P. 1
SEJARAH PERADABAN ISLAM Pada Zaman Dinasti Abbasiyah di

SEJARAH PERADABAN ISLAM Pada Zaman Dinasti Abbasiyah di

|Views: 1,228|Likes:
Published by Ikhsan Rizani

More info:

Published by: Ikhsan Rizani on Mar 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

SEJARAH PERADABAN ISLAM Pada Zaman Dinasti Abbasiyah di Bagdad

Pendahuluan Istilah ³peradaban Islam´ merupakan terjemahan dari kata Arab, yaitu al-Hadharah alIslamiyyah. Istilah Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan ³kebudayaan Islam´. Padahal, istilah kebudayaan dalam bahasa arab adalah al-Tsaqafah. Di Indonesia, sebagaimana juga di Arab dan Barat, masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata : ³kebudayaan´ (Arab/al-tsaqafah dan culture/Inggris) dengan ³peradaban´ (civilization/Inggris dan al-hadharah/Arab) sebagai istilah baku kebudayaan. Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan, manifestasimanifestasi kemajuan tekhnis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak di reflesikan dalam seni, sastra, religi (agama) dan moral, maka peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi. Menurut Koentjoroningrat, kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud, (1) wujud ideal, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya, (2) wujud kelakuan, yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat, dan (3) wujud benda, yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya. Peradaban dalam Islam, dapat ditelusuri dari sejarah kehidupan Rasulullah, para sahabat (Khulafaur Rasyidin),dan sejarah kekhalifahan Islam sampai kehidupan umat Islam sekarang. Islam yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad saw telah membawa bangsa arab yang semula terbelakang, bodoh, tidak terkenal, dan di abaikan oleh bangsa-bangsa lain, menjadi bangsa yang maju. Bahkan kemajuan Barat pada mulanya bersumber pada peradaban islam yang masuk ke eropa melalui spanyol. Islam memang berbeda dari agama-agama lain, sebagaimana pernah diungkapkan oleh H.A.R. Gibb dalam bukunya Whither Islam kemudian dikutip M.Natsir, bahwa, ³Islam is andeed much more than a system of theology, it is a complete civilization´ (Islam sesungguhnya lebih dari sekedar sebuah agama, ia adalah suatu peradaban yang sempurna). Landasan ³peradaban islam´ adalah ³kebudayaan islam´ terutama wujud idealnya, sementara landasan ³kebudayaan islam´ adalah agama. Jadi, dalam islam, tidak seperti pada masyarakat yang menganut agama ³bumi´ (nonsamawi), agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia, maka agama Islam adalah wahyu dari tuhan. Maju mundurnya peradaban islam tergantung dari sejauh mana dinamika umat islam itu sendiri. Dalam sejarah islam tercatat, bahwa salah satu dinamika umat islam itu dicirikan oleh kehadiran kerajaan-kerajaan islam diantaranya Umayah dan Abbasiyah, Umayah dan Abbasiyah memiliki peradaban yang tinggi, diantaranya memunculkan ilmuwan-ilmuwan dan para pemikir muslim. Dalam diskusi kali ini, saya akan membahas peradaban islam pada masa Dinasti Abbasiyah dengan topik bahasan diantaranya, latarbelakang berdirinya kekhalifahan Abbasiyah, kemajuan dan kemunduran pada masa ini, baik dari aspek ekonomi, politik, dan social.

4. Pada masing-masing bidang memiliki kelebihan dan kekurangan. digambarkan sebagai orang yang kuat dan tegas. masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain. bekas ibukota Persia. diantaranya bidang politik. disebut masa pengaruh Turki pertama. Gerakan-gerakan ini seperti sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas. Dari segi durasi.d 656 H (1258 M). Bidang Politik Walaupun demikian. semuanya dapat dipadamkan. Abd al-Rahman al-Dakhil bergelar amir (jabatan kepala wilayah ketika itu). baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Abu ja¶far al-Manshur (754-775 M) yang banyak berjasa dalam membangun pemerintahan dinasti Bani Abbas. Di satu sisi. Kekuasaan dinasti Bani Abbas atau khilafah Abbasiyah. yaitu sekitar lima abad. kekuasaan Dinasti Bani Abbas termasuk lama. Abu al-Abbas al-Safah (750-754 M) adalah pendiri dinasti Bani Abbas. disebut periode pengaruh Persia pertama. Selama dinasti ini berkuasa.Latar Belakang Berdirinya Abbasiyah (750-847 M ± 132-232 H) Awal kekuasaan Dinasti Bani Abbas ditandai dengan pembangkangan yang dilakukan oleh Dinasti Umayah di Andalusia (Spanyol). masing-masing memiliki berbagai kemajuan dari beberapa bidang. masa kekuasaan dinasti Buwaih dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. 2. fase pembangunan dan kemajuan. Kemajuan Dinasti Bani Abbas Setiap dinasti atau rezim mengalami fase-fase yang dikenal dengan fase pendirian. kemudian dipindahkan lagi ke Baghdad dekat dengan Ctesiphon. ia tidak tunduk kepada khalifah yang ada di Baghdad. Pada masa pemerintahannya Baghdad sangatlah disegani oleh kekuasaan Byzantium. Akan tetapi durasi dari masingmasing fase itu berbeda-beda karena bergantung pada kemampuan penyelenggara pemerintahan yang bersangkutan. 5. bidang ekonomi. tetapi kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Baghdad. revolusi al-khawarij di Afrika utara. ibukota pemerintahan Dinasti Bani Abbas berada di tengah-tengah bangsa Persia. pola pemerintahan yang diterapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik. bidang sosial. Dinamakan khilafah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Al-Abbas paman Nabi Muhammad saw. Berdasarkan pola pemerintahan dan pola politik itu para sejarawan biasanya membagi masa pemerintahan Bani Abbas menjadi lima periode : 1. Abu ja¶far al-Manshur sebagai pendiri muawiyah setelah Abu Abbas al-Saffah. social dan budaya. sedangkan disisi yang lain. . Periode Pertama (132 H/750 M ± 232 H/847 M). Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang panjang. 1. 3. Akan tetapi karena kekuasaannya sangat singkat. gerakan Syi¶ah dan konflik antar bangsa serta aliran pemikiran keagamaan. melanjutkan kekuasaan dinasti Umayah. Pada tahun 762 M. biasanya disebut juga dengan masa pengaruh Turki kedua. Periode Ketiga (334 H/945 M ± 447 H/1055 M). Oleh karena itu. Periode Keempat (447 H/1055 M ± 590 H/1194 M). gerakan zindik di Persia. Pada masa pemerintahan. dalam periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas. masa kekuasaan dinasti Bani sejak dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah. Periode Kelima (590 H/1194 M ± 656 H/1258 M). fase kemunduran dan kehancuran. dari tahun 132 H (750 M) s. Periode Kedua (232 H/847 M ± 334 H/945 M). Periode ini disebut juga masa pengaruh Persia kedua. Abu ja¶far al-Manshur memindahkan ibukota dari Damaskus ke Hasyimiyah. Pembangkangan Abd al-Rahman al-Dakhil terhadap Bani Abbas mirip dengan pembangkangan yang dilakukan oleh muawiyah terhadap Ali Ibn Abi Thalib. ditangannyalah Abbasiyah mempunyai pengaruh yang kuat.

Bahsrah menjadi pelabuhan yang penting. Disamping itu pemandianpemandian juga dibangun. Pemerintahan bani Umayah adalah pemerintahan yang memiliki wibawa yang besar sekali. yaitu al-Mahdi (775-785 M). Ia banyak meluangkan waktunya untuk berdiskusi dengan kalangan ilmuwan dan mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap seni. tidak seorangpun yang meneteskan air mata menangisi mereka. meliputi wilayah yang amat luas. dokter. al-Wasiq (842-847 M). tembaga dan besi. emas. Ia demikian kuatnya sehingga apabila seseorang menyaksikannya. Bidang Sosial Popularitas daulat Abbasiyah mencapai puncaknya di zaman khalifah Harun Al-Rasyid (786-809 M) dan puteranya Al-Ma¶mun (813-833 M). khalifah Abbasiyah tidak lagi berada dibawah kekuasaan suatu . Kalau dasar-dasar pemerintahan daulat Abbasiyah diletakkan dan dibangun oleh Abu al Abbas dan Abu ja¶far Al-Manshur. Al-Rasyid mengembangkan satu akademi Gundishapur yang didirikan oleh Anushirvan pada tahun 555 M. dan farmasi didirikan. 3. mulai dari negeri sind dan berakhir di negeri Spanyol. Pada periode ini. pendidikan. Kalifah Harun al-Rasyid dikenal sebagai khalifah yang mencintai seni dan ilmu. demikian pula para rajanya. disinilah perbedaan pokok antara Bani Abbas dan Bani Umayyah. al-Hadi (775-786 M). maka puncak keemasan dari dinasti ini berada pada tujuh khalifah sesudahnya. kekayaan yang banyak di manfaatkan Harun AlRasyid untuk keperluan social. melalui irigasi dan peningkatan hasil pertambangan seperti perak. Dari gambaran diatas terlihat bahwa. kesejahteraan social. obat dan falsafah. bahwa Bani Abbas adalah keluarga yang paling dekat kepada Nabi saw. Kehancuran Dinasti Bani Abbas Berakhirnya kekuasaan dinasti Seljuk atas Baghdad atau khalifah Abbsiyah merupakan awal dari periode kelima. tidak sedikitpun memperoleh penghargaan dan simpati dalam hati mereka. Dinasti Bani Abbas pada periode pertama lebih menekankan pembinaan peradaban dan kebudayaan Islam daripada perluasan wilayah. Itulah sebabnya belum sampai berlalu satu abad dari kekuasaan mereka. kaum Bani Abbas berhasil menggulingkan singgasananya dan mencampakannya dengan mudah sekali. ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta kesusastraan berada pada zaman keemasannya. pada masa pemerintahannya lembaga tersebut dijadikan sebagai pusat pengembangan dan penerjemahan bidang ilmu kedokteran. Dan ketika singgasana itu terjatuh. Bidang Ekonomi Pada masa al-Mahdi perekonomian mulai nmeningkat dengan peningkatan di sector pertanian. Adapun penyebab keberhasilan kaum penganjur berdirinya Khilafah Bani Abbas ialah karena mereka berhasil menyadarkan kaum muslimin pada umumnya. Rumah sakit.2. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi terwujud pada zaman khalifah ini. Namun jalan yang ditempuh oleh pemerintahan Bani Umayyah. lembaga pendidikan. pasti akan berpendapat bahwa usaha mengguncangkannya adalah sesuatu yang tidak mudah bagi siapapun. kesehatan. meskipun ia dipatuhi oleh sejumlah besar manusia yang takluk kepada kekuasaannya. dan bahwasanya mereka akan mengamalkan alQur¶an dan Sunnah rasul dan menegakkan syari¶at Allah. Terkecuali itu dagang transit antara timur dan barat juga banyak membawa kekayaan. al-Ma¶mun (813-833 M). al-Mu¶tashim (833-842 M). Pada masanya sudah terdapat paling tidak 800 orang dokter. dan al-Mutawakkil (847-861 M). Harun al-Rasyid (786-809 M).

Menurut Stryzewska. 2. Pada masa inilah tentara Mongol dan tatar menyerang Baghdad. dinasti Bani Abbas tetap mempertahankan persekutuan itu. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Pertama. sudah merdeka dan berkuasa kembali. Persekutuan dilatarbelakangi oleh persamaan nasib kedua golongan itu pada masa Bani Umayyah berkuasa. namun demikian factor-faktor penyebab kemunduran itu tidak dating secara tiba-tiba. para mentri cenderung berperan sebagai pegawai sipil. namun yang terbanyak adalah dinasti kecil. Turki dan India. Disamping kelemahan khalifah. masa kemunduran dimulai sejak periode kedua. dominasi tentara turki tak terbendung lagi. wilayah kekuasaan Abbasiyyah pada periode pertama sangat luas. Sejak itu kekuasaan Bani Abbas sebenarnya telah berakhir. seperti Maroko. Sebagaimana dalam periodisasi khalifah Abbasiyah. hanya khalifah pada saat periode ini sangat kuat. Posisi ini kemudian direbut oleh Bani Buwaih. muncul juga fanatisme bangsa-bangsa lain yang melahirkan gerakan syu`ubiyah. Setelah khilafah Abbasiyyah berdiri. bangsa Arab beranggapan bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka adalah darah (ras) istimewa dan mereka menganggap rendah bangsa non-Arab di dunia Islam. Kedua. Setelah AlMutawakkil. yang disebut masa pertengahan. banyak factor yang menyebabkan khalifah Abbasiyah menjadi mundur. mereka akan berkuasa mengatur roda pemerintahan. Selain itu. masing-masing factor tersebut saling berkaitan satu sama lain. benih-benih ini tidak sempat berkembang. Keduanya sama-saama tertindas. stabilitas politik dapat terjaga. pada waktu itu tidak ada kesadaran yang merajut elemen-elemen yang bermacam-macam tersebut dengan kuat. sulit bagi orang-orang Arab untuk melupakan Bani Umayyah. orang-orang Arab sendiri terpecah belah dengan adanya Ashabiyyah kesukuan. Para khalifah Abbasiyah. Persaingan Antarbangsa Khilafah Abbasiyah didirikan oleh Bani Abbas yang bersekutu dengan orang-orang Persia. Persia. Kehancuran Baghdad akibat serangan tentara Mongol ini adalah awal babak baru dalam sejarah islam. Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal khalifah Abbasiyyah berdiri. Irak. Kemerosotan Ekonomi Khalifah Abbasiyyah juga mengalami kemunduran dibidang ekonomi bersamaan dengan .dinasti tertentu. Mereka menginginkan sebuah dinasti dengan raja dan pegawai dari Persia pula.11 ada dua sebab dinasti Bani Abbas memilih orang-orang Persia daripada orang-orang Arab. Ada diantaranya dinasti yang cukup besar. Wilayah kekuasaan khalifah yang sempit ini menunjukan kelemahan politiknya. tetapi jika khalifah lemah. Baghdad dapat direbut dan dihancurluluhkan tanpa perlawanan yang berarti. meliputi berbagai bangsa yang berbeda. seorang khlaifah yang lemah. Meskipun demikian. Dalam sejarah kekuasaan Bani Abbas terlihat bahwa apabila kalifah kuat. walaupun banyak sekali Dinasti islam berdiri. Kekuasaan berada di tangan orangorang Turki. Syria. Mereka disatukan dengan bangsa Semit. karena para khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan. Kecuali Islam. benih-benihnya sudah terlihat pada periode pertama. naik tahta. Pada masa itu mereka merupakan warga kelas satu. tetapi hanya di Baghdad sekitarnya. Mesir.12 Akibatnya. orang-orang Persia tidak merasa puas. khilafah Abbasiyyah tidak ditegakkan di atas `ashabiyyah tradisional. Sementara itu. Dengan demikian. bangsa Persia pada periode ketiga dan selanjutnya beralih kepada dinasti Saljuk pada periode keempat. disamping Fanatisme kearaban. Akan tetapi.

Dana yang masuk lebih besar dari yang keluar. Pada saat gerakan ini mulai tersudut. kekecewaan mendorong sebagian mereka mempropagandakan ajaran Manuisme. Konflik Keagamaan Fanatisme keagamaan berkaitan erat dengan persoalan kebangsaan. pendapatan Negara menurun. tetapi juga antaraliran dalam Islam. Aliran Syi`ah memang dikenal sebagai aliran politik dalam Islam yang berhadapan dengan faham Ahlussunnah wal Jama`ah. 4. pendukungnya banyak berlindung dibalik ajaran Syi`ah. Perang Salib itu juga membakar semangat perlawanan orang-orang Kristen yang berada di wilayah kekuasaan Islam. . serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam. Setelah khilafah memasuki periode kemunduran. Namun. sehingga menyebabkan konflik diantara keduanya. pemerintahan Bani Abbas merupakan pemerintahan yang kaya. hanya Armenia dan Maronit Lebanon yang tertarik dengan dengan Perang Salib dan melibatkan diri dalam tentara Salib itu. Pertambahan dana yang besar diperoleh dari al-Kharaj. semacam pajak hasil bumi. sehingga banyak aliran syi`ah yang dipandang ghulat (ekstrem) dan dianggap menyimpang oleh penganut Syi`ah sendiri. selalu menimbulkan kepahitan yang lebih besar dan permusuhan yang lebih sengit dari perbedaan-perbedaan mengenai hal-hal yang masih dalam lingkungan pengetahuan manusia«soal kehendak bebas manusia «telah menyebabkan kekacauan yang rumit dalam Islam«pendapat bahwa rakyat dan kepala agama mustahil berbuat salah mustahil berbuat salah«menjadi sebab binasanya jiwa-jiwa berharga´. Sedangkan pengeluaran membengkak antara lain disebabkan oleh kehidupan para khalifah dan pejabat semakin mewah. Karena cita-cita orang Persia tidak sepenuhnya tercapai. jenis pengeluaran makin beragam. sehingga Bait al-Mal penuh dengan harta. Zoroasterisme dan Mazdakisme. dan para pejabat melakukan korupsi. seperti juga Agama Isa as. terkeping-keping oleh perpecahan dan perselisihan dari dalam. Sebagaimana telah disebutkan. di antara komunitas-komunitas Kristen Timur. Disebutkan bahwa Hulagu Khan. Menurunnya pendapatan Negara itu disebabkan oleh makin menyempitnya wilayah kekuasaan. perang salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban. Perbedaan pendapat mengenai soal-soal abstrak yang tidak mungkin ada kepastiannya dalam suatu kehidupan yang mempunyai akhir. Syed Ameer Ali mengatakan: ³Agama Muhammad Saw.13 Pengaruh Salib juga terlihat dalam penyerbuan tentara Mongol. diperingannya pajak dan banyaknya dinasti-dinasti kecil yang memerdekakan diri dan tidak lagi membayar upeti.. orangorang Kristen Eropa terpanggil untuk ikut berperang setelah Paus Urbanus II (1088-1099 M) mengeluarkan fatwanya. banyaknya terjadi kerusuhan yang mengganggu perekonomian rakyat. Pertama. ada pula factor-faktor eksternal yang menyebabkan khalifah Abbasiyah lemah dan akhirnya hancur. Disamping itu.kemunduran di bidang politik. 3. Ancaman dari luar Apa yang disebutkan di atas adalah factor-faktor internal. sementara pengeluaran meningkat lebih besar. mulai polemik tentang ajaran hingga berlanjut kepada konflik bersenjata yang menumpahkan darah dari kedua belah pihak. Berkenaan dengan konflik keagamaan itu. Pada periode pertama. Gerakan ini dikenal dengan gerakan Zindiq yang menyebabkan menurut para khalifah dan orang-orang yang beriman harus diberantas. Konflik yang dilatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara muslim dan zindik atau ahlussunnah dengan syi`ah saja. Mu`tazilah yang cenderung rasional dituduh sebagai pembuat bidah oleh golongan salaf. Kedua.

wordpress.14 http://amgy. sebagaimana yang telah kita lihat. Berbagai faktor yang telah menyokong tegaknya imperium Abbasiyah. Tentara Mongol. al-Amin. untuk menguasai kekhilafahan secara mutlak. Namun peperangan sengit tersebut tidak hanya melemahkan kekuatan militer Abbasiyah melainkan juga melemahkan warga iraq dan sejumlah propinsi lainnya. Satu sisi kebijakan tersebut bertujuan untuk mempertahankan legitimasi kekhilafan dengan menguasai seluruh urusan keagamaan. dan kepada putranya yang lebih muda yang bernama al-Makmun. al-Amin berusaha mengkhianati hak adiknya dan menunjuk anak laki-lakinya sebagai penggantinya kelak. setelah menghancurleburkan pusat-pusat Islam. Harun telah mewasiatkan tahta kekhalifahan kepada putra mertuanya.com/2008/02/11/sejarah-peradaban-islam-pada-zaman-dinasti-abbasiyah-dibagdad/ . Gereja-gereja Kristen berasosiasi dengan orang-orang Mongol yang anti-Islam itu dan diperkeras di kantong-kantong ahl al-kitab. Al-amin didukung oleh militer Abbasiyah di Baghdad. Bahkan kemerosotan Abbasiyah telah berlangsung disaat berlangsung konsolidasi. yang diberikan imbalan sebagai gubernur khurasan (820-822) dan menjadi jenderal militer Abbasiyah diseluruh imperium dan disertai janji bahwa jabatan-jabatan tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya. sekaligus juga menyokong kehancuran dan transformasi imperium tersebut. selain mendatangkan manfaat yang bersifat sementara konsesi atas sebuah jabatan gubernur yang dapat diwariskan menggagalkan tujuan Abbasiyah untuk menyatukan sebuah wilayah propinsi besar menjadi sebuah system pemerintahan politik yang memusat ditangan pemerintahan pusat. sementara al-Makmun harus berjuang untuk memerdekakan Khurasan dalam rangka untuk mendapatkan dukungan dari pasukan perang Khurasan. Kebijakan ini justru menghilangkan dukungan masyarakat umum terhadap sang khalifah. seorang gubernur Khurasan dan orang yang berhak menjabat tahta khilafah sepeninggal kakaknya. tidak membawa hasil dan gagal. Ketika rezim ini sedang memperkuat militernya dan institusi pemerintahan. Al-makmun berhasil mengalahkan saudara tuanya. yang bernama Thahir. Semenjak awal pemerintahan Harun al-Rasyid (786-809) problem suksesi menjadi sangat kritis. dan sedang mendorong sebuah kemajuan ekonomi dan kultur. yakni kalangan elite imperium dan bentuk-bentuk kulturnya. ikut memperbaiki yerussalem. al-Amin . Upaya untuk menyatukan kalangan elit dibawah arahan khalifah tidak akan terwujud dan sebagai gantinya imperium dikuasai oleh sebuah persekutuan khalifah dengan kuasa gubernuran besar. sangat membenci Islam karena ia banyak dipengaruhi oleh orangorang Budha dan Kristen Nestorian. al-Makmun menggantungkan dukungan seorang panglima khurasan.Al-Makmun juga mengambil sebuah kebijakan politik. Kebijakan ini. terjadi beberapa peristiwa yang pada akhirnya mengharubirukan nasib imperium Abbasiyah. Al-Makmun berusaha menghadapi musuh-musuhnya dan sejumlah warga yang tidak mau berdamai dengan sebuah kebijakan ganda. Akibatnya pecahlah perang sipil. dan mengklaim khilafah pada tahun 813. Setelah kematian Harun.panglima tentara Mongol.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->