Pengertian populasi dan sampel

Dalam metodologi penelitian, kita mungkin sering menyebut istilah populasi dan sampel. Populasi, atau bisa di sebut dengan “Universe” adalah keseluruhan elemen yang akan di jelaskan oleh seorang peneliti dalam penelitiannya. Sedangkan populasi tersebut bisa berbentuk/objek air, udara, desa, desa, ataupun manusia. Populasi bisa memiliki jumlah yang besar maupun kecil, serta bisa diketahui sifat ataupun variasinya, mungkin itu heterogen atau homogen. Namun di sini, populasi tidak boleh di kacaukan dengan sampel. Sampel adalah perwakilan dari populasi. Dalam hal ini, jika jumlah sampel dan populasi adalah sama, maka penelitian tersebut dinamakan dengan sensus. Sering terjadi dalam penelitian, jumlah sampel yang di ambil lebih sedikit daripada jumlah populasinya. Namun yang terpenting adalah cara mengambil sampel (sampling techniques). Karena dalam sampel yang berjumlah besar bisa menyesatkan jika teknik samplingnya salah. Sebaliknya, sampel kecil sudah cukup memadai jika teknik samplingnya benar. Ujuran sampel dan teknik sampling tergantung pada sifat populasi, semakin homogen popukasi maka akan semakin kecil sampelnya. Semakin heterogen populasi akan semakin besar sampelnya. Oleh karena itu, dalam metodologi penelitian dikenal beberapa macam teknik sampling, misalnya teknik acak (random), acak terstrata, clauster, accidental atau convenient, serta purposif. Populasi dan sampel juga tidak boleh di kacaukan dengan responden. Banyak penelitian yang mempunya populasi dan sampel, tetapi tidak mempunyai responden. Selain itu banyak juga penelitian yang tidak mempunyai populasi dan sampel, tetapi membutuhkan responden. Responden adalah orang yang memberikan kita informasi sesuai dengan permintaan ataupun pertanyaan kita. Sedangkan dalam penelitian kualitatif, responden disebut dengan istilah ‘key-infoman’ Label: Artikel, Skripsi 3 komentar:

Ryo Al - Ibnu Shoddiq mengatakan... makasih y, data ku jadi bertambah. asrama potorono. 9 November 2009 00:31 bungalovemegmail.com mengatakan... bagus,si. artikelnya. 25 Juni 2010 23:59 bungalovemegmail.com mengatakan... syukron ya, ud menambah bahan bwt proposal ni? 26 Juni 2010 00:01 Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Suatu penelitian yang obyeknya atau populasinya kecil sehingga sangat memungkinkan dilakukan penelitian untuk semua obyek. Apabila hal ini dapat dilakukan maka dikenal dengan penelitian populasi atau penelitian dengans a mpel total. Apabila jumlah populasi cukup besar dan penelitian dilakukan pada seluruh populasi maka penelitian ini disebut dengans e ns us.2 Dalam penelitian sosial, populasi didefinisikan sebagai sekelompok subyek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian. Sekelompok subyek ini hendaklah harus memiliki cirri-ciri atau karakteristik bersama yang membedakannya dari kelompok subyek lainnya. Cirri yang dimaksud tidak terbatas hanya sebagai cirri lokasi, akan tetapi dapat terdiri dari karakteristik-karakteristik individu.Misalny, ³jumlah penduduk di desa A´- ini berarti semua penduduk di desa tersebut akan dikenai generalisasi penelitian. Agar lebih focus atau spesifik, maka dapat dikatakan, ³penduduk di desa A´ dari jenis kelamin, atau usia tertentu, atau yang telah menikah, atau para janda, dan sebagainya. Dengan demikian, tidak semua penduduk di desa A menjadi anggota populasi tetapi yang diperlukan dalam penelitian saja yang menjadi anggota populasi. Populasi juga tidak mengenal batas wilayah, misalkan: ³remaja suku jawa, usia 25 tahun, belum menikah, pendidikan minimal SMU´±jadi yang mencakup criteria suku jawa yang mempunyai criteria suku tersebut tidak peduli di dalam atau di luar negeri, merupakan anggota populasi dalam penelitian. Semakin sedikit karakteristik populasi yang diidentifikasikan, maka populasi akan semakin heterogen, karena berbagai cirri subyek akan terdapat dalam populasi. Sebaliknya, semakin banyak cirri subyek yang diisyaratkan sebagai populasi (yaitu semakin spesifik

hal. mengetahui siapa saja yang memenuhi syarat sebagai anggota populasi. ( Y o gy a k a r ta : G a dja h Mada Unversity Press. atau berkurang karena berbagai sebab. dimensi dan kekerasan bahan maka sampel juga dicirikan oleh hal yang sama. 47-50 Mengapa peneliti itu mempelajari sampel bukan populasi? Pada dasarnya sampel pada penelitian didasari oleh pertimbangan efisiensi sumberdaya (waktu. Dapat digunakan untuk menggeneralisasi hasil analisis Berkaitan dengan keterangan di atas maka hasilnya akan berlaku untuk seluruh . dan tenaga). apabila karakteristik subyek dan fariabel penelitiannya meyangkut aspek perkembangan (development). 50 untuk mengetahui sejauh mana keragaman atau variasi di antara satuan-satuananalisis dalam populasi yang bersangkutan. Metodologi Penelitian: Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. Disamping itu. Oleh karena itu. hlm.Op. Hal ini sangat tergantung pada sifat populasi.Mewakili dari populasi Apabila dari sejumlah anggota populasi sesudah dipertimbangkan cukup diambil sebuah sampel maka hasil pengujian sampel tersebut akan mewakili seluruh anggota populasi.Mempunyai sifat yang dimiliki oleh populasi. 2004). biaya. Oleh karena itu. b. harus menentukan terlebih dahulu karakteristik populasinya secara jelas sebelum menentukan caracara pengambilan sampelnya. Target populationda n sampling population dapat berbeda sebagai konsekuensi dari perbedaan waktu antara perencanaan dan pelaksanaan penelitian. terutama pada ketersebaran anggota dalam wilayah penelitian atau dalam kategori -kategori tertentu. dapat memperkirakan besarny sampel yang harus diambil. hlm. c. sedangkan populasi yang diteliti pada waktu melakukan penelitian disebut sampling population. sebelum sampel ditentukan. Mzainuddin. Populasi yang ditarik sampelnya pada waktu melaksanakan penelitian disebut target population. biasanya peneliti cukup menggunakan teknik acak sederhana. Pengambilan sampel dari suatu populasi disebut penarikan sampelata u sampling..Misalnya penelitian terhadap kelompok remaja usia 15 ± 17 tahun ± tidak dapat dilakukan bila pelaksanaannya memerlakukan waktu bertahun-tahun. 2S uk a n da r r um i di. perlu digambarkan terlebih dahulu karakteristik populasi yang diteliti. Karena itulah populasi yang homogen akan memudahkan dalam teknik pengambilan sampel. Atau. 152-153 Sukandarrumidi.karakteristik populasi).Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh sampel a.5 1. Daftar nama satuan analisis padas ampli ng population ini sering disebut dengan sample frame.Op. Peneliti. Masalah yang dihadapi dalam penarikan sampel adalahc ar a penarikan sampel dan ukuran besar sampel. Apabila populasi dicirikan oleh warna.. Dalam jarak waktu tersebut populasinya bisa berubah. jarak waktu antara perencanaan dan pelaksanaan jangan terlalu lama. sampel memberikan gambaran yang benar tentang populasi.´ yaitu himpunan bagian (subset) dari suatu populasi. studi populasi seringkali tidak mungkin untuk dilakukan untuk jangka panjang.Cit.Cit. dikarenakan kemudian akan banyak individu yang semula memenuhi ciri populasi menjadi individu yang tidak lagi tercakup dalam populasi sejalan dengan bertambahnya usia sebagian dari mereka.3 Pengertian sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari obyek yang merupakan sumber data. yang hasil penelitiannya hendak diterapkan pada suatu populasi. Sebagai bagian dari populasi. maka populasi itu akan semakin menjadi homogen. bertambah. terutama 3 4 Masyhuri. dengan kata lain tergantung pada variasi populasi.4 Sampel sering juga disebut sebagai ³contoh. dan tahu persis kepada siapa generalisasi kesimpulan penelitiannya nanti akan berlaku. Dengan begitu peneliti dapat menentukan heterogenitas populasinya.

Untuk itu dalam persoalan penarikan sampel dari sejumlah populasi agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan penelitian perlu dipenuhi beberapa persyaratan.Gulo. baru kemudian menentukan populasi). akan tetapi dapat terdiri dari karakteristik-karakteristik individu. harus menentukan terlebih dahulu karakteristik populasinya secara jelas sebelum menentukan caracara pengambilan sampelnya. Semakin sedikit karakteristik populasi yang diidentifikasikan. atau usia tertentu. tidak semua penduduk di desa A menjadi anggota populasi tetapi yang diperlukan dalam penelitian saja yang menjadi anggota populasi.anggota populasi. c. misalkan: ³remaja suku jawa. belum menikah. Dengan demikian. 2. dapat memperkirakan besarny sampel yang harus diambil. maka populasi itu akan semakin menjadi homogen. hal. karena pengambilan sampel yang keliru mengakibatkan hasil penelitian akanbi as atau tidak valid. b. dan sebagainya. memperkecil dana ataupun tenaga peneliti. 5 W. Agar lebih focus atau spesifik. ( Y o gy a k a r ta : G a dja h Mada Unversity Press. populasi didefinisikan sebagai sekelompok subyek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian.. Apabila hal ini dapat dilakukan maka dikenal dengan penelitian populasi atau penelitian dengans a mpel total. 2S uk a n da r r um i di. Taapan menentukan sampel Tahapan ini perlu dicermati dengan seksama. ³jumlah penduduk di desa A´. Batasi luasnya dengan menegaskan karakteristik populasi kateoritis dengan cara melakukan identitas dan inventarisasi terhadap sifat-sifat populasi sebagai ruang lingkup dalam usaha melakukan generalisasi. Metodologi Penelitian (Jakarta: PT Grasindo. merupakan anggota populasi dalam penelitian. Dengan membatasi jumlah populasi bahkan wilayah populasi berusaha untuk membuat generalisasi hasil analisis. atau para janda.Tahapan tersebut adalah: a. maka populasi akan semakin heterogen. maka dapat dikatakan. Dengan begitu peneliti dapat menentukan heterogenitas populasinya. 47-50 Mengapa peneliti itu mempelajari sampel bukan populasi? Pada dasarnya sampel pada . atau yang telah menikah.ini berarti semua penduduk di desa tersebut akan dikenai generalisasi penelitian. Apabila jumlah populasi cukup besar dan penelitian dilakukan pada seluruh populasi maka penelitian ini disebut dengans e ns us. ³penduduk di desa A´ dari jenis kelamin. 2004). b. 78-79 Suatu penelitian yang obyeknya atau populasinya kecil sehingga sangat memungkinkan dilakukan penelitian untuk semua obyek. Metodologi Penelitian: Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. 2007). dan tahu persis kepada siapa generalisasi kesimpulan penelitiannya nanti akan berlaku. Tujuan pengambilan sampel a.Tentukan populasi terlebih dahulu (jangan dibalik menentukan jumlah sampel. karena berbagai cirri subyek akan terdapat dalam populasi. usia 25 tahun. 3. Untuk mereduksi jumlah obyek yang akan diteliti. Populasi juga tidak mengenal batas wilayah. Sebaliknya. semakin banyak cirri subyek yang diisyaratkan sebagai populasi (yaitu semakin spesifik karakteristik populasi).2 Dalam penelitian sosial. yang hasil penelitiannya hendak diterapkan pada suatu populasi. hal. Cirri yang dimaksud tidak terbatas hanya sebagai cirri lokasi. Sekelompok subyek ini hendaklah harus memiliki cirri-ciri atau karakteristik bersama yang membedakannya dari kelompok subyek lainnya.Misalny. pendidikan minimal SMU´±jadi yang mencakup criteria suku jawa yang mempunyai criteria suku tersebut tidak peduli di dalam atau di luar negeri. hal ini akan lebih bermanfaat apabilacara pengujian obyek dilakukan hingga rusak. Peneliti. mengetahui siapa saja yang memenuhi syarat sebagai anggota populasi. Berusaha untuk mempersingkat waktu.

Cit. bertambah. 3. Dapat digunakan untuk menggeneralisasi hasil analisis Berkaitan dengan keterangan di atas maka hasilnya akan berlaku untuk seluruh anggota populasi.Cit. sebelum sampel ditentukan. apabila karakteristik subyek dan fariabel penelitiannya meyangkut aspek perkembangan (development). c.4 Sampel sering juga disebut sebagai ³contoh.Misalnya penelitian terhadap kelompok remaja usia 15 ± 17 tahun ± tidak dapat dilakukan bila pelaksanaannya memerlakukan waktu bertahun-tahun. Karena itulah populasi yang homogen akan memudahkan dalam teknik pengambilan sampel. hlm. hal ini akan lebih bermanfaat apabilacara pengujian obyek dilakukan hingga rusak. sedangkan populasi yang diteliti pada waktu melakukan penelitian disebut sampling population.. Untuk mereduksi jumlah obyek yang akan diteliti. Target populationda n sampling population dapat berbeda sebagai konsekuensi dari perbedaan waktu antara perencanaan dan pelaksanaan penelitian.3 Pengertian sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki sifat-sifat yang sama dari obyek yang merupakan sumber data. b. 152-153 Sukandarrumidi. Daftar nama satuan analisis padas ampli ng population ini sering disebut dengan sample frame. Dalam jarak waktu tersebut populasinya bisa berubah. Oleh karena itu. Tujuan pengambilan sampel a. Dengan membatasi jumlah populasi bahkan wilayah populasi berusaha untuk membuat generalisasi hasil analisis. 50 untuk mengetahui sejauh mana keragaman atau variasi di antara satuan-satuananalisis dalam populasi yang bersangkutan. Hal ini sangat tergantung pada sifat populasi. 2.´ yaitu himpunan bagian (subset) dari suatu populasi. Apabila populasi dicirikan oleh warna. Mzainuddin.Mewakili dari populasi Apabila dari sejumlah anggota populasi sesudah dipertimbangkan cukup diambil sebuah sampel maka hasil pengujian sampel tersebut akan mewakili seluruh anggota populasi. hlm. Untuk itu dalam persoalan penarikan sampel dari sejumlah populasi agar tidak terjadi kekeliruan dalam melakukan penelitian perlu dipenuhi beberapa persyaratan.Op. Atau. perlu digambarkan terlebih dahulu karakteristik populasi yang diteliti. atau berkurang karena berbagai sebab. memperkecil dana ataupun tenaga peneliti. dengan kata lain tergantung pada variasi populasi. jarak waktu antara perencanaan dan pelaksanaan jangan terlalu lama. dimensi dan kekerasan bahan maka sampel juga dicirikan oleh hal yang sama. Disamping itu. terutama pada ketersebaran anggota dalam wilayah penelitian atau dalam kategori -kategori tertentu. Oleh karena itu.Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh sampel a. terutama 3 4 Masyhuri. dan tenaga). Taapan menentukan sampel . Berusaha untuk mempersingkat waktu. biaya. Sebagai bagian dari populasi.5 1. Masalah yang dihadapi dalam penarikan sampel adalahc ar a penarikan sampel dan ukuran besar sampel.. Pengambilan sampel dari suatu populasi disebut penarikan sampelata u sampling. b. biasanya peneliti cukup menggunakan teknik acak sederhana. Populasi yang ditarik sampelnya pada waktu melaksanakan penelitian disebut target population.penelitian didasari oleh pertimbangan efisiensi sumberdaya (waktu. studi populasi seringkali tidak mungkin untuk dilakukan untuk jangka panjang. c.Mempunyai sifat yang dimiliki oleh populasi. sampel memberikan gambaran yang benar tentang populasi.Op. dikarenakan kemudian akan banyak individu yang semula memenuhi ciri populasi menjadi individu yang tidak lagi tercakup dalam populasi sejalan dengan bertambahnya usia sebagian dari mereka.

Metodologi Penelitian (Jakarta: PT Grasindo. 78-79 populasi adalah sekelompok orang.Disproportionate staratified ramdom sampling Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel.Probabiliy sampling Teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) opulasi untuk dipilih menjadi anggota sampel 2.Tahapan tersebut adalah: a. baru kemudian menentukan populasi).Proportionate stratified random sampling Teknik pengambilan sampel bila populasi tidak homogen dan berstrata secara proporsional 4.Sampling kuota Teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah yang diinginkan 9. 2007). misalnya penduduk suatu negara 6. contoh. b.Sampling sistematis Teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut 8. 5 W. bila populasi berstrtata tapi kurang proporsional 5.Tahapan ini perlu dicermati dengan seksama.Sampling insidental Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel 10.Sampling purposive Teknik penetuan sampel dengan pertimbangan tertentu. penelitian tentang kualitas makanan maka sampelnya orang ahli makanan 5.Cluster sampling Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila objek ayang akan diteliti atau sumber data sangat luas.Simple random sampling Teknik pengambilan sampel dari populasi sangat sederhana dengan cara mengambil acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. ada beberapa metode pemilihan sampel: 1.Gulo. karena pengambilan sampel yang keliru mengakibatkan hasil penelitian akanbi as atau tidak valid.Tentukan populasi terlebih dahulu (jangan dibalik menentukan jumlah sampel.. kejadian. Batasi luasnya dengan menegaskan karakteristik populasi kateoritis dengan cara melakukan identitas dan inventarisasi terhadap sifat-sifat populasi sebagai ruang lingkup dalam usaha melakukan generalisasi. hal. Dengan sayarat anggota populasi homogen 3. sampelnya adalah beberapa siswa yang mewakili kelas tersebut. sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang mewakili populasi tersebut. semua siswa yang ada dalam sebuah kelas dikatakan sebagai suatu populasi.Non-probability sampling Teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel 7. atau segala sesuatu yang memiliki karakteristik tertentu. .

Sampling jenuh Teknik pennetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel 12. secara ringkas tentang pengertian-pengertian dasar berikut: Populasi : keseluruhan unit atau individu yang ingin diteliti. Agar diperoleh pemahaman yang seragam. secara ringkas tentang pengertian-pengertian dasar berikut: Populasi : keseluruhan unit atau individu yang ingin diteliti.1 PENGERTIAN SAMPEL Dalam ilustrasi kita sering menyebut istilah populasi dan sample.Snowball sampling Teknik1.blogspot. Bandung. Sampel : sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan prosedur tertentu Teknik Pengambilan Sampel Dalam bukunya Riduwan (Skala pengukuran variabel-variabel penelitian.11. kemudian membesar materi referensi: http://skripsimahasiswa. Agar diperoleh pemahaman yang seragam. CV .com/200… • 6 2 tahun lalu 1. Sampel : sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan prosedur tertentu penentuan sampel yang mula-muala jumlahnya kecil.1 PENGERTIAN SAMPEL Dalam ilustrasi kita sering menyebut istilah populasi dan sample.

sumber datanya memiliki sifat yang berbeda. jumlah penduduk desa tambakmekar dan jumlah guru SMAN 8 Jakarta. Keuntungan menggunakan sampel adalah 1. sehingga menghemat penggunaan specimen. Penelitian lebih efisien (penghematan uang. Nawawi menyebutkan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik yang diperoleh dari hasil menghitung maupun mengukur. Apabila kita telah menetapkan masalah penelitian dan kita sudah membatasi populasi. maka jumlah sampel sekurang-kurangnya 50% dari ukuran populasi. . populasi homogen. Kedua: populasi tak terbatas dimana banyak populasinya tidak bisa dinyatakan dengan jumlah misalnya kandungan emas di sungai X. maka populasi dibagi menjadi dua bagian yaitu pertama :populasi terbatas dimana batasnya secara kuantitatif dapat dihitung. Ada dua macam teknik pengambilan sampel yaitu: Untuk menentukan jumlah sampel (n) digunakan ketentuan sebagai berikut : Jumlah sampel menggunakan rumus dari Taro Yamate : N n= -----------N*d^2 + 1 dimana N adalah jumlah populasi dan d adalah tingkat presisi yang ditetapkan. Berdasarkan sifatnya maka populasi dibagi menjadi dua bagian yaitu 1. Nazir menambahkan bahwa populasi adalah data. Misalnya jika diketahui jumlah populasi guru SD sebesar 138 orang dan akan dilakukan penelitian dengan tingkat presisi 10% maka jumlah sampel yang harus diambil adalah 58 orang. sehingga dikembangkanlah teknik untuk dapat mengambil keseimpulan berkaitan dengan populasi tetapi dengan data yang lebih terbatas. bukan orang tau bendanya. cetakan ke-2) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau hasil unit pengukuran yang menjadi obyek penelitian. Data terbatas tetapi masih memiliki sifat atau karakteristik populasi tersebut dinamakan sampel. 4. maka jumlah sampel sekurang-kurangnya 15%. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data. Surakhmad berpendapat bahwa apabila ukuran populasi kurang lebih 100. Berkaitan dengan jumlah populasi.maka masalah berikutnya yang muncul adalah kita memiliki keterbatasan dalam mengakses seluruh populasi. penelitian lebih efektif.Alfabeta. sumber data memiliki sifat yang sama 2. berapa liter pasang surut air laut pada bulan purnama. waktu dan tenaga) 3. memudahkan peneliti 2. populasi heterogen. Misalnya jumlah siswa SMA Negeri 8 Jakarta. mengurangi atau melokalisir efek destruktifd dari perlakuan. Teknik pengambilan sampel adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi. Apabila ukuran populasi lebih dari 1000.

24 = 77 orang 370*0.1. probability sampling probability sampling adalah cara pengambilan sampel dengan memberikan kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk terambil sebagai sampel.x 77 = 20. yang tergolong teknik ini adalah 1. Contohnya guru DKI jakarta yang mengikuti ujian sertifikasi : guru bahasa Indonesia : 100 orang guru bahasa Inggris : 70 orang guru Matematika : 120 orang guru Biologi : 30 oang guru Fisika : 50 orang Jumlah : 370 orang Jumlah sampel yang diambil harus sama porsinya dengan jumlah guru sesuai dengan bidang studi. Contohnya jumlah sampel guru bahasa Indonesia menjadi pertama : tentukan dahulu jumlah sampel dengan presisi 10% menjadi 370 -------------.c Disproportionate random sampling Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata tetapi sebagian ada yangn kurang proporional. contohnya guru BP : 1 orang guru bahasa Indonesia : 100 orang guru bahasa Inggris : 70 orang guru Matematika : 120 orang guru Biologi : 30 oang guru Fisika : 50 orang Jumlah : 371 orang jumlah sampel untuk guru BP satu orang.b Proportionate stratified random samplng Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional.1^2 + 1 kedua : tentukan jumlah sampel untuk masing-masing strata 100 --.a simple random sampling Teknik pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata/tingkatan anggota populasi tersebut.d Area sampling (sampel kluster ) .8 = 21 orang 370 1. 1.= 77. 1. teknik ini digunakan apabila anggota populasi tidak homogen berkaitan dengan karakteristik yang diteliti.

f Snowball sampling (getuk tular) Teknik pengambilan sampel dengan cara mengambil jumlah sampel sedikit terlebih dahulu. artinya siapa saja yangsecara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dijadikan sampel. M. (Ahmad Yani. selanjutnya dari informasi responden tersebut peneliti dapat menambah jumlah respondennya. Selanjnya jatah itulah yang dijadikan dasar untuk mengambil sampel. maka peneliti dapat memulai dari satu atau dua orang responden dahulu. 20.d Purposive sampling Pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti. 30. 2. 2. Misalnya peneliti ingin mengetahui latar belakang keluarga para pecandu narkoba di suatu tempat. Contohnya untuk menentukan kuota haji penduduk indonesia yang berjumlah 250 jt orang maka diambil jatah 250. 2. Pelanggan yang diambil sebagai sampel adalah mereka yang memilki no urut kelipatan 1.e sampling jenuh Yaitu pengambilan sampel dengan cara menjadikan seluruh anggota populasi menjadi sampel.Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara mengambil wakil dari tiap wilayah gewografis yang ada.c sampling aksidental Teknik pengambilan sampel berdasarkan faktor spontanitas. maka sampel harus memuat warga dari tiap RT. Misalnya peneliti ingin mengetahui tentang jenis penyakit warga desa tambakmekar maka yang dipilih menjadi sampel adalah para dokter. dan seterusnya.b Sampling kuota Teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah (jatah ) sesaui dengan pertimbanga peneliti. bidan atau mantri di puskesmas desa. 2. 10. lalu dari jumlah yang sedikit tersebut berkembang menjadi banyak.a Sampling sistematis Pengambilan sampel yang didasarkan pada urutan anggota dalam populasi secara seragam. RW 04 terdiri dari 5 RT misalnya. 2.000 orang. Misalnya Diketahui daftar pelanggan PT Telkom yang telah diberi nomor dari 1 sampai 1000. maka diambil sampel pelanggan yang datang dan ditemui peneliti di hari tersebut. 2. 2. non propability sampling Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk terambil sebagai sampel. Misalnya untuk meneliti produk sabun yang diminati konsumen pada supermarket X. Misalnya penelitian tentang tingkat pendidikan warga di desa tambakmekar RW 04.SI) .

4. penelitian lebih efektif. Nazir menambahkan bahwa populasi adalah data. Berdasarkan sifatnya maka populasi dibagi menjadi dua bagian yaitu 1. sehingga menghemat penggunaan specimen. sehingga dikembangkanlah teknik untuk dapat mengambil keseimpulan berkaitan dengan populasi tetapi dengan data yang lebih terbatas. Berkaitan dengan jumlah populasi. populasi heterogen. Nawawi menyebutkan bahwa populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin baik yang diperoleh dari hasil menghitung maupun mengukur. Keuntungan menggunakan sampel adalah 1. berapa liter pasang surut air laut pada bulan purnama. Data terbatas tetapi masih memiliki sifat atau karakteristik populasi tersebut dinamakan sampel. Misalnya jumlah siswa SMA Negeri 8 Jakarta. sumber datanya memiliki sifat yang berbeda. jumlah penduduk desa tambakmekar dan jumlah guru SMAN 8 Jakarta. Drs. Bandung. cetakan ke-2) mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau hasil unit pengukuran yang menjadi obyek penelitian. Lebih teliti dan cermat dalam pengumpulan data.Sumber : Riduwan. waktu dan tenaga) 3. Bandung. bukan orang tau bendanya. mengurangi atau melokalisir efek destruktifd dari perlakuan. memudahkan peneliti 2. sumber data memiliki sifat yang sama 2. Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan peneliti pemula. Penelitian lebih efisien (penghematan uang. Alfabeta Diposkan oleh tesis2009 di 16:39 Label: Karya ilmiah Teknik Pengambilan Sampel Dalam bukunya Riduwan (Skala pengukuran variabel-variabel penelitian. Apabila kita telah menetapkan masalah penelitian dan kita sudah membatasi populasi.maka masalah berikutnya yang muncul adalah kita memiliki keterbatasan dalam mengakses seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari . MBA (2006). maka populasi dibagi menjadi dua bagian yaitu pertama :populasi terbatas dimana batasnya secara kuantitatif dapat dihitung. populasi homogen. Kedua: populasi tak terbatas dimana banyak populasinya tidak bisa dinyatakan dengan jumlah misalnya kandungan emas di sungai X. CV Alfabeta.

a simple random sampling Teknik pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata/tingkatan anggota populasi tersebut. Surakhmad berpendapat bahwa apabila ukuran populasi kurang lebih 100. maka jumlah sampel sekurang-kurangnya 50% dari ukuran populasi. yang tergolong teknik ini adalah 1.= 77.x 77 = 20.8 = 21 orang 370 .populasi. probability sampling probability sampling adalah cara pengambilan sampel dengan memberikan kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk terambil sebagai sampel. Contohnya guru DKI jakarta yang mengikuti ujian sertifikasi : guru bahasa Indonesia : 100 orang guru bahasa Inggris : 70 orang guru Matematika : 120 orang guru Biologi : 30 oang guru Fisika : 50 orang Jumlah : 370 orang Jumlah sampel yang diambil harus sama porsinya dengan jumlah guru sesuai dengan bidang studi. 1.b Proportionate stratified random samplng Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional. Apabila ukuran populasi lebih dari 1000. Contohnya jumlah sampel guru bahasa Indonesia menjadi pertama : tentukan dahulu jumlah sampel dengan presisi 10% menjadi 370 -------------.24 = 77 orang 370*0. 1. Misalnya jika diketahui jumlah populasi guru SD sebesar 138 orang dan akan dilakukan penelitian dengan tingkat presisi 10% maka jumlah sampel yang harus diambil adalah 58 orang.1^2 + 1 kedua : tentukan jumlah sampel untuk masing-masing strata 100 --. teknik ini digunakan apabila anggota populasi tidak homogen berkaitan dengan karakteristik yang diteliti. Ada dua macam teknik pengambilan sampel yaitu: Untuk menentukan jumlah sampel (n) digunakan ketentuan sebagai berikut : Jumlah sampel menggunakan rumus dari Taro Yamate : N n= -----------N*d^2 + 1 dimana N adalah jumlah populasi dan d adalah tingkat presisi yang ditetapkan. maka jumlah sampel sekurang-kurangnya 15%.

c sampling aksidental Teknik pengambilan sampel berdasarkan faktor spontanitas. Misalnya peneliti ingin mengetahui tentang jenis penyakit warga desa tambakmekar maka yang dipilih menjadi sampel adalah para dokter. Misalnya untuk meneliti produk sabun yang diminati konsumen pada supermarket X. maka sampel harus memuat warga dari tiap RT. Contohnya untuk menentukan kuota haji penduduk indonesia yang berjumlah 250 jt orang maka diambil jatah 250. artinya siapa saja yangsecara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dijadikan sampel. 30. Selanjnya jatah itulah yang dijadikan dasar untuk mengambil sampel. RW 04 terdiri dari 5 RT misalnya. bidan atau mantri di . dan seterusnya.a Sampling sistematis Pengambilan sampel yang didasarkan pada urutan anggota dalam populasi secara seragam.c Disproportionate random sampling Pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata tetapi sebagian ada yangn kurang proporional. 10.d Area sampling (sampel kluster ) Teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara mengambil wakil dari tiap wilayah gewografis yang ada. contohnya guru BP : 1 orang guru bahasa Indonesia : 100 orang guru bahasa Inggris : 70 orang guru Matematika : 120 orang guru Biologi : 30 oang guru Fisika : 50 orang Jumlah : 371 orang jumlah sampel untuk guru BP satu orang. 2. non propability sampling Teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk terambil sebagai sampel. Misalnya Diketahui daftar pelanggan PT Telkom yang telah diberi nomor dari 1 sampai 1000. 2.d Purposive sampling Pengambilan sampel dengan menggunakan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti. Misalnya penelitian tentang tingkat pendidikan warga di desa tambakmekar RW 04. Pelanggan yang diambil sebagai sampel adalah mereka yang memilki no urut kelipatan 1. 2. maka diambil sampel pelanggan yang datang dan ditemui peneliti di hari tersebut.1.b Sampling kuota Teknik pengambilan sampel dengan menetapkan jumlah (jatah ) sesaui dengan pertimbanga peneliti.000 orang. 2. 1. 2. 20.

1 Mengapa kita melakukan pengambilan contoh ? Ide dasar pengambilan contoh adalah bahwa beberapa elemen atau anggota dalam suatu populasi bisa menyediakan informasi yang bermanfaat untuk menyimpulkan karakteristik populasi secara keseluruhan.puskesmas desa. 2. Alfabeta Diposkan oleh tesis2009 di 16:39 Label: Karya ilmiah TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL 3. Sebagai contoh. 2. Drs. Tetapi jika pengamatan atau penelititan dilakukan terhadap seluruh elemen atau anggota populasi maka kegiatan tersebut mempunyai istilah khusus. pengambilan contoh adalah pengambilan sebagai elemen dari populasi untuk diamati atau diteliti. Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan peneliti pemula. Misalkan untuk mengetahui motivasi kerja di suatu perusahaan yang mempunyai tenaga kerja sebanyak 1000 orang. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar dengan melakukan sensus terhadap seluruh karyawan di Jakarta jika dengan mengamati sebagian kecil tenaga kerja saja kita bisa memperoleh informasi yang bisa digunakan untuk menyimpulkan suatu karakteristik tenaga kerja keseluruhan. kita bisa melakukan survai hanya kepada 100 orang diantaranya. MBA (2006). Bandung. yaitu sensus. M. lalu dari jumlah yang sedikit tersebut berkembang menjadi banyak. dan hal ini merupakan salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan mengapa kita melakukan pengmabilan contoh tersebut. Secara sederhana. Elemen tersebut merupakan subyek pengukuran yang dilakukan dalam penelitian atau disebut juga satuan pengamatan.SI) Sumber : Riduwan. Keuntungan ekonomis pengambilan sebagian elemen tersebut dibandingkan sensus adalah sangat besar. selanjutnya dari informasi responden tersebut peneliti dapat menambah jumlah respondennya.e sampling jenuh Yaitu pengambilan sampel dengan cara menjadikan seluruh anggota populasi menjadi sampel. Populasi itu sendiri adalah kumpulan seluruh elemen dimana seorang peneliti akan melakukan kesimpulan mengenai variabel tertentu terhadap populasi tersebut.f Snowball sampling (getuk tular) Teknik pengambilan sampel dengan cara mengambil jumlah sampel sedikit terlebih dahulu. Misalnya peneliti ingin mengetahui latar belakang keluarga para pecandu narkoba di suatu tempat. maka peneliti dapat memulai dari satu atau dua orang responden dahulu. (Ahmad Yani. Atau jejak pendapat di kalangan profesional dapat . setiap pekerja yang ditanyai mengenai jadwal kerja merupakan elemen populasi.

Masalah ini terkait dengan berapa jumlah elemen dalam sampel yang cukup mewakili dan bagaiman cara pengambilan contohnya. bisa salah dalam menduga nilai pupulasi yang disebut parameter. Validitas sampel ini tergantung dua faktor. Kecepatan ini bisa meminimalkan waktu antara kebutuhan akan suatu informasi dengan ketersediaan informasi tersebut. Dengan pengambilan contoh kita bisa melakukan investigasi yang lebih lengkap. misalnya. Keragaman nilai-nilai statistik tersebut Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 18 cenderung terjadi kompensasi satu sama lain sehingga nilai statistik tersebut secara umum mendekati nilai parameter. Pengambilan contoh juga mutlak diperlukan jika populasi sasarannya bersifat tak terhingga. Hasil pengolahan dari sampel. yaitu ketepatan (accuracy) dan ketelitian (precision). Masalah utama mengenai pengambilan contoh ini adalah seberapa jauh keterwakilan contoh tersebut terhadap populasi sasarannya.2 Sampel yang baik Penilaian suatu rancangan penarikan contoh yang terpenting adalah seberapa baikkah sampel tersebut mewakili karaktaristik populasinya. 3. misalnya tingkat pendapatan.dilakukan kepada sebagaian saja diantaranya. Hasil pengolahan dari sampel tersebut bisa terlalu kecil (underestimate) atau terlalu besar (over estimate) dari nilai parameter yang sesungguhnya. Sedangkan penjelasan teoritis mengenai keterwakilan ini adalah prinsip peluang (probability) dan distribusi sampling. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penelitian bahwa 90 persen galat (error) penelitian disebabkan oleh kesalahan non sampling dan hanya 10 persen yang disebakan kesalahan sampling. pengawasan dan pengolahan data yang lebih baik. Sebagai gambaran. sensus penduduk di Indonesia mungkin memerlukan beberapa tahun sebelum diperoleh data lengkap yang kemungkinan besar sudah tidak relevan lagi untuk variabel-variabel tertentu. disebut statistik. Deming (1960) di dalam Emory dan Cooper (1992) menyatakan bahwa kualitas penelitian sering lebih baik dibandingkan dengan melakukan sensus. penelitian terhadap kualitas barang yang terus diproduksi atau uji kualitas lingkungan sepanjang waktu. Pengambilan contoh juga bisa menyediakan informasi secara cepat dibandingkan sensus. Dalam istilah yang lebih terukur. xx xxxx xxx xxxx xx xxxxx xxxx xxxx x . suatu sampel harus bersifat valid.

Banyak obyek psikologis dalam populasi disebut ukuran populasi (population sample) yang biasanya dilambangkan dengan N. terutama mengenai beberapa terminologi dan teori peluang dan distribusinya. Contohnya. himpunan bilangan merupakan populasi tak hingga sedangkan orang merupakan populasi hingga. karyawan. . populasi yang dihadapi adalah populasi hingga. Identifikasi populasi ini menyangkut penjelasan atau batasan kriteria yang digunakan salam populasi tersebut. dan lain-lain. Akurasi dan presisi pengambilan sampel Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 19 3. sedangkan motivasi kerja. Obyek psikologis bisa merupakan obyek yang bisa diraba atau konkret (tangible) maupun obyek abstrak (intangible). Seorang peneliti pada langkah pertama strateginya harus menentukan secara tegas dan jelas populasi yang menjadi sasaran penelitiannya. Misalnya. Dalam penelitian ilmu sosial. barang dan jasa yang ditawarkan. Apabila ukuran populasi berapapun besarnya tapi masih bisa dihitung maka populasi tersebut dinamakan populasi terhingga (finite population) sedangkan jika tidak bisa dihitung disebut populasi tak hingga (infinite population).3 Pengertian-Pengertian dalam Penarikan Sampel Pengertian dan prinsip dasar dalam proses pengambilan sampel perlu dibahas terlebih dahulu. barang-barang manufakturing dan fisik orang merupakan contoh obyek yang bersifat konkret. Ukuran populasi ini besarnya bisa terhitung (countable) maupun tidak terhitung (uncountable). obyek psikologis yang sering diteliti relatif lebih banyak bersifat abstrak.xx xxxx xxx xx xxxx xxx Akurasi rendah Presisi rendah Akurasi tinggi Presisi rendah Akurasi rendah Presisi tinggi Akurasi tinggi Presisi tinggi Sasaran (nilai parameter) Gambar 4. misalnya perusahaan-perusahaan dalam suatu wilayah tertentu. misalnya bisnis atau manajemen. Dalam ilmu sosial. kesadaran hukum. para konsumen. Beberapa pengertian tersebut adalah sebegai berikut: Populasi Populasi adalah keseluruhan obyek psikologis yang dibatasi kriteria-kriteria tertentu. atau kredibilitas seorang pemimpin merupakan contoh-contoh obyek yang bersifat abstrak.

Kerangka sampling bisa berbentuk daftar perusahaan yang tercatat di Departemen Perindustria. keluarga. nama atau identitas setiap satuan sampling. karyawan. Ketikkan nama variabel tersebut pada Variable name dan klik Type lalu pilih String. Misalnya. Daftar tersebut meliputi nomor urut (yang sangat diperlukan untuk proses pemilihan anggota sampel). nama. kota besar. Kerangka Sampling (Sampling frame) Kerangka sampling adalah suatu daftar yang memuat semua seluruh anggota populasi yang telah ditentukan secara tegas satuan-satuannya. File Save . dan (4) tempat tinggal di wilayah propinsi Jawa Barat. daftar mahasiswa yang tercatat di sebuah perguruan tinggi.Populasi sasaran adalah populasi yang nantinya akan menjadi cakupan kesimpulan penelitian. Populasi karyawan yang akan diteliliti dengan kriteria (1) karyawan tetap yang telah bekerja selama minimal satu tahun. kesimpulan tersebut hanya terbatas pada populasi sasaran yang telah ditentukan. misal berdasarkan definisi dari departemen sosial atau BKKBN dan (2) mempunyai tempat tinggal atau identitas di wilayah DKI Jakarta 3. dan sebagainya. yaitu nomor. (20) berusia antara 17 sampai 55 tahun. jurusan. Populasi konsumen dengan kriteria (1) Wanita berumur 17 sampai 25 tahun. Populasi keluarga dengan kriteria (1) termasuk kelompok prasejahtera. yang harus didefinisikan secara tegas. desa atau kelurahan. (3) belum berkeluarga. Satuan Sampling Sampling adalah proses memilih obyek psikologis dari sebuah populasi tertentu. Contoh bentuk kerangka sampling dengan satuan samplingnya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi disajikan pada data editor SPSS adalah sebagai berikut: SPSS Penjelasan : Kita akan membuat kerangka sampling yang memuat seluruh peserta kursus riset bisnis dengan menggunakan Data Editor pada SPSS. Segala sesuatu yang oleh peneliti dijadikan kesatuan (unit) yang nantinya akan menjadi Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 20 obyek pemilihan tersebut disebut satuan sampling (sampling unit). Beberapa contoh populasi sasaran yang dengan tegas didefinisikan dalam sebuah penelitan adalah sebagai berikut: 1. (3) mempunyai pendidikan formal minimal SMU. atau atribut lainyya. perusahaan. Klik continue atau OK lalu mulailah mengetikan datanya pada data editor. Satuan sampling bentuknya bisa individu yang berdiri sendiri atau kumpulan individu. dan tingkat. Kerangka sampling ini akan digunakan selanjutnya pada proses pemilihan beberapa satuan pengamatan dengan teknik sampling tertentu dan memanfaatkan fasilitas program SPSS Menu : Data Define Kita akan mendefinisikan 4 variabel. seorang konsumen. dan sebagainya. Jadi apabila dalam sebuah hasil penelitian dikeluarkan kesimpulan maka menurut etika penelitian. daftar karyawan tetap di sebuah perusahaan. dan (3) bekerja di perusahaan berbadan hukum yang lokasi prabriknya di wilayah Jabotabek 2.

dan E. kita lihat ilustrisi berikut.Gunakan menu ini jika semua data sudah dimasukkan dan simpanlah kerangka sampling tersebut dengan nama Frame. Misalnya diketahui sebuah populasi dengan ukuran N=5 dengan satuan sampling lengkapnya adalah A. Sampling dengan pengembalian apabila dalam proses pemilihannya. Sedangkan banyaknya kemungkinan sampel yang bisa dibentuk adalah . bisa dikelompokkan ke dalam beberapa tipe. Untuk memahami semua prinsip tersebut. D. Berdasarkan aspek cara memilih dibagi menjadi (a) sampling dengan pengembalian dan (b) sampling tanpa pengembalian. sampling dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu (a) sampling non peluang atau non probability sampling dan (b) sampling peluang atau probability sampling/random sampling. Berdasarkan aspek peluang pemilihannya. Proses ini sangat sederhana dan tidak rumit tetapi mempunyai kerugian relatif besar yaitu tidak bisa dilakukan uji signifikansinya. Dalam prakteknya. yang paling digunakan tipe sampling tanpa pengembalian inilah yang digunakan 2.4 Prinsip Dasar Sampling Prinsip dasar pengambilan sampel dari sebuah populasi yang bersifat probabilistik mencakup konsep peluang dan distribusi peluang. yaitu: 1.sav Tampilan Data editor : Nomor Nama Jurusan Tingkat 01 Pak A Akuntansi 3 02 Pak B Manajemen 4 …. Sampling tanpa pengembalian apabila satuan sampling yang sudah terpilih tidak dikembalikan ke populasi sehingga tidak mungkin terpilih lebih dari sekali. Misalnya kita akan mengambil contoh dengan ukuran sampel n=2 yang diambil dari populasi tersebut. C. atau disebut sampling. Variabel yang diukur dari setiap satuan sampling tersebut adalah X dengan nilai-nilai X untuk setiap satuan sampling dapat dilihat pada Gambar 5 berikut. artinya analisis inferensial secara statistik tidak valid. B. Sedangkan sampling peluang adalah sampling yang dalam proses pemilihan satuan-satuan samplingnya didasarkan pada unsur peluang sedemikian hingga peluang setiap satuan sampling untuk terpilih diketahui besarnya. ……… … …. ………………… ……………… Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 21 Tipe-Tipe Sampling Proses memilih satuan sampling dari sebuah populasi. satuan sampling yang sudah terpilih dikembalikan lagi ke dalam populasi sebelum pemilihan berikutnya sehingga ada kemungkinan terpilih lebih dari sekali. pendugaan parameter populasi oleh statistik sampel. serta standar error pendugaannya. ……… … N ……… …. Sampling dikatakan sampling non peluang jika dalam proses memilih satuan-satuan sampling tidak dilibatkan unsur peluang. Peluang masing-masing satuan sampling untuk terpilih ke dalam sampel adalah sebesar 1/5. 3.

Prinsip pengambilan sampel acak Sampel ke: Satuan sampling Terpilih Nilai X .5 s2=0.5 X=4. yang dalam ilustrasi ini dengan mengambil 2 satuan sampling secara acak dari populasi tersebut. maka diperoleh nilai parameter μ (rata-rata X) sebesar 3 dengan σ2 (keragaman) sebesar …… Nilai kedua parameter tersebut dalan prakteknya tidak diketahui karena jika ukuran N sangat besarmaka sensus sulit dilakukan dengan pertimbangan waktu. Jika kita melakukan sensus terhadap populasi. biaya.5 E1 Gambar 5.5 s2=0.sebanyak 10 atau dengan rumus N!/(n!x(N-n)!). Berbagai nilai statistik untuk ke 10 sampel yang mungkin dibentuk dapat dilihat pada Tabel berikut.0 s2=2 X=1. artinya mengukur nilai X untuk semua anggota populasi sebanyak 5 buah. atau tenaga. Tapi ingat. Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 22 D2 C3 B4 A5 A5 B4 C3 A5 D2 E1 POPULASI Sampel 1 Sampel 2 Sampel 10 μ =3.5 X=4. θ= 2. kita hanya bekerja dengan satu sampel saja atau kita tidak mencoba semua kemungkinan sampel tersebut. Tetapi melalui proses penelitian kita ingin menduga atau meyimpulkan parameter tersebut.

Distribusi sampling tersebut dapat dilihat pada Gambar 6 berikut.5 4.5 4 A dan E 5 dan 1 3. Hal ini bisa dijalaskan dengan distribusi sampling yang menunjukan distribusi peluang rata-rata X untuk keseluruhan sampel. tingkat kesalahan tersebut disebut dengan standar error.5 4 4. Ditinjau dari konsep peluang.5 Rata-rata X dan s2 2.X Keragaman (s2) 1 A dan B 5 dan 4 4.5 9 C dan E 3 dan 1 2. Konsep distribusi sampling ini digunakan dalam menganalisi secara statistika seberapa jauh tingkat kepercayaan sebuah .5 6 B dan D 4 dan 2 3.5 0.0 8 5 B dan C 4 dan3 3. Untuk singkatnya.5 0.5 Frekuensi Rata-Rata X Gambar 6. sama dengan atau lebih besar dari rata-rata populasi (μ =3). Distribusi rata-rata sampel Distribusi sampling tersebut menunjukkan bahwa rata-rata X dari sebuah sampling cukup besar peluangnya berada di sekitar rata-rata populasi. Berdasarkan rumus standar error tersebut secara umum bisa disimpulkan bahwa presisi penelitian bisa ditingkat (atau standar error semakin kecil) jika keragaman (heterogenitas populasi) semakin kecil dan atau ukuran sampel semakin besar.5 0. Artinya berdasarkan analisis statistik kita bisa menghitung seberapa besar tingkat kesalahan pendugaan parameter populasi untuk sampel tersebut.5 2 2. yaitu dengan notasi dan rumus perhitungannya adalah sex = √[(N-n)/N)x(s2/n)].5 Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 23 Dari tabel tersebut terlihat bahwa rata-rata X dari sebuah sampel yang diambil seorang peneliti mungkin lebih kecil.5 8 C dan D 3 dan 2 2. kita bisa menghitung seberapa besar kemungkinan bahwa statistik sampel (misalnya rata-rata X di atas) mendekati nilai parameter populasi (untuk contoh diatas adalah μ=3).5 3 3.0 2 7 B dan E 4 dan 1 2.0 2 10 D dan E 2 dan 1 1.5 2 A dan C 5 dan 3 4.0 2.5 4. 11 222 11 0 1 2 1.0 2 3 A dan D 5 dan 2 3. dan untuk populasi tak hingga atau persentase ukuran sampel terhadap ukuran populasi relatif sangat kecil rumus yang digunakan adalah sex = √(s2/n).5 0.

misalnya pada saat menyusun kerangkan sampling (sampling frame). dan semua teknikteknik statistika standar bisa diterapkan secara langsung. Misalnya peneliti menetapkan Kuota 1 yaitu 100 orang eksekutif muda di Jakarta sebagai jumlah sampelnya. 3. tidak memerlukan pembobotan. Informasi tersebut bisa berupa siapa-siapa saja yang pernah berhubungan dengan si yang sangat diperlukan untuk melacak penyebaran virus HIV. Contohnya adalah penelitian mengenai penyebaran penyakit AIDS. Demikian seterusnya pengelompokkan dilakukan sesuai dengan tujuan penelitiannya. penelitan untuk mengetahui indeks biaya hidup yang dilakukan oleh para pakar ekonomi. Kuota Teknik pengambilan sampel ini banyak diterapkan pada penelitian pasar dan penelitian pengumpulan pendapat (opinion poll) atau jejak pendapat.penelitian. Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 24 Voluntary Teknik ini dilakukan jika satuan sampling dikumpulkan atas dasar sukarela. Contohnya penelitian di bidang sejarah dan arkeologi. Keuntungannya SRS adalah rumus-rumus perhitungannya relatif lebih sederhana. Contohnya banyak digunakan di bidang kedokteran. misalnya 50 eksekutif pria dan 50 eksekutif wanita. Teknik ini diguanakn apabila (1) variabel yang akan diteliti keadaannya relatif homogen dan tersebar merata di seluruh populasi.5 Pengambilan sampel non probabilistik Haphazard Teknik haphazard adalah teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatannya diperoleh secara sembarangan atau seketemunya. Snowball Teknik pengambilan sampel dimana satuan pengamatan diambil berdasarkan informasi dari satuan pengamatan sebelumnya yang sudah terpilih. 3. Kerugiannya adalah (1) kemungkinan proses randomisasi (pemilihan secara random) tidak menjamin 100 persen terutama jika satuan pengamatan tidak menyebar merata dan (2) jika ukuran populasi dan ukuran sampel relatif sangat besar maka pemilihan SRS secara manual sulit dilakukan. Langkah kerja sekengkapnya teknik SRS ini adalah sebagai berikut: . Purposive Taknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih satuan sampling atas dasar pertimbangan sekelompok pakar di bidang ilmu yang sedang diteliti.6 Pengambilan sampel probabilistik Simple Random Sampling (SRS) SRS merupakan teknik pengambilan sampel probabilistik yang paling sederhana dimana satuan pengamatan mempunyai peluang yang sama untuk terpilih ke dalam sampel. Kuota 1 tersebut selanjutnya dikelompokkan lagi dengan Kuota 2. Teknik dilakukan dengan melakukan penjatahan terhadap kelompok satuan pengamatan secara berjenjang. yaitu dengan menelusuri orang-orang yang diduga mengidap penyekit ini berdasarkan informasi dari si penderiat pertama yang ditemukan. Contohnya.

Output : Jika sebuah kasus (cases) terpilih maka nomornya tidak dicoret dan variabel Filter_$ bernilai 1 atau selected. variabilitas variabel yang diteliti (homogen atau heterogen). Tetapi yang paling banyak digunakan. tenaga.. kedalaman analisis (overall atau elaborasi). a. Tentukan ukuran populasi secara tepat. LSS . yaitu (1) Linear systematic selection (LSS) dan (2) Circular systematic selection (CSS). terutama untuk kerangka sampling dan ukuran sampel yang relatif lebih besar. Ukuran ini bisa ditentukan berdasarkan pertimbangan statisis (statistical aspect) atau oleh pertimbangan non statistis (nonstatistical aspect). Pemilihan satuan pengamatan kedalam sampel dengan menggunakan SyRS bisa dilakukan melalui dua pendekatan. masukkan ukuran sampel yang akan diambil yang bisa dalam dua cara.Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 25 1. Tentukan bentuk satuan sampling dan susun kerangka samplingnya secara lengkap. sifat penelitian (nonkomparatif atau komparataif). 0 Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 26 Systematic Random Sampling (SyRS) Teknik ini digunakan apabila (1) bisa disusun kerangka sampling yang lengkap dan (2) keadaan variabel yang diteliti relatif homogen dan tersebar di seluruh populasi. tujuan penelitian (menaksir atau menguji parameter). Proses pemilihan 10 dari 100 satuan pengamatan secara acak. …. Of cases) atau besarnya sampel (Exactly …. Tentukan populasi sasaran secara tegas 2. Contoh: Kasus yang terpilih Nama Jurusan Tingkat Filter_$ 1 Ujang Ak III 0 2 Otong Ma III 1 3 Teteh Ak IV 0 4 ……. atau proporsi). …. waktu. yaitu persentase ukuran sampel terhadap populasi (approximately …. Aspek nonstatistis biasanya mempertimbangkan biaya. Tentukan ukuran sampel melalui perhitungan tertentu. serta batas kesalahan dan derajat kepercayaan. digunakan tabel angka acak.. 4. sedangkan kasus yang tidak terpilih akan dicoret nomornya dan variabel Filter_$ bernilai 0 atau not selected. SPSS Data (Open) : frame. dan kepraktisan atau ketersediaan satuan pengamatan di lapangan. rata-rata. Aspek statistik ditentukan oleh bentuk parameter (frekuensi. Cases from the cases). Proses yang melibatkan kerangka sampling yang kecil bisa dilakukan dengan cara undian (seperti pengocokan pemenang arisan). teknik sampling yang digunakan. Pada kotak dialog yang muncul. 5. contohnya 100 satuan pengamatan 3.sav {kerangka sampling yang akan digunakan} Menu : Data Select cases Klik Random sample of cases dan sample.

Bulatkan ke bilangan bulat terdekat. yaitu: 1. Tentukan populasi sasaran dan tentukan ukuran populasi. CSS Langkah kerja: 1. Tentukan secara random sebuah bilangan acak (disebut rendom start (RS) atau random seed) yang besanrnya memenuhi persyaratan 1< RS < I. 2166 (tidak dipakai karena melebihi nomor dalam kerangka sampling (2111) maka satuan sampling yang terpilih adalah 2166 . 2004 (1842+162) 3. SySR mempunyai kelebihan. Proses pemilihan 20 dari 1500 satuan samplingnya adalah sebagai berikut: a. Standar error yang didasarkan pada sampling sistematis paling sedikit sama presisinya dengan SRS 2. misalnya n= 13 4. sampling sistematik bisa dilakukan sekalipun tidak ada kerangka . Tentukan interval (I) dengan rumus I = N/n. yaitu: a. Sediakan tabel angka random 5. ketiga adalah 0082 + 75 = 0157. Misalnya terpilih angka random 07 (baris ke2. Dari tabel angka acak dipilih RS yang memenuhi persyaratan 1 < RS < N. Jadi satuan pengamatan yang terpilih kedua adalah 0007 + 75 = 0082. demikianlah setrusnya sampai nomor ke 13 Dibandingkan dengan teknik SRS. Tentukan populasi sasaran dan tentukan satuan-satuan samplingnya yang menunjukkan ukuran populasi sasaran. Tentukan ukuran sampel. 1842 Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 27 2. atau untuk contoh 1 < RS < 75. Sediakan tabel angka random 5. kolom ke1 dan 2 pada tabel angka acak). c. 0217 (0055 + 162). Pada konidisi tertentu. yaitu: 1. misalnya N=2111 2. Untuk setiap satuan sampling yang ada dalam populasi sasaran disusun dalam kerangka sampling 3. Tentukan ukuran sampel (dengan menggunakan rumus atau pertimbangan tertentu). Oleh karena nomor satuaan pengamatan pada kerangka samplingnya terdiri dari 4 digit (0001 sampai 1500). misalnya n=20 4. Susun kerangka sampling 3. Tentukan interval pemulihan dengan rumus : I = N/n =1500/20 = 75 b. Proses pemilihan 13 dari 2111 satuan sampling. Mudah dilakukan 3.Langkah kerja: 1. yaitu 2111/13 = 162 b. misalnya terpilih RS=1842. RS ini merupakan satuan sampling pertama yang terpilih. maka SR=0007. Satuan pengamatan berikutnya dipilih dengan cara menambahkan I=75 kepada nomor terpilih.2111 atau 0055 4. RS ini adalah satuan pertama yang terpilih ke dalam sampel c. misalnya N=1500 2. Satuan sampling berikutnya dipilih dengan cara menambahkan I secara sistematik kepada RS. demikian seterusnya sampai terpilih sebanyak 20 satuan pengamatan 2.

sampling. disebut strata. 5. SPSS Data (Open) : frame. Tentukan populasi sasaran dan tentukan anggota populasi secara keseluruhan (N) 2. Langkah kerja selengkapnya adalah sebagai berikut: 1. atau pada penelitian tingkat laku konsumen. dan seterusnya) dimana n = n1 + n2 + …. menengah. Kasus kedua. Alokaso sembarang dimana ukuran sampel masing-masing strata ditentukan secara sembarang dengan syarat minimal dari sebuah strata adalah harus ada dua satuan pengamatan yang dipilih. dan seterusnya untuk setiap strata ke i) dimana N = N1 + N2 + … + Ni Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 28 4. Stratified Random Sampling (StRS) Sifat homegintas populasi kadang tidak bisa dijamin sepenunya di lapangan. N2. Proses pengambilan sampel setelah populasi keseluruhan yang relatif heterogen dipilah-pilah ke dalam sub populasi itulah yang dilakukan oleh Teknik StRS. Dalam praktek. Berdasarkan variabel tertentu (kriteria tertentu). Masalah ini bisa diatasi dengan membuat sub-sub populasi yang bersifat homogen dan terhadap subpopulasi itulah proses pengambilan sampel secara SRS dilakukan. Semakin tinggi tingkat keragaman (heterogenitas) populasi maka ukuran sampel yang harus diambil dengan SRS akan semakin besar untuk tingkat ketelitian tertentu. Sedangkan proses pemilihan dari setiap strata tersebut bisa dilakukan sama seperti proses pemilihan satuan sampling dengan teknik SRS. Cases from the first I cases). atau populasi perusahaan dibagia menjadi sub populasi perusahaan kecil. misalnya pengambilan satuan pengamatan dalam pola antrian tertentu Sedangkan kerugiannya adalah jika dalam kerangka samplingnya mempunyai periodisitas yang berimpit dengan interval pemilihan. Misal kelompok responden dibagi sesuai jenis kelamin (laki atau perempuan) jika secara teoritis respon akan berbeda karena perbedaan jenis kelamin. Penyebaran ini disebut alokasi sampel yang bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu: a. ketiga dan seterusnya diperoleh dengan menambahkan I ke nomor kasus pertama. Satuan sampling untuk setiap strata didaftar sehingga diperoleh kerangkan sampling untuk masing-masing strata (N1. Ukuran sampel sebesar n selanjutnya dialokasikan kesetiap strata (n1. populasi dibagi ke dalam strata-strata. + ni. n2. alokasi seperti ini jarang dan tidak . Jadi langkah utama yang membedakan teknik ini dengan teknik SRS adalah proses pembentukan sub populasi. Dari sebuah populasi selanjutnya kita menentukan ukuran sampel keseluruhan yang disebut overall sample size.sav {kerangka sampling} Menu : Data Select cases Langkah-langkahnya sama seperti simple random tetapi kita hanya memilih 1 kasus dari I (besarnya interval) kasus yang pertama (aproximately …. Contohnya pada traffic survey yaitu dengan mengamati pergerakaan lalu lintas pada jam-jam tertentu atau urutan pergerakan kendaraan. dan besar 3.

Jadi teknik ini digunakan apabila (1) keadaan variabel yang kita teliti sangat heterogen sehingga menimbulkan standar error yang tinggi (atau presisi yang rendah). Jika pemilihan dari setiap strata dilakukan dengan SyRS maka disebut stratified systematic random sampling. Dari setiap strata kemudian dipilih satuan sampling melalui teknik SRS. n2=N2/N.= ni c. SPSS File (Open) : Frame. Alokasi proporsional yaitu ukuran sampel untuk setiap strata sesuai dengan proporsi ukuran strata tersebut terhadap ukuran sampel keseluruhan. administrasi. Alokasi Newton 6. dan seterusnya d. dan (2) apabila kita bisa menyusun kerangka sampling yang lengkap dan langsung mengenai satuan pengamatan.sav Menu : Data Sort Cases untuk mengelompokkan atau mengurutkan data berdasarkan kategori variabel tertentu sehingga kelompok kasus tersebut relatif homogen dilihat dari kategori tertentu.disarankan untuk digunakan karena menyebabkan standar error membesar. Data Select cases Mengambil secara acak sejumlah kasus dari kelompok-kelompok yang sudah homogen tersebut dengan cara yang sama seperti simple random sampling Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 29 Cluster Random Sampling (CSR) Kita kadang-kadang tidak bisa menysun kerangka sampling yang lenngkap mengenai populasi sasaran baik karena kondisi tertentu atau pertimbangan kepraktisannya. misal n1=N1/N. misalnya 19 dan peserta jurusan manajemen menempati nomor 20 sampai 40. Oleh karena pemilihan satuan sampling dari setiap strata dilakukan dengan SRS maka keseluruhan prosesnya disebut stratified random sampling. proses penyusunannyapun memerlukan waktu. seorang peneliti melakukan penelitian mengenai tingkat konsumsi ratarata keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia. Jadi 19 nomor pertama adalah strata 1 dan kelompok kedua adalah strata 2 yang bersifat homogen berdasarkan variabel jurusan. Masalahnya adalah dari mana sumber informasi untuk mendata keluarga pra sejahtera seluruh Indonesia dalam bentuk kerangka sampling yang lengkap. maka hasilnya adalah peserta jurusan akuntansi akan menempati nomor-nomor awal dari 1 sampai. jika telah dilakukan pemilihan satuan sampling (dalam hal ini sebuah keluarga) maka ada kemungkinan sebaran . Selain itu. Alokasi sama besar tanpa melihat perbedaan ukuran masing-masing strata atau n1=n2=…. Kalaupun bisa disusun. dan biaya yang sangat besar. Sebagai contoh. Stratifikasi populasi dilakukan untuk memperbesar presisi (atau memperkecil standar error) ini. Misalkan kerangka sampling peserta kursus sebanyak 40 akan disort berdasarkan jurusan. b.

dan seterusnya. kita melakukan pemilihan tahap kedua yaitu memilih secara acak beberapa kluster yang lebih kecil lagi yaitu kabupatenkabupaten yang berada di propinsi terpilih. Cluster yang lebih kecil pada masing-masing SSP disebut Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 30 satuan sampling sekunder (SSS).wilayahnyapun cukup luas. tetapi secara bertahap dimulai dari pemilihan kelompok yang terbesar. Salah satu keunggulan CSR adalah pada saat membentuk kerangka sampling. Pemilihan satuan sampling dengan CSR tidak dilakukan secara langsung terhadap keluarga prasejahtera. Dalam prakteknya. Seluruh satuan sampling dari SSP tersebut diteliti. Jadi proses pemilihan secara bertahap tersebut bisa satu tahap (single stage cluster sampling). Two Stage Cluster Sampling (TSCS) Jika contoh penelitian dengan SSCS diatas dilakukan dengan TSCS maka setelah terpilih 2 propinsi (Jawa Barat dan Timor Timur). demikian seterusnya sampai keluarga ke n berada di Gunung Kidul. demikian seterusnya sampai diperoleh keluarga prasejahtera. Misalkan Indonesai terdiri dari 27 propinsi 2. Populasi dibagi-bagi menjadi N buah cluster atau satuan sampling primer (SSP) yang bersifat heterogen. a. dua tahap (Two stage cluster sampling). kecamatan. kemudian dilanjutkan memilih beberapa kabupaten dari propinsi yang terpilih. Dengan teknik ini. disarankan tingkat pemilihan tersebut tidak lebih dari dua kali untuk menghindari rumus yang kompleks. 3. kabupaten. Jika secara acak terpilih 2 kabupaten di Jawa Barat dan kabupaten di Timor Timur maka pengamatan dilakukan pada seluruh keluarga prasejahtera yang berada di ke 4 kabupaten tersebut. misalnya keluarga pertama diamati berada di kota Sabang. Single Stage Cluster Sampling (SSCS) Proses memilih dengan SSCS secara umum dilakukan dengan memilih beberapa kluster dan untuk kluster yang terpilih tersebut diamati semua satuan sampling yang ada di dalamnya. Kelompok satuan pengamatan tersebut disebut Cluster. misalnya kumpula keluarga prasejahtera dalam satu desa. keluarga kedua berada di kota Merauke. Jadi seluruh keluarga prasejahtera yang berada di Jawa Barat dan Timor Timur harus diteliti b. Misalkan memilih beberapa propinsi dari 27 propinsi di Indonesia. kita tidak perlu mempunyai kerangka sampling lengkap untuk satua pengamatan sebab kerangka sampling tersebut bisa disusun kemudian. Dipilih n buah cluster dengan menggunakan simple random sampling. Misalkan terpilih propinsi Jawa Barat dan Timor Timur. Langkah-langkah kerja selengkapnya adalah sebagai berikut: 1. Teknik CRS digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Keunggulan inilah . Keluarga ketiga berada di Menado. demikian seterusnya sampai propinsi sehingga terbentuk kelompok-kelompok untuk seluruh Indonesia. CSR didasarkan pada prinsip bahwa satuan pengamatan bisa dikumpulkan dalam kelompok yang lebih besar. Jadi penggunaan teknik sampling tersebut sangat sulit dilakukan.

Pembentukan cluster berdasarkan wilayah tersebut menyebabkan teknik tersebut disebut area sampling. Tipe Deskripsi Keunggulan Kelemahan Simple random Setiap elemen populasi mempunyai peluang yang sama untuk terpilih ke dalam sampel. dan kelemahan dari keempat teknik tersebut. Presisi ini bisa ditingkatkan dengan dengan cara membentuk cluster yang didalamnya bersifat seheterogen mungkin. keunggulan.yang menyebabkan teknik ini. Berdasarkan penjelasan teknik-teknik sampling probabilistik diatas. Kerugiannya adalah presisinya kurang baik. Dalam praktek survai pembentukan cluster ini biasanya adalah daerah administratif (desa. Proses pemilihan menggunakan tabel random Mudah diimplementasi. akan menghasilkan estimasi bias berdasarkan titik mulainya Stratified Populasi dibagi . banyak digunakan dalam survai. Emory dan Coper menjelaskan deskripsi. kabupaten.kan dengan otomatisasi atau komputerisasi Membutuhkan daftar anggota poluasi Memerlukan lebih banyak waktu Memerlukan ukuran sampel besar Menghasilkan galat besar Mahal Systematic Pemilihan elemen populasi dimulai dengan random seed dan elemen selanjutnya dipilih setiap elemen ke k Sederhana untuk diran-cang Mudah digunakan dibandingkan simple random Mudah menentukan distribusi sampling dari rata-rata atau proporsi Kurang mahal dibandingkan simple random Periodisiti dalam populasi menyebabkan distorsi sampel dan hasilnya Jika daftar anggota populasi cenderung monotonik. dan setrusnya). terutama two stage cluster sampling. terlihat bahwa masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan. kecamatan. seperti disajikan pada Tabel berikut.

terutama kluster geografis Mudah dilaksanakan tanpa daftar anggota populasi Sering menghasilkan efisiensi statistik yang rendah (kesalahan tinggi) yang disebabkan subgrup relatif homogen .menjadi subpopulasi atau strata dan dari setiap strata tersebut dipilih satuan pengamatan secara random Peneliti mengawasi ukuran sampel dalam strata Peningkatan efisiensi statistik Menyediakan data untuk menyajikan dan menganalisis sub populasi (strata) Memungkinkan penggunaan metode berbeda dalam strata Kesalahan meningkat jika subgrup dipilih pada ukuran berbeda Mahal. Beberapa subpopulasi dipilih secara random untuk diteliti lebih lanjut Memberikan estimasi parameter tak bias jika dikerjakan sempurna Lebih efisien secara ekonomis dibandingkan simple random Biaya termurah per sampel. khususnya jika strata harus dibuat sendiri Metode PI Ekonomi: Pengambilan Sampel 31 Cluster Populasi dibagi menjadi sub populasi yang bersifat heterogen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful