PRINSIP PERDAGANGAN DALAM ISLAM

Diposkan oleh Reina's Blog di 21:21

A.Tujuan Perdagangan Manusia disamping sebagai makhluk individu yang bertanggung jawab atas segala perbuatannya selama di dunia juga sebagai makhluk sosial yang tak akan terlepas dari interaksi antar sesamanya untuk saling tolong menolong dan saling membutuhkan. Tidak ada seorang manusiapundi dewasa ini yang mencukupi kebutuhannya dengan cara memproduksinya sendiri. Secara alamiah manusia mengkhususkan (spesialisi) bekerja menghasilkan barang dan jasa menurut keahliannya untuk memberikan manfaat bagi manusia lainnya yang membutuhkan melalui berbagai kegiatan, seperti menghasilkan produk-produk kebutuhan hidup yang selanjutnya didistribusikan dengan kegiatan jasa perdagangan. Dalam perdagangan terkandung beberapa tujuan : 1.Tolong menolong 2.Mencari nafkah 3.Dakwah 4.Ibadah 5.Bersyukur Untuk melakukan kegiatan perdagangan, diperlukan standar nilai yang disepakati untuk menghindari kemungkinan terjadinya kecurangan, untuk itu digunakan nilai standar uang. Mata uang menurut syariat Islam dilarang untuk diperdagangkan karena dapat menyebabkan ketidakstabilan terhadap nilai uang itu sendiri sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana tujuannya yaitu sebagai standar penilaian atau alat ukur dalam pertukaran (perdagangan). Menurut literatur fikih (Sulaiman Rasyid) terdapat rukun jual beli, sebagai berikut : 1.Penjual dan pembeli a.Berakal b.Atas kehendak sendiri (tanpa paksaan) c.Tidak untuk berbuat boros d.Baligh 2.Barang yang dijual a.Suci, tidak najis dan barang halal b.Barang yang bermanfaat c.Dapat diserahterimakan d.Dimiliki/berwenang untuk menjual/membeli e.Diketahui benar oleh pembeli dan penjual 3.Ijab qabul atau kesepakatan transaksi (aqad) B.Prinsip Dasar Prinsip dasar perdagangan dalam Islam adalah : 1.Kejujuran Contoh : ketidakbenaran informasi dalam promosi atau tawar menawar Dengan menggunakan sumpah palsu barang-barang jadi terjual, tetapi menghilangkan berkahnya (HR. Bukhari) Tiga orang yang tidak diperhatikan oleh Allah SWT dan memperoleh azab yang pedih adalah : 1)Orang yang memamerkan kemewahan

akan tetapi niat kelebihannya itu tentunya harus tetap dengan itikad baik. monopoli baik atau tidak baik (Islami atau tidak Islami) harus dilihat dari berbagai sudut. C. karena masih belum mendasarkan pada cara kerja yang sesuai dengan syariat.Untuk berjaga-jaga 2. Al Mutafifin 83 :2-7 Kecelaakaan yang besarlah bagi orang yang curang. dan apabila mereka menakar untuk orang lain. tersimpan dalam sijjin. Allah SWT berfirman dalam QS.Bagaimana cara memperoleh status usaha monopoli. karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka. 1. secara alami (legal) atau tidak legal 2. apakah yang menyangkut kepemilikan individu. kelebihannya akan menjadi shodaqoh. mengharapkan balasan yang lebih baik atau niat tidak baik lainnya. Pendapat kedua. yaitu orang yang apabila menerima takaran dari orang lain.bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar. 3. menyatakan monopoli seluruhnya tidak Islami karena para pemilik usaha monopoli akan menentukan harga jual yang tinggi dan itu merugikan bagi konsumen.Untuk transaksi 3. dan untuk tujuan mendapat pujian. Pendapat pertama. yang juga secara langsung akan mengurangi daya beli masyarakat. Disamping itu pula secara alami pemilik usaha monopoli akan berusaha mempertahankan status yang menguntungkannya (existensi monopoli) dengan berbagai cara.Untuk spekulasi .2)Selalu menyebut-nyebut kewajiban yang dilakukannya 3)Orang yang melakukan sumpah palsu (HR. Abu Dzar) 2. Usaha monopoli memang masih dalam perdebatan. mereka mengurangi.Ketulusan Berdasarkan pada itikad baik.Kepercayaan Timbangan dan ukuran yang digunakan dalam perdagangan harus benar sesuai dengan standar. Hal tersebut dapat tercapai apabila didorong oleh itikad baik.masyarakat (umum) atau negara D. dapat pula dengan cara kolusi atau persaingan yang tidak sehat. Tidaklah orang-orang itu menyangka.Dalam hal apa kegiatan monopoli. mereka minta dipenuhi. merugikan masyarakat atau tidak 3. yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? Sekali-kali janganlah berbuat curang. menyatakan bahwa tidak seluruhnya usaha monopoli itu tidak Islami. Islam mengajarkan apabila kita menimbang takaran untuk orang lain dengan dilebihkan.Usaha Monopoli Tujuan perusahaan yang hanya mendasarkan pada upaya untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya adalah tujuan yang kurang Islami. Kegiatan (perdagangan merupakan kebutuhan bersama yang saling menguntungkan dan saling tolong menolong.Bagaimana pengelolaan dari usaha monopoli.Usaha Spekulatif Dalam teori ekonomi Keynes berpendapat bahwa alasan seseorang memegang dana memiliki tiga pertimbangan yaitu : 1.

dengan harapan mendapat keuntungan dia berdosa besar (HR. gharar). berjudi menyebabkan sikap malas. Adapun alternatif untuk berjaga-jaga dan bertransaksi diperkenankan dalam Islam.Perdagangan dan Bunga Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah : 275 – 276 Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Tindakan spekulasi umumnya dilakukan tanpa pertimbangan logis. cerdas. maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. seperti berjudi. Terlalu tinggi atau tidak melindungi produk dalam negeri 2. Tindakan spekulasi umumnya dilakukan dengan upaya yang tidak maksimal dan bersifat untung-untungan. adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). meskipun Allah lebih menyukai mukmin yang kuat (kaya. karena Islam memandang harta kekayaan bukanlah tujuan yang diwajibkan dalam Islam adalah bekerja secara maksimal. Perdagangan internasional dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat di dunia karena sumberdaya yang terdapat di suatu negara dapat dinikmati pula oleh masyarakat negara lain. bukan untuk menjadi kaya. Masalah yang akan timbul apabila terjadi beberapa hal berikut : 1. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). dan meskipun dengan pertimbangan-pertimbangan faktor-faktor tertentu namun faktor-faktor yang dipertimbangkan sangat abstrak dan sulit untuk dapat diperkirakan. E. . sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya. 3.Dapat merugikan orang lain. jual beli valas dan saham untuk memperoleh selisih harga jual dan harga beli mengundi nasib dll. Sikap terburu-buru dan untuk ingin cepat kaya dalam waktu sekejap tanpa kerja keras tidak diperkenankan dalam Islam.Dengan harapan memperoleh keuntungan yang besar dalam jangka pendek tanpa ikhtiar yang maksimal (untung-untungan.Tanpa ikhtiar yang maksimal. tentunya dengan tetap berpedoman pada prinsip perdagangan dalam Islam. Kriteria yang termasuk ke dalam tindakan spekulasi adalah sebagai berikut : 1. menyebabkan kemiskinan dan rendahnya produktivitas masyarakat 4. dimana dalam Islam tindakan spekulasi itu dilarang. Miskat). dan urusannya (terserah) kepada Allah. berkuasa) dibanding mukmin yang lemah 2. Barang siapa menahan gandum pada musim kekurangan.Penentuan tarif bea masuk yang tidak benar.Teori ini tentu saja kurang Islami karena didalamnya terdapat alternatif penyediaan dana untuk kebutuhan spekulasi. Muslimin.Perdagangan Internasional dan Banting Harga Kegiatan perdagangan internasional sangat sesuai dengan pandangan Islam.Kurang pertimbangan logis.Penentuan harga jual di bawah harga di dalam negeri dengan tujuan yang dapat menganggu harga pasar suatu produk di suatu negara (dumping) F. Jadi jual beli valas menyebabkan nilai mata uang sebagai alat tukar menjadi tidak stabil sehingga menganggu perdagangan barang dan jasa. karena dapat memberkan rasa aman serta membantu kegiatan ekonomi berupa produksi dan distribusi melalui transaksi perdagangan. Tindakan spekulasi dapat secara langsung maupun tidak langsung dapat merugikan orang lain bahkan negara. Keadaan mereka yang demikian itu.

perjanjian atau kesepakatan yang tidak adil 3. 7. perjanjian atau kesepakatan yang adil 3.Memperkuat persaudaraan dan kepercayaan 5.Berdampak kesejahteraan bersama.Mendorong sifat malas 6.Orang yang mengulangi (mengambil riba). maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka.Pemanfaatan sumber daya yang ada 4.Menghambat pertumbuhan ekonomi.html .Berdampak kesejahteraan di satu pihak dari segi materi. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran. kurang optimalisasi penggunaan modal.Memiliki I’tikad baik untuk menolong sesama. Alllah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. sehingga kestabilan ekonomi terganggu. karena dengan tingkat bunga yang tinggi harus dapat menghasilkan tingkat return yang lebih tinggi lagi. mereka kekal di dalamnya.Tidak mempertimbangkan aspek psikologis dan moral http://rinaelrahma.Mengurangi persaudaraan dan saling kepercayaan 5. Al Baqarah : 275-276). tidak dapat melunasi atau semakin mengingat akan semakin menguntungkan 2.com/2010/05/prinsip-perdagangan-dalam-islam.Mendorong upaya kerja keras dan efisiensi 6.Mendorong pertumbuhan pembangunan dan kestabilan ekonomi Alasan riba diharamkan : 1.blogspot.Memiliki I’tikad tidak baik. dapat dibayar cash atau dilunasi akan lebih baik 2.Kurang memanfaatkan sumberdaya yang ada 4. Alasan jual beli dihalalkan : 1. dan selalu berbuat dosa (QS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful