KONSEP DAN METODOLOGI LALU-LINTAS SEHAT KONSEP DAN METODOLOGI LALU-LINTAS SEHAT Oleh AKP DODI

DARJANTO, SIK BAB 1 PENDAHULUAN Pembangunan nasional dalam era globalisasi yang sudah berjalan telah dapat memberikan manfaat dan kemajuan-kemajuan yang sangat besar serta dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Namun bersamaan dengan kemajuan itu timbul pula tantangan dan masalah baru yang harus dihadapi dan diselesaikan. Salah satu tantangan dan masalah tersebut adalah keselamatan lalu-lintas di jalan dalam mewujudkan lalulintas yang sehat. Pada negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia, dimana jumlah pemilikan kendaraan bermotor semakin meningkat pesat, oleh WHO digolongkan menjadi suatu negara pada posisi gelombang kesatu motorisasi, pembangunan transportasinya masih ditandai dengan memprioritaskan perkembangan ekonomi daripada penanggulangan masalah keselamatan lalu-lintas dan situasi lalu-lintas yang sehat. Sedangkan bagi negara-negara yang sudah mulai memasuki gelombang kedua motorisasi, ditandai dengan mulai adanya kepedulian pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan keselamatan lalu-lintas dan terwujudnya lalu-lintas yang sehat secara simultan dalam pelaksanaan pembangunan ekonominya. Dan Bagi negara-negara industri yang sudah maju, dimana pemilikan kendaraan bermotor sudah mencapai puncak kejenuhan (saturating motorization) maka pemerintah dan masyarakat bukan hanya peduli terhadap peningkatan keselamatan lalu-lintas saja, namun bahkan masalah penanggulangan kecelakaan lalu-lintas kompetitif dengan kepedulian terhadap peningkatan kesehatan lingkungan hidup, seperti yang dilakukan oleh salah satu negara maju yang lalu-lintasnya cukup maju di Eropa Barat (Belanda) membuat penahan anti polusi suara (noise hinder) pada jalan tol yang melewati daerah pemukiman, sehingga mengurangi polusi suara. Oleh karenanya sangat tepatlah kiranya bila Departemen Kesehatan Kabupaten Pati yang bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan suatu Program Pendidikan Dasar tentang Lalu-Lintas yang nantinya akan dimasukan dalam kurikulum sekolah, mulai dari tingkat Taman kanakkanak (kindergarden) sampai dengan tingkat Perguruan Tinggi (University). Generasi muda di masa yang akan datang pada usia sedini mungkin diharapkan akan lebih mengerti, memahami, dan peduli terhadap keselamatan lalu-lintas (Traffic Safety). Sehingga angka kecelakaan lalu-lintas dapat dikurangi secara signifikan, serta keamanan, ketertiban, dan kelancaraan lalu-lintas di jalan dapat terwujud dan kondisi lalu-lintas yang sehat (Healthy traffic) dapat terlaksana sesuai yang diharapkan . Sehubungan dengan hal tersebut diatas, penulis tertarik untuk membuat suatu tulisan tentang “Konsep dan Metodologi Lalu-lintas Sehat”. Konsep dan Metodologi Lalu-lintas Sehat membahas tentang Pengetahuan Lalu-lintas (Traffic knowledge), Lalu-lintas yang tidak aman/sehat (Unsafe Traffic), Manusia sebagai pemakai jalan (Man as Traffic Participant), Kendaraan (The Vehicle), dan Lingkungan (The Environment). Bab II Pengetahuan Lalu-Lintas Lalu-Lintas dasar ini terdiri dari karakteristik dan latar belakang lalu-lintas. Pengetahuan lalu-Lintas dasar ini berkaitan dengan transportasi secara keseluruhan dan Sistem LaluLintas. Pengetahuan Lalu-Lintas dasar dikelompokan dalam empat pokok bahasan yaitu: 1. Perencanaan Lalu-Lintas dan transportasi (Traffic and Transport Planning) 2. Tekhnik Lalu-Lintas (Traffic technique) 3. Peraturan dan Kontrol Lalu-Lintas (Trafic control and regulation) 4. Keselamatan Lalu-Lintas dan kemampuan untuk bertahan hidup (Traffic safety and Livability) A. Lalu-lintas dan Perencanaan Transportasi Perencanaan (design) dari infrastruktur lalu-lintas (konstruksi jalan, viaduct / penyeberangan jalan, dll)

Karakteristik dari kendaraan bermotor adalah mempengaruhi langsung terhadap kebutuhan design kendaraan yang harus dikerjakan. Contoh lain yang umum. kecepatan rencana (design speed. Perkembangan selanjutnya. 2. dll). atau membentuk daerah pemukiman memainkan peranan yang penting. Untuk dapat berbuat sesuatu tentang penyebab dari kecelakaan. Penerapannya sebagai contoh seperti yang telah dilakukan di negara Belanda dan sebagaian besar negara eropa barat.membutuhkan waktu. kendaraan bermotor yang tidak berfungsi dengan baik. Teknik elektronik dan elektronika. dan faktor lingkungan. D. Kami mendapatkan pengetahuan ini melalui penelitian lalu-lintas dan transportasi (traffic and transport research). Keselamatan Lalu-Lintas dan kemampuan untuk bertahan hidup (Traffic safety and Livability) Kecelakaan lalu-lintas dapat disebabkan oleh kesalahan manusia. objektif dan subyektif lalu-lintas yang tidak aman. Maksudnya bahwa pengetahuan dan pemahaman dalam pergerakan perilaku pemakai jalan mutlak diperlukan. akan dibicarakan dalam naskah ini. dan keamanan. Peraturan dan Kontrol Lalu-Lintas (Trafic control and regulation) Pada awalnya. dan lingkungan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi dalam suatu kecelakaan. Pada dasarnya bahwa seorang manusia. Pembuatan jalan harus mempertimbangkan kondisi lalu-lintas di masa yang akan datang. hal ini meningkatkan lalu-lintas publik dari yang biasanya. dengan adanya model komputer yang kompleks atau dengan teknik peraturan lalu-lintas. Pilihan antara menciptakan ruang gerak lalu-lintas. Perkembangan elektronika yang pesat telah mempengaruhi aplikasi untuk pengetahuan lalu-lintas. Pengetahuan lalu-lintas sosial (social traffic knowledge) Aplikasi dari pengetahuan sosial dari masalah-masalah lalu-lintas. begitupula pengaruhnya terhadap satu sama lainnya. Hubungan antara manusia dan mesin. Beberapa hal yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur jalan adalah. lalu-lintas dan perilaku sosial dan perilaku (aman) lalu-lintas. E. jembatan penyeberangan. Selain pemasangan lampu-lintas. ketiga faktor harus diperhitungkan. Tekhnik LaluLintas (Traffic technique) Teknik lalu-lintas berkaitan dengan infrastruktur jalan (komposisi dari jalan-jalan. kepadatan lalu-lintas (traffic density). dan kapasitas jalan (road capacity). B. begitupula halnya pada kecelakaan yang serius. Teknik Kendaraan bermotor (vehicle technique) Keselamatan lalu-lintas banyak berkaitan dengan teknik kendaraan bermotor. Hal-hal lain yang berkaitan 1. Dilain pihak pemikiran yang serius diberikan untuk karakter teknik mengemudi dari berbagai jenis kendaran yang berbeda. dengan cara mengalokasikan prioritas bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda pada tempat yang layak dan aman. kekurangan sesuatu yang diperlukan oleh jalan. adalah penggunaan dari lampu lalu-lintas (traffic light). kendaraan bermotor. sistem informasi lalu-lintas (Traffic information systems) harus disediakan (seperti papan matriks yang menginformasikan kemacetan lalu-lintas maupun batas kecepatan (speed-limits). dan karakter dari pengemudi itu sendiri. Sebagai contoh. C. pulau jalan. Kontrol lingkungan . teknik dari peraturan lalu-lintas dikonsentrasikan kurang lebihnya pada memperlancar arus lalu-lintas. pengaruh dari perilaku berlalu-lintas. Pemahaman yang baik terhadap lalu-lintas yang dibutuhkan adalah sangat vital dalam membangun infrastruktur jalan yang disesuaikan dengan kebutuhan lalu-lintas. adalah hal yang baru. Inti dari keselamatan lalu-lintas yang paling penting adalah bagaimana kecelakaan dapat dihindari. 3. 4. sistem peraturan lalu-lintas (traffic rules systems) telah diterapkan penggunannya untuk meningkatkan kualitas dari sistem transportasi (transport sytem). Infrastruktur harus tersedia pada saat dimana masyarakat pengguna jalan membutuhkannya. dan bagaimana kecelakaan yang serius dapat dibatasi. penyidikan kecelakaan lalulintas.

Bahaya dari lalu-lintas adalah sangat besar. (Data Kecelakaan lalu-lintas selama lima tahun Direktorat Lantas Mabes Polri) A. dan pergi keluar negeri pada saat berlibur. dan jalan licin. Mereka semua terlibat dalam lalu-lintas yang tidak aman dan mengambil resiko untuk menjadi salah satu dari kecelakaan lalu-lintas yang terjadi dijalan. sehingga kita dapat melakukan perjalanan lebih jauh dan semakin jauh. sekolah. Misalnya di Swedia walaupun tingkat resiko terjadi kecelakaan sama dengan di Indonesia yaitu 6 dari 1000 kendaraan bermotor. Penyebab dari kecelakaan lalu-lintas. Jika seseorang tidak mengemudi terlalu cepat. Kita berbelanja dikota yang lain. atau kesalahan pada jalan atau lingkungan sekitarnya. Jika kendaraan tidak dilengkapi dengan penerangan yang cukup baik. Angka tingkat keselamatan ini apabiloa dibandingkan dengan negara maju adalah sangat memprihatinkan. kita semua harus melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lainnya. dan kita semua terlibat didalamnya. Tetapi juga pekerja jalan (Dinas Pekerjaan Umum). atau ban kendaraan bermotor yang gundul akan menyebabkan terjadinya resiko kecelakaan semakin besar. Di Indonesia kecelakaan lalu-lintas yang terjadi 89 kali setiap harinya dengan menelan korban mati rata-rata 30 orang sehari. dan mempunyai konsekuensi mati 0. belanja atau mengunjungi keluarga. yang mana tanda-tanda atau rambu-rambu yang digunakan salah atau bahkan tidak ada. Ketika akan pergi bekerja. Hal-hal penyebab kecelakaan tersebut terjadi karena tidak disengaja. dan orang yang melakukan pekerjaan merawat jalan. kemungkinan untuk terjadinya kecelakaan semakin besar. Pada waktu yang lampau kita kita melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Beruntung apabila pengemudi dalam keadaan seperti diatas tidak berhadapan dengan situasi jalan yang mana dia tidak dapat mengerti. polisi lalu-lintas). Tidak hanya kecepatan kendaraan bermotor yang melebihi ketentuan. dll. Banyak kecelakaan lalu-lintas disebabkan oleh pelanggaran batas maksimum kecepatan kendaraan bermotor. mengunjungi sanak saudara dibagian lain dari negara kita. tetapi perkembangan teknologi telah menciptakan banyak kemungkinan untuk melakukan perjalanan lebih cepat dan lebih mudah. Hal ini dapat dimengerti mengapa sebagian besar peraturan perundang-undangan tentang lalu-lintas dan angkutan jalan dibuat untuk mengurangi atau membatasi kecepatan kendaraan bermotor. Bab III Lalu-Lintas Tidak Aman (Unsafe Traffic) Setiap orang di Indonesia terlibat dalam lalu-lintas. namun konsekuensi mati hanya 0. Di Belanda Penghalang polusi suara (noise hinder).21. orang yang terkena akibat dari terjadinya kecelakaan lalu-lintas dijalan. orang yang melakukan penyelamatan kecelakaan lalu-lintas (ambulance. pemadam kebakaran. Kecepatan dan kemudahan dalam melakukan perjalanan tidak hanya membawa keuntungan.(Environmental Control) Pengaruh dari lalu-lintas kepada lingkungan telah semakin dikenal dalam beberapa tahun terakhir. sistem pengereman dapat . Kita dapat terlibat dalam lalu-lintas dalam berbagai cara. kendaraan bermotor yang tidak laik jalan. dll telah semakin menjadi perhatian khusus. Pemakai jalan adalah tidak hanya orang yang melakukan perjalanan ke tempat lain. seperti `Man at Work` atau ada pekerjaan perbaikan jalan. tetapi juga perubahan faktor lingkungan juga dapat menyebabkan pengemudi menjadi bingung.03. Kecelakaan lalu-lintas adalah sebagai hasil dari kesalahan manusia (human error). polusi udara. Karena jalan sudah berkembang sedemikian rupa sehingga kita dapat melakukan perjalanan dengan lebijh cepat. saat ini dapat dilakukan hanya dalam waktu satu jam dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jika seorang pengemudi terlalu banyak minum alkohol. Pada waktu yang lampau jarak yang kita tempuh dalam waktu satu hari dengan berjalan kaki. Sebagai contoh kabut yang tiba-tiba muncul.

Setelah 10 atau 15 menit dalam kegelapan. Mata Manusia Dari kelima panca indera yang kita miliki. melihat tanda-tanda lalulintas (rambu-rambu dan marka jalan). Sudut pandang yang tajam hanya . Yaitu yang berhubungan dengan apa yang dapat dilihat oleh seseorang. Penerangan selalu dibutuhkan. prosentasinya dapat naik lebih dari 100%. Sudut pandang mata (field of vision) Dari semua indera perasa. dan apakah pengemudinya telah minum alkohol? Bagaimana tingkat emosinya (mood)? Kita dapat meneruskan untuk bertanya hal-hal tersebut pada diri kita sendiri kapan saja. Faktor manusia selalu sebagai salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu-lintas. bagaimana kesehatannya. beberapa informasi yang dapat ditangkap dan kecepatan tertentu dimana kita masih dapat bereaksi pada setiap informasi dijalan yang ditangkap. pengamatan adalah yang paling penting. Kita dapat melihat apabila cahaya memasuki disekeliling kita. Situasi ancaman kehidupan dapat terjadi melalui ini. Akan sangat menyenangkan apabila pengemudi tidak melebihi batas kecepatan. atau memantul kepada pengamatnya. Dan sel itu membentuk seperti batangan. dan untuk melihat secara jelas. Sel cahaya yang sensitif dibentuk seperti skittle kecil. permukaan jalan tidak licin. Titik buta ini tidak menimbulkan masalah karena apa yang kurang dari mata yang satu dapat dipenuhi oleh mata yang satunya. Walaupun kita melihat sesuatu tetapi hal tersebut tidak membuat kesan pada kita. dana apakah dia mempunyai pengalaman mengemudi yang cukup atau tidak?. Untuk dapat bereaksi secara cepat. kita harus mempertimbangkan batasan-batasan yang ada. sel ini menggantikan skittle kecil dengan baik. bannya tidak gundul. karena kita belum mengamatinya. Tidak hanya dalam kaitannya dengan keselamatan lalu-lintas tetapi juga dalam keselamatan. Dan itu akan bekerja baik pada saat siang hari dan fungsinya yang paling penting adalah untuk melihat warna-warna.bekerja dengan baik. Perkiraannya diperlihatkan dalam prosentase dibawah ini: Faktor manusia : 75 – 90% Faktor kendaraan : 3 – 10% Faktor lingkungan : 30% Prosentase ini adalah perkiraan kasar. Pengamatan tidak sama dengan melihat. kecelakaan tidak akan terjadi. akan tidak dapat berhenti tepat pada waktunya. Daerah ini dinamakan `blind spot` atau titik buta. Cahaya masuk kedalam retina lalu disalurkan ke otak. kita memerlukan kemungkinan untuk dapat mengamati dengan baik. Di dalam pekerjaan. Kita dapat melihat secara tajam pada retina bagian tengah. Karena kecelakaan terjadi secara tidak sengaja. dan rambu-rambu serta marka jalan dapat terlihat dengan jelas. dan permukaan jalan tidak licin. A. pengeliatan adalah yang paling penting. dan mendeteksi bentukbentuk. atau tidak mempunyai cukup waktu untuk bereaksi terhadapnya. Tetapi ada beberapa poin yang dapat digunakan pada semua pemakai jalan. Fakta bahwa manusia adalah penyebab utama dari kecelakaan terlihat dalam tiga elemen utama penyebab kecelakaan lalu-lintas. Sel-sel diujung retina kurang sensitif untuk yang detail dan tidak sensitif terhadap warna. Keselamatan Lalu-Lintas dan Fungsi Mata 1. Retina mempunyai bagian yang tidak sensitif. Melihat secara tajam hanya mungkin dalam ruang yang kecil. Pengemudi yang gagal untuk kerja kita sendiri. Pada titik ini otot mata meninggalkan mata. Cahaya jatuh pada sesuatu dimana benda itu memantulkan cahayanya dan ditangkap oleh mata. walaupun hanya sedikit. 2. Dengan melakukan pengamatan berarti kita dapat menyerap informasi penting dari berbagai informasi yang ada. Bab IV Manusia Sebagai Pemakai Jalan Perilaku masyarakat pengguna jalan sangat tergantung pada banyak faktor. Dalam keadaan yang gelap gulita kita tidak dapat melihat apa-apa. Apakah pengemudi mampu atau tidak. Di dalam pekerjaan kita tidak dapat memasukan semuanya kedalam pertimbangan kita. untuk dapat melihat apapun. Sel itu bekerja pada cahaya yang kurang terang.

(Pengeliatan yang tajam) Pengemudi melakukan orientasi dengan sendirinya terhadap pada bagian jalan sebelumnya. Sudut pandang secara langsung seorang manusia terbatas. Akan lebih baik untuk mengecek apakah fungsi mata sudah cukup atau belum sebelum mengikuti ujian mengemudi. kecelakaan serius dapat terjadi di persimpangan ini. Fungsi Penting Mata 1. dan banyaknya garis vertikal. Jika kandidat dapat dengan benar membaca papan huruf pada jarak 25 m. antena. Pengemudi tidak akan bereaksi. Ada hubungan antara kecepatan dan sudut pandang. penguji akan menguji tes mata. Hal ini juga berlaku bagi pengguna alkohol dalam jumlah sedikit. dll. konsentrasi akan melemah. pada daerah tersebut dimana ia dapat secara waspada melakukan pengamatan. Pada daerah ini pengeliatan dapat menjadi lebih waspada. Pada kecepatan 100 km/jam besar dari sudut pandang akan berkurang kurang lebih 30 %. Jika kita ingin melihat sesuatu secara tajam. Walaupun pandangan jelas. Khususnya kedalaman fokus. Batas daerah dimana dia dapat melakukan pengamatan secara waspada disebut sudut pandang. dapat `hilang ` antara objek vertikal lainnya seperti pohon. sinyal penunjuk arah. Sebagai contoh pada beberapa persimpangan. . 3. Tes mata ini walau bagaimanapun juga dapat mengetahui fungsi mata yang sebenarnya dari kandidat pemohon Surat Ijin Mengemudi. Setelah mengemudi dalam jarak yang cukup jauh dan monoton. Tanda-tanda lalu-lintas harsu mengarahkan pengemudi sehingga dapat mengamatinya dengan baik. Daerah diluar daerah ini bukan daerah pengamatan yang waspada. Jika kecepatannya dipercepat maka daerah pengamatan waspada ini semakin kecil. kemampuan untuk memperkirakan kecepatan kendaraan. pengeliatan tajamnya cukup.kira-kira 3 derajat. Daerah pengeliatan yang waspada ini dapat diperluas tidak hanya dengan mata. Gangguan pandangan dari arah belakang Warna tertentu yang mendominasi pada pandangan dari arah belakang. Besar daripada sudut pandang secara horizontal adalah kurang lebih 70% pada kecepatan 60 km/jam. Jika anda berjalan dengan kecepatan yang lebih rendah dari kendaraan yang lain. dapat menggangggu pengamatan. perkiraannya bukan merupakan masalah yang besar. Pada penggunaan alkohol. Pandangan yang tajam Satu dari yang paling penting dari fungsi pengeliatan adalah ketajaman pengeliatan. Tanda-tanda lalu-lintas ditandai dengan bentuk dan warnanya. daerah ini dapat menjadi besar. 4. pengemudi akan dapat lebih waspada. Pada saat tes mengemudi. Penggunaan kaca mata juga akan menyebabkan ketidaknyamanan. yang mana semuanya karena kesalahan dari tidak cukupnya pandangan dari belakang. kecepatan dan jarak dari kendaraan yang datang dari arah yang berlawanan akan diperkirakan secara salah. akan semakin lemah ketika seseorang bertambah tua. kita harus melihat benda itu secara langsung. Penelitian menunjukan bahwa kecepatan dan jarak pada umumnya akan salah diprediksi ketika kedua kendaraan berjalan dengan kecepatan yang sama. atau dalam kata lain akan terlambat untuk bereaksi. Hal ini berhubungan dengan sebuah persimpangan didaerah terbuka. sudut pandangnya bertambah kecil. tanda-tanda peringatan. dan petunjuk arah lainnya harus diperhitungkan. B. Pemeriksaan fungsi mata pada umumnya tidak menyebabkan cidera. Tanda-tanda lalu-lintas penunjuk arah. tetapi juga dengan menggerakan kepala. Melalui pergerakan mata. Untuk mewujudkan lalu-lintas yang aman diharapkan bahwa daerah observasi informasi harus pada daerah sudut pandang dari pengemudi. penyeberangan jalan (zebra cross). Polder Blindness (kebutaan karena salah memperkirakan) Kata polder blindness digunakan untuk menyatakan suatu keadaan cocok dan tidak cocok. pagar pembatas. Pengemudi akan melihat tanda-tanda tersebut dan dapat mengamatinya secara jelas. Jika tanda-tanda itu dapat ditandai dengan baik.

surat ijin mengemudi diberikan pada orang yang hanya bermata satu. Pengendara sepeda. Pengemudi yang betul-betul mengalami kebutaan pada saat gelap ini dapat menyebabkan masalah yang serius. Biasanya orang tersebut mencari patokan tertentu. Hal ini dikenal dengan istilah `tunnel effect` (efek terowongan). Hal ini pada kenyataanya tidak dapat memperbaiki ketajaman pandangan. Kekurangan yang tidak terlalu parah tidak dapat segera dikenali sebagai kekurangan. Penggunaan alkohol. atau pejalan kaki yang jaraknya berdekatan tidak dapat terlihat. tetapi mereka tidak melihat apa yang terjadi disamping jalan. kacamata dapat memperbaiki kekurangan ini. artinya dia berada 60-70m didepan saya. pada tiap mata setara. akan sangat susah untuk menyesuaikan untuk lingkungan . Kekurangan yang ekstrim dikenal dengan mata yang bersilangan (juling). Rabun mata jarak pendek adalah kekurangan yang biasa. atau kurang terlihat. Keseimbangan otot mata Pada posisi mata yang normal. Pada saat gelap mereka hampir tidak dapat melihat apa-apa pada lingkaran dari sudut pandangnya. Kekurangan tersebut kadangkala tidak dapat diperbaiki. Para pengguna jalan tersebut akan mengalami banyak kesulitan pada saat mengemudi dalam gelap karena banyak titik patokan yang tidak terlihat. Rabun mata jarak jauh juga merupakan hal yang biasa dan masalahnya adalah pada saat melihat suatu objek pada jarak dekat. Ketajaman pengeliatan Sesuatu yang tidak mungkin untuk dapat melihat dengan tajam atau memperkirakan jarak hanya menggunakan sebelah mata. penyempitan dari sudut pandang ini biasanya terlihat pada orang yang telah berumur antara 55-60 tahun. Disamping itu pengguna jalan yang tidak mampu melihat secara tajam harus benar-benar ekstra hati-hati. sehingga dapat melihat di kegelapan.Berkurangnya ketajaman pengeliatan akan bertambah secara bertahap. Khususnya dalam hal memperkirakan jarak. Maksudnya bahwa sesorang yang. 3. Lingkaran luar dari retina berfungsi sangat buruk. 4. Mereka mendeteksi bayangan didepan mereka dan dijalan. 2. 5. Atau contoh lain sebuah kendaraan yang datang dari arah samping kiri juga tidak dapat dideteksi. Sebagai contoh: seorang pengendara sepeda jaraknya sepuluh rumah didepan saya. tetapi hanya posisi dari mata. meninggalkan ruangan yang terang dan masuk ruangan yang gelap. Dalam beberapa kasus. Rabun jarak jauh dan jarak pendek dapat diperbaiki dengan menggunakan kacamata. Lebar dari sudut pandang Total lebar sudut pandang maksimum 180º dan minimum 145º. Lingkaran dari retina harus dapat berfungsi dengan baik. Apa yang sering disebut dengan kebutaan dalam gelap (nightblindness) pada kenyataannya adalah kekurangan dari kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap gelap/terang. dan kelelahan. Kemampuan adaptasi pada saat terang / gelap Ketidakmampuan dalam beradaptasi pada saat terang atau gelap umumnya dikenal sebagai nightblindness (kebutaan karena gelap). untuk itu pengemudi harus lebih waspada. yang mengakibatkan kepala pusing. Daerah yang luas dari sudut pandangnya terbatas. Artinya koreksi untuk itu diperlukan untuk dapat melihat pada jarak yang pendek. Hal tersebut juga terjadi pada saat menambah kecepatan. karena mereka menyesuaikan dengan kekurangan mereka. Sebagai akibat dari kenyataan penurunan dari sel mata (kehilangan fungsi normalnya) pada orang tua. untuk pengobatan dan minum-minuman keras juga dapat mempersempit sudut pandang. Untuk menyesuaikannya adakalanya pengemudi harus menggerakkan kepala dan matanya. hal ini yang membuat orang berhati-hati. Namun demikian pada tempat tertentu. karena pada umumnya disebabkan oleh pergerakan mata yang cepat. Dan akan menjadi masalah yang kritis apabila dibawah 145º. mendahului kendaraan dapat dilakukan secara aman. Kedua mata akan secara tajam menyesuaikan pada setiap objek dalam satu kali pandangan. stress.

dan juga tergantung dari situasinya. Antisipasi (anticipation) Dengan antisipasi yang baik seorang pengemudi dapat mempersingkat waktu reaksinya. atau konsentrasi pengemudinya beralih karena sedang mengganti radio atau tape? Apakah pengemudi mempunyai sedikit atau banyak pengalaman mengemudinya? Apakah pengemudi mengemudi mengendarai mobilnya sendiri atau kendaraan pinjaman? Apakah pengemudi memahami atau tidak peraturan lalu-lintas. Tidak hanya pengamatan dari pengemudi saja. Semuanya itu harus dilakukan secara otomatis. dan melakukan reaksi dari hasil pengamatan tersebut. Jika pengemudi berada diwilayah yang dia kenal. Proses pengamatan. Pengolahan Informasi (processing the information) Banyak informasi yang dihadapi oleh pengemudi dijalan. Hal tersebut juga terjadi pada pengendara yang berpaspasan dengan lampu kendaraan dari arah yang berlawanan. kendaraan yang dikendarai akan menempuh jarak beberapa meter. Pada kecepatan 90 km/jam. Seseorang yang dapat bereaksi dengan cepat.yang sangat terang. hal itu merupakan jarak yang diperlukan sampai kendaraan tersebut berhenti. ketika pengendara tidak dapat melihat apapun selama beberapa lusin meter pertama setelah berpaspasan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan. Jika ada informasi baru muncul. Apabila waktu yang ditempuh misalnya 1 detik. Tiba-tiba muncul tanda-tanda yang berbeda yang dibangun. Oleh sebab itu adalah sangat penting untuk memastikan kecepatan pada saat mengemudi harus disesuaikan dengan lingkungannya. Jarak pengereman (the braking distance) yang dibutuhkan belum termasuk dalam jarak tersebut. Mereka menyesuaikan terlalu lambat. tetapi juga jarak dari kendaraan yang diperlukan agar kendaraan dapat berhenti untuk menghindari atau mencegah terjadinya kecelakaan dapat diperhitungkan dengan tepat. melaksanakan. mengganti gigi perseneling. Mendadak pengemudi harus tanggap itu semua. Antisipasi terhadap situasi maksudnya dapat mengetahui lebih dahulu kejadian yang akan terjadi. Dengan kecepatan yang lebih pelan. seorang pengemudi mempunyai banyak kesempatan untuk lebih berhati-hati akan apa yang terjadi di sekelilingnya. Hal ini akan menyebabkan bahaya ketika sesuatu dari lingkungan yang dikenalinya itu berubah. Situasi diatas dapat menambah waktu reaksi menjadi beberapa detik. rata-rata mempunyai waktu reaksi 1 detik. pengemudi akan kurang hati-hati dan perhatian terhadap tanda-tanda lalu-lintas karena semuanya sudah dikenal olehnya. Jalan telah menjadi sempit atau ada batas maksimum kecepatan. Akan menjadi masalah apabila beberapa rambu lalu-lintas ada pada tempat yang sama. akan berulang-ulang secara otomatis. tetapi juga terhadap lingkungan sekitarnya. dan memperkirakan tindakan apa yang dapat dilakukan. Sesaat setelah pengemudi mengamati sesuatu. C. 2. Tidak hanya harus perhatian terhadap lalu-lintas. naka dalam 1 detik akan menempuh jarak 25m. pengemudi harus memutuskan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu untuk bertindak terhadap apa yang diamatinya. Hal ini dikenal dengan istilah siklus pengamatan (observation cycle). Jika pengemudi memutuskan untuk bertindak. Rambu-rambu apa saja yang ada dijalan? Garis-garis marka apa saja yang ada dijalan? Selain itu pengemudi juga harus siap untuk mengerem. pengemudi harus memproses terlebih dahulu sebelum dia dapat bertindak untuk mengatasi informasi tersebut. maka pengemudi harus melakukannya. menggunakan lampu indikator dan banyak hal yang lain. Hal tersebut menyebabkan situasi yang sangat berbahaya. memutuskan. Waktu reaksi dapat bermacam-macam. Kadang-kadang dengan hati-hati. Apakah seorang pengemudi dapat berkonsentrasi pada saat mengemudi. Pengolahan Informasi (processing the information) 1. seorang pengemudi sudah lebih . Waktu Reaksi (reaction time) Waktu reaksi adalah waktu pada saat kita mengamati (observation).

Dia menyadari bahwa pengendara sepeda mungkin akan belok. Jarak Henti (Stopping distance) Jumlah jarak henti dari sebuah kendaraan tidak hanya ditentukan oleh jarak yang ditempuh saat melakukan pengereman / jarak pengereman (braking distance). 3. Jarak yang ditempuh pada dua situasi dengan waktu reaksi 3 detik. Semuanya adalah sepeda motor namun semuanya berbeda. motor besar. Jarak pengereman (braking distance) Kita melakukan perjalanan dengan berbagai macam cara. perlu diperhatikan. dan menempuh jarak 33m ketika ia mengerem dengan sekeras-kerasnya. dan persiapan untuk mengurangi kecepatan. Seorang pengemudi yang hati-hati. moped. ada motor sepeda. Hal tersebut sangat akurat karena adanya perbedaan jarak berhenti. Kecepatan kendaraan dan kemampuan melakukan pengereman menentukan panjangnya jarak pengereman.dahulu mengambil tindakan. atau jalan berbatu-batu yang licin akan lebih berbahaya daripada pada permukaan jalan yang kering. dan jarak berhenti. Kita melihat berbagai jenis kendaraan di jalan. dan motor bebek. mobil yang berjalan pada kecepatan 50 km/jam masih belum dapat mengurangi kecepatannya. Setiap kendaraan mempunyai banyak jenisnya. Tidak hanya tergantung dari jenis kendaraan. memutuskan apakah perlu melakukan pengereman atau tidak. Dan hanya dalam situasi tertentu saja. Jumlah jarak yang dibutuhkan agar sebuah kendaraan dapat berhenti dinamakan jarak henti (stopping distance). Jarak Reaksi (reaction distance) Jarak reaksi tergantung dari kecepatan kendaran dan waktu reaksi (time reaction) dari pengemudinya. bereaksi terhadap situasi tertentu. dan untuk bereaksi dengan melakukan pengereman (kaki ke pedal rem dan menekannya). sebuah kecelakaan dapat dicegah atau setidak-tidaknya dapat mengurangi dampak dari kecelakaan lalu-lintasnya. sepeda motor. Dengan terlebih dahulu mengetahui situasi (anticipation) dia mengurangi waktu reaksinya. Dalam diagram waktu reaksi (3 detik) dan kemampuan pengereman sama. Pengereman di permukaan basah. Situasi pada saat pengereman juga sangat mempengaruhi. melihat seorang pengendara sepeda yang terlihat dibelakang pundaknya. Waktu reaksi adalah waktu yang diperlukan seorang pengemudi untuk memperkirakan kapan dia harus berhenti. 2. Kita melakukan perjalanan dengan jalan kaki. Kemampuan pengereman dari semua kendaraan berbeda-beda. Jarak Henti (stopping distance) = Jarak reaksi(reaction distance) + Jarak Pengereman (Braking distance) 1. langsung mengurangi kecepatan. sepeda. Hubungan: Kecepatan – Jarak berhenti Jarak Reaksi Jarak Pengereman Jarak Berhenti Dengan melihat diagram diatas dapat terlihat jelas seberapa besar perbedaan jarak berhenti dalam kecepatan yang berbeda. Kita sering melihat bahwa dengan berbagai jenis situasi dan kondisi. Pengaruh dari kecepatan pada jarak reaksi. Contoh Jarak Henti Seorang pengemudi mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan 50km/jam. Kecepatan juga merupakan bagian penting dalam jarak henti Ketika . Didalam diagram menunjukan pada saat kendaraan berjalan pada kecepatan 30km/jam sampai berhenti. waktu reaksi dapat lebih lama 1 detik. Jumlah dan tipe beban yang diangkut juga sangat mempengaruhi. tetapi tergantung pula dari keadaan sistem rem dan bannya. jarak pengereman. atau diatas jalan aspal. Biasanya waktu yang dibutuhkan adalah satu detik. Artinya kendaraan tersebut aan menempuh pada kecepatan yang sama dalam satu detik. Penelitian menunjukan bahwa hanya 2% dari pengemudi yang dapat bereaksi dalam waktu satu detik. Jika dia mengemudi dengan kecepatan 30km/jam. dia akan berhenti kira-kira 15m pada situasi dan keadaan yang sama. Jarak henti sangat dipengaruhi oleh waktu yang diperlukan untuk bereaksi / waktu reaksi (reaction time). atau dengan mobil atau dengan bus. menunjukan perbedaan dan pengaruh pada jarak henti. Selain sepeda motor biasa. D.

dan terletak didalam setir. 3. Sebuah tabung dengan propeler menyebabkan sabuk menggulung dalam 12 detik dan mengencang dengan kuatnya ke badan pengemudi. sistem rem yang befungsi dengan baik. Hal selanjutnya yang perlu diperhitungkan adalah luka-luka yang dapat mengenai pejalan kaki dan pengendara sepeda jika mereka tertabrak kendaraan bermotor. kualitas mengemudi yang baik. Dan kontrol dari kendaraan tidak akan berpengaruh ketika melakukan pengereman. Penguat Sabuk Pengaman (Seat-belt stretcher) Sama halnya dengan kantung udara (air bag). 6. Keselamatan penumpang berhubungan dengan luka-luka yang dapat diderita pengemudi dan penumpang yang berada didalam mobil. keseimbangan kendaraan yang baik. Bab V Kendaraan A. pandangan dari dalam kendaraan yang baik. dll. Keselamatan yang Aktif (Active Safety) Keselamatan yang aktif adalah segala sesuatu yang dilakukan orang agar mobilnya dapat terhindar dari kecelakaan. sangkar baja pelindung mobil (steel protective cage). sabuk pengaman (safety belt). Fungsi kantung udara pada saat kecelakaan 5. 2. 4. Keselamatan yang Pasif (Pasif Safety) Keselamatan yang pasif dari sebuah kendaraan berhubungan dengan segala tindakan yang dilakukan untuk mengurangi resiko luka-luka yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu-lintas.kecepatan ditambah dua kali lipat. apabila terjadi kecelakaan dari arah depan. Jika sudah melewati batas tertentu maka kantung udara akan mengembang secara mendadak dan membentuk bantalan udara antara setir dan pengemudi. sebuah sensor mengukur apakah tenaga akibat tabrakan melewati batas tertentu. penguat sabuk pengaman akan diaktifkan ketika sebuah sensor elektrik mengirimkan sinyal yang tidak biasanya ketika terjadi kecelakaan. Prinsip Kantung Udara (The airbag principle) Sebuah kantung udara (air bag) adalah bantalan dari udara yang terletak didalam yang dilapisi dengan sintetik tipi. Apabila pengemudi dan penumpang tetap pada kursinya dengan menggunakan sabuk pengaman. dan menjadi terkunci. Sabuk Pengaman (Safety Belt) Sabuk pengaman adalah pengamanan dari kecelakaan yang paling simpel dan paling aman. sedangkan pada kecepatan 30 km/jam hanya 7 m. Kendaraan dapat terkontrol dengan baik. Beberapa contoh usaha dalam mencegah kecelakaan lalu-lintas adalah. Pada tabrakan depan. dan sistem ABS (Anti-Lock Brake System) atau sistem yang dapat mencegah terkuncinya rem. hal tersebut akan mengurangi bahaya dari cidera. Manfaat dari alat bantu keselamatan Kegunaan dari alat bantu . kantong udara (airbag). dll. jarak henti menjadi empat kali lipatnya. kemungkinan untuk mendapat cidera akan sangat kecil. Jumlah Kecelakaan yang disebabkan karena kehilangan kontrol pada stir selama melakukan pengereman sangat tinggi. dashboard yang dilapisi bahan untuk mengurangi bahaya luka akibat benturan. pengemudi akan terlempar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan kendaraan yang ditumpanginya. Sebagai contoh. Seseorang tidak akan dapat terlindungi. mobil akan kehilangan kendalinya. Ada perbedaan antara keselamatan penumpang dan keselamatan untuk pengguna jalan yang lain. Kemungkinan untuk tidak mendapat cidera dalam suatu kecelakaan sangat besar jika penumpang tidak mengenai benda-benda keras didalam mobil pada saat kecelakaan. pengencang sabuk pengaman (belt sretcher). Luka yang parah tergantung dari prosentasi dari kecepatan kendaraan yang dapat direm. Hal ini yang menyebabkan mengapa jarak henti pada kecepatan 50 km/jam adalah 19 m. Keselamatan Kendaraan (Vehicle Safety) 1. Penggunaan sistem pengereman ABS (Anti-Lock brake system) akan membantu mencegah terkuncinya satu atau lebih roda selama pengereman. Jika roda berhenti berputar. Kendaraan bahkan dapat membetulkan kebiasaan pengemudi yang salah dengan sistem yang dapat memperbaiki stir sendiri.

sehingga tidak memberikan informasi yang salah. Tidak hanya berpengaruh pada perilaku mengemudi saja. karena karakteristik kendaraan yang baik. hanya sebutan apabila seseorang tidak menggunakan sabuk pengaman. Pada saat membelok tikungan dijalan mempengaruhi performance dari mengemudi. 1. tidak hanya antisipasi dalam mengemudi tetapi juga untuk berhenti. sentuhan. ‘Gambar-gambar’ dari jalan yang terus menerus mengikuti satu sama lain memberikan informasi kepada pengemudi mengenai arah mana yang harus diikuti. atau pandangan yang terbatas. dapat membuat seseorang mampu mengemudikan kendaraan sesuai dengan yang diinginkannya. akan memaksa pengemudi untuk selalu memperhatikan batasan-batasan dalam mengemudi. Pemelihara jalan dan informasi Pemelihara jalan dalam hal ini dinas perhubungan dan pariwista. jalan yang licin. rel petunjuk arah dapat membantu. dan instansi terkait lainnya mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa jalan dalam keadaan terawat dengan baik. dan pandangan harus diperimbangkan. tanda lalu-lintas yang kurang terlihat atau bahkan tidak ada merupakan penyebabnya. setrip. Teknik mengemudi yang baik dapat memberikan pengaruh positif untuk keselamatan yang aktif. dampaknya akan kecil apabila sabuk pengamannya tidak berfungsi. keadaan permukaan jalan. faktor lingkungan sangat banyak informasi yang dapat digunakan untuk penguna jalan.Kadang-kadang alat bantu keselamatan yang lain. dan keberadaan jalan. sementara gambaran sekilas dari lalu-lintas dibelakangnya. terdengar secara langsung maupun tidak langsung oleh pengguna jalan dari dalam kendaraannya. pengguna jalan yang lain. Hal tersebut memberikan informasi mengenai keadaan jalan. Perabaan Kekerasan (kemulusan) dari jalan mempunyai pengaruh dalam pergerakan kendaraan. dapat memberikan informasi mengenai kendaraan. dan berfungsi sebagai informasi mengenai kecepatan kendaraan. dengan fungsi lain seperti lampu. Pengamatan (pengeliatan. Tikungan dijalan mempengaruhi kecepatan dari kendaraan dan pembangunan lalu-lintas. tetapi juga dalam hal menentukan kecepatan kendaraan. Hal tersebut bisa juga disebabkan oleh kendaraan. penyempitan jalan. Walapun mobilnya dilengkapi dengan konstruksi pelindung. dan kemungkinan untuk slip. Pengeliatan Pengguna jalan secara terus menerus mengantisipasi jalan yang ada didepannya. diskimpras. Yang mana hal tersebut akan menyebabkan situasi yang tidak aman. Dalam menentukan batas kecepatan pada ruas jalan tertentu. khususnya pada kendaraan dengan titik tengah gravitasi yang tinggi 3. yang satu sama lain berkesinambungan. Lingkungan sekitar sebagai sumber informasi Didalam sebuah kendaraan. Sehingga sebagai pengguna jalan kita dapat memastikan bahwa kita tidak menghadapi keadaaan diluar dugaan kita. Bab VI Lingkungan A. Ada beberapa daerah dimana adaptasi terhadap keadaan jalan terjadi. dan keadaan lalulintas yang tidak diinginkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang banyak tentang seluruh keadaan jalan dan lingkungannya secara terus menerus berdasarkan perilaku mengemudi yang diinginkan. stabilitas. kabut. pendengaran). B. Memilih kendaraan yang aman. seperti dipersimpangan. Pengguna jalan tidak melewati . Kecelakaan lalu-lintas adalah disebabkan oleh lingkungan yang tidak baik. atau mungkin diperlukan. Hal ini sangat berpengaruh. Satu bagian dari kecelakaan lalu-lintas mempunyai penyebab yang lain.keselamatan diatas tergantung dari perilaku pengemudinya. 2. Kecelakaan lalu-lintas sebagian besar disebabkan oleh kesalahan manusia. Semua didukung oleh marka garis. mendahului kendaraan lain. Harus diperhitungkan bahwa informasi yang didapat dijalan dapat hilang dalam cuaca yang buruk dan gelap.Perhatian harus diberikan sedemikian rupa. Pendengaran Suara.

Mereka akan mengetahui dimana terletak rambu-rambu lalu-lintas. SUS ADVANCE SEBASA POLRI TH. SMA 1990-1993 di Bandung. 1997. 2000. PTIK 2004 di Jakarta. di Serpong 3. Jika terjadi perubahan terhadap infrastruktur jalan maka harus ada informasi yang jelas.1998. Ik Tempat / Tanggal Lahir : Aceh Timur / 06 Desember 1974 Agama : Islam Pangkat / NRP : Ajun Komisaris Polisi / 74120631 Jabatan : Kasat Lantas Polres Brebes Tempat Tinggal : Jl S Parman 43 Brebes Pendidikan Umum : 1. PA APELDOORN GROUP XI TH. 3. Pendidikan Polri : 1. Pengguna jalan yang sering menggunakan satu ruas jalan tertentu. Untuk melakukan ini maka adalah vital dan penting untuk memastikan bahwa peraturan dan tata tertib lalu-lintas diikuti. seperti rambu peringatan ada orang yang sedang memperbaiki jalan. PAMA POLDA SUMSEL 19971997 2. dan dapat berkonsentrasi lebih baik pada saat mengemudi. Kadang-kadang perlu untuk waspada pada tanda-tandalalu-lintas yang baru. akan mengenal dengan baik situasi jalannya. DIKJUR LAN PA VIP ESCORT TH. 1999. SUS BAHASA BELANDA TH. 2. di Serpong 4. di Jakarta 2. S.KASAT LANTAS POLRES BREBES 2005 11. di Jakarta 5. AKPOL 19931996 di Semarang. 2. Dengan memastikan perubahan ini dengan baik maka resiko kecelakaan lalu-lintas dapat dikurangi. di Belanda Riwayat Jabatan : 1. DAS PA LANTAS TH.1997. SD 1980-1986 di Palembang. sehingga konsentrasi terhadap lingkungan infrastruktur jalannnya akan berkurang. KASAT LANTAS POLRES PATI 2004-2005 10.jalan berlubang dan bergelombang. SMP 19871989 di Bandung.KASAT LANTAS POLRES SUKOHARJO 2007 KONSEP DAN METODOLOGI LALU-LINTAS SEHAT Oleh : DODI DARJANTO. PAMAPTA POLRES MURA 1997-1997 3. Pendidikan Kejuruan : 1. PAMA DIT LANTAS POLRI (SELEKSI PA APELDOORN) 1999-2000 5. SIK 2005 . KAPOLSEK MA KELINGI 19981999 4. situasi ini dapat secara permanen maupun berkala. GURU MUDA I PUSDIK LANTAS LEMDIKLAT POLRI 2000-2001 6. DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama : DODI DARJANTO. di Jakarta 6.1998. Karena bagi pengguna jalan tersebut rute tersebut sudah familiar. KIBI AKPOL TH. PAMA PTIK 2002-2004 8. GURU MUDA I PUSDIK LANTAS DEDIKLAT POLRI 2001-2002 7. PAMA POLDA JATENG 2004 9. batas maksimum kecepatan.