INITIAL PUBLIC OFFERING - IPO

oleh:
KING & Partners: ‡Agnes Josepha Jasin ‡Ellora C. Tomasoa ‡Heri Subagyo ‡Melinda ‡Retno Safitri ‡Vidia Waradhiyasti ‡Windu Kirana 0806369732 0806369934 0806370601 0806370223 0806370343 0806370532 0806370545

Ekstensi 2008 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA
2010

Dari dalam perusahaan: menggunakan laba yang ditahan perusahaan. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan. maupun pendanaan yang bersifat penyertaan dalam bentuk saham. pembiayaan bentuk lain atau dengan penerbitan surat-surat utang. Pendanaan melalui mekanisme penyertaan umumnya dilakukan dengan menjual saham perusahaan kepada masyarakat atau sering dikenal dengan go public. .PENDAHULUAN Perusahaan memiliki berbagai alternatif sumber pendanaan. Dari luar perusahaan: dapat berasal dari kreditur berupa hutang.

Emiten atau perusahaan yang melakukan penawaran umum dapat berbentuk BUMN. BUMD.PENGERTIAN IPO IPO adalah kepanjangan dari Initial Public Offering: adalah penawaran umum saham perdana (atau efek/surat berharga lain) suatu perusahaan kepada masyarakat melalui Pasar Perdana. Swasta Nasional. Kegiatan penawaran umum tersebut dalam rangka µgo public¶nya suatu perusahaan. . Penawaran saham oleh calon emiten kepada masyarakat harus berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Perusahaan yang akan µgo public¶ dan menawarkan saham perdananya disebut calon emiten. Swasta Asing dan Joint Venture.

Keterbukaan (Good Governance). Dan perusahaan harus di audit oleh Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Bapepam. Hal yang sangat penting adalah sejarah dan kronologis perpindahan kepemilikan saham sejak berdirinya perusahaan sampai akan dilaksanakan go public. Dimana informasi yang disampaikan kepada public harus sama pada semua pihak dan tidak ada diskriminasi. tentunya seluruh kepatuhan peraturan perundang-undangan harus diikuti oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya. Legal.ASPEK-ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN IPO/PENAWARAN UMUM : Keuangan. . perusahaan yang akan melakukan go public diharuskan memiliki bisnis yang menghasilkan keuntungan paling sedikit 2 tahun terakhir sebelum pencatatan ke pasar modal. pencatatan pembukuan keuangan harus mengikuti standar akuntansi yang berlaku di Indonesia yaitu PSAK. Akuntansi. sebagai perusahaan yang akan melakukan go public dituntup untuk memberikan keterbukaan dalam melaksanakan governance perusahaan secara transparan dan fair.

Tahap Pengajuan Pernyataan Pendaftaran Pada tahap ini. . Tahap Persiapan Pada tahap yang paling awal perusahaan yang akan menerbitkan saham terlebih dahulu melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan para pemegang saham dalam rangka penawaran umum saham. calon emiten menyampaikan pendaftaran kepada BAPEPAM-LK hingga BAPEPAM-LK menyatakan pernyataan pendaftaran menjadi efektif. selanjutnya emiten melakukan penunjukan penjamin emisi serta lembaga dan profesi penunjang pasar yaitu:  Penjamin emisi (underwriter).TAHAP-TAHAP IPO 1. dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung. Setelah mendapat persetujuan.  Penilai.  Notaris.  Akuntan publik (auditor independen). 2.  Konsultan hukum.

.. yaitu: Papan Utama (Main Board) atau Papan Pengembangan (Development Board). Apabila perusahaan itu sudah dinyatakan efektif.cont d 3..TAHAP-TAHAP IPO.. Tahap Penawaran Saham Tahapan ini merupakan tahapan utama. Dalam konteks pasar modal penjualan saham melalui mekanisme IPO ini disebut dengan penjualan saham di pasar perdana. Papan Utama ditujukan untuk emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan lamanya menjalankan usaha utama sekurang-kurangnya 36 bulan berturut-turut. Sementara Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama.. atau biasa juga disebut dengan pasar perdana. Penjualan dilakukan melalui penawaran umum (initial public offering/IPO). Perlu ditentukan papan perdagangan yang menjadi papan pencatatan emiten. Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek Setelah melakukan penawaran umum. karena pada waktu inilah emiten menawarkan saham kepada masyarakat investor. 4. perusahaan yang sudah menjadi emiten itu akan langsung mencatatkan sahamnya di Bursa Efek. berarti saham dari perusahaan itu sudah bisa dijual. termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan terakhir memiliki Aktiva Berwujud Bersih (net tangible asset) minimal Rp 100.. dengan persyaratan sebagai berikut: Telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (core business) yang sama minimal 36 bulan berturut-turut.....cont d Perpindahan Papan Perpindahan papan hanya terjadi dari papan pengembangan ke papan utama. Tidak mengalami kondisi atau peristiwa dan atau gugatan/perkara yang secara material diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha. Adapun prosedur perpindahan diatur dengan ketentuan sebagai berikut: Perusahaan Tercatat wajib mengajukan permohonan perpindahan papan kepada Bursa. Laporan Keuangan Auditan memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian(WTP) selama 2 (dua) tahun buku terakhir.000. Perpindahan papan pencatatan dilakukan oleh Bursa setiap bulan April dan Oktober.(seratus miliar rupiah). Perpindahan papan menjadi efektif sesuai dengan pengumuman Bursa.000. .000.TAHAP-TAHAP IPO.

2) 3) 4) 5) 6) . Jika memenuhi syarat. BEJ mengumumkan dan melakukan pencatatan Efek tersebut di bursa. Calon emiten mengajukan Pernyataan Pendaftaran ke BAPEPAM. maka calon emiten melakukan proses Penawaran Umum atau disebut juga Initial Public Offering.Proses Pencatatan Efek di BEJ 1) Calon Perusahaan Terbuka (emiten) mengajukan permohonan pencatatan ke Bursa dan kemudian BEJ akan mengevaluasi permohonan tersebut apakah sesuai dengan ketentuan pencatatan di Bursa. BEJ akan memberikan surat persetujuan prinsip pencatatan yang dikenal dengan istilah Perjanjian Pendahuluan. Emiten membayar biaya pencatatan. Selanjutnya calon emiten tersebut melakukan presentasi seputar kinerja perusahaannya. Apabila telah mendapat Pernyataan Efektif dari BAPEPAM.

pada hari itu juga mulai dilakukan transaksi saham di Pasar Sekunder atau Bursa Saham. . Pada hari tersebut para pemilik saham yang diperoleh pada saat IPO dapat mulai menawarkan atau menjual sahamnya kepada para µpemain¶ di pasar sekunder atau Bursa Efek.Penawaran di Pasar Sekunder Yaitu transaksi sahan di Bursa Efek (Bursa Saham) Setelah dilakukan pencatatan saham yang baru IPO.

karena adanya rasa ikut memiliki perusahaan. Perusahaan public menikmati secara cuma-cuma promosi melalui media massa Kerugian Go-public: Biaya laporan yang meningkat Pengungkapan (disclosure) Ketakutan untuk diambil-alih Proses go-public mengorbankan tenaga & pengorbanan waktu .Keuntungan & Kerugian Go-Public Keuntungan Go-Public: Kemudahan meningkatkan modal di masa mendatang Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham Nilai pasar perusahaan diketahui Meningkatkan pandangan masyarakat umum (image) terhadap perusahaan Pemegang saham cenderung menjadi konsumen yang setia terhadap produk perusahaan.

Laporan Berkala :  Laporan keuangan (interim dan tahunan)  Laporan Tahunan. pihak yang melakukan eksplorasi. metode dan hasil pengujian).  Laporan Registrasi pemegang saham.Kewajiban Penyampaian Informasi Bursa Efek Jakarta melalui Peraturan nomor I-E tahun 2004 yang berlaku efektif 19 Juli 2004. mengatur berbagai kewajiban emiten tentang penyampaian informasi kepada publik. maka juga menyebutkan nama pemegang saham PT tersebut. Dalam hal pemegang saham Emiten yang memiliki kepemilikan 5% atau lebih merupakan badan usaha (PT). Laporan Insidentil : .  Laporan bulanan tentang aktivitas eksplorasi bagi Emiten pertambangan (biaya yang dikeluarkan.

yang mulai efektif berlaku sejak tanggal 19 Juli 2004. Delisting atas suatu saham dari daftar Efek yang tercatat di Bursa dapat terjadi karena: ‡ Permohonan Delisting saham yang diajukan oleh emiten yang bersangkutan (voluntary delisting) ‡ Dihapus pencatatan sahamnya oleh Bursa (forced delisting). ± Penjelasan Emiten sebelumnya tidak mencukupi .Public Expose Public expose tahunan. . DELISTING DAN (RELISTING) Bursa Efek Jakarta mengatur ketentuan mengenai Delisting dan Relisting melalui Peraturan Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Kembali (relisting) Saham di Bursa. antara lain : ± Adanya permasalahan kelangsungan usaha yang material. wajib dilakukan 1 kali setahun yang dapat dilakukan pada hari yang sama dengan penyelenggaraan RUPS: Public expose karena permintaan Bursa.

‡ Telah memperbaiki kondisi yang menyebabkan dilakukan delisting oleh Bursa (dalam hal forced delisting).  Harga pasar tertinggi selama 2 tahun ditambah premi 2 tahun yaitu harga perdana x tingkat bunga SBI 3 bulan atau tingkat bunga obligasi pemerintah yang setara. ‡ Disetujui RUPS (bukan RUPS Pemegang Saham Independen).  Harga wajar berdasarkan laporan appraisal. ‡ Disuspend perdagangan sahamnya selama 24 bulan di pasar reguler dan pasar tunai.Persyaratan Voluntary Delisting: ‡ Telah tercatat sekurang-kurangnya 5 tahun. . baik finansial atau hukum. Kriteria Forced Delisting ‡ Emiten mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan mempengaruhi kelangsungan usaha. ‡ Buy-back atas saham pemegang saham yang tidak menyetujui. dengan ketentuan : ‡ Pencatatan kembali diperlakukan sama dengan pencatatan saham baru. yaitu pada harga tertinggi antara :  Harga Nominal. Persyaratan Relisting ‡ Dapat melakukan relisting setelah 6 bulan setelah delisting.

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful