Kode KIM.

14

Senyawa Karbon

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Kim. 14. Senyawa Karbon

i

Kode KIM.14

Senyawa Karbon

Penyusun:

Drs. Sukarmin, M.Pd

Editor
Drs. Bambang Sugiarto, M.Pd. Dra. Heny Subandiyah, M.Hum.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004
Kim. 14. Senyawa Karbon

ii

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri. Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas. Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK. Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan. Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
Kim. 14. Senyawa Karbon

iii

Senyawa Karbon iv . NIP 130 675 814 Kim. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. tenaga komputerisasi modul. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul. tenaga. khususnya peserta diklat SMK Bidang Adaptif untuk mata pelajaran Matematika. tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi. n. pengorbanan waktu. Sc. kesesuaian dan fleksibilitas. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan. 14. praktisi dunia usaha dan industri. Demikian. editor. dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini. Fisika. Jakarta. Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan. Gatot Hari Priowirjanto. Ir. Kimia. M.sebesar-besarnya kepada berbagai pihak. atau praktisi yang sedang mengembangkan modul pembelajaran untuk SMK. Desember 2004 a. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dr. terutama tim penyusun modul (penulis.

kegunaan. padat informasi. selain dapat dipakai sebagai sumber belajar. dan mudah dipahami oleh peserta diklat sehingga proses pembelajaran yang tepat guna dapat dicapai. modul merupakan media informasi yang dirasakan efektif. Bagi sekolah menengah kejuruan. Bagi peserta diklat. tata nama. M. 14. Modul merupakan salah satu media yang dapat digunakan. modul juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Surabaya. rumus umum. karena isinya yang singkat. dan ester. Pokok bahasan ini penting untuk mempelajari bahan-bahan organik untuk percobaan pada bidang studi lain. asam karboksilat. aldehid. masing-masing turunan tersebut dibahas struktur. Senyawa Karbon v . Sukarmin. keton. Modul ini akan mempelajari turunan senyawa karbon yang terdiri dari alkohol. Desember 2004 Penyusun Drs. eter.Pd Kim.Kata Pengantar Media yang sesuai dan tepat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu pada setiap pembelajaran.

.......................... D.................................................................................. d........................................... Cek Kemampuan..................................................................... Kegiatan Belajar........................................................... e........ Deskripsi ........................................................................................... E...................... Tes Formatif ............ 7 a................ f................................ c................. Kompetensi ...... 1 1 2 2 4 5 II...................................................... Lembar Kerja .................................. Tujuan Kegiatan Pembelajaran........................ Kegiatan Belajar 1................................................................... Rangkuman .............................................................................................................................................. vi Peta Kedudukan Modul ........ Kunci Jawaban .......................................... Tujuan Kegiatan Pembelajaran.. e... g................................................... PENDAHULUAN A................................................................................................................. ii Kata Pengantar ... Tugas ....... F.......................................................................................................................... Prasyarat ............ Tes Formatif .......................................... Uraian Materi .. Tujuan Akhir................................................. a....... 7 7 25 25 26 27 28 28 28 37 37 37 38 39 2............................................... v Daftar Isi ................ Rangkuman ............................................... i Halaman Francis ...................................... ix Glosary ....................... d...... B................................................................Daftar Isi ? ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul.................... C............ 14................ Uraian Materi .... PEMBELAJARAN A............................................................................................. Petunjuk Penggunaan Modul ................................. Kegiatan Belajar 2............... f...... Rencana Belajar Peserta Diklat...... Senyawa Karbon vi .................................... Kunci Jawaban ................... 7 1... b................... Kim................ 6 B............................................................................................................................................................................................. b.............................. viii Daftar Judul Modul................. x I................................................................................... c... iii Kata Pengantar ................ Tugas ....................................

.......................................................... d........................................................... a............... f.............. Senyawa Karbon vii ............... e. Tujuan Kegiatan Pembelajaran.................... 55 IV.................... b............................................... EVALUASI ......................................................................... PENUTUP ........................................ Kunci Jawaban ...................................... 58 DAFTAR PUSTAKA ............................... 14.................................................. c..................... Tes Formatif . Tugas .........................3............................................................ 41 41 41 52 52 52 53 III.............................................................. 59 Kim............... Kegiatan Belajar 3............ Rangkuman ............. Uraian Materi .........

Senyawa Karbon viii . 14.Peta Kedudukan Modul MATERI DAN PERUBAHAN LAMBANG UNSUR DAN PERSAMAAN REAKSI STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK KONSEP MOL IKATAN KIMIA DAN TATANANNYA LARUTAN ASAM BASA REDOKS PENCEMARAN LINGKUNGAN THERMOKIMIA HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI LAJU REAKSI SENYAWA KARBON KESETIMBANGAN POLIMER ELEKTROKIMIA KIMIA LINGKUNGAN Kim.

14. 13 KIM. 12 KIM. 06 KIM. 08 KIM. 09 KIM. 01 KIM. 15 KIM. 11 KIM. 07 KIM. 05 KIM. 10 KIM. 03 KIM. Senyawa Karbon ix . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul KIM. 04 KIM. 16 Judul Modul Materi dan Perubahannya Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Konsep Mol Ikatan Kimia Larutan Asam Basa Reaksi Oksidasi dan Reduksi Pencemaran Lingkungan Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Elektrokimia Hidrokarbon dan Minyak Bumi Senyawa Karbon Polimer Kimia Lingkungan Kim. 14 KIM. 02 KIM.Daftar Judul Modul No.

14. Senyawa Karbon x .Glossary ISTILAH Gugus fungsional Alkohol Eter Aldehid Keton Asam karboksilat Ester Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional ? COO? KETERANGAN Atom atau kelompok atom dengan susunan tertentu yang menentukan struktur dan sifat suatu senyawa Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional ? OH Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional ? O? Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional ? CHOH Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional ? CO? Senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional ? COOH Kim.

Senyawa Karbon 1 . asam asetat pada cuka. anda harus sudah memahami struktur. agar pasien tidak merasakan sakit perlu diberi obat bius. contoh bahan yang mengandung alkohol. Ester merupakan turunan asam yang akan kita bahas lebih mendalam. tentu anda akan tertuju pada minuman keras yang memabukkan. aroma buah-buahan. vanila dan makanan yang baru dipanggang maupun bau manis memualkan dari makanan basi. B. Gugus karbonil merupakan ciri khas aldehid dan keton. aroma bunga merupakan contoh ester. asam format pada semut merah dan asam sitrat pada buah merupakan keluarga senyawa yang sama. Pada saat dilakukan operasi pembedahan. PENDAHULUAN A. Aroma menarik dari kayu manis. Bau kambing dihasilkan oleh senyawa asam kaproat. tetapi anda pasti sudah mengenal obat bius. Dietil eter merupakan obat bius yang sudah lama digunakan.BAB I. Sebenarnya minuman keras tersebut hanya merupakan satu besar. Eter mungkin belum sering anda dengar. 14. Banyak sekali alkohol yang ada di sekitar kita dan mempunyai manfaat yang sangat Kim. mengandung gugus fungsional karbonil. Deskripsi Begitu mendengar kata alkohol. Aroma harum dari parfum. tatanama dan isomer hidrokarbon. Prasyarat Agar dapat mempelajari modul ini dengan baik. yaitu keluarga asam karboksilat.

glikol. 5. 3. Menuliskan struktur dan tatanama senyawa alkohol dan eter menurut IUPAC dan Trivial. Bilamana terdapat evaluasi maka kerjakan evaluasi tersebut sebagai sarana latihan. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini antara modul-modul yang lain. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. Membedakan sifat kimia dan sifat fisis alkohol dan eter. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat: 1. catatlah semua kesulitan Anda dalam mempelajari modul ini untuk ditanyakan pada guru/instruktur pada saat tatap muka. mendapatkan pengetahuan tambahan. 6. 2. Senyawa Karbon 2 . D. etanol. gliserol dan eter. 6. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan bila perlu konsultasikan hasil penugasan tersebut kepada guru/instruktur. 2. Memberi contoh kegunaan alkohol dan eter dalam kehidupan seharihari. Menjabarkan deret turunan senyawa hidrokarbon. Menjelaskan dampak dari penggunaan alkohol dan eter. Bacalah referensi lain yang ada hubungan dengan materi modul ini agar Anda Kim. sehingga diperoleh hasil yang optimal. 3. seperti metanol. 4. 14. 5. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Menuliskan rumus struktur dan tata nama senyawa aldehid dan keton menurut IUPAC dan Trivial. spiritus. Pahami setiap teori dasar yang akan menunjang penguasaan materi dengan membaca secara teliti. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. Bila terdapat penugasan. 4.C.

12. Membedakan sifat kimia dan sifat fisis aldehid dan keton. 10. Membedakan reaksi yang terjadi pada aldehid dan keton (reaksi oksidasi dan adisi). Memberi contoh kegunaan aldehid dan keton dalam kehidupan seharihari. seperti formalin dan aseton.7. 13. 14. Kim. 11. Membedakan reaksi yang terjadi pada asam karboksilat dan ester. 8. 9. Membedakan sifat kimia dan sifat fisis asam karboksilat dan ester. Menuliskan rumus struktur dan tata nama senyawa asam karboksilat dan ester menurut IUPAC dan Trivial. Senyawa Karbon 3 . Memberi contoh kegunaan asam karboksilat dan ester dalam kehidupan sehari-hari.

sifat.14 18 jam @ 45 menit KRITERIS KINERJA MENERAPKAN KOSEP PENULISAN LAMBANG UNSUR DAN PERSAMAAN REAKSI LINGKUP BELAJAR struktur tata nama sifat kegunaan SIKAP Tekun menulis struktur dan tata nama dari alkohol dan eter MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENGETAHUAN . : : : : Program Adaptif KIMIA/KIM.E.Penerapan penulisan struktur alkohol dan eter Struktur dan tata nama dari alkohol dan eter 1.menuliskan struktur aldehid dan keton .kegunaan aldehid dan keton KETERAMPILAN . cara penulisan.menuliskan struktur alkohol dan eter .kegunaan alkohol dan eter . Struktur dan tata nama dari aldehid dan keton - struktur tata nama sifat kegunaan Tekun menulis struktur dan tata nama dari aldehid dan keton . Senyawa Karbon 4 .Mengidentifikasi gugus fungsi . cara penulisan. tata nama. Mendeskrip sikan struktur.Penerapan penulisan struktur aldehid dan keton 1.sifat aldehid dan keton .sifat asam karboksilat dan ester .kegunaan asam karboksilat dan ester . tata nama.memberi nama alkohol dan eter .Penerapan penulisan struktur asam karboksilat dan ester Kim.sifat alkohol dan eter . kegunaan dan identifikasi asam karboksilat dan ester. sifat. kegunaan dan identifikasi alkohol dan eter. 14.memberi nama aldehid dan keton . sifat. Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Matadiklat/Kode Durasi Pembelajaran SUB KOMPETENSI 1. cara penulisan. Mendeskrip sikan struktur. tata nama. kegunaan dan identifikasi aldehid dan keton. Struktur dan tata nama dari asam karboksilat dan ester - struktur tata nama sifat kegunaan Tekun menulis struktur dan tata nama dari asam karboksilat dan ester .memberi nama asam karboksilat dan ester . Mendeskrip sikan struktur.menuliskan struktur asam karboksilat dan ester .

sebagai ester Kim. Tuliskan rumus struktur dan tentukan rumus molekul senyawa dengan nama sebagai berikut: a.3-dimetil-2 henksanol e. Asam 2-etil-3metil butirat c. d. c. 14. 2.F. e.3-dimetil pentanal f. CH3(CH 2)4 C OCH 3 O CH3CH 2C(CH 3)2C O CH 3CH 2CH(CH 3)CCH 2CH 3 H CH3 CH CH3 O CH2 CH3 f. sebagai asam karboksilat b. OH CH 3 CH 3 CH C CH 3 CH 2 CH 3 2. Asam 3-metilpentanoat b. Senyawa Karbon 5 . Tuliskan semua isomer C5H10O 2 a. 3-metil-2-pentanol c. C2H5 CH 3CHCH 2 COOH O b. Cek kemampuan 1. Berilah nama senyawa dengan struktur berikut: a. 2-metil-3-pentanon 3. 3-etil-2.

Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan perubahan Tanda tangan Guru Kim. . PEMBELAJARAN A.BAB II. 14. dan ester.Mendeskripsikan asam karbksilat. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi Sub Kompetensi : : memahami turunan senyawa karbon : alkana.Mendeskripsikan alkohol dan eter. Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. alkuna. . Jika ada perubahan dari rencana semula. . berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda. alkena. Senyawa Karbon 6 .Mendeskripsikan aldehid-keton.

tentu anda akan tertuju pada minuman keras yang memabukkan. tetapi anda pasti sudah mengenal obat bius. Pembahasan diawali dengan pengenalan gugus fungsi. ? Menjelaskan dampak dari penggunaan alkohol dan eter. spiritus. Untuk memperjelas pemahaman tentang alkohol dan eter. diharapkan anda dapat: ? Menjabarkan deret turunan senyawa hidrokarbon. Sebenarnya minuman keras tersebut hanya merupakan satu contoh bahan yang mengandung alkohol. 14. ? Memberi contoh kegunaan alkohol dan eter dalam kehidupan sehari-hari. senyawa alkohol dan eter menurut Kim. gliserol dan eter. Pada saat dilakukan operasi pembedahan. Dietil eter merupakan obat bius yang sudah lama digunakan. b. Pada bab ini akan dibahas lebih mendalam tentang alkohol dan eter. pembuatan dan kegunaan serta dampak penggunaan dari alkohol dan eter.B. agar pasien tidak merasakan sakit perlu diberi obat bius. Kegiatan Belajar 1 a. ? Menuliskan struktur dan tatanama IUPAC dan Trivial. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1. Uraian Materi Begitu mendengar kata alkohol. Banyak sekali alkohol yang ada di sekitar kita dan mempunyai manfaat yang sangat besar Eter mungkin belum sering anda dengar. glikol. struktur dan tata nama dan sifat kimia-fisika. seperti metanol. KEGIATAN BELAJAR 1. etanol. ? Membedakan sifat kimia dan sifat fisis alkohol dan eter. pada akhir bab ini dibahas identifikasi. Senyawa Karbon 7 .

Gugus fungsi tersebut merupakan bagian yang paling reaktif jika senyawa tersebut bereaksi dengan zat lain. keton. 14. eter. alkena. Gugus fungsional Nama golongan Alkena Alkuna Alkohol C OH Gugus Fungsi Struktur umum Rumus molekul CnH2n CnH2n-2 CnH2n+2O C C C C R C C OH C C Eter C O C R O R' CnH2n+2O Aldehid Keton Asam Karboksilat Ester O C O C C O OH O C O R O C R R O R C O C C R' O OH CnH2nO CnH2nO CnH2nO 2 CnH2nO 2 H H O R' Kim. sikloalkana dan sikloalkena. Senyawa hidrokarbon yang hanya mengandung atom H dan O dikelompokkan menjadi alkana.Gugus Fungsi Gugus fungsi adalah atom atau kelompok atom dengan susunan tertentu yang menentukan struktur dan sifat suatu senyawa. alkuna. Senyawasenyawa yang mempunyai gugus fungsi yang sama dikelompokkan ke dalam golongan yang sama. Tabel 1. Senyawa yang mengandung atom C. aldehid. asam karboksilat dan ester. H dan O dikelompokkan menjadi alkohol. Senyawa Karbon 8 .

Struktur Alkohol diperoleh dengan menggantikan satu atom H dengan gugus -OH. 14. Misalkan metana menjadi metanol. Pada pembahasan kali ini akan dipelajari cara memberi nama alkohol dan eter. O CH 3 CH 2 C O CH 3 Golongan: ester Rumus molekul: C 4H8O 2 Golongan : eter Rumus molekul: C 4H10O b. tape. Minuman keras.Contoh Soal Tandai gugus fungsi. Kim. merupakan contoh bahan yang mengandung alkohol. Apa nama alkohol yang terkandung dalam minuman keras. Alkohol dan eter merupakan turunan dari alkana. kemudian tentukan nama golongan dan rumus molekul dari senyawa berikut: a. Penamaan alkohol juga disesuaikan dengan nama alkana dengan mengubah huruf akhir a pada alkana dengan ol. tape dan spiritus? Bolehkah kita memberi nama alkohol tape? Kalau anda memberi nama berdasarkan bahan dasarnya maka anda akan banyak mengalami kesulitan. O CH 3 CH 2 C O CH 3 b. spiritus. Senyawa Karbon 9 . CH 3 CH CH 3 O CH 3 Jawab a. CH3 CH CH 3 O CH 3 Rumus struktur alkohol dan eter Anda tentu sudah mengenal contoh alkohol yang ada disekitarmu.

Alkohol dan eter mempunyai gugus fungsi berbeda tetapi mempunyai rumus molekul yang sama. Hal ini dapat dikatakan bahwa alkohol dan eter berisomer fungsi. alkohol mempunyai rumus molekul C2H6O dan eter juga C2H6O. 1) Dimetil eter H H C H O H C H H O C H3 .H O H H H H H C C C C H H H H H H etana etanol Struktur eter diperoleh dengan menggabungkan dua buah alkil dengan oksigen. 14. Untuk memperjelas struktur eter. Apa yang dapat anda simpulkan antara rumus molekul alkohol dan eter? Alkohol dan eter mempunyai rumus molekul yang sama. CH3 struktur eter. Eter yang paling sederhana adalah dimetil eter. Oleh karena itu eter juga disebut dengan alkoksi alkana. Rumus umum alkohol dan eter adalah: CnH2n+2O. Kim. gunakan molymod untuk membentuk 2) Etil metil eter H H C H H C H O H C H H Bagaimana rumus umum alkohol dan eter? Perhatikan rumus molekul alkohol dan eter untuk jumlah atom karbon yang sama. Untuk jumlah atom C sebanyak 2. Senyawa Karbon 10 .

Rantai terpanjang tersebut merupakan rantai utama diberi nama sesuai dengan nama alkananya. obat bius yang berupakan contoh dari bahan yang mengandung alkohol dan eter. diberi nama alkil sesuai jumlah atom C. Semua atom karbon di luar rantai utama dinamakan cabang. a. 14. Pada pembahasan berikut akan dijelaskan cara memberi nama senyawa alkohol dan eter. Rantai terpanjang pada contoh di atas mengandung 5 atom karbon.Tatanama alkohol dan eter Di awal pembahasan ini anda sudah mengenal minuman keras. OH metil CH 3 CH CH CH 3 CH CH3 CH 3 metil Kim. Nama-nama tersebut merupakan nama belum menggambarkan nama alkohol yang dikandungnya. sehingga diberi nama pentanol. spiritus. tetapi huruf terakhir “a” diganti dengan ol. Senyawa Karbon 11 . Tata nama alkohol Sistem IUPAC digunakan dalam tata nama alkohol dengan aturan sebagai berikut: 1. OH CH 3 CH CH CH 3 CH CH3 CH 3 2. Tentukan rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus OH.

Urutan pemberian nama: nomor cabang-nama alkil.4-dimetil-2-pentanol 4. OH CH 3 CH CH CH 3 CH CH3 CH 3 3. 14.4-heksanadiol Tatanama trivial atau nama lazim merupakan penamaan sering digunakan sebelum lahirnya kesepakatan sistem IUPAC. digunakan akhiran diol.Jika cabang lebih dari satu jenis.3.nomor gugus OH nama rantai utama. Dalam hal ini akhiran a pada alkana rantai utama tetap dipakai. Senyawa Karbon 12 . Berikut beberapa nama trivial dan sistem IUPAC untuk alkohol. yaitu etil di nomor 4 dan metil di nomor 3. Pada contoh berikut terdapat dua buah cabang. 3. Rantai terpanjang terdapat 6 atom C (heksana) dan dua gugus OH di nomor 2 dan 4. Rantai utama diberi nomor dari ujung terdekat dengan gugus -OH. triol. Umumnya tatanama trivial alkohol dilakukan dengan menyebutkan nama alkil diakhiri dengan alkohol. Jika terdapat lebih dari satu gugus OH pada molekul yang sama (polihidroksil alkohol). dan seterusnya. Kim. maka diurutkan sesuai abjad. OH CH 3 OH CH C CH 2 CH 3 CH CH 2 CH 3 CH 3 4-etil-3-metil-2.

Jika kedua alkil sama digunakan awalan di. 14. sekunder.2- Isopropil alkohol Sec-butil alkohol etilen glokol Tatanama eter dapat dilakukan dengan sistem IUPAC dan nama trivial. yaitu atom karbon primer. Menurut sistem IUPAC eter disebut juga alkoksi alkana. IUPAC TRIVIAL CH3 O CH CH 3 CH 3 CH3 O CH CH 3 CH 3 Metoksi metil Isopropana Metoksi isopropana isopropil isopropil metil eter C2H5 O C2H5 C2H5 O C2H5 etoksi Etoksi etana etana etil dietil eter etil Klasifikasi alkohol Berdasarkan penempatan atom karbon dalam molekul. Senyawa Karbon 13 . tersier dan kuarter Kim.OH OH CH3CH2CHCH3 OH CH 2 OH CH2 Struktur etanadiol : CH 3CH 2 OH CH3 CHCH 3 Nama IUPAC : Etanol Nama Trivial : Etil alkohol b. atom karbon digolongkan menjadi empat golongan.Tatanama dilakukan dengan dua cara menetapkan alkil yang lebih kecil sebagai alkoksi dan alkil yang lebih besar sebagai alkana. Tatanama dengan nama trivial dilakukan dengan menyebutkan nama alkil sesuai urutan abjad dan diakhiri eter. Tata nama eter 2-propanol 2-butanol 1.

3. Contoh: C1 berdiri sendiri.7 H H 1 CH3 C CH2 10 C H 2 H CH3 3 CH CH3 5 CH2 6 CH3 9 4 8 CH3 1. C4 mengikat C3. Atom karbon sekunder adalah atom karbon yang mengikat dua atom karbon yang lain. Atom karbon tersier adalah atom karbon yang mengikat tiga atom karbon yang lain. Contoh CH 3 CH3 OH CH 2 CH 3 CH2 CH 2 OH OH metanol etanol 1-propanol Dari struktur tersebut gugus -OH selalu diikat oleh CH2( kecuali metanol). C9 mengikat C8 dan C10 mengikat C8. C2 hanya mengikat C3. 14. Mengapa tidak terdapat alkohol kuartener? 1. Contoh C6 mengikat C5. Oleh karena itu alkohol menjadi tiga. Senyawa Karbon 14 . C8 mengikat C6 dan C9. Atom karbon primer adalah atom karbon yang berdiri sendiri atau yang mengikat satu atom karbon yang lain.Contoh: C3 mengikat C2. C4 dan C5.Contoh: C5 mengikat C3 dan C6. C8 dan C10. yaitu alkohol peimer. Klasifikasi alkohol didasarkan pada jenis atom C yang mengikat gugus OH. alkohol sekunder dan alkohol tersier. Oleh karena itu secara umum struktur dari alkohol primer adalah: R CH 2 OH Kim. 4. Alkohol primer adalah alkohol dengan gugus -OH terikat pada atom C primer. C7. C7 mengikat C8. 2. Atom karbon kwartener adalah atom karbon yang mengikat empat atom karbon yang lain.

14. Oleh karena itu secara umum struktur dari alkohol sekunder adalah: R CH R' OH 3. Senyawa Karbon 15 . Alkohol tersier adalah alkohol dengan guguh -OH terikat pada atom C tersier. Oleh karena itu secara umum struktur dari alkohol primer adalah: R" R C R' OH Kim. Alkohol sekunder adalah alkohol dengan gugus -OH terikat pada atom C sekunder.2. Contoh: CH3 CH3 C CH3 OH H2C CH 3 C CH2 CH3 H3C CH CH 3 CH2 C CH3 CH 3 OH CH 3 OH 2-metil-2-propanol 3-etil-3-pentanol 2. Contoh: CH3 CH CH3 OH H3C CH 2 CH CH 3 OH H3C CH OH CH CH 3 CH 3 2-propanol 2-butanol 3-metil-2-butanol Dari struktur tersebut gugus -OH selalu diikat oleh CH.3-dimetil-3-pentanol Dari struktur tersebut gugus -OH selalu diikat oleh C.

Tebel 2. terutama pada homolog yang lebih rendah. Ingat bahwa semua alkana –metana. Sifat fisik alkohol dan eter a. Senyawa Karbon 16 . Perbandingan titik didih dan massa molekul Rumus CH4 HOH C3H8 CH3CH2OH CH3OCH3 C5H12 C4H9OH C2H5OC 2H5 Nama metana air propana propanol dimetil eter Pentana butanol dietil eter Massa molekul 16 18 44 46 46 72 74 74 titik didih (oC) -164 100 -42 78 -25 36 117 35 Kim. Penggantian satu atom hidrogen dengan gugus hidroksil menyebabkan perubahan besar pada kelarutan dan keadaan fisik. Hubungan ini menjadi jelas. Perbedaan tersebut merupakan akibat dari kemampuan mengikat hidrogen pada alkohol. Bahkan homolog yang merupakan membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air.Sifat fisik dan kimia alkohol dan eter 1. Titik didih Telah disebut sebelumnya bahwa alkohol dan eter dianggap sebagai air. tarik Alkohol menarik dapat intermolekular antar molekul-molekul alkohol. 14. sehingga homolog yang lebih rendah larut dalam air. dan propanol merupakan cairan dan larut dalam air. Pengikatan teringan hidrogen yang cairan menyebabkan pada suhu daya ruang. Sebaliknya alkohol –metanol. dan propanamerupakan gas dan tidak larut dalam air. jika kita membicarakan tentang sifat-sifat fisik dan kimia alkohol. etana. etanol.

pada air dan b. 14.Berdasarkan data pada tabel 2 . Ingat bahwa titik didih adalah ukuran kasar dari jumlah energi yang diperlukan untuk memisahkan suatu molekul cair dari molekul terdekatnya.apa yang dapat disimpulkan tentang hubungan antara massa molekul dengan titik didih? Tabel ini menunjukkan bahwa zat-zat yang mempunyai massa molekul yang hampir sama tidak selalu mempunyai titik didih yang hampir sama pula. H O H H O H O H H H O H R O H O R H H O R Gambar 1. Sedangkan pada eter kedua alkil yang terikat pada oksigen tidak dapat membentuk ikatan hidrogen sehingga eter mempunyai titik didih yang lebih kecil dibanding alkohol. Barulah kemudian molekul tersebut dapat terlepas dari cairan menjadi gas. oleh sebab itu energi yang dibutuhkan untuk menguapkan air lebih besar. dibutuhkan energi yang cukup besar untuk memisahkan ikatan tersebut. Energi yang dibutuhkan untuk memisahkan tiga atau empat ikatan molekular lebih besar daripada dua ikatan molekular. Ikatan hirogen a. Jika molekul terdekatnya melekat pada molekul tersebut sebagai ikatan hidrogen. Titik didih alkohol yang relatif tinggi merupakan akibat langsung dari daya tarik intermolekular yang kuat. Kim. pada alkohol Pada alkohol gugus alkil tidak membentuk ikatan hidrogen sehingga satu molekul terikat hanya dengan dua molekul alkohol yang lain. Senyawa Karbon 17 .

Dalam membahas kelarutan. Tetapi jika dicampur dengan air eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengan air. karena tidak ada hidrogen yang terikat pada oksigen. lakukan percobaan kelarutan alkohol dan eter.3 8.0 Kim. Polaritas dan ikatan hidrogen merupakan faktor yang menentukan besarnya kelarutan alkohol dan eter dalam air. karena ikatan hidrogen dengan H2O inilah maka kelarutan dietil eter hampir sama dengan 1-butanol.b. Tabel 3. Eter tidak dapat membentuk ikatan hidrogen antara molekulmolekulnya. Semakin panjang rantai karbon semakin kecil kelarutannya dalam air. kita menggunakan prinsip “like dissolves like” yang berarti pelarut molar melarutkan zat terlarut polar dan pelarut non polar melarutkan zat terlarut non polar. Kelarutan dalam air ini lebih disebakan oleh ikatan hidrogen antara alkohol dan air. Senyawa Karbon 18 . 14. Alkohol dengan massa molekul rendah dapat larut dalam air dengan baik. Tetapi prinsip tersebut tidak berlaku untuk semua kasus. Kelarutan Untuk lebih memahami kelarutan alkohol dan eter dalam air. Kelarutan alkohol dan eter dalam air Nama Metanol Etanol 1-propanol 1-butanol dietil eter Rumus CH3OH CH3CH2OH CH3CH2CH2OH CH3CH2CH2CH2OH CH3CH2OCH2CH3 kelarutan (g/100 mL) Tak terhingga Tak terhingga Tak terhingga 8. Semua alkohol adalah polar tetapi tidak semua alkohol dapat larut dalam air.

14. Senyawa Karbon 19 . 180 oC C OH H Asam berlebih H C H C H + H HOH Pada kondisi lain.Sifat Kimia alkohol dan eter a. maka akan terbentuk eter. H H C H H C H OH + H O H C H H H2SO 4pekat .140 C o H H C H H C H O H C H H C H H + C H H Alkohol berlebih HOH b. Pada reaksi ini melibatkan dua molekul alkohol. membentuk alkena. sekunder dan tersier. Reaksi tersebut adalah: Alkohol primer ? [?O]? Aldehid ? [?O]? Asam karboksilat Alkohol sekunder ? [?O]? Keton Alkohol tersier ? [?O]? tidak bereaksi. Oksidasi alkohol Oksidasi alkohol telah anda pelajari pada saat membedakan alkohol primer. Gugus hidroksil akan terlepas dan atom hidrogen dari carbon terdekatnya juga terlepas. Dehidrasi alkohol Dehidrasi (pelepasan air) biasanya terjadi apabila asam sulfat pekat berlebih dicampurkan dalam alkohol dan memanaskan campuran tersebut hingga 180oC. yaitu penambahan sedikit asam sulfat pekat dan pemanasan dilakukan pada suhu 140oC. H H C H H H2SO4pekat. Kim. Alkohol pertama melepaskan gugus hidroksil dan alkohol kedua melepaskan atom hidrogen.

Kim. 14. 2R OH + 2 Na 2 R ONa + H2 Alkohol Na-alkoholat 2 C 2H5 OH + 2 Na 2C 2H5 ONa + H2 etanol Natrium etanolat Jika terdapat air maka alkoholat terurai kembali menjadi alkohol + NaOH. reduktor maupun basa. C2H5 ONa + H2O C 2H5 OH + NaOH d. Reaksi alkohol dengan Na atau K Alkohol kering (tidak mengandung air) dapat bereaksi dengan logam Na atau K sehingga atom H dari gugus OH digantikan dengan logam tersebut sehingga terbentuk Na-alkoholat. Esterifikasi Alkohol dengan asam alkanoat dapat membentuk ester. eter tidak bereaksi dengan aksidator. Sifat kimia eter etanol etil asetat (suatu ester) Eter bersifat inert seperti halnya alkana.c. O CH3 C OH + HO CH 2 CH 3 CH3 O C O CH 2CH3 + H OH Asam etanoat e. Reaksi ini disebut dengan reaksi esterifikasi. Karena sifat inilah eter banyak digunakan sebagai pelarut organik. Senyawa Karbon 20 .

Pada awal tahun 1990-an Arthur Nonomura. Akan tetapi metanol akan efektif dalam kondisi panas atau terkena sinar matahari dan untuk tumbuhan kapas. Metanol mungkin juga mempunyai kegunaan baru dalam bidang pertanian. strawberi. etanol Pada kebanyakan orang dewasa metabolisme tubuh dapat mencerna sejumlah kecil etanol dengan tingkat keracunan yang rendah. 14. Tumbuhan yang disemprot tidak lagi layu dan tumbuh lebih besar pada tingkat yang lebih cepat daripada tumbuhan yang tidak disemprot. dan tidak diperlukannya pestisida. Berdasarkan risetnya sebagai ilmuwan ia menyemprot beberapa tumbuhan dengan larutan metanol yang sangat encer. juga dapat berakibat kematian.Kegunaan dan dampak dari penggunaan Alkohol Dan Eter Metanol Dalam industri metanol diubah menjadi formaldehid atau digunakan untuk mensintesa bahan kimia lain. Kegunaanya dapat terlihat jelas. Tidak seperti alkohol pada minuman. melon dan mawar. Metanol digunakan sebagai pelarut dan sebagai bahan bakar bersih. hasil tanaman lebih banyak dan lebih cepat. Kim. Nonomura menyadari bahwa pada saat-saat panas dipertanian beberapa tumbuhan menjadi layu. menemukan bahwa dalam kondisi panas menyemprotkan larutan cairan metanol pada beberapa tumbuhan dapat menggandakan tingkat pertumbuhannya dan mengurangi kebutuhan air hingga separuhnya. seorang ilmuan yang menjadi petani. Senyawa Karbon 21 . Etil alkohol pada umumnya disebut alkohol padi-padian atau alkohol minuman karena dapat dihasilkan dari fermentasi gula alam dan tepung yang dihidrolisa yang terdapat pada anggur dan padi-padian. gandum. metanol tetap beracun meskipun dalam jumlah kecil. Gejala keracunan metanol adalah kebutaan karena metanol menyerang syaraf penglihatan. penggunaan air lebih efisien.

Gasohol E10 artinya campuran 10% etanol dan 90% bensin. Hal ini merupakan karena pelarut organik yang baik.30%). Gejala Fetal Alcohol Syndrome (FAS)/ sindrom pada janin meliputi sumbing pada wajah. dan perkembangan fisik yang terbelakang. Etanol dapat ditambahkan ke dalam bensin sebagai pengganti MTBE (methyl tertiary buthyl ether) yang sulit didegradasi sehingga mencemari lingkungan. Campuran bensin-etanol biasa diberi nama gasohol. Akibatnya akan mengurangi tingkat pencemaran udara. Bensin yang ditambah etanol efisiensi pembakarannya meningkat sehingga pembakarannya.Seseorang dengan konsentrasi alkohol dalam darahnya mencapai 0.5% . Pembakar spiritus juga digunakan untuk Kim.3% jelas terlihat mabuk. gasohol dapat digunakan pada semua tipe mobil yang menggunakan bahan bakar bensin. Pada orang yang kecanduan alkohol kemungkinan hidup berkurang 10 hingga 15 tahun karena kerusakan hati dan penyakit jantung dan pembuluh darah. khususnya jika mereka merokok. ukuran otak di bawah normal. dan konsentrasi 0. Etanol mempunyai banyak kegunaan lainnya. 14. sebagai pelarut (vanilla atau ekstrak lain di rumah seringkali larutan etanol) dan antiseptik (pencuci mulut mengandung alkohol 5% . kesulitan pemahaman. Spiritus Spiritus merupakan salah satu jenis alkohol yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan bakar lampu spiritus (pembakar spiritus) dan untuk menyalakan lampu petromak. etanol mudah menembus pembatas darah otak dan membran plasenta. sehingga membahayakan janin pada ibu hamil. bahan ini biasanya dihasilkan dari hidrasi etana. Etil alkohol yang dihasilkan untuk kegunaan selain konsumsi manusia diubah s ifatnya dengan menambahkan metil dan isopropil alkohol dan tidak untuk minuman. Di laboratorium pembakar spiritus digunakan untuk uji nyala.4% tidak sadar atau tidak mampu merespon tindakan. mereka yang mencapai 0. Senyawa Karbon 22 .1% dapat menyebabkan koma maupun kematian. Untuk tujuan komersial.

maka ikatan intermolekul hidrogen menjadi lebih besar. Yang paling penting dari jenis ini adalah etilen glikol. tingkat keracunannya dikarenakan proses metabolisme dalam tubuh. tak berwarna dan agak lengket. benzena dan piridin. Spiritus bersifat racun. dan yang mempunyai tiga gugus hidroksil disebut alkohol trihidrat. Beberapa alkohol penting mengandung lebih dari satu gugus hidroksil tiap molekul. Suatu larutan 60% etilen glikol dalam air tidak membeku sampai suhunya turun hingga -49oC . Etilen glikol agak beracun. Alkohol dihidrat sering disebut glikol. Seperti halnya metanol. Nama IUPAC dari etilen glikol adalah 1. Ini disebut alkohol monohidrat. Alkohol yang mempunyai dua gugus hidroksil disebut alkohol dihidrat. Oleh sebab itu etilen glikol mempunyai titik didih yang tinggi (198oC) dan tidak menguap jika dipakai sebagai anti beku. Bahan utama spiritus adalah etanol dan bahan tambahan terdiri dari metanol. Karena keberadaan dua gugus hidroksil. 14. Ini disebut alkohol polihidrat. Senyawa ini merupakan bahan utama pada campuran antibeku permanen untuk radiator kendaraan bermotor. Etilen gikol juga mudah bercampur dengan air. Etilen glikol juga digunakan pada pembuatan fiber poliester (dacron) dan film magnetik (mylar) yang digunakan untuk pita pada kaset dan komputer. Senyawa Karbon 23 . karena adanya kandungan metanol didalamnya.proses sterilisasi di laboratorium mikrobiologi. Etilen glikol adalah cairan yang manis. Enzim hati mengoksidasi etilen glikol menjadi asam oksalat: OH CH 2 OH Enzim hati CH 2 etilen glikol HO O C O C OH asam oksalat Kim. glikol Alkohol sederhana yang selama ini kita temui masing-masing hanya mengandung satu gugus hidroksil (-OH).2-etanadiol.

Bahan pemanis dan pelarut pada obat-obatan. merupakan salah satu senyawa alkohol trihidrat. 14. gliserol merupakan hasil dari hidrolisa lemak dan minyak Gliserol digunakan secara luas dalam bidang industri meliputi 1. Pelumas. 5. Bahan dasar dalam produksi plasik. gliserol Gliserol juga disebut gliserin. karena dapat melarutkan banyak senyawa organik yang tidak larut dalam air. Keadaan ini akan memudahkan memperoleh kembali zat terlarut. karena tidak beracun. Gliserol berbentuk cairan manis seperti sirup. 4. Bahan baku nitrogliserin. Eter yang diproduksi dalam jumlah besar akhir-akhir ini adalah metil tetra-butil eter (MTBE) Zat tersebut ditambahkan dalam bensin untuk Kim. Bahan tambahan dalam tinta. Titik didih dietil eter 36oC. Metil propil eter dan metoksi fluorin merupakan obat bius yang dikenal sebagai neotil dan pentrene. eter Dietil eter digunakan secara luas sebagai obat bius sejak tahun 1842. Sekarang terdapat banyak obat bius yang digunakan termasuk golongan eter. Tetapi sekarang jarang digunakan sebagai obat bius untuk manusia karena mempunyai efek samping seperti: rasa sakit setelah pembiusan dan muntahmuntah. Senyawa Karbon 24 . Pembuatan lotion tangan dan kosmetik. 3. 6. pelapis permukaan dan fiber sintetik. ini berarti dietil eter adalah zat yang mudah menguap. Penganti pencahar gliserol. Dietil eter banyak digunakan sebagai pelarut.Senyawa ini akan mengkristal dalam hati sebagai kalsium oksalat (CaC 2O 4) yang dapat merusak ginjal. 2. 7.

c. karena terdapat ikatan hidrogen antar molekul alkohol. yaitu alkohol primer. Gugus fungsional alkohol : R? OH. 2. gugus fungsional eter : R? O? R’ Rumus umum alkohol dan eter : CnH2n+2O Klasifikasi alkohol didasarkan pada jenis atom C yang mengikat gugus –OH terbagi menjadi menjadi tiga. d. Eter yang juga diproduksi dalam jumlah yang besar etilen oksida. Perhatikan labelnya dan tuliskan jenis alkohol yang ada di dalamnya. Carilah produk beralkohol yang ada di masyarakat. Ini merupakan siklo eter dengan dua atom karbon dan satu atom oksigen yang membentuk cincin dengan tiga anggota. Tugas 1. Alkohol mempunyai titik didih yang relatif tinggi. Etilen glikol digunakan untuk mensterilkan alat-ala kesehatan. Senyawa Karbon 25 . lebih dari 60 % nya digunakan untuk membuat etilen glikol. 14. Carilah produk yang mengandung eter. alkohol sekunder dan alkohol tersier. Perhatikan labelnya dan tuliskan jenis alkohol yang ada di dalamnya.mengurangi emisi karbon monoksida dan menggantikan tetra etil lead (TEL) sebagai zat anti knoking. Etilen oksida merupakan gas beracun. Rangkuman Gugus fungsional adalah atom atau kelompok atom dengan susunan tertentu yang menentukan struktur dan sifat suatu senyawa. Sebagian besar etilen glikol digunakan dalam pembuatan fiber poliester dan zat anti beku. Kim.

14.4-trimetil-2-pentanol b. CH3 ? CH2? CH2? OH + Na ? Kim. CH3CH2CH2CH2? OH b. Selesaikan Reaksi berikut a. Berilah nama senyawa alkohol dan eter berikut: a. Senyawa Karbon 26 .e. CH3 CH OH CH CH3 CH3 d.3. CH3 CH CH3 CH2 OH [O] c. Tuliskan struktur dari: a. CH3 CH CH3 O CH2 CH3 2. Tes Formatif 1. 2. CH3CH2? O? CH2CH3 c. CH3 CH CH3 OH [O] b. metil isopropil eter 3.

2-butanol b. 3-metil-2-butanol d. a. 14. CH3 O CH CH3 CH3 3. a.f. O CH3 CH CH3 CH2 OH [O] CH3 CH CH3 C H Kim. dietil eter c. etil isopropil eter 2. Senyawa Karbon 27 . OH CH3 C CH CH CH3 CH3 CH3 CH2 b. CH3 CH CH3 OH [O] CH3 C CH3 O b. a. Jawaban tes formatif 1.

Semua zat tersebut mengandung gugus fungsional karbonil. Uraian Materi Anda tentu sudah merasakan aroma menarik dari kayu manis. seperti formalin dan aseton. diharapkan anda dapat: ? Menuliskan rumus struktur dan tata nama senyawa aldehid dan keton menurut IUPAC dan Trivial. tata nama dan sifat fisika dan kimia aldehid dan keton. ? Membedakan sifat kimia dan sifat fisik aldehid dan keton. vanila dan makanan yang baru dipanggang maupun bau manis memualkan dari makanan basi. atom oksigen Kim. Pada bagian ini akan dibahas lebih mendalam tentang struktur. Senyawa Karbon 28 . Struktur aldehid dan keton Pada modul sebelumnya anda sudah mempelajari gugus fungsional yang melibatkan ikatan rangkap dua dalam alkena. Kegiatan Belajar 2 a.2. Untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari pada akhir bab akan dibahas cara identifikasi dan cara pembuatan aldehid dan keton. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1. Gugus karbonil merupakan ciri khas aldehid dan keton. ? Memberi contoh kegunaan aldehid dan keton dalam kehidupan sehari-hari. ? Membedakan reaksi yang terjadi pada aldehid dan keton (reaksi oksidasi dan adisi). Dalam alkena tersebut dua atom karbon saling menggunakan empat elektron (dua pasang) untuk membentuk ikatan karbon-karbon rangkap dua. b. 14. Selain itu juga dibahas kegunaan dan dampak penggunaan aldehid dan keton yang banyak ditemukan pada bermacam-macam jenis produk. Pada alkohol.

O C R R' R O C H keton aldehid.diikat oleh atom karbon. struktur Untuk memperjelas struktur aldehid dan keton. anda dapat menentukan rumus umum dari aldehid. Pada gugus karbonil menggabungkan kedua gugus fungsi tersebut. Jika jumlah atom maka jumlah atom Jumlah atom Rumus Umum C = n. H = 2n O=1 CnH2nO Kim. 14. sedangkan pada aldehid gugus karbonil mengikat satu alkil dan satu atom hidrogen. a. Senyawa Karbon 29 . yaitu oksigen diikat karbon dengan ikatan rangkap dua. O C gugus karbonil Apa perbedaan struktur aldehid dan keton? Pada keton gugus karbonil mengikat dua buah alkil. Aldehid CH2O C2H4O C3H6O Dari Rumus aldehid diatas. perhatikan aldehid dan keton berikut dengan Molymod.

Tata nama aldehid dan keton Tananama aldehid dan keton dapat dilakukan dengan dua cara. tentukan rumus umum dari keton. Keton C3H6O C4H8O Dengan cara yang sama seperti aldehid. 14. Bagaimana hasilnya? Aldehid dan keton mempunyai rumus molekul yang sama. Penomoran selalu dari C gugus fungsi sehingga atom karbon pada gugus -CHO selalu memiliki nomor 1 Contoh: 4 3 2 1 O C H 4 3 2 1 O C H CH3 CH CH2 CH3 CH2 CH2 butanal CH3 3-metil butanal Kim. yaitu nama menurut sistem IUPAC dan nama trivial. Tatanama aldehid berdasarkan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana induknya dengan mengubah huruf terakhir “a” pada alkana dengan huruf “al” untuk aldehid. Senyawa Karbon 30 .b. yaitu CnH2nO Oleh karena itu aldehid dan keton berisomer fungsional. Tentukan rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi.

kemudian gama (?). Karbon berikutnya beta (? ). Contoh: ?????????????????? ???????????????? O C H CH 3 CH CH3 CH 2 : ? -metilbutanal Keton diberi nama dengan mengubah huruf terakhir “a” pada alkana dengan huruf “on”. Contoh O 1 2 3 4 5 6 1 O 2 3 4 5 6 6 CH 3 O 5 4 3 2 1 CH3CCH 2CH 2CH 2CH 3 2-heksanon CH3 CH 2CCH 2CH 2CH 3 3-heksanon CH3CCH 2 CCH 2CH 3 CH 3 5. 14. diambilkan dari nama alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian ditambahkan kata keton. Tatanama trivial keton. Misalnya asam asetat menjadi asetaldehid. Penomoran dimulai dari ujung terdekat gugus fungsi. Senyawa Karbon 31 . Kim. delta (? ) dan seterusnya. Karbon tersekat dengan gugus -CHO disebut karbon alfa (? ).Penomoran pada atom karbon pada aldehid dapat menggunakan huruf yunani.5-dimetil-3-heksanon Tatanama trivial aldehid diambilkan dari nama asam karboksilat induknya dengan mengubah asam-oat atau asam-at menjadi akhiran aldehid. Tabel 1 memuat beberapa contoh nama trivial aldehid dan keton. Tentukan rantai terpanjang yang melewati gugus fungsi -CO-.

namun pembagiannya tidak seimbang. Sifat fisik Karbon dan oksigen pada gugus karbonil berbagi dua pasang elektron.butanon Sifat Fisik dan kimia aldehid dan keton 1. Senyawa Karbon 32 . Negatifitas oksigen lebih besar untuk mengikat pasangan elektron. sehingga kerapatan elektron Kim.Tabel 1. Nama IUPAC dan trivial aldehid Rumus molekul Struktur O Nama trivial formaldehid Nama IUPAC metanal etanal CH2O C2H4O H C H O CH3 C H O asetaldehid C3H6O CH3CH 2 C H O propionaldehid propanal C4H8O CH 3CH 2CH 2 O C H butiraldehid butanal C3H6O CH 3 C CH3 aseton (dimetil keton) propanon O C4H8O C5H10O C5H10O CH 3 C O CH2 CH 3 etil metil keton dietil keton butanon 3-pentanon CH 3CH 2 O C CH 2CH3 CH 3 C CHCH3 CH 3 sopropil metil keton 3-metil-2. 14.

dan merupakan satu-satunya keton yang sangat larut dalam air. yaitu reaksi oksidasi. 14. mempunyai bau yang lembut. sedangkan aldehid sangat Kim. Namun keduanya dapat dibedakan dengan satu sifat kimia. Sifat fisik keton hampir sama dengan aldehid. Homolog yang lebih tinggi merupakan cairan tak berwarna dan kurang larut dalam air. 2. Oksidasi Aldehid dan keton mempunyai struktur yang hampir sama akibatnya keduanya mempunyai sifat kimia yang serupa. Aseton mempunyai bau yang enak. Formaldehid dan asetaldehid larut dalam air. sedangkan aldehid suku tinggi mempunyai bau yang enak dan digunakan untuk parfum dan aroma tambahan. Atom hidrogen pada molekul air dapat membentuk ikatan hidrogen dengan oksigen pada gugus karbonil. Sifat kimia a.pada oksigen lebih besar daripada karbon. sehingga kelarutan aldehid hampir sama dengan alkohol dan eter. sejalan dengan bertambahnya rantai karbon . Karbon lebih bermuatan positif sedangkan oksigen lebih bermuatan negatif. Umumnya aldehid berfase cair. Semua aldehid larut dalam pelarut organik. kecuali fomaldehid yang berfase gas. dan tidak seperti aldehid. Perbedaan muatan pada molekul menyebabkan terjadinya dipole. Akan tetapi pengaruh kepolaran pada aldehid dan keton tidak dapat dibandingkan dengan ikatan hidrogen antar molekul alkohol. Keton tidak mudah dioksidasi. sedangkan polaritas ikatan tunggal pada eter pengaruhnya sangat kecil terhadap titik didihnya. kelarutan dalam air akan turun. Polaritas ikatan rangkap pada karbon-oksigen lebih besar daripada ikatan tunggal pada karbon-oksigen. Polaritas ikatan rangkap pada aldehid dan keton sangat mempengaruhi titik didihnya. Aldehid suku rendah mempunyai bau yang menyengat. Senyawa Karbon 33 .

Keton tidak dapat bereaksi dengan pereaksi fehling. Cu2O (endapan berwarna merah bata). O R C H + 2CuO(aq) R O C OH + Cu 2O(s) (biru) (merah) Pada saat reaksi terjadi. Tes Fehling dapat digunakan untuk menguji kadar glukosa dalam urine dalam rangka mendeteksi penyakit diabetes. dan Fehling B terdiri atas campuran NaOH dengan natrium-kalium tatrat. Fehling A terdiri atas larutan CuSO4. Kim. O [O] Aldehid: R C O [O] Keton: R C R' H R O C OH (asam karboksilat) tidak ada reaksi Perbedaan reaktivitas tersebut dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton. Pereaksi ini dalam reaksi cukup ditulis dengan CuO. Penggunaan pereaksi tersebut dinamakan Tes Fehling dan tes Tollens. Tes Fehling Pereaksi yang digunakan dalam tes Fehling terdiri dari campuran Fehling A dan Fehling B. Pereaksi yang biasa digunakan adalah pereaksi fehling dan pereaksi Tolens. Senyawa Karbon 34 . 14.mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat. aldehid akan teroksidasi menjadi asam karboksilat dan ion kompleks Cu2+ (larutan berwarna biru) akan tereduksi menjadi tembaga (I) oksida. Hampir setiap pereaksi pengoksidasi suatu alkohol juga dapat mengoksidasi aldehid. Pereaksi fehling dibuat dengan mencampurkan Fehling A dan Fehling B sehingga terbentuk ion kompleks Cu2+ dalam suasana basa.

Karena mampu membunuh bakteri. Alasan inilah yang menyebabkan formaldehid digunakan pada larutan pembalsem dan pengawet spesimen biologis. pengawet dan cairan pembalsem menurun akhir-akhir ini karena zat ini dicurigai bersifat karsinogenik. Formalin juga digunakan sebagai antiseptik di rumah sakit untuk mensterilkan sarung tangan dan peralatan bedah. 14. Formaldehid terdapat pada asap kayu. Keton tidak bereaksi dengan pereaksi ini. Akan tetapi penggunaan formaldehid sebagai antiseptik. dan Melmac. Kim. Senyawa Karbon 35 . Formaldehid dapat mengubah sifat protein. sehingga protein tidak dapat larut dalam air dan tahan terhadap bakteri pembusuk. O R C H + Ag2O R O C OH + 2Ag Logam perak perlahan-lahan akan menempel pada dinding dalam t abung dan jika dilihat dari luar tabung akan terlihat seperti cermin.b. zat ini merupakan senyawa yang bertindak sebagai pengawet pada makanan yang diasapkan. Formika. pada reaksi cukup ditulis dengan Ag2O . Tes Tollens Pereaksi yang digunakan campuran larutan AgNO 3 dan NH3 membentuk ion kompleks Ag(NH3)2+. Aldehid akan teroksidasi menjadi asam karboksilat dan ion perak (Ag+) akan tereduksi menjadi logam perak. Oleh karena itu tes Tollens disebut juga tes cermin perak. Kegunaan dan dampak penggunaan aldehid dan keton Penggunaan terbesar formaldehid adalah sebagai pereaksi untuk penyiapan senyawa organik lain dan untuk pembuatan polimer seperti Bakelit.

Zat ini merupakan bahan awal untuk penyiapan berbagai senyawa organik lain. Konsumsi formalin yang terus menerus akan merusak jaringan tubuh. Bau sayuran hijau sebagian karena adanya senyawa karbonat: cis-3-hexenal. Zat ini merupakan bahan utama (terkadang bahan satu-satunya) pada beberapa merek penghapus cat kuku. konsentrasi aseton melebihi tingkat tersebut. Karena larut sempurna dalam air dan kebanyakan pelarut organik. seperti asam asetat. memberikan bau tumbuh- Kim. Banyak zat yang biasa dilihat mengandung aldehid dan keton sebagai bahan aktif. Senyawa Karbon 36 . etil asetat. Zat ini dibuat dengan mengoksidasi etil alkohol dengan katalis (Ag) atau oksidasi etilen dengan katalis (PdCl2).Formalin banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan seperti tahu dan bakso. 14. Aseton adalah keton yang paling sederhana dan penting. Aseton dibentuk dalam tubuh manusia sebagai hasil samping metabolisme lipid. Aseton juga merupakan bahan yang penting pada pembuatan kloroform. iodoform. aseton utamanya digunakan pelarut industri (misalnya. Secara normal zat ini tidak sampai tertimbun karena dioksidasi menjadi karbondioksida dan air. Kemudian zat ini dikeluarkan dalam air seni. Konsentrasi normal aseton dalam tubuh manusia kurang dari 1 mg/100 mL darah. untuk cat dan pernis). baunya dapat diketahui dari nafas penderita. Asetaldehid dibentuk sebagai metabolit dalam fermentasi gula dan dalam detoksifikasi alkohol dalam hati. Senyawa trans-2-cis-6-nonadienal mempunyai bau mentimun. Senyawa tersebut dan senyawa karbonat lain tumbuhan hijau pada sampo dan kosmetik lain. sehingga mudah untuk dideteksi. pewarna. dan kloral. Pada kasus yang parah. Zat ini dihasilkan dalam jumlah besar dengan mengoksidasi isopropil alkohol dengan katalis (Ag). Dalam kasus ketidaknormalan seperti diabetes mellitus. Asetaldehid merupakan cairan tak berwarna yang sangat mudah menguap. methacrylat. dan banyak senyawa organik kompleks yang lain.

metil butanal.c. dan merupakan satu-satunya keton yang sangat larut dalam air d. Tugas 1. 2-metil-3-pentanon 2. - Aseton mempunyai bau yang enak. Aseton dan formaldehid banyak terdapat di pasaran. Senyawa Karbon 37 . e. Tes Formatif 1. Aldehid suku rendah mempunyai bau yang menyengat. Rangkuman Gugus fungsional aldehid: R? CHOH atau R O C C OH H R' - Gugus fungsional keton: R? CO? R’ atau Rumus umum aldehid dan keton: C2H2nO R Umumnya aldehid berfase cair. b. sedangkan aldehid suku tinggi mempunyai bau yang enak dan digunakan untuk parfum dan aroma tambahan.3-dimetil pentanal b. 14. Tentukan rumus molekul dan nama senyawa berikut: O a. c. b. kecuali fomaldehid yang berfase gas. 2-metil butanal dengan pereaksi fehling. Tentukan rumus molekul dan struktur senyawa berikut: a. 2. CH3CH 2C(CH 3)2C H O CH 3CH 2CH(CH 3)CCH 2CH 3 3. Carilah produk tersebut dan jelaskan kegunaannya. reaksi 2-metil butanal dengan pereaksi tollens Kim. Tuliskan hasil reaksi dari: a. oksidasi 2.

nama: 2. CH3 CH2 CH CH3 CH CH3 C H CH3 b O C CH2 CH3 CH3 CH 2. Kunci jawaban tes formatif O 1. CH 3CH2CHC CH 3 H Kim. 14. Rumus molekul: C 6H12O. a CH 3CH2CHC CH 3 O O + CuO CH 3CH 2CHC CH 3 OH + Cu b. Rumus molekul: C 6H12O. a.2-dimetilbutanal b. a. nama: 4-metil-3-pentanon O O [O] H CH3CH 2CHC CH 3 OH 3. CH 3CH2CHC CH 3 H O O + Ag 2O CH 3CH2CHC CH 3 OH + 2Ag c. Senyawa Karbon 38 .f.

. . 2. Menguji urine Alat dan bahan: Alat 1. Identifikasi aldehid dan keton 2.(campurkan 3 mL fehling A dan 3 mL fehling B). larutan 2% NH3 hingga endapan yang terbentuk larut lagi. Pengujian akan gagal jika penambahan NH4OH terlalu banyak. . Siapkan dua buah tabung reaksi dan isilah masing-masing dengan 6 mL pereaksi fehling yang baru dibuat. Fehling A dan fehling B 6. cara membuatnya: . Siapkan dua buah tabung yang berisi pereaksi tollens. Penjepit tabung 4. Tabung reaksi 2. Segitiga porselin Bahan 1. 14.Amati dinding tabung sebelah dalam. Kim. Aseton 8. Pembakar spiritus 5. Formaldehid 7. Lembar Kerja Tujuan: 1.Kemudian tambahkan tetes demi tetes sambil dikocok. Larutan AgNO 3 5% 3. Urine Prosedur 1.Isilah masing-masing tabung reaksi dengan 2 mL larutan 5% AgNO 3 dan 2 tetes larutan 5% NaOH.Tambahkan pada tabung pertama dengan 2 mL formaldehid dan tabung kedua dengan 2 mL aseton. Kaki tiga 6.Kocok campuran tersebut dan tempatkan tabung reaksi dalam air panas selama 5 menit. . Senyawa Karbon 39 .g. Air 2. Gelas kimia 3. Larutan NaOH 5% 4. Larutan NH3 2% 5.

Diamkan selama 15 menit dan amati hasil reaksi. Tambahkan masing-masing 2 mL urine ke dalam tabung tersebut. Tuliskan reaksi antara a. Amati reaksi yang terjadi. 2. Tuliskan reaksi antara a. Kocok campuran tersebut dan tempatkan tabung reaksi dalam air panas.- Tambahkan pada tabung pertama dengan 2 mL formaldehid dan tabung kedua dengan 2 mL aseton. Siapkan dua buah tabung reaksi. formaldehid dengan pereaksi tollens b. a. 14. aseton dengan pereaksi tollens. Kocok campuran tersebut dan tempatkan tabung reaksi dalam air mendidih selama 5 menit. Tabung pertama isi dengan pereaksi tollens dan tabung kedua dengan pereaksi fehling. Pertanyaan 1. aseton dengan pereaksi fehling. Apakah urine yang kamu uji mengandung gugus aldehid? b. 3. 3. Apa hubungan kandungan gugus aldehid pada urine dengan penyakit diabetes melitus? Kim. Senyawa Karbon 40 . formaldehid dengan pereaksi fehling b.

yaitu keluarga asam karboksilat. anda tentu lebih mengenal asam anorganik (HCl dan H2SO 4) daripada asam organik. aroma bunga merupakan contoh ester. diharapkan anda dapat: ? Menuliskan rumus struktur dan tata nama senyawa asam karboksilat dan ester menurut IUPAC dan Trivial. b. Ester merupakan turunan asam yang akan kita bahas lebih mendalam. Uraian Materi Asam organik telah diketahui lama sebelum asam anorganik. Senyawa Karbon 41 . Bau kambing dihasilkan oleh senyawa asam kaproat. Beberapa turunan asam karboksilat juga penting.3. asam format pada semut merah dan asam sitrat pada buah merupakan keluarga senyawa yang sama. Asam asetat pada cuka. bukan alkohol. ? Memberi contoh kegunaan asam karboksilat dan ester dalam kehidupan sehari-hari. Ahli alam pada abad ke-tujuh belas mengetahui bahwa sengatan akibat gigitan semut merah disebabkan oleh asam organik yang dimasukkan ke luka oleh semut tersebut. 14. Kegiatan Belajar 3 a. aroma buah-buahan. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 3. Selain itu telah lama disadari bahwa rasa asam segar pada buah jeruk dihasilkan oleh senyawa organik yang disebut asam sitrat. ? Membedakan sifat kimia dan sifat fisik asam karboksilat dan ester. akan tetapi suku-suku primitif lebih mengenal asam organik seperti asam asetat yang mereka dapatkan ketika reaksi fermentasi yang mereka lakukan terlalu lama sehingga menghasilkan cuka. ? Membedakan reaksi yang terjadi pada asam karboksilat dan ester. Kim. Aroma harum dari parfum.

Sekarang akan dipelajari rumus struktur dan rumus umum dari asam karboksilat dan ester. Asam karboksilat mempunyai gugus fungsi berupa gugus karboksil -COOH atau O C OH Ester merupakan turunan dari asam karboksilat.Struktur asam karboksilat dan ester Pada pembahasan sebelumnya anda sudah dapat menentukan rumus struktur dan rumus umum alkohol. sehingga ester mempunyai gugus fungsi -COO. Asam karboksilat O H C OH O CH3 C OH CH3 CH2 C O OH CH2O2 C2H4O 2 C3H6O 2 Dari struktur tersebut. Gugus fungsi ester diperoleh dengan melepaskan atom H pada gugus karboksil. eter. aldehid dan keton. Senyawa Karbon 42 . 14.atau O C O Bagaimana rumus umum asam karboksilat dan ester? Untuk memahami hal ini perhatikan struktur beberapa asam karboksilat dan ester menggunakan model molymod berikut: a. rumus umum untuk asam karboksilat adalah CnH2nO2 Kim.

b. 14. Senyawa Karbon 43 . rumus umum untuk ester adalah CnH2nO2 Tatanama asam karboksilat dan ester Tananama asam karboksilat dan ester dapat dilakukan dengan dua cara. yaitu nama menurut sistem IUPAC dan nama trivial. Tentukan rantai terpanjang yang mengandung gugus fungsi. Penomoran selalu dari C gugus fungsi sehingga atom karbon pada gugus -COOH selalu memiliki nomor 1 Contoh: 4 3 2 1 O C OH 4 3 2 1 O C OH CH3 CH CH2 CH3 CH2 CH2 asam butanoat CH3 asam 3-metil butanoat Kim. Tatanama asam karboksilat berdasarkan sistem IUPAC diturunkan dari nama alkana induknya dengan memberi awalan asam dan mengubah huruf terakhir “a” pada alkana dengan huruf “oat” untuk asam karboksilat. ester O H C O CH3 CH3 CH2 C O CH3 O CH3 C O O CH3 C2H4O 2 C4H8O 2 C3H6O 2 Dari struktur tersebut.

Contoh: ?????????????????? ???????????????? O C OH CH 3 CH CH 3 CH 2 asam b-metilbutanoat Ester disebut juga alkil alkanoat. Karbon terdekat dengan gugus -COOH disebut karbon alfa (? ). Penamaan ester dilakukan dengan menyebutkan terlebih dahulu alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian disusul nama karboksilatnya. kemudian gama (?). delta (? ) dan seterusnya. O R C O R' alkil alkanoat Contoh: O CH 3 CH 2 C O CH3 C O CH CH 3 CH 3 O CH 3 CH3 C O CH 2 CH 3 O metil propanoat etil etanoat isopropil etanoat Tatanama trivial asam karboksilat diambilkan dari sumber asam karboksilat tersebut.Penomoran pada atom karbon pada asam karboksilat dapat menggunakan huruf yunani. nama trivialnya asam formiat atau asam semut (formica dalam bahasa latin berarti semut). Karbon berikutnya beta (? ). Misalnya asam metanoat. karena asam metanoat diperoleh dari penyulingan semut merah. 14. Senyawa Karbon 44 . Beberapa nama trivial asam karboksilat dapat dilihat pada tabel berikut: Kim.

Asam ini dihasilkan oleh bakteri kulit pada minyak keringat. Bau cuka merupakan bau asam asetat. pion=lemak latin: butyrum= mentega latin: valere= menjadi kuat latin:caper=kambing Yunani: oenanthe= kuncup anggur Tatanama karboksilatnya. Asam dari C5 hingga C10 semua mempunyai bau seperti kambing. Asam kaproat terdapat pada rambut dan keringat kambing. Senyawa Karbon 45 . begitu juga bau ruangan loker yang tidak mempunyai sirkulasi udara yang baik (bau sepatu olah raga usang). bau mentega basi adalah bau asam butirat.Tabel 1. 14. Asam di atas C10 Kim. Nama IUPAC dan Trivial asam karboksilat Rumus struktur HCOOH CH3COOH CH3CH2COOH CH3CH2CH2COOH CH3(CH2)3COOH CH3(CH2)4COOH CH3(CH2)5COOH Nama IUPAC asam metanoat asam etanoat asam propanoat asam butanoat asam pentanoat asam heksanoat asam heptanoat Nama Trivial Asamformiat asam asetat asam propionat asam butirat asam valerat asam kaproat asam enantat Penurunan nama latin: formica = semut latin: acetum = cuka latin: protos= pertama. Contoh: trivial ester disesuaikan dengan tatanama trivial O CH 3 CH 2 C O CH3 C O CH CH 3 CH 3 O CH 3 CH3 C O CH 2 CH 3 O metil propionat etil asetat isopropil asetat Sifat fisikasam karboksilat dan ester Sembilan anggota pertama asam karboksilat merupakan cairan tak berwarna yang mempunyai bau yang sangat tidak enak.

asam karboksilat dengan air Gugus karboksil mudah berikatan hidrogen dengan molekul air. Ikatan hidrogen a. Asam karboksilat aromatik adalah padatan tak berwarna yang sulit larut dalam air. Struktur gugus karboksil memungkinkan dua molekul membentuk ikatan hidrogen yang sangat kuat satu dengan yang lainnya: O R C O H H O O H H H O R C O H H O C O R a. sedangkan asam format (Mr= 46) mendidih pada suhu 100oC. toluen. b. Asam yang mempunyai satu hingga empat atom karbon merupakan cairan tak berwarna yang larut sempurna dalam air. Molekul asam karboksilat bersifat sangat polar dan membentuk ikatan hidrogen intermolekular yang kuat.0 g per 100 g air. antar asam karboksilat dan b. sedangkan asam asetat (Mr= 60) mendidih pada suhu 118 oC. Kim. Karenanya senyawa ini mempunyai titik didih yang lebih tinggi dari pada alkohol meskipun dengan massa molar yang setara. Begitu juga dengan propil alkohol (Mr= 60) mendidih pada suhu 97oC. Terdapat bukti yang kuat bahwa pada fase uap sekalipun beberapa ikatan hidrogen antar molekul asam tidak terlepas. 14.merupakan padatan seperti wax/lilin. dan karena tingkat penguapannya yang rendah asam ini tidak berbau. asam palmitat (C 16H32O 2) pada dasarnya tidak dapat larut. H O H Gambar 1. Kelarutan menurun jika jumlah atom karbon bertambah: asam hexanoat (C 6H12O2) hanya larut sekitar 1. metilen klorida dan eter. Semua asam tersebut larut dalam pelarut organik seperti alkohol. Senyawa Karbon 46 . Etil alkohol (Mr= 46) mendidih pada suhu 78oC.

02 Ka (25oC) 1.28 x 10-5 1. Tetapan fisik asam karboksilat Rumus molekul HCOOH CH3COOH CH3CH2COOH CH3(CH2)2COOH CH3(CH2)3COOH CH3(CH2)4COOH CH3(CH2)5COOH CH3(CH2)6COOH CH3(CH2)7COOH CH3(CH2)8COOH Nama asam formiat asetat propionat butirat valerat kaproat enantat kaprilat pelargonat kaprat titik beku (oC) 8 17 -22 -5 -35 -3 -8 16 14 31 titik didih (oC) 100 118 141 163 187 205 224 238 254 268 kelarutan (g/100g air) larut larut larut larut 5 1 0. karena ester mempunyai bau yang menyenangkan dan sering terdapat pada aroma buah-buahan dan bunga-bungaan.03 0.43 x 10-5 Tabel di atas menunjukkan tetapan fisik untuk sepuluh anggota pertama keluarga asam karboksilat alifatik. Ester yang diturunkan dari asam karboksilat pada umumnya mempunyai sifat yang berlawanan dari zat asalnya.76 x 10-5 1. Perhatikan bahwa titik leburnya tidak menunjukkan kenaikan teratur jika massa molarnya bertambah.24 0.51 x 10-5 1.77 x 10-4 1. Karena hanya sedikit di bawah suhu ruang normal (sekitar 20oC).6oC.34 x 10-5 1.07 0.43 x 10-5 1. Senyawa Karbon 47 . Asam asetat murni membeku pada suhu 16.09 x 10-5 1.54 x 10-5 1. 14.Tabel 2. Kim. Karena itulah asam asetat murni (terkadang disebut juga asam asetat pekat) dikenal dengan sebutan asam asetat glasial hingga saat ini. Kurang lebih seabad yang lalu dalam laboratorium yang tidak dipanasi dengan baik di Amerika dan Eropa Utara asam asetat seringkali membeku pada rak pereaksi. asam asetat memadat jika didinginkan sedikit saja.42 x 10-5 1.

Tabel 3. Sifat-sifat fisik ester
Rumus molekul Nama Massa molar titik didih (o C) titik beku (o C) aroma

HCOOCH3 HCOOCH2CH3 CH3COOCH3 CH3COOCH2CH3 CH3CH2COOCH3 CH3CH2COOCH2CH3 CH3CH2CH2COOCH3 CH3CH2CH2COOCH2CH3 CH3COO(CH2)4CH3 CH3COOCH2CH2CH(CH3)2 CH3COOCH2C6H5 CH3COO(CH3)7CH3

metil format etil format metil asetat etil asetat metil propionat etil propionat metil butirat etil butirat amil asetat isoamil asetat benzil asetat oktil asetat

60 74 74 88 88 102 102 116 130 130 150 158 172

-99 -80 -98 -84 -88 -74 -85

32 54 57 77 80 99 102 121 148 142 215 185 210 apel nanas pisang per melati apricot jeruk rum

-101 -71 -79 -51 -73 -39

CH3CH2CH2COO(CH2)4CH3 amil butirat

Molekul-molekul ester bersifat polar namun tidak mampu membentuk ikatan hidrogen intermolekuler satu dengan yang lain. Karenanya ester mempunyai titik didih yang lebih rendah daripada asam karboksilat isomernya. Seperti yang dapat diduga titik didih ester terletak antara keton dan eter dengan massa molar yang sebanding. Karena molekul-molekul ester dapat membentuk ikatan hidrogen dengan molekul-molekul air, ester dengan massa molar rendah larut dalam air. Ester yang memiliki tiga hingga lima atom karbon larut dengan baik dalam air. Tabel 3 menunjukkan sifat-sfifat fisik beberapa ester yang umum dijumpai. Sifat kimia Larutan asam karboksilat dalam air bersifat asam. larutan tersebut dapat mengubah lakmus biru menjadi merah.Semua asam karboksilat dapat bereaksi dengan larutan NaOH, Na2CO 3 dan NaHCO 3.

Kim. 14. Senyawa Karbon

48

RCOOH + NaOH(aq) ? RCOO -Na+ + H2O 2RCOOH + Na2CO 3 ? 2RCOO-Na+ + H2O + CO 2 RCOOH + NaHCO 3 ? RCOO -Na+ + H2O + CO 2 Ketiga reaksi tersebut tergolong reaksi netralisasi. Asam karboksilat tergolong asam lemah, sehingga dalam air hanya terionisasi sebagian. RCOOH + H 2O ? RCOO- + H3O + Ester merupakan senyawa yang bersifat netral. Biasanya ester mengalami reaksi kimia dimana gugus alkoksi (-OR’) digantikan oleh gugus yang lain. Salah satu reaksi seperti ini adalah hidrolisis. Hidrolisis dipercepat dengan adanya asam atau basa. Hidrolisis dalam suasana asam merupakan kebalikan dari esterifikasi. Ester direfuk dengan air berlebih reaksi kesetimbangan, sehingga reaksi tidak pernah berhenti.
O R C OR' + HOH ? H+ R C OH O + R'OH

yang

mengandung katalis asam yang kuat. Akan tetapi reaksi tersebut merupakan

Jika suatu basa (NaOH atau KOH) digunakan untuk menghidrolisa ester maka reaksi tersebut sempurna. Mengapa? Asam karboksilat dilepaskan dari kesetimbangan dengan mengubahnya menjadi garam. Garam organik tidak bereaksi dengan alkohol sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi tidak dapat balik.
O R C OR' + NaOH O R C O -Na+ + R'OH

O R C O Na
+

+ R'O H

Kim. 14. Senyawa Karbon

49

Kegunaan dan dampak penggunaan asam karboksilat dan ester 1. Asam Asetat Asam asetat (Asam etanoat) merupakan asam karboksilat yang paling penting. Zat ini dihasilkan secara industri dengan mengoksidasi asetaldehid, bahan mentah yang didapat dari oksidasi etanol atau hidrasi asetilen. Asam asetat juga dibentuk dalam cuka, ketika bakteri acetobacter mengoksidasi etanol. Cuka pasar yang mengandung sekitar 5 persen asam asetat dalam air, telah digunakan selama berabad-abad untuk menyedapkan makanan. Orang pertama yang mensintesa asam asetat langsung dari unsur kimia adalah Adoph Kolbe (Jerman, 1818-84) pada tahun 1845. Asam asetat digunakan pada pembuatan selulosa asetat, vinil asetat, obat-obataan, pewarna, insektisida, bahan kimia fotografi, dan pengawet makanan. 2. Asam Format Nama asam format ( asam metanoat) didapat dari Bahasa Latin untuk kata formica yang berarti semut. Asam ini diisolasikan dari hasil distilasi pemecahan pada semut. Sengatan pada gigitan semut disebabkan karena adanya asam format. Asam ini merangsang ujung syaraf perasa sakit pada tubuh kita dengan jalan merendahkan pH di sekelilingnya. Daerah yang terkena gigitan akan membengkak karena mengalirnya air untuk melarutkan asam format tersebut sehingga pH bertambah. Karena sengatan tersebut adalah asam, perawatan yang terbaik adalah menggunakan basa sedang seperti baking soda/soda kue (NaHCO3). Semut dan serangga lain sering mengeluarkan bahan kimia lain jika mereka menggigit dan menyebabkan reaksi alergi yang parah pada beberapa orang. Botol-botol asam format diberi peringatan “Hindari kontak dengan kulit” karena asam ini bersifat korosif pada kulit dan jaringan tubuh.

Kim. 14. Senyawa Karbon

50

Metil salisilat. Lemak dan minyak (bukan minyak tanah) merupakan ester dari gliserol dengan asam-asam lemak. Beeswax. Ester-ester aspirin dan metil salisilat digunakan dalam pengobatan sebagai analgesik dan anti-peradangan. aroma nanas (etil butirat) dan masih banyak lagi. digunakan pada cat/pelapis mobil dan mebelair. Ester tidak hanya penting untuk kosmetik dan penambah rasa. Kim. ini penting bagi makanan kita. Senyawa Karbon 51 . tapi juga untuk penerapan lain. Ester Beberapa senyawa ester mempunyai aroma buah-buahan seperti apel (metil butirat). Etil asetat digunakan sebagai penghapus cat kuku/kutek. parfum. merupakan bahan utama rasa/bau wintergreen. 14. obat-obatan dan plastik. Jadi rasa dan aroma buah-buahan yang terdapat pada makanan seperti permen. ester lain. 3. dan dan Carnauba wax. insektisida. aroma pisang (amil asetat). sirup dapat digantikan dengan senyawa ester.Meskipun demikian asam format dimanfaatkan pada pembuatan pewarna. juga disebut minyak wintergreen. campuran ester seperti C25H51COO– C30H61.Dengan prinsip reaksi esterifikasi tersebut dapat dibuat aroma buah-buahan tiruan.

e. parfum kemudian catat senyawa ester yang ada di dalamnya. CH 3CHCH 2 COOH C2H5 C2H5C COOH d. Rangkuman O - Gugus fungsional asam karboksilat : R? COOH atau R C OH O - Gugus fungsional keton: R? COO? R’ atau R Rumus umum aldehid dan keton: C2H2nO 2 C O R' Sembilan anggota pertama asam karboksilat merupakan cairan tak berwarna yang mempunyai bau yang sangat tidak enak. Tes Formatif 1. C2H5C OCH 2CHCH 3 Kim. Berilah nama senyawa dengan struktur berikut: C2H5 CH3 a. O CH 3 e. Tugas Ester mempunyai bau yang menyenangkan dan sering terdapat pada aroma buah-buahan dan bunga-bungaan. 14. ester mempunyai bau yang menyenangkan dan sering terdapat pada aroma buah-buahan dan bunga-bungaan. CH 3(CH 2)4CH COOH O b. d. Senyawa Karbon 52 .c. CH 3(CH 2) 4 C OCH 3 CH 3 c. catat beberapa esence rasa buah.

14. a. metil heksanoat 2. f. Senyawa Karbon 53 . d. 4. Kunci tes formatif 1. Asam 3-metilpentanoat Asam 2-etil-3metil butirat Asam ? -metil pentanoat Etil propanoat Metil asetat Mengapa asam karboksilat mempunyai titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan alkohol (dengan Mr yang hampir sama) Bagaimana kelarutan asam karboksilat dalam air? Baimana titik didih ester dibandingkan dengan asam karboksilat isomernya? jelaskan . c. isobutil propanoat d. a. b. 5. O CH3 CH2 CH CH3 b. asam 2-metilheptanoat e. Tuliskan rumus struktur dan tentukan rumus molekul senyawa dengan nama sebagai berikut: a. asam 3-metilpentanoat b.2. 3. e. asam 2-etil-2-metilbutanoat c. CH2 C OH O CH3 CH CH3 CH C2H5 C OH Kim.

Senyawa Karbon 54 . 14. CH2 C OH O CH3 e. O CH3 CH2 CH CH3 d. CH2 C O C2H5 O CH3 C O CH3 Kim.c.

? OH b. aldehid 2. Aldehid mempunyai gugus fungsi: a. Senyawa yang tidak memiliki rumus molekul C4H10O. alkohol b. Nama senyawa berikut adalah…. adalah a. 14. ? CHO d.BAB III. alkanal d. 5-etil-5-heptanol 3. Alkohol yang dioksidasi adalah: a. 2-butanol c. 2-metil-1-propanol 4. eter d. ? COO? 6. ? CO? c. 2-propanol d. dietil eter 5. 3-metil-2-heptanol b. Senyawa Karbon 55 . 2-metil-2-propanol b. air kencingnya diuji dengan menggunakan larutan Fehling karena dalam gula mengandung gugus: a. alkohol b. 3-metil-3-heptanol d. 2-butanol c. alkanoat c. OH CH3 CH2 CH 2 CH 2 C CH2 CH 3 CH3 c. keton a. EVALUASI Pilihlah salah satu jawaban yang benar 1. Oksidasi alkohol menghasilkan aseton. Seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus. Golongan senyawa yang memiliki gugus fungsi ? O? adalah a. alkanon Kim. 1-propanol b. 2-etil-2-heksanol c. butanon d.

? CHO d. Alkanon mempunyai gugus fungsi a. CH3CH2CH2CH2CH2CH2OH b. CH3CH2CH2CH2CH2COOH f.. CH3CH2COC(CH 3)3 d. aldehid 9. CH3CH2CH2CH2CH2 CHOHCH3 c. 3 dimetil-2-heksanon e. ester d. ? CO? 10. ? ? -dimetil butanal ? d. alkohol promer b. Senyawa karbon yang memiliki aroma buah-buahan adalah: a.7. Gugus fungsi asam karboksilat adalah a. alkohol tersier c. ? COO? c. Beri nama senyawa berikut: a.3 dimetil-2-heksanol d. keton c. etoksi isopropana c. CH3CH2CH(CH3)CHO e. Keton dapat dibuat dengan cara mengoksidasi: a. ? OH b. 14. 2-etil-2-metil pentanoat c. eter b. alkohol sekunder d. 2. asam karboksilat 8. ? OH b. CH3CH2CH2CH2COOCH 2CH3 12. Senyawa Karbon 56 . ? CHO d. Tuliskan struktur dari: a. ? COOH Kim. ? CO? 11.

c 7. asam heksanoat f. c 8. c 10. b 9. CH CH3 CH2 CH2 CH3 CH3 CH2 O CH CH3 CH3 c. d 5. heksilmetil eter c. etil pentanoat 12.a. 1-heksanol b.KUNCI JAWABAN 1. b OH CH3 C CH3 b. 14. a. c 11. c 3. 2.2-dimetil-3-pentanon d. c 6. CH CH3 C OH CH3 C O CH CH3 CH2 CH2 CH3 e. 2. O CH3 CH CH3 d. Senyawa Karbon C OH 57 . 2-metilbutanal e. c 4. CH3 O CH3 CH2 CH2 C CH3 Kim.

Anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah Anda pelajari.BAB IV. 14. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi. Mintalah pada guru untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelulusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. Kim. maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. Senyawa Karbon 58 .

Strozak.. Charles G.. New Jersey. 1995 Gebelein. Wilcox. Wistrom Cheryl.. 1995 Kim. Wilcox.W.1997. Organic Chemistry A Brief Survey Of Concepts And Applications. Christina a.H.J. Hall.. Feigl D.. Hill J. Chemistry and Life.Victor S. Philip S. Philips..Baum S.. 1997. Charles F. Edisi kelima.... Prentice Hall. Petrucci R. Prentice Hill J.DAFTAR PUSTAKA Bailey. New Jersey. Experimental Organic Chemistry A smallScale Approach..1996. Brown Publisher. General Chemistry. 2000. 14. Chemistry Consepts and Aplications.John S.C. New Jersey. Edisi kelima. Prentice Hall. Edisi kedua. Prentice Hall.. New Jersey.. New York. Glencoe McGraw-Hill.. Bailey.W.. Senyawa Karbon 59 . Chemistry and aur world Wm. Mary F.W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful