MODUL 1 KONSEP KEUANGAN PUBLIK Kegiatan Belajar 1: Tugas-tugas Negara/Peran Pemerintah Rangkuman Ada 3 sistem perekonomian

, yaitu: (a) sistem perekonomian kapitalis atau liberalis murni, (b) sistem perekonomian sosialis dan (c) sistem perekonomian campuran. Sistem perekonomian kapitalis atau liberalis murni sering mengakibatkan adanya benturan kepentingan antar individu yang akhirnya melahirkan kegagalan pasar (market Failure). Sedangkan pada sistem perekonomian sosialis, negara atau pemerintah menjalankan peran yang dominan dalam kehidupan ekonomi. Sedangkan pada sistem perekonomian campuran, kegiatan ekonomi diatur secara seimbang dengan memberikan kebebasan kepada individu untuk melaksanakan kegiatan ekonomi sampai dengan batas-batas tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah atas dasar kehendak masyarakat luas. Peran pemerintah dalam perekonomian modem dibedakan menjadi 3, yaitu: (a) peran alokasi, berkaitan dengan penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat melalui kebijakan yang bersifat mengatur (regulatory policies), (b) peran distribusi, berkaitan dengan upaya agar pendapatan maupun kekayaan terdistribusi secara merata, dan (c) peran stabilisasi yang diperlukan untuk mengatasi berbagai gejolak yang terjadi dalam perekonomian melalui berbagai kebijakan pemerintah (fiskal, moneter, ekonomi lainnya).

Kegiatan Belajar 2: Pengertian dan Ruang Lingkup Keuangan Publik Rangkuman Kegiatan pemerintah dalam bidang keuangan berbeda dengan kegiatan sektor swasta. Kegiatan pemerintah atau sektor publik lebih banyak ditentukan atau diputuskan melalui keputusan-keputusan politis yang didasarkan pada preferensi pemilih. Sedangkan kegiatan sektor swasta lebih banyak dipengaruhi oleh mekanisme pasar yang lebih mempertimbangkan kepentingan individu untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya. Keterkaitan sektor publik dengan sektor privat dapat digambarkan melalui siklus aliran pendapatan dan pengeluaran dalam perekonomian. Aliran yang terjadi dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yakni aliran pendapatan dan pengeluaran (income and expenditure flows) serta aliran faktor-faktor produksi dan produksi (factor and product flows).

maupun teknik-teknik yang dilakukan pemerintah dalam memperoleh dan membelanjakan dananya. pengendalian inflasi. Kegiatan Belajar 3: Keuangan Publik di Negara Berkembang Rangkuman Persoalan utama keuangan publik di negara berkembang tersebut adalah bagaimana merancang kebijaksanaan atau politik fiskal dan moneter yang efektif untuk mendorong pembentukan modal. peningkatan kesempatan kerja. dan sebagai konsekuensinya diperlukan pembiayaan-pembiayaan atau pengeluaran pemerintah yang tidak sedikit jumlahnya sesuai dengan semakin . pinjaman negara dan pelunasannya (government borrowing and indebtedness). perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (intergovernment fiscal relationship). peningkatan pendapatan per kapita. distribusi pendapatan nasional. sumber-sumber penerimaan negara di mana pajak merupakan sumber penerimaan negara yang terpenting (government revenue and taxes).al.Keuangan negara sebagai suatu bidang ilmu mempelajari fakta-fakta. administrasi fiskal atau teknik fiskal (fiscal administration or technique) yang membahas hukum dan tata usaha keuangan negara. prinsipprinsip. harga-harga. kebijakan fiskal fiscal policy) yang mempelajari peranan dan pengaruh keuangan negara terhadap pendapatan nasional. 1992:6): Pengeluaran negara (public expenditure). maupun pengaruh dari apa yang dilakukan pemerintah tersebut terhadap perekonomian. Oleh karena itu pemerintah negara berkembang perlu melaksanakan kebijaksanaan atau politik fiskal yang efektif. serta pembangunan yang berkelanjutan. Ruang lingkup keuangan publik adalah (Arsjad. MODUL 2 PENERIMAAN PUBLIK (PUBLIC REVENUE) Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Sumber-sumber Penerimaan Publik Rangkuman Seperti kita ketahui dewasa ini bahwa kegiatan pemerintah semakin lama semakin meningkat. Et. peningkatan investasi. Kebijaksanaan fiskal adalah kebijakan mengenai anggaran atau penerimaan dan pengeluaran negara. kesempatan kerja. serta efisiensi alokasi sumber daya.

. Bagian keuntungan dari badan usaha milik pemerintah dan daerah. Ada beberapa sumber penerimaan publik khususnya di negara kita antara lain adalah sebagai berikut: Pemungutan pajak. Penerimaan dapat diperoleh dari dalam negeri maupun luar negeri. dan Bea Perolehan Atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB). Denda dan sita.luasnya kegiatan pemerintah. sumbangan. Kegiatan Belajar 2: Gambaran Penerimaan Publik di Indonesia Rangkuman Pada kondisi dewasa ini. pemerintah Indonesia mulai konsentrasi pada penerimaan dalam negeri yang bersumber pada Penerimaan Perpajakan Penerimaan pajak dalam Negeri Penerimaan pajak dalam negeri berasal dari Pajak Penghasilan (PPh). Pemungutan retribusi. Pencetakan uang. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Agar supaya biaya bagi pengeluaran pemerintah dapat dipenuhi. Dari sekian banyak sumber penerimaan tersebut. maka pemerintah memerlukan adanya penerimaan. Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hibah. Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Pinjaman. dan hadiah. pemerintah dapat menyusun dari mana saja sumber penerimaan yang mungkin pemerintah mendapat dana untuk membiayai pengeluaran. Penyelenggaraan undian.

C. Yang perlu kita semua ketahui bahwa pemungutan pajak tidak dapat dilaksanakan tanpa didasari oleh suatu aturan main yang jelas yang dinamakan dengan prinsip - . pertambangan umum. Pengertian pajak banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi. dam komunikasi. yang pasti melalui pajak. dan pungutan ekspor. tariff. kehutanan. Ada beberapa istilah tersendiri atas pungutan yang di Indonesia dikenal dengan pajak. jasa alat.F. MODUL 3 PAJAK SEBAGAI SUMBER PENERIMAAN PUBLIK Kegiatan Belajar 1: Pengertian. Bastable. dan perikanan. tax. Pungutan pajak dapat kita jumpai hampir di setiap negara di dunia. gebuhr dan sebagainya. Dari pendapat mereka dapat ditarik kesimpulan pengertian tentang pajak yaitu sebagai pengalihan sumber-sumber daya yang wajib dilakukan oleh masyarakat kepada sektor publik berdasarkan undang-undang atau peraturan sehingga dapat dipaksakan tanpa adanya kontra prestasi atau balas jasa yang langsung.Penerimaan perdagangan internasional Penerimaan pajak internasional terdiri dari Bea masuk. abgabe.J. industri strategis. steuer. Penerimaan negara bukan pajak lainnya. usaha pertambangan. keuangan publik maupun ahli hukum misalnya Rohmat Soemitro. Prinsip dan Sistem Perpajakan Rangkuman Pajak merupakan harapan terbesar bagi penerimaan negara kita dewasa ini tercatat lebih 70% penerimaan dalam APBN berasal dari berbagai jenis pajak. M. Dari data di atas maka pemerintah dapat menyusun rencana Penerimaan Negara dan Kebijakan yang ditempuh pada tahun berikutnya. Edwin Robert Anderson Seligman dan sebagainya. Hibah. negara mengharapkan adanya penerimaan. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Penerimaan sumber daya alam seperti dari sektor minyak dan gas.H. yaitu belasting. Andriani. Penerimaan bagian pemerintah atas laba BUMN seperti perbankan.Smeets. konstruksi. energi.

Kegiatan Belajar 3: Jenis-jenis Pajak Rangkuman Di negara kita dikenal beberapa macam pajak yang diharapkan dap memberikan at sumbangan pada penerimaan negara Dari beberapa pajak tersebut antara lain adalah Pajak Penghasilan (PPh). Kegiatan Belajar 2: Penggolongan Pajak Rangkuman Pajak apabila dilakukan tinjauan dari sudut siapakah yang berwenang memungut pajak. maka negara memiliki kewenangan untuk memungut pajak dari warganya. Pajak Subjektif dan Pajak Objektif. Prinsip-prinsip pemungutan pajak yang terkenal dikemukakan oleh Adam Smith yang dikenal dengan nama the four maxims atau the four canons. Pajak Negara dan Pajak Daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). . Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung.prinsip pemungutan pajak. Pajak-pajak seperti tersebut di atas merupakan pajak negara/pusat dan pajak pusat yang didaerahkan misalnya Pajak Bumi dan Bangunan yang merupakan pajak pusat yang pelaksanaan pemungutannya diserahkan pada daerah. Dengan adanya prinsip-prinsip pemungutan pajak yang merupakan justifikasi atau pembenaran bagi dilakukannya pemungutan. maka dari seluruh jenis pajak yang berlaku khususnya di Indonesia dibagi sebagai berikut. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan Bea Meterai. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). saat timbulnya pajak dan pembebanan serta administrasi perpajakan.

Jenis-jenis BUMN/BUMD digolongkan menjadi tiga. BUMN/BUMD memiliki dua fungsi sekaligus. BUMN/BUMD merupakan usaha negara/daerah yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh negara/daerah. Untuk melindungi masyarakat selaku konsumen terhadap adanya monopoli alamiah.MODUL 4 BADAN USAHA MILIK NEGARA/DAERAH Kegiatan Belajar 1: Fungsi. Tujuan dan Jenis-jenis BUMN/BUMD Rangkuman Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sering disebut sebagai Perusahaan Negara. menurut Davas (1990) antara lain: Untuk melaksanakan ideologi tertentu. sehingga dapat mendorong laju pembangunan. Perusahaan Umum (Perum). Di samping itu. yaitu: Perusahaan Jawatan (Perjan). Untuk mengambil alih perusahaan asing. Untuk menambah penerimaan bagi negara/daerah. . Pendirian BUMN di Indonesia. yakni diharapkan dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap keuangan negara/daerah. Akibat dari multi fungsi tersebut. karena memerlukan modal yang relatif besar. merupakan implementasi dari Pasal 33 UUD 1945. BUMN/BUMD juga diharapkan sebagai fungsi budgeter. Untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dipenuhi oleh swasta. Untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). sering membuat manajemen BUMN/BUMD tidak dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. juga sering disebut sebagai Perusahaan Daerah. di mana seluruh sarana atau alat produksi dianggap sebagai milik masyarakat. Tujuan didirikannya BUMN/BUMD. yaitu fungsi ekonomi dan fungsi sosial.

Dari neraca BUMN. dengan menggunakan berbagai analisis. adalah neraca BUMN. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja di masa lampau. seperti pertambangan. ada beberapa pertimbangkan yang harus diperhatikan dalam memilih jenis usaha yang sesu untuk dikelola oleh ai perusahaan negara/daerah. yaitu: Harus ada pemisahan antara kegiatan yang dilakukan oleh BUMN/BUMD dengan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat/daerah. yang penting adalah usaha tersebut harus dikelola secara baik dengan prinsip good corporate governance (tata kelola yang baik). perikanan. Adanya kemungkinan untuk menutup biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang/jasa tersebut. Bidang usaha BUMN/BUMD selama ini meliputi berbagai sektor usaha. dapat digunakan untuk memprediksi . sehingga dapat mendapatkan keuntungan dari usaha tersebut. perindustrian. dan jasa. biasanya hanya diukur dari segi finansial.Perusahaan Perseroan (Persero). perdagangan. dan Solvabilitas (RLS). sehingga diperoleh posisi keuangan perusahaan yang mewakili realitas perusahaan dan potensi-potensi yang dapat dikembangkan. dapat dilihat jumlah aktiva. likuiditas mengukur kemampuan BUMN membayar kewajiban-kewajiban finansial (hutang) jangka pendek (tidak lebih dari satu tahun). Analisis kinerja keuangan seperti di atas pada dasarnya dilakukan untuk melakukan evaluasi kinerja di masa lalu. Untuk mencapai hal tersebut. kinerjanya diukur dengan menggunakan kriteria Rentabilitas. Likuiditas. Seperti halnya BUMN di Indonesia. Rentabilitas untuk mengukur seberapa besar kemampuan BUMN untuk menghasilkan keuntungan. Dengan kata lain usaha-usaha tersebut harus dapat membiayai sendiri (self financing ) Kegiatan Belajar 2: Kinerja BUMN/BUMD Rangkuman Kinerja suatu perusahaan. dan solvabilias untuk mengukur kemampuan BUMN membayar seluruh kewajiban-kewajiban finansial (utang jangka pendek dan jangka panjang) pada saat BUMN tersebut dilikuidasi. Data dasar yang digunakan dalam pengukuran kinerja BUMN dengan kriteria RLS tersebut. Produk (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh BUMN/BUMD harus produk yang dapat dijual untuk kebutuhan masyarakat luas. jumlah pasiva dan modal sendiri. Apapun bidang usaha yang dikelola oleh BUMN/BUMD. sesuai dengan ketentuan Departemen Keuangan (Depkeu).

Untuk melihat kinerja BUMN/BUMD secara menyeluruh. yaitu aspek finansial (Return on Capital Employed). namun ukuran nonfinansial tersebut belum memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kinerja BUMN/BUMD. . Keberadaan BUMN/BUMD yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara/daerah. aspek costumer (costumer loyalty dan on time delivery). Kegiatan Belajar 3: Restrukturisasi dan Privatisasi Perusahaan Negara/Daerah Rangkuman Rendahnya kinerja BUMN/BUMD merupakan fenomena yang sering terjadi di berbagai negara. termasuk keputusan investasi. termasuk di Indonesia. low cost. kurang sehat. Hal seperi inilah yang mendorong pemerintah. justru sering menjadi beban keuangan negara/daerah. termasuk BUMN/BUMD. melainkan hasil dari suatu proses atas bawah (top-down) yang berdasarkan pada penjabaran visi dan misi suatu perusahaan. employee retention. Pengukuran ini meliputi empat aspek yang saling berkaitan. dan cost leadership. Perkembangan terakhir Menteri Keuangan mencantumkan ukuran nonkeuangan seperti segi operasional dan administrasi. seperti tingkat kepuasan pelanggan. restrukrisasi. atau tidak sehat. pengukuran kinerja BUMN/BUMD yang hanya berdasarkan pada segi keuangan. sehingga hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Balance Scorecard (BS) merupakan suatu alternatif sebagai alat pengukuran kinerja perusahaan. aspek internal proses (process quality dan process cycle time). Pengukuran kinerja dengan menggunakan BS. masih dirasakan kurang lengkap. Berkaitan dengan jalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kebijakan tersebut meliputi revitalisasi. bukan hanya pengukuran finansial dan nonfinansial saja. Jika aspek-aspek tersebut diabaikan dalam mengukur kinerja BUMN/BUMD. sebagai pemegang otoritas melakukan upaya untuk membenahi kebijakan-kebijakan untuk mengatur keberadaan BUMN/BUMD. seharusnya juga melihat aspek eksternal yang dominan. profitisasi dan privatisasi perusahaan negara/daerah. dan aspek learning and growth (employee skill). sudah lama menjadi pedoman untuk menyatakan apakah BUMN/BUMD itu sangat sehat. Ukuran kinerja BUMN/BUMD yang dilakukan berdasarkan kriteria RLS tersebut.kinerja perusahaan di masa mendatang. maka perusahaan tersebut tidak mampu mempertahankan keunggulannya dalam persaingan global. loyalitas pelanggan.

Restrukrisasi adalah salah satu kebijakan reformasi dalam rangka memperbaiki kinerja dan efisiensi perusahaan negara. pada pembukaan Summit BUMN tahun 2005. Secara filosofi. yang pada akhirnya dapat meningkatkan kontribusi terhadap anggaran negara. Agar Kementrian BUMN beserta jajarannya menjalankan secara konsisten visi Kabinet Bersatu tentang kebijakan BUMN di dalam mewujudkan revitalisasi sektor-sektor ekonomi. Berkaitan dengan hal tersebut. Sasaran yang akan dicapai melalui program restrukrisasi BUMN ini ada dua sasaran.2009. Kemampuan ini akan meningkatkan laba dan nilai perusahaan. . Merevitalisasi BUMN yang kapasitasnya telah tersedia. BUMN harus mampu meningkatkan daya saingnya. BUMN diharapkan ikut terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi. terdiri dari: Menjamin terjadinya perbaikan yang berkesinambungan dalam pertumbuhan. yaitu: Sasaran nasional. Presiden RI memberikan pengarahan sebagai berikut. kolusi dan nepotisme (KKN).Revitalisasi perusahaan negara merupakan upaya pemerintah dalam rangka mengoptimalkan kinerja BUMN. Mekanisme pemilihan jajaran pimpinan BUMN. setidaknya terdapat tiga hal yang mendasari master plan revitalisasi BUMN. namun kinerjanya belum optimal. Meneruskan master plan tahun 1999. dan keuntungan BUMN. dengan penyesuaian-penyesuaian terhadap dinamika yang berkembang. yaitu: Melakukan revitalisasi sektor ekonomi yang sementara kapasitas terpasang masih sangat besar. BUMN memiliki potensi dan peran yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kementrian BUMN menyusun Master Plan Revitalisasi BUMN tahun 2005 . yang dapat meningkatkan kemampuan bersaing secara global. efisiensi. Sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI tersebut.

dan meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat. Gagasan melakukan privatisasi BUMN/BUMD terkait dengan gagasan untuk melakukan efisiensi dalam pembangunan ekonomi negara. atau lembaga pemerintah). sosial dan budaya yang kondusif dan mendukung ke arah efisiensi tersebut. Penjualan sebagian saham kepada publik domestik maupun internasional. Pelimpahan melalui kepemilikan dapat dilakukan dengan: Penjualan saham atau aset seluruhnya kepada swasta atau kepada publik melalui pasar modal. pengurangan biaya. karyawan. dan joint venture. Profitisasi adalah upaya meningkatkan efisiensi perusahaan. Menjamin peningkatan kinerja dan keuntungan BUMN untuk menunjang kegiatan investasi. terdiri dari: sasaran keuangan bagi perseroan. meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sasaran Keuangan. Efisiensi pengelolaan ekonomi hanya dapat dicapai apabila terdapat kondisi struktur ekonomi. Privatisasi perusahaan negara merupakan kebijakan pengalihan sebagian atau keseluruhan kepemilikan aset dan kontrol perusahaan negara ke pihak lain (perorangan. menumbuhkan kegiatan ekonomi. Titik berat program profitisasi BUMN adalah konsolidasi intern BUMN. Efisiensi dapat berupa allocative efficiency dan productive efficiency. Sedangkan pelimpahan melalui kendali manajemen dapat dilakukan melalui: . politik. Sasaran yang akan dicapai mencakup dua hal. sehingga mencapai profitabilitas dan nilai perusahaan yang optimum. instansi swasta.Memperbaiki keuangan negara. yaitu: Menjamin peningkatan produktivitas dan efisiensi BUMN. dengan: menentukan fokus ulang kegiatan usahanya. sasaran keuangan bagi pemerintah. peningkatan pendapatan.

privatisasi cenderung kurang menguntungkan. MODUL 5 ADMINISTRASI PAJAK Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Tahapan Administrasi Pajak Rangkuman Pajak merupakan penerimaan terbesar bagi negara. Privatisasi akan mengurangi beban anggaran negara dan mengurangi distorsi ekonomi yang disebabkan terlalu banyak campur tangan pemerintah. untuk memperlancar penerimaan dari sektor ini maka pemerintah harus terlebih dahulu membenahi administrasi perpajakan. 19 tahun 2003 tentang BUMN. Adapun tahapan-tahapan dalam administrasi perpajakan adalah: mengidentifikasi subjek dan/atau objek pajak. maka dampak privatisasi terhadap ekonomi akan cenderung positif. Sebaliknya. melakukan penagihan atau penerimaan setoran pajak. melakukan penilaian (assessment) dan penetapan nilai pajak terutang.Sebagian dengan cara memisahkan kepemilikan dengan manajemen. Mengurangi campur tangan pemerintah dan memberikan otonomi yang lebih luas kepada manajemen BUMN. karena campur tangan pemerintah justru sangat bermanfaat dengan ditunjang oleh perangkat kebijakan yang dapat mendorong manajemen BUMN beroperasi dalam second best optimum solution. dan penggantian manajemen. melakukan pembukuan penerimaan pajak. pada pasar yang tidak kompetitif atau cenderung monopoli. Prinsip-prinsip privatisasi dan kriteria perusahaan yang dapat diprivatisasi telah diatur dalam UU No. Seluruhnya dengan cara subcontracting. Masing-masing strategi dan pola privatisasi akan mempunyai dampak yang berbeda terhadap perekonomian negara. joint venture. Pada pasar yang tingkat kompetisinya tinggi dan tingkat penyesuaian regulasinya responsif. .

dan withholding system. Di sini semua wajib pajak diharapkan akan membayar pajak terutangnya masing-masing. Setelah penetapan tarif maka langkah berikutnya pemerintah dapat menetapkan target penerimaan dari suatu jenis pajak. Musgrave and Musgrave. MODUL 6 . perlu juga diperhatikan mengenai penetapan tarif pajak. Smith. Penetapan tarif ini diusulkan oleh pemerintah yang kemudian harus disetujui oleh masyarakat dan ditetapkan dalam undang undang. Dari penerapan administrasi pajak oleh instansi yang berwenang ini. Administrasi perpajakan juga berkaitan erat dengan sistem pemungutan pajak yang digunakan. Kogan. Nick Devas dan lain-lain. Di samping tahapan-tahapan dalam administrasi perpajakan. tax efeiciency (daya guna pajak) adalah untuk menilai kemampuan administrasi perpajakan baik efisien eksternal maupun efisiensi internal. Kegiatan Belajar 2: Ukuran-ukuran Kinerja Administrasi Pajak Rangkuman Untuk mendapatkan suatu penerimaan pajak yang maksimal diperlukan penerapan administrasi pajak yang baik. Ada dua macam tarif yaitu advaloren tariff dan fixed tariff. Ukuran yang secara khusus mengukur kemampuan administrasi pajak pada suatu negara adalah perbandingan antara realisasi penerimaan pajak dengan total penerimaan negara dalam APBN. kita akan mendapatkan output kinerja administrasi pajak. tax efectivity (hasil guna pajak) mengukur hubungan antara hasil pungutan suatu pajak dengan potensi hasil pajak itu sendiri. Ada beberapa pendekatan yang dipergunakan seperti yang dikemukakan oleh Cave.menegakan hukum atau aturan perpajakan. Di Indonesia dikenal tiga macam sistem pemungutan pajak yaitu: official assessment system. self assessment system. Menurut Devas ada tiga tolok ukur untuk menilai administrasi pajak yaitu: tax effort (upaya pajak) yang merupakan perbandingan antara hasil suatu sistem pajak dengan kemampuan masyarakat untuk membayar pajak.

Pengaruh ini tidak saja terhadap tingkat kesejahteraan individual. pada penerapannya seperti pada Pajak Penghasilan. sedangkan pemerintah sangat membutuhkan dana yang berasal dari tabungan masyarakat ini oleh untuk berinvestasi. Penggeseran pengenaan pajak tergantung kepada sifat persaingan dan sifat barang. tabungan dalam masyarakat dapat berfungsi untuk meningkatkan produksi Pengenaan pajak dapat mengurangi kemampuan berproduksi dan investasi. Namun hal ini sangat sulit untuk diterapkan. Akibat lebih lanjut akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang. juga dapat dilihat pada pola konsumsi pada Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah. Penggeseran pengenaan pajak dapat dilakukan kepada seseorang dengan jalan ke depan atau kebelakang melalui proses shifting. tetapi sebaliknya dapat mendorong kegiatan berproduksi dan berinvestasi. serta keadaan penawaran dan permintaan barang. Pajak pada hakikatnya dapat digeser ke muka atau ke belakang. MODUL 7 PENGELUARAN PUBLIK (PUBLIC EXPENDITURE) . Kegiatan Belajar 2: Pengaruh Pajak Terhadap Perekonomian Rangkuman Idealnya suatu jenis pajak yang baik adalah jenis pajak yang sifatnya netral.ANALISIS PERPAJAKAN (TAX ANALYSIS) Kegiatan Belajar 1: Prinsip-prinsip Analisis Perpajakan Rangkuman Pajak sebagai sumber penerimaan negara dalam pelaksanaannya perlu memperhitungkan pengaruh yang dapat ditimbulkan. Dengan pengarahan. Untuk itu pemerintah harus mengarahkan masyarakat untuk menabung dengan memberikan berbagai pengarahan. Pengenaan pajak pada masyarakat akan berakibat menurunnya daya beli masyarakat dan kemudian akan mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya serta mengurangi kesempatan masyarakat untuk menabung. karenanya dalam pengenaannya fungsi pengaturan perlu dimasukkan dalam penetapan pajak.

Pengeluaran publik ini merupakan pengeluaran untuk kegiatan pemerintah dalam rangka melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat sebelumnya. Mengapa hal ini terjadi? Banyak para ahli melakukan penelitian. Perbedaan ini terjadi karena variabel. saat ini telah berkembang sekitar 500 kabupaten/kota. Hampir setiap negara. selalu membicarakan tentang sumber pemasukan dana dan pengeluaran atau penggunaan dana. Pertanyaan yang timbul kemudian. Savas (2000) menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pemerintah. baik di negara maju maupun negara berkembang. dan masih akan bertambah lagi di masa mendatang. Hal ini terjadi karena adanya pemekaran daerah. Oleh karena itu. maupun teknik analisis yang digunakan berbeda-beda. . Demikian juga daerah kabupaten/kota. saat ini telah berkembang menjadi 33 provinsi. pengeluaran publik selalu akan berbanding lurus terhadap aktivitas atau kegiatan pemerintah. dan meningkatnya ketidakefisienan pemerintah dalam memberikan layanan. jumlah provinsi di Indonesia sebanyak 27 provinsi. masih menyisakan berbagai pertanyaan yang jawabannya membutuhkan kajian lebih lanjut. Dengan pemekaran ini konsekuensinya adalah terjadinya pertumbuhan pengeluaran publik. Semenjak diberlakukannya Undang-undang Otonomi Daerah. pengeluaran akan semakin besar pula. termasuk dalam keuangan publik. dan mereka menghasilkan kesimpulan yang berbeda-beda. secara sederhana Mangkoesoebroto (1993) membedakan dua teori. Fenomena terjadinya pertumbuhan pengeluaran publik juga terjadi di Indonesia. pengeluaran publik selalu mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. pengeluaran publik mengalami pertumbuhan yang signifikan. yaitu peningkatan kebutuhan terhadap layanan pemerintah dari masyarakat. yaitu: Teori Makro Pengeluaran Publik.Kegiatan Belajar 1: Pengertian Pengeluaran Publik Rangkuman Di dalam sistem keuangan. kesimpulan yang dihasilkan oleh peneliti tersebut. tolok ukur. yang tadinya sekitar 400 kabupaten/kota. basis pembanding. Oleh karena itu. Artinya bahwa semakin banyak aktivi as yang t dilakukan oleh pemerintah. Modul 7 ini membicarakan dari sisi pengeluaran publik (Public Expenditur). mengapa pemerintah cenderung tumbuh atau semakin besar? Bertitik tolak dari perspektif bahwa salah satu peran pemerintah adalah memberikan layanan publik. Di dalam teori pengeluaran publik. peningkatan penyediaan layanan pemerintah dari para pemberi layanan. Sebelum dilaksanakannya UU Otonomi Daerah.

yaitu pengeluaran untuk jaminan sosial bagi anak-anak yatim piatu. disesuaikan dengan susunan kabinet yang dibentuk. yaitu pengeluaran yang dapat memberikan keuntungan ekonomis kepada masyarakat. Pengeluaran yang merupakan penghematan di masa mendatang. dikemukakan oleh Mangkeosoebroto (1993). Pengeluaran yang bersifat produktif. adalah pengeluaran yang bersifat nonekonomis. Di dalam APBN. Peacock dan Wiseman. jika kebijakankebijakannya berubah. yaitu Pengeluaran yang bersifat self liquidating. Teori Mikro Pengeluaran Publik. secara rinci Suparmoko membedakan beberapa jenis pengeluaran. yaitu exhaustive expenditure dan transfer of payment (Suparmoko). dibedakan antara pengeluaran Pemerintah Pusat dan pengeluaran untuk daerah. pengeluaran pemerintah dibedakan menjadi dua golongan. anak terlantar dan sebagainya. yang tercermin dari kebijakan-kebijakannya. yakni pengeluaran yang kelak akan dapat ditutup kembali. yaitu pengeluaran yang merupakan konsekuensi dari undang-undang negara. sering disebut juga belanja pemerintah. Pengeluaran untuk menambah kegembiraan dan kesejahteraan masyarakat secara langsung. pengeluaran Pemerintah Pusat yang besar dialokasikan pada sepuluh . seperti Rostow dan Musgrave. Pengeluaran Pemerintah Pusat menurut organisasi. Artinya bahwa belanja pemerintah sangat tergantung kepada tujuan dari suatu negara. Belanja pemerintah dapat berubah. Secara sederhana. Wagner. Teori mikro Pengeluaran Publik. Pengeluaran yang secara langsung tidak produktif. sehingga merupakan kewajiban bagi pemerintah untuk melakukannya.Beberapa ahli yang mengemukakan teori ini. Kegiatan Belajar 2: Jenis-jenis Pengeluaran Publik dan Beberapa Pengeluaran Publik Terpenting Rangkuman Pengeluaran publik. Pada APBN tahun 2005. merupakan pengeluaran atau belanja untuk membiayai aktivitas pemerintah dalam melakukan kebijakan-kebijakannya. korban bencana alam. Lebih lanjut.

pemerintah memerlukan biaya. Pembangunan nonfisik. Pembangunan pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan pada saat ini. Departemen Keuangan. MODUL 8 PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN Kegiatan Belajar 1: Pengertian dan Sumber-sumber Pembiayaan Pembangunan Rangkuman Pembiayaan merupakan salah satu sumber daya terpenting dalam pelaksanaan pembangunan. pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil. Departemen Luar Negeri. yang . sehingga mereka dapat hidup secara layak. Sedangkan pembangunan non-fisik. dan Departemen Pertanian. dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. keahlian. gedung sekolah. Sedangkan belanja untuk daerah. transparansi anggaran. lokasi pertokoan. konsolidasi kebijakan fiskal untuk mendukung kebijakan makro ekonomi. meningkatkan partisipasi masyarakat. Untuk dapat melakukan aktivitas pembangunan. Kepolisian Negara. memperhatikan aspirasi daerah. Departemen Perhubungan. memperkecil kesenjangan layanan publik antar daerah. yaitu upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. pelatihan. Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Rencana pembiayaan ini seluruhnya tertuang di dalam anggaran negara. seperti Puskesmas. Artinya bahwa pembangunan tidak hanya meliputi pembangunan fisik dan pembangunan nonfisik saja. Di samping itu. Departemen Agama.kementrian/lembaga. tetapi manfaatnya dapat dirasakan di masa mendatang. Secara ideal. dan mengoptimalkan potensi daerah. biasanya diwujudkan dengan kegiatan pendidikan. tetapi perlu memperhatikan kelestarian lingkungan. Departemen Kesehatan. yang tercermin dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pembangunan dapat berupa pembangunan fisik dan pembangunan non-fisik. ada yang menambahkan konsep tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup. Pembangunan fisik di sini dimaksudkan pembangunan sarana dan prasaran untuk meningkatkan layanan publik (masyarakat). keterampilan sumber daya manusia. industri dan sebagainya. memperkuat koreksi kesenjangan fiskal antar daerah. meningkatkan akuntabilitas. diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya nasional. Departemen Pendidikan Nasional. mobilisasi pendapatan. yaitu Departemen Pertahanan. memperbaiki struktur fiskal.

Kegiatan Belajar 2: Pinjaman dan Obligasi Rangkuman Pinjaman/utang/kredit adalah suatu istilah yang menyatakan bahwa seseorang atau badan akan membayar kembali dikemudikan hari atas uang atau barang yang diterima dari pihak lain. Akibat selanjutnya. Dana pinjaman harus dikelola dengan benar. Pinjaman dalam negeri berasal dari berbagai sumber. yang dikenal dengan istilah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Bunga pinjaman dalam hal ini dapat dianggap sebagai balas jasa.dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tingkat pusat. yaitu membayar kembali pada waktu yang telah disepakati kedua belah pihak. pembangunan menjadi berhenti atau tidak berkesinambungan. dapat berupa program. Sumber dana pinjaman pemerintah lainnya adalah penerbitan obligasi (bond). Pinjaman tersebut dapat berupa pinjaman bilateral maupun pinjaman multilateral. atau yang dikenal dengan istilah Penanaman Modal Asing (PMA). pinjaman dari masyarakat. Sumber-sumber pembiayaan pembangunan berasal dari dalam negeri dan luar negeri. seperti hasil pertanian. ditambah bunga pinjamannya. Sumber pembiayaan luar negeri (asing). yaitu surat tanda bukti bahwa pemerintah meminjam sejumlah uang kepada . 2) Hasil ekspor. atau jatuh dalam perangkap utang. Pinjaman. Namun demikian. Pengelolaan penggunaan pinjaman yang salah dapat mengakibatkan suatu negara peminjam tidak dapat membayar kembali pinjamannya. Dengan demikian pinjaman dapat menjadi salah s tu a sumber untuk membiayai investasi. baik tabungan dari pemerintah maupun tabungan dari swasta. pertambangan dan manufaktur. Saat ini hasil ekspor berasal dari komoditas non-migas. pinjaman mempunyai konsekuensi bagi peminjam. hibah. Bentuk bantuan luar negeri. bantuan proyek. dan pinjaman. Pinjaman luar negeri umumnya berupa pinjaman pemerintah yang diterima dari berbagai negara. dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. dapat berasal dari dalam negeri dan dari luar negeri. Sumber pembiayaan dalam negeri antara lain berasal dari: 1) tabungan dalam negeri. seperi dari bank dalam negeri. dari lembagalembaga keuangan bukan bank. dengan penerbitan obligasi. 3) Investasi dalam negeri. dapat berupa bantuan luar negeri dan investasi asing. serta dari sumber-sumber lainnya yang sah.

Kedua. 11 tahun 1970. kabupaten. Obligasi pemerintah terdiri dari obligasi pemerintah pusat dan obligasi pemerintah daerah. lembaga penilai (appraisal). pemerintah harus mengembalikan utang tersebut dengan membeli surat obligasi kepada pemegangnya. sebesar harga yang telah ditentukan dengan tingkat bunga (rate) yang telah ditentukan pula. wali amanat (trustee). 6 tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang telah disempurnakan dengan UU No. Pada penerbitan obligasi terdapat berbagai unsur yang terkait. penanggung jawab (guarantor). atau badan-badan usaha yang berada di bawah penguasaan pemerintah daerah. diatur dalam Undang-undang No 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. di antaranya: penanam modal (investor). UU No. karena obligasi merupakan salah satu surat berharga yang diperdagangkan di pasar modal. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang telah disempurnakan dengan UU No. Pertama adalah UU No. Kebijakan yang berkaitan dengan penerbitan obligasi adalah kebijakan mengenai pasar modal. Struktur pasar modal di Indonesia terdiri dari lembaga penunjang pasar perdana dan lembaga penunjang pasar sekunder. Saat ini sedang dibahas Rancangan Undang-undang tentang Investasi yang akan menggantikan kedua . terdapat dua undang-undang yang mengatur tentang kebijakan pokok investasi. penjamin pelaksana emisi (underwriter). Obligasi pemerintah pusat dikenal dengan nama Surat Utang Negara (SUN). Kegiatan Belajar 3: Investasi Rangkuman Pengembangan investasi di Indonesia pada dasarnya merupakan implementasi dari kebijakan nasional untuk mengelola potensi sumber daya nasional. Setelah jatuh tempo. yang pada akhirnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. pembina (supervisior/overseer). 12 tahun 1970. kota. Ketentuan mengenai SUN. dan lembaga pemeringkat (rating agency). Secara nasional. Obligasi daerah adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah provinsi. penerbit obligasi (issuer).masyarakat (pemegang obligasi) dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

investasi dapat berasal dari dalam negeri (PMDN) dan dari negara asing (PMA). dan investasi yang dilakukan oleh dunia usaha (swasta). jika dilihat dari penggolongan yang dilakukan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. khususnya sumber daya alam. saat ini dialihkan kepada daerah. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Dilihat dari siapa yang melakukan. Dilihat dari sumbernya. siapa pun yang melakukan. investasi ditangani oleh berbagai lembaga. yang tujuannya untuk mempercepat proses perizinan investasi. baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Sejalan dengan otonomi daerah. dan menghindari ekonomi biaya tinggi. Keberadaan BKPM merupakan salah satu upaya untuk menciptakan layanan investasi satu atap (one stop sevice). yaitu Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). terdapat lembaga yang khusus menangani bidang investasi. Sedangkan di daerah terdapat lembaga yang bernama Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD). investasi masih sangat diperlukan untuk mengubah potensi sumber daya. menjadi produk riil yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Berdasarkan kedua undang-undang tersebut. apapun bentuk investasi. tidak akan mendatangkan manfaat yang optimal bila tidak ada investor yang tertarik untuk mengolah sumber daya tersebut menjadi produk-produk yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya .undang-undang tersebut. dapat dibedakan menjadi investasi fisik dan investasi non-fisik. investasi dapat dibedakan menjadi investasi yang dilakukan oleh pemerintah. Investasi. Di tingkat pusat. dan dari mana pun investasi berasal. maka sebagian kewenangan dalam hal investasi. yaitu Dilihat dari wujud investasi. Pada dasarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful