Kerjasama Hotel – Agen Perjalanan Wisata

May 2, 2008 in Kantor Pariwisata Tags: Contract Rate Karena ada hubungannya dengan pekerjaan saya dan sering menjadi pertanyaan oleh temanteman kantor, postingan saya berikut ini adalah diambil dari sebuah blog. Metode Kerjasama Mutualistik Bagi Hotel dan Biro Perjalanan Wisata Oleh Made Sudiarta,S.S, M. Par (Staf Pengajar pada Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali) ——————————————– 1.Pendahuluan Pariwisata di Indonesia termasuk di Bali sejak terjadinya peristiwa memilukan ‘Bom Bali’ di Kuta telah membawa berbagai dampak terhadap perekonomian Indonesia. Tragisnya, sebagian besar hotel mengalami ‘almost zero rate’ atau mengalami tingkat hunian yang sangat rendah. Permasalahan tersebut berdampak begitu besar bagi kalangan hotelier dan industri-industri pendukung pariwisata, terjadi PHK, re-scheduling employs, dan kebijakan lainnya. Pada umumnya, sebagian hotel di Bali mengandalkan kerjasama yang saling menguntungkan antara hotel dengan travel agency atau Biro Perjalanan Wisata. Kerjasama ini diikat dengan sebuah kontrak kerjasama yang di kalangan perhotelan disebut room contract rate. Dari room contract rate inilah masing-masing pihak memperoleh hasil yang bernilai ekonomi. Hal ini menjadi menarik untuk dibahas atau dianalisis dari perspektif hukum bisnis pariwisata. Untuk menganalisa atau mengkaji lebih ilmiah maka diperlukan identifikasi permasalahan yang jelas. Dalam Kajian tentang Civil law and Common Law convergence ini, maka perlu dilihat tiga hal mendasar yang terkait, yaitu: 1.Tradisi hokum yang diterapkan dalam kontrak kerjasama antara pihak hotel (hotelier) dengan Travel agent, 2.Elemen – elemen yang tertera pada kontrak kerjasama dan pertimbangan – pertimbangan dari elemen yang disepakati dalam kerjasama tersebut , dan 3.Realisasi operasional dari kontrak kerjasama antara hotelier dengan travel agent. Dari pendekatan teori, pada kontrak kerjasama yang digunakan pada bisnis pariwisata seperti di perhotelan memiliki relevansi atau ada koherensi dengan beberapa teori hukum baik yang secara praktis digunakan maupun yang hanya menjadi landasan teori hukum saja. Masalah kontrak kerjasama adalah merupakan suatu kesepakatan yang didasari atas berbagai pertimbangan oleh kedua belah pihak. Di Indonesia pada umumnya aplikasi hukum yang diterapkan pada hukum kepariwisataan adalah menggunakan tradisi hukum sipil atau civil law yang merupakan warisan pemerintah Belanda (Wiyasa Putra, dkk : 2001; 21). Jika dikaitkan penerapan tradisi hukum, dalam masalah kontrak sebenarnya digunakan kedua

Tanggal Kontrak Tanggal kontrak yang tercantum dalam kontrak adalah tertanggal penandatangan kontrak. Oleh karenanya dalam proses ini seseorang yang terlibat dalam negosiasi hendaknya memiliki keterampilan tentang negosiasi yang baik. Dalam tradisi common law. Proses negosiasi dalam tradisi common law menjadi hal yang sangat penting.94/HK. Kesepuluh elemen yang dimaksud adalah judul.Judul Dalam kontrak kerjasama ini elemen ‘judul’ nampaknya ditampilkan secara jelas misalnya CONTRACT BETWEEN AN HOTEL & NEW HORIZONS PTY LTD. Elemen-elemen kontrak yang secara teoritis mencakup sepuluh elemen. Pengertian.24). sedangkan pada civil law ditentukan oleh pernyataan kehendak untuk terikat (expression of will) para pihak (Wiyasa Putra:2001). Judul dalam kotrak dibuat sejelas mungkin untuk memastikan kedua perusahaan yang bekerjasama dan terikat dalam kontrak 2. sedangkan badan hukum yang menyangkut Biro Perjalanan Wisata diatur dalam Keputusan Menteri Pariwisata No. yang dijadikan dasar adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Per) dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).96/HK. Ruang Lingkup. sedangkan pada civil law. Dilihat dari landasan hukumnya. 1. Elemen-Elemen Yang Umum Berlaku dalam Kontrak Kerjasama Kontrak kerjasama antara hotel dan Biro Perjalanan Wisata (BPW) diberlakukan hampir pada sebagian hotel baik hotel kecil maupuan hotel besar di Bali. 103/MPPT-87 yang mengatur tentang usaha jasa angkutan wisata termasuk didalamnya Biro Perjalanan Wisata atau travel agency . masalah yang terkait dengan hotel dan travel agency telah diatur dalam Undang-Undang Kepariwisataan No 9 Tahun 1990. Akan tetapi beberapa item yang tercantum dalam kontrak sisesuaikan dengan kondisi kedua belah pihak ketika menandatangani kontrak tersebut.tradisi hukum yaitu common law dan civil law. Dalam kaitannya dengan perjanjian kontrak kerjasama antara hotel dengan travel agency inipun umumnya kedua belah pihak memberlakukan kedua ruang lingkup ini. yaitu hukum bisnis domestik dan hukum bisnis internasional (Wiyasa Putra:2001.KM. Pada common law keputusan-keputusan pengadilan dijadikan dasar pembentukan kontrak. para pihak dalam kontrak. syahnya suatu kontrak ditentukan oleh keseriusan proses negosiasi.103/MPPT-87. yang dalam pelaksanaanya diatur lagi terutama yang terkait dengan badan hukum secara terpisah oleh Keputusan Menteri. pertimbangan. Tanggal tersebut adalah bertepatan dengan tanggal pada saat pertemuan negosiasi kedua . tanggal kontrak. Penyelesaian Sengketa. Badan usaha hotel diatur dalam Keputusan Menteri Pariwisata No KM.Realisasi kontrak. Hukum bisnis dapat diklasifikasikan berdasarkan ruang lingkup berlakunya. Pilihan Forum. Transaksi. tidak secara pasti berlaku di semua hotel. Kontrak kerjasama seperti ini adalah merupakan suatu kerjasama yang dilakukan secara terus menerus dan diatur melalui suatu periode masa kontrak. Pihak hotel selalu bekerjasama dengan travel agency domestik dan internasional dalam operasionalnya untuk memenuhi target pengisian room occupancy.

4. Selain ketiga tanggal di atas. high dan peak season yang berkenaan dengan pemberian room allotment. Beberapa item pokok contract rate yang sering menjadi pertimbangan : 1. Apabila akan ada perpanjagan. Sedangkan dua tanggal dibawah baik pada kiri bawah maupun kanan bawah adalah tanggal saat menandatangani kontrak tetapi penulisan tanggal yang memiliki tujuan yang berbeda-beda ini tidak diberlakukan secara merata bagi setiap hotel. 2. penerapan kontraknya menggunakan menggunakan tradisi common law. maka pihak hotel memandang perlu dilakukan kebijakan penyesuaian nilai kontrak dalam menghadapi persaingan yang sudah tidak terbendung lagi.00 dan Triple US$ 21.Contract Validity Secara umum contract rate validity berlaku untuk satu tahun opersional. Kata ‘both parties’ hanya disebut sekali saja. Para Pihak dalam Kontrak Pada umumnya contract rate hotel yang melibatkan travel agency yang berasal dari negaranegara commonwealth seperti Asutralia.00 sudah melalui suatu pertimbangan yang cukup matang.belah pihak. dalam kontrak ini juga ada tanggal. 3. maka didahului dengan mengadakan proses negosiasi ulang antara kedua belah pihak. sudah pasti didasari oleh pertimbangan-pertimbangan tertentu. Penyebutan inipun tidak lebih dominan terkait dengan permasalahan hukumnya tetapi justru permasalah yang menyangkut masalah operasional (masalah amendment) dalam proses pelaksanaan kerjasama.Tanggal pemberlakuan Release Date terutama membedakan release date untuk low . Sehingga secara eksplisit tidak menyebut dengan istilah pihak kedua belah pihak secara berkali-kali. Dengan kondisi ini. Dalam formulir kontrak. akan tetapi baik pihak Hotelmaupun pihak BPW tersebut tetap menganggap bahwa kontrak ini adalah milik kedua belah pihak.tanggal yang berfungsi lain disepakati.Tanggal pemberlakuan check out time yang khusus 3.Tanggal berlakunya kontrak ( contract validity yaitu kontrak berlaku mulai misalnya tanggal 1 April 2004 hingga 31 Maret 2005). Walaupun secara ekplisit tidak disebutkan para pihak dengan tegas. Sebagai contoh: kesepakatan dalam memberikan harga untuk room rate berupa single US$ 18.Dengan demikian hal-hal yang bersifat situasional juga menjadi pertimbangan dalam kontrak tersebut . .Tahun opeasional perusahaan umumnya mulai dari tanggal 1 April hingga 31 Maret tahun berikutnya. Perpanjangan contract rate biasanya dilakukan minimal tiga bulan sebelum masa kontrak berakhir. Hasil dari negosiasi ulang tersebut digunakan sebagai dasar untuk membuat perpanjangan masa kontrak tahun berikutnya. yaitu tanggal penulisan/negosiasi kesepakatan kedua belah pihak. Pertama tanggal pada bagian kiri atas. Tanggal tersebut meliputi 1. dalam kontrak ini juga tidak memberi justifikasi secara tertulis.Pertimbangan Dari aspek pertimbangan.00 Double US$ 18. Keberanian pihak hotel memberikan harga yang sangat rendah pada saat itu didasari atas tingkat persaingan pengisian antar . Banyak hotel memberlakukan 2 for 1 contract atau setiap client yang menginap dua malam hanya membayar satu malam saja. tanggal tertulis tiga kali. Dalam menempuh tahapan dan proses. New Zealand. Tetapi segala yang diputuskan secara tertulis dalam kontrak ini sesungguhnya sudah melalui suatu tahapan dan proses.

tetapi bentuk persediaannya kulkas yang dalam keadaan kosong.Room Rates Kesepakatan tentang room rate dilakukan dengan berbagai pertimbangan antar kedua belah pihak.Charge for refrigerator Ada sebagian hotel yang menyediakan kulkas. tetapi adapula yang sejak berada dinegaranya sudah meminta untuk disediakan extra bed. maka pembayaran yang dilakukan oleh pihak travel agency kepada pihak hotel tidak akan mengalami masalah. 6.Preferential check out time Wisatawan yang menginap. karena pihak hotel agar bisa mengatur alokasi (room assigment) bagi setiap wisatawan yang akan menginap pada saat wisatawan yang lain sudah meninggalkan hotel. Apabila sebagian besar client yang menginap menginap dalam kurn waktu yang cukup lama. terutama yang berasal dari Australia hampir rata-rata berangkat sore hari karena pesawat menuju Asutralia juga rata-rata sore hari. karena fluktuasi nilai dollar terhadap rupiah tidak selalu sama untuk periode tertentu. Jadi departemen akunting akan menyampaikan pengumuman kepada pihak travel agency tentang currency ini secara periodik. Oleh karenanya wisatawan Australia lebih sering meminta agar waktu untuk meninggalkan hotel (check out time) sore hari atau malam hari. Untuk hal ini travel agency melakukan negosiasi harga yang layak untuk extra bed serta memperhitungkan kelayakan kamar yang bisa diisi extra bed di dalam kamarnya. dengan memberikan room rate yang dalam kontrak ini cukup rendah atau tinggi tentunya sudah melalui proses pertimbangan dari kebijakan menejemen hotel. misalnya bagi client yang menginap minimal 10 malam. umumnya pihak hotel akan rela memberikan free night ini. maka pada malam terakhir diberikan gratis (tidak bayar kamar). 5. Dengan adanya kesepakatan tersebut. Jadi dengan kesepakatan yang jelas ini.Extra bed Ada kalanya wisatawan baru meminta disediakan extra bed setelah tiba di hotel.Rendah atau tingginya room rate yang disepakati oleh pihak hotel sudah mempertimbangkan akan prospek bisnis ke depan serta sejarah kerjasama yang telah dilalui. Adanya penetapan tentang penggunaan currency (mata uang) yang akan digunakan dalam transaksi dari realisasi kontrak pada tahun operasional.Di Bali umumnya digunakan US Dollar. pihak hotel berkesempatan untuk mengatur sirkulasi penghunian kamar setiap hari. Bagi pihak hotel.Biasanya dari pihak hotel setiap bulan mengirim standard rate yang digunakan untuk claim kepada travel agency.Free night offer Free night offer pada umumnya berisikan tentang kesepakatan bagi pihak hotel untuk memberikan harga kamar gratis bagi client dari travel agency yang menginap di hotel dalam kurun waktu tertentu.2. 3. 7.Currency Kesepakatan tentang penggunaan currency adalah hal yang cukup penting dalam item yang dibahas dalam kontrak. Kesepakatan ini juga penting bagi hotel. Tetapi ada juga yang menyewa dengan membayar uang tambahan . Dari pertimbangan room rate ini hotel berharap agar hotel selalu diberikan dukunga berupa reservasi secara berkelanjutan selama masa kontrak masih berlaku 4.

Jika terjadi keterlambatan pemberitahuan dari pihak travel agency maka pihak hotel punya hak untuk tidak menerima pemesanan kamar yang terkatagori jatah tersebut 11. fruit basket. Pada low season misalnya. terutama apabila travel agency tersebut melakukan kerjasam dengan hotel-hotel kecil. terutama pada model makan prasmanan. dimana pihak travel agency harus sudah memastikan kamar yang dipesan sebagai jatah pada jarak waktu yang ditentukan. dan perbedaannya juga pada season yang berlangsung. Semua yang diberikan oleh hotel dalam bentuk special benefit semata-mata diberikan kepada wisatawan yang meminta sesuatu melalui special request. khususnya yang masuk katagori sebagai allotment.Meal rate Harga makanan atau meal rate tidak terlalu menjadi perhatian besar bagi travel agency.Sedangkan travel agency diuntungkan karena akan bisa menjadi alat promosi untuk memperoleh pelanggan yang lebih banyak menginap di hotel yang memberikan special benefit. decorated room. Demikian juga pihak travel agency akan secara konsisten malakukan upaya promosi sesuai dengan kesepakatan yang disepakati dalam item ini.Room Allotment Allotment of room adalah jatah kamar yang harus diberikan oleh pihak hotel kepada travel agency. Pemberian khusus ini berupa kebijakan hotel untuk memberikan sesuatu seperti birthay cake. Pemberian jatah tersebut biasanya dibedabedakan antara travel yang satu dengan yang lainnya. jatah kamar diberikan lebih banyak. 8. 10. Permintaan untuk menyediakan kulkas di dalam kamar bisa dilakukan melalui travel agency maupun langsung. Akan tetapi jika bekerjasama dengan hotel besar. 9. . Oleh karenanya.atau extra charge. Yang perlu di tekankan dalam kesepakatan ini adalah jatah kamar tidak bisa ditolak oleh pihak hotel. kecuali bentuknya paket. Dalam kontrak kerjasama ini untuk meal rate hanya diklasifikasikan pada konteks adanya party. maka masalah harga makanan sangat penting. Maksudnya adalah kesepakatan pihak hotel untuk memberikan sesuatu yang spesial kepada travel agency. jadi bukan perhitungan ketika makan yang bersifat reguler atau sehari-hari. Special benefit ini benar-benar hanya sebagai hadiah yang diberikan oleh pihak hotel kepada wisatawan. dalam kontrak juga dibicarakan agar tidak terjadi over charge atau kelebihan pembayaran. Travel agency menyanggupi untuk mempromosikan hotel yang mau memberikan dukungan dana promosi dalam jumlah tertentu (disesuaikan dengan besarnya ruang yang disepakati).Brochure support Kesepakatan tentang brochur support adalah bentuk kesepakatan yang dibuat guna adanya proses timbal balik atas jasa yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Demikian juga pihak hotel memberikan tekanan dengan menggunakan cut date atau release date. atau buffee. free dinner. Batasan jatah kamar yang harus diberikan disepakati sesuai dengan kemampuan hotel untuk menyediakan secara pasti jatah tersebut.Special benefits Special benefit. Dengan memberi bantuan promosi kepada travel agency maka pihak hotel tidak perlu lagi harus melakukannya sendiri berpromosi ke negara tersebut. dan pada high season jatah kamar akan lebih sedikit.

4. Nampak ada kecenderungan yang berkeinginan praktis dalam common law. Para pihak tidak mengharapkan kerjasama ini menyebabkan masing-masing pihak menemui jalan buntu dalam menyelesaikan persoalan Sekecil apapun masalah yang dihadapi. 8. tetapi dalam realisasinya forum ini selalu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinankemungkinan yang terjadi dalam pelaksanaan kontrak tersebut. Pengertian Sebagaimana pada umumnya dalam tradisi civil law bahwa suatu istilah dalam kontrak kerjasama diberi penjabaran makna atau arti dari peristilahan yang digunakan dalam kontrak tersebut. bahwa forum adalah cara terbaik digunakan menyelesaikan permasalahan. misalnya melalui claim advice.Pilihan Forum Berbeda halnya dengan pilihan hukum.Ruang Lingkup Yang dimaksud dengan ruang lingkup disini adalah ruang lingkup yang terkait dengan kontrak tersebut. akan tetapi mendapat makan gratis dengan alasan dan pertimbangan tertentu.Dengan demikian semua yang telah disepakati disini. mekanisme pembayaran atau transaksi juga ditetapkan dalam kerjasama ini. dalam commom law walaupun tidak dibuat pengertian-pengertian secara khusus tetapi peristilahan yang digunakan sudah dipahami oleh kedua belah pihak. client secara otomatis mendapat jatah untuk makan malam gratis. Ruang lingkup kerjasama ini juga mencakup promosi.system pembayaran atau transaksi bagi kedua belah pihak. Secara khusus.pertimbangannya tidak tertulis secara tegas dalam kontrak. Jadi dengan demikian.Transaksi Disamping promosi. ruang lingkup dari kotrak ini meliputi ruang ringkup kerjasama dibidang pelayanan. 4. 7. sehingga tidak berlarut-larut bahkan harus meneylesaikan melalui jalur pengadilan atau hukum.1. pelayanan di dalam hotel. pengertian-pengertian tidak lagi bahas secara rinci sebagaimana dalam civil law. sampai pada pelayanan tamu meninggalkan hotel. Dalam kontrak tidak lagi dijabarkan pengetian dari free dinner tersebut. 5.Pilihan Hukum Dalam kotrak kerjasama yang dilakukan oleh kedua belah pihak tidak semua kontrak menyebutkan kemungkinan pilihan hukum dalam menyelesaikan sengketa. juga mencakup system pembayaran atau transaksi bagi kedua belah pihak. permasalahan yang terkait dengan kerjasama dengan pihak travel agency diupayakan diselesaikan dengan segera. serta ketidak sepakatan dalam operasional kontrak ini diselesaikan dengan jalan penyelesaian bersifat privat. . merupakan realisasi sistem dalam common law yang mana pertimbangan. atau Bank transfer. 6. dll. Akan tetapi dalam common law tidak terlalu melihat dari sisi yang demikian. walaupun tidak disebut langsung. Dalam kontrak ini. Sebagai contoh: penggunaan intilah ‘free dinner’ bukan berarti makan secara bebas. kesalah pahaman. Sebagian besar permasalahan yang berkenaan dengan perselisihan. Oleh karenanya. kedatangan. tetapi langsung diterapkan bahwa setiap masa tinggal tertentu. baik pelayanan reservasi.

3. umumnya memiliki kesepakatan dalam menggunakan tradisi hokum baik menggunakan tradisi kontrak common law maupun civil law. Penyelesaian Sengketa Dilihat dari elemen penyelesaian sengketa. 10. Dengan demikian bisa meminimalkan terjadinya sengketa dalam realisasi kerjasama bagi kedua pihak. Isi kontrak tersebut nampak menyentuh masalah-masalah pokok saja dan tidak dibuat dengan kalimat yang terlalu panjang.Kedua belah pihak. Keuntungan yang diperoleh hotel dengan mengadakan kontrak ini yang paling berarti bahwa ketika musim sepi (law season) pihak hotel sangat dibantu yaitu diberikan client secara reguler sehingga dari berbagai travel agent yang diajak kerjasama Dilihat dari kenyataan ini nampaknya hotel sangat memerlukan model kerjasama yang sedemikian rupa. Yang dipentingkan dalam konsep ini adalah esensi dari kontrak tersebut. walaupun secara konseptual isi kontrak kerjasama tersebut tidak secara utuh menguraikan permasalahan yang dibutuhkan oleh pihak hotel terutama bagi yang terbiasa menggunakan tradisi hukum civil law. akan tetapi penggunaan tradisi common law pada konsep tersebut menyebabkan tidak dicantumkannya secara detail tentang elemen-elemen yang biasanya ada pada konsep hukum dalam kontrak. melainkan untuk kepentingan operasional. Dan Ternyata pada hubungan internasional.Dalam penerapan kontrak kerjasama melalui contract rate pada hakekatnya berisikan elemen-elemen sebagaimana yang diuraikan dalam prinsip-prinsip hukum dalam kontrak kerjasama. 2.memberikan atau meningkatkan pendapatan yang maksimal bagi pihak hotel maupun BPW. Akan tetapi secara operasional.9. dalam kontrak kerjasama dengan model common law pula tidak dicantumkan mekanisme secara tertulis yang digunakan dalam menyelesaikan setiap sengketa. sebenarnya dalam kerjasama bisnis dengan pihak yang berasal dari kebiasaan menggunakan common law agaknya sangat tidak mengharapkan terjadinya sengketa dalam kerjasama. maka yang lebih penting dalam kerjasama tersebut adalah realisasi dari pada konsep itu sendiri. disamping secara konseptual. Justru yang dicari adalah jangan sampai terjadi sengketa dan berupaya menjadi dekat dan akrab dalam berbisnis. maka konsep tersebut tidak hanya semata-mata dibuat secara konseptual tetapi diimplementasikan dengan nyata untuk kepentingan pendapatan bagi kedua usaha yang saling bekerjasama.seperti pada dunia pariwisata sesungguhnya sebagian bisnis di Indonesia sudah menggunakan tradisi common law. Oleh karena demikian. . maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. setiap permasalahan sebelum menjadi sengketa diselesaikan terlebih dahulu dengan melalui berbagai pertemuan para pihak. KESIMPULAN Setelah memperhatikan dan menelaah berbagai hal mengenai contract rate yang diterapkan dalam bekerjasama antara hotel dengan BPW.Dengan ditandatangani dan diterapkannya konsep contract rate oleh kedua belah pihak. Dengan demikian.Realisasi Kontrak Setiap kontrak kerjasama yang dibuat oleh hotel tidak sebatas konsep belaka.

103/MPPT-87. . Materi Kuliah Hukum Pariwisata Kajian Pariwisata Pasca Sarjana Unud.Ida Bagus.94/HK. Wyasa Putra. DAFTAR PUSTAKA Keputusan Menteri Pariwisata No KM. : 2001: Hukum Bisnis PARIWISATA. PT.Hum. Bandung. maka perpaduan antara penerapan civil law dan common law menjadi metode yang cukup baik dalam memperoleh target pasar baik bagi hotel maupun bagi travel agency. dkk. Reflika Aditama. 103/MPPT-87 Undang-Undang Kepariwisataan No 9 Tahun 1990 Wyasa Putra. Ida Bagus.Dengan terealisasinya kontrak kerjasama antara hotel dan BPW di Bali.SH.M. 2004.96/HK.4. Keputusan Menteri Pariwisata No.KM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful