BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif, seperti gagal jantung congestive, gagal ginjal, dan penyakit vaskuler. Hipertensi disebut ³silent killer´ karena sifatnya asimptomatik dan telah beberapa tahun menimbulkan stroke yang fatal atau penyakit jantung. Meskipun tidak dapat diobati, pencegahan dan penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit yang menyertainya. Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2025 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, di perkirakan menjadi 1,15 milyar kasus di tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian pada semua umur di Indonesia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, diketahui hampir seperempat (24,5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari, satu kali atau lebih. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. Dari jumlah itu, 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. Sedangkan sisanya pada jantung, gagal ginjal, dan kebutaan. Pada orang dewasa, peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan 60% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Berdasarkan American Heart Association (AHA, 2001), terjadi peningkatan rata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun 1999. Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan

1

sebesar 46%. Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor tiga setelah stroke dan tuberkulosis, jumlahnya mencapai 6,8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Angka-angka prevalensi hipertensi di Indonesia telah banyak dikumpulkan dan menunjukkan, di daerah pedesaan masih banyak penderita yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Baik dari segi case-finding maupun penatalaksanaan pengobatannya jangkauan masih sangat terbatas dan sebagian besar penderita hipertensi tidak mempunyai keluhan. Prevalensi terbanyak berkisar antara 6 sampai dengan 15% tetapi angka-angka ekstrim rendah seperti di Ungaran, Jawa Tengah 1,8%; Lembah Balim Pegunungan Jaya Wijaya, Irian Jaya 0,6%; dan Talang Sumatera Barat 17,8%. Kebanyakan orang merasa sehat dan energik walaupun hipertensi. Menurut hasil Riskesdas Tahun 2007, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi. Keadaan ini tentunya sangat berbahaya, yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada masyarakat. Oleh karena cukup besarnya angka kejadian hipertensi maka, akan dikaji lebih lanjut mengenai penyakit hipertensi tersebut.

1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah makalah ini adalah: 1. Apakah yang dimaksud dengan penyakit hipertensi? 2. Apakah jenis-jenis penyakit hipertensi? 3. Hal-hal apa saja yang dapat menjadi penyebab (faktor resiko) timbulnya penyakit hipertensi? 4. Bagaimana mekanisme terjadinya penyakit hipertensi? 5. Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit hipertensi?

1.3 TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah: y Untuk mengetahui defenisi dari penyakit hipertensi.

2

3 . Untuk mengetahui cara mencegah terjadinya penyakit hipertensi.y y Untuk mengetahui jenis-jenis penyakit hipertensi. Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab (faktor resiko) terjadinya penyakit hipertensi. y y Untuk mengetahui mekanisme terjadinya penyakit hipertensi.

USA: Elsevier. Detection. Detection evaluation and treatment of High Blood Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHO dengan International Society of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi. Nutrition. Dalam L.1 DEFENISI HIPERTENSI The Joint National Community on Preventation. & Diet Therapy. Medical Nutrition Therapy in Hypertension. dan tinggi badan yang diukur sekurangkurangnya tiga kali pada pengukuran yang terpisah. Tabel I. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC VI) mengklasifikasikan tekanan darah untuk orang dewasa menjadi enam kelompok yang terlihat seperti pada tabel 1 dibawah. jenis kelamin. Krause¶s Food. definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari 95 persentil dilihat dari umur. Klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun atau lebih.1 Sumber : The sixth Report of The Joint National Committee on Prevention. Dikutip oleh Debra A. detection.BAB II PEMBAHASAN 2. Krummel.1 The sixth Report of The joint national Committee on Prevention. Kathleen M. Pada anak-anak. 2004 4 . Evaluation and Treatment of High Blood Pressure. sixth report (JNC VI). Sylvia Escoott.

defek dalam ekskresi Na. Dalam aktivitas sehari-hari. berat badan. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik. maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Hipertensi Primary Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80mmHg. akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan. Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin). peningkatan Na dan Ca intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti 5 . Tetapi secara umum. 2. angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga. ginjal.2. disebut juga hipertensi idiopatik.2 JENIS-JENIS HIPERTENSI Pengelompokan Hipertensi terdiri atas : 2.1 Penyakit Hipertensi Menurut Kausanya terbagi atas : 1. otak dan mata. hiperaktifitas sistem saraf simpatis. lingkungan. Terdapat sekitar 95% kasus.Penyakit darah tinggi atau Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. sistem renin angiotensin. tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil.

Hipertensi primer biasanya timbul pada usia 30 ± 50 tahun. serta polisitemia. dan lain ± lain.obesitas. 2. gagal ginjal. ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Klinis sulit untuk membedakan dua keadaan tersebut. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya. hipertensi vaskular renal. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan. seperti penggunaan estrogen. Hipertensi Secondary Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung. tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. koarktasio aorta. Beratnya pengaruh hipertensi terhadap ginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan lamanya menderita hipertensi. gangguan penglihatan. penyakit ginjal. Makin tinggi tekanan darah dalam waktu lama makin berat komplikasi yang mungkin ditimbulkan. sehingga merasakan keluhan seperti pusing. Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5 % kasus. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia. muka yang membengkak. kurang nafsu makan. feokromositoma. Sedangkan pada Ibu hamil. merokok. nyeri perut. hiperaldosteronisme primer. terutama pada penyakit ginjal menahun. 6 . Pregnancy-induced hypertension (PIH). alkohol. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut). sakit kepala. atau kerusakan sistem hormon tubuh. Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi. mual bahkan muntah. dan sindrom cushing. Penyebab spesifik diketahui. Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.

baik pada kelainan glumerolus maupun pada kelainan vaskular. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan dalam : 1. Peningkatan ini dimungkankan abibat adanya retensi relatif terhadap Hormon Natriuretik Peptida dan peningkatan aktivitas pompa Na ± K ± ATPase di duktus koligentes. 4. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut maupun penyakit ginjal kronik. Penyakit glumerolus kronik SistemRenin. 3. 7 .Aldoteron (RAA) merupakan satu sistem hormonal enzimatik yang bersifat multikompleks dan berperan dalm naiknya tekanan darah. pangaturan keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit. 2. Gagal ginjal kronik Hipertensi yang terjadi karena adanya retensi natrium.Angiotensinogen. dan pemberian eritropoetin. Retensi natrium terjadi karena adanya peningkatan reabsorbsi natrium di duktus koligentes. Penyakit glumerolus akut Hipertensi terjadi karena adanya retensi natrium yang menyebabkan hipervolemik. Penyakit vaskuler Pada keadaan ini terjadi iskemi yang kemudian merangsang sistem renin angiotensin aldosteron. peningkatan sistem Renin Angiotensinogen Aldosteron akibat iskemi relatif karena kerusakan regional. aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat kerusakan ginjal. hiperparatiroidis sekunder. Hipertensi pada penyakit ginjal Penyakit ginjal dapat meningkatkan tekanan darah dan sebaliknya hipertensi dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu ginjal.a.

Sindrom ini disebabkan oleh hiperplasi kelenjar korteks adrenal. c. Hiperaldosteronisme primer adalah sindrom yang disebabkan oleh hipersekresi aldesteron yang tidak terkendali yang umumnya berasal dari kelenjar korteks adrenal. Stenosis arteri renalis adalah suatu keadaan terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik pada arteri renalis. Hipertensi pada penyakit renovaskular Hipertensi renovaskular merupakan penyebab tersering dari hipertensi sekunder. Hiperaldosteronisme primer secara klinis dikenal dengan triad terdiri dari hipertensi. 8 . Diagnosa hipertensi renovaskular penting karena kelainan ini potensial untuk disembuhkan dengan menghilangkan penyebabnya yaitu stenosis arteri renalis. kelainan ini akan menetap walaupun tekanan darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang meliputi medikamentosa antihipertensi. dan alkalosis metabolik. Jika terjadi gangguan fungsi ginjal. Hipertensi pada kelainan endokrin Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan endokrin adalah aldosteronisme primer (Sindrom Conn). revaskularisasi dengan tindakan bedah ataupun angioplasti. hipokalemi. Istilah nefropati iskemik menggambarkan suatu keadaan terjadinya penurunan fungsi ginjal akibat adanya stenosis arteri renalis. d. adenoma atau karsinoma adrenal.b. Sindrom Cushing Sindrom cushing disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yang disebabkan oleh adenoma hipofisis yang menghasilkan Adenocorticotropin Hormone (ACTH ). Sedangkan hipertensi renovaskular adalah hipertensi yang terjadi akibat fisiologis adanya stenosis arteri renalis.

berkeringat atau edema paru karena gagal jantung. h. Feokromositoma Feokromositoma adalah salah satu hipertensi endokrin yang patut dicurigai apabila terdapat riwayat dalam keluarga. 10% dari tumor ini ganas dan 10% adenoma adrenal adalah bilateral. Kedaruratan hipertensi dapat menjadi komplikasi dari preeklampsia sebagaimana yang terjadi pada hipertensi kronik. hiperhidrosis. Perempuan hamil dengan hipertensi mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi yang berat seperti abruptio plasenta. Feokromositomia dicurigai jika tekanan darah berfluktuasi tinggi. dengan denyut nadi arteri femoralis lemah atau tidak ada. Feokromositomia disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neural yang mensekresikan katekolamin. Sebagian besar berasal dari kelenjar adrenal. dan hiperglikemia. janin dan neonatus. gagal organ. f.e. terutama jika hipertensi terjadi lama sebelum operasi. dan hanya 10% terjadi di tempat lain dalam rantai simpatis. Koarktasi aorta Koarktasi aorta paling sering mempengaruhi aorta pada distal dari arteri subklavia kiri dan menimbulkan hipertensi pada lengan dan menurunkan tekanan pada kaki. Hipertensi ini dapat menetap bahkan setelah reseksi bedah yang berhasil. Hipertensi adrenal kongenital Hipertensi adrenal kongenital merupakan penyabab terjadinya hipertensi pada anak (jarang terjadi). Hipertensi pada kehamilan Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal. Tanda ± tanda yang mencurigai adanya feokromositoma yaitu hipertensi. koagulasi intravaskular. hipermetabolisme. disertai takikardi. penyakit serebrovaskuler. g. 9 . sakit kepala.

perdarahan serebral. Pada 50 % tekanan darah akan kembali normal dalam 3±6 sesudah penghentian pil. ensepalopati. abruptio 0. Selain itu risiko hipertensi seperti gagal jantung. Obat lain yang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin. Risiko bertambah pada hipertensi kronik yang berat pada trimester pertama dengan didapatnya preaklampsia risiko sampai 50%. Hipertensi akibat dari penggunaan obat ± obatan. Terhadap janin. kehamilan prematur kurang dari 37 minggu 12±34%. retinopati.5%. Biasanya bentuk hipertensi ini ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Sampai sekarang yang belum jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif dapat menurunkan terjadinya eklampsia. 2. begitupula dengan perempuan yang pernah mengalami hipertensi selama kehamilan.Penelitian observasi pasien hipertensi kronik yang ringan didapatkan risiko kehamilan preaklampsia 10±25%. 10 .7± 1. dan gagal ginjal akut dapat terjadi. Penggunaan obat yang paling banyak berkaitan dengan hipertensi adalah pil kontrasepsi oral (OCP) dimana 5% perempuan mengalami hipertensi sejak mulai penggunaan. eritopoietin. prematuritas dan kematian intrauterin. i. dan hambatan pertumbuhan janin 8±16%. dan kokain.2. Perempuan usia lebih tua (>35tahun) lebih mudah terkena. Hipertensi Diastolik (diastolic hypertension) Yaitu peningkatan tekanan diastolic tanpa diikuti peningkatan tekanan sistolik.2 Menurut Gangguan Tekanan Darah a. Penggunaan estrogen pascamenopause bersifat kardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan darah. mengakibatkan retardasi perkembangan intrauterin.

3 GEJALA HIPERTENSI Hipertensi diduga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian.b. gagal jantung. akan mempunyai risiko besar untuk meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke. Hipertensi berat yaitu jika pada pengukuran tekanan darah. 2. dan gagal ginjal. Umumnya bentuk hipertensi ini ditemukan pada usi lanjut. Seringkali hipertensi disebut sebagai silent killer karena dua hal. serangan jantung. apabila tidak ditangani dengan baik. Gejala ringan seperti pusing. Hipertensi Sistolik (isolated systolic hypertension) Yaitu peningkatan tekanan sistolik tanpa diikutu peningkatan tekanan diastolik. Hipertensi dapat diketahui dengan mengukur tekanan darah secara teratur. 11 . mimisan. tekanan darah sistolik berada diantara 160-179mmHg dan tekanan darah diastolic berada diantara 100-109mmHg. c. 2.2. tekanan darah sistolik >180mmHg dan tekanan darah diastolic •110mmHg. Hipertesi sedang yaitu jika pada pengukuran tekanan darah. tekanan darah sistolik berada diantara 140-159mmHg dan tekanan darah diastolic berada diantara 90-99mmHg.3 Menurut berat atau tingginya peningkatan tekanan darah a. y Penderita hipertensi. dan sakit kepala biasanya jarang berhubungan langsung dengan hipertensi. gelisah. Hipertensi Campuran (sistol dan diastole yang meninggi) Yaitu peningkatan tekanan darah pada sistol dan distol. b. yaitu: y Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Hipertensi ringan yaitu jika pada pengukuran tekanan darah. c.

bisa timbul gejala berikut: y y y y y y y Sakit kepala Kelelahan Mual Muntah Sesak nafas Gelisah Pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak. Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati. meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). pusing. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi atau dikendalikan 1.Pada sebagian besar penderita. Genetik Adanya faktor genetik pada keluarga tertentu akan menyebabkan keluarga tersebut mempunyai resiko menderita hipertensi. y y Sering buang air kecil terutama di malam hari Telinga berdenging Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma karena terjadi pembengkakan otak. mata. yang memerlukan penanganan segera 2. yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi. Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala. hipertensi tidak menimbulkan gejala. a. Individu 12 .4 FAKTOR RISIKO HIPERTENSI Hipertensi disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan serta faktor yang tidak dapat dimodifikasi. jantung dan ginjal. wajah kemerahan dan kelelahan. maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal. perdarahan dari hidung.

namun dalam orang kulit hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dan sensitifitas terhadap vasopresin lebih besar.dengan orangtua hipertensi mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk menderita hipertensi daripada individu yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi. Penyakit Ginjal Ginjal mengendalikan tekanan darah melalui beberapa cara: y Jika tekanan darah meningkat. Apabila riwayat hipertensi didapatkan pada kedua orang tua. Umur Insidensi hipertensi meningkat seiring dengan pertambahan usia. Laki-laki juga mempunyai resiko yang lebih besar terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Dugaan ini menyokong bahwa faktor genetik mempunyai peran didalam terjadinya Hipertensi. ginjal akan menambah pengeluaran garam dan air. yang akan menyebabkan berkurangnya volume darah dan mengembalikan tekanan darah ke normal. 3. 2. 5. 13 . Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu telur). Pada 70-80% kasus Hipertensi primer. Jenis Kelamin Laki-laki mempunyai resiko lebih tinggi untuk menderita hipertensi lebih awal. Etnis Hipertensi lebih banyak terjadi pada orang berkulit hitam daripada yang berkulit putih. Individu yang berumur di atas 60 tahun. didapatkan riwayat hipertensi di dalam keluarga. 4. 50-60% mempunyai tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hal itu merupakan pengaruh degenerasi yang terjadi pada orang yang bertambah usianya. apabila salah satunya menderita Hipertensi. Sedangkan di atas umur 50 tahun hipertensi lebih banyak terjadi pada perempuan. maka dugaan Hipertensi primer lebih besar. Belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Misalnya penyempitan arteri yang menuju ke salah satu ginjal (stenosis arteri renalis) bisa menyebabkan hipertensi. 7.y Jika tekanan darah menurun. Preeklamsi terjadi sebagai akibat dari gangguan fungsi organ akibat penyempitan pembuluh darah secara umum yang mengakibatkan iskemia plasenta (ari-ari) sehingga berakibat kurangnya pasokan darah yang membawa nutrisi ke janin. Ginjal merupakan organ penting dalam mengendalikan tekanan darah. Obat-obataan Penggunaan obat-obatan seperti beberapa obat hormon (Pil KB). yang memicu pembentukan hormon angiotensi. ginjal akan mengurangi pembuangan garam dan air. Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal juga bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. karena itu berbagai penyakit dan kelainan pda ginjal bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. 6. sehingga volume darah bertambah dan tekanan darah kembali ke normal. yang selanjutnya akan memicu pelepasan hormon aldosteron. y Ginjal juga bisa meningkatkan tekanan darah dengan menghasilkan enzim yang disebut renin. termasuk beberapa obat antiradang (antiinflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Kokain. dan Kayu manis (dalam jumlah sangat besar). Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Kortikosteroid. Siklosporin. Preeklampsi pada kehamilan Preeklampsia dalam kehamilan adalah apabila dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu (akhir triwulan kedua sampai triwulan ketiga) atau bisa lebih awal terjadi. 14 . Eritropoietin.

ekonomi. saraf parasimpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita tidak beraktivitas. diduga melalui aktivasi saraf simpatis. dan karakteristik personal. kelas sosial. Peningkatan aktivitas saraf simpatis dapat meningkatkan tekanan darah secara intermitten (tidak menentu). Faktor yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan 1. lengkung henle. Hal ini dapat dihubungkan dengan pengaruh stress yang dialami kelompok masyarakat yang tinggal di kota. Keracunan timbal akut Timbal bisa menyebabkan lesi tubulus proksimalis. Mekanisme hubungan antara stress dengan Hipertensi. 2. dapat mengakibatkan tekanan darah menetap tinggi. Pada populasi yang tidak ada peningkatan berat badan seiring umur. 15 . Walaupun hal ini belum terbukti. akan tetapi angka kejadian di masyarakat perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan di pedesaan. Obesitas Penelitian epidemiologi menyebutkan adanya hubungan antara berat badan dengan tekanan darah baik pada pasien hipertensi maupun normotensi. b.8. Apabila stress berkepanjangan. tidak dijumpai peningkatan tekanan darah sesuai peningkatan umur. Saraf simpatis adalah saraf yang bekerja pada saat kita beraktivitas. Stress Stres akan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung sehingga akan menstimulasi aktivitas saraf simpatetik. sehingga timbul kelainan pada ginjal (Peradangan dan cedera pada salah satu atau kedua ginjal) bisa menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. serta menyebabkan aminosiduria. Obesitas terutama pada tubuh bagian atas dengan peningkatan jumlah lemak pada bagian perut. Adapun stres ini dapat berhubungan dengan pekerjaan.

angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Nutrisi Sodium adalah penyebab penting dari hipertensi esensial.3. 2.5 MEKANISME HIPERTENSI Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). 5. asupan garam yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran berlebihan dari hormon natriouretik yang secara tidak langsung akan meningkatkan tekanan darah. Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik 16 . Selanjutnya oleh hormon. ACE memegang peran fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Merokok Penelitian terakhir menyatakan bahwa merokok menjadi salah satu faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi. Merokok merupakan faktor risiko yang potensial untuk ditiadakan dalam upaya melawan arus peningkatan hipertensi khususnya dan penyakit kardiovaskuler secara umum di Indonesia. renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru. Asupan garam tinggi yang dapat menimbulkan perubahan tekanan darah yang dapat terdeteksi adalah lebih dari 14 gram per hari atau jika dikonversi kedalam takaran sendok makan adalah lebih dari dua sendok makan. 4. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi di hati. Kurang olahraga Gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga) bisa memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang memiliki kepekaan yang diturunkan.

penyedap masakan (monosodium glutamat = MSG). Disarankan untuk mengurangi konsumsi natrium/sodium. 17 . Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol yang diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko hipertensi. volume darah meningkat. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler.(ADH) dan rasa haus. 2. setara dengan satu sendok teh. Konsumsi garam dapur (mengandung iodium) yang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram per hari. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada ginjal. Sumber natrium/sodium yang utama adalah natrium klorida (garam dapur). sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya. walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti. sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis). Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Dalam kenyataannya. kurangi konsumsi garam dan pola diet rendah lemak jenuh. Untuk mengencerkannya. konsumsi berlebih disebabkan oleh budaya masakmemasak masyarakat kita yang umumnya boros menggunakan garam. total lemak dan kolesterol serta aktivitas fisik yang cukup. volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian intraseluler. Dengan meningkatnya ADH. dan sodium karbonat. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. yang pada akhirnya akan meningkatkan tekanan darah. Akibatnya.6 PENCEGAHAN HIPERTENSI Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik seperti konsumsi makanan kaya serat.

penjual makanan. Pencegahan primordial b. Penggunaan MSG di Indonesia sudah begitu bebasnya. Beberapa bentuk pencegahan penyakit hipertensi antara lain : a. Promosi kesehatan c. dan penyedia jasa katering selalu menggunakannya. Budaya penggunaan MSG sudah sampai pada taraf yang sangat mengkhawatirkan. Hampir semua ibu rumah tangga. restoran. Sumber natrium yang juga perlu diwaspadai adalah yang berasal dari penyedap masakan (MSG). Diagnosis dini : screening. dan lainlain). dengan seenaknya menambahkannya ke dalam mangkok tanpa takaran yang jelas. hotel. Pengobatan tepat : segera mendapatkan pengobatan komperhensif dan kausal awal keluhan f. soto.Indra perasa kita sejak kanak-kanak telah dibiasakan untuk memiliki ambang batas yang tinggi terhadap rasa asin. sehingga penjual bakso. sehingga sulit untuk dapat menerima makanan yang agak tawar. dan lain-lain. Rehabilitasi : upaya perbaikan dampak lanjut hipertensi yang tidak bisa diobati 18 . pemeriksaan/check-up e. Proteksi dini : kurangi garam sebagai salah satu faktor risiko d. terutama jika kita terbiasa mengonsumsi makanan di luar rumah (warung. bubur ayam. Konsumsi garam ini sulit dikontrol.

Preeklampsi pada kehamilan 8.BAB III PENUTUP 3. Genetik 2. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi. y Faktor Resiko Hipertensi a. Obat-obataan 7. seperti : 1. Penyakit Ginjal 6.1 KESIMPULAN y Definisi Hipertensi : Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmhg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmhg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi. Keracunan timbal akut b. Hipertensi Primer 19 . Faktor yang dapoat dimodisikasi atau dikendalikan 1) Stress 2) Obesitas 3) Nutrisi 4) Merokok 5) Kurang Olahraga y Jenis-jenis Hipertensi 1) Menurut Kausanya a. Jenis Kelamin 4. Etnis 5. Umur 3.

Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui dua aksi utama. serta konsumsi natrium/sodium yang berlebih seperti garam dapur yang berlebihan. serta aktivitas fisik yang cukup seperti olahraga secara teratur. renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I. y Cara Pencegahan Penyakit Hipertensi Hipertensi dapat dicegah dengan pengaturan pola makan yang baik. Hipertensi Sistolik c. Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal.b. Hipertensi Sekunder a) Hipertensi pada ginjal b) Hipertensi pada penyakit renovaskular c) Hipertensi pada kelainan endokrin d) Sindrom cushing e) Hipertensi adrenal konginetal f) Koarktasi aorta g) Feokromositoma h) Hipertensi pada kehamilan i) Hipertensi penggunaan obat-obatan 2) Menurut gangguan tekanan darah a. Hipertensi Diastolik b. angiotensin I diubah menjadi angiotensin II. Selanjutnya oleh hormon. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru. 20 . Selain itu dengan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol. Hipertensi Campuran y Mekanisme Terjadinya Penyakit Hipertensi Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE).

Di sinilah perlu peranan aktif orang tua dalam mengontrol pola konsumsi anaknya masing-masing. mencakup menghindari makanan yang berisiko meningkatkan tekanan darah. hendaknya seseorang menerapkan pola hidup sehat. Dalam pencegahan hipertensi pada usia dewasa. 21 . serta asupan nutrisi yang seimbang. hendaknya pencegahan dimulai sejak dini. Hindari kebiasaan yang berakibat buruk seperti merokok serta konsumsi alkohol.penyedap rasa (MSG). Selain itu aktifitas fisik seperti olahraga secara teratur. dengan melakukan diagnosis dini sebagai cara pencegahan. Baik dari segi penerapan pola makan. agar tidak terjadi obesitas.2 SARAN Dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi. 3. hindari pemicu stress (stressor). Selain itu.

www. Makalah Hipertensi. Wordpress.w3.com Tohaga. Bustan. 2010. Tanpa tahun. Gejala dan Komplikasi. Epidemiologi Penyakit Menular. 2007.com Surya. dkk.com http://id. Makassar : FKM Unhas.wikipedia. 2009. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)..2007. Edwin. Andari. Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi). Hipertensi.org Armilawaty.DAFTAR PUSTAKA Anonym.org/ 22 . Hipertensi dan Faktor Resiko dalam Kajian Epidemiologi.com Sitorus.scribd. Jakarta : Rineka Cipta Dedy. Sampe. M. Wordpress.N. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). Sidenreng. Tanpa tahun. Tanpa tahun. www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful