meninggal. Tujuan memahami aturan/norma adat adalah untuk menghidarkan sanksi moral didalam diri orang yang melanggarnya terutama kalau orang tersebut adalah raja adat. Artinya. Nincak endog yaitu memecahkan telor oleh kaki pengantin priya dengan maksud. maka kita berbicara mengenai aturan (role). Acara bulan ke-7 kehamilan I seorang ibunya (Nujubulanan) 2. si calong penganten perempuan tidak menampakan aurat (sesuai ketentuan agama Islam). Asalkan pada acara siraman itu. Bagi orang batak. segala aktivitas manusia tidak terlepas dari aturan. Setelah diberi lantunan wejangan. Acara terakhir adat Sunda . Hampir semua aspek kehidupan orang batak berdampingan dan bahkan menyatu dengan adat. Pelanggaran atau kesalahan mengikuti norma. yang kita sebut norma. Setelah acara adat berakhir maka kedua mempelai beserta keluarganya beristirahat untuk menanti acara resepsi atau walimahan. Di dalam sejarah kehidupan manusia. Kemudian acara lainnya yaitu membakar tujung batang lidi (masingmasing panjangnnya 20 cm) dan setelah dibakar. dimasukan ke air yang terdapat dalam sebuah kendi. maka pertanggungjawabannya adalah moral. Acara-acara adat yang demikian adalah. beras kuning. Acara haup lingkun diakhir dengan saling menarik "bakakak" (ayam seutuhnya yang telah dibakar. oleh sebab itu pemahaman adat identik dengan pemahaman aturan. 1. Acara . yang mendapatkamn bagian terbanyak "konon akan" mendapatkan rezeki banyak. oleh kedua orang tuanya. Setelah padam kemudian di potong bagi dua dan lalu dibuang jauh-jauh. kedua pengantin disuapi oleh kedua orang tuanya smasing-masing sebagai tanda kasih sayang orang tua yang terakhir kali. Di dalam aturan adat. dua penganten diberi lantunan wejangan yang isinya menyangkut bagaimana hidup yang baik dan kewajiban masing-masing dalam rumah tangga. "Huap Lingklung dan huap deudeuh ("kasih sayang). Sungkeman juga dilakukan kepada nenek dan kake atau saudaranya masing-masing. Acara adat saweran yaitu. ia bersama isterinya akan "memecahkan" yang pertama kali dalam hubungan suami isteri. Sedangkan kendinya dipecahkan oleh kedua mempelai secara bersama-sama. Kemudian masing-masing mempelai saling "menyuapi" sebagai tanda kasih sayang. [sunting] Adat Batak PEMAHAMAN ADAT BATAK** Berbicara tentang adat.

pada umumnya harus memakai orang lain yang semarga (dongan sabutuha/kahanggi) disebut ³Raja Adat´ Siapakah Yang Disebut Raja Adat Raja Adat. manaruhon tinaru´. Acara pemberian nama (baptis) 4. menyediakan tudu-tudu ni sipanganon. . Acara kematian' 7.Raja adat adalah orang yang kuat dalam pendirian. Semua acara tersebut di atas mempunyai aturan atau norma pelaksanaannya. waktu umur ke-7 bulan atau lebih didalam kandungan. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian prosesi perkawinan . (haroan) . acara yang lain.Raja adat adalah orang yang komit dengan adat dan marga . (bagi orang Kristen dibaptis di Gereja) Acara ini merupakan cara memberitahukan nama si bayi supaya orang tahu memanggil namanya. .Raja adat adalah orang yang cepat tanggap pada situasi pembicaraan diplomasi . seperti ³ndang diboto adat´ dan beban moral sebagai tanggung jawab terhadap generasi muda. dll. Acara perkawinan 6.4 biasanya dilaksanakan sendiri oleh keluarga yang bersangkutan. mambosuri.Raja adat adalah orang yang memahami aturan/adat. dll. Ada sebagian yang memberitahukan secara resmi dan meminta kepada helanya agar disambut dengan acara adat juga.Mangalap goar/ mangampehon goar. Acara kedewasaan (Sidi) 5. berbicara. manggirdak. tetapi tidak otoriter. Banyak hal yang harus kita jaga di dalam pelaksanaan adat pada setiap acara di atas. Acara menempati rumah baru.Raja adat adalah orang yang bersikap. Disebut dalam istilah adatnya. Acara ini cenderung sebagai penjajakan linkage antara kemampuan orang tua laki dengan keinginan orangtua . sedangkan acara ini adalah acara orangtua perempuan kepada anaknya yang baru pertama kali akan melahirkan.Nuju bulan. orang tua dari perempuan membuat acara 7 bulanan. Yang diundang makan adalah para tetangga dan keluarga kandung yang dekat dalam arti tempat. si laki sudah sepakat dengan si perempuan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih pasti. tardidi. Harus di antar ketempat hula-hula. Pelanggaran terhadap norma tersebut akan berakibat sanksi moral yang datangnya dari orang yang mendengakan dan melihat perlakuan adat yang di pandu oleh seorang yang disebut raja adat. Acara ini adalah bentuk pesta kecil-kecilan karena anak bayi diberi nama. Kalaupun ditanya keberadaan mereka dirumah.Esek-esek Acara ini adalah acara makan-makan sebagai pesta kecil-kecilan dalam bentuk syukuran keluarga yang lahiran seorang bayi. Catatan: norma memberikan sipanganon tu hula-hula.Hori-hori dingding Merupakan rangkaian lanjutan acara pabangkit hata. hanya untuk kepastian ada tidaknya mereka dirumah pada hari yang sudah ditentukan. mangalehon ulos mula gabe. tegas dalam mengambil keputusan. tingkah laku sopan dan panutan ...Pabangkit hata (melamar) Adalah acara pelamaran orangtua laki kepada orangtua perempuan dengan atas dasar. . kedatangan orangtua perempuan tidak begitu diutarakan kepada hela/mantu. Yang Perlu Dipahami .Kelahiran (Esek-esek) 3. ³manaruho aek ni utte. Dalam acara ini. yang menguasai dan memahami tatanan dan aturan pelaksanaan adat serta memiliki sifat dan perilaku sbagai berikut: . Saat pertama sekali seorang ibu akan melahirkan seorang bayi pertama.Raja adat adalah orang yang sabar . adalah orang yang donobatkan oleh satu marga di dalam suatu wilayah. Acara 1. Di dalam koridor adat. kalau bukan acara keluarga mis: masuk rumah.

sudah membawa konsep ancang-ancang waktu. Pengantin perempuan di boyong ke rumah pengantin laki-laki.perempuan. Pihak keluarga laki-laki tinggal datang dan membawa uang sesuai jumlah yang telah disepakati pada saat marhusip atau patua hata. maka tinggal pelaksanaan pesta unjut. todoan ini sebagai permintaan khusus dari Ibu yang melahirkan pengantin perempuan yang harus dipenuhi oleh orang tua pengantin laki-laki. Setelah selesai pesta. barang atau ternak dari mertua seorang putrid pada waktu pernikahan. dalam membicarakan sesuatu yang akan pasti harus terbuka di antara dalihan natolu.Marhusip Acara marhusip adalah acara pematangan ancang-ancang menjadi konsep ke jenjang marhata sinamot. Alap Jual. bentuk ulaon dan sebagainya agar pada acara marhusip semua sudah matang (all ready for go on). 2. Di sebahagian marga dan luat acara marhusip ditiadakan. Apabila hula-hula kedua belah pihak ikut serta dalam pembicaraan itu. marhusip. jumlah undangan. jambar dan situak natonggi serta piso dan upa tulang. . orangtua dari perempuan harus memberikan ³ulos´ yang disebut ulos todoan. adanya salah satu komponen dalihan natolu yang belum mendengar isi pembicaraan. Acara ini dilaksanakan secara rahasia oleh saudara prempuan orangtua laki-laki dengan saudara perempuan orangtua perempuan. Pada pesta unjut hanya menyelesaikan piso dan parjambaran yang belum terlaksana. maka parhusipon sudah masuk pada acara marhata sinamot. Todoan adalah merupakan hak seseorang untuk menerima sejumlah uang. Materi yang dibicarakan di dalam marhusip. Todoan ini hendaknya kita lestarikan sebagai Ciri Khas Adat Rambe Bentuk Ulaon 1. Kalau marhata sinamot sudah berjalan. maka acara patua hata.Patua hata Acara ini merupakan lanjutan pabakkit hata dan hori-hori dingding yang setingkat lebih tinggi kepastiannya. Di daerah tertentu di Humbang Hasundutan. Yaitu hula-hula kedua belah pihak. Kalau acara ini tersendiri didalam proses rencana perkawinan. apabila hubungan tersebut dilanjutkan kepada pesta perkawinan. Bisik-bisik di dalam hal ini adalah. Didalam adat batak. Sebagai imbalan dari todoan. Pihak pengantin perempuan datang untuk melaksanakan pesta (manaru boru) dan akan menerima dan . Pada saat sekarang acara ini sudah disatukan dengan acara parhusipon. jumlah sinamot. tempat pesta.Todoan. Konsep yang sudah disepakati pada acara patua hata langsung dibawa ke acara marhata sinamot sekaligus pesta unjut. (acara imformal) . Alap jual adalah bentuk ulaon perkawinan dimana yang menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta perkawinan di kerjakan oleh keluarga perempuan (Bolahan Amak). sama persis dengan yang dibicarakan dalam acara marhata sinamot. Catatan. . Keterbukaannya adalah menjadi perbedaannya antara marhusip dengan marhata sinamot. Taruhon Jual Adalah bentuk pesta perkawinan di mana yang menyediakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta dilaksanakan oleh pihak pengantin laki-laki (Bolahan Amak). Pinggan panukkunan sudah harus berjalan. Acara ini menyatakan bahwa hubungan si anak dengan siperempuan bukan hubungan terbatas antara kedua belah pihak tetapi sudah melebar hingga kepada yang berkompeten. Makanya disebut bisik-bisik yang keras karena belum terbuka pembicaraan tersebut dengan dalihan natolu.

adalah pemberitahuan (Tikting = Warta) kepada tulang dari hela bahwa berenya sudah menjadi hela. Tulang ni pangoli / sijalo tikting marakkaup Suhi ni Appang na opat bagi pihak par boru adalah a. Tikting atau cincin marakkup Adalah besarnya jumlah uang yang diambil dari sinamot yang diterima yang harus diberikan oleh orang tua dari pengantin perempuan Kepada tulangnya pengantin laki-laki biasanya ½ dari jumlah upa tulang. Adat tersebut menjadi hutang yang harus dibayar. beras (kemakmuran). Pariban d. sesungguhnya adalah menurut perhitungan X : 2 = ½x : 3 Besarnya hasil pembagian itulah yang diserahkan kepada tulangnya pengantin perempuan. Suhut Pangamai b. Simandokkon/ iboto ni namuli c. Besarnya upa tulang. Di lain daerah mengatakan ³Tittin Marakkup´ tittin (cincin) adalah pertanda antara dua pihak yang sama menggunakan cincin. untuk memulai pembicaraan. Berdasarkan itulah suhut takut untuk me-mark up sinamot kalau hanya untuk di dengan khalayak. daun sirih 5 atau 7 lembar. Disebut manggarar adat karena perkawinan yang mereka lakukan mendahulukan lembaga perkawinan dan membelakangkan pelaksanaan adatnya. Haha ni Pangoli c. Walaupun dengan resiko meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan. sering disamaratakan dikeluarga pengantin laki-laki dengan dikeluarga pengantin perempuan. Kedatangan pihak pengantin perempuan disambut oleh keluarga pengantin laki-laki. didalan acara patua hata atau marhata sinamot. Bentuk perkawinan seperti ini sangat dihindari oleh orang Batak. Piring (wadah). selalu disertakan sepotong daging (Tanggo-tanggo). Natua-tua dan Khalayak.memberikan segala hak dan kewajiban sesuai dengan apa yang sudah disepakati. serser mula ni tortor. . Pinggan panukkunan adalah sebuah piring berisi beras secukupnya. maka pihak pengantin perempuan menanya keberadaan pinggan panukkunan sebagai kepastian hukum yang akan dibicarakan. uang empat lembar dan dulu. karena pada saat perkawinan mereka disebut Mangalua (Kawin Lari). Tudia pe berei mangalap boru. Suhut Pamarai b. bahwa mreka berdua sama kedudukannya terhadap keluarga pengantin laki-laki. Perkawinan semacam ini adalah karena sesuatu dan lain hal terpaksa dilaksanakan. Jaman dahulu merupakan ke harusan. Sijalo upa tulang/ Tulang ni boru muli Satu hal yang perlu kita pahami mengenai Upa Tulang dan Tikting Marakkup. hot do I margulang-gulang. sama artinya dengan bere. Bagi sebagian daerah disebut Tikting Marakkup. Sulang-Sulang Pahompu/Manggarar Adat Adalah bentuk pesta adat yang dilaksanakan suami istri. Apasaja suhi ni amppang na opat bagi Pihak Paranak? a. hot do I boru ni tulang). Iboto ni pangoli/Sihutti Appang d. Pemberian ini ada kaitannya dengan namanya Tikting atau tittin marakkup. 3. Sedangkan pada pesta alap jual. sise mulani hata´ Setelah selesai makan. Suhi Ni Amppang Na Opat Suhi ni amppang na opat. Manggarar adat pada umumnya bentuk adat yang dilaksanakan sebelum suami istri yang kawin lari mempunyai anak. Pinggan Panukkunan Bagi orang batak mengatakan ³Sai marmula do nauli. keberadaan pihak pengantin perempuan sudah ditempatnya/dihalamannya maka tidak ada lagi penyambutan terhadap pihak par boru. Upatulang adalah sejumlah uang dari sinamot yang diterima yang harus diserahkan orang tua dari penganting perempuan kepada tulangnya pengantin perempuan. ³Hesek mulani gondang. sai marmula do nadenggan´. Sebagai kepastian hukum bagi Raja Raja Adat. maka untuk memulai suatu pembicaraan resmi dikatakan. (Hot pe jabu I. Disebut sulang-sulang pahompu karena adat tersebut dilaksanakan setelah suami istri sudah punya anak. Cincing yang dimaksud adalah sejumlah uang yang diberikan kepada tulangnya pengantin laki-laki. Sehingga mulai pada saat itu kedudukan mereka terhadap marga helanya adalah sama.

Cara . yang disebut parjuhut. (Skenario Tanya jawab dalam marhata sinamot pada pesta unjut akan dipelajari dan menjadi inti pertemuan kita) Tikkir Tangga/Paulak Une Acara ini sebetulnya adalah acara yang sangat pribadi bagi kedua belah pihak dan dahulu acara ini sangat sensitive bagi pihak luar terutama paulak une. anak gappang. yang menjadi besannya nanti. anak bunga-bunga. pangkal paha.Daun sirih (kesegaran dan kesehatan prima). Kalau toh harus diadakan maka Tikkir Tangga dan Paulak Une diserahkan kepada kedua belah pihak untuk melaksanakannya kemudian. pertanda bagi orang tua perempuan. Selanjutnya pembicaraan memasuki inti dari pesta adat. PERNIKAHAN ADAT BATAK Pada dasarnya. Sebagai pendahuluan menghantarkan pembicaraan raja adat. leher. Tujuannya adalah untuk mengetahui siapakah calon helanya di antara 7anak didalam keluarga nya? Bagi orang batak ada: anak hasudungan. maka hubungan pertunangan dapat dibatalkan tanpa ada yang dipermalukan. Kalau kedudukan calon helanya diantara 7 macam anak bagi orang batak tidak disukai oleg pihak par boru. rusuk melingkar. Konsekuensinya apabila si istri bukan gadis lagi. walaupun itu menjadi aib* ) Berdasarkan keterangan di atas bahwa sesunggunya pesta perkawinan adat batak tidak mengenal istilah ulaon sadari. Sebagai bukti bahwa santapan /makanan adat itu adalah hewan yang utuh. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman Pernikahan Batak. bagian bokong dengan ekornya masih melekat. isi pengantar tersebut harus berkaitan dengan semua isi dari pinggan panukkunan. Kalau kita lihat pelaksanaannya. anak na niain. Uang (suka cita) dan daging masing-masing mempunyai makna dalam pembicaraan resmi pada adat perkawinan. Barangkali ini menggambarkan hewan yang dipersembahkan itu adalah hewan pilihan sebagai tanda/simbol penghargaan atas pengorbanan pihak perempuan tersebut. hatu. anak pisang. anak hatoban. . bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan) karena ia ³berkorban´ memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) . Acara Paulak Une dilaksanakan minimal seminggu sesudah resmi menjadi suami istri. yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam ulaon unjuk/ Pernikahan Adat itu. Tujuannya adalah memberitahukan secara tidak langsung bahwa istrinya adalah boru ni raja dan une atau tidak (perawan atau tidak). Sebelum misi/zending datang dan orang Batak masih menganut agama tradisi lama. anaknya ditinggalkan dirumah orangtuanya. anak na sinuanhon. Adat Pernikahan Adat & Pernikahan Batak. Itulah sebabnya acara ini dilaksanakan oleh yang bersangkutan (pengantin) dan orangtua pengantin laki-laki. pihak pria harus menyerahkan bagian-bagian tertentu hewan itu (kepala. Pihak parboru harus rela anaknya kembali kerumahnya. mengandung nilai sakral. sebagai tanda penghormatan atau legitimasi sesuai fungsi-fungsi (tatanan adat) keberadaan/kehadira n mereka didalam acara adat tersebut. sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau). acara tikkir tangga dilaksanakan parboru kerumah paranak sebelum acara patua hata. jantung dll)bagian tersebut disebut tudutudu sipanganon (tanda makanan adat) yang menjadi jambar yang nanti dibagi-bagikan kepada para pihak yang berhak. lembu atau kerbau yang dipotong ini ( waktu itu belum ada pinahan lobu) tidak sembarang harus yang terbaik dan dipilih oleh datu.

Umumnya dirumah pihak perempuan dilaksanakan acara ³Marhusip´.maksudnya pada acara ini saudara laki-laki ibu yang melahirkan pengantin perempuan belum ikut karena tidak dihadiri pihak hulahula. dansambil melihat keadaan pihak perempuan apakah layak dijadikan menantu. sepanjang ia diselenggarakan sesuai pemahamn dan nilai luhur adat itu sendiri. Maksudnya: sebelum dilaksanakan hajad seharusnya diperiksa dan hati-hati dalam bersikap serta tata cara yang akan di acarakan. [[Marhusip :]] {{Templat[1]}} Meskipun acara Marhusip salah satu unsur adat tetapi belum termasuk acara adat lengkap.memotongnya juga tidak sembarangan. mauliate ma siala haroromuna. Mauliate do jala malambok pusu huhut dohonon nami di hamu . 3. Mauliate ma hudok hami parjolo tu Tuhan ta . Jolo tinaha garung niba. Pembicaraan berkisar perkenalan dan mengenalkan anak laki-laki yang ingin meminang anak perempuannya. Dan pada zaman sekarang pembicaraan diarahkan untuk mengetahui apa yang diinginkan pihak parboru (termasuk ancarancar berapa sinamot yang diminta) kalau acara Marhusip lancar dan kedua belah pihak samasama tidak keberatan dalam hal anak yang dijodohkan. dadap unang tarrobung. tangkas ma paboa³ (artinya: Marilah kita mulai berbicara wahai Raja ni Boru. Dibawah ini ada skenario acara Marhusip dalam bahas Batak dan artinya bahasa Indonesia sebagai berikut : Pembicara dari pihak parboru (PB): Ä Ba mankatai ma hita raja ni parboruon. ai dibagasan hahipason do hamu hu dapot hami di bagasta na marapang na marjual on. terima kasih atas kedatangan kalian. paranak sendiri yang menggiring lembu/kerbau itu hidup-hidup ketempat parboru. alusan ma tutu sungkunsungkun muna I. IA nungga ro hamu tu bagas nami on. begitu juga dari pihak calon perempuan yang ikut dalam acara Marhusip tersebut. Anggapan acara Perkawinan Adat & Perkawinan Batak rumit dan bertele-tele adalah keliru. harus sekali potong/sekali sayat leher sapi/kerbau dan disaksikan parboru (biasanya borunya) jika pemotongan dilakukan ditempat paranak (ditaruhon jual). Baik acara adat diadakan di tempat paranak atau parboru. 2. Daging hewan inilah yang menjadi makanan pokok ³ parjuhut´ dalam acara adat perkawinan (unjuk itu).Jadi baru dalam tarap penjajakan. rajanami. Jolo nidodo asa hinonong. jolo tinangkasan ma jolo gogo niba dohot sinadongan niba maksudnya harus teliti semua aspek yang terkait dengan acara. Ia menjadi rumit dan bertele-tele karena diselenggrakan sesuai pamaham atau seleranya. ba nuaeng na manungkun ma hami tu hamu: Dia ma na hinarohon muna. makanan/juhut itu tetap paranak yang membawa /mempersembahkan Kalau makanan tanpa namargoar bukan makanan adat tetapi makanan rambingan biar bagaimanpun enak dan banyaknya jenis makananannya itu. Falsafah yang terkandung dalam acara marhusip ini adalah: 1. dan kalau ditempat parboru (dialap jula) parboru sendiri yang melecehkan dirinya sendiri. dan harus diberitahu akan kedatang pihak calon laki-laki. Kalau pemotongan ditempat parboru (dialap jual) . Jadi disebut namanya Marhusip adalah karena pembicaraan masalah pernikahan belum resmi jadi tidak perlu diketahui umum. kalian sudah datang kerumah ini . Kalau hal ini terjadi di tempat paranak bermakna ³paranak´ telah melecehkan parboru. biasanya cukup 3 orang saja yang ikut dalam acara itu yaitu haha anggi dari bapak calon laki-laki serta dongan sahuta serta seorang wanita. Sebaliknya ³namargoar/tudu. sekarang kami ingin bertanya pada kalian apa maksud kedatangan kalian tolong dijelaskan?) Jawaban dari pihak paranak (calon laki-laki) (PL): ³Olo ma tutu. maksudnya sama dengan no 1 diatas. Manat unang tartuktuk.tudu sipanagnaon´ tanpa ³juhutnya´ bukan namargoar tetapi ³namargoar rambingan´ yang dibeli dari pasar.

20. molo naung sian ias dohot burjumuna do na ro nuaeng manaringoti i. ba nungga adong hian bilangan na tontu ditonahon suhut muna sipaboaon muna tu hami. beha naung ditolopi rohamuna do langka ni anak nami i? Jala molo naung ditolopi rohamuna do. sehubungan dengan pemberitahuan dari anak kami yang datang berjalan-jalan kekampung dan kerumah ini. Adapun kedatangan kami wahai raja nami. Begitulah dahulu jawaban kami. na di jabuon. Ia haroro namai raja nami. menurut pikiran kami tadi. na nidokmuna I. manurut pingkiran nami nangkin andorang so borhat hamu tu son. ai tutu do nunga adong hian bilangan na tontu huboan hami songon tona ni suhut nami. kira kira bagaimana dan apa yang perlu kalian sampaikan pada kami untuk dipersiapkan dan disediakan. Songon I ma jolo alus nami.Nunga nauli I. menemui kalian raja nami. Songon on ma . On pe parjolo ma jolo husungkun hami hamu rajanami. sudah ada bilangan yang pasti kami bawa sebagai pesan dari suhut kami. atas semua kata-kata kalian raja nami. rajanami.Las do rohanami majangkon berenami anak muna i. (artinya: Terima kasih atas kedatangan dan kata-kata kalian tersebut. serta termasuklah itu untuk jambar pangalambungi. memperjelas serta menanyai kepada kalian tentang hal itu.00. Upa suhut ditetapkan Rp. Botima rajanami. kalaulah sudah dimengerti . tidak perlu saya rasa panjang-panjang menjawab kalian.000. Bagaimana apakah kalian sudah mengerti akan maksud kedatangan anak kami?. karena diberi kesehatan kepada kalian yang kami temui di rumah ³na marapang na marjual on. 20. untuk diberi tahu kepada kami.Botima). Kira-kira begitulah) Jawaban PB : ³Mauliate ma diharoromuna tu bagasta on dohot dihatamuna I sudena. raja nami.) . kami sangat senang atas bere kami anak kalian itu. Terima kasih setulusnya kami haturkan kepada kalian raja nami yang menghormati kedatangan kami dengan muka yang cerah serta lembut disertai hidangan makanan yang begitu lezat. kira kira beginilah perinciannya. asa jempek jala bulus pangkataionta ba pintor tangkas ma paboa hamu na tinonahon ni suhut muna I tu hamu. rajanami. Alai pangidoan nami. On pe.) ( biasanya sewaktu Marhusip selalu penawaran terjadi dan pihak utusan lakilaki selalu mengurangi dari yang telah ditetapkan hasuhutan orang tua laki-laki. Jawaban Pihak PL: ³mauliate di hatamuna I. ba songon dia ma dipangido rohamuna simpehononmuna tu hami di sibahenon dohot sipatupaon nami.000. sebelum kalian berangkat kemari barang tentu sudah ada disiapkan untuk kalian dalam bilangan tertentu oleh suhut kalian. tetapi permintaan kami kalaulah memang sudah dari hati yang tulus kedatangan kalian dan menyinggung soal itu maka alangkah baiknya kalau kalian mempersiapkan (sombasomba) untuk membicarakan itu kepada kami.Jadi ba pinaboa ma tu raja i. (artinya: Benar sekali raja nami. Begitupu untuk mempersingkat pembicaraan kita.Jadi na disuru suhut nami do hami manopot hamu. raja nami: Upa suhut RP. Terima kasih kami haturkan terutama kepada Tuhan. terus terang saja kalian menyampaikan yang dititip dan dipesankan suhut tadi kepada kalian.rajanami na manjangkon haroronami dohot bohi na minar huhut lambok mardongan sipanganon na tabo. Jadi kami disuruh suhut nami. wahai raja nami apa yang kalian katakan tadi adalah benar.Ndang pola ganjang be dohonon nami mangalusi hamu. Sebelumnya terlebih dahulu kami menanya kalian raja nami. manangkasi dohot manungkun pingkiran muna taringot tu si. memang seharusnyalah kami menjawab pertanyaan itu. Jadi kami sampaikanlah kepada kalian raja nami.000. Jala manurut / marbanding tusi ma angka jambar pangalambungi. (artinya: Terima kasih.Angkup ni I. na mardomu do I tu boaboa ni anak nami na ro mangalaka tu hutanta on. Botima. ba tung denggan ma bahen hamu taringot tu sisombahononmuna tu hami.000.

000. molo olat ni i nama na boi sombahonon muna tu hami. Tona ni suhut nami . tetapi harus kalian sampaikan dengan tegas permintaan kami itu. jadi songon I ma da. songon I ma hata nami.20.000. Aek godang aek . Ianggo so songoni do. tidak masuk akal kami Cuma hanya sekian yang dipesan suhut kalian. kami akan sampaikan usul kalian itu kepada suhut kami. jala tibu do hami ro mamboan alus sian suhut nami botima. (Kalau begitu raja nami. ndang masuk diakal nami holan nasa I di tonahon suhut muna. kalian sampaikanlah usul kami itu kepada suhut kalian. naboi tuhuhon nami. botima.´ (artinya: Mengenai itu raja nami.) Pembicara PB: ³Molo songoni. raja ni parboruon. Beritahu secara jelas berapa sebenarnya yang dipesan suhuit kalian) Pembicara PL: ³Ba molo songon I do. serta kami akan segera memberi jawaban dari suhut kami. kalau tidak begitu kami tidak dapat menerima apa yang kalain katakan itu. alai ingkon hamu ma mananggung pesta ro sude na mardomu tusi. jadi beginilah jawaban kami tentang itu: Kami menerima seperti jumlah yang kalian sampaikan. rajanami ianggo tona ni suhut nami songon on do. Jadi molo tung so boi do songon I. tetapi yang mengadakan pesta kalian pihak parboru. pesan suhut kami begini.000. Alai ba paboaon nami ma I tu suhut nami. ba hamu parboru do. tetapi kalianlah yang menanggung pesta serta semua yang berhubungan dengan itu.upa suhut Rp. botima´ (artinya: Kalu begitu.) Jawaban PB: ÄMauliate ma di hatamuna i. Jadi nuaeng pe. sinamot na nilehon muna I do na naeng pangkehon nami tu haporluan ni nanaeng parumaen muna on. baiklah kami beritahulah kepada kalian yang sebenarnya berapa yang dipesankan suhut kami. namun keputusan akan dirundingkan dengan orang tua calon laki-laki/suhut yang nanti akan diberi jawabnya segera ) laki-laki menawarkan datang untuk kedua kalinya hanya untuk menyampaikan jawaban dari orang tua calaon mempelai laki-laki. Begitulah jawaban kami Botima. begitulah jawaban kami . Songon I ma hatanami. upa suhut Rp. termasuk untuk para pangalabungi. botima. tung soboi do haoloan hami hatamuna i. an ang tarlehon hami nuaeng putusan taringot tu na nidok ni rajai. jelas-jelaslah kami sampaikan kepada kalian. (artinya: Ah. rajani parboruon. jadi sekarang tidak perlu kita saling tawar menawar sewaktu Marhusip. botima. Jadi songon on ma dohonon nami taringot tusi: Hujalo hami ma songon na pinaboa muna i. kalau Cuma samapai disitu kesanggupan untuk dipersembahkan kepada kami. botima. Paboa hamu ma torang sadia ditonahon suhut muna´.Botima) Pembicara PL: Taringot tusi. botima) Sampai disini akhir pembicaraan yang terjadi untuk saat itu. alai ianggo na mambahen pesta I. ai patar ma paboaon nami tu hamu. an a uli. Jadi kalaupun tidak begitu kami tidak sanggup memutuskan sekarang raja nami. juru bicara pihak perempuan meminta agar pesta dilaksanakAn oleh pihak laki-laki. raja nami. 20. tung gomos do hami di pangidoan nami I. Dari kami panjuhuti. Marhata sinamaot: (membicarakan mas kawin) Ada falssafah orangtua terdahulu yang perlu diingat sebagai berikut: 1. (artinya: Terima kasi atas jawaban kalian itu raja ni parboruon. rajanami. sinamot yang kalian berikan itu yang akan dipergunakan untuk keperluan bakal menantu kalian itu. Jala manurut tusi ma tu angka pangalabungi. yang dapat kami tanggung. begitulah raja nami.000. Botima. ba pinaboa ma tutu. raja ni parboruon .´ (artinya: Sangatlah baik itu raja nami. ndada porlu masitaoaran ditingki na ³Marhusip´ . tetapi akan kami sampaikan permintaan itu kepada suhut kami. namun juru bicara pihak laki-laki menolak dan meminta agar pesta dilakukan oleh pihak perempuan.) Jawaban PL: ³na uli rajanami pasahaton nami ma hatamuna I tu suhut nami.Pembicara PB: ³Ah. ba pasahat hamu ma hatanami I tu suhut muna alai paboa hamu.sian hami do panjuhuti. (kesimpulannya masih terjadi tawar menawar siapa yang mengadakan pesta keramaiannya.

3. Upacara siraman. seperti batu. Dan ditambah sebagai saksi yaitu: 6. Kepala mempelai wanita dihias sanggul sawi asing serta kembang goyang sebanyak 5 buah. Baju Gamis. Jas. 5. serta kopiah. 1. Malam pacar. (maksudnya Apa saja yang dilempar ke gubnung. onggang marbahang. Hem. Pada akad nikah.lau. Syarat mempelai pria diperbolehkan masuk menemui orang tua mempelai wanita adalah prosesi µBuka Palang Pintu¶.) Setelah jadawal pembicaraan tentang Mas kawin (sinamot) telah ditetapkan pada waktu Marhusip dan pesan akan kedatangan pihak Pengantin Laki-lakipun disampaikan pada pihak pengantin perempuan. Mempelai wanita memakai baju kurung dengan teratai dan selendang sarung songket. Dos ni roha sibaen nasut 1. Maka Pihak perempuanpun mempersiapkan penyambutan dan menerima ³Suhi ni ampang³. Jubah.Adapun falsafah yang terkandung dalam ³Ampang´ adalah sebagai berikut: Posted by esra Hasugian sumber ³Tata cara pelaksanaan adat batak" dan disarikan dari berbagai sumber [sunting] Adat Betawi Perkawinan Adat Pengantin Betawi ditandai dengan serangkaian prosesi.Suhut (parboru) 2. Amporik marlipik.Simandokkon.Tulang 4. dan pasti batu lainpun yang tersenggol akan terikut. mempelai memerahkan kuku kaki dan kuku tangannya dengan pacar. Jadi sama berlipat ganda diterima keuntungan yang baik. laos gabe do nang parboli na godang 1. Dahi mempelai wanita diberi tanda merah berupa bulan sabit menandakan masih gadis saat menikah. Didahului masa perkenalan melalui Mak Comblang. [sunting] Prosesi Akad Nikah Mempelai pria dan keluarganya datang naik andong atau delman hias. Prosesi potong cantung atau ngerik bulu kalong dengan uang logam yang diapit lalu digunting. pasti batu tersebut meluncur/jatuh kearah kita. dan memberi tahu pada orang yang berkaitan dengan acara itu untuk hadir yaitu: 1. Ditambah baju Gamis berupa Jubah Arab yang dipakai saat resepsi dimulai. serta hiasan sepasang burung Hong. Mempelai pria memakai jas Rebet. kain sarung plakat. Na mandanggurhon tu dolok do molo basa marhulahula. kalau kita menghormati Hulahula. Puncak adat Betawi adalah Akad Nikah.Dongan sahuta (1 atau 2 orang) Inilah yang yang menerima pihak Paranak dalam membicarakan sinamot . Disambut Petasan.Sijalo bara. kemudian ditandai pertandingan silat serta dilantunkan tembang Zike atau lantunan ayat-ayat Al Quran. rombongan mempelai pria membawa hantaran berupa: . Yakni. Arinta ma gabe molo masipaoloan. dialog antara jagoan pria dan jagoan wanita. Dilanjutkan lamaran. Selendang yang memanjang dari kiri ke kanan serta topi model Alpie menandai agar rumah tangga selalu rukun dan damai.Pariban. Balinta ma pagabe tumandangkon sitadoan. Gabe do parboli na otik. Pingitan.

11 Februari 2010 15:52 Pernikahan memang satu upacara sakral yang diharapkan sekali seumur hidup. jamblang. Artinya segala pahit. kain batik. seperti berikut ini : y Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Buaya merupakan pasangan yang abadi dan tidak berpoligami serta selalu mencari makan bersama-sama. Seperti pernikahan adat Sunda ini. sambil sesekali . dan sebagainya.1. Ada Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu. Pembicaraan orang tua atau pihak Pria yang berminat mempersunting seorang gadis. kapur dan pinang. Kedua mempelai duduk bersanding di pelaminan. manisnya kehidupan rumah tangga harus dijalani bersama antara suami istri. Pesalinan berupa pakaian wanita seperti kebaya encim. Mahar atau mas kawin. sepasang roti buaya. Dalam pelaksanaannya neundeun omong biasanya. kentang. kosmetik. misalnya wortel. pala. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari yang paling simple. telur asin. Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan. 5. Maket Masjid. Pembacaan doa berisi wejangan untuk kedua mempelai dan keluarga kedua belah pihak yang tengah berbahagia Susunan (Tata Cara) Upacara Nikah Adat Sunda Ditulis oleh Dedi Mulyadi Kamis. 4. 4. Petisie yang berisi sayur mayur atau bahan mentah untuk pesta. Kekudang. agar tidak lupa pada agama dan harus menjalani ibadah salat serta mengaji. lasem. buncis dan sebagainya. getir. 3. Mempelai pria membuka cadar pengantin wanita untuk memastikan pengantin tersebut adalah dambaan hatinya. bihun. dan yang ribet karena menggunakan upacara adat. berupa barang kesukaan mempelai wanita misalnya salak condet. gambir. Setelah itu ada beberapa rangkaian acara: 1. Akad nikah dilakukan di depan penghulu. mulai dari lamaran dan lainnya. 2. Mempelai wanita mencium tangan mempelai pria. 6. kekayaan budaya tatar Sunda bisa dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor tapi tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat. Sirih. 2. 3. Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa. Dihibur Tarian kembang Jakarta 5.

Seminggu atau 3 hari menjelang peresmian pernikahan. (seperti daun sirih. apu ) Pakaian perempuan Cincin meneng Beubeur tameuh (ikat pinggang sang suka dipakai kaum perempuan terutama setelah melahirkan Uang yang jumlahnya 1/10 dari jumlah yang akan dibawa pada waktu seserahan Barang-barang yang dibawa dalam pelaksanaan upacara ngalamar itu tidak lepas dari simbol dan makna seperti : y y y y Sirih. mengandung makna sebagai tanda adanya ikatan lahir dan batin antara kedua belah pihak Tunangan : Pada tunangan dilakukan patukeur beubeur tameuh. yaitu calon pengantin pria membawa uang. yaitu Ngebakan atau Siraman. pada jaman dahulu kadang-kadang anak-anak mereka tidak tahu. gambir. yang merupakan awal kesepakatan untuk menjalin hubungan lebih jauh. pakaian. Pada pelaksanaannya orang tua anak laki-laki biasanya sambil membawa barang-barang. yaitu penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos pada si gadis. mengandung makna sebagai tanda mulainya tanggung jawab dari pihak laki-laki kepada perempuan Beubeur tameuh. bentuknya segi tiga meruncing ke bawah kalau dimakan rasanya pedas. maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siam (binih waluh siam). Di beberapa daerah di wilayah pasundan kadang-kadang ada yang menggunakan cara dengan saling mengirimi barang tertentu. Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah diteundeunan omong (disimpan ucapannya). Tapi kalau sudah menyatu rasanya jadi enak dan dapat menyehatkan tubuh dan mencegah bau mulut. perabot rumah tangga. Berupa acara memandikan calon pengantin agar bersih lahir dan batin. perabot dapur. Narosan (Lamaran) : Dilaksanakan oleh orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat. makanan dan lainnya. di rumah calon mempelai berlangsung sejumpah persiapan yang mengawali proses pernikahan. acara berlangsung siang hari di . Apu rasanya pahit. Seserahan : Dilakukan 3-7 hari sebelum pernikahan.y y y diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau atau masih (belum punya pacar) Pihak orang tua (calon besan) pun demikian dalam menjawabnya penuh dengan benyolan penuh dengan siloka Walapun sudah sepakat diantara kedua orang tua itu. Cincin meneng yaitu cincin tanpa sambungan mengandung makna bahwa rasa kasih dan sayang tidak ada putusnya Pakaian perempuan. seperti yaitu : y y y y y Lemareun. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti dengan maksud itu. Gambir rasanya pahit dan kesat.

Tahapan acara siraman adalah: y Ngecagkeun Aisan. jembar manah ti salira. Rehing dina dinten enjing pisan sim abdi seja nohonan sunah rosul. Ngahapunteun kana sugrining kalepatan sim abdi. Kemudian di belakangnya diikuti oleh calon pengantin peremupan sambil dililit (diais )oleh ibunya. hidep sieun teu tinemu bagja ti Ema sareng ti Bapa mah. sebagai simbol lepasnya tanggung jawab orang tua calon pengantin. Hal ini mengandung makna yaitu rukun iman dan jumlah hari dalam seminggu o Kain putih. Langkah-langkah upacara ini adalah: y y y y Orang tua calon pengantin perempuan keluar dari kamar sambil membawa lilin/ palika yang sudah menyala. Calon pengantin wanita keluar dari kamar dan secara simbolis digendong oleh sang ibu. Bagi umat muslim. disuhunkeun wening galihnya. yang mengandung makna niat suci o Bunga tujuh rupa. Hapunten Ema. mengandung makna bahawa kedua calon pengantin akan memasuki alam baru yaitu alam berumah tangga. sementara ayah calon pengantin wanita berjalan di depan sambil membawa lilin menuju tempat sungkeman." Orang tua calon perempuan menjawab sambil mengelus kepala anaknya: "Anaking.kediaman masing-masing calon mempelai. Upacara ini dilaksanakan sehari sebelum resepsi pernikahan. o Bunga hanjuang. acara ini terlebih dahulu diawali dengan pengajian. Ngaras Permohonan izin calon mempelai wanita kemudian sungkem dan mencuci kaki kedua orangtua pelaksanaan upacara ini dilaksanakan setelah upacara ngecagkeun aisan. Ulah salempang hariwang. dadas keur hidep sorangan geulis" Selanjutnya kedua orang tua calon pengantin perempuan membawa anaknya ke tempat siraman untuk melaksanakan upacara siraman. hapunten Bapa hibar pangdu'a ti salira. Bapa. titipan Gusti yang Widi. Setelah sampai di tengah rumah kemudian kedua orang tua calon pengantin perempuan duduk dikursi yang telah dipersiapkan Untuk menambah khidmatnya suasana biasanya sambil diiring alunan kecapi suling dalam lagu ayun ambing. pidu'a sareng pangampura. Pelaksaannya sebagai berikut: Calon pengantin perempuan bersujud dipangkuan orang tuanya sambil berkata: "Ema. mengandung makna bahwa perilaku kita. Property yang digunakan: o Palika atau pelita atau menggunakan lilin yang berjumlah tujuh buah. selama tujuh hari dalam seminggu harus wangi yang artinya baik. .

Sesudah membaca doa. sisir. Pelaksanaan upacara siraman seperti berikut: 1. satu helai selendang batik. kemudian ayah. Pada siraman terakhir biasanya dilakukan dengan malafalkan jangjawokan (mantra) seperti berikut: cai suci cai hurip cai rahmat cai nikmat hayu diri urang mandi nya mandi jeung para Nabi nya siram jeung para Malaikat kokosok badan rohani cur mancur cahayaning Allah cur mancur cahayaning ingsun cai suci badan suka mulih badan sampurna sampurna ku paraniam y Potong rambut atau Ngerik. 7. Dilanjutkan prosesi ngeningan (dikerik dan dirias). Kedua orangtua menuangkan air siraman ke dalam bokor dan mengaduknya untuk upacara siraman. 9 dan paling banyak 11 orang. dan kembang turi. Ayah calon pengantin langsung menyiramkan air dimulai dari atas kepala hingga ujung kakunya. calon pengantin wanita dibimbing oleh perias menuju tempat siraman dengan menginjak 7 helai kain. kuduk. satu helai handuk. membentuk amis cau/sinom. yakni menghilangkan semua bulu-bulu halus pada wajah. payung besar. Diawali musik kecapi suling. pinset. Biasanya sambil dilantunkan jangjawokan juga: Peso putih ninggang kana kulit putih Cep tiis taya rasana Mangka mumpung mangka melung Maka eunteup kana sieup Mangka meleng ka awaking. Siraman calon pengantin wanita dimulai oleh ibu. dan lilin. ngeunyeuk seureuh . baju kebaya. Secara terpisah. air bunga setaman. Calon mempelai wanita dipotong rambutnya oleh kedua orangtua sebagai lambing memperindah diri lahir dan batin. upacara yang sama dilakukan di rumah calon mempelai pria. Siraman. membuat godeg. Dan dilanjutkan oleh kerabat yang harus sudah menikah. dua helai kain sarung. gunting rambut. Setelah itu diteruskan oleh Ibunya sama seperti tadi. lilin atau pelita. 2. Jumlah penyiram ganjil. pedupaan. disusul oleh para sesepuh. Perlengkapan yang diperlukan adalah air bunga setaman (7 macam bunga wangi). dan kain mori/putih. Perlengkapan yang dibutuhkan: pisau cukur.y y Pencampuran air siraman. padupaan.

dan mengajari. Kedua calon mempelai meminta restu pada orangtua masing-masing dengan disaksikan sanak keluarga. 5. Sambil menunggu calon mempelai dirias. melambangkan rumah tangga yang bersih dan tak ternoda. diiringi nasihat untuk saling memupuk kasih sayang. Lalu dilanjutkan dengan Ngeuyeuk Seureuh. Membuat lungkun. Pandangan hidup orang Sunda senantiasa dilandasi oleh tiga sifat utama yakni silih asih. Tanam rambut. buah pinang melambangkan suami istri saling mengasihi dan dapat menyesuaikan diri. simbol harapan hidup sejahtera bagi sang mempelai. Sambil duduk menghadap dan memegang ujung-ujung benang. dilanjutkan dengan menyuapi sang anak untuk terakhir kali masing-masing sebanyak tiga kali. Kedua orangtua dan tamu melakukan hal yang sama. Juga dilakukan acara pembagian air siraman. Tata cara Ngeuyeuk Sereuh: 1.y y y Rebutan Parawanten. silih asuh. Mayang jambe melambangkan hati dan perasaan wanita yang halus. Kata ngeuyeuk seureuh sendiri berasal dari ngaheuyeuk yang ngartinya mengolah. Diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkan sebuah peribahasa kawas gula jeung peuet (bagaikan gula dengan nira yang sudah matang) artinya hidup yang rukun. Pangeuyeuk membawakan Kidung berisi permohonan dan doa kepada Tuhan sambil nyawer (menaburkan beras sedikit-sedikit) kepada calon mempelai. Kain putih penutup pangeuyeukan dibuka. 6. Calon mempelai dikeprak (dipukul pelan-pelan) dengan sapu lidi. 2. Melambangkan berlomba mencari rezeki dan disayang keluarga. Kedua orangtua menanam potongan rambut calon mempelai wanita di tempat yang telah ditentukan. 3. kedua calon pengantin dan tamu berebut uang yang berada di bawah tikar sambil disawer. Selanjutnya calon pengantin pria menumbuk alu ke dalam lumping yang dipegang oleh calon pengantin wanita. Acara ini biasanya dihadiri oleh kedua calon pengantin beserta keluarganya yang dilaksanakan pada malam hari sebelum akad nikah. Lazimnya. Menggotong dua perangkat pakaian di atas kain pelekat. saling menjaga. kedua mempelai meminta izin untuk menikah kepada orangtua mereka. . melambangkan kerjasama pasangan calon suami istri dalam mengelola rumah tangga. lalu diikat benang. dilaksanakan bersamaan dengan prosesi seserahan dan dipimpin oleh Nini Pangeuyeuk (juru rias). Diaba-abai oleh pangeuyeuk. 4. Nini Pangeuyeuk memberikan 7 helai benang kanteh sepanjang 2 jengkal kepada kedua calon mempelai. yakni berupa dua lembar sirih bertangkai berhadapan digulung menjadi satu memanjang. 7. Lewat prosesi ini pula orangtua memberikan nasihat lewat lambang benda-benda yang ada dalam prosesi. Pemotongan tumpeng oleh kedua orangtua calon mempelai wanita. saling menyayangi dan sebisa mungkin menghindari perselisihan. Ketiga sifat itu selalu tampak dalam berbagai upacara adat atau ritual terutama acara ngeuyeuk seureuh. melambangkan jika ada rezeki berlebih harus dibagikan. para tamu undangan menikmati acara rebutan hahampangan danbeubeutian. dan silih asah atau secara literal diartikansebagai saling menyayangi. Calon pengantin pria membelah mayang jambe dan buah pinang. Suapan terakhir.

irisan kunyit tipis. 2. biasanya juga membawa peralatan dapur. perabotan kamar tidur. Menyalakan tujuh buah pelita. hadirin yang menyaksikan berebut memunguti uang receh dan permen. Yang mewakili pemasrahan calon pengantin pria biasanya adalah orang yang dituakan dan ahli berpidato. isi bokor di tabur. kayu bakar. Bahan-bahan yang . masih dilakukan beberapa upacara. 2. Mengalungkan untaian bunga melati 3. Biasanya diserahkan pada KUA 2. Gunting pita y Penyerahan calon Pengantin Pria: 1. Kedua Mempelai duduk berdampingan dengan dinaungi payung. disambut acara Mapag Penganten yang dipimpin oleh penari yang disebut Mang Lengser.Berlangsung di panyaweran (di teras atau halaman). Kata sawer berasal dari kata panyaweran . dalam acara ini biasanya dilaksanan upacara mapag. susunan acara upacara akad nikah biasanya sebagai berikut: y Pembukaan: 1. Setelah akad nikah. simbolisasi membuang yang buruk dan mengharap kebahagiaan dalam menempuh hidup baru.8. Selanjutnya upacara nikah sesuai agama dan dilanjutkan dengan sungkeman dan sawer. seiring kidung selesai di lantunkan. sebuah kosmologi Sunda akan jumlah hari yang diterangi matahari dan harapan akan kejujuran dalam mebina kehidupan rumah tangga. Kedua orang tua menyawer mempelai dengan diiringi kidung. Melambangkan Mempelai beserta keluarga berbagi rejeki dan kebahagiaan. Pada hari pernikahan. Penyambutan calon pengantin Pria. beras. Kedua calon pengantin dan sesepuh membuang bekas ngeuyeuk seureuh ke perempatan jalan. calon pengantin pria beserta para pengiring menuju kediaman calon pengantin wanita. Yang menerima dari perwakilan wanita juga diwakilkan y Akad Nikah: 1. Di daerah Priangan. Rombongan keluarga calon pengantin Pria datang ke kediaman calon pengantin perempuan. Merupakan upacara memberi nasihat kepada kedua mempelai yang dilaksanakan setelah acara akad nikah. yang dalam bahasa Sunda berarti tempat jatuhnya air dari atap rumah atau ujung genting bagian bawah. Mungkin kata sawer ini diambil dari tempat berlangsungnya upacara adat tersebut yaitu panyaweran. yaitu: Saweran. gentong (gerabah untuk menyimpan beras). 9. Selain membawa mas kawin. menggunakan bokor yang diisi uang logam. Calon mempelai pria disambut oleh ibu calon mempelai wanita dengan mengalungkan rangkaian bunga. permen. Untuk menyawer. Pada hari yang telah ditetapkan oleh kedua keluarga calon pengantin.

Kemudian semua bahan dan kelengkapan itu dilemparkan. Pengantin masuk menuju pelaminan. Setelah kalimat syahadat dibacakan. Syair-syair yang dinyanyikan pada upacara adat nyawer adalah sebagai berikut : KIDUNG SAWER Pangapunten kasadaya Kanu sami araya Rehna bade nyawer heula Ngedalkeun eusi werdaya Dangukeun ieu piwulang Tawis nu mikamelang Teu pisan dek kumalancang Megatan ngahalang-halang Bisina tacan kaharti Tengetkeun masing rastiti Ucap lampah ati-ati Kudu silih beuli ati Lampah ulah pasalia Singalap hayang waluya Upama pakiya-kiya Ahirna matak pasea Meuleum Harupat ( Membakar Harupat ) Mempelai pria memegang batang harupat.pengantin wanita membakar dengan lilin sampai menyala. sebagai symbol kejayaan mudah-mudahan dalam hidup berumah tangga bisa meraih kejayaan. seperti : 1. Fungsi istri dengan memegang kendi berisi air adalah untuk mendinginkan setiap persoalan yang membuat pikiran dan hati suami tidak nyaman. artinya kita harus bersifat dermawan. kunyit. Harupat yang sudah menyala kemudian di masukan ke dalam kendi yang di pegang mempelai wanita. 4. Buka pintu Diawali mengetuk pintu tiga kali. Melambangkan nasihat kepada kedua mempelai untuk senantiasa bersama dalam memecahkan persoalan dalam rumah tangga. kembang gula. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari dalam dan luar pintu rumah.. uang recehan mengandung symbol kemakmuran maksudnya apabila kita mendapatkan kemakmuran kita harus ikhlas berbagi dengan Fakir dan yatim 3. Maksudnya mudah-mudah setelah berumah tangga pengantin bisa hidup makmur 2. diangkat kembali dan dipatahkan lalu di buang jauh jauh.diperlukan dan digunakan dalam upacara sawer ini tidaklah lepas dari simbol dan maksud yang hendak disampaikan kepada pengantin baru ini. pintu dibuka.Dialog pengantin perempuan dengan pengantin laki-laki seperti berikut ini : KENTAR BAYUBUD Istri : Saha eta anu kumawani . beras yang mengandung symbol kemakmuran. artinya mudah-mudah dalam melaksanakan rumah tangga mendapatkan manisnya hidup berumah tangga.

Ngaleupas Japati ( Melepas Merpati ) Ibunda kedua mempelai berjalan keluar sambil masing masing membawa burung merpati yang kemudian dilepaskan terbang di halaman. 2. me ngelapnya sampai kering lalu kendi dipecahkan berdua. Melambang kan bahwa peran orang tua sudah berakhir hari itu karena kedua anak mereka telah mandiri dan memiliki keluarga sendiri. Saling menyuap melalui bahu masing masing kemudian satu bulatan di perebutkan keduanya untuk kemudian dibelah dua dan disuapkan kepada pasangan . Dimulai oleh para Ibunda yang dilanjutkan oleh kedua Ayahanda. kemudian mempelai wanita mencuci kaki mempelai pria dengan air di kendi. Melambangkan suapan terakhir dari orang tua karena setelah berkeluarga. kedua mempelai serentak menarik bakakak ayam tersebut hinggak terbelah. Pabetot Bakakak (Menarik Ayam Bakar) Kedua mempelai duduk berhadapan sambil tangan kanan mereka memegang kedua paha ayam bakakak di atas meja. Melambangkan bahwa berapapun rejeki yang didapat. kemudian pemandu acara memberi aba ± aba . Huap Lingkung (Suapan) 1. harus membagi dengan pasangannya dengan cara digigit bersama. kedua anak mereka harus mencari sendiri sumber kebutuhan hidup mereka dan juga menandakan bahwa kasih sayang kedua orang tua terhadap anak dan menantu itu sama besarnya.Taya tata taya bemakrama Ketrak. Numbas . Kedua mempelai saling menyuapi. harus dibagi berdua dan dinikmati bersama. Yang mendapat bagian terbesar.ketrok kana panto Laki-laki : Geuning bet jadi kitu Api-api kawas nu pangling Apan ieu teh engkang Hayang geura tepung Tambah teu kuat ku era Da diluar seueur tamu nu ningali Istri : Euleuh karah panutan Nincak Endog (Menginjak Telur) Mempelai pria menginjak telur di baik papan dan elekan (Batang bambu muda). Melambangkan pengabdian istri kepada suami yang dimulai dari hari itu. Tersedia 7 bulatan nasi punar ( Nasi ketan kuning ) diatas piring. Pasangan mempelai disuapi oleh kedua orang tua.

. Upacara numbas dilakukan dengan cara membagi-bagikan nasi kuning. Upacara numbas mengandung maksud untuk memberi tahu kepada keluarga dan tetangga bahwa pengantin perempuan "tidak mengecewakan" pengantin laki-laki.Upacara numbas biasa dilaksanakan satu minggu setelah akad nikah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful