P. 1
penyuluhan pajak

penyuluhan pajak

|Views: 920|Likes:
Published by erenamaretha

More info:

Published by: erenamaretha on Mar 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2012

pdf

text

original

2. LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pajak 2.1.

1 Definisi Pajak Ada berbagai macam definisi pajak yang dikemukakan, salah satunya menurut asas communis opinio doctorum sebaik-baiknya suatu definisi adalah bila ia memuat semua ciri yang melekat pada pengertian yang akan dibuatkan pembatasannya. Maka setidak-tidaknya, dari berbagai macam definisi yang dikemukakan tersebut, karenanya, sudah mendekati kesempurnaan. Definisi pajak menurut Dr.Soeparman Soemahamidjaja dalam disertasinya menyatakan bahwa pajak adalah iuran wajib, berupa uang atau barang, yang dipungut oleh penguasa berdasarkan norma-norma hukum, guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa-jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum. Prof.Dr.Rochmat Soemitro menyatakan definisi pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan ‘surplusnya’ digunakan untuk ‘public saving’ yang merupakan sumber utama untuk membiayai ‘public invesment’. Sedangkan menurut Prof.Dr.P.J.A Adriani definisi pajak adalah iuran kepada negara, yang dapat dipaksakan, yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan dengan tidak mendapat imbalan prestasi yang langsung dapat ditunjuk, yang digunakan untuk membiayai pengeluaranpengeluaran umum sehubungan dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan. Definisi lain mengenai pajak yang dikemukakan oleh S.I Djajadiningrat adalah sebagai berikut: “Pajak sebagai suatu kewajiban menyerahkan sebagian daripada kekayaan

24

Universitas Kristen Petra

Sementara tujuan pajak tidak terlepas dari tujuan negara.Diperuntukkan bagi pengeluaran rutin pemerintah. 2.Tanpa imbalan atau kontra prestasi individu yang dilakukan pemerintah.ke kas negara sebagai suatu keadaan. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Pajak dipungut oleh negara berdasarkan Undang-undang.” Dari definisi-definisi di atas dapat ditarik suatu kesimpulan tentang ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak: 1). untuk memelihara kesejahteraan umum. menurut peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan. 4). namun pelaksanaannya harus memperoleh persetujuan dari wakil-wakil rakyat dengan menyetujui Undang-undang. tetapi tidak ada jasa timbal balik dari negara secara langsung. Yang berhak melakukan pemungutan pajak adalah negara.2 Fungsi Pajak Pajak memiliki fungsi yang tidak terlepas dari tujuan pajak. Berdasar Undang-undang berarti walaupun negara mempunyai hak memungut pajak. 3). Dengan demikian tujuan pajak itu harus diselaraskan dengan tujuan negara yang menjadi landasan tujuan pemerintah. 5).1. 2). kejadian dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu kepada seseorang.Pajak dipungut disebabkan adanya suatu keadaan. Penyelenggaraan pemerintah secara umum merupakan kontra prestasi dari negara. Berdasar pada Undangundang juga berarti pemungutan pajak dapat dipaksakan. kejadian dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu.Pajak dapat pula mempunyai tujuan yang tidak budgeter yaitu mengatur. Oleh karena itu tujuan dan fungsi pajak tidak mungkin terlepas dari 24 Universitas Kristen Petra . Berarti bahwa imbalan tersebut tidak diperuntukkan bagi masyarakat secara individual dan tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan besarnya pajak. Imbalan dari negara kepada masyarakat secara individual. baik yang sifatnya rutin maupun untuk pembangunan. tetapi bukan sebagai hukuman.

Dalam konteks ini. Dari pengertian dan ciri-ciri pajak diperoleh suatu kesan seolah pemerintah atau negara memungut pajak semata-mata untuk mendapatkan uang atau sumber-sumber dari swasta untuk membiayai pengeluaran pemerintah. pajak dimaksudkan sebagai usaha pemerintah untuk turut campur tangan dalam hal mengatur dan.tujuan dan fungsi negara yang mendasarinya. maupun menurut lembaga pemungut dari pajak tersebut.Fungsi Non Budgetair atau Fungsi Regulerend Muncul dalam sejarahnya di sekitar permulaan abad 19 yang hampir bersamaan dengan pertumbuhan dan perkembangan negara hukum modern atau type de modern rechtstaat. sifat. Padahal sebenarnya pemungutan pajak memiliki dua fungsi yaitu: 1). Setiap pembagian penerimaan pajak ini mempunyai fungsi yang berlainan. 2).1. Selain sekedar menjadi alat untuk memudahkan pekerjaan dalam praktiknya. Menurut golongannya: 24 Universitas Kristen Petra . ada juga fungsi pembagian pajak untuk tujuan ilmiah. Fungsi pajak yang demikian sudah ada sejak permulaan adanya pajak. yang tujuannya adalah mengadakan realisasi kemakmuran (welfare) masyarakat atau rakyat secara keseluruhan. Atau dengan kata lain fungsi pajak sebagai sumber penerimaan negara dan digunakan untuk pengeluaran negara baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan. Pembagian dalam penerimaan pajak itu antara lain sebagai berikut: 1. 2.3 Penerimaan Pajak Penerimaan negara melalui sektor pajak dibagi-bagi menurut golongan. mengubah susunan pendapatan dan kekayaan sektor swasta.Fungsi Budgetair atau Fungsi Finansial Yaitu fungsi pajak untuk memasukkan uang ke kas negara. bilamana perlu.

dan bea lelang. serta macam-macam pajak yang lainnya.1. 3. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). bea meterai. Pajak langsung berarti pajak yang bebannya harus dipikul sendiri oleh Wajib Pajak yang bersangkutan dan tidak boleh dibebankan kepada Wajib Pajak lainnya. Menurut sifatnya: Penerimaan pajak menurut sifatnya dibedakan menjadi pajak subyektif dan pajak obyektif.Menurut golongannya penerimaan pajak dibagi menjadi penerimaan melalui pajak langsung dan pajak tak langsung.4 Wajib Pajak 24 Universitas Kristen Petra . Pajak pusat adalah pajak dipungut oleh pemerintah pusat melalui departemen keuangan. Sedangkan pajak obyektif berarti pajak yang melihat pertama-tama pada obyek dari pajak tersebut yang menyebabkan timbulnya kewajiban pajak tersebut. Contoh pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh) sedangkan contoh dari pajak tak langsung adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). serta bea balik nama. PPN (untuk penyerahan lokal). Pajak subyektif ini contohnya adalah Pajak Penghasilan orang pribadi. Yang juga termasuk pajak pusat adalah pajak yang dipungut Dirjen Bea Cukai. Menurut lembaga pemungutnya: Menurut lembaga pemungutnya penerimaan pajak dibagi menjadi pajak negara atau pajak pusat dan pajak daerah. Pajak pusat ini yang pertama meliputi pajak yang dipungut Dirjen Pajak antara lain PPh. 2. dipungut oleh daerah-daerah yang meliputi pajak tingkat propinsi. pajak tingkat kabupaten atau kotamadya. Untuk pajak daerah. bea meterai. Pajak subyektif berarti pajak yang memperhatikan keadaan pribadi Wajib Pajak yang menjadi pemikul beban pajak tersebut. Sedangkan pajak tak langsung berarti pajak yang bebannya dapat dilimpahkan kepada pihak ketiga atau yang biasanya disebut sebagai konsumen. 2.

organisasi sosial politik. kongsi. termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.2. dan bentuk badan lainnya termasuk reksadana. koperasi.1 Kewajiban Wajib Pajak Kewajiban perpajakan Wajib Pajak badan maupun perseorangan sesuai dengan Undang-undang KUP antara lain adalah: 1. perseroan komanditer. Dengan demikian. 3. atau organisasi sejenis. yaitu Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan. Wajib membayar atau menyetor pajak yang terutang melalui kantor pos atau bank persepsi yang ditunjuk. Sedangkan pengertian “badan” sebagaimana diatur dalam Undang-undang KUP adalah sebagai berikut: “Sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas. setiap pelaksanaan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang 24 Universitas Kristen Petra .1. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun. Wajib mengisi dan menyampaikan SPT dengan benar. perseroan lainnya. lengkap dan jelas. dana pensiun. lembaga.4.” 2. berarti Wajib Pajak dapat dibedakan menjadi dua.4. perkumpulan yayasan. 2. organisasi massa.1 Definisi Wajib Pajak Sesuai dengan Undang-undang nomor 6 tahun 1983 sebagaimana yang telah diubah dengan nomor 9 tahun 1994 dan Undang-undang nomor 16 tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan (Undang-undang KUP) Pasal 1 ayat (1) pengertian Wajib Pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan. bentuk usaha tetap.1. firma. Wajib mendaftarkan diri kepada KPP terdekat untuk mendapatkan NPWP. persekutuan. Sehubungan dengan pelaksanaan kewajiban perpajakan Wajib Pajak untuk melaporkan SPTnya.

1. Batas Akhir Penyampaian SPT Masa Jenis SPT Masa PPh Pasal 21 Batas Penyampaian Terakhir Tanggal 20 bulan takwin berikutnya setelah masa pajak berakhir. 2000. PPh Pasal 22-Bendaharawan Empat belas (14) hari setelah akhir masa pajak.berlaku akan dikenakan denda atau sanksi. PPN/PPnBM-PKP Tanggal 20 bulan takwin berikutnya setelah masa pajak berakhir. PPN/PPnBM-Bea Cukai Tujuh (7) hari setelah pembayaran. Tabel 2. (Sumber: Achmad Tjahjono dan Muhammad Fakri Husein.65) Sedangkan batas waktu kewajiban perpajakan Wajib Pajak dalam hal 24 Universitas Kristen Petra . batas waktu penyampaian SPT Masa adalah sebagai berikut dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini. PPh Pasal 22-Badan tertentu Tanggal 20 bulan takwin berikutnya setelah masa pajak berakhir.04/1994. PPh Pasal 25 Tanggal 20 bulan takwin berikutnya setelah masa pajak berakhir. hal. PPN/PPnBM-Bendaharawan Empat belas (14) hari setelah akhir masa pajak. PPh Pasal 22-Bea Cukai Tujuh (7) hari setelah pembayaran. PPh Pasal 23/26 Tanggal 20 bulan takwin berikutnya setelah masa pajak berakhir. Menurut Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 948/KMK.

Jika SPT tidak disampaikan atau disampaikan tidak sesuai dengan batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) Undang-Undang KUP No.2 berikut ini. Pengenaan sanksi administrasi berupa denda ini tidak dilakukan terhadap Wajib Pajak tertentu yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Tanggal 31 bulan ketiga setelah tahun pajak atau (Sumber: Achmad Tjahjono dan Muhammad Fakri Husein. sesuai ketentuan Undang-undang Pajak yang berlaku. Batas Akhir Penyampaian SPT Tahunan Jenis Pajak SPT PPh Tahunan SPT PPh Pasal 21 Tahunan Batas Waktu Penyampaian SPT Tanggal 31 bulan ketiga setelah tahun pajak atau bagian tahun pajak. baik Masa maupun Tahunan.100. Tabel 2.16/2000 atau batas waktu perpanjangan SPT sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (4) Undang-undang KUP No. Misalnya Wajib Pajak non efektif dan Wajib Pajak orang pribadi yang penghasilan neto-nya di bawah jumlah Penghasilan Tidak Kena Pajak.50.000 (lima puluh ribu rupiah). atau melampirkan keterangan yang isinya 24 Universitas Kristen Petra . hal.2. Sanksi yang akan diberikan adalah: a.penyampaian SPT tahunannya dapat dilihat pada tabel 2. akan dikenai sanksi jika tidak menyampaikan atau terlambat menyampaikan SPTnya. b.16/2000.000 (seratus ribu rupiah).65) Wajib Pajak. dan untuk SPT Tahunan sebesar Rp. akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda untuk SPT Masa sebesar Rp. 2000.Karena kealpaannya tidak menyampaikan SPT atau menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap.

akan diberikan sanksi pidana penjara maksimal enam tahun dan denda paling tinggi empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar berdasar Pasal 39 ayat (1) huruf b dan c Undang-undang PPh No. akan diberikan sanksi berupa sanksi pidana kurungan paling lama satu tahun dan atau denda paling tinggi dua kali jumlah pajak yang terutang yang tidak atau kurang dibayar (Pasal 38 Undang-undang KUP). Pembayaran pajak terutang ini dilakukan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP). Tabel 2. c. sesuai jumlah yang tercantum dalam SPT tersebut.3 berikut ini.tidak benar sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara.948/KMK/04/1994. kewajiban yang juga harus dipenuhi adalah membayar pajak yang terutang kepada kas negara. Setelah Wajib Pajak melaporkan SPTnya.Tidak menyampaikan atau menyampaikan dengan sengaja SPT tidak benar.16/2000. Jenis pajak dan batas waktu penyetorannya dapat dilihat pada tabel 2. Batas waktu penyetoran pajak terutang ini diatur dalam Pasal 9 Undang-undang KUP dan Keputusan Menteri Keuangan No.3 Jenis Pajak dan Batas Waktu Pembayarannya Jenis Pajak PPh Pasal 21 Batas Waktu Pembayaran Pajak Tanggal 10 bulan berikutnya setelah masa pajak Berakhir PPh Pasal 22-Bendaharawan Tanggal yang sama dengan pembayaran rekanan PPh Pasal 22-Impor Devisa Sebelum penebusan barang PPh Pasal 22-Impor Bea Cukai Sehari setelah pemungutan PPh Pasal 22-Badan tertentu Tanggal 15 bulan berikutnya PPh Pasal 23/26 Tanggal 10 bulan berikutnya PPh Pasal 25 Tanggal 15 bulan berikutnya PPN/PPnBM-PKP Tanggal 15 bulan berikutnya PPN/PPnBM-Bendaharawan Tanggal 7 bulan berikutnya 24 Universitas Kristen Petra .

diolah) 2. berdisiplin.948/KMK/04/1994.1 Pengertian. secara disiplin. terhadap SPT yang dilunasi atau dibayar oleh Wajib Pajak. atau tidak melenceng jauh daripada semestinya. keadaan taat.1.PPN/PPnBM-Impor PPN/PPnBM-Bea Cukai Sebelum penebusan barang Sehari setelah pemungutan (Sumber: KMK No.1.6 Penyuluhan Perpajakan 2. taat kepada perintah atau aturan. dan khususnya kewajibannya. seorang staf pengajar dari Universitas Cambridge. tidak mempunyai tunggakan pajak. Kriteria Wajib Pajak dikatakan patuh. Tingkat kepatuhan Wajib Pajak dicerminkan dengan membandingkan jumlah SPT yang diterbitkan dan dikirim ke Wajib Pajak. sesuai peraturan perundang-undangan serta tata cara perpajakan yang berlaku. Metode pengajaran dengan berkeliling dari kota ke kota ini dipelopori oleh Richard Moulton.1. Falsafah dan Tujuan Penyuluhan Penyuluhan pada mulanya adalah suatu metode pengajaran untuk orangorang yang tidak mampu mengikuti pelajaran di dalam kampus Universitas Cambridge. Jadi 24 Universitas Kristen Petra . Kepatuhan dalam hal perpajakan berarti keadaan Wajib Pajak yang melaksanakan hak. Pemberian sanksi akan dikenakan kepada pelanggar ketentuan perpajakan dimaksudkan untuk mencegah tingkah laku yang tidak dikehendaki sehingga akan tercipta kepatuhan yang lebih baik dari Wajib Pajak.6.5 Kepatuhan Wajib Pajak Kepatuhan menurut arti katanya berarti sifat patuh. Berasal dari kata dasar patuh yang berarti suka menurut perintah. 2. yakni tepat waktu dalam membayar pajak. dan pengisian SPT mendekati kebenaran.

Metode pengajaran penyuluhan ini menggambarkan empat elemen umum dalam program penyuluhan modern yaitu pengetahuan yang akan diajarkan. Pendidikan itu sendiri adalah suatu proses untuk membawa perubahan yang sesuai dengan tingkah laku yang diharapkan oleh seseorang ataupun masyarakat. pusat organisasi penyuluhan. maka falsafah dari penyuluhan dilandasi oleh tiga hal berikut ini: 1. Sehingga apa yang dilakukan dalam kegiatan penyuluhan dipandang sebagai suatu proses pendidikan yang akan membawa perubahan sesuai dengan tingkah laku yang diharapkan. menjadikan penyuluhan bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. tetapi juga menjadi salah satu cara untuk membangun manusia sebagai sasaran utama dari pembangunan secara umum. perubahan apa yang dapat dilakukan yaitu keterampilan. Pembangunan secara fisik dan ekonomi tidak akan banyak berarti jika tidak disertai dengan pembangunan manusianya. Keempat hal inilah yang menjadi faktor penting untuk membangun diri manusia. 24 Universitas Kristen Petra . serta perubahan tentang apa yang sebenarnya dapat dilakukan yaitu motivasi. perubahan tentang apa yang dipikir yaitu sikap.pada mulanya penyuluhan merupakan salah satu metode pengajaran sebagai perluasan fasilitas universitas. Perubahan tingkah laku yang diharapkan itu meliputi perubahan tentang apa yang diketahui. serta adanya penyuluh. Berdasarkan hal ini. Dengan semakin meluasnya penggunaan penyuluhan. adanya orang yang akan dilayani. Penyuluhan merupakan suatu proses pendidikan Setiap orang yang diberikan kesempatan yang sama dalam suasana bebas dan diberi dorongan serta pendidikan yang memadai akan dapat bersaing dengan tingkat kemajuan yang baik. terutama di negaranegara berkembang. karena hasil pembangunan ekonomi maupun fisik merupakan hasil dari pembangunan manusia itu sendiri.

Dorongan ini akan membantu meletakkan dasar yang kokoh bagi suatu demokrasi. Hal ini juga berarti bahwa antara sumber pengetahuan (penyuluh) dengan praktisi (masyarakat yang disuluh) harus ada komunikasi dua arah melalui jembatan yang menghubungkan yaitu pelayanan penyuluhan. keterampilan dan sikapnya. Penyuluh hanya memberikan dorongan untuk melakukan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan penyuluhan. salah satu teknik yang sangat penting diantara teknik-teknik bimbingan lainnya. Penyuluhan merupakan proses yang terus-menerus (kontinu) Penyuluhan dimulai dari kondisi awal dari yang disuluh dan secara bertahap dilakukan untuk mencapai kondisi yang ingin dicapai. 3. yang diharapkan dapat terjadi adalah perubahan dari diri manusia dari segi pengetahuan. Dengan adanya penyuluhan.6. Untuk mencapai tujuan ini dari dalam diri yang disuluh harus terdapat kemauan melakukan tindakan nyata yang sistematis dan bertahap.2. misalnya dengan membuat orang yang 24 Universitas Kristen Petra . Penyuluhan merupakan proses demokrasi Penyuluhan dilakukan tidak dengan paksaan. keterampilan dan sikap dari yang disuluh secara terus-menerus. Dengan demikian penyuluhan merupakan jembatan penghubung antara sumber pengetahuan dan masyarakat yang disuluh. didefinisikan sebagai proses menolong orang supaya dapat mengatasi persoalan-persoalannya dan menambah penyesuaian dirinya melalui wawancara (interview) serta sifat-sifat hubungan yang lain antara orang dengan orang. 2. yang untuk melakukannya diperlukan perubahan pengetahuan. Sasaran dari penyuluhan adalah penyebaran informasi yang bermanfaat dan prakis bagi masyarakat tertentu.2 Definisi Penyuluhan Perpajakan Penyuluhan atau counseling.1.

KPP sebagai unsur pelaksana Direktorat Jenderal Pajak. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala KPP. ditunjang dengan dibentuknya organisasi yang mapan dan handal. penyuluhan. berarti pengintaian. atau penerangan. dalam hal pembagian wewenang dan tugas untuk mencapai tujuannya.1. Sedangkan penyuluh atau konseler adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk memberikan penyuluhan atau socialization. Sejalan dengan perkembangan perekonomian yang semakin pesat maka dalam organisasi Direktorat Pajak dibentuk KPP yang dibawahi oleh masingmasing Kantor Wilayah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. dan melihat bahwa penyuluhan merupakan salah satu fungsi Direktorat Jenderal Pajak sebagai fiskus untuk memberikan bimbingan. maka dibentuk KP4 yang bertugas sebagai pelaksana penyuluhan perpajakan.3 Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan Tugas pokok Direktorat Jenderal Pajak untuk melaksanakan sebagian tugas utama Departemen Keuangan di bidang penerimaan negara yang berasal dari pajak. Guna mendukung suksesnya tugas KPP. dengan kata dasar suluh. mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional pelayanan perpajakan dalam daerah wewenangnya masing-masing. 2. pembinaan.6. pelayanan dan pengawasan kepada masyarakat Wajib Pajak. penyelidikan. Penyuluhan perpajakan yang dilakukan oleh KP4 adalah merupakan suatu sistem penyampaian informasi dan bimbingan perpajakan berkesinambungan yang adalah ujung tombak dalam pelaksanaan Self Assesment System agar masyarakat tergugah dan sadar untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. KP4 mempunyai tugas antara lain melakukan urusan 24 Universitas Kristen Petra . sebagai sarana untuk berhubungan secara langsung dengan masyarakat Wajib Pajak.ditolong tadi dapat merasa bebas dan senang (on his ease).

pembuatan monografi pajak. Lain ladang lain belalang. Padahal penyuluhan yang berhasil juga ditentukan dari bagaimana penerimaan masyarakat terhadap apa yang disuluhkan.6. Dalam proses penyuluhan yang selalu menjadi titik berat adalah petugas penyuluhan yang up to date dan kompeten melakukan tugasnya. Salah satu kelemahan besar pelayanan penyuluhan adalah kurangnya perhatian terhadap aspek sosial dan budaya. pengamatan potensi perpajakan wilayah. dan membantu KPP serta KPPBB dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa setiap masyarakat di wilayah yang berbeda pasti memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda. Adapun tipe dan jumlah KPP adalah: 1). Kantor Penyuluhan Pajak tipe B. sebanyak 109 kantor 2). pelayanan konsultasi perpajakan kepada masyarakat. sebanyak 89 kantor 2). Kantor Penyuluhan Pajak Bumi dan Bangunan tipe B.1. Untuk itulah diperlukan pemahaman tentang bagaimana sruktur masyarakat yang menjadi objek dalam penyuluhan. masyarakat yang disuluh harus dapat mengerti dan mampu melaksanakan apa yang telah disuluhkan. Berarti bahwa bukan hanya pengertian dan kemampuan dari segi fisik dan finansial tetapi juga dari segi sosial 24 Universitas Kristen Petra . Selain itu. berdasarkan beban kerja. sebanyak 115 kantor 2.penyuluhan. Kantor Penyuluhan Pajak tipe A.4 Aspek Sosial Budaya Masyarakat dalam Penyuluhan Kegiatan penyuluhan selalu terkait dengan masyarakat yang disuluh. juga telah didirikan Kantor Penyuluhan Pajak Bumi dan Bangunan yang diklasifikasikan sebagai berikut: 1). KPP membawahi kelompok Tenaga Fungsional Penyuluhan Perpajakan. sebanyak 213 kantor Selain dibentuknya KPP tersebut di atas. Kantor Penyuluhan Pajak Bumi dan Bangunan tipe A. Mayarakat inilah yang juga menentukan berhasil tidaknya penyuluhan yang dilakukan.

maka pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilaksanakan berdasarkan standar yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.Tahap pertama adalah tahap analisa rencana penyuluhan yang disajikan berupa panduan data awal keadaan Wajib Pajak. Metode penyuluhan yang dilaksanakan adalah berdasarkan cara penyampaian.5 Pelaksanaan Penyuluhan Perpajakan Agar penyuluhan perpajakan yang dilakukan mencapai sasaran yang diharapkan.6. baik berupa pendekatan fisik maupun pendekatan lainnya. Standardisasi penyuluhan perpajakan ini membagi tahapan penyuluhan perpajakan menjadi: 1). yang akan mempermudah proses penyuluhan sehingga materi penyuluhan maupun petugas penyuluhan akan diterima lebih baik oleh masyarakat objek penyuluhan. Dari pendekatanpendekatan ini diharapkan akan didapatkan pemahaman tentang bagaimana struktur sosial dan budaya masyarakat objek penyuluhan.1. 2). Salah satu cara untuk mencoba mengatasi hal ini. Pelaksanaan penyuluhan harus dilaksanakan berdasarkan analisa rencana penyuluhan yang telah disusun oleh masing-masing KPP. 2.Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan penyuluhan. kepatuhan serta penerimaan pajak sebelum dilakukannya penyuluhan perpajakan oleh KP4. instansi penyuluhan dapat melakukan pendekatan-pendekatan terhadap masyarakat objek penyuluhan. 3). Evaluasi yang dilakukan terhadap penyuluhan perpajakan pada umumnya dilakukan terhadap pelaksanaan 24 Universitas Kristen Petra . Penyuluhan juga harus melibatkan masyarakat untuk dapat membina proses partisipasi dari komunikasi yang dilakukan sehingga dapat diperoleh feedforward yang baik dari masyarakat. apakah itu metode penyuluhan secara langsung ataupun penyuluhan secara tidak langsung.dan budaya.Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi.

metode penyuluhan perpajakan dibagi menjadi dua yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. serta pemanfaatan pajak dalam pembiayaan negara.1. 2. dimana antara penyuluh antara yang disuluh tidak terjadi komunikasi interaktif.6. sektor yang harus disuluh termasuk pada skala prioritas pertama atau minimal prioritas kedua pada analisis rencana penyuluhan masing-masing KPP.6 Metode Penyuluhan Perpajakan Berdasarkan cara penyampaiannya. ataupun siaran interaktif di media elektronik.7 Materi Penyuluhan Perpajakan Materi dalam penyuluhan perpajakan adalah berupa ketentuan perundangundangan perpajakan termasuk pengertian dan pemahaman dasar perpajakan. mengapa harus membayar pajak. Adapun metode penyuluhan perpajakan tidak langsung dilaksanakan dengan menggunakan media. wawancara. Metode penyuluhan perpajakan secara langsung dilaksanakan apabila berdasarkan analisis rencana penyuluhan. yaitu berupa rasio perbandingan antara rencana volume penyuluhan dengan realisasi volume penyuluhan.1.penyuluhan saja. tanya jawab.6. Pada saat ini evaluasi yang dilakukan hanya berdasarkan pada data kuantitatif saja. Metode langsung. Penyampaian materi-materi ini 24 Universitas Kristen Petra . diskusi. maupun tanpa tatap muka dimana antara penyuluh dan yang disuluh terjadi suatu komunikasi interaktif pada waktu yang bersamaan. berarti penyuluhan perpajakan dilakukan dengan berhadapan atau bertatap muka. Bentuk penyuluhan perpajakan secara langsung ini misalnya penyuluhan dalam bentuk ceramah. seperti evaluasi terhadap materi yang disampaikan atau performance petugas yang memberikan penyuluhan. 2. Misalnya pengertian tentang pajak. seminar.

Masyarakat yang dulunya enggan untuk mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak menjadi sadar dan mau mendaftarkan dirinya. penelitian terdahulu yang pernah dilakukan adalah Evaluasi terhadap Media Alternatif yang Tepat dalam Rangka Sosialisasi Peraturan Perpajakan oleh saudara Dedy Triyono. 2. Dan apabila materi penyuluhan perpajakan akan diberikan secara tidak langsung.1. Demikian halnya dengan Wajib Pajak yang telah tercatat sebagai Wajib Pajak semakin sadar untuk meningkatkan kepatuhannya dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.8 Tujuan Penyuluhan Perpajakan Tujuan penyuluhan perpajakan secara khusus adalah mendorong kesediaan dan kepatuhan Wajib Pajak untuk membayar pajak. maka materi yang akan disampaikan disesuaikan dengan media yang dipilih. serta melaksanakan kewajiban perpajakannya. Ternyata 24 Universitas Kristen Petra . Melalui penyuluhan perpajakan diharapkan pula pengetahuan dan kesadaran masyarakat Wajib Pajak untuk memperoleh hak dan melaksanakan kewajiban perpajakannya semakin meningkat. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakannya. maka materi penyuluhan perpajakan disusun dalam bentuk tulisan atau makalah yang nantinya akan disampaikan kepada peserta penyuluhan dan dipersiapkan pula dalam bentuk transparansi. diharapkan jumlah Wajib Pajak yang terdaftar di suatu KPP juga semakin meningkat. 2.6. Penelitian ini mendeskripsikan tentang bagaimana persepsi masyarakat tentang pajak 10% yang dikenakan atas pembelian makanan dan minuman di restoran fast food.2 Kajian Penelitian Terdahulu Dalam kaitannya dengan penelitian ini.diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Jika akan diberikan secara langsung.

padahal sebenarnya pajak yang dibayar masyarakat tersebut adalah Pajak Pembangunan atau lebih dikenal sebagai PP1. menurut penelitian tersebut pemerintah belum mengopimalkan usaha-usaha dalam memberikan pembinaan. Penelitian tersebut juga mencoba mencari media sosialisasi apa yang paling tepat menurut masyarakat untuk sosialisai peraturan perpajakan. Perubahan ini antara lain meliputi perubahan tentang apa yang diketahui. 2. Pemerintah secara tidak langsung juga belum mencapai sasarannya dalam melakukan sosialisasi peraturan perpajakan kepada masyarakat. pelayanan dan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban perpajakan berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku. Proses pendidikan yang dimaksud disini adalah suatu proses untuk membawa perubahan yang sesuai dengan tingkah laku yang diharapkan oleh seseorang atau institusi tertentu. perubahan tentang apa yang dipikir.3 Kerangka Berpikir Penyuluhan secara umum merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan. perubahan tentang apa yang sebenarnya dapat dilakukan (motivasi). Yang sebagai kesimpulannya. Penelitian tersebut memiliki kaitan dengan penelitian ini yaitu persamaan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh proses sosialisasi peraturan perpajakan terhadap pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kewajiban dan hak perpajakannya. Perubahan-perubahan ini 24 Universitas Kristen Petra . Dan hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa dari pendapat para responden menyarankan media televisi yang lebih baik digunakan dalam rangka sosialisasi peraturan perpajakan. Padahal selama ini mereka mengetahui peraturan perpajakan dari media surat kabar. perubahan tentang apa yang dapat dilakukan (keterampilan).sebagian besar dari responden penelitian tersebut berpikiran bahwa pajak tersebut adalah PPN.

Selain itu. Selain peningkatan target penerimaan pajak. Disinilah peran penyuluhan perpajakan sebagai proses pendidikan bagi masyarakat Wajib Pajak. Penyuluhan perpajakan yang bertujuan untuk memaksimalkan penerimaan sektor pajak bagi kas negara.adalah bagian dari membangun diri manusia. peningkatan jumlah Wajib Pajak sebagai usaha ekstensifikasi pajak. selain juga sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan self assessment system. peningkatan kepatuhan Wajib Pajak serta peningkatan penerimaan dari sektor pajak. dibutuhkan agar terjadi perubahan dalam masyarakat antara lain agar masyarakat tergugah dan sadar untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya sehingga menjadi semakin patuh. maka aparat pajak diharapkan dapat memberikan bimbingan. program intensifikasi pajak untuk meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak juga tidak lepas dari peran serta penyuluhan perpajakan. Sehingga berangkat dari pemikiran ini juga dapat disimpulkan perlu adanya penelitian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penyuluhan perpajakan terhadap peningkatan jumlah Wajib Pajak. dapat ditarik suatu pemikiran bahwa penyuluhan perpajakan berperan atau berpengaruh terhadap peningkatan jumlah Wajib Pajak. sesuai dengan target peningkatan penerimaan negara dari sektor pajak yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pelaksanaan self assessment system dalam perpajakan menitikberatkan pada peran aktif dari masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya dan agar pelaksanaan kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan benar. Berdasarkan penjabaran di atas. perubahan yang juga diinginkan oleh Dirjen Pajak adalah peningkatan jumlah Wajib. peningkatan kepatuhan Wajib Pajak serta penerimaan pajak. pelayanan dan pengawasan kepada Wajib Pajak. 24 Universitas Kristen Petra . serta agar penerimaan dari sektor pajak semakin meningkat. pembinaan.

tidak terlepas dari diadakannya penyuluhan perpajakan. HA(alternatif) Terdapat perbedaan jumlah Wajib Pajak. 24 Universitas Kristen Petra . Oleh karena itu hipotesa yang dapat diduga untuk penelitian ini adalah: HO(null) Tidak terdapat perbedaan jumlah Wajib Pajak.2.4 Hipotesis Usaha Direktorat Jenderal Pajak untuk mencapai target penerimaan sektor pajak. kepatuhan Wajib Pajak serta penerimaan pajak. penelitian ini akan menganalisa ada tidaknya pengaruh penyuluhan perpajakan terhadap jumlah Wajib Pajak. kepatuhan Wajib Pajak serta jumlah penerimaan pajak. perlu diketahui apakah penyuluhan perpajakan yang telah dilakukan Dirjen Pajak memberikan pengaruh terhadap jumlah Wajib Pajak. Berdasarkan rumusan masalah. Tujuan penyuluhan perpajakan untuk meningkatkan pengetahuan Wajib Pajak secara akumulatif akan dapat membantu tercapainya usaha tersebut. tingkat kepatuhan Wajib Pajak dan penerimaan pajak sebelum dilakukan penyuluhan perpajakan dan setelah dilakukan penyuluhan perpajakan. tingkat kepatuhan Wajib Pajak dan penerimaan pajak sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan perpajakan. Sebelum dicapainya target tersebut. dengan membandingkan rata-rata data sebelum penyuluhan perpajakan dengan data sesudah penyuluhan perpajakan. dasar teori dan kajian penelitian terdahulu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->