Pompa

1

BAB IV. P O M P A
LEARNING OUTCOME Bab IV ini adalah mahasiswa diharapkan dapat: • mengetahui cara kerja pompa,
• • mengetahui kelebihan dan kekurangan pompa dan kompresor, memilih jenis pompa dan kompresor. menentukan tenaga pemompaan, karakteristik pompa, power pompa, NPSH, kavitasi, Putaran kritis, Pemilihan pompa secara kuantitatif, , merancang pompa


Pompa : adalah pesawat pengangkut zat cair atau alat pembangkit energi pada aliran zat cair.
Dengan adanya pompa berarti sistem aliran zat cair menerima energi (-W) dari sistem lingkungan. Energi yang diterima zat cair digunakan untuk mengganti tenaga yang hilang karena gesekan antara zat cair yang mengalir dengan dinding pipa (F), dan/atau untuk menaikkan kecepatan aliran (
∆ P ∆ν2 ), dan/atau untuk menaikkan tekanan ( ρ ), g 2g

dan/atau untuk melawan ketinggian ( ∆ ). Z Secara matematis hubungan tersebut dapat dituliskan dalam bentuk persamaan sebagai berikut: -W = ( ρ ) + ( ∆ ) + ( )+F Z g 2g mempunyai dimensi panjang dan sering disebut dengan head. Pembahasan lebih lanjut tentang pompa akan dikelompokkan menjadi dua bagian. Bagian pertama berisikan bahasan secara KUALITATIF yang akan membahas prinsip kerja pompa yang dilengkapi dengan gambar, kegunaan, kelebihan, kekurangn, karakteristik aliran, detail secara konstruksi, dan gangguan yang mungkin terjadi serta kemungkinan penyebabnya. Bahasan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dalam memilih jenis pompa yang sesuai, mengoperasikan dengan benar, merawat dan mungkin memperbaiki. Bagian kedua bersisikan bahasan secara KUANTITATIF yang akan membahas perhitungan kapasitas pompa, head, power dan efesiensi. Dari bahasan ini diharapkan dapat ditentukan spesifikasi pompa yang dapat melakukan tugas yang ditentukan dan mempunyai efisiensi tinggi. BAHASAN SECARA KUALITATIF Berdasarkan prinsip kerjanya banyak sekali jenis pompa yang digunakan di industri kimia, tetapi pada pembahasan ini dibatasi untuk jenis-jenis yang banyak digunakan (populer). Pompa yang akan dibahas dikelompokkan menjadi dua yaitu: I. POMPA DESAK (Positive displacement) Pompa desak gerak berputar (Rotary pumps) Pompa desak gerak bolak-balik (Reciprocating pumps) II. POMPA PUSINGAN (CENTRIFUGAL PUMPS)
∆ P

∆ν2

(1)

Persamaan (1) dikenal dengan persamaan Bernoully. Masing-masing kelompok

2 I. POMPA DESAK Perpindahan zat cair dalam pompa desak didasarkan pada pembesaran (kerja isap) dan kemudian pengecilan (kerja kempa) kembali ruang dalam rumah pompa. Kecepatan aliran volum (kapasitas) pada pompa desak berbanding lurus dengan jumlah pembesaran dan pengecilan ruang dalam rumah pompa tiap satuan waktu. Kapasitas pompa desak secara umum dapat dikatakan tidak dipengaruhi oleh tekanan yang dibangkitkan (head) dalam pompa. Jadi dapat disimpulkan bahwa kenaikkan tekanan (head) yang dapat dicapai secara maksimum pada pompa desak tidak tergantung pada jumlah pembesaran dan pengecilan ruang dalam rumah pompa tiap satuan waktu. Pada tekanan yang tinggi ada kemungkinan kapasitas sedikit berkurang hal ini kemungkinan disebabkan adanya kebocoran. I.1. POMPA DESAK GERAK BERPUTAR (rotary pumps) Komponen pompa ini secara garis besar terdiri sebuah rumah pompa dengan sambungan saluran isap (suction) dan sambungan saluran kempa (discharge) dan didalam rumah pompa tersebut terdapat komponen yang berputar, yang dapat berupa roda gigi (gear pumps), atau silinder dengan sudu-sudu (sliding-vane pumps), atau ulir (screw pumps). Secara umum prinsip kerja rotary pumps adalah sebagai berikut. Berputarnya elemen dalam rumah pompa menyebabkan penurunan tekanan pada saluran isap, sehingga terjadi aliran cairan dari sumber masuk ke rumah pompa. Cairan tersebut akan mengisi ruang kosong yang ditimbulkan oleh elemen-elemen yang berputar dalam rumah pompa tersebut, cairan terperangkap dan ikut berputar. Pada saluran kempa terjadi pengecilan rongga, sehingga cairan terkempakan ke luar. Untuk memperjelas hal ini akan dibahas satu-persatu jenis-jenis pompa yang termasuk jenis rotary pumps. I.1.A. POMPA RODA GIGI (GEAR PUMP) Cara kerja Ketika roda gigi berputar, terjadi penurunan tekanan pada rumah pompa sehingga cairan mengalir dan mengisi rongga gigi. Cairan yang terperangkap dalam rongga gigi terbawa berputar kemudian dikempakan dalam saluran pengeluaran, karena pada bagian ini terjadi pengecilan rongga gigi

Gambar 1. Skema prinsip kerja pompa roda gigi dengan penggigian luar (external gear pump)

Skema prinsip kerja pompa roda gigi dengan penggigian dalam I. Dua rotor lobe cocok digunakan untuk cairan kental. . dan cat.1. Potongan pompa roda gigi dengan penggigian luar (external gear pump) Gambar 3. Kegunaan Pompa lobe dapat digunakan untuk memompa cairan yang kental (viskositasnya tinggi) dan mengandung padatan.POMPA LOBE (LOBE PUMP) Cara kerja Cara kerja pompa lobe pada prinsipnya sama dengan cara kerja pompa roda gigi dengan penggigian luar. ukuran padatan yang relatif kasar dengan kontinyuitas kecepatan aliran yang tidak halus. seperti tetes. Pompa jenis ini ada yang mempunyai dua rotor lobe atau tiga rotor lobe.B. Pemilihan dua rotor lobe atau tiga rotor lobe didasarkan atas ukuran padatan yang terkandung dalam cairan. sirop. Gambar 2. kekentalan cairan.3 Kegunaan Saran umum untuk penggunaan gear pumps yaitu: Untuk mencegah terjadinya kemacetan dan aus saat pompa digunakan maka zat cair yang dipompa tidak boleh mengandung padatan dan tidak bersifat korosif. Pompa dengan penggigian luar banyak digunakan untuk memompa minyak pelumas atau cairan lain yang mempunyai sifat pelumasan yang baik. Pompa dengan penggigian dalam dapat digunakan untuk memompa zat cair yang mempunyai kekentalan (viskositas) tinggi. dan kontinyuitas aliran.

Cara kerja pompa lobe I. Pompa jenis ini hanya dapat digunakan untuk tekanan pada saluran kempa lebih rendah dari tekanan pada saluran isap dan bila zat cair yang dipompa mempunyai kekentalan tinggi. Pada tempat pengeluaran terjadi pengecilan ruang kosong sehingga pada tempat ini terjadi kerja kempa. sehingga sebelum digunakan pompa ini harus terisi cairan yang akan dipompa (dipancing). Kegunaan Sama halnya dengan pompa roda gigi. Selain itu alirannya lebih teratur (tidak terlalu pulsatif). Rotor ini dipasang asimetri dalam rumah pompa.C. Secara umum pompa rotary mempunyai kecepatan aliran volum yang konstan asal kecepatan putarannya dapat dipertahankan tetap. Skema prinsip kerja pompa sliding vane I. POMPA ULIR (SCREW PUMP) Cara kerja Oleh gerak putar poros ulir zat cair mengalir dalam arah aksial. POMPA DINDING (SLIDING-VANE PUMP) Cara kerja Pompa berporos tunggal yang di dalam rumah pompa berisi sebuah rotor berbentuk silinder yang mempunyai alur-alur lurus pada kelilingnya.4 Gambar 4. Pada keadaan kering pompa ini tidak dapat mengisap sendiri.1. pompa ulir ini cocok untuk memompa zat cair yang bersih dan mempunyai sifat pelumasan yang baik. Pompa rotary cocok untuk operasi pada kisaran . ke dalam alur-alur ini dimasukkan sudu-sudu lurus yang menempel pada dinding dalam rumah pompa dan dapat berputar secara radial dengan mudah.1. Kegunaan Pompa dinding vane dapat digunakan sebagai pompa vakum. Gambar 5. Ketika rotor berputar tekanan dalam rumah pompa turun sehingga terjadi kerja isap dan pada saluran pemasukkan terjadi pembesaran ruang kosong. sehingga cairan dapat mengalir dari sumber dan mengisi rongga kosong dalam rumah pompa. Dengan cara ini secara berturut-turut terjadi kerja isap dan kerja kempa. Hal ini sangat berbeda dengan pompa reprocating (bandingkanlah setelah pembahasan pompa reprocating).B.

. Skema prinsip kerja pompa ulir berporos tunggal Gambar 7.5 tekanan sedang dan untuk kisaran kapasitas dari kecil sampai sedang (lihat gambar pemilihan jenis pompa berdasarkan karanteristiknya) Gambar 6. Seperti yang telah disebutkan di depan bahwa kapasitas pompa desak tidak dipengaruhi oleh tekanan yang dibangkitkan. Potongan ‘traveling cavity pump’ salah satu jenis pompa ulir Karakteristik pompa desak gerak berputar Hubungan antara tekanan yang dibangkitkan (head) dan kecepatan aliran volum (kapasitas) sering disebut dengan karakteristik pompa. Skema prinsip kerja pompa ulir berporos ganda (double screw pump) Gambar 8. disajikan pada Gambar 10. Salah satu contoh karakteristik pompa rotary yaitu pompa roda gigi dengan penggigian luar. Potongan pompa ulir berporos ganda Gambar 9.

2. Bila ditijau secara sekilas pompa roda gigi dapat dengan mudah dirubah arah alirannya. maka bantalan tidak mendapatkan pelumasan dengan baik. Akan tetapi tidak demikian kenyataannya.6 Gambar 10. Akan tetapi jumlah putaran tidak boleh ditingkatkan secara sembarangan. Masih banyak alasan-alasan lain yang menyebabkan pompa roda gigi tidak dapat dirubah arah alirannya dengan mudah. Pada keadaan ini sisa sedikit cairan yang masih terdapat dalam rongga gigi. 1. maka tempat lubang pelepas tersebut akan berada di sebelah garis sumbu Y-Y yang keliru. Kadang-kadang bantalan pompa dilumasi oleh zat cair yang dipompa dari sisi kempa. dengan demikian maksud memperbesar aliran volum tidak tercapai. jadi harus makin rendah pulajumlah putaran persatuan waktu yang digunakan. Detail secara konstruktif pompa roda gigi Seperti telah dijelaskan di depan bahwa aliran volum pompa roda gigi sebanding dengan jumlah putaran. ketika roda berputar lebih lanjut. sehingga sisa cairan dapat mengalir keluar. tidak dapat mengalir dan akan berada pada pada tekanan yang sangat tinggi sehingga dapat menimbulkan gaya yang sangat besar. Karekteristik pompa roda gigi penggigian luar Mesin penggerak pompa rotary Mesin penggerak pompa rotary yang paling banyak dijumpai adalah motor listrik dan mesin uap. ada beberapa alasan yang mendasari hal ini. makin sukar zat cair itu mengalir dan makin banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi rongga-rongga gigi. sedikit sebelum gigi tersebut melewati garis sumbu Y-Y. Untuk menghindari keadaan ini terjadi maka sedikit disebelah kanan garis sumbu Y-Y (sisi kempa) dibuat lubang pelepas yang kecil (Gambar 11). Bila jumlah putaran terlalu tinggi maka rongga-rongga tidak terisi sampai penuh. Karena zat cair harus harus mandapatkan cukup waktu untuk mengisi rongga-rongga kosong di sisi isap sampai penuh. Bila arah putaran dibalik. Jika arah putar dibalik. Pada penggigian roda yang banyak digunakan sebuah gigi mengisi rongga gigi dari roda yang terletak berhadapan. Makin kental zat cair yang dipompa. Peralihan dari bagian kempa ke bagian isap untuk pompa roda gigi terletak pada garis sumbu Y-Y (Gambar 11). Pada sebuah pompa roda gigi kadang-kadang dipergunakan sebuah katup limpah yang diperlengkapi dengan pegas guna melindungi pompa dan/atau sistem saluran .

Sehingga pada saat yang sama terjadi kerja isap dan kerja kempa. aliran cairan terjadi sebagai berikut. .1. dapat dikelompokkan dalam pompa torak sinder tunggal dan pompa torak silinder banyak. gerak putar dari mesin penggerak diubah menjadi gerak bolak-balik dari torak (piston). Pompa desak gerak bolak-balik dapat digolongkan dalam tiga jenis yaitu: pompa torak.7 terhadap tekanan tinggi. Aliran cairan yang dihasilkan terputus-putus. Bila takanan pompa menjadi terlampau tinggi. atau membran yang terdapat dalam rumah pompa. Dengan gerakan ini maka akan terjadi kerja isap dan kerja kempa secara bergantian. POMPA TORAK Pompa torak merupakan pompa yang banyak digunakan dalam kelompok pompa desak gerak bolak-balik. Menurut cara kerjanya pompa torak dapat dikelompokkan dalam kerja tunggal dan kerja ganda. katup membuka dan terjadilah hubungan antara sisi isap dan sisi kempa. Jika torak bergerak ke bawah katup isap akan tertutup dan katup kempa terbuka sehingga cairan tertekan ke atas torak melalui katup kempa. Gambar 11. POMPA DESAK GERAK BOLAK-BALIK (Reciprocating pumps) Pada pompa desak gerak bolak-balik. zat cair akan terisap oleh katup isap di sebelah bawah dan pada saat yang sama cairan yang ada disebelah atas torak akan terkempakan ke luar. Cara kerja Untuk pompa torak kerja tunggal dan silinder tunggal. Bila batang torak dan torak bergerak ke atas. pompa plunyer. I. Karena itu aliran zat cair menjadi relatif lebih teratur.2. dan pompa membran. atau plunyer (plunger).2. Sedangkan menurut jumlah silinder yang digunakan. sehingga tekanan tidak dapat meningkat lebih lanjut. Cara kerja pompa torak kerja ganda pada prinsipnya sama dengan cara kerja pompa torak kerja tunggal. tetapi pada pompa torak kerja ganda terdapat dua katup isap dan dua katup kempa yang masing-masing bekerja secara bergantian. Pompa roda gigi dengan lubang pelepas pada satu sisi sehingga arah putar tidak dapat dibalik I.

Gambar 12.8 Untuk memperoleh kecepatan aliran zat cair yang lebih konstan dapat digunakan pompa torak kerja ganda dengan silinder banyak. Aliran zat cair pompa torak kerja tunggal silinder tunggal Gambar 16. Skema prinsip kerja pompa torak kerja ganda silinder tunggal Gambar 14. Skema prinsip kerja pompa torak kerja tunggal silinder tunggal Gambar 13. Aliran zat cair pompa torak kerja ganda silinder tunggal . Potongan pompa torak kerja ganda silinder tunggal Gambar 15.

9 Gambar 17. torak. Oleh karena torak tidak atau hampir tidak menyinggung silinder maka rugi gesekan tidak besar. Gelang torak dan cara pemasangannya . Gambar 18. satu sungkup udara atau lebih. Gelang perapat dapat berupa manset atau gelang torak. silinder. sehingga dapat diperoleh penghematan kerja. Kadang-kadang torak pada penggunaannya tidak diperlengkapi dengan gelang perapat khusus. TORAK Torak mengatur perpindahan tempat zat cair. lemari roda gigi. 5. dan 6. katup. Torak terdiri dari sejumlah cakra yang biasanya terbuat dari besi tuang dan diantaranya dipasang sebuah atau lebih gelang perapat. Aliran zat cair pompa torak kerja ganda dengan tiga silinder Kegunaan Pompa torak cocok digunakan untuk pekerjaan pemompaan dengan daya isap (suction head) yang tinggi disamping itu pompa torak dapat digunakan untuk memompa udara dalam kapasitas yang besar. Bagian ini masing-masing akan dibahas dengan lebih rinci. yang bertugas merapatkan ruang antara antara torak dan silinder. Detail secara konstruktif pompa torak Pompa torak terdiri dari komponen-komponen berikut: 1. 4. mekanik engkol dan mekanik batang penggerak. Untuk mengurangi rugi bocor biasanya totak dibuat lebih panjang dan disekelilingnya diberi alur labirin. Manset Gambar 19. 3. 2.

bila kecepatan torak turun kembali maka air dapat mengalir keluar dari sungkup udara dengan sendirinya. hal ini disebabkan karena udara sebagian besar telah hilang dari sungkup udara. MEKANIK ENGKOL Mekanik engkol dan mekanik batang penggerak mengatur supaya gerak putar motor diubah menjadi gerak bolak-balik torak. Pada saat seperti ini perlu dilakukan penambahan udara ke dalam sungkup dengan cara membiarkan sebentar pompa menghisap udara atau mengeluarkan air dari dalam sungkup. . Tanpa sungkup udara aliran zat cair sering berubah-ubah hal ini disebabkan karena kecepatan torak sulit dipertahankan stabil. SUNGKUP UDARA Sungkup udara digunakan agar aliran zat cair stabil (tetap). jumlah putaran cakra-tali yang tinggi diperlambat sampai ke jumlah putaran poros engkol yang sesuai melalui suatu transmisi roda gigi. Pada pompa torak yang berjalan lambat.10 Gambar 20. Lemari roda gigi harus diisi minyak sampai ketinggian tertentu. Sehingga bila aus pelapis silinder dapat diganti dengan mudah. Ada dua sungkup udara yaitu sungkup udara isap dan sungkup udara kempa. Bagian sebelah dalam harus dibuat sebulat dan selicin mungkin. LEMARI RODA GIGI Jumlah putaran motor diperlambat oleh suatu transmisi tali. Dengan demikian udara yang ada didalam sungkup terdesak sehingga tekanannya meningkat. Minyak tidak hanya mengatur pelumasan roda gigi tetapi juga mengatur pelumasan mekanik engkol. Torak dengan perapat labirin SILINDER Silinder biasanya dilapisi dengan perunggu atau lapisan lain yang dapat diganti. Sering kali katup diperlengkapi dengan pegas katup guna menutup katup menurut cara dan pada saat yang tepat. Pada saat langkah kempa bila ada kenaikkan kecepatan torak sebagian zat cair dikempakan kedalam sungkup udara kempa. KATUP Katup gunanya untuk membuka dan menutup lubang pemasukkan dan lubang pengeluaran ke dan dari silinder pada saat yang tepat dan bekerja secara otomatis karena adanya perbedaan tekanan di atas dan di bawah katup. Jika pompa sudah beroperasi pada waktu yang cukup lama ada kemungkinan pompa berbunyi gaduh.

11 I.2. pembesaran dan pengecilan ruang dalam rumah pompa disebabkan oleh membran yang kenyal.3. POMPA PLUNYER (PLUNGER PUMP) Cara kerja Prinsip kerja pompa plunyer sama dengan prinsip kerja pompa torak. Pompa plunyer dengan penggerak uap (steam-driven tanden duplex plunger pump) I. tetapi torak diganti dengan plunyer. POMPA MEMBRAN Gambar 23. Gambar 21. Seperti halnya pompa torak. Prinsip kerja pompa plunyer Gambar 22.2. Pompa plunyer banyak digunakan untuk pompa bahan bakar motor diesel. pompa membran dapat . Prinsip kerja pompa membran Cara kerja Pada pompa ini.2. Kegunaan Pompa plunyer pada umumnya digunakan untuk aliran volum (kapasitas) yang kecil tetapi tekanan yang dapat dicapai lebih tinggi dari pada yang dapat dicapai dengan pompa torak.

Zat cair mengalir sedemikian rupa dalam aliran yang tidak terputus-putus dari saluran isap melalui pompa ke saluran kempa. 2.1. yang dilengkapi dengan tali atau rantai yang menghubungkan antara motor penggerak dengan roda gigi dan poros engkol untuk merubah kerja putar menjadi kerja bolak-balik. zat cair mengalir dalam rumah pompa dengan tekanan dan kecepatan tertentu.12 digunakan sebagai kerja tunggal dan kerja ganda. Oleh sebab itu cairan dapat terdorong masuk ke dalam rumah pompa atau terjadi kerja isap. Sebelum pompa dijalankan rumah pompa dan saluran isap harus terisi zat cair. pompa baling-baling. pompa sentrifugal itu sendiri. Karena itu pada lubang saluran masuk ke dalam kipas di dalam rumah pompa timbul ruang kosong sehingga tekanannya turun (hampa udara). Kegunaan Pompa membran sering digunakan untuk memompa air kotor (pompa kepala kucing) dan dapat digunakan untuk pompa bahan bakar. 3. pompa sentrifugal terdiri dari dari sebuah kipas yang berputar dalam rumah pompa. .POMPA SENTRIFUGAL (CENTRIFUGAL PUMPS) Pada kelompok pompa sentrifugal ini akan dibicarakan berperapa jenis pompa yang merupakan modifikasi dari pompa sentrifugal ini yaitu 1. pompa sentrifugal baling-baling. maka sudu-sudu kipas memberikan gerak berputar kepada zat cair yang berada di dalam rumah pompa. untuk menjaga agar zat cair tidak mengalir dari saluran isap dan rumah pompa kembali ke sumber biasanya dibagian bawah saluran isap dipasang katup kaki. dan 4. Karakteristik pompa desak gerak bolak-balik Seperti halnya karakteristik pompa desak gerak berputar. II. POMPA SENTRIFUGAL (RADIAL FLOW PUMP) Cara kerja Dalam bentuknya yang sederhana. Terhadap arah putaran biasanya sudu-sudu kipas dibengkokkan ke belakang. pompa aliran pusar. Pada keliling sebelah luar kipas. dan juga memberikan aliran cairan yang terputus-putus. Gaya sentrifugal yang terjadi mendorong zat cair ke bagian keliling sebuah luar kipas dan terkempakan keluar. Rumah pompa mempunyai dua saluran yaitu saluran isap dan saluran kempa. kapasitas pompa desak gerak bolak-balik tidak dipengaruhi oleh tekanan yang dibangkitkan. Bila kipas berputar dengan cepat. Mesin penggerak pompa desak gerak bolak-balik Pompa desak gerak bolak-balik digerakkan oleh motor listrik atau mesin uap. II.

Karena bila dibandingkan pompa desak pompa sentrifugal mempunyai beberapa kelebihan disamping kekurangan yang ada. Dalam pelaksanaan normal tidak dapat menghisap sendiri. Tidak banyak bagian yang bergerak (tidak ada katup) sehingga biaya perawatannya rendah. 6. 7. Kekurangan 1. Bila konstruksi disesuaikan dapat digunakan untuk memompa cairan yang mengandung kotoran atau padatan. 2. karena pada nilai yang tinggi efisiensi pompa tersebut akan turun (tidak ekonomis).13 Gambar 24. 4. terutama pada aliran volum yang kecil. Adapun kelebihan dan kekurangan yang dimililki pompa sentrifugal adalah sebagai berikut: Kelebihan 1. 2. 3. Pada aliran volum yang sama harga pembelian lebih murah. Walaupun demikian untuk keperluankeperluan tertentu tetap diperlukan pompa desak. Skema prinsip kerja dan arah aliran dalam pompa sentrifugal Pompa sentrifugal jauh lebih banyak digunakan (lebih populer) dari pada pompa desak. DOUBLE SUCTION Pompa jenis ini dipilih bila diperlukan kapasitas pemompaan yang tinggi tetapi head rendah . Kemampuan head dan kapasitas yang dapat ditimbulkan oleh pompa jenis ini terbatas. 3. Bila diperlukan kapasitas atau head yang tinggi dapat digunakan atau dipilih pompa sentrifugal jenis DOUBLE SUCTION ATAU MULTISTAGE. Tidak cocok untuk memompa cairan yang kental. Jalannya tenang sehingga fondasi dapat dibuat ringan. Lebih sedikit memerlukan tempat. Aliran zat cair yang diperoleh tidak terputus-putus. 5. Jumlah putaran tinggi sehingga memungkinkan digerakkan langsung oleh motor listrik atau turbin. Randemen rendah terutama untuk aliran volum yang kecil dan daya dorong yang tinggi.

. Total head yang ditimbulkan oleh pompa jenis ini sama dengan jumlah head yang dihasilkan masing-masing kipas. Pompa ini mampu beroperasi sampai head 3000 psia dan kapasitas pemompaan sampai 3000 gallon per menit. Pemasukan umpan melalui dua sisi sehingga pompa ini ekivalen dengan dua buah pompa dengan satu kipas yang bekerja secara paralel.14 Cara kerja Dalam rumah pompa terdapat dua kipas yang dipasang saling membelakangi (back to back). Pompa sentrifugal double suction MULTI STAGE Pompa jenis ini dipilih bila diperlukan head pemompaan yang tinggi dimana single stage pump tidak ekonomis. Gambar 25. Tetapi head yang dihasilkan sama dengan satu kipas dengan diameter dan kecepatan putar yang sama. dengan arah aliran ini gaya aksial yang terjadi dapat diabaikan pengaruhnya. Kapasitas pompa jenis ini sama dengan jumlah kapasitas masing-masing kipas. Cara kerja Dalam pompa terdapat beberapa buah kipas yang dipasang secara seri dalam satu poros. Tetapi kapasitasnya sama dengan kapasitas yang melalui satu buah kipas. Gambar 26. Dua arah aliran dalam pompa multistage.

15 Karakteristik pompa sentrifugal Pada pompa sentrifugal head yang dapat dicapai dan kapasitas terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan (berbeda dengan pompa desak). Contoh karakteristik pompa sentrifugal II.2. Gambar 28. Kipas pompa sentrifugal baling-baling (mixed flow) . Gambar 27. Kipas pompa jenis ini mempunyai sudu yang dibengkokkan dalam tiga jurusan (tiga dimensi). POMPA SENTRIFUGAL BALING-BALING (MIXED FLOW PUMP) Cara kerja Pompa sentrifugal baling-baling merupakan peralihan antara pompa sentrifugal (radial flow pump) dan pompa baling-baling (axial flow pump). Hubungan ini secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut. Kegunaan Pompa jenis ini biasanya digunakan untuk aliran volum yang besar tetapi daya dorongnya rendah. Skema prinsip pompa sentrifugal baling-baling Gambar 29. Karekteristik pompa yang berbeda akan berbeda pula. Adapun cara kerjanya sama dengan pompa sentrifugal. bila head bertambah besar maka kapsitasnya akan menurun asal semua data pompa yang lainnya dipertahankan tetap.

Pompa jenis ini tidak dapat menghisap sendiri sehingga dalam pemakaiannya diperlukan pompa vakum kecil untuk mengusir udara dari rumah pompa. Kipas yang sedang berputar memberkan energi kepada zat cair yang berada didalam rumah pompa. POMPA BALING-BALING (AXIAL FLOW PUMP) Cara kerja Pada pompa jenis ini zat cair mengalir pada arah axial dan dapat digunakan untuk aliran horisontal atau vertikal. Pompa slurry . Gerak rotasi aliran zat cair sudah mulai pada ujung saluran isap pompa.3. sehingga aliran volum atau daya dorongnya dapat diatur. Gambar 30. Gambar 32. Karena lubang laluan zat cair dalam lubang pompa cukup luas sehingga dapat digunakan untuk memompa cairan yang mengandung padatan dan jarang terjadi penyumbatan.16 II. Kegunaan Pompa baling-baling digunakan untuk aliran volum yang sangat besar pada daya dorong (tekanan) yang rendah. Kipas pompa baling-baling II. kipas tidak dipasang dipusat rumah pompa melainkan di sisi samping. Pompa ini bersifat tidak menghisap sendiri.4. Skema prinsip pompa baling-baling Gambar 31. POMPA SLURRY Cara kerja Pada jenis pompa ini. Kadang-kadang pada kipas pompa ini diperlengkapai dengan sudu yang dapat diatur (disetel) ketika sedang bekerja.

dan untuk memompa luluhan makanan dalam industri bahan makanan.17 Kegunaan Pompa ini dapat digunakan intuk memompa cairan yang sangat kotor. Pompa sentrifugal yang terbagi secara radial 2. Kekurangan Pada waktu pembongkaran. Pompa sentrifugal yang terbagi secara aksial 3. Sedangkan semua saluran tetap tinggal pada tempatnya. Pompa sentrifugal yang dipasang menurut cara back pull out Pompa sentrifugal yang terbagi secara radial Bagian dari pompa yang harus dikeluarkan pada waktu pembongkaran tersusun secara tegak lurus terhadap garis sumbu poros pompa. . Kekurangan Pompa jenis ini mahal harganya. Pompa sentrifugal yang terbagi secara radial Pompa sentrifugal yang terbagi secara aksial Bagian dari pompa ini yang harus dikeluarkan pada waktu pembongkaran guna mencapai bagian dalam pompa tersusun sejajar dengan poros pompa. semua saluran harus dilepas dan pompa harus dikeluarkan dari fondasi. Keuntungan Setelah pembongkaran rumah pompa dan kap bantalan. Keuntungan Cara ini merupakan konstruksi yang murah dan stabil. Gambar 33. saluran isap dan saluran kempa terletak pada bagian bawah dari rumah pompa. untuk memompa luluhan kertas pada pabrik kertas. 1. pompa dapat diperiksa seluruhnya dan bila perlu dapat dikeluarkan. Detail secara konstruktif pompa sentrifugal Bagian-bagian pompa sentrifugal berdasarkan cara pemasangannya atau cara pembongkarannya dapat dikelompokkan menjadi tiga.

head dan kapasitas yang diperlukan dan jumlah putaran. Keuntungan Seluruh bagian yang dapat berputar dapat dibongkar dengan mudah. Bagian tengah kopling dapat dilepas dari rangkaian keseluruhan dengan sangat mudah. Elektro motor dan rumah pompa dapat tetap tinggal di atas pelat fondasi. saluran tidak perlu dilepas. Kopling spacer dan back pull our door KIPAS Bentuk kipas dan sudu kipas yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis zat cair yang dipompa. Panjang bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga bagian tersebut dapat dikeluarkan. Tetapi pada keadaan tertentu. dudukan bantalan dapat dikeluarkan lengkap dengan poros dan kipas. . Kekurangan Pada pemasangan ini dibutuhkan kopling khusus (kopling spacer) Gambar 35. Panjang bagian kopling dapat dilepas dari rangkaian keseluruhan dengan sangat mudah. Pompa sentrifugal yang terbagi secara aksial Konstrusi back pull out Konstruksi ini membutuhkan kopling khusus pada tiga bagian. Misalnya untuk zat cair yang mengandung banyak padatan diutamakan dipilih jenis pompa yang mempunyai lubang laluan yang besar daripada jenis pompa yang memberikan efisiensi yang tinggi. Hal ini perlu diperhatikan agar efisiensi pompa tinggi.18 Gambar 34. kadang-kadang pompa dikorbankan atau merupakan prioritas yang kedua dibandingkan tujuan pemompaannya.

jumlah sudu. ukuran. Sedangkan lengkungan sudu berpengaruh relatif sedikit terhadap head. Sudu-sudu kipas dapat dilengkungkan satu atau dua kali. antara lain: Kipas tertutup Sudu-sudu kipas terkurung dalam dinding kipas. Kipas tertutup dengan sudu yang dilengkungkan satu kali Gambar 37. Ada beberapa jenis kipas dalam pompa sentrifugal. dan lebar sudu harus mempunyai ukuran ayng tepat. lubang saluran masuk. lubang laluan kipas. tetapi sangat berpengaruh terhadap efieinsi pompa tersebut. Efisiensi pompa untuk kipas jenis ini lebih rendah dibandingkan dengan kipas yang tertutup. dan kecepatan putar kipas mempunyai pengaruh yang besar terhadap karakteristik pompa. Bila diinginkan kapasitas tertentu.19 Pengaruh kipas terhadap karakteristik pompa Bentuk. Gambar 38. Kipas setengah terbuka Kipas terbuka Kipas jenis ini sudu-sudunya tampak dari kedua sisi. . Kipas jenis ini cocok untuk memompa zat cair yang bersih atau tidak mengandung kotoran. maka makin tinggi pula head yang dapat dicapai. Gambar 36. Kipas tertutup dengan sudu yang dilengkungkan dua kali Kipas setengah terbuka Kipas jenis ini sudu pada sisi yang menghadap ke saluran masuk terbuka. Makin tinggi diameter kipas dan kecepatan putarnya amiin tinggi. Efisiensi kipas jenis ini lebih rendah dibandingkan dengan kipas setengah terbuka. Kapasitas pompa sangat dipengaruhi oleh ukuran lubang laluan kipas. Pompa dengan jenis kipas ini dapat digunakan untuk memompa cairan yang mengandung padatan.

maka kipas jenis ini cocok untuk memompa cairan yang banyak mengandung padatan. Sedangkan semua jenis pompa sentrifugal pada dasarnya bersifat not self-priming. Kipas Saluran Kipas ini terdiri dari dua atau tiga saluran segi panjang yang dibengkokkan dan semua saluran berhubungan dengan saluran pemasukkan. kecuali pompa sentrifugal yang telah dimodifikasi bentuk rumah pompa dan salurannya. pada dasarnya semua pompa desak (positive displacement pumps) bersifat selfpriming kecuali pompa ulir (screw pumps). . Contoh pompa sentrifugal yang selfpriming adalah pompa nagle (nagle pumps). Sedangkan untuk kipas jenis kedua cocok untuk memompa cairan ayng bersih. Kipas saluran SELF-PRIMING PUMPS Self-priming adalah sifat pompa yang pada keadaan kering dapat menghisap sendiri. Oleh karena lubang laluan saluran besar. Gambar 41. GANGGUAN YANG MUNGKIN TERJADI PADA POMPA SENTRIFUGAL DAN KEMUNGKINAN PENYEBABNYA Gangguan yang mungkin dijumpai pada pemakaian pompa sentrifugal dan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya. Efisiensi kipas jenis ini lebih tinggi daripada kipas terbuka. Adapun untuk jenis pompa yang lain dapat dicari pada pustaka. Bentuk lain kipas terbuka Kipas jenis pertama (gambar 39) cocok unuk memompa cairan yang mengandung kotoran. dapat dilihat pada Daftar I. Kipas terbuka Gambar 40.20 Gambar 39. karena pada kipas ini jarak antar sudu kecil dan jarak antara kipas dan dinding rumah juga sempit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful